Ratu Adil semakin dekat

Eyang Sabdapalon-Eyang Noyogenggong,

Satria Piningit, Ratu Adil

Prakata

Saya salut terhadap segenap upaya generasi bangsa saat ini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan bumi Nusantara meraih kejayaannya. Tampak geliat semangat ada pada para generasi muda bangsa yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bumi putra bangsa besar ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi Nusantara jika kita buta dan tidak mau peduli apa yang terjadi di zaman dulu, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah bangsa Indonesia mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi pengrusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu bangsa. Jika jati diri suatu bangsa menjadi lemah dan tidak jelas, tentu bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena selalu minder tak ada sesuatu nilai orisinil bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Bagaimana ‘jiwa dan raga’ bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Berkali-kali saya pribadi melihat suatu kebenaran sejarah yang membuktikan keagungan penduduk asli Nusantara dalam spiritualitas, seni, budaya, politik dan ekonomi, tetapi sengaja maupun tidak justru ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, bahkan dengan dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal. Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Di mata masyarakat, tindakannya hanya mengesankan sebagai wujud tindakan jahiliah/bodoh dengan disertai wajahnya yang menyiratkan nafsu angkara murka.

Ironis sekali. Jika tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik. Untuk itu budaya adiluhung sendiri harus dihina-hina dan dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebagian penduduk lokal justru lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Lebih suka ngemut kerikil dari pada ngemut gula Jawa.

Meskipun demikian berbagai tindakan intimidasi dan provokasi tidak pernah membuat orang menjadi bergidik untuk kembali menelaah nilai-nilai kearifan lokal atau nilai luhur budaya Jawa, Tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.

Sudah menjadi rumus-rumus yang tercantum di dalam hukum alam, (baca : kehendak Tuhan), bahwa kebenaran tak pernah bisa dikalah oleh kejahiliahan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kebodohan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami berbagai macam kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, –atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis–, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi senjata canggih penghancur rumus-rumus Tuhan dan tatanan keselarasan dan sistem keseimbangan di planet bumi ini. Orang jaman sekarang tampak kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Orang tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja asal muasal sumbernya. Tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam yang tersirat dalam gerak-gerik seluruh mahluk penghuninya. Sayangnya, sebagian orang lebih sering menafikkan atau mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca yang budiman tidak termasuk tipikal manusia tersebut. Agar tidak bodoh dan hidup sesat, maka dalam khasanah spiritual Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).

Wirayat Gaib

Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri,  KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yang mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.

Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau berdua entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau adalah sosok pamomong, pembimbing para Raja besar Nusantara, perannya sebagai penasehat, pelindung sekaligus guru spiritual para Raja-raja besar di Nusantara. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yang amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Kehadiran mereka dikiaskan sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.

Ratu Adil Berbeda figur dan person maupun konsep dibanding Sabdopalon-Noyogenggong. Ratu Adil juga memiliki konsep sendiri yang jelas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil paramarta, hambeg lakutama, bèrbudhi bawaleksana, dikenal sebagai senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil artinya puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang.

Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 bait, maksudnya sewindu atau 8 tahun) untuk menggenapi tapa brata-nya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari “tanah arab” (kebetulan KTP Islam) yang menegakkan ‘gama budi’.  Gama-budi bukan berarti secara harfiah adalah agama Budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti luhur. (lihat; Betal Jemur Quraisin Adammakna/kitab Betal Jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ mercusuar dunia. Pada saatnya nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai kearifan lokal (local wisdom) dan membuat hidup lagi budaya warisan leluhur bumi Nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bersama-bersatu di atas ragam perbedaan, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.

Ciri-ciri Ratu Adil

  1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan,  ketenteraman dan kebahagiaan.
  2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
  3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirulah/sir sejati atau (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
  4. Di bawah payung kuning; payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal.
  5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati. Untuk diimplementasikan di bumi (Nusantara. agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap hipokrit. Minimal di bumi nusantara.
  7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg  wajahnya tampan rupawan  sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
  8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dalam kandungan rahim ibu, badan halus dan sukmanya, sudah digembleng oleh para leluhur Ratugung Binatara, eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus  keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula hakikat dari semua agama yang ada di bumi Nusantara. Sukma calon Ratu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; mata batin RAHSA SEJATI

Untuk meminimalisir terjadinya berbagai kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Saya mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.

Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh  manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.

Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang  yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler,  maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.

Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.

PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT

Jangkajayabaya; Sabda Gaib

Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta

Sinom

Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.

(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.

Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.

(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)

Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.

(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.

Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.

Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan

ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

gegerboyo

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.

(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.

Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.

Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.

Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,

kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.

(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.

Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,

**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.

Saat ini sudah terjadi.

Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.

(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.

Jangka Jayabaya ; Catursabda

Pethikan seratan tangan

Kangge sambetan jangka triwikrama

Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.

Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.

(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)

Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,

lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,

(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)

nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.

(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.

(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)

Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana  gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,

(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)

mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,

(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).

Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.

…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.

(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) “dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Hyang Jagadnata. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Jangka Jayabaya

Salebare Raja Kuning

Babon asli kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryawijaya

ing Ngayugyakarta

padha kaping 16

Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,

(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)

ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,

(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).

ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,

(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)

ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.

(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan  terlihat jahatnya)

Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.

(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)

pada kaping 17

nuli ana ratu kembaran atismak bathok,

(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)

dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,

(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)

nagara dadi siji, pinilih endi kang asih

(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)

pada kaping 19

ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.

(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)

Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,

Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.

pada kaping 20

Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,

luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,

temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Gusti Kang Akarya Jagad wus cedak titimangsane,

arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.

Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,

kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,

sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.

Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,

saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.

Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.

Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!

Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat  tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;

Jangka Jayabaya

Sabda Gaib

KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

SINOM

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Gusti Sang Jagadnata wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Gusti Sang Jagadnata.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Gusti mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’

Babon asli Kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryanegara

ing Ngayugyakarta

Sinom

pada kaping 5

…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar

(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)

pada kaping 6

ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.

(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)

Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.

Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

merapi4

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira

dadi kali Tanggung nami

merapi5

Jangka Jayabaya,

Pethikan Serat Tangan

Pangkur

1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami

(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.

2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi

3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.

(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)

Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.

4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg

5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma

(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,

6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.

(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)

7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti

8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.

(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,

9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis

10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti

11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.

(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.

12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.

(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.

13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.

Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,

Piweling (Peringatan)

Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.

…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.

Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.

Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.

Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.

Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.

Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.

…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …

…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.

……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Hyang Widhi bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.

…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.

…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.

Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

Wirayat Gaib;

Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq.  Sastrajendra adalah Makrifat dari Tuhan yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.

Jika Gusti Sang Jagadnata sudah menghendaki, kelak akan lahir pada pertengahan atau akhir tahun tinarbuka, pada saat Nusantara dipimpin oleh seorang Satria Pambukaning Gapura), bila mana adalah seorang ibu yang rambutnya telah beruban tetapi melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan. Bayi perempuan lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi pusaraning adil uga kamukten (mukti). Ibunya dari keturunan raja-raja besar sakti mandraguna, dan ayahnya tan kena kinira, tak ubahnya wong cilik. Calon RA akan lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berada di sekitar wilayah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kelak pada saat kelahiran calon RA akan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi Nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) mengejutan masyarakat dengan aktivitas-anehnya mengeluarkan semburan dari dalam bumi, berbarengan dengan peristiwa itu danau bernama Rawapening di pinggiran kota Ambarawa mengejutkan publik dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar mengiringi kelahiran calon RA. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Segera setelah itu, langit tampak byar padhang sumilak. Semua itu merupakan perilaku alam dalam menyambut anugrah Sang Jagadnata bagi bumi Nusantara.

Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;

jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.

Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.

Keterangan;

Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Keterangan:

Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).

Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh

Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).

Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.

Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)

Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 11, 2008, in Ratu Adil Semakin Dekat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3.622 Komentar.

  1. Ikut nambah wawasan Kangmas sabda. lahir wonten sangandhaping cemara putih juga bisa diartikan kelahiran SP ditolong Dukun Bayi yang sudah Tua. Dos pundi kabaripun Kangmas.

  2. wongalit etc
    sudah gak perlu bingung
    akulah yang anda sekalian terka terka
    berdoa saja
    semoga aku cepat selesai..
    hingga segera ngejawantah…..

    saya tanya..apa keinginan anda mas wong alit
    dengan keluarnya aku..yang kata umum SP atau ratu adil kata eyang sri baduga..

    sampaikan saja unek unek anda..mumpung saya masih wara wiri bercanda…
    insya allah akan saya catat…
    wassalam

  3. KEBENARAN TELAH DATANG

    Ini saya sudah temukan, sosok manusia yang dicari itu, dan sudah saya tulis di suatu blog http://www.kiblatdunia.bogspot.com

    ttd
    Sahrudin
    Hp.081386480007
    Facebook: SAHRUDIN CIPAYUNG

  4. KEBENARAN TELAH DATANG

    Ini saya sudah temukan, sosok manusia yang dicari itu, dan sudah saya tulis di suatu blog kiblatdunia.bogspot.com

    ttd
    Sahrudin
    Hp.081386480007
    Facebook: SAHRUDIN CIPAYUNG

  5. ggi

    The GGI framework is implemented by a set of portable user-space libraries, with an array of different backends or targets (e.g. framebuffer, X11, Quartz, DirectX), of which the two most fundamental are LibGII (for input-handling) and LibGGI (for graphical output). All other packages add features to these core libraries, and so depend on one or both of them.

    Some targets talk to other targets. These are called pseudo targets. Pseudo targets can be combined and work like a pipeline.

    One example: display-palemu, for example, emulates palette mode on truecolor modes. This allows users to run applications in palette mode even on machines where no palette mode would be available otherwise. display-tile splits large virtual display into many smaller pieces. You can spread them on multiple monitors or even forward them over a network.

  6. Saya yakin ratu adil yang di maksd adalah imam mahdi dan menurut ramalan pejuang pembawa bendera hitam berasal dai asia tenggara

  7. SP=RATU ADIL=IMAM ALMAHDI
    akan berdiri diatas baitulloh,sehingga semua manusia dan jin serta ahli ghaib lainnya yang bekeliling mengitari pusat pancang arasy berTAKBIR ALLAH HUAKHBAR…….
    %%^%&^#$%#@@$#@$

  8. Paimo Dining Rat

    Yth. raja phandita
    Oktober 4th, 2010 pukul 13:58

    sudah gak perlu bingung
    akulah yang anda sekalian terka terka
    berdoa saja
    semoga aku cepat selesai..
    hingga segera ngejawantah….
    —————————————————————————

    Wuah panjenengan luar biasa akan menjadi ratu adil herucakra, sebagai SP anda pasti bisa menjawab:

    1. apakah visi dan misi anda mengenai masa depan Indonesia supaya menjadi mercu suar dunia, akan anda bawa kwmana bangsa Indonesia ini?

    2. Bagaimana planning dan program2 anda untuk menjadi Presiden ke 7, apakah anda berharap rakyat akan percaya bahwa andalah SP cukup dengan membuat comentar di internet, mendirikan partai baru, membeli kursi ketua umum partai besar, atau anda punya rencana lain yang lebih canggih seperti membuat agama budi yang baru, mohon dijelaskan supaya kami yakin bahwa andalah SP itu dan siap2 untuk mendukung anda

    3. apakah menjadi presiden ke-7 cukup dengan mendengar wisik-2 gaib dan tidak perlu lagi berbuat sesuatu yang besar? cukup berserah diri kepada yang menentukan takdir? dan mendapat pusaka2 seperti keris dsb

    4. bagaimana cara anda supaya membuat rakyat indonesia yakin bahwa anda akan membawa mereka kepada zaman yang gilang gemilang, dan kemudian mendukung anda menjadi presiden ke 7

    5. atau menjadi ratu adil lewat jalur bukan presiden seperti menjadi guru bangsa dll

    mohon pencerahannya, kalau ada yang salah mohon bapak SP sudi memaafkannya

  9. Wuah panjenengan luar biasa akan menjadi ratu adil herucakra, sebagai SP anda pasti bisa menjawab:
    hukum alami yang aku aku biasanya tidak benar, tapi mengingat perjalanan hidup saya arahnya kesana,saya tidak perduli dengan gelar ini dan itu, tapi visi misi sebagai salah satu beban yang saya rasakan arahnya seperti yang selama ini banyak orang perbincangkan. dan comment saya kedepan jangan disebarluaskan,karena nanti jika benar itu terjadi biarlah menjadi suratan takdir. SAYA TIDAK PERLU DUKUNGAN ANDA SEKALIAN,karena apa yang saya lakukan itu semata-mata kehendak Tuhan, dan penilaian tentang adil tidaknya TUHAN LEBIH TAU DAN LEBIH PUNYA RENCANA.
    DAN PERLU ANDA SEKALIAN KETAHUI..beban itu hal yang besar, dan tidak bisa dikerjakan sendiri, banyak elemen yang memegang perannya masing2 sesuai keahlian dan memang kadarnya….akan sangat rancu jika itu semua dijabarkan. ADA YANG PATUT DI JABARKAN ADA YANG TETAP MENJADI RAHASIA..
    INTINYA SAYA TIDAK MERASA SP/RA atau apalah itu namanya….TAPI POWER BEHIND ME CAN DO ANYTHING..I BELIEVE IF GOD WITH ME.

    1. apakah visi dan misi anda mengenai masa depan Indonesia supaya menjadi mercu suar dunia, akan anda bawa kwmana bangsa Indonesia ini? SAYA TIDAK AHLI POLITIK atau managemen apalah namanya, visi dan misi tidak bisa dijabarkan didepan umum, dan saya tidak butuh penilaian anda sekalian. tapi jika anda merapat bisa saya jabarkan, salah satunya ialah bagaimana nilai agama yang majemuk bisa benar benar damai, rakyat kecil bisa merasakan hidup mapan bukan hanya slogan…dan urusan mercusuar dunia ada ahlinya sendiri, saya hanya mendukung dari belakang….yang tidak mungkin akan menjadi mungkin…membenahi kota, propinsi, apalagi negara adalah hal yang bukan GAMPANG.

    2. Bagaimana planning dan program2 anda untuk menjadi Presiden ke 7, apakah anda berharap rakyat akan percaya bahwa andalah SP cukup dengan membuat comentar di internet, mendirikan partai baru, membeli kursi ketua umum partai besar, atau anda punya rencana lain yang lebih canggih seperti membuat agama budi yang baru, mohon dijelaskan supaya kami yakin bahwa andalah SP itu dan siap2 untuk mendukung anda
    ………………………………………….
    saya tidak ada keinginan jadi presiden ke 7, tapi kalau sebagai RAJA IYA. SAYA TIDAK BERHARAP rakyat percaya dengan semua comment saya, biarlah mereka menebak dan menerka sesuai kadar dan maqom sendiri 2, karena semakin merucut lama lama ketauan mana yang HAK DAN BUKAN dan hal itu TIDAK BISA DIPAKSAKAN. salah satu penasehat saya almukarom almubarok habib bilang jangan bikin partai, saya telaah yah tidak perlu ada partai….agama budhi yang baru tidak ada, hak ISLAM sebagai dasar pola pemikiran namun tetap tidak melindungi semua agama lain dan kepercayaan, biarkan mereka berjalan dalam hukum sareatnya masing masing, dan terpenting KEDAMAIAN ANTARA UMMAT HARUS BENAR BENAR TERJADI DAN TERASA DISELURUH TANAH AIR INDONESIA…paling hukum kisas, pembunuh dibalas hukuman bunuh/hukuman mati akan ditegakkan dan berlaku untuk ummat muslim, saya yakin ummat muslim yang baik akan sangat setuju, karena aturan yang dibuat agama tidak ada sedikitpun yang SALAH.
    peranan budi dan tata hidup beragama dan bermasyarakat memang wajib diluruskan dan benar benar diterapkan. yang pasti rakyat memiliki lapisan masing2, dan kadarnya pun berbeda beda, tidak bisa memaksakan sesuatu diluar kadar.

    3. apakah menjadi presiden ke-7 cukup dengan mendengar wisik-2 gaib dan tidak perlu lagi berbuat sesuatu yang besar? cukup berserah diri kepada yang menentukan takdir? dan mendapat pusaka2 seperti keris dsb
    SAYA TIDAK ADA KEINGINAN MENJADI PRESIDEN, KALAU JADI RAJA IYA, dan lebih condong KE PENGAYOM NEGARA, biarlah negara berjalan dengan ditangani oleh ahlinya masing2. semodel nanti akan ada lab pembangunan listrik yang murah, bila perlu listrik GRATIS terkecuali pengusaha ada aturan sendiri tapi tidak memberatkan, karena mereka maju maka kesejahteraan rakyat juga maju…salah satu sisi…mudah2an hal yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak bisa gratsi setidaknya hargae menurun setengahnya….apapun pandangan anda sekalian selama ini dengan tetatp menghormati setiap pandangan , bahwa sesunggunnya itu adalah RAHASIA ANTARA SAYA DENGAN TUHAN, saya jabarkan juga akan menjadi salah persepsi, yang pasti salah satu juga planning saya ialah mampu menyembuhkan seluruh penyakit tanpa terkecuali dengan hanya airt putih, sehingga bisa membantu orang yang lagi susah khususnya rakyat yang tak mampu berobat. tapi yang milyaderjuga akan payah jika kena penyakit..makanya doakan saja saya secara baik baik,jangan suudon berburuk sangka…jangan kwatir para dokter bidan etc tetap tidak akan nganggur…
    4. bagaimana cara anda supaya membuat rakyat indonesia yakin bahwa anda akan membawa mereka kepada zaman yang gilang gemilang, dan kemudian mendukung anda menjadi presiden ke 7
    SAYA TIDAK PERLU MEYAKINKAN RAKYAT. NANTI KALAU SUDAH ON INSYA ALLAH MEREKA SEMUA AKAN TAU OH INI OH ITU, YANG pasti seharusnya rakyat berdoa entah saya atau anda atau siapapun yang mereka harapkan segera menemui titik pencerahan, karena jujur saya pribadi merasa sudah memiliki power untuk melakukan itu semua, namun belum saatnya…ibaratnya TUHAN AKAN SEGERA MEMBUKAKAN SEJATINYA YANG SEJATI.
    DAN JUJUR SEBENARNYA SAYA TIDAK ADA MIMPI ATAU KEINGINAN UNTUK BERLEBIH LEBIHAN BEGINI, HANYA SAYA MERASAKAN ADA POWER DAN ADA NIAT UNTUK BERBUAT YANG BERGUNA APAPUN ITU BENTUKNYA…DAN ADA SESUATU YANG MENGELILINGI SAYA DAN MENDORONG SAYA ENTAH APA ITU …DAN ENTAH ADA URUSAN APA…

    5. atau menjadi ratu adil lewat jalur bukan presiden seperti menjadi guru bangsa dll
    seperti eyang sri baduga menyampaikan ‘ AKAN MENJADI PENGAYOM NEGARA ENTAH AWAL BULAN ATAU AWAL TAHUN” kayanya mendekati akhir tahun ini…

    intinya..
    1.saya tidak ingin menjadi presiden..
    2. saya lebih condong akan mengayomi negara, dari sisi mana bisa ditelaah mungkin akan disesuaikan dengan kadar saya sendiri, karena saya tidak mau memaksakan sesuatu diluar kemampuan saya, namun semisal eyang sri baduga dan etc mendampingi saya selama ini ITU ADALAH HAK..mungkin 1 menit kejakarta akan sangat mudah, insya allah.
    3. siapapun yang akan menjadi SP/RA saya merasa haikul yakin tidak akan bisa bekerja sendiri..pasti ada elemen pendukung didepan, disamping dan dibelakangnya….
    4 apakah sudah ada yang sudah saya perbuat…BARU RENCANA..INSYA ALLAH….

    okelah kalau begitu, itu jawaban saya yang secara logika tidak sesuai soal he he..karena menyangkut HAL BESAR

    SAYA YANG MASIH MUDA MENGHATURKAN RASA HORMAT KEPADA SEMUA SEPUH..
    dan saya tidak mau berdebat atau diberi comment khususnya oleh SHD SUPRAYITNO OLADS ARJUNA etc……NAFSI NAFSI SAJA…
    SEANDAINYA SAYA BENAR BENAR SP/RA…apakah kalian RELA RAJA RATU KALIAN DI ECE DI SEPELEKAN BEGITU???
    untungnya saya bukan SP/RA jadi yang bilang SOOOOOOOOOOOOOOAK silahkan saja…he he
    ………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
    ..salah satu yang bisa membangkitkan diri saya jika berjumpa dengan titi sjuman, tapi dia istri orang……apakah dia milik suaminya??? apakah pengorbanan musti ada? apakah hal itu sepele? apakah itu hayalan? apakah itu ……si cantik juri pencari bakat….memang pantas mendapingi saya dalam dunia hayal/walau saya jelek,semar aja yang nyengirnya kaya ngeden cantik istrinya ibu subadra,,he he……..yah titi sjuman……
    ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

  10. ralat:……………
    hak ISLAM sebagai dasar pola pemikiran namun tetap menghormati dan melindungi semua agama lain dan kepercayaan, biarkan mereka berjalan dalam hukum sareatnya masing masing, dan terpenting KEDAMAIAN ANTARA UMMAT HARUS BENAR BENAR TERJADI DAN TERASA DISELURUH TANAH AIR INDONESIA…
    komputer i5 atau super komputer tanpa aliran listrik tidak akan berfungsi
    begitupun dunia hayal dan mimpi saya tanpa titi sjuman……itu akan hanya jadi hayalan..titi sjuman….

    wassalam

  11. hak ISLAM sebagai dasar pola pemikiran namun tetap menghormati dan melindungi semua agama lain dan kepercayaan, biarkan mereka berjalan dalam hukum sareatnya masing masing, dan terpenting KEDAMAIAN ANTARA UMMAT HARUS BENAR BENAR TERJADI DAN TERASA DISELURUH TANAH AIR INDONESIA…

  12. @ Raja Pnadhita
    Apakah sudah terbukti jika sariat islam diterapkan di Indonesia ( hukum Islam sebagai undang2 dasar ) agama2 minoritas bisa terlindingi ? kalau ya kenapa negara yang mayoritas penduduknya Islam dan menggunakan sariat islam sebagai undang2 seperti negara Arab Saudi , pakistan, afganistan, iran , irak, mesir ,dll justru penduduk yang memeluk agama minoritas banyak tertindas dan mengalami tekanan, hak2nya untuk melaksanakan ibadah banyak diamputasi dan gejala seperti ini sudah mulai terasa di Indonesia yang notabene sariat islam belum diterapkan berbeda kalau kita melihat negara amerika inggris, Prancis , China dll yang mayoritasnya bukan Islam justru agama islam boleh beribadah dengan bebas dan hak2nya dilindungi ini bukan teori tapi kenyataan . Jadi dimana korelasinya pernyataan anda yang menyatakan HAK ISLAM SEBAGAI DASAR POLA PEMIKIRAN NAMUN TETAP MENGHORMATI DAN MELINDUNGI SEMUA AGAMA DAN KEPERCAYAAN LAIN .?

    • hehehe,,,halo smua apa kabar sayangku…aku kangen dia hehehe…

      SP tuh bukan hendak memberontak atau menggantikan ideologi negara…
      apanya yang mau diganti,,,pancasila saja rumusannya awalnya ditetapkan oleh para tokoh Islam, dengan ketua Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah…

      jadi rumusan pancasila yang disepakati oleh para pendahulu bangsa tidak bertentangan dengan islam, mana yang bertentangan…dan buat apa SP mempertentangkan antara pancasila dan Islam,,,lha wong misi SP adalah persatuan dan kasih sayang dan kangen tentu saja hehehe…

      ah SP,,,kapan kau datang….
      aku kangen…hehe….

  13. cukup sudah dunia hayal ini
    semoga RATU ADIL segera datang,apa yang dikatakan soekarno tentang mercusuar dunia bisa terbukti…
    semoga ramalan eyang siliwangi dan joyoboyo benar benar terjadi sehingga JAYA NUSWANTARA

    saya pamit mundur…
    maaf lahir bhatin pada semua khususnya kang sabda dan aji wayang janoko
    salam sejahtera…

    • memang mau kemana kang raja pandhita,,,

      hehe… santai saja lah….semua ini perputaran sejarah, resah pasti ada di hati semua teman dan saudara di sini…hehe….

      resah dan gelisah hehe…. sebenarnya memang ya kalau soal resah itu sudah dialami oleh dia si SP….tahunan yang lalu…

      sebenarnya SP bukan hendak membawa keresahan sekarang ini,,,kan masih ada hari esok nanti ada saatnya resah akan hilang…

      prioritas dari sebuah keresahan, bertingkat….kenapa mempersoalkan keresahan yang masih jauh…sementara sebuah ganti dari nilai resah hampir di depan mata…

      menghilang…yuk mari sama-sama menghilang…

      saya kira bukan sekarang mau bahas yang berat2…ga pas kalau sekarang, yang penting sekarang ini makan dan makan serta kangen hehe…

      rasanya sudah agak beda ya hehe…ya karena cerminku berpantul pada dirimu…
      resahku adalah resahku…

      males kadang sih menanggapi sesuatu yang belum saatnya untuk dibahas tuntas…karena semua ada fase dan saatnya yang tepat sesuai kadar keseimbangan dan ketepatan, timing istilahnya..

      kemajuan seiring tingkat kecerdasan masyarakat…dan tentu…nanti juga akan semua mengalami…

      indonesia sedang resah tentu saja, alam juga sedang resah…semua tertegun dan diam sejenak, fase istirahat memang perlu sebagai antithesa konflik dan kekerasan…

      semua barangkali sudah ada dalam alur kehendakNya…

      dan mau ngomong apa lage yah hehe…rasanya resah juga aku dan kalian… aku bisa melihat,,,melihat bahwa memang ini fase wajar dari sebuah proses menuju apa yang menjadi ujung dari jangka jayabaya dan uga siliwangi…

      jadi santai saja dan tenang semua hehe….

  14. Ratu Pandhita memang harus undur diri, mandi kembang, syukur2 mandi air garam, lebih manjur lagi kalau mandi air laut….lalu menjalani beberapa sessi konseling….Supaya hidupnya lebih cerah…….

    • saya pernah mandi air laut di nusa kambangan, yah kabarnya di sana ada bunga wijayakusuma yah, pengen juga saya bawa ke negeri jepang siapa tahu ada hikmahnya..

      hehe…

  15. pertanyaan khusus buat SHD …SALAM DAMAI
    1. agama anda apa?
    2. siapakah sejatinya Ratu adil, jika anda islam maka pasti almahdi,jika anda kristen pastilah juru selamat kristen, jika anda budha pastilah titisan batara indra…..atau jika anda beragama apa? coba sampai dimana ANALISA ANDA TENTANG RATU ADIL.
    3. tujuan beliau ratu adil datang untuk apa?
    4. apakah hubungannya ratu adil dengan anda ?
    5 trisula, tiga symbol utama dewa, tiga pelancip diri, dari rasa menjadi karsa, geraknya karsa menjadi cipta, jika cipta terbuka menjadi sabda kun alias sabda kun, kun fayakun saepi tujuh..menurut anda makna TRISULA?
    6. lidah api apakah itu?
    7 sirrulloh apa makna sirulloh..coba jabarkan secara GAMBLANG
    8 lebak ciwene DIMANA DAERAH ITU ?
    9. percayakah anda dengan ramalan uga siliwangi? siapakah eyang siliwangi itu, karena siliwangi adalah gelar raja raja terdahulu sebelum pajajaran, apakah SRI BADUGA, kalau benar PERNAHKAH ANDA BERJUMPA DENGANNYA..DIMANA DIA SEKARANG?
    10 sabdo palon samakah dengan semar kuncung ismaya noyo genggong? lalu berada dimana dia sekarang?
    11..pernah ada berita sejarah reinkarnasi antara dalai lama ke 13 menitis ke dalai lama 14, saat meninggal manusia suci dalai lama 13 berreinkarnasi ke bocah dan setelah menjalani uji kelayakan alias analisa para bikku/pendita yang dulu mengikuti dalai lama 13 akhirnya ditetapkan bocah itu benar titisan/reinkarnasi dalailama ke 14….apakah SIDARTHA GAUTAMA MENJALANI REINKARNASI/MENITIS…lalu SRI BADUGA apakah dia juga menjalani reinkarnasi..kalau ya…ke siapa?
    12 pernahkah anda mendengar sang DARMASIKSA yang agung dari saung galah benarkah beliau adalah kakek hayam wuruk raja pertama MAJAPAHIT ( HADI WIJAYA ) sekarang DIA DIMANA ?
    13…apakah anda tau dikalimantan ada MARGA SANG DATUK YANG DIPERTUAN RAJA..seperti di sumatra( bukan datuk maringgih he he )…asal muasal datuk kalimantan DARIMANA ? adakah hubungan dengan orang JAWA?
    14. benarkah di makassar terdapat makam ahli suci maulana hasanudin putra/cucu syekh syarif hidayatulloh?
    15. apakah benar ratu kidul itu ada? ADAKAH HUBUNGANNYA DENGAN BUNDA RATU BILQIS
    16 menurut anda sang RATU ADIL BAIKNYA DATANG DARI AGAMA APA?
    17 pernahkah anda mengenal bahasa NUR TAJJALI ALLAH? dalam tingkatan ma’rifatulloh ada tahapannya..tahukah anda..percayakah anda dengan adanya NUR TAJJALI ALLAH
    18 TUHAN ITU MENURUT ANDA ADA BERAPA…LALU TUHAN AGAMA MANA YANG BENAR
    19. mengapa jika tuhan satu, tidak menyembah dengan satu CARA? jangan membalas seperti jeneng siti jenar walaupun agama berbeda tetap tujuannya satu menyembah TUHAN..
    20 bagaimana dengan suroh ALKAFFIRUN LAKUM DINUKUM WALLIYADIN…

    udah euy capek…masih 1000 pertanyaan saya khususkan buat SHD
    dengan NADA DAMAI saya ingin tau bagaimana pendapat serta pandangan anda….
    jika anda tidak berkenan menjawab..itu hak anda,tapi jangan menyuruh orang untuk DIAM…
    tidak ada maksud JELEK apalagi ini dan itu,
    semoga pandangan anda MENCERAHKAN..
    saya haturkan terimakasih..siapapun aslinya anda sebagai manusia biasa saya tetap menghormati pendapat anda….

    atau ada yang hendak membagi ilmu pengetahuan berdasarkan pertanyaan saya pada SHD?
    ini bukan tantangan, tapi permohonan pandangan, jika tidak berkenan maafkan saya..

    terimakasih wassalam

    • sebagian pertanyaan sudah terjawab, sebagian belum karena sesuai konsep dalam agama Islam sendiri bahwa al Qur’an pun diturunkan secara berangsur2…

      kalau menurut falsafah jawa adalah alon2 waton klakon hehehe…

      lagipula kalau semua pertanyaan tsb dijawab sekarang tentu apa masalahnya :
      1. seberapa manfaatkah, mutlak atau relatif?
      2. bagaimana dampaknya, mutlak atau relatif?

      hehehe..tenang, saya sebentar lagi akan banyak diam sajalah, kalau Tuhan menghendaki…

      ya memang sih saya lebih banyak diam…

      percayalah, beberapa pertanyaan anda kalau dijawab sekarang hasilnya adalah GORO-GORO…

      serem yah, padahal saya ga ingin terjadi GORO-GORO…

      ya saya kan cuma pengen kawin saja (maap : nikah)…

      hehe…

      • lalu apa solusi yang harus kita lakukan sekarang ini,,,

        hehe… yang jelas, misi SP dan ratu adil adalah kemakmuran nusantara..
        kemakmuran, keadilan dan peradaban,,,maka jelaslah….untuk mencapai kemakmuran, tidak ada otonomi agama tertentu, semua agama, semua ahli filsafat, harus berperan serta dalam menuju kemakmuran…

        mencapai kemakmuran tidak ada hubungannya dengan debat agama dan paham, karena perut lapar tidak bisa membuat pikiran jernih yang ada hanya berantem saja…

        solusinya jelas lah saya sampai capai bicaranya hehehe..:
        1. persatuan seluruh rakyat Indonesia
        2. musyawarah (silah 4)
        3. keadilan kemakmuran (sila 5)

        kenapa sila pertama dan kedua tidak saya tulis diatas,,,,ya buat apalah saya tulis karena semua pemeluk agama dan penganut filsafat semua sudah bertuhan dan beradab, tinggal saya saja yang ga jelassss….hehe…
        tenang saya bertuhan dan beragama kok, saya muslim…
        cuma beradabnya yang ga jelassss hehe…

        saya kira cukup sekian dulu, berhubung hari gerimis dan petir menyambar-nyambar,,,saya kira keputusan saya cukup jelas dan mudah dipahami …

        hehehe….

  16. alhamdullilah
    dalam renungan semalam
    akhirnya ada pencerahan, ternyata di situs kisabda merupakan gudang ilmu, karena terdapat banyak sekali sesepuh yang waskita yang bijaksana..
    pertanyaan saya terhadap SHD..merupakan salah satu dari berjuta pertanyaan dalam diri saya..
    maklum tanpa guru, kadang kadang atau bisa bisa jadi soak atau stress.. tanpa pembimbing bisa jadi saya TERSESAT..semoga tidak demikian.amien
    semoga pandangan SHD atau pini sepuh lainnya berkenaan dengan pertanyaan saya,bisa menjadi pandangan cermin sejati buat saya khususnya dan bagi seluruh pemirsa,pemirsa sekalian….
    insya allah semoga saya dikuatkan untuk tidak lagi ikut ikutan ngetik disini….
    semoga ini yang terakhir….
    adapaun SHD atau pini sepuh lainnya sudi menjawab atau tidak menjawab..saya haturkan terimakasih
    dan dijamin saya tidak akan COMMENT lagi….
    maafkan saya…..LAHIR DAN BHATIN
    matur nuwun, hatur nuhun…..wassalam

  17. weleh2.. jangan mundur dong raja pandhita.!!… kalo keyakinan sejati sudah menghunjam kedalam sanubari, orang lain mo bilang apa, biarin aja..mau terus..!! pantang mundur.!!.tetap semangat !!. Negara ini butuh banyak satria buat ngelawan pandhita2 nya dajjal yang bertitel professor /doktor!!

    Saya expect SP bisa menghancurkan dajjal dan kroni2 nya dgn segala imperialisme nya di Indonesia. Sekarang gunung mas Papua udah abis neh di sedot dajjal, padahal menurut para ahli, emaspura (bukan tembaga pura) di papua merupakan penambangan emas terbesar di dunia dgn biaya termurah!! gimana nasib anak cucu kita? makan apa mereka nanti?!!.

    Sejarah mencatat, Sukarno (yg jg satria piningit!) digulingkan atas restu dajjal via telegraph ke Our Local Army Friend, sehingga terjadilah kudeta G30SPKI. Begitu juga Kennedy (yg nyata2 presiden AS!!) ditembak oleh agen2 dajjal (baca CIA/Mossad) karena melawan imperialisme dajjal. Belum lagi konflik timur tengah yg nggak abis2 karena dibeking dajjal!! juga semua perang terorisme di afgan dan pakistan dgn teknologi drone/pesawat siluman!

    Ini semua tugas berat SP2 dan Ratu Adil. Tugas berat semua satria nusantara..
    kalo mau mewujudkan nusantara jaya. jadi mercusuarnya dunia..amien

    Ayo bersatu!!
    ~Bersatu kita bisa!

    ~btw raja pandhita yg mimpin pandhita .. sy mimpin dewa aja :D

    • Renungkan kisah nabi Nuh as…

      Umatnya juga memperolok-oloknya sebelum diturunkan-Nya adzab kepada mereka…

      Apakah kamu telah merasa ‘aman’ terhadap adzab yang ‘akan’ Allah turunkan kepadamu?!.

      • Dewa juga manusia..
        Phandita juga manusia..

        Tidak ada itu saling olok mengolok, adanya juga saling support.

        Raja Dewa sampeyan ancem kena azab Alloh…apa salahnya nya ya??

        Dewa itu citra nya Allah.. orang yang manunggal sama Allah.

        Think.

      • @TS yang terhormat,

        TS gaya bahasa sampeyan mirip banget dengan si bima yah? tapi tuhannya si bima itu kan sudah saya bunuh, nah ini saya belum tahu, apakah saya juga perlu membunuh tuhannya TS yah? mudah-mudahan gaklah. kasihan sama TS nanti kalau tuhannya saya bunuh dia bisa gila, sebab dia akan kehilangan seluruh harapan hidupnya.

        TS yang baik saya singkat saja, dalam sejarah kehidupan manusia, tidak ada TUHAN YANG MEMBUAT PERUT KITA MENJADI KENYANG.Malah membuat perut kita jadi perih kelaparan karena disuruh puasa. Tuhan agama pekerjaannya dari dulu sampai sekarang itu cuma pinter adu domba saja. Domba atau wedus itu gampang diadu, sebab wedus itu hewan yang paling tolol. Di indonesia ini akan makin mudah diadu jika penduduknya seperti barisan wedus-wedus. Oleh karena itu hanya para pemimpin weduslah yang hidup sejahtera dengan konsep tuhannya itu, Umatnya ya tetap saja jadi wedus/domba yang tolol dan hidup melarat.

        Saya percaya penduduk indonesia mayoritas bukan barisan wedus. Bagi yang sudah telanjur menjadi wedus, yah biar aja dia tetap goblok. Toh ganjaran bagi para wedus paling dijadikan hewan korban, disate, dibuat gule atau dibuat kambing guling. Tak lebih bukan?

  18. @Suprayitno….

    @TS yang terhormat,

    TS gaya bahasa sampeyan mirip banget dengan si bima yah? tapi tuhannya si bima itu kan sudah saya bunuh, nah ini saya belum tahu, apakah saya juga perlu membunuh tuhannya TS yah? mudah-mudahan gaklah. kasihan sama TS nanti kalau tuhannya saya bunuh dia bisa gila, sebab dia akan kehilangan seluruh harapan hidupnya.

    TS yang baik saya singkat saja, dalam sejarah kehidupan manusia, tidak ada TUHAN YANG MEMBUAT PERUT KITA MENJADI KENYANG.Malah membuat perut kita jadi perih kelaparan karena disuruh puasa. Tuhan agama pekerjaannya dari dulu sampai sekarang itu cuma pinter adu domba saja. Domba atau wedus itu gampang diadu, sebab wedus itu hewan yang paling tolol. Di indonesia ini akan makin mudah diadu jika penduduknya seperti barisan wedus-wedus. Oleh karena itu hanya para pemimpin weduslah yang hidup sejahtera dengan konsep tuhannya itu, Umatnya ya tetap saja jadi wedus/domba yang tolol dan hidup melarat.

    Saya percaya penduduk indonesia mayoritas bukan barisan wedus. Bagi yang sudah telanjur menjadi wedus, yah biar aja dia tetap goblok. Toh ganjaran bagi para wedus paling dijadikan hewan korban, disate, dibuat gule atau dibuat kambing guling. Tak lebih bukan?
    ——————————————————————————
    Mudah-mudahan masih ingat…

    Ucapan dan perilaku (perbuatan) adalah cerminan diri…

    • Mungkin semua pemerhati blog ini pernah membaca himbauan atau lebih tepatnya permintaan dari yang empunya blog ini yakni Ki Sabda Langit agar bila para sedulur ingin berkomentar hendaknya JANGAN COPY PASTE SECARA KESELURUHAN, menghemat tempatlah, disamping juga membosankan, buat apa harus dicopy paste seluruhnya? ambil saja anak kalimat yang memang perlu dikomentari.

      Tetapi entah karena gobloknya atau karena apa ya? kok ada teman kita yang ndablek , selalu saja di copy paste seluruhnya buat apa? weleh….weleh, perbuatan seperti ini merupakan cerminan pribadi seperti apa kira-kira ya? ada pembaca yang mau komentar?

  19. waduh..waduh ……….kok malah pada tegang ya……
    memang alangkah baiknya para sedulur manungsa sekabeh nya, bila mau koment tidak di copas, tapi lebih baik di sadur yg perlu nya saja. Sebab kita menghemat ruang yg gratisan ini. Dan lebih baik memang tidak saling mengancam dengan dalil-dalil agama dalam keyakinan, karena disini bukan tempat untuk membahas satu jenis agama saja. Namun mungkin lebih tepat untuk saling tukar pikiran dalam perbedaan, agar dapat saling mengisi. Nanti bila gaya komen kita mengancam dengan dalil agama, malah timbulnya pelecehan, dan peng olok-olokan, yg akhirnya keluarlah ego dalam pembenaran individu. Spertinya lebih baik saling tukar pendapat saja dg santun, waloupun dalam keyakinan yg berbeda, tak perlu menumbuhkan rasa benci, iri dengki dan ancaman. Toh Tuhan juga yg membuat segala perbedaan dalam hati dan fikiran manusia, agar saling mengisi dengan kedamaian..

    Wah maaf maaf nih, saya kok menjadi sok mensihati…her…he,
    tapi tak apa kan …?, toh demi kerukunan.
    Silakan dilanjut poro sedulur semua……

    thq.

    • hehe…saya lebih suka kalau SP tuh menikah dengan saya ajah daripada tinggal di Indonesia, habis gimana ya, saya kan cinta mati ama dia, saya ga tahu mungkin Tuhan yang menggerakkan hati saya buat mencintai SP…

      mungkin saya egois yah, duh,,saya kan wanita masa saya tidak boleh mengharap seorang raja yang pantas jadi suami sayah….
      kasihani saya dong hehehe…

      saya insyaALlah bisa menangani semua konflik ini, kalau dulu pak Karno bisa mendamaikan semua golongan untuk kebangkitan bangsa meraih kemerdekaan, maka saya insyaALlah bisa melakukan yang lebih hebat lagi, yaitu berbicara dengan semua kalangan tentang apa yang menjadi perselisihan dari semua paham di Indonesia bahkan dunia…wow,,,makanya wajar kan kalau saya ingin SP menjadi raja buat saya saja…dan saya ratunya..

      persoalan dalam intisari semua hal ini adalah masalah persepsi dan dialektika, aduh berkali saya bilang masalah ini, namun juga belum saya laksanakan sih ya jadi agak bosan..

      saya sendiri, bisa menjabarkan kenapa ya kalau SP harus turun di tanah jawa, bahkan Imam Mahdi pun disinyalir kuat mengalir darah jawa ,,,

      hehe….ya gimana ya…memang itu kehendak Tuhan ya, karena syetan dulu pernah bertanya apa hubungannya terlalu bersemangat dengan membawa sebuah meriam tempur…

      pengen saya uraikan tapi aduh banyak telik sandir dari negeri sana yang bisa membahayakan keadaan dan keselamatan dari sebuah pesta makan,,,

      tapi saya senang, karena memang bukan saatnya bahas masalah begituan…saya sendiri takjub masalah ini dan ternyata untuk mendapat ilmu prioritas dan pengendalian diri, persepsi, dan dialektika membuat saya harus dipermalukan di seluruh jagat…

      gimana coba, apa ga sakit….ya harga sebuah tumbal memang luar biasa….dan memang sih, pada intinya saya tetap kangen sama SP dan pokoknya walau gimanapun tekad saya sudah bulat, SP harus ke negeri saya ke Jepang dan nikah dengan cewek dari negeri saya…

      sekian hehe…

      • @Aya Ueto
        hehe…saya lebih suka kalau SP tuh menikah dengan saya ajah daripada tinggal di Indonesia

        Apakah Anda wanita dengan tanda “bulan sabit merah” di dahi ?

        Kalo ya berarti itu tandanya Anda masih gadis suci..

        dan berhak ikut nominasi jodohnya SP..

        salam rahayu

      • @’Aya Ueto
        btw nama/ID juragan mengingatkan ane ma seorang biduanita,
        (krn kagak pake -san)–> si Aya Ueto, yg nyanyi’in lagu fav ane, judulnya yume no chikara
        ya semoga kedatangan SP untuk memakmurkan Nusantara (skalian sbg jodoh jugaran), bukan cuma mimpi. (笑)

  20. Wahai, para saudara yg terhomat dan mulia!

    saya mencintai kalian…saya mengasihi kalian. ayo, mari kita saling mengakui kelebihan masing-masing. tiap orang punya peran yg penting nanti.

    salam dari adinda Pusaka Hati!

  21. bebas…….
    CERMIN……….betul TS
    lihat orang lain…lihatlah diri
    ……………………………………………..
    apakah ada yang sanggup jawab pertanyaan diatas???
    ok deh,cobi neng pusaka hati, gimana pandangan anda neh………
    atau yang lain…where are u man????

    • aduh, kang raja pandhita…sudahlah. semakin menjawab pertanyaan orang tidak akan pernah habis, berdebat saja di logika dan konsep.

      aku mudah menasehati orang tapi aku pun mudah dicerca orang dengan pertanyaan yg tak pernah habisnya juga, tapi aku berusaha mencari titik temu. secara manusiawi rasa suka dan tidak suka selalu ada, karena tidak pernah puas untuk berkembang. tinggal mematangkan prioritas saja, mana yg penting didahulukan. apakah mengeluarkan konsep bisa selesai masalahnya.

      tiap orang ada koneksi pada Ilahi karena jiwa, tiap jiwa ada dominan warna yg menggerakan kesadaran metafisika, tiap jiwa punya misi dalam kehidupannya. apa pun peran kehendak yg diwadahi dalam diri, Ilahi yg menggerakan raga dan jiwa nantinya jika sudah saat telah tiba.

      karena hampir semua yg berkesadaran bergerak ke arah yg SATU, tapi tergantung kesadaran dan pengetahuan untuk mengendalikan diri dan mengenal perannya, orang harus bijak dan adil pada orang lain, jika kemampuan tak memadai, jangan memaksakan diri untuk melampaui batas dikarenakan bisa berbicara.

      ada orang lain yg belum berbicara tapi mereka pun menyembunyikan banyak kekuatan, tidak bergeming pada posisi, hanya memantau untuk meluruskan pikiran orang yg dikagetkan oleh penyebaran wahyu agar tiap orang yg tersentuh menyiapkan dirinya sesuai anugerah.

      bagaimana bisa berkeinginan jika keinginan bukan kepentingan pribadi? mengikhlaskan untuk tidak mengakui apa adalah naluri bagi siapa saja yg sudah mengetahui dirinya.

      jika orang berkeinginan menjadi Satrio Piningit, tidak-kah berpikir bahwa Pemimpin Daerah, Pemimpin Pusat, Pemimpin Bidang dan Badan adalah Satrio Piningit juga, tapi dengan ruang dan kuasa yg proporsional dengan ketentuan yg Maha Kuasa, bergerak sebagai satu organisasi primer untuk menjalankan pemerintahan nantinya.

      sudahlah, kakang-kakangku. mari kita kembali untuk mematangkan diri karena kekuatan dalam diri akan memancarkan CAHAYA yg punya sinar elektromagnetis untuk menyatakan diri itu siapa.

      salam, damai dan RAHAYU!

  22. Mohon perhatian…
    Bencana akan segera datang.
    diminta pada semua element
    untuk bersatu padu, memohon kepada Allah
    supaya bangsa Indonesia aman dan sejahtera

    wangsit goib.

  23. Sederek2.

    saat ini bumi nusantara makin panas.
    Energi Zat Allah dari Arasy ke matahari berlimpah trilyunan kali.

    Utk cooling down..
    Semalem, jam 1-an, galaxy (bima sakti) nya udah saya puter 3x, pindah ke level ‘red’.
    Black holenya juga udah di puter 7x.

    mudah2an setelan volume “ac” nya nggk kegedean
    kalo terlalu dingin bisa2 kita balik ke jaman es.

    • hehe…akhir2 ini memang dewa banyak sekali turun dari langit…

      pasti ada maksudnya lah…
      beberapa fenomena ghaib yang keluar pada tahun 2010 :
      1. awal – sampai pertengahan, ada banyak jin dan syetan yang sering pasang action di alam manusia….biasa lah mereka mungkin sekedar kangen saja hehe..
      2. awal sampai pertengahan, para dewa sedikit banyak mulai turun walau belum banyak banget
      3. ramadhan kemarin, banyak sekali dewa yang turun, dan ramadhan kemarin memang luar biasa bagi bangsa Indonesia….sangat luar biasa..
      4. setelah ramadhan kebetulan dalam minggu2 terakhir, para dewa pun mulai muncul lagi tapi dengan membawa sesuatu yang beda dan baru

      tahun 2010 memang luar biasa….

      hehe…

  24. puterinya bu lurah

    @ ki semar

    salam rahayu juga…waduh kalau soal bulan sabit merah di dahi, wah ga tahu bangetz ya, feeling saya sih si dia masih mempunyai tanda bulan sabit merah di dahi…

    yang jelas, yang pasti, si dia lagi tertekan jiwanya, perasaan yang dia alami sekarang ini sama dengan yang dialami SP,,,,makanya mereka kontak bathinnya nyambung walau belum bertemu secara fisik…. hehe…

    • salam putrinya bu lurah…sungguh menarik tentang bulan sabit di dahi, karena logos itu disimbolkan ke Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu.

      sedang ramai disini. salam kartos raharjo!

    • @putrinya bu lurah
      Sebenarnya kerjaan SP sehari2 memerah susu sapi, jadi SP itu hidupnya prihatin..mungkin (maaf) tidak selevel ‘ekonomi’ nya dengan Anda..

      Jika Anda benar2 tulus pada SP..bukan karena pamrih duniawi..insya Allah..
      “benang merah” hati Anda akan sampai ke Sang Hyang Tunggal dan diteruskan ke SP.

      Berhubung Anda skrg di negeri sakura. jika Sang Hyang Wenang menghendaki, Anda
      akan dipertemukan dengan SP..pada “putaran roda kehidupan” Anda “berikut”-nya.

      Salam

      • ya gimana yah,,,habis memang kalau sudah kehendak dari Tuhan ya memang harus dijalankan…
        kelahiran kembali, datanglah santri dari surga…ah indah sekali….ibunda sudah datang membawa nyawa kedua, untuk dijadikan modal kelahiran kembali….sepanjang yang saya yakini ya semoga tidak menjadi pertentangan dan panas, bahwa memang kelahiran kembali kami dalam wujud yang berbeda walau ruh adalah sama…

        ah memang sih kisah tentang ratu adil dan SP ini memang sudah banyak disebut dalam berbagai agama dan kepercayaan, dan kami para sesepuh di negeri kami sangat paham tentang sejarah kehadiran SP sebagai budha wekasan….semua sudah kehendak Illahi…

        perjalanan hidup SP adalah sama dalam lelaku dengan mahaguru agama budha….mirip sekali dan misinya pun sama…. ah jangankan kami para ahli spiritual di Jepang, para tentara dajjal pun sepertinya sudah mengamati SP dan calon kekasihnya…

        sungguh banyak manuskrip dunia akan menjadi saksi sejarah, dan pandainya para seniman kami dan seniman dari negeri Prancis untuk mengharap kehadiran SP dan ratu adil dalam wujud sastra, atau seni budaya dan film….
        hehe…seperti mimpi…ya memang semua ini bukan mimpi tapi sudah kehendak Tuhan…

        hehe… dan para ahli spiritual kami mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada spiritualis nusantara yang menyimpan wasiat tentang kisah SP dan ratu adil….

        mengenai soal kesederhanaan adalah bukan tujuan dari diri kami ki semar….walau saya yakin SP kelak akan menjadi raja dunia, suatu keadilan dari Tuhan sebagai budha wekasan…

        ah biarlah semua menjadi kisah indah….hehe….dan silahkan bisa dipercaya bisa tidak….namun saya sebagai seorang pemegang bunga bahwa rasa adalah lebih dari segalanya…

        oya salam rahayu juga buat pusaka hati…

        hehe…

  25. Satria piningit tidak akn muncul tanpa persetujuan Ratu Adil.. karena mereka adalh cinta abadi di langit yg sudah dipertemukan di bumi. Untuk bersatu? mereka harus membereskan pengembalian hak rakyat kemabli ke rakyat. hak alam kembalikan pada bencana. itulah permintaan RA pada SP, sebagai persetujuannya dr langit. setelah itu baru bisa membangun persatuan dari pandangan budaya serta kekotoran akn dijadikan bisnis terbesarnya…
    jangankan mengembalikan hak alam.. hak untuk diri sendirinya saja susah diwujudkan? alias kerakusan, kebohongan, kemunafikan, kemunafikan, dll.. berada dilingkunagnnya sendiri yaitu ruang lingkup kelaurganya.. Bagaimana hakan melangkah kelaur pintu? jika semua kebrokbrokan dalam diri tidak bisa diselesaikan?
    simak saza.. ya…

    tetpai untuk mengarah keara sana. mereka masih terbelenggu keadaan lingkungan keluarganya, yg tidak mudah diselesaikan, menjadikan

  26. Satria piningit tidak akn muncul tanpa persetujuan Ratu Adil.. karena mereka adalh cinta abadi di langit yg sudah dipertemukan di bumi. Untuk bersatu? mereka harus membereskan pengembalian hak rakyat kemabli ke rakyat. hak alam kembalikan pada bencana. itulah permintaan RA pada SP, sebagai persetujuannya dr langit. setelah itu baru bisa membangun persatuan dari pandangan budaya serta kekotoran akn dijadikan bisnis terbesarnya…
    jangankan mengembalikan hak alam.. hak untuk diri sendirinya saja susah diwujudkan? alias kerakusan, kebohongan, kemunafikan, kemunafikan, dll.. berada dilingkunagnnya sendiri yaitu ruang lingkup kelaurganya.. Bagaimana hakan melangkah kelaur pintu? jika semua kebrokbrokan dalam diri tidak bisa diselesaikan?
    simak saza.. ya..

  27. Maaf yah..
    Prediksi saya yang bodoh.
    R.A dan SP adalah sebagai dua pasangan Ratu dan Raja di alam langit. Mereka memimpin alam pewayangan penuh kedamaian. Kemudian mereka sengaja diturunkan untuk dipertemukan di alam bumi yang kotor.. Cinta suci merekalah yg bisa mengembalikan kesucian, namun negeri ini terlalu kotor sehingga pasanagn cinta abadi yang seharusnya dipertemukan sampai jenjang pernikahan, tidak berani saling mengungkapkn satu sama lainnya dikarenakan alam dan keadaan masih banyak yang harus diperbaiki…
    Tetapi jika suatu saat mereka harus muncul atas dasar nama persatuan sebagai pengembalian hak alam tentunya juga atas nm bangsa dan negara, mereka terpaksa hadir sebagai penyelamat, namun apakah mereka muncul sebagai pemimpin atau hanya ingin berdiri dibelkang layar? Karena diantara mereka satu sama lain tdk berambisi menjadi pemimpin.
    Mereka hanya menginginkan kelestarian alam dan budaya dikembalikan. Yang akan ditukar dengan kebaikan demi kebaikan seperti janji kesucian cintanya ada ke-Adilan (R.A) ada ke_Hakiman (S. P)..
    Ratu Adil masih menimbang-nimbang pada Hakim, mana yang bisa diadili dan dihakimi di bumi? Dan mana yang HARUS diserahkannya pada Adil diatas Adil dan Hakim diatas Hakim (BUKAN DI BUMI). Maka jika terlalu berat perkaranya lalu perkara itu diserahkannya pada alam semesta sebagai penyaksi dari semua rahasia dibalik rahasia.

    R.A dan S.P adalah pasangan Re ingkarnasi dari Rama dan Shinta..
    Strateginya: Prabu Siliwangi.
    Hukumnya: Tuntunan Alkahfi termasuk kedalaman ayatnya.
    Payungnya: Maha Raja di raja di ketinggian langit (Y.M. E).

    silahkan direnungkan atau ditanggapi, bener tidaknya? waktulah yg akan menjawab.. amien..

  28. Semua SP nanti akan dipersatukan oleh RA untuk mewujudkan kejayaan nusantara..
    seperti kisah bharata yudha, dimana Sri Kresna bersama Pandawa berperang melawan Pdt. Durno (ini yg maren posting?) dan kurawa. Saat air ketuban semesta sudah pecah, alam semesta akan memaksa semua SP dan RA keluar dari per-tapa-annya. Jadi sebelum air ketuban pecah, mereka semua masih di pingit Yang Maha Kuasa.

    Sebagai penasihat perang SP, RA akan mengarahkan strategi militer dan meminjamkan senjata2 level “dewa” ke SP (disamping senjatanya sendiri) bila terdesak, atau SP dalam bahaya, atau menghidupkan kembali SP2 yg belum saatnya mati.

    Ciri2 RA: menunggang Garuda Mas (sbg titisan Wisnu), memegang Jitapsara, rakyatnya banyak sekali, fisiknya ada dimana-mana, memegang wijaya kusuma dan dragon ball.

    Ciri2 SP: memegang pusaka nusantara, titisan para leluhur yg nagih janji, meskipun orangnya sering “emosi” sebenarnya ada “isi”.

    Salam Rahayu

    • ada banyak sekali tanda luar biasa pada diri SP maupun RA….sebelum melakukan fusi atau peleburan… kisah terulang dan selalu terulang….bisa jadi kisah SP akan menjadi kumbakarna yang berjuang untuk sebuah idealisme….
      sementara ini memang banyak sekali penghalang yang tidak suka dengan kehadiran SP dan RA adalah mereka yang hatinya dipenuhi permusuhan dan dengki serta amarah dan pikiran pendek….

      sebentar lagi mungkin baik SP maupun RA akan undur diri dari pandangan manusia sampai waktu yang dikehendaki Tuhan sendiri….

      siapa yang menggerakkan hati manusia, hanya Tuhan saja yang menciptakan semua kejadian, Dia ahli strategi yang sebenarnya….

      sama watak sama jiwa sama penderitaan mirip dalam wajah …bulan kembar matahari kembar…

      saatnya dunia dalam keindahan setelah sekian lamanya berada dalam peperangan dan pertumpahan darah…amin…

      hehe…

  29. salam aya…sungguh kehadiranmu memperindah blog ini karena banyak kelucuan yg disampaikan. bahwasanya perwahyuhan bergema sebagai Sabda Langit, hanya keluhuran berupa genetika (DNA) dan kehendakNya yg menjadikan semua ada.

    tiap jiwa sudah punya peran sebagai visi-misi yg mewadahi gerak. tiap ujian bukan halangan tapi rambu-rambu untuk meningkatkan pelajaran tentang ilmiah – sifat – metafisika – supranatural. bathiniah begitu kosong jika dibekali dengan bacaan tanpa bukti nyata supranatural yg menentukan nantinya.

    berulang-ulang kusampaikan pada sahabat-sahabatku, apa yg dikehendaki jika peran antagonis – protagonis memang sudah diwasiatkan sebelum lahir, maka pelajaran yg berharga adalah menjadi diri sendiri sesuai etika dan budi pekerti Nusantara.

    terimakasih, sahabat-sahabatku…sedulur.

  30. untuk menambahkan landasan tentang RASA…
    “rasa bukan emosi tapi seni, seni itu adalah karya. keris adiluhung dipersembahkan sebagai citra rasa kepada junjungan, yaitu Tuhan. manusia hanya alat dan rasa dalam diri adalah bhakti., kepada Leluhur…hidup dan mati. siapakah Leluhur yg hidup, Beliau yg dituakan karena Dia adalah Lingsir dan penjaga amanah dari semua amanah. Leluhur yg mati meninggalkan pengetahuan dan budaya, dijaga oleh Leluhur yg masih hidup.”

    kepada orang yg bertanya tentang keindahan karya, saya sampaikan dengan bahasa yg sederhana…”namanya naluri CIPTA-RASA-KARSA…karena ada Maha Pencipta…telah menganugerahkan:
    1. Ada Cipta, naluri kreativitas – seni – budaya
    2. Ada Rasa, naluri sifat – manusiawi – keTuhanan
    3. Ada Karsa, naluri keinginan – kehendak – kun fayakun

    kepada yg bertanya tentang “bagaimana dng diluar alam dunia, susunan antar riksa,dn alam tak nyata tersentuh nafas, jd manakah dr yg satu”,

    saya menjawab…
    tidak bernafas karena elemen di antariksa adalah daya keseimbangan dan daya penciptaan bintang beserta formasi semesta… sebagaimana pikiran mencetuskan ide, mulut bersuara dan badan bergerak beserta ada kelamin reproduksi dan rahim untuk mengandung bayi, dialirkan HIDUP untuk bernaluri CIPTA-RASA-KARSA… manusia tidak bernafas di dalam air tapi tubuh manusia dipenuhi 3 /4 adalah air.

    masih banyak pelajaran, bathiniah hanya mendapatkan kekotoran jika hati penuh debu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 913 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: