Sebuah Refleksi Menjelang Hari Kemerdekaan
Benarkah Manusia Bisa Mendahului Kehendak Tuhan ??
HATI-HATI MEMASUKI KWARTAL BENCANA!!
Kyai Slamet Nyai Slamet, Kyai Among Nyai Among…Mugya kita sedaya tansah pinaringan wilujeng, rahayu, slamet, slamet…saka karseng Gusti.
Kini telah memasuki bulan Agustus, tahun 2010. Hati terasa resah-gelisah, gundah-gulana, tak kuasa hati untuk tetap berdiam diri. Diam bukan lagi emas, melainkan sikap tega hati karena enggan bersaksi. Bila memberanikan diri untuk bertutur kata, resikonya bisa-bisa dihujat dan dilaknat orang yang menganggap diri aparat tuhan. Jika diri menjadi takut lalu memilih bersikap pengecut, hal itu hanya menjadikan diri tak ada guna hidup di bumi ini. Membiarkan banyak orang menghadapi resiko mati. Tutup mulut hanya karena alasan takut dihujat orang yang tak mengerti hidup sejati, apalah arti. Maka tak ada pilihan lagi kecuali menoreh untaian kalimat, siapa tahu bermanfaat untuk bisa dimengerti, apa gerangan yang akan terjadi di kemudian hari. Walau dicap sebagai tindakan mendahului kehendak tuhan, apalah arti, sebab anggapan itu lahir dari logika pikir bagi yang malas berfikir.
Masih ingat dalam beberapa artikel yang pernah saya upload setahun yang lalu, secara tersirat dan tersurat pernah saya singgung, ketika terbersit gambaran bahwa nusantara akan melewati puncak bencana di tahun 2009, yang terjadi pada bulan September. Dan menimpa wilayah Jawa Barat dan Sumatra Barat. Sempat saya dicemooh sodara yang ada di Sumbar, dituduh mendahului kehendak tuhan, dibilang pula bualan omong kosong. Namun ketika bencana “pembuka” benar-benar terjadi pada hari Rabu tanggal 1 September peristiwa gempa besar di seputar Jawa Barat, Tasikmalaya, Garut, Cianjur dan bencana “penutup” terjadi pada hari Rabu (pula) tanggal 30 September 2009 di wilayah Sumatra Barat, lantas apa mau dikata ? Salahkah saya, ketika mata tak sengaja melihat tanda-tanda akan terjadi bencana ? Salahkan bila diri mengerti apa yang akan terjadi? Padahal saya tak pernah berharap bisa menangkap bahasa isyarat, tak pernah berharap-harap bisa mengerti apa yang akan terjadi. Semua hanyalah faktor kebetulan saja. Mata ini kebetulan menatap bahasa isyarat yang berlangsung tak lebih dari 5 menit saja. Masihkah saya bersalah mendahului kehendak tuhan ? Tuhan mana yang kehendaknya bisa didahului manusia ? Ataukah tuhan sengaja menampakkan tanda-tanda itu agar banyak manusia berbuat “dosa” karena mendahului kehendakNya? Jika demikian halnya, adalah Tuhan yang bertabiat aneh !
MENDAHULUI KEHENDAK TUHAN, Cara Berfikir Lucu!?
Apapun umatnya, apapun sukunya, siapapun orangnya tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Cobalah untuk sering-sering hening cipta barang sejenak di antara kesibukan anda. Namun biasanya orang enggan untuk hening cipta, bahkan lebih memilih tak mau tahu apa yang sedang dan akan terjadi di waktu mendatang (weruh sadurunge winarah) di sekitar kita. Kebanyakan orang takut jika dirinya dianggap mendahului kehendak tuhan. Namun benarkah demikian ? Tuhan bisa didahului kehendakNya ? Tentu saja tidak ! Paul si gurita dan Mani si parkit sudah tahu negara mana yang akan menjadi juara dunia sepak bola. Tapi statementnya segera divonis haram karena dianggap “mendahului kehendak tuhan”. Barangkali, suatu saat prediksi/ramalan tentang perkembangan masa depan perekonomian nasonal dan dunia juga diharamkan. Bahkan mungkin saja kelak ramalan cuaca yang biasa dilakukan BMKG juga akan diharamkan. Jika demikian seterusnya, barangkali lebih baik dan aman menjadi manusia super bodoh saja, yang nggak tahu apa-apa seperti binatang yang bebas dari “neraka dan surga”.
Jika ditelaah lebih dalam, tentang mind-set “mendahului kehendak tuhan” terasa menjadi sebuah pemahaman yang banyak sekali kejanggalannya. Pada saat anda menangkap sinyal akan terjadi banjir besar, apakah tuhan saat itu belum berkehendak ? Pada saat Paul si gurita dan Mani si parkit sudah menebak-nebak negara mana yang akan keluar sebagai jawara dunia sepak bola, betulkah tuhan belum menghendaki dan merencanakan siapa pemenang piala dunia tahun 2010..? Saya kira tuhan pun tak ikut-ikutan ngurusin piala dunia. Tuhan (alam semesta) hanya mencipta rumus, bahwa siapa yang disiplin dan giat berlatih, siapa yang menjunjung sikap dan tradisi fairplay, dengan didukung adanya kesejahteraan bagi para pemainnya, maka merekalah yang akan keluar sebagai juara.
Pertanyaan di atas wajar muncul dari dalam benak kita semua, karena terasa ada yang error dalam memahami konsep “mendahului kehendak tuhan”. Ah yang bener..katanya tuhan maha berkehendak, kok bisa didahului kehendakNya oleh manusia ? Jika kita renungkan dalam-dalam, cara berfikir demikian ini sama halnya terlalu menyederhanakan saat berimajinasi tentang tuhan. Secara tidak sadar tuhan dibayangkan seperti halnya manusia yang kehendaknya dapat didahului oleh orang lain. Sehingga membuat tuhan kehilangan sifat kemahaanNya. Kenyataannya kehendak tuhan tak ada yang mendahului. Kalaupun sampai ada yang dapat mendahului, tuhan perlu belajar lagi agar menjadi lebih sakti, supaya tidak kalah, tidak dapat ditebak dan didahului kehendaknya oleh mahluk ciptaanNya. Tuhan macam mana pula yang kepandaiannya begitu dangkal ? Begitulah, buah pikir lugas yang keluar dari lubuk hati paling dalam. Setelah membaca goresan hati ini, jangan keburu murka! Cobalah, renungkan dengan hati yang bersih, pikiran netral, dan batin yang bening. Barangkali goresan hati ini akan membawa kepada kesadaran spirit yang lebih tinggi. Barangkali !
BEBENDU IS CAMEBACK !!!
Sikap lebih hati-hati dan waspada, hendaknya dimulai sejak pertengahan bulan Agustus ini. Segala sesuatu mungkin terjadi, di mana pun tempatnya. Hawa terasa semakin tidak nyaman, cuaca semakin hari semakin tidak karuan. Perubahan suhu dan cuaca dapat terjadi dalam hitungan jam, bahkan menit. Sehari bisa terjadi 10 kali perubahan suhu dan cuaca. Gejala alam itu sekaligus menjadi bahasa alam yang penuh dengan makna isyarat baik yang tersirat maupun tersurat. Asalkan kita mau membaca dan mempelajari, menandai dan menciri (niteni) setiap tanda-tanda, pasti kita akan menjadi terbiasa, lalu mudah mengerti apa yang menjadi kehendak alam. Begitulah kira-kira pesan-pesan tuhan dalam bahasa yang asli yang bermanfaat sebagai alat komunikasi resmi dan universal antara manusia dengan alam semesta, antara manusia dengan tuhan. Bukan melalui bahasa manusia yang tidak universal.
Tanda-tanda dalam bahasa alam, kemunculannya bukan tanpa maksud dan manfaat. Di dalam bahasa alam telah terangkum pesan-pesan yang dapat menjadi pedoman bagi manusia supaya lebih eling dan waspada. Jika kita memakai konsep keadilan dan kasih sayang tuhan, maka sudah selayaknya, sebelum suatu bencana terjadi, terlebih dahulu tuhan memberikan sinyalemen suatu bahaya yang akan terjadi. Hal ini menjadi mekanisme seleksi alam, siapa yang selalu eling dan waspada akan selamat.
Akhir-akhir ini beberapa daerah tengah dilanda hujan salah mongso yang mengakibatkan banjir besar dan merendam ribuan rumah penduduk. Di belahan wilayah lain, terjadi panas kering yang menimbulkan berbagai bencana kebakaran, menebarkan virus penyakit, demam, diare, flu, batuk, pilek, cikungunya, DB, dan penyakit-penyakit misterius lainnya. Terasa hawa panas bebendu menebarkan udara panas, pengap, lembab, gerah, membuat sesak nafas, menimbulkan perasaan limbung, bingung, bosan dan jengah. Banyak orang menjadi mudah terbakar api emosi, pikiran dilanda kepanikan, dan kebingungan hati mendera jutaan umat. Musibah kebakaran yang ditimbulkan oleh arus pendek, ledakan gas, kompor rumah tangga terjadi ribuan kasus. Seolah segala musibah dan bencana terjadi secara bertubi-tubi, kompak dan sudah kangsen/janjian sebelumnya. Semua itu bukanlah faktor kebetulan saja, melainkan derivasi dari perilaku umat manusia yang kian timpang dengan keharmonisan alam semesta. Tak ada hubungan timbal balik saling menguntungkan antara manusia dengan mahluk lain, antara manusia dengan tumbuhan, manusia dengan lingkungan alamnya. Kelakuan manusia sudah membuat kerusakan lingkungan alam, membuat gerah mahluk penghuni bumi lainnya. Ulah dan perbuatan manusia sudah tidak melahirkan keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Bahkan hanya menimbulkan ekses-ekses “kemurkaan” pada para mahluk “tetangganya” di dimensi “halus”. Akibatnya, nasib manusia sudah tak ada yang mempedulikan lagi, kecuali oleh kepentingan pribadi, kerakusan dan ketamakannya sendiri. Pelan tapi pasti, manusia menuju pada penghancuran dirinya sendiri.
Musibah dan bencana tahun ini (besar kemungkinan) akan berpuncak antara bulan September s/d Nopember 2010. Berarti kita berada pada kumparan berbahaya yang semakin hari semakin dekat dan sulit untuk ditolak. Mulai awal tahun ini sudah muncul tanda-tanda yang dapat dibaca melalui bahasa alam yang sering tampak bahwa gempa lebih besar (dan mungkin disertai tsunami) dapat melanda wilayah sepanjang pantai Sumatra Barat ke utara. Dan bulan-bulan rawan yang harus diwaspadai berkisar antara September hingga Nopember 2010. Walaupun tanda-tanda dapat terbaca melalui bahasa alam secara jelas, namun naluri dan nurani kemanusiaan saya tetap berharap mudah-mudahan bencana segera usai melanda negeri ini. Justru harapan sebaliknya, mudah-mudahan kami lah yang keliru membaca tanda-tanda alam tersebut.
Pada bulan Juni lalu, saat perjalanan udara dengan twin otter dari Tanjung Bara, Kutai Timur menuju Sepinggan Balikpapan, saat pesawat kecil berzig-zag menghindari mendung yang tebal, kami sempat maneges dengan harapan diberi tahu apakah masih bisa diwiradat/mendapat dispensasi sekiranya memang bencana akan benar-benar terjadi? Jika memang masih bisa didispensasi apakah gerangan yang bisa dilakukan agar bencana tersebut menjadi ringan dan tidak menimbulkan banyak korban ? Pada saat hening cipta, tiba-tiba terjadi hentakan keras pada pesawat. Seluruh penumpang yang berjumlah 16 orang sempat terkejut. Tiba-tiba tampak oleh mata kami muncul sosok sepuh mengenakan pakaian kebesaran seorang raja. Tenyata wajah yang tak asing lagi, beliau adalah Yang Mulia Sultan Adjie M Sulaeman. Raja Kutai Kertanegara generasi ke 17 masa kepemimpinan sekitar tahun 1850. Rupanya beliau mendengar dan merasakan apa yang ada dalam benak saya. Beliau menjawab singkat dengan suara yang berat, dengan logat melayu kuno bagaikan sedang berpantun,”…..andaikan saja masyarakat di wilayah Sumatra Barat bersedia untuk kembali menghargai dan menghayati kearifan lokal…bencana akan dapat diwiradat! Lebih hati-hati dan waspada lah anakku….jadilah orang yang bermanfaat untuk alam semesta dan seisinya !
Kenapa Musti Kembali Ke Kearifan Lokal ??
Hmm, kenapa musti kembali ke kearifan lokal..? Mungkin pertanyaan itu muncul di benak para pembaca yang budiman. Terdengar sepele memang, namun kembali kepada local wisdom bukanlah sekedar latah, ela-elu, ikut sana-ikut sini, taklid buta tanpa makna. Bukan ! Kembali kepada kearifan lokal, artinya kembali mengenali jati diri. Bukan hanya jati diri mikro kosmos, jagad kecil, tetapi lebih dari itu, kembali memahami jati diri bangsa besar ini. Bangsa besar nusantara yang terdiri dari berbagai wilayah yang memiliki karakter alam berbeda-beda, telah melahirkan rangkaian nilai kearifan lokal yang sangat beragam. Berbeda wilayah, berbeda suku, berbeda bahasa dan budaya, berbeda pula nilai kearifan lokalnya. Kiranya ada kesinambungan antara cita-cita dan harapan Indonesia adil makmur gemah ripah loh jinawi, akan benar-benar terwujud manakala masing-masing suku, daerah, wilayah kembali nguri-uri, menghayati dan melestarikan nilai kearifan lokalnya. Orang Batak kembali kebatakannya, orang Sunda kembali kesundaannya, orang Jawa kembali kekejawaannya, orang Minang kembali keminangkabauannya, orang Aceh kembai keacehannya, orang Madura kembali kemaduraannya, orang Ambon kembali keambonannya, orang Melayu kembali kemelayuannya. Dengan demikian lebih menjamin kelestarian lingkungan alam dan keseimbangan akan tetap terpelihara. Beda karakter alam beda pula sifat-sifat alamnya. Beda sifat alam, maka akan berbeda pula cara manusia mensikapinya. Perbedaan cara mensikapi lingkungan alam akan melahirkan ragam tradisi dan budaya. Oleh sebab itu tradisi dan budaya tak dapat dianggap sepele, karena di dalamnya penuh dengan nilai kearifan lokal, dan hikmat kebijaksanaan yang benar-benar adiluhung, sebagai hasil dari interaksi ratusan bahkan ribuan tahun antara manusia dengan lingkungan alamnya. Timbal baliknya, lingkungan alam ini akan lestari dan terjaga manakala masyarakatnya sunguh-sungguh mengerti dan memahami apa yang menjadi kehendak alam. Sehingga sikap dan perilakunya selaras dengan kodrat alam. Perilaku masyarakat akan selaras dengan kodrat alam sekitarnya, hanya jika masyarakat mau memahami dan menghayati nilai-nilai kearifan lokal.
BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA..! Dengan berandai-andai dapat terbangun kesadaran jiwa pada bangsa besar ini, semoga dapat menyudahi berbagai bencana yang menimpa negeri ini..! Sehingga bumi pertiwi benar-benar akan terbangun.
Semoga kami keliru membaca tanda-tanda dalam bahasa alam yang tampak secara spontan. Kami tak tega lagi menyaksikan derita demi derita sanak sodara di bumi nusantara tercinta ini.
salam asah asih asuh Muara Wahau Agustus, 2010















87 tanggapan kepada “Benarkah Manusia Bisa Mendahului Kehendak Tuhan ??”
Purnomo
Agustus 15th, 2010 pada 22:33
Duh Gusti, pinaringana rahayu slamet teguh rahayu widodo kalis ing rubeda nir ing sambekala dhumateng kulo sakluarga lan sedaya titah panjenengan ingkang tansah eling lan waspadha..
pramono
Agustus 15th, 2010 pada 23:37
Kulanuwun PakDhe….
Hmmm..membaca tulisan PakDhe yang terbaru ini membuat “ngeri” rasa saya….
dan sekali lagi, ternyata “kearifan lokal” mempunyai pengaruh yang begitu hebat dalam menjaga keseimbangan alam….
S’moga sodara-sodara kita, cepat menemukan kesadaran-nya untuk segera menerapkan “kearifan lokal”-nya masing-masing..AAMINN
nuwun..
andum slamet untuk smua sodara-sodara ku semua
Widyo
Agustus 16th, 2010 pada 01:58
Salam hormat kagem mas Sabda ingkang luhur budi lan welas asih.
Maaf,hanya mau menceritakan apa yg saya lihat.
Kalau tidak salah,pada hari jumat,13 agustus yll.saya juga melihat konfigurasi awan yang membentuk seperti cakar telapak tangan yg sangat besar.
itupun juga tidak sengaja.
Sebab waktu itu saya sedang naik motor keluar dari rumah berjalan ke arah timur…
Tapi kelihatan jempolnya di sebelah utara.
Mohon penjelasan dari mas sabda.
RAHAYU lan BERKAH DALEM GUSTI tansah lumeber dumateng panjenengan sakluarga lan kita sedaya.
Mahesa Jenar
Agustus 16th, 2010 pada 03:09
Subhanallah … Maha Suci Allah dengan segala kehendakNya
Miris rasanya membaca tulisan panjenengan, dilain sisi saya juga berucap syukur, syukur bukan pada topik apa yg di trawang oleh mas Sabda, tp disini saya bersyukur pada diri sendiri krn bisa interopeksi diri akan hakekat kehidupan. Mas Sabda disini dipakai oleh Allah SWT untuk menyampaikan kepada sesama akan pentingnya kembali ke kebajikan agar kita semua dlam tuntunan dan bimbingan Tuhan Yang Maha Tunggal. Amin
Salam Buat Mas Sabda dan Keluarga
kijang37
Agustus 16th, 2010 pada 03:48
maaf, kalau ada komentar yang kurang berkenan.
saya hanya manusia yang ingin belajar bagaimana mensyukuri nikmat yang di berikan kepada saya.
salam Hormat saya.
SABDå
Agustus 16th, 2010 pada 04:13
Mas Purnomo Yth
Mugi sedaya pinaringan wilujeng rahayu kang tansah tinemu, bondo lan bejo kang tumeko.
Mas Pramono Yth
Bukan bermaksud menakuti, apalagi membuat resah, tulsan di atas sekedar tumpahan rasa was-was, dengan berharap agar seluruh sedulur di tlatah nusantara ini eningkatkan sikap eling dan waspada, agar supaya kalis ing rubedo nir ing sambekala. Selamat sentosa lahir dan batin.
Mas Widyo Yth
Jika awan itu tidak muncul (berkaki) dari bawah/bumi, berarti pertanda yang akan datang sesuatu yang kurang baik arahnya dari atas, bisa berupa serangan hawa panas, angin, dan bisa juga hujan lebat. Bukan pertanda gempa, banjir, tanah longsor. Namun yg perlu dicermati adl konfigurasi awan jika dilihat sepintas lalu biasanya akan menunjukkan wujud yg nyata dari sesuatu yg akan terjadi. Konfigurasi awan sebagai pertanda fenomena alam, biasanya tak lebih dari 5-10 menit, lantas segera lenyap. Nanti akan saya upload contoh awan sebagai pertanda isyarat gaib yg sempat saya tangkap menggunakan kamera HP, agar bisa menjadi bahan komparasi.
Kang Mahesa Jenar Yth
Terimakasih Kang, semoga kita selalu ada waktu utk saling asah asih asuh, andum ngelmu, andum slamet, andum roso welas asih kepada seluruh mahluk ciptaan Gusti moho welas-asih.
Kijang37 Yth
Manusia yg tahu diri, adalah manusia yg BISO RUMONGSO. Orang yg biso rumongso adalah orang yg selalu mensyukuri nikmat tuhan/alam semesta. Orang yg selalu berlimpah berkah dan anugrah adalah orang yg selalu bersyukur dalam setiap kesempatan. Bersyukur dalam wujud tindakan nyata.
salam asah asih asuh
Rahayu wilujeng
kumpulnet
Agustus 16th, 2010 pada 10:34
manusia tidak pernah bisa mendahului kehendak Tuhan, tetapi manusia bisa memperoleh semacam tanda sebagai peringatan. Apapun tanda itu menurut saya adalah bentuk anugrah dari Tuhan dalam memberikan peringatan.
salam kenal
ensept
Muhammad Irwan Purnama
Agustus 16th, 2010 pada 12:05
Makasih Mas Sabdo Insya Allah menjadi peganggan khususnya buat kami dan seluruh komponen bangsa ditanah leluhur nusantara ini.
JAGAD SASMITOJATI
Agustus 16th, 2010 pada 13:11
pinuji rahayu…
katur dumateng para sederek langkung ingkang minulya Kangmas Sabda, matur sembah nuwun .. , memang kearifan lokal … patut kita kembali untuk mengembalikan jati diri… heeemmm…. semoga bangsa dan negaraku jaya kawijayan loh jinawi gemah ripah tebih ing mala dan petaka… nuwun
salam sihkatresnan
Rahayu…. widada nir sambikala…
Widyo
Agustus 16th, 2010 pada 13:52
Terima kasih banyak mas sabda atas penjelasannya.waktu itu saya memperhatikan cuma sebentar,tidak sampai 10 menit terus pudar.
Dan terima kasih sebelumnya atas contoh konfigurasi awan sbg bahan komparasi.
Itu yg kami tunggu2 sebagai acuan untuk belajar membaca bahasa alam.
Salam hormat dari saya untuk panjenengan sekeluarga.
RAHAYU…
fiona
Agustus 16th, 2010 pada 14:26
YTh Mas Sabda,
Saya tidak terkejut jika beberapa orang memiliki karunia mengetahui masa depan ,percayakah bahwa sebenarnya setiap roh ini berasal dari ZAT yang MAHA SEMPURNA ?Di bawah hipnotis utk pikiran atas sadar setiap manusia dapat mermalkan masa depan tergantung dari kematangan rohnya,dan dapat mengkritisi perbuatannya sdr dan apa yang mjd tujuan hidupnya atau hal2 yg hrs dilakukan di dlm hidupnya.Saya tidak bermaksud membenarkan pikiran saya,hanya saja inilah sudut pandang saya berdasarkan apa yg pernah saya baca.Jika ada org yg bisa meramalkan masa depan ,ini adalah karunia,saya yakin tiap org bisa melakukannya dgn proses pelatihan diri,dan ada pula yg telah diberikan dari lahir
Gus Supri
Agustus 16th, 2010 pada 23:00
Assalammualaikum wr wb,
Salam Sejahtera kagem Mas Sabdo lan poro sadulur semuanya…
Menyikapi tulisan andika kali ini, saya hanya bisa berharap semoga siapapun yg membacanya mampu mengambil hikmahnya.
Ada hal yg harus disampaikan, ada pula yg hanya bisa kita simpan walaupun dada ini rasanya sakit banget…
Terima kasih
nugroho
Agustus 16th, 2010 pada 14:32
maturnuwun sanget, namung mekaten ingkang saget kawulo aturaken dumateng KI SABDA ugi sedoyo pemerhati…
semoga nusantara segera kembali kepada wajah aslinya, agar senantiasa tata tentrem karta raharja serta tercapai keadilan semesta. (ngapunten nembe ajar nulis hehehe…)
sugeng rahayu
sastrotukimin
Agustus 16th, 2010 pada 18:58
Salam mas,ya saya akan belajar dan belajar mas,meski gambarannya kadang berupa Sanepan2 lewat mimpi yg sulit saya urai,matur nuwun sanget mas
restu bumi
Agustus 17th, 2010 pada 01:13
Assalammualaikum wr wb,
salam hormat mas Sabda
maaf sedikit keluar konteks. saya pernah bertemu orang dalam obrolan tersebut orang itu berkata kenalilah diri mu maka NIscaya engkau akan mengenali Tuhan mu. sampai saat ini kata-kata tersebut selalu teringat di saat saya mendengar atau meyaksikan suatu bencana yang terjadi di bumi nusantara tercinta ini. sama halnya setelah saya membaca tulisan Mas Sabdo ini
sudikiranya menolong saya yang sedang bingung mencari jati diri saya
terima kasih.
Bambang Sidharta
Agustus 17th, 2010 pada 11:18
Salut Mas..ada kalanya pesan alam dan Tuhan ini perlu disampaikan juga..meskipun berpotensi dihujat, dimaki oleh mereka yg pada hakekatnya belum mengenal Dia..terbutakan hati mereka, bukanlah buta mata, tapi buta hati..akibat tidak meyakini dan menghayati nilai2 spiritual agama, local wisdom dan gampang menyerang dengan dalil sesat, bid’ah, syirik tanpa memahami hakekatnya..
Semoga langkah2 Kang Sabda diridhai alam, tuhan semesta alam..agar manusia sadar selalu eling lan wospodo..
Salam
wolo wolo kuwato
Agustus 17th, 2010 pada 17:16
“Terasa hawa panas bebendu menebarkan udara panas, pengap, lembab, gerah, membuat sesak nafas, menimbulkan perasaan limbung, bingung, bosan dan jengah. Banyak orang menjadi mudah terbakar api emosi, pikiran dilanda kepanikan, dan kebingungan hati mendera jutaan umat”
mas sabda, bagaimana cara/tips untuk menghadapi keadaan diatas?
wintala
Agustus 17th, 2010 pada 22:09
mohon bimbingannya untuk mencari jati diri saya
Yang-Kung
Agustus 18th, 2010 pada 01:41
Matur nuwun sanget Ki Sabda ingkang sampun paring pepenget,mugi kita tansah eling lan waspada.
Memang rasanya kita diperingatkan oleh Allah,tepat diharlah kemerdekaan ke 65 th ini.Peringatan th ini waktunya juga sama bl puasa saat awal kemerdekaan th 1945.Diharapkan kita mulai “eling” marang sangkan paraning dumadi.Tampaknya setelah 65 th merdeka tatanan politik/aturan2 piwulang luhur sudah banyak yg dilupakan.Wakil2 rakyatpun juga aji pumpung untuk ber lomba2 cari enaknya sendiri.Pancasila pun mulai terpinggirkan.Kalau saya perhatikan bulan Agustus 2010 ini,banyaknya hari Minggu ada 5 kali,hari Senen juga 5 kali,hari Selasa juga 5 kali .Sepertinya nilai2 Pancasila[5] ini perlu segera dipahami dan dilaksanakan,karena menyangkut jatidiri bangsa..Kalau hal ini tidak segera dilakukan maka bencana terburukpun tak akan bisa kita hindari.Kalau dijabarkan hari2 tsb —Minggu:-ming kari nunggu[tinggal menghitung hari]–Senen:-isenono ben ndang panen[selalu pelajari dan resapi ajaran2 luhur agar kita selalu ingat]–Selasa:-ing sela2ning rasa [hayati segala piwulang luhur itu didalam hati yg paling wening].
Dengan tanda alam lewat perhitungan tsb.rasanya apa yang Kangmas Sabda rasakan juga kami rasakan.
Semoga hal ini bukan membuat yang lain takut,tapi yg lebih penting “selalu eling lan waspada”.
Kados pundi Kangmas Sabda miturut panjenengan???????matur nuwun.
sugeng karahayon.
Ben Syam
Agustus 18th, 2010 pada 12:04
Katur Kangmas Sabda ingkang minulya,
Sanget ngaturaken gunging panuwun dene sampun kersa medar wisik pepeling dumateng kita sedaya, akan tetapi setelah mengetahui jalan keluar apa yang harus kita lakukan untuk antisipasinya? Masihkah bisa di antisipasi???
Bulan Agustus 2010 ini memang sangat istimewa banyak kejadian alam yang harus di tafakuri dengan adanya hujan meteor, hujan darah, hujan salah mongso, dll.
Pada bulan Agustus 2010 ini kalau kita mencermati penanggalan ada fakta yang menarik, yaitu; ada 5 hari Minggu, 5 hari Senin, 5 hari Selasa, dan kasus seperti ini menurut pengamat penggalan terutama Cina hanya terjadi dalam masa 823 tahun sekali.
Dengan pepeling ini kiranya kita semua menjadi mawas diri lan waspadha.
Mugi karahayon ingkang sami pinanggih kagem kita sadaya. Nuwun.
Wijoyokusumo
Agustus 18th, 2010 pada 12:23
Saya acungi jempol buat saudaraku atas tulisan yang bermanfaat dan berfaedah bagi kita semua……
rudy
Agustus 18th, 2010 pada 16:53
Mas Sabda,
Saya orang awam biasa,…tapi saya lihat dan coba rasakan, hawa memang agak aneh. Meski banyak hujan tapi tidak ada rasa segar sama sekali. Cenderung pengap. Walau hujan tidak banyak pohon yang kelihatan hijau, semua layu. Bahkan beberapa diantaranya mati dalam keadaan kering.
Hawa ini aneh. Membuat hati gundah. Kuasa kegelapan seakan sedang bermain main dengan umat manusia.
Ada apa ini?
Salam
Rudy
fajar_k
Agustus 18th, 2010 pada 17:41
salam ki sabda…
semoga Tuhan menjadikan hati kita senantiasa lembut dan lebih menghargai para leluhur yang luar biasa kearifannya….terutama diri saya yang banyak kelirunya…
matur suwun atas pencerahannya ki sabda…
heri
Agustus 18th, 2010 pada 19:28
Yth Mas sabda,
Matur nuwun tulisannya, saya menyesal kemarin saat Njenengan di Jogja gak bisa menemui, karena saya telat buka imel dan alamat rumah Njenegan saya gak jelas, saya sudah kirim nomor telepon saya di imel balasan buat Njenengan, matur nuwun.
Salam wilujeng rahayu
heri, jogja
Rindu
Agustus 19th, 2010 pada 09:57
Bersandar hanya kepada ALLAH, sebaik baik sandaran …
Maryoto
Agustus 19th, 2010 pada 13:16
Kulonuwun, mbaah..
Mugi2 kito sedoyo Kalis ing sambikolo lan rubedo,
Kalih nuwun sewu dalem ,nuwun izin ngelink. meniko kulo pasang wonten blog kulo.
Meniko blog kulo nembe ajar2..
awit swprono seprene nembe saget kik kono klik kene mawon,
sampun 2 tahunan kulo bikak blog sabdolangit, kok raosipun cocok.mekaten.
matur nuwun
SABDå
Agustus 19th, 2010 pada 13:53
Kumpulnet Yth
@kumpulnet; manusia tidak pernah bisa mendahului kehendak Tuhan,…
Manusia tak bisa mendahului kehendak/kodrat alam, tetapi manusia bisa keluar dari “kehendak alam/ tuhan”, bilamana perbuatannya menentang hukum/kodrat keseimbangan dan keselarasan alam semesta.
Dulur Jagad Sasmito Jati ingkang kinurmatan
Seperti itulah kuncinya, jika bangsa ini berharap menggapai sejatinya kejayaan, adil makmur gemah ripah loh jinawi. Karena kearifan lokal merupakan cermin kebijaksanaan dan tingginya kesadaran spiritualitas masyarakat zaman dulu dalam mengenali jati diri alam lingkungannya masing-masing.
Mas Widyo Yth
salam hormat kembali, wilujeng rahayu tansah eling lan waspada.
Mbak Fiona Yth
Manusia bisa mengetahui apa yg akan terjadi di masa mendatang adalah suatu KEBUTUHAN dan KEWAJARAN. Bukanlah suatu yg linuwih dan istimewa, namun memang sudah seharusnya manusia seperti itu. Jika saat ini banyak orang tak tahu apa yg akan terjadi futuristik, itu karena sdh terbelenggu oleh ilusi ketakutan-ketakutan akan cara pandang dogma sempit. Sebagian lagi enggan mengolah batin, karena menganggapnya tahyul. Sebagian yg lain lebih memilih cara paling aman, yakni menjadi orang yg fatalis tak ada kemerdekaan batin, dan mending jadi org tak tahu apa-apa.
Gus Pri dan Mas Nugroho Yth
Sudah selayaknya dan sewajarnya kita semua sebagai generasi penerus bangsa saling ASAH ASIH ASUH, dengan penuh ketulusan, kesabaran, dan kebeningan fikir.
Kang Sastro Tukimin Yth
Jika kita mau membiasakan diri untuk mempertajam feeling, batin, naluri, maka kita akan dapat niteni, lama-lama memperoleh ngelmu titen.
Restu Bumi Yth
Ya, kata-kata itu diucap pertamakali oleh Plato, lalu diteruskan oleh Socrates mereka adl para filsuf besar Yunani, yg hidup pada 500-400 tahun Sebelum Masehi. Terbukti memang demikian adanya. Tuhan adalah jagad besar, sementara diri kita ini adl jagad kecil. Kedua jagad itu saling mempengaruhi. Jagad besar akan memberikan pengaruh positif bagi jagad kecil melalui rangkaian rumus-rumus dan hukum/kodrat alam yg selalu selaras, seimbang, dan harmonis dalam rangkaian hukum keadilan alam semesta. Demikian pula, ulah dan kelakuan jagad kecil, positif maupun negatif akan besar pengaruhnya terhadap jagad besar. Termasuk bencana alam.
Mas Bambang Sidharta Yth
Saya hanya melatih diri untuk berkata jujur apa adanya mas. “Just the way you are..!
Mas Wolo-wolo Kuwato Yth
Jika sudah sabar, cobalah utk bermeditasi untuk menggapai keheningan, supaya lebih sabar, dan lebih eling. Pahami saja keadaan itu sebagai pepeling, pengingat, teguran supaya perbuatan kita lebih selaras dgn alam semesta. Agar kita menjadi orang yg “bertakwa kpd tuhan”. Makna hakekat bertakwa kpd tuhan adl menselaraskan diri dengan prinsip keseimbangan dan keadilan alam semesta.
Mas Wintala Yth
Monggo mas, cobalah cermati satu persatu kata-kata dan kalimat yg ada di sini. Semoga bermanfaat utk kita semua.
Yangkung Dan Mas Ben Syam Yth
Benar Yangkung, saat ini kita berada dalam kumparan siklus besar, maka banyak kejadian besar pula.
Matur sembah nuwun sudah paring ngelmu uthak athik gathuk, nama-nama hari menjadi lebih bermakna. Tentu saja semua itu menjadi pepeling buat kita semua. Mugi panjenengan sekeluarga tansah karahayon ingkang sami pinanggih.
Mas Wijoyokusumo Yth
Semoga bermanfaat sekalipun sedikit mas. Paling tidak buat kita sendiri.
Mas Rudy Yth
Yah, seperti itulah awalnya kita melatih kecermatan dan kewaspadaan batin, lama-lama akan menjadi peka apabila sering pula batin di olah misalnya melalui meditasi/semedi. Lakukan setiap hari pada segala apa yg terjadi, memahami terhadap segala sesuatu hal, dirasakan apakah ada yg timpang, apakah ada something wrong. Kuncinya adalah, kita perhatikan dan PEDULI terhadap lingkungan alam dan seluruh penghuninya.
Mas Fajar Yth
Amin, amin. Semoga kita selalu teguh dan konsisten untuk selalu berusaha menjadi orang yg berfaedah bagi alam semesta dan seluruh mahluk.
Mas Heri Yth
Baik mas, nanti silahkan anjang sana ke rmh, nanti saya buka email dari panjenengan. Matur sembah nuwun,
Neng Rindu Yth
Banyak orang merasa akrab di telinga dengan istilah “bersandar kpd allah”, tetapi bingung dan seringkali keliru fatal memahami maknanya. Bersandar kpd allah sama halnya dengan taat, patuh, takwa kpd allah, artinya menselaraskan dan harmonisasi sikap dan perbuatan kita kepada kebijaksaan dan keadilan rumus-rumus alam semesta. Sebagaimana dalam tulisan saya ttg “PUSAKA HASTA BRATA“.
Pak Maryoto Yth
Sumonggo mas, mugi migunani tumrap tiyang kathah.
rahayu
salam asih asah asuh
Rahayu karaharjan
heri
Agustus 19th, 2010 pada 18:12
Matur nuwun Mas Sabda
salam wilujeng rahayu
PUTUNE KAKI
Agustus 19th, 2010 pada 18:16
SALAM KENAL…. KAGEM MAS SABDA
SAYA SENENG MBACA TULISAN KANG MAS SABDA …. BUAT BAHAN RENUNGAN SAYA
KALAU BOLEH TANYA … KALAU MAU NGUMPUL BUAT KOPI DARAT DIMANA MAS…
mahaning
Agustus 20th, 2010 pada 01:31
sugeng dalu pak sabda,kulo ingkang marak sowan…
eddy sujoko
Agustus 20th, 2010 pada 05:54
Ki Sabda matur suwun sanget saget kangge pepling lan ngatos2 anggen kito urip wonten alam samangke lan selajengipun, mugi kito sedoyo tansah ginajar rahayu wilujeng kalis nir ing sabikolo lan rubido, amiin
jabon
Agustus 20th, 2010 pada 15:42
by jabon
jika tuhan menghendaki pasti bisa
raja phandita
Agustus 20th, 2010 pada 22:03
….
perlu diingat
setinggi ilmu yang dimiliki
setinggi rasa bisa dicipta
ingatlah dulu kita tiada
atas kehendak tuhan kita dicipta,dilahirkan,dihidupkan dan nantipun akan dimatikan lagi
dari jaman dahulu nuswantara terdiri dari kerajaan besar
para leluhur yang waskita yang mengerti saepi cipta
para waliyulloh yang sejati
para biksu,phandita dan ahli rijalul ghaib
menyebar, berserakan di nuswantara
nuswantara adalah bagian kecil dunia
pandanglah kebawah
pandanglah jiwa
apakah MAMPU
MENAHAN JIWA,JIKA NANTI HARUS KEMBALI
BARANG SEDETIKPUN
MANUSIA DILAHIRKAN HINGGA BESAR MAKA MEMBANGKANGLAH MEREKA
MEREKA TAK TAHU DIBUMI MANA MEREKA AKAN MATI
telah terngiang para wali khutub
telah terngiang raja raja wakita jaman dahulu
sudah punya dan memiliki kadar masing masing
sudah memiliki tugas masing masing
mereka takkan mampu menyatukan semua rasa
KARENA RASA TUHAN YANG MENCIPTA…
lihatlah renungkanlah…
tak sedikitpun kekuatan bisa menahan jiwa..DIRI SENDIRI
wassalam
O'on
Agustus 21st, 2010 pada 13:53
TAK TAHU DIBUMI MANA MEREKA AKAN MATI
——————————————————
atas kehendak Alloh “lingkaran” juga tercipta dan itu berlaku untuk manusia
asal mula biar mbrojol/lahir sampe’ ko’it/masuk kubur…ya disini2 (planet bumi) juga,
biar ka’te lahir/wafat di bulan ato planet Mars, tapi kalo ditelusuri ditambah berbagai faktor2 teknis mah,..ya ujung2na dari/bakal kembali ke planet bumi.
ada sekata2:
kacang mah gak kan pernah “lupa” kulitnya, kalo “lupa” mah brarti hoax gan
coba kontek/”sms” beliau2 yg lagi pada isra miraj alias moksa, tanya apa kabar & kapan pulang ke bumi tercintah ?
^ merenungi/ngulik apa makna: satu hari setara 50rb tahun, yg dulu diceritakan (Prof.) Muhammad,
dgn kata lain mereka yg moksa memang tidak wafat, itulah salah satu cita rasa dari relativitas waktu,
seakan2 mereka ditjap (beneran) wafat oleh kita yg msh ngetem dibumi hanya karena tak kunjung jumpa lagi dgn mereka dlm tempo dekat.
ini kalo sy sebut sbg “sms”:
————————————————————————————
…Beliau menjawab singkat dengan suara yang berat, dengan logat melayu kuno bagaikan sedang berpantun,”…
—————————————————
jika meninjau sejak kapan tahun pergi & sejauh mana Beliau saat ini, maka cukup canggih “sms” itu bisa “terbaca”
bukan sulap bukan ajaib jika itu realtime krn memanfaatkan teknis “lingkaran/lubang komunikasi”.
yg aneh/ajaib/goib mah justru manusia bisa berkehendak scr sadar atau tidak/lupa ingin sesuatu yg mustahil
yaitu: pengen LEPAS/GAK MAU bertanggung-jawab atas perilakunya,
dgn modus operandi menyalahkan/mengatakan perihal yg mengecewakan (bencana) itu adalah kehendak Tuhan,
tapi dikala memperoleh yg memuaskan, dgn bangganya seakan2 itu adalah kesuksesan pribadi saja,
jika bersyukur kpd Tuhan-pun biasanya sebatas “dimulut” (saja). (pengalaman sy pribadi sih, cuma bersyukur om’do)
begitu juga, “lingkaran” berlaku untuk kebangsaan/kesukuan (bukan scr ras fisik/badan, krn misal: yg albino gimana yah?)
buat yg blasteran maka ke salah satunya, tergantung porsi yg dominan.
- orang batak yg fasih & terlihat jawa/sunda tetap saja bakal kembali lagi (“berjiwa”) batak
- orang padang/melayu sumatera yg hijrah ke “tanah thai”, ya tau sendirilah “siapa”…
…(vice versa) juga dsb untuk suku2 lain.
manusia=mesin, punya BIOS/firmware atau orisinalitas & kompatibilitas dgn lingkungan.
kalo hayalan sy pribadi: si adam & si hawa itu = MJ, anak cucu dstnya hijrah kemana2.
kita ini “dititipi” sbg khalifah di muka bumi nusantara yg penuh resiko krn banyak saluran magma, tapi:
high risk maka high return/advantage in short time
kalo gak setuju tentang sukaduka/berada di nusantara,..pindah saja kalo memang bisa/mampu ke daerah lain yg lebih aman, misal: afrika, dll
di nusantara…kesalahan fatal, ya bencana (instan) lah akibatnya
sebenarnya malu untuk mengakui, tapi jd terbayang bumi nusantara ini akan hancur, sedikitnya berantakan.
berharap eling & waspada juga untuk jangka panjang.
mengapa koq CUMA nusantara rawan bencana ?
gak juga, ada negara2 maju jsaat ini uga rawan bencana, cekidot aja di mana2 saja terdapat jurang2 laut, dll
yg punya porsi resiko tak jauh beda dgn nusantara
untuk masa YAD
jika para khalifah (terutama) di muka/belahan bumi yg ekstrim (kayak nusantara) “berhasil” berperilaku selaras dgn alam, maka tidak akan ada kematian individu apalagi pengadilan padang masyar, “balasannya” bukan (iming2) surga tapi “ticket” travelling untuk menguak/mengenal lebih advanced lagi & lagi-lagi, dst….Diri-Nya & ciptaan-Nya.
tak ada limitasi juga tak kan ada rasa bosan
maaf, yg kena pengadilan/bangkit dari kubur, gambaran “prosesnya” bisa disimulasikan dgn ilmu hukum, dimana nanti juga ada “pembela”
…hasil akhirnya tidak lain hanyalah travelling, jadi ceritanya jika pas jalan2 nemu planet yg indah & sangat layak huni, planet itulah = surga.
kalo gak berhasil dibela, kena jeratan hukum pidana/perdata ya pastilah “dipenjara”, informasi diri tertarik.kompatibel untuk ngetem bersama suatu kondisi gabungan gas, material yg bisa disebut gak nyaman (neraka).
sikapsamin
Agustus 21st, 2010 pada 04:41
Nderek komen kimas Sabda,
…orang Batak kembali ke kebatakannya, orang Jawa kembali ke kejawaannya, orang Madura kembali ke kemaduraannya…dst…
Sangat sepakat ki, agar kembali pada keseimbangan…
Semoga hal ini juga direnungi oleh “para-WNI”… (Warga Negara Imigran/Imitasi/Indekos).
Lha wong Indekos kok malah sing duwe omah digusur, cilakaknya malah dibantu pak ketua-rt… atau jangan2 ketua-rtnya juga WNI…?!?
Irfan arghi
Agustus 21st, 2010 pada 05:04
salam kenal Ki Sabda
yang tampak sekarang ini, “wong jowo wes mulai ilang jowone”
salam rahayu
Arya
Agustus 21st, 2010 pada 11:44
Salam kenal Ki Sabda..
Tentang fenoma langit terbelah d atas jogja dan padang bulan lalu ini apa yang dapat dibaca dari fenomena tersebut.
Nuwun Ki.
wongalus
Agustus 21st, 2010 pada 19:58
@Turut prihatin atas musibah gempa di Jogja hari ini.. semoga tidak ada korban. Buat KI Sabda, panjenengan estu lantip, waskita membaca tanda-tanda alam. Nuwun ki…
SABDå
Agustus 21st, 2010 pada 22:05
Ki Wongalus dan seluruh pembaca Ingkang Dahat Kinurmatan
Gempa kekuatan 5 SR, pusat gempa berada pada 15 km tenggara Kota Bantul (wilayah Imogiri) dengan kedalaman hanya 10 km. terjadi pada 21 Agustus 2010, jam 18.41 WIB. Gempa kali ini mengisyaratkan tanda-tanda yang berbeda dari gempa-gempa sebelumnya. Mulai jam 16.00 WIB terasa udara di mana-mana muncul bau tak sedap seperti gas amoniak dan gosong. Bila kita lebih konsentrasi, hening batin, bau akan terasa semakin menyengat. Ini merupakan pertanda baru yang bisa dijadikan referensi buat sodara-sodara di seluruh tanah air. Karena kedangkalan sumber gempa, gempa mengakibatkan beberapa rumah tetangga mengalami retak-retak kecil. Di Bantul beberapa rumah mengalami kerusakan agak berat, membuat genting ada yg berjatuhan.
Mugi Rahayu Ingkang sami pinanggih
adib
Agustus 21st, 2010 pada 23:29
Ki Sabda ingkang waskita,
salam kenal,
bolehkah saya mengetahui email Ki Sabda?
ada hal yang ingin saya sampaikan.
maturnuwun sakderengipun.
rahayu
Daryono
Agustus 22nd, 2010 pada 00:55
Sugeng ndalu Mas Sabda Terima kasih telah memberi peringatan pada kami kami yg awam mas.mudah mudahan tulisan panjenengan dapat menumbuhkan sikap eling lan waspada pada kita semua untuk sodara 2 yg ada di jogja mudah mudahan selalu di beri kekuatan atas musibah yg terjadi.
Wilujeng Rahayu.
heri
Agustus 22nd, 2010 pada 16:00
Ki Sabda Yth,
Matur nuwun kulo aturaken dumateng Panjenengan tuwin Ibu, ingkang sampun kerso nampi kawulo wonten dalem Panjenengan, mugi sanes wekdal kepareng nampi kawulo malih, nyuwun pangapunten menawi wonten ingkang mboten mranani penggalih tuwin wonten lepat kawulo. Wangsul saking dalem Panjenengan wonten lindu, pertondo badhe wonten menopo Ki?
Salam rahayu wilujeng
heri
raja phandita
Agustus 22nd, 2010 pada 21:33
akan semakin berat jogya di goyang….
segeralah istigfar….
raja phandita
Agustus 22nd, 2010 pada 21:42
yth KISABDO DAN WAYANG AJI JANOKO
WAJIB DIBACA OLEH KISABDA DAN AJI WAYANG JANOKO….
judulnya….SAKIT HATI
saat smu pernah punya pacar..anggun sekali
tidak ada angin tidak ada badai, dia menipu hatiku
aku menangis dimobil elf tanpa kusadari menetes air mataku
ibu ibu dimobil elf…” duh kasihan itu anak lagi sedih”
hancur hatiku…..ingin ku remukkan rumahnya,kumatikan seluruh keluarganya,ingin ku terbang ke desanya sambil kupegang goloh emas
akan kutantang semua orang…
biadab…sakit hatiku,pilu terasa…
hingga datanglah eyang prabu..
sudahlah…jangan seperti itu..
jika dia yang terbaik bagimu..pasti jadi denganmu
allah pasti akan memeberikan seseorang yang terbaik bagi setiap insannya
hatiku perih
kulantunkan nyanyian lagi sang satria dari kahyangan
LENGGAK LENGGOK LEMPAY HERANG DIBURUAN SATUS TUNGGAL
PARANGPANG MATA SAGEDONG
MANGKA HURUNG KAWAS LAYUNG,MANGKA HERANG KAWAS BENTANG
RINDAT AING RAJA PHANDITA SEURI AIR RAJA MANTRI
ULAH NGADELEU KAMANA WAE NYA DEULEU CAHAYA AING,NU NGARIUNG JIGA LUTUNG NU NGARENDENG JIGA MONYET
NYA KAULA SATRIA KIKAHYANGAN………………..
seketika hatiku damai,jiwaku tenang….
11 tahun hingga tahun 2009 aku berjumpa dengannya melalui facebook
dia menangis,aku malah merintih..hatiku sakit sekali
putrinya dua..
kutanya dimana kamu sekarang
aku tinggal di tanjung priok
dimana suamimu sekarang..suamiku tugas di makassar
tanjung priok dan makassar..
aku ingin tau dimana itu
bertubi tubi tak henti henti..makassar muncul di tv
tapi kenapa hanya kekacauan yang terjadi
hingga aku bilang…hati hati dekat tanjung priok
akhirnya terjadi musibah bencana tanjung priok
sebelum itu
aku duduk diserambi rumah
datanglah seseorang pejalan kaki
lalu ikut duduk….
kang, kenging abdi reureuh
mangga..
ari bapak timana
abdi titasik…
naha mapah..muhun ieu teh nuju kena bencana abditeh
akang…abdi mapah titasik meni teu aya acan jalma nu welas asih ka abdi…
semua orang sepertinya tak perduli dengan aku yang hina ini
akang, jangan perdulikan omongan kyai kyai..
katanya bumi ini dan itu kotor…
YANG KOTOR ORANGNYA..ALLAH MENCIPTAKAN BUMI DALAM KEADAAN SUCI DAN AKAN SELALU SUCI..
ari rencana bapak mau kemana tujuan
abdi mau ke purwakarta…
eleh eleh jadi inget sama si cantik yang menyekiti hatiku
dia tinggal di purwakarta sebelum ke tanjung priok
ya sudah bapak,ini dari saya mohon diterima uang 20 rebu,sama rokok sejati 1 bungkus,supaya tidak ada ria ujub takabur..MANGGA LAJEUNGKEUN BAPAK..
besoknya, jam 1 siang aku dzikir,
ada telepon dari pak harto yang pernah mengawini ponakan jendral kuntara..
aku bilang..
SUDAHLAH PAE, GAK USAH DIRISAUKAN TGL 9 BULAN 9 2009 JIKA MEMANG JAKARTA BANJIR DARAH , BERARTI MEMANG BENAR ITU YANG NGAKU BOCAK ANGON DARI GUNUNG WAYANG..
tapi jika nanti tgl 9-9-2009 tidak terjadi apa-apa bohonglah dia..
eh jam 3 sore terjadi bencana GEMPA DITASIK MALAYA….
dan tgl 9 2009 tdk terjadi apa-apa..
yang terjadi pusaka keris kujang leluhurku akhirnya kembali….tepat tgl 9-09-2009
lalu bertubi tubi cilacap, padang, banten,makasaar semakin jelas tambah rusuh
dan akhirnya tanjung priok berdarah
masya allah
lalu kukontak kang haji asef ghaib 99
dimanakah ciwidey kang asef?
eh di tv terjadi longsor diciwidey…….
kini aku sakit hati untuk ke 2 kali
dan ini terjadi di daerahku ..cirebon
APAKAH YANG AKAN TERJADI DENGAN CIREBON?
yogya sudah dan akan terjadi ke2 kali tambah parah..karena disana ada batara kolo musuh bebuyutan sang satria piningit
batara kolo yang bersemayam di gunung gede,berkumpul di gunung lawu
bulan suci ini
semakin kacau hatiku
sigoblog perempuan yang sudah serius akan menikah denganku
ternyata berkhianat lagi
indah sekali sakit hati ini ..sungguh indah
namun tak separah sepuh sangkuriang..bertentangan dengan kodrat sampai akhir jaman
aku bersumpah
aku akan terbang kepalestina
akan kuminta jubah dan mustika sri baduga dan siapapun yang mau memberi…….
dan aku sudah siap menerima ilmu sagala dari para sepuh termasuk kikuncung semar badranaya
jadi ingat sangkuriang
leluhurku ditanah tangkuban perahu
sungguh SAKIT
JIKA CINTA HARUS MENGALAMI BEGINI
gunung bisa kutendang
TAPI NAJIS KALAU HARUS MEROGOH SUKMANYA
biar semar mesem
jaran goyang
arjuna telon
dananjaya
asihan pajajaran
asihan batara kamajaya
semua asihan aku tidak akan memakainya
tak satupun
ripuh hirup sangsara selalu dihina
cinta selalu menghianati
terlalu
terlaaalluuu
benar kata bang roma irama..TERLALU…..
hu hu hu
pertengahan bulan suci ini
akan kukumpulkan semua rasaku
akan kupanggil semua leluhurku
aku siap menerima semua mustika ilmu dan apapun itu
cukup sudah hatiku lelah
jika hidup terus begini….
aaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
STRESSSSSSSSSSSSSSS
SABDå
Agustus 23rd, 2010 pada 01:50
Kang Ades Yth
Ada saya kutip kalimat anda berikut :
yogya sudah dan akan terjadi ke2 kali tambah parah..karena disana ada batara kolo musuh bebuyutan sang satria piningit
Menurut apa yg tampak, Jogja sdh tdk akan ada lagi terjadi gempa lebih besar dari pd 27 Mei 2006. Sementara itu, Betara Kala bukanlah sosok berwatak jahat, jadi bukanlah musuh SP. Dua kali pernah bertemu, justru BK berwatak sangat bijak. Jika Betara Kala harus mengambil/memakan korban, itu semata sebagai proses bekerjanya hukum keseimbangan dan seleksi alam semesta.
Btw, terimakasih atas bagi-bagi kisahnya, semoga bermanfaat.
salam karaharjan
lormuria
Agustus 23rd, 2010 pada 14:35
@Ki Sabda
Salam salam salam
semoga tetap dalam Penjagaan dan PemeliharaanNYA
lormuria
Agustus 23rd, 2010 pada 14:31
Laa Hawlawalaquwwata illabillah=====> Innalillahi wainnailaihiRoojiuun
raja phandita
Agustus 22nd, 2010 pada 21:54
lalu datanglah sekoyong koyong paharto membawa proposal untuk yayasan
berisi 145 anak yatim dan dhuafa
aku jadi tambah bingung
hemmm karunya teuing jalma teu boga
hanjakal aingge sangsara
insya allah semoga ada jalan
untuk membantu mereka….
SEKARANGMAH BUKTI NYATA TERNYATA…
jadi teringat yang pake KM..maling sini maling sana untuk yayasan untuk pakir miskin..
benarkah begitu..dan dibenarkankah itu..
subhanallah
bulan suci ini sungguh menggoyang jiwa..
aku hanya menatap langit satu doaku yang terkabul
SEMOGA CIREBON TIDAK KEMARAU…
he he
alhamdullilah,yang tani 3 kali jadi 4 kali….he he
yang gegelendeng hujan bae BANYAK…
coba saja jika ada daerah yang kering kerontang pengen turun hujan
kasih alamat daerah mana..nanti saya coba minta sama gusti allah
semoga hujan diturunkan,menjadi rahmat dan menjadi kedamaian bukan kedinginan..
insya allah….
GAK PERLU PADA COMMENT KALIMAT SAYA..
LEWAT SAJA
KALAU BACA SILAHKAN..TAPI JANGAN PADA NYENGIR KUDA..APALAGI MORONGOS
PUNTEN PADA SEMUA..BAHASA SAYA SEPERTI INI
punten ka kisabda..kasadayana..
wassalam
lormuria
Agustus 23rd, 2010 pada 14:28
Alhamdulillahirobbil’alamin…. Segala Puja dan Puji hanya untuk Allah Tuhan Alam Semesta..
bobbyfelik
Agustus 23rd, 2010 pada 11:35
ki sabdolangit, bolehkah saya minta alamat panjenengan, kebetulan saya tinggal di jogja, menawi kepareng saya ngudi/sinau kaweruh kaliyan panjenengan….. maturnuwun sakderengipun ………
Wagiman
Agustus 23rd, 2010 pada 14:11
Ass,salam kenal ki sabdo smg kt smua sllu dbri jln yg benar.
Ki saya hnya wong enom mboten paham wigatose ndonyo,nangeng kulo prihaten sanget ndelok polahe manungso engkang mboten becik.
Kulo asli wong jowo urep neng sumatra selatan,kulo ngeroso sedih sanget ndelok wong jowo gen daerah kulo malah katot dadi wong asli daerah.
Katone isen dadi wong jowo,,kulo ngeroso wong jowo kox uripe soro .
Ki sabdo kulo nyuwon pencerahane,mbok bileh panjenengan saget kulo arep2 nang email kulo ,santana.adyraka@gmail.com.
Namung niku raose manah kulo ,yen wonten klenta klentune ,kulo nyuwon agunge samudra pangeksami mugi2 ,gusti kang moho asih maringi kabecik’an kangge panjenengan lan sedoyo keluarga blog niki. Amin
matur suwon
beni
Agustus 23rd, 2010 pada 23:31
mugi2x Gusti ingkang maha kuwasa maringi ampunan dumatheng kita sedaya, rakyat nusantara.
air langit
Agustus 24th, 2010 pada 00:29
sugeng dalu, ki såbda
mugi pinaring rahayu wilujeng buat ki såbda serta keluarga. terima kasih atas peringatan yg telah diberikan. sedikit bertanya, apakah tiap akan terjadi bencana para mahluk dunia sebelah akan berbondong2 ke pusat bencana, seolah akan ada yg punya hajat. semoga ki såbda mempunyai banyak waktu luang, untuk selalu memberi pepadang lan pepeling buat kita2 yg masih kurang eling lan waspada.
matur sembah nuwun
SABDå
Agustus 24th, 2010 pada 10:43
Air Langit YTh
Mahluk gaib ada yang berbondong menuju pusat bencana, ada pula yg berbondong meninggalkan pusat bencana. Masing2 punya kepentingan, yg pertama utk mempedulikan keselamatan dan nasib bumi dan seisinya termasuk manusia. Yang ke dua adl mahluk penghuni sekitar pusat bencana/gempa yang melakukan eksodus karena mereka tidak tahan akan sebaran hawa panas di seputar wilayah akan terjadi gempa dan bencana. Sama halnya dalam kehidupan wadag manusia, misalnya saat akan terjadi gunung meletus, banyak penduduksekitar mengungsi, tapi ada tim keamanan dan pemerintah yg mendekati daerah akan terjadi letusan utk melakukan tindakan antisipasi keselamatan penduduk.
Salam karaharjan
Lareasemtirang
Agustus 24th, 2010 pada 16:49
Nderek belo sungkowo dateng tlatah ngayogyokarto hadiningrat,smoga ibu bumi hanya bersolek dan ngenomi lagi..? nuwun maturnuwun.
babeh
Agustus 25th, 2010 pada 00:27
Salam kenal pak,,
Mau ikut nimbrung, memang ada orang-orang yang diberi kelebihan dalam melihat tanda-tanda yang akan muncul di masa depan, tetapi apabila akan diberitahukan kepada orang lain,ada baiknya memperhatikan kata-kata. Maksudnya, daripada berkata “akan terjadi suatu bencana pada bulan Desember” lebih baik diganti “saya mendapat suatu gambaran yang saya kira berasal dari Tuhan bahwa akan terjadi suatu bencana pada bulan Desember”,
Dengan demikian menjadikan kita lebih hati-hati dalam membentuk suatu kalimat fakta.
Terimakasih ..
sikapsamin
Agustus 26th, 2010 pada 08:52
Saya jadi ingat berita/cerita yg beredar cukup luas dikalangan para pedagang setelah ‘banjir-bandang’ yg menerjang Pasar-Bulu Semarang bulan Januari 1990(ya th.1990)yl.
Beberapa hari sebelum banjir, ada seorang-gila yg sdh cukup ‘akrab’ dg para pedagang-pasar, berteriak-teriak : “ooii..para sedulur, pasar iki bakal diresik’i, dikumbah (pasar ini akan dibersihkan, dicuci).”…berulang-kali…
Tak satupun pedagang menghiraukan omongan ‘orang-gila’ tsb…
Setelah kejadian banjir-bandang, barulah beredar cerita ‘peringatan dari orang-gila’ tsb.
Dari fenomena tadi, saya agak bersikap hati2 thd ‘orang-gila, pengemis’ dan semacamnya…
KEBENARAN…sering kita terjemahkan (atau mewujud) menjadi KEBETULAN
sikapsamin
Agustus 26th, 2010 pada 09:37
Ada lagi…saya percaya diantara kita sering mendengar berita atau bahkan menyaksikan langsung fenomena ulah para binatang, yg gelisah/ribut bahkan yang liar dihutan berlarian mengévakuasi-diri sebelum gempa/tsunami terjadi…
MENDAHULUI KEHENDAK TUHAN?!
Nurhadi
Agustus 25th, 2010 pada 01:05
Salam kenal kagem Mas Sabda sekeluarga, mugi tansah pinaringan kawilujengan, kasarasan, karaharjan, katentreman sakrinten sadalune selawase saking kersane Gusti kang Maha Suci.
Membaca tulisan panjenengan saya langsung teringat pesan para sesepuh untuk membiasakan diri selalu NANDUR KABECIKAN ( menebar kebaikan) dimanapun & kapanpun kita berada. Setiap tindakan / pekerjan didasari niat untuk mewujudkan sesuatu yang terbaik demi kemaslahatan bersama. Ojo girang gumuyu yen lagi bungah, Ojo nggrantes yen lagi susah. Ora sambat Ora maido. Betah melek betah luwih, Sabar narimo ing kasunyatan. Senantiasa PERCAYA DIRI pada kemampun sendiri didasari PERCAYA atas KEHENDAK YANG MAHA KUASA.
Akibat dari sikap & tindakan yang demikian itu kita menjadi pribadi yang peka, tangguh, tahan banting, selalu optimis, berfikir & bekerja kreatif, berjiwa besar dan senantiasa menjadi diri sendiri. Dengan begitu maka kita siap dengan segala situasi apapun. Ora gumunan ora kagetan.
Mekaten ingkang seget kulo aturaken, nyuwun pangapunten sedoyo lepat.
Kanti Sesanti Joyo Joyo Wijayanti tekaping Bramastuti Suro Diro Janingrat Lebur Dening Pangastuti Pangruating Diyu, Rahayu Rahayu Rahayu. Nuwun.
dwiwahyuono
Agustus 27th, 2010 pada 11:25
Saya ingin tahu sesungguhnya siapa sih yang disebut sebagai ratu adil?
dan kapan kira2 munculnya?
priambodo
Agustus 29th, 2010 pada 15:57
nyuwun pangapunten KI Sabdo,apa boleh tulisan panjenengan saya jadikan referensi untuk membuat buku?
ki bonthot kamulyan
September 2nd, 2010 pada 21:06
aslm, wr, wb,
ki sabda yth
para sesepuh yth,
ijinkan saya untuk urun rembug, membaca tulisan bpk sabda di atas, saya sangat sependapat bahwa manusia tak mungkin mendahului kehendak Tuhan, karena sudah sangat jelas bahwa semua skenario Tuhan telah dituliskan, seandainya ada manusia bisa mengetahui kejadian2 yang akan terjadi dikemudian hari bukan karena ia mendahului kehendak Tuhan tapi karena Tuhanlah yang berkehendak memberikan suatu petunjuk kepada orang yang bersangkutan,jadi sampai kiamat pun manusia tak akan pernah bisa mendahului kehendak Tuhan yang Maha welas & asih. mohon maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan. terimakasih
wassalam,wr,wb
ki bonthot kamulyan
http://pemegangpetir.blogspot.com/2010/09/ilmu-susuk-banyu-putri-kamulyan.html
suket
September 4th, 2010 pada 01:30
Salam, Rahayu Ki Sabda…
Saya langsung teringat postingan ini…
Baru saja ada informasi dari BMKG, gempa 6 SR di Bengkulu
Mugi Gusti tansah ginanjar rahayu wilujeng kalis ing rubedha nir ing sambikala,
amiin
http://bmkg.go.id/60gempa.bmkg?Jenis=URL&IDS=9279258135813849788
Salam Karaharjan….
Scepticist
September 7th, 2010 pada 21:51
Kulonuwun. Kulo ajeng tumut komentar sethithik menawi kepareng…. Tidak ada satu manusiapun yang bisa mendahului kehendak Tuhan. Yang ada adalah manusia diberitahu Tuhan sedikit sekali ttng rencana-Nya baik secara tersirat atupun gamblang. Q prnah melihat (tnpa sngaja) ribuan makhluk berjubah hitam trbang ke arah Barat tpt 7 hri sblum tsunami Aceh. Yang kedua, ktka saya tb2 mrsa ngantuk skali di pagi hri Senin Wage, saya trtidur sbntar di kursi tiba2 saya brmimpi mlihat awan tebal gelap di arah barat-selatan kota saya, tepatny di selatan gunung Merapi. Saya tdk mngrti apa itu, tp yg saya pahami akan ada banyak kesedihan & air mata di daerah selatan gng Merapi dan mmg 7 hri kemudian terjdi gempa Yogyakarta yng dashyat. Sblm kjadian itu saya prnah menyampaikan ttng apa yg saya lihat itu kepada 4 org, namun hanya 1 orng saja yang ingat ttng apa yang saya beritahu. Jadi mmg tidak setiap orang dapat dan boleh diberitahu ttng keadaan di masa depan. Dan juga tidak stiap orng dapat dan boleh menyampaikan ttng keadaan di masa depan. Nuwun
cah angon
September 14th, 2010 pada 12:09
Ki Sabda ingkang waskita,
Membaca situasi ulah manusia sekarang, yang korup, tak peduli dengan sesama dan alam..
kejahatan membabi buta, bayi pada dibuang, maraknya pembunuhan mutilasi, prilaku amoral, pengadilan yang suap, budaya “haram”, serba arab sok jadi wong arab, boom, teroris, terjadinya gempa, longsor, banjir, tsunami, banyak musibah kecelakaan… dst…
Maaf ki..,
Apakah ini terjadi juga karena sumpahnya sabdo palon naya genggong?
atau kehendak alam yang sudah kurang bersahabat ?
Maturnuwun ki atas penjelasannya.
andra
November 14th, 2010 pada 00:07
ssk tak jawab kang yen aku uwis dadi wong waskhita…ahhaaahhaay
:p
peace kang…
@ki sabda,@kang mnif:ngapunten,salam hormat bwt sspuh smua…..mhon mff,masih suka banyak becanda…hhehehehe,,
toto
September 14th, 2010 pada 16:48
nyimak mawon
hanif sn
September 19th, 2010 pada 18:40
salam ki sabda…
kalau berkenan, mohon diperbolehkan saya utk belajar ke panjenengan…saya merasa sebagai orang jawa sdh banyak kehilangan jati diri, terutama dari sisi spiritual…sy domisli ada didaerah pamulang tangsel..tksh
hanif sn
haniefsn@yahoo.co.uk
edy
Oktober 11th, 2010 pada 01:00
“…gempa lebih besar (dan kemungkinan disertai tsunami) dapat melanda wilayah sepanjang Sumatera Barat ke utara. Dan bulan -bulan rawan yang harus diwaspadai berkisar antara September s/d November 2010.”
Miris saya membaca kutipan di atas. Jadi teringat lagi pengalaman gempa Yogya 2006. Sambil menggendong bayi, dan menuntun anak yang satunya, berlarian menyusuri ring road selatan. Berjejalan manusia, motor, dan mobil. Jeritan, tangisan dan teriakan bocah, saat tersiarnya berita mengenai tsunami. Ternyata cuma isu.
Sekarang sudah memasuki minggu kedua October. Apa yang bisa kita lakukan lebih konkrit kepada saudara2 kita di Sumatera Barat, seandainya hal ini benar terjadi. Minimal mereka tahu apa yang mungkin akan terjadi.
Mungkinakah memanfaatkan jalur-jalur yang sudah ada ; BMKG, koran lokal, Pemda. Tolong, jangan biarkan mereka tetap tidak tahu.
Ki Sabda Langit, mohon maaf, saya hanya merasa bersalah.
mastono
Oktober 17th, 2010 pada 06:10
kartining tyas yen wus teken jati pan wus sirna reregeting angga, ruwat sagung mamalane kadi sarira ayu, kang mangkana yeka manawi trus prapteng jero jaba, babarane jumbuh ning wening tan kewoworan. ing satemah kang wus keni den wastani sirna manungsanya…
edy
Oktober 24th, 2010 pada 17:35
Salam kenal Mastono.
Mastono, saya anak kemarin sore di blok ini. Saya benar-benar pingin belajar lebih banyak dari manapun dan dari siapapun mas. Kalau Mastono tidak keberatan dan mau menterjemahkan tulisan Panjenengan di atas, dengan bahasa yang lebih popular, pasti lebih banyak manfaatnya lho mas.
Saya akan banyak berterimakasih , kalo ada yang membantu menterjemahkan dan menyebutkan sumbernya. Nuwun
edy
Oktober 25th, 2010 pada 22:43
Sepuluh menit lalu telah terjadi gempa 7, 2 SR , di Kep. Mentawai, Sumatera Barat, dg kedalaman 10 km.
Ya Tuhan, semoga tidak menelan kurban jiwa.
beni
Oktober 27th, 2010 pada 10:38
wah… leres panjenengan ki…
sinabung meletus, wasior papua banjir longsor, jakarta terendam, merapi meletus, mentawai gempa dan tsunami. Mugi2x bangsa indonesia tansah diparingi welas asih lan saged sadar dadi wong sing “ojo dumeh”
tio repro
Oktober 27th, 2010 pada 18:13
assalamu’alaikum ki,,,
Salam kenal dari saya,untuk pemilik & semua para pengunjung blog ini,,,
Mohon pencerahan & bimbingannya,untuk memndekatkan diri kepada Tuhan,,,
Untuk ki Sabda,mohon izin share halaman ini,semoga dapat dijadikan bahan perenungan diri,,,,
================
Salam kenal kembali Mas Tio Yth
Silahkan share mas semoga ada manfaatnya. Nuwun
rian
November 3rd, 2010 pada 18:11
leres kang njenengan
saputro
November 3rd, 2010 pada 20:03
Bagus mas..postingannya, izin copy paste…. Rahayu
meity
November 9th, 2010 pada 16:22
assalamu alaikum,
salam kenal, saya baru menemukan web ini dan membaca tulisan dg judul tersebut diatas….hummm miris juga ya tapi ada benarnya karena tulisan ini di post bulan agustus dan saya baca pada hari ini 9 nov 10, jadi sebenernya kehendak Tuhan itu bisa dipelajari dari tanda2 alam.
saya juga pernah melihat awan yang menurut saya agak beda, tapi mungkin tidak ada artinya ya. Awan itu menyerupai hantu (yang ada di film kartun) tp di pagi hari pada saat saya berangkat kerja.
Wassalam,
bw eko
November 11th, 2010 pada 02:56
Salam sejatining Urip agawe Urup,
Salam senyum nguborampe…
Sejak SD ada pelajaran tentang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), yg masih saya ingat adalah Bumi selalu berputar pada porosnya, kemudian ada praktek dengan ember yg di isi air..kemudian diputar ke atas dengan cepat…wowww., air tidak tumpah…
kemudian ada pelajaran SEJARAH tentang PKI, dsb….
Menginjak KULIAH, di bidang Disain Komunikasi Visual yang dituntut harus banyak ilmu yang dipelajari…wowww…betapa Luasnya Ilmu ini…hingga saya tahu….Buku sejarah SD tentang sejarah itu bisa ditarik dari edaran..
Misal ada Jalur Akademik yang berani dan mampu untuk membahas tentang Siapa dan Sign apa yang ada dibalek ember itu………………..?????
Sapa tahu evakuasi bisa terkoodinir setiap saat, “Bila” ember itu berhenti berputar…
bocah bejaat
November 12th, 2010 pada 22:42
@ ki sabdo : hatur sembah sungkem dateng panjenengan
semoga gusti ingkang maha suci selalu memberi perlindungan marang panjenengan sekeluarga……..
Wiwik Hardaningsih
November 14th, 2010 pada 04:33
tgl 5 Mei sblm gempa Yogya yg meluluhlantakkan, sy di sms klw beliau meliat gambaran ada gempa besar di Yogya, tp ga tau asalnya dr gunung ato laut.wkt itu Merapi sedang erupsi.beliau msh di Jkt.Kmdn tgl 25 Mei beliau pulang ke Yogya,tgl 27 Mei dinihari jam 2, sy disms, laut berdentum keras spt bom.beliau sms liat mayat bnyk sekali.Ya Allah, Lindungilah kami slrh umat-Mu.pagi jam 5.55 tjd gempa besar Bantul.Sms itu semua sampai skrg msh ada di hp sy.sengaja sy simpan.sejak ki sabda n ibu berkunjung ke Sumatera Barat th 2004, ke Pesisir Selatan dan hampir semua wilayah Sumatera Barat,kedekatan hubungan batin sepertinya ada.ga tau oleh karena apa, sy saksi hidup dr semua apa yg telah disampaikan/diingatkan.pd akhir 2004 atau 2005 waktu Sumatera Barat ada isu kain kafan sering terbang di langit, sesekali dlm hitungan detik ada yg melihat, sy sms ke beliau.Itu semua cleret tahun, kata beliau,suatu fenomena/peringatan Allah akan tjd bencana.bbrp bln stlh itu tjg gempa Bengkulu.2 hari sbl gempa Bengkulu,beliau sempat menyaksikan awan berbentuk naga bumi sepanjang kira2 60 km di langit Bengkulu,kbtln beliau sdg berada di sana, sy masih menyimpan foto2 awan yg beliau kirim.kmdn bbrp th kmdn, th 2006 sy diingatkan kembali, bahwa beliau n ibu melihat gambaran jalan2 n tnh di pdg retak2 n terbelah.sy tanya kok bisa tau itu Padang?jalan2 di Padang kan sy ingat betul, kata beliau.sampai sy n kelg diiingatkan untuk membuat kalung yg diberi tulisan nama n no hp keluarga yg berada di luar Sumbar untuk anak2 sy yg SD, sy juga dipesan jgn lama2 meninggalkan anak2 keluar kota.Th 2007 tjd gempa 7.2 SR.stlh itu diingatkan kembali, pindah rmh saja dr Pdg keluar kota.kmdn disms kembali, beliau meliat gambaran gempa besar dan tsunami tjd,berkali2 disms, jg ke temen2 yg beliau ngrasa deket.sms terakhir tgl 5 Februari 2010, gambaran jelas sekali keliatan, yg keliatan dari Sumatera Barat ke utara.tgl 25 oktober, gempa Mentawai.Tdk disangka sama sekali, ternyata, bener2 tjd tsunami.Ya Allah,kalaulah semua ini kebetulan, apapun yg terjadi,mohon ampun Hamba-Mu ya Allah.Ampuni atas dosa2 kami yg selalu lalai n tdk waspada dg semua yg telah Engkau berikan. yang telah engaku beri peringatan.Tuntun kami ke JalanMu,untuk dapat mjd umatMu yg rahmatan lil aalamiin.yg membawa berkah bagi alam, lingkungan.Kuatkan semua saudara2 kami yang terkena musibah,ujian, atau peringatan dariMu ya Rabb.semoga kami segera tersadar mjd UmatMu yang seharusnya.Amin.Trima kasih untuk semua pelajaran, wejangan, n peringatan.smga dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian2 ini.Amin
Ashari
Februari 14th, 2011 pada 15:52
Kin Fayakun. Tuhan berkuasa mutlak menjadikan yang dikehendaki terdjadi—mewujud sempurna dengan disertai segala kesempurnaan yang dikehendaki.
Tuhan bersabda “bumi ada.” Maka jadilah bumi. bulan, matahari dan juga langit yang melengkapi atau menyempurnakan keberadaan bumi.
Manusia dan seluruh mahluk yang ada di alam semesta ini, keberadaannya dengan Sabda Tuhan.
Apakah orang mati itu dikehendaki Tuhan? Tidak. Sebab Tuhan tidak pernah mematikan yang hidup. Tuhan selalu menghidupkan dan menghidupi setiap yang dihidupkam. Yang dihidupkan bisa mati dengan sendirinya. Dan juga bisa dimatikan oleh sesamanya atau sesama mahluk.
Seorang terpidana mati dieksekusi, sama sekali bukan kehendak Tuhan. Melainkan atas kepastian hukum yang berlaku dan ditaati para penegak hukum.
Mati sebagai korban bencana alam, bukan dikehendaki Tuhan. Sebab Tuhan tidak menghendaki manusia dikprbankan hidupnya.
Jadi kehendak manusia tidak bisa mendahului kehendak Tuhan. Karena kehendak manusia tidak sama dengan kehendak Tuhan.
Tapi bisa saja terjadi. Entah di zaman apa. Berapa abad lagi. Tuhan menghendaki kehendakNYA sama dengan kehendak manusia.. Yaitu pada zaman setiap orang sudah merasa menyatu dengan Tuhannya.
anan
Maret 28th, 2011 pada 07:16
kakek saya pernah mengatakan…
golek ilmu iku wajib, ora ono wates e…tapi ojo nganti ninggal budoyo jowo, mergo iku cikal bakal mu..tempat lahir mu..
apakah itu yang dimaksud Kembali Ke Kearifan Lokal ??
rio
Maret 29th, 2011 pada 12:02
salam kenal ki sabda
rifan restadi
Februari 21st, 2012 pada 01:44
Assalamu’alaikum wr.wb
nyuwon sewu nggeh pak penulis,,,mbok bilih wonten kelepatan kulo nyuwon pangapuntene sak jeruning samudro lan sak agenge jagad,marang gusti kulo nyuwon ampun (astaghfirullahal’adzim)….
yang anda katakan memang bnr dan yang anda lihat dr tanda2 ALLAH jg tdk slah,,,krn ALLAH mnciptakan dan merencanakan sgala sswtu nya tdk ada yg sia2 dan mmpunyai makna,hikmah dan tujuanya.memeng ada ayat yang mngatakan bahwa “jika kamu(manusia) mncintai AKU(ALLAH SWT) mka AKU akn cinta kpadamu,maka akan KU jadikan penglihatanmu adlah penglihatanKU,pendengaranmu adalah pendengaranKU,dan apa yg kau perbwt adlah atas kehendaKU”…kalau tdk salah sperti itu bnyi nya (jika slah saya mhon ampun krn ALLAH lah yg mmiliki sgalaNYA)….ayat itu diberikan untuk hamba nya yang hati nya suci,,,yg punya pangkat PINANDHITO / WASKITO yang mngetahui kjadian yg akan terjadi/ngerti sakdurunge winarah…akan tetapi org yg memiliki gelar tersebut tdk pernah mengexplor / mempublikasikannya,,,ditakutkan kalau prediksi itu bisa memcahkan argumentasi yg negatif untuk smw kalangan yg membaca dan mndengarnya.misal kata prediksi suku maya yg mngatakan bahwa th 2012 akn terjadi kiamat..sbenary bkan itu mksud yg TUHAN mksudkan.bisa saja kiamat kecil atau pun bnyak org yg sling mementingkan hawa nafsu nya untuk kepentingan pribadi seperti yg terjadi di negara kita ini.
tak ada yg bisa mndahului kehendak sang maha pencipta,,,akn tetapi kita bs mngetahui akan khendak sang pencipta itu sperti yg anda alami dan anda lihat…
wahai mz penulis “kalau anda sudah mngetahui hal tersebut berarti anda diberikan ilmu lbh dr sang pencipta”,akan tetapi cukup untuk diri kita sendiri aja,jgn untuk org lain pa lagi sampai mengexplor hal tsb….takut apa yg kita sudah ketahui berbeda dengan apa yg ALLAH ketahui…seperti kisahnya penciptaan manusia pertama yaitu nabi ADAM a.s,,,malaikat bertanya “kenapa kita hrs mnyembah manusia dan kenapa ENGKAU menurunkan manusia di bumi,apakah itu tidak mngakibatkan khancuran dan merusak/memporak-porandakan dibumi ENGKAU ya ALLAH”…ALLAH SWT pun mnjawab “engkau tidak mngetahui apa-apa yang AKU ketahui”…dari kisah tersebut kita bisa mnarik kesimpulan bhwa ALLAH mngetahui hal-hal yang styap makhluk ciptaaNYA tidak ada yg mngetahuinya.
so jika kita mngetahui hal-hal yg blum terjadi jangan dulu kita EXPLOR agar tidak mnimbulkan fitnah,kita hrs mnimbangkan manfaat dan mudhorot nya.
kalau kata orang jawa mah,,,”OLEH NGONO MUNG OJO NGONO”
bisa saja hal-hal yg kita ketahui berbeda dengan pengetahuan ALLAH yg blm kita ketahui….
so JANGAN kita mendahului perkataan ALLAH sbelum ALLAH mengatakan dengan bukti-bukti kejadianNYA…
jika mas sang penulis memang memiliki pengetahuan yg lbih atau sudah berpangkat PINANDHITO SINISIHAN WAHYU / WASKITO / ngerti sak jeruning winarah itu sebuah anugrah/hadiah yg agung yg ALLAH berikan pada mas sang penulis…
akan tetapi perlu mas sang penulis ketahui,”orang yg sudah mmeliki pangkat trsbut tidak akn mengexplor ttg hal2 yg diketahuinya”…layaknya padi,,,smakin berisi maka akan smakin merunduk…
MOHON dipertimbangkan dan direnungi…
sekali lagi jika perkataan saya ini salah dan msih ada kekurangan mohon maf beribu-ribu maaf…krena manusia tak lain adalah tempat salah,kurang dan khilaf…dan saya kembalikan kpd ALLAH SWT yg memiliki sgalaNYA yang tak dimiliki stiap makhluk ciptaanNYA…
“kebodohan dan kepintaran q,ksalahan dan kbenaran q,q kmbalikan kpd sang maha PINTAR dan maha BENAR…kebodohan dan kesalahan q adalah karunia dari MU,suatu berkah yg maha agung yang hrus saya terima dg bangga…krena dngan kebodohan dan ksalahan itu lah yg mmbuat q semangat untuk belajar dan belajar untuk mncari kepintaran dan kebenaran”…SUNGGUH ENGKAU maha diatas maha segalaNYA,,,
wassalamu’alaikum wr.wb
niken
Februari 23rd, 2012 pada 13:26
salam kenal ki sabda,
saya hanya seorang anak kecil yang ingin bertanya
mohon alamat emailnya kalau boleh. matur nuwun
semoga semua makhluk selalu dalam kebahagiaan dan lindunganNya.
Rantam
Februari 23rd, 2012 pada 15:19
@ Niken,
Alamat email ada di media tanya jawab : http://www.sabdalangit@gmail.com
Hery Halfbloodprince
April 6th, 2012 pada 21:19
Kang Sabdo.. Kulo izin KOpy Paste ….