MEDITASI

MEDITASI

 (Olah Semedi Seri Dua)

“Spiritualitas dianggap sebagai suatu kesadaran tentang ketuhanan dan agama sebagai kesadaran yang nyata tentang ketuhanan melalui lembaga-lembaga pendidikan”

Pengertian Meditasi

Meditasi lebih mudah dipahami sebagai olah raga, dalam hal ini nafas dan pikiranlah yang diolah. Meditasi dilakukan dengan jalan memusatkan konsentrasi atau perhatian pada suatu hal saja, dalam dalam hal ini respirasi atau jalan keluar-masuknya nafas anda sendiri. Meditasi dapat dipahami sebagai olah yang melibatkan dua unsur yakni olah raga sembari melakukan pengolahan jiwa. Agar supaya berhasil dalam bermeditasi  hendaknya melibatkan ketenangan hati dan batin, serta pengendalian atas aktivitas ragawi yakni pikiran dan emosi.  Tidak kalah pentingnya untuk meditasi, harus didukung oleh suasana yang nyaman, hening, syahdu, dan tenteram.

Meditasi Tidak Berhubungan Dengan Agama

Pada prinsipnya proses meditasi sebagai salah satu jalan mengenali diri sendiri secara metodis dan ilmiah. Meditasi bukanlah ajaran agama tertentu melainkan ada dalam semua tradisi-tradisi agama besar dunia. Meditasi terdapat pula dalam berbagai kebudayaan dan ajaran suatu masyarakat. Dilakukan dengan berbagai macam metode atau tata cara.Tujuan utama meditasi adalah sebagai sarana mengenali jati diri lebih mendalam yang berhubungan dengan roh atau spirit, jiwa atau soul. Dalam lingkup spiritualis memandang bahwa jalan untuk mencapai kebahagiaan sejati (audaimona) berawal dari suatu pengetahuan tentang inner world, substansi “dunia” yang ada dalam diri pribadi (jagad kecil) atau jati diri. Para pemikir dan spiritualis barat-timur  sepakat bahwa satu-satunya jalan untuk mengetahui diri kita yang terdalam adalah dengan cara sains meditasi. Sebagai tradisi spiritual yang paling kuno dan paling sistematis berkembang sejalan perkembangan peradaban manusia. Sementara itu meditasi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.

Flash Back

Sepanjang sejarah peradaban manusia telah melakukan berbagai tradisi meditasi yang dikelola secara baik dan sitematis. Awal mula tradisi meditasi dimulai sejak masa sebelum masehi. Beranjak dari berbagai pertanyaan filosofis tentang self,  atau diri pribadi sebagai berikut :

  1. Siapa dan apa aku/self sesungguhnya ?
  2. Apa arti terdalam kehidupan dalam diri ?
  3. Apakah dunia yang tampak di sekitarku, dan yang kuanggap demikian nyata, adalah satu-satunya realitas ada sebagai fenomena ?
  4. Atau apakah ada sesuatu yang lebih besar secara tak terbatas di luar diri, sebagai noumena yang transenden ?

Sebagai upaya menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis di atas, manusia cenderung melangkah ke dalam tradisi spiritual. Sepanjang peradaban dan sains manusia, pencarian jati diri akhirnya berhasil menemukan suatu tata cara melalui proses meditasi. Proses tersebut selanjutnya semakin berkembang dalam masyarakat luas tidak hanya dilakukan oleh orang-orang berkecimpung dalam tradisi spiritual saja.  Sebab meditasi mempunyai banyak manfaat yang bisa ditawarkan  kepada setiap orang tanpa tergantung apa agamanya.

Manfaat Meditasi

Asalkan praktek meditasi dilakukan secara tekun, sabar, tepat dan benar,  beberapa manfaat yang bersifat instan dapat dialami oleh pelaku meditasi secara langsung, antara lain sebagai berikut :

  1. Meditasi yang benar akan membawa anda dalam suatu pengalaman unik dan berbagai pengalaman yang menakjubkan sering terjadi di alami dalam dunia inner world (jagad alit). Anda lama-kelamaan semakin menemukan siapa sesungguhnya yang ada di dalam diri sejati.
  2. Timbulnya perasaan bersatu dengan suatu energi dahsyat. Lazimnya energi itulah yang diidentifikasi sebagai atma, energi hidup yang kekal bersumber dari yang transenden (Tuhan). Pada level ini meditasi dapat dipahami sebagai upaya memanjangkan atau memaksimalkan usia manusia. dalam sebuah tesis dilakukan penelitian terhadap orang-orang yang rajin melakukan kegiatan meditasi, didapatkan hasil yang menggembirakan bahwa pelaku meditasi rata-rata memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, mencakup kesehatan, ketentraman, dan kebahagiaan. Dengan sendirinya tingkat harapan hidup menjadi relatif lebih besar.
  3. Tujuan paling utama meditasi adalah upaya mengenali jati diri. Dalam diri manusia dipahami sebagai bentuk jagad kecil yang merepresentasikan keadaan jagad besar yang sesunggunya. Bila seseorang sudah mengenali jati diri, diharapkan dapat memahami apa yang terjadi dalam alam semesta sehingga seseorang dapat bersikap arif dan bijaksana sehingga dapat meraih kehidupan yang lebih berkualitas.

Teknik Meditasi  

Untuk mempraktikan meditasi, pertama-tama anda harus menemukan satu tempat yang tenang, bersih dan nyaman. Perlu juga mencari lokasi yang memiliki taste natural agar memiliki perasaan menyatu dengan alam. Misalnya di dalam kamar pribadi, bisa juga sambil mendengarkan instrumentasi musik natural dan lembut. Anda dapat juga melakukan meditasi di luar rumah pada saat rembulan bersinar terang, suara gemericik air sungai, hembusan angin sepoi. Lingkungan semacam itu membantu menenangkan pikiran dan menselaraskan frekuensi inner world dengan frekuensi alam semesta. Jika meditasi dilakukan di alam terbuka hendaknya Anda lakukan dengan posisi duduk agar kewaspadaan tetap terjaga. Adapun langkah-langkah dalam meditasi adalah sebagai berikut :

  1. Duduk bersila dan lakukan posisi punggung yang tegak dengan posisi tubuh keseluruhan terasa rilek, tidak kaku dan membuat cape. Jangan bungkuk atau bersandar, karena posisi itu memungkinkan anda terlelap dalam tidur. Sedangkan tujuan meditasi bukanlah untuk menidurkan diri, melainkan  untuk membangun kesadaran setinggi-tingginya.
  2. Berusahalah mengosongkan pikiran, dalam arti membuang semua pikiran-pikiran negatif dan rasa cemas yang mengganggu  anda setiap saat. Tahan pikiran anda dalam keadaan tenang dan  terkendali selama anda melakukan meditasi.
  3. Kirimkan sinyal sugesti ke alam bawah sadar anda bahwa diri anda dapat merasakan dan menyaksikan hal-hal yang jasad tidak bisa merasakan dan saksikan. Dalam keadaan tetap rileks, namun cermat, tajam dan waspada.
  4. Pusatkan  perhatian pikiran dan perasaan anda terhadap irama keluar masuknya nafas anda. Pasang kelima panca indera anda agar dapat merasakan dan mendengarkan nafas anda ketika nafas keluar dan masuk ke dalam paru-paru dipompa oleh jantung anda. Karena di dalam nafas anda terdapat atma atau energi pemberi kehidupan.
  5. Apa yang anda bayangkan atau sugestikan dalam setiap nafas masuk dan keluar ? Pada saat menarik nafas ke dalam tubuh, rasakan suatu energi yang berwarna putih, bening, dan bersih. Dan pada saat menghembuskan nafas keluar dari tubuh bayangkan suatu energi berwarna kehitaman dan kotor. Energi putih dan bersih akan membangkitkan suatu energi kehidupan yang menyehatkan jasmani dan rohani anda. Rasakan energi atma itu masuk ke dalam tubuh dan meresap ke dalam setiap sel-sel tanpa kecuali. Energi putih akan membersihkan dan menguras segala macam kotoran dan penyakit yang ada di dalam tubuh anda. Setelah itu sugestikan di dalam bawah sadar anda dengan  membayangkan nafas keluar membawa segala macam kotoran dan penyakit dari dalam tubuh anda, sehingga energi berubah warna menjadi pekat kehitaman. Energi atma termasuk membersihkan penyakit stres, depresi,  kecemasan, yang tersembunyi di dalam tubuh dan pikiran anda menjadi lepas bebas tanpa beban lagi. Biarkan perasaan cemas, ketakutan, kekhawatiran dan keraguan anda pergi meninggalkan jasmani dan rohani anda.
  6. Kelemahan yang sering terjadi biasanya pikiran anda secara liar berkelana, seolah sulit sekali digenggam dalam satu titik pusat  perhatian, yakni memusatkan konsentrasi/perhatian kepada keluar masuknya nafas anda. Mulailah lagi mensugesti dan membayangkan  dalam setiap hela nafas anda. Nafas masuk membayangkan keadaan alam yang penuh ketenangan, penuh cinta-kasih, segar, sejuk, nyaman. Semua itu terasa memasuki ke dalam tubuh anda dengan digerakkan oleh jantung.
  7. Nah, dari rangkaian olah meditasi di atas yang paling utama anda jaga adalah sikap sabar dan telaten, jangan terburu-buru atau tergesa ingin merasakan sesuatu yang menakjubkan. Anda harus tetap ingat bawa tugas utama Anda adalah menjaga konsentrasi  untuk selalu memperhatikan nafas keluar masuk, dan merasakan gerak gerik darah anda yang mengalir ke seluruh penjuru tubuh anda.
  8. Sesi latihan ini dilakukan antara 11 hingga 17 menit.  Lama-kelamaan latihan meditasi ditingkatkan waktunya menjadi lebih lama. Setelah dapat melakukan konsentrasi secara baik dan benar dengan konsentrasi nafas, selanjutkan anda dapat mengisi pada aspek spiritualnya. Sehingga banyak pula yang menggunakan suatu mantra atau doa untuk semedi. Namun demikian, doa atau mantra pada hakekatnya hanyalah alat untuk memperkuat mental   atau aspek batiniah/rohaniah saja.

Meditasi Mantra

Terdapat berbagai macam teknik meditasi. Salah satu yang termasuk paling populer, efektif dan mudah, dikenal sebagai Meditasi Mantra. Meditasi ini menggunakan suatu mantra, untuk mencapai tujuan meditasi dibuka melalui vibrasi suara transendental. Istilah mantra berasal dari bahasa sanskerta terdiri dari dua suku kata yakni man artinya manas atau benak (batin) disebut juga magie, dan tra artinya membebaskan.  Mantra dapat dikatakan suatu frequensi suara suci yang membebaskan pikiran dari kegelisahan dan imajinasi.  Mantra diucapkan pada saat seseorang akan memulai olah meditasi.

Tradisi Kejawen

Dalam tradisi meditasi a la Kejawen dikenal berbagai macam mantra. Dalam filsafat kejawen mantra dipahami tak ubahnya sebagai sarana atau alat, atau senjata hasil karya cipta manusia untuk digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Alat atau senjata yang berupa suara atau kalimat yang memiliki makna sangat mendalam (esensial). Karena berupa alat atau media, maka mantra ini biasanya bersifat netral, artinya baik atau buruknya mantra bukan berada dalam isi mantra itu namun tergantung orang yang menggunakan. Namun demikian sebagaimana alat, ada yang bisa digunakan untuk kedua-duanya yakni kebaikan dan keburukan. Ada pula yang bisa digunakan untuk sarana kebaikan saja, bahkan hanya keburukan saja. Itulah rahasia mantra. Sayang sekali karena seringkali orang memanfaatkan mantra untuk merugikan orang lain dan mencari keuntungan pribadi maka timbul konotasi negatif. Padahal sebenarnya mantra sama halnya dengan pisau, bisa disalahgunakan untuk merampok orang, bisa juga dimanfaatkan untuk  sarana rumah tangga. Dalam tradisi kejawen dan tradisi sinkretisme terdapat beberapa mantra yang lazim digunakan dalam olah meditasi misalnya sbb :

1. “kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lair nunggal sedino lan kadhangku kang lair nunggal sewengi, sedulurku papat keblat lima pancer, ewang-ewangono anggonku madeg semedi”.

2. Sangkun dzat sukma, sukma kang ana sanjabaning wayangan, ni endang sukma kang mider ana sajroning wayangan, sira aja ngaling-alingi aku arep ketemu kadhangku kang sejati, kang langgeng ora owah gingsir, saperlu kanggo meruhi sejatiningsun.  

3. Ingsun tajalining dat kang Mahasuci, kang amisesa, kang kuwasa angandika : kun – payakun : dadi saciptaningsun, ana sasedyaningsun teka sakarsaningsun, metu saka kodratingsun.

Tradisi  Yoga

Salah satu metode meditasi yang lengkap dan metodis terdapat dalam Yoga tradisi  Dharma.  Mantra-mantra yang paling kuat yang dapat digunakan dikenal Sebagai Tiru-mantra dengan kalimat sbb : “Om Namo Narayanaya” yang secara terminologis berarti: “Aku menyampaikan hormat kepada Yang Mutlak, Sang Pemelihara seluruh mahluk.” Sebagaimana terdapat dalam shastra Veda (Narayana-Upanishad) bahwa bila kita mengucapkan mantra tersebut secara sungguh-sungguh dan dengan rasa bhakti, seseorang akan mendapat kedamaian, pemenuhan dan realisasi-diri. Lebih dari itu, seseorang akan mencapai kesadaran Tuhan, yakni kesadaran tinggi akan karunia Tuhan bagi kehidupan umat manusia.

Teknik meditasinya sama dengan teknik meditasi di atas. Setelah  melakukan latihan konsentrasi nafas, dalam posisi duduk, mata tertutup, kemudian mulai membaca mantra, Om Namo Narayanaya, lebih keras dan dengan penuh bhakti. Fokuskan seluruh energi perhatian anda atas suara dan vibrasi dan mantra itu, mendengarkan mantra, dan bahkan merasakan vibrasi-vibrasi yang melembutkan dari mantra itu di dalam dada sekitar jantung anda. Satu sesi meditasi yang baik berlangsung sekitar 20 – 30 menit per hari. Dijelaskan dalam shastra Yoga kuno India, dan oleh para guru besar Yoga sepanjang sejarah, bahwa bila seseorang membuat latihan meditasi harian sebagai kebiasaan, dan melakukan meditasi dengan sungguh-sungguh, rendah-hati, sabar dan bhakti, maka ia akan memperoleh kedamaian, kepenuhan, kebijaksanaan dan realisasi langsung dari kehadiran Tuhan di dalam hidupnya.

Dengan mempraktekan meditasi dlam kegiatan sehari-hari, maka anda secara perlahan-lahan akan merasakan berkurangnya stres, depresi atau tekanan, serta kecemasan berangsur-angsur akan hilang.  Anda juga akan mengalami satu kedamaian batin yang dalam terasa membahagiakan dan menyenangkan. Karena dalam meditasi anda  akan memasuki relung paling dalam dari suasana kedamaian batin. Kedamaian dan ketenangan itulah sifat dasar dari jiwa atau sang diri sejati. Keberhasilan meditasi diawali dengan giat mencoba, melatih diri, sabar dan tulus, berserah diri kepada Tuhan dalam arti tidak membuat angan-angan dan keinginan yang dipaksakan, termasuk perasaan pengganggu keberhasilan yakni rasa terburu-buru untuk berhasil.  Carilah ketenangan hati dan pikir yang bersumber dari dalam realitas  kedamaian batin anda sendiri.

Penutup

Meditasi hanyalah sekedar teknik untuk mencari kebenaran dan kemuliaan hidup. Mencari kebenaran dan kemuliaan adalah penting, sama pentingnya untuk mempunyai seorang pembimbing yang berpengalaman dan handal dalam mencapai realisasi-diri.  Pada zaman modern ini para ahli semedi, yoga, atau meditasi sangat banyak jumlahnya dan mereka melakukan pelatihan meditasi dalam berbagai lembaga sosial kemasyarakatan. Dan sekali lagi, meditasi tidak ada hubungannya dengan agama. Ia berdiri sendiri sebagai jalan spiritual yang bebas dalam arti memiliki nilai universal  (lihat anak judul di atas). Sumber kebenaran dan kemuliaan hidup tidak hanya satu atau dua saja, melainkan dapat melalui berjuta-juta sumber yang tergelar di jagad raya sebagai bukti ILAHI Yang Mahapemurah. Namun demikian bila Anda tetap saja meragukan suatu kebenaran, setidaknya lakukan saja KEBAIKAN pada sesama umat manusia, maka anda akan mendapatkan kemuliaan hidup yan sejatinya.

Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti

sabdalangit

 

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Mei 23, 2009, in Mengenal Meditasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 74 Komentar.

  1. Yth. Ki Sabda,
    Nyambung lagi, setting jam-nya kecepetan 30 menit ya? atau memang berlaku jam wilayah indonesia bagian barat lewat ( perbatasan dgn wilayah mana gitu he..he..he..)

    Salam,
    Titi

    • @Cantrik Anyar Yth
      Panjenengan tdk boleh merasa rendah diri, apalagi hilang kepercayaan terhadap diri sendiri. Karena hanya lingkungan anda saja yg kurang mendukung, atau kurang bisa memahami apa yg sesungguhnya terjadi. Hal yg hampir sama pernah menimpa saya sewaktu usia 6-8 tahun. saya sering dikira “pingsan” sehingga sering dibawa berobat ke dokter, ada yg mengatakan sakit syaraf, ada yg bilang sakit kanak-kanak. Mereka semua tidak tahu dan saya sepertinya enggan bercerita apa yg saya alami sebenarnya. Waktu itu saya sering diajak eyang-eyang leluhur saya untuk berkelana ke alam sana, ditunjukkan seperti apa alam pangrantosan, ditunjukkan pula jika org kesalahannya ini, bentuk hukumannya seperti apa. Diajak melihat sendiri secara langsung bagaimana alam kamulyan itu. Sampai merasa benar-benar saya sebagai manusia sangat kecil tiada artinya di hadapan sang Pencipta. Betapa dahsyat dan kompleksnya alam gaib itu. Tidak sesederhana yg diperkirakan kebanyakan org. Pelajaran demi pelajaran saya dapatkan, dan saya merasa beruntung karena menjadi manusia yg diberikan kesempatan menyaksikan langsung, tidak sekedar katanya, sehingga sedikit banyak menjadi tahu atas apa yg harus dilakukan manusia hidup di bumi sehingga benar-benar bisa selamat di alam sana kelak. Waktu itu keluarga saya baru percaya atas apa yg saya alami setelah saya bisa menceritakan siapa saja leluhur sendiri yg hidup ratusan tahun silam, sejarahnya bagaimana, apa yg terjadi dan dilakukan beliau-beliau, sementara belum pernah ada yg menceritakan kisah itu pada saya.
      Kini anda butuh suatu proses menemukan lingkungan dan orang-orang yg tepat bisa diajak sharing. Termasuk saya di sini selalu mendukung dan sebisa saya lakukan membantu mengurai apa yg menjadi tanda tanya panjenengan.

      @Titi Suwito Yth
      Teruskan berlatih lebih giat lagi. Karena gejala keberhasilan sudah mulai tampak. Kelak jika sudah berhasil dengan baik akan sangat berguna untuk meningkatka kualitas hidup dalam semua aspek kehidupan. Sebab anda akan benar-benar paham dan mengerti apa yg harus dilakukan dan tidak.
      Soal setting jam, itu memang saya sengaja, artinya dalam menjalani hidup ini kita tak boleh gamang dan ragu. Tak boleh gagap-gagap. Namun harus mengerti apa yg akan terjadi atas segala tindakan yg kita lakukan saat ini. Kita harus mampu menganalisa apa yg akan terjadi sebelum memutuskan sesuatu hal. Pikiran dan ide harus selalu di depan, sebelum tindakan dilakukan. Hidup musti prediktif.
      Jangan sampai terbalik, lakukan dulu, resiko GAMPANG ! dipikir kemudian. Krn cara seperti ini namanya nekad.. :)

  2. Ki Sabda Yth,

    ‘….lakukan dulu, resiko GAMPANG… dst’,
    ini pasti prediktif juga, dan faktanya ga cocok tu..h.

    itu bukan saya banget lho Ki
    (kecuali dalam hal belanja jk melihat baju bagus, nyesel banget klo ga bisa beli he..he..)

    terima kasih
    salam,
    Titi

  3. @titi yth
    Itu bukan prediktif, lbh tepatnya spekulatif. Alias hidup dlm judi. Kemungkinan kalah, gagal, atau resiko buruk lebih besar drpd keberhasilannya. Namun org jaman sekarang lbh gemar spekulasi tulen dari pada prediktif analitis.

  4. Ki Sabda

    saya adalah orang yang sangat awam sekali mengenai semedi/meditasi
    tapi saya sangat ingin mempelajarinya dan menjalaninya.

    upaya apa yang harus saya lakukan untuk orang se awam saya..
    jawaban ki sabda sangat saya tunggu.

    Terima kasih.
    ==============
    Ratu Suci Yth
    Dalam olah meditasi tidak perlu persiapan khusus, adapun teknisnya tidak lain seperti sudah saya tulis di atas. Termasuk tanda-tanda keberhasilan olah semedi, bisa juga di buka dalam thread saya tentang Olah Semedi.

  5. Salam sejahtera Mas Sabdo

    Nuwun sewu Mas, tiga hari yang lalu saya ngalami lagi di datangi panjenengan dalam mimpi untuk menjawab pertanyaan saya pada diri saya sendiri yang tidak pernah saya tanyakan pada panjenengan, yaitu tentang sensasi semacam energi magnet yang ada pada ubun2 saya yang terus terusan ada dalam keadaan sadar, saya ngaak pengin cerita jawaban yang panjenengan sampaikan disini karna khawatir dipahami salah oleh orang lain, yang mau saya tanyakan apakah panjenegan bener2 mengirimkan jawabannya? Demi Tuhan mas, saya ini belom bisa dan masih takut salah mengidentifikasi sumber informasi di alam itu, karna saya pernah baca klo di alam sana banyak kesadaran lain juga selain kesadaran yang memang bagian dari diri saya dan kesadaran gaib milik panjenengan. Dan ini yang agak membuat saya malu pada diri sendiri, 5 hari yang lalu lewat mimpi (mungkin mimpi, tapi bisa jadi bukan mimpi) panjenengan juga datang mengingatkan saya yang sudah melenceng melakukan tindakan kotor, saya merasa diomeli habis habisan! walaupun saya tahu panjenengan tidak akan mengomeli saya klo terjadi sesungguhya dialam sadar, tapi apapun itu saya memohon maaf atas kesalahan saya yang saya lakukan secara sadar itu, dan mengucapkan terima kasih atas diingatkannya tindakan bodoh saya waktu itu.
    klo diperkenankan saya minta alamat email panjenengan agar saya bisa menyampaikan masalah2 saya yang akan lebih baik disampaikan secara pribadi klo suatu saat perlu saya sampaikan.
    Mohon doa supaya selamat dan selalu mendapat berkah dari Tuhan yang maha Rahman dan Rakhim..

    Salam sejahtera dan damai selalu smoga panjenengan sekeluarga, temen temen semua dan kita semua selalu mendapat keselamatan dan berkah dari Tuhan yang maha Rahman dan Rakhim…
    ==============
    Mas Cantrik Anyar, matur nuwun atas segala doa. Doa yg tulus pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Email saya ada di Media Tanya Jawab. Monggo silahkan via email.
    Sambung tali rahsa sejati.

  6. Mas Sabdo ingkang kinormatan,

    Nuwun sewu, bade nyuwun pitutur.
    Kulo nyobi sinahu meditasi kados ingkang panjenengan aturaken wonten blog meniko. Kirang langkung kulo milai wiwit wulan Maret. Saben tengah wengi ( antawis jam 12-01 malam-pagi) kulo melatih diri meditasi. Wulan pertama-kedua, pikiran mboten saget pun kendalikan. Mblayang ngalor ngidul. Raos kuwatir asring muncul. Keringat dleweran wonten batuk, pelipis lan gulu. Wulan ke 3-4 milai tenang… namun pengaturan nafas sering kurang baik, ketika menarik nafas dan mengeluarkan sering tidak seimbang sehingga agak terengah-engah. Namun ada sesuatu yang menarik, dikelopak mata yang terpejam muncul warna-warni cahaya ada yang hitam, biru, biru muda merah kuning, bergumpal-gupal dari jauh mendekat terus menerus silih berganti. Saya berfikir … apakah itu kejadian kasunyataan begitu, atau bayangan-bayangan dari ilusi saya? namun …setiap saya demikian adanya setiap saya semedi. jadi saya simpulkan bukan ilusi saya. Akan tetapi muncul pertanyaan lagi… apakah ini karena kelopak mata, dimana didalamnya ada darah sehingga terbaca oleh mata saya (walau tertutup), sehingga fenomena itu sebenarnya hal biasa ( indrawi). Mohon penjelasan.
    Matur nuwun kang mas Sabdo, mugi sedoyo kadang tansah pinaringan sehat, seger, lan waras. amin.

  7. Mas Sabda,
    mau Share nih… Belakangan ini kalo saya berlatih olah semedi kok malah slalu keblanjur tidur ya?
    sebelumnya memang saya lakukan neng dulu untuk bersihin pikiran dari masalah dan nafsu duniawi.
    setelah itu saya coba ke Ning –>Nung tapi malah jadi ketiduran.
    apalai kalo semedi dlm posisi berbaring
    tapi kalo duduk, ya mang bener” ngantuk juga tapi masih bisa agak terjaga
    untuk mempelajari sadar/urip sajroning turu/mati kok susah ya mas.
    apakakah dalam fase nung–>nang itu seolah kita tidur/pingsan ya mas? tapi masih bisa merasakan kesadaran.
    tapi kalo saya kalah sama ngantuknya… jadi dalam tidur selalu saya dapet mimpi sih, ada yang mau ketiban Ular gede,trus bertemu mahluk” aneh/tua yang selalu menghalangi perjalanan saya untuk mencari alam kamulyan…. tapi kalo pralambang/sasmito” gitu saya blom bisa mengartikanya je Mas..
    pripun?

    • Mas Tommy Yth
      Justru dgn rasa kantuk yg teramat sangat itu merupakan salah satu cirikhas mulai berhasil meditasi/semedi. Karena gelombang otak sudah turun drastik pada level tetha (4-8 hz/detik). Jika bablas tidur dengan mimpi, artinya masuk ke dalam gelombang antara theta dengan delta. Di antara mimpi itu kadang masih bercampur antara endapan alam pikiran bawah sadar dengan perlambang. Utk pemurnian apakah mimpi itu benar2 sebagai perlambang ataukah hanya endapan bawah sadar, harus dilanjutkan ke posisi maladihening yakni TURU SINAMBI MELEK/MELEK SAJRONING TURU. Ciri2 keberhasilannya sungguh sangat sensasional, misalnya salah satunya ANDA MENDENGAR SUARA DENGKURAN ANDA SENDIRI. Latihan terus menerus akan sangat berguna hingga mencapai kesadaran dalam tidur. Lama2 bisa melihat tubuh anda sendiri dengan sudut pandang dari luar tubuh anda sendiri. Kondisi ini berarti kesadaran sejati mulai timbul, kesadaran yg terlepas dari pengaruh imajinasi dan polusi unsur jasad serta lymbic section.

      selamat berlatih lebih giat

  8. Belakangan ini saya coba Turu sinambi melek Mas… di rumah yang baru saya bangun tapi blom ditempatin.
    jadi dalam posisi tidur tetap menjaga fokus lan semeleh…
    Beberapa saat saya melihat samar” ular gede item lewat…
    saya cuekin aja lan tetep mencoba selaraskan dengan lingkungan sekitar
    setelah merasa rilex.. dan berat banget badan terasa bergetar dan kaya kesetrum total..
    seakan darah terasa berhenti mengalir… serasa ringan mulai dari ujung kaki dan akhirnya sampai ke ubun” merasa ada energi/sesuatu yang keluar…
    “dalam hati …apakah mau rogoh sukma ni aku?” tiba” teringat anakku dan konsen buyar…
    serasa seperti kesemutan yang buyar..yar… terkaget dan terbangun seketika…

    Apakah Saya blom bisa semeleh dan pasrah sepenuhnya ya mas? sehingga blom mau pisah ma raga ini…
    -setelah ceerita ma bapak, di samping t4 yang saya tidurin itu ada sumur dah ditutup dan dulu di dalemnya ada pusaka keris yang blum bisa diambil.
    -apa ular tadi perlambang/yang menjaga keris itu ya?
    -soalnya malemnya istriku mimpi aku ditemui uler item gede gitu.. mau ngomong sesuatu katanya, tapi ulernya gak jahat.

    mohon kiranya minta pencerahan Mas.

  9. Mas Sabdalangit Yth.
    Badhe taken bab sedulur kembar mas. Kawitanipun pas kulo meditasi bibar subuh, nate ilat melet antawis 200 cm trus mlungker mbalik dhateng punjeripun, lintu dinten awak gepeng kados kertas, wonten malih saben narik napas badan melar ngantos sundhul wuwung, lsp. Saben dinten benten-2 ingkang kulo alami. Lintu wekdal kulo dipun ketoki awak kulo piyambak, namung separo badan. Kados mboten percados ning trus kulo uluk salam, ‘assalamu’alaikum’ piyambakipun kendel, kulo separo ngangkat tangan kulo sopo ‘hai’ ngaten taksih mboten owah, trus kulo goyang-2aken sirah kulo ngiwo nengen kulo ajak guyon taksih mendel kemawon, lha trus kulo mbatin ‘piye aku iso kenal, nyambat awakmu, sukur iso omong-2′ piyambakipun taksih mendel. Wusono kulo sawang terus ngantos kulo ngaten, ‘ayo wis kuat-2an.’ Sawatawis trus ical. Kados pundi mas lakunipun ingkang leres?
    Matur suwun sak derengipun mas Sabdalangit kersa atur wangsulan. Nuwun.

  10. Ki Sabda langit yg terhormat dan juga semua pengunjung situs ini baik yg menyukai maupun yg kurang menyukai / bahkan tidak setuju dg keberadaan situs ini – tentu tak pernah lepas dari penghormatan saya.

    Khusus buat ki Sabda, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan dan sedikit uraian tentang dunia rasa (meditasi) yg selama ini saya jalani dan alami.

    Meditasi adalah aktivitas (rasa) untuk mengenal essensi diri yg paling dalam dan (mungkin) sekaligus ikut melibatkan diri dalam percakapan semesta alam.

    Ketika kita mendengar nada (suara), maka “rasa” lah yg paling berhak memaknainya. juga ketika kita melihat warna, “rasa” pulalah yg bisa memaknainya.

    Nada (suara) mengenal kwantitas dasar baik di pentatonis maupun di diatonis. namun perubahannya / kombinasinya akan menghasilkan harmoni-harmoni yg tak terhingga jumlahnya yg semua itu tak mungkin bisa ditangkap / dikenali oleh indra pendengaran manusia. warna juga memiliki kwantitas dasar. Dan perubahanya / kombinasinya juga akan melahirkan pemandanga-pemandangan yg tak terhingga jumlahnya yg tentu semua itu juga tak mungkin bisa ditangkap / dikenali oleh indra penglihatan manusia.

    Yg ingin saya tanyakan adalah: bagaimana dg “rasa” ? apakah rasa juga mengenal kwantitas dasar ? kalau punya, lantas berapa jumlahnya dan apa saja ?

    Pertanyaan saya yg kedua: seperti apa sih ki, standarisasi spiritualitas dari mahkluk yg bernama manusia itu ? saya kira hal ini perlu diungkapkan (kalau ternyata memang ada standardnya). agar, pada akhirnya kita tahu batas-batas perjalanan / penjelajahan di dunia yg memang tak pernah mengenal batas tsb (spiritual).

    Demikianlah ki Sabda, pertanyaan dan juga uraian spiritual pribadi saya, dan uraian tsb saya mohon untuk bisa panjenengan koreksi. sebab saya yakin pemahaman dan penjelajahan ki Sabda dalam hal ini jauh lebih tajam dan lebih luas dibandingkan saya.

    Dan juga permintaan maaf saya yg sebesar-besarnya untuk ki Sabda dan juga untuk semua pengunjung yg membaca tulisan saya, bila sekiranya ada kata-kata dalam tulisan ini yg di “rasa” kurang menyejukkan.

    Saya sepenuhnya sadar, bahwa yg saya tuliskan semua ini adalah hal-hal di ranah spiritual, dan sebanyak-banyaknya kosa kata yg dimiliki manusia selama ini – tentu tak akan pernah bisa menjangkau ataupun menjasmanikan semua hal yg ada didunia tsb.

    Sekali lagi salam hormat dan sejahtera untuk ki Sabdalangit dan untuk semuanya.

    matur nembah nuwun.

    • Yusukai Ingkang Dahat terwaca lan permana

      Pertanyaan-pertanyaan panjenengan sangat jitu, sangat berbobot, dan sangat berkualitas. Semoga saya tidak keliru menjawabnya.

      Tanya : bagaimana dg “rasa” ? apakah rasa juga mengenal kwantitas dasar ? kalau punya, lantas berapa jumlahnya dan apa saja ?
      Jawab : di dalam tataran rasa yang SEJATI saya rasa memiliki kuantitas dan kualitas. Kwantitas dasar dari rasa sejati adalah RASA WELAS ASIH, tetapi dengan sarat WELAS TANPA ALIS (PAMRIH). barulah kita mencapai rasa yg berkualitas dan kuantitas tinggi. Kita akan memiliki kekayaan berlimpah akan rasa welas asih, menjadi KASIH SAYANG TAK BERTEPI. Dengan demikian kita mampu menjalani hidup dengan RASA SEJATI, manakala kita bisa menghayati bahwa dalam kehidupan ini pada dasarnya untuk MEMBERI DAN MENERIMA KASIH SAYANG dari dan kepada seluruh makhluk.

      Tanya : seperti apa sih ki, standarisasi spiritualitas dari mahkluk yg bernama manusia itu ?
      Jawab : standardisasi spiritualitas seseorang manakala ia menjadi AKU KANG JUMENENG PRIBADI. Yakni Jiwa yang mampu memilih mana yg benar dan mana yg salah. Semua itu perlu modal kemerdekaan batin. Batin yg merdeka dari dogma, polusi nafsu, dan imajinasi pikiran akan menjadi batin yg tajam dan mampu membawa kita ke dalam wahana spiritual sejati, manakala kita merasakan DUWE RASA, ORA DUWE RASA DUWE. Itulah gambaran jiwa yg mengikuti kehendak RAHSA sejati. NURUTI KAREPING RAHSA.
      mohon maaf bila jawaban saya kurang pas di dalam rasajati.

      salam asah asih asuh

  11. Ki Sabda yang saya hormati,
    saya ingin sekali bisa melakukan meditasi, tetapi ketika saya mencoba, hal yang sering mengganggu adalah kaki cepat kesemutan, dan pikiran sudah konsentrasi masih saja berseliweran kesana kemari. Seperti pagi tadi, saat saya bangun dan ingin pergi ke Candi Ganjuran untuk mencoba meditasi tapi sampai disana saya tidak bisa meditasi. Tapi yang paling parah adalah pikiran saya yang tidak bisa ditenangkan. Saya tahu saya harus sabar seperti yang Ki Sabda tulis, dan lain waktu saya akan mencobanya lagi. Saya ingin membuat hidup saya bermakna untuk dijalani, dan saya juga ingin mempunyai tujuan hidup yang jelas….tidak seperti sekarang yang bingung, seperti tersesat dalam kehidupan hehheeheee…..

    • Mbak Evi Yth
      Agar kaki tdk kesemutan, pilihlah posisi meditasi yg paling enak, rileks, dan nyaman anda lakukan. Bisa sambil duduk di kursi, bersila, maupun berbaring. Yg penting prinsip meditasi harus dipahami. Meditasi bukanlah perenungan, tetapi relaksasi. Merenung adalah aktifitas berfikir kontemplatif. Sedangkan relaksasi adalah mengurangi beban pikiran dan mengendurkan seluruh urat saraf dan otot-otot. Perhatian diminimkan, dari banyak, lalu dikurangi, makin sedikit hingga tinggal 1 fokus perhatian. Yg penting saat anda konsentrasi, fokuskan pada prosesnya, jangan berfokus pada hasil. Karena akan menganggu kesabaran, kenyamanan, dan ketenangan anda saat meditasi. Jalani proses-demi proses dengan cara mengalir saja !!
      Selamat mencoba dan berusaha.
      salam karaharjan

  12. Mas, kakang kawah adi ari-ari niku saget di deleng nopo boten?

    Sebelumnya minta ma’af, karena saya kurang pandai bahasa jawa.

  13. ki sabda langut,,,saya mau tanya mantra om mani patme hom,,artinya apa ya ki,,,!

    terima kasih sebelumnya!

  14. asalamualaikum
    mas semua aku mau nanya kenapa kalo aku melakukan meditasi selalu ada aja yang ganggu, aku jadi ngri kalo mau meditasi sekarang.,.,

    tolong kasih sarannya.,.,.,

    wasalam

  15. NUWUN SEWU ndherek ngangsu kawruh wonten blog meniko,ki.. Saperlu badhe kulo amalaken. Mugio dados pitedhah dateng dalan spiritual kulo.. Maturnuwun. Salam sih katresnan. Rahayu.

  16. punten @ki sabda langit. mohon bimbingan untuk memulai meditasi tahap demi tahap. matur nuwun

  17. Salam Karaharjan kagem PakDhe SabdaLangit Skluarga..

    mohon petunjuk variasi teknik olah napas selain olah napas dasar yang Njenengan ajarkan waktu diPantai ParangKusuma tgl 17 Sept 2010 kemarin…

    dari pengalaman saya…teknik dasar tersebut banyak manfaatnya bagi saya

    dan mohon ijin untuk berkomunikasi via email Njenengan

    terimakasih
    Andum slamet

  18. ijin mengamalkan ki. salam karahayon.
    matur nuwun sampon kersa paring tulisan meniko.
    ijin copy ngeh.

  19. Assalamu’alaikum, Mas Sabda Langit
    Saya hanya tertarik dengan semboyan di baris paling akhir, yaitu Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti. Apakah mas sabda juga berasal dari salah satu perguruan tua olah nafas di Jogja ? ML kah ?
    Salam kenal dari Pku

  20. Matur sembah nuwun Bapak Sabdo ingkang sampun paring piwulang semedi meniko,mugi kepareng meniko kula lampahi.wilujeng rahayu, mulyo, sento, lan raharjo

  21. Rahayu,
    Poro sesepuh lan poro sederek ing blog niki. Dalem bade nyuwun tepang. Kagem Romo Sabdo, dalem matur sembah nuwun sampun di paringi pepadhang bab semedi lan meditasi. Yang ingin saya tanyakan buat Romo adalah :
    1. Apakah seseorang bisa dengan sendirinya memasuki Alam Ghoib tanpa di bukakan Chakra-chakranya seperti yang Romo jelaskan di Artikel tentang Chakra?
    2. Apakah Chakra-chakra tersebut dapat dengan terbuka dengan sendirinya?
    3. Bab Sedulur 4 keblat, apakah harus dengan ritual-ritual khusus untuk dapat memanggil 4 keblat tersebut?
    4. Terkadang kepala saya sangat pusing bila sedang berkonsentrasi dengan cakra adjna,faktor apakah itu Romo?
    Matur Sembah Nuwun kagem Romo lan sesepuh ingkang blog niki, mugi Sang Hyang Wisesa paringi sedoyo Kasampurnan lan Kamulyan.

  22. Mas Sabda, saat meditasi saya merasa berada di dalam selubung diri sendiri. tetapi yg membuat saya takut adalah saya merasakan tekanan/ energi yg seakan-akan ingin keluar melalui papasu , di bagian alis kanan/ mata kanan dan alis kiri/ mata kiri seakan-akan ditekan dari dalam agar terbelah.
    Sudah beberapa kali sy meditasi dan berhenti setelah mengalami fase tersebut.
    Bagaimana menurut Mas Sabda ? Apakah ada kesalahan atau fenomena yang wajarkah seperti itu ?
    Terima kasih atas ketersediaan waktu panjenengan membantu memecahkan persoalan meditasi saya.

    • Mas Hafid C Yth
      Tak perlu risau dengan apa yg panjenengan alami dan rasakan. Fenomena rasa dan pengalaman sangat beragam, diantaranya seperti yg Anda rasakan dan alami sebagai gejala yang wajar. Justru itu menunjukkan meditasi Anda mulai ada hasil. Anda bisa merasakan luapan energi dari inner body sendiri. Jika sudah tidak kuat jangan paksa diri, istirahatlah. Lama-kelamaan akan semakin terbiasa dan lebih enjoy. Yang penting jangan berkonsentrasi pada hasil dan mengandai-andai, mencari-cari sensasi-sensasi yang pernah dirasakan orang lain, karena hanya akan menimbulkan imajinasi atau sensasi palsu. Mengalir saja, tetap konsentrasi pada proses dan cara yg tepat. Pasrah, tulus, dan nikmati saja apa adanya.
      Rahayu karaharjan

      • Terima Kasih sekali atas penjelasannya Mas Sabda.
        Baik Mas, akan saya latih terus pelan-pelan.
        Rasa sedikit pusing setelah kejadian tersebut dan seperti orang ling-lung juga wajar kalau begitu ya Mas.

        Selama ini saya hanya mendengar dengingan, kadang2 seperti suara jangkrik. Tidak ada suara seperti suara manusia/ bahasa manusia.
        Rambut terasa gatal semua setelahnya.
        Fenomena mata kanan dan kiri seperti terbelah Itu terjadi sangat cepat saat saya mengunci mata/ meleng seperti teknik yang Mas jelaskan itu. Tetapi sinar terangnya seperti saya diselimuti kabut putih, tidak seperti sinar terang seperti lampu blitz/bintang2 kecil yang kadang-kadang terlihat saat hening. Jadi saya masih belum bisa mencoba untuk masuk lorong seperti yang Mas Sabda jelaskan, karena tidak terlihat lagi bintang2 kecil yg terang itu setelah masuk fase selubung kabut.
        Apakah ada yang mesti saya benahi cara/ fokus meditasi saya Mas Sabda ?
        Sekali lagi saya sangat berterima kasih atas waktu yang panjenengan luangkan untuk menuntun meditasi saya Mas.

  23. ass,slam kenal maz sabda!saya hari,dr malang jawa timur!mohon izin mengamalkan bancakan weton.

  24. Assalamualaikum wr. wb
    salam sabda langit..

    sy ingin berbagi pengalaman sekaligus bertanya tent pengalaman saya ketika melakukan dzikir nafas.

    Saat 2 ini ketika saya melakukan dzikir nafas dengan cara berbaring karena lebih nyaman, saat saat memasuki 30 menit kadang tubuh saya kayak disengat listrik, nafas saya menurun. 1. dari hidung masuk ke hati , 2. kemudian dari leher ke kehati, 3. kemudian dari hati ke hati.. inilah tahapan yg saya alami. Artinya pada saat ke 3 nafas saya berhenti tp saya tetap hidup.
    namun diposisi ke 3 ini hanya berlangsung 3-5 menit. dan konsentrasi buyar dan kembali sadar…, begitu setiap saaat sy zikir nafas.

    1. mohon pencerahan, agar saya bisa mencapai fana. ?
    2. Apakah Puncak dzikir nafas itu adalah nafas seperti orang mati ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 917 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: