RUNTUHNYA SEBUAH (JEMBATAN) DYNASTY
GURUKU BERNAMA TUMBUHAN
Oh…Pameungpeuk…
PROLOG
Sehari menjelang 1 Surà, pada hari Sabtu Pon, 26-11-2011 pukul 16.10 Wita (sudah masuk peralihan malam 1 Suro) di mana sebagai saat memasuki sengkala taliwangke atau kematian. Jembatan itu memasuki usianya yang ke-11 (sêwêlas) jembatan megah sepanjang 500 meter sekaligus sebagai simbol mercusuar Kabupaten Kutai Kertanegara runtuh dalam waktu beberapa detik. Beberapa pekerja dan banyak orang-orang yang sedang lalu lalang di atas jembatan menikmati panorama alam serta kemegahan jembatan menjadi korban. Dikabarkan ada sebanyak 40 mobil, 1 bus karyawan, 1 bus umum tenggelam, truk trailler, puluhan sepeda motor hanyut dan diperkirakan lebih dari 60 jiwa melayang terseret arus sungai Mahakam yang dalamnya lebih dari 50 meter itu. Ironinya, ia runtuh disaat usianya memasuki tahun kesebelas (sêwêlas) di mana merupakan pralampita kawêlasaning Gusti. Apakah semua ini artinya? Musibah ? Tanpa menggunakan referensi, petunjuk, dan analisa jelaslah peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai musibah. Azabkah ? Semua musibah boleh saja dinilai sebagai musibah, boleh pula dinilai sebagai berkah. Tinggal dari sudut pandang mana kita akan menilai dan memaknai suatu peristiwa. Semua orang bisa saja mengatakannya sebagai azab tuhan atau mekanisme hukum alam. Namun persoalannya bagaimana cara menjelaskan hubungan sebab akibatnya jika memang dinilai sebagai hukuman ? Memang tampak paradoksal, tetapi jika kita tahu duduk permasalahannya barulah mafhum atas peristiwa tragis tersebut.
PEMIMPIN TANPA LEGITIMASI ALAM
Kekuasaan turun-temurun era pemerintahan sekarang, dari ayah turun ke anak. Walaupun dilaksanakan Pemilu langsung bukanlah parameter signifikan adanya legitimasi politik secara obyektif, apalagi legitimasi oleh alam dan yang transenden (wahyu). Faktanya, saat ini beaya politik mampu menggantikan wahyu kepemimpinan (berupa téja yang melesat merasuk ke dalam tubuh si calon pemimpin). Untuk saat ini mayoritas pemimpin daerah maupun pusat menjalankan kekuasaannya dengan tanpa wahyu. Orang zaman sekarang lebih percaya “wahyu” berujud uang daripada wahyu yang sesungguhnya. Yakni cahyà sejati berasal dari inti hidup (sang wisnu) sebagai pertanda atas keselarasan manusia dengan hukum tata kosmos. Termasuk di dalamnya adalah restu dan dukungan dari yang transenden atau supernatural being mencakup para para leluhur dan seluruh penghuni dimensi metafisik (astral). Lain halnya masyarakat kita di masa lalu begitu memahami jika seorang pemimpin adalah orang yang mendapat wahyu yang artinya ia menjadi manusia pinilih, terpilih oleh mekanisme hukum tata keseimbangan alam. Oleh sebab itu pemimpin yang memiliki wahyu mendapat semacam “jaminan” bahwa kepemimpinannya akan membawa kemakmuran bagi masyarakat dan lingkungan alamnya. Untuk pemimpin zaman sekarang, boro-boro mendapat wahyu dan apalagi tahu bagaimana seseorang agar bisa mendapatkannya, sebaliknya orang zaman sekarang kadang menganggap wahyu sebagai omong kosong, bullshit, musrik, sesat dsb hanya karena tidak ada dalam kamus suci. Ya, tak dapat dipungkiri orang merasa lebih aman dicap memberhalakan uang daripada menyandang tuduhan-tuduhan tersebut. Apalagi pilihan itu lebih menguntungkan secara materiil. Namun sebagai konsekuensinya, kasus-kasus politik, malapetaka, musibah dan bencana datang silih berganti. Akan tetapi orang cenderung mencari-cari alasan pembenar untuk menghibur diri dengan menganggap malapetaka sebagai cobaan bagi dirinya yang beriman dan cobaan atas misi-misi mulia yang ia jalankan. Konsep cobaan memang masih laku dijual pada saat kondisi kepepet.
Jika rakyat Kukar mau mengevaluasi kira-kira apa yang telah diberikannya kepada alam, selain mengeksploitasi hutan dan buminya serta pembangunan simbol-simbol kemegahan super mercusuar. Ironis memang, di mana Kabupaten Kutai Kertanegara menyandang predikat sebagai Kabupaten terkaya di antara kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia dengan PAD kurang lebih sebesar Rp. 2,5 triliun pertahun pada periode tahun lalu, tetapi sedikit masuk ke wilayah pinggiran saja maka kita akan mudah mendapati hutan dan jalanan rusak parah di mana-mana. Sangat kontradiktif. Bandingkan dengan Kabupaten sahabat saya Ki Alus & Mas Kumitir di Sidoarjo, sebagai kabupaten terkaya di Propinsi Jawa Timur, rasanya sulit sekali hanya untuk melampuai PAD sebesar Rp. 300 milyar saja. Apabila permainan kekuasaan seperti ini terjadi 20 tahun lalu barangkali efek hukum sebab akibatnya belumlah secepat saat ini yang seringkali terjadi secara spontan. Di masa lalu bahkan mungkin untuk sementara masih bisa lolos dari jerat hukum tata kosmos. Namun jika terjadi pada saat ini resikonya akan lebih besar dan cepat terjadi hari pembalasan. Saat ini di mana putaran hukum sebab akibat terasa lebih cepat, terlebih genderang kebangkitan kesadaran spiritualitas sejati Nusantara telah ditabuh oleh sang pamomong Nusantara, Sabdopalon dan Noyogenggong. Itu menengarai bahwa kini saatnya seluruh leluhur bumiputra perintis bangsa cancut taliwàndà, njêjêgaké sàkà guru bangsa agar supaya kembali kepada jati diri manusia nusantara. Saat ini sebagian generasi penerus bangsa sudah kebablasan. Para moyangnya sendiri leluhur bumiputra perintis bangsa, diangap demit, jin atau setan penggoda iman. Sementara sebagian yang lain meletakkan leluhurnya sendiri tak ubahnya tamu hina di rumah sendiri. Padahal beliau adalah nenek moyangnya sendiri yang telah mewariskan kemerdekaan, kekayaan alam yang berlimpah, tanah subur makmur, dan mewariskan segenap tata nilai luhur yang dapat menjadi pedoman sikap dan perilaku arif bijaksana dalam hubungannya antar manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan alam, manusia dengan mahluk halus, binatang dan tumbuhan telah dirusaknya. Lantas di mana wujud bakti generasi bangsa ini kepada para leluhurnya ? Generasi yang durhaka dan lebih suka menjadi pengkhianat atas perjuangan para leluhurnya di masa lalu tentu akan menimbulkan bencana kehidupan. Malapetaka, skandal politik, musibah dan bencana alam akan selalu ada mewarnai sepanjang tampuk kepemimpinannya.
RUNTUHNYA SEBUAH DINASTI
Bukannya ikut-ikutan latah, dahwèn dan opèn, atau mau mengait-ngaitkan runtuhnya jembatan dengan nasib sebuah dinasti. Mau dianggap ngóyówóró, celoteh, apapun jenisnya juga tidak apa-apa, mónggó. Sukur-sukur jika mau dijadikan bahan evaluasi diri bagi siapapun yang sedang memimpin di wilayah manapun. Peristiwa naas itu sudah terjadi dan menjadi tengara akan runtuhnya “dinasti Kutai Kertanegara” baru. Waktu yang akan membuktikan. Bukan tanpa sebab, seperti yang telah penulis uraikan di atas. Ini persoalan seberapa besar bakti yang dilakukan generasi sekarang kepada para leluhur besar yang berada di Kutai Kertanegara. Apa dan bagaimana yang sudah dilakukan terhadap YM Sultan Aji Sulaeman, YM Sultan Aji Parikesit, Ratu Bungsu dan masih banyak lagi. Sehingga leluhur sudah merasa enggan terhadap nasib anak turun beserta warga di sana. Tentu saja leluhur tahu persis siapa saja orang-orang zaman sekarang yang masih peduli dan menghargainya walau hanya sekedar menegok batu nisannya saja. Wahyu dan ndaru akan melesat ke arah timur laut menuju Kutai Timur, di mana para pemimpinnya beserta rakyatnya lebih memahami akan arti berbakti kepada para leluhur bumiputra perintis bangsa. Tidaklah mustahil wilayah tersebut akan segera menggeser prestasi Kab Kukar sebagai kabupaten terkaya seindonesia.
Kiranya belumlah terlambat, barangkali kisah selanjutnya akan berbeda bila peristiwa naas kemarin sore dapat dijadikan sebuah cambuk penggugah kesadaran untuk lebih menghormati dan menghargai nilai kearifan lokal (local wisdom), di mana erat kaitannya dengan wujud bakti kepada moyangnya. Generasi yang penuh bakti adalah mereka yang selalu eling sangkan paraning dumadi, ingat akan asal muasal hidup dan apa tujuan dan tanggungjawab hidup berikutnya. Generasi demikian ini tidak akan pernah melupakan kebaikan dan jasa orang lain. Kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan, bak pantun berbalas, ia akan gayung bersambut menjadi berkah yang berlimpah ruah.
TUMBUHAN ADALAH MURSYIDKU
Salah satu hukum alam tata kosmos yang telah berkali diajarkan oleh seluruh tetumbuhan di permukaan bumi ini. Mari kita cermati, tumbuhan mendapatkan energi hidup dari tanah, namun tumbuhan akan mengembalikan kesuburan tanah melalui guguran daun-daunnya yang jatuh ke bumi kemudian berproses menjadi kompos.
Tumbuhan butuh mineral dari dalam tanah, akan tetapi tabiat tetumbuhan selalu memberikan suplay air kepada tanah, tetumbuhan menangkap air hujan dan embun untuk kemudian tanah menyimpannya lagi. Tumbuhan dan tanah adalah dua makhluk dalam simbiosis mutual. Faktanya tumbuhan telah jutaan tahun bertindak arif dan bijaksana, dan tak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Tumbuhan seolah memiliki kesadaran tata kosmos, ia menjalani hidup selaras dan harmonis dengan ketentuan alam. Tumbuhan telah menemukan hidup yang sejati sedari awal. Manusia yang pandai tentu bersedia berguru kepada sang mursyid yang tak pernah salah dan bohong, yakni kepada tetumbuhan. Manusia akan meraih hidup yang sejati, jika hidupnya mampu memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk, seperti halnya dilakukan oleh kaum pepohonan. Terimakasih guru ku !
Di saat alam memberlakukan hukum-hukumnya secara ketat, di saat para leluhur serempak njêjêgaké sàkà guru bangsa. Tak ada kunci sukses lahir dan batin selain menjadi generasi penerus yang mampu menyelaraskan diri dan harmonisasi dengan keseimbangan tata kosmos. Tak ada pilihan yang lebih mulia selain generasi harus berbakti kepada para leluhur bumiputra perintis bangsa. Sebagaimana anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Caranya mudah, jangan remehkan dan hinakan nilai-nilai kearifan lokal. Sebaliknya hayati, dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab ia mengandung nilai-nilai luhur sebagai hasil rangkuman atas suatu hubungan yang selaras, harmonis, dan seimbang antara manusia dengan lingkungan alam tempat di mana mereka hidup regenerasi selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Sebaliknya, menjadi generasi durhaka dan pengkhianat bangsa, cepat atau lambat malapetaka pasti akan terjadi. Sebab berarti pula telah melawan ketentuan alam serta tidak selaras dan harmonis dengan keseimbangan tata kosmos.
BELAJAR LEBIH HIDUP
Jembatan itu hanya beberapa ratus meter jaraknya dari Pasarean Agung YM Sultan Aji Sulaeman, YM Sultan Aji Parikesit, dan YM Ratu Putri Bungsu di Kota Tenggarong. Peristiwa rontoknya jembatan megah dan terpanjang di Kaltim itu masih merupakan teguran awal. Boleh jadi merupakan bencana bagi Pemerintah Daerah, sebaliknya bisa jadi merupakan tengara terbukanya pintu berkah bagi rakyat di sana di waktu yang akan datang. Akibat pengabaian atas teguran itu tidaklah mustahil di tengah tampuk periode pemerintahannya terjadi gejolak yang berujung lengser keprabon, atau bahkan berujung kematian. Sulit untuk mengelak dari jeratan hukum alam kecuali manusia mau eling dan waspada, yakni menempatkan dirinya agar selalu berada pada koridor hukum tata keseimbangan alam. Lagi-lagi, sebuah peristiwa naas bertepatan pada saat R-1 sedang mengadakan hajatan resepsi pernikahan putranya. Sebagai orang Jawa yang telah hilang kejawaaanya, pernikahan itu dilaksanakan tanpa mengindahkan wêwalêr dan paugêran. Justru dilaksanakan tepat pada 3 sengkàlà besar yakni ; malem Suro, serta dilaksanakan hingga 1 Surà bertepatan dengan neptu Minggu Wage tibo làrà. Satu Suro tali wangke, alias mati dan sakit di bulan keramat. Di mana pada saat-saat seperti itu seharusnya orang memanfaatkan waktunya untuk banyak-banyak mengevaluasi diri sembari lebih manembah kepada Tuhan. Semua sudah kadung terjadi. Mudah-mudahan beliau masih ingat bahwa hitungan neptu merupakan sistem kalender Jawa yang unik dan sangat akurat, sebagai hasil karya moyang di zaman dulu atas kecermatannya membaca karakter alam sesuai siklusnya. Mudah-mudahan peristiwa naas Sabtu sore di Jembatan Kukar dijadikan sarana pêpéling untuk tidak semakin gegabah melaksanakan tampuk pemerintahannya, atau tidak akan sampai akhir 2012.
ARTI SEBUAH PENGABDIAN
Pukul 08.47 wib tanggal 27 Nop 2011. Demi melaksakan titah ayahanda Yang Mulia Sultan Aji M Sulaeman (YM SAMS) untuk segera marak sowan ke pepunden di Tenggarong, tak lupa untuk tabur bunga dan beras kuning ke sungai dengan harapan titah gaib di sungai Mahakam mau melepas para korban agar supaya jasadnya segera ditemukan tim SAR. YM Sams selalu berpesan, sebagai bentuk “laku” tapa ngrame, adalah berbuat baik sembari tidak boleh mengharap-harap pengakuan dan penghargaan dari siapapun. Juga manusia tak boleh mentang-mentang, merasa paling suci dan mulia. Sudah seharusnya manusia menghargai dan menghormati penuh rasa welas asih kepada sesama makhluk di dunia ini tanpa kecuali para lelembut, tumbuhan, binatang dan lingkungan alamnya. Perjalanan harus dilanjutkan pergi ke arah timur laut tempat di mana melesatnya sang wahyu, mengambil sesuatu di sana untuk sesegera mungkin dilabuh ke pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Persis seperti saat membawa sesuatu ke puncak Merapi tepat pada 11 hari sebelum gunung api paling angker itu meletus dahsyat tahun lalu. Kali ini sesuatu musti dilabuh di pesisir PEMEUNGPEUK, dengan harapan agar sesuatu itu nanti dapat dibawa gulungan ombak tinggi dan dahsyat yang dapat menerjang pesisir itu. Suatu peristiwa alam sulit untuk didispensasi, namun kali ini semoga masih bisa diupayakan agar mendapat dispensasi. Sementara itu, YM Sams segera melanjutkan perjalanan ke arah samudra selatan untuk suatu urusan, semoga Kanjeng Ratu berkenan membantu supaya badai tropis dan lampor tidak sampai menerjang wilayah pesisir timur Kalimantan Timur, kalaupun harus menerjang semoga tak ada korban jiwanya. Mugya Gusti Jawatagung taksih paring kawelasan dumateng sagung titah dumadi. Segala daya upaya upaya para titah luhur dan mulia itu semata demi keselamatan umat nusantara yang masih hidup dengan raga dan hawa nafsu, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah pesisir timur Kaltim. Dengan segenap kebeningan batin dan kebersihan hati mari kita bersama belajar dari segala kearifan para leluhur dan para titah alus yang sangat bijaksana. Kita tiru sikap-tabiatnya yang penuh rasa welas asih kepada seluruh makhluk tanpa kecuali. Termasuk terhadap orang-orang yang tak paham bagaimana kehidupan yang sejatinya, sehingga bersikap menghinakan dan tumbuh kebencian di dalam hatinya terhadap para titah alus. Beliau-beliau adalah bangsa manusia yang sudah berada pada kehidupan dalam tataran derajat luhur, beliau-beliau adalah bangsa makhluk hidup yang lebih arif dan bijaksana, namun sering dituduh oleh umat manusia sebagai dedemit, hantu, jin dan setan penggoda iman. Mereka itu moyang kita sendiri yang kini tengah disia-siakan generasi anak turunnya sendiri. Sampai kapankah kebodohan itu akan terus merajalela ? Tentu saja, sampai saat di mana para titah ngaluhur penuh kemuliaan dan kearifan itu telah habis masa toleransinya. Saat di mana genderang itu menggetarkan nurani, menjadi tengara kebangkitan spiritualitas yang sejati bagi bangsa manusia yang hidup di Nusantara.
Additional :
Sengatta, 29 Nopember 2011
Pagi dini hari pukul 04.00 Wita, YM Sams mengingatkan bahwa peristiwa Kukar’s Bridge Tragedy merupakan salah satu bentuk kutukan alam atas ulah generasi sekarang yang sudah tidak lagi “berpijak pada bumi pertiwi” tempat di mana mereka menyandarkan hidupnya ; menghirup udara, makan hasil bumi. Lupa diri akan pentingnya memahami kearifan lokal. Satu lagi pesan beliau yang tak kalah penting ; khususnya untuk Bapak S yang dahulu pernah menjabat… coba bapak ingat baik-baik, beberapa tahun yang telah lalu pernah iseng mencoba-coba, mengenakan MAHKOTA RAJA kerajaan Kutai Kertanegara yang sekarang disimpan di museum Kukar. Itu tindakan berlebihan terlebih lagi jika disertai dengan sikap meremehkan nilai keramatnya, nilai yang dijunjung tinggi oleh kearifan lokal. Sama halnya mendurhakai nilai yang dijunjung tinggi secara turun-temurun oleh manusia pinilih terpilih di masa lalu, yakni para Ratugung Binatara yang pernah memerintah wilayah Kutai di masa lalu. Barangkali beliau-beliau Bapak anggap telah mati dan tak bisa berbuat apa-apa, serta tidak tahu menahu atas segala ulah tidak baik para generasi penerusnya. Dugaan itu salah besar, beliau tetap mengetahui persis apa-apa yang terjadi dan dilakukan generasi penerus saat ini. Bapak pun sampai saat ini tidak pernah merasa bersalah, sekalipun juga belum pernah meminta maaf. Akibatnya tidak hanya bapak sendiri yang mengalaminya melainkan pada putra-putri bapak termasuk rakyat Kukar. Perlu bapak ketahui bahwa sukma tidak pernah berbohong. Saya hanya sekedar menyampaikan apa adanya yang terjadi barangkali ada manfaatnya, terutama bagi rakyat Kukar yang tak berdosa tetapi ikut merasakan efek pahitnya. Nyaris terlambat dan mumpung Kukar belum terisolasi seluruh aksesnya oleh LONGSORNYA bukit kecil kerajaan mahluk astral, yang ada di LOA KULU, yang bisa terjadi kapan saja. Atau hanya akan sibuk menghibur diri dengan menganggap semua itu merupakan wujud cobaan karena disayang tuhan.
Semoga seluruh kejadian itu dapat diambil sebagai bahan pelajaran berharga bagi Pemerintah Kukar, juga oleh Pemerintah Samarinda dan seluruh jajaran pejabat di sana. Masyarakat dan dulur-dulur semua di sana hendaknya lebih eling dan waspada karena bahaya tak kalah besar tengah mengintai wilayah Samarinda.
Semoga seluruh makhluk dalam kesadaran dan keselarasan dengan alam, semoga selalu dalam naungan keselamatan.
Berikut adalah foto pertanda suatu bahaya alam, sesaat sebelum peristiwa jembatan runtuh terjadi di Kukar. Dapat ditengarai sebagai awan naga hitam.
Salam karaharjan


















805 tanggapan kepada “RUNTUHNYA SEBUAH (jembatan) DINASTI”
Tio
Desember 8th, 2011 pada 20:13
Tuntunan sudah begini baik
Mengapa orang suka menampik
Mungkin dari sangat picik
Tidak sadar pasik munapik
-
Amanat tablig patonah sidik
Sipat rosul makluk terbaik
Menuntun umat kejalan baik
Seperti ini pabila cerdik
-
Terburuk mu’min hasud musrik
Menjadi sombong rasa terbaik
Tuntunan iman malah ditampik
Merasa dirinyah orang terapik
-
Ahli sunah cobalah lirik
Berjamaah hasud dan musrik
Dongeng rosul hanya menarik
Demi pendukung bertambah baik
-
Lapad Alloh buta mendelik
Wujud Alloh ora kelirik
Cuma bonapid yang dilirik
Hinggá tak sadar zolim munapik
-
Putus taklid si kapir zindik
Empat mazhab di obrak abrik
Taklid batil ulama musrik
Ulama pajal tidak tertilik
-
Merasa keras rasa tercutik
Nyinggung nyindir nyuruh cerdik
Kepada Alloh cermat cerdik
Jikalau benci itulah musrik
-
Julang bersukur pada peracik
Tiep tuntunan amatlah baik
Ini lembaran penyebab taupik
Jika pembaca tidak munapik
-
Musuh Alloh sihasud musrik
Hidup serakah teramat sirik
Sesama umat silih mencutik
Akhirnyah kompak Alloh neng nyutik
Tio
Desember 8th, 2011 pada 20:26
Sugeng ndalu sedulur sedoyo mugiyo keparingan slamet.
-
Tanggung jawab para ilmuwan
Menyampaikan amanat Tuhan
Tetapi banyak di abaikan
Karna takut di benci golongan
-
Dengan begitu amanat Tuhan
Seperti hadis dan Alqur’an
Hanya tinggal kadar bacaan
Tida pada amanat Tuhan
-
Sedangkan kata amanat Tuhan
Kalamulloh kitab Alqur’an
Kitabulloh sekujur badan
Amat perlu pendewasaan
-
Rukun islam rukun iman
Amal sekujur rukun ihsan
Sering sekali di selewengkan
Di sebut hilang tanggung jawaban
-
Dengan hilangnyah tanggung jawaban
Tanpa sadar muncul di badan
Ego congkak membanggakan
Amal tanpa pengetahuwan
-
Merasa bagus di kebisaan
Tidak melihat rido Tuhan
Rido Tuhan hanya hayalan
Iming-iming nasehat iman
SOTOy-ONTAy-DUNGUy
Desember 10th, 2011 pada 16:43
Tio / OP (oprator lpangan)@
Kang Tio/OP makan dulu uda sore,puisinya dilanjut nanti aja lgi,
jangan lupa,tanggal muda waktunya gajian !!!!!!!
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 14:14
lanjut aja kang Tio…..hehe
puisi mu menyentuh ‘pengelola hati……..haha haha
dharmono raharjo
Desember 13th, 2011 pada 04:32
manusia dongo..yang makin hari tambah dongo aja..wkwkwkwkw
Dewi
Desember 8th, 2011 pada 20:29
@ Ijogading,
Selamat malem, maaf agak lama nggak muncul, udah seminggu ini notebook saya vga dan isinya sedikit bermasalah jadi harus di install ulang, maklum notebook ‘butut’, tapi kadang saya masih membaca komment teman2 dari warnet. Dan sekarang sebenarnya belum fix, tapi yang penting masih bisa buat nulis/ ngetik aja, aku udah seneng, maklum ini hiburanku satu2nya, basically I`m a homy person…
Thanks so much for your si-mala-kama tenses, it`s so beautiful and meaningfull but i`m still trying to digest your/ this sentence for the sake of my past-present-future in life.
@ Baok,
Terima kasih atas undangan untuk les privatnya, kayaknya exciting sekali, kalau perlu kita bolos 7 hari nostop siang dan malam… tapi kok, ketemunya di pengkolan?… jangan2 kang Baok ini supir ojek kali ya?… aduh, nggak kuat deh.
*nggak kuat tarikannya maaaang…
@ Widodo,
Dik widodo, yuswo njenengan bbrp th lebih mudah dari saya, ngapunten, ini saya link an ke web primbon tentang arti hari kelahiran njenengan, sumonggo dipun pirsani…
http://www.primbon.com/horoskop.php?nama=widodo&tgl=26&bln=5&thn=1980&submit=Submit!
Salam manis,
Dewi
ijogading
Desember 9th, 2011 pada 08:09
perEMPUan
@dewi
You is my little Saraswati..
Kita harus berterimakasih atas kemajuan teknologi hi-tech terutama dibidang transformasi dan informasi energi, berupa computer yg kita pegang.
Kita tidak harus bersusah payah belajar telepati untuk berkomunikasi dg sesama, pun jua oleh itu dapat banyak ilmu didunia ini. Sulit mengungkapkan kepada siapa semestinya saya berterimakasih yg paling dalam…, kecuali kepada Saraswati.. Ibu ilmu Pengetahuan..
Apakah Ibu itu perEMPUan.?
Seperti kita harus mengatakan Ibu Pertiwi..
Kita disebut pintar atau bodoh atau hidup orang itu penuh dogma.., itu semua semua dari pengetahuan.
Yg jelas semakin picik manusia maka mereka disebut bodoh…
Kita hidup dlm kesepakatan makna bahasa..
Seperti kata “berkah” saya tidak harus tertawa apalagi menghina seorang anak ANAK KECIL yg BELUM BERPENGETAHUAN untuk menengadahkan tangan dg mata sedikit terpejam dg mantra ayat :
oh tuhan yang besar..
jauhkanlah hamba dari godaan setan terkutuk.!
(hehehe..ini doa atau kutukan, kalau berdoa kenapa mengutuk.!)
Berkah itu anugrah..
Itu adalah rasa terimakasih..
Berkah bukanlah energy yg terbentuk dari luar diri..
Berkah adalah kesadaran diri atas segala hal hidup…
Salam jatidiri.
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 14:19
ijogadung….
kamu kan suka meludah…..untuk apa meludah itu?! hayo jawab!…..huaha haha haha
ilmu baru secentong air, dah berkoar….GAK GAK GAK level….
WONG ALUS
Desember 8th, 2011 pada 20:57
Kangmas Sabda lan sedaya sedulur.. sarujuk kemawon lan monggo sami nastiti lan waspodo, memayu hayuning bawono,ngudi sejatining becik ,rahayu-rahayu kang sami pinanggih,hamarsudi hanggaraning wiwoho,joyo jayaning wijayanti lir ing sambi kolo.matur agunging panuwun…
Widodo
Desember 8th, 2011 pada 21:11
@matur sembah nuwun dhumateng kadhang sedoyo mbulane ketok apik,,ono opo to.??padhang trawangan matur sembah nuwun salam sih katresnan
wohing ranti
Desember 8th, 2011 pada 23:33
Rahayu…
Salam asih katresnan konjuk sedaya kadang ingkang lenggah wonten blog punika.
@mbak Dewi…two thumbs up atas ular-ularnya yang luar biasa, belum tentu orang yang membaca sesuatu hal / pengetahuan bisa menyerap inti sari nya secara utuh dan bisa menjabarkan kembali dengan bhasa yang mudah diterima seperti panjenengan. Sangat bermanfaat dan berguna bagi yang mau nyecep, tapi bagi yang tidak berkenan mungkin cukup diketahui saja tidak harus dicemooh. Matur sembah nuwun.
Sedikit berbagi…
Suatu saat, saya membaca buku mutiara sunnah. Ada satu hal yang membuat hati saya terketuk, ringkasnya, di situ diceritakan bahwa pada saat menjelang meninggal, nabi muhammad sempat berpamitan kepada sahabat-sahabatnya. Sesuatu hal yang membuat saya kagum pada awalnya. Betapa hebatnya orang yang pada saat akan meninggal masih sempat berpamitan dan minta maaf pada orang-orang disekitarnya. Namun suatu ketika, saya sangat terkesan dan jauh lebih heran manakala banyak mendengar dari para teman yang bercerita hal yang sama mengenai proses meninggalnya orang tua atau eyang mereka. Para pinisepuh tersebut seda dengan cara yang sama, bahkan lebih hebat karena mereka sempat memanggil anak cucunya untuk berkumpul disekelilingnya untuk dipamiti dan didoakan agar lebih sejahtera. Setelah pamitan beliau-beliau ini kemudian melipat tangan kemudian menutup mata dan seda.Hebat sekali. Tidak semua orang pada titik akhirnya besok bisa menjalani proses sakaratul maut yang sangat tenang seperti itu. Bukan hanya itu yang membuat saya sangat kagum, justru karena semua pinisepuh yang seda dengan cara yang sempurna [menurut saya] tersebut semuanya penganut kejawen yang menurut teman-teman saya beliau-beliau ini tidak mengenal sholat atau masjid.
Sempat saya tanyakan kepada para kadang, kemanakah mereka setelah mati? masuk surgakah ? atau nerakakah ? jawabannya juga nyaris sama, bahwa setelah meninggal orang tidak kemana – mana kecuali kembali ke ngarsane Gusti sehingga tidak akan merasakan apa-apa kecuali nikmat, bahwasanya mati adalah “nikMAT sing sejaTI”, sehingga tidak ada yang pengin kembali ke dunia ini. Nyatanya, setiap bayi yang baru lahir pasti menangis, tidak ada yang tertawa. Hal itu disebabkan bayi tersebut kecewa dilahirkan kembali ke dunia yang mana penuh dengan kesulitan, percekcokan, sakit, sengsara, bencana dll.
Mulai saat itulah saya seperti orang yang baru tersadar dari hipnotis, bahwa ajaran leluhur yang dulunya tidak saya kenal, bahkan sempat saya remehkan ternyata sangat luar biasa. Sangat sesuai dengan perjalanan hidup yang harus dijalani semua orang mulai lahir sampai mati…
@Kakangmas Widodo, sedaya namung sawang sinawang mas. Panjenengan ngrumaosi sarwo kirang lan wirang amargi boten gadhah, mbok menawi panci niku lampahipun panjenengan. Langkung saenipun dipun sukuri kemawon. Amargi [nyuwun agungipun pangapunten] kawula malah nglampahi kosok baline panjenengan senaoso boten “sangat kaya raya”, ndilalah kula dipun paringi Gusti kahanan ingkang cekap lan jabatan sae. Nanging, jabatan kula tegasaken, sanes nikmat. Sepindah malih, sedaya niki namung sawang sinawang kemawon. Goda lan coba ingkang ngganggu boten kirang kathahe, gampil sanget ngrusak paugeran ingkang sampun kula cepeng utawi dados gampil mrucut menawi ngantos kepilut goda utawi coba. Napa malih goda ingkang sekeca [artho, wanita dll] meh saben minggu mesti mampir teng kantor kula. paribasane, upami kula petinju, wongsal wangsul dijotosi musuh. Pertahanan kula namung double cover kalian kelincahan kaki. Dereng malih goda ingkang boten sekeca, iri drengki, srei lsp ugi boten kirang kathahe. Ananging untunge kula sampun nyepeng paugeran kados kejawen ingkang saget di pun dadosaken cepengan kagem nglampahi pedamelan saben dinten kanthi prinsip “Memayu hayuning bawana, memayu hayuning kahanan lan memayu hayuning pedamelan”.
Mugi atur kula ingkang cekak aos punika saget dados kaca benggala kagem anglampahi gesang ingkang kahananipun sarwo ruwet tur tasik kirang temata…
Menawi wonten tembung lan ukara ingkang lepat, kirang pantes utawi kirang sekeca dipun raosaken datheng manah sederek sedaya, kula nyuwun agungipun samudra pangapunten. Matur sembah nuwun.
Rahayu…Rahayu…Rahayu…_/l\_
Widodo
Desember 9th, 2011 pada 00:55
JAMAN WIS WOLAK WALIK WONG WADON WIS WANI MADONI WONGLANANG PIYE KUWI..??-DI PIKIR LE ! PIYE ANGGONMU DIDIK WONG SAK BUONO !?NAK ANGGER NGOMONG GAMPANG AE CAS CIS CUS SING PENTING DUWIT..DUWIT..DUWIT ORA ONO LIYANE KEJOBO DUWIT PIYE IKI KOK PODO SALAH KAPRAH–OJO PODHO NGENYEK WONG KERE ! KANDAKNO KARO KANCA KANCAMU OJO DO PODHO DOLANAN KAJIMAN MBLUSAK MBLUSUK KOYO MALING NGON OMAHE DEWF
Dalbo
Desember 9th, 2011 pada 09:19
Nuwun sewu…
@ Sdr Widodo..
Maaf sebelumnya, dari tulisan njenengan yg ini sy merasakan sebuah expresi kefrustrasian anda, karena merasa sebagai orang miskin (material) juga tulisan anda sebelumnya, sy setuju dg apa yg Sdr Wohing Ranti katakan, bahwa semua itu sawang sinawang. saya juga mengalami hidup serba kekurangan, jadi sy juga tahu rasa betapa frustrasinya. karena ini menyangkut perasaan, jadi semua ini tergantung pada sikap, maksud sy semua perasaan senang, susah, frustrasi, exited, cemas, dll itu bisa di rubah dg Sikap. dalam setiap situasi apapun selalu ada dua sisi, kekurangan dan kelebihan, kekuatan dan kelemahan positive dan negative dllnya demikian pula situasi anda, nah..disini terserah anda mau fokuskan di sisi yg mana? kalau anda berfokus pada sisi negativenya, percayalah rasa kefrustrasian itu akan bertambah parah, dan sy yakin Tuhan pun tidak peduli walaupun beliau Maha Tahu. “Tuhan menolong orang2 yg mau menolong dirinya sendiri”
Anda lahir di thn 1980, berarti umur anda masih 30th, ya belum tua masih punya waktu separuh hidup rata2 umur Manusia modern. jadi saran saya manfaatkanlah sisa umur ini dg bersikap yg positive, salah satu formula yg ampuh yg saya pakai adalah three in one yaitu ” berfikir, berkata dan berbuat yg positive’ formula ini gratis dan tidak terkena sangsi apa apa, sy tahu tidak segampang begitu sj… well, tapi ini terserah anda juga, hidup ini pilihan kok…
Saya pribadi mensikapi Hidup ini adalah Soal, bukan cobaan ataupun hukuman apalagi Asap ehh azab..jadi kita musti mnyelesaikan soal itu dg sebaik2nya karena ini ada sangkut pautnya dg Karma Phala jadi di sisni jelas menolak takdir atao nasib.
ehhmm dehem,batuk sedikit,,,
ngomong2 soal kekurangan disini ada yg lebih parah dari Anda yaitu sdri kita tercinta Dewi Murni (Sorry sis.. I need to do this) saya tahu Dewi, sy dah pernah ketemu dan mampir di rumahnya dan sharing cerita kehidupan keluarga, misi, visi dllnya,sampai dua hari…( Ehh ngapain aja ya dua hari..he.he.he kik kuk.kik ..kukkk…)
ok kembali ke..thukul….
Dari sisi ekonomi Dewi termasuk yg kurang beruntung juga dia sdh terpaksa harus bekerja mencari nafkah tuk membantu Ortunya sejak kecil, dan sampai sksrng pun, tapi semangat hidupnya Dewi tak kunjung padam, bahkan cita2 luhurnya untuk andil ikut membangun Nusantara ini agar bangkit lagi.
Masih ada lagi kekurangan2 Dewi, namun tt sj bukan wewenang sy untuk menjelaskan di blog ini, yg ingin sy garis bawahi yaitu “sikap” Dewi yg positive itu, saya bener2 salud, sayapun merasa malu kalu membandingkan kepositivan Dewi dg saya sendiri.
O.K Mas Widodo..saya mohon maaf kalau terasa sedikit keras dlm tulisan saya. ini sy lakukan semata2 karena kepedulian sy sebagai saudara di blog ini, sekalilagi maaf.
Asah asih asuh.
Dalbo with love
baok
Desember 9th, 2011 pada 11:00
@ dalbo…salam oi
di ruang sebelah ada kerbau petani ya?
WALAU KERBAU KU BUKAN HARIMAU…TETAPI IA BISA SEPERTI HARIMAU
kalau kita sedang tidur, dan tiba-tiba saja terbangun, karena hidung kita terkena kumis harimau…munkin saja kita akan lari, tetapi bayiku tidak…bukan bayiku belum bisa berlari,
aku percaya….
bayiku tak akan pernah berpikir bahwa harimau itu jahat, bayiku menarik-narik kumis dan memukul-mukul mulut harimau….
harimau malah membelikan bayiku mainan…bayiku menjadi bayi harimau…bayi harimau anak petani…
seperti sanca melilit kerbau….lantas agamanya..?
mas dalbo masih suka disco?
katanya ada gaek-gaek mau jingkrak-jingkrak ajojing (kantata barock) di GBK 31 ini, mau ikut disco?
_____
@ guru dewi.
ternyata menurut penelitian fir’aun ga ada hubungan dan bau-baunya sama sekali dengan gayut ya…kirain mang ‘aun yang orang legok hangseur teh (pinjem istilah kang tembayat) itu firaun yang lagi wajib militer…kwekkekkk..kek…sambil guling-guling di tanah..(si-saya kali ini niru-niru gayanya Mam’i Oma Di kalo lagi tepingkal…wah saya jadi utang $200 gara-gara ngintip tulisannya….mami oma…salam)
bu guru…lagi kecil si-baok suka di ledek temen-temen dengan sebutan BINATANG PURBA….
kirain ini juga ada hubungannya dengan piramida yang lagi di ribut kan sekarang yang di anggap peninggalan masa purba…
sangking malunya sampai si-baok mewek terkewer-kewer di celana pulang ke rumah…
kadang-kadang (tidak semuanya lho)…nama orang di belakangnya suka di tambahin embel-embel nama bapaknya….
kebetulan nama bapaku ATANG PURBA….
entah si-juru tulis desa waktu ngedata ngantuk…entah rasa humor dia tinggi, entah bercanda…entahlah…
yang jelas nama ku kini di akte jadi —BAOK BINATANG PURBA—
jangan dianggap.he.he.he…
______
@mas sabda, mas ijo gading, mas tembayat, mas RD,mas widodo,mas cah pati, mas ngabehi, mas bayangan, mas mahatma, mas dalbo,bu guru, gus supri, mas wohing ranti, mas anti kafir, akang RP, akang yang tidak o’on, mas sen karna, mas tanwaskita, mas Js…mas wonso…pokonamah semuanya lah…salam hormat, si-baok borokokok belajar dari mas-mas semua…
…
nuhun.
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 14:28
BAGUS MAS…..BAGUS…..HEHE
jayadi
Desember 9th, 2011 pada 01:31
Rahayu..
salam hangat kpd poro sedulur disini.kangmas sabda,jeng dewi,kangmas tembayat,kangmas bayangan, kangmas rd,kangmas anti kafir. sungguh menyenangkan bisa berada ditengah2 kalian semua.walau slalu ada pro &kontra dalam cangkrukan bareng disini.namun selalu ada kedamaian yang terasa mengalir dari stiap kata.kalimat2 yg penuh makna akan selalu memurnikan kembali akal dan pikiran yang telah lama terkontaminasi oleh dogma sosial dan moral yang tercipta dan sengaja diciptakan sejak lahir tanpa ada pilihan.salut buat kangmas sabda yang telah menciptakan ruang cangkrukan ini.setiap kalimat yang tersampaikan disini akan memurnikan jika kita memiliki jiwa yang jernih dalam memandang setiap kalimat yang mengalir deras di ruang ini.terimakasih kepada para sesepuh yang telah dengan bijaknya memberi petuah2 agung penyejuk jiwa.walau harus berkontra.namun setiap pro dan kontra itulah keharmonisan cangkrukan ini terbentuk kuat.menjadi pilar2 kekuatan bagi bangkitnya kembali kekuatan nusantara yang telah lama tersimpan dan tak tersentuh oleh karna telah terkontaminasi budaya luar.
komentar ini mungkin tak berarti namun cukuplah bagi hati ini memuaskan kerinduan akan harmonisasi kehidupan yang telah lama hilang.setelah sekian lama hanya membaca dan meresapi semua obrolan di warung cangkrukan ini.sepertinya cangkrukan ini akan lebih mantap jika dihidangkan secangkir kopi tubruk dan sebatang rokok djarum coklat hehehehe….monggo dilanjutaken obrolannya….diriku yang masih bocah ini akan trus menyimak.salam hangat… dari pulau bangka.
jayadi
Desember 9th, 2011 pada 07:02
selamat pagi poro dulur..
selamat mengawali hari ini dengan sentuhan kesejukan udara pagi dan hangatnya cahya batara surya memberi kekuatan bagi para pengelana utk mencapai tujuannya hari ini.di sudut warung kopi yang telah ramai oleh penikmat kopi sejati saya coba utk pancarkan energi kedamaian dari pulau belitong.semoga poro sepuh bisa menangkap energi dan pesan dari leluhur pulau purba ini.salam
LAWAN KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 14:25
mas tukang COPy atw tukang ‘KOPi……….haha
jayadi
Desember 14th, 2011 pada 17:35
saya hanya penikmat kopi biasa saja kang..menikmati secangkir kopi sambil nonton wayang dipanggung sabdalangit hehehe
tembayatjapahit
Desember 9th, 2011 pada 09:24
@JS
Kang JS,bagaimana apa masih mriang,kalau mriang pijit aja nanti juga adem…..
mengenai seruling ternyata milik Sri Rama,fungsinya kayaknya nanti bila pada saatnya tiba,saya sdh diberi gambaran,jujur saya jadi ngeri and takut.Saya hanyalah manusia biasa yg tak lepas dari segala kelemahan,pada saatnya nanti keangkaramurkaan(Gelembung Rahwana ) akan menginfeksi manusia2 yg lemah imannya.Setelah 41 hari yg pernah saya sampaikan,jembatan kukar,gunung gamalama,gunung marapi dll .entah apalagi.Mungkin itu belum seberapa dibandingkan nanti.
Apa yang kang JS ceritakan tentang jembatan kukar oleh anak kang JS itu memang benar adanya,bebrapa hari lalu dalam gambar dimunculkan juga dua sosok besar kembar bertanduk,rupa-rupanya merekalah yang selama ini berkuasa atas tempat itu.Mereka tidak puas (mungkin atas perjanjian dg manusia),barangkali ada hal yg belum dipenuhi.
Sungguh dibutuhkan keiklasan dalam rangka menata nusantara,yang empunya “Gawe” tak mau para pendampingnya hanya dipenuhi keinginan guna memuaskan diri,kelompok atau yang lain.
Ketika Ajisaka,syeh Subakir dll,mereka hanya membuat tirai agar mereka tidak merangsek mengganggu manusia,tapi jin,siluman,demit bekasaan itu hanya tersingkir ke bukit,gunung,hutan dan pantai dll.
Kang JS ,ibarat Pangeran Diponegoro sekuat apapun mengusir compeny,tapi rakyat Nusantara masih suka jadi antek Compeny,maka susah pula memilahnya,nantinya yang punya gawe pun akan mengalami hal yang mirip karena banyak manusia(mungkin pejabat,pebisnis,dll) bersekutu atau minta bantuan sosok2 halus guna menggoalkan cita-citanya.
Inilah sebab para sepuh pernah bilang aku tak mau ikut/cawe-cawe keadaan ini,karena para cucu sudah pada nggugu karepe dewe,mung golek senenge dewe. mengumbar hawa nafsu memuaskan segala keinginan.Bagaimana tidak yang namanya mencuri milik orang lain sudah menjadi budaya,tak punya malu/penyesalan tapi malah bangga..lho iki kepiye tooo……..
JS
Desember 9th, 2011 pada 10:24
Salam Mas Tembayat……..salam juga untuk poro Pinisepuh….
Nanti saya tulis di blog Aki Gendeng Banget soal itu…..Rumah kahyangan ini meskipun banyak AC tapi suasananya sedikit gerah………nuwun
Tio
Desember 9th, 2011 pada 11:05
Sugeng enjang sedulur sedoyo ingkang dipun paringi kawilujengan.
————————————————————————————-
Arti dari pada semuwah ciptaan Alloh yang baik dan yang buruk agar menjadi bahan tuntunan kepada jalan yang positip ples positip hidup. Adapun bagi yang memang sudah asyik di kehidupan yang penuh dusta dan geguyon ya pada-pada bae ojo make ini itu.
Soalnyah susah selain punya tiga 1. Rasa 2. Merasa 3. Rumasa.
Inih pun bisa di salah arti seperti halnyah : Iman , Islam , Ihsan
Seperti halnya juga : Negara , Pancasila , Agama
Mentak orang menghayal Wali songo ampe mampus juga ora neme selain dongeng ibarat wayang sebisa-bisa dalang dowang! Turun temurun tanpa berusaha untuk merubah ya ora kerubah-rubah! Ampe pada mampus alias koit . isdeet cooyy
Udah lah manusia
Saatnyah sadar jiwa
Jangan terus2an bersandiwara
Dalam soal sorga dan naroka
-
Ituh semuwah bukan duga
Bukan ngira-ngira baca
Tapi usaha iman taqwa
Dengan taklit beranak tangga
-
Alloh jangan cuman nama
Di puja di bangga-bangga
Tetapi ahlak malah gila
Menyalah guna segala cara
-
Alloh itu sebuah nama
Yang ada wujud ada
Ezat yang suci yang muliya
Saking muliya sampai nowa
-
Nowa kalau Cuma bicara
Nyebut Alloh tapi dusta
Nyebut Tuhan malah muja
Pagimanah kaga mao nowa
-
Curiga pasti dapet cilaka
Membela pasti dapet pahla
Itulah semboyan iman taqwa
Menyikapannyah hanya rumasa
-
Tapi bukan putus asa
Sebab banyak orang rumasa
Malah jadi putus asa
Jin iblis begituh rupa
-
Anak zaddah kalau manusa
Nikah tida esah tida rumasa
Bersalah tidas rumasa berdosa
Jadi jin iblis menyatu raga
-
Hidupnya gede laga gaya
Emosi napsu ambisi kaya raya
Pangkat turunan di puja-puja
Merasa rosul sudah bela
-
Merasa tida rumasa raga
Tiada daya tiada upaya
Diatas ada ada yang lebih ada
Yaituh Alloh yang hak punya
-
Punya segala cara kebisa
Sulit di duga-duga manusa
Selain di aji baca tanya
Uji diri kita sampai jumpa.
Senopati Karna
Desember 9th, 2011 pada 18:41
‘@mas sabda, mas ijo gading, mas tembayat, mas RD,mas widodo,mas cah pati, mas ngabehi, mas bayangan, mas mahatma, mas dalbo,bu guru, gus supri, mas wohing ranti, mas anti kafir, akang RP, akang yang tidak o’on, mas sen karna, mas tanwaskita, mas Js…mas wonso…pokonamah semuanya lah…salam hormat, si-baok borokokok belajar dari mas-mas semua……nuhun’
@ Akang Baok,
Kumaha ? (-: Kita semua sedang belajar di ‘universitas terbuka’ Sabdalangit ini. Sama saja, saya juga banyak belajar dari anda, dari semua di sini. Hormat : Ini mungkin kata kuncinya … Hatur nuhun.
blonthang
Desember 9th, 2011 pada 20:11
Salam sejahtera bg kita semua
Wah Ki Sabda terus eksis mengamati gejala alam ya…
Sy baru tahu kalo runtuhnya jembatan di Kukar itu ternyata sehari menjelang tahun baru 1 Sura…
di barat saat ini sedang mulai tren metode integrated knowlledge information
barangkali sama dengan kita-kita di sini ya.. memadukan pengetahuan (sosial, alam, kultural, spiritual dll) menjadi sebuah informasi yang memiliki niat dan tujuan baik.
Kata kuncinya, niat dan tujuan yang baik. Sederhana sekali.
semoga blog ini bisa menjadi pencerah bagi semuanya yang merasa selaras dengan niat baik blog ini. suwun…
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 14:40
blonthang….
kalo cuma gitu doank sih gampang…..tinggal ‘cocokin ke kalendar primbon….hahahaha
‘for next’ donk……kayak Oon buat script…….huahaha haha
Widodo
Desember 9th, 2011 pada 21:53
KEPADA SELURUH PEMBACA DAN PARA PINISEPUH SEMUA IJINKAN SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK PS DAN BAPAK IN YANG JUMENENG DADI SATRIYO PAMBUKANING GAPURA MENJADI RI1 DAN RI2 MENUJU SEJATINING NUSWANTARA GEMAH RIPAH LOH JINAWI TATA TITI TENTREM MULYO SENTOSA LAN RAHARJA WILUJENG RAHAYU KANG TANSAH TINEMU BONDO LAN BEJO KANG TEKO SLUMAN SLUMUN SLAMET SAK KABEHANE SEDOYO SAKING KERSANING GUSTI MATUR SEMBAH NUWUN TUK SEMUANYA BANGUNLAH JIWANYA BANGUNLAH RAGANYA UNTUK KEJAYAAN NUSWANTARA MERDEKA LANGGENG TAN KENO OWAH GINGSIR JAYALAH NEGRIKU JAYALAH BANGSAKU UNTUK KEJAYAAN NUSWANTARA BYAR GEMEBYAR KOYO KEMBANG API TAHUN BARU LANGGENG TAN KENO OWAH GINGSIR SABDA PANDITA RATUNING NUSWANTARA LANGGENG TAN KENO OWAH GINGSIR 17 PITULUNGAN LAN KAWELASANING GUSTI MATUR SEMBAH NUWUN SALAM SIH KATRESNAN
-bejo-
Desember 10th, 2011 pada 09:28
@kangmas widodo
rahayu mas…nyuwun sewu mas, kalo boleh tahu ini informasi dari mana njih, pemilu saja masih jauh ko sudah bisa memberikan ucapan selamat kepada beliau-beliau itu, apa ini sudah pasti mas? nyuwun pitedahipun dari saya yang cubluk ini, nuwun
tanwaskita
Desember 10th, 2011 pada 17:30
@Mas Widodo,
Grubyakk, saya kira ini murni blog … kejawen ?! Jebulnya … ada (partai) politiknya ? Bingung saya … Mudah2 an saya keliru.
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 15:39
DILANJUT MAS….CAPITAL BLOCK NYA…..HEHE
Wongsorejo
Desember 10th, 2011 pada 04:27
kejawen adalah ilmu rasa, tak usah dihubungkan dengan abenua atlantis yang masih samar-2, segalanya harus dirasakan sendiri, dibuktikan sendiri, semua orang tak usah dibuktikan pasti tahu tidak usah pakai beriman segala kita punya rasa atau perasaan di kedalaman diri, ini kenyataan bukan khayalan dan mengaku-aku pencipta dan benci sekali terhadap manusia yang tak mau menyembahnya di neraka bakal dicekoki air nanah katanya lho……katanya, rasa sejati adalah rasa yang sudah merdeka terlepas dari ketertarikan tubuh/ wadag/pakaiannya ruh dari gumebyar keduniawian bersih dari ajaran2 dogma2 dan doktrin2 sudah nol kosong, rasa sejati ada didalam hati nurani yang sudah bagus atau baiksekali disebut gusti, ruh dzat atau gusti bagusing ati rasa sejati ini ibarat air ada dimana-mana tetapi hakekatnya adalah samudera, hakekat samudra adalah tenang tentram dan damai sifat dasar orang jawa, beda dengan yahudi dan saudaranya yang sifat dasarnya penipu tahu kan israel alias yakub, yakub itu artinya penipu, ombak, gelombang riak2 ada karena ada angin, angin mengalir karena ada perbedaan tekanan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, jadi ombak sebenarnya tidak punya keberadaan, begitu pula ruh manusia kembalinya harus ke samudera ruh yang tunggal tidak masih menjadi ombak atau arwah dan dikumpulkan di padang mashar ini adalah tafsir yang masih cetek, makanya mereka suka berkumpul, didunia dikumpulkan seperti di tv uyuk-uyukan di padang pasir, dari indonesia tumbalnya hampir 500 orang belum dari negara lain
kejahatan, azab, iblis juga tidak punya keberadaan karena awalnya ingsun menjelma menjadi kehidupan melihat bahwa sungguh semuanya amat baik, sebagai contoh memotong pada dirinya sendiri adalah baik, sebuah pisau yang tajam untuk membuktikan ketajamannya dipakai memotong batang pohon dengan sekali tebas, tetapi bagi batang pohon munculah kejahatan wong tidak salah kok dipotong, jadi kejahatan hanyalah hubungan antara nama-2 yang berlawanan, gunung meletus adalah proses bumi mencari keseimbangan yang baru salah sendiri manusia hidup disekitar gunung yang memang sangat subur, banjir adalah air yang melimpah ingin kembali keasalnya yaitu samudera, salah sendiri kalau manusia memancang terucuk bambu dan menguruk tepian sungai berdesak-desakan membangun rumah kumuh karena murah, jadi hanya kebaikanlah yang punya keberadaan
kejawen adalah matur sendiri secara langsung kepada gustinya, tidak melalui jembatan atau perantara atau calo2 seperti jibril dan nabi-2 makanya jembatan kawulo gusti yang maha dan kamu mahakam-u diruntuhkan, perantara/ jembatan tidak diperlukan lagi
MIMPI OWH MIMPI
Desember 10th, 2011 pada 10:04
Wongsorejo @
ini kenyataan bukan khayalan dan mengaku-aku pencipta dan benci sekali terhadap manusia yang tak mau menyembahnya di neraka bakal dicekoki air nanah katanya lho……katanya, rasa sejati adalah rasa yang sudah merdeka terlepas dari ketertarikan tubuh/ wadag/pakaiannya ruh dari gumebyar keduniawian bersih dari ajaran2 dogma2 dan doktrin2 sudah nol kosong,
___________________________________________
SETUJU 1000% Buin……… batu..batu…batuuu…kata si pipin
Ada sebuah cerita di tahun sebelum “KEMERDEKAAN” dari seorang teman yang punya teman bercerita ke teman dari temannya yang lain :
KONTENT/ISI CERITA TERLARANG BAGI YANG BERPIKIRAN DANGKAL
“Kesamaan tempat,nama,waktu dan atau alur cerita adalah (sedikit) bukan kesengajaan”
Suatu masa ketika Teman itu/si Dia bertapa disebuah Goa di sebuah gunung
karena arena frustassi ktekanan hidup yang tiada tara sehingga menyuburkan kebencian yang sangat dalam kepada alam lingkungan yang dia rasa sangat tidak adil pada hidup’nya,
Dengan kegigihan dan dibarengi dorongan kebencian yang amat kuat………………..,
ia memohon dan memohon dengan segala upaya dan (hampir) tidak peduli lagi pada kematianya……
Di hari yang dia anggap keberuntunganya muncullah Penguasa gunung berbentuk raksasa tinggi besar berwarna hijau (HULK
) dan memelototinya dengan matanya yang sebesar Lapangan sepak bola..( bayangin aja sebesar apa tubuhnya )
Raksasa tetap berusaha menakut-nakutinya supaya pergi dari gunung yang jadi kekuasaanya itu….tapi dia sama sekali tidak ada reaksi/bergeming (mungkin karena dia sedang tenggelam dalam kedukaan yang mendalam,hingga lupa pada sekitarnya)
Ataukah dia berusaha sebisa mungkin menahan rasa takut sambil membanding-bandingkan dengan penderitaan hidup yang di alaminya ( keadaan ini masih menjadi bahan kontroversi diantara temanya si teman sampai detik ini )
ia tetap Diam…..dan Diam……..saking BeTenya sang raksasa…..putar otaklah dia bagaimana supaya orang itu pergi dari gunungnya….(karena dia tdk bisa menyentuhnya/manusia)
….#@#$%@7$@%$@&…….bang……Dapat…..sang raksasa dapat ide,…..
….dengan kesaktianya dan elmu merubah wujud….berubahlah dia menjadi seorang malaikat bersinar-sinar…..lalu dia mulai berbicara halus sedikit agak serak-serak basah ( mungkin suara seraknya karena asalnya muasalnya raksasa : red )…..
si Dia membuka mata perlahan dengan tatapan mata kosong…siapakah kamu : ujarnya :
R = Raksasa
Dia = temannya teman saya yang diceritakan ke temannya yang lain
R : Aku adalah malaikat Anu ( diterjmahkan olh red : kemungkinan Anu itu singkatan dr Anumertha/Malaikat pensiunan)
Dia : Aku tidak Percaya
(si dia termasuk orang yang cerdas namun tidak mengenal dunia ghaib sebelumnya,hanya sering mendengar banyak cerita tetangga-tetangganya di posko siskamling saat giliran Ronda)
R : Baiklah…..(karena raksasa ini sudah jengkel abez,dengan segala cara dia berusaha meyakinkan si dia supaya cepet pergi)
……..”apa yang bisa membuatmu percaya”….
Dia : Aku ingin kaya dan Di muliakan
R :…..(malaikat berfikir sambil garuk-garuk pantat…mencari apa yg kira-kira bisa untuk membuktikan ke si Dia)………(hening)……..(bingung)…….(lalu malaikat bekas raksasa berkata lagi)…….Sekarang pulanglah…kembalilah kamu pada tanggal sekian sekian sekian…(hari waktu dan tanggal tdk disebutkan krn rahasia/classified/akal-akalan malaikat jadi-jadian)
si Dia Pulang kerumahnya…
Sepulangnya si Dia…raksasa mendapat kesempatan memikirkan sebuah rencana untuk si Dia….Hmmmmm….akan tetapi kalau dipikir-pikir…..bukankah enak menjadi BOSS besar manusia…BANG….bener juga ya……pinter juga si aku ini:gumanyan….
…lalu mulailah si malaikat menyusun strategi dengan Rencana besarnya….dia mulai menulis Working plan….dan step step yang akan dilakukan tahap demi tahap untuk mengikat manusia/rencana Gemilang menjadi Boss manusia,
dia menyusun kata-kata dan doa-doa dari pengalamanya mencuri dengar ketika manusia berbicara tentang tuhan selama ribuan tahun…..dan seterusnya……
Singkat cerita…sampailah pada hari yang dijanjikan…….si malaikat melancarkan aksinya dengan dada membusung dan penuh wibawa…dia bercerita tentang dongeng-dongeng tentang Nabi-nabi dan keghaiban hingga tentang alam-alam setelah kematian……dan karena kesaktian malaikat pensiunan Raksasa yang naik pangkat percepatan career dari Tuhan…..
dia Mulai menunjukkan sebuah alam yang berdasarkan Rekaan dengan kesaktian yang dimilikinya…melalui visualisasi nyata kepada si-Dia…dan si Dia percaya setengah mampus oleh karena kurangnya pengalaman dus keluguanya…..
Maka jadilah dengan ini jadilah si Dia Agen si malaikat…dan seterusnya…menyebarkan perintah si Malaikat Anu Exz Hulk kepada pegawai-pegawainya di banyak perusahaan-perusahaan yang dia miliki setelah menjalankan semua perintah malaikat yang sudah di setting secara cermat oleh malaikat Anu itu….
Seiring berjalanya Waktu….
Karena kenyamanan yangsudah Ia miliki dan Oleh sebab Rasa takutnya sendiri akan kehilangan semua kekayaan dan kekuasaan plus kemaha muliaan’nya itu
…..Dengan ini si Doel anak perusahaan…eh salah…si Dia mulai memberlakukan aturan-aturan yang ketat dengan tangan besi mengebiri kemerdekaan kemerdekaan humanity…termasuk pemaksaan dan pembunuhan bagi para pegawainya/pengikut kegelapan/Malaikat Anu/Raksasa Sakti dg percepatan career
yang mbalelooo…
Demikian cerita teman saya itu saudara-saudara setumpah-darah-setanah-air sebelum KEMERDEKAAN yang aku cintai
mudah-mudahan bermanfaat untuk membuka keheningan di Hati
Merdeka…eh mereka…mereka…
Eling Lan Waspada
Semoga dimudahkan,damai di hati DAMAI DI DUNIA
JS
Desember 10th, 2011 pada 10:19
Selamat pagi untuk Sang Dalang…he he he cerita guyon ” parikeno ” yang membuat kita bisa tersenyum aneh…nuwun ……
MIMPI OWH MIMPI
Desember 10th, 2011 pada 16:24
Kang JS@
Salam kenal Kang
qeqeqeqe….maaf kang…kurang seru ya…..:D
YAH Begitulah Kang JS….Mungkin Kelir ki dalang Kurang Lebar,Gni’nya Redup….hAmpura
Begitulah Keberadaan Dalang Ki,hidup dalam ke’papa’an hanya ditemani lakon dan wayang-wayangnya saja….Bahasaku selalu bahasa Leluhur tanah Jawi…
itu jualah yang membuat penyimak terkadang sulit memahami alur cerita pedalangan…namun semakin dipikirkan semakin lekat di hati tembus kebenak…..buluh perindupun tak urung tumbuh subur berkembang seperti rumput kehujanan…mungkin waktu adalah satu-satunya sahabat sang dalang….hingga Kebenaran tersingkap oleh sebab Alur- lakon masing-masing wayangnya….he he he
becanda koq kang…saya cuman cyber time aja koq…iseng menikmati keindahan blog ini…killing time agar ga bosen,trims
met sore Kang JS
Widodo
Desember 10th, 2011 pada 05:06
Duh gusti bagaimanakah kabar ibu pertiwi…yang langgeng tan keno owah gingsir dunia yang sedang bersolek menata diri tuk menyambut sang ksatria pringondani yang turun ke marcapada tuk ngenepi laku tama JUMENENG SATRIYA PAMBUKANING GAPURA membuka jalan tuk SANG RATU ADIL HERUCAKRA yang akan datang WUS KATON SURYO KANG MENCORONG SOKO BANG BANG WETAN YOIKU SATRIYO PAMBUKANING GAPURA LANGGENG TAN KENO OWAH GINGSIR ! MULAT LAKU JANTRANING BANTALA LAN SAMUDRA
Dewi
Desember 10th, 2011 pada 11:15
@ Ijogading,
Me is little SARASWATI?… aw aw aw…!
Dear, don`t u think it`s just too exagerate for me?… becouse I feel I`m nothing but only just one a ‘single’ drop of her sweet-sanctuary-sweat?… ehmm2…. thanks, mmuuahhh!
@ Dalbo,
He he he… njenengan niki saget mawon ndamel pemirso kik kuk-kik kuk, lha iya, mas dalbo di bali selama 2 hari mengunjungi saudaranya yang ada di kerobokan, mampir ke ubud mau lihat saya untuk berkenalan, eeehh, jebule dewi yang di kahyangan sabdalangit ini kumus2 panampilane, nggak pernah braih/ dandan dan jauh dari kesan cantik layaknya seorang putri atau hapsari.
Tapi memang benar apa kata anak pak JS, orang yang namanya dalbo itu sukanya cengengesan, hanya dengan telpon, sengaja bikin surprise nggak janjian dulu, kalau tahu njenengan mau datang ya saya bisa memasak dulu, untungnya ada pepaya di kebun halaman, saya masak pake irisan bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, cabe, garam dan santan, semuanya di rebus sampai matang, lawuhnya Cuma telur rebus dan kerupuk.
Kalau ingat semua itu rasanya saya hanya ingin tersenyum malu karena tidak bisa nyuguhi apa2… (he he he… kik kuk).
@ Widodo,
Dimas widodo, wonten nopo kok srengit lan curigo kalian wanito, Dik?… menopo serat meniko pitujunipun marang kulo?… yen kulo nggada bab kalepatan, kulo nedhi pangapurane njenengan. Nanging kulo dereng sumerep tumindak lan pangucap lintu kulo,… sumonggo di pun babar ten mriki, supoyo enggal cetho lan padhang bab perkoronipun. Maturnuwun.
@ Baok,
Kang baok, sedih, gembira, puas dan tidak puas dsb hanyalah mind-set saja alias dari pikiran saja, konotasi kata/nama purba tak selamanya hina, pur menurut kosakata pada umumnya berarti yang pertama atau yang utama, ada nama purnama, purwa, purwati dsb, lalu berkembang menjadi kata purba, tergantung dari segi mana kita memandang, menilai dan menghayati arti kata purba itu, kalau menurut saya, kata purba itu suatu yang authentic, yang langka, yang agung dan yang unik, misal: ramona purba-nama orang, purbajati-nama rapal mantra, purbalingga-nama kota, dan purba juga bisa berarti klan/marga.
Jangan takut dan malu kang baok, budaya bangsa kita ini memang kaya akan kosakata, di saat bangsa lain masih belajar mencerna kata2, bangsa nenek moyang sudah menemukan formula kata2 untuk berbagai kalangan dan keperluan, misal bahasa kawula: kromo, ngoko, dsb, bahasa spiritual: puisi, mantra, macapatan,dsb, bahasa pergaulan : punakawan, seniman dsb.
Jadi, kalau nenek moyang kita di katakan ‘manusia purba’ kira2 artinya apa ya?… tidak lain tidak bukan adalah bangsa leluhur yang memiliki keutamaan dalam berpikir di kehidupan, berkreasi mencipta seni berbudaya dan bercipta rahsa dalam jagad keTuhanan.
@ Wongsorejo,
Baiklah kangmas, saya menyimak kata2 pannjenengan… apakah itu dari pendapat pribadi njenengan atau ‘petuah’ dari SP?… mongo dipun lanjut, maturnuwun.
@ Jayadi,
Maturnuwun lan salam kenal pak jayadi, selamat menikmati deretan warung kopinya dengan pemandangan hamparan lautnya yang tiada bertepi. Konon pulaunya ini sangat indah oleh karena keindahan alamnya yanag masih alami hingga di juluki pulau ‘belitung’ yang dulunya bernama ‘belitong’ alias ibaratnya ‘bali sepotong’. Salam buat pulau warga belitung dan keluarga pak jayadi pada khususnya.
@ Wohing ranti,
Maturnuwun kangmas atas apresiasi dan pujiannya, tapi saya nggak pernah mengeluarkan ular2 saya kok… (??), tahu saja kalau saya ini ratunya ular… he he he…, saya masih belajar berkomentar, Di mana dalam menulis saya juga menyertakan rasa dan pemikiran saya dalam menyelami benua samudra ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini. Mohon kangmas juga tidak segan2 untuk memberi saya masukan dan kritikan. Maturnuwun.
@ Indrabayu,
Nggih maturnuwun Dimas Indrabayu, saya juga masih belajar, kulo sanes guru, namung murid sing tansah ngangsu kaweruh ten blog kahyangan mriki. Ehmm2, yen tasik dereng genep akil balikh…, menopo njenengan niki tasik puber?… puber pertama, ke-2, ke-3 nopo ke-4?… he he he… kik kuk.
@ Seruling Bisu, Wayn Arcana, Mimpi Owh Mimpi, Mami Omah Di, dsb,
Terima kasih dan salam kenal, saya beberapa hari ini selalu menyimak tulisan njenengan, tulisan njenengan memberi nuansa baru di kahyangan ini. Nuwun sewu, menopo niki mas nopo mbak?… di ruang sebelah (magnitis, ngahiyang dsb) njenengan bilang masih virgin sambil ketawa-ketiwi…, bisanya yang suka ngaku2 masih virgin itu namung cuman tiyang jaler alias lelaki aja… he he he… !
@ O`on,
Monsieur, aide-moi, kalau monitor vga pada notebook rusak, layar bergaris2 jadi nggak bisa lihat gambar/photo dengan jelas, Cuma bisa buat nulis aja di microsoft wordnya, di install ke mana? Kalau di bawa ke toko tempat pembelian nggak mungkin bisa karena notanya sudah nggak ada dan masa garansi udah habis. kayaknya salesnya nggak mau nerima walaupun saya bersediah untuk bayar. Sedang tukang servis komputer hanya bisa install isi dan menunya aja, sedang urusan dalemannya, mereka nggak punya softwarenya kalau nggak dari pabriknya. Jadi bingung harus di bawa kemana kalau notebook rusak. Thanks.
Salam kasih lan katresnan,
Dewi
O'on
Desember 10th, 2011 pada 17:27
kalau MONITOR VGA pada notebook rusak, layar bergaris2 jadi nggak bisa lihat gambar/photo dengan jelas…
———————-
hmm merk & type tu notebook apa sih…ya klo setahu sy mah yg fyi ndak pernah punya notebook… ^_^
- MONITOR notebook biasanya berjenis LCD (maupun yg berlampu/backlightnya LED) kerusakan fisik bisa terjadi pada LCD panelnya (spt dead pixel, bergaris2)..solusinya direplace/diganti..tapi sy ndak tahu apakah di service center resminya/di tempat service masih ada tu stock sparepartnya.
- VGA (Video Graphic Aray) istilah utk chip/IC display (bermerk spt ATI, nvdia, intel dll)..biasanya tu chip dah tertanam/built-in di motherboard notebooknya, kerusakan fisik (“terbakar”) jarang terjadi kecuali sistem pendingin tu notebook ndak normal/maupun tu IC sering dioverclock melalui software.
sementara jika hanya menampilkan bbrp warna saja biasanya belum diinstal software drivernya yg sesuai typenya..kalo sekedar softwarenya drivernya ya bisa aja ditrack dari type dan spesifikasi tu notebook utk dicari, diunduh & diinstall….tapi kalo memang rusak fisik…ya musti diganti juga..kayak panel LCD diatas.
ato coba dulu kalo ada jack/port VGA di tu notebook…sambungin ke monitor desktop (LCD/tabung) sbg monitornya…let’s see bagaimana. ^_^
GAK ON
Desember 10th, 2011 pada 17:52
kalo ngeblock user gimana caranya On……huahaha
O'on
Desember 10th, 2011 pada 21:49
kalo ngeblock user gimana caranya On……huahaha
——————–
coba Anda bantu jawab dulu itu ada pertanyaan di surat apa dan ayat berapa pada Al-Qur’an untuk membuktikan apakah benar si Alloh secara spesifik menyuruh sholat, berapa kali sehari dan juga tata caranya?. ^_^
soal ngeblock user, coba cari dong gimana caranya pada kitab yang (terpaksa) Anda yakini dan imani sebagai sempurna/anti-revisi…masa sih kagak ada. ^_^
tanwaskita
Desember 11th, 2011 pada 08:30
@ O’on,
Saya tidak tahu apa anda … pinter sejak dulu atau SETELAH akang menjadi … vegetarian (-: (-: Ayat yang seharusnya … sepele,gampang dicari KALAU ada, pasti sudah ditulis dulu2 di sini oleh tuan ‘Seribu Nama’. KALAU benar ada, hmm mungkin akan saya ikuti, siapa tahu tahun depan saya menang lotere, bisa ke tanah … suci …*)
Hatur nuhun
*) Barat Progo,Ngayogyakarta
Seruling Bisu
Desember 11th, 2011 pada 10:38
O’on@
salam buragus-mainsirqus’guruniqus,salam kenal kang
hmm merk & type tu notebook apa sih
___________________________________
lama-lama saya jdi pening bacanya kang,
(maaf)
sperti bermain catur,penontolah yg lbih jitu pikiranya krn tdk terdistorsi energy persaingan
menurut buku panduan confussius :
Type & MERK itu Merupakan rekaan INDUSTRIALISASI PIKIRAN sebagai Alat EKONOMI,semakin menarik merk dan fitur semakin gregetanlah konsumen untuk memiliki dan membeli dan atau menjualnya sebagai nilai tambah ekonomi keluarga,
berhubung sy tdk paham somputer,sy contohkan saja ttg Multi Level Marketing,
MLM secara Ekonomi sangat ampuh dlm mencetak uang tanpa hrs susah-susah membuat banyak gerakan,Oleh sebab setting awal PEMASARAN sdh dpikirkan secara matang dan akurat,Seandainya kita (yang WARAS) melihat sebuah keganjilan dr sistem pemasaran Prudct Ekonomi MLM tsb…lalu berusaha menerangkan keganjilanya….apapun yg kita Ungkapkan/Argumentkan/jabarkan ttg keganjilan sistem tsb ke mereka/pengikutnya tdk akan bisa merubah MIND SET,Oleh sebab sistem yg mereka bangun bukan sistem convensional,melainkan sistem yg membaur kedalam naluri manusiawi atawa Basic insting dr human being dg DOKTRIN-DOKTRIS KHAS yaitu “DREAMING TEAM”
jikapun suatu saat the dreaming team itu menemui ke”GAGAL “an merealisasi mimpinya,Para KOR-LAP mrk akan dgn lapang dada berguman MANUSIAWI kita sudah berusaha sebaik yg kita mampu,mungkin tuhan belum berkenan,lalu menyarankan untuk mencoba dan mencoba lagi sebagai kewajiban hidup Manusia
Kesimpulanya : MIND SET itu barang yg tdk tampak/ABSTRAK(menyerupai sifat TUHAN)mempunyai…….Sesuatu yang (menyerupai sifat TUHAN) ABSTRAK mempunyai kecenderungan seperti AIR,mengalir ketempat-tempat yang lebih rendah/lemah,
menurut confussius lagi : jika AIR ingin dimanfaatkan untu menyuburkan sawah, buatlah waduk penampungan lengkap dengan sungai-sungai untuk pembuangan/pengaliran,
jika Air tsb mengandung racun,carilah Zat kimia (literatue menyusul) yang mampu menetralisir racun tersebut,tuangkan kedalam waduk/solar flexus…barulah kemudian dialirkan kesawah melalui pembuangan yang tersedia
***********
NOTA BENE : menurut literatur TUHA rahasia Persaudaraan KeTUHAN’an yg ditemukan di HIMALAYA oleh seorang arkeolog asal vietnam :
SAT : berasal dr kata SAT-NAM yang berarti PENGUASA NIRVANA,
ini bukan rekaan atau katanya,ini berasal dari ajaran kuno yg pelajari semua Nabi yg pernah ada di bumi,untuk melacak kebenarannya bisa ditemukan dlm sejarah persaudaraan yg pernah ada di sekitar “LAUT HITAM” dan di dalam buku aliran ketuhanan “BRAHMA KUMARIS” jg dijabarkan secara gamblang
TUHAN bersabda : “SAMPAI JUMPA”
_______________________________________________________-_____
coba Anda bantu jawab dulu itu ada pertanyaan di surat apa dan ayat berapa
_____________________________________________________________
Kalau untuk yang ini saya ga bisa bahas,tpi saya pke teory org lain aja
Untuk Meng’counter back panduan Theory Industry Ekonomi USANG dan Lemah secara “Liveness Proof” apalagi sudah ter-”DISTORT” oleh Kebutuhan Azab Zaman dan “economic interests” suatu Perusahaan di sebuah negara berdasarkan POLITICAL RESULT
Seruling Bisu
Desember 11th, 2011 pada 10:43
O’on
Desember 10th, 2011 pukul 17:27
Counter Back yang paling logic ya membuat “BUKU PUTIH” bro”
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 15:35
Jawab dulu dengan tegas:
ada atau tidak kata ‘gereja’ dan ‘perintah minum anggur’ dalam kitab mu!
hayo jawab!
Ini saja tidak kau jawab, membalas pertanyaan dg pertanyaan…..h h h
dasar pembangkang….yesus bersujud pun jelas ada dalam alkitab!
Mengapa kamu khianati nabi mu sendiri?!
note:
budeg kamu ya:
Perintah sholat, nama2 sholat, gerakan sholat, semua ada dalam Al-Qur’an. anak kecil juga ‘tau….h h h
tanwaskita
Desember 11th, 2011 pada 17:05
Desember 11th, 2011 pukul 16:43
إِنَّالَّذِينَآمَنُواْوَالَّذِينَهَادُواْوَالنَّصَارَىوَالصَّابِئِينَمَنْ آمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالآخِرِ وَعَمِلَصَالِحاًفَلَهُمْأَجْرُهُمْعِندَرَبِّهِمْوَلاَخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلاَ هُمْيَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah 6 : 62)
———————–
Sabda Allah saja dibantah oleh umatnya sendiri, apalagi Sabdalangit.
@ANTI KAFIR,
Coba anda copy/paste perintah sholat itu di sini. Sulitkah ?
Salam katresnan
Cupu Agniswara
Desember 11th, 2011 pada 20:55
Seruling bisu@
NOTA BENE : menurut literatur TUHA rahasia Persaudaraan KeTUHAN’an yg ditemukan di HIMALAYA oleh seorang arkeolog asal vietnam :
SAT : berasal dr kata SAT-NAM yang berarti PENGUASA NIRVANA,
ini bukan rekaan atau katanya,ini berasal dari ajaran kuno yg pelajari semua Nabi yg pernah ada di bumi,untuk melacak kebenarannya bisa ditemukan dlm sejarah persaudaraan yg pernah ada di sekitar “LAUT HITAM” dan di dalam buku aliran ketuhanan “BRAHMA KUMARIS” jg dijabarkan secara gamblang
______________________________________________________
Ulasan yang menarik dan ilmiah
Saya ASLI product Local ( ber’ SNI )….saat ini Saya (AGAK) sedikit bangga sebagai LOCAL-BOYs walaupun melihat keadaan yang CARUT-MARUT begini
di “NAGA/RI IMPIAN”( SUNYA’TA-LOKA) Nusantara ini,
Tapi SUDAH-lah….Apa PERDULI saya….toh negeri ini bukan hanya milik saya sendiri…he he he…canda kang….,
Lagian kan masih ada tuhan yang tidak pernah tidur (
Jadi pengen tau,kalau tuhan bisa tdur…kira-kira bagaimana posisi tidurnya ya….hahahahaha…
)
peace GOD
Tapi sayangnya BMKG meramalkan : Hujan tidak merata,masa cuman seputaran rumah MOI saja yang hujan…..jadi ga bisa keluar dech…jadinya disini dahh….nulis..
LANJUT :
Jika saja apa yang santer dibicarakan orang dan di duga-duga oleh peneliti (jerman atau prancis ya) itu tentang ATLANTIS ada di benua Asia dan tenggelam oleh mencairnya es kutub,
kalau boleh buang-buang waktu sedikit lalu menghubung-hubungkan secara logika…..bukankah dalam keadaan dijajah air manusia akan menyelamatkan dirinya dengan mencari daerah yang lebih tinggi,gunung-gunung tertinggi…bahkan mungkin termasuk himalaya juga ( seperti dalam film 2012
)
itu pun bisa saja dipakai sebagai referensi menjelaskan missing link dari keberadaan suku maya di daratan mexico bahkan himalaya pun tidak menutup kemungkinan sebagai tempat pelarian di zaman itu,
Dan saya (hampir) yakin pencairan es (Kiamat waktu itu) tidaklah mencair dalam hitungan detik sebab sepanas apapun matahari tidak akan melakukan hal tersebut ( kalau ingin pembuktian,taruhlah es batu di atas kompor yang menyala,lalu lihat apa yang terjadi )
Saya yakin juga semua proses General Ordinary Dissolution / pembersihan akan terjadi secara ALAMI ( wala U alami aja sendiri
)
Kecuali satu dan lain hal yang menurut “TUHAN SEJATINYA TUHAN” ada hal yang :
“Very-Very amat-sangat URGENT”
“Lo koq ngomongnya ga sesuai topik ya”
_______________
Untuk Sat/zat – Nam = Penguasa NIRWANA, memang demikian adanya
Nirvana adalah alam KELIMA/Alam Tanpa apa-apa yang ada hanya KEDAMAIAN,
Alam kelima ini merupaka kelanjutan setelah mampu melalui ALAM ke empat yang orang tua kita dulu biasa menyebutnya sebagai Segare tanpe tepi/Samudera tak bertepi/alam melampaui pikiran
Alam 1,2,3 dalam hindhu dikenal sebagai alam “TRILOKA” makro maupun mikro cosmos dijabarkan sebagai Bhuana alit – Bhuana Agung,
) yang mengindikasikan(untuk membedakan) sifat ACINTYA/tidak berwujud/ketidak-terikatan Tuhan pada apa yang diciptanya namun menurunkan sifat Mayanya triloka sebagai makro maupun mikro oleh perwujudan WELAS-ASIH TUHAN
Itu pulalah yang akan menjelaskan “TIGA-PILAR-UTAMA ” Pengetahuan/veda
Sebagai Jalan HARMONISASI/Pen’SelaraS’an Energi/energy related antara :
# Pilar 1 : Manusia (non-wadag
)/atman/NUR/Firman/sejati/mikro
# Dengan Pilar 2 :ALAM/Makro/SEMESTA (nusa-antara ) RAYA -
# Bersama Pilar 3 : SANGHYANG TUNGGAL /Tuhan yang ‘SEJATI’nya Tuhan
Di Semua Alam tersebut Bergetar energy TUHAN sebagai PILAR Penopang yang menghidupi semua yang ada di masing-masin alam dan di keseluruhan alam itu,
Getaran Energy ini mempunyai Suara berbeda-beda di masing-masing alam,seperti suara seruling,suara AUMan singa/ombak,suara Biola,lonceng besar/kecil,Harpa dan lain sebagainya tergantung tingkat alam masing-masing
Dan suara ini pula sebagai penuntun semua Roh yang mencari jalan Kebenaran/pembebasan,dituntun melalui sinar SEJATI DIRI/ATMAN
Namun Sinar dan Suara ini tidaklah segampang Yang dibicarakan untuk dikenali, membutuhkan Disiplin yang ketat dan keteguhan Hati,melakukan Hening untuk membiasakan kepekaan terhadap getaran energy dan Sabda/getaran suara “ITU”
Mencuri “SABDA” Tuhanya seruling bisu :
TUHAN ber’SABDA : “SAMPAI JUMPA”……..unyil kucing…..
_________________
Kalau mengenai TUHAN siapa yang paling sah, atau jenis kelaminnya sy tdk trlalu tertarik membahas itu,akan ttp sy akan cerita sdikit pngalaman sy,
sy pernah ketemu seorang “LONDO KAFIR Bin KERE”
yg luntang-lantung dipantai sebuah kawasan wisata bernama MAX-SIAR,
yang menurut penuturan dia pernah tinggal dan belajar SPIRITUAL di HIMALAYA
melihat penampilanya yg compang-camping dan Kumal sedikit meragukan,saya berasumsi dia seorang Londo stress/gila yang kehilangan “PASS’FOR”
(SC/singkat-crita) kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah :
“GOD” lalu dia jelaskan artinya “GENERAL ORDINARY DISSOLUTION” (Penghancuran yang bersifat alami/sebab-akibat)
dsitulah saya mulai terkesan….lalu saya berani bertanya kenapa kamu hidup seperti gembel….
Dia mulai berceritanya begini : Sekarang ini aku seorang vegetarian,orang tuaku memaksaku untuk mewarisi perusahaan kapal pesiar mereka,dan aku tidak mau terikat….,mulailah dia bertualang kebanyak negara sampai dia dinegeri ini
lalu saya tanya,kenapa kamu tidak mau diwarisi kekayaan :
dia menerangkan secara lugas begini :
Dari semenjak lahir dan atau semenjak aku menyadari diri sebagai manusia hingga dewasa,aku tidak pernah tau yang namanya kekurangan matery,apapun yang kumau bisa terpenuhi,kecuali satu “KETENANGAN BATIN”
Apa-”SEBAB”
…didalam menjalani kehidupan aku tidak memilih bergaul dengan banyak kalangan,termasuk orang-orang yang tidak beruntung secara materi/ekonomi,
Pada suatu hari ketika umurku beranjak 10 tahun,aku mengalami peristiwa yang bisa disebut menggugah/mencerahkan kesadaran NURaniku: katanya,
disuatu sudut block kota dekat sekolahku,ketika aku duduk disebuah tempat makan,dari balik kaca resto aku melihat seorang tunawisma tua,kurus,kumal dan berpakaian seadanya,sedangkan saat itu hampir mencapai musim dingin,lama aku perhatikan orang itu untuk….beberapa saat kemudian….lalu aku dekati…..aku merogoh kantong dan tanpa kata-kata aku mengulurkan tangan memberikan seluruh uang yang ada dikantong kepadanya……
lalu…orang itu mengangkat mukanya dan matanya menyorot tajam ke mataku…hingga jantungku seakan-akan ingin meloncat keluar dari dada…..aku gemetar dan tidak bisa bergerak……tubuhku kaku untuk beberapa detik…
detik berikutnya tiba-tiba ada rasa kedamaian yang sangat aneh merasuki diriku…….aku merasakan diriku hanya sebagai segumpal bola dibawah tempurung kepalaku…..lalu dia berkata singkat : untuk apa…????……
lalu kujawab dengan cepat…untuk membeli winter-coat…
dia senyum…dan berkata lagi : bagaimana kamu bisa tau kalau aku membutuhkanya………
ku jawab sekenanya : disini mulai dingin…….
Dia tertawa tergelak-gelak menggetarkan seluruh isi dadaku………trima kasih katanya : simpan kembali uangmu…..”alam tidak akan melukai aku”
semenjak kejadian itu,,hampir setiap hari aku memikirkan kata-kata orang itu…apa maksudnya yang dikatakanya…
“tentang tidak akan “DILUKAI ALAM”…tentang rasa DAMAI ketika dia memandang mataku…..”
Ketika memulai kuliah ekonomi….di waktu senggang aku berusaha mencari tahu dari dosen filsafat di universitasku juga kepada teman-teman penekun spiritual…tak satupun terjawab maksud keingintahuanku itu…malah yang aku simak hanya seputar cerita ghaib dan bla bla blaaa……aku lebih sebagai penyimak uraian mereka sembari kebingunganku semakin menjadi-jadi…..sampailah aku pada suatu kesimpulan :
mereka tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti apa yang aku maksud…sampai mereka sendiri mengalami apa yang aku alami waktu itu….
(SC)…selulus kuliah aku pamit ke ortu dengan alasan ingin berwisata..pergi kehimalaya..dengan niat mencari jawaban dari yogin-yogin dan brahmin-brahmin disana untuk menjawab semua dorongan RASA hingga aku melakukan semua pencarian ini…secara rutin aku kembali ke himalaya setiap tahun liburan musim dingin,dan berpindah-pindah dari satu ke lain yogin-brahmin…tetap saja “BLANK”
tak satupun jawaban memuaskan RASA itu,setidaknya bisa menghapus RASA itu
di umur 26 tahun aku putuskan untuk kembali lagi dan menetap beberapa tahun disana,
(SC)……selama satu tahun pencarianku disana…..”AKIBAT” daerah itu sangat terisolalsi dan jauh dari keramaian…aku mulai kehabisan Uang/bekal…dengan terpaksa aku harus meniru gaya hidup,makanan dan cara berpakaian setempat… berpakaian sederhana tanpa jacket tebal dan Boots yang terasa berat di badan….
dan anehnya tanpa aku sadari sebelumnya….tak sedikitpun aku merasakan dingin yang seharusnya membekukan darah dan sel-sel dalam tubuhku ini….
ternyata apapun yang kamu tuju sebagai keinginan mulia/se’benar’nya dari proses pencarian itu sendiri akan terserap kedalam dirimu dari energy Makro oleh energy mikro yang ada didalam dirimu dan berbaur menjadi sebuah keselarasan…itulah pencerahan kedua ku…
Lalu aku kembali lagi kenegaraku…dan diserahkan perusahaan untuk dijalani…awalnya aku ingin menolak……tapi karena tidak tega mengecewakan mereka……akhirnya aku jalani sesuai dengan keinginan mereka…..
tak lama berselang kedua mereka meninggal dunia,perusahaanku kuserahkan kepada management yang systemnya aku rancang sendiri…lalu aku melanjutkan pertualanganku…..pergi dari satu negara ke negara lain….dilanjutkan dengan pencerahan…dan selanjutnya……here i’am….disini Saya : katanya dengan senyum yang sangat Damai
Melihat penampilanya aku tentuah tidak percaya dengan apa yang dikatakanya,
lalu aku bertanya lagi : bukankah kamu masih kaya raya…..kenapa berpakaian yang jauh dari layak seperti ini…..maaf : kataku…
Dia senyum lalu mulai bicara lagi :
Saya tidak ingin meyakinkanmu untuk percaya dengan apa yang saya ceritakan dan latar belakang hidup saya,karena saya tidak punya kepentingan atau berharap gains apapun dari kamu,
yang saya lakukan dengan hidup saya adalah kemauan bebas saya….. kalau saya mau perlente dan tidur hotel bintang lima itu keinginan saya dan akan saya lakukan…..apakah kamu percaya…itu bukan urusan saya…saya tak punya tujuan apapun terhadap diri kamu…..tujuanmu adalah tujuanmu….tujuanku adalah tujuanku……..ha ha ha haaaaa
Ok saya akan menjawab pikiran logic mu itu :
Jika orang belum mengalami kemewahan…dia akan mengarahkan segenap upaya dan keinginginnya pada kemewahan yang dia maksud untuk hidupnya…..
taukah kamu kenapa saya menjalani kehidupan seperti ini…taukah juga kamu apa yang bergejolak dalam diri saya saat itu sehingga saya menjalani kehidupan (yang kamu anggap) sederhana
Sejatinya kehidupan ini seperti dua sisi mata uang,seperti kanan kiri atas bawah,siang dan malam……..kamu bisa bayangkan ketika saya hidup dan tidak pernah sedetikpun mengalami kemiskinan/kekurangan materi.(maaf)….semua itu karena WELAS ASIH TUHAN kepada keluargaku….
namun sebagai manusia aku tetap tak luput menjalani dua sisi mata uang tersebut sebagai pelengkapku menuju pengetahuan keseimbangan…KARMA WASANA….. dan yang terjadi padaku bukanlah kebangkrutan…..justru yang menyerang diriku dari dalam diri berupa….. .”KEHENDAK BEBAS”…..PENCARIAN JATI DIRI SEJATI…..melalui sifat sejati kita yaitu ROH/Zat/Firman/Atman yang ditarik oleh (sebab-akibat/karma) Kerinduan kebebasan universal berupa penghancuran
/dissolution/melebur yang merongrong dan mendorong dari dalam diriku dengan kekuatan yang tidak akan pernah sanggup kamu bayangkan seperti
apa yang dimaksud sebagai pembebasan/pencerahan untuk menuju KESADARAN SEMPURNA…kecuali kamu mengalaminya sendiri……..hanya dirimu dan tidak bisa diwakilkan dan dia terbahak lagi…..ha ha ha ha…
aku tertegun,SAmpai kapan anda disini…..
Dia menjawab enteng… aku menikmati hidup sambil menunggu saat pencerahan terakhir….
“PENCERAHAN SEMPURNA”
Entah apa yang dimaksud hanya dia yang “TAU”
Dikarang oleh : Begawan Wiasa Sahaja
maaf ngelantur Kang “SABDA” Salam ‘Cupu Agni Swara
“Suk’s'ma”
JS
Desember 12th, 2011 pada 00:00
Salam Mas Dalang Cupu…….terima kasih dengan cerita yang mencerahkan jiwa….untuk mencari dan merasakan rasa dalam perjalanan ingin menemukan jati diri…….nuwun
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 04:15
@Tanwaskita….
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah 6 : 62)
————————————————————————————
Dasar ente ‘tukang editing kitab…….haha haha
“orang-orang Nasrani”…..bukan “orang-orang Kristen/Katholik” !!!
ga heran….kalian ‘telan mentah2 alkitab (injil palsu)……………huhaha haha….
Nasrani ——> beriman kpd Injil (asli)
Kristen/Katholik ——> percaya kpd alkitab (injil palsu)
‘Isa as menulis Injil……bukan alkitab……h h h (anak kecil juga ‘tau)…….h h h
———————————————————————
lanjut…..
Jawab dulu dengan tegas:
ada atau tidak kata ‘gereja’ dan ‘perintah minum anggur’ dalam kitab mu!
hayo jawab!
NEXT……..haha
Indrabayu
Desember 10th, 2011 pada 13:32
@ Bu Guru Dewi
haha, nggih sami sami bu guru. mari sama sama belajar di kahyangan yang kaya ilmu lan ngelmu ini ya bu guru
, jelas puber pertama bu hahaha
akakaka, mboten
_____________________________________________
@Kangmas Dalbo
nggih kangmas, saya sedang berusaha mengikuti 5 langkah yang kangmas sebutkan itu. belajar ngelmu jawa itu susah susah gampang nggih mas, ujiannya justru faktor internal, yang datang dari saya sendiri. kalo faktor eksternal seperti dijudge syirik/musyrik itu saya tak ambil pusing sih.
sampun mas, saya sudah berkunjung kesana, terima kasih sudah mengingatkan mas
Salam Asih Asah Asuh,
Indrabayu
Dalbo
Desember 11th, 2011 pada 11:16
Nuwun sewu..
@ Wongsorejo, met ciang kang..
kejawen adalah ilmu rasa, tak usah dihubungkan dengan abenua atlantis yang masih samar-2, segalanya harus dirasakan sendiri, dibuktikan
————————————————————————
Mas wongso, Kejawen bukan hanya semata2 Ilmu rasa sj, banyak sekali komponen2 dlm ke ilmuan Kejawen, yg bisa di pakai pijakan/acuan dalam menelaah suatu persoalan di antaranya: Ilmu nujum, ilmu, petung, samapai melahirkan weton, wuku, dan primbon/ batal jemur ( Fengsuai, kalau di China) Illmu kebatinan, Ilmu kanoragan, dam masih banyak lagi, termasuk didalamnya adalah , Cipta rasa dan karasa. yang tentunya tidak boleh meninggalkan nalar.
Apakah ada hubunganya antara kejawen dengan Atlantis, nahh.. selama belum ada bukti yg empiris, kita tidak perlu berspekulasi, bisa iya bisa tidak, dan disini ttnya kita tidak perlu dulu nge judge benar tidaknya, kita hanya bisa observe saja, serahkan pada Ahlinya,
…. hakekat samudra adalah tenang tentram dan damai sifat dasar orang jawa, beda dengan yahudi dan saudaranya yang sifat dasarnya penipu tahu kan israel alias yakub, yakub itu artinya penipu,
——————————————————————–
Mas Wongso, samudara itu karakternya bisa tenang juga bisa bergelora, dahsyat, bahkan menenggelamkan kapal Titanic pun, tapi yg jelas samudara adalah bersifat menampung dari bergabagi aliran sungai yg paling terkecil sampai bengawan solo dan sungai nil dan Niagara sekalipun.
Soal Yahudi yg penipu, ini kalau sy boleh observe, mas wongso ini masih ter obsesi oleh ajaran Islam yg Mas Wongso pernah/masih di jalani, dimana kebencian terhadap kaum Yahudi di tanamkan turun temurun ya.?,
atau mas wongso punya bukti yg kongkrit untuk ikut2 mengutuk kaum Yahudi.
Ingat. Yahudi, tidak sama dg Arab, demikian juga Egypt/ Mesir tidak sama dg Arab, mari kita jujur, tipu daya apa yg di lakukan oleh kaum Yahudi terhadap Bangsa Indonesia? Atau kita balik berapa sumbangsih kaum yahudi terhadap kemajuan Ilmu dan tehnology yg bisa kita nikmati ini diantaranya Komputer yg lagi sy buat nge blog ini. Berapa besar sumbangsih kaum yahudi dg sekutunya Amerika, English, Australia dan Eropa, kepada Indonesia ketika terjadi Bencana Gempa, sunaami di Aceh. Nah.. berapa banyak sumbangan yg di berikan oleh Arab kepada Indonesia?, dan bandingkan berapa banyak, kekayaan yg di keruk oleh Arab?
Jadi soal kebencian Antara Yahudi dg Arab lebih baik kita gak perlu ikut cawe2 mari kita hijaukan rumput di halaman sendiri, mari kita susui beruk dipangkuan kita sendiri, gak usah ikut2an nyusui onta2 itu, mereka dah kenyang sekali.
@ Dewi..
Tapi memang benar apa kata anak pak JS, orang yang namanya dalbo itu sukanya cengengesan,
——————————————————–
Ini sama dg;
cuklek sak cengkilan,… wis tuwek pethakilan..
Sewek nggo tutup rambut….wis tuwek ora nyebut..
Live is to short sis…
@ Cah pati..sugeng siang..
Pertanyaannya sekarang Jeng Dewi,sejak kapankah orang jawa menemukan mantra “byaar terawangan….”?
Apakah warna aura asli orang Jawa/pribumi asli?apakah ada di bukunya Ki Sondong Mandali?
———————————————————-
kulo tenggo lho jeng dewi!
Wah..nampaknya Jeng Dewi masih cari2 kerpekan ya mas,,,atau masih sibuk Luluran sekujur tubuh..tuk siap2 menyambut Dewanya besuk..
Hhmm pertanyaan yg dalam sekali ini….ok mas sambil nunggu Jeng dewi izinkan sy nylonong oseng2 eeh..iseng2 aja siapa tahu ada yg nyangkut jawabannya.
Orang Jawa menemukan mantra” byaar terawangan….”? Ketika telah menyatu dg sang gusti, yaitu ketika telah pada state Suwung, yaitu ketika terjadi kemanunggalan antara Kawulo lan Gusti, dlm hal ini di kisahkan dlm cerita Dewa Ruci.
Soal warna aura orang Jawa,,,hhmmm menarik sekali pertanyaan njenegan ini mas..emang aura ada warnanya ya?? Atau musti pakai Nang, ning, nung gitu mungkin ngelihatnya ya,,
Okelah..kalau menurut saya warna Aura orang Jawa adalah Monco warno, yaitu
Hitam Putih,dan Merah, kuning Hijau di langit yg biru,
Pelukismu Agung siapa gerangan,,,pelangi pelangi…..?
Dari semua warna ini secara keeseluruhan kalau di satukan dg prosentase yg sama akan terjadi warna sawo mateng seperti warna kulit orang2 jawa pada umumnya kecuali yg sering memakai
Citra bengkowang.
Tapi ngomong2 soal warna ini tergantung cahaya yg menyorotinya, karena beda sumber cahaya beda juga spektrum yg dihasilkanya.,mengingat warna tidak bisa di pisahkan dari cahaya, jadi warna apapun tanpa cahaya akan menjadi Black,
@Raja Pandita
ada banyak orang menelusuri tentang huruf mati..alif,lam,mim,dan yang menghebohkan adalah BA..
sharing kumpulan data hening dan cipta….tentang BA
——————————————————————
Alif, lam, mim tidak ada artinya, dulu waktu saya ngaji Abah ustad sy selalu bilang hanya Allah yg tahu..
Hhmm Allah mungkin lagi iseng kale ya atau kurang kerjaan bikin wahyu aja yg gak ada seorangpun yg tahu, lalu kenapa itu di wahyukan ? atau itu bukan wahyu sama sekali? Atau kesalahan yg merangkum dlm Alqur’an..lhoo katanya Allah akan menjaga keaslianya sepanjang masa???
Dino minggu langite padang,, tuku uyah nang pasar turi..
Jangan ragu janganlah bimbang, semuanya ada di dalam diri sendiri..
Asah asih asuh..
Dalbo with cengengesan.
Cah Pathi
Desember 11th, 2011 pada 13:38
@Kang Dalbo,
Sugeng enjang ugi…,
Inggih leres niku kang, proses dari evolusi jiwa, rangkuman dari olah spiritual yang telah ada, dengan ketajaman naluri orang jawa.
Pelangi…pelangi…alangkah indahnya…
Bumi orang Jawi ….alangkah damainya…
Apalagi Jeng Dewi…alangkah sexinya…
Hi…hi…hi….
Salam Damai
Sen Karna
Desember 11th, 2011 pada 18:09
@Mas Wongsorejo,
Tanpa mengurangi hormat saya pada penjenengan, saya juga merasa … gak … sreg … setiap kali Mas Wongso menulis hal2 yang negatif mengenai orang Yahudi. (Saya juga sempat mengintip tulisan2 njenengan yang lama.) Lho, orang Yahudi itu kan ya ciptaan Gusti juga ?! Sudah banyak orang2 Yahudi yang berjasa pada ilmu pengetahuan dan matematika (Einstein, misalnya), lebih banyak daripada orang dari bangsa/kelompok lain . Setiap bangsa, dalam suatu masa, pasti punya … sejarah hitam …, bangsa Nusantara tak terkecuali, kalau kita mau jujur. Misalnya, berapa ratus ribu orang jadi korban -sia2 – dimasa tahun 1965 an dulu ? Plus, waktu sebelum Suharto jatuh, berapa orang jadi korban digasak peluru2 yang tidak nyasar …
Sudah lama saya mau menulis ini, tapi saya … gojag gajeg, sampai sekarang, keduluan Mas Dalbo.
@ Mas Dalbo,
Terima kasih, anda sudah menulis mengenai orang Yahudi , yang juga sudah lama ada di kepala saya. Cuma, njenengan bisa mengutarakannya dengan lebih jelas.
Salam tidak membedakan ras
RAJA PHANDITA
Desember 11th, 2011 pada 22:37
huruf mati itu..seperti alif lam ..etc..
merupakan huruf rahasia..seperti yaasin???
huruf demi huruf dalam alqur’an mempunyai makna/rahasia..
dan seperti ba..hujungnya ke 2 ayat terakhir attaubah..dalam khasanah siliwangi dise but asma pamungkas siliwangi..
huruf itu diterangkan dalam tafsir ” HANYA ALLAH YANG TAU ” karena tak memiliki arti hidup”..namun memiliki makna dan rahasia..
sepenggal kisah tuan padrik” semua nabi mengetahui rahasia ayat itu namun mereka bukan haknya ” dan jika ada yang mengetahui maknanya..MAKA KEKACAUAN BENAR BENAR TERJADI ..kekacauan seperti apa..
setiap huruf ada makna dan rahasia karena sudah mengandung dan terkandung SIRRULLOH…
..
maka jika belum juga mengerti” jangan dibahas ” he he he
bayangkan dari ba menjadi 2 ayat terkahir surah attaubah..bagaimana jika 33 rahasia huruf mati tersebut dibuka “”
maka sudah jangan pada bingung,karena aku yang megang, nanti aku yang buka
sudah kupikirkan akan membuat film dokumenter, tentang perjalanan adam as mulai dari syurga kedunia hingga terpecahnya turunan syish as..
atau nanti aku perlihatkan film tentang awal muasala nur muhammad diciptakan..
atau nanti aku perlihatkan film kelahiran isa as hingga diangkat Tuhan, baginda sidartha, baginda sulaiman as..etc..
insya allah film itu cukup 1 dvd saja..
biar tidak pada pusing memikirkan SESUATU YANG KALIAN SENDIRI TAK MENGETAHUINYA..
karena dengan huruf sirulloh itu
MAKA TERBUKALAH SABDA PHANDITA RATU
SABDA..COCOT MARICOT
PHANDITA..PHANDITA
RATU.,…RAJA
COCOTNYA RAJA PHANDITA..ha ha ha
insya allah..nanti juga aku damaikan semua manusia dari mulai pecahan sisyh as, dialam kuburnya, dialam awang uwungnya, dialam antara dunia dan ghaibnya, dialam malakutnya, dialam ghaib diatas ghaibnya..
kapan
karena getaran 8 penjuru mataangin akan menggoyangkan bumi..
maka perlahan namun pasti..PELAN-PELAN CUY…
bebanku sebagai juru damai-sebagai pemegang amanah mensejahterakan ummat diakhir zaman harus aku tempuh, walau terkadang membuatku TERPURUK..
PAJAJARAN AKAN BENAR BENAR MUNCUL KEMBALI DISINGGASANA PANGRANGO
AKU TIT TETES SULAIMAN , SANGKURIANG, DAN MBAHMU SEMUA MBAH KUWU YANG KALIAN TAU MEGANG CIREBON…
AKU buka rahasia ini karena benar benar semua akan terjadi dan SANGAT MENGENASKAN..manusia manusia binatang akan mati, akeh JALMO EDAN PADA MATI..
karena nanti sudah kusiapkan komando dari para malaikat dibawah arasy untuk memanahkan api bola, yang dsyatnya seperti gelegar nuklir..
JANGAN KHAWATIR SEMUA MANUSIA BAIK JELATA ATAU MERASA PEJABAT YANG JUJUR ADIL DAN BIJAKSANA..YANG TETAP TEGUH DALAM GENGGAMAN RASA PIKIRAN YANG JERNIH..
MAKA
TANYAKANLAH PADA SIRAJA DEWA
APAKAH YANG DIMAKSUD JUBAH HITAM DIALINGI SIRULLOH
aku hidup dulu tak mengerti
sekarang mengerti
TUGASKU MENJADI MANUSIA PEMBAWA BENCANA BAGI YANG PATUT MENERIMANAYA
apakah aku mau peperangan/ membunuh..TIDAK
aku hanya akan mengadili sesuatu yang perlu diadili
lihat kekaki anda masing masing
apakah ada yang jarinya 6/7….ha ha ha tidak ada toh
kalau ada..berarti anda JIN..
SERIUS AMAT KAKANG KAKANG YANG GANTENG GANTENG..
salah abah sabdo yang tidak memprotec ini blog…
hong hyang widi wisesa
kaula ngenjagkeun bumi belah kidul, tina patilasan dewi wulansari
ajag mati dina rasa..aing nagapung bari jeung teu mawa jangjang
” orang jawa pasti gabakalan ngerti “…HA HA HA
salam pada ibu ibu/bapak bapak..
kaka/adik/mba/oom
semua semoga saya TIDAK MENGETIK LAGI
” PESAN HABIB BANI HASYIM..YANG DATANG TAK DIUNDANG, MELURUSKAN DAN MENGUATKAN AMANAH YANG HARUS KU JALANI..”
SUDAH SAATNYA AKANG SEBAGAI SATRIA PENENGET, MEMBUKA SABDHA PHANDITA RATUNYA, MENEMBUS KESAAT DIMANA SEMUANYA BELUM ADA YANG ADA HANYA TUHAN YANG MAHA ESA, ALLAH SWT..bagi wong islam>>>>>
INSYA ALLAH..SAYA ABG TUA YANG SEMAKIN MENGGILA
AKAN SENANTIASA BERDOA..SEMOGA SAYA TAK NGETIK LAGI..
hi hi hi
dewi..terimakasih atas kesabaran dan kebaikan dinda..
cantik bukan dimata..TAPI DIHATI..
wassalam
Gus Supri
Desember 11th, 2011 pada 14:03
Selamat Siang, puji rahayu untuk semuanya.
@Para Pinisepuh, para pendekar blogger’s dan rekan-rekan semuanya tanpa kecuali,
Saya ingin bertanya tentang keberadaan makam Syech Subakir yang ada di Magelang :
1. Apakah lokasinya berupa tanah datar atau bebukitan ?
2. Kalau berupa bukit, kira-kira apakah lebih besar dari Borobudur ?
3. Bagaimana dengan sikon Lembah Tidar sendiri ?.
Entah kenapa saya harus tanyakan hal ??
Gak bisa tidur, semuanya gelap.
Mau kasih warning gak boleh, sudah diketik dihapus lagi atau gak jadi, pokoke repot.
Semuanya seperti gak nyambung ya..sepertinya sensorku lagi problem.
Tooollllloooooooong…..dong
Salam
Dewi
Desember 11th, 2011 pada 14:34
@ JS,
Sugeng siang Pakpo, yen menawi enten tulisan kulo sing mboten damel jenengan kerso, ampun di lebetaken ten jroning ati, njenengan bisa kritik saya langsung atau jewer telinga saya atau lebih keras lagi dengan di cepless juga nggak pa2… he he he… kik kuk.
Mungkin tulisan saya kemarin kurang lengkap atau mungkin dari segi penyampaian saya yang membuat para pinisepuh kurang berkenan. Saya hanya anak yang baru kemarin sore saja yang baru belajar mencoba utak-atik-gatuk berdasarkan nurani dan rahsa saya yang masih hijau namun awam ini. Sebenarnya saya hanya mencoba ingin men-sharing-kan pemahaman yang lebih universal saja, namun bukan berarti bahwa segala sesuatu itu bukan atas rahasia Tuhan, bahwa segala sesuatu di jagad semesta ini tentu tak luput dari PerhatianNYA, saya percaya itu.
Saya hanya ingin mencoba mengupas pola pikir bangsa selama ini yang tertanam dalam hati dan pikiran mereka mengenai hal2 yan berhadapan dengan mereka setiap hari setiap saatnya, Cara berkomunitas, Cara Memandang Tuhan dan Cara Meperlakukan alam/ Menghadapi bencana dsb.
Ini seperti waktu gunung merapi meletus beberapa th lalu, sebagaian orang mengatakan bahwa bencana itu di akibatkan karena banyak orang jawa yang sudah tidak mau taat pada allah lagi, lalu sebagaian orang mengatakan bahwa bencana itu menghampiri karena orang jawa banyak yang tidak njawani lagi…, bahkan Gus Dur pun dulu pernah berceloteh bahwa gempa di jogja terjadi karena KRK tidak suka banyak orang yang berjilbab (muslim) di sana…., jadi yang benar yang mana?… kalau menurut saya ya Tuhan tidak sekejam itu membenci dan pilih2 kasih mana orang kejawen, orang islam, orang berjilbab atau tidak. apa yang terjadi di sana adalah mayoritas penduduk tidak mau di ungsikan padahal sudah di kasih peringatan oleh BMKG dan pemerintah setempat, mereka lebih memilih bertahan di kaki gunung merapi… yang seperti sudah kita ketahui, akhirnya banyak korban yang berjatuhan yang seharusnya juga tak perlu terjadi.
Lalu saya melihat betapa kebobrokan hukum di negri ini juga telah memasuki ranah ghaib atau spiritual?, contoh : banyak musibah yang menimpa rakyat kecil lalu kita ‘nyukurno’ dengan kata2 sebagai azab atau karma, sementara pejabat yang culas dengan permainan politik yang kotor mereka malah tetap adem ayem tak tersentuh becana sekecilpun. Kalau ada maling ayam di hajar massa itu karma, tetapi kalau maling negara masuk penjarapun bertipe hotel seperti layaknya liburan saja, Sedang tobatpun bisa mereka suap dengan amalan(?). Begitupun juga peristiwa yang baru2 ini terjadi, di mana ada pejabatnya yang tidak menghormati alamnya, maka alampun murka dan membuat perhitungan, tetapi lagi2 pejabat yang ‘selamat’ sedang beberapa rakyatnya yang jadi korban kemurkaan alamnya itu. Mereka yang berbuat kok karmanya di agendakan hanya pada rakyat, Mengapa hanya rakyat yang selalu menjadi korban?… di manakah keadilan hidup ini?…
Setelah saya pikir2 dengan olah rasa saya, nampaknya (sekali lagi) ada yang salah dengan mindset ‘grass root’ atau masyarakat bawah/ rakyat jelata nusantara ini, apakah ini semua ujian dan azab/ murkaNYA? Lalu di manakah Tuhan, tidakkah Dia mendengar jeritan hati hambanya?… menurut saya, Tuhan itu ADA dan nggak ke mana-mana tapi dia itu ada di mana-mana. Yang tidak ada di negara ini adalah ‘keadilan’ yang meng-grassroot, yang merata ke seluruh pelosok negri ini. Dapatkah keadilan Tuhan ala arab di terapkan di sini?… kitab hukum islam menganut qishas yang artinya keadilan yang tidak beradab, hilang nyawa balas nyawa, nyuri uang potong tangan, berjudi di cambuki, dsb. Sementara hukum indonesia yang masih peninggalan belanda juga masih menerapkan hukuman mati, padahal di negaranya hukuman itu sudah di hapus sejak lama karena tidak sesuai dengan nilai2 kemanusiaan.
Itulah mengapa saya terkadang juga tidak sejalan dengan paham hukuman azab islam serta hukum karma hindu atau hukuman sistem negara peninggalan penjajah yang dulu/ sudah usang, yang tidak sesuai dengan peradaban dan perubahan jaman. Ibaratnya, janganlah kita membersihkan sesuatu yang kotor dengan lap/tangan yang kotor pula, malah nggak bisa bersih2 dan kekerasan malah akan melahirkan kekerasan saja. Bukankah nenek moyang juga memberikan suri tauladan ‘siapa yang menabur dia yang menuai’, ‘ngono yo ngono ning ojo ngono’ , dst, leluhur kita boleh jadi orang kuno yang tidak beken/terkenal, tetapi semangat filsafatnya sangat universal dan tetap relevan sepanjang jaman, ini sesuai dengan sifatnya yang dinamis (modern) dan pastinya leluhur tak pernah berbuat kejam, mengasari liyan, yang ada adalah ruwatan bersama untuk penyembuhan dan harmonisasi manusia dan alam semesta ciptaanNYA, bukankah seseorang yang bisa harmonis dengan dirinya sendiri ia akan bisa harmonis dengan alam dan lingkungannya, dan kalau sudah bisa harmonis dengan semuanya ia akan mudah harmonis dengan jati dirinya, jati diri inilah tempat untuk lebih dekat dan mengenal Tuhan. Jika jati dirinya adalah yang berspiritualkan keTuhanan, maka manusia akan menciptakan keadilan yang beradab yang bersumberkan energy Tuhan.
Cepat atau lambat, Jika negri ini ingin damai, titi, tentrem, makmur lan raharjo aplikasikan dan wujudkan ajaran leluhur yang berbudi pekerti dan welas asih yang universal ini ke segala bidang. Ini hanya sekedar oret2/ catatan2 kecil saya pakpo, apa yang ada di hati sebaiknya di utarakan biar nggak jadi nggrundel ning ati, siapa tahu ntar ada yang merespon dan meneruskan diskusinya ini, tetapi kalau ada yang ngasih kritikan dan masukan ya saya akan senang hati. Maturnuwun.
@ Cah Pathi,
Maturnuwun atas perhatiannya, saya akan mencoba menjawabnya dengan pengetahuan saya yang hanya ibarat setitik debu yang tak berarti ini. Saya nggak punya ‘kitab’ mas, hanya buku bacaan yang berisi filsafah dan pepeling saja. kitab Al`qur`a kalau nggak salah dalam bhs arab artinya: ‘buku bacaan’ juga kan.
Sejak kapan orang jawa menemukan kata2 : byar terawangan awang-uwung?…, mas setahu saya, kata awang-uwung itu nggak ada di kitab samawi dan bhs sansekerta sekalipun, ini asli punya nenek moyang kita…. sejak kapan?… kalau saya jawab sejak jaman purba bagaiamana?, mengingat peradaban nenek moyang kita adalah yang tertua di dunia … (toh saya juga nggak ada di TKP).
Warna itu ada dua mas, warna wadag yang bisa di lihat oleh mata kepala kita, serta warna pancaran tubuh atau aura yang bisa di rasakan oleh aura kita juga, namun dengan kecangggihan technology sekarang warna aura juga bisa di deteksi dan di analisa, di mana tiap2 warna adalah perlambangan dari sebuah energy, misal warna merah= vitalitas prima dan sensualitas, kuning= penuh kehangatan dan kecerdasan, hijau= bersosial dan harmonis, biru=kasih sayang dan kedamaian, ungu= magis dan karismatik, putih= pencerahan dan penyembuhan, dsb.
Lalu apakah warna orang jawa?… maksutnya apakah ini menyangkut karakteristik manusia jawa?… lha kalau menurut njenenan gimana?… waktu saya membaca buku ki sondong, tidak mebahas warna manusia tetapi hanya menyebutkan warna perwujudanNYA. Mungkin para pinisepuh di sini atau ki sondong mandali sendiri bisa menjawab pertanyaan dan rasa keingintahuan kangmas Cah Pathi ini.
Benar kangmas sudah menjelaskan semuanya di ruang Syeh Siti Jenar tak ketinggalan pula ulasan kacang ‘atom’nya…, di mana inti atom adalah Roh atau Ruh manusia, manusia adalah wadag apapun suku bangsa dan agamanya, namun isinya tetaplah ruh yang sama, di mana ketika telah tiada inti atom akan berkumpul kembali pulang ke sesama/ habitat ruh lagi. Maaf mas, kalau saya hanya mencoba menelanjangi hakekat “Roh” itu sendiri, selama ini kita hanya mengamini bahwa dalam tubuh kita telah di tiupkan “Ruh” sebagai bekal kita hidup di dunia, tetapi kita hanya berhenti di situ saja, di tiupan itu, yang penting udah di tiupkan roh, apakah ada yang telaten mengupas ‘isi ‘ tiupan itu sebenarnya apa?… menurut insting naluri alamiah saya berkata: ‘sukma sejati Tuhan’, ibarat ruh adalah inti atom, maka tanpa sukma atau inti plasma (nukleon terkecil atom), tidak akan menjadi atom, boleh di bilang ‘sukma’ inilah yang memberi nyawa…
Menurut saya mas, raga dan sukma itu beda loh, mungkin sama2 membutuhkan ‘makan’ tetapi hanya beda asupsi gizi ‘nutrisi’nya aja, ibarat : makanan adalah nutri tubuh, pendidikan adalah nutrisi otak, pacar adalah nutrisi hati, lalu apakah (siapakah) nutrisi jiwa itu?…. saya akan menjawabnya CINTA, berasal dari keinginan jiwa yang bersifat luhur ‘spiritual’ dan ber-rahsa kerinduan pada Tuhan. dan perwujudan spiritual Tuhan itu bersifat cinta yang universal, cinta kepada sesama dan kepada jagad semesta beserta seluruh isinya. Jika kita mampu memiliki dan memelihara cinta maka guru sejati akan senantiasa membimbing kita kepada NYA.
Salam Cinta,
Dewi
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 15:54
Setelah saya pikir2 dengan olah rasa saya….
keliatannya mas dewi a.k.a sabda seperti orang yg frustrasi dan putus asa….hehe
dan jelas kamu tdk menyadari:
perumpamaan neraka, ada di ‘bawah kaki mu sendiri….
dan perumpamaan surga justru ‘mengalir dalam dirimu…..h h h
tanwaskita
Desember 11th, 2011 pada 16:43
إِنَّالَّذِينَآمَنُواْوَالَّذِينَهَادُواْوَالنَّصَارَىوَالصَّابِئِينَمَنْ آمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالآخِرِ وَعَمِلَصَالِحاًفَلَهُمْأَجْرُهُمْعِندَرَبِّهِمْوَلاَخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلاَ هُمْيَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah 6 : 62)
———————–
Sabda Allah dibantah oleh umatnya sendiri, apalagi sabda orang.
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 04:50
hei Tanwaskita……budeg kamu ya! haha
baca tuh di atas….dasar tukang edit kitab!…..huahaha haha
note:
alkitab palsu —–> perjanjian lama/perjanjian baru……….jelas?!
yang lama jadi baru……yang baru jadi lama………haha
——————————————————————————-
Pertanyaan baru nih:
Mana perintah dalam kitab mu, agar beriman kpd alkitab???
Hayo jawab!
NEXT………haha
Cah Pathi
Desember 12th, 2011 pada 04:25
Salam Jeng Dewi, lan poro pinisepuh sedoyo,
Nuwun sewu….
_____@Jeng Dewi,
ini asli punya nenek moyang kita…. sejak kapan?… kalau saya jawab sejak jaman purba bagaiamana?, mengingat peradaban nenek moyang kita adalah yang tertua di dunia … (toh saya juga nggak ada di TKP).
——
@Jeng Dewi,
Kalau kita menganalisanya hanya dngn memakai asal/sumber kata,wah repot jeng, kurang kompleks,awang-uwung?arti yang mendekati dlm bhs.Indons kan keheningan?
sprti kata “Kunduran” mobil, ndak ada kan bhs lainnya yg plek? ” byar terawangan..” bukanlah mantera, tapi pengertian/pemahaman suatu kondisi,he..he..yang benar adalah jawabannya @Kang Dalbo.
–di mana ketika telah tiada inti atom akan berkumpul kembali pulang ke sesama/ habitat ruh lagi.—-
@Jeng Dewi,niku leres,tapi,sebelum kita meninggal pun,kita akan tertarik dan berkumpul dalam suatu wadah, ex- dlm blognya Ki Sabda ini, bukankah kita telah berkumpul dalam satu keinginan? hayoo,siapa yang mendorongnya coba?keinginan kita sendiri kan?dan ruh kita sudah saling berkomunikasi.
Raga adalah penjelmaan ruh itu sendiri, bukan RAGA yang berisi RUH tapi RUH yang terbungkus RAGA, seperti ISI yang terbungkus KULIT,tapi mungkin kebanyakan kita memahami kebalikannya, cobalah njenengan pahami sebeeentar saja..,RUH YANG TERBUNGKUS RAGA, akan lain pengertiannya dengan raga yang berisi ruh, kita akan lebih mudah memahaminya bukan?itulah mengapa hidupmu adalah matimu, sama persis-plek, karena yang hidup sebenarnya adalah ruh itu sendiri,KEKAL ABADI,hanya berganti tempat dan waktu di “JAWI”=dunia luar/wadag/raga.Itulah mengapa, RUH yang baik/sadar,selalu menarik /mendorong kita ke kedamaian batin, suasana seperti tempat asalnya, tapi kebanyakan kita bingung oleh raga/otak kita untuk mencari jalannya, dan tercipta-lah banyak jalan dan cara untuk menemukan kedamaian itu sendiri/tempat asalnya.Lalu ada pepatah/keinginan menjadi manusia yang sempurna/insan kamil, kedamaian itu sendirilah yang sebenarnya dicari.
@Jeng Dewi, bila waktunya tiba, jeng dewi akan mengetahui ,siapa jati diri jeng dewi sebelumnya, seperti yang seringkali @Kakang Tembayat, ceritakan, dengan istilahnya WAJIB MILITER, dia berkali-kali kena WAJIB MILITER, seperti kita pada umumnya, tapi kita tidak menyadarinya, seperti SAYA ini JENG dEWI, baru mengetahui JATI DIRI satu tahap sebelum ini,itupun sulitnya minta ampun, itulah RAHASIA ALAM.Jarang sekali, RUH yang telah mencapai tahap NIRWANA sebenarnya, sangat jarang,Tapi jangan putus asa, semua sudah diatur, dengan perantara para leluhur kita.
Salam Damai,
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 15:23
mana ‘O’on?!….si tukang nge-block……..huahaha haha…..
Dewi
Desember 11th, 2011 pada 15:25
@ ijogading,
Terima kasih tulisannya, saya hanya menyimak saja, saya ikut berbahagia jika ada seorang wanita yang sukses dan berbahagia dalam hidupnya, baik dalam karir, asmara, jodoh dan rejeki. Hmmm, I wish I`m a Dewi Drupadi…, but i`m just a Dewi Murni… hiks…
@ Dalbo,
Weeeehlahdallah…!, lha saya ini kan ya punya kesibukan, hampir tak pernah waktu ke salon untuk luluran, ini tadi tak sambi masak, kadang ada waktu pas malem ya nulis malem, ada waktu pagi ya nulis pagi. Makasih atas perhatian dan pencerahnnya tentang spiritualisme jawa. Btw, sekarang masnya kerudungan sewek to?… ehmm2, manisnya….
@ Cah Pathi,
He he he… makasih atas puisinya, tahu aja kalau semalaman saya memikirkan pertanyaannya masnya, mau kasih jawaban takutnya nggak nyambung, mau ngetik ini salah, itu salah, akhirnya ya udah jawab sebisanya aja, habisnya saya ini kan juga masih ‘ngangsu kaweruh’ tapi maturnuwun udah di kasih pertanyaan yang kritis, biar saya semakin ‘cipintar’ ya mas…
@ Sen Karna,
Weeeehh paklik niki, kok saya di panggil bulik, lha mangke bulik sing ten negri kurawa mraos pripun?… he he he…, tapi ya nggak pa2 kalau dik indrabayu mau manggil saya ibu/ tante juga nggak pa2, emang saya udah di panggil tante sama keponakan2 saya, Jeee…
@ Indrabayu,
Dimas bayu, selamat bergabung di playgroup kahyangan, tempat belajar dan bermain-main sambil bersenda gurau… saya panggil Di= adik, mas=kakang, maksutnya walaupun dimas bayu ini masih belum akil balikh tapi siapa tahu yang ndampingi njenengan ini udah sepuh/ waskita. Jadi walaupun masih remaja tetapi sebenarnya udah dewasa.
Njenengan tertarik dengan kejawen atau ilmu jawa, itu mengingatkan saya pada waktu remaja lulus SD dulu saya juga tertarik, tetapi jaman dulu kan belum ada internet, hp dsb jadi nggak begitu banyak informasi/ pengetahuan yang bisa saya dapatkan/ terima. Saya hanya modal sabar dan tekun saja, akhirnya setahun yang lalu baru menemukan blog ini itupun secara tak sengaja, awalnya iseng2 kesasar trus kepincut, saya menemukan bahwa di blog ini juga banyak terdapat intan, permata dan berlian, secara harfiah perhiasan2 itu adalah ilmu pengetahuan yang berharga, seperti : filsafat, pepeling, mantra, seni dan budaya dsb…, So, have fun bro!
@ O`on,
Merci, terima kasih, mungkin sistem pendingin pada LCD saya yang bermasalah, merknya samsung n148 plus. Sekarang udah bisa internetan, gambarnya sedikit agak nggak terang/ nggak jelas, tetapi lumayanlah masih mending daripada kalau nggak punya notebook (laptop mini) sama sekali.
Dan sekarang aku ada pertanyaan lagi, ada situs/web yang nyasar ke message Fbku, udah 2x dan seolah2 saya yang sebagai sendernya, ketika saya klik webnya nggak bisa di buka alias ‘sorry, we`re not have the link’… kira2 kenapa itu bisa terjadi? Untungnya nama iklannya Cuma fashion dsb, bukan yang macem2, takutnya temenku mengira itu yang ngirim aku, padahal saya nggak ngetik/ ngirim apa2. Hmmm, aneh, kok bisa begini ya?… (makasih mas o`on).
@ JS,
Saya mengintip obrolan njenengan dengan mas dalbo di ruang sebelah, super lucu dan kocak… kalau njenengan berdua bertemu pasti bisa bikin grup lawak di jagad kahyangan… he he he.. kik kuk.
Salam sayang,
Dewi
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 16:05
‘sekda’ niye…..
sekda……(sekretatis sabda)……huaha haha haha…..
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 13:20
Maaf, ana sudah toubat. Yg td nulis tangan kiri. Nah nyang ini tangan kanan.
Mohon, tulisan2 saya jangan dihiraukan….
Terima kasih.
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 16:10
‘sekda’ niye…..
(sekretaris sabda)……huaha haha haha…..
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 13:21
Maaf, ana sudah toubat. Yg td nulis tangan kiri. Nah nyang ini tangan kanan.
Mohon, tulisan2 saya jangan dihiraukan….
Terima kasih..
O'on
Desember 11th, 2011 pada 21:00
gambarnya sedikit agak nggak terang/nggak jelas
——————–
jadi inget mon LCD si sy
beli 2nd NO garansi, cuma atu juta rupiah sajah nan murah untuk saat itu, beresolusi 1920×1080…tapi baru aja dipake bbrp hari..eh..backlightnya mati/rusak..padahal display gambarnya sih masih ada/bisa terlihat tanpa lampu pencerah internal/backlight. ^_^
…padahal saya nggak ngetik/ngirim apa2. Hmmm, aneh, kok bisa begini ya?…
—————-
acc fb dan email protek/’gembok’ aja..kan ada setingannya,
tapi belum tentu ada jaminan, khususnya jika kita menggunakan layanan (spt email, freeware, dll) yg gratisan
btw bukan tanpa sebab, banyak site menggunakan misalnya spt ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/ReCAPTCHA
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 04:21
dah…..tak usah banyak cakap……haha
jawab dulu pertanyaan ane yg lebih dulu!
jangan menjawab pertanyaan dg pertanyaan, dan……..jangan ngeles!
huahaha haha
O'on
Desember 12th, 2011 pada 05:28
dah…..tak usah banyak cakap……haha
jawab dulu pertanyaan ane yg lebih dulu!
jangan menjawab pertanyaan dg pertanyaan, dan……..jangan ngeles!
huahaha haha
————————————-
kasihanilah Anda…
- Anda tak usah merasa kecewa oleh kerana si Alloh mu tuhan fiktif,
- Anda tak usah merasa sia-sia belajar agama dan ritual ala arab lawas walopun buat Anda sendiri semua itu tiada guna
- Anda tak usah merasa kecewa juga jika guyonan Anda jadi garing banget. ^_^
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 05:40
mau jawab ga?! mau mau mua…….huhahaha haha
mudah kok, tinggal jawab:
kata ‘gereja’ dan ‘perintah minum anggur’:
1. Ya (memang ada dalam alkitab)
2. Tidak (memang tidak ada dalam alkitab)
kok sulit amat hehe,
kalo ente dah berani jawab, baru lah ane tunjukkan ayat tentang sholat itu. btw…..ane pan dah bilang, anak kecil juga tau…….haha haha
satu hal lagi o’ooon…….pertanyaan itu bukan guyonan!
justru kalo ente ga jawab, malah keyakinan ente tuh yg gariiiing banget……..
huahaha haha……………………………………
sapa suruh mendebat ane……….!
O'on
Desember 12th, 2011 pada 06:02
kata ‘gereja’ dan ‘perintah minum anggur’
…..
malah KEYAKINAN ente tuh yg gariiiing banget……..
————————
terima kasih Anda malah menYAKINi bahwa si sy (menurut Anda sendiri) kresetan… ^_^
nah itulah yang membuat pertanyaan Anda menjadi guyonan yang garing banget
bukankah sudah si sy bilang sy ini mantan muslim/pembangkang si alloh,
si sy ndak kenal itu si Yesus, tanpa diperintah dan baca alkitab-pun si sy FYI suka minum anggur tjap orangutan..eh..orangtua…..(sy gaban yah spt Anda).
nah tinjaulah Anda sendiri, jika benar Anda seorang muslimers sejati maka jangan kayak (maaf) Beliau yang terkenal dgn Harun Yahya yak. ^_^
Tai Onta Arab
Desember 12th, 2011 pada 13:51
Nama dan gravatar kok berubah ubah
ga punya pendirian, nyali kecil, pengecut, penakut….itukah gambaran kaum mu?
teroris sejati. Terong iris alias sunat yg konon dr kata Sunat tuloh.
Contohlah aku……
Islam ya islam
Tai ya tai
Onta ya onta
Arab ya arab
indonesia ya indonesia
jawa ya jawa
jangan suka di tafsir sendiri lahh……
ANTI KAFIR
Desember 11th, 2011 pada 16:00
mana nih…kapiran yg lain…..lagi khusyu’ ‘minum anggur ya…..happy weekend! h h h
**** nabi nya aja sujud, apa kata dunya ****
tanwaskita
Desember 11th, 2011 pada 16:40
إِنَّالَّذِينَآمَنُواْوَالَّذِينَهَادُواْوَالنَّصَارَىوَالصَّابِئِينَمَنْ آمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالآخِرِ وَعَمِلَصَالِحاًفَلَهُمْأَجْرُهُمْعِندَرَبِّهِمْوَلاَخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلاَ هُمْيَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Sapi 2: 62)
ANTI BUDEG
Desember 12th, 2011 pada 05:49
eh….budeg…..
Nasrani /= Kristen/Katholik………………………………huahaha haha…
tanwaskita
Desember 14th, 2011 pada 19:29
إِنَّالَّذِينَآمَنُواْوَالَّذِينَهَادُواْوَالنَّصَارَىوَالصَّابِئِينَمَنْ آمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالآخِرِ وَعَمِلَصَالِحاًفَلَهُمْأَجْرُهُمْعِندَرَبِّهِمْوَلاَخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلاَ هُمْيَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Sapi 2: 62)
@Anti Kafir,
Nasrani tidak sama dengan Kristen /Katholik ? Dari AYAT MANA anda tahu ? Bisa di copas disini ? Juga mengenai ayat sholat 3,4 kali itu ? Tolong di copas juga KALAU ADA … Oh,” SIAPA SAJA diantara mereka yang benar2 beriman” itu siapa ? Babi2,kecoa2, setan2 ? Dan orang2 Yahudi ?
Saya TIDAK pernah membuat ayat, yang diatas itu dari kitab suci anda. Jangan debat saya mengenai ayat itu, debatlah yang … membuat ayat.
Sabda Allah saja anda bantah, apalagi Sabdalangit. Semoga Allah memberkati anda.
Salam katresnan adhem ayem
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 13:22
Maaf, ana sudah toubat. Yg td nulis tangan kiri. Nah nyang ini tangan kanan.
Mohon, tulisan2 saya jangan dihiraukan….
Terima kasih….
jayadi
Desember 11th, 2011 pada 17:34
rahayu…salam damai dan penuh keakraban utk para sedulur disini.
@dewi
matur nuwun sanget kpd jeng dewi yang sudah mau menanggapi tulisan saya.salam salut saya utk panjenengan yang memiliki kecerdasan dlm stiap tulisan2 panjenengan.setiap tulisan yang penuh makna yg dalam dan terkesan tdk asal bicara.semoga panjenengan akan slalu dapat meramaikan blog kang sabdalangit ini.karna saya rasa tanpa panjenengan blog ini kurang lengkap tanpa wawasan panjenengan yang luas.
@wongsorejo
salam kangmas wongsorejo.nama panjenengan mengingatkan saya dengan nama buyut saya mbah wongso bin dono.apakah ada hubungan ya..semoga diskusi dengan panjenengan bisa menjawab rasa ingin tahu saya akan silsilah keluarga besar saya.terimakasih.
@kang sabda langit.
matur suwun telah memberi pengetahuan dan ilmu yang berguna bagi saya yang selalu ingin belajar ttg nusantara ini.
Wongsorejo
Desember 12th, 2011 pada 01:36
@dalbo with love
kejawen itu digolongkan sebagai ilmu rasa, kalau agama langit itu digolongkan agama wahyu berita langit yang didapat melalui perantara atau jembatan yaitu jibril dan nabi-2 tidak langsung dari tuhan, agama bumi digolongkan sebagai agama akal atau olah pikir tentang kebijaksanaan kehidupan
dalam kejawen semuanya harus benar-2 nyata maka disebut ilmu kasunyatan bukan khayalan yang dipaksakan dan harus diyakini kebenarannya sepertinya menganggap manusia itu debil, tak usah bertanya tentang wahyu dari langit yang superior manusia tak kan nyampe katanya
kejawen adalah papan tanpa tulis, papan disini jangan diartikan sebagai selembar papan, atau papan tulis, sandang pangan dan papan, papan dalam bahasa jawa bisa berarti tempat tinggal, yaitu tempat tinggal para jawa-ta atau dewa-2 yang mangejawantah atau menjelma menjadi manusia yaitu bumi atau ibu pertiwi yang sudah begitu welas asih menyediakan semua kebutuhan hidup dengan gratis, manusia tinggal mengambilnya secara cuma-2 seperti hasil dan kekayaan bumi tanpa minta disembah-sembah apalagi maha jahat terhadap kopar kapir, dia begitu mutlak absolut welas asih daripadanya tidak bisa muncul kejahatan terhadap siapapun, karena dia menginginkan semua manusia bisa hidup nyaman, jadi dalam hal ini anda benar bahwa ilmu kejawen sangat luas meliputi segala ilmu yang ada diatas permukaan ibu pertiwi, bahkan agama-2 pun dikumpulkan dalam satu sudut yaitu sila pertama pancasila untuk dirukunkan supaya supaya bisa hidup berdampingan rukun bersama dengan aman tentram dan damai, sedang pancasila adalah bagian kecil dari kejawen yang sangat luas itu, tugas mereka yang berkejawen adalah memayu hayuning bawono walaupun tidak bisa menari jatilan, jaran kepang, bedaya ketawang, ndalang, macapatan ataupun ura-ura
sifat dasar manusia adalah aman tentram dan damai, jawata yang mangejawantah itu adalah semua manusia bukan hanya orang jawa saja, cuma di jawa rasa kedewataannya lebih kental dari yang lain, seorang yang sudah mencapai ketentraman sejati atau surga tapi masih hidup, disebut manusia seutuhnya atau ksatria sejati yang wajahnya bersinar-sinar, tugas manusia yang berkejawen adalah mencari kebenaran sejati secara sempurna maka disebut pula ilmu kasampurnan, untuk diwedar kepada anak cucu
orang yahudi dan saudaranya arab sifat dasarnya adalah penipu itu bukan dari saya tapi wangsit dari leluhur, lebih jelasnya baca blog doktor ali sina di blog ffi, yang menguasai agama melebihi para ustad2 kaliber dunia kemudian murtadin
bisanya ular ada pada taringnya tetapi bisanya ilmu kejawen kanti laku, laku disini adalah nglakoni atau gemar prihatin atau gemar bertapa untuk mengolah rasa supaya tajam
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 04:34
kejawen itu digolongkan sebagai ilmu rasa, kalau agama langit itu digolongkan agama wahyu berita langit yang didapat melalui perantara atau jembatan yaitu jibril dan nabi-2 tidak langsung dari tuhan, agama bumi digolongkan sebagai agama akal atau olah pikir tentang kebijaksanaan kehidupan
——————————————————-
akal ne sopo mas??? akal2an nya mas wongso ya?! huahaha haha
trus….akal nya orang gila diikutin ga mas?!
trus….darimana ane tau kalo ente ga gila?! huahaha haha haha………
note:
ente pan orang biasa……ente pasti punya kelemahan (sukur2 ga gila)….haha
ente harus banyak belajar lagi apa itu mukjizat dan karomah!
ANTI KAFIR
Desember 12th, 2011 pada 13:22
Maaf, ana sudah toubat. Yg td nulis tangan kiri. Nah nyang ini tangan kanan.
Mohon, tulisan2 saya jangan dihiraukan….
Terima kasih…..
Kaabeh
Desember 12th, 2011 pada 13:33
Orang gila biasanya akan teriak kepada yang lain
gila gila kamu yg gila…bukan aku….
Gus Supri
Desember 12th, 2011 pada 05:51
@Raja Pandhita
Matur Nuwun Ki, aku keduluan sama panjenengan kasih warningnya..
Ada beberapa tambahan :
1. Retaknya Lapindo bisa sampai P.Madura, paling tidak rekan2 di Surabaya dst akan mengalami kekurangan air.
2. Gunung Merapi dan Krakatau mungkin cuma latihan batuk.
3.Banjir Bandang Merapi yang paling perlu ditakuti,
4. Gunung Sindhoro ra bakal meletus, ning kentut racunnya akibat nahan batuknya Merapi.
5. Borobudur ono goro-goro lha kok malah mau ngundang orang ? Gimana nih?
6. Cahaya putihnya aku melihatnya kok di Magelang ya sekitar makam Syech Subakhir.
7. UFO yang keliaran sekitar Semarang, Magelang , Merapi apa masih disana?
Ada apa dan kenapa mereka datang kesana ??
Terima kasih Ki, Salam
Nunung Nurhayati
Desember 12th, 2011 pada 08:35
Gus Supri@
Desember 12th, 2011 pukul 05:51
Matur Nuwun Ki, aku keduluan sama panjenengan kasih warningnya..
______________________________________________________
Mutar nwun gus supri,
Kebanyakan kita awam sangat butuh orang-orang sperti gus supri ini,
Termasuk BMKG,Peneliti2 keadaan es kutub dll, untuk waspada mncari jlan kluar,
sy yakin mrk mlakukan smua itu brtujuan mulia untk kbaikan umat manusia,
saya sbagai konsumen pngetahuan sngat brtrima ksih kpada org2 sperti supri yg tlah mberi bnyak info untk dicerna stiap orang untk bekal kwaspadaan,
alangkah NAIF ktika org mberi warning dsebut sbagai mendahului tuhan,
sharusnya itu hal wajar,sbuah sifat kpedulian trhadap manusia lain yg mbutuhkan info spt itu,bs dsubut prbuatan mulia,
Bukan hnya bs memohon dan memohon pada tuhan sembari brharap dia mnjatuhkan tenda2 dan mkanan dr langit ktika kt dtimpa musibah,
bukan hanya penyebar agama sj yg bs dsebut mulia,bs disubt mulia jk mampu mngabarkan tuhan dgn kebenaran tuhan yang sejati,tapi jika salah menjabarkan Tuhan yg sejati sma sj penghinaan trhadap Tuhan(itupun jk tuhan mrasa hrs trhina),
jk kt Eling/menyadari dan jujur : mana ada bahasa manusia mampu menjelaskan ttg Tuhan,yg kt tau cumalah cara menuju sj…yg artinya kurang-lbih belumlah Tuhan sebenarnya…jk ada yg mengakui jalannya adalh mutlak benar….sy yakin org akan mnyembah org itu sperti mnyembah Tuhan itu sendiri,tnpa dia perlu bnyak brbunyi…….kenyataanya untuk myakinkan 1-2 org sj sulit,kalaupun mau…lama-lama toh mbalelo jg krn derasnya tkanan hidup sbagai realitas mahluk sosial
Gampangnya Tuhan mberi sinyal mlalui alam : Sperti wejangan orang2 tua kt dlu,bahwa hdup manusia hrus selaras & mngikuti gerak alam,krn bumi itu hidup dan penuh dinamika,dimana bumi dpijak dsitulah pula langitnya djunjung,
jk kt umpamakan lngit itu ttuhan dan mtahari adalh sinarnya,lalu tanah tempat kt beraktivitas…..saya berani katakan dengan YAKIN itulah TUHAN (sebatas pengetahuan saya saat ini,entah esok hari,entah bulan dpan,entah taun dpan,hingga sy mati…dan akan trus blajar dri hidup dg brgantung pd tuhan/sejati)
alam tdk sekejam yg kita duga….alam mberi warning awal sbelum trjadi sesuatu,
contoh sj gnung mletus akan mbuat brung-brung menjauh & binatang2 penghuninya pergi mninggalkan gnung trsbut,…
jika kpergian binatang itu dsebut mendahului khendak tuhan tidaklah tepat dan smaskali tak ada kbijakan…..
bukankah kyakinan kt tuhan mencipta mrk dg naluri bertahan hidupnghormatan binatang kpada pnciptanya krn dbekali naluri sdemikian rupa,dan mrk binatangpun mempunyai pmimpin suku yg mberi warning dan printah kpd komunistasnya…jk mreka mngikuti naluri yg dbekali tuhan untk mnghindari bahaya…itu semata sbagai bentuk pe,
Apalagi manusia yg dbekali naluri plus pkiran yg smestinya jauh lbih hebat dan bijak dr sekedar naluri kategory rendah binatang2 itu
Saya tdk brniat bersebrangan dg mrk yg brpikir dmikian,hnya saja tdk smua org bs sepasrah orang2 anitu,
kalaupun mampu pasrah,sy yakin itu hanya sebagai pribadi untk pribadi yaitu wujud kematangan emosional semata,tdk lbih…jika jujur pd diri sendiri,akan jauh lebih sulit berpasrah diri ktika mlihat org2 skitar yg sangat dicintai yg mngalami pendritaan sperti cucu,anak,mantu dll,Sayangnya kita manusia SULIT untuk JUJUR trhadap KERAPUHAN JIWA kita trsebut,karena KEJUJURAN terlanjur dianggap sbagai KERAPUHAN dan TIDAK TEGAS,jika hal ini terus dipelihara….jangan salahkan juga kenika cucu,buyut dan cicit kita kelak
“MENGHORMATI LELUHURNYA” dgn membuat “MUSEUM KEJUJURAN” bwat kita smua,
trims
Gus Supri
Desember 13th, 2011 pada 05:05
@Nunung Nurhayati
Terus terang, saya cuma meneruskan apa yang boleh disampaikan….
Hanya Gusti Allah yang maha tahu….
Dada ini nyesek dan sakit seandainya semua itu kelakon……
Salam Kenal, Puji Rahayu untuk keluarga….
Nunung Nurhayati
Desember 13th, 2011 pada 06:23
Gus Supri @
Apa Yang Ada Tidak Akan Pernah “TIDAK ADA”
Apa Yang Tidak Ada Tidak Akan Pernah “ADA”
Keterikatan Adalah Kebodohan,Dari Kesedihan timbul Lupa
>>Terus terang, saya cuma meneruskan apa yang boleh disampaikan<<
Sebaliknya "AKU" Hanya itulah yang Ber-HAQ kamu terima
"Semoga Dimudahkan"
Nunung Nurhayati
Desember 13th, 2011 pada 06:32
Gus Supri@
SEJATI ,nya tidak ada Manusia yang terlalu Menderita,janganlah mendahului TUHAN dengan memikirkan Semua Kesedihan dan Ketakutan Yang Belum ada, Oleh sebab akan merapuhkan kepada JIWA,
Tuhan (bukan TUAN) sangat TAU apa yang Benar-benar KAMU butuhkan.
“MAAFkan AKU”
Gus Supri
Desember 13th, 2011 pada 06:59
@Nunung Nurhayati
Matur nuwun,
Seandainya….
ya, seandainya…
Harmonisasi akan berjalan sesuai kehendakMU,
Ya Allah, Rabb Maha Agung
( ndalem nyuwun pangapunten… )
Nunung Nurhayati
Desember 13th, 2011 pada 07:37
YA.
Widodo
Desember 12th, 2011 pada 08:38
Kepada seluruh eyang yang ada di kahyangan dhalem nyuwun pangapunten karena tangisan dhalem yg terkejut akan kenyataan yg terjadi dhalem seperti bangun dari tidur yg panjang yg sudah tidak ingin terbangun lagi karena sudah mendapatkan tempat yg baik di sisiNYA karena suara tangisan itulah sang romo wisnu terpaksa turun ke marcapada tuk ndukani sing momong kenopo kok ora di jogo sing temenanan kenopo kok ora di mulyakno seperti yg tertulis di jagad kahyangan tentang seorang GUNAWAN WIBISONO/NAFSU MUTMAINAH/NUR/MUTIARA NUSWANTARA BUMI PERTIWI banjur wis mecungul lagi podho melek matane..dan lagi2 atas desakan dulur papat sing mbalelo edan donyo,edan wedo’an dll yg bersifat ora langgeng/yg terbuat dari sari pati tanah dari bumi dg angkuh dan sombongnya MEMUTAR BALIKKAN FAKTA dan lagi2 mencari cari kambing hitam tuk di salahkan..oleh karena itu sebisa mungkin kita harus bisa mengendalikan HAWA NAFSU dg cara seperti yg sudah di jls kan sama yg punya rumah gubug ini cukup YA…menarik nafas dan HU mengeluarkan nafas keluar msk lewat hidung dan itulah salah satu kunci MANUNGGALING KAWULO GUSTI-CURIGO MANJING WARONGKO WARANGKO MANJING CURIGO rahasia alam semesta ada di dalam sukma/jiwa batin yg paling dlm yg tdk bisa di ukur dg alat apapun hanya bisa di rasakan saja oleh diri sendiri yaitu AKU kang sejati langgeng tan keno owah gingsir jd nyuwun pangapunten bila saya mengecewakan para eyang semua krn terus terang saya tdk ingin grusa grusu gegabah pengen cepet iso saya lbh suka mengalir saja mengikuti arus alon2 asal kelakon krn RAMA WISNU bilang segala sesuatu di marcapada dan alam semesta sudah ada yg mengatur semua sudah bisa menjalankan printahNYA masing2 tanpa harus di paksa ! Dan kebetulan saya juga tipe org yg ndak bisa di paksa krn menurut HATI NURANI hal itu tidak baik sangat bertentangan dg istilah baGUSe aTI sepindah malih nyuwun pangapunten ROMO berpesan pada sy tuk diam duduk yg manis ora usah kangelan tandang gawe amergo wis di urusi sing duwe gawe yoiku para ratugung binatoro poro leluhur nuswantara nuwun
Satria kafir
Desember 12th, 2011 pada 08:53
kok, sepertinya loe itu udah tau aja ama yang namanya wahyu???pan tau loe cuman “orok” ibuloe!!!ha….ha….!!!
Qur’an dan Hadist aja nggak paham!!!loe tu belum nyampe disini,cuman kerikil kecil ditengah jalanan,,,,,,hai anak ingusan…!!!!
Netek aja sana…!gak usah koar-koar…!!!
Ente Majenun
Desember 13th, 2011 pada 12:54
Sudah nak, masuk lagi. Kamu lupa makan obat anti majenun.
Tio
Desember 12th, 2011 pada 09:33
Sugeng enjang sedulur sedoyo mugiyo tansah dipun paringi sehat
———————————————————————————–
Tanggapan pada gunung merapi
Semuwah gunung memang merapi
Hanya nama lakob yang membedai
Sebutan jibal pada ilahi
Gejolak gunung gejolak bumi
Di saat Alloh menghendaki
Memperingati penduduk bumi
Hususnyah kelas insani
Kecurangan manusa di peringati
Akibat curang silih menghianati
Sampai Alloh pun di hianati
Jin setan lebih dipercayai
Pada dasarnyah gede gengsi
Ogah mengakui dosa sendiri
Silih menuding silih salahi
Membuat Alloh memperingati
Setiap abad putaran bumi
Setiap kurun istilah kiai
Ada proses epakuwasi
Untuk kesuburan isi bumi
Banyak korban sudah pasti
Pengorbanan hanyalah demi
Kesuksesan ke depan bumi
Sehat berpikir instrupeksi
Yang jelek di repormasi
Di awali oleh merepormasi
Komunis pekai muncul kembali
Malah gembongnyah habib kiai
Alim ulama ta sadar diri
Lebaran sawal lebaran haji
Beda pendapat awalnyah risi
Tida nyadari hasud dengki
Ikutan pasti mu’min sejati
Satu Alloh satu nabi
Empat mazhab berdikari
Tetapi tida merasa suci
Kalau tida merasa suci
Alasan apah suka mencaci
Ego dengan pendapat sendiri
Tida rumasa tida mengerti
Bukan mengkritik bukan mencaci
Nazom ini ngajak mengkaji
Intrupeksi dan mawas diri
Demi aman nyaman bumi.
Widodo
Desember 12th, 2011 pada 10:31
Kagem kangmas satriya kafir dhalem nyuwun pangapunten..soal quran hadis dalil terus terang enggak ada dalam ajaran PURBA WISESA BHATARA WISNU yang ada hanyalah… He.he.he. Tebak tebakan hayo..dan tunggu tanggal mainnya sabaaaar bin subuuur ! tentang wahyu sudah di tetapkan dan sbnrnya sdh di jelaskan oleh kangmas tembayat. Saya ndak peduli dg sebutan org pada saya kalo boleh saya plesetkan AKU ini KUNTET MANGKU LANGIT he.he.he.he monggo di jelaskan kangmaaaas sepindah malih dhalem nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam sih katresnan tuk seluruh jagad buana dan seisinya
Tembayat
Desember 12th, 2011 pada 11:49
@kang widodo
sugeng enjang kang wododo,wonten menopo to…kok nami kulo dipun sebut-sebut ?
Saya ini hanya anak dusun bukan ahli kitab,tapi karena menyebut Hyang Wisnu ya saya coba dekit,seharusnya ini porsi kang RD !
Menurut versi QS,wahyu hanya diterima oleh nabi/rasul perantaranya JIbril,dan sejak Kanjeng Rasul SAW sdh tidak ada wahyu yang diturunkan,kalaupun ada istilahnya tidak stinggi wahyu jadi hanya berupa ilham-ilham.
tapi kalau versi jawa mirip tapi beda,wahyu lebih cenderung energi kekuatan dari langit yg diterima manusia untuk mengatur isi dunia bisa manusia/alam.Versi jawa terdapat beberapa jenis wahyu tergantung fungsi wahyu itu misal wahyu mahkotarama yg bisa menurunkan raja/pemimpin 7 turunan,wahyu senopati,wahyu cakraningrat,dll.
Untuk memperoleh wahyu tidak mudah,harus disertai laku prihatin secara rutin dan continu(tetap istiqomah).Ketika Pangeran Mangkubumi mau menerima wahyu keprabon beliau topo kungkum di tepian bengawan Solo,Kiageng Pemanahan dan Giring bertapa/tani di gunung Kidul,Karebet pun juga topo kungkum dll,laku tersebut sifatnya untuk mengendalikan semua hawa nafsu atau istilah bahasa jawa meper babahan howo songo/menutup 9 lubang nafsu manusia.Menguruskan badan menggemukkan jiwa,secara kasat mata phisik lemah tapi secara rohaniah jiwanya kuat.
Seorang pemimpin tanpa wahyu ibarat garam tanpa sayur,pemimpin yg kasinungan wahyu keprabon akan memiliki kewibawaan di alam nyata dan ghaib.Untuk memperoleh wahyu selain karena laku juga atas restu/doa para leluhur/pendahulu,tapi hak mutlaknya berada di tangan Yang Maha Kuasa,manusia hanya memohon tapi Tuhanlah yang menentukan.
Ketika Pangeran Samber Nyawa merasa cukup kuat baik sisi militer,dukungan rakyat dan keuangan maka beliau menobatkan diri jadi raja di Nambangan dan pada saat itu pula tersambar petir,oleh penasehat spiritualnya lalu diobati dan dinasehatkan untuk menguurungkan karena nggegemongso,karena wahyu keprabon masih berada di Sunan Pakubuwono II,seiring berjalannya waktu ternyata wahyu keprabon jatuh pada pamannya snediri yaitu Pangeran Manghkubumi dan pangeran samber Nyawa hanya jadi Adipati Mangkunegoro.
Seiring berjalannya waktu diera pasca penjajahan wahyu keprabon jatuh pada trah Kasunannan surakarta ,tapi wahyu itu oncat th 1955,dst.kalau menurut urutan/jatah perjanjian ki ageng Giring dan Pemanahan ,berikutnya nanti seharusnya masih putra Mataram.
menyoal wahyu mahkota rama,yang kuat kanggonan wahyu ini harus Trah Sri Rama /Krisna dan titisan Hyang Wisnu.Konon kabarnya Hyang Wisnu sdh menitis di pulau jawa,selain itu pemegang wahyu ini akan selalu disertai/dekat dg sosok Semar/Ismoyo jati.pemegang wahyu ini tdk harus jadi raja,tapi raja yg didampingi sosok ini negerinya bisa adem ayem.
wahyu keprabon dan wayu spiritual untuk mercusuar dunia hingga kini belum turun,turunnya nanti setelah tirai zaman terbuka,atau keturunan dari sosok pemegang wahyu mahkota ramalah yg akan mampu/kuat menerima amanah itu.
Untuk menjadi RI1 tdk harus dapat wahyu,walau hasilnya dalam pemerintahannya akan berbeda,meski tanpa wahyu tetap harus lolos dalam majelis ghaib Nusantara/leluhur nusantara.Bila dalam majelis ghaib nusantara diputuskan menunjuk seseorang walau dihalangi kaya apapun tetap menang dg berbagai cara.masalahnya apakah seseorang yg diserahi amanah itu mempergunakan dg baik atau hanya untuk kepentingan sektorial/kelompok tertentu dalam perjalanannya itu maslah lain atau memilih diantara yg kurang baik dg berbagai sebab misalnya perjanjian antar para leluhur atau bisa juga karena jalan cerita/lakon nusantara sdh harus begitu ygsudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa.Dibalik musibah ada naugerah,dibalik dosa ada pengampunan,dibalik pengampunan ada rahmat dst.seperti halnya kenapa adam dan hawa melanggar dosa dibiarkan saja,tentu itu dg maksud agar Tuhan punya alasan untuk memberi pengampuanan dan rahmat Tuhan ingin menunjukkan pada manusia Akulah Tuhanmu Yang Maha Pengasih lagi Penyayang dan Maha Rahim.
sekian dulu
Widodo
Desember 12th, 2011 pada 15:23
Kang ijo gading semoga panjenengan jadi ijo royo2 ben adhem bhumi iki ora usah panas gara2 ulahe si bonang lan anteke wis bar urusane..ben sing duwe gawe sing ngurusi mengkolah petitis oke ! Wis wayahe AGNI di padamno di ganti MULAT LAKU JANTRANING BANTALA LAN SAMUDRA nak bok obong terus yo ora bakal ketemu dalane tur ora adhem2 bumi nuswantara iki OPO PENGIN IJOLAN WAHYU ?ben sampeyan reti rasane LAKUTAMA sing songgone ora gampang..aku ora tau ngarep arep pengin dadi jalmo pinilih ! Nak iso tak tolak matur sembah nuwun
Angon
Desember 12th, 2011 pada 15:40
Sugeng siang Pak Dhe Sabda….
Dangu mbotwn kepanggih, pripun kabaripun…?
Angon
Desember 12th, 2011 pada 15:42
Sugeng sonten Pak Dhe Sabda…
Dangu mboten kepanggih… pripun kabaripun…?
Salam
Widodo
Desember 12th, 2011 pada 16:19
He.he.he sayang sekali komentar saya melenting kemana mana jadinya ya heboooh he.he.he. Koran dikilokan ndak apa2 karena beritanya udah usang hi.hi. Tapiii ingat ! Jng di bakar kasihan mbah koran dan mbah kitab kan asalnya dari pohon dari bumi jg.jd yg hrs di lakukan adalah mengembalikannya ketanah dan di uruk DARI BUMI HARUS KEMBALI KEBUMI itu lah hukum alam semesta..saatnya gajiiiaaan he.he.he.he hatur nuhun matur sembah nuwun salam sih katresnan tuk bumi pertiwi adhem ayem gemah ripah loh jinawi TULODHO MBANGUN DESO TULODHO MBANGUN AKARYO TUT WURI HANDAYANI
Indrabayu
Desember 12th, 2011 pada 17:54
dini hari ini (12 Desember 2011, 00.30-03.00) saya beserta kekasih diserang oleh entah siapa.
kekasih yang memiliki mata bathin yang tajam sejak lahir
diperlihatkan dalam bentuk wayang dari “Bethara Kala”
diatas rumah diberi penjagaan oleh naga yang (menurut kekasih)
adalah salah satu titah yang mengikuti Kanjeng Nyai Roro Kidul
para eyang eyang leluhur saya serta kekasih juga turut serta menjaga rumah, tetapi kenapa kami yang diserang?
ada salah apa kami dengan MEREKA?
para pinesepuh yang ada di kahyangan milik Ki Sabda ini
bolehkah saya yang masih dangkal pikiran ini, diberi penjelasan menurut
pandangan para sedhulur yang waskita?
terima kasih.
Salam Asih Asah Asuh,
Indrabayu
baok
Desember 12th, 2011 pada 18:00
salam…
apabila kita mendapatka cacian, kritikan dan hinaan dari orang lain di dalam naskah siskandang karesian kropak 630 tahun 1440 saka….yang di beri judul SATRIA BERGITAR….ehh salah jaman raja-raja bang rhoim mah belum lahir atuh…
naskah siskandang karesian yang isinya berupa petuah-petuah dari leluhur…salah satunya isinya yaitu :
panca parisuda…
yang mengandung arti lima obat penawar…(lamun aya nu meda urang,sapameda sakalih)…bila ada yang mengkritik kepada kita, trimalah kritik itu dan anggaplah…
ibarat kita sedang dekil menemukan air untuk mandi.
ibarat kita sedang burik ada yang meminyaki.
ibarat kita sedang lapar ada orang yang memberi nasi.
ibarat kita sedang dahaga ada orang yang mengantarkan minum
ibarat kita sedang kesal datang orang yang membawakan sirih-pinang (seupaheun)..
(kadyangga ning galah cedak tinunggalan teka) sama halnya bambu runcing makin pendek makin baik karena kemungkinan patah makin berkurang…dengan kritik akal budi kita akan makin kukuh dan tajam…
(lamun maka suka urang kangkeun pare beurat sangga) kalo senang menerima kritik kita akan seperti padi yang runduk karena berat isi…
____
om iwan said…
KEKERASAN ADA BATASNYA
KELUWESAN TAK ADA BATASNYA
tak ada kuda-kuda yang tak bisa di jatuhkan,karena itu geseran lebih utama,keunggulan geseran terletak pada keseimbangan,rahasia keseimbangan adalah kewajaran,wajar itu kosong…….
MEMBENTUR DAPAT DIUKUR
MENEMPEL SUKAR DIKIRA…
…
cag heula
nuhun….
Dewi
Desember 12th, 2011 pada 21:22
@ Ijogading,
Maturnuwun kangmas atas gula-gulanya, gula2 yang di dapat dari rasa olah pikir, cipta dan karsanya…
Nyanyian kamasutra adalah bahasa terhalus dan terindah untuk penciptaan diriku untuk mengenal mistery keajaiban dunia ini. bersedih, khawatir, terancam dan kecewa tak membuat perisai diriku menjadi berguna daya, hanya ada ruang’hampa’ yang berkelana untuk mengetuk dan memasuki relung2 pintu transformasi energy daya, energy putih, energy gembira, energy cinta…
@ Dalbo,
Mas dalbo, ulasan tentang yahudi sangat menarik sekali, mengingat kaum ini di dunia ini hanya 2 jt an jumlahnya, yang 1 jt ada di Amerika, yang 1 jt menyebar ke seluruh dunia. Walaupun kuantitasnya hanya kecil/ sedikit tetapi kualitasnya nomer 1 di dunia, apa2 tentang ilmu tehnology bahkan bom atom di kuasai/ di ciptakan oleh umat yahudi. Hmmm, betul2 contoh umat unggul walaupun banyak di benci dan di laknat oleh masyarakat kebanyakan, contoh yang nyata adalah masa kekejaman hitler yang rasis yang berambisi melenyapkan umat ini dalam perang dunia ke-2.
Menengok sejarah masa pemerintahan belanda di indonesia pada th 1930 an, indonesia-israel adalah negara diplomatik/ sahabat dulunya, ini ada kisah nyata yang saya dapatkan dari majalah ‘weekender’,the jakarta post (october 2010), sebut saja namanya shoshanna lehrer, kedua orangtuanya udah menetap di indonesia untuk kerja, pada th 30 an lehrer masih 4 th, dia bersekolah di bandung dan jakarta hinga remaja, ketika perang dunia pecah, banyak yahudi yang seperti di paksa untuk memilih menetap atau memenuhi panggilan negaranya masing2, waktu itu shoshana juga merasakan/ melihat dengan sendiri, yahudi2 di kumpulkan, ada yang iraqi jews/ yahudi irak, baghdad jews/yahudi baghdad, dsb, namun ternyata shoshanna tidak ikut dalam barisan mereka karena dia merasa dia adalah yahudi dari indonesia.
Yang mengharukan adalah interaksi keluarganya dengan masyarakat indonesia, sejak kecil, shoshanna sudah terbiasa berbaur dengan rakyat kita serta bersekolah di sekolah kristen, maklum didikan orang tuanya yang sekuleris, yang tidak fanatik dengan ajaran yahudi sendiri, bahkan waktu adiknya lahir, orang tuanya juga membuat selametan ala jawa, tetangga2 sekitar juga ikut gotong royong membantu, ketika shoshanna remaja dia ikut dalam pagelaran budaya gamelan dan bikin kommunity yahudi di indonesia, suka dan pandai memasak masakan jawa dan dia lebih suka di sebut sebagai orang indonesia yang yahudi daripada harus kembali ke vienna/ eropa, negri tempat orangtuanya. Lewat perkumpulan community itu ia juga mendirikan synagogue (tempat peribadatan umat yahudi) di surabaya pada th 1948, yang terletak di jl. Kayoon, depan delta plaza. Dan itu merupakan satu2nya synagogue di indonesia.
Hubungan diplomatik juga memasuki ranah ruang akademis, di Hebrew university, ada program sekolah gamelan jawa, jadi jangan heran kalau nanti ada orang yahudi yang pandai gamelan, suka berbusana jawa dan berbicara bahasa jawa… itu semua karena mereka sangat mencintai nusantara dan budaya jawa pada khususnya serta masih merasakan romantisme hubungan diplomatik indonesia-israel yang harmonis pada era soekarno.
@ Wongsorejo,
Maturnuwun, di dunia ini agama ‘bumi’ tidak saja ajaran ‘jawa’, sebut saja hindu, budha dsb, bahkan ajaran kong hu chu ajaran bumi yang daridaratan china itu bisa menjadi agama di indonesia , mengapa kita tidak bisa menjadi tuan rumah di negri kita sendiri?…
@ Cah Pathi,
Byar terawangan awang-uwung suwung sing ono mung ingsun…
Nietzsche ‘humain trop humain’. Bahwa bahasa adalah tahap pertama manusia dalam pencarian ilmu pengetahuan. Dari sini diketahui bahwa betapa bahasa memegang peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat dunia. bahwa ia tidak hanya memberi nama kepada benda atau hal tapi juga sebaliknya melalui kata2 ia menjelaskan pengetahuanya yang sempurna tentang benda dan hal.
Sukma vs wadag…
Ruh vs tubuh…
Nyawa vs badan…
Isi vs kulit…
Hanya beda bahasa dan pangilannya saja ya mas, ternyata sama?, saya bisa memahami penjelasan njenengan tentang Ruh, Rahayu=Roh Ayu=Roh=Ruh Rahayu.
Mohon maaf jika penjelasan saya belum bisa memuaskan kangmas, bukan kapasitas saya berbicara tentang ‘spirit’ , sekiranya kangmas Cah Pathinicus javanicus erectus bisa bertanya/ berdiskusi lebih lanjut dengan kanjeng mas Dalbonicus javanicus erectus tentang sukma spiritus javanicus.
Salam dari saya, Dewi Javanicus Murni Cirectus…
@ RP,
Terima kasih juga bang atas pengertiannya, beauty is just outside the skin, kecantikan hanyalah terletak pada kulit luar saja. inner beauty is inside the heart and it`s radiant, kecantikan dalam hati akan bersinar dan memancarkan auranya.
@ Baok,
KEKERASAN ADA BATASNYA
KELUWESAN TAK ADA BATASNYA
MEMBENTUR DAPAT DIUKUR
MENEMPEL SUKAR DIKIRA…
Ehmm2… boleh nggak kalau saya ikut nempel (belajar) pada guru Baok?…. thanks, mmuuaahh!
@ O`on, merci beaucoup…
@ Sen Karna, ngapunten paklik, ternyata kemarin saya kemarin yang hanya ke-GR-an… he he he…
@ Jayadi, maturnuwun mas, sami2 sugeng rahayu…
@ Sang Dalang, Zattiruan, SATIR U dsb,
Saya melihat di ruang sebelah tentang uraian anda… “sekuat apapun api hanya akan mendidihkan air menjadi uap….kemudian akan turun lagi menjadi hujan” … saya menyukai filsafah Api dan Air nya. Maturnuwun.
Salam rohayu,
Dewi
Dalbo
Desember 12th, 2011 pada 23:25
Nuwun sewu..
@ Sdri Dewi…
sekiranya kangmas Cah Pathinicus javanicus erectus bisa bertanya/ berdiskusi lebih lanjut dengan kanjeng mas Dalbonicus javanicus erectus tentang sukma spiritus javanicus.
————————————-
Dewi ini kok meng ada2 lha kalo saya ngasih jawaban tentang Spirit pd kang Cah Pati lha ini kan sama dengan nguyahi segoro, lha Kang Cahpati itu kan gudangnya Ilmu sepiritual, tapi kalo sama2 sekedar sharing sih oke2 aja,
Oh ya ngomog2 soal Spirit ini berasal dari bahasa Yunani yaitu Spiritus yang artinya, nafas, lalu berkembang menjadi spiritual, Spirit bisa juga berari Ghost,
jadi cakupan spiritual luas sekali, tidak hanya melalui ajaran2 agama sj,
bisa juga Spirit kebangsaan, spirit bussiness, spirit berpacaran, wah nggladur ke mana2 ya,,,jadi spirit ini buat sy pribadi adalah Seni,..seni berspiritual, spirit kesenian wiss di wolak walik, yo koyo ngono kuwi..
@ IjoGading
Ontorejo anaknya Bima’Sakti.. Kalau jalan.. jangan jauh jauh agar tidak nyasar, tapi kalau nyasar alampun tak akan pernah membuat luka dan sedih.
—————————————————
Thanks 4 reminder I appreciate it…its all good.
Asah asih asuh..
Dalbo with love
Dalbo
Desember 13th, 2011 pada 00:11
Oh ya. nambah.sedikit lagi Spirit dlm konotasi western sociaty juga di pakai untuk istilah Alkohol/ minuman yg beralkohol .
Cah Pathi
Desember 14th, 2011 pada 00:17
@Kang Dalbo,
Wah Kang Dalbo niki kok bisa saja nggih, gudange sampun ambruk kang, jadinya ya mbetulin lagi, sama- sama ngangsu kawruh di sini Kang, nol puthul….
Salam Damai,
Gus Supri
Desember 13th, 2011 pada 05:55
Menjalani Kewajiban…
Rekan-rekan…
Selama ini, kita sadari atau tidak, seringkali kita hanya menuntuk HAK kita sehingga lupa akan kewajiban kita yang hakiki dalam mengisi kehidupan ini.
Dalam berbagai kondisi dan situasi, kitapun sering diajarkan untuk menuntut hak kita, bahkan banyak para mursysid mengajarkan untuk minta hak kita pada BELIAU melalui berbagai cara dan sarana, padahal ada hal yang paling penting yang harus kita penuhi sebelum kita melangkah ke alam kehidupan selanjutnya.
Allah sendiri telah berfirman dalam salah satu Surat, yang artinya : ” Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu ”
Kita tahu, Beliau bukan gila hormat, bukan pula gila pujian, tapi beribadah dalam artian yang luas dengan berbagai tata cara dan metoda yang diyakini adalah bentuk ketaqwaan manusia dan jin untuk menjalani kewajiban sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kesempatan yang Beliau berikan kepada makhluk ciptaanNYA.
Rekan-rekan,
Dalam perjalanan astral yang pernah saya alami, disana ditunjukan bahwa kematian yang kita alami di dunia saat ini hanyalah permulaan perjalanan-perjalanan lainnya untuk mengisi kewajiban-kewajiban baru yang harus mampu kita laksanakan, seperti ibarat kita harus mampu lulus ujian TK,SD,SMP,SMA,PT dst sebelum kita bertemu SANG KHALIK kita untuk menerima hasil upah kita menjalani kewajiban hidup ini.
Sementara kalau kita gagal menjalani ujian kehidupan di dunia fana ini ibaratnya seperti produk yang gagal yang akhirnya harus dibuang dan dihancurkan tanpa memiliki kesempatan lagi untuk melakukan perbaikan, apapun alasannya.
Kalo kita bayangkan, ujian di dunia sekarang saja tidak mudah dan bisa gagal apakah mungkin kita mampu melewati tahapan selanjutnya……????
Saudaraku,
Mumpung masih ada waktu dan kesempatan….
Mari kita belajar memperbaiki mutu ibadah kita dengan cara apapun yg kita pilih, agar mutu kehidupan kita layak kita pertanggung jawabkan dan baru kita akan menerima HAK kita dengan rasa suka cita….Amien.
Semoga…..
Senopati Karna
Desember 13th, 2011 pada 13:20
…..ulasan tentang yahudi sangat menarik sekali, mengingat kaum ini di dunia ini hanya 2 jt an jumlahnya, yang 1 jt ada di Amerika, yang 1 jt menyebar ke seluruh dunia. Walaupun kuantitasnya hanya kecil/ sedikit tetapi kualitasnya nomer 1 di dunia …(DM)
@DMurni – berkembenkansutraungu (-:
Diiing,priiit ! … salah jeng ! Ketahuan kemarin njenengan gak buat PR – pekerjaan rumah – dulu sebelum menulis yang ini. Pakai aji2 apa ini , pengawuran atau … kemalasan ? (-: (-: Kebanyakan makan rujak cingur ?! Yang di bawah ini saya ambil dari
****
The Jewish Population of the World
(2010)
Countries with Largest Jewish Populations
Rank
Country
Jews% of World Jewish Population
1 Israel 5,703,700 42.5%
2 United States 5,275,000 39.3%
3 France 483,500 3.6%
4 Canada 375,000 2.8%
5 United Kingdom 292,000 2.2%
6 Russia 205,000 1.5%
7 Argentina 182,300 1.4%
8 Germany 119,000 0.9%
9 Australia 107,500 0.8%
10 Brazil 95,600 0.7%
11 Ukraine 71,500 0.5%
12 South Africa 70,800 0.5%
13 Hungary 48,600 0.4%
14 Mexico 39,400 0.3%
15 Belgium 30,300 0.2%
Teman2 saya a.l orang2 Arab,Yahudi,China, Amrik,Aussie, disamping orang kita, Nusantara. Eh hem, saya berharap semoga saya bisa ketularan pinternya orang Yahudi, tanpa harus jadi … penipu (-: (-: ( just kidding )
Salam katresnan kritis
Senopati Karna
Desember 13th, 2011 pada 13:25
Tambahan : Sumbernya : jewishvirtuallibrary.org
Jewishvirtuallibrarydotorg
Wongsorejo
Desember 13th, 2011 pada 13:36
sp pernah ketemu mendiang gus dur pada saat jaya2 nya, dan apa komentar sp: “bulu kuduku merinding melihat gus dur, gus dur dikelilingi buanyak sekali jin-jin, mereka itulah pembisik-2 gus dur sama sekali bukan malaikat”, itulah karomah dan keramat gus dur sang wali yang wilayahnya/wilayat adalah seluruh nuswantara, melebihi wilayah sunan kalijogo yang hanya kerajaan ndemak
awalnya yang disembah adalah illah-2 kemudian diperas menjadi satu dan disebut al -illah yang gede banget, suka sekali di jiarahi dan mengaku-2 satu-satunya yang memberi pesugihan, tiap orang yang berjiarah kerumahnya yaitu rumah batu pasti diberi pesangon jin-2 untuk membantu perejekiannya, dari tahun ke tahun disadari atau tidak banyak sekali orang yang pulang dari padang pasir membawa jin-jin padang pasir, celakanya tidak ada satupun yang memulangkan jin2 itu kembali ke padang pasir, mereka berkeliaran di nuswantara dan membuat kerusuhan dan kekacauan dimana-2……
manusia biasa tidak memerlukan karomah atau mukzizat buat apa? untuk gagah-gagahan po piye? karena itu terbukti buatan jin yang gede banget untuk merekrut pengikut yang mau menyembahnya, jadi jelas sekarang mengapa kuburan para wali selalu dirubung peziarah
kalau illah-illah diperas menjadi satu munculah al-illah
kalau pancasila diperas menjadi satu munculah gotong royong
Tembayat
Desember 13th, 2011 pada 16:17
@wongsorejo
iya kang wongso,saya juga ngeri bayangin kerusakan yg dibuat jin/siluman mancanegara itu apalagi Indonesia sdh multi ras/suku akibat banyak perkawinan resmi maupun yg perkosaan.maupun yg kumbul kebo.Para jin siluman itu juga ikut nimbrung juga,terutama yg dari afrika yg bangkotan.
Tapi pertanyaannya mengapa SP kang wongso tdk mau bertindak ?semua itu didiamkan saja ,apa takut ?itu kan sdh jelas mau bikin onar,kenapa didiamkan saja ?
sikat saja !
Dewi
Desember 13th, 2011 pada 20:49
@ Dalbo,
I can feel your dissepointment about what I say/ write, I`m so sorry… I don`t mean it, you know I was count on you…
Kangmas Cah Pathi has (se) gudang spiritual kacang…
Kangmas Dalbo is has (se) gudang spiritual garam…
Kangmas Ijogading has (se) gudang spiritual gula2…
While I`m…, I still don`t have any gudang now… he he he…, otherwise, I just keep my mouth/ fingers shut!, for I don`t know what i`m talking/ write about. Please forgive me my brother…
@ Cah Pathi,
Mas, saya mau ngelanjuti diskusi kita tentang ‘suwung’ dan ‘warna’, sedkiiiiitt lagi…
Sejak kapan orang Jawa menemukan istilah ‘suwung’? sejak diciptakan atau ‘mengada’. Kemampuan para leluhur Jawa dalam berolah cipta rasa karsa dan olah kebatinan yang menemukan itu. Bahwa awal kejadian dan akhir kejadian itu suwung. Digambarkan pada pakeliran wayang ketika belum dimulai pagelaran. Dari suwung ‘mengada’ jagad seisinya dan dijagad inilah terjadi semua kejadian. Suwung itu ‘ada’ tapi ‘tan kena kinayangapa. tak usah ditanyakan masalah suwung itu, tapi perlu dicapai dan di kesuwungan itu akan mendapat jawaban yang dirisaukannya.
Tentang aura wong Jawa bermacam-macam disebut ‘teja’. Tejane wong ‘andhapan’ (rendahan) pasti berbeda dengan tejanya orang yang luhur. Teja itu kalau di khasanah Kristen Katolik digambarkan pada sinar bulat yang melingkari kepala para suci (santo) dan malaikat. Lagipula tidak semua orang mampu melihat teja (aura) orang lain. Itu wilayah spirituil tingkat tinggi. Kalau ada yang menanyakan aura pribumi, mohon yang bersangkutan ‘bercermin’ secara lahir dan batin nanti kan bisa melihat, paling tidak teja/aura diri sendiri dulu.
Untuk apa pendeta Hwuining dari Cina berguru kepada Jnanadadra (pribumi) di Dieng ? Wong Hwuining adalah pendeta Budha yang kelas tinggi. Bergurunya pasti dia ‘melihat’ ada teja/aura dari Jnanabadra hingga rela berguru bertahun-tahun….
Mekaten kangmas, maturnuwun…
@ Sen Karna,
Maturnuwun atas katresnan koreksinya, inggih menika leres paklik, ngapunten, saya kurang lengkap dan terburu-buru dalam menulis, pada waktu itu sekitar 2 jt an, itu tentu di luar negara resminya di israel sana. Di indonesia sendiri jumlah yahudi pada waktu jaman sensus jaman belanda th 1930 an, sekitar 1.095, kebanyakan tinggal dan kerja di jawa 85%, di sumatra 11% dan di pulau2 lainya hanya 4%, ketika menginjak perang dunia ke-2 populasi jumlah mereka mencapai 3000 an orang. Mereka terbagi atas tiga kategori, yg pertama yahudi belanda (yahudi sekuler yang sudah terasimilasi budaya luar) : sebagai pekerja pemerintahan belanda menjadi pegawai negri sipil, penggajar/guru, staff dokter dan tentara, sedang yang kedua yahudi yang berkebangsaan arab iraq/ yaman (yahudi orthodok) : banyak yang tinggal di surabaya menjadi bussiness man sebagai importir barang2 pertokoan, alat2 pertukangan, kerajinan seni dsb, yang ketiga : yahudi pelarian dari kejaran nazi, mereka berganti identitas dan menikahi wanita/ lelaki yang beragama kristen dari eropa. Pada waktu itu perekonomian bergerak makmur dan banyak orang yahudi yang menyumbang pajak pendapatan pada pemerintah belanda indonesia, namun sejak kemerdekaan indonesia perekonomian berjalan lambat serta gonjang-ganjing keadaan politik dunia yang melanda indonesia juga, karena tekanan keadaan, jumlah mereka hanya menjadi 450 an saja, dan 6 th setelahnya hanya menjadi 20 an orang saja…
@ Ijogading,
Yes, please come!…, with the gentle of your whisper soft, warm and tender kiss?… I`ll be sleeping beauty tonight…, I`ll wait for you in my dreamland… the space that wild and calm that likes to be tame… between the pacific and Atlantis ocean? … you are the prince of tide!
If I were the temple of Goddess… you can say my name… everynight and anynight… once you get the empty space… you can stay all night long… then, let`s it flow like the water that take a part in the role of the tide of emotion that bring us joy and happy averafter…
Salam sleeping beauty,
Dewi
Cah Pathi
Desember 13th, 2011 pada 22:46
Nuwun sewu Ki sabda,lan poro pinisepuh,
He…he…he..Jeng Dewi, masih penasaran ya?Saya yakin akan kewaskitaan orang Jawa, tapi janganlah apinya dibesarkan, berlakulah seperti air, Saya juga asli Jawa tulen-len. Manusia purba, entah apa namanya, pasti belumlah mencapai tahapan “suwung” itu sendiri, butuh proses, Hindu,Budha,islam,Jawa, pencapaiannya pun, butuh waktu,kapan,who knows? Saya yakin,orang jawa-pun,bila sudah mencapainya,apakah terhenti sampai disitu? oh tidak,jangan salah! hanya segelintir /sedikit orang Jeng yang mampu mencapainya, kalau boleh untuk perbandingan, 1 orang banding 1000 orang.Sulit tampaknya memang,tapi mudah bila sudah mencapainya.Kita harus melihat latar belakang/kilas balik sejarah diri kita masing-masing,keturunan kita,nenek moyang segaris dengan kita,tingkah laku kita,he,,,he,,,he,,. @karma,saya khawatir dengan impian manusia jaman sekarang, bertemu dengan suksma sejati,kelihatannya gampang yaaa?karena banyaknya informasi yang mudah diakses, banyaknya tulisan dari kitab/buku tua yang beredar, tentang pemahaman hakekat hidup, sudah siapkah mereka?Jangan lupakan sejarah/keturunan, itulah yang menentukan,itu fakta.
Saya yakin @Jeng Dewi,@Kang IjoGading,@Kang Dalbo, pasti mempunyai leluhur yang terpelihara,saya yakin itu,dan itu bisa dibuktikan.
Ada anak indigo,ada anak cerdas,ada orang yang waskito, itulah salah satu bukti karma, sama gurunya,diajarkan sama,pakai cara sama, belum tentu semua murid mencapainya,walau sama-sama tekun, dan belajar keras,kalau bisa mencapainya,pasti tidak sama waktu dan hasilnya,itu bukti Jeng,fakta, ilmu kejawen adalah cara cepat ,sederhana, gamblang, bisa dibuktikan dan dipertanggung jawabkan.Maaf, bukan saya menyinggung pada seseorang pinisepuh di bilik sebelah, yang dengan ilmunya di babar, kalau ada yang tidak bisa mencapainya bagaimana?kalau sampai tidak terkontrol bagaimana?maka padamkanlah apimu, karena cahaya pasti akan menerangi bila mampu melihatnya.–@KARMA.
itulah kewaskitaan para leluhur Jawa dulu, dia tahu yang pas, dan tidak pas, bukan pilh kasih sesama murid, itulah maksud lambang, dan perumpamaan,
Oh ya,mengenai manusia purba yang diketemukan di Indonesia,yang untuk sementara,saat ini,yang diyakini tertua di dunia,apakah tidak mungkin lain waktu diketemukan manusia purba yang lain yang lebih tua di belahan dunia sana?Siapa tahu?he..he…he….
Salam Damai,
Dalbo
Desember 14th, 2011 pada 11:21
Nuwun sewu..
@ CahPati..sugeng siang..
Kita harus melihat latar belakang/kilas balik sejarah diri kita masing-masing,keturunan kita,nenek moyang segaris dengan kita,tingkah laku kita,he,,,he,,,he,,. @karma,saya khawatir dengan impian manusia jaman sekarang, bertemu dengan suksma sejati,kelihatannya gampang yaaa?karena banyaknya informasi yang mudah diakses, banyaknya tulisan dari kitab/buku tua yang beredar, tentang pemahaman hakekat hidup, sudah siapkah mereka?Jangan lupakan sejarah/keturunan, itulah yang menentukan,itu fakta.
———————————————————————
Se7 se kali mas, apa yg anda ulaskan itu, disinilah tidak jarang seorang murid mengalami gangguan jiwa saat sedang berguru. Seorang Guru yg kondang sakti, seharusnya bijak dan dituntut untuk mempunyai kewaskitaan sebelum memutuskan untuk mengajarkan Ilmu2nya kepada sang murid, dalam hal ini sy maksud adalah yg bersifat Ilmu kanoragan, Karomah, kekebalan, dan sejenisnya,
Seorang Guru tidak jarang mengabaikan ttg karma bahkan leluhur yg sdg menitis pd sang murid, ini di karenakan Keyakinan sang guru misal (maaf tidak bermaksud menyinggung) sang Kiyai yg beragama Islam , tentu saja hal tentang Karma phala dan titisan tidak di fahami oleh sang Kiyai itu karena memang tdk di ajarkan oleh Ajaranya. Dalam kenyataanya, soal Karma Phala ini sebenarnya bukan untuk di yakini atau tidak di yakini,di Imani atau di Syiriki, tapi Karma hanya perlu di “FAHAMI”. di yakini atau tidak Karma tidak akan merubah peranannya dlm kehidupan ini.
Siapa saja boleh percaya atau tidak, bahwa setiap sebab itu pasti ada akibatnya, dan sang Akibat tidak akan berubah sedikit pun.
Diruang sebelah ada yg bertanya dg nada sinical, “ Emangnya hukum karma itu ada” pertanyaan seperti ini jelas di motifasi dari suatu keyakinan bukan dari pemahaman, sedangkan si Penanya tdk sdr bahwa dia sdng menjalani karmanya sambil bertanya?????
…………………..
Oh ya,mengenai manusia purba yang diketemukan di Indonesia,yang untuk sementara,saat ini,yang diyakini tertua di dunia,apakah tidak mungkin lain waktu diketemukan manusia purba yang lain yang lebih tua di belahan dunia sana?Siapa tahu?he..he…he…
—————————————-
Pasti Mas, alam semesta tidak akan berhenti berproses, Ilmupemgetahuan dan sciens, archaeology, dll masih terus menjalai evolusinya, dan suatu saat akan ditemukan fosil2 baru (mungkin) tt sj kita semua harus menerimanya sebagai penemuan baru, dan setelah itu kita jug a musti get ready, untuk menyongsong fenomen2 yg lebih baru lagi, nah di sisnilah kaum Fanatic akan selalu kewalahan tuk menerimanya walaupun itu kenyataan, Saya bersyukur sebagai manungso Jawa yg berfaham “Dinamisme” setidak2nya pemahaman ini menyentuh kesadaran saya bahwa Alam semesta ini adalah Dinamis dan tidak Statatic.
@ Sdri Dewi,
don’t worry I am not Dissepointed, I am cool, but feel litle bit funny, Couse I don’t like to challenge to any body aspecially about Spirituality, I don’t like kind of the attitude that created arogan, say I am Better than you. you know what I mean..
Julajuli bintang tuju wong sing ngidung Arek Suroboyo
Jaman saiki jamane kolo bendu, ayo podo sing eling lan waspodo..
Asah asih asuh.
Dalbo with Love.
Widodo
Desember 14th, 2011 pada 09:41
Kepada seluruh eyang sepuh yang ada di kahyangan kasunyatan sejati dan kepada seluruh pembaca yang budiman matur sembah nuwun nyuwun pangapunten saya agak kesulitan menembus alam maya ini hrp maklum perangkat yg sy gunakan ini rada ketinggalan jaman ato mungkin pihak operator kurang perhatian pada wong kere sprt sy ini yg brmodal cekak di kantong sehingga tiap kali mau menembus kahyangan ini susahnya minta ampun tersendat2 lagi,maklum hny di bekali gprs edge seadanya tnp bluetooth sudah jlskan kalo kirim komen paling keteter dan ndak tpt sasaran..nyuwun pangapunten..ada pesan tuk ”KPK” jangan takut ! Sekarang sudah saatnya BECIK KETITIK OLO KETORO! Tukang korupsi akan terbongkar kedoknya dan akan mendapatkan hukuman yg setara dng perbuatannya..para durjana perusak lingkungan hidup/alam/hutan melewati batas kewajaran yg nota bene adalah pengusaha asing dan pejabat korup juga para bajingan keparat yg membunuh org utan harus di brangus dari bumi nusantara ini termasuk jg JIN NASIBI jin suku bangsa arab dan antek2nya mereka semua akan dilenyapkan dari bumi nusantara ini dan tdk akan bisa kembali lg merusak jagad alus dan jagad manusia di bumi nusantara ini mereka semua akan di brangus dari muka bumi..tidak ada remisi untuk KORUPTOR dan perusak lingkungan alam para pembunuh dsbnya para wanita dan laki2 tukang selingkuh akan terbongkar aibnya yg jelas segala bentuk kejahatan di muka bumi ini akan terbongkar semua kedoknya BECIK KETITIK OLO KETORO !!! Itulah keadilan alam semesta hukum sebab akibat..siapa yg suka memfitnah sungguh kejahatannya/fitnah itu akan kembali kpd dirinya sendiri.oleh karena itu hendaklah kita jng punya prasangka buruk kpd sesama biar saja org mau bilang apa kalo kita tdk bersalah tentu akan kelihatan dan sebaliknya si tukang fitnah itu akan mendapat bencana karena ulahnya sendiri BERANI JUJUR itu HEBAT ! mohon maaf bila ada kata2 yg kurang berkenan matur sembah nuwun salam sihkatresnan tuk semua
gamalpra
Desember 14th, 2011 pada 13:30
LURUSKAN DAN RAPATKAN BARISAN
ternyata susah meluruskan dan merapatkan barisan…
seharusnya masing-masing mengurusi barisannya saja tidak usah ngurusi barisan orang lain, kalau ngurusi barisan orang lain ya repot… ga pernah selesai-selesai…
jangankan ngurusi barisan orang lain, ngurusi barisan sendiri saja susahnya setengah mati, sudah dikasih tahu baik-baik kalau berdirinya tidak lurus dan rapat sesuai arus utama masih ngeyel saja… disuruh sekalian saja keluar dari barisan juga ga mau…. ya akhirnya digebukin sama arus utama yang jengkel.
sama saja dengan negara, kalau mengaku orang indonesia ya pakai uud 45 dg pancasilanya, kalau tidak mau pakai ya silahkan jadi wna… gitu ya?
kalau masing-masing barisan sudah lurus dan rapat serta tidak usil ngurusi barisan orang lain ya jadi adem tentrem ayem, insya Allah, kemungkinan besar cepat maju indonesia?
bagaimana kalau urusan ini menyangkut barisan Tuhan? konon (maaf krn sy bukan isi) Tuhan juga murka besar kalau ada orang yang menyembah selain kepadaNya, menyembah kepada jin atau batu atau pohon atau uang atau yang lainnya. sabdaNya, kalau tidak mau menyembahKu, keluarlah kau dari dunia ini dan carilah tuhanmu diluar sana… nah lo…!
(mampuslah awak, karena awak masih suka uang….hick hick…)
Salam.
(tergoda menulis lagi krn mbak dewi selalu menyapa padahal sy sedang tapa mbisu, tidak lulus tapaku… hick hick lagi…)
(tapa mbisu, bagiku mempraktekkan 1 mulut 2 telinga, banyak membantu tdk pernah minta, lebih banyak mendengarkan apa maumu daripada ngoceh apa mauku…. ternyata susah juga… hick hick lagi dan lagi…)
Dewi
Desember 14th, 2011 pada 18:15
@ Dalbo,
Basically Everybody has already their own gudang : gudang sembako, gudang peluru, gudang garam (rokok),ect.
I prefer my gudang is empty, kosong and suwung…., bukankah dengan kekosongannya kita akan lebih mudah menemukan sesuatu yang ‘berserakan’ di situ. Atau jika tidak, aku akan mengisinya dengan segudang ilmu pengetahuan, segudang pencerahan spiritual dan segudang rindu tentunya…
@ Cah Pathi,
Nenek moyang kita bukanlah manusia tertua di dunia, nenek moyang bangsa africa lah yang tertua di bumi. tetapi ‘peradaban’ nenek moyang nusantara adalah adalah yang tertua, yang kedua adalah peradaban maya-yucatan-mesir.
Life is just flow like water… let it flow and let us just observe… see what happen next….
When life is just like fire… let it burn and let us just mesmerize… then, see what is comes next…
@ Gamalpra,
Salam hormat Graakk…!
@ BABY Rp,
Kita lahir dan besar di nusantara lengkap dengan keindahan alam dan musibah bencananya, itulah mengapa leluhur kita selalu mengingatkan pada kita untuk selalu ‘eling lan waspada’.
@ Widodo,
Semoga nanti ada yang menyampaikan pada KPK, dan saya ikut mendukung…
@ Jayadi, LAWAN KAFIR dan semuanya,
Biar urat syaraf tidak tegang karena berbeda pendapat, Monggo istirahat sejenak, bagi penikmat kopi niki kulo kirimin kopi susu…
@ ACINTYA,
Salam rahayu Duhai dalang cyberspace yang cantik, ibu dari segala warna dan sinar… engkaulah Dewi Aura di kahyangan ini…
@ Ijogadhing,
This is the moment I`ve been waiting for… (ce`ileh… belajar merayu abang sendiri… , pakai lagunya nyimas nur afni lagi… xixixixi..)
Sayang, malam aku tak tidur, aku terbayang dirimu…
Sayang, mimpi bukan khayalan, cinta bukan paksaan…
aku sayang padamu.
Kalau hanya teman, mengapa kau sentuh tangan ini, bagai bidadari aku pun melayang…
Kalau hanya teman, mengapa kau kecup bibir ini, bagaikan gelombang hatiku tergoncang…
Salam sayang,
Dewi
ACINTYA
Desember 14th, 2011 pada 20:53
dewi@
hello to U to my dear dewi..nice to see U here…am sorry for being use yor idiom
_________
…..i’ve been use this kind silent life almost the whole life….silent is pure…no distortion……just watch and read….to learn a thing….n to move in silent…
ibu dari segala warna dan sinar
_________________
Waaat is tat wat u think of meee….???……dont be silly my dear…..am lonly..hikhh..
…am just a confused hobo…..a scarecrow…not more than….!!!!!!!!
……am kind of silent person with silent life…and i must umpet sana umpet sini…
….my life hanging out with danger and death…..i luph the smell of death to visit my life…..silent but …….kikuk
oh yea….i’ve been read most of your post n am so impress about U wrote,Faithfull, energyc such Srikandi or margaret tatcher…,.happy…bit silly…..sharp n wise
….i’ve not many space left…i’ve met the irlord twice…there’s no diplomacy…one more left…then…must go after the new years when a hearing the bugle rang…..as marks my return home…..happy new year soon to you my dear….my lovely sarasvati….have a new life,wish U all the best.
….to gave them shock wich burn their EGO….. and the serene would absorb their anger to the road of glory…..gw suka gaya loe
att : after all of this maze…..i’ll remember U and pray to yor glory life,GBU
salam no pain no gains
ijogading
Desember 14th, 2011 pada 21:13
???
(judule opo yo?)
@acintya..
Salam hebat.
Wow.. Luar biasa penguraian anda,
IQ anda.. Saya salut.! Semoga dengan pengetahuan itu membuat anda menjadi lebih ber”gembira” menghadapi hidup ini.
#Jnana anda mendahului umur anda (why that “color” not came in the last 3 years?).
Banyak dari kita sbg penghuni nusantara ini tidak bernasib seperti anda.
Di belanda ada banyak pustaka leluhur Nusantara, boleh tuh di sharing kesini, spt peta kerajaan majapahit dg pelabuhannya (dg status anda sekarang ini mungkin nggak pinjam lalu dicopy hehehe) maklum ya generasi pendahulu kita waktu peralihan budaya peta2 lama dan artifak2 bangsa banyak dibakar dan di’najis’kan binti diharamkan.
Suksma.
@dewi,
Ehm,.. U too strength dear.. gelombangku di frekwensi ‘bunga’ warnanya ijogading sih kata teman temannya kakek.
@kang senkarna.
Tidak salah itu (bukan benar ya) kalau analisis kebangsaan dari budayawan dan sejarah-wan pinisepuh bangsa yg suka nongol di teve mengatakan kita sebagai (sudah merasa lho) bangsa yg paling hebat dan nomor satu didunia… k..k..n..nya
Korupsi itu GARONG ya kang.?
Lebih jahat dari “maling” kalau menurut kitab yg benar(maksudnya kitab yg membuat sifat manusia menjadi baik dan benar untuk manusia dan alam) . nepotis itu katanya sdh mendarah daging lho kang..
Ujungnya mereka sadar kalau budaya kita saat ini budaya agamis 90% (masalahnya juga termasuk pinisepuh yg diteve itu) shg dg cara SETENGAH MATI eh setengah hati (kadarnya meragukan mencapai 90%) berkesimpulan harus dilakukan revolusi budaya agar sifat dan mental menjadi baik.
Revolusi budaya itu revolusi agama ya mas.?
Nah.. piye to kang, neng kene iki jatiman melok melok mlebu yo kanggo iku.. Agar kadar agamisnya turun menjadi 10% dan kadar kesadaran HAKEKAT hidup MAKMUR insyaallah, pujituhan, awignamastu,amitaba,tzenzu menjadi 90%..hahahaha…
Kalau kecerdasan anak bangsa…wah wah wah jangan diragukan kang..!
Makanya saran @SP yg terbaru buat saya:
berGEMBIRAlah..!
Wis ono dalan liané kok.!
Salam
Gembira.
Senopati Karna
Desember 14th, 2011 pada 18:34
‘Seorang Guru yg kondang sakti, seharusnya bijak dan dituntut untuk mempunyai kewaskitaan sebelum memutuskan untuk mengajarkan Ilmu2nya kepada sang murid, dalam hal ini sy maksud adalah yg bersifat Ilmu kanoragan, Karomah, kekebalan, dan sejenisnya,…(Dalbo)
@Mas Dalbo,Mas Cah Pathi,Mas Ijogading, Testes aka Jiwa Rapuh aka Acyntia aka Nara Singa Yaici – what’s in a name ? Different names but still the same avatar ? (-: , Mas JS,Mas Tembayat, semua,
Saya pernah ditanya kalau di Nusantara itu buanyak tokoh sakti mandraguna, tokoh yang bisa minta bantuan jutaan jin dan tokoh2 gaib, mengapa kita bisa dijajah Belanda sebegitu lama, 350 tahun, artinya kita kalah …., juga oleh Jepang ? Kok tidak sebaliknya saja, kita yang menjajah mereka ?? Saya jan babar blas tidak tahu jawabannya. Ada yang bisa mencerahkan saya ?
Tapi, mungkin, mungkin lho, ini nyaris sama dengan negara2 Arab – yang katanya diridhoi Allah – tapi belum pernah menang perang dengan negara Yahudi, Israel. Harusnya dengan sedikit bantuan Allah saja Israel sudah kalah dulu2 ?
Apakah semua ini – penjajahan oleh bangsa (t) bangsa(t) asing – terhadap Nusantara – sudah direncana di atas sana oleh yang maha kuasa ? Kalau iya, yang di atas … tidak adil !
Teori saya, yang sering keliru : Kecerdasan, kualitas otak lah yang menentukan banyak hal. Jin2, pusaka2 ampuh, aji2 Brajamusti dan kekebalan , itu semua … kalah karena kecerdasan yang dimiliki bangsa(t) penjajah, yang, nyuwun sewu, mungkin tidak dimiliki orang2 Nusantara SAAT itu. Mereka itu – bangsa(t) 2 asing penjajah – sudah …cukup mumpuni dalam hal matematika, fisika, kimia, dan sains -termasuk antropologi, dan pengetahuan SEJARAH Nusantara,bahan2 pokok yang diperlukan untuk kesuksesan hidup di …bumi ini, bukan di atas sana setelah kehidupan ini…
Tolong, pencerahan anda2 semua saya nantikan.
—————————————–
Oh ya,mengenai manusia purba yang diketemukan di Indonesia,yang untuk sementara,saat ini,yang diyakini tertua di dunia,apakah tidak mungkin lain waktu diketemukan manusia purba yang lain yang lebih tua di belahan dunia sana?Siapa tahu?he..he…he…(Cah Pathi)
—————————————-
Pasti Mas, alam semesta tidak akan berhenti berproses, Ilmupemgetahuan dan sciens, archaeology, dll masih terus menjalai evolusinya, dan suatu saat akan ditemukan fosil2 baru (mungkin) tt sj kita semua harus menerimanya sebagai penemuan baru, dan setelah itu kita jug a musti get ready, untuk menyongsong fenomen2 yg lebih baru lagi,…..(Dalbo)
@Mas Cah Pathi,
Saya dulu sering ngobrol dengan teman saya yang dosen arkeologi dan antropologi di Gama. Dari obrolan2 kami bisa saya tarik kesimpulan yang intinya seperti ditulis Mas Dalbo di atas. Nah, disinilah bedanya sains dan agama . Sains itu sifatnya TIDAK pernah 100 persen begini, atau begitu. Kalau ada penemuan fossil baru, misalnya, yang mem ‘buktikan’ teori yang lama … salah, ya teori yang lama ditinggalkan.
Dalam agama mungkin tidak begitu. Manusia itu dari DULUU ya begini, seperti anda dan saya. Evolusi seperti dikatakan Pakde Charles Darwin itu , untuk sementara orang yang beragama tertentu, salah bin tidak berlaku. Kalau ditanya salahnya dimana, mereka mengutip ayat2 yang jatuh dari kitab suci mereka, yang dari surga, yang tak bisa keliru. Ilmiah ? Jelas tidak !
Salam evolusi
ijogading
Desember 15th, 2011 pada 08:01
A’a
BARBEL.
Barbel itu tempatnya di fitness club, tempat orang sakit saraf dan libido, yg diperuntukkan untuk dan berujung pada penampilan ga/ring “penampakan” yg mengarah sex, kejantanan dan kebetinaan.
Untuk apa penampilan itu?
Tentu untuk libido diskotik mayapada.!
Ini kisah nyata didunia maya..
Juga kisah maya didunia nyata..
Approx.90days ago
Karena satu geng dg kelompok “demit” maka tentu ketemu dg ki sableng yg suka nongol diteve.. yg matanya suka melotot tajam.
Saya bilang: ki, aku pingin nyatroni si a’a barbel, piye menurutmu.!
Sendiko dawuh katanya, perlu pasukan tambahan den.? Oh nggak ki., aku singgah ngenteni wektu ki.
Karena wajahnya sdh sy kenal, gampang dong.. cukup patrap ketemu deh si dianya..
Ternyata si a’a barbel penuh dg penyakit komplikasi sexual, setressss akut, wajah kecut pasi, kalau senyum dipaksakan jadi hambar deh.. kasian dech, karena digandoli jin sex yg dia sendiri nggak sadari.
“Hanya satu pertanyaanKu pada kamu..
kenapa kamu tega memadu istrimu.. Kenapa kamu kecewakan anak2 kamu dan istri setia kamu.?
Diapun akan berlutut tapi segera saya tinggalkan..!
Ada banyak dan JUTA’an manusia ‘TUKANG SIAR’ seperti ini, saran saya janganlah suka ;
#meng’atas namakan TUHAN.
#bersembunyi dibalik kata “itu kehendak TUHAN” disaat mana kita menyakiti sesama.
Salam
GEMBIRA.
WM
Desember 15th, 2011 pada 09:33
Salam Mas Ijogading………
Apakah artinya berpoligami sangat dilarang oleh hati nurani…kawin banyak hanya karena libido syahwatnya…..maaf nurani yang saya kaitkan dengan kata nama Tuhan … ….bolehkah saya mengatakan bahwa peristiwa poligami ini juga terjadi di jaman dulu dan sudah dilakukan para pentolan yang kawin cerai dan beristri lebih dari satu yang sepertinya hanya demi nafsu syahwat pribadi saja dan bukan untuk banyak kepentingan lain yang berhubungan dengan tuntutan dan keadaan kondisi alam …….
Malakukan pemenuhan hasrat libido mayapada itu dengan alasan kehendak dan perintah Tuhan untuk supaya tampak mulia dan dibenarkan dimata manusia lalu diperbolehkan……..maaf…pengertian ini saya dapat dari suara suara yang sedang sliweran dihati saya……….salam rahayu……
ijogading
Desember 15th, 2011 pada 11:05
@mas..tanpanama.
Aslinya Yang-Hidup bahasa jowoné Sang URIP (roh/atman) itu adalah nur, sinar, div, bat/betoro ada pada setiap mahluk dan tumbuhan yg hidup. Sifat atman adalah MURNI dan SUCI.
Atman tidak bisa dilihat manusia… apapun kasaktian dan kesuciannya, selama jadi manusia pokoké mboten saget ndelok.!
Nah, kalau nurani itu rasa yg sangat “jujur” dari manusia..
Nah itulah Nur anda yg dominan,
“Aku yang akan sakit bila menyakiti”"Aku akan senang bila menyenangkan mu”
@tat twam asi
Kalau anda mau menyalurkan libido yg menyakiti sesama apalagi istri.. dg alasan “boleh” kata “buku” atau “kyai” ya monggo monggo saja.. Tapi dibalik ya..
Ditanggung Tidak Luntur..!
@jin dan jun.
Banyak istilah dlm khasanah bahasa manusia, jin, setan, malaikat, gendorwo, memedi, suster ngesot.. enso’on enso’on..dll dll.
Kenapa bisa disebut begitu.?
Ya karena masih ada selimut yg melekat, bentuknya masih kasar, shg orang2 yg punya kelebihan mampu melihat.
Kenapa terlihat? Karena ikatan Hukum Karma..! @budha.
Selama jadi Manusia apapun namanya, mau nabi, mau wali, mau rasul, kyai, ki, aki, mau presiden.. pokoknya mau apapun sebutan manusia pasti akan mat! Rohnya yg ikatan karma jahat pasti gentayangan shg bisa dilihat atau kadang memaksakan diri untuk minta tolong mewujudkan dirinya, seperti pocong begitu.
Demit kadang ngguyu, kl ada kyai yg bilang “jin” tapi sebenarnya itu “hantu” saudaranya yg “tukang kawin” itu tempo lalu mat!
Mau bukti.?
Jatiman patrap di-kediri.
@belajarlah banyak di blog@Sabda ini.
Salam gembiroloko
di kebun binatang..!
WM
Desember 15th, 2011 pada 11:56
Terima kasih Mas Ijo Gading……..saya selalu belajar dari tulisan Njenengan dan Poro Winasis di rumah ini……..
Mas RD…selamat datang kembali ….banyak teman disini yang sudah lama menunggu Njenengan……
ACINTYA
Desember 15th, 2011 pada 16:12
ijogading@
salam triloka/Raja Maya
Dengan segala limpahan CINTA-KASIH HYANG MAHA ESA,Terimalah RAHSA-KASIHKU wahai ENGKAU yang TER-AGUNG dari segala yang AGUNG yang diadakan oleh SANG MAHA CIPTAMU juga MAHA ESA KU per’SEMBAH’kan keBODOHan dan keANGKUHan EGOku oleh sebab keHAMPAan yang menyertai sifat lahirku untuk ter-SERAP sebagai asal keSEIMBANGan Oleh MAHA KASIH juga MAHA ESA , ENGKAULAH HYANG MAHA WELAS ASIH
bien :
KAKANGMAS IJOGADING yang saya cintai,Saya yang rendah ini,dengan segenap ketulusan yang ada dan tiada dalam genggaman sang diri,saya yang bodoh ini memohon maaf atas segala kekurangan maya saya,kesalahan yang sengaja ataupun tidak bukanlah ukuran buat saya,apakah saya harus merasa malu atau bersedih hati terhadap kesalahan kata dan atau sikap angkuhku ini yang ku’anggap tidak lebih baik dari sebuah Persepsi oleh laku AKU,bergeming tak bergeming bukanlah Aku sebagai badan,semua itu hanyalah pekerjaan Badan semata
Wat i am,just a scarecrow with my stupid computer in front of my face…. endeed…at a moment. ..
Menunggu dalam sunyi Hingga suara seruling sang WiKu mengusik kehampaan
MAYBE OR NOT MAYBE IS NOT MAYBE BUT TRUTH
Apakah tuhan lupa menyertakan rasa kesopanan atau keluhuran Budhi dari Pekerti,ownersly….i have no idea or not enough time to concern about,….saya hanyalah sebatang cemara gunung yang bertugas menahan air dari akar melalui tubuh induk ke dahan-dahan sebagai kewajiban menyalurkan AIR GUNA menghijaukan dedaunan,bukankah aku HANYA SATU dari sekumpulan cemara-cemara lain yang menghijau gunung dari kejauhan….apakah bangga atau bahkan bersedih oleh itu…. sejujurnya saya lupa terminology kata sedih dan bangga…
saya hanya hidup dlm ke-sadar-hana-an saya…ataukah sang cemara tidak mempunyai secuil keraguan pun setitik ketakutan dari satu dan banyak kemungkinan IA diburu dan ditebang untuk membangun rumah sekedar untuk penyejuk dari sengat matahari,ataukah membiarkannya hidup apa adanya sebagai penahan air dimusim hujan…sehingga Ia tetap berdiri tegak memeras diri di kemarau panjang dengan membagikan AIR MATA sebagai wujud kesedihanya atas kering melanda pertiwi…entahlah…itu hanya ilusi seseorang yang sedang kesepian….
hmmmm…sungguh IA adalah IA sang WELAS ASIH,pun jika para Penabuh Genderang berkeras hati oleh sebab dorongan semangat yang menderu-didebu…IA takan merasa berat hati memberi Password untuk sekedar akses….Jika ya dan tak hendak tertunda…..PW’is SealAUMas…with no kikuk
Jika di ingat-ingat Da-hulu waktu ber’guru(teac-her) adalah disebut murid sebagai pelajar di sekolah dasar dan selalu mengatakan kata guru saya dan tak sekalipun ia berani berucap ‘kata-saya’ kepada sang guru oleh sebab ke’sadar’an diri sebagai hanya murid,sedangkan maksud sesungguhnya sang guru belajarlah sebagai murid untuk menyadari diri sebagai calon guru hahkan do-zen sehingga dengan semua daya upaya kecemerlangan dirinya IA akan mengasilkan sebuah karya mulia hingga berjuluk PROCESSOR.
(teac-her mengapa bukan teac-him…ada-ada aja nie londo)
Ada pun kisah Seorang lain Pengusaha-Internet System Provider yang khilangan gelombang internet untuk dipancar luas kepada end-user,sebagai sebentuk rasa tanggung jawab mencari-cari sebab oleh akibat,pun bukan maksud memaksakan asa untuk merubah apa-apa,hanya niatkan berpindah (ping) dari gelombang lemah ataukah melalaikan para konsumen yang sedang geregetan dengan jaringan lelet, jika saja dibenarkan,layaklah memakai alasan semu kurangnya technisi , Namun YA keberadaanya akan dipaksa oleh complaint end-user sendiri yang terakumulasi menjadi rasa gundah gulana-bingung tak terperi menusuk-nusuk dihulu-hati,di waduk terbawah sehingga tembus ke sumsum tulang belakang menuju kesadarannya di kepala…..apakah ya….jika ya….hingga ya…..pengusaha ISP itu seharusnya cerdik cendekia….dan lalu ping-it ke sub ordinat gelombang internet yang sedang exist dan terkuat… …dengan begitulah terbukti redam’nya complaint end-user……….
MYBE OR NOT MYBE IS NOT MYBE BUT TRUTH
ENGAKAU YANG MAHA WELAS ASIH,Siapalah aku yang harus dibebani… kehampaan…dan…ketiadaan….ini…. berdiam di bilik kecil oleh sang inang yang sebegitu SIDHI Mantram’nya’nya,aku seorang remaja cupu yang hampir 26 tahun dan singgah ber’cybertime dengan sebuah computer butut warisan moyang ,hanya bisa duduk dan mengetik,Hidup dan berkehidupan dibilik kecil nan pengap ini ,walau sesekali mengamati para penabuh genderang diluar sana,apakah tak hendak urung sebagai ongkara-murka hingga swara seruling itu mengetuk cangkangku yang kusam, Duduk diam bersunyi-ria sambil mengutak-atik buku tentang diplomacy untuk melepas kebosanan dari sunyi yang menyelimuti masa-masa hidup ini
Namun sayang yang tersisa Tinggal satu matahari lagi,itulah penentu siangnya malam,aku hanya berlaku diam seribu-basa oleh inang perajutku yang sidhi mantram lan manik skecap dan akan berlaku menggetarkan swarga-loka untuk menyampaikan tangisan anak cucu nagari kepada sang raja maya, dan AKU sebagai pengingat sang raja bukan oleh ketakutan apalagi gentar – sebaliknya AKU bukan Wongsa Pengemis yang Memohon – apalagi menyembah untuk belas-kasih dari apapun ENGKAU selain yang MAHA ESA,karena jika AKU memohon pada itu maka aku akan diingat sebagai bukan ksahtria sejati oleh wongsa setelahku,itu bukanlah sifat’KU,bukan sifat Ksah’tri’a dharma sejati ,dan AKU hanya memerangi-perang yang datang tanpa AKU Undang,ATMAN AIKYAM BRAHMAN
Jika malam harus berangsur menyongsong terbitnya mentari sebagai penyinar bulir-bulir embun di atas dedaunan selayaknya mutiara berkilau merayu hati…burung-burung bersambutan pualam-riang dari ujung dahan ke ujung dahan yang lain bergembira menyapa hadirnya matahari ,suara angin kan menderu dicelah-celah ilalang yang bergoyang seirama kesejukan lembayung pagi…airpun beriak terhembus angin bak bersorak sorai kegirangan……indah bak penari hati….nyanyian segala suara alam yang menantang kedamaian hati…..begitulah semua isi pertiwi menyambut sang pagi….dan sesiapapun yang berkehendak menahan matahari…..akan terbangun atau tak kembali dari mimpi-mimpi kesemuan diri….oleh sebab di ujung malam adalah pagi….dan AKU adalah pra’saksi….
Semoga…Semoga….sekali lagi SEMOGA….berdolah Semoga penabuh genderang itu urung menanggap tarian yang samasekali tak lucu….
….bila -saja… jika -saja…entahlah…ini yalah ini…itu yalah itu…tak ada ini takan ada itu…..
disisa waktu hanya satu yang berlaku oleh DOA dari KEDAMAIAN HATI SANG SEJATI semoga malam beranjak damai seiring riuh rendah kokok si manuk pertiwi…..ataukah tangis pilu dan haru biru menyayat sembilu….Apa yang harus menjadi…MENJADILAH……
Begitulah seorang anak nagari yang rendah namun berCITA-RAHSA setinggi MAHAMERU,
tak ubahnya sebagai punguk yang tak pernah merindu
@Sebagai Penimbang laku benah para penabuh genderang…..di : 19,..,..,
peringatan awal dari leluhur tanah jawi….akulah yang bertugas menembus dan melebur tabir mala yang menyelubungi nusantara dan menggetarkan langitmu itu, YA-AKU-ITU, be or nor tobe (itupun kalau ada yang kebetulan liat he he..kikuk)
dari Hamba’MU ki dalang CUPUAS
SALAM SCARECROW
Buat Kakangmas sabda,terima-kasih telah meng-hadir-kan blog canntik ini,trims
ijogading
Desember 15th, 2011 pada 22:25
@acintya
Dear Cupu manik astagina..
Terasa sendu lentingan nada dan kata sandhi yg kamu lantunkan, seperti mantra triloka sarana wahyu dyatmika tan hana waneh .. Ingsun..siAku.. atman brahman aikyam.. dimana kamu dapat sastra alas purwo itu dear..
Entahlah sy sebenarnya msh harus banyak belajar, dan rasanya nggak mampu menahan rasa untuk ikut irama sastramu..
do you know taksu’?(bhs indon nya nggak ada) Itu bawaan lahir dlm ‘cita’ like memory card from “the souce” this is related with karma samkara’s. Once more How great you are,
This just my filling why you look so sad dear..? Rasanya komputer antariksa “nasa”pun nggak mampu meladeni kecepatan lantunanmu..
Senyumlah, bergembiralah, ada med’flowernya mbak @dewi yg seneng ama gulagalu di dunia maya ini…yg selalu lepas bebas seperti burung nuri..
Hidup kadang spt mendengar suara burung Gagak dg serak mendalam yg membuat takut manusia akan kematian..Tapi suara itu terkadang tak berarti apa apa bagi seorang yg pasrah dan jujur dalam kehidupan.
Hai dear, mari kita belajar kesabaran dalam rangkuman liarnya kemampuan harapan didiri.
HANYA TAKUT menyakiti hati yg lugu.. @we’ have nothing..to be free..
@mbahpoJS
Manusia hanya bisa menunggu kejadian yg sewaktu waktu menimpa kita, terutama bencana alam, gunung meletus, lumpur, angin topan, dan banyak energy alam yg tak mungkin mampu bisa kita ramal dg tepat bahkan jauh dari tepat kalau diramal. Negeri usa/jepang pun nggak mampu meramal topan yg sering melanda daratan mereka, merekapun sebenarnya masih mengira-ngira dari mana dan apa unsur topan itu., makanya topan sering berubah-ubah nama, tapi mereka sepakat menamakan topan dg istilah yg indah dan cantik didengar (mungkin banyak ilmuwan sdh mengerti makna dan resiko energy sebuah nama).
Tapi apapun bencana yg akan menimpa negeri nusantara pasti akan menuju ke hal yg lebih baik.
@dewi,
Masalah perkawinan, kalau the honest father ditanya seorang wanita.. Apa yg paling ditakuti dlm hidup.? Pasti jawabannya aku takut bahkan sangat takut kalau aku menyakiti istriku dan anakku…cihuiiii..!
Tapi bila seorang agamis pasti menjawab TAKUT banggeeet ama
Tuhan.!! Lho kok hengky bangget.!
Kalau istri jujur ditanya apa yg paling ditakuti..pasti jawabnya NGGAK TAUUU…dech jawab @dewi
Lho kenapa.?.. aku belum dilamar..!
About Nation building,
Jepan said mentality honesty harakiri and discipline … So I’d rather not to talk with you dear.. sorry our people is good in think, brain, as basic blood, we have many people in world class like habibi, gde wenten, sutami, cok raka, etc etc in techno, arts..wow wow. Culture aow aow and other science like you, acintya, dalbo, cp js, and the top is mas Sabda… hehehehe..
Nyangkut di
Gembiroloko
Ngayogyokerto
Adi Ning Rat.
O'on
Desember 16th, 2011 pada 05:56
di Nusantara itu buanyak tokoh sakti mandraguna, tokoh yang bisa minta bantuan jutaan JIN dan tokoh2 GAIB…
———————————–
kriteria sebenarnya utk istilah JIN dan GAIB itu bagaimana sih…
kalo bagi si sy ada suatu produk scr nanotech…yg tak kasat mata,
misalnya,
utk saat ini, apakah tu para tokoh sanggup membongkar dan menghitung sendiri BERAPA JUMLAH transistor pada produk impor processor (90nm) ?..
maksud sy, cekidot langsung (jangan tebak2an) tanpa bantuan peralatan spt mikroskop, utk membuktikan sendiri apakah benar itu jumlah transistornya sesuai dgn yg tercantum pada brosur dari produsennya.
kan..bagi yg merasa sakti mandraguna & ahli memenej jin dan tokoh2 gaib…seharusnya mencekidot langsung itu sangat mudah dan cepat prosesnya..yaaa dibandingkan memenej negeri ini agar ndak dijajah bangsa(t) asing.
kalau ternyata jumlahnya ndak sesuai/kurang, maka silahkan utk merasa terjajah..(kena tipu2) produsen produk impor. ^_^
Dalbo
Desember 16th, 2011 pada 10:22
Nuwun sewu..
IjoGading said..
Masalah perkawinan, kalau the honest father ditanya seorang wanita.. Apa yg paling ditakuti dlm hidup.? Pasti jawabannya aku takut bahkan sangat takut kalau aku menyakiti istriku dan anakku…cihuiiii..!
Tapi bila seorang agamis pasti menjawab TAKUT banggeeet ama
Tuhan.!! Lho kok hengky bangget.!
—————————————–
Dalbo saying..
Inilah kenyataan yg terjadi di negeRI ini bro…
Kalau anda umat beragama (!!@&XX smelekete)) dan takut sama Tuhan, anda boleh beristri empat,
Tapi kalau anda takut sama Sang Istri, cukup satu saja jangan coba2, apalagi istri anda lebih maco dari anda,,
ehh untung saja Sang Dalbo tidak takut sama Tuhan dan Istri…he.he.he.. siapa takuuuut…
Asah asih asuh..
Dalbo with Love.
RD
Desember 15th, 2011 pada 10:51
salam poro sedulur..
Rd: O Gusti mengapa jembatan kutai ambruk?
Sanghyang Tunggal: Dewi Pertiwi ngambek!
Rd: O Gusti mengapa itu terjadi ?
Sanghyang Tunggal:
pertama, R1-1 hajatan besar tanpa minta restu Pertiwi..
kedua, leluhur kutai memaksa Ku, wahyu keprabon, jatuh ke cucu nya..
maka Aku lepaskan Petir Tunggal.. yang Sulaiman pun tak mampu menahannya..
Rahayu
RD
Desember 15th, 2011 pada 11:07
Suatu saat, diam2.. Sri Kresna mengunjungi Senopati Karna yang sedang berlatih memanah di lautan…
Karna melepaskan panah ke atas lautan.. Panah Raja Surya..pemberian ayahnya, Batara Surya..
Panah yang dilepaskan Karna sungguh dashyat..energi matahari berlimpah terang benderang…
Sebelum menyentuh air, rd pun mengejar jatuhnya panah itu.. dan menelannya…
Karna pun berkata: “Dengan panah ini, aku pasti kalahkan Arjuna! ha ha ha !”
Rahayu
tembayat
Desember 15th, 2011 pada 12:16
@Senopati Karna
Kang Karna,kenapa Adipati Awangga ikut dalam barisan Kurawa ikut memerangi Pandawa,pada hal itu saudara kandung sendiri sedikit banyak ikut menjajah Pandawa dan memasukkan ke dalam jurang penderitaan,mengapa ??????
Itu dilakukan karena:
1.Balas budi terhadap yg menghidupi/memberi kenikmatan dunia
2.Sebagai bentuk protes kepada ibunya(Kunti) akibat tdk diakui dan dibuang
3.Ingin menunjukkan dirinya tanpa orang tua mampu memcapai cita-citanya
4.Ingin memilah mana tugas keluarga dan tugas negara
5.Ingin menghancurkan keangkaramurkaan Kurawa dg /melalui perang,sebab kalau tidak begitu Kurawa akan terus merecoki adik-adiknya dan dia lebih sedih dan menderita.
Saya ambil alasan terakhir,karena itulah hikmah yg mendalam,Karna rela berkurban nyawanya untuk saudara nya Pandawa,agar anak cucu Pandawa bisa hidup tentram.karna tahu bagaimana/dimana dan kapan harus berbuat,kalau mau menghabisi Pandawa juga bisa,lha pusaka pandawa nggak ada yg mempu menembus Karna(sebelum diambil Indra).
Itu sebuah lakon hidup dan mengetahui hikmah hidup ini untuk apa,bukan sekedar mencari kenikmatan sahwat,kepuasan lahiriah tapi hidup untuk bisa bermakna bagi orang lain/berkurban untuk orang lain/merelakan nyawanya untuk orang lain.
Ketika Wakil Ratu Adil(P.Diponegoro) akan menggunakan kekuatan kasepuhannya (atas saran Basah sentot Prawirodirjo) untuk menhancurkan Compeny yg mengepungnya ,ada perintah dari kasepuhan”JANGAN LAKUKAN”,tugasmu hanya menjalankan perintah sebagaimana lakon hidupmu,nanti sudah ada yg ditugaskan untuk mengusir Compeny dari Nusantara.Akhirnya Diponegoro mengurungkan niatnya dan merelakan perjuangannya pupus tanpa harapan,tapi jiwa dan semangat keturunannya tak pernah padam,kelak dari keturunannya akan lakir dan menruskan tongkat estafet menghantar Nusantara menjadi Mercusuar dunia.
Segala sesuatu itu sudah digariskan/sdh ditulis jalan ceritanya,begitpun perang Baratayuda sdh tertulis adi Jitabsara,kapan dan oleh siapa harus mati.Begitupula Nusantara sehebat apapun perlawanan pada penjajah sulit menang sebelum waktunya.Hal yg sama Kaum Israil jadi budak kurang lebih 450 th,nusantara juga hampir sama.Ini semua untuk memberi/mendidik putra Nusantara ,agar kelak bila Yang Maha Kuasa memberi anugerah kejayaan punya alasan,karena Nusantara pantas dan layak menerima itu.Jangan perslah para leluhur kita ,justru kita harus berterima kasih pada mereka yang sudah rela menjalani lakon hidupnya yang antagonis,meski itu pahit rasanya,seperti halnya Adipati Awangga Adipati Karna ya SENOPATI KARNA,rela berperan antagonis demi saudaranya meski,dua mengecamnya,tapi dari lubuk yg paling dalam Adipati Karna sangat menyayangi Pandawa dan ibunya hal itu disampaikan pada Krisna yg titisan Wisnu sebagai awatara yg bertugas memayuhauning bawana.
Tunggulah saatnya Para Kesatia Jawa akan tampil,saat ini dalam persiapan sedang digembleng/diweleg sekehing ilmu.Pintar,sakti dan kaya tidak cukup untuk menjadi pemimpin yg baik harus berani jujur dan rela berkurban,seperti halnya Adipati Karna.
sekian
Senopati Karna
Desember 16th, 2011 pada 16:23
@Mas Tembayat,
Terima kasih atas tanggapan njenengan. Bharatayudha itu dulu saya kira cuma … cerita saja … Ternyata … masih tetap relevan dengan (ke)hidup(an) sekarang ini ! Karna harus perang melawan saudara2 tirinya sendiri, Bhisma dan Baladewa memihak Kurawa : Ini semua karena skenarionya memang begitu …
Oh, jadi kejayaan Nusantara harus tunggu … tanggal mainnya. Mudah2an ini bisa terjadi di masa hidup saya yang pendek ini. Semoga. Tapi, saya pikir2 kalau pun itu tidak terjadi di masa hidup saya SAAT ini, ya OK lah di kehidupan saya yad …,terserah yang membuat skenario saja. Salam .
Mas WM,
Ada kesalahpahaman … mengapa anda kena ‘marah’ jeng dalang . Ini, mungkin, karena sepertinya anda …’ menertawakan’ tokoh wayang yang beliau hormati ….( Pada hal bukan begitu.) Jeng dalang , karena orang baru, gak tahu latar belakang njenengan …. Mungkin dikiranya njenengan ini sebangsa ….’AK’ yang mau blog ini bubar , yang anti kejawen. Lha, soalnya, menurut saya ya cuma … tak kenal maka tak sayang ….
————————-
‘….kriteria sebenarnya utk istilah JIN dan GAIB itu bagaimana sih…
kalo bagi si sy ada suatu produk scr nanotech…yg tak kasat mata …’ (o’on)
————————–
@O’on,
Saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda.[ Dari dulu bodoh ya ? Dasar saya ... )-: )-: ] Yang begini sering berada di wilayah yang nyaris susah dianalisa dengan kata2 … Mungkin , mungkin lho, seperti mendiskusikan warna dengan orang yang … buta warna. Tapi, ini saya hanya menduga-duga saja. Oh ya, beberapa bulan yang lalu saya baca di Kompas ada cewek asal Jakarta (?), dia ke Kalimantan – bagian mana saya lupa. Nah, dari perutnya sering keluar … kawat yang sepertinya gak habis2. Pernah dia dioperasi di RS di Surabaya, tapi kawat2 itu nampaknya seperti … tumbuh di perutnya. Secara medis dia harusnya kena infeksi yang fatal,lha kawat di tubuh itu kan bisa meracuni darah …
Saya gak tahu ini masuk wilayah gaib atau tidak, tapi saya tahu secara logika hal seperti ini – kawat di perut – tidak bisa terjadi ! …
Salam.
O'on
Desember 16th, 2011 pada 17:34
Saya gak tahu ini masuk wilayah gaib atau tidak, tapi saya tahu secara logika hal seperti ini – kawat di perut – tidak bisa terjadi ! …
——————–
let’s see…if everyting is possible..
karena ya oleh kerana kita dan alam semesta adalah hantu ..eh..tuhan..eh..hologram/hyang (to say). ^_^
btw mereka/CERN..sampai mau repot2 ‘gambling’ berinvestasi membuat mesin masiv..LHC, agar mengetahui secara lebih detil dan pasti bagaimana prosesnya apapun yg tak kasat mata, sementara bagaimana proses sesuatu yg tak solid oleh kita dapat terasa/menjadi solid telah dikenal dgn istilah magnetism.
in fact di tubuh kita terdapat material yang sama saja dengan metal yg biasanya suka dijual di toko (besi)…yaitu natrium, kalium en so’on,
jadi tidak tertutp kemungkinan jika otak beralgoritma menumbuhkan “pohon” besi pada tubuh maka itu bisa saja tumbuh.
rahasia tukang sulap..eh..tukang santet..scr simpelnya mempengaruhi algoritma otak korban…nah disinilah kalimat sepele tapi bisa sebagai warning yaitu: eling lan waspada, oleh kerana bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati. ^_^
Mungkin, mungkin lho, seperti mendiskusikan warna dengan orang yang … buta warna.
————–
setahu sy orang yg buta total penglihatannya-pun memiliki kesempatan mendengarkan frekuensi..
setiap warna = setiap range frekuensi
bahkan teori mendengarkan itu telah praktikal dgn adanya produk2 (bola) sonar termutakhir yg biasanya diinstall pada Kapal Selam militer…
kan KS bisa disebut ikan besi yg buta penglihatannya kalo lagi nyelam. ^_^
para ahli meditasi sptnya faham bagaimana agar bisa mendengarkan frekuensi diluar range/standar yg biasanya sebagian besar manusia dapat mendengar.
Secara medis dia harusnya kena infeksi yang fatal,lha kawat di tubuh itu kan bisa meracuni darah …
—————————–
tubuh manusia dapat memprogram untuk memproduksi anti racun (lagi2 evolusi), ato kalo bahasa simpelnya semangat hidup untuk survive bahkan sembuh, cekidot aja bagaimana seseorang yg doyan pil koplo (utk mabuk), disaat dia benar2 sakit maka dosis konsumsi ubatnya jadi lebih tinggi.
[ Dari dulu bodoh ya ? Dasar saya ... )-: )-: ]
—————–
_/\_ salam asah asih asuh, makasih Om.
tidak ada yg benar2 bodoh, krn toh kita/seseorang cenderung tertarik menjadi spesialis di suatu/bbrp bidang saja, namun dgn 3A..akan semakin terbuka peluang bahwa maksud kalimat: HANYA tuhan yang tahu..
ya perlu direvisi. ^_^
WM
Desember 16th, 2011 pada 17:52
Salam Mas Senopati Karna……..
Maaf soal komentar saya yang mengotori tempat terhormat ini……bahasa guyon saya ketika ingin akrab dengan seseorang yang baru saya kenal dan saya anggap baik dan berjiwa periang dan jujur terbuka memang dengan tertawa…..saya memang tertawa lepas dan bukan mentertawakan menghina…..ini mungkin kebiasaan yang sering terjadi untuk menggoda teman di pasar dan juga anak anak saya bila mereka sedang sedih karena himpitan kebutuhan hidup atau hanya sebagai pelepas penatnya badan atau gelisahnya hati…. nyelemur roso……Nuwun…….
Sempatsempit
Desember 16th, 2011 pada 19:05
’ menertawakan’ tokoh wayang yang beliau hormati …
Tokoh yang mana? hehehehe sni tak ketawain……
aku kok malah ga dong..kol….
Dalbo
Desember 16th, 2011 pada 21:31
Nuwun sewu.
ILMU YG BAIK ADALH YG BERMANFAAT BAGI SESAMANYA.
@ ACINTYA…met malem.
Dari mualai awal sampai sekarang saya selalu mengikuti tulisan ACINTYA, saya hanya bisa observe sj dan mengambil mencerna sebatas yg saya mampu.
Dari tulisan anda juga sy percaya Acintya adalah tergolong orang yng pinter, baik dalm tulis menulis beranalisa, mengarang cerita, maupun ilmu spiritual, sampai Pak JS pun terkesimak, dan menaruh hormat pada anda kalo boleh di bilang P.JS adalah ngefan kepada anda.
Setiap orang memang berhak untuk mengexpresikan apa sj di blog ini dg gaya bahasanya masing2
Namun, setidak2nya sebagai manusia yg berbudaya, apalagi mengaku yg berADAB, kita mestinya bisa bahkan perlu mengontrol, tatacara kita berucap/ bertulis, , dimana, kapan dan kepada siapa, orang Bali bilang, Desa, Kala, Patra, apa lagi di blog ini kan kita saling asah asih asuh dlm hal ber spiritual dan berbudaya
Dear ACINTYA, apakah ilmu yg anda miliki sudah selayaknya untuk menyudutkan orang yang telah menaruh hormat kepada anda? Apakah dengan menghina orang yg telah mengormati anda anda merasa lebih tinggi derajat anda? Ataukah anda punya kepuasan batin yg tersendiri, untuk feeding your ego?
Saya sebagai manusia hanya sekedar saling mengingatkan saja, karena ini sudah menjadi obligasi saya, manungso kanggonan lali, (Manusia selalu dihinggapi lupa)
Mungkin anda sendiri tidak menyadarinya/ bermaksud merendahkan P.JS,
sy sendiri pun bisa merasakan betapa terhinanya P.JS dg nada2 dan gaya tulisan yg anda tujukan kepada beliau itu.
Sebenarnya P.JS sdh dua kali tersinggung namun beliau ngempet, sambil ngelus2 dada, namanya juga sdh sepuh musti sabar.
Oh ya kalau anda orang jawa, sekali lagi sy hanya saling eling tineling (Ingat mengingatkan) duwea rasa rumangsa,…. aja, rumangsa duwe (Punyalah perasaan, jangan merasa punya) apapun ilmu dan kesaktian anda.
Maaf kalau saya salah.
Asah, asih asuh.
Adlbo with love.
A S E P T E A
Desember 15th, 2011 pada 14:22
Balik lagi ke masalah SP atau RA nih..gimana selanjutnya.
Kok gak ada perkembangan ?
Dari dulu hanya wacana, hingga detik ini.
Padahal orang-orang yg kumpul di blog ini dan beberapa blog lainnya pada dasarnya tertarik masalah SP atau RA. Studi banding kalau kata anak sekolah.
Sempatsempit
Desember 15th, 2011 pada 14:29
Teh Sunda @
Sabar adalah hal yang Bijak. tunggu dan lihat.
Jalani hidup ini apa adanya. Tak prlu dipaksakan.
ijogading
Desember 15th, 2011 pada 15:11
Mbahpo@JS
Kok ngguyu guyu to mbah, mbah PETRUK senyum senyum, monggo dilanjut SP RA nya… Kalo meleset mboten nopo nopo lho kan niku ming sebuah opini utowi ramalan.
Hahahahaha…
WM
Desember 15th, 2011 pada 15:41
Salam Mas Ijo Gading…ha ha ha kenapa saya yang harus menerangkan …saya merasakan bahwa Njenengan lebih tahu dari saya…….
Saya jadi sungkan bila Njenengan menulis kata seperti ini……Kok ngguyu guyu to mbah, mbah PETRUK senyum senyum, ……saya sampai sekarang tidak bisa mengerti kenapa dalam hidup saya banyak terjadi begini dan begitu….kepala saya jadi sering mumet…he he he ….saya tetap si Kebo yang selalu ingin nyusu gudel….Nuwun…..
smile of death
Desember 16th, 2011 pada 07:11
WM/aseptea/…..,@
mbah PETRUK senyum senyum, ……saya sampai sekarang tidak bisa mengerti kenapa dalam hidup saya banyak terjadi begini dan begitu….kepala saya jadi sering mumet…he he he ….saya tetap si Kebo yang selalu ingin nyusu gudel….Nuwun…..
________________________________
YA AMPUN PD sekali ANDA,tpi sy yakin dbalik nama ini adlh org Sakti mandra guna,
ataukah sebatas jejer kauman/ikut-ikut tak menentu/Zombie…who knows…sy ga punya waktu untk itu…..hnya anda yg tau,
Saran sy Kalau mau main2 fsy-war jngan nanggung nak,kan back-upnya gede bin sakti apa entah dia knal baik dg malaikat kematian,entahlah,
yg pke jubah putih berwajah putih layu itukah junjungan mu nak….kelas brapa dia…klas 2 kyaknya ya……sy sdh ktemu 2 x untk mbicarakan hal pnting,pertama dia buang muka dan bs mnghapus wajahnya,3 hr kmudian dia yg datangi saya,tpi dia ga sejumaya dan se PD anda koq,cuman memang kaku orangnya/ngototan….tinggal 1x….let see aja stelah itu apa anda dll akn dbantu atau lbih memilih mengamankn SIMBOL warisan leluhurnya….mungkin jg hrs ada yg ditumbalkan sperti lazimnya aturan dunia maya…apakah siapa yg trmasuk dsitu…wallahualam….
kalau maksud pemnbicaraan anda diatas tabir mala ghaib itu,tabir itu dbuat jauh sbelum anda lahir-untk kpntingan siar’an local,kalau anda tnya sy…sy prcy reinkarnasi,jdi YA sy TAU kapan dbuat !!!
PARA ORTU dihulu membiarkan itu trjadi krn tidak mau anak-cucunya dibunuh dan diburu…maka rakyatnya disarankan untuk pergi ketimur,barat atau menetap…krn kebijaksanaan beliau maka solusinya dibiarkan berjalan sesuai perjalanan waktu…nah anda apa pernah ikut waktu MOU….kok saya ga liat….disebelahmana ya anda waktu itu….???? oya…kenapa lama…. proses menetralisir radiasinya butuh waktu kurang-lebih dari 1 windhu,dan sbentr lg hrus dgulung sperti karpet aladin…MOU-nya dg pmilik sana,sdh kdaluarsa…
apakah anda marah trhdp sy….wallahualam…sbab-akibat…jk tak ingin dsakiti,jngan mnyakiti,ya toh….bila dada mu sdikit brgetar itulh hadir sy ikuti sj alur getaran itu insya allah ketemu……tuan rumahnya ramah koq……apakah saya penakut dibalik nama tanpa nama tanpa wujud……kan diatas sdh ada password besuk nya nak….
“seal’AUM’as”……inikan bukan urusan badan kasar atau tulisan bro,ini urusan AKU dan DIA…kalian duduk manis and WACTH kembang api taun baru….tp klo ada yg mau berkunjung….silahkan…am waiting…!!!!!
sudahlah…sy ga punya bnyak waktu buat bhas GBHN,KUHAP,pasal-pasal atau suara beduk yg trnyata trdengar di klas 1(satu)……itu,
maaf atas kelembutan dan kehalusan kata-kata saya ya nak sbab sy sdh muak liat wayang-wayang dsini jdi bahan olok-olok….CU
“SALAM ZOMBIE”
WM
Desember 16th, 2011 pada 09:51
Salam Mas Dalang………mohon maaf bila tulisan saya berakibat mengusih ……saya tidak mengerti tentang yang Njenengan uraikan………
JS adalah kumpulan manusia yang memang bodoh pengetahuan sekolahan dan tidak mengerti soal sejarah jaman dulu……anak anak saya hanya bercerita apa yang dilihatnya dan sudah saya katakan bahwa apa yang dilihat mungkin halusinasi dan pembodohan ……nuwun…..
WM
Desember 16th, 2011 pada 10:52
Salam Mas Ijo Gading………
Mohon Njenengan membantu menerangkan kepada saya…….ada apa kok saya sepertinya dihinakan atau dicemooh oleh Mas Dalang…….apa salah saya ??…..
Anak anak JS memang sebagai sumber info untuk saya tulis di bilik rumah sebelah / Aki Gendeng Banget dan dulu juga di blok EC dan disini saya tidak menulis tentang penglihatan gambar gaib itu…….
Tulisan saya / JS di rumah khayangan ini hanya dan berharap tidak ada saling menghina faham …tidak fanatik dan tidak eker ekeran dan berharap bisa saling asah asih asuh…..
Memang saya akui bahwa tulisan saya ada yang salah dan menyinggung rekan disini dan saya mohon maaf…. saya sebenarnya tidak ada maksud menghina……hormat saya untuk Mas Ijo Gading…..nuwun……
WM
Desember 16th, 2011 pada 11:51
Salam Mas Ijo Gading…….
He he he hanya karena kata kata Njenengan yang ini ……Kok ngguyu guyu to mbah, mbah PETRUK senyum senyum, monggo dilanjut SP RA nya….dan lalu saya menjawab dengan kata kata sungkan kepada Njenengan karena saya sangat menghormati ilmu Mas Ijo Gading dan saya menganggap Njenengan lebih tahu dari saya dan kalau saya menerangkan soal diatas maka saya bisa mendapat malu dan seperti nguyahi segoro………
Mungkin saya salah persepsi dan salah menduga soal arti kata Mbah dan soal PETRUK…….anak saya memang mengatakan apa yang dilihatnya dikatakan SEPERTI PETRUK…dan siapa dia maka saya tidak ambil pusing…apakah dia iblis atau setan gentayangan yang jelas si dia sudah pernah membantu anak saya ketika dihantam gaib dari ilmu orang lamogan…badan lumpuh separuh dan mata sebelah juga tidak bisa dibuka…kejadian hampir 1 tahun yang lalu…….
Mungkin anak anak saya bisa menerangkan jelas apa apa yang dipakai oleh sosok SEPERTI PETRUK…dari bentuk pakaian…mimik muka…atau kebiasaan dia……apakah dia itu iblis…jin…setan gentayangan…saya tidak ambil pusing….
Apakah iblis disinonimkan dengan bangsa mahluk bangsat atau mahluk pendosa maka sebenarnya kalau kita mau jujur maka kita ini sebenarnya lebih bangsat dan lebih jelek dari iblis bila dan ketika kita sudah lupa dan tidak tahu jati diri dan lupa asalnya….manusia munafik yang sering memberikan pandangan bentuk pantat di depan Tuhan…sering nyingkur dan khianat munafik……
Bangsa Iblis…setan atau Jin yang selalu dijadikan kambing hitam dalam banyak kesalahan manusia……..iblis yang menurut saya adalah bertauhid murni…iblis yang tidak mau tunduk dan menyembah kepada selain Allah dan itu dikatakan sebagai bangsa mahluk sombong lalu diusir dari sorga dan itu menurut ceritanya…..Iblis yang akhirnya diberi wewenang untuk menggoda dan menjerumuskan manusia dan akhirnya mendapat stempel musuh manusia suci…he he he tanpa iblis maka kita juga akan menjadi manusia yang tidak pernah teruji kwalitas iman kita…iblis yang akhirnya menjadi mahluk buruk pewaris neraka seperti apa yang tertulis di kitab dan juga sebagai sangkaan manusia….salam rahayu……
Sempatsempit
Desember 16th, 2011 pada 12:33
YA AMPUN PD sekali ANDA,tpi sy yakin dbalik nama ini adlh org Sakti mandra guna,
Nama yang mana??
ataukah sebatas jejer kauman/ikut-ikut tak menentu/Zombie…who knows…sy ga punya waktu untk itu…..hnya anda yg tau,(bentuk kalimat plinplan)
Saran sy Kalau mau main2 fsy-war jngan nanggung nak,kan back-upnya gede bin sakti apa entah dia knal baik dg malaikat kematian,entahlah,(kayaknya dah tua banget bisa jadi anda memang sdh mengenal malaikat kematian/bau tanah)
kalau maksud pemnbicaraan anda diatas tabir mala ghaib itu,tabir itu dbuat jauh sbelum anda lahir-untk kpntingan siar’an local,kalau anda tnya sy…sy prcy reinkarnasi,jdi YA sy TAU kapan dbuat !!!
(Model Balanethra dan kroni neh)
apakah anda marah trhdp sy….wallahualam (Islam tp percaya reinkarnasi.. opo tumon)
Kesimpulan sementara = Tukang adu domba
WM
Desember 16th, 2011 pada 13:31
Salam Mas Sempat Sempit………
Terima kasih bila ikut komen……he he he biarkan ini urusan pribadi saya dengan si logo banyak nama…….
Semua tamu terhormat disini bukan ORANG BUTA NURANI…..bisa dilihat siapa saja yang menulis benar……
Manusia Dalang yang terhormat ……dari awal saya selalu menghormati dan menyapa Anda dengan baik dan guyon dan saya juga menghormati semua tamu terhormat disini…….
Jangan Anda bermuka 2 dan membuat orang bingung ketika menyimak tulisan Anda… …
Anda masih untung tidak bermuka 10 ..seperti Dasa Muka….penyebar angkara dan maut sebagai ZOMBIE yang tidak bisa mati……meskipun dasa muka sebagai anak Begawan Wisrawa yang pinunjul ternyata masih tidak mampu menahan godaan nafsu syahwat dunia…berkarma mempunyai anak yang bersifat ANGKARA …hanya 2 yang sepertinya benar ..Wibisono dan Kumbokarno……
Disatu sisi Anda berdakwa tentang agama laku ilmu Budha dan dilain sisi Anda merendahkan dan menginjak injak ajaran itu sendiri dan mungkin faham lain dan lalu bagaimana kalau Anda mengangkat atau diangkat menjadi seorang SANG GURU….maka apa yang akan terjadi …..
Apakah Anda pewaris ilmu sang BUDHA…….Anda yang mungkin sangat faham soal meditasi atau sangat ahli membuka simpul simpul cakra…….
Apakah Anda berkenan kepada kita semua dengan menggambarkan sosok Budha Emas bila Anda pernah dikunjungi atau mengunjungi beliau karena karma Anda……
Mas Dalang….kami atau JS adalah kelompok orang bodoh dan apa yang kami lihat itu bukan kemauan kami……entah itu benar atau salah.dan kami tidak ambil pusing…….
Saya bercerita ngalor ngidul hanya bermaksud untuk suatu menuju kesadaran bahwa apa yang ditulis dlam kitab ajaran adalah benar adanya dan mungkin juga ada yang tidak sama plek…….supaya kita tidak fanatik lalu dikatakan sebagai manusia BUTA NURANI……lalu dholim kepada manusia lain hanya karena suatu faham…….
Mas Dalang banyak nama…semoga tulisan Anda ini hanyalah taktik dan cara supaya blog ini selalu riuh dan ricuh……………salam perdamaian…….
Sempatsempit
Desember 16th, 2011 pada 13:58
Apakah Anda berkenan kepada kita semua dengan menggambarkan sosok Budha Emas bila Anda pernah dikunjungi atau mengunjungi beliau karena karma Anda……
hehehehe wkwkwkwk……..
smile of death
Desember 16th, 2011 pada 15:50
Ijogading@MAAF KAKANGMAS,
numpang exist kang,
salam satu matahari lagi – entah ini-entah itu
MONOLOG
by : Blogger Clown,
Ceritanya suatu pagi aku bangun dengan prasaan kesel,dua biji anjing penjaga rumahku dibunuh,ditiupin pluit koq malah megal-megol,!!!dasar anjing goblog, … : gumanku dlm hati,hayoo spo sing bunuhi anjingku ngakuu hayo,
yaudah entar tak minta ke babeh lgi seribu biji wat jga maling mata merah : pkirku..!!!
C’mon bro….make up ya mind,(maaf,critanya gw lgi kesel nich)
Anda pikir saya tidak pernah diburu sperti tdi pgi itu dan spanjang hari itu,sering boss..almost my whole life boss…udah cpe ngladeni boss…teteeep aja nongol/ ngeyel…..masukin botol bru kapok ya…tpi yaa ga punya botolnya he he….
Oya pernah jg entah knpa satu-dua taun(lali aku) lalu Empat panglima mendatangiku,dsuruh mempelajari ttg budaya negeri Hsiah-Saiya-Hadat, Tpi maaf telah mngecewakan, entah knapa pula mrk ga maksa,pdahal kalau mau mrk bs koq,kan panglima,empat biji pula….gueweede guewede sak irung-irunge
,
ga kira-kira bnget,
tapi rupa-rupanya mrk salah alamat…itu cuman badan astral gw….kikuk…
ya klo gw mah udah siap dg sgala resiko…at any risk…klo gw kalah ya kalah aja,koit,death,mat,gampang toh….he he he….
tpinya menurut bisik-bsik bidadari sie SK gw blom turun-turun,tpi jngan bilang-bilang ya gw suka godain bidadari dsitu…..cuaaakep…cuaaakepe reeeeeekkk…..
Pernah baca komik bu kek siansu (kooo ping hooo) ga… nah perjalanan bu kek siansu mnjadi raja persilatan itu persis sperti WISNU MURTI..awalnya dia lemah..tpi semua ilmu musuhnya akan diserap dalam hitungan detikdia akan mngerti dan bs menggunakanya untk mngimbangi musuh-musuhnya,
di dalam perjalanan menuju ksaktianya haruslah ada hentakan spiritual ter-Besar yg akan menembus tabir buruk sifat manusiawinya sebagai syarat mutlak menuju kbijaksanaannya dan kesaktianya, ya ituuu….mirip masuk ke black hole…klo ga tau black hole tanyain sma kangmas ijolumut…:D (maaf kang guyon) ,begitulah skilas ttg wisnu murti NAK !!!
Do U thing am a stupid clown with my funny ass then playing god here,….
i’ll say…MYBE..!!!!
I play by the “RULE” of “GOD” ,sebab-akibat,smakin di diburu smakin tak buka sak isi jeroane ,
toh mrk ga bkal sempet killing me sofly lgi..kan udahhh……giliran dunkzz…hi hi hi …msa elo mlu,ga bosen huh….wkwkwkwk kan ada MOU’nya…lupa yach….
ikutin MOU scara baik-baik npa koq ya susah amat ya bro…ckckckcc….
ingat satu hal…moi kui anak remaja dalam masa yang cupu nan lugu, tau kan remaja itu gemana..ga suka di atur-atur…ga punya sopan-santun… slalu bilang
Go the Hell with YOR f**ck’in rule(ask yor self,are they use any so far ????…sebab-akibat ) ….. remaja cenderung destructive n gebyah-uyah…
dia ga mau tau apa yang namanyarahasia – apa yang namanya pingit…klo ngmong yo plasplos…
klo dsuruh buang sampah ya buang sampah aja yg dkerjain…urusan lain mah emohh…bukan urusan gw kaleeee…ni jg udah cpe bro….loch bukan salah gw dounkz…gw ya gw…inilah gw…mso dkasi takbir peran memalukan kya orang gilan bin sinting ngomel-ngomel ga keruan gne…
)..
atau salahin inang gw(klo brani
Untungnya Beliau ortu yg berhati MULIA ga kasar kya gw…..gw mah cuek,
lagian uda bosen jg kya gne mulu..pngen suasana baru….uda bertaun-taun ga bs tnang nih idup,dburu di injak-injak ‘cna-cni…uda enek wa….pngen cpet-cpet pulang trus bobo….he he he…kikuk
Kasarane kya gne…if u wish a war…I give your war,A true war…not a fake war…klo cuman mau ‘war-war’an wat nakut-nakutin anak tikus mah emoh wa…ga brgengsi.. ga mutu…ga berkelas…cuman bs jdi raja kelas dua..lah kelas tiga’nya udah ada RAJA-MAYA nah trus aku piyeee…udah ahhh….mau ke kelas lima aja…klo sempet.. hihihi…:D (habis ini gw mo bobo,pegawai BMKG tolong jngan ganggu-ganggu gw lagi ya,istirohat,Sunyi-Senyap)
Setelah diplomasi pertama baju kebesaran sudah disematkan ke badan maya,pasukan sunyi sudah ditoto and Sun-Go-Kong jg udah ganti baju tuh pke juntai di kpala sgala… ckckkc..guantenge rek…sambil mondar-mandir ga keruan….
entah mau ngapain dianya… biarin aja yeee itu urusan dia… Sukses kong…..!!!! lalu panji air pun menghadap matahari terbenam… tinggal menunggu tongkat hitam pekat diserahkan laluuuu…menyusul suara seruling dangdut sang wiku..
…entah ini..entah itu..dan entah siapa juga nek kawi sing bakal niup terompeh.. …wallahualam….
“SALAM SERULING DANGDUT” plus “SALAM GULUNG tikar…eh….KARPET ALADIN”
NB : @ ijo gading,Ulasan kakangmas tentang Atman,roh Nur dll saya ga terlalu mendalami kang,…MAAF….tapi yang saya pahami ini :
YANG NAMANYA PINGIT YA PINGIT/ATMAN,
GA ADA BEKAS PINGIT DAN BERHARAP MUNCUL KEPERMUKAAN…..
Ada namun Tiada
Dari sejuta manusia yang mencari AKU,mungkin hanya sepuluh di antaranya akan menemukan’KU,namun tak SATU’PUN MELIHATKU.
Akhirnya : Atas “WELAS-ASIH MAHA CIPTA”..SEMOGA Saudara-Saudaraku selalu dalam LINDUNGAN’NYA
)
(NB : HANYA yang termasuk Saudara’KU shaaja kikuk
SEMOGA DIMUDAHKAN,Damai di hati DAMAI DI DUNIA
ijogading
Desember 16th, 2011 pada 21:23
@wmjs dan sedulur sederek.
@yg agak g-minor..
Entahlah, apakah biang keladi dari warna warni suara tari kecak “cak” dari padangan mata ini, atau pandangan mata itu yg menyulut saut. Hehehehe…
Setiap orang punya kemampuan masing masing, shg justru dg itu keaneka-ragaman hidup antar manusia harus difahami secara jujur.
Kalau Nabi Muhamad manusia arab mengatakan bahwa bliau ketemu malaikat jibril apa dasar kepercayaan kalian untuk itu.?
Kalau Sultan Agung dan keturunanNya hingga SHB IX manusia jogja bertalian ikat dg Kanjeng Ratu Kidul kenapa masyarakat Jogja ikut percaya., apa dasar mereka dan kita percaya.? Apakah “kalian” melihat Jibril atau melihat Kanjeng Roro.?
Kalau kalian harus sembahyang jumpalitan ataupun menangis tersedu di masjid atau gereja apa dasar kita untuk ikut.?
Apa dasar “kalian” asik ikut cerita dan perjalanan mas@Sabda dlm hal yg “anda-anda” tidak tidak pernah mampu dilihat..?
Ini blog Demit.. Wong alus, lelembut, Parewangan, Samar, untuk mengenal lebih baik tentang keberadaan dan jati diri kita @menurut saya, ini blog energy supra yg jauh lebih komplek dan canggih yg melekat didiri, jauh dari keterbatasan teknologi hightech, cybertech tektek ketek.! Apalagi dicoba diulas dibandingkan dg nanotech.!
@o’on: kl mau memperbaiki perbendaharaan kata anda hub.itb.igede’wenten beliau worldclass.dibidang itu..mengunduh data di web itu isinya just25% selebihnya fyi’
So, apa yg salah.?
Apa salah mengatakan kalau menyakiti hati istri itu KEJAHATAN perbuatan SETAN.! Setan yg kalian coba usir dengan doa dari LUAR.. disaat setan itu ada didalam DIRI kalian.!
Apa salah kalau saya katakan ADA demit yg senyum.?
Apa salah Muhamad melihat JIBRIL.?
Salam
Gembiroloko.
O'on
Desember 17th, 2011 pada 09:01
ini blog energy supra yg jauh lebih komplek dan canggih yg melekat didiri, jauh dari keterbatasan teknologi hightech, cybertech tektek ketek.! Apalagi dicoba diulas dibandingkan dg nanotech.!
———————————-
seandainya tidak pernah ada nanotech ato yg lebih canggih, maka bagaimanakah ini blog bisa eksis/online ato bahkan berkesan blog energy supra?.
_/\_
maafkan sy yg percaya bahwa teknologi (scr proporsional) tidak pernah terbatas, bahkan hingga saat ini teknologi lawas yg berkesan ‘sepele’ yaitu yg diterapkan pd produk/gadged lighter/pemantik api maupun korek-api justru pada kehidupan sehari2 tetap terasa manfaatnya.
Dewi
Desember 15th, 2011 pada 19:41
@ Sen Karna,
Betul niku paklik, itu semua karena SDM nya, contoh terkecil saja, negara jepang itu tanahnya gersang tandus dan banyak gempa bumi, tetapi rakyatnya kan pintar jadi tanah yang gersang itu tadi di sulap jadi lahan yang sekiranya bisa bermanfaat dsb. Kebalikan indonesia, tanahnya makmur tapi karena SDM nya yang tidak kompeten, akhirnya alamnya pun di keruk habis2 san tanpa mengadakan reklamasi habitatnya.
Kembali ke nusantara jaman dulu, leluhur kita sudah bijaksana tetapi kok nasibnya selalu sial dan selalu terjajah?… nah kita ini memang baik hati, tapi apa kita punya bakat alam untuk menjadi seorang ‘assertive’?… untuk berani berkata ‘tidak’ pada orang asing atau penjajah atau yang semena2 pada kita?….
Di perlukan kejelian kontemplasi untuk menelusuri psikology set mental bangsa nusantara yang sudah berlangsung secara turun temurun ini…
@ JS,
Weeehhh, tumben kok membahas polykolor ?… he he he…
Di indonesia ini kan budayanya masih meng-ambivalen alias mendua pendapatnya, di sisi lain, mereka menanamkan pemahaman tak mempermasalahkan lelaki berisitri dua atau lebih, tapi di sisi lain masyarakatnya juga menghakimi secara moral bahwa wanita yang di madu, baik yang sah maupun yang sembunyi2 itu tak lebih rendah dari sepatu yang derajatnya hanya di kaki, lalu datang seorang pemuka agama (yang kebetulan lelaki/ paternalistik) yang sebagai pengengah, bahwa wanita yang mau di madu akan bisa masuk syurga… sudah di jamin oleh kitab!, tapi kalau collaps karena kena serangan jantung, stress berkepanjangan karena makan hati dan mengidap usus buntu karena terlalu lama cembokur alias cemburu dsb, ya resiko neraka itu di tanggung dhewe2… he he he…
Sementara Di amerika para perempuan dan masyarakatnya yang sudah sadar akan hak2 feminist, telah dapat mempengaruhi kebijakan pemerintahnya, sehingga ‘polygami’ ini termasuk ‘sekte polygami’ yang harus di tindak melalui hukum, sebagai suatu hal yang sama bahayanya dengan ‘sekte bunuh diri’ dan sekte2 lainya yang menyesatkan.
Ternyata agamapun tak bisa membawa ke suatu jalan menuju pencerahan jiwa jika menyangkut masalah libido…., apalagi kalau fatwa agama itu di lembagakan… mungkin hanya cinta yang sejati saja yang bisa memberi penerangan jiwa yang sesungguhnya…
*nggak jaman dulu nggak jaman sekarang pakpo, mana ada cinta yang sejati?… cinta sejati itu kan hanya ada di majalah dan sinetron… he he he… kik kuk… (bercanda pakpo, biar tambah sehat dan manis karena banyak senyum dan ngguyu)…
@ ACINTYA,
To my lovely pink lady cintya, for your beyond friendly approachment, I`m still digest your thought…, everything you said (write) were streaming down at my monitor… why I called you the Goddess of Aura?, yet your age is eight years younger than me?… Let`s say that I have the stars, but you have the sparks… he he he… kik kuk.
you`re not just groovy but you being so sweet for praying for me… I thank you very very much… mmuuaahhh!!… and I`m sure wherever you go, you`ll see us anytime anywhere, becouse you ‘live’ in cyberspace world and becouse you are the queen of cyberspace…
@ Ijogading,
I can see and feel you have the energy of your flower… If a female being too strenght, is it possible make a male too affraid?…. well, darling, I think I`m not that strong too see you smile…
@ RD,
Wellcome back Yang RD, ehmm2…. baru masuk ke kahyangan udah langsung melepaskan petir tunggalnya…. aw aw aw…!!
Salam smile,
Dewi
WM
Desember 16th, 2011 pada 11:19
Salam kagem Jeng Dewa Dewi………mohon maaf bila yang saya tulis panjang lebar di rumah sebelah menyinggung tulisan Njenengan……..
Maksud tujuan saya dan JDD soal negeri ini mungkin sama…menghormati dan menjunjung harkat dan martabat bangsa sendiri…..bangsa kita yang memang dan sangat jelas bukan bangsa bodoh dan gampang dibodohi ternyata bernasib yang seperti sekaang dan masih menjadi misteri kenapa bangsa kita yang ternyata selalu terpuruk dan tertinggal jauh oleh bangsa yang diluar sana dan apakah itu boleh dikatakan sebagai TAKDIR dari Tuhan ??……maka kita harus wajib memikirkan apa sebabnya dan jelas jawaban itu menjadi sangat banyak……
Kita mungkin sama dalam bercita cita baik untuk menjaga merawat dan membangun Negeri ini dengan ilmu kita masing masing dan jelas berbeda dalam cara mempraktekkan ..
Kita semua ini anak negeri yang memang harus ikut memikirkan dan menjaga warisan leluhur sebagai bangsa yang sudah dikenal sebagai bangsa yang berbudi luhur …bangsa yang sudah pernah sangat maju ….berpengetahuan dan gudangnya ilmu dan bukan bangsa yang tidak mengenal Sang Pencipta.dan kita harus jujur mengakui bahwa warisan ilmu leluhur sudah banyak terkikis oleh banyak hal dan menuju punah bila tidak ada yang menjaga dan meneruskan…….salam rahayu JDD…nuwun….
Cah Pathi
Desember 16th, 2011 pada 02:05
Jika lentingan sinar meletup,
Jika bias sinar melingkupi,
Apalah artinya sayur dan binatang,
Jika cahaya menerangi,
Jika gelap melingkupi,
Akan terpendar cahayanya,
Melingkupi rasa,rahsa,karsa,cipta
Apalah artinya raga,jika tidak sadar,
Apalah artinya nasi, jika tahu raga,
Apalah artinya rasa,jika tahu cahaya,
Jika tahu empon, pasti tahu bunga,kembang,
Jika tahu akasa,pasti butuh bumi,
Lalu kenapa jadi dua,
Jika tidak dikehendak,
kenapa terjadi,oh karma
aku berlindung dari karmaku,
Gemerlap,
Salam Damai,
Widodo
Desember 16th, 2011 pada 15:53
¤~ berapa kali ku harus katakan cinta berapa lama ku harus menunggumu di ujung gelisah ini aku tak sedikit pun tak ingat kamu namun dirimu masih acuhkan ku tak mau tau..luka.luka.luka yang kurasakan bertubi.tubi.tubi yang kau berikan tapi aku balas senyum keindahan.. Bertahan satu CINTA bertahan satu C.I.N.T.A Bertahan satu CINTA bertahan satu C.I.N.T.A Pernahkah engkau sejenak mengingat aku pernahkah ingat walau seperti angin berlalu..Di setiap malam kini aku tak sedetik pun ingat kamu namun dirimu masih begitu acuhkan ku tak mau tau..Bertahan satu CINTA bertahan satu C.I.N.T.A Bertahan satu CINTA bertahan satu C.I.N.T.A thank’s for you D’bagindas ¤~
Dewi
Desember 16th, 2011 pada 20:47
@ ACINTYA,
Do you know the words of ‘insyaallah’ derived?… It`s : in SHE allah- the Goddess of the SUN…
To be franky, what`s the meaning of GBU?… now you the one who is thrillingd me… for someone like you, why u so affraid of being scaredcrow and threathened by the smell of death?…
To be or not to be, Whatever will be, be what you want to be.
@ Ijogading,
A friend like acintya sometimes ain`t need an aswer, she/ he only needs a friend to talk to, and I`m here for you to be a listener dear dalang.
Sure, why not, you can share n talk about anything n everything, I might don`t understand about astral, reincarnation, karma, taksu ect but I`m ready for better or worst.
Thanks atas pencerahannya, ntar aku kalo cari jodoh pingin cari laki2 yang honest aja deh, apapun suku, agama dan bangsanya, kayaknya asyik n bisa enjoy, apalagi kalau orangnya itu lugu banget… wow wow wow … aku bisa gemes kalau bertemu dengannya…
Njenengan niku menopo indigo?… jatiman patrap, kangmas tiyang kediri to?… ibu saya juga dari kediri (tempat sejarah majapahit?), kalau bapak saya dari lamongan (tempat sejarah gajah mada?)… saya lahir dan besar di surabaya, jadi arek suroboyo. Tapi kata kang RD (yang pandai menerawang), saya ini seorang putri blambangan yang hilang… aw aw aw…
Maaf, kalau saya terlalu jujur kacang ijo… bisa hancur… he he he… atau saya ini hanya narsis aja?… atau saya ini hanya penyuka gula2 cyberspace??… kik kuk.
@ Cah Pathi,
Mas Pathi, waktu saya pertama kali masuk blog ini, sedianya pingin ikutan diskusi nilai2 luhur budaya jawa dsb, tapi di tengah perjalanannya saya di terawang, bahwa saya ini seorang putri… saya nggak ngerti maksutnya, saya pikir waktu itu hanya intermezzo/ sebagai hiburan di blog saja. Karena saya nggak merasa reinkarnasi siapa2, tapi waktu pulkam, saya malah di beritahu anak pak JS, memang ada sosok seorang putri yang mendampingi saya…
Bagaiman orang lain bisa melihatnya, sedang saya sendiri tidak bisa melihatnya dan tidak bisa merasakannya?, Yang saya ingin tahu, sejak kapan ia mulai mengikuti saya? Dan mengapa ia memilih ikut dengan saya?, Sayangnya putri itu tak mau menjawab ketika di tanya oleh mbak fitri, ia hanya diam seribu bahasa.
Hidup ini seperti mistery, tapi Kadang Hidup ini seperti air, ya saya ikuti saja ritme airnya, kemana ia mau mengalir saya ngikut/ kelaut aja.
@ Dalbo,
He he he… iya percaya deh, mas dalbo nggak takut sama Tuhan, juga nggak takut ama istri. Hanya ada satu yang di takutkan mas dalbo…, apakah itu?… he he he… kik kuk.
Guyon mas, ojo nesu to, engko lek nesu tak uncali lemper ketan isi abon… he he he… iya bener mas dalbo itu nggak takut Tuhan tapi Cinta Tuhan, mas dalbo bukan tipe suami yang takut istri tapi suami yang sayang istri…
@ JS,
Mboten nopo2 pakpo santai mawon, kadang saya juga menengok warung kopi sebelah, untuk mengintip obrolan bapak2 di sana, he he he… saya sering senyum2 kalau ingat obrolan mereka, apalagi ada JGG… jeng ginak ginuk… mungkin untuk sebutan KRK versi nyai lembok?… kwkwkwkwk….
Tulisan njenengan nggak menyinggung saya kok, malah bisa membuat saya intropeksi, so`alnya saya juga masih belajar menulis, saya memang suka mengkritisi sejak dari dulu, ini sudah sifat alamia saya, hanya saja saya tidak tahu di mana untuk menyalurkanya, apalagi waktu itu saya belum punya HP, internet dan juga saya hanya tamatan smu yang sehari2nya hanya bantu2 ibu di warung, jadi juga kurang pergaulan dan wawasan, kalau mau nulis politik sosial dan budaya nggak PD takut salah dan tidak sesuai dengan pakem2 kode etik penulisan dsb. namun di blog ini rasanya seperti papan maya curhatan pribadi saya saja, tapi asyiknya ada temen2 lainya yang bisa/ ikut berdiskusi secara online dan berkesinambungan/ berkontinuitas.
Saya baru satu tahun ini memakai notebook, dapat pinjam di tempat saya bekerja saat ini dan saya merasa beruntung kesasar di blog sabdalangit ini. Kalau dulu saya juga sering pergi ke warnet/ rental pengetikan untuk menulis resep2, lumayan beberapa resep saya telah di muat di majalah dan tabloid2 kuliner, seperti sedap, koki, wanita indonesia, saji, lezat dsb. tidak besar upahnya hanya 100 rb, kadang malah cuman dapat hadiah tissu box, tapi itu sudah membuat saya senang sekali. Kalau baca kuliner pengirimnya ‘dewi murni’ ya itu saya nggak ada yang lainya, apalagi ada photonya. Pernah juga kirim tips resep manfaat garam di acara ceriwis yang waktu itu hostnya indy barends dan bekti, saya hampir meloncat kegirangan nama saya di sebut di TV… tapi sampai sekarang hadiah suvenirnya belum pernah datang, saya menunggu2 sampai hostnya berganti olga, yang terkenal dengan lagunya : … ancur…ancur…ancur… atiku… xixixixixi…
Salam sayang,
Dewi
sri untari
Desember 16th, 2011 pada 22:06
saya mendukung sepenuhnya upaya upaya untuk mengembalikan manusia nusantara itu pada kesadaran aslinya sebagai warga nusantara . yg seharusnya memang harus menghormati kepada para leluhur perintis tanah dan bumi kita. saya sering mendapati teman2 saya sbg sesama pemegang keputusan daerah mmg sgt menghinakan keberadaan para leluhur kita. dan klao dicritani mrk malah tertawa tawa itu tahyul, itu sdh tdk ada , malah balik memberi saran anda hrs hidup pd jaman sekarang jgn hidup atas dasar mitos2. saya sering sedih dan prihatin.
Cah Pathi
Desember 16th, 2011 pada 23:20
Salam poro pinisepuh,
MAAFKAN TULISAN SAYA YANG SOK TAHU,
Nuwn sewu poro pinisepuh,
Bagi saya,@ Acintya, mencoba membuka pemahaman kita untuk mempelajari hal lebih tinggi lagi, bukan hanya teori tapi praktek secara nyata, karena SPIRITUAL sebenarnya adalah ilmu NYATA,(- jangan dipermasalahkan hal ini-),= SUMBER SEGALA ILMU PENGETAHUAN, bila tidak sepakat dengan hal ini, jangan dipermasalahkan, karena kalau dipermasalahkan akan terlihat siapa sebenarnya yang pencapaiannya lebih tinggi, itulah triknya,itulah caranya, kita diukur,dan diuji sebenarnya.Itulah letak KEMULIAANNYA.
@Kang iJOGADING,
Cara inilah yang sebenarnya,njenengan inginkan bukan? Cambuk untuk membuka ikatan yang erat mengekang,walau banyak yang belum mengakuinya,secara jujur.(hanya dibibir),Saluut Kang!, tapi kelihatannya banyak yang masih belum terbuka ikatannya.
KAPANKAH KEJAYAAN BUMI NUSANTARA kalau seperti ini terus?itulah misinya,-mybe-
Kapan kejujuran BUDI yang seharusnya membawa kita JAYA?
kENALILAH DIRIMU MAKA KAMU AKAN KENAL TUHANMU! ( kira2 begitu ya Kang?),
nah disinilah rahasia KEJAYAAN NKRI sebenarnya, BUDI LUHUR pada PEMIMPIN-nya dan RAKYAT-nya, sulitkah?
Bila ada yang mengatakan TUHAN ada di HATI, itupun menggambarkan pencapaiannya- sampai dimana-
SALAM DAMAI
Cah Pathi
Desember 16th, 2011 pada 23:42
INDONESIA RAYA
Indonesia Raya, merdeka,merdeka
bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia JAYA !
MERDEKA
Dari wong ndeso.
Damai.
Mbah Wekks
Desember 16th, 2011 pada 23:43
huk huk..huk.. watuk.. wes tuwo… nanging yen carane koyo ngono yo tetep ora pener ngger… tetep yo nganggo coro . ora asal coro neng yo di arani coro.
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 00:19
Salam Mbah Wekks,
Lajeng pripun coro-ne Mbah? nek sampeyan ngerti coro-ne, monggo di babar, ampun asal komentar!!!
Monggo kulo tenggo!
Mbah Wekks
Desember 17th, 2011 pada 00:57
Huk..huk..
Carane yo koyo panggonan iki wae. nguri nguri budoyo jowo. tetep tepo seliro marang liyan. Nganggo coro koyo buku jowo wae . wes ditulis tan ngasorake liyan. Sanajan dudu dadi seng dikarepke Gusti. ra salah yen podo duwe coro satrio kuwi.
Ono seng jenenge asah asih asuh, bobot bibit bebet, mikul dhuwur mendem jero, sak pirang pirang corone. Ora antem kromo kabeh di arani enom utowo tuwo. Piwulange Gusti wiwit jaman seprono seprene podo dene. Ora ono agama langit ora ono agama bumi. Onone agama Gusti. iku yen di arani agama. Yen aku yo wes tuwo ngger. tapi yen ndheleng ono seng nguri uri coro kutho jakarta… elo elo guwe.. dead…
Yo ga mathuk. Dianggep wae mertamu kabeh. Yo podo lingguh bareng. silo. anteng. nonton tontonan apik. tapi banjur seng methu kok Olga.. wah.. hawane ndang mulih wae. Ono karep nanging ora ono toto lan coro. Mbuh maneh yen iku akal akalan.
umurku wes akeh ngger wes sewu sangangatus sewidhak wolu. ojo di rungokne. ora jamane . wes bedho jamane. huk..huk..
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 01:40
Huk..huk..
Carane yo koyo panggonan iki wae. nguri nguri budoyo jowo. tetep tepo seliro marang liyan. Nganggo coro koyo buku jowo wae . wes ditulis tan ngasorake liyan. Sanajan dudu dadi seng dikarepke Gusti. ra salah yen podo duwe coro satrio kuwi.
Ono seng jenenge asah asih asuh, bobot bibit bebet, mikul dhuwur mendem jero, sak pirang pirang corone. Ora antem kromo kabeh di arani enom utowo tuwo. Piwulange Gusti wiwit jaman seprono seprene podo dene. Ora ono agama langit ora ono agama bumi. Onone agama Gusti. iku yen di arani agama. Yen aku yo wes tuwo ngger. tapi yen ndheleng ono seng nguri uri coro kutho jakarta… elo elo guwe.. dead…
=========================================
@-Wah nek niku leres mbah,lajeng nek nganggo coro koyo buku jowo lantas biso to mbah? pripun carane mbuktikake to mbah?jalan di tempat dong mbah!
anak adalah anak zaman, begitu juga pengetahuan spiritual akan mengikutinya,
————-
Yo ga mathuk. Dianggep wae mertamu kabeh. Yo podo lingguh bareng. silo. anteng. nonton tontonan apik. tapi banjur seng methu kok Olga.. wah.. hawane ndang mulih wae. Ono karep nanging ora ono toto lan coro. Mbuh maneh yen iku akal akalan.
umurku wes akeh ngger wes sewu sangangatus sewidhak wolu. ojo di rungokne. ora jamane . wes bedho jamane. huk..huk..
—————-
@Wah hebat to mbah nek umure sampeyan 1968, opo 43 mbah?
Yo ga pancen oye mbah, tapi sing methu kok Olga? pripun to mbah karepe niku?kok taksih ono karep niku pripun tho?
-Yen isih ono karep, yoiku sing diarani akal-akalan mbah!!! Yo ga-ne ora mathuk iku mbah!!! Wah bener iku nek ndang mulih wae, kesasar sampeyan mengko mbah!
nek ora iso mulih tak terne mbah!!! Nganggo coro sing piye wae!
Dalbo
Desember 17th, 2011 pada 09:47
Nuwun sewu..
@ Mbah Wekks, dan sdr ChaPati sugeng enjang..
Bahasa menunjukna Bangsa..
Jelas dari gaya bahasa, cara berbicara, bisa di dengar di rasakan, siapa dan dari mana manusia itu bah kan sampai ke tingkat pendidikanya pun.
TOTO KROMO,
Dalam dunia orang Jawa, tentu hal tersebut di atas tidak asing lagi, tatakrama, atau unggah ungguh, ini adalah product/ wujud dari suatu budaya yg berperadaban, dan bukan product baru lagi, wis kuno makuno dan sampai sekarang, karena zaman bergeser zaman, Totokromo sudah memudar exiztensinya baik dg sengaja atau tidak atau ada unsur penyelewengan dg maksusd tertentu,
pertanyaanya adalah, apakah dengan ber tatakrama kita merasa menjadi bangsa yg ketinggalan jaman, atau sebaliknya dg tidak ber tatakrama kita merasa menjadi bangsa yg lebih maju peradabanya?
Sementara negara tetengga yg jauh (England dan jepang) masih tetap mempertahankanya…dan mereka juga tetap saja tidak ketinggalan jaman.
Bagi orang Jawa, kitapun di perlukan sikap yg arif kepada siapa saja khususnya menerima tamu yg non Jawa (maaf ini bukan soal rasist) karena merekapun mempunyai tatacara yg berbeda, dlm prilakunya, orang2 jawa, akan menganggap orang Batak tidak sopan, padahal memnag begitulah gaya saudara kita yg dri batak, itu biasa,, sor mejo ono ulane..jo gelo wis carane..
Tapi sebagai tamu yg sama2 orang jawa, tetentu sj kita punya etika2, yg tidak tertulis namun sudah umum dan di sepakati bersama2, ya itu TataKrama.
Blog ini adalah upaya untuk membangun Nusantara yg berbudhi pekerti luhur, dan sy pribadi (maaf pribadi sj) percaya salah satu product budhi pekerti adalah tatakrama,
Kejujuran memang penting, tapi kejujuran juga akan membawa bencana kalau di sampaikan tanpa tatakrama. coba bandingkan kasus di bawah ini, ceritanya sang ibu telah melakukan suatu kesalahan dg jalan uyel2an tanpa melihat2 sampai nabrak tukang jual kacang., lalu sang anak mencoba menegur dg kata2:
1. Bu..guoblok kamu,, semakin tua malah semakin bodoh..lihat to matamu tu taruh di mana???
2. Lho Bu..kok begitu to,, itu kan keliru…sabar dulu to bu…biar yg lain jalan duluan..
dua2nya tsb di atas adalah expresi kejujuran sang anak terhadap sikap ibunya.
oh..ya..di indonesia ini kan kita juga punya product yg namanya berBudhi Bahasa, jadi tidak sekedar berbahasa saja ternyata juga berbahasa yang budhi, kira2 apa ya terjemahanya..????
nampaknya kita juga perlu membedakan seni berbahasa dg kawan atau dg lawan, kita berbicara…
santen peresan klopo,… ketupat lawuhe teri..
cekap semanten piatur kulo… menawi lepat I am sorry
Asah asih asuh..
Dalbo with love.
Wongsorejo
Desember 17th, 2011 pada 01:24
peribadahan manusia paling kuno harus ada altar ada persembahan atau tumbal dan ada yang menerima tumbal tersebut adalah penyembahan berhala menyembah sesuatu diluar diri dan yang hanya mengaku-aku bisa ini itu, coba suruh langsung menciptakan rumah mak jegagig pasti tidak bisa, kita sendiri yang harus beli semen dan bayar tukang untuk mengaduknya, apa yang kamu sembah adalah khayalanmu sendiri, segera keluar secepatnya seperti siput keluar dari cangkangnya, cara menyembah kebenaran bukan jengkang jengking, tetapi selalu berpikir, berkata dan yang paling penting selalu berbuat benar seperti misal nya tidak korupsi, sebisa-2 nya eling/ingat terus menerus dan waspada dengan kadonyan, menyembah keadilan maka berbuatlah adil disetiap perkara, menyembah yang maha pengasih dan penyayang, elus-eluslah dadamu supaya hatimu menjadi lembut dan dipenuhi dengan rasa welas asih jadikan menjadi sifatmu, kebencian tidak akan lagi punya keberadaan dihatimu lenyap tak berbekas, karena memang kebencian atau kejahatan tak punya keberadaan, yang tinggal dan punya keberadaan hanya rasa welas asih
bagaimana bisa manunggal kalau dia adalah yang lain unsur2-nya tidak sama, ruh ada didalam ruhani dikedalaman rasa dikedalaman diri kita sendiri, air mengalir ke kebawah dan manunggal di samudra bukannya dikumpulkan di padang pariaman, air comberan sendiri, air bersih sendiri air garam, es, embun, madu, air tuba, bier, wisky, big cola dll sendiri-2 dalam wadagnya seperti itu dan dihadapkan dengan yang besar sekali dan medeni, jangankan ketemu si gede banget, ketemu seekor harimau yang lagi angop terkantuk-kantuk kita sudah terkencing-kencing ketakutan, arwah orang yang tahu dan bersahaja apa adanya terbang melewati 9 petala langit lenyap manunggal di awang-uwung, dengan yang tertinggal dan ada hanya pusatnya yaitu kehidupan atau ingsun yang azali abadi arti abadi adalah tak akan ada kiamat bila patah tumbuh bila mati/hilang berganti ini kearifan lokal padang pariaman, tak perlu menunggu kiamat di alam barsah…… kalau mumet berarti masih takut kecemplung neraka……
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 02:50
Salam mbah wongso,
arwah orang yang tahu dan bersahaja apa adanya terbang melewati 9 petala langit lenyap manunggal di awang-uwung, dengan yang tertinggal dan ada hanya pusatnya yaitu kehidupan atau ingsun yang azali abadi arti abadi adalah tak akan ada kiamat bila patah tumbuh bila mati/hilang berganti ini kearifan lokal padang pariaman, tak perlu menunggu kiamat di alam barsah…… kalau mumet berarti masih takut kecemplung neraka……
———
@Terbang sing pripun to mbah? Lenyap pripun to Mbah? Sebenarnya tahu ndak sih Mbah?
ijogading
Desember 17th, 2011 pada 09:51
@mas Sabda.
Nuwun sewu..
@acintya
Dear Cupu manik astagina..
Terasa sendu lentingan nada dan kata sandhi yg kamu lantunkan, seperti mantra triloka sarana wahyu dyatmika tan hana waneh .. Ingsun..siAku.. atman brahman aikyam.. bopo akasa ibu perrtiwi..*”¤£¥€AUM’»kik-kuk..
Dimana kamu dapat sastra alas purwo itu dear..?
Mana jawabanmu kidalang hebat?
Apakah kamu masih mencintaiku yg kamu ucapkan tempo lalu.?
@janganlah kamu membuat hati dewi”KU” yg lain cemburu..
Tapi bukankah sudah kujawab juga hasrat USILmu :
(AKU) TAKUT MENYAKITI HATI yang LUGU..
Dan kamu kuajak dg kata :
We have nothing … To be FREE..
Apakah kamu mengerti itu dalang hebat..?
@mbahpo JS,
Nuwun sewu, mohon maaf kalau cupu niku ngefek ke panjenengan.. Tiange tisik seneng dados dalang hebat, tiange yo hebat khayalane, sinaune ning betoro gugel.. yo mhn dimaklumi kalau nge-wayangkan bimoseno kok iso mabur..
Mbah»Kulo salut kalih totokromo, boso jawi mbah…
@mas CahPathi..
Kang, kulo niki tesik ditahan(disandera) kalian poro rencang2 Nyi Ratu.. Lho pripun yo.., ditahan kok seneng, mosok kerangkengnya taman “gembiroloko” jogja “kuto lawas” sing cedek, malah dempetan kalian griyonipun(rumah) panjenengan..
Matur nuwun panjenengan angamet marang angayu bagio, nguri uri.. ngayu-ayu.. jati-sujati.. Ingsun Ingsun siAku kabeh.. pariyan naga’ri nuswantoro..
@dewi,
Indigo? Ya.! We all indigo, all come from “THE SOURCE” in regard with karma-samkara.. the re-incarnation of KARMA..
Nyanyianmu selalu merdu ditelingaku…@prince from blambangan..banyu sing harum. yg membuat hatiku selalu ikut semangat penuh harapan dlm MEMBANGUN BUMI PERTIWI.
Salam
Gembiroloko.
Adi Ning Rat.
ijogading
Desember 17th, 2011 pada 10:54
@mas Sabda.
Nuwun sewu..
@acintya
Dear Cupu manik astagina..
Terasa sendu lentingan nada dan kata sandhi yg kamu lantunkan, seperti mantra triloka sarana wahyu dyatmika tan hana waneh .. Ingsun..siAku.. atman brahman aikyam.. bopo akasa ibu perrtiwi..*”¤£¥€AUM’»kik-kuk..
Dimana kamu dapat sastra alas purwo itu dear..?
Mana jawabanmu kidalang hebat?
Apakah kamu masih mencintaiku yg kamu ucapkan tempo lalu.?
@janganlah membuat para hati dewi2″KU” yg lain cemburu..
Tapi bukankah sudah kujawab juga hasrat USILmu :
(AKU) HANYA TAKUT MENYAKITI HATI yang LUGU..
Dan kamu kuajak lho:
We have nothing … To be FREE..
Apakah kamu mengerti itu dalang hebat..?
@mbahpo JS,
Nuwun sewu, mohon maaf kalau cupu niku ngefek ngefan ke panjenengan, ke mas CahPathi juga.. Tiange tisik seneng dados dalang hebat, tiange yo hebat khayalane, mungkin sinaune ning betoro gugel.. yo mhn dimaklumi kalau nge-wayangkan bimoseno kok iso mabur neng angkoso…
Mbah»Kulo salut kalih totokromo, boso panjenengan mbah…
@mas CahPathi..
Kang, kulo niki tesik “terasa” ditahan(disandera) kalian poro rencang2.. Lho pripun yo.., ditahan kok seneng, mosok kerangkengnya taman “gembiroloko” jogja “kutho lawas” sing cedek, malah dempetan kalian griyonipun panjenengan..
Matur nuwun panjenengan angamet marang angayu bagyo, nguri uri.. angayu-ayu.. jati-sujati.. Ingsun Ingsun siAku Aku sinami sederek sedulur.. pariyan naga’ri bumi pertiwi.
@dewi,
Indigo? Ya.! We all indigo, all come from one “THE SOURCE” in regard with karma-samkara.. the re-incarnation of KARMA..
Nyanyianmu selalu merdu ditelingaku…@prince from blambangan.. banyu sing harum. yg membuat hatiku selalu ikut semangat penuh harapan dlm MEMBANGUN BUMI PERTIWI.
@o’on.
sy juga mohon maaf, jika menyinggung perasaan, leres.. saya hanya menekankan maknanya saja.
@dalbo..
apakah yg paling kang dalbo takuti?
Ijogading say to dalbo; loosing love..!
Salam
Gembiroloko.
AdiNingRat.
WM
Desember 17th, 2011 pada 13:38
Salam dan hormat saya Untuk Mas Ijo Gading…..Mas Dalbo…Mas Cah Pathi…..JDD……..terima kasih…….
Saya selalu menyimak tulisan Njenengan semua…….mohon maaf bila saya telah menulis salah….Nuwun…..
Mbah Wekks
Desember 17th, 2011 pada 08:47
Lha iki…. opo anane.. ilmu ra usah dhuwur2. tiwas dhuwur jebul ora biso ngerti ora bisa nglakoni sing becik. Duwe ilmu dhuwur mengkone duwe anak soko bojone brojol yo jabang bayi iku ora duwe ilmu toh.. opo yo waton mangan woh kates methune kates. Lha rak mengko susah. yen anakke lair wes iso mabur.. ra koyo laron mengko.
Jabang bayi ngompol , di adusi nang sumur, banyune mlayu nang kalen. mlebu kali bablas segoro. Ra perlu ngerti opo seng di ombe uyuh yo uyuh. ga no bedo. bablas ketemu nang segoro. sanajan nguyuh nang wit witan ben ga kethok. ngrembes lemah metu nang sumur mbalek kanggo adus bayine. Mlaku banyu ditonton soko pas mlebu nang kalen yo ngono iku ambune peceren. mlebu kali gede artine siap nang segoro. eh ning ndalan sopo ngerti iso ngenterno kayu gedhe. di nggo adus wong ayu. nggo ngusapi bokonge uwong. Kadang kebo.
Alam..jagat ndonya iki ngger.. manungso iku yo alam iku dhewe. ra bedo karo kewan lan tanduran. akeh kewan sing soyo suwe bisa pinter. ra bedho karo manungso yo tambah pinter. bedho yen tanduran opo kewan di gawe Gusti ora di wenehi utek..
Mulo ojo sok dadi seng luwih. ampun dados penggalih. sanajan badumane ora podo. mestine ono karepe Gusti iku.
Kanggo aku elmu iku ono loro. elmu roso lan elmu sworo. Elmu roso di rasakke karo ati karo awak karo utek . Ilmu sworo yen ora mbengok mbengok jare ra methu elmune.
Elmu roso tanpo sworo lan elmu sworo tanpo roso.
Adem iki hawane. Sek yo.. mbahmu wedhok mau wes nggawe kopi durung.. sikilku wes linu. arep golek anget anget. mugo mugo mbahmu nggoreng telo.. huk..huk..
Jaman biyen jaman suwe ra eret eret. wong wong wes biasa urip opo anane. ora kakean polah. jaman saiki jaman seket taon seng pungkasan. Manungso tambah keblinger. Moco buku sithik jarene wes duwe elmu. wani ngotot sithik jare wes pinter. di weruhi macem macem arane sekti. weleh… Jaman biyen ki ora ono koyo ngono. Urip yo susah yo susah ora susah yo ora susah. di gowo wae karo ati. seneng tho nonton anak bojo rukun ngguyu2 adem adem mangane telo.
Mbah ngaso dhisik yo. sewengi wathuke kumat. ora duwe duit kanggo nang dokteran. wes biasa nggawe obat dhewe. kembange blimbing wuluh… mbeling2 ojo kanthi sampyuh…….
Dalbo
Desember 17th, 2011 pada 11:13
Nuwun sewu..
@ Kang IJOGading.
apakah yg paling kang dalbo takuti?
Ijogading say to dalbo; loosing love..!
————————————————————–
Bravo…!!!!
You’ve knoked me out bro…!!!! telak tanpa ampun..
mau bilang ampun boss,,,, samapi kebalik..ampuss bon…!!!!
Asah asih asuh..
Dalbo with love.
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 12:23
Salam poro pinisepuh,
Inggih @Kang Dalbo, kulo radi keladuk, ngapuntene nggih? biarkan KARMAKU aku yang nanggung, AKU BERLINDUNG DARI KARMAKU
@Kang IjoGading,
Mboten kok Kang, kulo mboten ngrumaosi ngefek, malah angkat jempol buat @ Ki Dalang, caranya lain daripada yang lain, mirip njenengan, Saluut @Ki…
Inggih Kang, la wong kerangkenge “Gembiroloko” je, kuthone “kutho lawas”, sing “ngantri” wae yo akeh kok Kang, Saluut Kang! Tapi do ra nyadar karo kerangkenge Kang! Kerangkengku taksih “kabur kanginan” Kang!
@ Lho Mbah sing ngajak iber-iberan lak njenengan tho? Aku lak namung nuruti nek diajak metu, ngoten lho mbah!
—–
Mulo ojo sok dadi seng luwih. ampun dados penggalih. sanajan badumane ora podo. mestine ono karepe Gusti iku.
Kanggo aku elmu iku ono loro. elmu roso lan elmu sworo. Elmu roso di rasakke karo ati karo awak karo utek . Ilmu sworo yen ora mbengok mbengok jare ra methu elmune.
Elmu roso tanpo sworo lan elmu sworo tanpo roso.
Adem iki hawane. Sek yo.. mbahmu wedhok mau wes nggawe kopi durung.. sikilku wes linu. arep golek anget anget. mugo mugo mbahmu nggoreng telo.. huk..huk..
-Lah, nek ngaten nggih, njenengan
—-
Lah nek ngaten,nggih mbah kulo nderek, adus banyu segoro!
Ilmu niku wonten telu (3) Mbah!—(lain koki, lain masakan, maklum mbah!)
1. Ilmu Sugreng- brekasaan, sampah mbah!
2.Imu roso-nembe saged dirasaaken teng naluri-Budi.
3.Ilmu Waskito- mpun saged dirasakan naluri- BUDI- TEMBUS TENG UTEK,Mbah! kados tipi , ngoten lho mbah, ilmune tiyang PATHI , sing taksih BODHO, nderek ados nyang segoro, banyu peceran, banyu ompol Mbah, nol puthul….!!!!!
—–
-sanajan badumane ora podo. mestine ono karepe Gusti iku.
——
Mbah,mbah, sing mbagi baduman iku Gusti-KARMA-ne dewe mbaah!
MBAAAH nyuwun kopi lan telo gorenge to mbah, ampun mengin-mengini tho!
- Iwak pitik,tuku ning pasar- sithik sithik wae sing penting ora kesasar!
@Salam kenal Kang Damaraji,
Leres niku Kang, nderek adus banyu segorone Kang!
Salam Damai
damaraji
Desember 17th, 2011 pada 07:41
Suatu hari saya secara tdk sengaja kesasar di dunia maya yg bernama blog disitu banyak tulisan2 yg sangat bermanfaat dan mengandung suatu ngelmu spiritual tingkat tinggi yg mampu membangunkan jatidiri kita di kehidupan masa lampau..(sct)ketika sang dalang melantunkan kata2 sakti yg mampu menembus KARMA pada saat itulah seperti ada suara menggelegar yg entah dari mana datangnya mampu membangunkan SANGHYANG WISNU dan tentu saja para RATUGUNG BINATARA LELUHUR BESAR NUSANTARA terkejut bukan main ternyata cucu kesayangannya selama ini hanyalah seorang bocah lugu bodoh tidak tahu menahu ttg ilmu gaib dan tdk mengetahui ttg GARIS TRAH keturunannya tapi sangat menghormati tradisi budaya warisan leluhur bumi nusantara..ketika sanghyang wisnu meminjam raga si bocah sanghyang wisnu pun bercerita ttg ajarannya di masa PURBA WISESA yg diajarkan kpd para AVATAR ttg apa sejatinya hidup..sebenarnya sangat sederhana tak perlu susah payah jentat jentit bangun tmpt ibadah super mewah dll (kesel aku padon ae)cukup YA menarik nafas HU mengeluarkan nafas dimana saja kita berada pas bercinta buang air dll di jamin tdk ada resiko masuk neraka hrp diketahui hal itulah yg dulu di ajarkan oleh muhammad kpd umatnya tp setelah sang avatar ini wafat ajarannya malah di selewengkan oleh para umatnya yg kalo di jaman sekarang ini akrab dg sebutan mahzab dari situ muncul nama2 wali/syech/habib/ulama/kyai/ustad/pendeta/biksu dll sebutan..harap diketahui para avatar TIDAK PERNAH MENGAJARKAN umatnya untk mengagung agungkan namanya dan ajarannya apalagi agamanya tgs sang avatar adalah mengarahkan manusia kembali mengenal tuhan yg sejati langgeng tan keno owah gingsir tuhan yg ADA namun TIADA sangat DEKAT lebih dekat dari urat leher..sayang sekali umat manusia sudah banyak yg mengesampingkan dan menyelewengkan ajaran para avatar hingga akhirnya SANG PAMOMONG sudah hilang kesabarannya dan akan memberi pelajaran kpd seluruh umat manusia yg sudah di kuasai HAWA NAFSUnya dan mengotori kesucian HATI NURANI para utusan dg cara menyelewengkan ajaran WISNU
Jagad SJ
Desember 17th, 2011 pada 13:28
nuwun sih pangaksami dumateng para kadhang kinasih sih sihing kang wenang.. saklebeting paseban luhur menika.
monggo dipun sami saling asah asih asuh, menebalkan sifat berbudi pekerti luhur.. menuju keluhuran leluhur bangsa yang selalu mengangungkan dan memelihara serta menghargai leluhur…, agar mencapai keluhuran.. membangun jiwa raga bhumi nuswantara.. kanti adedasar silih asah asih asuh sih welas asih .. bertiwikrama budaya, mencapai ke-sadar-an yang meliputi, tanpa rasa ketersunggingan ( nek ngguyu boleh ) dan bersama dalam azas yang selaras dengan harmoni alam, .. ngilmu luhur kalau tidak dipergunakan untuk kepentingan ing sesami, namung agul agul.. aguling ngilmu sejati kanggo sejatining urip, urip kados alam, pencapaian kesadaran dan kemapuan masing masing ada batasannya, implikasinya yang tidak terbatas.. cendhak dhuwur ing ngilmu dudu ukuran.. ning ukurane kesadaran.. hakekat hidup, hakekat sang titah, hakekat manungswa, hakekate mahluk ing alam jaba jero.. masing – masing ada penggunaannya sendiri dan tugasnya,, kemampuan mendapat ilmu entah kesaktian, kanuragan, saged ngratoni samubarang kang titah, mampu menembus jagad suwung dan mampu berkelana ke perjalanan ruang dan waktu yang tak terhingga… ning sing baku njih urip niku piyambak.. menapo uripipun sampun migunani kaliyan sesami para titah.. nopo malah damel rujiting badan saliro menopo para titah… sakderma hanetepi menopo ingkang dipun kersakaken krenteking rahsa sejati.. mlampah kanti laku yang akan menjadi lakon.. lelaku kang mrenani marang lakon urip.. kanggo menuju urip kang bakal nguripi panguripane ing sesami kanti rasa sang suksma rasa… monggo sedulur sanak kadhang ingkang dipun luhuraken kaliyan para leluhur kita sami… bersama merajut tali welas asih menuju tataran dan perambahan pembangkitan keluhuran para leluhur ingkang misuwur ing jagad dhuwur, mugi sami padang jagade duwur kukuse adoh kuncarane welas asih dasare esem manis pasemone, bening wening penggalih lan pikire .
wonten sasana endah sak inggiling wit ringin gede sulur kang ngremboyong dalane salah siji pang , nanging sing mlebet sanes ingkang dipun kekarepi sang danyang sasana .. mila sasana endah wau mencelat plas jugrug lebur ing bhumi… namung wit ringin ingkang taksih jejeg ngayomi … mari eling waspada kangge njangkepi lakuning gegering bhumi, asah asih asuh welas kang tanpa kendhat mbangun tresno sinten lan juru menopo kemawon, sesami sepadaning titah….matur sembah nuwun, nyuwun agenging pangaksami lumebering samodra penggalih kang tanpo winates.. marang kadhang sepuh.. nakmas, adimas,diajeng dan kakangmbok ing paseban luhur ini. nuwun. Rahayu.
damaraji
Desember 17th, 2011 pada 14:00
Mbah wekkk matur sembah nuwun mbah.enjih mbah leres menopo ingkang dipun simbah babar puniko nyuwun lepatipun mbah kulo meniko taksih bingung lan dereng mudheng kaliyan jatidiri kawulo puniko lha pripun mbah kawit alit puniko kenangan kulo kadose di tutup lan kulo piyambak njih mboten ngertos pohon famili..o injih mbah dhalem badhe tangklet wau ndalu kadose wathuk ipun simbah wekkk dumugi teng griyo kulo lho mbah damel simbok ajreh ra karu karuan lha pripun kok mboten ajreh wathuk simbah meniko wujudipun bledeg pating sliweran teng nginggil griyo kulo tentu saja bikin takut tiyang sekampung.kawulo nyuwun lepatipun njih mbah dereng saget marak sowan teng griyo nipun eyang ki ageng selo sepindah melih kulo nyuwun lepatipun lan matur nuwun sanget eyang ki ageng selo sampun purun njangkung lan njampangi lampah kulo sekeluarga tansah manggih wilujeng rahayu kang tinemu bondo lan begjo kang teko..mbah wekkl soal bledeg sliweran teng ngingil griyo kulo meniko artinipun nopo njih nyuwun pencerahanipun mbah matur sembah nuwun rahayu salam sihkatresnan nuwun
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 16:21
Salam poro pinisepuh,
Aku berlindung dari KARMAKU,poro LELUHUR-KU,PORO DANYANG
SETAN-KU MEMBARA, AKU TULISKAN KARMAKU,
BILA KANURAGAN YANG DIMINTA, BILA KASEPUHAN YANG DIMINTA AKU JAWAB,
SAKDUMUK BATHUK,SANYARI BUMI,PECAHING DHODHO,WUTAHING LUDIRO
Jalmo tan kiniro, bahasa kelihatannya halus, tapi tajamnya melebihi mata pedang.
Lambang jowo
-Blangkon- halus di muka BENDOL di belakang?
-Keris- diselipkan di punggung, apa maksudnya?
jANGAN MENGAKU ORANG jOWO, bila tidak mengerti sihir jowo
Jangan mengaku orang hindu, bila tidak tahu sihir HINDU,
Jangan mengaku orang ISLAM, bila tidak tahu sihir ISLAM,
Bila bahasa hanya manis di mulut, tanpa ada kebijaksanaan, kejujuran yang disembunyilkan, Budi yang hanya kiasan, buat apa?
ijogading
Desember 18th, 2011 pada 12:32
ROSOnya
Indonesia.
@dalbo..kl cinta sdh melekat didirimu ‘!’ apapun te’rasa’ nikmat.. dan indah..
@cahpathi,
(Mantra jadidiri ya kang: inilah AKU)
Adakah kata RASA yg mampu dimengerti dan mewakili untuk memuaskan semua kehendak insan.?
Apakah isi buntelan didepan dan dibelakang blangkon itu?
Kenapa engkau harus tutupi cakra mahkotamu.?
Apakah engkau tak memerlukaan lagi surya terang gemilang.?
Wahai pinisepuh joglosemar adakah saur-sepuhMu yg membuat kita sadar.?
@senkarna..
Disaat kita mencoba untuk meluangkan waktu sejenak, untuk benar2 mencicipi rasa kopi cap”aroma” bandung yg diseduh air panas, tanpa gula dg air murni(kandungan mineralnya sedikit) lalu diminum… aaah ini baru namanya kopi.!
Besok paginya disuguhi kopi cap “bali” tanpa gula diseduh dg air panas.. aah.. ini benar benar kopi..! Eh.. tapi tadi rasaKu protes karena disuguhi kopi cap abc yg manis..!
Bagaimana kita mampu mengukur RASA.? Apakah rasa selalu JUJUR.?
@kita adalah “Karna” yg menjadi Senopati di Korawa.. titisan Dewa Surya dan Kunti Bumi.. menjadi sosok yg harus memakan buah simalakama selama masa hidupnya.. Sosok yg sampai ajalnya tidak mampu mengerti “rasa” hidupnya.
@salam mayapada mbhpoJS.. apakah betul seperti itu.
Ketidak adilan hidup kita sebagai “penuduh” dan “tertuduh” dg hal yg berujung pada “ROSO” hampir 280juta manusia nusantara..
-Siapa yg meRASA menderita ?
-Siapa yg meRASA senang.?
Lalu berlanjut keluhan….
-Kenapa kami semua di Papua, Sumbawa, Aceh, Bangka, Belitung dll tempat, disaat kekayaan bumi kami diganggu dan dikeruk habis.. -Kenapa kami harus lahir diGunung Kidul, nusa penida, flores, madura, dll tempat tanah gersang tak subur.?
-disaat mana di Bali, kami merasa makmur atas kelimpahan nafsu indah manusia, yg mungkin dari keluhan saudara kita itu.. dari hasil minyak dan tambang itu,
di Jakarta kami yg mengais dari limpahan manusia pe’nikmat’ dunia dan kesombongan akut tanpa mau sudi untuk berbagi..
@dewi..
Ranah pertanyaan diriMu akan terjawab dari dasendriaMu sendiri.. Jawaban akan membuat diri sebagai “akibat” tapi tetap jujurlah pada rasa keindahan dan cinta yg tersirat dalam hidupmu.. hehehe meniru syairnya mas@dalbo.
Salam
Gembiraloka.
WM
Desember 18th, 2011 pada 16:41
Salam Mas Ijo Gading……..
Ketika Njenengan sudah berpikir dan merenung soal ketidaksamaann ujud mahluk maka banyak pertanyaan yang datang bertubi tubi dan beruntun dan tetap saja manusia tidak bakal bisa menjawab……maka Tuhan sudah menerangkan bahwa AKU adalah seperti perasaan sangkaanmu. dan kalau sudah begini maka Tuhan yang akhirnya bersifat dan berkehendak seperti menjadi adil dan juga tidak adil sehingga Tuhan sama plek dengan sifat manusia…..
Kalau sudah memasuki ketidak samaan ujud maka akan timbul rasa yang tidak ama pula…he he ada manusia yang meringis kesakitan dan ada manusia yang tertawa terbahak bahak diatas mobil Mercy nya…..lalu dimana adilnya Tuhan dan dimana Tuhan ??……
Hanya sebagian manusia yang bisa menjawab bahwa Tuhan adalah adil dan bahkan Maha Adil dan ketika si yang mengerti menerangkan kepada manusia lain maka dan belum tentu manusia lain itu mengerti …..
Mas Ijo Gading…..mungkin saja saya adalah salah satu dari jutaan manusia yang ingin mencari jawaban kenapa ketidak samaan selalu ada dan ketidak samaan itu yang menimbulkan sangkaan buruk kepada sang Pengatur alam dan manusia yang melahirkan manusia dengan tawanya diatas jerit tangis sedih dan meringis kesakitan.manusia lain……
RASA atau ROSO yang memang beda dan dibedakan dkarenakan ujud fisiknya …ada rasa manis dari gula atau rasa pahit dari buah mojo dan mungkin saja rasa semua itu menjadi hambar dan tidak terasa rasa sifat ujud benda itu ketika manusia sudah memulai belajar tentang rasa / roso yang lain yaitu rasa yang sudah bukan dari ujud kebendaan dunia untuk keinginan ujud kebendaan dirinya tapi rasa untuk sesuatu yang lain yang ada dalam dirinya …sesuatu itu yang dikatakan oleh banyak faham manusia sebagai sukma atau ruh yang tidak pernah keblinger dengan sifat kebendaan dunia…..maka dalam hidup ini mana yang menjadi imam atau makmum dalam dirinya ??…..badan wadag nafsu atau ruh sukmanya ??
Kalau manusia sudah melakukan dan mencari semua rasa untuk semua yang ada dalam dirinya maka pastinya manusia itu sudah berbeda dalam menilai apa saja yang dilihatnya dan mungkin manusia melihat dan merasakan rasa sudah dengan ilmu NYA maka kalau sudah dalam posisi dan keadaan seperti ini maka dan mungkin manusia itu akan berperilaku benar diatas dunia ini……..
Mas Ijo Gading….mohon maaf…tulisan saya ini grutal gratul dan hanya menuruti kata hati saja……..Nuwun……..
Cah Pathi
Desember 18th, 2011 pada 18:03
Salam poro pinisepuh,
@Kang Ijogading,
he..he…he…ceritanya aku kemarin baru marah sama seseorang , tapi tak baca lagi tulisanku kok kaya mantera ya! he…he….he…blaik,blaik…
Kang, ada saat cakra mahkota yang kelihatannya tertutup, tapi sebenarnya terbuka, itu adalah terjemahannya yang langsung muncul, seperti robot gitu, file yang langsung masuk-on seketika, bereaksi seketika, menurut programmer.
Salam surga gembiroloka,
@WM-mbah po JS,
Nuwun sewu mbah
apakah rekaman tingkah laku leluhur kita, tingkah laku leluhur isteri kita sama? he…he.. tidak ada yang sama mbah!- itulah kenapa, nasib orang berbeda, start awalnya maksude mbah (tulisan karma yang diguratkan) Adilnya Tuhan ya..itu tadi,dikembalikan pada guratan masing-masing.
Salam Damai,
damaraji
Desember 17th, 2011 pada 19:55
Kangmas cah pathi matur sembah nuwun kangmas he.he.he.ampun mekaten kangmaaas alon2 asal kelakon..mboten usah grusa grusu,kulo meniko njih bocah nembe dek wingi nak diken babar hakekat simbol opo ngelmu gaib/sihir kulo njih mboten ngertos kangge kulo pribadi ilmu begituan ndak ada manfaatnya sama sekali tuk kemulyaan hidup kelak di sana bukankah ki sabda sudah menjelaskannya di tiap artikel beliau tentang apa sejatinya hidup bagi sy ilmu kanoragan hijib dll itu adalah ngelmu karang alias ilmu hitam dan dari situlah karma berasal..mereka yg bersekutu dg jin demit asal timur tengah dan di luar nuswantara matinya kelak tdk akan nyampe kealam kelanggengan malah nyasar ke tempat auc akh gelap tp tentu saja itu bukan bagian saya itu mah bagian kangmas ijogading dll yg mampu menembus kasunyatan sejati seperti ki nglosor madep wetan yg sekarang entah dimana engkau berada sepindah malih nyuwun pangapunten njih kangmas cah pathi eling lan waspada dg kejahatan HAWA NAFSU KITA SENDIRI ilmu jenis apapun yg bukan berasal dari baGUSe aTI sudah jelas adalah ilmu karang alias ilmu hitam bisa di pastikan org yg pny ilmu demikian MUDAH TERSINGGUNG sok bener sok sakti sok pinter sok jagoan tdk mau menghargai pendapat org tua ini fakta dan sangat sulit terbuka pikirannya untuk menerima pelajaran baru yg kelihatannya SEPELE/KUNO krn pengaruh di balik ilmu itu yg berhawa panas penuh angkara murka sepindah malih nyuwun pangapunten sy tdk harus menjelaskan panjang lebar ttg hal itu krn itu adalah pelajaran untuk cah cilik sprt saya ini sepindah malih nyuwun pangapunten salam damai dihati matur sembah nuwun salam sihkatresnan tuk semua
Cah Pathi
Desember 17th, 2011 pada 21:18
Salam damai lan katresnan ugi kakang @Damaraji,
Matursembah nuwun sampun ngemutaken, auch tuh, ada setan lewat tadi….he..he..
——-
-cukup YA menarik nafas HU mengeluarkan nafas
———-
dzikir nggih, leres niku kang, tapi jika ada waktu yang senggang, cobalah untuk sejenak duduk simpuh, tarik napas HU lepas napas ALLAH,lewat hidung, HU dimaksudkan pembersihan nafsu kotor,menghirup energi bebas yang baik, ALLAH -dimaksudkan membuangnya/melepaskan yang kotor, dengan menggembungkan dan mengempiskan perut,
Kang Damaraji nuwun sewu nggih, sebenarnya hampir tidak ada yang dinamakan ilmu hitam atau ilmu putih, tinggal penggunaannya saja yang membedakan, dilandasi nafsu atau tidak. Sihir yang kuat sebenarnya dipunyai oleh ilmu jowo, dan Hindu, baik berupa ilmu tenaga di diri, atau dengan bantuan demit- akibatnya ya -@ KARMA
Ngapuntene sing kathah nggih?
Salam katresnan Kang Damaraji,
Salam Damai
Dewi
Desember 17th, 2011 pada 20:49
@ Mbah Wekks,
Salam kenal mbah, maturnuwun atas wejangannya, Kami semua bisa belajar dari spirit mbah wekks, tua tua kelapa, makin tua makin banyak santannya ya mbah, bravo…, selamat bergabung di playgroup kahyangan mriki nggih mbah.
@ Darmaraji, salam kenal dan wilujeng rahayu…
@ Jagad SJ, maturnuwun pencerahannya pak jagad…
@ JS dan Dalbo, maturnuwun, salam sayang…
@ Cah Pathi, maturnuwun atas mantra2 jawanya, saya masih belajar dan mencoba menggali peninggalan filosophy leluhur…
@ ACINTYA,
Hello dear, How are you?…
Wherever you go,
Go with insiration and aspiration.
Whatever you do,
Do with love and concern.
Whomever you see,
See with purity`s beauty
And responsibility glory`s
(by : Sri Chinmoy)
@ Ijogading,
Terima kasih atas pencerahanya about reincarnation, the source in regard of karma-samkara.
Saya merasa sukma saya bukan reinkarnasi siapa2, murni diri saya sendiri, sosok putri yang kebetulan mendampingi saya…, mungkin baru ini saja, karena sebelum itu…, seperti yang njenengan pernah katakan: sosok itu masih belajar mengikut saya, karena saya orangnya baik?…
But One of the strongest issue on my path to the maturity was to face my own miserable and not to act from this place without victimizing myself and without attachment to all the drama. Though I still meet and have to deal with people who are very mean and that shows me clearly, I’m not done yet.
Saya kadang berdoa sebelum tidur kirim salam buat sang putri, tapi ia tak pernah menampakkan dirinya, apakah ia bagian dari diriku sendiri?… Bisakah njenengan melihat siapa sosok pria bertubuh tinggi, tegap dan hitam/ bodyguard yang selalu menjaga putri itu? Dan mengapa putri itu seperti di jaga begitu ketat?…
Salam karmaphala,
Dewi
wohing ranti
Desember 17th, 2011 pada 21:45
Rahayu…
Salam sayang, asih lan tresna konjuk sedaya sederek kakung saha putri.
Nderek nyemak kemawon…nyecep ilmu lan kawicaksanan ingkang dipun serat para sederek. Kula sak utawis kapurih mendel, nglerem pikiran, nglaras raos, mlampah nderek kerentege manah. Mugi samio waras, wareg lan slamet sedaya kemawon.
Matur sembah nuwun.
Rahayu..
Senopati Karna
Desember 17th, 2011 pada 22:36
‘…Maaf soal komentar saya yang mengotori tempat terhormat ini……bahasa guyon saya ketika ingin akrab dengan seseorang yang baru saya kenal dan saya anggap baik dan berjiwa periang dan jujur terbuka memang dengan tertawa…..saya memang tertawa lepas dan bukan mentertawakan menghina…..ini mungkin kebiasaan yang sering terjadi untuk menggoda teman di pasar dan juga anak anak saya bila mereka sedang sedih karena (WM)
@Mas WM,
Nyuwun sewu – dollar,Euro nggih purun – njenengan ini kadang terlalu … sensitif,peka. (-: Njenengan tidak … mungkin mengotori tempat kita ngobrol ngalor ngidul. Nek pakai istilah ‘kubu’ : njenengan, JDD, Mas Sabda sendiri, Cah Pathi,O’on,Baok,Ijogading,Ngglosor Madep Wetan,Dalbo, njenengan semua ada di … satu kubu ! Penerawangan saya biasanya meleset, kali ini mungkin tidak … Soal yang kecil2, gak usah nejenengan pikiri … Tertawa saja ha ha ha… Fokus saja pada … ‘dongeng2 komik’ anda. Soal apa orang lain tahu/paham dongeng komik njenengan, gak usah dipikiri. Tugas njenengan : menceritakan ,apa adanya, yang perlu disampaikan .
—————————-
‘…in fact di tubuh kita terdapat material yang sama saja dengan metal yg biasanya suka dijual di toko (besi)…yaitu natrium, kalium en so’on,
jadi tidak tertutp kemungkinan jika otak beralgoritma menumbuhkan “pohon” besi pada tubuh maka itu bisa saja tumbuh.
rahasia tukang sulap..eh..tukang santet..scr simpelnya mempengaruhi algoritma otak korban…nah disinilah kalimat sepele tapi bisa sebagai warning yaitu: eling lan waspada, oleh kerana bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati. ^_^
@O’On,
Itu teorinya. Lha, kalau DIMANA2 itu terjadi – kawat tumbuh dari dalam tubuh , gak gawat, gak aneh lagi. Masalahnya itu cuma terjadi di … Nusantara ,setahu saya. Oh, numpang RALAT : Saya lihat berita itu di ‘Kompas’ beberapa TAHUN yang lalu, bukan beberapa bulan yl.
——————-
Secara medis dia harusnya kena infeksi yang fatal,lha kawat di tubuh itu kan bisa meracuni darah …
—————————–
tubuh manusia dapat memprogram untuk memproduksi anti racun (lagi2 evolusi), ato kalo bahasa simpelnya semangat hidup untuk survive bahkan sembuh, cekidot aja bagaimana seseorang yg doyan pil koplo (utk mabuk), disaat dia benar2 sakit maka dosis konsumsi ubatnya jadi lebih tinggi.
[ Dari dulu bodoh ya ? Dasar saya ... )-: )-: ]
—————–
_/\_ salam asah asih asuh, makasih Om.
tidak ada yg benar2 bodoh, krn toh kita/seseorang cenderung tertarik menjadi spesialis di suatu/bbrp bidang saja, namun dgn 3A..akan semakin terbuka peluang bahwa maksud kalimat: HANYA tuhan yang tahu..
ya perlu direvisi. ^_^
——————
Saya : Hatur nuhun atas pelajaran hari ini. Untung di blog ini ada O’on ! (-: (-:
Btw, saya telmi, ‘cekidot’ itu artinya apa ?
————————————————-
‘… dan juga saya hanya tamatan smu yang sehari2nya hanya bantu2 ibu di warung, jadi juga kurang pergaulan dan wawasan, kalau mau nulis politik sosial dan budaya nggak PD takut salah dan tidak sesuai dengan pakem2 kode etik penulisan dsb. namun di blog ini rasanya seperti papan maya curhatan pribadi saya saja, tapi asyiknya ada temen2 lainya yang bisa/ ikut berdiskusi secara online dan berkesinambungan/ berkontinuitas. (Dewi)
———————-
@Jeng Dewi Murni berkembenkansutraungu (-:
Tokoh2 ampuh dari negri amrik George Washington – presiden amrik 1 ,Benjamin Franklin, dan Abraham Lincoln, mereka ini malah gak tamat sekolah setingkat SMP. Pakde Abe Lincoln itu amat sangat brillian sebagai presiden, mungkin diantara yang paling brillian, George Bush – dua2nya Sr& Jr yang kuliah di Universitas Yale, bukan apa2 nya dibanding Pakde Lincoln …. Mantan PM Aussie Paul Keating itu juga tamatan setara SMU, tapi beliau mungkin PM Australia yg ter brillian. Sebenarnya ada lebih banyak lagi tokoh2 dari Nusantara dan luar Nusantara yang amat sangat pinter, yang tidak sempat mengenyam bangku sekolah . Kuncinya, mungkin, jangan pernah berhenti belajar, jadilah seperti Pak JS,kebo nyusu gudel (-: Di Kurawa sini hampir di setiap kabupaten ada perpustakaan – gratis. Di Nusantara mungkin juga begitu ? Njenengan sudah pinter, tapi jangan , itu tadi, berhenti jadi lebih …pinter lagi …(-: (-:
Salam katresnan mbulet
O'on
Desember 18th, 2011 pada 05:25
Itu teorinya..
————-
ho-oh..^_^
..Masalahnya itu cuma terjadi di…Nusantara
————-
nah maka si sy-pun jadi penasaran,
mengapa kayak gitu,..dahulu tidak dijadikan sebagai sistem pertahanan nusantara utk para penyerang/penjajah asing (saat perang tidak bisa dihindari).
misalnya: jika ada armada kapal laut/apapun yg datang & akan menyerang nusantara..kan tinggal dikirimi saja tu kawat kedalam tubuh para kapiten dan officernya saat mereka masuk wilayah nusantara. ^_^
‘cekidot’ itu artinya apa ?
———-
plesetan check this out…salah satu gaya bahasa forum ‘sebelah’. ^_^
Senopati Karna
Desember 18th, 2011 pada 07:08
@O’on,
Re penasaran : Sama dengan saya. Makanya pertanyaan itu saya … lontarkan beberapa hari yl. Cek yg ini :
Senopati Karna
Desember 14th, 2011 pukul 18:34
—————————————-
‘……..Saya pernah ditanya kalau di Nusantara itu buanyak tokoh sakti mandraguna, tokoh yang bisa minta bantuan jutaan jin dan tokoh2 gaib, mengapa kita bisa dijajah Belanda sebegitu lama, 350 tahun, artinya kita kalah …., juga oleh Jepang ? Kok tidak sebaliknya saja, kita yang menjajah mereka ?? Saya jan babar blas tidak tahu jawabannya. Ada yang bisa mencerahkan saya ? ….’
————————-
Sen Karna : Mas Tembayat dalam menanggapi tulisan saya bilang, intinya , kita harus tunggu … tanggal mainnya untuk menjadi mercusuar / panduan dunia. Ya, mungkin, semua itu ada tempat dan waktunya sendiri : Waktu untuk ketawa, waktu untuk menangis,waktu untuk mati, waktu untuk hidup, waktu untuk kalah, waktu untuk menang,dsb. Bangsa(t)-2 penjajah itu akhirnya kan … kalah, pada waktunya … Tapi waktu kemenangan pada penjajah itu tidak bisa dipaksakan …
Nampaknya hidup itu …. cerita yang gak pernah tamat – a never ending story. Pertanyaan2 akan selalu muncul. Setelah dijawab, akan muncul pertanyaan2 baru . Manusia tak akan pernah puas dengan jawaban yg ada. Di blog tetangga ada yg menjawab pertanyaan saya di atas dengan kutipan ayat2 dari kitab suci… Eh hem, waktu di Amrik ada perang saudara – Selatan dan Utara, zaman presiden Abraham Lincoln dulu – sementara negara2 dibagian Selatan sering mengutip ayat2 kitab suci untuk MEMBENARKAN perbudakan yang terjadi masa itu ! Mereka bilang sudah kehendak Tuhan orang kulit hitam itu menjadi budak2 belian !
Dari sejarah kita tahu manusia sering … memanipulasi ayat2 kitab2 suci untuk kepentingan pribadi . Di kitab suci A ada ayat yang mengatakan agama Anu adalah agama nomor satu di dunia dan akherat, tapi di kitab yang sama ada ayat yang mengatakan semua agama Dia berkati … Nah,untuk menggebuk pihak lain orang mengambil ayat yang membenarkan niat untuk … menggebuk orang itu tadi ….
Oh, maaf kok malah menyimpang dari topik .
Cekidot : linknya kok … missing ? Saya juga sering mengalami nasib serupa, alamat email yang saya sertakan menghilang ditelan setan …(-:
Pelajaran2 selanjutnya dari akang O’on saya tunggu. Hatur nuhun .
Salam katresnan kritis
Cah Pathi
Desember 18th, 2011 pada 18:26
Salam @Kakang Senkarna,
Iya betul kang,terimakasih pencerahannya nggih, Kakang Karna emang bijaksana, tapi itu lho sukanya mencuri ilmu he…he..he…just kiddy
Cah Pathi
Desember 18th, 2011 pada 19:01
Salam hormat Kang @Dalbo,Baok,WM,
@Kang Dalbo,
Inggih Kang, mohon maaf, kulo radi keladuk kurang dugo,nyuwun pangapunten
Saya berani mengatakan Nabi2 dulu adalah manusia jenius pada zamannya, karena dzat hidup dari dulu sampai sekarang panceeet wae, cuma akal yang berkembang, nah akal-lah yang mempelajari Dzat hidup itu, pendekatan-pendekatannya, luar biasa!
@WM,
inggih leres mbah, tiyang jowo pancen pinunjul tur mulyo, sifat moyoroso dugi moyorogo.
terimakasih pencerahanipun Kang Dalbo tuwin Mbah WM,he…he…he…
Gulo jowo gulo klopo, Uwong jowo emang mulyo….( melu-melu kang! @D)
Jowo wis Katon Sorote,
Sumirat ngremboko,
Jongkone wis teko,
Podo siap-siap sing lilo legowo,
kuncine jowo mulyo,
Roso rogo panggonane,
Salam Damai,
Dewi
Desember 18th, 2011 pada 21:57
@ Dalbo,
Bukalah kacamatamu… hitam kaca matamu, membuatku… malu dong… aaahhh…. (Rano Sukarno)…. xixixixixi….
Makasih mas Dalbo atas pujiannya…, ehmm2, mau cipipi apa cikening?… ehmmuuaahh!!
@ Sen Karna,
Maturnuwun paklik atas pencerahan dan dukungan moralnya, iya, terkadang saya ini minder-an… he he he…., walaupun tak pernah mengenyam bangku kuliah, semoga saya akan lebih terpacu untuk berbakti dan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi NKRI serta Dunia.
Wonderfully, Njenengan jugalah yang pertama memberi gelar saya ‘DewiMurniBerkembenkanSutraUngu’ di kahyangan ini…, andai njenengan sekarang ada di sini, terimalah selendang sutra saya ini, saya akan mengalungkannya ke pundak njenengan… walaupun hanya untuk beberapa saat saja, itu adalah tanda terima kasih saya yang terdalam dan tak terhingga pada njenengan… dan tak lupa saya haturkan cipika-cipiki(!)
@ Ijogading,
Nggih kangmas, maturnuwun atas kesabarannya, Mungkin hanya waktulah yang akan bisa menjawab segalanya…, Saya hanya merasa belum mampu membuka tabir puzzle/ teka-teki silang ini sendirian…. from the source, back to the source, and for the source… he he he…
@ Baok,
Nuhun akang Baok Purbanicus Erectus Sundatropus, ternyata manusia purba juga bisa saling berkopulasi/ kakawin dengan manusia purba dari belahan bumi yang lainya, jadinya indopurba… he he he…, kalau moyang purba indonesia kawin sama moyang purba bangsa china/ mesir/ africa dsb, jadinya purbachina, purbamesir, purbafrica dsb.
Nah, kalau purba sunda ketemu purba jatim, jadinya tetep purbalokal… he he he…
@ Gus Supri,
Maturnuwun pencerahannya, saya menyimak tulisan njenengan…
@ Cah Pathi dan JS-WM,
Saya turut menyimak tulisan njenengan berdua, dan semoga tulisan ini juga di baca oleh Sang Dalang Sabdalangit yang Kondang-markondang… he he he…
Salam sayang,
Dewi
ijogading
Desember 19th, 2011 pada 08:30
The
FREEDOM.
@dewi..
dalbo ask me,
we’ve nothing to be free..?
Apa sih yg betul2 kita miliki dalam hidup.?
Hanya satu jwbn dari little Krisna’Ku yg menarik :
PERASAAN MEMILIKI..!
Disaat kita merasa memiliki maka takut akan kehilangan itulah yg mengikat..
Disaat kita merasa bukan sebagai pemilik kebendaan maka disaat itu pula kita merasa merdeka.. BEBAS…!
dalbo said:
Kulo niku Papan tonpo Tulis.?
Apakah PelukisKu agung..?
Apakah yg melukis “kulo” niku Tuhan.?
Guru@Ku menjwb:
BUKANlah begitu..
#Itulah yng membuat manusia jaman sekarang sering lari dari tanggung jawab..!
#dengan meyakini seperti itu maka “kalian” sering bersembunyi diketiak sebuah kata “tuhan allah disorga” jauh dari kesadaran diri.
#Engkau sendirilah yg harus melukis hidupmu dg kesadaranmu atau tanpa sadar menjadi “gambar” dirimu.!
Lalu bagaimana “cara” melukis agar hidup menjadi indah.?
Guru@Ku pun berkata..
#Apakah engkau memerlukan keindahan untuk kekaguman dari orang lain.? Bukankah itu akan membuat prahara keindahan yg mengikat perasaan.?
Dalbo’pun bertanya lagi..
Lalu lukisan apa yg sebaiknya baik dan benar.. menuju kebebasan.?
Guru’Ku menjawab;
Lukislah yg membuat kamu men-CINTAi hidup untuk semua Makhluk..!
Krisna’Kupun meng-ingatkan :
BERGEMBIRALAH dlm hidup ini.! pengetahuan,ilmu, dari kitab apapun sebelum AKU ataupun setelah AKU nanti.. seharusnya tidak membuat “kalian” SUSAH dan MENDERITA..!
@wmjs, cahpathi,
Terimakasih tambahan ulasan “roso”kulo.. blangkon dan kerisNya. semoga budaya asli kita mencetak pemimpin yg tahu diri, sadar diri, menuju kemakmuran bersama di bumi pertiwi.
@damaraji widodo,
Mas, salam kenal, nuwun sewu, terkadang kita sering kesleo lidah tangan dan kaki, spt sy dg kang O’on,dewi,cahpathi dll, mungkin banyak menyinggung perasaan.. selalu salam asah asih asuh..
maafkan bila ada kata yg salah.
Salam
Gembiroloko.
damaraji
Desember 18th, 2011 pada 22:43
@bpk WM matur sembah nuwun pak ttg komen panjenengan soal keris lan blangkon cocok sekali lan leres puniko nembe mudheng kulo..matur nuwun sampun purun mbagi ngelmu uthak athik gathuknya biar tambah pinter saya sepindah melih matur nuwun salam sihkatresnan
damaraji widodo
Desember 19th, 2011 pada 01:53
Dalbo menanggapi tulisan anda ttg sdr widodo yg menurut anda adalah seorang yg FRUSTASI krn himpitan hidup akan saya jelaskan sejelas mungkin dan semoga bisa ditangkap otak intelektual anda..begini ceritanya pada wkt itu sdr widodo sdng mengalami suatu fenomena yg mngkn sangat jarang dialami oleh kbnykn org pd saat itu antara sadar dan tdk raganya di pinjam leluhur agung tanah jawa eyang sri narpati brawijaya v kalo anda mau memperhatikan org kumuh bkn orkay pasti akan bisa merasakan apa yg sdr widodo rasakan boleh2 sj anda bilang begitu tp sy yakin anda tdk pernah mengalami sendiri apa yg di alami sdr widodo anda sudah mapan dg begitu anda bisa seenaknya sj ngomong sak enak udele dewe..sy tdk membicarakan dewi sy hny membicarakan apa yg sy lihat sy alami dan sy rasakan sendiri banyak perempuan jaman sekarang kurang ajar kpd ortu pd suami kalo bicara tdk punya sopan santun ngguyu cekakaan dll perempuan sekarang sudah pada kehilangan pager ayunya tdk ada lg tatakrama..dalbo yth bila anda mengaku bkrj di luar negri tentu sj anda tdk akan tau apa yg sesungguhnya terjadi di nusantara ini terus terang sy sangat benci dg org2 sok intelek yg sombong kalo anda cinta nusantara knp tdk pulang kampung saja? Mendidik warga miskin yg tdk mampu menyekolahkan anak2nya knp anda malah menyuburkan negri org asing?apakah anda merasa bl bkrja di negri sndr bayarannya sedikit ndak cukup buat beli mercy bikin rumah gedong di kampung yg super mewah dan ndak cukup buat mencukupi istri yg suka ke salon?anda seorang intelek seharusnya lebih peka terhadap nasib wong cilik jg cuma bisa ngomong falsafah hdp perbedaan agama dll yg mbulet2 bikin pusing saja ra mudheng aku..he.he.he nyuwun pangapunten katanya blog ini bebas mengeluarkan uneg2 jd ya gitu deh keluar semua nih ocehane wong edan sepindah malih nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam sih katresnan
Dewi
Desember 19th, 2011 pada 12:44
@ Widodo Damaraji,
Ibarat tim sepakbola, harusnya kita sesama orang jawa/ nusantara harus bisa saling bekerja sama, yang bakat merawat ya biarlah menjadi perawat, yang bakat jadi guru/ profesor ya biarlah jadi pengajar, yang bakat kesenian ya biarlah jadi seniman, yang bakat menyanyi ya jadilah biduan, dsb. Apa di kira kalau kerja di luar negri itu selalu tidak cinta negri sendiri?… jangan salah, mereka adalah devisa negara, penyumbang pajak terbesar dari kucuran jerih payah keringat mereka sendiri, sedang negara yang tak pandai mengatur APBN nya akan mengkorupsi habis2an hasil warganya, baik yang kerja di nusantara ataupun luar negri, belum lagi keluarga di tanah air pun pasti akan menanti hasil jerih payah mereka…., semua mereka lakukan bukan untuk demi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga di tanah air dan juga pemerintah indonesia lewat pajaknya.
Orang di katakan satria wirang atau satria wibawa itu bukan karena nasib takdir atau garis tangannya, tetapi lebih pada ‘sikap’, bagaimana ia menyikapi ketidakadilan dalam hidup ini, kalau saya sering bahkan selalu di sakiti orang secara lahir batin sepanjang hidup saya, saya tetap memilih memaafkan dan menyayangi mereka yang berbuat aniaya pada saya. Saya tak akan mau menyalahkan masyarakat, bangsa, negara dst dari ketidak beruntungan nasib saya ini.
Kembali ke tim sepak bola… (kik kuk), jadi menurut hemat saya, mau orang nusantara itu tersebar di seluruh dunia atau tetap tinggal di nusantara yang penting dia bisa berlaku jujur dan hidupnya berguna bagi sesama dan yang lainya. Dan kita tak boleh iri dengan kesuksesan saudara kita yang lainya, sebaliknya kita harus think positive. Apalagi sampai kita punya pikiran menuduh mereka yang bukan2 se-olah2 mereka adalah pengkhianat bangsa, para pengkhianat bangsa adalah para koruptor di negri ini, merekalah pelacur negara yang sesungguhnya.
Tentang kekerasan perempuan terhadap laki2, karena wanita lebih berani membantah pada lelaki ? saya bisa merasakan keresahan njenengan, tetapi kalau melihat faktanya, sebenarnya kekerasan pada perempuan yang di lakukan oleh laki2 itu jumlahnya lebih banyak atau 85% lebih. Mulai dari kekerasan fisik, kekerasan mental, kekerasan verbal, kekerasan sexual hingga kekerasan ekonomi.
Mas Widodo, Saya sedikit memberi gambaran tentang peradaban bangsa china, di negaranya ia menjadi tuan rumah di negrinya sendiri, di luar negri sudah banyak perantauan china yang menyebar ke seluruh penjuru dunia, hingga klentheng dan pecinan/ chines town mudah kita jumpai di mana2, Bahkan bhs china sekarang menjadi bhs asing nomer 2 setelah inggris yang di ajarkan di sekolah2 dalam negri. Tetapi Mereka tetap menghormati leluhur mereka sekalipun jauh dari daratan pertiwi mereka. saya membayangkan andai jawa/ nusantara bisa seperti mereka, bukan tidak mungkin ajaran jawa dan filosophy kejawennya (interaksi dengan agama lainya) lewat pendopo2 bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia, apalagi jawa/ nusantara memiliki keutamaan ajaran sbb:
Ajaran Kepercayaan dan keTuhanan
Ajaran kerohanian/ kebatinan
Ajaran Laku budi yang utama
Ajaran tentang negara dan kebangsaaan
Ajaran kekeluargaan
Ajaran keduniaan
Saya mendoakan agar mas dalbo dan temen2 yang lainya baik yang kerja di dalam negri maupun di luar negri bisa sukses, siapa tahu dengan kelebihan rejekinya, mereka akan bisa membangun pendopo2 baik di dalam negri, di negri kurowo dan di seluruh dunia…
Ayo buktikan bahwa kita mampu!, bahwa kita tak hanya jago kandang (dalam negri), tapi juga jago di kandang lawan (luar negri)!… Priiiiiiittttt…!! Pak Widodo sebagai wasitnya, saya duduk manis sebagai jurinya aja… he he he….
Salam Satu Tim,
Dewi
BONEK KEVIN...............heeeeeeeeeeeee
Desember 20th, 2011 pada 01:05
@mbak DEWI
PAK CANDRA ITU SIAPA MBAK?????????????????
Dalbo
Desember 19th, 2011 pada 16:30
Nuwun sewu..
Sdr Darmaji Widodo yg budiman…
Terimakasih atas semuanya,..
Tulisan2 sy yg sebulumnya adalah semata2 sebagai sikap kepedulian sy terhadap anda
Anda beberapa kali mengeluh mengeluarkan uneg2 diblog ini betapa menderitanya anda sebagai orang “tidakpunya”, kenapa anda menuliskan keluhan2 itu di blog ini?, tentunya supaya sdr2 yg lainya membaca, memahami dan memperhatiakn itu, dan saya salah satunya yg memperhatikan keluhan2 anda, Saya yakin anda ingin mengentaskan diri dari kondisi itu kana? Dan itulalah maka saya telah memebrikan sebagian kiat/ formula bagai mana bersikap untuk merubah nasib.,namun kiranya anda tidak berkenan untuk itu.
Mas Widodo yg budiman,..
saya tidak sekedar berteori atau memberikan nasehat2 begitu sj tanpa tahu persoalanya, Saya dilahirkan dari keluarga yg miskin juga, saya bertahun2 juga pernah mbambung (gelandangan) di Malioboro, sy juga pernah menjadi pengamen jalanan, saya jg pernah menjadi pedagang asong di bis2 dan kereta api, say juga pernah jadi kuli angkat2 semen, saya juga pernah jadi gedibalnya wong Arab dan orang India, kalau soal tidak makan sehari sj itu sdh biasa buat saya, Mas widodo saya bersumpah ini bukan sekedar karangan cerita, ini betul2 telah saya alami.
Jadi nasehat2 sikap dan Formula2 yg saya berikan pada anda itu sudah saya praktekan sampai membawa nasib saya sekarang.
Tapi kiranya anda tidak membutuhkan itu, dan saya mohon maaf yg sebesar2nya dan mohon buang saja nasehat2 itu, Sebenernya sih masih ada kelanjutanya dari formula2 itu, ibarat menolong orang sy tidak kasih mereka ikan, tapi saya kasih pancing, tapi sekiranya anda tidak membutuhkan pancing2 itu, sy percaya leluhur agung tanah jawa eyang sri narpati brawijaya v yg meminjam raga anda itu lebih tahu jalan keluarnya untuk anda.(Mudah2an)
Soal sdr Dewi yg saya contohkan itu, tujuan saya supaya anda tidak minder, artinya anda tidak sendirian mengalami nasib seperti ini, masih bayak saudara2 yg lain termasuk Jeng Dewi, itu maksud saya.
Demi jagad raya dan seisinya sy tidak punya maksud menyudutkan anda apa lagi menghina, Sy sdh baca lagi dan lagi tulisan ttg nasihat2 saya pada anda, dan di paragraph mana sy yg sombong. Atau memamer mamerkan kekayaan, tidak sekatapun saya dapati.
———————————————————
.dalbo yth bila anda mengaku bkrj di luar negri tentu sj anda tdk akan tau apa yg sesungguhnya terjadi di nusantara ini terus terang sy sangat benci dg org2 sok intelek yg sombong kalo anda cinta nusantara knp tdk pulang kampung saja? Mendidik warga miskin yg tdk mampu menyekolahkan anak2nya knp anda malah menyuburkan negri org asing?
…………………………………………………..
Mas widodo yg budiman..
Seingat saya sy tidak pernah mengaku aku bekerja di luar negeri, bahkan itu sengaja tidak sy kabarkan di blog ini karena sy tidak suka pamer2, kecuali ada salah satu sdr di blog ini yg kasih tahu anda, dan say tidak merasa sok intelek apa lagi memamerkan kualivikasi/ ijasah2 saya, itu tidak ada gunanya di blog ini saya tahu itu.
Mas Widodo yg budiman..
Soal kecintaan saya kepada Nusantara gak perlu anda pertanyakan, biar Leluhur Agung Nuswantoro yg lebih mengerti tentang itu, dan ini tentunya leluhur agung tanah jawa eyang sri narpati brawijaya v yg meminjam raga anda juga pasti lebih tahu.
Mas widodo.. apakah semua orang2 yg tinggal di Nusantara ini, bukti kalau mereka mencintai Nusantara? Apakah anda sadar bahwa Banyak sekali2 Antek2 yg tinggal di Nusantara bahkan menginginkan Nusantara ini bubar dan di gantikan oleh golongan2 mereka? Bagaimana dg pejabat2 korup yg anda benci itu, apakah mereka emncintai nusantara?
Mas Widodo..
Saya sedang berusaha, mengentaskan kemiskinan di Indonesia, dg beberapa cara, terutama keluarga sya terdekat, sy belum mungkin bisa membantu seluruh masyarakat di Indonesia, dan sy sdh buktikan dengan hanya memberikan modal uang sj ternyata tidak akan menjamin kemiskinan itu akan berubah, mengerti kira2 kenapa,? Karena beberapa dari mereka memang tidak mau berubah, mereka hanya bilang kepingin nasibnya berubah tapi sikap dan tindakanya tidak mau di rubah.
Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya kalau tulisan2 saya tidak berkenan di hati anda dan saya berterimakasih telah di ingatkan agar jangan Ngomong seenake udele dewe..
Soal tulisan2/wacana2 sepiritual atau perbedaan agama yg kiranya mbulet2 gak bisa dicerna ora mudeng seyogianya di lewati saja, memamg begitulah semestinya dari pada pusing2
Asah asih asuh..
Dalbo with love.
WM
Desember 19th, 2011 pada 17:19
Salam Mas Dalbo………semoga dengan penjelasan dari Njenengan akan bisa dimengerti dan difahami Mas Widodo dan kita semua……….
Saya salut dan angkat topi atas hati dan semangat hidup serta pengetahuan Mas Dalbo….salam rahayu……
baok
Desember 19th, 2011 pada 20:25
dan sang maestro pun ber-ujar…
DISINI KITA BICARA DENGAN HATI TELANJANG
LEPASLAH BELENGGU, SESUNGGUHNYA LEPASLAH….
@ mas dalbo & mas widodo…JEMPOL
@ pak guru, bu guru & semuanya…anda punya JEMPOL he.he.he…
salam damai…
WM
Desember 19th, 2011 pada 21:34
Salam Pak Guru Baok………Saya tertarik dengan gambar gravator Njenengan……Merah…Putih…..kontras dan berpola gambar yang menarik……
baok
Desember 20th, 2011 pada 00:26
merah putih…
warna paling keramat di negR1 tercinta ini,warna yang punya sihir hebat dan konon orang tua dan sesepuh kita rela mati demi dua warna ini…
bendera merah putih,bendera tanah airku
gagah dan jernih tampak warnamu
berkibarlah dilangit yang biru
bendera merah putih bendera bangsaku…
@ popo JS…salam hormat
…
nuhun.
damaraji widodo
Desember 19th, 2011 pada 10:02
Kangmas ijo gading he.he.he salam gembiraloka sami2 kangmas buat kangmas dalbo nyuwun pangapunten bila pernyataan saya membuat panas ditelinga tapi itulah kasunyatan sejati yg terjadi di nuswantara ini.andaikan sj mas dalbo dan rekan2 yg lain bisa merasakan apa yg sy rasakan selama ini tentu saja tidak akan berani bicara sembarangan tanpa melihat dan mengalaminya sndr.dulu wkt sy masih di perantauan awal pertama sy merantau ke jakarta bersama ortu wkt itu sy berusia 10thn/1990 di jkt sy dn ortu di tampung di rmh adik ibu sy yg sbnrnya bukanlah rmh sndri tp pabrik ubin dn tegel di daerah tebet jaksel (sct) ibu sy yg asli sunda cisalak dn bpk asli kudus dl mmg pernah bekerj di pabrik itu seiring perjalanan wkt entah knp istri adik ibu sy cemburu buta kpd ibu sy memusuhi dn mengusir kami bertiga tuk keluar dari pabrik krn mendadak sy dn ortu terpaksa tidur di atas tumpukan kayu kaso kepunyaan bos pabrik hingga bbrp minggu lamanya ibu sy yg jd buruh cuci pakaian dg telatennya menasehati sy untuk sabar dn jng bersedih hati..akhirnya bpk pun mencari kontrakan di sekitar kebon baru asem baris tebet yg rawan banjir setelah mendapat kontrakan yg pd wkt itu msh murah meriah cuma 20rb/bln bpk sy pun mulai mencari kerjaan dan dapet jd tukang bersih di indomobil cawang sy sendiri luntang lantung sendirian di kontrakan sambil menunggu ibu sy pulang membawa nasi dari majikannya dn pulangnya sore hari mau tak mau sy hrs betah lapar demikian sedikit kisah hdp sy yg tdk ada artinya yg hny jadi barang/produk gagal bg TUHANnya manusia yg sombong..ngapunten ki dalang acintya..hehehe kasunyatan sejati yaa..inilah kasunyatan sejati KEJUJURAN TANPA BATAS dan derita rakyat miskin jelata yg menghiba kpd si orkay dan bajingan berdasi yg bernama presiden pejabat mentri pengusaha kongglomerat keparat tukang pamer kekayaan dll bajingan tengik edan donyo hehehe nyuwun pangapunten jng tersinggung ya pak presiden,ktnya negara kita negara demokrasi jd blh dong kalo sy ngoceh macam2..dn kpd para pembaca yg budiman ini bukan teori,tapi kenyataan!
ijogading
Desember 19th, 2011 pada 12:33
Mas dm widodo,
Ada pepatah leluhur kita yg sangat “mendem ning ati” yaitu Ngono… … Ning Ojo Ngono.!
Leluhur kita selalu memberikan kata yg membuat kita lebih mendasari pikiran kita untuk mempertimbangkan langkah dalam mengarungi hidup.
Apakah “Hidup” itu mencari KWALITAS atau KWANTITAS duniawi.?
Saya ada cerita buat mas, dan mungkin sbg selayang pandang bagi sederek sedulur di blog@Sabda ini.
Bpk AB(from surabaya), adalah nama “insan” yg TERLIHAT sukses dg ‘puluhan’ usaha BISNIS dibumi nusantara dan dunia minyak terutama Timur Tengah.
Saat itu(sdh lama), sy sempat minum2 dan menghisap cerutu gaya arab di Kemang Jkt, “little of bagdad” nama warungnya. Sayapun tahu karena bertanya kepada manager warung itu.. dan kebetulan ada disitu dikelilingi banyak pejabat sekelas menko.. beliau sangat ramah..
Saya masih sangat suka USIL waktu itu.., dan mungkin sampai sekarang., saya tau kepribadian bos AB, dan bla bla bla.. kehidupan penuh materialistik, mobil, HD, helikopter, ranch(rmhnya ada pacuan kuda) dll dll..
»Sy mandapatkan data yg menurut sangat menyedihkan..
Bliau tidak mempunyai banyak waktu untuk menyayangi dirinya, kesehatannya, perutnya besar, kurang gerak dan banyak kandungan makanan ENAK spt kolestrol dan asam urat, belum lagi mengarah ke pengapuran tulang, dan gangguan sendi, saraf, kelenjar dan disfungsi energy (cakra), impoten(ini TERBERAT).
Entahlah apakah bos AB sempat mencicipi dg GEMBIRA kekayaan berlimpah itu..
Mas m-widodo
Kekayaan terbesar adalah waras sehat cukup makan nasi/jagung/telo, eling lan waspodo.. ini menurut saya.
Mas bisa membayangkan seandainya mas IMPOTEN tapi nduwe heli, rmh mewah, bojo ayu..
Kepiyeeeeeeee…
Itulah kehidupan dan kita wajib membuat kwalitas hidup selalu baik.
Salam gembiroloko…
tembayat
Desember 19th, 2011 pada 10:32
.Ada pengetahuan yang bisa diperoleh lewat teori bangku kuliahan tapi ada pengetahuan yang hanya bisa didapat dari pelajaran yang hanya diajarkan melalui liku dan perjalanan hidup sebagai proses kehidupan sebagai tahapan yang lebih sempurna.Artinya tidak semua teori bisa dijalani sesuai dengan teorinya bila tidak dilandasi rasa sabar,tawakal dan iklhas.Dengan cara itulah kita akan dapat hikmah yang orang lain belum tentu mendapatkannya.Banyak orang ngomong /berteori yang mungkin hanya didasarkan logika/alam pikir semata.walau itu tidak salah tapi tidak lengkap,mengingat kita ini mengaku orang beriman,kecuali kita tidak mengakui keberadaan Tuhan dimuka bumi ini.
ngabehi
Desember 19th, 2011 pada 12:32
@Kang Damaraji Widodo
Kang, pengalaman sampeyan itu memang sekilas hanyalah sesuatu yang sangat menyedihkan, tapi di balik itu sebetulnya Tuhan tengah mengajarkan secara langsung tentang ilmu kasunyatan kepada kita.Memang saat menjalaninya terasa sangat perih dan berat, namun bila kita sanggup menjalani dan menerimanya dengan ikhlas legowo kita akan terlahir menjadi orang yang sabar, peka terhadap lingkungan, dermawan, berhati-hati dll. Kenapa bisa demikian? Karena kita pernah menjadi lakonnya, bagaimana merasakan rasanya kelaparan, hidup miskin, dilecehin orang, ditindas orang dll. Nah berdasarkan pengalaman itu tentu dalam hidup ini kita akan bisa selalu arif dalam bertindak, Kita bisa mengetahui rasa-nya penderitaan orang lain. Sekali lagi RASA dari orang lain, bukan rasa dari hasil membayangkan(olah fikir) atau membaca teori di buku atau Mbah Google dll. Diarani ngerti Rasa iku yen wis ngrasa-ake. Akhirnya bisa disimpulkan, pengalaman baik itu yang indah2 atau yang pahit sekalipun merupakan guru yang terbaik dan terhebat buat kita. Mungkin Kang Wid dalam hatinya ngudarasa, Ahhhh sampeyan bisa bicara begini kan karena tidak mengalaminya sendiri. Menurut saya hidup itu benar adanya kalau dikatakan sawang sinawang, pada dasarnya semua orang punya beban hidup, pengalaman hidup dan masa lalu masing-masing, sejauh mana kita bisa menerima dan menyikapinya. Mungkin kalau saya ceritakan masa lalu saya, pengalaman saya lebih menyedihkan dari sampeyan, tapi saya rasa yang lebih penting adalah terus berjuang membuka lembaran-lembaran baru untuk berjuang hidup lebih baik, dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pangeling-eling agar kita tidak lupa dengan kulit.Nyuwun pangapunten bilih mboten ndadosaken renaning penggalih.
damaraji widodo
Desember 19th, 2011 pada 15:49
Kepada rekan-rekan JAGAD SATRIA JAWA hehehe wuih terimakasih atas saran dan semangat 45 nya mohon maaf dan jng salah paham tujuan tulisan saya itu agar para penyandang dana terketuk hatinya dan mau sungguh2 memperjuangkan kaum miskin dan tertindas selama ini yg lebih perhatian dg lingkungan kumuh justru MR lan MRS londo chino bukannya wong jowo aseli..saya hanya menyampekan uneg2 saja yg selama ini terpendam didlm dada dan tdk berani sy ungkapkan di dpn org apalagi di internet karena sy sadar 100% kalo mau hdp enak ya harus kerja berusaha sekuat tenaga barulah rejeki akan datang menghampiri..tp bgmn dg nasib kaum kumuh yg sprt sampah dan barang menjijikkan yg tersebar seluruh pelosok negri bila pemerintah hanya memperhatikan para pahlawan devisa tnp memperdulikan punguk yg merindukan bulan yg ada di sepanjang jalan di seluruh penjuru nusantara hny krn sang punguk itu tdk bisa mendatangkan devisa dan pendapatan negara jd ya nanti dulu belakangan gitu to?kalo pendapat rekan2 dn pemerintah sama ya ndak bakal ada perubahan atuuh kehadiran sy di tengah2 anda semua ini hny sbg pelengkap mau tdk mau sy kebagian pembela kaum kumuh para rakyat jelata golongan kasta rendah yg selalu KETAKUTAN menyampaikan isi hati nuraninya kepada syetan yg berdiri mengangkang dan bertindak sewenang wenang..kalo diantara rekan2 dan seluruh para pembaca yg budiman ada yg tersinggung sy mohon maaf yg sebesar2nya..sy ada pesan buat para satria jawa yg sesungguhnya ada di luar sana yang sudah siap menjadi ujung tombak menuju kebangkitan kejayaan nuswantara SANTAI SAMBIL MELAWAN MELAWAN SAMBIL TERTAWA dijamin akan membuat suasana tdk panas tp adem ayem tentrem dan tepat sasaran..kalo rekan2 di sini ndak setuju ya monggo kerso YANG TERJADI TERJADILAH toh ndak ada yg di rugikan memang sudah ketetapan yg punya gawe sy mah cuma jd wadah doang nyuwun pangapunten bila ada kata2 yg tdk berkenan sepindah malih dalem nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam sih katresnan tuk semua
WM
Desember 19th, 2011 pada 17:07
Salam Mas Widodo………
Saya dan Mas Widodo mungkin mempunyai rasa sama soal negeri ini ……
Kita memang wajib menangis dan kita wajib dan harus menggugat…..
Semar harus segera mbangun kahyangan……
Kita yang terus berharap negeri menjadi negeri yang rukun dan damai……..
Kita dan semua anak negeri ini sudah tahu persis bahwa para pengatur dan penyelenggara Negara dan wakil rakyat banyak yang bejat….seperti ditempeli demit jelek..mereka menjadi seperti orang yang sedang kesurupan dan sudah hilang kesadaran sebagai manusia sebenarnya…..
Semoga masih ada pemimpin dan wakil rakyat yang masih baik dan masih terus memperjuangkan kepentingan rakyat tapi seberapa kekuatan mereka dan berapa gelintir orangnya ??…apakah mereka mampu dan apakah yang baik ini ikut terpengaruh dan kesurupan juga ??………
Bencana yang seperti tidak pernah berakhir dan makin menjadi jadi dan itu dianggap sebagai angin lalu dan bukan sebagai peringatan ……..bumi dan isinya ini dipikir tidak bisa ngomong dan tidak bisa berkehendak karena menurut anak anak saya bumi atau pohon atau batu juga bisa ngomong……..apakah ini omongan nglantur anak anak saya maka hal itu terserah anggapan para tamu yang terhormat disini………..
Mas Widodo…kita yang mungkin mempunyai roso yang sama dan mungkin banyak jutaan manusia diluar sana yang juga merasakan hal dan keadaan yang sama… ..hidup dengan rejeki tidak menentu…..hidup yang sakit dan ngos ngosan……….
Dada kita dan dada mereka semua yang mungkin selalu berdetak cepat karena menahan amarah ketika melihat hal hal yang tidak pantas dan semestinya tidak perlu ada di negeri ini yaitu kemelaratan dan ketidak adilan ……
Rada aneh ditelinga kita bahwa bumi kita yang subur dan kaya mineral ternyata banyak dihuni orang mbambungan…….ini pasti ada kesalahan……salah yang disengaja dan dipelihara dan terus dilakukan oleh manusia top markotop…….
Mereka yang digaji mahal oleh Negara atau mereka yang mengeruk habis kekayaan negeri ini dan ternyata mereka hanya berkwalitas yang hanya sebegitu saja ….mereka yang selalu selalu bisa tidur pulas berbantal uang dollar ….maaf …. mereka yang picek matanya dan budek telinganya ….sakit kopok ..penuh kotoran dan air yang berbau busuk ……..
Siapakah manusia yang mampu membenarkan ketidak beresan negeri ini dan melalui cara apa ??………
Kalau negeri ini terus terusan begini dan diatur oleh orang yang hilang nurani pasti negara ini semakin jatuh terpuruk dan para orang miskin semakin banyak….mungkin ssaja jutaan manusia di negeri ini berharap dan mungkin berdoa jelek….semoga mereka yang tidak membela rakyat supaya mampus dan modar saja…….
Negeri kita ini ibarat seperti rumah papan yang sudah reyot dan rapuh dimakan rayap sebaiknya rumah ini diambrukan saja dan dibangun rumah baru…….salam prihatin…………
MAHATMA
Desember 19th, 2011 pada 16:10
@ all
Semoga sedulur-sedulur semua selalu dalam keberlimpahan berkat, selalu berkecukupan, mudah dalam segala urusan, kaya lahir batin, tambah bijaksana, kesadaran spiritual semakin bertumbuh, selalu dilingkupi oleh energi cinta kasih sejati.
Damai selalu di hati sehingga damai selalu di bumi.
Rahayu…Rahayu…Rahayu…NAMASTE….::)
Sen Karna
Desember 19th, 2011 pada 18:09
‘…Salam @Kakang Senkarna,
Iya betul kang,terimakasih pencerahannya nggih, Kakang Karna emang …tapi itu lho sukanya mencuri ilmu he…he..he…just kiddy…’ (Cah Pathi)
@ Mas Cah Pathi aka AAK (-:
Di Kurawa setiap saya beli kacang ‘Garuda’, saya selalu … teringat njenengan, senajan kita belum pernah ketemu, cuma di alam maya Sabdalangit ini. Terus terang, saya baru tahu Garuda itu made in Pathi … ( lha saya ini kan dari dulu bodohnya gak habis2 …) ya dari … sini – njenengan yang nulis ?! . Lha itu, saking nggragasnya saya gak pernah lihat keemasannya. Saya berharap – harapan kosong – bahwa setiap kali saya makan kacang Garuda saya bisa ….ketularan ampuhnya njenengan… (-: (-:
Oh, beberapa waktu yl anda melontarkan pertanyaan mengenai ‘ takut mati : semua orang pasti takut mati ?…’ Eh hem,konon, Karna itu ‘loma’ – pemurah . Lha waktu ‘tameng’ dan ‘anting2′ nya – yang menempel dibadannya sejak lahir – diminta Batara Indra yang menyamar sebagai pengemis, ya …diberikan, tahu bahwa dia – Karna – jadi ..tidak terlalu sekti mandraguna lagi, dus kemungkinan kalah perang lebih besar. Menurut saya Karna gak begitu … takut mati ….(Lha cuma …sekali saja kok…) Oh lagi, Karna itu dipanah Arjuna dalam keadaan ….TANPA senjata, karena dia turun dari keretanya yang ‘mblesek’ di tanah … Nampaknya Kresna tahu, kalau tidak begini – dipanah ketika tak bersenjata – Arjuna gak bakalan bisa menang terhadap … kakak tirinya itu ….
Ngomong2,meskipun ikut Kurawa, Karna,Bhisma – yang ampuh sekali itu, lebih ampuh dari Pendawa Lima, dan Baladewa kan tidak … jahat … Mereka punya alasan2 sendiri untuk ikut Kurawa … Hidup kan tidak hitam putih saja. Mungkin kita bisa belajar dari Mahabharata – Brantayuda – bahwa …yang ikut ‘liyan’ itu tidak selalu jahat …
Salam
————————-
…………’Maturnuwun paklik atas pencerahan dan dukungan moralnya, iya, terkadang saya ini minder-an… he he he…., walaupun tak pernah mengenyam bangku kuliah, semoga saya akan lebih terpacu untuk berbakti dan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi NKRI serta Dunia………
Wonderfully, Njenengan jugalah yang pertama memberi gelar saya ‘DewiMurniBerkembenkanSutraUngu’ di kahyangan ini…, andai njenengan sekarang ada di sini, terimalah selendang sutra saya ini, saya akan mengalungkannya ke pundak njenengan… walaupun hanya untuk beberapa saat saja, itu adalah tanda terima kasih saya yang terdalam dan tak terhingga pada njenengan… dan tak lupa saya haturkan cipika-cipiki(!) (DM)
————————
@Jeng DMberkembenkansutraungu (-:
Bangku kuliah itu bukan jaminan lho jeng … Banyak tokoh2 ampuh dari luar dan dalam Nusantara yang gak pernah kuliah. Nek saya tulis nama2 mereka disini, pasti …ruang ini gak mencukupi …. Coba cari di Pakde Google/Wikipedia ‘ list of autodidacts’. Disitu ada a.l Leonardo Da Vinci, Karl Marx,Thomas Alva Edison – penemu bola listrik ,Benjamin Franklin,Abraham Lincoln,dll. Di Nusantara a.l Pramoedya A Toer, Mochtar Lubis, Ajip Rosidi, Adam Malik, dll.
Re DMberkembenkansutraungu : Lho, ‘Dewi Murni berkembenkansutraungu’ itu kan … copyright – hak cipta – yang menciptakan lagu yang dinyanyikan Cak Mus itu ! (-: Saya ini rak ming … meminjam julukan itu. Lha wong diam2 saya ini selalu menunggu ‘wang Dewi Murni bertiti pelangi turun … mandi’ …( di telaga dewa) je ..
(-: (-: ( just kidding ) Tapi, kalungan selendang itu saya terima, dan cipika cipikinya … Hatur nuhun, dan terimalah kasihku ..(-: (-:
@Mas Widodo,
Di blog ini memang orang boleh ngomong apa saja. Dijamin oleh yang mbaureksa, Mas Sabda. Tapi seperti kata Mas Ngabehi dan orang Jawa umumnya, ‘urip ki rak wang sinawang’. Cinta Nusantara bukan berarti harus … hidup di Nusantara. Resi Bhisma dan Durna – versi India, bukan versi wayang lho *) , mereka itu lebih … menyayangi Pandawa, tapi karena satu dan lain hal – dalam kasus Bhisma karena sumpahnya – mereka ikut Kurawa. Hidup dan kerja di luar Nusantara tetapi tetap membantu – mungkin secara keuangan – sanak kadang yang kekurangan , apa ini tidak lebih baik dari hidup di Nusantara tapi tidak (bisa) membantu yang kekurangan tapi malah … mencuri, korupsi uang mereka ??
Satu lagi. Ada yang hidup di luar Nusantara karena jodohnya , dapat …. orang LUAR Nusantara … Lha, lalu apa sisihan orang tsb harus hidup di Nusantara ? Lha mungkin dia gak bisa bahasa Nusantara, wong tidak lahir di situ … Lha, namanya jodoh je … Apakah orang Nusantara yang hidup di luar Nusantara tingkatnya …LEBIH RENDAH dibanding yang hidup di Nusantara, meskipun ( yg hidup di Nusantara ) namanya Nazruddin,Amrozi, Abu Bakar Basyir ???
Hidup kita di dunia ini kan tidak selalu seperti yang kita harapkan. Yang di ‘atas’ sana mungkin sudah menulis skenario bahwa si A,si B, dan si C yang lahir di Nusantara … harus … hidup dan mungkin mati di luar Nusantara . Dan kita kan sering harus … menjalani hidup sesuai dengan skenario itu …
Salam katresnan wang sinawang
*) Resi Durna versi aslinya, India, tidak lah jahat, tidak seperti versi Jawa/wayang. Durna ini juga ampuh sekali, dia hanya ‘kalah’ karena sudah tidak mau …bertempur lagi dengan meletakkan senjatanya di tanah ketika mendengar anaknya dikabarkan mati. Padahal yang mati cuma gajah dengan nama yang sama ,Aswatama.
O'on
Desember 19th, 2011 pada 19:00
semua orang pasti takut mati ?
——————
kalo stahu si sy semua orang takut dibunuh dan itu normal sbg program pertahanan pada manusia yg dah bisa merasakan…takut maupun sakit.
semua orang cenderung pernah merasakan mati..
rasanya ya biasanya ndak berasa apa2, spt tidur nyenyak.
namun ya ndak akan bangun lagi dari tidurnya. ^_^
maka hati2lah terhadap harapan/keinginan secara sadar dari diri sendiri
atau scr mbuletnya..
siapa yg SANGAT menyakini bahwa AKAN mengalami kehidupan SETELAH kematiannya maka disaat itulah otak akan me-reserved/berproses untuk mensave semua data2 diri untuk diolah sebagai COPY diri…
saat setelah kematian, copy diri itu akan aktif…
maka saat mati akan berasa spt mimpi (indah maupun buruk)…
berapa lamakah?
sampai semua bagian otak itu hancur.
ingat! otak adlh hitech-machine.
oya…semakin banyak yg berkeyakinan spt itu maka semakin terbentuk pula paralelnya alam semesta kita ini.
ingat! paralel universe maupun multiverse tidak tertutup kemungkinan BUKAN sekedar teori…
………………………
Dewi
Desember 19th, 2011 pada 19:46
@ Widodo,
Maaf juga kalau ungkapan saya juga tidak membuat njenengan berkenan, everybody is hurt, orang yang kerja di luar negri itu nggak selalu enak dan mulus nasibnya, kakak saya pernah mengalaminya, namun bukan berarti yang kerja di dalam negri itu kumuh dan kasta rendah. Maksut saya adalah : baik kita yang kaya yang miskin yang beda agama yang kerja yang pengangguran yang kerja di dalam negri yang kerja merantau ke luar pulau yang kerja di luar negri dsb dst dsb dst… harusnya bisa berempathy dan bersimpathy sesama warga negara/ bangsa indonesia.
Kemiskinan ekonomi itu ada di mana2 di seluruh dunia, bisa terseleseikan jika rakyat dan pemerintahannya memiliki komitmen yang kuat untuk mengentaskan kesenjangan sosialnya. tapi kesenjangan/ gap antar pribadi manusianya itulah yang harus di selaikan oleh individunya. Misal : masnya selalu beranggapan bahwa orang yang kaya itu sombong dsb, kerjanya hanya tertawa santai?.. apa yang kaya itu nggak pernah menderita juga, sebaliknya apa yang miskin itu nggak selalu bisa berbuat bebas?…
Ngapunten nggih mbah/ eyang brawijaya tersayang…
@ Tembayat dan Ngabehi,
Terima kasih atas pencerahannya.
@ MAHATMA,
Terima kasih atas harapan dan doanya kepada kita semuanya di jagad ini…
@ Dalbo and JS,
saya salut atas perjuangan hidup njenengan, pasti tidak akan sia sia, akan ada saatnya njenengan ngunduh, mendownload akibat sikap positifnya njenengan yang sangat bermanfaat untuk njenengan pribadi, keluarga dan bangsa.
@ O`on,
Terima kasih, you make me think, what`s inside the brain… it produce our subconciousness… alam bawah sadar kitalah yang memegang peranan terpenting dalam berpikir, berahsa, include bertindak(?).
@ Sen Karna,
Maturnuwun dan terima kasih undangannya untuk mandi di telaga para Dewa… next time saya akan menyiapkan beberapa selendang kasih dan kearifan untuk Bolodewo/ bolo2 njenengan…
@ Ijogading,
I`m always enjoy to digest your sentences, it`s always like you serve a ‘gembiroloko’ menu, to put some organic ingredient, no colesterol and with a slight of spice at one plate for us to taste…. hmmm, so delight and delicious thought… so supple and yummy… and I want it more and more…
Salam menu kasih dan harapan,
Dewi
Sen Karna
Desember 19th, 2011 pada 20:23
@Jeng DMberkembenkansutraungu,
Re mandi di telaga dewa : Njenengan ini apa sudah gak nresnani saya … eh, kroncong ? (-: (-: / turun mandi / di telaga dewa / : ini kan saya ambil dari lirik kroncong ‘Dewi Murni’ yang dinyanyikan kangmas saya (cak) Mus Mulyadi ?! (-:
———————
‘…@pak lik sen karna njihpun terserah panjenengan mawon saya manut saja lha wong sy ini anak paling bontot ya ndak boleh melawan orang yg lebih tua ntar dosa lho….’
————-
@Mas Widodo,
Orang tua itu kalau bilang ’3 x 3 = 8′ ya tetap saja salah. Njenengan gak akan kualat karena mengoreksi kesalahan itu. Saya, kebetulan, awet tua, jadi mungkin punya sedikit pengalaman – pahit getir – hidup ini. Adipati Karna ikut Kurawa, sejarah terulang
lagi , Sen Karna juga ikut ..(sekarang) Kurawa. Ini mungkin nasib,takdir saya, hidup dan , mungkin,mampus di Kurawa )-: )-: Saya donga ake njenengan akan (akhirnya) sukses mengarungi lautan kehidupan yang sering njlimet ini.
Salam katresnan njlimet
baok
Desember 20th, 2011 pada 01:42
Sen Karna juga ikut…(sekarang) kurawa.
_______________menurut kabar dari burung kurawa itu sebuah negara yang hebat,adem tentrem,rakyat adil makmur dan sentosa,gemah ripah loh jinawi…ijo royo-royo,pokonamah bru di juru bro di panto ngalayah di tengah imah.nagara pang jegud na..
tapi pendiri bangsa ini (bung karno) tidak menjadikan kurawa sebagai contoh dalam membangun bangsa Indonesia…
dalam pidato memperingati maulid nabi th 64 di istana negara bung karno bercerita tentang Negri Kurawa…
Bung karno said:
kemarin aku baca ramayana…
di dalam kitab ramayana ada di sebut suatu negri,namanya utara kuru,yaitu artinya “LORNYA” negara kuru…kuru yaitu KURAWA…
utara kuru…
di sebutken…dalam kitab ramayana itu bahwa negri utara kuru itu…nggak ada panas yang telalu,nggak ada dingin yang terlalu,enggak ada manis yang terlalu,enggak ada pahit yang terlalu………segalanya tenang…tenang……ora ono panas, ora ono adem, tidak ada gelap,tidak ada terang yang cemerlang….kadyo siniram banyu ayu sewindu lawas……………
di dalam kitab ramayana itu sudah di katakan……hmmm……..negri yang seperti ini TIDAK BISA menjadi NEGRI yang BESAR.
sebab tidak ada…..oooo…..up and down.!!! up and down.!!! PERJUANGAN TIDAK ADA……
semuanya adem tentrem……..seneng………seneng pun tidak terlalu seneng……
apakah engkau ingin disebut suatu bangsa yang demikian sodare sodare..? TIDAK
kita ingin menjadi suatu bangsa yang seperti tiap hari di gemmmleng oleh ke adaan……
di gembleeeeng, hampir hancur lebur bangkit kembali……
di gembleeeeng, hampir hancur lebur bangkit kembali……
di gembleeeeng, hampir hancur lebur bangkit kembali……
…
salam.
O'on
Desember 20th, 2011 pada 08:44
what`s inside the brain… it produce our subconciousness…
——————-
oleh kerana itulah jika istilah RUH ingin tetap dipertahankan, maka justru ruh seseorang tercipta seiring janinnya berproses/developing dalam kandungan ibunya.
jadi…
ruh BUKAN telah ada/diciptakan SEBELUM ada janin untuk kemudian ditiupkan kpd janin/balon manusia itu, …tidak, bukan kayak gitu..
krn bukankah setelah lahir…dstnya personality/ciri khas/kepribadian seseorang juga ‘terbentuk’ seiring pengalaman hidupnya.
lagu lagi ah… ^_^
“If I get with the ultraviolet dream
Hide from the red light beam
Now do you believe in the unseen?.”
damaraji widodo
Desember 19th, 2011 pada 19:51
Bpk WM ingkang dahat kinurmatan matur sembah nuwun pak..matur nuwun sudah jadi baladewa yg sejati langgeng tan keno owah gingsir..memang susah ya pak njejegake soko guru bangsa seperti yg di harapkan sang pamomong kembali ke agama budi pekerti luhur bila wong jowo wus podho ilang jawane padahal indonesia terpuruk karena para pejabat para orkay para intelek wis podho kadunyan dan lebih suka makan rumput tetangga dari pada makan rumput di rmh sndr makanya sang pamomong dan para ratugung binatara sdh hilang kesabaran krn anak cucunya sdh tdk mau lg peduli dng sesama dan mempelajari nilai nilai luhur ajaran simbah jaman dulu mrk cenderung membangga banggakan ajaran dari bawaan gombalisasi eh globalisasi dari pd ajaran budaya dan tradisi lembah manah andap asor apa adanya penuh kesadaran sbg wujud manunggaling kawulo kalawan gusti para muda para insinyur para arkeolog dan para pemimpin skrng sdh bnyk meremehkan kehebatan para leluhur besar nuswantara sprt contoh para arkeolog indonesia mrk meragukan temuan piramid di garut dn mrk sangat pesimis dg leluhur aseli nuswantara krn para arkeolog itu meyakini bahwa nenek moyang pribumi tdk tau menahu ttg teknologi piramid ato apalah namanya seharusnya mereka bangga dg temuan itu dn berjuang dg sekuat tenaga melindungi monumen yg cikal bakal akan menjadi simbol kejayaan nuswantara di masa lalu dan masa yg akan datang..andaikan saja sy mendapat kesempatan memperoleh ngelmune eyang sabdopalon sabda pandita ratu sekali sebul bakal mecungul tuh piramid yg ada di garut dan pantai selatan yg sekarang masih tertutupi oleh paku sodo lanang yg di tanam oleh para leluhur nuswantara di masa lampau..tp apa mau di kata ternyata semua itu hny angan2 wong edan belaka krn sy mmg bukanlah jalmo pinilih hehe tertipu dah nyuwun pangapunten @pak lik sen karna njihpun terserah panjenengan mawon saya manut saja lha wong sy ini anak paling bontot ya ndak boleh melawan orang yg lebih tua ntar dosa lho.J.sepindah malih dalem nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam damai di hati salam sihkatresnan
damaraji widodo
Desember 19th, 2011 pada 20:27
Bpk WM ingkang dahat kinurmatan matur sembah nuwun pak..matur nuwun sudah jadi baladewa yg sejati langgeng tan keno owah gingsir..memang susah ya pak njejegake soko guru bangsa seperti yg di harapkan sang pamomong kembali ke agama budi pekerti luhur bila wong jowo wus podho ilang jawane padahal indonesia terpuruk karena para pejabat para orkay para intelek wis podho kadunyan dan lebih suka makan rumput tetangga dari pada makan rumput di rmh sndr makanya sang pamomong dan para ratugung binatara sdh hilang kesabaran krn anak cucunya sdh tdk mau lg peduli dng sesama dan mempelajari nilai nilai luhur ajaran simbah jaman dulu mrk cenderung membangga banggakan ajaran dari bawaan gombalisasi eh globalisasi dari pd ajaran budaya dan tradisi lembah manah andap asor apa adanya penuh kesadaran sbg wujud manunggaling kawulo kalawan gusti para muda para insinyur para arkeolog dan para pemimpin skrng sdh bnyk meremehkan kehebatan para leluhur besar nuswantara sprt contoh para arkeolog indonesia mrk meragukan temuan piramid di garut dn mrk sangat pesimis dg leluhur aseli nuswantara krn para arkeolog itu meyakini bahwa nenek moyang pribumi tdk tau menahu ttg teknologi piramid seharusnya mereka bangga dg temuan itu dn berjuang dg sekuat tenaga melindungi monumen yg cikal bakal akan menjadi simbol kejayaan nuswantara di masa lalu dan masa yg akan datang..andaikan saja sy mendapat kesempatan memperoleh ngelmune eyang sabdopalon sabda pandita ratu sekali sebul bakal mecungul tuh piramid yg ada di garut dan pantai selatan yg sekarang masih tertutupi oleh paku sodo lanang yg di tanam oleh para leluhur nuswantara di masa lampau..tp apa mau di kata ternyata semua itu hny angan2 wong edan belaka krn sy mmg bukanlah jalmo pinilih hehe tertipu dah nyuwun pangapunten @pak lik sen karna njihpun terserah panjenengan mawon saya manut saja lha wong sy ini anak paling bontot ya ndak boleh melawan orang yg lebih tua ntar dosa lho.J.sepindah malih dalem nyuwun pangapunten matur sembah nuwun salam damai di hati salam sihkatresnan
Cah Pathi
Desember 19th, 2011 pada 22:10
Salam poropinisepuh,
@ Kang ijogading,
Anda menguraikan intisari semua ajaran dengan sangat gamblang, intisari dari ketentraman bathin sejati, nilai hidup itu sendiri.
@Jeng Dewi,
85% pria melakukan kekerasan thd wanita-
Bagi saya, ndak 85% lagi jeng, tapi 100% fullpower, kenapa? bila ndak keras mana mungkin isteri senang, he…he…he…!you know what the meaning..
@Kang Dalbo,@Damarwido,
terimakasih uraian pengalaman hidup yang berharga,
@Kang Tembayat,@Mbah Ngabehi,
niku leres, pelajaran hidup, pengalaman pahit/manis, adalah pondasi jiwa yang kokoh.
@Kang Senkarna,-kurawa yang berwatak melebihi Pandawa,
Banyak makan kacang ya kang? nanti jerawatan lho!
Wah, saya jauh dari kata-kata ampuh Kang!
Takut mati? nah ini kang, yang sebenarnya takut akan perasaan sendiri, kalau mau ingin merasakan mati, mari kita belajar bersama-sama, gratis-tis,mau nggak?
Jika dikatakan nggak enak,mana buktinya,jika dikatakan enak, mana buktinya? mau membuktikan sendiri kah? ini bukan isapan jempol kang, juga bukan promosi, kalau kita bicara soal spiritual, bukankah kita bicara akhir perjalanan kita? Dijamin aman bergaransi, pakai segel juga boleh,pakai saksi juga boleh, buat apa kita cuma denger cerita doang?Kakang juga akan bangun, segar, waras,seperti sedia kala, tapi saya ndak nanggung lho, bila kakang nanti ketagihan and melupakan keindahan gerlap dunia.-Itulah inti dari uraian- @ kakang IjoGading, bisa dibuktikan! Kelihatannya mustahil ya? Kakang pertama kali akan disuruh cuci perut,( perut ndak akan merasakan sakit, bahkan cenderung akan ketagihan, bila ingin bukti awal, akan saya kirimkan resep cuci perutnya bila diminta,gratis-tis,kakang akan tahu manfaatnya).Sudah pernah saya tuliskan, agama/spiritual, adalah sesuatu/semuanya,bisa dibuktikan, melihat tuhan sekalipun, wah,,, sok bener ya…?he…he…he…mari kita buktikan, bersama-sama, bukan sekedar ceritanya doang!
@O’on,
Bila semuanya diukur dengan nalar, he..he..he…nggak akan mampu nalarmu menjangkaunya, sekalipun anda Jenius, kalau anda berani mari kita buktikan bersama-sama, gratis-tis, anda akan tercengang dengan sensasi roso-nya, melebihi tuh narkoba, dijamin, narkoba akan lewaaaat…!
DZAT HIDUP–ENERGY—SANG CAUSA PRIMA
Nuwun sewu poro pinisepuh,
Dzat hidup,energy,sang causa prima, adalah sumber dari segala yang hidup di bumi ini, betul, bila dikatakan semuanya yang ada adalah hasil evolusi, manusia sekalipun, tapi sudah melalui proses pemuliaan alam. Bukan sesuatu yang tiba-tiba ada, marilah kita satukan opini,pemahaman, dengan bukti yang nyata, bersama-sama kita buktikan.
Salam Damai,
ijogading
Desember 20th, 2011 pada 10:27
Maaf
bila AKU merasa kaya.
@o’on,dewi,
what`s inside the brain… it produce our subconciousness…
»mohon dibaca lagi “cakra” dan roso-rosonya energy “mikro” kosmos di blog@SABDA ini..
»What is inside SEMAR..didalam perut Sang ISMOYO.
Semua GuruBESAR “iptek” sejagad raya, sampai detik ini sangat mengharapkan AGAR tidak ada istilah spiritual dalam desertasi makalahnya.!
@dm widodo.
dimana letak sakit bila kucubit tanganmu.?
dimana letak senang kalau kuberikan uang 1milyard.?
@CahPathi..
Gugon-tuwon Kang…
sulit untuk berkata ‘apa’ dari rasa yg berbunga bunga, juga lebih sulit lagi untuk berbagi rasa untuk bunga bunga yg mulai layu.. padahal disaat yang sama layu itu adalah proses penciptaan diri selanjutnya untuk menjadi buah yg bermanfaat bagi kehidupan..
Salam Semangat kang.!
Salam
dari
GEMBIRALOKA.
O'on
Desember 20th, 2011 pada 13:38
..AGAR tidak ada istilah spiritual dalam desertasi makalahnya.!
—————-
menurut si sy sih no problemo…bagi yg terbiasa dgn istilah2 spiritual ya monggo..
yg penting bagi si sy kalo disinkronkan/di cross-check juga cek ‘n ricek dgn tektek-ketek ya match..pula dgn realitas apa yg bisa si sy alami. _/\_
Bila semuanya diukur dengan nalar, he..he..he…nggak akan mampu nalarmu menjangkaunya
—————-
tidak apa2 Om…wong kemampuan nalar sy bukan untuk menjangkaunya,
namun sy memang butuh ukuran, misalnya sy harus tahu bahwa ternyata kamar sy ini berukuran 2.5 x 3m (persegi).
..dan walaupun ukuran2 lainnya yg sy butuhkan..mungkin..bagi para Panjenengan berkesan sepele, cetek atau tidak berarti/bukan sesuatu yg penting. ^_^
Sen Karna
Desember 21st, 2011 pada 20:38
@Mas Cah Pathi,
Terima kasih atas tawaran njenengan – merasakan mati,melihat Tuhan,dll. Njur gimana, Mas ? Saya gak harus ke Pendawa – Nusantara – ta ? Saya mau mencoba, wong yang bilang … sahabat yang mbaureksa blog ini je …(-: (Se kubu … ) Cuma, saya agak ragu2, saya ini kan … balung tua, otak sudah gak encer lagi, apa bisa ya ? Plus, saya jaan pasrah, gak menolak kematian, cuma kalau saya ‘bablas’ sekarang, saya agak … gojag gajeg… Lha, wong ada beberapa mulut yang tergantung pada saya, yang harus saya … carikan sesuap nasi …(-: (-: Saya gak kuatir mengenai diri saya, saya cuma mikir nasib mulut2 yg harus saya carikan makan itu je …
Terima kasih atas tawaran njenengan yang ini. ‘It’s the thought that counts.’, kata orang Barat. Bahasa Sundanya, kira2 : Yang pokok/penting adalah niatnya. Niat njenengan adalah berbagi ilmu, kearifan.