Indonesia 06-06-11
Paling tidak semenjak akhir periode kekuasaan ORDE BARU kita seringkali mendengar istilah wahyu keprabon. Namun kiranya sedikit saja orang yang betul-betul mengetahui seluk beluk apa itu wahyu keprabon. Sepadan dengan wahyu keprabon adalah wahyu yang begitu kental dalam cerita pewayangan dan dalam tradisi kesusasteraan Jawa. Sebut saja misalnya “wahyu makutharama” yang diberikan kepada para kesatria Pendawa Lima. Bagi siapa yang memegang wahyu makutharama, dialah akan menjadi pemimpin, menjadi kesatria yang membawa berkah agung bagi rakyat yang dipimpinnya. Demikian halnya dengan wahyu keprabon. Siapa yang kesinungan memiliki wahyu keprabon, dialah orang yang kuat “nyunggi drajat” kepemimpinan tertinggi di negara Republik Indonesia. Dan ada semacam jaminan dari kekuatan supra satria tersebut akan menjadi pemimpin yang membawa berkah kemakmuran bagi rakyat yang dipimpinnya. Membawa berkah agung bagi bangsa yang dikelolanya.
Apa yang dimaksud dengan wahyu? Dalam terminologi Jawa, wahyu diartikan sebagai sebuah konsep yang mengandung pengertian suatu berkah Jawatagung atau Tuhan. Lebih konkritnya adalah berkah yang berasal dari mekanisme kebijaksanaan universe yang diperoleh manusia dengan cara gaib. Datangnya wahyu tidak dapat dipaksakan, tetapi hanya diperoleh melalui berbagai media, dan hanya kepada seseorang yang pinilih dan terpilih. Yakni orang-orang yang kuat memikul derajat tinggi, orang yang memenuhi syarat dalam hal budi pekerti dan tindak perbuatannya selalu hamemayu hayuning bawana terhadap alam semesta seluruh seluruh isi penghuninya. Kepada sesama manusia, mahluk halus, binatang, dan tumbuhan, sebagai refleksi di mana kesadaran spiritualnya telah berada pada level sejati ning jalma, manusia sejati. Orang-orang demikian itu yang sikap perbuatannya selalu selaras dan harmonis dengan hukum keadilan dan keseimbangan alam. Disebut sebagai manusia berkesadaran kosmologis. Bagi yang memenuhi persyaratan di atas, seseorang dapat melengkapi daya upaya untuk meraih wahyu keprabon dengan mesu raga dan mesu jiwa melalui berbagai tradisi seperti bersemadi, bertapa, tirakan, atau berbagai jalan lain yang berkonotasi melakukan laku atau perbuatan batin. Tapi tidak setiap kegiatan “laku batin” itu akan mendapatkan wahyu keprabon karena persyaratan untuk memangku wahyu keprabon tidaklah mudah. Perlu menata solah dan bowo, serta melalui liku-liku perjalanan hidup yang berat. Dari berbagai peristiwa yang menimbulkan suatu penderitaan hendaknya dijadikan sebagai bentuk laku prihatin yakni dijadikan wahana penggemblengan hidup. Dengan demikian seseorang dimungkinkan untuk mencapai tataran kesadaran spiritual dengan predikat tinggi. Berkat kesadaran spiritual yang memadai tersebut, akan terbentuk budi pekerti (bowo) yang luhur. Budi pekerti luhur bukan sekedar jargon yang bersifat pedagogik, namun senantiasa disertai dengan sikap dan perbuatan (solah) yang benar-benar konkrit. Apabila seseorang dapat memiliki prestasi spiritual sedemikian rupa berarti ia telah menjadikan dirinya sebagai “media tanam” yang layak bagi bersemainya “benih” wahyu keprabon.
PUSAKA KEPEMIMPINAN TERTINGGI
Keprabon berasal dari suku kata praba yang berarti sorot cahaya. Dapat bermakna pula aura yang memancar di seputar kepala. Keprabon merupakan sorot aura yang menandakan tingkat keluhuran dan kemuliaan seseorang. Makna khusus keprabon berarti tahta atau kekuasaan. Bagi seorang yang memiliki kemampuan melihat gaib atau melihat benda-benda metafisika, tentu akan mampu melihat pancaran cahaya keprabon yang menyelimuti kepala seseorang pemangku wahyu keprabon. Namun berbeda dengan aura pada umumnya, karena wahyu keprabon ini merupakan ajimat pusaka. Dari warna pancaran cahaya dan terutama getaran energinya dapat dibedakan mana wahyu keprabon mana pula yang bukan wahyu keprabon. Perbedaan paling esensial adalah wahyu keprabon merupakan ajimat pusaka yang memiliki efek terbukanya jalan bagi seseorang untuk memperoleh tahta kekuasaan (baca; kedudukan luhur). Namun bukanlah sembarang kedudukan sebagai pemimpin, karena pusaka wahyu keprabon dikhususkan untuk memperoleh kedudukan sebagai orang nomer satu alias Presiden di negeri ini. Barang siapa yang mampu atau kuat memikul derajat tinggi, serta kesinungan (terpilih) memperoleh wahyu keprabon, itu artinya ia memiliki kesempatan besar menjadi penguasa atau Presiden RI.
Sebut saja misalnya, Presiden pertama RI Bung Karno yang jumeneng sebagai satrio kinunjaran. Selama hidupnya sebagian besar waktunya habis di dalam penjara dan tahanan pemerintah kolonial Belanda. Setelah Soekarno surut, selanjutnya wahyu keprabon jatuh ke tangan Bu Tien Suharto. Mereka berdua merupakan orang-orang yang memperoleh wahyu keprabon. Khusus untuk Presiden RI yang kedua, wahyu keprabon jatuh pada Bu Tien, tetapi yang menjadi Presiden adalah suaminya. Itu artinya yang memangku derajat pangkat sang suami adalah sang istri. Istri yang kesinungan drajat diistilahkan sebagai “sing mengkoni” atau yang memangku derajat wibawa dan kemuliaan. Setinggi apapun kedudukan suami tergantung pada kekuatan spirit sang istri. Maka Pak Harto serta merta memperoleh drajat-pangkat dan kemuliaan menjadi orang nomer satu di negri ini. Namun setelah Bu Tien wafat, Soeharto tidak lagi memiliki pasangan hidup yang memangku wahyu keprabon. Karena wahyu keprabon akan sirna bilamana pemangkunya wafat. Maka semenjak saat itu sirna pula lah wahyu keprabon sang istri yang selama pemerintahan ORBA menjadi penopang kedudukannya. Semenjak Bu Tien wafat pancaran wibawa Soeharto menjadi redup dan diakhiri dengan preseden buruk sejarah dengan lengsernya keprabon Pak Harto dengan cara menyakitkan. Andaikata semenjak Bu Tien wafat pada tahun 1996, Pak Harto menyadari jika wahyu keprabon istrinya sudah tiada lagi, kemudian Pak Harto menyudahi masa jabatannya sebelum tahun 1997, tentu saja akan berakhir dengan cara yang lebih terhormat dan barangkali tidak ada tragedi Mei 1998. Itulah liku-liku jalan hidup Pak Harto almarhum yang jumeneng sebagai satrio mukti wibowo kesandung kesampar. Satria yang penuh wibawa sepanjang karier kekuasannya, tetapi berakhir dengan cara yang tragis disia-sia banyak orang. Semua sudah menjadi sejarah yang musti diambil pelajaran oleh siapapun yang tergiur duduk di tampuk kepresidenan.
Sejak saat itu praktis tak pernah ada lagi seorang Presiden yang memangku wahyu keprabon. Tanpa wahyu keprabon, hampir pasti seseorang tidak akan dapat meraih singgasana kepresidenan. Jikalau pun dapat menjadi presiden, adalah sebuah pengecualian dan ada dua kemungkinan ; pertama, ia termasuk pemimpin yang berada dalam masa transisi dan akan terputus di”tengah jalan”. Atau kemungkinan kedua, pola-pola kepemimpinannya telah menempatkan bangsa ini ke dalam siklus kalabendu di mana banyak terjadi musibah dan bencana alam serta bencana kemanusiaan. Satria tanpa wahyu keprabon, selama masa pemerintahannya sulit untuk dapat meraih kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat dan negara yang dipimpinnya. Sebaliknya beresiko besar periode kekuasaannya menjadi “boomerang” yang berakibat fatal bagi dirinya sendiri maupun rakyat yang dipimpinnya. Jika memang harus ada satria tanpa wahyu keprabon, mereka sekedar pengisi jeda yang bersifat sementara (tumbang di tengah jalan atau hanya menghabiskan sisa masa jabatan Presiden sebelumnya). Ia termasuk ke dalam kategori sebagai satria jinumput sumela atur, ibaratnya ia hanya benda kecil yang dipungut dengan ujung jari tangan, dan berfungsi sekedar “intermezo”.
Cukup banyak contoh di mana telah berulang kali terjadi dalam konstelasi politik negeri ini. Setelah peristiwa berakhirnya masa kekuasaan Presiden Soeharto, kemudian nasib serupa dialami Presiden ke tiga BJ Habibie yang hanya meneruskan sisa masa jabatan Presiden ke dua saja. Beliau tak bisa meneruskan untuk periode selanjutnya setelah pidato kenegaraannya ditolak mayoritas anggota legislatif. Selanjutnya Presiden ke empat Abdurrahman Wachid juga bukanlah Presiden yang memangku wahyu keprabon dan masa kepemimpinannya hanya berlangsung separoh jalan saja. Dilanjutkan Presiden Megawati juga hanya menghabiskan sisa-sisa masa jabatan Gus Dur. Beliau bertiga bukan termasuk penguasa nomer satu yang mendapat “legitimasi” kekuatan supra. Beliau bertiga merepresentasikan diri sebagai Satrio Jinumput Sumelo Atur. Jika diumpamakan sebuah kalimat, beliau bertiga seumpamanya tanda “koma”. Sepadan dengan jeda “intermezo” dalam suatu rangkaian mata acara. Dalam hal ini adalah jeda “intermezo” kursi kepresidenan. Jeda yang dimaksud bukan berarti kekosongan jabatan RI-1 melainkan sebagai penguasa yang melengkapi proses transisi perjalanan sejarah bangsa.
Lagi-lagi dengan presiden RI ke-enam Bung SBY juga bukan pemangku wahyu keprabon. Namun SBY berhasil menghabiskan masa jabatan periode pertama kekuasaanya, dengan “tumbal” ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia melayang akibat nusantara dirundung musibah dan bencana dahsyat. Apabila dibaca melalui kacamata prediksi nama-nama penguasa RI, terdapat sebuah akronim yang akrab ditelinga, yakni NOTONAGORO. Banyak orang mengartikan sebagai bentuk singkatan dari urutan nama-nama Presiden RI. Diawali dengan Soekarno (No), Soeharto (To), sementara itu kebanyakan orang masih simpang siur memaknai Na. Ada pula yang mengartikan Na sebagai akhiran nama Yudayana alias Presiden SBY. Walau terkesan memaksakan makna, namun kiranya tidaklah terlalu melenceng. Sebab jika merunut aksara Jawa tidak ada huruf yang di baca dengan vokal a latin. Dalam alphabet Jawa huruf vokal a dibaca dengan suara kombinasi antara huruf a dan huruf o. Dengan demikian Na (vokal alphabet Jawa) kiranya tetap match dengan akhiran pada nama Yudoyono. Dalam hal ini boleh saja orang mengartikan bahwa setelah SBY berkuasa kemudian akan terjadi goro-goro (Nagoro).
Ia menjadi presiden setelah pada waktu itu “kejatuhan sampur”. Beruntung (kesinungan kabegjan) karena ketika SBY “dianiaya” oleh lawan-lawan politiknya, ia tidak melakukan pembalasan dengan kejahatan serupa. Sebaliknya dia menerimanya sebagai suatu cambuk untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi. Namun Pak SBY seumpama pengutang kredit ke bank. SBY mempunyai kewajiban untuk mengembalikannya diwaktu mendatang. Ketika Pak SBY sudah resmi menjadi Presiden harus menggenapi “syarat-syarat” melalui jalan spiritual (nggenepi laku) agar supaya wahyu keprabon dapat diraihnya di masa jabatannya. Namun rupanya hal itu tidak dapat dilaksanakan semenjak awal periode kepemimpinannya. Alhasil pak SBY gagal nggenepi laku spiritual. SBY sebenarnya mendapat kesempatan besar untuk nggenepi laku sejak sebelum dilantik menjadi Presiden dan terutama mulai awal periode pertama kepemimpinannya. Entah beliau mengerti “kunci-kunci” dan syarat dalam nggenepi laku ataukah tidak tahu menahu samasekali, atau malah menyepelekannya dengan menganggap sebelah mata jalan spiritual yang kudu ditempuhnya. Apapun alasannya, kenyataannya pak SBY tak dapat nggenepi laku sedari awal. Sebagai konsekuensi logis atas kegagalan itu, alam pun kemudian menjalankan rumus-rumusnya berupa hukum sebab akibat dengan begitu transparan dan adil.
Awal masa kekuasaan SBY nusantara ibarat sedang menghadapi datangnya cuaca buruk, di mana akan banyak terjadi prahara hujan dan badai, namun Pak SBY tidak membawa payung, tidak pula membangun tempat berteduh, bahkan tidak melakukan tindakan antisipatif menghadapi kecamuk prahara yang akan terjadi. Tak ayal lagi bencana dan musibah datang bertubi-tubi silih berganti menimpa negeri ini sepanjang karier kekuasaannya. Musibah dan bencana terasa tiada kuasa untuk diantisipasi atau setidaknya mendapat “dispensasi”. Musibah dan bencana bukanlah sesuatu yang bersifat kebetulan. Penting untuk dicatat, bahwa sudah ratusan ribu nyawa melayang akibat musibah dan bencana semenjak periode kepemimpinan SBY-JK dan SBY-Budiono yang belum genap 7 tahun ini. Barangkali di antara para pembaca yang budiman ada yang menilai tulisan ini sebagai upaya menghubungkan hal-hal yang tak ada kaitannya. Apapun pendapat dan cara pandang orang, sekali lagi, saya menyaksikan sendiri dengan mata wadag dan mata batin bahwa semua itu bukanlah suatu hal yang bersifat kebetulan saja. Tampaknya akan sangat berat bagi Pak SBY menyelesaikan periode ke dua tampuk kekuasaannya. Bisa melewati tahun 2011 saja sudah cukup lumayan. Kalaupun nanti 2012 harus lengser, dilihat dari hukum sebab akibat semua sudah menjadi suatu kewajaran, dan tak ada yang istimewa, tidak pula mengagetkan. Perlu dicamkan dalam-dalam, memang bukanlah kesalahan mutlak SBY namun dia sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas beres-tidaknya pengelolaan negara serta nasib rakyat Indonesia. Kiranya beliau belumlah cukup kuat nyunggi drajat dan tanggungjawab seberat itu. Apalagi ia berada dalam fase yang memang sungguh berat untuk dilalui. Di mana situasi dan kondisi negeri yang tengah berada dalam keadaan sedemikian parah dan bahaya ini, wajar saja butuh seorang figur “nyatriyo” figur yang benar-benar berani berwatak ksatria dan betul-betul kuat menjadi seorang satria. Pemimpin yang tidak berani nyatriyo tentu akan hancur oleh mekanisme hukum alam.
PEMEGANG OTORITAS WAHYU KEPRABON
Entah dari mana asal-usul, bagaimana mahakarya itu dibuat, dan siapa orang pertama yang memiliki wahyu keprabon itu bukanlah merupakan sesuatu yang urgent untuk dibahas di sini. Yang jelas wahyu keprabon sudah ada sejak ribuan tahun silam di tlatah nusantara ini. Dimiliki secara turun-temurun dan bergilir secara estafet. Namun siapa pemegang selanjutnya bukan sekedar ditentukan oleh faktor keturunan dan hubungan darah semata, lebih dari itu adalah faktor-faktor sebagaimana sudah saya sebutkan pada alinea pertama dan kedua. Orang yang memenuhi syarat disebut sebagai orang pinilih, selanjutnya ia akan terpilih (kesinungan) untuk mendapatkan berkah berupa wahyu keprabon. Siapa yang bertugas memilih ? Secara sederhana dapat para pembaca yang budiman dapat menjawab, “Tuhan lah yang memilih!”. Namun jawaban kamuflase seperti itu terlalu digeneralisir dan tidak diperlukan di sini. Pertanyaan di atas sepadan dengan pertanyaan, “Siapa yang memilih Anda sebagai ketua kelas?”. Lucu sekali jika jawabannya “yang memilih adalah tuhan”. Jika dijabarkan secara lebih detail dan tepat, adalah “media tuhan” yang memiliki otoritas menentukan siapa orang-orang yang layak menerima wahyu keprabon. Media itu tak lain adalah para karuhun, para pendahulu, leluhur bumiputra bangsa besar ini. Yakni paranata, ratugung binatara yang meraih kamulyan sejati yang telah hidup di dalam wahana kehidupan abadi. Para leluhur yang memiliki otoritas memenej dan mendistribusi wahyu keprabon berlangsung secara estafet. Pada saat ini, pemegang otoritas wahyu keprabon adalah Gusti Ingkang Wicaksana Sri Mangkunegoro ke III atau Pangeran Sapujagad yang sumare di Astana Mangadeg. Itu saja yang saya tahu.
SIMBOL LEGITIMASI KEKUATAN SUPRA
Wahyu keprabon mempunyai makna sebagai simbol adanya restu dari suatu kekuatan supranatural dalam hal ini adalah para leluhur besar bumiputra. Siapa pun orang yang telah memangku wahyu keprabon dipastikan ia sudah memperoleh restu (legitimasi) yang berasal dari kekuatan supranatural yang melimputi bangsa besar ini. dapat dikiaskan manusia, lelembut, hewan dan tumbuhan akan mendukungnya sehingga Nusantara menjadi negeri yang ayom ayem tentrem. Lantas bagaimana caranya agar seseorang dapat kesinungan wahyu keprabon? Yang benar-benar memahami adanya peranan dan otoritas leluhur pun belum tentu kesinungan. Nah, bagaimana mungkin seseorang yang tidak percaya kepada peranan besar leluhur bumiputra bangsa akan mendapatkan wahyu keprabon? Bagaimana pula orang akan bisa kesinungan memangku wahyu keprabon, sementara pengetahuan spiritualnya saja tak pernah mau beranjak selain berkutat pada level “kulit” saja. Siapapun yang tidak mau dan tidak mampu memahami seluk-beluk, apalagi tidak percaya akan keberadaan dan andil besar wahyu keprabon ini, seyogyanya tak perlu terlalu berambisi mendapatkan tahta kepresidenan apalagi mau merombak asas negara sesuai kepentingannya sendiri. Karena segala daya upaya hanya akan sia-sia belaka. Perlu sekali untuk diingat. Bahwa negara ini mau dirubah dan dirombak menjadi negara macam mana, tidaklah cukup hanya mengandalkan perjuangan politik yang melibatkan beaya besar, strategi maupun manipulasi ideologi. Nusantara bukanlah Eropa, bukan Amerika, bukan Timur Tengah, bukan China dan Jepang, bukan pula Afrika dan Australia. Nusantara merupakan bangsa besar dengan segenap tradisi dan aura spiritual yang berbeda, lain daripada bangsa-bangsa lainnya. Diakui maupun tidak, merupakan kenyataan bahwa Nusantara dihuni oleh bangsa yang sangat kental dengan kekuatan spirit dan kekuatan supra. Nusantara bukan saja menunjukkan suatu zone kepulauan dan zone maritim negara Indonesia, tetapi melibatkan zona teritorial metafisis di mana terdapat kekuatan supra yang menyelubunginya. Sebagai konsekuensinya realitas konstelasi kehidupan politik dengan “konstelasi gaib” saling berhubungan dan berpengaruh secara kuat.
Legitimasi yang bersumber dari “kekuatan supra” tak dapat dielakkan dari kancah kehidupan politik bangsa besar ini. Kenapa bisa begitu? Tentu ada alasan yang sangat kuat, sekalipun bersifat metafisik namun tetap dapat dijelaskan secara rasional sebagai suatu ngelmu sejati. Biarpun bersifat gaib, bagi tradisi spiritual local wisdom, ilmu sejati tetaplah berasal dari ngelmu kasunyatan (ilmu yang nyata berasal dari suatu kebenaran). Kesatuan antara tindak perbuatan dengan tingkat spiritualitas yang tinggi para leluhur pendahulu bangsa ini di masa lalu menentukan kecil-besarnya kemampuannya untuk campur tangan mempedulikan nasib anak turunnya. Itulah bedanya, antara Nusantara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Bukan sesuatu yang latah dan mustahil jika prediksi kuno menyebutkan bahwa kelak suatu saat nusantara akan menjadi mercusuar dunia, baik dalam bidang ekonomi maupun spiritual. Diakui ataupun tidak, merupakan sebuah realitas tak dapat dipungkiri nusantara adalah gudangnya ilmu spiritual yang mampu membawa manusia pada kesadaran spiritual yang tinggi. Eropa, Amerika, dan negara-negara Skandinavia boleh bangga dengan kelahiran generasi emasnya yakni anak-anak indigo dan kristal. Tetapi di Indonesia generasi semacam itu sudah ada sejak ribuan tahun silam. Bahkan kemampuan indigo dan kristal dapat diupayakan dan dipelajari oleh siapapun yang menghendaki dan mau membuka pikiran serta menjelajah ranah spiritual yang mahaluas. Sebaliknya bagi yang memilih mempertahankan pola pikir stagnan, menutup diri, enggan mengasah batin, dan dipenuhi oleh ketakutan-ketakutan untuk menjelajah dunia spirit tampaknya hanya akan tergilas oleh dinamika zaman dan kelak akan menjadi kenangan dunia berupa “fosil kebodohan” spiritual.
FORMAT ULANG NUSANTARA
Dengan mata kepala sendiri kita dapat menyaksikan, dan dengan mata hati pula kita dapat merasakan betapa Nusantara saat kini telah mencapai tingkat kebobrokan mental dan pola pikir yang sangat akut serta-merta merambah multi dimensi. Jika diibaratkan sebuah personal komputer, telah terjangkiti berbagai virus ganas yang meninggalkan sekian banyak bootsector yang merusak harddisk dan membuat program-programnya mengalami disfungsional. Serangan virus ganas dari segala penjuru. Virus telah merusak dan melenyapkan sekian banyak data-data penting yang tersimpan dalam database. Softwarenya pun telah terkena serangan trojan yang membuat program-programnya mengalami crash dan kemacetan fungsi-fungsinya. Rasanya sulit sekali menemukan celah untuk memperbaiki nusantara dengan tingkat kebobrokan sangat parah ini. Jalan satu-satunya adalah dengan cara “memformat” ulang harddisknya. Setelah diformat tugas selanjutnya adalah menginstallnya dengan software baru yang steril dari virus dan fungsinya bekerja lebih baik. Nusantara sudah semestinya diformat ulang agar virus-virus ganasnya lebur semua kemudian diisi dengan program software yang baru oleh generasi baru pula. Musibah dan bencana dengan segala macam huru-hara politik tidak lain merupakan proses format ulang. Dengan kata lain pendulum nusantara sedang berayun-ayun keras ke kiri dan ke kanan untuk selanjutnya pendulum akan diam dan tenang di tengah setelah energinya selaras dan mencapai titik keseimbangannya.
CAKRA MANGGILINGAN
Mekanisme recycling akan segera berlangsung di tlatah nusantara. Mekanisme perputaran ulang dan hukum sebab akibat telah “baku” sebagai hukum alam yang sudah tentu akan terjadi. Tak bisa lagi diulur-ulur, ditunda apalagi dibatalkan oleh dahsyatnya money politic. Kita semua tinggal menunggu saatnya akan segera tiba dan bukan lah waktu yang lama untuk dinanti. Jika digambarkan dalam lingkaran cakra manggilingan, Nusantara sedang menuju pada suatu titik akhir sekaligus sebagai titik awal dalam sebuah putaran cakra. Itu artinya, nusantara yang diawali oleh Kerajaan Kutai Lama. Setelah diformat ulang selanjutnya nusantara bagaikan menapak tilas dengan mengulang alur sejarah lama. Itulah sesungguhnya babak baru sedang dimulai. Yakni terbukanya gerbang “gapura” menuju Nusantara Jaya. Untuk membuka gerbang “gapura” kejayaan nusantara sudah sepatutnya negeri ini kembali “napak tilas” dan dipimpin oleh seorang Ksatria yang berdarah Kutai-Bugis untuk jumeneng sebagai Satria Pambukaning Gapura. Bukanlah pekerjaan mudah menemukan figur yang memenuhi persyaratan secara materi maupun moril, secara lahir dan batin, secara fisik dan metafisik yang mampu jumeneng sebagai Satria Pambukaning Gapura. Tampaknya segala daya upaya tidaklah sia-sia. Setelah melalui proses “laku” spiritual dan ritual yang panjang guna mengupayakan hal tersebut, akhirnya kini mulai menampakkan hasil. Sejak bulan September 2009 para leluhur besar bumiputra berkenan meminjamkan “wahyu keprabon” kepada seseorang yang berinisial IN dari Nusantara bagian timur. Beliau adalah seorang berdarah Kutai dengan campuran Bugis yang dalam beberapa saat ke depan akan jumeneng Satria Pambukaning Gapura guna meretas jalan menuju Nusantara Jaya sebagaimana idaman banyak orang. Namun perlu kita waspadai, karena sebelum gerbang “gapura” terbuka, jagad Nusantara masih akan melalui fase kritis di mana harus melewati fase goro-goro besar sebagai wujud hukum seleksi alam. Sing sapa lena bakal kena. Sing setiti, ngati-ati, eling lan waspada bakal nemu beja.
GORO-GORO
Para pembaca yang budiman, seluruh sedulur nusantara di mana pun berada. Mari kita lebih hati-hati dan waspada dalam hitungan tak sampai 2 bulan ke depan, terutama mulai bulan pitulungan di tahun kawelasan ini. 07-2011. Dalam rangka ayunan “pendulum” mencari titik keseimbangan, maka saat ini nusantara sedang menunju titik nadir. Kini tengah berlangsung suatu fase waktu yang ditandai oleh terjadinya goro-goro atau dahuru, hera-heru, huru-hara, sindung-riwut, kekisruhan akibat gejolak alam makrokosmos dan gejolak mikrokosmos (manusia). Di saat mana kebodohan spiritual, nafsu angkara dan nafsu keserakahan menjadi panglimanya, hingga berujung pada bobroknya politik dan moralitas para pengelola negara. Situasi dan kondisi politik yang kacau-balau membawa dampak buruk terutama di bidang ekonomi. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat menjalar menjadi konflik bersifat horisontal antar sebagian rakyat dengan sebagian yang lainnya. Goro-goro bukan sekedar kekisruhan politik karena di dalamnya ada pengaruh aura misterius berupa kekuatan supra yang begitu sakral dirasakan oleh sebagian orang waskita dan permana. Namun apapun situasi dan kondisi yang akan terjadi masih ada secercah harapan, di mana goro-goro merupakan bagian dari mekanisme kehidupan menuju ketentraman dan kedamaian di hari esok.
Tulisan ini bukan untuk intimidasi apalagi memprovokasi. Harapan saya agar supaya sebisa mungkin kita semua selamat dan menjadi orang-orang beruntung. Dan tidak menjadi bagian dari orang-orang yang harus terkena seleksi alam tergilas oleh dinamika zaman. Dipungkiri atau tidak kini jarum jam Nusantara sedang menuju pada fase terjadinya goro-goro besar. Bahkan hanya tinggal menghitung hari. Kita semua seyogyanya lebih eling dan lebih waspada memasuki bulan PITULUNGAN (7) di tahun KAWELASAN (2011) ini. Goro-goro merupakan muara atas gejolak alam dan gejolak manusia selama periode kepemimpinan SBY. Dimulai dengan rentetan bencana besar disertai berbagai musibah kecelakaan laut, udara, dan darat terjadi silih berganti tiada henti. Wabah hama misterius dan pagebluk berbagai macam penyakit, mahal dan kurang sandang-pangan, paceklik dan gagal panen karena tetumbuhan sulit hidup dan berbuah. Bersamaan dengan itu muncul berbagai fenomena alam yang penuh keanehan sekaligus menakjubkan serta membawa sejuta tanda tanya di dalam benak manusia. Ada apakah gerangan atas semua ini ?
Setelah “pendulum” berayun ke kiri dan ke kanan membuat rakyat carut-marut, pontang-panting, kisruh, angkara bergemuruh di dada manusia. Kini “pendulum” yang ada di jagad nusantara sedang mencari titik keseimbangannya sendiri. Dalam proses mencari titik equilibrium, tentu saja akan terjadi sistem seleksi alam secara ketat. Dan hukum alam begitu jeli dan tegas bertindak sehingga tidak akan pernah menyisakan secuil pun ketidakadilan.
Orang-orang yang mau berharmoni dengan hukum alam serta mampu menyelaraskan diri dengan hukum keseimbangan alam yang akan masuk seleksi diterima oleh alam semesta. Dengan kata lain diijabah oleh tuhan. Jika ia menjadi penguasa, rakyat dan negaranya akan berkelimpahan berkah dan anugrah. Sebaliknya perilaku dan perbuatan manusia yang selalu bertentangan dengan hukum alam dengan sendirinya akan tergilas oleh roda dinamika zaman. Orang-orang yang tergilas oleh hukum keseimbangan alam dan dinamika zaman akan merasakan implikasi negatif dalam berbagai bentuk, secara langsung maupun tidak langsung. Dapat berupa tertimpa berbagai macam penderitaan lahir, maupun penderitaan batin, hingga terjadinya kematian. Lebih celaka lagi karena ragam penderitaannya bukan dimanfaatkan sebagai sarana instrospeksi dan koreksi diri atas segala kesalahannya selama ini. Sebaliknya ia tetap besar kepala dan tinggi hati dengan menganggapnya sebagai cobaan bagi orang yang beriman karena ia disayang tuhan.
Kita semua tidak perlu buang-buang energi dengan merasa terpancing emosinya menyaksikan kenyataan obyektif di atas. Sebab konsekuensi hukum alam terutama hukum sebab akibat akan jauh lebih bijaksana melaksanakan “eksekusi” ketimbang ulah manusia berlagak eksekutor yang terpolusi nafsu angkara murka. Sekalipun angkara disembunyikan rapat-rapat di balik “rezim” ketuhanan, tetap saja akan tampak dari ulah, perilaku dan perbuatannya yang mudah dibaca secara kasat mata. Secara garis besar, keselamatan hanya dapat diraih dengan cara eling dan waspada, yang berarti pula seseorang (jagad mikro) musti bertingkah-laku selaras dan harmonis dengan rumus-rumus dan hukum jagad makro. Keselarasan itu diraih apabila hidup kita bermanfaat bagi seluruh makhluk tanpa kecuali. Kebaikan dilakukan dengan ketulusan hati dan tidak pilih kasih hanya berdasarkan soal SARA. Harmoni akan terwujud apabila manusia menyadari bahwa tanggung jawab terbesar hidup di dunia ini adalah untuk saling memberi dan menerima kasih sayang (welas asih) antar seluruh makhluk. Lakukan dan kemudian rasakan serta buktikan efeknya akan sungguh besar bagi kesuksesan, kemuliaan, dan keselamatan hidup Anda semua. Karena hanya dengan cara demikian itu, para pembaca yang budiman akan dapat membangun “pagar gaib” yang teramat kokoh. Tak bisa ditembus oleh kekuatan jahat manapun, tak bisa dicelakai oleh siapapun juga, dan tidak akan tergilas olah hukum keseimbangan alam. Kesuksesan lahir dan batin menjadi milik Anda.
Kita semua adalah wujud mikrokosmos, mau tidak mau harus selalu menyelaraskan diri dan berharmonisasi dengan kodrat alam. Sekalipun hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terutama untuk saat ini, di mana justru kian banyak orang dengan latahnya melawan kodrat alam. Yakni cenderung golek benere dewe, golek butuhe dewe dan golek menange dewe. Banyak orang merasa bangga dengan kebodohannya sendiri yang tidak mereka sadari. Oleh sebab itu untuk melepaskan diri dari kolonialisme kebodohan, modal utamanya adalah kesadaran spiritual yang memadai agar menjadi manusia dengan kesadaran jati diri dan memiliki bentangan luas kesadaran kosmologis. Menjadi manusia dengan kesadaran kosmologis akan memudahkan terjadinya penyelarasan dan harmonisasi dengan kodrat alam. Sudah merupakan keharusan kodrat alam, menjadi manusia yang mampu menjaga keselarasan dalam berinteraksi dan membangun hubungan harmonis dalam komunikasi dengan alam semesta beserta seluruh penghuninya. Baik terhadap yang tampak maupun yang tak tampak oleh mata wadag.
Para pembaca yang budiman, memasuki fase kritis transisi dan dinamika zaman ini marilah kita sama-sama belajar untuk lebih hati-hati dalam segala ucapan dan tindakan. Sebab dalam masa-masa transisi fisik (lahir) dan transisi metafisik (batin), hukum sebab akibat akan berlangsung lebih cepat, ketat, dan spontan terjadinya. Para pejabat dan politikus nasional tak perlu sesumbar menantang-nantang orang lain untuk potong leher jika sampai SBY lengser di tengah periode kepemimpinannya. Sebab jika peristiwa itu benar-benar terjadi, maka hukum keadilan alam akan menagih janji atas apa yang pernah diucapkannya. Apa mau dikata bila SBY benar-benar lengser di pertengahan 2012? Jika lehernya tidak ia potong sendiri, maka nasibnya lah yang akan “memotong” kehidupannya. Siapapun tak akan bisa luput dari hukum keadilan alam. Sing sapa nggawe bakal nganggo. Sing sapa nandur bakal ngunduh. Si pembuat bakal merasakan perbuatannya sendiri. Siapa menanam akan mengetam, maka marilah kita tanam segala sesuatu yang baik dan bermanfaat agar kita mengetam anugrah dan kebaikan pula.
Toh…mau dicegah dengan cara bagaimanapun juga, kurang lebih hanya 11 hari setelah mulai goro-goro, Pak Budiono memilih resign dan kehormatannya pelan-pelan akan pulih jika beliau memilih untuk kembali sebagai kaum akademisi dan berbagi ilmu. Pulang kampus dan menjadi civitas akademika merupakan tempat dan peranan yang tepat di mana beliau dapat mengabdikan hidupnya bagi seluruh makhluk. Dengan pilihan tersebut Pak Budiono akan menemukan kembali kehormatannya sebagai kaum intelektual.
SATRIA PAMBUKANING GAPURA
Satria Pambukaning Gapura bukanlah Ratu Adil Herucakra. Dia seorang kesatria yang bertugas membuka jalan atau pintu gapura Nusantara. Saat ini gerbang gapura menuju era Kejayaan Nusantara masih tertutup rapat. Menunggu saatnya tiba ada seseorang yang mampu jumeneng sebagai Satria Pambukaning Gapura. Tentu saja seorang kesatria yang pinilih (pilihan) dan terpilih menerima wahyu keprabon yang akan menjadi panglima dalam melakukan memformat ulang Nusantara. Pada prinsipnya Nusantara butuh seorang kesatria, soal kedudukan menjadi RI-1 atau RI-2 bukanlah masalah. Yang terpenting satu di antaranya adalah seorang kesatria yang mendapatkan wahyu keprabon. Tanpa wahyu keprabon, siapapun hampir mustahil mendapat kesuksesan dalam upaya berbenah di negeri yang sakit parah ini. Dan seorang calon kesatria Sangkulirang berinisial IN dari Borneo bang-bang wetan, kini mobilitas vertikalnya kian tampak. Walau sudah menerima wahyu keprabon, bukan tidak mungkin wahyu keprabon-nya dijugar alias dicabut kembali oleh “pemegang otoritas”. Oleh sebab itu kesatria tersebut masih harus “nggenepi laku” atau menggenapi langkahnya agar benar-benar lulus “uji emisi”. Saat ini ia masih dalam “pertapaannya” untuk menjalani laku tapa ngrame. Ramai atau giat dalam menolong membantu sesama, giat membangun negri, selalu berpihak kepada kebenaran, melindungi yang lemah, dan mengutamakan kepentingan bangsa. Namun semua dilakukan tanpa pamrih (ber-tapa). Beliau masih menjalani masa-masa gemblengan hidup di dalam “kawah candradimuka”. Guna meraih kesadaran spiritual tinggi agar supaya dapat lebih memahami apa itu sejatinya hidup dan kehidupan sebagai bekal menata kehidupan Nusantara. Semua berlangsung cepat dan efektif, karena jadwalnya untuk bertugas membuka gerbang gapura sudah semakin dekat.
Meskipun demikian pemangku wahyu keprabon tidak bertugas untuk jumeneng sebagai RI-1. Beliau bertugas mengkoni/hamengku (memangku) bumi Nusantara, dan tetap menjalani laku tapa ngrame selama masa kepemimpinannya. Beliau lebih mengutamakan tugas-tugasnya daripada jabatan prestisius menjadi RI-1. Secara de jure sosok Satria Pambukaning Gapura akan menjabat sebagai RI-2 tetapi secara de facto dan secara spiritual beliaulah orang nomer 1 yang hamengku Nusantara. Untuk itu sosok Satria Pambukaning Gapura perlu partner seseorang yang secara de jure ditugaskan mengisi tahta RI-1. Namun bukan sembarang orang tentunya, karena harus seseorang yang pas dan kompak, dapat seiring dan sejalan, memiliki visi dan misi yang sepadan untuk menjalankan tugas-tugas dan tanggungjawab dari Satria Pambukaning Gapura. Namun demikian orang yang akan menjadi partner Satria Pambukaning Gapura tidak harus seseorang yang memperoleh wahyu keprabon, karena wahyu keprabon hanya diterima oleh satu orang saja. Artinya wahyu keprabon di Nusantara hanya ada satu, dan tidak dapat digandakan.
Harapan saya semoga sosok Satria Pambukaning Gapura sukses dalam menjalani masa-masa penggemblengan ini. Suatu waktu sudah siap jika selambatnya bulan 3 tahun 2012 harus tampil dalam tugasnya hamengku dan hamemayu Nusantara. Dan semoga beliau selalu disiplin dalam memegang prinsip, disiplin dalam “nggenepi laku”. Dan yang paling utama harus selalu setia kepada para leluhur bumiputra serta tidak menghianatinya. Supaya tidak kuwalat dan dijugar wahyu keprabon-nya, jangan sampai menjadi “kacang yang melupakan kulit”. Menjadi tamu mbagekake sing duwe omah atau malah tamu menjajah tuan rumah. Sebaliknya wahyu keprabon akan tetap berada menyelimuti mahkotanya, selama beliau dinilai mampu hamemayu nusantara, selalu setya budya, dan konsisten dalam upaya njejegake soko guru bangsa.
Lantas kapan Ratu Adil akan giliran bertugas membawa nusantara ke puncak kejayaannya ? Tentu saja belum sekarang ini waktunya ! Nusantara masih harus melewati masa-masa sileme prahu gabus. Terjadinya segala sesuatu yang tak mungkin terjadi. Nusantara pun masih akan melewati saat kebangkrutan ekonomi paling parah sepanjang sejarah bersama bangkrutnya ekonomi dunia, yakni tahun 2012. Sang Ratu Adil masih lama untuk dinanti saat ini. Namun hendaknya kita semua tak perlu pesimis. Adalah tugas kita semua generasi penerus bangsa untuk memulai berbenah diri atas carut-marut negeri ini, bersama-sama, bahu-membahu untuk membuka gerbang nusantara menuju era kejayaannya. Sebentar lagi kita semua akan berada dalam fase baru di mana harapan baru mulai bersemi kembali. Dipimpin sang Satria Pambukaning Gapura menyelamatkan nusantara, dan si kecil calon Ratu Adil secara diam-diam telah berperan besar atas semua itu. Tentu saja bukan saya, karena saya hanya rakyat jelata yang sekedar ingin berpartisipasi membangun bangsa dan menyelamatkan nusantara, seperti halnya yang Anda para pembaca budiman lakukan untuk negeri ini.
PARTNER SATRIA PAMBUKANING GAPURA
Bagaimana gambaran seorang partner yang diperlukan oleh Satria Pambukaning Gapura? Tentu saja ia haruslah banyak kelebihan dan yang utama mampu dan mau untuk saling mengisi dan melengkapi dengan parternya yakni Satria Pambukaning Gapura. Untuk memudahkan gambaran kiranya figur Satria Lola Nestapa akan lebih pas berpasangan dengan Satria Pambukaning Gapura. Karena ia terbiasa hidup lola dan nestapa diharapkan mampu mengimbangi spirit tapa ngrame yang dijalani oleh Satria Pambukaning Gapura. Jika dilihat dari stok capres mendatang yang ada pada saat ini, rasanya kita begitu pesimis. Terlalu sulit untuk menentukan siapa yang paling layak menjadi RI-1?! Jika boleh saya membuat anekdot, saya katakan jika Anda bingung menentukan Capres, urutkan dari yang nilainya buruk hingga yang buruk sekali. Pilih saja Capres yang buruk ! Karena negara tanpa Presiden akan jauh lebih buruk ketimbang dipimpin Capres yang paling buruk.
Menurut hemat saya, adalah seorang mantan jendral berinisial PS yang paling layak BERPASANGAN dengan Satria Pambukaning Gapura alias menjadi RI-1. Nilai minusnya, meski popularitasnya kesohor namun di mata rakyat trackrecordnya tidak begitu menggembirakan terutama dalam hal Hak Asasi Manusia, dan tindak kekerasan politik. Dari sisi kehidupan berkeluarga pun dapat dikatakan kurang sukses. Namun banyak pula nilai plusnya yang tentu tak perlu saya koreksi di sini. Yang paling penting, asalkan PS mau menempuh laku spiritual yang pas dan pener (tepat) sehingga terbuka jalan menuju ke arah sana. Dengan turunnya ijin dan restu dari para leluhur besar bumi putra dan para perintis bangsa di masa lalu. Jika samasekali tidak mempercayai peranan kekuatan supra tersebut, dapat dipastikan tidak akan berhasil membuka jalan menuju RI-1. Ini bukan urusan misteri, dan bukan mutlak urusan tuhan. Melainkan urusan ngelmu kasunyatan, masih dalam kerangka usaha manusia dan semua yang hidup, termasuk yang hidup sudah tanpa raga untuk bertanggungjawab memperbaiki bobroknya negara yang kian akut. Kita semua yang hidup, tak sopan jika menyerahkan semua kepada tuhan. Tuhan bukan kambing hitam, bukan pula obyek penderita. Tuhan tidaklah menentukan diri kita memilih kejatahan. Manusia telah diberi kekuasaan untuk memilih mau menjadi baik atau jahat, memilih mau berusaha atau berpangku tangan menunggu durian runtuh dari langit. Sedikit-sedikit mengucapkan kalimat, “hanya Tuhan lah yang mahatahu” lebih terasa sebagai menunggu durian runtuh dari langit. Bahkan terasa sebagai bentuk pelarian atas ketidaktahuan, ketidakmampuan, serta kemalasan manusia untuk mencari tahu. Boleh saja kalimat itu kita endapkan dalam benak, namun menjadi takut untuk tahu terhadap segala hal-hal yang masih misteri adalah sikap fatalis yang sangat tidak konstruktif dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Sebuah plus-minus memang selalu ada dan hal itu wajar saja terjadi pada siapapun tanpa kecuali asal ia masih makhluk bernama manusia. Yang paling penting bagi siapapun adalah mau mengoreksi diri, mau mendengar dan menerima kritikan sepedas apapun, mau menyadari segala kesalahan dan kekurangannya, mau meminta maaf kepada yang pernah dizaliminya. Dan setelah itu mau dan mampu belajar untuk memperbaiki apa yang salah di masa lalu, untuk selanjutnya benar-benar mengimplementasikan kesadaran barunya dalam tindakan yang konkrit. Sewajarnya menjadi orang yang lebih bijak dan arif di waku-waktu mendatang. Bagi kita semua rakyat, tidak perlu terlalu mengkultuskan siapapun supaya penilaian kita tetap obyektif, pikiran kita tetap tajam, dan mata kita tetap awas. Ojo gumunan lan kagetan!! Juga jangan menjadi pribadi yang reaksioner dan emosional. Jangan menyakiti hati, jangan menciderai, jangan mencelakai orang lain. Sebaliknya kita membutuhkan kematangan mental. Supaya ketenangan dan kebijaksanaan tetap menjadi ujung tombak dalam setiap sikap dan tindakan yang akan kita lakukan. Begitulah keselamatan dan berkah akan selalu menaungi kehidupan kita, para pembaca yang budiman silahkan membuktikan sendiri !!
Rahayu, rahayu, rahayu selalu menaungi para pembaca yang budiman, dan seluruh sedulur Nusantara, titah yang agal maupun yang halus. Semoga anugrah dan berkah selalu berlimpah dalam kehidupan Anda semua dan keluarga.
Salam sih katresnan
Sabdalangit















1008 tanggapan kepada “WAHYU KEPRABON & GORO-GORO 2011”
agus
Agustus 7th, 2011 pada 18:46
Setiap hari saya selalu menyempatkan waktu untuk membaca blog ini. Luar biasa blog ini. Semua penulis adalah para pinisepuh yang saya kagumi. Saya selalu menyimbak seluruh komentar. Terimakasih untuk semuanya dan saya percaya kawan2 di blog ini banyak yang menyimpan peran rahasia untuk kejayaan ibu pertiwi
JS
Agustus 8th, 2011 pada 00:45
Salam……apakah Njenengan Mas Agus Setiawan…teman lama di blog EC……suwun….
ABR
Agustus 8th, 2011 pada 15:57
Saudaraku JS alias WM di blog EC
Tidak ada yang harus dimaafkan, anda sama sekali tidak punya salah sama saya ataupun leluhur saya.
Saudaraku Rejo Winangun.
Terima kasih atas sarannya, saya bukan pendendam karena dendam membuat buta.
Saya tidak peduli sejarah zaman doeloe tapi sangat concern ke masa depan.
Saya cuma ngetes apakah bangsaku masih bisa diadu-domba dan masih mudah dipancing emosinya. Hasil test sayangnya masih mengecewakan.
Mohon maaf kalau test saya telah membuat tersinggung.
ABR
Agustus 8th, 2011 pada 16:19
Metode ngetest yg bagus ya begitu, gobrak-gabruk gebrak sana-sini
dar-der-dor…nguiiing…nguiiiiiiiing…
Lain waktu saya akan berkunjung lagi dengan id yg beda atau dengan metode yang beda. biar .. semakin pinter.
wah, sebenarnya asyik juga kalau peran kontroversialku tak lanjutin.
JS
Agustus 8th, 2011 pada 17:25
Salam Mas ABR……hi..hi..hi……saya tahu…saya ngerti maksudnya……tapi jangan mengotori rumah sendiri…….ha..ha..ha……tempat saya cangkruk…..semoga sehat selalu…..
Bunga Bangkai
September 24th, 2011 pada 03:36
BANGSAKU..
dirimu ngaca duluan…
gamalpra
Agustus 9th, 2011 pada 00:14
Yaa Allah Tuhan hamba Yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Yg Menguasai Hari Pembalasan, Yg Maha Suci dan Maha Tinggi, Yg tidak berputera dan tidak diputerakan, Yg tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur, Yg selalu mengurusi makhlukNya.
Yaa Allah telah Kau turunkan KekasihMu Nabi Muhammad SAW di tanah Arab untuk memperbaiki akhlak mereka yg rusak tanpa ada goro2 alam. Dan akan Kau turunkan pula KekasihMu SP/RA/IM di bumi Indonesia untuk memperbaiki akhlak mereka yg rusak pula — yg menurut ahli hikmah/aulia — didahului goro2 alam yg dahsyat –sehingga membuat gentar dan ciut nyaliku.
Izinkanlah hambamu yg zalim ini memohon kepadaMu yaa Allah, seandainya memang harus terjadi goro2 alam maka kecilkanlah goro2 alam tersebut sehingga kami mampu menanggungnya, tidak amat sangat pedih akibatnya.
Yaa Allah Tuhan hamba, kabulkanlah permohonan hambaMu yg zalim ini karena rahmat/kasih sayangMu lebih besar daripada azabMu.
Kalaupun tidak Kau dengarkan dan Kau kabulkan doaku ini maka dengarkanlah dan kabulkanlah doanya para ahli hikmah/aulia di bumi Indonesia ini.
Amin amin amin yaa robbal ‘aalamiin.
Wa shollallaahu ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallam.
Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliin wal hamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
rbt
Agustus 24th, 2011 pada 01:58
SUGENG DALU,Bpk Gamalpra.Mohon MAAF saya menguntib tulisan Bpk tetang Ulasan seputar IBADAH rutin yang menghantarkan ke kusyu an(menurut pribadi saya),Saya Rbt mengucapkan terima kasih,semoga Bpk terus memberi WEJANGAN(bhsnya tdk tau)yang tak ber bau PERDEBATAN(yang membuat keraguan bagi pengamat BARU dlm blog ini)MATUR SUWON SANGET.MAAF bhsnya clometan
Widodo
Agustus 10th, 2011 pada 02:14
Matur sembah nuwun ki sabda.apakah inisial PS=Prabowo Subianto
wongalit
November 19th, 2011 pada 11:36
Ketika sebuah penyampaian visi menggunakan nama inisial itu artinya penulis masih menyembunyikan wujud . dapat juga diartikan Penulis masih gamang atau belum sepenuhnya yakin jika yang ditulisnya itu benar. banyak dalih ataupun banyak hal yang menjadi pertimbanganya dan itu hak dari penulis .
penafsiran PS . PS tidak hanya dapat tafsirkan sebagai kepanjangan dari Prabowo Subiyanto. PS juga dapat dimaknakan sebagai Pinunjuling Satria. PS juga dapat dimaknakan sebagai Punjering Sasmita Dll. Sedangkan wahyu keprabon di dunia itu banyak sekali lihatlah presiden di Dunia itu banyak sekali setiap negara juga memiliki wahyu keprabon . jadi siapapun yang nantinya lenggah keprabon menggantikan SBY ( nah SBY itu dipanjangkan juga bisa Satria BoYong kan ) dialah Satria Piningit (SP) atau Pinunjuling Satria ( PS) . Hal ini tidak perlu di politisir . Satria Pinilih itu beritanya dari Langit . mohon maaf jika tidak berkenan Salam rahayu wibawa mukti . Mari Memayu Hayuning Bawana yang diawali dari Memayu hayu Bawananing Pribadi dahulu.
Muslihadi Prayitno
September 5th, 2011 pada 22:59
dengan segenap kerendahan hati dan kelembutan dari setiap jiwa, ruh dan sukma yang ada di muka bumi ini ….
saya menghaturkan salam kesejahteraan dan keselamatan bagi orang-orang yang masih memegang teguh keyakinan akan kejayaan nusantara ini dan kejayaan fitrah yang alami…….
terlalu banyak orang yang mengeluh…
terlalu banyak orang yang berduka…
namun mereka sendiri bingung tentang apa yang mereka keluhkan….
dan mereka sedihkan…
karena negeri ini memang membingungkan…..
dan…
teramat menyedihkan…
binaRI.songtu
Desember 3rd, 2011 pada 12:51
Prayitno@
Jika keadaan itu sangat terasa disekeliling anda,berarti Komentar mas MP Mengindikasikan Sabdo palon bukanlah sebuah “MITOS” melainkan menjadi sebuah Kebenaran,n,
Namun apa daya..begitulah cara alam bekerja sebagai proses pembelajaran untuk menetralisir keangkuhan kita manusia awam,dan naluri kita awam adalah belajar dari kesalahan/penyesalan,sebaliknya bagi yang bukan awam akan sedia payung sebelum hujan/eling/waspada
Muslihadi Prayitno
September 5th, 2011 pada 23:05
dengan segenap kerendahan hati dan kelembutan jiwa ini…
saya haturkan salam keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat…
tuk setiap sukma…raga dan ruh….yang berada di muka bumi ini….
yang masih menggenggam segenap keyakinan akan jayanya nusantara dan jayanya kedaulatan Tuhan di muka bumi ini…..
Setiono
September 13th, 2011 pada 11:19
Minal Aidin wal Paizin
Mohon maaf lahir batin
Kembali suci Alloh ampunin
Berbahagia seluruh mu’min
-
Agama tida silih banggain
Tapi agama betul di yaqin
Berpancasila cara disiplin
Umaro ulama wajib ngajarin
-
Media jangan suka ngajarin
Umaro jangan suka ngantepin
Ulama wajib menasehatin
Jelek orang montong tayangin
-
Di beri sangsi bukan nayangin
Cara tertutup hukum jalanin
Penyalah guna wajib lurusin
Jangan semalah pada nguntungun
-
Mampus modar semuwah yaqin
Hidup inih wajib pikirin
Dari persiden juga si miskin
Harta semua di tinggalin
-
Inih nasehat umum mu’min
Walau dari orang miskin
Hidup terkucil di pojokin
Tetapi Alloh wajib ikutin
-
Iprit setan iblis ejin
Lebaran paling ngerepotin
Ngehuru hara orang mu’min
Lebaran ribut sesama mu’min
Habis lebaran maju kedepan
Maju selangkah taqwa iman
Jangan bangga sandang pangan
Tetapi inget amanat Tuhan
-
Kedepan lebih ruwet pisan
Tambah umur tambah turunan
Mangkin banyak munapek iman
Semangkin pesat islam simbolan
-
Masjid musola pun ta’liman
Cara mudah nyasarin iman
Surat taubat Alloh pirmankan
Masjid musola tempat tipuwan
-
Dari itulah berat tantangan
Bagi para penggapai iman
Salah kaprah salah sangka’an
Masjid jamaah di banggakan
-
Di surat taubat Alloh ingatkan
Masjid musola bukan di banggakan
Tapi di isi pendidikan
Cara esah bertaklid iman
-
Artinyah taklid ikut ajaran
Rosul toat perintah Tuhan
Sarat rukun esah amalan
Amal batil pun ketawuwan
===============================================-
Habis lebaran mari temukan
Arti pitunjuk yaqin iman
Demi manpaat mahluk Tuhan
Baik dan buruk Alloh takdirkan
-
Contoh terbaik hari lebaran
Berbagai tingkah kelakuwan
Ada yang sedih hari lebaran
Ada yang malah kegirangan
-
Itulah tamsil peringatan
Pada hari pembangkitan
Amal maslahat jadi celengan
Ahlak penjahat siksa pikiran
-
Mari mengaji habis lebaran
Silahturohmi kita lanjutkan
Lepas semuah korban pikiran
Marilah korban di kebaikan
-
Muda mudi anak turunan
Ke masa depan jadi harapan
Yang orang tuwa jadi tuntunan
Dalam program kebajikan
-
Organisasi partai golongan
Coba jangan salah gunakan
Politik sehat membina aman
Berkabajikan membuwat nyaman
Hari lebaran kita laluwi
Bulan romadon terus di kaji
Satu bulan ngoreksi diri
Jangan Cuma buwat sehari
-
Hari lebaran silih maapi
Coba usaha setiep hari
Jauhkanlah napsu emosi
Demi nyaman penduduk bumi
-
Nuduh korupsi kepada diri
Demi lancar program negri
Jangan menuduh tapi tetapi
Malah dahsyat mengkorupsi
-
Mengkorup hukum coba pahami
Politik sial sirik dengki
Silih mencaci nuduh korupsi
Malah mengkorup sariat Nabi
-
Pancasila coba di Aji
Ber Agama coba pahami
Demi amanat di atas bumi
Alloh tida di hianati
-
Silahturohmi di idul pitri
Idul Adha sedikit lagi
Duwa lebaran pencuci hati
Lebaran montong bikin sendiri
AGAMA BUDHI
September 27th, 2011 pada 22:23
YERUSALEM=DARUSALAM > TANAH YANG DAMAI SEJAHTERA, AMAN SENTOSA, RAHMATAN LIL ALAMIN KARENA DISANA BERLAKU SISTEM TEOKRASI ( HUKUM TUHAN )..SEMUA BERAWAL DARI HUKUM KARENA TUHANLAH PEMILIK DARI SEGALA SUMBER ATURAN DAN KETETAPAN.. SIAPAPUN MANUSIANYA DARI MANAPUN DIA APAKAH ARABISME, EROPA,CINA,YAHUDI,MELAYU,KEJAWEN,DLL SEMUA AKAN TUNDUK KETIKA HUKUM YANG BERDASARKAN ATURAN TUHAN BERKUASA..FIRMAN TUHAN DIJALANKAN OLEH MANUSIA
prasa an
Oktober 8th, 2011 pada 10:58
yang ini juga menarik:
Lanjut lagi mas Sabda…
Kalau mas Sabda mau saja meluangkan waktu dari kesibukan anda, sesungguhnya sudah banyak komentar dan pertanyaan saya sebelumnya yang tidak sanggup anda jawab!
Bukankah hal ini bertentangan dengan pernyataan anda sebelumnya, yang berikut ini:
Sabda ever said:
Sy bersukur, krn mendapat talenta dari Sang Hyang utk mudah berinteraksi dan menyaksikan noumena gaib.
Sekarang untuk menyegarkan dan menyelaraskan dengan kemampuan anda itu, sesuai dengan kemampuan anda yang dapat bertemu dengan leluhur. Silahkan anda jawab pertanyaan saya yang sudah pernah saya sampaikan pada kesempatan jauh sebelumnya, tentang isyarat dari mbah Jayabaya berikut ini:
Isyarat Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan sebagai berikut :
“Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil :
Padha kaping 2
Dene pitakone lan wangsulane mangkene :
(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)
Asalmu saka ngendi? Saking kodratollah
Yen bali apa sangumu? Sahadat, iman, tauhid, makrifat Islam
Apa kowe weruh aranku? Gusti Ratu Adil Idayatullah
Apa agamamu? Sabar darana
Apa kowe weruh bapakku? Gusti Ratu Adil Idayat Sengara
Apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake? Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangadhaping cemara pethak (simak 2 bocah kembar yang lahir di bawah pohon cemara juga terdapat di pusaka buatan Mpu Tantular).
—————————————————————————
Saya (Bima) tambahkan sedikit.
Banyak orang memahami dan menafsirkannya seperti di bawah ini:
Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.
—————————————————————————
Sekarang, silahkan mas Sabda yang mempunyai talenta yang hebat untuk menjelaskannya! Terutama apa yang dimaksud dengan LAHIR DI BAWAH CEMARA PUTIH???
Apakah memang demikian yang dimaksud tentang isyarat dari mbah Jayabaya tersebut, atau ada makna lainnya. Monggo mas Sabda !
nb.
Saya yakin mas Sabda tau…hehe…
hanya saja kalau mas Sabda ungkapkan dapat menjadikan bumerang buat keyakinan mas Sabda sendiri. hahaha…haha…
Ya apa boleh buat…karena mas Sabda telah memberanikan diri untuk berdebat dengan saya. Insya Allah kebenaran dan kejujuran akan terbuka selebar-lebarnya. Amin.
Bayangan
Oktober 8th, 2011 pada 11:26
kakang Mas……
Tiada seorangpun yg mampu menerjemahhkan LAHIR di BAWAH CEMARA PUTIH. Itu wajar adanya…. Dikatakan LAHIR DI BAWAH CEMARA PUTIH, bukan karena di lahirkan oleh orang yg suci, bukan karena lahir dr orang yg sudah tidak mungkin lg melahirkan, bukan juga brg titipan seperti NABI ISA AS, tapi dia terlahir tepat bersamaan dengan lepasnya nyawa sang ibu kala bayi itu menangis untuk pertama kalinya (Sang IBU meninggal tepat di hari dan pasaran yang sama dengan na’asnya). Demikian sedikit penjabaran saya… semoga berkenan.
sebagai penyejuk… saya lampirkan lagu ini untuk di fahami… salam
ku is
Oktober 8th, 2011 pada 11:41
maap ya..masih belum bener tuh…
mboten nopo-nopo ya…coba lagi deh tanya leluhurnya…he he
mardi yuwono
November 22nd, 2011 pada 21:24
Berebut bener (bener menurut karepe dewe) nyampe dimana pun gak bakal ketemu,apalagi nantang berdebat , wah kayaknya ilmunya sdh sedalam 7 samudra dan 7 lapis langit, merenunglah buka pintu hati, buka pintu kesadaran ,sing bener lan sing pener mung Gusti kang maha benar menungso mung diwenehi sedikit ilmu pengetahuan, tapi sdh kaya tahu segalanya , biarkan saja orang membagi apa yang dia tahu dan pahami, kita bekali diri dengan sikap Eling lan Waspada,suwun
Bukan Ahli Kitab
Desember 15th, 2011 pada 04:51
Jangan asal bicara! Gali sendiri agamamu.. Kenali Tuhanmu.. Kelakuanmu tak ubahny seperti ahli kitab yang kafir di jaman Jahiliyah.. Masalah berkomunikasi dgn leluhur, sy rasa dalam Islam juga ada koq.. Coba tengok perjalanan isra miraj Nabi Muhammad.. Bukankah beliau berkomunikasi juga dengan leluhurnya? Bukankah Ka’bah itu peninggalan leluhur beliau SAW? Bukankah beliau besar karena mewarisi ajaran leluhurnya? Perlu digaris bawahi: Rasul yang wajib dipercayai kaum muslim itu bukankah masih ada hubungan darah (trah)? Itu bukti bahwa Muhammad begitu menghargai leluhurnya? Lha sampeyan koq malah seolah2 menjelek2kan leluhur sendiri? Siapa yang harus sampeyan hormati? 1. Ibumu 2.Ibumu 3.Bapakmu.. Dan tiap2 umat ada kiblatnya sendiri2… Lakum dinukum waliyadin aj Bos… Sampeyan sepertinya sudah berlebihan dan melampaui batas… Sampeyan telah menyekutukan Allah dgn pemikiran sampeyan yg sampeyan anggap paling benar.. Kebenaran menurut saya dan sampeyan itu relatif (dipengaruhi sudut pandang dan cakrawala pandang). Kebenaran sejati hanya milik Dia.. Jangan pernah mengklaim keberaran relatif sbagai kbnran absolut!
prasa an
Oktober 8th, 2011 pada 11:01
perasaan yang ini juga menarik:
sang pembela said…hehe…
Alam metafisi tak dapat di logikakan dengan otak yang cenderung kongkrit alam materi,
apalagi kalau referensi nya hanya berdasarkan “KATANYA” dari kitab suci, dan bukan pengalaman secara spiritual bathiniyah, maka semua anya akan hanya menimbulkan banyak pertanyaan otak. Sekalipun seorang Nabi takan mampu memberikan parameter yang rasional untuk di fahami oleh umat nya yang dungu, kecuali hanya mengimani saja.
——————————————————————————
Katanya…ada Energi (atma sejati) di alam kekal…hahaa…ha.
…
…
sang pembela said again…hehe…
Beragama dengan otak memang hanya menimbulkan banyak pertanyaan dan perbedaan pendapat yang tak pernah selesai, karena otak manusia terbatas selalu menuntut adanya parameter-parameter secara spiritual yang ingin dimengerti oleh otak dungu, padahal parameter nya sudah ada pada diri sendiri sebagai indera jiwa untuk mengenal sang pencipta Nya, Seperti hal nya parameter apa yang bisa digunakan untuk memahami Ruh dan Jiwa, kecuali atas pengalaman spiritual nya, atau hanya berdasarkan dalil “KATANYA”.
——————————————————————————
Oleh karena itu lah, ada Alam Hati (Qalbu) yang mendahului sebelum manusia diciptakan. Ref by Al-Qur’an (lihat lagi surah Al Fushshilat). Experiences as Qur’an…hehe…
Kejawener tidak mengetahui bahwa ada [alam hati/qalb] karena meyakini dengan tidak [suka hati]…h h h.
Ruh…parameternya adalah [Pakaian Taqwa]…
Jiwa…parameternya adalah [nafs]…
Al A\’raaf
[7.26] Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
Itu lah mengapa beribadah itu ada tata cara dan rukunnya, termasuk cara bersuci dan berpakaian. Karena ternyata [kain] dapat membungkus [air]..h h h.
Yang begini adalah pelajaran awal dalam mempelajari hakikat agama…hmmm.
Terus terang saja mas…kalau mau belajar lebih jauh lagi.
Katakan lah…tak usah malu2…hehe.
…
…
…
sang pembela said again…hehe…
Tapi kalau masih pake dalil katanya,… ya pasti bejubel berderet membosankan, dan itu bukan pengalaman spiritual tak ber esensi.
——————————————————————————
Anak2 ketika belajar di sekolah juga sering mengatakan hal yang sama…
bt…bt…bt…haaha.
…
…
…
sang pembela said again…hehe…
Sedang beragama dengan hati akan menubuhkan daya spiritual metafisis yang mampu difahami oleh Qolbu, sedang otak tetaplah bodoh. Itu semua sudah terbukti oleh para Nabi dan orang suci agama-agama, tapi sayang para umat nya selelau memahami dengan otak dangkal. Wahyu sasmita ghaib tak pernah turun pada otak manusia yang keminter dan sok tahu, kecuali hanya kepada orang-orang kekasih Tuhan yang Umi (bodoh).
——————————————————————-
Yang jelas anda tidak akan pernah dapat memungkiri, bahwa ilmu pengetahuan tentang ghaib yang anda pelajari semua itu, adalah mencontek dari Islam. Anda hanya menambah bumbu [sasmita] agar terlihat keren…benar2 membuat silaunya dunia ini…hahaha.
Dan qalbu serta ruh yang anda sebut itu darimana asalnya??? Merupakan perbuatan menipu diri sendiri. Tau tetapi tidak mau tau….hu h
Lanjut…
Sampai sejauh ini belum ada penyangkalan yang berarti atas seluruh pertanyaan2 dan argumen2 yang telah saya sampaikan dalam menguliti aritkel kejawen kalian. Semua hanya berupa curhat pribadi. Beginikah yang namanya wali kejawen…Masih tetap [jauh panggang dari api]…
jangan kemana2…tetap di [bukan] empat mata…hehe…hehehe….
JS
Oktober 8th, 2011 pada 11:17
Salam dan hormat saya untuk Mas Bima……..
Semoga apa yang dirasakan anak saya yang sulung tentang terbukanya sural Al Kahfi diatas lautan dan juga Al Quran berwarna kuning keemasan didalam dadanya bisa terjawab oleh para pinisepuh islam di blog ini….pinisepuh seperti Mas Bikma….nuwun……….salam rahayu……
minggu aja
Oktober 8th, 2011 pada 11:25
ga ke gereja mas? hari sabtu loo…nanti ga dibaptis…ups…
tapi minggu juga bisa kok…sesuai hati dan selera…
Wanita Biasa
Oktober 8th, 2011 pada 13:51
Mas Minggu Aja
Rajin ke gereja ya. ajak donk aku nya biar bs sama sama. nti pulangnya tak beliin bakso deh
pegawai antara
Oktober 8th, 2011 pada 11:35
mas JS…
denger-denger ja’jarannya mau di-reshuffle?
pindah dong dari merdeka barat…haha..boyong lagi deh…
ada rencana ga buat blog baru mas?..kasih tau ya..atau email juga boleh..he he
ku is
Oktober 8th, 2011 pada 11:44
satu kejawener mencoba…dan gagal…
coba lagi…jgn putus asa…kamu bisa…NEXT..he he
nonton the NEXT deh mas/mbak.
Bayangan
Oktober 8th, 2011 pada 12:03
ndak ngurus mbak/mas….. lek di jabarno lengkap lak kena’en peyan kabeh…. pikiren dewe… wes di wenehi ancer** ( gelem gawe sak karepmu, gak gelem gawe yo sak karepmu )
ANTI KAFIR
Desember 3rd, 2011 pada 23:30
kumaha mas bayangan/Oon…piye kabare???
masih ga mau ngurus sudara2 na?! huhu
edi
April 11th, 2012 pada 08:03
APA BEDANYA KAU SAMA MEREKA
ku is
Oktober 8th, 2011 pada 11:47
ayo yang mau natalan..diobral..diobral..
leluhur bilang cemara putih…sampeyan bilang mbuh..he he
Kabayan nyengiiiR
Oktober 8th, 2011 pada 11:53
salam…
kata bantunya apa…???
kuisnya kasih bocoran mas…biar bisa nebak.
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 14:28
ogah ah…nanti otak mu tambah bocor…haha
O'on
Oktober 8th, 2011 pada 12:34
ayo yang mau natalan..diobral..diobral..

————
Om, obralin loncengnya juga dong… ^_^
irama bunyi lonceng/bel (jadoel) bisa terdengar sangat indah..
bahkan ada konon-katanya pada masa lalu seorang calon Rasul suka denger suara lonceng..
dengerin suara lonceng ah, tapi sebagai ‘alat musik’ pengiring salah satu lagu dari ben glam-metal (classic rock)..
Bayangan
Oktober 8th, 2011 pada 12:49
seep… ( 2 jempol )
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 14:33
ooo gitu ya…
‘seperti’ lonceng…dibilang lonceng…heh
ga heran…’seperti’ nabi…dibilang nabi yes…huaha haha…sip
Wanita Biasa
Oktober 8th, 2011 pada 13:44
Hahahaha.. biasa ngbral sarung ya… ma koran lemek ya.
kaum pedagang.. kasian.. nanti pasar sepi gaungnya.. ga da yang teriak sarung sarung kupat kupat peciiiii….
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 14:18
kresetan juga doyan peci kan?!…haha..
inget dongeng pedagang peci dengan monyet-monyet yang ‘pengen’ pake peci.
pedagang pecinya muslim…monyet2nya??? huaha haaha…
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 15:23
buat O’on dkk…
Seorang penjual peci berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi peci-peci dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.
Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua peci dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet, yang semuanya mengenakan peci-pecinya.
Penjual peci itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali peci-peci dagangannya yang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas pecinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.
Aha! Ia pun mendapat ide! Lalu ia membuang pecinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang peci-peci di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua peci-pecinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.
Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual peci itu juga menjadi seorang penjual peci juga, dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi peci-peci dagangan di sampingnya.
Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet di pohon tersebut telah mengambil semua peci-pecinya. Ia pun teringat akan cerita kakeknya Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas pecinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya.
Kemudian ia melempar pecinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi peci-peci itu erat-erat. Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil peci yang dilemparkan oleh cucu penjual peci itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata…”Wooyyy, emangnya loe doang yang punya kakek???”
kalau bahasa kejawener:
Wooyyy, emangnya loe doang yang punya leluhur…huahaha haaha haha…mules.
Bayangan
Oktober 8th, 2011 pada 13:05
jalan menuju nirwana, entah kapan bisa terbuka. Membelai ilalang… entah juga kapan terwujudnya…….. kelelahan hati terjerembab dalam kegalauan saling pekik benar dan salah. Tiada kata ( MARI DUDUK DAN KITA RENUNG BERSAMA )
tapi untunglah, masih ada pemuja hati lewat syair** tak sengaja tertulis, menunjuk langsung HARI ini juga ESOK hari…
http://www.youtube.com/watch?v=bvvUhi0IvPA&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=_LnW1dFg7vg&feature=related
Dalbo
Oktober 9th, 2011 pada 14:45
ha,ha,ha Lucu banget cerita Si Domba Botak soal monyet dan penjual topi…
eh.. kalo boleh bertanya kayaknya tu monyet2 Arab ya….
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 15:15
monyet2 yg kepengen punya ‘leluhur seperti ‘manusia..haha
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 14:46
O’on…kamu kan kresetan…
mengapa dikau berlindung dibalik kejawen? Sedemikian lemahkah ke’sucian dari agamamu sendiri?! sedangkan kejawen itu sendiri kamu tidak mamahaminya. hehe
O'on
Oktober 8th, 2011 pada 19:41
O’on…kamu kan kresetan…
———
ouw yaaah?..masa sih,….btw nuhun dah ngasih tahu _/\_
yg pasti si sy murtader’s (mantan muslim) krn dah ora percoyo si الله
juga masih belum tahu mengapa sih (jika) harus butuh agama (apalagi untuk dicantumin pada KTP, buat apa sih manfaatnya?).
Sedemikian lemahkah ke’sucian dari agama…….?!
——————–
ya tanyakan langsung saja pada sumber agama itu. ^_^
mengapa dikau berlindung dibalik kejawen?
—————–
maaf, sy gak tahu apa maksud pertanyaan itu,
tapi apakah dgn cara begitu bisa melindungi si sy dari pelbagai threat ?
yg sy percaya,… justru (scr praktikal) para Panjenengan-lah (bukan hantu..eh..Tuhan) yg bisa melindungi dan membuat Kejawen berada di balik para Panjenengan.
nah skrg si sy pengen tanya,
apakah Tuhan (yg mungkin Anda yakini itu) = alam semesta ?.
kalo bukan, apakah DETAIL-nya yg menciptakan alam semesta.
(ndak usah dijawab kalau masih BELUM tahu).
sedangkan kejawen itu sendiri kamu tidak mamahaminya. hehe
————–
yupz, bener Om
dan oleh kerana si sy ngetem di pulau Jawa maka hingga saat ini, si sy juga mengemis informasi mengenai Kejawen.
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 21:15
O’on…kamu kan kresetan…
———
ouw yaaah?..masa sih,….btw nuhun dah ngasih tahu _/\_
yg pasti si sy murtader’s (mantan muslim) krn dah ora percoyo si الله
juga masih belum tahu mengapa sih (jika) harus butuh agama (apalagi untuk dicantumin pada KTP, buat apa sih manfaatnya?).
Sedemikian lemahkah ke’sucian dari agama…….?!
——————–
ya tanyakan langsung saja pada sumber agama itu. ^_^
*** ya ngeles aja terus…haha
mengapa dikau berlindung dibalik kejawen?
—————–
maaf, sy gak tahu apa maksud pertanyaan itu,
tapi apakah dgn cara begitu bisa melindungi si sy dari pelbagai threat ?
yg sy percaya,… justru (scr praktikal) para Panjenengan-lah (bukan hantu..eh..Tuhan) yg bisa melindungi dan membuat Kejawen berada di balik para Panjenengan.
*** anda bertingkah seolah2 atheis/kejawen, padahal anda krestener sejati. trik murahan.
nah skrg si sy pengen tanya,
apakah Tuhan (yg mungkin Anda yakini itu) = alam semesta ?.
kalo bukan, apakah DETAIL-nya yg menciptakan alam semesta.
(ndak usah dijawab kalau masih BELUM tahu).
*** dasar o’on…dari ‘kata-kata’ nya aja dah beda…hehe
pencipta dan dicipta sama gak on??? o’on loe.
sedangkan kejawen itu sendiri kamu tidak mamahaminya. hehe
————–
yupz, bener Om
dan oleh kerana si sy ngetem di pulau Jawa maka hingga saat ini, si sy juga mengemis informasi mengenai Kejawen.
*** wah…ngapain juga ngemis…kejawen hanya secuil budaya…
emangnya kamu lagi mimpi ya…kejawen bakal mendunia…huahaha…
O'on
Oktober 8th, 2011 pada 23:17
*** anda bertingkah seolah2 atheis/kejawen, PADAHAL ANDA KRESTENER SEJATI. trik murahan.
——————–
jadi bagaimana Anda bisa menyangka bahwa si saya krestener sejati ?
baguslah KALAU Tuhan yg Anda yakini dah ngasih tahu pada Anda, tapi sayang pernyataan Anda terhadap si sy itu tidak tepat..maka..terima kasih, Anda sy anggap sebagai contoh apa yg sedang sy coba fahami (psikologi).
*** dasar o’on…dari ‘kata-kata’ nya aja dah beda…hehe
——————–
oyeh boleh lah si sy ngeles juga dong…
Anda memang jeli maka bagaimana-kah dgn dibawah ini Om :
pencipta dan dicipta sama gak on??? o’on loe
—————–
sy percaya kalau Anda berwujud MANUSIA, Ibu dan Bapak Anda berwujud MANUSIA juga…jadi gimana Om, apakah benar secara biologis Anda diciptakan oleh Ibu dan Bapak sebagai pencipta Anda?…atau mungkin oleh apa gituh yg si sy tak tahu.
emangnya kamu lagi mimpi ya…
—————–.
denger lagu (lama) lagi ah, berhubung Anda berkesan menyangka si sy krestener sejati..
btw maaf kalau si sy salah nangkep bahwa (istilah) krestener berhubungan dgn agama Kristen.
(oh hanya skali lagi) si sy ndak beragama..tapi menarik juga kalau ada agama
iptek (modern)..biar si sy ndak blo’on.
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 07:10
*** anda bertingkah seolah2 atheis/kejawen, PADAHAL ANDA KRESTENER SEJATI. trik murahan.
——————–
jadi bagaimana Anda bisa menyangka bahwa si saya krestener sejati ?
baguslah KALAU Tuhan yg Anda yakini dah ngasih tahu pada Anda, tapi sayang pernyataan Anda terhadap si sy itu tidak tepat..maka..terima kasih, Anda sy anggap sebagai contoh apa yg sedang sy coba fahami (psikologi).
**** ya psikologi…kalian semua tdk pernah menghujat kresetan…haha
anak kecil juga tau…heh
*** dasar o’on…dari ‘kata-kata’ nya aja dah beda…hehe
——————–
oyeh boleh lah si sy ngeles juga dong…
Anda memang jeli maka bagaimana-kah dgn dibawah ini Om :
pencipta dan dicipta sama gak on??? o’on loe
—————–
sy percaya kalau Anda berwujud MANUSIA, Ibu dan Bapak Anda berwujud MANUSIA juga…jadi gimana Om, apakah benar secara biologis Anda diciptakan oleh Ibu dan Bapak sebagai pencipta Anda?…atau mungkin oleh apa gituh yg si sy tak tahu.
**** memangnya manusia mencipta??? haha makin O’on.
bagaimana dengan zarah menjadi energi? hayo jawab. Apakah penciptaan baru?
emangnya kamu lagi mimpi ya…
—————–.
denger lagu (lama) lagi ah, berhubung Anda berkesan menyangka si sy krestener sejati..
psikologi ringan On…mode on.
O'on
Oktober 9th, 2011 pada 09:16
**** memangnya manusia mencipta???
—————
lantas darimana istilah cipta, karya, rasa, dll…
apakah dari Tuhan yg Anda sembah-kah ?.
bagaimana dengan ZARAH menjadi energi?
————
kalau Tuhan yg Anda sembah diem ajah tak ngasih jawaban,
maka jawabannya cari dongs pada pedoman/kitab (suci) agama Anda,
lagi2 Anda koq malah tanya ke si sy yg dah murtad & blo’on pula,
…awas ntar sirik kalee..oya psikologi juga ni yeh…aseek. ^_^
lain halnya si sy memang mengemis juga informasi dari si Einstein..sehingga jadi tahu bahwa ada rumus E=MC^2
nah berhubung Anda (yg sy tangkep) berkesan sebagai penyembah si الله
..jadi silahken cekidot ajah dulu maksud lebih spesifiknya dari kata zarah itu..
tentunya jika istilah zarah itu benar2 dari si الله (bukan dari manusia)..
maka apakah ZARAH itu solid, liquid, gas atau plasma ?.
http://en.wikipedia.org/wiki/State_of_matter
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 09:46
**** memangnya manusia mencipta???
—————
lantas darimana istilah cipta, karya, rasa, dll…
apakah dari Tuhan yg Anda sembah-kah ?.
**** itu hanya sebuah penghargaan bagi sang ‘penemu’. yang tadinya belum tau menjadi tau. semua di dalam Maha Pencipta. Yang kamu kira manusia mencipta itu, sesungguhnya adalah ‘perubahan’ dalam ‘keseimbangan’. Apakah ada yang benar2 ‘diam’ di dunia ini? Next as bellow…hehe
bagaimana dengan ZARAH menjadi energi?
————
kalau Tuhan yg Anda sembah diem ajah tak ngasih jawaban,
maka jawabannya cari dongs pada pedoman/kitab (suci) agama Anda,
lagi2 Anda koq malah tanya ke si sy yg dah murtad & blo’on pula,
…awas ntar sirik kalee..oya psikologi juga ni yeh…aseek. ^_^
lain halnya si sy memang mengemis juga informasi dari si Einstein..sehingga jadi tahu bahwa ada rumus E=MC^2
nah berhubung Anda (yg sy tangkep) berkesan sebagai penyembah si الله
..jadi silahken cekidot ajah dulu maksud lebih spesifiknya dari kata zarah itu..
tentunya jika istilah zarah itu benar2 dari si الله (bukan dari manusia)..
maka apakah ZARAH itu solid, liquid, gas atau plasma ?.
**** haha ha…jawaban anda yang ini, sangat mendukung penjelasan saya di atas.
psikologi ya…kamu tidak menyadari tulisan kamu sendiri, yang secara tidak kamu sadari telah menjawab pertanyaan sebelumnya….hua haha….pshycology man. sip.
dan On…kamu pasti ingat, bahwa manusia pasti lupa,
sedangkan manusia pasti terbatas.
kamu kan suka upload video streaming, pasti dah nonton Transformer dan The NEXT..hehe…ada lagi On???
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 09:52
ayo On…kalau mau dilanjut…lanjut lagi…haha
biar pemirsa yang belum tahu menjadi tahu…yang bl’oon tau menjadi tau…huahaha.
kikuk…kikuk..jam dinding berbunyi…hehe
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 10:18
cip·ta n kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yg baru; angan-angan yg kreatif;
men·cip·ta v memusatkan pikiran (angan-angan) untuk mengadakan sesuatu: untuk dapat ~ cerita yg baik, diperlukan fantasi;
men·cip·ta·kan v 1 menjadikan sesuatu yg baru tidak dng bahan: Allah ~ bumi dan langit; 2 membuat atau mengadakan sesuatu dng kekuatan batin: menurut cerita, yg ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; 3 membuat (mengadakan) sesuatu yg baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dr yg lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; 4 membuat suatu hasil kesenian (spt mengarang lagu, memahat patung): yg ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman;
ter·cip·ta v (sudah) diciptakan; terjadi: hal itu merangsang ~ nya kerja sama yg baik;
cip·ta·an n yg diciptakan; hasil mencipta: bumi ~ Allah disediakan untuk seluruh makhluk-Nya; sudah terbit kumpul-an sajak baru ~ Amir Hamzah;
pen·cip·ta n yg menciptakan (mengadakan, menjadikan, membuat, dsb): Tuhan ~ alam semesta; siapa ~ lagu ini?;
pen·cip·ta·an n proses, cara, perbuatan menciptakan
………………………………………………………………….
manusia mencipta…mengubah bahan/bentuk satu ke bentuk lain.
Tuhan Maha Mencipta…mencipta tidak ada menjadi ada, ada menjadi tidak ada.
Tuhan mencipta malaikat, dan tuhan mencipta syaithon.
Tuhan mencipta air yang suci, dan Tuhan mencipta air yang hina.
Manusia, meng-ubah:
air yang suci menjadi air yang hina, air yang hina menjadi air yang suci. Ref Al-Qur’an.
Kun fayakun. jadi O’on? hehe
O'on
Oktober 9th, 2011 pada 17:42
PASTI dah nonton Transformer dan The NEXT..hehe…
————————–
manstab, lagi2 Anda begitu Percaya Diri, oke sih, TAPI mending kalo si sy pernah nonton Transformer dan The NEXT berarti Anda bener paner tepat pula.. ^_^
lah si sy BELUM PERNAH nonton Transformer dan The NEXT.
bgimana kalo nongton ini aja Om…gaban, GAring BANget..
..Ref Al-Qur’an.
————–
kalo Ref dari si الله (langsung/pd kehidupan sehari2) mana/ada ndak Om?
.القرآن , Al-Qur’an dan si الله scr bunyi kata dan huruf beda kan Om?
dan kalo ndak ada sih…begimana si sy bisa percaya lagi ma si الله
domba botak
Oktober 10th, 2011 pada 05:45
kasihan kamu…dah ga ada argumen…hehe
ya wes…’sing tua ngalah…heh
sebagian besar anak2 mengalami stress, pelariannya adalah video game…haha
upload video lagi aaah…
salam katrestan
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 14:53
eh…Wanita Biasa…
suster kan pake jilbab…
kenafa kamu ga pake jilbab??? munak…haha ha…
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 15:02
hai kresetan…
tunjukkan bahwa ‘yes minum anggur merah…hayo buktikan…bongkar! huaha ha..
dongeng dipercaya.
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 21:35
mana nih kresetan…melempem…
ngakunya kejawen menyerap semua keyakinan?….haha…omdo!
domba botak
Oktober 8th, 2011 pada 21:40
O’on…mana teman-teman sekolah ‘gadung-anmu…hehe
bahas Islam mau…bahas kresetan…ciut…mengkerut…kayak siput…huahaha…
Bayangan
Oktober 8th, 2011 pada 22:33
sebuah pelajaran hidup yg terasa ringan campur berat. Setiap manusia pasti merasakan, walau itu cuma sekali….. tapi pernahkah ENGKAU rasakan seumur hidupmu ???????? Jangankan untuk ingin di akui, untuk sekedar meletakkan tubuh ini saja ( walau cuma sedetik ) cibiran itu datang lewat ucapan dan juga tatapan mata ( JIJIK ).
Bersiul di malam hari…
Memandang bintang lalu memanggilnya untuk menemani senyum di sela getir langkahnya…
Ahh… sudahhlah….
mualim
Oktober 9th, 2011 pada 08:01
Kita ini negara yang besar.negara yang pernah berkuasa di muka bumi ini lumayan lama dan berjaya pula.kenapa kita tdk mengadopsi dari tata cara pemerintahan yang sudah ada malah kita adopsi tata cara pemarintahan yg berasal dari luar.seperti kesultanan jogyakarta kita harus mempertahankannya bukan malah mau di ganti dgn tata cara negara luar .malah kita harus menjadikan jogja sebagai tata pemerintahan yg harus di ikuti negara luardan menjadi contoh untuk di ikuti.saya sangat takut jika keberadaan yogyakarta di usik ini akan mendatangkan gejala yg besar buat negara ini yg mungkin memakan korban yg banyak.
Raja Wijaya
Oktober 9th, 2011 pada 15:07
kerajaan tertua adalah Sriwijaya…krn berada pada awal yang lurus (alif)
Oma Hadrah
Oktober 30th, 2011 pada 08:36
masa sii ? kerajaan tertua di nusantara itu di Kalimantan bro, kerajaan Kutai Kartanegara
Wanita Biasa
Oktober 9th, 2011 pada 10:19
Wow…. Bukan ladys night neh diskotik. Tapi Idiot Night. Oon Pandir saling bertemu. Yang waras ngalah. besok saja Ladys night nya. Yang satu Kresetan Yang satu Ngeselam Karepe dewe. COCOK. hihihihi…
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 10:39
udah…mending kamu diem dan mingkem..
dandan yang cakep..pake jilbab boleh, pake peci juga boleh…hehe
asal jangan teriak…gue juga punya leluhur looo…hahaha
Senopati Karna
Oktober 9th, 2011 pada 17:52
@ Wanita Biasa,
Salam mbak. Fyi, kalau anda belum tahu, ini adalah BLOG KEJAWEN. Banyak orang ampuh dan arif di sini,misalnya : Mas Ngglosor Madep Wetan, Mas JS , Mas Tembayat, Cah Pathi,Mas Ijogading,Mas Dalbo,Jeng Dewi Murni, Edy, Kang RD, dll, disamping Mas Sabda, yg mbaureksa blog ini. Umumnya yg komentar disini adalah orang2 yang tertarik pada kejawen.
Nah, dari dulu ada sekelompok KECIL yg tidak suka pada kejawen. Dulu muncul dengan nama lain – pakai nama adiknya Yudhistira, kakaknya Arjuna. Karena mereka tidak laku, tidak mendapat dukungan dari sebagian besar pengunjung blog ini, mereka pergi ….untuk kembali lagi. Ya dengan nama2 lain. Mereka ini tidak suka dengan kejawen karena sudah ada agama nomor satu di dunia dan akherat yang, menurut mereka, juga harus diikuti para pengikut/simpatisan kejawen.Say good bye to Kejawen, kata mereka.
Mas O’on itu juga pinter, dan kritis. Tapi mungkin karena dia masih …. muda, suka melayani komentar2 sumbang. Mas O’on pasti tahu ada …. serigala berbaju domba (-:
Serigala yang …. bernyanyi LAGU LAMA (-:
Jadi,mbak Wanita Biasa, jangan terpaku pada suara2 sumbang yang TIDAK mencerminkan inti sari blog ini. Sing waras ngalah, setuju ! Dan, percayalah, lebih banyak yang waras di sini daripada yg kurang genep … Mas Ngglosor Madep Wetan itu sering bilang komentar beliau hanya omyangan, tapi omyangannya selalu berbobot, dibanding komentar2 dengan kutipan2 dari kitab sucinya orang kurang kerjaan.
Salam waras,
sk
domba botak
Oktober 10th, 2011 pada 05:50
sebaiknya aku banting peciku ke tanah…haha.
O'on
Oktober 10th, 2011 pada 16:12
..O’on…masih …. muda
———-
_/\_ makasih Om…si sy jadi Ge-eR..
(numpang curhat) FYI, si sy dah tua karena scr umur dah melewati seperempat ABAD..
TAPI si sy masih susah banget agar bisa berfikir dan berperilaku dewasa.
PE EP
Oktober 11th, 2011 pada 08:13
haha…enakan cheating and peeping…huahaha.
itu yang kamu pelajari di sekolah…heh
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 15:17
om Dalbo…dek O’on kemana? kok ngambek…huahaha
SCRIPT
Oktober 9th, 2011 pada 16:40
O’on…agak bingung juga ya kamu ngeblock ‘thread?
Thread Pesan Dari GERBANG TINATAR TROWULAN…kamu kasih script biar mapping.
padahal inti thread itu dah dicopy ke thread lain…apa mau kamu kasih script mapping lagi untuk 3 thread lainnya????
jalan terakhir di hapus aja posting yang sensi…tapi pemirsa bakal tau looo..hehe
domba botak
Oktober 9th, 2011 pada 16:48
NEXT…haaaha…
O'on
Oktober 10th, 2011 pada 15:51
O’on…agak bingung juga ya kamu ngeblock ‘thread?
————————-
loh…kenapa thread musti di block sih…?
ah…ngapain juga musti binun kayak si itu Aku (sehingga) mencipta dan merestui self-claim sempurna suatu agama yg bertarget nge-block para manusia (as much as possible) scr & dgn iming2 surga juga ancaman neraka (khususnya memanfaatkan rasa takut manusia).
iming2, ancaman dan di alam yg fiktif dech…cape dech.
hingga saat ini iptek semakin modern dan cenderung selalu up-to-date, solusi untuk penyakit masyarakat dah ada ubatnya yaitu scr teknologi di bidang/ilmu hukum (misalnya ada KUHP, dll)..dan lain2 (juga)…bukan hanya suatu agama (tertentu) saja.
Thread Pesan Dari GERBANG TINATAR TROWULAN…kamu kasih script biar mapping.
———————–
tanya ke pihak wordpress…dong. kenapa gituh musti ada script…apalagi blog cenderung berkesan ‘gratisan’.
ah..lupa…maaf to ki Sabda dan para pembaca, krn ada kesan si sy seolah2 yg punya dan admin ini blog, sotoy pula.
PE EP
Oktober 11th, 2011 pada 08:08
kalau 64.94.115.4 port 80 gawe sopo On….huahaha…mode off
O'on
Oktober 11th, 2011 pada 10:45
kalau 64.94.***.* port 80 gawe sopo On…
—————
tanya pihak internap, siapa yg nyewa/konsumen/via tu nomer IP
oya, si sy anggap sih yang sedang berhak atas no IP itu adalah Anda,
karena Anda sebelumnya telah mencantumkan no IP itu.
KALAU ternyata no IP itu BUKAN hak Anda…
awas loh..no IP bisa bersifat privasi suatu pihak, yg bisa saja keberatan atau bahkan mungkin merasa dirugikan jika asal Anda cantumkan tanpa sepengetahuan pihaknya.
gawean sopo sih…EGP
nongton lagi felem gaban ah. ^_^
ngeles
Oktober 11th, 2011 pada 11:12
halah ngeles…saya dapet ketika klik posting anda!
hayo mau ngeles apa lagi.
ngeles
Oktober 11th, 2011 pada 11:15
satu lagi…map visitor (trace ip) yang anda miliki memangnya bukan berdasarkan IP…hayo! argumen lagi dengan saya.
Kabayan nyengiiiR
Oktober 11th, 2011 pada 14:10
Allhamdulillah sudah baikan…
b e r p e l u k a n….!!!
aa senang kalo pada akur…aa ikut bahagia…hate teh mani bungah pisan kalo sudah baikan lagi….b e t u l t i d a a a k k k…???
sok tah geura pacantelll….
salam.
tanwaskita
Oktober 9th, 2011 pada 18:10
@ Semua,
Ini saya kulakan dari milis teman. Bab bunuh diri, malaekat, dan surga, minus hukum karma.
# Arwah si pengebom bunuh diri sampai kedepan pintu surga. Ditanya sama malaekat Jibril. Mau masuk surga ya? Ya. Nama? Su—–. Jenis kelamin? Laki2. Agama? Islam. Yang bener? Islam! Jangan ndagel lho – Agama? Islam! Yang bener? – Kok matinya di gereja? Saya ini ke gereja karena mau jadi pengantin surgawi!!! Wah, calonmu Kristen ya??
***
Sen Karna
Oktober 10th, 2011 pada 17:54
/\_ makasih Om…si sy jadi Ge-eR..
(numpang curhat) FYI, si sy dah tua karena scr umur dah melewati seperempat ABAD..
TAPI si sy masih susah banget agar bisa berfikir dan berperilaku dewasa.’ (O’on)
@ O’on,
Fyi, dari sudut pandang orang yang awet … tua, ‘seperempat abad’ is … nothing… bin bukan apa2 …(-: (-: Diam2 saya belajar dari tulisan2 anda, dan kagum juga. Menurut saya anda termasuk ….’pemain’ dalam konser Sabdalangit ini. Maju terus !
Salam,
O'on
Oktober 10th, 2011 pada 21:29
‘seperempat abad’ IS … nothing… bin bukan apa2
—————-
wah iya Om..
krn ada perspektip juga bahwa WAKTU (scr prediksi sejatine) ora ono,
http://en.wikipedia.org/wiki/Julian_Barbour#Timeless_physics
jadi waktu (yg distandarisasi) hanya sebagai instrumen “apa boleh baud” aja..
toh scr praktikal instrumen itu selalu menginformasikan perbedaan (walaupun kurang signifikan) atau lebih dikenal dgn relativitas waktu.
nyoman pamungkas jagad alus
Oktober 16th, 2011 pada 21:18
salam knl ki saddalangit,iki safiii
tembayat
Oktober 17th, 2011 pada 16:41
@ JS ,dewi
Mempelajari ilmu kasepuhan/hakekat tidak boleh grusa-grusu/tergesa-gesa,karena penjabaran magnanya harus lewat suatu tahapan.Pemahaman akan diberikan lewat beningnya hati nurani.Beda dengan ilmu kejadugan/kanoman atau yg bersifat phisk.tapi prosesnya kontinuitas dan rutin tetap sama diperlukan.Bedanya ujiannya kalau kanoman lebih bersifat nyata /jasmaniah,sedang kasepuhan lebih bersifat halus cenderung tan kasat mata,maka penelahannya harus hati-hati.
misal amalkan satu ayat saja: tunjukkan jalan yang lurus
dalam prakteknya kita dibikin belak belok,banyak iming-iming untuk melakukan kebohongan,misal bagi yg beristri digoga wanita cantik ditanya sdh berkeluarga,dalam pikirannya akan didorong mengatakan belum dst.,belum lagi ketika nafsu sahwat ikut bicara ,bagi yg tak kuat,pusing tujuh keliling,ngomong gampang tapi prakteknya tak semudah membalikkan tangan.
belajar samadi juga pelu kesabaran,orang yang sdh terbiasa atau mumpuni samadi biasanya nafasnya panjang-panjang,lebih kalem tdk mudah emosional apalagi menghina sesamanya sendiri tak mungkin dilakukan.Orang yg sdh mempuni dalam samadi biasanya sdh memiliki ketenangan sehingga mampu melakukan control diri.
Maka dengan mendengar suaranya,gaya tulisan yg dipaparkan kita sebenarnya sdh bisa mengira-ira sampai dimana seseorang itu dalam usaha mengaplikasikan apa yg selama ini diraihnya.
kalau dipewayangan ada istilah watak pendawa lima,Yudistira,Bima,Arjuna,Nangkula dan Sadewa.masing2 ada kelebihan dan kekurangannya,misal sehebat apapun sekeras apapun kalau dg isrtinya dia akan nurut seperti kerbau dicocok hidungnya itu perwatakan Werkudoro atau Bimo,Kalau Yudistira lain lagi orangnya jujur/polos sekalipun itu merugikan keluarga sendiri ya dikatakan apa adanya,Arjuna meski hebat dan tampan kalau sdh lihat wanita cantik sulit dikendalikan dan akan dikejar terus meski sdh banyak istri dst.
dalam ibadah pun kita mungkin masih dalam taraf belajar,kita beribadah mungkin masih karena itu aturan sariat,atau takut kena hukuman,takut diomongan orang,tapi juga ada berlebihan sehingga yg timbul nafsu ibadah yg menggebu-gebu.Ibadah harus dilakukan dg penuh kesadaran,kerendahan hati dan rasa cinta kita pada Yang Maha Kuasa.
olah samadi/tafakur/dll. juga harus dilakukan dg semanagt diatas,jadi jangan dilakukan dg asal-asalan atau kalau mau saja,maka kalau melihat hasil maka tidak seberapa.Disini diperlukan ketekunan,ketabahan ,kesabaran dan dengan semanagt cinta kepada Pencipta langit dan bumi ini.bagi yg muslim tentu sdh fasih dg amalan Kunci perbendaharaan langit dan bumi.(tapi maaf sy tdk membahas itu).
kalau kita bicara kasepuhan nantinya tidak lepas dari kunci-kunci dan master kunci,maka ada istilah sehebat apapun ilmunya kalau dipegang kuncinya ya lemah tak berdaya.Disetiap agama para nabi sdh memberikan kunci-kunci untuk masuk surga nanti,maslahnya tdk semua manusia mau membuka pintu hatinya meski kunci didepan mata tetap tidak bisa mempergunakannya.
Lembah manah,andap asor berbudi bowoleksono,treno ing pepodo,ing ngarso sung tulodo,ing madyo mbangun karso,tutwuri handayani iku ciri-ciri “Satrio Jawa”.
wongalit
Oktober 30th, 2011 pada 14:00
inggih Kangmas Tembayat saestu leres , utawi malih ; Lila legawa teman sabar lan budiluhur.
tembayat
Oktober 20th, 2011 pada 10:03
@JS
Kalau soal air memang agak menakutkan,dua hari yang lalu istri saya dalam visionnya melihat banyak mayat bergelimpangan disana-sini oleh sebab air,banyak yang minta tolong tapi istri saya tdk bisa menolong semua terbatas oleh keadaan.Mungkin ini warning/peringatan agar yang dekat pantai berhati-hati khususnya daratan yg berhubungan samudera pasifik.pemicunya bisa tumbukan lempeng atau letusan gunung bawah laut,kalau gunung kemungkinan hanya krakatau dan itu berarti jkt dalam kondisi warning !Inilah yg saya takutkan dalam 40 hari yg akan jatuh dalam bulan November.akankah musim hujan akan diiringi hujan air mata?? marilah kita berdoa untuk keluraga dan sesama kita semoga kita semua termasuk orang-orang yang diselamatkan !
Widji Midjil
Oktober 20th, 2011 pada 11:01
Salam Mas Tembayat……….
Njenengan poasti sudah tahu apa yang akan terjadi……..
Tadi malam jam 2….arek arek ngebel saya….bercerita soal pesan dari KRK…..kenapa beliau memberi tahu kepada kami…… kejadian nyata dan bukan mimpi….apakah beliau benar KRK atau sosok jelek yang menyamar…..saya percaya bahwa beliau memang KRK dengan alasan yang tidak bisa saya terangkan disini
Mas Tembayat…..saya tidak bisa menulis isi percakapan itu…..saya masih bingung dengan penglihatan dan percakapan itu…..kami hanya menunggu saja tentang janji KRK bahwa kami akan diberi tahu waktu kapan terjadinya lautan tumpah ….tumpah karena harus ditumpahkan karena ada hal yang harus disampaikan kepada rakyat Nusantara dan itu digambarkan dengan warna kuning gemerlap yang berada didalam lautan itu…..
Semoga Mas Tembayat dan para Dewa disini bisa menjelaskan soal itu….. apa sebenarnya yang akan terjadi dan warna kuning kemilau itu sebenarnya apa ??…apakah itu wahyu atau sesuatu yang akan diterima oleh SP atau bangsa kita…..sebagai jalan baik dan benar untuk menuju negeri Mercu suar dunia…….salam rahayu……..
tembayat
Oktober 20th, 2011 pada 12:45
kalau soal itu hingga kini blm ada berita,tapi mungkin ada sangkut pautnya dari salah satu dari akan munculnya suatu perabot masa depan. warna kuning mungkin melambangkan zaman keemasan/kemakmuran yang merupakan proyeksi dari sinar payung ,namun payung ini memiliki aura nafsu duniawi yg amat sanagt kuat,untuk memegang yg satu ini harus sdh sumeleh lahir batinnya atau sdh memiliki peredam atau wadah dari pusaka itu yaitu Mahkotarama.Dengan bersatunya mahkotarama dengan payung dan pedang kangkam(7 warna yg pernah sy sampaikan) dg sampur putih,maka kekuatan itu akan menyatu dan bisa sebagai sarana untuk kemakmuran dan kedamaian Nusantara,pemegang kedua-duanya pun harus sdh mampu atau sampai tahap tiga jadi satu.
Yang perlu diwaspadai adalah saat keluarnya dan akan bersatunya,karena bisa jadi mengundang semua pihak baik alam nyata dan ghaib untuk memperebutkannya,maka bisa-bisa akan terjadi angin prahara dan dan luapan samudra.Ini bisa dimungkinkan begitu karena akan ada ilmu tingkat tinggi bertemu.
Yah,kita doakan saja tdk begitu,itu tadi hanyalah analisa.yang penting kang wiji dan putra2 harus mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu ibu pertiwi memanggilnya untuk berdarma bakti.Bukankah itu sudah menjadi sumpah setia prajurit .
kalau yang wujudnya duren kayaknya bukan dilaut tapi didarat begitu pula yang terbit dari barat.
BAYANGAN
Oktober 20th, 2011 pada 14:44
@kakang Widji, kakang TEMBAYAT
ma’af, bila memang hrs terjadi. apa yg hrs kita lakukan ???? kadang q sendiri msh perlu belajar memahami makna atas segala perubahan yg terjadi, yg kadang begitu cepat datang dan jg perginya. Kadang q juga tdk perduli, bila hr ini adalah akhir dr perjalanan
tembayat
Oktober 20th, 2011 pada 15:54
@bayangan
iya kang bayangan,kita ini hanyalah titah sdremi nglampahi,kalau memang itu yang terjadi yang biarlah terjadi kalau memang sunatullahnya begitu.namun sebagai makluk tentu kita juga akan berupaya sebatas yang diijinkanNya.Kalau batu saja kena tetesan air yg terus menerus bisa berlubang,lha hati manusia kalau sdh katutup ing pangkat lan bandho kerasnya melebihi batu.biarlah Sing Gawe Urip yang mengatur sendiri.Begitu banyak pelajaran yg sdh diberikan tapi kalau hati manusia tertutup yang ada hanya egonya.
Yang menyedihkan sy adalah sebagian besar pinisepuh sdh ngomong: Wis aku ora melu cawe-cawe maneh,sakehing pituturku wis ora dianggep,anak putuku mung nggugu karepe dewe,golek benere dewe,ngumbar hardaning nafsu.
Oh,kakang Semar piye putu-putuku iki,aku kudu kepiye ?Cilik tak endit,gede tak gendong bareng dewoso deksio karo wong tuwo,lali purwo duksino ! Dhuh,Gusti nyuwun sih palimirmanipun dumateng anak purun kawulo.Lha kok putu-putuku senenge melu-melu wong liyan sing entuk-entukanne mung bengkerengan karo sedulure dewe.
eling den eling mbesuk yen ono cahyo cumlorong soko kulon mangetan yo iku titimangsane kulup !
suwun
BAYANGAN
Oktober 20th, 2011 pada 16:34
kang TEMBAYAT….
Tolong di lihat di angkasa sekarang…….. sebelah SELATAN agak ke BARAT sedikit….. mudah**an tebakan saya salah.
Widji Midjil
Oktober 20th, 2011 pada 18:19
Salam Mas Bayangan………mohon dijelaskan ada apa sebenarnya diarah itu…..terima kasih….salam rahayu…..
Didik Baskoro
Oktober 20th, 2011 pada 17:53
walah ora mudeng
petir
Oktober 20th, 2011 pada 19:45
Di sini mah kumpulan dukun-dukun gagal pada merumpi, jangan dibaca Kang Didik.
Namanya saja dukun gagal ! Huahahaaa…
BAYANGAN
Oktober 20th, 2011 pada 21:30
walah ora mudeng
—————————————————————————
ndak da masalah yg apa** cuman sedikit terlihat agak berbeda. Gitu aja mas….. masalah gagal atau berhasil itu mah, bukan tanggung jawab banyak orang. Gitu aja kok repot…. ( karena tiap tempat dan daerah memiliki arah yg berbeda, kalau dari arah tengah yg hrs di lihat itu arah selatan sedikit ke barat, kalau dari arah timur yg di lihat itu ke barat, dan dari arah barat yg di lihat adalah timur sedikit ke selatan ) gitu mas !!!!!!. jadi koordinatnya berbeda**
Widji Midjil
Oktober 20th, 2011 pada 21:59
Salam Mas Bayangan……..
ha..ha..ha…..kenapa yaa….kalau manusia berbicara masalah tidak logis dan tidak ada bumbu agama xxxx pasti dikatakan sebagai dukun……sosok yang mungkin mendapat nilai miring dan seperti kurang terhormat di mata masyarakat….kasihan………sangat beda dengan sebutan Kyai atau ustad…. nama terhormat dan berkedudukan suci bersih dan berbau wangi….minumnya air zam zam dan ruangan tamunya wangi karena bau minyak misik….tidak ada kembang …tidak ada yushoa…tidak ada menyan…….ha..ha…ha…..dukun yang selalu kalah dengan kyai……dukun yang selalu menjadi kambing hitam…..seperti dan sudah digambarkan dalam film horor Indonesia………….salam dukun gagal…..
BAYANGAN
Oktober 20th, 2011 pada 22:11
salam jg mas… hehehehehe ( ya begitulah )
Kaget
Oktober 21st, 2011 pada 08:39
Seseorang berpakaian hitam duduk menggumam sesuatu………
chdlsamxdfdhghuinb gasfuxn….fGZfkufsdhjfgnasfnxfgs…. busss. bussss .. wesss.. seketika lilin padam…. baskom berguncang ……dst
(liputan langsung tanpa kamera tanpa adegan rekayasa)
Seseorang berpakaian putih berdiri menggumam sesuatu……….
llaiiiiillhhaaaaaa………..(sekejap terdiam) lalu berteriak Alllllaaahmaakkk Bubarrr. (sekeras kerasnya) sekejap badan terguncang ada cahaya melintas…dst
(liputan ulangan dengan kamera dan adegan rekayasa)
DIMANA BEDANYA????
SAMA SAJA……
tembayat
Oktober 21st, 2011 pada 09:19
ada beberapa orang melihat saat bulan purnama muncul
yang pertama: sungguh indah pemandangan ini,cahayamu menerangi hatiku saat akau berada disisi pacarku.Dunia seolah milikiku sendiri.
yang kedua:aku benci dengan bulan purnama,hatiku panas,gelap gulita ,aku teringat saat engkau memilih dia dan meninggalkanku disaat bulan purnama.
Ya begitulah sama-sama bulan purnama rasanya hatinya beda,yang satu senang karena bisa dapat kekasih yang satu lagi sedih karena dibilang gagal dapat kekasih.
jadi dalam penilaian banyak subyektifitasnya,tergantung suasana hatinya ..ha ha…..
SANGPURBAJATI
November 2nd, 2011 pada 14:37
Aku juga berharap PS bisa aku format batinnya dan aku install dengan software original dari negeri ini, PS cukup jadi RI-2 gesang roh sucinya Eyang Gajah Mada juga berkehendak, titah wantahku berharap untuk bisa melaksanakan misiku untuknya, semoga tidak ada perubahan, heh heh heh
SANGPURBAJATI
November 2nd, 2011 pada 14:45
Aku juga mengincar PS untuk bisa di install batinnya dengan software original dari bumi pertiwi, kemudian dalam dirinya bisa dijumenengi YANG GAJAH MADA, Gesang Roh Sucinya Beliau juga berkehendak, titah wantahku akan berusaha untuk itu, PS cukup sebagai RI-2 saja, heh heh heh
SANGPURBAJATI
November 2nd, 2011 pada 15:02
AKU JUGA SANGAT BERHARAP AGAR SEGERA BISA MENGGELAR SEJATINYA WAHYU TOHJALI, OLEH PARA PELAKU TATANAN JAGAD GEDE PEMERINTAHAN BENAR BENAR TERWUJUDNYA TATANAN HANANIROHANANINGSUN UNTUK TEGAKNYA KEMBALI HAKEKAT NILAI NILAI KEMANUSIA YANG UNIVERSAL DI NEGERI NI, UNTUK MENGHORMATI SELURUH MAKHLUK HIDUP PENGHUNI ALAM SEMESTA AGAR TERJADI KEDAMAIN KETENTRAMAN KESEJAHTERAAN YANG BERKEADILAN BAGI SELURUH MAKHLUK HIDUP, HEH HEH HEH
islam_ktp
November 2nd, 2011 pada 15:27
Beng..…ugemen titen lan kang lantip ing roso.
Delengen kanthi permono sak kedeping netro lan sak keliring roso
Panci wus sayekti, menowo kahanan kang ono bakal kabukak kanthi pratelo.
Arepo di nggigi mongso kinoyo ngopo lamun bisoo kalawan hak
Lir e paugeran wus ginaris pestining Gusti Kang Akaryo Jagad.
Ateges Wahyu Toh Jali wus ginaris wewengkuning Satrio Taltah Pajang
Yo trah Mojopahit, kanthi Kasirep sepisan Paripurno.
Hamung bisoho rumongso yen ora kepengin nerak sesengker lan rubedo
Pepoyaning atur soang-soang kang sami pinanggih yo Beng……
Nak…peganglah selalu ilmu ingat kejadian masa lalu dan harus tajam dalam rasa
Lihatlah dengan cermat dan tajam hanya satu kedip mata dan yang berada di dalam rasa. Memang sudah waktunya bahwa keadaanlah yang akan membuka dan menjawab. Walaupun di paksakan apapun namun tidak akan dapat merubah yang namanya hak artinya sudah menjadi kodrat Tuhan Yang Maha Esa.
Maksudnya bahwa Wahyu Toh Jali sudah menjadi haknya Ksatria dari Wilayah Pajang
Dan masih merupakan anak keturunan Majapahit dengan hanya satu kali putaran
Tetapi harus bisa merasa dan tidak sombong kalaupun tidak akan ada masalah kedepan. Akhir dari pembicaraan selamat bertemu kembali ya nak…
Widodo
November 4th, 2011 pada 07:09
Woro woro ayo kita dukung PS=prabowo subianto dan IN=isran noor menjadi RI.1 dan RI.2 bpk ISRAN NOOR ADALAH PEMANGKU WAHYU KEPRABON DAN CIKAL BAKAL JUMENENG DADI SATRIYO PAMBUKANING GAPURO
SANGPURBAJATI
November 4th, 2011 pada 17:19
hemmmm jagad dewa batara, Hong wilaheng sarine bawono langgeng…….., ingsun durung ……….., heh heh heh
wongalit
November 5th, 2011 pada 13:51
Hemm Hong wilaheng sabdajati tuhu manik mustikane jagad …… S-.O-.G-.I-.M-.A …. Nurcahya sumurup ana hing jagadingsung …… …… hemmm wekdal hingkang badhe mbuktekaken. menawi hingkang ginaris mboten bakal gegaris. salam Rahayu wibawa mukti.
BAYANGAN
November 4th, 2011 pada 20:33
Woro woro ayo kita dukung PS=prabowo subianto dan IN=isran noor menjadi RI.1 dan RI.2 bpk ISRAN NOOR ADALAH PEMANGKU WAHYU KEPRABON DAN CIKAL BAKAL JUMENENG DADI SATRIYO PAMBUKANING GAPURO
——————————————————————————-
mas…. mas….. bangun mas, PASARE kobong.
Tisning
November 5th, 2011 pada 11:51
kang BAYANGAN ,sampun mekaten to….!Wahyu keprabon itu wahyu yang mana,harus jelas.Kalau yang dimaksud wahyu keprabon Kutai bisa saja to,PS kan juga puunya hak Majapahit walau jauh dibawah Hayamwuruk!,lha wahyuku apa kang,cobi to dipun priksani !
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 12:17
kang BAYANGAN ,sampun mekaten to….!Wahyu keprabon itu wahyu yang mana,harus jelas.
————————————————————————–
haiyah………
kan dah di jelasin di atas pa itu wahyu keprabon
Kalau yang dimaksud wahyu keprabon Kutai bisa saja to,PS kan juga puunya hak Majapahit walau jauh dibawah Hayamwuruk!,
——————————————————————————-
kan udah di bawa tuh sama yg IN, dia dah jadi bupati di sana. Kan sama juga dengan yg sekarang lg ada di BANTEN, dan daerah** yg lain…. semua dapat pulung wilayah
lha wahyuku apa kang,cobi to dipun priksani !
————————————————————————–
tuk sementara ini WAHYUNING URIP, entah kalau nanti berubah, kita semua sama** belum pasti. Apakah akan semakin MONCER ataukah semakin REDUP
Widodo
November 5th, 2011 pada 00:11
@kang bayangan ingkang dahat kinurmatan matur sembah nuwun kang dan matur nuwun sudah di bangunkan,untung saja rumah saya jauh dari pasar kliwon yg bbrp wkt lalu kebakaran (hehehe nyambung to?)yah hny sekedar urun rembug saja kang tp ya ga’ asal”an pake ilmu titen jg lho,J,coba kang bayangan cermati artikel” ini ttg inisial IN seorang yg di pastikan ki sabda memangku WAHYU KEPRABON yg msh keturunan raja kutai lama dan coba kang bayangan lihat artikel lainnya dan temukan sosok IN di dlm tiap artikel ki sabda yg ada hubungannya dng raja kutai lama baginda eyang sultan sulaiman salah satu RATUGUNG BINATARA LELUHUR BESAR NUSWANTARA dari tlatah bang bang wetan,tp kalo kang bayangan masih ga’ paham,coba saja meluncur lwt google cari nama dng inisial IN ato lngsng saja ketik spasi bpk Isran Noor bupati kutai timur,kalo dah ketemu lhtlah dan cermati baik”wajah beliau,bila kang bayangan(kalo bener”bayangan)pasti bisa merasakan energi WAHYU KEPRABON yg terpancar dari sosok beliau ini,tak perlu dadi jalmo linuwih tuk bisa merasakan energi WAHYU KEPRABON cukup hny menggunakan getaran nurani yg bening saja,kalo masih ga’ paham juga langsung tanya saja kpd ki sabda beres kan matur sembah nuwun salam sihkatresnanjt
kudagunung
November 5th, 2011 pada 02:31
ah biasa aja, coba cek rekaman film dia di youtube.com, gak ada bedanya dgn birokrat korup lainnya, perut gendut, senyum basa-basi, tatapan ragu dll…
mhn maaf mas Sabda..
Djaka Lawung
November 5th, 2011 pada 10:18
Pastinya kalau RI1 cuman lulusan universitas negeri/swasta akan berat membuat NKRI ini gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja untuk seluruh warganya… mesti plus lulusan dari universitas jagad raya/university of earth baru mampu mengemban tugas suci… he he he..
Djaka Lawung
November 5th, 2011 pada 10:33
Ngendikane simbah “ojo ngaku trah ratu yen durung bontos ngelmu sejatine” he he he..
Tisning
November 5th, 2011 pada 11:46
Djaka Lawung ,
sama2 trah belum tentu mewaris,semua orang boleh bercita-cita !
Djaka Lawung
November 5th, 2011 pada 18:13
Mas Tisning :
sama2 trah belum tentu mewaris,semua orang boleh bercita-cita !
——————————————————————————–
Setuju… semua orang boleh bercita-cita untuk menjadi RI1 dan semua orang juga bebas untuk mendorong seseorang untuk menjadi RI1. Yang penting cita-2nya tulus untuk membangun negeri dan bangsa ini menjadi lebih baik – bukan menjadi RI1 untuk kepentingan golongan tertentu maupun partai tertentu. Demikian juga yang mendorong seseorang untuk menjadi RI1 juga mesti tulus, bukan karena didasari keinginan nunut kamulyan – seperti biasa dilakukan para bandit pulitik dan ekonomi serta bandit-2 lainnya..
Masalah di negeri ini sungguhlah rumit… sebagai negeri kepulauan dengan berbagai suku, budaya dan keyakinan yg berbeda tentu dibutuhkan seorang pemimpin yg bisa mengayomi dan mempersatukan semuanya. Pemimpin yang mampu membuka semua sekat-2 yang menjadi kendala didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dlm rupa suku, budaya dan keyakinan, sehingga yang nampak adalah satu INDONESIA. Masalah primodial/sektarian hingga saat ini masih menggejala yang seharusnya sudah selesai ketika negeri ini merdeka/1945 – dengan PANCASILA sbg dasar negara.
Masalah hukum, kesenjangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, hutang luar negeri dll juga masih jauh dari yg diharapkan – belum lagi masalah tekanan-2 dari manca negara atas negeri ini demi menguasai sumber daya alam/ekonomi. Kalau bukan pemimpin yang mumpuni luar dan dalem, sepertinya berat untuk mengurus negeri ini – walaupun beliaunya trah ratu..
Salam sih katresnan, Djaka Lawung
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 10:40
RATUGUNG BINATARA LELUHUR BESAR NUSWANTARA
—————————————————————————————-
Dalam jejak langkah MANUSIA, akan meninggalkan bekas. Entah itu di masa lalu, entah juga di masa datang.
Dan entah mengapa juga, gambar yg muncul selalu BURAM. Mungkin saja q lagi kurang fitamin A, sehingga pandangan agak kabur.
Maksud hati ingin masuk lewat jalur lain, tetapi jalan itu terlalu LICIN dan BERKABUT. Entah kalau nanti mataharinya sudah tinggi, kabut dah tipis, mungkin baru akan kelihatan pancaran warnanya…….
Nanti saya coba lagi ….
Tisning
November 5th, 2011 pada 11:42
kang bayangan,
bagaimana kalau matahari sdh tinggi justru yang kelihatan malah saya ha.ha.ha…..
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 12:00
kang bayangan,
bagaimana kalau matahari sdh tinggi justru yang kelihatan malah saya ha.ha.ha…..
——————————————————
Ya ndak papa toh….. berarti itu tandanya q ndak perlu beli kaca mata tembus pandang… hehehehehehehe
Widodo
November 5th, 2011 pada 10:41
@kudagunung ingkang dahat kinurmatan matur sembah nuwun kang,memang bila di lht sekilas seperti birokrat kebanyakan,tp cobalah lht dng teliti dan jng melihat dng mata wadag dan pikiran saja,gunakanlah hati nurani panjenengan dan bedakan bila panjenengan melihat birokrat lainnya dan resapilah dalam sanubari tuk sesaat buanglah rasa sinis dan ketidak percayaan kita pada para birokrat yg saat ini bercokol di jayakarta,lihatlah dng kebeningan hati dan bedakan bila panjenengan melihat sosok IN dng birokrat lainnya sedikit bnyk panjenengan pasti bisa merasakannya,wajar bila kita pesimis dng sosok IN ini krn kita belum melihat kenyataannya,tapi untuk saya pribadi sangat percaya 100% dng sosok IN ini sebagai pemangku wahyu keprabon dan cikal bakal SATRIYO PAMBUKANING GAPURO tinggal tunggu tanggal mainnya saja dan biarlah nanti wkt yg akan membuktikannya,bila kang kudagunung dan para sedulur kabeh yg sering komenter di blog ki sabda ini benar2 tahu siapa sejatinya ki sabda ini pasti akan langsung percaya tanpa ada keraguan sedikit pun dng apa yg ki sabda tulis dan ajarkan kpd kita semua,karena bagi saya pribadi semua artikel2 ki sabda bukanlah hny sekedar kabar angin dan bukanlah hny sekedar omong kosong apalagi sekedar teori,semua yg ki sabda tulis bagi saya pribadi adalah kenyataan ato NGELMU KASUNYATAN tapi bagi org yg masih suka makan sepet adalah kebohongan,yah tdk apa maklum saja krn mngkn mereka blm paham,padahal pada kenyataanya para komenter di blog ini pinter2 dlm segi pendidikan para komenter rata2 sarjana paling minim lulusan sma sedangkan saya SD saja ga’ lulus kang,tp ga’ masalah yg penting saya masih punya hati nurani dan guru sejati yg tiap saat siap membantu memecahkan berbagai persoalan yg di luar pendidikan saya,lagi pula org pinter dng pendidikan tinggi tanpa punya hati nurani dan guru sejati kebanyakn malah keblinger korupsi,ngapusi rakyat dan akhirnya masuk penjara,percuma saja sekolah mahal2 tp di akhir usia malah di penjara ngapunten kang saya sdh melantur kemana2 cukup sekian dulu ya kang nuwun
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 10:59
para komenter di blog ini pinter2 dlm segi pendidikan para komenter rata2 sarjana paling minim lulusan sma sedangkan saya SD saja ga’ lulus kang,tp ga’ masalah yg penting saya masih punya hati nurani dan guru sejati yg tiap saat siap membantu memecahkan berbagai persoalan yg di luar pendidikan saya
———————————————————————————-
mAS… Kang….. OM…. PAKDHE…..
saya juga ndak lulus SD, sekolah aja nyuri** waktu dan kesempatan, pertanyaannya tuh. Mang PS=prabowo subianto dan IN=isran noor, dah janjian ?????? dan dah manunggal ???? gitu mas !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kudagunung
November 5th, 2011 pada 13:00
ya sudah, ndak apa-apa mas Widodo kalau keyakinan panjenengan spt itu,
saya turut mendoakan semoga dapat membuktikan janjinya kpd penduduk lokal di sana..
yg jelas sesuai sesuai apa yg saya “lihat” beliau “biasa” saja, termasuk dlm hal pemikiran, coba perhatiken di : http://www.youtube.com/watch?v=v2MUDWquzoA
SUWUN
Widodo
November 5th, 2011 pada 13:18
@kang banyangan ingkang dahat kinurmatan soal janjian kang,itu sebenarnya tugas kita para generasi penerus bangsa yg mewujudkannya,jd tanpa ada tindakan nyata dari generasi penerus bangsa tentu saja hal itu tdk akan bisa terjadi dan hal inilah yg sdng di lakukan ki sabda dan para waskita dan para generasi penerus bangsa yg MAU dan PERDULI dng kembalinya KEJAYAAN NUSANTARA sprt dulu lagi yg adem ayem tentrem gemah ripah loh jinawi saling HAMEMAYU HAYUNING BAWONO seluruh jagad nusantara beserta seluruh penghuninya.soal manunggal coba kang bayangan baca”lagi artikel ki sabda ini(wahyu keprabon)di situ bnyk di sebutkan ttg LAKU seorang IN.ngapunten kang saya ini hny rakyat jelata dari kasta rendah yg sangat mengharapkan PERUBAHAN DI BUMI NUSANTARA KITA INI tapi sayang sekali krn saya tdk punya pengaruh seperti halnya ustad solmed yg saat ini sedang tenar krn mau nikah hehehe jd yah begitulah anggap saja kata”saya ini hny angin lewat dan hny sekedar sbg pengisi tempat kosong di blog kita tercinta ini sampun rumiyen njih kang sepindah malih nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam sihkatresnan
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 13:39
@kang banyangan ingkang dahat kinurmatan soal janjian kang,itu sebenarnya tugas kita para generasi penerus bangsa yg mewujudkannya,jd tanpa ada tindakan nyata dari generasi penerus bangsa tentu saja hal itu tdk akan bisa terjadi dan hal inilah yg sdng di lakukan ki sabda dan para waskita dan para generasi penerus bangsa yg MAU dan PERDULI dng kembalinya KEJAYAAN NUSANTARA sprt dulu lagi yg adem ayem tentrem gemah ripah loh jinawi saling HAMEMAYU HAYUNING BAWONO seluruh jagad nusantara beserta seluruh penghuninya.soal manunggal coba kang bayangan baca”lagi artikel ki sabda ini(wahyu keprabon)di situ bnyk di sebutkan ttg LAKU seorang IN.ngapunten kang saya ini hny rakyat jelata dari kasta rendah yg sangat mengharapkan PERUBAHAN DI BUMI NUSANTARA KITA INI
——————————————————————————————-
Kalau menurut analisa dari gaya penulisan, makna dan rembuk**an yg beredar baik di sadari maupun tak di sadari, Apa yg terpapar di atas itu menyangkut hal (ANDAIKATA BISA), Orang berpolitik ataupun pingin menguasai politik dan memolitiki seseorang, akan berpikir sampai TELER, baru akan mengiyakan yg MENURUT orang lain baik tapi menurutnya TIDAK BAIK. Ma’af…… bukannya saya pesimis atau menghalang**i niatan baik kakang dan juga tulisan DI ATAS, tapi yg punya uang lagi bersungut-sungut. Muter kayak gilingan PADI.
Saya pribadi juga berharap begitu, ndang cepet, ndang tuntas, ndang makmur, ndang ayem, ndang ra binggung gelek pangan kanggo keluarga.
Kang… seperti halnya pemilihan kepala desa. Tokohnya dipastikan dulu dah benar** ada, lalu di analisa. Sukur** kalau memang PS nyambung, kalau ndak nyambung, si IN akan selamanya bercocoktanam di di daerahnya sendiri. PS juga ndak sendiri kok mas, dia juga punya PAWANG. kalau memang nanti PAWANGNYA sudah nunjuk, PS akan berjalan ke arah tunjuk si PAWANG itu. Kita sama** akan melihatnya.
Tisning
November 5th, 2011 pada 14:21
kalau saya sih,pinginnya kang bayangan yang jadi RI-1 Bagaimana ?Berani nggak ?
kalau saya hanya pingin hidup didesa bikin saung dan kolam ikan ,tiap hari mancing ikan ! ha.ha…
sepengetahuan saya Wahyu Mahkota Rama tdk berada pada kedua inisial itu .
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 14:28
kalau saya sih,pinginnya kang bayangan yang jadi RI-1 Bagaimana ?Berani nggak ?
kalau saya hanya pingin hidup didesa bikin saung dan kolam ikan ,tiap hari mancing ikan ! ha.ha…
——————————————————-
gubrak…….. hhehehehehehehe, ndak punya modal kang !!!! ntar di GEBUKIN ma yg punya gawe…
Tisning
November 5th, 2011 pada 14:46
lho apo yo aku,saya tidak akan turun gelanggang kalau keadaan belum peteng ndedet!ha..ha…ha..ketika anak saya sakit panas….ada yg datang kalimantan bertongat emas dan bersorban….beliu bilang udah serahkan anak ini padaku biar aku yg urus….,rupanya saya juga ada darah kutai….tapi kan diatas disebutkan jngan ngaku2 trah kalau ilmunya belum bontos…ha ha…..saya tdk ngaku lho, mas!
baok
November 5th, 2011 pada 14:59
salam…
biar tambah rame aja.
saya dukung sutan batu gana sebagai RI-1…
tampang lumayanan, tinggal poles sana sini…beyees deeh…
jidat lebar tanda pemikir jempolan…
coba perhatikan kalo bicara…smangat 45…ber api-api…berkobar-kobar…
mata melotot bikin lawan ciut…mengkerut surutt…
pidato…oh jangan di tanya…coba anda kasih mix di jamin doi nyerocos, kalo mix-nya ga kita rebut di jamin doi ga akan berenti bicara…tapi jangan lupa timbang dulu tuh mix-nya setelah bicara jangan lupa juga timbang lagi, apa timbangan-nya tetep sama…soalnya kalo lagi pidato sangking semangatnya suka rada muncraat…
sutan batu said : “mantaaab bung, mainkan ntuh barang”
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 15:01
lho apo yo aku,saya tidak akan turun gelanggang kalau keadaan belum peteng ndedet!ha..ha…ha..ketika anak saya sakit panas….ada yg datang kalimantan bertongat emas dan bersorban….beliu bilang udah serahkan anak ini padaku biar aku yg urus….,rupanya saya juga ada darah kutai….tapi kan diatas disebutkan jngan ngaku2 trah kalau ilmunya belum bontos…ha ha…..saya tdk ngaku lho, mas!
—————————————————————————-
ya ndak masalah to……. semua kan da jalurnya sendiri**
Djaka Lawung
November 5th, 2011 pada 20:59
Mas Tisning :
rupanya saya juga ada darah kutai….tapi kan diatas disebutkan jngan ngaku2 trah kalau ilmunya belum bontos…ha ha…..saya tdk ngaku lho, mas!
———————————————————————————
he he he… itu yg ngomong simbahe temen saya ketika menasehati cucunya mas.. kebetulan saat itu saya ada disampingnya. Mmg benar darah leluhur menetes didalam tubuh anak turunnya. Tetapi apalah artinya kalau darah yang menetes itu menyimpan dendam masa lalu, ketakutan, ilusi dan kegelapan bathin lainnya.. sehingga berpotensi menurunkan watak eker-2an kpda anak turunnya yang membawa kegelapan bagi kehidupan dialam semesta ini.
Lain halnya dengan mereka yg berani dan bersungguh-sungguh memutus semua warisan masa lalu yg tidak baik yang ada pada dirinya yang mengalir didalam darahnya untuk lahir menjadi kesatrya sejati pembawa cahaya dalam kehidupan di alam semesta ini – memayu hayuning bawana.
Manusai jawa itu keturunan/trah jawata.. keturunan dewa.. berdarah dewa… oleh karena itu darah yg mengalir didalam tubuhnya harus dikembalikan kepada asalnya kepada kesucian darah dewanya.. dan itu mesti dengan ngelmu… dengan laku.
Saya kebetulan tinggal diperbatasan balikpapan – tenggarong/kutai… jadi sedikit tahu soal kutai.. heheheee..
Salam kutai mulawarman, Djaka Lawung
Widodo
November 5th, 2011 pada 15:01
@hehehe setuju kang tisning sebaiknya kita calon kan saja kang bayangan jadi RI.1 krn kang bayangan pny kemampuan gulat politik di jamin bakal menang pilpres mendatang hehehe pake modal dengkul saja kang ga’ repot kok kalo nanti ga’ kepilih jg ga’ jadi masalah soalnya pilpres yg di maksud hny di BUMI MAYA ini saja bukan di BUMI NUSANTARA lho hehehehe jadi jng GeeR dulu ya kang hehehehe ngapunten salam sihkatresnan
BAYANGAN
November 5th, 2011 pada 15:04
@hehehe setuju kang tisning sebaiknya kita calon kan saja kang bayangan jadi RI.1 krn kang bayangan pny kemampuan gulat politik di jamin bakal menang pilpres mendatang hehehe pake modal dengkul saja kang ga’ repot kok kalo nanti ga’ kepilih jg ga’ jadi masalah soalnya pilpres yg di maksud hny di BUMI MAYA ini saja bukan di BUMI NUSANTARA lho hehehehe jadi jng GeeR dulu ya kang hehehehe ngapunten salam sihkatresnan
———————————————————————————-
owalah ngunu to ????? tapi ndak ah…… mending jadi yg biasa** ja ndak repot lan ndak mumet
Widodo
November 5th, 2011 pada 15:11
@hehehehe setuju kang tisning sebaiknya kita calon kan saja kang bayangan jadi RI.1 krn kang bayangan pny kemampuan gulat politik di jamin bakal menang pilpres mendatang hehehe pake modal dengkul saja kang ga’ repot kok kalo nanti ga’ kepilih jg ga’ jadi masalah soalnya pilpres yg di maksud hny di BUMI MAYA ini saja bukan di BUMI NUSANTARA lho hehehehe jadi jng GeeR dulu ya kang hehehehe ngapunten salam sihkatresnan
Widodo
November 5th, 2011 pada 22:20
@?????
Widodo
November 6th, 2011 pada 21:54
WORO-WORO!!! DHALEM MEWAKILI KAWULA MUDA GENERASI PENERUS BANGSA DARI TLATAH WETAN BERDARAH JAWA ASWAWARMAN DAN SUNDA PURNAWARMAN,MENGAJAK PARA SEDULUR,KERABAT DAN PARA PUTRA” DARI TLATAH WETAN,TLATAH LOR,TLATAH KULON,TLATAH KIDUL PARA ANAK TURUN TUNGGAL DARAH MULAWARMAN PURNAWARMAN ASWAWARMAN TUK BANGKIT DAN BERJUANG DAN MAJU SEBAGAI UJUNG TOMBAK TUK MENYAMBUT DAN MENGAWAL KEDATANGAN CIKAL BAKAL JUMENENG SATRIYO PAMBUKANING GAPURO … DARI TLATAH BORNEO BANG BANG WETAN TRAH PUTRA MULAWARMAN KPD SAUDARA” KU KHUSUSNYA DI TLATAH BORNEO BANG BANG WETAN SAATNYA BANGKIT DAN BERJUANG,GENDERANG PERUBAHAN DAN PERJUANGAN SUDAH DI TABUH,DAWUH PARA LELUHUR BESAR BUMI PUTRA NUSANTARA KIAN LANTANG DAN TIDAK BISA DI TAWAR TAWAR LAGI,SAATNYA KEBENARAN DAN KEADILAN DI TEGAKKAN DAN SEGALA BENTUK KEBATHILAN AKAN DI LENYAPKAN SESUNGGUHNYA YANG BATHIL PASTI LENYAP SAATNYA BANGKIT DAN BERJUANG WAHAI PUTRA” MULAWARMAN PURNAWARMAN ASWAWARMAN DI TLATAH WETAN TLATAH LOR TLATAH KULON TLATAH KIDUL DAN SELURUH SEDULUR BOLO SEWU YANG TAK KASAT MATA DI EMPAT PENJURU MATA ANGIN BANTULAH KAMI PARA GENERASI MUDA PENERUS BANGSA TUK MEWUJUDKAN DAN MELAKSANAKAN DAWUH DARI PARA LELUHUR BESAR NUSANTARA TUK BERSATU DI DALAM DAN DI BAWAH SATU BENDERA DAN SATU PANJI YAKNI:MEMBANGUN BUMI NUSANTARA YANG BERBUDI PEKERTI LUHUR.salam sejati rahayu karaharjan salam sihkatresnan
Djaka Sembung
November 7th, 2011 pada 12:17
pemegang wahyu keprabon buat RA itu ya PS..
tapi bukan PS yang Prabowo Subianto tapi PS yang ini:
Gusti Ingkang Sinuwun Pangeran Sapujagad.. yang menitis kepada Gusti Ingkang Sinuwun Pangeran Perang / Pangeran Heru Cakra.
kalo wahyu keprabon buat para pandawa.. bisa jadi sedulur2 yg ada disini. salam
tembayat
November 7th, 2011 pada 14:14
Kang Djaka,ya ya……..
Wahyu keprabon dengan wahyu RI1 jelas beda,wahyu keprabon itu memangku alam nyata dan ghaib seluruh Bani Jawi,dan itu bukan dicari tapi dianugerahkan.Tapi omong-omong bagaimana knondisi Depok ?? semoga aman
Salam juga buat kang JS dan Dewi,kayaknya sibuk ya ??
dewi
November 7th, 2011 pada 21:47
@ Tembayat,
Terima kasih paman, saya kadang juga kirim salam ke njenengan, tetapi mungkin ada ruang yang terlewati, ini kebetulan saja saya mampir di ruang ‘goro2’, kemarin saya juga komment, tetapi di ruang yang lainya. maturnuwun, khabar saya baik paman, pakpo JS mungkin masih sibuk, tapi kemarin mampir di ruang ‘arwah beramanat’ memberi semangat untuk mas BAYANGAN.
Salam sayang,
Dewi
SANGPURBAJATI
November 15th, 2011 pada 17:19
Ingsun sangat memahami bener yang kalian maksud dengan Satrio Piningit maupun Sang Ratu Adil, Ingsun benar benar akan mewujudkan visi dan misi Ingsun turun lagi di Bumi Alammadya UNTUK KEMBALI MENEGAKKAN KEADILAN JAGAD / TEGAKNYA KEMBALI WULANG WURUK KEUTAMAAN JAGAD, sebagai jawaban atas Gugatan Batin Luhur Nenek Moyang Nusantara/Indonesia Menggugat, UNTUK KEMBALI PADA ASAL MULO BUKANE, mengembalikan kedamaian & ketentraman Negeri Indonesia sak Bawana, melenyapkan jajahan perasaan mental ideologi yang telah bersemayam di batin manusia Indonesia sak bawana yang membuat manusia TIDAK LAGI MEMAHAMI HEKEKAT SISTEM KEDIRIANNYA SERTA HAKEKAT SEJATINYA KEMANUSIAANNYA YANG LUHUR, heh heh heh
Kalfatar Cakrapati
Februari 18th, 2012 pada 20:55
STAMO~3012 SISTEM EKONOMI RATU ADIL SUNDA GLOBAL
—————————————————————————————-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21
Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
Mengenai Ekonomi Global Stamo~2013
Dan Kesejahteraan Umat Manusia
—————————————————————————————-
Inilah cuplikannya:
—————————————————————————————-
Kelengkapan pemahaman dalam berbagai cabang ilmu hanyalah merupakan dampak logis dari pendalaman filsafat yang fitrah dan wiwitan. Demikian sebuah istilah “Weruh disewu anu saestu” merupakan kompetensi yang digambarkan Sang Prabu Siliwangi terhadap manusia yang dikaruniai aneka macam kecerdasan alam .
Kondisi seperti itu hampir melekat pada sosok Mandalajati Niskala .
Sebuah teori ekonomi Sunda “STAMO 2013” ditemukan dan digali oleh beliau pada tahun 2002. Ini tak lain berupa sistem ekonomi global yang akan dihadirkan bagi peruntukan abad 21 ke depan.
Digali oleh Mandalajati Niskala untuk dipersembahkan kepada “Sang Khalifah Ratu Adil” dalam mewujudkan kesejahteraan umat manusia diseluruh Dunia.
Lagi-lagi ini bisa membuat para ekonom tercengang, karena beliau begitu cemerlang merekonstruksi kesalahan cara berfikir. Melalui Stamo 2013 nampaknya Mandalajati Niskala akan membatalkan seluruh teori ekonomi yang saat ini berjalan dipermukaan Bumi.
Stamo 2013 yang tadinya sangat dirahasiakan karena waktunya belum tiba, di tahun 2008 beliau memprintout dalam jumlah cukup, berupa Selayang Pandang STAMO 2013 dan menyebarkannya kepada banyak pihak, dengan maksud, beliau hendak mengecek kepekaan para tokoh dan para akhli, yang skaligus beliau menghadirkan stimulasi kearah berfikir mendeka.
Sayang para tokoh Sunda, yang notabene banyak para akhli tak mampu mengejar ketertinggalan dari melesatnya sulur buah fikiran Mandalajati Niskala.
Jujur saja saat ini banyak yang mencuplik Stamo 2013 dan ada indikasi dijalankan orang, namun nampaknya pada takut karena Mandalajati Niskala mengeluarkan peringatan keras berupa ancaman Tuhan.
STAMO 2013 merupakan Sistem Ekonomi Global yang dilahirkan oleh Sunda bagi kepentingan umat manusia.
Banyak hal yang mendasari dilahirkannya system ekonomi ini, sebab system ekonomi baik kapitalis maupun sosialis telah gagal mewujudkan amanah kehidupan dalam menghadirkan keadilan ekonomi yang mengakomodir semua kepentingan terutama masyarakat dunia.
STAMO 2013 disusun berdasarkan rasa kemanusiaan dengan mempertimbangkan hal yang fitrah dan sangat esensi dalam tuntutan kehidupan manusia itu sendiri. Banyak faktor yang menjadikan pertimbangan logis bahwa STAMO 2013 tersebut harus dilahirkan oleh Sunda, untuk kepentingan seluruh umat manusia.
Dibawah ini adalah cuplikan dari Selayang Pandang STAMO 2013 yang dikeluarkan oleh Mandalajati Niskala tahun 2009:
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………dst.
Pertama: Manusia Sunda menyadari; bahwa dirinya diberkati cara berfikir benar yang terpatri pada setiap diri; bahwa Tuhan YMK-lah yang menjadi penyebab segala sesuatu menjadi ada. Demikian pula menjadi tujuan Sang Pencipta; keberadaan, kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan kehidupan Bumi dapat terwujud. Manusia sebagai khalifah diberi mandat untuk mengelola keberadaan kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan Bumi sesuai dengan tujuan Tuhan YMK menciptakannya.
Semuanya dimaksudkan agar seluruh kehidupan di Bumi ini, menghamba dan bersyukur kepadaNya.
Kedua: Sunda menyadari bahwa dalam mengelola kehidupan selalu mengawali dengan cara berfikir filosofi sampai pada titik akar masalah. Cara berfikir yang demikian akan menemukan sesuatu, mencapai titik fitrah sesuai dengan yang ditetapkan Tuhan YMK. Cara berfikir fitrah seperti ini dipandang oleh Sunda; Bahwa segala sesuatu itu, telah melalui ”pertimbangan hakekat” hingga mencapai titik benar sebagai sebuah keputusan yang maslahat bagi kehidupan seluruh manusia dan alam sekitarnya.
Ketiga: Pada prinsipnya bahwa Tuhan YMK memberikan segala kekayaan yang ada di Bumi ini untuk seluruh manusia. Para pemimpin dimanapun di Bumi ini memiliki tugas memberdayakan dan mengatur sistem keadilan dan kesejahteraan untuk dinikmati oleh seluruh manusia sesuai keinginan Sang Pencipta. Sunda memiliki akar filsafat yang mengacu pada prinsif ini.
STAMO 2013 singkatan dari ”Sistim Tribanda Aset Masyarakat Otomatis 2013”. Merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang disusun berdasarkan hal-hal di atas.
Kita semua mengetahui, walaupun secara hakekat bahwa seluruh kekayaan bumi diperuntukan dan menjadi milik seluruh masyarakat atau seluruh manusia, namun secara syariat dibutuhkan sebuah Sistem pemanfaatan yang mendekati rasa keadilan.
STAMO 2013 melahirkan sebuah sistem keadilan dengan membagi aset ekonomi kepada tiga pihak secara otomatis dengan pembagian aset yang sama besar. Seluruh ketentuan dan rincian yang mengatur ketiga pihak ini tertuang dalam KITAB STAMO 2013.
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………dst.
Kegiatan ekonomi tidak bisa terlepas dari kebutuhan yang menjadi tuntutan kehidupan manusia; STAMO 2013 akan menimbulkan loyalitas pasar dan Solidaritas pasar yang datang dengan sendirinya; sebab sistem ini dianggap oleh masyarakat Dunia merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang akan memberi jaminan kasetimbangan kekayaan kepada seluruh manusia di bumi ini.
Sisi lain bangkitnya sentimen pasar seperti ini tidak akan bisa dicegah, sebab seluruh manusia menyadari bahwa haknya terfasilitasi oleh STAMO 2013. Ini menjadi alasan logis bahwa seluruh produk yang menggunakan lebel STAMO 2013, akan dikonsumsi oleh masyarakat Dunia, sebab masyarakat menyadari bahwa pada produk-produk tersebut terdapat sepertiga aset yang menjadi milik masyarakat.
Walaupun STAMO 2013 tidak akan mengatur sebuah sistem pasar, namun sentimen pasar yang berpihak kepada STAMO 2013 akan tercipta dengan sendirinya dan STAMO 2013 otomatis akan menjadi ”Brand Image” atau ”Legal Brand” milik pasar atau milik masyarakat yang tidak akan tergoyahkan oleh sistem pasar manapun.
Beberapa pihak mencoba menterjemahkan Ratu Adil namun tidak pernah berhasil. Sistem sosialis pasca Kemerdekaan RI tidak berhasil menterjemahkan makna Ratu Adil, sekalipun Soekarno sebagai Presiden pertama sering mendengungkannya; Demikian pula bersamaan dengan itu sistem kapitalis melalui Westerling merebut gelar Ratu Adil dengan mendeklarasikan Angkatan Perang Ratu Adil; Juga tidak berhasil. Sebab kesemuanya menterjemahkan Ratu Adil dalam kepentingan politik dan kekuasaan, yang saling menghancurkan antara Kapitalisme dan Sosialisme.
Ratu Adil yang benar adalah sebuah sistem yang mampu memfasilitasi atau mengakomodir seluruh kepentingan bagi keadilan yang tidak ada batas. Itulah yang dimaksud oleh KITAB STAMO 2013.
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………dst.
Kendati kita memahami bahwa Sunda dengan Sistem Tri Tangtu Di Buana yang merupakan Tatanan Fitrah telah menemukan titik akhir dari tiga cita-cita perjalanan hidup manusia di alam Dunia, yaitu:
Keluhuran Derajat Kehidupan sebagai wujud dari nilai-nilai LOGIKA ,
Kelungguhan Martabat Kemanusiaan sebagai wujud dari nilai-nilai ETIKA dan
Keluhungan Adat Budaya sebagai wujud dari nilai-nilai ESTETIKA .
Kini semua itu hanya menyisakan cerita dan manuskrif-manuskrif yang sarat akan Sandi Rahasia dan tidak gampang untuk dibaca serta dipetakan kembali dalam kehidupan (Sunda = Sandi yang terpetakan).
Kunci kunci untuk melakukan pemetaan atau merekonstruksi ketiga nilai di atas diselimuti oleh Rahasia Rasa yang terpetakan dalam Filsafat Puragabasa, yang senantiasa hidup pada fitrah setiap diri manusia namun sulit untuk disadari.
Ini menjadi sebuah keunikan tersendiri dimana Sunda yang sangat fitrah ini, secara system memiliki apa yang disebut Logika Rasa .
Sangat dibutuhkan beberapa aspek penting dan kompetensi khusus dimana seseorang mampu menyeruak Sandi Rahasia dan menemukan apa yang menjadi hasanah kekayaan Sunda; Selain dibutuhkan kecukupan waktu, pemahaman Filsafat Puragabasa, juga metoda lainnya yang berhubungan dengan Logika Rasa mutlak dibutuhkan.
Disiplin ini sangat berbeda dengan metodologi umum lainnya yang kita kenal sebagai metoda ilmiah seperti yang sekarang banyak dilakukan orang.
Esensi dari STAMO 2013 merupakan hasil penjelajahan memasuki Rahasia Rasa yang merupakan hasanah kekayaan Sunda yang ditemukan kembali; yang sebelumnya diawali dengan sebuah statement diri bahwa: Segala temuan hasanah kekayaan Sunda, bagi para pelaku penjelajah Rahasia Rasa seperti saya, tidak boleh memiliki niatan apa yang ditemukannya itu untuk dikuasainya.
Untuk hal tersebut di atas sejak tahun 2002, temuan STAMO 2013 saya selamatkan sebagai amanah Sunda dan tidak tergiur dengan bujukan uang puluhan miliar untuk dijual ke Negara Tetangga. Di sisi lain sayapun tidak khawatir muatan-muatan STAMO 2013 akan dijiplak Negara lain; karena ternyata berbagai system yang dimiliki oleh Sunda telah dilengkapi oleh sebuah Proteksi Rahasia yang Sakral dan sangat ampuh, yaitu yang namanya Supata Sunda atau Supata Indung.
Kesimpulannya siapapun yang menjiplak STAMO 2013 untuk kepentingan sendiri dan keserakan, pasti tidak akan bisa mulus, karena Sistem ekonomi ini sangat fitrah mengikuti hukum-hukum alam yang mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
STAMO 2013 adalah sebuah hasanah kekayaan Sunda, yang merupakan Sistem Ekonomi Fitrah; memiliki kesanggupan untuk mewujudkan keadilan ekonomi Dunia, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di seluruh Dunia.
Keadilan yang “maha besar” ini dilakukan serta merta secara otomatis, dan hanya merupakan dampak dari keadaan bahwa Sistem Sunda hakekatnya; MENGGUMULUNG dalam KOKOPAN sifat-sifat Sang Pencipta Yang Maha Besar dan Maha Adil.
Dari keadaan seperti ini tak heran manusia Sunda berenang-renang dalam hasanah kekayaan filsafat kehidupan, kemudian yang ditemukannya juga selalu orsinil pada kadar yang sangat esensial, integral, universal dan sistemik yang holistik mengikuti sifat-sifat Qudrat dan Irodat Tuhan.
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………… dst.
——————————————————————-
Naskah ini dicuplik dari Editing Penulis.
Judul Buku: SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21
Sub Judul: “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA”
Serial: “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala”
Tebal Buku 200 Halaman, Jilid Lux, Harga Rp 30.000,-
Mulai beredar di toko buku bulan Maret 201
——————————————————————-
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Naskah ini dikirim oleh : Kalfatar
andi cahyadi
Februari 22nd, 2012 pada 19:05
Hamemayu hayuning bawono ,hamemayu hayuning urip bebrayan ..supersemar tlh muncul ..
Ki Agung Gledek Sayuto Ratu Adil
Februari 24th, 2012 pada 19:24
Sabdo Palon, Naya Genggong, Prabu Siliwangi III, Bahu-Membahu Menggempur Dunia Islam bersama Putra Mahkota Kian Santang.
“Ya iku tengeranira, Nayagenggong bali mring tanah Jawi, anggawa momonganipun, mata siji kang wignya, wani lungguh anjajari maring ingsun, tan wruh asal sobat kenal, yen nakal binuwang tebih. Tyasira angkara murka, kumet loma krenah pitenah dadi, dana kawruh dana laku, mrih arja tanah Jawa. Wong Jawa ganti agama, akeh tinggal agama Islam benjing, aganti agama kawruh.”
“Kedatangan kembali Nayagenggong dan diamat-amati Sabdapalon dari luar ke Jawa membawa momongannya yang tercerahkan batinnya, mumpuni pengetahuannya, tidak mempersoalkan asal teman yang dikenal, orang yang nakal dibuang, wataknya keras angkara murka, kikir/perhitungan juga dermawan, semua perbuatan dilakoni termasuk memfitnah. Mendanakan ilmu dan laku untuk membuat tanah Jawa sempurna. Di saat itulah banyak orang Jawa meninggalkan agama Islam pindah ke agama kawruh.”
“Cari Kian Santang” – Prabu Siliwangi III.
SP Seorang Bocah Angon.kita tahu para Nabi rata2 bocah angon.Tidak ada Nabi lagi..karena SP adalah inkarnasi Nabi yg dulu2 juga
Berarti DIA SANGAT tahu semua AJARAN…,dan akhirnya mau MELURUSKAN SEMUA AJARAN YANG SALAH.
SP ini sangat jelas bukan hanya bisa di 2 alam Gaib dan Lahir namun juga Alam Kelanggengan ( Surga).
Dia bisa memerintah seluruh para Halus dan para Malaikat,maka sangat dekatlah dengan Jibril dan Mikail seluruh para Malaikat atau Dewa Penjaga Bumi.
SP bisa berubah berupa saja..dan secepat kilat bisa kemana saja.Karena seluruh Ilmu Kesaktian pada Manusia sudah dimita kembali kepada Sang Pencipta ,Innalilahi ..roijun (saya tulis roijun bukan rojiun karena saya kafir) istilah nya digulung semua dengan ilmu penyedot bintang, iblis darah, dan kalacakra ,karena bila semua masih bisa MEMILIKI ,HANYA akan banyak menimbulkan kerusakan (merasa JAGOAN)
Itulah PENGEJAWANTAHAN TUHAN ..YG SATU UNTUK SEMUA SEMUA UTK SATU..IA BISA BERUJUD APA SAJA SEBAGAI SHIVA UTK MENYELAMATKAN BUMI ATAU MAYAPADA INI.
SHIVA ADALAH TUHAN TURUN LANGSUNG MENJADI PENYEIMBANG DISAAT SEMUA KERUSAKAN TOTAL TERJADI ..
Mengapa mengunakan semua kesaktiannya? karena utk mempercepat..semuanya..KARENA DARI SEMUA SEGI SUDAH DIACAK2 PEMERINTAH SAAT INI DARI HUKUM ,POLISI,KEHAKIMAN.,KEJAKSAAN ,ALAM (TAMBANG ) ..DAN PERBANKKAN ATURAN 2 JAHAT DIBUAT2 DEMI KEPENTINGAN KAUM MUSLIM.
Bermata Satu ( Hanya mempunyai Satu Pandangan ( tetap pendirian pada agama ) ITULAH BHALANETRA ATAU RATU ADIL SATRIA PINANDHITA SINISIHAN WAHYU.
“Baiklah sang prabu, 500 tahun lagi kami ganti jadi Buddhi lagi. Sekarang saya pamit dulu, mau mencari anak bermata satu” – Sabdo Palon.
Ilmu laduni Ki Agung Gledek Sayuto Satria Pinandhita:
1. Anima: sifat yang halus bagaikan kehalusan atom yang dimiliki oleh Sang Hyang Widhi Wasa.
2. Laghima: Laghima berasal dari kata “Laghu” yang artinya ringan. Laghima berarti sifat- Nya yang amat ringan lebih ringan dari ether.
3. Mahima: Mahima berasal dari kata “Maha” yang berarti Maha Besar, di sini berarti Sang Hyang Widhi Wasa meliputi semua tempat. Tidak ada tempat yang kosong (hampa) bagi- Nya, semua ruang angkasa dipenuhi.
4. Prapti: Prapti berasal dari “Prapta” yang artinya tercapai. Prapti berarti segala tempat tercapai oleh- Nya, ke mana Ia hendak pergi di sana Ia telah ada.
5. Prakamya: Prakamya berasal dari kata “Pra Kama” berarti segala kehendak- Nya selalu terlaksana atau terjadi.
6. Isitwa: Isitwa berasal dari kata “Isa” yang berarti raja, Isitwa berarti merajai segala- galanya, dalam segala hal paling utama.
7. Wasitwa: Wasitwa berasal dari kata “Wasa” yang berarti menguasai dan mengatasi. Wasitwa artinya paling berkuasa.
8. Yatrakamawasayitwa: Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendak dan kodrat- Nya.
gayus
Maret 2nd, 2012 pada 00:39
PEMBODOHAN !!!!!! TERNYATA PARA SATRIA MENINGGALKAN …UTANGGGGGGGGGGGGG
Ki Agung Gledek Sayuto
Maret 5th, 2012 pada 15:11
2 SP adalah ilusi yang hendak ditimbulkan umat muslim.
Islam memang identik dengan taqiyya, yaitu usaha menipu demi kemuliaan agama. Itu sudah dimulai dari guru Jayabaya, yang terpaksa dibunuh olehnya, karena saat dikonfirmasi tentang masadepan nusantara, gurunya bukannya meramal malah mengarahkan agar raja nusantara adalah raja Islam.
Saat ditanya anaknya kenapa dibunuh, Jayabaya menjawab, “Ia mau membuat nusantara dipenuhi raja-raja Islam.”
Hal itu berlanjut setelah kematian Jayabaya, dimana berbagai ulama muslim mengubah-ubah isi ramalannya. Seperti Sunan Kalijaga, Ranggawarsito, dan Syaikh Subakir. Sehingga ditemuilah banyak ramalan palsu yang bernuansa Islam.
Berkisah adanya “SP yang baik” merugikan SP.
Berkisah adanya “SP yang buruk” juga merugikan SP.
SP cuma satu dan tak tergantikan, yaitu satu orang yang merupakan kelahiran kembali orang-orang terkenal jaman dulu seperti:
1. Parikshit. “Tukule parikshit tan busana narendra utawa ksatriyan prajurit. Ing akhir jaman madeg raja parikshit.” – Serat Yasadipura.
2. Jesus.
- “Putra YHWH yang paling sulung” – Jangka Jayabaya.
- “Semune pundhak kasungsang (bahu pernah disalib)” – Musarar Jayabaya.
- “Hiya iku kanjeng nabi Isa” – Jayabaya Catursabda.
3. Kian Santang. “Cari Kian Santang” – Uga Wangsit Siliwangi.
Satria Piningit dan Satria Pinandhita, serta Ratu Adil, dan Imam Mahdi bukanlah 4 orang berbeda, tapi mereka satu dengan 4 nama.
1. Satria Piningit nama yang dipakai saat ia bertapa di Yogyakarta (sampai sekarang masih dalam pertapaan). Jadi bukan sekedar pergi ke Yogya untuk kuliah.
2. Satria Pinandhita nama aslinya, lengkapnya Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, sebagai nama Shiva dimukabumi.
3. Ratu Adil, namanya setelah menduduki tahta di Bandung.
4. Imam Mahdi, namanya setelah mengalahkan Imam Mahdi.
“Julukane imam mahdi iya kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram.” Yogya.
“Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran.” Bandung..
“Kratonnya 2, satu di Jawa satu di Jerusalem.” Ngawi-Jerusalem.
Karena data-data SP tidak sesuai dengan SP-SP palsu ini lalu oleh mereka dicocok-cocokkan. Seperti cuma karena pernah kuliah di Yogya lalu dikatakan UGM itu adalah kratonnya. Lalu banyak-banyak bercerita tentang mimpi-mimpi mereka, dan jimat-jimat mereka, yang tidak ada hubungannya dengan SP.
KRONOLOGI NAIKNYA KIAN SANTANG SEBAGAI RAJA:
1. Prabu Siliwangi III menaikkan Kian Santang sebagai Raja.
“Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Negara-negara akan bersatu kembali karena muncul ratu adil, ratu siapa, darimana asalnya, nanti kalian juga tahu, sekarang cari dulu pemuda gembala. Cari Kian Santang.”
2. a. Rakyat Pajajaran membuat blog dan menyebarkan keburukan Islam di internet.
“Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba.”
b. Resi-Resi Pajajaran mulai mencari lahan Pajajaran Baru.
“Datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyandang kaneron/ransel tua. Mengingatkan benar-salah sebenarnya.”
3. a. Lia Eden dipenjara, TNI dikerahkan mengepung daerah pemuda gembala.
“Pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.”
b. Pemuda gembala melarikan diri.
“Saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya.”
4. a. Pemuda gembala terus mengejek.
“Anak gembala menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.”
b. Pemerintah mencari pemuda gembala.
“Yang bertengkar lalu ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala.”
5. a. Indonesia kehilangan dasar negara dan arti hidup untuk melanjutkan pemerintahan.
“Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.”
b. Kian Santang naik sebagai Ratu Adil. Setelah sebelumnya hidup sebagai pemuda gembala (menyebar keburukan Islam).
“Pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné/Bandung. Negara-negara bersatu kembali karena muncul Ratu Adil.”
Note:
Kisah hidup Kian Santang sebelum menjadi raja bisa dibaca di Jangka Jayabaya Yogyakarta di www ratuadil co nr
Kegiatan Kian Santang selama menjadi raja bisa dibaca di Jangka Jayabaya. di www ratuadil co nr
Zulkarnaien Gayul Engkong Dicaprio
Maret 6th, 2012 pada 17:02
sa jam goro”
diah
April 15th, 2012 pada 11:02
oo….walah, rupanya yang komen masih pada ngutip ini, ngutip itu, masih kosong semua rupanya…. ha ha
BOBBY
April 26th, 2012 pada 11:43
ASTAGFIRULLAH…..Semoga Allah memberi hidayah kepada anda! kembalilah ke jalan yang benar…amien
kajenar
Mei 4th, 2012 pada 11:40
mas..tolong saya minta nomer hp njenengan, bisa bls ke alamat email saya, atau ke nomer hp 081993003200, maturnuwun.
Satria Pinandhita
Mei 9th, 2012 pada 18:38
Sosok Satria Pinandhita, Sinisihan Wahyu, dan Ratu Adil sekarang sudah bisa dilihat oleh paranormal manapun selama ia punya mata batin karena sudah diijinkan.
Satria Pinandhita (pembawa Wahyu Brajamusti).
Fisik:
Orangnya tampan.
Alis mata sangat bagus, karena tidak seperti alis golok melainkan seperti kujang.
Matanya bagus.
Jika tersenyum manis sekali (tak semua orang jika tersenyum manis, cuma dari india campuran saja. dari situlah orangbarat mengajar untuk tersenyum setelah kembali dari India).
Tubuh sempurna tidak kebesaran bahu atau lengan.
Kulit sawomatang, tidak hitam tidakpula putih.
Berdarah campuran Khmer, Tamim, Sunda.
Mental:
Periang dan menyukai kehidupan.
Kelahirankembali Prabu Parikshit, Jesus, Kian Santang, dll.
Sinisihan Wahyu I (pembawa Wahyu Brajamusti).
Fisik:
Putih dan mirip orang Jepang.
Agak gemuk.
Mental:
Kurang mau bergaul.
Kelahirankembali Banowati.
Ratu Adil.
Sama dengan Satria Pinandhita diatas karena orangnya sama.
Sinisihan Wahyu II (pembawa Wahyu Cakraningrat).
Fisik:
Sempurna.
Mental:
(tak saya paparkan).
Kelahirankembali Drupadi.
Sinisihan Wahyu I tidak berperan dalam percaturan politik kelak, karena ia cuma diambil wahyunya saja. Saat penampakan diatas sudah mulai bisa diamati, ada beberapa orang yang sudah gagal atau kandas cita-citanya menjadi baik satria pinandhita maupun sinisihan wahyu, dikarenakan terlalu sombong, paham yang keliru, ataupun tak disukai oleh ratu adil yaitu saya. Shrikandi, Karna, Batik Madrim, sudah gagal semua. Awalnya wahyu brajamusti itu terbagi 2, yaitu satu disaya dan satu lagi di Banowati. Lalu karena saya masih kecil saya berikan yang disaya ke Arjuna. Oleh Banowati dilempar lagi semuanya ke saya, sehingga mewujud sebagai Wahyu Keprabon sekarang. Kegunaan wahyu keprabon adalah ia bisa memberikan kerangka berpikir seorang presiden sekaligus mengalahkan semua rintangan untuk menjadi presiden.
Wahyu keprabon itu sudah saya rasa masuknya bagaimana. Cuma wahyu cakraningrat belum saya rasa. Wahyu cakraningrat cuma pernah saya lihat datang ke kamar saya, berwarna kuning emas dan auranya lebih kuat dan luas daripada wahyu keprabon.
Sebenarnya kalau mau jadi presiden itu cuma satu saja syaratnya, berbaktilah pada saya. Sekarang saya memberi kesempatan lagi, jika ada pasangan suami-istri beragama hindu, akan saya turunkan wahyu keprabon samarata. Lupakan pemilu, lupakan cariperhatian publik, cukup berbakti pada saya dan kita kuasai dunia.
Satria Pinandhita
Mei 9th, 2012 pada 18:43
Satria Pinandhita tak ada kaitan dengan ideologi Bung Karno, karena indonesia memasuki siklus menutup, menurut djyuto suntani, penulis “indonesia akan pecah 2015.” Dalam siklus menutup ini, jika orang memunculkan lagi ide-ide lama ia tak akan berhasil dan digilas dengan mudah oleh energy Sabdo Palon, Shiva, dan Naya Genggong yang membawa ideologi buddhi.
Jadi, jika anda mau jadi presiden dan anda membawa slogan-slogan bung karno maka samasaja anda menggali lubangkubur anda sendiri.
Kenyatan bahwa satria pinandhita sinisihan wahyu adalah gabungan DNA seluruh presiden sebelumnya janganlah mengenyampingkan faktor sedang lewatnya Sabdo Palon dan Naya Genggong yang membawa asuhannya reinkarnasi Shiva. Jika tidak bisa membaca tanda-tanda jaman, anda akan tergilas dan terkejut dalam kekalahan anda yang cukup fatal.
Menjadi presiden dapat digunakan sebagai kesempatan menolong masyarakat lemah dengan adanya kuasa yang diberikan. Tapi agar lebih optimal, lembaga dpr harus dihapus dan ditukar dengan Dewan Jedi yang cuma berisi orang berwatak satria.
Satria Pinandhita
Mei 9th, 2012 pada 18:45
sabdo langit berbicara tentang wahyu mahkuta rama? dasar bocah culun. itu kan FIKTIF!! sama fiktifnya dengan jimat kalimasada.
Satria Pinandhita
Mei 9th, 2012 pada 18:50
bagi para pendukung saya, para punggawa pajajaran yang mutlak tidak beragama islam, bagi para pendukung kian santang yang telah berjasa menyebar agama islam dan saat ini hidup sebagai pengetik koment ini, tidak perlu kalian kawatir akan omongan saya yang banyak versinya. itu karena saya penuh rasa welas asih terhadap musuh-musuh saya, meskipun saya seorang kafir (bertuhan tiga) saat ini.
saya melakukan seluruh arah: arah politik, arah prewangan, arah teman, arah silsilah, arah kekuatan batin, dan zat saya sendiri sebagai batara manikmaya (shiva) dibantu dua asisten saya batara ismaya (sabdo palon) dan batara narada (naya genggong). karena itu, saya SIAP didukung menjadi raja.
dan siap pula menggempur jika tidak didukung. hancurkan semua musuh-musuh pajajaran!!
waademamang
Mei 9th, 2012 pada 20:34
waduh salam hormat paduka ratu adil/SP…
paduka saya keliling nyari orang yangbisa mengartikan secara harfiah/siloka tentang sangkuriang nagih janji bandung kelem sumedang jaya,,mohon paduka satria pinandita kiranya sudi menjabarkan, yang detail paduka…nuhun.wassalam
kuncoro
Mei 11th, 2012 pada 00:37
cccckkkkk, heeeemmmmmm, wah waah jan.
nonono
Mei 9th, 2012 pada 21:50
disuatu sarasehan spiritual sunda, para tokoh ahli kebatinan sunda, sesepuh dan para pinisepuh ahli spiritual sunda berkumpul, mereka mempertanyakan mengapa sp selalu orang jawa, jawa dan selalu jawa terus ? kenapa bukan orang sunda ? maka berdirilah seorang yang sudah waskita yang bijaksana menjawab: orang sunda tidak tahan melihat wanita cantik, bahkan ketika mata mereka ditutup rapat dan didepan hidungnya di goyang2 terasi atau udang busuk mereka mengendus-endus dan berguman wah ini bau nonok…… kawin cerai biasa, nah gimana yang begini terpilih menjadi sp?, sedang orang jawa sudah biasa miskin dan hidup prihatin dan tahan lapar kalau melihat cewek cantik menundukan kepala dan berkata lirih: “aku ora kuat ngopeni……. ” jangan tertawa peristiwa ini ini benar2 terjadi
Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram
Mei 12th, 2012 pada 18:24
Nyuwun Sewu lan puluhngewu cak…
iki wis tanggal piro rek? Sak iki 12 Mei 2012.
Lah Maksudte Cak ABR:”Harapan saya semoga sosok Satria Pambukaning Gapura sukses dalam menjalani masa-masa penggemblengan ini. Suatu waktu sudah siap jika selambatnya bulan 3 tahun 2012 harus tampil dalam tugasnya hamengku dan hamemayu Nusantara”, kapan jedulle SP sing jenengan maksud Cak?
Wiss Yo, karepku mugi-mugi jedul tenannan iki sing SP sak cepate, kulo kepengen FOTO bareng….(heheheee…PEACE Cak, mumet sirahku jaman sak iki orak tekan tekan lakone, semwrawut kabeh, nyuwun do’a ne Cak mugi-mugi jedul tenan SATRIO PNINGITE….)
Salam Mumet Sirah….
NB: Sory tak bawa humoris,, ngibur awakku dewe….
kuncoro
Mei 12th, 2012 pada 20:27
“jarak tempuh dapat diukur, waktu tempuh tidak dapat diukur”
EYS
Mei 16th, 2012 pada 18:37
Wahyu keprabon sementara blm muncul d karenakan Sultan hamengkubuwono X tdk mmpunyai putra ( anak laki2)…
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:22
Saya tidak masalah semua inisial-inisial yang disebut diatas menjadi presiden.
wahyu cakraningrat itu warnanya kuning. auranya jauh lebih besar daripada wahyu keprabon yang sangat kecil itu.
wahyu cakraningrat turun ke kamar saya di yogya sekitar 10 tahun lalu.
wahyu keprabon turun sekitar awal 2011. setelah saya menggendam dewi banowati dengan Pelet Asmarandana.
ilmu gendam asmarandana adalah Gatotkaca ke-3.
Gatotkaca 1 adalah Gledek Sayuto, ingat saja ilmu gelap sayuto, gledek sayuto ini seperti itu. gledek sayuto ini biasa saya pakai saat saya memerintah-memerintah pasukan saya untuk menghabisi musuh kafir. tapi dalam perang selanjutnya juga banyak sekali tambahan lain dari ilmu gledek sayuto yang tak perlu saya paparkan.
gatotkaca ke-2 adalah Kalacakra Hitam, ini adalah ilmu beladiri berdasar Tai Chi yang sudah diperumit, dibuat kompleks, dan dibuat mematikan, dengan daya luarbiasa. ilmu ini membangkitkan kembali diri saya yang dulu thio sam hong lalu ditambah dengan hal-hal yang saya sebut tadi.
ingat jumlah gatotkaca itu berjuta-juta.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:28
seandainya indonesia itu ada, prabowo adalah bos saya.
tapi indonesia kan gak ada, akibat goro-goro membatalkan pilpres 2014. percuma saja prabowo meniru ramalan uga wangsit dengan membangun tempat di suatu lembah seperti villa dengan prajuritnya, karena ia tak akan jadi apapun.
begini, sabdolangit. soal memakai allah lalu dibuat jadi ini itu gak usah lagi kamu pakai. itu gak ada guna. sudah kamu lihat keadaan orang yang bernama “raja pandhita” bagaimana keadaannya sekarang. apa ia menjadi SP, atau ratu adil, atau pemuda bani tamim yang diafganistan itu? makanya, gak usah lagi gaya seperti itu. saya tampar kamu nanti.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:29
Heh.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:37
ada satu pikiran konyol di benak jagoan-jagoan muslim, bahwa mereka mula-mula diam didepan saya, lalu mengira tiba-tiba bisa berangasan dan kuat. manamungkin.
ini orang kafir saya ini, saya ini ratu adil. tidak ada ceritanya kalian pendiam dulu lalu tiba-tiba kuat sekali seperti cerita komik. cerita-cerita komik tentang kepahlawanan itu khusus untuk orang berjiwa buddhi yaitu orang kafir. bukan untuk pemuda muslim.
saya ini tidak bisa mati, wong saya ada dalam ramalan, bagaimana mau mati.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:39
saya memang tidak sombong, tapi sekalipun saya sombong saya tetap jadi ratu adil. soalnya tempat, kejadian, sosok saya memang ada diramalan. mau apa kalian.
mau apa kalian kalau pun saya sombong.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 26th, 2012 pada 15:52
Ilmu gatotkaca sejuta ini bukan khayalan pikiran. saya merasakan waktu diwariskan ini sampai 5 jam prosesnya.
dikarenakan saya ini masih berkesadaran biasa, maka gatotkaca sejuta ini sewaktu diwariskan ke saya yang memakai sosok yang paling dalam disaya dalam arti sebenarnya, yaitu Shiva. nanti kalau kesadaran saya adalah Dia (yang bukan Allah) barulah saya yang kelola.
ohya, dan tidak ada gunanya kalian menyembunyikan ilmu, karena dikuping saya selalu ada yang kasih tahu jika sedang bertempur, pakai jurus apa, dan kalian punyanya apa.
ndableg
Mei 26th, 2012 pada 17:22
saya hemat cermat bersahaja tidak sombong, rela berkorban dan ndableg.
kuncoro
Mei 27th, 2012 pada 02:05
aki….
saya minta gatutkacanya satu, boleh nggak?
buat temen ngobrol sambil minta gendong muter2 merapi, nengok kawah. piye hayo..
boleh nggak? aki kan baik hati dan tidak sombong.
Ratu Adil Asli
Mei 27th, 2012 pada 17:53
Asal Ratu Adil:
- “Lahir di pertemuan tiga arus laut” – Nostradamus. Jawa atau kalimantan memang campuran berbagai arus laut, cuma semenanjung Malaysia yang merupakan pertemuan tiga arus laut.
- “bumi mekkah denna lair (di bumi mekkah ia lahir)” – Musarar Jayabaya.
- “Nanti, saat munculnya anak gembala (Ratu Adil)! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut (Gus Dur)! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah.” – Uga Wangsit Siliwangi.
Ciri-Ciri Ratu Adil:
- “Apasurya padha bethara Kresna awatak Baladewa (muka sawomatang dan suka tersenyum, watak suka menghukum)”
- “Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener (saat lahir ada komet panjang sekali dari selatan menuju timur. Komet Kohoutek tahun 1973 disebut comet of the century karena begitu terang dan panjang, dan muncul dari selatan menuju timur)”.
- “Nganggo simbol ratu tanpa makutha (sering membawa lambang Israel)”
Jangka Jayabaya.
Istana Ratu Adil:
Istana pertama: “Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.” – Uga Wangsit Siliwangi. “Akedaton ing Grijiwati, tengah-tengahing bumi mataram (Kota Yogya). Julukane Imam Mahdi” – Jangka Jayabaya Yogya.
Istana kedua: “Anak Gembala sudah pergi, membuka lahan baru di Lebak Cawene (Kota Bandung)” – Uga Wangsit Siliwangi. “Prenahe iku kaki, Perak lan gunung (tangkuban) Perahu, Sakulone tempuran” – Musarar Jayabaya. Bandung dikelilingi perbukitan sehingga seperti cawene, ringin telu adalah bukit wisata di Bandung.
Istana ketiga, istana kembar Ketonggo-Jerusalem: “Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji.” – Musarar Jayabaya. “Timbuling Buddha Wekasan Ratu Majajaphit Hiya iku Kanjeng Nabi Isa Roh Allah” – Jayabaya Catur Sabda.
Berdirinya Ratu Adil:
1. Ratu Adil menunjukkan kesaktian. “Orang-orang ketakutan kehilangan negara lalu mereka mencari anak gembala (di Yogya, karena itu anak gembala pindah ke Bandung).” – Uga Wangsit Siliwangi.
2. Niat Ratu Adil memperbaiki nusantara. “Kalian harus mendirikan lagi Pajajaran baru, bukan yang sekarang, model baru yang akan berdiri nanti. Cari Kian Santang.” – Uga Wangsit Siliwangit.
3. Kegemparan besar di Jawabarat. “Jika nanti tengah malam terdengar suara sirine di gunung halimun, itulah tanda berdirinya.” – Uga Wangsit Siliwangi.
Ratu Adil Asli
Mei 27th, 2012 pada 17:55
ini baru namanya anak gembala, mengumpulkan data sedikit demi sedikit sampai lengkap.
hahaha hahahaha
Ki Agung
Mei 27th, 2012 pada 17:56
Apa salah saya karena mirip ramalan, sehingga kalian tidak memperhatikan keberadaan saya.
Ki Agung
Mei 27th, 2012 pada 17:58
Bukannya mengurus saya, kalian justru mengurus si herman dan mangkunegaran yang tak ada dalam ramalan. kalian membuat saya marah.
kuncoro
Mei 27th, 2012 pada 18:20
yang ngasih wangsit nggak nunjuk kian santang. kurang sakti. coba kuat nggak pegang benda dibawah laut merah itu? kian santang komandan si “maum” nggak masuk grade.
ini puzle yang berserakan : siapa pangeran jayakarta, siapa hitler, siapa elisabeth, siapa osama. perang besar hanya ada 2, jaman wayang 2x, jaman daging 2x PD 1 dan 2. dan dua2nya menyangkut sosok wanita. perputaran wahyu hanya di 5 tempat. nkri mewakili tengah dan timur.
yuk tunggu saja siapa yang muncul, berdoa saja diberi selamat dan melihat perubahan.
hi hi hi hi
Juni 24th, 2011 pada 10:37
woiii hahahaha
arwah bung karno pesan tidak boleh memaksa karena beliau kasihan kepada rakyat
wajar dong kalau tidak boleh memaksa…
karena pemaksaan akan mengakibatkan banyak kejadian tidak terduga, ini sesuai rumus yang aku punya…
mohon dimaklumi dan dimaafkan…terima kasih….hehehe…
peni
Juli 5th, 2011 pada 12:22
sebelum beli es aku tanya dulu :
1. sampeyan tinggi badannya piro?
2. apa wajah sampean mirip wayang kulit tokoh kresna suka senyum2?
3. waktu jualan es apa suka ketemu harto, dan jenderal2 bikin konsep es es es?
kalau jawabannya gak persis teori kang wongso aku ya gak mu beli es mu …
dulu aku pernah bertanya kpd mereka, apa itu nabi?
ada yg bilang nah bibir lu ….
tapi kata orang tua nabi itu ada di diri kita? mata nabi anu, hidung nabi anu, kuping nabi anu …….. pokoknya panca indra gitu loh
ya pantes nabi-nabi mu bobrok jadi amburadul penggunaannya, mata buat kaki, tangan buat mata dsb ……
Pakar ALAM
Juli 6th, 2011 pada 12:02
mas test, sdh sana balik ke kaskus aja, di sini gak ada barang dagangan. istilah ‘gan’ dan ‘nyundul’ bahasa dagangan black market or 2nd di kaskus. Puki !
peni
Juli 7th, 2011 pada 17:16
KETIKA SUDAH KEHILANGAN KATA-KATA DI BLOG INI
MAKA ITU TANDANYA
SATRIA PININGIT SUDAH HAMPIR KELUAR DARI SARANGNYA
PERCAYA APA ORA? HERAN DEH
surti
Juli 12th, 2011 pada 04:43
152. Akeh buruh nantang juragan
sopo sing malsu in gan…?!
surti jadi maluuu sekali…hi hi hi…
surti jadi tersipu-sipu seperti kupu-kupu…hi hi hi…
surti tidak kenal leluhur surti sendiri…hi hi hi…
hi hi hi…
hi hi hi…
hi hi hi…
mahesa kariban
Juli 7th, 2011 pada 17:29
ada yang punya kitab notonegoro? babad pamungkas? mewahyu hayuning buana? pancasila sejati? mungkin bisa dibabar buat sadulur2 disini?
peni
Juli 7th, 2011 pada 17:34
dicopy dari blognya nurkalakalidasar …. (di sana heran jawabnya di sana)
463. capoeira angola – 7 July 2011
syarat SP tuh tinggi atletis minimal 173-180 cm…
wajah cakep banget tuh jelas, hidung mancung,,,kulit cerah dll
itu kriteria ideal dari segi fisik buat para wanita, mayoritas wanita demikian mendambakan lelaki yang memiliki fisik seprti itu,,,,
lagian seorang disebut utusan dewa ya sewajarnya seperti itu, tampan dan gagah…
lah aku sendiri kan gendut hahahaha,,,,
tinggiku ga nyampai seperti itu,,,,hahahaha…
SP juga katanya orang indonesia asli…hahahaha…..sok atuh dibahas sampai bosan, aku sendiri ragu apa bener SP aka satrio piningit itu ada,,,,
hahahaha……heran deh, sudah jelas aku tidak memenuhi syarat seperti itu, aku tidak tinggi, banyak yang paranoid hahaha….
benar gila semuanya, sarap dan sakit jiwa….hahahahaha….
perutku ga ramping so tidak atletis, jadi para wanita hentikanlah kalian dalam membayangkan sosok aku….aku bukan sp percayalah….
hahahaha….sangat heran dengan semuanya…..
hidungku sih mancung tapi aku tidak tinggi, aku juga tidak atletis,,,capai deh bosan….hahahahahaha….
mahesa kariban
Juli 7th, 2011 pada 18:16
sok monggo atuh kang, geura!, geura ! emasnya dibagi pisan, hore!
mele tus
Juli 10th, 2011 pada 07:08
pedas3…hu\’h ha\’h hu\’h ha\’h…hi hi hi…
hi hi hi…hi hi hi…
terkabul
Juli 10th, 2011 pada 14:00
KETIKA SUDAH KEHILANGAN KATA-KATA DI BLOG INI…
KETIKA SUDAH KEHILANGAN KATA-KATA DI BLOG INI…
KETIKA SUDAH KEHILANGAN KATA-KATA DI BLOG INI…
hi hi hi…hi hi hi…hi hi hi….
surti mau serius…tapi surti hendak…hi hi hi…
aku juga bukan SP
Juli 12th, 2011 pada 11:18
woiiii neng peni, udah aku jawab, semua yang kau tanyakan tadi soal tinggi tubuh, wajah dan lain2 aku tidak memenuhi syarat….jelass…aku bukan SP…
SP kata pak Permadi asli orang Indonesia atau orang jawa dll…
aku bukan murni jawa atau murni Indonesia…
jelas lah, aku bukan SP…..
ah udah lah, aku udah bosan hahahahaha….
tuh yang di atas bawah tengah yang memaksa aku menikahi perempuan pilihan dia, aku jawab berikan kepada orang lain saja, karena aku bukan SP……
ya aku tahu diri lah, aku bukan orang indonesia asli, kalian lah orang indonesia asli, murni pribumi yang lebih berhak….
jelas lah….mau dibahas apa lagi,,,aku bukan SP…
bosan ah hahahahahahahahaha…
Debu Berlian
Agustus 3rd, 2011 pada 17:25
Partai Satria Piningit sudah hadir…, monggo kang Peni..
http://kpud-lumajangkab.go.id/umum/157-hingga-kini-sudah-18-parpol
peni
Juli 11th, 2011 pada 18:38
bukan SP
Juli 13th, 2011 pada 01:38
Salam Kang Peni.
Maap….filmnya kurang pas, kasihan….para muslim nanti dicap seneng perang, ambisi memayungi (menguasai) dunia dengan kekerasan, senang kejayaan dan kemegahan.
Menurutku, menang tanpo ngasorake…..lebih elegan.
Disegani karena benar dan tanpa harus unjuk kekuatan.
Disuyuti amergo luhur budi pekerti.
Tidak perlu ditakuti karena kita tak pernah memerangi dan menyakiti.
Tidak perlu dihormati karena tingkah laku perbuatan kita sudah sangat terhormat.
Tidak perlu minta upeti karena kita sudah sangat kaya dihati.
Tidak perlu berbangga diri karena kita kita hanya “sadermi nglakoni”
suwun….kang.
TS
Juli 24th, 2011 pada 11:40
kalu ga ng-eden…gimana ente bisa lahir…he he…
dibelek pun dipaksa kan…he eh…
dipaksa lahir dari taman eden (kata kristener)…he he…he heh…he he…
hana kirei
Juli 24th, 2011 pada 16:44
woiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii TS pertanyaan ini buat anda, kalau tidak bisa jawab, teruskan pertanyaan kepada guru-guru dan ustadz anda…..
1. dihitung dari jarak 65 tahun kemerdekaan, siapa yang melahirkan NKRI…
itu pertanyaan pertama…
ayo dijawab dan ga pakai lama……..
hana kirei
Juli 24th, 2011 pada 16:45
dihitung dari jarak 65 tahun kemerdekaan, siapa yang melahirkan NKRI…
itu pertanyaan pertama…
Resi Alam
Juli 24th, 2011 pada 18:45
yang mencetuskan NKRI itu NaTo (Nasution & Soeharto) dgn grup SeskoAD-nya. Jaman Soekarno itu belum ada isitilah NKRI, yg ada Persatuan Indonesia (sila ke 3 Pancasila).
Kalau RI ini negara kesatu (an), berarti negara lain itu kedua, ketiga dll.. ini menurut saya lho..
dewi
Juli 24th, 2011 pada 19:39
@ Hana Kirei (hana yang cantik),
Lha terus jawabanya gimana, sayang?…
Apakah anda tahu siapa yang melahirkan NKRI? Silahkan menjawab duluan, ntar pasti kita semua merespon jawaban anda kok. Kalau saya jawab yang melahirkan NKRI adalah ibu pertiwi kita sendiri, yaitu seluruh bangsa indonesia melalui proklamasi Pak Sukarno, gimana? Apakah anda setuju dengan pendapat saya? mungkin anda akan menjawab bahwa jepang ikut andil melahirkan NKRI, ya sah2 saja, tapi masak yang kelihatan cuman jepangnya, kok jerih payah, darah, air mata dan perjuangan bangsa kita nggak di hargai/ tak terlihat sama sekali di mata anda?… sementara jepang kalau nagasaki nggak di bom atom amerika, mungkin jepang juga nggak akan angkat kaki dari indonesia. karena jepang sangat bengis dan kejam, menjajah china dan indonesia serta menyerbu pelabuhan pearl harbour di hawai. Sehingga amerika ingin memberi ‘pelajaran’ buat jepang supaya nggak seenaknya sendiri menjajah orang/bangsa lain.
Mereka2 yang setali empat kutang…, TS, Togog, Omdo, Bruuuttt , mereka beda agama dan beda kelompok tapi isi hati mereka sama saja…… ya mau gimana lagi sayang? Biar dikata skeptik toh mereka juga makhluk Tuhan YME, dan mereka adalah juga saudara se nusantara, tanpa mereka blog ini juga nggak akan ramai atau nanti malah monoton karena semuanya pada sama sepaham sehingga tidak ada lagi yang harus di diskusikan/ di perdebatkan. Saya suka keberagaman, seperti halnya kepribadian anda yang berbeda dari kita semua. Ambil sisi positivenya aja, kadang kita belajar atau mendapat pelajaran hidup ini bukan hanya pada seorang guru master atau ustad yang maha suci, tapi kita bisa mendapatkanya dari musuh kita juga lho. Maka dari itu sayangilah musuh2mua seperti kau mencintai dirimu sendiri. Memang tak mudah, saya juga pernah bertengkar dengan mereka, tetapi sesudah itu saya bisa baikan lagi.
kalau bicara wayang adalah memang budaya nusantara sama dengan kabuki……Trus apa hubungannya antara wayang dan kabuki? Ngomong2 konde oshin itu terinspirasi wanita jawa atau siapa?…
dengan demikian pengetahuan sejarah bangsa kalian cuma sampai abad 3 M, sebelum itu kalian tidak tahu apa-apa atau minimal bingung tidak bisa menterjemahkan maknanya…..maka wajar kalau kalian bertanya kepadaku……. Ok, sekarang saya akan mengakui bahwa saya tidak mengetahui apa2 kehidupan sebelum 3 M, dan sekarang saya mau bertanya pada anda, tolong bantu saya menjawab semua pertanyaan2mu itu ?… dan nggak pake lama, bisa kan sayang?…
salam watashiwa NKRI ga suki,
dewi
surti
Juli 26th, 2011 pada 07:57
ga level mas…pertanyaannya…alias kurang gre get…hi hi hi…
beda negeri dengan negara…memangnya diajarkan di kitab mu???…hi hi hi…
hi hi hi…hi hi hi…hi hi hi…
pertanyaan begitu kang TS ga perlu turun gunung…hauummm….
biar surti yang menghadapi…itung2 mengisi waktu luang…hi hi hi…
monyong
Oktober 9th, 2011 pada 23:07
bodo amat hana
17 agustus 1945 proklamasi indonesia( soekarno hatta )…
JS
Juli 24th, 2011 pada 20:39
Salam Jeng Dewi dan Jeng Rina…..sama sama berilmu Dewa………
Hi..hi..hi…. maju terus pantang mujndur……demi baik dan benar……hi,…hi..hi…siapa yang benar dan yang dibenarkan ??
Saya ingin lihat film bioskop …..judul lakon ” perang antar Dewa memperebutkan bidadari “……kik..kik…salam rahayu
bungkus
Agustus 5th, 2011 pada 14:04
besi dgn bentuk pedang/keris/kujang/badik dsb…tertera pd surat al-hadid (besi) 25, yg dimaksud disini bukan besi sembarang besi tapi besi aji (doa), filsuf keris adalah nafas (hakekat) hu-allah (hu istilah bhs nusantara sang hyang sukma & allah bhs nusantara sang hyang widhi) krn itu kujang/keris mempunyai makna manunggaling kawula gusti, sangkan paraning dumadi, sangkan paraning pambudhi … perilaku spritual nusantara selalu menyatukan (berusaha manunggal sati’ya – satu’hu satukan hakekat (ya-hu) dlm setiap nafas (mlebu-metunya nafas dihidupkan) dan ini ajaran nb ibrahim (nama ibrahim di eropa bernama abraham di nusantara namanya brahma) …
aku pernah denger crita dari leluhur, ada pusaka/keris yg makanannya logam emas? kok bisa ada keris makanannya emas?
dan crita ini memang benar, aku pernah menemukan org pemilik keris yg makanannya emas (hehehe … aneh ada sebuah pusaka bisa makan?)
kata leluhur, cerita ini diagendakan surat al-kautsar …
Kelompok nb ibrahim/abraham/brahma dzikru/sholatnya adalah hu-allah, kemudian ada salah satu kelompoknya (aku lupa namanya ada dicatatan bukuku) yg meninggalkan kelompok serta ajaran ibrahim karena tergiur dgn kekayaan/harta benda, mrk mengabdi kpd raja fir’aun purba pd jaman nb ibrahim dan tdk lagi mengikuti ajaran nb ibrahim, tapi shalatnya telah terputus dari hu-allah, menjadi kal-kautsar (dlm setiap mlebu-metunya nafas)
maka ketika mrk mati terkena kutukan berubah menjadi keris makanannya emas & keris jenis ini termasuk jenis keris kutukan?
Riwayat ini menurut keterangan leluhur, diagendakan dlm surat al-kautsar :
1. inna a’toina kalkautsar
2. fasollilirobbika wanhar
3. innasyaniaka huwal abtar
artinya
sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak
maka dirikanlah sholat karna tuhanmu dan berkurbanlah
sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu DIALAH YG TERPUTUS
Jenis manusia yg mendapat kutukan selain cerita tsb di atas, diantaranya adalah Batara Karang, Jenglot dll … kemudian juga kalau ada manusia yg dikubur dalam usia puluhan tahun tapi ketika masih utuh itu bukan krn ibadahnya bagus tp justru dia tidak diterima bumi ….
Nusantara akan jaya lagi jika manusia nusantara sudah kembali kepada ajaran leluhur satiya-satuhu satukan hakekat, jika manusia nusantara sudah mau makan woh kawruh (hu-allah menjadi menu makanan sehari-hari) urip langggeng sak lawas-lawase, maka dewo lajeng paring pangapura, tanaman ijo royo-royo, gemah ripah lohjinawi toto raharjo, tentrem itu karena antara lahir dan bhatin sudah seiring sejalan …
rahayu
SATRIA BAJA HITAM
Desember 4th, 2011 pada 10:02
maka satu kesalahan leluhur sunda
tidak memerangi hawa nafsu, memetingkan sendiri menumbalkan rakyat
rakyat terlantar tanpa pemimpin…
lebih memilih ngahiyang dengan kerajaan..
maka dulu tujuan sejati hanya mencari Rhido dan Syurga
maka sekarang disempurnakan..
baginda muhammad saw saja harus berperang demi kebenaran..atau pandawa kurawa..
maka pajajaran akan kembali kelalam nyata..
dengan pemimpin yang lebih dan telah menyempurnakan rasa sejati trisula..
tidak boleh menumbalkan rakyat..
rakyat lebih memilih berjuan demi kesejahteraan..daripada mengalah begitu saja..
apalagi harus diam jika keserakahan merajalela..
maka gunung gede -pangrango gede –
akan meletus..tanda hawar hawar perang terhadap kejahatan keserakahan
indigo adalah fenomena tuhan yang mengkodratkan manusia memiliki kelebihan sesuai tingkatan masing masing..
namun jangan lupa, dalam khasanah islam ada wali alam nyata-wali ghaib rijalul ghaib
dan Allah tetap akan menurunkan sesuai masanya, ada per 100 tahun etc diseluruh belahan bumi dunia..
dan mereka nyata..jumlahnyapun tak terhitung namun tetap sama jumlahnya dan tetpa dijaga jumlahnya juga hingga tetap setiap masa..
maka siapakah yang akan menjadi raja baru pajajaran anyar- tembayat-raja dewa-nurkalakalidasa- eddy tiodak coorrect..atau tidak ada diantara kalian semua…
ingat menjelang tutup tahun sebentar lagi…
salam asah asih asuh trisula nu sajatina lancipna diri boh hate, pikiran jeung ucapan..
aing moal ngenjat salangkahge..nyanghareupan jalma-jalma munafik,sarakah
geus loba jalma sangsara, jalma nu ceurik ngan bisa ngucapkeun” DUH GUSTI “
tembayat
Desember 4th, 2011 pada 12:12
Sugeng Siang akang Raja Pandhita,
jangan sebut-sebut lagi namaku dalam bursa SP,saya hanya ingin jadi diriku sendiri,biarlah semua berjalan sesuai kodrat dan iradatNya.
jadi raja/kaisar/wali etc berat tanggung jawabnya,saya sendiri sebenarnya sudah tak mau cawe-cawe saya ingin cukup jadi anak petani hidup tentram saja,tapi yang punya gawe memintaku untuk ikut berdarma bakti untuk kejayaan Nusantara,saya belum memberi jawaban.saya pikir lebih enak jadi orang biasa saja,urip tenterm ayem momong anak putu,karena memang itulah yang diamanahkan padaku saat ini.
Khusnul khotimah……..3x
Siapapun yang tahu kunci-kuncinya dan memilikinya ,maka dialah yang akan diwisuda!
ANTI KAFIR
Desember 4th, 2011 pada 18:06
trus….kamu sendiri gimana…ngaku pemirsa lagi….haha
tembayat
Desember 9th, 2011 pada 10:20
analisa and gotak-gatuk:
Banyak bencana/musibah terjadi pada tangal 26 dan hari Sabtu,lalu apa korelasinya dan itu sebenarnya apa warning untuk menyampaikan pesan,tapi kepada siapa pesan itu ?
Coba kita analisa dan gatuk-gatukan dengan versi saya,ini baru semalam terinspirasi sejak penamkkan jin kembar bertanduk penghuni bawah jemabtan kukar.
26=
2=dua tanduk lambang/perwujudan tanduk bangsa jin/setan/kegelapan
6=hari sabtu hari penciptaan manusia pertama/Adam
sejak manusia pertama/Adam diciptakan ada pihak yang tak suka,saat itu Tuhan memerintahkan malaikat dan jin untuk bersujud,namun Lucifer(versi Injil) tidak mau ,karena merasa lebih hebat/lebih dahulu diciptakan,lebih mulia dari pada Adam yang dicptakan dari tanah,lalu dia terusir dari surga,tapi ia berjani akan menggoda anak cucu adam agar ikut menemani di alam kegelapan kelak.
Bencana musibah yang terjadi pada setiap taanggal 26 hari sabtu itu sebenarnya untuk mengingatkan/menunjukkan eksisitensinya bahwa iblis telah berhasil menggoda manusia untuk bersekutu dengannya dan mengingat perjanjian-perjanjian dengannya,maka mereka mengambil jatah yang telah dijanjikan manusia/anak cucu adam yang telah diserahkan padanya.Siapapun yang telah mengikat perjanjian dengan alam kegelapan akan menjadi budaknya,dengan imbalan kenikmatan/kekuasaan dunia.
Tapi Allah Yang Maha Kuasa terus mengutus wakil2Nya untuk menyelamatkan umat manusia,jangan sampai terperosok dengan mengingat perjanjian dg kegelapan.Utusan untuk nusantara itu adalah orang menyebutnya satria piningit yang akan dilengkapi dengan berbagai wasilah para nabi pendahulunya meski dia bukan nabi dan hanya manusia biasa,tapi itu sdh menjadi kehendakNya.Oleh karena itu kuasa kegelapan akan berusaha mati-matian dengan mengirim nabi dan malaikat-malaiktanya untuk mempengarui manusia dengan mencekoki manusia dengan segala kenikamatan dan kekuasaan dunuawi agar tergiur dan lupa dengan Allah TuhanNya.
waspadah..waspadalah…batara kala..dewi durgandini/permoni..gelumbung rahwana/dasamuka..sudah mulai merangsek siap mempengaruhi keimanan manusia.
Berdoalah agar kita dan keluarga ,sanak saudara selalu mendapat perlindungan dariNya.
ini hanya analisa benar tidak nya belum tentu,sekedar gotak-gatuk
suwun
maling kain siang hari
Desember 18th, 2011 pada 18:31
ada satu gunung yang seluruh bagiannya diliputi kabut putih semakin menebal, sehingga saat dentuman letusan, maka kabut itu seperti tersedot angin,hingga lenyap, maka dentuman itu terdengar menggema..dhummmmmmmmmmmmmmmm…
- mang dajjal sudah nongkrong disalah satu tower tertinggi seperti penahan petir, dia gak pake baju, rambute keriting halus, godegan, badannya berbulu, dia gak pake baju, cuma memegang itu tiang sambil menerawang angkasa, dan hamparan bumi, entah siapa yang dia cari…lalu tampaklah pasukannya berbaju besi berdiri tanpa mimik wajah seperti…
http://www.google.co.id/imgres?q=predator+film&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:id:official&biw=1360&bih=629&tbm=isch&tbnid=W52OT2U5i8o6IM:&imgrefurl=http://angryjoeshow.com/2009/07/predators-film-news/&docid=mxj5iqeh-xA_IM&imgurl=http://angryjoeshow.com/wp-content/uploads/2009/07/predator1_sm.jpg&w=504&h=378&ei=DMftTpKFBMrLrQfZ1bTqCA&zoom=1&iact=rc&dur=375&sig=113787202395320997597&page=1&tbnh=126&tbnw=168&start=0&ndsp=20&ved=1t:429,r:19,s:0&tx=97&ty=110..
tahun 2011 tahun kawelasan/pangasihan/welas asih..sebentar lagi habis.dipenghujung mata..
akan datang tahun CILAKA..ya tahun 12..
seyogyanya sampean semua tau, kenapa orang sunda dulu jika terkena musibah akan mengatakan..” beuuuu…CILAKA DUA BELAS IEUMAH YEUHHHH ” ha ha ha
menurut lajur janji siti qeturah yang katanya melahirkan bangsa malayu..lalu mengapa israel membuat pangkalan perang satu satunya didunia hanya di singapore?..lalu rencana AS membuat pangkalan perang di singapore,ada apahayoo??
tahu cilaka adalah tahun 12, tahun jaya adalah tahun 13, angka yang sepatutnya ditakuti sigodeg dajal/luciferre/kaum SETAN…
wassalam
ANTI Q
Mei 11th, 2012 pada 12:08
kupu2 dan gunung2……..h h…….
ANTI Q
Mei 11th, 2012 pada 12:10
sing inggeris na…..go ro……go ro…….h h
1 Trackbacks / Pingbacks
Nusantara Golden Age (Deklarasi Persaudaraan Nusantara) | Bayt al-Hikmah Institute Maret 12th, 2012 pada 10:07
[...] merupakan bagian dari mekanisme kehidupan menuju ketentraman dan kedamaian di hari esok. (Sumber : http://sabdalangit.wordpress.com/2011/06/06/wahyu-keprabon-goro-goro-2011/#more-1721 ) By: Endi Young Share this:ShareFacebookEmailTwitterPrintRedditStumbleUponDiggLike [...]