Rahasia Kekuatan Doa
Kami tidak akan membahas mengenai etika berdoa, karena dalam setiap agama tentunya sudah diajarkan mengenai tata cara dan etika berdoa, kami yakin para pembaca sudah lebih memahaminya. Tujuan kami menulis jauh dari maksud menggurui, semata hanya ingin berbagi pengalaman. Dengan kata lain, apa yang kami sampaikan juga pernah kami lakukan dan rasakan. Tujuan kami menulis adalah untuk berbagi kepada sesama, barangkali dapat memberi sedikit manfaat untuk para pembaca yang budiman. Dengan menggunakan akal budi dan hati nurani (nur/cahaya dalam hati) yang penuh keterbatasan kami berusaha mencermati, mengevaluasi dan kemudian menarik benang merah, berupa nilai-nilai (hikmah) dari setiap kejadian dan pengalaman dalam doa-doa kami.
Berkaitan dengan Waktu dan tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, kiranya setiap orang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda. Kedua faktor itu berpengaruh pula terhadap kemantapan hati dan tekad dalam mengajukan permemohonan kepada Tuhan YME. Namun bagi saya pribadi semua tempat dan waktu adalah baik untuk melakukan doa. Pun banyak juga orang meyakini bahw doanya akan dikabulkan Tuhan, walaupun doanya bersifat verbal atau sebatas ucapan lisan saja. Hal ini sebagai konsekuensi, bahwa dalam berdoa hendaknya kita selalu berfikir positif (prasangka baik) pada Tuhan. Kami tetap menghargai pendapat demikian.
SULITNYA MENILAI KESUKSESAN DOA
Banyak orang merasa doanya tidak/belum terkabulkan. Tetapi banyak pula yang merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doa tetapi dalam kadar yang masih minim, masih jauh dari target yang diharapkan. Itu hanya kata perasaan, belum tentu akurat melihat kenyataan sesunggunya. Memang sulit sekali mengukur prosentase antara doa yang dikabulkan dengan yang tidak dikabulkan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut ;
- Kita sering tidak mencermati, bahkan lupa, bahwa anugrah yang kita rasakan hari ini, minggu ini, bulan ini, adalah merupakan “jawaban” Tuhan atas doa yang kita panjatkan sepuluh atau dua puluh Tahun yang lalu. Apabila sempat terlintas fikiran atau kesadaran seperti itu, pun kita masih meragukan kebenarannya. Karena keragu-raguan yang ada di hati kita, akan memunculah asumsi bahwa hanya sedikit doa ku yang dikabulkan Tuhan.
- Doa yang kita pinta pada Tuhan Yang Mahatunggal tentu menurut ukuran kita adalah baik dan ideal, akan tetapi apa yang baik dan ideal menurut kita, belum tentu baik dalam perspektif Tuhan. Tanpa kita sadari bisa saja Tuhan mengganti permohonan dan harapan kita dalam bentuk yang lainnya, tentu saja yang paling baik untuk kita. Tuhan Sang Pengelola Waktu, mungkin akan mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat pula. Ketidaktahuan dan ketidaksadaran kita akan bahasa dan kehendak Tuhan (rumus/kodrat alam), membuat kita menyimpulkan bahwa doa ku tidak dikabulkan Tuhan.
- Prinsip kebaikan meliputi dua sifat atau dimensi, universal dan spesifik. Kebaikan universal, akan berlaku untuk semua orang atau makhluk. Kebaikan misalnya keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan ketentraman hidup. Sebaliknya, kebaikan yang bersifat spesifik artinya, baik bagi orang lain, belum tentu baik untuk diri kita sendiri. Atau, baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Kebaikan spesifik meliputi pula dimensi waktu, misalnya tidak baik untuk saat ini, tetapi baik untuk masa yang akan datang. Memang sulit sekali untuk memastikan semua itu. Tetapi paling tidak dalam berdoa, kemungkinan-kemungkinan yang bersifat positif tersebut perlu kita sadari dan terapkan dalam benak. Kita butuh kearifan sikap, kecermatan batin, kesabaran, dan ketabahan dalam berdoa. Jika tidak kita sadari kemungkinan-kemungkinan itu, pada gilirannya akan memunculkan karakter buruk dalam berdoa, yakni; sok tahu. Misalnya berdoa mohon berjodoh dengan si A, mohon diberi rejeki banyak, berdoa supaya rumah yang ditaksirnya dapat jatuh ke tangannya. Jujur saja, kita belum tentu benar dalam memilih doa dan berharap-harap akan sesuatu. Kebaikan spesifik yang kita harapkan belum tentu menjadi berkah buat kita. Maka kehendak Tuhan untuk melindungi dan menyelamatkan kita, justru dengan cara tidak mengabulkan doa kita. Akan tetapi, kita sering tidak mengerti bahasa Tuhan, lantas berburuk sangka, dan tergesa menyimpulkan bahwa doaku tidak dikabulkan Tuhan.
Tidak gampang memahami apa “kehendak” Tuhan. Diperlukan kearifan sikap dan ketajaman batin untuk memahaminya. Jangan pesimis dulu, sebab siapapun yang mau mengasah ketajaman batin, ia akan memahami apa dan bagaimana “bahasa” Tuhan. Dalam khasanah spiritual Jawa disebut “bisa nggayuh kawicaksanane Gusti”.
HAKEKAT DIBALIK KEKUATAN DOA
Agar doa menjadi mustajab (tijab/makbul/kuat) dapat kita lakukan suatu kiat tertentu. Penting untuk memahami bahwa doa sesungguhnya bukan saja sekedar permohonan (verbal). Lebih dari itu, doa adalah usaha yang nyata netepi rumus/kodrat/hukum Tuhan sebagaimana tanda-tandanya tampak pula pada gejala kosmos. Permohonan kepada Tuhan dapat ditempuh dengan lisan. Tetapi PALING PENTING adalah doa butuh penggabungan antara dimensi batiniah dan lahiriah (laten dan manifesto) metafisik dan fisik. Doa akan menjadi mustajab dan kuat bilamana doa kita berada pada aras hukum atau kodrat Tuhan;
- Dalam berdoa seyogyanya menggabungkan 4 unsur dalam diri kita; meliputi; hati, pikiran, ucapan, tindakan. Dikatakan bahwa Tuhan berjanji akan mengabulkan setiap doa makhlukNya? tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul ? Kita tidak perlu berprasangka buruk kepada Tuhan. Bila terjadi kegagalan dalam mewujudkan harapan, berarti ada yang salah dengan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa mohon kesehatan. Hati kita berniat agar jasmani-rohani selalu sehat. Doa juga diikrarkan terucap melalui lisan kita. Pikiran kita juga sudah memikirkan bagaimana caranya hidup yang sehat. Tetapi tindakan kita tidak sinkron, justru makan jerohan, makanan berkolesterol, dan makan secara berlebihan. Hal ini merupakan contoh doa yang tidak kompak dan tidak konsisten. Doa yang kuat dan mustajab harus konsisten dan kompak melibatkan empat unsur di atas. Yakni antara hati (niat), ucapan (statment), pikiran (planning), dan tindakan (action) jangan sampai terjadi kontradiktori. Sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah doa yang diikuti dengan PERBUATAN (usaha) secara konkrit.
- Untuk hasil akhir, pasrahkan semuanya kepada “kehendak” Tuhan, tetapi ingat usaha mewujudkan doa merupakan tugas manusia. Berdoa harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh, bahwa manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, soal hasil atau targetnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan kewenangan Tuhan. Dengan kata lain, tugas kita adalah berusaha maksimal, keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan. Saat ini orang sering keliru mengkonsep doa. Asal sudah berdoa, lalu semuanya dipasrahkan kepada Tuhan. Bahkan cenderung berdoa hanya sebatas lisan saja. Selanjutnya doa dan harapan secara mutlak dipasrahkan pada Tuhan. Hal ini merupakan kesalahan besar dalam memahami doa karena terjebak oleh sikap fatalistis. Sikap fatalis menyebabkan kemalasan, perilaku tidak masuk akal dan mudah putus asa. Ujung-ujungnya Tuhan akan dikambinghitamkan, dengan menganggap bahwa kegagalan doanya memang sudah menjadi NASIB yang digariskan Tuhan. Lebih salah kaprah, bilamana dengan gegabah menganggap kegagalannya sebagai bentuk cobaan dari Tuhan (bagi orang yang beriman). Sebab kepasrahan itu artinya pasrah akan penentuan kualitas dan kuantitas hasil akhir. Yang namanya ikhtiar atau usaha tetap menjadi tugas dan tanggungjawab manusia.
- Berdoa jangan menuruti harapan dan keinginan diri sendiri, sebaliknya berdoa itu pada dasarnya menetapkan perilaku dan perbuatan kita ke dalam rumus (kodrat) Tuhan. Kesulitannya adalah mengetahui apakah doa atau harapan kita itu baik atau tidak untuk kita. Misalnya walaupun kita menganggap doa yang kita pintakan adalah baik. Namun kenyataannya kita juga tidak tahu persis, apakah kelak permintaan kita jika terlaksana akan membawa kebaikan atau sebaliknya membuat kita celaka.
- Berdoa secara spesifik dan detil dapat mengandung resiko. Misalnya doa agar supaya tender proyek jatuh ke tangan kita, atau berdoa agar kita terpilih menjadi Bupati. Padahal jika kita bener-bener menjadi Bupati tahun ini, di dalam struktur pemerintahan terdapat orang-orang berbahaya yang akan “menjebak” kita melakukan korupsi. Apa jadinya jika permohonan kita terwujud. Maka dalam berdoa sebaiknya menurut kehendak Tuhan, atau dalam terminologi Jawa “berdoa sesuai kodrat alam” atau hukum alamiah. Caranya, di dalam doa hanya memohon yang terbaik untuk diri kita. Sebagai contoh; ya Tuhan, andai saja proyek itu memberi kebaikan kepada diriku, keluargaku, dan orang-orang disekitarku, maka perkenankan proyek itu kepadaku, namun apabila tidak membawa berkah untuk ku, jauhkanlah. Dengan berdoa seperti itu, kita serahkan jalan cerita kehidupan ini kepada Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana.
- Doa yang ideal dan etis adalah doa yang tidak menyetir/mendikte Tuhan, doa yang tidak menuruti kemauan diri sendiri, doa yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur. Niscaya Tuhan akan meletakkan diri kita pada rumus dan kodrat yang terbaik…untuk masing-masing orang ! Sayangnya, kita sering lupa bahwa doa kita adalah doa sok tahu, pasti baik buat kita, dan doa yang telah menyetir atau mendikte kehendak Tuhan. Dengan pola berdoa seperti ini, doa hanya akan menjadi nafsu belaka, yakni nuruti rahsaning karep.
DOA MERUPAKAN PROYEKSI PERBUATAN KITA,
AMAL KEBAIKAN KITA PADA SESAMA MENJADI DOA
TAK TERUCAP YANG MUSTAJAB.
Kalimat sederhana ini merupakan kata kunci memahami misteri kekuatan doa; doa adalah seumpama cermin !! Doa kita akan terkabul atau tidak tergantung dari amal kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap sesama. Dengan kata lain terkabul atau gagalnya doa-doa kita merupakan cerminan akan amal kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain. Jika kita secara sadar atau tidak sering mencelakai orang lain maka doa mohon keselamatan akan sia-sia. Sebaliknya, orang yang selalu menolong dan membantu sesama, kebaikannya sudah menjadi “doa” sepanjang waktu, hidupnya selalu mendapat kemudahan dan mendapat keselamatan. Kita gemar dan ikhlas mendermakan harta kita untuk membantu orang-orang yang memang tepat untuk dibantu. Selanjutnya cermati apa yang akan terjadi pada diri kita, rejeki seperti tidak ada habisnya! Semakin banyak beramal, akan semakin banyak pula rejeki kita. Bahkan sebelum kita mengucap doa, Tuhan sudah memenuhi apa-apa yang kita harapkan. Itulah pertanda, bahwa perbuatan dan amal kebaikan kita pada sesama, akan menjadi doa yang tak terucap, tetapi sungguh yang mustajab. Ibarat sakti tanpa kesaktian. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu seperti doa untuk kita sendiri.
Dalam tradisi spiritual Jawa terdapat suatu rumus misalnya :
1. Siapa gemar membantu dan menolong orang lain, maka ia akan selalu mendapatkan kemudahan.
2. Siapa yang memiliki sikap welas asih pada sesama, maka ia akan disayang sesama pula.
3. Siapa suka mencelakai sesama, maka hidupnya akan celaka.
4. Siapa suka meremehkan sesama maka ia akan diremehkan banyak orang.
5. Siapa gemar mencaci dan mengolok orang lain, maka ia akan menjadi orang hina.
6. Siapa yang gemar menyalahkan orang lain, sesungguhnya ialah orang lemah.
7. Siapa menanam “pohon” kebaikan maka ia akan menuai buah kebaikan itu.
Semua itu merupakan contoh kecil, bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan doa untuk kita sendiri. Doa ibarat cermin, yang akan menampakkan gambaran asli atas apa yang kita lakukan. Sering kita saksikan orang-orang yang memiliki kekuatan dalam berdoa, dan kekuatan itu terletak pada konsistensi dalam perbuatannya. Selain itu, kekuatan doa ada pada ketulusan kita sendiri. Sekali lagi ketulusan ini berkaitan erat dengan sikap netral dalam doa, artinya kita tidak menyetir atau mendikte Tuhan.
Berikut ini merupakan “rumus” agar supaya kita lebih cermat dalam mengevaluasi diri kita sendiri;
- Jangan pernah berharap-harap kita menerima (anugrah), apabila kita enggan dalam memberi.
- Jangan pernah berharap-harap akan selamat, apabila kita sering membuat orang lain celaka.
- Jangan pernah berharap-harap mendapat limpahan harta, apabila kita kurang peduli terhadap sesama.
- Jangan pernah berharap-harap mendapat keuntungan besar, apabila kita selalu menghitung untung rugi dalam bersedekah.
- Jangan pernah berharap-harap meraih hidup mulia, apabila kita gemar menghina sesama.
Lima “rumus” di atas hanya sebagian contoh. Silahkan para pembaca yang budiman mengidentifikasi sendiri rumus-rumus selanjutnya, yang tentunya tiada terbatas jumlahnya.
Resume
Doa akan memiliki kekuatan (mustajab), asalkan kita mampu memadukan empat unsur di atas yakni : hati, ucapan, pikiran, dan perbuatan nyata. Dengan syarat perbuatan kita tidak bertentangan dengan isi doa. Di lain sisi amal kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan menjadi doa mustajab sepanjang waktu, hanya jika, kita melakukannya dengan ketulusan. Setingkat dengan ketulusan kita di pagi hari saat “membuang ampas makanan” tak berarti.
JIKA INGIN DIBERI,
MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU !
Dahulu saya pernah mengalami kebanyakan asa, lalu giat sekali berdoa bermacam-macam hal. Siang-malam berdoa isinya permohonan apa saja yang diinginkan. Waktu berdoa pun hanya pada waktu tertentu yang dianggap tijab. Tetapi saya masih merasakan kehampaan dalam hidup. Bahkan dirasakan realitas yang terjadi justru semakin menjauh dari harapan seperti yang terucap dalam setiap doa. Lama-kelamaan muncul kesadaran ada yang tidak beres dalam prinsip pemahaman saya ini.
Kesadaran diri muncul lagi manakala merasa sangat kurang dalam melakukan amal kebaikan terhadap sesama. Kami berfikir, betapa buruknya tabiat ini, yang selalu banyak meminta-minta, tetapi sedikit “memberi”. Coba mengingat apa saja kebaikan yang pernah kami lakukan pada sesama, Parah…sepertinya kok nggak ada… atau kami yang sudah lupa. Namun yang teringat justru keburukan dan kesalahan yang pernah kami lakukan pada teman, keluarga, orang tua, dan pada orang lain. Kami menjadi resah sendiri, merasa dalam kehidupan ini kami tidak bermanfaat samasekali untuk orang banyak, sementara kami nggak tahu malu dengan selalu meminta-minta terus Hyang Widhi. Egois, maunya enaknya sendiri. Berharap-harap memperoleh pemenuhan hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan, tetapi enggan memenuhi kewajiban untuk beramal baik pada sesama.
Hingga pada suatu saat kami mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berarti, paling tidak menurut diri kami sendiri. Sejak itu, terjadilah perubahan paradigma dalam memandang dan memahami rumus Tuhan. Doa (harapan) adalah perbuatan konkrit. Sejak saat itu, dengan sekuat tenaga setiap saat ada kesempatan kami melakukan sesuatu yang kira-kira ada manfaat untuk orang lain. Dimulai dari hal-hal sepele, sampai yang tidak sepele. Dasar pemikiran kami adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan yang telah menerima sekian puluh atau ratus anugrah dalam setiap detiknya. Namun kenyataannya manusia tiada rasa “malu” setiap saat selalu meminta pada Tuhan. Lantas kapan bersukurnya ? Jika berdoa memohon sesuatu, kami lebih banyak melakukannya untuk mendoakan teman, kerabat, keluarga. Sedangkan untuk diri sendiri, tiada yang pantas dilakukan selain lebih banyak mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan.
Banyak mengucapkan syukur di bibir saja tidak cukup. Kami harus lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Rasa bersyukur serta doa-doa melebur dan mewujud ke dalam satu perbuatan. Rasa sukur termanifestasikan kedalam perbuatan yang bermanfaat untuk banyak orang. Demikian pula cara berdoa tidak sekedar terucap melalui mulut, namun lebih penting adalah mewujud dalam perbuatan nyata.
Cara kami berdoa seperti itu mungkin terasa “aneh dan nyleneh” bagi beliau-beliau yang telah berilmu tinggi dan menguasai ajaran agama secara teksbook. Akan tetapi prinsip dan cara-cara itulah yang kami pribadi rasa paling pas. Maklum saya ini orang bodoh yang masih belajar ke sana-kemari. Tetapi paling tidak, kami secara pribadi telah membuktikan manfaat dan hasilnya. Mohon maaf apabila banyak kata dan ucapan yang kurang berkenan, saya menyadari sebagai orang yang masih bodoh banyak kekurangan, tetapi memaksa diri untuk menulis.















191 tanggapan kepada “Rahasia Kekuatan Doa”
RAJA PHANDITA
Juli 1st, 2010 pada 09:32
DOA
doa yang paling sempurna adalah shalat
dimana shalat adalah tanda pengejawantahan, implementasi dari rasa syukur yang terdalam kepada Tuhan
shalat tidak akan menjadi beban jika menyadari maknanya
cara yang terbaik mensyukuri segala nikmat tuhan ialah shalat
shalat saat berdiri
menghadaplah kita kepadaNYA
hanya antara KITA DAN TUHAN
jika kita berpaling walau sedikit dalam sholat, maka Tuhanpun berpaling sedikit
shalat adalah sempurnanya doa
mewakili rasa syukur yang terdalam dan terhidmat kepadaNYA
shalat dibagi 2 doa
MENASBIHKAN, MEMUJA DAN MEMUJI TUHAN
MEMOHON DIAMPUNI DAN DIRAHMATI DIRI YANG SEDANG BERDOA
doa
penyakir doa ada 2
satu ragu..benarkah apa yang didoakan akan terkabul
benarkah doa yang didawankab akan mustajabah…..keraguan ialah yang pertama
ke dua jika bilamana berdoa senantiasa ingin segera terkabul,tak sabar berharap dengan sesuatu namun tiada mengerti apakah doanya dikobul atau tidak
hingga turun MAKRUH
sudah lama berdoa,tetap saja belum juga dikobul
intinya doa ialah
IKHLAS
SAMPAIKAN DENGAN SANTUN
DIAWALI DENGAN IBADAH SHALAT
LALU BERTASBIHLAH
LEPASKAN KEINGINAN MENJADI DOA DALAM HATI DAN LIDAH
yang senantiasa PASRAH..
sesungguhnya ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM MAHA TAHU
SETIAP NADA DALAM HATI DAN PIKIRAN MAUPUN UCAPAN..
carilah kunci
karena setiap doa punya kunci tersendiri
yang tidak boleh lebih atau dikurangkan…
senantiasa PASRAH….
kapanpun saat berdoa, setiap detik dan jam adalah tetap waktu yang tepat
namun saat berdoa
pasrahlah dan senantiasa MEMUJINYA BERTASBIH KEPADANYA….
SantriGendeng
Juli 1st, 2010 pada 18:15
Yth .Mas Sabda.
Serta Saudara saudara sedarah sedaging setanah air nusantara yg saya hormati,
dan saya cintai.
terimakasih kang Ades atas pencerahannya.
dgn segala rasa hormat alangkah baiknya kita belajar bersama pada alam semesta
pada orang -orang terdahulu sebelum kita, dari mulai sejarah Nabi Adam sampai sa,at ini,
yang mana Tuhan Maha Luas Tiada Batas, gak sesempit yg kang Ades fiqirkankan, ataupun generasi lain yg sefaham dgn kang Ades,
sehingga tidak menyembah Agama maupun kitab suci itu sendiri,
karena Tuhan tidak menurunkan satu utusan saja.
setiap utusan-NYA , di turunkan berdasarkan kebutuhan kehiduan manusia pada sa,at bersama,an dgn situasi dan keada,an, itulah bukti bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Mengetahui, serta dgn segala Ke -Maha-an-Nya.
sehingga Fungsi pada setiap Agama adalah sebagai penjaga Keseimbangan / keselarasan Alam semesta, sehingga manusia menyadari akan keberada,annya.
tidak membuat agama ; sebagai senjata utuk menyelakai orang -orang di sekitarnya,
bahwa ;mereka yg gak sefaham / satu pakaian harus di binasakan [bahasa kasarnya]
YG ahirnya ; jika seprti itu Maka Agama sudah beralih fungsi, yg semula sebagai PENJALIN KERUKUNAN ANTAR SESAMA , berubah fungsi jadi petaka,
itulah yg saya maksud para penyembah Agama,
di mana letak kesadaran ketuhanan orang orang seperti itu, yg dgn lantang menggembar gemborkan Tuhannya,NAMUN dgn beringas juga merusak keharmonisan kehidupan antar umat beragama.
dan inilah yg terjadi , sbagai pemandangan ahir zaman,
yg mana para mafia Agama dgn culas, telah menduduki agamanya sendiri,
sehingga tidak Ada yg namanya ; AHLAQ atau BUDI pekerti,
maka sa,at ini yg kita butuhkan,
Daya ingat kita , kepadaNYA dgn memahami keberada,an kita , sehingga kita tidak berlawanan dgn Sifat Ke -MAHA-anNya.
ingat ajaran leluhur kita ; yg mengajarkan senyum pada setiap manusia,
utk memahami keberada,an kita di muka bumi ini ; DENGAN ELING DAN WASPADA.
untuk saudara saudara semua, terutama kang Ades , mohon ma,af yg sebesar sebesar jika ada salah kata, sedikitpun tiada kebencian atau kesombongan di lubuk hati saya,
ini semua dgn tujuan saling mengingat ; DARI MANA KITA BERASAL DAN KEMANA KITA KEMBALI.
catatan ; SAYA BUKAN SATRIA PININGIT.
saya manusia biasa ,yg penuh kekurangan.
salam sih katresnan , rahayu.
Kriswinanto
Juli 12th, 2010 pada 14:01
Saya itu heran knp di jaman modern dlm hidup ini, org selalu membenarkan dirinya bahkan membenarkan agamanya yg paling baik diantara agama org lain ?????? Saya tau tujuan webb ini dibuat ???? bkn mengajari cara org berdoa kpd Tuhannya, dg menggunakan agama ini, agama itu … dlsb. Kita tentunya tau dan sadar, siapakah yg berani menjamin bahwa hidupnya atau si A, Si B atau siapa saja jika meninggal masuk surga/ kelak yen wis tinimbalan dening Gusti bakale mlebu swargo ????? tdk ada satu manusia di dunia ini yg bisa memberi jaminan. Ingat hidup didunia ini tdk bisa hidup sendiri ???? kita berinteraksi dg sesama guna saling menolong, membantu/ tepo sliro, menghargai setiap pendapat dan menghargai perbedaan beragama. Krn kita sadar kelak jika kita sdh tutup mata selamanya kita tidak bisa berjalan sendiri ke kuburan, membakar diri/ ngaben, kita ttp memerlukan bantuan org lain ????? Dulu konon seseorang bisa mukso, itu krn dlm setiap langkah, tindakan, ucapan sdh benar2 dibatasi, tujuan semedi mereka meminta kepada Tuhan adalah, agar mati sempurna. Ada org yg bertanya, ” bagaimana mati sempurna ” Pada hal untuk mencapai itu mereka harus melakukan “bagaimana hidup sempurna” Pitutut winasis mengatakan,”tangeh lamun siro biso ngerti sampurnaning pati, yen siro durung ngerti sampurnaning urip” rahayu
hanifaghaniy
Mei 30th, 2012 pada 12:55
Buat semua terutama saudara se-muslim…..Benar ..saya juga di lahirkan sebagai moslem, orang yang baru belajar 1 ,2 helai buku merasa dirinya yang paling benar,kunci utama sesungguhnya terletak di hati ,bukan dihafalan,bukan pada guru agamanya, ,ulama2 sekarang banyak yang menjadikan agamanya sebagai bisnis, kalau kita teliti lebih dalam semua nabi mendapat petunjuk langsung dari tuhannya ,apa bedanya kita dengan nabi,para para para wali Allah,? sama sama manusia kan..?.setiap manusia punya kelebihan masing- masing tergantung qadar nya yang di berikan ALLAH .pastinya,karena kebersihan hati merekalah mereka mendapat petunjuk.kebanyakan yang katanya islam sudah sholat ,banyak mengumpulkan pahala akan masuk sorga, yang agama lain masuk neraka ,tidak sadar dirinya TERTIPU karena tidak ikhlas ,nafsu & angan angan mereka panjang , telitilah.. terjemahannya ada yang meragukan mengelirukan ,telitilah dengan sungguh!!katanya kitab yang tidak ada keraguan sedikitpun padanya adalah alquran, telitilah dengan benar , alif laam miim inilah kitab …….. kitab yang mana sebenarnya ?al qur’an= bacaan yang benar,kitab yang sebenarnya yaitu apa yang ada pada kita sendiri dan alam semesta itulah kitab ! kalau kitab= ( kita tidak membaca ) alquran jadi tiada fungsi ., galilah aapa yang ada di dalam diri .carilah dalam alquran kitab ismail , kitab ya’qub kitab ibrahim……..selanjutnya …tidak ada kalimat alquran ( dalam kurung di buat alquran..) percaya pada yang ghaib( yang tersembunyi ),sholat dan sedekah,percaya pada kitab sebelumnya dan kitab yang diturunkan kepadamu, ( apa kitab yang diturunkan sebelumnya dan kitab yang diturunkan kapada kita? percaya pada hari akhir ,itulah orang yang mendapat petunjuk dari tuhannya dan itulah orang orang yang beruntung ,( jadi orang yang beruntung yaitu orang yang mendapat petunjuk dari tuhannya bukan orang yang katanya sudah islam ,padahal islam itu di disisi Allah.( kenapa tidak di sebutkan dari Allah? kenapa dari tuhannya? ayat yang pertama turun iqra’ bacalah dengan nama tuhanmu. kenapa tidak diturunkan bacalah dengan nama ALLAH ???mana yang tuhan mana yang Allah ? satu lagi dalam surah yaasiin yaitu mendapat salam dari tuhannya ( salamun qaulam mirabbirahim ) berpikirlah kalau tak tahu carilah! jangan menilai seseorang dari tinggi sekolahnya ,hitam keningnya,putih bajunya ,banyak dikenal dan terkenal,ingat ..tak semua kulit menunjukkan isi. hilangkan kesombongan diri, alquran untuk seluruh alam, bukan untuk orang yang mengaku islam saja. .berbuat amal kebaikan ingin mendapat upah , padahal nabi nabi sebelumnya pun bukan agama islam ,bahkan di mekkah di ka’bah terdapat makam nabi ibrahim yang bukan agama islam,( carilah sendiri nabi ibrahim agama apa?)sholat itu arti sebenarnya apa ? sebelum nabi muhammad pun sholat sudah ada, nabi muhammad s.a.w tidak mendapat wahyu di mesjid tapi di GUA , nabi pun menyendiri (bersemedi) juga meminta petunjuk, sama dengan nabi musa A.S selama 40 + 4 hari maaf bagi saudara saya semuslim,tak patut kita menganggap agama kita lah yang paling benar, hendaknya jangan seperti burung beo yang tau menyebut tidak tau makna, Maaf bukan mengajar tapi kita sama sama mengingatkan,kalau masih ada merasa yang kita punya paling baik dan benar hati tidak akan pernah bersih,padahal nabi muhammad mengajarkan akhlak yang baik dan kebersihan hati. sebenarnya padahal Alam semesta kepunyaan ALLAH tidak punya agama,,Salam maju terusss untuk sabda langit keikhlasan anda akan berbuah manis, indah , harum tanpa dapat di ungkapkan dengan kata kata….
MALA GAOL
Januari 11th, 2012 pada 13:29
I LIKE THIS
thomas
Maret 29th, 2012 pada 00:04
hahahaha benerkan penjajah arab kesindir, teriak2 tiap sore ,subuh, padahal cuma tape yg bunyi..
thomas
April 3rd, 2012 pada 01:23
kalau shalat hapal banget, tp gak tau artinya. gmn, gak pa2 to org temennya jg banyak ini. Kenapa pas sholat sore, mesjid sebelah selalu nyalain music arab kenceng2,,,,,,? kenapa bukan org? apa buat membohongi Alloh.
salam damai
RAJA PHANDITA
Juli 1st, 2010 pada 19:40
yang mana Tuhan Maha Luas Tiada Batas, gak sesempit yg kang Ades fiqirkankan, ataupun generasi lain yg sefaham dgn kang Ades,
sehingga tidak menyembah Agama maupun kitab suci itu sendiri,
karena Tuhan tidak menurunkan satu utusan saja.
setiap utusan-NYA , di turunkan berdasarkan kebutuhan kehiduan manusia pada sa,at bersama,an dgn situasi dan keada,an, itulah bukti b
……………….
memang betul santriganteng
pola pikir saya memang sempit
saya hanya mengenal TUHAN ya ALLAH SWT
karena saya islam
dan pemhaman saya memang dangkal….
untuk apa gusti allah memberikan asmaul husna 1000
99 untuk islam
1 rahasia
dan sisanya untuk mahluk tuhan lainnya…..
he he…..
yah..sambil belajar…ADEM ngariung di kisabdalangitmah
saya kira
kisabda bisa jadi SATRIA PININGIT YANG DICARI
atau SANG SABDOPALON NOYOGENGGONG
yang ngayomi UMMAT
he he
wassalam
RAJA PHANDITA
Juli 1st, 2010 pada 20:00
SATRIA PININGIT itu tidak macam macam
dia memiliki inti SIRRULLOH
pasukan ghaib malaikat
…………..
wassalam
SantriGendeng
Juli 1st, 2010 pada 21:00
Kang Ades yth.
mohon ma,af kang , sedikitpun di benakku tak bermaksud menyinggung apalagi
menggurui kang ades serta saudara semua,
hanya harapan saya, ;
kita sebagai generasi muda mau dan mampu menjadikan diri kita masing -masing
sebagai pilar dan benteng kejaya,an Nusantara, serta para PINISEPUH DAN SESEPUH sebagai genteng atau pengayomnya,
bukankah itu lebih mulia kang Ades, dari pada kita sibuk menjadi sosok SATRIA PININGIT, tpi kita tidak pernah kenal, /tau,
siapapunkan bisa kang jadi satria piningit, dgn modal membuka kesadaran HATI kita,
sehingga keluar dari pingitan NAFSU, kira – kira mungkn begitu ya kang Ades,
kang Ades yang baik, di mana temen -temen seperjuangan kita,
yuk kang Ades kita ajak jadi Satria satria yg sudah ndak di pingit lagi,
dgn membuka kesadaran HATI, memingit nafsu masing masing.
sehingga tercipta keharmonisan dlm sendi sendi kehidupan, gak ada yg merugikan atau di rugikan,
tidak ada dusta diantra kita.
mangga kang Ades saya haturkan jempol untuk sampean MANGGA bersama -sama ayo…
mohon ma,af ya ,, jika di bacanya kurang enak,
orang masih belajar mohon harap ma,lum.
rahayu..
kathy gito
Februari 8th, 2012 pada 00:56
two thumbs up
Manusia Penuh Dosa
Juli 3rd, 2010 pada 02:12
Mohon maaf sebelumnya kalau pandangan saya mungkin berbeda dg pembaca blog ini,tetapi saya setuju sekali dg apa yg tertulis di blog ini.saya pernah mendengar dari seorang yg bijak bahwa apa yang ada di doa kita tidak perlu meminta karena Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan.Bukan saya pamer ,saya hanya berbagi apa yg saya rasakan,ketika saya memohon rejeki atas alasan yg nggak jelas,doa saya tdk pernah dikabulkan,Tetapi saat saya butuh banget biaya ,justru Tuhan kasih saya rejeki tak terduga.dan betul di dalam doa saya sebetulnya tdk perlu meminta utk diri sdr,seharusnya di dalam doa kita selalu bersyukur atas rahmat Tuhan yg telah diberikan kpd kita,dan saya setuju jika kita ingin diberi kita hrs memberi terlebih dahulu ini sejalan dgn hukum karma.Dengan berbuat baik berarti kita telah lebih dari sekedar berdoa,karena saat kita berdoa kita telah membuat janji kpd Tuhan bhw kita akan berlaku baik.Tetapi sayapun manusia byk dosa hanya bisa berkata susah sekali berbuat,mohon doanya spy bisa melaksanakan apa yg tertulis di blog ini Amin
RUSMALA SARI
Oktober 9th, 2010 pada 10:51
Menurut saya……..memank Tuhan itu sudah tahu apa yang kita butuhkan dalam hidup ini.
tetapi Tuhan juga mengajarkan kita untuk berdo’a untuk meminta padanya dan selalu mensyukuri apa yg di b’rikannya.
jadi,,,ada baiknya kita juga berdo’a dan meminta pda-Nya karna Tuhan itu Maha Mendengar.
Thank’s……..
SantriGendeng
Juli 26th, 2010 pada 16:22
Yth. Kang Mas Sabda.
Para Sesepuh Pinisepuh yg hamba hormati.
serta saudara-saudara sebangsa setanah air yg hamba hormati juga.
sebelumnya mohon ma,af yg sebesar-besarnya, atas kesalahan dan kelalaian hamba.
tuk Yth. yayi Pusaka Hati.
mohon ma,af atas semuanya, dan terimakasih utk ketulusannya.
tadi malam atas petunjuk-NYA.
hamba di beri sabuk oleh-NYA,
utk hamba pakai.
mohon dgn hormat tuk yayi Pusaka Hati ,
utk mengartikan apa maksud dan tujuan tsbt, dgn keheningan yg di berikan-NYA.
dan mohon ma,af , jika ada salah kata.
salam sejati.
Agung Benshiro
Juli 26th, 2010 pada 23:32
Mas SantriGendeng Yth.
Saya meneruskan jawaban atas pertanyaan panjenengan ke Mbakyu Pusaka Hati dan sblmnya mohon maaf karena saya lancang meneruskan pertanyaan panjenengan ke inboxnya mbakyu PH. Untuk Ki Sabda ngapunten……
—————————————————————————————————————————
Pusaka Hati 26 Juli jam 22:45
salam Kasih untuk Santri Gendeng…(melalui saudara agung benshiro)
ya, sampaikan saja…guna sabuk untuk apa? secara material dan non-material…pemberian Anugerah secara non-material adalah penguat yg berguna pada saat nanti. namun, tingkatkan keyakinan pada Allah dan hanya kepada Allah karena pemberian apa pun bisa menghalangi pandangan kepadaNya.
terimakasih!
SABDå
Juli 26th, 2010 pada 23:50
Kang Santri Gendeng Yth
Sabuk merupakan lambang ‘PENGIKAT’. Apa yg hendaknya diikat dlm hidup ini ? Tentu ada banyak hal di antaranya :
1. Tali rasa, rasa untuk menjalin persaudaraan antar manusia, dan seluruh mahluk.
2. Pengikat hawa nafsu, agar mekanismenya tidak berubah menjadi liar, alias tetap teguh terkendali.
3. Prihatin. Setelah lolos, lulus, menjalani prihatin dgn orientasi manfaat utk diri sendiri, kita semua idealnya lekas beranjak dapat melakukan prihatin utk kebaikan dan bermanfaat bagi banyak orang. Jadikan hidup kita agar bermanfaat sebesar2nya utk seluruh mahluk.
Dengan demikian, hidup kita selalu selaras dgn hukum alam semesta. Sehingga senantiasa berkah alam/tuhan selalu berlimpah dalam kehidupan kita.
Ki Ngabehi Yth
Puji sukur kabar kawontenan tansah pinaringan wilujeng rahayu, berkahing Gusti mugi tansah lumeber dumateng para sanak kadhang sedaya ing mriki. Saya baru banyak melakukan refleksi dan kontemplasi Ki. Persiapan utk beberapa tulisan yg sdh siap tayang. Hanya menunggu timing yg tepat saja. Salam kagem samudayanipun, kagem Mas Tomy lan seluruh sedulur pembaca yg budiman di manapun berada.
Kang Ades Yth
“…SAYA JUJUR MENGINGIKAN KALIMAT DARI KISABDALANGIT UNTUK MENGATAKAN
” SAYA TIDAK BOLEH IKUTAN NIMBRUNG DISINI ”
SAYA PASTI BERHENTI..GAK TAU GATEL TANGAN INI…
hampura kisabda…
Justru saya berharap, blog ini menjadi media menuangkan segala uneg-uneg dengan cara yg konstruktif, membangun, agar supaya (paling tidak) dapat menjadi safety valve.
Kang Arjuna Yth
Pusaka Hati Yth
Kang Arjuna, jawaban PH, kiranya sdh cukup terang benderang. Bisa saya berikan semacam ANALOGI, utk memahami hakekat seluruh agama-agama yg ada di planet bumi ini :
….” semua orang, seluruh mahluk, memiliki satu “tujuan” yg sama. Untuk mencapai “tujuan” itu, tersedia “jalan setapak” yg jumlahnya tak bisa dihitung. Ada yg berkelok namun jarak tempuhnya menjadi jauh, ada yg terjal namun jaraknya dekat, ada yg jalannya penuh lubang dan batu, ada yg muter-muter terlalu jauh, tetapi jalannya mulus”. Nah, ada pula jalan yg mulus, lebar, bebas hambatan, singkat, cepat sampai tujuan, namun jalanan itu terkesan tidak keren, kuno, sehingga banyak org tak tahu apa kelebihan jalan tersebut.
Rahayu karaharjan
Wong tasih Bingung
Oktober 20th, 2011 pada 23:38
Assalamualaikum ,,, Ki Sabdo ,,,,
matur suwun sanget sampun saget tetepangan wonten blog meniko , kulo tasih bingung nyuwun di tuntun ,,,, saestu mugi kulo saget dados pribadi ingkang mboten ke sasar ing tembe mburi ,,,, mbok bilih panjenengan saget mangertos i bingung ipun kalbu kulo sak meniko !!!
nuwun pangapunten kulo njih nembe belajar boso kromo , kulo remen sanget saget pinarak wonten blog panjenengan , panyuwun kulo mugi panjenengan purun bales serat ingkang kulo tulis meniko !!!!
suwun Ki Sabdo mugi tinansah pikantuk wilujeng rahayu !
Agung Benshiro
Juli 27th, 2010 pada 00:11
Lanjutan dari mbakyu Pusaka Hati untuk Mas SantriGendeng,..
——————————————————————————————————————————
sabuk adalah penahan…menahan…maka, saya mengarahkan untuk memuja Allah, senantiasa tak ada penguat yg lebih besar daripada keyakinan terhadap CINTA-KASIH…merendahkan diri untuk merasakan pemberian Allah berguna untuk menahan emosi…
ya, suatu saat bisa membantu dalam mengendalikan situasi…
Arjuna
Juli 27th, 2010 pada 00:29
Assallamu Allaikum wr.wb
Kepada Yth
Bapak SABDALANGIT
Selamat malam Bapak…terima kasih atas penjelasan bapak, mohon maaf saya banyak bertanya kepada Ibu Pusaka Hati, oleh karena ada ketidak jelasan dalam penjelasannya, yang pada akhirnya saya hanya bisa mengambil asumsi…..jadi saya menanyakan lebih lanjut kepada beliau agar saya bisa memahami semua penjelasan dari Ibu Pusaka Hati.
Sekali lagi saya haturkan mohon maaf sebesar-besarnya, karena saya terlalu banyak bertanya di blog Bapak ini.
Semoga Alloh SWT selalu memberikan Berkah dan Lindungan kepada Bapak beserta keluarga, dan selalu memberikan balasan atas semua budi baik bapak dalam membantu umat manusia yang masih perlu banyak bimbingan.
Wassallamu Allaikum wr.wb
Hormat saya
tomy
Juli 27th, 2010 pada 11:34
Salam karaharjan Mas Sabda, kapang sanget raos kula sampun dangu mboten kabar-kinabaran
Pun Bapak sampun tekan titi wanci paring dawuh supados kula tansah sesambetan kaliyan Kangmas nglajengaken lelampahan menika
Mila kanthi tulusing manah kula nyuwun pituduh saking panjenengan
SantriGendeng
Juli 27th, 2010 pada 20:19
Yth. Kang Mas Sabda.
Para Sesepuh Pinisepuh yang hamba hormati .
saudara -saudara sebangsa setanah air yg hamba hormati juga.
mohon ma,af sebelumnya.
terimakasih yg tak terhingga buat Mas Sabda dan para sepuh pinisepuh ,
atas semua pencerahan dan ilmu-Nya.
semoga yg maha pengasih dan penyayang selalu memberikan keberkahan
pada panjenengan ,serta saudara saudara semua.
Yth. Mas Agung Benshiro.
Mohon Ma,af …. ,
sampaikan kembali salam cinta -kasih buat nimas Pusaka Hati,
semoga keberkahan dan kesehatan selalu di tambahkan oleh -NYA,
serta terimakasih atas budi baiknya selama ini dan semoga seterusnya,
terimalah uluran tangan hamba sebagai lambang cinta -kasih-NYA.
dan mohon ma,af utk saudara saudara semua atas semua kesalahan hamba
baik yg hamba sengaja maupun tidak.
Salam Sejati.
Salam Karaharjan.
SantriGendeng
Juli 28th, 2010 pada 04:54
Yth.Kang Mas Sabda.
Para Sepuh Pinisepuh Yang hamba Hormati.
Saudara saudara sebangsa setanah air satu yang sangat hamba hormati .
Mohon Ma,af sebelumnya.
Yth. Nimas Pusaka Hati.
hamba hanya ingin mencari titik temu, [memecahkan kode]
SETRO ; pada bulan oktober, nopember, desember, 2009 dan januari februari awal maret 2010. hamba habiskan waktu di tempat itu,
ya… Nyi Ageng Setro dan Begawan Maloyo. itu nama yg di bisikan oleh-NYA.
ya… masih ingat dgn penuh kesadaran ketika pertama kali Bintang bintang berwarna biru dan putih masuk tubuh hamba melalui kaki.
ya… di situlah Ratu ikan mas, sering mengajakku bercanda, di kelilingi ikan-ikan Nila yg cantik dan lucu. SETRO wilayah itu tidak luas tapi menentramkan hati hamba.
SETRO = KALBU.=HATI.
10 M kearah utara bernama Sabrangan 20 M Kearah utara dari Sabrangan bernama kali tempur, pertemuan 2 dua sungai.sungai satunya mengalir dari sumber air sendang bidadari desa menawan.
Sebelah Selatan dari SETRO terdapat pohon Gedobos yg di namakan NGRESULO.
karena tumbuh di sela sela bebatuan permuka,an tinggi diatas setro itu sendiri.
di tengah setro terdapat gubug kecil tempat hamba bernaung dari hujan dan panasnya matahari.
di depan gubug 1 M, adalah sungai besar. gubug tersebut menghadap ke timur dgn dinding batu setinggi kurang lebih 3 meter,
, dri aliran sungai didepan gubug, terdapat kedung yg mirip dgn barang perempuan ,[ ma,af].
di barat Gubug dinding batu tinggi . jika ditarik ke utara sekitar 10 M , terdapat mata air yg bisa utk menghilangkan dahaga serta penyakit.atas izin-NYA.
dan tempat ini peninggalan leluhur hamba.
__________________
ya…. kemarin pagi waktu sini, hamba lepaskan kerinduan , kasih sayang antara anak dan ibu, karena beliaulah Wanita yg amat hamba Cintai dan kasihi.
beliaulah pusaka hati hamba,. yg tak pernah putus kasih sayangnya pada hamba. dalam suka maupun duka, tak pernah lelah utk berdo,a kepada anak -anaknya.
IBU . Ma,afkanlah anakmu.
__________________
Nimas Pusaka Hati .. ….mohon ma,af , itukah yg nimas maksudkan.?
ya…. Nimas mengajak hamba bercanda tawa di setiap sa,at dan waktu,
dalam lubuk hati hamba, sehingga di setiap gerak gerik hamba Nimas selalu Ada,
siapa Nimas sebenarnya….?
Mohon Ma,af buat saudara semua yg hamba hormati, hamba hanya memecahkan kode, [titik temu].
terimakasih atas pengertiannya,
Salam Hormat . Cinta – Kasih , damai selalu.
sumilatunlailylaily@yahoo.co.id
Mei 20th, 2012 pada 12:29
entah knp hati sy jadi trenyuh yg sampean maksud itu gak taunya seorg Ibu…..
SantriGendeng
Juli 28th, 2010 pada 05:36
Ma,af nimas itu 2008 dan 2009, bukan 2009 dan 2010. ma,af salah ketik.
raja phandita
Juli 28th, 2010 pada 12:44
ISMU AZZAM ASMAUL HUSNA
KEKUATAN DOA SIRRULLOH….
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾
(1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾
(2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾
(3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾
(4) Yang menguasai hari pembalasan
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾
(5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾
(6) Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾
(7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan).
وَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَـٰنُ الرَّحِيمُ
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya .
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Kepunyaan Allahlah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيطًا
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
۞ وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
۞ وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَـٰكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu , dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.
إِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.
فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.
هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ
Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang akan menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ تَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak . Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا
Katakanlah: “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy”.
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا
Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَـٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.
قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).
مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
الرَّحْمَـٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ
(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَىٰ
Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaul husna (nama-nama yang baik).
إِنَّمَا إِلَـٰهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا
Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu,
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَـٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَـٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.
۞ اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).
أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قَدْ يَعْلَمُ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۩
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.
وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَىٰ وَالْآخِرَةِ ۖ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَـٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya (Allah). Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at . Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati
۞ إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّن بَعْدِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
إِنَّ إِلَـٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.
رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam
هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.
وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَـٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَـٰهٌ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ
Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَتَبَارَكَ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۚ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam . Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِّيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَـٰنُ الرَّحِيمُ
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ
Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).
وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ
yang mempunyai ‘Arsy lagi Maha Mulia,
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾
(1) Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾
(2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾
(3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾
(4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾
(5) Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
(6) Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾
(1) Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾
(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾
(3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
(4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
(1) Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
(2) dari kejahatan makhluk-Nya,
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
(3) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
(4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul ,
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
(5) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾
(1) Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾
(2) Raja manusia.
إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾
(3) Sembahan manusia.
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
(4) dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
(5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
(6) dari (golongan) jin dan manusia.
wiwid
Januari 12th, 2011 pada 13:35
Saya sangat menyadari, memahami dan saya yakini tulisan bapak, tapi apa ya maksudnya BIN / BINTI ( mahzab yg jelas, keturunan siapa) kan dalam Islam ada?, dan apa yang di maksud tangan tangan Tuhan, dan apa jg maknanya “Jika ingin melihat Ku lihatlah Ciptaan Ku” ??? mohon penjelasannya.
kawulo alit
Juli 30th, 2010 pada 10:52
uwis titi wanci ne tanah jawa bakalan merdika
rb sunarno
Oktober 14th, 2010 pada 08:39
Lama benar tidak ada komentar lagi ya mas Sabdalangit. Membaca komentar-komentar sedulur2 kita itu asyik banget, sekalipun kadang-kadang miris juga. Perkenankan saya sedikit berkomentar, tetapi sebelumnya mohon maaf kalau tidak bermutu. Pertama, saya mengacungkan jempol untuk tulisan mas Sabda di atas. Saya sekarang baru belajar menulis tetapi dasarnya saya tidak pandai menyusun kalimat yang baik, jadi terima kasih kepada mas Sabda saya banyak belajar dari tulisan mas Sabda, apalagi secara prinsip (pandangan hidup) agaknya saya banyak kemiripan dengan mas Sabda. Kedua, saya mohon komentar-komentar sedulur2 tidak menjurus ke arah “kesengsem pasulayan bab piyandel”. Terima kasih, sekali lagi mohon maaf.
wong cilik
November 12th, 2010 pada 10:16
saya senang menemukan blog ini
terlalu banyak makna yang bisa saya pelajari
kepada Ki Sabda dan kita semua semoga tansah kanugrahan slamet dening Pangeran
kepada ‘umat’ yang ngeyel semoga memanen segala macam biji yang pernah ditanam
karena sopo sing nandur, bakale ngunduh (barang siapa menanam, dia akan menuai)
Aji Miftah
November 16th, 2010 pada 13:06
Assalamualaikum. wr wb
Allhamdulillah Puji syukur ke Hadirat Allah yang pertama sy ucapkan..yang kedua saya ucapkan banyak Terima Kasih buat Kang Boed , banyak buah tulisan tangan Kang Boed yg sy rasakan begitu nyaman dan tentram..mudah mudahan Allah slalu melimpahkan Rahmat-Nya kepada Kang Boed Sekeluarga..Amin.
Wassalam.
Aji Miftah
Miftah
November 19th, 2010 pada 19:31
Assalamualaikum Wr Wb
salam kenal buat semua..
menyimak diskusi ini sangatlah menarik dan menantang, sangatlah rugi bila saya tidak ikut, menyimak dan memberikan tanggapan pada kawan-kawan sekalian.
mengenai “kekuatan doa” saya masih bingung dan belum begitu paham dengan kata – kata ” 4 unsur dalam berdoa haruslah disatukan yakni : hati, ucapan, pikiran dan tindakan”.
pertanyaan saya Bagaimana kita bisa satukan 4 insur itu??
apakah ada tips-tips khusus biar lebih cepat menggabungkan ke 4 unsur itu??
terimakasih
Wassalamualaikum Wr Wb
TS
November 23rd, 2010 pada 10:46
Raja ‘Pandhita’…
empat itu ‘penyebut’ atau ‘pembilang’…?!
rahasia kekuatan do’a itu ‘kabar’ atau ‘berita’…?!
'siti nurhaliza
November 23rd, 2010 pada 10:54
woiii….anda punya ilmu IslaM GA SIH ATAU CUMA OMDO….
kalau kalian lihat tanda di langit tentang pemberitahuan kedatangan Imam Mahdi, SP, Ratu Adil,,,,maka patuhlah……
dan ternyata anda mengingkarinya….masihkah anda menganggap bahwa anda seolah bisa mengajak orang lain dalam aliran dingin…
kabar dari langit sudah turun.,…kalau anda tidur aja tiap malas pantas ga melihat…
akan saya kejar manapun anda lari….(dengan catatan saya ga males saja…)
'siti nurhaliza
November 23rd, 2010 pada 10:59
woii TS baca Tarikhul Khulafa – Imam Suyuthi…..bahwa dulu ada seorang khalifah adil dari bani abbasiyah, namanya AL MAHDI….khalifah yang sangat adil dan berpegang kepada kebenaran…
dia mengejar sekte Islam yang sesat kemanapun mereka lari….
tapi membiarkan penganut agama lain dan paham lain…
pertanyaan kenapa : JAWAB KALAU ANDA PUNYA ILMU ISLAM…
agung
November 23rd, 2010 pada 16:59
artikel yang bagus, mohon ijin untuk copy
Budak Angon
November 23rd, 2010 pada 18:22
Syarat-syarat agar doa terkabul :
1. syarat-syarat lengkap
2. raga suci
3. yg mengabulkan doa sanghyang sukma (hu), sanghyang widi (allah)
4. tahu letak2 masuknya nafas ……… (nanti akan muncul dua suara, suara diri kita dan suara X di dalam diri kita) gemana gemana gemana gitulah …… rahasia sih
6. tutup
Budak Angon
November 23rd, 2010 pada 19:09
TS, yg ngaku islam, shalat itu juga merupakan do’a,
coba instropeksi, jangan2 solat/doa kt cuma sampai di kerongkongan?
al kisah, ketika para sahabat nb & nb saw berkumpul,
salah satu sahabat membicarakan seorang muslim yg rajin shalatnya.
kemudian nabi saw bertanya mana orangnya?
kemudian sahabat menunjuk orangnya, orang yg ditunjuk tidak merasakan jika dirinya sedang diperbincangkan. Org yg ditunjuk tsb kemudian pergi keluar dari perkumpulan.
Kemudian nb saw memerintahkan kpd sahabatnya agar org tadi diikuti dan dibunuh!
Sahabat nb saw bingung? kemudian org tsb di ikuti, sampai di masjid org td melakukan shalat. Sahabat nabi saw bimbang, dalam hati bagaimana mungkin org lg yg sdg shalat kok dibunuh?
maka sahabat balik ke tempat nb saw dan para sahabat berkumpul, kemudian melaporkan ttg kegagalan apa yg diperintahkan terhadap org tadi.
kata sahabat nb : “wahai nb saw, org tsb sedang melaksanakan sholat, bgmn mungkin sy harus membunuhnya?”
kemudian nb saw memerintahkan lg agar dibunuh!
sahabat nabi saw bergebas pergi lagi ketempat org td shalat, sampai disana dijumpai org tsb masih sujud shalatnya, melihat pemandangan spt ini sahabat nabi bimbang, urung melaksanakan perintah dan balik lagi laporan.
“wahai nb saw, org tsb sedang sujud, bagaimana mungkin kami harus membunuhnya?
akhirnya nb saw buka rahasia ttg orang tadi.
sesungguhnya org yg rajin sholat tadi DOANYA CUMA MASUK DI KERONGKONGAN SAJA, TIDAK MASUK KE DALAM HATI, dan org spt ini, kelak akan merusak islam, ternyata benar ……. mereka merusak islam. itulah sebabnya nb saw perintahkan untuk membunuhnya.
Makna tsb hanyalah sanepa, agar direnungkan. Mk cari ilmu-Nya.
jul
Desember 3rd, 2010 pada 18:02
assalamualaikum..
membaca penjelasan ‘rahasia kekuatan doa’ kayaknya saya pernah baca ini di bukunya (klo ga salah) “jadilah orang gila” tulisannya pak kalam. btw nice artikel. thx
risanda
Desember 7th, 2010 pada 13:59
nice artikel.l just join it
Masif
Desember 11th, 2010 pada 20:40
Wah wah wah dulu aku berdo’a pada tuhan apa yg ku inginkan
kalo sekarang aku bingung apa yg kuinginkan
ternyata semua ada disini…. didalam sini ( di dalam mana ? )
di dalam ” inti kesadaran hidup / pusat rasa / ” ahhh pokoknya disitu lah.
susah aku mau nunjuk kemana, karena yg ku tunjuk selalu terhalang materi.
sekarang kan model nya tuhan yg lagi ngetop yg model tuhan yg di iklan kan sama penceramah penceramah itu, yg katanya bisa ngasih rejeki, jodoh, keuntungan, dan bagi bagi pahala gitu…. he..he … dan pake neraka buat nakut nakutin manusia.
kalo saja otak para penceramah2 itu mau bekerja semestinya ( tidak mabok doktrin )
nggak gitu ngomongnya. ( terus ngomongnya gimana ? )
kalo mau dengar ngomongnya ya.. suruh penceramah itu berhenti ngoceh dulu.
baru kita tahu ……….. anda bingung….. aku bingung ……yg nggak baca ikut bingung…..
yg penting sadar…… sadarlah bangsaku…… kapan kau akan tertidur dalam angan angan surgamu,…….. dan lari dari angan angan nerakamu……
maaf kalo ada yg tersinggung….. yg tersinggung moga moga cepet kembali kejalan yg benar….. ( jalan yg benar ? apa itu ? ) pokoknya jalan jalan pake kaki jangan pake otak,,,, kalo mikir pake otak ,,,gitu
Rasa jati
Desember 13th, 2010 pada 10:56
Kulo nuwun , asalamu alaiku , salam damai sejahtera untuk kita semua.
kepada semuanya para panglima-panglima Tuhan yang gagah perkasa, pembela kebenaran sejati, saya senang sekali di sini saya masih menemukan ternyata masih banyak tangan2 Tuhan hadir di sini, laskar Tuhan bukan laskar Agama, saya ingin menanggapi sedikit tentang kekuatan doa sejauh apa yg saya terima hanya untuk melengkapi aja krn pendapatku juga sangat jauh dari lengkap.
” Inti kekuatan doa adalah sejauh mana kesadaran kita mampu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan merendahkan hati kita kepada sesama kita” kita bisa melihat kemuliaan Tuhan klo kita sudah bisa merendahkan diri kepada Tuhan.
Rasa jati
Desember 13th, 2010 pada 11:14
ada kata kata bijak yang selalu aku inget dan aku pegang” Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut kehendakMu” Wujud manunggaling kawulo kalian Gusti” itu doyo kekuatane. dengan cara merendahkan diri / angasoraken diri pribadi di hadapan Tuhan.
Rasa jati
Desember 13th, 2010 pada 11:21
Mas sabdo langit ngapunten saya salut dengan pendekar2 Tuhan. Pencari sejati, salam kenal dan sungkem kalian kadang2 semua…
“berbahagialah yang lemah lembut di hadapan Tuhan krn mereka akan memperoleh wahyuning katentreman,”
” Berbahagialah yang Suci hatinya karena akan melihat Tuhan” sopo sing suci Atine bakalan weruh guru Gustine
nuwun…!!!!
Kang Sukma
Desember 28th, 2010 pada 12:06
Do’a … penuh kekuatan , jika diucapkan dengan keikhlasan
dealer pulsa
Desember 30th, 2010 pada 07:50
JIKA INGIN DIBERI,
MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU ! ungkapan yang bagus. selama ini kita begitu ngotot meminta tak tak mau memberi.tidak dikabulkannnya doa. salah satunya itulah penyebabnya
Bambang Eko Prihanto
Januari 25th, 2011 pada 11:48
Yang kamu perbuat bagi orang lain adalah hal yang terbaik dari padamu. Demikianlah yang kamu terima dari semua orang, adalah hal terbaik dari mereka. Tetapi bila suatu saat kamu merasa menerima hal yang tidak baik dari seseorang, berupa hujatan, cemoohan, ejekan, cercaan, fitnah dsb.,dll., yang tidak enak kamu dengar, mengganggu pikiranmu, menyebabkan stress dll., maka pasti ada hal yang tidak baik yang pernah kau berikan kepada orang lainnya! Mengapa kamu tidak mau menerima timbal balik dari pemberianmu kepada orang lain yang katamu terbaik darimu? Ini namanya “DO+NGA” dipaiDO kareben luNGA. (Kula ngawula mring Gustining sadaya titah)
Athahirah
Januari 25th, 2011 pada 12:10
Dalam doa yang paling tinggi, orang-orang berdoa hanya demi cinta kepada Tuhan, bukan karena takut pada-Nya atau takut pada neraka atau karena mengharapkan kurnia atau surga… Ketika seseorang jatuh cinta pada orang lain, maka mustahil baginya untuk tidak menyebut nama kekasihnya. Alangkah lebih sulit lagi untuk tidak menyebut Nama Tuhan bila seseorang telah mencintai-Nya… Orang yang rohaniah tidak mendapatkan kesenangan dari apa pun kecuali dari mengingat Tuhan. (Abdu’l-Baha)
GOGO
Februari 7th, 2011 pada 21:16
ASKUM
dari semua itu adalah
KENALILAH DIRIMU SEBELUM MENGENAL ORANG LAIN
KALAU ORANG SUDAH MENGENAL DIRINYA
MAKA DIA AKAN MENGENAL PENCIPTANYA
WASKUM
yana
Oktober 2nd, 2011 pada 14:33
betul kang, orang harus ngaji diri dulu
sokatsuryu
Februari 12th, 2011 pada 02:21
terimakasih tlah menambah wacana pengetahuan,saya pribadi
senang menemukan blog ini.walau saya masih bingung menjabarkan maksud dari artikel di atas berikut komentarnya.andai seluruh umat paham mungkin tak kan ada orang bingung seperti saya,karena menurut saya orang yang paham takan memperdebatkan benar atau salah,mereka pasti tlah mencapai pengetahuan yang amat tinggi sehingga tahu apapun yang terlihat ataupun yang tersembunyi.
terimaksih
wisnuwd
Maret 5th, 2011 pada 23:15
Apa yang ditulis diatas telah membuka wawasan baru tentang doa dan hakikatnya…
terimakasih untuk penulis yang telah menshare kepada kita semua..
bocah gunung
Maret 11th, 2011 pada 15:11
sembah nuwun Kangmas Sabdo, mugi2 Njenengan tansah pinaringan rahmat saking Gusti Kang Murben Dumadi
roedy karawang
Maret 22nd, 2011 pada 17:31
Asllm wr.wb. waaw mantap banget blok ini, mkanya sering saya buka dan baca, trims ki sabda langit. ayo terus maju untuk membunuh karakter yg pinter tapi ga ngerti, ngerti tapi ga di lakukan.dilakukan tapi ga ihklas. trims
upay
April 8th, 2011 pada 16:23
power of pray’s
Yaya
Juni 20th, 2011 pada 10:49
mohon kongsi ya abi… sgt informatif
Budi Santoso
Juli 15th, 2011 pada 14:11
hahahahaaa
TERKABUL
Juli 16th, 2011 pada 07:55
DOA MERUPAKAN PROYEKSI PERBUATAN KITA,
AMAL KEBAIKAN KITA \”PADA SESAMA\” MENJADI DOA
TAK TERUCAP YANG MUSTAJAB…hmmm
yana
Oktober 2nd, 2011 pada 14:35
satuju kang…….
Agung G
Juli 17th, 2011 pada 20:44
Yth : Ki Sabdo Langit
Bagaimana caranya saya bisa ikut ngangsu kawruh ngelmu nya agar semakin mengagumi ajaran para leluhur, nuwun
agung gemblung
mas pung
Juli 29th, 2011 pada 16:32
Mas Sabda Langit Yth.,
Bolehkan saya minta alamat atau no telp untuk berkenalan lebih lanjut ?
Nuwun
Ilham
Agustus 21st, 2011 pada 23:02
Insya Allah sekarang2 ini kalau saya doa minta sesuatu, saya minta dipantaskan bagi sesuatu yang saya minta itu. dan disanggupkan dalam usaha mendapatkannya. serta dimudahkan saat menghadapi cobaan dalam prosesnya. Laa hawla wa laa quwwata illaa Billaahil ‘aliyyiladzim.
ANTI KAFIR
November 28th, 2011 pada 14:22
Insya Allah…dan tabir telah terbuka….
berkat do’a sedulur sadayana…hehe
yana
Oktober 2nd, 2011 pada 14:37
segala apa yang ditulis di blog ini sudah lengkap…….bravo untuk penulis..
ANTI KAFIR
November 28th, 2011 pada 14:25
Alhamdulillah…
kekufuran pasti akan musnah…..
jembatan shirot yang terbuka lebar, adalah tanda2 dariNya…hmmm
Jelantik
Oktober 25th, 2011 pada 17:02
doa? pangapunten, ilmu saya masih sangat dangkal. setahu saya, apa yang kita lakukan setiap hari itu adalah doa, stiap prilaku kita sehari-hari itu juga doa, dan tanpa mengharapkan hasilnyapun, dari setiap apa yang kita lakukan sudah terdapat hasilnya
salam damai bagi smua
Bayu
November 14th, 2011 pada 23:40
Memang seperti itulah hakikat berdoa yang diajarkan Muhammad SAW. Tidak sekedar berdoa, namun ikhtiar yang kuat. Islam adalah agama terakhir (kalendernya aja paling muda), namun menjadi agama besar karena selain berdoa Rasulullah SAW berdakwah bahkan berjihad.
priyo
November 28th, 2011 pada 10:57
Duuhh ….sebenarnya aku ga mau ikutin , tapi mungkin karna panggilan hati.
Intinya kita mesthi ingat betul apa yg pernah Roh janjikan terhadap Allah Swt mau disaat mau diturunkan kemuka bumi ini….
Dwipantara putranta
Desember 4th, 2011 pada 20:46
.,apa yg pihak lain kau inginkan berbuat kepadamu, berbuatlah dulu hal serupa … Apapun yg kita alami saat ini adalah akibat dari sebab yg kita lakukan dimasa lalu…..yg kita lakukan saat ini adalah sebab yg akan kita alami akibatnya dimasa nanti..
Kang Sis
Desember 9th, 2011 pada 17:07
SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUA, Bhinneka Tunggal Ika. Beda cara dan keyakinan dalam berdo’a, hasilnya toh sama : sama-sama dirasakan. Senang atau susah, baik atau buruk semuanya adalah relatif, sangat-sangat relatif.
supranoto
Desember 21st, 2011 pada 16:17
Ass sedoyo
numpang lewat, kulo pun nun sewu, saya belajar berdoa yang tadinya lewat pesan syariat, ternyata setelah saya belajar dengan sepuh dalem, disyaratkan agar kita memliki hati yang bersih, lahir dan bathin, serta ikhlas. Sholat merupakan kewajiban yang harus dijalani apabila kita berjalan di rombongan kanjeng gusti rosullallah, dan kita sembahyang kepada allah ajawajala apabila kita mengakui sebagai mahluk NYA yang ciptakan dan DIA Nya yang menciptakan.
Memang kita harus mengetahui etika berdoa, apalagi yang dihadapi sang kholik, penguasa jagad raya, alam semesta, kalau tidak salah Rosullah saw, berkata apabila ingin menjalani agama KU yang lurus pelajari kitab KU, pelajari hadist2 KU, pelajari sunah2 KU dan rahasia2 KU, kalau kita melihat perkataan kata ” pelajari ” dari kulit nya mungkin kita hanya mempelajari tapi belum tentu kita memahami.
Didalam mempelajari hal2 yang telah ada selalu ada ketidak persesuaian diantara masing-masing pandangan, jaman sekarang orang selalu ingin mendapatkan hal-hal harus dianggap benar ( inilah hawa napsu) dan dibawa ke wilayah kepentingan, ini sudah mempengaruhi kesucian baik lahir dan bathinnya, bagaimana kita mau menghadap, dan berdoa sedangkan kita tidak mau menjaga kesucian lahir dan bathin.
Ternyata didalam rahasia-rahasia nabi Muhammad saw tidak lain kita umat islam harus memahami ilmu islam secara keseluruhan, agar kita mendapat kesempurnaan islam ( keselamatan dunia sampai akherat ), sepuh dalem tidak akan membeberkan hal-hal yang menjadi rahasia gusti allah, hanya agar ditekuni hakekat, itulah modal segalanya.
Subyek permintaan orang-orang yang mu’min, biasanya hanya mengharapkan pengkabulannya untuk keselamatan dunia dan akherat, sejauh apa nikhmat ashabulnya haruslah disyukuri, karena allah maha mengetahui segalanya dan menyeimbangkan bagi orang-orang yang bersyukur, tanpa meminta hal-hal diluar itu, Allah itu Zat dan harus diyakini bahwa kita sebagai mahluknya, itulah rasa keimanan kita terhadapnya.
Allah itu pemalu dan pelit bagi orang yang minta dengan memaksakan kehendak, jadilah tanda bagi orang-orang itu, berdoa tanpa ber-IJAB terlebih dahulu bagaikan layang-layang putus yang tak kunjung turun,
Nun sewu apabila saya ingin berbicara tapi rasanya tidak ingin berbicara, takut rasanya, salam kholla mirobbiroh
Wass
syech jagad
frems
Desember 22nd, 2011 pada 17:25
asllmkum wr.wb
astagfirrullah haladzim
mohon ampunni sgala kebodohan hamba ini ya ALLAH sang penguasa semua alam, slama ini hamba slalu br komitmen seperti yg d tulis pak ustadz d atas,trima ksih gan, post na tlah menyadarkan sgala ke egoisan saya slama ini…wassllm
bebeb manta
Januari 17th, 2012 pada 22:28
sok alim bet sih elah
Edy Syahputra (@dysyahputra)
Januari 20th, 2012 pada 09:58
nice posting…banyak dari kitayang punya pengalaman spiritual sendiri dan terkadang itu sangat baik untuk dishare,makasih.
eddy
Januari 21st, 2012 pada 08:30
Bagus komentar anda, saya salut. Memang dalam hidup penuh dengan ujian dan cobaan sungguh berat kita dilahirkan didunia karena kita bukan manusia yg sempurna seperti rasul/nabi. Dengan DOA kita berharap mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat, amin
salam
kharyono wiridan
Januari 21st, 2012 pada 14:04
waah…sub’hanallah, mohon do’anya mas aku bisa spt njenengan. Bisa iklas. Salam.
Lia
Januari 23rd, 2012 pada 00:03
Saya baru selesai berdoa. Semoga doa saya di Ijabah Allah SWT. Karena saya yakin, doa tdk hanya dilakukan dengan lisan semata, tapi perbuatan kita itu adalah doa terpenting yg bisa dikabulkan oleh Nya. Jika berdoa sungguh2 tanpa ditambah dgn perbuatan baik. Sia-sia ya. Saya sdh alami tuh
idjoe
Februari 24th, 2012 pada 17:02
Kita harus ikhlas dalam berdo’a….
haidar
Maret 6th, 2012 pada 22:38
assalaamu ‘alaikum…
ki sabdo, kula nderek tanglet… punapa dadak ndungo yen gusti allah maha pirsa lan maha adil?
maturnuwun, rahayu.
Ratih
Maret 7th, 2012 pada 23:43
Ya Allah,Bapa yang maha segalanya,ajari kami melakukan apa yang Engkau kehendaki,termasuk dalam berdoa.
Baladewa
Maret 8th, 2012 pada 09:18
Lho, lha rak sudah diajari Yesus dalam doa Bapa Kami ?! Yang a.l berbunyi ‘ …jadilah kehendak Mu di atas bumi seperti di dalam surga …’ Nrimo ing pandum, pasrah bongkokan, mongso bodo o, sak karepe sing gawe urip …
Ratih
Maret 8th, 2012 pada 21:28
Ya, terima kasih atas segala saran yang baik ,akhirnya doa yang saya ucapkan tidak sekedar berasal dari pikiran,perkataan perbuatan kita, tetapi juga dari kepasrahan saya sebagai manusia yang selalu ingin memuliakan Dia ,dan dimulai dengan ucapan syukur ,dan tobat atas segala tindakan yang disadari atau tidak disadari menyakiti hati Nya….
dwipantara
Maret 9th, 2012 pada 23:35
sarujuk.
1.Hukum sebab akibat
2. Lakukan hal yg sama
seperti yg kita harap terjadi pada kita.
dwipantara
Maret 9th, 2012 pada 23:50
akan dikabulkan hanya dalam ujud dan waktu yg dikehendakiNYA sendiri.
SufiMuda
Maret 19th, 2012 pada 16:15
Di suatu waktu kita perlu berdoa namun ketika kesadaran akan Tuhan semakin tinggi bahwa kita adalah bayi yang berada dalam pangkuan-Nya maka doa tidak lagi diperlukan…
hidayat
Maret 24th, 2012 pada 21:47
assalaamu’alaikum
-hubungan manusia dengan sang khalik umumnya terjalin karena PAMRIH
bukan karena CINTA
-kita sering berdoa tapi tidak pernah MENGHAMBA tapi malah MENDIKTE TUHAN
sekehendak kita ( Hamba menjadi Tuhan,Tuhan menjadi HAMBA)
hidayat
Maret 24th, 2012 pada 22:15
doa hanya untuk kepentingan dunia?
sementara doa untuk perjalanan abadi terlupakan
pernahkah terlintas di benak kita?
amal saleh kita selama hidup seperti setes air dalam samudera
kecil , teramat kecil untuk menebus kenikmatan abadi ?
iding
Maret 25th, 2012 pada 23:20
perjuangan dan do’a coy. Tu kata bang haji coy
andreas apin
Maret 29th, 2012 pada 11:40
saya terkesimak dan takjub akan pengalaman anda dalam doa,dan saya sangat setuju dan yakin,jika dalam berdoa kita memakai prinsip yang diajarkan anda,setiap doa kita pasti terkabulkan,dan juga kita harus ber-Iman,bahwa doa yg kita panjatkan pasti akan membuahkan hasil…
Alistya Setyani
April 13th, 2012 pada 07:38
Kulo nuwun pak sabda..
Saya mengucapkan bnyk terima kasih atas ulasan bapak tentang doa,cara2 berdoa yg efektif dan mustajab adalah sesuai dg rumus kodrat irodat Tuhan,dlm islam sy pernah membaca hadist “sayangilah yg di bumi,maka yg di langit akan menyayangimu..”Kurang lebih dari bunyi hadist tsb sy memahaminya sbnarnya sangat dalam maknanya,Tuhan menunjukkn eksistensinya pd manusia dg sgala kekuasaan dan ciptaanNya di dunia ini dg segala ciptaanNya dg rrasa welas asih..kasih sayang…bila dlm hidup dan kehidupan kita di bumi ini mampu melakukan sesuai dg sifat Tuhan tsb yakni,penuh kasih sayang,saling perduli,saling membantu,..automatically…Tuhanpun akan demikian pd kita,kdg kecukupan,keberkahan dan keselamatan hidup kita rasanya seperti “berdatangan tanpa diundang”…demikian sedikit comment sy pak sabda,yg insya Allah brasal dr laku dan pengalaman pribadi..bhw apa yg bpk tulis diatas memang benar adanya,apa jadinya bila kita analogikan kalo kita sbg majikan yg didekte oleh pembantu kita,dg minta tambahan ini..itu..pasti kita sbg maajikan akn lebih menuntut dia utk bekerja lebih rajin..lebih disiplin..nggk boleh sering ijin..dst..dst tuntutan kita pd dia…tapi begitu kita mendapati pembantu kita sdh baik akhlaknya,rajin,tulus,jujur..nrimo…masya Allah…setiap sy kesempatn brbelanja rasanya ada saja yg ingin saya belikan buat dia…sy hadiahkan buat dia..sy bahagia kalo dia bahagia…benar kata pak sabda semua ini trjadi krn energi syukur kita pd sang pencipta,demikian jg masalah apapun yg sy rasakan,yg sumpek,sedih,gelisah,sempit dada semua berusaha saya trima…nggih gusti kulo tampi..kulo pasrahaken dateng panjenengan kangge kulo…dg tetep perbuatan+pikiran brsha keras utk ikhtiar tapi hati sy hanya buat DIA yg maha bijaksana…subhanallah…jalan keluar sll datang pada waktuNYA…
Demikian semoga bs brmanfaat buat sedulur2 jg pembaca blog ini..amin…3x
Alistya
milono
April 27th, 2012 pada 17:01
Doa …ujud latian berkomunikasi…….dengan tuhannya.Doa perwujudan dari harapan harapan manusia.Doa pasangannya iktiar/ usaha.Jika berdiri sendiri tak ada artinya. JANGAN SALAH MEMINTA …….TERSESAT JADINYA…………., LEBIH BAIK BERSERAH DIRI …….LEBIH BIJAKSANA………….DAN ITU YANG SEHARUSNYA…………….
hesma eryani
Mei 4th, 2012 pada 21:02
Terima kasih untuk tulisan yang sangat bermanfaat dan ispiratif ini
Yudo paku ningratan
Mei 8th, 2012 pada 14:12
Trimakasih atas peterangan dan keterangan
samiko rahmat
Mei 16th, 2012 pada 11:41
tiada masalah, tuhan maha tahu dan paling ngerti, jangankan berdoa, niat saja dalam hati jadi apalagi diiringi perbuatan, pakai bahasa apapun tuhan tau
Ratu Majapahit Pajajaran Mataram
Mei 16th, 2012 pada 17:43
Ketahuilah, saya adalah kelahirankembali kiansantang, mpu sindhok, dan damarwulan.
berarti tiga darah sudah bersatu dalam diri saya. saya adalah pertemuan kerajaan majapahit, pajajaran, dan mataram yang akan kita satukan kedalam KEKAISARAN ISRAEL RAYA.
disaat-saat akhir, Banowati merasa ada yang tak beres. ia merasa telah terlalu banyak memberi kepada pihak muslim. sebelum semuanya terlambat, ia menarik wahyu yang ada dipihak muslim ke saya. maka selesailah semua. Sayalah SP, Ratu Adil, Buddha Hitam itu. dan saya akan menghukum keras bagi siapapun yang menolak kekuasaan, tahta, dan stempel ilahi yang diberikan Tuhan kepada saya untuk memerintah nusantara dan dunia.
hahaha hahahaha hahahaha hahahaha.
Ratu Majapahit Pajajaran Mataram
Mei 16th, 2012 pada 17:49
sekarang saya tanya siapa yang lebih mirip Jesus, saya atau guntur?
dan jelas tertulis dalam serat “semua takut dengan yang bertahta dialas ketonggo.”
karena itulah rumah berlantai tiga mirip rumah gatotkaca akan dibangun ditanah yang sekarang alas ketonggo, tepat dipinggir gunung lawu. jadi bukan siapapun yang tinggal di madiun saat ini..
baladewa yang mengaku krisna sudah cukup parah. baladewa yang mengaku jesus lebih parah. dan baladewa yang mengaku sp adalah yang paling parah.
Ratu Majapahit Pajajaran Mataram
Mei 16th, 2012 pada 17:52
lupakan tentang si herman dari kerajaan sriwajaya. soal sp adalah soal jawa, soal putra jawa. saya mencari putra jawa hindu untuk menjadi raja. kalau tidak ada, saya sendiri yang naik.
Ratu Majapahit Pajajaran Mataram
Mei 16th, 2012 pada 17:58
kalian jangan mengira saya cuma tahu agama saja. gampang memerintah negara itu. gampang sekali. genghis khan yang bodoh menculik berbagai tehnisi dan ilmuwan untuk membangun kota pertama karakorum. nah, kalau genghis khan saja bisa, maka saya apalagi.
nanti kalau saya tidak tahu, saya paksa orang bekerja untuk saya membangun istana saya.
muka shri krisna ya seperti muka saya, beliau masih dialamnya dan belum hidup lagi. bukan muka guntur yang bengkak itu. jika kami berdua berdiri, coba katakan muka siapa yang mirip sri khrisna, saya atau guntur.
kuncoro
Mei 21st, 2012 pada 00:26
boleh boleh aja. ambil tuh semua. kalo bisa he…he…he 10x aja.
MAY A
Mei 17th, 2012 pada 01:30
sabda….sabda……
kamu pasang gambar semar….tapi kamu tdk tahu makna sesungguhnya…..hh
tem pe…..tem pe…..
wisnu tiang djawi
Mei 20th, 2012 pada 23:36
@MAY A
sabda….sabda……
kamu pasang gambar semar….tapi kamu tdk tahu makna sesungguhnya…..hh
tem pe…..tem pe…..
—————————————————————————————————–
Tentang gambar semar,,, ya terserah yg punya blog to? mau di kasih gambar apa ya terserah yg punya blog to? tentang maknanya,,,,sebaikinya anda mengerti DIRI ANDA sendiri,,,sebelum mengerti orang lain,,,(Pengertian orang lain adalah kepunyaan orang lain dan tidak dpt dijadikan kepunyaan qta. KECUALI qta telah mengerti DIRI QTA SENDIRI)
Salam mengerti diri sendiri dlu,,,,
MAY A
Mei 17th, 2012 pada 01:31
ayo O’on……..upload video lagi…….hh dasar jadul…..
sumilatunlailylaily@yahoo.co.id
Mei 20th, 2012 pada 12:46
slm ini sy bingung,tp setelath ada blog ini hati sy jadi tenram dn sy sng sekali
Aji
Mei 30th, 2012 pada 23:18
Assalamu’alaikum wr wb.
sebelumnya mohon maaf, kulosadremi lare ikang sinau.
pelajarilah renungkan dan rasakan baru kita akan tahu. jangan mengunakan presepsi ataupun prasangka kita dalam menilai sesuatu.
3 Trackbacks / Pingbacks
Mukjizat Pohon Kaladewa « sabdalangit's web: Membangun Bumi Nusantara yang Berbudi Pekerti Luhur Februari 25th, 2010 pada 15:19
[...] anugrah tuhan setelah percaya 100% akan datangnya mukjizat. Maka saya pun hanya menyarankan untuk berdoa secara netral, tidak mendikte tuhan. Bahkan saya tuntun kalimat apa yang layak diucap saat maneges kepada Gusti [...]
Karomah(mukjizat ) pohon kaladewa « Mbahbajang's Blog Maret 15th, 2010 pada 13:24
[...] anugrah tuhan setelah percaya 100% akan datangnya mukjizat. Maka saya pun hanya menyarankan untuk BERDOA SECARA NETRAL, tidak mendikte tuhan. Bahkan saya tuntun kalimat apa yang layak diucap saat maneges kepada Gusti [...]
Mukjizat Pohon Kaladewa « Catatan Tentang Aku dan Dia Maret 26th, 2010 pada 18:02
[...] anugrah tuhan setelah percaya 100% akan datangnya mukjizat. Maka saya pun hanya menyarankan untuk BERDOA SECARA NETRAL, tidak mendikte tuhan. Bahkan saya tuntun kalimat apa yang layak diucap saat maneges kepada Gusti [...]