MEDITASI
MEDITASI
(Olah Semedi Seri Dua)
“Spiritualitas dianggap sebagai suatu kesadaran tentang ketuhanan dan agama sebagai kesadaran yang nyata tentang ketuhanan melalui lembaga-lembaga pendidikan”
Pengertian Meditasi
Meditasi lebih mudah dipahami sebagai olah raga, dalam hal ini nafas dan pikiranlah yang diolah. Meditasi dilakukan dengan jalan memusatkan konsentrasi atau perhatian pada suatu hal saja, dalam dalam hal ini respirasi atau jalan keluar-masuknya nafas anda sendiri. Meditasi dapat dipahami sebagai olah yang melibatkan dua unsur yakni olah raga sembari melakukan pengolahan jiwa. Agar supaya berhasil dalam bermeditasi hendaknya melibatkan ketenangan hati dan batin, serta pengendalian atas aktivitas ragawi yakni pikiran dan emosi. Tidak kalah pentingnya untuk meditasi, harus didukung oleh suasana yang nyaman, hening, syahdu, dan tenteram.
Meditasi Tidak Berhubungan Dengan Agama
Pada prinsipnya proses meditasi sebagai salah satu jalan mengenali diri sendiri secara metodis dan ilmiah. Meditasi bukanlah ajaran agama tertentu melainkan ada dalam semua tradisi-tradisi agama besar dunia. Meditasi terdapat pula dalam berbagai kebudayaan dan ajaran suatu masyarakat. Dilakukan dengan berbagai macam metode atau tata cara. Read the rest of this entry »
FALSAFAH HIDUP KEJAWEN
Dasar-dasar Falsafah Hidup Kejawen: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Bèrbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik
Perpustakaan pelestarian budaya Yogyakarta
Ketuhanan
1. Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan langgeng, sing nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahane wong sak alam kabeh, nganggo carane dhewe-dhewe. (Tuhan itu tunggal, ada di mana-mana, yang menciptakan jagad raya seisinya, disembah seluruh manusia sejagad dengan caranya masing-masing)
2. Pangeran iku ana ing ngendi papan, aneng siro uga ana pangeran, nanging aja siro wani ngaku pangeran. (Tuhan ada di mana saja, di dalam dirimu juga ada, namun kamu jangan berani mengaku sebagai Tuhan) Read the rest of this entry »
ILUSI NEGARA ISLAM
oleh Irfan Darsina

Usai membaca buku berjudul Ilusi Negara Islam (INI): Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, mereka yang berpikiran picik pasti akan langsung membuat konklusi: ini fitnah, tujuannya mengadu domba umat Islam. Buku ini, kata mereka yang picik itu, sengaja dibuat musuh-musuh Islam, kaum zionis Yahudi, AS, Israel, untuk memecah belah umat Islam Indonesia. Dst, dst, dst. Saya termasuk kelompok yang telat membaca buku INI. Sudah telat, saya juga belum baca seluruh isi buku. Tetapi, setelah membaca prolog (Syafii Maarif), kata pengantar (Gus Dur), Bab I & 2, dan sebagian kesimpulan, serta epilog (Gus Mustofa Bisri), saya membuat beberapa catatan. Read the rest of this entry »
SERAT SABDAJATI
SERAT SABDATAMA
R.Ng. Ronggowarsito
Gambuh
Rasaning tyas kayungyun, Angayomi lukitaning kalbu, Gambir wana kalawan hening ing ati, Kabekta kudu pitutur, Sumingkiring reh tyas mirong.
Hati serasa kuat berhasrat, merengkuh kata hati nurani, dengan keheningan kalbu, ingin menyampaikan nasehat, melenyapkan kotoran dalam hati.
FAQ: LELUHUR, PUSAKA, GURU SEJATI
FAQ : TENTANG LELUHUR, PUSAKA, GURU SEJATI
1. Mas, mohon dijelaskan bagaimana caranya agar supaya terjalin hubungan atau komunikasi dengan leluhur. Atau bagaimana tata cara yang harus dilakukan agar kita dijangkung dan dijampangi oleh leluhur ?
Jawab :
Banyak cara bisa ditempuh. Antara lain sebagai berikut :
- Sering mendoakan beliau, dengan doa akan terjalin tali rasa. Namun doa akan lebih mantab bila tidak hanya dilakukan dari rumah. Cara ini cenderung mengambil jalan yang paling mudah. Nilai keprihatinannya masih rendah, sebab perjuangan dan usaha dalam perbuatan nyata belum termanifestasikan. Read the rest of this entry »
CONTOH UNDANGAN 7 BULANAN
Berikut ini contoh undangan untuk acara selamatan bayi tujuh bulan (mitoni) atau tingkeban. Silahkan jika ingin mengcopas untuk keperluan anda.

SERAT JAKALODANG
Rangga Warsita Basa Kadaton
Basa Kadaton Rangga Warsita
RONGeh jleg tumiBA
GAgaran santoSA
WARtane meh teKA
SIkara karoDA
TAtage tan kaTON
BArang-barang ngeRONG
SAguh tanpa raGA
KAtali kawaWAR
DAdal amekaSI
TONda murang taTA
Gambuh
Jaka Lodang gumandhul
Praptaning ngethengkrang sru muwus
Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi
Gunung mendhak jurang mbrenjul
Ingusir praja prang kasor
Joko Lodang berayun lalu berlagak dengan sombong, sambil berkata dengan lantang. Hati-hatilah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa kelak gunung-gunung akan menjadi rendah, sebaliknya jurang yang curam akan timbul kepermukaan, zaman yang serba terbalik, karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya.
Nanging awya kliru
Sumurupa kanda kang tinamtu
Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti
Maksih katon tabetipun
Beda lawan jurang gesong
Namun jangan salah memahami. Ketahuilah kabar yang telah digariskan. Walau serendah apapun gunung akan tetap masih tampak terlihat. Berbeda dengan jurang yang curam.
Nadyan bisa mbarenjul
Tanpa tawing enggal jugrugipun
Kalakone karsaning Hyang wus pinasti
Yen ngidak sangkalanipun
Sirna tata estining wong
(Jurang) meskipun dapat timbul, namun kalau tidak ada tanggulnya akan longsor juga. Kejadian itu sudah menjadi kehendak Tuhan YME, bilamana telah menginjak masa : tahun Jawa 1850. Sirna ; 0, Tata ; 5, Esthi ; 8 dan Wong ; 1. Atau tahun 1919-1920 masehi.
Sinom
Sasedyane tanpa dadya
Sacipta-cipta tan polih
Kang reraton-raton rantas
Mrih luhur asor pinanggih
Bebendu gung nekani
Kongas ing kanistanipun
Wong agung nis gungira
Sudireng wirang jrih lalis
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira
Segala yang dikehendaki tidak terwujud, segala yang dicita-citakan mengalami kegagalan, yang direncanakan berantakan, langkah dan keputusan salah perhitungan, ingin menang malah kalah. Datanglah hukuman dahsyat dari Tuhan. Yang tampak hanyalah perbuatan nista. Orang besar kehilangan kebesarannya, pilih menanggung malu ketimbang mati, rakyat kecil tidak memahami diri sendiri.
Wong alim-alim pulasan
Njaba putih njero kuning
Ngulama mangsah maksiat
Madat madon minum main
Kaji-kaji ambataning
Dulban kethu putih mamprung
Wadon nir wadorina
Prabaweng salaka rukmi
Kabeh-kabeh mung marono tingalira
Banyak orang berlagak sok alim (penuh kepalsuan), luarnya “putih” dalemnya “kuning”, banyak ulama gemar maksiat. Suka mabuk, main perempuan, dan berjudi. Yang sudah naik haji pun rusak moral dan kelakuannya. Perempuan kehilangan kewanitaannya, karena mengejar harta benda. Harta benda menjadi tujuan hidup semua orang.
Para sudagar ingargya
Jroning jaman keneng sarik
Marmane saisiningrat
Sangsarane saya mencit
Nir sad estining urip
Iku ta sengkalanipun
Pantoging nandang sudra
Yen wus tobat tanpa mosik
Sru nalangsa narima ngandel ing suksma
Para pedagang bersukaria, harta benda dipertuhan. Akibatnya penderitaan meliputi seluruh jagad, kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 ; Nir ; 0, Sad ; 6, Esthining ; 8, Urip ; 1. Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Penderitaan usai bila semua orang sadar lalu bertobat, kembali kepada jalan kebenaran.
Megatruh
Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu
Jaka Lodang nabda malih
Nanging ana marmanipun
Ing waca kang wus pinesthi
Estinen murih kelakon
Mbok Perawan berpangku tangan merasa sedih. Joko Lodang berkata lagi : “Namun ketahuilah bahwa ada hukum sebab akibat, dalam ramalan yang sudah ditentukan, upayakan supaya terjadi “.
Sangkalane maksih nunggal jamanipun
Neng sajroning madya akir
Wiku Sapta ngesthi Ratu
Adil parimarmeng dasih
Ing kono kersaning Manon
Saatnya (kemerdekaan) masih dalam zaman yang sama. Di akhir pertengahan abad. Tahun Jawa 1877 Wiku ; 7, Sapta ; 7, Ngesthi ; 8, Ratu ; 1. Bertepatan dengan tahun 1945 masehi. Datanglah keadilan antara sesama manusia. Semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan.
Tinemune wong ngantuk anemu kethuk
Malenuk samargi-margi
Marmane bungah kang nemu
Marga jroning kethuk isi
Kencana sesotya abyor
Kelak saat itu, segala sesuatu dapat diraih dengan sangat mudah, ibarat orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak dijalan. Gembira lah hati orang yang menemukan, sebab di dalam berisi emas kencana.
*******
MISTERI CUPU PANJALA
MISTERI CUPU PANJALA
Dalam tradisi Jawa banyak dikenal berbagai pusaka warisan leluhur, di antaranya adalah berbentuk cupu, dinamakan Cupu Panjala. Pada masyarakat Yogyakarta sudah begitu populer mengenai pusaka ini karena tuahnya yang terkenal keramat. Dalam setahun sekali, kain pembungkus cupu dibuka dan muncul tanda-tanda zaman yang menjadi peringatan bagi anak turun dan masyarakat yang mempercayai. Ketenaran cupu tidak terlepas dari ketepatan prediksi atau ramalan sebagaimana terdapat dalam gambaran yang tertoreh di atas lembaran kain mori pembungkusnya.
Cupu Panjala berjumlah 3 buah, dimasukkan ke dalam satu peti kecil dan disimpan di dalam kamar yang sangat tertutup yang tidak sembarang orang bisa masuk atau membukanya. Peti dibalut dengan menggunakan kain mori yang hingga kini telah berjumlah ratusan helai. Karena setiap tahun bertambah satu demi satu helai kain mori. Setelah acara membuka lembaran kain pembungkus peti, keesokan harinya kain pembungkus baru dibalutkan menambah kain yang lama.
Cupu Panjala dibuka hanya sekali dalam setahun menjelang musim hujan tiba. Acara pembukaan sangat menarik perhatian masyarakat karena di dalam lembaran kain pembalut peti akan tampak muncul gambar yang berbeda-beda setiap tahunnya. Gambar tersebut merupakan pralampita atau perlambang akan situasi dan kondisi zaman selama setahun kedepan. Perlambang bisa menggambarkan situasi politik, ekonomi, kemakmuran, dan siapa pemegang tampuk kekuasaan. Perlambang biasanya dalam bentuk beberapa gambar yang tidak sulit ditafsirkan.
Tiga buah cupu bertuah masing-masing memiliki nama sbb :
Ukuran besar : semar kinando
Ukuran Sedang : palang kinantar
Ukuran Kecil : kenthiwiri

Serangkaian Cupu Panjala

Cupu Panjala sudah mengalami perpindahan tempat sebanyak 3 kali. Dan diturunkan secara bergantian dari trah tertua dari generasi ke generasi berikutnya. Sejak Mei tahun 1957 hingga saat ini cupu tersebut berada di dusun Colorejo, di rumah bapak Dwijo Sumarto, yang merupakan menantu dari generasi ke 7 dari trah Kyai Panjala.
Bagi yang antipati tidak perlu reaksioner menanggapi fenomena cupu tersebut. Sebab masing-masing desa akan berbeda cara, masing-masing negara akan berbeda tradisi dan tatatannya. Cupu merupakan media komunikasi antara anak turun dengan leluhurnya sendiri. Bagi leluhur yang sudah berada di alam kamulyan tak ada lagi realitas kehidupan yang tertutup tabir rahasia. Sehingga dengan mudah mengetahui apa yang bakal terjadi dialami oleh anak turun generasi penerusnya. Bukan hal yang sulit untuk menyampaikan tanda-tanda peringatan, pepeling, nasehat kepada yang masih hidup di dunia. Salah satu caranya melalui penyampaian tanda-tanda zaman seperti dalam perlambang dalam kain pembungkus Cupu Panjala. Betul dan benar bahwa Tuhan Mahakuasa, namun Tuhan menyampaikan petunjuk tidak selalu secara langsung kepada umat manusia. Terkadang melalui leluhur, melalui orang yang masih hidup, atau famili, teman, bahkan bisa juga dari musuh anda sendiri.
sabdalangit














