DI MANAKAH LEVEL ANDA

June 11, 2009 at 1:17 am (DI MANAKAH LEVEL ANDA) (, , , , )

Orang yang suka menyalahkan orang lain, gemar mencari-cari “kambing  hitam”, pada saatnya nanti dalam kesendirian ia menghadapi kekalahan terbesarnya. Dan pada saat itu  tiada seorang pun yang peduli lagi dengan dirinya.

I. HIDUP DI LEVEL DASAR

Perjuangan hidup di dunia ini, diawali manakal Anda masuk usia aqil-baliq, atau usia pubertas. Dengan asumsi perjuangan hidup manusia ditandai dengan  pengendalian mati-matian terhadap gejolak hawa nafsu negatif. Dengan kata lain setan telah mulai bekerja untuk selalu menggoda iman manusia. Namun saya pribadi lebih percaya bahwa setan itu bukanlah makhluk gaib gentayangan, melainkan hawa nafsu negatif kita sendiri. Sekilas pandangan saya tampak kontroversial, namun Anda dapat merenungkan kalimat saya, lihat saja anak kecil atau usia kanak-kanak mengapa tidak diganggu “setan”, tidak lain karena pada usia kanak-kanak hawa nafsu belumlah bekerja sebagaimana manusia dewasa.  Meskipun demikian, hawa nafsu ibarat pisau bermata dua, dapat bersifat positif yang lembut namun tiba-tiba bisa berubah menjadi destruktif dan agresor meluluhlantakkan nurani Anda. Namun ia bukanlah sesuatu yang harus Anda musuhi bahkan tidak perlu dilenyapkan dari dalam diri. Bukankah Anda bisa bertahan hidup karena Anda memiliki hawa nafsu biologis dan psikhis. Anda dapat melangsungkan regenerasi berkat jasa si hawa nafsu pula. Hawa nafsu positif telah berjasa membangkitkan hasrat dan keinginan Anda, untuk bangkit dalam semangat menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulia. Hanya saja jenis hawa nafsu liar yang tak terkendali (negatif) akan menjadi mesin penghancur sangat dahsyat. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pengendalian hawa nafsu sebaik-baiknya.

Setelah usia beranjak dewasa, hawa nafsu mulai bekerja sebagaimana mestinya. Lantas Anda akan memiliki banyak kemauan, menginginkan suatu pencapaian (need of achievement) menjadi yang terbaik. Mula-mula Anda tidak puas dengan keadaan hidup ini. Ketidakpuasan akan berdampak menimbulkan berbagai macam hasrat. Hasrat adalah suatu keadaan yang wajar, tanpa hasrat yang cukup besar terhadap kualitas dan kuantitas pencapaian hidup maka tak akan ada motivasi untuk bertindak. Anda dapat membayangkan sendiri apa yang akan terjadi bila tidak melakukan sesuatu apapun dalam kehidupan di planet bumi ini. Anda tidak tumbuh, mandeg, mundur, lalu mengalami kepunahan yang tragis. Dalam tindakan spontan pun di dalamnya ada kehendak bawah sadar, misalnya Anda merasa kantuk lalu ingin tidur. Anda terkejut oleh keberadaan ular berbisa lalu meloncat ketakutan. Kehendak atau hasrat adalah rumus Tuhan, atau hukum alam, sunatullah yang dianugerahkan kepada manusia. Oleh karena itu adanya kehendak atau hasrat merupakan keharusan bagi manusia yang berani hidup (strugle of life).

Dalam level dasar ini, keberhasilan yang Anda raih diakumulasi menjadi semangat yang semakin membara. Semangat yang serempak menggelora dalam diri, meliputi dari dalam hati, pikiran, lalu Anda ikrarkan dengan lantang, selanjutnya Anda wujudkan dalam tindakan nyata. Di satu sisi, hal itu menjadi doa yang tak terucap sepanjang waktu, sepanjang Anda tertantang mewujudkan hasrat. Rasa lapar dan ingin memiliki sesuatu (kebutuhan primer dan sekunder), keduanya menjadi bahan bakar utama dalam mewujudkan kehendak, cita-cita dan harapan. Begitulah Anda telah menuju titik awal yang baik dalam mewujudkan hasrat, keinginan dan harapan. Sampai pada suatu saat Anda benar-benar mendapatkan apa yang Anda inginkan. Maka rasa puas, marem,  bangga diri akan dirasakan. Tidak berhenti di situ, selanjutnya Anda tentu ingin mencapai lebih dari pada yang telah Anda dapatkan sekarang.

Keadaan yang kontradiktif ! Dalam tahap keberhasilan ini terkadang Anda justru merasakan sindrom keresahan, kebingungan, menderita, dibanding keadaan sebelumnya semasa dalam ketidak-punyaan.  Kekhawatiran akan menjadi semakin besar hanya dengan hanya membayangkan andaikan saja Anda mengalami kejatuhan, kebangkrutan, tertipu, kegagalan, kehilangan harta,  sakit berat, kehilangan orang-orang terkasih. Untuk menghilangkan kecemasan yang datang bertubi Anda menyiapkan segala macam sarana pendukung untuk menciptakan ketenangan. Begitulah seterusnya anda berada dalam hegemoni (penguasaan) hasrat anda yang sebenarnya semu bagaikan fatamorgana dan jatuh bangun mengejar bayang-bayang Anda sendiri.

Semua hasrat dan keinginan-keinginan Anda di atas barulah pada tahap paling dasar yakni kebutuhan ragawi. Lantas suatu ketika Anda sungguh menyadari bahwa keberhasilan yang diraih tidak benar-benar membuat tenteram dan bahagia. Anda sadar bahwa apa yang berhasil diraih tidaklah langgeng, kepuasan dan rasa bangga hanyalah bersifat sementara saja. Bersyukurlah Anda bila menyadari sebab musabab kegelisahan, keresahan, dan kekhawatiran Anda. Karena cahaya kebenaran Tuhan telah mulai menerobos ke dalam kesadaran kalbu. Anda menjadi manusia yang sangat beruntung, karena alam menaruh peduli dengan Anda, hukum alam menyadarkan dan membimbing Anda agar supaya beranjak dari pencapaian yang sesungguhnya kecil namun selama ini Anda anggap suatu kesuksesan besar dalam kehidupan Anda. Harta yang melimpah, pasangan hidup yang mengangkat gengsi, tahta dan jabatan yang tinggi, dan gemerlapnya “perhiasan dunia” yang berhasil Anda raih adalah pencapaian atau kesuksesan yang teramat kecil dalam kesejatian hidup. Anda harus segera menyadari, adalah pencapaian yang jauh lebih berharga dalam kehidupan ini, yakni pencapaian kebahagian dan ketenangan batin.

II. HIDUP DI PERSIMPANGAN JALAN

Level kedua di mana Anda tersentak disadarkan oleh suatu peristiwa yang memukul kesadaran Anda sebelumnya. Seringkali terjadi manakala Anda mengalami suatu pengalaman unik (unique experience) atau kejadian yang dramatis dalam kehidupan pribadi. Misalnya Anda kehilangan harta, kebangkrutan ekonomi, kegagalan usaha, kehilangan jabatan, kehilangan orang terdekat yang Anda cintai, gagal dalam persaingan bisnis atau popularitas, dan  Anda betul-betul menjadi orang kalah. Semua hal yang selama ini dibanggakan dan diandalkan, dianggap sebagai simbol kekuatan dan kejayaan, kemegahan dan kesuksesan, kehormatan dan kemuliaan, tiba-tiba terjungkir dan Anda betul-betul berada di bawah.  Semua itu mengakibatkan Anda mengalami sakit hati  yang sangat dalam, merasa terpukul, kehilangan semangat, putus asa, atau kemurkaan yang begitu membakar emosi dst. Setiap manusia suatu ketika pasti mengalami penderitaan ini. Keadaan akan membuat Anda bingung harus berencana dan bertindak bagaimana untuk keluar dari masalah. Anda terperangah lantas mulai meragukan segala ilmu, teori, konsep, kepercayaan, keyakinan yang Anda anut dan andalkan selama ini. Keadaan menjadi anomali, di mana orang merasa kehilangan arah dan pegangan hidup. Anda mulai meninggalkan nilai-nilai lama, sementara nilai baru belumlah Anda patenkan sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan yang baru yang betul-betul meyakinkan. Bila Anda mampu bangkit, pertama-tama akan melakukan kontemplasi, otokritik, mawas diri, dan menemukan sesuatu yang salah pada diri Anda sendiri, lantas sesegera me-reset ulang MIND-SET Anda dalam memandang apa arti kehidupan ini. Bagaikan semangat renaissance, kebangkitan kebali ditandai kesadaran untuk memulai suatu perjalanan batin, dengan apa yang dinamakan sebagai “laku prihatin” dapat diakronimkan rasa perih dalam batin. Rasa perih sebagai menjadi titik awal menuju keindahan batin.  Sebaliknya, tanda-tanda bila akan tenggelam dalam kegagalan total  bilamana Anda gemar menyalahkan orang lain, sibuk mencari-cari “kambing  hitam”, giat mencari benarnya sendiri, butuhnya sendiri, menangnya sendiri. Anda enggan mengakui kelemahan diri sendiri, malah kembali menyalahkan nasib terlampau sial. Memang nasib sial datang dari mana ? Dari Tuhankah ? Tidak, Tuhan jangan dijadikan obyek penderita ! Nasib buruk adalah berasal dari kecerobohan diri sendiri. Seyogyanya kegemaran menyalahkan pihak lain segera dihentikan sekarang juga. Karena teramat sangat bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika Anda tak mampu menghentikannya, tunggu saja hingga pada saatnya nanti Anda berada dalam kesendirian, akan menghadapi kekalahan terbesar. Celakanya, pada saat itu tiada seorang pun yang peduli lagi dengan diri Anda.

Feed Back

Kini keadaannya sangat berubah, segala hal yang Anda buru dengan semangat bagai api membara dan disangka sangat membahagiakan mendadak terasa hambar dan kosong. Kehidupan sehari-hari didominasi oleh perasaan akan keadaan yang penuh pahit dan getir. Anda yang ingin bangkit berusaha survival dan mencoba banting stir, perburuan beralih dari mengejar kejayaan dan sesuatu yang membanggakan menuju upaya jujur. Saat itu Anda melangkahkan hati memasuki kerajaan batin yang jauh tersembunyi dalam keheningan batin.  Sebagaimana pengetahuan spiritual dan religi yang pernah Anda baca, dengar dan ketahui dari kisah-kisah hidup yang dialami orang lain, dari teman, dari berbagai referensi buku, dan senandung ayat-ayat dalam Kitab Suci. Hidup berubah arah 1800, mungkin  bagi orang-orang yang sering berinteraksi, melihat diri Anda mendadak berubah menjadi orang soleh dan tidak mau neko-neko menjalani kehidupan ini.

Di saat anda menelusuri jalan setapak menuju kerajaan batin kadang terhalang oleh suatu kendala paling besar yang justru datang dari dalam diri  pribadi. Sebagian orang telah menyangka, sebagian lagi terhenyak saat menyadari betapa diri terlalu lemah, pongah, takabur dan merasa  sudah menjadi manusia paling benar, yakin diri sudah menjadi manusia soleh atau solihah. Dalam kesadaran rasio dan batin, seringkali orang merasa mencapai suatu tataran yang tinggi, merasa banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan. Lantas memandang ilmu dan pengalaman orang lain lebih rendah dan kurang bermutu. Selanjutnya muncul sikap suka meremehkan, memandang sebelah mata kemampuan dan pengetahuan orang lain. Berburuk sangka, mudah memfonis secara sepihak atas perbuatan orang lain, dan tergesa mengambil kesimpulan akan suatu wacana. Itulah kelemahan terbesar manusia yakni manakala menghadapi musuh dalam selimut jasad berupa egosentrisme yang erat kaitannya dengan hawa nafsu negatif.  Namun suatu ketika perjalanan hidup Anda akan merubah kesadaran rasio dan batin. Lantas Anda merasa malu dan geli menyadari betapa kemarin dan tempo hari kesadaran Anda ternyata sangat dangkal namun justru sering memfonis jalan hidup orang lain sebagai cara yang buruk dan tidak benar.  Pada saat kesadaran diri merambah rasio, jika dianalogikan seumpama Anda berada di dalam ruang tanpa cahaya matahari,  semua obyek yang ada di dalam ruang tetap tampak jelas dari pandangan mata Anda. Namun pada saat sinar mentari pagi menerobos masuk ke dalam ruangan, dan mendadak Anda menyadari bahwa udara di dalam ruangan penuh dengan butir debu. Dalam sorotan cahaya mentari yang menyibak keremangan itu, Anda melihat butiran debu tampak pekat beterbangan. Lantas Anda bergidik, merasakan berjuta debu masuk ke dalam lubang hidung Anda. Pada saat itu Anda sedang dibangunkan dari ketidaksadaran, ditatap balik oleh ketidakmampuan dan keraguan diri Anda sendiri. Inilah tahap yang memicu revolusi kesadaran, dari kesadaran rasio (akal-budi) beranjak kepada kesadaran batin. Akan tetapi resiko terbesar justru pada tahap ini. Tahap yang penuh marabahaya dan ancaman.

Gerak dari tahap pertama ke tahap kedua terjadi berkat anugrah Tuhan. “Guru sejati” Andalah yang menyadarkan ada apa dengan jati diri atau kepribadian Anda. Tuhan telah menyungkurkan kesadaran Anda ke arah wajah kotor Anda sendiri. Anda barulah menyadari bahwa selama ini ibarat katak dalam tempurung. Ibarat orang buta memegang gajah. Kebenaran dan kebaikan yang Anda ketahui hanyalah parsial, dan Anda telah melakuka kesalahan terbesar dengan berani menyimpukan atau membuat generalisasi sesuatu berdasarkan secuil data yang tidak akurat. Untuk memudahkan saya istilahkan seorang Doktor lulusan SD, Anda pribadilah yang menilai diri sebagai seseorang yang penuh ilmu pengetahuan. Sementara Anda tidak menyadari ternyata orang-orang di sekitar Anda tertawa geli melihat tingkah tak waras tersebut.  Selanjutnya tergantung Anda sendiri, apakah akan mampu dan behasil  menemukan jalan untuk melanjutkan  ke tahap tiga atau tidak. Sangat banyak orang yang akhirnya tertahan berhenti pada tahap kedua ini, menjadi orang-orang kalah, dan hanya menuai keterpurukan hidup semata.

Tak bisa dielakkan, tahap kedua merupakan tahap seleksi yang harus Anda lalui agar dapat masuk ke dalam tahap tiga dan mengalami tingkat keberhasilan lebih tinggi dan murni.  Banyak kisah keberhasilan yang diraih oleh orang-orang besar dan populer, yang merupakan keberuntungan sementara saja. Akan tetapi tak ada seorangpun yang meraih keberhasilan sejati dan abadi dengan mewariskan kemajuan dan kebaikan bagi kehidupan seluruh makhluk di dunia ini, tanpa melewati pesimpangan jalan tahap dua. Pada saat ini Anda telah menuju jalan memenuhi takdir Anda, apakah akan tersungkur, ataukah berhasil menggapai kehidupan yang sejati, merdeka dan sejahtera lahir dan batin. Saat itulah Anda sedang duduk di singgasana batin yang menentramkan dan membahagiakan.

III.MENEMUKAN HIDUP SEJATI

Sebagai hukum alam atau rumus Tuhan Yang Maha Agung, bahwa sesuatu yang sudah seharusnya menjadi milik Anda tidak dapat dirampok,  ditunda, atau dihentikan orang lain. Anda tahu bahwa sumber keberhasilan Anda tidak tergantung pada orang atau situasi tertentu, tetapi pada diri pribadi Anda.  Selama perbuatan-perbuatan tetap sinergis dengan rumus-rumus Tuhan atau harmonis dengan hukum alam, di situlah kemanunggalan Anda yang berada dalam kehendak atau rumus Tuhan, yang akan membawa Anda pada keberhasilan yang sejati. Seumpama Anda menghanyutkan diri ke dalam sungai, maka energi yang mengantarkan Anda menuju samudra keberuntungan bukanlah kehendak Anda, namun energi sungai itu sendiri telah menghanyutkan Anda ke arah yang tepat. Anda menyadari bahwa perbuatan Anda pada waktu yang lalu dan hari ini menjadi faktor penentu untuk nasib kesuksesan Anda di masa yang akan datang. Dalam terminologi Jawa dikenal sebagai tapa ngeli,  yakni menghanyutkan diri ke dalam “sungai” mengikuti aliran air (kehendak Tuhan) agar dapat bertemu  dengan “muara” keberhasilan hidup, lantas masuk ke dalam “samudra”  anugrah kemuliaan yang sesungguhnya, meliputi lahir dan batin. Sebaliknya adalah tindakan yang melawan kodrat. Diumpamakan sebagai tindakan “mengikuti air bah”, meninggalkan samudra anugrah dan keberuntangan, menerjang daratan, membuat kerusakan dan merugikan makhluk hidup lainnya.

Hidup bukanlah sesuatu yang bersifat instan, namun memerlukan proses panjang yang menuntut kecermatan (eling & waspada) Anda dalam  melangkahkan kaki setapak demi setapak. Agar supaya benar-benar dapat membedakan mana “air-bah” dan mana bukan “air-bah”. Bila pilihan jatuh pada jalan yang tepat, baik dan benar, Anda melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dan selaras dengan “kehendak” Tuhan dan pada gilirannya Anda mengesampingkan hasilnya, waktu demi waktu. Proses jauh lebih penting daripada hasil. Dalam “spiritualitas” sepak bola, dikatakan : yang penting bermain benar dan cantik, soal hasil nomor dua. Proses adalah keutamaan spiritual yang tertanam dalam kerajaan batin, sedangkan skor sebagai hasil  akhir adalah materi. Mind set Anda saat ini telah memahami bahwa proses yang baik, tepat dan benar merupakan modal utama. Selanjutnya segala hal yang telah Anda kerjakan pada akhirnya dan sudah pasti akan menghasilkan kesempurnaan material dan spiritual.

Tahap Ini merupakan kehidupan tingkatan lanjut sehingga tampak aneh atau mustahil bagi orang yang masih tertahan di tahap sebelumnya.  Tetapi yakinlah bahwa keadaan ini ada pada semua manusia, yang telah mengerjakan perjalanan menuju kerajaan batin. Dan keadaan ini bersemayam dalam jiwa setiap orang. Masihkan Anda menunggu-nunggu mendapat cahaya Tuhan ?  Sebagian orang menanti-nanti “uluran tangan” Tuhan, sementara itu tangan Tuhan sudah berada di dalam dada dan batin Anda sendiri.  Bila Anda selalu  menunggu bola, bisa jadi bola tak kunjung datang sampai ajal menjemput. Cahaya Tuhan tidak untuk dinanti, namun harus dicari. Dan hanya sedikit orang yang berani menjemput cahaya Ilahi yang berada nun jauh di dalam tata ruang batin. Sebagian besar takut akan doktrin-doktrin  yang menakut-nakuti Anda. Kekhawatiran akan terjebak ke dalam kesesatan, jatuh ke dalam pelukan setan, dan tercebut ke dalam neraka jahanam dst.  Ketakutan dan kekhawatiran yang telah menghegemoni alam bawah sadar Anda. Padahal setan itu tidak lain adalah kiasan dari nafsu negatif Anda sendiri, dan “neraka” sudah ada sejak Anda hidup di dunia ini. Maka, sebelum Anda mengawali perjalanan ke tahap tiga, diperlukan sebuah katarsis, penyucian kehendak, pemrograman ulang akan pola pikir (mind set) terhadap alam bawah sadar.  Salam asah asih asuh (sabdalangit)

47 Comments

  1. KangBoed said,

    hehehe.. Pertamaaaaaaaaaaax.. kaya bensiiiiiin.. Masuklah dalam ketenangan Jiwa dalam tiket penyerahan diri total.. maka akan kita rasakan rengkuhan CINTA dari Sang Maha Pencinta.. tebarkanlah CINTA dan KASIH SAYANG sebagai bukti bahwa Allah yang kita sembah adalah ARRAHMAN dan ARRAHIM.. karena manusia identik dengan apa yang di sembahnya…
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu untuk mu Kang Mas Sabda Langit.. :lol:

  2. tomy said,

    bukan tujuan yang menjadi awal dalam mengambil langkah, namun pemaknaan dalam sepanjang perjalanan

    • sabdalangit said,

      @KangBoed Yth
      salam kengen kembali adimas Boed, nu keseeeeep pisan.

      @Tomy Yth
      Matur sembah nuwun Mas Tomy ingkang wicaksono. benar apa yg panjenengan sampaikan, bagaimana cara kita memahami kehidupan tergantung kesadaran masing-masing orang. Dan tingkat kesadaran sangat menentukan bagaimana memilih jalan yg tepat dan baik.

      salam asih asah asuh

  3. sikapsamin said,

    wah…wah…wah…kalau membaca uraian2 sedulur sepuh sejatiku mas Sabda, yang sudah serba matang…tang…tang…saya rasanya percuma mau koment apalagi…
    Level..Strata..Tingkatan..Kasta…..ya..ya..ya..Tiap Titah sebenarnya dianugerahi Hyang Maha Wikan, kemampuan untuk mencapainya
    Hananging yo kuwi, saben menungso nggendhong lali, ora bisa ndeleng githoke-dhewe…kamongko para leluhur wis paring 3(telung)-pitutur dasar: AJA-DUMEH – AJA GUMUNAN – MIKUL DHUWUR, MENDHEM JERO…
    Mungkin 3(Telung) Pitutur iki perlu direvitalisasi, dijlentrehake maneh, penyegaran-ulang, apa to maknane…..
    Sumangga para Sedulur Tunggal-Sikep, bebarengan merenungi bab iki…

    Mugi Tansah Karahayon kagem mas Sabda lan Sedulurku kabeh…
    SAMIN adalah SIKAP

  4. hadi wirojati said,

    pamuji raayu..

    benar adanya.. cuma kenapa harus menset ulang pikiran kangmas..? bukankah kita sejak lahir sudah dibekali semuanya.. termasuk nafsu negative.. cuma nafsu negative bekerja setelah manusia beranjak untuk memenuhi kebutuhan diri.., tapi selalu saja kalah dengan nafsunya.., kenapa tidak dengan jalan yang telah diberikan Tuhan dengan sifat sifat Tuhan yang lebih banyak pada diri manusia ketimbang sifat setannya.., apakah memang manusia distel untuk melakukan perjalanan dengan berbagai kendala tapi apakah bisa menpis atau justru tenggelam..?
    padahal sepanjang hidup dalam keseharian kita selalu saja ada waktu seperti masuk dan keluarnya nafas.. untuk selalu berlaku arif, tulus penuh kasih sayang dan adil, mau menerima celaan orang tanpa merasa tersinggung dan selalu tersenyum menghadapi kesemuanya tanpa ada rasa rujit dalam hati.., memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga dengan jalan memanfaatkan tenaga dan pikiran yang juga menunjang sesama, membantu dalam segi kebutuhan materi ataupun tenaga, pikiran, perilaku, ucapan dan doa.., kesemuanya dilakukan sakderma netepi titah.., kesadaran bathin bukankah sudah terpupuk sejak kita ada dalam kandungan, mitoni, selapanan, dan selamatan lain, agar sijabang bayi selalu dalam sifat Tuhan.., tidakkah percuma apabila kesemuanya dilakukan setelah dewasa jadi bubrah.., padahal semua itu dilakukan agar supaya membuat ketebalan dan kemurnian dari sifat yang diberikan.. agar mendapat bimbingan dan petunjuk bahwa semua perbuatan dalam hidup harus mengacu kepada sifat Tuhan..,
    mohon pencerahan atas koment ini kangmas…, saya merasa kadang masih ada kurang suka pada ( maaf .. bukan menyalahkan ) manusia yang malas berpikir dan memelihara sifat Tuhan (Nya).. kadang juga nalarnya tidak jalan.., sering x saya juga ngobrol sama teman2 lingkungan saya dikantor mbok yao.. sifat setannya dikurangi kalau bisa dihapus dan diganti sifat Tuhan yang lebih kental pada diri.., dan saya hanya bisa berucap .. semoga mulai merambah ke kesadaran hakekat …, maaf kangmas dan para kadhang sinarawedhi.. saya lancang berkata.., mohon dimaklumi dan mohon sih pangaksami, mugya kita senantiasa dalam rahayu karahrjan sedayanipun,

    matur sembah nuwun,

    rahayu..,

  5. yang-kung said,

    manusia selalu dapat berkembang menjadi semakin bermutu.Perkembangan dirintis dari hal-hal yang kecil/sederhana,yang dilaksanakan dengan penuh perhatian,teliti, tekun dan selalu mengutamakan kebaikkan.Mutu hidup tidak dapat dicapai melalui jalan pintas.

    INGATLAH BAHWA DIMANAPUN KAMU BERADA,TUHAN AKAN MEMELIHARAMU.
    [mungkin dilevel dasar,level persimpangan jalan,level menemukan hidup sejati]

    oh,ya…mungkin Kangmas Sabdalangit bisa memaparkan hal kesurupan masal para siswa di sekolah,apakah masuk pada level tertentu atau sugesti dari yang lain,atau bgmn…???

    matur sembah nuwun wewarahipun.

    • sabdalangit said,

      @Sikap Samin Yth
      Para sedulur di padepokan Sikap Samin, sebenarnya masing-masing orang pasti memiliki kelebihan. Kelebihan yg tdk dimiliki oleh orang lain. Terutama pengalaman hidup, merupakan pelajaran yg sangat berharga. Kita bisa belajar dari pengalaman hidup kita sendiri maupun orang lain. Nah, pada satu sisi, pasti panjenengan harus belajar kepada orang lain, namun di sisi lain orang lain, dan saya harus belajar banyak kepada panjenengan.

      @Hadi Wirojati Yth
      Dilihat dari komentar panjenengan, saya yakin level panjenengan tentu sudah melewati level persimpangan jalan, dan sudah mulai menapakkan kaki menuju kerajaan batin yang agung.

      @Yang Kung Yth
      Mengenai kesurupan massal, dulu saya sempat penasaran, namun sewaktu saya berada di Padang, pas kebetulan terjadi kesurupan massal di sebuah SMA, saya kebetulan main ke pak wagub, lalu diminta datang ke SMA tsb. NAh selama di perjalanan saya merasakan terjadi semacam “gerhana” atau bersisihan antara dimensi wadag dengan dimensi gaib. Muncul berbagai pemandangan dimensi gaib, hingga sampai di sekolah tersebut masih tampak terjadi persinggungan atau gesekan (friksi) antara dimensi wadag dan gaib. Berakibat timbulnya spleteran energi (umpama hub arus pendek). Akibatnya banyak sekali (sekitar 35 siswa) histeris, karena spleteran energi mengakibatkan chaos yg terjadi dalam batin para siswa yg kurang konsentrasi. Karena nggak ada istilah untuk menyebut kejadian semacam itu, saya menyebutnya dengan “persisihan dua dimensi”. Bagaimana yg terjadi di alam “sana” tidak jauh berbeda dengan yg terjadi di alam wadag. Persisihan dua dimensi biasanya berlangsung sebentar antara 30 menit hingga 1 jam. Bisa siang, sore atau malam. Dan ritme waktunya saya tdk bisa menghitung tiap berapa hari, namun yg jelas dalam sebulan bisa berkali-kali.
      Peristiwa ini makin sering terjadi karena adanya pergeseran sinergi dan harmonisasi alam semesta meliputi dimensi fisik dan gaib. Alam semesta kehilangan kekuatan atau daya keseimbangan, yang mampu mempertahankan ritme yang harmonik dan sinergik, antara jagad alit dan jagad ageng, antara alam wadag manusia dengan dimensi gaib para makhluk halus.
      semoga dapat menambah referensi.

      salam asah asih asuh

  6. Alam Rasa said,

    Salam Kasih untuk Mas Sabda Langit dan semuanya yang ada di Pondok ini.

    Walaupun aku bukan orang Jawa (cuma nenek orang Jatim), tapi aku senang mengikuti berbagai tulisan yang ada di Pondok ini, karena dapat menambah wawasan pengetahuan dalam pendalaman spiritual. Aku muslim, tapi juga selalu ingat hadits Rasulullah saw “Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin, walaupun harus sampai ke negeri Cina”.

    Dulu aku tidak percaya pada segala kepercayaan di luar Agama Islam. Seorang Ustad bilang, bahwa orang yang beragama bukan Islam akan masuk neraka. Tapi hatiku berkata lain “Seandainya memang demikian, tentu akan batal tentang konsep keadilan Tuhan, bagaimana seandainya aku dilahirkan dalam keluarga Nasrani atau Budha?” Tentu saya akan pecaya pada orangtuaku bahwa agama Nasranilah yang terbaik, atau agama Budhalah yang terbaik. Apa dosa si A sehingga dilahirkan di keluarga Nasrani? Ini berarti Allah tidak adil karena telah menggariskan nasib si A untuk masuk neraka?

    Cukup lama aku tak menemukan jawabannua. Sehingga seorang kawanku bilang, “Apakah Allah swt yang Maha Sempurna dan Maha Segalanya dapat dipahami dan dibatasi oleh hanya satu agama?” Bukankan dalam sebuah hadits, juga disebutkan (kalau tidak salah) agar kita juga mempelajari/mengimani kitab-kita yang telah disampaikan kepada Rasul/Nabi terdahulu? Bukankah juga dijelaskan bahwa jumlah Nabi itu banyak tidak terbatas pada 25 Nabi/Rasul?

    Ya, ya, bila demikian kita juga harus menghormati agama lain, tidak boleh memakai jurus kacamata kuda, dan memandang kitalah yang paling benar. Alhamdulillah dengan kesadaran dan perubahan sikapku, Allah menambah lebih banyak lagi ilmu pengetahuanku, dan juga lebih memahami beberapa makna yang tersembungi dalam Al qur’an, dan juga hadits Rasulullah saw.

    Demikian sedikit berbagi pengalamanku. Tentang dimanakah level kita, sadarilah bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki hanyalah setetes air di tengah samudera yang luas. Ilmu pengetahuan Allah sangat luas dan tak terbatas.

    Sesungguhnya kita tidak akan mampu memahami-Nya, apabila kita hanya mengandalkan otak. Gunakanlah Hati kita!!! Bukalah Hati kita!!, dan “Sadarilah bahwa kita harus belajar untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, dan bukan melakukan apa yang ingin kita lakukan”.

    Demikian semoga bermanfaat. Salam hormat buat Mas Sabda Langit, mohon dikoreksi apabila ada yang salah.

    • sabdalangit said,

      @Alam rasa yth
      Saya sangat hormat kepada Anda, karena tataran spiritual Anda sungguh dalam. Mungkin bagi yang belum melewati liku perjalanan batin seperti Anda, pasti akan mendamprat sebagai kopar kapir atau sesat. Apa yg anda paparkan tentang KEADILAN TUHAN, sungguh sebuah sikap yg memahami hakekat semua agama, dan tentunya seperti Andalah orang yg mengenal hakekat Tuhan sesungguhnya. Maka dalam berbagai thread saya, berani mengatakan TUHAN LEBIH DARI MAHA ADIL, LEBIH DARI MAHA BIJAKSANA, LEBIH DARI MAHA BESAR, dari apa yg dipahami selama ini oleh kebanyakan umat.

      salam taklim
      salam sejati
      salam asah asih asuh

    • siliwangi39 said,

      Masuklah kealam keheningan maka semua akan terlihat dengan sejelas jelasnya.
      Gunakanlah selalu akal yang sehat untuk bisa membaca ayat ayat Allah Swt yang betebaran dimuka bumi ini agar kita selalu bisa mawas diri tidak merasa benar sendiri adigung adiguna

      Salam

  7. m4stono said,

    membaca tulisan kangmas, saya jadi merasa masih di tataran paling bawah…masih suka ngujo howo…masih suka pamer….masih suka pada hal2 keduniaan yg menjerat atau bondho dadi bondo….semoga kita semua telah mengakhiri taraf nandhing sarira atau suka membanding-bandingkan antara satu dengan yg lain yg ujung2nya diri sendiri yg paling unggul…kemudian kita masuk ke tepa sarira atau saat dimana kita merasa sama satu dengan yg lain…inti dari tepa sarira adalah kebersamaan…lalu kita masuk ke mulat sarira atau dimana kita bisa melihat kesalahan sendiri dan melihat keunggulan orang lain….introspeksi diri sendiri jauh lebih penting dari mencari salah orang lain…inti dari mulat sarira adalah menghormati satu sama lain dan bisa mengambil hikmah kesalahan dan manfaat dari keunggulan…kiasan yg tepat utk mulat sarira adalah ketika seorang dalang menghadap ke empunya rumah atau yg nanggap…sang dalang tidak akan menolak lakon yg diminta sang penanggap….sang dalang adalah kawula dan sang penanggap adalah gusti…kawula serba terbatas dan kekurangan…sang gusti serba maha dan berkelebihan…

    nuwun

  8. Daryono said,

    Sebuah tulisan yg mencerahkan bisa dijadikan untuk menjalani laku untuk mencapai kesadaran batin salam sedjati mas sabda.

  9. wongalus said,

    Lama-lama biar tidak dimitoskan, bagaimana bila kata pencerahan diganti menjadi penerangan? Artikel Ki Sabda ini adalah Penerangan Jalan Umum.

    Adalah sebuah keniscayaan bila ingin terjadinya persenyawaan antara diri dengan DIRI memerlukan kesungguhan untuk mengubah titik orientasi dari result oriented ke process oriented. Menghargai proses demi proses hidup menuju ke arah kesatuan konjungtif segala yang ada, yang final total dan eternal.

    Meskipun proses demi proses harus dijalani dengan kesungguhan, namun pada titik tertentu kita tetap harus menunggu datangnya petunjuk dan SABDA dari LANGIT. Kita butuh bersikap PASRAH setelah SEMUA UPAYA sudah dilakukan habis-habisan. Saya masih butuh untuk bersandar pada sesuatu yang bukan diri saya, yang tidak bisa saya katakan apa dan bagaimana.

    Salam asah asih dan asuh…

  10. Rindu said,

    panjang banget tulisannya, udah malem, besok saya balik lagi baca deh, baru komen …. :)

  11. raden mas susanto eko s spd said,

    yang paling tepat adalah pengejewantahan manunggaling kawula lan gusti secara luas dab dalam

  12. raden mas susanto eko s spd said,

    woro-woro, ini sen eko nkta 90 pst 001. mengajak semua pelatih, murid dan seluruh anggota padepokan pencak silat siteki teratai di semua cabang seluruh indonesia bergabunglah di blogspot.kamajaya kamaratih.com selamat bergabung di luar blog siteki teratai.ok

  13. pengembarajiwa said,

    sesuatu yang bisa diungkapkan dengan kata2, pasti itu adalah TIDAK KEKAL. Walau sehebat apapapun kata2 yang diungkapkan itu, walau setinggi apapapun ilmu yang di uraikan itu, walau banyaknya dalil-dalil atau juga penyampaian2 dari petinggi-petinggi sekalipun, walau sejauh mana pun pandangan seseorang ttng “sosok” itu, walau setinggi- tingginya…..tetap saja TIDAK KEKAL. Ya…TIDAK KEKAL. Dan tentunya….jika ada yang tiada menyadari akan ke TIDAK KEKALAN itu…akan terjebak pada diri sendiri, lalu menjadikan dirinya….merasa Benar, merasa sampai, merasa sudah tahu, merasa “YA” jalanKU lah yang paling benar dan ujung-ujungnya tidak ada kata “KALAH” dalam mengungkapkan sesuatu……selalu ingin “MENANG” dalam mengungkapkan….

    Ternyata….yang demikian itu masih terlena dalam tidur nyenyaknya, terbius dengan Rasa-Rasa Fatamorgana yang dikira NYATA padahal tidak NYATA dan kemudian bermimpi tetapi tidak sadar kalau itu adalah mimpi. Dan saya adalah salah satu dari mereka itu.

    • pengembarajiwa said,

      sesuatu yang bisa diungkapkan dengan kata2, pasti itu adalah TIDAK KEKAL. Walau sehebat apapapun kata2 yang diungkapkan itu, walau setinggi apapapun ilmu yang di uraikan itu, walau banyaknya dalil-dalil atau juga penyampaian2 dari petinggi-petinggi sekalipun, walau sejauh mana pun pandangan seseorang ttng “sosok” itu, walau setinggi- tingginya…..tetap saja TIDAK KEKAL. Ya…TIDAK KEKAL. Dan tentunya….jika ada yang tiada menyadari akan ke TIDAK KEKALAN itu…akan terjebak pada diri sendiri, lalu menjadikan dirinya….merasa Benar, merasa sampai, merasa sudah tahu, merasa “YA” jalanKU lah yang paling benar dan ujung-ujungnya tidak ada kata “KALAH” dalam mengungkapkan sesuatu……selalu ingin “MENANG” dalam mengungkapkan….

      Ternyata….yang demikian itu masih terlena dalam tidur nyenyaknya, terbius dengan Rasa-Rasa Fatamorgana yang dikira NYATA padahal tidak NYATA dan kemudian bermimpi tetapi tidak sadar kalau itu adalah mimpi. Dan saya adalah salah satu dari mereka itu.

      Ternyata MISTERI itu telah terungkap……bahwa yang BENAR itu tidak bisa dipungkiri ke-BENAR-annya, yang “IYA” itu…tidak bisa didustakan ke-”IYA”annya…
      Hmmmmmm………..ya..ya..ya….ya….sangat halus sekali…sangat lembut sekali…sehingga banyak yang terjebak pada yang JAUH padahal yang DEKAT tiada di ketahui. Dan karena sangat halusnya dan lembutnya Untaian Kata serta ungkapan yang di utarakan agar Manusia-manusia yang batinnya bodoh seperti saya ini…tidak bisa menangkap “sinyal”/”isyarat” itu. Memang….jika masih tertidur pulas dan terbuai mimpi, bagaimana bisa memahami…???.

      saya adalah orang2 yang termasuk dalam kebodohan BATIN. semoga ini semua…..bisa menjadi acuan pada diri saya untuk menggali…lebih dalam KESADARAN lagi…..sampai tiada KESADARAN dalam KESADARAN yang tiada di-SADAR-i oleh siapapun selain si “SADAR” itu sendiri. Ya….hanya si “SADAR” itu sendiri….yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata2, terbebas dari segala ikatan, merdeka dalam kemerdekaan, Bangun dari tidur yang panjang menuju “JAGA” yang tiada “ANTARA” dan tiada “BERANTARA”.

      Salam Kasih untuk saudaraku Sabda Langit
      Salam Rinduku untukmu
      Salam Sejati dalam kesejatian dan keabadian
      Salam Berkah untukmu sekeluarga…..

      Ma’afkan saudaramu ini……jika lama tidak mampir ke mari.
      Tetapi Rahsa Sejati tetap selalu menyertai.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa
      yang masih melalang Buana….dalam pencarian SEJATI

  14. ratanakumaro said,

    Yang terhormat mas Sabdalangit,

    Terimakasih atas artikel yang memberi banyak wawasan ini. Sebuah bahan renungan yang patut kita semua arahkan kedalam batin.

    Maturnuwun sekali lagi mas Sabdalangit,
    Salam hormat dari saya.

  15. WANDI thok said,

    Kalau aku sudah Level IV mas. :roll:
    IV. Manusia kayak Blog :D ^O^

  16. sapto said,

    Sebuah kisi-kisi yang bisa dijadikan cermin untuk instropeksi.
    Mas Sabda…
    Saya pernah baca2 bahwa dalam perjalanan menempuh level ataupun maqom memiliki efek munculnya penyakit rohani yang kalau tidak diantisipasi akan mengganggu perjalanan itu sendiri.
    Mungkin bagi si penempuh jalan ruhani itu tidak disadari.
    Apakah disini diperlukan teman atau orang atau guru yg bisa memberikan koreksi maupun evaluasi?
    Matur nuwun

    Salam hormat

  17. Sabdalangit said,

    Mas Sapto yth
    Perbuatan paling sulit adl mengkoreksi diri sendir. Ibarat melihat tengkuk ato punggung kita sendiri. Shg kita perlu melihat pengalaman dan perbuatan org lain sbg kaca benggala. Harus membuka diri agar dpt mengkomparasi terhadap berbagai ilmu shg paham dmn kelemahan/kelebihannya. Guru diperlukan, namun jangan hanya satu krn tak ada ilmu manusia yg sempurna, paling2 hanya lengkap saja. Semua dijadikan suritauladan. Maka smakin banyak sumber suritauladan semakin melengkapi ilmu kita.

  18. shanushy said,

    reflexi diri adalah pekerjaan gambang namun sulit dilakukan, karena setiap manusia amat sulit untuk mengakui untuk menilai salah pada diri sendiri.
    sifat ego sekecil apapun pasti ada dalam diri tiap manusia.

  19. meds said,

    sebagai orang awam saya hanya bisa manggut-manggut dengan “tutorial” ki Sabdalangit dan komentar para winasis. beberapa mengiyakan, dan beberapa yang lain masih mempertanyakan. tapi saya belum berani berkomentar, mengamati saja. sambil berharap terus mendapat tutorial yang menjadi penambah ilmu bagi saya yang masih awam dan bingung.

    salam kagem sedaya pengunjung
    semoga semua makhluk berbahagia

  20. mas8nur said,

    Apakah kita akan terjebak dilevel kedua?
    Perlu keberanian dan merubah mindset kita untuk menapaki level tiga.
    Saya setuju dengan dua kalimat mas Sabdalangit diatas.
    Cuma memang kita tidak perlu memaksakan atau mengkotakkan bahwa raga, jiwa dan ruh kita sudah berada di level tertentu. Karena kalau Allah berkehendak hati bisa dibolak balik. Yang ahli makrifat berubah jadi ahli maksiat, demikian juga sebaliknya. Dan ujian tak akan pernah berakhir hingga ajal menjemput.
    Sugeng sinten Mas…….
    Salam sejahtera selalu

  21. gagak seta said,

    jadi pada dasarnya manusia harus selalu berusaha mencapai taraf lebih tinggi demi memuaskan kerinduannya akan sang ilahi. Berjalan setapak demi setapak dengan kepasrahan akan kehendak ilahi. Bila direnungkan sesungguhnya yang NYATA itu FANA yang FANA itu NYATA. Bila ingin memahami yang NYATA coba cari dalam KEKOSONGAN disana hanya ada alam batin yang menuntun pada KESEJATIAN.
    dimana untuk mencapainya hanya dengan melepas keterikatan dengan dunia dan menggengam satu ikatan dengan sang ILAHI.
    Bila ada yang salah mohon diberi penerangan mas sabda…
    Maklum masih dangkal ilmu dan pemahaman

    salam sejahtera
    salam sejati mas sabda yang terhormat

  22. raden mas susanto eko s spd said,

    anak-anakku seluruh anggota bimbingan di sanggar pamujan lemah dhuwur kayu wangi siteki teratai dan pps siteki teratai. mulai bukalah situs ini agar bisa menambah jalinan persaudaraan

  23. raden mas susanto eko s spd said,

    ini mas eko. atau sen eko. pst pusat. mengajak bergabung bersama di situs ini bagi anak-anak padepokan pencak silat siteki teratai seluruh indonesia dari cabang sabang sampai merauke. jayalah siteki teratai

    • SABDALANGIT said,

      RM Susanto Eko SPd Yth
      matur nuwun sampun kersa ngrawuhi gubuk puniki. Semoga panjenengan menajdi benteng cagar kabudayan ingkang luhur, kanthi nguri-uri falsafah, tradisi punapa dene kesenian hasil budi daya para ngaluhur duk ing kina.
      sumangga para kadhang ing paguyuban/padepokan/sanggar pamujan kaserat ing nginggil, sugeng pinarak, leyeh-leyeh ngrerepa sinambi wedangan ing gubug puniki. Mugi ndadosna renaning penggalih.

      matur sembah nuwun
      rahayu

  24. Ardiansyah said,

    Level / Tingkatan tergantung dari sisi mana atau sudut pandang manusianya, ada referensi bagus dr quran sesuai dengan panggilan yang ditujukan Bagi pembacanya : 1. hai manusia, 2. hai org – org yg beriman 3. hai org – org yang sabar 4. hai org org yg selamat 5. hai jiwa jiwa yg tenang 6. hai org org yang diringankan bebannya………dan lain lain silakan dicari sendiri, semoga bermanfaat

  25. raden mas susanto eko s spd said,

    mas eko menggalih kaliyan panjenegan sedaya anggota siteki supadoss dados setunggal ing batos

  26. raden mas susanto eko s spd said,

    hai udah aku terima

  27. raden mas susanto eko s spd said,

    apa kabar?

  28. krishna said,

    …terima kasih Mas atas kunjungannya….aku tuh nggak pinter2 banget Mas hehehe…cuman seneng ngoprek2 aja Ndoro Mas…kalo OS itu operation sysytem (sistem operasi) seperti windows xp atau vista tapi asli dan gratis yg akan di rilis google, oh ya firefoxnya yang update terakhir atau yang mana dan pake plugin add on tambahan tambahan nggak Mas?..pake windows ya Mas…XP atau Vista yg SP berapa(service packnya) trus panjenengan instal java script mboten? oh itu upload ms wordnya lewat HTML atau yang visual? waktu masuk wordpress..

  29. raden mas susanto eko s spd said,

    manunggal ing batos manunggal ing rasa. kasampurnaning urip sejatining rasa ana ing hono hananing pangriyep bujono, enggal kadadi weruh seduruning winarah kakecap ing liyep. aja dumeh wong sugih, aja paweh ananing pamrih. sigra dadi madep mangadep ing wengi. golong golonging watu item kang dadi manunggaling manungguling manungsa sir manunggaling kawula lan gusti

  30. eko said,

    tulisan-tulisan yang telah engkau sajikan mas sabda, membuat aku menangisi diriku sendiri……

  31. sigit purwanto said,

    mas sabda kinasihe GUSTI, saya sudah membaca tulisan yang mas sabda sarankan disini saya ingin sedikit membagikan apa yang pernah saya alami. menurut mas sabda bahwa setan bukan mahluk dan dikatakan cuma hawa nafsu. mas sabda saya berani mengatakan dengan pasti bahwa setan itu benar-benar ada sama pastinya dengan keberadaan TUHAN didalam dunia roh, mengapa saya berani mengatakan kebenaran ini karena saya pernah mengabdi pada keduanya namun saat ini saya sudah putuskan untuk mengabdi pada TUHAN saja, saat ini TUHAN-lah satu-satunya yang yang saya sembah dan DIA diatas segalanya buat hidup saya. dari buah perbuatannyalah kita bisa melihat apakah orang itu menyembah TUHAN atau setan dan bukan karena aktivitas keagamaan, tapi mas saya belum tahu saya ada di level mana kehidupan saya, matur nuwun.

    • SABDå said,

      Mas Sigit Purwanto ingkang dahat kinurmatan
      Panjenengan waktu itu bukan mengabdi makhluk halus (setan) melainkan “mengabdi” pada nafsu negatif panjenengan sendiri. Dalam istilah Jawa disebut NURUTI RAHSANING KAREP. Coba panjenengan buka lagi posting tentang mengenali jati diri yang sudah saya tulis : Klik di sini mudah-mudahan bermanfaat dalam menambah referensi.
      Di situ akan ketahuan apa hakekat “setan”. Jika kita salah kaprah memahami jati diri yang di dalamnya memuat “setan” dan “Tuhan”, maka sulit menemukan ilmu sejati. Inilah jebakan pikir paling riskan.

      Mungkin untuk membantu membuka wacana, berikut saya ajukan pertanyaan kepada panjenengan :

      1. Di saat bulan puasa seperti sekarang ini, dikatakan setan dibelenggu. Pertanyaannya, siapakah yg membelenggu “setan”, apakah Tuhan atau manusia ? Jika setan dibelenggu, kenapa masih saja ada org yang berbuat kriminal dan menentang kehendak Tuhan di bulan-bulan suci ?
      2. Kenapa “setan” tidak menggoda anak yg belum dewasa (akil baliq) ?
      Monggo mas, prayogi dipun resapi ing penggalih kanthi sakjujur-jujuripun kanthi midangetaken NURANI paling dalam.
      3. Apa perbedaan NAR dengan NUR sejati ?

      Nyuwun pangapunten bilih kathah kiranging trapsila.
      salam sih katresnan

  32. sigit purwanto said,

    matur nuwun mas sungguh saya sangat ingin membuktikan bahwa setan itu ada. hasrat, keinginan, nafsu itu ada yang mengendalikan dan ini tergantung pada siapa kita mempercayakannya. kalau nafsu itu dikendalikan oleh setan maka jadilah kita ini melawan kehendak TUHAN dan buah yang dihasilkan ialah segala kejahatan. bila nafsu itu diserahkan pada TUHAN dan DIA yang berkuasa atas nafsu kita maka buah yang dihasilkan ialah damai sejahtera dan sukacita dan bahkan segala kebajikan TUHAN akan menyertai kita. untuk menjawab pertanyaan no.1 saya mohon maaf atas keyakinan saya bahwa setan tidak dibelenggu oleh TUHAN dan tidak pula oleh manusia. jika TUHAN yang membelenggu setan maka setan akan protes pada TUHAN karena waktunya belum tiba dan setan akan membawa manusia sebanyak mungkin dalam kerajaan-nya. bila manusia bisa membelenggu setan ini adalah suatu kemustahilan karena manusia tidak punya kuasa untuk melakukannya, soalnya setan itu adalah penipu ulung bahkan bisa disebut setan itu rajanya kebohongan. jawaban no.2 untuk jawaban ini mas sabda yang baik saya sangat miris, setelah saya bisa melihat sendiri dan mencari berita yang bebas di internet ini ada berita bahwa pencuri, pemerkosa, pemadat pelakunya anak-anak dibawah umur(belum dewasa) bahkan yang saya alami saya ketagihan judi pada usia 9 tahun dan saya mengenal sex watu smp klas 2 pertanyaannya siapakah yang mengasai saya waktu itu kalau bukan setan dan banyak lagi berita negatif yang dilakukan oleh anak-anak yang sekiranya belum pantas dilakukan. pertanyaan no 3. saya akan pelajari dahulu apa itu nar dan nur nanti saya akan berusaha menjawab ingat ini bukan menggurui tapi ini cuma pengalaman yang saya alami. sekali lagi matur nuwun atas segala wejangannya kangmas sabda.

  33. cahyo sarjono said,

    Matur nuwun kang mas sabdalangit lan sederek sedoyo ingkang sampun kerso medar lan paring ular2, mugi2 sageto dados ngelmi ingkang migunani dateng sedoyo ingkang mbetahaken langkung2 dateng kulo,
    Sak sampunipun kulo maos lan raosaken sedoyo ingkang sampun kaserat wonten ing nginggil, kasuyatan bilih kulo taksih wonten ing level paling ngandhap piyambak, taksih kathah ingkang kedah kulo seserep / sinau malih.
    Mugi kang mas Sabdalangit lan sederek sedoyo saget paring ngelmi dateng kulo.
    Matur nuwun……

  34. sigit purwanto said,

    buat kang mas cahyo sarjaono, percayalah mas dihadapan TUHAN kita ini sama tidak ada atas dan tidak ada bawah apalagi saya, saya adalah umat yang paling kotor+najis bila dibandingkan panjenengan sedoyo. tapi saya sangat percaya bahwa DIA yang memberi saya kehidupan sanggup merubah hidup saya, saya yang dahulu tidak diperhitungkan oleh dunia tapi saya dipilih dan diberi kuasa menjadi anak ALLAH, ini bukan kemauan saya lho tapi semua ini karena kebaikan TUHAN kepada saya sehingga saya memperoleh kasih karunia untuk mengenal TUHAN secara pribadi dan saya dikenal oleh TUHAN sejak dalam kandungan ibu saya bahkan rencana TUHAN atas hidup saya sejak dunia ini belum diciptakan. demikian juga saya percaya kehidupan mas cahyo ditangan TUHAN pasti jauh lebih baik bila dibanding dengan kehidupan saya, saya berharap mas cahyo mau mencari TUHAN yang benar selama DIA mau mencurahkan kasih-NYA atas kehidupan kita. saya percaya T U H A N sangat perduli atas kehidupan mas cahyo

  35. abbas said,

    Saya tidak sependapat dengan penulis blog ini tentang : syetan itu bukanlah mahluk gaib…….dst…. Syetan ya syetan hawa nafsu ya hawa nafsu. Syetan bukalah hawa nafsu demikian pula sebaliknya . Darimana anda tahu kalau anak kecil tidak diganggu syetan justru semenjak dilahirkan manusia sudah di”dekati” oleh syetan dan darimana pula anda tahu kalau anak kecil nafsunya belum berkembang?!!. Realitanya justru anak kecil yang tidak mampu mengendalikan “nafsunya” . Lihat saja jika anak kecil minta sesuatu atau keinginanya tidak kesampaian ,disuruh sabar saja tidak mampu , apa itu bukan hawa nafsu ?!!. sampai sampai orang dewasa yang bersikap demikian akhirnya di sebut ke-kanak-kanakan. Apa itu bukan suatu bukti kalau hawa nafsu itu sudah “menguasai “manusia dari semenjak bayi. Janganlah mau diperdaya oleh syetan dengan cara me-nafikannya.

    • SABDå said,

      @Abbas Yth
      Berarti anak balita dan yg belum aqil baliq tetap dikenakan dosa dan masuk neraka ya ??? sementara mereka belum mengerti baik-buruk, benar-salah ?? Lantas di mana letak nilai Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang ? Tuhan Yang Maha Adil dan Bijaksana ? Karena jika menganut pola pikir yg anda kemukakan itu, rasanya Tuhan berubah menjadi sangat kejam tiada belas kasihan. bagaimana Tuhan menciptakan manusia yg belum mengerti baik buruk, tahu-tahu Tuhan menyiksa. Saya kira Tuhan menciptakan manusia bukanlah sebagai makhluk percobaan. Ya, Anda bebas berpendapat dan bersikap, sebab tingkat spiritual masing2 orang berbeda-beda.

      salam sejati

  36. abbas said,

    Saya tidak mengatakan demikian, Anak kecil (balita) jelas belum masuk dalam “takliif” (kewajiban menjalankan agama , baik mengikuti perintah maupun menjauhi larangan) jadi jelas belum dikenakan pahala / dosa. Yang saya kemukakan adalah bahwa anak kecil tetap di”ganggu” syetan dan tetap dipenuhi hawa nafsu , itulah sebabnya kebanyakan manusia tak mampu mengendalikan hawa nafsunya karena hawa nafsu ada sejak kecil dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri sedangkan perintah untuk mengendalikan hawa nafsu datang kemudian (setelah akil baligh).
    ===================
    Mas Abbas Yth
    Disadari atau tidak, inilah kontraversi antara sariat dengan hakekat. Maka banyak orang yang gagal dalam pencapaian spiritual, karena untuk menggapai hakekat diperlukan keberanian menjelajah dalam dunia mistik islam (tasawuf). Dengan begitu, kita lebih mampu memahami arti setan secara lebih tepat, “setan” yg lebih dekat dari urat nadi, sebab bukankah “setan” itu ada di hati dalam bentuk nafsu negatif, yg bersumber dari pancaindera. Sebaliknya Tuhan berada lebih dekat dari urat leher, karena tuhan bersemayam di dalam kalbu, bahasa dan getaranNya dirasakan oleh nurani. Cara pandang hakekat (level esensi), atau sariat (level “kulit”) akan sangat berpengaruh terhadap perilaku, pola pikir, dan perbuatan kita. Bagi pemahaman level “kulit”, melakukan sembahyang oleh karena alasan takut dosa dan motivasi iming2 pahala. Sedangkan bagi level hakekat/esensi, motivasi melaksanakan sembahyang oleh karena rasa cinta kpd Tuhan dan bentuk rasa syukur atas anugerah yg diberikan Tuhan kepada umat manusia.
    salam sih katresnan

  37. da f00l said,

    Salam kenal Kangmas Sabdalangit,

    Saya sangat menikmati uraian-uraian di blog mas ini, sangat banyak memberikan pencerahan dan menyatukan pecahan-pecahan puzzle yang berseliweran di kepala saya menjadi kesatuan yang utuh.
    Saya saat ini masih tertatih di perjalanan mencariNya, bolak-balik jatuh ke kubangan dosa, fyuuh..
    Tolong tetap aktif menulis di blog ini kangmas, semoga akan semakin banyak pencerahan yang saya dapat dari sini.

    Matursuwun sanget Kangmas.

  38. abbas said,

    Ini bukan kontroversi antara Syari’at dengan Hakikat ,Syariat dgn Hakikat selamanya tidak akan pernah terkontroversi karena keduanya bahkan ketiganya (di tambah Thoriqat tentunya ,red) adalah jalan menuju puncak tujuan yaitu Mardlotillah ( ke-Ridloan Tuhan) tanpa melewati ketiganya mustahil seseorang sampai pada tujuan . buktinya Para Nabi dan Para Wali ( orang – orang yang sudah mencapai Level Hakikat ) tetap percaya pada syetan , bahkan mahluq yang paling mulia di jagad raya ini , dan paling tinggi pencapaian hakikatnya yaitu Nabi Agung Muhammad SAW tetap percaya adanya syetan bahkan Tuhan telah memerintahkan pada Nabi Muhammad SAW untuk berlindung kepadaNya dari Syetan , baik yang berwujud manusia maupan Jin.

  39. sigit purwanto said,

    kalau boleh urun rembuk masalah syetan. pada dasarnya manusia terdiri dari tiga unsur yaitu tubuh, jiwa, dan roh ketiga unsur ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda. tubuh berfungsi membawa jiwa dan roh kemana mereka inginkan. jiwa memberi pengertian tentang hal-hal yang bisa dilihat, diraba, dipandang. roh membawa kita pada hal yang bersifat supranatural, karena yang kita bahas tentang syeta maka kita akan berfokus pada fungsi roh, karena tubuh dan jiwa tidak bisa melihat yang supranatural itu. fungsi roh dalam kehidupan kita ia bisa membawa kedunia yang diluar jangkauan pikiran normal kita. kita bisa percaya adanya TUHAN itu karena kita punya roh. tidak mungkin jiwa kita dapat menjangkau keberadaan TUHAN karena DIA jelas tidak kelihatan demikian juga sengan syetan tidak mungkin akal sehat kita dapat mengenali dia, tapi roh dapat dengan jelas melihat tingkah laku syetan yang menyesatkan sebagian orang. kenapa saya katakan sebaginan karena sebagian orang lain rohnya telah bangkit dari kematian(hukum dosa) yang sekarang sedang maju bersama untuk melawan pekerjaan syetan. syetan hanya dapat dilawan oleh orang yang rohnya telah hidup. roh yang mati tidak mungkin dapat melawan syetan. dibumi ini hanya ada satu pribadi yang sanggup membangkitkan roh yaitu dia yang telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga DIA telah mengalahkan syetan diatas kayu salib yaitu YESUS TUHAN. carilah DIA maka IA menghidupkan roh kita untuk mengalahkan syetan dengan segala tipu dayanya. percayalah hanya YESUS TUHAN yang sanggup meberikan kemenangan atas syetan pada kita.

Post a Comment