WAHYU DEWA WISNU

Wahyu Yang Diturunkan Dewa Wisnu

“Upaya menjaga keseimbangan, kedamaian dan kesejahteraan dunia”

Hamemayu Hayuning Bawana”

           

WAHYU

Apa yang dimaksud dengan Wahyu? Dalam kontek kebudayaan Jawa, wahyu diartikan sebagai sebuah konsep yang mengandung pengertian suatu karunia Tuhan yang diperoleh manusia secara gaib. Wahyu juga tidak dapat dipaksakan, tetapi hanya diberikan oleh Tuhan melalui berbagai media kepada seseorang yang pinilih atau terpilih, yakni orang-orang yang memenuhi syarat dalam hal budipekerti dan perbuatannya kepada sesama manusia dan seluruh makhluk, sehingga terbuka cakra mahkotanya. Bagi yang memenuhi syarat, ia dapat menambah upaya dengan melakukan upaya dengan melakukan mesuraga dan mesu jiwa dengan jalan tirakat, bersemadi, bertapa dan berbagai jalan lain yang berkonotasi melakukan laku bathin. Tapi tidak setiap kegiatan laku bathin itu akan mendapatkan wahyu, selain atas kehendak atau anugrah Tuhan Yang Maha Esa. (Sedangkan wahyu menurut kamus Purwadarminta  mempunyai pengertian suatu petunjuk Tuhan atau Ajaran Tuhan yang perwujudannya bisa dalam bentuk mimpi, ilham dan sebagainya. (Dalam dunia pewayangan, banyak lakon wayang yang berjudul wahyu, hal ini menerminkan bahwa masyarakat Jawa penggemar wayang menaruh minta yang cukup besar terhadap nilai spiritual yang terkandung dalam kisah atau lakon wayang yang akan dapat memberikan pengetahuan rohani dan spiritual serta memperluas wawasan di bidang kejiwaan Adapun beberapa lakon wayang berkaitan dengan wahyu antara lain lakon-lakon : Wahyu Purba, Wahyu Sejati, Wahyu Cakraningrat, Wahyu Senapati, Wahyu Toh Jali, Wahyu Cengkir Gading dan yang cukup dikenal adalah Wahyu Makutarama. (Disebutkan dalam Kitab Babad Tanah Jawa, bahwa turunannya Wahu digambarkan sebagai cahaya terang bagaikan bulan bisa juga berujud gumpalan cahaya atau seberkas sinar putih yang jatuh dari angkasa dan menyatu dalam tubuh seorang manusia yang sedang mesu raga dan mesu jiwa, apakah dalam bentuk semadi atau bertapa. Sedangkan dalam lakon wayang tanda-tanda akan turunnya wahyu diperoleh manusia berupa wangsit oleh seorang brahmana atau pendeta dalam pengertian ini adalah orang yang sudah bersih jiwanya melalui mimpi, wangsit yang diterima itu lalu diberitahukan kepada orang lain, dalam hal ini biasanya orang yang sedang berguru atau menuntut ilmu kepadanya, atau kepada orang lain agar bagi mereka yang ingin memperoleh Wahyu lalu melakukan tirakat Iahir bathin, apakah dengan jalan menyepi di dalam sanggar pemujaan atau bertapa di dalam hutan. Namun keputusan siapa yang akan memperoleh wahyu, sepenuhnya berada di tangan Sang Maha Pencipta. Sedangkan manusia hanya bisa sekedar berusaha.

Dalam cerita pewayangan, wahyu-wahyu itu diturunkan oleh dewa dan kebanyakan dilakukan oleh Bathara Wisnu, kecuali Wahyu Cakraningrat oleh Bathara Kamajaya dan Bathari Ratih, istrinya. Kenapa mesti sebagian besar wahyu diturunkan oleh Bathara Wisnu? Hal ini karena Bathara Wisnu merupaka dewa keabadian ini ditunjukan denga kulit tubuhnya yang berwarna hitam yang merupakan lambang keabadian atau sebagai dewa Kesejahteraan. Karena tugasnya mensejahterakan dunia, maka apabila dunia dikacaukan oleh keangkaramurkaan, maka menjadi tugas Bathara Wisnu pernah menjelma/menitis menjadi ; Matswa (ikan) untuk membunuh raksasa Hargraiwa yang mencuri kita Weda. Menjadi Narasinga (orang berkepala harimau) untuk membinasakan Prabu Hiranyakasipu, berupa Wimana (orang kerdil) untuk mengalahkan Ditya Bali.  Bathara Wisnu juga menitis pada Ramaparasu untuk menumpas para gandarwa, menitis pada Arjunasasra/Arjunawijaya untuk mengalahkan Prabu Dasamuka. Menitis pada Ramawijaya untuk membinasakan Prabu Dasamuka, dan terakhir menitis pada Prabu Kresna untuk menjadi parampara/penasehat agung para Pandawa guna melenyapkan keserakahan dan kejahatan yang dilakukan oleh para Kurawa.

Sanghyang Wisnu juga pernah turun ke Arcapada menjadi raja Negara Medangpura bergelar Maharaja Suman untuk menaklukan Maharaja Balya, raja Negara Medanggora penjelmaan Bathara Kala. Menjadi raja di Negara Medangkamulan bergelar Prabu Satmata, untuk menaklukan Prabu Watugunung yang bertindak keliru dan nyasar mengawini ibunya sendiri.

Adapun wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Bathara Wisnu kepada umat di marcapada dan maknanya antara lain :

 

WAHYU PURBA

            Kata Purba, menurut kamus Purwadarminta mempunyai arti memelihara. Wahyu Purba mempunyai pengertian, Wisnu atau kebenaran Illahi itu bersifat memelihara, Ini suatu pelajaran hidup  yang mengandung ajaran bahwa di dalam kehidupan alam semesta dengan segala isinya termasuk juga manusia, semua dipelihara oleh kebenaran Illahi. Dimana kehidupan alam semesta dan manusia akan mengalami keselarasan, keselamatan, ketenteraman, kebahagiaan dan kesejahteraan apabila nilai kebenaran bisa dihayati dan ditegakkan dengan baik dan benar. (Namun kenyataannya manusia percaya bahwa hidup ini dipelihara oleh kebenaran Illahi atau kebenaran Tuhan, masih juga terdapat ketidakbenaran dan kejahatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan mengganggu keselarasan, kebahagiaan, ketentraman dan kesejahteraan. Semua itu terjadi sebagai akibat terjadinya pelanggaran terhadap hukum kebenaran. (Untuk memelihara ketenteraman dan kesejahteraan dunia maka dewa Wisnu turun ke dunia menitis pada Prabu Arjunawijaya (Arjunasasrabahu) raja Negara Maespati, dan kepada Ramawijaya, raja Negara Ayodya.

 

WAHYU SEJATI

            Sejati berarti ada, nyata, yang  tunggal atau tidak dualistis. Wahyu Sejati berarti suatu kebenaran yang bersifat tunggal. Artinya bahwa kebenaran itu tidak memiliki sifat ganda atau berpasangan yang terdiri dari dua hal yang berbeda sifatnya atau berlawanan, seperti terang dengan gelap, benar dan salah, putih dan hitam atau merah, dan lain sebagainya. (Ini suatu pelajaran hidup bahwa di dalam kehidupan alam semesta dan isinya, termasuk manusia, hanya terdapat satu kebenaran, yaitu Kebenaran sejati, yaitu kebenaran Illahi. Apabila manusia hidup dalam kaidah-kaidah ajaran kebenaran yang sejati, maka kehidupan manusia akan memperoleh kedamaian, kekegotong-royongan yang dapat menumbuhkan sifat toleransi atau saling membantu dan saling menghormati. (Namun kenyataannya dalam menjalankan kehidupannya manusia masih mengulur-ulur nilai-nilai kehidupannya dengan ukuran yang tidak menentu. Kadang-kadang mengulur sesuatu dengan kebenaran Illahi, tetapi kadang-kadang mngukur suatu tindakan selaras dengan kepentingannya sendiri. Akibatnya tatanan kehidupan menjadi tidak menentu, kacau dan saling merugikan pihak lain. Timbulah kemudian sifat keserakahan dan keangkaramurkaan. (Untuk memulihkan dan memelihara keseimbangan kehidupan di dunia, maka dewa Wisnu turun ke marcapada menitis pada ramaparasu, putra Resi Jamadagni dari pertapaan Dewasana, dan kemudian menitis pada Lesmana, adik satu ayah Ramwijaya. (Wahyu sejati atau Wisnu yang menitis pada Ramaparasu adalah bertugas mengembalikan ketenteraman dunia sebagai akibat dari perbuatan keserakahan yang dilakukan oleh Raja Hehaya dengan perbuatannya merampas hak dan kemerdekaan orang lain. Raja Hehaya bukan saja telah membunuh para brahmana, termasuk Resi Jamagani ayah Ramparasu dan merampas harta miliknya, tetapi juga merampas harta rakyat. (Sedangkan Wahu Sejati yang menitis pada Lesmana merupakan pasanhan dari Wahyu Purba yang menitis pada Ramawijaya. Seperti kita ketahui antara Rama dan Lesmana sebenarnya selalu hidup berpasangan, bekerja sama membasmi segala bentuk kejahatan. Hal ini menunjukan bahwa Wahyu Purba dan Wahyu Sejati atau kebenaran Illahi yang bersifat memelihara dengan kebenaran Illahi yang bersifat tunggal, berhubungan erat sekali.

 

WAHYU WASESA

            Wasesa berarti mempunyai kekuasaan, berkuasa, mengatur atau menguasai. Wahyu Wasesa berarti suatu kebenaran Illahi yang bersifat mengatur atau menguasai. Ini mengandung makna bahwa di dalam kehidupan alam semesta dan isinya, termasuk manusia diatur dan dilakukan oleh kekuasaan Illahi. Tegasnya satu-satunya pengatur dan pemerintah alam semesta dan isinya termasuk manusia adalah kekuasaan Tuhan. (Apabila semua manusia berpegang pada kaidah ini , maka manusia idupo tidak perlu harus merasa takut pada kekurangan, menderita, mengalami ketidak adilan, kehilangan kemerdekaan atau kebebasan. (Tetapi didalam kenyataannya sadar atau tidak sadar manusia masih percaya, bahwa hidup ini selain dikuasai oleh kebaikan atau kebenaran Illahi, masih bisa dikuasai oleh kejahatan. Bahkan kadang-kadang manusia takut dan taat kepada kejahatan daripada kebenaran illahi. (Ajaran yang terkandung dalam Wahyu Wasesam uakag syaty ajaran yang mengingatkan kepada kita semua agar bisa selalu sadar  bahwa hidup ini ada yang mengatur dan menguasai. Wahyu Wasesa adalah Wisnu yang menitis kepada Sri Kresna, yang dengan kekuasaanya bertindak sebagai penjaga keseimbangan ketenteraman dan kesejahteraan dunia. Kedudukan Sri Kresna di sini hanyalah sebagai penasehat Agung pada satria penegak kebenaran yaitu para satria Pandawa.

 

WAHYU LUWIH ATAU LINUWIH

            Menurut kamus Purwadarminta, Luwih atau linuwih mengandung arti : lebih, langkung atau pancuran. Wahyu Luwih adalah Wisnu atau kebenaran Tuhan yang bersifat memancar. Ini suatu pelajaran hidup bahwa kehidupan alam semesta berikut isinya, termasuk manusia, pada hakekatnya merupakan pancaran atau pernyataan hidup atau Tuhan sebagai sumber hidup. Seumpama air adalah sumber hidup, maka air yang mangalir dari sumber itu adalah pancarannya.(Wahyu Luwih memberi pelajaran hidup kepada kita agar disadari bahwa tujuan dan kewajiban hidup manusia di dunia adalah mencerminkan atau memancarkan sifat Khaliknya yaitu Tuhan YME. Semakin banyak manusia mencerminkan sifat Tuhan dalam hidupnya, maka akan semakin kaya manusia memiliki berkah dan kasih saying Tuhan. Antara Wahyu Wasesa dengna Wahyu Linuwih sebenarnya masih merupakan satu kesatuan, ibarat air dengan pancurannya. Ibarat Matahari, Wahyu Wasesa adalah mata harinya, sedangkan Wahyu Luwih adalah pancarannya. (Wahyu Luwih adalah ajaran Wisnu yang diterima oleh Arjuna, karena itu antara Sri Kresna dan Arjuna selalu hidup berdampingan dalam tugas kewajiban memayu hayuning bawana. Ibarat Api, Sri Kresna adalah apinya, sedangkan Arjuna merupakan cahaya terangnya.

 

WAHYU MURTI

            Murti menurut kamus Jawa/Kawi mempunyai arti ; amor, menyatu/bersatu, gumolong, tunggil, linangkung, utuh dan semesta. Jadi Wahyu Murti mengandung arti ajaran Wisnu yang bersifat gumolong, utuh dan semesta. Ini suatu ajaran bahwa hidup alam semesta dan isinya termasuk manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang antara satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan. Karena yang satu merupakan bagian dari yang lain.(Karena alam dan isinya merupakan satu bagian yang utuh, maka menjadi kewajiban kita manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, serta memelihara keselarasan.(Wahyu Murti adalah ajaran Wisnu yang diberikan kepada Gunawan Wibisana. Karena itu Gunawan Wibisana selalu berusaha untuk ikut menjaga keseimbangan dan keselarasan dunia. Berkali-kali ia memperingatkan Rahwana, kakaknya, agar mengembalikan Dewi Sinta kepada Prabu Rama demi keselamatan Negara Alengka, karena Prabu Rama sesungguhnya satria penjelmaan dewa Wisnu.(Karena Wibisana dengan Wahyu Murtinya merupakan bagian daripada Wisnu, maka ketika ia akan menduduki tahta kerajaan Alengka setelah berakhirnya perang Alengka. Prabu Rama melengkapinya dengan ajaran Hastabrata dengan tujuan agar Gunawan Wibisana menjadi seorang raja yang arif bijaksana, dicintai dan mencintai rakyatnya serta mampu menciptakan kesejahteraan, kedamaian, ketenteraman hidup bagi rakyatnya.

 

WAHYU MAKUTHA RAMA

            Wahyu Makutha Rama pada hakekatnya merupakan inti sari dari keseluruhan wahyu yang diturunkan oleh Dewa Wisnu yang merupakan gabungan dari inti sari Wahyu Purba, Wahyu Sejati, Wahyu Wasesa, Wahyu Luwih dan Wahyu Murti. Karena itu Wahyu Makutha Rama merupakan wahyu yang terakhir dari Dewa Wisnu sebab setelah mengajarkan Wahyu Makutha Rama kepada Arjuna dalam perwujudannya sebagai Bagawan Keswasidhi di Gunung Kutarunggu, dan berakhirnya perang Bharatayuda dengan musnahnya keluarga Kurawa yang merupakan lambang angkara murka, Dewi  Wisnu tidak turun lagi ke Marcapada.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Februari 8, 2009, in Wahyu Dewa Wishnu and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 71 Komentar.

  1. Yth Mas Sabda Langit,

    Artikel2nya sangat membangun kesadaran utk lbh mendekatkan diri kpd Sang Khalik, berusaha teguh menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA.
    Mas Sabda ditunggu artikel2 barunya, jangan biarkan pengetahuan terhalang oleh kedengkian, kepicikan, sok benar, dan sok lainnya.

    Salam karaharjan

  2. syariat disebar luaskan oleh para ulama, tarikat dan hakekat disebarkan oleh syaikh2
    ulama harus menjaga agar kejahatan tak menyebar di atas bumi, mereka menegakan ketakutan pada neraka dan harapan-harapan surga. tanpa tembok besar tiongkok, yaajuuj dan maajuuj (quran) atau gog dan magog (bible) tak akan bisa ditahan daripada mengganggu kedamaian keamanan dunia, tapi berhenti sampai disini adalah seperti berhenti didepan tembok penghalang di jalan yang ditempuh pencari (musafir) kembali keasal keharibaan tuhan

    makanya mereka yang berhati bersih, berwatak baik dan mempunyai bakat yaitu para aulia memindahkan tembok penghalang ini dari jalan mereka, mereka mengangkat tembok selubung atau hijab ini secara bertahap, inci demi inci dari hadapan mata mereka, sampai suatu saat nanti mereka menemukan dunia yang penuh dengan cahaya tuhan, cahaya diatas cahaya……

  3. Sugeng Rahayu kang MAs Sabda LAngit..
    Saya pembaca baru di blog ini, saya mau tanya Apa yang dimaksud :
    1. Kembang Wijoyo Kusumo
    2. Kembang Wiyo KAmulyan….trm’s

  4. Sugeng Rahayu kang MAs Sabda LAngit..
    Saya pembaca baru di blog ini, saya mau tanya Apa yang dimaksud :
    1. Kembang Wijoyo Kusumo
    2. Kembang Wijoyo KAmulyan….trm’s

  5. Matur nuwun Mas.Salam kadang sedoyo.

  6. Matur nuwun mas sabda langit

    “Dogma itu ulah manusia saja kok mas. Kitab agama manapun tidak akan menjadi doktrin selama dipahami hakekatnya. Dan memahami ajaran agama bukan dengan cara yg mentah, yakni memaknai harfiah, leterlek, lugas, dan tekstual/teksbook. Karena Kitab suci itu memuat arti yg tersirat, maknawiah. Sehingga diperlukan pemahaman kitab secara kontekstual pula”

    Tiap saya baca artikel mas sabdalangit, membuat bulu kuduk saya merinding, tercengang dan membuat saya sadar akan hakekat kehidupan itu seperti apa, dari SD sampai SMA ajaran agama yg diajarkan hanya merupakan sebuah doktrin dan minus pemahaman oleh karena secara umum pandangan dimasyarakat entah karena tidak tahu atau seperti apa tak hayal jika ada seorang bertanya “kenapa?”, pasti jawabannya “memang seperti itu dari dulu”, dan saya yakin belum ada saya temukan orang yang mengupas dan menjelaskan hakikat kehidupan alam semesta atau jagat ini sesederhana mas sabda, tetapi tidak sederhana untuk di pahami :| (Bingung saya jelasinnya), yang pasti semakin banyak saya baca artikel mas sabda, semakin banyak saya tahu tetapi semakin banyak pula yang tidak saya tahu.

    Salam sejati.

  7. Hmm, saya senang sekali di Nusantara ini masih ada seorang …Sabda Langit, yang secara sadar atau tak sadar telah ikut menerangi jalan yang sedang saya tempuh…..Maju terus Mas Sabda. Gusti paring berkah !

  8. tidak usah banyak cakap…
    kalu kalian memang mengaku kejawen tulen…
    apa isi bait yang hilang (bait 52 – 56) dan apa maknanya…monggo…

    nb.
    artikel wahyu nya bagus…sayang om pong…alias melom pong…h h h

  9. tidak usah banyak cakap…
    kalu kalian memang mengaku kejawen tulen…
    apa isi bait yang hilang (bait 52 – 56) dan apa maknanya…monggo…

    nb.
    artikel tentang \’wahyu\’ nya bagus…sayang om pong…alias melom pong…h h h

  10. Kang Mas Sabda Langit saya seorang Muslim kebetulan orang tua suku jawa saya skrg mengambil Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah sekarang belum bisa mengamalkan 100% dan seneng membaca buku2 kejawen sebenarnya kita itu 100% mengamalkan Islam atau diparoh2 dengan Kejawen ini bukan menguji atau apa tapi pingin jawaban biar plong kita lihat Para Wali Nabi2 yang bukan keturunan jawa koq bisa menjadi orang2 suci apa kalau kita keturunan jawa harus menggunakan adat jawa (mhn maaf saya benar2 sedang mencari kesejatian) ? tolong kami dibantu jawaban nya Ki Sabda langit

    • Kawan aku bukanlah sabdalangit n aku bukanlah tmn mu.. Aku tidaklah menulis dengan tangan semata aku menulis dengan hati nurani, aku berkata bukan hanya dengan mulut saja , aku berkata dengan hati nurani ku.. Aku berfikir bukan hanya karena otax tapi aku berfikir atas kebenaran abadi.. Aku hnya lah seorang yg tdk sngj mmbc di forum ini… Di forum ini bnyak keraguan… N juga kesombongan atas agama tertentu.. Tpi untux apa menganut agama sempurna jika kita menyombongkan diri.. Kita sebagai umat manusia hrus sdar ap yg kt lakukan n ap yg kita pikirkan.. Jika kau bingung brtnyalah.. Tpi brtnya bukanlah suatu jwbn yg tept.. Krn jika kita terus bertany tapi tidax ykin terhadap dri sendiri.. Mka jwbn yg kita dpt tidklah akn mmbwt kt puas… Mka ykinlah… Percayalah pda hati nurani mu.. Mka suatu saat nnt kmu akn menemukan jwabannya.. Kejawen adalah budaya jawa kuno.. Yg menganut unsur agama hindu n islam.. Itulah yg di sebut kejawen.. Tpi apa slahnya jika hati nurani ingin kembali ke agama leluhur yaitu agama kebenaran abadi( hindu budha) maka hati nurani mu akan mencapai keabadian n ketenangan.. Aku.. Bukanlah mengajak tpi aku membangkitkan kebenaran yg ada dalam hatimu… Karena tuhan ada dalam hati kita yg penuh cinta kasih… Ketulusan, kebenaran, n kebijakan.. Itulah hati nurani seorang manusia yg paham akan arti sebuah ajaran agama. Kebenaran bukanlah dari perkataan seseorang atu di sebut dengan utusan tuhan.. Kebenaran abadi ada pada diri sendiri… Salam damai.. Aku adalah diri mu.. N aku adalah kebingunaganmu.. N aku adalah sumber kebenaran n aku adalah inti dari semua semesta. Bercerminlah jika kau yakin n tidurlah jika kau yakin.. Besok adlah hari mu yg pnh ketenangan n kebenaran … Yakinlah..

    • Kawanku yang budiman,
      Ikutilah jalanmu sesuai dengan jalan imam-mu, lalu mohon petunjuk selalu kepada Gusti Kang Akaryo Jagad. Lakukanlah nasehat baik imam-mu, ikuti peri-laku junjungan dan imam-mu, yaitu akhlak mereka, karena biasanya pemimpin thoriqoh sudah dalam kategori zuhud. Jangan silau oleh harta dan kemegahan dunia. Jika kamu sudah selaras dengan mereka pasti kamu akan dipertemukan oleh mereka. Pembersihan diri banyak caranya, dalam thoriqoh pun sudah diajarkan. Apapun jalannya, mudah-mudahan baik untukmu jika kamu ikhlas. Semua ilmu yang diturunkan adalah memang dari-Nya. Tinggal bagaimana manusia mengamalkan dan membuktikan ilmu yang dipelajarinya. Berbagai cara dan jalan akhirnya akan berujung kepada Yang Satu. Hingga ilmu pengetahuan pun pasti memiliki ujungnya. Dan ujung itu adalah sumber. Yakni Gusti Alloh Ingkang Moho Kuawos.

  11. Bagaimana dengan wahyu kedhaton atau wahyu keraton ms? Apakah saat ini jg msh ada? sy sering membaca pada sejarah /cerita jawa tentang wahyu ini yang konon akan diterima oleh orang yg akan menjadi pemimpin /raja.

  12. mohon pencerahan romo?
    saya akan bercerita sedikit mengenai mimpi saya.. mimpi saya sebenarnya sudah lama.. waktu itu masih sekolah SD, mimpi saya seperti ini … saya melihat 3 cahaya melintas dilangit lalu yang sebelah kiri cahaya itu turun diatas genteng rumah orang tua saya, sebenarnya banyak yang melihat lalu saya naik keatap genteng begitu saya mendapatkan atau memegang cahaya itu lalu berubah menjadi patung kuda dan ada penunggangnya kemudian saya angkat patung itu kedua tangan saya dan saya perlihatkan dari atas atap kepada banyak orang yang melihat karna saking gembiranya saya menedapatkannya.
    menurut romo, apakah mimpi saya itu semancam wahyu?
    karena pernah saya tanyakan lewat situs javaness2000 katanya wahyu saya sejenis wahyu keningratan. mohon pencerahannya.

  13. trimakasih Bhikkhu , saya memang mengidolakan anda, dulu saya pernah shring di situs anda. mohon doanya Bhikkhu semoga saya bisa tercerahkan seperti anda. semoga seluruh Bhikkhu tercerahkan selalu

  14. Bhikkhu Dhammaraja

    Wahyu Dewa Vishnu inilah yang diturunkan pada SP di Indonesia, oleh Rudra Chakrin di Shambala.

    10 Avatar Vishnu:
    1. Matsya, ikan.
    2. Koorma, kura-kura.
    3. Varaha, babihutan.
    4. Narasimha, siluman singa.
    5. Vamana, kurcaci.
    6. Parasurama, orang barbar.
    7. Rama, raja.
    8. Khrisna, penasehat.
    9. Gotama, Buddha.
    10. Kalki, cyborg.

    Itulah makna satria pinandhita sinisihan wahyu, yaitu sp di indonesia yang ditransfer pengetahuan shambala oleh pemuda Ratu Adil dari Shambala.
    Sebenarnya saya mau membuat diri saya yang mentransfer pada orangindonesia, tapi ia muslim, ia tidak siap dan badannya menolak saya. Jadi terpaksa saya mengikuti pakem yang ada saja.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Vishnu adalah pemrakarsa perang baratayudha yang menewaskan jutaan orang.
      Saya bisa dibunuh, saya bisa mati, tapi masih ada saudara kembar saya Rudra Chakrin yang agenda utamanya pemusnahan umat muslim dunia.
      Jadi, saya tidak khawatir dianggap tidak ada. Muslimlah yang harus kawatir akan keberadaan mereka.
      Hidup Ceylon! Hidup Agama Buddha!

      Tentusaja muslim bukan satu-satunya yang akan diberantas pada tahun 2424 itu, tapi juga seluruh umat yang melenceng dari ketentuan agama masing-masing. Spiritualitas? Tidak laku! Khrisna mengajak pada yoga masing-masing dalam bhagavadgita, tapi yoga bukanlah agama, melainkan praktek. Khrisna cuma berbicara dalam lingkup hindu saja saat itu.

  15. Bhikkhu Dhammaraja

    Ada dua makhluk terkuat saat ini di dunia:

    1. Lord Kalki.
    Lahir di india, dikirim ke shambala setelah dewasa, ahli dalam mesin dan senjata. Dan menyukai seni perang.

    2. Lord Mahavatar.
    Lahir di daerah bumimekkah Indonesia, diubah tubuhnya oleh Lord Kalki setelah dewasa, ahli dalam agama, menyukai seni musik.

    Hal ini samaseperti dulu dimana saat Wild Bill terbagi 2, Hitler tidak mampu belajar ilmugaib, karena bagian ilmugaib ada di Yogananda. Sebagai gantinya Hitler ahli dalam persenjataan bahkan membuat UFO dan mecha (robot raksasa) yang keduanya ada fotonya.

    Selain kemampuan Red Lantern dari Shiva, Lord Mahavatar juga memiliki cincin berputar didadanya yang bisa membuatnya berubah jadi superhero yang ia ketahui. Salahsatunya menjadi Superman. Semasa menjadi superman inilah ia memiliki 3 keahlian:
    1. Torquasm-Rao = ilmu tenaga dalam matahari.
    2. Torquasm-Vo = Ilmu sandi 8 dewa.
    3. Torquasm-Tao = Ilmu beladiri fisik.

    Kelak di Timur Tengah pada akhirnya keduanya kembali bergabung menjadi satu tubuh Nabi Isa yang disebut Kalki Avatar.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Saat dimana Lord Mahavatar kekurangan energy matahari, ia memecah tubuhnya jadi banyak sekali, dan berganti memakai kekuatan listrik dari ayahnya Yahweh (Indra).

      • Bhikkhu Dhammaraja

        Ra adalah ayah Lord Mahavatar, Indra juga ayah Lord Mahavatar. Karena itulah di perang kurusetra saat berhadapan dengan Arjuna, awan hitam melingkupi keduanya, bukan cuma Arjuna. Cuma saja untuk Lord Mahavatar ditambah sinar mentari menyorot wajahnya.
        Tujuan Dewa Indra adalah agar Karna lahir jadi Parikesit dan mendapat Hastinapura.
        Kalau Karna memenangkan perang, ia tidak dapat tahta karena rajanya tetap Duryudhana (skr Anand Khrisna).

      • Bhikkhu Dhammaraja

        Hari gini bicara “ratu adil adalah muslim taat memegang ajaran jawa”, hari gini bicara ilmu esoteris arab sambil menyelipkan bahasa arab. Gak mutu.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Guntur berkata pada saya, “sp tidak suka dua anak saya, cuma satu saja?”
      Hal itu bisa dipertimbangkan nanti oleh sp.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Sabdo langit menambahkan ucapan guntur, “ia akan sedih jika saudaranya saja yang diambil.”
      Ya, baiklah. saya yakin sp akan mengambil keduanya JIKA KEDUANYA SAMA-SAMA SUPER CANTIK.

      Saya mendengar seorang komentator lain berkata, “anda tidak akan pernah menjadi Buddha.”
      Saya tak mengerti maksud anda. jika maksudnya nama buddha wekasan pada sp itu, itu kan nanti setelah sp kembali lahir lagi ke dunia jutaan tahun lagi, itu cuma menunjukkan sp itu kelak yang bernama Metteya Buddha tersebut. bukan sekarang sp itu buddha, cuma buddhist saja kalau skr.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Saya mendengar ada yang berkata, “besok sp akan tersinggung jika ditolak.”
      Tidak, “senenge anggoda anjejaluk cara nista” dan “tyasira angkaramurka kumet lomah krenah pitnah dadi” menunjukkan pdkt bukanlah gaya sp. memberi baju kaos lah gaya sp (maaf jika agak vulgar), jadi saya yakin sp tidak akan tersinggung tapi tersungging, dan kali ini dalam arti yang sebenarnya.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Yang penting semua yang mau memberikan wanita harus pernah tahu bait:
      “ana manungso kaiden ketemu
      uga ana jalma sing durung mangsane
      aja sirik aja gela
      iku dudu wektunira.”

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Sewaktu di surabaya saya bertemu Ken Endok yang hidup dijaman skr. ayahnya ken arok tersebut. Ia berkata, “Malang adalah kota Ken Arok.”
      “Ken Arok…” kata saya.
      “Ya, ia orang yang melanggar semua molimo (5 moralitas).”
      Ken Arok = Karna = Nabi Isa = Ratu Adil Satria Pinandhita.

      Memang kelihatannya aneh tapi orang tidak baik di setiap jutaan kehidupannya.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Di jaman sp, molimo tidak boleh dilakukan sp pada orang agama lain kecuali orang agama lain itu sendiri yang mengharapkannya. Sedangkan untuk orang agama islam, sp sangat boleh menerapkannya dan ia tidak akan berdosa.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Dalam kisah dari sutta Cula Saccaka, Tipitaka:
      Buddha menanyai orang, tapi orang itu menjawab secara tidak terarah. Sehingga membuat Dewa Indra berkata, “jika kamu tak menjawab pertanyaan Buddha dengan baik akan saya belah tubuh kamu.”
      Buddha lalu berkata pada orang itu, “nah jika kamu tak menjawab kamu mau dibunuh oleh Indra (sakka).”
      Buddha tahu ada orang mau dibunuh tapi ia membiarkannya.

      Begitupula dengan Mata Dhamma, Buddha mampu melihat ketiga alam, tapi cuma sedikit yang ditolong jika sedang susah, cuma yang pantas saja yang ditolong.
      (saya menyebut mata dhamma dengan mata Buddha sekedar agar lebih akrab di telinga pembaca muda).

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Menjadi suatu Buddha tidak sama dengan menjadi Ibu Theresa yang obral menolong orang, obral menyembuhkan penyakit.
      Dhamma harus dipahami dan dipenuhi sesuai Dhamma/kadarnya.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Karena itulah di jaman sp, seseorang tidak boleh punya niat hendak membantai banyak muslim.
      Jika semua dihabisi lalu sp mau beri baju kaos pada siapa? sp adalah seorang dermawan karena kedekatannya dengan kaum miskin.

  16. Bhikkhu Dhammaraja

    Yang jelas seorang bhikkhu tak akan melakukan hal buruk. setidaknya dalam konteks latihan. belum pada buah pikiran.
    Saya misalnya, tidak akan mengasari, berbuat buruk seperti memukuli siapapun, sekalipun ia muslim, dan sekalipun ia sudah banyak mengasari saya.
    Karena para bhikkhu mengarah pada pembebasan, melalui tidak berbuat baik dan tidak berbuat buruk, dan ada satu lagi yang tidak saya sampaikan karena itu konsumsi umat buddha saja.

    Seorang sp boleh. kenapa, karena ia ada perjanjian dengan alam 33 dewa yang diketuai Indra. dimana semua karma akan dialokasikan dengan baik sehingga sp tetap tidak berdosa.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Karena itulah bhikkhu tidak menjalin hubungan teman, saudara, istri.
      Kalau ada teman nanti, “saya harus bantu, ini kan teman saya. ini kan saudara saya, dsb.”
      Misalnya ada kuda disiksa muslim itu kan bukan urusan saya, kuda bukan teman saya karena saya tak memeliharanya. Secara buddhism itu diajarkan itu terjadi karena karma kuda itu sendiri. Sekian.

      • Bhikkhu Dhammaraja

        Saya mendengar Sabdo Palon berkata, “paduka, sudah cukup main-mainnya paduka. Sudah dekat waktunya untuk perkawinan paduka.”
        Nah, tampaknya saya harus pamit untuk mempersiapkan perkawinan Ratu Pinandhita, secara Ratu Pinandhita baru tahu cara berubahwujud.

  17. dikutip dari Bhagawad Gita, 4.7-8

    “Manakala dharma merosot dan kejahatan merajalela,
    pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,
    wahai keturunan Bharata (yang dimaksud adalah Arjuna)

    Untuk menyelamatkan orang-orang baik
    dan membinasakan orang jahat
    dan menegakkan kembali dharma,
    Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 897 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: