MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI
Meditasi dibagi dalam dua alur besar. Yakni meditasi mikorokosmos atau pemusatan konsentrasi pada jagad alit yakni unsur-unsur yang ada dalam diri tubuh kita. Dan meditasi makrokosmos atau meditasi jagad ageng. Meditasi cakra merupakan subsistem dari meditasi mikrokosmos.
CAKRA DASAR, ROOT CHAKRA, Jayengdriyo, Muladhara :
Cakra pertama. Terletak di dasar tulang belakang, berfungsi meningkatkan kemampuan kita dalam bertahan hidup dan beradaptasi. Cakra ini sekali terbuka akan memberikan stabilitas yang kita perlukan untuk memikul beban kita sehari-hari. Ketika cakra dasar ini masih tertutup akan membuat kita takut pada perubahan. Tetapi sekali terbuka akan menciptakan peluang bagi kita untuk menggapai kesempatan merasakan indahnya kehidupan serta suatu kenikmatan dan anugrah yang menakjubkan dalam kehidupan ini.
SEXUAL CHAKRA, JANALOKA atau Swadhishtana:
Cakra kedua ini terletak di balik wilayah alat genital. Sepadan dengan bait al-mukadas. Cakra ini berkaitan dengan energi dan gairah seksual. Apabila energi mengalir bebas diwilayah ini akan membawa energi positif dalam hidup kita. Penyumbatan di daerah ini dapat mengakibatkan masalah seksualdan reproduksi yang akan menghambat energi mengalir bebas dan menyebabkan energi negatif dalam hidup kita.
CAKRA PUSAR, NAVEL CHAKRA atau Manipura :
Cakra ketiga. Cakra ini hubungannya dengan energi dan terletak di bawah pusar. Cakra ini merupakan pusat kekuatan tubuhdan merupakan titik luncur untuk energi prana. Meditasi pada cakra ini akan membawa energi besar dan dapat digunakan untuk menyerap energi yang besar pula. Biasanya meditasi cakra pusar secara efektif diterapkan untuk membangkitkan “tenaga dalam” dan untuk penyerapan energi alam seperti energi ombak laut, energi angin, energi api, energi matahari, energi rembulan, energi bumi dsb.
CAKRA HATI, HEART CHAKRA atau Anahata :
Cakra keempat. Sepadan dengan bait al-muharam. Panggulunganing raosing karsa. Cakra hati terletak persis di daerah jantung-hati dan berhubungan dengan kebaikan yang besar dan cinta kasih. Meditasi pada cakra ini dapat memiliki pengalaman batin yang mendalam dan membuka hati untuk dapat merasakan keindahan sejati dalam memahami alam semesta. Cakra ini berfungsi pula untuk menghubungkan antara pikiran (kesadaran) tubuh (ragawi) dengan kesadaran jiwa (batin).
CAKRA TENGGOROKAN, THROAT CHAKRA atau Vishuddha :
Cakra kelima. Sepadan dengan bait al-makmur. Titik energi cakra ini terletak di dasar tengkorak. Pusat energi ini terutama terkait dengan kemampuan kita untuk mengekspresikan diri kita sendiri dan juga memiliki dampak langsung pada sistem kelenjar kita. Membuka cakra ini akan membantu mereka yang memiliki kendala sulit berkomunikasi.
CAKRA ALIS, BROW CHAKRA, PAPASU, atau Ajna :
Disebut pula cakra keenam. Alam papat (empat); sukma wisesa (alam nuriah), sukma purba (alam siriyah), sukma langgeng (alam hidayat), sukma luhur (alam jamma). Cakra ini terletak di antara kedua alis mata, disebut juga sebagai mata ketiga. Sebagai titik di mana alam pikiran sadar dan alam pikiran bawah sadar datang bersama-sama untuk membuka kemampuan kita secara psikhis (innerworld) dan intuitif (kebatinan).
Meditasi pada cakra mata ketiga (third eye) ini paling digemari para pemula meditasi. Karena diperolehnya wawasan yang dalam dan luas bahkan mata ketiga dapat mulai terbuka. Memungkinkan seseorang dapat melihat dimensi gaib dengan mata batinnya (third eye vision).
CAKRA MAHKOTA, CROWN CHAKRA, atau Mahasrara :
Disebut pula sebagai cakra ketujuh. Alam langgeng, Uluhiah, Sang Jati. Ini dianggap sebagai chakra rohani, di mana orang dapat menemukan kebijaksanaan yang sejati di mana pengetahuan lahir dan batin, pengalaman fisik dan metafisik, wadag dan gaib, semua dapat dialaminya.
Cakra ini sebagai titik energi di mana pencerahan sejati dan bentuk realisasi diri dapat terjadi. Dalam tradisi Jawa, mengasah cakra mahkota dapat menjadikan seseorang menjadi Permana Jati. Yakni mampu weruh sadurunge winarah atau mampu melihat sesuatu yang bersifat futuristik, dan weruh kasunyatan jati atau mengetahui kenyataan sesungguhnya apa yang sebenarnya terjadi di alam fana (jagad wadag) dan alam keabadian (jagad gaib). Dapat dikatakan, terbukanya cakra mahkota dapat membuat seseorang menyaksikan dan memahami suatu kenyataan, baik sesuatu secara fisik maupun gaib. Oleh karena itu terbukanya cakra mahkota dapat meraih ngelmu kasunyatan (pengetahuan yang nyata) yang meliputi wahana fisik dan gaib. Kita jadi tahu apa yang sesungguhnya terjadi sekalipun di alam gaib. Oleh sebab itu, bermeditasi pada cakra ini akan menghasilkan efek yang mendalam dan harus didekati dengan cara hati-hati dan dibekali pemahaman yang memadai. Karena bisa jadi pelaku meditasi akan terkejut dan bingung melihat kasunyatan gaib (realitas gaib), ternyata tidak sesuai dengan apa yang tidak sekedar diyakininya (ujare, katanya) selama ini. Dalam spiritual Jawa seseorang yang dapat menerima “Wahyu Keprabon” atau wahyu kepemimpinan (wahyu singgasana kekuasaan untuk menjadi RI-1) atau dalam pewayangan dinamakan “Wahyu Makutarama” hanyalah orang-orang yang sudah terbuka cakra ketujuhnya. Sehingga akan membawa keberhasilan seorang Presiden dalam masa kepemimpinannya.
Meditasi merupakan PEMUSATAN PIKIRAN, mengkonsentrasikan DAYA CIPTA pada satu titik yang ada di dalam tubuh kita. Arah pemusatannya melalui jalan sugesti atau saran dari kekuatan pikiran. Pemusatan pikiran pada satu hal saja yakni pada cakra-cakra yang ingin dibuka atau dibangkitkan.
Sementara itu, olah semedi merupakan penghentian atas semua gerak-gerik cipta. Digantikan dengan PEMUSATAN pada RAHSA atau rasasejati untuk memahami sejatining rasa pangrasa. Pemusatan rasa akan terjadi setelah kita MELEPAS SEMUA KEGIATAN PIKIR-MEMIKIR. Sehingga akan dicapai keadaan “suwung” atau kosong dari segala pikiran dan kemudian masuk (manjing) ke dalam keheningan batin yang “suwung” (awang uwung). Duwe rasa ora duwe rasa duwe, atau “punya rasa, tidak punya rasa punya”. Nah, untuk meraih keberhasilan dalam membuka cakra ketujuh, Anda harus melakukan olah semedi.
UNIVERSAL VALUE
Meditasi pada cakra-cakra kita merupakan cara yang efektif untuk membangun energi dan meraih kesadaran spiritual. Ada tiga cakra yang harus kita konsentrasikan untuk meraih keberhasilan. Hal ini akan membuahkan hasil terbesar serta meningkatkan kesadaran dimensi kita dalam waktu sesingkat mungkin. Ini sangat dibutuhkan bagi siapapun yang ingin meraih kesembangan yang lebih baik. Keseimbangan diri dengan dimensi sosial (self & social dimension), diri dengan alam (microcosmos & macrocosmos). Orang yang meraih “keseimbangan” akan berada dalam irama yang harmoni. Yakni orang-orang yang selalu memperoleh berkah dan anugrah, yang selalu menebar berkah dan anugrah kepada seluruh makhluk. Itulah orang yang meraih derajat kemuliaan. DERAJAT KEMULIAAN ditentukan oleh apa yang diperbuat seseorang selama hidupnya. Apakah Anda percaya, jika kondisi seseorang menjelang ajal termasuk mencerminkan derajat kemuliaannya? Sudah berapa kali Anda menunggui orang di saat menjelang ajal? Cobalah cermati dgn kepekaan mata hati, dengan kebeningan mata batin, ternyata “keyakinan” seseorang tidak berhubungan langsung dengan kondisi akhir saat sakaratul maut tiba. Yang menentukan derajat tetap saj perbuatan. Bagi yang tak percaya boleh saja toh kelak akan membuktikan sendiri pada waktu yang sudah terlambat. Keyakinan yang dianut sebagai sarana pendidikan untuk membangun budi pekerti luhur bagi penganutnya. Budi pekerti menentukan “corak warna” apa yang diperbuat oleh seseorang. “Corak warna” perbuatan setiap orang lah yang pada akhirnya menentukan derajat kemuliaan. Yang ada adalah ngunduh uwohing pakarti, atau menuai buah budi pekerti, bukan ngunduh uwohing agami. Karena agami berfungsi sebagai salah satu “media tanam” bagi tumbuhnya “tanaman” bernama budi pekerti luhur.
Meditasi cakra merupakan salah satu cara di antara milyaran cara yang dapat dilakukan manusia untuk menggapai level keluhuran budi pekerti, untuk meraih derajat kemuliaan hidup yang tinggi. Seseorang yang telah terbuka cakra mahkotanya, ialah orang yang telah mencapai maqom ke 7. Tentu saja derajat maqom ini akan tercermin dalam pola pikir, segala sikap, dan tindak perbuatannya. Sebaliknya fanatisme terhadap suatu agama, budaya, dan falsafah hidup barulah mencerminkan terbukanya cakra level dasar. Celakanya, orang-orang yang baru terbuka cakra dasarnya biasanya justru bersikap seolah sudah menggapai maqom ke tujuh. Sudah merupakan hukum alam bahwa “air beriak tanda tak dalam”.
















352 tanggapan kepada “MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI”
zakky
Maret 31st, 2012 pada 12:55
Salam kenal…
Saya mau bertanya, saya kan udah coba melakukan meditasi, tapi kenapa pada saat meditasi tubuh saya selalu jatuh ke depan dengan sendirinya…???
mohon di beri petunjuknya.
Terima kasih…
gigi
April 2nd, 2012 pada 05:36
Selamat pagi,
Saya mau tanya lagi, mas. Kemarin ketinggalan. Orangtua bilang, pada saat kita menemui jalan buntu / apa, kita bisa berdoa sambil meditasi memohon petunjuk dari yang di Atas. Nah, pertanyaan saya: apa seperti meditasi biasa? (konsentrasi biasa, tidak perlu ke titik tertentu seperti cakra), posisi tangan seperti apa? Karena ada yang bilang, pada saat kita memohon petunjuk, posisi tangan terbuka menghadap ke atas (seperti memohon). Tapi ada juga yg bilang jempol dan telunjuk / tengah bersentuhan. Bingung saya.
Terima kasih
jabar
April 2nd, 2012 pada 11:47
bahwasanya…kebijaksanaan,pengasih,jujur,menghormati,beramal,rendah hati…masih belum bisa dimiliki manusia…dan hanya se usia menutup umur dngn sisa waktu manusia itu dapat mengapainya… dri comennt2 yg diatas. maaf,menghujat secara tidak langsung,menghina,memperolok,itu sama saja memperolok sendiri..sesama sodara yg salah dituntun dan dipeluk dngn perkataan yg baik.. agar dapat menyentuh hatinya… saya tak sempurna sama seperti smua.. banyak cara menuju jalan allah…. jngn kan manusia biasa yg banyak godaannya apa lg orng yg sudah benar2x menyerahkan diri kepada allah. akan mendapat godaan sesuai dengan tingkatannya… seseorng menulis ada hal positif dn negatif trmasuk saya…trgantung hati jiwa seseorng itu mendengarkan kata hati yg sebenarnya hingga dapat melihat dengan akal sehat dan mendengar dengan kata hati yg halus, mana yg baik dan tidak… semua jalan ditentukan olehmanusia itu sendiri baik dan buruknya pertanggung jawabannya setelah dia mati diperlihatkan semasa hidupnya oleh allah.swt.berpuas2x lah lakukan sekehendakmu..maka akan dicatat sekecil apapun yg disengaja atau tidak disengaja. maaf sebelumnya klw ada salah2x kata mohon maaf lahir dan bathin.wassallam
jabar
April 2nd, 2012 pada 11:54
istigfar…apakah smua sudah sempurna. saya juga tidak sempurna..tetapi punya rasa… sehingga memojokkan sesamanya.apakah benar ajaran seperti itu…mohon maaf lahir dan bathin.welas asih yg mendengarkan kata hati .yg salah untuk dituntun bukan untuk dihina apa lg dilecehkan dngn sengaja atau tidak sengaja.maaf sblmnya klw ada kata2x yg slah,mohon dimaafkan wassalam.
jabar
April 2nd, 2012 pada 11:55
apakah semua manusia sempurna..sampai2x rasa dihati welas asih tidak ada..
ning welasasih
April 5th, 2012 pada 23:31
lha ini opo kok malah beraantem…. wis wis podo eling, kiamat sudah dekat c kan katanya bisa bertemu dengan leluhur yyg dah meninggal trmsk kanjeng ratu kidul. kanjeng ratunya suruh ngomong tu sampean doang yg bisa liat dan dengerin kita juga pengin liat koyo opo rupane he…he…. peace…….
O'on
April 6th, 2012 pada 00:03
kiamat sudah dekat
———-
wah asyik dong..
mudah2an si (a)ki Amat bawa oleh2…yaitu:
dongengan lawas tentang malaikat, jin, iblis, setan, hantu, tuhan,.. dll.
(^_^)v
man
April 16th, 2012 pada 19:53
masalah suku, bangsa gimana? menurut saya juga pengelompokan.
bedjolegowo
April 17th, 2012 pada 11:51
Reblogged this on Budaya Adiluhung Nusantara.
david sulistyo
April 18th, 2012 pada 21:31
kok malah berantem.,.,.,segala ilmu/perkataan yg baik atau buruk harus dterima semua baru disaring.,.,
anyones
April 21st, 2012 pada 23:18
salam kenal dari iwan di jakarta
hitam
April 26th, 2012 pada 02:15
wwoooiii embahku almarhum…dulu kalo merokok pake kemenyan ….opo arek padake setan??
dan coba kalo berdebat jangan bawa2 agama dong,baik ayat,ataupun arti dari ayat2 suci…tapi pake akal sehat aja…bisa atau ga dibuktikan secara ilmiah,lhah kalo debat agama nantinya ktemunya pasti ujung2nya teroris lagi…seperti mengutip kata2 @pecinta alam :
laki2 mukmin berteman dengan laki2 mukmin maka timbul pertanyaan berarti saya bukan mukmin jika saya yang islam ini..bersekolah di sekolah dasar kristen krn pendidikanya lebih bermutu dan secara akademis dengan pendidikan yg lebih maju dari sekolah yg lain dikecamatan yg kecil ini…lalu setelah saya dewasa saya kuliah di Universitas Islam terkemuka di jogja…ketika saya menanyakan tentang Laki2 mukmin berteman dengan laki2 mukmin kepada dosen saya…dan saya hubungkan dengan cerita pribadi saya diatas maka dosen saya dulu menjawab… dilihat dari manfaat dan madharatnya…kmudian dia menjawab lagi bahwa mukmin itu itu dilihat dari iman dan iman itu yg melihat hanyalah TUHAN…tidak ada yg bisa mengaku sesorang itu mukmin yg benar2, krn tuhan lebih tahu…disini saya bukan sok menasehati…tapi mencoba lebih berpikir logis saja…bagi saya ayat quran yg turun pertama kali adalah disuruh membaca…apa yg kita baca…saya kembalikan kepada masing2 pribadi….wassalamualaikum wr.wb
Kesadaran Murni
April 28th, 2012 pada 11:59
@ all
Menurut pemikiran/pemahaman/penafsiran kalian Tuhan ( Allah ) itu apa/siapa ?
Jawab yang jujur ya . Monggo dilanjut…..
ciptahening
Mei 6th, 2012 pada 04:13
tuhan niku AKU
he he he…. PEACE
dimas Adi kencana
Mei 1st, 2012 pada 14:08
hatur nuhun Romo…???
dimas Adi kencana
Mei 1st, 2012 pada 14:09
mohon bimbingan Romo..??
KAROMAH
Januari 16th, 2012 pada 07:02
lebih tepat nya disebut “karomah”.
Penasaran Sekali
Januari 30th, 2012 pada 18:45
mas Dewi / Abu al godjo
jadi dimana pastinya?! kasihan kan tim mu itu.
bongkar muat…..gali lobang tutup lobang…..boros!
salam sun g dong
Pecinta Alam
Januari 31st, 2012 pada 01:56
Rantam / Ngglosor Madhep Wetan
mas Dewi a.k.a Sabda
Neng Bima/TS,
Gak usah ganti-ganti nama, neng Bma/TS sudah terkenal dengan pernyataan-pernyataan anti kejawen. Serat2/gurat2an pada obyek2 itu adalah bukti nyata,ilmiah, bahwa guratan2,prasasti2 itu memang buatan manusia. Arkeologi mempelajari serat2, prasasti2 dan fossil2. Ilmiah.
Donasi2 dari luar negri untuk ilmu pengetahuan, apa salahnya ? Kan bukan untuk terrorisme. Ilmu pengetahuan yang bisa berguna untuk semua orang di seluruh dunia, bukan untuk sekelompok kecil manusia yg picik, apa salahnya ? Karena tidak mengiyakan tuhan neng Bima /TS ?
……………………………………………
- Berapa banyak gunung-gunung yang telah dan hendak kalian bongkar?
Tidak kah kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri bahwa gunung2 itu telah menunjukkan ‘kemarahannya akibat ‘nafsu dan ulah kalian itu?!
- Apakah perbuatan kalian itu akan bermanfaat dan membuahkan hasil?
- Leluhur ‘berpulang bukan dengan ‘menyan, sedangkan anda memanggil leluhur itu dengan menyan. Tentu tidak nalar bukan?! Kalau lah memang demikian hal nya, mengapa tidak kalian ‘tiupkan menyan itu di hidung kalian sendiri?!
Sebanyak kalian ‘tiup menyan itu, sebanyak itu pula lah gunung2 akan meniupkan ‘belerangnya kepada kalian.
- Sejarah dan masa lalu tertimbun oleh ‘alam, sudah pasti alam itu sendiri yang ber’hak membukanya. Bukankah kalian juga lebih senang melakukan sesuatu dengan ‘suka hati ketimbang dalam keadaan ‘terpaksa???
- Belajar dan mencari ilmu pengetahuan boleh2 saja. Akan tetapi apa yang kalian lakukan itu adalah ‘pemborosan. Sebaiknya kalian harus belajar memahami apa makna dari ‘prioritas dan ‘momentum.
Kalian telah mengatasnamakan ilmu pengetahuan dan kepentingan masyarakat, demi memuaskan ‘hobi dan ‘kesenangan kalian.
Pecinta Alam
Januari 31st, 2012 pada 02:24
mas Dewi said,
….bahwa manusia nusantara 10.000 th silam sudah memiliki peradaban kecangggihan teknology dan ilmu teology….dst.
Pertanyaannya:
Mungkin kah peradaban manusia itu semakin ‘mundur???
(Contoh: penggunaan ‘menyan dan ‘tool kit primitif lainnya yang kalian pergunakan di blog ini juga).
salam bebek ngendus (mundur lagi).
O'on
Januari 31st, 2012 pada 04:10
- Sejarah dan masa lalu tertimbun oleh ‘alam, sudah pasti alam itu sendiri yang ber’hak membukanya. Bukankah kalian juga lebih senang melakukan sesuatu dengan ‘suka hati ketimbang dalam keadaan ‘terpaksa???
———————————————–
jadi kalo terpaksa krn butuh dan harus menggunakan minyak dan gas sbg fuel kendaraan/alat transportasi, sebaiknya cari alternatif lain yg tidak ada tertimbun, (misalnya menunggangi onta). ^_^
…demi memuaskan ‘hobi dan ‘kesenangan kalian.
—————————–
menyampaikan, menginformasikan ayat2 yg tercantum pada kitab2 tekstual agama-pun demi memuaskan hobi dan kesenangan namun diyakini dan dirasakan sbg ibadah. ^_^
Kedok Kodok
Januari 31st, 2012 pada 06:53
- Belajar dan mencari ilmu pengetahuan boleh2 saja. Akan tetapi apa yang kalian lakukan itu adalah ‘pemborosan. Sebaiknya kalian harus belajar memahami apa makna dari ‘prioritas dan ‘momentum.
—————
Sabda (ketua tim)
Seperti orang yang jual sawah untuk pergi ke padang tandus, konon untuk melihat batu besar saja, atau orang kaya yang mau naik surga : uang kan lebih baik digunakan untuk membantu orang2 miskin, anak2 yatim piatu.
_________
jika dalam keadaan miskin dan lapar, tentu hasil penjualannya akan ‘didistribusikan dan ‘dialokasikan sesuai dengan urgenitasnya secara hak (perut dan otak).
Pahami dulu apa yang sesungguhnya dimaksud dengan ‘integrasi waris.
Pecinta Alam
Januari 31st, 2012 pada 15:12
O’on / bagus prayitno
- Sejarah dan masa lalu tertimbun oleh ‘alam, sudah pasti alam itu sendiri yang ber’hak membukanya. Bukankah kalian juga lebih senang melakukan sesuatu dengan ‘suka hati ketimbang dalam keadaan ‘terpaksa???
———————————————–
jadi kalo terpaksa krn butuh dan harus menggunakan minyak dan gas sbg fuel kendaraan/alat transportasi, sebaiknya cari alternatif lain yg tidak ada tertimbun, (misalnya menunggangi onta). ^_^
———————————————–
1. kONteksnya ‘Sejarah’ dan ‘masa lalu ‘mas ON!
2. Kalau pun anda hendak membahas minyak dan gas, gunakan lah sebagaimana haknya (yang sebenar2nya), tanpa menimbulkan ‘api peperangan dan monopoli. Tentu minyak dan gas yang anda dewakan itu akan menghampiri anda dengan ‘suka hati’.
…demi memuaskan ‘hobi dan ‘kesenangan kalian.
—————————–
menyampaikan, menginformasikan ayat2 yg tercantum pada kitab2 tekstual agama-pun demi memuaskan hobi dan kesenangan namun diyakini dan dirasakan sbg ibadah. ^_^
Tentu tidak, dan bukan seperti yang anda duga. Karena ‘ayat2 tidak lah menimbulkan panas seperti ‘menyan yang kalian bakar itu!
NEXT ON….
Pecinta Alam
Januari 31st, 2012 pada 17:40
menyampaikan, menginformasikan ayat2 yg tercantum pada kitab2 tekstual agama-pun demi memuaskan hobi dan kesenangan namun diyakini dan dirasakan sbg ibadah. ^_^
Tentu tidak, dan bukan seperti yang anda duga. Karena ‘ayat2 tidak lah menimbulkan panas seperti ‘menyan yang kalian bakar itu!
——————-
Rantam / Sabda
Ayat2 itu ditulis manusia, di atas kertas bikinan manusia, dijadikan satu, dicetak dengan mesin buatan manusia. Tuhan mungkin maha pinter, tapi toh untuk mencetak ayat2 bantuan manusia diperlukan,terbukti tuhan TIDAK bisa mencetak ayat2 … Mengapa ayat2 itu tidak ditulis di langit saja ? Mengapa harus melalui satu manusia saja ?
___________________
Nah….gitu donk Sabda…..anda sudah mulai mau belajar dan makin penasaran.
Yang di’baca oleh Rasulullah, tentu bukan lah ayat2 seperti halnya buku yang kalian ‘sebut, karena memang Rasulullah tidak dapat membaca dan menulis, hingga sudah tentu pula rasul diberi ‘kelebihan dan diajarkan oleh malaikat yang ‘cerdas.
Sedangkan Kitab suci diperuntukkan bagi manusia biasa (umatnya), yang mau ber’fikir dan ber’akal.
Bukan kah kalian pun berasal dari nabi yang ‘satu?! dan kalian pun diperintahkan oleh Tuhan untuk hidup di bumi yang hanya ‘satu pula?!
kalau lah memang kalian memaksakan diri untuk meyakini, bahwa ada bumi yang ‘lain yang dapat kalian ‘pijak, buktikan lah. Tidak akan mampu bukan?!
Kata mas Dewi, berjuta2 tahun telah berlalu….sedangkan bumi….ya….yang ini2 aja.
_______________________________
Kalau ada ayat kebencian, misalnya ayat anti yahudi yang notabene ciptaan tuhan, maka kita tahu ayat itu di … manipulasi manusia … Tuhan tidak mengajarkan kebencian. Amrozi,Muklas,Bin laden itu sering mengutip ayat2 (yg tidak begitu ) suci. Kemenyan tidak membakar world trade center, kemenyan tidak meledakkan bom2 di bali, kemenyan tidak mambakar gereja2. Akal sehat tidak bisa ditipu ayat.
_________________________________
Nah sekali lagi….anda menjadi paranoid dengan hal2 yang anda sebut di atas. Kalau membahas tentang kejahatan dan kekejaman secara ‘subjektif, tentu akan menjadi suatu hal yang ‘relatif pula. Manusia yang tak memahami (tidak mempergunakan) ayat2 pun, sangat mungkin untuk melakukan hal yang sama seperti perbuatan dosa yang anda sebutkan di atas.
Bukankah yang anda sebutkan itu hanya lah sebahagian kecil dari kejahatan dan kekejaman manusia yang ada di ‘muka bumi ini?! Bagaimana halnya dengan pembantaian dan pembunuhan masal yang terjadi dalam kejahatan perang? mengapa tidak kalian protes kenyataan yang lebih ‘pahit itu?!
Pada ‘awalnya, Yahudi adalah kaum yang diberi kelebihan oleh Tuhan dalam ‘derajat kehidupan mereka. Mereka kuat, kaya, dan pintar, tetapi selalu kembali membangkang kepada Tuhan, hingga mereka memperoleh ‘stempel / kutukan dari Tuhan, seperti halnya stempel yang diberikan Tuhan kepada syaitan.
Hal ini adalah untuk menjadikan pelajaran bagi kalian sebagai makhluk yang namanya manusia, bahwa ketika segolongan manusia diberi ‘kekuatan-kekayaan-kepintaran’ yang dimaksud di atas, maka mereka ‘condong untuk menjadi sombong dan ingkar kepada Tuhan.
Syaitan akan senantiasa menggoda dan menjerumuskan manusia, tanpa lelah dan tanpa memandang ‘latar belakang kalian. Apakah muslim, kristen, budha, Hindu….kiyai, pendeta, manusia yang kuat maupun yang lemah, yang kaya maupun yang miskin, yang pintar maupun yang bodoh….. dst, termasuk nama2 paranoid yang anda sebutkan di atas. Semua pasti ‘didekatkan pada godaan syaitan,
…..dan syaitan pun, senang pula dengan bau2an menyan seperti yang anda gemari itu. Anda mengirim menyan, dan syaitan pun akan membalas dengan ‘aroma bau2an yang lebih ‘menarik dan ‘memikat anda.
Apakah anda merasa telah memperoleh ‘stempel kutukan seperti halnya yang diperoleh syaitan itu?! Tentu hanya diri anda seorang yang ‘tau.
ANYTHING ELSE Sabda?! NEXT
O'on
Januari 31st, 2012 pada 21:25
1. kONteksnya ‘Sejarah’ dan ‘masa lalu ‘mas ON!
—————————-
Sejarah dan masa lalu tertimbun oleh ‘alam…
—————————-
maka (jika sempat) sy mohon Anda informasikan disini bagaimanakah detail sebenarnya (sesuai yg pernah Anda saksikan) bahwa sejarah dan masa lalu itu tertimbun oleh ‘alam.
terima kasih sebelumnya. _/\_
karena memang Rasulullah TIDAK DAPAT membaca dan menulis, hingga sudah tentu pula rasul diberi ‘kelebihan dan diajarkan oleh malaikat yang ‘cerdas.
—————————–
_/\_ ijinkanlah sy menyampaikan salam hormat sy kpd Anda,
berdasarkan yg Anda informasikan itu maka bagi sy, Anda jauuuh lebih baik dari itu si Rasullulah. bahkan yg selalu ingin dan atau terus mencoba berusaha AGAR DAPAT membaca dan menulis-pun…masih jauh lebih baik daripada itu si Rasullulah.
CERMIN PIRAMIDA
Februari 1st, 2012 pada 04:21
Rantam / SABDA
Mungkin kepala neng Bima terlalu banyak kena pasir dari padang tandus, jadi kalau ada orang yang tidak setuju dengan neng Bima, pasti Ki Sabda … Obsesi dengan yg punya blog…Mungkin pasir2 itu perlu anda lepas dari kepala anda. [PASIR PUTIH - PASIR HITAM] Atau mungkin neng
Bima/TS (Titiek Sendiri) terlalu banyak ngeblog kejawen,lupa menerapkan ajaran Quran,lupa sholat, terlalu banyak main2 dengan teknologi orang kopar kapir. [PENEMU CERMIN?!]
Yahudi membangkang Tuhan, tapi bangsa Arab yang mengikuti Tuhan itu … kalah perang terus … Yahudi mungkin selalu pakai otak,ilmu, sedangkan Arab pakai ayat2 tanpa ilmu. [PENEMU AL-JABAR?!] Dalam perang injil tidak dibawa-bawa. Orang tidak ngebom atas nama Yesus Kristus. Orang tidak membom mesjid atas nama Yesus Kristus [DOKTRIN DARAH DAN DAGING]. Beda dengan Amrozi,Muklas,Bin Laden , mereka ngebom atas nama …. kejawen ? Dengan berteriak – teriak kejawen maha besarrr ? [KEDOK - KODOK] Sekali lagi, jangan terlalu banyak ngeblog kejawen, jangan terlalu banyak pakai teknologi yahudi kopar kapir, sholat dulu sana, saya kuatir neng Bima nanti malah jatuh cinta pada kejawen … , terpelet kejawen yg jauh berbeda dengan padang tandus .[PIRAMIDA WARIS].
CERMIN PIRAMIDA
Februari 1st, 2012 pada 04:42
Wongsorejo
tiga hal yang disukai nabi wanita, wewangian minyak arab zafaron dan sholat, wewangian kejawen ya menyan yang disukai alam gaib dan alam nyata….. khusuk dan magis, lelaki normal suka wanita, kejawen suka semedi….. lha sami mawon
MENYAN DIBAKAR! HASIL NYA ‘SEJENIS DENGAN SYAITAN.
kebenaran itu jatuh dimana -mana sama saja tidak ada bedanya, dan memang kebaikan itu sudah seharusnya begitu sesuatu yang wajar saja tidak muluk2 dan tak perlu dibicarakan lagi, tak perlu dikotbahkan semua orang yang waras tahu kebenaran itu apa, yang perlu di utik-2 itu adalah kejahatan/kesalahan untuk diluruskan karena yang ini yang tidak normal, iblis tidak seharusnya ada, seperti kebencian, iri, perang, membunuh, amarah, ambisi, pingin menang sendiri, ngangkangi tuhan/kebenaran di klaim sebagai milik sendiri, menyebar kebenaran saking bodohnya dikiranya orang lain tidak pernah dianugerahi kebenaran oleh tuhan dibalik itu ada kepentingan ekonomi, termasuk barat menyebar demokrasi untuk mengeruk kekayaan alam negara2 berkembang…. dll yang merupakan hawa nafsu, ambisi atau iblis didalam diri kita sendiri, orang yang benar tidak akan mau menerima amplop korupsi dengan kalem dia akan menolak sambil berkata “itu tidak benar”, sedang seorang penegak kebenaran akan langsung melaporkan ke kpk
JALAN YANG LURUS, JALAN YANG BENGKOK. (seperti keris).
seorang pemimpin menerima amplop korupsi, maka dia tidak akan pernah bisa berbuat apapun juga untuk kebaikan rakyatnya, kecuali hanya memperhebat goro-goro, secara lahiriah memang sulit dicari hubungan antara pemimpin dengan goro-2 tapi secara kebatinan hubungan pemimpin dengan gor0-goro itu terlihat dengan jelas
INTEGRASI WARIS
iblis itu adalah malaikat dari api, sedang api memancarkan cahaya, malaikat yang patuh dari cahaya, dua2 nya sesama malaikat malah tuaan iblis, jadi iblis juga bisa berfirman dan selalu menang dan menguasai manusia, iblis inilah yang dendam karena disuruh sujud maka dia membalikan keadaan dialah yang menerima sujud para manusia yang menyembah sesuatu diluar dirinya berhala, sambil nyengir-2, maka biar jengkang-jengking sehari 27 kali tetap saja korupsi, berbeda dengan mereka yang menyembah atau membangkitkan kebenaran di kedalaman diri, dan selalu eling lan waspada dan bisa mengatakan, ….itu tidak benar, aku emoh……
MATAHARI BUKAN IBLIS, APALAGI MALAIKAT!
Si Gundul
Februari 1st, 2012 pada 13:13
@ Pecinta Alam :
“…..dan syaitan pun, senang pula dengan bau2an menyan seperti yang anda gemari itu. Anda mengirim menyan, dan syaitan pun akan membalas dengan ‘aroma bau2an yang lebih ‘menarik dan ‘memikat anda”
Sebuah pengakuan yang jujur dari Pecinta Alam sebagai SYA****, yang selalu mampir dan senang dengan blog ini yang penuh dengan aroma menyan yang menyegarkan…
Di Blog yang ampuh ini, semua bisa diterima, dari orang biasa sampai yang luar biasa..
Semua berkumpul untuk saling asih dan asuh…
Rahayu.
Menyan Arab
Februari 2nd, 2012 pada 15:51
yang tak pake menyan pun di dekati dan di ganggu, juga di temani bahkan menjadi sahabat iblis jahanam, sesekali dia jadi iblis itu sendiri. apalagi iblis sangat suka orang yang merasa paling benar sendiri, merasa paling mulia, pali suci. Sebagai mana pernyataan iblis ” aku lebih baik dari nya “.
maka kesimpulan nya disini banyak yang ngomong ;
- ” Aku lebih baik dari kejawen ”
- ” Aku lebih baik dari agama baru”
masing2 berkata dengan tingkat pengetahuan dan ilmu nya serta kebutaan nya dan kebodohan nya.
Padahal Semuanya ini terjadi atas kehendak Tuhan, yaitu Sanghyang jagad Gusti Allah Pengrean Robul alamin.
Jadi siapa yang berperan mewakili setan jahanam…?, yaitu para pendengki dan pencari tuhan palsu.
pecinta alam
Februari 1st, 2012 pada 16:27
Sebuah pengakuan yang jujur dari Pecinta Alam sebagai SYA****, yang selalu mampir dan senang dengan blog ini yang penuh dengan aroma menyan yang menyegarkan…
Betul….sebagai SYARIAT agama ****, Itu lah mengapa saya tidak akan menjadi MEMBER dari blog ini. Allah melarang berteman dengan SEJENIS syaitan.
Laki2 mu’min berteman dengan laki2 mu’min, begitu juga perempuan mu’min.
Di Blog yang ampuh ini, semua bisa diterima, dari orang biasa sampai yang luar
biasa..
Semua berkumpul untuk saling asih dan asuh…
Rahayu.
Betul….’wadag untuk menampung semuanya….sebagai tempat ‘sampah yang mengeluarkan bau busuk kemana2. Se’jogjanya dimusnahkan hingga ke dasar ‘keraknya.
sampah menyan
Februari 1st, 2012 pada 16:35
oooo…..itu to….maksudnya gali lobang tutup lobang……sampah…..haha
Si Gundul
Februari 1st, 2012 pada 21:45
@Pecinta Alam:
“Betul….sebagai SYARIAT agama ****, Itu lah mengapa saya tidak akan menjadi MEMBER dari blog ini. Allah melarang berteman dengan SEJENIS syaitan.
Laki2 mu’min berteman dengan laki2 mu’min, begitu juga perempuan mu’min”
Urun pendapat: Silahkan saja, di blog Ki Sabdalangit ini, ngga ada yang dipaksa dan terpaksa. Kl senang ya silahkan mampir, kl ngga senang juga ngga papa, yang penting sama-sama belajar… Ngga ada istilah larang melarang, semua di kembalikan ke pribadi masing-masing…Mau memberikan saran, diskusi ataupun mencaci maki, semua ngga dilarang, hanya saja masing2 mencerminkan pribadi si pengirim…
“Betul….’wadag untuk menampung semuanya….sebagai tempat ‘sampah yang mengeluarkan bau busuk kemana2. Se’jogjanya dimusnahkan hingga ke dasar ‘keraknya.”
Urun pendapat : Kok ngeri ya, dengar pendapat ini, yang perlu diolah kan sampah nya, tapi kok mau di musnahin sampai tempat sampah nya??? trus gimana nasib para “pemulung” (termasuk saya dan mungkin jg anda (kl merasa) yang mengais “rejeki” dari “sampah-sampah (kata-nya)” kl ngga ada tempat nya..
“Sampah-sampah” kan perlu diolah menjadi “pupuk” bukan untuk di telan mentah-mentah, sehingga bermanfaat bagi semua.
Salam Tempat Sampah Rejeki Para Pemulung
Rahayu.
KesadaranMurni
April 10th, 2012 pada 23:35
Semua Agama sama dibuat untuk menyatukan umat manusia,tapi alih2 menyatukan
umat manusia,Justru Agama memecah belah Umat Manusia,
Yang dulunya hanya ada UMAT MANUSIA menjadi Umat Islam,Umat Kristen,Umat Hindu
Umat Budha,Umat Katolik,Umat Konghuchu,Umat Nasrani,dll. Manusia jadi ter
kotak-kotak,terpecah belah dan parahnya lagi mereka para pemeluk/penganut agama merasa agamanya paling benar,paling super,paling sempurna ( terutama umat agam Islam ).
Tidak ada satu agamapun yang paling baik / paling jelek,semua agama sama mengajarkan kebaikan dan kedamaian dengan berbagai bahasa dan latar belakang budaya / adat istiadat / kebiasaan orang2 dimana agama itu berasal.
Semua agama di Indonesia adalah produk import,bukan jatidiri asli Indonesia.
Tidak ada satu orangpun yang memiliki agama dan bisa me monopoli agama.
Agama besifat universal,setiap orang punya hak yang sama atas agama tersebut
mungkin ada yang mau bilang membela agama ??? Agamanya siapa yg kau bela ???
Agama bukan milik perorangan atau kelompok,kita hanya PENGANUT / PAHAM SUATU
AJARAN KEPERCAYAAN / PEMELUK / MEYAKINI . itu saja !!!
pecinta alam
Februari 2nd, 2012 pada 06:52
yang dimusnahkan tempat ‘sampah nya!
terserah….kamu mau ‘ngikut tempatnya atau tidak?!
atau hendak mengintip2 dan mengais2 dulu silahkan….sebelum dimusnahkan…
O'on
April 11th, 2012 pada 00:21
…Agama bukan milik perorangan atau kelompok…
—————————
(utk modernisasi) lebih baik hapus saja kolom agama pada (misalnya) KTP dan KK,
dstnya spt pernikahan tidak perlu pengesahan dari lembaga/dinas keagamaan,
scr resminya dah cukup dgn pengesahan dari badan hukum yg berhubungan dgn kependudukan dan keluarga.
mengapa?
FYI, simpelnya kalo sy perhatikan scr (sok) kritis, cantuman kolom agama pada kartu indentitas resmi (wajib) itu justru berkesan rancu/janggal.
ehem…sedangkan sbg kritik yg lebih ‘pedas’nya…
ya..ganti tema sila pertama pada pancasila itu…
kalo menurut si sy, ..sila kedua atau ketiga saat ini, layak untuk di-switch menjadi sila pertama. (^_^)v
KesadaranMurni
April 11th, 2012 pada 18:21
saya rasa kalau Catatan Sipil punya kapasitas untuk mengeluarkan Surat Nikah
lebih tepat dibanding KUA
Sen Karna
April 11th, 2012 pada 19:34
Setuju, kolom agama dihilangkan. Tapi, kita tahu agama ini sering dipolitisasi, dipolitikkan. (Perbedaan) agama juga sering dijadikan alasan untuk menggasak orang lain. Tapi, kalau urutan sila2 Pancasila …, rumit … ,mustahil untuk diganti. Urutan sila2 itu didasarkan pada kompromi waktu itu. Menurut saya PENGAMALAN Pancasila yang lebih perlu ditekankan. Sila2 itu sering hanya terucap saja, tidak dipraktekkan. Salam Bhinneka Tunggal Ika. Hatur nuhun.
O'on
April 12th, 2012 pada 02:59
..didasarkan pada kompromi waktu itu..
———————-
_/\_ hatur nuhun, si sy jadi inget kalimat ini:
Who controls the past controls the future. Who controls the present controls the past.
KesadaranMurni
April 12th, 2012 pada 15:39
Siiiip