“Bencana Spiritual Nusantara”
kontemplasi di awal tahun
“POTRET NEGERI YANG MENYEDIHKAN”
masyarakat yang bingung
di tengah negeri yang membingungkan
Negeri ini minimal memiliki 6 agama yang diakui pemerintah secara resmi. Banyak sekali khasanah spiritual dalam berbagai media komunikasi langsung dengan ruang publik. Melalui kegiatan sosial, ceramah, dialog, dan berbagai peringatan hari besar keagamaan. Kekayaan ilmu spiritual juga tampak dengan begitu mudahnya kita menemukan bahan bacaan sebagai refensi bagi siapapun yang ingin menggali spiritualitas secara lebih mendalam. Mulai dari tersedianya semua kitab suci agama dan kitab pendampingnya, serta buku-buku religi, bacaan ringan, makalah, artikel di media masa, majalah, tabloid, televisi, dan forum diskusi. Sangat banyak ! Tetapi mengapa negeri ini memiliki “predikat” yang sangat fantastis bikin malu. Yakni negeri paling korup, negeri penuh musibah dan bencana, termasuk negeri resiko besar penyakit AIDs, negeri pembalakan liar (illegal logging), negeri tempat berpestanya para penyeludup dalam negeri-luar negeri, bahkan sebagai ngeri konsumen sekaligus produsen narkoba, negeri generasi penerus “budaya” narkoba dengan 1,1 juta pelajarnya “maem” narkoba.
Tidak cukup itu saja, negeri ini masih mengkoleksi berbagai predikat sebagai negeri yang “indah” untuk dunia perselingkuhan, pelecehan sexual, dan gudang segala bentuk permesuman. Malah akhir-akhir ini mendapat stempel tambahan sebagai negeri yang kaya akan terorisme, bangsa yang gampang terpancing emosi, gampang diadu domba dan disulut api provokator asing dan dalam negeri sendiri. Negeri yang penuh dengan intrik dan skandal politik, tunggang menunggang, hingga negeri penuh suap, kolusi, dan nepotisme. Membanggakan sekali ya ?
Mengapa bisa terjadi nasib sedemikian tragis menimpa negeri ini ? Benarkah negeri ini sudah menjadi tanah harapan para pemuja setan (nafsu) ? Benarkah tuduhan bahwa negeri ini sarangnya para si kapir si kopar seperti sering dituduhkan itu ?
Tapi, coba kita berfikir sederhana, sebelum mengambil kesimpulan tersebut. Kapir menurut pengetahuan saya, adalah orang yang nggak punya agama atau nggak percaya jika Tuhan itu ada. Masihkah ada orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, sekalipun manusia yang sangat jahat. Kok rasanya nggak ada ya ? Apa masih ada orang jahiliyah sekarang ini ? Karena negeri ini sudah terlanjur kondang di seantero jagad dunia manusia sebagai negeri yang agamis dan punya toleransi serta kerukunan beragama yang sangat ideal. Bangga sekali saya dengan “mimpi” ku ini. Biarpun kebanggaan ini kurasakan saat aku lelap tertidur.
Ketika aku bangun, terusik lagi dengan pikiran dunguku, jangan-jangan yang membanggakanku tadi hanyalah fenomena paradoksal bahwa masyarakat kita yang merasa ke-GR-an sudah berilmu pengetahua luas dan spiritual tinggi. Jangan-jangan malah tingkat spiritualnya masih sebatas kulitnya saja ? Jika memang begitu adanya, berarti negeri ini mengalami peristiwa “spiritualis mati di lumbung ilmu spiritual”. “Pak profesor semaput kekenyangan makan buku“. Jangan-jangan tokoh dan masyarakat kebanyakan berlomba mengaku-ngaku, mengklaim, dan merasa “GR” ilmunya sudah mumpuni, spiritualnya sudah tinggi dapat melihat Tuhan sehingga omongannya harus dituruti, nasehatnya kudu didengar, perintahnya mampu mengubah nilai kharam-khalal, kemurkaannya dapat membuat dan menentukan dosa-pahala bagi orang lain, lalu merasa paling soleh, paling terpuji, paling baik, paling bener. Karena itu orang yang tidak sejalan dengan nafsu pikirannya, serta merta disumpah menjadi kapir.
Dugaanku “prasangka buruk” ini tidak terlalu su’udhon (buruk), karena prasangka tersebut mirip sekali dengan ciri khas orang bodoh, yang hanya menguasai “KULIT“nya saja. Jika bener, pengetahuannya yang sebatas KULIT itu bisa berbahaya sekali, karena potensial menimbulkan bentrokan dan perpecahan bangsa. Kalau nggak salah, pengetahuan KULIT ini kayaknya sepadan dengan pelajaran SD ya ?. Nah…orang lupa atau nggak menyadari diri, jika tugasnya masih harus melanjutkan “sekolah” hingga setinggi-tingginya…! Bila hidup ini diumpamakan makan kelapa, orang harus menuntaskan hingga tak bersisa. Makan Kupas kulitnya dulu, lalu tempurungnya, nah dibalik tempurung itu ada daging kelapanya yang gurih. Tapi jangan keenakan makan daging kelapa saja..bisa cacingen lho, tugas kita adalah menuntaskan hingga minum air kelapanya. Air yang bening, menyegarkan dahaga spiritual. Air yang universal, enggak mengharuskan salah satu agama bahan pewarna dalam pencapaian spiritual, air universe yang bening tapi memiliki rasa, yakni rasa kenikmatan dan anugrah Tuhan. Jangan-jangan air itu yang namanya hakekat ya ? Mungkinkah..negeri ini penuh dengan orang yang mengalami semaput akal-nuraninya karena kekenyangan makan kulit ? Kayaknya bisa jadi ya..
KIRA-KIRA SALAH SIAPA YA ?
Kalau dilihat dari gerak-geriknya kebanyakan orang sepertinya sedang mengalami kebingungan pula, setiap mau menjelajah ke dalam ruang spiritual yag lebih tinggi lagi, selalu ditakut-takuti..misalnya; Bahaya ! bisa tersesat, bid’ah, syirik, dan musyrik. Ada lagi alasan yang diharuskan; harus dituntun guru. Padahal sudah sekian banyaknya ilmu spiritual yg dibukukan, ditulis dalam makalah, naskah, forum diskusi, tayang di internet..semua itu kayaknya bisa mengganti peranan guru kan ? Mungkin, mungkin lho ya…, mungkin ketimbang mendapat resiko sesat, lalu orang lebih memilih tetap stagnan, mandeg dalam kebodohan, bahkan konon katanya ada hewan orang “hilang akal” mengkritik negeri ini dibilangnya lebih menikmati ke-jahiliah-an ketimbang harus mencoba dan berusaha menggapai spiritualitas yang lebih baik. Nggak tahu lah saya juga salah satu di antara rakyat negeri bingung yang sedang bingung. Tapi “khayalanku”, ada kesan bahwa orang lebih baik jahiliah ketimbang sesat. Lebih menikmati kulitnya (sekalipun mengandung kolesterol), ketimbang dagingnya (yang banyak mengandung gizi). Wahduh..kalo gitu siap-siap saja, jika kita semua tidak segera suntik vaksinasi, atau berobat, atau minum jamu dan makan makanan bergizi tinggi, maka negeri ini bisa menemui azali ajal, dengan siksaan sekarat terlebih dulu karena mengalami gizi (spiritual) yang buruk. Lalu apa kira-kira solusinya..?















163 tanggapan kepada ““Bencana Spiritual Nusantara””
agus gunawan
Maret 3rd, 2009 pada 15:06
Assalamualaikun Guru , terima kasih atas jawabnya yang cepat.nanti malam saya akan mecoba kontact
Salam Sejati
kejawen maneges
Maret 6th, 2009 pada 13:12
Mohon maaf kami mengundang kadang-kadang untuk membaca profil dan ajaran agama kami di Kejawenmaneges.blogspot.com..
================================
Terimkasih para kadhang di KejawenManeges ingkang dahat luhuring budi semoga dapat menambah dan memperkaya wacana spiritual kita semua
dirgahayu, rahayu wilujeng
sabalangit
Maret 6th, 2009 pada 16:31
saya sependapat dengan mas HOS COKROAMINOTO kesulitan itu perlu musibah itu perlu karena kesulitan musibah bencana alam yg beruntun akan mengubah mental anak anak bangsa dari yg menange dewe pintere dewe paling bener dewe lan sa,lia2ne akan menjadi mental mental ksatria menyongsong indonesia raya
===================
@Sabalangit Yth
Memang betul dan sangat logis Mas, yg namanya anugrah tak ada yang gratis, semua melalui proses panjang berupa keprihatinan, penderitaan, lara lapa, lara wirang, dan tapa ngrame.
salam seati
rahayu
basalangit
Maret 7th, 2009 pada 12:33
musibah itu udah kesulitan yah..
mestinya sadar lah.. ada sebab ada akibat, akibat buruk dari ulah buruk, nyok kite mulai dari pribadi sendiri untuk jadi baik yang diinginkan, kagak usah pikirin orang laen mo mulai pa kagak.. kalo bisa jadi pioner kan lebih baek en bisa jadi contoh, kalo bisa kalahkan yang lain dengan prestasimu en jangan banyak keluh dan kesah karna hanya orang lemah saja yang sering begitu.
sabalangit
Maret 9th, 2009 pada 12:16
saya sebagai anak bangsa turut prihatin mas sabda langit melihat bumi pertiwi yang agung gung liwang liwung carut marut bencana alam terus menerus kelaparan di mana mana,sunggu sebuah potret ngri yg kehilangan jati diri,mungkin ini cara kasih sayang tuhan kepada indonesia menuju nusantara jaya
sabdalangit
Maret 9th, 2009 pada 15:03
@Sabalangit Yth
Memang negeri ini tengah dihajar dgn musibah dan bencana, segalanya ada, sangat kompleks di seluruh lini kehidupan, mungkin mendekati komplit. Semoga dengan kenyatan pedih seperti ini, menjadi cambuk yg menyadarkan kita semua utk membangun kesadaran yg lebih tinggi. Tanpa kesadaran lahir dan batin, kita tak akan mampu menjalani kehidupan dgn baik, tepat dan benar. Namun membangun kesadaran itu sungguh sangat sulit, bahkan sebaliknya banyak org merasa sudah benar bahkan merasa paling benar, namun tak memahami kebenaran sejati itu seperti apa. Memahami Ponari saja orang seperti kebakaran jenggot.
Memahami kebenaran sejati terlebih dulu harus memerdekakan batin kita. Sedangkan keadaan batin kebanyakan orang justru terperangkap oleh doktrin-doktrin asing yang menghegemoni kesadaran akal-budi dan rahsa sejati.
Kini saatnya, kita memahami musibah dan bencana sebagai teguran atau hukuman Tuhan, agar kita selalu eling dan waspada, serta mawas diri apa yg salah dalam diri bangsa ini. Sikap ini LEBIH BERMANFAAT ketimbang menganggap musibah dan bencana sebagai COBAAN BAGI ORG BERIMAN. Anggapan ini terkesan takabur dgn merasa diri sebagai org beriman. Parameter apa yg digunakan utk mengukur keimanan kita ? Apakah hanya dgn melaksanakan seremoni, upacara, tata laku saja. Menurut saya keimanan berada nun jauh dalam lubuk hati.
Alangkah bijaksananya manusia bilamana jalan hidupnya tdk semata berdasarkan keyakinan yg membabi-buta, tetapi sungguh-sungguh memahami kebenaran sejati, yg dapat disaksikan langsung oleh kesadaran batin kita, menyaksikan sendiri melalui mata batin, yakni indera ke-enam kita.. Itulah orang2 “sulaksana” yang menggapai tingkat spiritual Nawung Kridha, rijalul gaib, Imago Dei, wahdatul wujud, being, eksistensi noumena, enigma, metafisika yg sungguh abstrak namun ada. Wahana di mana orang-orang linuwih, yg berhasil “nggayuh” Sastra jendra hayuningrat pangruwating Diyu.
salam sejati
rahayu
kangBoed
Mei 9th, 2009 pada 12:09
hehehe.. yayaya.. apa yang harus di Reformasi.. ??? System.. Kendaraan.. Alat.. atau apaaaa ???… percuma. mau memakai system sebaik apapun… percuma saja… karena tetap akan bobol.. jebol.. hahaha…
Krisis Multi Dimensi melanda negeri yang sedang menangis ini… yang konon menurut ceritanya.. adalah negeri kaya spiritualis.. hehehe… sungguh aneh tapi nyata… krisis moral yang dahsyat melanda negeri ini.. dari bawah sampai ke tingkat paling ataaaaas.. hampir semua telah hanyut.. dan tenggelam… lupa akan Jati Diri.. lupa akan Sangkan Paran.. yayaya.. terlena dan lupaaaaa…
hmm.. ci OON hanya berharap bagi kita yang berkumpul di sini untuk bangkit.. temukan jati diri kita masing masing.. kembali kepada khitahnya manusia sebagai kalifah ALLAH… memayu hayuning bawono.. yayaya.. Kita… diri kitalah yang harus di REFORMASI… semogaaaa…
Salam Sayang
Salam Hormat
Salam Taklim
Salam Sejati…. poro sedulur semuanya…
logik
Juni 3rd, 2009 pada 11:14
Nuwun sewu, Ki Sabdo..
Menurut saya, kondisi negara sekarang ini adalah cerminan dari keyakinan yang dianut bangsa ini. Saling sikut, saling jegal, saling merendahkan. Ketika manusia karena alpanya mulai memisahkan dirinya dengan alam, ingin menguasai, mengatasi, merubah segalanya. Manungso sampun lali marang sapadha-padhaning tumitah…
Segera introspeksi diri, berhenti sejenak, kalibrasi semua keinginan. Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dari saat ini.
Semoga hal-hal baik datang dari segala penjuru.
sikapsamin
Juni 17th, 2009 pada 08:15
Dengan segala hormat dan kerendahan-hati, saya hanya ingin urun rembug sedikit…
Mari kembali ke Jati-Diri Sejati, mensyukuri dalam arti bangga dan memelihara serta mempertahankan Titah/Fitrah baik Diri-Pribadi maupun Tanah Tumpah Darah…
Aktualisasikan Tiga Pitutur Leluhur : AJA-DUMEH – AJA-GUMUNAN – MIKUL-DHUWUR,MENDHEM-JERO…dalam Sikap-Perilaku sehari-hari…
Salam Ing Sejatining Seduluran…
bakuh-kukuh-utuh Mosaik NKRI
SAMIN adalah SIKAP
Sabdalangit
Juni 18th, 2009 pada 04:09
Sagung Para sederek kinasih kinurmatan wonten ing padepokan Sikap Samin yth
Menawi kepareng kula badhe nyuwun wewarah ngengingi nilai luhur ugi ‘laku’ jantraning sikap samin. Supados para sedulur ing mriki langkung kaprayitnan saha yitna yuwono dumateng makna sikap samin. Mugi sageta asikep bala memangun karyenak ing tyas sesami, njejegaken budi luhur bangsa. Kersaa mbabar malih kanthi ringkes lan gamblang ing mriki supados sedaya dulur nderek nyinau.
Rahayu.
Salam asah asih asuh.
Nuwun
elfan
Juni 18th, 2009 pada 16:12
Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): ‘Sesugguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur’”. Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”. (QS. 6:63-64)
Dalbo
Juni 19th, 2009 pada 11:37
Nuwun…ingih Pak De..ibarat kelapa..kalau manusia/ bangsa ini cuma kekenyangen makan sepetnya( serabutnya saja) sepet/serabut sifate mung nyrimpeti atau menjerat bahkan mengikat atau lebih tragis lagi akan mencekik leher kita. Sak bagus2e sepet (se bagus 2atau se-indah2nya serabut kelapa) paling2 ya cuma di jadikan “Keset” biarpun dihias seindah apapun, coba lihat “keset”2 di depan rumah kita masing2 ada yg tulisanya Wellcome, ada yg gambar bunga, Angsa dll, sadar atau tidak fung inya ya tetep sebagai “Keset” (media untuk membersikan kaki dari kotoran dan debu2) ironisnya bangsa ini malah seneng jadi keset2 nya bangsa lain…????……
Q: Solusinya bagaimana?..
A: saya merasa bahwa tidak ada Instant Solution,karena evolusi penjajahan budaya kita sendiri telah melalui kurun waktu yg panjang, jadi kita semua perlu mengembalikan budaya kita (lahir batin) yg telah ter jajah ini dg cara dimulainya penyadaran2 seperti tulisan2 di Blog SabdoLangit ini dan tindakan2 kongkrit di keseharian hidup kita. Monggo poro sedulur Jangan malu malu, jangan segan segan, jangan rendah diri menjadi manusia Jawa yg seutuhnya, mugi Gusti kang wisesa merestui laku kita semua.
ngpaunten nggih poro sedulur bicara saya agak kasar..
salam Rahayu..
Alam Rasa
Juni 20th, 2009 pada 04:26
Salam hormat untuk saudaraku Sabda Langit
Aku turut prihatin atas bencana spiritual yang melanda bangsa sekarang ini. Krisis moral multi dimensi dari bawah hingga tingkat paling atas. Beberapa kawanku bilang, orang jujur sekarang ini nggak kepake..klo pengen cepet naek jabatan mesti pinter kompromi dan ngejilat atasan. Rekan kerja dianggap pesaing sehingga kalo ada kesempatan dicari kesalahannya agar bisa disingkirkan. Saling sikut bermain politik semuanya dilakukan.
Korupsi dibilang tidak apa karena dilakukan secara berjemaah. Uedan tenan!! Pejabat yang punya kuasa merasa bahwa uang negara ini adalah miliknya yang bisa digunakan seenak udelnya. Padahal bukannya, uang negara itu adalah uang rakyat? Uang dari kita-kita yang bayar pajak dan dari hasil sumberdaya alam? Dan harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Kawanku bilang, apa hasil dari pajak yang kita bayarkan selama ini. Apakah biaya pendidikan saat ini murah? Apakah biaya kesehatan juga murah? RS Umum dari dulu hanya itu-itu aja. Universitas Negeri juga sama hanya itu-itu aja, dan sekarang kuliah di Universitas Negeri juga tidak murah. Biaya pendidikan SD yang dibilang gratis pada kenyataannya nggak gratis karena ada iuran pembangunan, dll.
Pembangunan jalan juga lambat, kemacetan sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. Lha dikemanakan toh hasil kita bayar pajak STNK tiap tahunnya.
Yang lebih memprihatinkan lagi, adalah banyak dari aktor koruptor tersebut adalah orang yang berkesan agamis. Rajin solat berjemaah di kantor, menggunakan baju koko, naik haji, sering bersedekah, dll. Lha kita tahu kok dia itu yang minta uang jatah proyek. Jadi apa ini bukan munafik? atau karena ingin dipuji? ya mbuh dagelan iki..
Krisis yang menambah parahnya iklim korupsi di negeri kita yang tercinta ini adalah krisis norma. Sekarang ini, kita bisa lihat sebagian masyarakat kita banyak yang memuji-muji orang-orang yang sukses (kaya) tanpa memperdulikan darimana datangya kekayaan tsb. Pakne, coba tuh lihat Bapak A itu pangkatnya Kapten tapi rumahnya dimana-mana, anaknya sekolah di luar negeri, jalan-jalannya keliling Eropa. Lah Pakne kan udah Mayor tapi kok nggak punya apa-apa? Mulai deh kliyengan..
Edan, edan wes edan kabeh..Lah sekarang ini biaya naik haji (ONH) di negeri kita ini lebih tinggi dari negara Malaysia..Lah kok bisa begitu? Padalah negara Malaysia kan pendapatan perkapitanya lebih tinggi dari kita. Lah kok di Departemen Agama diindikasikan banyak korupsi ? Wah pusing..mumet..
Jadi inilah sebenarnya akar permasalahan bangsa ini, yaitu hantu KORUPSI..yang menyebabkan negara kita tertinggal dari negara-negara tetangga, bahkan Vietnam yang baru bebenah dari peperangan sekarang sudah lebih maju. Korupsi juga yang menyebabkan rakyat menjadi tidak percaya pada pemerintah dan ikut-ikutan berbuat seenaknya. Korupsi juga yang menciptakan gap yang besar antara pendapatan si Kaya dan si Miskin. Kondisi ini diperparah, karena harta hasil korupsi cenderung digunakan untuk hal yang konsumtif, berfoya-foya, membeli produk luar negeri. Alhasil harta hasil korupsi lebih banyak lari ke luar negeri, dan tidak dapat digunakan untuk menggerakan roda perekonomian negara kita (menciptakan lapangan kerja, dll).
Wah cape deh..mikirin negara kita, yah kita-kita ini sebagai rakyat kecil cuma dapat menghimbau kepada semua yang ada di Pondok ini, dan juga yang baca Blognya Ki Sabda Langit. Untuk sadar bahaya dan akibat dari korupsi, mulai dari diri sendiri untuk menanamkan kejujuran!! Cintailah negeri ini!! Malu, karena kita telah tertinggal oleh negara-negara tetangga!!. Ingatlah kepada Yang Maha Melihat!!
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS: Ar Raad 11).
Senyum dari hati untuk saudaraku Ki Sabda Langit dan seluruh saudaraku yang ada di Blog ini, untuk seluruh pemimpin negeri dan untuk seluruh rakyat Indonesia yang tercinta.
sabdalangit
Juni 20th, 2009 pada 10:22
@Dalbo Yth
Sebuah analogi yg bagus sekali. Untuk melakukan perubahan, tidaklah mudah, harus melalui tahapan demi tahapan, secara evolutif namun dinamis, tidak stagnan di kulit. Seharusnya (khusus umat Islam) berani beranjak mengembangkan kesadaran ke arah tarekat (mengupas tempurung) agar kelak mendapatkan daging kelapa (hakekat). Muara dari perjalanan spiritual itu adalah menenggak air kelapa (makrifat). Bagi saudara2 Nasrani, Budhis, Kong Hu Cu dan Hindu tentu saja memperkuat dalam penghayatan “main stream” KASIH SAYANG sebagai penjelmaan kemanunggalan dengan Tuhan Yang Maha Kasih. Apapun jalannya, kita semua akan ketemu di dalam titik wilayah yang sama. Dalam unversalitas nilai di ALAM RASA sebagaimana Mas Alam Rasa. Tentu saja setelah kulit dikupas, dan tempurung dipecahkan.
@Alam Rasa Yth
Salam Hormat kembali kepada Mas Alam Rasa. Alam Rasa didapat siapapun setelah mampu mengupas kulit, dan memecahkan tempurung. Dua titik awal yg sangat berat dilakukan. Banyak org mengalami kegagalan pada dua level awal tsb, sehingga sikap dan watak menjadi berubah arah, mudah membenci org yg beda pendapat dan kepercayaan, merasa diri paling benar dan paling saleh, padahal ilmunya masih sebatas kulit, memecahkan tempurung saja belum mampu. Namun sikapnya “durung becus kesusu selak besus”.
Dari mana perubahan di mulai ? Yah..tentu saja dari diri kita sendiri, kita sendiri yg merubah, seperti dijelaskan Mas Alam Rasa dalam ayat tsb. Kita harus memiliki kesadaran akan perlunya PERUBAHAN MIND SET kita ke arah yg lebih ideal dan baik. Kita bentangkan pikiran netral, hati yg bersih dan batin yg bening.
salam asah asih asuh
Bau Tanah
Juli 9th, 2009 pada 22:05
NUMPANG NIMBRUNG.
INILAH INDONESIA SAAT INI. BAIK BURUKNYA SUATU BANGSA DAN NEGARA ADALAH KARENA MANUSIANYA ITU SENDIRI TERUTAMA………?
1. SATRIA / KHALIFAH / PEMIMPIN.
2. PENDETA / ULAMA.
TIDAK JAUH GODAANNYA HANYA TAHTA HARTA WANITA.
TIDAK MELAKUKAN BUMI DIPIJAK LANGIT DIJUNJUNG.
TIDAK MENYATU DENGAN ALAM DAN LINGKUNGAN MALAH MERUSAK ALAM DAN LINGKUNGAN.
SEHINGGA ALAM MENGAMBIL ALIH : GUNUNG BATUK BATUK, TSUNAMI, BANJIR, CUACA MENENGGELAMKAN KAPAL, CUACA MENJATUHKAN PESAWAT….DST
SABDå
Juli 10th, 2009 pada 00:46
@Bau Tanah Yth
Makasih atas pandangannya yg mencerahkan, semoga bermanfaat buat kita semua sebagai generasi penerus bangsa yg harus selalu mawas diri.
salam sih katresnan
Impoen Samudra
Agustus 3rd, 2009 pada 13:12
Saudaraku…,
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.
Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.
Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.
INGAT… Saudara…!!!
Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :
1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.
Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
————————————————-
Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:
1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
2. KAMU HIDUP DIMANA ?
3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!. Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.
Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
Akhir kata:
“Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.
Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.
Salam.
NKRI HARGA MATI….!!!!
JAYALAH INDONESIAKU…!!!
rudy suwarno
Agustus 4th, 2009 pada 21:52
test..
cantrikanyar
Agustus 5th, 2009 pada 00:15
Salam sejahtera Mas Sabdo dan rekan rekan yang lain,
Mungkin, penjajah ato perusak bangsa itu tidak perlu kita tuding, hampir semua bangsa pernah melakukan ekspansi pada bangsa lain dalam masa kejayaannya, dalam sejarah, singosari, majapahit tercatat menggempur banyak kerajaan dan bangsa, baik yang sekarang disebut nusantara (tentu ini versi majapahit) atau diluarnya, dan kita tidak pernah menyebut majapahit itu imperialis. Singasari, mataram bahkan NKRI dalam kasus TRIKORA bisa jadi juga pelaku ekspansi (maaf klo beda pendapat). Lebih menyempit lagi dalam satu naungan agama sesama umatpun bisa saling mengexploitasi untuk mencari keuntungan, juga dalam hubungan pertemanan, keluarga, sesama saudara, ato bahkan orang tua dan anaknya juga bisa terjadi exploitasi subyek dan obyek tanpa dibarengi rasa keadilan, Dussss didalam diri kita ada potensi untuk mengexploitasi sekaligus di exploitasi! he he he..
Selama kendali kesadaran kita masih nalar, rasio, dan nafsu, kita akan tetap dalam putaran subyek ato obyek exploitasi baik dalam skala kecil (keluarga, pertemanan) atau skala menengah dan besar ( lembaga bisnis, pemerintahan, negara ato bangsa) dan kita akan terus di provokasi oleh ambisi, obsesi, kebanggaan atau kekecewaan, sakit hati, dendam dan segala ketidak puasan.
Mungkin, kesadaran hati, dimana kita tidak terjebak identitas suku bangsa agama dan ras, dimana kita tak pernah “merasa” jadi subyek atao diperlakukan sebagai obyek exploitasi, dimana tidak ada kebanggaan atau kejatuhan, yang ada hanya damai bagi semua, senyum tulus untuk semua, karna semua adalah mahluk, kecuali Tuhan, dimana kita dikasih PR untuk pulang padaNya dengan membawa damai, berserah diri dan selamat, bukan membawa identitas, warna, meskipun jalan yang kita tempuh penuh identitas dan warna..
Mungkinkah menjadi pribadi, warga negara dan mahluk bumi di jagad raya dengan kesadaran hati adalah mustahil? he he he.. mungkin ini rahasia masing2 kita..
Ida Bagus Gede Drimawan
Agustus 10th, 2009 pada 09:46
Saya cuma mau nanya dengan pengasuh rubrik ini,
Apa perbedaan kejawen dengna : jawa ”
Terimakasih
Ida Bagus drimawan
SABDå
Agustus 10th, 2009 pada 12:02
@Ida Bagus Gede Drimawan Yth
Kejawen adalah filsafat jawa, atau pandangan hidup jawa (javanism). Jawa adalah suku bangsa.
Rahajeng
discodaug
September 8th, 2009 pada 23:00
hello,
Thank you for the great quality of your website, every time i come here, i’m amazed.
I would like to invite you to discover the latest black hattitude.
will find a lot of tricks dealing with black hattitude.
You can buy some black hattitude, rent black hattitude, steal or find
the ultimate black hattitude on our site.
regards,
Alan Foe
black hattitude
Felsdrepexger
November 9th, 2009 pada 14:55
I found this site using google.com And i want to thank you for your work. You have done really very good site. Great work, great site! Thank you!
Sorry for offtopic
Woro-Woro
November 13th, 2009 pada 16:21
Salam kenal Mas Guru , saya orang yg ingin belajar , bagaimana caranya untuk menjadi manusia yg sempurna dan bermanfaat untuk diri sendiri dan sesama,
Apabila mas Guru tidak keberatan untuk menuntun saya mencari jalan untuk menemukan jati diri saya yg sebenarnya, sebab selama ini saya masih terombang ambung blom bisa menemukan jalan yang pas untuk melakukan kehidupan yang sempurna.
Salam Damai sejahteran untuk saudara semua
Woro-Woro
SABDå
November 15th, 2009 pada 11:36
Woro-Woro Yth
Kita lakukan kebaikan demi kebaikan kepada sesama makhluk tanpa pernah pilih-pilih kasih. Berat memang tetapi harus selalu dicoba. Jika diumpamakan, tiap hari, berikan ” sesuap nasi” pada org yg kelaparan, berikan seteguk “air minum” kepada org-org yang kehausan. Jalani semua itu dengan tanpa pamrih, alias ketulusan yg sempurna, bagaikan “ketulusan” kita saat buang hajat besar. “Transaksikan” kebaikan yg kita lakukan bukan pada seseorang yg kita bantu/tolong tetapi kepada Gusti Allah. Kunci agar kita bisa nglakoni semua itu, coba bangkitkan rasa welas asih kepada seluruh makhluk untuk mendasari perbuatan demi perbuatan kita.
@YangKung Yth
Matur sembah nuwun Yang… sampun kersa mbabar kawruh ing mriki mugi saget mbikak lawang jembaring ngelmu.
salam sih katresnan
salam sejati
yang-kung
November 13th, 2009 pada 23:00
Untuk para sahabatku,khususnya untuk Woro-Woro .
menurut saya untuk menjadi manusia sempurna kayaknya tidak mungkin,sebab yg Maha Sempurna itu hanya milik Tuhan YME.Untuk mengenal jati diri -saya kira bisa dimulai dari kehidupan keluarga.Disitu pribadi kita ,baik yg positip dan kelemahan2 kita bisa mulai ditempa yg pada akhirnya jati diri kita yg terbaik akan terwujud.Sebab KELUARGA ADALAH TEMPAT UTAMA DAN PERTAMA BAGI SEORANG PRIBADI UNTUK TUMBUH DAN BERKEMBANG.Disitulah nilai2 Kebersamaan,Reflektif,Kesetiaan,Kesadaran,Keterbukaan,Kerendahan hati,Ketekunan dan Kemampuan untuk bersyukur kpd Allah akan terbentuk.
Nilai2 dasar dari klg itulah yg kemudian kita praktekkan dlm hidup bermasysrakat.Dari situlah JATIDIRI kita akan tumbuh dng baik,meskipun kurang sempurna.
salam rahayu.
Woro-Woro
November 14th, 2009 pada 12:52
Kepada Yth : saudaraku Yang_Kung
saya sangat berterimakasih atas penjelasannya, semoga semua yg sudah saya terima bisa membuat saya semakin bisa mengerti dan bisa menjadi petunjuk untuk mendapatkan jati diri yg sebenarnya,
Tapi apakah kiranya semua orang bisa mendapatkan jati diri
Dan bagaimana caranya kita supaya bisa menjadi orang yg bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama ?
salam damai Sejahtera selalu
suprayitno
November 15th, 2009 pada 20:58
Mas Sabda,
ijinkanlah saya nimbrung. Menurut hemat saya, kalau kita ingin mendapatkan “jati diri” itu persoalan yang “mudah” tetapi tidak bisa “dimudahkan” begiru saja. Artinya, untuk mendaptkan “jati diri” menurut saya kita mutlak harus “bisa menjadi diri sendiri lebih dulu”..
Untuk bisa menjadi diri sendiri (be yours self), “harus” dimulai dengan pembebasan dari penjara rasa takut. Sebab, penjajahan yang paling sulit kita lawan dan taklukkan adalah penjajahn yang bersifat “psikis”. Sanggupkah kita hidup merdeka? yo mardiko huripe, mardiko penggalihe, yo mardiko rasane.
Mardiko berarti kita harus berani “tidak tergantung”. Tidak tergantung kepada agama tertentu, karena kita sesungguhnya bisa menciptakan agama yang membebaskan diri kita sendiri bukan agama yang membelenggu. Dan masih banyak bentuk ketergantungan (keterjajajahn) lainnya baik yang bersifat “spiritual” maupun “material”..
Bagaimana kita bisa memulai belajar menemukan “guru sejati” yang akhirnya dapat membimbing kita menemukan sistem spiritualisme yang membebaskan?
Carilah guru yang tidak pernah berbohong, carilah guru yang senantiasa memberi tetapi tidak pernah meminta. Siapakah guru yang dimaksud? Adakah guru yang tak pernah berbohong? adakah guru yang tak pernah meminta tetapi hanya memberi?
Jika ada seorang guru dengan kualifikasi demikian maka kita telah mendaptkan guru sejati yang benar. Tetapi adakah sosok manusia yang tak pernah berbohong dan tak pernah meminta melainkan hanya memberi?
Jika tidak ada,maka ini berarti yang dimaksud dengan guru sejati tak lain dan tak bukan adalah ALAM SEMESTA. Alam sungguh tidak pernah bohong, yang tukang bohong adalah manusia. Alam juga tak pernah merengek-rengek meminta sesuatu, yang suka meminta adalah manusia.
Kalau begitu, bagaimana cara berguru kepada alam (fisika)? yah, pertama-tama tentu JANGAN MEMENTANG HUKUM ALAM. Sebab, jika kita menentang, maka ALAM AKAN MENGALAHKAN KITA. Apa hukum alam itu? sebagian ada dalam diri kita sendiri dan yang lain ada di luar diri kita. Prinsip hukum alam adalah “sebab-akibat”.
Alam selalu menunjukkan sifat yang “konsisten” sedangkan manusia sering “mencla-mencle”.Jika ingin berguru kepada alam, belajarlah untuk menepati janji, konsisten terhadap komitment yang telah dibuat dan jangan menentang hukum alam yang bisa berakibat pada kerusakan atau kehancuran baik untuk diri kita, orang lain maupun lingkungan hidup.
Amati fenomena alam, mengapa hewan-hewan lebih peka terhadap gejala atau tanda-tanda akan terjadi perubahan alam yang ekstrem semisal akan terjadi gunung meletus dan sebagainya. Amati bagaimana hewan-hewan atau tumbuh-tumbuhan bisa survive tanpa perlu bantuan manusia?Apa ilmunya? dan bisakah kita mencerapnya?
Sampurnaning hurip adalah ketika kita bisa menyatukan antaraning roso pangroso. Roso menurut pandangan saya adalah “tunggal” sedangkan “pangroso” adalah “jamak”.
Jadi ketika yang jamak bisa didampingkan dengan yang tunggal maka itulah saat-saat terjadinya sampurnaning hurip.Sesungguhnya tidak ada apa-apa, yang ada adalah bukan.
(satemene ora ona apa-apa, sing ana kuwi dudu). Sangat sederhana kan?
Itu pendapat saya, cuma ngawur saja (hanya pendapat/opini pribadi), wong saya tak pernah berguru kepada “sosok” saya lebih cenderung menggunakan “nalar yang sangat sederhana” berdasarkan yang diajari oleh alam semesta.
Tetapi, mudah-mudahan sak ngawur-ngawure pendapat saya, bisa lah saya sodorkan bukti “kebenaran”.
Begitulah para sedulur ingkang kulo tresnani.
Monggo dilanjutkan.
salam
ini_saya
Desember 15th, 2009 pada 18:35
http://murtadinkafirun.forumotion.net/
ini mengerikan sekali isinya…
hanya sekedar sharing…
Randu alas
Mei 28th, 2010 pada 10:48
Indonesia, negara dengan Julukan sebagai negara Yang paling banyak mempunyai tempat Ibadah, ironisnya sebanding lurus dengan kekerasan, terorisme, korupsi dan segala macam kebusukan lainnya, ironisnya lagi minta disebut2 sebagai negara agamis, bertolerans tinggi, suka berpakaian yang terlihat agamis,
LUUUPAAA JATI DIRI, SIBUK MNECARI IDENTITAS DIRI DENGAN MENGGUNAKAN ATRIBUT ATAU SERAGAM ATAU CIRI2 TERTENTU,
sejenak saya mau ketawa dulu ahh ha haha h ah haa…
Kata “Menghargai” dinegeri ini dikonotasikan dengan menghormati yang Kuat, Besar, dan Mayoritas. sedikit2 terlontar kata ” melecehkan umat, menyinggung,Menistakan agama dll..”
AJAIB kan???
sedangkan Pemahaman Menghargai bagi orang2 yang sudah “tekan”,
adalah : menghormati yang kecil,lemah dan tertindas.
SOLUSI SATU2NYA YA… GANTI GENERASI YANG BARU, GANTI PERADABAN..DAN ITU BISA TERJADI SETELAH BENCANA DAHSYAT ATAU PERISTIWA DAHSYAT YANG BISA MENGHABISKAN SEBAGIAN BESAR MANUSIA.
kalau Para Komplotan NGALENGKA ini dicerahkan palin 1-2 % yang bisa sadar, sebagian besar sudah tidak menjadi manusia, bisa dikatakan iblis yang menetap ditubuh manusia.
saya pernah tanya pada Mbah AKI di ngringo, jawabannya, meraka hanya bisa berhenti jika sudah mati… woow sedemikian kuatnya ya cengkeraman setan..
BADRANAYA
Mei 28th, 2010 pada 11:05
bUAT sAUDARA “ini_saya “,
WAH MALAH SAMPEAN JUALAN DISINI MAS, LAPAKNYA LAKU BELUM, WEB YANG ISINYA MEMBANGKITKAN RASA KEBENCIAN KOQ DI TARUH DISINI,,, IRONISNYA LAGI, MEREKA SELALU MENGADA-ADA DENGAN HOT ISSUE ATAU APAPUN, YANG KENYATAANNYA MALAH SEBALIKNYA…MAS MAS MAS..NYEBUT MAS…
Hengki Hermanto
Juli 9th, 2010 pada 04:57
Bangkitlah saudaraku, lawanlah segala bentuk rong-rongan, lawanlah segala macam bentuk penjajahan di bangsa ini. sadarlah kita telah terjajah idiologi kita. Kita orang Indonesia, bukan Arab! Sekali lagi kita bukan Arab! Bukan orang romawi ,bukanlah orang India bukan lah orang china dan bukan pula rang luar negeri yang kita cintai ini Jadilah bangsa sendiri, jadikanlah idiologi pancasila untuk tuntunan bermasyarakat dan ber ke –Tuhanan dibumi yang kita cintai ini. Retullin Mental Idiologi Poncosila…..kemballi kepada jati diri bangsa kita sendiri
cahyo
September 14th, 2010 pada 02:41
@Hengki Hermanto:Kita orang Indonesia? Sejak kapan? Siapa yg memberi nama negara ini sebagai Indonesia? Apa sudah melalui proses`jajak pendapat dulu sebelum diberi nama Indonesia? Atau ujug ujug diberi nama seperti itu, dan semua orang yg tinggal di negeri ini harus terima saja diberi nama Indonesia ?
Kalau mau menolak penamaan sesuatu, yang konsisten. Shakespeare bilang:”What is name?”. Meski kita bukan murid atau pengikut Shkespeare, tapi statement seperti itu sangat masuk akal. Itu pun bagi yg akalnya masuh ada ruang untuk ‘dimasuki’ sesuatu dari luar dirinya. Ora nggugu karepe dewe.
Kapan bangsa ini menjadi satu kesatuan? Siapa yg mewajibkan untuk bersatu? Apa untungnya bersatu, apa pula ruginya ? Siapa yg membuat ketentuan bahwa kita punya batas wilayah tertentu, dari utara adalah kota apa, selatan kota mana, Barat kota macam apa,timur dimana? Siapa yg ngatur ngatur batas2 semacam itu? Jangan2 cuma sekedar mengaku ngaku saja. Batas2 pekarangan memang mudah diakui, karena ada yg bisa ditanyai, ada pula yg mengakui. Batas negara, batas domisili sebuah bangsa? Siapa yg mengakui, Mengapa diakui? Bagaimana cara mengakuinya? Zaman kerajaan (ketoprak) tanda pengakuan bisanya berupa penyerahan upeti. Itupun setelah pemberi upeti merasa kalah. Apa harus ada yg merasa kalah pula untuk menghasilkan pengakuan sebuah wilayah negara/bangsa?
Tak perlu sinis dgn Arab, India, Cina, Jepang. Noleh gitok lah, apakah memang kita ini sudah pantas disebut sebuah bangsa bernama Indonesia? Kenapa tidak ambil lagi nama Nusantara yg pernah ‘kondang’ itu. Toh kita selalu saja mencoba set back ke zaman zaman kuno, setiap merasa`”frustasi” dgn semakin ‘edan’nya bangsa ini sekarang. Mau pakai patokan nilai zaman mana untuk menyebut JATI DIRI bangsa ini. Era empu sendok? Era Sultan Agung ? Era sang polygamist:Bung Karno? Atau era ALi Baba-nya SoeHarto ?
djarwo
Oktober 8th, 2010 pada 23:27
pernah denger kyane kata sanda langit……
klu g’ salah, dewan pembimbingnya Ki Sukma Ningrat dari madiun ya……..
Ngglosor Madhep Wetan
Desember 31st, 2010 pada 12:26
Pak Djarwo Yth.
Sabdalangit yg ini beda dg yg Ki Sukma Ningrat dari mediun itu. Kalau Ki Sukmo Ningrat, nama Sabdalangit-nya itu nama alias, dan lagi Ki Sukmo Ningrat ndak kuliah di Fakultas Filsafat UGM.
Orangnya berbeda yaa wajahnya juga berbeda pak hehehe…..
tatang sidik
Oktober 9th, 2010 pada 10:55
Yth. Kangmas Sabda, ijin share nih :
Sinom Parijatha :
- Yen sira arsa manembah
ngagema margi agami
aywa ngantya mundhut liya
laku tindak tanpa pikir
mung kabekta ing karsi
bujuking hawa lan nepsu
kapilut ing rembag liya
para kanca garwa tuwin
pra manungsa ingkang datan nut agama
- Marganing laku utama
utamaning gesang iki
lamun ngerti mring Gustinya
ingkang karya gesang iki
tuwin ingkang paring rejeki
marang kawula sedarum
kabeh para manungsa
ingkang gesang aneng bumi
kuwi ingkang lagya kena sinembaha
- Ingkang wajib dipun sembah
dening manungsa sabumi
iya Allah Gustinira
datan wonten ingkang sami
ingklang ugi tanpa rupi
amarga dzat Allah iku
wonten sira priyangga
namung datan bisa keksi
bisanira namung krasa lamun ana
- Kanthi puji lan panembah
sembahyang anut agami
akanthi raga lan jiwa
datan nganggo rasa iki
tanapine ingkang pikir
pikiring ragamu iku
ingkang nora perlu swarga
raga ingkang bakal mati
raga iku namung minangka sarana …..
- ….sarananing urip ndonya
sadurunge tekeng pati
nanging ta ing mbenjangnya
lamun pejah dadi siti
nora perlu suwargi
mila kersa-a nenuwun
sageda jiwanira
saged panggih lawan Gusti
kanthi sembah nut agami ingkang ana
- Agami iku marganya
manembah marang kang Gusti
miwah tata lan caranya
gesanging manungsa sami
tumraping bebrayan iki
kabeh iku wus sinebut
aa kitab-kitab gama
ingkang nami kitab suci
kitab Qur’an, Injil miwah Zabur, Taurat
(kacuplik saking serat Harum Sari)
Nuwun, salam karaharjan, TS.
TS
Oktober 10th, 2010 pada 07:33
bdg sby pp…
Masif
November 10th, 2010 pada 12:58
daripada ngumbar emosi disini lebih baik kita menyusun rencana, menggalang kekuatan, menyatukan visi dan misi supaya penjajahan spiritual di nusantara berhenti, paling tidak orang orang yg mengaku/ merasa beriman mau mempertanyakan keimanan mereka, jadi nggak usah nunjuk kafir sana sini.
bagaimana caranya hayooo? ada yang tahu?
Wong Jowo
November 10th, 2010 pada 14:13
Di Topi Mahkota Kaisar Jepang yang moksa (Akihito) tertulis 5 syarat negara yang baik:
1- Pemimpin Baik
2- Rakyat Baik
3- Guru Baik
4- Istri Baik
5- Keluarga Baik
makanya Jepang dapat menjadi negara maju dan tetap pada jati dirinya walaupun sebelumnya hancur lebur di bom atom, mengalahkan guru nya sendiri (amerika serikat).
“Kerja keras” dengan “cerdas” dan “ikhlas”..saya rasa ini kuncinya.
Ahmad M
November 13th, 2010 pada 07:25
dengan tidak mendahului Tuhan.
bencana sekali dua kali wajar, bencana bertubi-tubi ada yang tidak wajar. semua itu karena presiden kita tidak ada yang sambung dengan ratu kidul, maka syetan, jin, priprayangan, merajalela tidak ada yang mengendalikan. semasa presiden soeharto, bu tien kerturunan keraton solo, dia masih jalin hubungan dengan ratu kidul, sepeninggal beliau ya hancur-hancuran. itu sudah dari jaman kerajaan dulu, setiap raja/ ratu yang tidak ada hubungan dengan ratu kidul kekuasaannya hancur.
pun keraton jogja, sri sultan hamengkubuwono yang masih sambung dengan ratu kidul hanya sampai IX, hamengkubuwono X sudah haus dengan kekuasaan, sudah hilang pamor nya.
ya percaya tidak percaya terserah anda.
tahmad66
November 18th, 2010 pada 13:02
yth mas sabdolangit sy org awam ini setuju apa yg di babarkan mas. Sebagai org luar ( bukan wong indonesia ) sy merasakan rata2 org indonesia mempunyai mental juga spiritual yg kuat. Ini adalah pengamatan sy pribadi. Semasa sy berada dikampung istri sy ( dijawa barat, indramayu ) sy saksikan dgn mata kepala sy sendiri gimana mereka bekerja bertungkuslumus untuk mecari sesuap nasi buat keluarga mereka. Sy yakin suatu masa nanti pasti indonesia akan mengecap kejayaan seperti kerajaan tempo ( sriwijaya, mataram, majapahit dll ).
Mas sabdolangit klu mas sudi sy mau menjadi saudara mas. Sy mau silatulrahmi ketempat mas bisa gak ya. Mohon jgn dihampakan sy ya mas . WASSALAM
SABDå
November 19th, 2010 pada 10:59
Mas Tahmad yth
Dgn senang hati rasa pesaudaraan anda merupakan suatu kehormatan bagi saya. Itu merupakan prinsip hidup utk selalu menjalin persaudaraan kpd seluruh makhuk. Kapan ada waktu silahkan bekunjung ke rmh sy. Mohon email saya ke sabdalangit@gmail.com
Salam persaudaraan universal
tahmad66
November 19th, 2010 pada 14:03
yth mas sabdalangit , terimakasih tak terhingga sy ucapkan kepada mas kerna sudi menerima persaudaraan sy moga rahmat ALLAH sentiasa diberi kepada mas sekeluarga.
aamin ya Robbal ‘alamin. WASSALAM
Addy
November 19th, 2010 pada 15:25
@Sabda
Saya bermimpi ada Payung HIjau berukuran besar melayang di udara. Orang-orang yang memenuhi suatu lapangan yang luas perhatiaannya semua tertuju kepada payung tersebut. Sayangnya payung tersebut hanya melayang2 di udara seolah-olah tidak ada orang berhak menerima payung tersebut. Tiba2 terdengar suara dari seseorang yang menyebutkab bahwa payung tersebut tidak akan turun sampai dengan seseorang yang saat ini berada di seberang lautan kembali ke sini (P. Jawa).
Mungkin Ki Sabda dapat menjelaskan makna dari mimpi tersebut terutama arti dari Payung Hijau. Maaf, saya penasaran karena saya pribadi tidak memiliki kemampuan spiritual.
Terima kasih.
Sang purbajati
Desember 30th, 2010 pada 07:41
Salah siapa ? Salah kita semua, terutama Pelaku Pemerintahan Jagad Gede yang telah berbuat tidak adil dalam memperlakukan keyakinan lokal luhur & adat istiadat luhur hanya dianggap sebagai wisdom lokal, dalam hal ini ada pepatah : ” ANAK BERUK DARI RIMBA DISUSUI DAN DIBESARKAN, AKAN TETAPI ANAK SENDIRI DISIA SIA DAN DITELANTARKAN ” inilah nasib ajaran leluhur nenek moyangku dan sungguh merupakan DOSA BESAR yang sulit untuk diampuni, dan kini ANAK BERUK tersebut telah menjadi anak yang manja dan kurang ajar dan seringkali membikin ulah dan kekacauan, maka sudah sepatutnya untuk dihajar kalau belum kapok dikembalikan saja ke hutan biar diterkam oleh Si Raksasa alam. Dan sudah saatnya kini kita menuntut keadilan untuk mendapat perhatian, agar kita bisa tumbuh besar serta mewujudkan negeri yang aman, nyaman, tentram dan berkeadilan.
Raja Dewa
Desember 30th, 2010 pada 10:56
Sudah menjadi Kehendak Sang Hyang Tunggal..
Bila mangkok ‘darah’ penderitaan umat manusia sudah penuh…
Bila kejahatan manusia sudah melampau batas..
Beliau telah memproyeksikan diri Nya..turun kembali..
Mewujud diri sebagai manusia sempurna..
6500 tahun sudah Sri Kresna moksa..
Sri Kresna (Ratu Nur Muhammad) turun kembali dengan tinta emas..
Dialah titisan Batara Wisnu..
yang rumah Nya seperti buah salak..
yang wajah Nya manis sekali..
Para Batara/Dewa/Nabi/Rasul..hanyalah utusan Nya..
Pada ummat manusia..
Sungguh TIADA celaan atas mereka..
yg tercela adalah yg ‘TIDAK MAU’ mengikuti ajaran Nya..
Salam Rahayu
Budak Angon
Desember 30th, 2010 pada 13:09
@ Raja Dewa
Jadi menurut keyakinan Raja Dewa 6500 th sri kresna moksa akan turun kembali?
dan sri kresna = ratu nur muhammad?
BA pingin belajar, kalau menurut sy, yg lebih dominan akan muncul kembali kedunia ini bukan kresna? tapi batara wisnunya?
ini alasan sy, menyimak cerita wayang, pabila dunia dikacaukan oleh keangkaramurkaan, mk menjadi tugas Bathara Wisnu pernah menjelma/menitis menjadi :
1. Menjadi Matswa (ikan) untuk membunuh raksasa Hargraiwa
2. Menjadi Narasinga (orang berkepala harimau) untuk mbinasakan Prabu Hiranyakasipu,
3. Berupa Wimana (orang kerdil) untuk mengalahkan Ditya Bali.
4. Ramaparasu untuk menumpas para gandarwa,
5. Menitis pada Arjunasasra/Arjunawijaya untuk mengalahkan Prabu Dasamuka. 6. Menitis pada Ramawijaya untuk membinasakan Prabu Dasamuka,
7. Menitis pada Prabu Kresna untuk menjadi parantara/penasehat agung para Pandawa guna melenyapkan keserakahan dan kejahatan yang dilakukan oleh para Kurawa.
8. Sanghyang Wisnu juga pernah turun ke Arcapada menjadi raja Negara Medangpura bergelar Maharaja Suman untuk menaklukan Maharaja Balya, raja Negara Medanggora penjelmaan Bathara Kala.
9. Menjadi raja di Negara Medangkamulan bergelar Prabu Satmata, untuk menaklukan Prabu Watugunung yang bertindak keliru dan nyasar mengawini ibunya sendiri.
10. ?????? kresna lagi? yg lain dong jangan kresna!
Bathara Wisnu merupaka dewa keabadian – ini ditunjukan denga kulit tubuhnya yang berwarna hitam yang merupakan lambang keabadian – atau sebagai dewa Kesejahteraan. Karena tugasnya mensejahterakan dunia.
Adapun wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Bathara Wisnu kepada umat di marcapada dan maknanya antara lain :
1. WAHYU PURBA
Kata Purba, menurut kamus Purwadarminta mempunyai arti memelihara.
Wahyu Purba mempunyai pengertian, Wisnu atau kebenaran Illahi itu bersifat memelihara, Ini suatu pelajaran hidup yang mengandung ajaran bahwa di dalam kehidupan alam semesta dengan segala isinya termasuk juga manusia, semua dipelihara oleh kebenaran Illahi. Dimana kehidupan alam semesta dan manusia akan mengalami keselarasan, keselamatan, ketenteraman, kebahagiaan dan kesejahteraan apabila nilai kebenaran bisa dihayati dan ditegakkan dengan baik dan benar.
Namun kenyataannya manusia percaya bahwa hidup ini dipelihara oleh kebenaran Illahi atau kebenaran Tuhan, masih juga terdapat ketidakbenaran dan kejahatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan mengganggu keselarasan, kebahagiaan, ketentraman dan kesejahteraan. Semua itu terjadi sebagai akibat terjadinya pelanggaran terhadap hukum kebenaran.
Untuk memelihara ketenteraman dan kesejahteraan dunia maka dewa Wisnu turun ke dunia menitis pada Prabu Arjunawijaya (Arjunasasrabahu) raja Negara Maespati, dan kepada Ramawijaya, raja Negara Ayodya.
2. WAHYU SEJATI
Sejati berarti ada, nyata, yang tunggal atau tidak dualistis. Wahyu Sejati berarti suatu kebenaran yang bersifat tunggal. Artinya bahwa kebenaran itu tidak memiliki sifat ganda atau berpasangan yang terdiri dari dua hal yang berbeda sifatnya atau berlawanan, seperti terang dengan gelap, benar dan salah, putih dan hitam atau merah, dan lain sebagainya.
Ini suatu pelajaran hidup bahwa di dalam kehidupan alam semesta dan isinya, termasuk manusia, hanya terdapat satu kebenaran, yaitu Kebenaran sejati, yaitu kebenaran Illahi. Apabila manusia hidup dalam kaidah-kaidah ajaran kebenaran yang sejati, maka kehidupan manusia akan memperoleh kedamaian, kekegotong-royongan yang dapat menumbuhkan sifat toleransi atau saling membantu dan saling menghormati.
Namun kenyataannya dalam menjalankan kehidupannya manusia masih mengulur-ulur nilai-nilai kehidupannya dengan ukuran yang tidak menentu. Kadang-kadang mengulur sesuatu dengan kebenaran Illahi, tetapi kadang-kadang mngukur suatu tindakan selaras dengan kepentingannya sendiri. Akibatnya tatanan kehidupan menjadi tidak menentu, kacau dan saling merugikan pihak lain. Timbulah kemudian sifat keserakahan dan keangkaramurkaan.
Untuk memulihkan dan memelihara keseimbangan kehidupan di dunia, maka dewa Wisnu turun ke marcapada menitis pada ramaparasu, putra Resi Jamadagni dari pertapaan Dewasana, dan kemudian menitis pada Lesmana, adik satu ayah Ramwijaya.
Wahyu sejati atau Wisnu yang menitis pada Ramaparasu adalah bertugas mengembalikan ketenteraman dunia sebagai akibat dari perbuatan keserakahan yang dilakukan oleh Raja Hehaya dengan perbuatannya merampas hak dan kemerdekaan orang lain. Raja Hehaya bukan saja telah membunuh para brahmana, termasuk Resi Jamagani ayah Ramparasu dan merampas harta miliknya, tetapi juga merampas harta rakyat.
Sedangkan Wahu Sejati yang menitis pada Lesmana merupakan pasanhan dari Wahyu Purba yang menitis pada Ramawijaya. Seperti kita ketahui antara Rama dan Lesmana sebenarnya selalu hidup berpasangan, bekerja sama membasmi segala bentuk kejahatan. Hal ini menunjukan bahwa Wahyu Purba dan Wahyu Sejati atau kebenaran Illahi yang bersifat memelihara dengan kebenaran Illahi yang bersifat tunggal, berhubungan erat sekali.
3. WAHYU WASESA
Wasesa berarti mempunyai kekuasaan, berkuasa, mengatur atau menguasai. Wahyu Wasesa berarti suatu kebenaran Illahi yang bersifat mengatur atau menguasai. Ini mengandung makna bahwa di dalam kehidupan alam semesta dan isinya, termasuk manusia diatur dan dilakukan oleh kekuasaan Illahi. Tegasnya satu-satunya pengatur dan pemerintah alam semesta dan isinya termasuk manusia adalah kekuasaan Tuhan.
Apabila semua manusia berpegang pada kaidah ini , maka manusia idupo tidak perlu harus merasa takut pada kekurangan, menderita, mengalami ketidak adilan, kehilangan kemerdekaan atau kebebasan.
Tetapi didalam kenyataannya sadar atau tidak sadar manusia masih percaya, bahwa hidup ini selain dikuasai oleh kebaikan atau kebenaran Illahi, masih bisa dikuasai oleh kejahatan. Bahkan kadang-kadang manusia takut dan taat kepada kejahatan daripada kebenaran illahi.
Ajaran yang terkandung dalam Wahyu Wasesam uakag syaty ajaran yang mengingatkan kepada kita semua agar bisa selalu sadar bahwa hidup ini ada yang mengatur dan menguasai. Wahyu Wasesa adalah Wisnu yang menitis kepada Sri Kresna, yang dengan kekuasaanya bertindak sebagai penjaga keseimbangan ketenteraman dan kesejahteraan dunia. Kedudukan Sri Kresna di sini hanyalah sebagai penasehat Agung pada satria penegak kebenaran yaitu para satria Pandawa.
4. WAHYU LUWIH ATAU LINUWIH
Menurut kamus Prwadariminta, Luwih atau linuwih mengandung arti : lebih, langkung atau pancuran. Wahyu Luwih adalah Wisnu atau kebenaran Tuhan yang bersifat memancar. Ini suatu pelajaran hidup bahwa kehidupan alam semesta berikut isinya, termasuk manusia, pada hakekatnya merupakan pancaran atau pernyataan hidup atau Tuhan sebagai sumber hidup. Seumpama air adalah sumber hidup, maka air yang mangalir dari sumber itu adalah pancarannya.
Wahyu Luwih memberi pelajaran hidup kepada kita agar disadari bahwa tujuan dan kewajiban hidup manusia di dunia adalah mencerminkan atau memancarkan sifat Khaliknya yaitu Tuhan YME. Semakin banyak manusia mencerminkan sifat Tuhan dalam hidupnya, maka akan semakin kaya manusia memiliki berkah dan kasih saying Tuhan. Antara Wahyu Wasesa dengna Wahyu Linuwih sebenarnya masih merupakan satu kesatuan, ibarat air dengan pancurannya. Ibarat Matahari, Wahyu Wasesa adalah mata harinya, sedangkan Wahyu Luwih adalah pancarannya.
Wahyu Luwih adalah ajaran Wisnu yang diterima oleh Arjuna, karena itu antara Sri Kresna dan Arjuna selalu hidup berdampingan dalam tugas kewajiban memayu hayuning bawana. Ibarat Api, Sri Kresna adalah apinya, sedangkan Arjuna merupakan cahaya terangnya.
5. WAHYU MURTI
Murti menurut kamus Jawa/Kawi mempunyai arti ; amor, menyatu/bersatu, gumolong, tunggil, linangkung, utuh dan semesta. Jadi Wahyu Murti mengandung arti ajaran Wisnu yang bersifat gumolong, utuh dan semesta. Ini suatu ajaran bahwa hidup alam semesta dan isinya termasuk manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang antara satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan. Karena yang satu merupakan bagian dari yang lain.
Karena alam dan isinya merupakan satu bagian yang utuh, maka menjadi kewajiban kita manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, serta memelihara keselarasan.
Wahyu Murti adalah ajaran Wisnu yang diberikan kepada Gunawan Wibisana. Karena itu Gunawan Wibisana selalu berusaha untuk ikut menjaga keseimbangan dan keselarasan dunia. Berkali-kali ia memperingatkan Rahwana, kakaknya, agar mengembalikan Dewi Sinta kepada Prabu Rama demi keselamatan Negara Alengka, karena Prabu Rama sesungguhnya satria penjelmaan dewa Wisnu.
Karena Wibisana dengan Wahyu Murtinya merupakan bagian daripada Wisnu, maka ketika ia akan menduduki tahta kerajaan Alengka – setelah berakhirnya perang Alengka – Prabu Rama melengkapinya degnan ajaran Hastabrata dengan tujuan agar Gunawan Wibisana menjadi seorang raja yang arif bijaksana, dicintai dan mencintai rakyatnya serta mampu menciptakan kesejahteraan, kedamaian, ketenteraman hidup bagi rakyatnya.
6. WAHYU MAKUTHA RAMA
Wahyu Makuhta Rama pada hakekatnya merupakan inti sari dari keseluruhan wahyu yang diturunkan oelh Dewa Wisnu yang merupakan gabungan dari inti sari Wahyu Purba, Wahyu Sejati, Wahyu Wasesa, Wahyu Luwih dan Wahyu Murti. Karena itu Wahyu Makutha Rama merupakan wahyu yang terakhir dari Dewa Wisnu sebab setelah mengajarkan Wahyu Makutha Rama kepada Arjuna dalam perwujudannya sebagai Bagawan Keswasidhi di Gunung Kutarunggu, dan berakhirnya perang Bharatayuda dengan musnahnya keluarga Kurawa yang merupakan lambing angkara murka, Dewi Wisnu tidak turun lagi ke Marcapada.
Sang purbajati
Desember 30th, 2010 pada 20:25
Semua Wahyu sudah tumurun dialam madya, tinggal hanya satu wahyu yang belum diturunkan yakni “WAHYU TOHJALI” yang memiliki makna “TATANAN HANA NIRO HANA NINGSUN JEJERE WULANG WURUK KEUTAMAAN JAGAD NGLUNGGUHAKE SEPADANENG URIP ” dengan kata lain ADALAH WAHYU UNTUK KEDAMAIAN DAN KETENTRAMAN JAGAD untuk mewujudkan Tegaknya Tatanan Negara yang didasari jiwa luhur yang saling menghormati terhadap semua hidup dan kehidupan , demi terwujudnya kemakmuran kedamain ketentraman dan keadilan di muka bumi atau dengan kata lain hakekat Sejatinya Pancasila telah difahami oleh Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan diamalkan secara murni dan konsekuen. Kepala Negra tersebut harus memiliki terlebih dahulu Wahyu Mahkuta Rama yang artinya sejatine MAnungsa Hananiro hana ningsun Kinasih marang Urip kabeh bisa naTA kawulane dedasar nggujengi RAsane MAnungsa kabeh sak bawono dengan kata lain Kepala Negara yang dalam dirinya penuh cinta kasih terhadap semua makhluk hidup dan memegang teguh nilai nilai keutamaan luhur dan sangat berwibawa dan dihormati semua makhluk hidup. Mudah mudahan ada Satria Nusantara yang berani mengacungkan jarinya memenuhi kriteria tersebut, bila sudah kutemukan akan aku tunjukkan Mahkuta Ramanya tersebut dan aku berjanji untuk bisa menurunkan wahyu Tohjali untuk aku serahkan kepadanya. Nuwun
Raja Dewa
Desember 30th, 2010 pada 14:32
@Budak Angon
Batara Krisna benar2 ada –berkulit putih berjubah dan mahkota emas
Batara Wisnu benar2 ada –wisnu disini yg asli batara — bukan yg wis nu(nggal)
Sang Hyang Tunggal benar2 ada –Sang Hyang Tunggal (Pencipta Alam Semesta)
Ibarat buah SALAK
kulitnya itu sri kresna
buah nya itu sri wisnu
biji nya itu Sang Hyang Tunggal
Buat saya pribadi, Yang 2 ini TAJALLI setiap saat (SYAHADAT SEJATI)
di sebelah kiri — Raja – Sang Hyang Tunggal – Leluhur Batara/Dewa-Maharaja/Mahadewa
di sebelah kanan – Ratu – Sri Wisnu / Sri Kresna
Kalau disebut Sri Kresna –itu merujuk kulit
Kalau disebut Sri Wisnu –itu merujuk isi
Kalau disebut Sang Hyang Tunggal –itu merujuk inti isi
kenapa Sri Kresna di sebut Ratu Nur Muhammad ?
ya..karena dia memakai mahkota Ratu…
Rahayu
Budak Angon
Desember 30th, 2010 pada 15:07
percaya ada, tapi kenapa batara krisna berkulit “putih”?
ada berapa krisna sih? bukankah batara kresna berkulit hitam?
Badan/kulit = kresna
isi = wisnu
inti isi = Sang Hyang Tunggal
gemana kalau ini :
Badan = adam
isi = nur muhammad
inti isi = nurullah
badan dibuat dari 4 unsur (tanah, api, angin, air) …. ini benar2 ada bisa dibuktikan!
tanah, api dsb …. berasal dari nur muhammad (dari 7 lapis langit dan 7 lapis bumi) …… tanah warna hitam (wujud kita jiplak persis dgn warna hitam), api warna merah (ya wujud kita persis), angin warna kuning dan air warna putih dst …. ini benar2 ada bisa dibuktikan!
nur muhammad yg hitam dst ….. berasal dari nur allah
knp ada nur allah karena ada ‘hu’ (hidup) ……… inilah hidup sejati.
kalau tiga2nya kumpul (badan, isi & inti isi) maka itulah wujud kita pribadi.
Oleh krn itu mati yg sempurna yg kembali kpd masing2.
Jadi yg hidup langgeng yg mana?
Sy kepingin belajar model kejawen?
Raja Dewa
Desember 30th, 2010 pada 15:24
bukankah batara kresna berkulit hitam?
———————————————–
bener iku..
-hitam bisa diartikan kuat-
batara wisnu adalah yg terkuat krn isinya Sang Hyang Tunggal sendiri.
-hitam bisa berarti rahasia-
batara wisnu itu rahasia-Nya Sang Hyang Tunggal yang terdalam..
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gelar_dan_nama_lain_dari_Kresna
Budak Angon
Desember 30th, 2010 pada 11:59
Salah satu tema makalahnya mas Sabdalangit
“Apakah Nasib Orang-Orang Ini Tergantung Pada Agama ?”
kalau kita menyimak tulisan teman2, jawabannya mendekati “ya”
bicara nenek moyang tanah jawa?
menurut babad tanah jawa …….. manusia yg mendiami pulau jawa kebanyakan “pendatang”
menurut sy
corak budaya lokal asli nusantara, sudah berbaur dgn warna hindu-budha ….. kemudian datang islam, tambah corak warna islam.
mulailah orang2 islam menyebarkan agama islam kepada penduduk yg beragama hindu-budha, terjadilah perang dan orang-orang islam menghancurkan patung atau tempat peribadatan persis yg dilakukan oleh nb ibrahim, nb saw dan nabi2 yg lain kecuali yesus yg memang dibuat patung.
perangnya bukan debat bacaan spt gol. TS, tapi memang pertarungan spritual/mistis tingkat tinggi, pertarungan spt itu tidak ada jaman sekarang.
Kalau kita baca dibuku2 komik, pertarungan mistis tingkat tinggi dimenangkan oleh senjata Sahadatain ….. perangnya unik, yg kalah memeluk islam tapi ada juga yg pengecut atau memang gak mau ribut lari menyingkir ke gunung2 atau ke lobang semut bahkah ada yg ngahyang ke alam lelembut jadi siluman (konon ceritanya begitu).
Tp islam yg dulu pertama kali masuk ke tanah jawa corak warnanya tidak spt warna islam gol. TS sekarang tumbuh dan berkembang di seluruh dunia mereka ini bukan islam sufi, yg gemar menuduh kafir, musrik dll
Ketika jaman kerajaan Majapahit (beragama hindu-budha? tapi entahlah coraknya warnanya tidak spt hindu-budha di negara India? apakah ini corak warnya sabdalangit atau apalah akur gak ngerti), masuklah gelombang besar2an para ulama yg nota bene memang orang2 china yg mengatasnamakan para wali (dewan wali sanga), corak warnya tidak spt Sunan Ampel, syekh siti jenar serta sunan kalijaga.
Tapi entahlah kenapa orang china yg masuk islam (sunan bonang, raden patah, sunan kudus dsb) bisa radikal spt itu?
ketika Sunan Ampel masih hidup, Raden Patah selalu patuh atas petunjuk Sunan Ampel agar menghormati orang tuanya prabu brawijaya. Tp ketika Sunan Ampel wafat, mulailah para wali keturunan China mengacak-acak budaya jawa yg hindu-budhis.
Jadi disini BA melihat, ada unsur balas dendam hindu-budha terhadap islam atas kekecewaan mereka terhadap islam yg dipandang sangat radikal, menurut pandangan mereka dipimpin oleh mayoritas islam justru negeri ini jadi amburadul, lah tahun ini mereka mulai berani mengkritik kesempatan untuk menghujat islam ………..
Ditambah lagi ada keyakinan kembalinya sabdopalon adalah kejayaan hindu-budha yg corak warnanya hampir mirip dgn yg mengaku kejawen. Tp menurut BA konsep kejawen tidak lah spt itu, konsep kejawen menurut BA adalah meneruskan tradisi batara brahma/nb ibrahim/abraham yaitu mengenal “urip” sbg yg dilambangkan dgn keris, ya memang itu wasiat nb ibrahim kpd anak2nya Keturah.
Setelah islam masuk ke jawa dwipa, maka masuk lagi orang2 eropa yg akhirnya menjajah negeri nusantara, negeri ini menjadi terpecah-pecah (spt Malaysia, brune, Timor Timur) mereka membawa agama kristen.
Sibuklah raja-raja nusantara menghalau penjajah kebo bule tsb. Sebenarnya yg diusir oleh para raja-raja nusantara (jawa-bali-sumatra-sulawesi, ntb dll) adalah bukan masalah kedatangannya mereka! tapi budaya kristennya? ketika menghalau penjajah ini antara hindu-budha (spt di bali dan NTB) dan islam ternyata bisa kompak/akur ……… artinya bukan kehadirannya yg ditolak! tapi memang penolakan agama kristennya? dari dulu banyak para pendatang dari china (budha) kemudian india (hindu) dan juga gujarat (islam) tetapi tidak ada pertentangan/penolakan artinya “wellcome”
Akhir dari peperangan dan tipu muslihat yg licik, serta tidak kompaknya rakyat yang warna-warni tsb ya akhirnya negeri kita diduduki oleh orang-orang eropa (kristen). Sekarang sudah banyak masyarakat nusantara yg menganut kristen, di Jogja dan Solo sudah banyak yg beragama kristen, bahkan lagu-lagu rohani dari eropa digubah dgn bahasa jawa, bahkan raja solo juga masuk kristen? yg nota bene perlawanan P. Diponegoro memang jelas2 menentang kristen dgn dalih menentang penjajah, tapi ya itulah yg namanya peradaban bisa saja berubah-ubah …..
Setelah hindu-budha-islam-kristen ada di nusantara, saat ini islam dikambing hitamkan oleh hindu-budha-kristen dan yg mengaku kejawen.
Rame sekali ………… unik sekali peradaban budaya jawa, di otak atik apa saja ciri khas orang Indonesia ya memang demikian budaya kita, namanya juga negeri tuyul, negeri kurawa.
Sy pernah ke singapura, china, jepang …….. kotanya bersih, rakyatnya rajin bekerja
tp ketika pulang aduh sangat jauh berbeda …… harus bagaimana dan harus dimulai dari mana agar negeri kita bisa spt mereka?
gamalpra
Desember 31st, 2010 pada 11:18
Nderek langkung…..
Mungkin jawabannya hanya satu ……. Babat Alas!
Salam
sawunggaling
Januari 6th, 2011 pada 16:18
@Gamalpra
maksud mas..Babat Alas Nangka Doyong?
ismail usman
Juni 5th, 2011 pada 08:56
@ BA
tolong beri tahu saya negara singapura china jepang mayoritas penduduknya beragama apa ya ? terus kenapa mereka bisa hidup teratur rajin bekerja dan suka menjaga lingkungan alamnya. terus bandingkan juga dengan negara pakistan , afganistan dll yang negaranya amburadullllllll ?
kuncoro
Mei 7th, 2012 pada 06:32
nuwun sewu, badhe caos emut. menawi tasih ngangge ukawis “agami” sampun mboten badhe manunggil malih. langkung wicak menawi raos tuwin budi luhur pribadi kemawon. Gusti mboten paring agami kagem “crah bengkerengan” nanging kagem nuntun kito manungsa supados saget wangsul wonten Ngarsanipun Gusti. salami kito tasih wonten ndonyo, mboten wonten “kebenaran hakiki”, mboten wonten “keadilan hakiki”. wontenipun namung kito ngupados saget celak kaliyan “Inkang Hakiki”. menawi sampun rumaos leres, rumaos mangertos sami kemawon umuk. saget crito babagan dewo, purwo, nanging mboten mangertos asal usulipun manungsa daging. kados pundi meniko? menopo badhe katut dateng “politisasi” bener piyambak, sae piyambak, paling suci, paling mangertos? Nuwun sewu kok tasih tebih margi ingkang kedah panjenengan sami lampahi.
Nyuwun pangaksami, monggo sami ngupados celak kaliyan “ingkang Hakiki” dongo dinongo supados raket kenthel, NKRI wilujeng.
nuwun.
A.A.P.H.S.R.I.I.XVII
Januari 6th, 2011 pada 15:46
RAJA DI RAJA TARIKH KEABADIAN KODRATI RAYA 0-ZZ-DST.
RAJA SIA TARIKH SINGA MANGARAJAI KODRATI RAYA 0-ZZ-DST.
RAJA SIA SINGA MANGARAJAI KODRATI RAYA 0-ZZ-DST.
0-ZZ-DST.ALLAH KEABADIAN KODRATI RAYA 0-ZZ-DST.
ANGKASA 0-ZZ-DST.X 0-ZZ-DST.
KEABADIAN,DSB.DLL.=0-ZZ-DST.KEABADIAN,DSB.DLL.0-ZZ-DST.
1 KEABADIAN,DSB.DLL.=0-ZZ-DST.KEABADIAN,DSB.DLL.0-ZZ-DST.
GURU MAHA DI MAHA SAKTI MANDRAGUNA KODRATI RAYA 0-ZZ.DST.
KEABADIAN,DSB.DLL.
0.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
ZZ.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
DST.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
KEABADIAN,DSB.DLL.:;
0.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
ZZ.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
DST.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
KEABADIAN,DSB.DLL..;:
0.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
ZZ.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
DST.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
KEABADIAN,DSB.DLL.:
0.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
ZZ.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
DST.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
KEABADIAN,DSB.DLL.;
0.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
ZZ.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
DST.ALLAH=0-ZZ-DST.ALLAH
SUNAMI/NYAMPAH
Maret 13th, 2011 pada 14:45
LHA WONG SING NULIS JUGA SENENG KARO KULIT………….
OPO IYO GELEM ISINE ??????????
hambaallah
Juni 5th, 2011 pada 07:17
saudara ku sesama mahkluk ALLAH bukan kah kasih sayang ALLAH itu tergelar sangat jelasTuhan semesta alam sangat mengasihi bumi tempat kita belajar,dan semua mahlukNYA.utk pasrah dan mengasihiNYA,bencana2, menurunnya daya spiritual manusia kebanyakan,dll,adalah kesempatan utk kita semua agar PASRAH lebih baik lagi kepadaNYA .salam dalam kasih TUHAN
TK
Juni 15th, 2011 pada 00:49
Salam untuk sedulur semua,
salam, rahayu…
Melihat artikel ini, dengan pertanyaan “KIRA-KIRA SALAH SIAPA”.
Saya tidak bisa menjawab, yang pasti ya menurut keinginan masing-masing.
ingin sampai kulitnya saja, silahkan, ingin sampai isinya silahkan. Masing-masing sudah ada hak dan bagiannya. Benar dan Salah. Hitam dan Putih. Menyatakan serta menyaksikan yang benar, tentunya harus ada bukti yang salah dahulu. Tidak bisa nyata yang benar, jika tidak ada yang salah.
Yang pasti, kulit dan isi harus kembali lagi kepada Yang Memiliki.
Lalu, bagaimana bisa kembali hanya dengan kulit, tetapi isinya tidak dibawa ?
Silahkan mau masuk yang mana, tergantung dari hati masing-masing. Yang Maha Memiliki pun Maha Mengetahui dan Maha Pengasih, jika hanya ingin memiliki kulit, maka diberikanlah kulitnya saja. Tapi jika ingin kulit dan isi, ya maka diberikanlah kulit dengan isinya. Kalau isinya itu lebih bermanfaat, dibanding kulitnya saja.
salam.
binaRI.nolsatunolsatu
Desember 2nd, 2011 pada 13:08
TK@
Dengan Terpaksa saya Harus Menyatakan “SETUJU” kepada Mas TK,
Tanpa mngurangi rasa HORMAT sebagai ‘sesama’
Saya ingin menambahkan seujung Kuku :
sepertinya Orang-orang nusantara/huruf kecil (sembari menunggu NUSANTARA/ huruf besar ) terlalu disibukkan oleh/dengan EGO AGAMA sehingga melupakan Tujuan beragama yaitu menuju/mengenal/memahami/mewarisi sifat keilahian Tuhan itu sendiri dengan pengetahuan UNIVERSAL yang tak terbatas atau dibatasi sesuai Spirit/spiritual/rohani/semangat/kemauan/hakiki masing-masing individu/orang
dan kalau ditelisik lebih dalam kata dasar AGAMA adalah Agam/agem : yang artinya kurang lebih SIKAP,,mungkin maksudnya Sikap menuju .(…..),yang artinya juga Agama bukanlah Tuhan itu sendiri karena hanya sebuah sikap/agam/agem,
seperti sebuah kendaraan untuk menuju kesuatu tempat :Mobol,motor,kapal laut,kereta api,dll dan pengendara nya tentulah yang menyetir/yang mempunyai tujuan yang DIMAKSUD/”ITU”/TUHAN/TUHA/TUA
Dan amat sngat celakalah ketika kita hendak mencari/ingin mencapai sebuah tujuan jauh yang kata orang-orang kebanyakan harus dengan kendaraan lalu tanpa TAU atau setidaknya memeriksa/menyadari apakah kendaraan itu ada lampunya atau bahkan setir dan rodanya Setidak-tidaknya ada REM lah untuk keamanan berkendara
Karena kendaraan apapun Tidaklah terlalu buruk untuk membantu kita mencapai TUJUAN TERSEBUT………Dan pertanyaan yang seharusnya paling menggelitik dan seharusnya menjadi bahan renungan kita bersama-sama……
” TAU kah mereka apa yang hendak DITUJUUUU….??????? ”
“Kalau tidak tau ya sepantasnyalah kita hanya bisa tersenyum dan mengelus dada”
Semoga Dimudahlan
“damai dihati DAMAI DI DUNIA”
binaRI.noltu
dr ilyas harun
Juli 2nd, 2011 pada 02:01
Bumi Nusantara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai dan Filipina) memang kaya dengan khazanah bumi dan bangsa yang rajin dan kreatif. Kenapa berlaku berbagai bencana? Sebab bangsa Nusantara sudah hilang identitinya apabila masuk agama Hindu, Buddha, Islam dan Kristen ke rantau ini. Kenapa hampir 300 juta orang warga Nusantara tidak menjadi kuasa besar dunia? Sebab warga Nusantara mengambil identiti orang lain dan meninggalkan identiti sendiri yang telah dibangunkan oleh leluhur kita beribu-ribu tahun dahulu. Nusantara telah dijajah oleh Hindu dan Buddha dari India; islam dari Timur Tengah; dan Kristen dari Barat. Begitu mudah penjajah Barat bertapak di sini sebab warga Nusantara sudah berpecah belah kerana fahaman politik dan agama yang berbeza-beza. Fikirkan untuk bersatu sebagai warga Nusantara….
leochris
Juli 5th, 2011 pada 12:20
MENURUT SAYA SEGALA SESUATU MENGENAI RAHASIA RAHASIA PARA LELULUR ITU SENDIRI YANG MENGETAHUI ‘SEBAB ADA HAL HAL YANG TIDAK BOLEH DI KETAHUI OLEH MANUSIA YANG TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENGETAHUI RAHASIA DAN ILMU PARA LELUHUR
leochris
Juli 5th, 2011 pada 12:41
hanya satu yang kita harus ingat dan kita amalkan dari amanah yang di bawa para leluhur / sepuh ; 1. sifat asuh , saling menjaga, melindungi , mengayomi, rukun. di lambangkan dengan cetok. 2. sifat asih / saling membantu dan me ‘ngelinggi, dilambangkan dengan suling emas lobang empat. 3, sifat asah, saling memberi nasehat , membela yang lemah dan membela kebenaran yang hakiki , memberantas angkara murka di muka bumi, di lambanghan dengan pecut. jadi yang para sepuh dan leluhur bawa bukanlah amanah berupa harta benda maupun emas. tetapi ketiga sifat dan tekad yang wajib di amalkan. ketiga benda tersebut adalah lambang benda milik bocah angon. tetapi di zaman sekarang nanusia sering salah menduga kalau para sepuh ataupun leluhur membawa / memiliki amanah berupa harta benda berupa uang , emas , berlian
leonard
Juli 5th, 2011 pada 12:43
hanya satu yang kita harus ingat dan kita amalkan dari amanah yang di bawa para leluhur / sepuh ; 1. sifat asuh , saling menjaga, melindungi , mengayomi, rukun. di lambangkan dengan cetok. 2. sifat asih / saling membantu dan me ‘ngelinggi, dilambangkan dengan suling emas lobang empat. 3, sifat asah, saling memberi nasehat , membela yang lemah dan membela kebenaran yang hakiki , memberantas angkara murka di muka bumi, di lambanghan dengan pecut. jadi yang para sepuh dan leluhur bawa bukanlah amanah berupa harta benda maupun emas. tetapi ketiga sifat dan tekad yang wajib di amalkan. ketiga benda tersebut adalah lambang benda milik bocah angon. tetapi di zaman sekarang nanusia sering salah menduga kalau para sepuh ataupun leluhur membawa / memiliki amanah berupa harta benda berupa uang , emas , berlian
Irjanto
Juli 23rd, 2011 pada 13:00
Assalamu’alaikum ……
Hayu, hayu, hayu …..
Rahayu ingkang samia pinanggih
Mas Sabda,
Kaulo kepingin sanget tetepangan kaliyan panjenengan.
Nami : Irjanto
Alamat : Perumahan Bukit Singosari Raya Blok G.13, No.12 – Singosari, Malang
No. ponsel : 08155115796
Mugi wonten dhanganing penggalih panjenengan kersa maringi sakedhik identitas pribadi supados kaulo saged komunikasi langsung, mboten ketang namung alamat miwah no. ponsel panjenengan.
Cekap semanten rumiyin, mugi saged kasambet ing sanes wekdal.
Nuwun.
Jagad Sasmito Jati
November 7th, 2011 pada 22:07
pamuji rahayu,
Ki Sabda ingkang dahat kinurmatan, nyuwun agunging pangaksami bilih sekedap malih dugi titi wanci wulan Suro, mohon kesediaan Ki Sabda untuk mbabar kembali ” Makna Satu Suro ” Ki… nuwun sanget atas kesediaan panjenengan.. mugi rena ing penggalih. dulu pernah diposting tahun 2008 , tapi tak cari – cari muter ndak ketemu Ki.. , nuwun.
salam sihkatresnan
Rahayu sagung dumadi.
binaRI.nolsatunolsatu
Desember 2nd, 2011 pada 10:38
Permisi,
Sebagai orang Awam saya tertarik dengan Tulisan saudara saya “kang mas Sabda Langit”
Judul yang mas Sabda Sabdakan Cukup menggelitik keingintahuan saya,
……dan YA…MUNGKIN ini bisa disebut Bencana…..tapi menurut saya (MAAF) mungkin…dan sekali lagi mungkin agak sedikit Kurang setuju kiranya disebut “BENCANA SPIRITUAL NUSANTARA”
Alasan saya sbb:
* SPIRITUAL /Rohani/Batiniah/Suci :
asal katanya adlh SPIRIT/Semangat/ROH
a) ROH/SPIRIT/SEMANGAT : terjemahan bebasnya adalah SUCI/MURNI/TAK TERCELA mungkinkah kesucian itu terkontaminasi oleh keburukan/bencana kecuali bencana yang dimaksud adalah kepada pikiran/pemahaman,sikap/laku
b) SPIRIT/ROH/SEMANGAT: dimaksud adalh sebagian besar terdiri dari energi dan kecerdasan MIKRO yang merupakan bagian dari Kecerdasan MAKRO alam semesta yang dicipta oleh pencipta Ilahi,
Coba kita Renungkan kembali IA/spirit/rohani dapat dinamai/dipanggil sebagai apa saja yang anda inginkan sesuai pemahaman/pengalaman/pengetahuan apa yang Anda dapat dalam menjalani hidup dan berkehidupan,apapun sebutannya tidak akan pernah ada bedanya/Ia hanya ITU/akan tetap sebagai ITU apapun sebutanya. Tidak semua orang berhubungan dengan roh-roh mereka selama hidup di bumi terutama bagi mereka yang kurang semangat/ketakuatan/tidak mempunyai kebebasan Pribadi/hak’ii/universal/kebebasan positif. karena semangat Anda itu akan menetap dibumi walaupun jasad/badan kasar anda sudah mati,Semangat anda akan kembali untuk mengikat bumi dan terserap/tersedot/menempel kembali kedalam tubuh manusia yang baru/yang setara energy/sepaham kedalam tubuh-tubuh yang mempunyai semangat yang sama persis pada apa yang ditinggalkan tsb dan akan terus kembali sebagai sebuah siklus sampai waktu yang tepat/dominasi.
sekali lagi menjadi siklus seperti putaran Bumi,itu sebabnya orang-orang selalu mengatakan/melihat/menyaksikan/mengalami SEJARAH yang berulang
** SPIRIT bersifat abstrak seperti layaknya sifat TUHAN,
pertanyaannya adalah cukupkah bahwa mengenal TUHAN seperti itu saja (mungkin setiap orang layak bertanya/mempertanyakan dirinya sendiri kepada ROH/Semangat/JIWA/intelektual/Kemurnian dirinya masing-masing) dan Ya itulah TUHAN tidak Layak/tidak mungkin dipertanyakan,trus kalau demikian gemana dundz caranaya….menurut awam saya..ya serap aja ENERGY TUHAN mu kedalam dirimu,Ya kan !
*** SPIRITUAL/ROHANI/KEMURNIAN/secara MAKRO kita sebut saja TUHAN :
Kemurnian/Ilahi/Suci/POSITIF Bagaimana mungkin hal Murni/Positif kita sebut sebagai BENCANA/MALAPETAKA,…Karena Ia hanya ITU,tak peduli lagi apa yang anda pikirkan,suka atau tak suka,benci,marah,Kecewa,Putus asa dll…
SO WHAT….IA tak akan Bergeming karena/oleh sebab IA hanya kemurnian itu sendiri,IA tak dinamai,tak Terikat,IA-ITU
IA adalah KEKOSONGAN dikenali dalam Keheningan/Diam/Damai
(Cobalah Renungkan sejenak dalam KEKOSONGAN/DIAM/HENING bahwa jagat Raya ini adalah dipenuhi kekosongan/kehampaan,bukankah bisa kita lihat dan buktikan bahwa sebanyak apapun planet bintang bumi manusia dan sebagainya dan sebagainya tidak akan pernah memenuhi JAGAT RAYA,yang mendominasi adalah KEKOSONGAN/KEHAMPAAN,)
Pun sebanyak-banyaknya keangkara-murkaan/EGO/Kebencian/Keangkuhan/kesombongan tidak akan mungkin memenuhi Jagat Raya
dan sebaliknya ia akan terserap kedalam Kekosongan/Musnah/Lebur seperti bintang mati yang hancur menjadi debu cosmic,
Selanjutannya bisa saya uraikan sedikit dengan segala keterbatasan saya (maafkan saya)
ROH/KEMURNIAN/SUCI dari pemahaman saya (uraian saya di atas yang mungkin hanya 1% kebenaranya,tidak apa-apa juga karena itu hanya OPINI orang AWAM)
Yang kita Pahami tentang KEMURNIAN adalah bersifat BEBAS bukan,jika IA bebas IA tak akan pernah lagi mengatakan CARILAH SAYA UNTUK KEBBAIKAN MU,
TIDAK….IA tidak seperti itu,sama halnya dengan GARAM yang tidak tau dan tak peduli bahwa IA terasa ASIN…tapi IA bagian tervital Dari URUSAN PERUT/MEMASAK/KENIKMATAN…(klo ga percaya coba aja tanya para ibu-ibu pasti akan terpaksa keluar rumah membeli GARAM tsb jika di dapurnya tidak ada GARAM,walaupun harga garam hanya Rp 5)
JIKA SPIRIT/SEMANGAT itu besifat ITU,…dan kita manusia dibekali BUDI/AKAL PIKIRAN/KECERDASAN tentulah kita Mampu memilih dan memilah Semangat apa dan yang bagaimana yang harus kita SERAP/YAKINI/USUNG/MULIAKAN
A) Semangat POSITIF/KEINDAHAN/KEDAMAIAN
B) DIAM SAJA/TIDAK MENYERAP(tidak berdoa untuk kedamaian/keindahan) /APATIS
C) Semangat NEGATIF/ANGKARA MURKA/KEKEJAMAN/PEMAKSAAN(pemerkosaan kebebasan HAK’ii/
“PILIHLAH JAWABAN YANG PALING TEPAT DAN BENAR MENURUT PENGETAHUAN DAN ATAU KEBUTUHAN ANDA”
Kesimpulan :
Kebijaksanaa Tuhan Tidak mungkin di dikte oleh Manusia,
lalu setiap orang akan bertanya-tanya di kepala masing-masing….lalu kalau tuhan tidak bisa di dikte manusia mana pula cerita maha pengasih penyayang kenapa dunia saat ini seakan-akan dibiarkan di dominasi oleh keangkara murkaan ataukah semua Musibah alam ini
.jawaban awam saya mungkin seperti ini… tak perduli apapun AGAMA,Sekte,golongan,pemahaman,Aliran sesat tak sesat,orang baik tak baik adalah akan sama saja dalam diri mereka pasti ada setitik kebaikan yang akan di gelitik/dipaksa oleh kejadian/musibah/bencana atas dasar Hakiki Roh/keMurnian/Suci untuk memancarkan energy positif nya
jika kita/manusia setiap hari disuguhkan menyaksikan kekejaman,kebencian/keangkara murkaan yang berulang-ulang dan terakumulasi menjadi semakin masiv dan mengerikan hati setiap Orang maka seburuk apapun manusia dan atau siapapun dia (disadari atau tidak disadari) akan tergugah Kemurnian jiwa/Roh/kemurnianya untuk memancarakan energy positif/keilahian/doa positif DEMI untuk kebaikan dan kedamaian,DOA-DOA ITU akan membahana sampai “ke sorga keseribu-dua-ratus-dua-belas-koma sekian-sekian” sehingga membuat para malaikat penghuni SORGA KEDAMAIAN (bukan SORGA kekejaman/NERAKA) sangat terganggu dan BETE dan lalu merasa Terpaksa harus ikut campuri urusan BUMI untuk membantu kita/manusia dengan mengingatkan/menggelitik ROH/HAKIKI/KEMURNIAN manusia melalui Bencana ALAM agar supaya setiap orang mengarahkan DOA kebaikan/positif mereka terakumulasi semakin KUAT/MASIV demi untuk KEBAIKAN DAN KEDAMAIAN DUNIA dan tertangkap oleh alam dan di kembalikan lagi menjadi pemenuhan/perlawanan
Itulah KEBENARAN SEJATI
NB : Mengapa Orang Beragama Melakukan Kekejaman,alasan paling Logis kemungkinan Karena *IBLIS tau AGAMA bagi manusia Adalah Hal Kebenaran/Ketuhanan jadi tempat paling efectiv untuk bersuka-ria melancarkan bisnis as usual iblis ya menyusup disitu,
(contoh nyatanya di dunia nyata ; kenyataan dalam masyarakat mengatakan Penjahat paling lihai mempunya kecenderungan bersembunyi di dekat kantor POLISI karena katanya Lebih aman,ga tau dech bener atawa engganya)
tapi jngan takut karena iblis itu kecenderunganya terbatas dan agak-agak Bodoh/Autis/Epilepsi (walaupun Pastilah punya Kekuatan/elmu,GANAS and suka KROYOKAN)…tapi iblis akan selalu dikalahkan oleh dirinya sendiri,”KITA HANYA PERLU DIAM”,sebab jika kita diam Dia pasti akan tidak sabaran dan akan semakin menjadi-jadi lalu dengan sendirinya akan menunjukkan “WUJUD ASLI”
pada saat itulah dengan sendirinya Orang akan “SEMAKIN MEMBUKA MATA DAN HATI” maka melemahlah kekuatan mereka si ngiblis he he he (kayaknya gtu sich)
dan IBLIS jika dilawan secara terbuka semasih Cangkang tempat berlindungnya belum koyak maka akan sangat gampang memutar balikkan FAKTA,sehingga yang melawanlah yang akan menjadi Terlihat Salah,itu karena (katanya) mereka mempunyai KESAKTIAN untuk mempengaruhi banyak manusia(yang lemah)
( *IBLIS : saya tidak tau Kata-kata yang lebih Santun daripada Kata IBLIS,jadi dengan terpaksa saya menggunakan kata itu,MAAF)
Dan jikalau saya ditanya Alternatif judul :
saya akan lebih menyarankan ini :
” Sirna ilang Kretaning Bumi ”
Dan untuk yang Empunya gawe/pemilik Blog,mohon maaf tidak setitik debupun saya berniat berpolemik apalagi menggurui,ini hanya OPINI orang AWAM sebagai “PELEPAS PENAT” sehabis mencangkul TANAH di “BUMI PERTIWI” yang Kita “cinta’i”(maaf cintanya saya tulis memakai huruf kecil)
SEKIAN
SEMOGA DIMUDAHKAN
“Damai DiHATI DAMAI di DUNIA”
“MAAFkan SAYA”
herucokro
Maret 15th, 2012 pada 01:21
HERU COKRO. Ass…wr wb…,
Alhamduliliah ;Dan ingatlah ketika ALLAH berfirman kepada para malaikat ” Sesungguhnya AKU akan menjadikan manusia dari tanah kering yg berasal dari lumpur hitam yg diberi bentuk, maka apabila telah AKU sempurnakan bentuknya dan tlh KUmasukkan ROHKU kedalamnya maka tunduklah kamu semua kpdnya dgn bersujud.
;maka bersujudlah mereka semuanya bersama sama kecuali iblis,ia enggan ikut mereka yg bersujud,ALLAH berfirman”Hai iblis apa sebabnya engkau tdk mau bersujud kpd manusia yg telah AKU ciptakan?”.
;iblis berkata”aku sekali kali tidak akan bersujud kepada manusia yg ENGKAU ciptakan dr tanah kering yg berasal dr lumpur hitam yg di beri bentuk”.
;ALLAH berfirman”maka keluarlah kamu dari surga karena sesungguhnya kamu terkutuk,dan kutukan ini akan menimpa kamu sampai hari kiamat”.
;iblis berkata”ya Tuhanku beri tangguhlah aku sampai pada hari manusia dibangkitkan hidup kembali”.
;ALLAH berfirman “Sesungguhnya kamu termasuk orang2 yg diberi tangguh sampai waktu yg ditentukan”.
;iblis berkata”ya Tuhanku karena ENGKAU tlh menentukan bahwa aku tersesat ,maka pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba2 ENGKAU yg muklis diantara mereka
;ALLAH berfirman”Sesungguhnya hamba2KU tdk ada kekuasaanmu padanya,kekuasaanmu hanyalah bagi orang2 yg mengikuti kamu yaitu orang2 yg sesat.
@inilah sebenarnya rahasia dari semua permasalahan yg ada sejak diciptakannya manusia yg mana ALLAH berkali kali mengingatkan kita didlm AL’ QURAN.
maka fungsi AL’QURAN adalah memberi kabar gembira bagi orang2 yg beriman dan memberi peringatan bagi orang2 yg lalai.
;Alif lam ra
;Inilah kitab yg KAMI turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan
manusia dari gelap gulita menuju jalan yg terang benderang dengan
seijin Tuhan mereka.
;ALLAH lah yg menjadikan semua yg ada dilangit dan dibumi,
kecelakaanlah bagi orang2 kafir krn azab yg sangat pedih
yaitu orang2 yg lebih menyukai kehidupan dunia dr pada kehidupan
akherat dan menghalang halangi manusia dari jalan ALLAH
dan menghendaki agar jalan ALLAH itu bengkok,
mereka dlm kesesatan yg jauh
;KAMI tdk mengutus seorang rasulpun melainkan dlm bahasa kaumnya
agar dia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.
herucokro
Maret 15th, 2012 pada 02:50
HERU COKRO SP.
jadi kejadian zaman sekarang ini sdh pernah trjdi dijaman dulu2 dan sunnatulah tdk pernah berubah ini semua adalah karena manusia mempunyai musuh yaitu iblis yg menjelma /merasuki siapapun yg tidak muklis.apa muklis itu? muklis itu hidup ikhlas krn ALLAH.untuk ikhlas kpd ALLAH kita harus paham siapakah ALLAH itu?ALLAH adalah Tuhanku dan Tuhanmu dan Tuhan semesta alam ROBBIL ALAMIN.
Tahu belum tentu ngerti, banyak org baru tahu sdh mengaku ngerti ,mengerti artinya paham,apapun yg kita paham betul2 tdk ada yg sulit berkorbanpun kita ikhlas kalau kita sdh memahami ALLAH,
seperti yg terjadi kpd bapak para nabi Ibrahim yg mana diminta ALLAH anak yg sangat disayanginya yg baru dia dapatkan diusianya yg sdh tua krn Ibrahim sangat mengenal ALLAH diapun ikhlas untuk menyembelih putranya tsb.
sebagaimana arjuna tatkala diperintahkan kresna untuk memerangi kurawa yg tdk lain adalah saudara2nya semua yaitu anak2 pamannya dia menolak tetapi stlh diberi kepahaman oleh kresna hakekat dr perang antara yg hak dan batil bukan antara sesama saudara ,sebab apabila yg batil telah memuncak maka yg haq akan datang ,tanpa arjuna pun kurawa akan tetap dihancurkan entah lewat tangan siapa ALLAH memilihnya,tetapi saat ini ALLAH memilih arjuna kalau dia mau maka kemuliaanya akan diberikan kepada arjuna,
sbg mana janji ALLAH kpd Ibrahim “AKU akan menjadikan engkau bapak para nabi AKU akan menjadikan bapak para bangsa ,oleh sebab kamu dan keturunanmulah seluruh manusia akan mendapat berkat.
ya kita sekarang ini bisa mendapat berkat melalui Ibrahim dan turunannya,kaum yahudi nasrani dr turunan ishak kaum muslim dr turunannya ismael.semuanya islam krn islam adalah agama Ibrahim;;;”Apakah kamu mengatakan bahwa ibrahim, ismael dan ishak adalah penganut agama yahudi atau nasrani?”.Mereka ada sebelum Musa dan Isa,[ bagi kaum yg mau berpikir//////????]
Karena itu saudara2 ku marilah kita kembali kepada ALLAH saja “Hai orang2 beriman masuklah kedalam islam secara keseluruhanya ,dan jangan lah kamu mengikuti langkah2 syetan sesungguhnya syetan itu adalah musuh yg nyata bagimu”.
sekarang ini banyak orang mengaku islam padahal mereka sesungguhnya orang2 yg tdk beriman;Dan diantara manusia ada yg berkata kami beriman kepada ALLAH dan hari kemudian padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang2 yg beriman.
;mereka hendak menipu ALLAH dan orang2 beriman padahal mereka tdk menipu melainkan kepada dirinya sendiri.
Agama islam terdiri atas 4 tahap yaitu; SYAREAT,THAREKAT,HAKEKAT,MAKRIFAT
Kita harus mengalami semua itu baru kita paham ,yg mana saat ini org2 ditipu syetan yg akhirnya menjadikan tahapan itu menjadi aliran yg memecah belah agama menjadi beberapa golongan ,segolongan merasa bangga dgn apa yg ada pada sisi mrk masing2 ,sy kira cukup sekian dulu Insya ALLAH nanti disambung lagi.jazakamulah.
mencoba
Maret 28th, 2012 pada 17:34
Mas…..
andaikata ini yg terjadi…. apa yg akan kau katakan ???
hery Setiono
April 4th, 2012 pada 12:28
Herucokro
Wah pintar bgt ya mas manusia menyalahkan iblis, padahal cerita iblis melawan itu hanyalah sebuah pesan tamtsil yg terjadi didalam diri manusia. iblis itu simbol kejahatan manusia dan sifat keburukan manusia, sedangkan malaikat adalah simbol kesempurnaan akhlaq manusia.
kuncoro
Mei 7th, 2012 pada 06:50
manusia diciptakan pribadi, rasa pribadi, roh pribadi, pikiran pribadi. manusia bertanggung jawab secara pribadi kepada Penciptanya. kata “agama” yang salah tafsir hanyalah pengelompokan oleh manusia sendiri dan egonya yang berujung pertengkaran. lebih bijak kalau pribadi luhur dan universal. tidak ada kebenaran hakiki di dunia ini. kalau ada berati sudah di sorga. apapun hakiki.
demikian teman, mari kita belajar lagi.
Bratayuda
Mei 11th, 2012 pada 03:20
Iblis telah korbankan diri agar manusia fokus hanya kpd tuhan saja.
makanya iblis tak sembah manusia, karena iblis takut kelak manusia menyembah nya, padahal iblis sangat mengenal tuhan nya dan menyembah kepada tuhan pula.
sesuguhya musuh manusia yang paling nyata adalah syetan yg ada dalam diri nya sendiri. Dan sesungghnya manusia melawan keburukan dirinya sendiri untuk dapatkan kebaikan menuju Tuhan. Tapi ceritanya jadi panjang lebar nyasar-nyasar kesana kemari, itu semua karena manusia terlalu kkeblinger dengan kepintaran nya, sehingga terkena tipu daya syetan dalam dirinya, wal hasil banyak yg merasa paling benar dengan agama dan keyakinann nya. Apapun agama dan tuhan serta semua itu hanyalah ciptaan atas buah fikiran saja.
semakin baik dan benar cara berfikirnya, maka semakin baik dan benar pula tuhan yang dihasilkan oleh fikiran dan keyakinan hati nya. Sedang Tuhan itu sendiri tak dapat diumpamakan dengan sesuatu apapun dalam fikiran manusia.
Nama dan branded suatu agama bukanlah satu-satu nya kebenaran yang mutlak untuk dibenarkan dan yg paling benar, tetapi agama yang satu dengan Tuhan yang satu hanya ada dalam hati yang selamat sejahtera makmur dan berlimpah, tiada ber nama, tiada ber merck, permanen 100% maha sempurna. Semua agama dan keyakinan apapun di jagat raya ini adalah petunjuk untuk mendapatkan petolongan Nya menuju Tuhan. Maka benarlah bahwa kuasa Tuhan ada di mana-mana meliputi seluruh alam semsta citaan Nya, termasuk di tanah jawa.
Dan Tuhan pun tentu telah mengutus Rasul utusan Nya di tanah jawa dengan tatanan, atikan, etika, estetika tradisi budaya luhur dengan bahasa kaum nya di bumi pertiwi tanah jawa.
Maka mejadi layak dan pantas bila manusia yang hidup di atas tanah air jawa mensukuri nya serta menjunjung setinggi-tinggi nya langit yang menjadi atap kehidupannya atas tanah yang telah dipijak nya, yang telah memberikan nafas kehidupan dalam setiap detak jantung dan detik-detik berlalu nya usia kita.
Mari temukan Jiwa Satria dlm diri masing-masing atas kiprah dan karya nyata dalam bukti yang penuh manfaat di tengah-tengah kehidupan masyarakat tanah jawa, tanpa harus merasa sebagai seorang Satria Piningit, sebab seorang Ksatria tak pernah merasa dirnya sebagai Satria, tetapi langkah kongkrit lah yang dapat merubah keadaan, dibanding hanya sekedar merck dan nama tanpa makna.
JAYA NKRI
salam baik dan sukses selalu
damarmurupkanginan
Maret 27th, 2012 pada 21:40
duduk manis di belakang sambil minum kopi.
mirengke poro kyai, auliya’, habib, syech, lan poro wali. ingkang sampun ngertos babagan urip. kulo mung tiyang bodo mboten saget nopo2.
pripun laku ingkang sae kulo dereng saget, dados tiyang sholeh kalih tiyang sepah gih kulo dereng saget. mpun cekap niku mawon. liyane kulo mboten mudheng.
-kembang kanthil sak jodho-
kuncoro
Mei 7th, 2012 pada 06:54
badhe nderek nyambung, kulo mathuk kaliyan panjenengan. tasih bodho, sagete biwarakaken pangandikan poro sepuh.
hidayat
Maret 28th, 2012 pada 16:27
carut marut yang kita rasakan bak benang kusut
kian sulit menelisik pangkal dan ujungnya
kecuali tiap pribadi mau mawas diri
dari sudut kampung tempat ku berkhalwat….
menangis tersedu merindukan kekasihku
Muhammad …..
antok
Maret 30th, 2012 pada 13:56
Kata2 yang indah setelah kitab suci adalah kata2 ini, semua kalimat2nya begitu berbobot sehingga menyadarkan kita selalu Ingat, Waspada, dan hati2. Salam Sejati…
bathiterus
April 28th, 2012 pada 12:54
aku sependapat dengan Mr Herucokro
Wijaya Candra
Mei 7th, 2012 pada 21:21
karena bangsa ini hanya dengan lidah saja mengaku beragama dan bertuhan
kuncoro
Mei 10th, 2012 pada 16:44
permisi, mas….
itu dikarenakan bangsa ini diberi karunia yang sangat besar, “sumber daya alam”, akan tetapi penghuninya malah jadi manja, terlena dengan berbagai kemudahannya.karena serba mudah, maka apapun dianggap mudah dan tidak “temen dalam berjalan”.
jepang disisi utara dengan sda yang minim, australia disisi selatan sda minim, tetapi dalam kekurangan sda-nya membuat mereka bangkit dan bisa sejahtera. sedangkan kita terlena dalam kemudahan hingga keropos.
demikian mas, maaf kalau ada salah kata.
R Gentholet
Mei 10th, 2012 pada 17:18
….jepang disisi utara dengan sda yang minim, australia disisi selatan sda minim, tetapi dalam kekurangan sda-nya membuat mereka bangkit dan bisa sejahtera. sedangkan kita terlena dalam kemudahan hingga keropos.
demikian mas, maaf kalau ada salah kata…..
————————————
Bukan salah kata, tapi salah … data. Australia itu punya banyak sda : biji besi, EMAS, uranium, batu bara, minyak, intan,dan gas. Umumnya diekspor.
kuncoro
Mei 10th, 2012 pada 18:19
matur nuwun, leres.
bangsa kita hanya mengeksploitasi kayu (MUDAH DIDAPAT), emas (MUDAH DIDAPAT), batubara (MUDAH DIDAPAT), minyak (MUDAH DIDAPAT), rempah (MUDAH DIDAPAT), hasil tambang maupun non tambang mudah didapat. paling sering kita mengekspor bahan mentah yg sudah pasti harganya lebih murah (cari enaknya). yang paling menyedihkan adalah ekspor tenaga kerja (mohon maaf TKI, yang nota bene dengan skill terbatas), dan mereka dianggap pahlawan devisa. apa tidak lebih bijak jika bangsa ini mengeluarkan TKI dengan spesikasi khusus (kemampuan medis, enggineer, guru/dosen). yang tentunya akan lebih mendapat perhatian/penghargaan. bangsa ini belum bisa mengangkat harkat rakyatnya sendiri, meskipun dikaruniai sangat banyak kelebihan.
kaisar jepang bisa membayar pampasan perang kepada amerika hanya dengan mengekspor boneka mainan.
demikian, maturnuwun.
LAK SA LAK
Mei 11th, 2012 pada 11:44
h h….dasar bocah…bocah…..
360/22…….