MENGUNGKAP MISTERI 2012

October 29, 2009 at 2:54 pm (MISTERI 2012 (Seri 1)) (, , )

MISTERI 2012
(Seri 1)

Bencana GalaktikaPara pembaca yang budiman, tulisan ini sengaja saya sampaikan secara serial, karena mengingat panjangnya pembahasan dan seiring dengan proses vision yang masih berlangsung secara terus menerus akan sesuatu hal yang bersifat futuristic. Tujuan utamanya, agar kita sama-sama saling mengingatkan, untuk selalu eling dan waspada, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang lolos seleksi alam. Menghadapi zaman dahuru, akeh hera-heru, jalma manungsa kadya gabah den interi manggih kingkin, wolak-waliking jaman, emas katon saloka, saloka katon emas. Ana setan riwa-riwa memindha manungsa anggawa agama. Yoiku kahananing jaman wis ngakir, sileme prahu gabus, wis ginaris ing Hyang Widhi, sing sapa tansah eling lan waspada, kang setya budya bakal manggih wilujeng. Ing kono dadi jamane budha (gamabudhi) kang pungkasan. Read the rest of this entry »

Permalink 28 Comments

Sumpah Budaya

October 27, 2009 at 9:06 pm (Sumpah Budaya) (, , , , )

SUMPAH BUDAYA
Selasa Pon 27 Oktober 2009

Bendera Sang SakaGlobalisasi di ranah ide, gagasan, ilmu pengetahuan yang diiringi dengan teknologi berkembang amat pesat. Lebih cepat dari kemampuan manusia untuk merenungkan apa hakikat semuanya untuk kemanfaatan hidup. Orang tidak lagi disibukkan dengan pertanyaan untuk apa kita memiliki ilmu, pengetahuan dan teknologi. Namun lebih menekankan pada fungsi-fungsi kemanfaatan/pragmatisnya semata. Semua pada akhirnya mengikuti arus globalisasi secara latah dan masa bodoh dengan hakikat progress/kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahwa hakikat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk penyempurnaan proses hidup manusia menuju kesatuan dan keserasian lahir batin, jiwa dan raga.

Budaya Populer adalah budaya yang berada di pusaran arus global. Sayangnya, perkembangan budaya global justeru mematikan budaya-budaya nasional dan budaya lokal yang ada. Budaya lokal secara substansial tidak mengalami kemajuan yang berarti kecuali hanya untuk sarana komoditas ekonomi dan turisme saja. Budaya yang merupakan hasil manusia untuk mengolah daya cipta, rasa dan karsa berdasarkan atas kehendak dan keinginan masing-masing individu dalam sebuah wilayah tidak mampu lagi dianggap sebagai sebuah kearifan.

Individu yang berada di ruang-ruang budaya pun menjadi tumpul oleh arus pragmatis budaya global yang mungkin dipandang lebih menarik, mudah, cepat dan efisien. Para pengambil kebijakan tidak lagi memiliki semangat yang menyala untuk nguri-uri kebudayaan lokalnya. Apalagi bila semua pihak tidak mendukung lahirnya kreativitas-kreativitas baru berkebudayaan dan berkesenian.

Ini adalah situasi di mana kita mengalami sebuah Degradasi Budaya bahkan kehancuran sistematis budaya lokal. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat berbudaya dalam rangka kebersatuan berbagai budaya lokal untuk maju dalam frame bangsa dan negara pun hanya sebagai slogan yang kini semakin dilupakan.

Tumbuh berkembang serta kemajuan sebuah budaya ditentukan pada bagaimana kita semua merespon dan menjawab tantangan-tantangan budaya global. Respon dan jawabannya adalah agar kita kembali kreatif, inovatif dan menciptakan wilayah-wilayah perjuangan budaya yang mampu menjadi alternatif budaya global yang terbukti tidak memiliki “ruh” kemanusiaan yang utuh.

Justeru pada budaya lokal, kita menemukan kembali “ruh” kemanusiaan itu. Ruh yang akan menyinari individu agar bisa bergerak secara harmonis antara individu dengan individu yang lain, antara individu dengan alam semesta, bahkan antara individu dengan dirinya sendiri sehingga nantinya individu tersebut akan menemukan diri sejati yang merupakan wakil Tuhan di alam semesta.

Siapa yang harus memulai untuk melakukan penyadaran adanya degradasi budaya ini? Sebuah fakta sejarah terjadi pada 28 Oktober 1928 saat para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Intisari dan hakikat dari Sumpah Pemuda adalah kesadaran bahwa semua elemen bangsa harusnya memiliki kehendak, keinginan, cita-cita yang sama untuk mewujudkan sebuah kesatuan wahana dan ruang kreativitas dan kebebasan ekspresi yang berbeda-beda.

Jembatan untuk memasuki wahana persatuan dan kesatuan tersebut adalah tanah air, bangsa dan bahasa. Setiap babakan sejarah, pemuda selalu menjadi motor penggerak perubahan zaman. Sejarah telah menegaskan tentang kepeloporan pemuda di era kolonial hingga era perjuangan kemerdekaan bahkan di era reformasi. Perjuangan pemuda selalu dihadapkan pada tantangan hambatan dan kesulitan, bahkan darah dan airmata menjadi taruhan.

Di era masa lalu, gerakan kepemudaan lebih berorientasi pada bidang politik. Kini tantangan kaum muda masa kini justeru lebih banyak berupa rongrongan budaya global yang sangat berpengaruh pada pola pikir dan gaya hidup mereka sehingga harusnya gerakan kepemudaan kini lebih diorientasikan pada bidang budaya local (local wisdom).

Pemuda harus memiliki semangat untuk bersatu, lepas dari penindasan dan penguasaan budaya global. Kita berharap agar bangsa Indonesia bisa menghidupkan kembali budaya-budaya lokal yang ada sehingga nanti terwujud bangsa yang maju berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.  Kita buka mata  dan hati kita, lihatlah bangsa India, Cina, Jepang, Thailand, dan Korea telah membuktikan sendiri. Bangsa yang meninggalkan pola hidup taklid hanya ikut-ikutan, ela-elu. Kini telah tumbuh menjadi macan Asia, dihormati dan segani masyarakat dunia, bangkit meraih kejayaan dengan berlandaskan loyalitasnya terhadap nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang terdapat dalam tradisi dan budayanya.  Bangsa yang tahu karakter diri sejatinya, sangat tahu tindakan apa yang harus dilakukannya. Sementara itu, bangsa kita lebih kaya akan ragam budaya dan kearifan local. Didukung sumber daya alam, kita akan mampu menjadi bangsa yang lebih jayaraya dari bangsa-bangsa tersebut.

Sumpah Pemuda merupakan momentum yang berhasil menyatukan pemuda se-Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan, perasaan senasib, sepenanggungan yang diderita oleh pemuda khususnya, telah memberikan kesadaran kritis terhadap situasi yang dihadapinya yaitu adanya sebagai tantangan bersama telah membangkitkan kesadaran kolektif pemuda untuk melawan penindasan budaya global. Diperlukan gerakan massif untuk menghidupkan kembali budaya-budaya lokal (baca; kearifan lokal) di tanah air secara terus menerus sebagai bentuk nyata dari perjuangan kaum muda.

Perjuangan kaum muda di bidang budaya diharapkan akan membawa perubahan sosial yang mendalam bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Dari pendidikan ini muncullah pejuang-pejuang muda yang kaya akan ide dan konsep untuk melawan budaya global.

Untuk mewujudkan ide tersebut maka dengan ini kami menyerukan kapada SEMUA PEMUDA DI TANAH AIR untuk bersatu dalam gerakan SUMPAH BUDAYA 2009:

  1. MENGHIDUPKAN KEMBALI BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA
  2. MENJADIKAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PIJAKAN IDE-IDE KREATIF PEMBANGUNAN
  3. MENGEMBANGKAN KEARIFAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI NILAI-NILAI PEMBANGUNAN NASIONAL
  4. MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MORAL, MENTAL DAN AJARAN HIDUP BERMASYARAKAT YANG ADA DI BUDAYA DAERAH DALAM RANGKA MENDUKUNG PERKEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA.
  5. MENGURANGI PENGARUH NEGATIF BUDAYA GLOBAL DENGAN MENGEMBANGKAN BUDAYA NUSANTARA

MOTTO :

THINK LOCALLY ACT GLOBALLY !!

SUMPAH BUDAYA

BERBUDAYA SATU, BUDAYA NUSANTARA

BERJATI DIRI SATU, JATI DIRI BANGSA INDONESIA

KASIH SAYANG SATU, KASIH SAYANG LINTAS AGAMA

Indonesia, 28 Oktober 2009

Tertanda:

  1. KI WONGALUS
  2. KI ALANG ALANG KUMITIR
  3. KI SABDALANGIT
  4. KI AGUNG HUPUDHIO
  5. …… SILAHKAN MENGISI SENDIRI REKAN-REKAN BLOGGER YANG INGIN MENERUSKAN PERJUANGAN BUDAYA INI.

Permalink 12 Comments

TENAGA DALAM

October 23, 2009 at 12:30 am (TENAGA DALAM) (, , , , , , )

TENAGA DALAM

Plasma EnergySetiap orang secara otomatis memiliki tenaga dalam sebagai bawaan lahir. Tenaga dalam  sebagai energi cadangan, tetapi kenyataannya cadangan energi ini jauh lebih banyak daripada energi yang kita gunakan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari. Secara fisiologis tenaga dalam berasal dari unsur kimia tubuh yaitu ATP yang dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Energi yang dihasilkannya sangat melimpah ruah, bahkan menjadi kekuatan yang luar biasa apabila manusia sedang dalam keadaan tertentu misalnya mengalami kepanikan, terancam bahaya, trance, bahkan keadaan hipnosis.  ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan, misal setelah lelah bekerja, olah raga, pikiran tegang dengan  beristirahat sejenak maka tenaga akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam kehidupan sehari-hari hanya dimanfaatkan kurang lebih 2 – 5 % saja dan sudah mampu menghasilkan suhu tubuh, metabolisme tubuh, mengaktifkan zat-zat kimia dalam tubuh, menjalankan fungsi alat-alat  pencernaan, aktivitas seluruh saraf, serta organ tubuh lainnya. Sementara itu tenaga yang 95 – 97,5% masih tersimpan sebagai energi cadangan berlimpah, selanjutnya disebut sebagai tenaga dalam.

PEMBANGKIT TENAGA DALAM

Dengan upaya-upaya latihan olah pernafasan (khusus) secara giat dan tekun, kita akan pandai mengelola tenaga dalam seperti : membangkitkan, mengendalikan, dan memanfaatkan tenaga cadangan tersebut untuk berbagai macam keperluan. Read the rest of this entry »

Permalink 35 Comments

NEGARAWAN SEJATI

October 19, 2009 at 12:44 pm (NEGARAWAN SEJATI) (, , , , , , , , , )

“Manusia Yang Merdeka dari Hegemoni Lymbic Section”

Otak Kanan & Otak Kiri Yang Belum Merdeka

otak simpanseBanyak sekali buku-buku yang ditulis. Bahkan berbagai pelatihan dengan beaya mahal dan sangat ekslusif. Dipresentasikan dengan alat-alat canggih dan mengagumkan. Dengan tujuan mengasah Otak Bagian Kanan yang mengolah impuls kelembutan, keindahan, spirit, bahkan disebut sebagai bagian otak di mana terdapat titik God Spot. Seolah-olah dengan cara itu kita dapat mengembangkan peran Otak Bagian Kiri dan dapat keluar dari berbagai persoalan. Kenyataannya tidaklah semudah dan sesederhana itu, Otak Bagian Kanan (OBKa) dan Otak Bagian Kiri (OBKi) sama saja. OBKa bekerja untuk mengolah dan memikirkan data-data non eksakta : metafisis, budaya, moralitas, seni, ide, gagasan, dan kesadaran spiritual. OBKi bekerja untuk hal-hal yang bersifat eksakta. Namun berdasarkan berbagai penelitian di Eropa dan Amerika, pengembangan OBKa dan OBKi sama saja apabila masih terkendali oleh Lymbic. Lymbic merupakan insting dasar hewani. Lymbic dipelajari pada ilmu neurosains kognitif. Lymbic memiliki beberapa sistem fisiologinya. Meliputi amigdala, Sirkuit Papez, dan termasuk pula Accelerated Learning.   Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, ‘amandel’) adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Sirkuit Papez adalah suatu jalur utama pada sistem limbik di otak besar dan berperan pada korteks otak besar untuk mengontrol emosi. Sirkuit ini pertama kali dipaparkan oleh James Papez pada 1937.  Sementara itu Accelerated Learning atau efektifitas belajar dan mengolah impuls dari luar diri, dan setiap informasi yang masuk ke otak kanan dan kiri terlebih dulu melalui sistem lymbic.

Oleh sebab itu, perkembangan Otak Kanan tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan benda-benda kebutuhan insting dasar atau hewani, hanya saja dikemas secara lebih indah dan mewah (hedonisme) saja. Perkembangan otak kiri tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan pola hidup yang sangat material dan cenderung destruktif. Itulah keadaan hidup manusia yang masih sangat primitif namun terkesan sebagai manusia kesadaran spiritual tinggi, menjadi soleh dan suci.

Manunggaling “Manusia-Hewan”

Bila  kita hidup semata-mata untuk memenuhi kebutuhan insting dasar saja, sesungguhnya kita masih menjadi binatang yang berevolusi kesadaran yang sangat lambat alias masih menjadi binatang yang berkedok jasad manusia.  Perbedaannya terletak di mana binatang tidak bisa berpura-pura dan mengelabuhi dirinya sendiri (munafik),  sebaliknya manusia dengan perangkat mind (otak sadar/pikiran/akal) mampu berpura-pura seolah bukanlah binatang. Kepura-puraan (sikap munafik) ini berkat pendayagunaan OBKa yang diperhalus OBKi, sehingga manusia lebih mampu memoles insting-insting hewani menjadi lebih halus dan samar. Kita lebih pandai mengelabuhi orang lain seolah telah menjadi insan kamil, manusia sejati, dengan kesadaran spiritual ultra tinggi (highest consciousness). Maka banyak kita membaca berita di koran-koran seorang rohaniawan, pemimpin, politisi, penegak hukum, intelektual melakukan pelecehan seksual, korupsi, penggelapan, tindak kriminal lainnya dsb. Inilah wajah manusia  apabila OBKa dan OBKi masih dikuasai oleh sang lymbic.  Perkembangan diri manusia masih belum holistik, belum menyeluruh. Hewan di dalam diri hanya menjadi sedikit lebih jinak, tetapi belum menjelma menjadi manusia. Hanya segelintir saja di antara kita yang masih peduli memanusiakan diri sendiri. Read the rest of this entry »

Permalink 16 Comments

Laporan Sarasehan Sidoarjo

October 19, 2009 at 1:46 am (Laporan Sarasehan Sidoarjo)

PARA PEMBACA, PENGUNJUNG, YANG MAMPIR, SEMUA SEDULUR DI SINI YANG BUDIMAN. UNTUK MELIHAT SELINTAS “PANDANGAN MATA” DARI SARASEHAN PARA SEDULUR NKRI DI SIDOARJO SILAHKAN MEMBUKA TAUTAN DI KAMPUS KI WONGALUS BERIKUT :

SILAHKAN KLIK DI SINI

Permalink 6 Comments

ALAM SADAR & BAWAH SADAR

October 18, 2009 at 10:37 am (ALAM SADAR & BAWAH SADAR) (, , , )

MENGGALI POTENSI DIRI SEJATI

Otak Jalmo MenungsoTelah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya  otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.

JEMPUTLAH ANUGERAH TUHAN DENGAN POTENSI DIRI

Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar, teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar,  meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut  seolah-olah bagaikan dalam  genggaman tangan. Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam bidang ilmu biologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia mampu  menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa. Semua itu merupakan buah karya potensi diri manusia. Dahulu, sesuatu yang tampaknya sebagai kodrat yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya yang menakjubkan. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak, menganti jantung manusia dengan binatang, bahkan dengan alat pemacu jantung seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun.

Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya. Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan eksistensi makhluk gaib yang kasat mata.

Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat, apabila mental spiritual, mental pikiran masih terbelenggu oleh sistem nilai di alam bawah sadar. Agama  pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia.  Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan potensi berfikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai rabbul alamin, berkah bagi alam semesta dan seluruh isinya. Peran semua agama bukan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi. Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu ya rabbul alamin maka dinamit bukan untuk membunuh manusia, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.

Dapat dibayangkan apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu  saja. Maka tugas kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna yaa rabbul alamin, dengan memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran.

Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan, percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan pintu-pintu anugrah yang disiapkan Tuhan. Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah “di suatu tempat”  dan tugas kita adalah menjemputnya.

Untuk mengembangkan potensi dalam diri, terdapat 3 unsur utama di dalam kepribadian manusia yang harus dipahami. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan  menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang : Read the rest of this entry »

Permalink 25 Comments

WORO-WORO

October 5, 2009 at 6:52 pm (WORO-WORO)

PEMBERITAHUAN

SARESEHAN MENGGALI KEARIFAN BUDAYA SPIRITUAL NUSANTARA

KAMPUS WONGALUS bekerjasama dengan SABDALANGIT : THE OASIS OF SPIRITUAL & MOTIVATION mengadakan acara SARESEHAN INFORMAL ; MENGGALI KEARIFAN BUDAYA SPIRITUAL NUSANTARA.

Saresehan informal dilaksanakan pada hari KAMIS, 15 OKTOBER PUKUL 19.00 WIB (malam). Tempat: Balai Diklat Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur, Jalan Majapahit 5 Sidoarjo, Jawa Timur.

Saresehan informal ini berbentuk lesehan informal, gratis (matur nuwun sekali bila ada yang mau nambah iuran buat sekedar bikin kopi dan teh) dan terbuka untuk para sedulur yang berkenan hadir. (Karena gratis maka peserta dimohon membawa camilan dan aqua sendiri-sendiri). Kami juga tidak menyediakan tempat penginapan karena memang tidak ada tempatnya.

TEMA SARESEHAN :

REFLEKSI BENCANA ALAM SEBAGAI PERINGATAN MANUSIA AGAR KEMBALI KE JATI DIRI YANG MENGHARGAI KEARIFAN BUDAYA NUSANTARA

Nara sumber: KI SABDA LANGIT.

Akan hadir : Ki Camat, Mas Kumitir & Ki Wong Alus

Demikian pemberitahuan ini dibuat untuk semua warga bangsa yang berminat

Bagi yang ingin hadir silahkan konfirmasi kehadiran di http://www.wongalus.wordpress.com

http://www.sabdalangit.com/

Permalink 24 Comments

MERUBAH MUSIBAH MENJADI ANUGERAH

October 1, 2009 at 5:37 pm (MERUBAH MUSIBAH MENJADI ANUGERAH) (, , , )

Duh Gusti ingkang akaryo jagad…
Kiranya Engkau masih berkenan mengampuni segala khilaf dosa-dosaku, keluargaku,
orang-orang terdekatku, sahabat-sahabatku,
salah dan dosa generasi penerus bangsa Indonesia ini
Yang telah khilaf, telah durhaka kepada ibuku-bapakku,
Kepada Ibu pertiwi yang disia-siakan
Ibu pertiwi yang selalu meratap menangis
Kepada bapak perintis bangsa, para leluhur dan nenek moyang yang telah jerih payah membangun dan melestarikan alam sekitar agar dapat kita semua nikmati saat ini.
Kepada para leluhur pejuang dan pahlawan kemerdekaan
Yang telah mengorbankan nyawa, harta dan martabatnya demi kemuliaan kita semua ini
Ampunilah segala salah dan dosa para pengelola bangsa, pemimpin, politisi,
wakil rakyat, ulama, umaro di manapun berada.
Jadikan diri ini sebagai magnet kebaikan,
agar supaya mampu menebarkan dan menarik segala yang baik-baik.
Duh Gusti Ingang Mohowelas
Jaga kami semua dari segala kefakiran;
fakir hati, fakir ilmu, fakir rejeki, fakir akal-budi, fakir kesehatan.

Tuhan Yang Maha Kasih, aku tahu Tuhan tidak pilih kasih. Bencana ini bukanlah berhubungan dengan agama, budaya, etnis, suku bangsa, ras, bahasa, ajarannya. Namun berhubungan dengan PERBUATAN manusia. Tuhan Yang Mahakuasa, di balik musibah dan bencana ini limpahkan anugerah agung kepada orang-orang yang terkena musibah dan bencana alam, kepada bangsa dan negeri ini yang telah sekian lama dirundung musibah dan bencana.
Amin

Flash Back

Saya masih teringat saat gempa dahsyat terjadi di Jogjakarta 3 tahun silam tepatnya hari Sabtu 27 Mei 2006, seminggu setelah gempa menghancurkan bumi Jogjakarta dan sekitarnya, saat itu saya terima kabar dari saudara di Padang, ia barusaja mengikuti khotbah jum’at berujar lah seorang ustad bahwa,”gempa terjadi karena orang-orang di Jogja telah meninggalkan shalat dan berbuat syirik. Saat itu saya mengelus dada, mengapa masih ada seorang yang selayaknya dijadikan panutan masyarakat justru berucap prasangka buruk yang menurut saya teramat tega dan kejam hatinya melukai perasaan sesama warga bangsa. Saya kira Tuhan pun tidak akan sekejam seperti yang ada dalam kata-kata yang diceramahkan sang ustad tersebut. Yang telah mengobok-obok “hak” prerogatif Tuhan. Manusia menjadi berlagak sok tahu, bahkan dengan amat tega menghunjamkan kata-kata pedas kepada orang-orang yang sedang menderita dan butuh pertolongan dari sesama.

Setelah dibuka dengan gempa 7,4 SR di Sukabumi dan wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, tepatnya hari Rabu tanggal 2 September 2009. Maka hari ini tepat tanggal 30 September hari Rabu juga, belum sampai kering air mata, dalam bulan yang sama negeri ini kembali  dilanda derita isak tangis oleh para korban bencana gempa bumi yang kembali mengamuk di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 s/d 8 SR. Gempa dahsyat yang menjadi penutup bulan September sebagai puncak bencana alam nan dahsyat.

Tengah malam, saya tersentak lagi mendengar kabar dari saudara di Padang yang memberitahukan bahwa sang ustad yang 3 tahun lalu dalam khotbahnya berprasangka buruk terhadap masyarakat Jogja yang tengah terkena musibah, menjadi salah satu korban gempa bumi tadi sore di Padang. Ya Tuhan, ampunilah segala dosa dan kesalahannya.

Kini, saya hanya bisa meratap betapa kita harus berhati-hati dengan mulut kita, dalam berbicara jangan sampai menyinggung perasaan atau menyakiti hati orang lain. Apalagi ia sedang dalam kondisi teraniaya karena tertimpa musibah. Bukan tidak mungkin hal yang sama bisa menimpa kita yang lengah, tidak eling dan waspada. Berucaplah yang menentramkan dan menyejukkan hati sesama, kinaryo karyenak ing tyas sesama. Tansah eling dan waspada..!  Boleh jadi, orang yang kita hina tetap sabar narima saat dihina, namun hati-hatilah dengan orang yang sabar narima demikian, sebab sing momong mesthi ora trima. Jika kita menghina, memfitnah, menuduh orang lain dengan kalimat buruk, apalagi tuduhan itu tidak benar, maka semua yang kita tuduhkan itu akan berbalik pada diri kita sendiri. Terdapat pepatah,”jangan meludah ke arah datangnya angin, karena ludahmu akan menimpa wajahmu sendiri.

Sebaliknya, bagi siapapun yang sedang menjadi korban fitnah, hinaan, cacian, maka bersabar dan besar hati bukanlah sikap yang membuat diri kita menjadi sengsara dan semakin terhina, sebaliknya bila kita bersabar dan lapang dada maka biasanya cepat atau lambat keburukan yang dilontarkan itu akan kembali kepada si pemfitnah. Sementara perkataan buruk yang ia lontarkan akan menjadi doa yang baik buat diri kita sendiri. Misalnya anda sedang mengalami kekurangan, atau sedang terlilit kesulitan ekonomi, lantas ada orang yang menghina dengan sindiran halus , “wah hebat, kamu sekarang “sukses & kaya” ya ! Maka biarkan saja, apabila anda terima, maka sing momong anda tidak akan terima.

Bulan Puncak Bencana

seperti telah kita bersama bahas sebelumnya, bahwa September 2009 adalah bulan puncak bencana alam tahun ini. Pembukaan bencana pada hari Rabu (gendruwo) tgl 2 september 2009. Ditutup pada hari Rabu (gendruwo) pula, tanggal 30 September 2009. Hal itu bukanlah latah dan asal-asalan, semua kita ungkap dan sampaikan kepada siapapun dengan tujuan agar lebih eling dan waspada dan dapat menghindari bahaya bencana semaksimal mungkin. Kita pasrah, berdoa, tetapi harus berusaha. Sebab tanpa usaha dan doa, apalah arti manusia sebagai makhluk lemah ciptaan Tuhan yang Mahakuasa. Tuhan Maha Adil dan Maha Welas tidaklah kejam, sebab segala sesuatu sudah ada warning terlebih dahulu. Hanya saja, manusia zaman kini yang serba modern dan canggih, bahkan merasa diri sudah menjadi manusia yang paling baik dan benar. Namun jika mau jujur kebanyakan manusia telah salah kaprah mengartikan bahasa Tuhan melalui tanda-tanda alam yang sungguh nyata dan jelas. Eling atas segala penghalang kemuliaan, waspada terhadap segala macam bentuk sinyal-sinyal Tuhan. Dengan demikian, kita akan menjadi orang yang bisa NGGAYUH KAWICAKSANANING GUSTI. Tahu apa yang dikehendaki Tuhan. Hidup menjadi lebih gamblang dan terang benderang. Mengerti secara tepat apa yang harus dilakukan. Lalu menghayatinya dengan penuh belas kasih. Itulah orang-orang yang berbudi pekerti luhur.

Kembalilah Ke Pangkuan Ibu-Bapak Pertiwi

Kepada saudara-saudaraku sebangsa setanah air, marilah kita pahami bersama, bencana alam sebagai bentuk teguran dan hukuman Tuhan atas segala kesalahan dan dosa manusia. Dengan begitu kita akan menjadi lebih MEWASPADAI DIRI KITA SENDIRI. Yang sering khilaf dan bersalah dengan tanpa kita sadari. Kita jalani semua bencana ini dengan tabah, sabar, tulus dan bersemangat untuk bangkit kembali. Masyarakat seperti terhenyak sadar pentingnya mengolah rasa. Kembali melestarikan dan menghayati nilai-nilai luhur bangsa yang selama ini telah dilecehkan dan dianggap sepele, kuno, sirik, dan musrik dst. Nilai luhur yang penuh kearifan dan kebijaksanaan. Nilai luhur yang benar-benar mengerti dan memahami bahasa alam, kehendak dan kodrat alam bumi nusantara. Ajaran yang sungguh cermat mengenali jati diri bangsa. Nilai yang mengandung ajaran kepada manusia agar tidak melawan hukum Tuhan yang tergelar di jagad raya. Ajaran yang mengajak untuk melakukan perbuatan yang harmonis dan sinergis dengan irama alam. Menghormati, belas kasih, memelihara terhadap sesama manusia, terhadap binatang, tumbuhan, lingkungan alam serta penghuni alam gaib. Bukankah semua itu sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang harus saling welas asih dan saling menghargai  ?!! Hanya dengan cara demikianlah kita akan berhasil MERUBAH MUSIBAH MENJADI ANUGERAH. Lihatlah musibah gempa di Bantul 3 tahun silam. Kini, musibah itu telah menjadi ANUGERAH TEKTONIK. Membawa kemakmuran masyarakat khususnya wilayah Bantul dan sekitarnya.

Warning !!!

Memang bisa dikatakan bahwa puncak bencana berada selama bulan September ini, namun bukan berarti kita bisa mengendorkan sikap eling dan waspada. Sebab, sisa-sisa gempa yang cukup kuat belumlah habis. Semakin surut, walau tidak berbahaya sekali namun bisa saja membuat celaka. Namun, bagi wilayah yang belum pernah terjadi gempa terutama di wilayah timur Sumatera hendaknya lebih waspada. Dan hari ini Tuhan telah meletakkan kembali tanda-tanda dalam bentuk bahasa alam yang berada di langit sebelah timur. Kita waspadai gejolak gunung api dan air yang giliran akan berbicara. Di manapun berada, dan siapapun yang berada di dekat dua wilayah itu hendaknya lebih waspada dan semakin gentur berdoa mohon keselamatan. Perjalanan menuju kemakmuran masih panjang. Sileme prahu gabus baru terjadi saat tahun 2012-2015. Keadaan yang sangat berat akan disangga bangsa ini. Terutama kebangkrutan ekonomi paling parah seanjang zaman. Bahkan melihat tanda-tandanya akan mampu menghempaskan siapapun yang tengah memegang tampuk kekuasaan tertinggi di negara ini. Walau sang penguasa memperoleh jatah 7,5 tahun memimpin negeri tercinta, namun yang 5 tahun sudah dijalaninya, dan sudah dihabiskan pada saat gempa dahsyat 30 September 2009 ini. Yah, walaupun masih bersisa  setengahnya lagi, hendaknya menjadikan kekuasaannya sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada negeri, bangsa, dan negara tercinta ini. Mempersembahkan baktinya yang tertinggi, agar supaya tidak lagi menjadi negeri yang  durhaka sampai mati. Agar mendapat berkah Ilahi. Dapat dirasakan sampai anak cucu nanti. Tanamlah pohon kebaikan sebanyak-banyaknya, agar buahnya berlimpah bisa dinikmati hingga anak cucu kelak. Dan tebarkan segala ketulusan dan kasih-sayang kepada seluruh makhluk. Hanya dengan begitulah, Kekuatan Sang Gaib akan selalu memagari jiwa raga kita dari segala macam celaka dan bencana. Bahkan kekuatan kasih sayang yang tulus kepada seluruh makhluk, dengan tanpa membeda-bedakan budaya, agama, ajaran, dan suku bangsa, akan mampu mengambil “hati” bumi pertiwi sehingga dapat melepaskan sedikit demi sedikit stock energi tektonik dashyat yang masih tersimpan di dalam bumi dan kapanpun siap menggelegar menghancurkan permukaan bumi ini.

Seberapa Pandaikah Kita Mensyukuri Nikmat Tuhan ?

Bencana demi bencana telah terjadi. Marilah, semua itu kita jadikan sarana introspeksi diri. Agar kita LEBIH PANDAI BERSYUKUR. Bersyukur bukan sekedar ucapan di bibir saja (lips service), namun bersyukur dengan cara konkrit. Kita manifestasikan ke dalam perilaku dan perbuatan hidup sehari-hari. Jika kita diberikan kesehatan, kita gunakankesehatan untuk segala yang baik. Untuk membantu yang sakit dan menderita. Jika kita kecukupan rejeki, kita bantu orang-orang yang sedang terkena musibah. Jika kita dianugerahkan banyak ilmu, kita tularkan ilmu kepada orang lain. Semua itu kita lakukan dengan ketulusan dan kasih sayang. Tulus, setulusnya, walau kita membantu dengan materi yang sangat berharga, namun kita lakukan secara ikhlas ibarat keihklasan kita saat buang air besar. Itulah gambaran kesempurnaan ikhlas.

Rahayu dan karaharjan, salam sih katresnan untuk negeriku, dan seluruh saudara-saudaraku sebangsa setanah air.

Hari yang berkabung 30 September 2009

Permalink 41 Comments