SUMPAH BUDAYA II

SUMPAH BUDAYA II

Situasi mental sosial-budaya bangsa yang cukup memprihatinkan ini harus segera dicarikan jalan keluarnya dan harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.

Apa pentingnya budaya ?

Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga  kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau. Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia.  Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya  budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia.  Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.

Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya.  Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.

Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan.  Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri. Duduk persoalannya, orang kurang memahami jika budaya bersentuhan langsung dengan sendi-sendi kehidupan manusia di segala bidang dengan lingkungan alamnya di mana mereka hidup. Sebagai contoh terjadinya kerusakan alam yang kronis menunjukkan dampak tercerabutnya (disembeded) manusia dengan harmoni lingkungan alamnya.

Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.

Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.

Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?

Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.

Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.

Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.

Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:

  1. IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
  2. MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
  3. MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF. (4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
  4. MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA NUSANTARA.
  5. MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

TERTANDA

KI WONG ALUS,

KI SABDALANGIT,

MAS KUMITIR,

Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Salam Berbudaya. Asah asih asuh.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 22, 2010, in Sumpah Budaya II and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 125 Komentar.

  1. @ All,

    Kebudayaan merupakan kebutuhan integratif, mencerminkan tentang keberadaan manusia sebagai makhluk berbudaya atau beradab. Itu di sebabkan oleh sifat2 dasar manusia sebagai makhluk yang mempunyai pikiran, bermoral, bercita rasa dan dapat mengintegrasikan berbagai kebutuhan menjadi suatu sistem yang dapat di benarkan secara moral, dan dapat di terima oleh akal pikiran beserta cita rasanya.

    Bentuk awal seni jawa hadir diperkirakan bersamaan dengan tumbuhnya kebudayaan parasejarah, penemuan sisa2 artefak yang terdiri dari alat2 kapak batu di sebuah situs dekat desa Pacitan, dalam sebuah lapisan bumi yang diperkirakan berumur 800.000 th, penghuni pulau jawa sudah memiliki suatu kebudayaan material/ artefak, biasanya selalu terkait dengan bentuk2 seni atau ekspresi estetik.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kehidupan sekelompok manusia sangat sederhana sekali (primitif), di samping memenuhi kebutuhan pokoknya (primer), mereka selalu mencari celah2 atau peluang untuk mengungkapkan dan memanfaatkan keindahan (Nooryan 2004:2).

    Salam estetik,

    Dewi

  2. @ Anita MUI dan semuanya, terutama kagem pak Widodo tersayang,

    Sesuai janji saya, saya akan memberikan resep hot honey chickennya, kebetulan saya sudah mempraktekkan dan mencobanya, tetapi saya membuatnya separuh porsi aja…

    HOT HONEY CHICKEN… AYAM MADU PEDAS

    * 2 sendok teh garam * 2 sendok teh lada hitam * 1 1 / 2 sendok teh paprika * 4 sendok teh bubuk bawang putih * 2 cangkir tepung terigu * 1 cangkir susu * 2 butir telur * 1 ekor ayam, potong menjadi 8 buah (bisa dikukus terlebih dahulu) * 1-2 cangkir/ secukupnya minyak sayur untuk menggoreng.

    cara membuat :

    Bilas ayam dalam air dingin… Dalam mangkuk campur bersama tepung, garam, merica, paprika, dan bawang putih… Dalam mangkuk terpisah kocok telur, tambahkan susu hingga tercampur rata… Panaskan minyak dalam wajan… celupkan ayam dalam campuran telur dan susu dan kemudian balut dalam tepung bumbu… goreng hingga matang kecoklatan…

    Glaze/saus Ayam Hot Madu

    * 1 cangkir gula * 2 cangkir saus cabai * 4 sendok makan madu * 1- ½ sendok mentega * 1 sendok teh air jeruk lemon (bisa di ganti dengan cuka)

    caranya: Lelehkan mentega dalam panci saus menengah…Tambahkan saus cabai, gula, madu dan jus lemon dan aduk di atas api sedang sampai gula larut…angkat dan tuang ke atas ayam goreng atau sajikan dengan mangkuk terpisah…

    http://www.oprah.com/own-sweetie-pies/Welcome-to-Sweetie-Pies-Recipe-Hot-Honey-Chicken

    semoga sukses dan selamat menikmati…

    salam kuliner,

    dewi

  3. @ Sedulur Sedoyo,

    Saya mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU SURO” sabtu pon, 1 suro 1945. Kepada semua teman-teman dan juga kepada Ki sabda. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas persahabatan dan bimbingannya selama saya menimbah ilmu di sini.

    Ini adalah kali pertama saya merayakan tahun baru jawa, pertama kalinya juga saya belajar membuat sesandingan di malem suro ini, di sebelah saya sekarang telah ada bunga setaman (mawar merah, mawar putih, melati, kantil dan kenanga) yang saya kum/ rendam di gelas, kopi satu gelas dan ratus aroma therapy. Tak lupa saya juga berdo`a dalam hati untuk diri pribadi, untuk keluarga, untuk leluhur, untuk teman2, untuk sang putri, untuk sedulur papat, untuk semua makhluk agar damai dan bahagia, dan tak lupa mengirim mantra cinta untuk Tuhan, kepada Gusti Ingkang Sejagad.

    Ini belumlah moment Valentine, tapi saya ingin malem satu suro ini, walapun sepi tanpa pesta pora tetapi berkesan romantis, sakral dan universal…

    Untuk itu saya ingin berbagi kamus ungkapan cinta seluruh dunia ini untuk semuanya:…

    ASIA

    Indonesia : Aku Cinta Kamu
    Malaysia : sayah Cintakan awak
    India : Mai tumase pyar karata/i hun
    Arab : Ana Behibak
    Hebrew : Anee Oheivet Otkha (kepada wanita) : Anee Oheiv Otakh (kepada lelaki)
    China : Wo Ai Ni
    Tibet: Nga Rang Lha Ga Bu Du
    Russia : Ya Vas Lyublyu
    Jepang : Watashi Wa Anata Wo Aishiteru
    Korea : Tangsinul Sarang
    Philipina : Mahal Kita
    Vietnam : Anh/Toi Yêu Em
    Kamboja : Bon sro lanh oon
    Thailand : Chan/Phom rak khun
    Burma : Chit pa de

    EROPA

    English : I Love You
    Belanda : Ik Hou Van Jou
    Finlandia : Minä Rakastan Sinua
    Jerman : Ich liebe Dich
    Itali : Ti Amo
    Perancis : Je T’aime
    Spanyol : Te quiero
    Yunani : S’ayapo
    Islandia : Eg elska thig
    Irlandia : Taim i’ngra leat
    Polandia : Kocham Cie
    Romania :Te Iu Besc
    Portugis : Eu Te Amo
    Norwaygia : Jeg elsker deg
    Estonia : Mina Armastan Sind

    AMERIKA dan LATIN

    Brazil : Amo te
    Bolivia : Qanta munani
    Hawai : Aloha I’a Au Oe
    Mohawk : Konoronhkwa
    Ekuador : Canda Munani

    AFRIKA

    Swahili : Nakupenda
    Zulu : Mena Tanda Wena

    NUSANTARA

    Dayak : Aku Handak Dengan Ikau
    Timor : Beta Talalu Cinta Deng Lu
    Batak : Holong Rohang Ku Tu Ho
    Papua : Sa Suka Kam
    Bali : Tiyang Tresna Ragane
    Madura : Bule Seneng Ka Dikah
    Sunda : Abdi Begoh Ka Anjen
    Jawa : Aku Tresno Kowe

    Salam Cinta Satu Suro,

    Dewi

  4. @ All,

    Saya sangat ngefans dengan lagu ini…

    Sebuah lagu tentang ‘games peple play’ yang mengakar di segala lapisan dan kalangan, mulai kaum urbanis, rakyat bawah hingga petinggi negaranya…

    Menurut saya bang haji itu seorang pahlawan seni dan budaya dakwah yang islami, tidak lebih.

    Berjudi bukanlah perbuatan kriminalitas jika berjudi dengan uangnya sendiri bukan uang hasil curian/ korupsi, juga batasan usia dewasa yang boleh melakukannya serta di lakukan dengan penuh kesadaran dan aturan2 yang mengedepankan etika. judi ini bisa sebagai sarana hiburan dan rekreasi juga, apalagi jika negara ikut mengelolah perputaran uangnya dengan mental kejujuran dan kebijaksanaan.

    Di indonesia pada era kepemimpinan pak Soeharto masih ada departemen sosial yang memperbolehkan sdsb= sumbangan dana sosial berhadiah, rakyatnya bisa beramal/ menyumbang dan nanti kuponnya akan di undi…, tetapi sayangnya pengelohannya rawan menjadi lahan basah yang bisa di korupsi dsb, dan sekarang segala undian dan judi di haramkan oleh MUI, sebuah badan fatwah untuk umat muslim di indonesia.

    Dulu pernah ada wacana ingin menjadikan Batam sebagai kota judi di indonesia seperti halnya resort genting di malaysia dan marina resort di singapura sehingga nanti bisa menjadi ‘Tri Angel’ kekuatan ekonomi asia, tetapi indonesia mengharamkannya, pemerintahannya lebih suka berhutang uang kepada negara lain untuk modal infrastruktur ekonominya asal halal, daripada ekonominya mandiri karena hasil income arena perjudian, tapi faktanya, mereka yang berhutang dan rakyatnya yang harus membayarnya sementara lapangan pekerjaan juga tidak banyak tersedia, kalau begini caranya, apa tidak hanya membebankan hidup rakyatnya saja?…

    Rakyat di katakan sejahterah jika sudah tercukupi sandang, pangan dan papannya serta tercukupi lapangan pekerjaannya, dan judi hanyalah bagian kecil dari salah satu di antara sarana hiburan rakyatnya saja. dalam hal ini judi tak bisa di pakai sebagai patokan kebobrokan moral sutau bangsa, yang dapat di katakan Amoral itu adalah mereka yang korupsi, yang masih menindas nasib rakyatnya, yang suka memperjual belikan hukum, yang menggadaikan negara dengan menjadi penjilat bangsa asing untuk kekayaan pribadi dan golongannya, dsb dll dst..

    Salam etika, moral dan budaya,

    Dewi

  5. @ Sederek Sedoyo,

    Sekilas tentang Estetika-Estetika Seni dan filsafat di Dunia…

    1.Estetika China, (bersifat statis/lamban)

    Ajaran Tao di anggap sebagai sumber dari nilai2 kehidupan, Tao berarti sinar terang dan sumber segala hidup, manusia di anggap sempurna apabila hidupnya di terangi oleh Tao sebagai kemutlakan dan memberi keberadaan, kehidupan dan kedamaian.

    Karya2nya bisa di ketahui pada dinasti han 206 SM-220 AD, yang sudah berkembang sejak jaman primitif hingga munculnya berbagai agama besar sampai era modern sekarang ini.

    Kong Hu Cu seorang filsuf china mengutarakan, seorang seniman wajib mensucikan diri agar mempunyai kesadaran Tao, dan lewat kesadaran kontemplasi ia akan mampu menciptakan keindahan.

    2.Estetika India, (bersifat sastranik)

    Pemikiran estetika konon di tulis oleh Bharata dalam buku ‘Natyasastra’ sekitar abad ke-5, yang berpandangan bahwa ‘rasa’ lahir dari manunggalnya situasi yang di tampilkan bersama dengan reaksi dan keadaan batin para pelakuknya yang senantiasa berubah.

    Pandangan ini kemudia di tanggapi dan di kembangkan oleh pengikut2nya, al: Pada abad ke-10, seorang ahli pikir Khasmir, Sangkuka berpendapat bahwa pengalaman estetik sebenarnya di luar bidnag kebenaran dan ketidakbenaran. Kemudain pendapat ini di kritik oleh Abhinavagupta, yang menyatakan bahwa Estetik bukanlah imitasi, melainkan cara untuk menikmati hidup nyata.

    Pemikir Bhatta nayaka mengungkapkan bahwa pengalaman estetika adalah semacam jatuhnya wahyu, yang artinya kebekuan rohani kita tersingkirkan sehingga dapat melihat kenyataan dengan cakrawala yang luas. Menurutnya, hakekat rasa bukanlah meniru, melainkan melepaskan kenyataan dari keterikatan ego seseorang dan menjadikannya pengalaman.

    3.Estetika Bhudisme, (bersifat bersahaja)

    Kaum Budhisme menyatakan, bahwa pada dasarnya semua yang ada, dan kita sekarang adalah hasil dari sesuatu yang kita pikirkan, yang pada prinsipnya adalah sesuatu yang bersifat fana : benda2 itu tidaklah kekal, selalu berubah, segala sesuatu itu mengandung penderitaan dan segala sesuatu itu tanpa ego.

    Oleh karena itu estetika Bhudisme menekankan pada konsep kesederhanaan, segala sesuatu itu di buat tidak rumit dan bersahaja. Bhudisme kemudian berkembang subur di jepang dan cukup besar mempengaruhi terhadap perkembangannya, Estetikanya mengandung kelembutan dan bersahaja.

    Ibarat estetika barat memilih menguasai fisik, maka timur (Budha) memilih menguasai jiwa. Bagi barat, menguasai alam berarti menerima tugas berat dan tenggelam di dalamnya. bagi timur, menguasai roh berarti mengurangi ambisi, nafsu, mencari keadamaian batin, menjaga hubungan dengan sesama dan memelihara hubungan dengan alam dan Yang Mutlak.

    4.Estetika Timur Tengah, (bersifat dogmatis)

    Berdasarkan hadist, estetika islam di batasi dengan tidak di perkenankan menciptakan gambar, lukisan atau patung dan yang berbau makhluk hidup, karena ada kekahawatiran untuk di puja atau di kultuskan. Abdullah Bin Umar menyatakan Rasulullah pernah bersabda: “ Sungguh orang2 yang membuat gambar2 ini akan di siksa di hari kiamat “ (Bukhari dan Muslim).

    Estetika islam terus hidup, hanya cara penyampaiannya harus berdasarkan agama islam. Pada awalnya estetikanya hanya berkisar masjid dalam bentuk kalgrafi lalu berkembang dan mempengaruhi negara sekitar, menyebar ke india, asia tenggara hingga nusantara. Dan pada akhirnya kita mengenal gaya Moor, Mudejar, Ummayah dsb.

    Meski demikian, karena penafsiran hadist selalu berbeda dan kesahihan hadist juga tak sama, maka banyak seniman Muslim masih menghindari ungkapan estetika2 lainya yang tidak sejalan dengan hadist2 tsb.

    5.Estetika Yunani, (bersifat keindahan)

    Ide terpenting dalam sejarah estetika filsafati sejak zaman yunani kuno hingga abad ke-18 ialah masalah yang berkaitan dengan keindahan (beauty). Perkataan filsafat berasal dari bahasa yunani: Philosophia, yang berarti cinta dan kearifan.

    Pertumbuhan estetikanya dapat di rumuskan oleh beberapa periode guru besar filsafatnya yang di mulai pada 469-344 SM, al: Socrates sebagai perintis estetika, Plato sebagai dewa estetika, Aristoteles sebagai penerus Plato dengan konsep seni yang lainnya serta Aleksander Bongerten sebagai bapak estetika.

    Mencari keindahan ialah usaha2 mencapai keabadian, yang menyerupai pensucian dari manusia yang membangkitkan rasa cinta dan kesenangan, keduanya menginginkan ketauladanan, ritme, harmonis, persenyawaan, gradisi, unity yang semuanya bisa di kembalikan pada nilai keindahan itu sendiri.

    6.Estetika Nusantara, (bersifat Pluraris)

    Berorientasi terhadap kebudayaan yang merupakan hasil aktifitas manusianya yang berkaitan dengan makna, nilai dan simbol. Yang juga merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan. Dengan demikian segala budi, akal, jiwa, roh adalah dasar dari segala kehidupan budaya manusia.

    Estetika nusantara mempunyai bentuk dan perkembangan yang sangat beragam, kebudayaan nusantara yang beragam memberi pula warna setiap daerahnya, itulah mengapa kebudayaan indonesia di sebut ‘plural’ yang juga merupakan warisan kekayaan budayanya.

    Setiap defenisinya hanya merupakan perwujudan konsepsi dan pribadi yang mencerminkan penghayatan kegiatan di dalam kebudayaan yang di masuki isi sebanyak yang di keluarkan, dan bersifat aneka ragam serta mempunyai corak sesuai dengan filsafat seninya yang di anut masing2.

    7.Estetika Jawa, (bersifat kasampurnan)

    Memiliki karakteristis sebagai ciri khas budayanya yang penuh dengan makna, ungkapan dan lebih konkret unsurnya. yang menekankan bahwa manusia adalah utusan Tuhan dalam bentuk kodrat kemampuannya untuk ber cipta, rahsa dan karsa.

    Dengan ilmu pengetahuan, filsafat, agama dan seni yang di dapat dari ajaran leluhur, maka ke-4 jalan ini akan menuju kasunyatan, yaitu unsur hampa- benar- nyata, kebenaran dan kenyataan, truth and reality, sehingga jangkauan usaha manusia menjadi lebih luas dalam penelaah berbagai permasalahan.

    Apabila menggunakan analogy philosophia yunani, Dapat di gambarkan bahwa filsafat jawa berarti: ‘cinta kesempurnaan’ (the love of perfection), yang berarti dalam perjalanannya senantiasa menyertakan hakekat pencarian ’Ngudi kasampurnaan’ dalam hidup, sebaliknya philosophia yunani adalah mempertanyakan hakekat hidup secara logika atau ‘Ngudi Kawicaksanaan’ (mencari kearifan dalam kejeniusan) .

    Salam Estetika, Seni dan Budaya,

    Dewi

    • lagi promosi ya mas…..?! haha…

      dah ga laku tuh….
      jelas budaya tdk mengajarkan tentang alam ‘akhirat! ga lengkap donk……heh.

    • @ BIMA BUKAN KAFIR, DOMBA GEMBLUNG, SURTI SEGORO, TS,

      Istilah alam akhirat hanya lahir dari peradaban budaya bangsa arab yang dogmatis.

      Salam estetika nusantara,

      Dewi

      • BUKAN PENCURI ILMU

        apa pun minumnya…..
        tetep aja kamu ‘curi dan kamu ‘intip…….hmmm.

      • @ BIMA BUKAN PENCURI ILMU,

        mengapa mencuri? Siapa yang mencuri? Apa yang di curi? Dan untuk apa di curi?…

        Leluhur kita bukanlah bangsa pencuri, sebaliknya ilmu, harta dan budaya kita banyak yang di curi/ di jiplak oleh bangsa2 lain tak terkecuali bangsa yang kitabnya kau keramatkan selama ini.

        Salam intropeksi dirilah,

        Dewi

  6. @ Ki Sabda, Sedulur Sedoyo, All,

    Saya mengucapkan selamat hari kasih ‘Valentine’ sayang, untuk esok hari pada14 february, kebetulan hari ini adalah tgl 13, sebuah angka yang juga bermakna ‘welas asih’ menurut kalender jawa, semoga semua makhluk dan semua insan di dunia dan jagad raya berbahagia…

    Hmmm, Talk about love, what is love?…

    Definisi cinta telah menantang dan membuat para pendekar cinta bingung sekaligus menjadi romantis, bagi mereka yang sedang bercinta/ bekasih mesrah, cinta memang seindah kata mutiara, seharum bunga di taman.

    Bagi yang sedang tidak memiliki hubungan special dengan seseorang, tak perlu gundah gulana, karena Cinta juga bisa berarti berbagi kasih kepada sesamanya, baik kepada keluarga, kerabat, teman, tetangga dan sahabat, cinta bisa berwujud fisik (sentuhan, belaian, kecupan), materi (coklat, bunga, kartu), ucapan (puisi, lagu, doa)…

    Sedang cinta pada Negara bisa berwujud nasionalisme, pengabdian dan patriotisme, cinta kepada seluruh makhluk hidup bisa berwujud menghormati, memelihara dan mencintai alam semesta. Cinta pada Tuhan bisa kita wujudkan dengan kebaikan, kemulyaan dan mengasihi semua makhluk ciptaanNYA.

    Berikut adalah tulisan kesan2 cinta para pinisepuh dari seantero jagad :…

    “satu kata membebaskan kita dari semua beban dan rasa sakit kehidupan: Kata itu adalah kasih.” – Sophocles

    “Perhatian adalah bentuk paling dasar dari cinta; melalui itu kita memberkati dan diberkati.” – John Tarrant

    “Kita mengasihi, karena itu adalah petualangan yang benar.” – Nikki Giovanni

    “Cinta adalah persahabatan yang berkobar.” – Tidak dikenal

    “Cinta adalah hal yang ideal, pernikahan hal yang nyata.” – Goethe

    “Untuk jatuh cinta hanyalah berada dalam keadaan anestesi persepsi.” – HL Mencken

    “Terkadang cinta lebih kuat dari keyakinan seseorang”- Isaac Bashevis Singer

    “Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan.” – Oliver Wendell Holmes

    “Mungkin cinta adalah seperti keberuntungan, terkadang Anda harus pergi jauh-jauh untuk menemukannya..” – Robert Mitchum

    “Cinta membentang hati Anda dan membuat Anda besar di dalamnya.” – Margaret Walker

    “Cinta tidak memiliki kesadaran akan manfaat atau cela, tetapi memiliki skala Cinta mencintai, ini adalah sifatnya.” – Howard Thurman

    “Cinta itu seperti perang: Mudah untuk memulai tapi sulit sampai akhir.” – Anonim

    “Cinta terdiri dalam hal ini, bahwa dua kesunyian melindungi dan menyentuh dan saling menyapa.” – Rainer Maria Rilke

    “Di mana ada cinta, maka tidak ada ruang yang terlalu kecil.” – Talmud

    “Cinta membuat jiwamu merangkak keluar dari tempat persembunyiannya.” – Zora Neale Hurston

    “Cinta adalah keinginan tak tertahankan untuk tak tertahankan yang diinginkan.” – Mark Twain

    “Cinta sejati adalah abadi, tak terbatas, dan selalu ingin hal sendiri, ini sama dan murni, tanpa demonstrasi kekerasan” – Honore de Balzac.

    “Cinta itu lebih dari tiga kata bergumam sebelum tidur Cinta ditopang oleh tindakan, pola pengabdian pada hal yang kita lakukan untuk satu sama lain setiap hari..” – Nicholas Sparks

    “Mencintai adalah menerima sekilas surga.” – Karen Sunde

    “Sebuah lagu cinta hanya belaian set musik.” – Sigmund Romberg

    “Cinta adalah suatu tindakan pengampunan tanpa akhir, melihat tender yang menjadi kebiasaan.” – Peter Ustinov

    “Cinta itu seperti biola musik dapat berhenti sekarang dan kemudian, Tapi getaran senarnya tetap selamanya.” – Tidak dikenal

    “Cinta adalah satu-satunya jawaban waras dan memuaskan terhadap masalah eksistensi manusia.” – Erich Fromm

    “Cinta tidak membuat dunia berputar, cinta adalah apa yang membuat perjalanan berharga.” – Elizabeth Browning

    “Oh, hidup adalah siklus mulia dari lagu, Dan cinta adalah hal yang tidak pernah bisa salah” – Dorothy Parker

    Salah satu puisi cinta yang ditulis Kahlil Gibran dan paling terkenal adalah berjudul Cinta yang Agung, dan berikut ini adalah petikan terjemahan puisi tersebut:

    CINTA yang AGUNG
    Adalah ketika kamu menitikkan air mata
    dan MASIH peduli terhadapnya..
    Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
    menunggunya dengan setia..
    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
    dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
    turut berbahagia untukmu’

    Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
    Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
    dan terbang ke alam bebas LAGI ..
    Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
    kehilangannya..
    tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
    bersamanya…

    Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
    menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
    mereka jatuh

    Salam kasih sayang untuk semuanya,

    Dewi

  7. ‘Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
    menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
    mereka jatuh’ (Gibran)

    Semua,

    Iya lah, Selamat Hari Valentine ! Lagu The Beatles selalu mengiang-ngiang di telinga saya ‘ All you need is love …. all you need is love …. all you need is love ….’ Terjemahannya : Yang dikau perlukan adalah kasih … yang dikau perlukan adalah cinta … yang dikau perlukan adalah katresnan ….
    Andai semua orang sibuk … bercinta, kan orang jadi lupa … perang, jadi lupa berkelahi, jadi lupa gebuk2an …. Love … love …. love …. Atau menurut versi penyair Sutardji CB, kira2 : kawinkawinkawinkawinkawinkawinkawinkawinkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasihkasih

    Salam katresnan Valentine

  8. pamuji rahayu…

    Nduk Dewi, dan sedulur kinasih semua..
    terima kasih ucapan hari kasih sayangnya, semoga kita tidak pada hari itu saja untuk berkasihsayang… tapi sepanjang hidup kita rasa welas asih selalu ada .. selalu kita lakukan dan lakoni serta terapkan kepada sagunging dumadi.. dalam keadaan apapun seyogyanya kita selalu kasih sayang, pun pada orang yang membenci kita, yang mengkoparkapirkan kita.. yang mengatakan kita sesat sekalipun..mari kita bedil dengan senjata cinta berpeluru( mimis ) kasih sayang, welas asih.. mari kita bedil bedili sifat benci, iri dengki, mengkambing hitamkan sepadaning titah demi pembelaan diri…

    @ kadangku sebangsa setanah air Bima, TS, entah apapun namamu, IDmu, saya mau bertanya saja..” kalau kmu mengkultuskan dan mensucikan apa2 yang dtang dari tanah Gurun ( Ng Arab ) pernahkah kamu masuk ruangan Duta Besar atau Konsul Saudi Ng Arabia..? lalu endus .. pewangi apa yang digunakan mereka diruangannya >>coba jangan bertanya atau mencari info dngan katanya.. tapi lakukan sendiri lalu cium ( klau hidungmu masih normal sebagai orang Indon – ). aroma apakah gerangan..? ( ini menyangkut perkataanmu bahwa kemenyan adalah pemborosan, sampah dan alat ritual mengundang leluhur, dan rasulmu tdk mengajarkan ) .. yah.. saya hanya ngelus dada, semoga kamu akan mendapatkan derajat di alam kelanggengan ( akherat – orang timteng bilang , padahal sepertinya bukan dari ajaran sana .. AKHIR – RAT ) – ( coba jabarkan kata itu- kata saja jangan maknanya dan kesempurnaannya, ini PR buat kamu saudaraku Nakmas…? jangan hanya bisa memberikan PR yang ga ada juntrungannya. semoga kasih sayang dan welas asih selalu menyertaimu sepanjang hidupmu ya nakmas Bima.. nuwun,
    salam sihkatresnan,

    • @Mas Jagad SJ,

      Iya, kalau soal kasih – kasihan, termasuk welas asih, akan selalu saya … dukung … Ya sekarang, besok,lusa, sepanjang segala abad lah ! (-: … Konyolnya, ada saja yang … alergi dengan kata kasih/welas asih ini ! Tadi saya dengar berita di radio, pemerintah Arab Saudi itu anti … Valentine Day, sekitar seratus empat puluh orang telah ditangkap polisi disana karena merayakan Valentine Day ini ! Iki gek kepiye ?! ….
      ——————————
      @ Tanwaskita,

      Saya baca koment njenengan di ruang sebelah yang bunyinya begini:
      Kowankawinkowankawinkowankawinkowankowankawin….
      Kwkwkwkwk….. I like your mantra… xixixixixi… (Dewi)
      ————————
      @ Jeng Dewi Murni berkembenkan suta ungu,

      ‘kawinkawinkawinkawinkasihkasihkasih’ itu punya penyair Sutardji Calzoum Bachri, penyair kawakan sufi dari Riau (?),dari puisi ‘Tragedi Sihka dan Winka ‘. Beliau yang punya hak cipta (copyrights). Kalau saya bilang itu puisi saya, lha kan namanya …. mencuri … Kalau soal mantra, itu memang betul, karena penyair Sutardji CB ini memang sering menulis puisi mantra. Pas dengan hari Valentine dan kasih/welas asih yang ditulis Mas Jagad SJ ( Yesuit ?? )

      salam katresnan mantra kasih

  9. @ All,

    Terinspirasi dari sebuah cerita mini atau yang biasa di sebut CERMIN, saya lupa apa nama web/ blognya, yang juga pernah di postingkan di salah satu ruang blog ini, saya sangat terkesan sekali, yang saya ingat cerita mini ini begitu singkat, padat dan jelas, rasanya hampir tak bisa membedakan apakah ini suatu cerita atau suatu sajak kalimat saja.

    Lalu saya mencoba/ belajar me-rangkai2 kata, dan jadilah cerita mini ini yang kalimatnya saya utak-atik semalam. hmmm, andai lomba cerita mininya ini tidak keburu di tutup pada tgl 14 february lalu, maka saya ingin mengirimkan karya saya ini. Daripada menunggu setahun kemudian yang sangat lama, lebih baik saya berbagi cerita dengan teman2 di blog ini saja…

    1.MERAH PUTIH

    Merah bibirku, putih kemejamu, maka berkibarlah sang saka merah putih…

    2.KISAH AKI UDANG DAN NINI PEYOT

    Kita hanya berjodoh dalam cerita kahyangan saja, tapi tidak berjodoh di atas ranjang, punggungmu terlalu keras membungkuk, kakiku lumpuh layu, lebih baik kau cari saja udang betinamu, dan aku akan menjaga bungaku, supaya ia tidak layu sebelum berkembang.

    3.DETAK JAM DINDING

    Jika siang jam dinding berdetak… tik…tak…tik…tak…, jika malam ia berdetak… tak..tik…tak…tik…

    4.BANTAL DAN GULING

    Jika aku jadi bantal, engkau jadi gulingnya, dan kasur sebagai saksinya…

    5.KONTES KECANTIKAN

    Karena kemolekannya Wanita adalah makhluk terindah di dunia, dan lelaki adalah Makhluk tercantik di dunia karena keelokan burungnya.

    *To be continue… (kalau ada ide lagi…)…

    kepada semuanya selamat bermalam minggu, selamat berakhir pekan…

    Salam cerita mini,

    Dewi

    • tak sambung ini ya jeng …..

      biar ceritanya ada selingannya

    • @ Jagad SJ,

      Dorrr…!!… aku bedil dengan peluru cintaku… he he he… kik kuk.

      Maturnuwun paman atas apresiasinya, nggih sak meniko roso tresno, welas asih lebih cesspleng di aplikasikan sak bendinane lan ora pilih kasih…

      @ Sen Karna,

      Maturnuwun pencerahannya, dan terima kasih pula untuk penulis syair kowankawin… dari bapak Sutardji CB dari Riau.

      Memprihatinkan sekali dan Seharusnya ini tak perlu terjadi, Orang2 yang melarang orang untuk bercinta kasih itu mungkin sudah putus urat kasihnya, sebaliknya mereka lebih suka melakukan kebengisan dengan berlindung di balik norma budaya/ agama mereka saja.

      @ TAMBAH GAYENG,

      Nggih maturnuwun kangmas, inilah uniknya ‘cermin’, walau hanya berupa rangkaian 1-2 kalimat kata, tapi mengandung arti mendalam dan makna yang multi tafsir.

      Seperti kata bantal dan guling, serta judul aki udang dan nini peyot, mungkin imajinasi orang satu sama lainya bisa berbeda… he he he…

      Maturnuwun atas kiriman video misteri crop circlenya, sangat imajinatif dan inspiratif, sangat aneh namun nyata…

      Salam cermin,

      Dewi

      • TITIPAN KALBU BUAT WM

        jeng DEWI…. titip buat kawan WM… kalau pas masuk tolong di sampaikan ya…

        Isi titipan :
        Romo WM…. tentang sandi yg q kirimkan kapan hari dan kenapa hrs slamet/fitri yg saya mintakan bantuan membuka sandi itu ???
        dulu kawan WM pernah cerita tentang salah satu putra kawan WM di ajak jalan-jalan, nah sandi ini lanjutan dari mimpi itu…. kenapa bukan saya sendiri yg berbicara/membabarnya ??? ada pantangan yg tidak boleh saya langgar, saya hanya diperbolehkan menambahi atau sedikit merevisi yg kurang. tapi kelihatannya kawan SPSW lebih mengerti dari pada saya…. ya sudahlah… waktu yg diberikan untuk ikut dan memberikan kunci gerbang pemahaman itu hanya sampai senin (besok) bersama terbenamnya matahari…. dan sepertinya memang kawan SPSW tidak menghendaki gerbang itu dipahami oleh orang banyak. Mau apa lagi, (mau mencaci sok tau…. boleh saja…. mau mengatakan palsu…. ya monggo saja, mau bilang.. dasar iblis ngaku wong suci… juga boleh. mau bilang sok keminter juga ndak papa)….. q terima saja dengan tersenyum… memang sih mana boleh diketahui oleh umum, bisa-bisa rontok tuh langit yg tinggi.
        akan saya carikan cara…. bagaimana nanti saya menyampaikan nukilan ayat yg saya janjikan. becik ketitik, olo ketoro. SOPO seng BECIK lan SOPO seng OLO.

        jeng DEWI mohon di sampaikan ya titipannya….. mohon ma’af telah merepotkan. suwun… ( from KALBU )

      • @ KALBU,

        Kangmas kalbu, sepertinya serat njenengan sudah di baca oleh pakpo JS, njenengan di tenggo romo JS ten warung kopi biasane…. he he he…

        Kulo nggih titip salam, salam kangen, kok sakniki ora nate mampir ten diskotik, mulo pakpo nggih dereng nggada fb/ email, dus piye olehku nggubungi?… he he he…

        Salam seduluran,

        Dewi

      • TRAGEDI SIHKA DAN WINKA
        kawin
        kawin
        kawin
        kawin
        kawin
        ka
        win
        ka
        win
        ka
        win
        ka
        win
        ka
        winka
        winka
        sihka
        sihka
        sihka
        sih
        ka
        sih
        ka
        sih
        ka
        sih
        ka
        sih
        ka
        sih
        sih
        sih
        sih
        sih
        sih
        ka
        Ku
        (Sutardji Calzoum Bachri )

        @Jeng DMberkembensutraungu,

        Itu puisi aslinya. Mantra : siapa bilang mantra gak ada gunanya ? Mantra untuk kesehatan, mantra untuk lulus ujian, mantra untuk kesaktian, mantra untuk membuat cewek/cowok idaman jatuh cinta, dsb.

        Salam katresnan mantra/mantra katresnan

  10. @ Ki Sabda, JS, Tomy, Jagad SJ, O`on, Baok, Dalbo, Sen Karna, RP, Yhredaya, Cah Pathi, Wisnu TJ, Wongsorejo, Berlian, KSP, Kicin, Widodo, BAYANGAN, Edy, JOKO SP, Jayadi, Novie, Evangln, Wohing Ranti, Rosemary, Anita MUI, Erma, All,

    Sugeng dalu sedoyo, selamat menikmati akhir pekan dan bermalam mingguan… niki enten humor yang saya comotkan dari fb teman…

    Cewek : Mas kerjo nangndi?
    Cowok : aku Cuma usaha pirang-pirang hotel bintang 4 karo 5 nang Jakarta ambek Bali…
    Cewek : (WAW…Konglomerat… pasti!)… Mas tinggal nangndi?
    Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
    Cewek : (WAW kereenn…omah wong-wong “The Haves”) Pasti gede omahe yo…?
    Cowok : Ngga ah…Biasa ae koq…cuma 3000 m2…
    Cewek : (Busett!) Pasti mobile akeh yo…?
    Cowok : Thithik koq…Cuma ono Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW.Mazda…
    Cewek : (Wah cowok idaman ku iki!!) Mas wis duwe bojo…?
    Cowok : Hmm…Sampai saiki durung…hehe…
    Cewek : (Enak yoan lek aku iso dadi bojone…) Mas ngrokok??
    Cowok : Gak…rokok iku gak apik gawe kesehatan awak…
    Cewek : (Wah sehat iki!) Mas seneng minum-minuman keras?
    Cowok : Gak lah…
    Cewek : (uedan…Cool abissss!!) Mas seneng maen judi??
    Cowok : Nggak… lapo athek judi? Ngentekno duwek duit ae
    Cewek : (Ooohhhh…manise…) Mas seneng dugem ngono ga??
    Cowok : Gak gak…
    Cewek : (Iihh…sholeh tenan iki cowok!) Mas wis mungga kaji?
    Cowok : Yo…mek 3x karo umroh paling 6x…
    Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobine opo sih mas?
    Cowok : MBUJUKI uwong……

    Oalah… kere…kere… kwkwkwkwkwkwkwk….

    Kalau di bahasa indonesiakan menjadi begini:…

    Cewek : Mas kerja dimana?
    Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
    Cewek : (WAW…Konglomerat… pasti!)… Mas tinggal dimana?
    Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
    Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
    Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
    Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
    Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW.Mazda…
    Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
    Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
    Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
    Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
    Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
    Cowok : Tidak donk…
    Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
    Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
    Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
    Cowok : Tidak tidak…
    Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
    Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
    Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
    Cowok : BOHONGIN orang……

    Kwkwkwkwkwkwk…….. kaciaaannn deh loe….

    Salam kocak,

    Dewi

    • ..kaciaaannn deh..
      ——————
      kalo hati sedang galaw..mari dengarkan atu tembang dari Kroya..eh..korea. (^_^)v

    • @ Dear O`on,

      It was so beautiful song, I just can`t hardly believe it, that I am the one who are they talking about… I think both you and they are thrilled me…

      Maybe I had a lot of fear as always
      I always hide in the shadow instead always a step behind you
      Even if my tears tricle down, you only look at the sky
      I walk in a place to you, I lough alone and cry alone, yes I long for you alone
      I just shed tears in my monologue, Becouse it is just my imagination alone
      I am a sad sunflower behind the shadow, I only wait my prayes to be an echo

      …….

      Thank you O`on, even my heart is clouding sometimes, you always be the sunshine… ^_^…

      @ All,

      Demam musik korea begitu heboh dan bikin histeris penggemar remaja tanah air, tidak hanya di kota tetapi juga di pelosok desa, kadang nggak ngerti bahasanya nggak masalah yang penting lagunya enak and artisnya cakep2 n keren. adik saya begitu nge-fans boy band/ girl band asal negri gingseng, fanatik abis! Mereka selalu membeli tabloid terbaru yang mengupas idola mereka, koleksi dvd show, download musik K-Pop di internet, poster, pin, suvenir dsb semua berbau artis idolanya. Lain lagi sepupu saya di desa yang masih smp juga ngidolain, sampai bulik/ bibi yang nggak ngerti jadi ikut2an nge-fans, habisnya kalau di TV ada idola mereka muncul, otomatis remote yang kontrol mereka, mau nggak mau menu drama, musik, talk show harus korea dulu, menu yang lainya nyusul deh ^_^.

      http://id.wikipedia.org/wiki/K-pop

      salam K-Pop,

      dewi

      • @ O`on,

        Saya ingin mengoreksi tulisan: … I always hide in the shadow ‘instead’ always a step behind you… * harusnya:… I always hide in the shadow ‘unseen’ always a step behind you…

        Sooyoung said : …I am nothing, I am no one…
        I like to refrain : … Byar terawangan awang-awung sing ono mung ingsun…

        Becouse I`m nothing … ^_^…

        Salam ingsun,

        Dewi

      • I like to refrain : … Byar terawangan awang-awung sing ono mung ingsun…
        Becouse I`m nothing … ^_^…
        Salam ingsun,
        —————————
        bagaimana-pun…
        mbak Wi, si sy, kita..hingga saat ini..ya demikian halnya..
        bukan sekedar perumpamaan loh
        mau buktinya silahkan dicekidot melalui cara ‘murmer’…meditasi ^_^
        (sebagaimana jika mendengar detak jantung sendiri tanpa bantuan alat yg suka dipake dokter), saat meditasi..disaat telah terdengar suara bagai “siulan” (baca: kilatan petir) pada tubuh sendiri.. maka (simpelnya) selamat datang di gerbang ternoda..eh salah…maksudnya: meraga sukma. ^_^
        (meybi) You’ll find si ingsun sebagai database multiverse.

        nah..saat itulah kalo si sy, FYI
        jadi merasa begitu sulitnya menemukan apa yg sy cari.
        NO customer service… cari aja sendiri apa yg ingin dicari
        maksudnya..
        (misalnya) bagaimanakah sy bisa menemukan hurup A..(baru skdr atu huruf loh)
        sementara database itu bagaikan hanya berupa kumpulan angka 0 dan 1 (buktinya yaitu terdapat orbit eliptikal)
        oh ya.. jika si sy dah merasa binun banget… ya STOP
        kalo dipaksakan,..tak jarang (utk sebagian orang) ..bisa saja jadi berisiko (maaf) kreji. (^_^)v

      • @ O`on,

        When i`m nothing you are something…

        Isn`t it so wonderful the way we`re all meet here?…

        Thanks for your enlightenentment… hmmuuaahh!!… ^_^…

        Salam universe,

        Dewi

  11. @ Bapak2, Ibu2, kangmas2, mbakyu2, adik2 sekalian,

    Sugeng enjang, semangat pagi, Apa yang terlintas dalam benak anda ketika melihat tarian joget bumbung?… lucukah?, energikkah?, erotiskah?… semua jawabannya bisa benar.. walaupun setiap orang memiliki penilaiannya masing2… he he he…

    Ya, Joged Bumbung awalnya adalah tarian pergaulan masyarakat agraris di bali, tak di sangka bahwa penemu dan pengajar joged ini adalah seorang laki2, beliau adalah Bapak Made Lamun sang maestro joged bumbung, pada awal th 50 an pak made adalah penari gandrung banyuwangi, pada th 60 an ketika tari janger wanita berkembang, pak made juga menjadi penari janger, perpaduan Tarian inilah yang merupakan cikal bakal tarian joged bumbung. Mulailah beliau mengajarkan tarian ini berkeliling dari satu desa ke desa lainya, dari satu sekeha (kelompok joged) ke sekeha lainya, hingga puncak kejayaannya di era th 80 an di mana tarian ini booming seantero pelosok bali.

    Tarian ini mementingkan gerak egol yang menjadi modal dasar setiap penari joged. Egol adalah goyangan bokong sang penari. Makin bagus goyangannya maka pengibing, penonton dan penanggap akan semakin antusias untuk ikut menari. Joged bumbung ini begitu terkenal dan populer karena masyarakat menggemari gerakan penari yang cenderung atraktif dan agresif, di tambah Musik pengiringnya juga cepat dan penuh dengan antusiasme.

    Memang tarian joged ini tujuannya untuk bisa lebih akrab dengan penonton dan pengibingnya, juga warnanya yang kontras hijau di kain dan merah di kebayanya bermaksud bahwa penari selalu ingin bersikap hangat pada siapapun, Pakaian sang penari juga ikut menentukan, bila kainnya diikat terlalu tinggi akan membuat gerakan cenderung kurang lincah, kalau terlalu rendah juga bisa menyulitkan gerak langkahnya, namun begitu sang penari bergoyang dengan menutup lututnya dan gerakannya ke samping kanan dan kiri saja.

    Kebetulan saya sudah pernah melihatnya secara ‘live’ bbrp waktu lalu dalam acara ultah temannya kakek yang ke-50, sang istri bermaksut memberi kejutan untuk ultah suaminya, ia mengundang penari joget bumbung secara dadakan lengkap dengan penabuh gamelannya, bagi saya yang baru pertama kali melihatnya, saya sangat surprised dan gembira loka (meminjam kata @ijogading), gamelannya rancak tetapi kentara sekali musiknya adalah musik ‘ wulan andhung-andhung’ yang di nyanyikan oleh nyimas Sumiati, seorang biduanita dari banyuwangi, boleh di bilang nyimas yang satu ini adalah Dolly Partonnya orang jawa timur… bedanya dolly parton dari amrik specialist music country, kalau dolly parton lokal specialis musik osing… xixixixixi…

    Penampilan pertama di buka oleh pejoget bumbung yang masih remaja tanggung, dan Para keluarga dan teman2 bersorak ria tak henti2nya ketika satu demi satu dari keponakan, sepupu dan teman mengiringi sang penyanyi dengan gayanya masing2 dengan gaya bebas dan suka2 aja, dari sini kita bisa melihat kelihaian penarinya yang memang di tuntut untuk mengajak pengibing antusias menari tetapi dia juga lihai mengangkis keagresivan penari dengan kipas yang selalu ada di genggamannya. Setiap mengajak selalu di awali dengan jabat tangan dan di akhiri dengan jabat tangan serta sungkem pula.

    Giliran penari ke dua yang juga masih remaja mungkin masih amatiran/ belajaran, karena sangat beda pembawaannya dengan penari yang pertama, terlihat dari cara dia mengajak pengibing (lawan menari) selalu menyentuh tangan dan memegang anggota tubuh pengibingnya, sedang penari yang pertama tak pernah menyentuh sedikitpun kecuali hanya untuk berjabat tangan. Namun jangan salah, justru penari yang pertama ini aura sensualnya muncul… dari gerak olah tubuhnya terasa sekali kalau ‘jegeg’ (mbak/ nona) yang satu ini sudah profesional, sedang yang amatiran sekalipun dia mencoba memasukkan unsur goyang gergaji, ngedrill dsb tetap aja itu hanya sekedar gerak goyang tanpa ‘rasa’.

    Cari2 di youtube, banyak sekali versi dan goyangan ala bumbung, mulai dari yang pakem, yang bebas, yang seronok dsb semua ada tersedia, bahkan ada yang sengaja membuka lutut saat menari dan goyangnya dari depan ke belakang jadi seperti bukan bumbung yang aslinya tetapi sudah terasimilasi keliaran penarinya sehingga penonton senang karena mendapatkan tontonan erotis gratis… qeqeqeqeqe…

    Tapi saya suka yang satu ini, tak ada patokan umur untuk menjadi penari, pengibing atau penonton joged bumbung ini, semuanya boleh berekspresi dan bergembira…

    Terima kasih atas perhatiannya dan kepada semuanya saya mengucapkan happy Monday!… Smangat pagi, selamat bekerja, berkarya dan beraktivitas di hari yang penuh kesibukan ini…

    salam bumbung,

    dewi

    • …MUSIK pengiringnya..
      —————–
      nah itu dia,
      sekedar unek2/komparasi.. (muzik dan lagunya juga penting)
      ntah kenapa kalo si sy FYI, lebih tertarik (dari/khas lokalnya) tarian dungdat koplo krn sang penari (biasanya) sambil nyanyi dan interaktif juga
      misal:

      gerakannya ada yg bikin konak-kah?
      ndak ah, malah pengen ketawa aja liatnya,
      ..krn (overall) si sy merasa ada yg kocak dan ASYIK dari komposisinya. ^_^

      bernyanyi-pun kalo bisa… NO lipsync,
      jangan kayak grup2 idol mainstream, misal:jepun..
      suka ada yg lipsync pas gelar/promo live. (^_^)v

    • @ O`on, Baok, All,

      Assoooyyy geboooyyyy!!… xixixixixixiiiiiiiii… ^_^….

      Ya, betul 3x!… bernyanyi dan bergoyang harus dengan menjiwai, bukan hanya sekedar tampil di depan audience aja…

      Kalau kita melihat aksi panggung penyanyi kita dengan penyanyi luar yang sangking padat jadwal manggungnya jadi tidak maksimal suara dan tenaganya, akhirnya pake jurus jitu yaitu lipsync sambil hanya sekedar pura2 menjiwai aja, bandingkan dengan penyanyi2 dungdat eh dangdut dari pelosok2 daerah, meskipun jadwal panggungnya padat pantang menyerah apalagi bernyanyi lipsync, mereka malah pake jurus maut : goyangan dan lagunya benar2 yahuud dan full energy, Sekalipun kadang penghasilannya tidak seberapa jika di bandingkan dengan penyanyi2 mainstream, itu semua karena smangat professionalisme dan etos kerjanya yang sangat tinggi.

      Jadi ingat perjuangan Nyimas Inul Daratista (pemilik goyang ngebor), Uut Permata Sari (pemilik goyang ngecor), Dewi perssik (pemilik goyang gergaji), Annisa Bahar (pemilik goyang patah-patah), Ikka bella (pemilik goyang dombret), Lilis Karlina (pemilik goyang karawang), dan artis2 lainya pemilik goyang2 yang lainya, yang berusaha menakhlukkan ibukota dengan Goyangan2 yang attractive, sebuah teknik geol/ goyang asli kreasi anak negri, yang bisa menjadi aset bangsa juga ^_^…

      Hidup penyanyi dangdut lokal!.. semoga dangdut bisa go internasional! ^_^…

      Salam stardut,

      Dewi

  12. @ Ki Sabda, Pakpo JS, Sen Karna, Jagad SJ, Cak Edy, O`on, BUDI, Sedulur Sedoyo,

    Saya mengucapkan Dirgahayu HUT kota Surabaya, kota pahlawan, perjuangan, pendidikan, perdagangan, industri, metropolitan, hiburan, kuliner lan kutho liyo-liyane…

    Suroboyo begitu melekat di benak masyarakatnya bukan saja karena semangat keegaliterannya, tetapi juga dari sejarah, legenda dan perkembangannya yang begitu pesat kemajemukan budaya suku bangsa dalam territorial geografisnya, hingga tak terasa hari jadinya menginjak tahun yang ke 719…

    Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit yakni di muara Kali Mas, hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293, Hari itu merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya…

    Semoga generasi mudanya senantiasa meneladani spirit perjuangan para bapak/ ibu bangsa dan leluhur/ pendahulunya, tidak takut menghadapi ancaman dan bahaya, sebaliknya selalu berusaha untuk bisa memecahkan masalah dan problema, mengikis rintangan dan kendala serta menghalau ancaman dan bahaya demi jayanya nusantara yang kita cintai ini…

    Salam spirit arek suroboyo,

    Dewi

  1. Ping-balik: RUJAKBELING KOLAKRAWE

  2. Ping-balik: SUMPAH BUDAYA II « RUJAKBELING KOLAKRAWE

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 937 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: