Ratu Adil semakin dekat

Eyang Sabdapalon-Eyang Noyogenggong,

Satria Piningit, Ratu Adil

Prakata

Saya salut terhadap segenap upaya generasi bangsa saat ini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan bumi Nusantara meraih kejayaannya. Tampak geliat semangat ada pada para generasi muda bangsa yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bumi putra bangsa besar ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi Nusantara jika kita buta dan tidak mau peduli apa yang terjadi di zaman dulu, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah bangsa Indonesia mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi pengrusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu bangsa. Jika jati diri suatu bangsa menjadi lemah dan tidak jelas, tentu bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena selalu minder tak ada sesuatu nilai orisinil bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Bagaimana ‘jiwa dan raga’ bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Berkali-kali saya pribadi melihat suatu kebenaran sejarah yang membuktikan keagungan penduduk asli Nusantara dalam spiritualitas, seni, budaya, politik dan ekonomi, tetapi sengaja maupun tidak justru ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, bahkan dengan dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal. Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Di mata masyarakat, tindakannya hanya mengesankan sebagai wujud tindakan jahiliah/bodoh dengan disertai wajahnya yang menyiratkan nafsu angkara murka.

Ironis sekali. Jika tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik. Untuk itu budaya adiluhung sendiri harus dihina-hina dan dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebagian penduduk lokal justru lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Lebih suka ngemut kerikil dari pada ngemut gula Jawa.

Meskipun demikian berbagai tindakan intimidasi dan provokasi tidak pernah membuat orang menjadi bergidik untuk kembali menelaah nilai-nilai kearifan lokal atau nilai luhur budaya Jawa, Tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.

Sudah menjadi rumus-rumus yang tercantum di dalam hukum alam, (baca : kehendak Tuhan), bahwa kebenaran tak pernah bisa dikalah oleh kejahiliahan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kebodohan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami berbagai macam kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, –atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis–, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi senjata canggih penghancur rumus-rumus Tuhan dan tatanan keselarasan dan sistem keseimbangan di planet bumi ini. Orang jaman sekarang tampak kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Orang tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja asal muasal sumbernya. Tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam yang tersirat dalam gerak-gerik seluruh mahluk penghuninya. Sayangnya, sebagian orang lebih sering menafikkan atau mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca yang budiman tidak termasuk tipikal manusia tersebut. Agar tidak bodoh dan hidup sesat, maka dalam khasanah spiritual Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).

Wirayat Gaib

Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri,  KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yang mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.

Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau berdua entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau adalah sosok pamomong, pembimbing para Raja besar Nusantara, perannya sebagai penasehat, pelindung sekaligus guru spiritual para Raja-raja besar di Nusantara. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yang amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Kehadiran mereka dikiaskan sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.

Ratu Adil Berbeda figur dan person maupun konsep dibanding Sabdopalon-Noyogenggong. Ratu Adil juga memiliki konsep sendiri yang jelas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil paramarta, hambeg lakutama, bèrbudhi bawaleksana, dikenal sebagai senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil artinya puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang.

Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 bait, maksudnya sewindu atau 8 tahun) untuk menggenapi tapa brata-nya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari “tanah arab” (kebetulan KTP Islam) yang menegakkan ‘gama budi’.  Gama-budi bukan berarti secara harfiah adalah agama Budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti luhur. (lihat; Betal Jemur Quraisin Adammakna/kitab Betal Jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ mercusuar dunia. Pada saatnya nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai kearifan lokal (local wisdom) dan membuat hidup lagi budaya warisan leluhur bumi Nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bersama-bersatu di atas ragam perbedaan, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.

Ciri-ciri Ratu Adil

  1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan,  ketenteraman dan kebahagiaan.
  2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
  3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirulah/sir sejati atau (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
  4. Di bawah payung kuning; payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal.
  5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati. Untuk diimplementasikan di bumi (Nusantara. agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap hipokrit. Minimal di bumi nusantara.
  7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg  wajahnya tampan rupawan  sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
  8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dalam kandungan rahim ibu, badan halus dan sukmanya, sudah digembleng oleh para leluhur Ratugung Binatara, eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus  keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula hakikat dari semua agama yang ada di bumi Nusantara. Sukma calon Ratu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; mata batin RAHSA SEJATI

Untuk meminimalisir terjadinya berbagai kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Saya mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.

Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh  manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.

Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang  yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler,  maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.

Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.

PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT

Jangkajayabaya; Sabda Gaib

Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta

Sinom

Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.

(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.

Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.

(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)

Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.

(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.

Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.

Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan

ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

gegerboyo

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.

(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.

Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.

Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.

Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,

kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.

(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.

Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,

**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.

Saat ini sudah terjadi.

Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.

(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.

Jangka Jayabaya ; Catursabda

Pethikan seratan tangan

Kangge sambetan jangka triwikrama

Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.

Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.

(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)

Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,

lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,

(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)

nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.

(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.

(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)

Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana  gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,

(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)

mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,

(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).

Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.

…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.

(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) “dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Hyang Jagadnata. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Jangka Jayabaya

Salebare Raja Kuning

Babon asli kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryawijaya

ing Ngayugyakarta

padha kaping 16

Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,

(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)

ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,

(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).

ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,

(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)

ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.

(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan  terlihat jahatnya)

Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.

(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)

pada kaping 17

nuli ana ratu kembaran atismak bathok,

(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)

dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,

(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)

nagara dadi siji, pinilih endi kang asih

(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)

pada kaping 19

ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.

(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)

Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,

Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.

pada kaping 20

Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,

luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,

temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Gusti Kang Akarya Jagad wus cedak titimangsane,

arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.

Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,

kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,

sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.

Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,

saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.

Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.

Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!

Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat  tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;

Jangka Jayabaya

Sabda Gaib

KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

SINOM

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Gusti Sang Jagadnata wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Gusti Sang Jagadnata.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Gusti mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’

Babon asli Kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryanegara

ing Ngayugyakarta

Sinom

pada kaping 5

…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar

(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)

pada kaping 6

ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.

(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)

Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.

Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

merapi4

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira

dadi kali Tanggung nami

merapi5

Jangka Jayabaya,

Pethikan Serat Tangan

Pangkur

1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami

(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.

2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi

3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.

(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)

Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.

4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg

5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma

(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,

6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.

(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)

7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti

8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.

(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,

9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis

10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti

11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.

(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.

12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.

(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.

13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.

Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,

Piweling (Peringatan)

Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.

…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.

Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.

Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.

Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.

Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.

Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.

…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …

…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.

……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Hyang Widhi bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.

…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.

…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.

Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

Wirayat Gaib;

Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq.  Sastrajendra adalah Makrifat dari Tuhan yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.

Jika Gusti Sang Jagadnata sudah menghendaki, kelak akan lahir pada pertengahan atau akhir tahun tinarbuka, pada saat Nusantara dipimpin oleh seorang Satria Pambukaning Gapura), bila mana adalah seorang ibu yang rambutnya telah beruban tetapi melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan. Bayi perempuan lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi pusaraning adil uga kamukten (mukti). Ibunya dari keturunan raja-raja besar sakti mandraguna, dan ayahnya tan kena kinira, tak ubahnya wong cilik. Calon RA akan lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berada di sekitar wilayah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kelak pada saat kelahiran calon RA akan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi Nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) mengejutan masyarakat dengan aktivitas-anehnya mengeluarkan semburan dari dalam bumi, berbarengan dengan peristiwa itu danau bernama Rawapening di pinggiran kota Ambarawa mengejutkan publik dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar mengiringi kelahiran calon RA. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Segera setelah itu, langit tampak byar padhang sumilak. Semua itu merupakan perilaku alam dalam menyambut anugrah Sang Jagadnata bagi bumi Nusantara.

Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;

jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.

Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.

Keterangan;

Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Keterangan:

Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).

Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh

Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).

Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.

Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)

Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 11, 2008, in Ratu Adil Semakin Dekat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3.631 Komentar.

  1. Kasus :
    1. Seorang anak baru lahir dari rahim itu, lalu meninggal dunia.
    2. Janin meninggal di dalam rahim ibu.
    3. Seorang anak belum akil balik, lalu meninggal dunia.
    Tentu saja si anak tersebut belum memeluk satu agamapun yg ada di dunia ini.

    Pertanyaannya adalah :

    1. Jika kebetulan orang tuanya bukan muslim, kira-kira si anak yg meninggal tersebut masuk neraka atau surga ?
    2. Apakah anak tersebut akan tetap “menjemput” ortunya di “pintu surga” ?

    1. Menurut hamba, masuk neraka dan surga yg menentukan adalah timbangan amal perbuatannya waktu di dunia, surga adalah tempat yg suci, maka yg bisa memasuki dan tinggal didalamnya adalah yg ruhnya tetap suci seperti waktu lahir didunia, kalau belum suci, disucikan dulu dineraka. Semua bisa masuk surga, tetapi untuk masuk surga ada kuncinya, kuncinya ini adalah kesaksian ruh apakah masih sama seperti kesaksian waktu sebelum diturunkan didunia bahwa semua ruh telah bersaksi siapa tuhannya. Jadi walaupun suci kalau tidak punya kunci surga, bagaimana ia membuka pintu2nya untuk memasukinya. Di Alquran dijelaskan bahwa semua bayi lahir dalam keadaan sama suci, kemudian orangtua2 mereka yg telah meyahudikan, menasranikan, mengislamkan dsb.

    2. Menurut hamba, di akhirat urusannya sudah nafsi2/masing2, semua org sibuk mempertanggungjawankan semua amalannya didunia, anak tidak ingat sama ayah/ibu, ayah/ibu tidak ingat sama anak, suami tidak ingat sama istri atau sebaliknya, apalagi pada org lain. Semuanya pada sibuk pada kebahagiaan atau kesengsaraannya masing2. Amal anak akan bermanfaat buat orangtua kalo masih dilakukan didunia.

    Pertanyaan selanjutnya :
    Adalah masyarakat suku pedalaman yg selama hidupnya terisolir, tak ada TV dan Radio. Tak ada alat komunikasi selain bicara dengan bahasa dari mulut ke mulut. Sehingga mereka tak mengenal satu agamapun di dunia ini, termasuk Islam. Kelakuan masy pedalaman tersebut sangat terpuji dan berakhlak mulia, dalam hal ini, mereka tak pernah menyakiti hati orang lain, tak pernah mencelakai, tak mau nyolong, penuh kasih sayang kepada siapapun, tak pernah membunuh, ringan dalam tolong-menolong, serta tidak merusak alam atau selalu konsisten dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan alam. Nah…karena mereka tak beragama, kelak setelah mati apakah masyarakat suku pedalaman tersebut akan langsung disiksa di neraka oleh tuhan ? Katanya tuhan hanya memberi petunjuk pada org2 yg dikehendaki saja, lantas apakah mereka tidak dihendaki tuhan utk diberikan petunjuk ? Tuhan bikin manusia, tapi kok seolah ada yg dibiarkan terlantar tanpa agama. Kok rasanya tuhan jadi terkesan tega dan pilih kasih ya ?
    Ada pula yg agak aneh dalam benak. Bukankah tuhan maha kuasa, namun mengapa manusia yg lemah ini dengar-dengar disuruh membela tuhan ?

    Hamba mencoba untuk urun rembuk, menurut hamba tidak ada perbedaan antara anak yg dilahirkan dari keluarga islam atau apapun. Agama hanyalah sebagai jalan hidup, tapi semua org masih membutuhkan hidayah untuk mencapai jalan keselamatan, sedangkan hidayah hak prerogatif Allah SWT, dimana hidayah ini hanya diberikan pada pencari2 hidayah, yg muslim mencari hidayah lewat sholat lima waktu dalam setiap ayat alfathihah, yg non muslim yg dalam hatinya ada kebaikan dan tidak buta, tuli dan bisu hatinya akan dibukakan pintu2 hidayah olehNYA.
    Sedangkan suku pedalaman itu masuk surga atau tidak, itu bukan hak hamba untuk menjawab. Semua manusia apapun suku, ras dan agamanya sama dihadapan Allah SWT, tidak ada yg diistimewakan, yg diistimewakan adalah hamba2NYA yg berakhlakul kharimah, akhlakul kharimah bukan dominasi org islam, semua org bisa, sedangkan islam diturunkan untuk menyempurnakan akhlak mulia tsb, berarti diluar islam banyak akhlak yg mulia, tapi kalau dia memeluk islam yang diambil dari kata salam atau selamat maka semakin sempurnalah akhlaknya.

    mungkin demikian sedikit dari hamba, semoga tidak tambah membingungkan.

  2. Ass…
    Sahabat semua yang ada di blog ini…. mudah2an panjenengan semua orang2 yang diberkahi Allah. Sekalipun ada perbedaan dalam pemahaman, sesungguhnya itu merupakan suatu rahmat dari Allah, karena hakekatnya Allah sajalah yang mengajarkan kepada manusia semuanya dengan perantaraan kalam. Mengajarkan manusia apa2 yang tidak diketahuinya….

    Saya hanya ingin sharing berkaitan dengan pertanyaan Kang Ades tentang sejarah Sang Budha….
    Budha itu banyak… ada budha Sakya Muni, budha Maitreya, budha Bodhi Darma… dan budha2 lainnya… Mirip dengan kewalian dalam islam, atau santa dalam kristen. Mereka2 yang telah mencapai tahap nirwana, mokswa (Hindu), fana (Sufi) disebut sebagai Budha.
    Saya hanya akan mengupas tentang budha Sakya Muni, beliau bernama Sidharta Gautama putera mahkota dari kerajaan Kapilawastu (India).
    Dikisahkan bahwa pada saat kelahiran Sidharta… para pendeta Hindu meramalkan bahwa Sidharta nantinya akan menjadi seorang ahli dunia atau ahli spiritual… Karena ramalan ini maka sang raja berusaha untuk menjauhkan hal2 yang bersifat spiritual dari kehidupan Sidharta… yakni dengan menjauhkan diri Sidharta dengan penyakit, kesusahan, ketuaan dan kematian…. Namun taqdir berbicara lain… pada saat sang budha berjalan2 keluar istana justru dipertemukan dengan keadaan2 tsb.
    Akhirnya terjadi pergolakan spiritual terhadap sang budha….. beliau memutuskan untuk mencari pengetahuan tentang keabadian yang tidak terpengaruh oleh penyakit, keseusahan, ketuaan dan kematian. Beliau memutuskan untuk melakukan pencarian dengan keluar dari lingkungan istana meninggalkan anak dan isterinya.
    Beliau melakukan laku prihatin….melalui jalan hindu, karena waktu itu tradisi hindu yang berpengaruh di kerajaannya…
    Pada saat beliau melakukan puasa 40 hari 40 malam…. sampai tubuh fisiknya hampir mendekati kematian…. secara tidak sengaja terdengar suara mandolin yang dimainkan dari pinggir sungai…
    Pada awalnya mandolin itu dipetik secara perlahan, sehingga nadanya kurang enak dikuping…., tapi pada saat mandolin itu dipetik dengan irama yang pas, sangat menarik pendengaran dan menyedot rasa…. tapi pada saat mandolin itu dipetik terlalu kencang akhirnya senar mandolin itu terputus…
    Akhirnya sang budha mendapatkan pencerahan…. bahwa untuk mendapatkan pengetahuan sejati, kita janganlah terlalu lembek terhadap hawa nafsu…. harus tahu iramanya…. jagan pula terlalu kencang, karena akan menyebabkan putusnya akal spiritual…. Akhirnya beliau berpendapat bahwa hidup itu haruslah sesuai dengan irama alam nggak lembek dan nggak ngoyo…. mengambil jalan tengah (mirip islam).
    Dari sejak itulah beliau mengadakan perenungan (tafakur) di bawah pohon bodhi….. sambil terus menyebarkan ajarannya… tentang 8 jalan budha…..
    Demikian sedikit sejarah Sang Budha Sakya Muni, semoga berkenan…. lebih kurangnya mohon dima’afkan….
    Wassalam..

    • Itulah yang saya maksudkan dengan penjelasannya sebelumnya bahwa Imam Mahdi:
      “keturunan Rasulullah”
      “kulit SEPERTI orang arab”…—> beriman kepada ajaran Nabi Muhammad saw
      “bentuk tubuh SEPERTI Bani Israil”…—> beriman kepada ajaran Nabi Isa as
      Alhamdulillah…kang mas cukup jeli menelusuri kalimat yang saya sampaikan…

      Itulah mengapa saya perbesar kata “SEPERTI” dalam kalimat yang saya sampaikan tersebut di atas.
      ******************************************

      Hanya saja, sedikit meluruskan pada kalimat ini:

      Kang Budak Angon menyampaikan:

      “Masalah persembahyangan :
      Masing2 agama mempunyai tata cara sembahyang.”
      ******************************************************************

      Sesungguhnya yang lebih tepat adalah:

      Masalah persembahyangan :
      Masing2 UMAT mempunyai tata cara sembahyang.

      Ada umat manusia, ada umat selain manusia…Semoga kita termasuk dalam golongan umat manusia itu. Umat yang TUNDUK dan PATUH kepada petunjuk Allah.

      Demikian semakin ‘jelas’ adanya…Insya Allah petunjuk yang kang mas sampaikan dapat lebih meningkatkan keimanan kita. Amin.

    • @Kangdudung…

      Maaf kang…postingan di atas untuk kang Budak Angon…Sekali lagi mohon dimaafkan.

  3. Yth. Kang Sabdalangit juga para sedulur di blog ini

    Weleh weleh ….. Budak Angon cukup senang masalah Sembahyang
    dan juga ttg Imam Mahdi telah dibahas bersama.
    Salut aku dgn Kang Bima, Kang Santri Gendeng, Kang Santri Waras, juga Raja Pandhita.

    Telah disebutkan oleh Raja Phandita bahwa Imam Mahdi mempunyai ciri-ciri fisik
    Rasulullah saw bersabda:
    “Kulit Al Mahdi adalah seperti kulit orang arab, bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh orang Bani Israil, pipi kanannya terdapat tahi lalat dan kekhalifahannya diredhai oleh penduduk bumi, penduduk langit dan burung-burung di angkasa”. (Abu Nuaim & At Tabrani)

    Kulit Al-Mahdi adalah spt kulit orang arab = kalimat “seperti ….” menandakan
    ia bukan orang Arab.
    Bentuk tubuh spt bentuk tubuh orang Bani Israil = maksudnya juga bukan org Bani Israil.

    Kemudian namanya seperti namaku Muhammad.
    Maksudnya jika manusia sudah masuk Islam, ia berhak menyandang nama Muhammad.
    Misalnya Muhammad Budak Angon.
    Nama bapaknya sepeti nama bapakKu Abdullah.

    Kitab Musarar Jayabaya menyebutkan, asalnya dari Mekah, Jawa sawiji?
    maksudnya ia beragama Islam tetapi juga ia berwawasan nilai-nilai Jawa, ia begitu
    menghormati para leluluhur dan juga menjaga keseimbangan hubungan dengan alam
    dan lingkungan.

    Masalah persembahyangan :
    Masing2 agama mempunyai tata cara sembahyang.

    Tata cara Sembahyang yg utama, diiibaratkan kita akan menembak sasaran burung yg akan kita tembak, usahakan kita harus melihat burungNya dengan jelas, agar tembakannya tepat sasaran, jangan “katanya” ?

    Maka KUNCI YG PALING UTAMA SEMBAHYANG ADALAH —— > SYAHADAT !
    Penyaksian diri pribadi kpd yg akan kita Sembah
    Kebanyakan sy melihat dialognya masih jauh dari sasaran
    boleh jadi bersaksinya saksi bohoooongg …………………………
    bahkan nyembah angan-angan ……………………………………………….

    Weleh weleh …… aku mau pergi dulu mau masuk ke Lebak Cewene

    Wassalam

    • @Budak Angon

      Itulah yang saya maksudkan dengan penjelasannya sebelumnya bahwa Imam Mahdi:
      “keturunan Rasulullah”
      “kulit SEPERTI orang arab”…—> beriman kepada ajaran Nabi Muhammad saw
      “bentuk tubuh SEPERTI Bani Israil”…—> beriman kepada ajaran Nabi Isa as
      Alhamdulillah…kang mas cukup jeli menelusuri kalimat yang saya sampaikan…

      Itulah mengapa saya perbesar kata “SEPERTI” dalam kalimat yang saya sampaikan tersebut di atas.
      ******************************************

      Hanya saja, sedikit meluruskan pada kalimat ini:

      Kang Budak Angon menyampaikan:

      “Masalah persembahyangan :
      Masing2 agama mempunyai tata cara sembahyang.”
      ******************************************************************

      Sesungguhnya yang lebih tepat adalah:

      Masalah persembahyangan :
      Masing2 UMAT mempunyai tata cara sembahyang.

      Ada umat manusia, ada umat selain manusia…Semoga kita termasuk dalam golongan umat manusia itu. Umat yang TUNDUK dan PATUH kepada petunjuk Allah.

      Demikian semakin ‘jelas’ adanya…Insya Allah petunjuk yang kang mas sampaikan dapat lebih meningkatkan keimanan kita. Amin.

  4. Kang Bima yang baik….
    Benarlah apa yang Pak Santri Waras katakan…panjenengan sudah berjuang maksimal. Pasti sudah dapat pahala. Tapi, memang saya belum dapat “hidayah” untuk mengikuti panjenengan. Semoga panjenengan mendapatkan segenap hal terbaik dalam hidup ini.
    Terima kasih.

    Oh ya Kang Ngglosor Madhep Wetan….saya cuma sedang berlatih menjawab soal yang diberikan oleh Kang Sabda…Panjenengan tentu lebih waskita, jadi ndak mungkin saya “ngajari”, he, he…Salam katresnan…

    SHD

    • Maaf Kang…

      Pahala itu ‘hak’-nya Shirotol Mustaqim …Jadi kelihatannya kurang tepat jika kang mas menilai saya ‘berpahala’. Maaf sekali lagi…

  5. Berusaha menjawab postingan Ki Sabda
    Tentang bayi yang meninggal, atau orang pedalaman hutan yang tak kenal agama dan aturan apakah masuk surga atau neraka…..?.

    Tentu tak ada pertanggung jawaban atas agama dan aturan tsb, karena aqal fikiran dan kesadaran nya, tidak berada pada aturan agama, jadi apa yang musti dipertangung jawabkan, apalagi bayi yang belum aqil baligh (aqal nya belum sempurna).

    Apakah mereka akan masuk Surga atau Neraka…?, semua itu adalah urusan Tuhan.
    Karena Surga dan Neraka telah nyata jelas terlihat dalam prilaku masing-masing nya, termasuk kita semua yang ada disini.

    Salam,

  6. Yth.mas sabda.
    Serta saudara -saudara tercinta yg saya hormati.

    sebelumnya saya minta ma,af atas kesalahan saya baik yg kusengaja maupun tidak.
    sebenarnya ; saya tidak mempermasalahkan ttg siapa ,apa, bentuk, ciri 2 ,SATRIA PININGIT,
    hanya saja.
    sAYA merasa prihatin ATAS KLAIM, DAN SIKANG PALING BENER /GOLEK BENERE DEWE,
    DGN MEMANDANG RENDAH ORG LAIN. KARENA ITU BUKAN AJARAN TUHAN.

    UTK ITU TANPA MENGURANGI RASA HORMAT SAYA PADA SAUDARA -SAUDARA SEKALIAN.
    MARI KITA RENUNGI BA,IT 2 ,DR SULUK DI BAWAH INI.

    33]. ilmu[hakekat] itu di raih dgn cara menghayati,dlm setiap perbuatan, di awali dgn kemauan.
    artinya; kemauan membangun kesejahtera,an terhdap sesama, teguh membudi daya menahlukkan semua angkara.

    34].nafsu angkara yg besarada di dlm diri kuat menggumpal,menjangkau hingga tiga zaman. jika dibiarkan berkembang akan berubah jd ganguan.

    35].berbeda dgn yg sudah menyukai menjiwai watak dan peri laku mema,afkan pd sesama.
    selalu sabar berusaha menyejukkan suasana.
    36].dlm kegelapan angkara dlm hati yg menghalangi,larut dlm kesakralan hidup,karna tenggelam dlm samudra kasih sayang.
    kasih sayang sukma sejati, tumbuh berkembang sebesar gunung.

    37].itulah yg pantas ditiru ,contoh yg patut di ikuti,seprti semua nasehatku,
    jgn seperti zaman nanti BANYK ANAK MUDA MENYOMBONGKAN DIRI ,DGN HAFALAN AYAT.
    38].belum mumpuni sudh berlagak pintar ,menerangkan ayat SEPERTI SAYID DR MESIR,
    SETIAP SA,AT MEREMEHKAN KEMAMPUAN ORG LAIN.
    39].YG SEPRTI ITU TERMASUK ORG MENGAKU 2,[PADAHAL] kemampuan akalnya dangkal.KEINDAHAN ILMU JAWA MALAH DI TOLAK,sebaliknya memaksa diri mengejar ilmu di MAKKAH.

    40].tidk memahami hakekat ilmu yg di cari, sebenrnya ada di dlm diri,asal mau usaha ,SANA SINI ILMUNYA TIDAK BERBEDA.

    dan seterusnya,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kurng etis jika terlalum panjang , soa,alnya para saudara semua juga udah pda hafal.

    KALAU YG INI SUNAN BONANG MA WUJIL.

    38].renungi pula Wujil. hakekat sejati kemauan, hakekatnya tdk di batasioleh fikiran.berfikir d menyebut suatu perkara, bukan kemauan murni, kemauan itu sukar di fahami,sprti halnya memuja tuhan, ia tidk trpaut olh hal 2 yg tampakpun tidk membuatmu membenci org, yg di hukum di dzolimi, serta org yg berselisih paham.

    39]. ORG BERILMU BERIBADAH TANPA KENAL WAKTU,
    SEMUA GERAK HIDUPNYA ADLH BERIBADAH,
    DIAMNYA, BICARANYA DAN TINDAK TANDUKNYA, BEGITU JG GETARAN BULU ROMA TUBUHNYA. SELURUH ANGGOTA BADAN TUBUHNYA DI GERAKKAN UTKBERIBADAH. INILAH KEMAUAN MURNI.

    MOHON MA,AF INI SAYA SADUR DR POSTINGAN SAUDARA KITA JUGA.
    KURANG LEBIHNYA MOHON MA,AF .
    RAHAYU.

  7. Asalamuallaikum
    Nuwun sewu poro kadang..
    Pak Sabdo nuwun pangapunten , kados pundi pawartosipun, mugi sae sehat nggeh..
    Diskusinya makin ramai pak…
    Saya ingin menyampaikan beberapa pertanyaan diatas, bahwa anak itu meninggal seperti biasa, dia itu gagal untuk menjalani kehidupan didunia ini karena bermasalah… kalau ada yang menyambut atau tidak ya dilihat pakai kacamata khusus, tiap produck kacamatanya beda, hanya yang nyata inilah sama-sama melihat jadi tak bisa ditentang karena benar adanya misal lahir, hidup, mati, nandur jagung tukul jagung…dst…
    misalnya kalau ada lomba lari kemudian ada yang juara kita mesti tanya dari klub pelatihan mana atlit itu? kadang dia tidak punya klub hanya seorang blandong kayu yang sering kucingan sama Mas Pul misalnya jadi larinya lebih kenceng walau tidak punya klub….
    ngapunten… matur huwun…..
    wasalamualaikum

  8. terimakasih kpd kang dudung,
    rencana minggu depan saya kelembang,
    nanti mampir kang di mustofa,ngopi lagi,he he…
    alhamdullilah jeruk yang ditanami ortu sudah pada berbuah,nanti kita silaturahim kang…
    oh ya,tentang BUNIWANGI..
    alhamdullilah saya sudah siap lahir bhatin…
    apapun yang terjadi saya siap LILLAHITAALLA
    ibarat dulu,pernah salah satu alaikat mengatakan..siapkah anda menerima NURNYA
    saya langsung pingsan..
    namun sekarang hari demi hari hantaman semakin menjadi..
    sayapun memasrahkan diri..apa KEHENDAK yang maha Esa..
    apapun itu saya akan terima..
    terlepas dari sosok SP/RA/Imam Al Mahdi..
    dulu saya seperti dimomongi mimpi yang terlalu tinggi,
    padahal buat MAKAN saja susah…
    dan sayapu sudah tidak terlalu memikirkan wejangan beberapa sesepuh yang mengatakan
    saya akan memegang amanah kepercayaan besar mengenai 3 hal
    JURU DAMAI,TASBIH DAN UMMAT
    dulu itu mengganggu pikiran dan bhatin saya..
    alhamdullilah sekarang saya sedikit demi sedikit mengontrol diri..
    dengan ikut nimbrung di kisabda blog,sungguh banyak hal yang menjadi pencerahan bhatin
    mereka semua adalah orang bijak dengan berbagai PAKEM
    yang mencoba menelaah sesuatu sesuai MAQOM dan kemampuan spiritualnya
    sesuai pemahaman ilmunya,yang kadang seperti PAGERONG GERONG,PADEGENG DEGENG…he he
    aki aki semua terutama ki aji wayang janoko..terimakasih
    kalau tanpa perantara anda mungkin saya tidak tau dan tidak ikut NGARAWECOH dan bersiul di blog ki sabda..
    dan Kisabda haturnuhun…
    comment terkahir saya….insya alloh
    kemarin saya menanyakan tentang keberadaan BAGINDA SIDARTA GHAUTAMA
    terima kasih pada kang dudung dan SETYO HD…..
    saya sempet kaget lihat acara tv..ada pura/tempat beribadatan BUDHA TERBAKAR di bandung..
    saya ikut prihatin…..

    NUAH PEMIKIRAN SAYA
    DAJJAL VS AL MAHDI
    menurut beberapa literatur
    DAJJAL lahir dalam masa MUSA as
    bermata Satu di keningnya
    saat Musa as menjumpai Allah di atas gunung thur..
    bangsa yahudi Israel ditemani Harun as
    Musa turun dengan 10 kalimah Allah
    tampak Bani Israel menyembah SAPI yang terbuat dari kepingan EMAS kuning yang memancar
    SAPI itu anakan dan indah sekali ,bisa berbicara pula..
    ternyata SAMIRI sang DAJJAL lah yang mendalangi
    Harun as tak mampu berbuat apa-apa..sehingga Musa as pun BERANG…
    ente kumaha Harun as,aku suruh menjaga bani israel supaya tidak tersesat, tidak lama aku tinggalkan naik ke gunung thur,mengapa sungguh sudah seperti ini,,SAYIDDINNA NBIYULLOH HARUN AS mnejawab..AKU TAK BERDAYA…..
    BANI ISRAEL adalah bangsa ISRAEL turunan dari -ISHAK-YAKUB
    bani israel dimabil dari nama sesepuhnya yakni NABIYULLOH YAKUB as…
    sehingga terus berlalu Dajjal hingga diambil oleh Ruhul khudus lalu di ajari tentang ILMU
    di pulau terpencil yang sekarang berada di SEGITIGA KOORDINAT LAUT di pulau BERMUDA dekat dengan FLORIDA AMERIKA
    sang dajjal diberi ilmu hingga TINTA RUH..dimana tinta itu mampu memberikan RUH KEHIDUPAN PADA HAL YANG TAK BERNYAWA seperti NABIYULLOH IASA AL MASIH yang mampu meniupkan Ruh pada tanah berbentuk burung hingga hidup..
    bani israel adalah ummat manusia yang diberi kelebihan di atas arata-rata manusia umumnya
    namun sesungguhnya ALLAH melaknat mereka ,karena mereka tidak BERSYUKUR dan senantiasa membangkang dan membuat KERUSAKAN diatas BUMI..
    Bani isarel menjadi kambing empuk SANG DAJJAL SAMIRI
    kekuatan ghoib DAJJAL sudah setara dengan para Nabi…
    yang akan mampu menghadang dan menghunjam dirinya hanyalah ALMAHDI yang didampingi Isa Al masih as…
    selain itu TIDAK . itu sudah menjadi kodrat dari SANG MAHA PENGATUR KEHIDUPAN..
    skenario ini akan berlaku, hingga nanti akhir jaman tiba,itulah jaman dimana alam akan gelap gulita,perang ghoib merontokkan semua bulu KUDUK MANUSIA..

    AS tidak akan pernah berdaya walaupun dia negara adidaya menghadapi bani israel..
    karena sesepuh as berasal dari negeri paman sam..SAMIRI..
    terlihat tenang..namun bani israel adalah momongan DAJJAL…
    satu satunya jalan adalah turunnya AL MAHDI
    yang akan menggemparkan BAITULLOH
    sehingga jalan terus membuka sehingga PALESTINA tampak lengang..
    tanpa itu..takka pernah berhenti perang ISRAEL..
    namun itu nanti akhir jaman….
    israel TIDAK MACAM-MACAM..walaupun kecil namun dibelakang dia..ada DAJJAL
    SUPER GHOIB RAJA IBLIS..
    dan HAK IBLIS ITU ADA…
    sebenarnya isreal juga adalah manusia punya hati..
    maka sebelum itu akan muncul al mahdi sebagai JURU DAMAI..
    apakah TUHAN SIA SIA MENCIPTAKAN MANUSIA KHUSUSNYA ISRAEL
    sungguh AMAT SANGAT KASIHAN SEKALI ISRAEL DIHIDUPKAN HANYA UNTUK MENJADI PENGRUSAK BUMI..
    namun dilain sisi..
    BANI ISAREL telah melahirkan pemimpin pemimpin dunia
    DARI YAKUB,YUSUF AS,MUSA AS,HARUN AS ,DAUD AS,SULAIMAN AS, ZAKARIA, YAHYA DAN ISA ALMASIH itu adalah turunan BANI ISRAEL…..
    RACHEL WANITA PEMBERANI dari AS rela terlindas untuk menghalangi kebiadaban israel
    sungguh MULIA KEBERANIANNYA…
    MESIR CENGENG..MENGGADANG GADANG BAITULLOH
    DIMANA UMAT ISLAM DI PALESTINA TERUS DIBIADABI ISRAEL dan sekutunya..
    SUNGGUH RAHASIA YANG TIADA TERKIRA…
    hanya MUTAR MUTER BAITULLOH…DIMANA ANAK-ANAK ORANG TUA DAN SEMUA MANUSIA DI PALESTINA DIPERAS DARAHNYA……

    katanya islam itu bersaudara…..SUNGGUH…..SUNGGUH…
    inilah saatnya..mata muslim diperas habis,hati diperas habis……….
    ISLAM BUKAN SATU SATUNYA YANG TERBAIK..
    YANG TERBAIK ITU HANYA ALLAH YANG MAHA TAU..
    MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN BERBAGAI MACAM AGAMA DAN ETNIS
    MENGAPA JIKA HANYA ISLAM YANG DITERIMA DI RIDHOI..
    MENGAPA TUHAN HARUS MENCIPTAKAN ITU SEMUA
    itulah inti dari 1000 asmaul husna
    900 itu banyak
    ALLAH TIDAK SISA-SIA MENCIPTAKAN MANUSIA DAN MEMBERIKAN 900 ASMAUL HUSNA YANG SEGITU BANYAKNYA KEPADA NON MUSLIM
    MAKA ANDA YANG MERASA ISLAM
    JANGAN MERASA MENJADI TERBAIK
    GUSTI ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA TIDAK SIA-SIA……..
    ISTIGFAR CUY

    mimpi,dan melamun seperti itu dalam pikiranku..

    INSYA ALLAH

    terkadang aku sendiri merasakan aku ini EDAN…

    SALAM SEJAHTERA PADA SEMUA
    WASSALAM

  9. anak yang meninggal sebelum lahir dan akhil balig
    HANYA ALLAH YANG TAHU
    dia semua tak berdosa…
    pastilah kalau tak berdosa masuk syurga..walaupun belum memiliki agama
    namun syurga yang mana..
    WONG ISLAM NASRANI BUDHA semua itu CIPTAAN TUHAN
    pastilah syurga PUNYA ALLAH=TUHAN YANG MAHA ESA=INTI DZAT ALAM SEMESTA
    hanya beda tempat mungkin..
    kalau orang tuanya banyak dosanya..ya pasti di cuci dulu,
    nanti anaknya nyari..oh itu ibuku,bapakku….
    MUDAH-MUDAHAN TUHAN KASIHAN,AKHIRNYA MENGUMPULKAN MEREKA..
    TOH TUHAN MAHA PEMURAH MAHA PENGASIH
    MAHA TAU SEGALANYA..
    gak dikarang karang…
    he he he

    maaf-maaf ..
    amit mundur
    wassalam

  10. eh mas pandhita, kupasan anda ttg dajjal cukp menarik. kira2 menurut anda dajjal itu nantinya akan muncul sbg makhluk tinggi raksasa bermata satu atau hanya kiasan dr negara superpower yg sewenang2?

  11. @Ujang…

    Apakah Kitab Alqurán tsb hanya ada dalam otak nya, atau berada dalam jiwanya….?.
    Lihat sajalah orang-orang yang hanya memberhalakan Alqurán pasti akan membeberkan dalil ayat yang berserakan, tanpa mampu menjelaskan implementasi terutama dalam dirinya, sehingga Alqurán hanya dilempar dan ditujukan kepada orang lain yang berbeda pendapat dengan dirinya.
    ******************************************************
    Kalau menurut kang Ujang, bagaimana Rasulullah mensyiarkan agamanya. Dengan berdiam diri sajakah seperti yang anda harapkan itu?! Atau mungkin kang Ujang sering mem’batin’ dalam berkomunikasi dengan sesama kang Ujang?! Tentu tidak bukan?! Bukankah begitu banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang diawali dengan kata Qala – KATANKANLAH”, sebagai cerminan dari ‘mata hati’ (qalbu) untuk mensyiarkan agama?!

    Tentang “menolong agama Allah”…telah saya duga bahwa anda memahaminya sebagai menolong Allah itu sendiri. Tidak begitu yang dimaksud…sekali-kali tidaklah demikian. Menolong agama Allah adalah berarti menolong diri anda sendiri dan sesama umat, karena memang agama itu diturunkan Allah untuk umat-Nya.

    Bahasa gaulnya begini boz:
    zudah baguz kau kukaazih agama yang beenar, eeh…malah kau cari-cari agama yang tak zeelaz itu…hey fulan…kazih tau bah si lay itu agama yang butul-butul beenar adanya. Aku maazih berbaik haati mengingatkan saudaramu itu yang duuduk di dekat ‘TONG zaampah’.

    Lebih baik kita merenungkan ayat-ayat berikut ini:

    QS. 57.25
    25. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

    Diulang boz:
    Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.

    Besi itu bukan mobil-mobilan saza ya boz…???

    lagi boz:

    QS. 22. 39-42
    39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

    40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

    Diulang boz…
    kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”…

    41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

    42. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, Ad dan Tsamud.

    Tolong lah agama Allah itu sebelum manusia berteriak minta TOloNG seperti yang terjadi pada kisah keturunan nabi Nuh as itu.

    QS. 59. 8
    8 (Juga) bagi para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

    menolong Allah dan Rasul-Nya…boz…

    QS. 30. 47
    47 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

    menolong orang-orang yang beriman…boz…

    QS. 47. Muhammad 7
    47.7 Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

    …Niscaya itu…ridho…boz…

    QS. 22.Al Hajj 77
    22.77 Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

    Dengan patuh dan tunduk kepada-Nya…boz…
    *******************************************************

    Buat kang Santri Waras, kang Ngglosor Madhep Wetan, kang Arjuna, dan kang Budak Angon salut atas nama-nama ‘indah’ yang anda miliki.

    Buat kang Dudung, kang Hamba, kang Hidayat, dan kang Raja Phandita saya perhatikan ‘pembelajaran’ kang mas…

    Buat kang Ujang, Setyo Hajar Dewantoro, kang SantriGendeng dan kang sepuh lainnya terkhusus kang Sabda Langit yang saya hormati…Terima kasih atas sambutan ‘hangat’nya.

    Teruntuk kang Sabda Langit, mudah-mudahan bersedia untuk menjelaskan tentang hal ini

    Ruh dan Jiwa, qalbu dan hati, Nafs dan Nafsu, batin dan akal, Nyawa dan Maut…

    Mohon maaf jika ada salah kata. Wassalam.

    • Hatur Nuhun Pisan Kanggo @Kang Bima atas respon nya
      Silakan saja anda syi’arkan islam menurut konsep dan keyakinan anda, bedakan antara tugas Rosulullah dan tugas umat nya. Tugas utama Rosulullah saw adalah meluruskan keluhuran Akhlaq manusia dalam agama Tauhid Ibrahim, tentu praktek nya beda dengan umat nya.

      Umat Rasulullah bukanlah mengikuti seperti tugas Rsulullah, ……cermati boz !
      tapi meneladani Rasuluah (uswah hasanah)……………..inget itu boz !
      jadi umat nya gak perlu berlagak seperti Nabi, silakan meneladani sesuai kemampuan.

      @ Bima said :
      Kalau menurut kang Ujang, bagaimana Rasulullah mensyiarkan agamanya. Dengan berdiam diri sajakah seperti yang anda harapkan itu?! Atau mungkin kang Ujang sering mem’batin’ dalam berkomunikasi dengan sesama kang Ujang?!

      Ha…ha…ha…ha…ha,
      Sudah berapa lama sih anda menjadi orang yang beragama ………….?
      kok kesimpulanya nya konyol amat…….,?
      masa sih bahasa hati saja kok nggak tahu,…?
      Bahasa hati itu bukan berarti mem’batin, …boz !……wah payah nih…….
      Bahasa hati yaitu bahasa komunikasi yang mengandung persepsi tringgi.
      Esensi nya makna secara dalam yang timbul dari rahsa…….
      Sehingga ayat – dalil atau ilmu, akan tampak Haqikat nya, bukan kulit nya
      ISlam yang anda bahas masih pada taraf kulit serabut kelapa, yang kusut mumet dan berdebu, sehingga daya gunanya hanya sebagai keset.

      Ada tidak membahas islam dari buah kelapanya,
      apalagi santan nya,…..?……………belum lagi minyak nya……?.
      Cobalah belajar ngaji yang bener, bukan belajar baca,
      mengaji itu meng-kaji ayat-ayat Allah yang telah ditunjukan Alqurán pada diri sendiri. Sehingga anda mampu mengetahui ayat-ayat hukum Allah yang mensifati diri anda dan alam kehidupan ini.

      Kalau Alqurán hanya di baca saja, maka eksistensi anda hanya sebagai speaker saja, alat perekam yang memutar ulang ayat-ayat secara mentah. Sehingga perintah Katakanlah (Qul) perintah Allah kepada Nabi untuk mengatakan, anda telan mentah-mentah seakan perintah itu kepada anda, padahal Qul itu kepada Nabi Nya, bedakan dong perintah kepada tugas Nabi dan perintah kepada umat ( yaa..ayuhaldzina,,,,,, yaa. ayuhanas, ).……..faham boz ???

      Bila anda tidak bisa membedakan tugas Nabi dan tugas umat, maka anda akan berlagak seperti Nabi mensiarkan agama, sedang tugas umat adalah mengamalkannya dengan prilaku luhur, kalaupun mensiarkan tetap mengutamakan prilakun luhur atas landasan taqwa (tawadu, Qonaah, wara, ikhlas) mengutaakan kesabaran, karena Islam menurut Alqurán pula tak ada paksaan. meneladani Nabi, bukan menyerobot tugas Nabi

      Coba anda pelajari cara komunikasi mereka, Ki sabda, Kang Nglosor, dan Kang Santri Gdg, kang Setyo..HD………..anda faham ngak….?,….
      Coba cermati mengapa mereka semua berbeda faham dengan anda….?
      Anda punya rasa tidak …………? ………( Afala yas uruun ….),
      Sesekali Intropeksi dong………jangan memaksakan diri dengan kebodohan anda

      Mereka berbeda dengan anda bukan karena prinsip Kejawen yang anda tuduhkan.
      Pembahasan anda tentang islam tak ada hubungan nya dengan hal kejawen.
      yang jadi permasalahan adalah cara berfikir,
      anda berfikir dengan otak , sedang mereka berfikir dengan aqal dan Qolbu nya.

      Sebenarnya saya ingin tertawa terbahak bahak tatkala anda menjawab pertanyaan Kang Nglosor MW, tentang artinya Isa,dan ajaran nya, ………jawaban anda hanya muter muter di para Nabi, Islam dan Alqurán. jawaban demikian itu kan umum sekali semua orangpun tahu.

      Sesungguhnya kalau anda demikian mampu dan banyak menguasai dalil hadis, sebenar nya tak perlu anda utarakan dengan menjejerkan dalil tsb, cukuplah satu dua ayat dan hadits sebagai pendukung penegasan, justru yang diharapkan anda mampu menampilkan hasil implementasi dalil ayat hadist atas amal perbuatan yang telah anda rasakan dalam kehidupan, melalui niyat ucapan dan prilaku, yang tercermin dari hati sanubari anda.

      Masih belum ngerti …….?
      Coba rubahlah cara komunikasi anda dengan cara tawadhu. Hargai pendapat orang yang berbeda dengan sabar, atau sesekali anda sharing dengan mereka yang anda anggap berbeda, Jangan lah anda ingin menang sendiri dan merasa paling benar. Jangan mentang-mentang anda mampu menghafal ayat Alqurán, lalu anda tolak konsep mereka yang berbeda karena alasan kejawen. Ttukar fikiran dan pendapat toh tidak membuat anda berdosa dan masuk neraka,

      Perlihatkanlah islam dengan prilaku luhur, bila cara anda demikian maka islam tak akan ada harganya dimata umat islam sendiri, yang akhirnya Alqurán hanya tinggal tulisan dan suaranya saja, kehilangan esensi, dan umatnya bagai buih lautan.

      Saya hargai anda dan dalam konsep keteguhan anda dalam islam, tapi sayang pembahasan anda hanya kulit nya, dan cuma muter-muter disitu, tidak berkembang, sehingga jiwa anda menjadi terhambat dan kerdil, tak punya kecerdasan jiwa dan spiritual.

      Mohon maaf, bukanya saya merendahkan anda, tapi memang anda sendiri yang memposisikan diri anda seperti itu. Bukan pula saya sebagai orang yang sudah pandai dalam agama, sesungguhnya saya ini merasa paling bodoh dimata Allah, dengan harapan agar saya diberi tambahan ilmu oleh Allah dalam dada dan Qolbu saya, kalau cuma ilmu dalam otak mah banyak tersebar di kitab dan buku.

      bilahitaufik wal hidayah
      wasalam…….

  12. Kang Bdk Angon Yth….
    Kita lanjutkan lagi, tetang bahasan yang lalu

    Tentang Imam Mahdi dan Nabi Isa, juga Satrio Piningit / Ratu Adil
    Nubuwat tentang turun nya Imam Mahdi dan Nabi Isa adalah mengembalikan ajaran Islam seutuhnya, dimana tugasnya adalah menyatukan seluruh agama-agama di dunia dalam ajaran agama yang tunggal. Konsep ajaran tunggal adalah “selamat sumerah diri dengan keluhuran akhlaq dan beriman kepada Tuhan Yang Satu.”, dimana awal ajaran ini yang dibawa oleh Nabi Syit ( lahir tanpa Ibu) , selanjutnya di kembangkan oleh keturunannya Anwar yang menurunkan agama para Nabi dalam konsep agama langit & Anwas yang menurunkan agama para dewa dalam konsep agama bumi.

    Figur Imam Al Mahdi dan Nabi Isa, identik dengan figur Anwar & Anwas, Imam Al Mahdi dalam tugasnya tetap membawa misi utama ajaran Nabi Muhamad dalam Esensi Islam yaitu meluruskan Keluhuran Akhlaq Manusia, sedang Nabi Isa dalam tugas nya tetap dalam misi ajaran nya meluruskan domba-domba yang tersesat. Dalam ajaran Nabi Isa ibadahnya yaitu dikala mukswa(diangkat kelangit), kembali kepada “Bapak Yang Tak Meyuga” karena tak punya ayah lahiriah, dan kembali ke Ibu yang mengandung dengan cara Siti Mariam mengambil darah nya dari ujung kaki.

    Nubuwat turunya Al Mahdi dan Isa as, adalah merupakan tokoh dalam Konsep sekaligus Icon yang akan terdapat pada manusia siapapun di tiap wilayah peradaban manusia. Satu contoh di tanah jawa Konsep Al Mahdi dan Isa as, diperankan oleh Satria Piningit/Ratu Adil. SP adalah Tokoh nya, sedang Ratu Adil adalah jabatan dalam tugas menegakan keadilan.

    Tokoh SP ini akan menyatukan seluruh ajaran kebenaran dalam agama yang meliputi ajaran yang dibawa Anwar dan Anwas. Tokoh SP berilmu sangat tinggi (Punjuling Papak), memahami seluruh ajaran agama langit dan bumi(Nur Cahya & Nurasa) . Adapun di wilayah peradaban jawa barat tokoh SP akan muncul dari keturunan Eyang Pabu Silihwangi (Eyang PS) seperti yang tersurat pada Uga Wangsit Silihwangi, dimana Tokoh yang berperan sebagai Budak Angon kini sedang mengumpulkan Kalakay (catatan sejarah) dan tutunggul ( ciri secarah).

    Kalakay atau catatan sejarah bukanlah tulisan sejarah pajajaran, tapi upaya mempersatukan Tëureuh(darah keturunan ) Pajajaran, dengan ciri-ciri Ageman Elmu Kamanusaan, di Lebak Cawene (Priangan) , bertempat di Gedong Sahate ( Gedung Sehati) , untuk membuka kotak dimana SP berada, dengan konsep Ageman Elmu Kamanusaan atas siloka :


    – Tapak soang di awang-awang, tapak meri dina lewi, teangan tulisan dewek.
    – Kadakah kidikih, kembang tujuh mancali warna, tambang salapan domba na hiji, saha
    anu ngangona.
    – Perahu ngambang didarat saha pikamudieunana
    – Galih galeuhna kangkung

    Wasalam,

    • Alhamdulillah…Kang maz ada niat untuk “menolong agama Allah”….

      Kang maz paham dengan ‘science modern’ pula rupanya…Insya Allah kita diberikan rahmat-Nya melalui ‘mata’ hati kita.

    • Amiin …..yaa Robbal álamiin
      moga kita semua tetap dalam ridho Allah.

    • Yth. Kang Ujang sahabatku

      Weleh weleh ….. sy keluar dari sarang Lebak Cewene, krn ada panggilan
      dari saudaraku Kang Ujang, mohon kerendahan hati kang, jika ada yg kurang benar dalam
      kalimat sy ini dan mohon diluruskan

      Nabi Syit adalah leluhur kita, anaknya bernama Sayid Anwar dlm alam Dewani berubah nama menjadi Sang Hyang Nur Cahyo dan Sayid Anwas;
      kedua tokoh tsb adalah cikal bakal lahirnya agama. Kalau sy cermati, kedua cabang ajarannya beliau ada kesamaan, penyembahan kpd Tuhan Yg Maha Esa.
      Sayid Anwar melahirkan agama Sang Hyang, Dewa-Dewa
      Sayid Anwas melahirkan agama yg dibawa oleh para Nabi-Nabi.

      Menurut sy, ajaran yg dibawa oleh keduanya, terdapat kemiripan
      sbg contoh konsep pemahaman ttg Dewa/cahaya/nur.
      pada diri kita, terdapat kumpulan cahaya (Dewa asal kata dari Div=cahaya),
      akan tetapi wujud cahaya ini msh merupakan makhluk ?
      Kemudian pengenalan kpd Dat sang diri pribadi yg hidup & yang Haq, yg tdk pernah sakit,
      yg tidak tidur, yg tidak diciptakan, yg tdk terpengaruh oleh badan yakni senang dan susah.

      Dari 7 cahaya tsb, yg lebih dikenal adalah 4 cahaya, wujud warna hitam, merah, kuning dan putih. Masing2 cahaya mempunyai peran dan sifat. Wujudnya masing2 warna tsb menyerupai diri kita masing-masing.

      Tujuan manusia pada pencapaian akhir, bukan hanya surga dan neraka,
      akan tetapi juga bagaimana agar kita bisa kembali kepada-Nya.
      dan bisa sampurna uripe.
      Dikatakan mati yg tidak sempurna, adalah jika 7 warna tsb, pada setelah kita mati, warna tsb memencar ke mana-mana (tidak menyatu).
      Lalu apanya yg mati? yg mati itu adalah panca indra yaitu : pendengaran, pengelihatan, penciuman, rasa lidah kita, tangan.
      Yg dari tanah kembali ke tanah, angin kembali ke angin, dan seterusnya.
      Kemudian kita dianjurkan untuk mengenal Dat yg haq, dgn harapan
      agar “Aku” selalu hidup, maka jika aku hidup di dunia, maka di akherat “Aku” hidup

      Penjelasan gambaran tsb di atas, mungkin salah satu misi sang SP/RA,
      yang intinya akan mengajak agar manusia bisa mengenal Dat sang diri pribadi ?
      Agar Aku-Nya selalu hidup. Berlatih untuk lebih mengenalNya.
      Sang SP/RA akan mengajak manusia agar masuk dalam PERA HU,
      dan mendayung PERA”HU” bersama-sama.
      mampu ber-Sahadat (penyaksian/Ma’rifatullah) tauhid dgn Haqul Yakin seyakin-yakinnya, jadi bukan penyaksian katanya, bukan bohong, bukan angan-angan.
      Oleh karena itulah dalam Rukun Isalam, maka Sahadat diletakan di nomor satu?
      Setelah Sahadatnya Haqul yakin, baru Shalat ………….

      Mohon maaf jika terdapat perbedaan pandangan.
      Wassalam

    • Betul Kang Budak Angon………
      memang demikian ceritanya, ternyata anda malah ada lebih nya tentang cahaya.
      ternyata kang Budak Angon telah sampai juga ke Sanghyang Syita dan Anwar- Anwas,
      Mudah-mudahan kalakay dan tutunggul yang anda kumpulkan akan sukses untuk membuka lahan di Lebak Cawene, sehingga SP/RA, akan lebih terang dan jelas perjalanannya.

      Nanti kalau ada kabar baru akan sharing kapada anda, karena di Bandung pun , sekarang sedang mengupayakan mengumpulkan kalakay dan tutunggul, baru ketemu lokasi para teureuh pajajaran dari Ki Santang, yang tersebar di wilayah, Garut, Pameungpeuk wilayah masjid Sela, Soreang-Pamentasan, Mudah-muahan lancar.

      Salam,…

    • @ Kang Ujang

      Weleh weleh … Budak Angon keluar lagi dari dalam sarungnya di Lebak Cewene,
      gubugnya yg reot-reot bentuknya spt Raden Gatotkaca, jika gubugnya di dirikan
      bentuknya menyerupai gunung perahu.
      hendak melanjutkan jawaban atas pertanyaan kang Ujang ttg cikal bakal agama yg dibawa oleh 2 (dua) anak keturunan nabi Syit, yaitu Sayid Anwar (Sang Hyang Nur Cahya) dan Sayid Anwas.
      Menurut Budak Angon, hendaklah cari titik temu persamaan, dr pd perbedaan ttg penyembahan yg benar kpd Tuhan Yg Maha Esa, dari agama2 yg dibawa oleh anak keturunan Sayid Anwar dan Sayid Anwas, shg terjalin persepsi yg sama dan kerukunan antar umat beragama.
      Kunci mencari titik temu dlm hal Penyembahan, konsepsinya adalah :
      @ yg diciptakan namanya MAHLUK, yg menciptakan namanya Sang Pencipta/Sang Khaliq/Tuhan Yang Maha Esa
      @ yg dilahirkan namanya MAHLUK dan yg tidak dilahirkan, tidak beranak dan tidak dianakan namanya Sang Pencipta/sang Khaliq/Tuhan Yg Maha Esa

      Kita masing2 hendaklah instropeksi……!
      @ apakah kita selama ini dalam penyembahan itu
      menyembah Mahluk atau atau menyembah Sang Pencipta?
      @ atau jangan2 kt selama ini telah salah dalam penyembahan?
      Mahluk yg disembah?
      @ atau boleh jadi kt sudah merasa benar atau sudah benar2 haqul yakin dalam
      penyembahan kepada sang pencipta?

      Kita lihat konsepsi pemahaman ttg Tuhan Y.M.E
      yg dibawa oleh kedua anak keturunan Sayid Anwar dan Sayid Anwas.

      (Buddha Gautama, Sutta Pitaka, Udana VIII: 3)
      “Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu :
      Yang Tidak Dilahirkan,
      Yang Tidak Menjelma,
      Yang Tidak Tercipta,
      Yang Mutlak.
      Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada :
      Yang Tidak Dilahirkan,
      Yang Tidak Menjelma,
      Yang Tidak Tercipta,
      Yang Mutlak,
      maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.
      Tetapi para Bhikkhu, karena ada :
      Yang Tidak Dilahirkan,
      Yang Tidak Menjelma,
      Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak,
      maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.”

      Surah Al-Ikhlaash
      Bismillahir Rahmaanir Rahiim
      Qul Huwallahu Ahad
      Allaahush Shamad
      Lam yalid wa lam yuulad
      Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
      artinya :
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa
      Allah adalah tempat bergantung
      Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
      Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

      Mohon maaf jika ulasan dari Budak Angon ini kurang berkenan, minta ijin pamit masuk lagi ke sarungnya di Lebak Cewene.

      Nah, kang Ujang, SP/RA atau Imam Mahdi mempunyai tugas mempersatukan persepsi ketauhidtan keagamaan, ini tugas berat buat Kang Ades alias Raja Pandhita sbg yg mengaku SP/RA atau Imam Mahdi. Kita tunggu aja gebrakannya agar segera beliau segera dilantik di bulan Juni 2010 ini.

      Wassalam

  13. Kang Bima Yth
    Tentang Ruh dan Jiwa, qalbu dan hati, Nafs dan Nafsu, batin dan akal, Nyawa dan Maut…
    Sudah saya tulis dalam dua thread saya terdahulu, monggo dipun waos kanthi renaning manah.

    Kang Ades Raja Pandita Yth
    Hatur Nuhun sdh ada jawaban, semoga menambah khasanah ilmu.

    Mas Hidayat Yth
    Puji sukur kabar saya selalu dalam berkah gusti allah. Apa kabar pula panjenengan sekeluarga, semoga berkahing gusti tansah kajiwa kasarira dateng kita sedaya. Matur nuwun atas jawabannya yg tidak pukul rata. Kiranya pandangan demikian lebih mengena dan arif.

    Kang Santri Gendeng Yth
    Sebuah pepeling yg mengena di hati nurani, semoga membuka pintu kesadaran batin kita menuju kesadaran esensial, kesadaran yg lebih tinggi lagi. Karena tanpa disadari banyak org memahami agama, ayat dan dalil dengan otak kiri, alias hafalan saja. Tanpa sadar, spiritualita dibahas dan dipahami melalui otak kiri, dan melalui gelombang beta dan alpha. Maka membuat diri menjadi tidak sadar jika diri sedang tidak sadar. Sementara kita akan betul2 memahami/menyadari hakekat hidup yg sejati manakala suatu ajaran kebaikan telah manunggal dalam perilaku dan perbuatan kita sehari-hari. Menanam dahulu, barulah keluar buahnya.

    Kang Ujang Yth
    Hatur nuhun, atas jawaban panjenengan. Saya merasakan jawaban panjenengan lebih masuk ke dalam hati nurani. Dapat disimpulkan bahwa perbuatan konkrit kepada sesama manusia dan seluruh mahluk merupakan parameter yg menentukan seseorang akan mulia/”masuk surga” atau sengsara “nyemplung neraka”. Barangkali jika diselarasakan dalam kalimat bahwa; habluminannas adl jalan utama meraih habluminallah. Mohon maaf jika saya salah tafsir. Tapi setidaknya getaran nurani saya mudah memahaminya.

    Mas Setyo HD Yth
    Sumonggo Mas, silahkan menimang-nimang pertanyaan saya di atas. Semoga terlontarlah getaran nurani yg paling dalam, yg mana nurani masing2 orang berfungsi sebagai “alat penterjemah” bahasa sukma, bahasa dari sang guru sejati, pancaran tuhan dalam diri mahluk.

    Kang Budak Angon Yth
    Saya merasa nyaman atas bahasa panjenengan yg mensiratkan ; kita tak perlu jauh-jauh mencari SP/RA karena ia akan lahir dari tanah bumi pertiwi ini, utk kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan khususnya bangsa nusantara ini. Saya jadi kepengin anjang sana ke Lebak Cawene, siapa tahu ketemu dulur Kang Budak Angon dan Kang Ades.

    Mas Dudung Yth
    Terimakasih Mas, sudah ada jawaban dari dulur kita yg berkompeten atas pertanyaan dari Kang Ades.

    Hamba Yth
    Jawaban anda mudah sekali dicerna akal sehat, maupun ditangkap oleh nurani. Dari jawaban panjenengan saya merasakan kehadiran “energi tuhan” dengan karakter yg lebih arif dan bijaksana dalam memahami kehidupan ini. Di sini tak ada “taste” tuhan yg primordial, tuhan yg rasis, tuhan yg etnosentris. Jelas terasa suatu konsep yg lebih membumi.

    Kang Arjuna Yth
    Waah, seperti janjian saja, pertanyaan panjenengan senada dengan pertanyaan saya sebelumnya Kang. Sumonggo silahkan dibahas bersama. Saya pribadi tak mampu berhujah/menggunakan ayat dan dalil karena memang tak hafal. Jadi kalaupun saya menjawab tentu dengan pengalaman pribadi baik batin maupun lahir setalah membaca “tanda-tanda kekuasaan tuhan” di muka bumi.
    Dan rupanya panjenengan sdh memberikan jawabannya pada saat memberikan jawaban kepada saya. Tingkat kesadaran spiritual panjengan sudah terbaca dalam sikap tindak tanduk yg lembah manah. Hatur nuhun pisan Kang, diam-diam saya banyak belajar pula dari panjenengan dalam memahami sejatinya hidup dan makna ketuhanan.
    Mengenai pertanyaan yg bersifat universal, memang saya ini kurang menguasai berbagai referensi kitab, jadi lebih baik sy tdk menyinggungnya. Lain halnya dengan Kang Bima yg sangat menguasai referensi kitab, beliau tentu berkompeten memandang dari perspektif kitab suci.
    Dari jawaban panjenengan, tersirat bahwa AGAMA BUKANLAH TUJUAN, melainkan JALAN untuk MERAIH TUJUAN. Saya merasakan suatu jawaban yg memiliki kadar nilai universal. Dan saya sedikit tahu manakala sufisme memaknai agama sbb :
    “…….Kebenaran sejati bagaikan cermin yg pecah berantakan, masing-masing agama, falsafah, budaya, memungut satu keping di antara pecahan tersebut”.
    Hmmm…konsep luar biasa ttg tuhan Yg Mahaluas tiada batas. Tuhan di dalam paparan demikian, terasa menyejukkan. Karena tuhan dikonsepsikan sebagai sesuatu KEKUATAN MAHA yg TIDAK MENGENAL SIFAT-SIFAT PRIMORDIALISME, RASISME, ETNOSENTRISME. Jawaban Kang Arjuna ini lebih mengena di dalam batin, tetang hakekat maha keadilan dan kebijaksanaan tuhan.

    Beribu Terimakasih saya haturkan kepada para sedulur yg telah berusaha memberikan pencerahan.

    salam sih katresnan
    saling asah asih asuh

  14. Yth. mas sabda,
    terimakasih sekali atas tersedianya gubug ini [ bengkel hati ini]
    sehingga sangat bermanfa,at sekali utk saya pribadi yg masih sakit ini,
    dan benar sekali HARUS MENAMAM DULU BIAR KELUAR BUAHNYA. hee,,, heee,,
    semoga Gusti ALLAH ,kang akaryo jagad selalu menyertai mas, sekeluarga.

    tuk, saudara -saudara semua yg saya hormati,
    Kang Ujang, Mas Setyo, Kang Bima, Kang Budak Angon, Kang ADES [RP],
    serta saudara semua yg berada dlm gubugnya mas sabda.

    terima kasih sekali dgn pencerahan saudara semua, sangat bermanfa,at bg saya pribadi dlm menjalani hidup ini, sekaligus memberikan pelajaran bagi saya, utk belajar membuka mata hati ini, dlm memahami alam semesta [mahluk cipta,an-NYA]

    dan ALHAMDULILLAH ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ILA AHIRIHI ,,,,,,,,, WALADZOLLIIN.
    bahwa ini adalah ummul kitab, intinya QUR,AN,
    MAKA segala puji bg ALLAH , yg menjadi TUHAN bg ALAM SEMESTA,
    TNPA MEMBEDAKAN ,
    dgn kasih sayang-NYA kita masih bisa bertahan menghirup udara , alam fana,

    di dlm fathihah ini, gak di sebutkan , agama, atau suku, semuanya satu dlm rahmat dan kasih sayang -NYA.
    dan hanya pada-NYA tempat MENYEMBAH DAN MEMINTA PERTOLONGAN.

    MAKA ; saya sadar betapa dlo,ifnya diri ini , dgn kebodohan diri [AKU] yg kadang justru menempati posisi-NYA. dgn BERLAGAK menjadi org benar di hadapan-NYA.
    dlm detik , menit , kadang aku telah melupakan, jauh dari-NYA.
    melupakan betapa fakirnya sang -AKU-
    betapa bodohnya sang -AKU-
    betapa naifnya sang -AKU-
    hingga membutakan mata hati utk memahami kekuasa,an-NYA, dan KE- MAHA-ANNYA.

    saya rasa inilah pokok kehidupan , karena dlm SHOLATPUN ini di wajibkan setelah kita TAKBIR [mengakui kebesaran-NYA]

    DALAM QUR,ANPUN , di tempatkan pada urutan yg pertama. baru ALBAQOROH dan seterusnya.
    jika kita mampu memahami secara runtut, dari permula,an menuju berikutnya , dan seterusnya, maka
    KITA AKAN TERTUNDUK DIAM, MEMBISU, SERIBU BAHASA, DAN HANYA MENGAKUI KE AGUNGANNYA.[ TUHAN]
    teringat perbuatan kita, yg kita ibaratkan kaca, dlm hitungan detik selalu terkotori oleh debu,
    tak terlintas sedikitpun , akan harapan surga, begitu juga ancaman neraka.
    dlm kekaguman , hanya ingin bersama-NYA, lebih dekat, , dan lebih dekat, dlm mengenal-NYA, memahami akan kebesaran-NYA, lewat mahluk cipta,an-NYA.

    salam sih katresnan.

  15. @Ki Sabda : Sama2 ki maturnuhun, selama ini hamba sering mampir ngumbe di blog aki ini, cuman takut untuk urun rembug soalnya hamba masih padi hijau atau kalau diibaratkan hamba ini masih gelas kosong yg masih nyaring bunyinya :D.
    Hamba cuman nambahin jawaban hamba sebelumnya, seandainya aki seorang guru sekolah yg telah memberi pelajaran secara detil, memberi contoh cara pengerjaannya dan memberi PR kepada murid2 aki, kemudian aki pasti mengadakan tes sebelum murid2 bisa naik kelas, dimana semakin tinggi kelasnya otomatis semakin tinggi tingkat kesulitannya. Misal aki membuat soal pilihan dgn jawaban a sampai d, pasti ada jawaban yg benar dan ada yg salah. Pasti ada murid2 aki yg jawabannya yg salah. apakah aki bisa dikatakan guru yg jahat karena memberi soal dgn pilihan yg salah? menurut hamba demikian dgn Tuhan itu sendiri. Petunjuk udah diberikan secara langsung maupun tidak langsung, pembelajaran sudah diberikan, tugas2 sudah diembankan, pilihan2 telah dibentangkan, tinggal si manusia mau memilih yg mana Haq atau Bathil dan nanti akan dinilai di akhir kisah hidupnya.

    @Mas Bima & kang ujang : maturnuhun atas tambahan ilmu2nya yg diistilahkan dari kulit sampai saripatinya….saya cuman ingin urun rembuk soal Alqur’an mohon berkenan.
    Kalau diibaratkan mobil, si pabrik mobil lebih mengerti tentang mobil produksinya, maka si pabrik dalam menjual juga menyertakan manual atau petunjuk pemakaian, perawatan, spesifikasi, dsb. Maka Si pembeli kalau ingin mobilnya bisa berfungsi dgn baik dan selamat dlm pemakaian otomatis mengikuti manual dari si pembikin mobil. demikian dgn Allah SWT menciptakan manusia, DIA lebih mengerti tentang manusia daripada simanusia itu sendiri, maka dibuatlah petunjuk melalui FIRMAN2NYA.
    Alqur’an itu FIRMAN atau QALAM Allah SWT, jadi ketika si pembaca membaca Alqur’an, berarti Allah SWT sedang berfirman atau berbicara langsung kepada si pembaca, bagi si pendengar Alqur’an berarti Allah sedang berfirman atau berbicara langsung kepada si pendengar bukan kepada orang lain. Jadi misal Allah memerintahkan sesuatu dalam ayat yg kita baca, berarti Allah SWT telah meminta secara langsung supaya kita menjalankan perintahNYA tsb, demikian sebaliknya dgn laranganNYA. Jadi bukan menyuruh kita supaya menyuruh org lain mengerjakannya lebih dulu.

    @Yg lainnya : maturnuhun atas ilmu2nya, semuanya bisa hamba terima dgn baik dan hamba anggap semua yg ditulis oleh kisanak sekalian, yg baik maupun kurang baik adalah ilmu2 Allah SWT yg ingin dibelajarkan kepada diri hamba yg dhoif ini melalui tulisan2 kisanak sekalian. jadi jgn bosan2 untuk berkomentar di blog ki sabda ini.

    Ma’af sekali lagi jika ada yg kurang dalam penyampaiannya

  16. @Ujang menyatakan:
    Hatur Nuhun Pisan Kanggo @Kang Bima atas respon nya
    Silakan saja anda syi’arkan islam menurut konsep dan keyakinan anda, bedakan antara tugas Rosulullah dan tugas umat nya. Tugas utama Rosulullah saw adalah meluruskan keluhuran Akhlaq manusia dalam agama Tauhid Ibrahim, tentu praktek nya beda dengan umat nya.

    Umat Rasulullah bukanlah mengikuti seperti tugas Rsulullah, ……cermati boz !
    tapi meneladani Rasuluah (uswah hasanah)……………..inget itu boz !
    jadi umat nya gak perlu berlagak seperti Nabi, silakan meneladani sesuai kemampuan.
    **********************************************
    Sebelum saya tanggapi, kalau mengetik agar lebih berhati-hati ‘tulang Ujang’…
    ‘Rasuluah’ seharusnya diketik sebagai ‘Rasulullah’…begitu ya ‘tulang’.
    Dan kalau hendak mengetik ‘Rosulullah’ sebaiknya konsisten sebagai ‘Rosululloh atau dengan kata ‘Rasulullah’. Begitu ya ‘tulang’…Kendalikan emosi anda ‘tulang’…

    Saya lanjutkan:
    Tidak ada yang menyatakan bahwa tugas orang-orang beriman kepada rasulnya dapat dipersamakan dengan tugas rasulnya. Bukankah sudah saya sampaikan berdasarkan Al Qur’an bahwa orang-orang yang beriman berkewajiban ‘menolong’ Allah dan Rasul-Nya?!
    Yang saya sampaikan adalah kewajiban men-syiar-kan agama Islam harus dilandaskan kepada aqidah agama yang benar. Agama yang mengajarkan agar orang-orang yang beriman itu selalu ridho untuk ‘menolong agama Allah’.

    Selanjutnya:
    ‘Meneladani sesuai kemampuan’ itu yang bagaimana ‘tulang’??? Bisa dijelaskan?

    Tambahan lagi, Sebagai contoh:
    Kalau seorang ulama menyampaikan dakwahnya dengan ayat-ayat Al Qur’an itu salah ya ‘tulang Ujang’?. Mohon dijawab dengan singkat. BENAR atau SALAH ?

    @Ujang menyatakan:

    @ Bima said :
    Kalau menurut kang Ujang, bagaimana Rasulullah mensyiarkan agamanya. Dengan berdiam diri sajakah seperti yang anda harapkan itu?! Atau mungkin kang Ujang sering mem’batin’ dalam berkomunikasi dengan sesama kang Ujang?!

    Ha…ha…ha…ha…ha,
    Sudah berapa lama sih anda menjadi orang yang beragama ………….?
    kok kesimpulanya nya konyol amat…….,?
    masa sih bahasa hati saja kok nggak tahu,…?
    Bahasa hati itu bukan berarti mem’batin, …boz !……wah payah nih…….
    Bahasa hati yaitu bahasa komunikasi yang mengandung persepsi tringgi.
    Esensi nya makna secara dalam yang timbul dari rahsa…….
    Sehingga ayat – dalil atau ilmu, akan tampak Haqikat nya, bukan kulit nya
    ISlam yang anda bahas masih pada taraf kulit serabut kelapa, yang kusut mumet dan berdebu, sehingga daya gunanya hanya sebagai keset.
    Ada tidak membahas islam dari buah kelapanya,
    apalagi santan nya,…..?……………belum lagi minyak nya……?.
    Cobalah belajar ngaji yang bener, bukan belajar baca,
    mengaji itu meng-kaji ayat-ayat Allah yang telah ditunjukan Alqurán pada diri sendiri. Sehingga anda mampu mengetahui ayat-ayat hukum Allah yang mensifati diri anda dan alam kehidupan ini.

    Kalau Alqurán hanya di baca saja, maka eksistensi anda hanya sebagai speaker saja, alat perekam yang memutar ulang ayat-ayat secara mentah. Sehingga perintah Katakanlah (Qul) perintah Allah kepada Nabi untuk mengatakan, anda telan mentah-mentah seakan perintah itu kepada anda, padahal Qul itu kepada Nabi Nya, bedakan dong perintah kepada tugas Nabi dan perintah kepada umat ( yaa..ayuhaldzina,,,,,, yaa. ayuhanas, ).……..faham boz ???
    *********************************************
    Semua kalimat anda di atas itu hanya ‘nasehat’ yang penuh emosi. Beginikah seorang manusia memahami agamanya?! “yaa..ayuhaldzina” itu apa maksudnya?!

    Bukankah yang dimaksud adalah yaa ayyuhalladziina aamanu ?!. ‘amanu’ itu iman yang tunduk patuh kepada amanah. Amanah Rasulullah yang akan selalu diturunkan kepada orang-orang yang beriman. Orang-orang yang selalu sadar akan kewajibannya mensyiarkan agama yang hak.

    QS. 48. Al Fath 29
    29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

    Apa yang dimaksud dengan “orang-orang yang bersama dia (Rasulullah)” dalam ayat di atas itu?! Jelas adalah orang-orang yang mensyiarkan agamanya sesuai dengan Amanah Rasulullah.

    Tentang ‘kelapa’ yang anda maksudkan itu pun, di dalam Al Qur’an bukanlah hanya sebatas ‘keset’?! Malahan Al Qur’an lebih lengkap lagi menjelaskannya sebagai ‘tunas’.

    Anda telah men-‘zina’-kan diri anda sendiri kepada cah ‘ayu’, dengan kalimat “yaa..ayuhaldzina” anda itu.

    QS 29. Al Ankabuut 46
    46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

    Perintah ‘KATAKANLAH’ dalam ayat di atas untuk siapa tulang?! Mengapa anda semakin mengingkari Al Qur’an itu jika anda memang beriman???

    Selanjutnya dalam ayat di atas, Allah telah menegaskan dengan kalimah:
    “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu.”

    Apakah ‘agama bumi’ itu ‘diturunkan’?! Bisa anda jelaskan diturunkan kemana?! Tidaklah anda sanggup untuk menjelaskannya. Lebih tepat turun ke dalam ‘TONG zampah’ pada istilah anda sendiri.
    *********************************************

    @Ujang menyatakan:
    Bila anda tidak bisa membedakan tugas Nabi dan tugas umat, maka anda akan berlagak seperti Nabi mensiarkan agama, sedang tugas umat adalah mengamalkannya dengan prilaku luhur, kalaupun mensiarkan tetap mengutamakan prilakun luhur atas landasan taqwa (tawadu, Qonaah, wara, ikhlas) mengutaakan kesabaran, karena Islam menurut Alqurán pula tak ada paksaan. meneladani Nabi, bukan menyerobot tugas Nabi

    Coba anda pelajari cara komunikasi mereka, Ki sabda, Kang Nglosor, dan Kang Santri Gdg, kang Setyo..HD………..anda faham ngak….?,….
    Coba cermati mengapa mereka semua berbeda faham dengan anda….?
    Anda punya rasa tidak …………? ………( Afala yas uruun ….),
    Sesekali Intropeksi dong………jangan memaksakan diri dengan kebodohan anda
    Mereka berbeda dengan anda bukan karena prinsip Kejawen yang anda tuduhkan.
    Pembahasan anda tentang islam tak ada hubungan nya dengan hal kejawen.
    yang jadi permasalahan adalah cara berfikir,
    anda berfikir dengan otak , sedang mereka berfikir dengan aqal dan Qolbu nya.
    *********************************************
    Bukankah sudah saya sampaikan bahwa ucapan anda adalah cerminan titik pusat ‘mata hati’ manusia?!

    Sedangkan kata-kata: tringgi, berlagak, ‘prilakun’ luhur, ‘mengutaakan’ kesabaran, intropeksi, kebodohan, bukanlah cerminan ‘qalbu’ melainkan cerminan ‘jiwa’ anda yang penuh dengan ‘nafsu’ dari ‘hati’ anda sendiri.

    Saya tidak melihat ada ‘keluhuran’ dalam semua kalimat ‘tulang Ujang’ di atas, melainkan penuh dengan ‘nafsu’ dan ‘curhat duniawi’…Coba anda tenangkan dulu ‘jiwa’ anda itu dengan wudhu dan sembahyang.

    Menurut ‘tulang’ bagaimana cara membedakan antara cara berfikir dengan ‘otak’ dan cara berfikir mempergunakan ‘aqal dan qalbu’…?! mangga ‘tulang’…
    *********************************************

    @Ujang menyatakan:
    Sebenarnya saya ingin tertawa terbahak bahak tatkala anda menjawab pertanyaan Kang Nglosor MW, tentang artinya Isa,dan ajaran nya, ………jawaban anda hanya muter muter di para Nabi, Islam dan Alqurán. jawaban demikian itu kan umum sekali semua orangpun tahu.
    *********************************************
    Kalau arti dari ‘kulit’ dalam keimanan bagaimana ‘tulang’ ?! Apa anda hanya melihat ‘minyak’nya saja???

    @Ujang menyatakan:
    Sesungguhnya kalau anda demikian mampu dan banyak menguasai dalil hadis, sebenar nya tak perlu anda utarakan dengan menjejerkan dalil tsb, cukuplah satu dua ayat dan hadits sebagai pendukung penegasan, justru yang diharapkan anda mampu menampilkan hasil implementasi dalil ayat hadist atas amal perbuatan yang telah anda rasakan dalam kehidupan, melalui niyat ucapan dan prilaku, yang tercermin dari hati sanubari anda.
    *********************************************
    Secara tidak anda sadari, anda telah memberikan refleksi dalam mengikuti mata-hati anda sendiri dengan mengucapkan kata ‘Sesungguhnya”. Sesungguhnya anda telah menunjukkan kejujuran anda sendiri yang secara fitrahnya harus tunduk dan patuh kepada ayat-ayat Al Qur’an dan hadits itu, sesuai cerminan qalbu dari hati anda sendiri yang paling dalam itu. Itulah anda mengapa secara tidak sadar mengucapkan dengan “cukuplah satu dua ayat” saja, karena telah terjadi pertentangan lahir dan batin anda.

    Bukankah Allah telah memerintahkan kepadamu ‘BACALAH’ (IQRAK) Al Qur’an itu berulang kali dalam ayat-ayat-Nya?! Iqrak Bismi Rabbika. Mengapa pula anda batasi dengan satu dua ayat saja.

    @Ujang menyatakan:
    Masih belum ngerti …….?
    Coba rubahlah cara komunikasi anda dengan cara tawadhu. Hargai pendapat orang yang berbeda dengan sabar, atau sesekali anda sharing dengan mereka yang anda anggap berbeda, Jangan lah anda ingin menang sendiri dan merasa paling benar. Jangan mentang-mentang anda mampu menghafal ayat Alqurán, lalu anda tolak konsep mereka yang berbeda karena alasan kejawen. Ttukar fikiran dan pendapat toh tidak membuat anda berdosa dan masuk neraka,
    *********************************************
    Coba anda lihat kalimat anda itu sendiri, satu dua kali anda mengucapkan kata ‘jangan’ dan ‘janganlah’. Bukankah itu adalah suatu cerminan dari ‘hati’ anda yang penuh ‘nafsu’ untuk ‘memaksa’ dan mengingkari petunjuk Allah itu?!

    Lupa ya anda dengan tulisan anda sendiri sebelumnya (lihat lagi di atas):

    @Ujang menyatakan:
    “karena Islam menurut Alqurán pula tak ada paksaan”…

    QS. 96. AL ‘ALAQ 1-18
    1 BACALAH dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
    2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
    3. BACALAH, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
    4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
    5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
    6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
    7. karena dia melihat dirinya serba cukup.
    8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
    9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
    10. seorang hamba ketika dia mengerjakan salat,
    11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,
    12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
    13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
    14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
    15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
    16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
    17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
    18 kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,
    19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan),

    @Ujang menyatakan:
    Perlihatkanlah islam dengan prilaku luhur, bila cara anda demikian maka islam tak akan ada harganya dimata umat islam sendiri, yang akhirnya Alqurán hanya tinggal tulisan dan suaranya saja, kehilangan esensi, dan umatnya bagai buih lautan.

    Saya hargai anda dan dalam konsep keteguhan anda dalam islam, tapi sayang pembahasan anda hanya kulit nya, dan cuma muter-muter disitu, tidak berkembang, sehingga jiwa anda menjadi terhambat dan kerdil, tak punya kecerdasan jiwa dan spiritual.

    Mohon maaf, bukanya saya merendahkan anda, tapi memang anda sendiri yang memposisikan diri anda seperti itu. Bukan pula saya sebagai orang yang sudah pandai dalam agama, sesungguhnya saya ini merasa paling bodoh dimata Allah, dengan harapan agar saya diberi tambahan ilmu oleh Allah dalam dada dan Qolbu saya, kalau cuma ilmu dalam otak mah banyak tersebar di kitab dan buku.
    *********************************************
    Benar-benar anda telah menyembah kepada ‘tandingan’ selain Allah itu:

    ‘Tinta dan lautan’ anda tandingkan dengan ‘buih dan lautan’.

    “Bacalah, bacalah’ anda tandingkan dengan ‘jangan, janganlah’.

    ‘Tunduk dan patuh’ anda tandingkan dengan ‘otak dan cerdas’.

    Luar biasa bahasa ‘manis’nya anda, seperti madu dalam air. Anda lupa disamping ‘madu’ itu ada ‘sarang madu’ yang belum anda pahami.

    Sekali lagi:
    Kalau memang penjelasan saya anda katakan hanya kulitnya saja, silahkan ‘tulang Ujang’ jelaskan apa yang dimaksud dengan ‘kulit’ itu dalam aqidah agama. Mangga ‘tulang’…

  17. @Ujang menyatakan:

    Lalu berkilah dengan alasan menolong Agama Allah…..?,
    sejak kapan Allah perlu pertolongan hambanya…..??
    bukankah Allah itu maha kuasa….?,
    Allah mana sebenarnya yang perlu pertolongan…..?,
    *************************************************

    Dan posting berikutnya untuk membiaskan pernyataan sebelumnya:

    @Ujang menyatakan:
    Untuk menghancurkan suatu umat Nabi Nuh yang durhaka, tak ada tuh cerita nya Allah minta pertolongan Hambanya.
    *************************************************
    “Menolong agama Allah” dibiaskan kepada “menghancurkan umat Nabi Nuh yang durhaka”…Hampir mirip dengan cara-cara yang dilakukan di FFI.

    Dan dusta ‘tulang Ujang’ itu sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an dengan seterang-terangnya pada ayat-ayat yang sudah saya sampaikan sebelumnya berikut ini:

    QS. 22. Al Hajj. 42
    42. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, Ad dan Tsamud.

    QS. 59. Al Hasyr 8
    8 (Juga) bagi para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
    *************************************************

    Siapa ‘mereka’ dalam dalam QS 59. ayat 8 di atas?!

    Silahkan ‘tulang Ujang’ jelaskan, ‘tulang Ujang’ sudah melupakan ucapan ‘tulang’ sendiri…??? Atau tidak ‘disengaja’?

    *************************************************

    Ciri khas supporter FFI:

    @Ujang menyatakan:
    Sebenarnya saya ingin tertawa terbahak bahak tatkala anda menjawab pertanyaan Kang Nglosor MW, tentang artinya Isa,dan ajaran nya, ………jawaban anda hanya muter muter di para Nabi, Islam dan Alqurán. jawaban demikian itu kan umum sekali semua orangpun tahu.

    PADAHAL SUDAH DILAKUKANNYA SENDIRI:

    @Ujang tertawa:
    Ha…ha…ha…ha…ha,
    Sudah berapa lama sih anda menjadi orang yang beragama ………….?
    kok kesimpulanya nya konyol amat…….,?
    masa sih bahasa hati saja kok nggak tahu,…?
    Bahasa hati itu bukan berarti mem’batin, …boz !……wah payah nih…….
    Bahasa hati yaitu bahasa komunikasi yang mengandung persepsi tringgi.
    Esensi nya makna secara dalam yang timbul dari rahsa…….
    Sehingga ayat – dalil atau ilmu, akan tampak Haqikat nya, bukan kulit nya
    ISlam yang anda bahas masih pada taraf kulit serabut kelapa, yang kusut mumet dan berdebu, sehingga daya gunanya hanya sebagai keset.
    *************************************************

    Karena supporter FFI paling ‘anti’ dengan “menolong agama Allah”, dan gemar sekali menghujat. Mereka telah menyembah ‘tandingan-tandingan’ selain Allah itu. Tandingan yang akan menjerumuskan mereka ke dalam jurang kesesatan.

    Perhatikan cara mengetik kata ‘tinggi’ menjadi ‘tringgi’, kata Islam menjadi “ISlam”, penuh dengan EMOSI dan CURHAT duniawi.

    Telah nyata siapa yang benar-benar Islam, yang mengaku-ngaku Islam, dan yang memfitnah Islam. Allah akan menolong mereka yang ridho menolong agama Allah.

    Selanjutnya:

    ‘Tulang Ujang’ tidak akan menyentuh pembahasan tentang ‘kulit’ pada penjelasan saya sebelumnya tentang Nabi ‘Isa as dan Imam Mahdi. Karena memang ia belum paham atau sengaja menghindar dengan polesan kalimat yang manis seperti madu.
    *************************************************

    Bersediakah ‘tulang Ujang’ menjelaskan yang pernah saya sampaikan sebelumnya berikut ini:

    Imam yang ‘memahami’ sembahyang dan tasbihnya setiap makhluk di alam semesta ini.
    Imam yang memahami rahmat atas ‘kulit’ yang diberikan Allah kepada manusia. Jadi kalau ada orang-orang yang mengatakan bahwa manusia hanyalah seonggok daging, dia telah lupa bahwa manusia juga dilindungi oleh ‘kulit’ itu. Coba anda pelajari apa hikmah arti ‘kulit’ dalam Al Qur’an itu.

    Mangga ‘tulang Ujang’…

  18. @Ujang berkhotbah:

    Figur Imam Al Mahdi dan Nabi Isa, identik dengan figur Anwar & Anwas, Imam Al Mahdi dalam tugasnya tetap membawa misi utama ajaran Nabi Muhamad dalam Esensi Islam yaitu meluruskan Keluhuran Akhlaq Manusia, sedang Nabi Isa dalam tugas nya tetap dalam misi ajaran nya meluruskan domba-domba yang tersesat. Dalam ajaran Nabi Isa ibadahnya yaitu dikala mukswa(diangkat kelangit), kembali kepada “Bapak Yang Tak Meyuga” karena tak punya ayah lahiriah, dan kembali ke Ibu yang mengandung dengan cara Siti Mariam mengambil darah nya dari ujung kaki.
    ******************************************************************

    Perhatikan kalimat “Bapak Yang Tak Meyuga” dan “mengambil darah nya dari ujung kaki”

    Pembaca pasti faham dengan keyakinan yang menyembah BAPAK dan DARAH yang dikorbankan itu. Luar biasa doktrin yang disisipkan secara halus ke dalam hati manusia yang kosong. Na’udzubillahi min dzalik. Bersatulah umat muslim.

    • @ To Bima
      Saya bukan berkhotbah, !!! Tulisan ini saya tujukan kepada Kang @ Budak Angon, melanjutkan thread yang bulan lalu, sebelum anda gabung dengan kami, tak ada hubungnnya dengan khotbah kepada anda sama sekali,……. jadi anda jangan ge-er, jangan sok merasa tersinggung, dan terhujat , fahami dulu tujuan postingannya.

      Bila anda tak mengusai permasalahan, sudahlah jangan memaksakan diri untuk berikan komentar yang anda tak fahami dan tak kuasai pengetahuannya, nanti malah anda akan selalu memvonis salah orang lain yang tak sepahan dengan anda, sementara anda akan selalu mersa paling benar. Sebab cara berfikir masing-masing beda.

      Tentang kesalahan tulis mohon maaf, bukan tujuan dari niyat, silakan anda nilai sesuai poendapat anda, dan silakan keyakinan anda dalam beragama rasakan sendiri oleh diri anda, anda tak perlu memaksakan kehendak pada orang lain, karena di dunia ini tak ada polisi agama yang harus mengatur, kita semua hanya wajib mengingat kan saja, lebih dari itu tersearah masing-masing.

      Bila memang anda merasa tidak sesuai dengan komunitas Blog ini, silakan anda keluar dengan cara yang baik, tak perlu anda memaksakan pendapat faham anda, disini bukan ajang perang dalil dan ayat, silakan anda taklukan FFI bila anda mampu

      Dan anda tak perlu memaksakan kehendak, sebab tak ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh ada hingga kelak diakhirat yang disebabkan oleh saya dan orang lain, demikain pula sebalik nya, (Qu anfusikum wa ahlikum naro) , dan Islam tiadalah paksaan.

      Tentang kata QUL adalah perintah Allah kepada Nabi, agar Nabi menegaskan
      Sedangkan bila Allah menyeru, adalah menggunakan kalimat: Yaaa ayuhalladzina……….., ya ayuhannas .., dst,,dst. (ternyata anda tak fahami tata bhs Alqurán…..?,)

      Mengenai segala pertanyaan tentang penjelasan yang anda sampaikan, silakan anda yang menjelaskan dengan versi faham pendapat anda sendiri, nanti bila saya jawab malah anda tak memahami sama sekali, sehingga nantinya malah anda akan selalu menyalahkan dan mvonis orang lain, sambil anda membenarkan diri sendiri, seperti contoh postingan saya kepada Kang Budak Angon, maka sangat jelas sekali sikap kesombongan anda dalam mensiarkan islam. ( apakah demikian cara anda seperti yang dicontohkan Nabi…..?) Demikian pula mengenai istlah kulit maupun esensi, saya yakin anda sudah tahu, tal mungkin lah anda hafal dalil tak tahu tentang itu.

      Bila di contohkan dengan fokus lain nya perumpamaan kulit itu di ibaratkan “Raga” atau jasad kita yang kelak akan jadi bangkai di tanah, sedang esensi nya, yaitu Jiwa kita (Nafs), dan Alqurán selalu banyak sampaikan peringatan kepada Jiwa contoh : Yaa nafs Muthmaínah……; kulu nafsin dzaikatul maut ,

      Di Saat kita tidur dan mati jiwa dalam genggaman Allah(Qs), namun sangatlah beda antara tidur dan mati, kemanakah jiwa dan ruh saat tidur, dan kemanakah jiwa dan ruh saat mati, dan dimanakah Allah yang meng-genggam …jiwa tsb….?.

      Kalau anda demikian banyak menguasai berbagai dali ayat dan hadits, saya yakin anda akan mampu menjawab, karena menurut anda segala permasalahan akan mampu terjawab oleh Alqurán itu sendiri, cobalah anda jelaskan……….!!..
      kalau memang anda mampu
      seperti yang anda katakan.

      Masih tentang hal kulit dan esensi….
      Dalam postingan yang saya tujukan kepada Kang Budak Angon, saya sampaikan tentang kalimat dalam bhs Sunda yaitu Ageman Kamanusaan dan berbagai siloka atas Esensi agama(aturan) hukum Allah dalam diri, kalau anda tanyakan penjelasan tentang kulit dan esensi silakan pecahkan kalimat-kalimat tsb, bila anda tak mampu, jangan paksakan anda merespon nya, nanti malah anda menyalahkan dan memvonis lagi, sehingga kulit kebodohan anda malah lebih terbuka lagi.
      Sekian dulu boz…..Mohon maaf bila salah kata,

      Basa ganbaran rasa, budi gambaran ati,
      Mugi pangersa jembar manah ageung hampura

      Wasalam…

  19. @Sabda Langit menyampaikan:

    @Santri Waras Yth
    Mas Bima ini bukan level saya yg masih belajar ini. Beliau banyak sekali hafal dan tahu ayat-ayat, dan dalil, sementara saya ini yg namanya ayat mutasabihat saja belum tahu.

    @Para Pembaca Yg Budiman
    Selanjutnya perkenankan saya yg masih bodoh dan terus-terusan pengin menjadi murid ini mengajukan pertanyaannya sederhana yg keluar dari hati nurani pribadi saya. Jika ada sahabat yg berkenan memberikan jawaban dan pencerahan, sebelumnya saya haturkan terimakasih.

    Kasus :
    1. Seorang anak baru lahir dari rahim itu, lalu meninggal dunia.
    2. Janin meninggal di dalam rahim ibu.
    3. Seorang anak belum akil balik, lalu meninggal dunia.
    Tentu saja si anak tersebut belum memeluk satu agamapun yg ada di dunia ini.

    Pertanyaannya adalah :

    1. Jika kebetulan orang tuanya bukan muslim, kira-kira si anak yg meninggal tersebut masuk neraka atau surga ?
    2. Apakah anak tersebut akan tetap “menjemput” ortunya di “pintu surga” ? dst…
    —————————————————————————————————–

    Dan kang Sabda memberikan informasi nya berikut ini:

    Kang Bima Yth
    Tentang Ruh dan Jiwa, qalbu dan hati, Nafs dan Nafsu, batin dan akal, Nyawa dan Maut…
    Sudah saya tulis dalam dua thread saya terdahulu, monggo dipun waos kanthi renaning manah.
    —————————————————————————————————–

    Sedangkan kasus dan pertanyaan di atas sangatlah ‘paralel’ dan berkaitan erat dengan:

    Ruh dan Jiwa, qalbu dan hati, Nafs dan Nafsu, batin dan akal, Nyawa dan Maut…

    Kalau begitu, kasus dan pertanyaan itu lebih layak kang Sabda sendiri yang menjelaskannya menurut pengetahuan kang Sabda Langit. Mangga kang Sabda Langit…

    Waktu dan tempat saya kembalikan kepada kang Sabda Langit…

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • Kang Bima yg pintar, yg saya hormati.
      mohon ma,af jika saya ikut urun rembug pd sampean yg udh pintar.

      dlm berhujjah itu hrus tahu syarat 2,nya paling gak tau asbabunnuzulnya ,di turunkannya ayat itu,
      contoh ; yg di katakan oleh kang ujang ;
      ya ayyuhalladzina amanuu,,,,,,,,,,,, ini ayat , ayat madinah, jadi himbauan / pringatan utk org 2 yg beriman.
      yg tentunya ada sabab musababnya di turunkannya ayat ini.

      ya ayyuhannasuuu,,,,,,,,,,, ini ayat ,ayat makkiyah,,,,yg di tujukan utk org kafir makah,
      tentu ada sabab musababnya di turunkannya ayat ini.
      +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++kkang bima said ;
      Bukankah Allah telah memerintahkan kepadamu ‘BACALAH’ (IQRAK) Al Qur’an itu berulang kali dalam ayat-ayat-Nya?! Iqrak Bismi Rabbika. Mengapa pula anda batasi dengan satu dua ayat saja.

      kang , ini ayat di turunkan pertama kali pd nabiSAW. dlm menerima wahyu, sekaligus menandai kerasulannya, terusan ayat itu juga harus di fahami.

      jika kita mempertahankan ego, keyakinan utk di benarkan org lain , maka kita akan smakin mundur,,

      maksud kulit ITU;
      contoh ; jika kita makan DURIAN utk bisa merasakan lezatnya ,kan kita kupas/ buka dulu kulitnya, NAAH,, abis itu baru bisa memahami kalau DURIAN itu lezat.
      kalau belum merasakan blum memahami durian; yaa ,,,
      sekedar bilang ; KATANYA durian itu LEZAT, begitu jg istilah sepet kelapa , dan kelapanya.

      intinya ; HARUS DI KUPAS DULU , UTK MENGETAHUI YG SEBENARNYA.
      saya tidak membandingkan dgn QUR,AN , INGAT ITU.
      begitu jg ketika membahas ayat 2 , QUR,AN, harus di kupas , MENGAPA SEBABNYA DI TURUNKAN AYAT INI, KARENA APA, DAN APA TUJUAN AYAT INI DITURUNKAN,
      setelah itu baru kita TELA,AH DAN FAHAMI, FUNGSI DR AYAT TERSEBUT,
      abis itu KITA IMPLEMENTASIKAN DAN KITA BUAT INTROPEKSI PADA DIRI KITA SENDIRI, SEHINGGA TIDAK KOAR2, KAYA GAGAK DI RANTING YG KERING.

      DAN kita gak gegabah bermain 2, ayat QUR,AN.
      itulah mengapa teman 2, jg takut utk mengobral dalil,karena harus tau seluk beluknya. jd bukan sekedar tulis /baca.
      SEMOGA KITA DALAM PETUNJUKNYA.
      mohonma,af jika kurang berkenan di hati.

  20. sungguh menyedihkan membaca komen mas ujang dan mas gendeng yg menganggap kang bima/KB memaksakan kehendak,sok pintar dan berbagai tuduhan lainnya..
    menurut saya beliau ini mencoba menyajikan pemikiran versi islam yg benar dan lengkap hanya saja mas ujang ini mmg sdh biasa melampiaskan hawa nafsu marahnya terutama kpd mas pandhita jadi bagi kita pembaca sdh maklum dan ini hanya akan makin menurunkan kualitas mas ujang sendiri sedang kpd mas gendeng saya lihat masih separuh2,separuh tdk setuju,separuh setuju dgn KB..siakan saja..tapi bagi saya yg mengaku org beriman, semua tulisan KB sangat mencerahkan, membuat ilmu dan iman makin nambah..
    kesimpulan:
    mari terus kita mencari kebenaran yang hakiki dengan membaca setiap pendapat dengan hati yg berzikir kepada ALLAH SWT..

    • @ Kang Santri Waras Yth.
      Mohon maaf bukan maksud saya menekan KB, dengan nafsu
      Seperti harapan anda bahwa kita akan belajar mencari kebenaran yang hakiki.

      Saya hargai KB, mampu menguasai pembahasan berbagai dalil seperti itu, namun siapapun disini saya kira mampu berbuat seperti itu, toh itu tinggal cari dan copas saja, tapi ada yang lebih penting dari hal itu, yaitu argumen dalam Esensi tentang hakikat kebenaran ayat tsb, seperti yang anda dan kita semua harapkan.

      Kalau semua orang lalu menampilkan bebbagai hujah dengan dalil ayat yang panjang lebar, maka komunikasi ini akan menjadi seperti perang ayat, karena masing-masing menampilkan hujah dan bantahan melalui ayat, sehingga ayat-ayat itu dijadikan alat untuk PEMBENARAN atas pendapat dirinya, padahal seharusnya pendapat faham itu dibenarkan oleh maksud makna haqikat dari ayat tsb.

      Yang akhirnya kita hanya ber ilmu dengan KATANYA, kata hadis atau kata Alqurán, bukan kebenaran atas pembuktian pada diri sendiri dan kehidupan ini, akhirnya dialog seperti ini akan memunculkan sifat merasa yang paling benar (Golek benere dewek). , Tidak mau sedikiptun dikritik atau di bantah oleh oranag lain, sehingga akhir nya pendapat orang lain akan berusaha untuk dibantah dengan bersenjatakan dalil.

      APAKAH INI YANG DICONTOHKAN OLEH RASULULLAH.

      Apakah Beliau Rasulullah itu selalu berhujah dengan ayat, atau menunjukan dalil ayat dengan prilaku. amal perbuatan…..?, Bukankah Siti Aiysah mengatakan bahwa :
      RASULULLAH BAGAI ALQURÁN YANG BERJALAN
      Berarti dalil ayat itu di implementasikan dalam pengamalan nyata dalam prilaku, maka hasil prilaku itulah yang akan menjadi cahaya dalam Qolbu nya.

      Tetapi akan lebih simple bila ayat-ayat itu telah mampu difahami dengan baik, bila terdapat perbedaan cara pandang pun akan mudah menyadari diri karena hal itu merupakan hasil pendapat dan pemahaman diri kita, terhadap dalil tsb, baik dalam bahasa kita yang mudah saling memahami.

      Tapi bila hujah dan bantahan dalam perbedaan tsb menggunakan dalil ayat hadis, maka masih harus dibuka dengan berbagai persyaratan disiplin ilmu Alqurán dalam beberapa tahap, Mengingat dalil ayat tsb tidak cukup hanya ditranslate pidah bahasa saja, tetapi perlu dimaknai, dirafsirkan sesuai dengan klasifikasi dalil tsb.

      Bila kita sudah memahmi Hakikat ayat tsb, kita bisa bahas dengan panjang lebar argumen kita atas bukti pengamalan dan pengalaman dalam kehidupan diri kita dan alam lingkungan nya baik secara lahir dan batin. Mmaka diharapkan orang akan saling tukar pendapat, pemahaman, ide, kesimpulan dan menambah wawasan pada masing-masing penemuannya, dengan menyertakan beberpa bukti dalil yang mendukung atas argumen kita.

      Tapi kalau hanya dalil ayat yang ditampilkan saja, lalu bukti implementasi pada dirinya apa….?, , dan apa yang akan diambil hikmah dari pengalaman seseorang atas pengamalan nya..?.

      Itulah Kang……yang dimaksud oleh saya, seperti apa yang dicontohkan oleh @ Kang Santri Gendeng dalam buah durian, juga tentang surat Al-Alaq, yang saya tambahkan.

      Doá dan Salam untuk semua……..

  21. Sangat pas sekali contoh tentang kulit dan isi, yang @ Kang Santri Gendeng sampaikan dengan perumpamaan Buah Durian. Jadi diharapkan bila seseorang membicarakan tentang durian pasti akan menuju isi dari durian yang nikmat , tak mungkinlah membahas kulinyat. perihal kulit cukup dibahas bagaimana cara membuka kulit buah durian tsb dengan berbagai alat.

    Selanjutnya fokus pembahasan pasti terhadap berbagai manfaat buah durian yang nikmat itu, baik pengolahannya implementasinya, aplikasi nya untuk apa dan bagaimana fungsi dan manfaat esensi buah durian tsb, untuk dinikmati oleh diri kita, sanak keluarga, dan handai taulan. Ketika manfaat buah durian yang telah diolah tsb dimakan oleh diri sendiri maupun orang lain tentu akan disajikan dengan cita-rasa yang baik.

    Seperti contoh salah satu surat Alqurán surat Al-alaq (segumpal darah), untuk mengetahu ISI (ESENSI) ayat tsb bisa disusun berbagai dialog sbb :
    – diman turun nya
    – apa yang dimaksud dengan segumnal darah
    – apa yang terjadi sebelum dan sesudah segumpal darah
    – mengapa hanya lima ayat yang turun pertama
    – perntah membaca Nama Tuhan,
    – siapa Nama Tuhan
    – apa siapa dan bagai mana yang punya Nama itu
    – mengajar dengan kalam seperti apa dan bagai mana
    – mengajar tentang yang tidak diketahui, oleh apa (mata, telinga, hati)

    Berbagai dialog atas ayat tersebut akan membuahkan ISI, yang jauh lebih dalam kebenarnnya secara haqikat), yang telah diteliti oleh otak, difahami oleh aqal, dan diyakini oleh hati, , sebab haqikat kebenaran ayat tsb tampak jelas dan TERASA, pada diri kita sendiri, dan alam kehidupan ini
    Demikian sekedar melanjutkan bahasan Kang Santri Gendeng

    Mohon maaf ini bukan Khotbah lho…….!, khotbah mah di masjid……
    kalo ada yang merasa di khotbahi ya mangga ngersakeun ku anjeun.
    dan bukan bermaksud menggurui, mudah-mudahan kita belajar bersama aja.
    Mau dibantah, mau di protes atau disalahkan silakan saja, toh bukan saya yang buat ayat dan Aluqurán. Saya mah bukan polisi agama, karena saya masih belajar mengamalkan dengan cara yang masih banyak kekurangan alias bodo alewo.

    Sugih harti jembar elmu
    Sabar sobar jembar manah
    Nagncik dina raga
    Sidik dina batin
    basa gambaran rasa
    budi gambaran ati
    cageur bager ku benerna

    rampes,…..

  22. Aki embah BIMA
    apakah anda yang dari parangtritis kidulnya yogya?

    jangan membuang energi meladeni ujang…..
    baca, gak perlu dikomentari….nafsi-nafsi…..kita gak ganggu,dia jangan ganggu..
    adil toh…
    salam kang ujang,kumaha brur….damang?

    kembali tentang DAJJAL…
    dajjal hidup sampai sekarang, dikurung oleh dinding ghoib
    yang takkan pernah tembus,sehingga nanti tak terdengar lagi ADZAN…
    dajjal adalah manusia..namun RAJA IBLIS..
    perawakan PENDEK ,BUTEKEL, warna kulit merah,bermata satu.
    auranya,bisa melunturkan bulu roma…..
    dia berada di pulau bermuda,disegitiga koordinat…dimana itu menjadi pusaran kerajaan iblis
    sehingga kapal laut maupun udara..BUNUH DIRI KALAU memaksa melewati area itu…

    israel adalah bangsa terbaik, bagaimanapun juga dia manusia dan turunan sang nabi yakub
    leluhurnya banyak menjadi nabi yang sangat dihormati..
    nanti sang al mahdi,bukan untuk menghancurkannya..namun MENDAMAIKANNYA..
    sebagai JURU DAMAI..itulah salah satu tugas kedatangan al mahdi…
    1 raga 2 jiwa…..
    untuk apa MUSA AS membawa bani israel dari siksaan FIRAUN…
    untuk apa MUSA AS memaafkan..saat samiri menjerumuskan bani israel..
    tetap..datang Musa, lalu datang Daud, lalu datang sulaiman, sampai Isa Almasih As…

    al mahdi….tanyakan jalurnya ke sulaiman baginda rosul atau ke istrinya ratu bilqis
    dari Nuh..urutan almahdi,telah tampak..
    wassalam

    • pun @ Kang Ade Raja Phandita

      Wa álaikum salam Kang Ades, sawalerna……
      Kumaha daramang di buniwangi teh….
      Nuhun atuh pami daramang mah………
      Salam weh kanggo sadaya ti tatar sunda……

    • Untuk sahabatku Raja Pandhita & Kang Ujang

      Beberapa catatan tentang daun ranting kering dan potongan pohon yg aku temukan dan aku kumpulkan sebagaimana yg tertulis pada wangsit siliwingati
      justru mengarah kepada lambang SEGITIGA yg tengahnya terdapat Mata Satu, mirip
      dengan konsep lambang DAJJAL.
      Lambang SEGITIGA adalah lambang KEMAKMURAN & KECERDASAN
      Sy curiga, jangan2 bangsa Yahudi dari kurun waktu yang lalu sudah memprediksi
      datangnya JAMAN KEMAKMURAN.
      Coba perhatikan, mata uang USD terdapat lambang SEGI TIGA?
      Lambang segi tiga juga terdapat pada lembar UBCN
      Terdapat pula pada kode sandi harta amanah yaitu KODE KUNCI TIGA
      Supersemar Sangat Sederhana (S3) bentuk kertas juga lambang Segi Tiga.

      Pertanyaan sy “ada rahasia apa dgn lambang Segi Tiga?”
      Dalam kitab Musarar Jayabaya disebut RINGIN TELU
      Coba perhatikan lagi pusaka/keris juga benbentuk SEGI TIGA. Keris yg dimaksud oleh Kitab Musarar Jayabaya adalah yg ditengah2nya terdapat pamor mata satu, disebut pamor PUSER BUMI atau TAPAK JALAK.
      Tersirat di dalam keris tsb yg hanya bisa dilihat oleh mata bhatin, lahirnya asset yang didalam Al-Qur’an disebut Ma’din (Harta Simpanan) ciri-cirinya adalah kelak “munculnya Tapak Jalak 3 (tiga) kali? (sy tidak tahu apa maksudnya), kemudian awan-awan mulai gelap, anak kecil sudah berani menggendong ibunya?

      Sy baca dalam kitab Darmogandul, adanya sindiran Sabdopalon kepada Glagah Wangi (Demak) dengan sindiran orang yg tidak tahu diri bermata dua, bermakna di dalam hati berbicara A akan tetapi keluar dari mulut berkata B. Jika di tolong bukannya membalas menolong akan tetapi membalas dgn menohok dari belakang.
      Sedangkan orang Jawa itu bermata satu, artinya apa yg di ucap di hati A maka akan keluar dari mulut juga A. Maknanya sebuah kejujuran, kebenaran dan lurus setulus hati. Karena itu budaya Jawa.

      Penelitian sy segi tiga itu adalah 3 (tiga) lautan yang mengelilingi Indonenesia, yaitu UBS (laut utara, barat dan selatan). di tengah2 lautan itulah terdapat Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara mercusuar dunia.

      Dalam konsep Pusar Bumi atau Tapak Jalak digambarkan sebuah lingkaran melingkar-lingkar bagaikan gugusan bima sakti yang di tengah2nya terdapat titik hitam, atau seperti lambang tawaf pada waktu tahun haji. Bahkan di ka’bah juga terdapat batu/titik hitam, juga di dalam hati kita.
      Perumpamaan jika waktu jagad besar ini tercipta juga berasal dari satu titik yang akhirnya meledak spt bunga mawar ………. dan kita nanti jika ingin kembali mati sempurna juga masuk lagi kedalam titik hitam tsb. tapi sangat sulit dilakukan karena pemahaman tentang ini sudah hilang ditelan jaman dan menjadi rahasia Illahi. walahualam bisha wab

      Sampai saat ini, penemuan ini masih berupa kulitnya, belum sampai pada tahap intinya. Sy yang bodoh ini mengajak para saudaraku untuk menggali penemuan sy ini, siapa tahu berguna untuk semua umat.

      Wassalam

    • Terima kasih kang Raja Phandita atas wejangannya…
      maaf baru sempat membalas postingannya. Saya bukan aki dari jogja, tapi pernah ke jogja ketika gempa jogja baru terjadi.

  23. siip..mas pandhita pertahankan gaya tulisan anda seperti ini, ini bisa menjadi ciri khas anda (krn kdg2 Ngawur) hehehe.. dan terimakasih anda tlah menjwb pertanyaan saya ttg dajjal..
    saya sendiri berpendapat bhw dajjal itu bebrbentuk kekuasaan adikuasa yg sewenang2/bermata satu, siapa yg patuh sama dia dapat bantuan(usaid)/dapat ‘surga’ siapa yg tdk maka diperangi,dihancurkan spt irak, afganistan dgn kata lain diberi neraka oleh dia.
    maka batin saya mengatakan USA itu lah dajjal yg sesungguhnya tinggal tunggu pembenaran dari imam mahdi yg tdk lama lg akan muncul..

  24. @Ujang protes:
    @ To Bima
    Saya bukan berkhotbah, !!! Tulisan ini saya tujukan kepada Kang @ Budak Angon, melanjutkan thread yang bulan lalu, sebelum anda gabung dengan kami, tak ada hubungnnya dengan khotbah kepada anda sama sekali,……. jadi anda jangan ge-er, jangan sok merasa tersinggung, dan terhujat , fahami dulu tujuan postingannya.

    Bila anda tak mengusai permasalahan, sudahlah jangan memaksakan diri untuk berikan komentar yang anda tak fahami dan tak kuasai pengetahuannya, nanti malah anda akan selalu memvonis salah orang lain yang tak sepahan dengan anda, sementara anda akan selalu mersa paling benar. Sebab cara berfikir masing-masing beda.

    Tentang kesalahan tulis mohon maaf, bukan tujuan dari niyat, silakan anda nilai sesuai poendapat anda, dan silakan keyakinan anda dalam beragama rasakan sendiri oleh diri anda, anda tak perlu memaksakan kehendak pada orang lain, karena di dunia ini tak ada polisi agama yang harus mengatur, kita semua hanya wajib mengingat kan saja, lebih dari itu tersearah masing-masing.

    Bila memang anda merasa tidak sesuai dengan komunitas Blog ini, silakan anda keluar dengan cara yang baik, tak perlu anda memaksakan pendapat faham anda, disini bukan ajang perang dalil dan ayat, silakan anda taklukan FFI bila anda mampu
    —————————————————————————————–
    Jelas menyampaikan perihal ‘Bapak’ dan ‘Darah’ adalah khotbah hari sabtu. Hendak mengelak kemana lagi anda?!

    Tentang FFI, silahkan anda bantah penjelasan saya tentang hukum waris itu Mereka pun tak dapat membantah penjelasan saya itu. Hukum waris dalam agama Islam yang dijadikan topik utama andalan mereka, untuk mencari-cari kelemahan dalam agama Islam; yang pada kenyataannya hukum waris agama Islam itu mengandung ilmu pengetahuan yang amat luas. Itulah salah satu bukti penjelasan dari sabda Rasulullah sebagai sunnaturrasul yang menjelaskan bahwa hukum waris dalam Al Qur’an mengandung setengah dari ilmu dunia. Subhanallah.

    @Ujang menyatakan:
    Dan anda tak perlu memaksakan kehendak, sebab tak ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh ada hingga kelak diakhirat yang disebabkan oleh saya dan orang lain, demikain pula sebalik nya, (Qu anfusikum wa ahlikum naro) , dan Islam tiadalah paksaan.
    Tentang kata QUL adalah perintah Allah kepada Nabi, agar Nabi menegaskan
    Sedangkan bila Allah menyeru, adalah menggunakan kalimat: Yaaa ayuhalladzina……….., ya ayuhannas .., dst,,dst. (ternyata anda tak fahami tata bhs Alqurán…..?,)
    ********************************************************
    Sudah salah menulis, salah memahami, salah pula dalam penerapannya. Bisa-bisanya anda menyebut tata bahasa arab itu sebagai tata bahasa yang anda kuasai.
    Anda lah yang tidak faham dengan sebenar-benarnya Al Qur’an itu. Adakah Qul (Qala) itu ditujukan ‘khusus’ bagi nabi Muhammad saw. Silahkan anda tunjukkan ayatnya jika memang anda adalah orang yang benar.

    Para Ulama penafsir dan penterjemah telah mengkajinya dengan kritis dan teliti bahwa Al Qur’an itu memang diturunkan melalui Rasulullah dan dipahami dan diimani oleh orang-orang yang taat dan taqwa. Itulah yang dimaksud dengan nabi Muhammad adalah seorang nabi yang menyampaikan dan menjelaskan Al Qur’an itu. Seorang nabi yang memang ditugaskan untuk menjelaskan dengan sejelas-jelasnya Al Qur’an itu.

    Itulah pula ketika lafaz ‘Qala’ yang terkandung dalam Al Qur’an itu, pabila ditafsirkan kepada sebutan Rasulullah selalu dibubuhkan dengan nama Muhammad dalam ‘tanda kurung’ seperti ini (Muhammad). Yang artinya bahwa lafaz ‘Qala’ itu itu juga diperintahkan kepada orang-orang yang taat dan taqwa yang memegang teguh amanah Rasulullah.

    Sebagai contoh dalam QS 21. Al Anbyaa’ berikut ini

    45 Katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan”
    ————————————————————————————–
    Dan sekali lagi saya ulangi pada ayat yang sudah saya sampaikan sebelumnya:

    QS 29. Al Ankabuut 46
    46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

    Perintah ‘KATAKANLAH: “kami telah beriman…” dst (QUULUU AAMANNA) dalam QS. Al Ankaabuut ayat 46 itu, diperintahkan oleh Allah kepada siapa ‘tulang’??? Tentulah diperintahkan kepada ORANG-ORANG yang beriman. Mengapa anda semakin mengingkari Al Qur’an itu jika anda memang beriman???

    Silahkan anda buktikan ayatnya bahwa perintah ‘Qala’ (KATAKANLAH) itu hanyalah perintah kepada nabi.

    MASIH TETAP SAYA TUNGGU PENJELASANNYA…

    Jika anda menunggu saya pun menunggu-nunggu pula.
    ————————————————————————————–
    Dan tentang ‘amanah’ kepada orang-orang yang beriman, dijelaskan dalam ayat di bawah ini:

    QS. 8 Al Anfaal 27
    27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

    Amanah untuk meneruskan Perintah Allah dalam menyampaikan perintah ‘QALA’ itu. Perintah Allah yang diturunkan kepada umat-Nya melalui rasul-rasul-Nya.

    Bukankah Al Qur’an itu diturunkan bagi segenap makhluk seru sekalian alam?! Makhluk yang tetap tunduk dan patuh sebagai umat-Nya. Yang tidak tunduk dan patuh bukanlah umat-Nya.

    Dan peringatan bagi anda itu, adalah berita gembira bagi umat muslim…

    QS. 2 Al Baqarah 119
    119. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.

    Al Qur’an itu adalah berita ‘gembira’ bagi umat muslim. Berita gembira yang wajib diucapkan kepada yang mau mendengarkannya. Nabi Muhammad adalah ‘pembawa’ berita gembira itu.

    Bukankah sudah saya sampaikan berulang kali bahwa Al Qur’an itu ada di dalam ummul kitab – Kitabullah (Lauh Mahfuzh).

    @Ujang menyatakan:
    Mengenai segala pertanyaan tentang penjelasan yang anda sampaikan, silakan anda yang menjelaskan dengan versi faham pendapat anda sendiri, nanti bila saya jawab malah anda tak memahami sama sekali, sehingga nantinya malah anda akan selalu menyalahkan dan mvonis orang lain, sambil anda membenarkan diri sendiri, seperti contoh postingan saya kepada Kang Budak Angon, maka sangat jelas sekali sikap kesombongan anda dalam mensiarkan islam. ( apakah demikian cara anda seperti yang dicontohkan Nabi…..?) Demikian pula mengenai istlah kulit maupun esensi, saya yakin anda sudah tahu, tal mungkin lah anda hafal dalil tak tahu tentang itu.

    Bila di contohkan dengan fokus lain nya perumpamaan kulit itu di ibaratkan “Raga” atau jasad kita yang kelak akan jadi bangkai di tanah, sedang esensi nya, yaitu Jiwa kita (Nafs), dan Alqurán selalu banyak sampaikan peringatan kepada Jiwa contoh : Yaa nafs Muthmaínah……; kulu nafsin dzaikatul maut ,
    ————————————————————————————–
    Tidak heran kalau anda menyembah ‘Darah Pengorbanan’ itu. Lha…penjelasannya cuma sebatas ‘bangkai’…

    Apakah makna ‘KULIT’ yang anda pahami hanya sebatas “RAGA” dan “JIWA” sajakah ?!…Hanya jiwa yang dapat menahan nafsu itu saja kah yang dapat anda pahami?! Pemahaman dari seorang ‘manusia’ yang pandai membuat ‘syair-syair’ yang semanis ‘madu’ itu?! Tidakkah tergerak hati anda untuk memahaminya lebih dalam lagi?!

    @Ujang penasaran:
    Di Saat kita tidur dan mati jiwa dalam genggaman Allah(Qs), namun sangatlah beda antara tidur dan mati, kemanakah jiwa dan ruh saat tidur, dan kemanakah jiwa dan ruh saat mati, dan dimanakah Allah yang meng-genggam …jiwa tsb….?.

    Kalau anda demikian banyak menguasai berbagai dali ayat dan hadits, saya yakin anda akan mampu menjawab, karena menurut anda segala permasalahan akan mampu terjawab oleh Alqurán itu sendiri, cobalah anda jelaskan……….!!..
    kalau memang anda mampu seperti yang anda katakan.
    ————————————————————————————–
    Bukankah pertanyaan tentang ‘ruh’ dan ‘jiwa’ itu ada kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ki Sabda Langit. Lebih bijaksana pabila kita menunggu uraian dari ki Sabda, sebagai yang telah memberikan informasi bahwa penjelasan itu sudah ada di blognya yang saya hormati ini. Tinggal tuan rumah berkenan atau tidak merangkai pertanyaannya yang memang sudah ada jawabannya itu.

    Tapi biar anda tidak mengatakan saya ‘ngeles’ dari pertanyaan anda itu…carilah yang ‘sepuluh’ dalam Al Qur’an itu, Insya Allah anda akan menemui hikmahnya.

    Selanjutnya:
    @Ujang penasaran:

    Masih tentang hal kulit dan esensi….
    Dalam postingan yang saya tujukan kepada Kang Budak Angon, saya sampaikan tentang kalimat dalam bhs Sunda yaitu Ageman Kamanusaan dan berbagai siloka atas Esensi agama(aturan) hukum Allah dalam diri, kalau anda tanyakan penjelasan tentang kulit dan esensi silakan pecahkan kalimat-kalimat tsb, bila anda tak mampu, jangan paksakan anda merespon nya, nanti malah anda menyalahkan dan memvonis lagi, sehingga kulit kebodohan anda malah lebih terbuka lagi.
    Sekian dulu boz…..Mohon maaf bila salah kata,
    Basa ganbaran rasa, budi gambaran ati,
    Mugi pangersa jembar manah ageung hampura
    ————————————————————————————–

    Ok lah kalo begeto…biar anda tidak penasaran dan menjadi ‘bangkai’ sebelum waktunya…

    Tentang KULIT…

    Saya berikan sedikit kuncinya:

    BAGIAN MANA DARI PANCA INDERA ANDA, YANG TIDAK DIPENGARUHI OLEH NAFSU YANG HINGGAP PADA JIWA (NAFS) ANDA SENDIRI ITU ?!
    HANYA ‘KULIT’ LAH YANG TIDAK TERPENGARUH OLEH NAFSU DUNIAWI ITU.

    SATU-SATUNYA INDERA PERASA YANG TIDAK DAPAT ANDA KENDALIKAN OLEH DIRI ANDA SENDIRI.

    Itulah hebatnya KULIT, sebagai rahmat yang begitu besar yang Allah berikan kepada manusia. Rahmat Allah yang anda anggap sepele hanya sebatas ‘bangkai’. Anda membayangkan ‘budak angon’ dalam rangga Jayabaya sebagai mencari ‘kulit kambing’ (domba). Padahal anda telah terkelabui oleh angan-angan anda sendiri atas syair-syair yang begitu indah yang telah disampaikan oleh Ki Jayabaya itu.

    Kulit yang menjadi jembatan antara hati dan qalbu (hati yang suci). ‘Jembatan’ yang di bawahnya mengalir sungai-sungai sebagai ‘darah’ yang anda sembah itu. Sembahan yang jelas melanggar aqidah agama yang benar.

    Lagi nih ‘tulang’…AIR HUJAN TURUN DARI ‘LANGIT’….Mirip nama ki Sabda Langit…Maaf ya Ki Sabda…

    Silahkan anda lanjutkan sendiri, karena andapun pernah menyampaikan bahwa: Al Qur’an itu diturunkan secara berangsur-angsur.

    QS. 76. 23
    23. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

    QS. 7. 182
    182. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

    QS. 53. An Najm 29-30
    29. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

    .30. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

    Anda hanya menyampaikan ‘curhat duniawi’ saja yang nantinya juga menjadi ‘bangkai’. Anda telah terkelabui oleh ‘tandingan’ sesembahan yang telah menutup mati ‘hati’ anda itu, termasuk BAPAK dan DARAH pengorbanan yang anda sembah itu.

    Kembalilah kepada jalan yang benar, jalan yang dijembatani oleh ‘kulit’ anda itu, melalui cahaya air ‘wudhu’ yang wajib anda ‘sentuh’ itu. Air wudhu yang membuat ‘kulit’ anda bergetar dan menangis sedalam-dalamnya ketika anda bersujud. Ruh yang berdiri dalam ketundukannya (ke-tawadu-annya) dan Jiwa yang sujud dalam ke-tafakur-annya. Subhanallah…Maha Suci dan Maha Benar Allah.

    Abdi mohon pamit…Insya Allah umat muslim tetap bersatu dan meraih kemenangannya. Amin.

    • To @ Bima
      Saya sangat kasihan sekali kepada anda, atas kedunguan yang dipaksakan.
      Respon anda ternyata sangat ngawur sekali, menandakan orang yang merasa paling banar atas kebodohan yang menutupi, dan terlalu memaksakan kehendak untuk menjelaskan sesuatu yang tak dikuasai atas pengetahuan itu.

      Pemaksaan kehendak itu nyata dalam pengetahuan yang salah kaprah sbb :
      @Bima Said :
      Anda membayangkan ‘budak angon’ dalam rangga Jayabaya sebagai mencari ‘kulit kambing’ (domba). Padahal anda telah terkelabui oleh angan-angan anda sendiri atas syair-syair yang begitu indah yang telah disampaikan oleh Ki Jayabaya itu.

      Tidak ada yang namanya rangga jayabaya, kecualai Jangka/Jongko Jayabaya . Kisah Budak Angon adalah dalam Uga wangsit Silihwangi, bukan pada Jangka Jayabaya, dan bukan pula Budak Angon itu mencari kulit kambing, serta syair yang Indah itu bukan lah yang disampaikan Ki Jayabaya, itu adalah siloka tentang tatanan kunci Tariqat, Haqikat, Makrifat dalam Ageman Elmu Kamanusaan di tatar sunda, dalam bahasa sunda, nyata sangat ngawur sekali

      Hal kecil yang masih anda paksakan dalam kehendak yang tidak anda kuasai pengetahuannya yakni pada kalimat perintah : QUL disamakan dengan QOLA , Qul adalah kata perintah artinya “Katakanlah”, diperintahkan kepada Nabi agar mengatakan kepada umat nya. Qola artinya : berkatalah, berkata, bersabda bisa pula berarti : lihatlah apa yang dibicarakan, tergantung jenis kalimatnya.

      Bedakan antara Tata Bahasa Alqurán dengan Tata Bahasa Arab, bahasa Alqurán sangat jauh berbeda dengan bahasa Arab, perhatikan pula pada Kamus Bahasa Arab, dan Kamus Bahasa Alqurán. , dalam hal ini sangat jelas sekali anda terlalu memaksakan sesuatu yang anda tidak kuasai, sehingga ngawur dan membabi buta, anda tidak menguasai makna dan tafsir Alqurán, sehingga hanya pindah bahasa (translate-copas). Dan apa yang anda sampaikan dalam pemaksaan kehendak yang tidak anda kuasai pengetahuannya, merupakan Curhat Duniawi( dalam istilah aneh anda), permasalahan kekesalan anda merupakan curhat unek-unek nafsu diri anda.

      Silakan anda pamitan,…..
      semoga anda banyak belajar lagi atas pengalaman anda, walaupun satu dua ayat kuasailah arti makna dan esensinya, tata bahasanya, janganlah mengobral ayat suci dengan kekotoran nafsu fikiran atas kedunguan anda. Demikian pula kuasailah permaslahan dalam pengetahuan yang benar. Janganlah memalukan dengan cara menjelaskan sesuatu yang anda tak kuasai pengetahuan itu, nanti malah jadi bahan tertawaan, dan sama dengan menelanjangi keodohan diri sendiri.

      Salam menyertai anda ….Juliet Oscar Romeo…..

  25. Yth.Mas Sabda.
    serta rekan -rekan semua yg saya hormati.

    Sebenarnya udah ada ulasan Mas Sabda di postingan atas ;
    ___________________________________________________
    PREDIKSI ;atas dasar RAHSA SEJATI.
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    dan saya rasa inilah diantara jawaban carut marutnya Negri tercinta ini.
    karna; kebanyakan manusia berAgama Hanya sebatas kulitnya saja.[kekenyangan makan kulit ;meminjam istilah Mas Sabda] sehingga memberhalakan KITAB SUCI DAN TUHANNYA.
    AGAMA hanya sebatas ucapan saja, karna tidak mau memahami hakekatnya beragama,
    dan mengenal lebih dekat TUHANNYA.

    lihatlah para penguasa ; yg di awali SUMPAH QUR,AN, dgn menyebut dan bersaksi pada TUHAN, toh ujung -ujungnya hanya sebatas ucapan.

    ataupun kita sendiri ,yg selalu mengucapkan ALHAMDULILLAH , namun selalu RESAH [grantes] blm bisa mengimplementasikan kedlm kehidupan ,keseharian kita.

    Alangkah bagusnya ; jika pemahan ayat -2, kitab suci ,kita terapkan ke pribadi kita dulu, baru pd org lain. sehingga kita LEBIH ARIF DAN BIJAK, tidak asal bunyi. semua org yg beda pendpat dgnnya sesat, salah, dst,
    atau JADI TUKANG PERINTAH TP DIA tidak melaksanakannya
    CONTOH ; SAUDARA – SAUDARA MARI BERAMAL DLM HATINYA [saya tidak usah] krena merasa punya amal .

    TUK Yth.kang Bima .
    mohon ma,af yg sebesar 2,nya, jika saya dlm bertutur kata kurang berkenan di hati akang,

    Yth.kang ujang .
    terimakasih atas ulasannya , mudh 2han bermanfa,at pd kita semua,
    yuk,,,, kita kembali merawat tanaman,, heee ,,,,hee,,
    biar ada buahnya,,,,

    tuk saudara semua , yg berada di gubugnya mas sabda mohon ma,af, d trimakasih atas pencerahannya smoga bermanfa,at.
    salam sih katresnan.

    • @SantriGendeng

      PREDIKSI ;atas dasar RAHSA SEJATI.
      ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
      dan saya rasa inilah diantara jawaban carut marutnya Negri tercinta ini.
      karna; kebanyakan manusia berAgama Hanya sebatas kulitnya saja.[kekenyangan makan kulit ;meminjam istilah Mas Sabda] sehingga memberhalakan KITAB SUCI DAN TUHANNYA.
      AGAMA hanya sebatas ucapan saja, karna tidak mau memahami hakekatnya beragama,
      dan mengenal lebih dekat TUHANNYA.
      lihatlah para penguasa ; yg di awali SUMPAH QUR,AN, dgn menyebut dan bersaksi pada TUHAN, toh ujung -ujungnya hanya sebatas ucapan.
      ataupun kita sendiri ,yg selalu mengucapkan ALHAMDULILLAH , namun selalu RESAH [grantes] blm bisa mengimplementasikan kedlm kehidupan ,keseharian kita.
      Alangkah bagusnya ; jika pemahan ayat -2, kitab suci ,kita terapkan ke pribadi kita dulu, baru pd org lain. sehingga kita LEBIH ARIF DAN BIJAK, tidak asal bunyi. semua org yg beda pendpat dgnnya sesat, salah, dst,
      atau JADI TUKANG PERINTAH TP DIA tidak melaksanakannya
      CONTOH ; SAUDARA – SAUDARA MARI BERAMAL DLM HATINYA [saya tidak usah] krena merasa punya amal.
      TUK Yth.kang Bima .
      mohon ma,af yg sebesar 2,nya, jika saya dlm bertutur kata kurang berkenan di hati akang,
      —————————————————————————

      Sama-sama, saya juga mohon maaf atas ‘kalimat saya’ yang kurang berkenan di hati anda. Marilah kita mengasah kemampuan kita untuk membedakan mana ‘kalimah’ yang berasal dari manusia dan mana yang kalam Allah (kalimah ‘Qola’ Allah itu).

      Dalam suatu diskusi agama atau keyakinan, Apabila kita menunjukkan suatu kebenaran berdasarkan dalil-dalil yang tidak dapat dibantah, bukanlah suatu paksaan. Kita haruslah berjiwa besar untuk menerima kebenaran yang kita anggap salah. Begitu pula sebaliknya, kita haruslah berjiwa besar untuk menerima kesalahan apabila tidak sesuai dengan kebenaran yang hakiki itu.

      Mempertahankan dalil-dalil dalam suatu agama secara hak, jelas berbeda dengan memberhalakan suatu kitab agama. Selalu bertasbih menyebut ‘asma’ Allah pasti akan dijauhkan dari memberhalakan /mempersekutukan Allah.

      Membuat hal-hal baru itu lah yang disebut memberhalakan atau mempersekutukan Allah.
      Bukankah membuat hal-hal baru selain daripada petunjuk yang diberikan Allah adalah perbuatan memberhalakan/mempersekutukan Allah itu sendiri?!

      Bukankah sudah pernah saya sampaikan bahwa janganlah kita merubah derajat ‘hablum minannas’ terhadap ‘hablum minallah’ itu. Kembalilah kepada derajat antara keduanya secara benar. Yakni mencari dulu petunjuk yang benar bagi diri sendiri, barulah beredar di permukaan bumi ini sebagai annas (Insan) -Nya. Dengan begitu kita akan tetap mempunyai ‘falsafah’ hidup dan rasa ‘kemanusiaan’ dengan selalu tunduk dan patuh kepada Allah yang bersumber dari aqidah agama yang benar.

  26. Suasana jadi agak gerah, mari diskusi dgn..”menurunkan EGO & maklumi orang lain”.

  27. mas cantrik benar, mas gendeng juga hanya saja saya blm sepakat dgn ujang ini, mengaku islam tapi pola pikirnya mirip jil dan cara diskusinya emosional..! mas ujang perlu anda ketahui pembaca blog ini banyak org pintar yg bisa menilai kualitas sseorg dr gaya bhsnya. jika anda tetap keras kepala silakan teruskan berdebat dgn kang bima saya yakin anda akan dilayani sampai puas..saran kpd kang bima tlg bahasanya lbh serius kpd mas ujang krn rupanya dia tdk paham dgn gaya bhs sarkartis..
    debat kang bima sama mas olads bisa menjadi contoh dimana argumen2 panjang dipaparkan tapi tdk emosional dan bisa bisa menjadi pembelajaran utk semua..
    semoga anda sepakat mas ujang..

    • QS. 48. Al Fath 29
      29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

    • To @ K. Santri Waras dan K. Bima dan Rekan-rekan semuanya

      Ya Ok lah ……..
      Kalau saya memang dianggap salah dan tidak berkenan dalam cara menjelaskan, saya terima kesalahan saya dengan lapang dada. Tentang emosi, nafsu dll, silakan menilai diri masing-masing nya, dan memang benar seperti yang K. Snatri waras katakan, di Blog ini sayapun yakin banyak orang yang mengerti dan menilai baik secara lahiriah dan batiniah tentang seseorang. Sebab dalam berbagai penjelasan memang belum tentu apakah itu konsep kayakinannya, atau menceritakan sejarah, atau perjalanan sesuatu yang memang belum jelas keberadaan nya.

      Secara pandangan umum kita hanya berusaha mencari kebenaran melalui pendekatan aqal fikiran, sedang secara individu hati kita semua yang akan berikan jawaban dalam catatan KItab Diri Sendiri , sebagai mana Alqurán perintahkan :
      ” Bacalah kitabmu sendiri, hari ini cukuplah dirimu sendiri yang melakukan hisab/ perhitungan terhadap catatan amal perbuatan mu”.

      Mudah-mudahan ini semua menjadi pelajaran yang berharga khusus nya bagi diri saya pribadi, serta hikmah bagi semuanya.

      Bilahitaufik wal hidayah,.,,,,
      wasalam,

  28. Bima said:
    Hukum waris dalam agama Islam yang dijadikan topik utama andalan mereka, untuk mencari-cari kelemahan dalam agama Islam; yang pada kenyataannya hukum waris agama Islam itu mengandung ilmu pengetahuan yang amat luas. Itulah salah satu bukti penjelasan dari sabda Rasulullah sebagai sunnaturrasul yang menjelaskan bahwa hukum waris dalam Al Qur’an mengandung setengah dari ilmu dunia. Subhanallah..

    ini sangat menarik, tlg kang bima kupas lbh detil mengapa anda katakan ini mengandung setengah dari ilmu dunia. saya penassaran sekali. maturnuwun wassalam.

  29. Kang Bima Yth
    Perkenankan saya sedikit mengajukan pertanyaan mengenai satu statement panjenengan berikut ;

    @Bima; BAGIAN MANA DARI PANCA INDERA ANDA, YANG TIDAK DIPENGARUHI OLEH NAFSU YANG HINGGAP PADA JIWA (NAFS) ANDA SENDIRI ITU ?!
    HANYA ‘KULIT’ LAH YANG TIDAK TERPENGARUH OLEH NAFSU DUNIAWI ITU.

    SATU-SATUNYA INDERA PERASA YANG TIDAK DAPAT ANDA KENDALIKAN OLEH DIRI ANDA SENDIRI.
    ==================

    Dari dua statemen di atas rasanya ada kontradiksi interminism, di mana panjenengan menyatakan bahwa hanya indera perasa “kulit”lah yg tidak terpengaruh nafsu duniawi.
    Sementara itu, menurut panjenengan (“kulit” tsb) satu-satunya indera perasa yg tak dapat anda kendalikan oleh diri anda sendiri.

    Coba dikoreksi lagi, apakah panjenengan tdk salah tulis ?
    Jika memang demikian maksudnya, apakah berarti indera perasa kulit akan selalu berada di luar kendali diri kita sendiri ?
    Yg mana yg dimaksud diri kita (diri anda sendiri), apakah kehendak nafsu (ragawi), limbyc section, insting dasar, alias NURUTI RAHSANING KAREP ?! Jika demikian halnya, berarti kulitpun sebenarnya mudah terkontaminasi oleh nafsu duniawi…? Dan bisa saja tunduk kdp nafsu ?

    Misalnya ada kasus, akibat persentuhan indera perasa kulit pada bagian yg sensitif, terjadilah pergumulan nafsu syahwat di antara sepasang muda mudi. Dari manakah datangnya nafsu, apa dari mata, lalu turun ke hati, atau dari indera kulit lalu terjadi ereksi ?

    Ataukah sebaliknya yg panjenengan maksudkan DIRI ANDA SENDIRI adl jiwa/soul/, ataukah sukma/roh/spirit, ataukah kehendak rasajati/sirulah atau nuruti kareping rahsa?

    Mohon pencerahannya. Sebelumnya terimakasih
    salam asah asih asuh

  30. sip mas ujang..bravo..ini yg saya mau dari anda, saya pikir di blog ini kita bebas menyalurkan semuaa pikiran,hujjah2 kita dan kita yakin HANYA ALLAH YG BISA MERUBAH SESEORANG DGN HIDAYAHNYA, manusia biar pandai bgmpun tdk bisa merubah seseorg kecuali dgn izinNYA..
    to mas sabda trmksh banyak saya haturkan biarpun kita ini berbeda pandangan tapi anda tetap legowo dan tlah menunjukkan klas anda sendiri..saya merasa bersyukur blajar banyak hal ini..mudah2an ALLAH SWT YG MENGGENGGAM HATI DAN PIKIRAN kita memberi petunjuk dan hidayahnya kpd kita semua..amin..mari bersiap2 jumatan bagi yg muslim..wassalam

    • To @ K, santri Waras
      Barvo back to you………
      Trimakasih apresiasi nya, mari kita lanjutkan kembali ke topik artikel di blog ini, sebagai upaya belajar mengasah aqal fikiran terhadap fenomena alam kehidupan.

      Dan untuk @ Kang Cantrik, trimakasih analoginya memeng aktual untuk memelihara kesadaran masing-masing.

      Also @ kang Santri Gendeng, pelajaran berharga bagi saya dalam RAHSA SEJATI, mudah-2an masing-masing kita mampu menumbuhkan nya, dalam Qolbu.

      Dan @ Kang Hamba, trims atas perumpamaan “Kendaraan-Mobil” sangat tepat sekali, bahwa manual kehidupan manusia adalah Alqurán yang telah menunjukan berbagai komponen yang ada pada diri kita,, sehingga manusia tidak sekedar punya Mobil saja(Jiwa-Raga), tapi alangkah baik nya bila diri kita menjadi Montir di Bengkel Hati sendiri, agar raga, jiwa / ruh, bisa di benahi di pelihara, dan kembali kemasing-masing tempatnya dengan sempurna (Insaan Kamil) .

      Dan terutama @ Ki Sabda sebagai penyedia Blog degan Artikel yang Kaya Esensi Kehidupan , dan yang selalu dan selalu mengaku sebagai Murid Bodoh, alangkah Leber hate Jembar manah, Sir Budi Pangawasa. (kata sunda nya). Demikian pula atas koreksi pendapat mengenai Bayi & Suku Pedalaman, pertanyaan simple yang membutuhkan Integritas kesadaran aqal fikiran atas kenyataan hidup yang dirasakan.

      Salam……..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 940 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: