Hubungan Leluhur & Kembalinya Kejayaan Nusantara

HUBUNGAN KEJAYAAN NUSANTARA

DENGAN PARA LELUHUR BANGSA

Prakata

Kematian bukanlah the ending atau “riwayat” yang telah tamat. Kematian merupakan proses manusia lahir kembali ke dimensi lain yang lebih tinggi derajatnya ketimbang hidup di dimensi bumi. Bila perbuatannya baik berarti mendapatkan “kehidupan sejati” yang penuh kemuliaan, sebaliknya akan mengalami “kehidupan baru” yang penuh kesengsaraan. Jasad sebagai kulit pembungkus sudah tak terpakai lagi dalam kehidupan yang sejati. Yang hidup adalah esensinya berupa badan halus esensi cahaya yang menyelimuti sukma. Bagi orang Jawa yang belum kajawan khususnya, hubungan dengan leluhur atau orang-orang yang telah menurunkannya selalu dijaga agar jangan sampai terputus sampai kapanpun. Bahkan masih bisa terjadi interaksi antara leluhur dengan anak turunnya. Interaksi tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang-orang yang terbiasa mengolah rahsa sejati. Dalam tradisi Jawa dipahami bahwa di satu sisi leluhur dapat njangkung dan njampangi (membimbing dan mengarahkan) anak turunnya agar memperoleh kemuliaan hidup. Di sisi lain, anak-turunnya melakukan berbagai cara untuk mewujudkan rasa berbakti sebagai wujud balas budinya kepada orang-orang yang telah menyebabkan kelahirannya di muka bumi. Sadar atau tidak warisan para leluhur kita & leluhur nusantara berupa tanah perdikan (kemerdekaan), ilmu, ketentraman, kebahagiaan bahkan harta benda masih bisa kita rasakan hingga kini.

Ada Apa di Balik NUSANTARA

Bangsa Indonesia sungguh berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi. Perbedaan paling mencolok adalah jerih payahnya saat membangun dan merintis berdirinya bangsa sebesar nusantara ini. Kita semua paham bila berdirinya bangsa dan negara Indonesia berkat perjuangan heroik para leluhur kita. Dengan mengorbankan harta-benda, waktu, tenaga, pikiran, darah, bahkan pengorbanan nyawa. Demi siapakah ? Bukan demi kepentingan diri mereka sendiri, lebih utama demi kebahagiaan dan kesejahteraan anak turunnya, para generasi penerus bangsa termasuk kita semua yang sedang membaca tulisan ini. Penderitaan para leluhur bangsa bukanlah sembarang keprihatinan hidup. Jika dihitung sejak masa kolonialisme bangsa Baratdi bumi nusantara, para leluhur perintis bangsa melakukan perjuangan kemerdekaan selama kurang-lebih dari 350 tahun lamanya. Belum lagi jika dihitung dari era jatuhannya Kerajaan Majapahit yang begitu menyakitkan hati. Perjuangan bukan saja menguras tenaga dan harta benda, bahkan telah menggilas kesempatan hidup, menyirnakan kebahagiaan, memberangus ketentraman lahir dan batin, hati yang tersakiti, ketertindasan, harga diri yang diinjak dan terhina. Segala perjuangan, penderitaan dan keprihatinan menjadi hal yang tak terpisahkan karena, perjuangan dilakukan dalam suasana yang penuh kekurangan. Kurang sandang pangan, kurang materi, dan kekurangan dana. Itulah puncak penderitaan hidup yang lengkap mencakup multi dimensi. Penderitaan berada pada titik nadzir dalam kondisi sedih, nelangsa, perut lapar, kekurangan senjata, tak cukup beaya namun kaki harus tetap tegap berdiri melakukan perlawanan mengusir imperialism dan kolonialism tanpa kenal lelah dan pantang mengeluh. Jika kita resapi, para leluhur perintis bangsa zaman dahulu telah melakukan beberapa laku prihatin yang teramat berat dan sulit dicari tandingannya sbb ;

1. Tapa Ngrame; ramai dalam berjuang sepi dalam pamrih mengejar kepentingan pribadi.

2. Tapa Brata; menjalani perjuangan dengan penuh kekurangan materiil. Perjuangan melawan kolonialism tidak hanya dilakukan dengan berperang melawan musuh, namun lebih berat melawan nafsu pribadi dan nafsu jasad (biologis dan psikis).

3. Lara Wirang; harga diri dipermalukan, dihina, ditindas, diinjak, tak dihormati, dan nenek moyang bangsa kita pernah diperlakukan sebagai budak di rumahnya sendiri.

4. Lara Lapa; segala macam penderitaan berat pernah dialami para leluhur perintis bangsa.

5. Tapa Mendhem; para leluhur banyak yang telah gugur sebelum  merdeka, tidak menikmati buah yang manis atas segala jerih payahnya. Berjuang secara tulus, dan segala kebaikannya dikubur sendiri dalam-dalam tak pernah diungkit dan dibangkit-bangkit lagi.

6. Tapa Ngeli; para leluhur bangsa dalam melakukan perjuangan kepahlawanannya dilakukan siang malam tak kenal menyerah. Penyerahan diri hanya dilakukan kepada Hyang Mahawisesa (Tuhan Yang Mahakuasa).

Itulah kelebihan leluhur perintis bumi nusantara, suatu jasa baik yang mustahil kita balas. Kita sebagai generasi penerus bangsa telah berhutang jasa (kepotangan budhi) tak terhingga besarnya kepada para perintis nusantara. Tak ada yang dapat kita lakukan, selain tindakan berikut ini :

  1. Memelihara dan melestarikan pusaka atau warisan leluhur paling berharga yakni meliputi tanah perdikan (kemerdekaan), hutan, sungai, sawah-ladang, laut, udara, ajaran, sistem sosial, sistem kepercayaan dan religi, budaya, tradisi, kesenian, kesastraan, keberagaman suku dan budaya sebagaimana dalam ajaran Bhinneka Tunggal Ikka. Kita harus menjaganya jangan sampai terjadi kerusakan dan kehancuran karena salah mengelola, keteledoran dan kecerobohan kita. Apalagi kerusakan dengan unsur kesengajaan demi mengejar kepentingan pribadi.
  2. Melaksanakan semua amanat para leluhur yang terangkum dalam sastra dan kitab-kitab karya tulis pujangga masa lalu. Yang terekam dalam ajaran, kearifan lokal (local wisdom), suri tauladan, nilai budaya, falsafah hidup tersebar dalam berbagai hikayat, cerita rakyat, legenda, hingga sejarah. Nilai kearifan lokal sebagaimana tergelar dalam berbagai sastra adiluhung dalam setiap kebudayaan dan tradisi suku bangsa yang ada di bumi pertiwi. Ajaran dan filsafat hidupnya tidak kalah dengan ajaran-ajaran impor dari bangsa asing. Justru kelebihan kearifan lokal karena sumber nilainya merupakan hasil karya cipta, rasa, dan karsa melalui interaksi dengan karakter alam sekitarnya. Dapat dikatakan kearifan lokal memproyeksikan karakter orisinil suatu masyarakat, sehingga dapat melebur (manjing, ajur, ajer) dengan karakter masyarakatnya pula.
  3. Mencermati dan menghayati semua peringatan (wewaler) yang diwasiatkan para leluhur, menghindari pantangan- pantangan yang tak boleh dilakukan generasi penerus bangsa. Selanjutnya mentaati dan menghayati himbauan-himbauan dan peringatan dari masa lalu akan berbagai kecenderungan dan segala peristiwa yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang (masa kini). Mematuhi dan mencermati secara seksama akan bermanfaat meningkatkan kewaspadaan dan membangun sikap eling.
  4. Tidak melakukan tindakan lacur, menjual pulau, menjual murah tambang dan hasil bumi ke negara lain. Sebaliknya harus menjaga dan melestarikan semua harta pusaka warisan leluhur. Jangan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, “menggunting dalam lipatan”.
  5. Merawat dan memelihara situs dan benda-benda bersejarah, tempat yang dipundi-pundi atau pepunden (makam) para leluhur. Kepedulian kita untuk sekedar merawat dan memelihara makam leluhur orang-orang yang telah menurunkan kita dan leluhur perintis bangsa, termasuk dalam mendoakannya agar mendapat tempat kamulyan sejati dan kasampurnan sejati di alam kelanggengan merupakan kebaikan yang akan kembali kepada diri kita sendiri. Tak ada  buruknya kita meluhurkan leluhur bangsa asing dengan dalih apapun; agama, ajaran, budaya, ataupun sebagai ikon perjuangan kemanusiaan. Namun demikian hendaknya leluhur sendiri tetap dinomorsatukan dan jangan sampai dilupakan bagaimanapun juga beliau adalah generasi pendahulu yang membuat kita semua ada saat ini. Belum lagi peran dan jasa beliau-beliau memerdekakan bumi pertiwi menjadikan negeri ini menjadi tempat berkembangnya berbagai agama impor yang saat ini eksis. Dalam falsafah hidup Kejawen ditegaskan untuk selalu ingat akan sangkan paraning dumadi. Mengerti asal muasalnya hingga terjadi di saat ini. Dengan kata lain ; kacang hendaknya tidak melupakan kulitnya.
  6. Hilangkan sikap picik atau dangkal pikir (cethek akal) yang hanya mementingkan kelompok, gender atau jenis kelamin, golongan, suku, budaya, ajaran dan agama sendiri dengan sikap primordial, etnosentris dan rasis. Kita harus mencontoh sikap kesatria para pejuang dan pahlawan bumi pertiwi masa lalu. Kemerdekaan bukanlah milik satu kelompok, suku, ras, bahkan agama sekalipun. Perjuangan dilakukan oleh semua suku dan agama, kaum laki-laki dan perempuan, menjadikan kemerdekaan sebagai anugrah milik bersama seluruh warga negara Indonesia.

Generasi Durhaka

Kesadaran kita bahwa bangsa ini dulunya adalah bangsa yang besar dalam arti kejayaannya, kemakmurannya, kesuburan alamnya, kekayaan dan keberagaman akan seni dan budayanya, ketinggian akan filsafat kehidupannya, menumbuhkan sikap bangga kita hidup di negeri ini. Namun bila mencermati dengan seksama apa yang di lakukan para generasi penerus bangsa saat ini terutama yang sedang memegang tampuk kekuasaan kadang membuat perasaan kita terpuruk bahkan sampai merasa tidak lagi mencintai negara Indonesia berikut produk-produknya. Di sisi lain beberapa kelompok masyarakat seolah-olah menginginkan perubahan mendasar (asas) kenegaraan dengan memandaang pesimis dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa yang telah ada dan diretas melalui proses yang teramat berat dan berabad-abad lamanya. Golongan mayoritas terkesan kurang menghargai golongan minoritas. Keadilan dilihat dari kacamata subyektif, menurut penafsiran pribadi, sesuai kepentingan kelompok dan golongannya sendiri. Kepentingan yang kuat meniadakan kepentingan yang lemah. Kepentingan pribadi atau kelompok diklaim atas nama kepentingan rakyat. Untuk mencari menangnya sendiri orang sudah berani lancang mengklaim tindakannya atas dasar dalil agama (kehendak Tuhan). Ayat dan simbol-simbol agama dimanipulasi untuk mendongkrak dukungan politik. Watak inilah yang mendominasi potret generasi yang durhaka pada para leluhur perintis bangsa di samping pula menghianati amanat penderitaan rakyat. Celakanya banyak pecundang negeri justru mendapat dukungan mayoritas. Nah, siapa yang sudah keblinger, apakah pemimpinnya, ataukah rakyatnya, atau mungkin pemikiran saya pribadi ini yang tak paham realitas obyektif. Kenyataan betapa sulit menilai suatu ralitas obyektif, apalagi di negeri ini banyak sekali terjadi manipulasi data-data sejarah dan gemar mempoles kosmetik sebagai pemanis kulit sebagai penutup kebusukan.

“Dosa” Anak Kepada Ibu (Pertiwi)

Leluhur bumi nusantara bagaikan seorang ibu yang telah berjasa terlampau besar kepada anak-anaknya. Sekalipun dikalkulasi secara materi tetap terasa kita tak akan mampu melunasi “hutang” budi-baik orang tua kita dengan cara apapun. Orang tua kita telah mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan kita hari demi hari hingga dewasa. Sedangkan kita tak pernah bisa melakukan hal yang sama kepada orang tua kita. Demikian halnya dengan para leluhur perintis bangsa. Bahkan kita tak pernah bisa melakukan sebagaimana para leluhur lakukan untuk kita. Apalagi beliau-beliau telah lebih dulu pergi meninggalkan kita menghadap Hyang Widhi (Tuhan YME). Diakui atau tidak, banyak sekali kita berhutang jasa kepada beliau-beliau para leluhur perintis bangsa. Sebagai konsekuensinya atas tindakan pengingkaran dan penghianatan kepada leluhur, sama halnya perilaku durhaka kepada ibu (pertiwi) kita sendiri yang dijamin akan mendatangkan malapetaka atau bebendu dahsyat. Itulah pentingnya kita tetap nguri-uri atau memelihara dan melestarikan hubungan yang baik kepada leluhur yang telah menurunkan kita khususnya, dan leluhur perintis bangsa pada umumnya. Penghianatan generasi penerus terhadap leluhur bangsa, sama halnya kita menabur perbuatan durhaka yang akan berakibat menuai malapetaka untuk diri kita sendiri.

Sudah menjadi kodrat alam (baca; kodrat ilahi) sikap generasi penerus bangsa yang telah mendurhakai para leluhur perintis bumi pertiwi dapat mendatangkan azab, malapetaka besar yang menimpa seantero negeri. Sikap yang “melacurkan” bangsa, menjual aset negara secara ilegal, merusak lingkungan alam, lingkungan hidup, hutan, sungai, pantai. Tidak sedikit para penanggungjawab negeri melakukan penyalahgunaan wewenangnya dengan cara “ing ngarsa mumpung kuasa, ing madya agawe rekasa, tut wuri nyilakani”. Tatkala berkuasa menggunakan aji mumpung,  sebagai kelas menengah selalu menyulitkan orang, jika menjadi rakyat gemar mencelakai. Seharusnya ing ngarsa asung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.  Walaupun tidak semua orang melakukan perbuatan durhaka namun implikasinya dirasakan oleh semua orang. Sekilas tampak tidak adil, namun ada satu peringatan penting yang perlu diketahui bahwa, hanya orang-orang  yang selalu eling dan waspada yang akan selamat dari malapetaka negeri ini.

Rumus Yang Tergelar

Saya tergerak untuk membuat tulisan ini setelah beberapa kali mendapatkan pertanyaan sbb; apakah kembalinya kejayaan nusantara tergantung dengan peran leluhur ? jawabnya, TIDAK ! melainkan tergantung pada diri kita sendiri sebagai generasi penerus bangsa. Meskipun demikian bukan berarti menganulir peran leluhur terhadap nasib bangsa saat ini. Peran leluhur tetap besar hanya saja tidak secara langsung. Keprihatinan luar biasa leluhur nusantara di masa lampau dalam membangun bumi nusantara, telah menghasilkan sebuah “rumus” besar yang boleh dikatakan sebagai hukum atau kodrat alam. Setelah keprihatinan dan perjuangan usai secara tuntas, “rumus” baru segera tergelar sedemikian rupa. Rumus berlaku bagi seluruh generasi penerus bangsa yang hidup sebagai warga negara Indonesia dan siapapun yang mengais rejeki di tanah perdikan nusantara. Kendatipun demikian generasi penerus memiliki dua pilihan yakni, apakah akan menjalani roda kehidupan yang sesuai dalam koridor “rumus” besar atau sebaliknya, berada  di luar “rumus” tersebut. Kedua pilihan itu masing-masing memiliki konsekuensi logis. Filsafat hidup Kejawen selalu wanti-wanti ; aja duwe watak kere, “jangan gemar menengadahkan tangan”. Sebisanya jangan sampai berwatak ingin selalu berharap jasa (budi) baik atau pertolongan dan bantuan dari orang lain, sebab yang seperti itu abot sanggane, berat konsekuensi dan tanggungjawab kita di kemudian hari. Bila kita sampai lupa diri apalagi menyia-nyiakan orang yang pernah memberi jasa (budi) baik kepada kita, akan menjadikan sukerta dan sengkala. Artinya membuat kita sendiri celaka akibat ulah kita sendiri. Leluhur melanjutkan wanti-wantinya pada generasi penerus, agar supaya ; tansah eling sangkan paraning dumadi. Mengingat jasa baik orang-orang yang telah menghantarkan kita hingga meraih kesuksesan pada saat ini. Mengingat dari siapa kita dilahirkan, bagaimana jalan kisah, siapa saja yang terlibat mendukung, menjadi perantara, yang memberi nasehat dan saran, hingga kita merasakan kemerdekaan dan ketenangan lahir batin di saat sekarang. Sementara itu, generasi durhaka adalah generasi yang sudah tidak eling sangkan paraning dumadi.

Tugas dan Tanggungjawab Generasi Bangsa

Sebagai generasi penerus bangsa yang telah menanggung banyak sekali hutang jasa dan budi baik para leluhur masa lalu, tak ada pilihan yang lebih tepat selain harus mengikuti rumus-rumus yang telah tergelar. Sebagaimana ditegaskan dalam serat Jangka  Jaya Baya serta berbagai pralampita, kelak negeri ini akan mengalami masa kejayaan kembali yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, bilamana semua suku bangsa kembali nguri-uri kebudayaan, menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal (local wisdom), masing-masing suku kembali melestarikan tradisi peninggalan para leluhur nusantara. Khususnya bagi orang Jawa yang sudah hilang kejawaannya (kajawan) dan berlagak sok asing, bersedia kembali menghayati nilai luhur kearifan lokal. Demikian pula suku Melayu, Dayak, Papua, Minang, Makasar, Sunda, Betawi, Madura, Tana Toraja, Dayak dst, kembali menghayati tradisi dan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai luhur. Bagaimanapun kearifan lokal memiliki kunggulan yakni lebih menyatu dan menjiwai (manjing ajur ajer) serta lebih mengenal secara cermat karakter alam dan masyarakat setempat. Desa mawa cara, negara mawa tata. Masing-masing wilayah atau daerah memiliki aturan hidup dengan menyesuaikan situasi dan kondisi alamnya. Tradisi dan budaya  setempat adalah “bahasa” tak tertulis sebagai buah karya karsa, cipta, dan karsa manusia dalam berinteraksi dengan alam semesta. Orang yang hidup di wilayah subur makmur akan memiliki karakter yang lembut, santun, toleran, cinta damai namun agak pemalas. Sebaliknya orang terbiasa hidup di daerah gersang, sangat panas, sulit pangan, akan memiliki karakter watak yang keras, temperamental, terbiasa konflik dan tidak mudah toleran. Indonesia secara keseluruhan dinilai oleh manca sebagai masyarakat yang berkarakter toleran, penyabar, ramah, bersikap terbuka. Namun apa jadinya jika serbuan budaya asing bertubi-tubi menyerbu nusantara dengan penuh keangkuhan (tinggi hati) merasa paling baik dan benar sedunia.  Apalagi budaya yang dikemas dalam moralitas agama, atau sebaliknya moralitas agama yang mengkristal menjadi kebiasaan dan tradisi. Akibat terjadinya imperialisme budaya asing, generasi bangsa ini sering keliru dalam mengenali siapa jati dirinya. Menjadi bangsa yang kehilangan arah, dengan “falsafah hidup” yang tumpang-tindih dan simpang-siur menjadikan doktrin agama berbenturan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang lebih membumi. Ditambah berbagai pelecehan konstitusi oleh pemegang tampuk kekuasaan semakin membuat keadaan carut-marut dan membingungkan. Tidak sekedar mengalami kehancuran ekonomi, lebih dari itu bangsa sedang menuju di ambang kehancuran moral, identitas budaya, dan spiritual. Kini, saatnya generasi penerus bangsa kembali mencari identitas jati dirinya, sebelum malapetaka datang semakin besar. Mulai sekarang juga, mari kita semua berhenti menjadi generasi durhaka kepada “orang tua” (leluhur perintis bangsa). Kembali ke pangkuan ibu pertiwi, niscaya anugrah kemuliaan dan kejayaan bumi nusantara akan segera datang kembali.

TRAH MAJAPAHIT

Dalam pola hubungan kekerabatan atau silsilah di dalam Kraton di Jawa di kenal istilah trah. Menurut arti harfiahnya trah adalah garis keturunan atau diistilahkan tepas darah dalem atau kusuma trahing narendra, yakni orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan atau keluarga besar secara genealogis dalam hubungan tali darah (tedhaking andana warih). Banyak sekali orang merasa bangga menjadi anggota suatu trah tertentu namun kebingungan saat menceritakan runtutan silsilah atau trah leluhur yang mana yang menurunkannya. Seyogyanya kita masih bisa menyebut dari mana asal-usul mata rantai leluhur yang menurunkan agar supaya dapat memberikan pengabdian kepada leluhur secara tepat. Dengan demikian rasa memiliki dan menghormati leluhurnya tidak dilakukan dengan asal-asalan tanpa mengetahui siapa persisnya nenek-moyang yang telah menurunkan kita, dan kepada leluhur yang mana harus menghaturkan sembah bakti. Jika kita terputus mengetahui mata rantai tersebut sama halnya dengan mengakui atau meyakini saja sebagai keturunan Adam, namun alur mata rantainya tidak mungkin diuraikan lagi. Mengetahui tedhaking andana warih membuat kita lebih tepat munjuk sembah pangabekti atau menghaturkan rasa berbakti dan memuliakan leluhur kita sendiri. Jangan sampai seperti generasi durhaka yakni orang-orang kajawan rib-iriban yang tidak memahami hakekat, kekenyangan “makan kulit”, menjunjung setinggi langit leluhur bangsa asing sekalipun harus mengeluarkan beaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah tapi tidak mengerti makna sesungguhnya. Sungguh ironis, sementara leluhurnya sendiri terlupakan dan makamnya dibiarkan merana hanya karena takut dituduh musrik atau khurafat. Cerita ironis dan menyedihkan itu seketika raib tatkala sadar telah mendapatkan label sebagai “orang suci” dan saleh hanya karena sudah meluhurkan leluhur bangsa asing. Ya, itulah kebiasaan sebagian masyarakat yang suka menilai simbol-simbolnya saja, bukan memahami esensinya. Apakah seperti itu cara kita berterimakasih kepada leluhur yang menurunkan kita sendiri, dan kepada leluhur perintis bangsa? Rupanya mata hati telah tertutup rapat, tiada lagi menyadari bahwa teramat besar jasa para leluhur bangsa kita. Tanpa beliau-beliau pendahulu kita semua yang telah menumpahkan segala perjuangannya demi kehidupan dan kemuliaan anak turun yang mengisi generasi penerus bangsa rasanya kita tak kan pernah hidup saat ini.

Tolok ukur kejayaan nusantara masa lalu adalah kejayaan kerajaan Pajajaran, Sriwijaya dan Majapahit, terutama yang terakhir.  Trah atau garis keturunan kerajaan Majapahit yang masih eksis hingga sekarang, yakni kerajaan Mataram Panembahan Senopati di Kotagede Yogyakarta, Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di kota Solo, generasi Mangkubumen yakni Kasultanan dan Pakualaman di Yogyakarta. Semuanya adalah generasi penerus Majapahit terutama raja terakhir Prabu Brawijaya V. Berikut ini silsilah yang saya ambil secara garis besarnya saja ;

Prabu Brawijaya V mempunyai 3 putra di antaranya adalah :

1. Ratu Pembayun (Lajer Putri)

2. Raden Bondhan Kejawan / Lembupeteng Tarub (Lajer Putra)

3. Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I (Lajer Putra; tetapi ibu kandung dari bangsa asing yakni; Putri Cempo dari Kamboja ; beragama Islam)

http://sabdalangit.wordpress.com

Trah Ratu Pembayun menurunkan 2 Putra :

1. Ki Ageng Kebo Kanigoro

2. Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging

Ki Ageng Kebo Kenongo menurunkan 1 Putra: (Lajer Putri)

1. Mas Karebet / Joko Tingkir / Sultan Hadiwijoyo/ Sultan Pajang I (Lajer Putri)

Sementara itu Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I, menurunkan 2 Putera yakni :

(1) Pangeran Hadipati Pati Unus / Sultan Demak II

(2) Pangeran Hadipati Trenggono / Sultan Demak III

Keduanya penerus Demak – tetapi akhirnya putus alias demak runtuh karena pemimpinnya tidak kuat.

Kerajaan Demak hanya berlangsung selama 3 periode. Entah ada kaitannya atau tidak namun kejadiannya sebagaimana dahulu pernah diisaratkan oleh Prabu Brawijaya V saat menjelang puput yuswa. Prabu Brawijaya V merasa putranda Raden Patah menjadi anak yang berani melawan orang tua sendiri, Sang Prabu Brawijaya V (Kertabhumi), apapun alasannya. Maka Prabu Brawijaya V bersumpah bila pemerintahan Kerajaan Demak hanya akan berlangsung selama 3 dinasti saja (Raden Patah, Adipati Unus, Sultan Trenggono). Setelah itu kekuasaa Kerajaan Demak Bintoro akan redup dengan sendirinya. Hal senada disampaikan pula oleh Nyai Ampel Gading kepada cucunda Raden Patah, setiap anak yang durhaka kepada orang tuanya pasti akan mendapat bebendu dari Hyang Mahawisesa. Dikatakan oleh Nyai Ampel Gading, bahwa Baginda Brawijaya V telah memberikan 3 macam anugrah kepada Raden Patah yakni; 1) daerah kekuasaan yang luas, 2) diberikan Tahta Kerajaan, 3) dan dipersilahkan menyebarkan agama baru yakni agama sang ibundanya (Putri Cempa) dengan leluasa. Namun Raden Patah tetap menginginkan tahta Majapahit, sehingga berani melawan orang tuanya sendiri. Sementara ayahandanya merasa serba salah, bila dilawan ia juga putera sendiri dan pasti kalah, jika tidak dilawan akan menghancurkan Majapahit dan membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti kehendak Raden Patah. Akhirnya Brawijaya V memilih mengirimkan sekitar 3000 pasukan  saja agar tidak mencelakai putranda Raden Patah. Sementara pemberontakan Raden Patah ke Kerajaan Majapahit membawa bala tentara sekitar 30 ribu orang, dihadang pasukan Brawijaya V yang hanya mengirimkan 3000 orang. Akibat jumlah prajurit tidak seimbang maka terjadi banjir darah dan korban berjatuhan di pihak Majapahit. Sejak itulah pustaka-pustaka Jawa dibumihanguskan, sementara itu orang-orang yang membangkang dibunuh dan rumahnya dibakar. Sebaliknya yang memilih mengikuti kehendak Raden Patah dibebaskan dari upeti atau pajak. Senada dengan Syeh Siti Jenar yang enggan mendukung pemberontakan Raden Patah ke Majapahit, adalah Kanjeng Sunan Kalijaga yang sempat memberikan nasehat kepada Raden Patah, agar tidak melakukan pemberontakan karena dengan memohon saja kepada ayahandanya untuk menyerahkan tahta, pasti permintaan Raden Patah akan dikabulkannya. Hingga akhirnya nasehat tak dihiraukan Raden patah, dan terjadilah perang besar yang membawa banyak korban. Hal ini sangat disesali oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, hingga akhirnya memutuskan untuk berpakaian serba berwarna wulung atau hitam sebagai pertanda kesedihan dan penyesalan atas peristiwa tersebut.

http://sabdalangit.wordpress.com

Penerus Majapahit

Lain halnya nasib Raden Bondan Kejawan yang dahulu sebelum Sri Narpati Prabu Brawijaya V meninggal ia masih kecil dititipkan kepada putranda Betara Katong, dikatakan jika Betara katong harus menjaga keselamatan Raden Bondan Kejawan karena ialah yang akan menjadi penerus kerajaan Majapahit di kelak kemudian hari. Berikut ini alur silsilah Raden Bondan Kejawan hingga regenerasinya di masa Kerajaan Mataram.

Raden Bondhan Kejawan/Lembu Peteng Tarub-Dewi Nawang Sih (Dewi Nawang Sih adalah seorang putri dari Dewi Nawang Wulan-Jaka Tarub) (Lajer Putra)

menurunkan Putera :

1. Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo (Lajer Putra)

2. Dewi Nawang Sari (Kelak adl calon ibu Ratu Adil/SP/Herucakra)

Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo mempunyai 1 Putera:

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo (Lajer Putra)

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo mempunyai 1 Putera bernama:

Ki Ageng Anis (Ngenis) (Lajer Putra)

Ki Ageng Anis (Ngenis) mempunyai 2 Putera :

1. Ki Ageng Pemanahan / Ki Ageng Mataram

2. Ki Ageng Karotangan / Pagergunung I

tp://sabdalangit.wordpress.com

Ki Ageng Pemanahan / Mataram mempunyai 1 Putera:

Raden Danang Sutowijoyo / Panembahan Senopati/ Sultan Mataram I

Panembahan Senopati akhirnya menjadi generasi Mataram Islam (kasultanan) pertama yang meneruskan kekuasaan Majapahit hingga kini. Pada masa itu spiritualitas diwarnai nilai sinkretisme antara filsafat hidup Kejawen, Hindu, Budha dan nilai-nilai Islam hakekat sebagaimana terkandung dalam ajaran Syeh Siti Jenar, terutama mazabnya Ibnu Al Hallaj. Pada saat itu, hubungan kedua jalur spiritual masih terasa begitu romantis saling melengkapi dan belum diwarnai intrik-intrik politik yang membuyarkan sebagaimana terjadi sekarang ini.

Begitulah silsilah lajer putra dari Brawijaya V. Menurut tradisi Jawa wahyu keprabon akan turun kepada anak laki-laki atau lajer putra. Sedangkan Raden patah walaupun lajer putra tetapi dari Putri bangsa asing. Dan Raden Patah dianggap anak durhaka oleh ayahandanya Prabu Brawijaya Kertabhumi dan neneknya Nyai Ampel Gading. Namun demikian, bagi penasehat spiritualnya yakni Ki Sabdapalon dan Nayagenggong yang begitu legendaris kisahnya, pun Prabu Brawijaya walaupun secara terpaksa atau tidak sengaja telah menghianati para pendahulunya pula.

Dari pemaparan kisah di atas ada suatu pelajaran berharga untuk generasi penerus agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Artinya jangan sampai kita berani melawan orang tua, apalgi sampai terjadi pertumpahan darah. Karena dapat tergelincir pada perberbuatan durhaka kepada orang tua kita terutama pada seorang ibu, yakni ibu pertiwi. Dengan kata lain durhaka kepada para leluhur yang telah merintis bangsa dengan susah payah. Karena Tuhan pasti akan memberikan hukuman yang setimpal, dan siapapun tak ada yang bisa luput dari bebendu Tuhan.

Pralampita Leluhur Bangsa

Saya ingin mengambil beberapa bait dari serat Darmagandul yang unik dan menarik untuk dianalisa, sekalipun kontroversial namun paling tidak ada beberapa nasehat dan warning yang mungkin dapat menjadi pepeling bagi kita semua, khususnya bagi yang percaya. Bagi yang tidak mempercayai, hal itu tidak menjadi masalah karena masing-masing memiliki hak untuk menentukan sikap dan mencari jalan hidup secara cermat, tepat dan sesuai dengan pribadi masing-masing.

Paduka yêktos, manawi sampun santun gami selam,

nilar gamabudi, turun paduka tamtu apês,

Jawi kantun jawan, Jawinipun ical, rêmên nunut bangsa sanes.

Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti.

Paduka pahami, bila sudah memeluk gama selam, meninggalkan gamabudi,

Keturunan Paduka pasti mendapatkan sial, Jawa tinggal seolah-olah jawa,

nilai ke-Jawa-annya telah hilang, gemar nebeng bangsa lain

Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang memahami (Kejawa-an)

Cobi paduka-yêktosi, benjing: sasi murub botên tanggal,

wiji bungkêr botên thukul, dipun tampik dening Dewa,

tinanêma thukul mriyi, namung kangge têdha pêksi,

mriyi punika pantun kados kêtos,

amargi Paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela

Cobalah Paduka pahami, besok; sasi murub boten tanggal

Biji-bijian tidak tumbuh, ditolak oleh Tuhan

Walaupun ditanam yang tumbuh berupa padi jelek

Hanya jadi makanan burung

Karena Paduka lah yang bersalah, suka menyembah batu

Paduka-yêktosi, benjing tanah Jawa ewah hawanipun,

wêwah bênter awis jawah, suda asilipun siti,

kathah tiyang rêmên dora,

kêndêl tindak nistha tuwin rêmên supata,

jawah salah mangsa, damêl bingungipun kanca tani.

Paduka pahami, kelak tanah Jawa berubah hawanya,

Berubah menjadi panas dan jarang hujan, berkurang hasil bumi

Banyak orang suka berbuat angkara

Berani berbuat nista dan gemar bertengkar,

Hujan salah musim, membuat bingung para petani

Wiwit dintên punika jawahipun sampun suda,

amargi kukuminipun manusa anggenipun sami gantos agami.

Benjing yen sampun mrêtobat, sami engêt dhatêng gamabudi malih,

lan sami purun nêdha woh kawruh, Dewa lajêng paring pangapura,

sagêd wangsul kados jaman Budhi jawahipun”.

Mulai hari ini hujan sudah mulai berkurang,

Sebagai hukumannya manusia karena telah berganti agama

Besok bila sudah bertobat, orang-orang baru ingat kepada gamabudi lagi

Dan bersedia makan buahnya ilmu, maka Tuhan akan memberi ampunan

Kesuburan tanah dapat kembali seperti zaman gamabudi

http://sabdalangit.wordpress.com

Memahami Leluhur dan Kemusyrikan

Belajar dari pengalaman pribadi dan sebagaimana terdapat dalam tradisi Jawa, saya pribadi percaya bahwa leluhur masih dapat memberikan bimbingan dan arahan (njangkung dan njampangi) memberikan doa dan restu kepada anak turunnya. Komunikasi dapat berlangsung melalui berbagai media, ambil contoh misalnya melalui mimpi (puspa tajem), melalui keketeg ing angga, suara hati nurani, bisikan gaib, atau dapat berkomunikasi langsung dengan para leluhur. Barangkali di antara pembaca ada yang menganggap hal ini sebagai bualan kosong saja, bahkan menganggap bisikan gaib dipastikan dari suara setan yang akan menggoda iman. Boleh dan sah-sah saja ada pendapat seperti itu. Hanya saja tidak perlu ngotot mempertahankan tingkat pemahaman sendiri. Sebab jika belum pernah menyaksikan sendiri noumena atau eksistensi di alam gaib sebagai being yang ada, kesadaran kita masih dikuasai oleh kesadaran akal-budi, kesadarannya hanyalah dalam batas kesadaran jasad/lahiriah semata. Sebaliknya kesadaran batinnya justru menjadi mampet tak bisa berkembang. Padahal untuk memahami tentang kesejatian hidup diperlukan sarana kesadaran batiniah atau rohani.

Bagi pemahaman saya pribadi, adalah sangat tidak relevan suatu anggapan bahwa interaksi dengan leluhur itu dianggap musyrik. Apalagi dianggap non-sense, bagi saya anggapan itu merupakan kemunduran dalam kesadaran batin sekalipun jika di banding zaman animisme dan dinamisme. Menurut pemahaman saya musyrik adalah persoalan dalam hati dan cara berfikir, bukan dalam manifestasi tindakan. Saya tetap percaya bahwa tanpa adanya kuasa dan kehendak Tuhan apalah artinya leluhur. Leluhur sekedar sebagai perantara. Seperti halnya anda mendapatkan rejeki melalui perantara perusahaan tempat anda bekerja. Jika Anda menuhankan perusahaan tempat anda bekerja sama halnya berfikir musrik. Dan orang dungu sekalipun tak akan pernah menuhankan leluhur karena leluhur itu roh (manusia) yang jasadnya telah lebur kembali menjadi tanah. Hubungan dengan leluhur seperti halnya hubungan dengan orang tua, saudara, tetangga, atau kakek-nenek yang masih hidup yang sering kita mintai tolong. Perbedaannya hanyalah sekedar yang satu masih memiliki jasad kotor, sedangkan leluhur sudah meninggalkan jasad kotornya. Bila kita mohon doa restu pada orang hidup yang masih dibungkus jasad kotor mengapa tak dituduh musrik, sedangkan kepada leluhur dianggap musrik. Padahal untuk menjadi musrik itu pun sangat mudah, anda tinggal berfikir saja jika seorang dokter dengan resep obat yang anda minum adalah mutlak menjadi penyembuh penyakit di luar kuasa Tuhan. Atau anda meminta tolong kepada tetangga untuk mbetulin genting bocor, dan orang itu dapat bekerja sendiri tanpa kuasa Tuhan. Saya fikir konsep musyrik adalah cara berfikir orang-orang yang hidup di zaman jahiliah saja. Atau mungkin manusia purba jutaan tahun lalu. Namun apapun alasannya tuduhan musrik menurut saya, merupakan tindakan penjahiliahan manusia.

Kendatipun demikian, jika tidak ada jalinan komunikasi dengan leluhur, para leluhur tak akan mencampuri urusan duniawi anak turunnya. Oleh sebab itu dalam tradisi Jawa begitu kental upaya-upaya menjalin hubungan dengan para leluhurnya sendiri. Misalnya dilakukan ziarah, nyekar, mendoakan, merawat makam, selamatan, kenduri, melestarikan warisan, dan menghayati segenap ajaran-ajarannya yang mengandung nilai luhur filsafat kehidupan.

==========

Saya tegaskan tulisan ini sekedar pemaparan bertujuan senantiasa membangun sikap eling dan waspada. Bila kita memanfaatkannya untuk kebaikan saya optimis akan berguna menjadikan kehidupan lebih baik dan bijaksana. Bila tak dimanfaatkan paling-paling hanya tidak lengkap ilmunya. Peacefully…!

sabdalangit

  1. TEMBANG ILIR-ILIR (Sunan Kalijaga)
    —————————————————-
    Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir

    Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar

    Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi

    Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira

    Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir

    Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore

    Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane

    Ya suraka, surak hiya

    –MAKNA TEMBANG —BI = Bhs Indo—MS = Maksud Sunan

    Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
    (BI) Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
    (MS) Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

    Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
    (BI) Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
    (MS) Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

    Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
    (BI) Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
    (MS) Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

    Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
    (BI) Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.
    (MS) Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

    Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
    (BI) Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

    Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
    (BI) Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore
    (MS) Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Disini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

    Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane
    (BI) Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
    (MS) Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.

    Ya suraka, surak hiya
    (BI) Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA
    (MS) Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

    Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari salah seorang waliyullah kenamaan ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin.

  2. Betul petuah sunan kalijaga masih terasa relevansinya sampai sekarang , seandainya semua rakyat indonesia memeluk agama Islam tentu negara Indonesia akan damai karena tidak ada pertikaian antar agama seperti di Irak & pakistan , seandainya semua pemimpin Indonesia menjalankan semua rukun Islam dan syariat Islam pasti negara Indonesia akan makmur karena tidak akan ada korupsi karena sekarang ini yang banyak melakukan korupsi adalah bukan orang Islam . Seandainya semua rakyat Indonesia menjalankan ajaran islam secara benar tentu tidak akan terjadi kemerosotan moral , tindak asusila , pemerkosaan , penganiayaan terhadap buruh , seperti yang terjadi di Saudi Arabia. Seandainya Rakyat Indonesia semua menjalankan agama islam secara benar pasti Indonesia seperti penganti baru yang menarik hati siapa saja yg melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang2 sekitarnya tidak seperti di pakistan bom meletus setiap hari .

    • Bisa nambahin………

      ber arti merek nama bungkus atau cangkang suatu agama tak menjamin manusia menjadi baik,…..karena tidak banyak yang tahu isi dari agama itu sendiri…..he..he.

      ibarat menanam padi tapi gak pernah di pelihara, walau kena hama dll.
      dan ketika padi itu tua mengunging pun, tak tahu harus di apakan padi tsb
      kecuali di petik dengan tangkainya, lalu di buat hiasan sambil dibanggakan
      bahwa …..aku lah yang tahu tentang hal ihwal padi.

      padahal isi butir padi itu adalah “beras” yang tak pernah terbuka seumur hidup.
      sehingga tidak ada cerita yang menarik tentang isi buah padi “beras”.
      tidak ada cerita ttg beras yg bagus adalah seperti apa…….rasanya…
      tidak ada cerita mananak nasi, …tidak ada cerita bubur merah dan putih…
      tidak ada cerita kue apem dan kue serabi…..
      Juga tak terdapat berbagai masakan yang mendampingi nasi…………

      hingga padi hanya di tanam saja di ladang subur,…….
      diperindah ladang nya, di hias-hias padinya dengan warna warni ….
      yang sesungguhnya pohon padi itu tak memerlukan itu semnua….

      kecuali manusia telah menemukan Esensi padi itu……yaitu “butir beras”
      sehingga manusia yang telah sering makan “beras” mampu bercerita banyak tentang “beras” , sebagai manifestasi “Esensi Padi” dalam implementasi kehidupan yang indah penuh pengalaman dan peng-amalan.

      bersyukur pada rekan semua disini yang telah mampu bercerita tentang “Beras” Ësensi Padi, sebagai manifestasi dari “ILMU PADI” …
      “semakin tua semakin berisi”, semakin banyak cerita pengalaman atas peng-amalan ILmu Padi nya……..yaitu Esensi Agama yang Moderat, tanpa harus dihambat oleh nilai-nilai dogma pemikiran yang terbatas.

      Rahayu…….

    • permisi, numpang “dikit” ya Gan

      ..tentu tidak akan terjadi…..
      —————————————–
      pada setiap zaman selalu ada yg mengusahakan solusi (tentu saja dari para Panjenengan juga) untuk kualitas bersosial/bermasyarakat yg lebih baik, bentuk/wujud solusi ada yg dikenal dgn spiritual, agama, maupun iptek.

      pada setiap zaman (juga) selalu ada alam akhirat, yaitu bagian dari alam semesta yg tua & kolaps (berakhir)
      hanya saja yg terdekat/sekitaran dgn manusia saat ini belum berakhir…maka yg jadi pertanyaan apakah mungkin manusia akan dibangkitkan kembali setelah kematian (misalnya bangun dari kubur kayak zombi) tapi (masih) di planet ini disaat terpanggang matahari yg ‘sekarat’ ?

      jika kuburan seseorang menjadi kosong, apakah itu dapat dikatakan jasad almarhum mengalami seperti ‘rapid combustion’?

      kalopun informasi jejak historis tidak dapat dilenyapkan maka setidaknya dapat dikumpulkan/dikompresikan untuk kemudian diproyeksikan kembali menjadi/untuk alam baru, namun itu butuh power maha besar/dashyat…dst untuk merobek/menembus ruang & waktu/sangkar dimensi yg telah ada, sebagaimana cahaya proyektor mampu menembus sangkar transparannya.

      maka..
      apakah kehidupan (misalnya dunia/di planet bumi) spt saat ini merupakan reinkarnasi dari kehidupan sebelumnya?
      KALO memang iya, bukankah tidak hanya berasal dari masa setelah planet bumi tercipta, tapi bahkan dari sebelum apa yg telah dikenal dgn ‘big-bang’, adakah yg ingat atau mengapa bisa lupa ?
      kesannya terhalang/terkurung noise/hiss Cosmic Microwave Background/hijab.
      kalo bhs kasar/keluh kesahnya: OM(F)G apa yg telah sy perbuat di masa yg lalu hingga sy skrg spt ini…dst.

      CMIIW, skedar rasa penasaran sy saja krn terpentik istilah takdir sekaligus proses sebab-akibat.
      jika “kemarin” tidak ada informasi “begitu”, maka sekarang tentu tidak akan terjadi begini…dst.
      contoh sangat simpel dari takdir itu spt mengapa kita dilahirkan sebagai male/female, mengapa di suatu negara & pada tahun berapa serta mengapa menjadi suatu ras/suku bangsa, dsb.

      ya sy (sok) tau bahwa penasaran diatas sangat bertentangan dgn konsep (pada suatu merk agama) alam akhirat, surga & neraka yg kekal (alam tidak akan repeating), namun seandainya benar jika konsep alam akhirat, surga & neraka kekal itu TIDAK AKAN TERJADI (akan selalu repeating/bersiklus), mau bagaimanakah kita ??? akankah tetap ikhlas untuk mengusahakan kesadaran ber-Tuhan?

      • kalau anda mau bicara masalah hakikat anda harus punya tempat lebih dulu, kecuali kalau anda hendak membuat tempat baru, dan membuat tempat baru itu akan berhadapan dengan semua yang sudah ada…

        hehehe…sudah saya katakan bahwa kadang pikiran terlalu melayang kemana-mana…..
        semestinya dulu kan sudah disampaikan bahwa apa yang sudah pasti itu peganglah dulu,,,,
        apa yang belum pasti maka jangan dipikirkan terlalu mumetz, nanti anda akan gila….dan kalau anda tidak bisa mengobati kegilaaan anda sendiri berarti anda akan hancur….

        apa yang bersifat belum pasti atau relatif itu berisi beberapa point :
        1. A
        2. B
        3. C
        4. dst bisa tak terbatas sebagaimana daya rasa manusia itu kadang tidak ada angka terbatas….

        dengan demikian kalau anda mengikuti hawa rasa maka selama itu anda akan dibuat berputar-putar di tempat saja dan semakin bingung, sementara dari sekian pilihan tersebut seharushnya hanya cukup dijadikan wawasan agar tidak bingung…

        maka solusi sementara biar tidak bingung dan semakin liar, kembalilah kepada tempat anda semula masing-masing….
        saya bisa menjawab semua keraguan anda, namun saya lebih memilih prioritas dan klasifikasi….

        hehehe…

      • …dan kalau anda tidak bisa mengobati kegilaaan anda sendiri berarti anda akan hancur…
        ——————————————————————————————-
        yo’i juga ‘Aya Ueto-sama,
        ntar bisa2 kayak (kapal) Yamato (dan sodarinya Musashi) sbg ni’hon/’dua realita’,
        biar kate bedilnya gede2 sbg ‘pegangan’ pasti (“gila” ke-menang-an)…tapi eh jadi terpaksa malah ketemu “serangga” yg ‘menghancurkan’. ^_^

  3. MAKNA RONGGENG TUJUH KALA SIRNA
    —————————————————–
    Alur cerita Ronggeng Tujuh Kala Sirna, sama dengan cerita-cerita lama lainnya yang tokoh utamanya seorang satria yang bertapa untuk mencapai keinginannya, lalu digoda para bidadari — dalam hal ini diperankan Ronggeng. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi, Sang SP tergoda Ronggeng sehingga batal bertapa, atau Sang SP mampu mengatasi godaan Ronggeng, sehingga berhasil tapanya. Temanya selalu jelas warna hitam dan putih. Berhasi atau gagal. menang atau kalah. Dalam cerita RTKS sang SP berhasil tapanya, berarti mampu menahan godaan para Ronggeng.

    Menyimak alur sederhana di atas, kita sudah bisa menyimak makna fungsi semiotika dari peran RONGGENG, yaitu sebagai batu penguji, untuk men-tes keuletan sang SP.

    Sang Ronggeng dimaknai sebagai faktor penguji bagi keuletan sifat Kesatriaan yang ada di diri tiap insan, baik laki-laki maupun perempuan.

    Sang Ronggeng yang tujuh adalah simbolisasi dari kelima indra yang tampak ditambah dengan dua indra yang tak tampak. Maka simbol dari ke-7 ronggeng tersebut adalah:

    Menguji daya tarik mata/penglihatan:
    “Ulah sok tenjo-tenjona, ari lain tenjoeunana” (jangan kau lihat kalau bukan yg hak kau lihat).

    Menguji daya tarik telinga/pendengaran:
    Ulah sok sadenge-dengena, ari lain dengekeuneunana”
    (jangan kau dengar, kalau bukan yang hak kau dengar).

    Menguji daya tarik hidung/penciuman:
    “Ulah sok saambeu-ambeuna, ari lain ambeuaneunana”
    (jangan kau cium/hirup kalau bukan yang hak kau cium/hirup).

    Menguji daya tarik mulut, fungsi mulut: berucap, makan/rasa lidah :
    Ulah saomong-omong, ari lain omongkeuneunana, ulah sahuap-huapna ari lain huapkeuneunana (jangan bicara kalau bukan hak kau bicara, jangan kau makan kalau bukan hak kau makan).

    Menguji daya tarik tangan/kulit, rasa meraba/perabaan:
    “Ulah sok sacabak-cabakna ari lain cabakeunana”
    (jangan sembarang raba/pegang, kalau bukan yang pantas/hak kau raba/pegang).

    Menguji daya naluri (intuisi):
    “Ulah ceuk rarasaan tapi kudu ceuk RASA SURASA”
    (jangan menurutkan perasaan tapi turutkanlah RASA yang SEJATIi).

    Menguji daya semangat hidup:
    “Ulah sok luas-luis leos, tapi kudu cageur, bageur, bener, pinter, pangger, teger, wanter, singer, cangker” (jangan hanya berhias diri lalu pergi tanpa tujuan, tapi harus cageur, bageur, bener, pinter, pangger teger, wanter, singer dan cangker)

    Itulah makna/tugas dari Ronggeng dalam kajian semiotika filsafat Sunda. Ternyata mulia sekali tugas SANG RONGGENG di BELAKANG PANGGUNG.

    Jargon yang dikemukakan untuk Sang Ronggeng adalah:
    Tanpa sang ronggeng/bidadari, tak akan ada sang SP.

    SP yang gagah perkasa adalah yang mampu menghadapi dan mengatasi tantangan diri dan jamannya. karena itu manusia harus mampu “ngigelan jeung ngigelkeun jaman”.

  4. untuk saat ini..sang Hyang Wisnu saya rayu..diam saja beliau…biarlah jadi rahasia, katanya??

    hmm..
    sanghyang wisnu saja merahasiakan..
    lalu..seberap rahasiakah itu gerangan..
    jika memakai logika
    dewa wisnu saja tidak “berani” mengungkapkan…lalu………..YTH RD..mohon jabarkan …
    makasih.wassalam

    • @RP
      Kalo dari Cermin Sunyaruri Hyang Wisnu.. terlukiskan dalam diri raja phandita terdapat 10 buah gunung…10 buah lembah.. dan 10 buah jurang yang sangat dalam…..

      nuwun

  5. @ RD

    Mbah,
    Mohon pencerahannya secerah2nya utk sy yg bodoh ini….
    mbok iyao… dibabar sejelas2nya versinya simbah, siapa sebenarnya Imam Mahdi, RA, SP, BA, Pemuda Bn Tamim, Pemuda Berjenggot dll.

    Apakah Imam Mahdi = RA ?
    SP = BA = PBTamim ?
    Pemuda Berjenggot = Nabi Isa ?
    Ada berapa SP ?
    SP + pasukan perangnya berjumlah 313 ?
    SP Indonesia ada 2 ? SP Islam dan Kejawen (asuhan Sabdo Palon) ?
    ‘Perang Bintang’ antara SP black n white, Indonesia Vs Jepun? Dimana kedudukan SPnya Kejawen / bela siapa?
    (Koq mbulet ya pertanyaannya…?)
    Lebak Cawene ada dimana? Arab/Mekah? atau Banten Indonesia atau dimana?

    Sy kira banyak pembaca yg setuju kalo simbah memaparkan versinya seperti Kang Sabda yg dengan versinya sendiri demikian juga dg ‘Putrinya Bu Lurah’…. masing2 punya versi sendiri.

    Salam

    • SP dunia itu lawannya Dajjal….
      sementara itu ada SP lain yang kelas lokal dan nasional, ini bukan lawan Dajjal, jangan coba melawan dajjal pasti kalah…..
      SP dunia tidak bisa dibunuh oleh Dajjal, yang jelas serang menyerang, kadang terdesak tu sudah biasa, tapi tetap saja mereka tidak bisa saling membunuh…
      tar rencana ke depannya itu juga kalau ga males…..
      Dajjal akan dipenjara oleh SP, sampai waktu tertentu….

      semua pasukan Dajjal berikut simpatisannya akan dipenjara oleh SP dan pasukannya, serta SP lain dibawah SP dunia….dahsyat ga….hahahaha…

      ya rencana ke depannya akan terjadi perang UFO vs pesawat jet tempur buatan manusia bumi yang masih primitip……hahahaha…

      jadi SP lain yang kelas lokal dan nasional harus tunduk dibawah SP dunia, mengenai jumlah SP lokal tentu ada banyak sekali…sesuai dengan jumlah lowongan yang ada di daerah…..dan di negara YBS…

      itu kalau bicara dari segi SP, dari segi pendamping SP, maka tentu sajalah akan ada pendamping2 SP yang jumlahnya banyak sesuai jumlah SP lokal yang banyak juga,,,,

      mengenai SP dunia, dia kan raja dunia maka isterinya minimal dari wanita bule, wanita Jepang, wanita blonde dan wanita INdonesia itu juga kalau tubuhnya sudah ramping hahaha…

    • @Gamalpra.

      menurut saya yg ‘cubluk’ ini sejauh yg saya ‘tahu’ dan ‘tempe’…

      1. RA = Imam Mahdi..bedanya RA itu istilah Jawa/Nusantara..Imam Mahdi istilah Arab

      2. RA / Imam Mahdi membawahi banyak SP..ada benar nya juga yg dibilang Aya Ueto..kemungkinan SP lintas negara memang ada..sekarang banyak juga fenomena bocah Indigo yang mungkin juga nanti jadi SP.. kalo ditarik benang merah nya..selain kemampuan spiritual tentunya SP harus berbudi luhur.

      3. Mengapa disebut Imam Mahdi atau Imam yang dapat petunjuk..karena beliau turun langsung dari singgasana Tuhan (Arasy).

      4. Mengapa disebut Ratu Adil karena mahkota yang dipakai itu adalah Ratu, meskipun menjadi Raja tapi bermahkota Ratu.

      5. Budak Angon (budak/hamba/orang yg ditugasi meng-angon RA) : setahu saya adalah kakak seperjuangan Prabu Siliwangi sendiri ..kerja nya nya mengumpulkan ranting2 dan daun2 (bahasa kiasan: tukang sapu) alias Pangeran Sapu Jagad..beliau adalah auliya leluhur pajajaran, menitis dari jaman ke jaman.. sampai sekarang..tugasnya menjadi pendamping sejati RA.

      6. Lebak Cawene adalah Ka’bah (SK Kerja: Imam Mahdi) dan Petilasan Prabu Siliwangi (SK Kerja: RA) jadi itu 2 tempat yg sama secara hakikat (SK = Surat Keputusan).

      7. Kalo Permuda Berjanggut memang sejauh yg saya `tahu dan `tempe itu Nabi Isa as….yg jelas memang tugas nya membimbing SP dan RA

      Rahayu

      • masalah Imam Mahdi dan SP sudah dibahas panjang2 di blog eddy corret, kesimpulan beberapa teman yang menurut saya paling kuat, adalah mereka beda orang dan beda jaman, jaraknya 100 – 200 tahun…

        kemarin si raja pandhita sudah memberikan beberapa periode tentang keadilan dunia, bukan indonesia saja…

        fase pertama, dari masa SP dunia….dan sp2 lain di bawah SP dunia,,,

        fase kosong kembali ke titik lama, walau pada masa ini tetap ada generasi SP lain …pada masa ini Dajjal akan menang lagi karena SP dunia sudah pergi ……..sehingga dajjal sudah lepas tidak ada lawan seimbang….
        pasukan dajjal akan menyerang Indonesia hahahaha….kalah lah negeri ini, tapi nanti kira2 100 – 200 tahun lagi,,masih lama woiiiii……

        fase terakhir adalah Imam Mahdi yang merupakan keturunan dari SP….
        fase ini adalah bersamaan turunnya nabi Isa menurut konsep Islam…

        kira2 minimal 100 -200 tahun……

        intinya pesan saya, jangan mendiskriminasikan antara SP dan Imam Mahdi, kecuali kalau dua-duanya ga jadi turun….

        muslim sering mengharap kemunculan Imam Mahdi tapi mereka tidak bisa bersikap jernih lebih mengagung-agungkan Imam Mahdi sementara SP mereka lupakan…..

        dan itulah hahahaha…….makanya banyak orang yang di blog eddy corret pergi mereka kecewa karena sampai sekarang muslim masih bersikap diskrimasi kepada SP,,,lebih mengagungkan imam mahdi,,,padahal tanpa ada SP,,,imam mahdi tidak ada…

      • Trims, Om RD n Aya….

        Salam

  6. Yth Raja dewa
    1. apa makan sederhana dari 10 gunung,lembah,jurang?
    2. menurut hampir 15 sepuh cirebon, bandung,tasikmalaya…saya ditunggu oleh seoarang sepuh di buniwangi…janggot saudel, memakai jubah wali, memiliki ilmu sagala…dan merah delima 700.00 tembus air warna…..siapakah beliau, mereka semua mengatakan ditunggu oleh beliau…mksh
    wassalam…..
    3 dari rangkumana para sepuh yg saya temui..mereka mengatakan..saya akan diberikan amanah oleh sepuh nuswantara, khususnya eyang sri..lalu amanah itu sudah ditentukan sejak dahulu kala,tidak bisa dicabut,takdir, mengenai 3 hal juru damai tasbih ummat..dan yang mendampingi saya selama ini, bukan leluhur nuswantara, mereka hanya memantau dan menunggu, namun yang mendampingi ialah jiwa nabiyulloh isa as…lalu katanya saya sudah dinobatkan namun tinggal nunggu dilantik…..dan akan memiliki ilmu MAHA..hampir seluruh yang mengatakan itu,semakin dalam mereka mencoba menembus..semakin berkeringat dan akhirnya angkat tangan…katanya itu diluar jangkauan mereka..malah salah satu spuh diciremai mengatakan..mending ditinggang balok daripada ditempiling para sepuh…keraton kasepuhan cirebon…sepuh sumedang,trusmi, tasik…semua mengatakan hal sama..hingga terakhir habib muhammad al rifqi ubudillah kalsel..
    entah mengapa mereka mengatakn semua itu, tanpa saya minta..habib bilang dia adalah salahsatu pengawal sesepuh……mohon diterangkan segamblanghnya..apa maksud hakekat dari pernyataan mereka..mereka orang alim, ibarat sekali kepret klenger orang…mereka semua orang dihormati semuanya didaerahnya..termasuk ki kasim penghulu gunungjati ……jujur saya PENASARAN..maksud dari mereka semua..
    mohon pandangannya terimakasih
    wassalam

    • @raja phandita
      10 gunung , lembah, jurang
      gunung bisa berarti ilmu atau maqom
      lembah artinya kebaikan , rahmat
      jurang artinya keburukan , cobaan

      Sekian banyak sepuh saya lihat sudah merestui RP ..ilmu sepuh pajajaran memang jauh diatas habib2, jadi pantes mereka geleng2? RP bilang..kalau sudah dinobatkan namun tinggal nunggu dilantik ?…ya berarti tinggal tunggu aja kan, sabar aja.

      mengenai tugas RP: 3 juru damai tasbih ummat. kalimat ini sepertinya nanti tugas RP lebih ke arah duta perdamaian (seperti duta PBB / Dubes?)

      Nabi Isa memang mendampingi SP2..tidak semua orang. tetapi..tidak ada makan siang yg gratis..anugerah yang datang.. mengemban tugas dan amanah..

      Rahayu

      • @Raja Dewa
        Kalau RP ,benar mendapat tugas duta/juru damai,berarti dia salah satu dari SP(ada lima SP) yang nanti akan menempati sebagai sekjen PBB dan tugasnya adlah memindahkan markas PBB ke Indonesia,agar netral tdk terkuasai/terpengaruh negara lain.Tapi sunnguh benar kata RD kalau semua tdk gratis,sampai apa yg ia miliki akan diambil sebagai ujiannya,bahkan bisa termasuk harga dirinya.
        Tapi ,saya ucapakan selamt berjuang !
        kang RD lalu Sp yang empat dimana sja posnya ?

      • @Tembayat

        Kadang kita harus melepaskan sesuatu yang kita cintai baik berupa harta atau pun nyawa demi menyambut anugerah Ilahi..rumusnya semakin banyak air mata..semakin deras, mata-air rahmat Nya. mengenai formasi 5 SP..yang saya baru temukan mnrt saya Yudhistira..tapi dari Yudhistira ini saya lihat sudah kontak ke Arjuna…saya sendiri sudah punya acuan yang jadi Bima..sepertinya mungkin masalah waktu saja (sebentar lagi)..kan masing2 punya lambang, kalo akang Bintang Kembar..lambang saya Bintang Arsy, kalau Bima lambangnya Tulang Bumi.. masing2 harus kasih lambang..itu nanti disatukan.. salam

  7. saya lagi keruh
    tolong yang ikut commentar jika mau menanggapi jangan asal..karena saya TIDAK MAIN MAIN..
    dengan segala hormat,,,pada semu….
    tentang jepang..gak perlu dibesar besarkan…MEREKA PENJAJAH….
    kilas balik setiap daerah yang ada dikepala saya,pasti saja kacau atau kena bencana..banten, cilacap, ciwidey,makassar, padang,yogya, merapi, bromo, bali,jatim..entah kenapa..namun itu terjadi….saya berpikir siluman sulumun jin sesepuh , para dahyang atau apapun itu akan bergerak kedaerah yang terlintas dikepala saya…..

    kalau ada yang membanggakan jepang, londo malaysia..jika ga ada yang berani..ntar saya yang GAMPLENGIN….

    • Prabu Parikshit Tri Budi Dharma

      Maksud anda apakah anda merasa anda adalah SP?
      hahahahahahahahahaha
      NGIMPIIIIIIIIIIIIIIIIII.!!!!!!!!!

      • wooiii….>RP ….anda ga tahu diri……..emang selama ini anda belajar darimana…..dan siapa yang anda memaksa anda untuk menatap sesuatu sampai anda tidak pernah merasa bosan….

        sudah dari kemarin kesalahan masa lalu sudah saya tebus dengan menyelamatkan Indonesia, ITU ANDAI KAMU TAHU…..

        huh….tidak tahu diri anda nih,,,,,aku ini keturunan Jepang – Indonesia, dll….
        tapi aku menebus dosa saudara di masa lalu dengan menyelamatkan Indonesia kemarin dan sudah berkali-kali…..

        hahaha…..tidak tahu diri anda……makanya jangan rasialis……

        memang primitip manusia bumi…….huh….sampai sekarang masih bicara rasialis…..semua kemarin sudah saya tebus…siapa yang menyelamatkan jutaan nyawa manusia Indonesia kemarin kalau bukan aku….keturunan Jepang yang ada di indonesia…..

        woiii aku masih tahu diri……aku tidak akan merampas kekuasaan di INdonesia…..aku akan jadi kaisar di Planet Biru,,,,dan Tuhan maha adil….memberi ganti yang seimbang atas semua perbuatan baik dan nilai kesabaran serta ketulusan….

        indonesia sudah hancur dari kemarin kalau aku tidak menyelamatkan dengan ijin Tuhan……

        huhh……..sampai kapanpun kalau watak anda seperti itu, jangan mimpi untuk bisa menjadi ratu adil…….

  8. @Raja Dewa
    saya belakangan agak risih,dg orang-orang yg memperebutkan bueh duren emas(Telomoyo/tejomoyo).Pada hal 3 bidadari itu sdh memberikan padaku,bahkan Kyai lurah sdh mengiayakan.
    Siapa 3 bidadari itu apa betul bidadari ? dan buah itu sebenarnya apa ya,kang ?
    nuwun

    • satria jawa sedang stress semua karena punya saingan SP dari negeri Jepang,,,,,
      padahal siapa yang menyelamatkan Indonesia dengan doa yang dikabulkan sampai langit tujuh,,,,,GADIS JEPANG……………!!!!

      makanya tanya lah kalau tidak tahu….jangan asal bicara…..sebel aku …….

      213 > niskala nara sanghra……

      tanya maknanya kalau tidak tahu………

  9. @akang Tembayat
    kalo akang maksud itu Tejamaya..(mungkin simbolnya durian emas?) memang ada wahyu Tejamaya..yang diperebutkan kurawa dan pandawa..

    Wahyu Tejamaya ini mempunyai kekuatan untuk menciptakan keselarasan dalam suatu kerajaan, berisi 5 prinsip:
    1) Pandhawa adalah pelindung semua ciptaan,
    2) Semar adalah guru kebijaksanaan,
    3) Pemeliharaan kesejahteraan Pandhawa,
    4) Kewajiban raja untuk memberi contoh yang baik kepada rakyatnya dengan cara,
    5) Setia pada DARMA atau HUKUM

    mnrt saya, simbol durian emas itu berarti meskipun berat (disimbolkan banyak duri)..ke-5 hal tersebut adalah bersifat mulia (bagaikan emas) dan bila dilaksanakan, rasanya sangat nikmat bagi rakyat (seperti nikmatnya buah durian)

    bidadari tersebut adalah bidadari kahyangan..salam

    —-

    Sang Hyang Tunggal akan menurunkan kanugrahan ke dunia berupa Wahyu Tejamaya. Barang siapa, baik satria maupun raja, yang bisa menggenggam wahyu tersebut akan mendapatkan kebahagiaan dan kerajaannya menjadi gemah ripah loh jinawi.Adalah sang Prabu Dewasrani, raja dari Nusakambana, yang ingin sekali mendapatkan wahyu tersebut. Untuk itu, segala upaya ditempuh guna menggenggam Wahyu Tejamaya.

    Apalagi, Dewasrani ialah anak Batara Guru, rajanya para dewa, sehingga ia merasa paling bisa dan berhak untuk memboyong knnngraimn tersebut.Dengan diantar ibunya, Batari Durga, Dewasrani menuju Kayangan Jonggring Saloka menghadap ayahandanya, Batara Guru, meminta bantuan untuk mendapatkan wahyu tersebut. Batara Guru pun menyanggupi untuk membantu Dewasrani.Batara Guru bersabda agar wahyu tersebut bisa jatuh ke tangan Dewasrani, syaratnya adalah dengan membunuh terlebih dulu para satria Pandawa berikut pamongnya, yakni Semar Badranaya.

    Itulah satu-satunya cara untuk mendapatkan Wahyu Tejamaya karena menurut perhitungan Batara Guru, wahyu memang akan turun ke satria Pandawa.Namun, strategi Batara Guru tersebut ditentang habis-habisan oleh mahapatihnya sendiri, yakni Batara Narada. Narada tidak sependapat dengan cara-cara yang ditempuh Batara Guru itu, yakni membunuh Pandawa dan Semar yang tanpa dosa.Narada mengatakan dewa seharusnya menjadi pengayom titah dan menegakkan keadilan di ngarcapada. Jadi kalau Batara Guru memerintahkan membunuh titah, itu berarti bertolak belakang dengan misi suci kedewataannya. Dengan kata lain, justru merusak tatanan atau hukum dunia.

    Dan karena tidak sejalan, a-khirnya Narada dinonaktifkan dari jabatan kedewataan. Narada mengaku tidak patheken dinonaktifkan.Dia kemudian turun ke ngar-capada untuk memberitahukan kepada Semar dan Pandawa tentang rencana jahat Batara Guru dan Batari Durga itu.Untuk memuluskan rencananya. Batara Guru mengatur strategi khusus. Guna memudahkan langkah mencari sekaligus membunuh Semar, dia perintahkan para dewa yang masih setia kepada dirinya memba warna atau berubah wujud menjadi satria Pandawa.

    Kemudian Batari Durga diberi tugas berubah wujud menjadi Prabu Kresna, raja Dwarawati yang juga penasihat Pandawa. Sementara itu, Batara Kala diberi tugas berganti wujud menjadi Semar palsu dan diberi tugas membunuh Pandawa.Dengan strategi itu, semua o-rang akan mengira bahwa antara pamong dan Pandawa saling bunuh. Dengan demikian, kesan bersih Batara Guru tetap akan terjaga.

    Suatu ketika, Semar sedang menerima tamu, yakni para Pandawa di Nglampis Ireng. Kedatangan Pandawa itu untuk mengetahui kondisi Semar. Mereka khawatir apa yang terjadi pada Semar karena sudah beberapa kali piso-wanan ia tidak hadir di Kerajaan Amarta.

    Semar menjelaskan ia tidak bisa sowan ke Amarta karena baru ditinggal pergi istrinya, yakni Dewi Kanastren. Selain itu, Semar sedang prihatin karena ia mengetahui akan turunnya wahyu kamu-lyan, tetapi keselamatan dirinya dan momongannya, yakni satria Pandawa, dalam ancaman.Eling-eling Semar itu juga adalah Batara Ismaya. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan demi keselamatan. Semar minta para Pandawa masuk ke kuncung-nya,kecuali Bima.

    Bima diminta mencari Dewi Kanastren. Semar kemudian menghadap Sang Hyang Tunggal di Sunyaruri untuk minta keadilan atas rencana turunnya Wahyu Tejamaya.Belum lama berselang Semar meninggalkan padepokan Nglampis Ireng, para Pandawa palsu dan Kresna palsu yang diikuti wadya bala yaksa (balatentara raksasa) dari Nusakambana merusak padepokan Semar. Mereka ingin bertemu dengan Semar dan membunuhnya.

    Namun, ajudan Semar yang bernama Raden Danar Wulung dan Raden Kuda Pawana mampu menghalau para pengacau itu.Mereka kemudian mencari Semar di Kerajaan Amarta. Namun di tengah perjalanan, Pandawa jadi-jadian itu bertemu Semar palsu.Pandawa palsu itu mengira Semar palsu itu Semar asli. Maka terjadilah perang mati-matian hingga akhirnya mereka semua badar atau berubah ke wujud aslinya, yakni para dewa dan Batara Kala. Karena merasa malu dan gagal menemukan Semar dan Pandawa, akhirnya para dewa tersebut kembali ke kayangan.

    Kejujuran

    Pada bagian lain, Sang Hyang Tunggal sedang menerima kedatangan Semar yang diikuti para Pandawa di Sunyaruri Awang-awang Kumitir. Semar mengutarakan maksud kedatangannya, yakni menanyakan kenapa para dewa akan membunuh dirinya dan Pandawa untuk mendapatkan wahyu.

    Sang Hyang Tunggal menjelaskan perilaku para dewa tersebut keliru. Dia bersabda, siapa pun yang ingin mendapatkan kanugrahan harus memiliki niat yang luhur dan ikhlas serta harus mempunyai tanggungjawab moral terhadap kanugrahan itu sendiri.Tidak semestinya untuk mendapatkan kanugrahan itu harus mengorbankan orang lain yang tanpa dosa.Menurut Sang Hyang Tunggal, hanya para Pandawalah yang berhak mendapatkan kanugrahan Wahyu Tejamaya melalui pamongnya, Semar Badranaya. Selain itu, setelah mendapatkan wahyu, Semar diminta segera turun ke Bumi dan tidak lama lagi istri tercinta Dewi Kanastren sudah bersama sang Bima.

    Dari cerita itu, dapat kita ambil benang merahnya, bahwa kearifan seorang pemimpin harus dilihat dari niatnya dalam memimpin, keikhlasan serta tanggung jawab dalam mengemban amanah.Apalagi kalau jabatan atau kanugrahan tersebut diemban tanpa keikhlasan, yang terjadi adalah akan saling sikut-sikutan dan memfitnah. Dan lagi, dari cerita itu, siapa yang mulai berbuat tidak jujur akan mendapatkan karmanya, sapa sing mbibiti ala wahyuning bakal sirna.

    • candradimuka jogja

      Salam saudara semuanya. @ denmas RD. mohon petunjuk dan alamat petunjuk tentang hamba. nyuwun idi palilah ngeyom Ki sabda langit. salam rahayu.

  10. SEMUA BELUM TAHU RASANYA KENA,PUKULAN MATAHARI YA…..????

    • dasar sableng …. jurus pukulan matahari itu milik ku

    • KANG WIRO …. PENDEKAR GURU SILAT ANDA ITU AKU TAHU BERASAL DARI JEPANG MASIH SATU GURU DGN RINA AIZAWA …… NAMANYA SHINTO GENDENG DAN ANDA MURID YG KE-212 YA KAN?

      RINA AIZAWA KE INDONESIA ITU MEMANG MENCARI ANDA
      SHINTO GENDENG SEBENARNYA ANAKNYA PRABU DASAMUKA ALIAS PENDEKAR 10 WAJAH …. PRABU DASAMUKA ITU PUNYA ILMU PISANG DAN ILMU PANCASONA, JIKA ANAKNYA LAHIR PEREMPUAN, MAKA ANAKNYA SENDIRI MAU DIKAWINI (GILA KAN?) TAPI KEBURU DI LARUNG, UNTUK MENGELABUI DIBUATLAH SEGUMPAL AWAN AKU (INDRAJIT) DARI SEGUMPAL AWAN …..
      KETIKA SHINTA UDAH GEDE DIPERSUNTING OLEH PRABU RAMA ….
      BAIK PRABU RAMA WIJAYA S/D ANOMAN DLL GAK ADA YG BISA NGALAHIN INDRAJIT, KARENA AKU PUNYA AJIAN SIREP MEGANANDA …..
      SEKARANG INI JAMAN EDAN AKAN AKU SIREP DENGAN AJIAN KU AGAR MANUSIA PADA BERMAIN KATA2 DI INTERNET …. SEHINGGA LUPA SABLENGNYA HA HA HA …..
      ASAL TAHU AJA, SENJATA KAPAK MILIK ANDA SEKARANG INI DISALAHGUNAKAN OLEH GEROMBOLAN KAPAK MERAH ……. SARAN INDRAJIT, ANDA HARUS BER SINERGI DGN RINA AIZAWA UNTUK MENGALAHKAN, RD & SUNAN TEMBAYAT …… ITU AJA PESANNYA, SEMOGA BERHASIL OK SELAMAT BERJUANG, TOLONG PESAN INI AGAR DIBAKAR JANGAN SAMPAI KEBACA ORANG LAIN !!!!

      • enak saja, aku diminta sinergi dengan yang lain, sudah saya bilang, semua HARUS TUNDUK DI BAWAH KAKIKU……huh…mau melawan…..hahaha…

        semua deh, nih saya sebut satu persatu, tembayat, raja dewa, raja pandhita, gamalpra, indrajit, parikesit, wayang gemes, dewi, donny, erika damayanti, apa lagi yah….

        semua harus tunduk……. itu juga kalau memang, dan bukan tidak….

        soryy…..ilmu saya itu ZERO…power in zero….masa saya harus bersinergi ,,,huh…kebakar kalian tahu hahahaha….

        jalan yang benar itu kalian semua harus tunduk, jangan membantah, jangan menyerang, ingat siapa yang kemarin berkata pedes, saya balas kembali dengan lombok pedes….huh….

        hahaha…..

        woiiiii….semua perhatikan….semua jagoan di seluruh dunia ini sejak solomon kane dari inggris, samurai dari Jepang, punisher, batman, superman, spiderman………apalagi sampai wirosableng, mahesa jenar dll dll…..semua itu akan aku kalahkan…..

        mereka semua sudah ada dalam kekuatanku….dan mereka memang seperti yang aku bilang…kepanah asmara……

        ah sungguh…..ga tahu,…dan aku males nerusin kalimat ini…

        ingat, aku bisa membuat kalian semua gila dari kemarin kalau aku mau, tapi aku ampuni kalian semua…..hmmm hehehe…

  11. parikesit..
    Maksud anda apakah anda merasa anda adalah SP?
    hahahahahahahahahaha
    NGIMPIIIIIIIIIIIIIIIIII.!!!!!!!!!..

    makanya baca baikbaik tulisan saya ..GOBLOG..
    saya gakmerasa..kalau sampean gak ngerti..jangan sok ngerti
    berkacalah pada kisabdo, RD,tembayat…

    • HI RAJA PENDETA …. SP JUMLAHNYA BANYAK …. YG ADA DI BLOG INI SEMUA BERPELUANG JADI SP KECUALI ANDA YG …..
      BUKAN MEMBELA PARIKESIT, MEMANG MENURUT SEJARAH WAYANG YG PERNAH AKU DENGER DARI RINA AIZAHWAT, DALAM PERANG BARATA ANTARA KURAWA DAN PANDAWA (ANDA KAN DIPIHAK KURAWA) YG MENANG ADALAH PANDAWA.
      ARJUNA PUNYA ANAK ABIMANYU/ANGKA WIJAYA PUNYA ANAK PARIKESIT.
      BERHUBUNG ABIMANYU SBG PEWARIS PANDAWA TEWAS, MAKA PARIKESIT LAH YG MEWARISI KERAJAAN HASTINAPURA …. BERGELAR PRABU PARIKESIT …
      SETELAH BUBAR BARATA, RAJA DEWA ALIAS PEMUJA DEWA WISNU, YG PADA WAKTU ITU INKARNASI KE TUBUH KRESNA JUGA MOKSA …..
      PRABU KRESNA TEWAS KRN KARMANYA SENDIRI …. KAKINYA KETIKA LAGI BERAK DI TANAH KOSONG TERKENA PANAH MENANCAP DI KAKINYA, DIA KENA APESNYA …… CERITA INI BERAWAL DARI SERPIHAN2 GADA WESI KUNING AH PANJANG CERITANYA …..
      PERTARUNGAN MEMPEREBUTKAN JABATAN SP MASIH PANJANG DAN ANDA TIDAK AKAN MENJADI APA2 KRN ILMU ANDA MASIH DI BAWAH SUNAN TEMBAYAT …… SUNAN TEMBAYAT ITU MURIDNYA SUNAN KALIJAGA …
      UNTUK SEMENTARA INI INDRAJIT HANYA SBG JURI DAN JUGA DURI DARI MRK YG SEDANG BERTARUNG MEMPEREBUTKAN SP …. SEMUA ADA VARIABEL DENGAN HUBUNGAN LELUHUR & KEMBALINYA KEJAYAAN NUSANTARA …..
      SAMPAI SAATNYA TIBA, PARA CALON2 SP YG SEDANG BERTARUNG, AKAN SAYA SIREP DGN AJIKU MEGANANDA …. KARENA INDRAJIT DIBUAT DARI MEGA MEGA MEGA PUTIH ….. BAHKAN PETIR PUN BERASAL DARI SAYA HA HA HA ….

      • kaya judi saja berpeluang..
        yang pasti ya satu….
        coba anda bermain HOLDEM TEXAS POXER
        jika kartu anda double house/istim/pokat..
        SAMPAI NGECESPUN JIKA KARTU ANDA CUMA SERI..TOK DOANG
        GAK BAKALAN MENANG….REALISTIS….
        NGAKU AJA ENTE PENGEN JADI SP…SAYA TIDAK DUKUNG1000%
        SAYA MASIH WARAS
        YANG PANTAS JADI SP YA KISABDO, RD,TEMBAYAT
        BACALAH DENGAN SEKSAMA..
        ATAUOTAK ANDA GAK BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BENAR DAN LURUS…..
        NGARAANG….
        BELAJAR MENEYUSUN KALIMAT YANG EJAANNYA BENAR….
        AKU KURAWA…ANDA BUKAN PANDAWA..PANDIWI SAJA…

        CERITA WAYANG..KOE PUNYARIBUAN KOMIKNYA..KAYA WIRO212 HE HE

  12. parikesit..sampean jangan kaya olad, supriyanto…etc..
    sudahlah ente gakkenal aku..
    kau tak perlu ikut bicara atau mengomentari tulisanku….
    goblog..

  13. Prabu Parikshit Tri Budi Dharma lg Beol Mencret

    dokk derodookkk dokk dokk
    dokk derodookkk dokk dokk

    kocap kacarita negari ngastino
    wonten gatotkoco mabur
    badhe mbrodolaken

    **mbut tipun ki sabdo
    dokk derodookkk dokk dokk

    • Weleh weleh ngger …. sampaian niku Prabu Parikesit palsu nopo asli toh?
      gandane kok mampu anyir sih ngger?

    • mybe anda kenal asep dan ade sunandar sunarya..
      gurunya itu …………kiparno…bandung…..
      perasaan kayanonton anak kecillagi joget
      sok mandep asor..pura pura wijaksono…..bawa bawa sejarah wayang….
      ada ada saja…..

      • kenal kang …. salam ya buat kang asep & kang ade hhh ….
        wayang golek ya
        maaf ya hh ….. dalang wayang golek jorok2 ya?
        tangannya masuk ngodok ke dalam rok-nya golek wayang hhh …
        apa gak risih ya? kalau wayang goleknya perempuan kan haram hhh …

  14. Lanjutan Tembang 22 serat centini (khusus 17 ke atas)

    Suami dan istri duduk berhadapan, kaki terlipat di bawah paha, pantat kiri bertumpu pd telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan tegak berdiri di samping pantat kanan, jari-jari kaki menghadap ke dalam spt pd sikap pertama TAHIYAT saat salat.

    Si istri menundukkan kepala seakan berhasrat dipijit tengkuknya. Sang suami maju memeluknya, tangan kiri memegang pinggang, tangan kanan di dengkul istrinya yg sedikit membuka paha kirinya. Sang suami mendekatkan wajahnya tanpa tergesa-gesa, lalu si istri merebahkan wajahnya tanpa tergesa-gesa, lalu si istri merebahkan tubuhnya ke belakang sedangkan suaminya berjongkok di antara kedua pahanya.

    Si istri meletakkan paha kirinya ke atas paha kanan suami yg kemudian mengangkat kedua dengkul istrinya. Ketika sikap berdua sudah terasa nyaman, sang lelaki membaca : “bismillahirrahmanirrahim” kemudian ayat Kursi.

    Si perempuan menirukannya, dan ketika selesai, dengan lembut lingga menyusupi yoni. Bila perempuannya ramping, lingga masuk bagaikan ular masuk liang, pelan-pelan, tanpa tergesa. Bila perempuannya gendut, zakar seolah mencium sekitar liangnya dahulu spt membaui semerbak bunga.

    Bila perempuannya sangat merangsang, lingga pelan-pelan akan menerobos, bagian kiri kepala yg disunnat duluan, arah sedikit miring, seperti langkah pengembara di sisi tebing, kemudian ketika sudah mantap, ia akan memusatkan kekuatannya tegak luruh ke lubang sanggama, siap-siap menenggelamkan diri sepenuhnya ke rahim rahmati.

    Bagi perempuan berkulit madu sepertimu, Rancangkapti, puncak kenikmatan terletak di bibir farji dan di cekungan pusar. Itulah sebabnya si lelaki, setelah membisikkan kalam kasmaran, lalu mencium bibirnya dengan menahan nafas.

    Ketika perempuannya mulai merintih, si lelaki memasukkan batang menegang ke lubang dan lidahnya ke pusar. Badai rasa akan bangkit jam dua pagi, tapi jika satu dan lainnya lelah hanyut terbawa hawa, hitungan waktu tidak layak lagi. Kala telah kalah.

    Tembang 23

    Istri Ki Hartati berbicara semalaman kpd Rancangkapti, Di subuh ia merasa tubuhnya luruh bagai debu dan tururnya melantur-lantur.

    “Umi kena apa? tanya Rancangkapti was-was
    – anakku, umi kena maut

    Dan wafatlah wanita tua itu

    Rancangkapti menubruk jenasah ibunya, bersimbah air mata.

    “Umi siapa yg akan mengajariku sampai rampung? aku belum menikah dan Umi mangkat sudah!”

    – cukup-cukup! bangunlah! perintah ki Hartati menahan tangis. Pergilah segera ke kebun memetik kembang gambir dan kenanga, melati dan mawar.
    Kemudian kembilah ke rumah dan siapkan 4 botol sari mawar, 3 cangkir minyak istambul, 4 tempayan air zam-zam dari Mekah, 3 guci kemenyan dan 3 ikat kayu gaharu.

    Katakan kpd kakakmu Jayengsari agar menyelubuhi peti umi kalian dgn kain kembang2 emas putih dan biru yg barusan kubawa dari tanah suci dan agar menabur atasnya dgn kelopak bunga kenanga.

    Jayengresmi menurunkan peti ke liang. Selama 40 hr 40 mlm selalu ada paling tidak 100 org, laki2 dan perempuan, bergantian mengaji. Ki Hartati membagi2 uang dan hartanya kpd semua yg datang melayat.
    Namun demikian, kekayaan sang nakhoda bukannya habis melainkan bahkan bertambah dari hari ke hari, hal yg mengherankan para tamu. Tapi, meskipun kekayaannya kelihatannya tidak bakal habis, Ki Hartati tahu bahwa waktunya tdk tersisa lama.

    Pada 100 hr kematian istrinya, ia menyuruh Jayengsari menyembelih seekor kerbau, seekor sapi, domba dan ayam, kambing, bebek, angsa, kalkun. Ia menyuruh Rancangkapti menyiapkan minuman coklat, teh, kopi, menanak nasi berlebih2, menyediakan banyak uang untuk pembaca doa syukur kpd Allah dan puji2an pd nabi Muhammad. Ketika para tamu telah berkumpul, Ki Hartati mengundang mrk menyantap kenduri kemudian mohon diri harus ke kamarnya sebentar.

    Sang nahkoda wudu mempersiapkan diri memanjatkan doa hajat. Tidak lama kemudian, selarit sinar tajam meretakkan dinding kamar tempat ia berada. Jayengresmi dan Rancangkapti bergegas menghampiri ayah angkatnya yg tergeletak, mati, wajah mengarah ke barat laut.

    “Kenapa Ayah meninggal begitu saja?

    – Aku tidak meninggal, jawab suara Ki Hartati, aku kembali ke tempat asal”

    bersambung ke tembang 24

  15. Ngglosor Madhep Wetan

    Poro Sedulur, alangkah sayang jika kuota ruang wacana milik Mas Sabda di-isi dg hal2 yg ndak berguna. Blog Mas Sabda ini adalah salah satu upaya generasi sekarang untuk mencari jejak karakter sejati nuswantara, lebih khusus lagi kejawen.

    Sy sedih membaca rentetean ulasan di atas. Blog ini terbatas, jadi sy berharap poro Sedulur dapat memanfaatkannya sebagai sarana konstruktif membangun karakter dan pola pikir yang berwawasan luas, mau berbagi & mau memahami, tanpa memperpanjang benturan2 yg sebenarnya ndak perlu.

    Kalau baru di blog Mas Sabda ini saja sudah ndak mempedulikan keterbatasan, apalagi nanti mendapat kesempatan memimpin ?

    nuwun

    • uce pikir serat chentini juga hasil karya pujangga di dalamnya serat petuah2 jawa
      jika memang dipandang kurang tepat ya udah uce minta maaf deh
      ngapunten kang sabda

    • Betul mas Ngglosor madep wetan saya pun nggak habis pikir apa yang dibicarakan oleh orang2 ini yang katanya memiliki kelebihan2 tertentu . Tapi bicaranya seperti anak kecil ngalor ngidul nggak karuan tujuannya . Tujuan Ki Sabdo membuat Blog ini adalah menyebarkan nilai2 luhur bangsa Indonesia yang dulu pernah dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia sehingga mampu membawa Nusantara mencapai puncak kejayaan .Dengan dibukanya blog ini diharapkan ada dari rekan2 baik sesepuh maupun pemuda yang banyak mendapatkan pengalaman dari menjalankan laku ataupun nilai2 leluhur peninggalan nenek moyang dan banyak mendapatkan manfaat darinya bisa share disini sehingga membangkitkan rasa keingin tahuan yang akhirnya menimbulkan daya tarik oleh generasi muda yang lain untuk ikut menjalankan nilai2 luhur tersebut . bukan malah membual ngalor ngidul yang tidak ada manfaatnya selain menghabiskan kuota blog ini sendiri . Mau diakui atau tidak diakui sejarah menuliskan bahwa nusantara mencapai puncak kejayaan pada saat nenek moyang bagsa Indonesia menjalankan nilai2 luhur yang digali dari bumi nusantara sendiri bukan karena menjalankan ajaran Timur Tengah. Dan sebaliknya nusantara mengalami kemunduran bahkan kehancuran yang paling tragis dimulai saat ajaran timur tengah masuk ke Indonesia . Kisah ini yang coba dibelok2 kan oleh orang2 bodoh yang mendurhakai jasa2 leluhur bangsa dan ingin melestarikan ajaran timur tengah yang penuh dengan kekerasan dan tipu muslihat.

      • ismail usman nama panjenengan ini spt nama org timur tengah?
        sholeh yg cubluk ini pingin belajar dari panjenengan dan juga dari kang Ngglosor ngadep wetan, ajaran kejawen menurut versi panjenengan sedoyo?
        bagaimana tata caranya menurut kejawen agar kami yg cubluk ini dapat melihat bima suci? apakah panjenengan sampun kepanggih?

        dimana letak “perbedaan” ajaran timur tengah dgn ajaran kejawen yg anda maksud? dan dimana letak “persamaan”nya?
        Ajaran para nabi-nabi adalah ajaran tauhid, apakah kejawen bukan tauhid? tauhid itu artinya tuhan yg esa/tunggal? siapa tahu tdk sama.

        Tolonglah kami di ajari, sedulur2 di sini pingin tahu, nggih. nwn

      • @BA… eh UCi… eh Sholeh… eh bener!

        Setuju bos….
        Sy juga pengin diajari perbedaan dan persamaan yg membingungkan ini…
        Penyakit hati, iri dengki dan hasut penyebab utama perpecahan NKRI

        Klo di TIm Teng, Yahudi ngambeg gara2 nabinya dr Arab, padahal mereka bersaudara ya….

        Klo di Indonesia, mereka pada ngambeg krn SP yg digadang2 ternyata Muslim…. hhh (unjal ambegan, ikut2an BA…)

  16. gimana kang raja panditha/PG
    apakah anda tertarik dengan foto facebook kemaren, sebenarnya ada banyak sih wanita2 yang merasa calon istri sp yang dan tidak kalah cantiknya. cuma saya merahasiakannya karena mereka kan tidak membagi2kan foto saya.kalau mau aq punya 1 lagi. kalau yang ini mirip dengan semua khayalan anda.

  17. tapi ga dipajang disini, lewat email saja yah kalau mau. sebenarnya kang raja lagi bingung. soalnya ada beberapa wanita yang membuatnya tertarik di dunia maya ini, hihihi
    ajak ketemuan kang, nabi muhammad kan tak melarang poligami

  18. @Yth Ki RD/Sawunggaling,

    Mohon maaf mengganggu lagi….

    1. Mau tanya kondisi alm. ibu sy tercinta Titik Sumartini dan alm. guru sy Abdulrochim, Jl. MT Haryono, gg. Guntitan Semarang di alam sana. Tolong sampaikan salamku dan maafku utk beliau2…

    2. Temanku Sutomo bilang klo msh terikat di punggung dan pinggang, sementara yg di kepala sdh lepas. Masih mbrebes mili getih juga. Tolong Aki, dilihat lagi…. ya,… klo perlu dipermak habis2an, siapa tahu dia ada bakat jadi pasukannya SP…
    Akar permasalahan sepele… menolak dikawinkan dan menolak dijadikan mantu, maka jadilah dia SP (Si Pemberontak akhirnya jadi Si Pecundang he he he…).
    Serangan bertubi2 dr keluarga sendiri dan dr luar.

    Suwun
    Terimakasih

    Salam

    • Pasukan SP menurut musarar jayabaya itu bangsa banaspati,, demit ora ndulit, setan ora doyan, brangasan dan lain-lain yg serem2 …. mrk berebut baris yg bener
      gitu kali hhh …..

    • @kang Gamalpra

      Ibu akang sedang tidur, tadi coba saya bangunkan..sudah saya sampaikan permohonan maaf akang, beliau sudah memaafkan..pesannya: jangan putuskan tali silaturrahim, jaga keluarga baik-baik, kalo bisa haji-kan ibu sekali (saja).

      Guru akang berpesan kepada akang; hidup baikan lautan yang sangat dalam, kuatkan perahu tauhid nya jangan sampai tenggelam, perbanyaklah tawakkal kepada Allah.

      Teman akang akan sembuh adalam waktu 3 hari, syarat nya bertobat nasuha..

      Salam

      • bangsa Indonesia EGO-nya masih tinggi, dan suka menghina serta merendahkan orang lain, serta DENGKI dengan kelebihan orang…

        itu watak yang menghalangi kemajuan Indonesia…..

        bangsa api…..keturunan yajud…….liar dan mudah menggelegak…..mudah binasa,,,mudah dibinasakan……

        jalan pintas agar Indonesia bisa bangkit, satu cara yang cepat MENIKAH DENGAN BANGSA LAIN untuk menghilangkan sifat API>…..tapi menyalurkan sifat api dalam sebuah kompor dan pemanas di bawah wajan atau panci…..

        tapi langkah ini juga menemui kendala, karena bangsa ini terkadang masih rasialis…..
        jangankan dengan bangsa lain dari luar, sesama bangsa, jawa sunda saja sampai sekarang belum damai…….
        akibat perang bubat……contoh nyata,,…

        tidak ada harmoni dalam api….kecuali kalau api menjadi batu….dan itu dengan aliran hujan serta lahar dingin…..

        maka siapa yang menghentikan erupsi awan panas……

        watak khas bangsa Yajud alias TOGOG adalah EKSPANSI sementara tidak ada MODAL DASAR membangun….

        habis kekayaan, kemudian pergi menjarah bangsa lain,,,itu khas bangsa yajud…..

        maka satu-satunya cara sementara adalah dikurung….sadar tidakkah kalau bangsa ini sedang dikurung………………

        beda antara penjajah model Barat, atau Eropa dengan Yajud…karena kalau Eropa dan barat masih baik hati dengan menyisakan penduduk yang dijajah, bahkan Inggris masih mau membangun daerah jajahan sebagai ‘balas budi’…..

        sementara yajud adalah PENJAJAH YANG LUAR BIASA….

        kalau membinasakan suatu negeri tidak akan pernah menyisakan satu manusia pun yang hidup bahkan anak-anak pun dibantai, bayi kecil dalam kandungan….

        itu sejarah YAJUD masa lalu, sampai datang Dzulqarnain yang menghukum yajud dan memisahkan antara yang di dalam dan diluar dinding….

      • Suwun, Kang…

        Ada ganjalan sedikit,
        Ibu sdh haji 1x dan 6 bulan kemudian pulang ke rahmatullah.
        Apakah haji ibu tdk diterima dan hrs diulang?

        Satu lagi Kang,
        Sy kehilangan jalur leluhur dr bapak sy,
        Dr mana sy ….?

        Suwun,
        Salam
        (Akang mirip alm guru sy, lurus & ditanya apa saja tahu jawabannya)

      • @kang Gamalpra
        kang, begitu besar nya pahala ibadah haji..makanya ibu akang minta di haji kan sekali (lagi) .. kalo bisa..bukan berarti haji yang kemarin ditolak.

        sebagai aternatif, akang bisa kirim ke ibu akang: tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, tahlil 33x; pahala nya seimbang dengan naik haji ke baitullah..

        dari jalur ayah saya lihat ada percikan darah mataram ..coba tawassul ke para leluhur..nanti pasti bertemu.

        salam damai

  19. Sy sedih membaca rentetean ulasan di atas. Blog ini terbatas, jadi sy berharap poro Sedulur dapat memanfaatkannya sebagai sarana konstruktif membangun karakter dan pola pikir yang berwawasan luas, mau berbagi & mau memahami, tanpa memperpanjang benturan2 yg sebenarnya ndak perlu.

    Kalau baru di blog Mas Sabda ini saja sudah ndak mempedulikan keterbatasan, apalagi nanti mendapat kesempatan memimpin ?

    • sontoloyo lu emang…. emang wawasanmu seberapa luas?
      leptop rusak aja teriak2, temen kena jalasukma juga teriak2….. alias gak becus
      ciri-ciri wawasan luas ya gak usah banyak nanya? huh

      • Ya sudahh…..
        Sy tdk teriak2 minta tolong lagi, duduk manis saja… biar dianggap wawasannya luas….

        Sendika dawuh, Kang!

      • gitu aja ngembek … wawasan luas cirinya bukan duduk manis mejeng di mall sambil cuci mata, tapi duduk di depan monitor sambil ngetik, ya ketik apa aja menyangkut hubungan leluhur dan kembalinya kejayaan nusantara gitu bro ….
        saran sy…… anda kan calon SP, ya mbok yao jangan teriak-teriak pamer kelemahan SP nya Indonesia, kan kami ini sbg pendukung anda jadi minder dgn negeri tetangga kita Jepang …. tadinya udah menang telak mengalahkan Rina Aizawa dari Jepang berdasarkan jumlah SMS yg masuk, ini malah …. waduh jadi imbang lagi ….. uh

  20. orang arab yang kaya raya sekarang ini semakin banyak yang senang sekali hidup di negara sekuler dan bebas dibanding dengan hidup dinegara sendiri yang penuh dengan peraturan dan tekanan, walaupun begitu mereka masih suka hidup mengelompok dan sulit bergaul dengan orang kafir, dan masih menganggap dirinya umat yang terbaik, dan jangan kaget kalau suatu saat ketika manusia sadar mereka orang arab ini menyebar teror, kebencian dan kebohongan maka orang arab akan dikejar-kejar dan dibunuhi, dimana-mana, diusir pulang kenegerinya dan di indonesia mereka dikejar-kejar dengan bambu runcing, sebagai hukuman tuhan

    orang yahudi sudah dihukum tuhan yaitu dibunuh oleh hitler dengan nazinya di kamp konsentrasi, giliran orang arab yang belum, tunggu saja waktunya

    • kang aku bukan belain orang arab, orang arab juga banyak yg bukan islam tapi mungkin mrk hidup di jawa sejak jaman sebelum kemerdekaan RI, beranak pinang di bumi nusantara. orang arab di negeri arab sana banyak yg tidak tahu bahasa al-qur’an, karena bahasa al-qur’an bukan bahasa arab ….
      Teman kita Rp juga punya teman orang arab, habib mubarok, habib ini teman uka2nya Rp juga mengenal kejawen itu kata Rp, ya kan Rp?
      sejak kedatangan hindu, buddha, islam, kristen …. kejawen tetap masih ada, budaya kejawen masih membaur dgn islam, hindu, buddha.
      Jika kita membaca sejarah ttg para wali sanga, yg datang ke tanah jawa, yg merusak kebudayaan majapahit kebanyakan peranakan china
      sedangkan yg dari negeri timur tengah spt syekh siti jenar, sunan ampel, syekh Datul kahfi, mereka cukup arif dan bijaksana membaur dgn budaya kejawen?
      Kami rasa antara kejawen dgn islam ada keserasian? di kejawen ada manunggal ing kawula gusti, di islam ada hakekat dan ma’rifatullah, menyatukan hakikatnya sbg mahluk Tuhan dgn dzat sang khaliq yaitu Sastrajendra Hayun ing – Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu).
      sptnya senang menyerang orang arab? apakah memang kejawen itu punya rasa pendendam? anehnya gak pernah menyerang orang india atau eropa? mungkin mereka memang santun? atau mungkin krn anda berasal dari situ?
      maaf kalau sy netral, ini jaman globalisasi semua kita rangkul asalkan mereka santun dan menghormati budaya lokal nusantara. nwn

      • Orang Arab sekarang memang beda dengan penduduk jaman Nabi, Arab sekarang sudah dipenuhi Yahudi( Raja Saud + Sekte Wahabi). Arab dulu pada jaman Nabi sayang nya sudah pada keluar dari kota Makkah, berpindah berada diwilayah persia Iraq dan Iran dan spanyol, turki, eropa, indonesaia, dll.

        Arab penduduk asli sekarang hanya tinggal kaum musuh islam yang dahulu ditaklukan futtu makkah, muawiyah, suku badwi, keturunan Abu sofyan, Abu jahal, Abu Lahab. Sedang keturunan Nabi dan sohabat menyebar kewilayah lainnya, sejak penyebaran islam tak pernah kembali lagi ke tanah Makkah Madinah. Makanya prilaku agama nya banyak yang berbeda, plus ditambah kaum wahabi, sebuah sekkte bentukan yahudi, yang sumbernya dari saudagar yahudi penguasa tanah yang sekarang jadi Keluarga Raja.

        Umat islam harus waspada jangan keliru dengan Arab yang sekarang, disana sudah tidak ada keturunan Nabi, semua cucu Nabi telah pindah ke Iraq (Karbala) dan Iran (dulu Iraq Iran masih bersatu). Cucu Beliau menurunkan Syaikh Abd Qodir Z.(Iraq) dan Imam Syafi’fi(Mesir). Sebagian lagi menurut kabar keturunan nabi ada di Indonesia (Jawa).

        Jadi bila ada habib-habib jangan keliru, apalagi bila kulit nya hitam…?, itu bukan keturunan Nabi….he..he. Nabi saw adalah Bangsawan Qurays Bani Hasyim keturunan Ismail saudara Ishaq, putra dari Nabi Ibrahim.

        nuwun sewu bila keliru mohon di betulkan….he…he
        soalnya ini hanya sejarah…yang bisa terkontaminasi……
        Kecuali Kang @Raja Dewa, mau menjelaskan secara spiritual…he..he

        Sekalian tolong Scaning saya @Kang RD…………..(ngerayu nih……?..)
        Saya punya sedikit PR ttg sedulur papat………….

        Nuwun Rahayu.,….

      • nah ini sy setuju banget dgn kang Bratayuda
        sudah saatnya kita kembalikan para zombie2 (mayat berjalan) dgn baju merk muslim yg sesungguhnya bukan muslim artinya cuman model tampang doang …..
        kan nb muhammad sudah bilang, umatku yg minoritas tertindas akan berperang melawan umatnya yg mayoritas, tapi Allah menolong umatnya yg minoritas. Umat nb saw yg bagaimana yg disebut minoritas?
        yaitu umatnya yg selalu “urip”, selalu meng”hidup”kan rahsa sejati “Aku-Nya”, kaum ini jumlahnya sudah sedikit bro …. atau sudah hampir punah.
        Kita tinggal menunggu aja kedatangan SP/RA, kalau belum muncul2 juga ya itu tandanya jaman edan masih berlangsung …………. kita edan terus, nek ora edan ora keduman huh

      • @kang BarataYudha

        Definisi ahlul bayt secara hakikat adalah ahlu baytullah = keluarga kerajaan Allah = merekalah para auliya, shiddiqin, nabi, rasul, dewa, dewi, resi..mereka terhubungkan oleh tali Nur Allah dan Nur Muhammad/ Wisnu.

        Cermin Prajapati Wisnu: Ibu akang dari pajajaran, ayah akang dari majapahit..dari garis ibu/paman ada hubungan dengan Sunan Geseng.

        Rahayu

  21. @ Sholeh
    orang arab di negeri arab sana banyak yg tidak tahu bahasa al-qur’an, karena bahasa al-qur’an bukan bahasa arab ….
    ————————————————————————————————————————–
    kang mau nanya kalau bahasa alquran bukan bahasa arab terus pake bahasa apa ya kang ?
    ————————————————————————————————————————–
    Jika kita membaca sejarah ttg para wali sanga, yg datang ke tanah jawa, yg merusak kebudayaan majapahit kebanyakan peranakan china
    sedangkan yg dari negeri timur tengah spt syekh siti jenar, sunan ampel, syekh Datul kahfi, mereka cukup arif dan bijaksana membaur dgn budaya kejawen?
    ————————————————————————————————————————–
    Dengan kata lain anda mau mengatakan bahwa orang arab baik2 dari jaman dulu sampai sekarang gitu kang , tetapi kenapa kenyataannya sampai sekarang kasus penyiksaan TKI , pemerkosaan TKI , pembunuhan TKI kebanyakan terjadinya di negara arab dilakukan oleh orang arab bukan di negara cina atau negara kafir lainnya apakah
    anda masih menutup mata dengan kenyataan ini
    ——————————————————————————————————————–
    Kami rasa antara kejawen dgn islam ada keserasian? di kejawen ada manunggal ing kawula gusti, di islam ada hakekat dan ma’rifatullah, menyatukan hakikatnya sbg mahluk Tuhan dgn dzat sang khaliq yaitu Sastrajendra Hayun ing – Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu).
    ———————————————————————————————————————-
    bagaimana islam bisa hidup serasi dengan kejawen orang berziarah dan meminta pangestu / doa dari para leluhur saja musrik syirik , melakukan ritual selamatan dengan memberi sesajen dibilang musrik orang yang tidak menjalankan sembahyang dengan tata cara islam dibilang kafir apanya yang mau selaras ?
    ————————————————————————————————————————–
    kejawen tidak punya rasa dendam cuma disini mau menyampaikan kebenaran sejarah bahwa nusantara runtuh saat masuknya islam ke indonesia bukan karena masuknya agama2 lain.
    —————————————————————————————————————————
    memang betul semua kita rangkul kita tidak memandang suku bangsa dan agama . selagi org tsb masih memiliki hati nurani dan digunakannya untuk berbuat baik kepada sesama. tentulah mereka ini masih memiliki sifat2 yang diajarkan kejawen . Tetapi kalau orang suka menuduh orang lain kafir , syirik , musrik , suka menganiaya org, menghancurkan warung2 yang buka pada bulan puasa, membom candi borobudur , memukuli wanita dan anak2 yang berunjuk rasa di bundaran HI , menjadi otak pemboman di mana2 , apanya yang akan kita rangkul dengan orang seperti ini ?

    • Tetapi kalau orang suka menuduh orang lain kafir , syirik , musrik , suka menganiaya org, menghancurkan warung2 yang buka pada bulan puasa, membom candi borobudur , memukuli wanita dan anak2 yang berunjuk rasa di bundaran HI , menjadi otak pemboman di mana2 , apanya yang akan kita rangkul dengan orang seperti ini ?
      —————————————–
      Dirangkul dan disuruh duduk manis,
      klo nakal lagi, jewer kupinge….
      he he he…..

      Gemes Aku
      (Mereka sedulurku tapi sy juga tdk suka dan tdk setuju dg tindakan mereka)

    • ya bhs al-qur’an bukan bahasa arab, kebetulan saja nb muhammad lahir di arab?
      sederhananya, jika bhs al-qur’an memang bhs arab ya gak mungkin pemahaman ttg arti & makna al-qur’an tidak akan terpecah2 menjadi madzab-madzab, pasti hidup rukun tanpa gontok-gontokan?
      Gini aja deh sederhananya, anda tanya org yg TKW di arab yg sudah merantau di arab misalnya 30 tahun lah tanya ttg bahasa al-qur’an jawabannya pasti yg gak ngerti.
      Ini contoh ketika kita hendak buka/bedah al-qur’an, kata malaikat Jibril as. … “iqro (baca)” .. nb muhammad aja bingung, apa yg harus sy baca?
      maka jika kita ingin membedah al-qur’an ya iqro (baca) bismirobik (jagad raya) artinya manusia sbg lambangnya jaga besar? maka ketika nb muhammad membaca bismirobik ya terhijablah “siapa diri kita”.
      Jadi kesimpulannya jika kita hendak membuka (bertanya) siapa diri kita atau siapa si fulan dsb ya baca (iqro) bismirobik tahan nafas tujukan kpd diri kita atau orang lain, maka kita akan diberi tahu apa aja yg ingin kita tanya, nanti ada suara dalam diri kita yg memberi tahu, pemahaman jawa disebut suara/genta yg jelas terdengar. Ini kunci sy kasih buat yg ingin bisa ngobrol dgn bhatin …. ngapain tanya sana-sini ya belajarlah kpd al-qur’an krn disitu ada petunjuk bro ….
      paham kan apa yg dinamakan al-qur’an? al-qur’an itu yg bhatin ya ada di diri kita, kalau yg ditulis dikertas itu alkitab, alkitab bisa aja dicorat-coret dgn tangan oleh ahli kitab, he he he … itu cuman tulisan kertas artinya walaupun kitab tapi punya manfaat sebagai bahan bacaan ngaji, tapi yg lebih penting ngaji diri.

      maaf kang, anda salah menilai islam krn mungkin bukan pemeluk islam, kalaupun anda islam spt nama anda ismail, anda dan sy masih banyak belajar.
      Siapa bilang ke kuburan syirik? apa arti syirik? badan kita aja menurut sy kuburan yg setiap hari kita bawa-bawa. Maka kalau ingin ketumu tuhannya ya korek-korek kuburan (badan kita) dari mulai huruf alif, ba, ta dst….. nanti juga akan ketemu.

      Kalau masalah akhlak memperkosa? lebih sadis orang indonesia, sampai ada yg menyodomi puluhan anak2 kecil …. artinya gak di arab aja tapi di Indonesia juga banyak yg tidak terdeteksi?

      Kami yg cubluk ini kepingin dengar dari anda tentang ilmu Kejawen agar kita bisa ketemu bima suci? bukankah ini ajaran kejawen yg mirip dgn ajaran islam? utamanya ilmu kasampurnan sastrajendra hayun ing rat? nwn

      • Nambahin @Kang Sholeh

        memang benar sekali bahasa Alqurán adalah bahasa Sastra tinggi yang masih perlu di tafsirkan hingga menemukan esensi dan substansinya, masih banyak kalangan yang berbeda pendapat terutama tentang ayat “Mutasyabihat” ( samar dan tidak jelas) ,bahkan Alquran sendiri melarang menakwilkan sekena’nya, dan di tegaskan hanya ALlah saja dan Rasul nya yang tahu, agi kita ya tentu umat pengikut Rasul yang mengetahui atas idzin Allah.

        Makanya bahasa Alqurán banyak yang menfasirkan sesuai kepentingan nya masing-masing sesuai kelompok dan golongannya, yang berbeda-beda pendapat nya.

        Bahasa Alqurán disebut bahasa “ar Rabb” (Tuhan maha Pengurus), merupakan bahasa ibu dari segala bahasa dan tulisan, merupakan lambang Energi Alam Ilahi, yang bermuatan energy spiritual. Kalau di reiki ada semacam itu di sebut lambang Energy Alam berbentuk seperti coretan lambang tulisan alam yang mengandung energy multi fungsi.

        Dan huruf Alqurán pun mengandung makna universal, sehingga huruf-huruf itu mempunyai tempat keluar(makhroj) di mulut, tenggorokan, lidah, gigi, langit-langit, dada, dll dalam penyebutan yang berbeda-beda tempat nya, dimana itu semua mengandung arti maksud tujuan tertentu.

  22. kemana ya rina aizahwat? kangen juga
    jangan2 dia lagi belajar silat dgn muridnya shinto gendeng yg nenek2 itu
    belajar terbang kali hhh ….. lawannya RP cukup tangguh sih?
    RP lagi giat belajar juga cari referensi buat matahkan teori rina aizahwat hhh ….
    RP jalan terus … pantang maju eh salah, maksud sy pantang mundur
    siapa tahu RP kelak dibaiat oleh RD/sunan tembayat jadi SP, siapa tahu hhh …
    emang mereka harus di adu dulu dgn politik devide et impera
    kalau sy sih ilmunya pakai ilmu bunglon, ilmu ilalang dan ilmu katak, itu aja cukup buat …
    ilmu bunglon …. warna uci (urang cinta indonesia), ketika berhadapan dgn mereka uci bisa aja spt bunglon, bisa menyusup menjadi warna merah, kuning, hijau …..
    Tahap kedua pakai ilmu ilalang …. ketika diterpa angin, ilalang cuma bergoyang-goyang kiri-kanan kadang menukik ke bawah spt sifat ilalang …. tapi setelah badai berlalu ilalang akan tegak kembali sbg uci hhh ….
    jurus terakhir pakai ilmu katak …. ya gaya katak lah …. bentuk gaya katak kan menyingkirkan rintangan2 agar bisa maju ke depan …. gitu loh hhh …
    buat rina aizahwat, ini ilmu sy jangan ditiru, krn udah di hak patenkan di Mahkamah Internasional

    • siapa yang meniru ilmu anda, kenyataan anda yang meniru ilmu saya, dan itu sudah taqdir, jangan protes, karena memang walau gimana apa yang anda tiru dari saya hanya sebagain kecil saja, ilmu saya yang saya keluarin baru 10 %, ah paling banter 15 %….sisanya masih saya simpan….enak saja bagi2…..

      sori lah………..mohon maap……hehehe….

  23. @ Yth Aki RD,

    Jangan buru2 mbah ke LC, masih banyak yg minta tolong nih…..

    Kenapa pulau Kalimantan mirip Semar…?
    (Tanyalah sama Aki RD..!)

    Kenapa mbah Semar nunjuk ke Sulawesi…?
    (Tanyalah sama Aki Semar sendiri…!)

    Gemes Aku,

    • @WG
      Pertanyaan nya tentang sejarah lawas kepulauan nusantara..
      menurut informasi Sanghyang Tunggal: sewaktu beliau memecahkan telur semesta..maka terpecah menjadi tiga bagian di nusantara:

      1. bagian kuning emas/ syiwa menjadi: swarna dwipa (swarna=emas) / sumatera
      2. bagian putih menjadi semar/samar samar indah (samarinda)/ Kutai / kali mantan
      3. bagian kulit menjadi togog yaitu: sula wesi (sula = tanduk, wesi = besi)–togog itu cirinya bertanduk besi..disini juga ada markas segitiga bermuda.

      Bagian Jiwa nya di taruh di pulau Jawa dan menjadi rebutan..akhirnya Jawa di pegang Dewa Wisnu (Sanghyang Tunggal) dipisahkan dari Swarna Dwipa.

      Dipeta Nusantara, Semar lebih dekat dengan Togog dibanding Syiwa.

      Setelah bertapa 1000 tahun di kalimantan, membuat kerajaan Kutai, Semar juga keliling ke Sumatera (Sriwijaya) dan akhirnya balik ke Jawa (Gunung Semeru).

      Rahayu

      • ..disini juga ada markas segitiga bermuda.
        =====================
        Astagfirullah hal adzim,
        mudah2 di Sulawesi Utara….., bukan depan rumahku. Amin.

  24. SETUJUUUUUUUUUUUU

    …………………………………………………………………………………………………………………………………………
    Betul mas Ngglosor madep wetan saya pun nggak habis pikir apa yang dibicarakan oleh orang2 ini yang katanya memiliki kelebihan2 tertentu . Tapi bicaranya seperti anak kecil ngalor ngidul nggak karuan tujuannya . Tujuan Ki Sabdo membuat Blog ini adalah menyebarkan nilai2 luhur bangsa Indonesia yang dulu pernah dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia sehingga mampu membawa Nusantara mencapai puncak kejayaan .Dengan dibukanya blog ini diharapkan ada dari rekan2 baik sesepuh maupun pemuda yang banyak mendapatkan pengalaman dari menjalankan laku ataupun nilai2 leluhur peninggalan nenek moyang dan banyak mendapatkan manfaat darinya bisa share disini sehingga membangkitkan rasa keingin tahuan yang akhirnya menimbulkan daya tarik oleh generasi muda yang lain untuk ikut menjalankan nilai2 luhur tersebut……………………………………………………….

    kkasih comment atau artikel dong….
    kalau gak bermutu…tulis dong yang bermutu…jangan kaya BAYGON

  25. Kasihan deh RP ditinggal RD..”hampa” & gak PD …
    dan RD juga hampa kalau gak punya RP alias bokek kantong bolong …

  26. @Raja Dewa
    Selamat pagi,Mugi2 kito tansah jinangkung Gusti Ingkang Akaryo Jagad.

    Manggo kito lajengaken !
    Kang RD,pada awal 2004 ada semacam desakan(paksaan ya sariatnya ada cobaan)untuk mencari sambungan ke atas(leluhur).Pada awal mula sy diantar ke Pajimatan ke makam Sultan Agung Hanyokrokusumo dan pada saat itu tepat ada tsunami Aceh.Dari sana di pesan agar sy momong istri dan anak.Kemudian dilanjutkan ke Pandanaran dan yang ngantar saya dipesan agar sy dibimbing/diajari kasepuhan pelan2 dg mengacu tatacara/laku yg dijarkan Kanjeng Sunan Kalijaga yaitu diantaranya “siram tirto suci atau kungkum”.Setahun menjalani laku hanya fenomena2 gaib yg didapat.awal 2006 sy dimnta silaturahim ke para sepuh tatar sunda dan memperoleh wasilah2 yg bersumber dari Kanjeng Syarif Hidayatullah.

    Dalam laku siram jamas sy ditemui lima sosok yg keluar dari bungkusan batu lonjong yg keluar dari dada saya.Saat mereka keluar itulah yg dituakan bertanya ,”Kapan engkau akan keluar dan kami siap mendampingi ?
    Salah satu dari mereka adalah perempuan,kang Rd apakah kelima sosok itu yg dimaksud saudra 5 ?

    Pada saat sy di tatar sunda sy dikatakan bahwa 41 anggota badanmu sudah melapor.Memang selama kurun waktu itu,sering muncul nama2 leluhur baik di India,Timur tengah dan Nusantara memperkenalkan diri.
    Kang Rd mohon penjelasan tentang 41 anggota badan kita,dan sekalian saudara kembar sembilan kita !

    Suwun

  27. @parikesit/ tribudi/ indrajit
    Cermin Raja Hades Sang Hyang Tunggal/ Sri Wisnu: dalam jiwa anda terlihat ada tujuh buah ular sangat hitam dengan mata merah menyala, dengan lidah ular nya bercabang tujuh.

    Ular apakah ini? mengapa sangat hitam warnanya? mengapa matanya merah menyala? mengapa lidah nya bercabang tujuh? sewaktu saya dekati..ular ini bilang: Pergilah, ini bukan urusan mu ! sesungguhnya jiwa ini dalam kekuasaan ku !

    note: ular hitam ini adalah anak buah batara kala (anak batara syiwa), bisa di lenyapkan dengan trisula budi dharma: kejujuran, kebenaran dan keikhlasan..

    nuwun

    • saya bisa membinasakan semua calon SP jawa sunda di sini, kalau saya mau sejak kemarin…..tapi tidak saya lakukan….
      saya lebih memilih menyelematkan mereka dan mengurus mereka….hahahaha…

      kenapa coba, bisakah anda menjawab pertanyaan ini,,,,,

      jawabannya salah satunya (saya kasih sebagian kunci), kalian semua belum ikhlas menerima kenyataan andai SP dunia itu nanti bukan asli bangsa Indonesia, tapi campuran dengan bangsa lain…….

      hehehe…..

    • Amitaba..Budha memberkati..

      Buddha menasehati aku supaya tidak sombong..
      Buddha yang memegang ubun-ubun anda..tapi beliau maha welas asih..

      Anda bisa saja mencabut nyawa seekor nyamuk..
      Tapi tahukah anda, bisa jadi, nyamuk adalah kehidupan anda berikutnya?

      Amitaba

      • ketika budha melihat anak kecil dalam pangkuan, sang budha berkata apakah mereka tega manusia membunuh seorang anak kecil?

        dan Budha berkata kepada Mara, wahai Mara ketika aku memamerkan kekuatanku dalam pembabaran dhamma, apakah engkau sangkau berada dalam sebuah apa yang kau sangka sebagai permintaan akan pengakuan, walau kalau engkau tahu wahai Mara, aku berada dalam kosong alias fana….

        dalam ilmu ekonomi disebut masa mengambang….atau segmen pasar apa yah lupa hehehehe…..

        yang jelas bukan aliran kapitalis atau liberalis atau marxis namun keseimbangan sempurna…..

        sebagai jalan menuju nibbana…nirvawa, sacral nirvana aduh enak lagunya neh,,,,tapi sayang tetep saja laper…….

  28. tembayat, bukan menemui anda,,,tapi memarahi anda…beda antara menemui dan memarahi….

    percayalah anda ini memang ngebet banget jadi SP, kelihatan banget hahahaha…..tapi jangan teruskan langkah anda, karena kalau anda tidak bisa menjadi raja yang adil dan sepertinya anda tidak akan pernah bisa, maka anda akan berhadapan dengan saya….

    tuh jelas,,,,,,,hehehe…..

  29. @kang Tembayat

    41 = 4 1 = EMPAT yang melebur jadi SATU

    4 itu adalah Jibril, Israfil, Mikail, Izrail (Malaikat)
    1 itu adalah Atma Sejati / Wajah Allah / Sirrulah

    Mengenai leluhur yang manunggal dalam diri..bisa dikatakan tiap leluhur membawa ilmu yg spesifik..ikut membantu lakon wayang kita..mereka juga ingin tambah derajat kamulyan di sisi Allah. Jumlahnya tiap orang beda..tergantung wadah dan lakon wayang nya.

    Tubuh manusia ibarat hotel dengan ratusan/ribuan/jutaan kamar..begitu analoginya.

    Rahayu

    • hati anda masih condong, dan andai DAJJAL mendatangi anda sekarang, bisa dipastikan anda akan jadi pengikutnya…..

      kenapa tumbuhan yang merambat selalu berusaha mencari pijakan buat merambat….

      • Condong pada kebenaran..itu mutlak adanya.

        Sewaktu Istri Destarata menggugat Sri Kresna…kenapa kamu tidak menghentikan perang ? Sri Kresna menjawab: Tugas ku adalah BERPERANG di pihak yang BENAR bukan menghentikan peperangan.

        Soal dajjal..abang nya (idajjil) pernah datang ke saya..dan alhamdulillah..Allah masih menjaga saya..yg ditawarkan dajjal kalo nggk harta ya wanita itu saja.

        Tidak usah menganggap besar dajjal, ditulis pakai hurup kecil aja, yg besar cuma GUSTI ALLAH.

    • 4 bisa juga berarti 4 nafsu (Amarah, Sufiyah, Lawwamah, Mutmainnah) .

      1 bisa juga berarti Ruhul Qudus (Ruh yang Suci).

      • dan anda harus belajar prioritas dan klasifikasi,,,,

        itu saja, bisa tidak anda berlayar di lautan kalau perahu anda bocor……baca saja kisah nabi khidir yang melubangi perahu…

        kalau tidak paham alias bingung berarti memang ilmu anda jauh dibawah saya hahahahaha….

      • Di cermin sunyaruri neng ciara terlihat:

        rumah dari kayu..tampak misterius dari luar..
        dalam rumah ada pelita..tapi sekeliling rumah..
        dikurung oleh kobaran api.. panas membakar.

        saran: coba anda padamkan kobaran api nya.. jadikan sekeliling rumah anda, telaga yang sejukk..nanti disana nanti banyak ikan mas yang hadir..

        Rahayu

  30. @aya ueto
    Bagaimana memarahi,lha sy malah diberi 3 bidadari dg wajah face Jepun,salah salahnya rambutnya pendek berwarna pirang dan mereka siap mengabdi padakau.
    Lha O’Hiro bagaimana ? Nggak bisa jawab kan ? maka jangan sok ngaku-ngaku dari Jepun.Nggak percaya tanya kang RD !

    • anda ini sombong dan ga tau diri itu saja, jawaban buat anda…..memang siapa yang butuh pengakuan anda, kenyataan anda memandang matahari tanpa bosan yang ada hanya ngomel2 sementara anda membutuhkan sinarr matahari….

      pengakuan dari anda untuk membuktikan saya dari Jepang, tidak saya butuhkan….buat apa,,,,aku ya aku….EGP….hahahaha….

      marah silahkan marah, ingat kalau anda menyerang saya lagi saya akan balas seimbang dengan lombok pedas itu saja….

      huh……hehehe……

      • Bagaimana memarahi,lha sy malah diberi 3 bidadari dg wajah face Jepun,salah salahnya rambutnya pendek berwarna pirang dan mereka siap mengabdi padakau..

        yang dari jepang itu aya ueto,
        nama aslinya ciara.
        kerjaaanya dokter gigi.

      • kang dhoni yth.

        Ciara itu perempuan ato laki2 sih..? binung nih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 928 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: