Rahasia Alam ?

Hukum dan Rumus-Rumus Alam Semesta

Kita semua tentu cukup familiar dengan istilah “hukum alam”. Begitu pula  istilah rumus-rumus, dan semua rumus yang digunakan di semua disiplin ilmu pengetahuan merupakan bagian dari rumus-rumus alam. Jika hukum alam diumpamakan sebagai “pasal” maka rumus-rumus alam dapat diidentikkan dengan “ayat-ayat”. Sebagian yang lain menyebut hukum alam atau rumus itu sebagai bahasa alam. Seperti apa rumus-rumus alam dimaksud ? Sebagai contoh dapat dilihat dalam rumus-rumus yang dimiliki oleh berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Bahkan jagad raya ini sesungguhnya  “kitab undang-undang” atau “buku” yang berisi milyaran bahkan trilyunan rumus-rumus alam. Hukum alam mencakup seluruh rumus-rumus alam, yakni semua peristiwa yang terjadi di ruang kosmos dalam hubungan saling berkaitan, yang lazimnya disebut hubungaan sebab-akibat, atau hukum timbal-balik. Prosesnya disebut sebagai dinamika perubahan alam. Dan satu-satunya yang tidak berubah di jagad raya ini adalah dinamika atau perubahan itu sendiri. Read the rest of this entry

Review SO~5

CINEMA TEASER KEGIATAN SO~5 KLIK DI SINI  plaosanKami segenap panitia pelaksana mengucapkan beribu terimakasih kepada sedulur-sedulur peserta SO~5. Dengan segala kekurangan yang ada, kami selalu berusaha memberikan apresiasi dan penghormatan yang setingginya kepada dulur-dulur semua yang datang dari penjuru tanah air. Tambah sedulur merupakan sebuah kebahagiaan yang sulit dicari pembandingnya.  Kita sama-sama belajar, belajar untuk saling asah asih asuh. Selama perjalanan banyak kenangan manis, perjuangan pahit dan getir hingga kita semua bisa berkumpul dalam satu kegiatan untuk menggugah kesadaran kita semua bahwa tempat kita hidup di Nusantara ini terlalu banyak yang bisa dibanggakan, dihargai, dan dihormati. Tidak perlu harus berkiblat ke Negara lain. Kita hidup di Nusantara yang merupakan hamparan luas terdiri daratan dan lautan yang menyimpan berjuta misteri sekaligus potensi. Kita adalah bangsa besar, dan selama beribu tahun nenek moyang telah mengukir kearifan local yang penuh kebijaksaan ilmu hidup, diturunkan secara turun temurun sebagai bekal hidup bagi generasi penerus bangsa.  Namun selama 100 tahun terakhir ini, terasa ada mata rantai yang terputus (missing link). Kualitas generasi bangsa menjadi hanya lebih modern disbanding nenek moyangnya. Tapi sulit mengatakan generasi sekarang lebih pandai, bijaksana, dan berkesadaran spiritual sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan generasi bangsa yang hidup di masa sebelum 100 tahun lalu. Dengan kata lain, kemunduran signifikan tengah terjadi pada generasi bangsa besar ini. Generasi bangsa yang tercerabut dari akar jati dirinya sendiri. Generasi bangsa yang durhaka kepada para leluhurnya sendiri. Generasi bangsa yang mengardik warisan nilai-nilai luhur nenek moyangnya sendiri. Semoga kegiatan ini dapat menggugah kesadaran kita semua, bahwa ada tugas besar di pundak masing-masing generasi bangsa, untuk menjaga keutuhan NKRI,  melestarikan bumi pertiwi dengan segenap harta pusaka warisan leluhur, seni-budaya dan spiritualnya. Read the rest of this entry

Coming soon SO~5

IMG_20140910_192409[2]

Para sedulur sebangsa setanah air, dan sedulur dari negara manapun berasal, suku apapun, agama apapun. Kami berencana melaksanakan SO~5 pada hari Sabtu Pahing tibo gedhong, 1 Sura Pinunjul 1948 Ehe. Atau tanggal 25-26 Oktober 2014 dan akan dimulai pada hari Sabtu Sore jam 16 Wib sampai dengan hari Minggu 26 Oktober jam 18.00 Wib. Dengan perjalanan meliputi 5 lokasi yang telah ditentukan. Untuk info selanjutnya tim kami sedang menyempurnakan, dan akan segera kami unggah. Rahayu sagung dumadi

???????????????????????????????

SO mahesa lawung

Para kadang kinasih, untuk info selengkapnya mengenai

SO~5 silahkan klik di SINI

Selamat Datang Sura Pinunjul

Rembulan malamSebentar lagi tahun Jawa 1947 Alip gunung dengan sinengkalan sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad akan segera berlalu. Sebelum meninggalkan tahun 1947 saya coba sampaikan sedikit ulasan sebagai evaluasi. Semoga ada manfaat yang dapat kita ambil dari berbagai peristiwa dan fenomena alam yang telah terjadi selama tahun 1947 Alip  atau 5 Nopember 2013 sampai dengan 25 Oktober 2014.

Sebelum mengulas Sura Pinunjul yang akan datang saya perlu flashback karena di antara kedua fase yang sedang berlangsung dan yang akan datang saling berkaitan erat secara runtut. Sinengkalan sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad mempunyai makna ganda yang meliputi dimensi makrokosmos dan mikrokosmos. Yakni makna yang menunjukkan fenomena yang terjadi pada alam semesta dan pada individu manusia. Panca agni dalam dimensi mikrokosmos atau diri manusia mempunyai makna bahwa selama rentang waktu tersebut terjadi kobaran “api” atau hawa nafsu angkara dari dalam diri manusia. Bergolaknya kobaran “api” itu telah membakar emosi dan hawa nafsu manusia. Kobaran itu lebih dirasakan dalam kancah politik makro. Di mana dinamika politik diwarnai dengan gejolak manusia untuk berkuasa dan saling memukul lawan, maupun “kawan”. Dalam scope yang lebih luas, “api” hawa nafsu telah “menembus bumi”, menyeruak sendi-sendi kehidupan sosial dan politik masyarakat. Hilangnya rasa malu dan takut dosa atau karma menjadi gambaran (sebagian)  manusia masa kini. Bahkan sangat ironis lambaian tangan dan senyum manis seolah menjadi ikon para pejabat koruptor yang sedang ditangkap KPK. Seolah mereka ingin membuat kesan dan pencitraan bahwa dirinya tetap pede karena menganggap penangkapan KPK sebagai hal yang lucu karena telah salah menangkap orang.

Sangat ironis, sepertinya orang sudah tidak ada lagi yang  merasa telah melakukan kesalahan besar atas bangsa dan negara ini. Dalih yang lazim dilakukan oleh para tersangka kejahatan penyalahgunaan wewenang adalah kata-kata bernada menyalahkan orang lain, misalnya akibat difitnah, dijebak atau terjebak. Tapi rakyat yang tak berdaya secara politik, tetap semakin pandai menilai keadaan sesungguhnya.

Bulan Sura tahun 1947 Alip atau 2014 masehi yang masih berjalan, masuk dalam siklus Sura Moncer, akan tetapi hari pertamanya jatuh pada weton tiba pati. Itu yang menjadi terasa berat sekali dalam meraih kehidupan “moncer” (sukses atau mukti). Bahkan bagi yang lengah, bukannya kamukten dan moncer yang didapat sebaliknya mendapatkan pati. Pati nasibnya, atau pati kesehatannya.

Itu menandakan, sesungguhnya selama tahun 1947 Alip, Nusantara dan setiap pribadi sedang berproses meraih kehidupan yang “moncer” atau sukses. Akan tetapi untuk mencapai tataran “moncer” orang harus melewati rintangan berat dan mematikan. Mati artinya bisa mati fisiknya atau mati non-fisiknya. Mati fisiknya adalah kematian raga. Mati non fisik di antaranya kematian nasib, kematian pola pikir, kematian jiwanya.  Sebagaimana telah saya posting setahun yang lalu dengan judul Sura Moncer 2014: Mukti Opo Mati. Kiprah manusia dalam kancah sosial, ekonomi, dan politik, didominasi oleh unsur api dari dalam diri atau hawa nafsu dan angkara murka. Dan api dari alam semesta, berupa sinar matahari yang terasa sangat panas, gunung berapi, semburan api dari dalam tanah, kebakaran hutan, hawa panas, terjadi silih berganti dengan banjir besar dan hujan salah musim. Selama fase sinengkalan tahun sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad pada kenyataannya telah makan banyak korban. Sing sapa lena bakal kena, siapa yang kendor untuk bersikap eling dan waspada akan menerima akibatnya. Banyak politisi dan pejabat tumbang oleh kasus dan karena tidak mampu meredam sikap temperamennya sendiri. Bahkan dalam menjalankan kehidupan politik bernegara, Indonesia boleh dikatakan kurang sukses melaksanakan suksesi dengan menuai berbagai sikap pro-kontra yang cukup tajam.

Fase saat ini adalah fase jagad sedang bersih-bersih diri. Banyak tokoh-tokoh “hitam” yang dominan muncul meramaikan panggung politik Nasional. Kualitas legislatif dan eksekutif yang baru terpilih sangat beresiko lebih buruk dari sebelumnya. Hal itu wajar karena memang fase sinengkalan tahun sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad ini merupakan fase untuk bersih-bersih dari yang kotor-kotor. Barulah kemudian akan tampil sang SP sejati. Apapun yang terjadi nanti, sebentar lagi siklus tahun Jawa akan berganti. Yakni warsa 1948 Ehe yang akan dimulai pada Sabtu Pahing 25 Oktober 2014. Diawali dengan bulan Sura Pinunjul yang jatuh pada hari Sabtu Pahing (18) atau tiba gedhong (kesinungan sugih dan kuat nyunggi drajat) merupakan momentum perubahan lebih baik lagi untuk kita semua.

Bethara Antaga jadi Ratu

Read the rest of this entry

Jiwa Kesatria Tanah Jawa

image

Jiwa kesatria Jawa menurut Sinuhun Sri Sultan HB VIII ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

1. Sêwiji : menyatukan kebulatan tekad dan segenap potensi diri untuk satu tujuan.
2. Grêgêt : dinamika jiwa yg disalurkan dalam gerak, usaha, perjuangan meraih tujuan.
3. Sêngguh : percaya pada kekuatan diri sendiri, dilandasi jatidiri yang kokoh, mampu mengendalikan dan memenej kekuatan dan potensi diri dengan baik.
4. Ora mingkuh (mingkuh : tinggal glanggang glanggang colong playu). Artinya, tidak meninggalkan tanggungjawab dan tugas dalam meraih tujuan. Teguh hati dan kuat dalam menjaga prinsip. Sekalipun menghadapi tantangan berat.

Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 937 pengikut lainnya.