SIAPA YANG MASUK SYURGA ?

Siapa Saja yang Masuk Surga?

 

Ivan Iwanovitch meninggal hari Sabtu – pukul lima. Begitu juga Abdul Rahman dan Martin Christian. Bertiga mereka berjalan ke tempat hari akherat. Tidak bisa melihat siapa Iwan, siapa Abdul atau siapa Martin, karena ruh tidak ada pakaian – tidak ada raut muka. Dari jauh mereka melihat cahaya. Itulah Jesus, kata Martin, sebentar lagi kelihatan cahaya lagi, itulah Nabi Muhammad kata Abdul dan untuk ketiga kalinya dilihat warna lagi, itulah Sanctus Carolus Marx kata Ivan Iwanovitch – seorang komunis yang sejati. Sampai akhirnya mereka melihat cahaya begitu kuat dan terang sehingga ketiga ruh dipenuhi cahaya dan kemuliaan. Hic es Deus kata Martin, Prinsip Hoffnung kata Iwan, itulah Tuhan Allah kata Abdul. Tapi yang dilihat adalah hal yang sama dan tidak ada satu orangpun diantara mereka yang masih hidup yang bisa menjelaskan apa yang dilihat tiga ruh itu. Karena cahaya yang dilihat adalah baru, tidak ada perbandingan dan tidak ada kata yang memungkinkan melukiskan hal itu. Dan hal yang tidak dapat dipikirkan, tidak bisa dibicarakan. Dan tentang hal yang tidak bisa dibicarakan tentang hal itu, lebih baik tutup mulut, kata Wittgenstein.

 

Karya MAW Brouwer

 

 

Artikel lain: Agama Saya Cinta

 

Paradoks, itulah judul yang diberikan terhadap kecenderungan kekinian dalam kehidupan. John Naisbitt adalah salah satu tokoh yang berkontribusi besar terhadap populernya terminologi paradoks. Fundamental dalam pikiran orang- orang seperti Naisbitt, bila ada kecenderungan yang keluar dari rel akal sehat, dengan mudah masuk ke kotak paradoks. Sebagian dari manusia yang memberi judul paradoks kemudian kecewa, sebagian lagi malah bertumbuh justru karena paradoks.

Tulisan ini berharap, mudah-mudahan lebih banyak sahabat yang dibuat bertumbuh oleh paradoks-paradoks berikut. Tidak menjadi niat tulisan ini agar paradoks-paradoks berikut menjadi awal permusuhan dan kecurigaan baru. Sebagian paradoks yang layak dicermati adalah apa yang terjadi di Bali, India, Tibet, sampai Timur Tengah. Bali, sebagaimana dikomunikasikan dalam waktu lama oleh industri pariwisata, adalah pulau kedamaian. Namun, di sini juga ribuan manusia dibantai karena judul komunis di tahun 1965. Di sini juga dua bom teroris meraung-raung memakan banyak jiwa manusia. Di sini juga sebuah kota terbakar karena calon presiden yang didukung tidak terpilih di tahun 1999. Di Bali juga terjadi orang yang sudah meninggal pun masih dihalangi agar pulang secara damai. India juga serupa. Di sini lahir dua agama dunia (Hindu dan Buddha), di sini juga terlahir tokoh-tokoh spiritual yang besar dan mengagumkan, dari Mahatma Gandhi, Ramakrishna, Svami Vivekananda, 0sho, Ramana Maharsi, sampai Buddha Gautama, Atisha, dan Acharya Shantidewa. Namun, di sini juga kebencian memacu permusuhan terus-menerus sehingga sahabat Hindu dengan sahabat Islam belum mengakhiri secara tuntas permusuhannya. Persoalan perbatasan masih memanas. Sejumlah tempat ibadah masih dijaga aparat. Tibet adalah atap dunia. Seperti kepalanya Bumi. Dengan demikian, mudah dimengerti di sini lahir banyak sastra kehidupan yang mengagumkan (salah satu contohnya The Tibetian Book of the Dead). Namun, di sini juga kesedihan berumur teramat panjang. Dari pemimpinnya Dalai Lama sudah di pengasingan selama puluhan tahun, nasib rakyat Tibet yang penuh dengan tangisan. Dan belum ada tanda-tanda kuat kalau negeri suci ini akan mengalami perubahan. Timur Tengah juga serupa. Di sini dua agama dunia (Islam dan Nasrani) pernah lahir. Namun, di sini juga mesin-mesin senjata meraung-raung terus memakan korban-korban manusia tidak berdaya. Israel dan Palestina belum menunjukkan tanda-tanda berdamai dalam jangka panjang. Belakangan malah semakin menyedihkan. Dengan demikian, dalam totalitas, mudah dimengerti kalau Naisbitt pernah membaca sebuah kecenderungan mendunia: ’religion no, spirituality yes’. Agama tidak, spiritualitas ya. Ini mirip dengan pengalaman seorang remaja Indonesia yang pernah kuliah di Melbourne, Australia. Suatu kali dalam kelas yang besar jumlah mahasiswanya, dosennya bertanya: any one of you who have religion? Siapakah yang memiliki agama di kelas ini? Dan yang menaikkan tangan hanya segelintir orang. Namun, mahasiswa yang tidak menaikkan tangannya kalau meminjam pensil tidak lupa mengembalikan. Bila bertemu ibu-ibu dosen membawa beban buku agak berat, mereka cepat memberikan pertolongan. Bila antre di mana pun sangat disiplin. Tatkala bertemu sahabat lain tersenyum sambil mengucapkan selamat pagi. Bila ada teman dalam kesulitan, refleknya bekerja amat cepat untuk membantu. Bila masuk pintu lift atau pintu kereta api mendahulukan orang tua. Karena itu, menimbulkan pertanyaan, apa agama orang-orang ini? Mirip dengan sejumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Ketika ditanya apakah Anda Nasrani, ia hanya menjawab dengan senyuman tidak bersuara. Namun, sopannya, ya ampun. Masuk rumah mengetuk pintu, lupa dipersilakan duduk, kemudian bertanya: boleh saya duduk? Bila tidak sependapat, memulai dengan kata ’maafkan kalau saya tidak sependapat’. Dan sejumlah sopan santun yang menyentuh hati. Ini juga yang membuat sejumlah sahabat di dunia spiritual mulai bergeser: dari pengetahuan spiritual menuju pencapaian spiritual. Belajar dari Buddha lengkap dengan welas asihnya tentu baik. Membaca puisi-puisi sufi yang bertema cinta dan hanya cinta tentu berguna. Kagum dengan doa Santo Fransiscus dari Asisi tentu bermakna. Jatuh cinta sama Bhagawad Gita tentu sebuah pertumbuhan jiwa. Mendalami kebijaksanaan-kebijaksanaan Confucius tentu saja bermanfaat. Namun, mengaktualisasikannya ke dalam pencapaian spiritual keseharian tentu memerlukan upaya yang jauh lebih keras lagi. Banyak guru yang sepakat, jembatan terpenting yang

menghubungkan antara pengetahuan spiritual dan pencapaian spiritual adalah latihan. Seperti menemukan keseimbangan bersepeda, hanya latihan yang paling banyak membantu. Dan waktu serta tempatnya tersedia di mana-mana secara berlimpah. Di rumah, tempat kerja, sekolah, jalan raya, tempat ibadah, sampai lapangan sepak bola, semuanya bisa menjadi tempat-tempat menemukan pencapaian spiritual. Seperti kalimat indah Kahlil Gibran: ’keseharian kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya’. Menyayangi istri/suami, mendidik putra/putri, mencintai orangtua, menghormati tetangga, menghargai pendapat atau sikap yang berbeda, menghormati atasan, menghargai jasa pemerintah, berterima kasih kepada tukang sapu atau pembantu, dan bila mampu mencintai musuh adalah rangkaian pencapaian spiritual keseharian yang mengagumkan. Pengetahuan spiritual memang kaya kata-kata. Namun, pencapaian spiritual kaya akan pelaksanaan. Kagum dengan pencapaian spiritual Dalai Lama, Richard Gere pernah bertanya kepada pemimpin spiritual Tibet ini tentang agama yang sebenarnya dianut Dalai Lama dalam keseharian. Dengan senyuman penuh di muka, Dalai Lama menjawab: agama saya yang sebenarnya adalah kebaikan. Ini mirip dengan cerita tentang mahasiswa Melbourne di depan yang tidak menaikkan tangan ketika ditanya punya agama atau tidak. Namun, dalam kesehariannya mereka rajin membantu, sekaligus jarang menyakiti. Sebagian dari orang-orang ini sambil bergumam mengatakan: ’agama saya Cinta’.

 

Gede Prama Penulis 22 Buku; Bekerja di Jakarta; Tinggal

di Desa Tajun, Bali Utara

Dimuat di harian Kompas, Sabtu, 09 September 2006

 

 

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 11, 2008, in Siapa Yang Masuk Surga ? and tagged . Bookmark the permalink. 84 Komentar.

  1. agama islam akan rahmat semesta saat kita mengejawentahkan seluruh ajaran itu baik dari Qur’an maupun hadits ke ranah kehidupan dengan ikhlas dan mengharap ridlo Allah, jdi itulah yg akan masuk surga……mohon pencerahan poro kadang semua. suwun

  2. Agama bukan Tuhan dan Tuhan bukan Agama karena agama hanya pedoman hidup,Agama tidak menjamin manusia masuk surga,tapi jika dengan beragama manusia bisa berakhlak baik,mencintai sesama tanpa pandang bulu dan ikhlas maka agama yang dianut sangat efektif,tetapi bila dengan beragama kita semakin membenci mahluk Tuhan yang lain maka agama yang dianut tidaklah berguna

  3. agama bukan Tuhan, tapi agama adalah berasal dari Tuhan,,,
    agama itu berasal dari firman, dan firman itu perkataan Tuhan..

    kata-kata terkadang adalah bukan menunjuk definisi yang benar, khawatirnya bisa menyimpang dari jalur sebelumnya… maka dari itu diperlukan arah yang jelas…

    • maaf kalau kata2 saya menimbulkan berbagai persepsi negatif tapi ssaya yakin bagi mereka yg berilmu Tinggi mengerti maksud saya,di blog inipun saya membaca ttg artikel bahwa di alam setelah kematian agama tdk diperlukan lagi dan sy baca pula bahwa setiap insan tanpa memandang agama berhak menikmati kebesaran Ilahi di alam sana sesuai lakunya di bumi,ini bararti menurut pandangan sy yg terbatas bahwa agama hanya diperlukan di bumi sebagai pedoman hidup

  4. Kulonuwun mbah sabdo… Salam 3A buat saudara2 semua. SIAPA YANG MASUK SURGA? Lah ini surga yng mana?? Surga skrng ato surga yg nanti yg bnyak bidadari, ada arak yg tdak memabukan? Weleh2 jadi binggung nih. Ini pndapat ku sekedar nrocos … Kalo surga yg skrang… Wang sinawang…wah itu lo si A enak bnget uripe. Ah kata si A , aku hidup enak tiap malam aku susah tidur mikrin ini itu tuk besuk, yg hidupnya enak itu si Z, begitu sebaliknya seterus nya. Jadi surga yg skrng tidak abadi karena ada neraka(kesengsaraan brfikir) . Kalo surga yg nanti, yang masuk itu tiada lain orang meninggalkan dunia… Kok ra ono ygkembali k dunia lagi orang yg mati yaa,.. Eunak smpai gak mau balek. Maaf jngan ditanggapi.

  5. INSYAALLAH, MEREKA2 INI YANG MASUK SURGA:
    Al-Baqarah (2) : 62

    إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

    2.62. Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    *orang2 shabiin itu orang2 penyembah bintang loh… kok bisa masuk surga juga???

    Intinya, semua yang tidak menyekutukan Allah dengan apa pun juga (termasuk dengan ego intelektualitasnya sendiri, tidak menuhankan kebijaksanaan diri sendiri) dijanjikan masuk surga.

    Semoga kita tergolong yang masuk surga juga. amin.

  6. wew, gak sesederhana ini Ki sabda:
    “Dari jauh mereka melihat cahaya. Itulah Jesus, kata Martin, sebentar lagi kelihatan cahaya lagi, itulah Nabi Muhammad kata Abdul dan untuk ketiga kalinya dilihat warna lagi, itulah Sanctus Carolus Marx kata Ivan Iwanovitch – seorang komunis yang sejati. Sampai akhirnya mereka melihat cahaya begitu kuat dan terang sehingga ketiga ruh dipenuhi cahaya dan kemuliaan. Hic es Deus kata Martin, Prinsip Hoffnung kata Iwan, itulah Tuhan Allah kata Abdul. ”

    Kalo di Islam sih… begitu kita sampe di aalam kematian: KEMAHAESAAN TUHAN SEJATI itu dimaknai sama oleh setiap ruh.

    jadi yang namanya organ otak, kecerdasan, nafsu, kesadaran pribadi, kalaupun masih bekerja, organ2 ini takberdaya untuk menerima KEBENARAN SATU PAHAM: PAHAM TUHAN YANG ESA. :)

    • kalo bener di akhirat juga kita bisa saling salah paham dan salah menafsirkan REALITA SEJATI AKHIRATI, bisa2 sebelum mau ditanya sama para malaikat , mereka bertiga pasti minta waktu untuk debat dulu, malahan bisa debat sama para malaikat juga soal KEBENARAN SEJATI. hmmm… apa bedanya akhirat sama dunia, dong..

  7. agama saya juga cinta: namanya ISLAM. :)

  8. Salam damai
    menurut saya,agama itu hanya masalah legalisasi artinya pengesahan hukum dihadapan manusia,tetapi iman dan kepercayaan adalah masalah hati nurani yang tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun

  9. yeah.. universal religion is love..

  10. lantas… apa yang harus kita lakukan?

  11. Ngglosor Madhep Wetan

    Hie hie hie…….
    kalo mau liat2 sapa yg masuk surga (atau neraka)…. atau lebih luas lagi : seperti apa sih surga (& neraka) itu ? susah juga yaa kalau hanya sebatas wacana… ada pangkalnya tetapi ndak ada ujungnya. hehehehe…..

    Tapi memang wacana ini adalah tantangan moralitas manusia : mengapa hidup di dunia mesti baik ? mesti benar ? tidak boleh jahat ? tantangan yg dijawab dengan berbeda2 di tiap2 kebudayaan manusia, karena memang hermeneutika-nya berbeda.

    Mau mengetahui keberadaan surga & para penghuninya (atau juga neraka) ?

    menarik yaa pertanyaannya ? mari jalan2 saja dg kendaraan batin yg memang sudah Pencipta Semesta sediakan bagi kita. syaratnya ? mudah :
    1. pikiran harus kosong tapi siaga.
    2. konsentrasi pada mata (kondisi mata terpejam).
    3. sabar di dalam melakukan perjalanan.

    Bila pikiran sudah kita isi, maka yg terjadi adalah halusinasi-auto-sugestif, makanya konsentrasi kita arahkan ke mata untuk menangkap film perjalanan yg akan diputar.

    Takut ditipu setan & anteknya dalam hal penglihatan palsu ?

    Jangan resah-kawatir saudara-ku. setan & anteknya terindikasi kehadirannya apabila bagian puser sampai kemaluan kita terasa mengalir aliran yg nikmat (sy mengambil semiotika agama : setan & anteknya).

    Dan lagi penglihatan palsu yg terjadi bisa saja berasal bukan dari setan / iblis, melainkan juga dari halusinasi-sugesti pribadi.

    Kalau sudah ada penglihatan awan2 berterbangan, coba rasakan dengan mengandalkan seluruh kepekaan, awan mana yg dirasakan kita kenal. Konsentrasi kepadanya, & melalui saringan memori otak kita yg rumit, maka pelahan2 gambaran larik awan itu akan menjadi sosok orang yg kita kenal semasa hidupnya.

    Untuk awal2 sih sebaiknya melakukan pemrograman tujuan orang2 terdekat dahulu. setelah terbiasa baru mencoba2 melakukan kunjungan kepada yg lain…

    ahh… ngomong saya sudah terlalu banyak….

    mohon maaf Mas Sabda, Poro Pinisepuh & Poro Sedulur….
    dasar sy hanya menghabiskan kuota saja… hehehehe…..

    nuwun
    Rahayu

  12. Salam hormat Ki Sabda,

    Terima kasih sudah menyediakan pondoknya untuk belajar, semoga selalu dipenuhi dengan kasih dan sayang dari para pengunjungnya, semoga selalu dipenuhi dengan kebajikan tanpa pamrih dari seluruh sahabatnya. Bagi saya blog ini bagaikan air yang dapat menyejukkan saat saya kehausan di tengah kekeringan bathin. Sekali lagi terima kasih untuk semua yang sudah berkontribusi.

    Salam damai.

  13. xii..xii..ternyata susah ya jd Manusia..???

    blog yg uaapiikk…

  14. xii..xii..ternyata susah ya jd Menungso..???
    pikiran jd suka otak atik yg uda dikonsep oleh-NYA..

    But…iki blog yg uaapiikk…

  15. diskusi yg berattttttt..arep mgomog opo yo…, banyak yg salah paham tentang islam karena tidak merujuk pada Al quran dan sunnah, tidak melihat akhlaq Nabi Muhammad SAW….., melihat islam sepotong-sepotong., menafsirkan ayat dan hadis sekehendak otaknya yg terbatas,…..,semoga kita tidak termasuk orang yg merasa rendah hati dan mau belajar tapi suka menghakimi tanpa tahu lebih dalam dan lengkap, lakum dinukum waliyadin, agamaku agamaku, agamamu agamamu, tidak ikut camur dalam urursan agama yg lain, kalo masalah sosial, pengembangan otak dan perasaan , kebaikan duniawi monggo… masih lingkup dunia, tapi urusan IMAN benar2 tidak bisa dicampur aduk kayak dawet…, kata2 bisa diolah jadi kalimat indah filosofis, kesannya seolah olah…., tapi kebenaran memang hanya milik Tuhan ( Alloh SWT ), Allohua’lam bisshowab, hanya Alloh yg tahu tentang kebenaran

  16. Salam … mantaf sekali artkel ini memuat kesimpulan pada Akhirnya semua akan kemabli Ke IndukNya…

  17. mencari kebenaran di atas semua perbedaan…
    kok susah banget ya…. inilah yang disebut dunia…tak ada yang kekal,
    tak ada yang sempurna…ada ying ada yang, ada hitam ada putih, ada baik ada buruk, ada api ada air…tugas kita adalah mencari kebenaran di atas semua perbedaan..
    saya juga masih bertanya2… mana yang benar-benar BENAR

  18. Salam semua,urun rembug nurut sy surga dn neraka ada dalam diri kita ketika merasa senang yaitu surga ketika susah ya itu neraka,bila kita pingin masuk surga berbuat baik untuk diri kita,keluarga dan semua manusia merasa disenangkan atas prilaku kita yaitu surga karna surga tempatnya kedamaian dan kebalikannya yaitu neraka. kita kembalikan kalo di pewayangan apa kata kidalang,yg baik bisa jelek/neraka dan yg jelek jadi baik/surga jadi ya apa kata Kidalang karna kita derma melakoni tapi manusia punya Filter ya hayu kita saring biar bersih/bening/putih jadi deh hidup ayem tentrem,tata raharja yaitu Surga hehehe hanya Allah Yang Maha Mengetahui. karnah Ruh kembali pada Allah S.W.T. Gambaran surga dan neraka biar hidup kita ini merasa takut bila berbuat jelek biar ga masuk neraka,berbuat baiklah supaya masuk surga nah bila tidak ada gambaran tersebut wah dunia dan makhluknya ga karu-karuan dalam kehidupan ini.Hal perbedaan itu indah supaya satu sama lain saling menyadari,mengisi,menerima kekurangan tsb jadi deh hidup damai kalo dah damai surgalah yg kita dapat. ngapunten saking wong Ndeso

  19. Salam hormat nderek Nyimak,,,

  20. berarti yg dimaksud surga adalah ‘rasa cukup’ dari diri kita pak?
    rasa cukup utk mensukuri nikmat karuniaNya..rasa utk tawakkal atas semua anugrahNya setelah berusaha semaksimal kita yg hasilnya entah manis entah pahit. tetap kita terima dgn lapang dada?…rasa yg timbul dari hati berupa kesadaran untuk berbuat baik/memberi manfaat thd sesama/memulai dan membenahi kembali sesuatu yg baik setelah kita rusakkan/instropseksi diri,atau apapun pengertiannya, yang mana tentunya dgn disertai memuji dan bersukur kpd YME melalui lisan dan perbuatan/mengagungkan nama Tuhan YME/Sang Sumber/Kekuatan Tunggal/Raja Alam Semesta/atau apapun namanya menurut kepercayaan apa saja asal kepercayaan tsb menyembah kepada Yang Maha Esa (dalam berbagai bentuk dan nama)/tauhid…berarti dia telah menemukan surganya,gitu nggih?

    berarti surga dan neraka adalah kita di dunia ini nggih pak?
    dgn kata lain : siapa dapat bersyukur berarti dia telah menemukan surga (kepuasan diri karena telah merasa cukup/terpenuhi hajat hidupnya) dan siapa yg selalu kurang nrimo/rakus/nggragas/nggrangsang/warok/murko dll, meskipun dia telah memiliki sesuatu yg diiinginkannya itu diatas jumlah rata2 orang kebanyakan, tp karena rasa rakusnya dll td maka dia akan selalu tidak nyaman/tidak tenang/tidak enak mau ngapa2in dan inilah mungkin yg dalam pemahaman saya disebut sbg neraka?ngoten pak?

    berarti intinya hidup ini kita ‘pasrah’ (tanda kutip berarti makna kata setelah berusaha),syukur lan nrimo takdir kita nerima apa gitu nggih pak?

    berarti surga/neraka yg diceritakan kitab samawi hanya kiasan y pak/?

    mohon maaf bila tulisan kulo terlalu vulgar/blokosuto/etc…nyuwun ngangsu kawruh..yg kulo rasakan selama ini ya begitu itu…tulung bantu kulo….jangan diamkan tulisan kulo, kulo sangat butuh pencerahan…kulo sendirian dlm keseharian dlm artian tidak ada teman yg sejalan krn sy cermati org selalu berpegang pd ‘doktrin’ ,tp kulo tetap beragama,kulo tidak mau disebut penganut agama universal dan sebaliknya juga tdk mau disebut tidak beragama..kulo beragama,di KTP tertulis Islam tp ya begitu itu pmahaman kulo…nopo kulo salah?nopo kulo bener?

    tulung pak, jgn tutupi kebenaran…tulung tuntun saya….
    kalo sungkan balas disini bapak boleh del komen kulo ini, tp bapak wajib jawab y pak…saestu kulo bingung/resah/galau…..(yg saat ini terpikir dlm keseharian hanya berbuat baik thd sesama : tidak menyakiti, kalo disakiti memaafkan, kalo gak sengaja menyakiti kalo tau y minta maaf) dgn disertai usaha mendekatkan diri padaNya,udah…gitu aja…

    tulung pak saestu tulung…kulo ngerti bapak ngerti…..

    suwun, teriring salam takzim kahatur bpak sakaluargi _/\_

  21. Betulakah hanya dengan berbuat baik saja dapat membawa orang masuk surga, kebaikan dan kebenaran adalah hal yang berbeda meski saling berkaitan, namun kebaikan dan kebenaran menurut siapa? Laba-laba adalah makanan yang baik menurut sebagian penduduk di Kamboja, namun tidak di Amerika atau bagian dunia lain, makan sambil angkat kaki dikuris (jegang) adalah baik bagi sebagian orang namun tidak buat sebagian yang lain, memberi adalah perbuatan baik secara umum, namun kalau memberi dengan ada pamrih tertentu maka menjadi tidak baik, untuk itu kebenaran dan kebaikan harus ada standarnya, dan standar itu tentu yang datang dari yang menciptakan kita karena pasti berlaku universal, untuk itu surga adalah tempat bagi orang yang berbuat baik sesuai dengan standar Sang Pencipta tentunya, nah standar Sang Penicpta itu apa, silahkan cari sendiri, yang jelas karena namanya standar semuanya pasti sama.

  22. Semoga saja banyak generasi muda yang mulai belajar holistic spirituality. Rahayu

  23. Loh kok?… jadi mlongo nih ditengok malah ilang… si RAINBOWnya… hadoh…
    Analisis perjalanan menuju surga atau neraka lenyap? waaahh berarti gak sayang sesama umat manusia nih adminnya… hiks hiks.. jadi kesulitan nih mau menguak atau menganalisis surga nerakanya… belum2 kok sudah kringet dingin ya? … wkwkwkwk :) :) :) peace ahh…

    • Sudah tahu sama tahu.. hanya mengulang saja, SURGA atau JANNAH adalah untuk semua Makhluk Allah..

      Manusia yang terbuat dari bahan tanah surganya tentu terbuat dari bahan tanah mirip seperti di BUMI ini, jin yang dari api terbuat dari api tentu surganya terbuat dari api mungkin bagian dari BUMI yang PANAS…
      Maka apabila manusia memasuki SURGAnya JIN dinamakan masuk neraka, sedangkan begitu pula JIN bila memasuki SURGAnya MANUSIA maka JIN dikatakan masuk neraka.. atau JAHANNAM..

      Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang kelak di hari akhir CERITA PEWAYANGAN.. semua makhluk akan berbahagia karena akan masuk ke alam DASAR PENCIPTAANnya yang dikatakan JANNAH itu… surga dari unsur masing2 KREASI ALLAH itu…

      Berikut hanya informasi saja atau pengetahuan saja tentang Allah itu… ojo nesu nesu sik nggih hanya pengetahuan saja.. :)

      http://abrahamsfaith.blogspot.com/2011/03/allah-god-of-ishmael-god-of-israel.html

    • Andai bumi adalah syurga manusia dan makhluk Allah lain maka mungkin tahap sekarang adalah rumah syurga lagi diobok obok diacak acak oleh ulah manusia penghuni syurga itu sendiri yakni akibat KECEROBOHANnya sendiri hingga IKLIM MENJADI EKSTRIM dan sehingga kemungkinan dapat merubah perangai manusia secara GLOBAL menjadi HIPERAKTIF AGRESIF akibat bahan radioaktif telah merata di dunia akibat ikut air laut dan udara, sooo seharusnya siapa yang merusak IKLIM dunia ya harus bertanggung jawab dan mampu mengembalikan keadaan SYURGA KITA KEMBALI NORMAL… hmm hayooo negara mana yang bertanggung jawab BERMAIN DENGAN NUKLIR atau BAHAN RADIO AKTIF tunjuk jari… monggo dipirsani…

      http://www.weather.com/news/science/environment/fukushimas-radioactive-ocean-plume-reach-us-waters-2014-20130902

      • kagem sedulur sedoyo, monggo saling bermaafan saling kunjung mengunjungi sakderenge mangkin EKSTRIM IKLIMipun… mugi swargo ndonyo niki enggal dangan waras wiris… mekaten…

        Kulo sagetipun maos kemawon, mboten ngertos caranipun marasno swargo ndonyo niki… la wong kulo tiyang biasa penghuni swarga ndonyo niki, yen ndonyo niki sampun rusak koyo ngene nggih dalanipun sakderenge podho sare kabeh, ash to ash dust to dust nggih monggo sedulur salam salaman… bermaaf maafan sesama MAKHLUK ALLAH.. hehehe

  24. Semua orang ingin masuk syurga? jadi neraka diciptakan untuk apa? gusti Allah Mencipta tidak untuk disia-siakan bukan? jadi siapa yang akan masuk neraka? masa dibiarkan ngglondang saja, kosong melompong saja tanpa penghuni?… jawabnya tak mungkin kosong… pasti ada yang mengisinya… siapa dia? hmmm siapa ya? :)

  25. Aduh … pada ribut ribut soal shalat yg BISA BIKIN MASUK SURGA. Yang sudah shalat lima waktu apa pasti mendapat tempat di sisi NYA ? yang tidak shalat apakah juga di buang NYA ? Tuhan kok iseng banget nyiptain Alam semesta seisinya cuma karena GILA HORMAT dan itu SANGAT BUKAN TUHAN.

    Ada shalat yg lima waktu, bagi yang di jalan syariah
    Ada shalat yg lima waktu di tambah shalat shalat yg tidak wajib, itu thoriqah
    Ada yg shalat nya HANYA BISA ketika TUHAN menghendaki nya shalat karena org tsb SUDAH SAMPAI DI LEVEL ” DAUN GUGUR ITU PUN KEHENDAK NYA, DAN aku TIDAK MAMPU SHALAT / SUJUD KEPADA SANG MAHA SUCI KALAU BUKAN DIA SENDIRI YANG MENGHENDAKI KRN aku KOTOR HINA NISTA “….

    NAH lalu dalam hal ini ” YANG LEBIH RENDAH HATI YANG MANA ? APAKAH YG DGN SOMBONG nya MENGAKU TAAT KRN MENGIKUTI NABI MUHAMMAD SAW SHALAT LIMA WAKTU ? ATAU YG SHALAT KRN DIA YANG MENGGERAK KAN ORG TSB SHALAT. DAN SESUNGGUH nya YG MENGATAKAN, MENGKLAIM, MENGAKU…MAMPU SHALAT LIMA WAKTU KRN PERINTAH NABI….MAKA ORG TSB TANPA SADAR SUDAH MENGAKU BERADA DI LEVEL NABI KRN MAMPU SHALAT LIMA WAKTU DAN SEOLAH OLAH SUDAH MENUHANKAN DIRI nya SENDIRI KRN BERKUASA ATAS IBADAH nya ”

    NAUDZUBILLAH…SEMOGA SAYA DI JAUHKAN DARI ” KESOMBONGAN TERSELUBUNG, KETAATAN TERSELUBUNG, MERASA DIRI BAIK SCR TERSELUBUNG ”

    WAHAI JIWA YANG TENANG KEMBALI LAH KEPADA TUHAN mu DENGAN RIDHO DAN DI RIDHOI….

    LEVEL MUTMAINAH TIDAK MUNGKIN MENCELA ORANG LAIN, TIDAK MUNGKIN MERASA DIRI BENAR SENDIRI, TIDAK MUNGKIN MERASA SHALAT nya KRN DIRI nya SENDIRI.

    JAUHILAH PARA ULAMA TINGGI HATI CALO ATAU BROKER SURGA…KRN MEREKA TIDAK AKAN MERAIH SURGA IMPIAN MEREKA…SUDAH DI TEBUS / DI AMBIL SURGA JATAH MEREKA DI MUKA BUMI…KARENA BAHAGIA DI ANGGAP TAAT, LEBIH TAU, HEBAT, ALIM DST….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 926 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: