Teka-Teki Kyai Jalak & Sunan Lawu

My own painting, on canvas (oil colour). Dimention 60 x 40 cm. Judul : Kyai Jalak.
On Lawu Okt 2011.
 

Kyai Jalak

Surya Kaping 11, Oktober 2011. Pukul 03.00 wib sampailah di Cemoro Sewu wilayah Magetan, Jatim), merupakan Posko 1 pendakian Gunung Lawu. Pada saat hendak ke Puncak Lawu sesampai di Sanggar Pamelengan Bawarasa lokasi muksa KPH Condronegoro (Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta). Di lokasi itulah terjadi momentum sejarah dan momentum spiritual, saat di mana terjadinya pertemuan pertamakalinya dengan Kyai Jalak.  Kyai Jalak berwujud mirip burung jalak khas Gunung Lawu. Namun warna bulunya agak berbeda, karena jalak Lawu berwarna hitam pekat, sedangkan Kyai Jalak warna bulunya coklat tua gelap, denga paruh dan kaki berwarna kuning gading. Kyai Jalak tampak menghampiri keberadaan kami, bertengger di dahan yang hanya berjarak sekitar 2 meter dari tempat kami berdiri. Ketika saya ulurkan tangan, mengejutkan sekali ternyata burung Jalak itu hinggap di telapak tangan. Hanya beberapa detik lalu meloncat ke tanah dan berjalan menyusuri tanah. Kami ikuti saja karena burung itu tampak menuntun atau memandu  membawa kami untuk memasuki halaman Sanggar Pamelengan Bawarasa. Burung itu menunjukkan sesuatu. Lalu mengitari batu hitam besar, kami ikuti. Setelah itu dia hinggap di dahan, matanya menatap kami sangat tajam. Lalu kami pejamkan mata mencoba berinteraksi secara batin.

Pada saat saya ambil foto dan video setelah saya putar ternyata tidak jadi, tidak keluar gambarnya alias gagal total !  Karena saya ingin sekali mengabadikannya, maka sesampai di rumah hanya bisa saya lukis atas apa yang telah terekam di benak memori atas peristiwa itu, dan hasilnya sedemikian rupa seperti dapat para pembaca saksikan sendiri. Sanggar Pamelengan Bawarasa pun yang tampak bukan seperti fisik aslinya. Lukisan itu merupakan visualisasi memori saya yang merekam noumena atau fakta metafisik.

Kyai Jalak & Sejarah Muksa Prabu Brawijaya V

Peristiwa itu menjadi pengalaman istimewa sekaligus pembuktian bahwa cerita soal Kyai Jalak dan Sunan Lawu  yang diyakini masyarakat sebagai penjaga Gunung Lawu bukanlah sekedar mitologi atau dongeng. Melainkan bisa berwujud nyata (mangejawantah)  dan sungguh-sungguh ada dan terjadi. Kyai Jalak merupakan saudara muda (adik) Sunan Lawu. Pada kesempatan itu kami sempat terjadi interaksi dan dialog singkat yang berisi keterangan amat sangat berharga bagi saya pribadi. Kyai jalak memiliki nama asli Wangsa Menggala, sedangkan Sunan Lawu nama aslinya Dipo Menggolo. Beliau berdua merupakan penguasa/sesepuh wilayah lereng Gunung Lawu pada sekitar 6 abad yll. Pada saat Sang Prabu Brawijaya 5 yang didampingi dua orang pamomongnya yakni Ki Sabdo Palon dan Ki Noyo Genggong hendak mencari tempat pamuksan, beliau berdua lah yang telah mengantar dan menunjukkan jalan kepad Prabu Brawijaya V untuk menemukan tempat yang tepat untuk muksa. Beranjak dari Cemoro Sewu, naik ke arah puncak Lawu melalui parit dan tanjakan curam, membabat gerumbul hutan, hingga sampailah pada salah satu puncaknya, yang  disebut sebagai Hargo Dalem (berada pada ketinggian -+ 3000 mdpl). Di sanalah Sang Prabu melakukan muksa, melebur raga dengan sukma, menyatukannya dengan ngelmu panunggalan, pangracut, warangka manjing curiga untuk menggapai kasampurnan jati.  Sementara itu setelah Sang Prabu Brawijaya 5 muksa, kedua orang spiritualis (pamomong raja-raja besar Nusantara) itu melanjutkan pendakian hingga sampai pada Puncak Hargo Dumiling sekitar 3200mdpl. Di situlah beliau berdua melakukan muksa. Puncak Hargo Dumiling tepat di bawah puncak Lawu Hargo Dumilah yang berada pada ketinggian 3265 mdpl. dan menyusul Sang Prabu ke “tempat samar” mangeja-alus ing papan samar mejadi Ki Lurah Semar Badranaya sambil berjanji kelak setelah 500 tahun lebih sedikit akan kembali mangejawantah, untuk mendampingi momongannya yang bertugas njejegake soko guru bangsa. Sebagaimana pralampita yang termaktub dalam serat Jongko Joyoboyo “petikan serat tangan”, bahwa kembalinya Ki Sabdapalon dan Nayagenggong akan ditandai dengan meletusnya Gunung Merapi hingga terbelah menjadi dua (sigar) di tengah kawahnya (letusan tahun 2010), dan Surabaya tersambung dengan Madura (jembatan Suramadu).

Puncak Hargo Dumilah (3265 mdpl) merupakan puncak tertinggi  Gunung Lawu, di mana pada saat musim kemarau suhu di malam hari bisa mencapai minus 5 derajat celsius. Posisinya hanya bersebelahan dengan Pasar diyeng yang disebut juga dengan “pasar setan”  karena saking banyaknya penghuni titah alus di sana. Di bawah pasar diyeng dan puncak Hargo Dumilah terdapat sendang drajat. Di Sendang Drajat itulah (selain Puralaya Agung Kotagede dan Imogiri), menjadi salah satu tempat panggemblengan bagi calon presiden RI,  agar menjadi presiden yang bersifat ayom, ayem, tentrem, mampu memberikan berkah agung untuk bangsa dan negaranya.

Dewi Untari & Kupu-Kupu Misterius

Kembali lagi soal Kyai Jalak (mbah Jalak) dan Sunan Lawu (mbah Lawu). Setelah beliau menunjukkan jalan kepada Prabu Brawijaya 5, singkat cerita, beliau diperintahkan oleh Sang Prabu bila kelak mereka berdua raganya mati, akan ditugaskan untuk menjadi penjaga Lawu sebagai “pelaksana harian” di bawah naungan Sang Penjaga utama yakni Dewi Untari keturunan dari Dewi Nawangsih. Dewi Nawang Sih adalah putri tunggal Ki Ageng Tarub dengan Dewi Nawang Wulan yang diperistri oleh Raden Bondan Kejawan (Putra Prabu Brawijaya). Dengan kata lain, Dewi Untari mulai menjadi penjaga Gunung Lawu pada sekitar abad 15 atau silsilahnya kira-kira dua generasi (cucu) setelah Parbu Brawijaya 5.  Pada saat mendaki ke Gunung Lawu, seringkali dilihat kupu-kupu berwana dominan hitam, namun di tengah kedua sayapnya terdapat bulatan besar berwarna biru mengkilap. Kupu-kupu itu menjadi pertanda kehadiran Anda disambut (diijinkan) oleh Penjaga Utama Gunung Lawu. Biarkan kupu-kupu itu hinggap di kepala atau pundak Anda, dan mengikuti perjalanan Anda untuk beberapa saat lamanya. Jangan menganggu, mengusir dan membunuhnya. Tidak ada larangan dan pantangan bila ingin memotret, asalkan Anda bisa memotretnya. Pada kenyataannya seperti diakui oleh banyak pendaki, memang sekali memotret kupu-kupu itu walau kadang tampak sangat jinak dan tidak takut oleh keberadaan manusia.

Soleh Lawu

Soleh Lawu

Nah, bagi para pendaki, biasanya sudah memahami etika saat bertemu Kyai Jalak, yakni tidak boleh mengganggunya. Apalagi mencelakai dan mengusirnya. Munculnya Kyai Jalak di hadapan para pendaki, bukan bermaksud mau mencelakai, justru sebaliknya akan menjaga dan menjadi penunjuk jalan bagi para pendaki. Sebaliknya jika diganggu atau dicelakai biasanya si pendaki akan tersesat bahkan terperosok jurang atau hilang masuk ke dimensi metafisik. Karenanya wajar lah Gunung Lawu menyimpan segudang misteri. Sering pula terjadi kasus hilangnya para pendaki, tanpa meninggalkan jejak dan tidak ditemukan jasad korbannya. Menurut sedulur penjaga posko 1 Cemoro Sewu, Mas Soleh Lawu, hilangnya para penaki karena masuk ke dimensi metafisik. Saya akhirnya membuktikan sendiri ternyata benar apa yang dikatakan oleh Mas Soleh (yang asli Cirebon itu). Mas Soleh “terdampar” sampai di Gunung Lawu karena mengikuti petunjuk gaib dari Cirebon, untuk pergi ke arah timur, kemudian sampailah di Pasarean Ki Ageng Giring di daerah Sodo, Kec. Giring, Kab Gunung Kidul Yogyakarta untuk beberapa tahun lamanya singgah di sana.  Hingga pada suatu ketika mendapat perintah Ki Ageng Giring untuk pergi lagi ke arah timur,  hingga kini Mas Soleh menjadi “sing mbahureksa” posko 1 Cemoro Sewu. Hidupnya untuk manembah kepada Gusti, dengan cara menyatu dan berselaras dengan alam. Mas Soleh membaktikan hidupnya untuk melindungi hutan dari kebakaran, menjaga hutan agar tetap bersih bahkan seringkali menolong para pendaki yang tersesat, sakit atau ikut mengevakuasi jika ada korban jiwa. Perjalanan ke timur Mas Soleh telah menemukan apa sejatinya hidup. Begitulah cara Mas Soleh  menggapai hidup yang sejati, hidupnya telah berguna memberikan penghidupan dan kehidupan bagi seluruh makhluk tanpa pilih-kasih, baik dari kalangan bangsa manusia, hewan, tumbuhan, dan mahluk halus penghuni sekitar Gunung Lawu. Sekalipun jauh dari simbol-simbol kesalehan agama semitis abrahamik, namun menurut saya pribadi, karena mampu berharmoni dengan alam, dan menjadikan tumbuhan, binatang, gunung sebagai gurunya, maka layaklah mas Soleh menjadi mursyid sejati bagi siapapun yang tidak suka menghina dan memandang sebelah mata kepada sesama titah  urip. Serta bagi siapapun yang terbuka pola pikir dan mata hatinya. Apalagi gurunya mas Soleh adalah guru paling jujur. Alam semesta, binatang, dan tumbuhan telah mengajarkan kepada kita semua sebuah kejujuran yang paling mulia.

Semoga Bermanfaat
Salam Karaharjan

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Agustus 17, 2012, in Teka-Teki Kyai Jalak & Sunan Lawu and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 133 Komentar.

  1. wah..saya baru kemarin pulang dari puncak Lawu. Dan seperti mas tulis di atas, saya jugs dituntun oleh burung jalak sejak dari pos 1 sampai pos 4. Dan ada juga kupu2 hitam dg bulatan biru disayapnya hinggap di pundak saya, uniknya cuma 1 kupu2 itu saja yg saya temui selama perjalanan. Sebelumnya saya tidak pernah tahu tentang cerita mistis (atau apalah itu namanya) dari gunung Lawu. Terimaksih sudah berbagi ceritanya mas..

  2. PREDIKSI- SGP-RABU: 28-08-2013
    2D.( 64.54.84)
    3D.(.554.654.664)
    4D.0554.0655.0954)
    JIKA ANDA MAU DAPAT NOMER JITU 3 LUBANG LANGSUNG JP DLAM 3x PUTARAN KLIK http://ankaritualgaib.wordpress.com ATAU HUB : 0852-9838-5337

  3. PREDIKSI- SGP-RABU: 28-08-2013
    2D.( 64.54.84)
    3D.(.554.654.664)
    4D.0554.0655.0954)
    JIKA ANDA MAU DAPAT NOMER JITU 3 LUBANG LANGSUNG JP DLAM 3x PUTARAN KLIK http://ankaritualgaib.wordpress.com ATAU HUB : 0852-9838-5337
    .,.

  4. Kangen bangt malu yg atasnya kayak lapangan luass bangt dan indah bangt,rasanya pengen sekali tiap minggu kesana, ak pesen hormatilah jagailah dan linduilah appun yg ada di gunung lawu ya ! Jagalah seperti anda menjaga dirimu sendiri thank you

  5. terima kasih untuk semua artikel yang menarik ini….

  6. emua Biaya diatas tidak sebanding dengan angka yang kami berikan kepada anda…Tapi ingat setelah anda succes dengan angka ritual kami..sisikan
    sedikit bua t orang yang membutuhkan nya…!!! Dan Untuk Bisa Mendapatkan semua Angka kami silahkan Anda : TLP :0823-1348-1661 MBAH ROLA
    ReplyDelete

  7. Gununng lawu saya rasa gunung yang sangat Mistis, disucikan tempatnya. Pengen rasanya naik ke sana tp belum pernah daki gunung ha..! pernah daki gunung kecil2. Petilasan area2 di daerah g Lawu apa saja to….?

  8. SIQN KIAS NAMA

    Kyai Jalak, JAWA LAKU UTAMA
    Kyai Lawu, laku wujud wulung, laku Jawa Utama adalah laku wujud wulung/ Garuda/GAgah RUpawan layaknya uDAra
    Semua nama adalah wujud keilmuan, sign trap lampah Eyang eyang kita
    Sign utk anak cucu negeri
    Jadilah manusia berlaku lampah seperti Eyang eyang kita.

    KITA ADALAH BANGSA rajawali rajawali

  9. Uuhhuuiiyy…pada dihapus caah obat kankernaa…makin berkembang ganas sel sel naa…
    krembyah krembyah…penculut penculut…
    hi hi hiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 908 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: