BANCAKAN WETON & PUASA APIT WETON

BANCAKAN WETON & PUASA APIT WETON

BANCAKAN WETON

Bancakan weton dilakukan tepat pada hari weton kita. Weton adalah gabungan siklus kalender matahari dengan sistem penanggalan Jawa yang terdiri dari jumlah 5 hari dalam setiap siklus (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing). Dalam tradisi Jawa, setiap orang seyogyanya dibuatkan bancakan weton minimal sekali selama seumur hidup. Namun akan lebih baik dilakukan paling tidak setahun sekali. Apabila seseorang sudah merasakan sering mengalami kesialan (sebel-sial), ketidakberuntungan, selalu mengalami kejadian buruk, lepas kendali, biasanya dapat berubah menjadi lebih baik setelah dilakukan bancakan weton. Bagi seseorang yang sudah sedemikian parah tabiat dan kelakuannya, dapat dibancaki weton selama 7 kali berturut-turut, artinya setiap 35 hari dilakukan bancakan weton untuk ybs, berarti pula bancakan weton dilakukan lebih kurang selama 8 bulan berturut-turut.

MANFAAT BANCAKAN

Manfaat dan tujuan bancakan weton diibaratkan untuk “ngopahi sing momong”, karena masyarakat Jawa percaya dan memahami jika setiap orang ada yang momong (pamomong) atau “pengasuh dan pembimbing” secara metafisik. Pamomong bertugas selalu membimbing dan mengarahkan agar seseorang tidak salah langkah, agar supaya lakune selalu pener, dan pas. Pamomong sebisanya selalu menjaga agar kita  bisa terhindar dari perilaku yang keliru, tidak tepat, ceroboh, merugikan. Antara pamomong dengan yang diemong seringkali terjadi kekuatan tarik-menarik. Pamomong menggerakkan ke arah kareping rahsa, atau mengajak kepada hal-hal baik dan positif,  sementara yang diemong cenderung menuruti rahsaning karep, ingin melakukan hal-hal semaunya sendiri, menuruti keinginan negative,  dengan mengabaikan kaidah-kaidah hidup dan melawan tatanan yang akan mencelakai diri pribadi, bahkan merusak ketenangan dan ketentraman masyarakat. Antara pamomong dengan yang diemong terjadi tarik menarik, Dalam rangka tarik-menarik ini,  pamomong tidak selalu memenangkan “pertarungan” alias kalah dengan yang diemong. Dalam situasi demikian yang diemong lebih condong untuk selalu mengikuti rahsaning karep (nafsu). Bahkan tak jarang apabila seseorang kelakuannya sudah tak terkendali atau mengalami disorder, sing momong biasanya sudah enggan untuk memberikan bimbingan dan asuhan. Termasuk juga bila yang diemong mengidap penyakit jiwa. Dalam beberapa kesempatan saya pernah  nayuh si pamomong seseorang yang sudah mengalami disorder misalnya kelakuannya liar dan bejat, sering mencelakai orang lain,  ternyata pamomong akhirnya meninggalkan yang diemong karena sudah enggan memberikan bimbingan dan  asuhan kepada seseorang tersebut. Pamomong sudah tidak  lagi mampu mengarahkan dan membimbingnya. Apapun yang dilakukan untuk mengarahkan kepada segala kebaikan, sudah sia-sia saja.

Kebanyakan kasus pada seseorang yang mengalami disorder biasanya sang pamomong-nya diabaikan, tidak dihargai sebagaimana mestinya padahal pamomong selalu mencurahkan perhatian kepada yang diemong, selalu mengajak kepada yang baik, tepat, pener dan pas. Sehingga hampir tidak pernah terjadi interaksi antara diri kita dengan yang momong. Dalam tradisi Jawa, interaksi sebagai bentuk penghargaan kepada pamomong, apalagi diopahi dengan cara membuat bancakan weton. Eksistensi pamomong oleh sebagian orang dianggapnya sepele bahkan sekedar mempercayai keberadaannya  saja dianggap sirik. Tetapi bagi saya pribadi dan kebanyakan orang yang mengakui eksistensi dan memperlakukan secara bijak akan benar-benar menyaksikan daya efektifitasnya. Kemampuan diri kita juga akan lebih optimal jika dibanding dengan orang yang tidak pernah melaksanakan bancakan weton. Selama ini saya mendapat kesaksian langsung dari teman-teman yang saya anjurkan agar mem-bancaki wetonnya sendiri. Mereka benar-benar merasakan manfaatnya bahkan seringkali secara spontan memperoleh kesuksesan setelah melaksanakan bancakan weton. Hal itu tidak lain karena daya metafisis kita akan lebih maksimal bekerja. Katakanlah, antara batin dan lahir kita akan lebih seimbang, harmonis dan sinergis, serta keduanya baik fisik dan metafisik akan menjalankan fungsinya secara optimal untuk saling melengkapi dan menutup kelemahan yang ada. Bancakan weton juga tersirat makna, penyelarasan antara lahir dengan batin, antara jasad dan sukma, antara alam sadar dan bawah sadar.

SIAPAKAH SEBENARNYA SANG PAMOMONG ?

Pertanyaan di atas seringkali dilontarkan. Saya pribadi terkadang merasa canggung untuk menjelaskan secara detil, oleh karena tidak setiap orang mampu memahami. Bahkan seseorang yang bener-bener tidak paham siapa yang momong, kemudian bertanya, namun setelah dijawab toh akhirnya membantah sendiri. Seperti itulah karakter pikir sebagian anak zaman sekarang yang terlalu “menuhankan” rasio dan sebagian yang lain tidak menyadari bahwa dirinya sedang tidak sadar. Apapun reaksinya, kiranya saya tetap perlu sekali menjelaskan siapa jati diri sang pamomong ini agar supaya para pembaca yang budiman yang memiliki antusiasme akan luasnya bentang sayap keilmuan, dan secara dinamis berusaha menggapai kualitas hidup lebih baik dari sebelumnya dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang lebih luas.

Pamomong, atau sing momong, adalah esensi energy yang selalu mengajak, mengarahkan, membimbing dan mengasuh diri kita kepada sesuatu yang tepat, pas dan pener dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Esensi energy dapat dirasakan bagaikan medan listrik, yang mudah dirasakan tetapi sulit dilihat dengan mata wadag. Jika eksistensi listrik dipercaya ada, karena bisa dirasakan dan dibuktikan secara ilmiah. Sementara itu eksistensi pamomong sejauh ini memang bisa dirasakan, dan bagi masyarakat yang masih awam pembuktiannya masih terbatas pada prinsip-prinsip silogisme setelah menyaksikan dan mersakan realitas empiris. Pamomong diakui eksistensinya setelah melalui proses konklusi dari pengalaman unik (unique experience) yang berulang terjadi pada diri sendiri dan yang dialami banyakan orang.  Lain halnya bagi sebagian masyarakat yang pencapaian spiritualitasnya sudah memadai dapat pembuktiannya  tidak hanya sekedar merasakan saja, namun dapat menyaksikan atau melihat dengan jelas siapa sejatinya sang pamomong masing-masing diri kita. Dalam pembahasan khusus suatu waktu akan saya uraikan secara detail mengenai jati diri sang Pamomong.

TATACARA WETONAN

Setiap anak baru lahir, orang tuanya membuat bancakan weton pertama kali biasanya pada saat usia bayi menginjak hari ke 35 (selapan hari). Bancakan weton dapat dilaksanakan tepat pada acara upacara selapanan atau selamatan ulang weton yang pertama kali. Anak yang sering dibuatkan bancakan weton secara rutin oleh orangtuanya, biasanya hidupnya lebih terkendali, lebih berkualitas atau bermutu, lebih hati-hati, tidak liar dan ceroboh, dan jarang sekali mengalami sial. Bahkan seorang anak yang sakit-sakitan, sering jatuh hingga berdarah-darah, nakal bukan kepalang, setelah dibuatkan bancakan weton si anak tidak lagi sakit-sakitan, dan tidak nakal lagi. Dalam beberapa kasus saya menyaksikan sendiri seorang anak sakit panas, sudah di bawa periksa dokter tetap belum ada tanda-tanda sembuh, lalu setelah dibikinkan bancakan weton hanya selang 2 jam sakit demannya langsung sembuh. Inilah sekelumit contoh yang sering saya lihat dengan mata kepala sendiri  persoalan di seputar bancakan weton. Masih banyak lagi yang tak bisa saya ceritakan di sini.

Mungkin para pembaca yang budiman memiliki banyak pengalaman spiritual di seputar soal weton, saya berharap anda berkenan untuk berbagi kisah di sini agar bermanfaat bagi kita semua. Baiklah, pada kesempatan ini saya akan paparkan secara singkat uborampe untuk membuat bancakan weton.

A.Bahan-Bahan

  1. Tujuh macam sayuran : kacang panjang dan kangkung (harus ada), kubis, kecambah/tauge yang panjang, wortel,  daun kenikir, bayam, dll bebas memilih yang penting jumlahnya ada 7 macam. Seluruh sayuran direbus sampai masak, tetapi jangan sampai mlonyoh, atau terlalu matang. Agar tidak mlonyoh, setelah diangkat langsung disiram dengan air es atau cukup disiram air dingin biasa, sehingga sayuran masih tampak hijau segar tetapi sudah matang. Maknanya ; 7 macam sayur, tuju atau (Jawa; pitu), yakni mengandung sinergisme harapan akan mendapat pitulungan (pertolongan) Tuhan. Kacang panjang dan kangkung tidak boleh dipotong-potong, biarkan saja memanjang apa adanya. Maknanya adalah doa panjang rejeki, panjang umur, panjang usus (sabar), panjang akal.
  2. Telur ayam (bebas telur ayam apa saja). Jumlah telur bisa 7, 11, atau 17 butir anda bebas menentukannya. Telur ayam direbus lalu dikupas kulitnya. Maknanya ; jumlah telur 7 (pitu), 11 (sewelas), 17 (pitulas) bermaksud sebagai doa agar mendapatkan pitulungan (7), atau kawelasan (11), atau pitulungan dan kawelasan (17).
  3. Bumbu urap atau gudangan. Jika yang diberi bancakan weton masih usia kanak-kanak sampai usia sewindu (8 tahun) bumbunya tidak pedas. Usia lebih dari 8 tahun bumbu urap/gudangannya pedas.   Bumbu gudangan terdiri : kelapa agak muda diparut. Diberi  bumbu masak sbb : bawang putih, bawang merah, ketumbar, daun salam, laos, daun jeruk purut, sereh, gula merah dan garam secukupnya. Kalau bumbu pedas tinggal menambah cabe secukupnya. Kelapa parut dan bumbu dicampur lalu dibungkus daun pisang dan dikukus sampai matang. Maknanya : bumbu pedas menandakan bahwa seseorang sudah berada pada rentang  kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang penuh manis, pahit, dan getir. Hal ini melambangkan falsafah Jawa yang mempunyai pandangan bahwa pendidikan kedewasaan anak harus dimulai sejak dini. Pada saat anak usia lewat sewindu sudah  harus belajar tentang kehidupan yangs sesungguhnya.  Karena usia segitu adalah usia yang paling efektif untuk sosialisasi, agar kelak menjadi orang yang pinunjul, mumpuni, perilaku utama, bermartabat dan bermanfaat bagi sesama manusia, seluruh makhluk, lingkungan alamnya.
  4. Empat macam polo atau umbi-umbian. Terdiri dari ; 1) polo gumantung (umbi yang tergantung di pohon misalnya; pepaya), 2) polo kependem (tertaman dalam tanah) misalnya telo (singkong), 3) polo rambat atau yang merambat misalnya ubi jalar.  4) kacang-kacangan bisa diwakili dengan kacang tanah. Semuanya direbus kecuali papaya. Papaya boleh utuh atau separoh/sepotong saja.
  5. Pisang dan buah-buahan. Pisang yang diperlukan dalam bancakan weton terdiri dua jenis pisang yakni pisang raja dan pisang raja pulut (pisang raja getah). Masing-masing cukup satu sisir saja. Jika sulit mendapatkan pisang raja pulut, dapat diganti dengan pisang raja, namun seyogyanya diupayakan untuk mendapatkan pisang raja pulut, biasanya mudah didapatkan di pasar tradisional dan pasar induk. Untuk buah-buahan selain pisang cukup disediakan paling tidak 3 macam buah, misalnya mangga, salak, apel atau yang lainnya.
  6. Nasi Tumpeng Putih. Beras dimasak (nasi) untuk membuat tumpeng. Perkirakan mencukupi untuk minimal 7 porsi. Sukur lebih banyak misalnya untuk 11 atau 17 porsi. Setelah nasi tumpeng selesai dibuat dan di doakan, lalu dimakan bersama sekeluarga dan para tetangga. Jumlah minimal orang yang makan usahakan 7 orang, semakin banyak semakin baik, misalnya 11 orang, 17 orang. Porsi nasi tumpeng boleh dibagi-bagikan ke para tetangga anda. Maknanya, dimakan 7 orang dengan harapan mendapat pitulungan yang berlipat tujuh.  Jika 11 orang, berharap mendapat kawelasan yang berlipat sebelas. 17 berharap mendapat pitulungan lan kawelasan berlipat 17. Namun hal ini hanya sebagai harapan saja, perkara terkabul atau tidak hal itu menjadi “hak prerogatif” Tuhan.
  7. Alat-alat kelengkapan : 1) daun pisang secukupnya, digunakan sebagai alas tumpeng (lihat gambar). 2) kalo (saringan santan) harus yang baru atau belum pernah digunakan. 3)  cobek tanah liat yang baru atau belum pernah digunakan. 4) Tambir atau tampah, semacam anyaman bambu berbetuk bundar, dengan ragam diameter antara 30cm-70cm.  Cara menggunakannya lihat dalam gambar.
  8. Makanan jajan pasar. Terdiri dari makanan tradisional yang dapat Anda temukan di pasar. Misalnya makanan terbuat dari ketan; wajik, jadah, awug, puthu, lemper dll. Makanan yang terbuat dari beras ; nagasari, apem, cucur, mandra, pukis, bandros. Dari singkong ; combro, lemet, cemplon dsb. Serta dilengkapi buah-buahan yang ditemui di pasar seperti salak, rambutan, manggis, mangga, kedondong, pisang. Semuanya dibeli secukupnya saja, jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit. Maknanya ; kesehatan, rejeki, keselamatan, supaya selalu lengket, menyertai kemanapun pergi, dan di manapun Anda berada.
  9. Kembang setaman (terdiri dari ; bunga mawar merah, mawar putih, kantil, melati dan bunga kenanga). Maknanya : kembang setaman masing-masing memiliki arti sendiri-sendiri. Misalnya bunga mawar ; awar-awar supaya hatinya selalu tawar dari segala nafsu negatif. Bunga melati, melat-melat ing ati selalu eling dan waspada. Bunga kenanga, agar selalu terkenang atau teringat akan sangkan paraning dumadi. Kanthil supaya tansah kumanthil, hatinya selalu terikat oleh tali rasa dengan para leluhur yang menurunkan kita, kepada orang tua kita, dengan harapan kita selalu berbakti kepadanya. Kanthil sebagai pepeling agar supaya kita jangan sampai menjadi anak atau keturunan yang durhaka kepada orang tua, dan kepada para leluhurnya, leluhur yang menurunkan kita dan leluhur perintis bangsa.
  10. Uang Logam (koin) Rp.100 atau 500, atau 1000. Istilahnya wajib. Wajib selain melambangkan harta benda adalah urusan duniawi yang harus diletakkan secara proporsional, artinya manusia tidak boleh menghamba pada harta benda. Maka wajib ini diletakkan di bawah kalo, di atas cobek bersama sampah daun pisang, maknanya seperti dalam falsafah ; barang siapa menanam rumput, padi tidak akan ikut tumbuh. Sebaliknya barang siapa menanam padi, rumput akan ikut tumbuh. Padi adalah melambangkan amal kebaikan, memberi kehidupan kepada yang hidup, sementara itu rumput merupakan lambang harta benda. Siapa yang hidupnya berguna untuk seluruh makhluk, welas asih, memelihara, merawat, maka jalan rejeki otomatis akan selalu datang dan terbuka. Selain itu wajib, bermakna pula ; kalau ada uborampe yang terlewatkan atau kurang, silahkan membeli sendiri di “pasar Diyeng” (berada di dekat hargo dumilah di puncak Gunung Lawu).  Artinya mohon dimaklumi.
  11. Bubur 7 rupa : bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam secukupnya). Selanjutnya dibuat menjadi 7 macam kombinasi; bubur merah, bubur putih, bubur merah silang putih, putih silang merah, bubur putih tumpang merah, merah tumpang putih, baro-baro (bubur putih ditaruh sisiran gula merah dan parutan kelapa secukupnya). Maknanya : bubur merah adalah lambang ibu. Bubur putih lambang ayah. Lalu terjadi hubungan silang menyilang, timbal-balik, dan keluarlah bubur baro-baro sebagai kelahiran seorang anak. Hal ini menyiratkan ilmu sangkan, asal mula kita. Menjadi pepeling agar jangan sampai kita menghianati ortu, menjadi anak yang durhaka kepada orang tua.
  12. Minuman. Terdiri dari teh tubruk, kopi tubruk, dan rujak degan (semacam es kelapa muda). Bedanya, sajikan air kelapa muda dengan tanpa es ke dalam gelas kemudian tambahkan gula jawa atau gula merah yang telah diserbuk. Tambahkan pula sedikit garam kemudian daduk hingga rata, selanjutnya masukkan kelapa muda yang sudah dikeruk ke dalam gelas tersebut. Teh tubruk dan kopi tubruk sajikan dalam gelas atau cangkir. Semua jenis minuman biarkan terbuka, jangan ditutup.

CARA MENYAJIKAN

  1. Tumpeng Bancakan Weton

    Tumpeng Bancakan Weton

    Buatlah “sate” terdiri dari (urutkan dari bawah); cabe merah besar (posisi horisontal), bawang merah, telur rebus utuh dikupas kulitnya (posisi vertical), dan cabe merah besar posisi vertical (lihat dalam gambar).  “Sate” ditancapkan di bagian puncak tumpeng. Maknanya ; kehidupan ini penuh dengan pahit, getir, pedas, manis, gurih. Untuk menuju kepada Hyang Maha Tunggal banyak sekali rintangannya. Sate ditancapkan di pucuk tumpeng mengandung pelajaran bahwa untuk mencapai kemuliaan hidup di dunia (kemuliaan) dan setelah ajal (surga atau kamulyan sejati) semua itu tergantung pada diri kita sendiri. Jika meminjam istilah, habluminannas merupakan sarat utama dalam menggapai habluminallah. Hidup adalah perbuatan nyata. Kita mendapatkan ganjaran apabila hidup kita bermanfaat untuk sesama manusia, sesama makhluk Tuhan yang tampak maupun yang tidak tampak, termasuk binatang dan lingkungan alamnya.

  2. Nasi tumpeng dicetak kerucut besar di bawah runcing di bagian atas. Tumpeng letakkan tepat di tengah-tengah kaloMaknanya ; nasi tumpeng sebagai wujud doa, sekaligus keadaan di dunia ini. Segala macam dan ragam yang ada di dunia ini adalah bersumber dari Yang Satu. Dilambangkan sebagai tumpeng berbentuk kerucut di atas. Makna lainnya bahwa segala macam doa merupakan upaya sinergisme kepada Tuhan YME. Oleh sebab itu, di bagian bawah tumpeng bentuknya lebar dan besar, semakin ke atas semakin kerucut hingga bertemu dalam satu titik. Satu titik itu menjadi pucuk atau penyebab dari segala yang ada (causa prima) melambangkan eksistensi Tuhan sebagai episentrum dari segala episentrum. (Lihat gambar di atas).
  3. Syarat-syarat bancakan weton

    Tumpeng, Sayuran & Telur

    Tujuh macam sayur ditata mengelilingi tumpeng serta bumbu gudangan/urap diletakkan di antaranya. Makna 7 macam sayur sudah saya ungkapkan di atas. Sayur di tata mengelilingi tumpeng. Tumpeng sebagai pusatnya energy ada di tengah. Energy diisi dengan segala hal yang positif seperti harmonisasi symbol angka 7 (nyuwun pitulungan).

  4. Telur rebus dibelah jadi dua, ditata mengelilingi nasi tumpeng (lihat gambar). Maknanya : telur merupakan asal muasal terjadinya makhluk hidup. dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro ke IV, telur melambangkan proses meretasnya kesadaran ragawi (sembah raga) menjadi kesadaran ruhani (sembah jiwa). Dua kesadaran itu akan menghantarkan menjadi menusia yang sejati (sebagai kiasan dari proses menetas menjadi anak ayam).  Dalam cerita pewayangan telur juga melambangkan proses terjadinya dunia ini. Kuning telur sebagai perlambang dari cahya sejati (manik maya), putih telur sebagai rasa sejati (teja maya). Keduanya ambabar jati  menjadi Kyai Semar. Dengan perlambang telur, kita diharapkan selalu eling sangkan (ingat asal muasal), menghargai dan memahami eksistensi sang Guru Sejati kita yang tidak lain adalah sukma sejati yang dilimput oleh rasa sejati dan disinari sang cahya sejati. Inilah unsur  Tuhan yang ada dalam diri kita. Dan yang paling dekat; adoh tanpa wangenan, cedak tanpa senggolan (jauh tanpa jarak, dekat tanpa bersentuhan). Lebih dekat dari urat leher. Inilah salah satu sang Pamomong yang kita hargai eksistensinya melalui bancakan weton.
  5. Cara Penyajian Bancakan Weton

    Dari bawah : Cobek, Kalo, Daun Pisang,Tumpeng

    Kalo diletakkan di atas cobek (kalo dialasi dengan cobek). Jangan menggunakan kalo dan cobek bekas pakai, seyogyanya beli yang masih baru. Maknanya : Cobek merupakan makna dari bumi (tanah) tempak kita berpijak. Nasi tumpeng dan segala isinya yang diletakkan dalam kalo jika tidak dialasi cobek bisa terguling. Hal ini mensyiratkan makna hendaknya menjalani hidup di dunia ini ada keseimbangan atau harmonisasi antara jasmani dan rohani. Antara unsur bumi dan unsur Tuhan. Antara kebutuhan raga dengan kebutuhan jiwa, sehingga menjadi manusia sejati yang meraih kemerdekaan lahir dan kemerdekaan batin.

  6. Daun pisang dihias sedemikian rupa sesuai selera sebagai alas meletakkan tumpeng dan sayuran. Daun yang hijau adalah lambang kesuburan dan pertumbuhan. Maknanya adalah pengharapan doa negeri kita maupun pribadi kita selalu diberkati Tuhan sebagai negeri yang subur makmur, ijo royo-royo, kita menjadi pribadi yang subur makmur, dapat menciptakan kesuburan bagi alam sekitar dan kepada sesama makhluk hidup.
  7. Bancakan Weton

    Cobek, sampah, uang logam

    Sisa guntingan atau potongan daun pisang, hendaknya diletakkan di antara cobek dengan kalo (di atas cobek-di bawah kalo) Jangan lupa letakkan uang logam (pecahan Rp.100, 500, atau 1.000) bersama sampah sisa potongan daun pisang. Hal ini bermakna segala macam “sampah kehidupan”, sebel sial, sifat-sifat buruk ditimbun atau dikendalikan oleh segala macam perilaku kebaikan sebagaimana tersirat di dalam seluruh isi kalo. Uang logam merupakan perlambang dari harta duniawi atau segala hal yang bersifat nafsu keduniawian. Hal ini mengandung pêpeling (peringatan) bahwasanya harta karun, nafsu liar dan segala macam “perhiasan duniawi” ibarat sampah tidak akan berharga apa-apa jika tidak digunakan secara tepat sebagai sarana laku prihatin. Sebaliknya, tanpa pengelolaan yang baik, tepat dan pas semua itu tak ubahnya seperti “sampah” yang mengotori kehidupan kita. Jika kita menjadi orang kaya harta, jadilah orang kaya harta yang selalu prihatin. Manfaatkan harta kita untuk memberi dan menolong orang lain yang sangat butuh pertolongan dan bantuan, agar tangan kita lebih mampu “telungkup”, agar jangan sampai kita menjadi orang-orang fakir yang telapak tangannya selalu tengadah dan menjadi beban orang lain.

  8. gambar bancakan weton

    Bunga setaman & Ragam minuman

    Kembang setaman ditaruh dalam mangkok/baskom isi air mentah. Jika ingin menambah dengan dupa ratus / semacam “dupa manten” bisa dibakar sekalian pada saat merapal doa dan japa mantra. Tak perlu dibakar jika dirasakan bau dan asapnya akan menganggu lingkungan Anda. Kembang setaman diletakkan bersama-sama dengan 3 macam jenis minuman ; kopi tubruk, teh tubruk, dan rujak degan (kelapa muda). Dalam gambar terdapat 4 macam minuman. Ini di luar pakem karena saah satu minuman adalah wedang jahe gula jawa merupakan request khusus.

  9. Syarat-syarat bancakan weton

    Pisang Sanggan

    Siapkan tambir (lihat dalam gambar). Tambir digunakan untuk menyajikan kedua sisir pisang, dengan posisi seperti jari-jari kedua telapak tangan yang menengadah ke atas. Di seputar pisang diletakkan aneka ragam buah-buahan, rebusan aneka ragam umbi-umbian dan jajan pasar. Susunlah semua uborampe tersebut dengan rapi dan indah. Pisang dua sisir jika disatukan akan berbentuk seperti tangan yang menyangga sesuatu. Dinamakan pula pisang sanggan. Bermakna seluruh pamomong agar menyangga dan menopang kehidupan kita. Atau bermakna agar supaya kehidupan kita berdayaguna untuk menopang, menyangga kehidupan (hamemayu hayuning bawana). Dengan simbol kemakmuran yang berasal dari berkah bumi, berupa aneka ragam hasil bumi yang mengitari pisang sanggan. Pisang raja, sebagai lambang kemuliaan dan keluhuran derajat dan pangkat, sementara itu pisang raja pulut bermakna kemuliaan dan keluhuran derajat pangkat tersebut agar selalu kepulut (lengket karena getah), atau melekat lengket dalam diri pribadi. Itulah arti dan makna dari uborampe yang di dalamnya penuh dengan maksud doa, niat, usaha dan harapan bagi yang mbancaki dan yang dibancaki. Arti dan makna di atas harus diresapi dan dihayati supaya manjing ke dalam sanubari, mewarnai dan menjadi tekad bulat perjalanan hidup secara lahir dan batin Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  10. Bubur 7 rupa dapat disajikan dalam porsi kecil, sajikan lepek atau cawan (piring kecil) supaya mudah habis dimakan. Lihat gambar berikut :
Sesaji Bancakan Weton

Bubur 7 Rupa

Untuk lebih mudah mengingat, uborampe bancakan weton di atas merupakan bancakan weton dengan standar lengkap, terdiri dari 4 kelompok yakni ;

1) satu kalo nasi tumpeng dengan lauk, sayur-sayuran, dan bumbu urap.
2) satu tambir berisi pisang, buah, buahan, jajan pasar dan rebusan umbi-umbian.
3) satu set bubur 7 rupa (lihat dalam gambar).
4) satu baki atau nampan berisi 3 jenis minuman dan satu mangkuk kembang setaman.

BANCAKAN SEDERHANA 

Apabila Anda merasa kerepotan menyajikan beberapa uborampe di atas, paling tidak Anda dapat menyajikan bancakan sederhana terdiri, kelompok 1 secara lengkap, dan kelompok 2 diisi pisang 1 tangkep, buah dan umbi seadanya. Kelompok ke 3 tetap dibuat semuanya. Kelompok ke 4 paling tidak 2 macam minuman ; teh tubruk dan kopi tubruk.

Setelah seluruh uborampe bancakan weton selesai dibuat. Selanjutnya diletakkan di dalam kamar orang yang sedang dibancaki weton atau kamar orang tuanya. Selanjutnya diucapkan mantra dan doa, usahakan yang mengucap mantra atau doa dilakukan oleh orang yang dianggap sebagai pepunden Anda yang masih hidup. Misalnya orang tua anda, bude, bulik, atau orang yang anda tuakan/hormati. Adapun doa dan rapalnya secara singkat dan sederhana sbb :

Kyai among nyai among, ngaturaken pisungsung kagem para leluhur ingkang sami nurunaken jabang bayine…. (diisi nama anak/orang yang diwetoni) mugi tansah kersa njangkung lan njampangi lampahipun, dados lare/tiyang ingkang tansah hambeg utama, wilujeng rahayu, mulya,  sentosa lan raharja. Wilujeng rahayu kang tinemu, bondo lan bejo kang teko. Kabeh saka kersaning Gusti.

(Arti dan maknanya kurang-lebih sebagai berikut: Para pengasuh lahir dan batinku (kakang kawah adi ari-ari, sedulur papat keblat dan kelima pancer), dan seluruh leluhur pendahulu si jabang bayi … (sebutkan nama anak atau orang yang dibancaki weton), ijinkan saya menghaturkan segala uborampe bancakan weton sebagai wujud rasa menghargai, rasa hormat, dan terimakasih. Semoga selalu bersedia untuk membimbing dan mengarahkan dalam setiap langkah. Agar menjadi orang yang berifat mulia, luhur budi pekerti, bermanfaat untuk seluruh makhluk. Selalu mendapat keselamatan  dan kesentosaan, dan selalu mendapakan keberuntungan kapan dan di manapun berada.

Setelah bancakan dihaturkan, tinggalkan sebentar sekitar 10-20 menit lalu dihidangkan di ruang makan atau diedarkan ke para tetangga untuk dimakan bersama-sama.  Usahakan agar semakin banyak yang ikut menikmati hidangan bancakan weton supaya rejeki yang dibancaki sumrambah (bermanfaat dan berkah) untuk banyak orang. Minimal 7 orang.

PUASA APIT WETON

Dalam tradisi Jawa dikenal begitu akrab “lakupuasa apit weton (bukan puasa weton). Laku ini bertujuan untuk mengupayakan dayaguna dan segala kelebihan (potensi) yang terpendam yang ada inheren dalam diri pribadi si pelaku. Termasuk di dalamnya untuk upaya semakin menajamkan mata batin. Atau menyambung kesadaran (awareness) antara kesadaran ragawi dengan kesadaran sang guru sejati. Sehingga menjadikan pribadi yang waskita dan permana lahir dan batinnya. Jika Anda melakukannya puasa apit weton selama 7 kali weton berturut-turut tanpa putus dan dilakukan secara sungguh-sungguh, Anda akan merasakan manfaat dan hasil yang mungkin membuat Anda sendiri kagum, apalagi disertai dengan melaksanakan bancakan weton tanpa terputus selama 7 kali berturut-turut, bahkan Anda akan terperangah dengan hasil yang mungkin di luar yang Anda duga-kira. Adapun tatacara puasa apit weton cukup sederhana saja. Anda memulai puasa seperti biasa, akan tetapi jamnya lebih fleksibel yang penting dilakukan antara 12 s/d 24 jam. Anda boleh makan sahur atau tidak makan sahur terlebih dahulu. Puasa apit weton tentu saja dilakukan pada satu hari sebelum weton dan satu hari sesudah weton. Misalnya weton Anda Setu Pahing, maka puasa apit weton dilakukan pada hari Jumat Legi dan Minggu Pon. Selama melakukan puasa apit weton harus melakukan sesirih pula. Sesirih maksudnya menjaga kesucian lahir dan batin, diawali dengan mandi sekujur tubuh (dapat pula dilakukan dengan mandi kembang setaman pada jam 00.00) di malam menjelang pelaksanaan puasa apit weton). Sesirih berarti pula tidak boleh melakukan hubungan seks selama melakukan ritual tersebut.

Adapun niat puasa apit weton adalah sebagai berikut :

Niat ingsun poso weton, sing poso lair lan batinku. Kakang-kawah adi ari-ari, sedulurku papat keblat, lan kelimo pancer, manjingo anunggil ing jero badan sariraku, curigo manjing warangka, warangka manjing curigo, sun jumeneng roroning atunggil, dumung manunggal kalayan Gusti. Saka kersaning Gusti.

Sebelum niat tersebut diucapkan, lakukan patrap semedi atau meditasi dalam waktu sejenak hingga mencapai kedamaian, ketentraman hati dan keheningan rasa. Selanjutnya ucapkan niat tersebut di dalam batin Anda. Biasanya pada saat mengucap niat tersebut tubuh kita akan terasa seperti ada getaran energi yang mengalir dari ubun-ubun menjalar ke bawah hingga ujung kaki. Kadang getaran muncul dari cakra Jayengdriya Anda di seputar tulang ekor Anda, kemudian menjalar ke atas hingga ubun-ubun dan terasa sampai ujung kaki dan kedua telapak tangan Anda. Demikian share saya tentang tata cara pelaksanakan bancakan weton dan puasa apit weton, semoga bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan. Salam asah asih asuh untuk seluruh pembaca yang budiman. http://sabdalangit.wordpress.com

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 9, 2011, in -, Bancakan Weton & Puasa Apit Weton and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 225 Komentar.

  1. Selamat Malem P. Sabda

    Semoga share panjenengan ini bisa memberikan manfaat bagi semua sedulur disini dan bagi saya pribadi tentunya.

    Sugeng Rahayu.

  2. Kang Sabda, apakah boleh minta alamat email panjengan buat konsultasi atau sekedar sharing? matur sembah suwun

  3. Saya tinggal jauh dinegeri seberang untuk buat hal2 diatas bancakan weton,rasanya saya tidak punya kemampuan untuk buatnya,karena bukan tukang masak.Bagaimana kalau saya masak ayam kecap,dan buah2an 7 macam.Dan bunga2nyapun bunga ala Eropa yang digunakan untuk menyatakan cinta pada pasangan kita.Tolong petunjuk Pak Sabda.

  4. menu makanan sehat anti kolesterol…cocok.

  5. Nyuwun ijin dherek ngamalakaen..mugi2 sedoyo kasaenen panjenengan pikantuk welas asih ipun gusti ingkang moho suci..matyr nuwun.

  6. Terima kasih atas postingan yang sangat jelas dan gamblang untuk dilaksanakan. Akan saya praktekkan dikeluarga saya. Nuwun…

  7. Terima kasih, ki, atas penjelasannya, mohon pangestu untuk menjalankan, nuwun

  8. Pak Sabda nyuwun tambahing pangestu kawula badhe nglampahi pitutur panjenengan.

  9. Mantep mas,biar orang orang bodoh yg mudahnya bilang ritual musrik,bida’ah,.pada melek.

  10. Yth Mas Sabda
    Saya terbiasa puasa weton…. jadi pas di hari wetonnya baru puasa…. apakah yang saya lakukan benar ?
    pernah ada saran dari sesepuh untuk melakukan puasa apit weton dengan cara 1 hari ngrowot, pas weton puasa biasa dan hari ketiganya puasa mutih…. apakah cara puasa yg disarankan tsb juga ada pengaruhnya….
    matur sembah nuwun

    rahayu

  11. Nguri-uri budoyo jowo yang penuh filosofi. Mantap Pakde Sabda. Lanjutkan, untuk mencerahkan wong jowo sing ilang jowone. Salam katresnan.

  12. Sang pamomong itu siapa ?
    Di jawa dikenal ada istilah 1,3,5,21,41
    1=Insun sejati
    3=kkang kawah,aku,adi ari-ari
    5=saudara kembar 7(satunya perempuan)/ghaib
    21=anggota badan
    41=anggota badan

    Untuk tahapan seseorang sulit untuk bisa bertemu yg 7 sebelum bertemu yg 41,begitu pula untuk bertemu yg satu harus bertemu yg 7 dulu.
    41 adalh jmlah anggota badan kita,artinya bagian dari badan2 kita misal ,mata,kaki dll.Ke-41 anggota badan punya nama yaitu nama2 alkon hidup sewaktu kita wajib militer di bumi( berikarnasi/nitis kembali),dan kita sdh ditemuai lakon kita masa lalu itu dan juga nama kita masa lalu serta tugas perankita.

    Saudara kembar 5,berupa saudara kembar ghaib yg akan menajga kita,karena memang oleh Gusti Ingkang Akaryo jagad ditugaskan untuk menjaganya.Tapi ada juga saudara kemabr sembilan dan ini memang hidup sejaman artinya merupakan kemabran dari diri kita,atau kita merupakan kembarannya,dan pusatnya satu ,artinya yg 8 harus melapor ke pancernya.kita bisa menemui saudara kemabr kita(bagi yg sdh mencapai tahap itu).Susahnya adalh bila salah satu dari kedelapan saudara itu ada yg tdk sejalan bahkan bisa bertentengan maka bisa berpengaruh kepada yg lain.

    saudara kembar dua kakang kawah adi ari-ari,inilah yg paling populer,karane biasanya orang jawa selalu mengajarkan pada anaknya untuk mengenal saudara kembar ini dg cara bancakan weton,memang bagusnya puasa weton itu 3 hari(diapit),
    kalau bisa mutih(artinya makan nasi putih air putih faedahnya ini untuk upah saudara kembar kita,dan kalau bangun tidur dan mau tidur disebut untuk ngamping-ngampingi kita disambat sebuti.Biasanya bila kita akan menghadapi bahaya merka akan membantu untuk menghindarinya atau mengingatkannya.bagi yg belum punya jodoh sangat baik puasa weton ini.biar pancaran auranya makin terang.

    saudara satu Insun sejati adalah Ruh sejati kita,untuk menemui ini agak sulit perlu tekad,niat dan kebersihan hati yg disertai laku prihatin,yang pernah saya lakukan dg kungkum dan siram jamas tengah malam lebih dari 7 bulan.dan itupun hanya sekali bertemu yg wujudnya persis diri kita.Selain itu ada doa mantra yg haru sdibaca/diwirdkan versi jawa,untuk versi Islam juga ada dg membaca bebera surat dg istiqomah 41 hari dan puasa. dan versi amagam lain jug aada.meungkin kng sabda punya.

    Satu hal yg ada dalam diri kita (salah satu saudara kemabr kita) itu selalu jujur,dia tdk peduli yg nanya siapa akan diajwab dg jujur,sekalipun itu akan berbuat jahat pada kita,tapi memang itulah tugasnya dari sana.Kejujuran nya itulah yg kadang kala dimanfaatkan oleh pihak2 tertentu untuk ditanya(saat diterawang).maka bagi para waskita biasanya mencari pelengkap untuk menutup diri,agar saat diterawang tdk bisa ditembus.

    kakek saya dulu hnya mengajarkan singkat saja,bila kita hendak tidur atau bangun tidur setelah berdoa(sesuai sariat masing2) lalu sebut saudara kemabr kita: Kakang kawah adi ari-ari ndak suwun gawemu,awat-awat ono ………(selama tidur atau selama hari ini/selama..sesuai keperluan).

    cukup sekian dulu..

  13. Salam
    mohon ijin untuk mengamalkan ki rahayu rahayu. Rahayu.

  14. Rahayu,

    Terima kasih atas postingannya yang sarat akan ilmu. Semoga dapat kembali mengingatkan kita untuk melestarikan budaya jawa, mengingat saat ini banyak masyarakat jawa yang hilang jawane. Dulu saya sempat kurang perhatian/mengabaikan kebudayaan/adat jawa dan lebih cenderung lebih senang memakai budaya bangsa lain (Arab). Tapi sekarang, saya mulai sadar bahwa kita memiliki budaya yang adiluhung dan pantas untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Gusti Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada Ki Sabda dan keluarga. Saya selalu menantikan postingan-postingan Ki Sabda yang lainnya.

    Rahayu…

  15. @kakang tembayat,betul sekali kang,memang begitulah cara seseorang menerawang org lain..wah jangan2 saya sudah di terawang sapeyan yaa..? Karena kemarin wkt saya tulis ttg meditasi doa di blog saya kedatangan tamu dari jauh waktu saya tanya namanya dia jwb TEMBAYAT hehehe….matur nuwun kakang sudah bagi ilmunya di sini,ada yang bisa diambil tuk di pelajari,dan kepada kisabda matur nuwun sanget atas ngelmu kawruhnya,ini jg sebagai pepeling untuk saya krn ndableg tdk mau menjalankan dawuh tuk menjalankan poso ngapit weton yg di perintahkan pada saya bbrp waktu lalu. Buat kakang tembayat jng pelit bagi2 ngelmu ma’rifatnya yaa..kulo tenggo kang matur sembah nuwun salam paseduluran salam sih katresnan

  16. Ki sabda
    Salam
    menjelang hari weton libido saya naik,… terutama pas hari wetonnya semakin tinggi, … ini yang sering mengganggu saya ketika berniat puasa.
    Apakah yang saya alami ini sebuah kebetulan atau memang ada hubungannya dengan hari weton,..

    rahayu

  17. Tolong jawaban Pak Sabda,saya bisa masaknya cuma pas2an,untuk buat yang Pak Sabda sarankan dalam bancakan Weton,saya tidak bisa,lagipula.bahan2 yang diperlukan dinegara bule susah didapat,apalagi kembang setaman,bisanya beli kembang ditoko,pakai kembang kebiasaan bule.Paling bisanya masak kecap,beli buah2an semacam apel,pisang jeruk,strawberry,pir,anggur .Apakah boleh?

  18. Gusti yg maha welas asih selalu melimpahkan keselamatan keberkahan & kedamaian kpd pak sabda langit & keluarga.

    Salam kenal dari saya pak sabdo.
    & mohon ijin untuk mengamalkn bancakan & puasa ampit wetonnya semoga menjadi berkah & bermanpaat bagi kami.

    Monggo pak sabda
    Salam rahayu

  19. Selamat malam Ki Sabda Langit, sy Indra Madiun
    mohon ijin buat ngeprint artikel ini Ki, untuk dibaca2 keluarga.. syukur2 bisa ikut berkesempatan mengamalkannya..
    btw share panjenengan sangat bermanfaat sekali , terutama untuk pencerahan spiritual saya yang masih carut marut ini.. hhehehe
    semoga panjenengan dan keluarga selalu senantiasa mendapat Rahmat, Taufik & Hidayah Tuhan yang maha Esa. AMIN

  20. tiap hari ku baca2 atikelnya di sela,sela kesibukanku,,dan sangat2,,bermanfaat,,dlm pembentukan watak,,diri,,matursuwun,,sanget,,

  21. Bagi saya pribadi, seorang Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Surakarta, konsep sedulur papat limo pancer yaitu aluamah,amarah,supiyah,mutmainah, dimana setelah kita diberi doa kunci kita bisa berbicara,berdebat,mendapat piwulang dari sedulur kita itu melalui aluamah yang memiliki kekuasaan di mulut, yang di paguyuban kami disebut dengan “pangandikan”, dalam pangandikan itu kita akan berbicara dengan diri kita pribadi secara sadar 100 %, tetapi kita jangan 100% percaya kepada sedulur papat kita, karena sedulur papat di atas masih owah gingsir dan masih bisa membohongi kita, namun kita juga harus memberikan penghormatan kepadanya, yang dalam paguyuban saya penghormatan dilakukan dengan minum air rendaman sekar liman yaitu mawar jambon, kanthil putih, kanthil kuning, kenanga, dan melati, terutama saat weton kita. Dalam Pangandikan itu, kita harus berdebat, bahkan memiliki ketegasan dan kuasa untuk mengendalikannya melalui nalar dan rasa kita, sehingga sedulur papat yaitu aluamah.amarah,supiyah,mutmainah akan tunduk kepada kita, sehingga kita memiliki kuasa penuh mengendalikannya untuk kita sambat berbagai hal seperti melindungi kita dan keluarga, membantu melancarkan jalan kita mencari rejeki, dll, dan pada saatnya nanti sedulur papat itulah yang akan membawa pribadi kita untuk bertemu dengan pancer kita, yaitu Guru Sejati yang setiap perkataan, tuntunannya kepada kita tidak pernah akan bohong/benar 100%

  22. @ Futlarto Raharjo,

    Terima kasih atas pencerahannya.

    @ Ki Sabda,

    Saya pernah mengutarakan pada ibu saya, keinginan saya untuk bancakan wetonan, tetapi ibu saya bilang semua anaknya nggak ada yang di bancak`i wetonan mundhak mengko numani dan juga kalau satu di bancak`i semuanya harus di bancak`i… maklum anaknya banyak.

    Tentu saja ibu saya hanya bercanda, yang benar orang tua saya terutama bapak yang fanatik tidak menyetujuinya, jadi ibu saya hanya nurut suaminya aja. Tapi Kata ibu saya, bisa aja sih asal doanya secara islam, saya bilang: kalau islam ya islam kalau kejawen ya kejawen, daripada mencampur adukkan ntar tambah dosa/ syirik, lebih baik saya pilih salah satu aja, kebetulan saya lebih sreg ke kejawen dan saya berdoa pake bahasa sendiri…

    Sekalian saya juga berterus terang pada ibu, sejak kelas 1 SMP saya udah males sembahyang, mengaji, dsb, alias udah nggak ada ‘karep’ ke islam, tapi saya terpaksa melakukannya karena nurut orang tua aja, sekarang umur saya udah kepala 3, bukan anak kecil lagi, udah dewasa, daripada di paksain ntar doanya juga nggak tulus, lebih baik saya cari jalan saya sendiri aja…. saya yakin Tuhan itu hanya ada satu, hanya jalannya saja yang berbeda-beda. Saya pilih yang simple, sederhana dan tak harus terbebani menggunakan jilbab, saya tahu itu dari guru agama, kalau dalam islam wanita memang wajib hukumnya menutup aurat, karena kalau kelihatan satu helai rambutnya aja, ia akan di panggang di dalam api neraka.

    Ibu saya terasa berat kalau harus mengatakannya pada bapak, tetapi ibu saya juga tahu kalau saya ini anaknya yang paling manis, rajin belajar, hampir nggak pernah nakal, mencintai keluarga, toleran dan suka memberi, suka mengalah, paling tahan menderita dan nggak pernah bahagia… he he he…

    Maaf Ki, bolehkah saya mbancak`i wetonan untuk diri saya sendiri tanpa restu kedua orang tua?… saya sudah beberapa kali belajar bikin bubur merah dan sandingan untuk wetonan yang sederhana saja atau ‘memetri’ dan tanpa puasa, lain kali saya mau memetri dan puasa apit, tapi kalau bancakan wetonan ini harus ada doa dari kedua orang tua, kayaknya sampai kapanpun nggak akan pernah bisa terlaksana ya ki?… maturnuwun.

    Salam wetonan,

    Dewi

    • Salam kagem Jeng Dewa dewi……….

      Sekalian saya juga berterus terang pada ibu, sejak kelas 1 SMP saya udah males sembahyang, mengaji, dsb, alias udah nggak ada ‘karep’ ke islam, tapi saya terpaksa melakukannya karena nurut orang tua aja, sekarang umur saya udah kepala 3, bukan anak kecil lagi, udah dewasa, daripada di paksain ntar doanya juga nggak tulus, lebih baik saya cari jalan saya sendiri aja…. saya yakin Tuhan itu hanya ada
      satu, hanya jalannya saja yang berbeda-beda. Saya pilih yang simple, sederhana dan tak harus terbebani menggunakan jilbab, saya tahu itu dari guru agama, kalau dalam islam wanita memang wajib hukumnya menutup aurat, karena kalau kelihatan satu helai rambutnya aja, ia akan di panggang di dalam api neraka.
      ————————————————————————————————————

      Jeng Dewa Dewi……maaf kalau saya sedikit memberi komentar yang bukan berarti tidak setuju atau setuju soal keyakinan dalam memeluk atau meninggalkan agama islam ….maaf…saya juga bukan seorang guru atau orang spiritual………..

      Ber agama atau cara dan usaha untuk mendekat kepada NYA memang terserah individu masing masin manusia…..ketika kita tidak percaya kepada Tuhan juga tidak ada malaikat langsung turun dan nggebug kita dan bahkan Tuhan sendiri mungkin cuek dan mempersilakan rasa dan kepercayaan itu……he..he..he…EGP

      Saya hanya bercerita bahwa banyak bukti yang sudah saya lihat dan saya dengar bahwa para teman saya atau anak anak saya menemukan kebahagiaan dan sepertinya hidup mereka dituntun secara pelan dan perlahan ketika mencoba mendekat kepada NYA dengan cara dan beragama Islam……

      Tidak ada jaminan untuk bisa dan selalu hidup berbahagia dan mempunyai banyak kelebihan dalam hidup dan dicukupi dalam banyak hal di dunia ini ketika kita mencoba mendekat dan menghadap kepada NYA……

      Hidup adalah nikmat tiada tara dan sekaligus hidup adalah ujian dan banyak cobaan…..hasil finalnya bisa kita lihat dan kita rasakan ketika kita sudah tua atau ketika kita sudah dan sedang berpulang kepada NYA…….

      Pelajaran dalam agama islam menurut saya adalah sangat lengkap dan kita bisa banyak menemukan rasa dari apa apa yang sedang kita kerjakan bila kita bersungguh sungguh dalam belajar melalui metode yang diajarkan dalam agama islam…….

      Agama kepercayaan atau kejawen sepertinya kita sulit menemukan bukunya dan mungkin kita juga susah menemukan guru pembimbingnya……
      Bila kita percaya bahwa Tuhan adalah dan hanya ESA maka dan alangkah baik dan mudahnya bila JDD belajar dengan agama islam dengan buku yang sudah sangat banyak dan sangat mudah untuk kita cari dan temukan… ……

      Mohon jangan memandang agama Islam seperti apa yang sudah kita lihat untuk saat kemarin atau saat ini…..semua kesalahan itu bukan terletak kepada buku agama dan isinya dan bukan salahnya Gusti Allah…..itu semua adalah kesalahan manusia ketika dalam belajar beragama dan mendekat kepada Gusti Allah karena pamrih dan tidak ada ketulusan….hanya demi ego…pangkat…kuasa…pengaruh…sanjungan dan banyak hal lain yang bersifat sombong riya takabur………

      Mohon untuk difahami bahwa banyak manusia islam gadungan dan munafik itulah perusak agama islam…….
      Semoga kita bisa menemukan rasa bahagia dan mengerti tentang jati diri kita…dibuka sendiri oleh Gusti Allah dengan waktu dan peristiwa yang tidak kita ketahui datangnya……kita harus percaya bahwa ” temenan musti tinemu “….itu semua tergantung dari niat kita…..

      Disini banyak para Pinisepuh……ada mas RD dan Mas Tembayat…..coba tanyakan…gambar Putri di Jeng Dewa Dewi apakah benar dalam posisi sujud / Islam…………salam rahayu…………

      • salam kang js…

        waah hari libur dapat bimbingan khusus “kultum” dari dosen senior…nuhun sudah berbagi mutira hidup..

    • @ JS,

      Nggih maturnuwun pakpo, saya tak pernah menyalahkan dan membenci islam, kalau ada pemeluk islam yang melakukan sesuatu yang meresahkan itu semua tentu berpulang pada individunya bukan agamanya apalagi Tuhannya.

      Sebenarnya tak ada yang salah dengan semuanya ini, ini hanya masalah interen keluarga saja, terutama saya dan ibu yang melahirkan saya, saya sangat mencintainya melebihi apapun di dunia ini, saya hanya merasa kecut hati ini jika membuat beliau merasa kecewa, untuk itulah mengapa saya juga tidak terlalu frontal/ pamer, demi menjaga perasaan beliau, tetapi saya juga seorang anak yang kadang juga ingin berbagi perasaan dengan ibunya, akhirnya saya mengutarakan seperti apa yang saya utarakan di atas, awalnya ibu saya melarang dan menganggap saya hanya tak taat saja, dan mungkin kalau sudah berkeluarga nanti bisa berubah, kalau sudah begitu saya hanya pasif saja nggak maksa ibu untuk mendukung pilihan saya, sesuatu itu mungkin juga ada waktunya, sekian lama memendam perasaan, akhirnya saya mencoba memberi pengertian pada ibu, dan hingga kini ibu saya tidak berkata ‘iya’ ataupun ‘tidak’. Tapi saya tahu di lubuk hatinya keputusan saya ini juga ‘Baik’, hanya saja beliau terlalu terpengaruh sama bapak yang harus bersikap dogmatis. Dulu ibu saya tidak pernah berdandan, sangat sederhana dan rambutnya selalu di gelung, dan sekarang berjilbab, bahkan bapak bisa protes kalau ibu melepaskanya di depan umum walaupun hanya karena sumuk kegerahan, bapak saya orangnya baik dan rajin beribadah, pernah saya membelikannya ayam goreng, bapak menolak halus pemberian saya dan mengatakan, dia tidak makan ayam/bebek kalau tidak menyembelih sendiri, karena ayam yang di jual di luar belum tentu di sembelih dengan menyebut asma allah. Sayapun bisa memahaminya, juga tidak banyak bertanya/ protes pada bapak.

      (peneran, tak makan sendiri ayamnya… he he he…).

      Sekarang saya santai saja, hidup saya jalani seperti alir yang mengalir atau angin yang sumilir, yang penting saya udah bilang ke ibu, saya kalau rindu sama ‘sing kuoso’ saya kadang sedikit bermeditasi, tentang dapat restu atau tidak itu nggak masalah, karena saya tahu dalam islam restu keluarga hanya di dapatkan dari sang kepala keluarga, sedang ibu saya hanya seorang istri yang sangat mencintai dan nurut pada suaminya saja, yang kebetulan seorang yang fanatik agamanya. Untuk itulah saya juga tidak berharap banyak dan tidak bisa menyalahkan ibu kalau tidak memihak saya, yang terpenting sekarang adalah saya berusaha bisa mandiri namun tetap sayang pada keluarga walalupun tidak sama jalan spiritualnya.

      Tentang sosok seorang Putri yang mendampingi saya…., sebenarnya saya tidak tahu menahu sama sekali soal itu, saya baru mengetahuinya ketika bertemu dengan jeng Fitri putri njenengan, sebelumnya kang RD yang pernah mengatakannya di blog ini tapi saya juga nggak percaya, serta kangmas Ijogading yang pernah mengatakan bahwa sosok yang ikut saya itu, kalau tidak salah sosok yang sedang belajar membaca/ mengikuti aura manusia?… dan beliau/ mereka memilih saya karena saya orangnya sangat baik dan tidak sombong . Di mana dalam hal ini saya juga tidak merasakan sesuatu getaran apapun, andaikan saya bisa memandang wajahnya serta dapat berdialog dengannya, mungkin saya akan sangat senang sekali menerima “Tamu” yang sangat istimewah ini, selain ke-4 saudara saya yang selalu saya sebut dalam tidur saya. saya hanya ingin menyampaikan terima kasih dan sangat senang mendapatkan seorang sahabat dari dunia lain (he he he…), serta tidak mempersoalkan trah, suku dan agamanya.

      Terima kasih atas saran2nya, memang belajar agama islam dan agama lainya sangat mudah mendapatkan buku dan bimbingannya, kejawen ini masih sangat jarang, bahkan untuk menemukannya ibaratnya mencari jarum di tengah lautan… (kik kuk). Tapi saya percaya saya tidak sendirian, selalu ada Tuhan yang menyertai kemanapun kaki saya pergi dan melangkah.

      Salam sayang,

      Dewi

  23. @mbak dewi
    selamat malam dan jumpa lagi dengan saya
    saya turut prihatin dengan kisah hidup njenengan tetapi sekaligus bangga dengan pendirian anda yang teguh menentang apa yg tidak sesuai dengan karep njenengan . jalani saja hidup ini apa adanya mengalir seperti air sungai sering2 lah puasa sekuat dan semampu anda kalau tidak kuat jangan dipaksakan karena Gusti maha tau kalau puasa usahakan tidak pakai sahur pagi makan terakhir malam sebelum tidur saja setelah itu pagi sdh tidak boleh makan apa2 lagi sampai jam 6 sore kalu tidak kuat bisa jam 5 atau jam 4 , kalau mau bancak an weton boleh juga karena ajaran kejawen semuanya betul tidak ada yang salah tidak ada ajarannya yang menyuruh ngebom orang lain. kalau njenengan mau rutin puasa boleh hari apa saja dalam satu bulan saja akan nampak perkembangannya. demikian saran saya semoga ada manfaatnya.

    salam sih katresnan

    ismail

  24. Nderek nyimak nggeh ki..
    Matursuwun..

  25. …..Ibu saya terasa berat kalau harus mengatakannya pada bapak, tetapi ibu saya juga tahu kalau saya ini anaknya yang paling manis, rajin belajar, hampir nggak pernah nakal, mencintai keluarga, toleran dan suka memberi, suka mengalah, paling tahan menderita dan nggak pernah bahagia… he he he…………..
    Maaf Ki, bolehkah saya mbancak`i wetonan untuk diri saya sendiri tanpa restu kedua orang tua?… saya sudah beberapa kali belajar bikin bubur merah dan sandingan untuk wetonan yang sederhana saja atau ‘memetri’ dan tanpa puasa, lain kali saya mau memetri dan puasa apit, tapi kalau bancakan wetonan ini harus ada doa dari kedua orang tua, kayaknya sampai kapanpun nggak akan pernah bisa terlaksana ya ki?… maturnuwun.
    ————————————
    Jeng Dewi Murni berkembenkansutraungu (-:

    Hidup itu, walaupun sekedar ‘mampir ngombe’, memang sering … njlimet … Ini kenyataan.( Yang romantis sering bilang hidup ini indah, sederhana, dll.) Peter Singer, seorang ahli filsafat – filsuf zaman modern – dari Australia pernah ditanya apa dia mau anak2nya pinter – seperti dia, bapaknya – atau bahagia. Beliau bilang, saya pengin anak2 saya bahagia …. Saya kebetulan … setuju dengan beliau.

    Adakah Kejawen ‘minimalis’ ? Pertanyaan ini pernah saya lontarkan disini. Ada banyak jawaban yg muncul, tapi yang khusus menjawab pertanyaan saya itu ,seingat saya, belum ada …. Minimalis : ya yang memenuhi syarat2 secara minimal saja. Contohnya : Bagi Kang Legowo Dinoto teman saya, seorang Kristen, menjadi Kristen minimalis adalah nresnani Gusti dan nresnani pepodo – sesama. Jadi bukan harus tiap hari atau tiap Minggu ke gereja, harus ini itu menurut pendetanya. Nresnani Gusti lan pepodo, itulah kuncinya. Bagi Kang Sasmito Wudeledowo, kejawen minimalis adalah membuat teh tubruk untuk kakang kawah dan adi ari2 setiap hari, dan nyenen kemis, tiap hari Senin dan Kamis kang yg satu ini mutih, atau gak makan daging, atau telur – dari hewan.

    Anda pernah menulis, entah di thread mana saya lupa, bahwa njenengan suka ‘kebebasan’ memilih. Nah, njenengan bisa praktekkan aji2 … kebebasan itu dalam kejawen. Ortu selalu mau yang terbaik untuk anak2nya, itu kita tahu, tapi ortu juga kadang2 ….kaku, ketinggalan …zaman. Ortu,dalam keinginan untuk membahagiakan anaknya, kadang malah membuat kesedihan buat anaknya … Guru Sejati njenengan pasti tahu ada kendala yang diluar kemampuan njenengan untuk mengatasinya. Saran saya : Lakukanlah se … bisa njenengan, yang terbaik, yg paling pol yang bisa njenengan lakukan. Guru Sejati njenengan,GS kita saya kira lebih tahu keadaan njenengan, jadi gak usah berkecil hati … kalau pun gak ada … restu ortu ….

    Jeng DM, ini pendapat saya pribadi. Mas Sabda dan orang2 yang ampuh dan waskita di blog ini mungkin punya jawaban yang lain. Anggap saja ini angin lalu kalau njenengan gak sreg dengan tulisan saya ini. Ini kan cuma saran dari orang yang … awet tua untuk yang jauh lebih muda. Tak kirimi aji2 …. katresnan (-: ..

    Lik SK

  26. @mbakyu dewi ingkang dipun kawelasani gusti semangat mbakyu jangan putus asa,para sepuh waskita disini mendukung sampeyan termasuk saya yang cuma satpam blog seperti yang sampeyan sebut di indikator supra diruang sebelah…monggo dipun mirengke saran saking para sepuh ing mriki salam cinta damai,salam sejati,salam sihkatresnan

  27. @ Ismail Usman,

    Maturnuwun lan sugeng pepanggihan malih pak usman, inggih mangke kulo cobi puasanya.

    @ Sen Karna,

    Maturnuwun pencerahannya paklik, beragama/ berkeyakinan secara minimalis?… hmmm, makes sense juga. Ini seperti orang islam yang nggak sembahyang tetapi tetap sembahyang setahun sekali pas lebaran, orang kristen yang nggak pernah ke gereja tetapi ketika dia meninggal dia mau di upacarai secara kristen, seorang putu wijaya sang sutradara dari bali, mengatakan menjadi hindu tak harus pakai sarung/ baju adat ke pura dan nggak perlu pakai sesaji.

    Mungkin saya ini kejawen yang sederhana, minimalis lan ora neko2, bikin memetrian cukup sekali sebulan untuk wetonan, itupun juga nggak mesti, untuk berhubungan dengan Tuhan cukup bermeditasi yang waktunyapun tidak terikat dan bebas, bikin sesandingan nggak perlu mahal tapi saya usahakan secantik mungkin, karena saya merasa ada nilai seninya yang luhur di sana.

    @ Widodo,

    Maturnuwun pak widodo, saya masih hijau dan kencur pengalaman dalam kejawen, masih ngawiti dari nol, masih TK/ playgroup ,karena keadaan dan lingkungan yang tidak mendukung sehingga hati saya selalu meraba-raba/ mencari sendiri, saya juga nggak ngerti ghoib/ supranatural, hidup ini memang seperti air mengalir saja, Tuhan memberi saya instink spiritual yang sujati sejak saya masih ingusan/ kanak2/ belum mendapat haid. dan lewat perjalanan yang panjang dan melelahkan, untuk itulah saya ingin menjadi diri sendiri aja, apa yang menjadi pilihan spiritual saya itu juga atas kehendak NYA. terima kasih kepada semua parapinisepuh disini dan juga pakpo JS yang telah sabar dalam membimbing dan memberi pencerahan .

    @ Ki Sabda,

    Ki, saya bisa mengerti kesibukan njenengan hingga tak sempat mampir/ lihat blog ini, kenapa ya setiap saya ada pertanyaan yang sangat ‘plenting’ (penting), ki sabda selalu sibuk ada acara, ini seperti waktu saya tanya sesuatu yang darurat mengenai meditasi cakra beberapa waktu lalu, saya menunggu jawaban njenengan ber minggu2, hingga saya harus menemukan jawabannya sendiri, apakah ini hanya kebetulan saja? atau apakah ini yang di namakan mendapat pitulungan dari yang lainya?… mungkin Tuhan telah menguji saya dan saya bisa melewati phase yang menyakitkan itu… ataukah mungkin Tuhan tak ada hubungannya sama sekali?, karena Tuhan sejatinya sudah ada pada diri masing2…. he he he…

    Salam thank you,

    Dewi

    • @jeng DM berkembenkansutarungu (-: ,

      Setiap orang DEWASA pada saat2 tertentu – mungkin setiap saat – harus membuat pilihan. Mau makan apa, baju apa yg akan dipakai, lagu apa yg akan diputar – krroncong, ndangdut,campursari,dll. Ditto keyakinan. Panjenengan harus … memilih. Orang lain bisa memberi saran, masukan, tapi pilihan terakhir harus …. njenengan yang memutuskan ! Bukan simbah, bukan ortu, bukan Pakde/Paklik A,B,C … Keyakinan ya gak bisa …. dipaksakan, kecuali oleh negara2 tertentu yang tidak demokratis – ini melanggar hak ASASI manusia ! Mana yang sesuai dengan hati nurani njenengan , yang bikin njenengan mantep, ya pilih yang itu .

      Keyakinan APA SAJA yang njenengan pilih, perkenankanlah saya mengucapkan SELAMAT ! Saya ini kan cuma sejenis manusia awet tua yang cuma bisa nyawang dan ikut senang kalau ada teman,rekan,’sanak kadang’ baha-haha-gia !

      Saya bisa saja muter2 nulis panjang lebar disini, tapi nanti malah …’nyebahi’ , dan tambah ‘or(a)mut(u) …)-: )-: Intinya ya saya cuma mau bilang,pilihan yang njenengan buat itu saya … dukung 100%, ya pilihan TANPA tekanan …(-: (-: Apapun,wis, tenan,dan – ikut2an mbah Surip – I love you full ! (-:

      sk

    • Salam sayang Jeng Dewi. Sepertinya KI Sabda sudah mengerti, kalau jeng Dewi itu Sujatinya ingin ngetes (nyoba) beliau. kalau menurut saya, sepertinya Jeng Dewi berbagi ilmunya dengan cara yang sedikit berbeda dengan KI Sabda. Tapi bagaimanapun Cara Kalian Berbagi Ilmu, Saya sangat berterimakasih karena itu merupakan hal yang luar biasa.

      Salam. Rahayu.. Rahayu.. Rahayu..

  28. @mbakyu dewi,,memang begitulah kisabda bila diam bukan berarti tdk mau jawab,tapi bila kita mau mencermati dan mbolak mbalik artikel kisabda,sebenarnya jawaban yg kita cari itu sudah ada di blog dan tugas kita tuk mencarinya sendiri..saya punya nomor Hp kisabda,tiap saya tanya sesuatu yg saya tidak mengerti lewat sms sangat jarang sekali mendapat jawaban,kalo ndak darurat sekali,tapi biasanya kisabda akan mengirim sinyal lewat kabel data gaib super canggih yg langsung diterima guru sejati dan selanjutnya sang guru sejati akan kontak dng hati nurani kita dan akhirnya diterima otak kita/kesadaran kita bahwa jawabannya sudah banyak ditulis diblog ini dan bisa juga dari jawaban sedulur yg bertanya kepada kisabda dan pertanyaannya hampir senada dng pertanyaan kita..hal ini ada hikmahnya yaitu:kita harus lebih sering belajar memperhatikan ini juga salah satu bentuk ngelmu sastra jendra hayuningrat pangruwataning diyu…belajar memperhatikan bukan hanya disini tapi di dalam kehidupan kita sehari-hari nanti sedikit demi sedikit kita bisa lebih awas,eling lan waspada mungkin para sesepuh ada yang bersedia menambahkan,maklum saya harus keliling lagi barang kali ada teroris masuk dan ngebom gubug cinta damai kita ini..sepindah malih nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam rahayu karaharjan salam sihkatresnan

  29. …Tentang sosok seorang Putri yang mendampingi saya…., sebenarnya saya tidak tahu menahu sama sekali soal itu, saya baru mengetahuinya ketika bertemu dengan jengFitri putri njenengan, sebelumnya kang RD yang pernah mengatakannya di blog ini tapi saya juga nggak percaya, serta kangmas Ijogading yang pernah mengatakan bahwa sosok yang ikut saya itu, kalau tidak salah sosok yang sedang belajar membaca/ mengikuti aura manusia?… dan beliau/ mereka memilih saya karena saya orangnya sangat baik dan tidak sombong ….
    ————————————
    @Jeng DM berpendampingseorangputri,

    Nah itu, TIGA orang yang gak saling kenal (?) telah mengatakan hal yang sama ! Tiga orang yang punya daya linuwih, tiga orang ampuh. Baiknya anda sekarang … percaya saja …. Ini mengingatkan saya pada sosok yang menunggu rumah satu kakak saya di Ambarawa. Dua orang yang saling tak kenal, pada waktu yang berbeda, memberi tahu kakak saya mengenai sosok yang nunggu rumahnya. Tapi mahluk ini jenis yang tidak mengganggu.

    Mungkin sosok putri ini perlu …. disambut kedatangannya ? Ya tanya Kang RD, Mas Ijogading,atau Mbak Fitri, yang ahlinya …. Pak JS itu juga perlu disimak kata2nya, wong bapak e cah2 ampuh je ! …

  30. @kepada para sesepuh semua dan khususnya mbakyu dewi.ijinkan saya urun rembug tentang sejatinya sosok putri gaib yg sering mendampingi mbakyu dewi menurut pandangan saya sbg penghayat kejawen.kalo menurut saya yg sering datang dan dampingi mbakyu dewi itu adalah setingkat manggalayudha dari selatan/kraton kidul mereka baik suka membantu dan menolong siapa saja yg semedulur dan ngajeni kraton kidul..mungkin saja pada saat meditasi mbak dewi pernah nyambat sebut pingin ketemu sejatinya sosok kanjeng ratu kidul..ngapunten kalo salah maklum saya hanya cah cubluk yg masih dalam tahap belajar..yg ngajari ya ki sabda,ki tembayat,pak JS,kang sen karna,ki tanwaskita,kang ijo gading,kang O’on,ki ngabehi,juga mbakyu dewi sendiri,dan para sesepuh semua yg ada disini yg tdk tersebut namanya..tapi kalo memang benar yg sering datang itu adalah manggalayudha dari selatan sebaiknya nanti pas malam jumat kliwon/selasa kliwon bikin ritual khusus,tp ngapunten kalo soal ubo rampenya saya tdk berani menyebutkan disini takut nanti dugaan saya itu keliru di samping itu juga harus ada ijin dari kisabda terlebih dahulu.mungkin mbakyu dewi bisa kontak kisabda lewat email dan kalo memang benar yg sering rawuh itu manggalayudha nanti kisabda akan memberikan arahan kpd mbak dewi apa sebaiknya yg harus dilakukan sepindah malih nyuwun pangapunten bila kurang berkenan matur sembah nuwun salam sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 897 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: