AJARAN SYEH SITI JENAR & KEJAWEN Dalam Memandang Ketuhanan, Dosa/Neraka, Pahala/Surga

PERBANDINGAN ANTARA

AJARAN SYEH SITI JENAR

Dan PANDANGAN KEJAWEN

Mengenai Ketuhanan, Alam, dan Manusia

 

 

 

Syeh Siti Jenar (Lemah Abang) dalam Mengenal Tuhan

    Ajaran Siti Jenar memahami Tuhan sebagai ruh yang tertinggi, ruh maulana yang utama, yang mulia yang sakti, yang suci tanpa kekurangan. Itulah Hyang Widhi, ruh maulana yang tinggi dan suci menjelma menjadi diri manusia.

    Hyang Widhi itu di mana-mana, tidak di langit, tidak di bumi, tidak di utara atau selatan. Manusia tidak akan menemukan biarpun keliling dunia. Ruh maulana ada dalam diri manusia karena ruh manusia sebagai penjelmaan ruh maulana, sebagaimana dirinya yang sama-sama menggunakan hidup ini dengan indera, jasad yang akan kembali pada asalnya, busuk, kotor, hancur, tanah. Jika manusia itu mati ruhnya kembali bersatu ke asalnya, yaitu ruh maulana yang bebas dari segala penderitaan. Lebih lanjut Siti Jenar mengungkapkan sifat-sifat hakikat ruh manusia adalah ruh diri manusia yang tidak berubah, tidak berawal, tidak berakhir, tidak bermula, ruh tidak lupa dan tidak tidur, yang tidak terikat dengan rangsangan indera yang meliputi jasad manusia.

    Syeh Siti Jenar mengaku bahwa, “aku adalah Allah, Allah adalah aku”. Lihatlah, Allah ada dalam diriku, aku ada dalam diri Allah.  Pengakuan Siti Jenar bukan bermaksud mengaku-aku dirinya sebagai Tuhan Allah Sang Pencipta ajali abadi, melainkan kesadarannya tetap teguh sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan. Siti Jenar merasa bahwa dirinya bersatu dengan “ruh” Tuhan. Memang ada persamaan antara ruh manusia dengan “ruh” Tuhan atau Zat. Keduanya bersatu di dalam diri manusia. Persatuan antara ruh Tuhan dengan ruh manusia terbatas pada persatuan manusia denganNya. Persatuannya merupakan persatuan Zat sifat, ruh bersatu dengan Zat sifat Tuhan dalam gelombang energi dan frekuensi yang sama. Inilah prinsip kemanunggalan dalam ajaran tentang manunggaling kawula Gusti atau jumbuhing kawula Gusti. Bersatunya dua menjadi satu, atau dwi tunggal. Diumpamakan wiji wonten salebeting wit.

 

Pandangan Syeh Lemah Abang Tentang Manusia

    Dalam memandang hakikat manusia Siti Jenar membedakan antara jiwa dan akal. Jiwa merupakan suara hati nurani manusia yang merupakan ungkapan dari zat Tuhan, maka hati nurani harus ditaati dan dituruti perintahnya. Jiwa merupakan kehendak Tuhan, juga merupakan penjelmaan dari Hyang Widdhi (Tuhan) di dalam jiwa, sehingga raga dianggap sebagai wajah Hyang Widdhi. Jiwa yang berasal dari Tuhan itu mempunyai sifat zat Tuhan yakni kekal, sesudah manusia raganya mati maka lepaslah jiwa dari belenggu raganya. Demikian pula akal merupakan kehendak, tetapi angan-angan dan ingatan yang kebenarannya tidak sepenuhnya dapat dipercaya, karena selalu berubah-ubah.

    Menurut sabdalangit, perbedaan karakter jiwa dan akal yang bertolak belakang dalam pandangan Siti Jenar, disebabkan oleh adanya garis demarkasi yang menjadi pemisah antara sifat hakikat jiwa dan akal-budi. Jiwa terletak di luar nafsu, sementara akal-budi letaknya berada di dalam nafsu. Mengenai perbedaan jiwa dan akal, dalam wirayat Saloka Jati diungkapkan bahwa akal-budi umpama kodhok kinemulan ing leng atau wit jroning wiji (pohon ada di dalam biji). Sedangkan jiwa umpama kodhok angemuli ing leng atau wiji jroning wit (biji ada di dalam pohon).

    Bagi Syeh Siti Jenar, proses timbulnya pengetahuan datang secara bersamaan dengan munculnya kesadaran subyek terhadap obyek. Maka pengetahuan mengenai kebenaran Tuhan akan diperoleh seseorang bersama dengan penyadaran diri orang itu. Jika ingin mengetahui Tuhanmu, ketahuilah (terlebih dahulu) dirimu sendiri. Syeh Lemah bang percaya bahwa kebenaran yang diperoleh dari hal-hal di atas ilmu pengetahuan, mengenai wahyu dan Tuhan bersifat intuitif. Kemampuan intuitif ini ada bersamaan dengan munculnya kesadaran dalam diri seseorang.

 

Pandangan Syeh Lemah Bang Tentang Kehidupan Dunia

    Pandangan Syeh Jenar tentang dunia adalah bahwa hidup di dunia ini sesungguhnya adalah mati. Dikatakan demikian karena hidup di dunia ini ada surga dan neraka yang tidak bisa ditolak oleh manusia. Manusia yang mendapatkan surga mereka akan mendapatkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan. Sebaliknya rasa bingung, kalut, muak, risih, menderita itu termasuk neraka.  Jika manusia hidup mulia, sehat, cukup pangan, sandang, papan maka ia dalam surga. Tetapi kesenangan atau surga di dunia ini bersifat sementara atau sekejap saja, karena betapapun juga manusia dan sarana kehidupannya pasti akan menemui kehancuran.

    Syeh Jenar mengumpamakan bahwa manusia hidup ini sesungguhnya mayat yang gentayangan untuk mencari pangan pakaian dan papan serta mengejar kekayaan yang dapat menyenangkan jasmani. Manusia bergembira atas apa yang ia raih, yang memuaskan dan menyenangkan jiwanya, padahal ia tidak sadar bahwa semua kesenangan itu akan binasa. Namun begitu manusia suka sombong dan bangga atas kepemilikan kekayaan, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya adalah bangkai. Manusia justru merasa dirinya mulia dan bahagia, karena manusia tidak menyadari bahwa harta bendanya merupakan penggoda manusia yang menyebabkan keterikatannya pada dunia.

    Jika manusia tidak menyadari itu semua, hidup ini sesungguhnya derita. Pandangan seperti itu menjadikan  sikap dan pandangan Siti Jenar menjadi ekstrim dalam memandang kehidupan dunia. Hidup di dunia ini adalah mati, tempat baik dan buruk, sakit dan sehat, mujur dan celaka, bahagia dan sempurna, surga dan neraka, semua bercampur aduk menjadi satu. Dengan adanya peraturan maka manusia menjadi terbebani sejak lahir hingga mati. Maka Syeh Siti Jenar sangat menekankan pada upaya manusia untuk hidup yang abadi agar tahan mengalami hidup di dunia ini. Siti Jenar kemudian mengajarkan bagaimana mencari kamoksan (mukswa/mosca) yakni mati sempurna beserta raganya lenyap masuk ke dalam ruh (warongko manjing curigo). Hidup ini mati, karena mati itu hidup yang sesungguhnya karena manusia bebas dari segala beban dan derita. Karena hidup sesudah kematian adalah hidup yang sejati, dan abadi.

 

Syeh Siti Jenar Mengkritik Ulama dan Para Santrinya

    Alasan yang mendasari mengapa Syeh Siti Jenar mengkritik habis-habisan para ulama dan santrinya karena dalam kacamata Syeh Siti, mereka hanya berkutat pada amalan syariat (sembah raga). Padahal masih banyak tugas manusia yang lebih utama harus dilakukan untuk mencapai tataran kemuliaan yang sejati. Dogma-dogma, dan ketakutan neraka serta bujuk rayu surga justru membelenggu raga, akal budi, dan jiwa manusia. Maka manusia menjadi terkungkung rutinitas lalu lupa akan tugas-tugas beratnya. Manusia demikian menjadi gagal dalam upaya menemukan Tuhannya.  

 

Kritik Syeh Lemah Bang Atas Konsep Surga-Neraka

    Konsep surga-neraka dalam ajaran Siti Jenar berbeda sekali dengan apa yang diajarkan oleh para ulama. Menurut Syeh Siti Jenar, surga dan neraka adalah dalam hidup ini. Sementara para ulama mengajarkan surga dan neraka merupakan balasan yang diberikan kepada manusia atas amalnya yang bakal diterima kelak sesudah kematian (akherat).

    Menurut Syeh Siti, orang mukmin telah keliru karena mengerjakan shalat jungkir balik, mengharap-harap surga, sedang surga sesudah kematian itu tidak ada, shalat itu tidak perlu dan orang tidak perlu mengajak orang lain untuk shalat. Shalat minta apa, minta rizki ? Tuhan toh tidak memberi lantaran shalat.

    Santri yang menjual ilmu dengan siapa pun mau menyembah Tuhan di masjid, di dalamnya terdapat Tuhan yang bohong. Para ulama telah menyesatkan manusia dengan menipu mereka jungkir balik lima kali, pagi, siang, sore, malam hanya untuk memohon-mohon imbalan surga kelak. Sehingga orang banyak tergiur oleh omongan palsunya, dan orang menjadi gelisah tak enak ketika terlambat mengerjakan shalat. Orang seperti itu sungguh bodoh dan tak tau diri, jikalau pun seseorang menyadari bahwa shalat itu dilakukan karena merupakan kebutuhan diri manusia sendiri untuk menyembah Tuhannya, manusia ternyata tidak menyadari keserakahannya; dengan minta-minta imbalan/hadiah surga. Orang-orang telah terbius oleh para ulama, sehingga mereka suka berzikir, dan disibukkan oleh kegiatan menghitung-hitung pahalanya tiap hari. Sebaliknya, lupa bahwa sejatinya kebaikan itu harus diimplementasikan kepada sesama (habluminannas).

    Lebih lanjut Syekh Siti Jenar menuduh para ulama dan murid mereka sebagai orang dungu dan dangkal ilmu, karena menafsirkan surga sebagai balasan yang nanti diterima di akhirat. Penafsiran demikian adalah penafsiran yang sangat sempit. Hidup para ulama adalah hidup asal hidup, tidak mengerti hakekat, tetapi jika disuruh mati mereka menolak mentah-mentah. Surga dan neraka letaknya pada manusia masing-masing. Orang bergelimang harta, hidupnya merasa selalu terancam oleh para pesaing bisnisnya, tidur tak nyeyak, makan tak enak, jalan pun gelisah, itulah neraka. Sebaliknya, seorang petani di lereng gunung terpencil, hasil bercocok tanam cukup untuk makan sekeluarga, menempati rumah kecil yang tenang, tiap sore dapat duduk bersantai di halaman rumah sambil memandang hamparan sawah hijau menghampar, hatinya sesejuk udaranya, tenang jiwanya, itulah surga. Kehidupan ini telah memberi manusia mana surga mana neraka.

    Syeh Siti Jenar memandang alam semesta sebagai makrokosmos dan mikrokosmos (manusia) sekurangnya kedua hal ini merupakan barang baru ciptaan Tuhan yang sama-sama akan mengalami kerusakan, tidak kekal dan tidak abadi. Manusia terdiri  atas jiwa dan raga yang intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan zat Tuhan.

    Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yang dilengkapi pancaindera, sebagai organ tubuh seperti daging, otot, darah, dan tulang. Semua aspek keragaan atau ketubuhan adalah barang pinjaman yang suatu saat, setelah manusia terlepas dari kematian di dunia ini, akan kembali berubah asalnya yaitu unsur bumi (tanah).

Syeh Lemah Bang, mengatakan bahwa;

    Bukan kehendak angan-angan, bukan ingatan, pikiran atau niat, hawa nafsu pun bukan, bukan pula kekosongan atau kehampaan. Penampilanku sebagai mayat baru, andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu, nafasku terhembus di segala penjuru dunia, tanah, api, air, kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru. Bumi langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia, manusialah yang memberi nama”.

 

Kesimpulan

    Pandangan Syeh Lemah Bang; tentang terlepasnya manusia dari belenggu alam kematian yakni hidup di alam dunia ini, berawal dari konsepnya tentang  ketuhanan, manusia dan alam. Manusia adalah jelmaan zat Tuhan. Hubungan jiwa dari Tuhan dan raga, berakhir sesudah  manusia menemui ajal atau kematian duniawi. Sesudah itu manusia bisa manunggal dengan Tuhan dalam keabadian. Pada saat itu semua bentuk badan wadag (jasad) atau kebutuhan jasmanisah ditinggal karena jasad merupakan barang baru (hawadist) yang dikenai kerusakan dan semacam barang pinjaman yang harus dikembalikan kepada yang punya yaitu Tuhan sendiri.

    Terlepas dari ajaran Siti Jenar yang sangat ekstrim memandang dunia sebagai bentuk penderitaan total yang harus segera ditinggalkan rupanya terinspirasi oleh ajaran seorang sufi dari Bagdad, Hussein Ibnu Al Hallaj, yang menolak segala kehidupan dunia. Hal ini berbeda dengan konsep Islam secara umum yang memadang hidup di dunia sebagai khalifah Tuhan.

 

Pandangan Kejawen Tentang Kehidupan di Dunia

Pandangan Kejawen tentang makna hidup manusia  dunia ditampilkan secara rinci, realistis, logis dan mengena di dalam hati nurani; bahwa hidup ini diumpamakan hanya sekedar mampir ngombe, mampir minum, hidup dalam waktu sekejab, dibanding kelak hidup di alam keabadian setelah raga ini mati. Tetapi tugas manusia sungguh berat, karena jasad adalah pinjaman Tuhan. Tuhan meminjamkan raga kepada ruh, tetapi ruh harus mempertanggungjawabkan “barang” pinjamannya itu. Pada awalnya Tuhan Yang Mahasuci meminjamkan jasad kepada ruh dalam keadaan suci, apabila waktu “kontrak” peminjaman sudah habis, maka ruh diminta tanggungjawabnya, ruh harus mengembalikan jasad pinjamannya dalam keadaan yang suci seperti semula. Ruh dengan jasadnya diijinkan Tuhan “turun” ke bumi, tetapi dibebani tugas yakni menjaga barang pinjaman tersebut agar dalam kondisi baik dan suci setelah kembali kepada pemiliknya, yakni Gusti Ingkang Akaryo Jagad. Ruh dan jasad menyatu dalam wujud yang dinamakan manusia. Tempat untuk mengekspresikan dan mengartikulasikan diri manusia adalah tempat pinjaman Tuhan juga yang dinamakan bumi berikut segala macam isinya; atau mercapada. Karena bumi bersifat “pinjaman” Tuhan, maka bumi juga bersifat tidak kekal.

Betapa Maha Pemurahnya Tuhan itu, bersedia meminjamkan jasad, berikut tempat tinggal dan segala isinya menjadi fasilitas manusia boleh digunakan secara gratis. Tuhan hanya menuntut tanggungjawab manusia saja, agar supaya menjaga semua barang pinjaman Tuhan tersebut, serta manusia diperbolehkan memanfaatkan semua fasilitas yang Tuhan sediakan dengan cara tidak merusak barang pinjaman dan semua fasilitasnya.

Itulah tanggungjawab manusia yang sesungguhnya hidup di dunia ini; yakni menjaga barang “titipan” atau “pinjaman”, serta boleh memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan Tuhan untuk manusia dengan tanpa merusak, dan tentu saja menjaganya agar tetap utuh, tidak rusak, dan kembali seperti semula dalam keadaan suci. Itulah “perjanjian” gaib antara Tuhan dengan manusia makhlukNya. Untuk menjaga klausul perjanjian tetap dapat terlaksana, maka Tuhan membuat rumus atau “aturan-main“ yang harus dilaksanakan oleh pihak peminjam yakni manusia. Rumus Tuhan ini yang disebut pula sebagai kodrat Tuhan; berbentuk hukum sebab-akibat. Pengingkaran atas isi atau “klausul kontrak” tersebut berupa akibat sebagai konsekuensi logisnya. Misalnya; keburukan akan berbuah keburukan, kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Barang siapa menanam, maka mengetam. Perbuatan suka memudahkan akan berbuah sering dimudahkan. Suka mempersulit akan berbuah sering dipersulit.

 

Konsep Kejawen Tentang Pahala dan Dosa

dan Pandangan Kejawen tentang Kebaikan-Keburukan

 

    Ajaran Kejawen tidak pernah menganjurkan seseorang menghitung-hitung pahala dalam setiap beribadat. Bagi Kejawen, motifasi beribadat atau melakukan perbuatan baik kepada sesama bukan karena tergiur surga. Demikian pula dalam melaksanakan sembahyang manembah kepada Tuhan Yang Maha Suci bukan karena takut neraka dan tergiur iming-iming surga. Kejawen memiliki tingkat kesadaran bahwa kebaikan-kebaikan yang dilakukan seseorang kepada sesama bukan atas alasan ketakutan dan intimidasi dosa-neraka, melainkan kesadaran kosmik bahwa setiap perbuatan baik kepada sesama merupakan sikap adil dan baik pada diri sendiri. Kebaikan kita pada sesama adalah KEBUTUHAN diri kita sendiri. Kebaikan akan berbuah kebaikan. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan kembali untuk diri kita sendiri, bahkan satu kebaikan akan kembali pada diri kita secara berlipat. Demikian juga sebaliknya, setiap kejahatan akan berbuah kejahatan pula. Kita suka mempersulit orang lain, maka dalam urusan-urusan kita akan sering menemukan kesulitan. Kita gemar menolong dan membantu sesama, maka hidup kita akan selalu mendapatkan kemudahan.

Menurut pandangan Kejawen, kebiasaan mengharap dan menghitung pahala terhadap setiap perbuatan baik hanya akan membuat keikhlasan seseorang menjadi tidak sempurna. Kebiasaan itu juga mencerminkan sikap yang serakah, lancang, picik, dan tidak tahu diri. Karena menyembah Tuhan adalah kebutuhan manusia, bukan kebutuhan Tuhan. Mengapa seseorang masih juga mengharap-harap pahala dalam memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri ? Dapat dibayangkan, jika kita menjadi mahasiswa maka butuh bimbingan dalam menyusun skripsi dari dosen pembimbing, maka betapa lancang, serakah, dan tak tahu diri jika kita masih berharap-harap supaya dosen pembimbing tersebut bersedia memberikan uang kepada kita sebagai upah. Dapat diumpamakan pula misalnya; kita mengharap-harapkan upah dari seseorang yang bersedia menolong kita..?

Ajaran Kejawen memandang bahwa seseorang yang menyembah Tuhan dengan tanpa pengharapan akan mendapat pahala atau surga dan bukan atas alasan takut dosa atau neraka, adalah sebuah bentuk KEMULIAAN HIDUP YANG SEJATI. Sebaliknya, menyembah Tuhan, berangkat dari kesadaran bahwa manusia hidup di dunia ini selalu berhutang kenikmatan dan anugrah dari Tuhan. Dalam satu detik seseorang akan kesulitan mengucapkan satu kalimat sukur, padahal dalam sedetik itu manusia adanya telah berhutang puluhan atau bahkan ratusan kenikmatan dan anugerah Tuhan. Maka seseorang menjadi tidak etis, lancang dan tak tahu diri jika dalam bersembahyang pun manusia masih menjadikannya sebagai sarana memohon sesuatu kepada Tuhan. Tuhan tempat meminta, tetapi manusia lah yang tak tahu diri tiada habisnya meminta-minta. Dalam sikap demikian ketenangan dan kebahagiaan hidup yang sejati akan sangat sulit didapatkan.

Sembahyang tidak lain sebagai cara mengungkapkan rasa berterimakasihnya kepada Tuhan. Namun demikian ajaran Kejawen memandang bahwa rasa sukur kepada Tuhan melalui sembahyang atau ucapan saja tidak lah cukup, tetapi lebih utama harus diartikulasikan dan diimplementasikan ke dalam bentuk tindakan atau perbuatan baik kepada sesama dalam kehidupan sehari-harinya. Jika Tuhan memberikan kesehatan kepada seseorang, maka sebagai wujud rasa sukurnya orang itu harus membantu dan menolong orang lain yang sedang sakit atau menderita.

Itu lah pandangan yang menjadi dasar Kejawen bahwa menyembah Tuhan, dan berbuat baik pada sesama, bukanlah KEWAJIBAN (perintah) yang datang dari Tuhan, melainkan diri kita sendiri yang mewajibkan.

 

sabdalangit

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 3, 2008, in Ajaran SITI JENAR & KEJAWEN Dalam Memandang Ketuhanan Neraka Surga and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 251 Komentar.

  1. Assalaamulaikum wr. wb.

    Pertama tama, tiada kata yg tepat kiranya selain kata Maaf yg sebesar besarnya, atas segala ucapan dan tindakan saya, baik yg di sengaja atapun tidak saya sadari. Karena semata mata hanya kebodohan dan ketidak tahuanlah yg perlu diterangi.
    Segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala kasih dan rahmat yg telah dicurahkannya.

    Menyambut sahabatku Gokil Yth. Ada baiknya kita saling mengingat kembali karya yg sangat bagus dari wong alus. Salam rahayu.

    http://kariyan.wordpress.com/2009/06/08/rahasia-mu/

    Nabi Besar Muhammad SAW pernah bersabda..
    Didalam tubuh anak cucu adam, ada segumpal daging, didalamnya ada hati, didalamnya ada buah hati, didalam buah hati ada nyawa, didalamnya ada rahasia, didalam rahasia ada Nur Ilahi yg tersembunyi, didalamnya lagi ada “Aku”.

    Salam Hormat dan Salut, kepada Ki Sabda Langit yg berilmu Luas lagi waskita.
    Sungguh kebahagiaan yang luar biasa dapat ngangsu kawruh langsung dgn panjenengan yg sangat bijaksana. Matur sembah nuwun..

    Dengan niat Belajar, Saya mencoba menjawab pertanyaan Ki Sabda yg berkenan memberikan momongan kpd si bodoh yg kemaruk ilmu ini.
    Dari sedikit pengetahuan saya yg seadanya, di dalam Al Quran sendiri tidak ada penjelasan yg menerangkan kemana arah kembalinya si anak Fitrah yg telah meninggal. Begitu pula di Hadist Nabipun tidak berkenan memberikan penjelasan.?
    Meskipun beberapa Ulama dan Pendeta memperdebatkan hal tersebut,sesuai dgn tingkatan pemahaman dan kesadarannya masing masing. Tetapi secara pribadi yg belum apa apa dan serba terbatas ini,tidaklah berani menyimpulkan suatu apapun. Akankah Roh tersebut akan kembali menyatu dgn Laisa Kamislihi.? ataukah menunggu orang tuanya di pintu surga.? Sebab sejauh pengetahuan saya di saat sekarang ini, Allah sendiri menjadikan hal tersebut sebuah rahasia bagi kita, bagi saya khususnya. Wallahu a’lam bissawab, Al Muhaimin, Al Alim, Al Hakim.
    Bagi yang lebih mengerti, mohon petunjuk dan bimbingannya.

    Tetapi mohon maaf, kalo boleh saya ingin kembali ke benang merah. Sekedar melengkapi pertanyaan saya yg sebelumnya.
    Sungguh sama sekali bukan maksud saya berdebat , serta jauh sekali dari niat yang negative. tapi banyak sekali pertanyaan” yg saya belum menemukan titik temunya..Nol putul ora ngeti opo opo.. Yaitu tentang salah satu hamba Allah SWT, yaitu SSJ. salah satunya tentang Sholat.

    Nabi Muhammad bersabda : Shalatlah kalian sesuai dgn apa yg kalian lihat aku mempraktikannya.

    Begitu pun sampai pelaksanakan sholatpun sudah ditetapkan waktu waktunya.
    Berdasarkan hadist, dari Abdullah bin Umar ra, Nabi Muhammad SAW bersabda :
    Waktu sholat Zhuhur jika matahari telah tergelincir, dan dalam keadaan bayangan dari seseorang sama panjangnya selama belum waktu Ashar. Dan waktu Ashar hingga matahari belum berwarna kuning( terbenam). Dan waktu Sholat Magrib selama belum terbenam mega merah. Dan waktu Isya’ hingga pertengahan malam bagian separuhnya. Waktu sholat Subuh dari terbit fajar hingga sebelum terbit matahari.(Shahih Muslim)

    Lalu sesuaikah ajaran Nabi Muhammad tersebut dengan SSJ.? ataukah cm saya yg belum sampai pada inti maksudnya.?

    Wujud Surga dan Neraka versi 7 Agama di dunia.. apakah itu kebohongan belaka.? penipuan.? dari Allah SWT.? Na udzu billahi min dzalik..

    Semua Agama / Ajaran mempunyai Syariat, Tarekat, Hakekat, dan Makrifat versi masing masing. Sedikit mengutip perkataan buku ciptaan manusia..
    Adapun tubuh itu apabila berdiri shalat, kemudian membaca takbir, maka nafikanlah (tiadakanlah) zat dan sifat anda, tinggal zat Allah yg semata mata di yakinkan. Apabila anda ruku, itulah dinamakan bermi’raj artinya Tuhan telah ada. Apabila anda bersujud itulah dinamakan bermunajad artinya anda berhadapan dan berdialog dengan Tuhan. apabila anda duduk itulah i’tidal namanya artinya dengan pendengarannya anda mendengar, dengan penglihatanya anda melihat.
    Menurut para ulama ahlusunnah, sesungguhnya shalat itu lebih mulia dari pada dunia bersama seisinya. Dikatakan gerakmu itu bukanlah gerak sendiri, tetapi Allah SWT, itulah yg menjadikan engkau beserta gerakmu itu. Bagi mereka yg tidak memahami i’tikat shalat itu sama halnya menyembah berhala.

    Nabi Muhammad SAW bersabda :
    Ketahuilah sesungguhnya shalat itu membaktikan nyawa menyembah kepada Allah SWT.

    Maka sebelum kita menyelami dalam nya sungai yg penuh dgn rahasia Tuhan, apakah salah? jika kita sekedar menyembulkan kepala ke permukaan udara, hingga kita bisa mengetahui dimanakah kita sedang berada, di sungai Brantas kah.? atau di Bengawan solo kah.? sebelum kita membahas kedalaman Syariat, Tarekat, Hakekat, dan Makrifatnya suatu Agama / Ajaran.?

    Ada juga perumpamaan seorang anak kecil memberikan Buku Pedoman cara menjadi hebat karya orang termasyur di kolong jagat, kpd Bapaknya yg tukang becak tua banyak asam garam. Tetapi bapaknya setengah malas menerima karena di pikirnya anak kecil tahu apa tentang dunia.? belum tahu becaknya susah diajak kompromi buat cari ganjel perut.? sebetulnya anak kecil itupun tidak paham dgn isi buku tersbt, ttp apakah tidak lebih bijaksana bila bpk tersbut lebih melihat isi buku tersbut.?
    Apa lagi kalau buku tersebut adalah Al Quran Nur Kariim, yg seharusnya menjadi kitab pedoman seluruh umat manusia sebagai petunjuk yang Haq dari Maha Pencipta, Al Kalaam.

    Al Araaf (Tempat Tertinggi)
    Tiadalah mereka menunggu nunggu kecuali Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan AlQuran itu, berkatalah orang orang yang melupakannya sebelum itu : “sesungguhnya telah datang rosul rosul Rabb kami membawa yang Haq, maka adakah bagi kami pemberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami di kembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yg lain dari yg pernah kami amalkan?” Sesungguhnya mereka telah merugikan diri sendiri dan telah lenyaplah dari mereka apa yg mereka ada adakan. (QS.7:53)

    Al Hasyr (Pengusiran)
    Kalau sekiranya kami menurunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah di sebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. (QS.59:21)

    Sungguh saya sangat menghormati dan kagum sekagum kagumnya, serta menjunjung tinggi berbagai kitab nenek moyang kita yg saya yakin seyakin yakinnya mempunyai tujuan yg sangat mulia.
    Tetapi apa salahnya jika dalam situs ini juga ditambahkan pembahasan tentang Kitabullah Al Quran Nur Karim. yg wajib juga kita pelajari..? sebagai Wahyu ASLI dari Allah SWT.

    Mohon Ampuni saya yang telah sangat tidak pantas bicara, egois, picik. Tetapi sungguh jujur semata mata karena saya ingin sekali menemukan Jalan yang sesungguhnya, agar saya tidak salah menemukan jalan, di hidup yg sekali ini.
    Mohon petunjuk bagi yg telah menemukannya..

    Terima kasih yang sebesar besarnya..

    Wassalaamualaikum wr. wb.

  2. ”””””salam rahayu””’salam kenal mas, saking kulo,kulowonten mriki ajeng tanglet…nopo niku sedulur papat limo pancer ?ugi nopo wonten jopo montro kangge nimbali sedulur papat puniko?nek wonten nyuwon tulong diseratne,,,n nyuwon ngapunten ,,, panjenengan nopo saget ngartekaken ngimpi mas?sebabbe kulo sering ngimpi seng aneh2 mass
    ====================
    Mas Sulardi Yth
    Silahkan baca-baca terlebih dulu thread sy : Sejatinya Guru Sejati dan FAQ: Leluhur, Pusaka, Guru Sejati. Semoga dapat dijadikan pintu gerbang memahami dan menghayatinya.
    salam sejati

  3. Marilah skita semua selagi masih diberi hidup…BERTOBAT secara Taubatan Nasuha…Tobat yang sungguh2…. Ketika Ada bencana ada yg Mati Tiba2 belum sempat bertaubat dalam sholat…..Naudzubillahi Mindalik….Mari Kita Sujud Tersungkur…menyesal…dan Kembali kepada Nya….Shirotol Mustaqiem

    • Teori Untuk Tobat

      Sujud, menangis tersedu, menyesal sejadi-jadinya
      Lalu setelah melakukan hal itu hati merasa lega,
      merasa seyakin-yakinnya Tuhan sudah ampuni segala dosa
      Kemudian utk menghibur diri entah tidak sengaja Lupa atau memang sengaja melupakan,
      bahwa ada kalimat : Tuhan tidak akan mengampuni hambanya, apabila orang yg dijahati belum memberikan maaf

      Kita Coba Refleksikan Cerita di bawah ini :
      Misalnya Si B adalah korban penganiayaan oleh si C, akibatnya kedua mata si B buta semua, si B tdk dapat mencarikan nafkah utk anak istrinya lagi, ia menderita seumur hidupnya bersama anak istrinya. Sementara itu, si C sebagai pelaku penganiayaan yg membuat si B menderita lahir batin seumur hidp, ternyata ia sudah bertaubatan nasuha, si C merasa dirinya sudah diampuni Tuhan. Padahal si C tidak pernah bertemu lagi dan tak bisa mencari si B utk meminta maaf.

      Pertanyaannya:
      Jika mempertimbangkan penderitaan si B apakah taubatan nasuha si C berhasil diterima tuhan ?? ataukah ia hanya menghibur diri sendiri seolah Tuhan sdh mengampuninya karena ia sudah menagis tersedu, dan taubatan nasuha dalam sujud sampai tersungkur. Si C juga sudah memperbaiki kelakuannya, sdh tidak suka menganiaya orang lagi. Tapi tetap saja tidak bisa merubah penderitaan si B yang menderita sepanjang waktu akibat ulah kelakuan si B itu.
      Apakah semudah itu kita “membayar” kesengsaraan dan penderitaan orang akibat ulah kita ?
      Mungkin, inilah salah satu pertimbangan para koruptor di Indonesia, korup saja ratusan milyar atau trilyunan uang, setelah itu taubatan nasuha. Dan masuk penjara juga nggak lebih dari 5 tahun. Toh masih untung gede dari hasil korupsi yg sdh aman krn di money loundry. Maka tak heran korupsi kian merajalela dilakukan org2 yg kadang tampak begitu religius.

      Mari kita renungkan bersama, kita lebih bijak dan adil dalam memahami hidup ini. Agama tanpa ilmu akan kacau balau. Demikian pula sebaliknya. dalam beragama pun sudah banyak org yg mau penake dewe, mau benere dewe, mau butuhnya sendiri. nauzubilah
      salam asah asih asuh

    • nuwun sewu mas sabda kalau boleh saya sedikit urun rembug…………

      kalau saya menjadi si C tentu saja pertama kali yg akan saya lakukan adalah tobatan nasuha seperti kata mas syams, lalu saya berniat meminta maaf kepada si B, tapi apabila tidak ketemu maka saya akan mendoakan si B supaya diberi ampunan serta jalan hidup yg terbaik, memang sih doa saya tidak bisa menjamin bahwa si B akan memaafkan saya tapi setidak nya saya telah memberikan yg terbaik semampu saya, sedangkan perbuatan saya dimasa lalu adalah khilaf semata dan setiap manusia pasti pernah berbuat salah……….dan bisa jadi karena si B belum memaafkan saya maka mata saya menjadi buta sebagai akibat dari doa si B, maka saya telah terkena hukum sebab akibat………..mungkin agak miris juga membayangkan wong sudah tobat bener2 dan sudah mendoakan yg teraniaya kok masih aja diberi balasan yg sama….tapi inilah jalan Tuhan yg terbaik sebagai jalan utk meringankan kelak di akherat…tapi ini kemungkinan lho, secara pasti ya ndak tahu……………alangkah baiknya hidup kita ini kita isi dengan saling mengasihi satu sama lain dan juga mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain dan tidak pendendam…………wah kalo soal koruptor saya ndak tahu kelak diakherat gimana :D nuwun

  4. Lha wong habluminallah wa habluminannas aja belum paham,. kok yo sudah berani beraninya naik podium..
    Belum tahu apa itu isi agama, tapi sudah berani bilang,.. Agama tanpa ilmu akan kacau..

    Allah itu Ghofuurrur Rohiim…….Dosa sebesar apapun (selain syirik atau menyekutukan) kepadanya akan mudah sekali bagi Allah SWT untuk mengampuninya…kalau memang manusia trsbut minta ampun dengan nasuha.

    Tapi kalau Dosa kesalahan kepada sesama manusia…???
    Justru itu lah Sesungguhnya yang jauuh lebih susah, sampai matipun tidak akan bisa diampuni kalau memang si korban tidak mau mengampuni.

    Makanya…. Tuhan mengajarkan kita berpuasa romadhon dan setelah itu bersilaturahmi saling maaf memaafkan supaya Fitrah semuanya…

    Renungen dewe kono…

    • Mas Rudy SUWARNO Yth
      Maaf apabila ada pengetahuan sy yg dangkal sehingga membuat anda kurang enak membacanya. Saya pun tdk bertujuan berdiri di mimbar, rubrik di sini hanyalah sekedar selembar tikar buat lesehan bersama sesama warga bangsa, tanpa membeda-bedakan warna kulit, ilmu, agama, suku dan ras. Kebersamaan dalam perbedaan, dengan ikatan kasih sayang yg tulus tanpa pilih sih, welas tanpa alis. Saya menikmati indahnya anugrah perbedaan. Walau sebagian yg lain sangat sulit memahami hikmah dari perbedaan itu.
      Tujuan saya bukan berdiri di mimbar lalu mengguri, dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung siapapun. Saya hanya merefleksikan kata-kata : Agama tanpa ilmu akan kacau… yang kacau apa ? bukan agamanya, tetapi manusianya, alias peradaban bumi. Sebagai contoh, bila semua org sibuk belajar agama, sementara ilmu pengetahuan tidak digali dan diinovasi, maka tidak akan ada ilmu matematika, fisika, biologi, kedokteran, ekonomi, arkeologi, antropologi, psikologi dst. Hubungan Ilmu dan agama ; dapat diartikan secara lebih netral sebagai hubungan “ilmu dan spiritual”; ibarat sekeping mata uang, memiliki dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Jika hanya salah satu saja, maka hidup menjadi pincang. Saya kira hal itu sudah menjadi kodrat, bagaikan metafiska dan fisik, keduanya ada sebagai satu “eksistensi” yang ada. Antara noumena dan fenomena. Yang wujud dan gaib.
      “Kalimat” di atas berawal dari kalimat berikut : ilmu adl tiang agama, agama adl tiang ilmu. Sdh sangat akrab ditelinga saya sejak umur 5 tahun. Bila ada kalimat/pepatah di atas yg ternyata tdk berkenan, sudilah kiranya mohon dikoreksi bagaimana tepatnya agar saya yg masih bodoh ini bisa bertambah ilmu.
      Menurut saya sendiri, penafsiran spiritual atau nilai-nilai ketuhanan, harus disertai dengan akal sehat (ilmu). Tanpa disertai ilmu maka orang memahami agama hanya mandeg secara teksbook, leterlek. Sebaliknya, penguasaan ilmu terapan/pengetahuan tanpa disertai dengan pendekatan spiritual dapat merusak bumi. Saya kira umat sdh selesai membahas soal hub ilmu dgn agama ini. Seperti pernah saya baca artikel Dawan Raharjo dan pengkajian tasawuf Dr Quraisy Shihab. Kita coba memahami melalui sisi positif, pasti ketemu. Memahami melalui sudut pandang negatif pun bisa saja, hanya saja akan membuat tali persaudaraan menjadi terganggu.
      Memahami agama secara kontekstual, hal ini sebagai konsekuensi dari statemen yg mengatakan bahwa : agama dapat mengikuti perkembangan zaman, agama adl fleksibel mengandung nilai yg sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini perlu diimplementasi dengan realitas konkrit (kontekstual).
      Nah, tetap saja masing2 org bebas mau memahami dgn cara bagaimana sesuai suasana hati dan tingkat kesadarannya masing-masing. Mohon pencerahan.

      Buat Mas Tono, matur sembah nuwun pencerahannya. dapat menambah banyaknya wawasan pikir saya.

      salam sih katresnan for all

  5. Pertama kali, tiada kata yang paling tepat kiranya, selain kata Maaf beribu ribu Maaf, saya haturkan kepada yang Terhormat Ki Sabda Langit…
    Barangkali ada kata kata dan gejolak perasaan saya yang kurang berkenan di hati Panjenengan. tetapi ini sungguh diluar kemauan saya dan saya berpikir itu disebabkan oleh pengaruh dari luar yang tidak berkaitan dengan materi diskusi kita, dikarenakan oleh proses pendewasaan saya, yang saya merasa masih tertinggal jauh di belakang Panjenengan.. Sebab pada prinsipnya, saya secara pribadi juga, sungguh sangat menghargai segala macam bentuk perbedaan, termasuk suku, bangsa, ras, agama, dan lain sebagainya..
    Sekali lagi sungguh saya mohon maaf, karena benar benar bukan maksud saya untuk berdebat atau hal hal negative lainnya, justru kalau saya boleh jujur, saya setuju dengan apapun keputusan dan pencerahan Panjenengan, yang patut dijadikan suri taladan, Panutan, Guru, yang banyak mengerti tentang apa arti hidup yang sesungguhnya, memiliki pengetahuan teramat luas. Sehingga saya tidak bosan bosan menyerap banyak sekali ilmu Panjenengan, yang sangat berguna sekali bagi saya yang masih perlu banyak belajar, awam, dan benar benar bodoh.., untuk itu saya sangat menghargai dan berterima kasih sekali.

    Sebagaimana kita pahami bersama, blog ini juga bermanfaat untuk berbagi sharing, menyampaikan pertanyaan dan opini masing masing, dengan dibatasi norma norma yang bijaksana. Tidak ada kata debat, tidak ada kata menggurui, adanya saling mengisi, saling menasihati, dan saling memberikan pencerahan. Walaupun sebenarnya kalau saya boleh memilih, saya lebih suka menyebutnya musyawarah untuk mufakat saja, sehingga tidak ada yang terpojok apalagi terkalahkan, Bisa tercipta suatu kesepakatan bersama, yang menentramkan semua pihak, dalam etika etika yang selayaknya.

    Tetapi mohon maaf, saya juga sebagai manusia yang menganut ajaran islam, saya merasa mempunyai kewajiban untuk sekedar meluruskan, opini opini yang setidaknya kurang cocok dengan keadaan yang sebenarnya. Sebab dalam penglihatan saya, ada beberapa kekurangan di dalam blog ini, yaitu melihat islam hanya dari pengetahuan “kulit luar” nya saja, dan pengertian yang kurang mendalam, serta kebanyakan melihat dari segi kritiknya saja, yang tentu saja berlawanan dengan inti ajaran di dalam nya , yang sesungguhnya adalah lebih dari sekedar mulia, tetapi betul betul suci, yaitu dari Allah SWT.
    Sebagaimana saya lihat ajaran Nenek Moyang kita yaitu Kejawen,sungguh saya melihat itu adalah ajaran yang benar benar tidak diragukan lagi, penuh kasih sayang, penuh norma norma kesusilaan, tidak sedikitpun mengajarkan sesuatu ke arah kejelekan atau keburukan. Sehingga salah besarlah kalau sampai ada orang yang mengartikannya sesuatu yang tidak berguna.
    Begitu pula ajarannya Syeh Siti Jenar, yang intinya mengajarkan tentang kesempurnaan hidup yang sesungguhnya bahkan bercinta dan menyatu dengan Penciptanya.. Salah kalau kita melihat dari keonaran yang di timbulkan oleh anak didik SSJ, Di pasar pasar, keributan dimana mana dengan tujuan agar segera diselesaikannya hidup didunia, menuju hidup yang sesungguhnya.

    Sungguh Ironis rasanya…… menyalahkan ajaran yang begitu suci mulia, hanya dari melihat oknum oknum yang bertebaran disana sini,yang tidak tahu dan tidak memperdulikan ajarannya sendiri.

  6. Pembahasan tentang Ilmu, kalau menurut saya pribadi yang masih perlu banyak belajar, sebenarnya saya lebih sepakat dengan orang bijak yang mengatakan bahwa “Kalau seumpama para manusia menjalankan ajaran / agamanya dengan betul betul dan konsekwen, tentulah dunia ini tidak akan kacau, bahkan akan menjadi suasana yang adem ayem tentrem guyub rukun”, Karena menurut saya itu adalah ungkapan yang netral tidak memihak ke ajaran atau agama manapun.
    Dalam beberapa sudut pandang, terkadang agam bisa diartikan sebagai Ilmu itu sendiri, tetapi baiklah kita tidak akan memperpanjang lebar menjelaskan banyak ilmu yang terkandung dalam agama.. Tetapi kalau seandainya kita melihat dari sudut pandang TUJUAN hidup kita di dunia (bagi orang yang mengerti tentunya), yaitu netepi Titahing Gusti, Menjalankan semua perintah perintah-Nya, maka tidaklah salah rasanya kalau Ilmu agama lebih kita perdalam, dari pada ilmu yang hanya untuk mengejar harta benda dan segala keduniawian semata. sebagaimana orang orang tua kita dulu mengatakan, urip ing dunyo,ibarat wong mampir ngombe.

    Menurut saya, blog ini adalah blog yang sangat bonafide dan sangat baguskarena membahas tata cara atau mendidik perilaku agar supaya menjadi lebih baik, yang semuanya itu menggunakan HATI yang baik pula. Tetapi pada pelaksanaanya, mohon maaf sekedar masukan, saya sedikit merasakan kekurang cocokan dengan yang diajarkan. Setelah saya melaksanakannya, mengajak berbicara dan bertanya dari Hati ke Hati, sampai beberapa kali mengeluarkan air mata, betul betul muncul dari sanubari, menangis dengan Hati, ,……akhirnya … walaupun sekian lama menunggu jawaban dari Hati, tidak ada sama sekali jawaban dari Hati, yang mengena di Hati, melainkan hanya teori teori yang menjawab semua.
    tetapi tetap saya menghargai sepenuhnya, menjunjung tinggi, Hak Hak setiap orang, yang tidak mungkin sama penilaiannya. sebagaimana saya lihat Dr. Quraish Shihab mengisi acara TV setiap malam sahur bulan puasa kemaren, beliau juga mengatakan, “Tidaklah bijak rasanya, bila semua orang yang berbeda pendapat saling melihat dari sisi negatifnya, hanya akan menghasilkan perpecahan yang tiada manfaatnya”.

  7. Selama saya ikut nimbrung belajar di blog Panjenengan, sangat banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, tapi yang lebih mengesankan adalah aroma wanginya ketulusan, keikhlasan Panjenengan dalam memberikan pencerahan, dengan begitu sabarnya, dan Damainya…
    Maka sebelum saya mengundurkan diri, karena merasa telah berbuat kesalahan, dari blog yang sangat bermutu ini.. Maka saya memohon izinkanlah saya untuk membalasnya dengan ikhlas juga, dan sekedar melepaskan tanggungan saya, berbagi sharing mengenai diskusi kita yang terakhir..

    salam asah asih asuh…

    Selain kita harus meminta ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala dosa dosa kita kepada-Nya, dengan cara bertobat yang sebenar benarnya, yaitu Taubatan Nasuha. bahwasanya Allah itu Maha Pengampun, tentunya akan mudah sekali bagi-Nya untuk mengampuni kita.
    Lebih saya tekankan lagi disini bahwa, sesungguhnya jauh lebih sulit untuk bertobat / meminta maaf kepada sesama manusia itu sendiri, karena memang sudah sifat manusia pada umumnya sulit sekali memaafkan kesalahan sesamanya, jarang yang punya hati legowo, malah justru kebanyakan dendam, nggrundelan, dan lain sebagainya.
    Maka di lain kesempatan, Tuhanpun menganjurkan kepada kita semua untuk melakukan ibadah puasa romadhon, supaya dosa kita secara Habluminallah, bisa melebur Fitrah kembali.. dan setelah itu kitapun di anjurkan untuk bersilaturahmi, saling maaf memaafkan, atas segala kesalahan, baik yang sengaja ataupun tidak, disadari ataupun tidak disadari, supaya menjadi Fitrah kembali secara Habluminannasnya.. Yang pada akhirnya diharapkan bisa memFitrahkan semuanya,..secara vertkal dan horizontal..

    Lalu kalau ada pertanyaan,. seandainya sudah sampai terseok seok, babak belur meminta maaf, tapi kok tidak mau memaafkan juga bagaimana..??Tentu saja, sesuai dalil yang Panjenengan telah sebutkan diatas, Tuhanpun tidak akan memaafkannya., dan itu sama saja dengan pertanyaan, bagaimana nasib manusia yang pada umumnya banyak dosa..? jawabannya,..itu semua akan diselesaikan nanti di hari Pengadilan Akherat kelak, dengan seadil-adilnya. Disana juga kita akan ditimbang semua amal baik dan buruknya, asal muasal harta benda haram dan halalnya. Yaitu pada hari setelah Kiamat atau hari berakhirnya seluruh alam semesta, termasuk didalamnya alam ghaib jin, syetan, iblis, alam barzah leluhur kita, segala bentuk dimensi waktu di alam dunia kita, seluruhnya. baru kemudian setelah hari kiamat, semua akan dibangkitkan kembali dari alam kematian atau alam kubur, semua akan dikumpulkan di padang Mashar yang sangat luaas dan panas, dan di alam mashar itu lah para Nabi Nabi Allah membawakan minuman dari syurga khusus untuk para pengikutnya masing masing, yang sering membacakan sholawat untuk Nabinya, tetapi hanya calon penghuni syurga sajalah yang mendapatkannya..

    Supaya lebih jelas tentang wujud Akherat, berikut dibawah ini adalah nama nama lain atau sebutan “Akherat”yang ada di dalam Al Quran Nur kariim…

    Al Ghasiyah = Peristiwa yang Dahsyat
    Al Qari’ah = Yang Menggemparkan
    Al Rajifah = Yang menggetarkan
    As Sa’ah = Kehancuran
    At Thaamah = Bencana
    Al Waqi’ah = Peristiwa yang pasti terjadi
    Al Zalzalah = Kegoncangan
    Yawm ad Din = Hari Penghakiman
    Yawm al Akhir = Hari Akhir
    Yawm al Alim = Hari Yang Menyedihkan
    Yawm al Haq = Hari Kebenaran
    Yawm al Hasrah = Hari Penyesalan
    Yawm al Hisab = Hari perhitungan
    Yawm al Jaza = Hari Pembalasan atau Hukuman
    Yawm al Khulud = Hari kekekalan
    Yawm al Khuruj = Hari Keluar dari Kubur
    Yawn al Mau’ud = Hari Yang Dijanjikan
    Yawm al Mizan = Hari Penimbangan
    Yawm al Wa’iid = Hari Ancaman
    Yawm at taghabun = Hari Pengungkapan Kesalahan
    Yawm Ma’lum = Hari Yang Dikenal

    Dan masih banyak lagi nama nama lainnya….

    Lalu pembahasan tentang korupsi, bahwasanya islam juga tidak mungkin mengijinkan para hambanya untuk melakukan korupsi, walau dengan alasan apapun, ini sudah dikatakan secara jelas………

    Dari Adiy bin Amirah Al Kindi Radiyallahu ‘anhu berkata : aku pernah mendengar Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
    “Barang siapa diantara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah “ghulul” (harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari Kiamat”.

    Tentang suap, Rasullullaah juga pernah berkata :
    “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap”. (HR. Abu Dawud)

    Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rosul berkata :
    “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram)”, dan suap yang diterima Hakim adalah Kufur”. (HR.Imam Ahmad)

  8. Sejujurnya saya sangat mengagumi Panjenengan, Keseimbangan mental dan spiritual yang sangat kuat, Rajanya Macan yang mempunyai taring teramat tajam, tetapi selalu disembunyikan, dalam senyum dan kedamaian. menguasai ilmu “ora nduwe rasa nduwe”, sangat susah sekali bagi saya untuk mempelajarinya, ..keteret teret..

    Apa bila ada orang yang belum mengenal Panjengan, lalu menanyakan bagaimana ahlak dan budi panjenengan, ke kerabat dan handai taulan panjenengan maka tentunya mereka semua akan menjawab serentak tegas, bahwa panjengan adalah seorang yang berbudi sangat luhur, ramah tamah, selalu tersenyum, teramat sabar, sangat jujur, penuh kasih sayang, jauh dari rasa dendam, selalu setia membantu orang lain, tanpa terpikirkan pamrih….dan masih banyak lagi.

    Tetapi untuk sekedar wawasan….
    Apabila ada orang yang menanyakan budi luhur Nabi Muhammad SAW. kepada para handai taulannya, mereka hanya bisa menjawab dengan tangisan terharu, menggambarkan budi ahlak yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata..
    Dan Nabi muhammad adalah bukan sekedar cerita ataupun legenda, melainkan sejarah yang benar benar ada, di sertai bukti bukti nyata dan peninggalannya..

    Kepada Yang Terhormat Guru Besar Ki Sabda Langit, sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar besarnya, atas segala kelancangan saya, kekurang ajaran saya, bila ternyata semua uraian uraian saya, tidak berkenan di hati panjenengan, yang sebenarnya itu adalah ungkapan hati saya yang tulus, bening, bersih dari segala hasrat dan harapan. selain hanya menggugurkan kewajiban saya, untuk sekedar menyampaikan sedikit pengetahuan saya tentang agama. yang apapun hasilnya, itu sama sekali tidak mendatangkan pengaruh apapun terhadap saya.

    Sebagai salam perpisahan, rasanya ada sesuatu yang cukup ironis juga..
    Setelah sekian banyak saya bercerita panjang lebar tentang Islam, meluruskan hal hal tentang islam, selayaknya saya juga memperkenalkan diri saya yang sebenarnya, yaitu saya sendiri adalah seorang Mualaf, yang berasal dari WNI keturunan Tiong Hoa, dimana kedua orang tua saya, seluruh saudara saudara saya, masih memeluk agama Protestan, Gembala setia jemaat Gereja, Aktif di segala acara Kebaktian. Maaf, menurut saya itu adalah perjuangan yang tidak mudah. Tetapi Puji Tuhan, keluarga kami termasuk keluarga yang masih memegang prinsip demokrasi dalam kekeluargaan, sehingga bisa menikmati cinta dan kasih sayang, di atas perbedaan yang mendasar.

    Oke,.. kepada semua teman teman yang seagama dengan saya, saya anjurkan supaya tidak ragu ragu untuk belajar di blog bermutu ini, karena didalamnya banyak sekali pelajaran yang tidak bisa kita dapatkan dari Guru ngaji kita. Tapi sebagai pembelajaran, janganlah lupa untuk menyampaikan pelurusan secara santun dan bijaksana, bila sekiranya ada yang salah dalam penyampaian tentang agama kita.
    Saya juga orang bodoh, anak kemaren sore, tidak berpendidikan, tapi kitakan sama sama pegang komputer, jadi kita tinggal klik aja di geogle search, pasti akan keluar semua dalil dalilnya kayak orang pinter.

    Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

    Salam Damai dan Salam Hormat,..

    Semoga kita berjumpa lagi di sorga atau dialam sana..

    Terima Kasih.

  9. Assalamualaikum wr.wb.Ki Sabdo Langit
    Salam hangat,
    Saya setuju dengan panjenengan
    Setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda-beda dalam menanggapi dan menelaah sebuah pandangan
    Tergantung dapat mujizat dari Allah andaikan dia memang mendapatkan level marifat
    ada 4 rakam dalam islam : syariat, tarikat, hakikat dan marifat
    Anda benar
    sungguh mulia syekh siti jenar,tapi sangat disayangkan cara penyampaiannya yang kurang dipahami oleh level2 yang belum mengerti apa arti kerahasiaan tuhan
    Sungguh mulia beliau meninggal kembali ke asal
    termasuk ciri2 meninggalnya orang marifat : kembali ke asal
    Allahu Akbar
    Tahukah anda sejarah dibisikkannya rahasia ketuhanan oleh sunan bonang ke sunan kalijaga ditengah samudra?
    salam hangat
    Ikhwan

  10. Nuwun Sewu Ki Sabda Langit, menawi kepareng kulo nyuwun e -mail tuwin alamat ki Sabda Langit.
    Sewu sembah nuwun bilih Ki Sabda Langit kepareng kersa paring alamat wonten e-mail kulo.
    Nuwun

  11. Manusia adalah jelmaan zat Tuhan
    —————————————————
    bahasa “teknis”-nya saat ini dikenal dgn: Higgs boson
    alias hypothetical massive scalar elementary particle
    sebutan para jurnalis: partikel Tuhan

    mantaf apa kata si Syekh, padahal di saat itu iptek belum diiringi fasilitas spt saat ini
    saya bukan fans beliau, namun beliau adalah aset warisan bangsa
    dgn modal niat dan berfikir jernih malah jadi begitu mudahnya menyerap iptek yg tersimpan pada setiap molekul hidrogen dst yg lalu lalang di sekeliling kita dan tanpa kita sadari/pedulikan.

  12. inggih sae anggen njenengan matur wonten blog

  13. Salam Sejati, mas Murid…
    Sekilas tentang tarekat kanjeng guru Siti Jenar bahwa tarekat kami adalah tarekat akmaliah. Tarekat yg lbh terfokus kepada amal kebaikan (budhi pekerti) ketimbang teori-teori yg njelimet yg blm tentu dapat dilaksanakan sehari-hari.

    Dan alamat e-mail saya sdh ada di post ini (sujiatmoko@gmail.com) dan bisa njenengan lihat di postingan saya sebelumnya.

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

  14. mengenai syariat,tarikat,hakikat dan makrifat secara mendalam…

  15. dikota solo banyak sekali spanduk yang bertuliskan” JANGAN TINGGALKAN SHOLAT JIKA INGIN SELAMAT DUNIA AKHIRAT” , kesan pertama saya baca spanduk ini, ketawa terpingkal-pingkal. yang bikin spanduk nich ngaco amat ya,, emang selamat akhirat seperti apa? selamat dunia seperti apa? Paling2 mereka juga jawabnya menggunakan tautan berdasarkan ayat sekian2, atau atas petunjuk junjungan waduhh payahhh.. Dan jika ad pertanyaan kritis lagi, mereka selalu bilang , INI KEBENARAN MUTLAK TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT, jika masih ada pertanyaan lagi maka munculah ” KALIAN MELECEHKAN UMAT ISLAM,MENGHINA, HUKUMMNYA DI KIILLLL”
    Ini realita di masyarakat INDONESIAAAAAAAAAAAA.
    Bagaimana …TOLOL kan?????

  16. Negara kita dari dl dalam cengkraman penjajahan, dari penjajahan dan penindasan metal, paerdaganagndan spritual. kita punya ajaran yang ADI LUHUR, dijajah dengan pemahaman dan penerapan yg SALAH. dari bangsa lain, ayoo kita sadar, ?????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  17. Salam katresnan…

    Kang Jumapolo dan Kang Fan Wibowo, salam kenal. Di negara kita memang banyak sekali yang bodo ngaku pinter, yang keliru tapi ngaku pemilik kebenaran. Di blog inilah, kita yang “mulai eling” saling menguatkan, saling mengukuhkan persaudaraan. Mudah2an…kita kemudian bisa menebarkan cahaya kesejukan yang bersemi di blog ini, kepada saudara-saudara kita yang saat ini masih terjajah itu..he, he..tapi tentu saja dengan kesabaran yang tanpa batas…

    SHD

  18. Gusti ngganjar wilujeng Ki..
    Nuwunsewu..nderek ngiyup..Ki..sampun dangu dhalem ngilang iling blok meniko.. sajakipun kempalanipun priayi- priayi luhur. Salam sih katresnan sedayanipun… Dangu anggen Dhalem nandhang kahanan ‘Ngelak kasatan sumur’..menawi angsal.. nyuwun ciprataning toya saking Ki Sabdo tuwin para Kadhang … Mugi Dhalem saged mentas saking kahanan..

    Rahayu…

  19. Nuwunsewu….
    Estunipun Dhalem..bade nyuwun pirsa.. sejatosipun Ngilmu punika menapa Ki?.. saestu raos dalem taksih tumpang suh..amargi wontening tembung.. Laku mawa ngilmu…Ngilmu tumungkule saka laku, leresipun pripun..laku rumiyin ..menapa ngilmu rumiyin…? ..Nyuwun dipun dunungaken pucuk lan bongkoting ngilmu..
    Matur sembah nuwun sakderengipun..

    • Gombal Amoh Yth
      Rumaos remening tyas awit rawuh panjenengan wonten ing sarasehan punika, mugi saget migunani tumrap tiyang kathah. Bab ilmu, utawi NGELMU mawa sanepan “angel anggone ketemu”. Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Ilmu sejati akan tumbuh otomatis bila kita melakukan segala sesuatu yg bermanfaat utk seluruh mahluk dan lingkungan alam. Kita lakukan tanpa pilih kasih, dengan ketulusan tanpa batas. Kados mekaten menggah pamanggih kula.
      salam asah asih asuh
      Mugi panjenengan tansah karahayon tuwin sinung anugrah saking Gusti Ingkang murbeng gesang

  20. Salam sih katresnan,
    Ngaturaken Gunging panuwun… cekakaos pamanggih Panjenengan..sampun paring nur cahyo wonten lebeting manah dhalem..
    Mugi Ki Sabda tansah kaparingan kawilujenganipun Gusti ingkang Maha Welas Asih..

    Rahayu..

  21. gusti:bagusing ati..

  22. Assalamualaikum ki sabda langit….
    Salam kenal ki,saya baru saja menemukan situs ini.kesan pertama,saya langsung terpukau dengan apa yang ki sabda uraikan….
    Wassalamualaikum ki…

  23. @rudy suwarno:omonganmu ngayawara ning ora genah opo-opo
    masiyo dijak diskusi pirang pirang dino
    musprooo…ora ono guno

  24. Assalamu’alaikum wr wb
    Salam Sejahtera untuk kita semua…

    Yang tercinta dan terkasih Ki Sabda Langit dan yang saya muliakan pembaca yang budiman.
    Mohon semuanya untuk berhati dingin dan sejuk untuk menyingkapi sebuah perbedaan. Tidak perlu kita saling membenarkan prinsip kita masing2, yang ada semuanya benar, yg salah adalah yg tdk mau menghargai perbedaan, krn kita diciptakan sdh berbeda, dari mulai jasad kita, jiwa atau pola pikir kita berbeda. Saya yakin bahwa apa2 yg ada dilangit dan bumi adalah semata-mata kehendak Tuhan, secara hakekatnya apakah Tuhan menciptakan langit dan bumi serta seisinya semata-mata ingin dipuji atau disembah?

    Jawaban saya adalah tidak, kenapa? Tuhan disembah ataupun tidak, tidak akan menurunkan wibawanya sebagai Tuhan, contoh dangkal kalau memang Tuhan semata-mata minta disembah, maka apa susahnya sebagai Tuhan utk memusnahkan yg tdk menyembahnya. Baik ustadz, kyai, pendeta, bhiksu, preman, penjahat, semuanya diberikan nikmat oleh Tuhan tanpa memandang siapa yg menyembah dan tidak. Maka kesimpulannya: Tuhan punya aturan main atau tata tertib, maka jika engkau ingin selamat dunia akherat maka ikutilah aturan mainKu, aku ciptakan utusan2Ku (rasul,nabi) maka kamu akan selamat. Dan para utusan ini dgn cara berbeda-beda akan tetapi muaranya satu Tuhan Yang Maha Besar. Dan kuciptakan iblis yang aku tugaskan menggoda kamu sebagai penyeimbang kesempurnaan untuk menuju kesejatian. Silahkan di renungkan …

    Salam

  25. ass..
    ki sabdo salam kenal,smg kita semua tetap dalam bimbinganNya,
    mari sama2 kita jdkn blok diskusi dan jangan jadi blok dbat

    salam

  26. ass..
    ki sabdo yth,
    Berbicara tentang Tuhan itu sungguh hal yang baik apalagi Tuhan itu kan jelas2 ada.
    Tapi yang terpenting kepercayaan umat akan Tuhan itu bagaimana?
    tetunya percaya akan adanya (wujud)apa hanya cukup percaya Tuhan itu ada..saya rasa tidak cukup demikian.bagaimana ki sabdo..

    salam

  27. salam. kenapa ada sholat 5 waktu? padahal di alquran tdk ada ayat yg menerangkan tantang sholat 5 wkt. dan kenapa para ulama selalu mengarang cerita tentang isra miqrat yg bila dipikir jadinya konyol seperti cerita rasul naik ke langit ke 7 bertemu dgn allah. padahal terang2 allah menjelaskan bahwa allah tidak bertempat, allah lebih dekat dari urat lehermu. dan nabi naik kelangit mendapat perintah sholat dari 50 wkt menjadi 5 wkt, disini terjadi tawar menawar antara muhammad dgn allah. apakah keputusan allah bisa ditawar? di dlm surat al-isra tdk ada ayat yg menjelaskan tentang cerita para ulama tsb. jadi kenapa mereka berani memfitnah rasul. gimana tanggapan anda?

  28. Asalam.salam waluyo jati.
    (Syekh).adalah titel.(siti) bumi. (jenar) merah. syeh sitì jenar adalah pribumi bukan pendatang dari luwar jawa. Wali jawa cuma ada dua.siti jenar dan kuwu sangkan. Sejarah seh siti banyak di simpang siyurkan. Sama denganan ir sukarno Kena pitnah. Secara logika mana ada manusia mati jadi anjing hitam.itu pitnah.
    ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: