MENGUNGKAP MISTERI TUHAN

WIRID PURBA JATI

 

Seluruh manusia, dalam benaknya memiliki rasa keingintahuan tentang wujud Tuhan. Maka lazim lah manusia membayangkan bagaimana gambaran keadaan Tuhan itu sebenarnya. Dalam beberapa agama samawi, menggambarkan keadaan Tuhan adalah “ranah terlarang” atau ruang lingkup yang musti dihindari, tidak menjadi pembahasan dengan obyek Dzat secara datail dan gamblang. Dengan alasan bahwa Tuhan sebagai Dzat yang amat sangat sakral. Maka menggambarkan keadaan Dzat Tuhan pun manusia dianggap tidak akan mampu dan akan menemui kesalahan persepsi, yang dianggap beresiko dapat membelokkan pemahaman. Hal itu wajar karena menggambarkan Tuhan secara vulgar dapat mengakibatkan konsekuensi buruk. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi “pembendaan” Tuhan sebagai upaya manusia mengkonstruksi imajinasinya secara konkrit. Maka atas alasan tersebut terdapat asumsi bahwa upaya manusia menggambarkan keadaan Tuhan denga cara apapun pasti salah. Namun demikian, lain halnya dengan agama-agama “bumi” dan ajaran atau kearifan-kearifan lokal yang berusaha menggambarkan keadaan Tuhan dengan cara arif dan hati-hati. Manusia berusaha menjelaskan secara logic dalam asas hierarchis, sesuai dengan kemampuan nalar, akal budi, dan hati nurani yang dimiliki manusia. Ditempuh melalui “laku” spiritual dan olah batin yang mendalam dan berat serta mengerahkan kemampuan akal budi (mesu budi).

 

PIJAKAN SASMITA

     Dzat adalah mutlak, Jumenengnya Dzat Maha Wisesa kang Langgeng Ora Owah Gingsir, dalam bahasa Timteng lazimnya disebut Qadim, yang azali abadi. Kalimat ini mempunyai maksud berdirinya “sesuatu tanpa nama” yang ada, mandiri dan paling berkuasa,  mengatasi jagad raya sejak masih awang-uwung. Di sebut maha kuasa artinya, Dzat yang tanpa wujud,  berada merasuk ke dalam energi hidup kita. Tetapi banyak yang tidak mengerti dan memahami, karena keber-ada-annya lebih-lebih samar, tanpa arah tanpa papan (gigiring punglu), tanpa teman, tanpa rupa, sepi dari bau, warna, rupa, bersifat elok, bukan laki-laki bukan perempuan, bukan banci. Dzat dilambangkan sebagai “kombang anganjap ing tawang” kumbang hinggap di awang-awang, hakekatnya tersebutlah “latekyun”, oleh karena keadaan yang belum nyata. Artinya, hidup adalah sifat dari Hyang Mahasuci, menyusup, meliputi secara komplet atas jagad raya dan isinya. Tidak ada tempat yang tanpa pancaran Dzat. Seluruh jagad raya penuh oleh Dzat, tiada celah yang terlewatkan oleh Dzat, baik “di luar” maupun “di dalam”. Dzat menyusup, meliputi dan mengelilingi jagad raya seisinya. Demikianlah perumpamaan keber-ada-an Pangeran (Tuhan) Yang Mahasuci, ialah yang terpancar di dalam hidup kita pribadi.

     Dzat merupakan sumber dari segala sumber adanya jagad raya seisinya. Retasan dari Dzat Yang Mahasuci dalam mewujud makhluk ciptaanNya, dapat digambarkan dalam alur yang bersifat hirarkhis sebagai berikut;

 

  1. Dzat; Hyang Mahasuci, Maha Kuasa, Dzatullah; sumber dari segala sumber adanya jagad raya dan seluruh isinya.

Nalikå awang-awang – uwúng-uwung, dèrèng wóntên punåpå punåpå, Hyang Måhå Kawåså manggèn wóntên satêngahíng kawóntênan, nyíptå dumadósíng pasthi. Wóntên swantên ambêngúng ngêbêgi jagad kadós swantêníng gênthå kêkêlêng. Ingriku wóntên cahyå pacihang gumêbyar mungsêr bundêr kadós antigå (tigan) gumandhúl tanpå canthèlan. Énggal dipún astå déníng Hyang Måhå Kawåså, dipún pujå : lalu meretaslah Kayyun.

 

  1. Kayu/kayyun; yang hidup/atma/wasesa, menjadi perwujudan dari Dzat yang sejati, memancarkan energi hidup. Kayun yang mewujud karena “disinari” oleh Dzat sejati. Dilambangkan sebagai kusuma anjrah ing tawang, yakni bunga yang tumbuh di awang-awang, dalam martabatnya disebut takyun awal, kenyataan awal muasal. Segala yang hidup disusupi dan diliputi energi kayu/yang hidup.
  2. Cahaya dan teja, nur, nurullah; pancaran lebih konkrit dari kayun. Teja menjadi perwujudan segala yang hidup, karena “disinari” kekuasaan atma sejati. Dilambangkan sebagai tunjung tanpo telogo, bunga teratai yang hidup tanpa air.  Berbeda dengan api, cahaya tidak memerlukan bahan bakar. Cahaya mewujud sebagai hakikat pancaran dari yang hidup. Di dalam cahaya tidak ada unsur api (nafsu) maka hakikat cahaya adalah jenjem-jinem, ketenangan sejati, suci, tidak punya rasa punya. Hakikatnya hanyalah sujud/manembah yang digerakkan oleh energi hidup/kayun, yakni untuk manembah kepada Dzat yang Mahasuci. Dalam martabatnya disebut takyunsani, kenyataan mewujud yang pertama. Ruh yang mencapai kamulyan sejati, di dalam alam ruh kembali pada hakikat cahaya. Sebagai sifat hakekat “malaikat”.
  3. Rahsa, rasa, sir, sirullah; sebagai perwujudan lebih nyata dari cahaya. Sumber rahsa berasal dari terangnya cahaya sejati. Dilambangkan isine wuluh wungwang,  artinya tidak kentara; tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan. Maka dalam martabat disebut akyansabitah. Ketetapan menitis, menetes, dalam eksistensi sebagai sir. Yakni menetes/jatuhnya cahaya menjadi rasa.
  4. Roh, nyawa, sukma, ruh, ruhullah. Sebagai perwujudan dari hakekat rasa. Sebab dari terpancarnya rasa sejati, diumpamakan sebagai tapaking kuntul nglayang. Artinya, eksistensi maya yang tidak terdapat bekas, maka di dalam martabat disebut sebagai akyankarijiyah. Rasa yang sesungguhnya, keluar dalam bentuk kenyataan maya. Karena ruh diliputi rahsa, wujud ruh adalah eksistensi yang mempunyai rasa dan kehendak, yakni kareping rahsa; kehendak rasa. Tugas ruh sejati adalah mengikuti kareping rahsa atau kehendak rasa, bukan sebaliknya mengikuti rasanya kehendak (nafsu). Ruh sejati/roh suci/ruhul kuddus harus menundukkan nafsu.
  5. Nepsu, angkara, sebagai wujud derivasi dari roh, yang terpancar dari sinar sukma sejati. Hakikat nafsu dilambangkan sebagai latu murup ing telenging samudra. Nafsu merupakan setitik kekuatan “nyalanya api” di dalam air samudra yang sangat luas. Artinya, nafsu dapat menjadi sumber keburukan/angkara (nila setitik) yang dapat “menyala” di dalam dinginnya air samudra/sukma sejati nan suci (rusak susu sebelanga). Disebut pula sebagai akyanmukawiyah, (nafsu) sebagai kenyataan yang “hidup” dalam eksistensinya. Paradoks dari tugas roh, apabila nafsu lah yang menundukkan roh, maka manusia hanya menjadi “tumpukan sampah” atau hawa nafsu angkara. Mengikuti rasanya keinginan (rahsaning karep).
  6. Akal-budi, disebut juga indera. Keberadaan nafsu menjadi wahana adanya akal-budi. Dilambangkan sebagai kudha ngerap ing pandengan, kudha nyander kang kakarungan. Akal-budi letaknya di dalam nafsu, diibaratkan sebagai “orang lumpuh mengelilingi bumi”. Adalah tugas yang amat berat bagi akal-budi; yakni menuntun hawa nafsu angkara kepada yang positif/putih (mutmainah). Sehingga diumpamakan wong lumpuh angideri jagad; orang lumpuh yang mengelilingi bumi. Disebut juga akyanmaknawiyah. Kemenangan akal-budi menuntun hawa nafsu ke arah yang positif dan tidak merusak, maka akan melahirkan nafsu baru, yakni nafsul mutmainah.
  7. Jasad/badan/raga. Merupakan perwujudan paling konkrit dari ruh (mahujud), dan retasan berasal dari derivasi terdekatnya yakni panca indera sejati. Jasad menjadi wahana adanya sifat. Jasad menjadi bingkai sifat, diumpamakan sebagai kodhok kinemulan ing leng. Kodhok personifikasi dari sifat manusia yang rendah, karena cenderung mengikuti hawa nafsu (rasaning karep), diselimuti oleh liang/rumah kodhok; liang adalah personifikasi dari jasad. Sifat-sifat manusia yang masih tunduk oleh jasad, merupakan gambaran Dzat sifat yang masih terhalang dan dikendalikan oleh sifat ke-makhluk-an. Sifat-sifat Dzat Tuhan dalam diri manusia masih diliputi oleh sifat kedirian manusia. Sebaliknya, pencapaian kemuliaan hidup manusia dilambangkan sebagai kodhok angemuli ing leng, kodok menyelimuti liangnya, apabila jasad keberadaannya sudah “di dalam”. Artinya hakekat manusia sudah diliputi oleh sifat Dzat Tuhan.

 

SISTEMATIKA MENUJU DZAT

 

Ketetapan jasad ditarik oleh akal

Ketetapan akal ditarik oleh nafsu

Ketetapan nafsu ditarik oleh roh

Ketetapan roh ditarik oleh sir

Ketetapan sir ditarik oleh nur

Ketetapan nur ditarik oleh kayun

Ketetapan kayu/kayun ditarik oleh Dzat

 

TANGGA UNTUK “BERTEMU” TUHAN (PARANING DUMADI)

     Dari uraian di atas, tampak jelas bahwa manusia memiliki dua kutub yang saling bertentangan. Di satu sisi, kutub badan kasar atau jasad yang menyelimuti akal budi sekaligus nafsu angkara. Jasad (fisik) juga merupakan tempat bersarangnya badan halus/astral/ruh (metafisik), di lain sisi. Manusia diumpamakan berdiri di persimpangan jalan. Tugas manusia adalah memilih jalan mana yang akan dilalui. Tuhan menciptakan SEMUA RUMUS (kodrat) sebagai rambu-rambu manusia dalam menata hidup sejati. Masing-masing rumus memiliki hukum sebab-akibat. Golongan manusia yang berada dalam kodrat Tuhan adalah mereka yang menjalankan hidup sesuai rumus-rumus Tuhan. Setiap menjalankan rumus Tuhan akan mendapatkan “akibat” berupa kemuliaan hidup, sebaliknya pengingkaran terhadap rumus akan mendapatkan “akibat” buruk (dosa) sebagai konsekuensinya. Misalnya; siapa menanam; mengetam. Rajin pangkal pandai. (lihat dalam Wirayat Laksita Jati).

Tugas manusia adalah menyelaraskan sifat-sifat kediriannya ke dalam “gelombang” Dzat sifat Tuhan. Dalam ajaran Kejawen lazim disebut manunggaling kawula gusti; dua menjadi satu, atau dwi tunggal. Kodrat manusia yang lahir ke bumi adalah mensucikan jasad, jasad yang diliputi oleh Dzat sifat Tuhan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut;

jasad dituntun oleh keutamaan budi, budi terhirup oleh hawanya nafsu, nafsu (rahsaning karep) diredam oleh kekuasaan sukma sejati, sukma diserap mengikuti rasa sejati (kareping rahsa), rahsa luluh melebur disucikan oleh cahaya, cahaya terpelihara oleh atma (energi yang hidup), atma berpulang ke dalam Dzat, Dzat adalah qadim ajali abadi”.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Desember 12, 2008, in WIRID KARANA JATI : Mengungkap Misteri Tuhan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 115 Komentar.

  1. Joe numpang lewat

    Adanya nama karna ada yg punya nama, adanya yg punya nama karna zatnya emang ada, secara logika zat yang ada tidak mungkin tidak ada dan yang tidak ada tidak mungkin ada, kalo yang tidak ada diada adakan itu namanya menghayal hehehehe. Mengenal Tuhan dmulai dgn mengenal aku, aku siapa dan apa aku ini. Kalo dibilang aku ada seakan akan tuhan itu punya sekutu, kalo dbilang aku tidak ada lantas bagaimana mungkin aku bisa nulis koment diblok ini hehehehe.
    Wassalam

  2. salam…..

    ikut nambahin dengan syair punya orang….

    ADA YANG ADA…ADA YANG TAK ADA
    NYATANYA ADA…NYATANYA TAK ADA

    ANTARA ADA …ANTARA TAK ADA
    ADA ANTARA DIANTARA ADA DAN TAK ADA

    wilujeung……

  3. Sugeng siang Ki Sabda,
    nuwun sewu mohon maaf,..nyuwun ijin copas ngeprint njih,..hehee,..

    maturnuwuunn…

  4. kulo nuwun ….nderek ngasuh wonten mriki kang mas sabdo..
    salam asah asih asuh.. rahayu..

  5. salam sejahtera kang sabdo…
    Nderek tanglet asal panjenengan daerah pundi,,,???
    Umpani wonten wektu saget kulo mampir,,,???
    Niki no hp kulo : 087857635333

  6. pamudji rahayu, ki sabda.
    dindek-dindek dalem nyobi mangertosi kawruh punika,
    nyuwun tulung menawi pangertosan kawula mboten pas dipun lurus lan leresaken.
    sesampunipun maos kawula gadah pemahaman piyambak, menawi janma punika jazad/bathang ingkang kebungkus cahyo (makro), lan cahyo ingkang manjing teng jazad (mikro). cahyo tanpo suluh tansah urip lan nguripi. ananging, sinaoso tansah urip sanes artinipun mboten saged rinedup. Janma ingkang eling lan njagi solahwaba punika ingkang saged ndadosaken cahyo langkung urip lan padhang.
    sembah suwun ki, dalem tengge koreksinipun.

  7. Rahayu..
    Banyak orang berbicara tentang Tuhan, rahasia Tuhan, dll apaun tentang Tuhan
    tidak sedikit pula orang yang berbicara tentang Manunggaling Kaula Gusti, tetapi ketika ditanya CARA BERTEMU TUHAN, CARA MANUNGGALING KAULA GUSTI banyak mau ngasih tahu atau memang tidak tahu (berbelit-belit).

    walaupun dengan cara semedi, wiridan, dzikir, sholat, dlll manusia tidak akan bisa bertemu dengan Tuhan, sebelum dia menemukan Guru Tuduh.

    Guru Tuduh, dialah yang akan menunjukkan cara.
    saya sudah menemukan guru tuduh tersebut.
    LUAR BIASA

    • @ Sigit,

      Maturnuwun lan salam kenal pak, saya tertarik dengan pengalaman anda yang luar biasa tentang ‘guru tuduh’, sekiranya bisa di sharingkan di sini siapakah dan apakah sejatinya sang guru tuduh tsb, maturnuwun.

      Salam rahayu,

      Dewi

  8. Salam Rahayu,
    sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada Sabda Langit, bahwa dengan membaca beberapa tulisan Sabda lengit; telah membuka wawasan saya sehingga mampu menuntun saya menemukan seorang GURU TUDUH.

    @ Dewi
    GURU TUDUH yang aku rasakan adalah seorang guru yang bisa men-TUDUH-kan (mengasih tahu) CARA bertemu Tuhan, CARA manunggaling Kaula Gusti, cara sholat yang sejati dan yang sebenarnya. BUkan guru yang hanya berbicara tentang Tuhan, tentang Manunggaling Kaula Gusti.

    Beberapa Hadits :
    “Barang siapa mengerjakan sembahyang tidak mengenal yang disembah, tidak sah pekerjaannya”
    “Barang siapa mengerjakan sembahyang tidak mengenal yang disembah, Seperti orang yang kurang akalnya”

    jadi kita harus Tahu (Bertemu) terlebih dahulu dengan yang kita sembah.

    jikalau ingin tahu Tuhan, maka kenali hambanya
    Jikalau ingin tahu guru, maka kenali muridnya.

    pengalaman saya adalah dengan membuka wawasan kemudian saya mencari dan mencari sehingga akhirnya saya bertemu dengan muridnya sehingga saya bisa bertemu dengan guru tuduh.

    • @ Sigit,

      Nggih maturnuwun mas/ pak Sigit, saya sudah menemukan linknya di https://sites.google.com/site/aahens77/pituah-guru

      Tentang guru tuduh yang sejatinya adalah mata batin kita sendiri, dengan atas ijin Allah swt, sepertinya konsepnya islam kejawen nggih mas?… ada nggak yang asli ajaran jawa saja, yang tidak ada unsur agama samawinya?… kalau ada, saya mau belajar/ mempelajarinya, mungkin di sini ada teman2 lainya yang tahu, maturnuwun.

      Salam rahayu,

      Dewi

      • sugeng dalu…jeng
        ada banyak, ini yang relatif dekat, tetapi mungkin ada yang akan direspon minor.
        1. tidur beralaskan daun pisang raja dengan bantal sapu gerang/sapu lidi yang sudah aus. (harus di ruang terbuka/tidak tertutup bagian atas)
        2. tidur di tempat sampah (lobang sampah/jugangan/pawuhan)
        “untuk mencari yang bersih, carilah ditempat yang kotor, sebab akan terlihat mana yang bersih” jika ditempat yang bersih maka yang kotorpun akan terlihat bersih.
        hari dan ujubnya sumonggo.
        jika sudah bertemu ucapkan salam, dan “kata/kalimat kunci” yang tidak diakui oleh unsur “yang mencobai” pelaku.
        ayah angkat saya mengucapkan kata kunci sampai 41 kali, dan akhirnya sosok “pencoba” itu malih jadi putri selatan.
        “panyoba” itu pasti ada tetapi jika berhasil melampaui maka akan membuka jalan yang diinginkan.
        lelaku akan lebih mengena jika dilakukan di daerah pantai. (lokasinya bebas)

        wilujeng

        kuncoro

      • Ada Wi… karena kata kunci.. jawa jawi maligi yang Asli dan Murni sudah sangat jelas tertulis dalam petunjuk sbb: “Ing Semarang Tembayat, Poma den SAMYA NGRAWUHI, Sasmitane lambang kang kocap punika” . Sesuai Sabdopalon [ menurut pendapat saya ]… inilah nanti yang akan menjadi cikal bakal munculnya agomo BUDI [ jadi… bukan Budhi bukan Budha apalagi lainya sbgmn anggapan/pendapat serta klaim2nya orang2 beragama selama ini ], namun maaf saja kalau hal ini khusus hanya bagi orang2 yang akan dipilih dan terpilih saja! Nah sekarang apakah Dewi termasuk yang nanti akan dipilih/terpilih ?………… waktulah yang akan membuktikan nantinya. [ Banyu kumpule banyu, lengo kumpule lengo ]

    • @ Kuncoro,

      Maturnuwun pak Kun, saya percaya kebaikan selalu datang dari segala arah (like Yhredaya said), mungkin lelaku yang bapak terangkan di atas cocok untuk yang lainya tapi tidak cocok untuk saya. setelah saya membacanya/ mempelajarinya, saya merasa tidak sreg untuk melakukannya… he he he…

      Saya mencoba intropeksi diri dan mengukur kemampuan diri, bertanya pada batin dan bercermin pada hati, setelah di olah-olah rasa, krenteg (guru sejati) secara refleks tanpa berpikir panjang langsung mengatakan ‘Tidak’… ogah ah, tidur beralaskan daun pisang, sendirian lagi, mending kalau berdua eh rame-rame… xixixixixi…

      Pada akhirnya, Nalurilah yang membimbing tujuan guru sejati kita, mohon maaf kalau saya salah bisa di koreksi. sekedar sharing, saya sejak remaja sebenarnya tertarik dengan ajaran jawa/ kejawen, selama ini yang bisa saya lakukan hanya bersabar, dan baru 1,5 th ini berkesempatan mempelajari kejawen dan meditasi baik dari buku atau terutama dari dunia maya/ blog. Dan memang banyak versi kejawen ini menurut individu ataupun komunitas, dengan begitu banyaknya ragam ilmu spiritual yang saya percaya semuanya juga bertujuan baik dan mulia, saya berinisiatif kembali lagi kepada naluri saya sendiri, percaya pada diri pribadi sendiri, orang atau komunitas lain hanya sebagai referensi saja, supaya dalam perbedaan sudut pandang, kita masih bisa saling sharing dan memberi nasehat/ masukan, serta tetap saling asah, asih, asuh.

      Mungkin sembahYang saya berbeda dengan yang lainya, dan mungkin lelaku saya tidak sama dengan yang lainya… walau kadang saya merasakan kesepian di tempat keramaian…. kadang yang saya lakukan sangat simple dan sederhana dan tidak neko-neko, kadang dalam menulispun saya juga bisa berusaha bermeditasi di dalam hati, meditasi senyuman…, kadang dalam bekerja saya juga bisa sembahYang dalam hati, selalu ingat pada diri sejati…, kadang jika ada semacam kerinduan yang tak tertahankan, saya mencoba menyediakan sekuntum bunga di kum gelas, setelah saya doa`i/ suggesti sendiri dalam hati, entah dari mana datangnya rasa damai itu… saya meminumnya, sebagai pengobat dahaga rindu marang Gusti, lalu dan selalu ada rasa ketentraman yang muncul dalam sanubari, suatu kebahagiaan yang tak bisa di ukur dengan kata2 (pujian) atau materi (harta) atau wadag (sosok).

      Salam Rasa,

      Dewi

      • siipp…jeng,
        saya juga pernah dijawab dengan “ikuti kata hatimu, lakukan apa yang kamu anggap baik dan benar” sama kakek saya.

        wilujeng

        kuncoro

      • JDD – jeng Dewa Dewi (-:

        Kitab suci Islam : Al Quran. Kitab suci Yudaisme :Torah. Kitab suci Kristen/Katholik : Injil,perjanjian lama dan baru. Kitab suci Hindu : Weda, (dan Bhagawat Gita)

        Kitab suci Buddha : Hatinurani. Dalam buku2 suci, misalnya, ada perintah untuk …. membunuh ,merajam, wanita2 dan pria2 (biasanya wanita ) yang dipergoki selingkuh. Ada juga buku suci yang memerintahkan membunuh orang … kafir, atau orang yang berganti agama. Itu buku,tulisan manusia, tidak mak gedebug turun dari langit.

        Coba tanya hatinurani mu, apa pembunuhan atau kekerasan boleh dilakukan atas nama agama/kepercayaan ?

        Menurut saya JDD sudah ada di jalan yang benar. Paling tidak … arah perjalanan njenengan sudah benar. Belajar dari orang lain, baca buku2 bermutu, bermeditasi, dan yang paling penting, itu tadi, konsultasi dengan nurani.

        Salam katresnan hatinurani, luv u full (-:

      • @ Kuncoro and Bala(ne)dewa and all,

        Maturnuwun atas perhatiannya, saya juga masih belajar, belajar lelaku sabar memang tak semudah kata2 yang hanya sekedar slogan saja, saya beruntung bertemu teman2 semuanya di sini, walaupun tak pernah bertemu di bumi tapi kita masih bisa saling berbagi/ curhat, saling asah asih asuh di kahyangan, karena walau kelihatan tegas tetapi sebenarnya kadang saya juga masih suka mewek aslinya… so sensitive gitcu lho… he he he… itu tandanya bahwa sekuat/ sekeras/ semandiri apapun kita di dunia ini tak bisa hidup sendiri/ menyendiri/ mengeksklusivekan diri, kita selalu ingin berbagi, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan yang lainya, maturnuwun.

        Salam sayang,

        Dewi

      • Dewi@salam Kerta-rahayu bagi yang menganut ya ;)

        WAAW…tdk semua org mampu menanam prinsip spt Jeng dewi ini,………………..,
        hmmm mata batin (mnurut apa yg sy bs pahami dn sy rasakn ndiri) IA (mta batin) seperti seorang guru yg selalu mamberi ruang,pun mengarahkan kita pada kesejatian itu sendiri/kebenaran…..mungkin jika sy tak salah menerjemahkan guru tersebut sperTinya trletak/berbicara melalui dada/daerah sputar jantung…….
        ….tpi semua kata2 sy ini bukan untuk memuji atau bahkan untuk menunjukkan diri bahwa saya tau sedikit ttg prinsip kesejatian…..

        Apakah yg dmaksud kesejatian itu adalah wit/asal/mula/mulai/sumber……semua itu tentu tak akan mampu terjawab oleh siapapun kcuali oleh sang individu yg melakoni kesejatian itu ndiri sesuai skenario yg telah dicanangkan berupa pilar energi ketuhanan yg telah terpola(sbagai wjud maya/prekreti(sbagai sbuah pijakn/sbagai sbuah pola yg di design untk bs tetap berada di bumi/mayapada)) Pun telah ditanam ditanam sdemikian rupa dlam wadag sbagai bahan pertanyaan pd sang sumber/memperkuat keyakinan

        Ya…..itulah kebenaran………namun kebenaran pun masih dibagi berupa kebenaran dan kebenaran sejati,………
        nah….matabatin/kbenaran : hingga dsini kebenaran inilah yg kita jadikan tumpu untuk sementara waktu,sbagai penasihat,sbagai penerang jalan/sinar untuk menuju kehidupan dengan kecerdasan spiritual yg pda akhirnya melahirkan kecerdasan intelektual…….selesai…….tentunya TIDAK,Belum
        Mengapa belum……alasannya adalah TERJAWAB !!!!!!!!
        Maksud saya adalah : jikalau kita mengetahui mata batin ini…….apakah kita hanya akan selalu mengamatinya sebagai sinar pencerahan saja…….ataukah kita akan bertanya2 sebagai apakah kamu wahai sang mata batin….untuk apakah kamu di adakan membimbingku…….jika itu pertanyaan yg ada dalam diri kita maka yang paling tepat dilogikakan adalah dia akan menjawab sang penanya…….kamu bertanya Tuhan menjawab….

        Lalu ketika bertanya dan IA menjawab,apakah dia bs disebut sebagai kebenaran sejati,
        Mungkin YA…… dalam strata/sub tertentu…..namun kesejatian adalah kesejatian itu sendiri……..artinya kesejatian itu hendaknyalah AKU,
        Contoh : jika kita melihat/mengamati…pun mengikuti atau bahkan bertanya2 pda sang mata batin ini…….lalu siapakah SANG HYANG mengamati,bertanya dan atau yg mengikuti si mata batin ini……pastinya jawaban “ITU” adalah “AKU”
        He he he……..rumit ya……!!!
        tidak juga…….Ana Tan Hana…..itulah sifat Kebenaran Sejati,

        Lalu kita bertanya2 pada diri lagi dengan kecerdasan logika kita……lalu apa selanjutnya setelah mampu terjawab oleh sang mata batin….sedangkan sang mengamati mata batin itu selalu saja terindikasi sebagai AKU/Sang Diri,sang diri yg saat ini hanya mampu kita sadari sekilas sebagai YA itulah AKU yg sejati…atau tanpa kesadaran sempurna….hmmmm……lalu dan lalu apa……tidak ada jawaban yang pasti sebelum kita mengarahkan tujuan hidup kita pada sebuah tujuan yang mulia(itulah yg dsebut sbagai tidak ada product gagal dalam berketuhanan)………yakni mencapai kesadaran tertinggi/kesadaran sejati/kesadaran sempurna/raja dari segala raja(setidaknya raja untuk diri pun tubuh kita sendiri/pitrah/kemenangan/pembebasan)
        yang akan berujung pada cinta kasih Tuhan yang sejati,kasih sayang

        Caranya : ya gtu……jika ada atas tentu ada bawah….jika ada kiri tentu ada kanan…..jika ada Depan tentu ada belakang….jika ada yg mengungkap terang di bumi tentulah gelap di bumi pun akan diungkap oleh selanjutnya,gelap-terang,…….
        Lalu jika anda pertanyakan sendiri siapakah anda2 ini……Andalah sebagai yang mengamati,AKU Sang mengamati…….seperti halnya mengamati sang mata batin tersebut…ya to…..SANG PENGAMAT MATA BATIN,………..do U ???

        Jika seseorang menunjuk telunjuknya ke atas….apakah dia memahami bahwa yg Ia tunjuk itu sebagai atas semata…..bisakah atas itu juga ternyata adalah samping atau bahkan bawah,ini jika dia sang penunjuk menyadari bahwa bumi bulat yg sejatinya berputar pada porosnya…..dan atas yang ditunjuk,…pun dimaksudnya itu sejatinya atas seiring perputaran waktu,sebagai atasnya siang,atasnya malam,atasnya samping kanan-kiri…oleh sebab bulatnya dan berputarnya sang bumi…….dan oleh ruang hampa yang kita indikasikan sbagai langit tsb ternyata juga berada/menguasai : atas,bawah pun kiri kanan bumi yg kita pijak…..
        Lalu dan lalu kita merasa hanya berputar2 saja pada pengetahuan yang itu itu saja….lalu kemanaa lagi kita bertanya selain pada diri sendiri……yaitu poros dari hidup yg kita jalani….sebab terlahir pasti akan menemui ke musnahkan…..lalu sebut saja dirimu sebagai pemelihara hidupmu selama masih di bumi…….terserah apakah kamu mencitrakan dirimu sebagai memelihara hanya dirimu ataukah lebih luas lagi memelihara bumi atau lebih……setidaknya engkaulah sang pemelihara keberadaanmu….untuk menuju kesadaran sejati/kemuliaanMU,

        Oooo yaaaa……..jika ada atas ada juga bawah,ada kiri ada juga kanan…jika ada mata batin tentu juga ada mata2 yg lain……sebut saja mata itu sebagai mata kebijaksanaan…..bukankah ketika sang AKU yg belum disadari ini adalah yang kita maksud sebagai kesadaran tertinggi sebab IA terasa lebih tinggi sebagai yg mengamati mata batin….jika YA tentulah Ia bs di indikasikan sbagai yg tertinggi…..tentu letaknya jg ada pda bagian tubuh yg tertinggi/kepala (di tengah2 kening)…disebut sebagai mata kebijaksanaan,

        Nah…..apakah kita harus memilih yang mana….pastilah kita harus mengandalkan kecerdasan kita toh…setidaknya gunakan kecerdasan spiritual kita untuk memahaminya…….jika semua berpasangan….maka bs sj kedua mata tersebut kita indikasikan sbagai dua kesejatian berupa sebuah kesatuan utuh/kolaborasi untuk mencapai keseimbangan/ kesadaran sempurna…..jika kita umpamakan mata batin sbagai linggam….maka mata kebijaksanaan kitalah yg harus mengisinya sebagai yoni berupa cita2 mulia/beranjak dari keinginan mencapai kesadaran sejati….sbagai unsur laki dan unsur perempuan…..maka lahirlah bayi atau jalan menuju kebenaran Sejati,Pengetahuan universal

        Apakah ini menakutkan….Saya hanya bisa menyebutkan ini sebagai jalan melampaui kematian……apakah orang yang menuju kematian mengalami rasa ketakutan….uhmmmmm……jawabnya : MELAMPAUI

  9. Salam Ning Dewi, Kang Sabdo dan poro sedulur semua.
    Mohon maap….kalau ning Dewi ingin paham dan mendekat pada Sang Maha Semuanya maka salah satu jalan adalah lebih mendalami sampai mampu memaknai/ menerangkan “How” dan bila lebih dalam lagi maka mampu menerangkan “Who” dan paling mendalam mampu menerangkan “Why” apapun keilmuan/keahlian yg paling bisa dijangkau. Apabila tataran terdalamnya sudah dipahami maka akan lebih mengenal Sang Pemilik/Sumber dari segala Sumber Keilmuan tersebut.
    Salam terus belajar sampek masuk kubur.
    Paklik ABR.

    • How,who,why : Pak Lik, apa salahnya pake bagaimana, siapa, dan mengapa, atau piye, sapa, lan, kenapa ? Rasanya kurang … nyos pake bhs Inggris di blog kejawen. Keren,mungkin, ning tetap saja kurang nyos,joss …. Maaf,lho Pak Lik.

      • He…he..he…matur suwun pangemutipun.
        Nuwun sewu…njenengan kok ugi ngagem asmo “Guess Who?” …..maap…maap…he..he.

      • Salam Mas Guess Who? (GW).
        Sebenarnya istilah bhs asing yang saya pakai karena mengambil dari tulisan orang lain sehingga saya kasih tanda petik.
        Ini tautannya bila ingin sekedar tahu.

        http://journals.hil.unb.ca/index.php/antistasis/article/download/18945/20738

        Maap…kalau ada tulisan yg kurang berkenan.
        Lik ABR

      • Disini dulu ada orang pinter dan lucu. Nama – gravator – nya (om) Bima/TS. (om) B/TS ini sering pakai banyak nama a.l Guess/Guest who. Lha terus saya buka kamus saya, cari arti guess/guest. Kosa kata saya jadi bertambah. Saya ini kolot dalam pemikiran, sering terpaku pada ‘siapa’ yang menyampaikan pesan daripada ‘apa’ pesan yang disampaikan. Kekolotan yang tidak sehat, yang perlu saya hilangkan. Mekaten,Lik.

      • Lik ABR,

        Guess who, how,who,why : Pepatah benar, kuman di seberang lautan tampak, gajah di depan hidung malah tidak kelihatan. Jadi saya pake kukuruyuk saja, nanti minta dibutkan jenang abang sama si Mbah (Wage), yang telah memberi saya inspirasi.

      • Salam Mas Kukuruyuk.
        Waduh…mohon maaf…jujur mas, sebenarnya saya tak bermaksud menyindir….cuma spontanitas saja dan memang tak harus gajah, sebutir debupun kalau ditaruk di pelupuk mata pasti mata akan menutup (klilipen) dan pasti semuanya tak tampak. Eh…nggak tau yah…dulunya siapa yg bikin pepatah tersebut.
        Sekali lagi….mohon maaf mas Kukuruyuk sampai jadi merubah nama nik-nya.
        Salam Paseduluran.

      • Gues who@rahayu

        Bahasa menunjuk bangsa,bahasa Tuhan adalah bahasa sederhana,bahasa paling sederhana adalah bahasa simbol….bahasa simbol terlahir dari mengamati alam…..dan dari alam itu pulalah timbul bahasa,bahasa membentuk budaya( Budi daya)…….jika kita memutuskan untuk berkutat pada agem/budidaya : alangkah bijak jika orang tersebut memilih untuk berkutat pada agem/ngaku agem/Budi dayanya sendiri tanpa harus selalu menyatakan kata si anu pun agem di dunia si anu sebagai yang ter-anus….eh ter-anu…
        sebab manakah mungkin semangka berdaun sirih kata sebuah lagu (walau mirip2 sedikit)……..manalah mungkin orang yg hidup di kutub dipaksakan mengenakan baju u can See atau tank top atau rok mini…dan jika pun mereka berniat…akal sehat mrk tentu akan memilih mengenakan itu di daerah yang tepat……sebab bgitulah naluri
        sederhana manusia…..yakni sekumpulan manusia yg hidup di kutub akan berbudaya sesuai dengan pola hidupnya….demikian juga yg di gurun yg panas akan berpakaian grombyong supaya keringatnya tdk sempat menempel di kain baju dan menimbulkan bau tak sedap…..ataukah mereka yg hidup di daerah tropis akan menerjemahkan keragaman dan keindahan alam untuk menunjukkan penghargaan mereka pada kekayaan alam yg disediakan tanpa harus dibatasi dalam budaya kaku yg mengungkung dirinya dalam keadaan tidak boleh menikmati apa yang tersedia di alam dan disediakan untuk di manfaatkan seluas2nya…..yakni keinginan bebas oleh keadaan bebas yang disediakan alam sekelilingnya,

        Namun akan sangat berbeda kebebasan itu jika di terapkan di belahan dunia lain selain daerah tropis….contohnya di kutub,org2 dsana hanya punya pilihan berbaju tebal untuk menyelimuti tubuh dri rasa dingin yg membunuh….walaupun mreka ingin tampil sexy atau brbaju sederhana selayaknya org2 di daerah tropis…namun alamiah yg memaksanya untuk tdk mempunyai kemampuan itu…….sama juga halnya dengan orang gurun dengan badai gurun nya yg ganas……ya kehidupan dan budaya yg terbentuk pun akan tdk pernah jauh dri keadaan lingkungannya mereka…..pun sifat2 keganasan alam tersebut akan tertoreh dan tertanam kedalaman tingkah laku makhluk hidup yg yg bernaung di jenis alam seperti ini…..seperti tumbuhan kaktus,kadal,ular,kalajengking,Intan,burung nazar dll yg intinya punya daya tahan terhadap alam yg bersangkutan………

        nah budaya yg tumbuh disana sekalipun tidak akan jauh dari apa yg bs mereka saksikan dari keseharian yg mereka alami…….contohnya di kutub : transportasi yg digunakan adalah anjing penarik Kreta salju,krn itulah yg tersedia,di gurun ada Intan yg mampu menampung air di perut sbagai persediaan air dalam perjalanan Mak,……nah klo di daerah kita ini…….yg segala tersedia…..tentu bs pke kuda,membuat kereta beroda,klo di air pke perahu,klo di udara pke Garuda dan lain sebagainya……..

        Klo demikian adanya yaaaa…….jangan cuma bisa mnyebutkan kata si anu saja jeng ,skali2sebutlah menurut saya (akan terdengar jauh lbih terhormat dripada skedar membaca dan melantunkan kata2 si anu……atau bahkan ikut-ikut tak menentu hanya karena perut lebih gampang terisi dengan bermodal bahasa Inggris atau Mandarin lalu mngorbankan kberadaan dan kmerdekaan anak cucu buyut moyang kita kelak he he he……

        Tapi itulah kebenaran,………..jika semua ingin jadi Pandawa siapa yang hendak mengaku jadi korawa……Rwa memang bunda….jika ada gelap maka setitik terang akan menjadi sangat berguna…….jika kegelapan tidak berkuasa…maka dua matahari yang bersinar terangpun pun tiadalah guna……

        Kerta-rah’ayu

      • koreksi

        * Intan = Onta

      • Tapi itulah kebenaran,………..jika semua ingin jadi Pandawa siapa yang hendak mengaku jadi korawa……
        ——————————
        Priiit ! Kurawa tidak selalu … jelek. Disana – Kurawa – ada Resi Bhisma,Baladewa, dan Karna. Sebenarnya, tak ada satupun diantara Pandawa (Lima) yang bisa mengalahkan tokoh2 itu, ditambah Durna. Mereka ‘kalah’ karena alasan2 tertentu : Resi Bhisma mengalah, karena dia tidak mau melihat Pandawa …. kalah,Baladewa – tidak mau ikut campur, Karna – karena di’keroyok’ Arjuna,Kresna, dewa bumi, dan sebelum perang anting2 dan tameng saktinya dikembalikan pada dewa …. Oh ya,Durna ‘kalah’ karena senjatanya dia lepaskan setelah mendengar kabar anaknya gugur … Kurawa BUKAN gudang orang2 culas …

      • Waduh…mohon maaf…jujur mas, sebenarnya saya tak bermaksud menyindir….cuma spontanitas saja ……..
        ——————-
        Lik ABR,

        Postingan : puisi, cerita,dongeng,dll itu sebenarnya kan juga sindiran. Sindiran untuk kemapanan,untuk orang lain, dan untuk diri sendiri. Ini salah satu sisi postingan.
        Soal kopi mengopi, kalau terlalu manis malah ndak ada rasa kopine lho.

      • Bala(ne)dewa@

        Tepat kang mas……maka itu semampunya saya menghindari menulis baik- jelek(tidak baik)
        Karena saya jg sedikit memahami di dalam manusia yg tidak baik skalipun tentu ada sisi baik nya,sayangnya setelah mati lah mereka2 yg lupa2 ini akan menyesali kelupaan nya itu
        …….kalau sja boleh,saya akan lebih lebih memilih kata KEANGKARAMURKAAAN oleh sebab sifat lupa,bahkan manusia setengah dewa skalipun tiada luput dari sifat lupa,

        Namun apapun itu trimakasih atas koreksi nya,rupanya masih banyak orang memahami sbuah cerita secara kritis bin cerdas,bukan hanya sekedar membaca dan memahami secara dangkal,lalu menelan MENTAH-MENTAH sebanyak2nya hingga MUNTAH…..tah….tah…..he he he

        Kertha-rahajeng

    • @ ABR,

      Maturnuwun paklik, how-who-when adalah taraf pemikiran yang masih melekat pada pemikiran analisa manusia tentang sesuatu/ sosok, dengan banyaknya pemahaman2 yang beredar di luaran sana, tidakkah alangkah baiknya jika kita kembali pada/ ke dalam diri lagi…

      Byar padhang terawangan awang-awung sing ono mung ingsun…

      Kata2 ini sangat mudah di ucapkan, tapi sangat sulit di realisasikan oleh karena manusia yang memang sudah di bekali ego dan 7 unsur pembakar unsur jati dirinya manusia yang telah dibekalkan sejak jabang dalam sapta pertala garba, tidaklah cukup dengan renung, patrap, mawas, welas, dan sabar…

      salam hormat graakk!,

      Dewi

    • Kang ABR,

      How – bagaimana – dalam agama Buddha lebih penting daripada who – siapa – dan why – mengapa. Bagaimana kita menyikapi (ke)hidup(an) – dan (ke)mati(an) – ini lebih penting daripada menanyakan si who dan si why yang jawabnya sering kurang relevan. Sumber ilmu ? Alam.

      Salam katresnan alam,bagaimana, dan mbel

  10. He…he….. akang MK3 kepingin ngambil mantu JDD ya?
    Siiiiplah…..biar padhepokan ada kembangnya dan ada yg buatin kopi kalau saya lagi mampir.
    Hoo..ho..ho… salam bergerilya kang…mudah-mudahan mau.

    • @ Mk3 (Mbah Cap Kaki 3),

      Hmmm, mbah bisa aja deh, trus saya harus jawab apa mbah?.. kalau nggak di jawab ntar di kira somse= sombong sekali, kalau di jawab ntar di kira promosi… xixixixixi….

      @ ABR,

      Halah paklik, mentang2 habis pulang tugas dari lebanon, kata/ sandi ‘gerilya’ di bawa2 ke diskothiqe kahyangan… he he he…

      Ampun kwatir, mumpung malam minggu, niki lho tak suguhi kopi… monggo…

      @ Embrios,

      Hai thanks for your long enlightenentment, nice to see you and met kenal ya…

      First, what is kerta-rahayu means?… saya juga masih belajar memahami, becouse somehow hidup ini juga suatu proses/ belajar… terutama belajar memahami dan mencintai diri sendiri, jika kita memahami jagad kecil kita sendiri, akan sangat mudah bagi kita untuk dapat memahami jagad makro/ alam raya… alert this: each individu is jagad mikro.

      The thinker of the truth?… where the truth is there`s no thinker…

      @ Sederek Sedoyo,

      Berikut saya petikkan untaian kata dari seorang pujangga jawa yang mendalami ajaran jawa ingkang kajawi… jiwa jawi…

      Manungso sak dermo hanetepi jibah jejibahan titah sang Titah.. manungsa tataran punjuling apapak.. tak sanggup tuk berkata.. gerak dalam diam.. diam dalam gerak… meneng sakjeroning meneng… aku yang bukan aku… jangan jadikan pegangan… sebab ..

      Aku adalah galih kangkung… manusia tanpa rupa dan raga… hanya seketsa dari milyaran seketsa… tak berujud kasunyatan… lengang .. sepi, dingin, sunyi dan kledang – kledang di kejauhan.. bak fatamorgana .. tampak mata… tapi tak teraba…

      Byar padhang terawangan awang-awung sing ono mung ingsun…

      Salam sayang,

      Dewi

      • He..he…he….suwun kopine ning…hmmm….jiiiaaan manise..koyo sing nggawekno…ho..ho….kabuurr ..mumpung gurung dijiwiti.

      • @ Dewi, kalau kagak mau jawab ya udah. Lagian ini topiknya khan tentang “Mengungkap misteri Tuhan” bukan Menyingkap eh…mengungkap misteri Dewi :mrgreen: …….Mohon maaf dan salam hormat kepada ki Sabda.

      • Misteri Tuhan = misteri manusia

        Mk3,

        Tuhan itu tidak hanya di atas/bawah sana. Tuhan juga ada didalam hati manusia, kata orang2 bijak. Misteri Dewi tidak terpisah dari misteri Tuhan. Nah lhooo…

      • Dewi@

        Met (bukan memet) kenal juga den ayu,(den opo jeng ya)

        Kertha rahajeng…..maksud saya sih semoga sejahtera,atau sejahtera selalu,atau berdoalah kita semua untuk kesejahteraan kita semua,atau mungkin maksud terselubung saya kesejahtraan(kemakmuran) segera tiba seiring matahari bersinar di ufuk timur ( bukan Timteng Lo)

        Kalimat itu salah ya…….Salah ya…….hehehe….maklum saya agak2 lupa bahasa ibu,terlalu lama di Belanda dan lbih bnyak berbahasa orang2 sana……mohon dimaklumken den jeng dewi

        Yaaa benar…..Semua ini proses…..dan dalam proses berketuhanan membutuhkan kesabaran yang lebih dari awam untuk tetap berdiri di dalam diri dengan mantap,bergerak dengan kokoh melalui kebijaksanaan.

        Orang- orang berproses,Jeng dewi den berproses,saya juga berproses,

        Pencerahan berarti mengingatkan seseorang pada kemuliaan yg tlah ada pada diri orang tersebut,sbagai perlengkapan untuk kembali pada asal/ sumber misteri/begawan evolusi hihi….(maaf tidak ada maksud menggurui siapapun dsini, Karena saya yakin apa yg saya katakan ini sudah banyak juga yang tau dan izinkan saya menuju mereka yg terlambat tau/belum tau,jadi mohon maaf atas keluguan saya)

        Mencerahkan sinar kasih seseorang dengan sinar yang sama yg tlah ada di semua makhluk hidup seumpama poros utama/sinar suci yg bergetar di semua sub alam dari sumbernya……sehingga suatu saat menjadi benderang dari dalam diri seiring menguat/sempurnanya kesadaran(ksadaran diluar jasad mikro) kita terhadap getaran sinar penopang hidup ini menuju sang sumber,ITU
        Ada namun tiada ada,
        …….apakah ini disebut keyakinan…….kadang yakin kadang juga tak yakin hihihi..
        …..karena begitulah sifatnya…sebut saja sbagai LAKU.

        Apakah saya mencerahkan,……uhmmmm…..mungkin iya bagi mereka yang mempunyai getaran energi cinta kasih yang sama…..dan tidak tercerahkan bagi mereka yg abai akan getaran energi kasih yang dimaksud,

        semua itu tergantung kesadaran ingin menyadari atau mengabaikannya……sejatinya semua orang punya sinar cinta kasih sejati…..tpi karena sesuatu dan lain hal yang menutupi hati merekalah sehingga mereka masih agak malu-malu kucing,…atau masih tertutup oleh tebalnya EGO,atau bahkan butha/lupa/kebodohan

        (NB : coba saja perhatikan para penghuni alam butho ….bandingkan sikap dan sifat mereka dengan para lupa-lupa ini…..kira2 seberapa banyak kemiripan sifat2 mereka…….pasti terlihat lucu dech….tegas dan sedikit garang…..tapi sedikit malu-malu dan berusaha mnyembunyikan sebisa mungkin jika disebutkan aslinya he he he he….)
        Ya gtu dech….mari kita senyum2 simpul saja tanpa harus memaksakan mereka yang lupa untuk tidak lupa/eling…..Biarlah mereka berada pada alam pilihannya atas kesadarannya sendiri…sebab mengusik kebodohan adalah berbahaya.

        Thinker,….benarkah demikian adanya !!!!!!
        Ataukah Tuhanmu tau apa yang terbaik untuk ciptaannya,
        Itulah sebabnya kita terkadang merasa tidak terjawab……merasa…..namun selanjutnya kita akan memahami itulah yang seharusnya/kebenaran……….sesuai dengan kebutuhan/Tuhan akan datang apabila kamu siap…….YANG TERBAIK,TEPAT lebih baik dari benar…….sebab di atas kebenaran ada kebenaran sejati,MELAMPAUI PIKIRAN

        MELAMPAUI : melampaui keyakinan,melampaui ketakutan dan melampaui kematian,dan lain sebagainya berujung pada kesadaran sejati,melakukan tanpa berbuat

        Banyak orang yg berkata2 janganlah mementingkan hidup keduniawian sebab hidup di alam sana jauh lebih utama……pertanyaanya : alam yang mana,punya peta lokasinya tak, untuk dibagi2kan dengan gratis….tis…tis…tis…(gratisss….bayar dunkzzz) he he he,

        apakah dengan tanpa keinginan adalah segalanya……mungkin ya….tpi itu bukan yg tertinggi…..datang,lihat,buktikan,
        Maksud saya dsini : Apakah kita cukup bijak menasihati sepasang suami istri walau nasihat itu bagus benar dan tepat,namun dsisi lain kita sendiri tiada pernah melakukan sebuah pernikahan sekalipun,intinya petuah yg benar namun mentah

        Sama halnya jika seseorang mengajarkan/menanamkan bibit kesadaran cinta kasih kebenaran/kesejatian/ketuhanan yang mungkin dengan ketekunan pun kesungguhan hati sang pendengar/penyimak hingga mampu memupuk dan menumbuhkan benih2 tersebut hingga bertumbuh kembang subur dalam dirinya,dan itu……akan membangkitkan semua kekuatan Tuhan yg telah disertakan tuhan didalam tubuh setiap manusia…….dan pun sang penanam kesadaran sejati ini punya tanggung jawab terhadap kelangsungan semua proses/perjalanan maupun kselamatan (nampak atau tak nampak sama saja krn bukan tubuh yg belajar,sbab energy itu tlah terhubung sebagai satu- ksatuan utuh yg terangkum oleh sumbernya,tinggal tekan tombol ITU,
        bukan sbagai murid dan guru namun lebih kepada persaudaraan,sebutlah sbagai persaudaraan ketuhanan,yang membiasakan diri saling menghormati tanpa kultus,sama2 belajar dan saling mengingatkan satu sama lain) pun menuntun kesadaran melalui kesadaran di semua alam/di alam apapun benih itu kbetulan bertumbuh,(guru keluaran pabrik model spt ini adalah guru yg mngajar disemua alam) slalu ada sebagai penuntun bagi mereka yang eling pun menetapkan laku kesadaran sang2 ini di dunia maupun di akhir/setelahnya,menuntun dengan kesabaran super sabar hingga Sang2 ini mampu melihat guru hidupnya sendiri sbagai miliknya sendiri untuk bs sampai kepada sumbernya,
        Pun bagi guru model ini tidak akan mau menerima keuntungan materi apapun untuk pribadinya,bukan sumbangan atau pujian,namun tujuan mengingatkan manusia pada kemuliaan mereka sendiri,itu saja

        Itulah beda antara guru sejati dan guru besar(guru tersohor),guru sejati lebih pemalu dan banyak menghindar(bukan sok exlusive)…bukan berarti guru sejati ini lebih egois…guru sejati otomatis akan bergerak jika alam membutuhkan,jika sang guru berhenti sekejap saja maka tubuhnya akan hancur berkeping2…… Dan ia slalu bergantung pada kebijaksanaan universal,GOD CHAIN

        Rahayu

  11. mungkin akan lebih bijak jika kita tidak terjebak dalam “api di siang hari” dan “asap dimalam hari”
    mati matian mengejar kilatan cahaya ke berbagai penjuru, yang sebenarnya kilatan tadi adalah pantulan dari cahaya kita sendiri.
    berhenti berfikir dan lakukan, sperti kisah bima dalam cerita dewa ruci.
    begitu pikiran berhenti disitulah kita masuk dalam meditasi. tidak terbatas “sedang apa, dimana” dsb. disitulah kita masuk kedalam diri sendiri.

    wilujeng

    kuncoro

    • @ Rengganis and All,

      Nggih maturnuwun infonya… tentang sabda sabdopalon, apakah ini benar2 ramalanyang akan menjadi kenyataan atau sekedar dongeng dari budaya peradaban nusantara?… kita semua hanya bisa wait N see…

      http://dongengbudaya.wordpress.com/

      @ Kuncoro,

      Terima kasih, njenengan telah mengingatkan saya bahwa begitu pikiran berhenti, di situ sebenarnya kita masuk ke dalam ruang meditasi, ruang kontemplasi untuk masuk ke dalam diri sendiri…

      @ Mbah Cap Kaki 3,

      Mbahku sayang, jawabannya belum, alias belum laku mbah… xixixixixi…

      Sssttt, carikan dong mbah ^_^… thanks… hmmuuaahh!!…

      @ ABR,

      Lha piye to, mari tak suguhi kopi kok malah mlayu plencing… O, iya sepurane paklik, mungkin saya lupa menyuguhkan pisang gorengnya… rasanya kurang afdol ya… he he he…

      Ngomongin kopi jadi ingat lagunya Nyimas Elvi Sukesih di bumi, Ini tak kirimi lagu dungdat sepanjang masa, siapa tahu bisa menghibur semua pengunjung diskothik kahyangan ini… Siiiiip deh!…

      @ Embrios,

      Hoe gaat het?… ik hoop goet… ik een meisje…

      Dank u, makasih, saya menyimak tulisan anda, Ini mbak apa mas ya?… di sini tak ada istilah yang menggurui atau di gurui kok, semua bisa saling sharing pengalaman, ide, pandangan dsb. Semuanya bisa saling menginspirasikan kepada sesamanya. Saling simbiosis mutualisme dalam asah,asih,asuh rasa sayang dan persaudaran.

      Nice to hear that you were in abroad, semoga hari2 anda di holland menyenangkan. Bagaimana kehidupan spiritualisme di sana? He he he… Saya kagum dengan belanda oleh karena demokrasinya yang jauh melampau negara2 eropa apalagi amerika. Negara yang lama menjajah indisliche land/ nusantara, ketika belanda angkat kaki, mereka mewariskan kultur sistem perairan, transmigrasi dsb termasuk meninggalkan sistem hukum ala kolonialnya, yang mana sistem hukum di belanda juga sudah menghapus hukuman lamanya yang telah usang dan tidak sesuai dengan HAM, tapi anehnya di indonesia masih di laksanakan.

      Indonesia bisa di katakan kaya akan kehidupan beragama/religion tetapi itu tak menjamin penduduknya menjadi religius/ spirituality… mungkin ini adalah tantangan generasinya di masa yang akan datang, di mana spiritualitas tak harus di tuangkan dalam bentuk religion yang kaku, melainkan dalam tatanan kehidupan yang plurar termasuk dalam bentuk hukum yang bisa memayungi keanekaragaman perbedaan.

      Kita harus berubah, karena Hidup adalah evolusi dan akan selalu berevolusi… satu2nya di dunia ini yang tak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. but the change is must came from inside, a fundamental change is inside within.

      @ Bala(ne)dewa, All,

      THE BALLAD OF THE HEI MIAO… is refers to to the black Miao, a hill tribes of chinese origin. This poem originally appeared in myths and legends of china…

      Who made heaven and earth?
      Who made insects?
      Who made men?
      I who speak don`t know…

      Heavenly king made heaven and earth
      Ziene made insects,
      Ziene made men and demons,
      Made male and female.
      How is it you don`t know?…

      How made heaven and earth?
      How made insects?
      How made men and demons?
      How made male and female?
      I who speak don`t know…

      Heavenly king was intelligent,
      Spat a lot of spittle into his hand,
      Clapped his hand with a noise,
      Produce heaven and earth,
      Tall grass made insects,
      Stories made men and demons,
      Made male and female.
      How is it you don`t know?…

      Salam dongeng kehidupan,

      Dewi

      • Sanghyang Jaran Kepungan Ghumi

        Kabar Baik Mba Jeng Dewi,
        Mohon maaf baru bisa jawab ( krn jarang jalan2 di DUniaMAYa)

        Tepat sekali bahwa disini di dunia sperti ini tidak ada istilah siapa mengajari siapa atau siapa akan belajar dari apa,selain kehendak bebasnya / freewill,
        namun hendaknya saya harus selalu mengutamakan kerendahan hati dengan maksud melindungi perasaan orang lain yang berarti juga saya melindungi perasaan saya sendiri,

        Dalam dunia sperti yg dimaksud : bertanya adalah menemukan jawaban/ terjawab,
        Mencarujawaban dengan segala upaya….jika sang pencari benar2 membutuhkan jawaban dari pertanyaanya itu…….contohnya bs dengan browsing di internet,bs melalui buku2 dll cara yang tersedia……..dan yang pasti sang dirinyalah yang paling berperan melakukan senua usaha itu…..itulah yang saya pahami dari pemenuhan mbak ku dewi !!!!!!

        Saya bukan laki bukan perempuan bukan juga keduanya,saya adalah AVATAR saya……yaitu……EMBRIOS.
        __________________________________

        sangat menarik memang pembicaraan2 yang ada disini ini,saya suka menyimak untuk menambah wawasan saya sendri,……sperti ulasan kang ONO,kang KUNCORO Dan banyak lgi dari para sesepuh2 lainya,

        Seperti kita ketahuai bersama : semua akibat adalah oleh sebab,…….termasuk hidup yang kacau ini adalah karena terlalu penuh oleh isi dunia……..maka itulah kita selalu di anjurkan jika berkenan untuk memahami Tuhan,sedangkan kita tau sejatinya tuhan tiada wujud dan tiada terpikirkan,lalu dicari kemana si tuhan selain dengan jalan menyadarinya melalui kekosongan/kehampaan dengan maksud bisa menyadari apa sejatinya sumber kekosongan tersebut,

        Jika kita bosan atau belum memahami sesuatu di alam mikro kita,apa salahnya keluar sebentar ke alam makro…….melihat2 langit kekosongan yang melingkupi segalanya itu………kehampaan tiada batas seperti samudera kekosongan tiada pernah penuh walau terisi milyaran planet di tubuh kehampaanya tersebut……..

        Lalu setelah melihat dan memahami alam makro yang ternyata di dominasi oleh kehampaan/ kekosongan yang melingkupi segala itu….maka kita bs kembali lagi kedunia mikro untuk berusaha menjadikan diri sebagai kekosongan yang tersimbolkan di alam makro tersebut……..setelah diri kita benar2 kosong adalah wujud sang sumber berupa tiada maujud selain kesadaran yang berdiri pada poros kesadaran itu sendiri……dan setelah tidak ada apa2 lagi karena di atas semua yg ada itu hanyalah kekosongan tiada ujung pangkal…….putuskanlah untuk kembali atau tidak kembali dengan apa kehendak muliamu,kembali adalah berbentuk lagi……tiada kembali adalah tiada alam selain kedamaian itu sendiri (tiada. Alam/ nirwana)…….

        jika keputusanya adalah kembali ke alam berwujud…maka isilah terbaik yang bisa kita penuhi melalui sifat kelahiran yg sudah disertakan untuk jalan hidup/ skenario hidup kita sendiri,
        Jika ada kesempatan lebih………maka alam akan memanggil sang mewujud ini untuk ikut terlibat dalam cita2 mulia seluruh alam……Berupa keinginan mulia maujud KHRTA- BHUMI,….kira2 iyulah yang saya pahami mbak Dewi,maaf jika saya salah,namanya juga masih sama2 belajar toh mba…..!!!!!!!

        Intinya kan mengetahui kesejatian TUHAN tiada maujud tiada terpikirkan,artinya tanggalkan pikiran dan sgala wujud untuk menyadari yang tertinggi tersebut……setelah disadari…barulah isi kembali,hanyalah yang kosong akan terisi,yang penuh harus dikosongkan dulu……!!!!!!

        Tpi semua ini sebatas theory loooo………hanya keyakinan yang mantabbbb bin kokoh pada hyang wenanglah/oleh sebab berakibat itulah kita akan mampu menapaki sang diri menuju sumber kekosongan/kehampaan itu sendiri,untuk menjadi kosong dan terisi kembali

        RAHAJENG

        ______________________________________________

      • Kurang lebihnya begini : Dalam perjalanan mengosongkan diri ini akan terjadi peleburan,dari peleburan itu menjadi kekosongan untuk di isi kembali,kosong isi/ penuh……dan dikosongkan lagi/penuh- kosong

        Kosong-terpenuhi,penuh-kosongkan lagi,…….demikian terus menerus berulang-ulang hingga mencapa cetak biru pribadi2 sang pencari sebagi toerbaiknya melalui sifat kelahiran…….
        KOSONG-TERISI KEMBALI( disebut sebagai pelayanan)
        PENUH-DIKOSONGKAN LAGI ( Meditate menghasilkan budi kebijaksanan)

        Itulah yang akan menjadi cetak bitu manusia berketuhanan mengosongkan lalu melayani untuk menjadi kosong kembali menjadi budi kebijaksanaan,
        Aturan erti ini disebut sebagi RTA ( dan RTA agung ) sehingga dengan demikian tidak akan ada sebutan sesat atau emenjadi sesat dalam menjalani KETIADAAN/ KEHAMPAAN,ADA NAMUN TIADA

        Sanghyang Jaran Kungan Bhumi
        (Jalan yang menyesatkan itu hanya ada pada tuhan yang masih junior !!!)

        _____________________________________________________________________

      • Sanghyang Jaran Kepungan Ghumi

        Apakah itu sebuah kepastian………saya jawab GA TAU,yang tau kan diri sang pencari yaitu melalui sebesar apakah keingin tahuan dan pembuktian sang pelakon tersebut,saya hanya akan mengatakan itu adalah : KEBENARAN untuk MENUJU SEJATI……siapa sejati…!!!!!…ya dirimulah SEJATI sesuai tingkat tingkat alam apapun yang kamu capai,karena apapun alam kesadaran tempatmu berpijak saat itu,itulah alam kesadaranmu sesuai kemampuan saat itu/sejatimu,…….dan yang tertinggi tentunya KESADARAN TERTINGGI DUNKZ/ tiada maujud….tiada selain ITU.

        Senyum manis pada para Embrios

      • @ Embrio,

        Terima kasih udah mengeluarkan semua wewaler2nya…, from RA to HAMPA for TERISI KEMBALI then MENUJU KEBENARAN SEJATI…

        Yuhuuuuu dear…. thanks so much, I read all your thought, it was amazing how embrio can be so charming, just like ‘Look who`s talking now?’… xixixixixi…

        When Sanghyang Jaran Kungan Bhumi explained Jalan yang menyesatkan itu hanya ada pada Tuhan yang masih junior… then who is the seniour?… who is the master?…was it the embrios of God?… cheeeerrss!!…

        salam junior,

        dewi

    • @ ABR, Mbah Cap Kaki 3, Bala(ne)dewa, Sederek Sedoyo, All,

      Ngapunten, I am sorry, kemarin saya kirim lagu yang mungkin menyinggung perasaan njenengan semua di sini, padahal maksut saya just for having fun aja, untuk bersenang-senang saja…

      Lha di situ, setelah saya dengarkan berkali-kali, terbuai alunan musik dangdut yang emmoy, sampai lupa ada kata2… ‘memang dasar lelaki matanya kranjang’… heehh?!… saya tertawa tapi juga deg-deg-an, istilah mata kranjang kan adanya hanya di bumi .,^_^,.

      Sebenarnya tak ada yang salah dalam lagunya bang Mansyur dan umi Elvi, karena itu juga menceritakan urban people legend. Tapi saya tetep feel guitly, untuk mengganti rasa bersalah saya, ini saya kirimin lagi lagu yang temanya tetep seputar kopi susu tapi lebih ‘devine’…

      Ehmm2, siapa sangkah hal sepeleh tentang lirik-melirik ternyata juga bisa di pelajari secara ilmiah, bicara tentang matanya lelaki dan matanya perempuan memang sama-sama tertarik pada hal-hal yang visual. Tapi, menurut buku ‘Why Men Don’t Listen and Women Cant Read Maps’ karangan Allan dan Barbara Pearce, ada beberapa perbedaan antara mata pria dan mata wanita…

      http://souletz.blogspot.com/2011/12/perbedaan-mata-lelaki-dan-mata.html

      salam tanda mata,

      dewi

  12. but the change is must came from inside, a fundamental change is inside within.
    =============
    @ Jeng Dewi,

    Dulu waktu ada pelajaran bahasa asing sering … mbolos ya ? (-: Apa bukan ‘ … the change must COME from inside, a fundamental change is inside, within …’ ? (‘is” nya gak dipakai , ‘come’ bukan ‘came’ – past tense dari come ) Tarif koreksi : se gelas kopi susu panas (-: (-: ( atau malah dimaki-maki ? )

    • @ Proffesor Drs. Bala(ne)dewa,

      That make sense, the change is come from the heart, the change is must from inside within…

      Nggih maturnuwun, saya jadi ingat kata ‘I love u’ kalau menulis dengan abal-abal atau versi si gue yang suka-suka, bisa menjadi ‘Me love u’… me=mi… mi mi mi do re mi… glodhaaaakk!!… qeqeqeqeqe…

      Kalau dulu kan ada pelajaran ini bapak budi ini ibu budi itu versi bhs indonesuanya, kalau versi inggris timurnya when father meet mother they make budi… ya litle-litle sih I can speak english sir… xixixixixi…

      Makasih koreksinya, ini kopi susu hangat buat njenengan plus bonus katresnannya ^_^…. hmmuuaahh!!…

      Salam katresnan koreksi,

      Dewi

  13. TU – HAN = HAN – TU

    TU = TUNGGAL = ESA = 1
    HAN = HAWA NING = HAWA BENING = SUCI = 0
    >>> TU – HAN = ESA – SUCI

    1 = ISI = cahaya & materi = ENERGI
    0 = KOSONG = ruang – waktu = HUKUM UNIVERSAL
    1 – 0 = ENERGI – HUKUM UNIVERSAL dadi JAGAD RAYA – SAISINE

    ENERGI – tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan – HUKUM UNIVERSAL

    = TUHAN = kosong adalah isi – isi adalah kosong = hidup & kehidupan = jagad raya saisine = mutlak – perubahan = nirwana (nir=kosong – wana=jagad/alam) =
    tak terlahir, tak tecipta…………………….
    ora urip, ora mati, ora bungah, ora susah, adoh tanpo wangenan, cedak tanpo senggolan, lembut tan keno jinumput, gedhe tan keno kiniro-kiro ……. ning… kuwi…
    .. ONO….. O … 1 \ 1 … O …………dst….

    TUHAN tidak bisa di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!

    >>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
    TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
    kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan manusia.?????????

    TU – HAN = HAN – TU

    • @ ONO,

      Sedikit ingin berdiskusi, siapakah/ apakah Tuhan itu?… Tuhan itu alam semestakah?… untuk mengungkap misteri Tuhan memang tak bisa di pisahkan dengan karakter alam semesta…

      Alam semesta memang bisa merasakan energy yang kita keluarkan, karena energy sifatnya adalah alam, maka bagi yang merasakan akan terasa karena jalinan energy adalah berkesinambungan, terus dan terus berputar putar di jagad ini bahkan sampai jagad raya….

      Tatag, teteg, tanggon dan tangguh adalah sifat alam, kita adalah jagad cilik, maka sifat itu ada…

      Dalam lingkup Jawa ingkang kajawi, jiwa jawi, maka welas asih kepada diri sendiri, kepada sesama dan semua makhluk akan merambah pada lingkungan semesta alam…

      Salam kasih semesta,

      Dewi

    • tuhan itu…..awal kasih dan berakhir sabar. kasih….2….3…dst……sabar.
      kadang kita berupaya keras untuk mencari pengalaman transendental, padahal hal tsb merupakan bentuk pelarian dari “seperti adanya”.
      ketimpangan yang terjadi adalah dikarenakan perilaku manusia sendiri, yang punya hasrat, ego dll.
      jika kita bisa sadar akan yang tersembunyi maupun yang terbuka dan gerak yang terjadi di luar pikiran serta perasaan, maka timbulah”pengertian”.

  14. @ Dewi, kinasih

    Sedikit ingin berdiskusi, siapakah/ apakah Tuhan itu?… Tuhan itu alam semestakah?… untuk mengungkap misteri Tuhan memang tak bisa di pisahkan dengan karakter alam semesta…
    ______________________________________

    sebelumnya, sekedar ingin tau, devinisi Tuhan menurut Dewi..???

    • Tuhan pasti bukan (seperti) orang tua yang berjenggot, pakai kaca mata, suka dipuji dan suka menghukum. Tak ada satu manusiapun yang pernah melhat Nya. Tuhan bukan yang suka menyuruh orang untuk menghukum orang lain yang dianggap menyimpang dari jalan Nya.

      Mungkin, Tuhan adalah kebaikan, welas asih pada sesama mahluk,keramahtamahan, (sifat) suka menolong, kesederhanaan – bukan ke mbuletan,kepedulian pada sesama dan lingkungan.

    • @ ONO,

      Terima kasih mas/pak ONO, Keyakinan religius adalah bentuk ekspresi manusiawi yang universal, yang memang tidak mustahil berfungsi menimbulkan rasa percaya pada keberadaan Tuhan. Naluri religius adalah naluriah yang di jabarkan, dan apapun yang di anggap benar terlepas dari kesalahan yang alami/ unsur ketidak sengajaan, sesungguhnya di turunkan dari apapun yang terjadi secara alami.

      Bahwa bahasa manusia kaya akan kesengajaan yang alami pula, namun seorang agnostik/ atheis adalah karena mereka telah memberontak terhadap suatu naluri yang deterministik. Sedang manusia yang terbiasa di determinasikan sangat rumit untuk bisa mengekspresika kehendak bebas.

      Defenisi saya tentang Tuhan adalah secara alami timbul dari perasaan yang paling dalam, suatu kehendak bebas dengan kesadaran yang merdeka dan bahagia, Tuhan yang bagi saya kasih/ kebaikannya seluas semesta dan jagad seisinya, tentulah tidak bijaksana jika hanya di determinasikan manusia menjadi pemahaman monoteisme menurut ego pikiran yang melekat pada mereka saja.

      Salam rahayu,

      Dewi

  15. Bala(ne)dewa
    Juli 17th, 2012 pada 00:59
    Mungkin, Tuhan adalah kebaikan, welas asih pada sesama mahluk,keramahtamahan, (sifat) suka menolong, kesederhanaan – bukan ke mbuletan,kepedulian pada sesama dan lingkungan.

    Dewi
    Juli 17th, 2012 pada 11:58
    Defenisi saya tentang Tuhan adalah secara alami timbul dari perasaan yang paling dalam, suatu kehendak bebas dengan kesadaran yang merdeka dan bahagia, Tuhan yang bagi saya kasih/ kebaikannya seluas semesta dan jagad seisinya, tentulah tidak bijaksana jika hanya di determinasikan manusia menjadi pemahaman monoteisme menurut ego pikiran yang melekat pada mereka saja.

    Kuncoro
    Juli 17th, 2012 pada 13:02
    tuhan itu…..awal kasih dan berakhir sabar. kasih….2….3…dst……sabar.
    __________________________

    ONO yang melihat bahwa TUHAN itu MUTLAK bukan Makhluk, jadi tidak bisa dikatakan bersifat seperti makhluk yang berkehendak, meng-kasih-i (welas asih), sabar, kebaikan, keramahtamahan, (sifat) suka menolong, kesederhanaan…dst…

    TUHAN itu MUTLAK tak tercipta, tak menjelma, tak terlahir, tidak hidup, tidak mati, tidak awal, tidak akhir, tidak susah, tidak senang,…….pun tidak netral…….dan itu ADA ( ONO )

    Jadi ( yen ONO ngono kuwi ), maka ada kemungkinan BEBAS dari penciptaan, penjelmaan, kelahiran, kehidupan, kematian, susah, senang….dst…

    • @ONO,

      Lha, iya nek Tuhan … abstrak gitu rak ya susah bin gak bisa diomongkan …. Super mbulet !

      • Tuhan … abstrak gitu rak ya susah…
        ——————————-
        sy inget dulu2, FYI
        pantesan aja do’a sy (dgn berbagai tata cara yg konon-katanya sih…BENAR)
        tapi malah selalu akan tiada hasil ato tak epektip
        …wong sy berdo’a kpd..???..
        (ya sy tak tahu lah, krn sy sendiri tak pernah melihat wujud si tuhan…yg abstrak) ^_^

        namun ketika berharap kpd yg objektip/wujudnya bisa dicekidot…
        eeeh…ada saja cara/ide yg terpentik utk memperoleh (peluang) harapan itu.

        mungkin sy bisa dikatakan berdo’a kpd lawannya si tuhan aka setan, iblis, ato apalah istilahnya…
        tapi it’s OKEH…yg penting objektip/berwujud, ay billiv

        walopun wujudnya…ehem…(salah satunya) tembok. ^_^
        misalnya:
        sy pernah berharap pengen punya duit…kpd dan sambil menghadap tembok.. ^_^
        bbrp hari kemudian sy malah pengen mengetahui, begimana sih caranya tembok bisa dibikin…
        dan sempat2nya sy pernah jadi asisten (baca: kenek) tukang tembok…oleh kerana, ya ada pesanan utk (membantu) membuat tembok ^_^
        yg uniknya sy malah dapat duit (sesuai harapan sy saat itu..pengen punya duit). ^_^

        beuh…ada2 saja ^_^
        apapun yg berwujud…spt mengingatkan sy utk menertawakan sy sendiri.

        rahayu _/\_

    • tuhan tidak bisa disimpulkan. setiap kesimpulan pasti akan gugur.

      • tuhan tidak bisa disimpulkan. setiap kesimpulan pasti akan gugur.
        —————————–
        Lha, Tuhan kan abstrak, percuma di … diskusikan. Yang bisa didiskusikan kan ya yang konkrit, seperti welas asih, tembok, batu, gunung, dll ?

  16. MATURNUWUN dumateng saderek sadaya ingkang sampun karsa tumut nderek sa-RASAE-an menika, wulang, wuruk, suluh kawruh,… mugi sadaya ingkang sampun katur saget ndadosaken bingahipun manah, eling lan waspada, padhang jingglang sumrambah rahayu bagyo….

    Mangga… dipun penggalih….
    MENGUNGKAP MISTERI TUHAN_____ KE-TUHAN-AN YANG MAHA ESA

    ONO yang melihat bahwa TUHAN itu MUTLAK….BUKAN sebagai PRIBADI / INTI / substansi yang KEKAL yang Mencipta dan Menguasai kehidupan, manusia, alam semesta,… jadi tidak bisa dikatakan bersifat seperti makhluk yang berkehendak, meng-kasih-i (welas asih), penyayang, sabar, kebaikan, keramahtamahan, (sifat) suka menolong, kesederhanaan…dst…

    TUHAN itu MUTLAK tak tercipta, tak menjelma, tak terlahir, tidak hidup, tidak mati, tidak awal, tidak akhir, tidak susah, tidak senang,….pun tidak netral….itu ADA ( ONO )

    TU = TUNGGAL = ESA = 1
    HAN = HAWA NING = HAWA BENING = SUCI = 0
    >>> TU – HAN = ESA – SUCI
    1 = ENERGI = ONO = MUTLAK ADA = tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan = KEKAL
    ISI = cahaya & materi = ONO = MUTLAK ADA = selalu berubah = TIDAK KEKAL

    0 = HUKUM UNIVERSAL = ONO = MUTLAK ADA = tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan = KEKAL
    KOSONG = ruang – waktu = ONO = MUTLAK ADA = selalu berubah = TIDAK KEKAL

    TUHAN tidak bisa di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!
    >>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
    TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
    kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan manusia.?????????

    Jadi ( yen ONO ngono kuwi ), maka ADA KEMUNGKINAN BEBAS dari penciptaan, penjelmaan, kelahiran, kehidupan, kematian, susah, senang….dst…

    Bagi yang tidak bisa menyimpulkan, berarti itu keraguan
    Bagi yang masih belum bisa melihat yang abstrak, perlu belajar dan berlatih olah rasa (pencerapan/perception) dan olah pikir (logical mind) dengan SEIMBANG yang disebut juga olah BATIN

    nuwun

    1 = ENERGI = ONO = MUTLAK ADA = tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan = KEKAL
    ISI = cahaya & materi = ONO = MUTLAK ADA = selalu berubah = TIDAK KEKAL

    0 = HUKUM UNIVERSAL =ONO = MUTLAK ADA = tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan = KEKAL
    KOSONG = ruang & waktu = ONO = MUTLAK ADA = selalu berubah = TIDAK KEKAL
    1 – 0 = ENERGI – HUKUM UNIVERSAL dadi JAGAD RAYA – SAISINE

    TUHAN tidak bisa di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!

    >>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
    TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
    kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan manusia.?????????

  17. Alhamdulillah, sekarang mulai ada titik terang di hati ini, bahwa martabat pitu kunci mengenal siapa ‘AKU’ sebenarnya. Trima kasih juga kangmas sabda. Wassalam, sungkem Nakwulo. . .

  18. Assalamualaikum wr wb, alhamdulillah bisa dipertemukan dg ki sabda dg pelajaran membangun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur….salam kenal dr saya , matur nuwun sanget,,

  19. Manungsa manggon neng omah,
    Nek kewan ” ” kandang,
    Manuk doro ” ” pagupon,
    Pegawai ” ” kantor,
    Presiden ” ” istana negara,
    Rojo. ” ” kraton,
    Dewo ” ” khayangan,

    Lha nek Alloh? Yesus? Lsp………… manggone neng ndi?

  20. ONO yang melihat bahwa TUHAN itu MUTLAK….BUKAN sebagai PRIBADI / INTI / substansi yang KEKAL yang Mencipta dan Menguasai kehidupan, manusia, alam semesta,… jadi tidak bisa dikatakan bersifat seperti makhluk yang berkehendak, meng-kasih-i (welas asih), penyayang, sabar, kebaikan, keramahtamahan, (sifat) suka menolong, kesederhanaan…dst…

    TUHAN itu MUTLAK tak tercipta, tak menjelma, tak terlahir, tidak hidup, tidak mati, tidak awal, tidak akhir, tidak susah, tidak senang,….pun tidak netral….itu ADA ( ONO )

    adoh tanpo wangenan, cedak tanpo senggolan, lembut tan keno jinumput, gede tan keno kiniro-kiro, ora paran, ora enggon …….lsp..

    • Asalm…..Wbr….
      Sepakat mas ono apakah yg
      di sbt tuhan sdh tinggal diam
      dn di aleh tugaskan ke allah di dlm kelanggenganya…….?
      Apaboleh begitu atau saya salah mencerna apa yg anda maksud…….Nuwun sewu.

  21. Soerodawoek
    September 23rd, 2012 pada 01:49

    Asalm…..Wbr….
    Sepakat mas ono apakah yg
    di sbt tuhan sdh tinggal diam
    dn di aleh tugaskan ke allah di dlm kelanggenganya…….?
    Apaboleh begitu atau saya salah mencerna apa yg anda maksud…….Nuwun sewu.
    __________________
    @ Soerodawoek … kinasih … nuwun sewu …
    apa yg disbt tuhan …itu… bukan tinggal diam dan bukan tak tinggal diam,…bukan bergerak dan bukan tak bergerak,…tidak susah, tidak senang, tidak hidup, tidak mati, tak tercipta, tak menjelma, ……….mutlak…
    coba dicermati dan dicerna lagi tulisan TU – HAN …≈… HAN – TU
    0101010101010101

    …..dn di aleh tugaskan ke allah di dlm kelanggenganya…….?…
    ___________________
    tulong …@ Soerodawoek … kinasih …jangan singgung yang itu… apa nggak takut kuwalat..???
    kataNYA … tidak ada tuhan selain ALLAH

    nuwun

  22. Aslm…..wbr
    mkasih pencerahanya mas ono serujuk atur sampean maaf klau berkelanjutan datz yg maha tinggi itu tuhan tdk di persekutukan oleh apapun dia sendiri sprti
    alip tak tersambung dng huruf apapun sedangkan allah dengan 20 sifatnya merupakan rahasianya ada di setiap manusia yg datang
    di dunia ini bukankah kita sebagai ciptaanya wajib mengenalnya maaf bukanya
    saya ntlanyak tpi yg sy rasa
    bgt adanya………dng rendah hati skdar bertanya dn sering dng mas ono terhormat mongo lanjut
    rahayu rahayu rahayu…..

  23. Soerodawoek
    September 26th, 2012 pada 11:22
    Aslm…..wbr
    mkasih pencerahanya mas ono serujuk atur sampean maaf klau berkelanjutan datz yg maha tinggi itu tuhan tdk di persekutukan oleh apapun dia sendiri sprti
    alip tak tersambung dng huruf apapun sedangkan allah dengan 20 sifatnya merupakan rahasianya ada di setiap manusia yg datang
    di dunia ini bukankah kita sebagai ciptaanya wajib mengenalnya maaf bukanya
    saya ntlanyak tpi yg sy rasa
    bgt adanya………dng rendah hati skdar bertanya dn sering dng mas ono terhormat mongo lanjut
    rahayu rahayu rahayu…..
    _____________________
    @ Soerodawoek … kinasih … nuwun sewu
    Untuk membahas ranah tuhan, mestinya kita runut dulu … apa definisi tuhan ..??
    Dan semua itu tinggal bagaimana kita menghayati/merasa … sedoyo nyumangga’aken

    …. datz yg maha tinggi itu tuhan tdk di persekutukan oleh apapun …
    …. sedangkan allah dengan 20 sifatnya merupakan rahasianya ada di setiap manusia …
    ______________________
    Anda menyebut … allah … seakan2 terpisah dengan datz yg maha tinggi … karena … allah dengan 20 sifatnya merupakan rahasianya ada di setiap manusia … ( jadi tuhan mengejawantah dengan 20 sifat allah ) …… apa begitu yang anda maksud..??? … kalo keliru mohon diluruskan ..

    …. bukankah kita sebagai ciptaanya wajib mengenalnya …
    ______________________
    Itupun juga tergantung bagaimana kita menghayati/merasa

    TUHAN itu MUTLAK tak tercipta, tak menjelma, tak terlahir, tidak hidup, tidak mati, tidak awal, tidak akhir, tidak susah, tidak senang,….pun tidak netral….itu ADA ( ONO )

    JAGAD RAYA ini bekerja / berproses secara OTOMATIS diatur/teratur menurut / sesuai HUKUM UNIVERSAL … jadi TIDAK ADA sosok / pribadi / inti / makhluk yang maha segalanya … yg mengatur, menguasai, mencipta, menghendaki, pengasih, penyayang …. dst… terhadap hidup dan kehidupan (JAGAD RAYA)

    nuwun

  24. Aslm……..wbr.
    Jumpa lg mas ono semoga
    makin fres dn mudaha2n sy
    gk stres……?Lanjut sedang
    apa yg di tulis sampean ini
    “Tuhan itu mutlak tktercipta
    tk menjelma tk terlahir tk hidup tk mati tk awal tk susah tk senang pun tk netral…..itu ada (ono)”
    melambangkan alip itu sendi
    ri
    allah dng 20 sifatnya kan yg
    wajib kt kenal dng sifat yg pertama Wujud idam baqok
    ….dst……ini nyata bisa kt lihat
    dengar rasa raba cium dst….
    dn ada di setiap manusia di
    dunia ini dn klau kt sdh mengenalnya bukan hal yg
    ghoib lg (pernah ketemu)
    terkecuali sy dng mas ono
    masih ghoib krn blm pernah
    ketemu hanya mengenal nama dn tulisanya aja
    sy tk pernah memisahkan allah dng datz yg maha tinggi mas ono sedang sy yg
    kaya manusia ini yakin klau
    datz yg maha tinggi walau sedikit bgian ada pd sy
    dn bgmn allah…..?
    Habis habisnya habis allah itu bgmn fikiran kt masing2
    gambar mas ono lain dng gbr sy kt punya gbr masing2 sidik jaripun beda monggo lanjud
    rahayu rahayu rahayu.

  25. @ Soerodawoek … kinasih … nuwun sewu
    Untuk membahas ranah tuhan, mestinya kita runut dulu … apa definisi tuhan ..??
    Dan semua itu tinggal bagaimana kita menghayati/merasa … sedoyo nyumangga’aken

    ….. Jumpa lg mas ono semoga makin fres dn mudaha2n sy gk stres……
    ________________
    ngapunten…@ Soerodawoek …sampun ngantos stres … dileremke, dimenepke rumiyin … cobi gaya bahasa dan gaya tulisannya lebih diperbaiki lagi biar gamblang …
    dari gaya bahasa, gaya tulisan / cara menulis itu sdh bisa diraba karakternya …

    ….. sedang apa yg di tulis sampean ini “Tuhan itu mutlak tktercipta tk menjelma tk terlahir tk hidup tk mati tk awal tk susah tk senang pun tk netral…..itu ada (ono)” melambangkan alip itu sendiri …
    ________________
    nyumangga’aken … tapi menurut ONO kui dudu …

    ….. allah dng 20 sifatnya kan yg wajib kt kenal dng sifat yg pertama Wujud idam baqok
    ….dst……ini nyata bisa kt lihat dengar rasa raba cium dst…. dn ada di setiap manusia di dunia ini dn klau kt sdh mengenalnya bukan hal yg ghoib lg (pernah ketemu) …
    ________________
    siapa yang mewajibkan ? …. kalo sudah kenal untuk apa ?…. kalo nyata dan ada di setiap manusia berarti sangat mudah untuk dikenali … berarti allah bukan goib …

    …..terkecuali sy dng mas ono masih ghoib krn blm pernah ketemu hanya mengenal nama dn tulisanya aja….
    _________________
    Untuk mengeTAHUi segala sesuatu harus dipandang dari beberapa sudut pandang, jangan hanya 1 sudut pandang yang dianggap paling benar dan sempurna……. itu TIDAK SEIMBANG …. jangan hanya mengenal nama dn tulisanya aja….

    ….. sy tk pernah memisahkan allah dng datz yg maha tinggi mas ono sedang sy yg
    kaya manusia ini yakin klau datz yg maha tinggi walau sedikit bgian ada pd sy dn bgmn allah…..? Habis habisnya habis allah itu bgmn fikiran kt masing2 ….
    __________________
    yumangga’aken

    ….gambar mas ono lain dng gbr sy kt punya gbr masing2 sidik jaripun beda….
    __________________
    betul …. tapi kita terbuat dari bahan yang sama ….nggih toh..

    nuwun … sugeng rahayu …

    • Saloom@mas Ono

      Saya pernah mendengar dari buku manual dari tetangga sebelah,
      sebut saja the mother book,
      (walau kita semua tau mother book sendiripun di buat di pada pertengahan jaman keemasan sebelum ajaran budi rered/mengalami erosi hingga hampir mencapai kepunahanya di akhir satu kalpa/ akhir jaman)

      Di dalam buku itu disebut ada tiga bentuk kekuatan/ RA/sakti UTAMA,…berupa kekauatan Rang Sebagai Awal dan Rang sebagai Akhir,….sedangkan Rang di tengahnya adalah sang pelaku dari awal dan akhir yaitu Pemelihara,
      Ketiga Rang ini adalah Satu kesatuan utuh tiada terpisah dalam naungan sumber kehidupan berupa toada berwujud atau kekosongan dan sebut saja sang pelakaon ini sebagai O-Rang (kosong yang bersinar,kesaktian yg bersumber dari kehampaan/ kekosongan/kehampaan yang diwujudkan dalan RAng/ sakti,
      _____________________________________________________________________

      Orang ini….eh Rang pemelihara ini dalam pewayangan biasa disebut wish-nu,
      Sang wishnu ini biasanya mempunyai baju sakti bernama Awa-tara(terjemahkan saja sebagai awa/awung/kosong dan tara/sakti…terjemahanya terserah yang nulis : harap maklum)

      Menurut cerita kakek moyang buyut putri saya :
      Dijaman akhir kalpa akan ada seorang rsi yang menggunakan Altar persembahan sebagai jalan memuja awatara Wish-nu di akhir Kalpa,namanya awatara yang disembahnya itu klo ga salah disebut WARAIE AWATARA…yakni awatara babi kendaraan wishnu yg digunakannya sang pemelihara membangunkan dewa bhumi,

      Karena kewaskitaan kakek moyang buyut Putri saya itulah melalui kebijaksanaannya yang ( hampir) maha mengetahui berinisiatif menanamkan badan wishnu tertinggi pada seorang pertapa dari keturunan (ASLI) buyut cucu moyangnya yang ber-Shio Anjing dengan harapan para pengikut setia Waraie tidak akan berdaya mendekati sang yang di titipi simbol wishnu tertinggi,pelebur dan pencipta,dengan asumsi babi takut anjing,sehingga akan amanlah SIMBOL itu hingga waktunya tiba bagi sang Pemelihara BARU muncul,Oleh sebab hanya sang wishnu sendirilah yang mampu membunuh/melebur baju awatara sendiri,….jika bukan demikian..siapa lagi yang mampu……..dan menurut kakek moyang buyut putri say itu……..semua itu harus berlangsung dengan pingit dan senyappp….nyaaappp…..nyaaapppp…….karena perjalanan menuju itu tidaklah untuk di publikasikan ke publik apalagi dengan conferensi pers segala…….senyaaap..nyaap….nyaaapp……(kecuali dengan niat menipuuuu…puuuuhhhhhh….puuuuuuhhhh…….)

      ……hingga sang wishnu menyelesaikan tugasnya melebur semua alam-alam yang ada didampingi pertapa nyentrik sedikit eksentrik yang selalu menjaga dan melindunginya dalam tugas wisata spiritual ini….hingga semua alam-alam kosong melompong-pong untuk diisi kembali di jaman kalpa baru berupa pejabat2 baru dewa2 bhatara2 mala-ikat2 baru gress tanpa distorsi karma akhir kalpa………yang sudah melakukantapa pengosongan diri dari residu karma alam akhir kalpa,untuk dijadikan pejabat2 baru di jaman keemasan/ jaman KHRTA-BHUMI,

      Dan baju sang pelebur itu akan terbelah menjadi dua bagian yaitu badan siwa dan badan brahmaberupa arsitek perancang kerajaan bumi,merancang pilar2 khrta bhumi,demikian seterusnya…………sisanya saya lupa karena keburu diserang kantuk yang tiada tertahankan…..dan tertidur sampai pagi……….hiiihiiiiihiiiiiii…….!!!!!

      Lah itu kejadian menurut cerita kakek moyang buyut putri saya loooo…..bukan kata2 saya,…nah sekarang mau dipercaya opo engganya ya terserah masing2 aja tohhh…..
      Samar2 sih saya dengar kalimat terakhirnya sambil terkantuk2 gtu dech ,

      kata si kakek moyang buyut putri itu begini : Yang percaya yuuuukkk ikut menikmati awal kalpa berupa khrta bhumi….yang ga percaya yaaa yuuuukkkzz ikuuuut yuuuukkkk ikut juga menikmati…(….tiiiiiiiiiiit….)………

      Dan satu lagi pesan samarnya :
      jika manusia ingin mengisi kehampaan itu……..berkehendaklah melalui doa……..semakin kuat doa ( MULIA,yg bukan doa mulia tidak akan sampai pada kehampaan,jadilah hampa untuk sampai dan menyelaraskan diri pada kehampaan,dan harus dipahami bahwa untuk mencapai kehampaan itu bukanlah perjuangan satu dua hari,maka itu dibutuhkan keyakinan untuk dimudahkan/ terisi oleh sanghyang wenang,mulia/budi )

      Dengan doa mulia itulah jalanmu mengusik kehampaan sanghyang yang tiada Maujud itu untuk mewujudkan doa2 dari sang RAng yang sudah menyadari kemuliaanya sebagai tapak-tapak Pengetahuan Tertinggi

      NB : Usiklah IA,Paksalah IA turun mewujudkan dirinya seiring DOA keinginan MULIAMU untuk MEMELIHARA dunia dengan ALAM-ALAM BUDI yang bersih dan Brand NEW !!!!!!!…….hanya itu jalan PADAKU (kata kakek Moyang Buyut Putriku)

      (OYA…….AWATARA TERKUAT ITU SUDAH DI LEBUR KOQ,yang tersisa hanya remahan2 berupa residu karma aja,lama2 juga habis karena menipis kekuatannya melalui RTA berupa kebijaksanaan ALAM)

      JANGAN PERNAH MENGHINA DIRIMU SEBAGAI YANG LEMAH,
      OLEH SEBAB DIA HANYA MENCIPTAMU SEBAGAI YANG TERBAIK,
      MERASALAH LAYAK ,KOSONGKAN DIRI JIKA MEMUNGKINKAN,
      + SABAR MENUNGGU SAATNYA TIBA

      SEMOGA TERPENUHI/SUN eh SOON

      • @ Embrios / Sanghyang Jaran Kepungan Ghumi / Buta RataTuli … kinasih
        ONO yang memandang cerita the mother book dan cerita kakek moyang buyut putri anda itu adalah analogi kehidupan jagad raya yang dimitoskan, yang akhirnya menjadi kepercayaan (Indonesia : agama)

        ONO yang setuju Ketiga Rang adalah Satu kesatuan utuh tiada terpisah.
        Ibarat lingkaran, Rang AWAL adalah titik di sisi lingkaran, Rang TENGAH adalah garis yang melingkar (garis kehidupan) dan Rang AKHIR adalah titik Rang AWAL yang melintasi garis yang melingkar dan kembali lagi ke posisi titik awal Rang AWAL. Jadi AWAL adalah AKHIR, AKHIR adalah AWAL dan Rang TENGAH adalah perjalan hidup.
        Begitulah hidup dan kehidupan dengan putarannya.

        Pertanyaanya : Bagaimana cara menuju Yang TIDAK Awal dan TIDAK Akhir, TIDAK Kosong dan TIDAK Isi, TIDAK Hidup dan TIDAK Mati, TIDAK Susah dan TIDAK Senang ………….. pun TIDAK Netral …????????

        Itulah, ada ( ONO ) yang menyebut TUHAN GUSTI PANGERAN

        kalo boleh tau, apa yang dimaksud DO’A MULIA.?

        Matur nuwun

  26. Aslm ……..Wbr
    lerer mas ono anggen ndika
    mbatang kula niki wong cublok seperti kodok pengin ngemplok mbulan terlalu muluk2 yg digayuh gk merasa wong ndesa ngunung
    adoh tembok sekolah tp gk apalah namanya ngangsu kwruh dari dulur kng pinilih
    dn sy masih nyadong posti
    ngan sampeyan bisa beljar banyak jg dari ki sabda
    nuwun sewu wonten keladuking atur percaya hrs anut runtut engkang sampean aturaken jd gk loncat sana sini yah namanya sering memang gk ada yg mewajib kan dn utk apa.? sekedar utk pengetahu
    an pribadi boleh dong angkat dua jempol buat mas ono mudah2an gk bosen
    bagi saya wajib mengenalya
    merasa berasal dr sana datz yg maha itu dn bisa datang ke sana saat ini walaupun sekali dlm seumur
    hidup ini begitu mas ono
    wslm…..Rahayu tebih ing sambi kala

    • Slm sejahtra …….para kadang pencari tuhan (isroil) soerodawoek lapar dan dahaga berteriak di padang
      ilalang berburu madu dn belalang berpakaian kulit binatang bersenjata busur dn panah
      masih nyadong dari pr pini sepuh ugi dulor2 kang pinilih
      kersa pareng pepadang
      slm asah asih asuh.

  27. Banyak kutipan-kutipan jawa yang tidak ditulis persis dengan bahasa jawa sesuai yg ada di buku aslinya.
    Sebenarnya kalo menurut saya akan lebih bermakna seandainya ajaran-ajaran Kejawen ditulis dengan bahasa jawa. Dan kalo mau di memberi penjelasannya bisa ditulis dengan bahasa Indonesia.

    Jadi Keliatan Sakralnya Gitu. Wkwk wkwkw wkwkw

  28. sing dibahas iku yo opo,,bener salah iku ora ono,kang ono mung roso. kang manggon ono saliro pribadi. sedulurku kabeh ayo podo urip normal wae,nikmati urip dgn penuh kasih sayang ke sesama mahluk,amargo Allah iku
    wadi,kang ora iso dibabarno marang liyan, …………..nek sedulur kabeh ngerti wadine
    Allah ora iso urip bebrayan,………..amargo kabeh titah ono ndonyo ora keno di mongso,……….la trs ape mangan opo,banjur kepriye,sing duwe nyowo mesti pingin urip,nek sedulur kabeh pingin sampurno manunggal marang dzat mangano banyu,angin,lemah ugo geni,>>suwun

    • Salam poro sedulur,
      Salam Ki warsito,
      Maksudnya anda dengan Sampurno manunggal marang dzat , diharuskan makan dengan banyu, angin,lemah, dan geni, itu bagaimana penjabarannya Ki? mohon dijelaskan Ki.

      Salam Damai,

  29. TUNGGAL

    Ika,Esa,satu,siji
    Tunggal-manunggal, satu – menyatu
    Tunggal adalah satu, diri pribadi, mikrokosmos

    Manunggal adalah menyatu
    Jika menginginkan -manunggal- marang dzat ,menyatu-marang dzat, haruslah bisa memahami dan merasakan sejatinya mikrokosmos, karena disitulah sejatinya dzat mikrokosmos dan makrokosmos berada.
    Jika memahami makrokosmos ada diluar mikrokosmos, pasti tidak akan bisa manunggal, karena mikro adalah makro, makro adalah mikrokosmos itu sendiri, karena sejatinya dzat adalah satu.
    Jika sudah bisa memahami dan merasakan dzat mikrokosmos, pastilah akan memahami dan mengerti dzat makrokosmos itu. Carilah dan temukan pengalaman itu sendiri.-( seperti dikisahkan dalam lakon, DEWA RUCI).Carilah pembimbing yang benar-benar tahu , mengerti dan memahami jangan sampai tergelincir.
    Jangan terjebak dalam ke-Gaib-an, karena diri kita sendiri sebenarnya memiliki gaib itu.

    ROSO – SUKMO – ENERGY
    Roso adalah sukmo. karena sejatinya yang merasakan ( kepekaan roso) roso adalah sukmo itu sendiri, dzat itu sendiri, sukmo-lah yang memberikan -energi- pada raga kita, dengan kata lain sukmo-lah energi kita, ruh kita, roso kita, dzat kita- itulah sejatinya SEJATI, itulah pemahaman awal sempurnanya ke-sejati-an.
    MANUNGGALING ROSO SEJATI, MANUNGGALING KAWULA – GUSTI

    Salam Damai,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 940 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: