MEDITASI

May 23, 2009 at 2:37 am (MEDITASI) (, , , )

MEDITASI

 (Olah Semedi Seri Dua)

“Spiritualitas dianggap sebagai suatu kesadaran tentang ketuhanan dan agama sebagai kesadaran yang nyata tentang ketuhanan melalui lembaga-lembaga pendidikan”

Pengertian Meditasi

Meditasi lebih mudah dipahami sebagai olah raga, dalam hal ini nafas dan pikiranlah yang diolah. Meditasi dilakukan dengan jalan memusatkan konsentrasi atau perhatian pada suatu hal saja, dalam dalam hal ini respirasi atau jalan keluar-masuknya nafas anda sendiri. Meditasi dapat dipahami sebagai olah yang melibatkan dua unsur yakni olah raga sembari melakukan pengolahan jiwa. Agar supaya berhasil dalam bermeditasi  hendaknya melibatkan ketenangan hati dan batin, serta pengendalian atas aktivitas ragawi yakni pikiran dan emosi.  Tidak kalah pentingnya untuk meditasi, harus didukung oleh suasana yang nyaman, hening, syahdu, dan tenteram.

Meditasi Tidak Berhubungan Dengan Agama

Pada prinsipnya proses meditasi sebagai salah satu jalan mengenali diri sendiri secara metodis dan ilmiah. Meditasi bukanlah ajaran agama tertentu melainkan ada dalam semua tradisi-tradisi agama besar dunia. Meditasi terdapat pula dalam berbagai kebudayaan dan ajaran suatu masyarakat. Dilakukan dengan berbagai macam metode atau tata cara.Tujuan utama meditasi adalah sebagai sarana mengenali jati diri lebih mendalam yang berhubungan dengan roh atau spirit, jiwa atau soul. Dalam lingkup spiritualis memandang bahwa jalan untuk mencapai kebahagiaan sejati (audaimona) berawal dari suatu pengetahuan tentang inner world, substansi “dunia” yang ada dalam diri pribadi (jagad kecil) atau jati diri. Para pemikir dan spiritualis barat-timur  sepakat bahwa satu-satunya jalan untuk mengetahui diri kita yang terdalam adalah dengan cara sains meditasi. Sebagai tradisi spiritual yang paling kuno dan paling sistematis berkembang sejalan perkembangan peradaban manusia. Sementara itu meditasi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.

Flash Back

Sepanjang sejarah peradaban manusia telah melakukan berbagai tradisi meditasi yang dikelola secara baik dan sitematis. Awal mula tradisi meditasi dimulai sejak masa sebelum masehi. Beranjak dari berbagai pertanyaan filosofis tentang self,  atau diri pribadi sebagai berikut :

  1. Siapa dan apa aku/self sesungguhnya ?
  2. Apa arti terdalam kehidupan dalam diri ?
  3. Apakah dunia yang tampak di sekitarku, dan yang kuanggap demikian nyata, adalah satu-satunya realitas ada sebagai fenomena ?    
  4. Atau apakah ada sesuatu yang lebih besar secara tak terbatas di luar diri, sebagai noumena yang transenden ?

Sebagai upaya menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis di atas, manusia cenderung melangkah ke dalam tradisi spiritual. Sepanjang peradaban dan sains manusia, pencarian jati diri akhirnya berhasil menemukan suatu tata cara melalui proses meditasi. Proses tersebut selanjutnya semakin berkembang dalam masyarakat luas tidak hanya dilakukan oleh orang-orang berkecimpung dalam tradisi spiritual saja.  Sebab meditasi mempunyai banyak manfaat yang bisa ditawarkan  kepada setiap orang tanpa tergantung apa agamanya.  

Manfaat Meditasi

Asalkan praktek meditasi dilakukan secara tekun, sabar, tepat dan benar,  beberapa manfaat yang bersifat instan dapat dialami oleh pelaku meditasi secara langsung, antara lain sebagai berikut :  

  1. Meditasi yang benar akan membawa anda dalam suatu pengalaman unik dan berbagai pengalaman yang menakjubkan sering terjadi di alami dalam dunia inner world (jagad alit). Anda lama-kelamaan semakin menemukan siapa sesungguhnya yang ada di dalam diri sejati.  
  2. Timbulnya perasaan bersatu dengan suatu energi dahsyat. Lazimnya energi itulah yang diidentifikasi sebagai atma, energi hidup yang kekal bersumber dari yang transenden (Tuhan). Pada level ini meditasi dapat dipahami sebagai upaya memanjangkan atau memaksimalkan usia manusia. dalam sebuah tesis dilakukan penelitian terhadap orang-orang yang rajin melakukan kegiatan meditasi, didapatkan hasil yang menggembirakan bahwa pelaku meditasi rata-rata memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, mencakup kesehatan, ketentraman, dan kebahagiaan. Dengan sendirinya tingkat harapan hidup menjadi relatif lebih besar.
  3. Tujuan paling utama meditasi adalah upaya mengenali jati diri. Dalam diri manusia dipahami sebagai bentuk jagad kecil yang merepresentasikan keadaan jagad besar yang sesunggunya. Bila seseorang sudah mengenali jati diri, diharapkan dapat memahami apa yang terjadi dalam alam semesta sehingga seseorang dapat bersikap arif dan bijaksana sehingga dapat meraih kehidupan yang lebih berkualitas.

Teknik Meditasi  

Untuk mempraktikan meditasi, pertama-tama anda harus menemukan satu tempat yang tenang, bersih dan nyaman. Perlu juga mencari lokasi yang memiliki taste natural agar memiliki perasaan menyatu dengan alam. Misalnya di dalam kamar pribadi, bisa juga sambil mendengarkan instrumentasi musik natural dan lembut. Anda dapat juga melakukan meditasi di luar rumah pada saat rembulan bersinar terang, suara gemericik air sungai, hembusan angin sepoi. Lingkungan semacam itu membantu menenangkan pikiran dan menselaraskan frekuensi inner world dengan frekuensi alam semesta. Jika meditasi dilakukan di alam terbuka hendaknya Anda lakukan dengan posisi duduk agar kewaspadaan tetap terjaga. Adapun langkah-langkah dalam meditasi adalah sebagai berikut :

  1. Duduk bersila dan lakukan posisi punggung yang tegak dengan posisi tubuh keseluruhan terasa rilek, tidak kaku dan membuat cape. Jangan bungkuk atau bersandar, karena posisi itu memungkinkan anda terlelap dalam tidur. Sedangkan tujuan meditasi bukanlah untuk menidurkan diri, melainkan  untuk membangun kesadaran setinggi-tingginya.
  2. Berusahalah mengosongkan pikiran, dalam arti membuang semua pikiran-pikiran negatif dan rasa cemas yang mengganggu  anda setiap saat. Tahan pikiran anda dalam keadaan tenang dan  terkendali selama anda melakukan meditasi.
  3. Kirimkan sinyal sugesti ke alam bawah sadar anda bahwa diri anda dapat merasakan dan menyaksikan hal-hal yang jasad tidak bisa merasakan dan saksikan. Dalam keadaan tetap rileks, namun cermat, tajam dan waspada.
  4. Pusatkan  perhatian pikiran dan perasaan anda terhadap irama keluar masuknya nafas anda. Pasang kelima panca indera anda agar dapat merasakan dan mendengarkan nafas anda ketika nafas keluar dan masuk ke dalam paru-paru dipompa oleh jantung anda. Karena di dalam nafas anda terdapat atma atau energi pemberi kehidupan.  
  5. Apa yang anda bayangkan atau sugestikan dalam setiap nafas masuk dan keluar ? Pada saat menarik nafas ke dalam tubuh, rasakan suatu energi yang berwarna putih, bening, dan bersih. Dan pada saat menghembuskan nafas keluar dari tubuh bayangkan suatu energi berwarna kehitaman dan kotor. Energi putih dan bersih akan membangkitkan suatu energi kehidupan yang menyehatkan jasmani dan rohani anda. Rasakan energi atma itu masuk ke dalam tubuh dan meresap ke dalam setiap sel-sel tanpa kecuali. Energi putih akan membersihkan dan menguras segala macam kotoran dan penyakit yang ada di dalam tubuh anda. Setelah itu sugestikan di dalam bawah sadar anda dengan  membayangkan nafas keluar membawa segala macam kotoran dan penyakit dari dalam tubuh anda, sehingga energi berubah warna menjadi pekat kehitaman. Energi atma termasuk membersihkan penyakit stres, depresi,  kecemasan, yang tersembunyi di dalam tubuh dan pikiran anda menjadi lepas bebas tanpa beban lagi. Biarkan perasaan cemas, ketakutan, kekhawatiran dan keraguan anda pergi meninggalkan jasmani dan rohani anda.
  6. Kelemahan yang sering terjadi biasanya pikiran anda secara liar berkelana, seolah sulit sekali digenggam dalam satu titik pusat  perhatian, yakni memusatkan konsentrasi/perhatian kepada keluar masuknya nafas anda. Mulailah lagi mensugesti dan membayangkan  dalam setiap hela nafas anda. Nafas masuk membayangkan keadaan alam yang penuh ketenangan, penuh cinta-kasih, segar, sejuk, nyaman. Semua itu terasa memasuki ke dalam tubuh anda dengan digerakkan oleh jantung.
  7. Nah, dari rangkaian olah meditasi di atas yang paling utama anda jaga adalah sikap sabar dan telaten, jangan terburu-buru atau tergesa ingin merasakan sesuatu yang menakjubkan. Anda harus tetap ingat bawa tugas utama Anda adalah menjaga konsentrasi  untuk selalu memperhatikan nafas keluar masuk, dan merasakan gerak gerik darah anda yang mengalir ke seluruh penjuru tubuh anda.
  8. Sesi latihan ini dilakukan antara 11 hingga 17 menit.  Lama-kelamaan latihan meditasi ditingkatkan waktunya menjadi lebih lama. Setelah dapat melakukan konsentrasi secara baik dan benar dengan konsentrasi nafas, selanjutkan anda dapat mengisi pada aspek spiritualnya. Sehingga banyak pula yang menggunakan suatu mantra atau doa untuk semedi. Namun demikian, doa atau mantra pada hakekatnya hanyalah alat untuk memperkuat mental   atau aspek batiniah/rohaniah saja.  

Meditasi Mantra

Terdapat berbagai macam teknik meditasi. Salah satu yang termasuk paling populer, efektif dan mudah, dikenal sebagai Meditasi Mantra. Meditasi ini menggunakan suatu mantra, untuk mencapai tujuan meditasi dibuka melalui vibrasi suara transendental. Istilah mantra berasal dari bahasa sanskerta terdiri dari dua suku kata yakni man artinya manas atau benak (batin) disebut juga magie, dan tra artinya membebaskan.  Mantra dapat dikatakan suatu frequensi suara suci yang membebaskan pikiran dari kegelisahan dan imajinasi.  Mantra diucapkan pada saat seseorang akan memulai olah meditasi.

Tradisi Kejawen

Dalam tradisi meditasi a la Kejawen dikenal berbagai macam mantra. Dalam filsafat kejawen mantra dipahami tak ubahnya sebagai sarana atau alat, atau senjata hasil karya cipta manusia untuk digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Alat atau senjata yang berupa suara atau kalimat yang memiliki makna sangat mendalam (esensial). Karena berupa alat atau media, maka mantra ini biasanya bersifat netral, artinya baik atau buruknya mantra bukan berada dalam isi mantra itu namun tergantung orang yang menggunakan. Namun demikian sebagaimana alat, ada yang bisa digunakan untuk kedua-duanya yakni kebaikan dan keburukan. Ada pula yang bisa digunakan untuk sarana kebaikan saja, bahkan hanya keburukan saja. Itulah rahasia mantra. Sayang sekali karena seringkali orang memanfaatkan mantra untuk merugikan orang lain dan mencari keuntungan pribadi maka timbul konotasi negatif. Padahal sebenarnya mantra sama halnya dengan pisau, bisa disalahgunakan untuk merampok orang, bisa juga dimanfaatkan untuk  sarana rumah tangga. Dalam tradisi kejawen dan tradisi sinkretisme terdapat beberapa mantra yang lazim digunakan dalam olah meditasi misalnya sbb :

1. “kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lair nunggal sedino lan kadhangku kang lair nunggal sewengi, sedulurku papat keblat lima pancer, ewang-ewangono anggonku madeg semedi”.

2. Sangkun dzat sukma, sukma kang ana sanjabaning wayangan, ni endang sukma kang mider ana sajroning wayangan, sira aja ngaling-alingi aku arep ketemu kadhangku kang sejati, kang langgeng ora owah gingsir, saperlu kanggo meruhi sejatiningsun.  

3. Ingsun tajalining dat kang Mahasuci, kang amisesa, kang kuwasa angandika : kun – payakun : dadi saciptaningsun, ana sasedyaningsun teka sakarsaningsun, metu saka kodratingsun.

Tradisi  Yoga

Salah satu metode meditasi yang lengkap dan metodis terdapat dalam Yoga tradisi  Dharma.  Mantra-mantra yang paling kuat yang dapat digunakan dikenal Sebagai Tiru-mantra dengan kalimat sbb : “Om Namo Narayanaya” yang secara terminologis berarti: “Aku menyampaikan hormat kepada Yang Mutlak, Sang Pemelihara seluruh mahluk.” Sebagaimana terdapat dalam shastra Veda (Narayana-Upanishad) bahwa bila kita mengucapkan mantra tersebut secara sungguh-sungguh dan dengan rasa bhakti, seseorang akan mendapat kedamaian, pemenuhan dan realisasi-diri. Lebih dari itu, seseorang akan mencapai kesadaran Tuhan, yakni kesadaran tinggi akan karunia Tuhan bagi kehidupan umat manusia.

Teknik meditasinya sama dengan teknik meditasi di atas. Setelah  melakukan latihan konsentrasi nafas, dalam posisi duduk, mata tertutup, kemudian mulai membaca mantra, Om Namo Narayanaya, lebih keras dan dengan penuh bhakti. Fokuskan seluruh energi perhatian anda atas suara dan vibrasi dan mantra itu, mendengarkan mantra, dan bahkan merasakan vibrasi-vibrasi yang melembutkan dari mantra itu di dalam dada sekitar jantung anda. Satu sesi meditasi yang baik berlangsung sekitar 20 – 30 menit per hari. Dijelaskan dalam shastra Yoga kuno India, dan oleh para guru besar Yoga sepanjang sejarah, bahwa bila seseorang membuat latihan meditasi harian sebagai kebiasaan, dan melakukan meditasi dengan sungguh-sungguh, rendah-hati, sabar dan bhakti, maka ia akan memperoleh kedamaian, kepenuhan, kebijaksanaan dan realisasi langsung dari kehadiran Tuhan di dalam hidupnya.

Dengan mempraktekan meditasi dlam kegiatan sehari-hari, maka anda secara perlahan-lahan akan merasakan berkurangnya stres, depresi atau tekanan, serta kecemasan berangsur-angsur akan hilang.  Anda juga akan mengalami satu kedamaian batin yang dalam terasa membahagiakan dan menyenangkan. Karena dalam meditasi anda  akan memasuki relung paling dalam dari suasana kedamaian batin. Kedamaian dan ketenangan itulah sifat dasar dari jiwa atau sang diri sejati. Keberhasilan meditasi diawali dengan giat mencoba, melatih diri, sabar dan tulus, berserah diri kepada Tuhan dalam arti tidak membuat angan-angan dan keinginan yang dipaksakan, termasuk perasaan pengganggu keberhasilan yakni rasa terburu-buru untuk berhasil.  Carilah ketenangan hati dan pikir yang bersumber dari dalam realitas  kedamaian batin anda sendiri.

Penutup

Meditasi hanyalah sekedar teknik untuk mencari kebenaran dan kemuliaan hidup. Mencari kebenaran dan kemuliaan adalah penting, sama pentingnya untuk mempunyai seorang pembimbing yang berpengalaman dan handal dalam mencapai realisasi-diri.  Pada zaman modern ini para ahli semedi, yoga, atau meditasi sangat banyak jumlahnya dan mereka melakukan pelatihan meditasi dalam berbagai lembaga sosial kemasyarakatan. Dan sekali lagi, meditasi tidak ada hubungannya dengan agama. Ia berdiri sendiri sebagai jalan spiritual yang bebas dalam arti memiliki nilai universal  (lihat anak judul di atas). Sumber kebenaran dan kemuliaan hidup tidak hanya satu atau dua saja, melainkan dapat melalui berjuta-juta sumber yang tergelar di jagad raya sebagai bukti ILAHI Yang Mahapemurah. Namun demikian bila Anda tetap saja meragukan suatu kebenaran, setidaknya lakukan saja KEBAIKAN pada sesama umat manusia, maka anda akan mendapatkan kemuliaan hidup yan sejatinya. 

Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti

sabdalangit

 

53 Comments

  1. Arif Santoso said,

    Nyuwun tambahing sawab-pangestu

    • sabdalangit said,

      Injih mas Arif, mugi Gusti Allah tansah paring wilujeng-rahayu ingkang tinemu. Saha bondo lan beja kang teka. Tansah kuwawi habeg utama tuwin lakutama, dados pepadang kagem kulawarga lan tiyang sanes.

      salam karaharjan

  2. Wong Alus said,

    Kagem ingkang diparingi kanugrahan ilmu, kadang kulo Ki Sabda… menyusuri makna mantra memang tiada habisnya. Hanya dengan mantra yang sejumput dan dengan menaruhnya pada fokus pikiran, seseorang dapat meningkat meninggalkan wacana ketidak-tahuan dan ilusi yang terjadi pada tingkat pikiran yang lebih rendah.
    Mantra konon memiliki tiga ciri agar dapat menenangkan pikiran yang selalu liar, memberinya tenaga, dan menghantarkan ketingkat yang lebih halus. Ciri itu adalah berdenyut, berlagu, dan berarti.
    Yang pertama, mantra harus berdenyut. Mantra harus mempunyai dua suku kata sedemikian sehingga dapat larut secara ritmis seiring napas, karena pernapasan sangatlah berpengaruh pada tingkat kesadaran seseorang. Kita yang mungkin menyadari bahwa saat marah atau kesal, napas akan menjadi cepat dan cekak, sedang bila terserap dalam suatu kegiatan, secara alamiah napas akan lambat dan dalam.
    Sifat kedua dari mantra adalah harus berlagu. Mantra mempunyai suara tertentu, harus mempunyai pola getaran tertentu, dapat dinyanyikan secara batin, sehingga dapat mengangkat getaran dan tubuh mengiringi “irama keberadaannya”.
    Setiap keberadaan dalam ciptaan ini memiliki irama keberadaan masing-masing, suatu nada tertentu dalam tata suara universil. Dari denyut quasar sampai oskilasi elektron – dari melodi ultrasonik pegunungan sampai dengung tak henti semua makhluk, menyanyi dan berceloteh, berkepak dan bertepuk, tertawa dan menangis – semua nada itu menjadi panggung orkes kosmis tak berbatas. Sumber dari gerak berirama tak pernah henti ini adalah KESADARAN TAK TERHINGGA, tenang tanpa suara, lautan kedamaian. Tak terganggu oleh getaran apapun, mengalir sepanjang garis lurus tak terhingga dalam keabadian. Dan ciri Mantra ketiga: mempunyai arti. Mantra bukan hanya getaran, atau suara berdenyut berulang yang menyelaraskan semua irama pikiran dan tubuh dengan Irama Yang Maha Tinggi, namun juga mempunyai arti yang luas pula. Para yogi selama berabad-abad telah mengajarkan suatu kebenaran sederhana: “Apa yang kau pikirkan, akan menjadi itulah kamu”. Sudah menjadi kesepakatan psikologi bahwa pikiran akan menjadi seperti apa yang dipikirkannya. Berbagai percobaan telah menunjukkan bahwa kesadaran kita cenderung untuk melebur atau menyata-samakan dirinya pada fokus perhatian yang cukup lama. Visualisasi dan afirmasi seperti ini secara perlahan akan merubah pikiran kita sesuai menurut obyek konsentrasi itu. Sayangnya saat ini kekuatan “berpikir positif”, affirmasi positif dan visualisasi kreatif yang sering dipergunakan oleh berbagai kalangan di forum-forum komersial seperti hypnosis, NLP dll untuk tujuan jangka pendek yaitu cepat berhasil, lebih populer, lebih kaya. Sehingga tidak siap untuk menembus dan melebur ke dalam KESADARAN TAK TERHINGGA itu…. Bagaimana terhadap menjamurnya fenomena demikian, Ki Sabda? Mohon pencerahanipun.
    Salam di titik nol.

    • sabdalangit said,

      Matursembah Nuwun Ki Wongalus
      panjenengan estu lantip, terwaca lan waskita dalam mengupas mantra dan apa saja.
      Memang begitulah mantra, sebenarnya setiap makhluk hidup memiliki suara alamiahnya sendiri-sendiri dan masing2 berbeda satu sama lain. Misalnya suara binatang, atau suara debur ombak laut merupakan suara alamiah yang tidak ada polusi nafsu. Dapat diumpamakan suara-suara itu serempak melantunkan iramanya masing2 namun semua sebagai sabda alam. Suara alam yang berenergi, hidup dan mistis adalah wujud MANTRA juga.

      Suara alam dan binatang tersebut sepadan dengan SUARA BAYI sewaktu lahir ke bumi. Nah, mantra pada dasarnya hanyalah mengembalikan suara manusia dewasa untuk back to nature, dengan kata lain mengembalikan KALIMAT DEWASA yg penuh kamuflase menjadi KALIMAT BAYI yang murni dan suci, yang sinergis dan harmonis dengan alam semesta. Maka suara-suara itu masing2 berlangsung dalam RUMUS TUHAN, kodrat alam dengan sendirinya.

      Apa yg disuarakan menjadi mudah mewujud karena hanya mengikuti kehendak alam semesta, kehendak Tuhan YME. Mantra diucap dalam bahasa yg sulit dimengerti NAFSU, namun bisa dipahami oleh rasa sejati. Seperti halnya jika kita berbicara dengan binatang, bukanlah mencermati dalam bentuk spt bahasa manusia, melainkan suara binatang yg penuh dengan irama alami, intonasi seperti berbagai macam jenis gelombang yg ada di jagad raya. Yang mengartikan bahasa binatang bukanlah rasio namun rahsa sejati.

      sayangnya, manusia kini melakukan komersialisasi mantra, dengan cara menjual kemampuan, mengeksploitasi kesadaran, dan memanipulasi kebenaran. Namun hal itu hanya berlaku pada orang-orang yg rendah kesadarannya. Maka para pelaku hipnotis pun harus menseleksi hanya untuk orang-orang SUWUNG yg mudah dilakukan eksploitasi, manipulasi, intimidasi, dan hegemoni. Untuk menangkal hipno hanya dengan menambah kewaspadhaan (tingkat kesadaran) dan sikap eling.

      Matur nuwun Ki
      salam sihkatresnan

  3. mas8nur said,

    Sugeng ndalu mas Sabdalangit….
    Saya termasuk yg paling susah belajar meditasi. Kalau mengendalikan pikiran lebih mudah tapi yg paling susah justru mempertahankan posisi duduk. Sampai hari ini saya belum bisa menentukan duduk bersila yg paling nyaman tanpa punggung tegang dan capek.
    Bukankah inti dari meditasi membangun kesadaran jiwa dan peka terhadap suara hati dan suara alam, dimana pada tahap selanjutnya kita bisa menembus jarak dan waktu sehingga orang-orang pada jarak yg jauh bisa kita rasakan bagaimana kondisinya.
    Jadi apakah olah batin ini hanya bisa dilakukan dengan duduk. Bagaimana dengan berdiri atau berbaring ditengah padang rumput, dipuncak gunung, diatas batu besar dan tempat2 alami lain?

    • sabdalangit said,

      Sugeng ndalu ugi Mas Nur, wah radi sauntawis mboten guneman njih..
      Kalau Mas Nur susah untuk posisi duduk, dan terutama bagi sodara-sodara lain yg berbadan besar biasanya juga sulit dengan posisi duduk, maka bisa mengambil posisi sambil berbaringan seperti yg sudah saya tulis dalam OLAH SEMEDI.
      Monggo dipun padosi posisi ingkang paling nyaman.

      nuwun

  4. puang cahaya dewa said,

    Salam dari bandung

    Saya suka membaca artikel anda,orang seperti anda cukup langkah di negeri ini yang masih berminat menulis masalah meditasi mantra ( beta eloknya kalau di bukukan biar bermanfaat, maaf ini Cuma saran )

    Kalau kelak aku menjadi presiden akan kuangkat anda menjadi penasehat spritualku

    Aku dan sang presiden

    Kalau kelak aku beranjak dewasa, aku berci-cita menjadi presiden, tapi tidak ingin menjadi presiden yang peragu dan lamban mengambil keputusan, kalau di keritik oleh rakyat, memposisikan diri menjadi orang yang teraniaya.

    http://puangcahaya.dagdigdug.com/

  5. sikapsamin said,

    Lha…iyo…awake dewe kabeh iki nduwe sedulur2 sing nguwasani ilmu kang hebat2…ck…ck…ck…
    Ananging ana ora ya ilmu sing bisa ngusir penjajah lan penjarah, uga ilmu sing bisa mbalekake BLBI… nDadekake Nuswantara gemah ripah loh jinawi, ijo royo2. Ora ana pembalakan alas, ora ana Gerakan Tanam Paksa model alusan… Ora ana busung lapar lan sapanunggalane sing pungkasane memperKERE sedulure dewe

    Aku njaluk sepuro…sekedar nglamune samin…

    Mugo para sedulur bebarengan olah semedi kanggo Nuswantara

    • sabdalangit said,

      @Puang Cahaya Dewa dan Sikap Samin Yth
      Kunci keadilan dan kemakmuran bangsa ini dimulai dengan membangun nusantara sebagai bangsa yang berbudipekerti luhur, Hamemayu Hayuning Bawono, suradira jayaningrat lebur dening pangastuti. Marilah kita sama-sama bergandengan tangan, saling asah asih asuh dan berpartisipasi menciptakan harapan tersebut.

      Rahayu karaharjan

  6. Daryono said,

    Mas sabda terimakasih atas tulisan meditasi yang mas babarkan dengan gamlang tulisan tersebut bisa di jadikan reverensi untuk MENYUSURI DUNIA ABU ABU paling tidak minurut saya yang masih awam mas, meditasi kadang masih dikaitkan dengan hal hal gaib saya akui kegaiban mempunyai daya tarik yang luar biasa.ada yang sekedar ingin tahu atau sekedar coba coba. bahkan saya pribadi mempercyai hal hal gaib dapat dijadikan sebuah pijakan dalam mengambil suatu keputusan.di dalam meditasi kadang yang paling susah adalah mengendalikan pikiran mas ,bayang bayang masa lalu dan ketakutan akan masa depan,dan hantu rutinitas dan harapan harapan, yang menghalangi pintu keheningan. Ada yang ingin saya tayakan sama mas sabda di luar yang mas jelaskan diatas ada ndak Key word yang lain sabagai syarat awal memasuki alam keheningan itu, kalau ada mohon di kirim ke email saya Mas. matur nuwun
    Salam sedjati

    Rahayu

  7. bhayhu said,

    sblmnya trima ksh mas Sabda, ats sgala nasehatnya. nmn mmang slalu btuh perjuangan. pingin blajar meditasi, untuk lbh menguatkan jejakan kaki, mmbuka mata, mlihat kebenaran dlm warna-warni dunia. mau nanyak mas.
    1.saat meditasi, mata dipejam dan mlihat pd pangkal hidung, pd tingkatn trtntu akan melihat sinar dan labirin. apakah yg kita saksikan adlah kenyataan fisik dgn mata fisik atau mata batin yg sdng melihat.
    2. apkh saat itu kita msh dpt mendengrkan atau mrasakn sekitar kita, atau kita sdng hanyut larut dan tdk merskan skitar kita.
    mksh. salam sjati.

  8. kangBoed said,

    hehehe.. tambah.. siip.. Kang mas ku chayaaaank.. terus bedanya semedhi dan meditasi itu apa maaas… hehehe.. maklum OON neeeh.. kaga ngerti istilah mas..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

    • sabdalangit said,

      @Bhayhu Yth
      Awalnya fenomena mata wadag mas, namun lama kelamaan akan terjadi nuansa yg sungguh menakjubkan. Itulah nuansa gaib/batin kita yg memasuki frekuensi gelombang kegaiban (“FM”). Pada saat itu biasanya sudah mati raga, alias kesadaran jasad sudah sirna. Namun lama kelamaan bila sudah sangat terbiasa mengolah batin justru “kesadaran batin” akan bisa “terjaga” walaupun pada saat kesadaran jasad dalam kondisi normal. Sehingga kadang pada saat kita sedang berjalan, naik kendaraan, nyetir, tiba-tiba terlintas suatu “bayangan” gaib yang merupakan pralampita atau perlambang, misalnya pralambang akan sesuatu peristiwa yg akan terjadi.

      @KangBoed Yth
      Secara substansial tidak ada bedanya adimas Boed… :)
      Masing-masing hanya beda istilah, beda dikit dalam teknik. namun Tujuannya tidaklah berbeda.

      salam asih asah asuh
      Rahayu

  9. bhayhu said,

    ok, mksh mas ats pnjlasannya.

  10. broto wiryono said,

    Wonten ing nginggil kasebat mantra:
    1. “kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lair nunggal sedino lan kadhangku kang lair nunggal sewengi, sedulurku papat keblat lima pancer, ewang-ewangono anggonku madeg semedi”.

    2. Sangkun dzat sukma, sukma kang ana sanjabaning wayangan, ni endang sukma kang mider ana sajroning wayangan, sira aja ngaling-alingi aku arep ketemu kadhangku kang sejati, kang langgeng ora owah gingsir, saperlu kanggo meruhi sejatiningsun.

    3. Ingsun tajalining dat kang Mahasuci, kang amisesa, kang kuwasa angandika : kun – payakun : dadi saciptaningsun, ana sasedyaningsun teka sakarsaningsun, metu saka kodratingsun.

    Pitakenanipun:
    1. Sifatnya kita boleh pilih baca salah satu mantra tsb?
    2. Apakah dibaca berulang-ulang selama semedi ataukah hanya dibaca ketika kita akan mulai semedi. (Niat ingsun …..)
    3. Nate mireng mantra:
    “Duh… sedulurku
    kakang kawah
    adi ari-ari,
    sedulurku keblat papat, lima pancer,
    nini among kaki among kang tansah jaga rumekso jiwa ragaku
    dahyang smara bumi ………… (nama kampung tempat tinggal)
    tak suwun pambiyantumu ana gawe ……………….i(maksud & tujuan)”

    Punika punapa ugi sami kaliyan mantra ingkang kapisan?

    Punapa bentenipun tetembungan puniki Dimas:
    “Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti”
    kaliyan
    “Sastra jendra hayuningrat lebur dening pangruawating diyu”

    Nyuwun suka keteranganipun dimas, awit senadyanto kula puniki sampun sepuh nanging tasih kiranging seserepan, matur nuwun.

  11. sabdalangit said,

    Kangmas Broto yth
    Jawaban :
    No 1 : Boleh dipilih salah satu.
    No 2 : Cukup sekali pas di awal, sewaktu patrap semedi/meditasi.
    No 3 : Pada intinya sama saja.

    “Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti” : segala watak buruk sirna bersama tumbuhnya watak kebaikan.

    Sastra jendra hayuningrat-pangruawating diyu : “papan tanpa tulis”, “kertas tanpa mangsi” sebagai simbol bahasa alam, bahasa tuhan, yang ditangkap oleh manusia dan dijadikan sebagai petunjuk perbuatan baik, dan meredam segala perbuatan angkara.

    Rahayu

  12. mas8nur said,

    Sugeng ndalu mas Sabdalangit…kula kangen swasana kejawen dalu punika dados kula mampir mriki malih.

    Menanggapi penjelasan Panjenengan berikut:
    Namun lama kelamaan bila sudah sangat terbiasa mengolah batin justru “kesadaran batin” akan bisa “terjaga” walaupun pada saat kesadaran jasad dalam kondisi normal. Sehingga kadang pada saat kita sedang berjalan, naik kendaraan, nyetir, tiba-tiba terlintas suatu “bayangan” gaib yang merupakan pralampita atau perlambang, misalnya pralambang akan sesuatu peristiwa yg akan terjadi.

    Apakah yang dimaksud diatas termasuk firasat – firasat tubuh misalnya: telinga berdenging keras lalu karena curiga pada seseorang terus orang tersebut ditelpon, ternyata benar yang ditelpon sedang membicarakan dia, juga firasat-firasat lain.

    Lalu bagaimana dengan petunjuk lewat mimpi. Pernah saya membaca ada orang Bali yang menuliskan semua mimpinya dalam buku diare dan ternyata mimpi2 tersebut rangkaian peristiwa besar di tanah air beberapa tahun kemudian. Apakah ini juga termasuk kesadaran batin yang dimaksud mas Sabda.
    Matur nuwun saderengipun Mas……..

    • sabdalangit said,

      MasNur Yth
      Pralambang sangat beragam mas. Ada yg berupa sinyal secara fisik sebagai tingkat kesadaran batin yg paling dangkal (bawah sadar) misalnya kedutan, telinga berdenging dsb. Ada pula sinyal secara batin yg lebih tinggi misalnya bisikan hati nurani, hati kecil yg paling dalam, naluri, firasat, atau ilham. Bisa pula lewat mimpi sewaktu tidur. Hal itu masih merupakan kesadaran batin (puspa tajem) yang bekerja secara otomatis.
      Bagi yg sudah memiliki talenta (bakat alamiah) tidak perlu latihan olah batin. Namun bagi yg belum terasah perlu melakukan latihan olah batin dengan telaten dan sabar.

      Rahayu

  13. SufiMuda said,

    Meditasi untuk menenangkan jiwa. Tuhan hanya memanggil Jiwa yang tanang bukan sebaliknya.
    Meditasi pada akhirnya erat hubungannya dengan komunikasi dengan Sang Pencipta, bukan begitu mas?

    • Sujiatmoko said,

      Salam Sejati,

      Mas Sufimuda,
      JIka TUhan hanya memanggil jiwa-jiwa yang tenang, berarti TUhan tidak peduli dengan jiwa-jiwa yang tidak tenang.
      Jadi maksud dari ayat di salah satu kitab yang menyebutkan bahwa Jesus diturunkan kepada domba-domba Israel yang tersesat bertentangan dengan maksud tulisan njenengan dong ?

      Kalau memang demikian, dimana sifat Allah Yang Maha Adil ya …
      Allah memanggil Musa yang bergejolak jiwanya …
      Allah memanggil Ibrahim yang bergejolak mencari-NYA …
      Allah memanggil Kanjeng Guru SIti JEnar yang bergejolak jiwanya …
      Allah memanggil SUnan Kalijaga yang juga bergejolak jiwanya …

      Salam Sejati
      Sujiatmoko

  14. Fitri said,

    Disini..maaf kalau komentar melenceng dari topik
    saya ingin membuat pengakuan, kepada yang sudah mengetahui adanya lambang palsu, sebenarnya sayalah orang tersebut yang memakai nama, email dan URL lambang. Kenapa saya lancang? Sebenarnya ini bermula sejak hari senin saya kesulitan mengirim komentar menggunakan email saya sendiri. Saya mengirim komentar pada kangboed dan lambang. Namun rupanya mereka sengaja memblokir karna tidak berkenan saya hadir lagi. Sebenarnya lambang sudah membuatkan blog wordpress buat saya tapi sepertinya beliau tidak ikhlas dgn kata lain sangat terpaksa membuatnya sehingga menampilkan tips membuat blog yang isinya menyudutkan isi artikel yang saya buat. Beliau ingin saya bersikap seperti jurnalistik sejati dengan membuat artikel bermutu. Sementara saya memang sering secara sengaja membuat artikel yang cepat usang dimakan waktu.
    Dan saya juga sudah berjanji akan mengedit dan menghapus postingan tidak bermutu tersebut. Maka mulai tanggal 2 atau 3 bulan juni, blog akan saya tutup dgn terpaksa. Komentar tidak akan saya pasang.
    Demikian pengunguman ini saya buat.

    • Lambang said,

      Salam Mas Sabdo,
      Maaf komennya OOT, mau ikutan baca pengumuman. Sepertinya ada kaitan dengan saya.
      Mudah-mudahan masalah ini ngga berlarut-larut. Saling memaafkan. Sing ngalah gede wekasane.
      Saya sudah beri komen di blognya Dik Fitri, kalau ada masalah dengan WordPress blogging silahkan email ke saya. Cukup email saja, bukan SMS. Dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan rela atau ikhlas sesuai persepsinya.

      Salam Damai.

  15. wongalus said,

    Mas Sufi Muda, bagaimana ciri orang yang berjiwa tenang? Saya merasa jiwa saya masih kacau karena kerinduan saya untuk bertemu Tuhan itu tidak tersampaikan. Mohon Pencerahannya. Terima kasih sebelumnya.

    Waduh, mbak fitri kan sudah menjelaskan secara gamblang duduk perkaranya. Ngapain ditutup blog-nya mbak? kan kasihan, tulisan/artikel kan memiliki roh. Kasihan nanti rohnya bisa bingung tidak punya tempat tinggal lagi.

    Ngapunten ki sabda, komentar ini juga melenceng dari topik juga.

    Salam damai.

    • sabdalangit said,

      @Sufi Muda Yth
      berkata : Meditasi pada akhirnya erat hubungannya dengan komunikasi dengan Sang Pencipta, bukan begitu mas?
      =========
      Mas Sufi Muda, bicara dengan org yg tingkat kesadarannya sdh seperti panjenengan, tentunya mudah menemukan konvergensi. Matur nuwun.

      @Fitri Yth
      Masalah biasa terjadi di antara teman dan kerabat. Yang paling penting adalah jadikan berbagai persoalan, friksi, antagonis, konflik, sebagai wahana INSTROPEKSI DIRI, ketimbang saling menghakimi yg lain. Supaya friksi dan beda pendapat bermanfaat menjadi pemacu perubahan jati diri ke arah yg lebih baik, dan pendorong kepada tataran kesadaran yg lebih tinggi. Semua mulai persahabatan baru dengan pikiran yg positif, hati bersih, dan batin bening.

      @Wongalus Yth
      Monggo Mas Sufi Muda silahkan panjenengan memberikan pencerahan kepada kita-kita di sini terutama kpd Ki Wongalus. Ibaratnya “Desa mawa cara, negara mawa tata”, tentunya sudut pandang yg berbeda dari Mas Sufi Muda justru sangat kami tunggu-tunggu, agar dapat menutup segala kekurangan kami di sini.

      salam asih asah asuh

  16. broto wiryono said,

    Rayi Mas Sabdalangit….

    Kagem “meditasi pemula” punika punapa kedah wonten ingkang mbimbing (guru, suhu). Twin ugi kedah dipun bika cakranipun?
    Saweneh sampun mpun cobi meditasi kanti kapurwakani waosan ingkang kados nate kaserat ing nginggil, nanging dereng saged ngicali pikiran-pikiran ingkang kumliwer saengga dereng wonten hasilipun.
    Nanging malem selasa (1 Juni 2009; jam 01) wonten raos mrinding saking nginggil (mustaka) lajeng sumebar mengandap…., saengga njugaraken konsentrasi.

    Nyuwun panjenengan suka keterangan, mbok bilih mangke migunani dumateng para sutrisna ingkang ngersakaken meditasi,

    Nuwun, Mugi tansah mangyo widodo, rahayu nir ing sambekala.

    • sabdalangit said,

      Kagem meditasi, cekap ngginakaken paugeran-paugeran ingkang sampun wonten. Sebab punika sakdermi sembah raga-cipta ing pangajap saget mangun konsentrasi pikir lan batin saha nglerem hawa nepsu, pinepsu tapa brata. Pramila ingkang wigatos injih konsentrasi punika. Saklajengipun bade manggih pengalaman sensasional, nandakaken awit kasilipun olah mesu budhi. Kados ingkang sampun kula serat wonten ing OLAH SEMEDI, sumonggo prayogi dipun prisani malih ing mriki.

      matur sembah nuwun
      salam asah asih asuh

  17. Ngglosor Madhep Wetan said,

    Pak Wongalus (pupuran ya Pak, sampai halussss… hehehehe)

    maaf Mas SufiMuda, saya mendahului njenengan…..

    orang yg berjiwa tenang itu orang yg tidak reaktif terhadap apapun juga, selalu berusaha berpikir logis dengan hati yg jernih… tidak menjelek2an orang, pun tidak merasa terganggu ketika orang menjelek2an dirinya : tidak mudah murka & tidak merasa teraniaya…. daaannn… tulus berbagi

    Njenengan kalau menurut perasaan saya memiliki jiwa yg tenang ini Pak Wongalus. Nuwun sewu, jika njenengan masih merasakan jiwa yg kacau karena merindukan Tuhan itu namanya bukan berarti jiwa njenengan tidak tenang. Itu Kadhang njenengan yg terus2 memanggil2 untuk mengikuti jalan Tuhan.

    Kadhang itu esensi Ilahiah yg dikaruniakan Tuhan untuk kita manusia Pak. Beberapa agama menyebutkan itu adalah Roh Kudus atawa Rohul Quddush.

    Dengan mengikuti jalan yg benar & lurus sedara universal, njenengan sudah merasakan esensi Tuhan, yakni kebenaran & kebaikan. Walau tidak kasat mata, njenengan sudah berjumpa dengan Tuhan.

    Jiwa yg tenang …….
    Semua orang mencari…. bahkan bagi mereka yg suka menjahati sesama….
    Tapi jarang yg sadar ……
    Jika mereka selalu dipanggil….
    dan akan selalu dipanggil …..
    Mereka menutup telinga…. menutup hati …..
    Karena sadar….
    Panggilan itu tidak akan menguntungkan mereka …
    Sementara buah serakah dan murka jelas di depan mata ….

  18. Ngglosor Madhep Wetan said,

    maaf koreksi Poro Sedulur lan Poro Pinisepuh…..
    bagian : Tapi jarang yg sadar ……
    diganti : Tapi jarang yg mau ……

    nuwun
    hehehehe

  19. Alam Rasa said,

    Salam kenal Mas Sabda Langit

    Meditasi memang suatu teknik yang efektif dalam meningkatkan kesadaran, peningkatan spiritual dan memperkuat hubungan kita kepada Tuhan. Untuk belajar meditasi, sebaiknya kita belajar ke ilmu dan teknik meditasi yang telah lama berkembang di India dan Tibet.

    Di sana kita akan belajar tentang simpul-simpul chakra (simpul energi yang ada dalam tubuh kita), jalur shusuma, kundalini, dsb. Tapi belajar ilmu ini jangan salah arah, karena ada sebagian orang yang terlena, dan berbelok pada ilmu kedigjayaan, kesaktian dll. Harus saya tekankan di sini, bahwa tujuan sebenarnya dari ilmu meditasi adalah untuk mengenal, mendekatkan diri, dan kembali seutuhnya kepada Allah swt. (Yoga).

    Dalam Islam memang teknik meditasi ini tidak dijelaskan. Tapi bukankan rasulullah Muhamad saw pernah bersabda “Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin, walau sampai ke negeri Cina”. Bagi pencari jalan ma’rifat mungkin ada juga yang mengenal teknik meditasi yang disebut “tajali” atau sholat sejati. Sayangnya, hanya orang-orang tertentu saja yang mengenal teknik tersebut.

    Demikian komentar saya tentang meditasi, semoga bermanfaat.

  20. nuggi nugroho said,

    Sugeng Poro Pinisepuh lan Poro Sedulur,

    Nyuwun ngapunten saya yang cekak ini mau berbagi cerita, mohon dikoreksi kalau ada yg luput…..

    Pembelajaran kita dari tanah seberang mengenai chakra, shusuma, ida-pinggala, kundalini, cho-ku-rei, sei-hei-ki, dsb itu sejauh saya tahu adalah pembelajaran mengenai sistem tubuh fisik yang terproyeksi kepada badan yg tak terlihat (badan bioplasmik), kalau ndak salah versi yoganya lebih kepada hathayoga – untuk kesehatan.

    Ada juga yg bermain mantram, lagi2 untuk hajat hidup keduniawian, layayoga. Meski aliran yoga lainnya juga menggunakan mantra, namun mantra digunakan bukan sebagai yg utama, tidak seintens layayoga.

    Kalau yg menggunakan teknik visualisasi itu ada di aliran rajyoga. Tujuan teknik visualisasi ini lebih untuk mengaktifkan cakra mahkota & cakra ajna (antara 2 alis).

    Maka dari itu kehidupan spiritual-duniawi bangsa India begitu kuat, sama seperti para pengikut Tao. Dagang mereka jago, ilmu2 keteknikan yahud, dsb, itu karena cara mereka mengolah yg tak kasat mata selalu berdekatan dengan badan fisik mereka, lebih khusus lagi jalur2 meridian badan manusia.

    Andaikan mereka mendapat visitasi / penglihatan alam gaib (indigo), hal ini dimungkinkan karena cakra mahkota & ajna menjadi begitu aktif.
    Namun pencapaiannya hanya pada alam paralel, bukan pada alam kematian. Frekuensi alam paralel sangat jauh berbeda dg alam kematian. Frekuensi alam paralel berdekatan dengan frekuensi kita manusia, meski berlapis2 kita dapat mengusahakannya.

    Di alam paralel kita bisa melihat di setiap lapisnya ada yg orang bilang kuntilanak, genderuwo, mahluk bayangan, yg ujudnya serem2 (hiiiiiii…), yg ujudnya seperti gel…. dsb. Mereka juga takut alang-kepalang jika kita masuk ke alam mereka (yg masuk bukan badan fisik kita).

    Mereka, yg kita sebut mahluk gaib itu, menyangka kita demit pasti… hehehehe…. Dan ternyata mereka yg menampakkan wujud mereka di alam kita adalah kaum saktinya mereka.

    Satu yg saya ndak paham : di alam paralel ternyata ndak ada HANTU POCONG. dengan ngomyangan cekak ini saya juga titip pesan kepada Poro Pinisepuh lan Poro Sedulur terkasih : tolong beri pengertian bagi anak2 bahwa hantu pocong itu ndak ada, biarlah pembodohan jenis ini mulai berhenti sampai sini. Masih ada banyak cara untuk mengingatkan main malam di luar bagi anak2 adalah kurang baik.

    Hantu pocong adalah hasil halusinasi (mungkin ada cerita2 seram yg terekam di otak bawah sadar kita), ataupun yg paling mirip adalah werdon (gas yg muncul dari dalam jasad yg dimakamkan). Tekanan gas ini begitu kuat sehingga dapat membuat perut si jasad meletus. Ketika sudah naik kepermukaan melalui pori2 tanah, gas ini masih berkumpul untuk beberapa saat. Naa…. bentuk kumpulan gas ini seperti menhir asap… mungkin ini yg ditangkap orang seperti hantu pocong.

    Maaf…. jadi ngelantur saya… hehehehe

    Lha kalau orang kita, dari dulu meditasinya mengarah kepada yg transendental, mengarah kepada kekuatan yg Maha Agung – yg menciptakan alam semesta. Jadi arahnya ndak kepada meridian tubuh.

    Meditasi tradisional asli yg mengarah ke penyembuhan sangat sedikit sekali pelakunya. Mungkin karena ini maka meditasi asli kita yg mengarah ke penyembuhan tidak sedahsyat yg dari India & Cina.

    Yang Mas Sabda paparkan, juga lebih mengarah ke yang transendental, Yang Maha Agung. Ini baik… ndak apa2 dilakukan…. Lakukanlah dengan perasaan bebas, dengan perasaan senang & penuh cinta. Percaya atau tidak, kita tidak akan mendapat celaka dengan meditasi cara ini, jadi jangan takut untuk melakukannya (jika ingin).

    Memang ada sementara pihak yg meng-kafirkan model meditasi Agung ini. Kita maklumi saja, mungkin saja mereka tidak tahu pasti mengenai meditasi Agung ini. Atau yg lebih parah : mereka ndak ingin ada umat mereka yg pindah agama karena melihat sisi lain, yg tadinya tak terungkap, dari kejawen.

    Tudingan kafirlah, musriklah lalu didengung2kan….

    Tapi jangan lupa : sekarang banyak aliran yg takut uang sumbangannya berkurang, daripada takut jumlah umat yg ‘diselamatkan’ berkurang…. hehehehe …….

    nuwun

    • Alam Rasa said,

      Salam kenal Mas Nugroho. Aku mau sedikit berbagi pengalaman lagi.

      Dalam meditasi yang aku pelajari. Selain untuk penyembuhan diri sendiri dan orang lain, juga untuk pendalaman spiritual atau memperkuat hubungan kita dengan Tuhan. Kami juga tidak menggunakan mantra-mantra dan juga tidak diperlukan konsentrasi. Kuncinya hanya Santai, Senyum dan Pasrah.

      Mengenai alam paralel yang tersingkap itu disebabkan karena chakra ajna (mata ke tiga) kita terbuka sebagai efek dari pembersihan jalur shushuma dan chakra-chakra. Pembersihan jalur shushuma dan chakra-chakra ini dapat dilakukan dari 2 (dua) arah, yakni dari atas oleh energi Illahi melalui chkara mahkota, dan dari bawah oleh energi kundalini (terletak di perineum) melalui chakra dasar.

      Memang banyak sekali teknik meditasi ini, namun kita perlu menyeleksi teknik yang paling tepat dan aman. Dalam beberapa kasus, kesalahan dalam teknik meditasi dapat mengakibatkan terjadinya “kundalini syndhrome” ditandai yang bersangkutan akan selalu merasa nyeri atau panas di tulang punggung. Ini akibat jalur shushuma masih belum terbuka lebar, sementara energi kundalini telah bangkit ke atas.

      Ya benar, alam paralel berbeda dengan alam kematian. Terdapat suatu cara untuk dapat mengenal/melihat alam kematian, yaitu melalui teknik tangga kesadaran jiwa. Ini terkait juga dengan konsep reinkarnasi. Jadi alam kematian yang kita lihat sebenarnya adalah ingatan jiwa kita ketika di alam kematian, setelah kita mati dalam kehidupan sebelumnya, atau sebelum dilahirkan kembali.

      He..he.he, Mas Nugroho, ya..benar sekarang ini sering kita lihat sekelompok orang yang dengan mudahnya menuding kafir, dan merasa pendapatnyalah yang paling benar. Yah, kita cuma dapat berdoa agar mereka diberikan hidayah oleh-Nya, sehingga sadar akan kekeliruannya. Amien.

  21. Ngabehi said,

    weh mas nugroho wis mengudara lagi. pripun to mas wong saya ini niyat banget arep nyantrik kok malah sering di tinggal ngumpet. Ilmune wedi entek po, ha ha

  22. Ngglosor Madhep Wetan said,

    Lha pripun Mas Ngabehi…. njenengan itu sudah mumpuni kok yao masih mau ngejar2 saya lhoooo….
    kayaknya enakkan ngejar2 Mas Sabda deeeehhh…. penjabarannya jelas, mantab… kurang apa cobaaa…. ??

    Ini yooo kok saya lupa ganti nickname… ini nick saya di blog TNI-AU…
    wah.. wah.. wahh

    kesupeeeeennn… kesupeeeennn….

    saya ndak kewedhen ilmune entek Pak… saya kewedhen karo kadhang saya…
    nyuwun ngapunten sanget nggih Pak Ngabehi….

    nuwuuunnn…

  23. KangBoed said,

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    Woooow ki ngabehi sing guanteng.. Mas Nuggi Nugroho alias ngglosor madhep wetan.. kemana aja maaaaas.. pelajarannya belum di mulai.. tak tunggu malah ngilang.. kemanakah dikauuuuu..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu untuk poro sedulur

    • sabdalangit said,

      @NMW dan Ki Ngabehi Yth
      Matursembah nuwun Mas Ngglosor, mugi kabar tansah sae. Sudah sementara waktu Mas Ngglosor sedang sibuk ? pada di tunggu sedulur di sini pencerahan panjenengan.

      @Kangboed Yth
      Salam kangen kembali adimas Boed, nu bager cageur, kaseep tea sa Bandung mah. Di antosan ku abdi dan rencang-rencang sadaya, iraha kita tiasa ngariung deui ?

      salam asih asah asuh

  24. cantrik anyar said,

    Salam sejahtera mas sabdo dan senior senior lainnya

    nama “gudalku” yang terasa gak nyaman di pikiran mulai hari ini saya ganti dg “cantrik anyar” saja biar lebih nyaman.
    Mas sabdo Yth saya mau tanya,
    pada saat saya mulai duduk diam hening (saya tidak tahu apakah yang saya lakukan ini termasuk meditasi, semadi atau apa) selalu terdengar suara mirip bunyi jangkrik atau serangga tapi bukan suara yang berasal dari luar tubuh saya, sudah saya cari disekitar tempat saya hening(didalam dan diluar kamar) dan tdk saya dapatkan, dan suaranya berbeda dg suara jangrik ato serangga beneran yang ada disekitar tempat saya hening, suara tsbt klo telinga ditutup malah tambah keras, tapi kalau saya netralkan (mulai pakai pikiran) bunyi itu hilang, pernah ada yang bilang klo ditelinga saya ada mahluk jin, saya tidak ngerti, terus klo hening sambil berbaring saya bisa merasakan ada “sesuatu” yang bergerak didalam tubuh saya, biasanya dimulai dari kaki terus bergerak menurut maunya dia sendiri dengan tidak tetap tidak teratur, dalam suatu kesempatan badan saya pernah ditekuk dengan perut terangkat keatas dan kepala dan kaki tertarik kedalam menjadi tumpuan, leher terasa sakit sekali, pernah juga kaki kiri ini bergerak trangkat sendiri membolak balikkan posisi berbaring saya menjadi berubah ubah gak karu-karuan dan mengacaukan aktifitas hening, semua itu terjadi klo saya membiarkan “sesuatu” itu, tapi klo saya memintanya untuk menghentikan dia bisa berhenti, saya bisa membedakan getaran “sesuatu” tsb dg getaran yang lain yang lebih halus yang ada disekitar dan didalam tubuh saya yang cenderung nyaman dan tak bermasalah.
    Mohon diberi penjelasan, suara mirip jangkrik itu dan “sesuatu” tsbt itu apa? dan bagaimana saya mesti menyikapi?
    Seblumnya saya ucapkan banyak terimakasih, semoga Tuhan YME selalu memberkahi kita semua, salam damai dan sejahtera selalu.

  25. cantrik anyar said,

    Salam sejahtera mas sabdo

    Sebelumnya mohon maaf sebesar besarnya mas, pertanyaan saya sebelumnya di forum meditasi ini dari tanggal 26 juni spertinya nggak tercantum dikolom koment terbaru, mungkin ada salah pencet (maklum masih gaptek he he he), sudah kadung nunggu nunggu penjelasan dari panjenengan, rasanya saya harus banyak belajar bersabar belajar di forum ini he he he.. Sebelumnya terimakasih banyak, salam sejahtera dan damai selalu.

    • SABDALANGIT said,

      @Cantrik Anyar Yth
      Mohon maaf sebesarnya bila ternyata ada kesalahan teknis dari kami, semoga panjenengan tdk bosan dalam menjalin tali persaudaraan dan tali rahsa. Bila sudah mendapat mood lagi, dan ada yg ingin ditanyakan, silahkan jangan sungkan, saya akan membantu sebisa saya lakukan.
      salam sejati
      salam sih katresnan

  26. cantrik anyar said,

    Salam sejahtera mas sabdo,

    Ya saya masih ingin tahu tentang suara mirip jangkrik atau serangga yang selalu hadir saat saya mulai hening, juga ’sesuatu’ yang bergerak didalam tubuh saya yang lengkapnya sudah saya ceritakan pada posting tanggal 26 juni, ini menjadi penting bagi saya karena berhubungan dg sikap apa yang semestinya saya lakukan pada 2 kondisi tsb, dlm kondisi yang serba tidak tahu saya takut salah, sedang saya belum mampu berkomunikasi dg hati nurani atau sukma saya untuk mempertanyakan hal tsb.
    Ada yang lucu selama sya nunggu jawaban dari panjenegan, dalam keadaan antara sadar tidak sadar saat menjelang bangun subuh jam 4.30 rasanya panjenengan memberi jwaban langsung tentang persoalan yang saya tanyakan, jawabannya seolah olah karangan saya sendiri, saya menganggap itu semacam otak bawah sadar saya yang terlalu kepikiran dan menanti balasan panjenengan, he he he maklum masalah yang saya hadapi saya anggap masalah penting dan serius, ada banyak kejadian aneh dan gak masuk akal yang saya hadapi selama 2 tahun blakangan ini, dimana saya tidak mendapat tempat bertanya yang tepat, sampai keblasuk blasuk, saya berharap panjenengan dan artikel2 yang penting dan sangat berharga adalah tempat yang tepat bagi saya mencari ‘bekal’ pengetahuan untuk saya melanjutkan perjalanan kedalam diri saya sendiri. Tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan panjenengan berbagi, dan mohon maaf atas segala keterbatasan saya dalam menyampaikan persoalan2 saya, semoga Tuhan Yang Maha Pemurah akan membalas lebih baik semua amal panjenengan.
    Salam sejahtera dan damai selalu.

    • SABDALANGIT said,

      @Cantrik anyar Yth
      Ternyata panjenenganitu memiliki sensitifitas tinggi sekali. Beberapa kali saya memikirkan apa yg menjadi tanda tanya Anda. Sejak pertanyaan sebelumnya yg panjenengan kirim beberapa hari yll. Dalam kontemplasi sy berusaha merumuskan jawaban lalu mencoba “mengirimkan” kpd panjenengan melalui tali rasa. Saya tidak menyangka ternyata panjenengan bisa menangkap sinyalemen tsb. Hanya saja mungkin keraguan masih menyelimuti pikiran, mengenai benar tidaknya sumber dari sinyal tsb. Untuk selanjutnya anda jangan ragu bahwa sinyal itu memang sengaja saya coba “sambung” dgn rahsa sejati panjenengan. Sebenarnya saran saya ini tdk beda dengan beberapa hari yll yg telah saya coba kirim ke panjenengan.
      Saya melihat dalam konsentrasi anda masih sering terdistorsi oleh imajinasi. Kadang imajinasi menjadi seolah nyata. Kadang pula rasa pangrasa benar-benar sudah melongok ke dalam dimensi lain sehingga mendengar suara-suara aneh nan janggal.Tidak selazimnya kita dengar melalui telinga wadag.
      Ssaran saya, konsentrasi lebih difokuskan ke satu hal saja. Untuk teknis latihannya misalnya fokuskan perhatian anda kepada seseorang yg telah membuat hidup anda sangat berarti. atau salah satu leluhur yang paling berkesan membekas di dalam lubuk hati anda.

      selamat berlatih dan mencoba
      Rahayu

  27. whawhin said,

    Salam Damai untuk Ki Sabda beserta para sesepuh…..
    Salam kenal dan perkenankanlah saya bergabung di blog ini untuk ngangsu kawruh tradisi jawa yang adiluhung.
    Kagem Ki Sabda…
    Saya tertarik dengan uraian Ki Sabda—-Namun lama kelamaan bila sudah sangat terbiasa mengolah batin justru “kesadaran batin” akan bisa “terjaga” walaupun pada saat kesadaran jasad dalam kondisi normal. Sehingga kadang pada saat kita sedang berjalan, naik kendaraan, nyetir, tiba-tiba terlintas suatu “bayangan” gaib yang merupakan pralampita atau perlambang, misalnya pralambang akan sesuatu peristiwa yg akan terjadi.—–
    Saya dulu pernah mengalami seperti yang disampaikan Ki Sabda. Ketika naik motor, sering mendapat ‘penglihatan’ atau ‘pertanda’ bahwa didepan akan terjadi kecelakaan. hal itu sering terjadi dan membuat saya sedih karena saya tidak bisa berbuat apa2x untuk orang lain agar kejadian itu tidak menimpa mereka. Saya termasuk orang yg sangat percaya akan kehendak Tuhan. Pernah juga saya bermimpi yg saya artikan bahwa ada orang dekat saya meninggal karena tenggelam di dalam air. Saya sempat mengingatkan semua sanak saudara saya agar menjauhi segala tempat berbahaya yang ada airnya seperti kolam ikan (kebetulan rumah ibu saya di desa memiliki kolam di halaman depan rumah dan ada 2 anak kecil anak dari adik), sumur, bahkan kakak saya yg di Purwokerto berencana akan berwisata ke Pangandaran saya beri ‘warning’ agar menggurungkan acaranya. Untungnya mereka percaya. Tiga hari setelahnya adik saya memberitahu kalau ada tetangga sebelah timur persis rumah ibu meninggal. Beliau seorang kakek yg cukup dekat dengan keluarga meninggal karena terjatuh di kolam ikan ketika sedang -maaf- buang air besar. Jenazah baru diketahui siang harinya oleh anaknya.
    Terkadang saya sangat sedih ketika saya mengetahui akan terjadi sesuatu yang buruk sementara saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya merasa tidak bisa berbuat apa2x ketika saya menyadari bahwa semua yg akan terjadi adalah rencana-Nya sendiri. Adalah hal yg tidak mungkin saya umat-Nya mencampuri rencana Beliau. Bagi saya sepertinya lebih indah ketika kita hanya ‘menjalani’ rencana2x-Nya daripada kita ‘mengetahui’ rencana-Nya. Hal inilah yg terkadang sering membuat saya ‘malas’ untuk bermeditasi ‘lebih dalam’. Paling2x cukup sampai rasa lelah pikiran dan raga hilang saja. Setelah itu….tidur nyenyak…..
    Bagaimana menurut Ki Sabda dan para tetua sekalian ? Mohon pencerahannya….karena walau bagaimana pun banyak juga ‘penglihatan’ yang bersifat ‘membahagiakan’ bagi saya, keluarga, teman maupun orang lain..tp kalo pas dapat ‘visi’ yg mengerikan…..waduh…hati ini serasa teriris-iris je…

    Salam,
    Whawhin

  28. Sabdalangit said,

    Mas Whawhin yth
    Apa yg anda rasakan persis sama dgn yg sy rasakan. Jika ‘view’ sangat buruk misal kematian org atau sahabat dekat, sy sedih, hati ngilu sekali tp tak bisa berbuat banyak. Sering sy memohon agar jangan diberitahu rencana Tuhan yg pahit dirasakan. Tp upaya tsb tdk membuahkan hasil. Malah sy pernah dlm 1 bulan dipamiti org2 mau meninggal sebanyak 7 kali org yg berbeda, malah salah satunya adl famili dkt sendiri. Kadang juga pralampita kejadian apa yg akan menimpa negri ini. Namun saya tdk berani mengemukakan di depan khalayak, karena bukan menjadi kapasitas saya dan justru kurang bijaksana membuat banyak org resah dan bisa menjadi fitnah.
    Setelah gagal menolak sinyal-sinyal buruk, ahirnya saya menemukan ketenangan bilamana kita merasa ‘duwe rasa, ora duwe rasa duwe‘.
    Rahayu

  29. cantrik anyar said,

    Mas Sabdo Yth

    Tidak saya sangka ternyata kejadian yg kemarin itu beneran!
    He he he.. ternyata saya sudah mengalami!
    Yah sebetulnya banyak kejadian yang saya alami yang gak masuk akal, tapi karena saya pernah ‘diragukan’ kewarasan dan oyektifitsnya oleh orang2 dekat yang sebelumnya mempercayai saya, saya jadi tidak menghiraukan lagi pengalaman2 diluar kesadaran otak yang muncul, takut di cap sesat, tapi sekarang kepercayaan diri saya seakan muncul lagi bahwa pengalaman kesadaran selain otak itu masih mungkin saya alami secara sadar, saya mohon doa restu panjenengan untuk saya meneruskan latihan2 saya agar saya bisa membedakan suara hati nurani,imajinasi, suara keinginan, dan suara yang lain agar saya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, dengan selamat dan penuh berkah.
    Terima kasih sebanyak banyaknya atas pencerahan dan motivasi panjenengan, semoga Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim selalu memberkahi panjenengan sekeluarga serta kita semua..
    salam damai selalu..

  30. titi suwito said,

    Yth. Ki Sabda
    Membaca artikel Ki Sabda dan komentar seluruh komentator pengalamannya hebat2 ya..
    Wadu…h saya ketinggalan jauh banget atau tidak berbakat ya?

    Saya sudah mencoba berlatih mengikuti langkah-langkah meditasi seperti yg tertulis tetapi yang saya alami hanya sampai melihat cahaya berpendar-pendar dari putih kecil mjd ungu muda/merah jambu terus melebar menjadi terang dan di dalam terang ada seperti sayap burung rajawali menutupi pandangan saya.
    Atau jika mendapat ketenangan dari olah nafas saya malahan tertidur pulas dan bermimpi.
    Perasaan sich merasa jika ada yang memanggil untuk komunikasi tapi susah banget menjalaninya. Bagaimana Ki, berkenan mengajari saya juga ga tentang hal ini?
    Terima kasih.
    Salam,
    Titi

  31. titi suwito said,

    Yth. Ki Sabda,
    Nyambung lagi, setting jam-nya kecepetan 30 menit ya? atau memang berlaku jam wilayah indonesia bagian barat lewat ( perbatasan dgn wilayah mana gitu he..he..he..)

    Salam,
    Titi

    • SABDALANGIT said,

      @Cantrik Anyar Yth
      Panjenengan tdk boleh merasa rendah diri, apalagi hilang kepercayaan terhadap diri sendiri. Karena hanya lingkungan anda saja yg kurang mendukung, atau kurang bisa memahami apa yg sesungguhnya terjadi. Hal yg hampir sama pernah menimpa saya sewaktu usia 6-8 tahun. saya sering dikira “pingsan” sehingga sering dibawa berobat ke dokter, ada yg mengatakan sakit syaraf, ada yg bilang sakit kanak-kanak. Mereka semua tidak tahu dan saya sepertinya enggan bercerita apa yg saya alami sebenarnya. Waktu itu saya sering diajak eyang-eyang leluhur saya untuk berkelana ke alam sana, ditunjukkan seperti apa alam pangrantosan, ditunjukkan pula jika org kesalahannya ini, bentuk hukumannya seperti apa. Diajak melihat sendiri secara langsung bagaimana alam kamulyan itu. Sampai merasa benar-benar saya sebagai manusia sangat kecil tiada artinya di hadapan sang Pencipta. Betapa dahsyat dan kompleksnya alam gaib itu. Tidak sesederhana yg diperkirakan kebanyakan org. Pelajaran demi pelajaran saya dapatkan, dan saya merasa beruntung karena menjadi manusia yg diberikan kesempatan menyaksikan langsung, tidak sekedar katanya, sehingga sedikit banyak menjadi tahu atas apa yg harus dilakukan manusia hidup di bumi sehingga benar-benar bisa selamat di alam sana kelak. Waktu itu keluarga saya baru percaya atas apa yg saya alami setelah saya bisa menceritakan siapa saja leluhur sendiri yg hidup ratusan tahun silam, sejarahnya bagaimana, apa yg terjadi dan dilakukan beliau-beliau, sementara belum pernah ada yg menceritakan kisah itu pada saya.
      Kini anda butuh suatu proses menemukan lingkungan dan orang-orang yg tepat bisa diajak sharing. Termasuk saya di sini selalu mendukung dan sebisa saya lakukan membantu mengurai apa yg menjadi tanda tanya panjenengan.

      @Titi Suwito Yth
      Teruskan berlatih lebih giat lagi. Karena gejala keberhasilan sudah mulai tampak. Kelak jika sudah berhasil dengan baik akan sangat berguna untuk meningkatka kualitas hidup dalam semua aspek kehidupan. Sebab anda akan benar-benar paham dan mengerti apa yg harus dilakukan dan tidak.
      Soal setting jam, itu memang saya sengaja, artinya dalam menjalani hidup ini kita tak boleh gamang dan ragu. Tak boleh gagap-gagap. Namun harus mengerti apa yg akan terjadi atas segala tindakan yg kita lakukan saat ini. Kita harus mampu menganalisa apa yg akan terjadi sebelum memutuskan sesuatu hal. Pikiran dan ide harus selalu di depan, sebelum tindakan dilakukan. Hidup musti prediktif.
      Jangan sampai terbalik, lakukan dulu, resiko GAMPANG ! dipikir kemudian. Krn cara seperti ini namanya nekad.. :)

  32. titi suwito said,

    Ki Sabda Yth,

    ‘….lakukan dulu, resiko GAMPANG… dst’,
    ini pasti prediktif juga, dan faktanya ga cocok tu..h.

    itu bukan saya banget lho Ki
    (kecuali dalam hal belanja jk melihat baju bagus, nyesel banget klo ga bisa beli he..he..)

    terima kasih
    salam,
    Titi

  33. Sabdalangit said,

    @titi yth
    Itu bukan prediktif, lbh tepatnya spekulatif. Alias hidup dlm judi. Kemungkinan kalah, gagal, atau resiko buruk lebih besar drpd keberhasilannya. Namun org jaman sekarang lbh gemar spekulasi tulen dari pada prediktif analitis.

  34. Ratu suci said,

    Ki Sabda

    saya adalah orang yang sangat awam sekali mengenai semedi/meditasi
    tapi saya sangat ingin mempelajarinya dan menjalaninya.

    upaya apa yang harus saya lakukan untuk orang se awam saya..
    jawaban ki sabda sangat saya tunggu.

    Terima kasih.
    ==============
    Ratu Suci Yth
    Dalam olah meditasi tidak perlu persiapan khusus, adapun teknisnya tidak lain seperti sudah saya tulis di atas. Termasuk tanda-tanda keberhasilan olah semedi, bisa juga di buka dalam thread saya tentang Olah Semedi.

  35. cantrik antar said,

    Salam sejahtera Mas Sabdo

    Nuwun sewu Mas, tiga hari yang lalu saya ngalami lagi di datangi panjenengan dalam mimpi untuk menjawab pertanyaan saya pada diri saya sendiri yang tidak pernah saya tanyakan pada panjenengan, yaitu tentang sensasi semacam energi magnet yang ada pada ubun2 saya yang terus terusan ada dalam keadaan sadar, saya ngaak pengin cerita jawaban yang panjenengan sampaikan disini karna khawatir dipahami salah oleh orang lain, yang mau saya tanyakan apakah panjenegan bener2 mengirimkan jawabannya? Demi Tuhan mas, saya ini belom bisa dan masih takut salah mengidentifikasi sumber informasi di alam itu, karna saya pernah baca klo di alam sana banyak kesadaran lain juga selain kesadaran yang memang bagian dari diri saya dan kesadaran gaib milik panjenengan. Dan ini yang agak membuat saya malu pada diri sendiri, 5 hari yang lalu lewat mimpi (mungkin mimpi, tapi bisa jadi bukan mimpi) panjenengan juga datang mengingatkan saya yang sudah melenceng melakukan tindakan kotor, saya merasa diomeli habis habisan! walaupun saya tahu panjenengan tidak akan mengomeli saya klo terjadi sesungguhya dialam sadar, tapi apapun itu saya memohon maaf atas kesalahan saya yang saya lakukan secara sadar itu, dan mengucapkan terima kasih atas diingatkannya tindakan bodoh saya waktu itu.
    klo diperkenankan saya minta alamat email panjenengan agar saya bisa menyampaikan masalah2 saya yang akan lebih baik disampaikan secara pribadi klo suatu saat perlu saya sampaikan.
    Mohon doa supaya selamat dan selalu mendapat berkah dari Tuhan yang maha Rahman dan Rakhim..

    Salam sejahtera dan damai selalu smoga panjenengan sekeluarga, temen temen semua dan kita semua selalu mendapat keselamatan dan berkah dari Tuhan yang maha Rahman dan Rakhim…
    ==============
    Mas Cantrik Anyar, matur nuwun atas segala doa. Doa yg tulus pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Email saya ada di Media Tanya Jawab. Monggo silahkan via email.
    Sambung tali rahsa sejati.

  36. Lovemedoka said,

    Mas Sabdo ingkang kinormatan,

    Nuwun sewu, bade nyuwun pitutur.
    Kulo nyobi sinahu meditasi kados ingkang panjenengan aturaken wonten blog meniko. Kirang langkung kulo milai wiwit wulan Maret. Saben tengah wengi ( antawis jam 12-01 malam-pagi) kulo melatih diri meditasi. Wulan pertama-kedua, pikiran mboten saget pun kendalikan. Mblayang ngalor ngidul. Raos kuwatir asring muncul. Keringat dleweran wonten batuk, pelipis lan gulu. Wulan ke 3-4 milai tenang… namun pengaturan nafas sering kurang baik, ketika menarik nafas dan mengeluarkan sering tidak seimbang sehingga agak terengah-engah. Namun ada sesuatu yang menarik, dikelopak mata yang terpejam muncul warna-warni cahaya ada yang hitam, biru, biru muda merah kuning, bergumpal-gupal dari jauh mendekat terus menerus silih berganti. Saya berfikir … apakah itu kejadian kasunyataan begitu, atau bayangan-bayangan dari ilusi saya? namun …setiap saya demikian adanya setiap saya semedi. jadi saya simpulkan bukan ilusi saya. Akan tetapi muncul pertanyaan lagi… apakah ini karena kelopak mata, dimana didalamnya ada darah sehingga terbaca oleh mata saya (walau tertutup), sehingga fenomena itu sebenarnya hal biasa ( indrawi). Mohon penjelasan.
    Matur nuwun kang mas Sabdo, mugi sedoyo kadang tansah pinaringan sehat, seger, lan waras. amin.

  37. tommy said,

    Mas Sabda,
    mau Share nih… Belakangan ini kalo saya berlatih olah semedi kok malah slalu keblanjur tidur ya?
    sebelumnya memang saya lakukan neng dulu untuk bersihin pikiran dari masalah dan nafsu duniawi.
    setelah itu saya coba ke Ning –>Nung tapi malah jadi ketiduran.
    apalai kalo semedi dlm posisi berbaring
    tapi kalo duduk, ya mang bener” ngantuk juga tapi masih bisa agak terjaga
    untuk mempelajari sadar/urip sajroning turu/mati kok susah ya mas.
    apakakah dalam fase nung–>nang itu seolah kita tidur/pingsan ya mas? tapi masih bisa merasakan kesadaran.
    tapi kalo saya kalah sama ngantuknya… jadi dalam tidur selalu saya dapet mimpi sih, ada yang mau ketiban Ular gede,trus bertemu mahluk” aneh/tua yang selalu menghalangi perjalanan saya untuk mencari alam kamulyan…. tapi kalo pralambang/sasmito” gitu saya blom bisa mengartikanya je Mas..
    pripun?

    • SABDå said,

      Mas Tommy Yth
      Justru dgn rasa kantuk yg teramat sangat itu merupakan salah satu cirikhas mulai berhasil meditasi/semedi. Karena gelombang otak sudah turun drastik pada level tetha (4-8 hz/detik). Jika bablas tidur dengan mimpi, artinya masuk ke dalam gelombang antara theta dengan delta. Di antara mimpi itu kadang masih bercampur antara endapan alam pikiran bawah sadar dengan perlambang. Utk pemurnian apakah mimpi itu benar2 sebagai perlambang ataukah hanya endapan bawah sadar, harus dilanjutkan ke posisi maladihening yakni TURU SINAMBI MELEK/MELEK SAJRONING TURU. Ciri2 keberhasilannya sungguh sangat sensasional, misalnya salah satunya ANDA MENDENGAR SUARA DENGKURAN ANDA SENDIRI. Latihan terus menerus akan sangat berguna hingga mencapai kesadaran dalam tidur. Lama2 bisa melihat tubuh anda sendiri dengan sudut pandang dari luar tubuh anda sendiri. Kondisi ini berarti kesadaran sejati mulai timbul, kesadaran yg terlepas dari pengaruh imajinasi dan polusi unsur jasad serta lymbic section.

      selamat berlatih lebih giat

Post a Comment