SUMPAH BUDAYA II
Situasi mental sosial-budaya bangsa yang cukup memprihatinkan ini harus segera dicarikan jalan keluarnya dan harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.
Apa pentingnya budaya ?
Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau. Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia. Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia. Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.
Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya. Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.
Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan. Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri. Duduk persoalannya, orang kurang memahami jika budaya bersentuhan langsung dengan sendi-sendi kehidupan manusia di segala bidang dengan lingkungan alamnya di mana mereka hidup. Sebagai contoh terjadinya kerusakan alam yang kronis menunjukkan dampak tercerabutnya (disembeded) manusia dengan harmoni lingkungan alamnya.
Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.
Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.
Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?
Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.
Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.
Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.
Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.
Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:
- IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
- MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
- MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF. (4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
- MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA NUSANTARA.
- MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).
TERTANDA
Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Salam Berbudaya. Asah asih asuh.















113 tanggapan kepada “SUMPAH BUDAYA II”
Sang Penjelajah Malam
November 22nd, 2010 pukul 01:32
lestarikan budaya bangsa kita
srundenggosong
November 22nd, 2010 pukul 03:00
se-7 boss
evangln
November 22nd, 2010 pukul 03:35
semoga gerakan SUMPAH BUDAYA mampu mengembalikan kejayaan nusantara!!!!!
sak KWA repê
November 22nd, 2010 pukul 06:21
Yth kisabda,bagi kami yg blm py komputer dan blog,apa diperkenankan menyebarkan via sms sbg bentuk kepedulian kami,dan menurut hemat kami media sms lbh efektif dan efisian krn lbh kompetibel,lbh familiar dan lbh bisa diterima byk masyarakat,.apalagi disupport dg ratusan ribu gratis sms tiap harinya ki,.drpd fas gratis sms nganggur ki,mohon pertimbangan dan izinnya ki….nwn
SABDå
November 22nd, 2010 pukul 07:15
sak KWA repe yth
Merupakan gagasan bagus. Sumonggo matursembah nuwun.
Rahayu karaharjan
melang sungsang
November 22nd, 2010 pukul 07:58
satya satuhu mring kabudayan jawi….matur suwun ki sabda mugi tansah paring pepadanging NKRI…salam tetepangan….rahayu…
melang sungsang
November 22nd, 2010 pukul 08:06
satya satuhu mring kabudayan jawi….matur suwun ki sabda mugi tansah paring pepadanging NKRI…salam tetepangan….nuwun ijin dicopas di FB!
andra
November 22nd, 2010 pukul 13:04
ki…
bole di copas ga ki ke blog saya?hehehhee….
http://budayasenijawa.wordpress.com/
makasih sbelumnya….
TS
November 22nd, 2010 pukul 14:30
hmmm…
kalau saya lebih suka harry potter…karena lawannya tak ber’hidung’…h h h
Soetrisno
November 22nd, 2010 pukul 23:15
Buat mas TS mbok ya jangan rai gedheg kalau sudah tidak satu jalan jangan masuk blok ini, masih banyak kok yang seide dengan sampean nah silahkan gabung disitu saja…saya hanya menyarankan saja…nyuwun sewu ngaturaken lepat dhumateng Mas Sabda sampun keladuk kurang dugo mbothen kulo nuwon rumiyen,…salam rahayu sedayanipun,…mtr suwun
Bratayuda
November 23rd, 2010 pukul 05:11
Hai…TS……….nggak punya malu….. luh…..
apa sih maumu, …………….?
sungguh pengecut sekali jiwa mu…wahai
Didunia ini tak memerlukan dan tak butuh sama sekali POLISI AGAMA.
kalau tak setuju….jangan nyampah disini,
nyampah lah di Blog mu sendiri
edy
November 22nd, 2010 pukul 13:35
Katur dumateng ; Ki Wong Alus, Ki Sabdalangit dan Mas Kumitir
Gagasan yang bagus. Saya menyambut dengan gembira. Mari kita bangun jiwa dan raga ke-Indonesiaan kita. Bangunlah Jiwanya-Bangunlah Badannya.
Kita tidak mungkin membendung berondongan arus modernisasi yang bahkan sudah berganti, saat kita belum mengenalnya. Di sisi lain kita berusaha manjadi “orang lain”, yang sebenarnya cuma “sok akrab” dengan arus budaya musiman..
Mudah-mudahan usaha panjenengan ini bisa menjadi filter dan sekaligus benteng budaya leluhur kita, untuk sadar “menjadi” diri sendiri. Untuk menjadi sejatinya kita. Nuwun
tomy
November 22nd, 2010 pukul 15:04
sokong pamuji Kangmas.
matur nuwun sanget sampun manggihaken kula kaliyan Ki Sondong Mandali.
sakmenika panci tekan titi mangsane Pandhawa medal saking umpetan.
Bathara Kresna sampun paring pepeling lewat pidato sambutan Barack Obama.
mugi Prabu Matswapati enggal bangkit dados sponsor.
sikapsamin
November 22nd, 2010 pukul 22:51
Bhatara Kresna wus paring pepéling liwat pidato sambutan Barrack Obama..?!?
__________________________________
wwhhuuaahhh…iki serius tenan…
Nèk ngono aku tak matur Kyai Semar, ben paring pepéling marang Harya Wrekudårå nyiap’aké PANCANAKA kanggo mbhrasthå si culas, drengki, julig Sangkuni…
http://id.wikipedia.org/wiki/Sangkuni
sing saiki malah nyebar’aké virus hepatitis…ngrusak hati-nurani pårå Generasi-Penerus…….
Bocah Ndeso
November 22nd, 2010 pukul 15:23
Kagem Poro Waskito ing bumi nuswantoro …Assalamu alaikum wrwb.
Kulo injeh sanget prihatin tentang nasib jatidiri bangsa lan ruh budaya luhur negeri kito.
Mohon doa restu saking Panjenengan sedoyo smoga rencana gerakan membumikan kembali nilai2 luhur budaya nuswantoro dpt segera terwujud di bumi pertiwi, sehingga mampu memberdayakan moralitas, perekonomian rakyat dan pertahanan bangsa secara nyaman…
Kita akan memulainya dari bumi papua.
Memang hal ini masih dlm tataran konseptual, walaupun sudah tertuang dlm wadah pelembagaan yg bersifat nasional…
Kita sedang menunggu moment yg pas untuk ikut serta mengimplementasi cita2 luhur bangsa ini…
Mohon doa restu dan saran Panjenengan Sedoyo…
Matur sembah nuwon
saking Bocah Ndeso.
Wa Salamu alaikum wrwb.
decky sulle
November 22nd, 2010 pukul 16:59
Mas Sabda
gagasan bagus, segera lestarikan
salam
heri
November 22nd, 2010 pukul 19:53
saya turut mendukung
salam, heri
wilujeng rahayu
Putra Kedisan
November 22nd, 2010 pukul 21:00
Saya mencantumkan nama saya.
Fatahilah
November 23rd, 2010 pukul 01:18
Assalamualaikum wr. wb.
Nuwun sewu nggih poro sepuh,
Rusaknya budaya bukan melulu dari pemerintah atau dari pendidikan di sekolah
tapi ada bagian dari kita-kita sendiri yang salah sebagai orang tua yang tidak pernah mengenalkan budaya masing-masing pada anak kita mulai dari kecil, kita tak tidak mungkin mengharap orang-orang pemerintah seperti para wali-wali dahulu yang dapat memasukan pengaruh islam tampa merusak budaya lokal.
Saya cenderung lebih setuju bagaimana sebagai orang tua kita dapat mengajarkan sedikit demi sedikit kepada anak ( waktu untuk anak, bukan sisa waktu!!! ) tentang budaya kita masing-masing dan untuk yang global membuat acara-acara dimedia perbandingan budaya-budaya lokal dan budaya luar negeri agar penerus kita bangga jadi orang Indonesia.
Bagaimana kita dapat menulis “Indonesia bangsa yang Besar” kalo media isinya cuma nuding kebobrokan bangsa ini (walau itu benar) tampa menampilkan atau menyandingkan masih ada yang baik di Indonesia ini,
nuwun sewu lagi nggih sesepuh,
Saya usul, Mbokyao di tambai kata yang artinya bahwa kita akui kesalahan kita, dan mulai membenahi mulai dari unit terkecil yaitu keluarga.
saya yakin poro sepuh dan para pembaca sudah benar dalam mengajarkan budaya masing-masing kedalam keluarga.
sekali lagi saya mohon maaf untuk para sepuh, dan maturnuwun sanget karena dengan blok ini banyak yang saya pelajari tentang budaya leluhur saya sebagai bahan pengajaran anak-anak walau seperti “Natah patung sing wis dadi”
nuwun.
Wasalamualaikum wr.wb
'Dyah Ayu 'Aya Ueto
November 23rd, 2010 pukul 14:34
maap saya jawab yah…bahwa kenapa kita terkadang lebih suka mengekspos sisi keburukan Indonesia daripada kebaikannya, karena begini yah hehehe :
1. bahwa secara kaidah komposisi, perbandingan nilai kerusakan dalam skala nasional yang menyebabkan kerusakan nasional khususnya dalam masalah kemakmuran dan keadilan adalah karena lebih banyak kerusakan daripada kebaikannya..
2. bahwa maka dari itu sesuai komposisi di atas wajar kalau penyampainnya sisi kerusakannya lebih banyak dari pada kebaikannya, dan inilah nilai kaidah keadilan dilihat dari sisi penyampaian informasi…..hehehe…..
3. bahwa kalau kita terlalu banyak menampilkan sisi kebaikan sementara melupakan sisi keburukan yang sudah nasional adalah akibatnya akan TERLENA….
4. dengan demikian karena saat ini sedang TERLENA maka saya SANTAI DULU AH….hahaha…
ya begitulah…maap kalau boros kasih komment…..semoga ada manfaatnya sajah hahahaha…
sunarto suket
November 23rd, 2010 pukul 02:38
Model pendidikan saat ini sudah sangat jauh dari nguri-uri kabudayan lokal, pendidikan luhur yang pondasinya budi pekerti pun sudah mulai luntur.
Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mengangkat kembali warisan adiluhung dari para leluhur.
Setya satuhu nguri uri kabudayan jawi,
wong jawa bakal bali jawane
Rahayu..
sikapsamin
November 25th, 2010 pukul 09:53
Model pendidikan…?!?
Bahkan sejak balita sudah dicekoki Mantra “TINGGAL LEBBB”…
waspadalah…waspadalah…
pati bumi mina tani
November 26th, 2010 pukul 00:27
sudah lumayan maju ki,,mulai diwajibkan pelajaran ngrawit…yah smua mulai dibangun dan didirikan kembali diperkuat pondasi2 bahasa daerah dan kearifan lokal…
sikapsamin
November 26th, 2010 pukul 12:07
@Pati Bumi Mina Tani,
Kabar menggembirakan dari Pati,
Pamuji dumateng Gusti Ingkang Maha,… Mugi tansah Ngijabahi…
Malu dong sama Anis Soleh Ba’asin, yg telah men-dunia-kan Budaya Nuswantara melalui grupnya:
http://sampak-gus-uran.blogspot.com/
Selamat…
Salam…JAS MERAH
pati bumi mina tani
November 26th, 2010 pukul 13:57
salam ugi ki….njih sumonggo sesarengan mbudidayaaken kabudayan….
kula ugi ndamel blog kang,namung nembe sekedik kemawon corat-coretanipun…menika namung tugas2 kuliah….hahhaha,,
menawi wonten wekdal sumonggo pinarak wonten http://budayasenijawa.wordpress.com/
nuwun kang
Dalbo
November 23rd, 2010 pukul 10:54
Sundiko dawuh, rawe rawe rantas malang malang tuntas..
Rahayu…
tomy
November 23rd, 2010 pukul 14:30
sumangga Mas Sikap Samin, sedulur tunggal sikep.
lha menika para pandhita dados durmadi kadya Resi Dorna, para anggota dewan tandhange julig kaya Sengkuni, Ratune inggih kados mekaten mboten benten kaliyan Suyudana, punggawane jail methakil wonten sing dados Burisrawa, Dursasana lan sapeturute Bala Kurawa.
lha kok Pandawane taksih umpetan… mila Bathara Kresna enggal gugat paring pepeling
aja mung munthak-manthuk, ayo nawung kridha
Tabahsatoe
November 23rd, 2010 pukul 14:37
Setujuuu..! Ikutan Gabung..
Bagas
November 23rd, 2010 pukul 20:05
amargi blog kula tasih kosong kulo pos wonten facebook angsal mboten ?
ko wonten bali budayanipun tasih kuat nggih ?
salut kaliyan warga Bali, lagi sadar yen kula sampun kelangan jawane. mugi-mugi dereng telat anggone nyadar.
nderek ngangsu kawruh ki.
ngapunten menawi krama kula tasih grotal-gratul.
kaliyan nyuwun koreksinipun.
nuwun.
melang sungsang
November 23rd, 2010 pukul 22:17
Walang kekek, menclok nang
tenggok
Mabur maneh, menclok nang pari
Ojo ngenyek yo mas, karo wong
wedho
Yen ditinggal lungo, setengah mati
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Manuk sriti kecemplung banyu
Bengi ngimpi awan ketemu
Walang abang menclok neng koro
Walang biru.. walange putih
Bujang maneh yo mas, ora
ngluyuro
Sing wis duwe putu, ra tau mulih
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Biso nggambang yo mas, ora biso
nyuling
Biso nyawang, ora biso nyanding
Walang ireng, mabur
brenggenggeng
Walang ireng, dowo suthange
Yen podo seneng yo mas, ojo
mung mandeng
Golek ono ngendi omahe
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Biso nggambang yo mas, ora biso
ndemung
Biso nyawang, ora wani nembung
Walang kekek, walange kayu
Walang kayu, tibo neng lemah
Yen kepingin yo mas, arep melu
aku
Yen mung trimo, tak kon jogo
ngomah
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Andeng-andeng, ono pilingan
Ojo dipandeng, mundak kelingan
Walang kekek menclok neng
tampah
Mabrur mrene, menclok wit pete
Sumengkemo mring Gusti Allah
Nindakake dawuh-dawuhe
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Walang kekek menclok neng tali
Limang wektu ojo nganti lali
E… ya ye…, ya ye.. ya
E ya.. yae yai, e yaiyo yaiyo
Walang kekek, walange kadung
Walang kekek sampun rampung
Widodo
November 24th, 2010 pukul 19:45
Ki sabda,
Kula tansah ndherek nyengkuyung.
nuwun,
widodo
sukolaras
November 25th, 2010 pukul 04:00
Setuju sanget artikel menika Ki Sabdo
Nyuwun palilahipun bade copas kersanipun langkung ngrembaka.
Mugyo bumi pertiwi paring boga, rejeki
Rahayu sadayanipun
dwihatmoko
November 25th, 2010 pukul 11:31
Berperilaku Lokal berwawasan global agaknya harus muncul juga di budaya. Sudah saatnya budaya Indonesia bisa dijadikan nilai lebih, bahkan dapat diekspor, sehingga budaya kita mendunia, dan tidak terus menerus terdesak oleh modernisasi, tetapi modern yang tidak meninggalkan nilai-nilai budaya. Maju terus budaya bangsaku
TahuSamaTahu
November 25th, 2010 pukul 16:19
Kita tunggu SP karena mau dibawa kemana Negara ini semua sudah diserahkan kepada SP…………….
Wayan Sukarsa
November 25th, 2010 pukul 23:50
wong Bali setia tuhu marangananing budaya nusantara………matur nuwun
suprayitno
November 26th, 2010 pukul 10:48
Ki perkenankan saya urun rembug,
Suatu negara akan tetap eksis dengan aneka budayanya atau tidak, jelas tergantung pada seluruh masyarakatnya dan kemauan baik dari pemerintahnya (negaranya).
Pemeliharaan dan pengembangan budaya lokal, harus diback up oleh negara melalui kurikulum pendidikan formal. Jika negara tidak ada kehendak baik untuk memelihara kebudayaannya sendiri, maka cepat atau lambat budaya itu akan diambil oleh negara lain sementara di negerinya sendiri akan punah.
Kesenian (seni pahat, seni tari, seni lukis, seni tulis/sastra, sinematografi, dan aneka seni lainnya) adalah salah satu produk dari budaya. Budaya itu meliputi semua produk yang bertujuan untuk mencapai keselarasan, keindahan, keharmonisan dan kemajuan kehidupan. Dengan demikian, hal yang merusak kehidupan tidak kita golongkan sebagai produk budaya. Budaya kita sebenarnya memiliki ukuran tersendiri mengenai “sopan santun” atau unggah-ungguh dan cara berkoeksistensi dengan sesama.
Dan Pancasila adalah merupakan kristalisasi dari budaya Nusantara dalam mengkreasi sebuah negara. Jadi budaya Indonesia tercermin dari sila demi sila yang terdapat di dalam Pancasila.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berketuhanan tetapi tidak menuhankan salah satu agama, melainkan menuhankan Tuhan Yang Maha Esa. Bertuhan yang baik haruslah berpuncak kepada atau menuju kepada “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Mengapa demikian? sebab, keadilan adalah basis dari semua akar persoalan. Permusyawaratan tidak akan dapat terwujud jika di dalam permusyawaratan tersebut berlaku curang/tidak adil. Kemanusiaan juga harus dilambari dengan keadilan sosial, yang tidak boleh menggunakan prinsip “ASU GEDE MENANG KERAHE”. Demikian juga NKRI pun tidak akan terwujud jika tidak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Siapapun manusia Indonesia yang mengaku bertuhan, seharusnya tidak pernah mencederai keadilan.
Itulah esensi dari Pancasila yang merupakan puncak dari KEARIFAN LOKAL. Oleh karena itu jika kita menggagas sebuah negara yang ideal maka harus kembali ke jati diri bangsa. Jati diri bangsa kita bukanlah berwujud atau bertumpu pada kekuatan agama, melainkan bertumpu pada spiritulisme yang lebih berdasarkan pada “tepa selira” atau toleransi, saling menjaga perasaan dan gotong royong. Bukan kebudayaan yang liberalis dan kapitalis anti pada perbedaan, maka lahirlah bhineka tunggal ika.
Berbeda tidak masalah sepanjang perbedaan itu tidak membuat kita menjadi terpecah belah. Berbeda itu tidak harus dicap dengan “kafir” yang harus dimusuhi, budaya kita tidak mengenal kata kafir. Kafir adalah kata import yang sangat berbahaya bagi keutuhan negara kita.
Kemudian berbicara maslah pendidikan. Di dalam pendidikan terdapat tiga aspek yang mutlak harus diperhatikan, yakni aspek Kognisi, Afeksi dan Psikomotorik. Intinya harus bisa memberdayakan kemampuan otak (kecerdasan/pengetahuan), empatik (membangkitkan rasa peduli terhadap sesama/ lingkungannya) dan keterampilan yang berbasis pada kreatifitas (inovasi), produktifitas, efektifitas dan efisiensi.
Tujuan manusia sekolah harus cerdas intelektualnya, spiritualitasnya, harus kreatif dan produktif. Jika sekolah tidak bisa mewujudkan empat tujuan tersebut, maka boleh dikatakan tujuan pendidikan telah mengalami kegagalan.
Cerdas intelektualnya berarti mampu menguasai sain dan teknologi sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain, cerdas spiritualitasnya berarti mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan nyata yang otomatis akan membangkitkan rasa nasionalism yang tinggi. Sedangkan kreatifitas (inovasi), produktifitas, efektifitas dan efisiensi akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena dapat menghasilkan barang yang variatif dengan kualitas baik dan harga terjangakau (bersaing) dan akhirnya pendidikan akan mampu mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat.
Jika rakyat sudah sejahtera, maka dengan sendirinya akan membutuhkan berbagai hiburan. Di situlah kebudayaan yang berbentuk berbagai ragam kesenian akan tumbuh subur.
Pendidikan yang baik mestinya harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendasar sebagai berkut : Akan dibawa kemana negeri kita? Apa modal dasar negeri kita yang kita punyai sebagai penunjang terhadap kemajuan? Apakah kita memiliki kesempatan? Apa yang menjadi hambatan? dan Apa yang menjadi ancaman?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi visi dan orientasi ketika kita akan menentukan kebijakan di bidang pendidikan. Ketika kita secara tepat bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, selanjutnya tinggal kemauan baik dari pemerintah/negara untuk mewujudkan pendidikan yang ideal.
Pendidikan swasta tinggal ngikut kebijakan dari negara saja dan mengembangkan sesuai dengan visi dan misi dari masing-masing sekolah.
Setuju Ki? monggo silakan dikomentari, juga untuk Mas Satrio Pengging, semoga perguruan Laku Utama akan bisa segera terwujud.
puterinya bu lurah
November 26th, 2010 pukul 15:24
ya memang sih pak prayitno…di jaman jayabaya dan sultan agung, serta hayamwuruk…kebudayaan dan kesusasteraan tumbuh subur….
suatu akibat wajar ketika negara sudah mencapai kemakmuran dan keadilan…
banyak literatur klasik yang menceritakan hukum etika penguasa dan rakyat serta tata pemerintahan pada jaman kejayaan nusantara semisal :
1. kitab Nikara Praketha, pada jaman Majapahit
2. kitab Negarakertagama, pada jaman Hayamwuruk
3. karya ilmiah dari Sultan Agung
4. Arjunawiwaha pada masa Jayabaya (kalau ga salah sih hehehe…)
para pemimpin masa silam semisal Jayabaya, sultan agung adalah tidak hanya ahli pemerintahan dan raja yang adil saja, namun juga ahli spiritual, filsafat, ahli kesusasteraan, cinta kebudayaan….
seperti kata pepatah, sebuah logika (ilmu pengetahuan ilmiah) adalah kunci dasar dari pemerintahan, tapi logika tanpa rasa (kebudayaan, kesenian, sastra, body language) adalah kering dan hambar…
seorang pemimpin bijak haruslah mempunyai cita rasa…bukan sekedar ahli logika…
sesuatu yang memang sangat jarang di indonesia, bahkan di dunia…tidak ada satu pun pemimpin masa kini di negara manapun yang punya cita rasa yang tinggi dan cinta kepada kebudayaan sendiri,,,,hanya ada beberapa negara semisal Jepang, yang sangat menghargai tradisi leluhur dan kebudayaan leluhur…
di Jepang seorang kaisar sangat dihormati dan dipatuhi karena dianggap sebagai wakil dewa,,,,,
dan disana gunung fujiyama sangat dihormati oleh orang Jepang karena dipercaya mengandung kekuatan spiritual tinggi yang melindungi rakyat Jepang…aneh juga ya…orang Jepang yang ahli logika ilmiah saja masih ada sisi kepercayaan tertentu yang kadang dianggap aneh di mata kita sendiri,…
maka jangan heran lah kalau SP pun dicintai di Jepang hahaha…karena SP dekat dengan penguasa gunung fujiyama hehehe…
Bocahangon
November 26th, 2010 pukul 14:29
Nderek urun rembag para kadhang ingkang dahat minulya.
Panci wekdal puniki sampun titi wancinipun para PANDHITA medhal saking pertapaanipun medhar SEMBUR sae TUTUR kagem para manungsa ingkang sami keblinger. Menawi kersa midhanget inggih slamet sedayanipun, ingkang mboten kersa nggih kantun nengga wanci dipun adili dening alam.
Mekaten atur kawula, wonten klenta klentune atur nyuwun gunging pangaksama.
Bocahangon
November 26th, 2010 pukul 20:58
Nderek idin urun rembag dumateng para kadhang sedaya.
Miturut kahanan menika, sejatosipun sampun dawah mangsa para PANDHITA medal saking partapaanipun supadhos medar piwulang kagem para janma ingkang sami keblinger ngaku bener nanging mboten pener.
Mila mangga para wicak lan waskita sami sengkut ngudari benang bundet soho ngrakit pangilon pecah.
Mekaten atur kawulo wonten klenta klentuning atur nyuwun pangaksama. Nuwun.
amd007
November 27th, 2010 pukul 08:18
Bumi sesebuah negara itu bernyawa tersendiri. Eksistensi berbagai makhluk, baik yang dzahir juga yang bathin, ia itu yang metapisikal. Wajib di hurmati dan di rawat dengan sebaik mungkin mengikut adat2 dan peraturan setempat. Jika ini di lupakan, atau di sepelekan, alamt nya akan berdampak dengan jelas. Kebelakangan ini, akibat dari modenisasi Indonesia, adat dan kebudayaan leluhur sudah pupus di makan waktu. Mental dan penglihatan manusia enggak bisa menangkap seluruh kehidupan2 yang wujud di dimensi2 selain dimensi kami ini. Maka fikirkanlah dengan jujur dan ikhlas, sebelum semua nya terlambat. Amin!.
suprayitno
November 27th, 2010 pukul 08:47
Maaf koment yang sama ini nyasar di Merapi Tak Pernah Ingkar janji, he……he
@putrinya bu lurah,
sangat disayangkan kondisi sekarang malah semakin semrawud, tidak karu-karuan, tidak jelas mau dibawa kemana selain dibawa menuju kehancuran.
Etika rusak, hukum rusak, lingkungan rusak, pendidikan gagal mengangkat HDI (human development index/indek pembanugnan manusia/SDM) untuk bisa lebih baik dari sesama negara Asean,
Urban poor (masyarakat urban yang miskin) semakin menumpuk di kota, karena negara gagal membangun ekonomi pedesaan yang modern.
Kota-kota besar di Indonesia akhirnya overload, jalan makin macet, banjir, pencemaran lingkungan makin hebat.
Hanya pemimpin yang benar-benar SUPER yang mampu mengatasi segala kerumitan dan keberengsekan negari ini. Sementara ini yang super baru rokok, yakni “jarum super”.
Bocahangon
November 27th, 2010 pukul 09:13
Nderek urun matur dhumateng para kadhang sedaya.
Panci wekdal puniki kedahipun sampun dumugi jangka para PANDHITA medal saking pertapaanipun, turun gunung. Sami cancut sesarengan ngudhari benang ruwet, ngrakit pengilon pecah.
Mekaten atur kawula wonten klenta klentuning tembung nyuwun gunging pangaksama. NUWUN.
Jabang Gerang
November 27th, 2010 pukul 12:12
Rahayu Wilujeng..
tatang sidik
November 29th, 2010 pukul 09:55
Yth. Kangmas Sabda,
Setuju sekali Mas, hemat saya, kata kuncinya adalah mencari JATI DIRI. Bukankah tidak ada yang lebih penting di dunia ini selain pencarian jati diri?? (siapa mengenal jati dirinya, niscaya akan mengenal Tuhan / man arafa nafsuhu faqod arofa Rabbahu). Ya, jati diri bangsa Jawa, itulah yang harus dicari sampai ketemu / dirumuskan, karena di sanalah terletak puncak keunggulan-nya. Implementasinya praktisnya, mari kita galakkan pembentukan pusat2 seni budaya Jawa di tempat tinggal kita masing2, baik sendiri2 atau berkelompok.
Salam karaharjan.
arwan itikaf
November 29th, 2010 pukul 14:37
sepakat….”
bejujag
Desember 2nd, 2010 pukul 10:57
taklim kula katur ki Sabda, sumrambah kadang2 sedaya. maaf ki, sy ada hanya rerasan utk kesejahteraan bangsa. pada lambang negara kita ada gambar PADI KAPAS, mrpkn modal utama negara kita yg agraris, tp utk saat ini kedua komoditi tsb sebagian besar di impor. sebagai langkah awal MARI KITA TANAM KAPAS dilahan kosong kita ato tpt2 ya memungkinkan. dan utk sawah yg produktif jangan ditanami rumah ato ruko. utk rekan2 mari pikirkan pupuk kompos.
bejujag
Desember 2nd, 2010 pukul 11:15
sambungan. . .
mslh KAPAS: saat ini lahan terdesak utk perkebunan, utk PADI: petani diombang-ambing mslh pupuk dan harga jual gabah shg hasik tdk sebanding. kalau tdk kita pikirkan dari skrg GARUDA akan rontok. dan akan mengkhianati cita2 membangun TAMAN-SARI DUNIA. Bgmn mau mjd MERCUSUAR DUNIA klo kt tdk bs SWASEMBADA, diembargo kt MODAR. MARI BANGSA INDONESIA KITA BANGKIT UNTUK KESEJAHTERAAN BANGSA KITA. BANGKITLAH JIWA2 NUSANTARA ! ! !
bejujag
Desember 2nd, 2010 pukul 11:27
WAHAI JIWA2 NUSANTARA . . . . BANGKITLAH UNTUK MEWUJUDKAN CITA2 KITA DAN DEMI ANAK TURUN KITA.. . MENERUSKAN CITA2 DAN HARAPAN LELUHUR2 KITA.
Kita adalah bangsa yg besar yg punya tanah subur dan kaya raya. BANGKITLAH JIWA2 NUSANTARA BANGKITLAH JIWA2 MANDIRI UNTUK KESEJAHTERAAN BANGSA INI.
MERDEKA. . . !
suprayitno
Desember 2nd, 2010 pukul 11:38
@Mas Tatang Yth,
………….kata kuncinya adalah mencari JATI DIRI………..
______________________
Menurut hemat saya, bangsa dan negara kita sudah tidak perlu MENCARI jati diri lagi. Sebab, jati diri itu sesungguhnya sudah kita temukan yakni sudah terangkum di dalam falsafah negara PANCASILA.
Yang lain-lain, jati diri bangsa kita adalah pertanian dan maritim. Tetapi sejauh ini bidang pertanian dan kelautan (nelayan) tdk dikelola secara baik, mungkin malah ditelantarkan. Terserah masyarakat, mau hidup atau mati.
…………….mari kita galakkan pembentukan pusat2 seni budaya Jawa di tempat tinggal kita masing2, baik sendiri2 atau berkelompok………………..
____________________________________________
Pengembangan budaya sangat erat kaitannya dengan kemajuan ekonomi suatu negara,artinya ketika kebutuahn pokok rakyat sudah terpenuhi semisal sandang, pangan, papan, pendidikan, pekerjaan, kesehatan maka industri hiburan (budaya) akan dengan sangat mudah kita gerakkan.
Persoalannya saat ini masyarakat masih banyak yang lapar, miskin, menganggur dan bodoh, sehingga mestinya prioritas utama negara atau pemerintah adalah memberantas kemiskinan dan kebodohan ini dulu.
Selama hal ini belum tuntas ditangani, maka pengembangan budaya menjadi terpinggirkan. Alih-alih yang berkembang justru “kebudayaan impor” yang datang bersama kapitalism liberalism, atau datang bersama ajaran agama.
Silakan kita amati bersama.
tatang sidik
Desember 3rd, 2010 pukul 18:25
Hemat saya, ra sah nunggu mas, act now, sekecil apapun……khususnya sing wis dha sugih bandha lan ilmu.
bejujag
Desember 2nd, 2010 pukul 11:42
utk rekan2 yg punya lahan bìsa memulai dari skrg, tanam KAPAS ditpt2 yg memungkinkan. utk yg punya SAWAH, pergunakan pupuk kompos, utk yg punya duit buatlah pabrik kompos, bagi yg tdk punya lahan dan tdk mampu (spt saya) bisa melakukan doa2 utk kesejahteraan bangsa. GARUDA PUTIH akan membimbing kita. SALAM KEBANGKITAN!!
Slamet Tentrem
Desember 2nd, 2010 pukul 13:52
Kalau konstitusi negara kita belum disempurnakan oleh SP deng mata batinnya yang bersih selaras dengan kehendak Tuhan maka tangeh lamun negara kita akan maju, sebagai contoh hal tersembunyi yang rakyat kita tidak tahu, misalnya Pancasila bangsa indonesia menganggap bahwa pancasila digali dari nilai luhur warisan budaya bangsa kita sendiri
Tapi SP dengan kejernihan hatinya mengatakan sebaliknya: “Karena keterbatasan waktu maka dengan tergesa-gesa bung karno mengambil isu-isu yang terkenal dan populer di dunia saat itu yaitu ketuhanan, internationalisme, nationalisme, demokrasi dan sosialisme, karena orang pintar masih sedikit, dan adanya kultus individu terhadap sukarno maka rakyat percaya saja bahwa itu warisan leluhur
SP berkata pancasila harus diremajakan dengan memakai nilai-nilai luhur bangsa kita sendiri, yang pada kenyataanntya sekarang ini kearifan lokal kita sama sekali belum ada didalam pancasila, masih kebarat-baratan karena memang meniru nilai2 yang ada dari barat, seperti parlemen, partai politik, pemilu, dll. dan masih bersifat darurat, jadi kalau Pancasila saja masih darurat UUD 45 pun lebih darurat lagi, Untuk itu diperlukan kerja keras anak bangsa bersama-sama untuk meremajakan konstitusi dengan memasukan sebanyak banyaknya kearifan lokal bangsa kita sendiri yang selaras dengan kehendak Tuhan, sebagai syarat menegakan kejayaan bangsa, dan anda pikir dengan kecerdasan pikiran saja anda mampu berbuat sesuatu untuk bangsa ini….Hhe, diperlukan kebersihan hati nurani dan bantuan Tuhan sendiri, karena hati nurani yang bersih artinya anda harus memenangkan pertempuran dengan iblis, jangan 2 setelah jadi pejabat malah memperkaya diri sendiri, atau kelompok sendiri yang berarti memenuhi kehendak iblis atau kalah sama hawa nafsu sendiri, jadi meluangkan waktu untuk membunuh iblis dengan bertapa sangat penting dalam masalah kejayaan bangsa
Saya tertawa melihat semangat mereka yang menggunakan pikirannya saja untuk membangun negara ini, contohnya buanyak sekali sekarang ini buanyak petinggi2 kita yang cerdas, genius dan pandai menggunakan otaknya masuk penjara karena korupsi
Suroso
Desember 16th, 2010 pukul 17:56
Setuju sanget artikel menika Ki …
Nyuwun palilahipun bade copas kersanipun langkung ngrembaka.
Mugyo bumi pertiwi paring boga, rejeki
Rahayu sadayanipun
Dalbo
Desember 22nd, 2010 pukul 10:03
Nuwun sewu…
Bahasa Menunjukkan Bangsa.
Kepada saudar2ku yg tercinta di blog ini…
Seperti kita ketahui bahwa di negara2 lain telah mempunyai jati dir sendiri dg di perlakukanya huruf2 asli dari Negara masing2 misal: Jepang China, Thailand, Arab, Israel, disamping alphabet. Wajarlah kalau kita merasa iri dg mereka. Sedangkan Indonesia adalah Negara yg begitu besar dg kekayaan budaya yg luar biasa, meskipun kenyataannya sudah terasa sekali telah perlahan lahan kena grilya oleh kebudayaan asing. Untuk itu agar jangan samapi terlanjur hancur saya ingin mengusulkan, namun saya nggak tahu harus bagai mana, mungkin saudara2 di sini lebih faham dan tahu musti bagai mana/kemana mohon saya di bantu untuk menindak lanjuti usulan saya di bawah ini:
Usulan kepada Pemerintah R.I/ Menteri pendidikan dan kebudayaan.
1. Mengusulkan agar di berikanya tempat/kursi diparlement sebagi perwakilan yg menyuarai budaya Asli Indonesia.
2. Mengusulkan agar huruf Pali/huruf jawa (Ha,Na,Ca,Ra,Ka) di jadikan huruf Nasional dan wajib di ajarkan mulai dari tingkat SD sd SMA.
Kalau saja huruf Pali/ jawa sdh jadi huruf Nasional, mungkin saja generasi kita skrg tidak banyak yg bisa mengikutinya namun setidak2 nya generasi penerus kita lah yg meneruskanya, dan dg demikian Indonesia akan lebih bertambah jati dirinya dg mempunyai huruf sendiri.
Main tongkat Tangane awe awe, Ayo nggangkat budayane Dhewe,
Salam Asah asih asuh
Dalbo with Love.
Jaka Petir
Desember 22nd, 2010 pukul 10:19
@Dalbo.
Kalo semua bisa aksara JAWA..
semua KEJAYAAN NUSANTARA yg terukir di RELIEF candi-candi..akan TERBACA..
SEJARAH akan kembali MENULIS dengan ‘TINTA EMAS’..
langkah yg paling CRITICAL: pastikan SP/RA itu orang JAWANI.
biar dia nanti yg keluarin KEPPRES -HA NA CA RA KA
salam
Dalbo
Desember 22nd, 2010 pukul 10:56
Nuwun sewu,…
@ sdr Jaka Petir… matur nuwun tanggapanya
Dengan Huruf Pali/Jawa Sebenarnya tujuan usulan di atas bukan untuk men Jawa kan Indonesia, kalau saja ada huruf2 yg lain yg original product asli Indonesia itu syah2 saja. namun saya melihat di sisi anta wecana nya sebenarnya huruf Jawa itu sangat fleksibel bisa di pakai untuk bahasa Indonesia maupun bahasa inggris tidak bedanya seperti alphabet. Ha= A. No=N dst. dan yg paling penting lagi kita akan punya karakter sendiri di mata dunia dlm konteks literatur. dan tentu saja untuk berkomunikasi dg negara2 lainya kita akan tetap menggunakan Alphaet, A,B,C,D….
Dan yg sangat penting lagi tujuanya adalah untuk Anak cucu Nusantara..
Be your self no matter what they say…
Santen peresan klopo, nyuwun ngapunten sedoyo lepat kulo.
Dalbo with Love..
Jaka Petir
Desember 22nd, 2010 pukul 11:04
Makna Hanacaraka Datasawala PadajayaNya Magabathanga
( Pakubuwono IX, Raja Kasunanan Surakarta)
———————————————————————————————
• *Ha-Na-Ca-Ra-Ka* berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).
• *Da-Ta-Sa-Wa-La* berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ”saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.
• *Pa-Dha-Ja-Ya-Nya* berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.
• *Ma-Ga-Ba-Tha-Nga* berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumeleh pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.
Rahayu
andi
Oktober 11th, 2011 pukul 20:25
kulo nuwun ki sabda…
nderek nyengkuyung
nuwun
andi
dewi
Oktober 20th, 2011 pukul 03:29
@ Ki Sabda, Mas kumitir, Mas tomy, Sederek Sedoyo,
Saya megucapkan selamat atas semangat para generasi bangsa yang masih perduli dengan mengevaluasi untuk menguri-nguri budaya nusantara, agar budaya ini bisa di tempatkan ke posisi yang lebih cerdas dan bermartabat. Lewat sebuah deklarasi “Sumpah Budaya”.
Sebuah ‘Petisi (ultimatum) Budaya’ untuk masyarakat dan negara, persembahan dari anak bangsa. saya ingin memberi sedikit masukan, Menurut saya agar budaya kita bisa lebih maju dan bisa lebih optimal perkembangannya, harusnya di letakkan di institusi tersendiri, tidak cukup hanya bisa di titipkan ke institusi ‘pendidikan’ ataupun ‘pariwisata’.
Tetapi suatu ‘Departemen Kebudayaan Nusantara’ di mana di dalamnya juga mencakup beberapa kategori produk suatu peradaban budaya bangsa yang tidak bisa di pandang secara remeh, dari masakan/kuliner, pakaian, olahraga, agama, bahasa, seni, cerita/ legenda, permainan, keris dsb. kalau kita mau mengeksplorasinya lebih jauh, maka seni ini pun masih bisa kita sub konjunggafikan menjadi seni tari, lukis, teater, suara, photografi dsb. sedang seni lukis sendiri masih bisa kita bagi2 lagi tahapan, proses dan alirannya, misal: realis, naturalis, surealis, reinessance, dekoratif, naif, abstrak, kontemporer dsb.
Pada proyeksinya nanti budaya juga bisa mengimplementasikan kekuatan segala sumber energy positifnya, sehingga peran suatu budaya pun bisa bersinergis dan menginspirasikan di segala bidang, mulai pendidikan, pariwisata, perhutanan, agama, sosial masyarakat dst.
Good country (governace), good place (management), good people (culture), good performance (arts), good food (nutritious)… indonesia has kept best secret!
Salam trisna budaya,
dewi
dewi
Oktober 21st, 2011 pukul 04:16
@ Sedulur Sedoyo,
Ini ada lagu campur sari dari sinden cilik mbak Dyah Probo Rini yang judulnya “Nonton wayangan”, maaf saya cari di youtube tidak/ belum ada, jadi saya tuliskan saja liriknya, yang menurut saya sangat bagus, mengenalkan kita pada budaya yang beraneka ragam jenisnya, dalam hal ini melalui wayang kulit di propinsi jawa timur, yang sarat akan pesan moral tentang persatuan dan persaudaraan di antara kita dan juga pentingnya melestarikan budaya kita. Dan Untuk membangun suatu kemajuan budaya bangsa kita memang harus kompak dan bersatu.
Cak mrinio… ayo peno melu aku… nonton bebarengan… oleh jejer… gak oleh senggolan… swarane ono wayangan… saja`e enak temenan…
Jawa timur iki cak lak wilayahe… pranyoto budayane maneko warno… ojo lali iki rek… wayang kulite…
Wiwit mojokertoan… suroboya porongan… temakaning gagrag lamongan… pungkasane malangan… wus nyoto kagungan kito… seni wayang purwo… wetanan niku… maneko warno…
Kari nontong mbok ojo podho suloyo… untung opo peno geger karo konco… kabeh mau wis dadi pilihan kito… bebarengan ayo do di lestarekno… paribasan sor mejo ono ulane… ojo alok nek dhewe-dhewe carane… sing penting golek`o amrihe majune… jo lali sedulurane…
Salam tresno wayang,
Dewi
dewi
Oktober 22nd, 2011 pukul 04:28
@ All,
Sugeng dalu pamiarso tresno budoyo…., sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Ki Sabda sebagai pemilik blog ini yang telah menyediakan ruang dan waktu pada kita semua di sini untuk bisa menulis, berpendapat dan berbagi ide serta inspirasi. Sehingga wacana sumpah budaya menjadi berkembang dan berwarna, sekalipun dalam dunia maya.
Saya bukan reporter ataupun wartawan, bukan pekerja seni ataupun pemerhati seni, saya hanya seseorang yang kebetulan suka menikmati hasil karya seni anak negri maupun manca. Menurut saya seni bisa mempererat tali kasih di dunia, kenal maupun tidak kenal, rasa seni bisa menjadi jembatan lintas ras, suku, bangsa, agama dan bahasa.
Saya akan mencoba menulis hal2 apapun yang berhubungan dengan suatu budaya yang berkembang di masyarakat kita serta dunia global. Baik yang saya dapatkan dari pengalaman pribadi maupun yang saya amati dari televisi, koran, cerita teman dsb. Seperti seni, bisa musik, kebiasaan adat, agama, karakter bangsa, opini sex mereka, alam dan masyarakatnya, ekonomi, dongeng- mistik- legendanya dsb, hingga masakan kulinernya.
Semoga nantinya teman-teman juga bisa saling berbagi ide, pandangan dan pengalaman tentang kesan-kesannya selama ini tentang apa yang di lihat, di rasakan dan di sukai dari budaya-budaya yang berkembang di sekitar kita. Terima kasih.
salam ACI (aku cinta indonesia),
dewi
tomyarjunanto
Oktober 27th, 2011 pukul 13:15
katur dhumateng Mbak Dewi
terimakasih atas atensinya Mbak, kita tunggu tulisan panjenengan, malah saya sarankan coba hubungi Mas Sabda langsung untuk bisa menjadi kontributor di page SUMPAH BUDAYA di FB
dewi
Oktober 31st, 2011 pukul 21:32
@ Tomy Arjunanto,
Sugeng dalu mas tomy, terima kasih atas apresiasinya, ya saya sudah bergabung dengan ‘sumpah budaya’ di FB, tapi kalau untuk menjadi kontributornya saya tidak tahu bagaimana caranya dan saya memang masih awam dengan petisi budaya para linuwih di sini, takutnya malah saya membuat suasana jadi tidak sinkron/ tidak nyambung, saya menulis di sini hanya sekedar mencurahkan isi hati dan pikiran saja, yang mungkin mudah2an bisa membuat teman2 lainya merasa terhibur atau mendapatkan inspirasi/ ide baru.
Oh ya mas tomy, ini ada cuplikan buku seni dan estetika keindahan, penulisnya Dharsono Kartika.
Kalau filsafat barat (yunani philopphia)
Mempertanyakan hakekat hidup secara logika
“ngudi kejeniusan”
Kalau filsafat nusantara mempertanyakan
Hakekat perjalanan hidup dalam mencapai
Kasampurnaan “ngudi kasampurnaan”
Salam filsafat & budaya,
Dewi
GAK Level
November 1st, 2011 pukul 08:07
Sugeng dalu pamiarso tresno budoyo…., sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Ki Sabda sebagai pemilik blog ini yang telah menyediakan ruang dan waktu pada kita semua di sini untuk bisa menulis
memang sudah sepatutnya berterima kasih kpd ‘diri sendiri…..hehe
terima kasih ‘ku pula kpd ‘Empu Sabda……haha haha……………………..
tomyarjunanto
November 4th, 2011 pukul 09:31
salam sejati para sedherek pandhemen Blog Membangun Bumi Nusantara yang Berbudi Pekerti Luhur, salam katresnan Mbak Dewi.
Kebangkitan budaya bisa kita mulai dari kuliner
dengan pemberdayaan sumber pangan lokal seperti pohung atau kasepe AKA ubi kayu
MENGAPA SINGKONG?
1. Gluten Free, aman untuk penderita autis, menurut penelitian terkini dari WHO gluten yang terkandung di terigu dapat memicu autism pada anak-anak
2. Indeks Glikemik Rendah, aman untuk diabetasi
3. Karbohidrat rendah, baik untuk diet rendah kalori
4. Insoluble Fiber, baik untuk kesehatan pencernaan
5. Mengandung Scopoletin, menormalkan tekanan darah baik bagi yang hipotensi ataupun hipertensi
Kedaulatan bangsa dimulai dari ketahanan pangan, perlu diversifikasi pangan bagi masyarakat sehingga tidak tergantung pada satu komoditas saja semisal beras. Dan pengembangan diversifikasi pangan ini harus mengarah kepada penggunaan sumber daya pangan local.
Pemerintah menangani semua masalah di negeri ini sepertinya hanya bersifat seremonial dengan pendekatan proyek saja…
maka mari kita mulai perkenalkan & biasakan konsumsi pangan local kita kepada anak-anak…
dewi
November 4th, 2011 pukul 16:28
@ Tomy arjunanto,
Wow keren…., Terima kasih artikelnya mas tomy dan salam katresnan juga, selama ini makanan tradisional selalu di kambinghitamkan sebagai biangnya SDM yang tidak maju-maju, padahal masalah Sumber daya manusia ini sangat kompleks, bukan sekedar makanan saja, coba aja lihat kata2: ‘dasar mental telo!’…
Akhirnya lewat penelitian bisa terbukti bahwa keluarga ketela rambat, termasuk sepupunya, yaitu singkong /pohong sangat bermanfaat, bukan saja mengandung karbohidrat tetapi dia juga memiliki zat2 yang tidak di miliki oleh beras, yang sama2 mengandung karbohidrat tetapi beras masih mengandung zat ‘gula’ yang mungkin masih harus di hindari oleh pengidap penyakit diabetes.
Masih ingat pelari sprinter dunia dari jamaica, Usain Bolt, ternyata rahasia kekuatannya terletak pada makanannya yang bernama ‘bolt’, yaitu sejenis ketela khas afrika.
Oh ya, resep2 sumber pangan dari singkong, al : tape, gorengan, kue, getuk, dsb sementara daunnya bisa untuk pepes, botok, tumis, cah dsb. jika di modifikasikan dengan keju, akan semakin lezat dan bergizi, singkong goreng keju…., hmmm yummy, sudah komplit mengandung serat karbohidrat dan kalsium.
Semoga kelimpahan tanah indonesia yang subur makmur bisa membuat SDMnya semakin kreatif dan makmur, karena berbagai sumber karbohidrat bisa di tanam di sini, mulai dari beras, jagung, ketela/pohong, sagu, dsb.
Salam singkong dan keju,
Dewi
Dalbo
November 4th, 2011 pukul 23:09
Nuwun sewu,,,
@ sdri Dewi,,
Makanan sering menjadi kambing hitam, ini adalah ciri khas bangsa yg terjajah mentalnya, dimana rasa PD /convidence tidak di milikinya baik itu ter hadap diri sendiri ataupun product2 ataupun keyakinan, simptom2 nya al :
1.tidak menghargai diri sendiri
2.tidak menghargai product lokal.
3. selalu meng agung2 kan yg di luar dirinya/ Luar negeri.
percaya nggak di tempat saya tggl skrng Tempe dan tahu adalah jenis makanan yg Luxery, ini nggak bohong lho…kalao nggak percaya datanglah kesini..dan sweet potatos (Telo) dan Pumken (Walo) menjadi makanan sehari2 di samping kentang dan roti..
Jadi saran saya kalo nggak mau terjajah mentalnya ya marilah mulai menghargai dan bangga akan apa yg kita punyai no mater what.
Asah asih asuh..
Dalbo with love.
dewi
November 7th, 2011 pukul 02:01
@ Dalbo,
Terima kasih mas dalbo, atas bimbingannya, to have ‘the power of believing in myself’.
@ All,
Mohon maaf sebelumnya, jika cerita yang saya tulis ini mungkin tidak ada hubungannya dengan ruang/ topik ‘budaya’.
Kisah unikku ini berawal 1,5 th lalu atau kira2 sekitar world cup 2010 dan hubungan ini hanya bertahan 3 bulan saja. Ketika itu ada sesorang yang iseng sms ingin kenalan, yang nomernyapun ia dapatkan dari asal nebak aja… sebut saja namanya Putu.
Putu ; hallo cewek, apa khabar?
Dewi ; capa nih?
Putu ; boleh kenalan nggak?
Dewi ; kalau nggak kenal nggak usah sok akrab deh.
Putu ; jangan marah dong jegeg bulan. (cewek rembulan).
Sebelumnya saya juga pernah dapat telepon nyasar dari kalimantan, ternyata salah alamat, trus lelaki itu minta maaf serta mengajak kenalan lebih lanjut, dengan halus saya menolaknya, (karena saya pikir nggak ada gunanya toh kita juga nggak bisa bertatap muka). Dan orangnyapun mau mengerti.
Beda dengan cowok ini, ia agresif, selalu sms dan mencoba menelponku, karena nggak merasa kenal, saya nggak pernah meladeni ajakan perkenalannya, pernah malam2 ia mencoba untuk menelpon, hingga hp terpaksa saya offkan. Entah mengapa, lama2 saya merasa kasihan pada cowok ini, lebih tepatnya saya juga penasaran dengan cowok ini, dalam hati saya berkata, toh tak ada salahnya kalau hanya berteman, akhirnya kami pun berkenalan, kami menyebutkan nama, desa tempat ia kerja di desa canggu di toko batik dan kos di sana, jarak desa kami berjauhan,saya kerja dan tinggal di ubud dan tak bisa bertemu karena kesibukan masing2, jadi hanya hubungan lewat telepon saja.
Dewi ; lagi ngapain?
Putu ; nonton bola tante.
Dewi ; sama siapa?
Putu ; ramai2, sama temen, mau ikut?
Dewi ; he he he…, ya udah, silahkan menikmati sepak bola ya,
Putu ; kenapa ya setiap kamu sms, ‘P’ ku selalu terbangun dari tidurnya? aku nggak ngerti.
Dewi ; rrrggghhhh….
Lama kelamaan saya semakin akrab dengannya, udah nggak malu2 lagi, kadang sms/ obrolan kita banyak bercanda dan banyak sms hot tentunya, lalu tiba saatnya arah pembicaraan menjadi yang lebih serius…. hingga terasa ada getar-getar lembut di dalam jiwa…
Putu ; aku menyatakan cinta padamu, walaupun ku belum pernah lihat kamu, aku bisa merasakanmu, dengan hati nuraniku…
Dewi ; usiaku lebih jauh darimu, dan juga kondisiku yang sebenarnya ini…
Putu ; hallo sayang, yang ada di dunia ini nggak ada yang sempurna, apalagi hanya perbedaan umur gak masalah, biar 15, 20 th, lebih tua belum tentu lebih jelek dari yang muda, yang terpenting saling mencintai… yang aku rasakan pengalaman sexmu hebat aku sampai kuwalahan, gayamu lebih hot dan ‘V’ mu lebih menggigit. Haaaa…
Dewi ; he he he… pingin ya?, terima kasih, aku nggak menyangka, usiamu yang jauh lebih mudah dari aku, ternyata kamu lebih dewasa…, kamu itu tidak hanya bijaksana tapi juga humoris poll.
Putu ; kamu bercanda ya? aku serius kok, ku harap kamu betul2 tresno sama aku, aku membayangkan bulumu ketemu buluku (bulu kuduk kali?), bulu ketemu bulu itu yang paling sensitip.
Hari demi hari, minggu demi minggu terlewati, kami selalu sempatkan sms/ say hello tiap harinya minimal 1x sehari, sekedar ucapan selamat pagi atau ngucapin selamat malam/ selamat tidur. kecuali kalau betul2 sibuk, seperti waktu dia harus cuti kerja untuk pulang ke kampung halamannya, di singaraja, karena ada saudaranya yang punya gawe di tambah ada upacara di desanya dan dia kebetulan yang menjadi ketua panitiannya, tapi dia masih sempatkan sms saya.
Putu ; hallo sayang, kenapa ya akhir2 ini sms mu selalu singkat? And tadi malem memang aku matiin hpnya, banyak orang lagi rapat ngumpul, sorry aku memang sibuk.
Putu ; udahlah, yang itu jangan di persoalkan, yang penting saling pengertian, sekarang lagi apa? Apakah kamu udah siap? Pertempuran tak kan terelakkan lagi… (he he he)
Putu ; aku serius, ntar kalau pekerjaanku udah kelar, aku pingin mengunjungimu, aku pingin bicara langsung denganmu, aku pingin lihat wajahmu sayang…
Lama tak saling berhubungan, hingga pada suatu pagi dia menelpon saya, tak biasanya dia menelpon saya pagi2 sekali….
Putu ; pagi sayang, semalam mimpi apa?
Dewi ; ( saya membatin, lho kok dia tahu aku mimpi?), semalam aku mimpi perasaan aku ada di sebuah desa, di desa itu ada huru hara, semua orang pontang-panting berlarian, seperti ada kobaran api di mana2, aku pun berlarian, tapi seingatku ada lelaki yang tingginya 3 m, berpakaian serbah putih, rambut dan janggutnya putih kayak yang ada di film lord of the ring, dia mengangkatku dan menggendongku di samping/ di sisinya, sementara itu aku juga lihat 2 orang yang tingginya sama tapi agak mudahan, berjalan di belakang kakek ini, tapi warna bajunya ijo, yang satunya merah bata.
Putu ; kamu lucu ya? bukan semua impian bisa jadi kenyataan sayang, mungkin impianmu tadi malam bisa jadi kenyataan, itu adalah aku yang menggendongmu. Rupanya yang gendong kamu itu malaikat yang pakaiannya serba putih atau aku yang malaikat itu?, aku tau kamu mimpi semalam, makanya aku tanya kamu.
Dewi ; dulu aku juga pernah mimpi di gendong ibuku di dadanya, kata tanteku, kalau mimpi digendong di depan itu artinya susah dan ada beban hidup, kalau di gendong di belakang itu bagus, udah terlepas dari beban derita. Tapi kalau di gendong di samping itu artinya apa aku nggak ngerti.
Lalu di lain waktu kita melanjutkan obrolan/ sms kita yang sebelumnya…
Dewi ; gimana khabarnya sayang?… perasaanku nggak enak, kenapa sih… (dst..).
Putu ; aku sangat memahami perasaanmu, aku juga sejak kecil sangat menderita, umur 5 th, bapakku meninggal. Ku sering merantau kerja ikut orang, makanya aku takut ketemu ama kamu, nanti kalau jadian ama kamu, ku ini orang miskin.
Dewi ; maafkan aku, aku nggak tahu kalau kamu udah yatim sejak kecil, sekarang yang terpenting adalah kesehatan ibumu, sayangilah beliau baik2…., aku nggak mempesoalkan itu, aku juga bukan orang kaya….
Perasaanku kepadanya jadi campur aduk, antara kasihan dan kasmaran, antara sayang dan kangen dsb, karena dia selalu sibuk dan sibuk, hingga ribut dan pertengkaran turut mewarnai hari demi hari, karena kesalah pahaman, saya menyayanginya melebihi sahabat sendiri, sementara kadang dari nadanya dia kesal dan jealous- cemburu yang terkesan di buat2. Mungkin karena tekanan pekerjaan, sementara saya juga sibuk serta jenuh di buat ia menunggu. Saya selalu think positive, memberinya dukungan dan menyemangati hidupnya, yang saya rasakan sepertinya bukan permasalahan ini yang menjadi penyebabnya, tetapi ada hal lain yang saya tak sadari sebelumnya bahwa poinny adalah dia udah nggak seperti dulu lagi… dan tak ingin seperti sedia kala lagi…
Dewi ; ya udahlah terserah kamu, kalau kamu memang dewasa ya bersikaplah seperti lelaki jantan.
Putu ; aku sih mau aja, ku takut di kecewakan, lantas kamu nolak aku. Kejantananku nggak akan kalah ama kamu kok.
Seminggu tak bersua rasanya sewindu tak jumpa dan dengar suaranya… aku udah coba menghubunginya tetapi tak pernah ia balas atau angkat, lama kelamaan ia seperti menghilang di telan bumi. Aku lunglai… aku merasa kehilangan… dan patah hati ini… mungkin hanya itu yang kurasakan.
Aku memutuskan untuk berkunjung ke rumah temanku, dan menceritakan kegalauan hatiku, dia mengajak saya untuk bermain kartu (tarot), saya katakan saya tak mempercayainya, jawabannya kan bisa kebetulan aja…, temenku bilang ; mainkan aja kartunya dan energymu akan membimbingmu untuk memilih kartunya. Lalu saya asal aja mengocok kartunya, iseng2 aja… tetapi akhirnya saya pun tertegun dengan apa yang ada dalam gambar2 kartu itu… antara lain:
1.a prince…, seorang pemuda yang tampan wajahnya, dia masih bujang dan belum pernah beristri.
2.the king and the queen heart…, di hatinya selama ini hanya ada kamu, dia sangat mencintaimu, memujamu dan dia memang berniat ingin meminangmu.
3.great wall…, dia merasa ada kendala yang besar atau keragu2aan untuk bertemu denganmu, ini bisa jadi penghalangnya adalah dari dia sendiri, mungkin nggak PD, takut, atau merasa bersalah jika tak bisa membahagiakanmu dsb.
4.the fall from tower…, kamu terjatuh dari tower/ kebahagiaan, hatimu tersungkur, patah dan remuk, alias broken heart.
5.death card ; bukan berarti suatu kematian, tetapi kisah cintamu memang harus berakhir di sini, dan memulainya dengan lembaran baru lagi.
Saya merasa tak habis pikir dan nelangsa, kalau memang nggak jodoh ya nggak pa2, aku juga nggak akan maksa dia untuk memacariku, tapi se enggak2nya kita kan masih bisa bersahabat dan saling bertemu/ berkunjung. Aku dongkol, kecewa dan sedih… aku benci tapi rindu… ingat2 dulu siapa yang ngejar2 duluan?… ah, hatiku kacau dan balau…
Jika memang kami di beri kesempatan untuk bertemu, atau jika tidak, saya hanya bisa titip pesan saja, di manapun dia berada, saya hanya ingin menyampaikan, sebenarnya saya sudah menyiapkan selembar surat cinta yang saya siapkan untuknya…
“ Apa khabar sayang? Semoga putu baik dan sehat, serta selalu dalam limpahan kasih sayang NYA . aku menulis surat ini, karena aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu, walaupun kita tak pernah bersua,tetapi aku selalu memikirkanmu, tak terasa selama ini, kamu adalah teman bagi jiwaku dan sahabat bagi rinduku, Diam-diam, aku mengagumimu, aku menyukai kesabaran, kepolosan dan kejujuranmu. Cara kamu mendekatiku, merindukanku, mencintaiku…, seakan aku selalu merasakan kehadiranmu di sisiku. Aku tahu kisah cinta ini semu, tapi bagiku ini adalah realita semu yang indah. Walaupun hatiku terasa sepi karenanya. Aku akui kamu memang pintar, kamu telah berhasil memprovokasi ruang kalbuku tentang kemurnian cinta, ketulusan satu hati dan keikhlasan dua pribadi… ”.
Tapi di antara kesedihan dan kekosongan hatiku pada waktu itu, aku masih merasa berterima kasih padanya,karena ia telah hadir mewarnai hari2ku dengan canda dan tawa, walaupun rasa ‘cinta’ itu hanya sekejab mampir dalam hidupku.
Seandainya saja, aku bisa bertemu dengannya walau hanya sekali dan bisa melihat wajah tampannya… Dan sejujurnya saya nggak ngerti,judul apa yang tepat untuk cerita ini, apakah ‘The Power of Tarot’? ataukah ‘The Power of SMS’?… yang jelas pipiku ber semu2 ketika menuliskan kisah ini…
Salam kenangan,
Dewi
Sen Karna
November 11th, 2011 pukul 20:17
@Jeng Dewi Murni berkembenkansutraungu,
Terima kasih njenengan mau berbagi pengalaman hidup – cinta – yang unik itu. Unik : ya karena setiap pengalaman itu unik, gak ada duanya. Gak enak memang yang namanya berpisah, tapi hidup itu tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.
Saya tidak kaget membaca pipi njenengan sampai bersemu-semu … ,tapi saya salut pada keberanian dan kejujuran njenengan dalam menulis kisah ini. Mudah2 an sang waktu telah mengobati kesedihan njenengan … Hidup kan memang penuh liku2, tidak sesederhana seperti yang digambarkan sementara orang dungu …
Membaca kisah cinta njenengan rasanya seperti membaca sebuah cerpen atau novel pendek yang bermutu, karena kisah ini keluar dari kejujuran … Tapi, njenengan, saya pikir, bukan satu2nya wanita yang sedang/pernah bersedih. Banyak, cuma mereka gak punya sarana -atau kemauan – untuk bercerita, untuk berbagi. Dan hidup, kita tahu, tidak selalu seperti kebun bunga warna warni .
Kadang kita harus …sabar memainkan peran yang sudah ditentukan dari sono nya.
Mungkin, mengutip seorang yang arif, yang penting adalah bukan kesedihan itu sendiri, tapi apa yang (akan) njenengan lakukan dengan kesedihan itu, dan pelajaran apa yang bisa njenengan petik.
Salam katresnan
dhony
November 11th, 2011 pukul 20:36
jadiin novel mbak dewi
dewi
November 12th, 2011 pukul 09:25
@ Sen Karna,
nggih maturnuwun atas wejangan, pujian dan perhatiannya, surprise sekali, saya nggak nyangka coretan saya yang acak2an ini di respon oleh njenengan, habisnya waktu itu ada temen yang bilang di FB yang kebetulan baca tulisan saya ini bilang… ” waaahh… lha bikin cerita pribadi di blognya Ki Sabda.. jiaaaannnnn…. sampai mau komen apa, jadi bingung….mbingungi lan membuat bingung .. udah bingung malah tambah mbingungi…hahahaha…”.
Oh ya, saya nggak pa2 kok paklik, itu cuma masa lalu aja, awalnya pasti sedih- feeling blue, tapi sekarang semua itu kok kayak cerita roman picisan aja, alias nggak berkualitas dan nggak bermutu ?!! he he he…, tapi ya lumayanlah, kata orang, lebih baik pernah sakit hati karena cinta, daripada nggak pernah merasakan cinta sama sekali.
@ Dhony,
Kalau ini saya jadiin cerpen atau novel, kira2 judulnya yang tepat apa ya?… mungkin mas dhony bisa membantu saya. thanks.
Salama romantika, cinta & kehidupan,
Dewi
dewi
November 10th, 2011 pukul 08:06
@ All,
Saya mengucapkan selamat Hari Pahlawan…
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Para pendahulu kita telah berjuang untuk ‘merebut’ kemerdekaan, kini tiba saatnya kita berjuang untuk ‘mengisi’ kemerdekaan ini.
Kata2 bijak dari kanjeng mas John F Kennedy, “Janganlah bertanya, apa yang negara ini sudah berikan kepadamu, tetapi bertanyalah, apa yang telah engkau berikan untuk negara mu”.
Right or wrong is my country, I love my country for better and worst, saya mencintai negri ini apapun keadaan dan kondisinya.
Salam semangat,
Dewi
JS
November 10th, 2011 pukul 10:46
Salam untuk Jeng Dewa Dewi…….
He..he..he…saya si kebo.mau menulis hal apa ??…..lha wong disini tempat berkumpulnya para pinisepuh hebat dan para dewa………….
Saya hanya membaca dan menikmati mata pelajaran yang disuguhkan disini….untuk belajar hidup pener……..
Selamat Hari Pahlawan……..MERDEKA ??……sing iseh ora mudeng kanggo aku…..bongso iki sejatine wis merdiko opo durung ??….pancene.penjajah bongso liyan wis lungo klepat……nanging isih ono bongso penjajah neng Negeri iki…yoiku poro pemimpin …yo bongsone awake dewe…..sing ora ngerti unggah ungguh tur ora ngguguh dawuhe Gusti Allah….urip kanggo bejo raharjone dewe…ora duwe watek sifat satrio pandhito…..ora duwe klangenan kekarepan sing podho karo poro Pahlawan …ora mbelo rakyat lan Negoro Bumi Pertiwi………Salam Merdeka atoe Mati…….
dewi
November 11th, 2011 pukul 18:20
@ JS,
Salam merdeka juga pakpo, tapi bukan ‘merdeka atao mati’…, gimana kalau di ganti ‘merdeka lahir dan batin’(!).
Pakpo ini bisa aja, tipikal orang tua jawa yang rendah hati, huruf jawa kalau di pangku akan mati (egonya). Kita semua di sini termasuk saya bisa belajar dari semangat njenengan, Biar pakpo nggak pernah mengenyam bangku kuliah di bumi, tapi di kahyangan ini pakpo itu setara asisten dosen, biasanya kalau dosen nya, ki sabda lagi sibuk, pakpo bisa maju membimbing/ telaten ngemong murid2 yang urakan, ndugal, cerewet, atos dsb. lewat instink kebapakan yang mengayomi dan menyayangi seluruh anggota keluarganya, apapun suku dan agamanya. Kehadiran pakpo tidak hanya menyemarakkan blog ini tapi juga membawa nilai2 spirit perjuangan, kebaikan dan keteladanan yang bisa kita unduh/ petik.
Kebo tua itu kan hanya sebutannya aja, apalah artinya sebuah nama?… yang penting JS kan masih punya J=jurus S=sruduk… he he he … kik kuk. nah, saya juga berterima kasih pada njenengan yang telah memberi saya sebutan JDD, jeng dewa dewi, yang artinya: jeng dewi yang seampuh dewa?… konon hal inilah yang membuat bingung si BoJo alias kangmas kebo ijo… he he he…
Ngomong2, mumpung di ruang budaya, mungkin pakpo bisa menulis/ sharing pengalaman2 budaya setempat, biar bisa sejenak relax, ora sumpek mikirin masalah eker2an agama di ruang sebelah, dsb. suroboyo kutho pahlawan, kutho perjuangan, kutho kuliner, kutho pendidikan, kutho dollywood, lan kutho liyo-liyanne…. pakpo yang sudah lama makan gula dan garam kehidupan, mbok menawi nggada memory/ nostalgia yang tak terlupakan dari kota tercinta ini… misal : masakan favorit njenengan nopo?, tempat wisata favorit, dsb … monggo di pun lanjut tulisannya…
Salam sayang,
Dewi
JS
November 13th, 2011 pukul 01:46
Salam sayang kanggo Cah Ayu Dewa Dewi…….
Suatu cerita yang bikin hati nelongso…..saya membayangkan jika saya benar benar sebagai bapak Jeng Dewa Dewi maka dan jelas saya pasti menangis karena sedih……si bapak yang selalu dan berusaha menggembirakan hati si gendhuk anak perempuan yang selalu disayangi….sayang dan kasih yang melebihi rasa sayang terhadap dirinya sendiri ….
Tidak ada tempat atau rumah yang lebih baik dari rumah Gusti Allah dan tidak ada sifat atau bentuk sosok sesuatu yang lebih baik selain DIA…….Gusti Allah sebagai penerima kita mengadu dan juga sebagai penerima ucapan dan rasa sukur kita sebagai manusia…….kita dihidupkan dengan banyak rasa yaitu rasa.cinta…kasih…marah…rindu…sayang ….dan sebagainya…..
Kita yang masih hidup saat ini pastinya memerlukan lentera sinar untuk berjalan diatas jalan takdir kita yang jelas sangat gelap…itulah takdir manusia ….sesuatu dan sebagai rahasia kita masing masing…..kemana kita pergi….dengan berlari atau dengan berjalan maka semua itu pasti terlihat dan dilihat NYA……kita pergi menjauh atau pergi mendekat kepada NYA……maka dan pasti sangat jelas kita pasti tahu hal itu……..
Kita hidup dan menerima nasib yang berbeda dengan manusia lain dan apakah hal itu bisa dijadikan tolak ukur kita untuk menilai sifat dan kehendak Gusti Allah…..
Sifat Gusti Allah yang langgeng dan tidak pernah berubah terhadap mahluk yang di cipta yaitu sifat kasih dan sayang yang tidak pernah pudar atau hilang atas manusia dan rasa yakin ini tidak boleh dan tidak bisa dirubah atau ditinggalkan oleh hati nurani kita …keyakinan yang tidak boleh hilang atau luntur meskipun keyakinan itu digempur oleh nasib yang mungkin dikatakan buruk oleh diri kita atau manusia lain….
Ketika kita bernasib tidak baik apakah ini bisa dikatakan ujian cobaan atau siksaan maka dan alangkah baik dan mulianya sifat kita di hadapan DIA bila kita menerima itu dengan rasa ikhlas.dan sabar……..
Cah Ayu Dewa Dewi…….saya dulu ataupun sekarang tetap adalah sama….bisa sedih dan bahagia……
Saya yang dulu bisa saja menjadi gila karena cinta…..ha..ha..ha…..cinta yang tidak bisa saya raih dari wanita cantik pujaan hati……hanya karena pertolongan dan hidayah NYA maka jalan hidup saya dibuka dengan jelas dan rahasia dari itu adalah …jangan pernah meninggalkan cinta kita kepada NYA…..mencintai kepada NYA dengan cara sesuka kita dengan waktu tak terbatas dan tidak tergantung tempat dan keadaan……..salam sayang……
JS
November 13th, 2011 pukul 01:58
Semoga dan insyah Allah Cah Ayu Dewa Dewi selalu ayu dan cantik hatinya….semoga.tidak lama lagi pemuda tampan atau arjuna hati datang menemui……he..he..he…apakah sudah ada sebenarnya……..semoga hidup JDD selalu dan bisa berbahagia….amin…….
dewi
November 13th, 2011 pukul 10:08
@ Pakpo JS,
Maturnuwun atas segala perhatiannya…., jangan bersedih pakpo…, saya nggak pergi kemana-mana kok, saya masih percaya sosok Tuhan/ Gusti, justru saya menghormati islam, kalau mengaku islam trus nggak pernah sholat 5x atau menjalankan ke-5 rukunnya kan bisa berabe?… he he he…. dengan begini saya juga akan selalu berbuat sebaik mungkin serta tidak merugikan liyan.
Nggak ada hubungannya antara jalan spiritual yang di tempuh seseorang dengan nasib baik/buruk yang menghinggapinya, ini mungkin hanya kebetulan saja atau memang ini udah jalan saya yang sudah di tentukan oleh Gusti. Tentang saya lebih sreg ke kejawen ini, itu sudah panggilan hati nurani saja, bukan terpengaruh/ di pengaruhi siapa2 dan kebetulan saja saya menemukan blog ini belum lama/ belum satu tahun.
Maaf juga kalau saya terlalu usil dan kritis mengkritik islam di negri ini, bukan masalah peribadahan mereka, saya yakin setiap agama memiliki peraturan2 sendiri, namun ketika islam ini memonopoli peraturan2 dan ingin mengambil alih nusantara ini menjadi negara islam seperti halnya malaysia dsb… itu yang saya sesalkan. Jadi maksut kritikan saya bukan mengacu pada seseorang yang beragama islam secara pribadi tapi mengacu pada kontruksi sosial masyarakatnya.
Terima kasih atas do`anya agar saya lekas mendapatkan jodoh, sebenarnya saya ini santai dan nyantai aja kok pakpo, saya jujur : wis ora kober mikirin pacar2an, tasik sibuk ngurusi NKRI…. he he he… kik kuk.
Salam sayang,
Dewi
JS
November 13th, 2011 pukul 11:00
Salam untuk Jeng dewa Dewi………..
Semoga apa yang Njenengan cita citakan semoga terkabul…..saya atau semua teman disini hanya bisa berdoa dan memberi semangat kepada Njenengan…..hidup terus berlanjut dan terus berjalan dan semoga JDD selalu dan bisa berbahagia…….
Kita yang sebagai manusia akan mengetahui hasil finalnya ketika masa kita yang sudah dan sedang habis…..game over……..salam semangat……
dewi
November 17th, 2011 pukul 20:14
@ JS,
Sugeng sore, Pripun pawartosanipun?, saya titip salam buat mbak fitri…
Hidup terus berlanjut dan berjalan nggih pakpo…
Jika di tangan kiriku membawa bunga, dan di tangan kananku membawa jarum… Saya akan memberikan bunganya untuk pakpo dan teman2 sebagai lambang persahabatan dan kasih sayang, sedang jarumnya, kini tiba saatnya bagi saya untuk memberi suntikan pada diri sendiri…
Salam bunga tapak dara,
Dewi
JS
November 18th, 2011 pukul 01:16
Salam untuk Jeng Dewa Dewi…………..
Sudah saya sampaikan salam JDD ke Fitri……si dia yang semakin repot ngurusi 2 anak kecilnya….sering sambat dan ngambek kepada Eko …..Eko sedang ke Banjarmasin karena ada kerjaan disana……..
Jeng Dewa Dewi….mohon maaf dan dimaklumi soal si putri ayu yang mengiringi Njenengan…..meskipun sudah diundang dan datang tapi beliau tetap tidak pernah bicara atau membuka jati dirinya….entah apa kepanjangan inisial dari huruf R A J…..si putri yang mungkin berasal dari Jatim yang mungkin dari daerah kidul / kidul etan……semangat beliau yang mungkin seperti Raden Ajeng Kartini…..semangat pejuang demi NKRI / Nusantara……….
Jagad Sasmito Jati
November 12th, 2011 pukul 13:35
@ Jeng Dewi…
saya memang bingung harus komen apa tentang tulisan panjenengan .. kisah cinta panjenengan adalah pada ranah pribadi.. dan ada perkataan juga yang sifatnya sangat pribadi dan hot marihot ( maaf…heheehe.. ) hingga sayapun merasa apa yang mesti kami komen atau tanggapan atas cerita panjenengan.. hingga saya sendiri sangat bingung, mbingungi .. mungkin terbawa atau terlalu memvisualisasikan pada otak saya .. hingga malah jadi bingung … mbulet dan memang sayapun ikut trenyuh apa yang jeng dewi alami.. lalu hanya ada kata penghiburan yang sifatnya berbasa basi tanpa bisa berbuat apa.. mohon maaf orang tua ini yang masih keruh dan tidak tahu lor kidul … semoga cerita pengalaman cinta pribadi panjenengan menjadi pengalaman untuk bersikap lebih mawas diri dan tahu apa yang jeng dewi rasa bagi orang tua ini..hehehe.. ternyata memang cerita cinta tiada habisnya sejak Adam dan Eva ke Bumi ..katanya…, nuwun jeng atas pencerahannya,
nyuwun gunging samodra pangaksami, mugi tansah agunging penggalih, sedayanipun tansah ugi rahayu karaharjan.
salam sihkatresnan, ahuuung …
Rahayu sagung paratitah.
nun Nuwun.
Widodo
November 13th, 2011 pukul 09:34
@tok..tok..tok..priiittt warning!!! tuk sedulur semua,kata2 hot marihotnya harap di SENSOR dari pikiran biar ndak bablas kekonakan hehehehe… @buat mbakyu dewi teruslah berkarya matur sembah nuwun salam keamanan salam sihkatresnan
Widodo
November 13th, 2011 pukul 09:36
@tok..tok..tok..priiittt warning!!! tuk sedulur,para sesepuh semua,kata2 hot marihotnya harap di SENSOR dari pikiran biar ndak bablas kekonakan hehehehe… @buat mbakyu dewi teruslah berkarya matur sembah nuwun salam keamanan salam sihkatresnan
dewi
November 13th, 2011 pukul 17:15
@ Jagad Sasmito Jati,
Sami2 mas jagad, maturnuwun atas attensi dan pencerahannya, njenengan niki bisa aja, saya yang masih muda, saya yang masih harus membutuhkan bimbingan dari para pinisepuh di sini, ngapunten kalau saya udah membuat njenengan bingung lan mumet, mungkin karena ada yang hot marihot itu?… ehmm2…
@ JS,
Siiip deh pakpo, terima kasih atas support dan dukungan moralnya, walaupun kejawen, sekarang atau nanti, saya tak akan pernah berubah, masih sama seperti dewi yang dulu, tetap sayang sama keluarga, teman2, pakpo JS dan semuanya… Mmuuaahh!
@ Widodo,
He he he… kebetulan si phandita bangsatpam lagi liburan, dan mas bayangan sebagai polisi masih cuti menentramkan diri, kehadiran pak widodo sebagai hansip yang ‘sip markusip’ bisa menambah ramai gubug diskotik yang full cinta damai ini, kalau mau yang lebih hot juga ada kok pak, ntar saya kirimin resep ‘Hot Honey Chicken’… di jamin bisa ketagihan… he he he…
(priiiiiittt!… praaaaatttt …. priiiiiittt….)….
Salam hotsip,
Dewi
Anita M U I
November 13th, 2011 pukul 20:00
Jeng Dewi ini gmn tho. adem adem ngajak hot.
buat yg lain kalo mau hot… Pantengin FB saya ya.. xixixixi…
tomyarjunanto
November 15th, 2011 pukul 08:15
tak hanya singkong…., tempe sudah diakui oleh WHO sbg makanan ajaib
tempe sendiri kini telah dikembangkan menjadi 3 generasi :
generasi I : makanan dari tempe yang masih bentuk tempenya masih terlihat seperti tempe bacem, keripik dll
generasi II : makanan dari tepung tempe seperti castengel & kue olahan lain
generasi III : berbentuk zat isoflavon yang diekstrak dari tempe, sebagai OBAT kanker
isoflavon dalam tempe juga dapat mencegah kanker payudara bagi wanita, hanya mengkonsumsinya jangan digoreng biar isoflavonnya masih ada, dikukus atau dimakan mentah saja
dengan dimakan mentah (sebenarnya sudah matang lewat perebusan & proses fermentasi) juga dapat sebgai penyembuh diare
bangsa bermental tempe mengacu pada pembuatan tempe jaman dulu ketika mlocoti delenya dengan dinjak-injak di kali
namun sains & teknologi berkembang , bikin tempe tak lagi harus dinjak-injak… jepang malah sudah patenkan teknologi fermentasi tempe tsb..
dengan sains & teknologi kita tak perlu lagi menjadi bangsa yang dinjak-injak …pertama lewat perjuangan sporadis, parsial melalui lingkungan kita berada… semoga bisa terus bersinergi menjadi perjuangan yang komprehensif
salam Budaya !!!
dewi
November 15th, 2011 pukul 21:32
@ Tomyarjunanto
bravo…!, makasih kiriman tempenya, he he he… iya di injak2… saya kok suka melihatnya, lha wong dulu nenek saya di desa juga jualan tempe ider/ keliling, bikin home industri tempe sendiri di rumah, di rebus, di tos, dinjak2 di pinggir sumur, jadi sekalian bisa dengan nimba air untuk di guyur/ di cuci kedelenya… he he he…
untuk budaya di injak2 ini nggak hanya monopoli kaum tempe kok mas, di eropa juga ada, pas panen anggur pertama kalinya untuk membuat minuman anggur, mereka juga mengadakan penghormatan yang asyik, anggur di taruh di wadah yang besar dan hanya wanita saja yang boleh menginjak-injak buah anggurnya dengan telanjang kaki, supaya bisa keluar sari buahnya… dan sampai sekarang tradisi itu tetap lestari.
Terima kasih inspirasinya, mengharumkan tempe dengan sertifikat WHO memang mengagumkan sekaligus membanggakan anak bangsa untuk seluruh dunia.
Salam tempe daun,
Dewi
dewi
November 15th, 2011 pukul 21:42
@ All,
Dalam perjalanan ke desa, di sebuah mobil yang saya tumpangi samar2 terdengar musik dangdut yang rancak lalu seketika terdengar musik jaranan yang menyeruak, ini musik memang unik dan tak pernah saya dengar sebelumnya, baru tahu saya, beberapa hari setelahnya saya mencoba mencarinya di toko kaset di pinggir2 jalan, bahwa tren dangdut saat ini adalah ‘djangduth’, ini adalah hasil kreasi musisi lokal dari gang kecil (kelas bawah), untuk mensiasati persaingan yang marak dan ketat di antara blantika musik tanah air, lalu ia berkreatifitas menciptakan ramuan musik dangdut yang di padu dengan musik reog an…
Melesatlah ia ke jagad arena hiburan nusantara, order manggung full dan padat hingga tahun depan, jadi kalau mau booking, bisa setahun antriannya, konon, pendapatan grup/ penyanyinya per bulan melebihi rata2 artis ibu kota, aksi panggung dan penyanyinya banyak di tunggu2 di seluruh masyarakat pelosok, apalagi dengan jargon sapaan ‘assololey’… yang nakal dan menggoda, untuk mendengarkan musik ini tak perlu serius berpikir, yang penting bisa goyang dan lihatlah lirik2 lagu yang di ciptakannya seperti : sagita menthul, iwak peyek, njaluk pegat dst, sangat simple, konyol (nge seks) dan lucu (menghibur) bagi kebanyakan orang, tetapi tidak bagi UUD antypornografi, banyak lagu2nya yang di bredel/ di larang/ di cekal, tetapi mungkin inilah hukum ‘permintaan’ di masyarakat, semakin di larang, rakyat malah semakin penasaran dan menggila memadati aksi panggungnya.
Ini mengingatkan saya dengan kasus goyang ngebor mbak inul daratista yang dulu sempat di cekal oleh karena di anggap meresahkan umat yang beragama, beradat dan bermoral…. oalah memang bener apa yang di katakan mas dalbo, seniman dan ulama itu ibarat ‘kembang sentul’, sing siji ngalor, sing siji ngidul, nggak pernah akur/ mesra. Padahal, boleh setuju atau tidak, kehadiran mbak inul juga membawa nama dangdut bisa go internasional. Dangdut yang dulunya di anggap musik kampungan, lewat kerja keras dan profesional mbak inul, dangdut di citrakan menjadi musik yang berkelas. Saya sebagai penikmat musik dangdut juga ikut senang dengan kehadiran mbak inul yang membawa angin segar dalam kancah musik dangdut. harusnya kalangan dangdut yang di atas pada waktu itu, bisa menerima kehadiraan mbak inul, sebagai bagian dari musik dangdut juga, sehingga bisa menambah warna-warni dunia perdangdutan : ada dangdut kasidahan, dangdut klasik, dangdut rock n roll, dangdut country dsb, dan mbak inul menurut saya bisa di kategorikan ke dalam dangdut yang energic, bagus juga untuk aerobic an, karena alunan musiknya yang koplo dan nge-beat, dengan goyangan hasil kreasinya sendiri.
Pada kasus2 lagu kontrovesi, baik yang di anggap porno atau cabul, atau lagu2 bernada kritikan seperti lagu ‘Dalang Poer’, yang terkenal dengan lagu ‘kudu misuh’, konon dalang ini mendapat julukan ‘eminem lokal’ , oleh karena syair2nya yang sarat kata2 umpatan mengkritik aparat setempat, yang menurut sebagaian masyarakat sangat manusiawi. Para penggagas UUD ini begitu hebat mempopulerkan idenya, tetapi sayangnya tidak di imbangi dengan hak2 significant lainya,para petinggi di negri ini hanya mengenal kata ‘sensor’ dan ‘cekal’ , Egoisnya, mereka tidak mengusung jenis, kategory dan klasifikasi, seharusnya juga di sertakan batas usia yang bisa/ boleh mendengarkan lagu2 dewasa ini.
Semoga para penggodok UUD ini merevisi dan mengevaluasi ayat2nya, karena Undang2 ini di buat juga untuk kepentingan dan kelanjutan budayanya, bukan suatu yang taboo untuk menampung aspirasi rakyatnya yang plurarisme terutama dari kalangan seniman dan penikmat seni, karena Undang2 bukanlah seperti ayat kitab suci yang tak boleh di kurangi/ di tambahi. Oh ya, Satu hal yang sangat menarik, bahwa rakyat di pelosok2 desa memiliki idola superstarnya sendiri2, bahkan penyanyi Ladi Gaga dari amrik pun bisa kalah tenar bila di bandingkan dengan penyanyi yang di cap jalanan/ kampungan ini dan fans akan selalu setia (fanatik) dengan idolanya…
salam assololey,
dewi
O'on
November 15th, 2011 pukul 22:02
…bukan suatu yang taboo untuk menampung aspirasi rakyatnya yang plurarisme…
—————–
sbg contoh perbandingan, di negri si paman ‘samiun’..dah lama sigap lan modern
http://en.wikipedia.org/wiki/Parental_Advisory
kadang jadi kepikiran ma si sy…koq pemerintah kita…(maaf) kolot lan kuno, berkesan tidak mampu memenej masyarakat scr canggih…bukankah yangg berminat duduk di pemerintahan seharusnya memiliki kapasitas dan kompetensi diatas rata2 masyarakat yak.
dewi
November 17th, 2011 pukul 19:36
@ Sedulur Sedoyo,
Yang terlintas dalam benak, ketika mendengar kata ‘tayuban’ adalah sindennya (waranggono) yang cantik-cantik… emm emm emm…
Tayub berasal dari kata ‘ta’ dan ‘yub’ yang berarti ditata supaya guyub. Maksudnya, dalam pergelaran itu ditata supaya rukun.Tayub adalah tari pergaulan tetapi dalam perwujudannya bisa bersifat romantis dan bisa pula erotis…
Dalam pelaksanaannya para tamu mendapat persembahan sampur/ selendang dari waranggono. Tamu itupun kemudian menari berpasangan, seirama dengan iringan gamelan, sesuai dengan gending yang dipesan. Ini tak ubahnya seperti melantai atau dansa masal secara tradisional.
Tayub, budaya kesenian Indonesia yang sampai kini masih eksis di tengah masyarakat. Di tengah gempuran budaya asing dan jatuh bangun perjalanannya dari masa ke masa, di anak tirikan oleh negara, di laknat oleh agama dan di sapih oleh senimannya…
Apapun itu, Tayub adalah sebuah produk budaya bangsa yang bercita rasa tinggi, estetika seninya nan indah mengandung aura spiritual dan sensualitas… dan itu adalah salah satu perwujudan Tuhan pada manusia dan semestanya…
Kembang melati gandolane ati, ojo lali sungkem karo Gusti…
Salam Waranggono,
Dewi
dewi
November 19th, 2011 pukul 18:25
@ Ki Sabda, Tomyarjunanto, Kang RD, Dalbo, JS, Dhony, Sen karna, Jagad sasmito Jati, Anita MUI, Baok, Bima, BAYANGAN, Widodo, Ijogading, O`on, Cah Pathi, Tembayat and All,
Saya mengucapakan selamat berakhir pekan, happy weekend, selamat ber malming alias ber malam mingguan, happy Saturday night fever…
Hmmm, malam minggu gini enaknya ngapain ya?… mau pergi ke pesta, nggak ada yang ngundang, mau nonton bioskop kejauahan harus ke kota dulu, mau lihat pentas seni nggak punya tiket, mau makan di restorant nggak ada yang nraktir, mau kencan nggak ada yang nolak eh ngajak, akhirnya…
Di rumah aja lah, santai, sambil bermain usluk-usluk bathok… eh, sluku-sluku bathok… he he he…
Salam malming… yang sepi, (hiks…)
Dewi
O'on
November 19th, 2011 pukul 20:42
Hmmm, malam minggu gini enaknya ngapain ya?…
…
Salam malming… yang sepi, (hiks…)
——————————-
sama Mbak, …FYI di tempat sy juga sepi kayak kuburan,…dluar ujan terus pula
kawan2 lagi pd kencan..tapi asyiknya skrg giliran si sy yg ‘pesta’ bandwidth internet buat nongton felem lama dari negri tetangga.. ^_^
felem dan lagunya (mayan) cute & lovely.
dewi
November 19th, 2011 pukul 21:55
@ O`on,
Thanks O`on, I think you`re always cute, fun and lovely… mmuuaahh!
Btw, I`m impressed with thailand letter, it`s almost close to javanese letter?, Only they used it for nationality, while here only as a tradisional suplement language n letter.
Salam boljug,
Dewi
dewi
November 26th, 2011 pukul 19:35
@ O`on,
Cheri, comment vas-tu?, if you were lonely as same as last weekend, then I should say : “Happy Pesta Bandwidth”…. but I wish you could find a dating friend ce soir…. cheeeeerrrsss….!!
Douce baiser,
Dewi
dewi
November 21st, 2011 pukul 19:39
@ All,
Kebudayaan merupakan kebutuhan integratif, mencerminkan tentang keberadaan manusia sebagai makhluk berbudaya atau beradab. Itu di sebabkan oleh sifat2 dasar manusia sebagai makhluk yang mempunyai pikiran, bermoral, bercita rasa dan dapat mengintegrasikan berbagai kebutuhan menjadi suatu sistem yang dapat di benarkan secara moral, dan dapat di terima oleh akal pikiran beserta cita rasanya.
Bentuk awal seni jawa hadir diperkirakan bersamaan dengan tumbuhnya kebudayaan parasejarah, penemuan sisa2 artefak yang terdiri dari alat2 kapak batu di sebuah situs dekat desa Pacitan, dalam sebuah lapisan bumi yang diperkirakan berumur 800.000 th, penghuni pulau jawa sudah memiliki suatu kebudayaan material/ artefak, biasanya selalu terkait dengan bentuk2 seni atau ekspresi estetik.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kehidupan sekelompok manusia sangat sederhana sekali (primitif), di samping memenuhi kebutuhan pokoknya (primer), mereka selalu mencari celah2 atau peluang untuk mengungkapkan dan memanfaatkan keindahan (Nooryan 2004:2).
Salam estetik,
Dewi
dewi
November 22nd, 2011 pukul 19:10
@ Anita MUI dan semuanya, terutama kagem pak Widodo tersayang,
Sesuai janji saya, saya akan memberikan resep hot honey chickennya, kebetulan saya sudah mempraktekkan dan mencobanya, tetapi saya membuatnya separuh porsi aja…
HOT HONEY CHICKEN… AYAM MADU PEDAS
* 2 sendok teh garam * 2 sendok teh lada hitam * 1 1 / 2 sendok teh paprika * 4 sendok teh bubuk bawang putih * 2 cangkir tepung terigu * 1 cangkir susu * 2 butir telur * 1 ekor ayam, potong menjadi 8 buah (bisa dikukus terlebih dahulu) * 1-2 cangkir/ secukupnya minyak sayur untuk menggoreng.
cara membuat :
Bilas ayam dalam air dingin… Dalam mangkuk campur bersama tepung, garam, merica, paprika, dan bawang putih… Dalam mangkuk terpisah kocok telur, tambahkan susu hingga tercampur rata… Panaskan minyak dalam wajan… celupkan ayam dalam campuran telur dan susu dan kemudian balut dalam tepung bumbu… goreng hingga matang kecoklatan…
Glaze/saus Ayam Hot Madu
* 1 cangkir gula * 2 cangkir saus cabai * 4 sendok makan madu * 1- ½ sendok mentega * 1 sendok teh air jeruk lemon (bisa di ganti dengan cuka)
caranya: Lelehkan mentega dalam panci saus menengah…Tambahkan saus cabai, gula, madu dan jus lemon dan aduk di atas api sedang sampai gula larut…angkat dan tuang ke atas ayam goreng atau sajikan dengan mangkuk terpisah…
http://www.oprah.com/own-sweetie-pies/Welcome-to-Sweetie-Pies-Recipe-Hot-Honey-Chicken
semoga sukses dan selamat menikmati…
salam kuliner,
dewi
dewi
November 26th, 2011 pukul 19:53
@ Sedulur Sedoyo,
Saya mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU SURO” sabtu pon, 1 suro 1945. Kepada semua teman-teman dan juga kepada Ki sabda. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas persahabatan dan bimbingannya selama saya menimbah ilmu di sini.
Ini adalah kali pertama saya merayakan tahun baru jawa, pertama kalinya juga saya belajar membuat sesandingan di malem suro ini, di sebelah saya sekarang telah ada bunga setaman (mawar merah, mawar putih, melati, kantil dan kenanga) yang saya kum/ rendam di gelas, kopi satu gelas dan ratus aroma therapy. Tak lupa saya juga berdo`a dalam hati untuk diri pribadi, untuk keluarga, untuk leluhur, untuk teman2, untuk sang putri, untuk sedulur papat, untuk semua makhluk agar damai dan bahagia, dan tak lupa mengirim mantra cinta untuk Tuhan, kepada Gusti Ingkang Sejagad.
Ini belumlah moment Valentine, tapi saya ingin malem satu suro ini, walapun sepi tanpa pesta pora tetapi berkesan romantis, sakral dan universal…
Untuk itu saya ingin berbagi kamus ungkapan cinta seluruh dunia ini untuk semuanya:…
ASIA
Indonesia : Aku Cinta Kamu
Malaysia : sayah Cintakan awak
India : Mai tumase pyar karata/i hun
Arab : Ana Behibak
Hebrew : Anee Oheivet Otkha (kepada wanita) : Anee Oheiv Otakh (kepada lelaki)
China : Wo Ai Ni
Tibet: Nga Rang Lha Ga Bu Du
Russia : Ya Vas Lyublyu
Jepang : Watashi Wa Anata Wo Aishiteru
Korea : Tangsinul Sarang
Philipina : Mahal Kita
Vietnam : Anh/Toi Yêu Em
Kamboja : Bon sro lanh oon
Thailand : Chan/Phom rak khun
Burma : Chit pa de
EROPA
English : I Love You
Belanda : Ik Hou Van Jou
Finlandia : Minä Rakastan Sinua
Jerman : Ich liebe Dich
Itali : Ti Amo
Perancis : Je T’aime
Spanyol : Te quiero
Yunani : S’ayapo
Islandia : Eg elska thig
Irlandia : Taim i’ngra leat
Polandia : Kocham Cie
Romania :Te Iu Besc
Portugis : Eu Te Amo
Norwaygia : Jeg elsker deg
Estonia : Mina Armastan Sind
AMERIKA dan LATIN
Brazil : Amo te
Bolivia : Qanta munani
Hawai : Aloha I’a Au Oe
Mohawk : Konoronhkwa
Ekuador : Canda Munani
AFRIKA
Swahili : Nakupenda
Zulu : Mena Tanda Wena
NUSANTARA
Dayak : Aku Handak Dengan Ikau
Timor : Beta Talalu Cinta Deng Lu
Batak : Holong Rohang Ku Tu Ho
Papua : Sa Suka Kam
Bali : Tiyang Tresna Ragane
Madura : Bule Seneng Ka Dikah
Sunda : Abdi Begoh Ka Anjen
Jawa : Aku Tresno Kowe
Salam Cinta Satu Suro,
Dewi
Dewi
Januari 4th, 2012 pukul 12:20
@ All,
Saya sangat ngefans dengan lagu ini…
Sebuah lagu tentang ‘games peple play’ yang mengakar di segala lapisan dan kalangan, mulai kaum urbanis, rakyat bawah hingga petinggi negaranya…
Menurut saya bang haji itu seorang pahlawan seni dan budaya dakwah yang islami, tidak lebih.
Berjudi bukanlah perbuatan kriminalitas jika berjudi dengan uangnya sendiri bukan uang hasil curian/ korupsi, juga batasan usia dewasa yang boleh melakukannya serta di lakukan dengan penuh kesadaran dan aturan2 yang mengedepankan etika. judi ini bisa sebagai sarana hiburan dan rekreasi juga, apalagi jika negara ikut mengelolah perputaran uangnya dengan mental kejujuran dan kebijaksanaan.
Di indonesia pada era kepemimpinan pak Soeharto masih ada departemen sosial yang memperbolehkan sdsb= sumbangan dana sosial berhadiah, rakyatnya bisa beramal/ menyumbang dan nanti kuponnya akan di undi…, tetapi sayangnya pengelohannya rawan menjadi lahan basah yang bisa di korupsi dsb, dan sekarang segala undian dan judi di haramkan oleh MUI, sebuah badan fatwah untuk umat muslim di indonesia.
Dulu pernah ada wacana ingin menjadikan Batam sebagai kota judi di indonesia seperti halnya resort genting di malaysia dan marina resort di singapura sehingga nanti bisa menjadi ‘Tri Angel’ kekuatan ekonomi asia, tetapi indonesia mengharamkannya, pemerintahannya lebih suka berhutang uang kepada negara lain untuk modal infrastruktur ekonominya asal halal, daripada ekonominya mandiri karena hasil income arena perjudian, tapi faktanya, mereka yang berhutang dan rakyatnya yang harus membayarnya sementara lapangan pekerjaan juga tidak banyak tersedia, kalau begini caranya, apa tidak hanya membebankan hidup rakyatnya saja?…
Rakyat di katakan sejahterah jika sudah tercukupi sandang, pangan dan papannya serta tercukupi lapangan pekerjaannya, dan judi hanyalah bagian kecil dari salah satu di antara sarana hiburan rakyatnya saja. dalam hal ini judi tak bisa di pakai sebagai patokan kebobrokan moral sutau bangsa, yang dapat di katakan Amoral itu adalah mereka yang korupsi, yang masih menindas nasib rakyatnya, yang suka memperjual belikan hukum, yang menggadaikan negara dengan menjadi penjilat bangsa asing untuk kekayaan pribadi dan golongannya, dsb dll dst..
Salam etika, moral dan budaya,
Dewi
Dewi
Januari 12th, 2012 pukul 23:36
@ Sederek Sedoyo,
Sekilas tentang Estetika-Estetika Seni dan filsafat di Dunia…
1.Estetika China, (bersifat statis/lamban)
Ajaran Tao di anggap sebagai sumber dari nilai2 kehidupan, Tao berarti sinar terang dan sumber segala hidup, manusia di anggap sempurna apabila hidupnya di terangi oleh Tao sebagai kemutlakan dan memberi keberadaan, kehidupan dan kedamaian.
Karya2nya bisa di ketahui pada dinasti han 206 SM-220 AD, yang sudah berkembang sejak jaman primitif hingga munculnya berbagai agama besar sampai era modern sekarang ini.
Kong Hu Cu seorang filsuf china mengutarakan, seorang seniman wajib mensucikan diri agar mempunyai kesadaran Tao, dan lewat kesadaran kontemplasi ia akan mampu menciptakan keindahan.
2.Estetika India, (bersifat sastranik)
Pemikiran estetika konon di tulis oleh Bharata dalam buku ‘Natyasastra’ sekitar abad ke-5, yang berpandangan bahwa ‘rasa’ lahir dari manunggalnya situasi yang di tampilkan bersama dengan reaksi dan keadaan batin para pelakuknya yang senantiasa berubah.
Pandangan ini kemudia di tanggapi dan di kembangkan oleh pengikut2nya, al: Pada abad ke-10, seorang ahli pikir Khasmir, Sangkuka berpendapat bahwa pengalaman estetik sebenarnya di luar bidnag kebenaran dan ketidakbenaran. Kemudain pendapat ini di kritik oleh Abhinavagupta, yang menyatakan bahwa Estetik bukanlah imitasi, melainkan cara untuk menikmati hidup nyata.
Pemikir Bhatta nayaka mengungkapkan bahwa pengalaman estetika adalah semacam jatuhnya wahyu, yang artinya kebekuan rohani kita tersingkirkan sehingga dapat melihat kenyataan dengan cakrawala yang luas. Menurutnya, hakekat rasa bukanlah meniru, melainkan melepaskan kenyataan dari keterikatan ego seseorang dan menjadikannya pengalaman.
3.Estetika Bhudisme, (bersifat bersahaja)
Kaum Budhisme menyatakan, bahwa pada dasarnya semua yang ada, dan kita sekarang adalah hasil dari sesuatu yang kita pikirkan, yang pada prinsipnya adalah sesuatu yang bersifat fana : benda2 itu tidaklah kekal, selalu berubah, segala sesuatu itu mengandung penderitaan dan segala sesuatu itu tanpa ego.
Oleh karena itu estetika Bhudisme menekankan pada konsep kesederhanaan, segala sesuatu itu di buat tidak rumit dan bersahaja. Bhudisme kemudian berkembang subur di jepang dan cukup besar mempengaruhi terhadap perkembangannya, Estetikanya mengandung kelembutan dan bersahaja.
Ibarat estetika barat memilih menguasai fisik, maka timur (Budha) memilih menguasai jiwa. Bagi barat, menguasai alam berarti menerima tugas berat dan tenggelam di dalamnya. bagi timur, menguasai roh berarti mengurangi ambisi, nafsu, mencari keadamaian batin, menjaga hubungan dengan sesama dan memelihara hubungan dengan alam dan Yang Mutlak.
4.Estetika Timur Tengah, (bersifat dogmatis)
Berdasarkan hadist, estetika islam di batasi dengan tidak di perkenankan menciptakan gambar, lukisan atau patung dan yang berbau makhluk hidup, karena ada kekahawatiran untuk di puja atau di kultuskan. Abdullah Bin Umar menyatakan Rasulullah pernah bersabda: “ Sungguh orang2 yang membuat gambar2 ini akan di siksa di hari kiamat “ (Bukhari dan Muslim).
Estetika islam terus hidup, hanya cara penyampaiannya harus berdasarkan agama islam. Pada awalnya estetikanya hanya berkisar masjid dalam bentuk kalgrafi lalu berkembang dan mempengaruhi negara sekitar, menyebar ke india, asia tenggara hingga nusantara. Dan pada akhirnya kita mengenal gaya Moor, Mudejar, Ummayah dsb.
Meski demikian, karena penafsiran hadist selalu berbeda dan kesahihan hadist juga tak sama, maka banyak seniman Muslim masih menghindari ungkapan estetika2 lainya yang tidak sejalan dengan hadist2 tsb.
5.Estetika Yunani, (bersifat keindahan)
Ide terpenting dalam sejarah estetika filsafati sejak zaman yunani kuno hingga abad ke-18 ialah masalah yang berkaitan dengan keindahan (beauty). Perkataan filsafat berasal dari bahasa yunani: Philosophia, yang berarti cinta dan kearifan.
Pertumbuhan estetikanya dapat di rumuskan oleh beberapa periode guru besar filsafatnya yang di mulai pada 469-344 SM, al: Socrates sebagai perintis estetika, Plato sebagai dewa estetika, Aristoteles sebagai penerus Plato dengan konsep seni yang lainnya serta Aleksander Bongerten sebagai bapak estetika.
Mencari keindahan ialah usaha2 mencapai keabadian, yang menyerupai pensucian dari manusia yang membangkitkan rasa cinta dan kesenangan, keduanya menginginkan ketauladanan, ritme, harmonis, persenyawaan, gradisi, unity yang semuanya bisa di kembalikan pada nilai keindahan itu sendiri.
6.Estetika Nusantara, (bersifat Pluraris)
Berorientasi terhadap kebudayaan yang merupakan hasil aktifitas manusianya yang berkaitan dengan makna, nilai dan simbol. Yang juga merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan. Dengan demikian segala budi, akal, jiwa, roh adalah dasar dari segala kehidupan budaya manusia.
Estetika nusantara mempunyai bentuk dan perkembangan yang sangat beragam, kebudayaan nusantara yang beragam memberi pula warna setiap daerahnya, itulah mengapa kebudayaan indonesia di sebut ‘plural’ yang juga merupakan warisan kekayaan budayanya.
Setiap defenisinya hanya merupakan perwujudan konsepsi dan pribadi yang mencerminkan penghayatan kegiatan di dalam kebudayaan yang di masuki isi sebanyak yang di keluarkan, dan bersifat aneka ragam serta mempunyai corak sesuai dengan filsafat seninya yang di anut masing2.
7.Estetika Jawa, (bersifat kasampurnan)
Memiliki karakteristis sebagai ciri khas budayanya yang penuh dengan makna, ungkapan dan lebih konkret unsurnya. yang menekankan bahwa manusia adalah utusan Tuhan dalam bentuk kodrat kemampuannya untuk ber cipta, rahsa dan karsa.
Dengan ilmu pengetahuan, filsafat, agama dan seni yang di dapat dari ajaran leluhur, maka ke-4 jalan ini akan menuju kasunyatan, yaitu unsur hampa- benar- nyata, kebenaran dan kenyataan, truth and reality, sehingga jangkauan usaha manusia menjadi lebih luas dalam penelaah berbagai permasalahan.
Apabila menggunakan analogy philosophia yunani, Dapat di gambarkan bahwa filsafat jawa berarti: ‘cinta kesempurnaan’ (the love of perfection), yang berarti dalam perjalanannya senantiasa menyertakan hakekat pencarian ’Ngudi kasampurnaan’ dalam hidup, sebaliknya philosophia yunani adalah mempertanyakan hakekat hidup secara logika atau ‘Ngudi Kawicaksanaan’ (mencari kearifan dalam kejeniusan) .
Salam Estetika, Seni dan Budaya,
Dewi
DOMBA GEMBLUNG
Januari 12th, 2012 pukul 23:56
lagi promosi ya mas…..?! haha…
dah ga laku tuh….
jelas budaya tdk mengajarkan tentang alam ‘akhirat! ga lengkap donk……heh.
Dewi
Januari 13th, 2012 pukul 01:02
@ BIMA BUKAN KAFIR, DOMBA GEMBLUNG, SURTI SEGORO, TS,
Istilah alam akhirat hanya lahir dari peradaban budaya bangsa arab yang dogmatis.
Salam estetika nusantara,
Dewi
BUKAN PENCURI ILMU
Januari 13th, 2012 pukul 08:53
apa pun minumnya…..
tetep aja kamu ‘curi dan kamu ‘intip…….hmmm.
Dewi
Januari 13th, 2012 pukul 13:57
@ BIMA BUKAN PENCURI ILMU,
mengapa mencuri? Siapa yang mencuri? Apa yang di curi? Dan untuk apa di curi?…
Leluhur kita bukanlah bangsa pencuri, sebaliknya ilmu, harta dan budaya kita banyak yang di curi/ di jiplak oleh bangsa2 lain tak terkecuali bangsa yang kitabnya kau keramatkan selama ini.
Salam intropeksi dirilah,
Dewi
Dewi
Februari 13th, 2012 pukul 20:20
@ Ki Sabda, Sedulur Sedoyo, All,
Saya mengucapkan selamat hari kasih ‘Valentine’ sayang, untuk esok hari pada14 february, kebetulan hari ini adalah tgl 13, sebuah angka yang juga bermakna ‘welas asih’ menurut kalender jawa, semoga semua makhluk dan semua insan di dunia dan jagad raya berbahagia…
Hmmm, Talk about love, what is love?…
Definisi cinta telah menantang dan membuat para pendekar cinta bingung sekaligus menjadi romantis, bagi mereka yang sedang bercinta/ bekasih mesrah, cinta memang seindah kata mutiara, seharum bunga di taman.
Bagi yang sedang tidak memiliki hubungan special dengan seseorang, tak perlu gundah gulana, karena Cinta juga bisa berarti berbagi kasih kepada sesamanya, baik kepada keluarga, kerabat, teman, tetangga dan sahabat, cinta bisa berwujud fisik (sentuhan, belaian, kecupan), materi (coklat, bunga, kartu), ucapan (puisi, lagu, doa)…
Sedang cinta pada Negara bisa berwujud nasionalisme, pengabdian dan patriotisme, cinta kepada seluruh makhluk hidup bisa berwujud menghormati, memelihara dan mencintai alam semesta. Cinta pada Tuhan bisa kita wujudkan dengan kebaikan, kemulyaan dan mengasihi semua makhluk ciptaanNYA.
Berikut adalah tulisan kesan2 cinta para pinisepuh dari seantero jagad :…
“satu kata membebaskan kita dari semua beban dan rasa sakit kehidupan: Kata itu adalah kasih.” – Sophocles
“Perhatian adalah bentuk paling dasar dari cinta; melalui itu kita memberkati dan diberkati.” – John Tarrant
“Kita mengasihi, karena itu adalah petualangan yang benar.” – Nikki Giovanni
“Cinta adalah persahabatan yang berkobar.” – Tidak dikenal
“Cinta adalah hal yang ideal, pernikahan hal yang nyata.” – Goethe
“Untuk jatuh cinta hanyalah berada dalam keadaan anestesi persepsi.” – HL Mencken
“Terkadang cinta lebih kuat dari keyakinan seseorang”- Isaac Bashevis Singer
“Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan.” – Oliver Wendell Holmes
“Mungkin cinta adalah seperti keberuntungan, terkadang Anda harus pergi jauh-jauh untuk menemukannya..” – Robert Mitchum
“Cinta membentang hati Anda dan membuat Anda besar di dalamnya.” – Margaret Walker
“Cinta tidak memiliki kesadaran akan manfaat atau cela, tetapi memiliki skala Cinta mencintai, ini adalah sifatnya.” – Howard Thurman
“Cinta itu seperti perang: Mudah untuk memulai tapi sulit sampai akhir.” – Anonim
“Cinta terdiri dalam hal ini, bahwa dua kesunyian melindungi dan menyentuh dan saling menyapa.” – Rainer Maria Rilke
“Di mana ada cinta, maka tidak ada ruang yang terlalu kecil.” – Talmud
“Cinta membuat jiwamu merangkak keluar dari tempat persembunyiannya.” – Zora Neale Hurston
“Cinta adalah keinginan tak tertahankan untuk tak tertahankan yang diinginkan.” – Mark Twain
“Cinta sejati adalah abadi, tak terbatas, dan selalu ingin hal sendiri, ini sama dan murni, tanpa demonstrasi kekerasan” – Honore de Balzac.
“Cinta itu lebih dari tiga kata bergumam sebelum tidur Cinta ditopang oleh tindakan, pola pengabdian pada hal yang kita lakukan untuk satu sama lain setiap hari..” – Nicholas Sparks
“Mencintai adalah menerima sekilas surga.” – Karen Sunde
“Sebuah lagu cinta hanya belaian set musik.” – Sigmund Romberg
“Cinta adalah suatu tindakan pengampunan tanpa akhir, melihat tender yang menjadi kebiasaan.” – Peter Ustinov
“Cinta itu seperti biola musik dapat berhenti sekarang dan kemudian, Tapi getaran senarnya tetap selamanya.” – Tidak dikenal
“Cinta adalah satu-satunya jawaban waras dan memuaskan terhadap masalah eksistensi manusia.” – Erich Fromm
“Cinta tidak membuat dunia berputar, cinta adalah apa yang membuat perjalanan berharga.” – Elizabeth Browning
“Oh, hidup adalah siklus mulia dari lagu, Dan cinta adalah hal yang tidak pernah bisa salah” – Dorothy Parker
Salah satu puisi cinta yang ditulis Kahlil Gibran dan paling terkenal adalah berjudul Cinta yang Agung, dan berikut ini adalah petikan terjemahan puisi tersebut:
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Salam kasih sayang untuk semuanya,
Dewi
tanwaskita
Februari 14th, 2012 pukul 19:41
‘Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh’ (Gibran)
Semua,
Iya lah, Selamat Hari Valentine ! Lagu The Beatles selalu mengiang-ngiang di telinga saya ‘ All you need is love …. all you need is love …. all you need is love ….’ Terjemahannya : Yang dikau perlukan adalah kasih … yang dikau perlukan adalah cinta … yang dikau perlukan adalah katresnan ….
Andai semua orang sibuk … bercinta, kan orang jadi lupa … perang, jadi lupa berkelahi, jadi lupa gebuk2an …. Love … love …. love …. Atau menurut versi penyair Sutardji CB, kira2 : kawinkawinkawinkawinkawinkawinkawinkawinkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasih
Salam katresnan Valentine
Jagad SJ
Februari 14th, 2012 pukul 23:02
pamuji rahayu…
Nduk Dewi, dan sedulur kinasih semua..
terima kasih ucapan hari kasih sayangnya, semoga kita tidak pada hari itu saja untuk berkasihsayang… tapi sepanjang hidup kita rasa welas asih selalu ada .. selalu kita lakukan dan lakoni serta terapkan kepada sagunging dumadi.. dalam keadaan apapun seyogyanya kita selalu kasih sayang, pun pada orang yang membenci kita, yang mengkoparkapirkan kita.. yang mengatakan kita sesat sekalipun..mari kita bedil dengan senjata cinta berpeluru( mimis ) kasih sayang, welas asih.. mari kita bedil bedili sifat benci, iri dengki, mengkambing hitamkan sepadaning titah demi pembelaan diri…
@ kadangku sebangsa setanah air Bima, TS, entah apapun namamu, IDmu, saya mau bertanya saja..” kalau kmu mengkultuskan dan mensucikan apa2 yang dtang dari tanah Gurun ( Ng Arab ) pernahkah kamu masuk ruangan Duta Besar atau Konsul Saudi Ng Arabia..? lalu endus .. pewangi apa yang digunakan mereka diruangannya >>coba jangan bertanya atau mencari info dngan katanya.. tapi lakukan sendiri lalu cium ( klau hidungmu masih normal sebagai orang Indon – ). aroma apakah gerangan..? ( ini menyangkut perkataanmu bahwa kemenyan adalah pemborosan, sampah dan alat ritual mengundang leluhur, dan rasulmu tdk mengajarkan ) .. yah.. saya hanya ngelus dada, semoga kamu akan mendapatkan derajat di alam kelanggengan ( akherat – orang timteng bilang , padahal sepertinya bukan dari ajaran sana .. AKHIR – RAT ) – ( coba jabarkan kata itu- kata saja jangan maknanya dan kesempurnaannya, ini PR buat kamu saudaraku Nakmas…? jangan hanya bisa memberikan PR yang ga ada juntrungannya. semoga kasih sayang dan welas asih selalu menyertaimu sepanjang hidupmu ya nakmas Bima.. nuwun,
salam sihkatresnan,
tanwaskita
Februari 15th, 2012 pukul 05:43
@Mas Jagad SJ,
Iya, kalau soal kasih – kasihan, termasuk welas asih, akan selalu saya … dukung … Ya sekarang, besok,lusa, sepanjang segala abad lah ! (-: … Konyolnya, ada saja yang … alergi dengan kata kasih/welas asih ini ! Tadi saya dengar berita di radio, pemerintah Arab Saudi itu anti … Valentine Day, sekitar seratus empat puluh orang telah ditangkap polisi disana karena merayakan Valentine Day ini ! Iki gek kepiye ?! ….
——————————
@ Tanwaskita,
Saya baca koment njenengan di ruang sebelah yang bunyinya begini:
Kowankawinkowankawinkowankawinkowankowankawin….
Kwkwkwkwk….. I like your mantra… xixixixixi… (Dewi)
————————
@ Jeng Dewi Murni berkembenkan suta ungu,
‘kawinkawinkawinkawinkasihkasihkasih’ itu punya penyair Sutardji Calzoum Bachri, penyair kawakan sufi dari Riau (?),dari puisi ‘Tragedi Sihka dan Winka ‘. Beliau yang punya hak cipta (copyrights). Kalau saya bilang itu puisi saya, lha kan namanya …. mencuri … Kalau soal mantra, itu memang betul, karena penyair Sutardji CB ini memang sering menulis puisi mantra. Pas dengan hari Valentine dan kasih/welas asih yang ditulis Mas Jagad SJ ( Yesuit ?? )
salam katresnan mantra kasih
Dewi
Februari 18th, 2012 pukul 20:12
@ All,
Terinspirasi dari sebuah cerita mini atau yang biasa di sebut CERMIN, saya lupa apa nama web/ blognya, yang juga pernah di postingkan di salah satu ruang blog ini, saya sangat terkesan sekali, yang saya ingat cerita mini ini begitu singkat, padat dan jelas, rasanya hampir tak bisa membedakan apakah ini suatu cerita atau suatu sajak kalimat saja.
Lalu saya mencoba/ belajar me-rangkai2 kata, dan jadilah cerita mini ini yang kalimatnya saya utak-atik semalam. hmmm, andai lomba cerita mininya ini tidak keburu di tutup pada tgl 14 february lalu, maka saya ingin mengirimkan karya saya ini. Daripada menunggu setahun kemudian yang sangat lama, lebih baik saya berbagi cerita dengan teman2 di blog ini saja…
1.MERAH PUTIH
Merah bibirku, putih kemejamu, maka berkibarlah sang saka merah putih…
2.KISAH AKI UDANG DAN NINI PEYOT
Kita hanya berjodoh dalam cerita kahyangan saja, tapi tidak berjodoh di atas ranjang, punggungmu terlalu keras membungkuk, kakiku lumpuh layu, lebih baik kau cari saja udang betinamu, dan aku akan menjaga bungaku, supaya ia tidak layu sebelum berkembang.
3.DETAK JAM DINDING
Jika siang jam dinding berdetak… tik…tak…tik…tak…, jika malam ia berdetak… tak..tik…tak…tik…
4.BANTAL DAN GULING
Jika aku jadi bantal, engkau jadi gulingnya, dan kasur sebagai saksinya…
5.KONTES KECANTIKAN
Karena kemolekannya Wanita adalah makhluk terindah di dunia, dan lelaki adalah Makhluk tercantik di dunia karena keelokan burungnya.
*To be continue… (kalau ada ide lagi…)…
kepada semuanya selamat bermalam minggu, selamat berakhir pekan…
Salam cerita mini,
Dewi
TAMBAH GAYENG
Februari 18th, 2012 pukul 21:10
tak sambung ini ya jeng …..
biar ceritanya ada selingannya
Dewi
Februari 19th, 2012 pukul 10:55
@ Jagad SJ,
Dorrr…!!… aku bedil dengan peluru cintaku… he he he… kik kuk.
Maturnuwun paman atas apresiasinya, nggih sak meniko roso tresno, welas asih lebih cesspleng di aplikasikan sak bendinane lan ora pilih kasih…
@ Sen Karna,
Maturnuwun pencerahannya, dan terima kasih pula untuk penulis syair kowankawin… dari bapak Sutardji CB dari Riau.
Memprihatinkan sekali dan Seharusnya ini tak perlu terjadi, Orang2 yang melarang orang untuk bercinta kasih itu mungkin sudah putus urat kasihnya, sebaliknya mereka lebih suka melakukan kebengisan dengan berlindung di balik norma budaya/ agama mereka saja.
@ TAMBAH GAYENG,
Nggih maturnuwun kangmas, inilah uniknya ‘cermin’, walau hanya berupa rangkaian 1-2 kalimat kata, tapi mengandung arti mendalam dan makna yang multi tafsir.
Seperti kata bantal dan guling, serta judul aki udang dan nini peyot, mungkin imajinasi orang satu sama lainya bisa berbeda… he he he…
Maturnuwun atas kiriman video misteri crop circlenya, sangat imajinatif dan inspiratif, sangat aneh namun nyata…
Salam cermin,
Dewi
TITIPAN KALBU BUAT WM
Februari 19th, 2012 pukul 17:18
jeng DEWI…. titip buat kawan WM… kalau pas masuk tolong di sampaikan ya…
Isi titipan :
Romo WM…. tentang sandi yg q kirimkan kapan hari dan kenapa hrs slamet/fitri yg saya mintakan bantuan membuka sandi itu ???
dulu kawan WM pernah cerita tentang salah satu putra kawan WM di ajak jalan-jalan, nah sandi ini lanjutan dari mimpi itu…. kenapa bukan saya sendiri yg berbicara/membabarnya ??? ada pantangan yg tidak boleh saya langgar, saya hanya diperbolehkan menambahi atau sedikit merevisi yg kurang. tapi kelihatannya kawan SPSW lebih mengerti dari pada saya…. ya sudahlah… waktu yg diberikan untuk ikut dan memberikan kunci gerbang pemahaman itu hanya sampai senin (besok) bersama terbenamnya matahari…. dan sepertinya memang kawan SPSW tidak menghendaki gerbang itu dipahami oleh orang banyak. Mau apa lagi, (mau mencaci sok tau…. boleh saja…. mau mengatakan palsu…. ya monggo saja, mau bilang.. dasar iblis ngaku wong suci… juga boleh. mau bilang sok keminter juga ndak papa)….. q terima saja dengan tersenyum… memang sih mana boleh diketahui oleh umum, bisa-bisa rontok tuh langit yg tinggi.
akan saya carikan cara…. bagaimana nanti saya menyampaikan nukilan ayat yg saya janjikan. becik ketitik, olo ketoro. SOPO seng BECIK lan SOPO seng OLO.
jeng DEWI mohon di sampaikan ya titipannya….. mohon ma’af telah merepotkan. suwun… ( from KALBU )
Dewi
Februari 20th, 2012 pukul 19:30
@ KALBU,
Kangmas kalbu, sepertinya serat njenengan sudah di baca oleh pakpo JS, njenengan di tenggo romo JS ten warung kopi biasane…. he he he…
Kulo nggih titip salam, salam kangen, kok sakniki ora nate mampir ten diskotik, mulo pakpo nggih dereng nggada fb/ email, dus piye olehku nggubungi?… he he he…
Salam seduluran,
Dewi
Sen Karna
Februari 20th, 2012 pukul 20:16
TRAGEDI SIHKA DAN WINKA
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win
ka
winka
winka
sihka
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
sih
sih
sih
sih
sih
ka
Ku
(Sutardji Calzoum Bachri )
@Jeng DMberkembensutraungu,
Itu puisi aslinya. Mantra : siapa bilang mantra gak ada gunanya ? Mantra untuk kesehatan, mantra untuk lulus ujian, mantra untuk kesaktian, mantra untuk membuat cewek/cowok idaman jatuh cinta, dsb.
Salam katresnan mantra/mantra katresnan
2 Trackbacks / Pingbacks
RUJAKBELING KOLAKRAWE November 22nd, 2010 pukul 15:14
[...] KI SABDALANGIT, [...]
SUMPAH BUDAYA II « RUJAKBELING KOLAKRAWE November 22nd, 2010 pukul 15:15
[...] KI SABDALANGIT, [...]