Apakah Nasib Orang-Orang Ini Tergantung Pada Agama ?

Kepada para pembaca yang budiman. Apabila berkenan mohon sekiranya dapat ngudari ruwet renteng, memberikan pencerahan atas berbagai tanda tanya yang selama ini selalu menggantung di dalam benak. Suatu hal yang menyangkut konsep/prinsip keadilan tuhan, seperti yang ada dalam dua pertanyaan berikut ini.
1. Saya punya sahabat suku pedalaman sejak lahir tinggal di wilayah Kalbar. Ia tidak memiliki kemampuan baca tulis, sementara itu di daerahnya tak ada listrik, koran, radio, apalagi televisi masuk desa. Jadi jangan mengharap ia bisa mendengar kabar berita soal ilmu, budaya, maupun agama. Lha wong ia juga belum tau nama negara ini, apalagi nama Presiden RI saat ini. Masyarakat di sana tidak juga menganut Islam maupun agama yang lainnya. Agamanya tidak jelas, bahkan ia tidak tahu soal agama, dan tidak pernah tau kalau di dunia ini ternyata ada agama. Tapi perilakunya begitu religius, ia memiliki perilaku welas asih, ia sangat menghormati, menjaga, merawat, lingkungan alam dan makhluk seisinya. Ia tidak mau menyakiti siapapun dan apapun mahluk. Tapi sayang sekali, ia telah wafat beberapa bulan yang lalu.

2. Adalah seorang sahabat yang tinggal di Jakarta Selatan. Ia sejak lahir mengalami cacat; BUTA, TULI, BISU. Ia tidak mengenal agama apapun. Tak bisa diajarkan pula agama apapun.
Pertanyaannya, apakah mereka berdua juga ditanya malaikat sesaat setelah dikubur ? Apakah ia pasti pula masuk neraka karena tak pernah mengucap kalimat persaksian ? Bingung saya ?! Mohon pencerahannya.

salam asah asih asuh

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 14, 2010, in Apakah Nasib Orang-Orang Ini Tergantung Pada Agama ? and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 503 Komentar.

  1. @Bambang Shidarta…

    Mas Sayyid, apa yg dikatakan rekan sing mbaureksa, saya dan para wali mengenai akan hal penyaksian mereka terhadap Allah, bukanlah dari pemahaman mereka, tapi dari penyaksian mereka sendiri atas ridha Allah untuk memperlihatkan ‘wajahNya’..(AQ: Dan pada hari itu mereka berseri2 wajahnya karena kepada Allah mereka melihat, dst), jika kalian hendak bertemu denganKu, maka kerjakanlah amal shaleh dan tiada mempersekutukanku dengan apapun.. Bukankah Allah sendiri yg mengabarkan hal tentang diriNya? Aku adalah harta karun yg ingin kau temukan (hadist qudsi)..Aku adalah ibarat ‘Cahaya’ dan Cahaya itu berda di dalam kaca, dst..(AQ). Allah adalah ‘Cahaya’ bagi langit dan bumi, dst.. Makanya saya suruh membabarkan ayat2 tentang Cahaya di dalam AQ..Dialah Sang Sumber Cahaya, Sang Sumber dari segala sesuatu…
    ————————————————————–
    Kalau anda muslim, tentu anda juga beriman kepada sifat-sifat Allah dalam Asma ‘Ul Husna itu…Al Annur – Yang Maha Bercahaya itu adalah salah satu sebutan bagi nama-nama yang indah pada Allah, bukan berarti Tuhan itu sendiri adalah cahaya.

    Kalau anda mempersamakan Al Annur itu sebagai tuhan itu sendiri, berarti anda juga harus mempersamakan sebutan ‘Maha’ lainnya yang dimiliki Allah. Akhirnya anda tidak akan sanggup membayangkan tuhan itu sendiri. Inilah yang dinamakan anda telah meng-aniaya diri anda sendiri dengan mempersekutukan tuhan. Anda mengerti apa tidak dengan arti ‘mempersekutukan tuhan’.

    Hal sederhana saja tidak mengerti, bagaimana mungkin mau membahas tentang tauhid itu.
    *******

    Berikut sy kutip dari jalaluddin Rakhmat: mengenai melihat “WajahNya”:
    ayat2 di AQ banyak menjelaskan tentang liqa’ (pertemuan). S. Alqahfi: 110, “Barang siapa yang hendak berjumpa dengan Tuhannya, hendaklah dia beramal saleh dan tidak mempersekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun dalam menyembahNya”. Liqa’ menu…rut para ahli sebenarnya berarti melihat atau berjumpa dengan kesaksian ‘mata’, namun banyak ulama syariat yg menafsirkan kata itu menjadi bertemu di akhirat. Semua kata ‘melihat’ ditafsirkan lain. baca QS. 75:22-23: “wajah-wajah mereka pada hari itu riang berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat (nazhirah). ada ulama yg menafsirkan menjadi menunggu.
    Hadist Nabi diriwayatkan oleh aisyah, orang2 bertanya kpd Rasulullah: apakah nanti di hari akhirat kami bisa memandang Tuhan? Rasul menunjuk pada bulan purnama. “kamu lihatkah bulan di langit itu? “Ya” kata para sahabat. kalian akan melihat… Allah nanti, lebih jelas dari kalian melihat bulan sekarang ini.
    Imam Ali ditanya: “Apakah anda melihat Tuhan anda? Beliau menjawab: aku tidak pernah menyembah Tuhan yg tidak bisa aku lihat’. (Ali dianggap sebagai gerbang ilmunya Rasul, mewarisi ilmu2 rahasia-hakekat-ma’rifat).
    Yg paling jelas hadist nabi tentang ihsan: Ihsan itu adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya. Jika kamu tidak sanggup melihatNya, maka yakinlah Tuhan melihat kamu. nabi bicara seakan2, karena berada di hadapan orang awam..Sedang NAbi sendiri telah ‘melihat’ Allah di Sidratul Muntaha sewaktu Mi’raj. dan banyak para wali pernah merasakan pertemuan sakral ini secara bathin atas izinNya juga..
    ————————————————————–
    Sederhana mas…anda melihat dengan mata, dan hamba Allah melihat dengan mata-hatinya. Anda sudah tahu kan bedanya mata dengan mata-hati?! Katanya paham tentang tauhid itu…
    *******

    MAkanya jangan menilai tauhid orang lain..walaupun dalam bungkus agama yg bukan Islam..Kalau anda pelajari, konsep Ketuhanan Kejawen adalah juga konsep Monoteistik dan tentu sama dengan konsep pada Surah AlIkhlas..Dan Kejawen seperti juga Sunda Wiwitan jauh sudah ada sebelum Indonesia didatangi agama2 luar..Konsep MKG yg diusung Siti Jenar pada dasarnya juga merupakan nilai2 kaum Sufistik seperti Al Hallaj yg mati dipenggal karena dianggap sesat..hanya karena berbeda di metode saja dan terkesan mistik bagi orang awam, misal: ritual sajen, keris, leluhur, dsb..Semua itu memiliki makna dan simbol tersendiri dan tentu berbeda dengan konsep budaya arab..Makanya wali Songo menggunakan pendekatan budaya, bukan sekedar grasa grusu, gusar sana sini dan menggunakan hapalan dalil2..(Walaupun saya tidak menjalankan nilai2 dan tradisi Kejawen, karena saya telah secara sadar memilih islam di kehidupan sy sekarang).
    ————————————————————–
    Islam bukanlah kebudayaan, Islam adalah agama. Dan Siti Jenar bukan lah rasul maupun nabi. Muslim diperintahkan beriman kepada rasul-rasul Allah, bukan kepada waliyullah.
    Oleh karena itu, Islam tidak mengajarkan ibadah dengan cara kejawen. Titik.
    *******

    maaf mas, kalau semua yg anda katakan dengan embel2 Jika Allah berkehendak, maka saya ragu apakah anda sudah pernah benar2 mengalami hal itu atau hanya berandai2? Semua orang jg bisa kalau pake embel2 itu mas..
    ————————————————————–
    Mengapa harus disebut berandai-andai…Allah sendiri yang berfirman bahwa Dia lah yang berkehendak memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
    *******

    Mudah2an benar adanya..Namun coba anda tanyakan pada Allah, Ya Allah apakah hanya ummat Islam saja yg akan Kau masukkan Surga? dan Ya Allah apakah usahaku memaksa orang berkeyakinan sama denganku adalah benar? Apakah rekan2 spiritual di blog mas sabda ini masuk neraka semua?
    ————————————————————–
    Tepat sekali…
    karena “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam.”.

    Apakah anda masih meragukan Firman Allah tersebut?! Tentulah yang berada dekat di sisi-Nya juga umat Islam.
    Sekali lagi bedakan antara ‘memaksa’ dengan ‘menentang’ kebathilan itu…Anda terlihat dalam keadaan ‘stress’ sekali.

    QS. Ali ‘Imran
    3.102 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
    *******

    Mas Sayyid..saya juga manusia biasa dan semua rekan disini juga..para Spiritualist meski dari latar belakang berbeda dan kadang tdk membawa agama, namun mereka bertauhid, mereka juga rindu utk kembali pd Sang Pencipta..BAhkan atas IzinNya juga ada yg bertemu Allah..bedanya saya dan anda memilih agama Islam, mereka memilih jalan lain..Dan tidak adalah paksaan dalam agama..Dan Tuhan tidak menutup pintunya bagi ummat lain..Budha mampu mencapai nirvana, Tao juga, Confucius jg bertauhid..semua diciptakan Tuhan untuk memberi warna dan saling menghargai..Semua indah dan cocok pada budaya dan peradaban mereka..Pernahkah anda bertanya, kenapa semua kisah nabi hanya ada di tanah arab? mengapa tidak disebut di benua lainnya? bukankah ada 124.000 nabi lainnya yg tak diceritakan dalam kitab2? Sedang nabi2 Yahudi saja banyak jg tak diceritakan di AQ..
    ————————————————————–
    Lihat lagi di atas: “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam.”

    QS. Ali ‘Imran
    3.85. Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
    *******

    Lalu bagaimana selanjutnya? Biarlah keyakinan kita akan kebenaran agama kita, cukup untuk internal saja..jalankan perintahNya..Jangan maksa2 orang lain..biarkan mereka yakin pula dengan jalan yg mereka pilih..(Ini juga dinyatakan Gus Dur ketika ada yg mencapnya sesat)..Di alam sana nanti kebenaran akan terungkap dan kita saksikan sAja apakah mas sabda, rekan2 lain masuk neraka atau justru diri kita sendiri? Selamatkanlah dirimu dengan shalat dan sabar..Celakalah orang yg lalai dalam shalatnya..lalai disini bermakna lebih dalam: mereka yg shalatnya ‘tidak memiliki ruh/alias khusyu/alias tidak menggunakan hati/alias tak terhubung kpd Allah/alias fikirannya sendiri masih bercabang2 dan nakal/alias membayangkan Allah sesuai imaginasinya/alias menganggap simbol2 mesjid, ka’bah sebagai imaginasi dalam shalatnya…dsb….dsb…Marilah kita perbaiki diri sendiri daripada menghabiskan waktu mengatur2 dan menilai orang lain
    ————————————————————–

    Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi. (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.( QS. Yusuf 12.101).

    Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS. Az Zumar 39.22)
    *******

    nb. Mari mas Sayyid yg sudah ma’rifat..jalan2 dooong lihat2 surga…dan apa sebenarnya surga itu? neraka itu? dan cek sendiri keberadaan ummat non muslim disana? adakah yg non muslim jg masuk? atau muslim saja? yg lain dilarang masuk? lalu ada plang nama di dada mereka kalau mereka Islam? dan apa semua malaikat berbahasa arab saja?

    Mari mas, kalau anda diijinkan Allah untuk melihat itu semua, baru anda kabari disini..Dan anda pasti terkaget2 dengan pemahaman yg anda yakini sekarang..
    ————————————————————–
    QS. At Taubah

    9.74.Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
    Insya Allah…

    Ingat ya…jangan dilupakan:

    “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam.”

    Lihat lagi QS Al ‘imran 3.19 itu.

    n.b.
    oh ya…pasti anda akan mengatakan jawaban anda itu untuk pak Sayyid…
    dan saya juga akan mengatakan bahwa penjelasan saya itu untuk pemirsa…

    Dan buat sedulur sepuh lainnya…kerjakan lah soal yang mudah terlebih dahulu…Hmmm

  2. Mas Bima

    Diskusi antara kita ternyata berbeda substansinya. Saya menganggap Alquran anda adalah hal yang ‘relatif’, sama dengan keyakinan saya yang jg relatif.

    namun anda ‘berfikir’ alquran’ anda hanyalah satu-satunya tuntunan hidup yang mutlak dan keyakinan di luar itu tidak benar.

    ‘Celah’ yang sama maksud tentu tidak sama dengan ‘dinding’ atau ‘batas pemisah’ yang anda maksud. Karena celah itu bukan dinding dan bukan batas pemisah. Celah itu sebuah ‘ruang’ untuk manusia dalam ‘berinteraksi’ dengan Sang Maha Pencipta. Itu yang disebut keyakinan.
    Kalau anda berpegang pada keyakinan anda (alquran), maka apa yang saya sampaikan jg berpegang pada keyakinan saya… bukankah ini relatif?

    saya pernah sampaikan ” Apa yang anda maksudkan, bukan apa yang anda tuliskan”

    Maksud anda adalah bahwa keyakinan saya salah dan ingin mengajak saya untuk masuk ke keyakinan anda, dengan dalil dan dasar dari Alquran yang anda yakini sebagai sebuah kemutlakan.

    Kalau anda menyebut fitrah manusia, maka saya menyebut itulah kemanusiaan… fitrah manusia dan segala hak dan bathil jg bersumber dari kearifan lokal, budaya, sosial, hukum dan kemanusiaan itu sendiri.

    Kemanusiaan ‘mengajarkan’ mencuri itu tidak baik karena mrugikan orang lain, budaya jawa memberi contoh hormati orang tua dengan berbahasa krama halus. Dan banyak lgi tuntutan hidup mulia dari kearifan lokal, yang mengajarkan hak dan bathil Jadi alquran bukan satu-satunya.

    Karena apa, karena manusia diberi hati nurani dan akal fikiran, sama seperti yang anda maksudkan dalam alquran, itulah kemanusiaan. keterbatasan manusia dalam alquran itulah kemanusiaan itu sendiri.
    jadi saya tidak mengutip ayat-ayat.

    kalau hukum menurut Alquran, hukum pancung harus ditegakkan, sementara kearifan lokal justru menyebut hukum pancung adalah tidak berperi kemanusiaan (bathil), lagi-lagi anda akan menjawab bahwa ketetapan Allah sudah digariskan melalui Alquran.

    Pemikiran saya tidak ‘menuju’ ke isi keyakinan anda, namun pada pemikiran anda, bahwa hanya alquran lah yang paling benar dan mutlak.

    kalau anda yakin alquran benar, its ok… namun saya juga punya hak untuk meyakini hal lain di luar alquran, yang saya ‘anggap dan yakini’ benar (bukankah anda juga ‘menganggap dan meyakini’ alquran benar). Kecuali kalo anda dan saya bisa mengkonfirmasi Tuhan secara langsung dan bertanya tentang hal itu.

    Oh ya.. soal bedakan antara Rasul dan manusia biasa dalam menerima wahyu..
    Saya jg punya ayat lo mas.. Muhammad Rasul terakhir… TAPI…. hanya untuk bangsa Arab

    Surah Ibrahim (14:5)
    “Tiada Kami mengutus seorang rasul, kecuali dengan bahasa kaumnya (sendiri) Untuk memberi petunjuk kepada mereka. Lalu Allah menyesatkan siapa yang Ia kehendaki dan membimbing siapa yang Ia berkenan. Ia Maha Perkasa, Maha Bijaksana”

    Dipertegas lagi..

    Surah At Thaha (20:113)
    “Demikian Kami menurunkannya sebagai Quran dalam Bahasa Arab. Dan Kami terangkan di dalamnya beberapa ancaman. Supaya untuk bertaqwa (kepada Tuhan) dan Quran itu memberinya pelajaran,”

    Sekarang konteks diskusi jadi pembabaran ayat ya… he.. he suwun

  3. Sugeng Enjing..salam sejahtera ..salamungalaikum..

    Bade urun atur..nyuwun rinaning penggalih para Rawuh..
    Sekedar untuk referensi.. menambah cita rasa dalam sarasehan ini ..saya ingin berbagi pengalaman yg merupakan bagian perjalanan saya menggali ‘diri sejati sejatinng diri’.. tidak ada maksud lain….

    Dalam satu kesempatan.. kami saling bertemu ( 5 orang) masing2 dari tempat yg berbeda dan tidak saling kenal sebelumnya.. dgn maksud yg sama.. kami memilih sebuah gubuk di pesisir pantai dgn berjalan melintasi belukar 3 km kami sampai di sana.
    ( di Tegal bulat = mungkin daerah paling tepi antara cilacap dan majenang ), ( saat itu 1999 ,Pemukim di sana generasi pertama sejak Bedah Alas)

    Hampir seminggu disana ( bukan bertapa atau meditasi)..ada beberapa fenomena yg kami alami.. ( maaf tidak kami sampaikan untuk yg ini).. setelah itu kami di ajak pinarak didesa dekat situ ( Desa Cikuda, hanya didiami sekitar 15 rumah) ..kami menempati gubug terpisah dari desa itu.. Pagi – pagi kami sedang minum air putih hangat..(tidak ada orang di sekitar kami)..sambil bercanda..” wah hawa seperti ini sebenarnya enaknya minum susu”.. teman mengingatkan..,” Hemm..kita kan bukan sedang tamasya.” ..beberapa saat kemudian..ada seorang nenek datang membawakan satu ceret/ teko berisi Susu sapi ..dgn sedikit basa basi..beliau mempersilakan untuk menikmati. Di suatu sore.. kami sedang membantu menjemur jagung..berhenti sejenak karena banyak bebek sedak melintas..(dalam hatiku..’ mmm.. saya suka daging bebek ). Tiba2..tak berapa jauh.. penggembala bebek itu ..kembali dgn membawa 2 ekor bebek..terlebih lagi..bebek itu diserahkan di tangan saya..padahal ada kawan yg lebih dekat.

    Pernah juga di suatu kesempatan.. ada kawan yg kangen sama gorengan ..katanya,” Dalam 3 hari saja ngga ketemu ‘Tahu Susur ( tahu isi) rasanya pengen ngiler.”.. saya bilang ,”Mas..sabar..”.. sekitar tiga puluh menit kemudian ada orang menghampiri..(Kami tidak mengenalnya).. kenalan ..sok akrab.. basa basi pamitan..dia tinggalkan tas kresek ,” Mas ..untuk camilan nih,kebetulan pas beli gorengan habis semua tinggal Tahu Susur.”..Sambil saya tepuk bahu kawan saya itu…” Dua piring ngga muat tuh.”..dia bergumam memuji tuhannya. ..Demikian juga..dengan “Mie Satu Kardus” …

    Masih ada ..pengalaman pribadi saya.. Suatu ketika ..saya difitnah..saat iu saya berusaha tidak mau terusak batin saya oleh ulah orang lain..saya memilih diam dan berdoa.. kebetulan pemfitnah itu ..dalam posisi lebih berkewenangan.. lebih didengarkan..dan lebih menguasai situasinya. Puncaknya ..saya dipukuli ( saya sdh menangkap gelagatnya krn dia org teperamen dan hobi memukuli orang) .. Dengan tubuh yg besar..dan dua cincin besar di jarinya..mendarat dimuka saya 10 kali..dgn posisi kerah saya di cengkeram ..tidak ada perlawanan dan tidak mengelak..alias Pukulan2 telak.

    Yang saya rasakan saat itu..sutra halus dingin disertai udara sejuk membelai muka saya.. Dia bingung bercampur heran melihat mata saya terus menatap dia tanpa ada luka dan mengaduh.. dia lari tunggang langgang..( Saya belum pernah dan tdk pernah belajar kadigdayan). Kalau berpedoman ilmu fisika pastilah sudah babak belur muka saya..
    Yg Salah Pasti Seleh..sejak itu saya tak pernah sibuk mengklarifikasi fitnah2 terhadap saya.. Karena Gusti Ora Sare.. Ke-Maha PengetahuanNya (ilmuNya) melampaui Ilmu2 ciptaanNaya.
    Kebenaran Sejati tak butuh dalil… ternyata di dalam keterbatasan kita ada peran yang Maha Luas tak terbatas.. di dalam Ilmu alam jagad gumelar ( kausa prima) ada peran Yang Maha Ilmu Yg lebih menguasai Sebab Akibat itu sendiri.

    salam asah asih asuh..Rahayu

  4. Nambahi sekedhik..
    Kontek sederhana..
    Ketika seseorang memutar keran menampung air di cangkir kecil…
    Ada orang meyakini..kran itulah yg mengeluarkan air..
    Ada yg meyakini..Tampungan air diatas atap itulah yg mengeluarkan air ( memlalui pipa yg tak nampak di dlm didinng)..
    Ada yg meyakini..popma air itulah yg mengeluarkan air..sehingga mengisi Drum penampung..
    Ada yg meyakini tanahlah yg mengeluarkan air yg kemudian di pompa..
    Ada yg meyakini Langitlah sebenarnya yg mengeluarkan air ..dari hujan yg meresap di tanah..
    Ada yg meyakini Lautlah yang mengeluarkan air yg kemudian memenuhi langit..
    Ada yg meyakini Salju di kutub bumilah yg mengeluarkan air..sebelum jadi lautan.
    Ada yg meyakini Udaralah yg mengeluarkan air yg terkondensasi oleh suhu di kutub shg jadi salju..
    Ada yg meyakini.. Alamlah yg mengeluarkan air kran itu dari proses Fisika dan Kimia sehingga ada proses kondensasi..
    Ada yg meyakini.. Sang Penciptalah.. yg mengeluarkan air dgn Kehendaknya ( Hukum Alam) …. DAN DENGAN KUASANYA ( Tanpa Hukum Alam)..

    Biarkanlah Keyakinan-keyakinan itu.. toh tidak ada yg salah.. dgn perjalanan pengetahuan dan kesadaran masing-masing akan menemukan Keyakinan Yg sama..
    Hidup adalah Energi..Maha Hidup adalah Energi diatas Energi ..Energi Hukum Alam Berasal dari Energi diatas Energi..Sang Maha Tan kena Kinaya Ngapa.

    nb. @Mas Sifatsamin.. salam kenal juga.. Samsaya jembar donya menika..keranten kathah sederek ingkang mersudi Tresno sejati.

    Sumonggo dipun lanjut…suwun

  5. @Kang Sabda…

    Para Pembaca Yg Budiman
    Selama ini saya kurang tertarik berbicara soal apa itu kebenaran. Bagi saya hal yg lebih penting dalam menjalani kehidupan dimensi bumi ini adalah membuat hidup kita bermanfaat positif bagi kehidupan lainnya meliputi seluruh makhluk dan lingkungan alam. Dan saya memahami hidup ini, tidak lain utk saling memberi dan menerima welas asih kepada dan dari seluruh makhluk sama-sama TITAHING GUSTI. Sederhana saja !!
    Namun kali ini perkenankan saya ngangsu kawruh kepada semuanya. Maaf saya kurang mudeng dengan apa itu istilah KEBENARAN MUTLAK-KEBENARAN RELATIF.
    1. Apa dan bagaimana kah kebenaran mutlak itu, bagaimana definisinya ?
    2. Apakah di dalam kemutlakan memungkinkan ada relativitas, atau relativitas selalu dilimputi oleh kemutlakan ?
    3. Dan yang lebih penting; apa pula contoh-contoh kebenaran mutlak dan contoh relativitas ?
    Jika ada yang berkenan memberikan jawaban saya haturkan beribu terimakasih. Mohon sebisa mungkin menghindari kebiasaan kopi-paste dan repetisi. Harap maklum karena quota gratisan di forum ini bukan unlimited.
    salam karaharjan
    ——————————————————————————
    Kebenaran Mutlak adalah Neraca Keadilan yang Allah turunkan kepada bumi dan alam semesta ini …yang telah tertulis pada umulkitab – Lauh Mahfudz.

    dan kebenaran relatif adalah qadar yang akan terisi pada neraca keadilan itu…dan ketetapannya adalah sesuai dengan yang hak dan yang bathil itu…Yang hak berada di atas yang bathil…dan yang bathil akan musnah…

    Dan pusat keseimbangan neraca keadilan itu berada pada umul quro… dan Allah lah yang berhak Mutlak meng-qodho-nya…

    Insya Allah dapat direnungkan dan dipahami…
    Wassalam.

  6. @Bambang Sidharta

    Mas Bima..

    hmm saya sudah berniat takkan larut dalam perdebatan kusir dengan saudara2ku Bima, Muxlimo dan Mas Sayyid..terserah anda menganggap tindakan saya karena kekalahan saya atau ketakmampuan saya menjawab pertanyaan2 anda..hubungan saya dengan Allah jauh lebih penting daripada hanyut dalam emosi diskusi kusir ini..

    Pesan saya hanya satu dan saya takkan comment lagi apapun jawaban anda:
    Nabi s.a.w bersabda, “Quran yang mulia mempunyai makna zahir dan makna batin” .
    Allah Yang Maha Tinggi membukakan Quran kepada sepuluh lapis makna yang
    tersembunyi. Setiap makna yang berikutnya lebih bermanfaat daripada
    yang sebelumnya kerana ia semakin hampir dengan sumber yang sebenarnya

    Rasul bersabda: “Ilmu ada dua: (pertama) ilmu di lidah, dan itu yang menjadi argumentasi atas manusia; dan (kedua) ilmu di dalam hati, dan itulah ilmu yang bermanfaat”..

    Pengetahuan zahir adalah umpama air hujan yang datang dan pergi sementara pengetahuan batin umpama mata air yang tidak pernah kering. “Dan satu tanda untuk mereka, ialah bumi yang mati (lalu) Kami hidupkannya dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, lalu mereka memakannya”. (Surah Yaa Sin, ayat 33).

    ilmu lidah termasuk ilmu hapalan ayat/dalil..dan ilmu hati adalah ilmu berupa pemahaman yg diberikanNya ke dalam hati manusia..Ilmu lidah hapal dalil masih bisa terkontaminasi otak/ego/nafsu/kepentingan, jika ayat2 Tuhan dibaca dengan hati, maka dariNya akan diberi pemahaman2 akan maksud ayat sesungguhnya sesuai pemahaman dan maqam kita.
    hobinya manusia sekarang adalah ini: berdebat, argumen, berwacana dan merasa benar sendiri..Padahal ilmu ini lah yg akhirnya menjadi hijab baginya untuk melangkah mendekat kepada Illahi…

    Yang banyak diamini ummat Islam adalah ayat2 pembenaran itu..Memang ga salah, tapi di tingkatan lebih tinggi pemahaman saya kok klop dengan pemahamannya Gus Dur..Bahwa Innaddina Indallahil Islam, berarti: Tidak ada Addin (bukan agama, karena Addin definisinya lebih luas dari agama, addin adalah jalan hidup) di sisi Allah, melainkan Islam (diartikan berserah diri totalitas kepada Allah)..Demikian juga ayat2 lain..Matilah kamu dalam keadaan Islam..beda dengan Islam sebagai agama: HAri ini telah kusempurnakan Islam (agama Islam:, syariat/hukum, akidah, akhlak, Iman, Islam, Ihsan) bagimu..
    Dan memang tiap rasul membawa ajaran syariat yg mengharuskan tiap ummatnya meyakini kebenarannya..tiada berpaling kepada yg lain..Hanya di tingkatan hakekat manusia akan menyadari kebenaran sejatinya..Ilmu Syariat menyaratkan untuk selamat dunia akhirat maka disuruh tunduk/patuh dan menghindari laranganNya..Ilmu spiritual/tauhid/hakekat berharap untuk kembali seutuhnya kepada Allah, bukan lagi mengejar selamat, selamat dari neraka atau masuk surga; tapi mengharapkan pertemuan dengan Allah semata..

    hmm oklah kalau begitu saya sudahi sampai disini..

    Sekejap mata memandang Allah, jauh lebih baik dari ibadah ribuan tahun–hadist–

    Salam

    ——————————————————————————————————-
    Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
    Alhamdulillah…Jazakumullah khoiran katsiro…

    Terima kasih kepada Pak Bambang Sidharta atas tanggapannya …

    Bagi saya diskusi dalam forum ini tidak lah saya pandang sebagai ajang perdebatan, melainkan untuk bertukar fikiran secara sehat, bertanggung jawab, dan cerdas…meskipun memang terkadang terasa sedikit menyimpang dari yang dibahas. Insya Allah dari seluruh tanya-jawab dalam diskusi ini, akan banyak memberikan manfaat yang positif bagi kita bersama sesuai dengan kemampuan pada diri kita masing-masing untuk menyerapnya.

    Bukankah apa yang kita lakukan ini juga pernah dilakukan oleh berbagai pihak institusi dan pemuka agama dalam suatu diskusi, seminar, maupun forum lainnya?! Hal yang kita alami ini hanya lah bahagian kecil dari suatu proses pembelajaran bagi kita semua baik yang muslim maupun non muslim.

    Saya pribadi, selalu membuka diri dalam mempelajari dan menimba ilmu pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu, termasuk dalam mempelajari keyakinan dan agama itu sendiri. Bukankah dalam menjalani seluruh aspek kehidupan ini, pada akhirnya kita akan memilih dan menentukan satu pilihan yang terbaik, termasuk dalam memilih keyakinan beribadah itu?! Dan tentunya pilihan itu selalu akan kita perdalam, kita pelajari, dan kita bandingkan dengan pilihan lainnya yang ada. Dengan demikian makin yakin dan makin teguh lah diri kita dalam beriman terhadap pilihan terbaik yang kita yakini itu.

    Dan dalam memilih itu pun tentunya berdasarkan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Itu lah mengapa kita selalu disarankan untuk belajar dan selalu membuka wawasan bukan hanya kepada satu orang saja sebagai yang kita anggap lebih pandai daripada kita. Melainkan kepada berbagai ilmuwan dan cendikiawan yang mampu untuk menjelaskan secara lengkap, jelas, dan rinci, sesuai dengan ilmu yang akan kita pelajari, termasuk dalam mempelajari tentang keyakinan dalam beragama itu.

    Saya pun tidak menutup diri saya terhadap apa yang sedulur sepuh yakini itu, saya paham betul dengan apa yang sedulur yakini dan lakukan tentang kejawen, Ketuhanan Yang Maha Esa, Atheis, agnostic, dan berbagai keyakinan lainnya itu.
    Oleh karena itu lah saya selalu berusaha memberikan tanggapan terhadap apa yang sedulur tanyakan dan kemukakan itu, yang bagi saya adalah merupakan masukan yang berharga bagi diri saya sendiri.

    Akhir kata, saya juga berpesan…
    Pelajari dan pahami lah agama dan kitab sucinya itu secara utuh..bukan setengah-setengah. Karena kalau kita menghendaki kebaikan dan keselamatan dalam hidup ini, baik di dunia maupun di akhirat nanti, tentulah segala sesuatunya harus dipelajari dan dipahami dengan lengkap, rinci, dan jelas, sehingga kita dapat memperolehnya secara utuh dari apa yang kita pelajari itu. Insya Allah.

    Dan sesudahnya, Ber do’a lah kepada Allah agar apa yang kita pelajari itu membawa manfaat bagi diri kita sendiri dan bagi kemaslahatan umat. Rasul-rasul dan nabi-nabi pun juga tetap selalu berdo’a kepada Allah agar selalu diberi kebaikan dan keselamatan bagi dirinya dan umatnya. Karena pada akhirnya manusia tiada memiliki daya upaya selain daripada ber do’a kepada Allah, lebih lagi ketika ajal datang menjemputnya.

    “Rabbana atina fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzabannar”…

    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    umatku…umatku…umatku…

    Sekali lagi saya sampaikan mohon maaf atas segala tindakan dan ucapan saya yang tidak berkenan di hati para sedulur semua. Ini lah perpisahan antara saya dan sedulur semua…
    Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua…Amin.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  7. Mas Suprayitno yang baik..juga Mas Blonthang, Mas Sikap Samin, Mas Bambang Sidharta, Mas Wong Awam, Mas Olads, dan tentu saja Kang Sabda, dan yang namanya belum tersebut, ijinkan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesabaran dan pencerahan yang telah njenengan berikan…

    Untuk Mas Bima, Mas Sayyid, dan Mas Muxlimo, saya sampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas semangat dan konsistensi Anda dalam berdakwah…..

    Khsusus untuk Mas Bima….saya ingin mengajak Anda untuk melanjutkan diskusi…tetapi kali ini, karena Anda tidak mau sekalipun menyimpan dulu Al Qur’an/Hadits, baiklah saya mengalah..mari kita diskusi….dengan menjadikan kedua hal tersebut sebagai acuan…..

    Sekarang…silakan lihat saya sebagai seorang Muslim…bahkan intelektual Muslim..karena saya adalah seorang pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah…dan saya malang melintang di organisasi2 keislaman…lihat pula saya sebagai kyai..karena saya senyatanya mengasuh pesantren dan madrasah di salah satu kawasan yang merupakan kawasan pesantren paling tua di Pulau Jawa…….Mari kita diskusi sampai tuntas……Dan lihat juga saya sebagai sufi…karena guru saya adalah mursyid tarikat syatariyah…….

    Sekarang, saya tanya pada Anda..tinggian mana derajat rasul dengan waliyyullah? Jika Anda katakan lebih tinggi derajat rasul, berarti Anda memang harus belajar sama saya…Pikirkanlah arti dasar dari rasul..yaitu utusan. Lalu apa arti dasar waliyullah? Kekasih Allah…Coba fikirkan, lebih dekat mana, utusan dengan yang mengutus atau kekasih dengan yang mengasihi/dikasihi? Jelas lebih dekat, dan lebih mulia, sang kekasih. Jadi…kalau Anda mau konsisten…rasul itu derajatnya di bawah waliyullah……

    Sekarang, menurut ayat inna diena indallahil Islam, apakah yang diridhoi Allah itu hanya mereka yang berKTP Islam saja, atau mencakup juga pemeluk agama lain? Jika Anda menjawab hanya pemeluk Islam…sekali lagi, Anda harus belajar sama saya……Terjemahkanlah ayat itu dengan tuntas, maka bunyinya adalah “Sesungguhnya jalan hidup/agama/ajaran yang diridhoi Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, adalah jalan hidup/agama/ajaran yang membawa keselamatan, mengajarkan kedamaian, mengajak pada ketundukan total kepada-Nya”. Jika ada seorang berKTP Islam tetapi perilaku hidupnya itu membuat orang lain tidak selamat, dia menebarkan aura kebencian dan bukannya kedamaian, dan dia tidak tunduk pada Tuhan melainkan tunduk kepada hawa narsunya (apa arti tunduk kepada Tuhan? Yaitu tunduk kepada kebenaran yang diberikan ditunjukkan oleh akal budi dan dzauq yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan)…maka sungguh, ia tidak diridhoi Tuhan. Sebaliknya, sungguh Tuhan jelas meridhoi orang berKTP apapun selama hidup dia dilandasi pada ajaran yang membawa keselamatan, kedamaian, dan ketundukan total pada Kebenaran Hakiki.

    Anda mungkin membantah tafsir saya….tapi, bantahan itu juga sebetulya tak lebih dari tafsir Anda, atau tafsir orang yang Anda ikuti. Mana yang benar? Nah, di sinilah anda mesti merenung, Al Qur’an yang Anda anggap sebagai kebenaran mutlak itu pada level praktis ternyata bisa ditafsirkan secara berbeda….

    Apakah lalu Anda mau main gampang, tafsir saya sesat? Kalau begitu…Anda telah berlaku zhalim…Coba fikirkan..bagaimana saya bisa menafsir seperti itu jika saya tak diberi petunjuk oleh Allah Al Hadi? Memangnya dia hanya mau memberi petunjuk pada Anda dan tidak pada saya?

    Saya sendiri, jelas tak akan memaksa Anda untuk menerima tafsir saya, karena saya percaya Anda punya petunjuk tersendiri dari Allah yang maha memberi petunjuk sesuai tingkat keilmuan dan kesadaran ruhani Anda…Saya menghargai Anda walau Anda berbeda dengan saya…dan walau Anda itu, level kesadaran dan tingkat keilmuannya sebetulnya mirip dengan saya ketika baru saya lulus SMA, atau bahkan ketika saya masih di SMA jadi aktivis remaja masjid…

    Silakan Anda jawab dulu….

    • @Mas Satria Pengging Yth.

      Menarik sekali uraian anda, memang benar bahwa “penafsiran” itu pada akhirnya menjadi penentu pola fikir umat islam dalam memahami sekaligus menentukan fokus arah tujuan dalam agama. Ada umat yang memang tak memahami bhs arab itu sendiri sehingga di telan saja teks nya dalam translate (pindah bahasa) secara mentah, padahal bhs Alqurán adalah bhs sastra yang memerlukan beberapa sandaran disiplin ilmu untuk memecahkan maksud tujuan, selain itu yang menjadi asbab ayat itu turun.

      Maka bagi orang yang akal fikirannya terbatas cukup dipukul rata semua bhs Alqurán, baik dalam kasus asbab nya, peristiwa, tatabahasanya, jenis ayat muhkamat mutasyabihat, atau dari segi penggunaan harokat, makhroj, dll. Hall itu sangat menentukan sekali dari maksud tujuan ayat Qs. Sehingga Tuhan menjelaskan dalam AQ. bahwa tidak semata-mata Aku turunkan AQ dalam Bhs. Arab, agar kalian semua gunakan aqal, sehingga dalam iplementasinya bahawa AQ harus melalui pemahaman dari berbagai disiplin ilmu dalam tatabahasanya untuk memahami maksud arti sebenarnya.

      Kemudian yang sanggat membedakan sekali adalah dalam taraf kemampuan mengamalkan AQ, dalam kehidupan hablum minanas dan minallah akan menjumpai berbagai perbedaan pada tiap existensinya pada tiap manusia sesuai kemampuan aqal fikiran nya, terutama dasar niyat nya. Sehingga AQ akan dijumpai banyak sekali perbedaan pada tiap-tiap tafsir nya, tergantung siapa penafsir tsb pada jamannya.

      Jaman sekarang tentu beda sekali dengan jaman dulu atau jaman yang akan dtg sampai akhir jaman, banyak perkembanganm dalam ilmu tafsir sesuai perkembangan akal fikiran manusia. Namun celakanya kalau AQ itu di pegang oleh orang yang tidak kompeten dan tidak mampu dalam memahaminya, ibarat suatu alat perdamaian menjadi alat yang menyeramkan menakutkan, menekan, memaksa, bahkan membantai dan membunuh.

      Itulah mungkin makna AQ yang pemahamannya tidak melewati kerongkongan ( tdk sampai ke hati ), dimana hati yang bersih dan suci didalam dada adalah suatu wilayah kebijakan dalam menerima cahaya ilmu NYA, tentu sangat berlainan sekali dengan fikiran manusia yang dominan kongkrit kaku kebendaan, dan hitungan, huruf dan bahasa, atau hanya sekedar insting imajinasi yang masih banyak dipengaruhi nafsu.

      Maka sangat beda sekali existensi nya jiwa yang dewasa dan cerdas dalam memahami AQ sepertihal nya para imam Mahzab yang tak pernah sedikitpun mengadakan perselisihan, pertentangan perbedaan, dengan para umat nya yg masih dangkal akal pemikirannya, hanya mengandalkan IQ yang jongklok dalam tekstual saja.

      Maka disebutkan oleh Rasulullah bahwa pemahaman AQ yang tak melampaui kerongkongan, akan mampu membunuhi umat lainnya, sehingga dakwahnya tidak pernah membawa kedamaian ketentraman, kecuali hanya mengandalkan ego, seakan yang paling benar padahal hanya translate tektual.

      Sehingga pengertian kata “islam” pun tak bermakna luas dalam pemahaman namun tekstual saja yang penuh ego, apalagi memahami makna “Muslimun” yang ber harokat tinggi dalam jiwa, tak tampak pada performance seorang yang mengaku islam.

      Bukankah umat muslim itu disebut umatan washatan..?, sebagai penengah pelopor kedamaian, penerang, penjelas bagi seluruh umat kalangan bangsa dan agama manapun …?, dengan akhlaqul kharimah…!

      Maka fungsi ini jadi matot, ….!
      karena kebenaran yang dikedepankan bukan kebenaran Tuhan dalam AQ, tapi kebenaran versi ego karep nya sendiri yang baru bisa menyampaikan apa KATANYA (Jarene), bukan kebenaran Tuhan dalam hati sanubari atas dasar pengamalan prilaku luhur.

      Jadi benar menurut Mas Prayitno bahwa bedakan anatara keyakinan, dan pengetahuan. Keyakinan itu memang tak dpt dipaksakan dan itu perlu pembuktian terutama pada diri sendiri, apalagi banyak penafsiran tentang AQ. Kalau pun pengethuan saja atas baca teks dalil referennsi, juga itu hanya meniru-niru (sok tahu), yang tanpa pernah membuktikan hakikat dari kebenaran yang sebenar-benar nya.

      Jika kita sebagai umat masih mengedepankan rasa ego yang baru pada taraf KATANYA ( Kerbau dicocok hidung ) , jangankan kedamaian di lapangan kehidupan umum, dalam trhead inipun dapat kita perhatikan tak akan pernah ada kesepakatan kedamaian dalam konteks UMATAN WASHATAN.

      Mohon maaf lho Mas Satria P., ini hanya pendapat saya yang bodoh, bukan klaim kebenaran yang memang masih relatif.

      Trims.
      monggo di lanjut untuk Mas SP.

  8. @gombal amoh
    ……….Biarkanlah Keyakinan-keyakinan itu.. toh tidak ada yg salah…..
    ______________

    Benar, keyakinan memang tidak ada yang salah.Yang salah adalah ketika keykinan itu ternyata TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN.

    Misalnya, panjenengan yakin kalau yang mencipta alam semesta ini adalah tuhan, kenyataannya benarkah yang menciptaalam ini sungguh-sungguh tuhan? Jika ternyata yang mencipta bukan tuhan, berarti keyakinan panjenengan adalah salah/keliru.

    Oleh karenanya cara yang paling valid untuk membuktikan KEYAKINAN itu benar atau salah, mestinya DIBUKTIKAN dulu. Tanpa pembuktian, keyakinan hanyalah sekadar keyakinan tidak lebih. Kesalahan yang sering terjadi, orang sulit membedakan antara KEYAKINAN dengan PENGETAHUAN. Orang sering mengira bahwa apa yang di katakan sebagai PENGETAHUAN gak tahunya cuma sekadar keyakinan. Akhirnya sangat rancu pengertian antara keyakinan dengan pengetahuan. Contoh paling aktual adalah tentang Tuhan maha pencipta, ini jelas bukan pengetahuan melainkan keyakinan.

    Maka, apapun keyakinan kita janganlah itu dianggap sebagai “kebenaran absolut” sebelum benar-benar terbukti.

    • @Suprayitno

      Pengetahuan memanglah berbeda dengan Keyakinan..dan Keyakinan tidak seluruhnya disandarkan pada pengetahuan..( menyesuaikan urgensi dan prinsipilnya ).. apa lagi terkadang berhadapan dengan kebutuhan yg tidak menuntut pembuktian..atau belum membutuhkan pembuktian.

      Bagaimana dgn Panjenengan ?.. Panjenengan merelakan dana puluhan juta yg awalnya hendak membangun rumah Tapi belakangan dialokasikan untuk berobat orang yg panjenengan YAKINI orang tua Panjenengan ( Bagaimana Bisa Yakin ..padahal sampai sekarang Belum pernah membuktikan bahwa beliau benar2 orang tua Panjenengan ) artinya baru ‘ nggugu ‘ ayat2 yg tertulis di Surat Akta Kelahiran.

      Dan ketika Panjenengan YAKIN.. dengan dana 75 juta tersebut akan bisa membuat lebih baik/ sembuh orang tua Panjenengan.. apakah ada BUKTI nyata sebelumnya ?..Kalau tidak YAKIN mana mungkin Panjenengan rela mengeluarkan dana tsb. Sekalipun pada akhirnya memang sembuh.. TAPI sesuai kebutuhan.. tidak memungkinkan/ tidak cukup waktu untuk Pembuktian bahwa paramedis mampu untuk menyembuhkan..
      Bagaimana jika awalnya ..dana itu diminta oleh DUKUN TIBAN demi kesembuhan orang tua Panjenengan.. Pasti Panjenengan tidak rela…kenapa? kenapa tidak YAKIN ? padahal sama2 belum ada bukti nyata .
      Karena adanya informasi..bahwa paramedis lebih berpengetahuan dibidang pengobatan.. dan KEYAKINAN panjenengan pun sebatas pada Ayat2 yg tertulis pada lembaran ‘Hasil laborat”… dan mau tidak mau harus percaya …untuk meyakinkan seyakin yakinnya. . perlu waktu panjang untuk sekolah kedokteran.. maka dgn YAKIN tanpa bukti itupun Panjenengan menyetujui Back up dananya.

      Yakin adalah buah kesadaran …Yakin yg dibuahkan oleh logika..atas dasar kecerdasan dan fenomena yg tertangkap oleh Panca indra …hanya mampu meyakini segala sesuatu yg konkret. Yakin yg dibuahkan oleh rasa atas dasar ‘olah panggraito’ dan kebersihan jiwa.. maka mampu meyakini segala sesuatu yg abstrac bahkan sering besebrangan dgn Logika.

      Mas Prayitno dan saya sama2 sedang berguru kpd Ki Sabda.. sekalipun beliau tidak merasa menggurui. Beliau pun meyakini syarat2 terkabulnya doa memperoleh kemurahan rizki.. dengan berbuat baik kepada orang tua.. senang bersedekah dsb. Kalau menurut disiplin ilmu matematika.. Berapun besarannya kalu dikurangi pastilah akan berkurang (Dgn Satuan yg sama). TAPI ternyata ..orang yg dermawan semakin banyak rizkinya…. Sebaliknya Seharusnya orang yg kikir itu cepat kaya..tapi tidak demikian.
      Keyakinan seperti ini tidak membutuhkan bukti2 ..sebagaimana metode ilmiah.

      Mas Prayitno yg saya tresnani.. . keyakinan dalam ranah spiritual.. adalah buah Ilmu.. keyakinan dalam ranah rasional adalah buah pengetahuan..

      Pengetahuan ..berawal dari tidak tahu menjadi tahu..hasil olah panca indra dan otak.
      Ilmu..berawal dari tidak mengerti menjadi ngerti..hasil oleh rasa dan hati.

      Benar menurut Pengetahuan belum tentu benar menurut Ilmu..
      contoh..jika Istri saya menemui tamu mengenakan pakaian tidur . menurut pengetahuan sudah benar karena tidak telanjang..tapi menurut Ilmu salah..karena tidak sopan..

      wah jadi kemana2… Pangapunten Mas Prayitno…
      Keyakinan batiniah ..hanya perlu bukti secara batiniah..

      nuwun…

      • @gombal amoh yth,

        Tidak apa-apa ki, keyakinan itu kan memang sangat subyektif dan tendensius, keyakinan juga terserah masing-msasing orang yang menjalani, apakah mau dibuktikan kebenaran keyakinannya atau tidak.

        seseorang yang mencalonkan diri sebagai bupati, walikota, atau presiden biasanya dia YAKIN akan menang. Tetapi, keyakinan itu akan terbukti benar atau tidak, pastilah setelah dia membuktikan.

        Yakin memang tidak harus dibuktikan, sebab siapakah yang mengahruskan, tidak ada bukan? cuma keyakinan yang tidak dibuktikan hanyalah sekadar keyakinan. Oleh karena itu keyakinan tidak pernah salah, yang salah adalah apabila antara yang kita yakini dengan yang sesungguhnya terjadi ternyata tidak sama. Ringkasnya, kita yakin A ternyata yang terjadi B, tentu saja ini keyakinan yang keliru. Mau membuktikan atau tidak kebenaran keyakinan kita, akhirnya terserah masing-masing yang menjalankan.

        ……….Keyakinan batiniah ..hanya perlu bukti secara batiniah………..
        __________________

        silakan jika dengan cara seperti itu panjenengan merasa telah cukup memiliki bukti, soal batiniah itu kan yang paling ngerti diri kita, makanya ada ibarat “Sedalam-dalam lautan bisa diduga, tetapi dalamnya hati/bathin siapakah yang tahu?”.

        Terserah kita akan memilih yang mana, TAHU dulu baru YAKIN atau dibalik YAKIN dulu BARU MENCARI TAHU (BUKTI). atau yakin tetapi tidak pernah ingin membuktikan keyakinannya itu juga tidak ada yang melarang, silakan saja.

      • @ Suprayitno

        ….soal batiniah itu kan yang paling ngerti diri kita, makanya ada ibarat “Sedalam-dalam lautan bisa diduga, tetapi dalamnya hati/bathin siapakah yang tahu?”….
        _________________________________________________________________________

        Leres demikian Mas.. Keyakinan oleh pembuktian secara batin..tidak selalu bisa ditunjukkan kpd orang lain.. kecuali orang itu haruslah pula merasakannya agar memperoleh bukti tsb.

        Ada seseorang belajar meraga sukma.. .. sukmanya keluar dan menyaksikan istrinya sedang beraktifitas ..disaksikan pula temannya sedang mbetulin motor ( prosesi itu tdk bs dipaparkan secara logika), setelah selesai.. dia menelpon istrinya dan temannya itu..ternyata beraktifitas seperti yg dia lihat.( padahal jarak yg sangat jauh).

        Demikian pula ketika seseorang bisa melintas antar dimensi..itupun tidak bisa dibeberkan secara Ilmiah..krn bukan ranahnya. Dan ketika saya menyaksikan sendiri perkampungan lelembut..keyakinan itu tidak lagi..sekedar percaya buta. Sekali lagi.. hanya dgn batin.. karena batin itu tidak membutuhkan perangkat lahir..

        Saya tidak pernah “Menyalah2kan keyakinan orang lain”..dan “Merasa paling benar sendiri”..

        Bagi saya..Kebenaran sejati lebih mudah dicapai dengan hati yg bersih..ketimbang otak yg cerdas , bagi yg lain …silakan dgn caranya..
        Belajar Sabar..tidak ada metodenya.. belajar ikhlas..tidak ada formulanya.. belajar berserahdiri tidak dgn rumus…belajar welas asih tidak ada sekolahnya.
        MAKA untuk memiliki sifat2 tsb..tidak bisa dgn membaca..tidak bisa dgn metode ilmiah.. kecuali DENGAN LAKU PRIBADI.

        Mas Suprayitno..mugi panjenengan tansah karahayon …
        Monggo dipun lajengaken…salam asah asih asuh..

  9. @gombal amoh yth,
    ………….Sekali lagi.. hanya dgn batin.. karena batin itu tidak membutuhkan perangkat lahir………
    _____________________

    Nyuwun sewu ki, manusia disebut sebagai manusia ketika dia memiliki perangkat “lahir dan bathin” (fisik dan ruh). Ketika hanya memiliki ruh (batin) tanpa ada perangkat lahirnya (fisik) maka dia bukanlah lagi sebagai sosok manusia.

    saya hanya ingin berpendapat, bahwa batin yang sehat hanya akan terbentuk melalui “jiwa yang sehat”. Jiwa adalah respon atau indikator yang tampak di permukaan karena jiwa merupakan abstraksi dari adanya olah pikir. Jika pikirannya kacau, maka jiwanya ikut kacau, jika pikirannya kotor maka jiwanya ikut kotor. Sederhana sekali memang, tetapi saya kira bisa kita buktikan kebenaran dari dalil ini.

    Pikir berasal dari “rangsangan alam semesta” yang mengajarkan hidup, tanpa ada rangsangan. maka saya kira “otak kita tetap akan tidur”. Berbagai rangsangan atau stimulan itu bisa ditangkap melalui panca indera. Karep atau hasrat itulah sumber segalanya yang menggerakkan kehidupan ini.

    Batin adalah bagian dari hasrat itu sendiri. dan menurut pinanggih kulo “tidak ada hasrat tanpa perantara lahir”.

    • @Suprayitno .Yth

      Hmm..benarlah kata Ki Sabda..di sini adalah perguruan..tapi tidak ada gurunya..semuanya MURID..dan sekarang sayapun lg jadi muridnya Raka mas Suprayitno..

      Makanya…dari awal saya katakan tidak semua orang percaya bahwa AIR itu adalah senyawa antara Oksigen dan Hidrogen..apalagi pertanyaan itu diajukan kpd saudaranya Ki Sabda di suku pedalaman ( yg kurang informasi )..mungkin dia (anak suku pedalaman) hanya percaya bahwa air sendang itu keluar dari pohon besar di sisi sendang itu.

      Leres Panjenengan.. perangkat lahir memang harus ada..maksud saya..saat sukma melepaskan diri dari badan wadag..maka sukma itu mampu melihat tanpa mata lahir..mampu bernafas tanpa hidung..mampu terbang tanpa sayap…tubuh halus ini lebih lembut dari kapas dan lebih ringan dari udara. INIPUN TIDAK MUDAH UNTUK DIPIKIRKAN.. kecuali Raka Mas Prayit..telah mengalaminya..

      Mencari Hakekat atau kesejatian sangat memerlukan perangkat lahir walupun tidak mutlak (artinya, jika ada manusia lahir tanpa tangan dan kaki diapun masih diakui sebagai manusia). Namun perangkat lahir ini hanyalah sarana untuk menghantarkan prangkat batin ..Jiwa dan Rasa..untuk mencari jati diri sejati..sejatinya hidup..karena perangkat lahir bersifat fana dan mati..maka hanya bisa menghantarkan saja..selanjutnya sang sukma melanjutkan kepada kehidupan yg kekal tiada mati..karena hidup sejati tidak akan pernah mati…

      Salam asah asih asuh..

  10. Tulisan M. Sobary, di Majalah Editor Bulan Februari 1991

    Pernah saya tinggal di Perumnas Klender. Rumah itu dekat mesjid yang sibuk. Siang malam orang pada ngaji. Saya tak selalu bisa ikut. Saya sibuk ngaji yang lain. Lingkungan sesak itu saya amati. Tak cuma di mesjid. Di rumah-rumah pun setiap habis magrib saya temui kelompok orang belajar membaca Al Quran. Anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak, di tiap gang giat mengaji. Ustad pun diundang. Di jalan Malaka bahkan ada kelompok serius bicara sufisme. Mereka cabang sebuah tarekat yang inti ajarannya berserah pada Tuhan. Mereka banyak zikir. Solidaritas mereka kuat. Semangat agamis, pendeknya, menyebar di mana-mana. Dua puluh tahun lebih diJakarta, tak saya temukan corak hidup macam itu sebelumnya. Saya bertanya: gejala apa ini? Saya tidak heran Rendra dibayar dua belas juta untuk membaca sajak di Senayan. Tapi, melihat Ustad Zainuddin tiba-tiba jadi superstar pengajian (ceramahnya melibatkan panitia, stadion, puluhan ribu jemaah dan honor besar), sekali lagi saya dibuat bertanya: jawaban sosiologis apa yang harus diberikan buat menjelaskan gairah Islam, termasuk di kampus-kampus sekular kita? Benarkah ini wujud santrinisasi? Di Klender yang banyak mesjid itu saya mencoba menghayati keadaan. Sering ustad menasihati, “Hiasi dengan bacaan Quran, biar rumahmu teduh.” Para “Unyil” ke mesjid, berpici dan ngaji. Pendeknya, orang seperti kemarok terhadap agama. Dalam suasana ketika tiap orang yakin tentang Tuhan, muncul Kang Suto, sopir bajaj, dengan jiwa gelisah. Sudah lama ia ingin salat. Tapi salat ada bacaan dan doanya. Dan dia tidak tahu. Dia pun menemui pak ustad untuk minta bimbingan, setapak demi setapak. Ustad Betawi itu memuji Kang Suto sebagai teladan. Karena, biarpun sudah tua, ia masih bersemangat belajar. Katanya, “Menuntut ilmu wajib hukumnya, karena amal tanpa ilmu tak diterima. Repotnya, malaikat yang mencatat amal kita Cuma tahu bahasa Arab. Jadi wajib kita paham Quran agar amal kita tak sia-sia.” Setelah pendahuluan yang bertele-tele, ngaji pun dimulai. Alip, ba, ta, dan seterusnya. Tapi di tingkat awal ini Kang Suto sudah keringat dingin. Digebuk pun tak bakal ia bias menirukan pak ustad. Di Sruweng, kampungnya, ‘ain itu tidak ada. Adanya cuma ngain. Pokoknya, kurang lebih, ngain. “Ain, Pak Suto,” kata Ustad Bentong bin H. Sabit. “Ngain,” kata Kang Suto. “Ya kaga bisa nyang begini mah,” pikir ustad. Itulah hari pertama dan terakhir pertemuan mereka yang runyem itu. Tapi Kang Suto tak putus asa. Dia cari guru ngaji lain. Nah, ketemu anak PGA. Langsung Kang Suto diajarinya baca Al-Fatihah. “Al-kham-du …,” tuntun guru barunya. “Al-kam-ndu …,” Kang Suto menirukan. Gurunya bilang, “Salah.” .“Alkhamdulillah …,” panjang sekalian, pikir gurunya itu. “Lha kam ndu lilah …,” Guru itu menarik napas. Dia merasa wajib meluruskan. Dia bilang, bahasa Arab tidak sembarangan. Salah bunyi lain arti. Bisa-bisa kita dosa karena mengubah arti Quran. Kang Suto takut. “Mau belajar malah cari dosa,” gerutunya. Ia tahu, saya tak paham soal kitab. Tapi ia datang ke rumah, minta pandangan keagamaan saya. “Begini Kang,” akhirnya saya menjawab. “Kalau ada ustad yang bisa menerima ngain, teruskan ngaji. Kalau tidak, apa boleh buat. Salat saja sebisanya. Soal diterima tidaknya, urusan Tuhan. Lagi pula bukan bunyi yang penting. Kalau Tuhan mengutamakan ain, menolak ngain, orang Sruweng masuk neraka semua, dan surga isinya cuma Arab melulu.” :) …. Kang Suto mengangguk-angguk. Saya ceritakan kisah ketika Nabi Musa marah pada orang yang tak fasih berdoa. Beliau langsung ditegur Tuhan. “Biarkan, Musa. Yang penting ketulusan hati, bukan kefasihan lidahnya.” “Sira guru nyong,” (kau guruku) katanya, gembira.

    Sering kami lalu bicara agama dengan sudut pandang Jawa. Kami menggunakan sikap semeleh, berserah, pada Dia yang Mahawelas dan Asih. Suatu malam, ketika Klender sudah lelap dalam tidurnya, kami salat di teras mesjid yang sudah tutup, gelap dan sunyi. Ia membisikkan kegelisahannya pada Tuhan.

    “Ya Tuhan, adakah gunanya doa hamba yang tak fasih ini. Salahkah hamba, duh Gusti, yang hati-Nya luas tanpa batas …”

    Air matanya lalu bercucuran. Tiba-tiba dalam penglihatannya, mesjid gelap itu seperti mandi cahaya. Terang-benderang. Dan kang Suto tak mau pulang. Ia sujud, sampai pagi….

  11. akeh wong gendheng cekelan kitab lan tasbih…ojo di reken…wong bento ngomel ngomel turut ndalan…..jar no ae….engko lak kesel dewe…

  12. @Satria Pengging…

    Mas Suprayitno yang baik..juga Mas Blonthang, Mas Sikap Samin, Mas Bambang Sidharta, Mas Wong Awam, Mas Olads, dan tentu saja Kang Sabda, dan yang namanya belum tersebut, ijinkan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesabaran dan pencerahan yang telah njenengan berikan…

    Untuk Mas Bima, Mas Sayyid, dan Mas Muxlimo, saya sampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas semangat dan konsistensi Anda dalam berdakwah…..

    Khsusus untuk Mas Bima….saya ingin mengajak Anda untuk melanjutkan diskusi…tetapi kali ini, karena Anda tidak mau sekalipun menyimpan dulu Al Qur’an/Hadits, baiklah saya mengalah..mari kita diskusi….dengan menjadikan kedua hal tersebut sebagai acuan…..

    Sekarang…silakan lihat saya sebagai seorang Muslim…bahkan intelektual Muslim..karena saya adalah seorang pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah…dan saya malang melintang di organisasi2 keislaman…lihat pula saya sebagai kyai..karena saya senyatanya mengasuh pesantren dan madrasah di salah satu kawasan yang merupakan kawasan pesantren paling tua di Pulau Jawa…….Mari kita diskusi sampai tuntas……Dan lihat juga saya sebagai sufi…karena guru saya adalah mursyid tarikat syatariyah…….

    Sekarang, saya tanya pada Anda..tinggian mana derajat rasul dengan waliyyullah? Jika Anda katakan lebih tinggi derajat rasul, berarti Anda memang harus belajar sama saya…Pikirkanlah arti dasar dari rasul..yaitu utusan. Lalu apa arti dasar waliyullah? Kekasih Allah…Coba fikirkan, lebih dekat mana, utusan dengan yang mengutus atau kekasih dengan yang mengasihi/dikasihi? Jelas lebih dekat, dan lebih mulia, sang kekasih. Jadi…kalau Anda mau konsisten…rasul itu derajatnya di bawah waliyullah……

    Sekarang, menurut ayat inna diena indallahil Islam, apakah yang diridhoi Allah itu hanya mereka yang berKTP Islam saja, atau mencakup juga pemeluk agama lain? Jika Anda menjawab hanya pemeluk Islam…sekali lagi, Anda harus belajar sama saya……Terjemahkanlah ayat itu dengan tuntas, maka bunyinya adalah “Sesungguhnya jalan hidup/agama/ajaran yang diridhoi Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, adalah jalan hidup/agama/ajaran yang membawa keselamatan, mengajarkan kedamaian, mengajak pada ketundukan total kepada-Nya”. Jika ada seorang berKTP Islam tetapi perilaku hidupnya itu membuat orang lain tidak selamat, dia menebarkan aura kebencian dan bukannya kedamaian, dan dia tidak tunduk pada Tuhan melainkan tunduk kepada hawa narsunya (apa arti tunduk kepada Tuhan? Yaitu tunduk kepada kebenaran yang diberikan ditunjukkan oleh akal budi dan dzauq yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan)…maka sungguh, ia tidak diridhoi Tuhan. Sebaliknya, sungguh Tuhan jelas meridhoi orang berKTP apapun selama hidup dia dilandasi pada ajaran yang membawa keselamatan, kedamaian, dan ketundukan total pada Kebenaran Hakiki.

    Anda mungkin membantah tafsir saya….tapi, bantahan itu juga sebetulya tak lebih dari tafsir Anda, atau tafsir orang yang Anda ikuti. Mana yang benar? Nah, di sinilah anda mesti merenung, Al Qur’an yang Anda anggap sebagai kebenaran mutlak itu pada level praktis ternyata bisa ditafsirkan secara berbeda….

    Apakah lalu Anda mau main gampang, tafsir saya sesat? Kalau begitu…Anda telah berlaku zhalim…Coba fikirkan..bagaimana saya bisa menafsir seperti itu jika saya tak diberi petunjuk oleh Allah Al Hadi? Memangnya dia hanya mau memberi petunjuk pada Anda dan tidak pada saya?

    Saya sendiri, jelas tak akan memaksa Anda untuk menerima tafsir saya, karena saya percaya Anda punya petunjuk tersendiri dari Allah yang maha memberi petunjuk sesuai tingkat keilmuan dan kesadaran ruhani Anda…Saya menghargai Anda walau Anda berbeda dengan saya…dan walau Anda itu, level kesadaran dan tingkat keilmuannya sebetulnya mirip dengan saya ketika baru saya lulus SMA, atau bahkan ketika saya masih di SMA jadi aktivis remaja masjid…

    Silakan Anda jawab dulu….
    —————————————————————————————-

    Anda sedikit mengganggu ‘tidur’ saya…tapi baik lah saya jelaskan:

    TENTANG RASUL DAN WALI.

    Sudah pernah saya berikan penjelasannya kepada Sdr. Bambang Shidarta (dalam konteks pembahasan rasul dan wali), sebagai berikut:

    Kalau memang benar anda seorang muslim, Allah memerintahkan anda untuk beriman kepada rasul Allah atau kepada wali Allah???

    Silahkan jawab dengan pasti dan tegas pertanyaan saya tersebut di atas, sesuai dengan pilihan jawaban yang saya berikan di bawah ini:

    1. Saya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
    2. saya beriman kepada Allah dan RasulNya, dan wali Allah.
    3. Saya beriman kepada Allah dan wali-Nya.
    4. jawaban lainnya.

    Dan saya sebagai seorang muslim yang ‘patuh’ dan ‘tunduk’ kepada Perintah Allah, Perintah yang terkandung di dalam Al Qur’an itu, jelas memilih jawaban no 1.

    Lain dari jawaban itu, silahkan anda pahami dulu melalui Al Qur’an itu sendiri, kepada siapa manusia diperintahkan-Nya untuk beriman?!…Kalau lah memang ada perintah-Nya untuk beriman kepada wali Allah…Tunjukkan lah!
    ———————————————————–

    Sedangkan petunjuk tentang wali Allah, sudah ada di dalam Al Qur’an dalam ayat-ayat berikut:

    QS. Yunus.
    10.62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    10.63 (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

    10.64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

    Dan kalau memang anda mengaku sebagai seorang muslim, jelaskan kepada kami, siapa yang MEMBERI KABAR GEMBIRA itu, dan siapa yang MENERIMA BERITA GEMBIRA itu hingga mereka TIDAK BERSEDIH HATI ?! Dan bedakan lah makna antara KABAR dan BERITA itu sendiri.

    Semua ada penjelasannya di dalam Al Qur’an sebagai Al Furqan (pembeda) yang sempurna itu.
    ———————————————————–

    TENTANG ISLAM

    Satu hal lagi…Anda tahu lafadz Islam itu darimana?! Apakah dari KTP atau dari kitab lainnya …???
    Tentu lah anda mengetahui lafadz Islam itu dari Al Qur’an, dan hal yang paling penting yang anda harus ingat…Islam adalah satu-satunya lafadz ‘agama’ yang Allah sebutkan di dalam Al Qur’an. Saya ulangi lagi…:

    “Islam adalah satu-satunya lafadz agama yang Allah sebutkan di dalam Al Qur’an”.

    Sedangkan Al Qur’an itu sendiri sudah berada dalam umulkitab – Lauh Mahfuzh. Jadi lafadz Islam sudah ada sebelum manusia diturunkan ke bumi. Oleh karena itu lah saya katakan:

    “Islam tidak butuh anda, melainkan anda lah yang baru menyadari dan mengetahui tentang Islam itu.”

    Lebih lagi, siapa yang dimaksudkan di dalam Al Qur’an itu tentang kaum kafir dan kaum munafik. Apakah anda hendak menyebutkannya dengan Islam kafir dan Islam munafik?! Na’udzubillahi mindzalik. Kembali lah kepada pemahaman yang benar, bahwa jalan yang lurus itu adalah jalan agama Allah, yakni Islam, sebagai satu-satunya lafadz agama yang disebutkan-Nya di dalam Al Qur’an.

    Allah lah yang menurunkan lafadz ‘Islam’ itu di dalam Al Qur’an, dan Allah pula lah yang menjelaskannya dengan tegas bahwa agama yang berada di sisi-Nya adalah Islam.
    Tentu lah petunjuk jalan yang lurus menuju keselamatan (shiratal mustaqim) itu juga terkandung di dalam Al Qur’an. Bukan kah lafadz “shiratal mustaqim” itu terkandung dalam surah Alfatihah yang selalu muslim ucapkan dalam sholat lima waktu?!

    Adakah Rasulullah menyampaikan dan memberikan teladannya selain daripada yang terkandung dalam Al Qur’an itu?! Rasulullah telah memberikan teladan agar umat muslim tunduk dan patuh kepada Allah melalui syahadat dan ibadah sholat itu; sholat adalah tiang agama Islam dan perintah sholat itupun ada di dalam Al Qur’an. Apakah anda mau menyebutkan ‘eling’ dengan cara kejawen itu berada di atas syahadat dan ibadah sholat???
    Mengapa pula anda hendak membuat-buat yang tidak diteladani oleh Rasulullah dan yang tidak diperintahkan oleh Allah.
    ———————————————————–

    Tidak usah lah anda mengaku-ngaku sebagai tokoh agama dan membuat-buat makna dari wali Allah itu dengan melebih-lebihkannya, sementara sudah jelas disebutkan di dalam Al Qur’an bahwa PEMBAWA KABAR GEMBIRA البَشِيْر bagi umat Islam itu adalah RASUL-RASUL-ALLAH termasuk RASUL MUHAMMAD SAW.

    QS. Al Ahzab
    33.45. Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
    .33.46. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.

    QS. Al An’aam
    6.48. Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    MUHAMMAD saw adalah rasul PEMBAWA KABAR GEMBIRA, sedangkan wali-wali Allah adalah PENERIMA BERITA GEMBIRA itu (disebabkan iman dan takwanya mereka).

    Mana yang lebih tinggi derajatnya?!…antara:
    Rasul Allah sebagai PEMBAWA KABAR GEMBIRA, dengan wali Allah sebagai PENERIMA BERITA GEMBIRA itu

    Rasulullah sebagai PEMBAWA kabar gembira dan sebagai utusan Allah, tentulah diberikan kelebihan dan kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia PENERIMA berita gembira itu.

    Oleh karena itu, pahami lah dengan sebenar-benarnya surah Yunus 10.64 tentang ‘wali Allah’ yang beriman dan selalu bertakwa dalam ‘menerima’ berita gembira itu…

    Kalau anda mau menjadi ‘kekasih’ Allah, ‘terima’ lah berita gembira tentang Al Qur’an itu, patuhi lah perintah-Nya dan teladani lah perintah sholat lima waktu itu sebagai kabar gembira yang ‘dibawa’ oleh Rasulullah kepada mu. Itu lah yang dimaksudkan dengan lafadz Islam itu. Lafadz yang diturunkan kepada mu agar manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebutan satu umat yang teguh bersatu dalam ukhuwah ‘Islam’.

    Bukankah sudah saya sampaikan berulang kali, umat Islam adalah umat yang berpedoman kepada Al Furqan dalam membedakan yang hak dan yang bathil?! Lafadz Islam lah yang membedakan antara manusia yang tunduk dan patuh kepada-Nya, dengan manusia yang tersesat.

    QS An Nahl
    16.93. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
    ———————————————————–

    TENTANG PETUNJUK

    Mengenai anggapan anda telah memperoleh petunjuk itupun, telah dijelaskan di dalam Firman Allah berikut ini:

    QS. AL A’Raaf
    7.158 Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

    Hak Allah untuk menetapkan keimanan dalam diri anda itu, dan kewajiban anda lah untuk beriman kepada Rasul-Nya.

    Bagaimana anda akan memperoleh petunjuk, sementara anda tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya…?! Apakah anda diperintahkan-Nya untuk beriman kepada wali Allah?! Tentu lah yang anda lakukan itu telah menyimpang dari petunjuk yang sebenarnya.
    Ini lah salah satu yang bathil itu, yang melanggar kewajiban anda sendiri sebagai seorang muslim.

    Anda mengatakan sudah paham baik secara lisan maupun secara batin, tentang intisari dari syariat, hakikat, dan ma’rifat yang anda rasakan energinya, yang bukan main hebatnya itu. Di sisi lain, hal yang mudah dicerna saja, tidak anda patuhi tentang perintah Allah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Malahan anda tambah-tambah sendiri dengan beriman kepada wali Allah. Renungkanlah…

    Bukan kah mendahului pengakuan diri anda sendiri itu sebagai seorang ‘tokoh’ muslim, sebelum anda paham betul dengan yang anda akui adalah perbuatan yang ingkar dan sombong?!
    ———————————————————–

    Oleh karena itu, pahami berangsur-angsur pesan saya terdahulu:

    Bukankah saya sudah sampaikan pesan dalam perpisahan dengan thread ini, bahwa pahami lah Islam dan Al Qur’an itu secara utuh…bukan setengah-setengah.

    Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah 45.20)

    Dan saran saya, kalau ingin mempelajari tentang agama Islam …buka lah thread yang baru. Silahkan berikan judul dan tema sesuai dengan yang anda sukai. Berikanlah undangan kepada ilmuwan dan cendikiawan muslim yang ‘sehat’ dan ‘cerdas’, agar anda dapat memperoleh pengetahuan yang sebenar-benarnya tentang perbedaan yang hak dan bathil itu.

    Wassalam.

    • alloh……..alloh, andai saja muhammad tak pernah lahir ke dunia, maka wajah alloh tidak seseram seperti yang sekarang.

      Keyakinan memang tidak bisa disalahkan, tetapi banyak keyakinan yang membuat sebagian dari kita menjadi tolol. Tanda ketololan itu adalah merasa yang paling benar dan lebih tinggi dibandingkan keyakinan orang lain. Keyakinan yang tolol berawal dari tuhan yang super tolol.

      Ciri-ciri tuhan yang tolol adalah tuhan yang penuh dengan kelemahan dan ketergantungan pada ciptaannya. Tuhan tolol dan lemah adalah tuhan yang tidak bisa bekerja dengan hukum-hukum-Nya sendiri, sehingga alloh itu seperti pengemis yang mesti minta tolong pada nabi untuk menjadi utusan-Nya. Bagi keyakinan saya alloh seperti ini adalah ALLOH MANIPULATIF, alloh palsu, makanya alloh yang palsu harus dimusnahkan/dibunuh supaya dia tidak mengotori jagad raya ini.

      Alloh yang manipulatif adalah alloh yang lebih banyak berbicara tentang KEMEGAHAN DIRINYA SENDIRI . Jika merasa paling benar dan paling tinggi, akhirnya keyakinan yang berbeda, dianggapnya sebagai sesat dan bathil, pengikutnya dianggap kafir. alloh manipulatif adalah alloh yang sempit, yang sibuk mengutuk umatnya sendiri yang tak mau tunduk. alloh seperti ini adalah alloh yang lemah namun dipuja oleh banyak orang.

      alloh…..alloh, sungguh sial nama-Mu.

    • Rahayu…semoga keselamatan tercurah kepada kita semua….
      Mas Bima yang baik…sebelum kita lanjutkan diskusi, mari kita babarkan jatidiri kita masing-masing terlebih dahulu..supaya jelas bagaimana sebetulnya takaran keilmuan dan keislaman kita masing-masing…..

      Mulai dari saya…….masa remaja saya, saya menjadi aktivis remaja masjid sekaligus aktivis Pelajar Islam Indonesia…lalu saat mahasiswa juga menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam MPO..saya kenyang dididik menguasai tradisi intelektualitas Islam sebagaimana yang dipelopori almarhum Nurcholis Madjid.

      Selain itu saya berguru pada beberapa beberapa kyai pesantren yang sangat menguasai tradisi intelektual Islam klasik dengan basis kitab kuning..KH. Husein Muhammad dan KH. Faqihuddin, kedua guru saya ini sanad intelektualnya bersambung kepada Syeikh Alwi Al-Maliki, ulama ahlussunah wal jamaah yang tersohor di Mekkah…….

      Untuk tasawuf, guru saya adalah Elang Hanafiyah….kerabat Keraton Kanoman di Cirebon, mursyid Tarikat Syatariyyah….yang secara genetis maupun secara keilmuan bersambung kepada Sunan Gunung Jati dan Muhammad Rasulullah.

      Sekarang saya menjadi pengasuh di pondok pesantren yang salah satu sesuhnya adalah KH. Said Aqil Syiraj, ketua Umum PBNU…..

      Saya ingin tahu, di mana Anda belajar Islam dan kepada siapa? Apakah kepada para Ustadz Wahabi seperti Abdul Hakim Abdat, Jafar Umar Tholib, Umar Assewed, atau siapa? Atau kepada Ustadz dari Hibzbut Tahrir, Muhammad al Khattat dkk? Atau kepada ustadz2 dari sayap Ikhwanul Muslimin di Indonesia, seperti Hilmi Aminuddin dan anak buahnya? Atau Anda pengikut Abu Jibril dari MMI? Atau Anda muridnya Abu Bakar Baasyir dari Jamaah Ansorittauhid? Atau Anda hanya belajar Islam dari baca buku2?

      Jelaskan dulu identitas Anda, baru saya mau teruskan diskusi..saya nggak mau buang waktu untuk debat kusir…..saya akan menyesuaikan dengan maqom Anda dan akar intelektual Anda……

      Saya tunggu keberanian Anda untuk mengungkapkan identitas Anda…

      • Katur Ki Satria Pengging, menawi dipun keparengaken kula nyuwun alamat emailipun, kula kepengen sanget tetepangan kaliyan penjenengan, menika email kula kalamwadi@plasa.com, maturnuwun awit saking kawigatosanipun, nuwun.

  13. Betul pendapat anda kang sikap samin agama tidak perlu diperdebatkan karena agama tidak bisa dibuktikan dengan metode ilmiah . Bisanya hanya bisa dibuktikan dengan kuat – kuatan ngomong mana yang suaranya keras dan otot2 lehernya paling besar menonjol itulah yang menjadi pemenang . Jadi bagi kita yang meneladani sopan santun budaya leluhur Jawa yang penuh dengan sikap tepo sliro toleransi saling mengalah jika ada perselisihan tentu merasa sama sekali tidak ada manfaatnya memperdebatkan ayat2 padang pasir yang isinya cuma pemaksaan kehendak kepada orang lain saja .

    Dari sikap leluhur Jawa yang mau mengalah ini saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ajaran Jawa meyakini adanya Tuhan yang hidup dan mempunyai kuasa sehingga jika ada masalah yang sulit dipecahkan akhirnya semua dikembalikan kepada Tuhan dan Tuhan yang Maha kuasa itu sendiri yang akan menyelesaikan setiap masalah yang sulit bagi manusia ,bukannya malah kita yang membantu menyelesaikan permasalahan Tuhan dengan bertengkar dengan orang lain apalagi sampai membunuh untuk membela Tuhan.

    kalau demikian adanya Tuhan macam apa yang menyuruh manusia untuk membunuh manusia lain yang memusuhi Tuhan ini mungkin Tuhan jadi2an.

    salam sih katresnan

  14. curhat ah… :P

    sy sbg Islam KTP, apa yg sy fahami:
    iman HAQ adalah pandangan & sikap hidup terhadap validitas, ilmiah serta rasional tapi TIDAK memanfaatkan itu untuk maksud negatif (iman BATHIL).

    maksud negatif adalah perilaku yg (selalu/lebih besar porsinya untuk) salah kaprah nor rahsaning karep, dimulai/khususnya dalam keluarga, bermasyarakat hingga alam.

    jadi, walopun suatu merk agama terbukti valid, ilmiah, rasional, tetap saja sbg umatnya, malah rugi (katanya sih: bakal masuk neraka) krn perilaku selama hidupnya selaras dgn iman bathil.
    di sisi lain malah, seseorang justru tidak tertutup kemungkinan beriman haq walopun dia TIDAK PERNAH TAHU tentang agama & melek science selama hidupnya.

  15. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Numpang menyimpulkan Pinih Sepuh di Padepokan Ki Sabda
    1. Perdebatan diatas telah berlangsung lebih dari 750 tahun yang lalu di Timur Tengah hingga sampai saat ini , hal ini terjadi dikarenakan Sikap Eksklusifisme Madzhab/Aliran/Kepercayaan dan kurang menghargai perbedaan pendapat terbukti telah mamasung pemikiran untuk berkembang Maju.
    2. Perlu di Waspadai apabila terjadi perselingkuhan politik antara pejabat dengan pemuka agama. Demi kepentingan masing-masing yang kemudian menghambat gerak bebas pemikiran dan pencerahan keagaman yang dianggap berseberangan.
    3. Peringatan bagi Seluruh Agama, Teks-teks Kitab Suci perlu di telaah ulang untuk menghadapai kemajuan pemikiran, jangan sampai pemikiran yang sudah berkembang ini Kita kembalikan seperti Zaman sewaktu Kitab tersebut di tulis. Pendekatan penelahan teks-teks tersebut dengan Filosofi sehingga menghasilkan Tesis dan Anti Tesis.

    Sesuai dengan hakekatnya, aspek filosofis selalu mengandung titik pandang pribadi, dengan keyakinan sistematis metodis bagi filosofi perorangan. Tidak ada instansi lahiriyah lagi yang dapat menjadi kaidah bagi pemahaman itu, kecuali argumentasi filosofi lain yang meyakinkan. Aspek filosofis mendasari dirinya sendiri; bicara mengenai dirinya sendiri dan dengan demikian metodenya hanya dapat didekati dengan metode itu sendiri.

    Namun aspek ini juga memiliki kaidah tentang kebenaran Relatif dalam hubungan Manusia dengan Tuhan. Dalam hal inilah, pemasukan unsur filosofis menemukan ruang yang cukup lebar dan longgar bagi hampir semua gejala dan fenomena agama dan keagamaan, dengan tingkat kebenaran yang “Relatif” dan tidak mengikat, terutama ketika dikaitkan dengan aspek pengalaman spiritual setiap individu.

    Sehingga bingkai keagamaan menjadi dinamis, inklusif, rasional, dan egaliter-holistik…..Amin

    Trimakasih Ki Sabda dan Pinih Sepuh yang di Pondok Ki Sabda

    Salam Buat Keluarga
    Wassalam

  16. @Satria Pengging…

    Rahayu…semoga keselamatan tercurah kepada kita semua….
    Mas Bima yang baik…sebelum kita lanjutkan diskusi, mari kita babarkan jatidiri kita masing-masing terlebih dahulu..supaya jelas bagaimana sebetulnya takaran keilmuan dan keislaman kita masing-masing…..

    Mulai dari saya…….masa remaja saya, saya menjadi aktivis remaja masjid sekaligus aktivis Pelajar Islam Indonesia…lalu saat mahasiswa juga menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam MPO..saya kenyang dididik menguasai tradisi intelektualitas Islam sebagaimana yang dipelopori almarhum Nurcholis Madjid.

    Selain itu saya berguru pada beberapa beberapa kyai pesantren yang sangat menguasai tradisi intelektual Islam klasik dengan basis kitab kuning..KH. Husein Muhammad dan KH. Faqihuddin, kedua guru saya ini sanad intelektualnya bersambung kepada Syeikh Alwi Al-Maliki, ulama ahlussunah wal jamaah yang tersohor di Mekkah…….

    Untuk tasawuf, guru saya adalah Elang Hanafiyah….kerabat Keraton Kanoman di Cirebon, mursyid Tarikat Syatariyyah….yang secara genetis maupun secara keilmuan bersambung kepada Sunan Gunung Jati dan Muhammad Rasulullah.

    Sekarang saya menjadi pengasuh di pondok pesantren yang salah satu sesuhnya adalah KH. Said Aqil Syiraj, ketua Umum PBNU…..

    Saya ingin tahu, di mana Anda belajar Islam dan kepada siapa? Apakah kepada para Ustadz Wahabi seperti Abdul Hakim Abdat, Jafar Umar Tholib, Umar Assewed, atau siapa? Atau kepada Ustadz dari Hibzbut Tahrir, Muhammad al Khattat dkk? Atau kepada ustadz2 dari sayap Ikhwanul Muslimin di Indonesia, seperti Hilmi Aminuddin dan anak buahnya? Atau Anda pengikut Abu Jibril dari MMI? Atau Anda muridnya Abu Bakar Baasyir dari Jamaah Ansorittauhid? Atau Anda hanya belajar Islam dari baca buku2?

    Jelaskan dulu identitas Anda, baru saya mau teruskan diskusi..saya nggak mau buang waktu untuk debat kusir…..saya akan menyesuaikan dengan maqom Anda dan akar intelektual Anda……

    Saya tunggu keberanian Anda untuk mengungkapkan identitas Anda…
    ————————————————————————————————

    Anda kembali mengganggu ‘tidur’ saya untuk yang kedua kalinya…

    Mas Satria Pengging yang penasaran…

    Pertanyaan pada posting awal anda, telah saya ‘jawab’ dengan penjelasan saya tentang Rasul dan wali, tentang Islam, dan tentang Petunjuk Allah, sesuai dengan apa yang anda tanyakan itu.
    Sudah sepatutnya sebagai peserta diskusi yang ‘bertanggungjawab’, anda ‘mampu’ untuk memberikan jawaban dengan “pasti dan tegas”, terhadap pertanyaan awal dalam penjelasan saya tersebut…Agar saya pun dapat mengetahui ‘dasar keimanan’ anda sebagai muslim yang ‘sesungguhnya’. Bukan kah saya juga sudah memberikan ‘pilihan jawaban’ saya sendiri (sebagai seorang muslim) terhadap pertanyaan saya yang mendasar tersebut?!

    Dan Lebih lagi, justru karena pengakuan anda yang mempunyai ‘guru-guru’ yang hebat itu lah, seharusnya tidak memiliki ‘keraguan’ dalam menjawab pertanyaan saya yang ‘sederhana’ itu, tentang keimanan yang ‘paling mendasar’ bagi seorang muslim, yakni keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Oleh karena itu, tidak perlu lah anda menghindar dengan alasan tidak menghendaki ‘debat kusir’ itu, dan menghindar yang kedua kalinya dengan mengutarakan keinginan anda untuk mengetahui latar belakang masing-masing; Bukankah sudah saya sampaikan berulang kali, bahwa “Allah lah yang ber-Hak Mutlak memberikan petunjuk-Nya kepada siapa yang Dikehendaki-Nya”, sesuai dengan Firman-Nya berikut ini:

    QS. Al An ‘aam
    6.88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

    Sekali lagi saya ulangi, Anda sudah ‘terlanjur’ membangunkan saya untuk yang kedua kalinya…suka maupun tidak suka, terpaksa maupun tidak terpaksa, sudah sepatutnya anda ‘bertanggung-jawab’ atas ajakan anda itu, dengan menjawab pertanyaan saya tersebut di atas, sesuai ‘tartil’ diskusi tentang agama ini.

    Wassalam.
    ————————————————————————————————

    n.b.
    Mengenai identitas ‘guru-guru’ yang anda ‘akui’ itu, adalah nama-nama tokoh yang umumnya sudah kita kenal…dan saya pun dapat pula menyebutkannya, yang ‘mungkin’ lebih banyak dari itu.
    Saran saya…dalam berdiskusi, agar lebih ‘fokus’, hindari menyebutkan nama-nama orang termasuk nama-nama tokoh, meskipun tokoh-tokoh tersebut begitu anda ‘kagumi’, agar tidak ‘terjerumus’ ke dalam fitnah. Bukankah ini pesan dari teman anda juga?!

    Buat catatan pemirsa…

    Sdr. Satria Pengging yang mengaku memiliki ‘guru-guru’ yang hebat itu juga ‘bersahabat’ dengan temannya yang hendak ‘membunuh’ tuhan. Na’udzubillahi min dzalik.
    Pernyataan saya ini dapat dilihat di awal posting halaman ini dan halaman sebelumnya.

    Karena itu…teringat lah saya kepada Firman Allah berikut ini:

    QS Ali ‘Imran
    3.73. Dan Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”;

    3.74 Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

    • @mas Satria Pengging yth,

      Membangunkan orang tidur itu jauh lebih mudah dari pada membangunkan ORANG YANG SEDANG MELEK.

      Gimana coba cara membangunkan wong melek? dia melek tetapi pikirannya tertidur, paling dibiarkan saja sampai dia mati sendiri, atau jika kita merasa diganggu ya bunuh saja ideologinya, sebab kalau membunuh orangnya itu namanya kriminal, tidak boleh.

      Pada dasarnya kebenaran spiritual/keyakinan itu tidak perlu diperdebatkan, sebab perdebatan itu hanya mencari menang dan kalah. Sedangkan kebenaran spiritual bukan masalah menang dan kalah. Kebenaran akan mengalir dengan tanda “Sing becik ketitik, sing ala ketara”.

      Tuhan tidak pernah meminta diri-Nya untuk diperdebatkan. Sebab kebenaran Tuhan tak ada seorang pun yang TAHU. Tuhan yang bisa digambarkan melalui al kitab dengan “obrolannya” itu bukanlah tuhan yang sebenarnya, melainkan tuhan manipulatif.

      Jadi jelas sudah buat apa kita takluk dan mau percaya pada tuhan manipulatif itu? Maka saran saya, tuhan manipulatif itu lebih baik dibunuh saja supaya tidak meracuni pemikiran orang-orang waras lainnya. Al kitabnya juga dikubur saja dalam-dalam, supaya mantra-mantranya tidak menjelma menjadi monster-monster penghancur pluralisme.

      Gimana sih cara membunuh tuhan yang manipulatif itu? caranya sangat mudah “cukup dengan saya TIDAK PERCAYA. sudah….. mampuslah dia”. walaupun seluruh ayat dalam al kitab itu dibacakan, jika kita tidak percaya, maka tamatlah riwayatnya. Semudah itu kan?

      Maka kepada si bima cukup katakan simpel saja, tuhanmu telah saya bunuh karena tuhanmu tidak layak hidup di dalam blog ini.

    • yah beginilah orang bangun tidur ,………
      cuma bisa COPAS ayat-ayat tuhan, gak ada substansi pembahasan yang katanya agama indah dan damai, karena nilai agama dipegang oleh org2 yg aqal nya dangkal, otak nya tumpul, hanya mampu bergumul dsengan kulit agama, maka nilai agama malah menjadi pemuas nafsu , merasa paling benar dengan kebodohan diri.

    • Sumela atur… dumateng para pinisepuh ingkang dahat kinormatan,
      Agar interaktif di pondok adem ini ..tidak nampak seperti benang kusut..memang sebenarnya tidak kusut.. ijinkan saya membuat sebuah ilustrasi.. nuwun sewu..

      Seseorang telas meninggalkan tulisan di sebuah batu…,” Martabat diri sederajat dengan pencitraan oleh dirinya sendiri.” ..kemudian tulisan itu ditanyakan ( minta ditafsirkan)..kepada beberapa orang.. diantaranya..
      @ seorang ahli pemerintahan (… berkomentar,” Sebuah bangsa berdaulat.. tidak sepantasnya mengemis-ngemis kpd bangsa lain..maka beranilah menunjukkan kekuatan sendiri.”)
      @ seorang sastrawan ( ..berkomentar,” Jangan ingin di pandang ..jika penampilanmu tidak membuat orang lain memandangmu.”)
      @ seorang agamawan (..berkomentar, ” Tuhan akan menghampiri seseorang dgn berlari..jika seseorang itu berniat menghampiriNYa sekalipun dgn berjalan..untuk mencari derajat disisi Tuhan.”)
      @ seorang politisi ( ..berkomentar,” ..itu ungkapan seseorang yg melihat kenyataan..bahwa negerinya selalu menggadaikan harga diri.”)
      @ seorang sejarawan (..berkomentar,”.. saya harus melihat dulu umur batu itu..karena makna tulisan itu..tentu sngat dekat dengan kondisi dan sitausi saat penulisan)
      @ seorang filsof..(..berkomentar,”..Itu pesan yg mengandung nasehat yg kekal..maka ditulisnya di atas batu..yg tidak mudah terhapus ..dan untuk disampaikan kepada setiap orang ..setiap jaman. Pesan yg sangat mulia untuk dijadikan pijakan kepada siapa saja bahwa..martabat atas diri..bukan orang lain yg mengelompokkan..tapi diri kita ini tidak mampu memperjuangkannya.”)

      Saya mau tanya kepada siapa saja yg mau menjawab..MANAKAH TAFSIR YANG ‘PALING ‘ BENAR diantara tafsir di atas ???

      Bagi saya..semua tafsir itu benar semua.. tapi tidak ada yang PALING BENAR… karena tafsir yang PALING BENAR hanya di miliki oleh Orang yang menulis itu sendiri.

      Bagi sederek2 yg menempuh Pensucian Jiwa bersandar pada Ayat2 kitab suci.. maka tidak sepantasnya mencari tafsir..kepada kapasitas guru yg mengandalkan kepandaian otak..karena tafsirnya hanya mampu menyimpulkan ‘BENAR”‘ tapi tak mampu menyuguhkan yg ‘PALING BENAR’ dan nuansanya di pengaruhi oleh pola pikir keahlian di bidangnya..

      Kalau ngga keberatan saya mau tanya..kalau belajar Al QUR’AN.. tafsir siapa yg paling benar agar bisa jadi rujukan .di antara Tafsir2 Qur’an yg rapi terjual di toko2 buku itu ??

      Tentu Tafsir YANG PALING BENAR yaitu tafsirnya Allah itu sendiri…
      maka saya pribadi meyakini.. Guru yg mengajarkan tafsir kepada saya..yaitu Gurunya Muhammad… Guru yang bersemayam di hati orang yg senantiasa eling lan waspodo..senantiasa berbudiluhur..yg senantiasa ngudi ‘memperjuangkan Kesucian Jiwa dari kotoran hawa nafsu yg slalu nuruti rasaning karep…Dialah Guru Sejati Sejatining Guru.

      maka benar pulalah kata Ki Sabda.. “.ada kepentingan apa Tuhan merahasiakan sesuatu ?”
      Perlu di renungkan..Ayat2 suci tiadak tersentuh oleh HATI yg tidak suci.. artinya HATIi Yg SUCILAH yg mampu menerima tafsr yg PALING BENAR.
      Seandainya ayat2 itu hanya untuk si pandai..Maka menodai Tuhan Yg MAHA ADIL..maka AYAT SUCI di konsumsi oleh kebersihan hati.. kebersihan hati tidak bertempat yg sama dgn otak yg cerdas..dan hati yg bersih..dimiliki oleh semua orang ..Itulah Tuhan yg Adil ..dimiliki oleh semua yg mau memiliki..

      Lepating pemanggih nyuwun..asuh asihing para pinisepuh…
      SALAM RAHAYU…

  17. Yth semua hadirin yang saya muliakan

    saya berterima kasih blog ini telah mencerahkan saya. Juga buat Ki Sabda yang waskita, Mas Suprayitno yang gigih dan tajam… dan semuanya yang menulis di blog ini, Anda semua adalah guru-guru saya.. (termasuk Mas Bima).

    Semua hal yang baik adalah milik Sang ADA.. Gusti Murbeng Dumadi..
    Semua hal yang buruk dan jahat, kejam dan kotor juga milik sang ADA

    Saya belajar dari keduanya agar menjadi manusia bijaksana..

    Di manakah posisi rasionalitas kita yang subyektif dan relatif dalam bingkai keyakinan dan agama?

    Ya tentu rasionalitas harus ditempatkan di luar keyakinan/agama, karena posisinya sebagai alat untuk menimbang apakah keyakinan itu sesuai dengan prinsip yang kita anut.

    Dan di manakah posisi keyakinan/agama terhadap rasionalitas?

    Keyakinan/agama berdiri di luar rasionalitas kita, karena untuk menimbang apakah rasionalitas (tindakan/pikiran/perkataan) itu cukup bermakna bagi keyakinan kita.

    Dan pada akhirnya, keduanya yang berada di posisi masing-masing,saling mengisi satu sama lain… adalah ‘alat’ untuk membuat kita menjadi manusia yang sadar akan jati diri kemanusiaan kita.

    Pada garis finis pencarian kebenaran mutlak… yang kita temukan adalah bukan ap-apa.. melainkan kedamaian dan ketentraman… Jika kita memang mencarinya…

    Sekali lagi… maturnuwun… maturnuwun… maturnuwun

  18. sugeng sonten sedoyo..

    hanya agamaku-lah yg paling benar…
    hanya tuhanku-lah yang paling benar………
    hanya Rasulku-yg paling benar……..

    yang lain dari keyakinanku semua masuk NERAKA…….
    terus tuhan menciptakan makluknya yg lain beda keyakinan dgn ku masuk neraka……….
    TUHAN MENCIPTAKANNYA SIA-SIA DUNK………….

    MONGGO DILANJUT……….
    SALAM HORMAT

  19. Sepucuk Surat buat Umat Manusia

    Salam sejahtera buat saudara-saudariku sesama manusia,

    Saat ini umat manusia sedang menghadapi tantangan. Berbagai kekejaman yang tak terbayangkan telah menjadi peristiwa sehari-hari. Ada suatu kekuatan jahat yang sedang bekerja keras untuk menghancurkan kita. Tak ada yang dihormati lagi oleh para pengikut iblis ini; bahkan jiwa anak-anak sekalipun. Setiap hari ada saja peristiwa pengeboman, setiap hari ada saja orang-orang tak bersalah yang menjadi sasaran pembunuhan. Tampaknya kita semua sudah tak berdaya menghadapinya. Tapi sebenarnya tidak juga !

    Orang bijak dari negeri Cina, Sun Tzu, pernah berujar, “Kenalilah musuh anda dan kemenangan menjadi milik anda”. Sudahkah kita mengenali musuh kita? Sebab jika tidak, kita akan binasa.

    Terorisme bukanlah ideologi, melainkan alat; tetapi teroris-teroris ini membunuh demi sebuah ideologi. Ideologi itu disebut Islam.

    Di seluruh dunia, baik muslim maupun non muslim, mengklaim bahwa para teroris telah membajak “agama damai” tersebut dan Islam tidak sedikitpun membenarkan kekerasan.

    Siapa yang benar? Siapa yang benar-benar memahami Islam; pihak teroris atau pihak yang menentang mereka? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan kunci kemenangan kita dan kegagalan untuk menemukan kunci itu akan berujung pada kekalahan dan kematian kita. Jawaban itu ada di dalam al-Quran dan pada sejarah Islam sendiri.

    Kami, yang paham ttg Islam, tahu bahwa pemahaman teroris-teroris muslim itulah yang benar. Mereka hanya melakukan apa yang dicontohkan dan dianjurkan nabi mereka. Pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan, dan pencincangan tubuh korban “demi menyenangkan hati kaum beriman (mu’min)” semuanya sudah dipraktekkan oleh Muhamad, diajarkan olehnya dan dituruti oleh muslimin sepanjang sejarah Islam.

    Jika ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan, kita harus mempermasalahkannya sekarang juga! Inilah waktunya kita berhenti berbasa-basi. Inilah saat bagi kita untuk menemukan akar permasalahan ini dan memusnahkannya. Akar dari terorisme islami tentu adalah Islam. Tidak percaya ? Lihat sendiri bukti di Quran.

    Kami adalah sekelompok mantan muslim yang sudah mengenal betul iblis itu dan sudah bertekad untuk memperingatkan seluruh dunia. Meskipun kebenaran sangat pahit, hanya kebenaran itulah yang dapat membebaskan kita. Mengapa perlu menyangkal terus ? Mengapa harus bersikeras terus ? Berapa lagi jiwa tak berdosa yang harus binasa sebelum anda sudi membuka mata ? Bencana nuklir sudah menghadang di depan mata. Masalahnya bukan lagi “apakah” tapi “kapankah” itu akan terjadi. Karena tidak paham, dunia malah semakin menjauhkan diri dari kebenaran.

    Kami mendesak Muslimin & Muslimah agar meninggalkan Islam. Berhentilah mencari berbagai dalih dan pembenaran ! Berhentilah pembagian umat manusia menjadi “kita” versus “mereka” dan Muslim versus Kafir! Kita ini satu bangsa, bangsa manusia!

    Muhammad bukan utusan Allah. Sadarilah !

    Inilah saatnya menghentikan kegilaan ini dan menghadapi kenyataan. Teroris-teroris itu mendapatkan dukungan moral dan pembenaran atas tindakan mereka dari kalian. Keterikatan kalian pada kultus pencinta kematian itu sudah dianggap sebagai dukungan moral bagi mereka untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.

    Kami juga meminta agar non muslim berhenti menutup-nutupi kenyataan hanya karena takut menyinggung perasaan muslim. Persetan dengan perasaan mereka! Marilah selamatkan jiwa kita, dan jutaan lagi jiwa orang-orang yang tak berdosa.

    Jutaan, bahkan milyaran nyawa akan melayang jika kita tidak melakukan apa-apa. Waktu sudah mendesak! “Kejahatan akan menang bila orang baik tidak melakukan apa-apa.” Lakukanlah sesuatu! Kirimkanlah pesan ini kepada semua orang yang ada di buku alamat anda dan mintalah mereka berbuat serupa. Tundukkanlah Islam dan hentikanlah terorisme. Selamatkanlah dunia kita!

    Gerakan eks-Muslim

  20. Untuk itulah saya kembali membaca isi Qur’an dan saya temukan perintah2 yang tidak sesuai dengan nilai2 kemanusiaan. Saya merasa sangat tertekan dan risih membaca ajaran seperti ini.

    Q.3: 5
    ”Tapi bagi mereka yang menolak Iman setelah mereka menerimanya, dan lalu menentang Iman, , – pertobatan mereka tidak akan pernah diterima; karena mereka adalah orang2 yang telah sesat”.

    Q.16: 106
    ”Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar..”

    Orang mungkin berpikir bahwa azab yang besar itu nantinya terjadi di akherat. Tapi Muhammad memastikan orang2 itu mendapat hukum di bumi pula. Lihat ayat2 berikut:

    Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
    “Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari2 akhir (dunia) akan muncul orang2 muda dengan pikiran2 dan ide2 yang bodoh. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”

    Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 260:
    “Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn ‘Abbas, yang berkata,”Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, seperti yang dikatakan sang Nabi,’Jangan hukum (siapapun) dengan Hukuman Allah (yi: api).’ Tidak ragu lagi, aku sudah akan membunuh mereka, karena Nabi berkata, ’Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.’”

    Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
    “Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati.”

    Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339 disampaikan oleh Aisha, Ummul Mu’minin:
    “Rasulullah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, secara hukum tidak boleh ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal ini: orang yang berzinah setelah menikah, dan hukumannya adalah dirajam; orang yang melawan Allah dan RasulNya, dan hukumannya adalah ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau orang yang membunuh dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. ”

    Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana pun yang membaca ini dan tidak merasa muak berarti tidak dapat disebut manusia.

    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
    ”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
    Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.

    Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Ia punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.

    Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.

    Saya merasa kisah ini mewujudkan ketidakadilan. :shock: Muhamad memaafkan seorang lelaki yang membunuh perempuan hamil beserta anaknya sendiri hanya karena dia berkata bahwa perempuan ini menghina sang Nabi!?

    Baca juga yang dibawah ini ! Pria2 Arab ternyata punya kebiasaan meniduri budak2 wanita mereka. Qur’an mengabadikan tradisi ini.

    Q. 33:52 “Tidaklah diperbolehkan bagi kalian (untuk menikahi lebih banyak) perempuan2 setelah ini, ataupun mengganti mereka dengan perempuan2 lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali yang dimiliki oleh tangan kananmu (sebagai budak perempuan).”

    Muhammad sendiri meniduri Mariyah tanpa mengawininya, dan Mariyah adalah budak istri Muhammad yang bernama Hafsa.

    Memaafkan seseorang yang membunuh orang lain hanya karena dia mengatakan perempuan itu menghina Muhammad adalah perbuatan yang tidak dapat diterima. Bagaimana jika orang itu bohong untuk menghindari hukuman? Apa yang disampaikan kisah ini tentang rasa keadilan Muhamad? Bayangkan berapa banyak wanita tak bersalah yang dibunuh para suaminya dalam kurun waktu 1.400 tahun ini ! Dan luar biasa juga bahwa para suami yg seenaknya menuduh istri mereka telah menghina rasulullah dan oleh karena itu dgn enteng pula main tancap pisau ke perut istri oleh Tuhan dan Hadis bisa mengelak dari hukuman ??

    Ini satu lagi.

    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4349
    “Disampaikan oleh Ali ibn AbuTalib:
    Seorang wanita Yahudi sering menghina dan mengolok-olok sang Nabi. Seorang pria lalu mencekiknya sampai dia mati. Rasulullah mengumumkan tidak perlu hukuman untuk membalas darahnya. ”

    Tidak mudah untuk membaca cerita2 macam ini tanpa hati tergerak. Tidak ada alasan utk mengira bahwa cerita2 ini dipalsukan. Untuk apa para pengikut Nabi, yang berusaha keras menggambarkan nabi mereka sebagai orang yang penuh belas kasihan, memalsukan begitu banyak cerita yang membuat nabi tampak seperti penguasa bengis ? Saya tidak dapat lagi menerima tindakan brutal terhadap orang2 yang memilih untuk tidak menerima Islam. Iman adalah pilihan pribadi. Aku tidak dapat lagi menerima bahwa seseorang yang mengritik sebuah agama harus dihukum mati.

    Lihat bagaimana Muhammad bersikap pada orang2 yang tidak percaya:

    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4359
    “Disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas:
    Ayat yang berbunyi “Hukuman bagi orang2 yang berperang melawan Allah dan RasulNya, dan berjuang keras mengacaukan tanah ini adalah dibunuh, atau disalib, atau potong tangan2 dan kaki2 dari arah yang berlawanan atau diasingkan dari tanah ini … yang maha pengampun.” Ini diberikan untuk orang2 yang menyembah banyak tuhan. Jika ada dari mereka yang bertobat sebelum mereka ditangkap, ini tidak menghindarkan mereka dari hukuman tadi, yang memang layak mereka dapatkan. ”

    Bagaimana mungkin utusan Tuhan membunuh dan menyalib orang2 karena mereka menolak dia? Bisakah orang seperti ini jadi utusan Tuhan? Tidakkah ada orang lain dengan moral dan etika yang lebih baik untuk memikul tanggungjawab besar sebagai utusan Tuhan?

    Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa Muhamad membantai 900 orang Yahudi dalam satu hari setelah ia menangkap mereka dalam suatu penyerbuan yang direncanakannya. Saya membaca kisah ini dan bulu kuduk sayapun berdiri.

    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4390
    “Disampaikan oleh Atiyyah al-Qurazi:
    Aku adalah seorang dari para tawanan Banu Qurayzah. Mereka (para penawan) memeriksa kami, dan mereka yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku adalah salah satu dari mereka yang belum punya bulu kemaluan.”

    Saya juga terkejut sekali membaca kisah dibawah ini.

    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
    “Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
    Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Lalu kata Nabi: Potong tangannya. Maka tangan kanannya dipotong. Ia dibawa keduakalinya pada sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
    Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
    Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
    Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
    Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
    Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
    Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
    Orang itu dibawa lagi untuk kelima kalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
    Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia dan melemparkan dia ke dalam sumur dan menimbuni batu2 di atas tubuhnya. ”

    Tampaknya Muhammad menentukan hukuman berdasarkan apa yang ia dengar. Dengan memotong tangan seorang pencuri, ia tidak lagi dapat mencari makan kecuali dengan mengemis, dan ini pun sulit karena dia sudah dicap sebagai pencuri dan dibenci orang (PLUS, tangannya cuma satu ! Rada sulit khan ngemis dgn satu tangan !). Karena itu ia terpaksa mencuri lagi untuk bisa terus hidup. Inikah yang dinamakan Nabi yg Maha Mulia ? Rahmatal lil alamin ?

    Setelah hidup di dunia Barat selama beberapa tahun dan diterima dengan baik oleh orang2 dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, saya tidak dapat lagi menerima mandat2 Qur’an sebagai firman Tuhan.

    Q.58: 22
    “Kau tidak akan menemukan orang2 yang percaya pada Allah dan di hari akhir, berkawan dengan mereka yang melawan Allah dan utusanNya …”

    Q.3: 118-120
    “O kamu yang percaya! Janganlah memilih bitaanah (penasehat, konsultan, pelindung, penolong, kawan, dll) di luar agama (penyembah berhala, orang Yahudi, orang Kristen, dan orang munafik) karena mereka akan terus berusaha sekuatnya untuk merusak pikiranmu. Mereka ingin menjahatimu. Kebencian sudah muncul dalam mulut mereka, tapi bahkan yang tersembunyi dalam dada mereka lebih buruk lagi. Memang Kami telah menerangkannya padamu, jika kalian mengerti. Lihat! Kalianlah yang mencintai mereka tapi mereka tidak mencintaimu, dan kalian percaya akan semua kitab2 (kalian percaya Taurat dan Injil, tapi mereka tidak percaya Qur’an). Dan jika mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, ‘Kami percaya.’ Tapi kalau mereka sendirian, mereka menggigit ujung jari2 mereka dengan penuh kemarahan padamu. Katakanlah: ‘Matilah dalam kemarahanmu. Tentu Allah tahu apa yang ada dalam hatimu (semua rahasia).’ Jika kebaikan terjadi padamu, mereka bersedih, tapi kalau kejahatan terjadi padamu, mereka bergembira ..”

    Dan ini :

    Q.5: 51
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain…”

    Saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah. Lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo; di mana negara2 Kristen mengadakan perang terhadap sesama negara Kristen untuk membebaskan orang2 Muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi2 Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama Perang Dunia II, orang2 Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang2 Yahudi.

    Semakin jelas bagi saya bahwa orang2 Muslim diterima oleh orang2 di seluruh penjuru dunia, tapi meskipun demikian, nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa mereka menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar Jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!

    Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci Barat dan Yahudi. Muhamad-lah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang2 non-Islam. Bagaimana mungkin orang2 Muslim bisa bergaul dengan negara2 lain sambil menggenggam pesan2 kebencian di Qur’an sebagai firman Tuhan ?

    Banyak orang Muslim yang pindah ke negara2 non-Muslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara2 non-Islam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan non-Muslim jika kita menjadi kalangan mayoritas.

    Q.9: 29
    ”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

    Aku juga merasa ayat2 berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi ini dan diampuni di akherat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang2 yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang2 yang kita cintai.

    Q.9: 113
    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.”

    Qur’an dan Ahadith penuh dengan ayat2 yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga ini merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi, tapi seorang pemimpin suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untuk mengadukan anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luarbiasa, sangat memaksa, sehingga orang2 yang bodoh di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli2 filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangakannya lebih lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Qur’an dan mempelajari Ahadith, kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.

    Saya tahu kata2 saya ini menyakiti hatimu. Tapi saya anjurkan engkau agar mengendalikan kemarahanmu dulu, baca tulisan2 saya dan pikirkanlah matang2.

    Engkau lihat bahwa penolakan saya akan Islam bukan didasari oleh tindakan2 buruk orang Muslim, tapi oleh tindakan2 buruk pengarangnya sendiri. Semua kekejaman dan tindakan2 kekerasan yang mengerikan yang dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia diilhami oleh Qur’an dan Sunnah. Karena itu saya menuding Qur’an sbg dasar tindakan jahat yang dilakukan orang2 Muslim. Saya tahu bahwa semua usaha untuk memanusiakan masyarakat Islam hanyalah buang2 waktu belaka karena musuhnya adalah Islam itu sendiri dan inilah sasaran seranganku.

    Saya lakukan ini meskipun dengan ini saya menjadi magnet yang menyedot kebencian semua Muslim fanatik. Tidak ada untungnya bagi saya. Satu2nya alasan kenapa saya begitu menentang Islam adalah untuk membebaskan dunia dari cengkeraman aliran setan ini dan mengembalikan kedamaian dan kesejahteraan, kasih, dan hormat sesama manusia. untuk saling mengasihi saling mencerdaskan dan saling mengasuh

  21. “Islam adalah agama damai”. Ini pernyataan para politisi yang kerap kali kita dengar. Tetapi pernyataan politisi tidak selalu benar. Yang benar adalah : Islam BUKAN agama damai, melainkan agama yang mengajarkan kebencian, teror, dan perang.

    Setelah mempelajari dengan seksama Quran dan Hadis, saya simpulkan bahwa banyak yang disembunyikan oleh para pakar Islam, sehingga banyak orang di dunia termasuk orang Muslim sendiri tidak mengetahui apa sebenarnya isi Quran. Islam, seperti yang diajarkan Quran dan Hadis (Biografi dan perkataan Nabi) merupakan agama yang Tidak Adil, Tidak Toleran, Kejam, Tidak Masuk Akal, Diskriminatif, Kontradiktif dan mengagungkan keyakinan buta.

    Islam menganjurkan pembunuhan Non-Muslim dan pelanggaran hak azasi terhadap minoritas dan perempuan. Islam berkembang lewat pedang Jihad dan pembunuhan orang yang tidak mau tunduk kepadanya. Dalam Islam, murtad adalah kejahatan yang paling besar dan hukumannya adalah: mati.

    Muhamad pada dasarnya adalah seorang teroris, karena itu terorisme tidak bisa dipisahkan dari Islam. Islam menuntut pengikutnya agar menyerahkan seluruh keinginan dan pemikirannya kepada Muhamad dan pelindung karangannya sendiri, Allah. Allah adalah tuhan yang tidak mengindahkan nalar, demokrasi, kebebasan berpikir dan kebebasan ekspresi.

    Saya menolak Islam a) karena Muhamad tidak bermoral dan memiliki nilai etika rendah dan b) karena hal-hal yang tidak masuk akal (absurd) dalam Quran.

    a) Muhamad bukan orang suci. Nafsu sexnya tidak terkontrol, bahkan pembantu, budak dan anak kecilpun ditidurinya. Pada umur 54 ia mengawini Aisha yang masih berumur 9 tahun !! Dia membunuh siapa saja, dimana saja, melakukan pembunuhan masal terhadap kaum Yahudi, memperbudak dan menjual para tawanan.

    Ia merencanakan pembunuhan musuh, penyerangan, pengrusakan karavan dagang yang tidak bersalah dan penduduk desa yang tidak bersenjata. Dia membakari pohon-pohon, merusak sumur air, melontarkan kutukan dan menganjurkan kekejaman terhadap musuh-musuhnya. Ia biadab terhadap tawanan perang. Ia serakah dan suka mengkhayal telah melakukan hubungan sex dengan para istrinya.

    Oleh karena itu saya tidak menganggap Muhamad sebagai orang wajar, apalagi sebagai pembawa pesan dari Tuhan.

    b) Penelitian obyektif terhadap Quran menyimpulkan bahwa buku itu jauh dari keajaiban. Quran penuh dengan ilmu pengetahuan palsu, cerita sejarah yang tidak akurat, kesalahan matematika, pemikiran yang tidak wajar (absurd), tatabahasa yang salah dan nilai etika yang keliru. Mungkinkah Pencipta Alam Semesta sebodoh yang ditampilkan dalam Quran?

    Quran memerintahkan Muslim untuk membunuh orang yang tidak percaya, dimana saja mereka ditemukan (Q2:191), memperlakukan mereka dengan kasar (Q9:123), sembelih mereka(9:5), perangi mereka(8:65), tantang mereka dengan segala kemampuan(25:52), perlakukan mereka dengan kekerasan karena tempat mereka di neraka (66:9) dan hajar kepala mereka; kemudian setelah membunuh banyak diantara mereka, sisa tawanan bisa ditukar dengan imbalan (47:4)

    Kristen dan Yahudi diperintahkan agar ditundukkan dan dikenakan hukuman pajak, dipermalukan (9:29) dan jika mereka melawan, bunuh mereka !

    Quran tidak mengakui kebebasan kepercayaan dan tidak mengakui agama lain selain Islam. Islam mengutuk mereka yang tidak percaya pada api neraka (5:10), mencap mereka sebagai najis(9:2), memerintahkan semua Muslim agar memerangi mereka sampai tidak ada agama selain Islam (2:193), sembelih atau salibkan atau potong tangan dan kaki para orang yang tidak percaya, dan singkirkan mereka dari tempat pemukiman mereka tanpa belas kasihan.

    Islam berulang2 menekankan bahwa orang yang tidak percaya akan mendapat hukuman yang berat di alam baka (5:34) dan menggambarkan penderitaan yang mengerikan terhdp mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan masuk neraka meminum air yang mendidih (14:17), bahwa mereka akan diselimuti dengan asap dan bara seperti sekat dan atap dari tenda dan jika mereka memohon belas kasih mereka akan diberi tembaga cair yang akan mencabik habis muka mereka (19:29), dan pakaian yang terbakar api akan dicabik dan kepala mereka akan disirami dengan air mendidih sehingga semua yang ada didalam perut dan kulit akan meleleh dan mereka akan dihukum dengan gantungan batang-batang besi (22:19). Muslim dilarang untuk berhubungan dengan saudara laki-laki dan ayah mereka jika mereka bukan Muslim (9:23), (3:2).

    Untuk para wanita, Quran menegaskan bahwa derajat mereka lebih
    rendah dari para laki-laki dan jika mereka tidak menghiraukan suami, suami berhak memukul mereka (4:34). Hukuman karena tidak menghiraukan suami tidak berakhir disini, namun setelah mereka meninggal mereka akan masuk neraka (66:10).

    Quran menekankan superioritas kaum laki-laki dengan menegaskan bahwa laki-laki menpunyai kelebihan dari kaum wanita (2:228). Tidak hanya menolak persamaan hak wanita dalam hal warisan (4:11-12), tapi juga menganggap mereka bodoh dan menyatakan bahwa kesaksian mereka di pengadilan hanya diakui jika disertai oleh pernyataan dari seorang lelaki(2:282). Hal ini berarti bahwa seorang wanita yang di perkosa tidak bisa menuduh pemerkosa kecuali mempunyai saksi empat laki2.

    Muhamad mengizinkan laki-laki Muslim untuk menikahi sampai 4 istri (meskipun dia sendiri mempunyai lebih banyak istri) dan memberi mereka izin untuk menikmati para wanita tawanan perang, sebanyak yang mereka dapat tawan atau mampu beli (4:3), meskipun wanita tsb sudah menikah (4:24).

    Inilah kelakuan seseorang yang menyebut diri sendiri Nabi suci dan Rahmatan lil alamin, kemurahan Tuhan bagi semua ciptaanNya ?? Jawairiyah, Rayhanah dan Safiyah adalah gadis2 cantik yang ditawan ketika pasukan Muhamad membantai suku Bani al-Mustaliq, Qurayza dan Nadir. Nabi menyembelih suami, ayah dan angota keluarga lelaki mereka dan mengizinkan para pengikutnya memperkosa mereka, sementara dia sendiri mengambil yang tercantik untuk dia sendiri dan memperkosa mereka pada hari yang sama saat mereka masih mengalami shock akibat menyaksikan pembantaian orang-orang yang mereka cintai.

    Situs ini menyelidiki Islam dengan cara pikir rasional. Menolak kepercayaan yang ketinggalan jaman yang gagal dalam test debat. Kami mempertanyakan dan mendukung pemikiran bebas, menghilangkan prasangka dan membebaskan diri dari dogma dan kepercayaan buta.

    Disaat dunia mencapai teknologi canggih, masih ada saja negara miskin yang mengaku punya senjata nuklir dan biologis. Sedikit kesalahpahaman saja dapat mengakibatkan hal parah. Agama selalu menjadi sumber utama kesalahpahaman diantara umat manusia. Karena agama, banyak orang siap untuk mati, membunuh dan menghancurkan segalanya.

    Dalam beberapa dekade terakhir, akibat kekayaan minyak di negara-negara Islam, banyak terjadi imigrasi muslim ke segala penjuru dunia. Akibatnya, fundamentalis Islam berkembang pesat dan membangkitkan kembali semangat Jihad. Semangat ini diterjemahkan dalam bentuk terorisme, revolusi dan kekacauan yang membahayakan perdamaian dunia. MIlyaran nyawa menghadapi bahaya.

    Mari kita berhenti sebentar disini dan memeriksa kembali Islam …

    Apakah benar Muhamad pembawa firman Tuhan atau orang gila seperti Hilter yang memanfaatkan sentimen agama pada orang bodoh untuk menaklukkan, menguasai dan memenuhi keinginannya yang tak terpuaskan?

    Islam adalah sekte agama yang diciptakan oleh orang gila yang tidak dapat direformasi dan harus dimusnahkan. Islam harus dihapuskan bukan karena Quran mengatakan bahwa bumi datar atau bahwa hujan meteor adalah senjata misil yang ditembakkan Jin yang memanjat langit untuk menguping percakapan lembaga surgawi. Cerita bodoh ini cukup dijadikan bahan tertawaan. Namun Islam harus ditantang dengan nalar/logika karena Islam mengajarkan kebencian, memerintahkan pembunuhan para non-muslim, merendahkan derajat wanita dan melanggar hak-hak azazi manusia. Islam harus ditantang bukan karena tidak benar tapi karena bersifat merusak, karena sangat berbahaya, mengancam perdamaian dan keamanan manusia. Dengan berkembangnya senjata pembunuh massal di negara-negara Islam, Islam adalah ancaman serius bagi kelangsungan kehidupan masyarakat kita.

    Agar anda mengerti sifat jahat dari Islam kami pilih beberapa ayat dari Quran dan menukar kata-kata “Muslim” dengan “Non-Muslim” dan begini bunyi ayat2 tsb:

    Kami akan menyebar teror kedalam hati para Muslim. Karena itu hantam kepala dan setiap ujung jari mereka 8:12

    Jangan non-Muslim berteman atau mengambil pembantu dari para Muslim 3:28

    Bangkitkan para non-Muslim untuk berperang melawan Muslim 8:65

    Kemudian perangi dan sembelih para Muslim dimanapun kau temui 9:5

    Perangi para Muslim, dan Tuihan akan menghukum mereka dengan tanganmu, selimuti mereka dengan malu 9:14

    Oh kalian non-Muslim jangan jadikan sebagai pelindungmu ayahmu dan saudara laki-mu jika mereka mencintai Islam 9:23

    Oh kalian non-Muslim! Muslim yang benar adalah najis 9:28

    Oh kalian non-Muslim! Perangi para Muslim disekitarmu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu 9:123

    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. 47:4

    Nah, bagaimana perasaan anda sebagai Muslim? Senangkah anda kalau ada kitab suci yang berbunyi demikian ? Apakah anda tidak mulai bertanya: mana mungkin ayat2 ini datang dari Tuhan ? Mengapa tidak mungkin ayat-ayat ini datang dari SETAN ?

    Silahkan baca Quran dan asal muasal cerita kehidupan Muhamad. Jangan percaya para penipu yang bertugas membela Islam tetapi pelajarilah sejarah yang ditulis oleh para sejarawan jaman permulaan Islam. Baca buku Al Waqidi, Ibn Ishaq, dan Al Tabari’s. Baca Hadis dan lihat sendiri bahwa yang saya tulis adalah benar. Nenek moyang kita dipaksa untuk memeluk Islam dan ayah-ayah kita tidak mempunyai keberanian bertanya. Tetapi kini kita mempunyai kesempatan. Sudah waktunya kita memandang kembali kepercayaan kita (Islam), paling tidak mengerti hal yang kita percayai.

    Website ini membongkar kebenaran yang pahit tentang Islam. Membuktikan bahwa Islam bukanlah agama dari Tuhan. Jika kau tidak setuju, BUKTIKAN SAYA SALAH dan saya berjanji untuk menghilangkan website ini. Saya tantang para pembela Islam untuk membuktikan kesalahan saya. Kalau tidak, mereka harus berhenti membohongi dunia. Banyak Muslim sudah mencoba menantang saya dan gagal. Saya mengundang anda untuk belajar sisi gelap dari Quran dan Hadis dengan membaca artikel dari berbagai pengarang (pada umumnya ex-Muslim) dan transkrip perdebatan yang saya miliki dengan para pembela Islam yang mencoba menjelaskan ketidakmasukakalan Islam.

    Saya mengundang kalian untuk membaca kutipan Quran dan Hadis yang menuntun saya pada kesimpulan. Dari semuanya itu, saya mengundang kalian untuk merasakan penderitaan para korban Islam. Apakah kalian suka dengan perlakuan Muslim terhadap non-Muslim di negara/daerah dimana Muslim mayoritas ? Atau kalian tidak peduli ?

    Akhir kata, saya ingin mengundang anda untuk menolak Islam dan bersama kami, para murtad (termasuk saya sendiri), menyelamatkan dunia dari “Malapetaka Islam”.

    Kita harus selamatkan dunia dari kehancuran. Kita tidak ingin mengalami perang dunia berikutnya. Kita dapat hentikan kegilaan ini sekarang juga. Jangan biarkan orang gila ini membohongimu. Jangan menjadi alat untuk membenci. Muhamad berbohong. Website ini buktinya. BUKTIKAN SAYA SALAH.
    Last edited by ali5196 on Fri Feb 06, 2009 1:33 am, edited 5 times in total.

    ali5196
    Translator

    Posts: 13772
    Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

    Top

    Postby ali5196 » Thu Oct 20, 2005 3:49 pm
    Diterjemahkan oleh BADMOTHA.

    http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/mission.htm

    MISSI FFI: Maksud dan Tujuan FFI, surat dari A SINA

    Kami disini guna melawan keterbelakangan dengan pengetahuan. Kami dimotivasi oleh rasa cinta dan kemanusiaan bagi sesama. Kami memperjuangkan hak persamaan gender, penghilangan prasangka, kebebasan beragama, demokrasi dan kerukunan pergaulan umat manusia. Bantulah usaha kami dan sebarkan pesan kami tentang cinta dan persatuan ini. Bersama-sama kita dapat mengakhiri kebencian. Bersama-sama kita membuat dunia ini menjadi surga.

    Asal Mula

    Dunia terkejut dan tertegun dengan rasa tak percaya pada peristiwa 11 September. Disusul penggorokan leher brutal jurnalis muda AS; Daniel Pearl, kita sadar bahwa kita menghadapi pasukan yang maha kejam. Namun kalau dibiarkan maka yang akan datang nanti akan lebih parah. Tak satu haripun lewat tanpa lenyapnya puluhan jiwa dibelahan dunia manapun oleh pasukan iblis ini. Kebencian tak terbatas ini diinspirasi oleh ideologi yang menyatakan diri berasal dari Tuhan dan didukung oleh milyaran orang. Kita mungkin diambang suatu peperangan besar yang lebih mengerikan daripada perang-perang sebelumnya.

    Ya, ini mungkin adalah awal dari Perang Dunia Ke Tiga. Tapi berbeda dengan perang2 sebelumnya, musuh dalam perang ini tak kelihatan; senjata, tank dan kapal perang kita tak berdaya menghadapinya. Ini bukan perang antara Barat dengan Timur. Bukan perang antara si miskin dan si kaya. Ini juga bukan perang antara muslim dan non-muslim. Ini perang antara dunia beradaban dan dunia barbar.

    Kenapa mereka membenci dan mau membunuh kita?

    Manusia tidak tiba-tiba saja memutuskan untuk menjadi seorang teroris. Teroris termotivasi oleh doktrin yang tertanam didalam diri dalam bentuk kebencian dan keinginan membunuh. Tapi kebencian yang begitu hebat itu hanya akan timbul jika mereka merasa menjadi korban. Ya, para teroris selalu menganggap diri korban pihak lain. Sebagian dari perasaan tersebut dapat dimengerti, namun bagian besar dari kebencian ini telah ditanamkan oleh ajaran Quran. Quran meyakinkan muslim bahwa mereka adalah korban non-muslim. Quran mendesak mereka untuk melampiaskan kebencian pada non-muslim. Dan Allah berjanji akan memenangkan pihak muslim walaupun mereka lemah.

    Kita tidak akan bisa memerangi terorisme tanpa menghentikan kebencian ini. Kita tidak akan bisa menghentikan kebencian ini tanpa menghentikan doktrin yang membakar kebencian ini. Quran adalah buku yang isinya penuh kebencian terhadap non-muslim. Menutup mata akan fakta ini berarti membiarkan hal berbahaya yang dapat menghancurkan jutaan jiwa.

    Faith Freedom International diciptakan untuk melawan kebencian ini dan bertempur melawan teror Islam dengan menghilangkan dasar2 moral mereka. Seandainya kita bisa mengurangi kebencian tersebut dan menanamkan benih cinta pada setiap hati muslim yang membakar dengan kemarahan … Namun hal ini TIDAK dimungkinkan selama mereka masih berkeyakinan pada Quran yang secara gamblang menyuruh mereka untuk selalu membenci orang lain.

    Ya, ada banyak pula teroris Hindu, Budha, dan Kristen. Namun teroris ini telah memilih jalan kekerasan yang dijauhi oleh agama mereka. Pada Islam, terorisme dijabarkan, didorong dan dianjurkan dalam Quran. Nabi Besar Islam memberi contoh teror kepada setiap pengikutnya. Menjarah rakyat sipil, membantai tawanan perang, memperkosa istri mereka, memperbudak wanita dan anak-anak, merampok harta mereka, membunuh saingan, membakar pepohonan tanpa menunjukkan belas kasihan bagi setiap orang yang menghalangi langkahnya. Ini adalah fakta sejarah yang ditulis oleh sejarawan muslim. Teroris muslim tidak akan melakukan apapun yang Nabi meraka tidak lakukan.

    Islam disebarkan oleh dua “kaki”.

    Satu kaki diwakili oleh Islam Liberal, yang memanggil diri mereka kaum terpelajar, menulis dalam bahasa Inggris yang lancar tentang keindahan Islam dan mengklaimnya sebagai agama yang damai. Ini bohong besar.

    Satu kaki lainnya diwakili oleh kaum teroris, yang melaksanakan fase kedua dalam penyebaran Islam. Walau banyak orang menyangka kedua kaki ini berlawanan satu sama lain, pada kenyataannya mereka adalah satu kesatuan dan saling bergantung.

    Faith Freedom International adalah gerakan yang dimotori oleh kaum murtad yang tahu benar problem Islam. Kami melihat sendiri bahwa muslim yang baik akan kehilangan rasa kemanusiaan begitu mereka mempraktekkan ajaran Quran.

    Teror Islam didanai uang milyaran dollar. Tanpa disadari, Muslim yang baik memberi sedekah pada mesjid, membayar zakat, dan untuk setiap liter bensin yang kita pompa kedalam mobil, turut memperkuat jaringan teroris muslim. Ribuan buku dan halaman web muncul menyebarkan kebohongan tentang ajaran Islam. Untuk setiap pemeluk baru yang terjebak dalam ajaran Islam, banyak teroris baru telah dilahirkan. Beberapa jurnalis barat yang serakah pun telah menjual integritas mereka dan menjadi “kaum terpelajar” Islam.

    Siapa yang akan memberitahu tentang kebenaran?

    Faith Freedom International adalah suara kebenaran. Kami berdedikasi untuk menjabarkan kebohongan Islam, dan menghentikan penyebarannya.

    Tetapi Islam tidak dapat dikalahkan dengan kebencian. Islam berkembang dengan kebencian, dan percuma mencoba2 mengalahkan Islam dengan cara membenci muslim. Kelompok-kelompok yang meneriakkan kebencian terhadap muslim sebenarnya telah menolong berkembangnya Islam. Kita harus menjelaskan bahwa Muslim sebenarnya bukan korban. Menghilangkan prasangka ini berarti menghilangkan alasan mereka untuk membenci. Dengan menghilangkan alasan mereka untuk membenci, mereka juga tidak lagi memiliki alasan untuk menyerang non-muslim.

    Kami menyatakan Islam adalah agama yang keliru, dan menantang mereka2 yang menyebut diri golongan Islam liberal untuk membuktikan bahwa kami keliru. Kami mendorong setiap orang di dunia yang cinta damai, entah eks-muslim atau tidak, untuk membantu kami melawan organisasi teroris terbesar ini. Ini jelas pertarungan antara David dan Goliath.

    Kami kecil namun berkembang sangat pesat walau masing2 disibukkan oleh kehidupan sehari2. Kami berhadapan dengan “agama” kedua tercepat penyebarannya. Saat ini, posisi Islam sangat kuat dengan pengikut yang fanatik dan berbahaya, namun bukannya tidak dapat dikalahkan. Namun kami akan menang. Kami akan menang karena cahaya lebih kuat daripada kegelapan, dan kebenaran lebih manjur daripada kebohongan. Islam didirikan atas dasar tipuan belaka dan akan runtuh begitu disentuh dengan kebenaran.

    Untuk memerangi teroris, kita harus memerangi Islam dulu, karena Islam adalah terorisme. Ini menjadi sangat jelas setelah membaca beberapa halaman dari Quran. Kita tidak bisa memerangi Islam dengan cara militer. Milyaran dollar dihabiskan untuk perlengkapan perang yang tak akan dapat menghentikannya. Amerika mendanai Mesir 3 milyar dollar secara teratur untuk membantu pendidikan madrasah, sementara setiap muridnya akan mengangkat tangan ketika guru spiritual mereka bertanya, “Siapa yang mau menjadi martir dengan meledakkan diri untuk membunuh kafir Amerika?”. Amerika menghabiskan milyaran dollar membantu menyelamatkan Kuwait dari serangan diktator Saddam
    Hussein. Namun sekarang rakyat Kuwait malah membenci Amerika dan menembak prajurit2nya.

    Bahkan banyak rakyat Kosovo dan Bosnia adalah anti-Amerika dan anti-Barat, terlepas dari kenyataan bahwa koalisi Barat telah mengalahkan sebuah negara “Kristen” (diwakili oleh Milosevic) guna menegakkan keadilan di bagian negara tersebut.

    Teroris Islam hanya dapat dihilangkan dengan penghilangan Islam itu sendiri. Sama seperti Komunis yang hilang karena pertentangan dari dalam tubuhnya sendiri, Islam pun akan hancur dari dalam. Sekarang saatnya semua eks-muslim untuk bangkit melawan binatang buas ini. Namun kami membutuhkan bantuan seluruh pihak untuk mencapai tujuan kami.

    Kami hanya sekumpulan kecil penulis dan orang-orang biasa yang tak punya apa-apa, hanya punya semangat untuk mengalahkan kebencian dan membuat bumi menjadi planet yang damai. Tapi kami akan menang; karena cinta lebih berkuasa dari kebencian, dan kebenaran akan mengalahkan kebohongan.

    • Bagai mana dengan kalangan pengamal islam yang membenci kekerasan, peperangan & pembantaian.

      seperti para kaum sufi, komunitas torekat, hakikat dan makrifat, juga kalangan islam dari ilsam kejawen, islam sunda wiwitan. dimana mereka selalu memelihara alam kehidupan, adaptasi alam, dan hidup nya hanya berisi ritual-ritual kepada Tuhan dalama ajaran budi pekerti luhur. Apakah harus disamakan dan dipukul rata ..penilaiannya ..?.

      Juga banyak yang masih mengharapkan hidup damai seklalipun dengan non islam.
      Mohon berikan solusinya…………wahai pengikut Alisina….?

    • Assalamu’alaikum..

      Ada beberapa pertanyaan yg buat sahabatku salah saleh yang terkasih.. :

      1. Sekarang anda memeluk agama / spiritual / kepercayaan apa..?
      2. Apa pegangan hidup anda.? Kitab.? Perikemanusiaan.?
      3. Apakah anda mengakui adanya Tuhan.?
      4. Apa kata Tuhan anda apabila ada yang melawan Tuhan anda.?
      5. Darimana / Bagaimana anda tahu jawaban itu dari Tuhan anda.?
      6. Bagaimana apabila ada orang yang menghina dan memperkosa Ibu dan istri tercinta anda.? Harus diapakan.?
      7. Lalu bagaimana kira kira perasaan Ibu dan istri anda terhadap si pelaku trsbut.?
      8. Bagaimana dengan para pejuang tanah air dan Negara yg menghukum MATI orang yang bersalah menurut versi Negara.? Apakah kita harus tunduk patuh, ataukah harus membangkang juga terhadap Negara.?
      9. Buat apa Negara menciptakan hukuman Mati.?
      10. Begitupun kenapa Tuhan menerapkan hukuman Mati.?
      11. Bagaimana anda menyamakan “Perikemanusiaan” dengan “PerikeTuhanan”.? Sifat Tuhan harus sama dengan sifat manusia.?
      12. Kalo Tuhan harus bersifat Perikemanusiaan, Lalu mengapa Dia menciptakan adanya Angin Topan, Tsunami, Gempa Bumi, dll.? Mayat bayi, perempuan lemah tak berdosa bergelimpangan. Apakah itu bukan berarti bahwa Tuhanpun Mampu berbuat sadis versi manusia.?
      14. Apakah cinta kepada manusia harus melebihi cinta kita kepada Tuhan.?
      13. Bagaimana Otak rasional anda ketika melihat berbagai Mukzizat dari para rosul Allah SWT.?
      14. Bagaimana anda tidak melihat berbagai sisi positif dari ahlak yang di teladankan para Rosul Allah.?
      15. Bagaimana anda tidak melihat bahwa Allah SWT Maha penyayang menurut versi Allah.?
      16. Apakah anda tahu benar, Niat / Isi hati Muhammad SAW ketika menikahi para istri beliau.?

      *)Ada seorang makrifat suci mati meninggalkan segala amal kebaikan selama hidupnya di dunia.

      *)Ada juga seorang bajingan tengik yang mujur terus foya foya , lalu mati meninggalkan banyak dosa, hutang, dan dendam kesumat kepada banyak manusia dan alam sekitar, selama hidupnya di dunia.

      Apakah tidak ada balasan baik atau buruknya buat mereka setelah jasadnya mati.? Apakah konsep Surga dan Neraka kurang tepat.?
      Lalu bagaimana letak Keadilan Tuhan menurut Versi Tuhan anda.?

      Bla..blaa..blaa…

      Maaf , sekedar nyumbang urun rembug aja. Dengan kepala dingin tapi barangkali bahasanya kurang pas, mohon maklum, kondisi badan lg capek.

      Matur suwun atas segala sumbangsih pengetahuannya, terlebih kepada yg punya rumah.

      Salam Kasih dan Sayang buat semuanya.

  22. bagaimana seseorang (konon katanya para nabi & rasul) bisa tau tentang rahasia universe a.k.a wahyu & firman Tuhan (sebenarnya/faktual) ?

    well, ini mah (lagi2) sekedar curhatan sy yg tak mutu,
    saat ini science dapat memprediksi/simulasikan peta universe dgn teknologi (basic) tradisional yaitu: pake teropong
    adalah fakta yg dapat dibuktikan jika teropong itu pun telah dibantu suatu “lensa” alamiah tambahan yaitu dark matter
    krn berkas cahaya sangat lemah & rawan terdistorsi selama perjalanannya melalang buana dalam universe.
    bahkan gravitasi pada pusat galaksi pun tak cukup untuk mempertahankan bentuk galaksi jika tanpa bantuan dark matter

    nah dari hal yg sangat sederhana itu, jika manusia/seseorang mampu mengendalikan gelombang otaknya untuk sinkron/konek dgn dark matter adalah sebagai salah satu “KEY/jendela” untuk “mengintip”/mendapatkan apa yg disebut wahyu & firman Tuhan, scr alamiah, TANPA BANTUAN peralatan “tektek-bengek” ala masa kini.

    begitulah jika spiritual bisa ilmiah & rasional.
    sekedar percaya pada apa katanya (misal: kitab2 suci), belum tentu kita mendapat suatu kebenaran, tapi yg pasti “fanatis”.

  23. nyuwun sewu KI SABDA ugi poro sepuh, pinisepuh ingkang kamulyaaken dening PANGERAN KANG AKARYO JAGAD…

    saya hanya minta ijin untuk membaca saja karna emanhg ga punya pengetahuan apa2. sungguh2 seru dan mengasyikkan membaca komentar2 poro winasis di sini.
    sepertinya ini sudah menginjak babak2 klimaks. mungkinkah akan berakhir dgn happy ending atau sebaliknya…?????

    tapi menurut hati kecil saya yg dipenuhi akan kebodohan dan serba ketidaktahuan koq sepertinya sudah merasakan seperti apa endingnya ya hehehe. ato mungkin hanya halusinasi saya saja yg “MBLANDRANG TAK KARUAN” waduh..waduh

    nggih sampun monggo dilanjut kemawon, sepuntene sampun ganggu damel
    nuwun

    salam katresnan sejati

  24. oh ya sekedar mengingatkan buat mas BIMA dan yg lain mbok hiyo mengikuti apa yg dikatakan oleh ki sabda tentang anjuran utk tidak mengcopypastekan komentar yg sudah ada. bukan apa2 hanya kasihan ama yg punya rumah n yg OL pake HP. maaf ga ada maksud apa2.

    JIKA KITA MENGHORMATI ORANG LAIN YA SUDAH TENTU TANPA KITA MINTA ORANG LAIN PASTI HORMAT JUGA KEPADA KITA.

    HIDUP HORMAT
    MERDEKAAA

    salam dari bocah edan hehehe….

  25. hayo apa masih ada yg mau copypaste lagi…????
    tak jewer lho nanti hehehe…
    just kidding,,, mosok tegang terus2an ntar urat ada yg putus jadi susah juga kan…

  26. Monggo ingkang langkung eling lan waspada lur, sudah mulai banyak komentar yang berisi hasutan, kebencian adu domba dan sebagainya. Bagi sedulur2 yang sudah merasa melek spiritual jangan terjebak oleh ke-akuan lagi, di akui atau tidak diskusi ini makin berujung untuk berebut kebenaran versi masing-masing.Di manakah letak ngelmu kawicaksanan….?mangga di fikirkan.

  27. Mohon jangan dilanjutkan dulu pembahasan tentang ayat itu sendiri…

    Karena anda harus mempertanggungjawabkan ucapan anda sendiri yang menyebutkan bahwa ada versi Al Qur’an yang berbeda itu…Silahkan anda mulai versi yang berbeda itu dengan ayat tersebut… Tunjukkanlah….!

  28. Akhirnya saya harus tersenyum juga…

    Seperti diskusi lainnya yang sering kali terjadi…setelah diminta untuk membuktikan ucapannya tidak lah ia mampu menunjukkannya…hmmm

    Sudah saya katakan berulang kali, kami dan mungkin para pemirsa lainnya sangat mengharapkan diskusi yang ‘sehat’, bertanggung jawab, dan ‘cerdas’…

  29. @ to Bima

    Anda tak perlu ngotot seperti itu, dan anda tak perlu sampaikan hal-hal yang gak perlu seperti orang kalap meyampaikan beberapa kutipan ayat yang tidak diperlukan sama sekali. Silakan cermati kenyataan yang ada, dan mengertikah anda yang saya sampaikan tentang makna pada Qs.29:49…???.

    Padahal pada ayat ini yang lebih penting anda dan umat islam lainnya fahami, mengapa menutup diri dengan kedunguan…?, dan mengapa pula anda lebih menyukai dan condong kepada perdebatan panjang…?.

    sekali lagi pelajari dengan cermat dan fahami dengan aqal sehat, apa yang saya sampaikan dengan rahsa tenang, pikiran dingin, terlalu panjang kalau saya sampaikan disini, cukuplah saya sampaikan berbagai versi itu dalam bentuk informasi saja, seperti yang saya kuitp diatas ( ……… wahabi, syiah, yaman, ahmadiyah, yang berbeda tata letak, waqof, dll ; ……..demikian pula telah diterbitkan qurán dari versi kelompoik non muslim dengan tujuan tertentu ), apakah informasi ntsb belum cukup…..???.
    Silakan gali dan pelajari informasi tsb, tak perlu memaksa di tempat ini, sebab disini adalah komunitas dari berbagai kalangan, bukan rumah komuinitas milik anda, dan bukan pula komunitas perdebatan islam kulit.

    Sekedar sedikit salah satu informasi saja, pada Alqurán versi Yaman Alfatihah 7-ayat tidak termasuk Basmallah, pada Alqurán umum dan wahabi Alfatihah 7 ayat dengan Basmallah. Demikian pula pada versi Yaman halaman dan tata letak beberapa waqof berbeda, tentu semua ini akan berpengaruh kepada perbedaan makna dan tafsir.

    Sehingga saya kutip Qs.29:49, agar anda memahami dengan baik makna tafsir ayat tsb. Sehingga kita bisa sharing atas makna tafsir dari haqikat ayat tsb, bila pada diri anda ada sesuatu manfaat atas kebenaran tsb, maka saya dapat pelajari dan ambil dari anda demikian pula sebalik nya. Tetapi anda malah sampaikan hal-hal yang tak perlu melalui dalil-dalil yang tak dibutuhkan dalam masalah ini seperti orang kalap dan pamer ayat.

    Sesungguhnya tidak ada tekanan dan paksaan, juga tak ada hak untuk menekan dan memaksa seseorang untuk sampaikan hujah nya dengan cara debat, sebab sikap seperti itu hanyalah mengikuti hawa nafsu dari fikiran yang sempit dalam pembenaran diri. Karena di dunia ini tak ada seseorang pun yang berhaq untuk menjadi polisi agama dalam keyakinan dan perbedaan faham, keyakinan itu dikembalikan kepada dirinya masing-masing.

    Afala …taqiluun….?

    Trims.

  30. Sekedar Informasi kpd @ Sdr. Bima yang baik

    Silakan di googling informasi yang saya sampaikan sekedar untuk pencerahan dan tambah wawasan dengan keyword : The True Furqan by “Anis Sorosh”

  31. @Wonkawam…

    Link atau ‘key word’ yang anda tunjukkan itu adalah BUKU PALSU dan SAMPAH, bukanlah VERSI Al Qur’an yang kata anda BANYAK itu…

    Jadi benarkan…anda tidak dapat membuktikan ucapan anda sendiri…

    Hingga makin terbukti bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang berlaku sepanjang masa…karena di dalam Al Qur’an itu sendiri disebutkan bahwa Allah lah yang akan memeliharanya…Think.

  32. @Silvana Ranger…

    Anda kelihatannya baru ‘bangkit’ dari tidur ya…

    Silahkan baca di halaman sebelumnya (klik Komentar Lebih Lama) tentang ‘Shabiin’…
    Semua sudah dijelaskan di sana, dan post halaman ini terkait dengan penjelasan pada halaman sebelumnya itu mbak…

  33. @Da F00l

    Betul Allah Maha Penyayang…
    Dan Dia jua lah yang memberikan mu ‘keselamatan’ dan ‘adzab’….Think.

    n.b.:
    Orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pun ‘sakit hati’ ketika Islam itu di-syiar-kan…

  34. TIDAK AKAN ADA HUKUMAN TUHAN, MELAINKAN HUKUMAN DARI DIRI KITA SENDIRI.
    TIDAK ADA SANG PENGUASA MELAINKAN PENGUASA DIRI KITA SENDIRI.
    PERJALANAN ROH SETELAH MATI (DARI DUNIA) AKAN HIDUP LAGI UNTUK MELANJUTKAN PERJALANAN LAGI SAMPAI TERJADILAH REINKARNASI (BEGITU SETERUSNYA DAN TIADA HENTI).
    SURGA ADALAH KEDAMAIANMU SENDIRI.
    NERAKA ADALAH PENDERITAANMU SENDIRI.
    SEMUA ITU ADALAH DATANG DARI DIRI KITA SENDIRI.
    ALLAH HANYALAH NAMA.
    APALAH ARTINYA NAMA JIKA KITA TIDAK MENGENAL WUJUD.

    TIADA TUHAN SELAIN AKU. DAN TIADA AKU MELAINKAN TUHAN.
    AKU-LAH SANG HAQ….

  35. @Suprayitno…

    @bima said :
    …………Sanggupkah anda membuat yang serupa dengan Al Qur’an itu barang 10 surah saja?!

    Why not, mengapa tidak? permasalahannya kan kamu pasti tidak akan percaya. lagi pula siapakah yang akan menjadi yurinya? yang namanya tantangan kan harus ada aturan mainnya, terus aturan mainnya gimana? kalau yurinya harus tuhan sendiri, namanya absurd.

    Saya saja tidak mengakui bahwa al quran itu wahyu tuhan, muhammad bisa saja bilang “aku telah mendapatkan wahyu alloh”. Kalau aku tidak percaya bagaimana dong?
    —————————————————————————————-
    Tunjukkanlah… surah yang mampu anda buat itu…

    biar para pemirsa mengetahui seberapa sanggup anda itu hendak menyaingi tuhan…

  36. Apakah ada kalimat saya yang menyatakan bahwa: saya lah yang berbudi pekerti luhur itu?! Tidak ada bukan?!
    Tujuan saya hanyalah mengingatkan agar rekan-rekan di forum ini dapat mengendalikan ucapan dan perilakunya. Itu saja. Mohon maaf jika menjadi salah pengertian…

  37. OK bos, silakan baca dan bandingkan dengan surat dari tuhanmu.

    Surat ini saya beri nama :

    HIDUP BAHAGIA

    SEHARUSNYA SETIAP ORANG BISA HIDUP BAHAGIA JIKA IA TIDAK SERAKAH, TIDAK KIKIR, TIDAK SOMBONG, MENJAUHI SIFAT IRI–DENGKI dan MEMILIKI JIWA YANG MERDEKA.

    Serakah karena dia mengira kebahagiaan itu
    Bukan masalah hati, melainkan masalah materi
    Semakin melimpah materi semakin bahagia
    Padahal membahagiakan hati bukan dengan materi
    Melainkan dengan “jiwa yang bersih”

    Kikir adalah manifestasi dari sikap hidup
    Yang tidak percaya bahwa Alam itu
    Maha Pemurah lagi maha kasih kepada siapa pun

    Kesombongan adalah sikap hidup
    Akibat dari kekerdilan jiwa
    Yang tidak bisa memahami
    Bahwa setiap kesuksesan
    adalah hasil kerja banyak orang (togetherness)

    Iri dan dengki adalah penyakit jiwa
    Bagi mereka yang suka menyiksa diri
    Lantaran dia tidak mampu
    melihat kelebihan dirinya sendiri
    dia selalu melihat kelebihan orang lain
    dan orang lain tak boleh melebihi dirinya

    Orang-orang yang bahagia adalah mereka
    Yang memiliki jiwa merdeka
    Dan dia bisa menggunakan kemerdekaannya itu
    dengan baik serta bijaksana

    Di luar itu
    Adalah orang-orang yang tertekan
    dan terbelenggu jiwanya
    Jiwa yang terbelenggu
    akan menghalangi kebahagiaan

    (suprayitno, 2010)

    Bilang sama tuhanmu, Han, ini ada tantangan surat dari supayitno, gimana komentarmu wahai tuhan? jawablah.

  38. @Suprayitno…

    @untuk bima, biar tambah ramai, aku coba sampaikan bagaimana perbedaan tuhanmu dengan tuhanku sbb :

    Allah atau Tuhan. setan, iblis dan malaikat,hanyalah sekadar SEMIOTIKA.

    Kita bisa menandai masing-masing di atas, bukan berdasarkan PENGETAHUAN melainkan berdasarkan KEYAKINAN yang diceritakan oleh agama-agama atau oleh para nabi.

    Agama-agama khususnya agama dari Timur Tengah (atau barat-tengah ya?), mengklaim cerita itu berdasarkan dari wahyu Allah SWT (firman tuhan).

    Allah diberi tanda sebagai “sang maha kuasa,maha pencipta” dan segudang maha-maha lainnya sementara kepada yang lain diberi tanda sebagai “yang dikuasai”.

    Jadi. sebenarnya tuhan dan setan itu sama saja. Artinya sama-sama ada dalam dunia “imajinasi”.

    Kalau imajinasi(konsep) kita menginginkan setan itu maha kuasa, ya tentu saja bagi yang percaya, menyebut setan sebagai sang maha kuasa. Semudah dan sesimpel itu. tetapi karena setan sudah telanjur diberi tanda “negatif” maka setan menjadi “biang keladi” atas semua kejahatan. Persoalannya bukan benar atau salah, tetapi memang harus ada “tanda negatif dan positif” supaya manusia bisa membedakan.

    Hal yang bisa kita diskusikan adalah, jika allah maha kuasa maka apa saja yang dikuasai-Nya? terus bagaimana cara tuhan bisa menguasai? hal-hal apa sajakah yang tidak dikuasai oleh-Nya? darimana sumber kekuasaan itu berasal? bagaimana cara tuhan mendapatkan kekuasaan itu? dan bagaimana cara kita membuktikannya?

    Lalu mengenai tuhan maha pencipta, bagaimana sesuatu yang hanya berupa “imajinasi” kok bisa memiliki daya cipta? bagaimana caranya tuhan menciptakan, cukupkah hanya dengan firman “jadi maka jadilah”? apa saja yang diciptakan tuhan dengan firman jadilah maka terjadila ia, dan bagaimana cara kita bisa membuktikan bahwa hal itu atau benda itu ciptaan tuhan?

    Apa bedanya tuhan yang ada di dalam al kitab dengan superman yang ada dalam kisah fiksi? bagaimana jika superman kita tandai sebagai sang maha pencipta? jika ditolak, apa alasan penolakannya? mengapa jika diceritakan tuhan sebagai maha pencipta, perasaan kita mau menerima? bukankah superman dan tuhan dua-duanya tanpa pernah ada wujud? yang satu (superman) sangat hebat dalam film atau novel, sementara tuhan sangat hebat dalam al kitab?

    Coba mohon bisa dijelaskan secara detail, bagaimana sesuatu hal yang sifatnya ABSTRAK kok bisa memiliki kemampuan untuk mencipta? apa beda tuhan dengan setan? bukankah dua-duanya objek abstrak, mengapa yang ditandai sebagai sang maha pencipta hanya tuhan?

    Balas
    ———————————————————————————————————
    Akal itu ber-[ imajinasi ]…sedangkan hatimu ber-[................] apa mas ?!

    Makanya gunakan hatimu untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya itu.
    Apakah anda BERIMAN kepada superman….Tentu tidak bersedia bukan?!

    Anda mengetahui Tuhan. setan, iblis dan malaikat itu darimana?! Tentu dari agama, dan anda pun sudah mengakui pada posting anda di atas.

    Lantas mengapa pula anda batasi pengetahuan yang telah diturunkan Tuhan kepada mu itu, dengan menepis kenyataan yang berada pada diri anda itu sendiri bahwa ‘Tuhan’ jelas tidak dapat dipersekutukan dengan apa pun termasuk syaitan itu.

    Anda berusaha menepis pemahaman antara Tuhan dan syaitan itu karena dipengaruhi oleh imajinasi ‘akal fikir’ anda yang bekerja ‘sepihak’. Anda belum membuka ‘mata hati’ anda untuk membuatnya seimbang dengan akal fikir anda itu. Ini lah yang disebut dengan ‘Akal yang Sempurna’. Akal-fikir yang SEIMBANG dengan Mata hati anda…

    Akal-fikir anda membatasi (berimajinasi) bahwa ‘tak hingga’ itu dapat diberi lambang, pada saat bersamaan (pada mata-hati anda itu) anda pun menyadari bahwa ‘tak hingga’ itu tak dapat anda jangkau….Betul?!

    Lantas mengapa pula anda berusaha membatasi ‘tuhan’ yang ada pada akal-fikir anda itu, sementara anda menyadari melalui mata-hati anda bahwa tuhan memang tak terjangkau. Bukankah ini yang dinamakan kita telah menipu diri kita sendiri…
    —————————————————————————————

    Mengenai kekuasaan Tuhan…telah diturunkan-Nya sebahagian kecil pengetahuan dari sisi-Nya yang kita ketahui sebagai Asma ‘Ul Husna….(Nama-nama yang indah dari Tuhan mu).

    Silahkan direnungkan dulu…

  39. HEI…

    AKU ALLAH…

    AKU TUHAN…

    AKU LAH YANG MEMBERIMU KEHIDUPAN…

    AH ENGGAK AH…

    ALLAH TIDAK ADA…

    TUHAN JUGA TIDAK ADA…

    YANG ADA CUMA AKU…

    JIKA KAU INGIN MELIHATKU…

    MAKA LIHATLAH DIRIMU…

    ITU SAMA SAJA…

    LEBIH BAIK LAGI KALAU YOU BISA LIHAT NUR KU…

  40. @Da f001

    Sebelum anda menilai saya…coba anda tengok kanan-kiri dulu…
    Apakah semua bertutur kata dengan baik??? Lepas dari adanya perdebatan atau tidak, mengapa mereka yang tidak bertutur kata dengan baik itu, tidak ada komentari juga….
    Ada apakah gerangan…?!

  41. @Kang Sabda…

    @’Sabda’…said:
    Para sedulur, para pembaca yang budiman

    KEMBALI KE TOPIK
    Saya tak habis fikir, kenapa pertanyaan sederhana dalam topik di atas, justru lebih mudah mendapatkan jawaban yang terasa sejuk jika menggunakan pendekatan ilmiah dan alamiah ! Kenapa pula jawaban ilmiah dan alamiah terasa lebih manusiawi, lebih merdika dan menyejukkan hati ? Barangkali justru karena berdasarkan rasio-akal budi. Sebaliknya, “perspektif irasio” memunculkan berbagai ketakutan yang membuat gelisah, resah, gundah-gulana. Suatu perasaan ketidaknyamanan sepanjang waktu. Meski demikian, rasa ketidaknyamanan itu dapat berubah menjadi NIKMAT. Dari mana sebab-musababnya kok bisa menjadi nikmat ? Artinya, jika seseorang tidak meng-habit, atau tidak menjalankan kebiasaan itu maka akan merasa tidak nyaman.
    ————————————————————————————
    Kang Sabda yang saya hormati,

    Sejuk atau tidak sejuk, nyaman atau tidak nyaman…tergantung bagaimana kita menyikapinya kang…Semua kembali kepada kesabaran manusia itu sendiri…
    Bukankah agama selalu menekankan kepada sifat sabar itu?! Sifat sabar akan selalu mengingatkan kita untuk bersyukur kepada Tuhan.

    Dan sudah fitrahnya pula orang yang sepenuhnya bersyukur akan selalu menjatuhkan tubuhnya untuk bersujud. Bukankah ketika anda lahir pun anda dalam keadaan bersujud?! Bahkan ‘pemain bola’ pun secara ‘reflek’ akan bersujud ketika berhasil memenangkan permainan…

    @Kang Sabda…said:
    Celakanya, manusia sering dihimbau tak boleh mendewakan/mengagungkan akal/rasio/pikiran. Padahal kita tahu, sang Thomas Alfa Edison, menjadi alah satu manusia paling berjasa bagi kemaslahatan penduduk dunia, justru karena ia MENGAGUNGKAN RASIO.
    Apakah Thomas Alfa Edison tetap akan masuk neraka gara-gara ia mendewakan rasio ?
    Yang saya rasakan tuhan kok tidak setega dan sekejam itu. Bahkan, berdasarkan apa yang pernah saya pribadi alami, sampailah pada kesimpulan, TUHAN (ternyata) MAHARASIONAL. Saya tak ingin terjadi “buruk muka, cermin dibelah”. Jika para pembaca yg budiman ada yg berpendapat lain, TUHAN MAHA IRASIONAL (tak terjangkau rasio), monggo panjenengan kemukakan asumsinya.
    ——————————————————————————–
    Bukan hanya Thomas Alfa Edison yang berjasa kepada kemaslahatan umat ini…Masih banyak lagi ilmuwan lainnya yang jasanya juga cukup besar. Bahkan kalau kita mau menyadarinya banyak ilmuwan yang berasal dari negri arab yang telah menemukan berbagai penemuan-penemuan baru dalam science (ilmu pengetahuan) dan tekhnologi pada era abad ke 600 M hingga 800 M. Akan tetapi penemuan-penemuan mereka itu berusaha ditutup-tutupi oleh orang-orang yang dengki terhadap mereka, bahkan ditiru-tiru dan diaku-aku sebagai ‘produk’ pemikiran dari mereka yang dengki itu.

    Einstein pun ketika berhasil menemukan rumusan (formula) yang mentakjubkan itu, pada akhirnya mengakui adanya kebesaran Tuhan yang Maha Pandai – Ya Rosyid.

    @’Sabda’…said:
    1. Secara rasio, nasib dua sahabat saya tersebut, “kelak” akan baik jika perilaku dan perbuatannya baik, berguna utk alam semesta seisinya. Sebaliknya;
    2. Secara irasio, belum diketemukan jawaban secara jentel dan tegas.
    ——————————————————————————–

    1.Bukankah lafadz ‘Shabiin’ telah menjelaskan dengan seterang-terangnya sebagai manusia ‘terpencil’ yang memperoleh Petunjuk – Cahaya Allah. Cahaya-Nya yang salah satunya diturunkan kepada Thomas Alfa Edison sebagai sedikit ilmu pengetahuan yang berasal dari sisi-Nya.

    2. Allah telah mengambil ‘kesaksian’ dan ‘sumpah’ dari mereka (diri manusia) itu ketika mereka keluar dari tulang sulbi,
    “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (QS. AL A’Raaf 7. 172.)
    Kesaksian yang diambil-Nya dari tiap-tiap jiwa manusia, agar tidak dapat ‘ingkar’ pada hari kiamat nanti.

    @’Sabda’…said:
    Pola pikir manusia terkadang sungguh ironis dan ambigu
    Namun sayangnya, rasio justru seringkali dinilai tak layak utk menjawab suatu pertanyaan “wilayah ketuhanan” dan ajaran agama. Sebaliknya, secara tak langsung, syarat utk menganut dan memahami suatu agama, dibutuhkan pribadi-pribadi yang irasional !!

    Benar….tampaknya ! Suatu hasil penelitian dari seorang ahli psikologi bahwa manusia pada dasarnya cenderung bersikap irasional. Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah MAKHLUK IRASIONAL. Manusia ternyata makhluk yang suka sekali menikmati hal-hal irasional. Kita tak perlu terkejut jika sistem keyakinan bersumber dari sikap IRASIONAL juga.
    Mengapa irasional terasa nikmat ?? Sebab pikiran irasional berhubungan erat dengan imajinasi yang mengarah kepada ekstasi jiwa. Walaupun sebenarnya masih semu.

    Siapa musuh bebuyutan org yang sedang menikmati ekstasi jiwa semu ?
    Tentu saja siapapun orang yang berani mengusik kenikmatan semu itu.

    Gejolak hati belumlah berhenti utk bertanya sana-sini. Tak kuasa menahan diri utk bertanya-tanya lagi.

    DI MANA NILAI SPIRITUAL ??
    DI MANA NILAI AGAMA/RELIGI ?
    APA BEDA KEDUANYA ?

    mohon wejangannya
    salam karaharjan
    ——————————————————————————–
    Sebelum lebih jauh lagi kita ber-‘imajinasi’ dan berandai-andai…

    Perlu saya tambahkan bahwa dalam ilmu pengetahuan (science dan tekhnologi), telah kita ketahui bahwa ada yang dinamakan dengan Konsep (pola/method) RASIONAL, IRRASIONAL, dan yang banyak tidak diketahui oleh orang awam adalah tentang UNDEFINED Condition.

    Nah…bukankah SCIENCE CONCEPT ini selaras dengan hakikat AGAMA yakni:
    RASIONAL sebagai AKAL FIKIR…
    IRRASIONAL sebagai MATA HATI…dan
    UNDEFINED CONDITION sebagai Yang Tak Terjangkau itu…

    Itu lah mengapa Allah menyebutkan, Dia menurunkan pengetahuan yang sedikit itu kepada manusia sebagai makhluk Ciptaan-Nya….

    Monggo kang…kalau ada perbedaan pendapat mudah-mudahan dapat ‘diselaraskan’…

  42. @Wiro…

    ahli syariat dan ahli hakekat hemmm…
    apa yang tersurat dan apa yang tersirat hemmm…
    manakah yang menang???
    dari yang tersurat direnungkan,dipahami dan diaplikasikan jadilah apa yang tersirat..shg betul bermanfaat untuk sesama bukan hanya berjualan “bungkus tanpa isi”..
    yang terpenting bgmanakah laku kita sekarang????
    hapal mati ayat2 Tuhan tp tdk mampu menerapkan dlm kehidupan???? PERCUMA…
    kan ada orang2 skrng diundang berceramah kalau “sangunya” kurang ga mau datang hehehe kok bisa ya????? kalau sudah terlanjur datang minta di tambaih lagi..kasihaaaannnn…
    ——————————————————————————————-
    Saran saya:
    Janganlah kita mengikuti rasa PESIMIS itu DALAM HIDUP kita…
    karena dalam ‘berjualan’ pun kalau kita pesimis, tidak akan membawa berkah….hmmm.

  43. @bima said :
    …………Apakah ada kalimat saya yang menyatakan bahwa: saya lah yang berbudi pekerti luhur itu?! Tidak ada bukan?!………….

    Ok syukurlah, pernyataan jujur itu mudah-mudahan bisa diartikan sebagai “anda bukanlah manusia yang berjiwa luhur itu”., jika anda tidak berjiwa luhur berarti sampeyan “berjiwa asor/rendah”.

    Berdiskusi dengan seseorang yang “berjiwa asor” memang tidak ada gunanya. Ibarat anak SMA berdebat dengan anak TK mengenai “darimana adik itu dilahirkan”.

    Si anak TK akan menjawab bahwa “Adik itu lahir dari pusar” jawaban si anak TK memang tidak salah sebab pengetahuan/infomasi seperti itu mereka dapatkan dari sumber yang valid yakni dari mulut Ibunya sendiri.

    Sementara, si Anak SMA yang telah belajar lebih dalam tentang biologi, menerangkan kepada si adek yang masih tingkat TK itu “Bukan adek sayang, bayi itu bukan lahir dari pusar tetapi dari mulut rahim Ibu, atau bisa juga melalui operasi caesar yakni pembedahan melalui perut” jelas si anak SMA.

    Tetapi apa lacur? si adek TK tetap ngeyel dan ngotot bahwa “adek kecil itu lahir dari pusar mamah” adek TK ini yakin tidak mungkin Ibunya akan berbohong kepadanya.

    Si anak SMA akhirnya ngloyor pergi, “Yah sudah kamu yang benar adek TK!! Mudah-mudahan nanti kamu bisa terus belajar sampai kamu benar-benar mengerti bahwa Ibumu sesungguhnya telah berbohong kepadamu”.

    Memang dapat kita bayangkan, betapa susah, menyebalkan dan menjengkelkan jika diskusi dengan seseorang yang level ilmunya tidak seimbang.

    Nah, dalam diskusi antara teman-teman di blog ini dengan si @bima, saya tidak tahu “mana yang masih tingkat TK dan mana yang sudah sampai taraf SMA”. Silakan dijawab sendiri sajalah, sebab jika saya mengatakan “si bimalah anak TK itu”, maka nanti pasti dia tidak senang hati.

  44. @untuk bima:

    saya kira itu bukan pernyataan psimistis, tetapi REALISTIS.

  45. @Suprayitno…said:

    @bima, pada awalnya tantangan membuat surat itu kan berasal dari tuhanmu, bukan dari kamu, kok yang kasih komentar kamu?
    —————————————————————————————————

    Hak bagi seorang muslim (hujahku) untuk menyampaikan Amanah-Nya…Jelas?!

    @Suprayitno…said:
    coba saya ingin tahu komentar dari tuhanmu “langsung” bukan dari mulut dan pemikiranmu. Jika tuhan cuma dieeeem…saja, ngapain tuhanmu membuat tantangan? baik atau buruk surat saya, bukan anda yang berhak menilai, tetapi tuhan anda, sebab surat itu bukan saya tujukan untuk kamu, tetapi jelas untuk tuhanmu.

    Lah, sekarang malah kamu yang beri komentar? atau jangan-jangan kamu itulah tuhan itu sendiri? kok jadi kacau begini ya? Sekali lagi, jelek atau bagus, bukan kamu yang seharusnya memberi “penilaian” itu melainkan tuhan. Tolong sampaikan pada tuhanmu, gimana tuhanmu akan meberikan komentar.

    Buat apa tuhanmu memberi tantangan untuk membuat surat, jika akhirnya cuma kamu-kamu juga yang memberikan komentar? Surat yang dibuat oleh orang sekaliber WS Rendra pun pasti akan kamu cela, makanya jika memang benar tantangan itu berasal dari tuhanmu, biarlah tuhanmu yang akan menilainya.

    Coba tuhanmu ada di mana kok dieeeeeem…..saja, panggillah sekarang.
    —————————————————————————————————

    Mas lupa ya, sudah berulang kali saya sampaikan bahwa Al Qur’an itu berlaku sepanjang masa…Mohon semua dibaca dengan teliti…
    Nah…karena apa yang kamu perbuat sama saja dengan umat terdahulu yang ingkar juga, sudah ‘ditegaskan’-Nya dalam ayat Al Qur’an berikut ini;

    QS. Ali ‘Imran
    3.70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

    3.71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

    3.72. Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).

    3.73. Dan Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”;

    3.74. Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

    Think.

  46. @Wonkawam…

    Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya (dungu dan bodoh).
    – Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. ( merasa paling benar ).
    – Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melampaui kerongkong mereka ( tidak sampai ke Qolbu ).
    – Mereka keluar dari aturan (agama) sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. ( tidak punya aturan prilaku luhur, sehingga membunuh kerukunan dan ketentraman ). ( HR. Bukhori, Muslim, Nasie, Abu Daud )
    ——————————————————————————————

    TEPAT SEKALI….

    Perhatikan pada kata “KAUM” pada hadits di atas…Apa arti dari suatu “KAUM”….?!

    Dan perhatkan pula pada kata “MEMBACA”…siapa yang MENYAMPAIKAN dan siapa yang MEMBACA…?!

    Renungkan…

  47. @Wonkawam…

    Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya (dungu dan bodoh).
    – Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. ( merasa paling benar ).
    – Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melampaui kerongkong mereka ( tidak sampai ke Qolbu ).
    – Mereka keluar dari aturan (agama) sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. ( tidak punya aturan prilaku luhur, sehingga membunuh kerukunan dan ketentraman ). ( HR. Bukhori, Muslim, Nasie, Abu Daud )
    ——————————————————————————————

    TEPAT SEKALI….

    Perhatikan pada kata “KAUM” pada hadits di atas…Apa arti dari suatu “KAUM”….?!

    Dan perhatkan pula pada kata “MEMBACA”…siapa yang MENYAMPAIKAN dan siapa yang MEMBACA…?!

    Dan perhatikan pula pada kata “MEREKA”…siapa MEREKA itu?!

    Siapa yang hendak MENYAINGI & MELEBIHI tuhannya seperti anak panah menembusi binatang buruan. Siapa yang membuat SURAT PALSU ITU untuk menandingi ayat-ayat tuhan.

    Renungkan…

  48. @Suprayitno…

    @bima berkata :
    ………Mas lupa ya, sudah berulang kali saya sampaikan bahwa Al Qur’an itu berlaku sepanjang masa…Mohon semua dibaca dengan teliti……..

    @Suprayitno…
    Kuwi rak menurut keinginan dan keyakinanmu gus, silakan saja kamu berkeyakinan demikian. Tetapi, adalah fakta bahwa masing-masing agama memiliki kitab yang diklaim sama seperti cara kamu mengklaim kitabmu.

    Anda juga lupa ya, kalau dari awal aku tidak percaya terhadap kitab dan tuhanmu?!
    ——————————————————————————————————–

    Saya pun tidak pernah memaksa anda dan para netter lainnya bukan?!

    Dan lagi saya selalu menyebutkan dengan kata MENGINGATKAN…mas lupa juga dengan hal ini?! hmmm.

    Dan masalah ini sudah ada mas di posting saya sebelumnya, bahwa:

    Anda berpendapat dengan keterbatasan pengetahuan anda, saya dan mereka (netter) lainnya pun berpendapat dengan keterbatasan ilmu pengetahuan masing-masing…

    Lantas mengapa pula anda berusaha ‘menilai’ saya dan mereka…Biarkanlah pemirsa yang menilainya…Itulah yang sebenar-benarnya dengan tidak ada paksaan dalam diskusi ini…

  49. @Suprayitno…

    @bima said :
    …………Apakah ada kalimat saya yang menyatakan bahwa: saya lah yang berbudi pekerti luhur itu?! Tidak ada bukan?!………….

    @Suprayitno…said:
    Ok syukurlah, pernyataan jujur itu mudah-mudahan bisa diartikan sebagai “anda bukanlah manusia yang berjiwa luhur itu”., jika anda tidak berjiwa luhur berarti sampeyan “berjiwa asor/rendah”.
    ———————————————————————————————-
    Biarlah pemirsa yang menilainya, saya tidak ber-HAK menilai diri saya sendiri di hadapan anda…

    @Suprayitno…said:
    Berdiskusi dengan seseorang yang “berjiwa asor” memang tidak ada gunanya. Ibarat anak SMA berdebat dengan anak TK mengenai “darimana adik itu dilahirkan”.

    Si anak TK akan menjawab bahwa “Adik itu lahir dari pusar” jawaban si anak TK memang tidak salah sebab pengetahuan/infomasi seperti itu mereka dapatkan dari sumber yang valid yakni dari mulut Ibunya sendiri.

    Sementara, si Anak SMA yang telah belajar lebih dalam tentang biologi, menerangkan kepada si adek yang masih tingkat TK itu “Bukan adek sayang, bayi itu bukan lahir dari pusar tetapi dari mulut rahim Ibu, atau bisa juga melalui operasi caesar yakni pembedahan melalui perut” jelas si anak SMA.

    Tetapi apa lacur? si adek TK tetap ngeyel dan ngotot bahwa “adek kecil itu lahir dari pusar mamah” adek TK ini yakin tidak mungkin Ibunya akan berbohong kepadanya.

    Si anak SMA akhirnya ngloyor pergi, “Yah sudah kamu yang benar adek TK!! Mudah-mudahan nanti kamu bisa terus belajar sampai kamu benar-benar mengerti bahwa Ibumu sesungguhnya telah berbohong kepadamu”.

    Memang dapat kita bayangkan, betapa susah, menyebalkan dan menjengkelkan jika diskusi dengan seseorang yang level ilmunya tidak seimbang.

    Nah, dalam diskusi antara teman-teman di blog ini dengan si @bima, saya tidak tahu “mana yang masih tingkat TK dan mana yang sudah sampai taraf SMA”. Silakan dijawab sendiri sajalah, sebab jika saya mengatakan “si bimalah anak TK itu”, maka nanti pasti dia tidak senang hati.
    —————————————————————————————————-
    Tentang LAHIRNYA manusia, makanya disebutkan dalam Al Qur’an dengan SULBI, bukan MULUT RAHIM…(bukankah ada pesan ilmu pengetahuan di situ…Think).

    Nah tentang keadaan kandungan yang di-‘operasi caesar’, ditegaskan kembali dalam Al Qur’an sebagai “kandungan rahim yang kurang sempurna”…

    QS. Ar Ra’d
    13.8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

    Jujur…saya bersyukur dapat berdiskusi dengan ‘kaum’ yang berpendidikan ini…
    Terima kasih kepada Kang Sabda.

  50. @Ismail Usman…said:

    saya tidak mengumpat saya hanya coba menggambarkan keadaan anda yang sebenarnya supaya kawan2 yang berdiskusi dengan anda di thread ini tidak terlalu menanggapi serius semua pendapat anda . karena sudah sekian banyak penjelasan maupun komentar kawan2 disini sedikitpun tidak membuat anda paham oleh karenanya anda saya anggap orang yang sudah kena brain wash .
    ——————————————————————————
    Apakah anda hendak menyebutkan bahwa kalimat anda sendiri di bawah ini merupakan kalimat dari seorang yang terpelajar?!

    @Ismail Usman…ever said:
    “susah kalau diskusi dengan orang yang sudah kena brain wash oleh orang arab otak dan hatinya sama sekali tidak berfungsi orang seperti ini kalau perlu disuruh makan tai pun akan dimakanya tai itu asal yang nyuruh org arab . Kalau ente merasa ahli dalam Agama ente coba main2 ke sini http://www.indonesia.faithfreedom.org saya jamin congor ente gak bakalan bisa mangap lagi.”
    ——————————————————————————————————–

    Menurutku “brain wash” itu lebih tepat untuk membersihkan sesuatu yang ‘kotor’…

  51. @Ismail Usman…

    Tuh kan apa juga gua bilang bukan hanya tomas alfa edison saja yang berjasa untuk kemanusiaan bahkan lebih banyak ilmuwan dari arab yang banyak menemukan penemuan2 spektakuler yang sangat berguna untuk kemajuan peradaban umat manusia di muka bumi cuma sayangnya banyak diaku2 oleh orang yahudi maupun orang barat jadi nggak kelhatan deh jasa orang arab untuk kemajuan peradaban umat manusia . betul. . . .betul. . . . lanjutkan khotbah nya.
    ————————————————————————————————-
    Apakah anda hendak menjerumuskan pembicaraan ini ke arah SARA…?!

    Mengapa pendapat saya yang memandang baik terhadap ilmuwan arab dan Einstein berusaha anda putar balikkan?! Apakah Einstein itu orang arab…?!

  52. Tuh kan apa juga gua bilang bukan hanya tomas alfa edison saja yang berjasa untuk kemanusiaan bahkan lebih banyak ilmuwan dari arab yang banyak menemukan penemuan2 spektakuler yang sangat berguna untuk kemajuan peradaban umat manusia di muka bumi cuma sayangnya banyak diaku2 oleh orang yahudi maupun orang barat jadi nggak kelhatan deh jasa orang arab untuk kemajuan peradaban umat manusia . betul. . . .betul. . . . lanjutkan khotbah nya.

  53. Ujang…

    @ bima berdalih
    Bedakanlah antara ‘berdebat’ dengan ‘mempertahankan kebenaran’ dalam men-syiar-kan agama itu…Dan bedakan pula antara membahas perilaku manusia dan membahas keyakinan itu sendiri….
    ———————————————

    Ujang…said:
    berdebat dengan dalih mempertahankan kebenaran,……….?
    mempertahankan nafsu………. mungkin.!
    syiarkan saja aturan agama dengan pengamalan diri sebelum ke orang lain
    bahaslah prilaku sendiri, dengan kejujuran, pemaaf, hingga jembar hati mu…!
    membahas keyakinan…., atau memaksakan keyakinan….?
    ———————————————

    Menahan nafsu pada diri sendiri, sedangkan mempertahankan KEBENARAN adalah dari yang BATHIL…masih kurang jelaskah?!

    @ bima merasa paling bener
    Pahami dengan sebenarnya apa yang dinamakan berjihad di jalan Allah itu, dan pahami juga dengan sebenarnya apa yang disebut dengan ‘menolong’ agama dan rasul-Nya itu.
    ———————————————

    Ujang…said:
    Jihad ynag sesungguhnya adalah melawan hawa nafsu diri sendiri….
    Tolonglah dirimu sendiri dengan shalat dan sabar,……(Qs)
    ———————————————
    Lihat lagi di atas…
    Menahan nafsu dan sholat pada diri sendiri, dan JIHAD adalah menentang yang BATHIL…

    @ bima berkhotbah :
    Bukankah manusia diturunkan di bumi ini untuk diuji hidupnya oleh Allah?! Anda tidak akan dapat menepis kenyataan bahwa sepanjang langkah hidup anda itu pun anda mengalami ‘perdebatan’ dengan diri anda sendiri…Think.
    —————————————————————

    Ujang…frustrasi:
    Kalau memang kamu tahu bahwa Allah menguji mu, …maka intropeksi dirilah, sebelum meng intropeksi orang lain.
    —————————————————————
    Lihat lagi di atas, bedakanlah antara berdo’a dan berjihad itu…Think.

    Ujang…said:
    Perdebatan dengan diri sendiri adalah kenyataan pada diri elo…,
    dalam jiwa mu terdapat konflik yang besar, mengingkari ucapan mu sendiri,
    tidak jujur, dan tidak rela dalam pamit dan minta maaf….. ternyata hanya di bibir.
    maka kamu kembali penasaran untuk gatel ngomong berbusa hingga ayat suci menjadi kotor oleh nafsu mu
    —————————————————————
    Untuk membersihkan SAMPAH dari yang BATHIL itu…
    Bukankah rekan anda sendiri pernah menyatakan bahwa ‘racun’ itu akan tumpah dengan sendirinya?! Itu lah yang saya maksudkan dengan ‘sampah’ itu…Think.

    Ujang…said:
    maka Elu berdalih :
    “Aku bukan berdebat tapi mempertahankan kebenaran ” .. sungguh lucu….dalih mu.
    dengan alasan jihad, ‘menolong’ agama dan rasul-Nya ….???..ngaca deh kamu….!!
    Tolonglah jiwa mu sendiri yang sedang konflik.
    —————————————————————
    Sudah saya sebutkan berulang kali, pahami lah apa yang dinamakan dengan ‘amanah’ dan ‘hak’ seorang muslim itu…Dan Allah telah menjelaskannya kepada saya bahwa ‘hujah’ku sebagai seorang muslim dalam menentang yang bathil itu tidak dapat anda bantah…jelas.

    Jiwa yang konflik dapat dibuktikan dari pernyataannya sendiri dalam menjelaskan tentang yang Hak dan yang Bathil itu…
    Dalam hal ini, anda hanya dapat menunjukkan konflik atau tidaknya pada diri anda sendiri itu hanya dengan ucapan yang ‘lurus’ maupun ucapan yang ‘bengkok’.

    Ujang…said:
    Jangan lah paksakan keyakinan pada orang lain,
    keyakinan itu adalah urusan hati,
    sebab keyakinan bukan urusan imajinasi fikiran dalam pola pikir elo….
    —————————————————————
    Memang betul tidak ada paksaan dalam keyakinan untuk memeluk agama, oleh karena itu lah saya sebutkan dengan ‘mengingatkan’…

    Bukankah sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa imajinasi yang cacat logika dan akal-fikir yang bekerja ‘sepihak’, adalah perbuatan yang menipu diri sendiri alias buta mata-hatinya…

    Ujang…said:
    Aplikasikan saja seluruh aturan itu pada dirimu, jangan coba-coba memaksakan keyakinan pada orang lain, itu bukan hak elu, tapi hak preogratif Allah(Qs)…!!!

    Seluruh kalimat tsb diatas adalah untuk intropeksi elu,
    yaitu jiwa elo, dan aqal fikiran serta hati elo….!!!,
    diutamakan untuk ane pribadi, yang masih bodoh dan lemah.

    masih gatel untuk berdalih lagi……???
    atau sudah sadar dan jujur serta rela untuk pamitan…..?
    Silakan kalau mau pamitan……..
    kami semua disini tidak pernah khawatir astas kepergian mu
    ———————————————————————————-
    Nah…ini lah disebut dengan mengikuti ‘hawa nafsu’ itu….

    Ciri khas dari “hawa nafsu telah menguasai anda”,
    adalah pada “penghujung akhir” dari ‘perbuatan’ dan ‘ucapan’ kita sendiri…
    Lihat cara mengetik anda yang penuh emosi itu hingga beberapa karakter (huruf) telah ‘terlepas’…

    Bukankah sudah berulang kali saya sampaikan, saya dan mungkin para pemirsa menghendaki diskusi yang ‘sehat’, bertanggungjawab, dan ‘cerdas’..
    Dan bukankah kita ini sedang membuktikannya dengan cara kita masing-masing?!
    Biarlah pemirsa yang menilainya, bukan anda dan bukan pula saya…

    n.b.
    Saya sangat bersyukur atas seluruh komentar anda di atas, makin memperkuat keyakinan saya dalam memeluk agama Islam sebagai pedoman hidup yang ‘suci’ dan ‘sempurna’, yang saya sendiri pun tidak mungkin dapat ‘membuat’nya. Salam.

  54. Ujang…

    Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka kerana sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat ( Hr B;M)

    Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? ( Qs.10.99)

    Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam ( S.2.256)

    Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang ingkar. ( Qs.40:4)

    Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa
    alasan yang sampai kepada mereka, tidak ada dalam dada mereka melainkan
    hanyalah keinginan akan kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan
    mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
    Mendengar lagi Maha Melihat.( Qs.40:56)

    Sesungguhnya di antara kaumku ini, ada orang-orang yang membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka iaitu tidak mengambil faedah dari apa yang mereka baca bahkan mereka hanya sekadar membacanya sahaja.
    Mereka mampu membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala hidup. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan.
    Jika sekiranya aku menemui mereka, pasti aku bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad ( Hr B;M)
    —————————————————————————–

    Alhamdulillah…anda masih ‘ingat’…

    lantas…mengapa anda diamkan ‘KAUM’ yang membangkang itu…yang hendak menentang Allah dan Rasul-Nya dengan membuat-buat ‘ajaran’ dan ‘surah palsu’…

    Kalau memang anda seorang muslim, bukankah kewajiban anda untuk mengingatkan mereka?!

  55. Suprayitno…

    @bima analogi cerita gajah yang disampaikan oleh ki sikapsamin tentulah gajah yang sehat, sebab gajah yang sakit tentu dalam perawatan dokter hewan.Dan di kebun binatang yang ada di Semarang memang menyediakan gajah yang bisa dipegang dan dinaiki, tidak dimasukkan dalam kandang. Anda kalau ingin bukti bisa piknik ke sana.

    Tetapi, anda saya kira sangat salah dalam mempersespsikan analogi cerita tersebut. Orang bodoh sekalipun saya kira tidak akan mempersesikan seperti apa yang anda tulis itu.

    Wong inti ceritanya sederhana sekali kok, mereka REBUTAN BENER. Lha wong gajah yang jelas-jelas benda riil saja masing-masing bisa membuat kebenaran sendiri-sendiri berdasarkan apa yang dia alami. Apa sebab? yah…..karena mata mereka buta!! sekali lagi BUTA dan dengan kebutaanya itulah akhirnya “kebenaran menjadi sangat sempit”.

    Contoh cerita itu obyeknya riil, lha bagaimana kalau obyeknya abstrak? misal setan, malaikat, jin atau tuhan? Apa yang akan terjadi? pasti lebih seru, sebab “Tuhan dan agamakulah yang paling sempurna”, yang lain bilang “bukan agamamu, tetapi agamakulah yang diridloi tuhan, sebab agamaku berdasarkan kitab suci firman allah”. Siang malam mereka saling memperebutkan “khayalan kebenaran”, kapan waktu untuk bekerja? oleh karena itu cerita rebutan tuhan ini sesungguhnya jauh lebih parah daripada rebutan kebenaran tentang gajah.

    Ini lho saya heran banget dengan kemampuan mencerap si bima, dia pura-pura tidak tahu atau mencoba mebelokkan arah?

    ———————————————————————–

    Cerita tentang ‘gajah’ itu adalah sebagai DONGENG dari simbah, bukan RIIL yang ada di Semarang…
    Anda banyak lupa nya atau sengaja dilupa-lupakan…hmmm.

    Pahami lah apa yang dimaksud sebagai PERUMPAMAAN itu…Think.

  56. Trims kembali atas koment anda,
    sayapun hanya mengingatkan saja kepada anda terutama pada diri sendiri
    supaya kita semua tahu mana batas mengingatkan dan memaksakan, serta mampu menahan diri.

    Alqurán melarang keras meng olok-olok keyakinan dan Tuhan nya orang lain, karena mereka nanti akan akan memper olok-olok Tuhan mu sejadi-jadinya (Qs)……!!!!
    bila batas ini telah dilanggar oleh seorang yang mengaku muslim, maka yang akan terjadi adalah perselisihan dan perdebatan yang tak kunjung usai.

    Itulah maknanya bahwa “Keyakinan tak dapat dipaksakan”, sebab itu wilayah sebagai hak Allah. Jika kita masih memaksakan diri dengan cara yang demikian, ber arti kita telah melanggar dan melangkahi Hak dan wilayah Tuhan, sedang kita tidak menyadari bahwa kita telah terbawa nafsu-nafsu buruk yang halus yang tak terasa, walaupun kita berdalih dengan berbagai alasan yang baik.

    Semoga muslim bisa menyadari hal itu, demi kerukunan bersama.

  57. Blonthang …

    Menurut mas Bima..

    Dalam ilmu pengetahuan terdapat tiga hal, yakni rasonal, irrasional dan undefined condition (tak terjangkau). Sama seperti hakikat agama, maka gunakan akalmu (rasional), hatimu (irasional) dan undefined condition sebagai yang tidak terjangkau

    Boleh saya kritisi logika anda?

    Yang namanya pengetahuan (sains) adalah sesuatu yang berdasarkan fakta empiris dan ujicoba dnegan metode ilmiah, jadi ya sudah diketahui apa dan bagaimana

    Kalau irasional dan tidak terjangkau (undefined condition) itu namanya bukan pengetahuan mas… nuwun sewu lo… itu masih berupa hipotesa/dugaan dan belum berupa pengetahuan

    La kalo agama disebut penjenengan mengandung 3 hal tersebut, tentu maksud anda adalah ingin menyamakan agama dengan pengetahuan…

    Apakah sudah ada fakta empiris tentang surga, neraka atau kiamat.. atau apakah azab dan pahala itu bisa disahihkan dengan rumus-rumus yang berlaku sama bagi segala kondisi?

    Jadi (menurut saya).. agama itu keyakinan.. bukan pengetahuan. Kalo anda yakin berjihad mengangkat senjata melawan Israel itu baik bagi anda, maka ukurannya ya keyakinan itu sendiri..

    Ada memang pengetahuan versi agama, tapi terbatas dan bukan sains, karena sains adalah wilayah manusia, bukan kitab suci.
    Kalo Tuhan memberi pengetahuan pada manusia, ok lah.. tapi ini konteksnya bukan itu kan..?

    salam
    ————————————————————————–

    Pembuktian ‘EMPIRIS’ itu pasti menggunakan ‘ASUMSI’ mas…sedangkan agama tidak lah dengan asumsi yang dikira-kira atau dibuat-buat itu….

    Dan tentang ‘Rasional’, ‘IRrasional’, dan ‘Undefined condition’ bisa dicari dengan ‘search engine’ yang berkaitan dengan IPTEK…Kalau ‘Search Engine’ ngerti kan mas?!

    Saya tidak mengatakan bahwa kedua hal itu ‘sama’, melainkan sebagai perumpamaan agar mempergunakan AKAL-FIKIR dan MATA-HATI secara SEIMBANG (untuk menuju AKAL yang SEMPURNA itu). Makanya saya sebutkan dengan pada HAKIKATNYA….Bukan dengan kalimat MEMPERSAMAKAN antara kedua hal itu (sisi pandang science dan agama).

    Mungkin anda terlalu banyak berjumpa dengan hal yang anda fikir ‘sama’, padahal berbeda.
    Serupa tapi tak sama…bukan untuk ‘dipersamakan’ atau ‘dipersekutukan’.

    Bukankah posting saya tersebut saya tutup dengan kata ‘SELARAS’…?!

  58. Zen23…

    hidup adalah permainan dan semua permainan ada aturan agar mencapai kemenangan dan aturan NYA itu agama yg telah di turunkan melalui nabi2 dan Rosul-NYA namun dengan berlalunya waktu risalah_NYA diselewenkan manusia menurut kehendak Nafsu dan oleh Syaitan yang menyesatkan karena kedengkiannya.. telah sempurna agama akhir Zaman dlm beragama tidak ada kecenderungan mengenai kulit (syariat) maupun inti (makrifat) namun beragamalah secara utuh Syariat dan makrifat jangalah sombomg seperti kacang lupa kulitnya ,sesungguhnya tugas wali2 Alloh untuk meyebarkannya dan setiap manusia bisa menjadi wali Alloh dan syariatnya tdk statis namun dinamis jika tidak mampu menyembah-Nya dg tubuh maka bisa dg hatimu jika hatimu sdh tertutup siap2lah disembahyangi kerabatmu dan jika ada suatu daerah yg benar2 terisolasi maka ceritanya takkan sampai ketelinga kita. Semoga kita selalu mendapat Rohmat dan petunjuk-NYA
    ——————————————————————————————
    Alhamdulillah…syukron pak…

    Coba ‘pak’ Zen23 posting seperti ini di ‘awal thread’…besar kemungkinan akan menjumpai banyak ‘fans’ (penggemar)…

  59. @Sayyid…

    Assalamualaikum,wr,wb,
    saudaraku mas bima,
    Benar yg mas ucapkan di atas bahwa Allah adalah Tuhan yg maha Esa(tunggal).
    tidak salah lagi.

    wassalamualaikum,wr.wb,
    sayyid.
    ————————————————————————–

    Wa’alaikumussalam Warahmatullaahi Wabarakaatuh…

    Ya Ahad…

    Tuhan yang tidak ‘dipersekutukan’ dengan ‘apapun’…tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.

    Ya Waahid…

    Tuhan ‘seru sekalian alam’…yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.

    Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau ‘bumi jadi terbelah’ atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Ar Ra’d
    13.31.)
    67 76

    “Salamun ‘alaikum bima shabartum”…

  60. @ Yth.Kimas Wonkawam,

    Uraian panjenengan atas permohonan saya, sdh saya baca ber-kali2…..
    Sangat…sangat mencerahkan saya,
    Akhirnya saya agak bingung menyampaikan rasa terimakasih dalam bentuk tulisan diblog ini…

    SABAR dan IKHLAS…
    Memang ternyata mudah dilidah tapi sangat sulit mengaplikasikan dlm perilaku
    Perlu belajar..belajar..dan belajar…
    Terlebih setelah saya dimarahi pakdé karena ikut membaca komen2 saya…dan beliau menasihati : “kamu jangan terpancing ikut2 kasar/keras begitu, apalagi yang kamu lihat kan hanya komen2nya saja, tanpa melihat langsung face to face. Kadang2 bahkan dapat dipastikan, menghadapi orang tertentu yg tampilannya beringas, kata2nya tajam, setelah kita selami latar-belakang kehidupan(terutama) masa lalunya, akan timbul rasa simpati yang mendalam dihatimu bahkan mungkin timbul rasa ingin membantu/menolongnya.
    Tapi ya…sudahlah kamu sendiri memang masih perlu belajar”…
    Mendengar ini…timbul rasa sesal.

    Matur nuwun…matur nuwun sanget kagem panjenengan Kimas Wonkawam

    Mugi panjenengan tansah kinayungan kanugrahan, karaharjan tuwin karahayon saking Gusti Ingkang Måhå Asih…

    Nuwun…

  61. @Mas Sikapsamin Yth.

    Hanya itu yang saya tahu dan fahami dengan segala kekurangan, sebab keyakinan itu sebenarnya tak perlu diperdebatkan, kalau menurut Mas Sabda agama itu diyakini saja sudah cukup. Maka Rasulullah melarang nya untuk diperdebatkan dengan segala cara, kecuali memang kalau ada perbedaan di diskusikan pun dengan cara-cara yang baik dan santun, sehingga diharapkan akan menimbulkan hikmah dan kerukunan dalam bentuk perbedaan apapun.

    Itulah makanya saya menghindari perdebatan, sebab perdebatan agama hanya akan berkutat di alam fikir yang banyak dipengaruhi dan memancing nafsu emosi yang kurang baik, sebab saya pun masih bodoh banyak kekurangan.

    Rasa sesal anda adalah merupakan awal dari kesadaran jiwa melalui pintu hati dalam perasaan, semoga hal ini akan membawa perkembangan spiritual dalam diri anda dengan belajr-belajar tanpa henti hingga akhir hidup.

    Salam sejahtera kagem anda dan Pakde anda.

    Trims.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 909 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: