Teka-Teki Raden Jaya Sentika

Makam Aki Suria Kencana di Jalan Paledang Kota Bogor

Pertama kali kami bertemu dengan Raden Jaya Sentika sekitar pertengahan bulan September 2012. Beliau memperkenalkan diri sebagai Raden Jaya Sentika. Pasaeran beliau ada di wilayah Pulau Jawa bagian barat. Semula kami tidak sempat menanyakan siapakah gerangan beliau. Namun sedikit rasa penasaran terkuak ketika Kanjeng Ratu Batang, permaisuri Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrawati yang pasareannya di Puralaya Agung Imogiri, Bantul, Jogjakarta hadir untuk memberikan informasi bahwa Raden Jaya Sentika adalah panglima perang saat Kerajaan Mataram menaklukkan Batavia dari otoritas Pemerintah Kolonial Belanda pada abad 16 masehi. Saya diperintahkan langsung oleh Kanjeng Ratu Batang agar marak sowan kepada beliau untuk Pacak Baris (merapatkan barisan) guna persiapan masa Pemerintahan Satria Pambukaning Gapura yang tak lama lagi akan segera dimulai, tepatnya mulai 2013 dan 2014 yang akan datang. Itu artinya, kami harus melacak di mana beliau raganya dimakamkan. Jika moksa, melacak di mana tempat yang menjadi petilasan dan pamoksan beliau. Untuk sekedar menghaturkan sembah bekti sebagai generasi bangsa yang berkewajiban untuk selalu berbakti kepada bumi pertiwi, di dalamnya termasuk berbakti kepada kedua ortu dan para leluhur yang telah menurunkan kita. Termasuk leluhur bumi pura bangsa yang mewariskan pusaka berupa tanah perdikan bumi pertiwi dengan segenap warisan ilmu nan adiluhung. Karena bakti itu sebagai salah satu kunci utama bagi setiap orang jika ingin meraih kesuksesan hidup lahir dan batin.

Kami menyadari, untuk menemukan jejak dan lokasi di mana leluhur (besar) di makamkan atau tempat petilasannya bukan lah hal yang mudah. Tidak juga kita bisa sekehendak hati mengatur agar leluhur langsung menunjukkan lokasinya. Kenapa menjadi sebuah teka-teki, tentu saja kami dapat memahaminya bahwa kami masih butuh suatu spiritual odyssey guna menggenapi laku. Perjalanan mencari jejak yang memuat nilai sakral kami mulai pada tanggal 25 September 2012. Kami sadar, setiap jejak langkah dalam sebuah spiritual odyssey, pasti tidak ada yang sia-sia. Selama perjalanan asal kita cermat, kita akan melihat banyak tanda-tanda alam yang merupakan jawaban demi jawaban atas serangkaian misteri. Jika jawaban itu dirangkum kita akan menemukan jawaban yang utuh, gamblang, terang benderang. Tentu saja semua itu butuh pengorbanan moril dan materiil. Butuh kesabaran untuk menata emosi, butuh ketenangan batin agar kita selalu cermat dan awas terhadap setiap bahasa alam yang muncul.

Cengkareng

Semula kami dibantu dulur-dulur di Jakarta. Ada mas RZ, Mas UD staf pengajar Universitas Al-Azar dan Mas SS staf pengarar FH UI dan sekaligus kandidat Doktoral. Serta dibantu oleh Kang Tarmuji, sopir Bluebird yang setia mengantarkan hingga kurilingan di wilayah Teluk Naga hingga Cengkareng dan terakhir marak sowan ke makam sesepuh Betawi di bilangan Kota, Jakpus. Walau belum ada hasil, dan leluhur yang kami cari juga tidak kunjung tampak, kami tetap percaya ada manfaat di balik semua itu. Paling tidak kami tambah sedulur Kang Tarmuji dan bisa marak sowan di pasarean sepuh Betawi. Itu juga sangat berguna karena kami bisa menitipkan seseorang yang akan bertugas membuka gerbang atau gapura kejayaan Nusantara.

Dua Sosok Raden Jaya Sentika

Benar saja dugaan positif kami. Setelah acara SO-1 pada tanggal 27-28 Oktober usai. Tepatnya tanggal 30 Oktober, hadirlah Raden Jaya Sentika untuk yang keduakalinya. Namun kali ini saat berkomunikasi menggunakan bahasa Sansekerta yang cukup sulit kami pahami. Tetapi kami dapat menangkap maksudnya, kami diperintah untuk hadir di Candi Brahu Trowulan Mojokerto pada saat bulan purnama mencapai puncaknya yakni tanggal 5 Nopember 2012. Saya jadi ingat kejadian tiga bulan lalu, istri saya ajak ke Brahu untuk menghaturkan sembah bakti kepada siapapun leluhur yang memegang otoritas di sana. Sepulang dari Brahu, istri sering terbatuk dan bersin selama kurangblebih 10 hari. Setiap batuk dan bersin selalu mengeluarkan berlian berukuran antara 2 hingga 4 mili. Ada yang berwarna bening putih, kuning, kecoklatan, dan ada dua butir yang berwarna hitam (black diamond) yang berbentuk oval (kecikan) karena bentuknya hampir serupa dengan kecik atau biji sawo. Kini jumlahnya sudah ratusan dan semuanya sempat kami bawa ke pegadaian untuk dilakukan tes, dan hasilnya emmang seluruhnya berlian, kategori berlian kuno. Semula kami tidak bisa menembus hanya untuk sekedar mengetahui siapa gerangan yang telah memberikan segitu banyak berlian itu. Bahkan beberapa leluhur yang usianya sudah 400 tahun lebih sempat mengkhawatirkan keadaan istri saya. Bagaimanapun, jika satu butir berlian saja ada yang tertelan sudah cukup untuk membuat nyawa melayang. Kami paham kenapa leluhur sepuh pun tidak bisa mengetahui asal berlian itu dari siapa. Itu artinya, yang memberikan berlian itu adalah leluhur yang sangat sepuh usianya. Benar saja, pada akhirnya terjawab bahwa Raden Jaya Sentika dari Brahu lah yang memberikan. Jika merunut keterangan Raden Bantala, penjaga Candi Brahu yang juga banyak menggunakan bahasa Sansekerta, Candi Brahu dibangun sekitar akhir abad 10 sampai pertengahan abad 11. Taruhlah Radem Jaya Sentika Candi Brahu hidup pada masa 1100 tahun yang lalu. Setiap kami sowan ke Brahu beliau selalu memberikan berlian kepada istri.

Sampai di sini kami menyimpulkan bahwa Raden Jaya Sentika ada dua sosok, yakni Raden Jaya Sentika di Brahu yang menggunakan bahasa sansekerta hidup pada masa abad 11, dan yang satu lagi Raden Jaya Sentika menggunakan bahasa Jawa abad pertengahan (16-18) adalah panglima perang pasukan Kerajaan Mataram Pimpinan Kanjeng Sultan Agung saat merebut kota Batavia dari tangan Pemerintah Kolonial pada abad 16. Bisa jadi keduanya ada hubungan darah atau keturunan, namun praduga itu belumlah terkuak kebenarannya.

Kang Tarmuji

Sebagian Rombongan : Mas Sigit, Mas Amir Pohan, me, Mas Arianto, Mas Tomy

Tanggal 29 Oktober sehari setelah kegiatan SO-1 berlangsung, kami mendapatkan sms dari Kang Tarmuji, dia mendapatkan info yang mensinyalir pasarean Raden Jaya Sentika berada di Bogor di seputar Kebun Raya. Sehari kemudian Raden Jaya Sentika hadir untuk yang kedua kalinya. Beliau memerintah kami supaya marak sowan kepada beliau di Bogor untuk pacak baris, karena menurut beliau memang benar sumare di sekitar Kebun Raya, tak jauh dari pasarean Kanjeng Ratu Kencono Wungu dan Nyai Kentring Manik. Kami bersama dulur-dulur Jakarta dan Depok siap meluncur ke “tkp” pada tanggal 9 Nopember 2012 yll. Kali ini rombongan berjumlah 15 orang dengan 4 mobil kumpul di Kebayoran Baru, siap meluncur ke lokasi. Sore jam 14 Jakarta diguyur hujan sangat lebat tidak menyurutkan niat dan kemantaban kami. Kami tetap berangkat, dan seperti biasa, hujan mulai reda saat kami mulai beranjak dari home base. Itu pertanda sangat baik saat akan memulai suatu perjalanan sakral. Kami percaya nanti saat di lokasi pasti pas tidak ada hujan. Setelah melaui perjuangan tak mudah saat dalam perjalanan hingga menemukan lokasi pertama yang disinyalir sebagai pasarean Raden Jaya Sentika yang tepatnya ada di wilayah Jalan Paledang tepatnya sebelah barat Kebun Raya. Memang saat itu kami sempat melihat sekelebat Raden Jaya Sentika hadir. Walau hati kami masih ragu apakah pasarean itu benar Raden Jaya Sentika atau bukan, kami tidak terlalu menghiraukan. Yang penting kami marak sowan, nyekar, dan menghaturkan sembah bakti kepada siapapun juga leluhur yang ada di pasarean yang tampak sudah begitu tua itu. Keraguan apakah di situ makam Raden Jaya Sentika memang wajar, karena Raden Jaya Sentika sendiri pun belum memberi keterangan lebih jelas, apalagi menurut keterangan juru kunci makam itu adalah pasarean Eyang Suria Kencana. Saya paham maksud Raden Jaya Sentika yang sebenarnya hanya ingin menuntun rombongan kami dalam melakukan perjalanan spiritual untuk pacak baris. Namun begitu rombongan kami tetap patungan titipkan beaya untuk merawat makam tersebut, dan tak lupa menghaturkan terimakasih kepada Pak Mumuh, juru kunci yang sudah setia menjaga dan merawat makam tua sepanjang 3 meteran tersebut. Menurut keterangan salah seorang penduduk setempat, sehari sebelum rombongan kami sowan, di lokasi tersebut terjadi angin puting beliung tetapi tidak sampai merusak bangunan rumah penduduk. Kami serombongan bergegas beranjak pamit undur diri karena masih ada tugas yakni melaksanakan perintah Raden Jaya Sentika, agar semua yang ikut marak sowan ke Bogor disuruh makan kelapa muda dan meminum habis airnya, karena beliau menyampaikan pesan akan memberikan sesuatu kepada siapapun yang ikut marak sowan. Maka kami semua tak mau mennyia-nyiakan berkah itu.

Mbah Jepra dan Putri Galuh

Setelah kami semua makan kelapa muda di pasar, lalu rombongan kami menuju Kebun Raya di mana menurut keterangan Raden Jaya Sentika di sanalah Kanjeng Ratu Kencono Wungu dimakamkan. Sesampai di Kebun Raya, karena sudah di luar jam kerja, setelah negosiasi agak alot dengan petugas sekuriti akhirnya rombongan kami diperkenankan masuk ke dalam areal Kebun Raya untuk marak sowan atau ziarah menghaturkan sembah bakti. Suasana memang sangat gelap dan basah. Kami dipandu mobil petugas sekuriti menuju ke suatu tempat di mana di sana terdapat makam yang menurut keterangan Raden Jaya Sentika di situlah makam Kanjeng Ratu Kencono Wungu, salah satu istri Prabu Brawijaya 5 yang pada masa lampau dalam pelarian, karena menghindarkan diri dari amukan angkara anak tiri yang “durhaka” karena melawan orang tuanya sendiri. Namun menurut penduduk dan petugas setempat di situ, adalah makam Putri Galuh Kencana yang di kenal oleh masyarakat setempat sebagai permaisuri Prabu Siliwangi. Sedikit di atas makam Putri Galuh Kencana terdapat makam Mbah Jepra, yang diyakini masyarakat sebagai sesepuh kota Bogor yang paling tua dan sangat disegani. Kami serombongan bergantian menghaturkan sembah bakti kami, dan tak lupa berharap agar kami selalu dijangkung dan dijampangi dalam setiap langkah, terutama saat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Rasa terimakasih kami haturkan dengan penuh sikap tunduk dan hormat, karena sebagai generasi penerus bangsa yang berusaha menyadari atas segala yang telah diwariskan oleh kedua leluhur besar tersebut. Berupa bumi pertiwi, tanah perdikan, dan berbagai macam nilai kearifan lokal yang kini telah dicampakkan generasi sekarang yang lebih suka mengagungkan kearifan lokal bangsa asing sembari menghina kearifan lokal leluhurnya sendiri. Di manakah semangat Kabuyutan, sikap peduli terhadap para Karuhun Tatar Pasundan wahai anak-anak muda generasi penerus bangsa ? Apakah tidak sedikitpun terketuk hati, oleh kesadaran hati bahwa bukanlah bakti yang dipersembahkan melainkan perilaku durhaka serta khianat kepada bangsa dan leluhurnya sendiri. Itulah salah satu sebab utama atau sumber malapetaka bagi bangsa besar ini. Yang saat ini sudah kita semua rasakan.

Sabtu pagi, bertepatan hari pahlawan 10 Nopember 2012, pukul 06.00 saat mata kami masih merem dan enggan beranjak dari tempat tidur. Kami terhenyak oleh sapaan lembut dari seorang laki-laki setengah sepuh dengan dialek bahasa Indonesia dengan logat kental Sundanese. Beliau menyebut namaku. Semula kami sangka leluhur biasa, karena memang mengenakan pakaian yang sangat sederhana. Namun, sontak kami menghaturkan sembah sungkem, dengan sikap menunduk, tak berani menatap wajahnya, dan kedua telapak tangan kami menyatu di depan dahi sebagai sikap hormat. Saat beliau menyebutkan nama aslinya, yakni Prabu Siliwangi. Sangat terharu hati ini, karena beliau sebagai salah satu leluhur agung bumi putra bangsa berkenan menemui saya yang hanya sekedar rakyat jelata ini. Kami ini rakyat biasa, kami manusia biasa, tapi kami hanya memiliki kesadaran. Kesadaran untuk berbakti kepada bumi pertiwi, kepada leluhur bumi putra bangsa yang selama ini selalu di nomor-duakan bahkan ditaruh di nomor paling belakang setelah leluhur-leluhur asing dipuja-puji dengan sangat berlebihan hingga tega menganiaya saudara sebangsa setanah air sendiri demi dalih “kebenaran”. Sampai kapan harus menunggu hingga sebagian warga bangsa ini terketuk pintu hatinya. Apakah harus menunggu hingga benar-benar alam menghancurkan Nusantara sebagai bentuk mekanisme hukum keadilan terhadap generasi durhaka bangsa ini ? Kita semua sudah semestinya memulai dari dalam diri kita sendiri. Berkah alam semesta pasti akan berpihak kepada siapapun yang mewujudkan diri sebagai generasi   berbakti kepada Ibu Bumi Pertiwi dan kepada Bapa Angkasa Nusantara.

Sinergisme Supernatural Power

Sang Prabu Siliwangi berucap terimakasih karena kami dan rombongan sudah berkenan hadir mengucapkan sembah bakti dan rasa terimakasih, sesuatu yang sangat jarang terjadi pada generasi sekarang. Beliau memberikan restu kepada seluruh rombongan kami yang marak sowan ke Bogor malam itu. Beliau juga berjanji akan membantu usaha kami dalam pemekaran wilayah Propinsi Kaltara demi keamanan dan stabilitas sosial politik di perbatasan NKRI. Beliau berkenan memberikan doa restu kepada istri saya, agar berumur panjang, dan anak-anak yang masih di dalam kandungan dapat segera lahir dengan selamat. Beliau juga menyampaikan pesan, tidak akan merasa terganggu oleh sejarah masa lalu antara kerajaan Pajajaran dengan Majapahit karena memang semua itu tak lepas dari intrik pendatang dengan motivasi menguasai politik dan perekonomian Nusantara, walau dengan dalih sebagai penebar “kesalehan” model baru. Suatu berkah agung karena kami mendengar secara langsung bahwa Prabu Siliwangi berkenan menerima kami sepenuh hati, walau kami masih garis keturunan Majapahit dan Mataram. Beliau menambahkan suatu pesan, “aku juga akan mengabulkan harapan istrimu, “karena semua itu berkat kebaikan hati istrimu nak !

Sekian kali, kami harus menggarisbawahi bahwa sikap welas asih dengan setulusnya kepada seluruh mahluk dengan tanpa pilih kasih adalah sumber datangnya berkah agung. Hukum alam ini berlaku untuk siapa saja tidak pandang bulu agama, suku, ras, usia dan jenis kelaminnya. Asal sikap itu dapat kita tanamkan dalam hati sanubari sembari kita implementasikan secara nyata dalam kehidupan sehar-hari. Dengan sikap welas asih yang tulus sedemikian itu pula akan mampu mengetuk hati para leluhur besar bumi putra Nusantara ini. Sampai di sini saya harus mengingat kembali makna sesunggunya perintah Raden Jaya Sentika supaya pergi ke wilayah barat untuk pacak baris. Merapatkan barisan, atau mensinergikan kekuatan yang berasal dari para supernatural power atau leluhur agung bumi putra bangsa yang berperan saling bahu-membahu mendukung orang-orang yang bertugas memimpin bangsa guna bersama-sama membuka gerbang bagi kejayaan Nusantara. Leluhur tetap akan membiarkan bangsa ini terpuruk selama generasi bangsa tidak ada yang sadar untuk membangun kesadaran jati diri bangsa. NKRI akan mengarah pada kehancuran fatal selama bangsa besar ini masih berbangga hati menolehkan kiblatnya kepada bangsa asing yang mempunya kearifan lokal yang berbeda dengan kearifan lokal Nusantara. Tapi kita dapat menyaksikan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka menghardik bangsanya sendiri. Benar kata Bung Karno, bahwa bangsa ini akan mengalami penjajahan yang jauh lebih berat, karena penjajahan dilakukan oleh bangsanya sendiri.

Sebuah Teka-Teki (Baru)

Sejenak setelah kehadiran Prabu Siliwangi, pikiranku mulai timbul banyak pertanyaan. Pertama, tadi malam saya marak sowan kepada Kanjeng Ratu Kencana Wungu, dan sudah benar sesuai petunjuk Raden Jaya Sentika, tapi di sana penduduk mengatakan itu makam Ratu Galuh Kencana. Saya pribadi lebih berpihak pada keterangan Raden Jaya Sentika, sebab keterangan dari leluhur saya nilai lebih valid. Selama ini saya selalu membuktikan bahwa leluhur tidak ada yang bohong alias hoax. Apalagi leluhur sudah hidup melampaui batas dimensi ruang  dan waktu. Tentu saja mereka lebih waskita dan permana ketimbang kita-kita yang masih dibalut dengan raga. Karena raga kita seringkali membatasi kemampuan penglihatan mata batin kita. Yang kedua, bukankah tadi malam saya marak sowan dan haturkan sembah bekti adalah Mbah Jepra, tetapi mengapa di pagi harinya yang hadir adalah Prabu Siliwangi ? Yang pasti saya tidak berani menanyakan langsung kepada beliau, apakah beliau dulu menyamar sebagai rakya jelata dengan nama Mbah Jepra ? Saya pribadi memiliki kesimpulan yang lebih mengarah ke sana. Tapi saya lebih tidak berani lagi jika harus bawel menanyakan apakah Kanjeng Ratu Kencono Wungu dalam pengasingan beliau di kemudian hari menjadi permaisuri Prabu Siliwangi ? Jika memang ternyata demikian adanya justru hal itu dapat menjembatani gap-gap yang selama ini kadang masih dirasakan antara Sunda dan Jawa. Apalagi pada mulanya Nusantara ini adalah satu keluarga besar yang sama-sama memiliki leluhur besar yakni Raja Kudungga, Raja Kutai Lama yang pertama tercatat dalam kitab sejarah bangsa Nusantara. Dengan adanya restu secara langsung dari sang Prabu Siliwangi, itu artinya triangle superpower yang bisa dibayangkan sebagai ujung senjata trisula (trisula wedha), kini telah menemukan tangkainya. Untuk memahami maksud saya tentang triangle superpower, para pembaca yang budiman dapat membuka posting saya setahun lalu yang berjududul “Pesan dari gerbang tinatar Trowulan”. Semoga gerbang kejayaan bagi Nusantara segera tinarbuka, dengan bekal senjata trisula wedha. Semua itu tergantung dari kesadaran hati kita masing-masing sebagai generasi penerus untuk menemukan jati diri bangsa yang telah sekian lama terkubur oleh ulah bangsanya sendiri.

Makam misterius dengan panjang 3 meter

Makam misterius dengan panjang 3 meter

Terimakasih setingginya saya haturkan kepada Eyang Raden Jaya Sentika atas segala yang telah diberikan kepada kami semua, semoga bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang-orang terdekat, dan untuk semua orang. Terimakasih telah berkenan membimbing dan mengarahkan langkah kami semua. Hingga satu persatu teka-teki baru justru mulai terungkap. Dan benar saja, pacak baris sudah semakin lebar jangkauannya. Kami masih memiliki segudang teka-teki yang belum terungkap. Di manakah gerangan pasarean Raden Jaya Sentika yang sesungguhnya. Kami akan mengalir mengikuti aliran air. Pasti lama kelamaan akan ketemu juga. Teka-teki ini bukan untuk membuat kami bingung, sebaliknya agar kami dapat melewati jalan yang harus kami lalui. Demi nasib yang lebih baik dulur-dulur NKRI tanpa kecuali. Mari kita sama-sama menanam padi (kebaikan) dan jangan khawatir kita akan kekurangan rumput (materi). Karena rumput yang tumbuh subur justru akan selalu tumbuh jika kita sudah benar-benar menanam padi.

Salam Karaharjan

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 13, 2012, in Teka-Teki Raden Jaya Sentika and tagged , , , . Bookmark the permalink. 134 Komentar.

  1. salam knal ki dari saya
    izin nyimak..

  2. GUNUNG GEDE BITU
    ATAU TELAGA BEDAH
    ADALAH TERUNGKAPNYA RAHASIA
    █▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
    ▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
    █▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
    █║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
    ▀▀█║█▀█║█║▀▀█
    █▀▀║█║█║█║▀▀█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║▀▀▀
    PERHATIKAN TRISULAKATA DENGAN 9
    HURUF YG TDK SALING MENGHILANGKAN
    INSOEN~DIA (Hubungan Diri Dengan Tuhan)
    INI~SOENDA (Kehidupan Ini Namanya Sunda)
    IN~DONESIA (Dalam Kelimpahan Rahmat Tuhan)
    █║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█║█▀█
    █║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀
    █║█▀█║█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
    █║█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
    █║█▀█║█▀▄║█▀█║█▀█║█▀║█▀▀║█║█▀█
    █║█║█║█║█║█║█║█║█║█▀║▀▀█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀
    Perubahan konstruksi huruf~huruf
    dari INSOEN~DIA
    menjadi INI~SOENDA
    kemudian menjadi IN~DONESIA
    adalah sebuah KEAJAIBAN ILAHIYAH
    SEBAB TIDAK MENGHILANGKAN SATU HURUFPUN.
    Ini merupakan rahasia TRISULAWEDA sbb:
    INSOEN~DIA = DIMENSI AIR cikal bakal RUH
    INI~SOENDA = DIMENSI TANAH cikal bakal WUJUD
    IN~DONESIA = DIMENSI API cikal bakal NAFSU

    Sunda sesungguhnya Global BUKAN ETNIS
    Etnis berasal dari kata Et~Nusa atau Pulau
    Tidak pernah ada Pulau Sunda,
    Karena Sunda NAMA DUNIA.
    SUNDA MILIK KITA SEMUA
    Berpusat di PARAHYANGAN TENGAH,
    Disebut juga SUNDAPURA SURALAYA.
    SUNDA ADALAH FITRAH
    DAN JANGAN COBA DIPUNGKIRI
    SUNDA ADALAH PEMILIK SELURUH ASET DUNIA.

    █▀▀║█║█║█▀█║█▀▄║█▀█
    ▀▀█║█║█║█║█║█║█║█▄█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
    █▀▄║█▀█║█▀█
    █║█║█▄█║█║█
    ▀▀║║▀║▀║▀║▀
    █▀▀║█║█║█▀█║█▀█║█║█
    ▀▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀
    █▀█║█▀▄║█▀█║█║║║█▀█║█║█
    █▄█║█║█║█▄█║█║║║█▄█║█▀█
    ▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀
    █▀█║█║║║█▀█║█▀█▀█
    █▄█║█║║║█▄█║█║█║█
    ▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
    █▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
    █║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
    SUNDA berasal dari kata dasar SUNA
    SUNA artinya adalah TATANAN
    DA adalah ALAM WUJUD = ALAM DUNIA
    HA adalah ALAM HIDUP = ALAM AKHIRAT
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    Suna + Ha = Sunaha = SUNAH
    SUNAH adalah TATANAN LANGIT
    atau TATANAN AKHIRAT
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    Suna + Da = Sunada = SUNDA
    SUNDA adalah TATANAN BUMI
    atau TATANAN DUNIA
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

    █▀▀║█║█║█▀█║█▀▄║█▀█
    ▀▀█║█║█║█║█║█║█║█▄█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
    █▀█║█▀▄║█▀█║█║║║█▀█║█║█
    █▄█║█║█║█▄█║█║║║█▄█║█▀█
    ▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀
    █▀█║█║║║█▀█║█▀█▀█
    █▄█║█║║║█▄█║█║█║█
    ▀║▀║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
    █▀▄║█║█║█▀█║█║█▀█
    █║█║█║█║█║█║█║█▄█
    ▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀
    █▀█║█▀▀║█▀█║║█▀█║█║█║█▀▀║█▀█║▀█▀
    █▀█║█▀▀║█▀▀█║█▀▀║█║█║▀▀█║█▄█║║█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║║▀║▀║║║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║║▀
    █▀▄║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█▀▄║█║█║█▀█║█▀▀
    █║█║█║║║█▀█║█▄█║█║█║█║█║█║█║█║█║█║█
    ▀▀║║▀║║║▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀

    █▀█║█║█║█▀▄║█▀█║█║█
    █▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀▀█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀▀║║▀║▀║▀║║▀
    █▀█║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀█
    █▄█║█║█║█║█║█║█║█║█
    ▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀
    ║║║███║║║
    █║║▀█▀║║║
    ▀▀█████▀█
    ║║█████║▀
    ║║▄█║█▄║║
    ANGON adalah bentuk kata “Pangjero” dari
    bentuk primer ANGAN atau ANGANA.
    Perubahan bentuk kata ANGAN menjadi ANGON
    memberi makna seseorang yg MEMILIKI ANGAN-ANGAN.
    Budak Angon berarti BUDAK YG MEMILIKI CITA-CITA.
    Budak Angon menggambarkan manusia BUMIAN yang
    menyandang FILSAFAT BUMI atau FILSAFAT IBU dgn
    misi MAMAYU HAYUNING BUWANA.
    Filsafat Ibu bagi kemanusiaan tak lain adalah:
    PERWUJUDAN KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN.
    Budak Angon adalah SETIAP ORANG YANG MEMILIKI
    CITA-CITA DAN PERJUANGAN UNTUK MEWUJUDKAN
    KEADILAN & KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA.
    Budak Angon adalah SEBUAH KARAKTERISTIK yang bisa
    disandang oleh siapa saja dan berjuang merekonstruksi
    FILSAFAT KEHIDUPAN BUMI SECARA FITRAH.

    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    BUDAK ANGON ADALAH
    = SATRIA PININGGIT
    = MANUSIA BUMIAN
    = PEMBAWA SIFAT KEIBUAN
    = PEMBAWA FALSAFAH BUMI
    = MANUSIA SEKELAS NABI
    = MANUSIA TINGKAT SATU
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

    █▀█║█║█║█▀▄║█▀█║█║█
    █▀█║█║█║█║█║█▄█║█▀▀█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀▀║║▀║▀║▀║║▀
    ║║█║█▀█║█▀█║█▀▀║█▀▀║█▀█║▀█▀║█▀█║█▀█
    ║║█║█▄█║█║█║█║█║█║█║█║█║║█║║█▄█║█║█
    ▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║║▀║║▀║▀║▀║▀
    ║║║███║║║
    ║║║▀█▀║║█
    █▀█████▀▀
    ▀║█████║║
    ║║▄█║█▄║║
    JANGOTAN adalah bentuk kata “Pangjero” dari
    bentuk primer JANGGATAN atau JANGGATANA.
    Perubahan bentuk kata JANGGATANA menjadi JANGGOTAN
    memberi makna seseorang yg MEMILIKI HAKEKAT HIDUP.
    Budak Janggotan berarti BUDAK YG MEMILIKI
    PEMAHAMAN HAKEKAT HIDUP, YANG BERHUBUNGAN
    ANTARA MAKHLUK DENGAN SANG PENCIPTA
    Budak Janggotan menggambarkan manusia LANGITAN yang
    menyandang FILSAFAT LANGIT atau FILSAFAT BAPAK dgn
    misi RAHMATAN LIL ALAMIN.
    Filsafat Bapak bagi kemanusiaan tak lain adalah:
    PERWUJUDAN HAKEKAT HIDUP BAGI KESEMPURNAAN.
    Budak Janggotan adalah SETIAP ORANG YANG MEMILIKI
    PEMAHAMAN HAKEKAT HIDUP DAN BERJUANG
    UNTUK MEWUJUDKAN KESEMPURNAAN KEHIDUPAN
    UMAT MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA.
    Budak Janggotan adalah SEBUAH KARAKTERISTIK yang bisa
    disandang oleh siapa saja dan berjuang merekonstruksi
    FILSAFAT KEHIDUPAN LANGIT SECARA FITRAH.

    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    BUDAK JANGGOTAN ADALAH
    = SATRIA PINANDITA
    = MANUSIA LANGITAN
    = PEMBAWA SIFAT KEBAPAKAN
    = PEMBAWA FALSAFAH LANGIT
    = MANUSIA SEKELAS RASUL
    = MANUSIA TINGKAT DUA
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

    █▀█║║█▀█║▀█▀║█║█
    █▀▀█║█▄█║║█║║█║█
    ▀║║▀║▀║▀║║▀║║▀▀▀
    █▀█║█▀▄║█║█
    █▄█║█║█║█║█
    ▀║▀║▀▀║║▀║▀▀▀
    ║║║███║║║║║║█▀█
    █║║▀█▀║║█║║█║║║█
    ▀▀█████▀▀║║║║║█
    ║║█████║║║║║║█
    ║║▄█║█▄║║║║║║▄

    RATU ADIL ADALAH PEMIMPIN DUNIA
    adalah Manusia sekelas IMAM MAHDI
    adalah Manusia sekelas KHALIFATULARD
    adalah Manusia sekelas MAHA RAJA BUMI

    SUDAH PANTASKAH menjadi RATU ADIL?
    Atau SUDAH PANTASKAH menjadi IMAM MAHDI?
    Atau SUDAH PANTASKAH menjadi KHALIFATULARD?
    Atau SUDAH PANTASKAH menjadi MAHA RAJA BUMI?
    yang pangkatnya:
    Di atas Budak Angon & Budak Janggotan, atau
    di atas Satria Pininggit & Satria Pinandita, atau
    di atas Nabi & Rasul.

    BUMI INI BUKAN DIURUS OLEH
    Budak Angon & Budak Janggotan, atau
    Satria Pininggit & Satria Pinandita, atau Nabi & Rasul.

    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG KHALIFAH atau

    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH IMAM MAHDI atau

    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH MAHA RAJA BUMI atau

    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
    BUMI INI HARUS DI URUS OLEH SANG RATU ADIL
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    RATU ADIL ADALAH MANUSIA TINGKAT TIGA
    RATU ADIL ADALAH MANUSIA TINGKAT PARIPURNA
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    (Sumber: Buku Sunda Menbedah Zaman,
    Karangan: Mandalajati Niskala berikut
    penjelasan dlm Cuplikan Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    dan dari berbagai sumber lainnya)
    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    Bandung, 13/1/13
    EMBAH JAMBRONG

    • HATI-HATI DENGAN BABAKAN SILIWANGI

      Orang yang paling KEWALAT di Kota Bandung dalam pandangan Sunda adalah DADA ROSADA, karena telah menyewakan BABAKAN SILIWANGI KE PIHAK SUASTA, padahal lahan itu bukan aset Pemerintahan Kota Bandung.
      LAHAN ITU ADALAH WILAYAH SAKRAL YANG DISEBUT “BABAKAN LEBAK CAWENE”

      Maka perhatikan kata-kata saya Dada Rosada akan MASUK BUI dan KONGLOMERAT manapun yang merebut lahan itu akan MATI DISERANG PASUKAN GAIB.

  3. ║║║║║║║║║║║║║║║║║║║║║█████████████
    ║║║║███║║║║║║║███║║║║█████║║║█████
    ║█║║▀█▀║║║║║║║▀█▀║║█║██║██╚╦╝██║██
    ║▀▀█████▀█║█▀█████▀▀║██╚═║║║║║═╝██
    ║║║█████║▀║▀║█████║║║████║║║║║████
    ║║║▄█║█▄║║║║║▄█║█▄║║║████═╝█╚═████
    ║║║║║║║║║║║║║║║║║║║║║█████████████

    █▀█║║█▀█║█▀█▀█║█▀█║█║║█▀█║█▀█
    █▀▀█║█▄█║█║█║█║█▄█║█║║█▄█║█║█
    ▀║║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀▀║▀║▀║▀║▀
    ║║█║█▀█║█▀█▀█║█▀█║█▀█║
    ║║█║█▄█║█║█║█║█▄█║█║█║
    ▀▀▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║
    █▀█║█▀█║█▀█║║█║█
    █▀█║█▀█║█▀▀█║█║█
    ▀▀▀║▀║▀║▀║║▀║▀▀▀
    ▀▀█║█▀█║█║▀▀█
    █▀▀║█║█║█║▀▀█
    ▀▀▀║▀▀▀║▀║▀▀▀
    RAMALAN JAMAN BARU 2013.
    SEJAK TAHUN 2013 ADA 13 RAMALAN PENTING
    AKAN SERJADI DI DUNIA, sbb:

  4. Asalamualaikum. Wr wb
    Salam sejahtera bt kalian semua Yg Paling utama sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad Saw Nabi akhir Zaman beserta keluarga dan sahabat Nya…..
    Nabi Isa As Pengemban syariat Nabi Muhammad Saw di akhir zaman nanti …
    Imam Mahdi Masya Allaah
    Syaikh Abdul Qodir Jailani Wabillaah.

  5. Luar Biasa……………

  6. Salam, Blog yg luar biasa…

    Saya tdk tahu apkh Satria Piningit, Ratu Adil, Budak angon, Imam Mahdi adalah pribadi yg sama.

    Yg Saya pahami Imam Mahdi adalah sosok yg akan melakukan revolusi yg mendunia, Universal artinya akan berjuang lintas bangsa, bahkan lintas agama, beliau yg akan berjuang merubah sistem yg mencengkeram dunia dgn ketidak adilan yg sebenarnya menipu.

    Gambaran dari Hadist Nabi yg penuh dgn bahasa simbolik mengenai Al Masih Dajjal mulai terkuak yaitu Dajjal dan sistemnya, Tatanan Dunia Baru (The New World Order) yg di usung Zionis secara ekonomi, sosial, politik, budaya, yg dibungkus dgn sangat rapi. Arti kekuasaan bagi mereka adalah perbudakan manusia. Contoh, Sistem ekonomi dgn sistem uang kertas adalah hasil dari pemikiran mereka bangsa Yahudi Zionis yg penuh dgn Riba dan spekulasi, mata uang Dollar adalah mata uang yg paling berpengaruh didunia shngga yg paling diuntungkan adalah selalu dollar ( misal, jika mata uang Rupiah turun tak akan mempengaruhi dollar tapi jika mata uang dollar turun akan meruntuhkan yg lainya) , jg merupakan rekayasa mereka, Bank Dunia (World Bank) yg berada di washington USA, hampir bangsa2 dunia berhutang termasuk bangsa kita.

    Ideologi mereka adalah kebebasan dibuka selebar2nya yg berarti kemaksiatan dimana2, nilai2 kebenaran dijungkirbalikan, nilai keindahan tak lagi berada ditempatnya, yg tersisa hanyalah upaya menyebarkan kebodohan manusia lupa kpd diri dan penciptanya.

    Tdk ada upaya yg lbh baik untuk membendung itu semua kecuali kembali kpd keyakinan/ agama dan akar budaya, kearifan lokal.

    • cah cilik menik menik

      Kenapa ya kok pada bingung membahas imam mahdi satria piningit dll?kenapa kok pada gak baca ajaran siti jenar ya? Seharusnya yg lbh penting membangunkan budha tidur dlm diri kita masing2 toh itu juga satriia piningit cah angon atau apapun berbagai budaya menyebutnya?kenapa ya kok pada suka bingung2 dan muter muter?asap debu dan kabut memang membingungkan coy tabir tabir menghijab kasyaf dan didalam kotak ada kotak ada kotak dan banyak kotak lagi shg tanpa kita keluar berdiri diatas kotak2 labirin ini maka kesadaran semu yang kita punya shg hanya perdebatan layaknya anggota dewan yg ahirnya berujung duniawi yang fana dan tdk menebarkan kedamaian apalagi keindahan kemuliaan dan kemerdekaan sejati. Bgm kalau kita bahas saja langkah langkah memerdekakan satria piningit kita masing masing?
      Mohon dukungannya coy,,,

  7. Menghaturkan sembah bekti dumateng Kanjeng Ratu Kenongo Wungu. Menawi wonten lepat, ingsun nyuwun pangapuro. :) Bismillah,

  8. Assalamu Alaikum Wr. Wb
    Salam hormat dari bumi peradaban tertua di nusantara.

    Kalau sekiranya para budayawan mau terbuka dan tidak “takliq” pada Egobudaya masing-masing, maka izinkan aku menyampaikan sedikit keterangan.
    Peradaban tertua di Nusantara berdasarkan kajian buku “Sureq I Lagaligo” (sekarang ini naskah aslinya tersimpan dalam kaca terlindung di universiti Leiden Belanda) adalah berada di pusat Nusantara yaitu wilayah tengah pulau Sulawesi. Dulu bernama kerajaan Luwu. Menurut kajian Prof Kern hidup sekitar tahun 1890 beliau telah mengkaji buku tersebut dan setelah membandingkan dengan 2 karya besar peradaban manusia yaitu Kitab Mahabarata dari India dan buku Epos Yunani (peradaban tertua).
    Dalam penguraian nya, bahwa PERADABAN LUWU terjadi dalam 2 masa. PERADABAN LUWU KUNO ATAU YANG PERTAMA ditandai dengan munculnya PAJUNGNG’E (Raja) bernama “Patoto’E Puang Mattanru’E Ilaleng Massulengka’E. Munculnya peradaban ini di perhitungkan semasa peradaban Tiongkok Kuno sekitar 2000 tahun SM. Kemudian setelah berabad-abad tidak ada pemerintahan maka kemudian muncul PERADABAN KEDUA yang dimulai dengan PAJUNGNG’E (Raja) Simpurussiang dimana berketurunan sampai raja Luwu ke-40 saat ini.
    Bahkan Kutai Kertanegara yang dianggap tertua di Nusantara sebenarnya yang mendirikan kerajaan atau memulai peradaban disana adalah “LAKIPADADA PATTA LABANTANG”. Saat ini ada yayasan LAKIPADADA yang didirikan sesepuh kerajaan Kutai Kertanegara.
    LAKIPADADA atau PATTA LABANTANG ada 4 bersaudara. Tua bernama PATTA LABUNGA’ inilah nenek moyang asal keturunan Raja Luwu peradaban Kedua bernama Simpurussiang. Saudara ke tiga bernama PATTA LAMEA beliau ini merantau ke utara dengan tugas yang sama maka berdirilah peradaban di Sulawesi tengah sampai Gorontalo ke utara. Saudara ke empat bernama PATTALAMERANG merantau ke selatan keluar melalui teluk Bone maka berdirilah peradaban Buton bima dan mungkin ke pulau Jawa. Mereka berempat ini adalah anak keturunan dari SAWERIGADING OPUNNA WARE Legenda besar yang tertuang dalam Buku “SUREQ I LAGALIGO” sekedar informasi bahwa drama SAWERIGADING telah dipentaskan di 13 negara seluruh dunia termasuk di Jakarta. Saya ingin bertanya dalam kerajaan. Majapahit ada simbol kerajaan namanya “PATTALA” dari mana sejarahnya sehingga muncul kata itu.

    Silahkan para pembaca Menelusuri PERADABAN LUWU, KITAB DAN PARA TOKOH yang saya maksud diatas.
    Tidak salah kalau saya katakan bahwa pusat ATLANTIS ada dipusatnya Nusantara yaitu wilayah tengah Pulau Sulwaesi. Coba baca karya Prof. Santos dan buka Peta Nusantara.

    Kami yakin LUWU ANGKAT BANGKIT UNTUK KETIGA KALINYA DAN INSYA ALLAH SEBENTAR LAGI. Dan di sanalah munculnya PEMUDA BANI TAMIM dia muncul dari wilayah yang diliputi 3 Lautan. Masih ingat Abdul Kahhar Muzakkar Pemimpin DI/TII dia adalah Putera Luwu
    Keyakinan kami akan muncul kembali sebab ada dijelaskan dalam Kitab Kami bahkan lebih jelas dan detail. Para tetua adat kami sudah menunggu. Dan pertanda semakin jelas.
    Wassalamualaikum Wr.Wb
    PUTRA LUWU

    • cah cilik menik menik

      Bagus bro manteb setiap daerah di nusantara ini memang harus punya kebanggaan pada sejarahnya masing2. Bahkan pada jaman. Prasejarahnya juga. Tetapi lebih penting raih masa depan dengan berkarya maksimal pada saat sekarang ini shg kita tdk hanya punya sejarah elok tapi hrs dijajah Belanda sekian lama shg bukti sejarahpun mereka yg menguasainya. Kapaan bisa kita ambil lagi benda2 kita yg tersebar di museum bangsa lain?

  9. Nama ku Jaya Shantika yang konon katanya diambil dari leluhurku Joyo Sentiko dari majapahit, yang menjadi teka teki saya benarkah nama itu ada di Majapahit ? karena konon menurut cerita buyutku adalah salah satu putri yang dulu melarikan diri karena tidak diperbolehkan menikah dengan suku sunda apalagi keturunan Siliwangi dikarenakan peristiwa bubat, hingga saat ini kami berada di tanah sunda tanpa tau leluhur kami sebenarnya…saya sungguh terkaget kalaupun mungkin saja bukan beliau yang dimaksudkan diatas tapi mengusir rasa penasaran saya ternyata nama itu ada di jajaran leluhur Majapahit….Salam SIlaturahmi…Rahayu _/\_

  10. Hendra Gunawan, SS

    Dear Patta, saya mengagumi cerita anda, Abdul Qahhar Mudzakkar bernama asli La Domeng/ tukang judi, berubah nama jadi Abdul Qahhar Mudzakkar setelah belajar Islam di Jawa. Namanya diambil dari nama gurunya di Jawa yaitu Ust. Abdul Kahar Mudzakkir. Ada kata-kata dari bahasa Jawa masuk kedalam bahasa daerah Makassar-Bugis misalnya kata lading artinya pisau. Sebaliknya Syekh Yusuf Makassar menjadi mursyid bagi sebagian bangsawan suku Jawa dan Banten. Artinya ambilah kebaikan dari manapun datangnya!. Untuk Santi, sebagian literatur mengatakan Prabu Kertanegara ingin menjadi Maharaja, maka dilakukanlah perkawinan politik, antara lain putrinya dinikahkan dengan Raden Wijaya dari Pajajaran. Tapi karena kudeta dari Raden Jayakatwang/ Kediri maka gugurlah ia. Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan Majapahit. Literatur yang lebih tua menulis kalau Wangsa Sanjaya (dari Mataram Hindu) masih keturunan dari Eyang Sempak Waja dari Galunggung/ Galuh Agung. Jadi intinya dahulu sebagian besar Nusantara masih sedulur. Maka bersatulah dan bekerja samalah. Woullohua’lam.

  11. tidak ada kata lain selain decak kagum kepada Ki Sabdo sembari hati ini bertanya-tanya kapan hidupku bisa berguna,

    salam hormat Ki
    Gamoer Terate

  12. sabdo palon naya genggong damar wulan

    seorang pemuda dulu dia datang dari barat ke timur bersama pasukannya dan mosak di kota kabupaten bagian utara kalimantan timur tepatnya di pingir kali, sekarang dia hidjrah dari timur ke barat berkelana seorang diri,sebagai seorang pemuda yang sederhana berkelakuan bocah,menjalani lakon cukup menderita, carilah 7 org pemuda yg bisa memindahkan gunung himalaya ke indonesia,itulah orgnya kata”eyang sentoloyo”

  13. Hello there! Do you know if they make any plugins to assist with SEO?

    I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing
    very good gains. If you know of any please share.
    Cheers!

  14. Sebagai orang yang baru melek keberadaan ciptaanNYA, mohon diterima sebagai anggota Ki sabdo.

  15. Wonderful web site. A lot of useful info here. I’m sending it to several friends ans additionally sharing in delicious. And certainly, thank you on your sweat!

  16. sampurasun, aki sy mau tanya dan minta penjelasan aki pernah dger nda nama raden rahmat sukma wijaya kusuma

  17. tertarik dan trenyuh.mrasa ingin di bimbing lagi biar laku tdak nyimpang ,karena terasa tentrem teguh kukuh rahayu slamet.itu sja yg bsa terucap.
    one more…dsni kalo orang2 fanatik thd agama *Itu* pasti langsung mlongo-dowoh.

    kemblilah ke jatidiri bangsa yang tdk pernah disebarkan namun sudah ada di dlm setiap insan.
    matur nembah nuwun.
    rahayu

  18. –Sejarah Kelam Nusantara–

    Kejayaan Kekhalifahan Islam dahulu dibarengi dgn Membuka diri dgn Pengetahuan dari Luar, Khalifah Harun Al Rasyid bahkan memerintahkan untuk menerjemahkan berbagai naskah dari india dan berbagai penjuru dunia lainya termasuk indonesia, setiap satu terjemahan naskah dibayar dgn satu batang emas.

    Bertolak belakang ketika Demak berdiri dan berkuasa lalu terjadi konflik Ideologi dan Kekuasaan dgn Majapahit akhirnya Majapahit diserang. Naskah2 yg berharga”malah dibumi hanguskan, mungkin ada yg terselamatkan.

    Sama tragisnya dgn Pajajaran yg diserang oleh Kesultanan Banten yg didukung dan di bantu”Pasukan Demak shngga”Pajajaran harus melakukan perang mundur mempertahankan diri karena perang yg tak seimbang, kalah telak dalam jumlah pasukan.

    Padahal antara satu dgn lainya masih satu keturunan, satu darah baik”Majapahit dan Demak ataupun”Pajajaran dgn Kesultanan banten.

    Sepertinya telah terjadi yg dinamakan fanatisme buta thd agama dan agama dipolitisasi dijadikan alat untuk merebut kekuasaan.

    Tapi bagaimanapun sejarah walaupun kelam menjadi pelajaran dan mhn maaf tdk”menyudutkan atau saling”menyalahkan karena toh para pelaku sejarahnya bukan kita yg”hidup”saat ini dan”sdh tdk ada alias berpindah alam.

    Mhn maaf ikut belajar dan ngangsu Kawruh..

  19. Hendra Gunawan, SS

    Dear Orbia, kalau menurut Tom Pires dari Portugis keruntuhan Majapahit tahun 1478 justru oleh serangan Kediri yang juga beragama Hindu, jadi bukan oleh Demak, Raden Fatah dan Batara Katong terlambat datang membela orang tuanya. Baru beberapa bulan berikutnya pasukan Demak dan Ponorogo dapat menaklukkan Kediri-Hindu. Sunan Kudus berfatwa agar di Jawa umat Hindu yang cinta damai dilindungi dan jangan memotong sapi ketika selamatan serta hari raya Idhul Adha!. Fatwa ini bahkan masih ditaati oleh rakyat Kudus sampai saat ini. Serangan Banten ke Pajajaran adalah untuk mencegah koalisi Pajajaran-Portugis. Serangan Banten ke Kerajaan Islam Palembang dan Sumedang Larang kurang saya mengerti maksudnya. Kemungkinan faktornya adalah ashobiyyah/ fanatisme kesukuan yang mulai hidup setelah VOC datang ke Banten, padahal fanatisme kesukuan dilarang didalam agama Islam. Nah ini perlu kita jadikan pelajaran disaat sekarang, mari kita bersatu karena kuat dan kuat karena bersatu!. Saya pribadi mengusulkan agar kita kedepan perlu membentuk Forsa Naga (Forum Silaturahmi Nasionalis-Agama-Aliran Kepercayaan). Woullohua’lam.

  20. hehehe… senyum simpul simpulkan sendiri… sederek-sederek sedanten…

  21. Bhikkhu Dhammaraja

    Namo Buddhaya,

    Terimakasih eyang, telah membagi hal tentang raden jaya sentika tersebut. Saya sendiri dimasa lalu pernah hidup sebagai Jaka Tarub, dan menurut informasi yang saya terima dari Dewi Lanjar, sudah tiba saatnya Nawangwulan kembali jadi manusia.
    Apakah Dewantoro berminat dengan Nawangwulan? Karena saya sudah jadi bhikkhu sekarang.

    Perihal tentang dulu-dulu yang saya ceritakan seperti srikandhi, putri sambhala, dsb itu tidak ada yang salah sampai sekarang. sikandhi memang anti islam dan sampai sekarang masih giat melakukan niat untuk menghancurkan indonesia.
    Sedangkan sultan herucakra sudah kawin dengan putri shambala, kira-kira beberapa hari saat saya cuap-cuap di blog dulu.
    Tapi perlu diperhatikan ada banyak timeframe, jika pelakunya adalah sh, karena kembaran saya itu adalah petualang waktu. itu akan ada pengaruh juga ke saya, saya rasa.

    Untuk bekas saudaraku, Ades, anda tidak bisa lagi berdoa pada Allah. Doa anda dulu sudah yang paling tinggi. Sisanya jika anda berdoa, cuma yang kecil-kecil saja. Itulah pembalasan kami dari kurawa atas siasat krisna dulu sehingga Karna yang sebenarnya lebih hebat jadi tidak hebat karena senjatanya dimakan satu.

    Alah, ngapain siasat. Langsung kekuatan sebenarnya lu tunjukin. bisa gak lu. hehehe.

    Semoga seluruh makhluk berbahagia,
    YM Bhikkhu Dhammaraja Mahathera, Vihara 10.000.000 Buddha

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Saya tidak merasa parikesit itu pandawa (pandawa parikesit?). Karena itulah sebut saja kurawa, karena pandawa cuma 5.

      Dijaman dulu ada dewi bertanya pada resi, saya mau pria berkekuatan 5 pria. resi resi ini iri mereka jadi dikatakanlah tidak ada, yang ada cuma 5 pria. jadi harus kawin 5 pria.
      Sebenarnya ada pria berkekuatan 5 orang yaitu Parikesit. Tapi untuk apa. banyak orang gak pernah jadi Buddha karena selalu menunggu beberapa kali kelahiran untuk ketemu yang dia dapat, mau gayahidup seperti mau dia. UNTUK APA.

      Semoga seluruh makhluk berbahagia.

  22. Samudra Banyu Biru

    Karna tetap kakak saya….sampai pada kehidupan sekarang.
    Kresna melakukan diasat agar lakon tetap pada jalurnya….

  23. Ass.bang maaf mengganggu,tapi sungguh saya berterima kasih pada abang dan rombongan,saya ingin bertanya,apakah di keramat seputar gunung sindur atau rumpin ada sebuah pusara atau apa..?sejenis apa..?saya kurang tau persis keramat itu dijaga 8 Gaib,menurut kakek jauh sebelum mengalami sakit tua ( pikun ) belium mengatakan kepada Alm Bapak saya bahwa keramat yang dimaksud ada kaitanya dengan peningglan leluhur saya dan bapak saya,jadi saya kurang paham karna kakek dan bapak saya udah Almarhum jadi saya bertanya apa iya….apa iya itu selalu bertanya pada diri benak saya..mohon keterangan yang bisa membantu saya karna kurang paham sekali.terima kasih atas keterangan abang semua,semoga kita selalu mendapat ampunan dari Allah SWT..Aminn.

  24. assalamuallaikum wr.wb

    Mungkin semua kunci yang di cari di sekitar gunung lawu. Hehehe semoga menjadi info yg akurat
    wassalam

  25. Yang saya tahu “Jaya Sentika Natawijaya ntah sama dgn yg penulis maksud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 909 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: