Rahasia Kekuatan Doa

 

Kami tidak akan membahas mengenai etika berdoa, karena dalam setiap agama tentunya sudah diajarkan mengenai tata cara dan etika berdoa, kami yakin para pembaca sudah lebih memahaminya.  Tujuan kami menulis jauh dari maksud menggurui, semata hanya ingin berbagi pengalaman. Dengan kata lain, apa yang kami sampaikan juga pernah kami lakukan dan rasakan. Tujuan kami menulis adalah untuk berbagi kepada sesama, barangkali dapat memberi sedikit manfaat untuk para pembaca yang budiman. Dengan menggunakan akal budi dan hati nurani (nur/cahaya dalam hati) yang penuh keterbatasan kami berusaha mencermati, mengevaluasi dan kemudian menarik benang merah, berupa nilai-nilai  (hikmah) dari setiap kejadian dan pengalaman dalam doa-doa kami. 

 

Berkaitan dengan Waktu dan tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, kiranya setiap orang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda. Kedua faktor itu berpengaruh pula terhadap kemantapan hati dan tekad dalam mengajukan permemohonan kepada Tuhan YME. Namun bagi saya pribadi semua tempat dan waktu adalah baik untuk melakukan doa. Pun banyak juga orang meyakini bahw doanya akan dikabulkan Tuhan, walaupun doanya bersifat verbal atau sebatas ucapan lisan saja. Hal ini sebagai konsekuensi, bahwa dalam berdoa hendaknya kita selalu berfikir positif (prasangka baik) pada Tuhan. Kami tetap menghargai pendapat demikian.

 

SULITNYA MENILAI KESUKSESAN DOA

 

Banyak orang merasa doanya tidak/belum terkabulkan. Tetapi banyak pula yang merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doa tetapi dalam kadar yang masih minim, masih jauh dari target yang diharapkan. Itu hanya kata perasaan, belum tentu akurat melihat kenyataan sesunggunya. Memang sulit sekali mengukur prosentase antara doa yang dikabulkan dengan yang tidak dikabulkan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut ;

  1. Kita sering tidak mencermati, bahkan lupa, bahwa anugrah yang kita rasakan hari ini, minggu ini, bulan ini, adalah merupakan “jawaban” Tuhan atas doa yang kita panjatkan sepuluh atau dua puluh Tahun yang lalu. Apabila sempat terlintas fikiran atau kesadaran seperti itu, pun kita masih meragukan kebenarannya. Karena keragu-raguan yang ada di hati kita, akan memunculah asumsi bahwa hanya sedikit doa ku yang dikabulkan Tuhan.
  2. Doa yang kita pinta pada Tuhan Yang Mahatunggal tentu menurut ukuran kita adalah baik dan ideal, akan tetapi apa yang baik dan ideal menurut kita, belum tentu baik dalam perspektif Tuhan. Tanpa kita sadari bisa saja Tuhan mengganti permohonan dan harapan kita dalam bentuk yang lainnya, tentu saja yang paling baik untuk kita. Tuhan Sang Pengelola Waktu, mungkin akan mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat pula. Ketidaktahuan dan ketidaksadaran kita akan bahasa dan kehendak Tuhan (rumus/kodrat alam), membuat kita menyimpulkan bahwa doa ku tidak dikabulkan Tuhan.
  3. Prinsip kebaikan meliputi dua sifat atau dimensi, universal dan spesifik. Kebaikan universal, akan berlaku untuk semua orang atau makhluk. Kebaikan misalnya keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan ketentraman hidup. Sebaliknya, kebaikan yang bersifat spesifik artinya, baik bagi orang lain, belum tentu baik untuk diri kita sendiri. Atau, baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Kebaikan spesifik meliputi pula dimensi waktu, misalnya tidak baik untuk saat ini, tetapi baik untuk masa yang akan datang. Memang sulit sekali untuk memastikan semua itu. Tetapi paling tidak dalam berdoa, kemungkinan-kemungkinan yang bersifat positif tersebut perlu kita sadari dan terapkan dalam benak. Kita butuh kearifan sikap, kecermatan batin, kesabaran, dan ketabahan dalam berdoa. Jika tidak kita sadari kemungkinan-kemungkinan itu, pada gilirannya akan memunculkan karakter buruk dalam berdoa, yakni; sok tahu. Misalnya berdoa mohon berjodoh dengan si A, mohon diberi rejeki banyak, berdoa supaya rumah yang ditaksirnya dapat jatuh ke tangannya.  Jujur saja, kita belum tentu benar dalam memilih doa dan berharap-harap akan sesuatu. Kebaikan spesifik yang kita harapkan belum tentu menjadi berkah buat kita. Maka kehendak Tuhan untuk melindungi dan menyelamatkan kita, justru dengan cara tidak mengabulkan doa kita. Akan tetapi, kita sering tidak mengerti bahasa Tuhan, lantas berburuk sangka, dan tergesa menyimpulkan bahwa doaku tidak dikabulkan Tuhan.

Tidak gampang memahami apa “kehendak” Tuhan. Diperlukan kearifan sikap dan ketajaman batin untuk memahaminya. Jangan pesimis dulu, sebab siapapun yang mau mengasah ketajaman batin, ia akan memahami apa dan bagaimana “bahasa” Tuhan. Dalam khasanah spiritual Jawa disebut “bisa nggayuh kawicaksanane Gusti”.

 

HAKEKAT DIBALIK KEKUATAN DOA

     Agar doa menjadi mustajab (tijab/makbul/kuat) dapat kita lakukan suatu kiat tertentu. Penting untuk memahami bahwa doa sesungguhnya bukan saja sekedar permohonan (verbal). Lebih dari itu, doa adalah usaha yang nyata netepi rumus/kodrat/hukum Tuhan sebagaimana tanda-tandanya tampak pula pada gejala kosmos. Permohonan kepada Tuhan dapat ditempuh dengan lisan. Tetapi PALING PENTING adalah doa butuh penggabungan antara dimensi batiniah dan lahiriah (laten dan manifesto) metafisik dan fisik. Doa akan menjadi mustajab dan kuat bilamana doa kita berada pada aras hukum atau kodrat Tuhan;

 

  1. Dalam berdoa seyogyanya menggabungkan 4 unsur dalam diri kita; meliputi; hati, pikiran, ucapan, tindakan. Dikatakan bahwa Tuhan berjanji akan mengabulkan setiap doa makhlukNya? tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul ?  Kita tidak perlu berprasangka buruk kepada Tuhan. Bila terjadi kegagalan dalam mewujudkan harapan, berarti ada yang salah dengan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa mohon kesehatan. Hati kita berniat agar jasmani-rohani selalu sehat. Doa juga diikrarkan terucap melalui lisan kita. Pikiran kita juga sudah memikirkan bagaimana caranya hidup yang sehat. Tetapi tindakan kita tidak sinkron, justru makan jerohan, makanan berkolesterol, dan makan secara berlebihan. Hal ini merupakan contoh doa yang tidak kompak dan tidak konsisten. Doa yang kuat dan mustajab harus konsisten dan kompak melibatkan empat unsur di atas. Yakni antara hati (niat), ucapan (statment), pikiran (planning), dan tindakan (action) jangan sampai terjadi kontradiktori. Sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah doa yang diikuti dengan PERBUATAN (usaha) secara konkrit.
  2. Untuk hasil akhir, pasrahkan semuanya kepada “kehendak”  Tuhan, tetapi ingat usaha mewujudkan doa merupakan tugas manusia. Berdoa harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh, bahwa manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, soal hasil atau targetnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan kewenangan Tuhan. Dengan kata lain, tugas kita adalah berusaha maksimal, keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan. Saat ini orang sering keliru mengkonsep doa. Asal sudah berdoa, lalu semuanya dipasrahkan kepada Tuhan. Bahkan cenderung berdoa hanya sebatas lisan saja. Selanjutnya doa dan harapan secara mutlak dipasrahkan pada Tuhan. Hal ini merupakan kesalahan besar dalam memahami doa karena terjebak oleh sikap fatalistis. Sikap fatalis menyebabkan kemalasan, perilaku tidak masuk akal dan mudah putus asa. Ujung-ujungnya Tuhan akan dikambinghitamkan, dengan menganggap bahwa kegagalan doanya memang sudah menjadi NASIB yang digariskan Tuhan. Lebih salah kaprah, bilamana dengan gegabah menganggap kegagalannya sebagai bentuk cobaan dari Tuhan (bagi orang yang beriman). Sebab kepasrahan itu artinya pasrah akan penentuan kualitas dan kuantitas hasil akhir. Yang namanya ikhtiar atau usaha tetap menjadi tugas dan tanggungjawab manusia.
  3. Berdoa jangan menuruti harapan dan keinginan diri sendiri, sebaliknya berdoa  itu pada dasarnya menetapkan perilaku dan perbuatan kita ke dalam rumus (kodrat) Tuhan. Kesulitannya adalah mengetahui apakah doa atau harapan kita itu baik atau tidak untuk kita. Misalnya walaupun kita menganggap doa yang kita pintakan adalah baik. Namun kenyataannya kita juga tidak tahu persis, apakah kelak permintaan kita jika terlaksana akan membawa kebaikan atau sebaliknya membuat kita celaka.
  4. Berdoa secara spesifik dan detil dapat mengandung resiko. Misalnya doa agar supaya tender proyek jatuh ke tangan kita,  atau berdoa agar kita terpilih menjadi Bupati. Padahal jika kita bener-bener menjadi Bupati tahun ini, di dalam struktur pemerintahan terdapat orang-orang berbahaya yang akan “menjebak” kita melakukan korupsi. Apa jadinya jika permohonan kita terwujud. Maka dalam berdoa sebaiknya menurut kehendak Tuhan, atau dalam terminologi Jawa “berdoa sesuai kodrat alam” atau hukum alamiah. Caranya, di dalam doa hanya memohon yang terbaik untuk diri kita. Sebagai contoh;  ya Tuhan, andai saja proyek itu memberi kebaikan kepada diriku, keluargaku, dan orang-orang disekitarku, maka perkenankan proyek itu kepadaku, namun apabila tidak membawa berkah untuk ku, jauhkanlah. Dengan berdoa seperti itu, kita serahkan jalan cerita kehidupan ini kepada Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana.
  5. Doa yang ideal dan etis adalah doa yang tidak menyetir/mendikte Tuhan, doa yang tidak menuruti kemauan diri sendiri, doa yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur. Niscaya Tuhan akan meletakkan diri kita pada rumus dan kodrat yang terbaik…untuk masing-masing orang ! Sayangnya, kita sering lupa bahwa doa kita adalah doa sok tahu, pasti baik buat kita, dan doa yang telah menyetir atau mendikte kehendak Tuhan. Dengan pola berdoa seperti ini, doa hanya akan menjadi nafsu belaka, yakni nuruti rahsaning karep.

 

DOA MERUPAKAN PROYEKSI PERBUATAN KITA,

AMAL KEBAIKAN KITA PADA SESAMA MENJADI DOA

TAK TERUCAP YANG MUSTAJAB.

 

     Kalimat sederhana ini merupakan kata kunci memahami misteri kekuatan doa;  doa adalah seumpama cermin !! Doa kita akan terkabul atau tidak  tergantung dari amal kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap sesama. Dengan kata lain terkabul atau gagalnya doa-doa kita merupakan cerminan akan amal kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain. Jika kita secara sadar atau tidak sering mencelakai orang lain maka doa mohon keselamatan akan sia-sia. Sebaliknya, orang yang selalu menolong dan membantu sesama, kebaikannya sudah menjadi “doa” sepanjang waktu, hidupnya selalu mendapat kemudahan dan mendapat keselamatan. Kita gemar dan ikhlas mendermakan harta kita untuk membantu orang-orang yang memang tepat untuk dibantu. Selanjutnya cermati apa yang akan terjadi pada diri kita, rejeki seperti tidak ada habisnya! Semakin banyak beramal, akan semakin banyak pula rejeki kita. Bahkan sebelum kita mengucap doa, Tuhan sudah memenuhi apa-apa yang kita harapkan. Itulah pertanda, bahwa perbuatan dan amal kebaikan kita pada sesama, akan menjadi doa yang tak terucap, tetapi sungguh yang mustajab.  Ibarat sakti tanpa kesaktian. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu seperti doa untuk kita sendiri.

Dalam tradisi spiritual Jawa terdapat suatu rumus misalnya :

1. Siapa gemar membantu dan menolong orang lain, maka ia akan  selalu mendapatkan kemudahan.

2. Siapa yang memiliki sikap welas asih pada sesama, maka ia akan disayang sesama pula.

3. Siapa suka mencelakai sesama, maka hidupnya akan celaka.

4. Siapa suka meremehkan sesama maka ia akan diremehkan banyak orang.

5. Siapa gemar mencaci dan mengolok orang lain, maka ia akan menjadi orang hina.

6. Siapa yang gemar menyalahkan orang lain, sesungguhnya ialah orang lemah.

7. Siapa menanam “pohon” kebaikan maka ia akan menuai buah kebaikan itu.

Semua itu merupakan contoh kecil, bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan doa untuk kita sendiri. Doa ibarat cermin, yang akan menampakkan gambaran asli atas apa yang kita lakukan. Sering kita saksikan orang-orang yang memiliki kekuatan dalam berdoa,  dan kekuatan itu terletak pada konsistensi dalam perbuatannya. Selain itu, kekuatan doa ada pada ketulusan kita sendiri. Sekali lagi ketulusan ini berkaitan erat dengan sikap netral dalam doa, artinya kita tidak menyetir atau mendikte Tuhan.

 

Berikut ini merupakan “rumus” agar supaya kita lebih cermat dalam mengevaluasi diri kita sendiri;

  1. Jangan pernah berharap-harap kita menerima (anugrah), apabila kita enggan dalam memberi.
  2. Jangan pernah berharap-harap akan selamat, apabila kita sering membuat orang lain celaka.
  3. Jangan pernah berharap-harap mendapat limpahan harta, apabila kita kurang peduli terhadap sesama.
  4. Jangan pernah berharap-harap mendapat keuntungan besar, apabila kita selalu menghitung untung rugi dalam bersedekah.
  5. Jangan pernah berharap-harap meraih hidup mulia, apabila kita gemar menghina sesama.

Lima “rumus” di atas hanya sebagian contoh. Silahkan para pembaca yang budiman mengidentifikasi sendiri rumus-rumus selanjutnya, yang tentunya tiada terbatas jumlahnya.

 

Resume

Doa akan memiliki kekuatan (mustajab), asalkan kita mampu memadukan empat unsur di atas yakni : hati, ucapan, pikiran, dan perbuatan nyata. Dengan syarat perbuatan kita tidak bertentangan dengan isi doa. Di lain sisi amal kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan menjadi doa mustajab sepanjang waktu, hanya jika, kita melakukannya dengan ketulusan. Setingkat dengan ketulusan kita di pagi hari saat “membuang ampas makanan” tak berarti.

 

 

JIKA INGIN DIBERI,

MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU !

 

Dahulu saya pernah mengalami kebanyakan asa, lalu giat sekali berdoa bermacam-macam hal. Siang-malam berdoa isinya permohonan apa saja yang diinginkan. Waktu berdoa pun hanya pada  waktu tertentu yang dianggap tijab. Tetapi  saya masih merasakan kehampaan dalam hidup. Bahkan dirasakan realitas yang terjadi justru semakin menjauh dari harapan seperti yang terucap dalam setiap doa. Lama-kelamaan muncul kesadaran ada yang tidak beres dalam prinsip pemahaman saya ini.

Kesadaran diri muncul lagi manakala merasa sangat kurang dalam melakukan amal kebaikan terhadap sesama. Kami berfikir, betapa buruknya tabiat ini, yang selalu banyak meminta-minta, tetapi sedikit “memberi”. Coba mengingat apa saja kebaikan yang pernah kami lakukan pada sesama, Parah…sepertinya kok nggak ada… atau kami yang sudah lupa. Namun yang teringat justru keburukan dan kesalahan yang pernah kami lakukan pada teman, keluarga, orang tua, dan pada orang lain. Kami menjadi resah sendiri, merasa dalam kehidupan ini kami tidak bermanfaat samasekali untuk orang banyak, sementara kami nggak tahu malu dengan selalu meminta-minta terus Hyang Widhi. Egois, maunya enaknya sendiri. Berharap-harap memperoleh pemenuhan hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan, tetapi enggan memenuhi kewajiban untuk beramal baik pada sesama.

Hingga pada suatu saat kami mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berarti, paling tidak menurut diri kami sendiri. Sejak itu, terjadilah perubahan paradigma dalam memandang dan memahami rumus Tuhan. Doa (harapan) adalah perbuatan konkrit. Sejak saat itu, dengan sekuat tenaga setiap saat ada kesempatan kami melakukan sesuatu yang kira-kira ada manfaat untuk orang lain. Dimulai dari hal-hal sepele, sampai yang tidak sepele. Dasar pemikiran kami adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan yang telah menerima sekian puluh atau ratus anugrah dalam setiap detiknya. Namun kenyataannya manusia tiada rasa “malu” setiap saat selalu meminta pada Tuhan. Lantas kapan bersukurnya ? Jika berdoa memohon sesuatu, kami lebih banyak melakukannya untuk mendoakan teman, kerabat, keluarga. Sedangkan untuk diri sendiri, tiada yang pantas dilakukan selain lebih banyak mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan.

Banyak mengucapkan syukur di bibir saja tidak cukup. Kami harus lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Rasa bersyukur serta doa-doa melebur dan mewujud ke dalam satu perbuatan. Rasa sukur termanifestasikan kedalam perbuatan yang bermanfaat untuk banyak orang. Demikian pula cara berdoa tidak sekedar terucap melalui mulut, namun lebih penting adalah mewujud dalam perbuatan nyata.

Cara kami berdoa seperti itu mungkin terasa “aneh dan nyleneh” bagi beliau-beliau yang telah berilmu tinggi dan menguasai ajaran agama secara teksbook. Akan tetapi prinsip dan cara-cara itulah yang kami pribadi rasa paling pas. Maklum saya ini orang bodoh yang masih belajar ke sana-kemari. Tetapi paling tidak, kami secara pribadi telah membuktikan manfaat dan hasilnya. Mohon maaf apabila banyak kata dan ucapan yang kurang berkenan, saya menyadari sebagai orang yang masih bodoh banyak kekurangan, tetapi memaksa diri untuk menulis.

  1. Berdoa secara netral itu kalimatnya bagaimana pak, agar saya bisa sukses bisnis ptc http://www.probux.com/?r=wasmado1 – Terima kasih Bapak semoga sukses.

    • Doa dlm tuntunan jawa di wujudkan dlm laku atau perbuatan. Orang jawa sudah nyadari bumi jawa nusantara adalah surga nyata. Ciri ciri tanah surga lengkap ada di bumi kita…jadi orang jawa notabene yg sdh menyadari buminya adalah surga. Tidak berdoa dlm konteks meminta. Malu…..karena sdh berendah hati bumi seisinya sdh lengkap memberi kebutuhan hidupnya. Doa orang jawa adalah perbuatan dlm konteks syukur. Laku perbuatan wejawantah dari doa tuntunan jawa nusantara indonesia yg original adalah…menjaga raga, memelihara lingkungannya, mencari income dr perbuatan yg tdk merusak alam ibu pertiwi tercinta, makan dengan tidak “mbesetan” , menyayat nadi hewan yg disadari sebagai saudara, selalu mendoakan tdk hanya bpk ibunya saja. Santun tdk hanya pd manusia,,santun pd sungai, hutan, gunung dgn menjaga dan memeliharanya, dan semua nya yg terlihat mata dan yg tdk terlihat mata.
      Santun dalam tata bahasa, santun dalam olah hati, fikir dan perbuatannya. Rakyat santun pd pemimpinnya. Pemimpin bener bener merasa sebagai pengayom rakyatnya, bersikap satriya yg perwira menjaga tanah airnya, pemimpin benar benar profesional dan tepat guna mengelola sumber daya alamnya, pemimpin berlaku jujur pd diri dan kebijaksanaannya , focus bagaimana memakmurkan rakyatnya tanpa terlalu mengoyak ngoyak ibu pertiwinya dan optimal dalam mengelola sumber daya alamnya dgn sdm terbaik dr negerinya sendiri dan hanya untuk kejayaan negeri sendiri, pemimpin yg santun demikian yg kita rindukan. Pasti muncul saat tiap personal kandidat pemimpin menyadari perbuatan santun sebagai pemimpin adalah wujud doa riil pd tuhannya.

      Santun pd semuanya itulah wujud nyata doa orang jawa nusantara indonesia yg original. Pasti hidup relatif easy going, hati tenteram, sederhana dan bermartabat krn tahu alam adalah saudaranya hindari utk terlalu menyakitinya ………………….

      Negeri makmur, gotong royong ramah tamah tegak berkembang di negeri indonesia tercinta. Rasa cinta pd tanah air, ‘air’ ,rakyat, dan nilai nilai luhur ibu pertiwi yg terdokumentasi pd kearifan karya, adat budaya lokal, ragam menu, ragam bahasa, bersinar lagi. Itulah wujud doa nusantara. Mari berduyun duyun kita yg merasa sudah bersumpah pemuda…berduyun mewujudkannya.
      Perbuatan adalah doa…..dalam bingkai kesantunan pd manusia, alam dan segala sesuatu warisan ibu pertiwi tercinta, dan warisan sikap ksatriya kusuma bangsa para pejuang tanah air indonesia tercinta. .

  2. Bhikkhu Dhammaraja

    Saya selaku bekas orang sunda (sekarang bukan orang lagi tapi mutant dikarenakan bhikkhu) merasa malu atas ketidakmengertian orang sunda terhadap makna anak gembala dan pemuda berjanggut, dimana orang sunda menceritakan tentang kisah anak gembala dan pemuda berjanggut dari dongeng orang sunda dulu. Padahal berbeda dengan makna di uga wangsit dimana dua istilah itu diambil untuk menceritakan perjalanan presiden ketujuh indonesia dan istrinya.

    Jadi tidak benar, sp adalah keturunan dari anak gembala dan pemuda berjanggut dari dongeng itu. melainkan istilah itu cuma dipinjam prabu siliwangi untuk mengisahkan masadepan.

    Berpikir itu pakai otak.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Seperti saya katakan saya adalah mutant, sedangkan sp adalah cyborg.
      Saat sp mulai mengajar anakbuahnya cara berperang, maka seluruh anakbuahnya berubah struktur tubuhnya dari human menjadi humanoid, yaitu manusia yang mengadopsi struktur keilmuan alien.
      Demikianlah.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Anda semua tidak perlu berkecil hati jika sp adalah cyborg, karena manusia punya keistimewaan yaitu ia mampu mengolah karmanya. kalau dewa tidak bisa, bisanya cuma gudang amalbaik saja.
      Cuma manusia yang mampu menjalani keilmuan untuk menjadi Buddha.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Hati Buddha saya mendengar ada yang meminta penjelasan akan mutant. Mutant adalah makhluk yang awalnya manusia lalu sel-selnya berubah. Misalnya saja pada bhikkhu, suara menjadi mirip wanita, dan indra-indra menjadi lebih peka, dsb.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Mata Buddha saya melihat ada muslim yang penuh kebencian menatap saya dan berkata, “betul penjelasan anda” setelah ia cek dengan trawangannya.

    • maksudnya bagaiaman dan siapa? bisa diperjelas?

  3. .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

    .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

    .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

  4. .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

  5. Subhanallah terimakasih Mas Sabda atas tulisannya ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat

  6. amien amien ya robb…
    Semoga artikel dr ki sabda langit membuka pintu hati hamba ya robb…
    Matur sembah nuwin ki sabda langet pengeran katon

  7. Ida Bagus Oka Widyana

    Terimakasih atas pencerahan nya…

  8. salam kenal pak.terimakasih artikelnya pencerahannya sudah membuka pikiran saya yang selama ini salah tentang doa yang selama ini saya lakukan.

  9. roso,rogo lan sukmo nywiji dadi siji dadi kehidupan nyata didunia roso ilange yen kabeh menungso tekane pati makane yen enek wong mati wis ilang roso ya ora duweni roso isin,roso getun,roso panas,roso adem, lan liyo-liyane,
    rogo besuk bali muleh menyang lemah jalaran asal-usule tekan lemah termasuk mangan tanduran tekan assile lemah.
    sukmo utowo roh besuk bali maneh menyang asal usule, yen umat islam kaum muslimin
    asal usule nenungso pertama tekan nabi Adam sakdurunge nabi Adam turun ke dunia iki disik tekan suwargo, makane manut kaum muslimin nek ono wong mati kudu
    ngucap inalilahi wainailaihi rojiun wangsul dumateng kersane Alloh swt dari surga kembali ke surga,,dadi nek panjenengan sampun iman/percaya atau yakin terhadap ini semua akan meyakini adanya tuhan Alloh swt lakukan doa-doa setiap kesempatan
    yang ada maka akan mendapat apa yang anda inginkan baik dalam hitungan detik- menit-jam-hari dan seterusnya.

    • Saya BUKA HIJAB

      ADAM, WALIKEN MADA : mayapada
      Allah, waliken : halla…Hananing Alam Langit ” lahir ” seisinya
      Durung mudheng, taktegesi :
      Kitabullah : kitab bumi langit ” lahir ” seisinya

      Tuntunan Jawa yg sudah menyebar kesegala arah..araning NUSWANTARA..ke SEGALA BENUA.Yaitu
      :
      Menyadarkan manusia utk menyayangi antar mahluk, cinta memelihara bumi langit bulat lahir seisinya ini.
      Tidak tempat lain hidup manusia.
      Gurun pasir itu tanah haram . Jangan bekerja utk perutmu sehingga menciptakan gurun baru, tanah gersang kering itulah tanah larangan, haram.
      JAGALAH BUMI, TANAHMU SENDIRI YG HIJAU ELOK, SEJUK, SEGAR.
      kamu, kita yg hidup ditanah surga, sumber air banyak, sungai segar, hutan ada, susu madu buah2 an berlimpah, manusia2 elok karena welas asih marang hewan lan iwak.
      Ora mentala, tdk tega memakannya hanya utk perutnya.

      PAHAM…
      NGAPAIN BELAJAR TUNTUNAN HIDUP DARI BUMI GERSANG
      CENDERUNG MENCIPTAKAN PERMUSUHAN
      Prakteknya perang melulu, menafikan ajaran tanah air yg didatangi
      Pikirannya buruk sangka pd tuntunan lain, statement curiga, semua dimusuhi
      Itulah sifat SETAN SEJATI
      enough…CERDASLAH

      ELING …THIS IS INDONESIA NOT ARAB

      JAWA, NUSANTARA, INDONESIA CINTA DAMAI, RAMAH TAMAH GOTONG ROYONG.
      TOBATLAH…BENTUK TOBAT BAGAIMANA..ndak tahu aku.
      Tanah air sendiri dinomor duakan, kakek nenek lelugurnya di kafirkan
      Ugh…sadarlah
      Ini uneg2 leluhur yg ratusan tahun terpendam..diwenehi ati ngrogoh rempelo…
      Lainnya pikir sendiri aja..

      Look at JAWA, NUSANTARA, INDONESIA MASA LALU
      :
      MENEBARKAN DASAR DASAR PERADABAN, BERCOCOK TANAM TERAS SIRING, TERAKOTA BENTUK BAHAB BANGUNAN : bentuk batu ” bata ” dari tanah maupun batu. Natural life, makannya tdk membunuh mahluk bergerak bernyawa, bata, basa kang tumata syair macapat…tengah depan belakang..ngapain belajar yg belakang aja..nas,nas, him him , lak lak.
      Kita ini bisa tata bahasa depan, tengah belakam
      Ng.
      Hindari ” katak dlm tempurung ”
      Dimanapun ada pohon kelapa disitulah eyang kita menebarkan ilmunya
      Tuntunannya
      : SANTUN, LEMAH MANAH ( lembut hati ).
      Sumeh, ramah tamah, menghormati SEMUA, YA MANUSIANYA, YA ALLAM LANGIT SEMUANYA.
      SDEKAH BUMI, SEMBAH EYANG POHO TUA YG SDH MEMEBERI OKSIGEN, LARUNG SEDEKAH SAMODERA, TAHU NDAK FUNGSI OCEAN DI LIFE KITA ? ( tanda tanya besar )
      Wis cukup : haram riya’, musanahlah kata kafir, syirik musyrik, paling suci, paling mulia…
      Eyang kita tdk perlu sembunyi kalau perang,
      : bisa tdk terlihat mata,mtdk perlu mau dibakar..baru ada niat buruk aja orang..nggeblak, tdk perlu pedang, dipandang aja lemes nggreweli.
      Itu kalau pelaku Jawa sejati.
      Kalau terpengaruh ajaran pemakan hewan : PASTI TDK BISA.
      SUDAH TAHU ?
      Siapa yg benar2 memarginalkan tuntunan mulia tanah air sendiri ?
      Wis cepat tobat ke tanah air..
      Iku maksude nasihat eyang kita :
      ” yen bingung agemanmu waliken ”
      ” bingung ta, kaosmu waliken ”

      Nusantara, Jawa, SUDAH TAHU RAHASIA ALAM
      Alif Lam Mim….ALAMI…Naturallah,
      :
      Jadikanlah dataran ibumi ini seAlami mungkin.
      Hijau, subur, air jernih, udara segar, itulah tugas manusia diciptakan hidup di duniaini.

      Leluhur Jawa sudah tahu u uuuuuuu

      Ora usah nguyahi segara di Nusantara
      Ajaran Jumawa sirna musna muliho nang asal usulmu..musno

      Bumi langit seisinya bersaksi

  10. Pak Sabda saya mohon dibantu doa dan usahanya agar tanah dan rumah orang tua saya di Semarang dalam waktu dekat ini cepat laku. ini semua saya mohon untuk kebaikan kami sekeluarga dan masa depan kami. Terima kasih.

  11. Sopiyan Penukal Palembang

    Terima kasih smg Allah menambah rezeki pd bapak dan bapak adlah org yg Taqwa Srt Ali Imran Ayat 133 dan 134 dari Sopiyan Penukal Palembang

  12. Subhanalloh, Semoga kita semua termasuk orang-orang yang doanya mustajab. Amiin, mohon doanya agar saya lekas dapat Jodoh. Terimakasih.

  13. Alhamdulillah…allam donya iku illah

    JAWA
    memegang kunci rahsia rahasia Allam
    Ngapunten
    Mulai saat ini ajaran yg suka menstigma dgn vocab kafir, syirik musyrik…
    Tahu dirilah
    Tahu diri untuk tidak riya’ merasa ajarannya dr Arab paling benar
    Kami berkitab : bumi langit ” lahir ” seisinya
    : bumi langit ” lahir ” seisinya, takterbilang juz
    Tahu dirilah yang hanya 1 kitab
    Maaf beribu maaf
    Semoga hijab anda terbuka.

    Eling
    This island not Arab
    This is island Indonesia, Nuswantara
    This is here Sabang Merauke tanah Surga

  14. Kelihatannya sangat masuk akal, terima kasih atas ketulusannya berbagi sesama makhluk yang selamanya tergantung kepadaNYA. DOA itu harus sebaik dan seutuhnya kemudian kita bertawakal dan tidak menyetir kehendakNYA. Sekali lagi terima kasih pemberiaqn nasehatnya. maka saya sebagai penerima wajib meberi kembali walau hanya berupa terima kasih atas sharingnya.

  15. Trmakasih ki slma ini sy menyadari slu egois dlm rmh tangga slu menuntut pd suami pertanggung jawaban dlm keb sehri” .tp sy nggak pernah minta apa” dr suami .bg mana sy hrs menghdapi konflik yg slu bertengkar kr pembagian kewajiban sehari” kr keb hr kita bg berdua?trma kasih ki mhn solusinya kr rmhtngga kmi terasa tdk hrmnis lg

  16. Terima kasih Ki Sadalangit, memang doa adalah wujud pengakuan kelemahan kita semagai mahluk atas Allah sebagai pencipta jagat beserta isinya. Orang yang paling sombong adalah orang yang tidak pernah berdoa, merasa segalanya adalah karena dari kemampuan diri sendiri. Kita memang diperintah berdoa oleh Dzat Pengabul Doa, dengan syarat 1) kita mesti menjadi hamba yang patuh terhadapNya, melaksanakan segala perintah sesuai kemampuan yang ada pada kita ( Tuhan tidak membebani hamba di luar kemampuan jiwa raganya) dan mesti sanggup meninggalkan laranganNya ( kita yakin semua larangan pasti berakibat buruk bagi pelakunya ). 2) kita mesti berbuat baik kepada sesama mahluk ciptaan Allah. Sebaik baik manusia adalah yang mampu memberi manfaat bagi sesamanya. Oleh karena itu jauhkan hati kita dari rasa benci kepada siapapun,bangsa manapun. Kita tidak tau persis siapa sebenarnya orang asli Jawa/indonesia, mulai kapan muncul penduduk asli , saya yakin pasti mula2 yang mendiami Jawa/Indonesia adalah pendatang dari luar, dan sampai sekarangpun masih terjadi percanpuran. Kepada Ki Sabda saya mengharap untuk tidak bosan2 menyebar luaskan rasa tepa slira tanpa pilih2,sekaligus menjauhkan rasa kebe

  1. Ping-balik: Mukjizat Pohon Kaladewa « sabdalangit's web: Membangun Bumi Nusantara yang Berbudi Pekerti Luhur

  2. Ping-balik: Karomah(mukjizat ) pohon kaladewa « Mbahbajang's Blog

  3. Ping-balik: Mukjizat Pohon Kaladewa « Catatan Tentang Aku dan Dia

  4. Ping-balik: http://sabdalangit.wordpress.com/atur-sabdo-pambagyo/rahasia-kekuatan-doa/ | Intipinfo's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 916 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: