KEJAWEN ; Ajaran Luhur Yang Dicurigai & Dikambinghitamkan

KEJAWEN

“Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai

Dan Dikambinghitamkan

 

 

Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai

 

Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial,  pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst.

 Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut. Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-sama-makna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sbb;

 

Klenik : merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.

Mistis : adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.

Tahyul : adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat  mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta.  Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam.

Tradisi : dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat. Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan. Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja,  sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.

Kejawen : berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

 

 

Ajaran Tentang Budi Pekerti, Menggapai Manusia Sejati

 

Dalam khasanah referensi kebudayaan Jawa dikenal berbagai literatur sastra yang mempunyai gaya penulisan beragam dan unik. Sebut saja misalnya; kitab, suluk, serat, babad, yang biasanya tidak hanya sekedar kumpulan baris-baris kalimat, tetapi ditulis dengan seni kesusastraan yang tinggi, berupa tembang yang disusun dalam bait-bait atau padha yang merupakan bagian dari tembang misalnya; pupuh, sinom, pangkur, pucung, asmaradhana dst. Teks yang disusun ialah yang memiliki kandungan unsur pesan moral, yang diajarkan tokoh-tokoh utama atau penulisnya, mewarnai seluruh isi teks.

Pendidikan moral budi pekerti menjadi pokok pelajaran yang diutamakan. Moral atau budi pekerti di sini dalam arti kaidah-kaidah yang membedakan baik atau buruk segala sesuatu, tata krama, atau aturan-aturan yang melarang atau menganjurkan seseorang dalam menghadapi lingkungan alam dan sosialnya. Sumber dari kaidah-kaidah tersebut didasari oleh keyakinan, gagasan, dan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat yang bersangktan. Kaidah tersebut akan tampak dalam manifestasi tingkah laku dan perbuatan anggota masyarakat.

Demikian lah makna dari ajaran Kejawen yang sesungguhnya, dengan demikian dapat menambah jelas  pemahaman terhadap konsepsi pendidikan budi pekerti yang mewarnai kebudayaan Jawa. Hal ini dapat diteruskan kepada generasi muda guna membentuk watak yang berbudi luhur dan bersedia menempa jiwa yang berkepribadian teguh. Uraian yang memaparkan nilai-nilai luhur dalam kebudayaan masyarakat Jawa yang diungkapkan diatas dapat membuka wawasan pikir dan hati nurani bangsa bahwa dalam masyarakat kuno asli pribumi telah terdapat seperangkat nilai-nilai moralitas yang dapat diterapkan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup manusia.

 

Dua Ancaman Besar dalam Ajaran Kejawen

 

Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya.

Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatan-kekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan

 

NAFSU

 

Hawa nafsu (lauwamah, amarah, supiyah) secara kejawen diungkapkan dalam bentuk akronim, yakni apa yang disebut M5 atau malima; madat, madon, maling, mangan, main; mabuk-mabukan, main perempuan, mencuri, makan, berjudi. Untuk meredam nafsu malima, manusia Jawa melakukan laku tapa atau “puasa”. Misalnya; tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Tapa brata ; sikap perbuatan seseorang yang selalu menahan/puasa hawa nafsu yang berasal dari lima indra. Nafsu angkara yang buruk yakni lauwamah, amarah, supiyah.

Tapa ngrame; adalah watak untuk giat membantu, menolong sesama tetapi “sepi” dalam nafsu pamrih yakni golek butuhe dewe.

Tapa mendhem; adalah mengubur nafsu riak, takabur, sombong, suka pamer, pamrih. Semua sifat buruk dikubur dalam-dalam, termasuk “mengubur” amal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain, dari benak ingatan kita sendiri. Manusia suci adalah mereka yang tidak ingat lagi apa saja amal kebaikan yang pernah dilakukan pada orang lain, sebaliknya selalu ingat semua kejahatan yg pernah dilakukannya. 

Tapa ngeli, yakni menghanyutkan diri ke dalam arus “aliran air sungai Dzat”, yakni mengikuti kehendak Gusti Maha Wisesa. “Aliran air” milik Tuhan, seumpama air sungai yang mengalir menyusuri sungai, mengikuti irama alam, lekuk dan kelok sungai, yang merupakan wujud bahasa “kebijaksanaan” alam. Maka manusia tersebut akan sampai pada muara samudra kabegjan atau keberuntungan. Berbeda dengan “aliran air” bah, yang menuruti kehendak nafsu akan berakhir celaka, karena air bah menerjang wewaler kaidah tata krama, menghempas “perahu nelayan”, menerjang “pepohonan”, dan menghancurkan “daratan”.

 

PAMRIH

 

     Pamrih merupakan ancaman ke dua bagi manusia. Bertindak karena pamrih berarti hanya mengutamakan kepentingan diri pribadi secara egois. Pamrih, mengabaikan kepentingan orang lain dan masyarakat. Secara sosiologis, pamrih itu mengacaukan (chaos) karena tindakannya tidak menghiraukan keselarasan sosial lingkungannya.  Pamrih juga akan menghancurkan diri pribadi dari dalam, kerana pamrih mengunggulkan secara mutlak keakuannya sendiri (istilahnya Freud; ego). Karena itu, pamrih akan membatasi diri atau mengisolasi diri dari sumber kekuatan batin. Dalam kaca mata Jawa, pamrih yang berasal dari nafsu ragawi akan mengalahkan nafsu sukmani (mutmainah) yang suci. Pamrih mengutamakan kepentingan-kepentingan duniawi, dengan demikian manusia mengikat dirinya sendiri dengan dunia luar sehingga manusia tidak sanggup lagi untuk memusatkan batin dalam dirinya sendiri. Oleh sebab itu pula, pamrih menjadi faktor penghalang bagi seseorang untuk mencapai “kemanunggalan” kawula gusti.

     Pamrih itu seperti apa, tidak setiap orang mampu mengindentifikasi. Kadang orang dengan mudah mengartikan pamrih itu, tetapi secara tidak sadar terjebak oleh perspektif subyektif yang berangkat dari kepentingan dirinya sendiri untuk melakukan pembenaran atas segala tindakannya. Untuk itu penting Sabdalangit kemukakan bentuk-bentuk pamrih yang dibagi dalam tiga bentuk nafsu dalam perspektif KEJAWEN :

  1. Nafsu selalu ingin menjadi orang pertama, yakni; nafsu golek menange dhewe; selalu ingin menangnya sendiri.
  2. Nafsu selalu menganggap dirinya selalu benar; nafsu golek benere dhewe.
  3. Nafsu selalu mementingkan kebutuhannya sendiri; nafsu golek butuhe dhewe. Kelakuan buruk seperti ini disebut juga sebagai aji mumpung. Misalnya mumpung berkuasa, lantas melakukan korupsi, tanpa peduli dengan nasib orang lain yang tertindas.

 

Untuk menjaga kaidah-kaidah manusia supaya tetap teguh dalam menjaga kesucian raga dan jiwanya, dikenal di dalam falsafah dan ajaran Jawa sebagai lakutama, perilaku hidup yang utama. Sembah merupakan salah satu bentuk lakutama, sebagaimana di tulis oleh pujangga masyhur (tahun 1811-1880-an) dan pengusaha sukses, yang sekaligus Ratu Gung Binatara terkenal karena sakti mandraguna, yakni Gusti Mangkunegoro IV dalam kitab Wedhatama (weda=perilaku, tama=utama) mengemukakan sistematika yang runtut dan teratur dari yang rendah ke tingkatan tertinggi, yakni catur sembah; sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Catur sembah ini senada dengan nafsul mutmainah (ajaran Islam) yang digunakan untuk meraih ma’rifatullah, nggayuh jumbuhing kawula Gusti. Apabila seseorang dapat menjalani secara runtut catur sembah hingga mencapai sembah yang paling tinggi, niscaya siapapun akan mendapatkan anugerah agung menjadi manusia linuwih, atas berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Kasih, tidak tergantung apa agamanya.

 

sabdalangit

  1. Menjawab pernyataan ampuniaku. Maaf ya, Jauh sebelum agama-agama masuk ke Nusantara ; a. Hindu ( abad ke IV ), b. Budha ( abad VI/VII ), Islam ( abad XII ), dan Kristen ( abad XV ) di pulau Jawa dan Pulau-pulau lain di Nusantara sudah memiliki kepercayaan lokal masing-masing termasuk Kejawen. Diakui bahwa kepercayaan tersebut , memang merupakan perkembangan dari aliran Animisme dan dinamisme, yan menganggap semua makhluk memiliki nyawa dan ada sebagian yang memiliki kemampuan lebih ( gaib ). Karenanya manusia wajib menghormati setiap makhluk tersebut dengan menjaga kelestariannya dan menggunakannya sesuai keperluannya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Nya yang memiliki kemampuan spiritual pengendalian diri dan penguasaan rasa yang tinggi melaksanakan kegiatan tersebut dengan caranya sendiri-sendiri, dan itu syah serta hormati/hargai sebagai kasil penyempornaan diri ( budaya ). Sama halnya agama – agama yang saya sebutkan di atas. Sesungguhnya agama adalah merupakan sarana hubungan pribadi seseorang kepada khaliknya. Jadi tidak ada agama bersifat kolektip. agama bersifat pribadi. Karena banyaknya penganut agama tertentu, maka mereka membuat suatu komunitas ( ummat Muslim, ummat Kristen, ummat Hindu, ummat Budha dll ). Sama halnya Ajaran Kejawen. Ketika Nabi Musa AS banyak pengikutnya, maka jadilah pengikut nabi Musa as membentuk suatu komunitas yang sekarang disebut Yahudi ( ya bangsa, ya agama ), dengan Taurat Kitab sucinya. Ketika nabi Daud berkuasa atas ummat Israel hadirlah kitab Suci Zabur ( Mazmur ). Ketika nabi Sulaiman berkuasa atas bangsa Israel, hadirlah Kitab suci Amsal. Ketika nabi Isa hadirlah kitab suci Injil. Yang semua Kitab Suci tersebut, disatukan mejadi; Amsal dan Zabur ada dalam Taurat Musa sedangkan Injil terpisah dan disatukan dalam Al Kitab yang terdiri dari Taurat dan Injil. Ketika nabi Muhammad saw lahir dan dewasa hadirlah Kitab Suci Al Quran. yang lebih menekankan hadiah surga dan siksa neraka. sehinngga umat Islam mengklaim bahwa semuan agama/kepercayaan di luar Islam kafir. Sekali lagi yang mengatakan kafir adalah umat ( suatu komunitas orang yang beragama Islam ) bukan orang beragama Islam (secara pribadi). Perlu diketahui kepercayaan lokal termasuk Kejawen sudah ada dan menjadi cikal bakal kepercayaan yang ada di Nusantara ini, namun tetap menerima kehadiran agama lain ( asing ); Hindu, Budha, Islam dan Kristen karena ajaran Kejawen adalah senantiasa menghargai semua makhluk ( titah ) Yang Maha Kuasa. apalagi sesama manusia. Sifat menhormati dan menghargai itulah yang kemudian disalah artikan bahwa kepercayaan Kejawen adalah kepercayaan yang dianggap rendah oleh umat ( secara komunitas ) beragama lain utamanya Islam dan dianggap sebagai kafir, musryk dll. Padahal Allah tidak menghendaki hal itu. Allah menciptakan manusia apapun agamanya baik adanya. Tidak semua umat beragama khususnya Islam pasti masuk surga, dan tidak juga semua orang yang dianggap kafir oleh umat beragama khususnya Islam pasti asuk neraka, jangan-jangan malah terbalik umat kepercayaan lokal yang selalu menjaga keharmonisan hubungan antar manusia, keharmonisan dengan alam semesta, dan bersikap menghormati/mengahrgai sesama yang dimasukkan ke surga, dan umat beragama khususya Islam yang lebi bayak menganggap kafir orang lain yang tidak sehaluan, dan yan saat ini lebi banyak tersangkut kasus korupsi yang masuk neraka. Tulisan ini saya tulis, semata-mata untuk menciptakan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Bagi yang beragama apapun agamanya mari kita hidup sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing. Ingat bahwa, Agama bukan merupakan kelompok ( komunitas ) tetapi Agama merupakan sarana hubungan pribadi seseorang dengan khaliknya.

  2. woiiiiii kang BA….hahahahaha

    apa kabar lama ga jumpa (terjemahan : long time no see) yah

    sekarang bolehkan kalau aku balik ke jepang….habis gimana kan sudah dibilang tidak boleh memaksa.,….pak karno kasihan….
    jadi diikhlaskan kalau aku balik ke Jepang…..banyak yang harus aku lakukan di sana

    1. pertama KAWIN hahahahahaha
    tinggal dengan enak dan damai jauh dari politik di Kyoto….

  3. pesan dari BA :
    Jangan balik dulu, nusantara masih membutuhkan hi hi hi …
    pak karno juga telah memaksa hi hi hi ….
    dapetin cwk sini aja kan banyak cwk yg hi hi hi ….

  4. perempuan priangan

    memang siapa kau neng peni, ngatur2 aku….enak saja ga bisa…

  5. nusantara mem buahkan hasil…..hi hi hi

  6. TUHAN KAMI ADALAH ALAM, NAMA TUHAN ADALAH NAMA KIASAN, KLU BOLEH KAMI TIDAK MENULIS IDENTITAS NAMA AGAMA DI KTP ,LBH BAIK NGAK, BANYAK CARA MENYEMBAH ALAM,KRN ALAM MEMBERIKAN BANYAK CARA MEMBANTU KITA HIDUP.SAYANG DGN MANUSIA,ALAM ,TUHAN DAN CIPTAANYA.
    ………………………………………………………..

    TUHAN KAMI ADALAH ALAM —————————————————— TUHAN = ALAM

    HIDUP.SAYANG DGN MANUSIA,ALAM ,TUHAN DAN CIPTAANYA.—— ALAM /= TUHAN

    ??????????????????????????????????????????????????????????????????

  7. !!!!!!!!!!!
    Tuhan = Alam, Alam=Tuhan,……..
    “=” (Identik)

    “Aku ” menunjuk ke dada
    Aku tak tampak, yang tampak dada(fisik)
    di dalam dada Qolbu(jantung/hati)

    Tuhan ditunjukan dengan adanya Alam( ilmu dan kehidupan)
    Tuhan tak tampak, yang tampak Alam
    di Alam ada ilmu dan kehidupan yang disifati oleh sifat Tuhan
    Tuhan mensifati Alam atas ilmu-Nya dan sifat hidup Nya

    Hanya dengan melihat /membaca Alam kita mengenal Tuhan
    hanya dengan melilhat/membaca/intopeksi diri kita mengenal Tuhan

    Tuhan=Alam,……..Alam=Tuhan,……….is no trouble,..!!!
    Tuhan meliputi seluruh kehidupan, tidak di atas/di bawah, tidak di depan/blakang, tidak diluar alam, namun terasa dalam hidup dan alam kehidupan pada setiap hembusan nafas dan detak jantung……….

    salam bak sukses salalu

  8. Lho bukannya Alam ….penyanyi dangdut tho ?

  9. seng suka blusukan….

  10. yang ‘mencipta tidak dapat ‘dipersamakan dengan yang ‘dicipta.
    kamu mengetahui kata dan makna ‘alam itu pun hanya sebatas ‘alam mu.

    S’alam

    note:
    lumayan buat selingan,
    silahkan dillanjutkan mencari di primbon bentuk dan arti lambang itu..h h h

  11. dulu mana adanya tuhan dngn manusia

  12. BERTUHAN

    Manusia yg berTuhan
    Pasti sayng dan berkomitmen memelihara Allam sesuai kapasitas masing2.
    Selamat berjuang.

    AGAMA SEBUAH METODE UTK MENDAPAT PENCERAHAN
    HATI TERCERAHKAN HATI YG ELAS, SAYANG PD SEMUANYA
    SEMUANYA, ALLAM INCLUDE MANUSIA DI DALAMNYA

    Life is simple
    Life is easy
    Life is happy

    Semoga kita bertemu Tuhan dalam kehidupan kita

    Indonesia Damai
    Sejahtera maanusianya
    Segar sejuk hijau elok Allamnya

    ……………. Smile birds ………………

  13. lumayan buat selingan,
    silahkan dillanjutkan mencari di primbon bentuk dan arti lambang itu..h h h

    Ngiri ya
    bukumu tulisan thok.. kakuuuuuuuuuuuuu…..

  14. emang ….hh..hh
    semua kulit agama hanya permainan analogi dan sugesti… tok, tak lebih…. .
    mari kita cari bedasarkan primbon qur’an,….utk mendekati prakiraan dalam prasangka-prasangka nanar dan nyasar gak pernah tentu.

    lumayan lah kulit agama pun bisa di buat mainan kupasan nya
    buat selingan mengisi waktu hidup, dari pada dungu thdp isi nya…hh..hh

    salam baik ,…sukses selalu

  15. wisnu tiang djawi

    @mas Bima yg budiman
    Klo mas Bima gak setuju dgn ajaran kejawen sebaiknya anda gak usah komentar di blog ini,, itu sama dengan merendahkan ajaran anda yg anda anggap paling benar,,,
    salam perdamaian seluruh bumi,,,,

  16. yang ‘mencipta tidak dapat ‘dipersamakan dengan yang ‘dicipta.
    kamu mengetahui kata dan makna ‘alam itu pun hanya sebatas ‘alam mu.

    betuuuuuul……?!

    S’alam

    note:
    lumayan buat selingan,
    silahkan dillanjutkan mencari di primbon bentuk dan arti lambang itu..h h h

    gong………….gong……..gong gong……guk guk……………husssssss

    baru setengah mas………setengah ilmu dunia……………h h h

  17. Setuju Mas Bratayuda….
    “lumayan lah kulit agama pun bisa di buat mainan kupasan nya
    buat selingan mengisi waktu hidup, dari pada dungu thdp isi nya…hh..hh”
    Masalahnya: kl tahu kulitnya baru sebatas katanya, malah lebih sia2 donk hidupnya, wong megang kulit aja belum, apalagi mo main kupas2an..hehe.
    Salam baik, sukses selalu….

  18. lumayan buat selingan,
    silahkan dillanjutkan mencari di primbon bentuk dan arti lambang itu..h h h
    gong………….gong……..gong gong……guk guk……………husssssss
    ———————-
    Lambang : Anjing menggonggong, kafilah (kejawen) berlalu …

  19. maksud na…..lambang cupu?!……culun punya……huahaha haha…..

    masih mentah mas……………setengah mat’eng….eng ing eng……………haha

  20. Buah takkan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Kayaknya pengalaman pribadi doyan primbombon nih. Xixixixiix…

  21. anda itu tdk mengerti apa sebenarnya… pergi aja lo ke arab..

  22. ga heran doyanan nya ‘kulit sama ‘daging……
    sesuai doktrin…………………………………………..hiiiii sereem…….haha haha

  23. Yang parah adalah: hafal 2-3 ayat merasa paling tahu dan paling bener trus ajak-ajak lempar molotov ke tempat ibadat agama lain

  24. Alhamdulillah ya…..kebathilan pasti musnah! Insya Allah.

  25. Jelas, para penghancur kerukunan bangsa yang katanya agama nya sebangayk aliran selokan tukang demo, tukang ngrusak, tukang jagal, tk bunuh, tu bom

    itu pasti MUSNAAAAAH dari tanah jawa…hua.ha ha ha
    iya yah sesuatu bangetz……..hi hi hi hi hi

  26. di pikir pikir…………..
    eeeehhhh jebule gak musnah-musnah…hu ha ha ha
    malah si pecundang buetaaah buanget parkir disini….hi hi hi ih
    gak punya maluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    maknya kalu ber agama itu mbok ya punya tuhan dong….he..he
    tuhan kok cuma tahu nama nya doang…………hua ha ha ha
    kok malah gak kenal yang punya nama………….he…he
    lucu banget ………….agama apaan maunya slamet sendiri…..
    apa yang nylametin …????…………Mbah dukun menyan arab yach……..???

    bemo…bemo,……….elo banyak ngatur orang lain………sok tau lo…
    atur dirmu sendiri,……makan tuh dalil-dalil mu
    sampai tubuh dan jiwamu ngerti terhadap dalilmu….
    slamatkan dirimu sendiri dengan agama ….

    jangan sok pahlawan nylametin orang lain, smentara jiwamu hampa, kosong, terhambat, dan berpenyakit. jiwa mu kerdil, pengecut, dungu, cuma pandai menggoyang lidah dengan dalil mentah….

    kitab suci mu gak sampai kerongkongan,…..
    kata-katamu membunuhi binatang buruan,…..
    agamamu hanya tampkak pada ceremonial
    umat mu tak mengenali pimpinannya kecuali dari pakaian nya
    hobi mu menghias mushaf dan rumah ibadah
    mulut mu berbusa penuh dalil berbuih.

    yang laki tampak wanita, yang wanita tampak laki
    moral nya rusak. pemimpin nya ndablek
    hobimu hura-hura, bikin makanan bakar menyan
    korban mu hanya menyiksa dan membunuh
    saudaramu mu terpecah belah berserakan bagai sampah
    bertengkar rebutan tuhan yang tinggal nama

    lu tinggalkan tuhan sejati yang menghidupi dirimu yang sejati
    sementara badan mu se ongok calon bangkai
    jiwa mu merana hati mu hampa
    bukan telinganya yang budeg tapi hatinnya yang maghdub
    bukan matanya yang buta tapi mata hatinya yang buta

    elo pasti kenal dengan yang sbb :
    ——————————————
    Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
    Padahal kamu ketika itu melihat,
    dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,
    Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai
    kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
    ——————————–

    note ;
    kembalikanlah nywamu pada tempat nya jika elo orang yang benar
    jangan ngurusi nyawa orang, elo takan di mintai tanggung jawab…..

    ha…ha.. ha…………….muntah deh elooooo….

  27. Tafsir Ayat La Ikraha Fi al-Din
    Oleh Abdul Moqsith Ghazali

    Tidak banyak manfaatnya memaksa seseorang memeluk suatu agama, kalau tidak diikuti kepercayaan dan keyakinan dari orang tersebut. Agama yang dipaksakan, menurut Jawdat Sa’id, sama dengan cinta yang dipaksakan. “Tidak ada agama dengan paksaan, sebagaimana tidak ada cinta dengan paksaan”. Memeluk suatu agama sejatinya harus diikuti dengan keyakinan yang mendalam terhadap ajaran yang ditetapkan agama itu. Bahkan, setiap orang punya hak memilih antara beragama atau tidak beragama. Nabi pernah menawari salah seorang budak perempuannya, Rayhanah binti Zaid, untuk masuk Islam. Namun, Rayhanah lebih memilih Yahudi sebagai agamanya. Nabi tak marah pada Rayhanah hingga akhirnya ia sendiri yang memutuskan masuk Islam. Ini sebuah teladan. Sebagai majikan pun Nabi tak memaksa budaknya mengikuti agama yang dianutnya.
    Toleransi dan kebebasan beragama selalu disandarkan pada ayat la ikraha fi al-Din. Persisnya Allah berfirman (QS, al-Baqarah [2] : 256), “Tidak boleh ada paksaan dalam agama. Sungguh telah nyata (berbeda) kebenaran dan kesesatan. Karena itu, barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tak akan putus. Allah Maha Mendengar dan Mengetahui” (la ikraha fi al-din qad tabayyana al-rusyd min al-ghayy fa man yakfur bi al-thaghut wa yu’min billah fa qad istamsaka bi al-’urwah al-utsaqa la infishama laha. Wallahu sami’un ’alim).
    Abu Muslim dan al-Qaffal berpendapat, ayat ini hendak menegaskan bahwa keberimanan didasarkan atas suatu pilihan sadar dan bukan atas suatu tekanan. Menurut Muhammad Nawawi al-Jawi dala bukunya, Marah Labidz menegaskan bahwa ayat ini berarti pemaksaan untuk masuk dalam suatu agama tak dibenarkan. Dari sudut gramatika bahasa Arab tampak bahwa kata “la” dalam ayat di atas termasuk “la linafyi al-jins”, dengan demikian berarti menafikan seluruh jenis paksaan dalam soal agama. Ayat ini juga dikemukakan dengan lafzh ’am (kata yang umum). Dalalah lafzh ’am, menurut ushul fikih Hanafiyah, adalah qath’i (jelas-tegas) sehingga tak mungkin ditakhshish (dibatasi pengertiannya) apalagi dinaskh (dibatalkan) dengan dalil yang zhanni (tidak jelas maknanya).

    Ayat ini merupakan teks fondasi atau dasar penyikapan Islam terhadap jaminan kebebasan beragama. Jawdat Sa’id dalam bukunya yang berjudul La Ikraha fi al-Din menyebut la ikraha fî al-din, qad tabayyana al-rusyd min al-ghayy sebagai ayah kabirah jiddan (ayat universal). Apalagi, menurut Jawdat Sa’id, ayat itu dinyatakan persis setelah ayat kursi yang dianggap sebagai salah satu ayat paling utama. Jika ayat kursi mengandung ajaran penyucian Allah, maka ayat tersebut mengandung penghormatan kepada manusia, yang salah satunya adalah menjamin hak kebebasan beragama.

    Dalam menafsirkan ayat ini, Jawdat Sa’id menegaskan bahwa yang dimaksud dengan pemaksaan (al-ikrah) adalah al-ghayy dan ini adalah jalan salah (al-thariq al-khathi’). Sedang yang dimaksud dengan tanpa paksaan (alla ikrah) adalah al-rusyd dan ini adalah jalan benar (al-thariq al-shahih). Pengertian ayat itu adalah “tidak ada paksaan dalam agama. Sungguh sudah jelas (perbedaan) antara tanpa paksaan dan pemaksaan”. Berbeda dengan kebanyakan para mufasir, Jawdat Sa’id menafsir kata “thaghut” dalam lanjutan ayat itu sebagai orang yang memaksakan pemikiran dan keyakinannya kepada orang lain, dan membunuh orang yang berbeda keyakinan dengan dirinya.

    Perihal ayat tersebut, Jawdat Sa’id mengemukakan pandangannya. Pertama, ayat itu memberi jaminan kepada orang lain untuk tidak mendapatkan paksaan dari seseorang. Ayat itu juga memberi jaminan agar seseorang tak dipaksa orang lain tentang sesuatu hal, termasuk dalam hal agama. Kedua, ayat itu bisa dipahami sebagai kalimat perintah (kalam insya’i) dan sebagai kalimat informatif (kalam ikhbari). Sebagai kalimat perintah, ia menyuruh seseorang untuk tak melakukan pemaksaan kepada orang lain. Sebagai kalam ikhbari, ayat itu memberitahukan bahwa seseorang yang dipaksa masuk pada suatu agama sementara hatinya menolak, maka orang itu tak bisa dikatakan telah memeluk agama itu. Ini karena agama ada di dalam kemantapan hati, bukan dalam ungkapan lisan. Ketiga, ayat ini melarang membunuh orang pindah agama, karena ayat itu turun untuk melarang pemaksaan dalam soal agama.

    Para ulama tafsir menyebutkan beberapa sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat tersebut. Al-Qurthubi dalam al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menjelaskan riwayat yang menceritakan sebab turunnya ayat ini. Pertama, Sulaiman ibn Musa menyatakan, ayat ini dinasakh dengan ayat lain yang membolehkan umat Islam membunuh umat agama lain. Ia menambahkan, Nabi Muhammad telah memaksa dan memerangi orang-orang non-Muslim yang tinggal di Arab untuk memeluk Islam. Ibn Katsir mengutip pandangan sekelompok ulama yang menyatakan bahwa ayat tersebut sudah dinasakh ayat perang (ayat al-qital). Menurutnya, seluruh umat manusia wajib diseru masuk agama Islam. Sekiranya mereka tidak mau masuk Islam dan tak mau membayar retribusi (jizyah), mereka wajib diperangi. Ibn Katsîr dalam Tafsir al-Qur’an al-’Azhim berkata, ayat tersebut merupakan perintah agar umat Islam tak memaksa orang lain masuk Islam. Sementara Thabathaba’i dalam al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an berpendapat, ayat itu tak mungkin dinaskh tanpa menaskh alasan hukumnya (illah al-hukm). Illat hukum itu tertera secara eksplisit dalam kalimat berikutnya yang menyatakan, antara al-rusyd (kebenaran) dan al-ghayy (kesesatan) sudah jelas.

    Kedua, ayat tersebut tak dinaskh. Tapi, ia turun secara khusus kepada Ahli Kitab. Mereka tak bisa dipaksa masuk Islam selama masih membayar retribusi (jizyah). Pendapat ini dikemukakan al-Sya`bi, Qatadah, al-Hasan, dan al-Dhahhak. Para ulama tersebut memperkuat argumennya dengan riwayat Zaid ibn Aslam dari bapaknya. Ia mendengar Umar ibn Khattab berbincang dengan seorang perempuan tua beragama Kristen. “Masuk Islamlah, wahai perempuan tua, niscaya engkau akan selamat, karena Allah mengutus Muhammad SAW dengan membawa kebenaran. Lalu perempuan itu berkata, saya sudah tua renta dan sebentar lagi kematian akan menjemput. Umar berkata, Wahai Allah, saya bersaksi atas perempuan ini. Umar kemudian membaca ayat tadi.

    Sementara pendapat lain menyatakan bahwa sebab turun ayat tersebut sebagai berikut. Pertama, diriwayatkan Abu Dawud, al-Nasa’i, Ibn Hibban, Ibn Jarir dari Ibn Abbas. Alkisah, ada seorang perempuan tidak punya anak. Ia berjanji pada dirinya bahwa sekiranya ia mempunyai anak, maka anaknya akan dijadikan seorang Yahudi. Ia tak akan membiarkan anaknya memeluk agama selain Yahudi. Dengan latar itu, ayat ini turun sebagai bentuk penolakan terhadap adanya pemaksaan dalam agama.

    Kedua, ayat itu turun terkait peristiwa seorang laki-laki Anshar, Abu Hushain. Dikisahkan, Abu Hushain adalah seorang Muslim yang memiliki dua anak Kristen. Ia mengadu kepada Nabi, apakah dirinya boleh memaksa dua anaknya masuk Islam, sementara anaknya cenderung kepada Kristen. Ia menegaskan kepada Nabi, apakah dirinya akan membiarkan mereka masuk neraka. Dengan kejadian tersebut, turun firman Allah tadi yang melarang pemaksaan dalam urusan agama.

    Dengan mengetahui sabab al-nuzûl tersebut, jelas bahwa pemaksaan dalam agama tak dibenarkan. Ibrahim al-Hafnawi menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan prinsip dasar ajaran Islam, sehingga tak ditemukan satu ayat pun dalam al-Qur’an atau sebuah hadits yang bertentangan dengan prinsip dasar ajaran ini. Pendapat senada dikemukakan Rasyid Ridla dalam Tafsir al-Qur’an al-Hakim. Karena keimanan merupakan pondasi agama yang esensinya adalah ketundukan diri, maka—menurut Ridla—ia tak bisa dijalankan dengan pemaksaan. Dengan ini bisa dikatakan, beriman bukan merupakan keharusan atau kewajiban sehingga perlu dipaksakan dari luar. Beriman merupakan pilihan, kesadaran dan ketundukan subyektif manusia atas ajaran-ajaran Allah.

    Menjadi hak setiap orang untuk percaya bahwa agamanya benar. Namun, dalam waktu bersamaan, seseorang harus menghormati jika orang lain berpikiran serupa. Sebab, persoalan keyakinan merupakan perkara pribadi (qadliyah syahshiyyah) dari setiap orang, sehingga tak boleh ada paksaan. Jamal al-Banna dalam Hurriyah al-Fikr wa al-I’tiqad fi al-Islam menegaskan, Nabi hanya sekadar penyampai pesan. Dia tak punya kewenangan untuk memaksa. Allah berfirman dalam al-Qur’an (al-Ghasyiyah [88]: 21-22) “maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukan orang yang berkuasa atas mereka”. Di ayat lain Allah berfirman (QS, Yunus [10]: 99), ”Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu akan beriman semua orang yang ada di bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya? Tak seorang pun akan beriman kecuali dengan ijin Allah”.

    Abdul Karim Soroush membuat sebuah ilustrasi. Bahwa sebagaimana seseorang menghadapi kematian secara sendirian, maka ia pun memeluk agama secara individual. Setiap umat beragama memang melakukan aksi dan ritus komunal, tetapi bukan keimanan komunal. Jika ekspresi iman bersifat publik, maka esensi iman bersifat gaib dan privat. Bagi Soroush, wilayah iman seperti arena akhirat yang di dalamnya setiap orang dinilai satu-satu. Disebutkan, “Tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. Allah berfirman dalam al-Qur’an (Maryam [19]: 95) “wa kulluhum atihi yawm al-qiyamah farda”.

    Tidak banyak manfaatnya memaksa seseorang memeluk suatu agama, kalau tidak diikuti kepercayaan dan keyakinan dari orang tersebut. Agama yang dipaksakan, menurut Jawdat Sa’id, sama dengan cinta yang dipaksakan. “Tidak ada agama dengan paksaan, sebagaimana tidak ada cinta dengan paksaan”. Memeluk suatu agama sejatinya harus diikuti dengan keyakinan yang mendalam terhadap ajaran yang ditetapkan agama itu. Bahkan, setiap orang punya hak memilih antara beragama atau tidak beragama. Nabi pernah menawari salah seorang budak perempuannya, Rayhanah binti Zaid, untuk masuk Islam. Namun, Rayhanah lebih memilih Yahudi sebagai agamanya. Nabi tak marah pada Rayhanah hingga akhirnya ia sendiri yang memutuskan masuk Islam. Ini sebuah teladan. Sebagai majikan pun Nabi tak memaksa budaknya mengikuti agama yang dianutnya.

    Tidak dibolehkannya melakukan pemaksaan dalam agama ini bisa dimaklumi, karena Allah memposisikan manusia sebagai makhluk berakal. Dengan akalnya manusia bisa memilih agama yang terbaik buat dirinya. Allah berfirman (QS, al-Kahfi [18]: 29), “Katakanlah: “kebenaran datang dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang beriman, silahkan, dan barangsiapa yang ingin kafir, biarlah kafir. Ini berarti, manusia tak memiliki kewenangan menilai dan mengintervensi keimanan seseorang. Tuhan yang berhak menilai benar dan tidaknya keyakinan. Itu pun dilakukan di akhirat kelak. Allah berfirman (QS, al-Sajdah [32]: 25) “sesungguhnya Tuhanmu yang akan memberikan vonis terhadap perselisihan yang terjadi di antara mereka, nanti pada hari kiamat. Karena keimanan berpangkal pada keyakinan yang terpatri dalam hati, maka yang mengetahui hakekat keberimanan seseorang hanya Allah. Beriman adalah tindakan soliter. Iman merupakan bagian dari komitmen pribadi.

    Meminjam terminologi ushul fikih, persoalan beriman dan tidak beriman merupakan haq Allah (hak Allah). Artinya, beriman dan tidak beriman merupakan urusan manusia secara individual dengan Tuhannya, Allah. Pilihan iman atau kufr merupakan tindakan privat-individual. Adalah hak setiap orang untuk kufr atau iman. Sebab, keimanan dan kekufuran tidak dipertanggungjawabkan kepada manusia, melainkan kepada Allah. Tanggung jawab berada di tangan yang bersangkutan dalam hubungannya dengan Allah. Seseorang tak akan dimintai pertanggungan jawab atas dosa orang lain. Demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an (Saba’ [34]: 25), ”katakanlah, kalian tak akan diminta mempertanggungjawabkan dosa-dosa kami. Kami pun tak akan mempertanggung jawabkan perbuatan-perbuatan kalian”.[]

    13/02/2012 | Kolom, | #
    http://www.islamlib.com

  28. seng batil yo jare sopo sih bim? wakmu batil yo ga weruh ? podo ga weruhe ae?

  29. Tepat sekali kalau begitu

    Tiada paksaan dalam agama, dan tiada paksaan dalam islam.
    Tafuik hidayah adalah hak Allah, bukan hak manusia, kalau ada yang memaksakan kehendak ber arti dia sudah melebihi kehendak Allah dan Nabi.
    dan itu adalah sifat iblis.

    semoga si “bemo..eh si bima” dan si ” ts “, sadar….he..he
    ilmu dan kemampuan mu tumpul disini gak laku, kalau perlu panggil tuh gurumu sekalian kesini,

  30. Dasar negeri kita Pancasila.
    Semboyan negeri kita Bhineka Tunggal Ika
    Sudah bersumpah pemuda
    Hidup kita di Indonesia

    Semoga kita selalu mengingatnya

  31. Untuk mas baladewa
    Bagaimana kalau kosakata “kafir” dihilangkan di muka bumi.
    Agar matching, tulisan buku dengan perilaku.

    Oya hanya pengingat aja. Semoga masih ingat.

    Dasar negeri kita Pancasila.
    Semboyan negeri kita Bhineka Tunggal Ika
    Sudah bersumpah pemuda kita
    Hidup kita di Indonesia

    Semoga kita selalu mengingatnya

  32. Just for sohib baladewa…

    Hmmm…
    Maaf terpaksa ikut diskusi, rupanya ada manusia tdk tahu tempat, ada manusia riya’, ada manusia keblinger, ada manusia yg bikin aku berkata kata.

    Nama baladewa……….pengetahuannya masih menjiplak kalimat orang lain, masih mem ‘bebek’ orang lain. Jangan pakai nama itu. Tahu dirilah anda.
    Jangan bilang ” ini nama hak azasi ku ” .
    Malulah pd nama yg kamu pakai. Tahu dulu arti baladewa..baru anda berkata kata.

    Saudaraku bala dewa,
    Anda masih belajar ilmu dari ilmu orang lain
    Anda masih mengutip kalimat kalimat orang lain.
    Jelas anda belum dekat tuhan anda, sadari itu. Dan belum tahu tuhanmu walaupun kamu merasa sudah dekat dgn tuhanmu..maaf.
    Kalau sdh ketemu tuhanmu anda bisa merangkai kata sendiri.
    Pasti anda masih pemakan hewan bernyawa..

    Sudah jelas kan dari ayat ayat yg saudara tulis.
    Mulai detik ini hilangkan aja kata ‘kafir’, jadilah manusia yg baqo’
    Hilangkan saja dari detik ini kata ” syirik. Musyri ‘ “…pastilah nur muhammad bersinar.

    Hilang nya kata ‘ kafir ‘ , ‘ syirik musyrik ‘…… Pasti membuat anda tenang.

    Saranku pribadi pd mas baladewa,..
    Tidak usah bersiasah di media ini, kami sdh belajar semua kitab.
    Ada kolam anda berdakwah. Ada media lain anda berdakwah..paham. Tdk usah bersiasah !

    Konsistenlah dengan namamu….ada tanggung jawab akhir yg pasti, nama dan perbuatanmu.
    Berendah hatilah utk membaca kitab lain, kalau ada kemampuan riadho lah, berkelanalah..ke jawa, bali, kalimantan aja dulu….hanya baju celana bekalmu.
    Setelah itu i’tikaflah..duduk sendiri di bumi yang gersang di Arab. Di padang pasirnya. Bekal pakaian dan celana saja

    Iktikaflah di padang pasir
    Rasakanlah…nikmatilah….semoga ketemu yg kau cari
    Kalau belum ketemu jangan pulang ke tanah kelahiran mu ini.
    Semoga anda selamat…semoga

    Hormatku ku damai utk kawan yg lain

  33. MOHON MAAF BUAT YG TIDAK SETUJU

    agama sebenar2nya bagian dari budaya…..
    semoga kita bisa kontemplasi maksimax
    sampai berkesimpulan :
    ……………ooooh…benar..

    sugeng tetepangan kaget sedaya sederek ing mriki.

  34. Hai bima/habib rieziq,memang kenapa dan apa masalahmu kalau semua manusia murtad dan tinggal kamu sendirian dimuka bumu ini yang beriman kepada Alloh?
    Jangan memaksakan diri seolah2 agar supaya seperti pahlawan ya..

  35. 2 + 2 = 4 Semua orang baik bangsa dan agama (kayaknya) gak berani menyalahkan pernyataan tersebut, paling yang berbeda ucapannya. Tapi ini kebenaran matematis/logis.
    Bisakah orang jujur terhadap 4 sebagai kebenaran sejati!!! Meskipun saya ingin betul2 jujur melaksanakan 4 sesuai dengan pernyataan tersebut diatas, apalah daya pengetahuanku terbatas.
    Bisakah manusia saat ini yang katanya sudah supeeeeeeeeeer modern, menimbang 4 kg beras (contoh) dengan presisi 0,000000000000000000000……kg. Saya (yang bodoh) memperkirakan belum ada yang mampu melakukannya, karena presisi 10 dibelakang koma gerakan angin dan grafitasi sudah mempengaruhi……..

    Banyak yang belum saya ketahui…….menurut keyakinan saya. Tentu semua ada yang menciptakan. Baru satu kasus yang sangat logis dan matematis, belum ada yang mampu menimbang 4 kg beras secara pasti, terukur, presisi.
    Itulah timbangan Allah…………..lahirlah kata insya allah (apapun bahasanya)…….yang menunjukkan betapa bodohnya saya……….rasanya sampai ajal menjemputku…….tidak berjumpa dengan 4kg beras.

  36. pernah dialami oleh Nuh ‘Alaihissalam…..Subhanallah.,
    termasuk rasul ulul azmi, rasul yg sangat sabar meskipun selalu dihina dan dihujat oleh umatnya yg membangkang.

  37. Setuju..@Rhatam
    Pemaksaan sebuah agama kalau kita mau tahu itu adalah tumpangan dari politik. yang prinsipnya seperti ini, banyak orang arab yang menginginkan orang Indonesia ini menjadi Islam, bahkan orang arab ingin mengislamkan orang di seluruh dunia…karena apa ???? agar semua orang biar naek Haji di mekah…devisa negara arab sono sangat besar…bahkan menurut riset 85% orang Indonesia beragama Islam dan 70% orang islam naek haji, coba bayangkan berapa besar devisa negara yang masuk kesana???..inilah permasalahanya

    ———————————————————————————————————-
    – Tahukah kalian kalau Pintu gerbang masjid di arab sana terbuat dari Emas ?
    – Tahukah kalian kalau lampu-lampu gantung di dalam masjid terbuat dari emas ?
    – bahkan benang yang yang buat jahit kain kabah terbuat dari emas ?
    – Kenapa sekarang arab sangat kaya ???

    ———————————————————————————————————-
    Saya Mohon dengan saudara-saudaraku Sebangsa & Setanah Air, jangan mudah terprofokasi, lihat kenyataan yang senyata-nyatanya, Pikirkanlah anak cucu kita Nanti, Ingatlah JASA PARA Pahlawan kita Dahulu, dan pelajarilah sejarah Bangsa kita, agar kita tahu yang sesungguhnya.

  38. @NEXT…
    jangan heran ya..aku dulu juga ikut nyari rumput buat hewan2 yang turun dari perahu.
    prahunya nuh tuh berhentinya di maluku. tahu nggak? apa sebabnya?
    nggak tahu kan…..aku juga nggak akan ngasih tahu. hu…huuu…haaa

  39. Bagi yang menganalogikan Agama laksana buah (kulit dan isi)

    memang ada benarnya, tp kl saya pribadi Agama harus di “makan/implementasikan dalam kehidupan” jadi saya pilih isi jadi tidak repot2 ngupas.

    Tp kalau Agama/buah mau disimpan/buat pajangan silahkan pilihlah yang masih ada kulitnya.

  40. kamu adalah bahagian yang sangat kecil dari buah….
    mungkin kulitnya bijinya, dagingnya, atau boleh jadi saripati airnya.

  41. keinginan untuk mendalami dan menghayati Kejawen sedikit terusik dengan prolog dalam aline 1 – 3 artikel ini. Di balik keyakinan saya tentang Kejawen yang saya anggap 100% arif ternyata sang penulis masih terlihat adanya rasa kesal dengan ulah “pendatang baru”. Hal ini menurut pandangan saya bahwa penulis dalam memandang “pendatang baru” tidak berbeda jauh dengan contohnya sendiri tentang anggapan yang menganggap Islam jelek karena terorris bla bla bla bla……

  42. Begitulah adanya, ….saya Jawa yang sama sekali tidak njawani,apalagi saya muslim,dalam pencarian spirit kejawen sampai di blog ini. Ternyata masih ditemui unsur kebencian,kekecewaan,kekesalan atau dilandasi pemikiran entah apa sehingga sang empunya blog menumpahkan permasalahan yang lebih ke dimensi sosial ketimbang spiritual. Ramai komen,sehingga pelan tapi pasti berubahlah jadi perdebatan antar penganut kepercayaan yang mengarah ke penghujatan. Janganlah kalian berpendapat pada hal yang tak kalian kuasai,banyak komen yang berlandaskan pengetahuan seadanya ttg Islam, (lebih ke fenomena sosial politik ) aroma menumpahkan kekesalan yang mungin tak tercapai di dunia nyata. Saya tak ingin larut dalam perdebatan, krn forum /blog ini sejatinya saya maksudkan untuk belajar,bila forum debat ,ada forumnya sendiri. Rahayu………..(wassalamualaikum, ntar ditolak he he he h)

  43. krn forum /blog ini sejatinya saya maksudkan untuk belajar, untuk forum debat, untuk forum propaganda, untuk forum menghujat, dsb… Rahayu………..(wassalamualaikum, ntar ditolak he he he h)

  44. Ya…aku akui. di omong kecewa aku memang kecewa. diomong kesal aku memang kesal. Tetapi ternyata yang punya blog juga kami-kami yang berkomentar masih lebih baik, karena kami masih menjaga kearifan ajaran kami. Kami menumpahkannya dalam bentuk argumentasi yang kau anggap menghujat. Sadarkah kau yang merasa diri paling benar bahwa sekian ratus tahun kalian menghina keyakinan leluhur kami, menghujat keyakinan leluhur kami.

    @Anto
    Janganlah kalian berpendapat pada hal yang tak kalian kuasai,banyak komen yang berlandaskan pengetahuan seadanya ttg Islam, (lebih ke fenomena sosial politik ) aroma menumpahkan kekesalan yang mungin tak tercapai di dunia nyata.

    Jawab. Aku memang tidak menguasai islam, karena aku memang tak ingin menguasainya. Karena aku tak perlu yang import.
    Islampun datang ke jawa aromanya bukan spiritual tetapi penjajahan peradapan dan budaya yang bernuansa politik dan penahklukan.
    Islampun datang ke jawa untuk menghina, melecehkan, bahkan menhujat keyakinan dan spiritual leluhur kami.

  45. Mas mas, mbak mbak…
    Kearifan jawa tetap terjalin di hati pribadi pengikutnya
    Kearifan itu terusik oleh istilah kafir, aliran sesat, tak bertuhan dsbnya…
    Sangkaan itu jelas terdengar, tebaca di semua media.
    Dan pelakunya kita tahu semua, yaitu pengikut tuntunan hidup dr bumi arab.
    Dan yg belajar sejarah tahu, mendominasinya ajaran itu melalui proses yg demikian…tdk pantes aku menuliskannya. Baca sejarah peralihan imperium Majapahit ke orde berikutnya.

    Biarlah sejarah itu berlalu, kita ambil hikmahnya

    Jawa nuswantara, berkitab suci : bumi langit seisinya
    Nabinya, manusia yg santun hormat pd alam seisinya, termasuk manusia didalamnya.
    Tak berani berkosakata utk tuhannya, karena tahu benar manusia dgn segala perilakunya kurang patut memberi nama pd….( orang awam menyebut dgn tuhannya )
    Manusia Jawa tahu persis tugas nya di dunia, yaitu menjaga, memelihara, alam semesta. Gelar, hamengkubuwana, amangkurat, mangkunegara, etc
    Hormat pd seisi alam, ada nama surya warman, tri buwana tungga dewi, tejo wulan,
    Pada jaman sebelumnya nama nama sahabat penghuni hutan pun dipakai sebagai bentuk hormat nya pd mahluk lain, mahesa , gajah, kudo, singo, dll

    Diajarkan makanan manusianya utk tidak makan hewan bernyawa yg bergerak, hewan, ikan sebagai bentuk kasih sayangnya. Karena ada makanan substitusi nya, sayur, buah, etc. hal ini bisa ditoleransi pd ritual selamatan, yg tdk dilakukan setiap hari. Periode tertentu saja.

    Sari sari ajaran Jawa, kejawen awam menyebutnya:

    Ati sae
    Fikir sae
    Tumindak sae

    Wujudnya adalah karakter khas Indonesia yg mulai langka saat ini..semoga bersinar kembali, yaitu;
    Sifat ramah tamah manusianya, guyub rukun persaudaraan yg kuat, toleransi beragama yg harmonis. Suka menolong, sangat menghargai alamnya, hutan, sungai, mata airnya, samoderanya. Teliti ritual tradisional yg disyirikkan.
    Ada sedekah bumi, sedekah sungai, samodera, etc.
    Ucengan, bentuk permohonan maaf pd bumi, sawah, sebelum dibajak utk ditanam
    Santun dalam bahasa, santun berinteraksi antar manusia, menghormati tanah airnya sendiri, menghormati negeri dan tuntunan nenek moyangnya.
    Jawa mulai kecil diajari istilah mbah, buyut, canggah, udeg udeg, wareng, sampai mbah pahdanyangan.
    Bentuk hormat pd “orang orang tua”.

    Tahukah njenengan siapa yg menghancurkan itu semua..?
    Merebaknya kata kafir di negeri ini, merebaknya kata tersesat dlm bertuhan, merebaknya istilah syirik di negeri ini. Ada istilah muhrim, bukan muhrimnya, sehingga orang jadi ragu utk menolong orang tetangga di tempat agak jauh..takut melanggar bukan muhrimnya. Ini aplikasi wujud di masyarakat awam.
    Istilah yg memancing perbedaan, memancing permusuhan, itu harus saudara rasakan.
    Pasti tdk saudara rasakan. Karena makannya hewan hewan. Darah binatang yg membawa RNA, DNA binatang merasuki jiwa raganya.
    Empati, simpati, peduli sebagai satu kesatuan negeri terporak porandakan oleh merebaknya konsonan kafir di negeri ini.
    Pasti anda tdk merasakan. Karena anda dan tuntunan anda merasa paling benar dan paling mulia di muka bumi.
    ITULAH sifat RIYA’ sebenar benarnya
    Semoga hijabmu terbuka..

    Kami menahan diri dikatakan tdk berkitab, oleh manusia yg kitab nya HaNYA satu jilid buku bacaan.
    JAWA
    berkitab suci : bumi langit seisinya ( keep n guarding in your mind )
    Jawa sdh bergaul antar mahluk, tdk antar manusia saja
    Jawa sdh memberi tempat utk yg lain hidup.
    Mereka ” diberi hati mereka merebut rempelo ”
    Mereka masih mencontoh perilaku manusia !
    Manusia jawa sdh mencontoh perilaku UDARA

    Ok, pengetahuan nya mereka sebatas dlm tempurung, berlagak jumawa dihadapan manusia manusia yg sudah bergelar, Ing Sun (matahari)’ laku Hamengkubuwana, etc.
    Saya kabarkan banyak yg menguasai laku itu…
    Mereka diam, tetapi tugas sesuai gelar gelar jawa lebih diprioritaskan.
    Manusia yg ber ilmu jawa sudah sangat sabar…sangat sabar dan bijaksana. Mengingat kemampuannya.
    Yg biasa biasa saja, hujan bisa diturunkan dan bisa dipindahkan, yg biasa biasa saja bisa ‘mempertemukan manusia dgn tuhannya’, yg biasa biasa saja bisa tahu anda berada walaupun berkilometer jauhnya..remember it

    Semoga
    Kita jadi manusia santun yg tdk suka merendahkan manusia lain yg santun memegang ajaran bumi pertiwi sendiri di Nusantara ini.
    Manusia santun yg tahu ketinggian ilmu dr negeri sendiri
    kesempurnaan kitab negeri sendiri Nusantara, semoga kita mengenal betul siapa kakek moyang kita..
    Saat ini saja masih tersisa santun nya saat bersikap, berkata kata.
    Dahulu apalagi.
    Perusaknya adalah orang orang yg merasa sdh mengenal tuhannya walaupun berbekal satu buah buku bacaan.
    Kami sdh sabar, kami hanya memandang karena ada tugas lain yg lebih mulia.
    Semoga sahabat , sedulur kami bisa sesabar kami.
    Kami bersaudara dengan semuanya, tidak seperti mereka yg mengatakan berjamaah hanya dengan manusia.
    Kami berbeda karena kami sdh bersahabat dgn tuhan kita semua.

    Maafkan aku , statement ini sebagai bentuk sayang pd saudaraku. Cukup, cukup
    Tegakkan tawaduqmu pd Nusantara..

  46. @ mas Anto.
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

  47. @ mas Anto. ( tolong taruh balas di Anto by name )
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

  48. @ MAS SABDA LANGIT
    Katur @mas sabda langit:
    Terlalu banyak rentang name Anto dgn isi senada
    Kalau njenengan baca pesan ini. Mohon geser ke m. Anto.
    Lagi ber tiwikrama… Nih.
    Radius unlimited lo…
    Mohon kawicaksanaan panjenengan

    @ mas Anto. ( tolong taruh balas di Anto by name )
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

  49. @ Anto
    semua fenomena, ada inti, substandi, shiirnya…hikmahnya.
    Semoga bisa menemukan.
    Tidak harus tertera berupa tulisan.
    Tetap ada pelajarannya.

  50. BETUL Lho, bukan nyak Alam ….penyanyi dangdut, tapi nyaknya Togop / Anton. Ya tho ?

  51. Hallo kawan, gurauannya disimpan dulu ya…
    Uncle togop salam untuk keluarga semuanya…

  52. jawab saja sendiri
    nyata nya kok elo yang banyak menghujat, ?

  53. Spuntene nggeh.. Kulo cuman kpingin ngenalaken diri kulo…

    Kulo warga mojopahit mas..
    Asli jawa
    -agama kulo Pancasila
    -nabi kulo ; Bejo, Untung, slamet
    -malaikat kulo ; ati sing suci, lan pikiran sing jernih..

    Salam kenal..

  54. ora ngatur mek usul. be e peni berbeda jenis kelamin karo Hi Hi Hi Hi
    trus iso ketemuan darat trus dadi jodo

  55. Dr pd debat masalah tuhan/ muhammad mending kita cari jodoh saja…
    Sipa tau yg belom nikah bisa cepet nikah….
    Heehee…

    Salam cinta damai…

  56. Untuk bersujud di batu. Mending bersujud ditelapak kaki ibu yang melahirkan.
    Sebab Hati inilah Tahta Allah
    Tubuh inilah bait Allah

    Hurip sinembah mring Hurip
    Hurip nyembah nang hurip
    Hurip disembah hurip

    Nama Allahku adalah namaku
    Namaku adalah nama Allahku

    http://javanizis.wordpress.com/nama-allah/

  57. paparan yang sangat provokatif….naik haji itu rukun mas, itu pun bagi yang mampu!. Yang salah kalau nafsu sudah menunggangi manusia…sudah naik haji sekali gugurlah kewajibannya, lha mbok ya semestinya disedekahkan buat kang mas Cokro Manggilingan. Maturnuwon!

  58. paparan yang sangat provokatif! jauh dari kearifan seorang penganut kejawen murni. Naik haji itu rukun kang mas, wajib hukumnya!. Yang salah kalau nafsu yang sudah menunggangi manusianya. Sudah terpenuhi kewajibannya dengan naik haji sekali pingin 2,3,sampai 7 kali>>>semestinya yang kedua lebih mulia untuk menaik hajikan kang mas Cokro. Oyee?!

  59. Wah………. berani jujur si domba gembel ini . Dengan tulisan ini jujur kalo sebenarnya dirinya yang masih setengah mateng

  60. Dikarbit wae kang ben cepet mateng….

    Heheehe,,,,

    salam pisang molen…

  61. tanah ka’bah adalah saripati tanah yang diambil pertamakali untuk menciptakan organ fisik hati(jantung) Adam, kemudian tanah-tanah bumi lainnya untuk bahan penciptaan seluruh bagian jasad nya. Tanah Ka’bah hanyalah tolok ukur kiblat nya jasad. Sedang kiblatnya ruh & jiwa kepada Sang Pencipta/Tuhan(Allah), itupun kalau tahu Tuhan(Allah).

    Ibu kandung melahirkan manusia yang berasal dari segumpal darah dari nutfah(sperma-ovum) saripati tanah, sujud kepada tanah adalah sujud kepada asal jasad, tanah ibu pertiwi, dimana kelak jasad mati akan kembali kepada tanah.

  62. setuju @javanizis…. pancen biyung kuwi seng diarani pengeran katon…

  63. Bagi kami …kabah dan batu hajar aswad hanyalah tempat dan benda yang tidak bermakna apa apa…..hanya sebagai tempat dan batu yang disakralkan …..manusia sangat keterlaluan dalam mengagung agungkan benda benda itu…..tanpa sadar bahwa jiwa jiwa mereka masih terjerat dengan sifat dan bentuk kebendaan…..

    Suatu pemandangan dan penilaian yang amat tidak logis dan tidak masuk akal bagi perjalanan spiritual orang jawa / nusantara…mungkin gambaran ini adalah gambar pembenaran soal mempertuhankan benda / berhala…..

    Tempat yang didatangi jutaan manusia hanyalah seperti tempat yang dijaga oleh aura gelap diatasnya dan saat ini penjaga itu seperti disapu bersih oleh aura hitam amat pekat sehingga sang penjaga rumah batu itu marah dan melarikan diri……

  64. Sao tau. akh , ngerti juga engga,
    justru aura orang yang mencela sdh jelas pekat hati nya, itu terbukti dari kata-kata nya, mau ngelessss.. hihihi.

    Orang arif itu nggak pernah mencela, karena segala perbedaan keyakinan bukan kehendak manusia, ada yang mengatur, jd meneng bae lah…..

  65. Sao tau. akh , ngerti juga engga,
    justru aura orang yang mencela sdh jelas pekat hati nya, itu terbukti dari kata-kata nya, mau ngelessss.. hihihi.

    Orang arif itu nggak pernah mencela, karena segala perbedaan keyakinan bukan kehendak manusia, ada yang mengatur, jd meneng bae lah…..

  66. he..he..he Perbedaan keyakinan bukan kehendak manusia, ada yang mengatur.
    Boleh nanya nih siapa yang mengatur?
    Menurutku manusialah yang menciptakan perbedaan, bahkan perbedaan keyakinan.

  67. he..he..he Perbedaan keyakinan bukan kehendak manusia, ada yang mengatur.
    Boleh nanya nih siapa yang mengatur?
    Menurutku manusialah yang menciptakan perbedaan, bahkan perbedaan keyakinan.

  68. he he he,…boleh tanya neh….
    sapa nyang ngatuer perbedan detak jantung dan tekanan darah pada tiap manusia
    apa itu dikendalikan oleh fikiran….he..he
    yang ngatur perbedan ya Yang Maha Pengatur…he.he
    semua manusia punya bakat dan kecenderungan,..
    sapa nyang ngatur kita lahir di nusantara ,….kehendak sendiri….?
    he he wakakakakakak

  69. @Aslam
    he he he,…boleh tanya neh….
    sapa nyang ngatuer perbedan detak jantung dan tekanan darah pada tiap manusia
    apa itu dikendalikan oleh fikiran….he..he

    @Benere Dewe
    Pikiran ga bisa mengatur detak jantung yang bisa adalah rasa. Jantung berdebar bisa dirasakan pikiran mempertanyakan. Mengapa ya jantung berdebar?

    @Aslam
    yang ngatur perbedan ya Yang Maha Pengatur…he.he
    semua manusia punya bakat dan kecenderungan,..
    sapa nyang ngatur kita lahir di nusantara ,….kehendak sendiri….?
    he he wakakakakakak

    @Benere Dewe
    Yang Maha Pengatur menginginkan persamaan pada kebenaran dan kebaikan manusia hidup di bumi meski di ujung manapun. Manusia menjadikan perbedaan dengan pola pikir dan nafsunya

  70. Rasa hanya merasakan, tidak bisa mengatur , Yang MENGATUR…?
    makanya pikiran mempertanyakan. Mengapa ya jantung berdebar? ,…he he

    Yang Maha Mengatur tak punya keinginan, Yang Maha Mengatur Berkehendak
    keinginan itu nafsu , sedangkan kehendak itu intuisi, bukan nafsu dan fikiran, intuisi itu tidak bisa direncanakan oleh fikiran…he he ,…….coba rasakan dengan rahsa sejati. ..he he

    Manusia menjadikan perbedaan dengan pola pikir dan nafsunya…..?
    ——————————————————————————————
    he he ..jadi .jelaskan…? , bahwa nafsu dari manusia
    karena manusia punya bakat dan kecenderungan…?
    kecenderungan akan sesuatu bukan rencana manusia, tapi sudah include sejak lahirnya, atas kehendak Yang Maha Berkehendak

    Yang menghendaki semuanya adalah Yang Maha Berkehendak ( iradah )

    he he he he………….

  71. Yang Maha Pengatur tak punya keinginan, Jadi untuk apa di atur bila tanpa keinginan sedang keinginan paling tidak menyatakan tujuan
    Yang menghendaki semuanya adalah Yang Maha Berkehendak, Berkehendak untuk apa.
    Jangn katakan berkehendak untuk berkehendak

  72. Aslam
    April 2nd, 2013 pada 22:39

    he he ..jadi .jelaskan…? , bahwa nafsu dari manusia
    karena manusia punya bakat dan kecenderungan…?
    kecenderungan akan sesuatu bukan rencana manusia, tapi sudah include sejak lahirnya, atas kehendak Yang Maha Berkehendak

    Yang menghendaki semuanya adalah Yang Maha Berkehendak ( iradah )

    he he he he…………. Aslam … he he he ..

    BERARTI :
    – terjadinya perang di timur tengah yg tak berkesudahan adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH
    – terjadinya sunami di Aceh adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH
    – terjadinya WNI diperkosa oleh bangsa Arab Saudi adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH
    – terjadinya TERORIS yg ngeBOM di Bali adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH
    – adanya FPI yg main hakim sendiri sambil ber teriak2 alohu akbar…alohu akbar…alohu akbar… adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH
    kemudian FPI akan bilang bahwa semua yg diperbuat oleh FPI, TERORIS, orang Arab Saudi itu BUKAN SALAHnya TAPI adalah KEHENDAK Yang Maha Berkehendak ( iradah ) / TUHAN / ALLAH yang MAHA MENGATUR SEGALANYA

    sungguh JAHAT sekali …..

  73. Sejak kapan Tuhan Maha Mengatur punya keinginan, ? , he he
    mau manusia taat atau tidak ada pengaruh bagi Tuhan,
    yang punya keinginan dan tujuan itu manusia, he he
    maka manusia mendapatkan apa yang di inginkannya dan tujuan nya
    sedang Tuhan mendapatkan apa ?. he he

    Yang Maha Berkehendak, menghendaki sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan……

    nggak usah melarang dengan kata “JANGAN” , anda bukan pengatur, !
    semua orang bebas menyatakan pendapat kan,…he he

  74. @ Aslan
    Sejak kapan Tuhan Maha Mengatur punya keinginan, ? , he he
    mau manusia taat atau tidak ada pengaruh bagi Tuhan,
    yang punya keinginan dan tujuan itu manusia, he he
    maka manusia mendapatkan apa yang di inginkannya dan tujuan nya
    sedang Tuhan mendapatkan apa ?. he he

    @Javanizis
    Apa dasarnya Tuhan Itu menjadi Maha Penggatur, Siapa yang menjadikannya Maha pengatur.

    @ Aslan
    Yang Maha Berkehendak, menghendaki sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan……

    @Javanizis
    Apa yang di kehendakinya dengan kehidupan?
    Bila Tuhan hanya berkehendak dan menghendaki sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan. Bunuh saja Tuhan.
    Nnggak usah percaya kepada tuhan. Karena dengan begitu ga ada bedanya tuhan itu ada atawa kagak ada

    @ Aslan
    nggak usah melarang dengan kata “JANGAN” , anda bukan pengatur, !
    semua orang bebas menyatakan pendapat kan,…he he

    @Javanizis
    Jadi ga perlu lagi percaya adanya agama langit, sebab langit hanya fatamorgana. Lebih baik percaya agama budaya karena itu lebih realistis

  75. apa nya yang jahat,….?
    bukankah segala sesuatunya sudah tertera di papan terpelihara( papan tanpo tulis) sebelum kehidupan itu ada..?

  76. @ Edi Tepak
    sungguh JAHAT sekali …..?
    ———————-

    emang baru tahu …?, kemana saja selama ini..?

    mengapa pula ya Tuhan ciptakan Iblis dan syetan..?
    juga ciptakan tempat tinggal setan dalam tubuh manusia..?
    lalu siapa ya. yang jahat…? he he

    setriap manusia memang bebas ber pendapat kok he he

  77. @Javanizis
    Jadi ga perlu lagi percaya adanya agama langit, sebab langit hanya fatamorgana. Lebih baik percaya agama budaya karena itu lebih realistis

    Mamang kayakinan itu memang tak perlu dipaksakan,
    memang gak pernah ada yang memaksa anda utk peluk agama apapun,
    dan itu hak anda kan..?

    mau percaya adanya tuhan atau tidak itu terserah anda.
    walapun semua manusia mengingkarinya toh Tuhan tetap Tuhan
    keberadaan Nya tidak tergantung kepada makhluk Nya

    Dia tak dapat diatur oleh makhluq nya
    sebagai mana manusia tak pernah bisa merubah hukum alam yang pasti
    kecuali manusia mengikuti dan beradaptasi terhdap hukum itu
    termasuk kelahiran dan kematian yang tak dapat di tawar.. hehe he

  78. Ya mengapa Tuhan menciptakan manusia (Padahal dalam cerita sudah diprotes sama malaikat) tapi kok tuhan tetep ngeyel menciptakan manusia. Sampai-sampai Lucifer berontak karena ga mau tunduk bila harus tunduk manusia. Dan konon dalam cerita manusia harus dapat menguasai iblis bukan sebaliknya. Menurutku sih Tuhan itu berkehendak baik, Karna bila terjadi kehancuran itu bukan kehendak tuhan tetapi kesalahan manusia. Dengan mengatakan kehancuran itu kehendak tuhan berarti manusia mencari pembenaran diri atas kesalahan yang dilakukannya dan melimpahkan kesalahan itu pada Tuhan

  79. @Javanizis

    Postingan Mas Sabda ini berjudul:
    KEJAWEN :
    “Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai Dan Dikambinghitamkan

    Dan Seperti yang kau tulis, “Memang kayakinan itu memang tak perlu dipaksakan,
    memang gak pernah ada yang memaksa anda utk peluk agama apapun,
    dan itu hak anda kan..?”
    Nah permasalahanya adalah mengapa yang diklaim agama langit menjadikan pemeluknya merasa paling benar sehingga berhak mengkafirkan dan mengangap keyakinan lain sesat. sehingga Ki Sabda Langit menulis Posrtingan berjudul:

    KEJAWEN :
    “Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai Dan Dikambinghitamkan

    Tuhan memang tetap tuhan yang dianggap menjadi Tuan alam semesta. Dan ini pendapatku. Tuan yang dianggap sang pencipta memang berhak merusak apa yang diciptakanya. Tetapi Rasanya Tuan ingin menjaga ciptaanya tetap dalam keadaan baik. sehingga Sang Tuan tak akan berkehendak menghancurkanya. Bila dalam cerita Nuh terjadi Air bah yang menghancurkan peradapan manusia, kisah Penghancuran Sodom dan Gomora jaman Lut dan Ibrahim itu terjadi karena manusia sudah dianggap tidak taat lagi (manusia menjadi asyik dengan dosanya sehingga tidak adalagi belas kasihan antara sesama manusia sehingga kehidupan di bumi perlu diperbaharui.

    @aslam
    mau percaya adanya tuhan atau tidak itu terserah anda.
    walapun semua manusia mengingkarinya toh Tuhan tetap Tuhan
    keberadaan Nya tidak tergantung kepada makhluk Nya

    @Javanizis
    Siapa yang menyatakan Tuhan itu ada?
    Adam, Nuh, Ibrahim, Yakub, Musa, Elia, Isa, Mohammad, Zarathustra, Sidartha Gautama. atau siapapun?
    Siapa mereka? Mereka manusia.
    “Tak seorangpun melihat allah tetapi anak manusia yang menyatakannya”. Itu kata Yesus entah di injil siapa, bab berapa, dan ayat berapa?
    Jadi yang menyatakan bahwa Tuhan itu ada adalah manusia.

    @aslam
    Dia tak dapat diatur oleh makhluq nya
    sebagai mana manusia tak pernah bisa merubah hukum alam yang pasti
    kecuali manusia mengikuti dan beradaptasi terhdap hukum itu
    termasuk kelahiran dan kematian yang tak dapat di tawar.. he he he

    @Javanizis
    Apa yang ada di dunia ini memang tidak ada yang abadi. Tapi percayakah kau bahwa keabadian itu ada. Memang kodrat manusia itu lahir dan mati. Percayakah kau bahwa manusia itu bisa menunda kematian bahkan dari yang tertulis dalam kitab kehidupan (tulis tanpo papan) Manusia juga boleh tahu tanggal kematiannya yang merupakan rahasia. Dan rahasia itu hanya boleh disimpan secara pribadi/tak boleh diceritakan pada orang lain

    Ada cerita begini (kau boleh percaya atau tidak)
    Suatu hari ada yang telp ke seseorang
    “Pak, Mbah yang namanya……itu kan umurnya sudah 150 tahun lebih.”
    “Ya, Kenapa?”
    “Kemarin meninggal dan aku bersama tetangga yang menguburkanya.”
    “Mbah….. itu mati…Ya ga apa-apa… Tapi kamu tunggu satu bulan.”
    “Nunggu satu bulan Untuk apa?”
    “Tunggu saja satu bulan, nanti telpon aku lagi”

    Satu bulan berjalan dia telpon lagi
    “Pak hari ini pas 1 bulan mbah itu meninggal”
    “Lalu”
    “Dia pulang”
    “Terus”
    “Banyak orang yang takut”
    “Kamu takut”
    “Tidak, kan aku” sudah siap”
    “Kamu sudah tanya kenapa dia begitu”
    “Sudah”
    “Apa jawabnya”
    “Dia kepingin tahu orang-orang yang mati itu tempatnya dimana? Jadi dia melakukanya dengan mati”

  80. setiap pemeluk agama pasti akan merasa paling benar thdp agamanya, itulah keyakinan he he he., makanya melakukan bantahan,….

    siapa yang mengkafirkan…?
    kalau tdk mengapa merasa di kafirkan ?
    kalau tidak mengapa merasa sebagai org sesat ?
    dan siapa yang megklaim …?
    gak ada tuh pendapatku menyebutkan itu ,…..hmm

    yang menyatakan Tuhan ada dan tidak ?. itu pernyataan sendiri
    dan di jawab sendiri tuh…hi hi hi

    @ Nnggak usah percaya kepada tuhan. Karena dengan begitu ga ada bedanya tuhan itu ada atawa kagak ada ,
    @ Jadi yang menyatakan bahwa Tuhan itu ada adalah manusia.

    ( confuse…..)

  81. Semua yg datang berbagai fase kedatangan dr arab, hindustan, cina, semua berjudul saudagar. Ratusan tahun silam. Mereka datang ke p. jawa krn sudah gilang gemilang tersohor makmur dan tertata peri kehidupannya. Artinya jawa saat itu sdh ada tuntunan way of live, yg terbukti mengundang saudagar datang. Datang bertaruhkan nyawa dan logistik yg kuat karena sikon pelayaran saat itu. Tuntunan original jawa, yg hormat, menjaga, memenfaatkan alam secukupnya. Dalam konteks action raga dan jiwa memelihara alam, air, hutan, dan sebagainya. Itulah yg menciptakan kegemilangan. Alam sdh betul disadari manusia jawa sdh sempurna. D p. jawa semua ada, bumi sampurna, ada manusia yg sdh iqro, belajar dari bumi lahir. Kitab eyang kita ya bumi bulat lahir seisinya ini. Manunggal penjiwaan. Beliau eyang jawa merasakan bumi ya spt jiwa raganya. Konfigurasi satu rasa, satu jiwa, satu perasaan antara manusia dan allam lahir bumi langit seisinya inilah, mainstream ajaran jawa. Ajaran rasa respected un limitted manusia pd earth, water, air, forest , animal, dan total persahabatan manusia dan alam raya itulah ajaran jowo, jawa, djawi. Itulah tuntunan GAMA, tuntunan hidup jawa. Bukti pragmatis, kitab kuno sdh ada istilah Negara kerta gama. Gama is not agama. Gama kalau disejajarkan agama, puncak tuntunan manusia by agama yg sudah ketemu Tuhannya, dengan berbagai aran, vocab, atau istilah pengganti kosa kata tuhannya. Gama tuntunan manusia yg benar benar tahu apa bagaimana yg disebut tuhan dgn berbagai aran, vocab atau kosa kata sesuai asal daerah agama. Gama , inilah ajaran tuan rumah. Agama adalah tamu dalam konteks waktu eksistensi. Gama adalah tuntunan manusia jawa yg sudah sembodo
    Betul betul, apa dan siapa tuhannya, sementara untuk tuntunan baru yg datang pd fase berikutnya yaitu a gama. Mereka punya aran, istilah, vocab, kosakata utk tuhannya tapi mereka tdk tahu..gaib dstnya. Tuntunan gama sangat mengenal tuhannya dgn segalanya sehingga utk menyebut pun tdk berani menyatakan dgn aran, vocab, walaupun satu kosa katapun. Siapa tuhan mu, dia diam,,,diam karena bener bener tahu, manusia dgn segala aktivitas hidup riil tdk patut menyebut asma tuhannya. Diam bila ditanya siapa nama tuhannya, mereka para tamu yg merasa tahu n punya tuhan mengatakan manusia jawa beraliran anonym isme, animisme. Jadi jawa bener ngerti tuhan dan bahkan nunggal rasa, jiwa, dan karsa. Tdk berani nyebut. Bukan tdk punya. Dia sangat dekat, tahu apa itu tuhan dan sangat hormat, dan manusia jawa menyadari tdk pantas manusia dgn segala aktivitasnya untuk hidup memberi nama pd tuhannya. Dia diam.. Diam inilah asal mula aliran jawa disebut aliran kebatinan..diam statemen, n anatomi bukan berarti diam sebenarnya. Gama, ajaran jawa original, ajaran tuan rumah sangat tahu betul dialam ini selain manusia, sahabat manusia jawa selain manusia banyak. Bahkan manusia yg belum mencapai pengertian gama adalah serangga serangga yg punya potensi merusak bumi langit seisinya, utk memenuhi egonya. Inilah perbedaan mendasar gama dan agama. Gama satu rasa, jiwa, karsa antara manusia langit seisinya, diwejawantahkan secukupnya dalam mengeploatasi alam. Gama inti inti agama..aplikasi cintailah sesamamu spt kau mencintai dirimu sendiri, rahmatan lill allamin, hong wilaheng ngawigeno,sejatining bawono langgeng, swastiwastu dsbnya, dlm agama cenderung ke antar manusia………………………… Gama, ajaran jawa, ajaran tuan rumah nusantara sdh menjalan
    Kan tdk hanya pd manusia saja, tapi pd seisi alam semesta. Tuntunan jawa yg sdh menyatu, menhormati, memelihara alam dgn berbagai puncak ritualnya. Yg terdokumentasi berupa karya, berupa syiir, dongeng kesatriyaan, adat budaya. Yg kita cermati dgn hati yg bening…bentuk wejawantah manusia yg menghormati tanah, air, sky, nya sendiri. Sekarang oleh mainstream tuntunan hidup yg nota bene tamu dlm konteks periodisasiny waktu, dikatakan sesat, sirik, kuno, manusia pelakunya di katakan kafir, tak bertuhan. Semoga alam, leluhur memaafkan mereka, semoga saudara kita yg belum memahami ajaran, jawa, nusantara, segera dpt pencerahan. Saudaraku setanah air, percayalah, tanah air kita punya sumber daya alam sempurna, knowledge, tuntunan hidup yg sempurna pula. Galilah, cintailah adat budaya, bahasa kearifan lokal dan nasional. Galilah…kita bukan bangsa bebek bebek. Kita bangsa kumpulan rajawali rajawali. Jadilah rajawali penjaga tanah air, ajaran mulia tanah air kita sendiri, hormati sejarah dan leluhur kita sendiri. Negeri lain masih hidup bertenda, kalau kita teliti dan mau mencari pd masa itu kita sdh punya emas, anggur, madu, kain warnawarni, manusia santun, mandraguna, bangunan supersimetris kokoh. Sudah bermain dgn samodera, petir, sdh bercocok tana,, sistem air ok…manusia manusia jawa masa lalu itulah yg menyadari, bumi ku sempurna pasti ada belahan bumi lain yg tdk terlalu sampurna. Beliaulah manusia jawa dgn gamanya memberi
    Pencerahan dan bergerak ke penjuru dunia. Mengajari tatakrama hidup, bertata bahasa, mengajari membibit, pengairan, sifat peradabab dasar sederhana utk hidup utk daerah ekstrem gersang, liar, dingin. Karen sdh punya ilmu hidup belajar dari alam sampurna. Itulah disebut jawa..Raja Bawana…raja dlm konteks penghormatan karena menyebarkan manusia terbaik kesegala penjuru untuk membantu belahan bumi lain utk santun pd alamnya,,termasuk antar manusianya. Karena alam ekstrem pasti lahir manusia berkarakter ekstrem. Utk itulah ajaran gama dr bumi sempurna diadaptasikan sesuai alam ekstrem yg didatangi . Jadi nguyahi segara yen ono won sangkan paran ngajari tuntunan urip ing bumi jaw, nusantara, sejati wong sing ngaku duwe tuntunan urip sak jagat iku biyen teko mrene , sakdermo nununt numpang urip, amarga bumi asa l usul e miskin banget. Eyang eyang sing wis kerta gama, welas asih maringi panggon kesempatan urip penak ing tlatah jawa nusantara, bumi sing sembarang ono, bumi sampurno, bumi kang aran deweke soko bumi sing kahanane prihatin, kering, miskin, kaparing aran swargo. Dadi sejati sswargo iku yo bumimu jowo nuswantoro iki. Putro wayah nuswantoro, jowo, indonesia mengertilah, bumiku dimana kita lahir inilah sebenarnya surga. Jadi jagalah, hormatilah, peliharalah. Cintailah ajaran tanah air sendiri. Mereka yg datang dulu sudah diberi waktu, biberi ati ngrogoh rempelu, setelah isi nyekel tampuk kekuasaan, anak enom wani ngrebut kekuasaan. Koyo kere munggah bale. Sampai sekarang bumi , air surga tanah air sendiri di koyak koyak tanpa rasa sayang dan memelihara bumi jaw, sumtera, kalimantan, sulwsi, papu, maluku, ntt ntb, bali lombok sabang merauke
    , ibu pertiwi dianiaya anak anaknya sendiri. Karena anak anaknya lupa ajaran ajaran asli nusantara yg sangat hormat santun pd alam, pd tuhannya. Masih ada waktu kekhilafan kita. Mari cintailah bumi sendiri, tuntunan tanah air asli nusantara, gama..yg manusianya menyadari tanpa bumi, air jernih, hutan yg kembali hijau, tanpa sungai yg bersih, tan pa bumi yg sehat manusia tdk akan jadi apa dan bukan siapa. Manusia yg bertuhan manusia yg menghormati, tanah, air, sky, river, forest, dan dan tumbuh mengakar kuat pd adat budaya bangsa negeri nya sendiri. Semoga kita ketemu tuhan kita dl konteks terkini. Dan mencintai, memelihara apa semua yg kita bisa lihat dan yg takterlihat mata. Maafkan aku leluhur , tetua, bahari kami, maafkan aku ibu pertiwi, maafkan aku semesta alam raya…

  82. Aku pertahankan warisan leluhurku yang tentu saja aku anggap benar,sehingga aku ga perlu import keyakinan/agama?

    Kau bertanya,”Siapa yang mengkafirkan?”
    Baca lagi Postingan ki sabda ini dan simpulkan sendiri siapa yang berpotensi menyatakan ajaran leluhur dianggap kafir dan sesat.

    Aku sebagai penganut ajaran leluhur ga peduli dianggap kafir atau sesat oleh para pengimport agama

  83. Please man it your right …..he he

    faith is yourself, I do not need it, ….hmm
    and I respect your beliefs, I do not disturb your faith

    please ask the person who said it, I did not say that
    do you understand,…. ngger ?!! he he he

    jangan sewot ah …,…ha ha ha
    perlu akal dan mental sehat dlm berdiskusi
    beda pendapat …akh….. itu biasaa. he he

  84. ada tuhan langit
    ada tuhan budaya
    ada tuhan utk meliphakan kesalahan
    ada tuhan yang dikambing hitamkan

    ada tuhan imaginer dlm pikiran manungso….yang di egokan
    kadang tuhan itu diminta minati dan disuruh-suruh kalau kepepet
    kadang di khianati kalau lagi senang

    oh tuhan..tuhan,….
    nasibmu kok di ombang ambing manusia bodoh
    manungso keminter yo kok minteri. tuhan

  85. Inyoman Suastika

    agama adalah tata cara, agama adalah tuntunan bagi umat manusia yg pikirannya masih lemah, agama yg sebenarnya adalah hidup ini, tdk perlu menghafal kitab suci, agama adalah pikiranmu sendiri, cipta rasa & karsamu sendiri, sejatinya sorga & neraka itu adalah ciptaanmu sendiri, pikiranmu sendiri. sebelum kamu punya iklas yg bersih tanpa embel” jgn pernah menyebut kamu beragama, malu…….! yg penting bgmna kita belajar menumbuhkan cinta di hati kita, karena sejatinya cinta itu adalah sifat kita yg sesungguhnya, selain itu tdk lebih dari nafsu. aku belajar utk mencintai budaya leluhurku, karena sdh di uji ribuan tahun, aku tdk butuh agama import ataupun budaya import, karena itu tdk cocok dgn roh Nusantaraku, NUSANTARAKU SEDANG DI JAJAH, NUSANTARAKU SDG DI JADIKAN SAPI PERAH, KAMU DTG MEMBAWA NAFSU UTK MENGUASAI NUSANTARAKU, KARENA SEJATINYA SEBELUM KAMU MATI KAMU SDH MISKIN. ( pati ing sajeroning urip, rogo sukmo, sukmo mukso )

  86. sewot apa yang akan didapat dengan sewot?

    Mungkin argumenku menunjukan aku sedang sewot
    Terkadang aku perlu menujukan kesewotan untuk melepaskan dari kesewotan.
    Yang pasti kesewotan itu adalah kesewotanku bukan kehendak Yang Maha pengatur, Yang Maha Berkehendak
    Bila kesewotanku dikatakan kehendak Yang Maha pengatur, Yang Maha Berkehendak.
    Ahk,… Yang Maha pengatur, Yang Maha Berkehendak. di timpahi kesalahan lagi…atas kesewotanku…

  87. ha ha ha , sykurlah kalau njenengan sudah sadar
    jangankan kesewotan , detak jantung aliran darahpun dari sejak lahir s/d sekarang kita tak pernah mengatur. ….he he he

  88. Detak jantung dan aliran darah yang mengatur memang bukan aku (lahiriah) tapi aku yang adalah hidup

  89. he he he
    itulah AKU Yang Maha Hidup tak kenal mati,
    Maha mengatur, Maha berkehendak, Maha berkuasa

  90. Aku adalah aku, yang diutus aku kepada aku

  91. For;Aslam. Apa yg di katakan om.aslam mungkin ada benarnya dan mungkin juga ada salah, begitu pula dengan om2, tante2 dan saudara2 sekalian yg ada di blog ini semuanya(termasuk saya juga ya. hehehe…), sebab tidak ada manusia sempurna yg terlepas dari pada dosa, salah bahkan lupa walaupun mungkin telah bersatu dengan DIA, betul ga om.aslam? akan tetapi ada manusia sempurna yg terlepas dari pada dosa, salah bahkan lupa yaitu DIA yg satu dan yg satu2nya DIA itu yg sebenarnya DIA dan yg sebenar-benarnya DIA itu DIAlah yg satu, lalu mereka2 yg telah di tebus oleh DIA dan yg telah menyatu dengan DIA bisa di samakan dengan DIA walaupun DIA adalah DIA dan mereka adalah mereka, betul ga om.aslam?
    Akan tetapi aku pribadi lebih suka mengatakan; ”aku yg maha mati tidak mengenal yg HIDUP, aku maha lemah dan aku maha hina” hehehe…

  92. Yang hidup tak pernah kenal mati, yang megatur harmonisasi kehidupan tubuh dan jiwamu, menjadikan kau lahir dan mati.

  93. Hidup yang tak pernah kenal mati. yang mengatur harmonisasi kedatangan ku via rahim ibu dan kembali ke rahim ibu. Apa yang berasal dari tanah kembali ke tanah, yang berasal dari air kembali ke air, yang berasal dari api kembali ke api, yang berasal dari air kembali ke air. Hidup tak pernah mati.
    Aku adalah aku, mengutus aku kepadaku. Hudup menyembah hidup, hidup disembah hidup.

  94. Salam Mas Aslam…Mas Java……saya ikut belajar dan menyimak……Nuwun

  95. Salam Mas Aslam…Mas Java…….ikut belajar dan menyimak……Nuwun

  96. seluruh ciptaan(makhluq) akan kembali kepada asal penciptaan(ilaihi) atas Kuasa & kehendak Pencipta (Khaliq) , sesuai hukum kehidupan alam dalam ketetapan Nya yang ada dalam tiap-tiap ciptaan Nya.

  97. Salam damai….Sejahteralah Nusantara

  98. Salam Karaharjan Mas Tetangga, dan semua nya

  99. rere@ jangan ngurusi nyawa orang, elo takan di mintai tanggung jawab…..

  100. kenapa sih pada ribut soal agama&kepercayaan??? sbenernya pada tau gak sih tujuan akhir org memeluk suatu agama???? saya yakin 100% klo kalian semua yg meributkan soal agama yg kalian anut masing2 “GAK TAU” TUJUAN AKHIR KALIAN MEMELUK SUATU AGAMA,saya kira kalian yg ribut tuu..punya agama cm buat pamer & gengsi2an doang,atau klo gak cuma ikut2an saja karena mungkin bnyak tmanya. klo emg kalian tau apa tujuan akhir kalian memeluk suatu agama/kepercaan,maka kalian psti akn tau kebenaran sejati,dan pastinya kalian akan tertawa melihat disitus ini pd ribut dan saling caci soal agama.
    HAHAHA…..HAHAHA… silahkan kalian pada ribut,kebenaran sejati pasti akan muncul.

  101. Agama itu sarana manusia untuk ke TUHAN kan mas? . Jadi kalo tanya tujuan akhir agama itu ya TUHAN .

    Sebenernya jika orang yg bener2 paham itu ngelihat debat gini itu malah cuma ngamatin aja. Ibaratnya mas, orang debat itu orang yang baru ngerasain es teh. Yang baru ngerasain kan cerita ke temennya kalo rasanya es teh itu blablalbla… terus temennya yg baru ngerasain bilang blablabla… karena warung beli es teh nya gak sama. Nah yang udah sering minum es teh diem aja sambil cekikikan. CMIIW
    salam

  102. @ MAS SABDA LANGIT
    Katur @mas sabda langit:
    Terlalu banyak rentang name Anto dgn isi senada
    Kalau njenengan baca pesan ini. Mohon geser ke m. Anto.
    Lagi ber tiwikrama… Nih.
    Radius unlimited lo…
    Mohon kawicaksanaan panjenengan

    @ mas Anto. ( tolong taruh balas di Anto by name )
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

  103. oom senyum hobi ngamen ya? kok senang ngamen di tempat orang doyan mimpi oom?

  104. Kejawen ITU budaya asli nenek moyang orang jawa knp pd mesti ribut. Sy Muslim tp Orang Islam APA hubungan menjelek2 kan kejawen kalau menurut kita haram khurafat dsb. KNP jadi seperti KT yg kebakaran jengot. KNP kit a tidal merangi aja kebudyaan barat yg jelas hara man ada dalam alquran Dan hadist tp sering dilakukan orang Muslim.. nyanyian2 pake a lat musik. Riba bank/ leasing, kPR, arisan, ITU Budaya yg bener2 kita perangi..aneh orang kit a INI, hati orang Dan niat seseorang nabipun tdk bisa mengetahui

  105. CUCI OTAK TERSUKSES di DUNIA

    Tanah haram, di wajibkan yg mampu utk mengunjunginya. Seluruh dunia mencari maghbrur.

    Shiirnya, ……. Tanah haram, tanah larangan berupa padang pasir kering berdebu, pesan pada sluruh dunia untuk menjaga buminya masing masing yg masih hijau.
    Kenapa yg mampu, kaya wajib ke tanah haram, atau tanah larangan?
    Shiirnya…… Yg kaya atau yg mampu sumber aktivitas ekonominya mayoritas merusak bumi, air, sungai, hutan, gunung dan sebagainya. Mereka disadarkan untuk tdk terlalu rakus merusak alam.

    Faktanya hal ini ditutupi, wajib saja yg ditegakkan dgn berbagai opini.
    Sebenar-benarnya hanya strategi kotak amal tersembunyi untuk menghidupi negeri yg miskin, karena saat itu minyak belum mampu dimunculkan. Kita didoktrin jadi bangsa katak dalam tempurung.

    Sumber air mana yg bervolume juta meter kubik, tdk habis. Sementara padang pasir wujud alamnya
    Jadilah manusia yg sadar diri, manusia cerdas yg tak terbohongi negeri lain. Kecuali air laut yg disuling dan di distribusikan dgn pipa pipa rahasia dlm tanah.

    Masih ingin jalan jalan ke padang gurun …..????????

  106. @@@@@@@

    Kagem sedulur, saudaraku,
    Sobat togop n rediyanto dan mungkin yg lain.
    Maaf sebesar besarnya. Media ini untuk media perenungan, media saling belajar.
    Berstatement, berilah komentar yg elegant, berkedalaman pikir, santun pd negeri sendiri, tulisan, redaksional menunjukkan wujud siapa kita.
    Mohon maaf bila blm tahu bertanyalah.bertanyalah dan dimengerti.
    Open your mind, bukalah hati fikirmu, “katak dalam tempurung” musnahkanlah dalam karakter hidup kita.

    Media ini dipantau seluruh dunia.
    Memercik air di dulang saudara pelajari, dan dimengerti betul.
    Diam, membaca, dan mempelajari lebih bijaksana.

    Suluk hormat dan salut buat saudaraku
    Yang sudah menuangkan ide pemikiran elok di media diskusi ini
    Semoga kita menemukan ketenangan hati
    Semoga kita berkarya dl bingkai kesantunan budi pd semuanya

    Salam hormat pula pada sedulur
    Yang sudah menyediakan media diskusi ini

    Suluk paseduluhuran
    Saking tlatah Jawi.

  107. Qqqqqqqqqqqq
    DIRection

    Guyub rukun elok nian
    Asah fikir karena asih hati
    Bak air embun membasuh jiwa raga
    Elok embun, dari pagi nan tenang
    Pagi datang dari surya dan candra yg kompak membagi alur
    Duhai maha elok…
    Tak pantas ku menyebut asma untuk MU….

    Bersinar spt mentari…………welas asih pd semua yg ada.
    Sabar spt bumi…menyegarkan seperti pagi.
    Teduh ber bisik pd yg….
    Seperti malam, menjelang pagi
    Rendah hati seperti air menjalankan ritualnya.
    Rendah hati seperti bulan berganti tugas dengan sang mentari.

    Tersenyumlah …hiduppun terasa sejuk dan gemilang di dada
    Kebenaran tak terutarakan, hanya bisa dirasa.
    Yg sdh menemukan Tuhannya
    Berlaku tenang dan konsisten menjalankan tugas menjaga bawana seisinya
    Yg berkata kata adalah hatinya, ..disaat alam tenang berjuang mempertahankanhidupNYA
    “…………………..
    “…………………..
    Terpaksa ikut menulis, he he ingin merasakan indahnya daya cipta manusia dr bumi belahan yg lain.
    Sebagai bentuk hormatku pd manusia pencipta yg tentunya tdk menganggap dirinya paling mulia di dunia.
    Salam hormat pd semua yg sudah berkata kata nan elok di sini
    Maafkan aku tak kuat menahan diri utk ikut belajar menata kalimat di sini
    Salam hormatku, sampai meneteskan air mata aku membaca diskusi ini

    Alam diam menjalankan tugasnya, menyayangi manusia yg pongah jumawa dengan gerak langkahnya.
    Teringat nasehat kakek pd cucunya….
    ” putu ku sayangilah semua yg ada didepan penglihatanmu. Hidup mu akan bejo dan slamet ”

    Kebenaran yg diam teraniaya berabad bilang aksara angka tahun namanya.
    Muncullah dengan segala kesantunan, lemah lembut tutur kata, bahasa , perilaku ya, dan kemanfaatan daya cipta. Untuk menjaga semuanya

    Ngapunten sedaya kalepatan dalem

  108. ,,,JAWA
    SeJAtining Welas Asih

    Inti JAWA ,
    Manusia yg menyadari alam hidupnya, lingkungannya wajib dihormati dilestarikan.
    Manusia yang Santun pd manusianya dan alamnya.
    Manusia yang menyadari sepenuhnya : semua kawruh , ilmu, ada dlm raga,
    Manusia nya bisa menjaga kesehatan raga.

    Biarlah ada yang berprasangka buruk, apresiasi manusia lain melihat tuntunan Jawa menunjukkan kedalaman ilmu dia sendiri.
    Semakin mencela, menunjukkan ketidak pahaman personal tsb tentang laku Jawa, atau kejawen awam menyebutnya.
    Konsisten santun bertata bahasa, santun bertata etika pergaulan, konsisten berperilaku tidak merusak alam dalam aktivitas hidup dan ekonominya. Itulah tugas kita. Santun hormat pada manusia dan alamnya.
    Tuntunan puasa yg tidak ingin membunuh mahluk lain…karena kesadaran semua adalah saudara kita tegakkan. ” Welas asih marang sa’pada pada “.
    Manusia yg sudah ketemu hakikatnya , tahu ber ma’rifatullah, ber bashirohinggil, berkasih sayang yang mendalam dirasakan dihayati betul, baru akan menyadari ke Adi luhungan, ketinggian, ke elokkan ilmu, tuntunan, kawruh, way of life JAWA.

    Semogalah kesadaran itu merebak kembali di bumi Pertiwi tercinta ini.
    ‘Tamu’ yang berkesadaran diri tinggi, tamu yang sudah dekat pada Tuhannya, PASTI lah menhormati ‘tuan rumahnya’.
    Yang nota bene sudah memberi kehormatan utk bisa hidup di bumi Jawa Nusantara Indonesia.

    Sadarilah negeri kita negeri Agung. Gilang Gemilang yang sudah terkenal di seluruh benua, saat itu berbagai penjuru datang ke Nusantara karena terpanggil keagungan nama Jawa, Nusantara.
    Tuntunan yang sudah memasyurkan negeri itu sekarang diapriori, di marginalkan, disepelekan, maaf bahkan ada yg dikatakan menyesatkan.
    Semogalah tanah air, leluhur mengampuni… semoga

    Tuntunan manusia Jawa yang menyatu rasa dengan Bumi langit seisinya, diwujudkan manusia yang berperilaku hormat pd bumi, hutan, gunung, sungai, mata air, manusia, hewan, tumbuhan, dan lain2 yang taka terlihat mata, tuntunan yang bil hal nya antar mahluk. Bukan antar manusia saja…tuntunan demikian yang dinafikan, dicurigai…
    Itulah tuntunan kakek nenek kita sendiri yang sudah paham betul apa siapa bagaimanaTuhannya.
    Wujud hormat pada Tuhannya : diwujudkan dalam perilaku tsb. di atas.

    Untuk itulah tuntunan Jawa,
    konsisten mengajarkan :
    ” yen wis tinemu, yen wis mangerti, yen wis weruh..Wajib SABAR lan MENENG “.

    Salam damai salam persaudaraan utk semuanya
    Dari adik kecil ing tlatah Jawi

  109. @ MAS SABDA LANGIT
    Katur @mas sabda langit:
    Terlalu banyak rentang name Anto dgn isi senada
    Kalau njenengan baca pesan ini. Mohon geser ke m. Anto.
    Lagi ber tiwikrama… Nih.
    Radius unlimited lo…
    Mohon kawicaksanaan panjenengan

    @ mas Anto. ( tolong taruh balas di Anto by name )
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

  110. Kang njenengan nggelak no atiku…ngapunten. .
    .
    @ MAS SABDA LANGIT
    Katur @mas sabda langit:
    Terlalu banyak rentang name Anto dgn isi senada
    Kalau njenengan baca pesan ini. Mohon geser ke m. Anto.
    Lagi ber tiwikrama… Nih.
    Radius unlimited lo…
    Mohon kawicaksanaan panjenengan

    @ mas Anto. ( tolong taruh balas di Anto by name )
    Kekecewaan saudara saya pribadi memahami.
    Anda memuliakan tanah negeri lainkan, anda anggap tanah suci hanya di “sana” kan. Bicara Tuntunan hidup lo ini
    Tanah airmu sendiri bagaimana…mas Anto, maaf.

    Mbah, kakek nenek mas Anto yang ke 12, 13 ke atas, karena bukan segolongan anda.
    Anda anggap kafir kan, karena beda keyakinan, ( ini versi ajaran, yg ada istilah kafir )
    Tentang ajaran tuntunan. Tuntunan seperti itu. Suka memberi stigma kafir…
    Ini bukan tentang pendapat anda.
    Ajaran tuntunan spt itu arifkah ? Punya teposelirakah? Punya tatakrama tentang garis keturunankah? Punya nurani sopan santun pada “orang tua” kah.
    Kalau yg dimaksud orang tua anda anggap bapak ibu aja.
    Cocoknya jadi citizen negara ” sana” aja.
    Atau mungkin lo.. anda tahu 25 nabi, anda tidak tahu mbah anda yg ke 13 ..?
    Ajaran yang cenderung melupakan ” orang tua ” sendiri, bangsa nya sendiri.
    Ini jelas, jangan bicara tergantung manusianya dong…he he

    Lambang Garuda Pancasila kalau anda pasang, tuntunan anda menganggap syirik kan.
    Kalau gambar pahlawan2 Nasional dipasang di dinding kelas…pemasangan gambar manusia istilahnya apa ? Maaf malas aku mengetik kata kata itu.
    Lihat sekolah TK, SD, SMP sudah langka gambar, foto Pahlawan Nasional dalam kelas.
    Memasang poster Pancasila,
    Garuda Pancasila langka…dianggap syirik, musyrik…
    Itulah akar persoalan Nasionalisme kita seperti sekarang.
    Maaf mas Anto. Itu sekelumit kecil..teliti lagi..

    Adanya istilah kafir..itulah sumber potensial konflik di Indonesia.
    Bahkan dunia.
    Lihatlah sampai saat ini sumber konflik di negara sedang berkonflik, nanti mayoritas kan “mereka”
    Jangan bicara.. : “ah itu kan kesalahan manusianya…”
    Sumber kata kafir dari mana, .?dll
    Mas Anto yg terhormat..itulah dampak sosial nyata.

    Belum lagi kalau manusia lain tidak menyebut tuhannya..dikatakan manusia tak bertuhan.
    Siapa biasa berpendapat seperti itu. Kira2 bikin gemes tidak.
    Mereka bergaya paling benar.
    ” jangan bilang keyakinan hak masing2, ajarannya baik, manusianya aja “.
    Statement2 seperti itu tambah bikin gemes deh…he he he
    Dianggap manusia yg diajak omong ini tdk berpendidikan. Banyak orang yg mengerti mas. Tapi diam.
    Hal hal itulah yg membuat pendiri negeri membatalkan …kalimat tertentu dlm ” piagam Jakarta”.
    Semoga masih ingat sejarah negeri sendiri…maaf sebelumnya.
    Kalau ukuran cinta tanah air..periode perintis kemerdekaan, para the founding father, dgn anda…bagaimana? Kapasitas daya juang, kepintaran, kecerdasan kira berkwalitas mana.
    Beliau beliau mencoret, menghilangkan !
    Tanyakan pd diri anda sendiri.

    Hal hal tersebut diatas, terakumulasi, jujur hal2 tsb yg membuat banyak koment pedas, di blog ini.
    Wajar banyak yg sudah , maaf ya :
    muak, pada tabiat, perilaku, pandangan tertentu yang terlalu congkak

    Belum bicara historisnya, bacalah versi lain, yg lama lebih obyektif.
    “The makar” action…dalam ketata negaraan. Akhir sejarah kerajaan majapahit.
    Jangan jawab masi debatabel , tambah bikin gemes..he he he
    Jangan menjawab…demi perjuangan….
    etitut, teposeliro sense sebagai tiang timur anda jalankan.
    Anak ” berani” pada orang tua…aduh…moga njenengan tahu, ngerti..deh he he
    Perbuatan itu berakhlakul karimah kah?
    Mana ” anak sholeh “. Nya ? ( tanda tanya tebal )
    Versi baru ditulis oleh hegemoni mayoritas sekarang. Sehingga cenderung berpihak pd pemilik hegemoni mayoritas.
    Kembali semua ini masalah kedalaman fikir.
    Tidak bisa kita paksakan memang, kesadaran diri..sangat dipengaruhi back ground akademis, keluarga, pergaulan, kecerdasan, kemampuan open mind..dll

    Sementara secara etika..secara periode…urutan waktu come to Jawa dalam hal ini tuntunan hidup, jelas ada posisi “tamu” dan “tuan rumah”
    Tamu tidak hormat, bahkan dikatakan sesat, atau kafir, atau tak bertuhan..pada tuan rumah…ah ndak bisa aku tulis lebih jauh. Anda fikir dan rasakan sendirilah.

    Semoga anda tahu….dan mengerti.
    Salam hormat saya pada anda.
    Selamat Pagi.

    Untuk pengakhiran tulisan…
    maaf mas Anton , anda sudah ber SUMPAH PEMUDA kan ?
    Dengan kerendahan hati saya sarankan : “istiqomahlah dengan dengan sumpah yang sudah saudara sampaikan. Anda ber KTP negara Indonesia kan “.

    Coba anda pelajari, baca lagi dalam tuntunan ajaran hidup anda.
    Istilahnya apa. Untuk manusia yang melanggar sumpah yg sudah di ucapkan.
    Ini diskusi rational, jauh dari emosional. Ini diskusi persaudaraan, sharing berdewasa.
    Semoga anda berkenan memberi pendapat, saya tunggu lo…

    #########
    Kang GARUDA Yth
    itu nickname Anto njih. Apa nggak kebalik Onta?! Ngapunten, mendadak jadi pengin guyon. hhehehe
    Salam NKRI

  111. Biarlah apresiasi masing masing membaca apa yang saya tulis tsb diatas.
    Itulah kata hatiku.
    Semoga bisa sedikit ‘ membuka hijab ‘ saudara kita yang lain.
    Negeri kita demikianlah mengenal, memiliki
    Beragam flora, fauna, ‘view’ nan elok, SUDAH punya kesantunan high grade level.
    Dirusak dengan istilah istilah Arab..kafir, syirik, musyrik, etc.
    Menciptakan saling curiga, pontensial permusuhan, perpecahan diantara warga negara.
    Dan ini yang memprihatinkan. Tidak sadar istilah sumber perpecahan antar umat manusia tsb diatas.
    Sebenar benarnya potensi besar…” Devide et impera Modern ”
    Lihat aja belahan bumi lain yang masih berkonflik.
    Biarlah mereka menyadarinya, sehingga segera mengkoreksi perilaku mereka.

    This is Indonesia, NUSANTARA
    KALAU SANTUN, RENDAH HATI MEMBACA, MEMPELAJARI TUNTUNAN NEGERI SENDIRI.
    Kita sdh ada nasehat…’sumeh’, guyub rukun, hormat marang sapada pada,
    Ngormat to marang sing tuwo ( hubungan antar mahluk, tdk antar manusia )
    Kita santun hormat pd sejarah negeri sendiri..tuntunan original negeri kita. Bukti pragmatis dari nama nama.
    Sudah ada dari dahulu kala..ada hubungan psikologis, santunnya manusia pada Alam dan lingkungannya.
    Itulah ‘ bil hal Ma’rifatullah, itulah bil hal tharikhot sejati ‘.
    KITA INI BANGSA JAWA, NUSANTARA SUDAH PUNYA DARI NENEK MOYANG DAHULU KALA. SEBELUM ADA SEJARAH PUN SUDAH MENJALANKAN.
    ITULAH KE ADI LUHUR , ke elokan tuntunan ASLI Jawa, Nusantara, negeri kita Indonesia.
    Masih tersimpan dala
    Tuntunan sopan santun, lembut kalimat lesan, santun anta manusia dlm wujud kata, sikap tubuh, body language yg santun.
    Marilah kita tegakkan fenomena ramah tamah dinegeri kita
    “. “. “. ” Suasan damai, toleransi agung, teposeliro, rukun antar W.N.
    “. “. “. ” Nasionalis, cinta pada bumi negeri sendiri. Inilah bumi suci kita.
    Inilah bumi yg sudah membuat kita hidup, urip …wajib kita bela…bukan menomor satukan bumi lain, negeri lain.
    Negeri elok, santun, beradab berbudaya high level..chemistry lama sifat2 ciri negeri, rakyat Indonesia itulah tuntunan terrbaik utk negeri kita sendiri.

    Guyub rukun agawe santoso
    Ulat padang sumeh, tulung tinulung senajan asor wujude. Khormatana sing tuwo.
    Wedio marang wong cilik lan asor, khormatana sak bangsamu dewe.
    Sembah sujudo marang bumi, tanah airmu, negeri mu, sejatine urip mu yo saka iku.
    Ngormat marang kan Maha Kuasa…khormatana wong tuamu, khormati sing tuwo2, khomatana bumimu, lan negrimu.

    Sampun kagem sedaya
    Tuntunan yang elok bersinar lah kembali di negeri yang elok ini.
    Gunung, hutan , tumbuhan, tanaman hijau segarlah
    Sungai sungai jernihlah kembali, sumber air seluruh negeri hiduplah
    Langit. Alam semesta segar, balance , cerialah
    Seluruh leluhur negeri bangkitlah membela ‘ ibu pertiwi tercinta ini ‘

    Bumi, gunung, sungai sungai, mata air mata air : MAAFKANLAH KAMI
    BUMI, LANGIT SMUANYA MAAFKANLAH KAMI.

  112. Jadilah negeri kita, negeri yang cerdas.

  113. SEMUA FRIENDSHIPLY

    Buat m bima thank’s lo…
    Wong Jowo iku yen di taling, ditarung..baru muncul urip e..
    Tulisan itu membuat kita bangun
    Bagus saling asah..ambil pointnya

    Kembali ke identitas negeri sendiri..ciamik deh..
    Kembali ke ideologi tanah air sendiri
    PASTI NEGERI INI BERJAJAYA KEMBALI

    PANCASILA kita hayati
    BHINNEKA TUNGGAL IKA…ORIENTASI KITA
    UUD 1945, pasal 33, tugas Trias politica, utk dijalankan 100 percent
    GARUDA PANCASILA kita pasang lagi di semua Gedung di Negeri ini
    PASTI INDONESIA BERJAYA LAGI

    ……………………………. Smile Bird ……………………………

  114. @ herri
    Kebudayaan barat perlu kita perangi..tsbt diatas pendapat anda
    Barat bahasa Indonesia
    Bahasa Jawa nya barat apa…

    He he he sudah sadar ?
    Dalem tiang Timur

  1. Ping-balik: Salah Paham Tentang Kejawen

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 940 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: