MISTERI 2012
(Seri 1)

Bencana GalaktikaPara pembaca yang budiman, tulisan ini sengaja saya sampaikan secara serial, karena mengingat panjangnya pembahasan dan seiring dengan proses vision yang masih berlangsung secara terus menerus akan sesuatu hal yang bersifat futuristic. Tujuan utamanya, agar kita sama-sama saling mengingatkan, untuk selalu eling dan waspada, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang lolos seleksi alam. Menghadapi zaman dahuru, akeh hera-heru, jalma manungsa kadya gabah den interi manggih kingkin, wolak-waliking jaman, emas katon saloka, saloka katon emas. Ana setan riwa-riwa memindha manungsa anggawa agama. Yoiku kahananing jaman wis ngakir, sileme prahu gabus, wis ginaris ing Hyang Widhi, sing sapa tansah eling lan waspada, kang setya budya bakal manggih wilujeng. Ing kono dadi jamane budha (gamabudhi) kang pungkasan.

Misteri 2012 terasa bagai gejala yang mengetuk pintu hati dan meminta perhatian dengan pemikiran-pemikiran yang jernih, kebersihan hati dan kebeningan jiwa. Tujuan tulisan ini bukan lain untuk menciptakan sikap pembaca yang investigative, intuitif, untuk membantu siapapun berpikiran terbuka dalam mengekplorasi misteri 2012 secara efisien, menyeluruh dan dari sejumlah sudut pandangan yang berbeda-beda.

Saya pribadi kadang masih berfikir apakah menjadi suatu hal yang blunder, menyesatkan, bila kita membuat suatu pandangan tentang keadaan apa yang akan terjadi pada saat dan setelah 2012. Namun demikian, intuisi demi intuisi, perlambang demi perlambang bahkan sebuah “kabar gaib” yang sempat saya dapatkan secara tak sengaja mengenai gambaran 2012. Hati nurani saya justru mengajak untuk berbagi info dan mendiskusikan dengan rekan-rekan terutama yang memiliki minat dan perhatian pada hal yang sama. Dengan pertimbangan, semakin kita arif dan bijak mensikapi segala kemungkinan yang akan terjadi 2012 akan membuat diri kita lebih hati-hati, eling dan waspadha menjalani kehidupan mendatang yang penuh misteri. Tentu saja harapan kita semua pada 2012 adalah keadaan yang lebih baik dan positif dari sebelumnya. Namun begitu kita harus siap mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Semampu kita, dan kita upayakan secara maksimal. Soal ketentuan akhir sudah ada Kekuatan Maha yang menentukan.

Taruhlah kejadian yang diprediksi ribuan futurolog dan visioner dunia itu benar-benar akan terjadi pada 21-12-2012, lantas bagaimana kita mensikapi segala kemungkinan yang akan terjadi itu ? Kita tentu saja dihadapkan pada dua pilihan, pertama; menunggu peristiwa dengan sikap apatis, dan hanya berdiri sebagai penonton yang sewaktu-waktu harus siap menjadi korban apa yang ditontonnya ? Atau kedua ; kita memilih bersikap antisipasi, mempersiapkan diri akan segala kemungkinan itu dengan daya upaya maksimal sebisa kita lakukan. Artinya kita tidak apatis, tetapi berusaha memecahkan misteri sebisanya agar supaya kita dapat menentukan langkah positif apa yang harus kita lakukan. Lebih dari itu agar kita menjadi lebih peka, responsive, dan secara kreatif terlibat dalam kemungkinan-kemungkinan yang akan terungkap di sekitar kita. Siapa tahu, sejak 2012 adalah realitas yang selama ini masih menjadi rahasia besar akan terungkap. Entah hal itu mengenai realitas sosial-ekonomi, sains, teknologi, maupun noumena (realitas transenden) yang ada di luar diri kita, meliputi system kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dunia selama ini. Semuanya tidak mustahil akan terjadi.

MY ESTIMATION
Namun bagi saya pribadi memahami bahwa “kiamat” yang diprediksi terjadi 2012 merupakan sebuah peristiwa besar yakni evolusi kesadaran manusia akan fenomena dan noumena yang ada dan sesungguhnya terjadi di sekeliling kita. Kejadian-kejadian yang akan menimpa alam semesta, hanyalah percikan dari realitas yang sesungguhnya ada dan sebenarnya terjadi di dalam jati diri kita, dan di luar diri kita (transenden). Perubahan dan peristiwa yang terjadi dalam alam semesta adalah peristiwa dan perubahan yang terjadi pada jati diri kita. Karena manusia dengan alam semesta sesungguhnya bukanlah dua benda (makhluk) yang berbeda dan terpisah, hakekat materi dan unsur-unsur keduanya adalah satu dan sama. Hanya wujud kulitnya saja yang berbeda.
Religi pun terlalu menggeneralisir ===jika tak mau disebut menyederhanakan=== persoalan-persoalan jagad raya yang teramat sangat kompleks ini. Maka peristiwa 2012 pun tak bisa dijawab dengan tuntas oleh dogma. Sebuah misteri ada pada 2012 merupakan siklus 26.000 tahun di mana terjadi sebuah siklus besar galaktika. Keterbukaan sikap kita, akan membawa pada pandangan yang lebih luas yang lengkap dengan dimensi aktif, kasat mata, melengkapi energy yang sudah ada sebelumnya.

Bukankah selama ini antara jati diri manusia dengan “jati diri” alam semesta telah bercerai dan terpisah dalam jarak yang teramat jauh. Manusia bahkan merasakan alam semesta bukanlah jati dirinya. Semua berawal dari kehendak manusia yang bertolak-belakang dengan kehendak alam semesta. Maka misteri 2012 bisa jadi merupakan saat di mana akan terungkapnya misteri kekuatan kosmos yang selama ini tak pernah dibayangkan oleh sains dan teknologi modern maupun ajaran dan pandangan agama. Manusia menyaksikan sendiri apa-apa yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Segala hal yang selama ini kita yakini dan percaya, mungkin saja belum apa-apanya dibanding kenyataan yang akan disaksikan oleh mayoritas makhluk planet bumi pada 2012 dan setelahnya. Hal ini selanjutnya saya istilahkan sebagai “evolusi kesadaran” manusia dari manusia kesadaran rendah menuju manusia kesadaran lebih tinggi. Segalanya mungkin saja terjadi sebab Tuhan Mahaluas tiada batasnya. Sehingga dapat dikatakan 2012 sebagai proses seleksi alamiah. Hanya orang-orang yang eling dan waspada yang akan “lahir” menjadi manusia generasi baru, menjadi “adam-adam” baru manusia yang sudah berhasil menjalani proses evolusi, dari kesadaran rendah, insting dasar hewani (lymbic section) menjadi manusia kesadaran rasasejati. Evolusi dari binatang bertubuh manusia menjadi manusia bertubuh manusia. Atau bahkan perjalanan evolutif manusia bertubuh manusia menjadi malaikat bertubuh manusia, dewa bertubuh manusia, nur sejati berbalut manusia. Munculah manusia-manusia berperadaban baru, yang meninggalkan “prinsip” homo homini lupus. Agama sebagai system kepercayaan dan merupakan bagian dari peradaban manusia akan mengalami evolusi frontal, menjadi kesadaran spiritual yang universal. Lalu semakin berakhirlah konflik memperbutkan “kulit” agama.

Jika demikian keadaannya, maka siklus galaktika 26.000 tahun adalah proses alam semesta untuk me-resetting kehidupan planet bumi kembali ke starting point. Manusia dipaksa kembali ke dalam koridor hukum dan irama alam. Menjadi manusia yang sinergis dan harmonis kembali dengan lingkungan alam. Lahirlah manusia-manusia baru hasil seleksi alam, sebagai manusia dengan jiwa spiritual tinggi yang tidak lagi terjebak oleh kebodohan/kejahiliahan. Jika “kiamat” merupakan suatu kehancuran, maka yang hancur bukan buminya, melainkan segala hal yang selama ini telah keluar dari kodrat/hukum jagad raya. Yang tersisa tinggalah segala sesuatu yang masih melekat dalam kodrat alam. Cara kita melekatkan diri pada kodrat alam, tentu saja dengan cara eling dan waspada. Di luar itu, kita akan menjadi manusia-manusia yang menentang kodrat alam. Pastilah tergilas oleh kekuatan kosmik misterius (Kiamat) yang sewaktu-waktu terjadi.

KiAmat dan NyiAmat telah lama “bercerai”, kini pasangan itu akan rujuk kembali pada saat hitungan weton terbaik yang telah lama ditentukan yakni 2012. Selanjutnya berbahagialah menjadi sebuah pasangan yang harmonis dan dinamis. Antara jati diri manusia dan jati diri alam semesta. Semoga diberkahi Gusti Ingkang Murbeng Gesang. Selamat datang Ki-Amat, Nyi-Amat telah lama merindukanmu untuk bersatu kembali !!!

Berlanjut…..

About these ads