Dengan kerendahan hati…Senang rasanya bisa berbagi dengan para pembaca yang budiman. Ruang ini kami persembahkan untuk para pembaca yang ingin bertanya sesuatu hal; bab weton, ubo rampe dalam tradisi Jawa, atau masalah di seputar pribadi anda, silahkan share di sini. Kami berusaha sekuat tenaga untuk membantu anda. Barangkali ada manfaatnya untuk kita semua. Semua ini berangkat dari kesadaran kami pribadi bahwa dalam setiap detiknya kami telah “berhutang” anugrah dan kenikmatan yang luar biasa besar kepada Gusti Allah, Hyang Manon, Gusti ingkang Akarya Jagad, injih Pangeran Maha Tunggal ingkang Tansah Sinembah. Banyak anugrah berupa kesehatan, ketentraman, kebahagiaan, kemudahan segala urusan maupun rejeki. Tak cukup kami sekedar mengucapkan rasa syukur dengan kata-kata yang keluar dari mulut saja (lips servis; not action talk only). Sebalikna, kami merasa wajib mewujudkan rasa syukur dengan cara menghayatinya ke dalam tindakan dan perbuatan konkrit sehari-hari. Tidak sekedar bersifat individual-vertikal (habluminallah) saja melainkan yang lebih utama kebaikan horisontal bersifat altruis, kebaikan kepada sesama dalam dimensi sosial-kemasyarakatan (habluminannas). Syukur atas segala nikmat & kesehatan, maka kami harus legawa, ikhlas, tidak enggan membantu sesama yang sedang sakit. Syukur atas ketentraman dan kebahagiaan, maka kita harus membantu sesama yang sedang mengalami kesusahan dan penderitaan. Oleh sebab itu dengan perasaan legawa, tulus, dan senang hati halaman ini kami persembahkan bagi para pembaca yang budiman. Namun kami sangat menyadari banyak sekali kekurangan kami di sana sini, mungkin ada tutur kata dan kalimat yang tidak berkenan, semua itu semata-mata karena kebodohan yang ada dalam diri saya pribadi. Untuk permasalahan atau pertanyaan yang bersifat privasi silahkan kontak kami di ;
sabdalangit@gmail.com
Salam taklim, Rahayu
Sabdalangit















981 tanggapan kepada “MEDIA TANYA JAWAB”
kuat sagoro
Maret 5th, 2012 pada 22:51
asalammualaikum,
atur wilujeng,
kang Mas, saya mau tanya seputar penemuan2 prasasti bahkan piramida (trungga seta)yang kini sedang diteliti. Apakah benar di bumi nusantara ini masih terpendam prasasti yang luhung itu dan apakah nantinya bumi nusantara ini akan menjadi mecusuar dunia?
salam damai…
assalamualaikum
SABDå
Maret 10th, 2012 pada 11:43
Kang kuat segoro yth
Njih leres prasasti tuwin situs2 budaya lainnya termasuk dapat diwedarnya serat kuno yg ilmunya sgt tinggi yg dpt mjd hasanah kekayaan intelektual dan spiritual universal dunia. Bab piramida nantinya akan sirna dgn sendirinya.
Salam karaharjan
kuat sagoro
April 9th, 2012 pada 17:36
Salam katresnan,
Kang sabdo, sebagai orang jawa (indonesia) sya termasuk generasi yg sekarat, jauh dari mengenal jiwa leluhur nusantara ini. Namun, setiap kali saya bercerita pada teman2 sejawat, tentang khikmah nilai luhur yg ada pada negeri ini selalu ditanggapi miring, klenik, tahayul, musyrik, jauh dari agama. Dulu saya selalu melarang romo saya memberikan sesaji pada hari2 tertentu sbg penghormatan pada leluhur keluarga, dan sekarang saya yg ingin memberikan penghormatan itu, ditentang oleh orang2 terdekat. Mungkin ini balasan. Saya orang jawa dan ingin mendalami budaya jawa ini.
Kang Sabdo, Tulisan mengenai tragedi yang akan terjadi pada tahun 2012 ini, apakah ada hubungannya dengan peran negeri asing yg secara nyata akan menghancurkan Nusantara atau Polemik mayarakat nusantara sendiri yang akan menghancurkan negeri ini???
Salam katresnan
tejo
Maret 28th, 2012 pada 08:32
Salam buat mas Sabda
saya mau tannya tentang adanya mimpi di dalam mimpi…maksud sy pernah suatu hari saya mimpi…di dalam mimpi itu sy seakan akan tidur dan bermimpi…di dalam mimpi mimpi sy itupun sy bermimpi….jadi kayaknya mimpi pangkat 3 begitu ….jadi waktu bangunpun begitu ….bangun akar 3 ….gimana ini mas ….bingung…
trima kasih
tejo
Lare Angon
Maret 30th, 2012 pada 21:03
[1] Yth. Kakang Guru Sabdalangit, Yg sy hormati dulur2 semua sebangsa setanah air….
Terimakasih buat Kakang Guru atas segala yg Kakang Guru sampaikan di blog ini, sedikit banyak saya merasa terbantu. Saya seperti menemukan secercah harapan dalam kehidupan saya yg gersang. Secercah harapan untuk berbuat yg terbaik dalam pikiran2 yg Kakang Guru tuangkan dalam bentuk tulisan2 dalam blog ini.
Saya mohon doa dan restu dari Kakang Guru dan dulur2 semua agar saya mampu dan bisa melakukan yg baik guna keselamatan hidup saya dan org2 sekitar saya pada khususnya serta jagad raya pada umumnya.
[sumber : http://sabdalangit.wordpress.com/2008/09/14/siapakah-sejatinya-guru-sejati/#comment-30783%5D
-------------------------------------------------------------------------------------------------
[2] Yth. Kakang Guru,
Nuwun sewu saya mau konsul, mohon dibimbing dan diarahkan…
Begini Kakang Guru, saya sering merasa melayang bila sedang mengamalkan wirid. Kegiatan wirid tersebut saya lakukan dengan duduk bersila, membaca wirid, berusaha mengatur nafas sehalus/sedamai mungkin, menyatukan konsentrasi diantara hati di dada dan pikiran di kepala yg karena awam saya saya anggap bertemu di bawah tulang belikat, berkonsentrasi memahami kata2 yg saya wirid serta melemaskan otot2..
Setiap saya melaksanakan hal tersebut, badan saya terasa ringan, seolah terasa terbang kemudian terasa membungkuk seolah2 jidat akan menyentuh lantai depan saya, tetapi begitu saya buka mata hal tersebut ternyata hanya perasaan saja, dan sering kali (maaf) ingus bening menetes.
Mohon pencerahan dari Kakang Guru soal olah rasa yg saya lakukan ini apakah sudah betul/belum, dan hal2 apa saja yg harus saya lakukan untuk sempurnanya mata batin saya dalam menjalani kehidupan dunia ini supaya selamat di akhirat tanpa meninggalkan kehidupan dunia.
Semoga YME membalas kebaikan Kakang Guru dalam menunjuki saya dengan berlipat ganda. Amin.
[sumber: http://sabdalangit.wordpress.com/2011/02/24/persoalan-di-seputar-meditasi-ringan/#comment-30786%5D
Rahayu,
[Lare Angon]
bungboraq
April 23rd, 2012 pada 22:30
salam..
nama saya ibrahim dari sulawesi. saya mau gabung dengan kang sabdo.. bagaimana caranya. .?
bathiterus
April 30th, 2012 pada 12:24
wong jowo ilang, aksoro jowo rak dinggo sing dianggo huruf latin, boso jowo rak di anggo sing dianggo boso melayu (lari). aq usul ki sabdo yen sido diformat negorone diganti Mataram wae boso persatuan boso jowo kiro2 mathuk rak ki
Ngglosor Madhep Ngisor
Mei 27th, 2012 pada 21:35
@Raja Api Ozay
Dua minggu yg lalu ketika saya sedang di angkot, dalam perjalanan menuju tempat temennya adik ipar tetangga kawan saya, di bagian barat sebelah selatan jawa dwipa, yg jalannya berkelok-kelok dikelilingi jurang dan bukit, disertai nikmatnya udara sejuk, membawa saya kedalam lamunan ketika melihat tingginya bukit di kejauhan, tampak seolah nyata sesosok tinggi besar merah menyala dengan sorot mata tajam, berdiri dengan kokohnya diatas bukit, sambil mengamati pemandangan di bawahnya. Tiba-tiba terdengar suara keras menggema memanggil sosok tinggi besar menyala tersebut, “Raja Api Ozay, seimbangkan lumpur panas di jawa dwipa timur”. Kemudian sosok tinggi besar menyala yg ternyata raja api ozay menjawab, “Baik Avatar Aang”. Kemudian Raja Api Ozay melesat secepat kilat ke arah timur. Sampailah di atas sumber lumpur panas, sesaat membuat geger para lelembut sekitar lumpur panas, dg berteriak-teriak bersautan: “Raja Api Ozay datang”. Dengan posisi berdiri melayang 2 tombak di atas semburan lumpur utama, Raja api ozay menggerakkan kedua telapak tangannya memutar di atas kepalanya berusaha mengumpulkan cahaya pengorbanan orang2 yg berserakan di sekitar lumpur membentuk sebuah bola cahaya putih berkilau, kemudian cahaya itu dimasukkan pelan2 ke sumber lumpur panas. Sesaat kemudian dari dalam semburan lumpur tampak sebuah bola hitam pekat terbungkus lapisan air tipis yg berputar sebesar kepalan tangan Raja api ozay , begitu pekatnya hingga nyala raja api ozay padam dan agak sempoyongan, begitu juga para lelembut di sekitar lumpur tsb. Begitu sunyi dan mencekam, seakan energi sekitar telah terserap ke bola hitam tersebut. Tampaknya energi air yg menyelimuti bola hitam tersebut, membantu menghalangi dampak negatif dari bola hitam tersebut.
Dengan sekuat tenaga, raja api ozay meraih bola hitam dg tangan kanannya, dengan teriakan melengking panjang, bola hitam tersebut dilempar jauh ke arah sisi tergelap dari alam semesta tempat materi gelap tersebut berasal. Dengan sisa tenaga raja api ozay melesat secepat kilat meninggalkan daerah lumpur panas tersebut.
Raja api ozay, apakah maksud lamunan saya ini? terimakasih sebelumnya. Salam utk semua.
ndableg
Mei 28th, 2012 pada 01:17
cari di google, galery raden saleh gambar gunung.
rudy prasetyo
Mei 28th, 2012 pada 21:10
Aww…
Ki sabda, saya ingin tau sedikit dunia/dimensi gaib, saya begitu semangat membaca kisah2 anda yang bermanfaat….mohon kiranya jika tidak keberatan arahkan dan ajarkan saya secuil pengetahuan tentang gaib yang bisa saya jalankan…..saya ingin minum sedikit dahaga saya atas hal- gaib, semoga Ki Sabda berkenan…matur nuwun Ki…..
Wass
TS
Desember 15th, 2010 pada 13:15
Boleh lah pertanyaannya saudaraku ‘Abu’ Nawas ini…
hmmm…
Tiada yang lebih indah dari mampu memahami:
Yang Maha Pembentuk Rupa Makhluk…Ya Mushowwir…
TS
Desember 15th, 2010 pada 13:53
Bukankah semua itu adalah keinginan anda untuk menjangkau ‘rupa’ yang tak dapat anda jangkau?! hmmm…
Dan bukan kah istri mu adalah penciptaan dari dirimu sendiri (laki-laki)?!
TS
Desember 15th, 2010 pada 14:05
@Ngabehi…
duduk manis aja mas…kalu mau jadi penonton yang baik…
bagaimana saudaraku Abu Nawas…
rupa-rupa nya anda juga banyak menimba ilmu…hmmm.
TS
Desember 15th, 2010 pada 14:26
La Tudrikuhul Abshor..
Dia tidak dapat dijangkau oleh ‘bashar’ (mata kepala)–> ini maksud anda? betul!
ilaa Robbiha Naadziroh..
Kepada Tuhannya mereka ‘memandang’ (‘ainul bashirah’)–> ini maksud saya, bener!
———————————————————————————————————–
Bedakan lah ‘penglihatan’ dan ‘pemahaman’ anda berada di RANAH mana…
alam fana atau alam ghaib…(baqa, qarar dan khalid).
‘mata’ bukanlah ‘mata hati’ dan ‘mata hati’ bukan lah ‘mata’…(‘ainun dan qalb)
Abu Nawas
Desember 15th, 2010 pada 14:54
masdar ‘melihat’ ada beberapa jenis:
bashoro = melihat dgn mata kepala
nadzoro = melihat dengan qolbi /sirr (fi’il MUDHAARI)
ro’aitu = melihat dengan akal/ pendapat/ mimpi
TS
Desember 15th, 2010 pada 15:12
ya…itu lah yang membedakan ‘nafs dan ‘ruh’ anda…
jadi tidak lah patut manusia ‘menggambar’kan wajah tuhan…
sementara ‘mata hati’ nya sendiri tidak lah mampu digambarkannya…
TS
Desember 15th, 2010 pada 16:51
nostalgia mas..hehe
untung makrifat nggk harus bahasa arab ya..tapi bahasa ar-rabb. salam
————————————————————————————————
bagaimana mas…masih ingin meng’gambar’ wajah tuhan…?!
sudah sudah bisa membedakan ya,
“akal yang ada di kepala” dengan “akal yang sempurna”….hmmm.
TS
Desember 15th, 2010 pada 17:59
@Abu Nawas…
bashoro adalah memandang ‘alam’ untuk tadabbur dan tafakkur
nadzoro adalah memandang ‘Tuhan’ untuk menghancurkan sifat takabur
roaitu adalah memandang saat anda tidur / saat anda dalam kubur
yg terakhir..marilah kita bersyukur..alhamdulilah!
———————————————————————————-
saran saya…ma’rifat nya jangan lah ber-ubah-ubah dan ragu-ragu…hmmm.
Wassalam.
rere
Desember 16th, 2010 pada 00:41
melihat wajah tuhan dengan teori memang sampai kapanpun takan mampu..h.h.h.h.h
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
ma’rifat nya jangan lah ber-ubah-ubah dan ragu-ragu…hmmm.
TS
Desember 16th, 2010 pada 07:51
@Rere
melihat wajah tuhan dengan teori memang sampai kapanpun takan mampu..h.h.h.h.h
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
ma’rifat nya jangan lah ber-ubah-ubah dan ragu-ragu…hmmm.
——————————————————–
Tepat sekali…
jadi tidak lah patut manusia ‘menggambar’kan wajah tuhan…
GAMBAR wajah ‘tuhan’ yang ber-ubah-ubah…
Na’udzubillahi min dzalik.
TS
Desember 18th, 2010 pada 02:04
Di sini tempat pe’lari’an FFI…h h h
Bratayuda
Desember 18th, 2010 pada 07:40
termasuk elu………..?…….wwkwkwkwk.
kok tahu……….FFI …..? festifal film indonesia…..?……..h.h.h.h.h.
pe’CUN’undang FFI……….yah ? h h h
knapa larinya kesini….. ?? ……… .h.h.h.h.h……salah alamat CUN……. !
bikin aja blog sendiiri……………..gak usah cari masalaah….
disini bkn ….tmpt penampungan p’CUN’dang FFI…. !
gak usah banyak omdo…,…nebar masalah disini….
pliiisss minggir ngesot sono…….& runout jauh-jauh…
do not ever come here again, CUN ! …..we are sick ….ok!, h h h hh
Agung
Desember 18th, 2010 pada 13:41
TS itu hanyalah penjual obat yang menjual obat kepada orang yang sehat, ya.. nggak laku… payahnya lagi TS tidak menyadari kalau JIWAnya sedang sakit…
sungguh sangat disayangkan TS telah menyia-nyiakan hidupnya….
Bratayuda
Desember 18th, 2010 pada 09:02
maap…maap……….Cun…
disini bukan sarang FFI……
ada juga istilah itu Fstifal Film Indonesia……he he he
jadi gak usah maksa…….cun …
kalu lu tahu FFI …napa elu gak balik aja kesono ….he..he
kembali tuh ke sarang mu di FFI …..
elu mampu jihad……..? di sono tempat nya………wkwkwk
kalu elu konyol n’ jadi pÇun disana………, blajar lagi….ok……h.h.h.h.
Salah alamat kalu disini di buat plarian……..he…he
balik lagi tuh ke guru mu………..
kalu perlu elu ama guru mu….nyantri lagi…sono… h.h.h.h
kalu blom ngarti hidup jng masuk sini………..
makan aja tuh dalil gosong mu….
yg benatar lagi akan punah…bagai debu merapi…. ,h.h.h.h.
umat akhir jaman emang bagai buih lautan ……
baca dalil gak lapaui kerongkongn……mulek abiss…..di otak mereng….he.he
di ati nye mlompong…kosong.. bolong……..wkwkwkwkw
haloo ulama buih laut…… ?……..masih betah jadi buih lautan……?
gimane nih kabr nye dalil geseng…..h.h.h.h..
hmm….cuma sgitu elmu nya…
kagak nyelem nyelem ke laut dalem…….wkwkwk
masih betah jadi buih lautan……h.h.h.h.h.
Bratayuda
Desember 18th, 2010 pada 12:54
oh..sorry cun,,,,,
ngapain bawa artikel FFI kesini……gak mutu…..
cuma nyenengin ….elu…..
elu aje sono balik ke FFI …gih….!
bhs inggris .. cun…..! di translate google banyak dung….-u
ah ….dung.. amat sih cun….., .
gituan kok dibilang skill…?, wkwkwkwk
TS
Desember 22nd, 2010 pada 07:49
Ini ‘khan FFi… Feel Free… h h h
Bratayuda
Desember 22nd, 2010 pada 15:58
kasihan sekali ….si TS…. jiwa nya terguncang….
ternyata disini imannya lumpuh, kelihatan jiwa nya idiot abis…
selalu tersiksa batin nya untuk hadir disini……
walaupun gak mampu mengimbangi ……….h.h.h.h
Abu Nawas
Desember 22nd, 2010 pada 16:38
Agama dan Istri ibarat pakaian ..jangan ‘feel free’ dong ??
Tahukah engkau oh TS..,
ISTERI -mu engkau PERKOSA dengan KELAMIN SYAHWAT mu, menjadi mBATU.
Ke SUCI an dan ke LEMBUT an DAGING dari ISTERI mu, ter AMPAS ENERGI nya,
karena ke SERAKAH an SEKS-mu, hingga AMPAS-nya menjadi mBATU.
Kasihanilah istri mu..oh TS..
TS
Desember 24th, 2010 pada 08:44
@Abu Nawas…
PR nya udah di’tulis’…?! h h h
TS
Desember 24th, 2010 pada 08:48
@Bratayuda…
Dengan kerendahan hati…Senang rasanya bisa berbagi dengan para pembaca yang ‘budiman’…h h h
Bratayuda
Desember 24th, 2010 pada 11:29
nah trims ……….sekali…….
rasa nya sejuk kalau tata bahasa anda spt ini,………..
mohon maaf sy pun demikian………..
mari kita …ciptakan kerendahan hati……….
siapapun kita sama di mata Tuhan, ………
trims…….semoga anda memehami……
suprayitno
Desember 24th, 2010 pada 22:07
Yah mudah-mudahan dengan berjalannya waktu dan makin banyak literatur yang dibaca oleh TS akan semakin membuat dia sadar bahwa “hidup ini terlampau luas” dan masing-masing orang bisa memaknainya berdasarkan pengalaman pribadinya.
Selama masih ada nafas di kandung badan, pengalaman itu tidak akan berhenti. Jika kita berhenti mencari pengalaman, maka berhenti pulalah pikiran kita. Semakin banyak bacaan dan pengalaman akan semakin bisa memilah dan memilih manakah sesungguhnya yang disebut dengan “BENAR” itu. Benar yang tidak dipandang dalam kaca mata kuda, sebab kita bukanlah kuda yang hanya manut saja ketika dikasih kaca mata yang tak boleh melihat kanan, kiri dan lingkungan sekitar.
Bolehlah saya sampaikan sedikit kisah tentang Nietzsche yang telah membunuh Tuhan. Nietzche melihat “Tuhan telah mati” (Gott ist tot) sebagai proses sebelum munculnya Übermensch. Maknanya, tatkala Tuhan telah mati, maka bangkitlah Übermensch. Justeru, pandangan Nietzsche dalam Also sprach Zarathustra ini adalah dalam kaitannya dengan pandangan moral-nya.
Memang, sebelumnya, pandangan moral di Eropa itu didasarkan pada Kristian. Maka dari perspektif Nietzschean pula, pandangan moral agama ini dikritik. Mengapa? Kerena, menurut Nietzsche, moral dari Tuhan ini telah membatasi otonomi manusia. Manusia tidak lagi otonom, dan tidak lagi bebas untuk menjadi diri sendiri, karena kekangan-kekangan moral dari Tuhan ini.
Padanya, manusia harus mandiri, harus berani, termasuk harus memecahkan soal moral ini. Lalu, di sinilah Nietzsche melihat bahaya dari kepercayaan pada Tuhan ini, lantaran manusia tidak menjadi asli, tidak percaya-diri, serta tersekat untuk melaksanakan kehendak-dirinya. Padanya, wujudiyyah manusia itu bergantung pada kenekadan manusia untuk menjelmakan hasrat dirinya.
Berangkat dari sini, maka Tuhan menurut Nietzsche, adalah pembatas antara kehendak bebas manusia dengan realitas yang seharusnya. Maka, buat Nietzsche, manusia perlu ada fase baru, dan itulah yang dinamakannya sebagai Übermensch. Fase ini hadir setelah Tuhan mati.
Bahkan, Nietzsche tidak saja berkata Tuhan telah mati. Sebaliknya menambah, “kitalah yang membunuhnya.” Lanjutnya lagi, “oh, betapa celakanya kita telah membunuh sumber kebaikan, lalu sekarang kita berada di dalam kegelapan, dan kita tidak tahu mau menuju ke arah mana.”
Tapi, Nietzsche tidak membiarkan kita bingung mencari jalan-keluar setelah membunuh Tuhan ini. Dengan itu, Nietzsche menyeru kita bertindak mengambil keputusan-sendiri, “merdekalah, jadilah diri-sendiri!”
Maka, dalam arti Nietzsche ini, kita boleh mengambil kesimpulan bahwa “agama itu boleh dipandang sebagai hambatan” kepada mereka yang mau merealisasikan dirinya. Sekiranya ada Übermensch, maka barulah kita akan tampil-diri, dan tiada lagi ada yang membatasi diri kita ini.
Dalam perspektif ini, pandangan Nietzsche ini ada kemiripan dengan Sartre, di mana ekstensialisme-nya menekankan adanya kepercayaan pada-diri sendiri: kitalah yang menentukan takdir kita! Maka, dari Nietzsche, lahirlah Übermensch, jiwa baru buat manusia.
Saya tidak tahu apakah Nietzsche tergolong atheist atau tidak, yang bisa saya tangkap beliau justru menempatkan Tuhan pada kedudukan yang sebenarnya.
Silakan dilanjutkan…………
joko priyo
Desember 25th, 2010 pada 03:30
@ Eyang Suprayitno.
Nietzche dalam memahami Tuhan sudah salah karena disini dia menyamakan Tuhan dengan Agama, yang notabene agama menganjur para pemeluknya untuk berjalan dan berbuat sperti yang tertulis didalam kitab2nya., kalo dia tahu sifat 99 Tuhan maka dia berpikir 2 kali untuk membunuh tuhan, krn tuhan tidak pernah membatasi akal,pikiran,maupun tindakan manusia itu sendiri, apapun yang manusia mau lakukan silahkan.., tuhan sudah tidak ikut campur lagi dengan semuanya. Tuhan sudah cukup dengan sendirinya tanpa perlu manusia memberikan persembahan apapun.
Didalam kitab agama manapun tidak pernah Tuhan berkata tentang Atheisme atau yang sejenisnya, kebanyakan disebut ” orang-orang yang ingkar “. krn tidak mungkin manusia dan mustahil didunia ini orang tdk bertuhan. krn tuhan itu banyak dan bisa apa saja, termasuk keinginan, ilmu, harta, jabatan, dan lain2nya.
Jadi yg harus qta renungkan sekarang adalah siapakah ” TUHAN ” qta-qta ini….?
'rina aizawa
Januari 20th, 2011 pada 12:32
ingin kujawab dengan sangat MUDAH dan SEPELE sekali argumentasi dari tu Nietzsche tapi akhirnya ku menyadari bahwa memang pengendalian diri dan rasa itu pondasi dasar sebelum menuju ke ranjang pengantin atau ranjang apa lah saya males menguraikan…
ya memang namanya api tetaplah api bahwa antara NIEtzsche dengan sebagian orang Jawa yang kebinger adalah memang satu ras.,..
hahahahahaha…….ternyata memang orang Jawa adalah masih seketurunan dengan yahudi hahahaha…
tapi aku suka masih ada orang Jawa yang waras dan menjaga kemurnian falsafah sendiri tanpa tergoda oleh pantat yang montok hehehe…
kepada mereka lah aku berikan sebuah rokok lucky strike warna biru….
kan aku sudah bilang, hierarki itu penting, dua tahun lalu saya sudah pesan keapda mereka, penghuni bumi sebelah barat, setelah munculnya bintang komet berekor dari arah timur ke barat pada pertengahan 2007, bahwa hanya satu kata saja…
satu kata saja, namun mereka malah mencemooh aku dan menghina aku, serta meremehkan aku disisi lain ah seperti itu lah….
para ahli spiritual yang berkumpul di Bali pertengahan 2007 terbelalak kaget melihat komet panjang dari timur ke barat…
hanya satu kata saja,,,,dulu sudah aku katakan…..
namun memang dasar anak keturunan Yajud hahaha……ada saja sebuah titik kecil dari ujung api yang bergerak liar….
padahal berkali mereka membaca jangka jayabaya bahwa hanya dua kata,,,,
kalau ingin menjadi raja di Nusantara ini harus bisa menundukkan api, bisakah tangan anda tidak terbakar ketika tersentuh api, seperti Nabi Ibrahim yang tidak mempan dibakar api…
ingin aku memberikan ilmuku namun kusadari bahwa sekarang bukan masa saatnya gratis-gratisan…semua harus bayar sekarang, enak saja hahahaha….
RP
Februari 21st, 2011 pada 00:20
TS gak dihina lagi…alhamdullliah
sisupri..lagi bikin makalah apa yah…kayanya kok mau sok logisss….he he
kalimat anda…sharing yang lebih bermanfaat pri…….ketimuran aja
……………………………………………………………………………………………………………………..
lihat TUHANMU PRI LURUS SAJA PAKE AGAMAMU…
IKUT MENYIMAK………………jangan ABU ABU….
RAJA JIN DARI INTI MATAHARI...
Februari 21st, 2011 pada 00:34
orang jawa itu kentel turunan sayid anwar
sahyiang nurrasa
sang hyang mumet yang meminta izin menjadi Tuhan Yang Maha Esa..
Tuhan Mengizinkan……
pelajari jalur nabi sis…..shyang ecise……….
segerlah memurnikan agama..
sebelum rata semua……
jelas…jelas sekali tampak…….jelas
saya bangsa jin merasa kasihan dengan keabu abuan kepercayan kepada Tuhan Yang Maha Esa…
murnikanlah agamamu wahai manusia…seperti turunan ABRAHAM AS…….
segerlah ISTIGFAR……
karena sang NAGA GINI OLAD OLED….mau muncul di laut JAWA……..
gunung akan benar benar meratakan semua ….
SUBHANALLAH ……
kami bangsa jin
merasa prihatin bumi yang ndah dan suci…
diinjak oleh manusia yang merasa AKU…..
walau kami jin sebaik baik kami sejelek jelek manusia..
sungguh
KAMI PRIHATIN..
INDONESIA SUNGGUH BERBENCANA
kami jin dinti pusat matahari telah siap muja bhakti…
putaran gelap akan terjadi..
bangsa kami JIN menurut kalian…….
lihatlah pagi ini…MATAHARI TAKKAN BERSINAR LAGI
KAMI JIN MATAHARI…SUNGGUH IKUT PRIHATIN..
WASSALAMU YA INSAN
hi hi hi
Juli 14th, 2011 pada 17:53
dah ke jawab kan pertanyaan nya…hi hi hi…
maka nya jangan ke jawen melulu…hi hi hi…
hi hi hi…hi hi hi…hi hi hi…
wong jowo
Juli 29th, 2011 pada 13:28
Budaya Jawa :
- Sopan santun
- Lemah lembut
- Berbakti
- Menghargai orang /agama lain
- Pemaaf, jujur, Murah senyum/hati, Setia, Tepo sliro………….dll
Budaya Arab :
- Suka perang
- Suka Kawin / Poligami
- Kalau kotbah/ bicara Berapi-api (seperti kerasukan setan)
- Suka ngebom..
- Senang memfitnah..katanya ajaran lain sesat, kafir..
- Mata Duitan
- Bengis,
Ini fakta lihatnya nggak perlu pakai ilmu….
sabar, sumeleh, sumrambah, ngalah, ngapuro…..
nuwun…
edi
April 5th, 2012 pada 00:08
jangan membedakan adat ,suku,agama
tapi jalani menurut apa yg kamu jalani
itu baru orang indonesia
ingat mulutmu adalah harimaumu.
tri prihatin
Mei 22nd, 2012 pada 23:02
Assalmkm ki sabda, kok dah lama ga ada tulisan baru ya ??
aziz
Mei 23rd, 2012 pada 15:06
sabar mbak….. threat yg lama emang udah semua dibaca???…. banyak yg menarik lho, tidak cuma dibaca tp jg diresapi…..
HAJI JOYOBOYO
Mei 24th, 2012 pada 10:01
atheis is freedom…….like devil……no God….no religion…….sip.