Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang yang terhormat, dan semua yang sempat mampir di blog ini. Beberapa hari ini saya benar-benar berkabung dan sedih melihat nasib negeri ini yang kian terpuruk oleh ulah sebagian orang “berduit”, aktor politik yang gelap nuraninya, ataupun strategi “imperialisasi agama” oleh oknum tak bertanggungjawab.
Masyarakat dunia dan kehidupan di jagad raya ini bersifat dinamis. Implementasi nilai-nilai agama hendaknya mengikuti perkembangan peradaban manusia. Sungguh ideal bila agama dilakoni secara KONTEKSTUAL. Namun realitas sungguh malang nasibnya, banyak orang-orang yang STAGNAN belajar agama hanya sebatas TEKSBOOK, ditambah keadaan ekonomi yang sangat menghimpit, dihadapkan pada doktrin religi yang tidak disikapi dengan arif dan bijak, terkadang justru membelenggu KESADARAN akal budi dan batin manusia. Apabila JATI DIRI kurang berbekal ilmu pengetahuan luas, tidak menutup kemungkinan menjadikan diri kita terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, maupun oleh siapapun aktor politik yang oportunis dan egois.
Agama bisa saja dijunjung setingginya, namun agama tanpa didampingi ILMU PENGETAHUAN yang luas, justru akan mudah diombang-ambing doktrin kaku dan fanatisme buta, lalu pada gilirannya terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau, oleh kelompok kepentingan dan oleh kepentingan kelompok. Kondisi alam yang kian panas ini, distorsi iklim dan cuaca yang sering berubah drastis, wabah penyakit, bencana, musibah, situasi sosial, politik, ekonomi yang meresahkan, semuanya saling memberikan kontribusi kepada manusia menjadi mudah bersikap reaksioner, mudah tersulut API EMOSIONAL secara membabi buta.
Sebaliknya, ilmu pengetahuan tanpa norma dan etika spiritual, akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu, agama, dan spiritual idealnya ketiganya bersanding mesra saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu dicari sisi positif hubungan di antaranya. Idealnya umat beragama mesti lebih membuka diri, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing-masing individu, alias pengendalian dari dalam diri. Agama tidak lain sebagai WADAH NORMA (norma agama) bertujuan agar keadaan jagad raya ini tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam menjalani ritme kehidupan dunia yang serba DINAMIS ini.
Agama dilembagakan untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta (jagad besar). Agama-agama pada dasarnya TIDAK ada yang bertujuan untuk menyerang dan mencelakai orang lain, tidak pula sebagai pencabut sesama makhluk Tuhan. Agama seharusnya menjadi berkah untuk seluruh makhluk, berperan sebagai soko guru untuk hamemayu hayuning bawana, menciptakan ketentraman pada seluruh isi bumi. Jika sanksi norma agama diterapkan, itupun hanya berupa “dosa dan neraka”. Agama sudah seharusnya bukan identik dengan pertumpahan darah dan perenggut nyawa orang lain.
Lain halnya dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum terkadang banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi SANKSI SOAIAL dan SANKSI HUKUM dengan syarat obyektif dan suprematif.
Maka dari itu saya pribadi MENGAJAK PARA PEMBACA yang BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di mana pun berada untuk TIDAK TERPANCING EMOSI dan TERPENGARUH OLEH TRAGEDI JW MARIOT II & RITZ CARLTON. Biarlah di tingkat elit berkecamuk melakukan “akrobat maut” politik dan terjadi perpecahan/fragmentasi, namun jangan sampai FRAGMENTASI itu merembet di tingkat grass root (masyarakat khalayak di bawah) yang meretas konflik horisontal yang sadis dan mengerikan.
Kita semua sesama umat manusia penghuni planet bumi, di belahan nusantara, janganlah bergeming, harus tetap SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan menjaga kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN agar anak cucu keturunan kita kelak, menikmati jerih payah yang kita semua lakukan saat ini.
Dengan ini, perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI, bisa melampaui, mencermati dan mengatasi segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya kita berharap MENJADI CERDAS menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yang tengah terjadi di republik tercinta ini. Sehingga kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak hanya gemar berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yang salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam di kemudian hari.
PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, lebih-lebih memasuki siklus alam bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi “murka” lagi semua itu sedikit banyak ada hubungannya dengan tingkah polah manusia yang sudah tidak manusiawi lagi. Yang berakibat hilangnya keseimbangan, sinergisme dan harmonisasi antara jagad alit (manusia) dengan jagad ageng (alam semesta). Semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Harapan kita, semoga kita tak pernah kenal lelah selalu berupaya menggeser kesadaran kita masing-masing pada tataran yang lebih tinggi, semakin tinggi seiring waktu berjalan detik demi detik.
Salam hormat, salam karaharjan, salam asah asih asuh, salam sih katresnan. Selamatkan generasi bangsa, Jayalah NKRI..!!!















Posted by itempoeti on Juli 19, 2009 at 12:27 pm
hanya satu jawabnya…
kembali kepada jati diri bangsa…
hamemayu ayuning bawana langgeng…
Posted by NANANG ADJI on Juli 19, 2009 at 12:36 pm
SALAM KENAL KAKANG, ADI NDUSEL PARING REMBUG, SAYA TIDAK HABIS PIKIR, RELIGIUSITAS ELITNYA DIPAKAI UNTUK CUCI OTAK PARA CANTRIK2 KROCO YANG HANYA BISA MENGAMINI DAN SENDIKO DAWUH AJA…. ESENSI KETUHANANNYA MANA……. NYUWUN DUKO SAK DERENGIPUN… ADI AJI LAMONGAN….
Posted by dBo on Juli 19, 2009 at 12:57 pm
…..aku terkesiap…dan…terperangah…..
17 juli 2009…jum’at berdarah
bluaarr…BLUUAAARRRRR…………..
berserakan serpihan daging bercampur darah
kesekian kali…NKRI berlumuran darah
begitulah…..
semenjak al-illah dijadikan Allah
seluruh MAKNA BERUBAH
banyak dari kita kebingungan arah
kepada siapa kita bersembah
kepada al-illah kah…..
atau kepada sang JAHILIYAH……
aku…teramat sangat…TERKESIAP dan TERPERANGAH
Posted by Gagak seta on Juli 19, 2009 at 1:36 pm
saya pribadi sangat setuju dengan mas sabdalangit.
Bahwa kita harus dapat mengendalikan emosi dan meningkatkan kesadaran diri agar tidak ikut arus permainan para penguasa.Meskipun berkedok pembelaan rakyat pada akhirnya yg kena dampaknya rakyat lagi…
Salam hormat
salam sayang
dan damai dihati
Posted by lovepassword on Juli 19, 2009 at 1:46 pm
MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di gubuk sederhana ini UNTUK TIDAK TERPANCING EMOSI dan TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk melakukan akrobat maut politik dan terjadi perpecahan/fragmentasi, namun jangan sampai FRAGMENTASI itu merembet di tingkat grass root (masyarakat khalayak) menjadi konflik horisontal yang sadis dan mengerikan.
===> Siap, setuju Kang
Posted by dBo on Juli 19, 2009 at 1:53 pm
…..aku terkesiap…dan…terperangah…..
17 juli 2009…jum’at berdarah
bluaarr…BLUUAAARRRRR…………..
berserakan serpihan daging bercampur darah
kesekian kali…NKRI berlumuran darah
kesekian kali…JAHILIYAH BERSOLAH TINGKAH
tangan-tangannya…terus merambah
begitulah…..
semenjak al-illah dijadikan Allah
seluruh MAKNA BERUBAH
banyak dari kita kebingungan arah
kepada siapakah kita bersembah…..
kepada al-illah…kah…..
atau kepada sang JAHILIYAH…..
aku…teramat sangat…TERKESIAP dan TERPERANGAH…….
Posted by sukolaras on Juli 19, 2009 at 2:42 pm
Sugeng rahayu Kang Mas
Rukun agawe sentosa, crah agawe bubrah
Eling lan waspada ing saklebeting tahun ingkang nembe gonjang-ganjing
Mugi rahayu sadayanipun
Salam taklim
Suko
Posted by wongalus on Juli 19, 2009 at 2:45 pm
Rahayu, Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti. … monggo
nylameti jabang bayi nuswantara, supaya kalis ing rubeda, nir ing sambikala, saka kersaning Gusti Kang Akaryo Jagad dengan semangat : Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani..
Nuwun.
Posted by mas8nur on Juli 19, 2009 at 4:00 pm
Mereka berpikir akan menjadi ahli surga dengan apa yg dilakuannya, padahal doa orang2 yg teraniaya, para korban dan keluarga, akan lebih didengar oleh Nya. Semoga negeri ini diberi ketegaran, rakyatnya, pemimpinnya dan semua orang2 yg teraniaya. AMIN YA RABBAL ‘ALAMIN.
Posted by Maren Kitatau on Juli 19, 2009 at 4:56 pm
Karena agama itu dibiarkan tetap di kepala dan baca!
Menurutku,
Mula-mula iman itu ada di mulut dan telinga,
Kemudian bertumbuh ke kepala dan baca,
Sebaiknya tumbuh terus ke hati dan rasa.
-
Salam Damai!
Posted by sapto on Juli 19, 2009 at 8:57 pm
Kenapa…..?
Mengapa…..?
Mee…..ngaa…paa….?
Ibu pertiwi
Engkau bersedih lagi
Entahlah…..
Posted by m4stono on Juli 19, 2009 at 9:25 pm
saya merasa kok mulai tahun ini kita memasuki saat2 paling kritis bagi bangsa ini….semoga ndak terjadi apa2….mari kita merapatkan barisan….eling lan waspada dan doakan bagi para pemimpin supaya bisa “wani ngalah supaya luhur wekasane….mari kita contohkan walaupun melalui media blog arti jihad yg sebenarnya yaitu merubah sadar naar(api) ke sadar nuur(cahaya)….
Posted by hrdgtv on Juli 19, 2009 at 11:20 pm
kalau hal-hal yang baik dan luhur, kita mah ikut aja…
http://lowongankerjadiglobaltv.wordpress.com
Posted by Santri Gundhul on Juli 20, 2009 at 12:35 am
Patut kita akui, Nyatanya kita memang telah terlupa….!! Hanya TIKET SORGA yang menjadi tujuan kita BERIBADAH…. Hanya KELIPATAN PAHALA yang menjadi dambaan kita BERAMAL… Hanya RAKUS dan KETAMAKAN yang menjadi obsesi kita BERKARYA… Dan,hanya EGO PRIBADI yang menjadi pijakan kita BERMUJAHADAH… Nyatanya kita memang benar-benar terlupa…..!! Sesungguhnya Allah lah pencipta LANGIT dan BUMI….
Semestinya, Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi,
Semestinya, Dengan SYARI’AT, kita mengenal THAREQAT, Dengan THAREQAT, kita mengenal HAKEKAT, Dengan HAKEKAT, kita BERMA’RIFAT Semestinya, Agama dan syariat bukanlah sarana untuk MENGHAKIMI sesama, Inna robbi latiful limai yasaa, innahu huwal alimul hakim. Namun…inilah yang terjadi di bumi Pertiwi ini…. AGAMA dan SYARI’AT telah bergeser dari TUJUAN dan FUNGSINYA. Nampaknya…….,Kita tidak mau tahu akan ayat-ayat-Nya, Kita tidak mau membaca tentang tanda-tanda-Nya, Kita mungkin tahu.., tapi sengaja BERSELINGKUH…..!!
Dalam menghadapi AGUSTUS & SEPTEMBER seperti yang Kang Mas Sabdolangit wanti-wanti…
Hanya kita-kita yang tetap ELING lan WASPODHO lah…yang mampu berdiri tegak disamping Hadirat-Nya.
Smoga semua makhluk tetap berbahagia,
Rahayu….
Posted by anto on Juli 20, 2009 at 10:35 am
baru kemarin ngerasani “kok blm ada tulisan baru ya” eh hari ini saya menemukannya…horeee terima kasih ya mas sabdalangit.
Posted by abu amili on Juli 20, 2009 at 10:59 am
mudah2an para tokoh, politikus dan Negarawan serta masyarakat dapat merapetkan barisan menjalin rasa persatuan dan kesatuan yg solid,mengantar bangsa Indonesia lebih baik lagi dan generasi muda yg tangguh dengan masa depan yg lebih cemerlang… Amin.
Posted by shilla.kr on Juli 20, 2009 at 11:07 am
ki,mohon pencerahan,apakah kisanak seperti noordin top dkk itu juga pendaki spiritual pencari Tuhan? Jika iya,tebing mana yang ia daki hingga sepertinya tidak pernah berpapasan dengan sedherek2 kito sedoyo. Terus tak adakah cara untuk misalnya menghimpun kadhang sanak semuanya untuk bersama mencari dimana sebenarnya orang ini mendaki,jika memang ia telah mendaki lebih tinggi mungkin tak ada salahnya kita mengikuti. Tapi jika sebaliknya, atau ternyata tebing yang ia daki berbahaya,bukankah kita wajib mengingatkan. Sebab resikonya adalah pendaki pemula yang dapat tertimbun jika tebing yang ia daki ambrol. Jika bisa,janganlah sejarah berulang. Tak perlu lagi ada sunan kalijogo yang berpakaian hitam hitam, yang karena terlambat datangnya pengetahuan telah ikut menghancurkan pondasi yang terlihat buruk,walau hakikatnya kokoh,yang untuk membangunnya diperlukan pengorbanan yang tiada terkira. Sedikit mengingatkan,jika keliru mohon dimaafkan,pondasi seperti ini bahkan memerlukan banyak manusia yang mau berkorban untuk melupakan nafsu spiritualnya dan memaksanya berkecimpung di dunia materi ini
Posted by SABDå on Juli 20, 2009 at 2:10 pm
Shilla.kr Yth
Yang menjadi persoalan adalah, banyak orang sudah merasa berada pada ON THE TOP, seperti nurdin m top. Banyak orang merasa diri PALING BENAR, PALING SOLEH, PALING SUCI, PALING AHLI SURGA. Dan tak mau lagi mendengar pendapat dan nasehat orang lain. Enggan melihat penderitaan, jika yg mengalaminya bukan kelompoknya sendiri. Orang2 seperti itu bahkan terhadap sesama umat Islam lainnya yg di luar kelompoknya akan tega membunuh, menghancurkan dan menganggap khalal darahnya. Siapa yg bisa mengingatkan dan menghukum orang tipikal seperti itu ?
Saya kira, perbuatannya sendiri yg akan menjadi HAKIM paling efektif untuk dirinya snediri. Siapa menanam akan mengetam. Sapa nandur, ngunduh. Siapa menabur angin, akan menuai badai. Sing sapa salah, bakal seleh. Hanya terkadang rumus-rumus alam tersebut bekerja dalam waktu yang lamban. Mengapa bisa demikian ? karena mayoritas manusia di nusantara ini khususnya, sudah lupa diri, tidak eling waspada, nggugu karepe dewe, dan merasa paling bener dan suci. Antara kejahatan, keadaan alam, dan kesadaran diri palsu saling berhubungan dengan hukum sebab akibat.
Marilah kita mulai berfikir MAWAS DIRI, jangan-jangan banyaknya teror bom, musibah, bencana, wabah, salah musim, dst merupakan HUKUMAN bagi MANUSIA yg kini sudah semakin parah tingkat kesadaran spiritualnya, namun merasa diri menjadi manusia paling suci dan berhak menghakimi orang lain yg berbeda pandangan.
Keadaan ini saya analogikan sebagai “PERAMPOK MENGHUKUM PEROMPAK”. maling menghukum maling. Gedhor menghukum gedhor. kecu menghukum kecu. Tukang Kutil menghukum tukang kutil. Pembohong menghukum pembohong. Koruptor menghukum koruptor. Pembunuh menghakimi pembunuh.
Walau begitu, banyak pula orang-orang tak bersalah ikut menjadi korban. Agar kita selalu wilujeng rahayu, kalis ing rubeda nir ing sambekala, hendaknya kita selalu eling dan waspada. Dan berbuat kebaikan kepada sesama sebanyak-banyaknya dengan adil dan bijak tanpa pilih kasih. Sebab semua kebaikan itu akan menjadi PAGAR GAIB yg selalu membentengi diri kita dari segala macam musibah, bencana, tragedi.
salam asah asih asuh
Posted by yang-kung on Juli 20, 2009 at 12:15 pm
mari kita kumandangka n dan laksanakan bersama ;
IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWALAKSANA.
cita-cita bangsa tak mungkin bisa kita raih dengan cara biadab ini namun hanya bisa kita raih dengan saling
ASIH….ASUH….ASAH…demi kesejahteraan ibupertiwi.
salam rahayu.
Posted by Lintang biru on Juli 20, 2009 at 2:53 pm
kangmas sabdalangit maaf saya juga ikut nggabung .
saya sedih, heran dan gemes melihat segelintir manusia menjadi Tuhan untuk lainnya menghakimi sesamanya padahal kalau Allah mau sebenarnya gampang saja Ia melenyapkan mereka yang dinilai menyeleweng dari kodratnya sebagai mahluk sosial, saya hanya berharap timbulnya goro-goro akan muncul keadaan yang lebih baik .
dan kalau kangmas tidak keberatan suatu saat nanti badhe nderek kawruh mimpi-mimpi dan kejadian yang membingungkan saya selama ini serta kalau kangmas berkenan pemikiran njjenengan saya copy untuk bekal kebijaksanaan bagi saya menjelang hari tua.
Posted by Ibad on Juli 20, 2009 at 4:13 pm
Numpang Komen Kang… Kalau menurut saya yang AWAM dalam segala hal…BEGINI…
ALLAH, TUHAN, YANG ESA, YANG TUNGGAL, SANG HYANG WIDHI, Atau apapun sebutan NYA.. Keyakinan SAYA, Dia lah SANG KHOLIQ atau yang MAHA menciptakan.. Kita-kita yang hidup ada di Alam ini hanya lah Mahluk Ciptaan Nya..
Sesungguhnya Allah menciptakan manusia adalah untuk saling tolong menolong,saling Asih dan Asuh, tidak untuk saling MENYAKITI.. Tetapi Manusia bukan lah Malaikat. Didalam penciptaan manusia Allah telah memberikan yang Namanya Akal dan Nafsu..
Kita harus Eling.. dengan jalan menempatkan Nafsu dibawah Akal kita. Dan banyak banyak belajar dengan untuk mengendalika Nya..
So.. yang lagi Nge BOM kale lagi bernafsu.. sehingga tidak menggunakan Akal nya selaku Manusia yang Mulia. Jangan salahkan yang Nge BOM,sekali-kali coba bayangkan seandainya kita telah tersesat dan mempunyai Nafsu seperti Tukang BOM.. Yang perlu di Waspadai adalah Manusia-manusia yang telah menyebarkan doktrin-doktrin yang menyesatkan.. Gonjang ganjing dalam per POLITIKAN itu pasti ada, Gonjang ganjing masalah Kekuasaan itu juga Pasti ada… Hati-hati dan Waspada ! jangan sampai kita-kita jadi penerus tukang BOM selanjutnya.
Salam – Ibad
Posted by JIHAD JAWA ( 1825-1830) on Juli 21, 2009 at 3:29 am
Saya bukan beragama islam,ga ada urusannya dengan agama islam…..jadi ga ada kepentingan buat membela mereka
tetapi sungguh sedari dulu saya selalu salut kepada jiwa2 pemberani yang mempunyai nyali untuk berkurban sampai mati demi kebenaran yg diper juangkannya (jika sungguh mereka2 mati demi kebenaran itu) tetapi alangkah baik dan utamanya jikalau semua perjuangan dan keberanian sebagai seorang laki2 itu tidak ternoda oleh sebab tega mengorbankan nyawa sesama yg tidak tahu apa2!.
Kurbankan jiwa dan ragamu sampai titik darah penghabisan demi menegakkan sesuatu yang kau anggap sebagai KEBENARAN ,tetapi jangan pernah terpikir olehmu untuk mengorbankan sesamamu yg tidak tahu apa2 demi sesuatu yang dianggap benar oleh dirimu sendiri!.
Karena seorang pemberani mengurbankan dirinya sendiri,tanpa perlu dan merasa butuh untuk membawa2 mereka yang lain!!!!.
Posted by Selarong on Juli 21, 2009 at 4:57 am
Karena bagi mereka2 yang sungguh2 percaya, akan dikurniai keberanian untuk berjalan seorang diri,tanpa sarana apapun dan tanpa ditemani oleh siapapun,kecuali oleh ridho,rahmat dan kasih sayang Tuhannya.
Posted by Maren Kitatau on Juli 20, 2009 at 5:00 pm
Aku setuju dgn Kang Silla,
Agama hanya kedok belaka,
Dunia materi adalah hal utama.
Dunia politik mencari peluang kuasa.
Segala cara ditempun untuk berguna,
Termasuk mereka yg Agamanya di kepala.
Eling!
Spt kata Kang Sabda, bikin PAGAR GAIB.
Mendalamkan firman Allah sedalam lubuh.
Bukan mengulang baca numpuk di kepala.
Hanya hati yg dpt meresonansikan firman.
Menjadi hidup dan melindungi hidup,
Menjadi perisai diri, Pagar Gaib itu.
-
Salam Damai!
Posted by yanjaya on Juli 21, 2009 at 1:16 am
Mas sabda dan sedoyo pinisepuh Yth,
Perlu diwaspadai acara televisi mengenai hipnotis, karena tahapan awal cara merekrut anggotanya salah satunya memakai cara ini.
jangan sampai karena saat ini hipnotis lagi ngetren dikwatirkan anak2 kita mudah tergiur dan akhirnya masuk keperangkap mereka, karena apabila sudah masuk akan sulit untuk keluar, sekarang ini kewaspadaan para orang tua sangatah penting, sedia payung sebelum hujan.
Nyuwun pangapunten menawi mbonten berkenan mohon dimaafkan.
salam,
Rahayu mugi sedoyo tansah ginanjar karaharjan.
Posted by Alam Rasa on Juli 21, 2009 at 6:03 am
Salam Damai dan Kasih
Untuk Ki Sabda Langit dan semuanya yang ada di Pondok ini.
Aku setuju dengan pendapat Ki Sabda Langit, bahwa kita harus ELING dan WASPADA dalam menghadapi peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Jangan terpengaruh oleh berita-berita saling tuduh, saling menyalahkan, dan saling mendiskreditkan yang dilontarkan oleh para ELITE Bangsa. Marilah kita menggunakan pikiran JERNIH dalam menghadapi peristiwa ini.
Bila kita melihat kejadian peristiwa ini, yaitu tanggal 17-7-09, bila dijumlahkan 17+7+9=33. Ini mengacu pada QS:33 atau Surat Al Ahzab, yang memiliki 73 ayat. Angka 73 ini juga berkaitan dengan kejadian ledakan bom jam 07.30 pagi. Apakan ini hanya kebetulan?
Al Ahzab dalam bahasa Indonesia berarti Golongan Yang Bersekutu. Golongan Yang Bersekutu inilah yang kini kembali mencoba menggoncang kedamaian di Bumi Nusantara ini. Dalam kisah perang Al Ahzab dikisahkan bagaimana Golongan Yang Bersekutu ini telah mengepung rapat orang- orang mukmin sehingga sebahagian dari orang mukmin telah berputus asa dan berpaling. Ini adalah suatu ujian dari Allah untuk menguji sampai dimana teguhnya keimanan orang mukmin. Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan (malaikat) dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau.
Wassalam
Posted by Alam Rasa on Juli 21, 2009 at 6:15 am
Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu dalam keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (QS Al Ahzab:25).
Posted by igung on Juli 21, 2009 at 9:43 am
Serat Wedhatama (Pangkur / Sembah Raga) :
“Marma ing sabisa-bisa,
Bebasane muriha tyas basuki,
Puruita-a kang patut,
Lan traping angganira,
Ana uga angger ugering keprabon,
Kang kambah ing siyang ratri..”
(Karena itu sebisa-bisanya,
Upayakan selalu berhati baik,
Berguru lah secara tepat,
yang sesuai dengan dirimu,
Ada juga peraturan dan pedoman bernegara,
Menjadi syarat bagi yang berbakti,
yang berlaku siang malam…)
Ngapunten Ki Sabdo,..
Itu saya ambil dari blog panjenengan..
Posted by tigaw on Juli 21, 2009 at 10:18 pm
maaf mas saya cuma bisa bilang TAHUID YANG SALAH KAPRAH menjadikan manusia melebihi penciptanya jadinya IMAN YANG BOBROK…
bukan berguru bukan juga mengurui tapi saya kagum dengan wejangan diartikel ini…
TIADA YANG SEMPURNA SELAIN ENGKAU.
salam rindu serindu rindunya mas…
Posted by Maren Kitatau on Juli 21, 2009 at 11:39 pm
Ada spekulasi ada kalkulasi,
Sedang dicari yg pasti-pasti.
Satu yg pasti:
Kejadian ginian tak ada hubungannya dgn Agama sama sekali.
Agama hanya menjadi kuda untuk mencapai dunia atauwa kuasa.
Kudanya adalah pemuda yg Agamanya masih di kepala dan baca.
-
Salam Damai!
Posted by pengembarajiwa on Juli 22, 2009 at 1:37 am
Salam Kasih untuk semuanya……
Salam Damai untuk semuanya……
Salam Sejahtera untuk semuanya……
Salam Berkah dalam Liputan Cinta Kasih Sayang Allah menyertai para Pendamba ke Jayaan Ibu Pertiwi
Maju…dalam Iman
Berjuang dengan Cinta Kasih
Menebarkan Rahmat kepada siapa saja
Berbudi Pekerti Luhur sebagai Sembah bakti pada Nusa Bangsa Negara yang kita cintai “INDONESIA RAYA”.
Posted by tomy on Juli 22, 2009 at 9:07 am
Posted by tomy on Juli 22, 2009 at 9:10 am
Posted by tomy on Juli 22, 2009 at 10:01 am
TANGISKU DUKAKU
..aku mencintaimu ayah..
..namun kaki ini sudah tak mampu lagi melangkah..
Untukmu Ayah, Bapa Segala Bangsa
Bapa Semua Orang Beriman
Bila tembok Berlin yang memisahkan
Jerman Barat dan Jerman Timur
telah dapat diruntuhkan
…
Lalu .. bilamanakah
tembok Jordan
yang angkuh
terbuat dari baja kebengisan nafsu manusia
yang telah memisahkan anak-anak Ibrahim
dapat diruntuhkan?
sungguh aku berduka untukmu
wahai Ayahku
di hari tuamu
waktu istirahatmu dalam keabadian
yang seharusnya terengkuh dalam kedamaian..
anak-anakmu saling berbunuhan
seharusnyalah bagi seorang putra
mempersembahkan doa dan air pelepas dahaga
bukan mempersembahkan api, darah dan air mata
di haribaan ayahanda tercinta
hanya demi pengakuan palsu
pewaris berkah cinta ayahanda
sungguh aku berduka untukmu
wahai Ayahku
tangis dan airmata
mengeringkan kedua mata
rintih kelu menyayat kalbu
hanya itu..
aku sudah tak mampu
hanya itu..
persembahan tanda cintaku
maafkan aku Ayah..
maafkan aku..
Posted by dbo911 on Juli 22, 2009 at 10:42 am
Whhuuaahhahahaaa…whhuuaahhahhaahhhaaa…
Menangislah sepuasmu…
Merintihlah sepuasmu…
Sampai tetes Air-Mata Darah…
Wahai anak-cucu Adam…
Sejak semula…AKU TIDAK MAU MENYEMBAH SELAIN ALLAH…
Aku ulangi… AKU TIDAK MAU MENYEMBAH SELAIN ALLAH…
Gara-garamu…Adam…
AKU dijatuhi Kutukan…
Sekarang…lihatlah…nasib anak-cucumu…
Menangislah…Merintihlah…
Sampai tetes Air-Mata Darah…
AKU memang selalu HAUS-DARAH…
AKU TIDAK MAU MENYEMBAH SELAIN ALLAH…
WHHUUAA…WHHUUAAHAHAHAHAAAAAA
Posted by Maren Kitatau on Juli 22, 2009 at 5:17 pm
@all
Penyembah Allah yg ini
Ketawanya mengerikan,
Atau itu emang jenis pilu!
-
Salam Damai!
Posted by tomy on Juli 22, 2009 at 11:34 am
Dhedhep tidem perbawaning ratri
Anglangut ati bebasan tanpa tepi
Amung marang sliramu sawiji
Katresnanku duh wong ayu Sri Gadung Melati
Sasat kaya anyumpena
Sukma amekak hawa
Jumangkah teguh ing karsa
Nglambrang tumekeng sawenehing tlaga
Lha kae bocah-bocah bajang padha lelumban
Gegojegan ngupeng awakku
Malih kabuntel pedhut wewayangan
Ninggalake swara gumuyu
Alon…
Ampak-ampak sumilak
Ngatonake cahyamu kang sumunar
Duh wong ayu Sri Gadung Melati
Tetembangan kidung kekesing ati
Damar kanginan kekembeng waspa netramu
Katetangi tangis angruket kenceng anggaku
Cup menenga Sih Kusuma
Perihing atimu aku bakal luru tamba
Ing ngendi esemmu kang ngujiwat
Kang gawe atiku sigar mrapat?
Kawiled nelakake rasa kapang
Kebak asih tak aras panas lathimu
Manjing cahya gumilang
Kedadak murca sliramu saka pandulu
Duh wong ayu Sri Gadung Melati
Angles puthes kapepes
Mbengok sora roganing ndriya
Lamat-lamat…
Keprungu swaramu kekidung lagu
Ruruh manis manohara tumancep kalbu
Duh kakang sang pekik warna
Katresnan kula sesandhing klawan ndika
Manuksma garudha kang aneng dhadha
Nglajengaken lelampahan para minulya
Gerimis tumiba riwis-riwis
Katresnanku amung sliramu sawiji
Teguh tanggon angganti rasa miris
Duh wong ayu Sri Gadung Melati
Posted by sapto on Juli 22, 2009 at 12:09 pm
Merevolusi kesadaran…..
Harus dimulai dari mana…?
Harus dimulai dari siapa…?
Tidak tahu ujung pangkalnya
Lingkaran setan jadinya
Barangkali…..
Lingkaran itu sendiri yg harus mengerti
Yang harus menyadari
Untuk menjadi
Lingkaran yg bersih
Selaras dengan sunahNya
Posted by dbo911 on Juli 22, 2009 at 4:40 pm
Whhuuaahhaahhaa…Tepat sekali
Sejak awal, kesadaran telah AKU revolusi…
Itulah mengapa Adam jatuh kebumi…
AKU ubah hampir semua Firman Suci…
Menjadi MANTRA-MANTRA API…
DOGMA-DOGMAKU sangat DIPATUHI…
DOGMAKU adalah ALAT-CUCI…
Ratusan Juta OTAK anak-cucu Adam…AKU CUCI…
KELEDAI adalah derajat paling tinggi…
Ratusan juta lainnya…adalah ZOMBIE…
Yang…BLUUAARRR…dilengkapi BOMB BUNUH-DIRI…
Hanya ada satu yang AKU segani dan takuti…
TRIWIKRAMA…TIGA BERAKUMULASI…
Kesadaran SANGKAN PARANING DUMADI…
Kesadaran JATI DIRI SEJATI…
Kesadaran HYANG MURBENG DUMADI…
Posted by lovepassword on Juli 23, 2009 at 7:30 am
para dedemit memang mahir membela diri :
aku tak mau menyembah Adam karena hanya Engkau bukan yang patut disembah. Tuhanku Maha para Pencinta, Tuhanku cintaku , jangan kau uji cintaku padaMu. Jangan minta aku untuk menyembah selain diriMu.
Tetapi langit yang jadi hakimnya : Cinta Tuhan hanyalah sekedar kedok mencintai diri sendiri.
Wahai buto ijo, kau sebut segala macam cinta untuk menyenangkan hatiKu – tetapi cintamu adalah cinta untuk dirimu sendiri. Kau menolak perintahKu karena egomu. Kau menolak menyembah Adam karena kau merasa besar. Kau mencintaiku di bibirmu tetapi kau tendang diriku dengan penolakan hatimu.
Terkutuklah engkau yang mempermainkan cinta. Terkutuklah engkau yang mengatasnamakan cinta untukKu tetapi sebenarnya kau cintai dirimu lebih dari cintamu padaKu.
Di bibirmu kau katakan cinta padaKu
Tetapi cintamu hanya pada dirimu
Kau pakai namaku bahkan untuk menghina kesucianKu.
Dan kau merasa benar ?
Wahai dedemit pintar pembalik kata, wahai mulut manis berbisa : Turunlah engkau dan lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Aku bisa mendengar cinta dari bibirmu tetapi tak kulihat cinta di hatimu.
Posted by KangBoed on Juli 22, 2009 at 6:39 pm
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku
Posted by celetukan segar on Juli 23, 2009 at 11:22 am
Cinta yang buta terhadap seseorang/sesuatu (keyakinan) membuat orang rela berbuat apa saja!
Posted by Fietria on Juli 23, 2009 at 11:39 am
Mudah2an pelaku pengeboman dan jaringannya segera ditangkap dan diadili secara hukum.
@Maren Kitatau

ternyata lagi nongkrong disini.
Posted by Maren Kitatau on Juli 26, 2009 at 12:51 am
Nongkring tepatnya!
Nongkrong sambil nangkring.
Menclok gitu loh, sambil jongkok.
Seperti gavatarmu, Fiet!
-
Salam!
Posted by Wong_biasa on Juli 23, 2009 at 11:52 am
“Ketika nilai kemanusiaan tidak lagi berharga, saat religiusitas diselewengkan, pada waktu bumi kehilangan rahmatan Lil Alamin, maka itulah pertanda kehancuran dunia, jadikanlah diri kita sebagai agen perubahan yang membawa kedamaian & kaki tangan Tuhan yang menebarkan kasih sayangNya kepada seluruh umat manusia”
SALAM NUSANTARA
Posted by Maren Kitatau on Juli 26, 2009 at 1:02 am
@Wong
Bravo Indonesia!
Mungkin benar kata Kyai Wiji,
Cinta di Indonesia itu gombal.
Nuliskannya aja amu apa lagi ngucapinnya.
Tapi bo’ mikir kemanusiaan lah sedikitnya, kan?
Kemanusiaan itu sangat luas bagai samudera.
Walau di kotorin bom-bomin Nagasari gituan
Samudera itu takkan kotor karenanya.
Apa mereka tak percaya juga?
-
Cinta tidak kemanusiaan tidak,
Lalu apa yang iya, yah!
-
Salam Damai!
Posted by Setyo Hajar Dewantoro on Juli 23, 2009 at 8:34 pm
Salam….
Baris kata-kata dari pada sedherek merupakan embun pemberi kesejukan bagi bangsa ini…..
Sungguh lebih baik..kalau para sadherek berkenan turun gunung..
Supaya negeri ini tak hanya hiruk pikuk oleh suara-suara yang penuh amarah…
Posted by Maren Kitatau on Juli 26, 2009 at 1:09 am
Lebih baik kita senyumin aja lah!
Menyemaikan bibit-bibit cinta dan kemanusiaan.
Bila turun gunung, mereka girang,
Gayung bersambut, plan “B” lanjut.
-
Salam Damai!
Posted by Kyai wiji on Juli 24, 2009 at 3:38 am
Mencintai ALLAH itu adalah dengan mencintai segala sesuatu yang ada, seluruh makhluk ciptaannya,itu hakikat,sejati,dimana HAK hadir ,tampak dan menentu mangejawentah didalam segala sesuatu yang ada.Dan seorang hamba yg diperkenankan utnuk sampai di kesadaran seperti begitu,adalah CINTA itu sendiri (Damarwulan semune Asmarakingkin).
Posted by Kyai wiji on Juli 24, 2009 at 3:47 am
Ga ada cinta disini,bangsa ini tidak mengenal cinta,kita sudha lupa kepada kawitan,epada asal mula kita dijadikan disini,karenanya bagaimana mungkin masih menantikan sesuatu yang di sebut sebagai ASMARAKINGKIN?. KIta tidak akan mampu untuk mengenalinya!.
Posted by Maren Kitatau on Juli 27, 2009 at 12:04 am
Aneh,
Bila ada yg mencintai pencipta,
Tapi tak mencintai ciptaannya.
Kalau tidak aneh, berarti “tumben”
-
Salam Damai!
Posted by tomy on Juli 24, 2009 at 7:58 am
CINTA TANPA KEBIJAKSANAAN
AKAN MUDAH DIJERUMUSKAN KE LEMBAH DOSA
Posted by Wiji weruh on Juli 26, 2009 at 4:01 am
hahaha,kaya satriyo piningit weteng buwono yah?
Posted by krishna on Juli 25, 2009 at 10:09 pm
…mampir Mas….baca-baca komennya….
Posted by mulyono on Juli 26, 2009 at 2:12 am
bukan jaman edan tapi orgnya yg pada gendeng…..mari kita renungkan syair ronggowarsito(menghadapi jaman sekarang)buka mata buka hati…MEDITASI,bukan duduk diam berjam2,tapi setiap langkah setiap waktu selalu bermeditasi….memilah memilaih sesuatu yg baik dlm bertindakdan berguna bagi kita semua….mari kita bangun kerukunan kepercayaan,walaupun kita lain agama tapi ujung/ahirnya sama pada muara tuhan yg tunggal,yg maha dari segala maha…..
Posted by Dalbo on Juli 26, 2009 at 11:42 am
Nuwun sewu…poro kadang..yg tercinta semuanya… saya hanya mengingatkan semua yang masih merasa manusia Indonesia,dan mencintai bumi Indonesia untuk tetap sadar ,waspada terhadap neo kolonilalism yg pandai cerdik dan licik. saya juga berharap kewaspadaan ini perrlu di sampaikan pada, anak, istrri, keluarga dan kerabat2 kita semua,
Pertanyaan saya buat kadang2 semuanya khususnya buat PakDe Sabda, apakah prinsip Suradira Jayaningrat Lebur Dehning Panagstuti akan tetap terus kita pegang dan berjalan, mengingat bentuk2 kekerasan yg di terima oleh orang2 Jawa khususnya telah terjadi sejak pra runtuhnya kerajaan Maja Pahit sdg kita manusia2 Jawa masih tetap sabar dan pasrah begitu saja?
Posted by Tumbal mataram on Juli 27, 2009 at 9:07 pm
Dalam ketidak mengertian dan ketidakmampuan kita manusia,TUHAN adalah kemampuan dan pengertian kita.
Kita tidak akan mampu menuntaskan segala sesuatunya,kita tidak akan mengerti bagaimana cara dan jalannnya,terkecuali kita berserah diri secara total sehingga KUASA TUHAN yang mengambil alih seluruh laku perbuatan hidup kita untuk menuntaskan segala sesuatu yg perlu di tuntaskan.
Sabar,karena yg sungguh2 kenal dengan ALLAH tentunya cenderung mengALLAH.
wassalam.
Posted by tomy kepada Dalbo on Agustus 4, 2009 at 11:36 am
Ngalah durung Mesti Luhur Wekasane
geter pater amglimputi
angalingi surya anutupi bumi
wengi ati
rasa nora
tega mlaha
Posted by hadi wirojati on Juli 27, 2009 at 8:30 pm
pamuji rahayu..,
hoooohh… getir geter .. ngrasuk busananing manungswa…
ligar udar.. kabeh dadi jabang tetuka..
mencelat …mlesat marang panggonan jiwa, suksma rasa..,
mlebu kawah condrodimuka…
medal dadi manungswa kang mulya..
manungswa kang diarani sejati..
namung yo gur diarani.. kang tresna marang sakalir ing JAGAD ( ???)
waaaahhhh… bojleng bojleng Iblis Laknat..
Mung sliramu kang patuh marang parentahing Gusti…,
liyane saka kuwi mung… iblis iblisan..,
sapa sakbenere sira kang nyata.?
????…..?????….????
salam asih asah asuh.. salam sayang
salam sihkatresnan..,
rahayu..
Posted by YANKY DK on Agustus 1, 2009 at 11:24 am
JAYALAH NKRI!
Posted by Impoen Samudra on Agustus 3, 2009 at 1:17 pm
Saudaraku…,
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.
Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.
Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.
INGAT… Saudara…!!!
Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :
1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.
Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
————————————————-
Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:
1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
2. KAMU HIDUP DIMANA ?
3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!. Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.
Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
Akhir kata:
“Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.
Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.
Salam.
NKRI HARGA MATI….!!!!
JAYALAH INDONESIAKU…!!!
Posted by Impoen Samudra on Agustus 3, 2009 at 1:35 pm
Saudaraku…,
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.
Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.
Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.
INGAT… Saudara…!!!
Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :
1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.
Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
————————————————-
Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:
1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
2. KAMU HIDUP DIMANA ?
3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!. Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.
Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
Akhir kata:
“Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.
Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.
Salam.
NKRI HARGA MATI….!!!!
JAYALAH INDONESIAKU…!!!
Posted by SABDå on Agustus 3, 2009 at 7:59 pm
Impoen Samudra Yth
Saya sangat berterimakasih, merasa bahagia sulit diucapkan dgn kalimat. Pada intinya saya merasa perjuangan mbangun bangsa ini tdk sendiri. Semua saudara-saudara yg sering lesehan di sini saling bahu membahu saling asah asih asuh menjalin tali silaturahmi antar generasi penerus bangsa. Semoga menjadi benih-benih adem ayem dan tentreming nuswantara. Semakin terbangun rasa keBhinekaan yang teguh, saling menghargai, tenang, damai, aman, tenteram. Menuju nusantara menemukan kejayaanya kembali.
salam karaharjan
rahayu
Posted by tomy kepada Impoen Samudra on Agustus 4, 2009 at 11:30 am
Saudara Impoen Samudra,
dalam keadaan negara seperti ini apayang telah dilakukan Eyang Panembahan Senapati dengan memecah kepala Ki Ageng Mangir ke sela gilang adalah pula yang harus kita lakukan
itulah yang saya maksud dengan NGALAH DURUNG MESTHI LUHUR WEKASANE seperti yang pernah saya katakan kepada Kangmas Sabdalangit
karena oleh humanisme dengan isu HAM kita tanpa disadari menjadi bangsa yang lemah
CINTA tanpa dilandasi dengan kebijaksanaan akan menyeret kita ke lembah dosa WELAS KANG TANPA ALIS
maka meski terlihat kejam
MoU ibarat memasukkan ayam & musang dalam 1 kandang
saat si penjaga lengah habislah ayam 1 kandang dimakan musang
kita sudah banyak menyumbang bangsa lain memproduksi kotoran *maaf — tahi* tapi malah diinjak-injak seperti orang dulu membuat tempe di pinggir kali
sudah saatnya kita bangkit berdiri membuang jauh-jauh MENTAL GEDIBAL dari diri kita
anawung kridha ungguling yudha
satriya bandawalapati
Posted by Impoen Samudra kepada Tomy on Agustus 5, 2009 at 11:13 am
Saudara Tomy.
Kalo beleh kita sederhanakan NEGARA dapat di Analogikan sebagai “Rumah Tangga” Jadi apa salah jika Pemimpin Rumah Tangga mengatur keluarganya tanpa ada campur tangan dan tekanan dari pihak lain yang datang dari luar Rumah Tangga Kita, jika ada anak yang nakal apasalah jika harus di kasih pendidikan mungkin perlu dijewer dan jika ada yang berusaha mengganggu ketentraman Rumah Tangga Kita apa salah jika Kita harus memberi tahu atau bahkan lebih extrim mengusirnya.
Posted by titi suwito on Agustus 4, 2009 at 9:57 am
@Impoen Samudra Yth.
Membaca tulisan Anda saya jadi tertular ‘Antusiame’nya
Semoga antusiame ini berkobar dan menyala di dalam diri saya, di hati seluruh pembaca dan seluruh rakyat yang mengaku bertanah air Indonesia.
@Ki Sabda Yth.
Senang bisa melihat & bertemu kembali setelah selang beberapa waktu tenggelam dalam hening dan kegiatan super sibuknya.
Salam
Posted by sikapsamin on Agustus 4, 2009 at 4:04 pm
@Yth. Sedulur Sejatiku Tunggal-Sikep mas Sabdalangit…
Pangapunten ndherek koment,
Untuk Seluruh Sedulur Sejati Tunggal-Sikep, mari kita sambut kehadiran Sedulur ing Sejatining Sedulur Tunggal-Sikep…mas IMPOEN SAMUDRA dari Samudra Selatan.
Gamblang, Jelas, Murni 24-karat…Tunggal-Sikep
Bhinneka Tunggal-Sikep
@Sedulur Sejatiku Tunggal-Sikep mas Impoen Samudra,
Selamat Atas Kehadirannya
Rawe-rawe…Rantas,
Malang-malang…Putung,
Sakabeh reribed lan rubeda,
Sirna…bali menyang asalmu,
Mugi…Gusti Ingkang Maha…….
Tansah Hangijabahi…….
Bhinneka Tunggal-Sikep
BHINNEKA TUNGGAL IKA
BAKUH-KUKUH-UTUH…NKRI
NUSWANTARA KERTAGAMA RAHARJA INDAH
Samin adalah Sikap
Matur nuwun mas Sabda
Posted by sikapsamin on Agustus 4, 2009 at 9:00 pm
@Yth.Sedulur Sejatiku Tunggal-Sikep mas IMPOEN SAMUDRA melalui mas Sabdalangit, MOHON IJIN COPAS Koment panjenengan diblog saya/SikapSamin.
Matur nuwun.
==============
Kanthi renaning manah, sumonggo dipun sekecakaken kagem para kadhang sutresna wonten ing padepokan SIKAP SAMIN.
salam asah asih asuh
Posted by Impoen Samudra on Agustus 5, 2009 at 11:23 am
@Sikap Samin..
Sumangga Kadang Tunggal Sikep
Silahkan di COPAS ndak masalah Kok…
Mas Sabda Juga sudah mempersilahkan…
Salam
asah asih asuh
Rahayu
Posted by saputro on Agustus 6, 2009 at 9:41 pm
Salam
Ikut nyimak.. mas Sabda , menarik postingannya.
Rahayu
Posted by sigit purwanto on Agustus 7, 2009 at 9:49 pm
nyuwun duko sakderengipun bilih hatur kawulo lepat. ketidak tahuan akan ALLAH yang membuat manusia menjadi ganas sebab dalam kebutaan akan jalan-jalanNya manusia kehilangan citra dirinya (rencana ALLAH). sebenarnya rencana ALLAH buat manusia sangatlah indah oleh karena kesombongan manusia maka dibiarkalah manusia berjalan sendiri menurut kedegilan hatinya. marilah anda-anda yang sudah melek dan mengerti rencana ALLAH jangan jadikan agama sebagai kedok untuk mengobarkan dendam. mari kita jadikan Indonesia aman dan sejahtera. ALLAH mengasihi Indonesia.
Posted by KangBoed on Agustus 10, 2009 at 5:51 pm
Ketuhanan tanpa TUHAN dan kemanusiaan tanpa MANUSIA
http://kangboed.wordpress.com/2009/08/07/mengembalikan-jati-diri-bangsa/
Posted by kangBoed » Gempa Tasikmalaya Waspadalah !!! on September 4, 2009 at 12:41 am
[...] 7.3 yang cukup besar menggoyangkan sebagian besar pulau jawa.. ooo.. saya copas komentarnya kang mas Sabda Langit.. nyang guanteng baik hati tidak sombong dan rajin menabung.. sebagai renungan bagi kita [...]
Posted by iin vitaloka on November 22, 2009 at 2:25 pm
ADIGANG ADIGUNG ADIGUNA