BERDIRINYA MATARAM & HUBUNGAN MISTIS DENGAN RATU KIDUL

 

 Gerbang Pasarean Agung Raja-Raja Mataram

Kota Gede Yogyakarta

gerbang 

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MATARAM

DAN HUBUNGAN MISTIS DENGAN KANJENG RATU KIDUL

 

image021

 

            Kyai Ageng Pemanahan bergelar Kyai Ageng Mataram. Mataram adalah nama daerah yang dihadiahkan kepadanya oleh Sultan Sultan Hadiwijoyo, Sultan di Kerajaan Pajang. Karena Kyai Ageng Mataram bersama putranya Hangabehi Loring Pasar (Danang Sutowijoyo) telah dapat mengalahkan Raden Adipati Aryo Penangsang pada tahun 1527 M di Jipang Panolan.

            Kyai Ageng Pemanahan selanjutnya minta ijin kepada Sultan untuk menempati daerah Mataram itu. Sultan Hadiwijoyo mengizinkan dan berpesan,” Seorang gadis dari Kalinyamat itu supaya diasuh dan dijaga baik-baik. Apalagi sudah dewasa hendaklah dibawa masuk ke Istana”.

            Pesan itu disanggupi oleh Kyai Ageng Pemanahan, tetapi ia memohon agar diperkenankan mengajak putra Sultan Hangabehi Loring Pasar untuk pindah ke Mataram. Kyai Ageng Pemanahan sekeluarga berangkatlah menuju tlatah Mataram disertai dua orang menantunya, yakni Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang. Ditambah pula Nyi Ageng Nis istri Kyai Ageng Mataram dan penasehatnya Ki Ageng Juru Martani. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis Pon tanggal 3 Rabiulawal tahun Jimawal. Dalam perjalanan mereka singgah berziarah ke Istana Pengging sehari semalam.

            Kyai Ageng sekeluarga melakukan doa dan sembahyang, memohon petunjuk kepada Tuhan, melakukan semedi dan shalat hajat, doanya ternyata diterima Tuhan, muncul pertanda pepohonan seketika menjadi condong, tetapi pohon serat tinggal tetap tegap. Setelah sembahyang subuh mereka berangkat menuju Mataram dan berhenti di desa Wiyoro. Selanjutnya membangun sebuah desa yakni desa Karangsari setelah singgah sementara waktu Kyai Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani mencari pohon beringin yang telah ditanam oleh Sunan Kali Jogo untuk tetenger di sanalah letaknya wilayah Mataram dimaksud.

            Terdapatlah pohon tersebut di sebelah barat daya Wiyoro. Lalu memilih tanah sebelah selatan beringin yang hendak dipakai sebagai halaman dan rumah untuk bertempat tinggal Kyai Ageng Pemanahan beserta keluarga. Mereka bekerja keras, hingga pembangunan rumah beliau selesai dalam waktu singkat. Kemudian rumah baru segera  ditempati Kyai Ageng Pemanahan yang kemudian tersohor namanya dengan gelar Kyai Ageng Mataram. Banyak saudara asing ke Mataram sehingga menambah ramai dan makmurnya Mataram (sekarang dikenal dengan nama Kotagede, pusat kerajinan perak di Yogyakarta).

            Sahdan gadis pingitan Sinuhun Sultan Hadiwijoyo yang berasal dari Kalinyamat kini telah dewasa. Ngabehi Loring  Pasar (Raden Danang Sutowijoyo) pun telah dewasa. Ia mengganggu gadis pingitan tersebut. Hal ini segera diketahui oleh ayahnya Ki Ageng Mataram. Anaknya dipanggil lalu bersabda:

Ki Ageng Mataram; Anakku..mengapa kamu berani mengganggu gadis pingitan, alangkah amarahnya Sinuhun nanti apabila mengetahui.

Raden Sutowijoyo berkata; ”Saya berani melakukan hal itu, karena telah menerima wahyu.

KAM : Bagaimana kamu dapat mengatakan demikian itu ?

R.S : Ya. Demikianlah ketika mendengar daun nyiur jatuh ayah Sultan terkejut, lagi pula ketika hendak minum air kelapa itu terkejut pula.

            Kyai Ageng Mataram menyatakan, kini belum masanya dan mengajak putranya mengharap untuk berjanji tetap setia. Keduanya berangkat, pergi ke kasultanan Pajang. Sinuhun Sultan Hadiwijoyo sedang bercengkerama dihadap para putranya dan keluarganya. Melihat kedatangan Kyai Ageng Mataram diantar putranya. Lalu sesudah berjabat tangan Ngabehi Loring Pasar pun menghadap menghaturkan sembah-bakti. Sinuhun bertanya dengan keheranan mengapa datang menghadap bukan waktunya menghadap. Kyai Ageng Mataram menyatakan bahwa menghadapnya itu karena putranya telah berdosa besar berani melanggar dan mengganggu gadis pingitan dari Kalinyamat.

            Dengan bijaksana Sinuhun Sultan Hadiwijoyo berkata,”Anak tidak berdosa, kalau demikian memang salah saya, tidak memikirkan anak yang telah dewasa. Oleh karena sudah terlanjur kamipun ikut menyetujui. Tetapi anak jangan dimurka, pinta Sinuhun kepada Ki Ageng Mataram.

            Waktu sudah berjalan sekian lama, karena usianya sudah uzur, Ki Ageng Mataram gering lalu mangkat pada hari Senin Pon 27 Ruwah tahun Je 1533. Dimakamkan di sebelah barat Istana Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Sementara itu, Ki Jurumartani pergi ke negeri Pajang menghadapkan putra Ki Ageng Mataram. Sinuhun lalu bercengkerama dengan Ki Jurumartani memberitahukan tentang mangkatnya Ki Ageng Mataram, Sinuhun terkejut hatinya dan bersabda;

            “Kakak Jurumartani, sebagai ganti dari penghuni Mataram ialah Ngabehi Loring Pasar dan harap dimufakati dengan nama Pangeran Haryo Mataram Senopati Pupuh”. Ki Jurumartani menyanggupi lalu mohon ijin kembali, peristiwa ini terjadi pada tahun 1540. Lalu Pangeran Haryo Mataram diangkat pada tahun Dal 1551 bergelar Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo yang menguasai tanah Jawa. Kemudian menurunkan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta, demikian pula para Bupati di pantai-pantai Jawa hingga sekarang.

            Kanjeng Panembahan Senopati memegang kekuasaan kerajaan 13 tahun lamanya. Sesudah gering kemudian mangkat, pada hari Jumat Pon bulan Suro tahun Wawu 1563. Dimakamkan di sebelah barat Masjid di bawah ayahandanya. Selanjutnya putranya yang menggantikan dengan gelar Kanjeng Susuhunan Prabu Hanyokrowati. Penobatannya dalam bulan yang bersamaan dengan wafatnya Kanjeng Panembahan Senopati.

            Pada suatu hari, Kanjeng Susuhunan pergi berburu rusa ke hutan. Dengan tiada terasa telah berpisah dengan para pengantar dan pengawalnya, kemudian beliau diserang punggungnya oleh rusa dan beliau jatuh ke tanah. Sinuhun diangkat ke istana dan ia perintahkan memanggil kakanda Panembahan Purboyo.

            Sinuhun bersabda, “Kakanda, andaikata kami sampai meninggal, oleh karena Gusti Hadipati sedang bepergian, putramu Martopuro harap ditetapkan sebagai wakil menguasai Negeri Mataram. Amanat tersebut disanggupi, Sinuhun terkenal dengan gelar Sinuhun Seda Krapyak. Beliau mangkat pada bulan Besar, tuhan Jimawal 1565 dan dimakamkan di sebelah bawah makan ayahandanya, Panembahan Senopati.

            Demikian sejarah singkat kerajaan Mataram, yang sampai saat ini terbukti masih berdiri kokoh. Lalu dari keturunan manakah raja-raja besar Mataram ? Berikut ini saya paparkan silsilah  leluhur kerajaan Mataram:

1.    Sinuhun Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit terakhir berputera Raden Bondan Kejawan yang   bergelar Kyai Ageng Tarub ke III.

2.    Kyai Ageng Tarub III mempunyai putra yakni Kyai Ageng Getas Pandowo.

3.    Kyai Ageng Getas Pandowo berputera Ki Ageng  Selo.

4.    Kyai Ageng Selo berputera Ki Ageng Nis.

5.    Ki Ageng Nis berputera Ki Ageng Pemanahan (Ki Ageng Mataram).

6.    Ki Ageng Pemanahan berputera Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo.

7.    Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo berputera Sinuhun Prabu Hanyokrowati.

8.    Sinuhun Prabu Hanyokrowati berputera Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo Kalipatullah  Panetep Panatagama Senopati ing Prang.

 

 

RIWAYAT BALOK

 Balok Kayu Jati bernama Kyai Tunggul Wulung

Kyai Tunggul Wulung

Foto Balok Kyai Tunggul Wulung

Panjang 5 m (diamater 25×25 cm)

kyai-tunggul-wulung2

Foto Kyai Tunggul Wulung

            Bagi kebanyakan masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta dan Solo, percaya dengan kisah mistik raja-raja Mataram yang berhubungan erat dengan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul entitasnya bukan lah sejenis jin, siluman atau setan, tetapi merupakan wujud panitisan dari bidadari, yang turun ke dalam dimensi gaibnya bumi (bukan alam ruh/barzah), berperan menjaga keseimbangan alam semesta khususnya sepanjang pesisir selatan Jawa dan wilayah samodra selatan Nusantara. Menjaga kelestarian alam dengan mencegah atau menghukum manusia yang tidak menghormati alam semesta ciptaan Tuhan YME, atau manusia yang merusak keseimbangan alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara serakah dan tamak. Kanjeng Ratu Kidul sebagaimana raja atau ratu gung binatara yang bijaksana dan sakti mandraguna, manembah tunduk kepada Gusti Ingkang Akaryo jagad. Namun demikian, Kanjeng Ratu Kidul tetap sebagai entitas mahluk halus, dalam arti tidak memiliki raga atau jasad dalam bentuk fisik.

            Kisah mistis di atas tidak terlepas dari sejarah pusaka balok kayu jati yang bernama Kyai Tunggulwulung. Saat ini diletakkan di sebelah timur makam Gusti Kanjeng Panembahan Senopati yang membujur ke utara, panjangnya 5 meter diameter 25 cm. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Ratu Kidul. Kemudian mempunyai wilayah jajahan di jagad halus. Seperti ditulis dalam kitab Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro IV, dalam tembang Sinom, yang artinya sebagai berikut ;

1)    Sekalipun Kanjeng Ratu Kidul dapat menguasai samodra, apa pun kehendaknya terlaksanan. Akan tetapi masih kalah wibawa dengan Gusti Kanjeng Panembahan Senopati.

2)    Kanjeng Ratu Kidul sangat mengharapkan bisanya terjalin persahabatan antara kerajaan mahluk halus dengan kerajaan Senopaten. Selanjutnya memohon agar sekali tempo Gusti Kanjeng Panembahan Senopati sudi mengadakan pertemuan di dalam dunia mahluk halus. Sekalipun dengan susah payah Panembahan Senopati menyanggupi hingga sampai turun temurun.

Selanjutnya wawancara antara Gusti Panembahan Senopati (GPS) dengan Kanjeng Ratu Kidul (KRK), begini:

KRK    : “…Marilah Kangmas Priyagung agigit, bersama dengan kami, tinggalkan saja Sang Permaisuri serta abdi sentana putri. Anda di alam kami akan mendapatkan ganti yang lebih memuaskan hati. Pindahlah dari Mataram, hamba akan menerima dengan senang hati. Di dalam kerajaan kami Paduka akan penuh wibawa, kami sembah dan kami siap mengabdi sampai akhir zaman.

GPS     : “…Karena sudah demikian cinta Dinda dengan saya, saya pun tidak akan menyia-nyiakan, saya sambut uluran kasih persahabatan Dinda. Tetapi leluhur kami berpesan, bangsa manusia itu karena berasal dari bumi sebaiknya sampai akhir hayatnya juga dikubur di bumi. Tidak pantas dan merupakan pantangan kami merubah jenis menjadi mahluk halus. Oleh karena itu jangan khawatir saya ingkar janji, setiap hari selalu terbayang kecantikan wajah Adinda. Dalam waktu tertentu kita sekali tempo mengadakan pertemuan saja”.

            Demikian sekilas riwayat balok Mataram, yang sedikit banyak dapat menguak sejatinya hubungan gaib kerajaan Mataram secara turun temurun dengan kerajaan dunia halus di laut selatan. Bagaimana menempatkan secara tepat dan bijaksana antara manusia dengan mahluk halus yang juga ciptaan Gusti Allah Yang Maha Wisesa. Dapat sebagai contoh bagi generasi sekarang bagaimana cara memahami hubungan manusia dengan mahluk gaib. Seyogyanya manusia dapat bersikap bijaksana dan tidak sombong, menempatkan mereka yang gaib sebagaimana interaksi dengan manusia saling menghargai dan menghormati sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Karena masih sebagai mahluk Tuhan, mahluk halus tetap memiliki karakter seperti halnya manusia, ada yang baik ada yang jahat, ada yang manembah kepada Tuhan, tetapi ada pula yang membangkang.

 

RIWAYAT SOKO GURU

 

soko-guru

Foto Soko Guru

            Soko Guru adalah tiang penyangga atap rumah berbahan kayu jati yang dikelilingi ukiran halus dan indah, terletak di Pasarean Mataram, disebelah timur dan di pacak suji, sbb;

            Ketika Kerajaan Kartasura yang bertahta adalah Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Mangkurat Amral tahun 1606 M, wilayah terkena bencana kelaparan, banyak orang yang sengsara dan menderita kelaparan. ISKS sangat sedih hatinya, kemudian memanggil adik Dalem Gusti Pangeran Puger. Adik Dalem lalu sowan menghadap, Sinuhun bertitah,” kalau terus begini Dimas, saya hendak bunuh diri saja dan saya minta diri. Saya sangat malu disembah rakyat senegara tetapi tidak dapat membuat rakyat bahagia. Yang hina dina adalah nama ratu. Gusti Pangeran Puger berkata, “Sabarlah dahulu Kangmas, jangan mudah putus asa. Saya mohon diri dari Praja, hendak memohon pertolongan Tuhan, hendak sowan (ziarah) ke Pasarean (makam) Mataram. Sinuhun mengijinkan, dan bersabda,”Saya hanya dapat mengurangi makan dan tidur untuk membantu Dimas”. Sang pangeran Puger mohon diri, terus mengundurkan diri dan mampir di Dalem Pugeran, untuk ganti pakaian seperti santri desa. Menghimpit golok, memakai tongkat, dan membawa tasbih, kemudian mampir ke Pleret.

            Sesudah shalat Isya’ terus menuju barat laut ke Kotagede, langsung menuju di bawah ringin sepuh Mataram. Sesudah tengah malam lalu sesuci di sungai Gajahwong, kemudian kembali duduk di bawah ringin sepuh Mataram. Masuk waktu subuh terus ke Masjid, sesudah Subuh lalu sowan di Pasarean. Duduk berdekatan dengan tiang di sebelah tenggara dan terus berdoa. Setelah selama empat puluh hari empat puluh malam Pangeran Puger bertapa, maka makbul lah doanya, dilihatnya tepat di atas tempat duduk ada tompo (gayung beras) yang bergantung pada tiang tepat di atasnya. Kemudian tompo diambil dan dihimpit terus dibawa pulang ke negara Kartasura.

            Di tengah perjalanan dari Pasarean Agung Mataram di Kotagede menuju Kartasura, Pangeran Puger mampir ke pasar-pasar yang dilewatinya, menanyakan kepada para bakul-bakul, dijawab bahwa sekarang beras dan sandang sudah murah. Sesampainya di negara Kartasura, Pangeran Puger langsung sowan menghadap ke kraton, Sinuhun baru dihadap para sentana. Melihat Rayi Dalem, Sinuhun terus merangkul dan berkata, “Dimas, terkabullah permohonanmu”.

            Dari tulisan di atas dapat diambil benang merah bahwa, Raja atau penguasa yang pantas menjadi sesembahan kawula adalah raja atau penguasa yang siap berkorban untuk kesejahteraan rakyatnya. Raja/penguasa bijaksana adalah yang selalu sadar bahwa kekuasaannya itu membutuhkan dukungan rakyatnya, tanpa rakyat maka tidak akan ada raja yang menduduki tahta kerajaan. Begitulah antara lain contoh pelajaran tentang  manunggaling kawula lan gusti, pada aras horisontal/habluminannas.

 

Foto Lukisan Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

Foto Ki Ageng Pemanahan/Ki Ageng Mataram

 

Foto Lukisan Panembahan Senopati

Foto Lukisan Panembahan Senopati

 

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Foto Lukisan Kanjeng Sultan Agung

Keterangan dihimpun dari hasil wawancara Jurukunci Pasarean (makam) Agung Mataram di Kotagede dan di Imogiri Bantul dan sebagaimana dikisahkan para abdidalem di dua Pasarean Agung tersebut. Referensi; Mantri Jurukunci R.Ng. Martohastono.

Sabdalangit

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 14, 2008, in Berdirinya Mataram & Hubungan Mistik Kanjeng Ratu Kidul and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 160 Komentar.

  1. RMA Ahmad Said Widodo Yth
    Kalau harimau putih berarti Nyai Kopek. Tapi biarpun loreng putih ataupun kuning/coklat, hal itu menjadi pertanda akan mendapat uang dari sumber yg tdk diduga sebelumnya dan dalam jumlah yg cukup besar. Mungkin bisa tahun depan atau malah 2011 yad.

    Rahayu karaharjan

  2. Rahayu..

    Yth. Mas Sabdalangit, saya barusan sowan ke pesarean Mataram, dan ketika manekung di Panembahan Mataram, dilanjutkan ke pesarean Sultan Hadiwijoyo, baru kemudian ke Panembahan Senopati. Waktu saya melihat nisan Sultan kok beda dan kecil sekali, timbul pertanyaan kenapa kok kecil sekali yaa.. sehingga timbul pertanyaan apa benar itu nisan Sultan Hadiwijoyo (joko tingkir).. tolong saya dibantu ya mas..
    nyuwun ageng pangaksami menawi kulo wonten kalepatan..

    Rahayu ..

    • Mai Sony Yth
      Ya betul, 3 makam berjajar. Batu nisan yang kecil berada di ujung paling kanan adalah beliau Joko Tingkir. Di sampingnya adalah makam Panembahan Joyoprono, dan Nyi Ageng Enis. Keduanya merupakan leluhur yg lebih sepuh dibanding Joko Tingkir, tetapi sebagai penghormatan terhadap Joko Tingkir makam beliau tetap sejajar dengan para sesepuh, tetapi demi asas yg lebih adil, batu nisan Joko Tingkir di buat lebih kecil.

      salam karaharjan

  3. aslm.wr.wb.
    yth mas sabda langit, salam kenal.
    saya mau tanya mas, saya punya banyak pengalaman gaib semenjak saya masih kecil, tetapi saya masih bingung dengan semua kejadian itu. salah satunya ketika saya duduk dibangku sma mungkin sekitar tahun 1998/1999 saya agak lupa karena sudah sangat lama, ketika saya tidur saya pernah ditemani oleh sosok gaib dengan pakaian jawa lengkap dengan blangkonnya duduk disamping tempat tidur saya dan memandangi saya. saya melihat sosok gaib tersebut ketika saya bangun (nglilir bhs jawa), dan setiap saya terbangun tersebut sosok gaib tersebut masih ada tepat disamping tempat tidur saya dan menemani saya sampai sekitar menjelang subuh. kejadian tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut. saya pernah bertanya kepada seseorang mengenai kejadian tersebut bahwa siapakah sosok gaib tersebut? beliau menjawab bahwa sosok gaib tersebut adalah kanjeng s.kljaga. namun ketika saya bertanya lagi ada maksud apakah beliau menemani saya sampai 3 hari berturut-turut? beliau hanya menjawab…nanti suatu saat aku akan tahu dengan sendirinya. dan sampai detik ini saya masih bingung dengan kejadian tersebut. mohon untuk diberi pencerahan mas. selain kejadian tersebut masih banyak lagi kejadian2 yang mungkin saya juga sudah ada yg lupa dari saya masih kecil yang terkadang saya sendiri berfikir itu tidak masuk diakal. sekali lagi mohon untuk diberi pencerahan dan terimakasih atas penjelasannya.

    • Aku Yth
      Menurut sejauh yg bisa saya rasa, beliau bukan lain adalah leluhur panjenengan sendiri. Mungkin leluhur panjenengan dulunya ada yg linuwih sehingga dapat selalu njangkung dan njampangi anak turun. Tampaknya, waktu itu sedang memberikan sesuatu semacam sipat kandel kepada panjenengan. Nanti setelah usia setelah usia 41, panjenenga akan tahu apa yg diberikan. Karena akan diajarkan langsung oleh leluhur anda sendiri yg saat itu memberi.

      salam karaharjan

  4. aslm.wr.wb.
    yth mas sabda
    terimakasih atas pencerahannya…leluhur saya memang terkenal orang paling sakti didaerah saya, walaupun semasa hidup leluhur, saya sama sekali belum pernah melihat beliau karena ketika saya terlahir di dunia ini beliau sudah meninggalkan dunia ini sudah cukup lama, namun saya pernah bertemu dengan beliau dan saya sangat faham dengan leluhur saya, leluhur saya agak mirip dengan dang hyang tjendra, tapi saya bisa membedakan.
    sebenarnya masih ada kelanjutan dari cerita gaib tersebut, tetapi mungkin saya tidak berani menceritakannya di forum ini, karena sifatnya sangat sensitif, kalau mas sabda ada YM mungkin lebih enak ceritanya, dan mohon untuk info kapan saja waktu-waktu mas sabda online nya. mohon dikirim langsung ke email saya saja ym-nya.

    • Aku Yth
      Maaf YM saya tidak pernah aktif, mohon maklum krn memang waktu yg ada kurang memungkinkan. Kiranya berkenan silahkan via email saya sabdalangit@gmail.com supaya saya bisa buka kapan ada waktu. Biasanya, jam 1-3 dini hari saya baru bisa buka email.

      salam karaharjan

  5. R.M.A. Ahmad Said Widodo, A.G.

    Sabdalangit Yth.
    Terimakasih atas jawaban Anda atas arti mimpiku itu. Dan Syukur Alhamdulillah, memang benar rezeki dari Allah kelihatannya cukup lancar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekali lagi terimakasih, Insya Allah ada kebaikan lahir batin dunia akhirat bagi kita semua. Amin.

  6. assallamuallaikum wr.wb.
    katur gunging panuwun dumateng mas Langit,
    nyuwun pangapunten menawi wonten klenta-klentunipun amargi saking cublukipun pikiran kulo lan kirang trep silo anggen kulo matur. rebat cekap kemawon, kang mas. menawi saking pemanggih kulo, silsilah, trah, lan keturunan darah cekap dimangertosi kemawon kagem pasinaonan ampun ngantos nglampahi jantra-jantraning laku gesang ingkang salah saking leluhur. menawi tiyang ingkang lantip ing pikir badhe sinau saking kesalahan ingkang sampun kepungkur. bapak kulo suwargi nate maringi pangandikan, putu balung gedhe kudhu wani tirakate, manembah lan bekti kalian bangsa lan agamane. kudhu satus(disat sing atus) kanggo nurunake wiji kang sejati kang iso memayu hayuning bawono. kang mas, kulo badhe tanglet menopo leres priyantun ingkang saestu kiyat tiyang ingkang waget ngalah aken hawa nepsunipun?kulo namung sak dremo ndherekaken mubah- musik ati. nuwun.

  7. Badhe nyuwun pirsa, wonten pundi dunungipun Makam Bondan Kejawen utawi Ki Ageng Tarub III, matur nuwun sanget kawogatosanipun.

    • Mas jati Yth
      Raden Bondan Gejawan (suami Dewi Nawangsih) tidak meninggal biasa, tetapi beliau meraih kamuksan, sehingga tidak ada makamnya, hanya ada petilasannya di beberapa wilayah di Jatim.
      salam karaharjan

  8. @Mas Sabda Yth.

    Mungkin Mas punya catatan referensi tentang hubungan nama-nama berikut ini, garis-arah nya , dan dimana letak makam nya. :

    R. Hadiwidjoyo, R. Trenggono, R. Sumo Hadiningrat, R. Sumo Hadinegoro, Ky. Ageng Selo.

    Trims.

    • Mas Olads Yth
      R Hadiwidjoyo atau sultan hadiwijoyo ? Kalau Sultan Hadiwijoyo ada di pasarean agung Kotagede Yogyakarta. Kalau Ki Ageng selo ada di Karanganyar. Untuk yg lainnya saya belum tahu di mana lokasinya.

      salam karaharjan

  9. Aswrwb,
    menarik berdiaog dengan Mas Sabdalangit…..begini Mas, saya kok melihat (menerawang), kalau yang disebut Indonesia ini, kok tinggal Satu Generasi ……setelah itu dikuasai Tiongkok secara fisik dan non fisik (dijajah) selama 350 tahun lagi….setelah itu muncullah Negara baru di Nusantara ini, yang skalanya lebih besar dari Indonesia sekarang…..Bagaimana Penerawangan Mas Sabdalangit ???….Waswrwb

  10. Aslm,,
    wah lengkap & baik,,

  11. yth mas sabdo

    ngomong2 soal kanjeng ratu kidul…. saya jadi ingat bunga wijaya kusuma yang ada di deket pulau nusakambangan yang sempet melegenda di jaman pak harto dulu,…. apa masih ada dan bisa diambil siapa saja? serta apa kegunaannya..

    matur nuwun sak derengipun

  12. Nuwun sewu punopo leres tilar donya puniko saged moksa?? kok kados legenda mawon

    • Kang Joyo Yth
      Leres Kang, malah kalebet hal biasa tumrap tiyang jawi ingkang sampun paripurna anggenipun ngangsu seserepan wahananing gesang kang sejati. Suwalikipun, menggah tiyang jawa kajawan punika kados dene dongeng. Punika tanda wolak waliking jaman. Ananing kahanan kang sejati, dianggep dongeng. Kosok wangsule, dongeng, mitos, mitologi, legenda diarani nyoto, bebecik, lan dados dasaripun keyakinan.
      Suradira jayaning rat lebur dening pangastuti
      Rahayu karaharjan

  13. Mas sabdo yth
    nuwun sewu bade nyuwun pirsa,…
    apakah pangeran puger yang panjengan ceritakan diatas dimakamkan di bergota semarang? kebetulan ada kwan yg minggu ini minta diantar ziarah ke leluhur jawa disekitar semarang, saya masih mencari2 yg memunkinkan untuk diziarahi.

    matur nuwun

  14. mau tanya boleh gak

  15. gimana cara nya agar bisa bersikap lebih sabar,apa ada doa doa kusus pa harus tirakat dulu

  16. Kanjeng Ratu Kidul dengan Nyi Roro Kidul apakah sosok yg beda Ki?

    • Mas Murid Yth,

      Menurut saya kedua sosok tsb beda.

      Kanjeng Ratu Kidul adalah suksma manusia bertataran tinggi, manusia yang ngratoni – menjadi ratu di dimensi kehidupan lain atas perintah dari Tuhan YMK, dan beberapa abad sebelumnya Kanjeng Ratu Kidul adalah seorang gusti putri dari sebuah kerajaan di Jawa.

      Kanjeng Ratu Kidul mempunyai seorang Patih kepercayaannya yang juga sangat cantik dan sakti, yaitu Nyai Roro Kidul. Dimana Nyai Roro Kidul, adalah sosok yg termasuk golongan makhluk halus yg keberadaannya sdh ada sejak ribuan tahun yang lalu.

      Nuwun

  17. salam mas sabdalangit . .
    saya mau bertanya, bagaimana sejarah sebenarnya dari berdirinya mataram dan mundurnya pajang?
    apakah benar terjadi peperangan yang memecah kedua belah pihak seperti yang banyak sejarah katakan?
    bagaimana kronologis wafatnya sultan hadiwijaya, apakah benar beliau tewas di medan perang?
    klo bisa saya juga minta tolong di post artikel yang berkaitan dengan sejarah masa lalu di nusantara ini . .

    • Dulur Tities Yth
      Silahkan dibuka komentar saya terdahulu di thread ini. Rasanya saya sdh memberikan jawaban (alur kronologis) ttg pertanyaan panjenengan di atas.
      salam sejati

  18. fakhira fakhiruz

    Ini kisah nyata dalam mimpiku siapa yang bisa bantu ?

  19. wadya soesanto

    kejawen adalah system nilai / value system yg berlaku universal dalam implementasinya bergantung kpd motif yg melatar belakangi dalam kasus kenarok motifnya politik sedangkan keboijo adalah korban penggalangan dalam mencapai tujuan politik karena kenarok memilih metoda coup berdarah menurut pendapat saya kenarok cukup brilian dibandingkan bila dia harus menyiapkan pasukan untuk menghadapi pasukan tunggulametung jelas hal ini akan memakan waktu yg lama dan biaya yg sangat mahal Pada kasus kiagengmangir oleh mataram dia dinilai sebagai separatis yg membahayakan kesatuan mataram maka atas iniatif ki jurumertani diadakan operasi diception sehingga kiagengmangir terpedaya masuk perangkap dan dengan mudah dibinasakan metode ini cukup efisien karena m,emperkecil jatuhnya korban dibanding dengan mengirim pasukan ke mangir. Dalam memelihara kesatuan dan persatuan demi kejayaan bebrayan agung kerajaan mataram / bernegara dan menegara Panembahan Senopati mendeklarasikan sesanti / global strategy MEMAYU HAYUNING BAWONO KARYO NAK TYASING SASOMO

  20. Mohon dibahas lebih dalam tetantang Kanjeng Ratu Kidul.
    Perbedaan pendapat tentang KRK tidak kalah serunya dg Ratu Adil/SP. Keduanya menyangkut rahasia Illahi.
    Dua tokoh ini tidak bisa dibahas hanya dari terawangan, ramalan2 & cerita2 zaman dulu. Mungkin Mas Sabda dan sesepuh lainnya bisa dibantu/ditembus dg pemahaman Sastra Jendra.
    Terima kasih.

  21. salam katentreman….

    ulasannya bagus2 sekali mas,banyak sekali memberi pencerahan….
    saya sebagai orang awam mungkin hanya bisa mengiyakan tulisan di atas,karena setau saya memang ada sebuah ajian dari kanjeng ratu yang diberikan kepada panembahan senopati.namanya aji senopaten yang dapat digunakan untuk mengusir jenis demit apa saja yang nakal dan mengganggu…renuk,senuk,senyu,kesnyu,dll…

    salam…Berkah Dalem

  22. salam kenal mas sabda langit , maaf kalau ada yang kurang pas dalam penyampaian, saya mau ikut bergabung bagaimana ya caranya

  23. foto kanjeng ratunya mane yaa’ ???

  24. assalamualaikum wr,wb
    bpk sabdalangit yth & para sesepuh di blog ini
    Saya sangat prihatin dengan Mitos Kanjeng Ratu Kidul & Ratu Lor yang menyesatkan, mudah-mudahan tulisan saya ini bisa menjadi wawasan baru bagi para sedulur-sedulur yang sangat bihak menyingkapi masalah-masalah yang ada. silakan kunjungi blog saya

    http://pemegangpetir.blogspot.com/2010/09/sejatinya-kanjeng-ratu-kidul-ratu-lor.html

    terimakasih mudah2an bermanfaat

    wassalam, wr,wb
    salam hormat

    ki bonthot kamulyan
    (pendekar pemegang petir)

  25. Sugeng Rahayu Ki Sabda. Saya ingin sekali belajar bahasa Jawa kromo. Karena saya ingin mendalami Kejawen Filosofi. Saya Lahir di Jogya, masi keluarga Mataram. Tapi saya sudah lama tinggal diluar Jogya jadi sudah tidak bisa boso. Tanya sana sini tapi koq susah utk mendapatkan kamus Jawa Kromo ya? Pertanyaan saya, selain dimana mendapatkan kamus bahasa Jawa Kromo, juga apa ada keturunan Ki Gede Pemanahan dengan KR Kidul? Matur Sembah Nuwun sebelumnya, salam saya…..

    • Mbk/Ib Wulandari Yth
      Kamus Jawa-Indonesia terdapat banyak di toko buku seperti gramedia, tapi jika panjenengan berada di LN, bisa mencari melalui web, coba silahkan dibuka http://bausastra.com. Utk pertanyaan ke dua; tak ada hubungan apa-apa.
      salam karaharjan

      • nywun sewu mas sabdo….kalau dari cerita keluarga saya trah mataram klo panembahan senopati punya hubngan dengan ratu bayangan yang tidak lain adalah GKR kidul…
        dan mau tanya lagi tntang SP dlm reuni kluarga memang selalu membahas itu mnyakinkan bahwa sp berasal dari trah mataram

  26. ki sabdo mohon petunjuk jika saya kepengin komunikasi dengan leluhur saya , gimana caranya

  27. Salam kenal kagem kadang sepuh
    nyuwun pangapunten badhe tanglet sakedik. babakan tiyang nyundro niku bener nopo mung ngapuso jeh mas. suwun

  28. Kpd Yth : Mas Sabda Langit.

    saya ingin bertanya terkait beberapa hal yg tidak dpt saya pahami secara analitis. mohon bantuannya utk membantu memecahkan misteri yg saya alami dr kecil.

    1. saya pernah bermimpi didatangi seorang kakek tua (sktr 1 menit) yg berpesan 3 hal kpd saya. kebetulan yg saya ingat cuma satu. yakni kelak klo kamu ingin jd orang besar, saya disuruh berpuasa mutih 100 hari. apakah mksd pesan yg dimaksudkan terkait dgn puasa mutih 100 hr.

    2. sewaktu dl kuliah di yogyakarta, ada tmn saya yg mempuyai indera ke 6 yg mengatakan kpd saya, bahwa yg menjaga saya ada 2 sosok laki-laki, dimana yg satu bersifat kearifan dan bijaksana (dr leluhur bpk) dan yg satunya bersifat spt panglima perang dan mempunyai hubungan dgn Gn. Merapi di Yogyakarta (dr leluhur pihak ibu) apakah bsa dibuktikan kebenarannya..?

    3. pernah suatu ketika ada orang yg mempunyai kelebihan mata bathin datang ke rumah orang tua saya, dan kebetulan berpapasan dgn saya lalu menyampaikan kpd ibu saya, bahwa saya diikuti dan dijaga oleh Pakubuwono II Surakarta..,

    4. sejak kecil saya mempunyai intuisi yg tajam spt penerawangan dan trkdng saya lelah sekali stlh ibu meminta saya utk melakukannya.

    NB: Bpk saya orang jawa timur (Blitar) dan Ibu saya berasal dr keturunan (Jogja-solo)
    kiranya jika mas berkenan ada waktu utk mem bls surat saya b.sa lngsng ke alamat email saya. dikarenakan keterbatasan waktu saya dan saya jarang masuk ke blog ini. matrnuwun

    Trima ksh mas sabda langit..salam kenal, saya sudah 10 thn tdk pernah mendapatkan jawaban yg betul2 bsa saya maknai scara logic (empiris) maupun metafisis. kiranya mas sabda langit dpt memberikan sdkt tambahan pengetahuan bagi saya. tiada mksd apapun dr saya trhdp pertanyaan2 diatas. krn saya ndak pernah mau ambil pusing terkait hal2 spt apa yg telah saya sebutkan diatas. saya hanya mencoba sebaik mngkin berprilaku baik bagi sesama, alam, dan Tuhan YME dan sgala ciptaannya.

  29. sugeng siang mas sabda…

    saya tertarik dengan reff yang dibabar di blog ini.
    saya mohon petunjuk.
    saya pernah sowan ke makam Eyang Butuh, Eyang Joko Tingkir,Eyang Benowo, dan Eyang Sinawung di daerah Sragen kecamatan :Butuh

    yang saya bingung di jogja juga ada makam Eyang Joko Tingkir?
    lantas dimana makam Eyang Joko Tingkir yang asli? di Jogja kah? atau di daerah Sragen?

    matur nuwun sanget

  30. Siapakah sebenarnya sosok Kanjeng Ratu Kidul? Apakah Kanjeng Ratu Kidul memiliki keturunan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 916 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: