Memahami Seputar Harta Karun

Pertama-tama, penting Saya tegaskan bahwa tulisan berikut bukan bermaksud memancing apalagi menganjurkan para pembaca untuk mencari dan berburu harta karun. Tujuan tulisan ini untuk sekedar berbagi kawruh sekaligus mengkritisi berbagai kejadian dan kecenderungan beberapa orang selalu berburu harta karun. Sebaliknya, agar sedulur-sedulur jangan sampai menjadi salah satu korban mafia harta karun yang targetnya menguras harta benda si korban dengan modus operandi berlagak membantu mencari, mengaku-aku mampu melakukan ritual pengangkatan harta karun. Padahal target sesungguhnya adalah memperoleh “proyek ongkos”. Habis manis sepah dibuang. Setelah terkuras harta bendanya, kemudian si korban akan ditelantarkan.

Read more…

Pêpéling Ing Jaman Dahuru

PȆPÉLING ING JAMAN DAHURU

Sekedar pengingat di zaman huru-hara gejolak alam

Selaraskan & Harmoniskan diri Mikro-Makrokosmos
Eling dan Waspadha
Merubah Musibah & Bencana Menjadi Berkah & Anugrah

Jaman dahuru akèh hêra-hêru, bantala lir ginaru-garu, wong-wong padha mlayu, kadya gabah dèn intêri. Langit pêtêng ndhêdhêt lêlimêngan. Banjir bandhang, udan barat kilat thatit makêmpra lir cêmêthi-ning jagad, banyusêgara munggah daratan, daratan karoban toya darat, lindu sêdina kaping pitu, lêmah longsor lêmah padha mlaku. Gunung-gunung samya njêbluk, sawusé Sinabung lan Marapi ing tlatah kulon, Kelud ing wetan, banjur Mêrapi ing tlatah têngah, sanalika kairing panjêbluking 127 ardi gêni ing saindênging Nuswantara. Dénya samya diéling kalawan waspadha karêbèn lolos lulus sak sêla-sêlané waja garu. Sing jêjêg anggoné padha mlaku murih atêmahan wilujêng rahayu kang tinêmu, bandha lan bêgja kang têka. Jaya-jaya wijayanti. Kalis ing rubéda nir ing sambékala. Muriha bisa hanggayuh urip kang MONCÈR ing warsa moncèr iki.

Jika dikatakan prahara dan bencana tidaklah tepat. Jika dikatakan anugrah, belum tentu. Semua tergantung kepada diri kita masing-masing. Apakah mampu merubah musibah menjadi berkah ? Bagaimana cara kita merubah musibah dan bencana menjadi berkah dan anugrah ? Silahkan simak coretan berikut ini.

Read more…

Eling Lan Waspadha Agar Meraih Moncer 2014

Sesuai dengan sinengkalan tahun 2014 ini : “sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad“. Tujuh arah/sumber adanya air akan menembus bumi, membenamkan daratan. Dan Lima sumber api dari dalam bumi, udara maupun matahari, akan mengularkan semburan panas menerpa permukaan bumi, daratan Nusantara. Banjir, panas, gunung meletus, tanah longsor, dan air laut. Samudra lir kinebur kinoclak-koclak. Bumi gonjang-ganjing, kilat thatit mangampar. Cleret taun udan barat makempra. Itu bukan sekedar latah dan ada dalam suluk pedhalangan mengawali suatu fase perubahan (goro-goro). Kedua unsur alam yg bertolak-belakang sifat akan bersama-sama meruwat atau membersihkan bumi (Nusantara) agar Nusantara pantas menerima anugrah MONCER di tahun 2014. Jika melihat tanda-tandanya yang tersirat dalam bahasa alam, banjir di Jakarta dan berbagai wilayah Indonesia saat ini, barulah PERMULAAN saja. Alangkah baiknya BMKG tidak meremehkan dan menganggap peringatan dan prediksi situasi bahaya sebagai hoax saja. Lebih baik cermati dan bersikaplah hati-hati, sebab hal itu jauh lebih baik daripada sedikit-sedikit menghubungkannya dengan klenik dan selalu menganggap sepele sesuatu yang dianggap tidak masuk akal. Cobalah instropeksi, siapa tahu nalar Anda yang tidak cukup bekal untuk menganalisa situasi dan kondisi secara logis dan ilmiah. Monggo samya eling lan waspada murih nemu begja, mulya, lan rahayu. Hanggayuh moncer ing taun 2014.

Hari ini Senin Wage 20 Januari 2014 (11:07)
Pralampita Eyang Sinuhun HB II
Kepada sedulur semua, para putraputri kinasih, sedulur kadangkadeyan di manapun berada. Mohon untuk menyiapkan garam kasar (uyah grasak/krokos) dicampur beras. Kedua bahan dicampur dengan perbandingan 1:1 misalnya 1 sendok makan garam dicampur 1 sendok makan beras putih, dimasukkan ke dalam satu bungkus kantong plastik kecil. Buatlah persediaan yg banyak. Masukkan bingkisan-bingkisan kecil itu ke dalam tas, letakkan di dalam mobil, di bawah jok sepeda motor, letakkan juga di teras atau dalam rumah. Bekali diri, anak-anak, cucu, seluruh anggota keluarga ke manapun sedang pergi. Keadaan akan sangat berat dan bahaya. Sampun kepareng lirwo, poro putra putri sadarum. Khususipun kagem sedaya kadangkadeyan, putra putri ing wilayah Jakarta dan sekitarnya ojo nganti ono sing ora percoyo lan ngremehake.
Wilujeng rahayu kang tinemu, bandha lan begja kang teka saking kersaning Gusti Hyang
Jagadnata.

Poro Sedulur khususnya yang tinggal di Jakarta, Pati, Kudus, Jepara, Manado, Indramayu dll. Biarpun banjir khususnya di Jakarta disebabkan karena ulah para pengelola negeri. Dan banjir ini sebagai hukuman buat keserakahan manusia pengelola negeri yang sungguh tidak memahami sejatining urip. Tapi kita sadar dampaknya melanda semua pihak yang bersalah maupun tidak bersalah.

Pesan saya bagi poro sedulur tetaplah sabar, tulus, teguh hati berkorban, nglakoni lelakon prihatin walau sedulur-sedulur bukanlah pelaku kejahatan terhadap negeri tercinta ini. Ketulusan, ketabahan dan kesabaran itu akan menjadi sebuah pengorbanan laku prihatin yang berarti. Dengan pengorbanan itu alam semesta, Roh Jagad Agung tidak akan menyia-nyiakan. Pasti hukum alam semesta akan memberikan hukum timbal balik dengan seadil-adilnya. Setiap pengorbanan laku prihatin pasti akan ada dampak positif utk kelangsungsn hidup yang lebih baik dan mulya di hari berikutnya. Sedulur-sedulur pembaca yang budiman di manapun berada akan selalu mendampingi dengan kekuatan energi rahsa sejati dari manapun berada, dari tempat-tempat, wilayah, dan daerah yang aman.
Pandito kinaryo wangsit, sebdane pujonggo, dadi gapuraning warana Sang Hyang Jagadnata. Mugya dadosaken Idayah Sengoro.

20140120-123204.jpg

Review SO~4

sinolewah

Mumpung ada kesempatan baik, apalagi ada barengan dengan para sedulur peserta SO, dan ada bimbingan tentang tata cara melaksanakan ziarah ke makam para leluhur khususnya para leluhur besar Nusantara di tempat-tempat yang akan dikunjungi. Kami bulatkan niat dan tekad untuk berbakti kepada ibu pertiwi, kepada kedua orangtua kami, kepada para leluhur yang telah menurunkan kami, kepada leluhur pahlawan Indonesia, kepada para leluhur agung perintis Nusantara. Karna  kegiatan SO merupakan upaya bersama-sama belajar untuk lebih menghargai alam semesta, menghormati para perintis bangsa, dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. Begitulah yang bisa kami garisbawahi motivasi para sedulur mengikuti kegiatan SO. Jika ada kegiatan meditasi, olah nafas, dan lainnya, semua itu adalah bonus. Namun bagi yang berharap ada nuansa politik tentu kecewa, karena tak ada nuansa politik praktis samasekali. Kegiatan ini memang bukan untuk mengurusi persoalan politik praktis. Read more…

Satu Suro 1947 : Mukti opo Mati !?

MONCER ATAU MATI

Setelah kita dihantarkan oleh Suro Pambuka, pada 15 Nopember 2012 sampai dengan 4 Nopember 2013, tahun baru Jawa kali ini atau lebih populer 1 Suro, 1947 Taun Alip, Sengara Langkir, di tahun 2013 ini jatuh pada hari Selasa Pon tanggal 5 Nopember 2013. Tahun baru Jawa kali ini merupakan Suro Moncer. Moncer artinya bersinar terang, bisa diartikan pula makmur. Semoga tahun 2013-2014 menjadikan pondasi (starting point) untuk kemakmuran Nusantara diwaktu mendatang. Bulan Sura Moncer tahun 1947 mempunyai condrosengkoloSapta tirta nembus bumi, panca geni nyuceni jagad“. Namun demikian Tanggal 1 Sura Moncer ini jatuh pada hari Selasa Pon yang memiliki angka 10 atau tibo pati, jatuhnya mati. Mukti opo mati?! Artinya, untuk meraih kemakmuran masih terdapat satu rintangan pengapesan (sial) yang gawat. Yakni tepat pada tanggal 1 Sura hari Selasa Pon tibo pati. Siapa yang melakukan tindakan bertentangan dengan hukum alam, misalnya mencelakai orang, menyakiti hati, dan seterusnya, atau resikonya bisa gugur dalam meraih kemakmuran dalam tahun moncer alias mendapati “mati” (sengsara). Sebaliknya siapa yang selalu eling dan waspada, hingga selalu menjaga keselarasan dan harmonisasi dengan hukum alam tentu akan menjadi manusia yang bakal kebagian moncer-nya tahun Jawa 1947, alias “mukti” (urip mulya). Prinsip hukum keseimbangan alam yang serba balance, semakin besar anugrah yang akan diperoleh seseorang tentu tebusannya semakin berat pula.

Read more…

Sapta Tirta : Berbagai Kekuatan Kegunaan & Keunikan

Sapta Tirta : Berbagai Kekuatan, Kegunaan, & Keunikan

SEJARAH PERJUANGAN LELUHUR BANGSA

Sapta Tirta Desa PablenganObyèk wisata spiritual Sapta Tirta (7 macam air sendang) terdapat di desa Pablengan Kecamatan Matésih Kabupaten  Karanganyar Jawa Tengah, merupakan satu-satunya sendang paling unik di dunia. Dari keseluruhan 7 air sendang itu masing-masing dalam jarak 5 meter, dan yang paling jauh berjarak hanya 15 meter antara satu sendang dengan sendang lainnya. Akan tetapi uniknya masing-masing sendang mempunyai aroma dan rasa serta khasiat yang berbeda-beda.  Areal seluas 2 hektar ini pun menjadi salah satu tempat yang cocok untuk relaksasi dengan mandi sekaligus untuk mengusir berbagai macam penyakit. Hawa yang sejuk pun kental terasa di sini karena Pemandian Sapta Tirta berada di kaki Gunung Lawu serta dikelilingi oleh hutan pinus Argotiloso.  Read more…

Kupu Kuning Pembawa Berita

PANCAROBA

???????????????????????????????Hamparan Indonesia atau Nusantara yang terdiri sebagian besar lautan dan sebagian lagi daratan dengan corak iklim tropis. Terdiri dua musim yakni kemarau dan musim penghujan. Masa peralihan musim di antara dua musim itu dikenal dengan pancaroba. Pada saat masa pancaroba terjadi, dapat dirasakan adanya perubahan cuaca alam secara ektrim yang terjadi setiap hari. Pada masa peralihan dari musim kemarau memasuki musim penghujan perubahan cuaca dirasakan lebih ekstrim. Terasa hawa sangat panas menyengat terasa membakar kulit dan udara terasa begitu kering. Debu-debu beterbangan sesekali disapu oleh hembusan angin. Pada masa peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau, perubahan cuaca juga dapat dirasakan. Namun tidak se-ekstrim peralihan musim penghujan menuju kemarau. Di situlah letak perbedaan yang dapat dirasakan.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 850 pengikut lainnya.