Dulur-dulur semua yang budiman

Bulan Suro Culiko sebentar lagi usai. Kelanjutan bulan Suro-culiko, memasuki tahun wawu.

01. Tanggal Masehi : 28 Desember 2011
02. Dina – Pasaran : Rêbo Kliwon
03. Tanggal Jawa : 01 Sapar 1945 – Wawu
04. Tanggal Hijriah : 02 Shafar 1433 (H)
05. Windu-Lambang : Sengårå, Kulawu
06. Nama Wuku : Gumbrêg
07. Môngsô : Kapitu – Palguna (22/11 s/d 02/02)
08. Sadwårå : Wurukung
09. Haståwårå/Padewan : Guru
10. Sångåwårå/Padangon : Dadi
11. Saptåwårå/Pancasuda : Lêbu Katiyub Angin
12. Rakam : Kala Tinantang
13. Paarasan : Lakuning Srêngéngé

Persaingan antara kepentingan politik kian memanas, ketat dan carut marut. Masing-masing kekuatan jahat mengerahkan segala kemampuannya untuk memenangi pertarungan. Energi jahat melawan energi jahat.  Mulut-mulut lebar saling berkoar mencari menangnya sendiri. Sandiwara politik kian menggemparkan. Akrobat politik semakin menakjubkan. Semua berebut benarnya sendiri, berebut butuhnya sendiri, berebut menangnya sendiri. Skandal ditutup dengan kasus baru. Kasus-kasus lama diam-diam disimpan untuk amunisi bila kelak diperlukan. Manusia lupa kemanusiaannya. Mana sesungguhnya binatang mana sesungguhnya manusia sulit diidentifikasi. Banyak orang lupa siapa jati dirinya. Skandal ditimbun kasus baru. Gali kasus tutup kasus, gali skandal tutup skandal. Nasib bangsa ini berada ditangan generasi penerusnya. Kaum intelek dan akademisi, dan semua yang telah sadar akan jati diri. Yang telah merdeka lahir dan batinnya. Para putra-putri Nusantara yang telah kenyang akan segala macam ancaman dan intimidasi yang digemari oleh jiwa-jiwa fasis (termasuk “theo-facism“). Semua itu tak akan pernah ciutkan nyali jiwa-jiwa merdeka generasi penerus bangsa.

RUNTUH 2012

Menggah ingkang tansah eling lan waspada. Wus akeh pratanda jaman. Suro-culiko, mowo pratondo jugruging wewangunan. Runtuhnya beberapa jembatan, runtuhnya  tembok pembatas, runtuhnya tiang pancang, runtuhnya bangunan sekolah, runtuh tebing-tebing bukit menimpa rumah-rumah warga, runtuhnya pesawat ke belukar hutan, runtuhnya gerbong kereta, runtuhnya kapal besar ke dasar laut. Gunung-gunung meruntuhkan debu dan laharnya ke daratan. Sungai-sungai meruntuhkan tebing dan bantaran membawa reruntuhan pasir dan bebatuan.

Kita akan memasuki tahun di mana terjadi fase keruntuhan. Rutuhnya perekonomian nasional dalam kondisi paling parah sepanjang sejarah, akibat ulah para rampok dan gerombolan kecu kekayaan negara. Ditambah lagi efek domino runtuhnya perekonomian dunia. Runtuhnya wibawa politik para penguasa dan wakil rakyat akibat tindakan lacur dan lancung. Runtuhnya kredibilitas penegakan hukum akibat keberpihakannya pada uang dan jabatan. Runtuhnya kejujuran para pendakwah agama akibat kepentingan periuk  dan bermodalkan buaian kata-kata. Runtuhnya jiwa-jiwa manusiawi menjadi angkara murka. Runtuhnya humanisme menjadi sadisme. Runtuhnya adab menjadi biadab. Runtuhnya moralitas menjadi amoralitas.

Namun  prinsip balancing tetap berlangsung secara ilmiah dan alamiah. Suatu fase  dimulainya keruntuhan pola-pola pikir lama yang telah lapuk dan jamuran. Runtuhnya kesadaran palsu dan berseminya kesadaran sejati. Temuan-temuan dan bukti-bukti baru mengoreksi sistem pemahaman dan pengetahuan lama yang masih sangat terbatas. Demikian pula segala sesuatu yang telah lama diruntuhkan oleh ketidakadilan dan kebodohan kini pada gilirannya bersemi tumbuh kembali.  Menyingsing mentari harapan baru dari ufuk timur. Satu demi satu angkara murka di ufuk barat runtuh. Di penghujung keruntuhan dan kehancuran, perlahan namun pasti segala sesuatu kembali ke asal kesejatiannya. Mulih menyang sangkan paraning dumadi. Kiamat sebagai berakhirnya suatu hal, namun juga sebagai lahirnya sesuatu yang baru pula. Tesis-antitesis-sintesis. Hukum dinamika yang bisa saja tertunda oleh ulah manusia, namun tetap akan menggelinding tak terelakkan dan tak dapat dicegah oleh siapapun dan apapun juga.  2012 suatu waktu jutaan orang penuh takjub bercampur takut.  Gunung-gunung di seluruh negeri seolah ingin memberi bukti bahwa mereka adalah makhluk hidup juga yang harus dihargai dan dihormati bangsa manusia. Bagai dikomando, mampu meletus nyaris bersamaan, namun tak ada korban jiwa di antaranya.

Njeblosing bumi kairing tinarbukaning gunung anyar,
Gelap ngampar peteng ndedet lelimengan,
Kilat thathit teja mangkara-kara,
Toya segara kadya kinoclak-koclak,
Kawah condro kinebur-kebur,
Tidar mili lendut,
Bahrawa pening kinobar gni,
Kumitir lir pecut penjalin tingal,
Geni kalawan angin lir gundolo sosro
Kadya ta anjebolna bumi,
Sanalika byar padhang terawang,
Amijil satria kembar,
Dudukuh ing satengahe bumi segara umbel,
Lir tumetesing tirta kamandanu,
Pinangka tetulak goro-goro,
Murih tinarbuka gerbang Nuswantara.

“Selamat Tinggal”…

Selamat tinggal tahun 2011, tahun kawelasan, tahun yang tak pernah ada lagi dan tak pernah terulang sampai kapanpun juga. Sebagai tahun yang berat, tahun untuk mawas diri. Tahun yang telah sangat berjasa menggembleng mental lahir dan batin supaya menjadi pribadi-pribadi Nusantara sejati yang mumpuni. Tahun segala macam laku prihatin dan tahun untuk instropeksi diri untuk menuai hasil gemilang di tahun berikutnya. Kecuali yang ndablek, peragu, plinplan, akan menjadi semakin bingung dan membingungkan. Tahun untuk manêgês mohon kawêlasaning Gusti, kawêlasan bumi pertiwi, akan segera berlalu meninggalkan jejak langkah kaki kita. Yang akan segera menjadi sejarah dan hanya bisa dikenang di masa depan. Kita tanam segala macam kebaikan di tahun 2011 untuk mulai dituai pada tahun 2012.

Selamat datang tahun 2012,  terasa paradoksal, sebagai tahun wiwit silêmé prahu gabus (tenggelamnya “perahu gabus”). Mulai terjadinya segala sesuatu yang seolah tak mungkin terjadi. Sesuatu yang di luar nalar menjadi di dalam nalar. Tahun 2012 masuk ke dalam suatu fase di mana secara disadari atau tidak, seluruh makhluk dipaksa untuk bermeditasi oleh gelombang medan magnetik galaktika yang berubah secara signifikan.  Perubahan energi level makrokosmos sangat berpengaruh terhadap tatanan energi spiritual level mikrokosmos. Tahun 2012 masuk ke dalam suatu fase di mana secara disadari atau tidak, seluruh makhluk dipaksa untuk bermeditasi oleh gelombang medan magnetik galaktika yang berubah secara signifikan.  Perubahan energi level makrokosmos sangat berpengaruh terhadap tatanan energi spiritual level mikrokosmos. Setiap zaman baru akan meretas manusia generasi baru. Manusia baru yang telah dimeditasi oleh gelombang energi makrokosmos sejak di dalam alam kandungan ibu. Hasilnya lahirlah anak-anak indigo dan kristal sebagai manusia generasi baru yang akan mengisi zaman baru di mana kesadaran manusia tidak lagi bisa dikurung oleh dogma.

Dinamika meliputi seluruh lini kehidupan tanpa kecuali. Yang mampu berselaras akan lolos dan mendapat anugrah pencerahan hidup (awareness) yang lebih baik. Sehingga lebih mudah menggapai kesuksesan hidup, mampu menjadikan tahun 2012 sebagai tahun penuh keberuntungan dan berkah. Yang tetap bersikukuh untuk tetap berada di dalam “tempurung kesadaran semu” dan yang tetap nuruti rahsaning karep, akan semakin tidak memahami apa makna dari sinergisme : sing-gawe-urip–>urip–>nguripi. Sehingga beresiko besar menderita penyakit stress dan depresi berkepanjangan, yang dapat berujung menjadi kênthir dan majnun. Yang bernasib demikian ini, tahun 2012 bukan menjadi tahun keberuntungan tetapi awal suatu kesengsaraan yang berujung pada kandasnya perahu kehidupan.

Tahun 2012 fase runtuhnya ekonomi dunia, berimbas pada kebangkrutan parah tata perekonomian di Republik Indonesia. Situasi yang sulit terutama bagi yang belum begitu memahami kuncine urip. Sing sapa seneng gawe panguripan marang liyan, bakal antuk panguripan lan dayaning urip. Suwalike sing sapa seneng gawe pepati marang liyan, bakal nemahi bilahi lan pepati. Kita semua sedang memasuki fase runtuh. Nusantara memasuki saat-saat paling berat, seumpama sedang digodok di dalam kawah candradimuka. Bagi penguasa yang sedang berkuasa pun, tentu akan sangat berat melewati tahun 2012. Dan berakhir dengan ucapan,”selamat tinggal…rakyatku..! Hanya penguasa yang ampuh lahir batin saja yang mampu melewati tahun 2012. Dan hanya para kesatria bangsa yang selama ini masih piningit (sedikit bicara-banyak bekerja, tidak terkenal-namun banyak sekali jasa dan prestasinya) yang akan lolos seleksi alam. Para kesatria yang telah memenuhi syarat, genep lakune untuk mengemban tugas sebagai satrianing nuswantara.

Dirga-Hayu

Di tahun 2012, semoga keselamatan dan keberuntungan selalu berlimpah kepada sedulur-sedulur semua, kepada seluruh pembaca yang budiman di sini dan di manapun berada. Dan kepada seluruh warga bangsa Nusantara, rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Jayalah bangsaku, sejahtera lah negeriku.

01. Tanggal Masehi : 1 Januari 2012
02. Dina – Pasaran : Minggu Wagé
03. Tanggal Jawa : 05 Sapar 1945 – Wawu
04. Tanggal Hijriah : 06 Shafar 1433 (H)
05. Windu-Lambang : Sengårå, Kulawu
06. Nama Wuku : Warigalit
07. Môngsô : Kapitu – Palguna (22/11 s/d 02/02)
08. Sadwårå : Tunglé
09. Haståwårå/Padewan : Kålå

Biarpun negeri saat ini tengah dianiaya dan hendak dihabisi oleh penghuninya sendiri. Namun janganlah berkecil hati sedulur-sedulurku semua. Kita masih memiliki berjuta rakyat yang sadar diri sebagai manusia sejati. Yang telah memahami akan jati diri. Yang siap menebar benih-benih kedamaian & kasih-sayang kepada seluruh penghuni bumi pertiwi. Dan masih banyak para patriot bangsa yang penuh semangat juang demi membela keutuhan NKRI. Walau selama ini masih berdiam diri, hanyalah menunggu saatnya yang tepat tiba. Wilujeng rahayu kang tinemu, bondo lan beja kang teka. Saking wasesaning Gusti.

Salam karaharjan

Patriot Bangsa

About these ads