BERDIRINYA MATARAM & HUBUNGAN MISTIS DENGAN RATU KIDUL

 

 Gerbang Pasarean Agung Raja-Raja Mataram

Kota Gede Yogyakarta

gerbang 

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MATARAM

DAN HUBUNGAN MISTIS DENGAN KANJENG RATU KIDUL

 

image021

 

            Kyai Ageng Pemanahan bergelar Kyai Ageng Mataram. Mataram adalah nama daerah yang dihadiahkan kepadanya oleh Sultan Sultan Hadiwijoyo, Sultan di Kerajaan Pajang. Karena Kyai Ageng Mataram bersama putranya Hangabehi Loring Pasar (Danang Sutowijoyo) telah dapat mengalahkan Raden Adipati Aryo Penangsang pada tahun 1527 M di Jipang Panolan.

            Kyai Ageng Pemanahan selanjutnya minta ijin kepada Sultan untuk menempati daerah Mataram itu. Sultan Hadiwijoyo mengizinkan dan berpesan,” Seorang gadis dari Kalinyamat itu supaya diasuh dan dijaga baik-baik. Apalagi sudah dewasa hendaklah dibawa masuk ke Istana”.

            Pesan itu disanggupi oleh Kyai Ageng Pemanahan, tetapi ia memohon agar diperkenankan mengajak putra Sultan Hangabehi Loring Pasar untuk pindah ke Mataram. Kyai Ageng Pemanahan sekeluarga berangkatlah menuju tlatah Mataram disertai dua orang menantunya, yakni Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang. Ditambah pula Nyi Ageng Nis istri Kyai Ageng Mataram dan penasehatnya Ki Ageng Juru Martani. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis Pon tanggal 3 Rabiulawal tahun Jimawal. Dalam perjalanan mereka singgah berziarah ke Istana Pengging sehari semalam.

            Kyai Ageng sekeluarga melakukan doa dan sembahyang, memohon petunjuk kepada Tuhan, melakukan semedi dan shalat hajat, doanya ternyata diterima Tuhan, muncul pertanda pepohonan seketika menjadi condong, tetapi pohon serat tinggal tetap tegap. Setelah sembahyang subuh mereka berangkat menuju Mataram dan berhenti di desa Wiyoro. Selanjutnya membangun sebuah desa yakni desa Karangsari setelah singgah sementara waktu Kyai Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani mencari pohon beringin yang telah ditanam oleh Sunan Kali Jogo untuk tetenger di sanalah letaknya wilayah Mataram dimaksud.

            Terdapatlah pohon tersebut di sebelah barat daya Wiyoro. Lalu memilih tanah sebelah selatan beringin yang hendak dipakai sebagai halaman dan rumah untuk bertempat tinggal Kyai Ageng Pemanahan beserta keluarga. Mereka bekerja keras, hingga pembangunan rumah beliau selesai dalam waktu singkat. Kemudian rumah baru segera  ditempati Kyai Ageng Pemanahan yang kemudian tersohor namanya dengan gelar Kyai Ageng Mataram. Banyak saudara asing ke Mataram sehingga menambah ramai dan makmurnya Mataram (sekarang dikenal dengan nama Kotagede, pusat kerajinan perak di Yogyakarta).

            Sahdan gadis pingitan Sinuhun Sultan Hadiwijoyo yang berasal dari Kalinyamat kini telah dewasa. Ngabehi Loring  Pasar (Raden Danang Sutowijoyo) pun telah dewasa. Ia mengganggu gadis pingitan tersebut. Hal ini segera diketahui oleh ayahnya Ki Ageng Mataram. Anaknya dipanggil lalu bersabda:

Ki Ageng Mataram; Anakku..mengapa kamu berani mengganggu gadis pingitan, alangkah amarahnya Sinuhun nanti apabila mengetahui.

Raden Sutowijoyo berkata; ”Saya berani melakukan hal itu, karena telah menerima wahyu.

KAM : Bagaimana kamu dapat mengatakan demikian itu ?

R.S : Ya. Demikianlah ketika mendengar daun nyiur jatuh ayah Sultan terkejut, lagi pula ketika hendak minum air kelapa itu terkejut pula.

            Kyai Ageng Mataram menyatakan, kini belum masanya dan mengajak putranya mengharap untuk berjanji tetap setia. Keduanya berangkat, pergi ke kasultanan Pajang. Sinuhun Sultan Hadiwijoyo sedang bercengkerama dihadap para putranya dan keluarganya. Melihat kedatangan Kyai Ageng Mataram diantar putranya. Lalu sesudah berjabat tangan Ngabehi Loring Pasar pun menghadap menghaturkan sembah-bakti. Sinuhun bertanya dengan keheranan mengapa datang menghadap bukan waktunya menghadap. Kyai Ageng Mataram menyatakan bahwa menghadapnya itu karena putranya telah berdosa besar berani melanggar dan mengganggu gadis pingitan dari Kalinyamat.

            Dengan bijaksana Sinuhun Sultan Hadiwijoyo berkata,”Anak tidak berdosa, kalau demikian memang salah saya, tidak memikirkan anak yang telah dewasa. Oleh karena sudah terlanjur kamipun ikut menyetujui. Tetapi anak jangan dimurka, pinta Sinuhun kepada Ki Ageng Mataram.

            Waktu sudah berjalan sekian lama, karena usianya sudah uzur, Ki Ageng Mataram gering lalu mangkat pada hari Senin Pon 27 Ruwah tahun Je 1533. Dimakamkan di sebelah barat Istana Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Sementara itu, Ki Jurumartani pergi ke negeri Pajang menghadapkan putra Ki Ageng Mataram. Sinuhun lalu bercengkerama dengan Ki Jurumartani memberitahukan tentang mangkatnya Ki Ageng Mataram, Sinuhun terkejut hatinya dan bersabda;

            “Kakak Jurumartani, sebagai ganti dari penghuni Mataram ialah Ngabehi Loring Pasar dan harap dimufakati dengan nama Pangeran Haryo Mataram Senopati Pupuh”. Ki Jurumartani menyanggupi lalu mohon ijin kembali, peristiwa ini terjadi pada tahun 1540. Lalu Pangeran Haryo Mataram diangkat pada tahun Dal 1551 bergelar Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo yang menguasai tanah Jawa. Kemudian menurunkan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta, demikian pula para Bupati di pantai-pantai Jawa hingga sekarang.

            Kanjeng Panembahan Senopati memegang kekuasaan kerajaan 13 tahun lamanya. Sesudah gering kemudian mangkat, pada hari Jumat Pon bulan Suro tahun Wawu 1563. Dimakamkan di sebelah barat Masjid di bawah ayahandanya. Selanjutnya putranya yang menggantikan dengan gelar Kanjeng Susuhunan Prabu Hanyokrowati. Penobatannya dalam bulan yang bersamaan dengan wafatnya Kanjeng Panembahan Senopati.

            Pada suatu hari, Kanjeng Susuhunan pergi berburu rusa ke hutan. Dengan tiada terasa telah berpisah dengan para pengantar dan pengawalnya, kemudian beliau diserang punggungnya oleh rusa dan beliau jatuh ke tanah. Sinuhun diangkat ke istana dan ia perintahkan memanggil kakanda Panembahan Purboyo.

            Sinuhun bersabda, “Kakanda, andaikata kami sampai meninggal, oleh karena Gusti Hadipati sedang bepergian, putramu Martopuro harap ditetapkan sebagai wakil menguasai Negeri Mataram. Amanat tersebut disanggupi, Sinuhun terkenal dengan gelar Sinuhun Seda Krapyak. Beliau mangkat pada bulan Besar, tuhan Jimawal 1565 dan dimakamkan di sebelah bawah makan ayahandanya, Panembahan Senopati.

            Demikian sejarah singkat kerajaan Mataram, yang sampai saat ini terbukti masih berdiri kokoh. Lalu dari keturunan manakah raja-raja besar Mataram ? Berikut ini saya paparkan silsilah  leluhur kerajaan Mataram:

1.    Sinuhun Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit terakhir berputera Raden Bondan Kejawan yang   bergelar Kyai Ageng Tarub ke III.

2.    Kyai Ageng Tarub III mempunyai putra yakni Kyai Ageng Getas Pandowo.

3.    Kyai Ageng Getas Pandowo berputera Ki Ageng  Selo.

4.    Kyai Ageng Selo berputera Ki Ageng Nis.

5.    Ki Ageng Nis berputera Ki Ageng Pemanahan (Ki Ageng Mataram).

6.    Ki Ageng Pemanahan berputera Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo.

7.    Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo berputera Sinuhun Prabu Hanyokrowati.

8.    Sinuhun Prabu Hanyokrowati berputera Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo Kalipatullah  Panetep Panatagama Senopati ing Prang.

 

 

RIWAYAT BALOK

 Balok Kayu Jati bernama Kyai Tunggul Wulung

Kyai Tunggul Wulung

Foto Balok Kyai Tunggul Wulung

Panjang 5 m (diamater 25×25 cm)

kyai-tunggul-wulung2

Foto Kyai Tunggul Wulung

            Bagi kebanyakan masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta dan Solo, percaya dengan kisah mistik raja-raja Mataram yang berhubungan erat dengan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul entitasnya bukan lah sejenis jin, siluman atau setan, tetapi merupakan wujud panitisan dari bidadari, yang turun ke dalam dimensi gaibnya bumi (bukan alam ruh/barzah), berperan menjaga keseimbangan alam semesta khususnya sepanjang pesisir selatan Jawa dan wilayah samodra selatan Nusantara. Menjaga kelestarian alam dengan mencegah atau menghukum manusia yang tidak menghormati alam semesta ciptaan Tuhan YME, atau manusia yang merusak keseimbangan alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara serakah dan tamak. Kanjeng Ratu Kidul sebagaimana raja atau ratu gung binatara yang bijaksana dan sakti mandraguna, manembah tunduk kepada Gusti Ingkang Akaryo jagad. Namun demikian, Kanjeng Ratu Kidul tetap sebagai entitas mahluk halus, dalam arti tidak memiliki raga atau jasad dalam bentuk fisik.

            Kisah mistis di atas tidak terlepas dari sejarah pusaka balok kayu jati yang bernama Kyai Tunggulwulung. Saat ini diletakkan di sebelah timur makam Gusti Kanjeng Panembahan Senopati yang membujur ke utara, panjangnya 5 meter diameter 25 cm. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Ratu Kidul. Kemudian mempunyai wilayah jajahan di jagad halus. Seperti ditulis dalam kitab Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro IV, dalam tembang Sinom, yang artinya sebagai berikut ;

1)    Sekalipun Kanjeng Ratu Kidul dapat menguasai samodra, apa pun kehendaknya terlaksanan. Akan tetapi masih kalah wibawa dengan Gusti Kanjeng Panembahan Senopati.

2)    Kanjeng Ratu Kidul sangat mengharapkan bisanya terjalin persahabatan antara kerajaan mahluk halus dengan kerajaan Senopaten. Selanjutnya memohon agar sekali tempo Gusti Kanjeng Panembahan Senopati sudi mengadakan pertemuan di dalam dunia mahluk halus. Sekalipun dengan susah payah Panembahan Senopati menyanggupi hingga sampai turun temurun.

Selanjutnya wawancara antara Gusti Panembahan Senopati (GPS) dengan Kanjeng Ratu Kidul (KRK), begini:

KRK    : “…Marilah Kangmas Priyagung agigit, bersama dengan kami, tinggalkan saja Sang Permaisuri serta abdi sentana putri. Anda di alam kami akan mendapatkan ganti yang lebih memuaskan hati. Pindahlah dari Mataram, hamba akan menerima dengan senang hati. Di dalam kerajaan kami Paduka akan penuh wibawa, kami sembah dan kami siap mengabdi sampai akhir zaman.

GPS     : “…Karena sudah demikian cinta Dinda dengan saya, saya pun tidak akan menyia-nyiakan, saya sambut uluran kasih persahabatan Dinda. Tetapi leluhur kami berpesan, bangsa manusia itu karena berasal dari bumi sebaiknya sampai akhir hayatnya juga dikubur di bumi. Tidak pantas dan merupakan pantangan kami merubah jenis menjadi mahluk halus. Oleh karena itu jangan khawatir saya ingkar janji, setiap hari selalu terbayang kecantikan wajah Adinda. Dalam waktu tertentu kita sekali tempo mengadakan pertemuan saja”.

            Demikian sekilas riwayat balok Mataram, yang sedikit banyak dapat menguak sejatinya hubungan gaib kerajaan Mataram secara turun temurun dengan kerajaan dunia halus di laut selatan. Bagaimana menempatkan secara tepat dan bijaksana antara manusia dengan mahluk halus yang juga ciptaan Gusti Allah Yang Maha Wisesa. Dapat sebagai contoh bagi generasi sekarang bagaimana cara memahami hubungan manusia dengan mahluk gaib. Seyogyanya manusia dapat bersikap bijaksana dan tidak sombong, menempatkan mereka yang gaib sebagaimana interaksi dengan manusia saling menghargai dan menghormati sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Karena masih sebagai mahluk Tuhan, mahluk halus tetap memiliki karakter seperti halnya manusia, ada yang baik ada yang jahat, ada yang manembah kepada Tuhan, tetapi ada pula yang membangkang.

 

RIWAYAT SOKO GURU

 

soko-guru

Foto Soko Guru

            Soko Guru adalah tiang penyangga atap rumah berbahan kayu jati yang dikelilingi ukiran halus dan indah, terletak di Pasarean Mataram, disebelah timur dan di pacak suji, sbb;

            Ketika Kerajaan Kartasura yang bertahta adalah Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Mangkurat Amral tahun 1606 M, wilayah terkena bencana kelaparan, banyak orang yang sengsara dan menderita kelaparan. ISKS sangat sedih hatinya, kemudian memanggil adik Dalem Gusti Pangeran Puger. Adik Dalem lalu sowan menghadap, Sinuhun bertitah,” kalau terus begini Dimas, saya hendak bunuh diri saja dan saya minta diri. Saya sangat malu disembah rakyat senegara tetapi tidak dapat membuat rakyat bahagia. Yang hina dina adalah nama ratu. Gusti Pangeran Puger berkata, “Sabarlah dahulu Kangmas, jangan mudah putus asa. Saya mohon diri dari Praja, hendak memohon pertolongan Tuhan, hendak sowan (ziarah) ke Pasarean (makam) Mataram. Sinuhun mengijinkan, dan bersabda,”Saya hanya dapat mengurangi makan dan tidur untuk membantu Dimas”. Sang pangeran Puger mohon diri, terus mengundurkan diri dan mampir di Dalem Pugeran, untuk ganti pakaian seperti santri desa. Menghimpit golok, memakai tongkat, dan membawa tasbih, kemudian mampir ke Pleret.

            Sesudah shalat Isya’ terus menuju barat laut ke Kotagede, langsung menuju di bawah ringin sepuh Mataram. Sesudah tengah malam lalu sesuci di sungai Gajahwong, kemudian kembali duduk di bawah ringin sepuh Mataram. Masuk waktu subuh terus ke Masjid, sesudah Subuh lalu sowan di Pasarean. Duduk berdekatan dengan tiang di sebelah tenggara dan terus berdoa. Setelah selama empat puluh hari empat puluh malam Pangeran Puger bertapa, maka makbul lah doanya, dilihatnya tepat di atas tempat duduk ada tompo (gayung beras) yang bergantung pada tiang tepat di atasnya. Kemudian tompo diambil dan dihimpit terus dibawa pulang ke negara Kartasura.

            Di tengah perjalanan dari Pasarean Agung Mataram di Kotagede menuju Kartasura, Pangeran Puger mampir ke pasar-pasar yang dilewatinya, menanyakan kepada para bakul-bakul, dijawab bahwa sekarang beras dan sandang sudah murah. Sesampainya di negara Kartasura, Pangeran Puger langsung sowan menghadap ke kraton, Sinuhun baru dihadap para sentana. Melihat Rayi Dalem, Sinuhun terus merangkul dan berkata, “Dimas, terkabullah permohonanmu”.

            Dari tulisan di atas dapat diambil benang merah bahwa, Raja atau penguasa yang pantas menjadi sesembahan kawula adalah raja atau penguasa yang siap berkorban untuk kesejahteraan rakyatnya. Raja/penguasa bijaksana adalah yang selalu sadar bahwa kekuasaannya itu membutuhkan dukungan rakyatnya, tanpa rakyat maka tidak akan ada raja yang menduduki tahta kerajaan. Begitulah antara lain contoh pelajaran tentang  manunggaling kawula lan gusti, pada aras horisontal/habluminannas.

 

Foto Lukisan Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

Foto Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

 

Foto Lukisan Panembahan Senopati

Foto Lukisan Panembahan Senopati

 

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Keterangan dihimpun dari hasil wawancara Jurukunci Pasarean (makam) Agung Mataram di Kotagede dan di Imogiri Bantul dan sebagaimana dikisahkan para abdidalem di dua Pasarean Agung tersebut. Referensi; Mantri Jurukunci R.Ng. Martohastono.

Sabdalangit

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 14, 2008, in Berdirinya Mataram & Hubungan Mistik Kanjeng Ratu Kidul and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 159 Komentar.

  1. punya foto kanjeng ratu gak??

  2. sabdalangit wrote on Oct 27
    Sejauh yg pernah saya lihat sendiri dalam beberapa kali kesempatan berjumpa dngan beliau, jujur saja bukan seperti itu. Bliau jauh lebih cantik, dan pakaian serta kuluk mahkotanya agak berbeda. Kecantikan wanita dalam gambar itu hanya sekelas manggalayudha-nya. tapi manggalayudha kuluk mahkota tidak seperti itu.

    http://sabdalangit.wordpress.com falsafah kejawen, sabdapalon-noyogenggong, ratu adil, satrio piningit, herucakra, sedulur papat limo pancer

    Mhn maaf ini jawaban dari saya:

    wirasaba wrote on Oct 27
    Dibarengi rasa bungah dan salam terima kasih atas waktunya utk Aki telah mampir di tempat saya, dengan sy mohon maaf, mengenai foto KRK tersebut adalah SUNGGUH DAN BENAR ASLI foto KANJENG RATU SEGARA KIDUL (KRSK), mungkin KRSK dalam berbagai kesempatan selaLu berpenampilan lain, namun kalau Aki ingin mendapatkan penjelasan dari KRSK langsung, silahkan download foto yg ada pada situs saya http://wirasaba.multiply.com/, kmdn Aki kontak bathin dengan KRSK dan memohon konfimrasinya, krn sy tentu tidak mau sembarangan memuat foto Kanjeng Ratu Segara Kidul, tanpa seijinnya dan amanahnya, dmkn Aki, sekali lagi sy mhn maaf dan salahnya, matur nuwun sanget, sampai jumpa, kita suatu waktu akan bertemu, salam. Wirasabha (rrangga@yahoo.com) – 085228340999

  3. Mbak Talitha, foto Kanjeng Ratu boleh dilihat di http://wirasaba.multiply.com/
    karena saya mendapatkan amanah untuk memuatnya, terima kasih kepada Ki Sabdalangit yang telah mengupas tentang hal tersebut diatas, karena dibarengi budi pekerti dan kearifan hati yang bersih tentunya ini bisa terjadi. Salam hormat. Wirasaba. (rrangga@yahoo.com)

  4. rahayu…
    Nuwun Sewu, tambahan lagi Mas Sabda Langit, sehubungan saya menurut literatur silsilah keluarga masih keturunan dari Joko Tingkir / Sultan Hadiwijaya yang merupakan putra angkat Ki Ageng Sela… dalam literatur saya Ki Ageng Sela itu tidak punya putra kandung, apakah yang anda maksud Ki Ageng Nis itu nama lain Sultan Hadiwijaya ?
    wass wb

  5. Rahayu
    Untuk adik Hidayat, Ki ageng nis sanes sultan hadiwijaya/jaka tingkir. Ki/nyi ageng Nis adl eyang buyut Danang Sutawijaya/ Panembahan Senopati. panjenengan saget marak sowan/ziarah di makam agung Kota Gede Jogja. kebetulan sy kemarin habis sowan ke sana lg. makam Jaka Tingkir disamping makam Nyi Ageng Nis tapi ukuran nisan nya kecil.. Keduanya berdekatan dgn pasarean Ki AGeng Pemanahan dan Panembahan Senopati. sbg keturunan sebaiknya diluangkan waktu sowan ke pasarean agung, buka tiap senin, rabu, kamis, jumat, minggu. jam 8 s/d 14.00.
    Rahayu

  6. Plong lan bungah tenan atiku, mas Hidayat kayaknya sudah baikan sama mas Sabdalangit …biar tambah sejuk blog ini mas, begitulah kearifan seorang pendaki spiritual….Ooo ternyata masih Trahing Kusumo Rembesing Madu toh…!
    Nuwun

  7. rahayu…
    matur suwun sanget para kang mas lan pinisepuh anggenipun paring pitutur dateng kulo, sejatosipun mboten wonten niat engkang awon saking manah kulo, menawi niki saget dipun tingali saking nami lan url kulo ingkang kulo tampilaken sak meniko “aseli”, menawi kulo meniko pingin “ngumbar howo suoro” lak enggih gantos nami kalian ngrahasiaaken url kulo.. lha enggih to, lan sak meniko kulo sampun disuwuk kalian kakang mas sabdo langit supados saget kutuk kados anakanipun sawer, :D
    (bahsa indonesia: terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh kakak dan sesepuh dalam memberikan nasehat untuk saya, sejatinya tidak ada niat yang buruk dari dalam hati saya, dan ini dapat dilihat dari nama dan url saya yang aseli, seandainya saya ingin mengumbar nafsu suara akan saya ganti nama dan url saya …. lha iya kan, dan sekarang saya sudah di obati oleh Kakanda Sabdo Langit supaya jinak seperti anakan ular , :D )
    wass wb

  8. we lha nopo mas hidayat kaliyan mas sabda langit nate jothakaan, kula kok mboten mangertos, ketinggalan berita terus kula niki.Nanging kalu cuma adu argumen itu saya rasa hal yang lumrah,

    rahayu

  9. rahayu..
    enggih mas leres Mas Ngabehi niku..
    niku namung diskusi mas…
    wass wb

  10. mas.saya sdh lihat fotonya………………………..

    kalo kpengen komunikasi bagaimana yaahh..

  11. nanti malam saya pandu tata caranya yah. kenyataannya jauh lebih cantik dari foto itu. kemarin sore saya barusaja berjumpa lagi.

  12. Kangmas kulo nggih nyuwun fotonya duong, masak cm mbak thalita tok yang dikasih. Kangmas saya ikutan dong…

  13. mas….

    lah carane kulo ketemu panjenengan pripun…?????

    jadi binguuung dueeehhhhh………

    ini YM saya…thalita_danica@yahoo.com

    tak tunggu kabar dari jenengan…suwuuunnnn

  14. Thank u very much for this important information abnout Kanjeng Ratu Kidul. U are totally right about her existence. Tha She is not an evil queen ruling the south sea, but more a Holy Light Being sent by the Universe to protect the land of Indonesia especially the island of Java. Once again, Thank u!

  15. Sinuhun Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit terakhir berputera Raden Bondan Kejawan yang bergelar Kyai Ageng Tarub ke III.
    ———————————————————————————-
    Mas Sabdalangit, prabu Brawijaya V ini bukannya memiliki putra bernama Jimbun, yaitu yang bergelar Raden patah, raja Demak yang melakukan pemberontakan terhadap majapahit. Namanya tersohor dalam serat dharmogandul. Apakah raden bondan ini sepupu dari raden Patah ?

    menurut riwayat, prabu Brawijaya ini bergelar sunan lawu, diislamkan oleh sunan kalijaga, dan akan menuntut balas (membangun kembali kerajaan Majapahit II) di nusantara ini melalui sultan herucakra titisan dewa wisnu yang kesembilan. sabdopalon dan nayogenggong adalah abdi dalem dari prabu Brawijaya V ini. Mohon tanggapannya.

    Salam,

  16. @Hadi Setiono
    Betul Mas ,Raden Patah anak Brawijaya V, tapi anak dari Putri Cempa keturunan Kamboja. Sedangkan anak asli nusantara adalah R. Bondan Kejawan dan Putri Pembayun. Brawijaya V marah krn merasa dikhianati anaknya sendiri, maka R Patah hanya diberikan kesempatan 3 kali tahta atau keturunan Yakni pertama R Patah, lalu Anusapati, terakhir ksultanan Demak yakni Sultan Trenggono.
    Sementara itu, Putri Pembayun menurunkan org2 besar hingga Sultan Hadiwijaya/Jakatingkir di Pengging. Sedangkan R Bondan Kejawan dititipkan anak Brawijaya V yg lain yakni Prabu Batarakatong, sambil berucap, anak ini kelak yg akan meneruskan ingsun. Benar saja keturunan R Bondan Kejawan adalah Ki Ageng Getas Mataram, lalu Ki Ageng Selo, Ki Ageng Nis, Ki Ageng Pemanahan, R Ngabehi Loring Pasar (Panembahan Senopati), P Sedo Krapyak, Kanjeng Sultan Agung, Hamangkurat Agung, Amangkurat Jawi, P Puger, Pakubuwana I, PB II, Mangkunegaran Solo, dan Mangkubumen (Kasultana Jogja). dst.
    Sedangkan Raden Gugur Putra Brawijaya V pada waktu diserang R Patah beliau masih remaja melairikan diri ke Gunung Lawu menjadi pertapa.
    Lebih kurang demikianlah garis besar sejarah.
    Siapa trah Majapahit dari garis/pancer laki-laki sebagai penerus yg “disabdakan” Brawijaya V ? Tdk lain ya Kerajaan Mataram hingga saat ini. Jika kita percaya akan wasiat terakhir Brawijaya V, maka Satria Piningit tidak mengherankan bila kelak berasal dari trah Mataram (Jogja maupun Solo).

  17. Maaf Mas Hadi Yth, sultan Hadiwijaya di Pajang, bukan pengging. Pengging itu Ki Kebo Kenanga, keluarga Brawijaya V yg mengasingkan diri dan akhirnya ketemu Syeh Siti Jenar.

  18. bener seperti yg dikatakan Kangmas Sabdalangit itu mas hadi,bahwa Bondan kejawen itu anak Brawijaya V dari Putri Wandan Kuning sedangkan R.Patah kan dari Putri Campa.

  19. R Bondan Kejawan dititipkan anak Brawijaya V yg lain yakni Prabu Batarakatong, sambil berucap, anak ini kelak yg akan meneruskan ingsun. Benar saja keturunan R Bondan Kejawan adalah Ki Ageng Getas Mataram, lalu Ki Ageng Selo, Ki Ageng Nis, Ki Ageng Pemanahan, R Ngabehi Loring Pasar (Panembahan Senopati), P Sedo Krapyak, Kanjeng Sultan Agung, Hamangkurat Agung, Amangkurat Jawi, P Puger, Pakubuwana I, PB II, Mangkunegaran Solo, dan Mangkubumen (Kasultana Jogja). dst.
    ———————————————————————————–
    Saya tertarik dengan Prabu Batarakatong. Beliau adalah tokoh legendaris yang membawa ajaran islam ke Ponorogo. Beliau juga yang meneruskan trah Majapahit di Ponorogo. Prabu Batarakatong adalah juga murid didikan wali songo, termasuk sunan kalijaga.

    Siapa trah Majapahit dari garis/pancer laki-laki sebagai penerus yg “disabdakan” Brawijaya V ? Tdk lain ya Kerajaan Mataram hingga saat ini. Jika kita percaya akan wasiat terakhir Brawijaya V, maka Satria Piningit tidak mengherankan bila kelak berasal dari trah Mataram (Jogja maupun Solo).
    ————————————————————————————-
    Saya kurang sependapat dengan sampeyan, karena saya pernah membaca dalam ramalan Jayabaya, bahwa asal muasalnya berasal dari gunung lawu sebelah timur. Sebelah timurnya sungai Bengawan Solo. Ini saya tafsirkan sebagai daerah sekitar Ponorogo.

    Bait ramalan tersebut adalah sebagai berikut:
    dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan
    wetane bengawan banyu

    Jika kita kaitkan dengan silsilah Prabu Brawijaya V ini, maka daerah kekuasaan Prabu Batarakatong lah yang sesuai ‘dengan bait ramalan Jayabaya tersebut. Kemungkinan keturunan Prabu Batarakatong yang sekarang dalam masa “pelatihan dan dalam persembunyian Tuhan” yang
    akan memimpin bangsa Indonesia kelak.

    Salam,

  20. Mas Hadi Yth
    Boleh2 saja tdk sependapat. Krn syair pujangga tdk bisa diartikan secara harfiah atau teksbook semata tapi harus melalui mata batin. Satria Piningit memang banyak kiasan dan sanepan, sekarang siapa yg tahu Lebak cawene ? Atau SP bersal dari barat muara sungai besar. Sama halnya misalnya berasal dari Alas Ketangga. Alas ketangga ada di Ngawi. Tapi apakah tempat itu maksydnya ? belum tentu. Alas ketangga bisa berarti : alas=dasar. Ketangga=keketeg ing angga. Jadi dasarnya adalah tekad baik dalam diri. Padahal banyak yg mengartikan benar2 hutan ketangga di Ngawi. Yah, seperti itulah cara orang bijak masa lalu. Sesuatu yg rahasia tdk boleh terlalu vulgar diekspose krn jika kamanungsan bisa mbadarake laku/mengganggu proses.
    Yg penting kita harus menyimak dan merenungkan setiap pendapat orang, krn masing2 belum tentu benar, dan masing2 belum tentu salah. Maka sudah diwanti2 “….akeh wong kang katambuhan, atesmak bathok sanajan malorok ora ndelok, mung kang pada olah batin kang bisa mangerteni. Artinya; banyak orang yg salah sangka, ibarat berkacamata tempurung, walaupun melotot tetap saja tidak bisa melihat, hanya orang2 tertentu yg mau mengolah (memberdayakan) batin saja yg akan mengetahui.

    Untuk sejarah Bethara Katong silahkan baca di buku Babad Tanah Jawa yg asli versi Kraton dan serat Dharmagandul. Saya kira lebih obyektif.
    salam sejati
    rahayu

    • Mas Sabda Yth.
      Saya percaya di alas Ketonggo ada Kratonnya saya sudah membuktikanya, yang jaga dan wujudnyapun saya tahu.

      Ratu gung suci sejati
      Ratune kraton gung suci sejati
      Awujud wana kang katutup suci
      Jroning sing kang suci
      Kang bakal anyurupi

      Kraton gung suci sejati
      Kodrat suci
      Ginaris sejati
      Gemah ripah lohjinawi
      Tata tentrem kerta raharja
      Pinangka suci mukti sejati
      Sejatine suci
      Ingsun suci sejati

      Kraton gung suci sejati
      Regol kencana awujud emas
      Benteng suci awujud giok
      Pendapa suci tinatah berlian
      Kabeh kalebu kodrat suci Ingsun
      Kabeh kalebu ginaris suci Ingsun
      Sejatine suci Ingsun suci sejati

      Kraton gung suci sejati
      Kraton suci
      Palenggahan sejati
      Sejatine suci
      Ingsun suci sejati

      Yen ta
      Kalebu suci
      Ana ngendi wae
      Bakale tinampa
      Mukti

      Yen ta
      Ora kalebu suci
      Ana ngendi wae
      Bakale tinampa
      Mati
      Owal kodrat
      Lan owal ginaris Ingsun
      Mlebu ning alam peteng
      Tineba saklawase

      Jejere suci
      Kang bakal angadili
      Lelakon surya
      Kang wus mlaku
      Bakale tinuju suci
      Sejatine suci
      Ingsun suci sejati

      Anggone lelaku
      Aja pada dilaleke
      Cahya suci
      Kang anuntuni

      Anggone ngesti
      Aja pada dilaleke
      Sabda suci
      Kang angiyupi

      Asma suci
      Jumeneng sejati
      Sejatine suci
      Ingsun suci sejati

      Gegayuhan kang suci
      Lumebet ning rasa suci
      Pinayungan sejatine rasa
      Rasa suci ngesti sejati
      Sejatine suci Ingsun suci sejati

      Nuwun.
      Nuwun.

  21. Sugeng dalu, mas Sabda.

    Tentang Adipati Batara Kathong, beliau merupakan putra prabu Brawijaya V dari permaisuri atau garwa ampil ? Sampai sekarang setahu saya permaisuri prabu Brawijaya V kok jarang diceritakan namanya dalam babad-babad yah ?

    Matur nuwun nij, mas, atas informasinya.
    Salam.

    • Permaisuri Brawijaya V yakni putri Cempa, yang asli bumi pertiwi malah jadi garwa ampil. Nah, dalam babad /sejarah biasanya sudah terlalu jenuh dengan kepentingan kelompok. Jadi kurang diekspose sehingga ceritanya banyak terjadi simpang siur. Dalam Babad (misalnya Babad Demak dan Sunda Wiwitan) pun nasibnya sama, sarat muatan politiknya. :) Yang berbau Jawa sekali, atau Sunda sekali, mungkin dianggap sebagai kekuatan lawan oleh si penulis babad pada waktu itu. Sehingga justru tidak terkspose. Jika diekspose pun, akan menimbulkan kesan adanya pemojokan. Yah..begitulah kalau bangsa sendiri turut andil berperan menjadi penjajah terhadap bangsa sendiri. Dalam penulisan sejarahpun tak jarang terjadi pembalikan fakta secara subyektif sebagai bentuk pembunuhan karakter tokohnya.

      Rahayu

  22. goko danang aji gineng

    Salam…
    ini situs luar biasa….semoga Sabda Langit bisa melestarikan dan mengembangkannya… ” Jer siji lan sijine dudu liyan…kabeh kawulane Gusti Ingkang Maha Suci…lahir….sak amben yo jagad gumelar iki ambene…kabeh wis cumawis dening Gusti Ingkang Maha SUCI, Garek siro kang ngadepi urip iki rogo nyato urip nyoto…!!!! tanggung jawab ono ing pribadi siro kabeh…pikir lan roso di agem..!!! wujud no ojo samar dawuh Gusti Ingkang Maha Suci….
    SALAM….

  23. goko danang aji gineng

    Kangmas Sabda…..
    apa ada satria piningit ini…???
    mengapa banyak orang mempeributkan kehadiranya..? yang diyakini kan membawa perubahan bagi negara ini…???? apa satria piningit ini bukan hanya kiasan saja….??? mohon penjelasanya…

    • Mas Goko danang aji gineng Yth
      Sumangga kita asikep bala rawe-rawe rantas malang-malang putung. Ngrengkuh bumi nuswantara njejegake bangsa saka kapituna. Punka sedaya sakdremi “panggilan darah” para kawula muda. Mugi tansah wilujeng rahayu, lan karaharjan.

      Bab SP, banyak orang yg memiliki pandangan yg berbeda-beda sesuai dengan tingkat “kesadaran” batinnya masing-masing. Namun kita semua musti maklum dan tidak perlu berdebat karena masing2 orang memiliki hak dan cara pandangnya sendiri-sendiri. Maka akeh wong kang katambuhan, atesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok. Akeh wong kang kleru panyakra bawa, lan akeh wong kang ngaku-aku dadi SP. Bisa dilihat di sini.
      Dalam hal ini pandangan lahir batin saya percaya 100% bahwa SP adalah sosok/figur yg akan sungguh-sungguh ada. Dan akan membawa perubahan sistem politik, sosial, ekonomi yang benar-benar adil makmur gemah ripah loh jinawi. Namun ada satu hal yg harus digarisbawahi, bahwa SP tidak membuat statement pengakuan diri : “aku-lah sang SP”. Sebab SP adalah gelar yg diberikan oleh masyarakat karena melihat perbuatan dan budi pekertinya yg sangat luhur.

      Mudah-mudahan dapat menambah referensi
      salam asah asih asuh
      Rahayu

  24. salam
    mas sabda yth,

    apa hubungan ki ageng pamanahan dg ki giring,apa yg dimaksud dg kelapamuda yg airnya diminum mereka ber dua? apa ada hubungan dengan cerita diatas

    rahayu

  25. kemaren untuk yang kedua kalinya saya mengunjungi makam raja imogiri dan pasarean mataram,
    diterangin juga ma juru kuncinya tentang sejarahnya, meski panjang lebar tapi tetep aja pusing,,, :P
    akhirnya saya baca sejarahnya dari buku kecil fotokopian,,,
    hehehe,,,

  26. mas Sabdo yth ,sebelumnya salam kenal dan salam hormat,saya ingin menayakan sesuatu tentang kejawen tapi agak menyimpang dari tema blog ini,ini tentang teman saya,seorang wanita,sejak kecil hidupnya kesampar kesandung,tapi anehnya dia pintar filsafat,mudah dapat perhatian dari orang besar dan ada beberapa rohaniwan setingkat pastur,tokoh padepokan jawa,serta cowok-cowok gemar tirakat yang jatuh cinta berat sama dia? tapi kok nggak ada yang jodoh dan hidupnya seperti tak punya pegangan gitu?apa dia ada sengkolo?semacam bahulaweyan misalnya?terima kasih mohon maaf sebelumnya Rahayu Rahayu Rahayu

  27. Sri Kurniasih yth
    Salam kenal kembali. Tanpa data sedikitpun misal tgl lahir, weton, jml saudara, nama lengkap dan nama ibu kandung. Sy jelas tdk bisa melihat apa yg terjadi. Banyak kemungkinan yg menjadi penyebab. Bisa berhub dgn weton, julungnya, bisa pula sdh lama tdk dibancaki atau malah tdk pernah dibancaki weton. Bisa pula krn lakuning urip yg tdk pas.

    Salam sejati

  28. Kangmas Sabda,sungkem pangabekti kula konjuk,matur sembah nuwun,benjing kula kirim data lengkapipun.Saklajengipun,kula nderek nyengkuyung blog punika,semoga membantu mengembalikan sadenah brayat jawi syukur nusantara ke dalam jati diri kulturalnya yang sejati.Sehingga negeri ini bisa “unggul jayane” seperti saat Majapahit dan Sriwijaya.Selanjutnya kangmas Sabda,saya pernah baca artikel bahwa GKR Kidul,memiliki wewarah yang disebut”ajaran permai”.Apakah figur beliau secara kultural saat nbabar sabda ajaran ini masih sama dengan beliau yang diceritakan dalam babad Nitik telah merasuk “agama rasul”.Nuwun,mohon maaf,bila saya sebagai anak turun suku Jawi kurang bisa menyusun kata.Rahayu Rahayu Rahayu

    • sri Kurniasih Yth
      KRK adalah entitas bidadari, seperti halnya para leluhur yg menggapai kamulyan sejati. Sudah tdk membutuhkan agama apapun karena kehidupannya sdh di alam sejati, alam kelanggengan yg setiap saat menyaksikan langsung ruang ‘sajaratul makrifat’ kehidupan yg sejati. Tak perlu kitab lagi, karena hidup sdh berada di dalam cahya sejati, tak ada keberanan sejati yg tertutupi / menjadi rahasia lagi. Semuanya gamblang dan terang benderang. Sehingga ucapannya dan nasehatnya tidak pernah mengada-ada, tak pernah keliru apalagi menjerumuskan. Serat Niti, terasa sekali tendensius, tak ubahnya pangrekodoyone jalmo manungso sekedar melayani kepentingan duniawi, bukan utk mengungkap kebenaran yang apa adanya.
      Salam sejati

  29. Leres ingkang sampung diaturake Kangmas sabdo Langit. Ora sak mestine menungso kuwi nyalahke/ ngambing hitamkan lelembut. Contone, Ono sawetoro bakul sing laris mergo rasane enak, bakul sijine ora trimo mergo ora ono sing nukoni. Terus jaluk tulung karo (maaf) dukun supoyo nutup bakul sing laris mau. Nutup kuwi kan gae srono lelembut sing gelem dikonkon mergo ngabdi karo bendorone/ dukun. Cobo yen ngono kuwi sing olo sopo ? menungso tetep salah lan olo. mergo sirik. Ing mulo buko Gusti nyipta-ake makluk (manusia lan makluk halus) urip neng alam bedho contoh Adam-Hawa dan ular(iblis)
    “Dadi ojo duweni penganngep yen lelembut kuwi mesti olo, ora bedo karo menungso, ono sing apik semono ugo ono sing olo” lelembut kuwi yen diajak ngomong ngerti, ora bedo karo menungso. Ning sopo sing biso ngerti saklebate lelembut lan gelem diajak ngomong, ora sembarang menungso biso. Piye amrihe awake dewe kudu biso urip lan ora ganggu bongso lelembut, yen ono pitakonan, Piye yen lelembut sing ganngu ? Lelembut biso diajak ngomong koq, Contone sing tak alami nalikane aku menyang Ngayogyokarto (rumah nenek istriku) anaku nangis terus rikolo umur 1 th, aku semedi, Ternyata samping rumah neneku itu jalannya dia, sebelum rumah itu ada. Aku ngomong”Sopo wae sing manggon/bau rekso kene tulung anaku ojo diganggu, piye caramu lewat neng ojo mengo/deleng panggonan sing tak panggoni” dia ngerti dan mulai saat itu sampai 7 hari aku di Jogja anaku tidak rewel. Pengalamanku, trim

  30. R.M.A. Ahmad Said Widodo, A.G.

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Saudara-saudaraku sebangsa dan setanahair,
    Khususnya kaum kerabat Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kadipaten Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman,
    Aku memerlukan jawaban yang pasti atau takwil/tafsir atas mimpiku ini kurang lebih 2 tahun yang lalu, dimana aku bermimpi dijumpai seekor harimau besar sekali, yang ketika kutanya siapa namanya, dia menjawab, bahwa namanya sama dengan namaku dan namaku sama dengan namanya. Hal tersebut berlangsung sebanyak 3 kali dan harimau itu menyebutkan namamya “Tunggul Wulung”. Aku bertanya-tanya ke sana ke mari tetapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, kecuali terkaan-terkaanku saja.
    Nah, tolonglah aku berikan jawabannya. Terimakasih.

    R.M.A. Ahmad Said Widodo, A.G.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 909 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: