Ratu Adil semakin dekat

Eyang Sabdapalon-Eyang Noyogenggong,

Satria Piningit, Ratu Adil

Prakata

Saya salut terhadap segenap upaya generasi bangsa saat ini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan bumi Nusantara meraih kejayaannya. Tampak geliat semangat ada pada para generasi muda bangsa yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bumi putra bangsa besar ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi Nusantara jika kita buta dan tidak mau peduli apa yang terjadi di zaman dulu, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah bangsa Indonesia mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi pengrusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu bangsa. Jika jati diri suatu bangsa menjadi lemah dan tidak jelas, tentu bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena selalu minder tak ada sesuatu nilai orisinil bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Bagaimana ‘jiwa dan raga’ bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Berkali-kali saya pribadi melihat suatu kebenaran sejarah yang membuktikan keagungan penduduk asli Nusantara dalam spiritualitas, seni, budaya, politik dan ekonomi, tetapi sengaja maupun tidak justru ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, bahkan dengan dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal. Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Di mata masyarakat, tindakannya hanya mengesankan sebagai wujud tindakan jahiliah/bodoh dengan disertai wajahnya yang menyiratkan nafsu angkara murka.

Ironis sekali. Jika tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik. Untuk itu budaya adiluhung sendiri harus dihina-hina dan dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebagian penduduk lokal justru lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Lebih suka ngemut kerikil dari pada ngemut gula Jawa.

Meskipun demikian berbagai tindakan intimidasi dan provokasi tidak pernah membuat orang menjadi bergidik untuk kembali menelaah nilai-nilai kearifan lokal atau nilai luhur budaya Jawa, Tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.

Sudah menjadi rumus-rumus yang tercantum di dalam hukum alam, (baca : kehendak Tuhan), bahwa kebenaran tak pernah bisa dikalah oleh kejahiliahan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kebodohan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami berbagai macam kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, –atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis–, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi senjata canggih penghancur rumus-rumus Tuhan dan tatanan keselarasan dan sistem keseimbangan di planet bumi ini. Orang jaman sekarang tampak kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Orang tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja asal muasal sumbernya. Tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam yang tersirat dalam gerak-gerik seluruh mahluk penghuninya. Sayangnya, sebagian orang lebih sering menafikkan atau mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca yang budiman tidak termasuk tipikal manusia tersebut. Agar tidak bodoh dan hidup sesat, maka dalam khasanah spiritual Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).

Wirayat Gaib

Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri,  KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yang mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.

Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau berdua entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau adalah sosok pamomong, pembimbing para Raja besar Nusantara, perannya sebagai penasehat, pelindung sekaligus guru spiritual para Raja-raja besar di Nusantara. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yang amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Kehadiran mereka dikiaskan sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.

Ratu Adil Berbeda figur dan person maupun konsep dibanding Sabdopalon-Noyogenggong. Ratu Adil juga memiliki konsep sendiri yang jelas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil paramarta, hambeg lakutama, bèrbudhi bawaleksana, dikenal sebagai senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil artinya puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang.

Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 bait, maksudnya sewindu atau 8 tahun) untuk menggenapi tapa brata-nya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari “tanah arab” (kebetulan KTP Islam) yang menegakkan ‘gama budi’.  Gama-budi bukan berarti secara harfiah adalah agama Budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti luhur. (lihat; Betal Jemur Quraisin Adammakna/kitab Betal Jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ mercusuar dunia. Pada saatnya nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai kearifan lokal (local wisdom) dan membuat hidup lagi budaya warisan leluhur bumi Nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bersama-bersatu di atas ragam perbedaan, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.

Ciri-ciri Ratu Adil

  1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan,  ketenteraman dan kebahagiaan.
  2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
  3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirulah/sir sejati atau (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
  4. Di bawah payung kuning; payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal.
  5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati. Untuk diimplementasikan di bumi (Nusantara. agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap hipokrit. Minimal di bumi nusantara.
  7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg  wajahnya tampan rupawan  sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
  8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dalam kandungan rahim ibu, badan halus dan sukmanya, sudah digembleng oleh para leluhur Ratugung Binatara, eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus  keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula hakikat dari semua agama yang ada di bumi Nusantara. Sukma calon Ratu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; mata batin RAHSA SEJATI

Untuk meminimalisir terjadinya berbagai kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Saya mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.

Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh  manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.

Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang  yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler,  maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.

Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.

PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT

Jangkajayabaya; Sabda Gaib

Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta

Sinom

Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.

(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.

Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.

(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)

Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.

(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.

Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.

Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan

ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

gegerboyo

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.

(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.

Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.

Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.

Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,

kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.

(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.

Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,

**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.

Saat ini sudah terjadi.

Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.

(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.

Jangka Jayabaya ; Catursabda

Pethikan seratan tangan

Kangge sambetan jangka triwikrama

Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.

Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.

(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)

Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,

lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,

(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)

nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.

(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.

(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)

Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana  gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,

(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)

mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,

(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).

Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.

…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.

(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) “dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Hyang Jagadnata. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Jangka Jayabaya

Salebare Raja Kuning

Babon asli kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryawijaya

ing Ngayugyakarta

padha kaping 16

Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,

(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)

ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,

(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).

ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,

(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)

ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.

(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan  terlihat jahatnya)

Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.

(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)

pada kaping 17

nuli ana ratu kembaran atismak bathok,

(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)

dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,

(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)

nagara dadi siji, pinilih endi kang asih

(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)

pada kaping 19

ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.

(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)

Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,

Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.

pada kaping 20

Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,

luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,

temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Gusti Kang Akarya Jagad wus cedak titimangsane,

arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.

Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,

kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,

sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.

Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,

saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.

Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.

Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!

Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat  tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;

Jangka Jayabaya

Sabda Gaib

KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

SINOM

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Gusti Sang Jagadnata wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Gusti Sang Jagadnata.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Gusti mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’

Babon asli Kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryanegara

ing Ngayugyakarta

Sinom

pada kaping 5

…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar

(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)

pada kaping 6

ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.

(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)

Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.

Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

merapi4

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira

dadi kali Tanggung nami

merapi5

Jangka Jayabaya,

Pethikan Serat Tangan

Pangkur

1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami

(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.

2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi

3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.

(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)

Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.

4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg

5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma

(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,

6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.

(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)

7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti

8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.

(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,

9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis

10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti

11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.

(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.

12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.

(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.

13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.

Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,

Piweling (Peringatan)

Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.

…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.

Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.

Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.

Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.

Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.

Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.

…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …

…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.

……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Hyang Widhi bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.

…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.

…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.

Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

Wirayat Gaib;

Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq.  Sastrajendra adalah Makrifat dari Tuhan yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.

Jika Gusti Sang Jagadnata sudah menghendaki, kelak akan lahir pada pertengahan atau akhir tahun tinarbuka, pada saat Nusantara dipimpin oleh seorang Satria Pambukaning Gapura), bila mana adalah seorang ibu yang rambutnya telah beruban tetapi melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan. Bayi perempuan lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi pusaraning adil uga kamukten (mukti). Ibunya dari keturunan raja-raja besar sakti mandraguna, dan ayahnya tan kena kinira, tak ubahnya wong cilik. Calon RA akan lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berada di sekitar wilayah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kelak pada saat kelahiran calon RA akan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi Nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) mengejutan masyarakat dengan aktivitas-anehnya mengeluarkan semburan dari dalam bumi, berbarengan dengan peristiwa itu danau bernama Rawapening di pinggiran kota Ambarawa mengejutkan publik dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar mengiringi kelahiran calon RA. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Segera setelah itu, langit tampak byar padhang sumilak. Semua itu merupakan perilaku alam dalam menyambut anugrah Sang Jagadnata bagi bumi Nusantara.

Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;

jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.

Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.

Keterangan;

Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Keterangan:

Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).

Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh

Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).

Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.

Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)

Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 11, 2008, in Ratu Adil Semakin Dekat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3.630 Komentar.

  1. sampean ngarang kiamat 2012…
    lah wong mati sugro aja belum tau apalagi kiamat kubro..
    memang benar, salah satu tandanya kiamat adalah matahari terbit dari barat…
    namun PAKE LOGIKA jangan kebablasan….
    jangan hanya berdasarkan suatu hitungan bangsa kuno seperti yahudi dan suku maya..
    atau hitungan pasti ahli kimia dan nasa sekalipun..
    kejadian 2012 hanyalah perhitungan perubahan masa…
    hati hati kalau mengatakan sesuatu..
    rosullillah sendiri hanya memberi penjabaran kiamat itu bagaimana..tidak berani mengatakan waktunya..
    lah sampean semua siapa..kadar maqom lihat dengan mengaca diri..
    semua perkataan sedikitpun akan dipertanggung jawabkan..pasti..
    hati-hati…jangan mengira-ngira…berat hukumnya…dan jangan menyesatkan UMMAT
    istighfar bro…
    jangan bawa-bawa pengalaman yang mentah menjadi besar..
    seperti indigo..mampu melihat masa depan??????
    aneh…kemana arah pikiran sehat….

    ada peribahasa eyang siliwangi mengatakan..
    loba jalma pinter , tapi pinterna kabalinger….
    renungkan itu..
    wassalam

    • Kalo Indigo saja dianggap pikiran nya gak sehat ………..
      apa lagi yang ngarang-ngarang dan ngaku-ngaku sok tahu …….?
      maka yang sok ngaku-ngaku diri dan ngarang ngarang cerita, itulah pikiran yang nggak pernah sehat, makanya ceritanya ngawur melulu, nggak pernah nyambung.

      annnneeeeehhhhhhhhhhh………..bro………..ibro…………!

  2. ya . sp sampae sekarang sudah ikut membangun negara dengan konkrit enggak ya. atau bisa jadi kita yang nggak tau kerja kongkrit SP mas Sabdo. nyela nimbrung . salam rahayu.

  3. olads said: Kita bisa belajar mencermati berbagai artikel makalah dan tulisan ataupun komentar yang ada disini, dengan cara menggunakan aqal fikiran & perasaan, maka kita bisa ukur dan rasakan, bobot dari itu semua, apakah ada kejujuran, keikhlasan, yang natural dan alamiah, ……atau hanya sekedar tulisan saja, bahkan ke ujuban, ke riaan, kesombongan…………….., semua itu bisa dicermati dengan kesadaran dana kejujuran pula.
    faqir: ini benar skl bung olads. sy juga punya keyakinan para pembaca blog ini banyak yg sdh bagus feelingnya shg bs membaca komen dgn bijak. entah dgn yg ngaku raja pandhita itu..kok sulit nyambung ya?

    • bisa jadi sampeannya yang gak nyambung mungkin…..??

    • memang dari dulupun nggak pernah ngambung,nggak pernah bisa diajak bicara dengan baik, temperamen, marah-marah, menghina, merendahkan orang lain dsb, dan sangat jauh dari akhlqul kharimah….

      heran juga saya !,

      padahal saya sudah ajak diskusi dengan kemampuan aqal fikiran, tapi malah salah tanggap.
      padahal saya ini kan orang bodoh yang sedang belajar tahu,…………eeeeh malah makin bodoh dialog dengan dia.

      Coba lihat komentar saya diatas…………tentang “Indigo” saja dia nggak tahu ??
      malah dianggap tidak punya fikiran sehat………..?.
      Padahal dia tidak pernah punya komen yang berkredibilitas.

      Sebenarnya sipa sih yang tidak sehat…………. ??
      Banyak orang yang tidak sadar kalu dirinya sedang tidak sadar….!
      Banyak orang yang tidak tahu kalu dirinya sedang tidak tahu….!
      Nah…biasanya orang beginian malah makin tersinggung dan ngotot…….

      kalau tidak percaya…………?, mari kita perhatikan komen berikutnya,,,,,,
      gak jauh-jauh amat kok………….he…he…he..

  4. hehehe..makin seru bung aja olads..mungkin beliau itu mmg suka peran antagonis jd kalo komennya banyak disengiti wong malah makin puas hatinya. apa ini termasuk kelebihan atau kena psikosomatis? sy sendiri cendrung gak mau debat kusir terlalu jauh dgn beliau itu..kembali ke terbitnya mtahari dr barat pd thn 2012 sebenarnya banyak hikmah yg kita dpt jika kita meyakini seperti itu. mungkin bung olads bisa bantu mengurai agar lbh enak dipahami?

    • Memang dalam hadits disebutkan salah satu tanda-2 kiamat makin dekat adalah Matahari terbit berpindah arah, yaitu terbit dari barat dan tenggelam di timur. Secara ilmu pengetahuan, adalah perputaran bumi dan matahari berubah total berbalik arah. Menurut hadits pula dulunya matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur. Namun bila melihat prediksi 2012 menurut pada ilmuwan dan para kaum linuwih bahwa akan terjadi badai matahari tidak disebutkan adanya perubahan rotasi. Badai matahari disebabkan karena adanya proses matahari sunyi senyap, yaitu matahari berhenti beraktifitas beberapa waktu. Waktu senyap nya matahari belum bisa di prediksi berapa lama.

      Diwaktu senyapnya mataharti inilah akan banyak terjadi perubahan kondisi bumi, seperti perubahan sistem cuaca, air laut pasang karena es kutub utara selatan mencair, dsb, dsb, yang mengakibatkan banyak bencana alam di bumi. Selanjutnya matahari akan beraktifitas kembali dengan penambahan kekuatan 30% lebih kuat dari sebelum nya.

      Saat semburan pertama kali matahari menyala inilah yang disebut badai matahari, seperti tatkala motor atau mobil, di stater untuk hidup dan menyala, akan terjadi hentakan kekuatan yang selanjutnya menurun hingga stabil, juga seperti halnya kita nyalakan kompor gas minyak tanah pertama kali, maka akan akeluarkan hentakan panas yang berlebih.

      Badai matahari tsb akan mempengaruhi dan membentuk tatanan baru dalam system cuaca, medan magnet dan listrik dll, sehingga mungkin akan terjadi berbagai perubahan posisi frequensi, dan perubahan cuaca di masing-masing wilayah negara, karena dibarengi pula dengan perubahan poros bumi yang sejajar dengan poros matahari, dan perubahan kutub magnet bumi dari utara ke selatan.

      Kita masih ingat sekitar tahun yang lalu menurut pantauan NASA bahwa matahari melambat perputarannya dan berhenti beberapa detik atas pantauan JAM MATAHARI di NASA, maka yang terjadi adalah BADAI LANINA, yang biasa terjadi dilaut yang jauh maka posisinya mendekat kearah kepulauan, yang menyebabkan keadaan cuca yang tak pernah stabil di daratan, semua ini sangat besar pengaruhnya bagi system kehidupan di bumi dalam dunia pertanian. Dan itu semua hanya karena pengaruh dalam hitungan detik saja.

      Menurut para prediksi juga bahwa 2012 adalah jaman tatanan dunia baru, dimana system cuaca akan berubah pada tiap wilayah yang juga mempengaruhi warna kehidupan pula, perubahan medan magnet dan listrik juga merubah sytem teknologi, juga akan merubah seluruh cara system aplikasi kehidupan manusia. Panas matahari akan bertembah 30 % dari sebelumnya (yaitu waktu sekarang).

      Sepertinya system tatasurya ini melakukan keseimbangan, yang akan merubah seluruh tatanan hidup manusia di bumi jauh meninggalkan jaman sekarang menuju jaman Digital Mileium style, meninggalkan jauh system Analog, dimana system teknologi sekarang akan menjadi kuno dan jadul untuk ditinggalkan. Akan ditemukan pula teknologi baru dalam system komunikasi transpotasi dll, sepertihalnya perediksi-jaman digital pada film-film.

      Kita masih ingat sejak tahun 2000 sampai sekarang 2010, hanya dalam kurun waktu 10 tahun, telah terlahir temuan teknologi yang demikian canggih, yaitu teknologi nano yang makin habisa waktunya.
      Saat ini teknologi prosesor telah menyentuh Arsitekur 32 nano, pada tahun 2000 masih 90 nano dan tahun 2006 masih 45 nano. Teknologi nano ini berkembang pula pada berbagai system teknologi persenjataan, penerbangan, komuniukasi dll. Dalam arsitektur 45 nano “Intel Core i7″ didalam nya terkandung 700 juta transistor lebih. Mau tidak mau secara tidak langsung kita telah masuk dalam persiapan tatanan dunia baru, taknologi yang kita nikmati dan gunakan dalam komputer dan internet saat ini telah berada pada posisi itu.

      Selain itu prediksi selanjutnya adalah akan bermunculan anak-anak INDIGO pada tingkat KRISTAL, yang kemampuan nya akan menjadi jembatan antara alam dunia dan alam ghaib, dimana kemampuan mereka terjadi secara alamiah tanpa belajar(LADUNI), dan tanpa adanya proses pengangkatan dan pengakuan diri atas kemampuan ghaib nya kecuali murini pembuktian atas kemampuanya itu ( jadi sangat lucu bila ada orang jaman sekarang yang hanya mengaku-ngaku saja berkemampuan sakti dengan berpangkat derajat sebagai RA/SP dan IM tanpa bukti dan kredibilitas, kecuali dagelan belaka).

      Tentu semua ini merupakan prediksi, namun prediksi ini telah tertera tanda-tanda di alam jagat raya dan bisa di ketahui bagi orang-orang yang mau berbuat untuk bersatu dengan alam, sebab perbuatan itu akan menjadikan bukti imbal balik yang nyata pada diri sendiri dan keyakinan yang baik, dari pada sekedar membicarakan ayat-ayat, dan hadist tanpa kemampuan ilmunya, karena toh semua itu perlu imu pemahaman sebagai referensinya. Tapi alangkah lengkap bila ayat dan hadist mampu dibuktikan dengan perbuatan dalam prilaku di alam nyta dari pada sekedar berbuih di mulut, yang akhirnya hanya akan menjadikan sikap Egois dan Fanatis serta taklid buta(dinding pemikiran).

      Pembuktian dalam perbuatan nyata atas nilai-nilai agama, akan lebih menjadikan jiwa yang lebih dewasa, jiwa yang dewasa akan mampu bersikap bijak karena telah arif (mengetahui), lain halnya kalau kita sering lihat dan perhatikan bila ada orang dewasa dan telah tua ber umur tapi bicaranya, pendapatnya seperti anak kecil yang kolokan, ingin dipuji, diangkat-angkat, di alem-alem, sering marah, menjelek-jelekan, dan tidak bisa menghargai dalam kehidupan ber -etika, maka sesungguhnya jiwa itu sangatlah kerdil tidak sesuai dengan usia nya.

      Orang yang ber ilmu linuwih dapat diperhatikan, bahwa makin tahu akan merasa makin bodoh, makin mampu akan merasa makin lemah, kalau dipuji akan membalas seribu kali pujian dengan rasa takut, kalau memberi tanpa imbalan, kalau punya banyak membagi, dan mereka orang-orang linuwih akan banyak teman , sahabat, karena segala niyat ucapan dan prilakunya dalam berbagai karya sangat indah mnyentuh dan mudah difahami oleh rahsa dan jiwa. Mereka orang -orang linuwih tidak pernah menganggap dirinya orang sakti, bergelar, dan berderajat, semua orang akan dianggap guru siapapun dia sejelek dan seburuk apapun, karena toh yang burukpun adalah sebuah contoh yang harus di fahami.

      Akhirnya 2012 lebih tepatnya dalam istilah, adalah merupakan berpindahnya suatu jaman menuju jaman baru, berpindahnya terbit MATAHARI HATI dari yang lampau menuju tempat tebit yang baru utuk menyongsong kehancuran(Kiamat) yang sesungguhnya. Namun tentu yang lebih sangat penting kita persiapkan yaitu kiamat diri (kiamat kecil), yaitu hancurnya seluruh jaringan tubuh melewati/merasakan kematian(kullu nafsin dzaikatul maut) menuju kehidupan yang langgeng dan abadi yaitu kehidupan yang sesungguhnya, melalu amal perbuatan yang bermanfaat yang bersumber dari “kulu nafsin dzaikatul hayyat”, bahwa semuanya itu bersumber dari “SATU KEHIDUPAN”, sedang kematian hanyalah dilewati”.

      Wallahu álam

    • planet venus bagai pinang busuk dibelah seribu dgn bumi, anggaplah sbg “cermin” untuk memprediksi masa depan bumi
      – global warming & tentang magma
      – tanpa satelit/bulan
      – mengapa arah rotasinya terbalik (di venus matahari terbit dr barat)
      – juga sbg cita rasa jika sendainya matahari membengkak/membesar
      jadi asumsi sy
      seandainya di bumi matahari terbit dari barat, jika msh ada populasi maka yg terjadi sehari2 adalah chaos, apa yg diharapkan hanyalah solusi bagaimana menyelamatkan diri sendiri. :shock:

  5. gombal mukiyo he he he he

    jangan mimpi kalo nggak tidur.negara ini rusak karena mudah diadu domba.dari jaman anjing nggak enak sampai anjing enak tetep aja masih terbelakang …..emang ada yg mampu buat pesawat terbang dengan sulap…….

  6. wah kupasan bung olads cukup dalam dan bagus utk wawasan. hanya sj bagi saya ada hikmah lain yg didpt jika kita memaknai thn 2012 matahari terbit dr barat artinya pintu tobat telah ditutup padahal skrg sdh 2010 bulan maret? artinya waktu kita utk bertobat kurang lebih hanya 20 bulan saja? ini yg menurut sy hikmah plg besar bung olads.
    sy membygkan jika hal ini dipahami oleh seorg koruptor kelas kakap yg hartanya ratusan trilyun tetapi hanya dipakai utk foya2 saja dan lalu dia meyakini thn 2012 batas akhir tobat maka dia akn buat amal kebaikan yg luar biasa misalnya sj dia bangun sekian panti asuhan yg bisa menampung ribuan anak yatim dan duafa dgn fasilitas yg lengkap..kalangan artis yg hidupnya jauh dr Tuhan juga pada tobat dan banyak lg hikmah lainnya. mungkin ada pembaca yg sejalan dgn pola ini dan bisa menambahkan agr lbh enak dibaca dan dipahami?

  7. habib bani hasyim
    dari kalimantan tengah mendatangi suatu suku dayak di kalteng..
    dimana berlaku hukum putus kepala
    sudah lama sampai ke gubernur kalteng…tiada yang mampu dan berani memasuki wilayah itu…
    kemudian sang habib memaksa masuk…
    dikepunglah ia, namun seketika matilah kepala suku dayak tersebut…
    semua mundur….menangisi kepala suku yang tewas…
    sebulan kemudian suku dayakpun HIDUP kembali..
    mencari dan bersimpuh dikaki sang habib…akhirnya tunduklah seluruh warga suku..
    hingga mereka semua memeluk agama islam…
    dalam renungan malam…
    sang habib munajat ditengah hutan kalteng…disekeliling rumput yang menemani…
    dia munajat memohon petunjuk…
    siapakah sosok pepimpin negeri ini yang akan mampu membawa nuswantara JAYA dan MAKMUR
    dari silsilah Nuh turun ke Sulaiman hingga ke Isa binti Maryam akhirnya turunlah bunda ratu Bilqis…
    dengan tentram menerangkan…
    ” bahwa raja pertama pulau jawa sudah lama bermukim di kalimantan, bahwa seluruh sesepuh Mataram, majapahit, pajajaran para buhun, bunian, para leluhur para karuhun , para aulia sudah bersidang..
    bahwasanya telah ditunjuk sesosok pemimpin…
    yang akan memimpin nuswantara….yang akan membuka semua harta nuswantara demi kesejahteraan rakyat nuswantara..
    diantara menunggu..pertama harta yang akan dibuka sebagai kunci pembuka atas harta raja raja tempo dulu..adalah harta keraton cirebon.
    yang mampu membuka kuncinya adalah sesosok satria piningit….
    seluruh sesepuh akan kembali SIDANG melantik RA nanti ditahun ini dibulan ROA..insya alloh..
    habibpun melaju kecendana,kemudian menemui 20 jendral termasuk wiranto..
    akhirnya berkumpullah dicirebon
    dimana satria piningit berada..
    didepan para sepuh cirebon..dia mengatakan kepada RA…
    dari ujung kaki hingga kepala,anda sudah memiliki RAJAH dari seluruh para sepuh termasuk sunan 9
    dia membantu proses pembukaan jati diri RA memisahkan antara jasad dengan nur muhammad…
    ……merangkai semua ilham yang selama ini terberai..
    mereka dengan pandangan mata TAK PERCAYA …MANATAPKU…..
    semakin tinggi habib bercengkrama dengan rahasia diriku,semakin error frekwensi gelombang tata bahasa dan maknanya
    aku bilang…
    tidak mungkin seluruh sepuh memilihku..ASAL PADU,ASAL PILIH….
    mereka lebih waspada dan lebih memahami….rahasia dibalik rahasia
    salam sejahtera wayang janoko,bambang wijatmoko..
    wassalam

    • krn baca cerita paduka tuan raja, ane jadi pengen punya gelar juga
      pribados kan orangnya gila hormat juga, pengen terkenal, secara gw gituloh

      tapi hmmm milih apa ya…soalnya gelar/jabatan/sebutan RA/SP/Imam Mahdi dah reserved
      oh iya ya
      ini aja dech masih lowong kynya–> Meshiha Deghala :cool:
      lebih keren kan cuy. :roll:

    • buat smuanya yg saya hormati.
      marilah kita kembali ke sifat yg arif dan bijaksana.
      yang lg sakit kita do,akan smoga cept sembuh, kita ambil hikmahnya aja.
      inilah kehidupan bermasyarakt yg ber aneka ragam .
      kata org bijak” NGARAH APIK YO DI GAWE APIK NGARAH OLO YO DI GAWE APIK”
      memang harus ada yg suka menghujat d nyalahin org lain tanpa melihat diri sendiri ,
      tapi jika kita balas dgn hujatan d nyalahin dia ,maka g akan pernh selesai d begitu seterusnya.dan apa bedanya kita dgn dia,…?
      maka biarkn air itu mengalir pada temptnya.
      salam damai dan sentosa.

    • @ RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI on Februari 20, 2010 at 11:44 am

      saya kasih tau/……AKULAH RATU ADIL RAJA PHANDITA
      sudah saatnya satria piningit membuka diri…bukan piningit lagi???
      ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

      Lihatlah ini contoh kalau orang saraf nya terganggu …..halusinasi , alias mabok !
      masa ada ratu raja satrio dan imam muncul di internet ,.????
      sementara orang lain mengacuhkan…..?
      dia anggap orang-2 disini bodo semua……..

      orang ginian mah harus masuk ke ruang rehabilitasi,….
      mungkin saja dia stress dan gila hormat, banyak ngelamun jadi orang sakti.
      akhirnya jiwanya perlu dibenahi ….bro !

  8. Hmm…kok tambah mbingungin ceritanya….ibarat pohon padi yang masih hijau melawan pohon padi yang sudah tua….tapi tambah seru aja ceritanya….kayak mbaca cerita silat tempo dulu….tapi lakone kok belum muncul2…ditunggu episode berikutnya yah :D

    • Yah……………maklum namanya juga halusinasi,
      ibaratnamah orang ngelamun, bisa bener bisa tidak informasi jin qorin nya.

      kalau orang lain yang ngomong dengan referensi ilmu pengetahuan pasti di salah-salahin dengan marah-marah tanpa sebab,
      kalau yang ngomong nya pake hal ghaib diledek dan di hina abis-abisan, seakan akan dirinyalah yang paling bener, bari jeung gak ada patokannya.
      maklum lah namanya oge orok diajar ngomong, rada-rada panyakitan gitulah….

      akanya ceritanya gak akan pernah nyambung..,…………bro, mbingungin.

    • ini dari kisabdalangit yang punya rumah :

      Buat Kang ades, bangsa ini menunggu langkah konkrit RA/SP, jadi segeralah berbuat sesuatu yg bermanfaat secara konkrit utk negeri ini, karena masyarakat sudah terlalu jengah dan menderita oleh keadaan yg carut marut.
      aneh manehmah sujang,olabs????????????

    • aneh manehmah sades..!!!!!! ????

      apa maneh gak ngerti apa yang dimaksudkan atas tulisan tsb ???,
      untuk segera berbuat langkah kongkrit yang manfaat untiuk negri ???,

      kalau memang maneh raja phandita, maka segeralah berbuat untuk nusantara…!,
      kalau memang maneh ratu adil, maka segeralah berbuat untuk nusantra..!
      kalau memang maneh satrio piningit, maka segeralah berbuat untuk nusantara.!
      kalau memang maeng imam mahdi, maka seferalah berbuat untuk nusantara ..!

      buktikan dong dengan langkah kongkrit……….!!!
      jangan cuma ngaku-ngaku wungkul…………….!!!
      jangan banyak nyadur-nyadur dan niru-niru cerita orang lain …….!!!

      jangan banyak cocot maricot……..
      jangan banyak olab ngabudah …..

      Langkah kongkrit bentuk nyata di lapangan, itulah yang di tunggu-tunggu bangsa ini.
      kalau memang ente raja pandita, ratu satrio dan imam………..
      jangan cuma ngaku-ngaku dan cuma pamer gelar malulu yg anda sampaikan,,,
      bauuuuuu, bro………..!!!!

      Ratu, Raja, Satrio, dan Imam Mahdi, gak akan dateng dan tulas tulis di Internet…..tauuuuu !!!!
      Beliau akan datang dengan langkah kongkrit di alam nyata……bukan di dunia maya…kehed !!!

      naha ari maneh teu ngarti-ngarti ti baheula teh………..
      ari belegug ulah di kukut…….., bodo ulah di piara………
      hantem weh dagang ayat, ….dagang wirid,………..moal payu didieu mah !!!.

      memangna maneh wungkul tuturus ti pajajaran teh……….!!!.
      dasar cau di korangan……., dasar ambon sorangan,,,!!!
      gede ambek, goreng pikir, asa aing pang bener na……..!!!,

  9. Apa yg sudah yg uraian2 tentang SP/RA di atas, adalah merupakan sebuah penelitian untuk mengggali & dorongan untuk belajar bagaimana agar aset bumi nusantara bisa lahir.
    Artinya pekerjaan ini bagi sy merupakan karya nyata ketimbang sekedar ngrumpi di blok ini. Cape berbantah-bantahan, ada yg percaya atau tidak percaya ttg hadirnya SP/RA itu terserah keyakinan masing2 & penelitian sy juga belum tentu benar kebenarannya. Sy cuma merasa ada sesuatu yg hilang yg harus sy ketemukan.

    Kitab Musarar Jayabaya bait 160 “sadurunge ana tetenger lintang kemu-kus lawa ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi, parak esuk bener ilange BETARA SURYA njumedhul bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa kelantur-lantur iku tandane putra Bethara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa”

    Bait 161 “Dununge ana sikile redi Lawu sisih Wetan, Wetane bengawan banyu, andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon Dara tundha tiga, kaya manungsa angleledha”.

    Bait 164 “Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu hiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti mumpuni sakabehing laku nugel tanah Jawa kaping pindho ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda landhepe triniji suci bener, jejeg, jujur kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong”

    Ketiga bait tsb menurut sy petunjuk yg sangat berharga. Bahwa pemilik pusaka/besi adalah putra batara Indra. Batara adalah sebutan raja, Batara Indra adalah nama lain raja Majapahit ke-V, pusaka tsb adalah milik beliau yg diwariskan kepada anaknya yg kelak akan turun kearcapada, menitis kpd seseorang yg nantinya sbg SP/RA, yg akan membantu nusantara ketika keprihatinan manusia sudah SANGAT SENGSARA. Dialah yg diemong oleh Sabdopalon.

    Sy akan menguraikan perkara2 yg disebut oleh NOSTRADAMUS berdasarkan hadis, sekaligus kita kaitkan dgn teori pujangga kita :
    1. Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali, baginda berkata :
    “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yg memenuhi bumi ini dengan keadilan, maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama pemuda bani tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al-Mahdi” (Hadis riwayat At Tabrani).
    2. Dari Tsauban R.A. dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW :
    “Akan datang panji-panji hitam dari sebelah Timur, seolah2 hati mereka umpama KEPINGAN-KEPINGAN BESI. Barang siapa mendengar ttg mereka hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kpd mereka sekalipun merangkak di atas salji” (Dikeluarkan oleh Al-Hafiz Abu Naim).
    3. Dia muncul dari negeri yg terletak di pertemuan 3 buah laut. Indonesia adalah kepulauan, oleh itu sudah tentu dikelilingi oleh laut.

    Mengenai hal ini sudah sy terangkan tentang 3 kunci segi tiga (ringin telu) yaitu laut utara, laut selatan dan laut barat (lambang ini hanya sy yg tahu) ditengah segi tiga tersebut terdapat lingkaran sbg lambang (juga hanya sy yg tahu). Simak analisa sy di http://gantharwa.wordpress.com/2007/06/26/ramalan-sabdopalon
    4. Munculnya menggemparkan Timur dan Barat.
    5. Dia merayakan hari kamis sbg hari istimewa bagi dirinya, khususnya hari Kamis malam Jum’at Kliwon.
    Terima kasih

  10. sy juga punya keyakinan yg dimaksud dr timur itu dr indonesia dan diperkuat dgn letaknya di apit 3 laut..dan dia akn muncul pd 2012 jd kurang lebih 20 bulan lg InsyaAllah. kepada para pembaca agr jgn bingung membaca info ini. bagi sy yg terpenting adalah menjaga iman kita, tauhid kita kpd YG MAHA KUASA shg ketika SP muncul kita sdh siap bergabung dgn beliau..

  11. Mas Raden Kuswanto & Ki SABDå : Kalo melihat penjelasan panjenengan, menurut saya kok mengarah pada suatu jama’ah tertentu yg suka ngumpul setiap hari kamis malem jum’at, dimana sassus yg berkembang waktu itu katanya di daerah magetan ngawi ada seorang kiai (skrg umurnya hampir 40 tahunan) masih dari garis nabi semenjak kecil dididik secara islami oleh keluarganya dan sekarang punya ponpes sendiri kebanyakan santrinya yg ribuan dari org2 miskin dan anak yatim semua, hidupnya sederhana, jauh dari politik……Apa bener mengarah pd org ini, minta tolong yah diterawang untuk memenuhi rasa penasaran ini…… :)

    • Noname Yth
      Bukan itu…! :)
      Coba nanti tahun 2011 kita sama-sama cermati, bilamana ada 2 peristiwa besar di tlatah Magelang dan Ambarawa. Saat PUSER BUMI di bukit Tidar mbledos, dan Rawapening berkobar api. Keduanya terjadi dalam waktu yg hampir bersamaan dan diikuti semua gunung berapi di negeri ini meletus. Itulah tanda-tandanya saat sosok yg ditunggu-tunggu negeri ini (dan dunia) turun ke mercapada.
      Salam sih katresnan

  12. Ki SABDå : kalo berdasarkan dari jawaban panjenengan yg singkat dan lugas, kayanya sudah tahu siapa dan dimana calon orgnya….boleh kasih info2 sedikit sama kita2 yg awam ini ciri2 fisik beliau, disekitaran mana beliau skrg berada dan kira2 kapan beliau ini akan dikeluarkan dari piningitnya…..paling ngga biar sedikit terang benderanglah infonya….matur nuhun sanget yah ki…..

    • Noname Yth
      Apa yg diulas Pak Raden Kuswanto dan Mas Faqir, SP berasal dari pertemuan 3 samudra itu adl Indonesia benar adanya. Itu sebagai sebagian tanda-tanda yg lebih general. Bahwa th 2012 akan terjadi peristiwa sebagaimana Mas Bambang sinyalir tentunya besar kemungkinan itu akan terjadi. Terutama, peristiwa lengsernya SBY 2012. Pak Bud lebih awal lagi. Bukannya nggege mongso, tetapi pendekatan melalui prinsip cakra manggilingan mengarah ke terjadinya peristiwa itu. Di balik peristiwa itu, merupakan pambukaning jalan bagi Satrio Pambukaning GApura. Negeri ini harus me-reset, lalu memformat ulang, dan meng up grade sofware. Negeri ini harus mengulang seperti saat sangkaning dumadi awal mula adanya nusantara. Semua org akan mau tidak mau akhirnya mengarahkan perhatiannya ke sosok generasi Kutai Lama.

      salam karaharjan

  13. Saudara-saudara yang saya kasihi……banyak pernyataan di topik ini yang masih di luar jangkauan pengalaman saya. Mudah-mudahan suatu saat yang bisa menyaksikan langsung kebenaran yang disampaikan Kang Sabdo dan saudara-saudara yang lain. Namun satu hal yang pasti adalah, saya yakin bahwa memang sudah saatnya kita bekerja lebih keras sesuai “tugas” kita masing-masing untuk memperbaiki bangsa ini.

    Salam karaharjan kangge sedoyo.
    SHD

  14. abdullah Dzu Qolbin salim -trisno

    assalamu’aliakum,
    membaca dan mencoba memahami postingan mas sabda dan komentar2 guru2 semua ternyata bisa menghabiskan waktu berjam jam dari pagi tadi sampai saat ini “dipotong break makan dan jum’atan”

    saya nga bisa komen apa2 karena saya nga punya ilmu apapun ttg ini, syukur alhamdulillah kebayakan sudah menyampaikan pandangannya dan jadi pengetahuan baru bagi saya.

    matur suwon bagi yang ikhlas berbagi, semoga makin banyak yang membagi ilmu masing2
    ke pada kami2 yang awam ini.

    semoga kesemuanya informasi di atas bisa menambah kazanah utk membangun Indonesia dan bumi sesuai fitrahnya utk tunduk pada sunnah dan kodrat Ilahi Robbul jalil

    salam

  15. Mari bersatu mengubah dunia menjadi lebih baik

    Assalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)

    Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan
    (Pentingnya Peranan Pemuda Bani Tamim)

    “Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada ‘disisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dan kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyinggkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dan kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi. (riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, AbuNu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)” Dan Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali telah bersabda: “Akan keluar dan sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan (Imam Mahdi) . Maka apabila kamu menyakini yang demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari BaniTamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.”(Riwayat At Thabrani) Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhirzaman terjadi di tangan seorang pemuda dan Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengan kata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung. Pemuda Bani Tamim ibarat switch, sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila switch tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan ‘zahir’ bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya. Pemuda Bani Tamim merintis jalan kemudian disambung oleh Imam Mahdi yang akan menegakkan Ummah. Perjuangan dua orang pemimpin ini seperti perjuangan Nabi Harun as. dan Nabi Musa as, yakni berjuang bersamadalam satu zaman dengan mind dan metode yang sama. Kalau diibaratkan orang yang sedang membangun rumah, maka Pemuda Bani Tamim adalah orang yang membangunkan pondasi rumah itu. Untuk membangun rumah yang kokoh tentulah pondasinya harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela, lantai dan sebagainya. Sedangkan Nabi Isa berperan untuk menyempumakan rumah itu, mengisi dengan perabot, menata, serta menghiasinya dengan seindah mungkin. Demikianlah gambaran peranan tiga orang pemimpin besar kurun ini.

    Mengingat pentingnya peranan Pemuda Bani Tamim sudah sepatutnya umat Islam berusaha mencarinya agar dapat dalam kebenaran serta ikut berperan dalam perjuangannya. Bersamanya kita akan mendapat keselamatandan kejayaan di dunia dan di akhirat. Tetapi tidak tertutup peluang bagi setiap pemimpin yang memiliki cita-cita Islam yang tinggi atau pun bagi para ulama yang merasa dirinya mampu, yang dapat berusaha menjadikan dirinya Pemuda Bani Tamim, siapa tahu dia adalah Pemuda yang disabdakan. Seperti halnya para sahabat berlomba-lomba untuk membuktikan sabda Rasulullah SAW bahwa konstantinopel akan jatuh ditangan pemimpin yang baik, dengan harapan di tangan merekalah terjadinya janji itu. Oleh kerana itu, siapa pun dipersilakan untuk merebut peluang ini. Tidak salah dan tidak keterlaluan bila seseorang berlomba-lomba membuktikan dirinya sebagai Pemuda Bani Tamim selagi tanda-tanda besarnya belum terjadi. Bahkan sepatutnya begitu supaya kita sensitif dan serius terhadap setiap janji-janji Allah. Namun sekiranya kita mampu untuk mencapai cita-cita yang amat tinggi itu kita mesti melihat dan mencari kalau ada orang lain yang mampu dan memang sedang bersungguh-sungguh merintis jalan. Bila ternyata ada seseorang pemimpin dan jemaahnya yang telah mampu membuat model masyarakat Islam, maka bergabunglah dengan perjuangannya dan jangan tunda-tunda lagi.

    Duhai saudaraku, marilah kita berjihad bersama-sama guna membuka jalan Sang Imam yang akan memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan.

    Bagi anda yang ingin mengetahui panduan jihad silakan kunjungi http://www.benderahitam.wordpress.com

    Bagi anda yang ingin main-main ke blog saya silakan kunjungi http://www.bangbois.blogspot.com

    Wassalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)

    Peace V ^_^
    ===================================================
    Alhamdullilah… Para pemikir… Mujahid pena… kian bersemangat dan terus bergandengan tangan melawan kaum materialis dan setanis dengan untaian kata, yang dengan ikhlas dilakukan demi ridha Allah semata, walaupun hanya satu ayat. Berbahagialah Orang Islam Sedunia, Insya Allah dalam waktu dekat, mungkin satu, tiga, delapan, atau sebelas tahun lagi, terhitung mulai tahun 2008, Wallahu’alam. Akan datang seseorang dan berkata, “Hai umat manusia, mulai saat ini pemimpinmu adalah Al Mahdi.”

    Waspadalah!!! Hipnotis illuminate ada dimana-mana, dalam poster-poster, dalam cover-cover, dalam tayangan tv, dan lain sebagainya. berusaha mengendalikan alam bawah sadar kita untuk mengikuti pesan “New World Order”

  16. Satria Piningit ( SP ) = keturunan Jawa & Sunda
    Ratu Adil ( RA ) = keturunan Sunda
    SP & RA dua sosok yg berbeda

    Senjata / Pedoman SP = Trisula Wedha = Pasrah, Ikhlas, dan Sabar
    Senjata / Pedoman RA = Pedang Katresnan = Pedang Keadilan

  17. raja phandita,turunan ka 7 suryakancana..salasilah surawisesa
    ke lamun pangrango ngaguruh..
    mun tangkuban parahu caang ditengah peuting…tah eta geus waktuna..
    sangkuriang nagih janji…
    tidak ada urusan kerajaan cirebon ketimur…
    kuaing di siksa lahir bhatin jalma-jalma nu sok asa aing bener tapi pinter kabalinger..
    nyangsarakeun jalma…
    MENYESATKAN UMMAT….

    gulanggulung ngagugulung nafsu
    kusabab awak teu ngajangkungan
    ceuk saha gatotkaca butekel pendek
    ayanage gagah perkasa
    ari semarteh sabdo palon anu noyogenggong
    lain dijawa lain disumatra
    tapi ngariung di kutai kartanegara
    geus ulah ngarariung teupuguh basa
    neang sajatina ratu adil raja phandita
    moal kahontal kupada salira
    lain manon lain maqom
    ulah jadi tambah LOBA DOSA…

    sapta aji saepi tujuh
    lain dongeng lain carita
    indonesia bakal robah jaman,nuswantara jaya

    • sok atuh gera nyingkah ti dieu,……….
      ulah milu ngariung teu puguh basa cocot maricot
      da taya nu hayang nyaho sajatina raja phandita
      nu puguhmah ngalilu-lilu wungkul
      lantaran teu sawawa lain makom lain manon

      rek turunan ka 7, rek ka 70, atawa ka 700, da moal jadi matak
      nu puguh mah gera migawe langkah kongkrit
      lamun bener eta basa jeng carita,
      ulah ukur catur tanpa bukur
      teu paedah ukur ngabudah

      ari nu disebut raja, hade basa jeung carita
      di sebut pandita, benghar elmu pangabisa
      komo deui ratu satria kalawan imam
      geus katelah teu kudu bewara

      jalma bener tara pamrih ku pamuji
      pamuji gusti anu utami
      sipat agul ku payung butut
      ciri jalma nu teu matut

    • yth. Raja Pandita
      Siapa tau anda benar sbg SP?
      mas Raden Kuswanto pernah menulis di tabloit majalah “Posmo”, menurut keterangan pusaka pengayom nusantara (ada suara tanpa wujud) yg mengatakan bahwa kelak akan ada 3 (tiga) anak yg bertemu :
      1. Bernama Minal Ashaqul Ashaq sufi Tarekatullah Sejatina Neng Islam (anak ini masih muda usianya 19 th)
      2. Generasi Sangkurian (nama belum tahu) lebih tua
      3. Kasang Laut (namanya belum tahu) lebih tua

      Ketiga anak tsb (filosofis lambang trisula) yg satu satria yg kedua sabdopalon & noyogenggong.
      Anak yg pertama isinya eyang prabu siliwangi dan eyang elang, pemilik pusaka2 nusantara yg mengandung informasi asset2 nusantara. Jika ke-3 nya belum kumpul belum bisa dhohir, kalau menurut sy sudah waktunya mereka kumpul wujudkan nusantara jaya!

      Jika memang anda memang benar2 berasal dari generasi sangkuriang berarti masih kurang satu anak lagi, apakah ada tahi lalat di tangan sebelah kiri membentuk piramid terbalik? Jika ya alhamdulillah, merapatlah nak, cari lagi yg satu belum ketemu.

    • Raja Pandhita, lagi ada dimana?
      jangan bercanda dong ….. ngaku2 generasi sangkuriang
      jangan2 cuma njiplak teori para sepuh
      kalau bener, tunjukan bukti2nya

      Ujang, aku minta tolong ….
      raja pandhita yg aku2 generasi sangkuriang dari gunung tangkuban perahu,
      gandeng bawa ke sy siapa tahu dia bener asli ….
      biasanya yg asli pendiam, gak banyak cingcong

    • santri gendeng adalh cucu NABI ADAM AS./populernya BANI ADAM,
      dan dgn memanjatkn rasa syukur sayapada ALLAH SWT. yg telh memberikn kenikmatan pd setiap jengkl nafas saya,lahir d batin.
      katurunan, menyimak sejarah bani israel,,
      bani israel adlh segolongan yg suka membanggakn nasab d keturunan, utk itu rosul SAW sendiri melarang pengikutnya utk membangga 2kan nasab d keturunan,
      krna pd hakekatnya org yg merasa bangga dgn nasab nya mk ia mundur, sebab secara otomatis ia gila hormat,
      dan org yg suka membangga 2kan dia ternina bobokkan, hingga gak mampu mencontoh ahlaq dan perjuangannya,
      sekarang mulia mana org yg dari nasab biasa 2 saja[org biasa ]tpi berahlaqul karimah,dgn keturun raja tp wungkul [adigang adigung adi guna.]
      mohon para pembaca utk menjawbnya.
      trimkasih dan mohon ma,af yg sebesar 2 nya.
      rahayu.

    • Salamungalaikum para sedulur semuanya. Kangmas Sabda Langit, kangmas Olads, dinda Ades, akang Ujang rama Budak angon, kangmas Cah Angon dan yang lainya. semoga Gusti Inghkang Maha Suci bersama kita semua. Salam Karahayon. Hamba salut dengan blognya Mas sabdalangit ini . ada pro kontra yang disuguhkan dari berbagai saudara kita yang rawuh. ada keteduhan dan ada pula pelajaran bagaimana kita menyikapi tulisan yang membuat panas , marah, jengkel, kesal bagi pembacanya. tetapi sesungguhnya itu semua justru menjadi sarana menguji keiklasan, ketulusan, keluhuran budi pekerti, ketangguhan iman dan kecerdasan spiritual bagi pembacanya. Hamba pernah mendapat pitutut luhur. sok sapa wae kang lila, legawa, iklas, sabar , budi luhur laku uripe bakal nemu kabegjan donya akherate.
      Tanpa diuji dengan realitas hidup yang dijalani , itu semua belumlah teruji . seperti halnya di sini ada Kang Olads ada Akang Ades , ada Mas Suprayitno , ada akang Ujang , dan yang lainya sesungguhnya adalah bunga bunga yang terhampar berwarna warni semerbak harum aromanya yang indah dipandang nikmat dirasakan.
      Suatu ketika bunga itu akan menjadi buah buah berkualitas yang bermanfaat bagi kehidupan . ya ya ya . tentu ada satu dua yang rontok itu sunatullah. Matur nuwun semuanya . salam kebahagiaan, ketenangan , ketentraman kedamaian dan kesejahteraan semoga beserta kita semua , rahayu rahayu rahayu. Salamungalaikuum.

      • Kang Wayang Janoko Yth
        Dospundi kabaripun panjenengan. Mugi tansah pinaringan kasantosan, rahayu wilujeng, lan berkahing Gusti tansah kajiwa kasarira dumateng panjenengan sekeluarga. Salam kagem pak Budiman, bupati wonten Bulungan, Tarakan mbok bilih panjenengan sampun asring sesrawungan kalian panjenenganipun. Ing wekdal kepengker kula wonten ing sangata, mugi ing samangke bilih sios brangkat ke Sangkurilang saget dumugi ing Tarakan. Sinten ngertos wonten wekdal pinanggihan kalian panjenengan lan para sedulur ing tlatah mrika.
        salam karaharjan

      • Kang Mas Sabdalangit ingkang kaluhuran budi dharmaning satria utama.
        Awit saking berkah pangestu panjenengan lan sedaya kadang sutresna kula tansah wilujeng di Tarakan. Kaltim. Mudah mudahan tidak lama lagi sudah diparengake wangsul Ngajojakarta. Kalau transit di bandara Juwata tarakan mampir Mas . syukur bisa jalan bareng ke leluhur yang ada di Nunukan. Sudah dekat dari Tarakan. Ya Pak Budiman Arifin besok kalau ketemu kula aturaken salamnya. Nate kepanggih nalika pados pawarta ing Bulungan .
        Salam karaharjan.

  18. kisah seorng PONGKRONG.D SI CERDIK.
    PONGKRONG,adlh seorng pemuda yg gagah namun sayang diamempunyai kesuka,an yg nyleneh,apa yg ia lihat dengr selalu ia inginkan ,namun krna dia seorng pemalas .mka keinginannya di wujudkn dgn cara melamun,
    pada suatu hari sang PONGKRONG melihat pesawat terbang ,maka ia pun melamun utk bisa terbang bak pesawat terbang ,dgn jalan pintas iapun memanjat pohon kelapa ,d setelah sampai di atas iapun memotong papah kelapa lalu menaikinya sambil melamunkn naik pesawat ,lain halnya dgn si cerdik yg giat d bukn pemalas,,
    si cerdikpun bekerja untuk memenuhi keinginanya ,dia kerja d dgn hsil jerih payahnya ia beli tiket pesawat terbang,ahirnya si crdikpun naik pesawat d bukn angan 2.
    cerita ini dari ygsaya hormati KH.FATHONI kudus.{hari mau kudus}

    kata mu,alif idhotun nasyi,in.
    di’bussababab tahdimul jibal.[cita 2 seorang pemuda adalah menahlukkan gunung]
    jadi gak mungkin kita bisa menahlukkannya jika hanya dgn melamun ,membayangkn, jarene[kata org,]
    mohn ma,af jika ada kata 2 yg kurang berkenan di hati para pembaca.
    rahayu.

  19. gong munculnya ratu adil sudah di bunyikan oleh sabdoaloh dan noyogenggong sejak 2006 yang lalu saat gempa bantul terjadi, menurut guru saya yang punya kitab jawa kuno, ratu adil sekarang sudah besar tinggal menunggu glongnya saja.katanya.tidak lama lagi akan keluar, karena itu kita harus segera tansah eleng lan waspodo karena munculnya nanti akan ada gejolak-gejolak alam yang luar biasa, bagi yang tansah eleng lan waspodo bakal selamet uripe

  20. 081312179821
    ini nomorku
    bagi siapa yang mau nemenin aku munajat barang satu jam di BUNIWANGI,dibawah kaki gunung tangkuban perahu,saya akan sangat berterimakasih..
    ini juga akan membuktikan
    siapa tau saya adalah yang selama ini kalian cari…
    no hp ini tidak berlaku untuk ujang,olads dan supriyanto,dengan segala HORMAT saya meminta anda ber3 tidak perlu memberi komen atas pernyataan saya ini,toh gak merugikan anda….
    namun bagi siapapun yang sehati dengan saya hanya perlu JUJUR..tidak perlu yang punya ilmu ini dan itu,atau gelar ini dan itu, atau NGOLOTOK AL QUR’AN….
    inipun SIAPA TAU..bisa menjawab satu pernyataan ki sabda…
    ……..segeralah bertindak karena rakyat semakin merana dan tak karuan…
    karena jika anda tau apa itu BUNIWANGI..
    BUNIWANGI ADALAH PESANGGRAHAN SURAWISESA PUTRA SRIBADUGA SILIWANGI DARI IBU PERMAISURI NYIMAYANG SUNDA KENTRING MANIK KEN BUNIWANGI PUTRI MAHKOTA EYANG SUSUK TUNGGAL…
    jika ada yang sudah khatam nur sulaiman selama 40 tahunpun,jangan gegabah,bisa mati berdiri…
    siapakah yang berani?

    • ha…ha…ha…ha…….
      Monggo kersanipun rojo pandito……
      kulo sedoyo ndereaken menopo ingkang dados maksudipun…sae-sae mawon.
      tapi mbo ya….. kalau punya niat baik jangan di selingi oleh dendam-dendam kepada sesama, bukankah itu suatu tanda runtuhnya moral dalam prilaku luhur untuk niyat yang begitu agung demi bangsa Indonesia.

      Siapa tahu memang panjenengan adalah orang yang selama ini di cari-cari,……
      memang nya dicari oleh siapa ngger………….???..
      Tapi siapa tahu pula anda bukan orang yang nya yang dicari-cari,…………..????????.
      atau panjenengan hanya terbawa oleh perasaan saja, karena Satrio yang asli akan muncul melalui tanda-tanda alam yang telah di fahami oleh orang-orang linuwih, bukan dicari-cari dengan cara coba-coba, atau dengan pernyataan diri, karena Satrio Piningit dan Ratu Adil, telah bersatu dengan alam kehidupan ini, sudah siap untuk turun sebagai mana sumpah yang menjadi catatan alam atas idzin Sang Hyang Widi.
      Bukan dicari-cari, dan tak perlu untuk dicari-cari, dan tak pelru adanya pernyataan diri, dan dicari-cari pada diri sendiri, sebab hal itu seudah terpatri pada Alam Nusantara Jaya.
      Kita tinggal mempersiapkan diri untuk menyongsong nya sesuai tanda-tanda alam yang telah disampaikannya.

      Beliau adalah yang disebut : SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU

      Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, memimpin negri mencapai zaman keemasan yang sejati.

      Kedatangan nya sesuai apa yang telah menjadi keharusan dalam perjalanan Nusantara dalam tatanan spitirual NOTONOGORO. NOTONO telah dilalui bngasa ini dengan berbagai perjuangan, tinggalah GORO yang akan menjadi tanda kongkrit yang akan dilalui bangsa ini dengan berbagai GORO-GORO.

      Marilah kita simak dan fahami dengan segala kerendahan hati eling lan waspodo terhadap gejala alam dalam eksekusi keseimbangan goro-goro, dimana ini semua akan menjadikan kesadaran manusia agar manusia memanfaatkan waktu dan kondisi nya untuk berbuat kebaikan, jauhkan kesombongn ke egoisan, dan merasa paling benar , serta berubah menuju budi pekerti luhur Nusantara, agar terhindar dri seleksi alam goro-goro yang sekarang telah dan sedang dimulai dalam kehidupan alam dan manusianya.

      Serta tetap memohon perlindungn kepada Tuhan (Sanghyang Jagad) yang telah meng utus manusia dengan anugerah dan kasih sayang dening Gusti Ingkang Murbeng Dumadi.

      thq.

    • Sy setuju dgn pendapat Mas Larejawi :
      “…….. Satrio yang asli akan muncul melalui tanda-tanda alam yang telah di fahami oleh orang-orang linuwih, bukan dicari-cari dengan cara coba-coba, atau dengan pernyataan diri, karena Satrio Piningit dan Ratu Adil, telah bersatu dengan alam kehidupan ini.”

      Betul mas Larejawi …. SP & RA adalah suami – istri.
      Mohon doanya …. Mudah2an saja mrk bs menggali kekayaan majapahit & pajajaran yg hilang ditelan bumi untuk kemakmuran rakyat nusantara.

      cuplikan ini sy cuplik dari kiriman ibu Reni Restiana di blognya Gantharwa.

      http://gantharwa.wordpress.com/qa/#comment-7723

      Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
      Salam Hormat’

      Harewos kanggo urang Sunda.

      Naratas

      Cunduk waktu ninggang mangsa
      Nyampeur lalakon nukateundeun
      Neang sajarah nu katunda
      Pajajaran nu ancur lebur jadi lebu
      Nu aya tinggal carita
      Satria nu merih nyuhunkeun ka Gusti nu Maha Suci
      Hiji mangsa bakal bisa ngawangun nagara

      Majapahit nujadi cukang lantaran
      Nukatelah perang Bubat
      Gajah Mada doroweksa
      Hilap ku Sumpah Palapa
      Hanjakal teu aya guna
      Majapahit nu gagah perkasa
      Tatapa neda panghampura

      Pangdua ti dua nagara
      Nusantara nu pernah jaya
      Ayeuna mangsana hudang
      Geus jadi ramalan Jayabaya
      Istri kalahiran tanah Sunda 5555 eta cirina
      Pisah ti sepuh diasuh di kandang ka hiji
      Nu bakal ngolah nagara, nanjerkeun kabeneran negakkeun kaadilan

      Mimiti dibere beja, reuwas kabina-bina
      Naha kuring nukapeto jalma bodo katotoloyo
      Hak nu geus tangtu teu bisa diaku batur
      Dina waktu sawindu ditungtun Kyai ti alam ghaib
      Sang caroge nu janten guruna
      Ibadah pokokna, kasabaran modalna, Iman jeung Taqwa jadi koncina
      Sangkan jadi pamimpin anu jujur, adil, tur bijaksana

      Hiji awak dua jiwa
      Neruskeun lalakon baheula
      Mugi kenging ridho Allah
      Ngeuyeuk nagara nu geus karancang
      Sangkan tata tentrem gemah ripah lohjinawi
      Bru di juru, bro di panto, ngalayah di tengah imah
      Amin, ya Robal Alamin

      Dikotret jam 17.00
      Di Sukabumi ping 02 September 2008, atanapi
      02 Ramadhan 1429 H.

      ——————–
      Naratas tsb hampir mirip dgn analisa Raden Kuswanto pada tanggal 10 Maret 2010.
      Analisanya menceritakan tragedi Majapahit – Pajajaran, yg dilambangkan pd pusaka Oumyang Jembe, ditemukan di sungai oleh pengembala kerbau pd th 2008 di Banyuwangi.

      Dikisahkn, R. Wijaya dapat wejangan dri kakeknya, kelak ia akan mendirikan kerajaan majapahit, janganlah mnyerang Sunda Galuh/pajajaran, krn masih saudaranya sendiri, pesan tsb terpatri pd pusaka Oumyang Jembe.
      Selepas wafatnya R. Wijaya, sampai kpd keturunan Prabu Hayam Wuruk, wejangan kakeknya oleh generasi selanjutnya dilupakan, karena ambisi Gajah Mada, terjadilah tragedi “Bubad”.
      Pesan & peristiwa diagendakan pada pusaka Oumyang Jembe, pada pamor “Pohon Beringin” dibawahnya ada undak2an spt rumah burung dara, Pohon Beringin maksudnya menanam pohon bersama, undakan/pemisah dibawah lambang pohon beringin maksudnya dua saudara tsb berpisah yaitu Majapahit dan Pajajaran.

    • Salam mas Raja Phandita

      Menurut sy, komentar Raja Phandita mengenai SP juga benar,

      dlm hal ini bebas2 aja bpendapat ttg sosok SP/RA.
      Krn memang sosok SP/RA masih samar2, ttp mungkin yg ingin didenger oleh kawan2 adalah dlm hal pemaparan argumen yg perlu dikupas shg menarik dibaca.

      spt komentar mas Raja Phandita spt ini :

      inipun SIAPA TAU..bisa menjawab satu pernyataan ki sabda…
      ……..segeralah bertindak karena rakyat semakin merana dan tak karuan…
      karena jika anda tau apa itu BUNIWANGI..
      BUNIWANGI ADALAH PESANGGRAHAN SURAWISESA PUTRA SRIBADUGA SILIWANGI DARI IBU PERMAISURI NYIMAYANG SUNDA KENTRING MANIK KEN BUNIWANGI PUTRI MAHKOTA EYANG SUSUK TUNGGAL…

      Mungkin pembaca juga pingin tahu ttg Buniwangi menurut sy juga menarik untuk dibahas, apa kaitannya Buniwangi dgn SP/RA?
      Kritik dari pembaca adalah hal yg wajar,
      siapa tahu mas Raja Phandita adalah betul yg dicari oleh salah satu pembaca di blog ini sbg SP/RA?
      ttp dasar apa sbg sosok SP/RA?
      apakah krn dasar keturunan Sri Baduga Siliwangi dari Ibu Permaisuri Nyi Mayang Sunda Kentring Manik Ken Buniwangi Putri Mahkota Eyang Susuk Tunggal?
      Dasar spt ini masih dipandang lemah, krn banyak para sepuh yg mengaku2 demikian.

      Umpamanya jika seorang SP/RA pasti ia punya pusaka pengayom nusantara spt yg dicertiakan oleh Pujangga Ronggowarsito.

      Atau kt mas Sabdalangit senjata sang calon SP. Yakni sirulah (pedang katresnan).
      Pedang katresnan adalah kasih sayang kepada seluruh mahluk dengan tidak pilih kasih, welas tanpo alis, kasih sayang tanpa pamrih. Pamrihnya sekedar menjalani semua itu sebagai kewajaran menjadi mahluk tuhan yg hidup di planet bumi, yg harus saling asah asih asuh.

      kemudian ada pernyataan dari Mas Raja Phandita :
      “jika ada yang sudah khatam nur sulaiman selama 40 tahunpun, jangan gegabah, bisa mati berdiri…”
      “siapakah yang berani?”

      kelihatannya serem bener mas Raja Phandita?
      Mohon dikasih tahu dong apa sih nur sulaiman?
      Mohon diberi alamatnya BUNIWANGI ADALAH PESANGGRAHAN SURAWISESA ?
      Sy jadi tertarik ingin kesana.

      Wassalam

  21. Bagi para rekan yang setia terhadap kejayaan Nusantarta, dan mengharap ridho Allah untuk perubahan jaman, maka waspadai, siapapun Satrio Piningit dan Ratu Adil, adalah sang pemimpin yang sedang di godok di kawah Candradimuka.

    Kemunculannya akan disertai dengan berbagai gejala alam yang akan menseleksi manusia-manusia rakus dan sombong, ujub ria dan takabur dalam kehidupan. Siapapun dia akan digilas oleh seleksi alam dimulai dari sekarang, dimana alam kehidupan akan diwarnai oleh berbagai musibah API dan AIR.

    Yang Rakus koruptor bukannya sadar malah makin menjadi
    Publik figur, tokoh, pemimpin, artis menampakan diri dalam bukti
    bukti yang tak dapat dihindari, rasa malu dan wirang telah hilang
    rakyat hanya menonton sebagai saksi pandangan tanpa halang

    demikian pula yang sombong ujub ria dan takabur
    tak pernah sadar karena setan menghibur
    mengharap-harap agar dirinnya menjadi tenar
    padahal omongan nya tak pernah benar

    waspadalah wahai saudara saudara ku
    tak ada pangkat jabatan atas mengaku-mgaku
    jangan salah jangan tertipu dan keliru
    semua itu hanya atas idzin penguasa alam yang bisu

    INILAH TERJEMAHAN UGA WANGSIT SILIHWANGI

    Yang menjadikan suatu catatan, akan datangnya SATRIO PININGIT dan RATU ADIL,
    yakni satu pasangan yang serasi antara Pemimpin dan Kekuasaannya.
    Di kerjaaan tanah Sunda Pajajaranpun demikian pula di tanah Jawa sepertihal nya Sabdo Palon, yang memeberikan suatu tanda-tanda yang dapat difahami menjadi pedoman, bagi anak cucu di Nusantara Jaya.

    Demikian terjemahannya………………..!

    Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :

    “Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

    Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan!
    Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, dan cepat memisahkan diri ke utara!
    Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur!
    Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!

    Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu:
    Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!

    Kalian yang di sebelah barat!
    Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!

    Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan!
    Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!

    Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang baik prilakunya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara. Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti!

    Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah “BUDAK ANGON”. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.

    Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan. Semenjak itu, pekerjaan dikuasai kera (monyet). Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!

    Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.

    Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi…ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.

    Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.

    Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger.

    Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan binatang. Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka.

    Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya “BUDAK ANGON”! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang.

    Para penguasa lalu menyusup,
    yang bertengkar ketakutan,
    ketakutan kehilangan negara,
    lalu mereka mencari “BUDAK ANGON”,
    yang rumahnya di ujung sungai
    pintunya setinggi batu,
    rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang.
    Semua mencari tumbal,
    tapi “BUDAK ANGON” sudah tidak ada,
    sudah pergi bersama pemuda berjanggut,
    pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!
    Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.

    Dengarkan! jaman akan berganti lagi,
    tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus,
    disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi.
    Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan.
    Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali.
    Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, Ratu Adil yang sejati.

    Tapi ratu siapa?
    darimana asalnya sang ratu?
    Nanti juga kalian akan tahu.
    Sekarang, cari oleh kalian “BUDAK ANGON”.
    Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!

    • Kang Ujang dan Budak Angon Yth
      Hatur Nuhun Pisan kang sudah mau berbagi wacana wingit nan sakral yang sangat penting untuk direnungkan bersama. Tentusaja, membacanya pun harus dgn hati bersih, batin yg bening, prasangka netral dan utk sementara menanggalkan segala macam unsur sentimen paham, ras, suku, aliran, ajaran, religi. Agar supaya nalar kita tidak tergopoh-gopoh utk mengambil kesimpulan yg salah kaprah. Kearifan sangat diperlukan utk memahami UGO WANGSIT dari leluhur agung Prabu Siliwangi tersebut, supaya tumbuh sikap yg bijaksana pada setiap diri kita.
      Walau beberapa hal dapat dijabarkan dan dianalisa dengan mudah, tapi beberapa kalimat lainnya sangat dalam dan tak mudah diungkap maknanya. Bahkan menyisakan untaian teka-teki yg teramat rumit terutama beberapa kalimat tanya terakhir. Tentu saja, pemahaman yg gegabah dan cetek nalar hanya akan melahirkan pribadi yg serba salah kaprah, aneh, bingung, dan di dalam jiwanya bisa terjangkit sindrom megalomania.
      hatur nuhun
      cageur bageur rahayu wilujeng

  22. BUDAK ANGON dalam konsep UGA WANGSIT SILIHWANGI

    Wangsit Silihwangi:
    Suatu saat nanti, apabila di tengah malam terdengar suara pembawa panji, itulah tandanya..!

    “Satrio Piningit ” kenyataan nya masih misterius. Banyak yang mencoba untuk menemukannya dengan berbgai cara, ada yang yakin telah menemukannya, bahkan juga ada yang mengaku dirinya sebagai Satrio Piningit. Apabila diteliti sosok yang telah ditemukan itu masih bisa diragukan apakah memang betulkah dia dalah si calon Ratu Adil……..????

    Budak Angon atau “penggembala” disebutkan sesungguhnya merupakan konsepsi tentang kehidupan dan kemanusiaan. Dalam konteks diri manusia, Budak Angon merupakan konsep tentang penemuan jati diri dan pengendalian diri untuk apa sesungguhnya diri kita diciptakan. Selain jasad kita yang sesungguhnya hanyalah kendaraan belaka yang harus ditundukkan, dikendalikan, dan diarahkan melalui proses “penggembalaan”, dalam diri kita juga terdapat kumpulan sifat nafsu “kebinatangan” yang tidak harus dimatikan melainkan untuk dikendalikan dan digembalakan sehingga menjadi berpotensi dan menjadi Energi Positif untuk menemukan tugas hidup yang sejati.

    Dalam konteks kehidupan antar sesama, Budak Angon menjelaskan suatu upaya dan proses penertiban, pembangunan kesadaran, serta pengarahan hubungan antar sesama yang dilandasi cinta dan kasih sayang. Suatu tatanan kehidupan yang lebih berkeadilan. Dalam konteks sosok, pribadi-pribadi yang bekerja keras, dalam upaya dan proses yang demikian disebutlah Budak Angon, dimana kita mampu menguasai diri dan mengendalikan dari segala perbudakan nafsu kebinatangan.

    Keragu-raguan yang selalu muncul mendorong untuk menela-ah dan mempelajari kembali apa yang telah diungkapkan dalam naskah-naskah leluhur kita mengenai siapa sosok Satrio Piningit yang sejati. Salah satu naskah yang biasa kita gunakan sebagai rujukan yaitu Uga Wangsit Silihwangi. Silihwangi dalam Uga Wangsitnya menyebut bahwa Si Calon Ratu Adil dengan sebutan Bocah Angon atau Pemuda Penggembala. Beberapa hal yang disebutkan dalam Uga Wangsit Silihwangi mengenai Bocah Angon yaitu :

    1. Suara minta tolong.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara para pembawa panji, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawene.” Kalimat “suara minta tolong” sepertinya sama dengan ungkapan Joyoboyo dalam bait 169 yaitu “senang menggoda dan minta secara nista, ketahuilah bahwa itu hanya ujian, jangan dihina, ada keuntungan bagi yang dimintai artinya dilindungi anda sekeluarga“.

    Bocah Angon di awal kemunculannya akan melakukan hal-hal sebagai pertanda kedatangan nya. Salah satunya adalah meminta tolong kepada orang di sekitar daerah Gunung Halimun. Tidak jelas mengapa dia minta tolong kepada orang lain, apakah dia dalam kesulitan ataukah keperluan lainnya. Yang pasti bila telah terjadi hal demikian berarti itu pertanda akan kemunculan nya.

    Sementara apabila dikaitkan dengan Ramalan Joyoboyo paba bait 169 disebutkan bila Bocah Angon tersebut “suka minta secara nista sebagai ujian”. Kalimat tersebut meng-indikasikan bahwa minta tolong itu hanya sebatas ujian bagi yang dimintai pertolongan. Ujian apakah itu? belum diketahui ujian apa yang suka dilakukan Bocah Angon pada orang. Sebaiknya mari kita tunggu saja kejadiannya.

    2. Mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala.” Kata terlanjur dilarang ini apa maksudnya? Apakah dilarang dalam mengungkap fakta-fakta, ato dilarang meluruskan sejarah? sepertinya masih diperlukan penafsiran yang lebih jauh lagi.

    Yang pasti Bocah Angon sepertinya tidak peduli dengan larangan pemimpin. Bahkan bukan hanya tidak peduli dengan larangan tersebut, tetapi lebih dari itu Bocah Angon melawan larangan si pemimpin itu sambil tertawa. Tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan si pemimpin bila dilawan sambil tertawa. Bisa-bisa Bocah Angon dalam situasi bahaya nih karena kerjanya selalu melawan sang pemimpin pengganti.

    Tentang kalimat : “suatau saat nanti akan banyak yang ditemui sebagian-sebagian karena terlanjur dilarang pemimpin baru”, menunjukkan bahwa yang akan ditemukan masyarakat memang hanya sebagian saja. Oleh karena sebagian saja maka yang ditemukan tersebut belumlah lengkap dan tentunya belum sempurna hasilnya. Tetapi tidak bagi Bocah Angon, dia terus saja mencari sambil melawan. Bisa jadi temuan si Bocah Angon ini kelak merupakan temuan yang paling lengkap dan mendekati kebenaran.

    3. Dia gembalakan ranting daun kering dan sisa potongan pohon.

    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah / pristiwa baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang begitu dan begitu”

    Bocah Angon memiliki kebiasaan mengumpulkan daun dan ranting. Kata daun dan ranting yang disebutkan Uga Wangsit Silihwangi dalam bahasa asli Sundanya yaitu “Kalakay jeung Tutunggul“. Kalakay merupakan daun kering yang jatuh ke tanah, yang biasa digunakan oleh orang jaman dulu sebagai lembaran daun untuk menulis. Sementara Tutunggul merupakan bekas tanaman yang di tebang yang masih tertancap di tanah, atau semacam dahan pohon yang biasa digunakan orang jaman dulu sebagai pena untuk menulis. Sehingga Kalakay dan Tutunggul bisa diartikan sebagai kertas dan pena.

    Bocah Angon ini memiliki kegemaran suka menggembalakan kertas dan pena. Dia terus mengumpulkan dan mengumpulkan kedua barang tersebut sebagai gembalaannya. Tidak jelas kenapa dia suka menggembalakan kertas dan pena. Kata mengumpulkan itu berarti kertas dan pena tersebut tidak hanya 1 buah, tetapi jumlahnya banyak dan itu menjadi barang kegemarannya.

    Selanjutnya disebutkan “Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah / peristiwa“. Kalimat tersebut dapat diartikan bahwa Bocah Angon menggembalakan kertas dan pena untuk menemukan sejarah dan kejadian. entah sejarah dan kejadian apa yang dia kumpulkan, tetapi bisa dipahami bahwa di Nusantara banyak sekali sejarah yang dirubah, mungkin hal tersebut bisa juga terkait dengan pelurusan sejarah bangsa Indonesia.

    Dia akan terus mengumpulkan sejarah dan kejadian-kejadian penting tentunya untuk menyelesaikan masalah di Nusantara. Wajar saja bila sejarah ditelusuri karena memang untuk menyelesaikan suatu masalah tidak bisa tidak harus mengetahui awal sejarahnya bagaimana bisa terjadi. Dengan kegemarannya menelusuri sejarah dan kejadian yang dituangkan dalam kertas dan pena tersebut kelak masalah di Nusantara akan bisa dibereskan dengan mudah. Semoga hal itu terjadi.

    4. Rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “lalu mereka mencari Budak Angon atau yang disebut anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu”. Kalimat di ujung sungai menunjukkan bahwa rumah Bocah Angon letaknya berada dekat dengan hulu sungai. Cawene tidak memberikan gambaran berapa jarak antara rumah dengan sungai tersebut. Bisa jadi hanya beberapa meter dari sungai, tetapi bisa jadi jauh puluhan meter dari sungai.

    Cawene juga tidak menyebutkan nama dari sungai tersebut sehingga agak menyulitkan untuk menentukan letak sungainya. Di Jawa terdapat banyak sekali sungai membentang dari utara hingga selatan. Dan rata-rata di pinggir sungai terdapat banyak rumah penduduk dan ini tentunya sangat menyulitkan untuk menentukan letak sungainya yang sesuai kata Silhiwangi. Namun yang pasti Bocah Angon rumahnya dekat sungai sehingga bila ada yang mengaku dirinya Bocah Angon tetapi rumahnya jauh dari sungai berarti itu tidak sesuai dengan petunjuk Uga Wangsit Cawene.

    Kemudian untuk kalimat “pintunya setinggi batu” masih perlu dipertanyakan, apakah atap rumahnya terbuat dari batu? dan juga apakah pintu rumahnya juga terbuat dari batu? kok seperti rumah nenek moyang kita dulu. Bisa jadi demikian tetapi mungkin juga tidak demikian. Kalimat tersebut bisa dipahami bahwa rumah Bocah Angon tidak hanya 1 lantai, namun bertingkat rumahnya. Hal ini diperkuat dengan ungkapan Joyoboyo dalam bait 161 yaitu “berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga“. Dari ungkapan Joyoboyo menunjukkan ada 3 lantai rumah dari Bocah Angon. Tentunya bukan rumah biasa, bisa jadi rumah tingkat ekonomi menengah atau memang Bocah Angon dari keluarga berada yang kaya? tetapi belum bisa dipastikan.

    Karena untuk membuat suatu rumah yang bertingkat dengan bahan semen untuk lantai nya, maka dari bahan semen yang padat otomatis akan membentuk batu yang keras. Sehingga bisa dipahami bila pintu lantai pertama akan setinggi batu (setinggi lantai cor tingkat dua). Memang kebanyakan rumah orang yang bertingkat pintunya pasti akan setinggi lantai dua, tepat di bawah lantai cor semen yang telah menjadi batu tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa rumah Bocah Angon memang bertingkat yang pintunya setinggi lantai tingkat dua nya.

    5. Tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh dua pohon handeuleum dan hanjuang”. Kalimat tsb disekitarnya terdapat terdapat pohon yang sangat subur dan menjadi ciri khas di sekitar rumahnya. Dalam hal ini hanya disebutkan dua buah pohon saja, artinya memang hanya ada dua buah pohon di depan rumahnya sebagai ciri yang membedakan dengan rumah lainnya.

    Apabila ditelusuri kedua jenis pohon tersebut dalam istilah bahasa Indonesianya disebut Daun Wungu ((Graptophylum pictum Griff) Tumbuhan perdu berbatang tegak ini biasanya tumbuh liar di daerah dataran rendah. Kadang-kadang di tanam juga sebagai tanaman hias di halaman rumah. Sementara Hanjuang (Cordyline) atau andong (bahasa Jawa) merupakan sekelompok tanaman hias monokotil berbatang yang sering dijumpai di taman sebagai tanaman hias, daun hanjuang khas, berbentuk lanset, berukuran agak besar dan berwarna hijau kemerah-merahan atau berwarna hijau muda.

    Sementara itu beberapa kalangan justru menafsirkan kata Handeuleum dan Hanjuang sebagai simbol saja. Benarkah kedua pohon itu sebenarnya bukan pohon hidup di atas tanah, tetapi hanya sekedar simbol saja? Coba kita lihat kembali bahwa Cawene menyebut Pemuda Penggembala dengan “Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon.”

    Kalimat “Budak Angon” atau yang disebut pemuada penggembala itu hanya simbol dari Cawene. Kemudian simbol tersebut dijelaskan bila yang digembalakan bukan binatang, tetapi daun dan ranting. Sementara kata Handeuleum dan Hanjuang tidak ada kalimat penjelasan selanjutnya. Sehingga kedua kata tersebut dapat dipastikan memang dua buah pohon yang tumbuh di atas tanah. Apabila simbol tentunya Silihwangi akan menjelaskan maksudnya.

    6. Pergi bersama pemuda berjanggut.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di “Lebak Cawene” Siapakah pemuda berjanggut tsb….? Penyebutan pemuda berjanggut ini masih perlu dipertanyakan. Apakah pemuda tersebut merupakan kerabat atau keluarga atau teman ataukah pengasuh si Bocah Angon,………. Belum jelas diketahui karena memang dalam Uga Wangsit Silihwangi tidak menyinggung mengenai hal tersebut.

    Dalam naskah-naskah lain memberitahukan bahwa Ratu Adil memiliki pengasuh yaitu Sabdo Palon. Mungkinkah pemuda berjanggut tersebut adalah Sabdo Palon….?, Sepertinya tidak,….! karena Sabdo Palon merupakan sosok lain dari manusia, sementara penyebutan kata pemuda menunjukkan dia adalah manusia. Jadi pemuda berjanggut bukanlah Sabdo Palon.

    Misteri ini masih sulit untuk diungkap yang sebenarnya. Saat Budak Angon masih menjadi sosok yang misteri, dan saat yang sama pula ada sosok lain yaitu pemuda berjanggut yang jati dirinya juga masih misteri. Namun yang pasti pemuda tersebut memiliki janggut dan kelak akan kita ketahui setelah tiba waktu kemunculan Budak Angon.

    7. Pergi membuka lahan baru di Lebak Cawene..!
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawene” Bocah Angon sepertinya tidak akan ditemukan sebelum kemunculannya. Ketika orang-orang sudah menemukan rumahnya yang di ujung sungai, dia telah pergi bersama pemuda berjanggut ke Lebak Cawene.

    Silihwangi tidak menyebutkan kemudian orang-orang akan berhasil menemukan Bocah Angon di Lebak Cawene setelah gagal menemukan di rumahnya. Tidak ada kalimat tersebut dalam Uga Wangsit Silihwangi. Karena tidak ada kata itu maka bisa disimpulkan bahwa jarak antara rumah dengan Lebak Cawene tidak dekat bahkan mungkin sangat jauh.

    Silihwangi juga tidak menyebutkan setelah pergi ke Lebak Cawene si Bocah Angon kemudian kembali lagi ke rumahnya. Karena tidak ada kalimat yang menyebutkan hal tersebut berarti Lebak Cawene merupakan tempat baru yang ditinggali Bocah Angon setelah rumahnya yang di ujung sungai di tinggal pergi. Apabila Bocah Angon kembali lagi ke rumahnya yang di ujung sungai, maka tentunya Silihwangi akan menyebutnya berhasil ditemukan di rumahnya. Sudah pasti bila orang telah menemukan rumahnya maka akan ditunggui kapan kembalinya. Tetapi ternyata tidak ada kalimat tersebut dalam Uga Wangsit Silihwangi.

    Sampai saat ini belum diketahui dimana letak Lebak Cawene berada. Dalam peta Jawa maupun peta Indonesia, tidak ada daerah yang diberi nama Lebak Cawene. Oleh karena namanya yang masih asing inilah maka banyak kalangan menafsirkan menurut keyakinannya masing-masing.

    Ada yang menafsirkan Lebak Cawene berada di lereng sebuah gunung. Ada juga yang mengatakan berada di petilasan Joyoboyo. Yang lain mengatakan berada di tempat yang ada guanya dan sebagainya membuat semakin tidak jelas saja letak Lebak Cawene dimana. Tetapi apabila kita meyakini sebuah tempat bahwa itu merupakan Lebak Cawene, maka bisa dipastikan kita akan memaksakan kehendak untuk menentukan satu orang di daerah tersebut sebagai calon Ratu Adil, maka hal tsb kuranglah tepat.

    Demikian pula yang disebut Lebak Cawene artinya bukan daratan perawan atau hutan belantara, tetapi suatu wilayah yang dihuni oleh suatu komunitas yang belum terjamah oleh pengaruh luar, baik itu ideologi, tatanan, dan lain-lain, sehingga masih memegang teguh pada adat istiadat para leluhurnya sebagai jati dirinya Oleh karena itu, penjabaran tsb harus berkaitan dengan budaya spritual

    Ketahuilah bahwa Silihwangi tidak menyebutkan Bocah Angon akan berhasil ditemukan di Lebak Cawene. Di sisi lain Silihwangi juga tidak memberikan ciri-ciri Lebak Cawene yang dia katakan sehingga mustahil Lebak Cawene bisa diketahui sebelum Ratu Adil muncul, kecuali anda lebih sakti dari Silihwangi. Kemampuan sama dengan Silihwangi aja tidak mungkin apalagi lebih tinggi dari Silihwangi, jelas tidak mungkin lagi.

    8. Gagak berkoar di dahan mati.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawene! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati”. Kata Gagak berkoar mungkinkah memang burung Gagak yang suka berkicau, ataukah itu merupakan simbol saja.

    Banyak kemungkinan mengenai Gagak berkoar tersebut. Namun dalam naskah-naskah lain seperti yang diungkap Ronggowarsito dan Joyoboyo bahwa Bocah Angon sebelum menjadi Ratu Adil hidupnya menderita, dia sering dihina oleh orang. Apabila dikaitkan dengan hal tersebut maka Gagak berkoar itu bisa juga diartikan sebagai orang-orang yang suka menghina si Bocah Angon.

    Oleh karena hidupnya yang selalu saja dihina orang, maka akhirnya Bocah Angonpun pergi meninggalkan rumahnya. Kemudian dia bersama pemuda berjanggut menuju ke Lebak Cawene untuk membuka lahan baru disana. Semua mencari tumbal bisa saja diartikan sebagai mencari berita dan ketika yang dicari si Bocah Angon sudah tidak ada, maka tidak bisa tidak mencari berita dari para Gagak yang berkoar tersebut.

    9. Ratu Adil sejati.
    Dalam Uga Wangsit Silihwangi disebutkan “Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri Ratu Adil, Ratu Adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian Budak Angon.” Kita disuruh Silihwangi untuk mencari Bocah Angon, karena dialah yang kelak akan menjadi Ratu Adil sejati.

    Sepertinya Silihwangi bermaksud memberikan pesan untuk berhati-hati dalam mencari Bocah Angon. Hal ini dikarenakan banyak sekali Bocah Angon palsu akan bermunculan di Jawa ini. Kemunculan Bocah Angon palsu bisa jadi karena dukungan orang lain akan dirinya sehingga dipaksa cocok menjadi Ratu Adil, tetapi juga bisa jadi karena terburu-buru meyakini dirinyalah si Bocah Angon.

    Lihatlah saat ini telah banyak terdengar dimana-mana dari Jawa bagian barat hingga Jawa bagian timur, orang-orang yang muncul diyakini sebagai Ratu Adil. Bahkan juga bermunculan dimana-mana orang yang mengakui dirinyalah Ratu Adil tersebut. Apabila dimintai bukti maka orang-orang tersebut akan mencocok-cocokkan diri dengan naskah-naskah yang ada untuk meyakinkan orang. Padahal kenyataan tidak semuanya cocok.

    Untuk itulah Silihwangi berpesan agar kita mencari Ratu Adil sejati, karena Ratu Adil sejati hanya satu sementara Ratu Adil palsu banyak sekali. Walaupun banyak Ratu Adil palsu, hal itu tidak akan mengubah kepastian munculnya yang asli. Apabila yang asli telah muncul maka semua akan terbukti mana yang asli dan mana yang palsu sesuai kata Silihwangi “Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian Budak Angon .”

    Demikianlah beberapa hal pembahasan mengenai Bocah Angon sesuai yang disebutkan dalam naskah Uga Wangsit Silihwangi. Silihwangi sengaja tidak begitu jelas menggambarkan si Bocah Angon dalam naskahnya sehingga sangat menyulitkan kita untuk menemukannya. Kesengajaan ini dimengerti karena memang akan banyak pihak-pihak yang tentunya menghalangi kemunculan Ratu Adil dengan berbagai alasannya.

    Pada saat Silihwangi tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai Bocah Angon. Di waktu yang sama pula kita disuruh untuk mencari si Bocah Angon tersebut. Namun yang pasti kelak akan diketahui juga mana Ratu Adil palsu dan mana Ratu Adil yang sejati tentunya setelah tiba waktu kemunculannya. Untuk itu baiknya ditunggu saja, dicari maupun tidak hasilnya tetap sama. Waktunya akan segera tiba.

    SUMBER : dari berbagai sumber

    Salam,
    Lembah Godog Suci
    Sunan Rochmat Prabu Kean Santang

  23. CIWENE adalah lebah dekat cawan, seperti mangkok besar, jika anda berada di lembah BUNIWANGI lihatlah kota bandung, dikelilingi gunung,seperti mangkok besar…
    lebak ciwene adalah nama lain dari lebakna awewe/perempuan..
    Buniwangi merupakan pesanggrahan ibu ratu nyimayang sunda kentring manik ken buniwangi, bersemayam eyang SURAWISESA putra mahkota mayangsunda+sribaduga….
    sangkuriang nagih janji, telah menitis ke satria piningit, akan kembali jaya pajajaran saat pelantikan nanti…
    yang dilantik adalah trah ke-7 suryakancana…
    karena kerajaan siliwangi berhenti saat eyang suryakancana bertahta..kemudian moksa dilembah suryakancana gede pangrango
    mahkotanya dititipka kekerajaan taji malela/geusan ulun sumedang larang, hingga sekarang masih disimpan di museum geusan ulun alun2 sumedang..
    3 beringin, adalah 3 kekuatan besar, pajajran, kutai kertanegara dan mataram kuno sanjaya harisdarma…segitiga : 3 beringin.
    budak angon : nya AING
    budak janggotan : NABIYULLOH ISA ALMASIH BINTI MARYAM…
    geus mulang ka lebak cawene, balik mulang kampung ka bandung dibawah tangkuban perahu..
    yang namanya HALIMUN bukan gunung HALIMUN BOGOR..tapi gunung tangkuban perahu SAMA DENGAN GUNUNG HALIMUN.
    mataknage, ngalawan bari SEURI..masih teu ngarti keneh wae..mangkana ulah bener ceuk sorangan tanya WAYANG JANOKO, HABIB MUHAMMAD MUBAROK TI KALIMANTAN TURUNAN BANI HASYIM wayang janoko ti jawa datang ka kutai kertanegara di TARAKAN KALTIM..
    ngobrol cing bener..tanya kisabda pasti nyaho nomerna
    KISABDALANGIT,ALANG-ALANG KUMITIR, NGABEHI,WAYANG JANOKO..TAH JALMA-JALMA NU BARALEG,NU PANTES DI AJAK BENER ANU BENER-BENER PINTER HENTEU BENER JEUNG PINTER..tapi KABALINGER..
    mangkana gunung GEDE bitu…
    antara gede pangrango..kawas adi jeung lanceuk….
    antara buniwangi jeeung pangrango kawas anak jeung inung…
    tangkuban parahu BAPANA……………………………..
    hua ha ha ha ha ……………………………………………………………………

  24. trah siliwangi ke 7
    yang akan dilantik di tanah borneo, satria piningit akan menjadi pemimpin…
    RATU ADIL….bukan tahun 2012 indonesia jaya..
    tapi nanti bulan roa,tanggal 10 bertepatan dengan hari isro mi’raj rosullilah..
    yang melantik ialah rosullilah langsung…..
    para sepuh sidang dan melantik bulan roa…tunggu saja saudara-saudara….
    rajah diseluruh tubuh telah terlihat , rajah panji almahdi……..
    bersabar saja..insya alloh sebentar lagi….
    kepada wayang janoko …salam sejahtera
    kepada habib mubarrok bani hasyim,salam sejahtera……
    memang benar..JALMA MORO JALMA MATI, LOBA JALMA EDAN PINTER KABALINGER….

    kepada ujang,jangan marah aja atuh,KENALGE HENTEU BENGEUT SIA JEUNG AING
    KEHED SIA………..
    ujang jangan cocot maricot crot TAHU GEJROT…iraha maneh ngajangkungan..BELEWEH
    hi hi hi hi
    hi hi hi hiiiiiiii

  25. ini lagi ada apa yah kisabda…..kok suasananya jadi panas begini……apakah ini tanda2nya atau ada apa…..cuman ngasih gambaran…..org bijak itu kebanyakan yg dipake ilmunya ilmu padi….makin tua makin berisi dan makin menunduk…..kalau masih tegak itu berarti masih hijau dan isinya masih sedikit…nah SP ini walaupun masih muda tapi udah seperti padi tua berisi dan kualitas unggul….tapi ini katanya lho…jgn dimasuki hati yah….jgn serius2 gitu nanggepinya he3…

  26. Ratu Adil tu Imamul Mahdi Al Muntazar, beliau akan muncul di Mekah krg lebih diawal kurun (pengertian kurun dalam bhs arab adalah 100 th), para ulama kasyaf berpendapat awal kurun adalah 1/3 th, artinya kalo skrg 1400 ke 1500 H berarti awal kurun adalah 33 th didepannya, jd 1433 H (skrg 1431 H)-betul lah tu… 2012 M !(bukan kiamat kubro!). Kata Imam As Sayuti rh dalam kitabnya yg terkenal Al Hawi Lil Fatawa… umur dunia krg lebih 7000 th dari zaman Nabi Adam as hingga kiamat kubro (dr Nabi Adam ke RSAW 5500 th, dr RSAW ke zaman kita 1431, 5500+1431=6931) … dah hampir dah!!!. Beliau berijtihad tidak ada lg abad ke 16 H, jd ini adalah akhir zaman, hanya kita tidak tahu secara tepat kiamat kubro itu. Artinya skrg 1431 H ke 1500 H masih ada 69 th lg???
    Sebelum Imamul Mahdi muncul di Mekah… di Nusantara ini (maksud Nusantara tu menurut Ronggowarsito (Ki Ageng Muhammad Sirullah rh) adalah bekas daerah kekuasaan Majapahit (krg lebih Asia Tenggara) akan bersatu di bawah bendera Islam dan dipimpin oleh Satrio Piningit. Bila kita telaah hadis2 Nabi SAW ttg Imamul Mahdi, sebelum kedatangannya akan di dahului oleh Al Fatta At Tamimi/ Syuaib bin Sholeh/ Bocah Angon/ Satrio Piningit. Beliau akan berkuasa di Asia Tenggara ini krg lebih 2 th saja. Setelah itu diserahkan akan diserahkan kpd Imamul Mahdi di Mekah. Dan Satrio Piningit inilah yang akan memberitahu kpd Umat Islam siapa Imamul Mahdi itu (krn nanti bnyk org Islam yang prejudis), Bahkan dgn SP pun bnyk yg prejudis (bertanya2 betulkah… tidak… betulkah tidak)

    • Yth.mas sabda.
      dan saudara 2 pengunjung blog ini yg saya hormati.
      teruntuk mas silat sunda yg saya hormati juga.
      mengenai imam mahdi yg turun di makkah.
      sebelumnya mohon ma,af tuk mas silat sunda d saudara semua.
      saya yg masih gendeng ini ingin berbagi kisah yg pernah saya alami d jalani, tentu saja sedikitpun tidak bermaksud utk riya /ujub.
      juga buat para pembaca yg bermukim di makkah d sekitarnya, mohon ma,af yg sebsr 2nya.

      kebetulan saya sendiri pernah tinggl di makkah kurng lebih 3 thn.meskipun keberada,an saya untk kerja, nmun saya sangt brsyukur,bnyk ilmu d hikmah yg saya peroleh selma pengembara,an saya.

      saya pernh brtanya kpd org asli pendudk setmpat, di mana imam mahdi akn di turunkn ??
      beliaupn menjawb; sesuai dgn apa yg pernh di kabarkn oleh Muhammad saw. yaitu di sebelh timur makkah, lalu saya kejar pertanya,an lgi,, kira 2 di negara mana,??
      beliau jwb ; mungkin di afgan /sekitar asia, saya juga blm tau itu hanya kira 2 krna daerah afgan skrng baru carut marut d imam mahdi akn turun di daerh mayorits islm yg lagi carut marut, begitu menurut beliau.

      dan lg saya prnah di temui org yg mengaku dari bali org itu separuh baya,
      awalnya dia nanya ke saya, dari mana kta org tsbt ,jwb saya ; dr kudus, lalu dia pn mengingtknku jgn ngaku org kudus kalau g tau sejarah pintu yg ada di dlm masjid sunan kudus. dgn keluguanku akupn minta ma,af krna g tau sambil mohon utk di ksih tau.
      lalu di mulailah cerita sejarah itu;
      di mulai dari zamannya sunan kudus, pd waktu itu negara arab masih satu.yg bernama jisir arabi,wilayahnya meliputi seluruh kawasan arab.
      lalu datanglh sunan kudus syeh ja,far asshodiq ke makkah dgn maksud menunaikan ibadah haji, namun pd waktu itu tanah arab baru di landa musibah pagebluk.
      pagi sakit sore mati begitu ngomongnya org bali.
      keada,an ini membuat raja bingung hingga ahirnya mengadakan sayembara;
      isi sayembara sbb;
      barang siapa yg bisa menghilangkan/mengusir musibah penyakit ini akan saya jadikan menantuku kata raja,
      lalu berbondong 2lah org untk mengikuti sayembara trsebut , namun tak satupn yg mampu utk menghilangkn penykit tsbt, hingga ahirnya dtnglah sunan kudus kehdapn raja;
      rajapn brtanya, siapa kamu jwb sunsn kudus ,saya ja,far shodiq dr jawa.
      dgn nada tinggi sang rajapun mengejek sang sunan, dari jawa?? disini makkah dan madinah adalah gudangnya org 2 berilmu ,itupun ga ada yg sanggup,.
      nanya lg sang raja pada sunan ; dgn apa kmu menghilangkn .
      jwb sunan ;dgn do,a dan keihlasan.lalu mulailah sunan berdo,a.
      dan sunanpun berhasil menghilangkan pagebluk atas idzin ALLAH SWT.
      lalu di panggilah sunan trsbut untk menikahi putri raja.
      namun sunan kudus menolak untuk menikahi seprti janji sayembara.
      lalu nanya raja pd sunan kenapa menolak ?!
      jwb sunanp; karena saya ihlas bkn krna sayembara.
      trharulah sang raja pd sunan yg ahirnya sunan di suruh milih hadiah apa yg di ingin kn ,
      dipilihlah satu pintu dr masjid alharam utuk di bwa pulang ke jawa yg sampai sekarang masih ada di dalam masjid sunan kudus,
      begitulah cerita org yg mengaku dr bali kesaya.

      nasihat org bali ini ke saya seprti yg di nasihatkn mas sabda d para sedulur semua, ttg zaman ahir,
      bejo bejone wong kang lali isih bejo wong kang iling, jg mengenai iling dan waspada dlln.
      setlh memberikn naseht dtnglh temn saya,sa,at itu juga org yg mengaku org bali trsebut berpamitan bali /pergi ,kupandangi keprgiannya dgn perasa,an haru d trimkasih, namun masih dlm pandangn mata saya dia [org bali trsbut] menghilang. lalu sayapun kaget d penasaran ,kukejar beliau tp udh g ada.
      d ahirnya saya teringt di tanah haram [makkah] ga di perbolehkn masuk kecuali org islam.[husus] kok ada org bali.
      dri kisah diats ; menunjuk kn bahwa bukn ketinggian ilmu yg memberi manfa,at , tp dgn landasan ihlas sabar ,arif d bijaklah yg mampu memberikn hikmah dan manfa,at
      kata org jawa; montore apik tp sing numpa,i ga iso ,yo ga mlayu.
      montor elik tp sing numpa,i pinter yo mlayu.
      kurang lebihnya mohon ma,af yg sebesar 2nya.
      rahayu.

  27. Salamungalaikum. kangmas sabda . hamba mampir tuh nanggapi akang raja. Kang Raja Pandita. itu salah pencet tulis kali ya . bukan asam sejati tetapi asma sejati. asma sejati adalah nama allah yang ke 100 yang ada pada setiap ciptaanya wabil khusus kepada setiap orang. apa sih ya itu di sebutnya Saidul Mukti kah apa ya. maklum bukan orang arab sih jadi gak fasih. wassalam. rahayu… rahayu semuanmya.

    • wangalangikum salam…..
      mas sabda dan kang janoko aji ingkang dahat luhuring budi.
      serta saudara semua yang saya hormati.
      ngapunten kang janoko aji ; saya pernh dengar asma,ul husna 99 dan di tambah 1 .
      yg 99 udh menjdi rahasia umum, nmun yg 1 pernah di ketahui oleh panglimanya raja sulaiman. ttg yg 1 ini ,mungkin jg benar apa yg kang janoko aji tuturkan ,ada di dlm setiap jiwa kita smua, tp perlu kesungguhan d pengorbanan yg tidk mudh utk bisa tahu.

      kurang fasih ,krna bukn org arab.
      kang janoko mohon ma,af yg sebesar 2nya,
      karna urusan sama yg maha pengasih dan penyayang, bukan karna bahasa /loghat,
      hal ini mengingatkn pd org tua zaman dulu ; dgn bismilahngirohman ngirokim tp beliau 2 dlm berdo,a mustajab/ di kabulkan.
      tp sekarng dgn lidh 2 modrn yg serba fasih tp blm merasuk ke hati sanubari.
      istilah org menembak burung ,ga tau di mna burungnya jd asal tembak aja, klo kena ya itu kebetulan /atw salah sasaran, he he he …
      kang janoko salam kenal.
      rahayu…

    • Salam sejahtera semuanya maaf tentu yang telah terlanjur disampaikan adalah kehendak tuhan yang maha suci. kita hanyalah wayang yang diperankan oleh dalang yang maha kuat dan maha agung yang kekuasaanya tidak terbatas di seluruh ciptaanya. Nyuwun idi palilah nyerat Kangmas Sabdalangit. Mas Santri Gendeng matur nuwun sanget mau kenal hamba. semoga Tuhan merahmati kita semua.
      Asma Allah yang ke 100 memang tidak mudah untuk mendapatkanya karena nama itu bukan sekedar nama yang diberikan oleh orang tua kita masing masing tetapi nama dari hasil perjalanan spiritual yang dalam . hanya orang orang yang mendapatkan bimbingan cahaya Illahi yang mengetahui tentang itu. Sebenarnya banyak orang orang linuwih di Nusantara yang mengetahui nama Allah ke 100 pada dirinya . Dialah orang orang yang memiliki Kuncining Urip Paweling dan Mijil. Ilmu itu adalah ilmu kasampurnaning urip menuju manunggaling Kawula SUGESTI. bukan Kawula Gusti. Maknanya miyak ghaibing pangeran ngluluhake bebandaning napsu ngudari talining tajali byak byak byak murub tanpa damar wor tanpa senggolan kang adoh tanpo wangenan. Jadi untuk mengetahui nama Allah yang ke 100 pada diri kita masing masing harus nglakoni dulu nggoleki awake dewe. mohon maaf kalau tidak berkenan mari kita hilangkan swaksangka buruk dalam diri kita terhadap siapapun yang terjadi semua kehendak Yang Maha Suci kita tonton bagaimana Tuhan Yang Maha Berkehendak mewayangkan kita semua. Mari belajar Lila Legawa, Narima Sabar budi luhur karena itu merupakan bagian dari janjine Satria Pinandhita. Salam sih katresnan semuanya. Rahayu Rahayu Rahayu.

  28. masih ada yg ketinggalan …

    bagi yg mau mencari rumahnya 3 (tiga) bocah kembar tadi ini denahnya:

    1. rumahnya spt Raden Gatutkaca (spt puser / jawa: wudel), bisa dilihat dlm cerita
    gugurnya R. Gatutkaca yg dikejar oleh senjata kunta, walaupun Raden Gatutkaca terbang
    menghindar sampai ke langit ketujuh senjata tsb tetap mengejarnya karena memang
    Raden Gatutkaca itu rumahnya. Setelah senjata kunta masuk ke pusernya maka Raden
    Gatutkaca tewas ……..
    2. atau spt Lebak Cewene, maksudnya spt lebokna (lobangnya) barang perempuan
    (maaf kurang sopan).
    3. Bentuknya spt gunung perahu. Coba perhatikan rumahnya (warangka pusaka) jika dilihat
    akan spt gunung yg atasnya spt perahu.
    4. pintunya setinggi batu

    kata eyg ku pesannya spt ini :
    bait 10.

    Ecis wesi Udharati
    Ing tembe ana Molana
    Pan cucu Rasul jatine
    Alunga mring Tanah Jawa
    Nggawa ecis punika
    Kinarya dhuwung puniku
    Dadi pundhen bekel Jawa

    Walahualan bish shawab
    wassalam

    • yth .mas sabda .
      serta tuk saudara sekalian yg saya hormati.

      buat kang mas janoko makasih sekali ats pengetahuannya hal ini sangt bermanfa,at bgiku jg saudra yg lain.
      sering 2lah berbgi pengetahuan tuk saya yg msih cubluk ini biar bisa ikut mengetahui rahasia di balik rahasia hidup ini.

      tuk kang budak angon ,
      o, ya kang ini ada tempat yg bentuknya mirip kepunya,an perempuan dan namanya juga nama barang perempuan.
      letaknya di desa menawan kec.gebog .kab.kudus.
      kira-kira 500 m dari tmpt trsebut ada sendang bidadari yg menurut penduduk setempat , di kisahkan ttg jaka tarub yg mencuri pakaian bidadari ketika sedang mandi.

      dan tempat [yg punya nm brng perempuan ]trsebt, berda di kaki gunung saptorenggo, di gunung ini terdpt maqom /petilasan eyang abi yoso ,eyang sakri dan yg lainnya,
      daerah ini terdpt bnyk sejarah org 2 zaman dahulu.

      dari aliran sendang bidadari tersebut membentuk sungai yg ahirnya ketemu dg sungai besar, di tmpt pertemuan sungai tersebut ; di namakan sabrangan 100 meter dari sabrangan di namakan setro, krna tempt petilasannya ki ageng setro[ begawan maloyo]
      tempat tersebut di kelilingi oleh tebing batu yg amat tinggi.di situ ada gubug yg depannya jarak 1m sungai, gubug trsebut menghdp ketimur /ke sungai.
      sungai tersebut berdindingkan batu alami kira -kira 6 m di seblh timur saja. belakang gubugpun tebing batu setinggi 6 meter jg, utara d selatanpun jg tebing batu yg tak kalah tinggi. jd gubug trsebut ada di lembah yg di kelilingi batu 2 tinggi. pemilik gubug trsebut masih mengembara. sambil membawa amanah sang saka merah putih. namun dia g pernah cerita /mengaku org linuwih/sp .
      diapun angon jg. d di tempat [gubug trsebut ada masjid yg bentuknya kaya payung , yaitu cuman satu saka namun itu hanya bisa di lihat oleh org yg mampu menyibak tabir kegaiban/ yg memperoleh pertolongan gusti, di tempt itu jg banyak hal tersimpan dr mulai harta sampai pusaka. cuman setiap org punya wadah masing 2 jd kalo gak haknya ya ga ikut.

      mohon ma,af kang budak angon d saudara semua, terutama mas sabda d yg punya gubug. dari kisah 2 yg kang budak angon tulis,
      saya yg cubluk ini jd teringat kesitu ,
      dan sayapun hanya menceritakan tempat 2 trsebut , d tidak bermksud mengklaim / menyangkut pautkn dgn SP.
      saya hanya berbagi kisah, mudah 2han bermanfa,at d bisa kita ambil hikmahnya.
      salam seh katresnan katur kadang sedoyo.
      rahayu.

  29. ada perintah dari ibu ratu Ambu Suti Ragen Badranaya
    kalau sy memanggilnya ibu ratu siti nuragen
    msh dlm kaitannya dgn solusi mengatasi carut marut keadaan spt ini,
    selalu terjadi musibah bencana alam terus menerus,
    Syekh Maulana Samsu Zein memberikan lambang SEMAR ANG TEMBAYAT.

    langkah yg harus dilakukan adalah melakukan ziarah ke makam leluhur utara, barat, kembali ke wengkon (selatan). langkah2 tsb adalah salah satu kunci.
    langkah tsb hampir mirip dgn 4 (empat) arah pd wangsit siliwangi, tapi kenapa yg timur tdk?

    sy pernah baca kosmologi agama hindu, spt ini :

    utara
    Dewa Visnu

    Barat Timur
    Dewa Mahadewa Dewa Siva Dewa Iswara

    Selatan
    Dewa Brama

    sdgkan kunci Majapahit Kosmologi kraton yogyakarta

    utara
    kraton Gng Merapi

    Barat kraton mataram Timur
    Khayangan, Dlephi yogyakarta Gng Lawu

    Selatan
    Kanjeng Ratu Kidul

    yg sangat menarik perhatian sy adalah ttg aset borobudur yg hilang
    kuncinya ada 4 (empat) arah, 1 pancer ditengah2.
    Subhanalloh kaya bener bangsa Indonesia.
    kelak dunia akan malu, krn telah melecehkan menyingkirkan Candi Borobudur
    dari tujuh keajaiban dunia, mrk akan terhentak malu!
    yg aneh semua aset tertera atas nama sp/ra yg telah sy sebutkan di atas.

    Walahualam bish shawab

  30. hmmm budak angon……
    ceritamu lucu membawa makna..
    anda bingung ya..nyari SP..atau anda sudah tau siapa SP…
    SP itu sudah ada..entah dimana.???
    katakan supaya terang benderang..
    atau menunggu sampe jawa hilang sebelah, kalimantan hilang sebelah
    sementara krakatu ngamuk lagi puber pengen dewasa……
    sebentar lagi jakarta dan pantura rata…..wah..bagaimana ini….
    katanya indonesia lagi kacau,banyak musibah…
    cepat cepatlah urung rembuk segera DUKUNG SP supaya segera MUNCUL
    ..bingung yah..
    jujur saya ngetik juga lagi bingung…..
    he he he..sujang ente gak perlu ngomentari kalimat saya..ok bro..peace…KOPLOK SIAH

    • @ raja phandita berkata :
      April 8th, 2010 pukul 12:34

      ………….cepat cepatlah urung rembuk segera DUKUNG SP supaya segera MUNCUL
      .bingung yah……….jujur saya ngetik juga lagi bingung…..he he he..
      sujang ente gak perlu ngomentari kalimat saya..ok bro..peace…KOPLOK SIAH
      ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

      Wahai sang raja yang selalu bingung dan bingung………
      emang siapa yang ngalarang komentar…….he…he..he……beleweh………….

      sesungguhnya kalau ente tidak buta dan membuka mata, bahwa dengan adanya artikel di Blog ini, dan semua yang turut rembug dalam hal ini adalah pendukung SP,
      dan orang yang selalu bingung dan mem-bingung-kan hanyalah ente saja….he…he…he

      aneh bener seorang calon SP kok suka sekali ngomong dengan kata-kata KASAR jauh dari sopan santun, percis seperti anak olo lehooooo………

      Buktikan langkah kongkrit….!!,……….
      janga cuma bisa nge- ramal-ramal Indonesia, semua sudah tahu kok….

      kalau jawa tinggal separo… kalimantan tinggal separo…jakarta pantura rata…
      terus si SADE tinggal apa…………..?,
      TINGGGAL NGARAN nya….?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: