KONTEMPLASI RAMADHAN

MENCOBA MELURUSKAN KONSEP BULAN SUCI

11oalviNvTulisan ini dalam rangka usaha saya untuk selalu menggurui dan menegur terhadap diri saya sendiri.  Semua ini saya lakukan, karena saya pribadi selalu saja merasa bodoh yang teramat sangat. Semakin banyak belajar malah semakin banyak yang tidak saya ketahui. Mohon kiranya masukan dan saran pemikiran dari anda para pembaca yang budiman untuk memberikan saran, tanggapan dan tentu saja kritikan yang membangun. Dan semoga bukan cacian yang datang.

Tidak lupa saya haturkan kepada seluruh saudara-saudaraku khususnya bagi yang muslim, saya mengucapkan selamat datang bulan suci  Ramadhan, dan selamat menunaikan segala aktifitas khusus bulan Ramadhan. Mohon maaf atas segala kekhilafan yang dapat saya sadari maupun yang tidak saya sadari selama ini.

EMPAT DIMENSI SUCI

Memasuki bulan suci Ramadhan, diawali dengan “siraman” mensucikan raga dengan air (sembah raga), sekaligus sebagai simbol pentingnya mensucikan pikiran dan hati (sembah kalbu), dan mensucikan batin  (sembah jiwa) dari segala hal yang dapat mengotorinya, yang membuat POLUSI dalam hati, pikiran, dan batin kita. Dengan target utama yakni hakekat hidup yang suci (sembah rahsa).

MASA TRAINING

Umat muslim memiliki jadwal untuk memusatkan pelatihan diri selama sebulan. Hanya satu bulan dalam setahun. Yakni pada bulan suci Ramadhan yang pada hakekatnya adalah saat di mana menjadi konsentrasi pelatihan diri selama bulan. Dengan KESADARAN bahwa bulan suci hanyalah sebagai pemusatan PELATIHAN DIRI DALAM BERIBADAH, justru akan bermanfaat besar menjadikan sikap kita semakin ELING dan WASPADA, bahwa beribadah yang sejatinya adalah dalam praktek kehidupan sehari-hari setelah bulan Ramadhan berlalu.

ASUMSI TERBALIK

Boleh saja berasumsi bahwa bulan suci merupakan puncak ibadah. Namun kenyataannya asumsi itu banyak membuat umat jadi TERLENA. Setelah bulan suci usai,  ibarat seorang napi yang baru saja lepas dari penjara. Berbaur dalam kehidupan masyarakat, menjalani “laku” perbuatan sehari-hari dengan cara menggasak sana-sini apapun yang ditemui dan diingininya. Hanya karena sikap mentang-mentang merasa sudah bukan bulan suci lagi, lantas dianggapnya tidak lagi menjadi sakral. Kembali mengumbar nafsu golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe.

BULAN SUCI YANG SESUNGGUHNYA

Bagi saya pribadi, bulan puasa tidak lain sebagai pemusatan pelatihan diri. Saya umpamakan sebagai gathotkaca yang ingin mbabar jati diri harus melewati “tapa brata” dengan tapa kungkum direndam di dalam panasnya kawah candradimuka terlebih dahulu. Sang Gathotkaca tidak pernah BERHARAP PAHALA manakala menjalani tapa kungkum (berendam diri dalam air) di dalam kawah candradimuka yang mendidih itu. Apa yang ia harapkan hanyalah mencapai kesadaran diri yang tinggi (highest consciousness). Kesadaran yang tinggi diperlukan sebagai BEKAL dalam menjalani perBERIBADATan yang sesungguhnya. Yakni menjalani kehidupan habluminannas setelah bulan suci usai. Mempraktekan hasil latihan dan gemblengan selama sebulan merupakan hal yang lebih utama. Tanpa adanya keberhasilan dalam mempraktekan hasil dalam kehidupan sehari-hari selama setahun, apa yang dicapai selama sebulan hanyalah sia-sia belaka.

POLA PIKIR YANG ANEH

Logika dan konsep berfikir sang Gathotkaca sangat ideal, manakala berfikir bahwa habluminannas atau beribadah kepada sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan Hyang Widhi beserta seluruh alam semesta ini merupakan JEMBATAN utama menuju habluminallah. Sang Gatotkaca tidak tekecoh oleh mind set sebaliknya, bahwa habluminallah sebagai sarana mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umat yang merasa sudah berhasil mengumpulkan pahala yang banyak sehingga membuat lupa diri, timbul sikap mentang-mentang gemar melecehkan dan menuduh orang lain sebagai kafir dan fasikun. Kesombongan itu hanya karena dirinya sudah merasa mendapatkan malam lailatul qadar sebanyak 7 kali (7000 bulan) yang kurang lebih diumpamakan sebagai sembahyang selama 560 tahun. Angka pahala itu tentu sudah lebih dari cukup, malah sisa banyak sekali jika dibanding umur manusia. Yah, sang Gathotkaca merasa logika demikian sebagai sebuah kejahiliahan tersembunyi dan sangat halus, sehingga membuat sang Gathotkaca sadar diri perlu merubah mind set yang aneh itu.

SIKAP “aneh” si TOGOG

Sang TOGOG menambah kritikan lagi, togog menganggap aneh kenapa jalma manusia sibuk menghitung-hitung pahala. Padahal apa yang dilakoninya hanyalah sebagai sarana latihan atau dalam rangka menjalani sekolah. Togog menyuruh mBilung mawas diri dan melakukan instropeksi mendalam.  Disuruhnya mBilung membayangkan, seandainya kita bersekolah, bukankah harus bayar ke pihak pengelola sekolahan ? Kenapa logikamu justru terbalik Lung ?, kamu malah minta dibayar atau diupah dari pihak sekolah. Wah, betul-betul aneh kamu ya…??! sergah Togog kepada mBilung. Togog masih menyumpah-serapahing kegoblokan Togog….,”Enggak tahu diuntung, nggak tahu diri kamu Lung ! Pantas saja kalau orang-orang seperti dirimu itu akan kaget manakala ajal telah menjemput ! Ternyata kesibukannya menghitung-hitung pahala sewaktu hidup tidak berguna sama sekali. Justru membuat dirimu terlena dan tidak eling, tidak waspada Lung. mBilung sejenak mengernyitkan dahi lalu berguman,”…Ya, ya, aku pikir yang aneh bukan alam pikirmu Gog..!, melainkan pikiran kebanyakan orang seperti aku selama ini. Hati-hati kamu lho Lung…!! sahut Petruk kanthong bolong yang tiba-tiba nongol ingin menantang mBilung berkelahi seperti adat kebiasaan mereka berdua jika bertemu. Kata Petruk dengan sok tahu, “katanya lebih banyak umat yang akan masuk neraka. Jangan-jangan gara-gara masalah logika pikir yang aneh seperti alam pikirannya si mBilung… Lantas yang bener mungkin memang alam pikirannya si Togog. Ya, paling tidak Togog bisa berperilaku dan ambil sikap lebih hati-hati, eling dan waspada dari pada sikap si mBilung yang sok PeDe, sok tahu juga, dan besar kepala merasa sudah tak nggendong kemana-mana pahala segede rumah.

PANDANGAN JAWANISME

Kegiatan di bulan suci ramadhan bukanlah klimaksnya rangkaian “peribadatan” selama 11 bulan sebelumnya. Sebaliknya, bulan Puasa merupakan PERSIAPAN diri menuju garis start (starting point). Preparing to the starting point. Going to the real game. Sebaliknya di mana sebagian orang  menganggap bulan ramadhan sebagai PEMUNCAK segala “peribadatan”. Mind set itu akan beresiko besar membuat diri menjadi lupa, bahwa perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Adalah sebuah teori Gossen di mana setelah klimaks pasti akan terjadi anti klimaks. Klimaks merupakan posisi di mana nilai kepuasan mencapai titik jenuh. Yang kemudian nilai kepuasan akan meluncur ke bawah bagaikan roller coaster sebagai gerak anti klimaks menuju kehambaran dan kehampaan lagi. Maka dalam konsep tradisi Jawa, justru klimaks dicapai pada saat bulan arwah, atau sasi Ruwah, satu bulan sebelum bulan puasa. Di mana dipuncaki dengan berbagai acara misalnya bersih bumi, ruwat bumi, meliputi bersih-bersih desa, sungai, hutan, sawah dsb. Ada dalam rangkaian tradisi nyadran, dengan acara menghaturkan sembah bekti dan mendoakan kepada para arwah leluhur masing-masing dengan harapan agar beliau-beliau mendapat tempat kemuliaan di alam keabadian.   Semua itu dilakukan sebagai langkah konkrit mensyukuri nikmat dan anugerah Tuhan yang Mahakuasa serta tanda terimakasih yang sebesarnya kepada generasi pendahulu yang telah berhasil menjaga kelestarian alam sehingga dapat mewariskan harta karun berupa desa, sungai, hutan, laut, alam semesta dalam keadaan yang baik dan tidak rusak. Setelah klimaks dipuncaki pada bulan Ruwah, bulan selanjutnya, umat mulai menata diri, mawas diri, melakukan evaluasi dan kontemplasi atas apa yang bisa dilakukan selama ini. Coba bandingkan dengan ulah manusia sok suci dan sok tahu di zaman sekarang ini ? adoh sungsate…!!

BULAN UNTUK BERPESTA PORA !

Siapa pun orangnya yang merasa sukses menjalani gemblengan selama bulan puasa, perasaan itu hanyalah sekedar penilaian subyektif terhadap diri sendiri. Bahkan saya menawarkan cara paling sederhana mengukur tingkat keberhasilan anda menjalani ibadah bulan suci ramadhan. Timbanglah berat badan anda pada saat memasuki bulan ramadhan. Setelah itu, timbanglah lagi pada saat sore hari setelah lebaran hari raya Iedul Fitri. Jika berat badan anda mengalami kenaikan, hendaknya tidak perlu GR bahwa diri telah siiip dan sukses menjalani gemblengan diri di bulan suci. Apakah mayoritas umat Islam di Indonesia sukses menjalani ibadah di bulan suci ? Saya sangat meragukan..!  Coba anda kontemplasi sejenak, bukankah harga sembako melambung tinggi setiap memasuki bulan suci Ramadhan dari tahun ke tahun, bahkan mengalami kenaikan harga hingga 50%. Hebat ! Artinya apa semua itu ? masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa, justru melakukan stokisasi, penumpukan cadangan sembako, bahkan sampai mengada-ada melebihi kebutuhan normal sehari-hari pada bulan-bulan biasa. Tiak hanya itu saja, pelaku puasa menuntut menu konsumsi makanan yang jauh lebih mewah dibanding hari-hari biasa. Sehingga permintaan kebutuhan sembako meningkat tajam, sementara jumlah barang tetap atau jika ada tambahan stok pun tidak signifikan dengan kenaikan permintaan barang-barang sembako, sehingga mengakibatkan lonjakan harga yang relatif besar.

Apakah dengan kondisi demikian, anda masih tidak merasa malu mengatakan,”….kita baru prihatin, kita sedang latihan mengendalikan nafsu, kita sedang menjalani ibadah suci !!. Apakah kesucian identik dengan pemborosan dan kemewahan yang berlebihan ? Marilah kita rubah MIND SET “hebat” tersebut dengan meningkatkan kesadaran jati diri, eling dan waspada.  Mungkin fenomena itu merupakan gambaran perilaku massal sok suci, sok soleh solikhah yang menjangkiti umat tanpa disadari. Adalah kenyataan, bahwa bulan ramadhan merupakan bulan berpesta, bahkan seolah bulan di mana umat mendapat legitimasi untuk berbuat secara berlebihan. My salam 4 all !

***

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Agustus 21, 2009, in Kontemplasi Ramadhan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 70 Komentar.

  1. malaem mas
    aku ijin link ya blognya..
    mohon permisinya..
    makasih mas

  2. Salam sejahtera,mas saya penggemar baru anda dan terima kasih atas semua tulisan mas wah ibarat kehausan sekarang dahagaku sedikit2 sudah hilang mas,saya minta alamat email mas sabda utk sharing tanya jawab yg lebih kusus! Terima kasih

    • @Batjoe Yth
      Silahkan Mas, dengan senang hati semua tulisan di sini bisa disharing utk siapapun yg memerlukan.

      @Sastro YTh
      Mudah-mudahan panjenengan menjadi orang yg terpilih dan pinilih. Bermanfaat untuk kehidupan bersama di jagad ini, baik kepada sesama manusia, kepada lingkungan alam, dan kepada seluruh makhluk Tuhan.

      salam sih katresnan utk semua

  3. Malam mas sabdo,saya kurang begitu jelas tentang olah semedi(olah nafas) mohon dijelaskan tentang hitungannya apakah ganjil atau genap mnrt detak jantung/dng bantuan detak jam.Saya pernah dengar salah satu kunci ilmu terletak pd prana.Sebelumnya terima kasih

    • Mas sastro Yth
      Hitungan sewaktu narik nafas bisa 5 sampai 7 tergantung kekuatan atau panjang nafas. Saat mengeluarkan nafas lewat mulut, jumlah hitungannya lebih sedikit. Rumusnya bisa 2 : 1. Misalnya 7 narik, 3 keluar. Selamat mencoba mas.

      salam sejati

  4. di sini banyak penulis2 handal ya..
    bisa belajar disini dunk..
    makaasih ya atas info nya..

  5. MEMANGNYA CAK SABDO POSO ROMADLON .KOK MBAHAS ROMADLON.JARENE KEJAWEN GAK GELEM UNSUR ASING.PALING2 NULIS TEORI THOK.GAK TAU KETEMU TUHAN NULIS TATA CARA KETEMU TUHAN.GAK TAHU POSO ROMADLON MBAAS KONTEMPELASINE.JAMAN WIS AKHIR .KAKEAN SING NGGEDABRUSS.

    • Mas Jok Yth
      Terimakasih anda selalu rajin mengkritik saya, dan hal ini tentu sangat bermanfaat utk saya pribadi utk selalu koreksi dan mawas diri menjadikan diri harus lebih eling dan waspada. Apapun caranya, gaya dan nada kalimat anda, tentu saja saya akan menjadikan pelajaran sangat berharga. Mencermati gaya bahasa panjenengan tentu saja panjenengan sdh khatam berbagai ilmu, dan jika tidak keberatan saya justru ingin sekali banyak belajar kepada anda. Mohon untuk share pengetahuan di sini agar bisa dinikmati seluruh pembaca yg budiman. Sekali lagi saya haturkan banyak terimakasih.

      salam sih katresnan

    • berarti….
      wong ora poso gak boleh “membaca” ramadhan….
      wong kejawen gak boleh pake jas, peci, makan KFC…..
      wong sing ora tau poso gak boleh kontemplasi….
      ya..ya..ya..

  6. Cerita sopir taksi Blue Bird di bulan Ramadhan :
    Ketika akan berangkat ke kerja , anak sang sopir minta ke bapaknya,
    ” Pak, nanti kalau pulang bawakan ayam goreng ya buat buka puasa ! ”
    Jawaban si sopir :
    ” Kalau kamu puasa dan berharap buka puasa makan ini, makan itu, lebih baik nggak usah puasa ! “

  7. Warna diubah yang lembut dong, sakit dimata.

  8. Salam ta’zim dan hormat untuk KI SABDO.

    Perkenankan saya unk mengenalkan diri kepada KI SABDO.
    Saya aji, di lahirkan dan dibesarkan ditengah keluarga yang religius, saya selama ini mencari seorang pembimbing / orangtua / guru untuk diri saya, apalagi dengan kondisi saya saat ini yang sudah ditinggalkan kedua orang tua..rasanya bingung kemana saya harus bertanya..ada saudara laki laki ( kakak ) namun beliau tidak dapat saya jadikan tempat bertanya, apa yang saya pelajari dari sejak kecil mengenai agama di pondok pesantren nampaknya hanya sebatas kulit luar itu saya rasakan setelah saya membaca tulisan tulisan KI SABDO.dapatkah saya yang masih bodoh ini belajar atau dengan kata lain ingin menjadi Murid/ anak KI SABDO ?
    Trima kasih
    Wassalam ‘alaikum..
    Aji.
    ================
    Mas Aji Yth
    Dengan senang hati, saya anggap panjenengan sebagai saudara/anak sy sendiri. Jangan merasa sendiri, saya akan membantu panjenengan sebisa saya lakukan.
    salam sih katresnan

  9. ki sy nimbrung
    namanya sj sdh bln suci bln romadon meskipun tdk bln romadon seharusnya kita harus berbuat yg bagus menurut orang jawa mask mau melakukan ibadah menunggu bulan romadon kapan kita meningkat lagi keilmuan kita .sariat ,hakikat ,torikat,makrifat ,dll seterusnya .sy mohon monggo ilingo karo singduwe urip setiap kita bernafas setiap hari .jgn menunggu bln romadon kita beribadah berarti yg sebelas bulan gimana dong .inti puasa itu kita di suruh merasakan kalau lapar seperti ini ya kalau ada orang yg kelaparan ya hrs kita kasih makan mohon maaf kalau kata kata sy kurang berkenan di para sesepuh
    ==============
    MAs Abas Yth
    Seandainya seluruh umat muslim memiliki pola pikir seperti panjenengan, tentu akan menggapai kualitas kamil yg sejati.
    salam sejati

  10. sallam hormat buat sehu sabda.

    Saya setuju apa yang sehu sabda sampaikan diatas, memang kebanyakan orang salah kaprah, salah mengerti.tapi ada yang ingin saya tanyakan ki apa yang di maksud malam lailatul qodar itu ? dan orang yang bagaimana yang bisa dapatkan malam itu ?? mohon penjelasan mudah2an kisabda berkenan untuk menjawab untuk pencerahan saya. trima kasih sehu .

  11. sallam hormat buat sehu sabda.

    Saya setuju apa yang sehu sabda sampaikan diatas, memang kebanyakan orang salah kaprah, salah mengerti.tapi ada yang ingin saya tanyakan ki apa yang di maksud malam lailatul qodar itu ? dan orang yang bagaimana yang bisa dapatkan malam itu ?? mohon penjelasan mudah2an kisabda berkenan untuk menjawab untuk pencerahan saya. trima kasih .

  12. Saat memasuki bulan puasa kemarin..saya diperlihatkan kawah yang bersinar putih cemerlang… disampingnya berdiri seorang manusia…trus terdengar suara: dia Gatotkaca..

    Saat ini, saya baru menyadari kalau bulan puasa Ramadhan (buat orang Islam) adalah sama hakikatnya dengan ‘Kawah Candra Dimuka’ bagi orang Jawa..

    Inilah suatu gambaran dimana agama dan budaya berjalan harmonis..

    Salam Rahayu

  13. Sabda! kamu sendiri SOK tau SOK pinter !, merasa diri kamu sudah suci dah interospeksi diri belom kamu?? Dari tulisan Kamu itu sepertinya kejawen kamu, yg paling bener yha..??!paling suci??! tapi kamu sendiri menghujat umat muslim lewat tulisan kamu. Coba baca nama kamu sendiri : SABDA LANGIT, waaahh…. Dari namanya aja jelas orang paling mulia kamu ya?? trus merasa boleh memperOlok umat muslim..?! Sabda bisa kasih nasehat tapi gk di lakoni dewe, aku hyo wong kejawen Sabda, Sabda koyo TOGOG..

    • mbok uwis rasah nguman nguman wong liyo, nek ra mathuk yo rasah mampir. ben kowe marem tak wenehi jeneng : ivan sabda sapto pertolo. marem ora ?

    • Muslim layak dihina, diolok-olok, agama palsu, rekayasa vatikan, dasar kalian dungu semua, mau ditipu sama si mamad pedofil, perampok, pembunuh. Sampeyan gak percaya???? Buka : http://www.indonesian.alisina.org. Siap-siap ditelanjangi kamu, hahahahahahahaha, baca semua artikelnya, kamu bakal stress akut, hahahahahahahaha, waktu islam tinggal sedikit lagi, di afrika, pakistan, iran sudah banyak yg murtad gara-gara si Alisina, skrg giliran indonesia utk murtas massal, hahahahahahaha

      • kasian kok stress sendiri mikirin agama orang lain…?
        iklan basiiiii kena tipu oleh si dajal alisina
        jangan-jangan kamu anak ibumu korban pedofil bapak mu ….hi hi

  14. Dengan berkontemplasi, semar dipelupuk mata akan tampak
    dan Mbilung dibelakangnya, jadi tak tampak.
    Masih lihat Mbilung? berarti belum lihat Semar
    Ayo berkontemplasi

  15. Puasa berasal dari bhs sansekerta, ,upavasa, yg bermakna menjalin hubungan yang amat intim dg Gusti Pangeran, sangking intimnya shg lupa dengan kebutuhan dasar kita yaitu makan. Puasa yg terjadi sekarang hanya kulitnya saja, hanyalah pemindahan pola makan dari 1 ekstrim ke ekstrim lainnya. Bagi saya puasa bukanlah ajang latihan, tapi sebuah suasana, sama spt meditasi, bukanlah sebuah proses duduk sila, konsentrasi, dll, tapi suasana bathin kita. Artinya walaupun sedang kerja keras tapi otak kita di level meditatif, ya bisa dikatakan bermeditasi. Mohon maaf bila ada yg salah, matur nuwun. Nusantara ayu, tenang, rahayu.

  16. Sekarang ini Banyak MONYET NGAJARIN IKAN BERENANG ya?????……..hhmmmm

  17. Bhikkhu Dhammaraja

    “Lihat aku, punya anak dan istri. aku bahagia karenanya.” – dhaniya.
    “Lihat aku, tak punya anak dan istri. aku tak sedih karenanya.” – Buddha.
    (Dhaniya sutta)

    “Kehidupan perumahtangga bagaimanapun hebatnya tak akan bisa mengejar superiornya kehidupan seorang bhikkhu.” – Buddha.
    (Muni sutta)

    Saya rasa para pembaca sudah jelas dengan keputusan saya sekarang di kehidupan ini.

  18. Bhikkhu Dhammaraja

    Pada akhirnya semua wanita saya dulu paham dan ikut. ia membuat blog mngkritik juga tapi saya tidak menunjukkannya lagi, karena nanti berkembang pikiran-pikiran tidak baik terhadap saya seperti “bhikkhu ini teringat” dll. umat muslim itu jika sedang gak islam tahu apa yang benar, tapi jika sedang islam suka membuat pikiran-pikiran negatif untuk menjaga kedudukan nabi dan ajaran mereka. sehingga tingkahlaku mereka itu mendorong saya untuk jadi nabi agar oranglain gak terkontaminasi mereka.

    ada wanita lain sms saya, ia menulis, “bagaimana cara menjadi paranormal.”
    saya lalu menjelaskan itu semua butuh proses. dsb masih banyak cerita lain, tapi saya cuma memaparkan yang sekiranya membawa pelajaran. bukan untuk menimbulkan sensasi-sensasi tertentu.
    Sampai jumpa dilain waktu.

  19. Bhikkhu Dhammaraja

    Semakin dekat Allah lama-lama semakin kabur tuh keluarga, hambar.

  20. Bhikkhu Dhammaraja

    Meskipun saya orang dari bumi mekkah tapi bukan berarti saya tidak dekat dengan orang jawa (secara saya pernah hidup sebagai Ken Arok).
    Saya justru kurang cocok dengan orang dari daerah saya sendiri, suatu kali pernah ada orang senggol-senggol saya. Sebenarnya biasa sesama teman senggol-menyenggol tapi saya kan sering hidup sebagai raja jadi saya tak bisa menerima hal itu. Saya putar tangannya dan hampir saya terapkan jurus Jatuh Bersujud Pada Sang Buddha, tapi melihat dia ketakutan saya menghentikan serangan.

    Sejak itu ia berkata pada teman-teman yang lain, “tuan kita yang satu ini gak bisa main-main rupanya.”

  21. Bhikkhu Dhammaraja

    Meskipun Anda mengajak pengunjung untuk berinteraksi dengan memperbaki kelakuan Anda (Anda pasti sering nonton dedy corbuzier) tapi ada satu hal yang tidak perlu diperbaiki dari diri Anda saya lihat, yaitu Anda tidak memaksa orang untuk kembali ke agamanya yang lama setelah ia mendapatkan pencerahan di agamanya yang baru. Anda tidak berkata, “baru segitu, dengan Allah semua dapat.”
    Itulah yang saya kagumi dari Anda, tentunya kekaguman saya akan lenyap jika sewaktu-waktu saya di ban.

    Ibarat orang sudah enak mendapat jus mangga karena salahpilih buah, tidak perlu dibelikan lagi tmun agar tetap bisa merasa jus timun. Mendengar ini Dewi Durga tertawa melihat saya, tapi setelah saya perhatikan itu bukan tertawa tapi seperempat semangka sedang dipasang dimulutnya (ternyata ada juga orang hendak menyaingi Sin Chan).

    Bicara soal buah, ditempat saya banyak sekali buah, tidak seperti dijawa yang kurang sekali buahnya, baik dalam arti sebenarnya maupun tidak. kutilang dara, itu yang lebih sering pria jawa pelihara untuk mengkompensasi keadaan dirinya.

    Sawo, dimana-mana penuh sawo, dan semuanya itu sudah masak. gak seperti di jawa. Rambutan, durian. Kalau sudah beli durian saya makan banyak-banyak, sampai Dewi durga berkata pada saya, “nanti panas”. Jawab saya, “saya pernah hidup sebagai Horus, panas apa.” Tapi sekarang saya sudah berpuluh tahun tak merasakan durian lagi karena sudah bersumpah tidak makan durian dan minum sirup lagi untuk mengurangi ketamakan.

  22. Bhikkhu Dhammaraja

    Semakin banyak alasan untuk kembali meminta maaf pada Vishnu atas ucapan saya dulu bahwa perang dewa vs asura dimenangkan dewa karena saya. dan kembali menjadi avatar vishnu melalui kembaran saya di india yaitu sultan herucakra atau rudra chakrin. terimakasih sabdolangit.

  23. Bhikkhu Dhammaraja

    Anand khrisna pun baru pluralist, celakanya dia anggap dirinya seorang spiritualist.

  24. Bhikkhu Dhammaraja

    Ciri-ciri seorang spiritualist adalah jika melihat saya bicara ia akan berpikir, “gak, dia cuma mau ngomong ini.. gak, dia cuma mau maksudkan ini…” karena keahlian seorang spiritualist membaca esensi dari sesuatu (ah, anggap saja esensi itu ada, padahal cuma yang halus yang ada).

    Ciri-ciri seorang pluralist adalah jika melihat saya bicara ia akan berpikir, “sudah, sudah cukup. jangan terlalu detail.” ciri lain adalah jika saya hendak menindak kejahatan ia akan berpikir, “sudah, sudah.”

    Jadi melihat gelagatnya, anda lebih tepat disebut pluralist daripada spiritualist. begitulah.

  25. Ki Agung Gledek Sayuto

    Selamat malam, saudara sabda langit yang saya amati.

    Saya hendak memberikan kritik kepada anda. Dengan membiasakan mengucap kata-kata baik dan menghapus kata-kata buruk dalam pikiran anda tidaklah akan menjadikan anda bersih, dan tidaklah menjadikan alam menjadi bagus.
    Justru yang anda buang itu tetap berada di dalam, ia tidak keluar. Sehingga anda sangat kotor di dalamnya, meskipun diluar tampak bagus. tapi teman-teman anda memang tahu akan hal ini dan membiarkannya karena dalam islam tujuan hidup itu bukan membersihkan diri tapi semata tunduk dan patuh pada allah.

    Kritik itu bukan bertujuan untuk melihat besoknya anda berprilaku yang baik, tapi cuma sekedar menelanjangi saja. agar anda tahu bahwa gak semua orang tidak bisa menuliskan kesalahan anda. cuma itu saja tujuan komentar ini.

    untuk apa saya urus anda. diluar sana rakyat indonesia perlu saya urus.

    • Ki Agung Gledek Sayuto

      Kodrat manusia itu tidaklah cuma mampu mengucap kata-kata baik, atau berpikir baik. kodrat manusia adalah mampu keduanya, dan diharapkan ia menemukan ….. dari itu.

      • Ki Agung Gledek Sayuto

        Kalau dalam agama yang saya anut yaitu buddhism, Buddha tidak mengajar orang untuk mengeluarkan pikiran-pikiran yang baik saja, atau mengeluarkan kata-kata yang baik saja, atau mengeluarkan tindakan-tindakan yang baik saja.
        Bukan itu makna dibalik ajaran Buddha “berpikirlah baik, berkatalah baik, dan berbuatlah baik.” Ada caranya, tapi saya tidak mau kasih tahu untuk saat ini.

  26. Sugeng Dalu
    Dalem tiang Jawi
    Eyang Dalem ngajari:
    Sae marang sedaya
    Sae ing manah, ing lesan, pikir, tumindak

    Sumeh sumringah
    Ramah suka menolong siapapun, apapun
    Menjaga jiwa dgn banyak ngeningkan cipta
    Menjaga raga tidak dahar hewan ikan bernyawa yg bergerak

    Berpositif thinking pada semua
    Semua berkarya sesuai kapasitas masing masing
    Semua punya kelemahan dan kelbihan masing masing
    Bilan ada sekawan kita kang ” luput ” yo dielingno
    Sing nglakoni ” luput yo ndang ndandani awak lan laku ”

    Blog ini pun sudah berjasa memunculkan cinta ing ajaran negeri sendiri
    Mangga di senkuyung sareng2
    Kito ngendikan ilmu, kawruh, diskusi tinemu panggraito masing2 pribadi kito
    Laku lampah biarlah berjalan
    Memang yg elok, laku lampah kita koto kedah sembada, matching dgn kawruh kita

    Semua kita introspeksi
    Kita berbenah diri bersama
    Guyub rukun menjaga nageri
    Itulah puncak semua ilmi agama, djawi, atau tuntunan yg mancawarna
    Berbeda beda tapi tetap satu bangsa Indonesia
    Hanya satu action kita jaga negeri ibu pertiwi tercinta ini

    Sugeng Dalu, sugeng bingahing ati, semoga kita bahagia,
    rakyat, negara Indonesia Sejahtera

  27. pada ngaco semua ini hadehhhh
    amaluna amalukum
    amalan saya buat saya amalan anda buat anda ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 937 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: