Teka-Teki Kyai Jalak & Sunan Lawu

My own painting, on canvas (oil colour). Dimention 60 x 40 cm. Judul : Kyai Jalak.
On Lawu Okt 2011.
 

Kyai Jalak

Surya Kaping 11, Oktober 2011. Pukul 03.00 wib sampailah di Cemoro Sewu wilayah Magetan, Jatim), merupakan Posko 1 pendakian Gunung Lawu. Pada saat hendak ke Puncak Lawu sesampai di Sanggar Pamelengan Bawarasa lokasi muksa KPH Condronegoro (Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta). Di lokasi itulah terjadi momentum sejarah dan momentum spiritual, saat di mana terjadinya pertemuan pertamakalinya dengan Kyai Jalak.  Kyai Jalak berwujud mirip burung jalak khas Gunung Lawu. Namun warna bulunya agak berbeda, karena jalak Lawu berwarna hitam pekat, sedangkan Kyai Jalak warna bulunya coklat tua gelap, denga paruh dan kaki berwarna kuning gading. Kyai Jalak tampak menghampiri keberadaan kami, bertengger di dahan yang hanya berjarak sekitar 2 meter dari tempat kami berdiri. Ketika saya ulurkan tangan, mengejutkan sekali ternyata burung Jalak itu hinggap di telapak tangan. Hanya beberapa detik lalu meloncat ke tanah dan berjalan menyusuri tanah. Kami ikuti saja karena burung itu tampak menuntun atau memandu  membawa kami untuk memasuki halaman Sanggar Pamelengan Bawarasa. Burung itu menunjukkan sesuatu. Lalu mengitari batu hitam besar, kami ikuti. Setelah itu dia hinggap di dahan, matanya menatap kami sangat tajam. Lalu kami pejamkan mata mencoba berinteraksi secara batin.

Pada saat saya ambil foto dan video setelah saya putar ternyata tidak jadi, tidak keluar gambarnya alias gagal total !  Karena saya ingin sekali mengabadikannya, maka sesampai di rumah hanya bisa saya lukis atas apa yang telah terekam di benak memori atas peristiwa itu, dan hasilnya sedemikian rupa seperti dapat para pembaca saksikan sendiri. Sanggar Pamelengan Bawarasa pun yang tampak bukan seperti fisik aslinya. Lukisan itu merupakan visualisasi memori saya yang merekam noumena atau fakta metafisik.

Kyai Jalak & Sejarah Muksa Prabu Brawijaya V

Peristiwa itu menjadi pengalaman istimewa sekaligus pembuktian bahwa cerita soal Kyai Jalak dan Sunan Lawu  yang diyakini masyarakat sebagai penjaga Gunung Lawu bukanlah sekedar mitologi atau dongeng. Melainkan bisa berwujud nyata (mangejawantah)  dan sungguh-sungguh ada dan terjadi. Kyai Jalak merupakan saudara muda (adik) Sunan Lawu. Pada kesempatan itu kami sempat terjadi interaksi dan dialog singkat yang berisi keterangan amat sangat berharga bagi saya pribadi. Kyai jalak memiliki nama asli Wangsa Menggala, sedangkan Sunan Lawu nama aslinya Dipo Menggolo. Beliau berdua merupakan penguasa/sesepuh wilayah lereng Gunung Lawu pada sekitar 6 abad yll. Pada saat Sang Prabu Brawijaya 5 yang didampingi dua orang pamomongnya yakni Ki Sabdo Palon dan Ki Noyo Genggong hendak mencari tempat pamuksan, beliau berdua lah yang telah mengantar dan menunjukkan jalan kepad Prabu Brawijaya V untuk menemukan tempat yang tepat untuk muksa. Beranjak dari Cemoro Sewu, naik ke arah puncak Lawu melalui parit dan tanjakan curam, membabat gerumbul hutan, hingga sampailah pada salah satu puncaknya, yang  disebut sebagai Hargo Dalem (berada pada ketinggian -+ 3000 mdpl). Di sanalah Sang Prabu melakukan muksa, melebur raga dengan sukma, menyatukannya dengan ngelmu panunggalan, pangracut, warangka manjing curiga untuk menggapai kasampurnan jati.  Sementara itu setelah Sang Prabu Brawijaya 5 muksa, kedua orang spiritualis (pamomong raja-raja besar Nusantara) itu melanjutkan pendakian hingga sampai pada Puncak Hargo Dumiling sekitar 3200mdpl. Di situlah beliau berdua melakukan muksa. Puncak Hargo Dumiling tepat di bawah puncak Lawu Hargo Dumilah yang berada pada ketinggian 3265 mdpl. dan menyusul Sang Prabu ke “tempat samar” mangeja-alus ing papan samar mejadi Ki Lurah Semar Badranaya sambil berjanji kelak setelah 500 tahun lebih sedikit akan kembali mangejawantah, untuk mendampingi momongannya yang bertugas njejegake soko guru bangsa. Sebagaimana pralampita yang termaktub dalam serat Jongko Joyoboyo “petikan serat tangan”, bahwa kembalinya Ki Sabdapalon dan Nayagenggong akan ditandai dengan meletusnya Gunung Merapi hingga terbelah menjadi dua (sigar) di tengah kawahnya (letusan tahun 2010), dan Surabaya tersambung dengan Madura (jembatan Suramadu).

Puncak Hargo Dumilah (3265 mdpl) merupakan puncak tertinggi  Gunung Lawu, di mana pada saat musim kemarau suhu di malam hari bisa mencapai minus 5 derajat celsius. Posisinya hanya bersebelahan dengan Pasar diyeng yang disebut juga dengan “pasar setan”  karena saking banyaknya penghuni titah alus di sana. Di bawah pasar diyeng dan puncak Hargo Dumilah terdapat sendang drajat. Di Sendang Drajat itulah (selain Puralaya Agung Kotagede dan Imogiri), menjadi salah satu tempat panggemblengan bagi calon presiden RI,  agar menjadi presiden yang bersifat ayom, ayem, tentrem, mampu memberikan berkah agung untuk bangsa dan negaranya.

Dewi Untari & Kupu-Kupu Misterius

Kembali lagi soal Kyai Jalak (mbah Jalak) dan Sunan Lawu (mbah Lawu). Setelah beliau menunjukkan jalan kepada Prabu Brawijaya 5, singkat cerita, beliau diperintahkan oleh Sang Prabu bila kelak mereka berdua raganya mati, akan ditugaskan untuk menjadi penjaga Lawu sebagai “pelaksana harian” di bawah naungan Sang Penjaga utama yakni Dewi Untari keturunan dari Dewi Nawangsih. Dewi Nawang Sih adalah putri tunggal Ki Ageng Tarub dengan Dewi Nawang Wulan yang diperistri oleh Raden Bondan Kejawan (Putra Prabu Brawijaya). Dengan kata lain, Dewi Untari mulai menjadi penjaga Gunung Lawu pada sekitar abad 15 atau silsilahnya kira-kira dua generasi (cucu) setelah Parbu Brawijaya 5.  Pada saat mendaki ke Gunung Lawu, seringkali dilihat kupu-kupu berwana dominan hitam, namun di tengah kedua sayapnya terdapat bulatan besar berwarna biru mengkilap. Kupu-kupu itu menjadi pertanda kehadiran Anda disambut (diijinkan) oleh Penjaga Utama Gunung Lawu. Biarkan kupu-kupu itu hinggap di kepala atau pundak Anda, dan mengikuti perjalanan Anda untuk beberapa saat lamanya. Jangan menganggu, mengusir dan membunuhnya. Tidak ada larangan dan pantangan bila ingin memotret, asalkan Anda bisa memotretnya. Pada kenyataannya seperti diakui oleh banyak pendaki, memang sekali memotret kupu-kupu itu walau kadang tampak sangat jinak dan tidak takut oleh keberadaan manusia.

Soleh Lawu

Soleh Lawu

Nah, bagi para pendaki, biasanya sudah memahami etika saat bertemu Kyai Jalak, yakni tidak boleh mengganggunya. Apalagi mencelakai dan mengusirnya. Munculnya Kyai Jalak di hadapan para pendaki, bukan bermaksud mau mencelakai, justru sebaliknya akan menjaga dan menjadi penunjuk jalan bagi para pendaki. Sebaliknya jika diganggu atau dicelakai biasanya si pendaki akan tersesat bahkan terperosok jurang atau hilang masuk ke dimensi metafisik. Karenanya wajar lah Gunung Lawu menyimpan segudang misteri. Sering pula terjadi kasus hilangnya para pendaki, tanpa meninggalkan jejak dan tidak ditemukan jasad korbannya. Menurut sedulur penjaga posko 1 Cemoro Sewu, Mas Soleh Lawu, hilangnya para penaki karena masuk ke dimensi metafisik. Saya akhirnya membuktikan sendiri ternyata benar apa yang dikatakan oleh Mas Soleh (yang asli Cirebon itu). Mas Soleh “terdampar” sampai di Gunung Lawu karena mengikuti petunjuk gaib dari Cirebon, untuk pergi ke arah timur, kemudian sampailah di Pasarean Ki Ageng Giring di daerah Sodo, Kec. Giring, Kab Gunung Kidul Yogyakarta untuk beberapa tahun lamanya singgah di sana.  Hingga pada suatu ketika mendapat perintah Ki Ageng Giring untuk pergi lagi ke arah timur,  hingga kini Mas Soleh menjadi “sing mbahureksa” posko 1 Cemoro Sewu. Hidupnya untuk manembah kepada Gusti, dengan cara menyatu dan berselaras dengan alam. Mas Soleh membaktikan hidupnya untuk melindungi hutan dari kebakaran, menjaga hutan agar tetap bersih bahkan seringkali menolong para pendaki yang tersesat, sakit atau ikut mengevakuasi jika ada korban jiwa. Perjalanan ke timur Mas Soleh telah menemukan apa sejatinya hidup. Begitulah cara Mas Soleh  menggapai hidup yang sejati, hidupnya telah berguna memberikan penghidupan dan kehidupan bagi seluruh makhluk tanpa pilih-kasih, baik dari kalangan bangsa manusia, hewan, tumbuhan, dan mahluk halus penghuni sekitar Gunung Lawu. Sekalipun jauh dari simbol-simbol kesalehan agama semitis abrahamik, namun menurut saya pribadi, karena mampu berharmoni dengan alam, dan menjadikan tumbuhan, binatang, gunung sebagai gurunya, maka layaklah mas Soleh menjadi mursyid sejati bagi siapapun yang tidak suka menghina dan memandang sebelah mata kepada sesama titah  urip. Serta bagi siapapun yang terbuka pola pikir dan mata hatinya. Apalagi gurunya mas Soleh adalah guru paling jujur. Alam semesta, binatang, dan tumbuhan telah mengajarkan kepada kita semua sebuah kejujuran yang paling mulia.

Semoga Bermanfaat
Salam Karaharjan

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Agustus 17, 2012, in Teka-Teki Kyai Jalak & Sunan Lawu and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 133 Komentar.

  1. Mohon Maaf Lahir Bathin…

    • salam kenal semua,ada yang menarik hati saya setelah baca berita di web bogor mengenai aliran panjalu siliwangi pajajaran yang katanya sesat itu. Si A mengucapkan Asshadu alailahailallah wa ashaduana Raden suryadiningrat.dengan merubah kalimat muhamad rasulallah dengan nama katanya nama sejatinya si A. Nah si A ini katanya bisa mengobati berbagi macam penyakit dengan ijin Allah.nah kalo di Artikan sahadat di atas begini kira2nya “Aku Bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku Raden suryadiningrat .cma gara2 nama nabi muhamad rasul Allah ngga di ucapkan,maka aliran ini katanya sesat. Saya mohon tanggapan ki sabda.

      • apakah ki suryadiningrat itu pantas namanya di sandingkan dngn NAMA Allah swt,karna hnya MUHAMMAD yg pantas mnjadi panutan umat ISLAM.dan ALLAH telah mnyandingkan NAMA MUHAMMAD dngn NAMANYA di kalimat SYAHADAT.masukan saya,KI Suryadiningrat itu trlalu GR…dan bukan msalah sepele,jika nama MUHAMMAD diganti!!!!!itu masalah yg besar dan akan membawa dalam kesengsaraan….

  2. primadaniyuliastuti@yahoo.com

    Matur nuwun sanget…salam rahayu…
    Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

  3. Mas Sabda,

    Terima kasih untuk (cerita) Kyai Jalak. Nambah wawasan. Acungan jempol juga untuk lukisan Mas Sabda !

  4. selamat sore
    sebenarnya makna mendaki gunung itu apa pak sabda? Apakah krn mencintai alam seperti yg sy kira atw lakukan. . .atw krn yg lain? Dan bgaimana hub antara panggilan jiwa dr leluhur dgn nasab dan nasib qt. .suwun

  5. menarik, matur nuwun telah menambah wawasan.
    bagaimana gunung salak versi mas Sabda ?

  6. Salam ,

    Kagem Den Mas Sabda., Para Pinisepuh serta sohib yang lainnya.

    Hari yang fitri telah menjelang,
    Semoga puasa tahun ini, bukan puasa terakhir kita,
    agar kita masih punya kesempatan tuk berbenah jiwa dan raga.
    Perbanyak derma, perbaiki dharma….
    Minal Aidzin wal Faizin,
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin…

    Salam rahayu always

  7. @ Ki Sabda,

    Terima kasih atas sharing cerita dan pengalaman pribadinya, walau saya awam tentang dunia ghoib, namun menatap lukisan Ki Sabda memang terasa sekali aura magnit mistisnya, terkesan ‘suwung’ sepi tapi ‘berisi’…

    Terima kasih juga atas tulisan profil kangmas Soleh, sosok garda sejati penjaga & pemelihara harmoni alam, walau saya belum pernah mendaki gunung lawu, saya ucapkan salam kenal dalam persaudaraan semesta alam…

    Salam rahayu,

    Dewi

  8. suka sekali sama lukisannya pak. “tengah2 utan kok dadak eneng omah..” begitu pikir saya pas ngeliatnya. :lol: terlihat sekali kesan ‘metafisik’-nya walau saya nggak ngerti kebatinan. :)

  9. Matur sembah nuwun dateng ki sabda… ingkang sampun mbabaraken masalah mbah lawu kanti cetho. Mugi kulo ugi rekan2 sedoyo pengunjung padepokan mriki angsal ilmu lan manfaat. Mas sabda mbok menawi mbenjang2 saget mbabaraken masalah gunung semeru kalian juru kuncine ingkang paring asma mbah dipo. Matur nuwun lan kulo ngaturaken sugeng riyaden 1433H, mohon maaf lahir batin.

  10. Sugeng dalu sedaya….DIRGAHAYU NKRI.
    topik yang sekarang kyai jalak dan sunan lawu…
    terlepas dari topik utama, mengenai peristiwa 20-an tahun yang lalu, ttg sekelompok anak muda dari sebuah pondok terkenal di sukoharjo, yang meninggal secara misterius. adapun jumlah korban yang meninggal sekitar 13 orang, dan anehnya belum terlalu jauh dari batas area perkampungan.
    konon cerita, anak2 muda mendaki g.lawu dari arah simolangu(wilayah sarangan) untuk mengamalkan/mencoba suatu ilmu yg mereka terima dari gurunya. alhasil kejadiannya diluar dugaan.
    jalur simolangu memang jalur yg tidak lazim dilalui pendaki, karena kondisi hutan yang masih sangat rapat dan diyakini masih terdapat harimau jawa.
    jalur simolangu/sarangan jika bisa melewatinya maka akan tembus ke sendang drajat tepat dibawah puncak g.lawu sisi timur.
    menurut babad yang ada g.lawu merupakan satu dari dua titik sentral perjalanan nusantara, selain pelabuhan ratu/pajungkulan.
    secara misteri nilai misteri g. lawu seperti tak terungkap. sedemikian rapat leluhur nusantara menjaga kemurnian tanah jawa.
    demikian sekelumit cerita ttg g.lawu semoga bisa menambah terang bagi umat.

    rahayu wilujeng

    kuncoro

    • Benar mas kuncoro saya juga dengar cerita itu dan katanya mereka ingin menentang larangan yg ada disana ya itulah akibatnya 13 orang meninggal

  11. Terima kasih sudah memberikan karya lukis dan karya tulis yang WOW, saya senang sekali membacanya ,saya tunggu postingan berikutnya Ki Sabda

    Rahayu
    Setyo

  12. terima kasih…ditunggu tulisannya menarik buat pembelajaran…ketulusan kejujuran…nusantara jaya

  13. deka_dharmayana@yahoo.com

    Terimakasih Ki… Ulasan pengalaman gaib dan lukisannya. Semoga kenurnian budaya tetap menjadikan kita lebih baik.
    Salam hormat.
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

  14. HIDUP ini ke-TIDAK PASTI-an …. PENUH dengan TEKA-TEKI

    TU……–…..HAN……≈……HAN……–……TU
    TU ≈ TUNGGAL ≈ ESA ≈ 1
    HAN ≈ HAWA NING ≈ HAWA BENING ≈ SUCI ≈ 0
    >>> TU – HAN ≈ ESA – SUCI
    1 ≈ ENERGI ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan ≈ KEKAL
    ISI ≈ cahaya – materi ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ selalu berubah ≈ TIDAK KEKAL

    0 ≈ HUKUM UNIVERSAL ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan ≈ KEKAL
    KOSONG ≈ ruang – waktu ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ selalu berubah ≈ TIDAK KEKAL

    ISI – KOSONG ≈ (cahaya-materi) – (ruang-waktu) ≈ TIDAK KEKAL ≈ JAGAD RAYA
    1 – 0 ≈ ESA – SUCI ≈ ENERGI – HUKUM UNIVERSAL ≈ KEKAL ≈ TUHAN

    TUHAN ≈ tak tercipta, tak terlahir, tak hidup, tak mati, tak susah, tak senang…dst… ≈ KEKAL
    >>> jika TUHAN ≈ esa – suci ≈ mutlak BUKAN MAKHLUK,….maka TIDAK BISA di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!
    TUHAN ≈ energi-hukum universal ≈ bersinergi secara OTOMATIS ≈ TAK BERKEHENDAK
    >>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
    TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
    kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan manusia.?????????

    Jadi ( yen ONO ngono kuwi ), maka ADA KEMUNGKINAN … BEBAS … dari penciptaan, penjelmaan, kelahiran, kehidupan, kematian, susah, senang….dst…( MANUNGGALING KAWULO GUSTI)
    01010101010101010101

    Bagi yang tidak bisa menyimpulkan, berarti itu keraguan
    Bagi yang masih belum bisa melihat yang abstrak, perlu belajar dan berlatih olah rasa (pencerapan/perception) dan olah pikir (logical mind) dengan SEIMBANG yang disebut juga olah BATIN

    MATURNUWUN ……

    • Kang Ono,

      Saya yang awam sedikit tertegun kebingungan dengan pemaparan kang ono diatas……maksud saya lumayan kebingungan….. Hehehe…..

      Jika saja boleh karena saya bukanlah ahli weda……..apa yang kang Ono paparkan itukah yang dimaksudkan di dalam weda sebagai nethi-nethi (tidak demikian juga tidak demikian) yang jika diartikan secara pikiran ataupun intelektualitas,maka semua itu tiada makna selain sekedar bahasa manusia untuk memudahkan kita mencerna keabstrakan si tuhan ini yg tiada lain bermakna mewujudkan penerangan tentang tuhan……

      dan bagi mereka yang lebih mengutamakan pencarian kedalam diri ( spiritual/ jiwatual atau Rohtual eh rohani) maka nethi- nethi ini bisa dimaknai secara Mendalam sesuai tingkatan pengalaman spiritual individual dan keadaan nethinethi itupun akan semakin halus hingga tiada bentuk kecuali kesadaran tertinggi,dan ia akan berkata nethi-nethi oleh sebab apa yang diraihnya pada tingkatan kesadaran tertingginya menuju terhingga dibandingkan orang2 yang ( maaf) belum mampu menyadari dengan kesadaran tertinggi dan perangkat selain nya,
      Dan yaaaa…..sejatinya di dunia mayapada ini tiada yang kekal Abadi dan yang pasti adalah perubahan ( menuju khrta dgn rta : red)

      OK saya akan sedikit bercerita tentang apa yang diceritakan seorang teman tentang sosok kali di bali yg biasa di sebut durga atau entah rangda spt yg dikenal oleh kebanyakan orang di bali selama ini……….namun kata si dianya : akhir2 ini dia melihat ada sebuah penomena lain dari sosok RANG/sakti yg berwujud sangat antik/berwarana agak2 coklat kayu muncul tiba2 dihadapanya berupa sosok yang sangat berbeda ……..berwarna coklat dan berambut kayu yang dirajah huruf2 mirip jawi….dan ia iseng bertanya siapa namanya tokoh new comers tersebut,…..dengan tin gkah lucu loncat2 sana sini sperti Anak kecil sedang menari,menurut pengakuan sang Rang kuna(perubahan dari bentuk umum) ini berasal dari krakatau dan dia sebut dirinya AWAL dan AKHIR…yang bertugas mengawal tapak2 vid di seluruh tanah tumpah darah nur-swaha-ananta-ra(ng) dan si rang renewable ini pula yang ditugaskan hyang wenang untuk membagi2 kan helai rambutnya kelak untuk para pelakon kesadaran jati yang sejati sesuai dengan kesadaran dan tingkatan budi sang pelakon kesujatian (saja/bukan yg improt) di nusantara hampir jaya ini……setelah naga-air eh kepala beda-wang memunculkan raja dan ratu dari tengah samudra tiada bertepi….

      tpi Itu baru cerita katanya si Anu teman si saya loooo
      ” Demikian juga bukan demikian ”

      BHUR-SOMYA for KHRTA- BHUMI

  15. Mas Sabda, para sedherek, semua saja,

    Selamat lebaran ! Mohon maaf lahir batin. Selamat berkumpul dengan keluarga.

    • @ Ki Sabda, Bala(ne)dewa, Yhredaya, Gus Supri, Ilham, Dodot, Setyo, Sigit P, Kuncoro, Hartono, Isrodianson, Eko, Primadani, ONO, Wisnu TJ, Jayadi, BIMA TS, Cah Pathi, Baok, RP, All,

      Saya juga mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin, mugi sedoyo rahayu sagung paratitah Dumadi.

      Salam katresnan,

      Dewi

      • Sugeng Rahayu,
        @Ki Sabda, Jeng Dewi,Kangmas Widodo, Kangmas Bala(ne)dewa, Kangmas Yhredaya, Kangmas Gus Supri, Kangmas Oon, Ilham, Dodot, Setyo, Sigit P, Kuncoro, Hartono, Isrodianson, Eko, Primadani, ONO, Wisnu TJ, BIMA TS, Cah Pathi, Baok, RP, lan poro pinisepuh Padepokan Sabda Langit.

        Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.Mohon Maaf Lahir dan Batin.Semoga momen yang baik ini dapat mempertebal persaudaraan sebangsa dan setanah air dalam Tepo Seliro diantara bangsa Nusantara ini yang kini mulai menipis.

  16. Dirgahayu RI yang ke 67 semoga NUSANTARA bisa kembali JAYA. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H Ki, serta semua rekan2 yang ada di gudang ilmunya Ki Sabda. Mohon Maaf Lahir Bathin. Kami ikut menyimak Ki…

  17. Ki Sabda yth,

    Jadi sosok Sunan Lawu itu ternyata adalah beliau Dipo Menggolo; bukan Prabu Brawijaya 5 seperti yang banyak ditulis dalam versi lain. Dalam satu versi yang pernah saya baca, kalau tidak keliru Prabu Brawijaya 5 setelah berdiam di Gunung Lawu beberapa lama sebelum moksa, bergelar Sunan Lawu ( selanjutnya disebut Sunan Lawu I) kemudian disusul oleh salah seorang putranya yang bernama Raden Gugur yang juga tinggal di Gunung Lawu hingga akhir hayatnya dan kemudian disebut sebagai Sunan Lawu II.

    Kepada para sesepuh dan pengunjung setia blog ini,
    Saya mengucapkan Selamat merayakan Hari Idul Fitri 1 Syawal 1433 H. Mohon jembaring pangaksama apabila ada kata-kata saya yang keliru atau menyinggung perasaan anda semua. Semoga damai selalu menyertai setiap detak dan detik dalam hidup kita semua .. Rahayu

  18. salam kenal dan salam persaudaraan buat poro sedulur semuanya…Selamat Idul FItri untuk yg merayakan Mohon maaf lahir&batin ats stiap kesalahan.
    @KiSabda terimakasih banyak atas ilmunya,sbnarnya ada yg cocok dan msih sy jaga dlm kseharian sy,salam kenal.

  19. apakah cerita tersebut di atas ada hubungannya dengan CONDRO RETNO DUMILAH kang SABDA ? yang pada waktu itu salah kaprah saya artikah HAMENGKUBUWONO X sebagai keturunan RETNO DUMILAH (MADIUN). mungkinkah yg di maksud tersebut adalah hal yg kang SABDA sampaikan ? yang oleh salah seorang abdi dalem (di dalam mimpi ananda, da sepotong rotan yg tidak boleh lagi di tarik, karena sudah cukup sampai di situ saja garisnya. Mohon ma’af bila salah / tidak ada hubungannya sama sekali. mohon di infokan kang? Ananda sangat mengharapkan jawabannya… salam

    • Nak Mas Surenggono Yth
      Setahu saya, di dekat basecamp Cemoro Sewu, terdapat sanggar pamwlengan bawa rasa, di mana merupakan tempat muksanya KPH Condronegoro. Itu saja yg saya ketahui ttg nama Condro. Maaf bila saya tdk dapat memberi keterangan lain, karena apa yang saya ketahui sebatas uraian dalam posting di atas.
      Matur nuwun atas pengertiannya

    • yayi nimas pripun kabaripun yayi nimas…?
      monggo kerso bilih wonten waktu kesah dateng kota pemalang mampir daeng tempatku yayi nimas …
      ————————————————————
      apakah ini di tujukan untuk saya, ataukah untuk kang SABDA. Bila untuK saya. Ananda haturkan sembah sungkem lan bekti kagem Kaki lan Nini yg pernah ikut menemani jalan ananda di waktu limbung pada waktu yg lalu, walaupun sejatinya ananda belum kenal dengan jelas. senyumnya masih terlukis dengan gamblang. salam

      • kakangku sabda….
        adimu memanggil dan titip pesan…..
        Bila mana ada berita sedikit mengharukan di timur bengawan banyu, cepatlah datang ke sana kang… adimu menanti di gerbang. Kita memang belum pernah bertemu, tapi nanti juga kita bisa saling mengerti.
        Kakang….. betapa kabar yg adimu terima baru saja membuat adimu terdiam, tidak bisa menjawab “IYA” ataupun “TIDAK/JANGAN LAKUKAN”. Pintu batas sudah hampir jebol kang…. Adimu hanya bisa meneteskan air mata ini, sebagai salam…..

      • kakang SABDA…
        kenapa hrs bertanya tentang daerah mana? dan gerbang apa ?
        Kakang… nanti ada abdi dalem yg menuntunmu, ke arah mana hrs berjalan

  20. Selamat Hari raya ” IDUL FITRI “(bagi yang merayakannya),
    Dumateng Ki Sabda soho poro sederek sedoyo,mohon maaf lahir batin bila selama ini ada kata /kalimat yang disadari atau tidak disadari telah membuat tidak berkenan dihati.

    Ki sabda terima kasih postingannya tentang Lawu,smoga poro cucu Sang Prabu Browijoyo bisa mengenal bahkan menapak tilasi di kemudian hari dan kalau bisa postingan Browijoyo yang lain menyusul.

  21. Ingat lawu ingat perjalanan astral beberapa tahun lalu,ketika saya mendaki Lawu disitu tumbuh pohon jambu merah dan berbuah merah ranum2 dan ketika saya memtik sy ditegur sang pemilik setelah dialog malah diijinkan ambil sebanyak-banyaknya tak jauh dari situ ada semacam danau/sendang (mungkin itu sendang derajat) dan sy diberi penjelasan disitulah tempat mengambil air untuk keperluan sehari hari,lalu sy diantar ke puncak dan disana ada tugu dan sy disuruh naik ke tugu hingga ke puncak tugu walau susah payah sampai juga melewati puncak tugu itu.Yang jelas sy belum pernah mendaki gunung Lawu dan sy hanya menceritakan gambar disana secara astral saja,benar enggaknya hanya para kadang yg pernah mendaki samapai puncak Lawu itu.
    dari berita “langit’ kemarin malem bahwa akan ada dua sosok yg akan kejatuhan wahyu keprabon namun sayang dua sosok itu hanya terlihat wajahnya tapi tak disebut nama dan lokasinya dan yg satu dg kode/kiasan “Pangarso”.Kita doakan saja semoga kedua orang itu sanggup dan kuat menerima amanah langit,meski kategorinya bukan bukan SP tapi akan menggenapi rangkaian yang telah berjalan.Kondisi Nusantara dibutuhkan sosok yg kewahyon untuk menjaga kesimbangan dunia nyata dan ghaib.Smoga Nusantara tahap demi tahap bangkit dari keterpurukan dan timbul bibit2 yg bersih.

  22. Siapakah sosok yang duduk dg patrap semedi dg sikap duduk sperti Sang Budha,smedi disebuah cabang pohon diatas daun dan anehnya hanya satu-satunya daun sedang yang lain hanya berupa ranting-ranting kering,anehnya pohon itu tumbuh dilangit mungkinkah itu pohon “Bidara’ yang hanya tumbuh diantara langit ke-6 dan ke -7 ?kejadian berikutnya adalh pohon tempat bersemedi itu diguncang-guncang tapi sosok itu tetap duudk pada posisinya(bagai begawan Ciptoning melakukan tapa),kemudian pohon itu berhenti bergetar suasana hening sejuk ,sidem permani,kemudian terdengarlah suara yg menggema ke seluruh isi langit sabdaNya :” Sungguh baru kali ini ada titah manusia yang spertimu,maka sudahilah samadimu dan turunlah kebumi untuk menunggu diwisuda kelak kemudian”.Kemudian sesampai dibumi begitu banyak manusia menyambutnya,dan terlihat pula ada satu sosok lagi juga akan diwisuda.
    Mungkinkah turunnya kedua wahyu itu sdh saatnya ? salam hormatku dan keluarga untuk kedua sosok itu,smoga rahmat dan kasihNya selalu menyertai kisanak berdua)smoga saja kedua sosok itu juga ikut ngintip di blog ini).

  23. Ngapuntenipun, kulo nate di tunggoni mbah lawu sewaktu saya tidur, rmyin kulo sowan teng candi cetho
    , gunung meniko ateges wiwitan lan paripurno. Sepuronipun menawi wontn klenta klentu.

  24. Ulasan dan reportasenya selalu menarik… vote mantab

  25. wawasan ingkang sae sanget kagem kulo ingkang dereng mangertosi. sugeng riyadi ki sabdo lan sedayanipun, mugi Gusti paring ridho dateng kita sami makhlukipun Gusti ingkang maha suci.

  26. Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H
    Mohon maaf lahir dan batin
    Damai di hati dan di bumi
    Semoga Tuhan senantiasa memberkati… Amin

  27. Sugeng riyadin kagem sedulur sedoyo, mugi gusti Kang Maha Kuaos tansah paring welas asih marang kito sedoyo…

  28. yayi nimas pripun kabaripun yayi,mugo2 gusti tansah peparing pepadanging urip lan kasihipun maring kita sedoyo..!
    monggo kesah teng mriki pemalang kotaku yayi….

  29. ngaturaken sugeng riyadhi,
    nyuwun pangapunten sedhaya kalepatan
    kagem para sedhulur wonten situs punika

    @pak sabda, lukisan yg menarik

    salam bahagia,

    niken

  30. wah jadi teringat pengalaman-pengalaman luar biasa bersama teman-teman beberapa tahun lalu di lawu… :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 909 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: