BERDIRINYA MATARAM & HUBUNGAN MISTIS DENGAN RATU KIDUL

 

 Gerbang Pasarean Agung Raja-Raja Mataram

Kota Gede Yogyakarta

gerbang 

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MATARAM

DAN HUBUNGAN MISTIS DENGAN KANJENG RATU KIDUL

 

image021

 

            Kyai Ageng Pemanahan bergelar Kyai Ageng Mataram. Mataram adalah nama daerah yang dihadiahkan kepadanya oleh Sultan Sultan Hadiwijoyo, Sultan di Kerajaan Pajang. Karena Kyai Ageng Mataram bersama putranya Hangabehi Loring Pasar (Danang Sutowijoyo) telah dapat mengalahkan Raden Adipati Aryo Penangsang pada tahun 1527 M di Jipang Panolan.

            Kyai Ageng Pemanahan selanjutnya minta ijin kepada Sultan untuk menempati daerah Mataram itu. Sultan Hadiwijoyo mengizinkan dan berpesan,” Seorang gadis dari Kalinyamat itu supaya diasuh dan dijaga baik-baik. Apalagi sudah dewasa hendaklah dibawa masuk ke Istana”.

            Pesan itu disanggupi oleh Kyai Ageng Pemanahan, tetapi ia memohon agar diperkenankan mengajak putra Sultan Hangabehi Loring Pasar untuk pindah ke Mataram. Kyai Ageng Pemanahan sekeluarga berangkatlah menuju tlatah Mataram disertai dua orang menantunya, yakni Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang. Ditambah pula Nyi Ageng Nis istri Kyai Ageng Mataram dan penasehatnya Ki Ageng Juru Martani. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis Pon tanggal 3 Rabiulawal tahun Jimawal. Dalam perjalanan mereka singgah berziarah ke Istana Pengging sehari semalam.

            Kyai Ageng sekeluarga melakukan doa dan sembahyang, memohon petunjuk kepada Tuhan, melakukan semedi dan shalat hajat, doanya ternyata diterima Tuhan, muncul pertanda pepohonan seketika menjadi condong, tetapi pohon serat tinggal tetap tegap. Setelah sembahyang subuh mereka berangkat menuju Mataram dan berhenti di desa Wiyoro. Selanjutnya membangun sebuah desa yakni desa Karangsari setelah singgah sementara waktu Kyai Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani mencari pohon beringin yang telah ditanam oleh Sunan Kali Jogo untuk tetenger di sanalah letaknya wilayah Mataram dimaksud.

            Terdapatlah pohon tersebut di sebelah barat daya Wiyoro. Lalu memilih tanah sebelah selatan beringin yang hendak dipakai sebagai halaman dan rumah untuk bertempat tinggal Kyai Ageng Pemanahan beserta keluarga. Mereka bekerja keras, hingga pembangunan rumah beliau selesai dalam waktu singkat. Kemudian rumah baru segera  ditempati Kyai Ageng Pemanahan yang kemudian tersohor namanya dengan gelar Kyai Ageng Mataram. Banyak saudara asing ke Mataram sehingga menambah ramai dan makmurnya Mataram (sekarang dikenal dengan nama Kotagede, pusat kerajinan perak di Yogyakarta).

            Sahdan gadis pingitan Sinuhun Sultan Hadiwijoyo yang berasal dari Kalinyamat kini telah dewasa. Ngabehi Loring  Pasar (Raden Danang Sutowijoyo) pun telah dewasa. Ia mengganggu gadis pingitan tersebut. Hal ini segera diketahui oleh ayahnya Ki Ageng Mataram. Anaknya dipanggil lalu bersabda:

Ki Ageng Mataram; Anakku..mengapa kamu berani mengganggu gadis pingitan, alangkah amarahnya Sinuhun nanti apabila mengetahui.

Raden Sutowijoyo berkata; ”Saya berani melakukan hal itu, karena telah menerima wahyu.

KAM : Bagaimana kamu dapat mengatakan demikian itu ?

R.S : Ya. Demikianlah ketika mendengar daun nyiur jatuh ayah Sultan terkejut, lagi pula ketika hendak minum air kelapa itu terkejut pula.

            Kyai Ageng Mataram menyatakan, kini belum masanya dan mengajak putranya mengharap untuk berjanji tetap setia. Keduanya berangkat, pergi ke kasultanan Pajang. Sinuhun Sultan Hadiwijoyo sedang bercengkerama dihadap para putranya dan keluarganya. Melihat kedatangan Kyai Ageng Mataram diantar putranya. Lalu sesudah berjabat tangan Ngabehi Loring Pasar pun menghadap menghaturkan sembah-bakti. Sinuhun bertanya dengan keheranan mengapa datang menghadap bukan waktunya menghadap. Kyai Ageng Mataram menyatakan bahwa menghadapnya itu karena putranya telah berdosa besar berani melanggar dan mengganggu gadis pingitan dari Kalinyamat.

            Dengan bijaksana Sinuhun Sultan Hadiwijoyo berkata,”Anak tidak berdosa, kalau demikian memang salah saya, tidak memikirkan anak yang telah dewasa. Oleh karena sudah terlanjur kamipun ikut menyetujui. Tetapi anak jangan dimurka, pinta Sinuhun kepada Ki Ageng Mataram.

            Waktu sudah berjalan sekian lama, karena usianya sudah uzur, Ki Ageng Mataram gering lalu mangkat pada hari Senin Pon 27 Ruwah tahun Je 1533. Dimakamkan di sebelah barat Istana Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Sementara itu, Ki Jurumartani pergi ke negeri Pajang menghadapkan putra Ki Ageng Mataram. Sinuhun lalu bercengkerama dengan Ki Jurumartani memberitahukan tentang mangkatnya Ki Ageng Mataram, Sinuhun terkejut hatinya dan bersabda;

            “Kakak Jurumartani, sebagai ganti dari penghuni Mataram ialah Ngabehi Loring Pasar dan harap dimufakati dengan nama Pangeran Haryo Mataram Senopati Pupuh”. Ki Jurumartani menyanggupi lalu mohon ijin kembali, peristiwa ini terjadi pada tahun 1540. Lalu Pangeran Haryo Mataram diangkat pada tahun Dal 1551 bergelar Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo yang menguasai tanah Jawa. Kemudian menurunkan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta, demikian pula para Bupati di pantai-pantai Jawa hingga sekarang.

            Kanjeng Panembahan Senopati memegang kekuasaan kerajaan 13 tahun lamanya. Sesudah gering kemudian mangkat, pada hari Jumat Pon bulan Suro tahun Wawu 1563. Dimakamkan di sebelah barat Masjid di bawah ayahandanya. Selanjutnya putranya yang menggantikan dengan gelar Kanjeng Susuhunan Prabu Hanyokrowati. Penobatannya dalam bulan yang bersamaan dengan wafatnya Kanjeng Panembahan Senopati.

            Pada suatu hari, Kanjeng Susuhunan pergi berburu rusa ke hutan. Dengan tiada terasa telah berpisah dengan para pengantar dan pengawalnya, kemudian beliau diserang punggungnya oleh rusa dan beliau jatuh ke tanah. Sinuhun diangkat ke istana dan ia perintahkan memanggil kakanda Panembahan Purboyo.

            Sinuhun bersabda, “Kakanda, andaikata kami sampai meninggal, oleh karena Gusti Hadipati sedang bepergian, putramu Martopuro harap ditetapkan sebagai wakil menguasai Negeri Mataram. Amanat tersebut disanggupi, Sinuhun terkenal dengan gelar Sinuhun Seda Krapyak. Beliau mangkat pada bulan Besar, tuhan Jimawal 1565 dan dimakamkan di sebelah bawah makan ayahandanya, Panembahan Senopati.

            Demikian sejarah singkat kerajaan Mataram, yang sampai saat ini terbukti masih berdiri kokoh. Lalu dari keturunan manakah raja-raja besar Mataram ? Berikut ini saya paparkan silsilah  leluhur kerajaan Mataram:

1.    Sinuhun Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit terakhir berputera Raden Bondan Kejawan yang   bergelar Kyai Ageng Tarub ke III.

2.    Kyai Ageng Tarub III mempunyai putra yakni Kyai Ageng Getas Pandowo.

3.    Kyai Ageng Getas Pandowo berputera Ki Ageng  Selo.

4.    Kyai Ageng Selo berputera Ki Ageng Nis.

5.    Ki Ageng Nis berputera Ki Ageng Pemanahan (Ki Ageng Mataram).

6.    Ki Ageng Pemanahan berputera Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo.

7.    Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo berputera Sinuhun Prabu Hanyokrowati.

8.    Sinuhun Prabu Hanyokrowati berputera Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo Kalipatullah  Panetep Panatagama Senopati ing Prang.

 

 

RIWAYAT BALOK

 Balok Kayu Jati bernama Kyai Tunggul Wulung

Kyai Tunggul Wulung

Foto Balok Kyai Tunggul Wulung

Panjang 5 m (diamater 25×25 cm)

kyai-tunggul-wulung2

Foto Kyai Tunggul Wulung

            Bagi kebanyakan masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta dan Solo, percaya dengan kisah mistik raja-raja Mataram yang berhubungan erat dengan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul entitasnya bukan lah sejenis jin, siluman atau setan, tetapi merupakan wujud panitisan dari bidadari, yang turun ke dalam dimensi gaibnya bumi (bukan alam ruh/barzah), berperan menjaga keseimbangan alam semesta khususnya sepanjang pesisir selatan Jawa dan wilayah samodra selatan Nusantara. Menjaga kelestarian alam dengan mencegah atau menghukum manusia yang tidak menghormati alam semesta ciptaan Tuhan YME, atau manusia yang merusak keseimbangan alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara serakah dan tamak. Kanjeng Ratu Kidul sebagaimana raja atau ratu gung binatara yang bijaksana dan sakti mandraguna, manembah tunduk kepada Gusti Ingkang Akaryo jagad. Namun demikian, Kanjeng Ratu Kidul tetap sebagai entitas mahluk halus, dalam arti tidak memiliki raga atau jasad dalam bentuk fisik.

            Kisah mistis di atas tidak terlepas dari sejarah pusaka balok kayu jati yang bernama Kyai Tunggulwulung. Saat ini diletakkan di sebelah timur makam Gusti Kanjeng Panembahan Senopati yang membujur ke utara, panjangnya 5 meter diameter 25 cm. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Ratu Kidul. Kemudian mempunyai wilayah jajahan di jagad halus. Seperti ditulis dalam kitab Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro IV, dalam tembang Sinom, yang artinya sebagai berikut ;

1)    Sekalipun Kanjeng Ratu Kidul dapat menguasai samodra, apa pun kehendaknya terlaksanan. Akan tetapi masih kalah wibawa dengan Gusti Kanjeng Panembahan Senopati.

2)    Kanjeng Ratu Kidul sangat mengharapkan bisanya terjalin persahabatan antara kerajaan mahluk halus dengan kerajaan Senopaten. Selanjutnya memohon agar sekali tempo Gusti Kanjeng Panembahan Senopati sudi mengadakan pertemuan di dalam dunia mahluk halus. Sekalipun dengan susah payah Panembahan Senopati menyanggupi hingga sampai turun temurun.

Selanjutnya wawancara antara Gusti Panembahan Senopati (GPS) dengan Kanjeng Ratu Kidul (KRK), begini:

KRK    : “…Marilah Kangmas Priyagung agigit, bersama dengan kami, tinggalkan saja Sang Permaisuri serta abdi sentana putri. Anda di alam kami akan mendapatkan ganti yang lebih memuaskan hati. Pindahlah dari Mataram, hamba akan menerima dengan senang hati. Di dalam kerajaan kami Paduka akan penuh wibawa, kami sembah dan kami siap mengabdi sampai akhir zaman.

GPS     : “…Karena sudah demikian cinta Dinda dengan saya, saya pun tidak akan menyia-nyiakan, saya sambut uluran kasih persahabatan Dinda. Tetapi leluhur kami berpesan, bangsa manusia itu karena berasal dari bumi sebaiknya sampai akhir hayatnya juga dikubur di bumi. Tidak pantas dan merupakan pantangan kami merubah jenis menjadi mahluk halus. Oleh karena itu jangan khawatir saya ingkar janji, setiap hari selalu terbayang kecantikan wajah Adinda. Dalam waktu tertentu kita sekali tempo mengadakan pertemuan saja”.

            Demikian sekilas riwayat balok Mataram, yang sedikit banyak dapat menguak sejatinya hubungan gaib kerajaan Mataram secara turun temurun dengan kerajaan dunia halus di laut selatan. Bagaimana menempatkan secara tepat dan bijaksana antara manusia dengan mahluk halus yang juga ciptaan Gusti Allah Yang Maha Wisesa. Dapat sebagai contoh bagi generasi sekarang bagaimana cara memahami hubungan manusia dengan mahluk gaib. Seyogyanya manusia dapat bersikap bijaksana dan tidak sombong, menempatkan mereka yang gaib sebagaimana interaksi dengan manusia saling menghargai dan menghormati sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Karena masih sebagai mahluk Tuhan, mahluk halus tetap memiliki karakter seperti halnya manusia, ada yang baik ada yang jahat, ada yang manembah kepada Tuhan, tetapi ada pula yang membangkang.

 

RIWAYAT SOKO GURU

 

soko-guru

Foto Soko Guru

            Soko Guru adalah tiang penyangga atap rumah berbahan kayu jati yang dikelilingi ukiran halus dan indah, terletak di Pasarean Mataram, disebelah timur dan di pacak suji, sbb;

            Ketika Kerajaan Kartasura yang bertahta adalah Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Mangkurat Amral tahun 1606 M, wilayah terkena bencana kelaparan, banyak orang yang sengsara dan menderita kelaparan. ISKS sangat sedih hatinya, kemudian memanggil adik Dalem Gusti Pangeran Puger. Adik Dalem lalu sowan menghadap, Sinuhun bertitah,” kalau terus begini Dimas, saya hendak bunuh diri saja dan saya minta diri. Saya sangat malu disembah rakyat senegara tetapi tidak dapat membuat rakyat bahagia. Yang hina dina adalah nama ratu. Gusti Pangeran Puger berkata, “Sabarlah dahulu Kangmas, jangan mudah putus asa. Saya mohon diri dari Praja, hendak memohon pertolongan Tuhan, hendak sowan (ziarah) ke Pasarean (makam) Mataram. Sinuhun mengijinkan, dan bersabda,”Saya hanya dapat mengurangi makan dan tidur untuk membantu Dimas”. Sang pangeran Puger mohon diri, terus mengundurkan diri dan mampir di Dalem Pugeran, untuk ganti pakaian seperti santri desa. Menghimpit golok, memakai tongkat, dan membawa tasbih, kemudian mampir ke Pleret.

            Sesudah shalat Isya’ terus menuju barat laut ke Kotagede, langsung menuju di bawah ringin sepuh Mataram. Sesudah tengah malam lalu sesuci di sungai Gajahwong, kemudian kembali duduk di bawah ringin sepuh Mataram. Masuk waktu subuh terus ke Masjid, sesudah Subuh lalu sowan di Pasarean. Duduk berdekatan dengan tiang di sebelah tenggara dan terus berdoa. Setelah selama empat puluh hari empat puluh malam Pangeran Puger bertapa, maka makbul lah doanya, dilihatnya tepat di atas tempat duduk ada tompo (gayung beras) yang bergantung pada tiang tepat di atasnya. Kemudian tompo diambil dan dihimpit terus dibawa pulang ke negara Kartasura.

            Di tengah perjalanan dari Pasarean Agung Mataram di Kotagede menuju Kartasura, Pangeran Puger mampir ke pasar-pasar yang dilewatinya, menanyakan kepada para bakul-bakul, dijawab bahwa sekarang beras dan sandang sudah murah. Sesampainya di negara Kartasura, Pangeran Puger langsung sowan menghadap ke kraton, Sinuhun baru dihadap para sentana. Melihat Rayi Dalem, Sinuhun terus merangkul dan berkata, “Dimas, terkabullah permohonanmu”.

            Dari tulisan di atas dapat diambil benang merah bahwa, Raja atau penguasa yang pantas menjadi sesembahan kawula adalah raja atau penguasa yang siap berkorban untuk kesejahteraan rakyatnya. Raja/penguasa bijaksana adalah yang selalu sadar bahwa kekuasaannya itu membutuhkan dukungan rakyatnya, tanpa rakyat maka tidak akan ada raja yang menduduki tahta kerajaan. Begitulah antara lain contoh pelajaran tentang  manunggaling kawula lan gusti, pada aras horisontal/habluminannas.

 

Foto Lukisan Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

Foto Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

 

Foto Lukisan Panembahan Senopati

Foto Lukisan Panembahan Senopati

 

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Keterangan dihimpun dari hasil wawancara Jurukunci Pasarean (makam) Agung Mataram di Kotagede dan di Imogiri Bantul dan sebagaimana dikisahkan para abdidalem di dua Pasarean Agung tersebut. Referensi; Mantri Jurukunci R.Ng. Martohastono.

Sabdalangit

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 14, 2008, in Berdirinya Mataram & Hubungan Mistik Kanjeng Ratu Kidul and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 159 Komentar.

  1. Rully..Yaini namanya crito sak icrit tp roto.goblok jek takon ae eroh opo ora.jelik en mbukna kake.

  2. Walah ini oarang omongan nya pada gimana ini……!

  3. Penglihatan mu…..hanya sebatas buku sejarah dan filsafat!
    Perbuatan mu……adalah perbuatan syirik!
    itu omongan oarang-oarang………………….haha

  4. terima kasih untuk masukan cerita bersejarah nenek moyang kita yg penuh dgn kearifan,cinta kasih dan tolong menolong kepada sesama dan alam semesta… cerita sejarah yg saya sendiri blm bisa meyakinkan kebenaran sejati nya…namun dari hikmah yg tersirat dari kisah tsb sdh cukuplah bagi saya utk bisa mengambil hikmah baik nya….namun pada kenyataan sekarang di dunia yg raelistis ‘hukum alam’ tetap satu2 nya kenyataan yg tidak terbantahkan…apakah ‘ratu roro kidul’ ada…? blm ada ilmu pengetahuan (sciense) yg bisa menjelaskan secara detil…namun nasehat yg tersirat dari cerita tsb adalah bahwa utk menghindari bencana alam dari laut,kita wajib menjaga ekosistem laut tsb dg cara2 yg baik…apakah takut dg murka ‘ratu roro kidul’? ah…,bagi saya tidak….! tapi yg pasti,bila kelestarian ekosistem laut tidak dijaga dg baik…bencana pasti akan datang…itu yg ku ‘amin’ kan…..!

  5. selamat siang Ki, saya masih penasaran dengan Syekh Siti Jenar, siapakah sebenarnya beliau, sampai sekarang bukti otentiknya belum valid,..mohon artikelnya menganai Syekh Siti Jenar (silsilahnya), tks

  6. Assalamu’alaikum Ki Sabda Langit…!
    Dalam kisah yang jenengan sampaikan, tentang perbincangan antara Nyi Ratu Kidul dengan Gusti Panembahan Senopati, Nyi Ratu Kidul meminta bahwa Gusti Panembahan Sinopati disuruh untuk meninggalkan Permaisuri di Keraton dan tinggal bersama mereka di kerajaan pantai selatan.
    Disisi lain, jenengan niko pada alinea sebelumnya bercerita bahwa Nyi Ratu Kidul adalah seorang bidadari yang diutus Tuhan untuk menjaga keseimbangan alam–khususnya di pantai selatan pulau jawa–yang taat kepada Tuhan.
    Yang kemudian menjadi pertanyaan saya, KENAPA NYI RATU KIDUL (KALAU BENAR-BENAR BIDADARI) MEMINTA GUSTI PANEMBAHAN SINOPATI UNTUK MENINGGALKAN PERMAISURINYA ?
    1. Dalam ajaran agama Islam meninggalkan Istri tanpa alasan (syar’i) khan tidak boleh (tidak disukai Allah SWT)
    2. Kalau benar demikian, apakah kemudian dibenarkan Bidadari yang diutus oleh Tuhan mempunyai ambisi duniawi ?

    Ngapunten menawi enten seng salah..!

  7. SAYA salah satu cucu dri eang tunggul wulung……

  8. @ Paijo Vaizoe

    apa yang ditulis oleh ki Sabda adalah Mitologi Babat Tanah Jawa ( baca : silsilah raja2 jawa dan hubunganya dengan Nyi Loro Kidul ). Namanya juga mitologi kebenaranya
    tentu saja ki Sabda juga tidak tau,makanya kalau anda tanya relevansinya dengan
    ajaran Islam yo gak nyambung to kangmas la wong ajaran Islam kebenaranya juga
    masih dipertanyakan…… ( baca : masih harus dikaji ). Salam.

  9. kalau kalian pengen tau semua kebenarannya coba cari peradapannya semua yg terjadi ditanah jawa sudah tercatat dikitab soro sebelum ada agama adanya agomo budi dan masalah ibu ratu kalau kalau pengen tau yang sebenarnya harus mempunyai sifat asto broto dan bisa menjalankan leladi sesamine jalmo

  10. nderek nunut maos, kangge kanca maos novel trilogi arya penangsang sing mbantal2

  11. SEPENGGAL KISAH
    NYAI RATU KALINYAMAT (JEPARA)
    (rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame)

    Ratu Kalinyamat (meninggal tahun 1579) adalah putri Sultan Trenggana yang menjadi bupati di Jepara. Ia terkenal di kalangan Portugis sebagai sosok wanita pemberani.

    Asal-Usul Pangeran dan Ratu Kalinyamat Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, putri Sultan Trenggana, sultan Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.

    Pangeran Kalinyamat berasal dari luar Jawa. Terdapat berbagai versi tentang asal-usulnya. Masyarakat Jepara menyebut nama aslinya adalah Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru pada Sunan Kudus.

    Versi lain mengatakan, Win-tang berasal dari Aceh. Nama aslinya adalah Pangeran Toyib, putra Sultan Mughayat Syah raja Aceh (1514-1528). Toyib berkelana ke Tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama Win-tang adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, yaitu nama baru Toyib.

    Win-tang dan ayah angkatnya kemudian pindah ke Jawa. Di sana Win-tang mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kota Tegal, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat. Ia berhasil menikahi Retna Kencana putri bupati Jepara, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat. Sejak itu, Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kesultanan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri (HADLIRIN)

    Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Tjie Hwio Gwan, sang ayah angkat, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara.

    Kematian Pangeran Kalinyamat Pada tahun 1549 Sunan Prawata raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi bupati Jipang. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan.

    Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal Sultan Trenggana (1546). Ratu Kalinyamat datang menuntut keadilan atas kematian kakaknya. Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.

    Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Konon, ia sempat merambat di tanah dengan sisa-sisa tenaga, sehingga oleh penduduk sekitar, daerah tempat meninggalnya Pangeran Kalinyamat disebut desa Prambatan.

    Menurut cerita. Selanjutnya dengan membawa jenazah Pangeran Kalinyamat, Ratu Kalinyamat meneruskan perjalanan sampai pada sebuah sungai dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadikan air sungai berwarna ungu, dan kemudian dikenal daerah tersebut dengan nama Kaliwungu. Semakin ke barat, dan dalam kondisi lelah, kemudia melewati Pringtulis. Dan karena selahnya dengan berjalan sempoyongan (moyang-moyong) di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Mayong. Sesampainya di Purwogondo, disebut demikian karena di tempat inilah awal keluarnya bau dari jenazah yang dibawa Ratu Kalinyamat, dan kemudia melewati Pecangaan dan sampai di Mantingan.

    Ratu Kalinyamat Bertapa Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari peristiwa pembunuhan itu. Ia kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja, dengan sumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang. Harapan terbesarnya adalah adik iparnya, yaitu Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, bupati Pajang, karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan bupati Jipang.

    Hadiwijaya segan menghadapi Arya Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak. Ia pun mengadakan sayembara yang berhadiah tanah Mataram dan Pati. Sayembara itu dimenangi oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan, berkat siasat cerdik Ki Juru Martani.

    Serangan Pertama Ratu Kalinyamat pada Portugis Ratu Kalinyamat kembali menjadi bupati Jepara. Setelah kematian Arya Penangsang tahun 1549, wilayah Demak, Jepara, dan Jipang menjadi bawahan Pajang yang dipimpin Sultan Adiwijaya sebagai raja. Meskipun demikian, Sultan tetap memperlakukan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh senior yang dihormati.

    Ratu Kalinyamat sebagaimana bupati Jepara sebelumnya (Pati Unus), bersikap anti terhadap Portugis. Pada tahun 1550 ia mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal memenuhi permintaan sultan Kerajaan Johor untuk membebaskan Malaka dari kekuasaan bangsa Eropa itu.

    Pasukan Jepara itu kemudian bergabung dengan pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang. Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. Namun Portugis berhasil membalasnya. Pasukan Persekutuan Melayu dapat dipukul mundur, sementara pasukan Jepara masih bertahan.

    Baru setelah pemimpinnya gugur, pasukan Jepara ditarik mundur. Pertempuran selanjutnya masih terjadi di pantai dan laut yang menewaskan 2.000 prajurit Jepara. Badai datang menerjang sehingga dua buah kapal Jepara terdampar kembali ke pantai Malaka, dan menjadi mangsa bangsa Portugis. Prajurit Jepara yang berhasil kembali ke Jawa tidak lebih dari setengah dari yang berhasil meninggalkan Malaka.

    Ratu Kalinyamat tidak pernah jera. Pada tahun 1565 ia memenuhi permintaan orang-orang Hitu di Ambon untuk menghadapi gangguan bangsa Portugis dan kaum Hative.

    Serangan Kedua Ratu Kalinyamat pada Portugis Pada tahun 1564, Sultan Ali Riayat Syah dari Kesultanan Aceh meminta bantuan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Saat itu Demak dipimpin seorang bupati yang mudah curiga, bernama Arya Pangiri, putra Sunan Prawata. Utusan Aceh dibunuhnya. Akhirnya, Aceh tetap menyerang Malaka tahun 1567 meskipun tanpa bantuan Jawa. Serangan itu gagal.

    Pada tahun 1573, sultan Aceh meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menyerang Malaka kembali. Ratu mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara. Pasukan yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana itu baru tiba di Malaka bulan Oktober 1574. Padahal saat itu pasukan Aceh sudah dipukul mundur oleh Portugis.

    Pasukan Jepara yang terlambat datang itu langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, namun tetap menolak perundingan damai karena terlalu menguntungkan Portugis. Sementara itu, sebanyak enam kapal perbekalan yang dikirim Ratu Kalinyamat direbut Portugis. Pihak Jepara semakin lemah dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa.

    Meskipun dua kali mengalami kekalahan, namun Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani”.

    Pengganti Ratu Kalinyamat Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579. Ia dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.

    Semasa hidupnya, Ratu Kalinyamat membesarkan tiga orang pemuda. Yang pertama adalah adiknya, yaitu Pangeran Timur Rangga Jumena putra bungsu Sultan Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun. Yang kedua adalah keponakannya, yaitu Arya Pangiri, putra Sunan Prawata yang kemudian menjadi bupati Demak. Sedangkan yang ketiga adalah sepupunya, yaitu Pangeran Arya Jepara putra Ratu Ayu Kirana (adik Sultan Trenggana).

    Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf raja kedua Banten meninggal dunia tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran terjadi di Banten. Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah ki Demang Laksamana, panglimanya, gugur di tangan patih mangkubumi Kesultanan Banten.

  12. suka tdk suka…percaya tdk percaya tak perlu jd pertengkaran kemudian saling membenci, saling merasa tahu, saling merasa benar. Semua kembali terserah pada keyakinan masing2. Yang masih bertengkar…itulah yang lemah karena hati dan emosinya bisa dikendalikan syetan ! Di alamnya…syetan tertawa kegirangan melihat manusia lemah bisa diprovokasi utk saling menyakiti…

  13. “kedatone in grijiwati, tengah-tengahing bumi mataram” bukan berarti ratu adil orang mataram. melainkan rumahnya di mataram yaitu yogya. bukan begitu, mr. sabdo langit?
    adapun, saya sendiri adalah kelahirankembali mpu sindhok pendiri mataram. meski begitu bukan berarti hal ini menjadi sangat penting untuk diutarakan, karena berhubung saya sudah menempati urut-urutan ramalan, saya cuma menjentik saja orang-orang lain yang merasa sp. tidak main cara-cara “saya tuhan, lalu saya sp”, ataupun “anda kan saya juga”, ataupun memainkan mindgame, trick-trick, yang gak ada gunanya karena orangnya tidak pernah menempati kota dan kejadian sesuai ramalan. lagipula anatta there is no self in the mind. gak usah merasa pusat dari segalanya, ndul.

    saya mengingatkan seluruh anakbuah saya disini. berhati-hatilah terhadap ulah peramal muslim yang menelurkan jayabaya versi kraton yogya tentang adanya persaingan seolah-olah ada dua sp mula-mulanya. itu adalah usaha agar pihak lawan merasa kuat atau ada muka. mereka ini gak usah diberi makan pikirannya. biarkan saja.
    yang sebenarnya terjadi adalah: dulu saya sebar bagian saya ke pemuda lain, karena saya kan anak manja, gak mau berusaha. biar mereka yang ke hutan, ke kalimantan. lalu setelah kembali berikan lagi pada saya. saya ini anak rumahan.
    besok pun masih saya buat satu lagi, yaitu seseorang akan saya suruh bertapa di gunung srandhil. setelah pulang berikan apa yang didapat di gunung srandhil untuk saya.

    untuk apa saya mengolah diri untuk masyarakat, memangnya kalian siapa.
    hahahahaha hahahaha.

    Ratu Adil Satria Pinandhita

    note: meskipun ada jayabaya versi yogya. itu pun gak apa. saya katakan pada anakbuah saya, gak apa. karena saya pun ikut masuk ke semua kejadian dan penokohan di ramalan versi muslim itu. jadi sekalipun muslim membuat ramalan sendiri, yang masuk ke tokoh tetap saya. tiga bersaudara kembar itu saya dan saudara-saudara saya.

    • saya yang dewa shiva saja gak merasa pusat. semua itu ada hukum-hukum alamnya.
      saya SP, mana Allah kalian untuk membuat orang muslim SP. dimana si kutu kupret Allah itu, kok gak bisa jadi orang muslim sebagai SP atau ratu adil.

      sampai jumpa dilain waktu. hahaha hahahaha

      • Dimana si kutu kupret Allah, kenapa orang muslim gak bisa membuat ramalan sendiri agar jadi SP. dimana kehebatan “saya tuhan, sekarang saya SP”?
        saya bukan gak bisa bermeditasi dihutan. tapi untuk apa, sekalipun untuk diri saya sendiri. bertapa, sakti itu mudah, tapi jadi biksu anagami magga seperti saya tidak mudah, ndul.
        sebentar lagi disaat saya mau masuk ke anagami phala, saya gak bisa jadi, badan saya pecah jadi Shiva. disaat itulah semua muslim mampus.
        sekarang pun bisa, tapi saya gak mau berusaha untuk orang. semua kan sudah ada urutannya.

      • jarene arep mundur nek 3 dino ora gempa selat sunda….lha iki wis meh selapan dino gak popo. malah siro njedhul ndilat idu.
        wis kono….sawah lor ndeso ndang dipacul. sesuk arep tak tanduri kacang.

    • ratu adil palsu. ratu adil kok sikap wateknya kayak jurig ga jelas abong lidah ga ada tulang. ratu adil : pemimpin yang tekat ucap lampahnya solah dan bawanya terlihat jelas g kyak kamu otak kosong melompong jurig!!! ngaku ratu adil. ratu adil itu ada dalam diri manusia yang piningit pinanditha atau bocah angon yang bisa ngangon dirinya baik tekat, ucap, laku dan lampahnya ga kaya lo, piningit itu yang tersembunyi makna dari al bathin ga gembar gembor kya anjing mbaung. piningit kok sumbar. nurus tunjung

  14. si panembahan senopati udh ditipu raja jin marga karnak(ratu kidul)…

    org yg bisa nerawang tumpukan kartu terbalik apabila terawangannya benar 100% maka insya allah tidak akan lgi tertipu oleh energi2 bangsa jin. ratu kidulpun bisa klihatan wujud aslinya pabila diterawang/meraga sukma…

  15. ya wis apik gelem nguri2 leluhur

  16. bagaimana dengan ajaran dan spiritualitas Kyai Abdullah Ibrahim Tunggul Wulung sendiri, apakah ada korelasinya…?

  17. hehehe beragam Sejarah MATARAM adalah nyata…..dan apakah harus aku katakan kalau aku adalah keturunan MATARAM agar kalian biang WOW githu??

  18. Sungguh lucu skali anda ini….
    Apakah wajah tuhanmu(allah) lebih serem dr pd setan/jin??
    Kok sampai anda ketakutan..

    Anda Niat bicara bohong apa niat bicara ngibul?? :D

    • Le nek arep ketemu Allah di saat ruhmu berpisah dari jasadmu,..tapi keliatannya allah nda sudi ketemu dengan makhluk ciptaannya seperti jenengan,lah wong jenengan ae menyembah ciptaannya allah berupa batu ckckckck

  19. Kulo matur sembah nuwun ki sabdo informasinipun saget dados pengetahuan

  20. sebenere pengin tanya…..tapi diatas banyak pertanyaan juga yg bl dijawab……kemana yah sang penjawab?

    kl ada waktu balas ya bang pertanyaan ku……
    1.sayatuh binggung enapa setiap kali saya marah yg amatsangat….badand saya selalu berubah jadi belang2 kl harimau…..
    2.anehnya lg saya semenjak umur 10 thn dah seneng lakuin tirakat orang2 jawa kuno seperti puasa ngebleng,patigeni,mutih..dll….,saya sudah muter2 cari tau tentang keanehan dlm tubuh saya,sampe pernah menepi disancang garut tp ampe hari ini saya blm dpt jwbane…..apa lg yg harus saya lakun to……???nuwun

  21. Kpda Yth : ki sabda
    maaf ki bicara soal leluhur,saya mau menanyakan bbrapa prtnyaan yg sy tdk mengrti :
    1. mengapa untk mengetahui silsilah keberadaan leluhur sampai ke atas kok tdk boleh (seperti di batasi),,hanya sampai batas tertntu saja,misal hanya sampai 7,,
    apa ada alasan tertentu sehingga dirahasiakan?
    2.mengapa kdang ketika leluhur kta menengok keturunanya kok tdk lama (hanya sebntar)
    dan apakah leluhur di alam sana masih punya tugas/urusan
    karena katanya “masih banyak urusan”
    .mohn ma2f jika prtnya2nnya ada yg salah,
    “matur sembah nuwun”

  22. CREYLISE satrio ing budi netepi satrionin punandito

    hai KALIAN YANG MASIH MEMBUTUHKAN MAKAN DAN MINUM,YANG MASIH MERASAKAN APA YANG KALIAN RASAKAN YANG MASIH BUTUH ALAM SEMESTA YANG MASIH MEMBUTUHKAN ILMU UNTUK MENGETAHUI APA YANG BELUM KALIAN KETAHUI,YANG MASIH MEMPUNYAI AMBISI YANG BELUM PERNAH MERASAKAN SYAKARATUL MAUT( KEMATIAN) ” INGATLAH” KALIAN HANYA MAHLUK ,KALIAN BUKAN SIAPA-SIAPA ,,,! SUATU MASANYA KALIAN AKAN MERASAKAN APA YANG LALUKAN SEKARANG
    (x)RATU ADIL SATRIA PINANDHITA
    (X)RULLY

    BERTAUBAT LAH KALIAN SEALI UMUR MASIH DI KANDUNG BADAN

    SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

    “AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLA”

    @TERIMAKASIH UNTUK SEJARAHNYA SEMOGA KITA BISA MENGAMBIL APA YANG MENURUT KITA BENAR
    @TERIMAKASIH KEPADA KI SABDA LANGIT ATAS INFO YANG MUDAH-MUDAHAN MENJADI MANFAAT

  23. salam kenal semuanya…

    boleh ikutan untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya yang selama ini telah di selewengkan oleh beberapa keluarga dan orang orang VOC tentang mataram islam yang benar karena semua ini sebagian lebih banyak kerekayasanya dalam sejarah mataram islam

  24. Ada teman mengaku keturunan raja mataram islam.R.Danang Setyo Pambudi bin R.Teguh Suparman

  25. mohon bantuan ki . desa kami Desa Datar Kecamatan Mayong ada makam Punden yang sering di sebut Punden mbah buyut podang sekalian. akan tetepi kami tanya2 warga sesepun kurang begitu tau sejarahnya . tetapi warga pendatang malah tau katanya keturunan sunan muria sekaligus murit sunan kali jaga .. MOHON BANTUANNYA UNTUK BISA MENGUAK SEJARAH DESA KAMI…. TERIMAKASH

  26. E.. Lha koq malah ono wong2 KUCLUK pada blusukan nimbrung.. Sing siji ngaku Gusti Kang Murbeng Dumadi, sijine ngaku SYETAN KALIMANTAN RA WEDI KARO TUHAN. Rasah pada nggople omongane wong KAFIR SEJATI SING ANGEL TAMBANI KECUALI MATI KUWI!

  27. mohon info barangkali ada yang tau, tanggal dan bulan berapa Panembahan Senopati wafat? kalo tahunnya kelihatan di foto atas, tahun 1601. tapi tanggal dan bulan berapa? trimakasih.

  28. S A N T U N

    Sejarah
    Sejatining arah
    Kembali mengenal arah bangsa
    Harus tahu sejarah bangsa dan negeri sendiri

    Kenapa negeri kita seperti ini ?
    Karena negeri ini manusianya lebih memuliakan bumi bangsa lain, memuja sejarah nabi, dan memuja tuntunan bangsa lain…tuntunan Arab
    Menafikan kakek nenek, leluhur sendiri
    Tanah air sendiri dinomor duakan, keblinger,mdis orientasi way of life.
    Menjadi bangsa Bersifat pedagang…..mementingkan perut sendiri
    Iktinak tuntunan Dari padang pasir……bangsa ramah berubah menjadi beringas, keras
    “”. “” “. “. ” “. Dari bumi panas…bangsa yg santun, jadi tdk punya respected pd sejarah sendiri

    Pesan penting ceritera diatas,
    Saat rakyat kesulitan……pemimpin bertapa brata…prihatin utk rakyatnya
    Kita ambil pelajaran positifnya

    Berpikir, berbahasa, bertindak santun, wujud dari hati yg lembut
    Itulah cirikhas karakter negeri sendiri
    Negeri Republik Indonesia kita ini

  29. Assllkm.wr.wb

    Sebelumnya ngaturaken sembah suwun kangge panjenengan sedanten sedoyo.
    Matur sembah suwun kagem akang sabda langit.
    Akang sabda langit nyuwun pangapurane… meniko akang saget hubungi kulo
    Teng nomor 085641765275 ( matur nama riyen ) .

    Badhe sharing sepenggal crito.
    Tgl 23 kamis 2014

    bahasa indonesia
    – saya kebetulan ada keperluan acara pekerjaan. Saya bekerja di tegal. Muter2 akhirnya saya diajak teman2 ishoma di desa kramat pekuncen adiwerna tegal. Setelah sholat dhuhur.salah satu temen mengajak sebentar melihat makam pendiri masjid lan wilayah itu. Saya terus terang tidak tau dan tidak paham . Setelah saya masuk.. saya baca terdapat papan pemakaman ” hamangkurat agung” dimana raja mataram. Saya lepas allas kaki dan sempet foto.

    Saya mengitari 1x makam dengan berdoa. Temen saya 3 orng disertai saya jadi 4. Salah satu tmn saya memang mempunyai kelebihan bisa melihat sesuatu hal gaib. Temen saya berdoa di depan pintu makam.dimana juru kunci tidak ada. Karena memang kt hanya melihat lihat saja. Setelah berdoa ..temen saya membalikan badan dan kaget dengan menyebut allah swt.” mas dibelakang jenengan ada yg liatin jenengan ” tegap tinggi. Saya hanya tersenyum dengan tidak percaya. Saya turun… dan tmn saya berkata” mas jenengan turun beliau terus memandangi jenengan” akhirnya saya diajak naek keatas ditengah pijakan tangga tengah dengan mengulurkan tangan serta dibuka aura untuk merasakan hal gaib. Dan real tangan saya hangat ditengah..kedut kedut atau terasa berdetak.

    Jelasnya saya diliatin terus menurut versi teman sama ” memakai blankon dengan tali panjang di depan kanan kiri. Sebelah kiri prajurit dengan memegang tombak.

    Saya heran dan penasaran ada sampai begitu. apa ada yang salah dengan saya dan ucapan saya.apalagi saya baru pertama kali ziarah. Akhirnya saya meminta temen yang lain lagi berbeda dengan yang tadi siang. Saya jam 12 malam ikut tahlilal di dalam makam bersama juru kunci. Dan 2 hal aneh yang saya rasakan. ( maaf saya tidak bisa critakan )

    .. setelah tahlilan itu saya menyadari.apa yg selama ini saya acuhkan dan tidak peduli akhirnyaa sekarang saya mulai untuk melihat kembali siapa saya .kelrga saya.

    Maaf akang sabda langit. saya baru menyadari. Bahwa ibu saya masih turunan dari ki ageng selo purwodadi. Bapak saya dari nganjuk kiyai muso tepatnya di nganjuk gajah belor. Dimana tempat pemakamanya juga dipenuhi peziarah.

    Saya masih awam. Dan itu sekelumit sdikit crita saya. Dan ada juga hal lain yg belum saya katakan. Mohon akang sabda langit bila ada waktu segera hubungi saya.
    Di nomor 085641765275
    .

  30. darimana anda tahu itu guyonan?!
    tanyakan saja kepada si “Ratu Ngibul”……guyonan atau bukan…..haha

  31. weleh….weleh….weleh……..

  32. rully pangeran kalimantan
    Januari 4th, 2013 pada 13:07

    Banyu segara ketahuilah bahwa aku orang sakti dengan kekuatan jin dan setan. aku rully dari kalimantan tidak takut dengan ALLAH hanya kpd manusia lah aku takut. hahaha

  33. rully pangeran kalimantan
    Januari 4th, 2013 pada 13:15

    Hey banyu segara hanya aku setan dari kalimantan hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 913 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: