Ratu Adil semakin dekat

Eyang Sabdapalon-Eyang Noyogenggong,

Satria Piningit, Ratu Adil

Prakata

Saya salut terhadap segenap upaya generasi bangsa saat ini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan bumi Nusantara meraih kejayaannya. Tampak geliat semangat ada pada para generasi muda bangsa yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bumi putra bangsa besar ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi Nusantara jika kita buta dan tidak mau peduli apa yang terjadi di zaman dulu, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah bangsa Indonesia mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi pengrusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu bangsa. Jika jati diri suatu bangsa menjadi lemah dan tidak jelas, tentu bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena selalu minder tak ada sesuatu nilai orisinil bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Bagaimana ‘jiwa dan raga’ bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Berkali-kali saya pribadi melihat suatu kebenaran sejarah yang membuktikan keagungan penduduk asli Nusantara dalam spiritualitas, seni, budaya, politik dan ekonomi, tetapi sengaja maupun tidak justru ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, bahkan dengan dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal. Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Di mata masyarakat, tindakannya hanya mengesankan sebagai wujud tindakan jahiliah/bodoh dengan disertai wajahnya yang menyiratkan nafsu angkara murka.

Ironis sekali. Jika tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik. Untuk itu budaya adiluhung sendiri harus dihina-hina dan dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebagian penduduk lokal justru lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Lebih suka ngemut kerikil dari pada ngemut gula Jawa.

Meskipun demikian berbagai tindakan intimidasi dan provokasi tidak pernah membuat orang menjadi bergidik untuk kembali menelaah nilai-nilai kearifan lokal atau nilai luhur budaya Jawa, Tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.

Sudah menjadi rumus-rumus yang tercantum di dalam hukum alam, (baca : kehendak Tuhan), bahwa kebenaran tak pernah bisa dikalah oleh kejahiliahan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kebodohan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami berbagai macam kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, –atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis–, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi senjata canggih penghancur rumus-rumus Tuhan dan tatanan keselarasan dan sistem keseimbangan di planet bumi ini. Orang jaman sekarang tampak kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Orang tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja asal muasal sumbernya. Tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam yang tersirat dalam gerak-gerik seluruh mahluk penghuninya. Sayangnya, sebagian orang lebih sering menafikkan atau mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca yang budiman tidak termasuk tipikal manusia tersebut. Agar tidak bodoh dan hidup sesat, maka dalam khasanah spiritual Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).

Wirayat Gaib

Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri,  KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yang mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.

Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau berdua entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau adalah sosok pamomong, pembimbing para Raja besar Nusantara, perannya sebagai penasehat, pelindung sekaligus guru spiritual para Raja-raja besar di Nusantara. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yang amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Kehadiran mereka dikiaskan sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.

Ratu Adil Berbeda figur dan person maupun konsep dibanding Sabdopalon-Noyogenggong. Ratu Adil juga memiliki konsep sendiri yang jelas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil paramarta, hambeg lakutama, bèrbudhi bawaleksana, dikenal sebagai senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil artinya puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang.

Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 bait, maksudnya sewindu atau 8 tahun) untuk menggenapi tapa brata-nya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari “tanah arab” (kebetulan KTP Islam) yang menegakkan ‘gama budi’.  Gama-budi bukan berarti secara harfiah adalah agama Budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti luhur. (lihat; Betal Jemur Quraisin Adammakna/kitab Betal Jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ mercusuar dunia. Pada saatnya nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai kearifan lokal (local wisdom) dan membuat hidup lagi budaya warisan leluhur bumi Nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bersama-bersatu di atas ragam perbedaan, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.

Ciri-ciri Ratu Adil

  1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan,  ketenteraman dan kebahagiaan.
  2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
  3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirulah/sir sejati atau (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
  4. Di bawah payung kuning; payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal.
  5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati. Untuk diimplementasikan di bumi (Nusantara. agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap hipokrit. Minimal di bumi nusantara.
  7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg  wajahnya tampan rupawan  sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
  8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dalam kandungan rahim ibu, badan halus dan sukmanya, sudah digembleng oleh para leluhur Ratugung Binatara, eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus  keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula hakikat dari semua agama yang ada di bumi Nusantara. Sukma calon Ratu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; mata batin RAHSA SEJATI

Untuk meminimalisir terjadinya berbagai kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Saya mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.

Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh  manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.

Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang  yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler,  maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.

Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.

PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT

Jangkajayabaya; Sabda Gaib

Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta

Sinom

Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.

(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.

Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.

(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)

Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.

(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.

Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.

Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan

ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

gegerboyo

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.

(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.

Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.

Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.

Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,

kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.

(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.

Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,

**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.

Saat ini sudah terjadi.

Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.

(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.

Jangka Jayabaya ; Catursabda

Pethikan seratan tangan

Kangge sambetan jangka triwikrama

Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.

Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.

(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)

Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,

lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,

(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)

nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.

(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.

(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)

Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana  gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,

(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)

mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,

(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).

Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.

…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.

(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) “dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Hyang Jagadnata. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Jangka Jayabaya

Salebare Raja Kuning

Babon asli kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryawijaya

ing Ngayugyakarta

padha kaping 16

Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,

(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)

ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,

(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).

ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,

(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)

ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.

(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan  terlihat jahatnya)

Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.

(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)

pada kaping 17

nuli ana ratu kembaran atismak bathok,

(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)

dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,

(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)

nagara dadi siji, pinilih endi kang asih

(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)

pada kaping 19

ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.

(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)

Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,

Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.

pada kaping 20

Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,

luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,

temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Gusti Kang Akarya Jagad wus cedak titimangsane,

arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.

Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,

kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,

sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.

Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,

saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.

Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.

Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!

Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat  tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;

Jangka Jayabaya

Sabda Gaib

KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

SINOM

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Gusti Sang Jagadnata wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Gusti Sang Jagadnata.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Gusti mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’

Babon asli Kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryanegara

ing Ngayugyakarta

Sinom

pada kaping 5

…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar

(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)

pada kaping 6

ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.

(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)

Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.

Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

merapi4

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira

dadi kali Tanggung nami

merapi5

Jangka Jayabaya,

Pethikan Serat Tangan

Pangkur

1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami

(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.

2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi

3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.

(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)

Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.

4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg

5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma

(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,

6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.

(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)

7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti

8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.

(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,

9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis

10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti

11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.

(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.

12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.

(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.

13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.

Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,

Piweling (Peringatan)

Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.

…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.

Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.

Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.

Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.

Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.

Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.

…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …

…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.

……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Hyang Widhi bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.

…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.

…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.

Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

Wirayat Gaib;

Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq.  Sastrajendra adalah Makrifat dari Tuhan yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.

Jika Gusti Sang Jagadnata sudah menghendaki, kelak akan lahir pada pertengahan atau akhir tahun tinarbuka, pada saat Nusantara dipimpin oleh seorang Satria Pambukaning Gapura), bila mana adalah seorang ibu yang rambutnya telah beruban tetapi melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan. Bayi perempuan lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi pusaraning adil uga kamukten (mukti). Ibunya dari keturunan raja-raja besar sakti mandraguna, dan ayahnya tan kena kinira, tak ubahnya wong cilik. Calon RA akan lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berada di sekitar wilayah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kelak pada saat kelahiran calon RA akan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi Nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) mengejutan masyarakat dengan aktivitas-anehnya mengeluarkan semburan dari dalam bumi, berbarengan dengan peristiwa itu danau bernama Rawapening di pinggiran kota Ambarawa mengejutkan publik dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar mengiringi kelahiran calon RA. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Segera setelah itu, langit tampak byar padhang sumilak. Semua itu merupakan perilaku alam dalam menyambut anugrah Sang Jagadnata bagi bumi Nusantara.

Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;

jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.

Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.

Keterangan;

Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Keterangan:

Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).

Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh

Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).

Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.

Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)

Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 11, 2008, in Ratu Adil Semakin Dekat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3.631 Komentar.

  1. Atur pambagyo dhateng sedoyo sutresno,
    Slm sejahtera smuanya
    Asalamu’alikum wr.wb

    Balik maning nang lap…….topp..!!!

    @ Spesial buat Kangmas Sabdo (nyuwun sewu menawi klentu nyebat asmo)

    Slm kenal saking kulo,matur nuwun sanget awit wontening blog meniko, mugio tansah manggih raharjo ing pundi kemawon. Saestu kulo pribadi sanget ambetahaken kawruh, piwucal kados ingkang sampun kaserat puniko,matur nuwun…
    Slm sih katresnan kangmas..

    @ all netter_salam kenal smua..
    acchh…bingung mo nulis apa,,,;;”,, piiiisss aelah.. PLEEEAASSSSE………….
    gak di tv, tempat kerja, pasar, warung koboi isinya debat2an, bla bla bla.. mlulu, piiiiisssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  2. @Ismail Usman
    kepada saudara2 yang belum percaya mulai sekarang bertobatlah dan kembalilah ke jalan ALLAH sebelum kalian kami hancurkan dengan bom2 buatan kami.

    Perasaan kanjeng Rasul nggk pernah ngebom orang kafir dzimmi??
    apalagi sesama kaum muslimin??

    “Sungguh telah datang kepada mu, rasul dari jenismu sendiri..
    Terasa berat nya olehnya penderitaan kamu..
    Sangat menginginkan keselamatan bagimu..
    Kepada orang mukmin, beliau sangat pemaaf.. dan sangat sayang..”

    Rahayu

  3. Genderang perang, goro2 tlh ditabuh! Hawa panas keluar dr bumi&langit. Bermilyar2 pasukan malaikat, jin, setan nunggu dawuh ratu adil. Tp sebagian dri mrk jin jenis banaspati sontoloyo gerak duluan, lapar. Awas! setan palsu, membo2 jd manusia ciri jenggot panjang itu juga kata leluhur mrk tebar kerusakan, tp pasukan ra/sp lebih tahu mana kwn/lawan.

  4. sp/ra versi jayabaya kerjanya sendirian? Kalau manusia dtg wellcome, ditanya? apa sdr tahu sp/ra? Misal salah jwb, gak bs mbayangkn akibatnya. Sp/ra tahu mn manusia asli & bkn? Mmg wujud fisik manusia, tp bs dihijabkn, ada yg kepala monyet, babi, biawak dll, jenis ini, dihilangkan! Spt film haiglander (aku lupa tolg benerin).

  5. Q sangat tahu ttg TS, Siti nurhalizah putrinya bulurah, raja pendeta alias ades he he … Mrk blm tahu apa makna/arti qodariah& naqsabandiah. Tp kalian juga teman unt diskusi he he … Sayang kalian gak masuk lewat jalan sanad sampe rasul saw, dpt ilmu bkn dari mursyid atau ijab kabul alias boleh nyuri dari baca, nguping he he … Jk salah nilai maafin aku y?

    • puterinya bu lurah

      hehe…. saya bisa membuktikan bahwa ilmu saya bisa mengalahkan semua sekte yang ada di dunia ini,,,tunggu saja saatnya…kan sudah saya bilang saya tuh pemegang kunci kemakmuran dan keadilan dunia…
      walau ilmu saya tanpa IJAZAH SANAD….
      karena dalam pandangan saya bukan IJAZAH SANAD FORMAL….
      tapi ukuran lain yang bisa membawa kebaikan dari sebuah tersampaikannya ilmu…

      sama lah seperti silsilah..SAYA GA PUNYA BUKTI IJAZAH SILSILAH SAMPAI TOKOH-TOKOH BESAR DAN SAMPAI RAJA JAWA MASA SILAM…DLL DLL…..tapi saya bisa tahu bahwa mereka adalah leluhur saya…

      pertanyaan darimanakah?

      kalau ingin tahu…cobalah mengamalkan doa ini…YA ALLAH BERILAH SAYA RAHASIA KEIMANAN DAN RAHASIA WAHYU….tapi tentu saja saya ga nanggung akibatnya….karena SEMUA KEPAHITAN PASTI AKAN DIBERIKAN DAN semua sudah saya alami hehehe…

      kalau saya ingin kaya raya, sudah dari kemarin saya jadi manusia terkaya sedunia….
      tapi entah kenapa saya lebih suka memberikan ilmu saya secara gratis daripada meminta imbalan dunia.,..seperti guru saya yang memberikan ilmu secara gratis tanpa minta imbalan….
      hanya sebuah kecintaan dari saya kepada mahaguru saya..sudah cukup membuat mahaguru saya tersenyum bahagia,….

      hahaha…..kan saya bilang bahwa memang tidak semua orang itu harus sama, kalau semua orang harus sama, lantas jumlah matahari itu ada berapa,,,,kenyataannya berapakah, satu atau dua atau satu juga….hehe…

  6. Assallamu Allaikum wr.wb.

    Kepada Yth
    Bapak Sabdalangit

    Mohon maaf Bapak, saya hanya sekedar ingin menambahkan penjelasan mengenai saudara TS / BIMA.

    Yth. sdr TS / BIMA
    Pada akhirnya saya ketahui juga siapa sebenarnya anda…..anda bukanlah seorang yang beragama islam…kemungkinan besar anda adalah seseorang yang rasionalis…tidak mengenal kata TUHAN….mungkin orang sekarang bilang…anda adalah seorang AGNOSTIK….
    Saya melihat anda sedang mengadu domba antar prinsip…terutama Islam dengan Kejawen….terlihat anda menjawab dengan mengcopy paste ayat…kemudian menyesuaikannya dengan pertanyaan….
    Bapak SABDALANGIT….sangat arif dan begitu bijaksana…dengan tidak menjawab pertanyaan anda…oleh karena beliau sudah mengetahui siapa anda sebenarnya….sementara saya dan rekan-rekan lainnya yang anda “uji…” …..melihat anda dengan “kulit”…dan secara “kulit”….jadi dengan tersenyum penuh kemenangan…anda mengejek kami dengan kata-kata….KULIT…..memang kami…terutama saya bukan seorang spiritualis….maupun …..orang yang mempunyai kelebihan untuk lebih tahu mengenai diri pribadi anda….tidak seperti Bapak SABDALANGIT…….tetapi anda jangan merasa bahwa kemenangan berada dipihak anda….walau bagaimanapun….kebenaran akan selalu terungkap….cepat maupun lambat……
    Dan mulai dari sekarang….saya menghimbau kepada rekan-rekan semua….janganlah menghiraukan semua perkataan maupun kata-kata yang ditimbulkan oleh sdr. TS / BIMA…..karena…jika diikuti…..memang itulah keinginan dia….untuk mengadu domba kita semua…..
    Saudara TS / BIMA…..sadarilah….tidak cukupkah anda melihat kekacauan maupun bencana yang sekarang sedang mewabah di negara tercinta ini….?
    Tidak cukupkah anda….melihat…saat ini saudar-saudara kita sedang saling “BERBUNUH-BUNUHAN….”…di tempat lainya….
    Siapakah anda sebenarnya…sehingga mempunyai sifat….SENANG melihat saudara-saudaramu….saling bentrook dan bermusuhan…..?
    Adakah…tersisa…sedikit nurani di hati anda….untuk menyatukan semua WARNA…PERBEDAAN….agar terlihat KEINDAHAN…dalam kehidupan di negara tercinta ini…?
    Bagaimana perasaan anda jika sanak famili…bahkan anak anda saling bermusuhan …bahkan berbunuhan…oleh karena ada yang mengadu dombakan….?

    Semoga sdr. TS / BIMA lebih terbuka hatinya….untuk tidak meneruskan perbuatannya….dalam mengadukan prinsip-prinsip yang ada di negara kita tercinta ini….
    dan semoga segera menyadari segala perbuatannya….mengakibatkan….timbulnya kebencian antar prinsip…

    Demikian sekedar permohonan dari saya…..semoga sdr. TS / BIMA….mau membaca dan melaksanakan……apa yang menjadi permohonan saya….

    Bapak SABDALANGIT….mohon maaf…jika terucap kata-kata yang tidak sepatutnya saya kemukakan….saya sama sekali tidak bermaksud….melukai dan menoreh…ataupun menyinggung perasaan Bapak maupun semua rekan-rekan yang berkontribusi di Blog Bapak ini…..
    Salam sejahtera saya haturkan kepada Bapak beserta keluarga……

    Wassallamu Allaikum wr.wb
    Salam Hormat

    Arjuna

  7. Gimana mau mulai Barata Yudha nih? Pandawa (Arjuna sama Bima).. nggk kompak??

    Pasti Sangkuni sama Duryudana pada kesenengan..sambil tos.

    Semar Item mana ya? tlg masukin ke kuncung dulu deh..biar mantab!!

  8. Hanya ada 2 kekuatan dalam kehiduoan ini yaitu kebaikan dan kejahatan, keduanya ada didalam diri manusia, maka sembahlah kebaikan dan tinggalkan kejahatan, jangan menyembah yang diluar diri kita,…… pasti itu Iblis

    Untung negara2 non muslim berpegang pada kitab yang mengajarkan kasih, coba kalau dibalik ayatnya: “dimanapun kamu bertemu muslim potong lehernya” maka dalam sekejap muslim akan punah karena senjata nuklir dan teknologi persenjataan mutahir dipegang oleh kaum non muslim, Islam di Indonesia harus berterimakasih kepada kejawen atau pancasila sehingga lebih welas asih dari Islam yang sesungguhnya yang oleh Salman Rusdi disebut ayat-2 setan setelah melalui perenungan dan pencarian yang dalam tentunya bukan asal ngomong, sebentar lagi dalam waktu singkat Islam akan hancur sesuai dengan ramalan Sabdopalon 500 tahun yang lalu, karena dengan adanya internet muslim tidak lagi bisa memotong leher mereka yang mengungkap
    kebohongan-kebohongan ayat-ayat iblis tersebut, mosok Aulloh tidak bisa menghukum sendiri tetapi menyuruh para penyembahnya menjadi algojo dan para algojo ini tidak lagi mampu menggunakan hati nuraninya, sekarang sudah banyak muslim yang murtad dan tidak bisa dipotong lehernya sesuai dengan ayat2 setan tsb….he…he…he

    “Islam TS harus ditantang dengan nalar/logika karena Islam mengajarkan kebencian, memerintahkan pembunuhan para non-muslim, merendahkan derajat wanita dan melanggar hak-hak azazi manusia ”
    Di Q 33:36, Allah/Muhammad memaksa Zainab menikah dengan Zaid.
    Di Q 33:38, Allah membuat Zaid sebal dengan Zainab dan menceraikannya, agar Muhammad bisa menikahi Zainab (menantunya sendiri).

    Lambang BINTANG di atas mesjid = Bintang Fajar/Timur = Lucifer

    Serang Qur’annya TS

    Qur’an, Sura At Tahrim, ayat 1: MUHAMMAD NGEBOR MARIAH QUBTIAH
    Qur’an, Sura An-Nisaa’, ayat 24: PERKOSAAN DAN MUT’AH
    Qur’an, Sura At-Talaaq (65), ayat 4: PEDOFILIA DALAM ISLAM!
    Qur’an, Sura Al Baqarah (2), ayat 223: PILIH DUBUR ATAU VAGINA?
    Qur’an, Sura Al Azhaab (33), ayat 37: Muhammad Menghancurkan Pernikahan Zaid
    Q 18:86 Matahari Terbenam (Allah SWT Maha TOLOL)
    Di Q 33:36, Allah/Muhammad memaksa Zainab menikah dengan Zaid.
    Di Q 33:38, Allah membuat Zaid sebal dengan Zainab dan menceraikannya, agar Muhammad bisa menikahi Zainab (menantunya sendiri).
    Q 23:12-14 Proses Kreasi Manusia (Allah SWT Maha TOLOL)
    Qur’an, Sura Al Baqarah (2), ayat 54: BUNUH DIRI HALAL DALAM ISLAM
    Qur’an, Sura Al-Ahzaab [33], ayat 50 Hak NGESEX bagi Nabi Muhammad SAW
    Q 78:33 Dada Montoque!

    Muhammad memfitnah untuk menutupi kejahatannya sendiri
    Sebuah trik kuno: “Maling teriak maling”

    Muhammad berkata dalam Alquran:

    “Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka, kemudian berkata: ini dari Allah, untuk dijual dengan murah. Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena perbuatan mereka.” (QS Al Baqarah:79)

    Carilah dalam Bibel, Talmud, Weda, Tripitaka, Bahai dll, tak ada satu pun kata-kata self proclaim: “ALKITAB / kitab2 ini kitab dari Allah” karena Bibel dan kitab yang lain memang sebuah buku yang sangat manusiawi, bukan kitab yang langsung jatuh dari langit.

    • puterinya bu lurah

      SAMA SAJA ,….HAHAHA….ANDA HANYA MENEBAR PERMUSUHAN YANG BERLEBIHAN…

      sudah cukup kalau mau diatur dan dikendalikan dengan tertib silahkan ikut dengan SP,,,

      saya pun bisa menjawab semua argumen anda di atas,,,namun saya sadari bahwa untuk sekarang ini rasanya tidak perlu membahas perdebatan antara agama dan paham sementara masih banyak perut yang kelaparan…

      ingat misi SP penertiban keadilan…agar semua bisa diarahkan…dan diatur dengan sebaik-baiknya untuk mencapai surga dunia milik kita bersama…

      hehehe…..sepertinya memang banyak pihak yang tidak senang dengan kemakmuran dan kejayaan indonesia sehingga terkadang tanpa disadari melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesadaran bangsa..

      hehe…

    • @TahuSamaTahu

      maaf penjelasan anda terlalu meng ada-ada.
      sebaiknya anda jaga prasangka yang belum jelas masalahnya, tidak semua muslim seperti pandangan anda.

      Bila prasangka anda tujukan kepada seluruh muslim, maka anda telah membuka jurang pemisah dan perselisihan yang menajam antara anda dan seluruh umat muslim di NKRI yang tidak pernah dan tidak sama sekali menganut seperti prasangka anda.

      Mohon maaf disini saya kira bukan IFF.
      Siapapun anda sebaiknya anda ralat pembahasan Alqurán yang tidak anda fahami, karena yang anda sampaikan adalah pembenaran pribadi pada kelompok golongan yang tidak kami sepakati.

    • Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi mengapa Hulagu sangat bernafsu menaklukkan wilayah muslim dan kejam setiap kali dia berhasil menguasainya, yaitu : Ibu Hulagu, istri dan sahabat dekatnya, Kitbuqa termasuk kristen fanatik yang memendam kebencian mendalam terhadap orang muslim.

      Juga para penasehatnya banyak yang berasal dari Persia yang memang berharap dapat membalas dendam atas kekalahan mereka satu abad sebelumnya ketika persia ditaklukan oleh pasukan muslim pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

      jadi ini soal balas dendam politik, bukan potong bebek angsa mas!!
      dasar tahu..bacin banget sih!!?

    • puterinya bu lurah

      waduh kang BA walah….. anda ingin meminta dua orang dari jenis berangasan akan dimakan banaspati yah hahahaha…

      memang sih….buat rakyat Indonesia lain yang suka kedamaian…bahwa diantara muslim ada yang ekstremes.. dan arogan barbarian tu jelas….

      dan diantara non muslim ada juga yang barbarian dan arogan juga jelas ada..

      sifat barbarian sebenarnya tidak memandang agama..

      dalam Islam ada pemberonyak macam DI/TII yang malah membunuh seorang Kyai sendiri….pak Karno yang muslim pun sempat ditembak DI/TII hanya saja beliau selamat….

      dalam Nasrani ada juga separatis RMS yang juga sama-sama pemberontak….ekstremis lah ,,,,

      jadi pada intinya barbarian tetap ada dalam setiap agama…hehehe…

      ciri khas dajjal adalah aroganisme, barbarian, kekejaman, terror…..

      tuh jelas hehehe…

      • @puterinya bu lurah,

        mo tolong tanya neh boleh kan? kamu kan putrinya bu lurah, terus ibumu tuh lurah mana seh? maap ya, lurah alam demit/ghaib apa lurah bangsa manungsa? apa enaknya jadi lurah, bisa kasih cerita dong.

        terus apa benar seh kamu nih puteri? punya nama panggilan siapa?

        segitu aja, masak udah saling ngomong kok belum saling kenal yah?

      • puterinya bu lurah

        pak prayit, saya sampaikan perkataan mahaguru saya, “kalau siapa aku ini tidak penting buat kalian semua, maka jangan kalian tanyakan siapa aku”

        hehe…..

        NB/keterangan :

        mahaguru saya bukan orang hidup, tapi beliau yang sudah lama meninggal ribuan tahun lalu, beliau hidup kurang lebih 500 tahun sebelum masehi, sebelum kelahiran nabi Isa atau Jesus….

        itu saja mahaguru saya,,,,dan petir sedang menyambar di langit hahahaha…..

      • Sallam Bu Lurah

        Sampaikan sallam saya kepada Maha Guru Anda.

  9. Pangeran Kegelapan

    @TahuSamaTahu
    karena kebencian mu ke islam begitu dalam..
    kamu cocok menjadi abdi ku yg setia…ha ha ha

    yuk pulang ke ganda mayit.. saudaramu ts udah lama menunggu disana..
    jatah umur kalian sudah abis..

    fiuz.. fiuz.. angin dewa maut sudah kehembuskan ke ubun2 kalian..

  10. Sebelum SP datang membawa kebaikan universal maka perlu diungkapkan dahulu siapa itu kejahatan universal, biar lapang dada ini menyambut SP yaitu kebaikan sejati tidak ada lagi potong mulai dari jari jemari, tangan, kemudian tangan dan kaki bersilang, dan akhirnya leher…. dahulu Tuhan menghukum Bahdad, Hulagu Khan membawa 200 ribu tentara dan menolak harta yang ditawarkan untuk berdamai kemudian memotong leher 800 ribu muslim dan menumpuk mayatnya…. itu adalah hukuman bagi mereka yang suka sekali menghukum dengan hukuman potong bebek angsa, ini bukan fitnah atau adu domba hanya sekedar mengungkap kebenaran dan siapa yang jahat supaya tahu sebelum SP muncul…..

    • Jaka Gledek Wong Cililitan

      Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi mengapa Hulagu sangat bernafsu menaklukkan wilayah muslim dan kejam setiap kali dia berhasil menguasainya, yaitu : Ibu Hulagu, istri dan sahabat dekatnya, Kitbuqa termasuk kristen fanatik yang memendam kebencian mendalam terhadap orang muslim.

      Juga para penasehatnya banyak yang berasal dari Persia yang memang berharap dapat membalas dendam atas kekalahan mereka satu abad sebelumnya ketika persia ditaklukan oleh pasukan muslim pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

      jadi ini soal balas dendam politik, bukan potong bebek angsa mas!!

  11. @ ismail usman

    ………….. bahwa nanti jika bala tentara jenggot2 panjang dan celana2 cingkrang sudah bangkit dan bersatu untuk melawan kebatilan itulah tanda2nya Islam akan memimpin dunia ……….
    ———————————————–

    Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’ Babon asli Kagungan Dalem
    Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta
    Sinom

    …………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

    (…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.)

    Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

    Jika kita bandingkan, antara keterangan kang Ismail dgn keterangan Jangkajayabaya….. sangat jauh berbeda!
    bedanya, golongan yg merusak umumnya golongan “kulit”, yg hanya mampu melihat dengan mata telanjang, hatinya begitu membatu jauh dari sifat kasih sayang.
    Dalam jangkajayabaya diterangkan, jika masanya tiba, manusia akan diberi penjelesan agar memahami ttg isi (hakekat & ma’rifat) membuka agama yg samar-samar.

    Kulit akan hancur, isi akan terus langgeng. Cangkang akan ditinggalkan isinya.
    Yang dari tanah kembali ke tanah, dari air kembali ke air, dari api kembali ke api, dari angin kembali ke angin (inilah cangkang manusia).

    Cobalah teladani hal-hal yg baik jangan merusak alam,
    contohlah ilmu pisang, pisang sebelum berbuah, ditebang berulang-kali, tidak akan mati, tanpa ditebang pun jika sudah berbuah, dia akan mati dgn sendiri. Jd buah kebaikan yg ia tinggalkan. TS, Ismail, raja pendeta, putrinya bu lurah, tembayat dll…. marilah kita istropeksi, sebarapa banyak apa yg sudah kita berikan kemaslahatan umat manusia.

    Tapi jika masih tetap bandel sudah pasti, sp akan pergi jauh dari blok ini, cuti untuk beberapa hari gak mau diskusi lagi, cape tahu …..

  12. Saya lebih suka manunggal dengan kehidupan abadi, kerena pikiran berkuasa, jangan sampai pikiran dikuasai iblis nanti setelah mati, tapi lebih nyaman pikiran lenyap tak berbekas dan hidup dalam kehidupan abadi yang maha tunggal, menolak keras kebohongan iblis yaitu surga dan neraka setelah menunggu kiamat yang boleh jadi dekat katanya…??

    • Joko Petir Wong Cililitan

      @SokTahuSamaNggkTahu
      menolak keras kebohongan iblis yaitu surga dan neraka setelah menunggu kiamat yang boleh jadi dekat katanya

      Iblis itu nggk pernah bohong kyk gitu..ada juga manusia yg kemasukin Iblis@#$

      surga neraka itu pasti..jauh dekat itu relatif..tergantung maqam sampeyan!

  13. Kan sudah saya katakan islam di indonesia diselamatkan oleh ajaran kejawen yang secara universal kejawen tidak hilang sudah ada terbawa secara lahiriah melekat pada hati sanubari sifat pembawaan orang jawa, menjadi islam yang lebih manusiawi, lebih welas asih, islam kejawen yang sudah terbukti cocok disini bukan islam potong bebek angsa, Islam arab kalau masih lemah damai, coba nanti kalau sudah kuat melebihi negara, pasti akan berubah mengambil alih kekusaan dan menerapkan hukum potong bebek angsa seperti yang diteladankan oleh nabinya lihat saja nanti……. ya untung ada SP

    • yg sy tau mah
      kejawen = “ke” jawa (salah satu local wisdom)
      islam = tunduk
      kristen = menamai
      hindu = to know
      budha = pencerahan
      CMIIW
      (piningit) tidak ada yg menyelamatkan dan diselamatkan karena semua istilah/”label”2 itu secara umum sebagai batu-bata (adil) ilmu pengetahuan (mahdi)
      jadi
      bagaimanakah level/siapkah setiap kita (jika ada yg berminat) untuk menjadi satria/ratu/imam -nya ?

  14. Aku tuh jatuh cinta kpd budaya jawi dwipa nusantara (sy kenapa ya gak suka dgn menyebut dgn nama kejawen) krn bukan milik jawa aja, wilayah nusantara sejak dulu merupakan kesatuan kerabat/keluarga besar, dalam naungan kerajaan besar sbg pusat spt Sri wijaya, Majapahit, Pajajaran, sunda-galuh.
    Sekali-lagi, bukan milik orang jawa saja, jadi silahkan yg di luar jawa, agar bangun kan lagi kejayaan budaya lokal nusantara.
    Memang, di pulau Jawa tradisi budaya lokal nusantara masih kerap dilakukan oleh segelintir golongan, bahkan masih lestari contohnya Bali, Lombok, Sumatara sbg adab melayu juga masih dan juga di daerah2 lain di luar jawa.

    Sesungguhnya sebelum rombongan misi pengislaman dari tanah arab datang ke nusantara, telah datang juga rombongan dari negeri rum, kalau di jayabaya dikenal dgn nama pandhita Syekh Ali Samsu Zien (gelar syekh adalah gelar guru Tariqat, jadi jalan/ Tariqat ini sudah ada sebelum nb saw, bahkan sang prabu sri ajijayabaya aja berguru kepadanya. Banyak yg tidak tahu jika para nb-nb juga di baiaht, contohnya nb sulaiman dibaiat di bawah tanah tanpa diketahui oleh tentaranya), ilmu Syekh ali samjen telah diserap oleh prabu sri aji jayabaya, dalam ritual peribadatan kental dgn lambang-lambang, sbg kiasan ramalan/prediksi/petunjuk merujuk pergantian jaman ke jaman selanjutnya, dari pemerintahan raja-raja sampai sampai sekarang, memakai suguhan-suguhan lambang-lambang yg disajikan oleh ki ajar supraba kepada prabu sri aji jayabaya.

    Dalam perkembangannya, kemudian masuklah ajaran rasulullah saw ke nusantara melalui pergulatan spritual tingkat tinggi, para ulama memasukan ajaran rasulullah saw masuk melalui perkawinan silang antara keturunan rasulullah saw dgn raja-raja jawa, maka jangan heran di negeri timur ini telah tumbuh sp dari hasil persilangan raja-raja nusantara dan rasulullah saw.

    Hanya memang sy sebel dgn islam kulit spt TS, yg melupakan sejarah, merusak suasana budaya lokal nusantara, krn dia tumbuh berkembang dari elusan ustad yg arahnya budaya arab, shg makin jauh mengenal adat istiadat budaya lokal nusantara. Contoh kasus, kenapa golongan TS kelakuannya spt itu? mungkin karena TS begitu keluar dari rahim ibunya, meninggalkan adat istiadat budaya lokal nusantara, jebrol langsung saja diberi nama TS.
    Seharusnya dia pakai adat budaya lokal, dari sejak dikandung sampai lahir ada hal-hal khusus yg harus dilakukan, spt bubur merah (lambang ibu) dan bubur putih (lambang bapak) ketika memberikan nama dsb ….. jadi ya pantas kalau perilakunya (anggah ungguhnya), adab sopan santunnya gak ada, dia begitu benci dgn keluhuran budaya nusantara.
    Coba perhatikan perilaku anak-anak sekarang, sangat jauh berbeda dgn anak-anak masa lalu yg begitu sopan dan penurut kpd orang tua. Itu semua karena kesalahan para orang tua, yg memang sulit menghindari budaya eropa yg serba modern.
    Kitab Musarar Jayabaya menjelaskan ttg ciri2 sp “mekkah dan tanah jawi sawiji, perak dan gunung perahu, sebelah barat Tempuran, balatentaranya jrih Asih”
    analisa sy, berasal dari dua darah keturunan, dia pemegang panji-panji hitam (perak & gunung perahu), tempat tinggalnya sebelah barat kali tempuran (kali kawin) yg letaknya di jrih asih (kali kawin antara kali cikeas dan kali ciliwung).
    Dari Tempuran (kawin) lahirlah ratu adil yg akan mengadili manusia, sebentar lagi ra itu akan diterima oleh manusia seluruh dunia. Tapi kalau menurut sy nih, ratu adil adalah uang uang uang …….. uang adalah rajanya dunia, uang dicari dari pagi hingga malam, karena uang manusia merusak alam, hutan digunduli, tanah dikeruk, karena uang manusia tega menjual dirinya, maling, medon, mabok.
    Jika uang ini sudah kalian nikmati dan jangan lupa disamping kalian telah berdiri utusanku untuk mengawasi peredaran uang yg aku keluarkan berbentuk makluk yg tidak akan kalian bisa melihatnya dgn pedang di tangannya, bigitu kalian menggunakan untuk perbuatan keji spt membayar lonte maka seketika itu juga lepas nyawa kalian. Jadi setalah sp & ra hadir tidak akan ada yg berani KKN …. adanya saling kasih sayang antar sesama! tapi jangan lupa, efek samping dari uang itu manusia spt mabok …. terutama manusia yg kepalanya binatang ……. tunggulah sebentar lagi pasti dia datang.

    • puterinya bu lurah

      hehe…sepertinya anda harus menambahi tambahan referensi dari agama Shinto dan agama Budha….

      karena disana dijelaskan kisah SP dari sudut pandang lain….termasuk kenapa SP harus nikah ama wanita dari manca…hahahaha…..

      ah saya tahu maksud kenapa prabu brawijaya melarang agar SP jangan menikah dengan wanita manca…hehehe…seperti ga tahu saja hahahaha….

      ingat loh SP sekarang ini sudah punya simpatisan dan penggemar yang banyak khususnya di prancis, jerman, amerika, india, cina, jepang…..

      tuh yang akan jadi pengikut SP dari luar negeri hehe….jelas lah..khususnya India, cina dan Jepang…karena ikatan SP kepada mereka adalah sama-sama satu leluhur,,,,

      orang luar ketika melihat SP dari ciri-ciri tertentu sudah tahu karena sudah dijelaskan dalam berbagai peninggalan spiritual milik mereka sendiri…

      ingat juga…bahwa trend wanita di Jepang sekarang ini sedang suka banget membaca ramalan (khususnya tentang SP hehe)…..
      dan mereka lagi suka mencukur alis heheh…kenapa coba…

      hahaha…….mabuk lah biar mabuk…….duh orang Indonesia…banyak yang tidak tahu….

      • Perempuan Jepang menurut sy sih masih kalah dgn mojang priangan, putri champa Aceh, putri solo juga cantik.
        Saran sy sih SP jgn mau kawin dgn perempuan dari negeri lain ….. bikin luntur ilmunya. Coba aja lihat, bungkarno dapetin madame Jepang langsung luntur, prabu brawijaya (kalau dikalangan dalem istana namanya bhatara Indra) auranya juga luntur dapetin putri china.
        Putrinya bu lurah yg ini kayaknya blesteran y? (neneknya dulu korban nafsu seksual jd gundik tentara haiho) ada DNA darah Jepang, jadi ada dikit lah arah kiblat ke sinto dan bhuda? bener kan?

        Mudah-mudahan bener he he …….

      • Joko Petir Wong Cililitan

        @Bocah Angon

        Kalo soal kecantikan..asal cantik orangnya ya nggk peduli asal daerahnya..mau jawa, bandung, cina, jepang, solo, nggk masalah..hehe

        tapi ada satu yg penting, kalo nikahin cewek tsb, kita kedulungan wahyu nggk?
        jadi saya yakin brawijaya nggk asal kawin aja sama putri cina..soekarno juga nggk asal kawin aja sama cewe jepang..

        semua itu pasti ada misi nya..tugasnya…cuma kita orang awam belum tau rahasia Tuhan untuk keturunan2 beliau2 ini.

        Maksud sukarno menikahi cewe jepang adalah sebagai simbol untuk menaklukkan jepang, sedangkan maksud brawijaya menikahi putri cina adalah untuk menaklukkan cina. jadi nggk sembarangan loh.

        kalo kebetulan ceweknya cantik, dan aduhai..itu sih bonus..saya juga mau:)

  15. Jangan larut dalam hayalan dunia maya yang membuat kalian mabuk oleh fatamorgana, kita-kita yang merasa sebagai SP kemungkinan besar sedang terkena gejala schizophrenia; tenggelam dalam dunia halusinasi kita dan melupakan lingkungan sekitar, berkaryalah di dunia nyata walaupun kecil nilainya dimata manusia tapi Allah takkan menyia-nyiakan hambaNya. Mungkin orang rame-rame membuat blog tentang SP hanya untuk mengejar rating tinggi dan akhirnya berdampak pada kocek mereka, mumpung merapi lagi aktif-aktifnya kemudian dihembuskanlah isu ratu adil ini. Duit… Duit… He he..

  16. mohon maaf kalau kemungkinannya salah.. He he..

  17. Saya suka blog kangmas sabda, semoga ada artikel baru dan blog ini makin laris. Sukses selalu untuk kangmas sabda.. Untuk SP, ku mohon segeralah muncul agar orang-orang tidak memanfaatkan kamu demi keserakahan mereka yang ingin terus meraup untung dan melupakan dampak negatifnya.. Suwun..

  18. Saya suka blog kangmas sabda, semoga ada artikel baru dan blog ini makin laris. Sukses selalu untuk kangmas sabda.. Untuk SP, ku mohon segeralah muncul agar orang-orang tidak memanfaatkan kamu demi keserakahan mereka yang ingin terus meraup untung dan melupakan dampak negatifnya….. Suwun..

  19. nuwun ki,salam hormat,salam karaharjan…..nderek ngangsu kawruh…

  20. kang BA, yang dilakukan SP membalik apa yang dilakukan prabu brawijaya dan Pak Karno…
    cewek manca dulu baru cewek lokal…

    soalnya kebalik kalau nikah ama cewek lokal dulu jangan2 kekuatannya akan hilang hahaha…

    beda kalau nikah ama cewek manca dulu,,,dia kan punya kekuatan penyempurna,….dia tu bulan….jadi harus menggenapi matahari hahaha…

    lagian SP ga egois,,,SP tahu kalau banyak pemuda indonesia yang NAFSU BANGET ama cewek Jepang,,,hahaha….maka dari itu biarkanlah SP pulang membawa ribuan cewek Jepang buat pemuda2 Indonesia yang belum kawin…..hahaha…

    lagian enak sajah…kalau Ken Arok saja berjuang habis2an agar bisa dapat KenDedes…eh sekarang SP sendiri dilarang……hahaha…kan SP juga masih keturunan Ken Arok…sebagai leluhur raja majapahit….

    hahaha….

  21. Nyuwun sewu para sedulur yang terhormat,

    Lama-lama saya mengikuti diskusi panjejenengan semua tentang SP atau RA ini jadi gak mudeng, konyol, absurd.

    Wong dari kata-katanya saja sudah JELAS yakni Satrio Piningit artinya satrio yang disembunyikan. Itu satrio apa namanya? Lah, mengapa mesti disembunyikan terus siapa yang menyembunyikan? Satrio itu identik dengan KEBAIKAN, mengapa kebaikan kok mesti disembunyikan? Lha, kalau kebaikan disembunyikan terus, makanya yang ada cuma kejahatan melulu di negeri ini.

    Untuk apa kita menunggu satrio yang gak jelas itu? Konsep saya yang namanya satrio itu ya tidak bersembunyi, dia terang-terangan, datang menunjukkan dadanya, pergi memperlihatkan punggungnya. Itu kalau pengertian SP berupa sosok, tetapi kalau SP berupa sistem, yah sistem ketatanegaraan kita juga sudah baik, tetapi yang menjalankan sistem memang kebanyakan para maling. Jadi sistem yang baik ditangan orang yang buruk ya tetap saja hasilnya buruk. Jika Satrio itu sosok maka satrio yang bersembunyi itu alias TERORIS. Lah, kalau teroris kan memang sudah datang berulang-ulang, lalu apa lagi yang ditunggu?

    Menunggu Ratu Adil? ratu adil itu juga gak pernah datang ketika sistem yang melahirkannya TIDAK ADIL. Bagaimana mungkin, dia bisa adil wong cara memperolehnya saja penuh dengan kecurangan (ketidakadilan)?

    So buat apa kita menunggu? Yang ditunggu itu niscaya gak pernah datang. Kecuali jika kita aktif (bukan pasif hanya bisa menunggu doang) ikut melahirkannya. Ini baru kemungkinan dia akan datang. Berpikirlah yang lebih rasional, kita memang mengharapkan pemimpin yang ideal, tetapi bukankah pemimpin itu yang memilih rakyat?

    Bagaimana cara kita aktif? ya kalau kepingin melalui prosedur demokrasi pastilah melalui PEMILU nah padahal pemilu yang BURUK dengan masyarakat yang gampang DISUAP mana mungkin akan lahir RATU ADIL ? omong kosong semua itu!!

    Silakan ditanggapi

    • puterinya bu lurah

      justru karena SP tuh piningit maka yang tampak di mata orang hanya keburukan saja…kebaikan dia tidak pernah ada dalam sosok ….namun ada dalam pengaruh dan manfaat…

      kuncinya eling dan waspada….hehehe….

      SP tuh punya 100 lebih kaidah untuk menjadi raja yang adil….ada yang sangat kejam dan mengerikan…..maka dari SP ga pernah memakai kaidah yang kejam dan mengerikan..

      salah satu kaidah yang mengerikan itu adalah PERCEPATAN…NILAI PENGGANTI….PRIORITAS KESEIMBANGAN ….PERCEPATAN HIERARKI…

      hehehe….ini sepintas sederhana namun luar biasa,,,,maka dari itu SP enggan memakai kaidah di atas….

      kecuali pada titik tertentu berwujud KEPASRAHAN TOTAL….. dan ini bahaya…jika KEPASRAHAN TOTAL…bertemu dengan kaidah mengerikan diatas,,,,maka akan lahir kaidah baru yang sifatnya eksekusi…..hehe….yaitu PELEPASAN….

      duh bahaya banget…..di sini banyak JEBAKAN…

      sebenarnya SP pun menguasai kaidah JEBAKAN…..namun SP enggan melakukan karena kaidah JEBAKAN bertentangan dengan kaidah KETULUSAN dan KEIKHLASAN…

      beda kalau kaidah JEBAKAN adalah lahir karena KETERPAKSAAN…dalam kondisi KEMUTLAKAN dimana tidak ada jalan lain selain jalan itu,,.

      tapi santai saja lah….kaidah JEBAKAN dalam KETERPAKSAAN…..memang lahir dari kondisi MENGALAH…..dan ini luar biasa….dan sangat jarang terjadi…kecuali kalau Tuhan sudah menghendaki….

      ini hierarki terberat dan tersulit sebagai pancaran dari kaidah PERCEPATAN..dan PERCEPATAN KESEIMBANGAN…serta PRIORITAS KESEIMBANGAN…

      ya begitulah kurang lebih…..hehehe….

  22. @Suprayitno
    Mengingat bobroknya zaman..wajar dong kalo dipingit..ato disembunyikan..ibarat gadis perawan..harus dipingit dulu..sebelum pernikahan..biar apa? biar kesuciannya tidak ternoda oleh pihak2 yang jahat dan nista. dan malam pengantin jadi syahdu. indah.

    trus gimana biar pesta nya lancar? ya bersih2 rumah dulu dong..yg (budi pekertinya) baik jadi hiasan (bangsa).. yang sampah/busuk/bau/kotor (munafik/ingkar/atheis/fasis) dibakar (pake kompor gunung api) jadi abu trus diguyur air (tsunami) sampe bener2 bersih.

    baru pesta nya berjalan lancar, berkah, meriah.

  23. kemana raja dewa?

  24. @Abu Nawas said :
    …………..Mengingat bobroknya zaman..wajar dong kalo dipingit..ato disembunyikan………….
    _________________________

    Lho mas, logikanya kok jadi dibolak-balik kayak gitu? justru ketika terjadi keboborokanlah seharusnya SP itu lahir, kalau zamannya udah normal mah gak diperlukan RA atau SP.

    Itu yang aku bilang SP itu pengecut, atau diam-diam SP itu sesungguhnya merupakan manifestasi dari rakyat kita (rakyat jelata)? Ya, memang harus kita akui rakyat jelata kita pada umumnya pengecut, jangankan rakyat jelata golongan menengahnya pun pengecut dan penakut. Rakyat yang pengecut dan penakut akhirnya ya cuma bisa melahirkan satrio yang pengecut juga. Ini sudah rumus mas.

    Mereka semua ingin aman-aman saja, tidak mau mengambil risiko. Jika mereka tidak puas, mereka cuma pinter ngomporin mahasiswa supaya demo, mungkin mereka memang membiayainya. Tetapi, ketika gerakan itu berhasil, mahasiswanya pun segera ditinggalkan.

    Dulu ketika terjadi demo besar-besaran menjelang jatuhnya Soeharto, banyak mahasiswa yang mati ditembak, tetapi siapakah akhirnya yang mengambil alih kekuasaan? ya orang-orang bejat juga.

    Sekarang, mungkin mahasiswa gak mau lagi diperalat. Artinya, mau hancur lebur negeri ini mereka cuek saja.

    SP maupun RA hanyalah khayalan kaum yang kalah. SP maupun RA tidak bisa lahir jika hanya ditunggu dan ditunggu, dia harus diperjuangkan melalui gerakan yang tersistematik dan terorganisir. Sifat gerakannya harus progresif revolusioner, tidak bisa melalui sistem yang ada saat ini.

    Saya sarankan kalian jangan mau dininabobokan (dibius) oleh ramalan akan datangnya SP maupun RA. Menurutku itu hanya sekadar ngayem-ayemi (menenangkan) untuk masyarakat yang tertindas.

    Menurutku, masyarakat yang tertindas ya harus dibangkitkan melalui provokasi, bukan malah diayem-ayemi…….lihat tuh di depan kita sudah tampak RA…….percayalah……..

    Seharusnya lihat tuh………. di depan mata kita banyak pengangguran, banyak anak tidak bisa sekolah, banyak pejabat hidup bermewah-mewah sementara rakyatnya keleleran. Ini semua akibat dari penindasan yang terusmenerus dilakukan oleh para penguasa negeri ini.

    Ayo mari kita lawan dan sikat mereka dengan menumbuhkan sikap BERANI berdasarkan pengetahuan yang benar. Jangan takut, kedaulatan negeri ini ada ditangan RAKYAT DAN INI DIJAMIN OLEH KONSTITUSI.

    • puterinya bu lurah

      tidak ada kebangkitan bangsa dimanapun juga tanpa diawali dengan proses PENYADARAN….dan penyadaran itu pasti ada unsur dialog, dialektika….adu argumen,,,,pendidikan, pelatihan…dll…

      kalau masalah sembunyi atau tidak sembunyi itu sih hanya soal teknis….bukan suatu kewajiban atau kemutlakan, bahkan di sisi lain memang harus sembunyi kalau memang sembunyi adalah jalan yang paling tepat…

      kalau masalah pengecut atau penakut bukan ukuran…kalau pengecut dan penakut tidak mungkin jadi seorang satria…tidak ada satria yang penakut dan pengecut…

      bedanya cuma dalam masalah strategi….langkah, metode…..perang gerilya pada jaman penjajahan adalah strategi terbaik…apakah bisa disebut penakut atau pengecut…

      konyol lah kalau kekuatan tidak seimbang tapi berani perang terbuka..tidak ada jendral ahli yang seperti itu cara perangnya ketika kekuatan tidak seimbang…

      SP bisa saja menggunakan kekuatan khusus di luar sistem formal tapi resikonya tentu luar biasa…dan itu yang tidak dikehendaki SP sendiri..hahaha…

      maka dari itu SP tetap memakai cara kerja alamiah dan hierarki…

      ah males lah bahas soal SP….lah wong namanya juga sesuatu yang piningit. samar..maka seberapapun memprediksikan SP akan tetap menemui KETIDAKJELASAN….hahaha…

  25. ………………ah males lah bahas soal SP….lah wong namanya juga sesuatu yang piningit. samar..maka seberapapun memprediksikan SP akan tetap menemui KETIDAKJELASAN….hahaha…………..
    _________________________________

    Nah itu yang saya bilang, buat apa meramal-ramal dan berharap-harap datangnya SP/RA? lebih baik mari kita mengerjakan/berbuat sesuatu untuk mendorong agar rakyat cerdas, ya cerdas politiknya, cerdas spirituaitasnya dan BERANI menggugat ketidakadilan berdasarkan pengetahuan yang benar.

    Jangan merengek-rengek pada RA apa lagi pada SP yang pengecut itu, keadilan itu bukan datang secara GRATIS tanpa perjuangan. Tetapi harus direbut dan diperjuangkan dengan darah, air mata dan harta benda. Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa itu semua.

    Lihat KEBERANIAN Malaysia melawan Indonesia, atau lihat keberanian KOREA UTARA mempertahankan sejengkal wilayahnya (baca:KEADILAN). Patut kita contoh, meskipun masing-masing memiliki standar keadilan sendiri-sendiri.

    Yang jelas, kadilan tidak bisa diperjuangkan dengan cara kelemak-kelemek. Kita harus TETEG, TATAG, TEGAS, TRENGGINAS.

    • puterinya bu lurah

      fase penciptaan impian atau bahasa ilmiahnya harapan keindahan adalah fase mutlak ketika suatu bangsa sedang mengalami proses kebangkitan, bermula dari penggambaran realitas kehidupan (fase pendefinisian), kemudian penciptaan impian atau harapan keindahan…
      sosok impian atau harapan keindahan tentang kemajuan bangsa tidak lepas dari adanya PEMIMPIN…..ini rumus mutlak,,,,bukan suatu rakyat kalau tidak ada pemimpin dan bukan suatu pemimpin kalau ga ada rakyat…

      jadi walau gimanapun sosok pemimpin ideal masa depan untuk membawa kemajuan bangsa itu tetap harus ada dan memang ada…. itu sudah pasti dan rumus mutlak…

      terlepas orang menyebutnya sebagai SP, ratu adil, Imam Mahdi, dan berbagai sebutan sesuai agama dan kepercayaan masing2…namun semua mengarah ke satu sosok…

      jadi tenang saja lah…SP, ratu adil, pasti ada….dan memang ada …

      ga mungkin tidak ada….ini bukan mistik atau ramalan., tapi logika ilmiah….hehehe..

  26. ……………….sosok impian atau harapan keindahan tentang kemajuan bangsa tidak lepas dari adanya PEMIMPIN…..ini rumus mutlak,,,,bukan suatu rakyat kalau tidak ada pemimpin dan bukan suatu pemimpin kalau ga ada rakyat………
    _____________________________

    Menurut saya, saat ini negara kita berjalan tanpa sosok PEMIMPIN yang ada cuma penguasa atau pejabat. Sudah saya uraikan apa perbedaan antara pejabat/penguasa dengan pemimpin.

    Rumus anda salah!!! rakyat tetap eksis (ada) meskipun tanpa ada pemimpin. Contohnya ya, negeri kita sekarang ini.

    Kita memang tidak boleh kehilangan harapan untuk masa depan indonesia yang lebih baik (dengan ramalan RA/SPnya itu), tetapi ijinkan saya bertanya kepada Anda apa usaha anda untuk mewujudkan impian itu? Jika cuma pandai bermimpi saja, ya repotlah.

    • lah memang tanpa peran serta pemerintah dan kebijakan dari pemerintah buat mengatur semua sejak transportasi, ekonomi, sosial, pendidikan, kebudyaan, sampai penanganan bencana merapi adalah seolah tidak ada…

      terlepas dari berbagai kebobrokan pemerintahan, tapi tanpa pemerintah pun jelas akan LEBIH LIAR DAN TIDAK TERKENDALI…

      hahaha…pemerintah tuh punya power, punya UU, punya kewenangan UNTUK MENGUASAI RAKYAT DAN WILAYAHNYA…

      punya militer untuk melindungi negara…punya polisi untuk jaga keamnanan…

      dan itu semua karena adanya PEMIMPIN…

      hahahahaha…..saya kira diskusi kita semakin menuju KETIDAKJELASAN….
      padahal semula sudah agak terang….ah jadi malessssssss….hehehe…

      BTW saya kembali ke sini karena si TS kembali ke sini, dia anak bandel harus saya hajar dulu….huh….

      hahaha…

  27. …………….jadi walau gimanapun sosok pemimpin ideal masa depan untuk membawa kemajuan bangsa itu tetap harus ada dan memang ada…. itu sudah pasti dan rumus mutlak…
    ___________________

    MASA DEPAN………., kapan rentang waktu masa depan itu bagi anda? apakah satu bulan ke depan? satu tahun kedepan? dua tahun ke depan? sepuluh tahun kedepan? atau bahkan seratus tahun kedepan?

    Masa depan tidak bakalan ada tanpa hari ini, dan hari ini tidak bakalan ada tanpa hari kemarin. Jadi hari kemarin dan hari ini adalah merupakan PIJAKAN untuk hari esok atau masa depan kita. Jika hari ini dan kemarin kita terus menerus melakukan hal yang salah (kita tidak pernah belajar dari sejarah) maka MASA DEPAN SEPERTI APA YANG AKAN KITA RAIH????

  28. Kalau penjajahan belanda dan jepang berhasil diusir secara lahir oleh para pahlawan, pejuang dan rakyat
    Kalau penjajahan pikiran/spiritual oleh agama2 asing harus diusir secara spiritual juga oleh sabdopalon dan tentaranya dan hanya SP yang mampu meredakan kemarahan sabdopalon, karena SP memang Rajanya baik di dunia gaib maupun di dunia nyata, sayang hanya segelintir manusia yang dilibatkan oleh leluhur dan diberi anugrah bisa berhubungan dengan leluhur yang gaib dan mengerti betul masalah ramalan leluhur karena diberi tahu secara langsung oleh para leluhur secara wisik, wisik kenegaraan/kemulyaan tentunya bukan wisik yang berhubungan dengan uang/rezeki/paranormal. Bagi yang belum bisa caturan dengan leluhur ya sebaiknya menunggu saja dengan tenang dan anteng siapa dan bagaimana presiden ke-7 atau SP itu, karena SP memang disembunyikan dari orang-2 awam yang tidak percaya dan malah akan bikin kisruh rencana gaib ini bila membaca berita/ramalan tentang SP, bikin kacau dengan komen2nya dan kelak akan malu sendiri melihat kenyataan yang dilaksanakan oleh SP, nggak lama kok …. tinggal menunggu SBY selesai masa jabatannya atau turun ditengah jalan

  29. @Slamet Tentrem
    ……………………dan malah akan bikin kisruh rencana gaib ini bila membaca berita/ramalan tentang SP, bikin kacau dengan komen2nya dan kelak akan malu sendiri melihat kenyataan yang dilaksanakan oleh SP, nggak lama kok …. tinggal menunggu SBY selesai masa jabatannya atau turun ditengah jalan……………..
    ____________________________________

    Nah ini dia, disertai permohonan maaf yang sedalam-dalamnya saya terpaksa menyampaikan kepada Anda. Anda adalah representasi dari mayoritas masyarakat Indonesia. yakni begitu intens bergumul dengan faktor “gaib” ketika membicarakan masalah “politik”.

    Suksesi kepemimpinanan adalah masalah politik dan masalah politik adalah masuk dalam ranah profan (duniawi). Pada dasarnya, politik adalah “sangat mulia” tetapi politik di tangan orang yang salah akan “menjadi begitu kejam”.

    Saya tidak akan menghalang-halangi anda untuk percaya akan lahirnya RA/SP. Saya hanya mengingatkan kepada anda bahwa “jagad perpolitikan” kita telah bergulir ke arah yang salah. Dan dari sistem yang salah ini saya bisa menjamin MUSTAHIL akan bisa melahirkan orang yang BENER.

    Makanya, berkali kali saya sampaikan pelajarilah KONSTITUSI kita. Dari enam presiden yang pernah kita miliki tak ada satu pun presiden yang benar-benar mau dan mampu mewujudkan ideologi negara. Banyak pasal di dalam konstitusi telah dilanggar, utamanya adalah pasal 33 sehingga negara kita terjebak pada ekonomi liberalism-kapitalism dengan ciri yang sangat menonjol adalah “yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpururk”.

    Saat ini kita semua merasakan, betapa rendahnya nilai mata ung RI sehingga harga sepotong mendoan saja mencapai Rp.1.000,– per potong. Padahal kita negara agraris yang jika dikelola dengan benar maka bahan baku tahu dan tempe akan sangat melimpah ruah. Namun, kenyataannya kita masih terus impor kedelai. Ini adalah negara PARADOKS.

    Jika anda percaya akan lahirnya RA/SP maka dengan cara apa anda mempercayainya? dengan cara gaibkah? Mungkin anda benar, tetapi saya berpikir TIDAK!!. Saya memiliki perhitungan-perhitunhan/kalkulasi berdasarkan kajian empiris. Memang sejujurnya saya ikut senang jika segera muncul sosok RA tetapi saya TIDAK YAKIN sosok itu akan segera datang, minimal untuk jangka waktu 10 tahun YAD.

    Ini bukan ramalan namun hanya membaca berdasarkan “kecenderungan” . Mari kita sama-sama buktikan dan sama-sama renungkan, sebab ini menyangkut kepentingan kita semua RAKYAT INDONESIA.

    • Bagi saya SP hanya simbol keadaan dimana bangsa ini telah kehilangan WATAK KSATRIA-nya, bukan sosok yang harus kita tunggu-tunggu.

      Lihat saja apa yang dilakukan oleh para pemimpin di negeri ini – apakah mereka telah benar, lurus dan jujur dalam mengelola negeri ini ? Lihat juga bagaimana watak rakyat kita – apakah telah bersatu dalam keberagaman atau lebih suka memelihara watak eker-2an rebutan pepesan kosong ?

      Selama watak ksatria tidak menjadi sikap dan tindak tanduk setiap warga negeri ini serta terus dipingit didalam diri, jangan pernah berharap negeri ini akan menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja sagung warga negari – apalagi bermimpi menjadi negara kang jero tancepe, gedhe obore, padhang jagate, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, ampuh kawibawane.

      Apakah kita hanya akan menunggu sosok SP itu muncul di negeri ini atau kita segera melakukan evolusi diri untuk memunculkan sosok satriya didalam diri kita ? pilihan ada ditangan kita.

      Ewang sukma sasmitane awi bawana langgeng
      Jeneng Ingsun sukma saka kayu wangen
      Kangwis manjing ning darbone Ingsun
      Sun ajeng ngakon dadio satriya sejati
      Sejatine satriya sun sabdaaken mijil

      Rahayu

  30. Raja ‘Pandhita’…

    Semarang tembayat adalah KUNG-TA-BU-MI…

    Bagaimana SABDa…?! masih belajar kejawen…?!

    • @TS
      ……..Bagaimana SABDa…?! masih belajar kejawen…?!
      ______________

      Mungkin TS ini singkatan dari TOLOL SEKALI , bagaimana mungkin orang Jawa tidak mau belajar KEJAWEN? Anda ini orang arab, atau afghanistan atau orang pakistan sih?!

      Mungkin anda orang arab ya? pantesan tidak tahu tatakrama dan sopan santun dalam berkomunikasi.

      Kalau kamu pengin jualan agamamu silakan gak ada larangan, tetapi jika jualannya di blog ini kamu pasti akan mendapat banyak tentangan.

      Ingat ya TS, islam bisa masuk dan diterima di tanah Jawa ini berkat kebaikan hati para penganut Kejawen. Eh, sekarang ketika sudah diberi ijin malah nglonjak dan penginnya ngusir yang punya rumah. Agama apa ini namanya?

      Tuhanmu kan sudah saya bunuh, kok masih gentayangan juga sih? jangan-jangan yang gentayangan ini iblis yang menyaru sebagai tuhan?

      Sory terpaksa saya kasar banget sama lu, sebab berkomunikasi dengan seseorang yang TS (Tolol Sekali) memang harus menggunakan bahasa yang vulgar, habis pakai bahasa yang halus malah gak mudeng.

    • Jgn meremehkan TS ……… mungkin di sisi lain punya kelebihan?
      TS, kenapa punya pikiran, Semarang Tembayat adalah KUNG-TA-BU-MI?
      Tolong JELASKAN !

      • kung ta bu mi itu dari bahasa cina untuk menyebut kerajaan swarna bumi, kerajaan kuno yang hilang…

        yang jelas TS tuh sombong, dia ga berilmu….makanya dia ngeper dan selalu lari menghindar kalau saya tantang debat….hehehe…

    • Semarang Tembayat diucapkan oleh Prabu Jayabaya..jadi pengertian yg paling “original” dari Semarang Tembayat yah..ada di jubah emas sang Prabu Jayabaya sendiri atau jubah Prabu Anglingdarma (tiisannya). silahkan dibaca..?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 937 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: