Hubungan Leluhur & Kembalinya Kejayaan Nusantara

HUBUNGAN KEJAYAAN NUSANTARA

DENGAN PARA LELUHUR BANGSA

Prakata

Kematian bukanlah the ending atau “riwayat” yang telah tamat. Kematian merupakan proses manusia lahir kembali ke dimensi lain yang lebih tinggi derajatnya ketimbang hidup di dimensi bumi. Bila perbuatannya baik berarti mendapatkan “kehidupan sejati” yang penuh kemuliaan, sebaliknya akan mengalami “kehidupan baru” yang penuh kesengsaraan. Jasad sebagai kulit pembungkus sudah tak terpakai lagi dalam kehidupan yang sejati. Yang hidup adalah esensinya berupa badan halus esensi cahaya yang menyelimuti sukma. Bagi orang Jawa yang belum kajawan khususnya, hubungan dengan leluhur atau orang-orang yang telah menurunkannya selalu dijaga agar jangan sampai terputus sampai kapanpun. Bahkan masih bisa terjadi interaksi antara leluhur dengan anak turunnya. Interaksi tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang-orang yang terbiasa mengolah rahsa sejati. Dalam tradisi Jawa dipahami bahwa di satu sisi leluhur dapat njangkung dan njampangi (membimbing dan mengarahkan) anak turunnya agar memperoleh kemuliaan hidup. Di sisi lain, anak-turunnya melakukan berbagai cara untuk mewujudkan rasa berbakti sebagai wujud balas budinya kepada orang-orang yang telah menyebabkan kelahirannya di muka bumi. Sadar atau tidak warisan para leluhur kita & leluhur nusantara berupa tanah perdikan (kemerdekaan), ilmu, ketentraman, kebahagiaan bahkan harta benda masih bisa kita rasakan hingga kini.

Ada Apa di Balik NUSANTARA

Bangsa Indonesia sungguh berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi. Perbedaan paling mencolok adalah jerih payahnya saat membangun dan merintis berdirinya bangsa sebesar nusantara ini. Kita semua paham bila berdirinya bangsa dan negara Indonesia berkat perjuangan heroik para leluhur kita. Dengan mengorbankan harta-benda, waktu, tenaga, pikiran, darah, bahkan pengorbanan nyawa. Demi siapakah ? Bukan demi kepentingan diri mereka sendiri, lebih utama demi kebahagiaan dan kesejahteraan anak turunnya, para generasi penerus bangsa termasuk kita semua yang sedang membaca tulisan ini. Penderitaan para leluhur bangsa bukanlah sembarang keprihatinan hidup. Jika dihitung sejak masa kolonialisme bangsa Baratdi bumi nusantara, para leluhur perintis bangsa melakukan perjuangan kemerdekaan selama kurang-lebih dari 350 tahun lamanya. Belum lagi jika dihitung dari era jatuhannya Kerajaan Majapahit yang begitu menyakitkan hati. Perjuangan bukan saja menguras tenaga dan harta benda, bahkan telah menggilas kesempatan hidup, menyirnakan kebahagiaan, memberangus ketentraman lahir dan batin, hati yang tersakiti, ketertindasan, harga diri yang diinjak dan terhina. Segala perjuangan, penderitaan dan keprihatinan menjadi hal yang tak terpisahkan karena, perjuangan dilakukan dalam suasana yang penuh kekurangan. Kurang sandang pangan, kurang materi, dan kekurangan dana. Itulah puncak penderitaan hidup yang lengkap mencakup multi dimensi. Penderitaan berada pada titik nadzir dalam kondisi sedih, nelangsa, perut lapar, kekurangan senjata, tak cukup beaya namun kaki harus tetap tegap berdiri melakukan perlawanan mengusir imperialism dan kolonialism tanpa kenal lelah dan pantang mengeluh. Jika kita resapi, para leluhur perintis bangsa zaman dahulu telah melakukan beberapa laku prihatin yang teramat berat dan sulit dicari tandingannya sbb ;

1. Tapa Ngrame; ramai dalam berjuang sepi dalam pamrih mengejar kepentingan pribadi.

2. Tapa Brata; menjalani perjuangan dengan penuh kekurangan materiil. Perjuangan melawan kolonialism tidak hanya dilakukan dengan berperang melawan musuh, namun lebih berat melawan nafsu pribadi dan nafsu jasad (biologis dan psikis).

3. Lara Wirang; harga diri dipermalukan, dihina, ditindas, diinjak, tak dihormati, dan nenek moyang bangsa kita pernah diperlakukan sebagai budak di rumahnya sendiri.

4. Lara Lapa; segala macam penderitaan berat pernah dialami para leluhur perintis bangsa.

5. Tapa Mendhem; para leluhur banyak yang telah gugur sebelum  merdeka, tidak menikmati buah yang manis atas segala jerih payahnya. Berjuang secara tulus, dan segala kebaikannya dikubur sendiri dalam-dalam tak pernah diungkit dan dibangkit-bangkit lagi.

6. Tapa Ngeli; para leluhur bangsa dalam melakukan perjuangan kepahlawanannya dilakukan siang malam tak kenal menyerah. Penyerahan diri hanya dilakukan kepada Hyang Mahawisesa (Tuhan Yang Mahakuasa).

Itulah kelebihan leluhur perintis bumi nusantara, suatu jasa baik yang mustahil kita balas. Kita sebagai generasi penerus bangsa telah berhutang jasa (kepotangan budhi) tak terhingga besarnya kepada para perintis nusantara. Tak ada yang dapat kita lakukan, selain tindakan berikut ini :

  1. Memelihara dan melestarikan pusaka atau warisan leluhur paling berharga yakni meliputi tanah perdikan (kemerdekaan), hutan, sungai, sawah-ladang, laut, udara, ajaran, sistem sosial, sistem kepercayaan dan religi, budaya, tradisi, kesenian, kesastraan, keberagaman suku dan budaya sebagaimana dalam ajaran Bhinneka Tunggal Ikka. Kita harus menjaganya jangan sampai terjadi kerusakan dan kehancuran karena salah mengelola, keteledoran dan kecerobohan kita. Apalagi kerusakan dengan unsur kesengajaan demi mengejar kepentingan pribadi.
  2. Melaksanakan semua amanat para leluhur yang terangkum dalam sastra dan kitab-kitab karya tulis pujangga masa lalu. Yang terekam dalam ajaran, kearifan lokal (local wisdom), suri tauladan, nilai budaya, falsafah hidup tersebar dalam berbagai hikayat, cerita rakyat, legenda, hingga sejarah. Nilai kearifan lokal sebagaimana tergelar dalam berbagai sastra adiluhung dalam setiap kebudayaan dan tradisi suku bangsa yang ada di bumi pertiwi. Ajaran dan filsafat hidupnya tidak kalah dengan ajaran-ajaran impor dari bangsa asing. Justru kelebihan kearifan lokal karena sumber nilainya merupakan hasil karya cipta, rasa, dan karsa melalui interaksi dengan karakter alam sekitarnya. Dapat dikatakan kearifan lokal memproyeksikan karakter orisinil suatu masyarakat, sehingga dapat melebur (manjing, ajur, ajer) dengan karakter masyarakatnya pula.
  3. Mencermati dan menghayati semua peringatan (wewaler) yang diwasiatkan para leluhur, menghindari pantangan- pantangan yang tak boleh dilakukan generasi penerus bangsa. Selanjutnya mentaati dan menghayati himbauan-himbauan dan peringatan dari masa lalu akan berbagai kecenderungan dan segala peristiwa yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang (masa kini). Mematuhi dan mencermati secara seksama akan bermanfaat meningkatkan kewaspadaan dan membangun sikap eling.
  4. Tidak melakukan tindakan lacur, menjual pulau, menjual murah tambang dan hasil bumi ke negara lain. Sebaliknya harus menjaga dan melestarikan semua harta pusaka warisan leluhur. Jangan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, “menggunting dalam lipatan”.
  5. Merawat dan memelihara situs dan benda-benda bersejarah, tempat yang dipundi-pundi atau pepunden (makam) para leluhur. Kepedulian kita untuk sekedar merawat dan memelihara makam leluhur orang-orang yang telah menurunkan kita dan leluhur perintis bangsa, termasuk dalam mendoakannya agar mendapat tempat kamulyan sejati dan kasampurnan sejati di alam kelanggengan merupakan kebaikan yang akan kembali kepada diri kita sendiri. Tak ada  buruknya kita meluhurkan leluhur bangsa asing dengan dalih apapun; agama, ajaran, budaya, ataupun sebagai ikon perjuangan kemanusiaan. Namun demikian hendaknya leluhur sendiri tetap dinomorsatukan dan jangan sampai dilupakan bagaimanapun juga beliau adalah generasi pendahulu yang membuat kita semua ada saat ini. Belum lagi peran dan jasa beliau-beliau memerdekakan bumi pertiwi menjadikan negeri ini menjadi tempat berkembangnya berbagai agama impor yang saat ini eksis. Dalam falsafah hidup Kejawen ditegaskan untuk selalu ingat akan sangkan paraning dumadi. Mengerti asal muasalnya hingga terjadi di saat ini. Dengan kata lain ; kacang hendaknya tidak melupakan kulitnya.
  6. Hilangkan sikap picik atau dangkal pikir (cethek akal) yang hanya mementingkan kelompok, gender atau jenis kelamin, golongan, suku, budaya, ajaran dan agama sendiri dengan sikap primordial, etnosentris dan rasis. Kita harus mencontoh sikap kesatria para pejuang dan pahlawan bumi pertiwi masa lalu. Kemerdekaan bukanlah milik satu kelompok, suku, ras, bahkan agama sekalipun. Perjuangan dilakukan oleh semua suku dan agama, kaum laki-laki dan perempuan, menjadikan kemerdekaan sebagai anugrah milik bersama seluruh warga negara Indonesia.

Generasi Durhaka

Kesadaran kita bahwa bangsa ini dulunya adalah bangsa yang besar dalam arti kejayaannya, kemakmurannya, kesuburan alamnya, kekayaan dan keberagaman akan seni dan budayanya, ketinggian akan filsafat kehidupannya, menumbuhkan sikap bangga kita hidup di negeri ini. Namun bila mencermati dengan seksama apa yang di lakukan para generasi penerus bangsa saat ini terutama yang sedang memegang tampuk kekuasaan kadang membuat perasaan kita terpuruk bahkan sampai merasa tidak lagi mencintai negara Indonesia berikut produk-produknya. Di sisi lain beberapa kelompok masyarakat seolah-olah menginginkan perubahan mendasar (asas) kenegaraan dengan memandaang pesimis dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa yang telah ada dan diretas melalui proses yang teramat berat dan berabad-abad lamanya. Golongan mayoritas terkesan kurang menghargai golongan minoritas. Keadilan dilihat dari kacamata subyektif, menurut penafsiran pribadi, sesuai kepentingan kelompok dan golongannya sendiri. Kepentingan yang kuat meniadakan kepentingan yang lemah. Kepentingan pribadi atau kelompok diklaim atas nama kepentingan rakyat. Untuk mencari menangnya sendiri orang sudah berani lancang mengklaim tindakannya atas dasar dalil agama (kehendak Tuhan). Ayat dan simbol-simbol agama dimanipulasi untuk mendongkrak dukungan politik. Watak inilah yang mendominasi potret generasi yang durhaka pada para leluhur perintis bangsa di samping pula menghianati amanat penderitaan rakyat. Celakanya banyak pecundang negeri justru mendapat dukungan mayoritas. Nah, siapa yang sudah keblinger, apakah pemimpinnya, ataukah rakyatnya, atau mungkin pemikiran saya pribadi ini yang tak paham realitas obyektif. Kenyataan betapa sulit menilai suatu ralitas obyektif, apalagi di negeri ini banyak sekali terjadi manipulasi data-data sejarah dan gemar mempoles kosmetik sebagai pemanis kulit sebagai penutup kebusukan.

“Dosa” Anak Kepada Ibu (Pertiwi)

Leluhur bumi nusantara bagaikan seorang ibu yang telah berjasa terlampau besar kepada anak-anaknya. Sekalipun dikalkulasi secara materi tetap terasa kita tak akan mampu melunasi “hutang” budi-baik orang tua kita dengan cara apapun. Orang tua kita telah mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan kita hari demi hari hingga dewasa. Sedangkan kita tak pernah bisa melakukan hal yang sama kepada orang tua kita. Demikian halnya dengan para leluhur perintis bangsa. Bahkan kita tak pernah bisa melakukan sebagaimana para leluhur lakukan untuk kita. Apalagi beliau-beliau telah lebih dulu pergi meninggalkan kita menghadap Hyang Widhi (Tuhan YME). Diakui atau tidak, banyak sekali kita berhutang jasa kepada beliau-beliau para leluhur perintis bangsa. Sebagai konsekuensinya atas tindakan pengingkaran dan penghianatan kepada leluhur, sama halnya perilaku durhaka kepada ibu (pertiwi) kita sendiri yang dijamin akan mendatangkan malapetaka atau bebendu dahsyat. Itulah pentingnya kita tetap nguri-uri atau memelihara dan melestarikan hubungan yang baik kepada leluhur yang telah menurunkan kita khususnya, dan leluhur perintis bangsa pada umumnya. Penghianatan generasi penerus terhadap leluhur bangsa, sama halnya kita menabur perbuatan durhaka yang akan berakibat menuai malapetaka untuk diri kita sendiri.

Sudah menjadi kodrat alam (baca; kodrat ilahi) sikap generasi penerus bangsa yang telah mendurhakai para leluhur perintis bumi pertiwi dapat mendatangkan azab, malapetaka besar yang menimpa seantero negeri. Sikap yang “melacurkan” bangsa, menjual aset negara secara ilegal, merusak lingkungan alam, lingkungan hidup, hutan, sungai, pantai. Tidak sedikit para penanggungjawab negeri melakukan penyalahgunaan wewenangnya dengan cara “ing ngarsa mumpung kuasa, ing madya agawe rekasa, tut wuri nyilakani”. Tatkala berkuasa menggunakan aji mumpung,  sebagai kelas menengah selalu menyulitkan orang, jika menjadi rakyat gemar mencelakai. Seharusnya ing ngarsa asung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.  Walaupun tidak semua orang melakukan perbuatan durhaka namun implikasinya dirasakan oleh semua orang. Sekilas tampak tidak adil, namun ada satu peringatan penting yang perlu diketahui bahwa, hanya orang-orang  yang selalu eling dan waspada yang akan selamat dari malapetaka negeri ini.

Rumus Yang Tergelar

Saya tergerak untuk membuat tulisan ini setelah beberapa kali mendapatkan pertanyaan sbb; apakah kembalinya kejayaan nusantara tergantung dengan peran leluhur ? jawabnya, TIDAK ! melainkan tergantung pada diri kita sendiri sebagai generasi penerus bangsa. Meskipun demikian bukan berarti menganulir peran leluhur terhadap nasib bangsa saat ini. Peran leluhur tetap besar hanya saja tidak secara langsung. Keprihatinan luar biasa leluhur nusantara di masa lampau dalam membangun bumi nusantara, telah menghasilkan sebuah “rumus” besar yang boleh dikatakan sebagai hukum atau kodrat alam. Setelah keprihatinan dan perjuangan usai secara tuntas, “rumus” baru segera tergelar sedemikian rupa. Rumus berlaku bagi seluruh generasi penerus bangsa yang hidup sebagai warga negara Indonesia dan siapapun yang mengais rejeki di tanah perdikan nusantara. Kendatipun demikian generasi penerus memiliki dua pilihan yakni, apakah akan menjalani roda kehidupan yang sesuai dalam koridor “rumus” besar atau sebaliknya, berada  di luar “rumus” tersebut. Kedua pilihan itu masing-masing memiliki konsekuensi logis. Filsafat hidup Kejawen selalu wanti-wanti ; aja duwe watak kere, “jangan gemar menengadahkan tangan”. Sebisanya jangan sampai berwatak ingin selalu berharap jasa (budi) baik atau pertolongan dan bantuan dari orang lain, sebab yang seperti itu abot sanggane, berat konsekuensi dan tanggungjawab kita di kemudian hari. Bila kita sampai lupa diri apalagi menyia-nyiakan orang yang pernah memberi jasa (budi) baik kepada kita, akan menjadikan sukerta dan sengkala. Artinya membuat kita sendiri celaka akibat ulah kita sendiri. Leluhur melanjutkan wanti-wantinya pada generasi penerus, agar supaya ; tansah eling sangkan paraning dumadi. Mengingat jasa baik orang-orang yang telah menghantarkan kita hingga meraih kesuksesan pada saat ini. Mengingat dari siapa kita dilahirkan, bagaimana jalan kisah, siapa saja yang terlibat mendukung, menjadi perantara, yang memberi nasehat dan saran, hingga kita merasakan kemerdekaan dan ketenangan lahir batin di saat sekarang. Sementara itu, generasi durhaka adalah generasi yang sudah tidak eling sangkan paraning dumadi.

Tugas dan Tanggungjawab Generasi Bangsa

Sebagai generasi penerus bangsa yang telah menanggung banyak sekali hutang jasa dan budi baik para leluhur masa lalu, tak ada pilihan yang lebih tepat selain harus mengikuti rumus-rumus yang telah tergelar. Sebagaimana ditegaskan dalam serat Jangka  Jaya Baya serta berbagai pralampita, kelak negeri ini akan mengalami masa kejayaan kembali yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, bilamana semua suku bangsa kembali nguri-uri kebudayaan, menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal (local wisdom), masing-masing suku kembali melestarikan tradisi peninggalan para leluhur nusantara. Khususnya bagi orang Jawa yang sudah hilang kejawaannya (kajawan) dan berlagak sok asing, bersedia kembali menghayati nilai luhur kearifan lokal. Demikian pula suku Melayu, Dayak, Papua, Minang, Makasar, Sunda, Betawi, Madura, Tana Toraja, Dayak dst, kembali menghayati tradisi dan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai luhur. Bagaimanapun kearifan lokal memiliki kunggulan yakni lebih menyatu dan menjiwai (manjing ajur ajer) serta lebih mengenal secara cermat karakter alam dan masyarakat setempat. Desa mawa cara, negara mawa tata. Masing-masing wilayah atau daerah memiliki aturan hidup dengan menyesuaikan situasi dan kondisi alamnya. Tradisi dan budaya  setempat adalah “bahasa” tak tertulis sebagai buah karya karsa, cipta, dan karsa manusia dalam berinteraksi dengan alam semesta. Orang yang hidup di wilayah subur makmur akan memiliki karakter yang lembut, santun, toleran, cinta damai namun agak pemalas. Sebaliknya orang terbiasa hidup di daerah gersang, sangat panas, sulit pangan, akan memiliki karakter watak yang keras, temperamental, terbiasa konflik dan tidak mudah toleran. Indonesia secara keseluruhan dinilai oleh manca sebagai masyarakat yang berkarakter toleran, penyabar, ramah, bersikap terbuka. Namun apa jadinya jika serbuan budaya asing bertubi-tubi menyerbu nusantara dengan penuh keangkuhan (tinggi hati) merasa paling baik dan benar sedunia.  Apalagi budaya yang dikemas dalam moralitas agama, atau sebaliknya moralitas agama yang mengkristal menjadi kebiasaan dan tradisi. Akibat terjadinya imperialisme budaya asing, generasi bangsa ini sering keliru dalam mengenali siapa jati dirinya. Menjadi bangsa yang kehilangan arah, dengan “falsafah hidup” yang tumpang-tindih dan simpang-siur menjadikan doktrin agama berbenturan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang lebih membumi. Ditambah berbagai pelecehan konstitusi oleh pemegang tampuk kekuasaan semakin membuat keadaan carut-marut dan membingungkan. Tidak sekedar mengalami kehancuran ekonomi, lebih dari itu bangsa sedang menuju di ambang kehancuran moral, identitas budaya, dan spiritual. Kini, saatnya generasi penerus bangsa kembali mencari identitas jati dirinya, sebelum malapetaka datang semakin besar. Mulai sekarang juga, mari kita semua berhenti menjadi generasi durhaka kepada “orang tua” (leluhur perintis bangsa). Kembali ke pangkuan ibu pertiwi, niscaya anugrah kemuliaan dan kejayaan bumi nusantara akan segera datang kembali.

TRAH MAJAPAHIT

Dalam pola hubungan kekerabatan atau silsilah di dalam Kraton di Jawa di kenal istilah trah. Menurut arti harfiahnya trah adalah garis keturunan atau diistilahkan tepas darah dalem atau kusuma trahing narendra, yakni orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan atau keluarga besar secara genealogis dalam hubungan tali darah (tedhaking andana warih). Banyak sekali orang merasa bangga menjadi anggota suatu trah tertentu namun kebingungan saat menceritakan runtutan silsilah atau trah leluhur yang mana yang menurunkannya. Seyogyanya kita masih bisa menyebut dari mana asal-usul mata rantai leluhur yang menurunkan agar supaya dapat memberikan pengabdian kepada leluhur secara tepat. Dengan demikian rasa memiliki dan menghormati leluhurnya tidak dilakukan dengan asal-asalan tanpa mengetahui siapa persisnya nenek-moyang yang telah menurunkan kita, dan kepada leluhur yang mana harus menghaturkan sembah bakti. Jika kita terputus mengetahui mata rantai tersebut sama halnya dengan mengakui atau meyakini saja sebagai keturunan Adam, namun alur mata rantainya tidak mungkin diuraikan lagi. Mengetahui tedhaking andana warih membuat kita lebih tepat munjuk sembah pangabekti atau menghaturkan rasa berbakti dan memuliakan leluhur kita sendiri. Jangan sampai seperti generasi durhaka yakni orang-orang kajawan rib-iriban yang tidak memahami hakekat, kekenyangan “makan kulit”, menjunjung setinggi langit leluhur bangsa asing sekalipun harus mengeluarkan beaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah tapi tidak mengerti makna sesungguhnya. Sungguh ironis, sementara leluhurnya sendiri terlupakan dan makamnya dibiarkan merana hanya karena takut dituduh musrik atau khurafat. Cerita ironis dan menyedihkan itu seketika raib tatkala sadar telah mendapatkan label sebagai “orang suci” dan saleh hanya karena sudah meluhurkan leluhur bangsa asing. Ya, itulah kebiasaan sebagian masyarakat yang suka menilai simbol-simbolnya saja, bukan memahami esensinya. Apakah seperti itu cara kita berterimakasih kepada leluhur yang menurunkan kita sendiri, dan kepada leluhur perintis bangsa? Rupanya mata hati telah tertutup rapat, tiada lagi menyadari bahwa teramat besar jasa para leluhur bangsa kita. Tanpa beliau-beliau pendahulu kita semua yang telah menumpahkan segala perjuangannya demi kehidupan dan kemuliaan anak turun yang mengisi generasi penerus bangsa rasanya kita tak kan pernah hidup saat ini.

Tolok ukur kejayaan nusantara masa lalu adalah kejayaan kerajaan Pajajaran, Sriwijaya dan Majapahit, terutama yang terakhir.  Trah atau garis keturunan kerajaan Majapahit yang masih eksis hingga sekarang, yakni kerajaan Mataram Panembahan Senopati di Kotagede Yogyakarta, Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di kota Solo, generasi Mangkubumen yakni Kasultanan dan Pakualaman di Yogyakarta. Semuanya adalah generasi penerus Majapahit terutama raja terakhir Prabu Brawijaya V. Berikut ini silsilah yang saya ambil secara garis besarnya saja ;

Prabu Brawijaya V mempunyai 3 putra di antaranya adalah :

1. Ratu Pembayun (Lajer Putri)

2. Raden Bondhan Kejawan / Lembupeteng Tarub (Lajer Putra)

3. Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I (Lajer Putra; tetapi ibu kandung dari bangsa asing yakni; Putri Cempo dari Kamboja ; beragama Islam)

http://sabdalangit.wordpress.com

Trah Ratu Pembayun menurunkan 2 Putra :

1. Ki Ageng Kebo Kanigoro

2. Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging

Ki Ageng Kebo Kenongo menurunkan 1 Putra: (Lajer Putri)

1. Mas Karebet / Joko Tingkir / Sultan Hadiwijoyo/ Sultan Pajang I (Lajer Putri)

Sementara itu Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I, menurunkan 2 Putera yakni :

(1) Pangeran Hadipati Pati Unus / Sultan Demak II

(2) Pangeran Hadipati Trenggono / Sultan Demak III

Keduanya penerus Demak – tetapi akhirnya putus alias demak runtuh karena pemimpinnya tidak kuat.

Kerajaan Demak hanya berlangsung selama 3 periode. Entah ada kaitannya atau tidak namun kejadiannya sebagaimana dahulu pernah diisaratkan oleh Prabu Brawijaya V saat menjelang puput yuswa. Prabu Brawijaya V merasa putranda Raden Patah menjadi anak yang berani melawan orang tua sendiri, Sang Prabu Brawijaya V (Kertabhumi), apapun alasannya. Maka Prabu Brawijaya V bersumpah bila pemerintahan Kerajaan Demak hanya akan berlangsung selama 3 dinasti saja (Raden Patah, Adipati Unus, Sultan Trenggono). Setelah itu kekuasaa Kerajaan Demak Bintoro akan redup dengan sendirinya. Hal senada disampaikan pula oleh Nyai Ampel Gading kepada cucunda Raden Patah, setiap anak yang durhaka kepada orang tuanya pasti akan mendapat bebendu dari Hyang Mahawisesa. Dikatakan oleh Nyai Ampel Gading, bahwa Baginda Brawijaya V telah memberikan 3 macam anugrah kepada Raden Patah yakni; 1) daerah kekuasaan yang luas, 2) diberikan Tahta Kerajaan, 3) dan dipersilahkan menyebarkan agama baru yakni agama sang ibundanya (Putri Cempa) dengan leluasa. Namun Raden Patah tetap menginginkan tahta Majapahit, sehingga berani melawan orang tuanya sendiri. Sementara ayahandanya merasa serba salah, bila dilawan ia juga putera sendiri dan pasti kalah, jika tidak dilawan akan menghancurkan Majapahit dan membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti kehendak Raden Patah. Akhirnya Brawijaya V memilih mengirimkan sekitar 3000 pasukan  saja agar tidak mencelakai putranda Raden Patah. Sementara pemberontakan Raden Patah ke Kerajaan Majapahit membawa bala tentara sekitar 30 ribu orang, dihadang pasukan Brawijaya V yang hanya mengirimkan 3000 orang. Akibat jumlah prajurit tidak seimbang maka terjadi banjir darah dan korban berjatuhan di pihak Majapahit. Sejak itulah pustaka-pustaka Jawa dibumihanguskan, sementara itu orang-orang yang membangkang dibunuh dan rumahnya dibakar. Sebaliknya yang memilih mengikuti kehendak Raden Patah dibebaskan dari upeti atau pajak. Senada dengan Syeh Siti Jenar yang enggan mendukung pemberontakan Raden Patah ke Majapahit, adalah Kanjeng Sunan Kalijaga yang sempat memberikan nasehat kepada Raden Patah, agar tidak melakukan pemberontakan karena dengan memohon saja kepada ayahandanya untuk menyerahkan tahta, pasti permintaan Raden Patah akan dikabulkannya. Hingga akhirnya nasehat tak dihiraukan Raden patah, dan terjadilah perang besar yang membawa banyak korban. Hal ini sangat disesali oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, hingga akhirnya memutuskan untuk berpakaian serba berwarna wulung atau hitam sebagai pertanda kesedihan dan penyesalan atas peristiwa tersebut.

http://sabdalangit.wordpress.com

Penerus Majapahit

Lain halnya nasib Raden Bondan Kejawan yang dahulu sebelum Sri Narpati Prabu Brawijaya V meninggal ia masih kecil dititipkan kepada putranda Betara Katong, dikatakan jika Betara katong harus menjaga keselamatan Raden Bondan Kejawan karena ialah yang akan menjadi penerus kerajaan Majapahit di kelak kemudian hari. Berikut ini alur silsilah Raden Bondan Kejawan hingga regenerasinya di masa Kerajaan Mataram.

Raden Bondhan Kejawan/Lembu Peteng Tarub-Dewi Nawang Sih (Dewi Nawang Sih adalah seorang putri dari Dewi Nawang Wulan-Jaka Tarub) (Lajer Putra)

menurunkan Putera :

1. Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo (Lajer Putra)

2. Dewi Nawang Sari (Kelak adl calon ibu Ratu Adil/SP/Herucakra)

Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo mempunyai 1 Putera:

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo (Lajer Putra)

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo mempunyai 1 Putera bernama:

Ki Ageng Anis (Ngenis) (Lajer Putra)

Ki Ageng Anis (Ngenis) mempunyai 2 Putera :

1. Ki Ageng Pemanahan / Ki Ageng Mataram

2. Ki Ageng Karotangan / Pagergunung I

tp://sabdalangit.wordpress.com

Ki Ageng Pemanahan / Mataram mempunyai 1 Putera:

Raden Danang Sutowijoyo / Panembahan Senopati/ Sultan Mataram I

Panembahan Senopati akhirnya menjadi generasi Mataram Islam (kasultanan) pertama yang meneruskan kekuasaan Majapahit hingga kini. Pada masa itu spiritualitas diwarnai nilai sinkretisme antara filsafat hidup Kejawen, Hindu, Budha dan nilai-nilai Islam hakekat sebagaimana terkandung dalam ajaran Syeh Siti Jenar, terutama mazabnya Ibnu Al Hallaj. Pada saat itu, hubungan kedua jalur spiritual masih terasa begitu romantis saling melengkapi dan belum diwarnai intrik-intrik politik yang membuyarkan sebagaimana terjadi sekarang ini.

Begitulah silsilah lajer putra dari Brawijaya V. Menurut tradisi Jawa wahyu keprabon akan turun kepada anak laki-laki atau lajer putra. Sedangkan Raden patah walaupun lajer putra tetapi dari Putri bangsa asing. Dan Raden Patah dianggap anak durhaka oleh ayahandanya Prabu Brawijaya Kertabhumi dan neneknya Nyai Ampel Gading. Namun demikian, bagi penasehat spiritualnya yakni Ki Sabdapalon dan Nayagenggong yang begitu legendaris kisahnya, pun Prabu Brawijaya walaupun secara terpaksa atau tidak sengaja telah menghianati para pendahulunya pula.

Dari pemaparan kisah di atas ada suatu pelajaran berharga untuk generasi penerus agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Artinya jangan sampai kita berani melawan orang tua, apalgi sampai terjadi pertumpahan darah. Karena dapat tergelincir pada perberbuatan durhaka kepada orang tua kita terutama pada seorang ibu, yakni ibu pertiwi. Dengan kata lain durhaka kepada para leluhur yang telah merintis bangsa dengan susah payah. Karena Tuhan pasti akan memberikan hukuman yang setimpal, dan siapapun tak ada yang bisa luput dari bebendu Tuhan.

Pralampita Leluhur Bangsa

Saya ingin mengambil beberapa bait dari serat Darmagandul yang unik dan menarik untuk dianalisa, sekalipun kontroversial namun paling tidak ada beberapa nasehat dan warning yang mungkin dapat menjadi pepeling bagi kita semua, khususnya bagi yang percaya. Bagi yang tidak mempercayai, hal itu tidak menjadi masalah karena masing-masing memiliki hak untuk menentukan sikap dan mencari jalan hidup secara cermat, tepat dan sesuai dengan pribadi masing-masing.

Paduka yêktos, manawi sampun santun gami selam,

nilar gamabudi, turun paduka tamtu apês,

Jawi kantun jawan, Jawinipun ical, rêmên nunut bangsa sanes.

Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti.

Paduka pahami, bila sudah memeluk gama selam, meninggalkan gamabudi,

Keturunan Paduka pasti mendapatkan sial, Jawa tinggal seolah-olah jawa,

nilai ke-Jawa-annya telah hilang, gemar nebeng bangsa lain

Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang memahami (Kejawa-an)

Cobi paduka-yêktosi, benjing: sasi murub botên tanggal,

wiji bungkêr botên thukul, dipun tampik dening Dewa,

tinanêma thukul mriyi, namung kangge têdha pêksi,

mriyi punika pantun kados kêtos,

amargi Paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela

Cobalah Paduka pahami, besok; sasi murub boten tanggal

Biji-bijian tidak tumbuh, ditolak oleh Tuhan

Walaupun ditanam yang tumbuh berupa padi jelek

Hanya jadi makanan burung

Karena Paduka lah yang bersalah, suka menyembah batu

Paduka-yêktosi, benjing tanah Jawa ewah hawanipun,

wêwah bênter awis jawah, suda asilipun siti,

kathah tiyang rêmên dora,

kêndêl tindak nistha tuwin rêmên supata,

jawah salah mangsa, damêl bingungipun kanca tani.

Paduka pahami, kelak tanah Jawa berubah hawanya,

Berubah menjadi panas dan jarang hujan, berkurang hasil bumi

Banyak orang suka berbuat angkara

Berani berbuat nista dan gemar bertengkar,

Hujan salah musim, membuat bingung para petani

Wiwit dintên punika jawahipun sampun suda,

amargi kukuminipun manusa anggenipun sami gantos agami.

Benjing yen sampun mrêtobat, sami engêt dhatêng gamabudi malih,

lan sami purun nêdha woh kawruh, Dewa lajêng paring pangapura,

sagêd wangsul kados jaman Budhi jawahipun”.

Mulai hari ini hujan sudah mulai berkurang,

Sebagai hukumannya manusia karena telah berganti agama

Besok bila sudah bertobat, orang-orang baru ingat kepada gamabudi lagi

Dan bersedia makan buahnya ilmu, maka Tuhan akan memberi ampunan

Kesuburan tanah dapat kembali seperti zaman gamabudi

http://sabdalangit.wordpress.com

Memahami Leluhur dan Kemusyrikan

Belajar dari pengalaman pribadi dan sebagaimana terdapat dalam tradisi Jawa, saya pribadi percaya bahwa leluhur masih dapat memberikan bimbingan dan arahan (njangkung dan njampangi) memberikan doa dan restu kepada anak turunnya. Komunikasi dapat berlangsung melalui berbagai media, ambil contoh misalnya melalui mimpi (puspa tajem), melalui keketeg ing angga, suara hati nurani, bisikan gaib, atau dapat berkomunikasi langsung dengan para leluhur. Barangkali di antara pembaca ada yang menganggap hal ini sebagai bualan kosong saja, bahkan menganggap bisikan gaib dipastikan dari suara setan yang akan menggoda iman. Boleh dan sah-sah saja ada pendapat seperti itu. Hanya saja tidak perlu ngotot mempertahankan tingkat pemahaman sendiri. Sebab jika belum pernah menyaksikan sendiri noumena atau eksistensi di alam gaib sebagai being yang ada, kesadaran kita masih dikuasai oleh kesadaran akal-budi, kesadarannya hanyalah dalam batas kesadaran jasad/lahiriah semata. Sebaliknya kesadaran batinnya justru menjadi mampet tak bisa berkembang. Padahal untuk memahami tentang kesejatian hidup diperlukan sarana kesadaran batiniah atau rohani.

Bagi pemahaman saya pribadi, adalah sangat tidak relevan suatu anggapan bahwa interaksi dengan leluhur itu dianggap musyrik. Apalagi dianggap non-sense, bagi saya anggapan itu merupakan kemunduran dalam kesadaran batin sekalipun jika di banding zaman animisme dan dinamisme. Menurut pemahaman saya musyrik adalah persoalan dalam hati dan cara berfikir, bukan dalam manifestasi tindakan. Saya tetap percaya bahwa tanpa adanya kuasa dan kehendak Tuhan apalah artinya leluhur. Leluhur sekedar sebagai perantara. Seperti halnya anda mendapatkan rejeki melalui perantara perusahaan tempat anda bekerja. Jika Anda menuhankan perusahaan tempat anda bekerja sama halnya berfikir musrik. Dan orang dungu sekalipun tak akan pernah menuhankan leluhur karena leluhur itu roh (manusia) yang jasadnya telah lebur kembali menjadi tanah. Hubungan dengan leluhur seperti halnya hubungan dengan orang tua, saudara, tetangga, atau kakek-nenek yang masih hidup yang sering kita mintai tolong. Perbedaannya hanyalah sekedar yang satu masih memiliki jasad kotor, sedangkan leluhur sudah meninggalkan jasad kotornya. Bila kita mohon doa restu pada orang hidup yang masih dibungkus jasad kotor mengapa tak dituduh musrik, sedangkan kepada leluhur dianggap musrik. Padahal untuk menjadi musrik itu pun sangat mudah, anda tinggal berfikir saja jika seorang dokter dengan resep obat yang anda minum adalah mutlak menjadi penyembuh penyakit di luar kuasa Tuhan. Atau anda meminta tolong kepada tetangga untuk mbetulin genting bocor, dan orang itu dapat bekerja sendiri tanpa kuasa Tuhan. Saya fikir konsep musyrik adalah cara berfikir orang-orang yang hidup di zaman jahiliah saja. Atau mungkin manusia purba jutaan tahun lalu. Namun apapun alasannya tuduhan musrik menurut saya, merupakan tindakan penjahiliahan manusia.

Kendatipun demikian, jika tidak ada jalinan komunikasi dengan leluhur, para leluhur tak akan mencampuri urusan duniawi anak turunnya. Oleh sebab itu dalam tradisi Jawa begitu kental upaya-upaya menjalin hubungan dengan para leluhurnya sendiri. Misalnya dilakukan ziarah, nyekar, mendoakan, merawat makam, selamatan, kenduri, melestarikan warisan, dan menghayati segenap ajaran-ajarannya yang mengandung nilai luhur filsafat kehidupan.

==========

Saya tegaskan tulisan ini sekedar pemaparan bertujuan senantiasa membangun sikap eling dan waspada. Bila kita memanfaatkannya untuk kebaikan saya optimis akan berguna menjadikan kehidupan lebih baik dan bijaksana. Bila tak dimanfaatkan paling-paling hanya tidak lengkap ilmunya. Peacefully…!

sabdalangit

  1. salam karaharjan mas sabda… sakderengengipun nyuwun pangapunten, ngih. tiyang dusun basanipun kirang sae. Mas kula menawi ziaroh wonten makam leluhur niku pikatuk welingan lan wejangan wejangan. kadang kula kula ngih mboten percaya kiyambak. terakhir kula pikantok wektu sowan wonten leluhur kawula”wis ra usah mrene maneh, simbah iki wis ning cedakmu, anggonmu mlaku ning alam donya tansah diawasi simbah.” wis ndang muliha… ” kula sak nalika ngih langsung wangsul ngantos rencan kula, sing ngancani kula kaget. ” direwangi adoh-adoh mrene kok sedelok thok. Ingkang kula tangkletke alam roh menika mboten wonten dibatasi ruang gerak dan waktu… dados menawi mboten wilengan kula kedah nglaksanake niku napa leres? kadang kula bingung amargi kula nglampahi niki ngih mboten wonten guru.. kejawi saking rasa kula ….

  2. Mas sabda …nderek tangklet…. sakbeneripun renkarnasi niku tegesipun pripun? kula disanjangi rencang pak ini renkarnasine ini, yang hidup beratus – ratus tahun. Sakbeneripun pripun nyuwun jelasipun? Wonten maleh kok wonten diarani tiyang lawas niku jalaranipun menapa?
    ========
    Mas Suryanto Yth
    Tentang Reinkarnasi silahkan dibaca dalam beberapa tulisan saya. Saya tak mau membuat definisi tegas karena apa yg saya saksikan di alam gaib sungguh rumit tak sesederhana yg dimengerti selama ini. Tiyang lawas, menika tiyang ingkang nate gesang duk jaman rumiyin.

    salam sih katresnan

  3. katur kanjeng sabdalangit,
    terimakasih karena sudah kerepotan dan memberikan pangertosan untuk kami, kemudian tiada penghargaan indah dari kami kecuali badan yang membungkuk dengan penuh rasa hormat. mugi rahayu ingkang sami pinanggih.

  4. Maaf ya mas sabda, ada uneg2 yg mau saya sampaikan. Kenapa setiap orang mengucapkan ‘assalamualaikum’ diforum ini, mas sabda tdk menjawabnya dgn kalimat ‘waalaikum salam’ ? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

    • Mas Donjuanno Yth
      Mohon maaf bila dianggap tak sopan ya mas, namun saya ini tak mau sekedar latah. Salam pembuka merupakan harapan keselamatan di saat terjadi pembukaan dialog atau awal pertemuan. Bila salam pembuka perlu respon salam penutup, maka saya tuangkan dalam setiap akhir kalimat jawaban saya, selalu dengan ucapan harapan keselamatan pula. Hanya beda bahasa saja, atau saya translate dalam bahasa indonesia dan jawa karena terasa lebih manteb dan tembus dalam roso sejati saya pribadi. Sekalipun saya berdialog dgn org berbahasa ingris saya tetap salam dengan bahasa indonesia atau jawa. Misalnya panjenengan mengucapkan salam pembuka lalu dilanjutkan merangkai kalimat, maka saya akan membalas salam anda di akhir kalimat saya.

      salam karaharjan

  5. assalamu’alaikum ,,,salam kenal mohon maap cuman numpang lewat…

    meminjam expetation theory dari Abdulkarim Sorosh bahwa ‘persepsi kebenaran’ itu kadang mengikuti apa yang ada dalam ekspetasi/harapan tiap manusia…
    teori ekspetasi ini pada dasarnya adalah benar tapi tidak sepenuhnya benar, karena unsur manusia itu tidak hanya pada rasa, nurani dan naluri,,,tapi manusia juga mempunyai akal/rasio…
    andai manusia diperbolehkan sekehendak hatinya menuruti rasa dan karsanya, tentunya akan mengakibat ketidakharmonisan sistem kehidupan, pada gilirannya nanti juga akan berdampak pada ketidakharmonisan alam, yang wujudnya berupa bencana dsb…
    semestinya harus ada sebuah titik temu untuk mempertemukan rasa, karsa, naluri, nurani dan rasio dalam satu titik, titik itu semestinya bermuara pada kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat yang bertumpu pada azas ketuhanan yang maha esa..
    kesejahteraan sosial itu semestinya tidak hanya berdimensi pada sisi kehidupan antar manusia saja tapi juga ‘kesejahteraan sosial’ dalam dimensi hubungan manusia kepada Tuhan…
    begitu juga dengan wujud cinta dan kasih sayang…cinta ttu ada pada sebuah ruang hati yang mempunyai beberapa bilik dan sekat….
    cinta kasih yang sempurna semestinya merangkum cinta kepada sesama manusia dan cinta kepada Tuhan…
    cinta kepada Tuhan itulah hakekat tauhid, laa ilaaha illallah, inilah intisari jamus kalimasada…..

    wallahulmuwaffiq ilaa aqwamiththariq…

    nuwun sewu,,nderek langkung nggih.,,,matursuwun…

  6. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Nuwun sewu, ngampil panggenan mugi-mugi mboten ndadosaken manah….
    Sungguh kebenaran sejati hanya milik yang SATU, Allah saja…. silahkan berbeda karena itu fitrah tapi gak usah ngotot dengan persepsi kebenaran sendiri maupun yang didapat dari orang lain (paham/aliran), begitu kira-kira….dan sungguh leluhur orang Jawa sudah datang bisa diajak diskusi, berembug dan bisa dimintai tolong apa saja, tapi saya agak kurang sreg dengan cara mereka memanggil saya yang anak turunnya…maaf….kita saudara lebih tepat begitu….dan kita HANYA diminta MELURUSKAN kesalahan masa lalu yang mereka sengaia atau tidak (karena semuanya hanyalah kehendak-NYA) dengan mengambil JALAN LURUS yang ber CAHAYA dengan TAUHID yang benar (secara hakikat) dan mereka dengan telaten akan membimbing baik ‘terlihat’ maupun tidak ( terlihat bagi yang mampu ‘melihat’) menuju jalan yang LURUS menurut kehendak ALLAH, jalan yang telah ditunjukkan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk-Nya.
    Konsep Dasar :
    Untuk mengetahui hakikat ada baiknya kita kembali ke awal penciptaan dimana makhluk belum ada dan yang ADA hanya ALLAH semata (Rukun Iman 1), dengan keyakinan ini maka makhluk ada karena kehendak-NYA yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, konsep ini akan membawa kita pada pada pengertian makhluk tidak ada yang ada hanya ALLAH saja dan makhluk tidak berkehendak yang berkehendak hanya ALLAH saja (konsep KUN FAYAKUN). Jika makhluk tidak berkehendak maka segala yang dilakukan makhluk adalah kehendak-NYA artinya akan terjadi hukum alam (Fisika) contoh hujan akan turun, matahari bersinar, angin berhembus dsb karena kehendak ALLAH yang telah memenuhi syarat terjadinya hal tersebut, hujan akan turun karena terkumpulnya uap air diangkasa (padahal diangkasa tidak ada bak penampungan air…he he) begitu juga angin yg berhembus atau matahari bersinar di pagi hari, dsb….(Segala sesuatu yang datang dari ALLAH bisa dijelaskan secara logis baik yang nyata maupun yang gaib).
    Berikutnya, ketika makhluk tidak berkehendak (pada manusia) dan yang berkehendak hanya ALLAH maka sesungguhnya manusia tiada daya dan upaya bahkan untuk mendatangkan manfaat maupun mudlarat untuk dirinya sendiri. Apa yang kemudian anda akan dapatkan jika kita (manusia) tidak bisa apa-apa tapi kok bergerak-gerak, berkeinginan, garuk-garuk kepala karena gatal atau bingung…..???? Mari kita ke hukum fisika yang lain…LENSA…atau pembentukan bayangan…. Bayangan hanya bergerak jika sang empunya bayangan bergerak atau berbuat apa saja….aneh ya ???!!!! Tapi benar begitukan ??!!! Nah siempunya bayangan ini kalo pada manusia/makhluk adalah RUH-NYA (KEHENDAK-NYA)…wow…!!!! Jadi manusia sebenarnya hanyalah bayangan dari kehendak-Nya semata, jadi kalo pengen kenal dengan Tuhannya manusia cukup mengetahui apa yang ada didirinya karena RUH-NYA ada pada diri setiap makhluk-NYA (bukan hanya pada manusia tentu saja). Kembali ke bayangan, secara kasat mata kalo kita mau menciptakan bayangan maka diperlukan CAHAYA tapi bayangan yang akan kita hasilkan adalah gelap, coba aja kalo gak percaya….!!??? (karena ada cahaya yg terhalang si empu bayangan dan bayangan itu sendiri). Artinya manusia itu diberi hawa nafsu badaniah dan segala rasa yang destruktif disamping Ruh Illahiah dan rasa yang konstruktif….untuk mendapatkan Ruh Illahiah dan rasa yang konstruktif (positif mind ‘n thinking) kita hanya perlu CERMIN, dimana bayangan yang terbentuk nyata, tegak dan sama seperti si empunya…he he, dalam CERMIN maka CAHAYA tidak akan tertutupi/terhalang dan kalo cahaya tidak tertutupi/terhalang maka kita akan bertemu dengan diri sendiri (RUH-NYA), karena RUH ini berupa CAHAYA itu sendiri….dan bersatunya RUH yang berupa CAHAYA dan bayangan-NYA ini yang orang banyak menyebutnya ‘Manunggaling Kawulo Gusti”….yaah sesederhana itu penjelasannya tapi proses tak pernah instan dan butuh ketekunan dan pendalaman hakikat dan juga tidak sesederhana itu pula yang akan terjadi (yeah mbingungi pula ini), jangan pernah takut pada sergapan ketakutan yang datang tiba-tiba, kembalilah tidak ada jika hal itu terjadi karena dengan tidak ada maka yang ADA hanya ALLAH dan kalo yang ada hanya ALLAH maka apapun yang dihadapai semua akan berhadapan dengan yang ADA…… (maaf pengetahuan baru seujung kuku, buyut dah brani cuap cuap bukan mau menggurui atau ngasih pitutur hanya berbagi pengalaman, mohon kelapangan dada)
    salam damai dan cinta untuk segenap makhluk ALLAH….

  7. RAHSA dan AQAL RASIO

    Rahsa (suara hati) memang perlu keseimbangan dengan fungsi akal dan rasio, dimana aqal pemikiran sebagai pengatur kebijakan dengan referensi dari bahasa rahsa untuk membimbing aqal rasio dalam pengetahuan haqikat yang di timbulkan oleh rasa.

    Namun tetap lah Rahsa menduduki referensi yang paling utama sebagai ukuran kehidupan. Ternyata Rahsa bukan hanya bisa berbisik berbicara, tapi juga bisa melihat & mendengar. Fungsi Rahsa ternyata juga berkemampuan sebagai multi indra, Namun tentu Rahsa(suara hati) yang tetap dalam bimbingajn Tuhan(muthmaínah), sebab bisa pula rahsa dipengaruhi sifat-sifat nafsu(amarah,luwamah,sufiyah) sebagai mana fikiran.

    Sebaai mana Nabi Muhammad saw dalam sabda nya, bahwa “suara hati paling banyak membawa kebenaran”.

    Demikian pula Alqurán menegaskan bahwa , “Alqurán yang adzim(kekal) berada di dalam dada orang-orang yang ber ilmu”.
    Yakni ilmu bukan saja berada pada tataran aqal dan rasio saja, namun ilmu berada pula dalam hati (bathiniyah/halus).

    Selama petunjuk Tuhan baik dalil hadist dsb hanya difahami pada tataran aqal rasio pemikiran, maka hakikat(kebenaran sejati) tidak akan pernah ditemukan, kecuali hanya berbagai perbedaan makna dan tafsir yang bermacam-macam dalam kelompok golongan dan aliran.

    Sangatlah jauh perbedaannya bila dalil ayat maupun hadits dalam kitab suci yang di fahami oleh ilmu dalam hati(alqurán dalam dada yang ber ilmu) , maka akan menghasilkan hakqikat kebenaran sejati baik dalam penglihatan mapun pendengaran, karena memang dalil-dalil ayat dan hadits sumber mulanya juga dari Rahsa(suara hati) atau disebut istlah Lauhul Mahfudz, dan bukan bersumber dari akal-akalan fikiran dan rasio.

    Dalam kehidupan sehari-hari ke dua fungsi ini (Rahsa & Aqal Rasio) tentu akan berjalan dengan seimbang (bagi yang mampu menyeimbangkan), sebab manusia harus mampu menyeimbangkan antara haqikat (rahsa) dan syariat(aqal rasio).

    Fungsi Rahsa yang lumpuh adalah dimana hati(qolbu) tidak berfungsi dan hanya di doktrin oleh hasil pengolahan aqal fikiran, maka hanya akan menhasilkan kebenaran yang beragam menurut pendapat keyakinan masing-masing.

    Demikian pula hati(qolbu yang aktif) adalah melalui pengolahan rahsa, yang selanjutnya akan membimbing aqal fikiran dalam kebenaran yang sejati, keseimbangan fungsi tsb disebut kecerdasan(fathonah, salah satu sifat Rasul / Utusan / ukuran).

    Dimana hal tsb diungkapkan dalam hadits nabi bahwa, “apabila segumpal darah(Hati/Qolbu)itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya”. Bahwa hati(qolbu) adalah sebagai pemimpin menuju jiwa yang cerdas

    Namun kebanyakan yang terjadi adalah aqal fikiran rasio lah yang memimpin jiwa-jiwa, sehingga tidak akan pernah menghasilkan kebenaran yang haqiki, kecuali hanya berbagai macam pebedaan pendapat dalam kebenaran, melalui berbagai teori-teori yang beragam, shingga kebenaran sejati tidak akan pernah ditemukan.

  8. Salam Sejati poro Kadhang,
    Leres apa yg disampaikan kang Olads, terkadang rasa ego dan rasa super power atas keyakinan tertentu dapat menutup rahsa ingkang sejati. Mata hati semakin buta. Mata bathin akan tertutup kabut hitam nan tebal hingga cahya ingkang sejati akan semakin padam.
    Mudah-mudahan semakin banyak manusia tersadarkan dengan wejangan kang Olads dan Kangmas Sabda. Akan semakin terang jalan yang disampaikan para manusia suci… siapapun mereka dan darimana pun mereka ….

    Jayalah Indonesia Raya …

    Surodiro Joyoningrat,
    Lebur Dening Pangatuti.

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

    • Nah…………ini yang lebih jelas lagi dari Mas Sujiatmoko,
      bahwa fungsi pengolahan rahsa adalah untuk menemukan Rahsa Ingkang Sejati atau Sejatining Rahsa, Sehingga Cahaya Tuhan bisa bertajali dalam diri, siapaun mereka dimananpun apapun bentuk keyakinannya. Sebab Tuhan menciptakan manusia tentu dalam satu design dan asesoris yang lengkap untuk mampu mengenal siapa penciptanya.

  9. pembabaran yang sangat bermanfaat sekali nambahi kaweryh

  10. SALAM KENAL

  11. Salam Kenal dan salam pesahabatan u semua para Sepuh di blog ini.
    Ijinkan saya ikut berguru dan menyerap ilmu2 tingkat tinggi yg bertabur bg permata n mutiara ini.
    Saya hanyalah awam dari salah satu suku di perbatasan aceh sumatera.Tepatnya SUKU PAKPAK yg terkenal dgn kopi Sidikalangnya.
    Salam hormat saya u Ki Sabda dan seluruh narasumber.
    Tanpa ada niat sombong,Sungguh sejak kecil sd hari ini sy termasuk patuh beribadah sesuai tuntunan agama saya.
    Tapi jujur saya akui sekian lama itu pula HATI GELISAH,dan tidak puas.Serasa ada yg kurang.
    Dalam pencarian itu Bersama beberapa teman yg ‘LEBIH’ kami mencoba Ziarah kepada Leluhur yg misterius.Sy sebut misterius sebab hampir 100% masyarakat tahu sebutan dan legendanya,tp tak seorang pun tahu siapa nama aslinya,dari mana asal-usulnya dan dimana makamnya.
    Berdasarkan terawangan teman2, kami menuju satu tempat yg menurut orang kampung angker.Sayang karena medan yg sulit kami hanya sampai ketempat persinggahan beliau.Lalu teman2 bernegosiasi dgn utusan para leluhur,dan syukur katanya leluhur berkenan hadir.
    Yg menjadi pertanyaan saya Ki Sampai hari saya tak pernah ada komunikasi ataupun mimpi tentang mereka.
    Yg ada ketika persiapan berangkat ziarah ubun2 sy berdenyut2,panas seperti dipalu godam.
    Ketika sedang ritual saya melihat seperti seekor burung garuda raksasa yg lepas dari rantai lalu terbang,dan selanjut dalam perjalanan pulang,waktu zikir sehabis subuh bathin saya melihat ada seorang seperti penguasa menjulurkan tangannya tetapi tiba2 ditarik kembali karena lg2 seekor butung putih seperti garuda lepas dari tangan kirinya.
    Mohon pencerahannya Ki,dan apakah benar leluhur kami yg misterius benar2 ada,ataukah hanya dongeng belaka.(ada jg mengaku sebagai sandaran beliau,tp ntah mengapa selalu trbersit dalam hati saya bahwa itu bukan asli) Bila ada apa beliu berkenan berkomunikasi dgn saya,atas segala bantuannya saya ucapkan terima kasih dan moga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmad dan kasih sayangnya pada Aki.

  12. artikel anda sangat bijak…

  13. maff , lagi jalan2 tiba2 ada tulisan ki sabda yang mengingatkan saya akan seseorang.
    Ki sebelumnya saya mohon jika tulisan saya ini tidak berkenan di hati aki.
    Kurang lebih 10 Tahun yang lalu,saya keteu dengan seseorang yang menjadi sesepuh di sebuah penganut kepercayaan, beliau menerangkan banyak hal, tapi saya ga doong blasss.
    yang say masih ingat: “bahwa kita harus mendoakan leluhu2 kita, termasuk juga Eyang Browijoyo. karena menurut beliau : Prabu browijoyo jatuh dalam kesalahan besar, menyerahkan Tanah jawa kepada Bangsa lain. sehingga sebelum arwah2 beliau2 itu bisa diterima dialam kamulyan jati, maka indonesia tidak akan makmur tidak akan segera terwujud seperti yang diidam-idamkan,,, intinya begit, soalnya semalemn suntuk.
    bagaimana menurut Ki Sabda Langit? saya mohon pencerahan… Nuwun..

  14. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam Kenal dan salam pesahabatan para Sepuh di blog ini.
    maaf sebelumnya ki…Diatas ada tulisan “Seyogyanya kita masih bisa menyebut dari mana asal-usul mata rantai leluhur yang menurunkan agar supaya dapat memberikan pengabdian kepada leluhur secara tepat.”
    yang mau saya tanyakan bagaimana kita tau (menelusuri) asal-usul mata rantai leluhur,dan dengan cara apa?
    Ada cerita di keluarga kami sekitar tahun 1990an semasa eyang putri masih hidup.anak tante saya sakit panas berhari-hari tidak kunjung sembuh,akhirnya eyang putri membawa anak tante ke trowulan dengan tujuan agar sakit panasnya sembuh.sesampai disana eyang sambat ke leluhur hasilnya sakit panas adek sembuh sampai sekarang tidakpernah sakit panas lagi.
    Berawal dari cerita itu saya mulai mencari dan menelusuri matarantai.sedangkan selama ini saya hanya dapat cerita yang tidak jelas awalnya(matarantai).saya juga sdh tanyak ke eyang kakung(kakak eyang putri saya)berhubung eyang kakung sdh sepuh dan pikun jd ceritanya ngalor ngidul gak jelas ujung pangkalnya.saya sdh mencoba sambat agar dipertemukan dengan leluhur saya tapi hingga kini masih nihil.
    Saya mohon pencerahannya……Nuwun…

  15. saya apresiasi tulisan ki Sabda, kejayaan Nusantara memang harus terus digaungkan, apa yang Ki tulis seperti yg diwejangkan oleh Eyang2 kita, haruskah didelete di era IT ini, saya seneng ada anak muda yg peduli dg jati diri bangsa dimana smentara yg lain terlelap trojing2 berbulan madu terlena dlm pelukan pendatang baru menurut istilah panjenengan. Arus penetrasi bukan main hebatnya seperti tahun 65 dg genjer2nya, dikota ,dipelosok dimana saja kapan saja raungan loudspeaker begtu dahsyatnya meluluh lantakan semua bangunan tradisi yg selama ini diugemi. Tapi tak mengapa, tidak selalu yg banyak itu benar, sedikit tapi berkwalitas lebih baik dari kwantitas, sebagai seorang pengelana yg tak gentar dengan sorak sorai , gegap gempita , teriakan kemenangan kemegahan , seorang pengelana tetap jalan terus menuju keyakinan luhur bersatu dengan sang Pencipta. ojo gumun ojo kagetan sing ketok kuwi dudu.

  16. Sungguh saya sangat kagum dan antusias untuk terus membaca artikel Idola saya Ki Sabdo langit……. Seakan-akan masuk ke dalam dimensi baru…. entah bagaimana pian bisa memperoleh kesempatan dan kemampuan itu… sungguh Pian orang yang beruntung karena selalu dapat hal-hal baru yang khusus……. Bravo

  17. Nderek langkung…..
    Salam Sejahtera utk kita semua

    “Paduka yêktos, manawi sampun santun gami selam,
    nilar gamabudi, turun paduka tamtu apês….”
    “….amargi Paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela…” (Ka’bah)
    “….amargi kukuminipun manusa anggenipun sami gantos agami.
    Benjing yen sampun mrêtobat, sami engêt dhatêng gamabudi malih,
    lan sami purun nêdha woh kawruh, Dewa lajêng paring pangapura,…..”

    Gampangnya,
    Klo Nusantara (indonesia) mau berjaya lagi (ijo royo2 gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharjo) maka menurut ki Sabdopalon seluruh muslim di Jawa (Ind) harus ganti agama menjadi Budhis…

    Bagaimana dg Ki Sabdalangit dan Wong Alus?
    Mau mengikuti petunjuk dan arahan Ki Sabdopalon?

    Klo sy pribadi ngga’lah….
    Sy lebih suka wadak sy nyembah batu (Ka’bah) sebagai pemersatu arah/kiblat tapi hati manembah ingkang maha kuwaos Allah SWT dan berbudhi alias akhlakul Karimah (berakhlak mulia) yaitu berbeda pandangan, pikiran dan hati tapi tidak menyalahkan dan terutama tidak menjelek2kan dan menghina umat/golongan lainnya…. karena Islam adalah agama paling demokratis (lakum dinukum waliyadin/bagimu agamamu dan bagiku agamaku).

    Umat lain yg mengaku agamanya paling bagus malah sering mengejek dan menghina nabiku…. he he he ….. yg lebih parah lagi suka menjajah….. Muslim DILARANG KERAS mengejek, menghina, membunuh dan berperang kepada umat lain (apalagi sesama) KECUALI dibenarkan syar’i!
    Islam dituduh kasar, kejam, suka perang…. ga kebalik tuh…. mana ada negara islam menjajah…? Klo dijajah…. ya pastilah.
    Prinsip Islam, kamu jual BOLEH kita beli, TIDAK HARUS membeli, SALING MEMAAFKAN (Damai) yg UTAMA dan DILARANG KERAS menjual tanpa sebab…..

    Maaf, paragraf diatas nglantur…
    kembali ke jalur,

    Sy tidak kenal Ki Sabdopalon dan tdk pernah ketemu tapi tahu ttg Beliau dari tulisan.
    Beliau bilang “….amargi Paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela…” (Ka’bah) sedangkan Tuhan sy Allah SWT berfirman ” Innaddina indallahil ISLAM…” (sesungguhnya agama disisi Allah adalah ISLAM).
    So, mana yg benar…? Terserah hati dan keyakinan masing2.

    Sy tidak kenal juga dg Dajjal dan tdk pernah ketemu tapi sy juga tahu ttg Dajjal dari tulisan.
    Superman Dajjal (SD) lahir dan bathin berilmu tinggi, hampir tak terukur, dan hanya 1 org yg bisa mengalahkan dan membunuh dia yaitu Nabi Isa AS.
    SD –diijinkan oleh Allah– berumur ribuan tahun, bisa menghidupkan org mati, bisa menyuburkan daerah yg gersang klo umat disitu mengikutinya dan sebaliknya, serta berpindah tempat secepat kilat dan segudang kepintaran lainnya.

    Pertanyaan sy,
    antara Ki Sabdopalon dg Superman Dajjal adakah keterkaitannya atau persamaannya ataukah berbeda sama sekali?
    Siapa bisa menjawab? Tolong, dong!!!

    Mohon maaf klo sengaja maupun tdk, tulisan diatas menyinggung perasaan halus panjenenganipun.

    Matur Sembah Nuwun
    Salam Hormat
    Wassalam

    • nderek intrmezo………

      Kalau gak tahu Sabdopalon yah gak papa mas…. he…he….
      tapi mbo ya jangan menduga-duga ada keterkaitan dengan dajjal……
      ga’ ilo’ ngger……………
      pertanyaan spt itu namanya ” men- ten-den-sius-kan…….” .!!

      lha wong dajjal itu ada dalam diri sendiri kok………….?

      lha selama ini di nusantara yang sering bikin keributan ….sapa…huayooo…….
      bertengkar antar kelompok, golongan, merasa paling benar….?….he..he
      apa lagi membantai dan ngebom dimana-mana………..
      membunuhi yang tak berdosa………..

      sapa lagi kalao bukan kaum dajjal……..?! …..he..he

      kaum sabdopalon gak pernah neko-neko nyari masalah meributkan agama…..
      karena tuhan sdh jelas tampak nyata ………..
      jadi gak perlu rebutan bener, dan rebutan tuhan…………he…he
      apa lagi golek benere dewe……….

      kita semua memang belum pernah bertemu dengan mereka semua……
      kecuali dari tulisan saja, ……………..hmmmm…..

      – baik sabdo palon ……………………
      – maupun nabi mohamad……………..ya.too………..he…he..he
      – juga dajjal……………..wow…serrreeem deh….. he..he
      semuanya memang hanya tulisan kok………

      apalagi tuhan allah………???. ……..we alah…….alah…….
      paling banter ya cuma tahu nama dan huruf nya saja………………
      keyakinan itu memang milik individu…………
      tuhan seperti apa……..?, tergantung seperti yang dipikirkan…..dan dirasakan…..

      maka pertanyaan nya adalah………:

      antara Dajjal dan Teroris tukang ngebom dan merusak kehidupan …….
      adakah keterkaitannya………..?..
      atau persamaannya …………?
      ataukah berbeda sama sekali…….?
      dajjal itu ada dimana ya……..? ….di arab…..?
      kalo di jawa asli ……..jelas gak ada dajjal ……he……he

      tapi mualah banyak yang ngirim dajjal ke jawa ………..entah dari mana ..itu….?
      bahkan dajjal kiriman itu sangat dan sangat merusak sekali kerukunan bangsa….

      sapa bisa jawab? ……..hayooo……….
      yang jawab nya bener nanti ta’ kasih permen………..he…he

      monggo di lanjut ,,,,,,,,,, lha wong cuma intermezoo kok…..he…he (99x)

      • OJO MEREM MAS…..
        Mbedakno endi sing bener endi sing salah….
        wong nek di jiwet kui yow loro,nek di jiwet terus terusan opo sampean arep meneng terus….????hehehehe…..
        wong urip kui nduwe batasan sabar mas,kecuali nek wes mati… paling dipisuhi yow meneng ae….wkowkowkowko….100x – 1x

        mas yuda,SABDOPALON kui sopo toh mas….??? menungso,jin,peri,moloikat..atau dll…???

        kok sampean yow ngerti sing mati kui wong sing gak nduwe duso…???
        asem,ngalah2i DEWO ae we mas2…. wong yow kethok sing mati ning njero diskotik gawene molimo….. ojo merem mas,otak kita itu tidak sebesar bola kasti…..hehehe

        “BECIK KETITIK OLO KETORO”

      • Moso wong jowo gak ngerti SABDO PALON…….?…he..he,,he

        dulu dan sekarangh hidup dimana…..?
        dia awang-awang ato di langit…..
        udara yg di hirup udara mana….
        tanah yang dipijak tanah mana….
        makan minum, b-a-k, dan b-a-b,…dimana…

        Gini yaa…..lebih lengkap nya………..
        SABDO PALON NAYA GENGGONG……….Is :

        -Sabdo………artinya – kata-kata yg mengandung esensi dan substansi
        -Palon………..artinya, kacing pengunci pintu kandang
        -Naya…………artinya, pandangan
        -Genggong..artinnya langgeng tak berubah.

        lalu ada pertanyaan…………
        ….menungso,jin,peri,moloikat..atau dll…???
        ….is up to you………

        cari pemecahan arti kata tsb dengan bersih hati dan pikiran, serta ikhlas, melalui penglihatan jiwa dan intuisi……,
        bukankah kita punya…..semua itu ……?…
        jelas ….toh kita bukan robot yg dungu……wkwkwkwkw…(999999) x

        Bila kita memecahkan dan mencari tahu akan sesuatu didahului oleh syak wasangka keburukan….?, maka yang tampak adalah keburukan kita yg tercermin……..

        Bukankah Tuhan yang telah menjadikan sgl sesuatu itu menajdi ada…??
        manusia tinggal mempelajari saja dengan ikhlash lan nrimo resik ati,
        agar mendapatkan petunjuk yg murni dari Gusti Pengeran….

        pasrahkanlah kebodohan dan kedunguan kita atas sgalasesuatu kepada Tuhan. Dengan cara memusnahkan permanen segala syak wasangka, keraguan, kemusyrikan, kekufuran, iri dengki, jahil, aniaya, dan unsur-unsur kegelapan syetan iblis fii dhulumatin yang ada pada diri kita.

        Agar kita mendapatkan petunjuk Tuhan, menuju jiwa dan pribadi-pribadi tinggi Maha iLahi.

        jangan sandarkan kebodohan kita kepada nafsu dan ksombongan…..nanti malah level kita lebih rendah dari makhluq yg tak ber-indentitas….he..he bukankah kita manusia berakal mulia…?,
        dimanakah kemuliaan kita………..?

        sedang kita Manungso biso opooo………….??
        we ……alah……alah……..ngger – ngger………….
        lha wong kita ini kan baru kemarin sore ono ning ndunyo…he..he
        lha wong jarene urip.,..pikirane ko’ ra urip………
        ope meneh atine……?…….&^&^%^%#@%^$&^%$

        Becik ketitik, olo ketoro, mambu apek njerone jiwo….
        uteké cilik ora ketoro, atine sumpek awaé loro…..
        …uuugh…..cape deeeh………..

        NGELMU IKU KELAKONE KANTHI LAKU………
        Getting of virtue, manners, aren’t a just theoretical activity.
        Knowledge can be transferred and teached, but no for wisdom

        We can’t be wise, discerning, clean hearts, love of full and happy, just because reading the book, read yourself and nature of life, more mainstream before a God
        local wisdom teaches us to love homeland as God’s a graces

        ask on yourself, who am I …?
        Don’t ask on to who was rocking grasses
        hmmm …. eminently just how imbecile I am ………?!

        see…you……

      • sedang kita Manungso biso opooo………….??
        we ……alah……alah……..ngger – ngger………….
        lha wong kita ini kan baru kemarin sore ono ning ndunyo…he..he
        lha wong jarene urip.,..pikirane ko’ ra urip………
        ope meneh atine……?…….&^&^%^%#@%^$&^%$
        ========================================================
        menungso kui iso ngawe anak / menungso maneh,iso nyipto,iso moco,iso mikir,iso nulis, iso mbujuk ,iso kaliren opo maneh iso merem…dll he 1x aja…. sampean iki urip opo mati toh jane…???nek mati aq percoyo sampean ora bakal iso kabeh,kok yow omong soal ati,wong di takoni SABDOPALON kui jin opo moloikat kok jawabe __Is up to you__

        mas mas,yow nek kirane jin ndang ngomong jin,ojo di bolak balekno pertanya’ane… tambah semrawut mengko he..1x aja

        aq percoyo sampean iki wong e pinter mas,cuman………????sampeyan pikir dewe…hehehe

        ojo terlalu berfilsafat tentang hidup mas,semua itu hanya rangkaian kata….
        ILMU SEJATI kui soko ATI,dudu soko pikiran….

        ‘GUSTI ALLAH KUI GAK ENEK, NAK GAK ENEK MENUNGSO’

        filsafat kui mbulet mas,ora pas nek di gatukne karo keyakinan…. kui mung dolanan kalimat……

        ‘MENUNGSO KUI GAK ENEK,NAK GAK ENEK GUSTI ALLAH’

        jangan menutup mata tentang kebenaran mas,aq wong jowo yow njawani
        tapi wong jowo kui yow kudu ngerti endi salah endi bener….

        SALAM

      • @Wiro Sableng.

        Anda kok tidak bisa membedakan Sabdo palon, SP dan Dajjal!!

        Sudah pernah ketemu Iblis ??
        Sudah pernah ketemu Sabdo palon??
        Sudah pernah ketemu Gusti Allah ??

        Setiap yg anda pikir ‘impossible’ anda samakan Dajjal !!

        Kalo Anda tidak bisa mencapainya, bilang saja tidak bisa!!
        Nggk usah memvonis orang lain spt Dajjal!

        Dajjal dalam diri dulu taklukkan, baru memvonis orang!!

      • we alah…alah………..
        wong jowo ora njawani…blass………..
        kan sudah saya jelaskan ttg SABDO PALON NAYA GENGGONG…??

        dan di Blog ini pun sudah dijelaskan oleh Mas Sabda ENTITAS BELIAU..
        apa anda masuk sini gak baca dan muter-muter dulu….?

        anda ini mau diskusi atau berdebat………..?!

        kok anda pake ngomong jangan terlalu berfilsafat, filsafat mbulet, jangan menutup mata ttg kebenaran …..dan tetek bengek……?

        Memang apa sih yang akan anda katakan disini…..?
        kalau mau menyampaikan, mengajari, atau mau berpendapat, ya monggo……..! , gak usah muter-muter, menilai dan menyalahkan orang lain…he..he

        Anda tahu ttg hati, gusti allah, dll….???
        silakan sampaikan pengetahuan versi anda….gak usah ngiklan dulu….!

        kalaupun saya tahu ttg hati …..itu hati saya………bukan hati anda.
        kalau saya tahu ttg kebenaran,..itu keyakinan saya, bukan keyakinan anda…….he..he

        Kalau saya katakan SABDO PALON itu ENTITAS GHAIB, lalu anda mau apa…….?, .. apakah anda lebih tahu dari saya…….?, silakan katakan, denganj bijak……,

        anda melarang saya ber filasafat…?!…
        huh …emang apa hak anda terhadap saya….?
        bukankah anda berfilsafat pula….?…he…he ( gak sadar …ya ?….)

        apakah agama filsafat dan keyakinan itu hanya milik anda……..?
        apakah kebenaran itu hanya milik anda …..?
        di dunia ini gak ada polisi agama dan keyakinan…..!!!

        ini ruang publik Bung,….juga dunia ini……..he…he
        jadi gak memerlukan dogma-dogma agama yg menyesatkan pikiran…
        karena ber agama dg pikiran itu hanya kebutaan.,….belaka…

        anda katakan :
        ‘GUSTI ALLAH KUI GAK ENEK, NAK GAK ENEK MENUNGSO’
        ‘MENUNGSO KUI GAK ENEK,NAK GAK ENEK GUSTI ALLAH’
        anda mau memamerkan filsafat murahan yang lebih mbulet dan menyesatkan….??….he..he

        Tuhan itu tak tergantung kepada makhluk nya ( Allahuwalhayyul Qoyyum).
        rupanya anda pun bermain fikiran….. pula…ttg Tuhan..? ….wkwkwk 0x

      • @Mas dewo: no comment…

        @Mas yudha:
        sampeyan sangking pintere dadi wong normal ora iso,hehehe
        wes mas gak usah debat terlalu ruwet,intine sampeyan ojo MEREM…..

        sabar mas,gak usah nuruti emosi…
        wes toh menang sampeyan nek ngotot….
        =======================================================
        anda katakan :
        ‘GUSTI ALLAH KUI GAK ENEK, NAK GAK ENEK MENUNGSO’
        ‘MENUNGSO KUI GAK ENEK,NAK GAK ENEK GUSTI ALLAH’
        anda mau memamerkan filsafat murahan yang lebih mbulet dan menyesatkan….??….he..he
        =======================================================
        kui aq entok kata2 soko koncoku bocah saptodharmo mas..,aq cuman ngetik contohe ae… sampeyan arep salto opo arep koprol karo filsafat gak enek sing nesu mas,monggo2 ae… aq wong ngaret suket mas,gak genah dogma dogma agama,nanging aq ngerti salah lan bener…..

        =======================================================
        Kalau saya katakan SABDO PALON itu ENTITAS GHAIB, lalu anda mau apa…….?, .. apakah anda lebih tahu dari saya…….?, silakan katakan, denganj bijak……,
        =======================================================
        wes toh mas ojo emosi,aq kan tanya… jin,peri,moloikat atau dll….
        kok maleh tanya ning aq,piye toh……????kalo putar balik itu 1 x saja,biar gak bingung dalane….

      • he….he…he.
        emang yang debat sopo……..rek…….?
        kalau nanya ya nanya saja …,
        pasti akan sy jelaskan sepengetahuan sy secukupnya saja.

        lha anda ngomong nya tendes sius menyepelekan…merendahkan
        seakan anda paling bener dan paling ber ilmu….,
        tapi gak ada bukti nya…tentang iklan diri……”Tahu SALAH BENER”.

        coba apa maksud nya …?
        anda katakan pinter tapi…(titik titik) …
        anda katakan saya jangan berfilsafat….
        anda katakan dadi wong normal ora iso…..

        apakah ini bukan dogma-dogma yang anda buat sendiri….
        untuk membatasi kreatifitas …?, dan menyepelekan…..

        anda selalu memamerkan anda TAHU SALAH dan BENER……
        tapi anda hanya pandai menyalahkan…,apakah ini tindakan bener…???

        hmm…..kebenaran macam apa yang akan anda sampaikan….?
        monggo sampaikan…., tdk usah memutarbalik fakta,….kayak strika-an

        saya tak ingin terjerat dalam pilihan anda bahwa Sabdo Palon adalah seperti yang ada tetapkan……( jin, moloekat, dll ).

        saya sudah jelaskan sesuai makna dan arti nya…ttg Beliau….
        rupanya anda masih gak mudeng….. ?
        apakah ini yang namanya bahwa anda sudah tahu SALAH DAN BENER..?
        mana bukti nya……….??….he..he

        seluruh penjelasan dan petanyaan saya saja anda gak mampu respon….!
        lalu anda masih memamerkana per nyataan bahwa anda tahu tentang SLAH dan BENER……???,…( .wuih hebat banget….omdo nya).
        kalau cuma ngomong bolak balik muter gitu saja anak kecil pun bisa….

        tapi yang penting mana bukti SALAH dan BENR nya…….???.he..he.

        monggo sampaikan …..!
        mari kikta sama sama belajar agar saling mengisi…..
        agar diskusi ini bermakna……..bukan hanya pamer tong kosong….

      • lha selama ini di nusantara yang sering bikin keributan ….sapa…huayooo…….
        bertengkar antar kelompok, golongan, merasa paling benar….?….he..he
        apa lagi membantai dan ngebom dimana-mana………..
        membunuhi yang tak berdosa………..
        ==========================================================
        tapi mualah banyak yang ngirim dajjal ke jawa ………..entah dari mana ..itu….?
        bahkan dajjal kiriman itu sangat dan sangat merusak sekali kerukunan bangsa….
        ========================================================== apakah itu juga bukan dogma mas yudha..??? yang merusak nusantara ini adalah orang2 daerah tengahan mas….perlu anda ketaui..

        saya pernah katakan :
        ‘GUSTI ALLAH KUI GAK ENEK, NAK GAK ENEK MENUNGSO’
        ‘MENUNGSO KUI GAK ENEK,NAK GAK ENEK GUSTI ALLAH’
        dan anda menjawab : anda mau memamerkan filsafat murahan yang lebih mbulet dan menyesatkan….??….he..he

        aq ngerti filsafat ngunui soko koncoku bocah saptodharmo,berarti ajarane wong saptodharmo juga menyesatkan mas ya…???he.. he.. itu mas sabda sendiri yg jawab,eh mas yudha maksute….

        menyepelekan bagimana,wong saya tanya mas yudha jawabe mulet… mungken perasa’ane sampeyan ae mas,padahal aq yow gak tahu menyepelekan sampeyan….

        =========================================================
        coba apa maksud nya …?
        anda katakan pinter tapi…(titik titik) …
        anda katakan saya jangan berfilsafat….
        anda katakan dadi wong normal ora iso…..
        ========================================================
        apakah saya menjawab…????kan isinya titik2,dan saya gak pernah bilang anda bodoh atau pekok toh atau yang lainya yg merendahkan sampeyan,berarti aq gak menyepelekan sampeyan mas….

        SABDOPALON itu makhluk alus / gaib,nah kalo makhluk alus / gaib kui ada 2 golongan JIN dan MALAIKAT…… kalo SABDOPALON masuk dalam golongan malaikat itu tidak mungkin.
        berarti masuk dalam golongan JIN,karena ada cuplkan perkata’an SAPDOPALON dengan PRABU BRAWIJAYA :

        ” Salamat tinggal. Gusti Prabu, hamba barangkat kembali ke Kerajaan JIN dikayangan, Besok lima ratus tahun setelah hari ini saja akan datang kembali di tanah Jawa untuk menyebarkan dan memperkembangkan agamaku Budi atau Buddha.

        apakah anda tetap MEREM……????????????????

      • @ Mas Wiro…..

        hmm……he..he
        saya mengira anda melihat dan memahami Beliau (Sabdopalon) dengan kemampuan “ILMU SAJATI ” seperti yg anda klaim sendiri, …..?
        weleh…weleh …jebule hanya baca cerita toh…….ha..ha..ha.( trilyun -1)

        Masalah menyepelekan dan merendahkan silakan anda intropeksi diri, dan periksa tulisan-2 anda kembali,.. . Tidak hanya pada …titik-titk…saja yang berkonotasi .., tapi anda menyebutkan yg lain-lain nya…….he..he jangan mungkir ah……malu….dong….udah gede dan tua kan….?

        Lha wong tulisan anda masih terbaca jelas disini kok……,
        masak mau mungkir….?…he..he
        piye toh,. ……….kok kayak bocah cilik whae……….sipate……hi hi..

        Dan ingat…..!!
        bahwa yang memulai semua ini adalah ANDA…….!
        karena saya sebelum nya tidak terlibat diskusi dg anda….!
        tapi anda yg memulai menggunakan kata-kata yg tendensius….he..he

        Tapi btw …gak apalah….anggap saja intermezo…. ok ….!….,
        gak usah masuk hati…..

        bagi saya sudah biasa bertemu org macam anda, yaitu type orang yg selalu merasa paling benar, dan memamerkan diri menjelaskan “ILMU SEJATI ” dan mengatahui “SALAH & BENAR”. Dan dibalik itu anda merendahkan org lain sambil meng iklankan diri.

        Lalu bila omongan anda di konfirm , .maka anda mungkir jungkir balik (munafik), jauh dari kejujuran…… dan ternyata “ILmu Sejati” dan iklan diri ttg mengatahui “SLAH & BENAR ……jebule hanya omong kosong…he..he.

        Karena kemampuan anda jebule hanya main pikiran (keminter), dan minteri…he..he………..gak ono bukti ne…..cung…!

        Saya memaklumi kok….., dan sy gak emosi dan gak marah…….!
        Dan nuwun sewu kalau anda menganggap saya nesu dan marah….
        cuma saja cara menulis seperti emosi…., yg sebenar nya saya hanya mengetes anda dalam ber diskusi….., dan ternyata anda orang yang “MUNA SEJATI”, tak sesuai dengan omongan anda…..(omdo)

        Dan memang org seperti anda harus banyak …di maklum kan….he..he
        Kareana org yang selalu di maklum adalah orang…titik-titik…he..he
        ——————–

        Tentang Sabdopalon ….
        telah dijelaskan oleh @Mas Raja Dewa……… (ngerti nggak….?)
        kalo gak ngerti …wis kono mule-o,…………….
        ntar malah makin bingung pikiran mu disini………

        Entitas Ghaib Beliau SABDO PALON adalah berhubungan dengan “Sanghyang Ismaya”, yang disebut SEMAR (samar) makna nya meliputi segala wujud,….., dan lengkap nya SEMAR BADRA NAYA.

        BADRA NAYA , makna dan artinya :
        – “di dalam perilaku kebijaksanaan yang baik, tersimpan sebuah keberuntungan yang baik.”
        – “Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Tuhan demi kesejahteraan manusia”.
        Dan Beliau mempunyai tugas penting, yaitu menjaga keseimbangan dunia, karena di masa depan akan banyak muncul ketidak seimbangan dunia.

        Urutan nya adalah :
        Sang Hyang Ismaya. Sang Hyang Rancasan, Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Wenang, Sang Hyang Nur Rahsa (Sayid Anwar), Sang Hyang Nur Cahya( Sayids Anwas), Sang Hyang Sita ( Nabi Syith), Sang Hyang Adhama( Nabi Adam).

        Sanghyang Nur Rahsa (Sayid Anwar) menggelarkan Rijalul Álam ( ILmu dzhohir/ tentang kekuasaan Tuhan / Robbul álamin) berkemampuan berinteraksi langsung dengan sunatullah hukum alam, mentranformasikan diri/Jiwa terhadap Tuhan nya hingga mencapai Jiwa tertinggi tingkat DEWA dalam agama HINDU (ar-rahiim / kasih sayang), dan BUDHA ( kesadaran BUDI JIWA tertinggi terhadap Tuhan).

        Kedua ajaran agama ini mengajarkan, kasih sayang dan budi pekerti yang luhur, hingga jiwa mencapai kedudukan tertinggi di hadhirat Tuhan sebagai RUH SUCI (AVATARA), atau disebut AVATAR.

        Sanghyang Nur Cahya ( Sayid Anwas) menggelarkan Rijalullah ( ilmu tentang zdat, sifat, asama, afál TUhan ) yang disebut ALLAH ( Alif,Lam,Lam,Ha ).

        mengajarkan, syariat, tareqat, haqekat, makrifat. Yang dibawa oleh para Nabi (ISLAM / selamat), yg mengajarkan Kasih Sayang (basmallah) dan budi pekerti luhur (Akhlaqul kharimah).

        Sejarah lengkap tentang agama para dewa (Hyang) yang disebut istilah agama bumi, penjelasan lengkap nya terdapat pada Kitab PUSTAKA RAJA PURWA, yang disusun oleh Rd. Ronnggo Warsito.

        Namun untuk membaca buku ini tidaklah bisa sembarangan, karena terdapat tulisan-2 penjelasan yang sebenar nya(haqikat), tulisan tsb tidak tampak pada kertas, tetapi mucul dalam bentuk hureuf yg cahaya, bagi yang mampu membaca dengan Rahsa Sejati.

        Blas di baca dengan pikiran saja ( ….seperti anda….), maka yang tampak certia penjelasan umum, sebagai mana cerita-cerita Sabdo Palon dan Prabun Brawijaya yang tersebar di internet.

        Tokoh Ronggo Warsito, selain menyusun sejarah agama bumi, beliau menyusun pula sejarah agam, islam para waliyullah, di berbagai serat, dalam ajaran ilmu kemarifatan.

        Penyatuan agama bumi( hindu), dan agama langit (islam), merupakan ajaran spiritual yang sempurna, puncak spiritual tertinggi adalah menjadi jiwa suci (dewa) dan sempurna (insaan kamil). Dengan Mukswa, kembali melebur diri kepada asal segala asal. Jasad kembali ke unsur alam ( bumi,air, udara, panas), Jiwa/Ruhani kembali kapada Tuhan (dzat, sifat, asama, afál). Menjadi Nasf Kamilah(jiwa sempurna).

        Yang semua ini diajarkana oleh Kanjeng Sunan Kali Jaga, dan Syeks Siti Jenar. Sejarah pelaku kedua agama ini (langit dan bumi) dalam kehidupan, diabadikan oleh Kj. Sunan Kali Jaga dalam cerita WAYANG, keluarga Pandawa Lima dari Amarta, dan kelurga Kurawa dari Astina.
        Ajaran kemakrifatan terdapat dalam berbagai serat, serta makna dan arti dari tiap-tiap jenis gamelan dan pakem dalam seni gamelan, serta berbgai pupuh.

        Semoga anda mermahami tentang Sabdo Palon, ….
        Bila anda menyebutkan Beliau sebagai JIN, ternyata hanya pikiran anda saja, yang terpengaruh oleh cerita, bukan karena pandangan hatinurani anda.

        ” JIN” arti katanya adalah ” Tersembunyi’ (Ghaib), manusia yang Tilem bisa juga Ghaib-tersembunyi, Nabi Hidirpun tidak meninggal demikian pula Nabi Isa, apakah Beliau JIN…?, toh beliau manusia juga. Hanya Manusia dan Jin yang berkewajiban beribadah kepada Tuhan (Qs).

        Silakan Sabdopalon persepsikan oleh anda sendiri, sesuai ILMU SEJATI yg anda sebutkan-sebutkan, dan pengetahuan anda,yg katanya sudah tahu tentang SALAH & BENER……………??? ?( 1 truilyun -1)

        ………..silakan buktikan kemampuan anda………
        ………..jangan hanya pandai membaca cerita…… ya……..he..he
        ………..nanti malah kelihatan dan membuka …ti-tik ti-tik…mu…….

        salam tholab….

      • Pada dasarnya anda tetap MENUTUP MATA mas…..
        alias MEREM,dan gak mau tau tentang kebenaran sejati….
        SAPDOPALON di sebut JIN gak boleh…???kalo JIN / Ghaib gak boleh,lalu golongan apa toh mas…???

        ringan saja mas pertanya’anya , gak usah mulet2….
        tolong jawab singkat padat dan jelas….

        ” ojo njiwet nek gak gelem di jiwet ” mas……

        —- terima kasih —-

      • hm….he..he

        sopo mas yg tidak boleh bilang JIN ato Ghaib…….??
        saya tidak menyebutkan “tidak boleh”………..( jangan ngarang lho..!..)

        dari awalnya sy sudah menjelasakan…..ttg Beliau,….
        dan sudah sy jelaskan lagi stuktur urutannya ….
        sebatas pengetahuan kebodohan saya…..

        Plajari saja urutan Beliau sampai puncak nya…….
        Sehingga anda bisa menyimpulakan dengan bijak……
        Saya cukup menyebutkan Beliau “Entitas Ghaib”..meliputi segala wujud,

        Penjelasan ttg Ghaib tidak bisa di detailkan dengan otak….
        Ghaib tidak sekedar ghaib, ada tingkatan nya “GHoibul ghoib” dst, pada dimensi alam kehidupan yg berbeda-2……,

        Di jagat raya ini terdapat -+ 3 milyar galaksi pusat alam kehidupan …..
        masing alam kehidupan terdapat bebagai tingkat dimensi ghaib…
        dan dalam diri anda pun terdapat JIN,yg tidak disadari sebagai pendamping (Qorin), yang mempegaruhi pikran perasaan anda.

        Silakan gunakan kemampuan anda, dengan :
        – mata ke 3,
        – mata budhi jiwa kesadaran,
        – dan hati nurani …………..

        kalau memang anda katanya sudah tahu akan SALAH & BENAR, dan menguasai ILMU SEJATI yang anda akui itu………( buktikan…..!)
        Sehingga anda akan memahami yang sebenar nya secara haqiki, dan ukan sekedar “KATANYA” ( jarene)…….atau seedar kata saya…..

        Kalau memang anda sudah tahu SALAH & BENER………..
        coba jelaskan mana yg salah nya….,dan mana benernya nya………
        AGAR ANDA TIDAK MEREEEEEM…………….he..he.

        JADI YG MEREM ….Sopo….rek…..!

        salam….

      • SING MEREM SAMPEYAN MAS…
        nulis salah kabeh ngunu,sopo berarti sing merem..???? hehehe
        di woco maneh sing bener mas nek ngetik….
        ==========================================================
        kalau memang anda katanya sudah tahu akan SALAH & BENAR, dan menguasai ILMU SEJATI yang anda akui itu………( buktikan…..!)
        Sehingga anda akan memahami yang sebenar nya secara haqiki, dan UKAN sekedar “KATANYA” ( jarene)…….atau SEEDAR kata saya…..

        Kalau memang anda sudah tahu SALAH & BENER………..
        coba jelaskan mana yg salah nya….,dan mana benerNYA NYA………
        ==========================================================
        nek wes ngantuk ndang turu mas,ojo di pekso…..

        opo toh hebate SAPDOPALON mas……?????
        kok sampek sampek ngetike keliru ngunu…?????

        ‘MANUSIA LEBIH MULIA DARI PADA JIN’

      • ha..ha.ha
        maklum mas emang begadang terus……..

        kalau memang anda meyakini Sobdo Palon “JIN” ya UP to You….lah..
        gak perlu nunggu pengesahan dari saya kan….?

        apa perlu nya anda memaksakan diri utk mengesahkan jawaban dari saya bahwa Sabdo palon adalah harus dari golongan “JIN”………..?
        lha wong saya bukan penguasa alam kok……..wkwkwkwkwk. 0x
        ah…kok ada-ada saja mas ini ….kok yo mekso….he..he

        Masalah kemuliaan manusia itu sudah ditetapkan oleh Tuhan karena manusia punya akal .., Tapi apakah akal nya dipake,……?,
        atau kemuliaan akal nya disandarkan pada nafsu…..?,
        yo wis po do whae…gak pake akal…… .he..he

        Orang yg punya akal iku orang yg legowo dan bijaksana, karena akal nya di pake, dan tak pernah memaksakan diri, serta tak pernah merasa paling bener, selalu merasa bodoh dan kekurangan, belajar dan terus belajar sampai mati.

        Walapun kebenaran itu atas petunjuk ilahi, ya itu untuk dirinya sendiri, belum tentu org lain menerima kan……..? he..he
        lha buktinya apa…..??, …..buktinya adalah anda…..he..he.he

        kalau menurut saya Sabdo Palon adalah “A” , tapi menurut anda adalah “JIN”, …..???!!!,.. ya terserah. …he..he (….emang gue pikirin……)
        saya tak pernah memaksakan diri kebenaran saya kepada orang lain…., kalau anda gak setuju silakan,…..apa urusannya untuk saya ….he.he.
        Karena kebenaran itu RE-LA-TIF, ( rela / ikhlash dan latif / halus).

        kalau memang manusia lebih mulai dari pada jin …trus anda mau apa….????, toh manusia dan jin sama-sama punya kewajiban ibadah kepada Tuhan…kan….?

        tapi ngomong omong ,manusia yang di diskotik juga manusia mulia ya mas….?…….he..he, trus kalau orang yang memaksakan diri atas pedapatnya mulia gak ya…..?.

        Kalau anda sebagai manusia yg katanya mulia……..
        trus pendapat anda bahwa Sabdopalon adalah JIN….
        lha kok malah Sabdopalon yg hebat dan terkenal ya mas….
        sedangkan anda……kok masih seneng berdebat……?
        kapan mulianya……? he..he, apa nya yang mulia………?
        bukankah kemuliaan itu di tandai oleh keluhuran budi pekerti…? he..he

        …ugh…cape deeeeeh……..
        tidur dulu mas dah kantuk nih…….he.he.

        salam tholab…

      • mas wes istirahat durung…????
        ojo karo MEREM loh ya nek ngetik mas,hehe….
        BLOG e sampeyan ben rame kie…wkowkowkowkowkokwo
        makane tak baturi begadang…..
        ==========================================================
        kalau memang manusia lebih mulia dari pada jin …trus anda mau apa….????, toh manusia dan jin sama-sama punya kewajiban ibadah kepada Tuhan…kan….?
        ==========================================================
        aq cuman mau meluruskan ,mas yuda secara tidak sadar menjawab dengan sendirinya ‘manusia lebih mulai dari pada jin’ maka dari itu SAPDOPALON itu tidak lebih mulia dari KITA mas,

        ==========================================================
        tapi ngomong omong ,manusia yang di diskotik juga manusia mulia ya mas….?…….he..he, trus kalau orang yang memaksakan diri atas pedapatnya mulia gak ya…..?
        ==========================================================
        makanya itu di bantai atau di bom saja,tapi komentar mas di atas sendiri mas gak setuju dengan pembantaian dan NGEBOM dimana – mana…?????
        mas jangan ngurusi orang yang berdosa dan tak berdosa.yang jelas orang yang di dalam diskotik itu bukan orang baik2 semua…. berarti kalo di BOM gak pa2 ya kan…???hehehehe

        saya tidak memaksa sampeyan harus sependapat sama dengan saya,katanya di blog ini tempat buat tukar kaweruh mas piye toh….???
        saya cuman menyampaikan kaweruh yang hanya sedikit di kepala saya ini mas,kaweruh saya gak neko2 kok ,cuman BENER dan SALAH dengan akal pikiran saya sebagai manusia…..

        ==========================================================
        Kalau anda sebagai manusia yg katanya mulia……..
        trus pendapat anda bahwa Sabdopalon adalah JIN….
        lha kok malah Sabdopalon yg hebat dan terkenal ya mas….
        sedangkan anda……kok masih seneng berdebat……?
        kapan mulianya……? he..he, apa nya yang mulia………?
        bukankah kemuliaan itu di tandai oleh keluhuran budi pekerti…? he..he
        ==========================================================
        wew,mas tanya kepada siapa saja coba “WIRO SABLENG 212″ di jamin pada kenal semua,hehehehehe….
        coba mas pikir,kalo SABDOPALON gak di tulis di serat2 jawa seperti darmogandul dan ronggowarsito mungkin mas yudha gak akan ngerti namanya SABDOPALON,hehehehe….
        begitu juga saya mas,kalo komik saya WIRO SABLENG 212 gak di cetak,gak akan ada yang kenal saya…hehehehehe

        orang yang mulia itu mau mengerti benar dan salah.karena kita punya akal pikiran / logika mas. itula mengapa,
        “MANUSIA LEBIH MULIA DARI PADA JIN”

        selamat istirahat mas dan selamat MEREM mas,tapi ingat setelah MEREM terus MELEK ya…….

        salam

      • durung mas……he..he
        masih merem melek, ……..
        yah…….posisi delta gitu loh……uenak tenan pancen……
        sambil baca dan jalan-jalan ……

        kalau tentang Sabdopalon,……pendapat sy gak berubah….
        kalo nmanasehat simbah saya itu …. jadi orang itu harus tahu toto kromo lan etika……gitu mas …he.he
        jangan bersikap “njawan” (kehilangan jowo, jiwa, jawi)
        tapi harus “njawani” ( menjiwai, dan ngagem…), gitu nasehat Mbah Kakung lan Putri…..he…he

        Lha kalau mas wiro mau katakan lain……ya monggo …he..he
        kersanipun njenengan kemawon…..njiih….
        monggo penggalih dipun galah gole’ galie kangkung……
        mbok wonten menopo ing jero kangkung meniko……….he..he

        tapi sy setuju untuk selalu menggunakan akal,…….
        emang itu sih potensi manusia satu-satu nya yang mmenggerakan seluruh potensi alat-alat kehidupan, otakl kiri, kanan, tengah, dan hati.

        masalah diskotik dan ngebom……, kebetulan sy tak suka kekerasan..
        masih banyak cara yang lain, yg dicontohkan oleh para ulama dan waliyullah, mereka tak pernah pake bom mikro nuclear, karena itu penuh rekayasa dan penipuan pihak lain, dan hanya akan merusak akidah umat.

        mengebom dengan alasan membasmi kemungkaran, tapi dengan cara yang mungkar, ….yaaah….sama saja dg mencuci baju dg air coberan…he..he. disangka jihad masuk surga ketemu bidadari …..? ….eeeh, malah jiwa ruhani nya klayapan kembali kedunia lagi …..he.,.he,……..paraaaah meen.

        Katanya sih jihad bi nafsi (jiwa) gitu dilil nye……….
        tapi malah jihad bi nafsuuu……
        konsep pola pikir beginian gak laku di jawa, bukan kosep selamat dan menyelamatkan….tapi mencelakakan kehidupan………he.,.he

        ya sorry bangetz buwat rekan-rekan yg baca tulisan ane, banyak salah huruf……….he..he, maklum baru belajar ngetik pake keyboard.
        Tadi nya punya kompi hanya untuk maen games melulu………, tapi dimarah ortu, dan disuruh belajar buka internetan dan dibelikan modem, katanya harus cari ilmu pengetahuan sewaktu muda di dunia luar, agar gak kuper………he.,.he.

        dan ..?? !!……..weleh…weleh…..dunia internet ternyataaa……..
        banyak berita bohong, palsu, dan penipuan….he.he.
        apalagi yg ngebahas agama, kepercayaan dan ilmu mistik…wuiiih..
        banyak yang ngaco dan sok tahu…….puaraaaaah bangetz
        kecuali saya merasa adem kalau di Blog ini,….banyak akur nya sama ajaran ortu dan mbah saya………..

        monggo kagem poro kadhang …dipun skecaaken ….
        supaya diskusi ini menambah wawasan kehidupan….

        rahayu….rahayu…..

      • @mas bharatayudha
        soal persepsi memang tergantung ‘subjektifitas’ point of view yg memandang..
        dan persepsi ini tidak lepas dari ‘manfaat’ yg di dapat dr yg memandang

        ada yg memandang sabdapalon itu jin..ya kembali lagi ke manfaat pandangan sabdopalon buat dia sebatas blue jin.

        ada yg memandang dengan pendekatan beda..lepas dari dogma naskah..tapi digali dari hakikat dalam diri sejati..sabda palon itu semar..ya .sukma/atma sejati…kembali manfaat nya terpulang buat yang memandang.

        masing-masing orang terhijab oleh sudut pandang dan sikapnya masing2…

        Hum darojatun indallah (kedudukan mereka bertingkat2 di sisi Allah)

        Rahayu

      • Tepat sekali apa ygh @ Mas Raja, sampaikan…..
        bahwa kebenaran ilahi sesuai dengan tingkat persepsi dan kemampaunya….
        ini pendapat yg sangat bijak sy kira

        di sesuaikan dengan “Point fo View”……..( wah kayak VGA saja. ya he..he).
        tapi memang tepat sekali, mas……
        ada orang yang persepsi nya ‘A’, dengan kemampuan mendisplay penglihatannya dengan 8 MB 64 bit atau 512 MB 128 bit………..tentu sangat -dan sangat jauh sekali perbedaan nya, dan itu logis permanen.

        tapi kalau VGA nya gak aktif,……..???
        lalu prasangkanya saja yg menggebu, tanpa disertai kemampuan pengetahuan, hanya di dasari oleh sentimen SARA,…….?!
        maka energi orang tsb terhambat ngeblok/macet.
        dan yg didapat adalah hanya cermin nan dari prsangkanya…….

        tepat…pat..pat.
        karena Karena Tuhan telah menjelaskan bahwa ……
        AKU SEBAGAI MANA PRASANGKA HAMBAKU…..

        memeng demikian banyak tingkatan-tingkat makhluk di sisi Allah, sebab alam ke-ILahian tidak se sempit otak manusia yg sebesar bola kasti….he..he , ada -+ 3 milyar galaksi dijagat raya….dengah berbagai dimensi yang berbeda-beda…….

        trims mas Raja…..menambah wawasan dan kyakinan….

      • Tepat sekali apa ygh @ Mas Raja, sampaikan…..
        bahwa kebenaran ilahi sesuai dengan tingkat persepsi dan kemampaunya….
        ini pendapat yg sangat bijak sy kira

        di sesuaikan dengan “Point fo View”……..( wah kayak VGA saja. ya he..he).
        tapi memang tepat sekali, mas……
        ada orang yang persepsi nya ‘A’, dengan kemampuan mendisplay penglihatannya dengan 8 MB 64 bit atau 512 MB 128 bit………..tentu sangat -dan sangat jauh sekali perbedaan nya, dan itu logis permanen.

        tapi kalau VGA nya gak aktif,……..???
        lalu prasangkanya saja yg menggebu, tanpa disertai kemampuan pengetahuan, hanya di dasari oleh sentimen SARA,…….?!
        maka energi orang tsb terhambat ngeblok/macet.
        dan yg didapat adalah hanya cermin nan dari prsangkanya…….

        tepat…pat..pat.
        karena Karena Tuhan telah menjelaskan bahwa ……
        AKU SEBAGAI MANA PRASANGKA HAMBAKU…..

        memeng demikian banyak tingkatan-tingkat makhluk di sisi Allah, sebab alam ke-ILahian tidak se sempit otak manusia yg sebesar bola kasti….he..he , ada -+ 3 milyar galaksi dijagat raya….dengan berbagai dimensi yang berbeda-beda…….

        trims mas Raja…..menambah wawasan dan kyakinan….

      • tapi sy setuju untuk selalu menggunakan akal,…….
        emang itu sih potensi manusia satu-satu nya yang mmenggerakan seluruh potensi alat-alat kehidupan, otakl kiri, kanan, tengah, dan hati.
        ==========================================================
        ya sudah mas,kalo akalnya sampeyan sampai segitu,hehehe saya bukanya memaksa mas harus seperti saya…
        kalo mas tetap memegang prinsipnya ngeh monggo kemawon,sah2 saja… toh saya bukan bapak atau embah sampeyan,hehehe

        ==========================================================
        dan ..?? !!……..weleh…weleh…..dunia internet ternyataaa……..
        banyak berita bohong, palsu, dan penipuan….he.he.
        apalagi yg ngebahas agama, kepercayaan dan ilmu mistik…wuiiih..
        banyak yang ngaco dan sok tahu…….puaraaaaah bangetz
        kecuali saya merasa adem kalau di Blog ini,….banyak akur nya sama ajaran ortu dan mbah saya………..
        =========================================================
        kalo bohong,palsu dan penipuan,atau ngacau dan sok tahu….. mending mas hidup di hutan aja gak ada yang ngajak omong,adem pula serta mas yudha yg bener sendiri…hehehe
        kalo gak kayak gini mungkin kita gak akan berinteraksi mas yud,ya namanya tukar kaweruh,biasa kalo ngotot dengan pendapatnya sendiri hehehehe…..

        ya sudah mas,mungkin kita sudah di takdirkan seperti ini
        ya….mau gimana lagi….

        mbah kakung dan mbah putri serta kedua ortu saya gak pernah mengajarkan kepada saya yg namanya mencari musuh…..
        tapi beliau2 mengajarkan:

        “CARILAH KEBENARAN DENGAN BENAR”

        ya salam saja kepada seluruh pembaca blog ini,semoga sehat selalu…
        amien….3x

      • ha..ha …
        ya itulah dunia maya…banyak belajar …..,…
        mencari pengalaman biar kagak mandeg dan merem…..he..he…

        kalau sy sih berusaha belajar gunakan akal secara universal,….
        sesuai fungsi kemampuan yg diberikan Tuhan dalam diri,…..he..he
        agar gak jadi orang yg cupet…dan kuper….
        diatas langit masih ada langit..
        dan kebenaran itu realif……..he.he
        dan beringkat di hadapan Tuhan……

        tapi saya gak mau mematok kebenaran otak yang masih relatif dan semu…,nanti malah gak berkembang dan tidak mencerdaskan jiwa,
        Sebab manusia itu makhluk, …..tapi makhluk belum tentu manusia ..he he

        dan memang otak tak sebesar bola kasti…..
        tapi otak kiri hanya sebesar bola kasti kemampuan nya….
        sedang otak kanan …? ( 9 x bola kasti ) ……..he..he
        selain itu kemampuanya otak kanan sebalik nya otak kiri, …..

        dimana otak kiri yg hanya mampu baca tulis, hitungan, mendengar dan melihat dengan lahiriah……..,sedang jiwa kita tak bisa di lihat secara lahiriah….he..he

        itulah daya guna akal dalam jiwa……yang lebih berkembang…hmm
        belum lagi bila akal mendayagunakan hati nurani……..?!
        disanalah mahligai ilahi …berada……
        dalam rahasia dibalik rahasia…..he..he………

        Mbah memang tak penah mengajarkan cupet nalar dan mudah memutuskan…, nati malah jauh dari kebajikan dan kebijakan..he..he

        Mbah kakung lan Putri ngajari :
        CARILAH KEBENARAN YAG SEBENAR-BENAR NYA DARI TUHAN
        hingga haqikat kebenaran itu mencapai Liqa Allah ……
        BUKAN KEBENARAN YANG DIPUTUSKAN DENGAN OTAK

        Dan perangilah musuh dalam dirimu sendiri… ( jangan ngebom..he..he)
        yaitu kebodohan, keangkuhan, kesombongan, yang membuat jiwa miskin permanen…,agar jiwa menjadi pribadi-pribadi tinggi ..Jiwa Maha ILahi.

        trims sharing nya…..mas @Wiro Sableng 212……
        nanti kalu dah nambah pengetahuanya…jadi Wiro Waras 222….ya…
        he…he..he……………( …..humor sambil merem nih……..)

      • Mbah kakung lan Putri ngajari :
        kalau sy sih berusaha belajar gunakan akal secara universal,….
        sesuai fungsi kemampuan yg diberikan Tuhan dalam diri,…..he..he
        agar gak jadi orang yg cupet…dan kuper….
        diatas langit masih ada langit..
        dan kebenaran itu realif……..he.he
        dan beringkat di hadapan Tuhan……
        =========================================================
        nah mas sudah bisa menggunakan akal,sekarang tinggal MELEK nya aja.. hehehe
        orang cupet dan kuper itu gak ada mas,yang ada cuman gak pengen ngerti BENAR nya gimana….
        di atas langit masih ada langit,kalo langitnya udah 7 apa masih ada langit lagi…???hehehehe

        =========================================================
        CARILAH KEBENARAN YAG SEBENAR-BENAR NYA DARI TUHAN
        hingga haqikat kebenaran itu mencapai Liqa Allah ……
        BUKAN KEBENARAN YANG DIPUTUSKAN DENGAN OTAK
        ==========================================================
        di sinilah mas salah kaprah,kebenaran itu diputuskan dengan otak,bukan dengan dengkul…. andai mas gak punya OTAK…????mau mutusin sesuatu pasti salah semua….hehehe

        ==========================================================
        Dan perangilah musuh dalam dirimu sendiri… ( jangan ngebom..he..he)
        yaitu kebodohan, keangkuhan, kesombongan, yang membuat jiwa miskin permanen…,agar jiwa menjadi pribadi-pribadi tinggi ..Jiwa Maha ILahi.
        ==========================================================
        Yang membuat jiwa kita miskin permanen bukan karena kebodohan,keangkuhan dan kesombongan mas….. cuman PERUT kita yang membuat kita miskin jiwa permanen.

        kalo punya pribadi jangan tinggi2,nanti lupa dengan yang bawah….
        biasanya seperti gitu mas,kalo pribadinya udah tinggi di omongi ama yang bawah gak di dengerin,hehehehehe…..

        ya sama2 mas,mau sharing ma saya… semoga pembaca mendapat manfa’at dari sharing kita ini dan lebih2 kalo pembaca tidak sambil NGRIYIP kalo baca…heheheehee

        salam TEGUH RAHAYU SELAMET

      • he..he
        maksud.;…nye begini….. Mas Wir….
        kebenaran yg diputuskan itu berdasarkan petunjuk Tuhan dalam rahsa sejati.,..dan bukan atas pilhan otak ..gitu loh….

        karena kedudukan hati lebih utama dari pada otak……..
        karena firman Tuhan itu bukan turun ke otak, tapi turun ke Qolbu..he..he

        Dan yg disebut Ilmu Sejati yg anda sebutkan adalah berada dihati….
        kalau ilmu sejati hanya baca di otak saja, maka yang namanya BENER selamanya tdk akan pernah ketemu dan tdk akan pernah sama …he..he

        Akhir nya katanya tahu ilmu sejati, tapi diakui oleh otak, sedangkan hatinya tetap MEREM sampai mati, gak penah merasakan kebenaran sejati..he.he

        Thu akan sesuatu,… dengan merasakan sesuatu …adalah beda…
        karena BENER saja tidak cukup,… tanpa merasakan HAQIKAT KEBENARAN yg SEBENAR_BENAR NYA dari TUHAN………hmm

        persepsinya adalah ………
        manusia itu makhluk tapi makhluk bukan saja manusia…..
        JIN itu makhluq tapi Blujin…adalah celana………he..he..he….

        Agar gak ketipu ………!
        manis nya gula tak bisa di gambarkan oleh otak, …..
        tapi hanya bisa dirasakan……dan diyakini oleh hati…….

        dan gula itu rasa nya manis, tapi rasa manis tak selalu gula……he..he
        sepertinya kemampuan otak itu harus disambungkan dengan hati…..
        agar mendapatkan pengetahuan yg sejati….he.he.

        rahayu rahayu..

      • karena kedudukan hati lebih utama dari pada otak……..
        karena firman Tuhan itu bukan turun ke otak, tapi turun ke Qolbu..he..he
        ==========================================================
        Sampeyan nek nduwe ATI tapi gak nduwe UTEK piye….????
        seumpomo sarafe sampeyan sing ning UTEK pedot kabeh,opo sampeyan iso ngerasakne manis gula….????

        ==========================================================
        Agar gak ketipu ………!
        manis nya gula tak bisa di gambarkan oleh otak, …..
        tapi hanya bisa dirasakan……dan diyakini oleh hati…….

        dan gula itu rasa nya manis, tapi rasa manis tak selalu gula……he..he
        sepertinya kemampuan otak itu harus disambungkan dengan hati…..
        agar mendapatkan pengetahuan yg sejati….he.he.
        ==========================================================
        filsafate metu maneh ya mas,wkowkowkowkowko……. apapun bentuknya rasanya kalo manis itu namanya tetap GLUKOSA / GULA mas….

        kecuali ada yang bilang ini mas gula,tapi yang di beri godong kates gantung,baru mas yudha ketipu…hehe

        apapun rasanya,minumanya tetap teh botol sosrok…hehehehehehe

        RAHAYU

      • hm….he.he
        memang orang yg menuhankan Otak ,..hati nya cenderung mati… he.he
        padahal qudrat iradat Tuhan telah tetapkan manusia punya otak dan hati untuk di daya gunakan oleh AKAL,…bukan oleh dengkul…. ?! wkwkwk.

        Jadi gak mungkin makhluq Tuhan gak punya otak,…
        dan itu gak bisa dimisalkan…..!
        karena itu ketetapan Tuhan….he. he
        virus dan bakteri pun punya otak……… piye toh……….

        dan semua itu tergantung AKAL nya…….( gitu loh….)
        apakah akal nya yg dipakai untuk men-dayagunakan otak…..?
        atau otaknya di daya gunakan oleh dengkul…..? he..he
        ya…itulah yg disebut otak dengkul…….. …wkwkwkw

        Salah satu contoh otak yang pake akal, bukan pake dengkul, yaitu…:
        manis itu bukan GLUKOA saja…….. ..he..he

        Ada beberapa jenis RASA MANIS , salah satunya dari jenis karbohidrat “Monosakarida”, yaitu : – Glukosa,- Fruktosa(levulosa),- dan Galaktosa.

        dan masih ada lagi rasa manis selain jenis “Monosakarida”…..he.he
        yaitu dari jenis…”Disakarida’, dan “Polisakarida”…….

        PIYE to…. kok….. MEREM………….wkwkwkwkw…..?!

        ini baru kemampuan otak yang 12 % saja ………….
        belum lagi bila otak kanan..yang 88%…………..waw……?!….
        opo meneh kemampuan hati…………….???? ( tak terhingga X)
        itupun bila AKAL nya di pake…….lho….
        jangan dengkul nya yg dipake.,……………he..he

        OJO MEMREM MAS WIR…….ha..ha..ha (1 trilyun X )-1………

        Karena Ghaib itu bukan ‘JIN’ saja………
        Rasa Manis pun ghaib……di otak, …di mata, …..di miroskop.
        Rasa bukanlah bagian Otak …..he..he
        kalau persaaan itu campuran otak dan hati + nafsu…………..he..he

        Kecuali Rahsa Sejati……
        Dan Ilmu Sejati itu bukan di Otak letak nya…….he..he
        kalu di otak …bukan ilmu sejati,…..tapi ILMU JIN…,…ha ha ha.( 1 Trily X)

        good night……….
        wisdom, is the science of heart
        thx.

    • @gamalpra
      antara Ki Sabdopalon dg Superman Dajjal adakah keterkaitannya atau persamaannya ataukah berbeda sama sekali?
      Siapa bisa menjawab? Tolong, dong!!!
      =============================
      pertama, keluarkan rasa amarah dari dalam hati..
      kedua, berzikirlah..sampai ketenangan mengalir di hati..
      ketiga, sholatlah..disitu ada petunjuk…dan sabarlah!

      salam

      • dalam kehidupan sosial, menjadi apabila perbedaan persepsi masing2 telah telah menyatu
        karena itu untuk menyatukan persepsi2 diperlukan peraturan perundang2an yg ditetapkan bersama dan menjadikan dasar rujukan dan kesepakatan bersama. Dalam organisasi formal sesuatu perbuatan individu atau kelompok pada organisasi tidak ada yg salah apabila belum dibuat peraturan, sepanjang peraturan belum dibuat maka yg salah adalah pimpinan. Lah kalau para ulama atau pendeta sbg panutan salah itu gemana? contohnya bumi itu datar itu keyakinannya awal, kemudian ada yang bilang bumi itu bulat, lantas yg mengatakan bumi itu bulat dihukum pancung …… beratus2 tahun lamanya ternyata bumi itu bulat!
        kasihan juga orang yg dihukum ya? gmn kalau keyakinannya salah kan kasihan para pengikut2nya sampai akhir jaman sengsara.

    • lah ini baru mantab, panjangggggg diskusinya
      UCI juga pernah nanya dgn sepuh dari kraton solo tapi lupa namanya
      siapa itu Sabdopalon, dia jawab Sabdopalon ya gusti allah
      loh kok gusti allah kata sy dlm batin, kemudian kata nya, karena sabdopalon itu mata satu itu artinya esa/ahad.
      Tapi ada juga yg mengatakan sabdopalon itu semar? semar itu artinya samar, menyamarkan ……
      ada juga yg mengatakan Semar itu adanya di tengah2 nya allah-mohammad (mohammad jgn diartikan sama dgn nb muhammad, tapi wujud dhohir kita ini katanya)
      Tapi kalau sabdopalon itu jin? memang juga tertulis di darmogandul. Tapi ada juga yg tidak percaya adanya jin, karena tahunya celana jin.
      Tapi itu semua adalah hak masing2 orang tentang kekayinan he he he …..
      rahayu

      • Betul @Mas UCI…..

        kita memang harus mempersamakan persepsi, bedasarkan pegetahuan. baik itu yg terdapat pada dimensi di luar fungsi kesadaran manusia. Percaya kepada bacaan membaca saja belumlah cukup, tanpa gunakan kemampuan kita sepenuhnya, dan tetap disandarkan atas petunjuk Tuhan dengan keikhlasan dan sabar, yg merupakan kebijakan atas kearifan.

        Bila kita bandingkan dengan makhluk Tuhan pada dimensi alam malakut ( tingkat dimensi alam molekul), yaitu Malaikat yg selalu tunduk kepada Tuhan, dan hanya dianugerahkan AKAL saja, mereka berpersepsi sama, dalam kemampuan akal nya, sesuai tingkat kemampuan pada tugas nya masing-masing. Tidak pernah berselisih, dan tidak pernah bertengkar, dalam menjalankan Tugas dari Tuhan, Itu semua karena malaikat tak diberikan “nafsu”, alam kehidupannya terstruktur, rapi dan teratur.

        Sedangkan manusia diberikan “nafsu” ( power pendorong kesinambungan kehidupan), sehingga gerakan hidup manusia dinamis, berkembang, meningkat, aktif, dan diberikan izin untuk mengembangkan kemampuannya oleh Tuhan hingga mencapai kedudukan di hadirat ilahi.

        Namun dengan nafsu nya pula banyak manusia yang terjebak terjerumus, meniru sepak terjang iblis, egois, jauh dari kesabaran dan tidak ikhlas dalam perbedaan, sehingga manusia sering memaksakan diri nya, bahkan kedudukannya lebih rendah dari binatang. Kalau sudah begini musnahlah derajat KEMULIAAN manusia, karena EGO nya. Mudah-mudahan semoga kita dijauhkan dari sikap-sikap yang demikian.

        Seorang manusia yang bijaksana, adalah yang rendah hati, tidak rakus memaksakan diri, menerima apa adanya, ikhlas, luas ilmu nya, dan mampu bersabar dalam menerima segala perbedaan, karena perbedaan itu bukan kehendak kita

        “ …..maka Tuhan mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (asyi-Syams : 7-10)

      • @Uci
        UCI juga pernah nanya dgn sepuh dari kraton solo tapi lupa namanya
        ——————
        he em..masa lupa namanya..raden mas angka wijaya..sepuh kraton solo.

  18. @Bratayuda, @abu nawas :

    Matur sembah nuwun,
    Nyuwun pangapunten,
    he he he . . . .

    Salam

    • Injih……mas,…. sami-sami
      Mugi Gusti pengeran tansah ngluberaken rohmat, lan inayah dateng kito sedoyo…amin.

      monggo dilanjengaken ,…..

  19. @GamalPra, Bratayuda
    ——————————–

    Cuaca makin ‘extrem’ karena `tetangga` kita juga makin ‘extrem’ nih..coba liat:

    RABU, 22 DESEMBER 2010, 20:57 WIB
    50 Ton Bahan Peledak dari Malaysia Disita

    Petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai, Karimun berhasil menggagalkan
    penyelundupan 50 ton bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia.
    —————- ——————————————————
    Coba kalo 50 ton meledak ?? gmn nasib orang yg tidak berdosa?

    ‘Konspirasi 8 Bangsa’ sedang berusaha ‘keras’ menghancurkan RI !

    Salam sedulur papat.

    • Wah ……..berbahaya nih mas………
      ini memang sebuah konspirasi yang melibatkan negara negara terbesar dan berpengaruh di dunia, presiksi saya hal ini tak lepas dari CIA dan MOSSAD, yang sangat berkepentingan atas jantung NKRI yaitu JAWA DWIPA. Agen konspirasi ini sangat cerdik dan lihai untuk memutuskan link melalui tokoh-tokoh fiktif maupun tokoh yang dilenyapkan.

      ADA APA SEBENARNYA DENGAN P. JAWA…….???
      petanmyaan inilah sebenarnya yang mendasari semuanya

      Korban fitnah akan selalu berada dipihak kita sebagai bangsa yang dicap teroris dan bersalah, karena para teroris di indonesia ini bukan kaum militan untuk membela bangsa dan agama, namun mereka para teroris adalah kaum yang mudah di adu domba yang telah di cuci otak nya sebagai kerbau yang dicocok hidung dan sebagai kambing congek, yang mudah di iming-imingi angin sorga dan buaian bidadari yang memabukan dan menutup aqal sehat manusia.

      kata-kata “JIHAD” adalah suatu afirmasi dahsyat yang sangat ditakuti oleh negara yang berkepentingan thdp NKRI.

      Namun kata “JIHAD” telah di belokan dengan taktik yang licik dari musuh NKRI untuk merusak NKRI pula, sehingga konsep jihad telah dibelokan 1000% makna nya, melalui fatwa-fatwa yang menyesatkan. Yang sesungguhnya jihad spt itu adalah jihad kecil dan kecil sekali, dimana mujahidin yang akan melaksanakan jihad kecil semacam teroris tsb banyak persyaratan yang hrs dipenuhi dalam syariat islam.

      syarat prsonal :
      – ijin dari keluarga anak istri dan kerabat dan ortu ( diridhoi)
      – menyediakan nafkah yg cukup bagi ahli waris ( agar tdk terlantar)
      – tidak boleh punya hutang ( surga menolak org yang berhutang apapun)
      – tingkat keimanan yang tinggi dalam spiritual ( memahami lahir dan bathin)
      – melakuka ijtihad atas petunjuk Tuhan ( tdk boleh krn nafsu)
      – keputusan dan idzin dari guru dan para ulama warisatul anbiya
      – membersihkan dari sgl dosa melalui pertaubatan

      syarat untuk umum
      – harus berada di medan pertempuran, dan berhadapan dengan musuh tidak
      boleh membelakangi, ( tidakan pengecut )
      – tidak boleh merusak kepentingan umum, pasar, sumber air, sungai, kebun,
      dll, yang menjadi kepentingan hajat org banyak
      – tidak boleh menyerang penddk sipil, orang tua lansia, ibu-ibu dan anak kecil
      – waktu peperangan ditentukan atas kesepakatan kedua belah fihak, untuk
      memberi ksemptn masing-2 berstrategi, akomodasi, pengobatan dll.

      Saat ini kaum teroris sebagai kerbau yg dicocok hidung telah memutuskan atas hawa nafsunya, sehingga persyaratan jihad kecil diabaikan demi nafsu iblis nya, sedang JIHAD BESAR melawan hawa nafsu telah di abaikan.

      Dan tak ada bedanya kedudukan mereka para TERORIS yang mengaku mujahidin versi nafsu rendah nya dengan yang dianggap musuh nya. Bahkan untuk mendapatkan biaya pun melakukan perampokan menghalalkan segal cara. Dari biaya yang didapatkan hasil perampokan digunakan untuk membeli persenjataan dan bom-bom yang mematikan.

      Dan yang paling konyol adalah bahan-2 peledak tsb disuplai oleh pihak musuh, termasuk BOM Mikro Nuklear yang meledak di Bali, dan keduataan. Dengan ciri-ciri berasap putih membuat cendawan di angkasa, dengan daya ledak multi explosive, ledakan pertama menghancurkan sambil mengeluarkan anak bom yang melesat dan meledak kembali untuk lebih detail merusak objek apapun yang menjadikan tubuh manusia terpisah-pisah, kaki, tangan, kepala dan badan.

      BOM ini menurut informasi baru digunakan kembali di Bali dan kantor kedutaan, sejak perang di bosnia. Masuk nya BOM ini ke indonesia melalui jalur tikus perairan laut, yang dibawa olah agen-agen khusus dari pihak musuh, dan ditanam pada bom konvensional bahan kimia yang dibuat oleh teroris mlarat di indonesia, dan diledakan melalui remot jarak jauh oleh musuh berbarengan dengan timing yang tepat meledaknya bom kimia teroris mlarat indonesaia.

      Berati disini ada LINK yang menghubungkan antara teroris pihak luar dan teroris malarat indonesia, yang tidak disadari, karena berjalan rapih. Sehingga yang tampak adalah BOM Mobil berisi Drum zat kimia, yang ledakannya berasap hitam.
      Seluruh jadwal peledakan tororis mlarat indonesia telah dikantongi pihak musuh, termasuk nama-nama pelaku komplit lengkap, sehingga Polri mudah menangkjap dan melacak nya.

      Pada akhirnya para Mujahidin dungu yang mlarat dan malang, yang menjadi korban nya, jiwa mereka kegelapan di alam lasut, tak pernah mendapatkan surga dan bidadari seperti yang dibayangkan, mereka menyesali diri tersesat kekal abadi. jiwa mereka tak punya tempat, terkadang mengunjungi kelurganya sambnil menangis penuh penyesalan, tak punya tempat di alam akhirat, akhir nya kembali ke alam dunia menjadi jiwa-jiwa penasaran, berdiam ditempat-tempat kumuh dan busuk, di kali, di pancuran genting rumah, diatas atap rumahnya, di pohon. dll

      sesuai firman Tuhan :
      “Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”.

      Surag dan bidadari nitui hanya dongeng khayalan yang menyesastkan fikrian-2 para Teroris mlarat.

      Akhirnya pihak musuh tersenyum puas sambil cuci tangan menyusun skenario selanjutnya melalui Force Attack media internasional dalam kepentingan global mereka dalam menata dunia versi mereka yang dibungkus dengan pendewasaan demokrasi.

      Rupannya sekarang telah terbentuk ICON teroris yang permanen di Indosnesia, yang diprakarsai olah musuh -2 NKRI. Selanjunt nya skenario akan berjalan sesuai management informastion system, yg telah terbangun sempurna dan kokoh, sehingga pighak musuh tinggal menekan KONP saja.

      Dan anak buah mereka para musuh NKRI telah terorganisir dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Yang taat kepada perintah musuh yang tidak difahami dan tidak disadarinya dalam konsep jihad kecil. Sehingga konsep JIHAD BESAR melawan nafsu diri sendiri tak pernah tergali sedikitpun, bahkan telah merubah pola keimanan mereka dalam keyakinannnya kepada TUHAN, sehingag telah menciptakan TUHAN ( toghut ) yang telah dimodifikasi spesifikasinya dan disesuaikan dengan nafsu-nafsu yang ada pada dirinya.

      Sehingga tuhan itu kok… tampak maha kejam………
      tuhan yang tak mempunyai cinta belas kasih sayang………

      Sedang Tuhan yang sesungguhnya hanya dapat dicapai dengan kasih sayang dan kataatan melalui penyelarasan diri dalam jiwa menuju jiwa-jiwa yang ber kepribadian tinggi, ytitu jiwa yang di-ilhami sifat-sifat ilahiayah, JIWA MAHA ILAHI.

      trims.

    • betul mas,

      prinsip mereka, ‘kalau pakai tangan musuh bisa, ngapain pakai tangan sendiri??
      mereka memakai metode ‘brain washing’ alias ‘cuci otak’.

      Yang mereka bangun adalah IMAGE ‘NKRI’ sebagai NEGARA ‘TERORIS’ seperti yang mereka tuduhkan pada Iraq, Iran, Afghanistan.

      Jika stigma negatif itu sudah melekat. dan OPINI DUNIA sudah terbentuk..mereka akan ‘EXPANSI’ MILITER (aneksasi) secara terbuka untuk meng-EXPLOITASI (baca: MENJARAH) NKRI dengan alasan pemberantasan TERORISME.

      Apalagi jika Presiden RI berikutnya model Saddam Husein atau Ahmadinejad yang anti ‘amerika/yahudi’..semakin mempercepat bharata yudha!

      Dulu Iraq, sekarang Afganishtan, berikutnya Iran..next Indonesia !!

  20. Saya pernah baca klo pusatnya mosad di asia (asia tenggara?) ada di singapura dengan alasan mendekati negara tempat munculnya SP (Imam Mahdi) untuk lebih mudah mendeteksi kemunculannya n sekaligus menghabisinya.

    Celakanya…., indosat sdh dikuasai singapura.
    walahhh…. semua kegiatan kita disini dg sangat mudah dideteksi oleh mosad!!!

    Itulah celakanya klo punya pemimpin ibu-ibu,
    kurang duit blanja…. yaaa…. jual harta benda!

    Mudah2an saja SP kita punya ajian no wahid: SLUMAN SLUMUN SLAMET….. he he he

    • Betul sekali……Mas

      di Singapura mamang membuka hub dipolomatik…….
      dan memang menjadi pusat pengendalian “Yahudi mencengkram dunia”.

      sekarang persoalannya sudah bukan ttg agama yang menadi pokok persoalan mereka, bagi mereka agama hanya dijadikan sasaran antara, untuk maksud yang lebih spesifik. Karena appapun yang dilakukan umat islam atas yahudi dengan berbagai warning dan scaning ttg yahudi di indonesia tidak ada apa apa nya, hanya sebatas pengetahuan, prasangka-prasangka atas gerakan mereka, tidak menghasilkan solusi apapun untuk kepentingan bangsa, hanya menambah daftar kebencian tanpa upaya, alias no besar.

      Namun yang perlu dipertanyakan adalah ttg apa yang di sinyalkan oleh rekan nettr disini ( sy lupa lagi ID nya) tempo lalu tentang :

      – JAVA TEL AVIV ibu kota israel
      – JAVA ( JAWA) pulau Jawa yang dilingkari merah oleh mereka di peta dunia.
      – Juga spritualis islam nomor wahid di jajaran para waliy, salah satu nya terdapat bangsa keturunan mereka “Maulana Malik Israil”, dan keturunan nya berkembang di Banten sebagai ulama-ulama ternama.

      apakah ada hubungn nya dengan hal itu…………………???

      kalau hanya sebatas artis “Marini” (bekas istri Idris sardi), dan Yapto S. juga Ahmad Dani ( dewa 19), kayak nya bukan itu sasaran nya. Tapi ada yang lebih khusus lagi spertinya………….., sangat erat hub dengan Suku Ras dan spiritual. Atau memang tokoh-tokoh tertentu yang spesifik di Pulau Jawa, bisa juga SP …….

      Sedang SP yang ori sulit di prediksi karena Sang SP tak pernah merasa menjadi SP dan tak pernah memplokamirkan diri sebagai SP, kcuali tampak pada kiprah dan gerakan nya di Nusantara.

      Jadi bila ada orang yang ngaku-ngaku SP. itu adalah jelas SP Palsu, bahkan lebih palsu dari gigi palsu………..yakin itu ……..tuenaan rek……..he..he. glk glk

      Umat islam level biasa umum bukan halangan yanmg berarti bagi Mosad, karena gak ada apa-apa nya, alias kosong mlompong, kulit kulit dan kulit, alias busa dan buih laut. makanya Mosad gak pernah takut sama umat islam indonesia, karena sudah termakan gaya hidup nya olah konsep Yahudi melalaui berbagai pengaruh kehidupan yang tak disadarinya, bahwa umat islam mayoritas telah mengikuti mereka Tahudi walapun masuk ke lubanga biawak. (hadits).

      apa lagi umat islam Arab Makkah kerajaan Saud, sudah bukan lagi pewaris islam murni, mereka Keluarga kerajaan Saud adalah bangsa Yahudi, termasuk aliran wahabi sebagai bentukan yahudi. Umata islam sesungguhnya keturunan Nabi semuanya berada di Iran dan Iraq, maka mereka tak pernah takut sedikitpun oleh Israel, dan kedua negara besar inilah yang selalu menjadi target untuk dihancurkan dengan segala cara dan dalih, dulunya Iraq dan Iran dan suku kurdi adalah bangsa yang bersatu, namun potensi islam sesungguh nya ada disana, terutama kunci nya suku kurdi, yang dipecah-pecah menjadi beberpa bagian di pinggiran bagian negara, sehingga potensi mereka musnah.

      Apakah nasib NKRI dan P, Jawa akan berada dalam target mereka………??

      hmmm , saya bangga menjadi bangsa NKRI dan penduduk jawa, yang kaya akan dunia spiritual yang berlimpah. Saya bukan bangga dengan islam yang sekarang, yang kerjanya merusak agama nya sendiri, tapi islam yang membumi dengan kearifan lokal. yaitru Islam dalam konsep ESENSI AL- ISLAM. yaitu Ajaran budi pekerti luhur, bukan saja luhur dalam sikap prilaku, tapi keluhuran itu terletak dalam konsep spiritual yang agung.

      Dan SP kelak akan membawa kosep itu melalui ajaran Budi, sebab islam kulit hanya akan bertahan 500 tahun saja. Kurang lebih nanti pada tahun 2055, islam akan punah dan musnah, gejala itu sudah mulai kelihatan dari sekarang. Dan Agama Budi sebagai ESENSI Al-ISLAM akan menggantikannya.

      hmmm. …..
      selamat menyambut kedatangan SP, dalam kiprah NKRI menuju Mercusuar Dunia, yang sejak sekarang telah menjadi incaran Yahudi Mosad untuk di musnahkan dan digagalkan. Hal ini sudah biasa dikalangan bangsa Yahudi dari sejak ratusan tahun lalu, sikap mereka tak pernah berubah, untuk selalu mengejar dan memusnahkan singan nya, dengan cara membunhi para Nabi-Nabi.

      Terlepas dalam kontroversi kaum agama, termasuk membunuh dan penyaliban Nabi Isa, dan proyek terbesar mereka dari dulu dan sdg berjalan adalah menghancurkan symbol 3 agama di masjidil Aqsa, serta menghancurkan bukti-bukti sejarah ratusan tahun lalu di Museum Iraq telah dilakuakn ketika penyerbuan iraq oleh Amerika. Pasukan Mosad berganti seragam AS, menyerbu MUseum, menghancurkan berbagai bukti sejarah yang sangat penting, bagi perjalana sebuah bangsa. Dan Yahudi sangat hafal sekali dengan cara-cara bangsa mereka dari dulu, adalah menghancurkan danm menghilangkan bukti sejarah bangsa, agar keturunan bangsa tsb berikut nya akan kehilangan jati dirinya, dengan musnahnya sejarah leluhur.

      Bagai mana dengan JAVA.-JAWA, YAHWEH dan JAVA TEL AVIV…….?
      hanya orang spiritualis yang mampu menjawab nya………………

      He..he….hanya sekedar intermozo………..silakan dilanjut……

      trims

      • Nuwun sewu,,,,,
        @ Mas Baratayuda.. Pengtahuan njenengan kok luas sekali…
        Mau melanjutkan bertantya, peristiwa pengancuran dan pemusnahan bukti2 sejarah dg penjarahan2 di museum Iraq yg di lakukan oleh kaum MOSSAD. sepertinya modusnya persis saat Majapahit (hindu) di takhlukkan oleh Raden Patah Kerajaan Demak (Islam) dan setelah itu diadakan pemusnahan besar2an kitab2 dan benda2 sakral bersejarah termasuk mengrusakan candi2 di berbagai wilayah dg alasan syirik, musrik dll
        Pertanyaan saya, apakah gerakan ini ada sumbangsihnya dari kaum MOSSAD ya mas, atau kita aja yg di Bodohin terus2an?

        Methik kolang kaling Nganggo ondo, Ayo pdho sing Eling lan waspodho.
        Salam Asah, asih, asuh.

        Dalbo with love.

      • ha…ha.. wah gak tahu ya kalau hal itu,……….@Mas Dalbo
        apakah ada hubungan nya dengan Mossad,…. atau tidak.

        Yang jelas ……bila saya fahami ttg islam dg cara berfikir yg extrim,….. bahwa di agama islam ada larangan menyembah PATUNG, Candi dan Arca, karena di islam punya sesembahan tersendiri secara fisik juga …yaitu BATU HITAM (kabah). he….he

        Umat islam tidak menyadari,………….
        menilai agama lain menyembah patung, Dewa, & Budha dll, padahal dalam penilaian agama lain, bahwa umat islam pun penyembah berhala benda Batu Hitam……………..hal ini tidak disadari……….hmmm…

        Padahal bagi umat islam Batu Hitam dan hajar aswad hanyalah sebagai TOLOK ukur dalam mengarahkan Fokus fikiran sadar, ke arah Tempat Suci, yang memang dulunya tempat berhala Lata Uza dan Manat sebagai nenek moyang mereka . Sedang dalam hati nya tetap menuju kepada Tuhan (Allah dlm bhs. arab), jadi patung itu dulunya sebagai perantara.

        Namun sesungguhnya pada saat itu tumbuh pula dan timbul patung-patung lain selain yang 3 itu, karena pada setiap kabilah yang datang berhaji ke Makkah membawa Tuhan nya masing-masing dan di jejerkan di Ka’bah. sehingga ka’bah penuh dengan parade tuhan-tuhan dalam berbagai versi.

        Demikian pula umat agama Hindu dan Budha, meraka bukanlah penyembah berhala , tapi menghormati, meninggikan, jiwa-jiwa suci, sebagai gambaran dirinya ( JIWA=DEWA), atau orang-orang suci seperti Sidarta Gautama sebagai SANG BUDHA( Jiwa dg ksadaran tertinggi).

        Jadi Tuhan yang sesugguhnya tak dapat diraba, dilihat, di umpamakan dengan apapun, karena namanya sifat nya perbuatannya sudah menyatu mensifati seluruh alam kehidupan makro dan mikro.

        Dan semua makhluq hidup berhubungan secara spiritual dengan Tuhan nya, melalui sinyal-sinyal (frekwensi ilahi), sebagai unsur cosmic dalam berbagai tingkatan yang terdapat diberbagai lapisan alam dan diri kita masing-masing, yang berupa Energy(cahaya) ILahi.

        Penghancuran Museum sejarah di Iraq oleh Mossad adalah untuk menghilangkan jejak rekam leluhur bangsa Iraq Babilonia, agar generasi bangsa tsb kehilangan jati dirinya, dan mudah dikuasai oleh Yahudi Mencengkram Dunia, karena dalam kitab suci Yahudi bahwa seluruh bangsa-bangsa selain bangsa mereka adalah merupakan DOMBA-DOMBA piaraan mereka yang harus ditundukan dengan berbagai cara.

        Karena bangss Yahudi mereka menganggap dirinya sesuai Kitab suci nya adalah Bangsa-bangsa Pilihan Tuhan, sebagai keturunan Bani Israil dan menurunkan para Nabi dari Nabi “Ishak” ptutra Nabi Ibrahim, sedang dari kakak nya ” Ismail”, menurunkan Bani Hasyim, bagsawan Qurays ( bukan arab badwi yg sekarang) hingga “Nabi Muhammad”. Sedang keturunan Bani Hasyim, bangsawan Qurays, dari Nabi Muhammad, keturunannya menyebar di Iraq dan Iran, dari cucu nya Nabi Muhammad Hasan & Husain.

        Jadi Bisa difahami bahwa Islam dan Yahudi adalah ber saudara kakak beradik ( Ismail & Ishak). Sangat berbeda sekali dengan bangsa suku Arab badui, yang dulu sangat terbelakang prilaku jahiliyah nya.

        Di P. Jawa Sebenarnyua yang menghancurkan Candi, patung dll, hanya lah orang -orang fanatik buta yang tertutup akal pemikirannya. Unsur fanatik itu telah menumbuhkan kebencian dan kedengkian (lebih tidak islami) sampai dengan saat ini.

        makanya gak aneh kalau ada orang Fanatik Buta, telah menganggap bahwa ISLAM KEJAWEN adalah ajaran yang dianggap menyimpang dalam pandangan mereka sepihak. Karena Islam menurut kaum fanatik buta harus branded seperti Arabia yg dulunya jahiliyah (bodoh), sehingga gaya berfikirnya sampai sekarang pun islam fanatik buta itu sangat bodoh dan jahiliyah, kalau ada yang ngomong gak pake unsur ke arab-araban, maka dianggap tidak islami.

        Itulah pikiran picik mereka, tolok ukur islam hanya di tentukan dari gaya bicara dan pakaian, di luar itu dianggap kafir dan sesat, padahal sesungguhnya yang kafir sesat adalah dirinya sendiri tak faham Esensi Islam secara Haqiki.

        Sedangkan Para waliyullah bertujuan untuk meng islam kan tanah Jawa, bukan meng Arab kan tanah jawa. Sehingga Islam yang benar Rahmat lil álamin adalah Islam yang mampu bersatu dengan kearifan lokal sebagai bukti bahwa islam itu rahmat bagi seluruh alam, dan bukan sebagai bencana bagi alam kehidupan dg prilakunya.

        Sebagai mana para Ulama cerdas Waliyullah mereka sangat menghargai kearifan lokal, seperti Sunan Kudus, Sunan Bonang, dan Kj. Sunan Kali Jaga, mereka memadukan unsur islam dengan kearifan lokal…., itulah prinsip agam yang benar, yaitu menghargai adat istiadat setempat. Dan mengajarkan ajaran islam melalui Tradisi Budaya setempat.

        Bahkan unsur kesenian Wayang dijadikan sarana yang di utamakan dalam mengajarkan agama, serta berbagai unsur dalam kesenian tsb menggambarkan Esensi islam dalam pakem-pakem yang telah ditetapkan, dalam jenis macam alat bkarawitan nya, teknik unsur nada nya dan lagam nya, juga unsur sastra nya dalam Pupu, Sinom, kinanti, Dandang Gula dsb…dsb………yang semua itu merupakan ESENSI ajaran islam yang sebenarnya dalam Akhlak kharimah- Budi Pekerti Luhur dalam prialaku dan merupakan substansi Alqurán.

        krang lebig demikian menurut pendapat saya………

        trims
        Rahayu Karaharjan

    • QS 5:41
      ————
      orang2 Yahudi sono kayaknya KANGEN (juga binun jadinya SALAH tingkah/kaprah, sampe berkedok negara lain) ama para MJ (baca: Manusia Jawa) disini, mereka kayak gak rela (dibo’ongin) disini banyak yg beriman (MAAF) cuma di mulut/KTP (kayak si gue juga sich :oops: ), krn kalo beriman di hati mah terbukti dari perilaku & selalu mau belajar memahami, memaklumi, rahsaning ati, 3A.

      QS 5:64
      ———–
      orang2 Yahudi terlalu canggih pada masanya sehingga tangan mereka dibelenggu hanya karena mengatakan “tangan Allah terbelenggu” (pake tanda kutif loh), demikian juga pada QS 5:18 “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” (pake tanda kutif) maupun QS. 9:30

      QS 9:34
      ———–
      berapa-kah maksudnya sebagian orang2 alim dari total(-“jendral”) Yahudi.

      • Nuwun sewu..
        @ sdr Baratayudha….
        Jadi Bisa difahami bahwa Islam dan Yahudi adalah ber saudara kakak beradik ( Ismail & Ishak). Sangat
        —————————————————————————————————–
        wah..jadi ini persis sekali cerita pendawa dan kurawa sama2 saudara perang terus.. sampai terjadi nama njenengan baratayudha…he..he..he..

        Santen peresan klopo, nyuwun ngapunten sedoyo lepat kulo..
        Asah asih asuh

        Dalbo with love..

      • he…he..he
        bisa aja Mas Dalbo ini……

        memang iya benar begitu, manusia di uji olah alam kehidupan sebagai partner hidup nya, semuanya saling ingin menegakkan, egonya, keyakinannya, kebenaran nya dalam versi masing-masing. Semuanya bagaikan cerita Mahabrata dan Bratayuda, seluruh energi alam di kuras untuk kepentingan masing-masing misi nya.

        Bahwa unsur positif dan negatif selalu saling menyerang dan menghasilkan ledakan-ledakan yang membahayakan. Tetapi bagi kaum yang ber pengetahuan unsur positif dan negatif bisa menjadikan power kehidupan untuk diarahkan dalam kendali yang baik.

        ID saya Bratayuda ….memang mencerminkan keadaan pribadi sendiri yang selalu berkecamuk antara fikiran dan hati, dalam mencari kebenaran yang haqiki, tanpa ada itu semua maka dinamika kehidupan ini takan pernah ada. he..he.,

        yang akhirnya para malaikat diem gak punya aktifitas, sebab apa yang akan di perbuat…..?, demikian pula setan dan iblis .,….?, padangaggur semuanya…….he..he .

        jadi kesimpulannya peperangan kecil besar selalu terjadi pada diri manusia, karena tak ada manusia satupun yang sudah Benar di dunia ini, demikian pula tridak ada yang salah mutlak.

        Kalau yang merasa benar dan merasa paling benar banyak sekali hal spt itu di dunia ini , atau pun merasa bersalah dan paling bersalah. Yang paling baik adalah menyeimbangkan keduanya.

        Bahwa kesalahan dan keburukan saling mengimbangi, artinya dalam perbuatan dan sikap perilaku fokus pada kebenaran sebagaimana ketika kita berada pada jiwa yang suci , sedang kesalahan cukup sebagai cermin saja, dan selalu di jaga agar tidak muncul, walapun terkadang lolos menyelinap dalam nafsu, cukup hanya virtualisasi dalam fikiran, dan harus di jaga kesalahan dan keburukan itu oleh timbangan rahsa.

        Orang yang mampu menimbang rahsa , adalah orang yang arif bijaksana, sebab dia bisa menempatkan sesuatu secara proporsional. Sangat sulit menjadi orang spt itu…….termasuk saya….he..he.., masih bandel.
        sekali waktu kita pasti bisa menjadi orang spt itu, terutama untuk diri sendiri dan keluarga, sisanya kalau ada untuk yang lain.

        Biasanya manusia egois sangat suka mengintropeksi orang lain, bahkan memvonis tendensius salah,………..dan yanga benar adalah aku..
        Sedang dia sendiri tak sabar serta tak berkemampuan unutk berpengetahuan atas itu semua, sehingga……kalau membenarkan dengan pembenaran dirinya seperti orang mabok, bahkan bergaya seperti Sang Hakim Dunia jagat Raya,…bahwa dirinyalah yang paling benar.

        Nah orang spt ini konsep pola fikirnya takan lama bertahan di dunia, apalagi kebenaran yang diyakininya bukan hasil pengamalan dan pengalaman. Maka hasil nya bagai Gagak berkoar di dahan kering, tak ber esensi, tak mempunyai Ruh (no Soul), kaku kering , tandus, hidup bagai psakitan.

        Iniulah cermin orang yang tak pernah berperang dengan dirinya sendiri, karena menganggap dirinya sudah benar, dan orang lain salah semua….he..he. Kalau mensihati gayanya memancing, agar supaya dia bisa pamerkan pembenaran diri nya………h.h.h.h..

        Jihad bi Nafsi …adalah JIHAD besar,……melawan hawa nafsu iblis pada diri sendiri, agar jiwa ini menjadi parjurit yang cerdas, berkemampuan untuk menjadi pribadi-pribadi tinggi, dihadapan Tuhan.

        Semoga……he..he

        trims

    • @gamalpra
      Mudah2an saja SP kita punya ajian no wahid: SLUMAN SLUMUN SLAMET…..
      ———–
      Hanya Allah pelindung SP..

      SP harus kebal dari pelor ‘BESI’ dan pelor ‘EMAS’..
      SP harus bisa ‘TIWIKRAMA’..
      SP harus bisa SABDO musuh-Nya jadi ‘DEBU’..
      SP harus bisa meng-HIDUP-kan orang MATI..
      SP harus bisa PANCER dimana -mana
      SP harus bisa transport ANTAR GALAXY dan ANTAR BINTANG..
      SP harus bisa ALIF dan MOKSA..
      SP harus bisa SINGKIR METEOR..
      SP harus bisa mewujud jadi APA SAJA (SEJUTA WAJAH)..
      SP harus bisa LADUNNI dan MUKASYAFAH..

      Jika SP di todongkan senjata (pistol, atau lainnya)
      senjata tsb harus ‘LAYU’ (ibarat ‘burung’ yg LOYO)

      yang jelas SP itu berbudi luhur..
      jadi siapapun asal ‘mampu’ bisa ‘mengaku’ SP..

      Tujuan SP adalah mengawinkan kembali
      KeJAYAan NUSANTARA dan KeJAYAan ISLAM (secara universal)

      salam

      • wah berat juga untuk jadi SP ?
        boleh tahu, syarat2 spt itu, referensinya dari mana? berada di dalam diri kita, kita ambil saja contoh candi borobudur. Setelah kita naik undak-undakan/tingkatan2/latifah ke tujuh, kita akan menjumpai SP?
        Diatas candi borobudur kita akan menjumpai stupa, di dalam stupa itu ada sosok yg sdg duduk, sosok yg dikurung, itulah SP sbg sukma sejati yg didalamnya ada nurullah.
        Jadi memang benar, tidak semua orang tahu ttg SP, krn dipingit (disimpen didalam diri kita).
        kalau menurut sy sih sp itu akan mengajak yg belum tahu urip, agar urip, dan urip dipraktekan sampai jalan sabil/sampai mati, bukan setelah mdptkan wawasan ttg urip lantas buat debat.
        Kemudian yg merasa sudah tahu sp, ya disebar luaskan itu urip, agar mendapatkan berkah selamat di dunia dan akherat.
        Mengenai budaya2 lokal nusantara yg jauh dari urip ya harus direnungkan, apakah budaya tsb menjadikan kita semakin mantap untuk selalu urip?
        (BA lebih enak memberikan pengertian ttg urip)
        Para pelaku2 budaya lokal kalau tidak tahu urip, kemudian melakukan tata cara yg jauh dari urip bisa berbahaya jauh dari nurallah malah jadi gak karu2an ……..

      • Nuwun sewu..
        @ mas Bratayuda..
        iya betul kalau nggak ada perang antara negartif dg positif, nggak ada Baratayudha, berarti, Setan dan malaikat jadi Uneployed, kasihan lagi buat setan dan malaikat yg tinggal di Indonesia, karna nggak ada tunjangan sosial bagi yg Unemployed, he..he..he..
        Ketan ireng ketan putih, ono sing seneng ono sing sedih….
        Dalbo with love..

      • kalo caranya kayak gitu,bisa bisa bukan SP melainkan DAJJAL…. kebanyakan lihat kartun ya mas…hehehe

  21. Mohon maaf, satu lagi (sebagian) copas.

    =====================================

    . . . . . . . . . . . .

    Kehidupan umat beragama di negeri Israel ; rukun, teratur & tertib. Sebagai salah satu contoh, setiap hari Jumat,Sabtu & Minggu, perkantoran & pertokoan libur. Khusus bagi pertokoan dibuka jam 17.00 – 23.00. Di Yerusalem ada Jalan Jawa, yaitu jalan utama yg membelah 2 wilayah, yi ; Yerusalem Timur (kaum Yahudi yg 90% beragama Islam) dan Yerusalem Barat (90% beragama Hebron & Nasrani, Musi 10%).

    Di Kota Al’City ada jeruk Garut & Mangga Indramayu, yg dikenal dgn sebutan Orange Soekarno & Manggo Soekarno.

    Negara – negara di dunia, tidak ada jalan Jawa. Tapi mengapa di Israel ada Jl. Jawa..?

    Pd tahun 1930an, ilmuwan Yahudi melakukan ekspedisi (penelitian) ke penjuru daratan dunia. Kemudian menemukan PERAHU NABI NUH yang panjangnya 500m di pegunungan Afganistan. Setelah diteliti, ternyata perahu tersebut terbuat dari Kayu Jati. Dan Kayu Jati di dunia tidak ada, selain di tanah Jawa. Maka mereka (para iluwan tsb) menyimpulkan bahwa tanah Jawa merupakan pusat sumber peradaban umat manusia sedunia. Karena JAWA adalah JANINNYA HAWA. Dan Siti Hawa juga berati Tanah Jawa. Oleh sebab itu, Surganya Adam & Hawa berada di Tanah Jawa.

    . . . . . . . . . .

    Sumber: http://pakuningalam.blogspot.com/2010/03/sejarah-kaum-yahudi-palestina.html

    • Hmm……
      Info nya semakin menarik Mas Gamalpara…..
      boleh kita cermati ……..mudah-2 han dapat titik temu maksud semua itu,…..

    • PERAHU NABI NUH yang panjangnya 500m
      ————————————————————–
      i believe “apapun” bahannya, TAPI disiplin ilmu konstruksi HARUS gak boleh salah/perfect demi reliability sbg bahtera yg (konon-katanya) bertahan dari banjir bandang, NTAH itu banjir scr dunia/wilayah LOKAL atau memang GLOBAL/seluruh permukaan bumi jadi lautan :roll:
      sekedar komparasi ukuran kapal:

      http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_world%27s_longest_ships

      oya ngiming2, walopun seluruh air di planet bumi dihujankan, apa cukup buat ngebanjirin seluruh permukaan bumi?… bukankah orang2 kudu survive dulu melawan tekanan atmosfir yg meningkat drastis…. atau barangkali ada komet es beku yg jatuh ke bumi…tapi jika muatan tu komet cukup bikin bumi jadi ‘waterworld’, bisa keburu gosong/jadi abu atuh orang2 terkena energi tumbukannya.
      KALOpun gabungan dari semua itu memang faktual maka manstab juga yg pada naik bahtera bisa survive. :cool:

      • sudah jelas, pera hu nb nuh, terbuat dari kayu (kahu=hayyu = URIP) jati ….
        kayu jati hanya terdapat di Nusantara ini, tdk ada di arab atau di eropa,
        mungkin saja SP tinggalnya berada diwilayah jatiasih (sbg yg tertulis di musarar jayabaya “Balane samya jrih asih”), sakulone kali tempuran (di jatiasih, terdapat kali tempuran (kali kawin) antara kali cikeas kawin dgn kali ciliwung.

        ref. musarar jayabaya bait 28 :

        ”Prabu tusing waliyulah,
        Kadhatone pan kekalih,
        Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji,
        Prenahe iku kaki,
        Perak lan gunung Perahu,
        Sakulone tempuran,
        Balane samya jrih asih,
        Iya iku ratu rinenggeng sajagad.”

        (“Raja utusan waliyullah.
        Berkedaton dua
        di Mekah yg pertama dan Tanah Jawa yg nyawiji.
        Letaknya PERAK dan GUNUNG PERAHU,
        sebelah barat tempuran.
        Dicintai pasukannya.
        Memang raja yang terkenal sedunia.”)

        http://nurahmad.wordpress.com/

        Nurahmad mungkin bukan org jawa? mengartikan bahasa jawa ke bahasa Indonesia masih salah :

        tertulis bhs jawa : Perak lan gunung Perahu,
        diartikan : Letaknya dekat dengan gunung Perahu
        seharusnya : PERAK dan GUNUNG PERAHU

        bahasa ‘lan” diartikan oleh Nurahmad dgn “dengan”, seharusnya artinya “dan”

        Bisa saja kalimat tsb, merujuk atau ada kaitannya dgn kerajaan perak?

        kerajaan perak ada di Sumatra Utara (Medan), merupakan kerajaan tua (purba) atau kerajaan haru, menjadi target sumpah palapa oleh patih gajah mada untuk dipersatukan menjadi nusantara.

        Di kerajaan haru ini terdapat legenda putri hijau, cerita ini disimpan di istana Maemun, Cerita ini menjadi penelusuran BA untuk penelitian krn ada kaitannya dgn keberadaan asset nusantara.

        Pusaka ini juga masih ada kaitannya dgn pusaka SP?
        Kitab Jayabaya riwayat ghaib ” ….. golekono gegamane sampai ketemu …”
        jika alat-alatnya sudah ketemu maka …”

        Pusaka tsb, ada kaitannya dgn kejayaan nusantara
        dan ciri2 cahaya yg bersemayam di dalam keris juga sama dgn cerita legenda putri hijau. Kemakmuran kerajaan haru disebabkan akan keberadaan putri hijau, berita ini didengar oleh raja aceh. Raja aceh hendak meminang putri hijau agar negerinya tentram dan makmur.

        Keris tsb mempunyai pamor beras wutah (pamor ini sama persis dgn cerita legenda menceritakan tetang putri hijau, ketika putri hijau ditawan oleh raja aceh, sang putri dimasukan kedalam lemari kaca (jiks merujuk cerita tsb, sptnya yg dimasukan kedalam lemari kaca bukan putri hijau artinya bukan wujud manusia spt kita, tetapi wujud keris sbg lambang wujud manusia? manusia sptnya gak mungkin dimasukan kedalam lemari kaca, ya sayang lah kulitnya bisa lecet kulitnya putri hijau yg cantik itu), sang putri mempunyai permintaan, sebelum sang putri dikeluarkan dan diturunkan dari lemari kaca, sang putri meminta agar disediakan “beribu-ribu telor dan beras” (kalimat ini yg merujuk kpd pamor keris pamor beras wuntah).

        Ini pembelajaran untuk mengingatkan kembali, bahwa manusia kita ini, adalah berasal dari cahaya2 yg berasal dari cahaya-Nya (mungkin gol. TS ttg ini agak sulit menterjemahkan, harus buka2 dulu dalilnya).

        Di dalam diri manusia intinya terdapat 4 cahaya (tanah/hitam, api/merah dst …… cahaya/nur/nafsu adalah alat2nya manusia).
        Masing2 cahaya tsb juga mempunyai nama, bentuk dan cahayanya juga persis/kembar menyerupai kita ini (bagaikan kita bercermin) wujudnya hitam, merah dst ….. termasuk ruh idlofi juga wujudnya kembar spt kita ini (TS akan bingung hrs buka2 dulu dalilnya) ……….. jadi apa itu yg dimaksud wahdatul wujud oleh golongan TS? apakah TS mampu melihat wujud itu?
        Jika kita mau melihat maka kita dituntut keiklasan kpd allah untuk mau mati sak jroning urip, jika kita iklas dan tahu ilmunya, maka roh idofi akan keluar dan kita bisa ngobrol dgnnya yaitu guru sejati kita. Kalau sudah mampu melihat wujud tsb (ma’rifatullah) dinamakan manusia yang insan kamil manusia yg sudah sampurna.

        Kenapa cahaya2 tsb bisa kumpul menjadi satu menjadi kita yg hidup ini? yaitu wujud diri kita ini? itulah kekuasaan allah.
        saudara2 kita atau cahaya2 kita itu tidak bisa kemana2 karena cahaya tsb diiket oleh malaikat kirohman katibin yg kuliling roh dan jasad kita ini. Kalau kita meninggal, cahaya2 tsb pergi meninggalkan raga kita ……. kembali kealam-Nya masing-masing ….
        Tp ada juga warna yg suka kluyuran? pergi dari badan kita dan ini atas ijin dan kehendak allah (tidur itu lambangnya mati) yaitu warna kuning. Warna ini pergi kemana-mana, bisa bertamasya keliling dunia, ketika kita sadar kembali (bangun dari tidur) warna kuning tsb telah masuk kembali ke dalam raga kita. Artinya ketika kita ditinggalkan oleh warna kuning tsb, maka tubuh kita akan tidur selamanya tapi belum mati, kecuali roh idofi pergi, maka cahaya2 yg lain akan mengikuti pergi, baru kita mati.

        Seperti halnya pusaka keris yg sedang sy ceritakan, juga ada 2 cahaya biru dan putih (masing2 ada namanya), kedua cahaya tsb diiket oleh cahaya kaca transparan (ini hampir mirip dgn cerita legenda sang putri dimasukan kedalam lemari kaca).

        Sedangkan gunung perahu bermakna ……… “warangka keris” (coba aja ambil warangka keris kemudian warangka tsb didirikan, maka akan sama persis spt perahu yg menggantung di atas).

        Apakah yg dimaksud PERAK ini adalah kerajaan haru?
        Ataukan yg dimaksud kerajaan PERAK itu kerajaan Salakanegara?
        Kerajaan salakanagera berada di gunung salak,
        Atau ada kaitan hubungan leluhur kerajaan haru dgn majapahit sampai kepada kerajaan mataram islam?

        Mungkinkan, yg bertempat tinggal di sakulone (sebelah barat) kali tempuran merupakan trah mataram (krn di gng salak, desa cidahu, ada makam eyang santri (trah mataram) artinya masih ada hubungannya dengan trah raja solo?
        wallahualam bishawab

    • Nuwun sewu..
      @ sdr Gamalpra mat kenal..
      Maaf agar kita tidak berlebihan. Kayu jati sebenarnya tidak hanya tumbuh di Jawa saja di Bali juga ada bahkan di bergai daratan kususnya di asia tenggara, Thailand, Philiphina,.. bahkan ada yg tumbuh di Australia bagian utara (Northern Teritory), soal asal usulnya, saya nggak tahu..

      Have a Merry Christmas and happy new year to you all.

      Santen peresan klopo, nyuun ngapunten sedoyo lepat kulo.

      Dalbo with Love…

      • Wa a’laikum salam mas/pak Dalbo.

        Betul… betul…. betul….
        tapi konon jaman dahulu asia tenggara daratannya bersatu (benua atlantis?) dan karena air maka benua menjadi ribuan pulau.

        Apa air berasal dari hujan jamannya Nabi Nuh atau bukan, itu yg sy tidak ngerti.
        Coba klo sy bisa ngrogoh sukmo set back, pasti ceritanya tambah seru he he he…..

        Salam

  22. @barata yudha
    Jadi bila ada orang yang ngaku-ngaku SP. itu adalah jelas SP Palsu, bahkan lebih palsu dari gigi palsu..
    ————————————-
    Disinilah ‘seni’ wayang Tuhan..

    SP Palsu ibarat gigi palsu.. gigi ‘palsu’ pun berguna..untuk melindungi gigi ‘asli’..

    Tuhan yang memasang gigi ‘asli’..
    Manusia yang memasang gigi ‘palsu’..

    Tujuannya apa ? biar dunia makin ramai..dan cerita wayang makin ‘seru’..

    Nikmati saja..

    Rahayu

  23. Ya kita nikmati saja sebagai tontonan yg bermanfaat,…………
    soalnya yang ngaku SP sudah buanyak sekali,……….tapi gak ada kiprah nya………

    mudah-mudahan kalao SP nya banyak bisa bikin BATALYON SP………h..h..h
    Biar Nusantara cepat teratasi,…..

    • Kalau menurut BA siapa sj boleh jd SP
      SP bukan milik satu orang, tapi milik semua orang yg beriman yang mampu melihat SP. maka carilah Aku di dalam Aku.
      Memang SP palsu banyak. Ketika kita bercermin bisa jadi SP palsu yg nampak
      krn iblis laknat bisa membo2 jadi SP. contohnya ketika kita bercermin yg terlihat dicermin memang SP tapi lihat lebih saksama apakah asli jgn2 iblis.
      Lantas bagaimana caranya agar bisa melihat sp asli?
      apalagi kita diuji untuk memilih 9 SP? mana yg asli? sulit sulit sulit
      Itulah yg dimaksud dgn SP palsu.
      Dan bukan org2 yg scr fisik mengaku2 SP, ya jelas mrk SP palsu lah hhh ….
      Ujian yg paling berat adalah ketika ajal kita sdh sampai di kerongkongan, disitulah muncul cobaan yg berat krn banyak penampakan SP palsu yg sesungguhnya adalah iblis laknalatul maut …… nah SP akan mengajak agar org2 pd tahu SP.
      Kalau diajak urip gak mau, ya jelas org itu isinya binatang, diajak untuk urip selalu saja masuk telinga kiri keluar telinga kanan,

      • SP tuh gak bakalan muncul. Sebab namanya saja “piningit”, lah kalau sudah muncul namanya bukan lagi SP dong, tetapi satria sejati (SS).

        Aneh memang satrio (baca:kebenaran) kok dipingit (baca:disembunyikan).Lah, kalau kebenaran disembunyikan, sampai kapan negara kita akan adil, makmur dan sejahtera?

      • Menurut BA, satria piningit ada yg artikan sbg sosok manusia?
        BA juga mengartikan SP sbg pusaka keris/ makna urip, ada juga yg mengartikan sbg sebuah konsep abstrak yg dijabarkan dan disepakati oleh orang2 di suatu tempat/daerah/negara sbg satria yg diumpetin, akan tetapi arti bhs ini, belum tentu negara2 lain mau menerima/mengerti konsep piningit dgn arti ini?
        Ada juga yg artikan SP scr spritual, SP sbg sukma yg dilambangkan spt manusia yg sdng duduk tafakur tertera pd stupa di puncak candi borobudur dan lambang2 candi yg lainnya.

        Keris juga merupakan lambang sukma didalam warangka, alat ini bisa untuk mengingatkan manusia yg tertidur agar tahu urip (isinya nafas yg memberi hidup ref. asmarandana bait 10), dan keris juga amanat nb ibrahim kpd anak2nya keturah diakhir jaman berguna untuk membangunkan manusia yg lupa diri agar kembali kediri.

        Digambarkan oleh jangka jayabaya, kemudian setelah makmur (manusia tahu urip) jaman itu digambarkan sbg jaman suka cita, jaman kalisuba/jaman sukacita (ref dandanggula bait ke 7)

        7. Rakyat kecil gembira hatinya. Tidak ada yang sengsara. Murah segalanya. Yang ditanam subur. Jaman itu dinamakan: gandrung-gandrung neng lurung andulu gelung kekendon lukar kawratan, KERIS parung dolen tukokna campur bawur mring pasar.

        roda berputar lagi, kemudian setelah makmur, manusia kemudian kembali lagi melupakan urip, artinya kegiatan urip diabaikan lagi, dgn gaya bahasa sastra ….. keris parung …. (maknanya keris dilarung/dibuang atau dilupakan kembali) dst…. setelah keris dilarung/diabaikan, maka pada bait ke 8, digambarkan akan terjadi kiamat ……

        8. Sudah 2.000 tahun. Angkasa sepi tidak terlihat apapun juga.Sudah hampir tiba waktunya kiamat. Jarang hujan, angin topan yang kerap kali datang. Bagaikan menimpa bumi dari selatan timur datangnya menghancurkan gunung-gunung.

        Kita lihat sj, apakah wewarah leluhur nusantara mengatakan SP akan muncul? terbukti atau tidak? waktu yg membuktikan! dan bumi ini memang akan dimurnikan melalui pergantian jaman (jaman kalabendu/jaman edan ke jaman kalisuba/jaman suka cita, kulit yg sudah kering dan rusak diganti dgn kulit yg baru.
        tanda2 tsb sudah mulai muncul, silahkan saja kalau tidak percaya!?
        Kini mulai giat agama2 spt budha, islam dan agama2 yg lain melihat apa ada yg salah dlm dlm peribadatan? diantaranya, salah satu upaya meminimalisasikan bencana2 alam yaitu gencar2nya upaya untuk memunculkan/membangunkan kembali budaya lokal nusantara yg telah tertidur spt yg dilakukan di bloknya sabdalangit, ghantarwa dll.

  24. aku sp,

    tsunami Aceh 26 desember 2004,disebabkan oleh banyaknya para pejabat tinggi ditingkat provinsi merayakan natal di sebuah gedung besar tgl:25-12-2004 malam hari,
    esok harinya 26-12-2004 terjadi tsunami.

    maka berhati-hatilah, jangan ikut merayakan hal-hal yg tidak pernah dilakukan teladan kita,

    jangan berkata ttg selamat-selamat natal dan hal hal sia sia lainnya, sebaik-baik perkataan adalah dzikir /mengingat Tuhan.

    salam ,
    hi, yp
    aku sudah baca ttg segala yg ada di kompasiana,
    ternyata kau ,laki-laki pengeluh,

    inilah pesan yang mesti kusampaikan:
    1. bersediahkah kau jadi pengikutku, teman dekatku, tangan kananku/teman hidup
    2.berniatlah untuk mensucikan diri dengan cara menikah
    3.tidak usah takut dengan aku, takutlah pada Tuhan saja,
    4.bila kau tidak ada daya untuk berhadapan dengan aku, maka mohonlah pertolongan kepada Tuhan untuk diberi kekuatan hati
    5.segeralah datang , di bulan muharram ini,
    6.bila tawaran ini kau tolak berati janji(di awal 2009) itu ,aku lepas
    7.aku berfirasat, setelah bulan MUHARRAM ini, ‘pembersihan’ akan dimulai,

  25. Menurt data otentik sih…………
    Tsunami Aceh diakibatkan oleh patahan gempa laut

    menurut isu diakibatkan oleh ledakan weather weapon yang berkemampuan meledakan lapisan atmosfir, terlihat bagai kilatan cahaya setiap akan terjadi gempa tsunami, seperti di jogya dan di pangandaran. Weather weapon adalah senjata andalan negara berkepentingan, senjata tsb menghasilkan kilatan mempengaruhi cuaca stempat dengan kekuatan jutaan watt, dikirim dari generator jarak jauh, sehingga bisa pula mengkibatkan longsor dan gempa.

    Selain itu pula dapat mengendalikan cuaca melalui lapisan ionosphere, membuat hujan badai, tsunami. Stasiun generator tsb berada di benua alaska AS. Selain itu fungsi generator tsb bisa mengirimkan Radiasi-ELF ke otak manusia, untuk mengontrol mood manusia dan mengendalikannya dengan gelombang frekw Delta dan Theta, sehingga manusia yang terpengaruhi hal tsb bisa ngantuk tidur, malas, tenang…dsb.

    Satu lagi senjata yang mendukung hal tsb adalah senjata bawah tanah, dapat menyusup dilapisan tanah bagian bawah dengan detektor yang bis a dikontrol jarak jauh hingga ribuan kilometer menembus dasar laut , meledakan patahan-patahan bumi, untuk menemukan sumber energy minyak dll.

    Kerja alat ini bersamaan dengan senjata cuaca,…..maka bila terlihat kilatan cahaya disekitar pantai, maka beberapa menit kemudian bom bawah laut akan meledak dahsyat, dan tanah laut bergeser yang mengakibatkan tsunami, sedangkan bom cuaca untuk mempengaruhi ionosphere yang berperan mengatur kadar medan listrik atmosfer, yang akan memanipulasi keadaan cuaca langit disekitar nya.

    Tapi boleh juga kita menggunakan referensi bahwa segala bencana tsb merupakan kemarahan alam atau lehendak Tuhan, atas prilaku manusia yang sudah jauh menyimpang dari kerukunan dan kedamaian, baik dalam dirinya dan antar sesama.

    Jadi gak ada yang masuk neraka karena mengucapkan selamat hari natal……..!
    Dan saya ucapkan selamat hari Natal bagi yang merayakannya…….he…he……

    Karena dunia dan jagat raya ini, juga alam akhirat bukan milik satu kelompok golongan manusia, tapi diperuntukan bagi siapapun makhlukl Tuhan.

    Karena Tuhanlah yang menciptakan segala perberbedaan ini, dan bukan atas kehendak manusia !!……., Karena sesungguh nya manusia tak punya andil sedikitpun atas apa yang telah diciptakan Nya, …….

    hanya tinggal menikmati saja…..dan bersyukur……………
    dan berbuat kedamaian serta menghormati dengan siapapun………….
    karena dengan rasa kasih sayang dan menghormati antar sesama siapapun dia, berarti kita telah menghargai dan menghormati ciptaan Tuhan…….. .

    trims
    salam karaharjan

    • @mas baratayudha
      Weather weapon adalah senjata andalan negara berkepentingan, senjata tsb menghasilkan kilatan mempengaruhi cuaca stempat dengan kekuatan jutaan watt, dikirim dari generator jarak jauh, sehingga bisa pula mengkibatkan longsor dan gempa
      —————————-
      senjata yg paling dibutuhkan skrg: ‘LASER’ untuk bantu Timnas PSSI ..

      bisa juga pake keris-nya BA..ato petir saya (kalo mau)

      • Ha..ha….
        betul Mas Jaka…….

        kita balas dengan sinar laser lagi nanti di senayan…….
        terutama keeper lawan, dan pemain lawan yang akan mengancam gawang Indonesia.

      • rebutan apa saja …. Indonesia selalu mengalah dgn Malaysia
        Malaysia itu jagonya ‘rampas”, rampas apa saja ……
        budaya nusantara spt kesenian reog, angklung, pulau, TKW yg cantik2 ……
        apalagi rebutan “bola” ………
        kalau mau menang, tarik TKW2 dari sana, harga diri kita sudah diinjak2 oleh kemauan bangsa kita sendiri.

        Di Malaysia budaya “keris” msh disakralkan
        bahkan pusaka andalan sbg pancernya Indonesia yg top2 di jual oleh para mediator di Indonesia ke luar negeri spt Malaysia, Brunei dan eropa dgn harga milyaran.
        Kemudian muslim disana, membisiki muslim Indonesia dgn dalil “awas jauhi pusaka spt keris dll krn musrik, syirik dll, jual saja!
        Dia sangat tahu, dgn pindahnya pusaka2, Indonesia menjadi lemah pertahannya.
        Coba simak saja kerajaan2 besar nusantara! Hancur, kalah wibawa karena pusaka andalannya dicuri …… simak juga pesan bung karno “pusaka indonesia jangan sampai lepas ke luar negeri”.
        Mediator brengsek dan juga gol. TS yg tahunya hanya kulit itulah penyebabnya? akibatnya pengetahuan ttg makna pusaka menjadi lemah (mungkin dari 100% pusaka, energinya yg aktif cuma 30%)

        Jgn2 keris kita sudah kalah sawabnya oleh kerisnya Malaysia?

        Petir? adanya petir krn sbg tanda datangnya hujan?
        tapi ada juga petir di siang bolong ….. tdak ada hujan tp petir menyambar2 petir salah mangsa.

        Cara mengalahkan Tim Malaysia, ya dgn tawuran hhh …..

  26. BA tertarik dgn tulisan Bratayuda ttg ini :
    Karena Tuhanlah yang menciptakan segala perberbedaan ini, dan bukan atas kehendak manusia !!……., Karena sesungguh nya manusia tak punya andil sedikitpun atas apa yang telah diciptakan Nya, …….

    kala awang2 durung ana bumi, langit
    nanging sanghyang wisesa ingkang kocap serta jumeneng semedi satengahing jagad

    sanghyang wisesa mireng kadi genta serta anon tigan gumantung neng awang2 sinangga ngasto pinusti dati 3 perkara :
    1. dadi bumi – langit
    2. dadi tejo – cahyo
    3. dadi manik – maya

    manik maya dadi 4, bhatara guru uger2e GANTINE Sanghyang wisesa ndadekake ISI NENG BUMI serta winesik seliring wewadi.
    Batara guru garwo Dewi Uma dst ……..

    Sejauhmana manusia tidak punya andil? lalu apakah yg dimaksud dgn manusia?
    Apakah manusia tdk punya andil? justru SP punya andil dlm kejadian goro-goro alam ini? memang scr kasat mata berupa fisik (spt sunami, gng meletus dll) ttp dibalik itu ada sesuatu yg lagi nanggap wayang, dalang tinggal ngikuti yg nanggap wayang.
    Dalam hal ini, manusia ada yg berperan ?
    tp bukan abuya yg mengaku bikin sunami?
    yg jelas kejadian ini ada yg lg nanggap? tp siapa? krn ucapan manusia (kun fayakun) yg lagi punya hajat besar ini yg berperan dan didengar oleh sang pencipta.
    Toton aja wayangnya …..

    • Ya manusia memang sebagai pelaku kehidupan yang diciptakan Tuhan. Wayang yang didalangi Kang Dalang…………he..he…..kita tonton saja sambil waspada……

      • hhh … belum tidur toh?
        nonton wayange di depan kelir dkt sinden atau di belakang layar?
        salam ya buat sindennya yg cantik hhh …..

      • Nuwun sewu,,,
        Wah…saya pinginnya sih juga nonton saja lakon2 wayang yg sedang berlangsung, eh..baru sadar ternyata saya juga termasuk wayang2 orang yg harus melakonkan peran saya, eh..nggak bisa nonton dong….

        Asah asih asuh..
        Dalbo with love…

      • @kang Dalbo
        nuwun sewu kang..

        Sepertinya kang Dalbo ada ilmu ‘tua’ ya?
        Akang bisa berubah wujud jadi `Kodok Raksasa`..
        seperti Racun Barat di film ‘Pendekar pemanah Rajawali (Yoko)’..

        mungkin sebentar lagi si Sesat dari Timur dan Raja Pengemis (Ang Cit Kong) akan keluar juga..

        Salam

      • ini pasti kang sabda?
        cirinya salam asah asih asuh hhh …..

        Bisa dong … lbh baik nonton wayang-Nya sendiri
        Kang Dalbo sendiri kan sdh tahu peran yg kang Dalbo sdg dijalani?
        spt peran kang Dalbo di lingkungan keluarga sbg ayah dari anak2, ditempat kerjaan dsb ….
        Sedangkan peran yg akan datang kita akan spt apa? kita tidak tahu? misalnya yg akan datang kita dapat kesenangan? atau sebaliknya.

        Kita hanya tinggal menjalani takdir kehidupan kita, spt nyanyian “bengawan solo, riwayatmu dulu, sedari dulu, jadi perhatian insani, air mengalir sampai jauh ….. akhirnya ke laut”
        Trims.

  27. Kepada Seluruh Pembaca Yang Budiman
    Sudah yang ke sekian kali, menemukan pendapat seseorang yang mengkaitkan hubungan antara bencana dengan agama. Misalnya, Merapi meletus dan gempa Jogja terjadi gara-gara masyarakat Jogja berperilaku syirik, musrik. Tsunami Aceh gara-gara perayaan Natal.
    Saya kira pendapat seperti ini terlalu naif. Coba kita analisa secara cermat dan bersih hati.
    Kenapa bencana tidak terjadi di Jakarta yg notabene kemaksiatan dan kebiadaban lebih mudah ditemukan. Kenapa pula tidak terjadi di pulau Dewata, India, Thailand, Philipina. Bahkan negara-negara Eropa mencapai ketentraman dan kemakmuran yang luar biasa jika dibanding dengan negara-negara timteng. Padahal mereka tidak menjalankan tntunan nabi.
    Jika kita mau berfikir lebih obyektif, tidak primordial, kiranya lebih pas jika bencana alam leboh disebabkan oleh 2 faktor yang saling berhubungan. Yakni faktor siklus alam (makrokosmos) dan siklus manusia (mikrokosmos). Siklus manusia tampak pada dinamika kesadaran, dimana tingkat kesadaran (spiritual) manusia sangat berpengaruh pada moralitas dan kemajuan peradabannya. Agama, budaya, ajaran adalah nilai kebenaran bersifat parsial. Ibarat serpihan cermin yang berantakan tersebar di mana-mana. Sedangkan dunia ini memiliki kebenaran nilai yang bersifat universal, yang bersifat lintas agama, budaya, golongan, suku, ajaran. Dengan kata lain, faktor nilai universal lah yang
    berhubungan dengan bencana alam, bukan faktor parsial tsebut. Tak ada hubungannya dengan mencontoh atau tidak perilaku nabi. Orang yang berpendapat demikian pun sudah keluar jalur, tidak mencontoh perilaku nabinya zaman dulu. Apakah para nabi zaman dulu bisa menulis, apalagi menulis di internet, pake komputer atau gadged bikinan orang “kafir”. Orang tersebut juga masih makan nasi, tidak makan kurma. Malah naik motor, bis, mobil, kenapa bukan nunggang unta? kenapa Hidupnya juga di tanah yang subur, bukan di tanah gurun pasir gersang. Kalau mau mengikuti cara hidup nabi, jangan sepotong-potong. Tapi ikutilah 100%, sehingga jangan menggunakan internet dan komputer, hidup pun harus di tanah gurun, nunggang unta, makan gandum dan kurma. Bencana alam tak ada hubungannya dengan perilaku mencontoh atau tidak mencontoh seperti di atas.
    Perlu kita pahami bahwa faktor nilai universal tersebut, terutama cinta, kasih-sayang kepada seluruh makhluk, tanpa pilih kasih berdasarkan atas agama dan kepercayaannya.
    Mari kita berfikir lebih jernih dan obyektif, salam asah asih asuh

    • @kompas
      CUACA EKSTREM
      Eropa Jadi Benua Beku
      Selasa, 21 Desember 2010 | 14:45 WIB
      —————————————————
      Untuk mempercepat kejayaan Nusantara..
      kejayaan di Amerika dan kejayaan Eropa harus dipindahkan ke Pulau Jawa..

      Untuk itu sekitar jam 08.00 WIB
      Cakram Black Hole kembali di putar 3x.
      Galaksi Bima Sakti kembali di putar 3x.

      Pindah spektrum ke Level 33 (Biru)
      Melambangkan ‘kerinduan’ samudera ke ‘bumi’..
      Melambangkan ‘kerinduan’ Sanghyang Tunggal’ ke Wisnu..

      Mudah-mudahan Bumi semakin `dingin`..
      Mudah-mudahan Laut Segara membasahi bumi..

      Salam Rahayu

  28. @Mas BA yth,

    Sejujurnya saya kasihan sekali dengan nasib para pribumi kita, betapa tidak. Pada zaman kerajaan dulu kala, nasib rakyat juga cuma menjadi “obyek” yang tidak memiliki hak-hak demokrasi. Semua tergantung kepada sang raja. Di zaman pemerintahan kerajaan, yang memiliki hak-hak khusus dan kehidupan berlimpah juga hanyalah para pejabat yang dekat dengan raja. Sementara rakyat dibiarkan berjuang sendirian, yang penting rakyat tidak berontak.

    Lalu datang VOC, yang akhirnya bekerja sama dengan para raja. VOC dan elite penguasa pada saat itu banyak mendaptkan keuntungan, tetapi tumbalnya adalah rakyat jelata yang dipaksa mengorbankan tanah pertaniannya untuk ditanami komoditas seperti tebu, kopi, tembakau, karet dan rempah-rempah.

    Lalu Bung Karno pengin merdeka. Sebab, dengan kemerdekaan itulah kita akan bangun negara yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera.Namun apa yang terjadi setelah lebih dari 65 tahun merdeka? Rakyat tetap menjadi “obyek” yang dengan mudah diperas, dipungli, dan dilanggar hak-hak konstitusionalnya. Siapakah rakyat itu? Rakyat yang saya maksudkan adalah mereka yang “dikuasai” bukan yang “menguasai”. Siapakah penguasa negeri ini, ya pada intinya ada tiga elemen yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Walaupun secara teoritis kedaulatan (kekuasaan) itu sesungguhnya milik rakyat. Tetapi kedaulatan itu hanyalah simbol belaka, yang muncul hanya pada saat pemilu, entah itu pilkada, pileg, maupun pilpres.

    Mas BA mohon bisa kita renungkan bersama, yang saya sampaikan ini adalah “fakta”. Saya terus terang kadang frustrasi melihat praktik ketatanegaraan yang dari zaman kerajaan, zaman kolonial hingga zaman kemerdekaan ini tak pernah benar-benar memperhatikan rakyat sebagai subyek negara yang harus dilindungi, disejahterakan dan dimakmurkan.

    SP itu bagi saya bagaikan “impian” untuk membius kaum yang kalah. Kaum kalah ini bukannya diberikan kesadaraan tentang hak-hak sebagai warga negara, namun terus ditiupkan harapan bahwa esok negeri kita akan menjadi mercusuar dunia, akan ada kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, Caranya bagaimana? Yah…pokoknya yang akan mebersekan nanti adalah SP/RA. SP/RA bagi rakyat yang kalah, bagaikan candu yang membuat mereka tenteram sejenak dari himpitan hidup yang semakin sulit.

    Lalu kita harus bagaimana? kita harus bisa melihat kenyataan. Pertanyaanya, apa yang bisa kita berikan untuk negara agar orang-orang kecil tidak semakin tersingkir?

    Bangsa kita dari dulu hingga hari ini terlalu senang dengan hal-hal yang mistik, sehingga sekalipun rakyat hidup menderita dan penderitaan itu jelas-jelas akibat dari ketidakadilan sosial, korupsi dan mismanajemen (salah kelola), namun rakyat tetap nerimo ing pandum.

    Baiklah, kalau kita mencoba otak-atik gatuk. Sebenarnya, tanggal kemerdekaan 17 itu bagi bangsa kita merupakan doa agar nantinya bangsa ini selalu mendapat “pitulungan dan kawelasan”. Ternyata memang benar, bangsa dan negara kita masih tetap eksis hingga hari ini padahal pasca kemerdekaan 17/8/1945 terjadi begitu banyak pemberontakan dan agresi dari luar. Tanggalnya sudah tepat, namun bagaimana dengan bulannya yakni Agustus? agustus itu angkanya 8, angka delapan ini adalah angka setan yang tidak jelas mana pangkal dan ujungnya dan ketika angka 8 ini dibuka menjadi angka 0 atau nol nol. Terlepas dari kebetulan atau tidak, hingga sekarang banyak persoalan nasional yang berakhir pada angka 8, artinya tidak pernah jelas mana pangkal dan ujungnya, alias “mbulet terus”. Sedangkan untuk tahun yakni 1945 ketika dijumlah ketemu angka 19 dan 19 kalau diringkas menjadi 1.

    Berarti di negeri kita ada 1 persoalan besar yang bila kita tidak bisa mengatasi maka selamanya akan terpuruk. Pertanyaan, apakah 1 persoalan besar itu? mari kita jawab bersama (kalau menurut saya 1 persoalan besar itu adalah TIDAK PUNYA RASA MALU/TANGGUNGJAWAB). 17-8-1945 = 17+8+1945 = 1970 diringkas menjadi angka 8. Mbulet lagi kan? itulah Indonesia yang salah sejak lahir.

    Itu bukan mistik, hanya sekadar otak-atik gatuk, silakan dihitung lagi.

  29. Tak ada hub sama sekali perayaan Natal dengan Tsunami…….
    ini adalah pemikiran cupet hati sempit yang meng ada-ada……

    Karena banyak pula aktifitas umat muslim di sana yang lebih parah prilakunya merusak agama nya sendiri, dengan moral prilaku bejat .

    bagai mana dengan melaboh….., ada apa disana….?
    Menurut cerita yg beredar dikatakan bahwa pada malam tanggal 24 Desember 2004 sebelum terjadi Tsunami pantai ini dijadikan sebagai tempat maksiat. Para penari telanjang beraksi disana. Setelah Tsunami garis pantainyapun menciut akibat kemarahan air laut walau tidak mengurangi pesona keindahannya. Bongkahan bangunan jembatan menjadi saksi bisu atas segala kejadian di tempat ini.

    Bedasarkan penuturan “BN Investigasi” :
    tokoh muda Desa Suak Sigadeng menuturkan, akhir-akhir ini malah tindak maksiat di Meulaboh in semakin parah. Tidak peduli bulan puasa. Kami hampir tiap malam menangkap anak muda yang melakukan hubungan seks dipinggiran jalan, berdekatan dengan hutan. Selain praktik mesum, miras juga masih menjadi konsumsi yang masih dengan mudah didapat di Tanah Rencong ini.

    BN Investigasi sempat mendeteksi beberapa lokasi yang berdekatan dengan Terminal Bus Kota Meulaboh. Terlihat, proses jual beli memang dilakukan dengan cara yang bisa disebut rahasia. Sepertinya antara konsumen dengan penjual sudah terjalin hubungan yang cukup akrab. Di tempat terpisah, seorang penduduk menjelaskan kalau miras itu sudah bukan rahasia., demikian pula shabu-shabu bukan hal yang tabu.

    Beginilah realitas yang masih terpampang. Dari sini bisa diambil kesimpulan pada masih banyaknya celah pada possibilitas terjadinya praktik-praktik yang bertentangan dengan moral dan agama.

    Masyarakat Aceh, tentu dengan kemampuan yang mereka miliki sudah menunjukkan peran serta menggawangi pelaksanaan Syariat Islam Di Bumi Aceh Darussalam, namun tetap saja masih banyak lini lainnya yang harus di benahi.

    Agama apapun yang melakukan kegiatan spiritual ke imanan kepada Tuhan Siapapun Tuhan itu, mereka telah menempatkan kesadarannya sebagai hamba dihadapan Tuhan, dibanding kerusakan moral dan kerusakan jiwa atas fanatisme buta perusak kerukunan bangsa dan agama, yang tidak pernah menyadari bahwa Tuhan pula lah telah menciptakan keberagaman agama dan keyakinan.

    Bila Tuhan berkehendak …………….!!
    maka tidak sulit Tuhan menciptakan umat yang SATU…………..!
    apakah umat islam tidak ingat akan ayat ini……………….?!

    dimanakah kepribadian kita selama ini sebagai umat beragama……..?!
    umat islam harus banyak mengintropeksi diri…….
    dari pada terus-terusan meng intropeksi agama lain……..

    temukan haqikat kebenaran itu dengan hati yang luas dan kaya………
    dan tidak dengan fikiran sempit, miskin, mlarat iman dan ilmu……….
    yang hanya akan menjadikan generasi bangsa yang kerdil, dan pengecut……

    mengapa orang lain yang merayakan agama nya………kok kita yang demam panas dingin……………….????. ini adalah sebuah konflik kejiwaan yang menjdikan iblis tumbuh subur tumbuh dalam jiwa yang rapuh dalam persimpangan.

    salam karaharjan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 909 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: