FAQ ; KETUHANAN, KEMANUNGGALAN, OLAH RASA

FAQ ???????

TENTANG KETUHANAN,

MANUNGGALING KAWULA GUSTI,

OLAH RASA

 

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara semua yg sempat kontak via e-mail. Saya mohon ijin untuk mensharing hasil tanya jawab berikut dengan suatu tujuan agar supaya saudara-saudara para pembaca yg budiman semuanya dapat ikut menyimak dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua yang sama-sama masih belajar di media gubuk ini.  Berikut ini petikan yang saya sadur dari e-mail agar dapat menjadi sarana komparasi dan referensi untuk siapapun yang merasa membutuhkan.  Namun demi memperhatikan etika dan menjunjung tinggi privasi masing-masing terpaksa harus menghapus dan menyembunyikan identitas saudara-saudara dalam tulisan di bawah ini.

 

1. Saya pernah baca kalau org yg ingin mencari hakekat sejatinya harus ada kamar khusus utk lakukan meditasi, apakah harus ya mas ? saya masih belum ada kamar tsb.

Jawab :

Tidak harus mas, banyak tempat bisa digunakan, yang penting tempat tersebut nyaman, aman, tenang, mendukung meditasi. Bahkan banyak yang merasa nyaman dan merasa lebih awas bila bersentuhan langsung dengan unsur bumi, maka dilakukan di tempat-tempat yang dianggap sakral. Bisa pula di pantai, gunung, pinggir danau, tengah hutan, dan pada saat bulan purnama. Semua ini pertimbangannya demi menyatu dengan alam, agar dapat mencermati tanda-tanda kekuasaan tuhan yang terdapat di alam semesta. Merasakan keMahabesaran tuhan dst.

 

2. Bagaimana “laku” yang harus ditempuh untuk menemui leluhur, dan Guru Sejati kita, Sukma Sejati, dan hati Nurani kita ?

Jawab :

1. Dilakukan melalui beberapa tahap; olah ragawi, olah kalbu/cipta, olah jiwa, dan olah rasa. Bisa dilihat dalam beberapa tulisan saya terdahulu dalam ; Serat Wedhatama. Untuk lebih mudah memahaminya pertama-tama kita pahami dahulu siapa sejatinya diri kita, yakni dengan  mengenali jati diri kita bisa dilihat dalam tulisan saya sbb ;

Mengenal Jati Diri ; Hakekat neng ning nung nang.

Lanjutkan dlm ; Memulai Laku prihatin;

Bagaimana Harus Berserah Diri pada Tuhan.

Lanjutkan; mengungkap Misteri Tuhan.

Lalu Tanda-tanda Pencapaian Neng ning nung nang

Olah ragawi/syariat/ritual yg harus ditempuh ;

  1. minimal sekali seumur hidup membuat bancakan weton.
  2. rajin ziarah kubur ke makam leluhur (terutama leluhur kita sendiri); mohon doa restu dari beliau-beliau, merawat makamnya, dan jangan lupa mendoakan beliau-beliau.
  3. Nguri-uri atau menghayati dan melaksanakan sebagaimana jasa baik dan kebaikan  yang pernah beliau-beliau lakukan selama hidupnya.

 

Dalam laku kehidupan sehari-hari setidaknya bisa menjalankan perbuatan sebagaimana yang telah saya kemukakan dalam thread  ; Wirit-maklumat-jati/laksita-jati-meraih-kasampurnan-hidup.

 

3. Bagaimana mengetahui/membedakan/menemui jiwa, roh, HYANG MAHA SUCI saya ?

Jawab : Melalui “laku” amal perbuatan yg baik, mengendalikan hawa  nafsu, puasa ngapit weton (lihat komentar2 lebih lama), bancakan/tumpeng weton. Cara paling mudah kita berkomunikasi dgn guru sejati/roh kudus/”Hyang Mahasuci” kita adl melalui GETARAN NURANI paling dalam yg tak bisa bohong dan mengetahui jika kita melakukan kebohongan/kesalahan. Jika suatu saat anda mimpi atau melihat lgs diri anda (badan halus) dan bisa bercakap2 jgn anggap ia setan penggoda iman. Setan itu bukan bentuk/wujud mahkluk, namun berupa nafsu negatif kita sendiri, dan mahluk halus itu tidak menggoda kita jika kita tdk melakukan suatu kesalahan pada mereka atau  mengganggu kemerdekaan/tempat tinggal mereka. Mahluk halus dan manusia sama-sama takut ketika bertatapan, maka jika ada penampakan gaib sebentar langsung hilang krn sama-sama takut. Sayangnya mahluk halus selalu jd kambing hitam oleh manusia, kasihan mereka padahal sama-sama mahluk tuhan. Kenapa tdk menyalahkan nafsu negatif kita sendiri. Lha wong tanpa godaan mahluk halus manusia sdh cenderung berbuat melawan aturan kok.

 

4. Untuk menentukan itu bukanlah hanya imajinasi/hayalan saya  bagaimana ? adakah definisi riil dari bentuk/rupa dari zat itu.

Jawab : definisi, imajinasi,khayalan bisa berjuta ragamnya, tergantung tingkat pemahaman dan kesadaran tinggi yg dicapai setiap insan.

Misalnya saya waktu kecil membayangkan tuhan itu seperti simbah2 yg bungkuk berjalan pakai tongkat bersarung batik, namun saktinya tiada tandingannya. Nah, saat ini sy membayangkan tuhan yg tiada nama, nama utk tuhan hanya sekedar bahasa yg digunakan oleh manusia, serta tuhan sbg zat tertinggi maha kuasa, yg tdk dimana-mana, namun ada di mana-mana, yg jauh tdk ada jarak, dekat tdk bersentuhan. Tuhan tak bisa dilihat dgn mata wadag, namun bs dirasakan dgn rasa pangrasa. 

 

5. Selama ini entah belum atau kurang nya kekuatan dada saya yg berupa keikhlasan dan lemahnya kekuatan kepala saya yg berupa ketekunan yg membuat saya belum juga mengerti atau krna usia saya yg belum cukup sehingga tidak sanggup menggapain-NYA atau…terlalu kotorkah diri saya kang.

Jawab : keiklasan, kesabaran adalah PELAJARAN YG TIDAK PERNAH USAI SEPANJANG manusia hidup. Belajarlah utk sabar dan tulus setiap hari, setiap saat, setiap menit, setiap detik. Nafsu tdk perlu dihilangkan atau dimusnahkan, namun dikendalikan agar dapat kita gunakan secara wajar dan positif, tdk menentang aturan sosial, etika moral, norma agama, norma hukum. Karena tanpa nafsu manusia akan musnah, tak ada lagi kelahiran manusia. Ada pepatah : ngono yo ngono ning ojo ngono ! merupakan tata cara dan slogan bagaimana kita mengendalikan nafsu menjadi ke arah yg positif, tdk mencelakai org lain dan diri sendiri.

 

6. Mas saya setiap meditasi malam energi dalam tubuh saya selalu bergerak dengan sendirinya dan ini sudah berlangsung lama. Kadang pernah waktu habis sholat dan kemudian zikir dengan sendirinya anggota badan saya berdiri dan lakukan sholat lagi dengan anggota badan saya bergetar hebat. Pernah juga dalam berzikir sholawat nabi saya menangis dengan sendirinya. Mas sebenanrya apa yang terjadi dengan diri saya ini.. mohon penjelasannya ?

Jawab :

Meditasi adalah salah satu sembah raga (sepadan dengan istilah syariat). Banyak sekali tata cara sembah raga, salah satunya adalah meditasi, yoga, tapa, semedi, maladihening, mesu budi. Termasuk dalam sholat yang khusuk, zikir, i’tikaf, bahkan dalam sembahyang berbagai agama pada intinya adalah olah rasa pangrasa. Kata-kata, ucapan, bahasa yang digunakan dalam zikir dan doa hanyalah sekedar media atau cara teknis untuk menguatkan mental, kalbu, atau membangkitkan kekuatan batin kita agar supaya muncul getaran rasa sejati. Getaran rasa sejati ini menjadi kekuatan dahsyat untuk mewujudkan kehendak yang ada dalam diri kita, dalam getaran rasa sejati. Jika getaran rasa sejati berada pada Zat (Tuhan) merupakan kodrat dan kehendak/iradat Tuhan yang pasti mewujud (kun fa yakun). Jika terjadi dalam jagad kecil (diri pribadi) berupa getaran rahsa sejati, maka akan menjadi kehendak (doa) yang tak terucap. Atau ucapan yang muncul dari getaran rahsa sejati akan menjelma menjadi kekuatan dahsyat. Apa yang diucap akan terjadi, doanya makbul/manjur/tijab. Dalam konteks Jawa disebut sebagai idu geni (ludah api) apa yang diucap pasti terjadi, atau sepadan dengan sabda pendita ratu. Anda telah merasakan getaran rasa sejati anda, jika dikelola dengan baik mampu untuk membuat doa/kehendak menjadi terkabul.

7. Saya melihat di website mas Sabdalangit isinya sangat bagus dan itu yang saya cari ttg menuju Manungaling ke pada yang Esa. Ada beberapa pertanyaan terkait tttg manunggaling kawula gusti :
  1. Bisakah seseorang menuju pada manunggaling hanya belajar sendiri atau lewat media tanpa seorang guru ?
  2. Apakah mas sabdalangit sudah sampe pada tahapan Manunggaling ?
  3. Apa yang harus dilakukan orang tersebut utk mencapai tahapan Manungaling ?

Jawab :

  1. Bisa juga sendiri dalam arti dalam bimbingan para leluhur kita sendiri yg telah mencapai kamulyan sejati. Beliau lebih dari seorang mursyid, krn tdk hanya “omonge” org atau omonge kitab, namun beliau sdh berada dalam alam kajaten/kesempurnaan sejati. Apapun yg disampaikan kpd kita, itulah wahana eksistensi yg benar2 ada di alam gaib. Dalam hal ini, sy pribadi mendapat bimbingan dan pengarahan (di jangkung dan di jampangi) oleh para leluhur saya sendiri.
  2. Untuk yg satu ini sy tidak berani menilai diri sendiri.
  3. Dilakukan melalui olah/sembah ragawi, olah/sembah kalbu/cipta, olah/sembah jiwa, olah/sembah rasa.  Bisa dilihat dalam beberapa tulisan saya dalam ; Serat Wedhatama. Semua ini diawali dgn mengenali jati diri kita; bisa pula dilihat dlm thread saya berikut ;

Mengenal Jati Diri ; Hakekat neng ning nung nang.

Lanjutkan dlm ; Memulai Laku prihatin;

Bagaimana Harus Berserah Diri pada Tuhan.

Lanjutkan; Mengungkap Misteri Tuhan.

Lalu Tanda-tanda Pencapaian Neng ning nung nang

Olah ragawi yg harus ditempuh ;

-  minimal sekali seumur hidup membuat bancakan weton.. 

- rajin ziarah kubur ke makam leluhur; minta doa restu dari beliau-beliau. merawat makamnya, dan mendoakan beliau-beliau. Nguri-uri (menjaga, melestarikan, memahami dan menghayati) jasa baik beliau-beliau.

Dalam laku kehidupan sehari hari setidaknya bisa menjalani falsafah hidup sebagaimana yang sudah sy uraikan dlm ;  Wirit-maklumat-jati/laksita-jati-meraih-kasampurnan-hidup.

 

8. Sampai saat ini saya sudah berumur 31 tahun dan sering kali saya ini dalam proses mencari….tetapi disisi lain saya juga menanyakan sebenarnya yang saya cari itu apa……semakin mencari semakin bingung…tidak dicari pengennya mencari dan semakin tidak mudeng….banyak sekali share dari teman-teman, artikel yang ada yang bisa mengembangkan…..tetapi yang saya rasakan saya ini masih jauh dan belum memulai apa-apa. Dan untuk masuk kedalam diri atau mengenal diri selalu merasakan banyak sekali hal yang kurang dan tidak saya pahami. Mohon nasehat dan bimbingan dan pencerahan dalam proses hidup saya.

Jawab :

Sebelum kita melangkah lebih dalam lagi, panjenengan dapat membaca :

1. Mengungkap Misteri Tuhan.

lalu dilanjutkan

2. “Mengenal Jati diri: hakekat neng ning nung nang.

Nah, karena panjenengan saya lihat mengalami kebingungan secara global, ada baiknya anda memfokuskan perhtian pada satu atau dua hal terlebih dulu. Dengan cara mengajukan pertanyaan paling mendasar, paling penting, dan paling membuat anda bingung saat ini. Saya harus memulai dari “pintu” anda sendiri, agar supaya kemajuan tingkat pemahaman spiritual panjenengan dapat berkembang pesat.

 

9. Setelah membaca dan mencoba menghayati tulisan yang panjenengan sarankan, meskipun belum bisa menangkap secara keseluruhan minimal dengan itu, saya mulai bisa merefleksikan dan merasakan situasi yang saya alami.

Saya sebagai manusia sering kali mempunyai kerinduan untuk mengenal Tuhan, mungkin ini bentuk pencarian saya yang membuat saya bingung karena keterbatasan saya sebagai manusia. Tentunya kita sebagai manusia diperbolehkan untuk mengenal Tuhanya bukan dalam artian membungkus Tuhan dalam penjara pikiran kita, tetapi betul-betul mengenal Tuhan yang Maha….dan Tuhan yang apa adaNya….sumber dan tujuan hidupku….Guru Sejati.

Saya juga meyakini dalam proses hidup saya meskipun sulit juga harus berusaha untuk tunduk pada kareping rasha/kehendak Tuhan dan meredam hawa napsu. Dan ini betul-betul saya rasakan tidak mudah. Sering kali saya mencoba dan memulai dengan melakukan laku prihatin dan sering kali pula nafsu atau ego membuat hal itu tidak bisa optimal dan bahkan menghambat. Dalam refleksi saya saya sering bertanya apakah hal itu disebabkan kurangnya niat saya, ketidak pekaan saya, salah proses atau ada faktor external? dan sampai saat ini belum mendapatkan sesuatu yang membuat saya ngeh (kok ra mundhak-mundhak pinter). Pernah ada yang berkata…”kowe ki kudune diruwat sik”. Hal ini yang ingin saya tanyakan apakah memang benar perlu dilakukan ruwatan diri untuk menghilangkan unsur-unsur negatif yang bisa menghambat proses?. dan Apakah faktor external yang diluar kendali kita bisa berpengaruh pada proses yang kita lakukan?. Karena saya juga berharap proses hidup saya terutama dalam spiritualitas bisa terus meningkat dan tidak stagnan.

Jawab :

Saya turut bahagia, ternyata silaturahmi ini ada manfaatnya utk panjenengan. Dan anda semakin memahami titik lemah diri sendiri. Itulah yg terpenting, saya hanya tutwuri handayani saja.  Krn tanpa mengenali kelemahan diri sendiri kita tak bisa membuat perbaikan dan kemajuan. Ruwat itu berhubungan dgn karir, kesuksesan. Tetapi kalau berhubungan dgn perjalanan spiritual tdk diperlukan ruwat. Mohon di kirim tanggal lahir dan tahun, serta (weton) jumlah saudara dan jenis kelamin.

Niat bukan menjadi halangan, yg penting adalah strategi mewujudkannya, atau cara-cara yg digunakan untuk mewujudkan niat itulah yg terpenting. jngan sampai salah kelola.

Niat baik, cara baik, hasil blm tentu baik niat baik, cara tdk baik, hasilnya bisa baik, bisa buruk artinya niat dan cara adalah kita yg menentukan. Sementra tuhan hanya menentukan berapa takaran hasilnya. Kegagalan bukan berarti tak terk jadi Anda sedang diarahkan tuhan agar terhindar dari celaka, atau agar mendekati keberuntungan yg lebih baik. Yg penting jangan sampai bersikap grenengan, grundelan, ngedumel hanya karena  mengalami penderitaan dan kegagalan. Krn sikap tsb hanya akan memundurkan anugrah yg akan anda diterima.

 

10. Assalamu’alaikum wr.wb

Semoga mas sekeluarga selalu dalam limpahan rahmat dan ridho Alloh SWT sebelumnya saya minta maaf kalau belum kenal langsung tanya-tanya. langsung saja ya mas….dulu sewaktu aku di sma pernah mengikuti peransaka ( perkemahan antar satuan karya ) sejawa tengah di grojogan sewu sukorejo kendal, setelah saya pulang dari peransaka itu aku mengalami dunia yang berbeda dari sebelum aku berangkat. Adapun dunia yang berbeda itu maksudnya keadaan saya betul -2 berbeda, sebagai contoh kalau mengikuti pelajaran terasa mengantuk dan tidak mudeng, cepat sekali lupa, sejak saat itu ketenaran yang aku sandang seperti seolah-olah hilang tak berbekas, keberanianku dalam berkomunikasi dan bermasarakat hilang yang mana intinya 180 derajat terbalik dari keadaan sebelumnya. mohon bila sekiranya mas tahu hijab atau apa yang ada pada diriku tolong kesediaannya untuk memberitahu saya . saya ucapkan terima kasih atas waktu dan bantuannya mas. wassalam wr.wb

Jawab :

Wa’alaikum salam ww

Terimakasih atas kesediaan panjenengan nerkunjung ke gubug reyot saya. Kejadian sebagaimana yg anda alami sering juga menimpa saudara-saudara kita lainnya. Mungkin ini kejadian yg sudah puluhan kalii  pernah sy temui. Kisahnya juga hampir mirip setelah mengunjungi suatu daerah terpencil dan asing. Insya Allah setiap kesulian dan penderitaan, Tuhan selalu menyertakan jalan keluarnya. Di balik semua penderitaan yg anda alami ada satu hal yg patut disukuri, bahwa panjenengan termasuk memiliki anugrah Tuhan berupa indera ke-enam yang cukup sensitif. Hanya saja anugrah itu harus diolah/dimenej agar supaya bermanfaat bagi diri dan sesama.  Tanpa pengelolaan yg baik resikonya jika terjadi pergesekan antara dua dimensi (gaib dan wadag) akan membuat chaos dalam jiwa atau batin. Biasanya sebagaimana yg sudah-sudah, perubahan itu karena pengaruh dari energi alam yg terserap otomatis ke dalam tubuh panjenengan tetapi energinya terlalu besar. Tetapi bisa juga memang gangguan dari mahluk gaib yg berkarakter jahat setelah anda melanggar wewaler/pantangan (meludah) di tempat tersebut. Melanggar hukum manusia maupun hukum di alam gaib sama-sama memiliki konsekuensinya, namun cara eksekusi hukuman yg berbeda. 

Langkah pertama yang harus diambil adalah ; Pembersihan efek negatif  dari dimensi gaib. Kedua ; pemulihan atau rekaferi. Fisik tidak selamanya dapat bertahan, jika terlalu lama akan berpengaruh pada kesehatan lahir batin. Saya akan coba membantu panjenengan, sekalipun jarak jauh. Tapi saya perlu media suara panjenengan. silahkan telpon ke hp saya.

caranya;

Melalui HP, panjenenan membaca doa al Ikhlas dengan suara keras (bukan dalam hati) agar supaya saya bisa mendengar suara anda. Dari suara itu akan sy gunakan sebagai media deteksi dan melakukan penanganan jika perlu. berdoa diulang-ulang sampai saya memberi aba-aba selesai. Mungkin makan waktu antara 5 – 10 menit saja. Monggo Mas silahkan, jam berapapun panjenengan telp. Sy ikhlas tdk minta imbalan apapun. Mudah2an Gusti Allah paring kawilujengan. Amin

 

11. Saya termasuk orang baru mulai belajar untuk mengenal diri sendiri, dengan olah pernapasan dan meditasi. Saya sering membaca tulisan2 anda di blog anda sendiri maupun di blog teman lain. Walaupun sudah sering kali anda menjelaskan bagaimana cara untuk mengenal diri melalui tulisan anda, tetap saja saya kurang bisa mengerti secara mudah untuk menjalaninya. Yang sekarang menjadi kendala saya adalah saya kurang bisa berkonsentrasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah :

-  Bagaimana caranya untuk bisa berkonsentrasi ?

- Selama ini saya belum pernah melihat hal2 gaib, sehingga kadang2 ada rasa takut, takut akan penampaan hal2 gaib (jin, syetan). Bagaimana cara menghilangkan rasa takut itu karena salah satu faktor pengganggu ketika melakukan meditasi adalah hal ini ? Saya tunggu pencerahannya.

Jawab :

Konsentrasi pernafasan mempunyai banyak tujuan. Misalnya kesehatan, untuk mengolah tenaga dalam, utk melatih pemusatan fikiran. Jika takut pada penampakan latihan konsentrasi dilakukan siang hari atau malam hari ditempat yg terang namun tenang. ajak pula teman jika ingin latihan ditempat sepi. Soal  penampakan, saat makhluk halus itu dapat kita lihat dia pun lihat kita. Tapi biasanya penampakan tidak akan lama. Krn sama-sama takut, org yg lihat takut makhluk gaib juga takut. Tapi ada juga yg tdk takut melihat manusia meskipun sangat jarang. Metode paling sederhana lakukan meditasi saat menjelang tidur bisa sambil baringan. Rasakan  gerakan darah yg mengaliri sekujur tubuh. Jika  muslim, ucapkan dlm hati; allah (saat menarik nafas) dan hu (saat menghembuskan nafas). Cara ini namanya salat dhoim. Atau  wirid naqsabandiyah. Jika  mampu lakukan sepanjang waktu sekalipun sedang di jalan atau bekerja. Nanti  getaran nurani akan semakin kuat membimbing anda. Ini  baru langkah awal. Selanjutnya  perbanyak amal yg sifatnya habluminannas kepada sesama. Lakukan setiap kebaikan degan penuh iklas seperti buang hajad besar. Habluminallah tidak bisa untuk menggapai ilmu sejati karena sifatnya untuk memenuhi kebutuhan  pribadi, dan nilai habluminallah diutamakan untuk nyaur hutang kpd Tuhan atas puluhan anugrah yang kita dapatkan dalam setiap detiknya. Urusan diberi pahala atau tdk menjadi urusan Tuhan. Jadi  dalam ibadah habluminallah (vertikal) hendaknya tidak usah mengharap-harap imbalan apapun dari Tuhan. Sebaliknya, faktor terbesar yang mempengaruhi kemuliaan hidup kita di dunia akherat adalah ibadah konkrit yakni habluminannas. Sayang sekali orang banyak yg salah kaprah, sehingga umat sudah khusuk sembahyang, namun karakternya pelit kurang peduli lingkungan sosial. Karena  mereka menganggap sumber pahala terbesar dari ibadah adalah habluminallah. Maka  sabdapalon mengkritik habis orang seperti itu ibarat kekenyangan makan  “kulit”, jasadnya kotor penuh nafsu mengejar butuhe dewe. Katanya di timteng tdk ada kamuksan/pangracutan. Sementara itu leluhur bangsa Jawa khususnya, dan nusantara pada umumnya, banyak sekali yg bisa meraih kamuksan, mati dgn sempurna karna jasadnya suci, sesuci guru sejati/ruh al quds nya. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meraih suci bisa dilakukan siapapun, sekalipun orang Jawa dan lainnya yg kadang dianggap bukan manusia berasal dari “tanah” suci. 

 

12. Sekedar info, konsentrasi pernapasan yg sekarang saya coba lakukan sekarang adalah pemusatan pikiran untuk  bertemu dng sedulur papat sehingga bisa mengenal diri sendiri. Dulu memang pernah melakukan pernapasan untuk mengolah tenaga dalam namun sudah lama saya tinggalkan setelah saya mengikuti suatu pengajian yg saat itu menyampaikan bahwa tenaga dalam itu adalah bantuan jin dan juga disampaikan bahwa orang yg bisa melihat jin berati orang tsb. sudah kemasukan jin, benarkah??

Akan tetapi beberapa bulan terakhir ini, setelah saya bertemu dng seseorang yg bercerita tentang hal2 yg ada di balik ibadah syariat dan hal2 yg bukan sekedar ainul yakin tapi harus haqul yakin, apalagi setelah saya ditanya ..” benarkah sahadat/kesaksian kita?”…”kapan kita menyaksikan?”… Hal tsb. membuat saya tertarik untuk belajar hal ini. Kemudian saya mulai mencari-cari informasi dng bertanya keorang lain maupun mencari informasi di internet.

Kemudian saya belajar ke seseorang, untuk konsentrasi pernapasannya hampir sama dng yg anda sampaikan,…tapi terbalik… yaitu dng diucapkan dlm hati; Hu (saat menarik nafas) dan Allah (saat menghembuskan nafas). Apakah hal ini beda hasilnya?? Ada informasi lagi tentang bagaimana menghilangkan rasa takut pada makhluk, yaitu iktu menggali kuburan orang yg meninggal, apakah itu benar ?? Sekali lagi terimakasih infonya akan saya coba praktekkan.

Jawab :

Pertama yg harus sy luruskan adalah; org yg bisa melihat jin itu anugrah Tuhan. karena  seseorang sudah memiliki talenta menyaksikan yg gaib tanpa susah payah belajar. Semua orang tahu arti “syahadad” tapi hanya secara harafiah saja. Yakni  ikrar dan janji kesaksian..nah yg dijanjikan dan disaksikan apa ? disebut kesaksian seharusnya dapat melesat jauh tdk sekedar yakin (iman) saja. Tapi benar-benar menyaksikan berarti membuktikan (menjadi saksi), dalam hal ini lebih dari sekedar lahiriah, namun menyaksikan secara batiniah akan kebesaran Tuhan melalui ruang-ruang gaibNya.

Kedua; sekian banyak  para ustad dan ustadah yang pandai ceramah, namun sayang seribu sayang, pendapatnya dalam satu hal masing-masing bisa berbeda. Saya  sendiri pernah menyaksikan misalnya ustad A di Trans TV mengatakan siapa yg mengaku bisa melihat gaib adalah kebohongan besar. Ustad B di trns Tv juga di lain hari mengatakan seseorang yg bisa melihat gaib adalah anugrah besar dari Tuhan. nah  pendapat ini sangat membingungkan, bahkan jika boleh meniru orang lain, layak dikatakan yg menyesatkan.

Ketiga; saya pernah menyaksikan dgn mata kepala sendiri, kebetulan ada saudara sy yg bisa melihat juga, suatu saat pas datang ke majlis taklim seorang ustad/kyai khos  berceramah dgn berapi-api soal kemusyrikan; barang siapa yg gegulangan ilmu selain dari sumbernya al quran dan sunnah, maka sudah tergolong musyrik. rapal dan wirid selain dari Qur’an adalah sesat dan bid’ah. Tapi sungguh membuat kaget, di samping kyai khos yg kondang sakti tersebut, jelas-jelas berdiri tegak sepasang jin nasibi (jenis jin asal arab) persis di samping pak ustad. Jin itulah sumber kekuatan pak kyai tersebut karena ketika dilakukan wirit tertentu jin itu seperti mengeluarkan aura/energi yang menyesakkan nafas dan bau tdk sedap. Jika saya melihat sendiri bisa dituduh fitnah, untung saja saya bersama beberapa rekan saya yang punya talenta melihat gaib, bahkan seorang anak kerabat saya yang berusia 8 tahun dan indigo, ikut menyaksikan hal yang sama pula.

Jadi banyak org yg tidak memahami apa yg dikatakannya. Bahkan  dirinya sendiri melanggar perkataannya sendiri tanpa ia sadari. Sejak  saat itu saya tidak bisa menilai orang semata-mata dari simbol kesalehan pada pakaian atau penampilan yg berjenggot dan celana ngatung saja. Maklum  krn ada beberapa umat yang tingkatannya baru pada tataran syariat, itupun banyak yang mandeg pada tingkat itu. krn sudah lalai setiap saat sibuk menghitung-hitung dan mengharap-harap pahala (upah tuhan). ibadahnya  menjadi penuh dengan pamrih walaupun upah. Saya  pribadi, merasa sudah tdk pantas lagi berharap-harap upah dari Tuhan. Saya menyadari bahwa sudah sekian banyaknya Tuhan memberikan anugrah kenikmatan pada kita coba hitung dalam setiap detiknya ada berapa puluh atau ratus anugrah tuhan yang kita dapatkan ? Karena  ibadah terfokus untuk selalu mengaharap-harap upah pahala surga sehingga manusia menjadi tidak pandai mensukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Pantas lah kiranya teguran dan hukuman Tuhan beruntun melanda negeri ini melalui segala macam bencana dan musibah. Sudah begitu, banyak orang terlalu “percaya diri” bahwa dirinya sudah cukup beriman, sehingga menganggap musibah sbg COBAAN (bagi org-org yg beriman).

Kenapa sy memilih falsafah hidup sederhana dari warisan leluhur sendiri, leluhur asli bangsa ini. Karena saya  merasakan seperti melintasi jalan bebas hambatan (TOL) dalam perjalanan menuju dan merasakan kebesaran Tuhan. Saya  benar-benar berusaha memenuhi janji dalam sahadat, untuk menyaksikan ke-esa-an Tuhan hingga dalam relung yang gaib.

Rasa takut;

Rasa takut adalah bawaan lahir. Tapi dengan bertambahnya segenap pemahaman akan kegaiban ada harapan rasa takut itu berkurang. Istri saya sejak uia 4 tahun memiliki talenta melihat gaib, bahka melihat organ tubuh orang seperti melihat etalase. Organ apa saja yg sakit akan tampak jelas seperti rontgent 4 dimensi. Tapi sampai kini termasuk penakut jika melihat makhluk gaib yg menyeramkan. Itu karna sudah bawaan lahir memang jijik melihat suatu yg menyeramkan. Padahal  setiap ada penampakan jin dan makhluk gaib lainnya, untung saja mereka juga sama-sama takut melihat manusia (yg menyeramkan bagi mereka). Jadi sama-sama takut. Nah, untuk menghilangkan rasa takut dgn cara menggali kubur itu hanya bersifat kasuistik atau metode khusus. Belum  tentu efektif diterapkan pada orang lain. Cara  itu mungkin untuk menterapi pada seorang yg punya pobhia dgn kematian. Sementara  rasa takut anda lain hal  dengan rasa takut semacam itu.

 

Hu Allah

secara susunan kata dan kalimat urutannya memang Hu Allah. Tapi saya sudah dapat ajaran sejak dulu dari leluhur mengenai olah pernafasan intinya; pada waktu kita narik nafas, yg kita tarik itu energi “Allah” (Zat) lalu energi kita tahan (kunci) dalam badan sembari tahan nafas. Setelah itu kita hembuskan dgn Hu…! pada saat kita tahan nafas itulah kita secara syariat dan tarekat (tataran raga dan kalbu) sudah “manunggal ing kawula Gusti”. Menyatu dgn hakekat energi Tuhan. Namun demikian, jika ucapan dibalik menjadi allah-hu juga tidak masalah, karena yang membuat getaran rahsa sejati bukanlah nama atau bahasanya, namun bagaimana kita menjiwai hakekat di balik nama tersebut.

 

13. Mohon ma’af bila saya langsung menanyakan beberapa hal yang kebingungan saya. Saya pengikut tarekat Akmaliyah dengan mursyid langsung kepada Kanjeng Syech Siti Jenar. Setiap akan di wejang beliau saya diminta berpuasa hari selasa kliwon dan berakhir pada kamis legi, dan beliau mewejang saya antara pukul 21.00 – 03.00. Setiap pelajaran akan dimulai, saya diminta membaca do’a pembuka Ilmu (Allahumma Khafi …) dan setelah sesudahnya saya diminta beliau membaca penutup ilmu (Allahumma roh madep ….).  Do’a ini yang diajarkan kanjeng Syech kepada saya.  Mungkin akan berbeda dengan do’a yang diajarkan kepada penjenengan. Saya juga sudah membaca perbincangan yang penjenengan tulis dalam blogs penjenengan dengan kanjeng Syech. Kata-katanya hampir sama dengan yang disampaikan kepada saya. Dan saya tertarik dengan kalimat yang mengatakan bahwa kanjeng Syech akan mengajarkan ilmu Melepas Sukma dari Raga kepada penjenengan. Bolehkah saya diberikan keilmuan tersebut ? Karena saya membaca juga diblog mystis yang dimiliki oleh majalah misteri.  Setelah saya terawang, kok ada yang aneh dengan tuntunan keilmuan yang diajarkan.  Sepertinya hanya kisah yang hanya isapan jempol.

Saya seperti orang linglung dengan keilmuan yang diajarkan Kanjeng Syech Siti Jenar, terlalu tinggi mungkin.  Jadi saya kurang dapat mencerna maksud yang disampaikan. Setiap ada hal yang ingin saya tanyakan, beliau selalu menyampaikan “cerna dulu apa yang aku sampaikan”. Saya masih belum menemukan ‘KUNCI’ dari segala keilmuan yang ada. FREKUENSI utk bermanunggal juga masih belum pas …. Mudah-mudahan penjenengan dengan segala kerendahan hati, sudi berbagi keilmuan dengan saya … Karena sepertinya, kita masih satu guru … Terima kasih atas keikhlasan hati penjenengan yang berilmu tinggi ini ...

Jawab :

Sy percaya sekali dgn wejangan yg telah panjenengan dapatkan dari SSJ. Memang menggunakan doa pembuka dan penutup seperti itu. Tapi  hal itu diterapkan dalam tahap permulaan. Setelah  masuk pada tataran lebih tinggi, semua simbol agama itu akan lenyap. Karna  sejatinya Tuhan tidak memeluk agama apapun. Doa pun menjadi tak terucap dlm kata-kata. Tak  bersuara, tak berupa, tak berbau. Tetapi memiliki energi yg sangat dahsyat. Karena  sudah menjadi hakekat doa/zikir dalam “kemanunggalan” dengan Sang Khalik. Itulah rahasia universe Tuhan, yg hanya saya sampaikan melalui jalur khusus ini dan hanya pada yg sudah mulai memahami kesejatian Tuhan yang Maha Universal. Tataran doa/zikir itulah yg diartikulasikan oleh guru sejati dan rahsa sejati (ruhulah dan sirrulah).  Manifestasi awal dari semua ajaran SSJ dalam kehidupan sehari-hari berupa shalat dhaim, setiap hela nafas selalu menggema hu-allah, hu-allah dst. Shalat sepanjang waktu, meskipun dalam tidur. Menjadi turu sinambi melek. Melek sinambi tangi, tangi sinambi lungguh dst. (bisa dilihat dlm posting wirid Laksita Jati; menggapai kasampurnan hidup). Inti ajaran SSJ tentang kemanunggalan adalah menyatukan rasa sejati dalam getaran tuhan. Getaran tuhan artinya segala sifat Zat yang dapat ditangkap oleh kesadaran manusia. Segala sifat Zat hendaknya dipahami dan dihayati dengan rasa sejati kita, lalu dimanifestasikan dalam perbuatan konkrit.

Kuncinya, panjenengan jalani apa yg diajarkan SSJ dengan sabar dan tekun. Karena tataran demi tataran akan terus disampaikan setelah step sebelumnya dianggap tamat dan tuntas. Yang paling berat adalah, setiap “kenaikan kelas” akan semakin berat godaannya. Yang penting jangan sampai kelepasan grenengan walaupun tanpa sadar, krn grenengan hanya akan mengundurkan langkah yang telah dicapai dalam laku prihatin. Bila ada kata yg kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesarnya, semoga tukar pengalaman ini dapat saling mengisi dan saling memberi manfaat untuk kemajuan spirit kita semua.

 

14. Askum mas sabda langit moga bahagia dan sukses selalu. Perkenalkan nama saya.., asal dari pamekasan. Tampa segaja saya menemukan blognya sampean. Manunggaling kaula gusti… hal ini saya praktekin supaya selalu sadar akan hal ini… mas sabda mohon pencerahan/sarannya ya… menurut sampean saya hrs gmn ? atas perhatiannya saya mengucapkan makasih.

Jawab :

Terimakasih bila tulisan sy dirasakan ada manfaatnya, semua hanya sebagai wujud sukur yg paling konkrit kpd Gusti Allah yg sudah paring berbagai anugrah dan rahmat kepada sy & kel.

Lankah pertama ;

  1. membersihkan hati; dgn cara membiasakan berfikir positif, sekalipun menghadapi situasi yg buruk dan tdk menyenangkan, tetapi hendaknya selalu berusaha mengurai sisi baiknya.
  2. berusaha setiap saat agar hidup kita bermanfaat bagi sesama. dgn kata lain sll donodriyah; sodaqoh. Donodriyah ada 4 cara dan tingkatan; yakni donodriyah doa; tutur kata yg baik dan menentramkan, tenaga, dan keempat adalah harta. yg terakhir inilah yg paling sulit dilakukan tapi nilainya paling tinggi.
  3. Belajar tulus dan ikhlas sepanjang masa. Untk selalu membangun keikhlasan yg sempurna. Ukuran kesempurnaan ikhlas itu dpt diumpamakan “keihlasan” kita sewaktu buang hajad besar/berak.
  4. Meghilangkan sikap ke-aku-an (Nar/api/iblis); menghindari watak; golek benernya sendiri, menangnya sendiri, butuhnya sendiri.

 Jika 4 tahap itu bisa dilaksanakan menjadi kebiasaan sehari-hari, niscaya hidup kita akan menemukan kamulyan sejati dunia akhirat.

 

15. Makasih mas….atas sarannya. mas ijinkan sy mau menceritakan pengalamanku…. kejadian ini terjadi dulu sewaktu sy melakukan dikir malem… mungkin waktu itu sy masuk dlm keadaan alam bawah sadar… sy liat ada dua berkas   sinar mirah dan hijau muncul dari barat, pas diatasku berhenti dan salah satu sinar yg hijau masuk ketubuhku dan terasa sy seperti tersengat listrik bergetar hebat, hal ini terasa sampai sy sadar. setelah kejadian itu sy merasakan ada yg mengikuti sy terus. klw malem terasa mau nempel dan mau masuk kedalam tubuh sy. Tp sy kgak mau. hal ini sering terjadi pd waktu sy selesai dikir malem dan mau tidur. Hal  ini terasa banget masuk dlm tubuhku karena sy kagak mau, dia terpental keluar. Tapi   dia tetep ngotot mau masuk. Tapi  kagak berhasil. Akhirnya  di mengìkuti trus.. sy merasa kagak enak. Akhirnya sy tanyakan ketemenku atas hal ini…. temenku berkata klw itu bukan tujuanmu ma biarian aja/ cuwekin. Pasti bosan sendiri. akhirnya sy cuikin… mas sabda menurut sampean gmn? kenapa makluk ini meski dibacain ayat kursi, kok kagak ada reaksinya apa-apa ? jujur saja skrang ini sy pingin mengetahui hal2 yg serba gaib. knp mahluk2 gaib kok sering menjauh dari sy ? apa krn sy mengamalkan ismu dzat ? mohon pencerahan  dan bimbinganya mas.

Jawab :

Doa merupakan alat, bukan tujuan. Untuk mencapai tujuan kemuliaan itu ada ribuan caranya. Salah  satunya dengan doa. Doa  itu berfungsi utk menguatkan mental/batin. Bukan  doa atau ayatnya yang sakti  (mujarobat). Melainkan tergantung kita sendiri bagaimana mengolah doa menjadi “sipat kandel” yg menguatkan mental dan batin kita. Buktinya, ada org yg mengucap bismillah, lalu dapat melesat atau terbuka tabir gaib. Ada pula yg baca basmalah 1000 kali tapi tak ada pengaruh apa-apa. Lantas buru-buru menganggap tuhan tidak mengabulkan ucapan/doanya. Sampai di sini orang  sering salah kaprah memahaminya. Misalnya ; baca doa audzubillahiminasshaitonirrajim…. bukan ayatnya yg sakti, melainkan krn membacanya dgn yakin lalu merasa percaya diri, maka menghasilkan kekuatan mental dan batin menjadi tumbuh semakin kuat. Getaran rahsa sejati sebagai pancaran Zat tuhan dalam diri kita, menjadi semakin kuat dan dapat mewujudkan apa yang kita harapkan. Oleh karena itu setiap umat beragama apapun, dgn bahasa apapun selalu merasakan pula doanya pernah gagal dan pernah pula berhasil. Itu  menjadi bukti Tuhan Mahaluas tak terbatas, Tuhan tdk primordial agama, membedakan suku, ras dan bangsa. Sekali lagi doa adalah alat untuk memperkuat mental dan batin kita, untuk menselaraskan antara batin kita dengan getaran Sang Mahakuasa.

 

Cahaya misterius

Pengalaman yg pernah kami alami, cahaya itu wujud dari cahya sejati yg ada dlm diri kita. cahya  merah itu nafsu negatif berbentuk inti api (nar) disebut juga iblis atau setan, atau ke-aku-an. Sedangkan cahya hijau kebiruan merupakan nur (hakekat muhammad) yakni cahyo sejati. Cahyo  sejati itu esensinya di atas sukma sejati dan rahsa sejati. Perang antar dua sinar itulah jihad sejai, ntara NUR melawan NAR. Cahaya hijau kebiruan kadang agak putih mengkilat merupakan wahyu sejati. Yang  akan menjadi pelita bagi anda menggapai kebenaran sejati. Yang disinari adalah rasa sejati, rasa sejati mengirim pesan kepada guru sejati (ruh al quds/roh suci/ruhul kudus/sukma sejati) selanjutnya oleh sukma sejati pesan dikirim kepada jiwa/nafs/hawa. Jiwa yang telah disinari ruh al quds/guru sejati yg membawa pesan dari rahsa sejati tersebut, disebut jiwa yg sdh an nafs al mutmainah. Getaran nafsul mutmainah mengirim sinyal berupa getaran hati NURANI. Melalui NURANI anda dapat menerima pesan-pesan gaib. Pesan gaib dari Nurani sdh tak diragukan lagi kebenarannya. Karena  rahsa sejati itu tdk terpolusi oleh nafsu negatif, yg duniawi dan jasadiah.

Sedangkan yg akan masuk ke tubuh anda sepertinya leluhur anda sendiri, jadi nggak perlu takut, hanya ingin berkomunikasi dgn anda tetapi belum konek karena batin anda sendiri menolaknya. Setelah ini mudah2an anda dpt berkomunikasi dgn leluhur yg akan membimbing dan mengarahkan anda, sehingga  bermanfaat untuk menggapai kemuliaan kehidupan anda. Jangan anggap leluhur anda yg telah meninggal tempatnya jadi nun jauh di atas langit sana. Sesunggunya  beliau-beliau (terutama yg mendapat kamulyan bahkan kamulyan sejati) sangat dekat dgn kita, kadang berada di sekitar kita, hanya saja kita tdk setiap saat dpt melihat apalagi berkomunikasi dengannya. Lebih sadis lagi, tidak jarang leluhur sendiri malah dianggap setan atau hantu. Berkomunikasi dengannya juga dianggap musrik  oleh orang yg belum paham. Sedangkan bagi yg sudah “nggaduk” kawruh, berkomunikasi dan berinteraksi dgn para leluhur itu seperti halnya interaksi dgn org yg masih hidup. Bedanya beliau para leluhur tidak punya lagi (jasad) sumber nafsu, sedangkan manusia yg masih hidup masih diliputi nafsu kebohongan, kepalsuan, dan kepura-puraan.

 

16. Mas Sabdalangit saya mau tanya dahulu sekali(th 2001) ketika saya sedang mengkaji Alif pernah bermimpi saya berdiri disamping patung dewa siwa dan didepannya banya para biksu sedang sujud didepan patung tsb, tapi kemudian patung dewa siwa tsb berubah menjadi diri saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan matur nuwun.

Jawab :

Jika dibahas secara hakekat “manunggaling kawula Gusti”, alif = ha (huruf Jawa). Huruf pertama itu dapat menjadi simbol Tuhan Yang Mahahidup, sebagai lambang nafas kehidupan yang selalu mengarah vertikal (Tuhan). Melambangkan pula aku sebagai jati diri zat. Jika diselaraskan Tuhan ada dalam diriku atau diriku dilimputi unsur Tuhan. Yakni berupa sukma sejati kita yg langgeng abadi tan owah gingsir. Kiblat dalam syariat adalah arah yang ditentukan berupa simbol agar supaya terjadi kekompakan pada umat. Jika bersujud pada Tuhan secara hakekat, berkiblatlah kepada sukma sejati. Artinya nafsu kita  bersujud kepada sukma sejati, karena sukma sejati itu merupakan unsur zat Tuhan dlm diri. Di sinilah makna mengikuti kareping rahsa sehingga nafsu kita menjadi annafsul mutmainah. Sebaliknya kita bersujud pada jasad, itu namanya nuruti rasaning karep, atau mengumbar hawa nafsu. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

17. Mas Sabdalangit sebenarnya bagaimana amalannya agar kita mempunyai kepekaan terhadap gaib itu?

Jawab:

Anda bisa memulai dengan membaca tulisan saya yg berikut ini :

1. Mengenal Jati diri

2. Mengungkap Misteri Tuhan

3. Memulai laku prihatin

4. Bagaimana berserah diri pada Tuhan

5. Rahasia Kekuatan doa

6. Tulisan terbaru saya: membangun kesadaran batin, mendayagunakan rahsa sejati

setelah memahami lalu menghayati dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari2. Pelan2 pasti anda akan menemukan sesuatu ilmu yg sangat bermanfaat untuk anda saat ini dan ke depannya nanti, serta yg paling utama bermanfaat untuk org banyak.

 

18. Umur saya 33 sekarang dan belum menikah beberapa tahun terahir ini saya tertarik dengan hala hal gaib, menyangkut kehidupan, olah napas atau meditasi. Saya suka baca mengani prana, tenaga dalam, kundalini dll. Kemudian saya baca mengenai pentingnya guru mursyid. Saya pernah ikut yg semacam diatas tapi kayaknya nggak cocok, apa karena banyak dosa atau bagaimana sehingga hijabnya susah sekali dibuka. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya saya mencari guru mursyid tersebut.. ataukah bapak membuka semacam pelatihan meditasi atau apa aja .. mengenai ilmu kehidupan.. Kalau boleh say ingin belajar.

Jawab :

Dgn senang hati, kita bisa bersama-sama belajar Mas, saling memberi dan berbagi. Saya pun banyak ilmu yg tdk sy kuasai, sementara anda justru menguasainya. Guru yg ideal adalah seorang yg enggan disebut sbg guru dan tak pernah bersikap menggurui. Sebaliknya sikapnya justru andap asor, kadang tampak bodoh, karena jalma tan kena kinira (manusia sulit diselami). Belajarlah kpd murid, krn ia selalu belajar dgn tekun pada siapapun dan tidak pernah bosan berguru sepanjang masa. Dijamin ilmunya mantab. Itulah ilmu padi, menjadikan manusia sebagai wong tuwa (orang tua), yg tua itu ya ilmunya, bukan jasadnya saja. Atau jasad boleh muda, namun mental, wawasan, fikiran, batin sudah benar-benar uzur (tua banget), dalam arti senior atau mendalam sekali ilmunya. Nah, semakin tua biasa semakin tak tampak sbg guru besar.

Apa yg menjadi kunci keberhasilan anda yakni SIR. Hijab, hijib, atau wirid merupakn SALAH SATU sarana saja. Sementara di dunia ini terdapat berjuta jalan menuju Tuhan Maha Besar. Apapun nama jalan itu, tak akan berhasil jika tidak sampai pada esensinya (hakekat). Nama hijib, lafad, wirid, amalan adalah sekedar nama dan tataran sariat. Doa berupa ayat juga sebuah kalimat dan bahasa. Semua ini dalam tahap “keberagaman kulit”. Keberagaman bukanlah esensi atau hakekat spiritual. Krn hakekat spiritual berada dalam wahana yg universal tanpa kenal batas ruang waktu dan sifat keduniawian. Maka ada seseorang yg mengucap bismillah, tiba-tiba bisa mengetahui apa yg terjadi di tempat lain dlm jarak yg jauh sekali. Tapi banyak pula yg mengucap bismillah namun tak ada efek apapun. Sekali lagi, hal itu hanya sebagai media, sarana atau jalan. BUKAN TUJUAN. Tujuannya adalah mengolah rasa. Coba tulisan saya ttg Membangun Rahsa Sejati panjenengan telaah pelan-pelan.

Dosa tak ada hubungan dgn keberhasilan membuka cakra atau indera ke-enam. Dosa berkaitan dgn kesalahan kita pada sesama, misalnya menyakiti hati, mencelakai, merugikan org lain. Justru mengolah rasa adalah usaha meraih kesadaran lebih tinggi, untuk menjadi modal dalam menentukan sikap menuju kehidupan yg lebih baik.

Sekali lagi, SIR, yakni rasa atau rahsa atau sir, rahsa sejati atau sirullah. Pusat perhatian sir bukan pada lafadnya, atau kefasihan bibir dan lidah dlm melafadkan suatu amalan. Jika arah perhatian ke sana, dijamin tak akan berhsil. Tapi yg utama, kita perhatikan apa arti makna dari sebuah lafad, baik dalam bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, Yahudi, Ibrani, Yunani maupun Arab sama saja. Tuhan mengerti semua bahasa sekalipun hewan. Misalnya kita melaksanakan salat dhaim, dalam wirid naksabandiyah, sembari menghela nafas sambil mengucap hu, sewatu mengeluarkan nafas mengucap allah. SIR kita harus merasakan dengan batin (indera keenam/rasa pangrasa) dirasakan apa arti hu, apa arti allah. Keduanya sekedar bahasa Arab.  Allah dlm bhs indonesia berarti tuhan, dlm bhs inggris adl god, bhs yunani ; dei, bhs cina ; pi kong, bhs india; brahman, bhs makasar ; puang allah, bhs yahudi; yahweh, bhs Jawa ; Gusti Ingkang Murbeng Dumadi. Semua maknanya sama saja utk menyebut Zat tertinggi sumber dari segala sumber, being dan eksistensi CAUSA PRIMA di jagad raya ini. Bukankah Tuhan itu Zat tanpa nama, tanpa suara, tanpa warna dan bau, krn jelas tuhan berbeda dgn makhluk. Pertanyaan saya, apa nama untuk Tuhan pada waktu manusia belum ada. Sedangkan bahasa manusia baru ada setelah manusia mulai mengenal peradaban.

Kembali ke awal, Allah berarti pula tuhan, hu dlm bhs inggris berarti “a” atau “the” jadi hakekatnya lebih luhur “hu” krn tanpa nama…hanya “suatu” dalam hal ini sesuatu yang teramat sangat (maha). Itulah makna Zat tertinggi sebagai Causa Prima. SIR/rasa sejati kita harus menangkap hakekat itu. Hakekat yg  berada bukan pada wahana yang jauh di atas langit ke 7 yg ahadiah tapi ada dalam diri kita sebagai rasa sejati, yg memberikan rasa kpd sukma sejati (guru sejati) kita. Maka dijelaskan bahwa tuhan itu lbh dkt dari urat leher. Dengan pemahaman dan penghayatan dalam rasa sejati (bukan indera perasa namun indera ke-enam),  barulah kemudian hijab kita akan terbuka. Semoga bermanfaat bila ada kata yg tdk berkenan mohon dimaaf.

 

19. Kangge wetonan menggah Bopo Sabdalangit meniko saenipun puasa, mutih, ngasrep, nglowong nopo ngebleng ?

Jawab: puasa itu sarana/alat/sariat/teknis bertujuan utk mengendalikan hawa nafsu. Bisa puasa apa saja tergantung kemantaban hati. Semakin berat “laku” semakin tinggi nilai keprihatinannya. Yg paling penting dilengkapi dengan sesirih; mensucikan diri mulai dari mandi besar, menjaga hati, fikiran, perkataan, perbuatan hingga tdk melakukan hub seksual. Setiap malam selama puasa digunakan utk prihatin, melek, dan neges kpd Gusti Kang Akaryo Jagad, bisa dgn cara maladihening/semadi/iktikaf/zikir/mesu budi/salat dhaim dst. Cegah lek, cegah dahar, cegah sahwat.

 

20. Kangge siram malem weton meniko wonten sumber/sumur, nopo teng lepen, nopo wonten bale griyo toyanipun dipun wadahi bokor lan ugi tanpa busana menopo saenipun kados pundi Bopo ?

Jawab : Mandi tanpa busana, namun jika tempatnya darurat tidak ada masalah bila pake busana, bisa di sumur bisa di bilik, tritis/pelimbahan, halaman belakang, bisa membuat ruangan/bilik sementara dgn ditutup kain atau papan seadanya. Bukan disungai dan tidak kungkum karena hanya untuk upacara wetonan. Yg penting mandi dgn disiram dari ujung rambut hingga sekujur tubuh. Menggunakan wadah ember atau yg lainnya tdk masalah Mas. Kalau tdk kuat air dingin, bisa dicampur air panas secukupnya agar tdk terlalu dingin. 

   

21. Nuwun sewu Bopo, wonten wedhatama manembah meniko wonten catur sembah, maladihening, semedi, nopo dene meditasi meniko saged dipun wastani sembah kalbu napa mboten ?

Jawab : Bisa juga disebut sembah kalbu mas, karena dalam semedi tentu saja juga membersihkan hati dari nafsu. dan hati kita diisi dgn getaran energi tuhan yg bersumber dari rasa pangrasa/rasa sejati. Hati terlibat dalam manembah dan memusatkan. Dalam konsentrasi. namun yg lebih utama adalah dalam perbuatan sehari2 harus selalu mengajak hati untuk tulus dan ikhlas melakukan segala macam kebaikan. Itulah makna sembah kalbu, letak kuncinya ada pada ketulusan dan keihklasan. Contohnya terdapat  pula dalam tulisan saya : MEMULAI LAKU PRIHATIN.

 

22. Bopo Sabdalangit kawulo nate wekdal ngening kaliyan wirid sasampunipun tahajud, kawulo rumaos dene kawulo sajatosipun rinasuk dzating Pangeran, ing salebeting kawulo wonten dzating pangeran, ing salebeting dzating pangeran wonten kawulo meniko kados pundi Bopo ?

Jawab: saat melakukan wirid/zikir/olah nafas/salat dhaim/yoga/semedi/olah rasa dll, kadang keberhasilan memusatkan konsentrasi ditandai dgn getaran tenaga dari dalam tubuh. Hal itu merupakan bentuk getaran rasa pangrasa/indera ke enam. Sumbernya tdk lain dari rasa sejati, yakni unsur tuhan dalam diri kita. Pada waktu itu, terjadi getaran dari punggung bawah menjalar ke atas, merupakan getaran pembangkit agar lebih mudah dalam mengolah rasa. Apa yg sy tulis dulu berguna membangkitkan getaran rahsa sejati, krn sy coba utk mengkoneksi getaran rasa sy dgn panjenengan. Bila perlu setelah ritual mandi weton, tulisan terdahulu dapat di baca ulang. Mudah2an getaran rasa dalam bentuk energi prana anda dapat berkembang dgn pesat.  

 

23. Bopo Sabdalangit kawulo meniko saben nanggapi raos nopo kemawon kados wonten dalem raos kawulo meniko kados wonten tiga, saumpami kawulo meniko saweg puasa lajeng kawulo meniko ngelih sanget lajeng ing dalem raos meniko wonten tigang raos sepindah wonten raos kepengin buka puasa, kalih wonten raos mboten kepengin buka awit saweg puasa, ping tiganipun raos ingkang ngertosi wontene kalih raos puniko, lha niki kados pundi Bopo ?

Jawab : rasa ingin berbuka puasa sebelum waktunya = nafsu lauwamah/biologis/jasad (rasaning karep)

Rasa tdk mau berbuka puasa sebelum waktunya = adalah kesadaran nurani/getaran hati nurani yg tdk bisa bohong dan mengetahui jika kita berbohong, krn mendapat sinyal dari rasa sejati yg mengetahui apa-apa yg tersembunyi. 

Kesadaran akan dua macam rasa/keinginan tsb = kesadaran tinggi, wujud dari “kareping rahsa”, rasa sejati.

Jelas di sini bahwa rasa sejati itu merupakan kesadaran yg tinggi, jika terus diolah rahsa akan sangat berguna mengetahui hal-hal tersembunyi yg ada di dalam dimensi gaib.

 

 

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on April 7, 2009, in FAQ : KETUHANAN ; KEMANUNGGALAN ; OLAH RASA and tagged , , . Bookmark the permalink. 52 Komentar.

  1. Mas Sabda Kulo bade tanglet :
    Gusti menika maha suci….
    -untuk bisa ikut ke alam suci (sejati) maka kita juga harus mensucikan diri…. kalo lahiriah secara islam kan dengan wudhu, kalo batiniahnya dengan apa mas? apa cukup dengan latihan meneng (neng) –> Ning –> dst
    nah sedang untuk menjaga kesucian badan,pikiran dan jiwa ni gimana mas, soalnya tiap pengen lebih fokus dan serius malah makin banyak gangguan yang menghadang.

    Jawab : Maaf langsung saya jawab di sini ya mas : Untuk batiniah, ada sarana latihan berupa puasa. Baik puasan ramadhan, puasa mutih, senin kamis, daud dst. Tujuannya untuk mensucikan batin. Nah, tinggal dipraktekan ke dalam kehidupan sehari-hari makna atau nilai di balik puasa tersebut. Coba buka tulisan saya mengenai puasa empat unsur manusia, silahkan KLIK DI SINI.

    Apakah dengan latihan neng secara rutin kita bisa menemukan/ bertemu sejati mas?
    Soalnya aku dah mulai merasakan punya firasat,kata hati yang nyuruh begini… jangan begitu… tapi kadangkala juga salah firasatnya… bagaimana membedakan itu petuah dari guru sejati ataukan bisikan syetan yang ada di hati… jadi seperti perang dalam batin nih mas…

    Jawab : Coba panjenengan baca-baca dulu artikel saya di sini. Jawabannya sudah ada semua. Nanti kalau masih ada yg ingin ditanyakan jangan sungkan-sungkan.

    -Dulu setelah Ning saya juga seperti ketiduran .. saya merasa seperti rogoh sukma liat tubuh halus saya di langit” dan sekujur tubuh terasa kesemutan hebat… saya merasakan cahaya kuning menjalar seperti kesetrum ke seluruh tubuh dan kemudian ada cahaya hijau juga demikian menjalar ke seluruh urat nadi.. kira” apa artinya ya?

    Jawab : sensasi itu sebagai pertanda keberhasilan meditasi. Lanjutkan latihan meditasi dan olah semedi seperti sudah saya tulis. Silahkan KLIK : MEDITASI dan OLAH SEMEDI.

    -Apakah saya bisa bertemu dengan sejati saya? kalao memang sudah saatnya ya….
    Jawab : Bisa mas…! Hati Nurani anda adalah diri sejati anda. Untuk mendasarinya, dan agar supaya tdk bingung silahkan didalami lagi artikel saya berikut : MENGENALI JATI DIRI. salam sejati !

    mohon pembabaranya…
    Suwun

  2. Matur Suwun Mas…..
    semoga saya bisa belajar menerapkanya…. Sungguh dalam perkembangan hidup saya ingin menemukan…Ndi to Gustiku? Nang Ndi mbesok panggonanku? dan ingin tau betapa luas dan Maha besarnya Tuhan itu.
    Yen kagem Panjenengan kan sampun saget manunggal sakedeping mata, lan sampun njlajah luasnya Alaming Gusti…
    Kulo pengen sanget saget kados menika mas… Supaya Makin besar rasa cinta kangge gusti…. dan tau betapa kecilnya kita dihadapaNYA….
    pengen kedah dados tiyang ingkang migunani kagem kluarga lan sedherek….
    umpami wonten wekdal..lan kesempatan… pengen sanget mampir mas hehehe….

    • mas Tommy Yth
      Kula namung sadremi jalmo biasa kemawon mas. Saya hanya ingin menambah sedulur sebanyak-banyaknya, tentunya dengan rasa welas asih sebagai sesama makhluk titahing Gusti, dan sesama generasi penerus bangsa. Yaah, paling tidak ikut serta membangkitkan ketentraman dan ketenangan lahir batin ke depannya. Manjing ajur ajer dengan Gusti, yg paling utama adalah perbuatan mas. Teori-teori, ajaran, sifat-sifat ketuhanan sebisanya dimanifestasikan ke dalam tindakan yg paling konkrit sehari-hari. Tuhan Maha Pengasih Penyayang, kita hendaknya selalu welas asih kepada sesama. Demikian seterusnya, sehingga menjadi roroning atunggil, manunggaling kawula kalawan Gusti. manunggal dalam sifat, afngal. Dengan demikian, kita akan mendapat kesempatan untuk TAHU HAKIKAT HIDUP YG SEJATI, TANPA HARUS MATI TERLEBIH DULU. Hidup menjadi lebih tenang dan tenteram, tidak terbakar panasnya api emosi, hanya gara-gara beda pendapat, beda pandangan spiritual dst seperti yg sering terjadi di masyarakat kita akhir-akhir ini. Intinya, kita harus menjadi manusia sejati, yg benar2 merdeka dari INSTING DASAR HEWANI (lymbic section). Agar supaya ajaran dan agama tidak digunakan untuk memperhalus dan mencadi cadar persembunyian nafsu, atau insting dasar hewani tsb. Monggo mas Tommy bilih bade pinarak gubuk kula, pintu selalu terbuka lebar bagi siapa saja. Silahkan menghub saya via email.

      salam sih katresnan

  3. mas Sabda Yth.

    trimakasih sekali pda malam rabu ,mas telah sudi nyambangi saya,dan apa yang mas katakan mudah-mudahan benar adanya,
    semoga TUHAN selalu bersama mas sabda & keluarga,
    sekali lagi trimakasih mas.

    Salam Rahayu,,

  4. Salam hormat, saya sering mendapat petunjuk melalui mimpi.
    Saya mimpi berkumpul dengan keluarga dan almarhum bapa saya, kemudian anak pertama saya ( laki2 , usianya 17 th ) memperlihatkan buku yang isinya terbaca oleh saya nama anak saya disertakan nama ” Baptis ” Marcella.. diwaktu yang sama, alm. bapa saya mengajak suami saya pergi keluar rumah untuk ” melihat Tuhan “, tidak lama kemudian bapa saya kembali dengan suami saya dan beliau berkata ” Suami saya belum mengerti “… kira2 Bp. Siwo bisa membantu saya?

    • Ibu Edya Yth
      Ya…itulah kenyataan di alam gaibnya para leluhur. Suami anda ingin ditunjukkan tentang makna kesejatian hidup, agar supaya memahami apa sejatinya kehidupan ini. Namun sejauh ini sepertinya suami anda belum berhasil memahami kesejatian hidup seperti yg dimaksud oleh ayahanda Bu edya.Mudah-mudahan dgn adanya wahana blog ini, suami panjenengan dapat menemukan apa sejatinya yg dicari dalam kehidupan ini.

      salam karaharjan

  5. KI COKRO SANTOSO

    Matur nuwun…. Kanthi Kawruh ingkang Luhur.
    Urun Rembug….
    Pangestu dumateng sedoyo kemawon, khususipun dumateng Ki SabdoLangit. Mugi kemawon dipun paringi sugeng wilujeng kuwarasan ing ngarsaning gusti kang Moho Suci.
    Inggih leres bilih manungso puniko manunggaling roso, inggih roso jati ingkang dumadi wonten sakjroning ati. Supados mangke saget anetepi Gusti Allahe dewe-dewe. Miturut sejatining Hurip bilih Gusti Allah puniko, saged dipun maknai kanthi Bagus ing Ati Lan Bagus ing Pollah (Gusti Allah). Bilih Manungso saged ngetrepaken perkoro puniko, InsyaAlloh saged dados tiyang ingkang sae lahir ugi bathinipun. lak ngoten toh…?!!
    Wassalam…

  6. as ww wb mas sabda langit, saya mo nanya mungkin tahu alamat dan mursyid tarekat akmaliah dicirebon. makasih mas
    wass

    • Mas Almuayat Yth
      Sumonggo silahkan buka email mas Sujiatmoko, beliaulah yg lebih berkompeten dgn tarekat akmaliah. Mungkin bisa memberikan jalan kpd Panjenengan. Nuwun pangapunten kula forward email panjenengan kados kepengker njih mas; Berikut email mas Sujiatmoko ; sujiatmoko@gmail.com
      Sumonggo dipun sekecakaken.
      salam karaharjan

  7. Syahadat, sholat, poso, zakat, ln kji punuko rukun Islam, miturut dawuhing Nabi, dados nglampahi agami puniko kedah miturut dawuhe Gusti lan Nabi kng wus sinebat dathen Al Qur’an lan Hadits..nuwun

  8. Katur dumateng Ki Sabdo.

    Mengikuti semua ceritera di sini, juga diskusi panjenengan dengan KangBoed dan Wong Alus, saya haturkan banyak terimakasih telah membawa saya mendapat pepadang di rimba belantara.

  9. matur nuwon mawon atas pencerahan

  10. pakde sabdo
    kawulo mau bertanya tentang;
    1.reinkarnasi dalam sisi islam dan jawa?
    apakah islam mengenal istilah reinkarnasi?
    2.Pakde sabdo, dulu sebelum ayahnda kami sedo beliau tidak dlm kondisi sakit dan sehari sebelum sedo anak2nya yang dijawa sudah disuruh pulang hanya kawulo yang blm tiba dirumah padahal kawulo tinggal tidak jauh dari rumah ortu kami.adapun menjadi amanah beliau adalah sebuah keris dan buku jawa yang ditujukan ke kawulo.sedang kawulo adalah tipe orang yang sepertinya kurang pas.Apa ayahnda kami tidak salah tunjuk atau ayahnda kami punya pikiran sendiri.?ayahnda kami sudah sedo kira2 10 thn yg lalu.sedang kawulo ndak tahu harus bagaimana? mohon petunjuk.kalau pakde memerlukan jati diri kawulo lan ayahnda akan kawulo tuliskan .mohon pencerahan
    dumugi pakde lan keluarga senantiasa diparengi kuat sabar lan ikhlas
    matur nwn

  11. Salam Damai untuk Ki Sabda
    Saya adalah seorang pelajar SMA tapi saya sangat menyukai dunia spiritua…
    saya sangat kagum dengan pengalaman gaib Ki Sabda yang melakukan me-raga sukma ke berbagai alam…
    saya sangat kagum dengan penjelasan Ki Sabda tentang doa yang merupakan sarana untuk memperkuat batin kita, bukan hal utama untuk mencapai Keagungan Tuhan. Serta penjelasan tentang ada banyak cara untuk mencapai Tuhan…
    Saya ingin dapat berbincang langsung dengan Ki Sabda, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan dan pelajari…

    satu pertanyaan yang membuat saya bertanya-tanya dalam hati…
    ” Tuhan adalah Sempurna, lalu apa tujuan Tuhan menciptakan Alam2 beserta makhluknya?”
    maaf atas pertanyaan yang lancang dan nyeleneh ini
    terima kasih

  12. sugeng karaharjan… ki Sabdo beserta semua pinisepuh yang ada di blog ini.
    sugeng pitepangan… kawulo nderek nyimak lan nderek sinau… nuwun.

    setelah sekian waktu ikut menyimak, sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin saya sampaikan… tp saya bingung harus memulai dari mana… hehehehe…
    namanya aja wong bingung… jan… bingung lan mbingungi tenan… saya percaya Ki Sabdo mengerti akan kebingungan saya ini.

    rahayu…..

  13. Assalamualaikum.numpang maos blok njenengan mas mugi berkah manfaat. amin

  14. Matur suwun pepelingipun ki!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 910 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: