Bentuk CROP CIRCLE mengesankan garis-garis meditatif

Konfigurasi lingkaran CROP CIRCLE mengesankan lingkaran meditatif nan simetris

Berikut ini saya upload pertanyaan dari para sedulur melalui email seputar meditasi. Semoga jawaban yang saya berikan seadanya dan sebisanya, mendapat tempat di hati para sedulur semuanya, dengan harapan sedikit memberi manfaat untuk kebaikan kepada sesama titah gusti.

Apa yang dimaksud meditasi ringan ?

Jawab : meditasi ringan sama halnya dengan konsentrasi. Adalah kondisi mental terstruktur, berlangsung selama jangka waktu tertentu.  Otak melakukan fokus kegiatan belajar, menghafal (kembali), menganalisa, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku. Meditasi ringan biasanya terjadi pada saat melakukan analisa, memecahkan masalah, menentukan suatu rencana dan target pencapaian. Termasuk melakukan hening cipta.

Apa yang dimaksud kegiatan meditatif ?

Jawab : kegiatan relaksasi yang disengaja, dengan cara mengosongkan pikiran dari semua hal yang membebani, mengganggu, mencemaskan maupun menarik perhatian dalam kehidupan  kita sehari-hari.  Untuk selanjutnya diisi dengan kegiatan evaluatif, perenungan mendalam (kontemplasi), untuk selanjutnya merubah pemikiran (pola pikir) dengan pola pikir baru yang lebih konstruktif dan kualitatif. Kegiatan meditatif dapat dilakukan dengan bantuan berbagai sarana, misalnya musik, lagu, bernyayi, atau memilih suasana yang nyaman dan mendukung.

Apa saja yang menjadi target pencapaian dalam kegiatan meditasi ?

Jawab : Untuk melepaskan perasaan kita dari berbagai penderitaan. Untuk memerdekakan pikiran dari penilaian berlebihan (baik dan buruk) yang bersifat subjektif akibat dari kelekatan kita terhadap keberpihakan, persepsi, dan penilaian tertentu. Kita akan menjadi sadar bahwa hidup tidak terlepas dari serangkaian persepsi, opini, dan penilaian subyektif yang terjadi terus-menerus. Selanjutnya secara intuitif nlai-nilai subyektif akan kita lepaskan, untuk meraih nilai yang bersifat obyektif. Dalam kegiatan meditasi, keadaan pikiran harus bebas dari aktivitas berpikir. Yang tertinggal hanyalah  perasaan mengalir, pasrah, sumarah, sumeleh, menikmati suatu ketenangan, kedamaian, ketentraman, keheningan yang lahir dari penghentian aktifitas berfikir. Keadaan ini dapat dibayangkan sebagai proses situasi dan kondisi kesadaran pada saat terjadi peralihan dari kondisi sadar menuju kondisi tidur. Memang tidak mudah membayangkannya, karena hanya dengan praktek meditasi kita bisa merasakan sensasi suatu perjalanan meditasi, menuju keadaan meditatif.

Dalam khasanah ilmu Jawa, dikenal pula istilah manekung, mesu budi, dan semedi. Apa bedanya dengan meditasi?

Jawab : meditasi seperti yang telah saya kemukakan di atas. Sementara itu, manekung, mesu budi, semedi, sepertinya memiliki perbedaan dalam hal kedalaman konsentrasi. Dalam keadaan “mati raga”, kita jaga batin dan rahsa sejati kita dalam keadaan sadar atau terjaga.  Diistilahkan “melek sajroning turu” (sadar dalam keadaan tidur).

Saat melakukan meditasi, saya merasakan kantuk yang sangat berat dan selalu berakhir dengan tidur pulas.  Apakah gejala itu merupakan bentuk kegagalan meditasi ?

Jawab : justru begitulah gejala umum keberhasilan kegiatan meditasi. Serangan kantuk yang berat dan berlangsung cepat, sebagai akibat penurunan drastis gelombang otak dari beta, menuju ke  gelombang alpha. Jika anda tergelincir dalam kondisi tertidur pulas, berarti anda berada bablas masuk ke dalam gelombang tetha atau delta. Tugas anda dalam meditasi, pada saat rasa kantuk mulai datang, jagalah agar kesadaran tetap terjaga. Secara otomatis kesadaran batin akan berganti melakukan handling pada diri anda. Kesadaran batin anda akan menjadi penguasa atas kesadaran ragawi.

Pada saat saya melakukan meditasi, saya merasa masih sadar, bisa mendengar semacam suara dan bunyi-bunyian, juga mencium suatu bau, tetapi mengapa saya seringkali merasakan tubuh ini tidak merasakan apa-apa lagi. Bahkan terasa tidak menyentuh alas atau bumi tempat saya duduk bersila, rasanya seperti melayang?

Jawab : itulah kondisi di mana raga mulai beristirahat, sementara kesadaran raga tinggal berada di otak saja. Lama kelamaan, kesadaran pancaindera juga akan beristirahat. Saat itulah kesadaran raga anda mulai  lenyap, tenggelam dalam tidur.  Lama-kelamaan, kesadaran raga menjadi sirna, berubah menjadi kesadaran rahsa.

Bagaimana sensasi pada saat kesadaran raga telah sirna, berubah menjadi kesadaran rahsa?

Jawab : Dalam keadaan tubuh telah mati rasa, semut berjalan dipermukaan kulit pun tidak terasa lagi, suara-suara yang berada dalam jarak terdekat, sara berisik dan gaduh yang semula berasal dari sekitar kita pun seperti sirna begitu saja, suara televisi atau radio yang semula masih terdengar sayup-sayup kemudian hilang tak terdengar lagi, lalu berubah menjadi keheningan mendalam. Tetapi pada saat itu, muncul suara seolah berasal dari kejauhan, namun lama-kelamaan terdengar begitu dekat . Atau anda mencium bau-bauan, harum, wangi, atau bau busuk, bau jengkol, bau bangkai dsb, mula-mula terasa lembut, lama-kelamaan bau sangat menusuk hidung anda. Itulah sensasi kesadaran rahsa mulai tumbuh.

Bandingkan antara sketsa crop circle yang sering terjadi di Eropa dan Amerika yang dibuat oleh peneliti Jerman, dengan crop circle yang terjadi di Sleman Yogyakarta. Ada 90% kemiripan.

 

 

Dari mana asal suara dan bau dalam kondisi mencapai level kesadaran rahsa tersebut?

Jawab : Dari tempat atau lokasi yang jaraknya jauh yang secara normal tidak bisa ditangkap oleh indera penciuman dan pendengaran wadag anda. Namun tidak menutup kemungkinan sumber bau dan suara tersebut berasal dari dimensi metafisik, dimensi selain dimensi wadag. Cirinya, bau atau suara datang pergi secara fluktuatif. Kadang menguat, kadang melemah lagi. Sayup-sayup seolah seperti terbawa oleh angin.

Apa tanda-tanda keberhasilan kita telah memasuki fase semedi, manekung, mesu budi?

Jawab : anda bisa mendengarkan suara nafas tidur atau dengkuran anda sendiri. Atau anda dapat melihat tubuh anda yang sedang terlelap tidur, atau duduk bersila, tergantung bagaimana posisi meditasi anda saat itu.

Bagaimana teknik atau tatacara melakukan semedi, manekung, mesu budi , apa ada bedanya dengan meditasi?

Jawab : coba simak kembali tulisan saya dalam posting berdujul OLAH SEMEDI. Buka pula MEDITASI.

Saya selalu merasa gagal dalam melakukan meditasi, sulit rasanya untuk fokus pada satu hal, apalagi mencapai keheningan batin dan merasakan sensasi gaib?

Jawab : kegagalan justru terletak pada fokus konsentrasi anda. Anda terlalu berkonsentrasi pada hasil. Bahkan memikirkan dan mengharap-harap merasakan suatu hasil, berupa sensasi-sensasi gaib  dalam meditasi. Hal itu beresiko menimbulkan imajinasi, halusinasi, dan  ilusi yang menipu. Maka munculah “memedi” yakni, memet ing budi (keruwetan fikiran) . Munculnya resiko itulah yang membuat kacau meditasi anda.

Apa beda meditasi dengan melamun?

Jawab : melamun merupakan tindakan tanpa sadar. Bisa disebabkan karena asik membayangkan sesuatu, atau karena pikiran kosong mlompong alias blank tanpa tujuan apapun. Sementara itu meditasi merupakan tindakan sadar. Pelaku meditasi menyadari dan paham apa yang sedang dilakukannya.

Bagaimana teknik meditasi pada umumnya?

Jawab : Terdapat banyak sekali teknik bermeditasi, termasuk meditasi sebagai gerakan atau tarian dan meditasi atas bunyi-bunyian atau musik. Ada yang melakukannya sambil bervisualisasi, ada yang melakukannya sambil berkontemplasi ke dalam sebuah konsep (misalnya tentang cinta, kasih-sayang, pendritaan, atau tentang konsep Tuhan).  Ada yang melakukannya sambil merapal mantra atau melakukan afirmasi (meneguhkan diri dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang dapat memberikan motivasi), sambil berzikir, ada pula yang melakukannya sambil memandangi cahaya lilin. Untuk melakukan meditasi, Anda harus dapat menurunkan frekuwensi gelombang otak terlebih dulu dengan cara relaksasi. Kenali irama gelombang yang mengalir yang sering mengacaukan peningkatan kesadaran dalam meditasi agar dapat menemukan cara yang khas untuk membuatnya menjadi selaras.

Adapun dasar-dasar bermeditasi antara lain sebagai berikut :

  1. Cari tempat yang tenang, nyaman dan aman dari gangguan keramaian dan hewan berbahaya.
  2. Kenakan pakaian yang longgar serta nyaman.
  3. Lakukan posisi duduk bersila punggung tegak pandangan lurus ke depan.
  4. Bahu harus rileks, tangan diletakkan di pangkuan, pertemukan ibu jari dengan jari tengah anda agar dapat merasakan denyut jantung.
  5. Perlahan – lahan pejamkan mata anda seringan mungkin.
  6. Pusatkan perhatian pada irama keluar masuknya udara di kedua lubang hidung anda.
  7. Buang semua yang anda pikirkan, hingga hanya tersisa suara nafas yang terdengar.
  8. Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan tergesa-gesa, perlu waktu untuk bisa rileks sepenuhnya; lakukan sedikit demi sedikit, dimulai dengan ujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
  9. Bayangkan atau imajinasikan semua kegiatan anda selama seharian mulai dari bangun tidur sampai saat anda melakukan meditasi.
  10. Pasrahkan semua yang anda alami kepada Sang Pencipta, semua hal yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Apa saja manfaat meditasi ?

Jawab ; Manfaatnya bisa langsung maupun tidak langsung kita rasakan. Salah satunya adalah kesembuhan dari sakit tertentu baik penyakit fisik maupun non fisik (mental/psikhis). Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah obat anti-stres yang paling mujarab. Stress membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi cepat dan pendek. Sebagai bentuk pertahan tubuh alamiah,  kelenjar andrenalin memompa hormon-hormon stres secara berlebihan. Selama anda melakukan meditasi, detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stres menurun. Selama melakukan kegiatan meditasi, konsentrasi dan olah nafas lama-kelamaan Anda bisa mendengarkan denyutan jantung, bahkan lebih lanjut lagi Anda dapat mengkoordinasikan irama denyut jantung dengan irama keluar masuknya nafas. Meditasi melatih otak untuk menghasilkan lebih banyak gelombang Gamma, yang dihasilkan saat orang merasa bahagia. Dari penelitian terungkap bahwa meditasi dan cara relaksasi lainnya bermanfaat untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal dengan meningkatkan produksi melatonin dan serotonin serta menurunkan hormon streskortisol.

Berikut manfaat meditasi yang secara umum.

  1. Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan apa adanya dan sewajarnya.
  2. Memperoleh ketenangan batin, kematangan mental, dan positif thinking.
  3. Memiliki fikiran yang jernih, dan hati yang bersih.
  4. Mudah menemukan solusi setiap permasalahan hidup.
  5. Lima belas menit meditasi sepadan dengan tidur berkualitas selama satu jam.
  6. Melancarkan peredaran darah serta menambah daya tahan tubuh.
  7. Organ-organ dan sel tubuh berfungsi lebih baik dan bekerja lebih teratur.
  8. Mampu memahami orang lain dan menghargai perbedaan pendapat.
  9. Santun, bijaksana dan bersifat memaafkan.
  10. Selalu bersemangat, hidup mengutamakan kebaikan bagi sesama.
  11. Menambah stamina, kebugaran & kesehatan jiwadan raga (rahasia awet muda).
  12. Menyembuhkan berbagai penyakit.
  13. Mengembangkan potensi diri dan membangkitkan power yang masih terpendam.

Apakah meditasi berhubungan dengan suatu tradisi agama tertentu ?

Jawab : Hal itu samasekali tidak lah penting. Yang jelas, ada OLAH RAGA, ada pula OLAH PSIKHIS, OLAH JIWA, OLAH BATIN, OLAH RASA. Meditasi termasuk dalam olah raga, maupun olah jiwa. Saya kira setiap agama punya tradisi meditasi, hanya saja nama, istilah, dan caranya saja yang berbeda.

Apa yang dimaksud meditasi cakra ?

Jawab : Mohon maaf Mas, saya belum bisa menjawab sekarang, saya sudah sampai tempat yang saya tuju…akan saya jelaskan pada sesi berikutnya, tentu dalam waktu yang seadanya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya… J Termasuk 7 petala langit, 7 maqom. Hingga masuk dalam konsep SUNGSANG BAWANA WALIK. Selamat menanti!

Asah asih asuh

sabdalangit