Hubungan Leluhur & Kembalinya Kejayaan Nusantara

HUBUNGAN KEJAYAAN NUSANTARA

DENGAN PARA LELUHUR BANGSA

Prakata

Kematian bukanlah the ending atau “riwayat” yang telah tamat. Kematian merupakan proses manusia lahir kembali ke dimensi lain yang lebih tinggi derajatnya ketimbang hidup di dimensi bumi. Bila perbuatannya baik berarti mendapatkan “kehidupan sejati” yang penuh kemuliaan, sebaliknya akan mengalami “kehidupan baru” yang penuh kesengsaraan. Jasad sebagai kulit pembungkus sudah tak terpakai lagi dalam kehidupan yang sejati. Yang hidup adalah esensinya berupa badan halus esensi cahaya yang menyelimuti sukma. Bagi orang Jawa yang belum kajawan khususnya, hubungan dengan leluhur atau orang-orang yang telah menurunkannya selalu dijaga agar jangan sampai terputus sampai kapanpun. Bahkan masih bisa terjadi interaksi antara leluhur dengan anak turunnya. Interaksi tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang-orang yang terbiasa mengolah rahsa sejati. Dalam tradisi Jawa dipahami bahwa di satu sisi leluhur dapat njangkung dan njampangi (membimbing dan mengarahkan) anak turunnya agar memperoleh kemuliaan hidup. Di sisi lain, anak-turunnya melakukan berbagai cara untuk mewujudkan rasa berbakti sebagai wujud balas budinya kepada orang-orang yang telah menyebabkan kelahirannya di muka bumi. Sadar atau tidak warisan para leluhur kita & leluhur nusantara berupa tanah perdikan (kemerdekaan), ilmu, ketentraman, kebahagiaan bahkan harta benda masih bisa kita rasakan hingga kini.

Ada Apa di Balik NUSANTARA

Bangsa Indonesia sungguh berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi. Perbedaan paling mencolok adalah jerih payahnya saat membangun dan merintis berdirinya bangsa sebesar nusantara ini. Kita semua paham bila berdirinya bangsa dan negara Indonesia berkat perjuangan heroik para leluhur kita. Dengan mengorbankan harta-benda, waktu, tenaga, pikiran, darah, bahkan pengorbanan nyawa. Demi siapakah ? Bukan demi kepentingan diri mereka sendiri, lebih utama demi kebahagiaan dan kesejahteraan anak turunnya, para generasi penerus bangsa termasuk kita semua yang sedang membaca tulisan ini. Penderitaan para leluhur bangsa bukanlah sembarang keprihatinan hidup. Jika dihitung sejak masa kolonialisme bangsa Baratdi bumi nusantara, para leluhur perintis bangsa melakukan perjuangan kemerdekaan selama kurang-lebih dari 350 tahun lamanya. Belum lagi jika dihitung dari era jatuhannya Kerajaan Majapahit yang begitu menyakitkan hati. Perjuangan bukan saja menguras tenaga dan harta benda, bahkan telah menggilas kesempatan hidup, menyirnakan kebahagiaan, memberangus ketentraman lahir dan batin, hati yang tersakiti, ketertindasan, harga diri yang diinjak dan terhina. Segala perjuangan, penderitaan dan keprihatinan menjadi hal yang tak terpisahkan karena, perjuangan dilakukan dalam suasana yang penuh kekurangan. Kurang sandang pangan, kurang materi, dan kekurangan dana. Itulah puncak penderitaan hidup yang lengkap mencakup multi dimensi. Penderitaan berada pada titik nadzir dalam kondisi sedih, nelangsa, perut lapar, kekurangan senjata, tak cukup beaya namun kaki harus tetap tegap berdiri melakukan perlawanan mengusir imperialism dan kolonialism tanpa kenal lelah dan pantang mengeluh. Jika kita resapi, para leluhur perintis bangsa zaman dahulu telah melakukan beberapa laku prihatin yang teramat berat dan sulit dicari tandingannya sbb ;

1. Tapa Ngrame; ramai dalam berjuang sepi dalam pamrih mengejar kepentingan pribadi.

2. Tapa Brata; menjalani perjuangan dengan penuh kekurangan materiil. Perjuangan melawan kolonialism tidak hanya dilakukan dengan berperang melawan musuh, namun lebih berat melawan nafsu pribadi dan nafsu jasad (biologis dan psikis).

3. Lara Wirang; harga diri dipermalukan, dihina, ditindas, diinjak, tak dihormati, dan nenek moyang bangsa kita pernah diperlakukan sebagai budak di rumahnya sendiri.

4. Lara Lapa; segala macam penderitaan berat pernah dialami para leluhur perintis bangsa.

5. Tapa Mendhem; para leluhur banyak yang telah gugur sebelum  merdeka, tidak menikmati buah yang manis atas segala jerih payahnya. Berjuang secara tulus, dan segala kebaikannya dikubur sendiri dalam-dalam tak pernah diungkit dan dibangkit-bangkit lagi.

6. Tapa Ngeli; para leluhur bangsa dalam melakukan perjuangan kepahlawanannya dilakukan siang malam tak kenal menyerah. Penyerahan diri hanya dilakukan kepada Hyang Mahawisesa (Tuhan Yang Mahakuasa).

Itulah kelebihan leluhur perintis bumi nusantara, suatu jasa baik yang mustahil kita balas. Kita sebagai generasi penerus bangsa telah berhutang jasa (kepotangan budhi) tak terhingga besarnya kepada para perintis nusantara. Tak ada yang dapat kita lakukan, selain tindakan berikut ini :

  1. Memelihara dan melestarikan pusaka atau warisan leluhur paling berharga yakni meliputi tanah perdikan (kemerdekaan), hutan, sungai, sawah-ladang, laut, udara, ajaran, sistem sosial, sistem kepercayaan dan religi, budaya, tradisi, kesenian, kesastraan, keberagaman suku dan budaya sebagaimana dalam ajaran Bhinneka Tunggal Ikka. Kita harus menjaganya jangan sampai terjadi kerusakan dan kehancuran karena salah mengelola, keteledoran dan kecerobohan kita. Apalagi kerusakan dengan unsur kesengajaan demi mengejar kepentingan pribadi.
  2. Melaksanakan semua amanat para leluhur yang terangkum dalam sastra dan kitab-kitab karya tulis pujangga masa lalu. Yang terekam dalam ajaran, kearifan lokal (local wisdom), suri tauladan, nilai budaya, falsafah hidup tersebar dalam berbagai hikayat, cerita rakyat, legenda, hingga sejarah. Nilai kearifan lokal sebagaimana tergelar dalam berbagai sastra adiluhung dalam setiap kebudayaan dan tradisi suku bangsa yang ada di bumi pertiwi. Ajaran dan filsafat hidupnya tidak kalah dengan ajaran-ajaran impor dari bangsa asing. Justru kelebihan kearifan lokal karena sumber nilainya merupakan hasil karya cipta, rasa, dan karsa melalui interaksi dengan karakter alam sekitarnya. Dapat dikatakan kearifan lokal memproyeksikan karakter orisinil suatu masyarakat, sehingga dapat melebur (manjing, ajur, ajer) dengan karakter masyarakatnya pula.
  3. Mencermati dan menghayati semua peringatan (wewaler) yang diwasiatkan para leluhur, menghindari pantangan- pantangan yang tak boleh dilakukan generasi penerus bangsa. Selanjutnya mentaati dan menghayati himbauan-himbauan dan peringatan dari masa lalu akan berbagai kecenderungan dan segala peristiwa yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang (masa kini). Mematuhi dan mencermati secara seksama akan bermanfaat meningkatkan kewaspadaan dan membangun sikap eling.
  4. Tidak melakukan tindakan lacur, menjual pulau, menjual murah tambang dan hasil bumi ke negara lain. Sebaliknya harus menjaga dan melestarikan semua harta pusaka warisan leluhur. Jangan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, “menggunting dalam lipatan”.
  5. Merawat dan memelihara situs dan benda-benda bersejarah, tempat yang dipundi-pundi atau pepunden (makam) para leluhur. Kepedulian kita untuk sekedar merawat dan memelihara makam leluhur orang-orang yang telah menurunkan kita dan leluhur perintis bangsa, termasuk dalam mendoakannya agar mendapat tempat kamulyan sejati dan kasampurnan sejati di alam kelanggengan merupakan kebaikan yang akan kembali kepada diri kita sendiri. Tak ada  buruknya kita meluhurkan leluhur bangsa asing dengan dalih apapun; agama, ajaran, budaya, ataupun sebagai ikon perjuangan kemanusiaan. Namun demikian hendaknya leluhur sendiri tetap dinomorsatukan dan jangan sampai dilupakan bagaimanapun juga beliau adalah generasi pendahulu yang membuat kita semua ada saat ini. Belum lagi peran dan jasa beliau-beliau memerdekakan bumi pertiwi menjadikan negeri ini menjadi tempat berkembangnya berbagai agama impor yang saat ini eksis. Dalam falsafah hidup Kejawen ditegaskan untuk selalu ingat akan sangkan paraning dumadi. Mengerti asal muasalnya hingga terjadi di saat ini. Dengan kata lain ; kacang hendaknya tidak melupakan kulitnya.
  6. Hilangkan sikap picik atau dangkal pikir (cethek akal) yang hanya mementingkan kelompok, gender atau jenis kelamin, golongan, suku, budaya, ajaran dan agama sendiri dengan sikap primordial, etnosentris dan rasis. Kita harus mencontoh sikap kesatria para pejuang dan pahlawan bumi pertiwi masa lalu. Kemerdekaan bukanlah milik satu kelompok, suku, ras, bahkan agama sekalipun. Perjuangan dilakukan oleh semua suku dan agama, kaum laki-laki dan perempuan, menjadikan kemerdekaan sebagai anugrah milik bersama seluruh warga negara Indonesia.

Generasi Durhaka

Kesadaran kita bahwa bangsa ini dulunya adalah bangsa yang besar dalam arti kejayaannya, kemakmurannya, kesuburan alamnya, kekayaan dan keberagaman akan seni dan budayanya, ketinggian akan filsafat kehidupannya, menumbuhkan sikap bangga kita hidup di negeri ini. Namun bila mencermati dengan seksama apa yang di lakukan para generasi penerus bangsa saat ini terutama yang sedang memegang tampuk kekuasaan kadang membuat perasaan kita terpuruk bahkan sampai merasa tidak lagi mencintai negara Indonesia berikut produk-produknya. Di sisi lain beberapa kelompok masyarakat seolah-olah menginginkan perubahan mendasar (asas) kenegaraan dengan memandaang pesimis dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa yang telah ada dan diretas melalui proses yang teramat berat dan berabad-abad lamanya. Golongan mayoritas terkesan kurang menghargai golongan minoritas. Keadilan dilihat dari kacamata subyektif, menurut penafsiran pribadi, sesuai kepentingan kelompok dan golongannya sendiri. Kepentingan yang kuat meniadakan kepentingan yang lemah. Kepentingan pribadi atau kelompok diklaim atas nama kepentingan rakyat. Untuk mencari menangnya sendiri orang sudah berani lancang mengklaim tindakannya atas dasar dalil agama (kehendak Tuhan). Ayat dan simbol-simbol agama dimanipulasi untuk mendongkrak dukungan politik. Watak inilah yang mendominasi potret generasi yang durhaka pada para leluhur perintis bangsa di samping pula menghianati amanat penderitaan rakyat. Celakanya banyak pecundang negeri justru mendapat dukungan mayoritas. Nah, siapa yang sudah keblinger, apakah pemimpinnya, ataukah rakyatnya, atau mungkin pemikiran saya pribadi ini yang tak paham realitas obyektif. Kenyataan betapa sulit menilai suatu ralitas obyektif, apalagi di negeri ini banyak sekali terjadi manipulasi data-data sejarah dan gemar mempoles kosmetik sebagai pemanis kulit sebagai penutup kebusukan.

“Dosa” Anak Kepada Ibu (Pertiwi)

Leluhur bumi nusantara bagaikan seorang ibu yang telah berjasa terlampau besar kepada anak-anaknya. Sekalipun dikalkulasi secara materi tetap terasa kita tak akan mampu melunasi “hutang” budi-baik orang tua kita dengan cara apapun. Orang tua kita telah mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan kita hari demi hari hingga dewasa. Sedangkan kita tak pernah bisa melakukan hal yang sama kepada orang tua kita. Demikian halnya dengan para leluhur perintis bangsa. Bahkan kita tak pernah bisa melakukan sebagaimana para leluhur lakukan untuk kita. Apalagi beliau-beliau telah lebih dulu pergi meninggalkan kita menghadap Hyang Widhi (Tuhan YME). Diakui atau tidak, banyak sekali kita berhutang jasa kepada beliau-beliau para leluhur perintis bangsa. Sebagai konsekuensinya atas tindakan pengingkaran dan penghianatan kepada leluhur, sama halnya perilaku durhaka kepada ibu (pertiwi) kita sendiri yang dijamin akan mendatangkan malapetaka atau bebendu dahsyat. Itulah pentingnya kita tetap nguri-uri atau memelihara dan melestarikan hubungan yang baik kepada leluhur yang telah menurunkan kita khususnya, dan leluhur perintis bangsa pada umumnya. Penghianatan generasi penerus terhadap leluhur bangsa, sama halnya kita menabur perbuatan durhaka yang akan berakibat menuai malapetaka untuk diri kita sendiri.

Sudah menjadi kodrat alam (baca; kodrat ilahi) sikap generasi penerus bangsa yang telah mendurhakai para leluhur perintis bumi pertiwi dapat mendatangkan azab, malapetaka besar yang menimpa seantero negeri. Sikap yang “melacurkan” bangsa, menjual aset negara secara ilegal, merusak lingkungan alam, lingkungan hidup, hutan, sungai, pantai. Tidak sedikit para penanggungjawab negeri melakukan penyalahgunaan wewenangnya dengan cara “ing ngarsa mumpung kuasa, ing madya agawe rekasa, tut wuri nyilakani”. Tatkala berkuasa menggunakan aji mumpung,  sebagai kelas menengah selalu menyulitkan orang, jika menjadi rakyat gemar mencelakai. Seharusnya ing ngarsa asung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.  Walaupun tidak semua orang melakukan perbuatan durhaka namun implikasinya dirasakan oleh semua orang. Sekilas tampak tidak adil, namun ada satu peringatan penting yang perlu diketahui bahwa, hanya orang-orang  yang selalu eling dan waspada yang akan selamat dari malapetaka negeri ini.

Rumus Yang Tergelar

Saya tergerak untuk membuat tulisan ini setelah beberapa kali mendapatkan pertanyaan sbb; apakah kembalinya kejayaan nusantara tergantung dengan peran leluhur ? jawabnya, TIDAK ! melainkan tergantung pada diri kita sendiri sebagai generasi penerus bangsa. Meskipun demikian bukan berarti menganulir peran leluhur terhadap nasib bangsa saat ini. Peran leluhur tetap besar hanya saja tidak secara langsung. Keprihatinan luar biasa leluhur nusantara di masa lampau dalam membangun bumi nusantara, telah menghasilkan sebuah “rumus” besar yang boleh dikatakan sebagai hukum atau kodrat alam. Setelah keprihatinan dan perjuangan usai secara tuntas, “rumus” baru segera tergelar sedemikian rupa. Rumus berlaku bagi seluruh generasi penerus bangsa yang hidup sebagai warga negara Indonesia dan siapapun yang mengais rejeki di tanah perdikan nusantara. Kendatipun demikian generasi penerus memiliki dua pilihan yakni, apakah akan menjalani roda kehidupan yang sesuai dalam koridor “rumus” besar atau sebaliknya, berada  di luar “rumus” tersebut. Kedua pilihan itu masing-masing memiliki konsekuensi logis. Filsafat hidup Kejawen selalu wanti-wanti ; aja duwe watak kere, “jangan gemar menengadahkan tangan”. Sebisanya jangan sampai berwatak ingin selalu berharap jasa (budi) baik atau pertolongan dan bantuan dari orang lain, sebab yang seperti itu abot sanggane, berat konsekuensi dan tanggungjawab kita di kemudian hari. Bila kita sampai lupa diri apalagi menyia-nyiakan orang yang pernah memberi jasa (budi) baik kepada kita, akan menjadikan sukerta dan sengkala. Artinya membuat kita sendiri celaka akibat ulah kita sendiri. Leluhur melanjutkan wanti-wantinya pada generasi penerus, agar supaya ; tansah eling sangkan paraning dumadi. Mengingat jasa baik orang-orang yang telah menghantarkan kita hingga meraih kesuksesan pada saat ini. Mengingat dari siapa kita dilahirkan, bagaimana jalan kisah, siapa saja yang terlibat mendukung, menjadi perantara, yang memberi nasehat dan saran, hingga kita merasakan kemerdekaan dan ketenangan lahir batin di saat sekarang. Sementara itu, generasi durhaka adalah generasi yang sudah tidak eling sangkan paraning dumadi.

Tugas dan Tanggungjawab Generasi Bangsa

Sebagai generasi penerus bangsa yang telah menanggung banyak sekali hutang jasa dan budi baik para leluhur masa lalu, tak ada pilihan yang lebih tepat selain harus mengikuti rumus-rumus yang telah tergelar. Sebagaimana ditegaskan dalam serat Jangka  Jaya Baya serta berbagai pralampita, kelak negeri ini akan mengalami masa kejayaan kembali yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, bilamana semua suku bangsa kembali nguri-uri kebudayaan, menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal (local wisdom), masing-masing suku kembali melestarikan tradisi peninggalan para leluhur nusantara. Khususnya bagi orang Jawa yang sudah hilang kejawaannya (kajawan) dan berlagak sok asing, bersedia kembali menghayati nilai luhur kearifan lokal. Demikian pula suku Melayu, Dayak, Papua, Minang, Makasar, Sunda, Betawi, Madura, Tana Toraja, Dayak dst, kembali menghayati tradisi dan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai luhur. Bagaimanapun kearifan lokal memiliki kunggulan yakni lebih menyatu dan menjiwai (manjing ajur ajer) serta lebih mengenal secara cermat karakter alam dan masyarakat setempat. Desa mawa cara, negara mawa tata. Masing-masing wilayah atau daerah memiliki aturan hidup dengan menyesuaikan situasi dan kondisi alamnya. Tradisi dan budaya  setempat adalah “bahasa” tak tertulis sebagai buah karya karsa, cipta, dan karsa manusia dalam berinteraksi dengan alam semesta. Orang yang hidup di wilayah subur makmur akan memiliki karakter yang lembut, santun, toleran, cinta damai namun agak pemalas. Sebaliknya orang terbiasa hidup di daerah gersang, sangat panas, sulit pangan, akan memiliki karakter watak yang keras, temperamental, terbiasa konflik dan tidak mudah toleran. Indonesia secara keseluruhan dinilai oleh manca sebagai masyarakat yang berkarakter toleran, penyabar, ramah, bersikap terbuka. Namun apa jadinya jika serbuan budaya asing bertubi-tubi menyerbu nusantara dengan penuh keangkuhan (tinggi hati) merasa paling baik dan benar sedunia.  Apalagi budaya yang dikemas dalam moralitas agama, atau sebaliknya moralitas agama yang mengkristal menjadi kebiasaan dan tradisi. Akibat terjadinya imperialisme budaya asing, generasi bangsa ini sering keliru dalam mengenali siapa jati dirinya. Menjadi bangsa yang kehilangan arah, dengan “falsafah hidup” yang tumpang-tindih dan simpang-siur menjadikan doktrin agama berbenturan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang lebih membumi. Ditambah berbagai pelecehan konstitusi oleh pemegang tampuk kekuasaan semakin membuat keadaan carut-marut dan membingungkan. Tidak sekedar mengalami kehancuran ekonomi, lebih dari itu bangsa sedang menuju di ambang kehancuran moral, identitas budaya, dan spiritual. Kini, saatnya generasi penerus bangsa kembali mencari identitas jati dirinya, sebelum malapetaka datang semakin besar. Mulai sekarang juga, mari kita semua berhenti menjadi generasi durhaka kepada “orang tua” (leluhur perintis bangsa). Kembali ke pangkuan ibu pertiwi, niscaya anugrah kemuliaan dan kejayaan bumi nusantara akan segera datang kembali.

TRAH MAJAPAHIT

Dalam pola hubungan kekerabatan atau silsilah di dalam Kraton di Jawa di kenal istilah trah. Menurut arti harfiahnya trah adalah garis keturunan atau diistilahkan tepas darah dalem atau kusuma trahing narendra, yakni orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan atau keluarga besar secara genealogis dalam hubungan tali darah (tedhaking andana warih). Banyak sekali orang merasa bangga menjadi anggota suatu trah tertentu namun kebingungan saat menceritakan runtutan silsilah atau trah leluhur yang mana yang menurunkannya. Seyogyanya kita masih bisa menyebut dari mana asal-usul mata rantai leluhur yang menurunkan agar supaya dapat memberikan pengabdian kepada leluhur secara tepat. Dengan demikian rasa memiliki dan menghormati leluhurnya tidak dilakukan dengan asal-asalan tanpa mengetahui siapa persisnya nenek-moyang yang telah menurunkan kita, dan kepada leluhur yang mana harus menghaturkan sembah bakti. Jika kita terputus mengetahui mata rantai tersebut sama halnya dengan mengakui atau meyakini saja sebagai keturunan Adam, namun alur mata rantainya tidak mungkin diuraikan lagi. Mengetahui tedhaking andana warih membuat kita lebih tepat munjuk sembah pangabekti atau menghaturkan rasa berbakti dan memuliakan leluhur kita sendiri. Jangan sampai seperti generasi durhaka yakni orang-orang kajawan rib-iriban yang tidak memahami hakekat, kekenyangan “makan kulit”, menjunjung setinggi langit leluhur bangsa asing sekalipun harus mengeluarkan beaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah tapi tidak mengerti makna sesungguhnya. Sungguh ironis, sementara leluhurnya sendiri terlupakan dan makamnya dibiarkan merana hanya karena takut dituduh musrik atau khurafat. Cerita ironis dan menyedihkan itu seketika raib tatkala sadar telah mendapatkan label sebagai “orang suci” dan saleh hanya karena sudah meluhurkan leluhur bangsa asing. Ya, itulah kebiasaan sebagian masyarakat yang suka menilai simbol-simbolnya saja, bukan memahami esensinya. Apakah seperti itu cara kita berterimakasih kepada leluhur yang menurunkan kita sendiri, dan kepada leluhur perintis bangsa? Rupanya mata hati telah tertutup rapat, tiada lagi menyadari bahwa teramat besar jasa para leluhur bangsa kita. Tanpa beliau-beliau pendahulu kita semua yang telah menumpahkan segala perjuangannya demi kehidupan dan kemuliaan anak turun yang mengisi generasi penerus bangsa rasanya kita tak kan pernah hidup saat ini.

Tolok ukur kejayaan nusantara masa lalu adalah kejayaan kerajaan Pajajaran, Sriwijaya dan Majapahit, terutama yang terakhir.  Trah atau garis keturunan kerajaan Majapahit yang masih eksis hingga sekarang, yakni kerajaan Mataram Panembahan Senopati di Kotagede Yogyakarta, Kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran di kota Solo, generasi Mangkubumen yakni Kasultanan dan Pakualaman di Yogyakarta. Semuanya adalah generasi penerus Majapahit terutama raja terakhir Prabu Brawijaya V. Berikut ini silsilah yang saya ambil secara garis besarnya saja ;

Prabu Brawijaya V mempunyai 3 putra di antaranya adalah :

1. Ratu Pembayun (Lajer Putri)

2. Raden Bondhan Kejawan / Lembupeteng Tarub (Lajer Putra)

3. Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I (Lajer Putra; tetapi ibu kandung dari bangsa asing yakni; Putri Cempo dari Kamboja ; beragama Islam)

http://sabdalangit.wordpress.com

Trah Ratu Pembayun menurunkan 2 Putra :

1. Ki Ageng Kebo Kanigoro

2. Ki Ageng Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging

Ki Ageng Kebo Kenongo menurunkan 1 Putra: (Lajer Putri)

1. Mas Karebet / Joko Tingkir / Sultan Hadiwijoyo/ Sultan Pajang I (Lajer Putri)

Sementara itu Raden Patah / Jin Bun / Sultan Buntoro Demak I, menurunkan 2 Putera yakni :

(1) Pangeran Hadipati Pati Unus / Sultan Demak II

(2) Pangeran Hadipati Trenggono / Sultan Demak III

Keduanya penerus Demak – tetapi akhirnya putus alias demak runtuh karena pemimpinnya tidak kuat.

Kerajaan Demak hanya berlangsung selama 3 periode. Entah ada kaitannya atau tidak namun kejadiannya sebagaimana dahulu pernah diisaratkan oleh Prabu Brawijaya V saat menjelang puput yuswa. Prabu Brawijaya V merasa putranda Raden Patah menjadi anak yang berani melawan orang tua sendiri, Sang Prabu Brawijaya V (Kertabhumi), apapun alasannya. Maka Prabu Brawijaya V bersumpah bila pemerintahan Kerajaan Demak hanya akan berlangsung selama 3 dinasti saja (Raden Patah, Adipati Unus, Sultan Trenggono). Setelah itu kekuasaa Kerajaan Demak Bintoro akan redup dengan sendirinya. Hal senada disampaikan pula oleh Nyai Ampel Gading kepada cucunda Raden Patah, setiap anak yang durhaka kepada orang tuanya pasti akan mendapat bebendu dari Hyang Mahawisesa. Dikatakan oleh Nyai Ampel Gading, bahwa Baginda Brawijaya V telah memberikan 3 macam anugrah kepada Raden Patah yakni; 1) daerah kekuasaan yang luas, 2) diberikan Tahta Kerajaan, 3) dan dipersilahkan menyebarkan agama baru yakni agama sang ibundanya (Putri Cempa) dengan leluasa. Namun Raden Patah tetap menginginkan tahta Majapahit, sehingga berani melawan orang tuanya sendiri. Sementara ayahandanya merasa serba salah, bila dilawan ia juga putera sendiri dan pasti kalah, jika tidak dilawan akan menghancurkan Majapahit dan membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti kehendak Raden Patah. Akhirnya Brawijaya V memilih mengirimkan sekitar 3000 pasukan  saja agar tidak mencelakai putranda Raden Patah. Sementara pemberontakan Raden Patah ke Kerajaan Majapahit membawa bala tentara sekitar 30 ribu orang, dihadang pasukan Brawijaya V yang hanya mengirimkan 3000 orang. Akibat jumlah prajurit tidak seimbang maka terjadi banjir darah dan korban berjatuhan di pihak Majapahit. Sejak itulah pustaka-pustaka Jawa dibumihanguskan, sementara itu orang-orang yang membangkang dibunuh dan rumahnya dibakar. Sebaliknya yang memilih mengikuti kehendak Raden Patah dibebaskan dari upeti atau pajak. Senada dengan Syeh Siti Jenar yang enggan mendukung pemberontakan Raden Patah ke Majapahit, adalah Kanjeng Sunan Kalijaga yang sempat memberikan nasehat kepada Raden Patah, agar tidak melakukan pemberontakan karena dengan memohon saja kepada ayahandanya untuk menyerahkan tahta, pasti permintaan Raden Patah akan dikabulkannya. Hingga akhirnya nasehat tak dihiraukan Raden patah, dan terjadilah perang besar yang membawa banyak korban. Hal ini sangat disesali oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, hingga akhirnya memutuskan untuk berpakaian serba berwarna wulung atau hitam sebagai pertanda kesedihan dan penyesalan atas peristiwa tersebut.

http://sabdalangit.wordpress.com

Penerus Majapahit

Lain halnya nasib Raden Bondan Kejawan yang dahulu sebelum Sri Narpati Prabu Brawijaya V meninggal ia masih kecil dititipkan kepada putranda Betara Katong, dikatakan jika Betara katong harus menjaga keselamatan Raden Bondan Kejawan karena ialah yang akan menjadi penerus kerajaan Majapahit di kelak kemudian hari. Berikut ini alur silsilah Raden Bondan Kejawan hingga regenerasinya di masa Kerajaan Mataram.

Raden Bondhan Kejawan/Lembu Peteng Tarub-Dewi Nawang Sih (Dewi Nawang Sih adalah seorang putri dari Dewi Nawang Wulan-Jaka Tarub) (Lajer Putra)

menurunkan Putera :

1. Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo (Lajer Putra)

2. Dewi Nawang Sari (Kelak adl calon ibu Ratu Adil/SP/Herucakra)

Raden Depok / Ki Ageng Getas Pandowo mempunyai 1 Putera:

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo (Lajer Putra)

Bagus Sunggam / Ki Ageng Selo mempunyai 1 Putera bernama:

Ki Ageng Anis (Ngenis) (Lajer Putra)

Ki Ageng Anis (Ngenis) mempunyai 2 Putera :

1. Ki Ageng Pemanahan / Ki Ageng Mataram

2. Ki Ageng Karotangan / Pagergunung I

tp://sabdalangit.wordpress.com

Ki Ageng Pemanahan / Mataram mempunyai 1 Putera:

Raden Danang Sutowijoyo / Panembahan Senopati/ Sultan Mataram I

Panembahan Senopati akhirnya menjadi generasi Mataram Islam (kasultanan) pertama yang meneruskan kekuasaan Majapahit hingga kini. Pada masa itu spiritualitas diwarnai nilai sinkretisme antara filsafat hidup Kejawen, Hindu, Budha dan nilai-nilai Islam hakekat sebagaimana terkandung dalam ajaran Syeh Siti Jenar, terutama mazabnya Ibnu Al Hallaj. Pada saat itu, hubungan kedua jalur spiritual masih terasa begitu romantis saling melengkapi dan belum diwarnai intrik-intrik politik yang membuyarkan sebagaimana terjadi sekarang ini.

Begitulah silsilah lajer putra dari Brawijaya V. Menurut tradisi Jawa wahyu keprabon akan turun kepada anak laki-laki atau lajer putra. Sedangkan Raden patah walaupun lajer putra tetapi dari Putri bangsa asing. Dan Raden Patah dianggap anak durhaka oleh ayahandanya Prabu Brawijaya Kertabhumi dan neneknya Nyai Ampel Gading. Namun demikian, bagi penasehat spiritualnya yakni Ki Sabdapalon dan Nayagenggong yang begitu legendaris kisahnya, pun Prabu Brawijaya walaupun secara terpaksa atau tidak sengaja telah menghianati para pendahulunya pula.

Dari pemaparan kisah di atas ada suatu pelajaran berharga untuk generasi penerus agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Artinya jangan sampai kita berani melawan orang tua, apalgi sampai terjadi pertumpahan darah. Karena dapat tergelincir pada perberbuatan durhaka kepada orang tua kita terutama pada seorang ibu, yakni ibu pertiwi. Dengan kata lain durhaka kepada para leluhur yang telah merintis bangsa dengan susah payah. Karena Tuhan pasti akan memberikan hukuman yang setimpal, dan siapapun tak ada yang bisa luput dari bebendu Tuhan.

Pralampita Leluhur Bangsa

Saya ingin mengambil beberapa bait dari serat Darmagandul yang unik dan menarik untuk dianalisa, sekalipun kontroversial namun paling tidak ada beberapa nasehat dan warning yang mungkin dapat menjadi pepeling bagi kita semua, khususnya bagi yang percaya. Bagi yang tidak mempercayai, hal itu tidak menjadi masalah karena masing-masing memiliki hak untuk menentukan sikap dan mencari jalan hidup secara cermat, tepat dan sesuai dengan pribadi masing-masing.

Paduka yêktos, manawi sampun santun gami selam,

nilar gamabudi, turun paduka tamtu apês,

Jawi kantun jawan, Jawinipun ical, rêmên nunut bangsa sanes.

Benjing tamtu dipun prentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti.

Paduka pahami, bila sudah memeluk gama selam, meninggalkan gamabudi,

Keturunan Paduka pasti mendapatkan sial, Jawa tinggal seolah-olah jawa,

nilai ke-Jawa-annya telah hilang, gemar nebeng bangsa lain

Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang memahami (Kejawa-an)

Cobi paduka-yêktosi, benjing: sasi murub botên tanggal,

wiji bungkêr botên thukul, dipun tampik dening Dewa,

tinanêma thukul mriyi, namung kangge têdha pêksi,

mriyi punika pantun kados kêtos,

amargi Paduka ingkang lêpat, rêmên nêmbah sela

Cobalah Paduka pahami, besok; sasi murub boten tanggal

Biji-bijian tidak tumbuh, ditolak oleh Tuhan

Walaupun ditanam yang tumbuh berupa padi jelek

Hanya jadi makanan burung

Karena Paduka lah yang bersalah, suka menyembah batu

Paduka-yêktosi, benjing tanah Jawa ewah hawanipun,

wêwah bênter awis jawah, suda asilipun siti,

kathah tiyang rêmên dora,

kêndêl tindak nistha tuwin rêmên supata,

jawah salah mangsa, damêl bingungipun kanca tani.

Paduka pahami, kelak tanah Jawa berubah hawanya,

Berubah menjadi panas dan jarang hujan, berkurang hasil bumi

Banyak orang suka berbuat angkara

Berani berbuat nista dan gemar bertengkar,

Hujan salah musim, membuat bingung para petani

Wiwit dintên punika jawahipun sampun suda,

amargi kukuminipun manusa anggenipun sami gantos agami.

Benjing yen sampun mrêtobat, sami engêt dhatêng gamabudi malih,

lan sami purun nêdha woh kawruh, Dewa lajêng paring pangapura,

sagêd wangsul kados jaman Budhi jawahipun”.

Mulai hari ini hujan sudah mulai berkurang,

Sebagai hukumannya manusia karena telah berganti agama

Besok bila sudah bertobat, orang-orang baru ingat kepada gamabudi lagi

Dan bersedia makan buahnya ilmu, maka Tuhan akan memberi ampunan

Kesuburan tanah dapat kembali seperti zaman gamabudi

http://sabdalangit.wordpress.com

Memahami Leluhur dan Kemusyrikan

Belajar dari pengalaman pribadi dan sebagaimana terdapat dalam tradisi Jawa, saya pribadi percaya bahwa leluhur masih dapat memberikan bimbingan dan arahan (njangkung dan njampangi) memberikan doa dan restu kepada anak turunnya. Komunikasi dapat berlangsung melalui berbagai media, ambil contoh misalnya melalui mimpi (puspa tajem), melalui keketeg ing angga, suara hati nurani, bisikan gaib, atau dapat berkomunikasi langsung dengan para leluhur. Barangkali di antara pembaca ada yang menganggap hal ini sebagai bualan kosong saja, bahkan menganggap bisikan gaib dipastikan dari suara setan yang akan menggoda iman. Boleh dan sah-sah saja ada pendapat seperti itu. Hanya saja tidak perlu ngotot mempertahankan tingkat pemahaman sendiri. Sebab jika belum pernah menyaksikan sendiri noumena atau eksistensi di alam gaib sebagai being yang ada, kesadaran kita masih dikuasai oleh kesadaran akal-budi, kesadarannya hanyalah dalam batas kesadaran jasad/lahiriah semata. Sebaliknya kesadaran batinnya justru menjadi mampet tak bisa berkembang. Padahal untuk memahami tentang kesejatian hidup diperlukan sarana kesadaran batiniah atau rohani.

Bagi pemahaman saya pribadi, adalah sangat tidak relevan suatu anggapan bahwa interaksi dengan leluhur itu dianggap musyrik. Apalagi dianggap non-sense, bagi saya anggapan itu merupakan kemunduran dalam kesadaran batin sekalipun jika di banding zaman animisme dan dinamisme. Menurut pemahaman saya musyrik adalah persoalan dalam hati dan cara berfikir, bukan dalam manifestasi tindakan. Saya tetap percaya bahwa tanpa adanya kuasa dan kehendak Tuhan apalah artinya leluhur. Leluhur sekedar sebagai perantara. Seperti halnya anda mendapatkan rejeki melalui perantara perusahaan tempat anda bekerja. Jika Anda menuhankan perusahaan tempat anda bekerja sama halnya berfikir musrik. Dan orang dungu sekalipun tak akan pernah menuhankan leluhur karena leluhur itu roh (manusia) yang jasadnya telah lebur kembali menjadi tanah. Hubungan dengan leluhur seperti halnya hubungan dengan orang tua, saudara, tetangga, atau kakek-nenek yang masih hidup yang sering kita mintai tolong. Perbedaannya hanyalah sekedar yang satu masih memiliki jasad kotor, sedangkan leluhur sudah meninggalkan jasad kotornya. Bila kita mohon doa restu pada orang hidup yang masih dibungkus jasad kotor mengapa tak dituduh musrik, sedangkan kepada leluhur dianggap musrik. Padahal untuk menjadi musrik itu pun sangat mudah, anda tinggal berfikir saja jika seorang dokter dengan resep obat yang anda minum adalah mutlak menjadi penyembuh penyakit di luar kuasa Tuhan. Atau anda meminta tolong kepada tetangga untuk mbetulin genting bocor, dan orang itu dapat bekerja sendiri tanpa kuasa Tuhan. Saya fikir konsep musyrik adalah cara berfikir orang-orang yang hidup di zaman jahiliah saja. Atau mungkin manusia purba jutaan tahun lalu. Namun apapun alasannya tuduhan musrik menurut saya, merupakan tindakan penjahiliahan manusia.

Kendatipun demikian, jika tidak ada jalinan komunikasi dengan leluhur, para leluhur tak akan mencampuri urusan duniawi anak turunnya. Oleh sebab itu dalam tradisi Jawa begitu kental upaya-upaya menjalin hubungan dengan para leluhurnya sendiri. Misalnya dilakukan ziarah, nyekar, mendoakan, merawat makam, selamatan, kenduri, melestarikan warisan, dan menghayati segenap ajaran-ajarannya yang mengandung nilai luhur filsafat kehidupan.

==========

Saya tegaskan tulisan ini sekedar pemaparan bertujuan senantiasa membangun sikap eling dan waspada. Bila kita memanfaatkannya untuk kebaikan saya optimis akan berguna menjadikan kehidupan lebih baik dan bijaksana. Bila tak dimanfaatkan paling-paling hanya tidak lengkap ilmunya. Peacefully…!

sabdalangit

  1. istriku.., maaf kalau belum nyampe rumah, bisku mogok, rodanya rusak karena jalannya berlubang. Mungkin semalam kebanyakan nrawang alam gaib tanpa disertai penetralan diri dengan meditasi atau sedekah. Sekarang aku mulai sadar kalau penglihatan alam gaib itu hanya hiburan batin saja. Karena kebanyakan yg bekerja cuma area penglihatan saja. Kecuali dalam penglihatan tersebut jiwanya mencapai area materialisasi atau bisa mewujudkan apa yg dilihatnya di alam gaib jadi kenyataan. Cara mewujudkannya biasanya ada dua cara. Yg pertama, benda atau sesuatu yg dilihatnya datang sendiri dlm bentuk fisik nyata.Yg kedua, benda atau sesuatu yg dilihatnya dialam gaib, dicari keberadaannya dg mengikuti petunjuk dlm penerawangannya tersebut dan bisa ditemukan dalam bentuk fisik nyata. Untuk mencapai jiwa yg bisa mematerialisasi dari yg gaib menjadi nyata, ternyata butuh pengorbanan. Kalau wirid, pengorbanannya wirid 20 jam tiap hari selama 3hari dikamar boleh makan minum,keluar cuma buang hajat, hasilnya bisa berupa batu aji atau akik atau yg seukuran lainnya, kalau dirupiahkan biasanya akan dapat rizki maksimal dlm waktu dua tahun sktr Rp4juta, atau kalau pekerjaan tetap yg nyaman dg gaji sktr Rp 850ribu/bln. Kalau wiridnya 40 hari, bisa dapat benda yg senilai sktr Rp 16 juta atau kalau pekerjaan tetap yg nyaman dg gaji 2juta/bln plus ilmu keberuntungan lainnya. Hasil suatu laku itu tergantung niat, kalau untuk mendekatkan diri pada tuhan biasanya dapatnya perasaan2 nyaman dan hiburan2 pengalaman gaib, menolong orang dan penerawangan, tapi biasanya ekonomi sedikit kurang atau cukup aja. karena sebagian energinya dipakai untuk hiburan2 gaib dan penerawangan. Laku yg paling mudah dan bisa diterima banyak pihak adalah sedekah yg dilakukan terus menerus seumur hidup. Istriku.. hidup ini ternyata tidak gratis…, spt sekarang bayar makan di restoran di samping bisku yg mogok…, untung kepeng di sakuku masih cukup untuk beli makan dan sebongkah kecil berlian.., tunggu aku istriku.., aku pasti pulang..

  2. @Raja dewa
    selamat pagi !
    Sebelum,kita diskusi lebih mendalam dan jauh ke depan,kalau boleh kang RD ini kelahiran mana dan dimana saat ini(ancer2 saja).Hal ini saya maksudkan agar saya juga tahu,ibarat berjalan jalur yg mana.Dalam perjalanan ada yg disebut teman seiring tapi tdk setujuan,sejalan dan seiring juga tdk setujuan.Yang kita harap adlah teman seiring,sejalan dan setujuan.Dulu saya diberi tahu kelak pada saatnya kalian akan melihat 7 sosok yg pakaiannya sama,wajahnya sama dan ilmunya sama.Kalian harus mampu membedakan yang asli dan yg bukan.

    Saat ini ada beberapa kasepuhan yg sdh keluar jalur dg tujuan yg berbeda-beda.Peristiwa di salah satu curug di lereng Gunung Salak adlah salah satu contoh yang nggege mangsa.Maka tdk mengherankan bila (contoh) tatar Sunda saat ini dalam pengawasan ketat ,karena bila prabot2 masa depan terambil akan membuat ketidakseimbangan yg akhirnya menimbulkan guncangan .

    Ketika,saya dalam perjalanan ke taatar Sunda saya ketemu berbagai kasepuhan dan yg membuat saya kaget ada seorang nenek (yg mengaku pertama menempati tanah jawa) menegur saya katanya:”Nak,kenapa engkau masih disini,bukankah sahabat-sahabatmu sdh berkumpul di Mekah ? saya lebih kaget lagi ketika bln saban beberapa tahun yg lalu saya dibawa ke padang pasir dan dibacakan surat33 ayat yg sama dan setiap Quran dibaca oleh sosok sepuh nanlembut itu seketika jadi cahaya.

    banyak hal yg memang perlu diskusi empat mata blia kelak memungkinkan dan berjodoh.Dan bagai mana pendapat kang RD ?

    Suwun,

    • @kang Tembayat
      akang orang gresik ? saya orang depok; silsilah garis kasepuhan pajajaran dari mbah Cakra Buana, Pangeran Sapujagad/ Pangeran Syahadat..secara ayah dari Solo (kasepuhan Mataram Islam, Pangeran Samber Nyawa) dan ibu dari Purworejo/Bagelen (kasepuhan Mataram Purba).

      Rumah saya di Bogor deket Gunung Salak..soal ini saya pernah diperlihatkan wujud batara Wisnu yang tampan dengan bunga melati di telinga kanan..dan diberitahu ke saya..Rumah Wisnu itu seperti Buah SALAK..Dewa Wisnu berada di PUNCAK SURGA

      Buah Salak = Kulit = bersisik = seperti SISIK ULAR NAGA
      = Isi nya berwarna PUTIH = melambangkan ke-SUCI-an
      = Bijinya berwana HITAM = melambangkan ke-INTI-KUAT-an

      Ternyata memang demikian…BATARA WISNU…salah satu kehebatan beliau..kalo lagi bertempur bisa berubah wujud jadi NAGA HIJAU RAKSASA (Sanghyang Raja Naga)..

      Hal ini juga sesuai komentar sdr Petir Saloka..tentang hilangnya pusaka kasunanan Surakarta..yg berwujud naga hijau dan naga biru..semuanya naga ini diambil kembali oleh sang empunya…Dewa Wisnu.

      Saat ini ada beberapa kasepuhan yg sdh keluar jalur dg tujuan yg berbeda-beda.Peristiwa di salah satu curug di lereng Gunung Salak adlah salah satu contoh yang nggege mangsa.
      —————-
      bisa dijelaskan kang..detail peristiwa nya? beberapa kasepuhan mungkin ‘bersaing’ dalam hal mencalonkan SP..fastabiqul khoirot??

      Nak,kenapa engkau masih disini,bukankah sahabat-sahabatmu sdh berkumpul di Mekah ?
      —————
      akang sudah dilantik kan sekarang?

      • @Raja dewa
        Itu salah satu lakon masa lalu di timur,saat ini sy di Jkt dekat akang sy sering ke Ciomas,batutulis dan jasinga ,jadi sebenarnya lokasi kita dekat jangan2 kita pernah bertemu ? Dari garis ibu sy dari Kian Santang dan SGJ,dari banten sultan ke 8 jalur kasepuhan sebagian dari beliau2.sedang ayah dari Pandanaran dan kasultanan mataram tapi sdh diluar tembok petani biasa.
        sahabat 2saya juga ada di ciparai,lembah kunci tujuh dll.(tentu kang RD lebih faham sekitar gunung salak dan gede.)
        Hidayah wisnu sy dapat ketika masih solo,yang sy heran sy dipertunjukan pencapaian spirtual para nabi2(misal,Musa,Isa almasih,Sidarta Ghautama,Baginda Sulaiman dll).
        Ketika saya tertarik dg ilmu kanuragan dan pusaka2 sy ditegur dan diketawain,itu hanya sariat saja apa yg kamu punya jauh lebih baik dari semua itu.
        untuk Hyang Wisnu sy pernah ngalami yg sangat menakutkan ,yaitu ketika terjadi kesedihan dan amarah yg menyentuh kalbu paling dalam,tiba2 sy sperti memegang tanah jawa ini sperti boneka saja,tapi untung di qalbu ada suara khusnul qotimah2……(ini sdkt pengalaman).

        Ditatar Sunda ini ada beberapa perabot masa depan salah satunya ada dilereng G.Salah ,mereka mencoba mengambil yg bukan hak dan waktunya.tapi mereka akhirnya tka bisa berbuat apa2,karena ada utusan dari baginda Sulaiman dan beberapa sosok termasuk Isa Almasih.
        Soal dilantik sy tdk tahu wujudnya bagaimana,tapi sy hanya di beri jubah dan seperangkat katanya nanti untuk wisuda,wisuda apa sy juga tdk tahu.
        Pengalaman yg unik pernah sy dibawa di depan Ka’bah tiba2 terbelah dua lalu sy diberitahu kalau sy berasal dari sana(lahir) dan sy adlah bagian dari dinding kabah itu(sisi barat).
        Jadi kayaknya mungkin kita dlm satu jalur,meski sy blm bisa memastikan apakah kang RD punya kunci2,master kunci wasilah yg sama ?
        Contoh: wasilah bintang sembilan(insan kamil),sejauh mana akang ketahui ?

      • @kang Tembayat
        sy sejak kecil bersama ortu di jkt..saya bolak balik jakarta-depok tiap hari..
        mudah2an jakarta..jangan ‘kena’ dulu…syukur Sanghyang Tunggal berkenan.

        Kian Santang sama Cakrabuwana..sama orangnya kan..?

        akhirnya tka bisa berbuat apa2,karena ada utusan dari baginda Sulaiman dan beberapa sosok termasuk Isa Almasih.
        ———
        Memang Isa al masih..yg termasuk sering sowan..akhir2 ini..entah kenapa wujud saya berubah jadi nabi Nuh as..apa banjirnya udah deket banget y?

        Soal dilantik sy tdk tahu wujudnya bagaimana,tapi sy hanya di beri jubah dan seperangkat katanya nanti untuk wisuda,wisuda apa sy juga tdk tahu.
        ————–
        pelantikan ada yg di dalam ka’bah..ada yg di dalem masjid..ada yg dirumah nya masing2..biasanya memang dikasih jubah..kayak saint seiya gitu.

        Yg melantik bisa Rasul saw, Khidir as, Isa as, para Khulafaur Rasyidin, para Sahabat, para Karuhun Pajajaran/Jawa, Sulthonul Auliya (Syekh Abdul Qodir)

        Pengalaman yg unik pernah sy dibawa di depan Ka’bah tiba2 terbelah dua lalu sy diberitahu kalau sy berasal dari sana(lahir) dan sy adlah bagian dari dinding kabah itu(sisi barat).
        ————-
        ka’bah punya kunci emas..kita bisa masuk kedalam nya..disitu ada meja batu.

        kalo sebelah barat mekah berarti mesir..kalo saya di sebelah utara nya..baghdad

        wasilah bintang sembilan(insan kamil),sejauh mana akang ketahui
        ————–
        itu adalah pecahan Wahyu Mahkota Rama bagian ‘Kartika’ (Bintang) dengan bermaqom sembilan…mungkin akang /sedulur yg lain..punya pecahan lainnya…nanti pada saatnya disinergikan oleh Sri Kresna.

        suwun

  3. @ raja phandita

    jgnlah km bingung untuk bertanya kpd siapun, andai kamu mencontoh bima, pasti akan bertemu dgn bima sucimu, namamun phandita yg artinya juga ulama. Kalau uce malu pakai nama ulama berkelakuan menanyakan jati irinya kpd RD atau yg lainnya selain kpd bima sucimu.
    saran sy carilah sanad spt bima berguru kpd begawan Dorna.
    andai km telah belajar dan telah bertemu mk sebaiknya jgn berkoar2 spt gagak di dahan yg mati. Kemudian janganlah kamu terpana dgn perjalanan spritual yg aneh2 spt mampu mendeteksi ataupun kesaktian yg lain-lain yg mengagumkan …. malah membuatmu ria dan semakin jauh dari bima sucimu.
    sesungguhnya kunci untuk berhubungan dgn hal-hal ghaib itu adalah dengan olah nafas yg memakan banyak energi. demikian juga ma’rifat juga olah nafas.
    sekali lagi km jangan terpana dgn hal2 yg aneh2 nanti membuatmu jadi aneh hhh ……
    hal-hal ghaib itu samar ….. jika ingin agar yg samar itu menjadi terang maka bersihkan qolbumu agar bersih, jika kaca mu sdh bersih yg tampak juga akan jelas.
    kalau uce lihat, kamu itu cerdas cuman gak pede gitu loh ….
    menurut uce kamu itu mampu untuk berbuat spt halnya dgn kawan2 kita disini bahkan mungkin lebih hebat hhh …… tapi kamu kurang percaya diri.
    sekali lagi …. banyak di negeri ini orang sakti misalnya mampu mengobati penyakit, mampu menerawang dsb ….. tapi itu bukan itu, yg dicari adalah bagaimana kita bisa kembali pulang kelak jika kita dipanggil pulang ….. intinya yg lebih penting kita mampu mematikan diri kita sehingga mampu melihat bima suci kita masing-masing.
    Tidak ada yg lebih indah jika selalu bercengkerama dgn kekasih kita setiap detik, setiap saat, sepanjang masa ………

    • @Raja Phandita
      sebelumnya minta maaf, bukan maksud menggurui atau pun menasehati.
      Saya yakin kalau kang Ades memiliki wadah yg baik,maslahnya kang Ades blm melakukan perjalanan dalam kitab kehidupan dan bimbingan.Jiwa yg menggelora/menggebu-gebu dalam masa pencarian itu wajar sy pernah mengalami itu.Lebih dalam lagi harus mengenal diri sendiri dan itu sulit ditemukan bila kita tidak diperjalankan dalam kitab kehidupan,masalahnya siapkah diri kang Ades.

      Sunan Geseng untuk menemukan asma ke 100 iklas bertahan sampai terbakar hingga gosong,syek jangkung ketika bersahadat menjatuhkan diri dari pohon kelapa(waktu jadi santri sunan kudus) dll.

      puncak2 spiritual sifatnya universal,maka sosok2 yg sdh mencapai kasampurnan jati sikap dan perilakunya pasti lembah manah,andap asor serta welas asih mring pepada(sesama ) tanpa melihat suku,agama,bangsa dll.
      Maka coba lihat para kasepuhan akan selalu meyembunyikan diri dari keramaian,kalaupun terpaksa harus sembunyi dalam terang.

      Ilmu itu tinemune karana laku,Guru kasepuhan yg dulu hingga sekarang adlah Nabi Khidir.Indikasi bila akang sdh menemukan diri adlah bila dalam tafakur melihat titik kuning dan berkembang menjadi wujud diri pribadi akang itulah awal yang baik…….
      sekian dulu

  4. @Raja Dewa
    oh,ya kang RD mengenai serangan itu,memang sy berkali-kali menerima tapi saya tdk menangani langsung.Memang ada yg melongok saja sekedar tahu,ada yg ingin coba-coba dan usil.Ada pula komunitas yg merasa tersaingi sehingga ingin tahu,tapi itu semua para sepuh sdh menangani ,memang ada pula yg kelewat bandel biasanya saya hanya mengalah dan mengingatkan tapi kalau melakukan penyerangan ya terpaksa,saya hanya bertahan.Pernah ada bangsa siluman yg nguping langsung ditenteng begitu saja, dan kami diberitahu agar berhati-dalam omongan,mungkin juga diblog ini ada juga ini hanya sikap waspada saja.Maka sy tdk bisa berdiskusi yg dalam dan vulgar kecuali empat mata.
    suwun

    • @kang Tembayat

      Saya sendiri pernah didatangi Iddajil..kexnya diperintah Allah supaya test drive..untung masih bisa diusir pake PETIR..setelah itu saya berpikir..sudah terlanjur basah..HIDUP HARUS JAYA..atau MATI SEKALIAN!

      SEMAKIN TINGGI KEPASRAHAN…SEMAKIN BESAR KEKUATAN… !

      Dalam per-CATUR-an ELIT LELUHUR NUSANTARA…masing2 leluhur memegang PION..dan berusaha supaya PION nya jadi RAJA…

      MASING2 LELUHUR TERHIJAB OLEH HARAPAN PRIBADI nya supaya anak cucunya menjadi SATRIO PININGIT..makanya kita lihat ramai bener blog2 yang berbicara SP..

      Saya juga kurang faham….namanya kita ‘cuma’ anak cucu..cuma kok antar leluhur bisa PERANG SASMITA GHAIB..seperti melempar PANAH CAHAYA dsb..

      Saya juga pernah ngamuk sama BIMA SUCI..karena kecolongan…ada SERANGAN dari LELUHUR SUNDA..sampai saya mimisan..

      Pernah ada orang yang berusaha mengambil PUSAKA Sri Krisna..tiba2 pusaka tersebut MOKSA ..jadi CAHAYA masuk ke badan Sri Kresna lagi..tiba2 Dewa Wisnu tajalli: Akulah Sanghyang Tunggal!

      Orang itu heran..kamu Kresna kok jadi Sanghyang Tunggal??
      Sanghyang Tunggal menjawab: Kresna itu kulit-Ku
      lalu beliau bersabda: Jadilah kamu DEBU!!
      dan beliau bersabda: Wahai Izrail: Ambillah debunya ,sucikan di neraka JAHANNAM!!

      suwun

      • Kang RD

        Monggo kang pesan sy blon dibalas..seperti yg ada di atas..

        nb.kenal ga sama tokoh perguruan SG mengambil nama dari nama Desa SG di JAwa BArat, Guru berinisial HS..menurut cerita teman salah satu manusia dari peradaban Atlantis yg disuruh membimbing pengikutnya di Bumi..
        Satu lagi Guru Grand MAster IE, pendiri RT/P..apakah kenal dengan beliau2?

        Salam

      • @kang Bambang Sidharta..
        tadi saya coba dialog ke Sanghyang Tunggal/Dewa Wisnu..

        kalo dicermin prajapati Wisnu, sejati kang Sidharta adalah Eyang Puser Bumi..

        beliau adalah leluhur yg menitis ke kang Sidharta..
        di badan akang ada pusaka Naga Bumi..ada juga Rajah Naga..

        Sepertinya dari nama akang juga mendapat cipratan anugerah Sidharta Gautama / titisan Wisnu ke-8..pecahan elemen Bumi dr wahyu mahkota rama?

        soal rejeki, adalah yg berkaitan dengan bumi..
        bisa hasil pertanian atau perdagangan (emas, permata, intan, berlian)

        nuwun

      • menarik sekali kang RD dan terimakasih banyak..

        namun saya masih penasaran nih…Eyang Puser Bumi ini leluhur dari garis mana ya? secara kalau dari darah JAwa kemungkinan leluhurnya dari pihak kakek saya (Ayahnya Bapak)..kalau dari ibu sih dari darah Tapanuli Selatan..saya pernah diskusi dgn ruh saya (dalam suatu sesi dibimbing senior), dan memang tokohnya tua, kocak, periang, suka tertawa terbahak2..Saya bingung saja, kok lain yah dengan diri saya? apakah beliau Eyang Puser Bumi? bisa cerita lebih detail tentang beliau Kang?

        Kalau pusaka Naga Bumi dan Rajah Naga itu gunanya buat apa ya kang? terus yg ngasi siapa? leluhur jg?

        kalau rejeki berkaitan dgn bumi mungkin juga yah..secara saya background Geologi dan menyukai kontur2 dan topografi tanah/alam/landscape..

        kalau anak saya (baru 5 bulan nih), namanya: Ananda Maulana Demitri, bisa dishare ga kang? istri sy juga kl bisa: Netty Adeyanti NAsution..

        Wah wah,… jadi konsultasi spiritual nih, hehehehe…
        Thanks banyak ya Kang..

        Sallam KAsih

      • @kang BS

        Pusaka Naga Bumi dan Rajah Naga ada di badan kakek kang BS..asalnya memang dari Jawa..jawa adalah puser nya bumi…Eyang Puser Bumi adalah pertapa sakti pulau Jawa..berbentuk naga bumi lapis 3…jadi kalo ada gempa 3,xxx skala reichter itu adalah dari Naga Puser bumi…

        Eyang Puser Bumi dulu banyak menangis..lalu ditegur Dewa Bumi..kamu kok banyak nangis..nanti bumi gempa terus..? abis itu beliau jadi humoris dan kocak…makin sedih..makin kocak dia..aneh kan??

        soal pusaka, yang penting akang menyatu dengan sejatinya akang BS..Eyang Puser Bumi..pusaka itu buat tugas..nanti akan ke pakai pada waktunya..

        dari anak dan istri…saya lihat anak akang nanti mewarisi ilmu juga..cuma belum boleh di buka sekarang..blum waktunya.

        Rahayu

      • Thanks banyak Kang..

        Iya kl benar itu Beliau, memang sedih pun beliau bisa tertawa dan suaranya membahana..dan kerinduan yg besar terhadap Tuhannya..

        dari sisi sejarah, namanya kok jarang disebut2 yah? tp gpp..

        Thanks banyak atas sharingnya..Salam hormat dan KAsih dari saya…salam kenal…

        Salam

  5. @ raja pendeta

    hhh ……. seharusnya km cium bibirku ini yg lebih panjang dari bibirnya Tukul Arwana
    maka akan uce kasih ….. uce itu penyayang loh
    berusahalah manunggal sanghyang sukma vs sangyhang widhi (hu-allah) dalam setiap detik, setiap saat sepanjang masa, tapi km harus mencari dulu sanadnya spt bima belajar kpd begawan dhorna.
    jangan meniru kurawa yg terpana dgn kemewahan dunia, tapi tiru pendhawa yg mampu laku prihatin ….. udahlah cukup sekian dulu, uce mau berangkat kerja cari rejeki buat kebutuhanku hhh ………………………..

  6. @kang Raja Dewa
    Kalau disisi barat dan utara sdh kontak berarti tinggal sisi timur dan selatan.Gambaran th lalu bahwa saya terakhir datang,artinya utara,timur dan selatan sdh bertemu dulu.Indikasinya nanti hembusan angin kencang yg akan menghadangku tapi dg doa ke Agung-an saya akan bisa masuk kdlm pondok dan sy akan dihidangkan sepiring sup.

    Mengenai air (Nuh) tanda perjanjian Allah dg Nuh sdh ada di rmh yaitu pelangi.
    Bintang sembilan berupa bintang warna putih keperakan memang sdh masuk ke dhohir 2005 ,namun sy diberi penjelasan itu untuk kejayaan masa lalu untuk masa depan bintangnya akan bertambah entah jatuh pada siapa.Hal ini tantangan masa depan jauh berbeda dg masa lalu jadi diperlukan maqom yg lebih tinggi.

    Untuk malaikat Izrail,sy bertemu di langit,ketika dia menabuh wujudnya genta dan menggema seluruh alam manusia dibumi pada blingsatan tapi sy sama sekali tdk terpengaruh,sy heran ketika sy turun dan tanyakan pad mereka malah pada lari ketakutan.

    Tirta/air gambaran yg sy dapat memang akan membasahi digambarkan peta dunia yg basah dan waktu itu sy diberi simbol dua hari,dua tahun+N dari yg memperkenalkan diri sebagai Satria Jawa (akang kenal).dan pada saat itu memancarlah dari pusar tanah jawa cahaya membumbung ke seluruh dunia.

    yang sy lihat R.Wijaya sdg membangun gerbang baru,entah dimana sy tdk tahu.Beerapa waktu lalu sy dibawa ke Cianten dan masa pembangunan sungai dari Sang Purnawarman dan kepala singa dg rambut menjuntai ada di kepalaku (akang lihat).

    suwun..

    • @kang Tembayat
      suwun atas sharing nya..

      Mengenai air (Nuh) tanda perjanjian Allah dg Nuh sdh ada di rmh yaitu pelangi.
      ———–
      wah..beda2 ya, tiap orang tandanya..?
      tadi pas abis solat zuhur..saya disuruh Allah narik air laut ke darat? waduh..
      yg pertama ditarik adalah bangsa Naga? Tsunami sudah dekat ?

      Untuk malaikat Izrail,sy bertemu di langit,ketika dia menabuh wujudnya genta dan menggema seluruh alam manusia dibumi pada blingsatan
      ————-
      kalo saya pernah bersama Izrail naik mobil..dia jadi supir nya, Izrail mirip Tentara Kopasus Baret Merah..dengan pisau belati di pinggang..waktu itu saya nemuin sayyidina Ali..beliau bilang: saya sudah ikhlas…kata Izrail: TIDAKK!

      Satria Jawa (akang kenal).dan pada saat itu memancarlah dari pusar tanah jawa cahaya
      ——
      Jawa akan menjadi mercusuar dunia..satria jawa ada 4 orang..

      yang sy lihat R.Wijaya sdg membangun gerbang baru,entah dimana sy tdk tahu.
      ——-
      coba kang tembayat..kalo sempat…undang 3 orang ini..
      R. Wijaya, Sayyidina Husein (cucu Rasul), Salahudin al Ayyubi..
      lalu tanyakan apa hubungan mereka bertiga…?

      kepala singa dg rambut menjuntai ada di kepalaku (akang lihat).
      ————–
      khodam dewa wirasinga sudah menyatu sama akang..batara Wisnu juga punya singa mas (narasinga), cuma belum keluar aja.

      btw: maren ada peristiwa nyata: buaya maju ke padang rumput..pengen makan anak-singa..induk singa yg marah..ngeroyok buaya..sampai mati..(sepertinya ini gambaran..bahwa yg dipingit itu pasti dijaga..insya Allah)

      suwun

  7. RD
    ternyata kau tak mampu membuka jatidiri siapa yg menitis padaku…
    ………………sungguh naif semudah udelmu memanggil baginda isa as…..
    hanya dengan kata Wisnu
    ayat manakah yang mengatakan Wisnu ada di qur.an alhadis…dan lainnya
    bukankah dari sejarah
    hanya perpecahan anwas dan anwar yang menjadi tolok awal..
    nama raja phandita
    kudapat bukan dari sendiri
    itu saat aku sowan ke salak..
    disana para prabu, batara begawan dan resi..mempersilahkan aku..
    dengan..
    MANGGA LINGGIH RAJA PHANDITA….

    perang pupuh..memang akan terjadi…….
    hingga cakramu kau tancapkan didahi,,atau keris di tancapkan diubun2…
    mungkinkah dia akan menolongmu..

    by the way..
    TUHAN MANAKAH YANG KAU SEMBAH
    SESUNGGUHNYA TUHAN ESA…..

  8. Salam sejati, kang mas Sabda…
    Makin seru sepertinya diskusinya. Semoga tidak ada saling hujat dan saling tuduh.
    Guyub rukun tentrem raharjo.

    Menawi wonten acara sarasehan malih, mugi mboten lali ngundang kulo malih, nggih …..

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

  9. @Uce..

    Gimana nih..baru mau dijawab..eh udah dimarahin duluan…?

    kalo dibuka khawatir nggk terima…kalo nggk dibuka maksa…piye iki??

    saya liat kang ades itu isinya aki buyut tiren..sama aki buyut suprayitna..
    ada juga aki uyut adig wijaya.. jadi isinya banyak..makanya saya binun.

    isi totalnya ibarat kue bolu..ada 10 potong /pieces..

    memang aki-aki yg disebutkan tadi adalah phandita/ustadz dijaman prabu siliwangi..
    ada juga yg jadi pembesar kerajaan sumedang larang.

  10. Emang dia gampang marah wataknya seperti Baladewa
    SP itu memang titisannya Dewa Wisnu sbg dewa penyayang dan pemelihara

    Dewa asalnya dari kalimat “DIV” (bhs Yunani) yg artinya nur / cahaya
    allah juga cahaya di atas cahaya
    kehidupan warna-warni ini adalah permainan cahaya, artinya cahaya yg berperan.
    Manusia dan alam kehidupan dilingkupi oleh cahaya-Nya

    Kita lihat manusia? kenapa manusia bisa beraktivitas? ya karena ada cahaya-Nya
    didalam diri manusia itu ada nafsu-nafsu …..
    * nafsu lumawah (tanah), cahayanya warna hitam
    * nafsu amarah (api), cahayanya warna merah
    * nafsu sufiah (angin), cahaynya warna kuning
    * nafsu mutmainah (air), cahayanya warna putih

    dalam dunia seni warna, warna ada 7 macam warna.
    Matahari warnanya putih kan?
    coba sinar matahari, pantulkan (dgn menggunakan air dan kaca) bias cahaya sinar matahari kearah tembok ….. maka akan menghasilkan ‘PELANGI” warna-warni cahaya yang dihasilkan dari warna putih matahari.

    Kemudian kita coba lagi dgn cara terbalik, 7 warna cahaya tadi kumpulkan jadi satu, kemudian putar dengan sekencang-kencangnya wussssss ….. maka 7 cahaya tsb akan menjadi “PUTIH”.

    Tapi disini yg dimaksud Dewa adalah cahaya kehidupan, spt contoh Dewa wisnu yg merupakan cahaya yg berperan sbg memelihara dan penyayang, seperti halnya warna cahaya putih sbg nafsu mutmainah dsb …. gitu loh

    Cahaya2 kehidupan yg ada di diri manusia, kalau manusia mati jadi jisim, maka cahaya2 tadi seharusnya menyatu kembali ke asal-Nya, bukan memencar kemana-mana ….. dan yg dari tanah kembali ke tanah, yg dari api kembali ke api dst …

    Gemana sih RP mempelajari al-qur’an?
    Dalam khasanah jawa, cahaya2 tadi begitu dihormati, karena para leluhur yg tidak mati ya cahaya-Nya itu ……. makanya kalau yg sudah ngerti pasti akan paham, tidak akan mengejek dgn kalimat bid’ah, musrik dsb ….. hhh ……

    RP ya mohon dimaafin kalau teman kita RD belum sempet baru jawab ….. jgn marah gitu ah, kita semua menyayangi RP ….

    • bijak benar nasehat de Uce..udah banyak makan garam sih?

      RP + RD = R (P+D) = R (PD) = RPD = Rasa Percaya Diri !

      ini kunci nya… PERCAYA DIRI pada SANG SEJATI…

      nuwun

    • Dewa asalnya dari kalimat “DIV” (bhs Yunani) yg artinya nur/cahaya
      allah juga cahaya di atas cahaya
      kehidupan warna-warni ini adalah PERMAINAN cahaya, artinya CAHAYA YG BERPERAN.
      Manusia dan alam kehidupan dilingkupi oleh cahaya-Nya
      ———————————————————————————————————
      ano, sy numpang penasaran Gan..
      APAKAH reality = kayak visualisasi hologram 3D dari sorotan cahaya ???
      tapi barangkali (juga) cahaya dan informasi terkalahkan/terhisap oleh black hole, sehingga kita semua ini kayak berada dalam suatu black-hole, namun sebelum black hole ada wilayah yg disebut event horizon
      jadi
      kalau (istilah) event horizon = (istilah nama/ngelmunya) dewa apa sih ?
      semoga bukan dewa doel. (maaf, gede wadul)

  11. Watak baladewa bukan hanya sekedar marah/panasan ,amarahnya yg terkontrol tdk gegabah kaya Haryo Penangsang(terlepas apapun alasannya).Satu lagi ,Baladewa sangat setia hanya satu wanita dan sangat menghargai wanita apalagi istrinya,dengan kata ISTI=ikatan suami takut istri haha………..maaf hanya bercanda.

  12. @kang Raja Dewa
    terakhir untuk hari ini,kang RD pada tahun lalu,saya di minta oleh Sri Maharaja Bharata ,agar sy membantunya untuk melepaskan dari dua dimensi sesuai sariat saya.Dalam perjalannya waktu itu melalui laut India dan sy diceburkan kedalm laut saat muncul disebutkan Candra Ghupta dan celup muncul lagi Samudra Ghupta.Apa sebenarnya ydg sedg terjadi dg beliu dan apapula hubungannya pada kedua nama itu ?
    Saya sdh diberitahu bahwa kelak sy akan muncul didesa kelahiran saya.(entah untuk apa dan sbagai siapa sy tdk tahu).

    Matur nuwun atas sharing dan jawabannya hingga hari ini,salam juga untuk keluarga dan leluhur kang RD.

    • @kang Tembayat

      nuwun kang..baru jawabnya..soalnya file arsip nya ada dibawah ..jadi perlu waktu dan tenaga extra..alkisah setelah baratayudha berakhir..Raja Bharata /RB (leluhur Pandawa dan Korawa) menghadap Sanghyang Tunggal/Sangyang Wisnu (SW)

      RB: O Gusti, hamba bersedih..anak cucu hamba saling bunuh di baratayudha
      SW: Wahai Barata, janganlah kamu bersedih..yg demikian sudah tertulis di lauh mahfuz

      RB: O Gusti, apakah yg dapat hamba lakukan untuk menebus kesalahan anak cucu hamba?
      Hamba merasa bersalah, tidak dapat mendidik mereka dengan benar. Gimana caranya
      supaya peristiwa baratayudha tidak terulang lagi buat anak cucu hamba.

      SW: Wahai Barata, perang antara kebenaran dan kebatilan adalah sunnah-Ku..yang pasti
      berlaku atas setiap zaman..Jika kamu ingin membantu anak cucu mu..menitislah ke
      bumi dan keluarkan dirimu candra gupta..dan samudera gupta.

      RB: O Gusti, apakah itu Candra Gupta dan Samudera Gupta ?
      SW: Candra Gupta adalah Kegelapan Rembulan..
      Samudera Gupta adalah Kegelapan Samudera..

      RB: Bagaimana caranya keluar dari candra gupta dan samudera gupta?
      SW: Lakukanlah Tapa Lakuning Chandra selama 1000 tahun..
      dan Tapa Lakuning Samudera selama 1000 tahun.

      ————–
      jadi mnt pandangan saya, dlm jiwa akang ada jiwa Prabu Barata…2 laku tsb harus di tebus sesuai syariat akang..

      Tapa Lakuning Chandra: Memberi penerangan/ cahaya kepada orang yang dirundung masalah..atau dalam kegelapan..dengan cara kasih sayang dan welas asih.

      Tapa Lakuning Samudera: Memberi kehidupan bagi jutaan rakyat..mempersatukan semua aliran masyarakat, membersihkan semua kotoran, menampung semua keluhan rakyat.

      masing2 1000 tahun = 2 x 1000 tahun = 2 x 1000 x (12 bulan) = 24 x (1000 bulan)
      sesuai syariat Islam maka sama dengan = 24 x (malam Lailatul Qodar)
      atau ditebus selama 24 tahun pengabdian ke rakyat /masyarakat.

      mnrt saya, setelah di Jawa, akang selanjutnya akan lahir kembali/reinkarnasi lagi di India atau Mesir..tergantung tugas akang berikutnya..

      mudah2an reinkarnasi ki Sabda berikutnya masih nulis blog lagi..biar kumpul lagi.

      Salam jg buat leluhur akang Tembayat.

  13. Maaf numpang lewat & tanya, Ada yang kenal “PRADABA BIN ADAM” ??
    Ada yang kenal “BASITA BIN BALILA” ??
    Tr kasih sebeumnya.

  14. bahasa aneh lagi dari mas fauzi……..selamat anda membuat bingung para dewa dewa…..

  15. @ Tembayat yth
    @ Raja Dewa yth

    Judul ini sangat pas buat menebak hubungan leluhur & kembalinya kejayaan nusantara.
    melihat kejujuran kalian berdua, uce mau minta tolong ………….
    uce menemukan majalah edisi 470 bln agustus 2009 …. hal. 22-23 judul Satria Piningit Nyata atau Mitos” diceritakan oleh Drs. Syamsuri, menyatakan bahwa Satrio Piningit itu bernama JOKO SURYO atau pangeran matahari, diawasi oleh Mbah Tunggul Ulung pertapaan di Gunung Limo.
    Mari kita uji, sosok JOKO SURYO itu siapa? dia nyindir nama ghaib BA.
    Kalau menurut uce, beliau adalah raja majapahit wetan (kerajaan majapahit ada 2 kraton, kraton kulon dan kraton wetan, 2 kraton ini pernah perang, terkenal dgn perang paregreg).
    Selepas Bubad, Raden Hayam Wuruk menjadi tdk ceria, tp akhirnya dia mendapatkan selir/istri anak pertapa, maka lahirlah bhre wirabhumi yg dibesarkan di kraton wetan (Blambangan). Nama blambangan tdk asing lg dgn cerita sabdopalon pisah dgn prabu brawijaya V, sbg tanda kembalinya sabdopalon ke tanah jawa, nama blambangan dirubah oleh prabu brawijiaya V + Sunan Kalijaga menjadi Banyuwangi.

    Teka-teki ini ada kaitannya juga dgn kerajaan Pajajaran.
    ketika uce ketemu dgn teman yg mengaku sbg pewaris sah kerajaan Sumedang Larang, namanya dirahasiakan, sempat beradu argumen, uce keceplosan ….. bahwa kunci kekuasaan dan juga kunci asset pajajaran itu dicuri (dicuri ini bahasa lainnya disabotase) oleh Joko Suryo (keterangan ini uce peroleh dari eyang prabu siliwangi sendiri), ucapan ini dikeluarkan karena terpaksa, akhirnya ybs mengakuinya.

    kpd kang Raja Dewa dan kang Tembayat, memang agak sulit untuk menerobos pagar Joko Suryo Wong Pangawitan, tapi cobalah uce kasih kunci pakai :
    – surat az-azariat 1-6
    – al-iklas 33
    – al-fatiah 23
    – tutup salawat

    jika sulit, cobalah ngobrol dgn :
    1. prabu siliwangi
    2. atau Prabu Minak Jinggo bin Sangkan Urip
    3. atau bisa juga dgn eyang Semar Badranaya Sekartiningrat
    4. atau istrinya semar ibu ratu Siti Nuragen/embu setu nuragen.

    uce mohon maaf, raja phandita jangan marah ya, ini hanyalah cuma iseng2 aja ….
    Terima kasih

  16. Gamalpra
    Januari 20th, 2011 pukul 23:56

    @RD/JP/RP/BA/Rina dan sedulur semua ….

    Mohon maaf diluar jalur…..

    Sy punya teman terkena ajian Jolosukmo yg mengakibatkan dia tdk bisa ‘terbang’ lagi dan luka dalam krn dia berusaha setengah mati melepaskan diri.

    SUTOMO
    desa sidorejo RT 01 RW 07
    kec. Brangsong
    kab Kendal
    jateng

    Adakah yg sudi menolong dia melepaskan aji Jalasukma yg membelenggunya?
    Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

    • @GamalPra
      Ajian jala sukma..mirip ajian serat jiwa /ajian lampah lumpuh..mengikat rohani.

      Katakan pada temen anda, dawamkan ayat kursi /doa nurbuwat 40x antara Maghrib-Isya..insya Allah nanti cair..

      soal bisa terbang atau nggk nanti dulu..yg penting bisa jalan kaki.

      suwun

  17. lahir scr fisik uce dpt cerita dari nenek buyut …. ini juga baru tahu
    ini cerita kakek skrg masih hidup, katanya dulu mbahmu nak yg bernama SANMURJO (mungkin nama Sanmurjo nama samaran di kampung, nama kratonnya gak dikasih) diminta minta warisan kpd ibunya yg masih di kraton namanya NINI BANDEK (ini juga nama samaran), tapi mbahmu gak mau, dengan alasan, kalau dia nuntut warisan maka sama aja bunuh diri ibaratnya ular marani gebut, kata mbah Atmo kpd BA. Biarlah nanti keturunanku aja yg akan menerima.
    kalau ditarik dari jalur silsilah terus dan terus ……….. s/d pangeran buminata yg dimakamkan di mandiraja moga pemalang, sunan amangkurat 3, sunan amangkurat 2, sunan amangkurat 1, sultan agung dst s/d ………
    Tapi akhirnya 2 (dua) jalur dari pangeran puger (PB I) kraton wetan + Pangeran Buminata (pewaris sah Mataram) kraton kulon, bertemu pada perkawinan Eyang Santri yg kratonnya di cidahu girijaya gunung salak.
    tp entahlah itu semua hanyalah cerita yg kebenarannya masih bingung alias belum tentu benar adanya.

    • dulu ketika kecil saya dialog dengan orang jawa asli, saya sebut asli karena saya blasteran jawa dan jepang
      dia bilang, manusia jawa itu keturunan dari Togog,,,,

      hahahaaha,,,,,

      kenapa saya pindah, hehehe….

      coba deh kang BA yang kadang keminter hahaha…..apa asal kata Togog….
      hehehehehe….

      kedua neh, saya sebenarnya hapal cerita wayang….itu favorit saya waktu ABG smp…
      ada kisah menarik tentang KUMBAKARNA…

      saya lihat belum ada yang membahas di sini dalam-dalam….

      atau saya yang mau mendongeng soal kumbakarna…padahal saya bukan jawa murni lho, entar malu lagi hahahaha….

      • magog ya alias ma juj jadi togog ya …… hhh …..
        lama-lama tak telen dari sini itu Rina Aizawa ….. togog kan mulutnya panjang gara-gara nelen gunung tapi gak ketetelen alias klolodan, beda dgn kakang semar yg nelen gunung sampai ke dasar perut makanya perutnya dia buncit hhh ………….. semprul juga nih blesteran, tapi hhh ……
        Itu kan cerita lama, seharusnya sanghyang tunggal itu memberikan warisan kahyangan bukan ke Batara Guru, tapi ke Togog tapi karena ulah semar yg juga ikut2an ikut lomba adu makan memperebutkan mataram eh maksudnya kahyangan jadi ya gini ini …..
        secara politik emang batara guru menang ya maklum diakan alumni ITB hhh …….. sementara Togog dan Semar kan orang jujur ya percaya saja diadu domba suruh makan gunung ya mau aja.
        akhirnya apa jadinya dipimpin oleh batara guru? ya gak bakalan makmur karena politik devide et impera model ala belanda yg dipakai hhh ……
        awas km Rina aizawa kalau ketemu, bener-bener tak kecup aja deh gak aku telen …… !!!!!!

  18. uci = urang crita ilusi ….. jangan dipercaya !
    datanya gak valid alias EGP

    • @BA dan @uce

      BA dan Uce ibarat SATRIA EMAS GEMINI…??

      satu muka ke depan satu muka ke belakang.

      kalo yg satu sedih…satunya lagi tertawa..hh

      • ini jawaban yg tepat hhh …..
        hanoman lama2 bisa dipecat oleh Prabu Rama Wijaya, mentang2 ahli jadi telik sandi, ini malah yg dimata-matai justru kelemahannya prabu rama wijaya, ya kasihan beliau jadi malu alias malu2in hhh ……
        yg siap2 saja SK pemecatan lg di ketik ……. padahal cari kerjaan jaman sekarang susah loh …. lagian jaman edan itu bikin laporan yg enak-enak alias ABS asal bapak senang hhh ……

  19. @ uci eplek eplek
    kpd kang Raja Dewa dan kang Tembayat, memang agak sulit untuk menerobos pagar Joko Suryo Wong Pangawitan, tapi cobalah uce kasih kunci pakai :
    ———————————————————-
    Sugeng Enjing mbak/Mas Uci nih ,masalahnya sy punya temen namanya pak Uci.
    Itu kayaknya porsinya kang RD,kalau sy tdk ada kepentingannya dg JSWP ,meski saya
    sendiri trah Majapahit dan Pajajaran.
    Lha dik Uci kan sdh punya kunci,ya tinggal permisi masuk nanya baik2baik.
    Perlu saya ingatkan,bahwa dunia gaib lebih rumit dari dunia nyata,yang gaib belum tentu bisa melihat yg gaib pula.Bagaimana di Uci memastikan yg diajak dialog itu benar2 PS,jangan-jangan nanti hanya khodamnya saja ?
    Jujur saja apa yg saya miliki tdk bisa digunakan/belum boleh digunakan karena blm waktunya(alias tdk bisa apa2 )
    selama ini sy tdk pernah nanya ke beliu2,tapi beliu2 lah yg memperkenalkan diri dan memberi sesuatu.

    Nuwun

    • trim atas tanggapannya, tinggal menunggu comment Raja Dewa
      dimensi spritual emang mirip juga dunia akademis di alam nyata artinya tergantung ke ilmuan dari alumni mana kemudian juga jurusan sekolahnya ….. hhh …..
      maksudnya ada jurusan insinyur (ir), ada manajemen (dulu drs sekarang s.sos), ada pertanian dsb …………. jadi uce ya maklum lah, kalau masing2 beda cara atau sudud pandangnya hhh ……….. kita tunggu aja comment RD jangan2 beliau ini tadi malam kluyuran jalan-jalan jd gak sempet membaca tulisan uce atau memang belum sempet ngerjain pr.
      uce itu sebetulnya ah …. apa tadi kunci ya?
      uce cuma bertanya krn ada tulisan yg menggelitik di majalah misteri tentang apa yg udah uce tulis, tapi udahlah kang Tembayat, maafkan aku ya ….

      • satu lagi nambah, … krn lagi gemes dgn Rina Aizawa …
        kalau menurut uce ada juga yg ilmunya dari sekolah jalanan spt Rina Aizawa hhh ………. beliau ini alami alias istans, dari kecil emang udah top bisa terbang hhh ..

      • Betul Dik Uci,tiap wali ada bintangnya/maqomnya,tiap langit ada penjaganya begitu pula surga dan neraka.Untuk masa depan Nusantara juga ada pemilahan tugas,ada bidang keuangan,keamanan,wakil raja,raja,spiritual raja dll.Mereka punya tanda dan kewenangan yg berbeda.
        Bila sdh saatnya nanti lapis demi lapis akan terkuak sendiri,jangan nggege mangsa.Mempelajari spiritual jangan disamakan mempelari akademis yg bisa direkayasa(mungkin,misal bkn skripsinya nyontek dll).Rekayasa hanya hak milik Allah SWT.Apalagi belajar kasepuhan/makrifat kita harus siap kehilangan segalanya ,karena pada prinsipnya tdk ada Ilah-Ilah lain dihati dan pikiran kita kecuali.Tuhan Yang Maha Esa.Dalam pelaksanaannya kita akan di cemplungkan dalam kitap kehidupan nyata siapkah kita ?
        Bila kita lulus maka maqom kita akan naik dan kan meningkat ke maqom berikutnya.
        Nabi Musa saja tidak sabaran menjadi murid Nabi Khidir,semua yg berbau wali pasti akan berhubungan deng Khidir.

        Suwun

  20. @ Raja Dewa
    Terima kasih,atas penjabarannya kayaknya tugas yg tidak gampang,saat menilis air mata mengalir rasa sedih trenuh berbaur jadi satu.
    Tadi malam saya kedatangan Dewi Tara dan memperkenalkan diri dengan berpakaian serba putih.
    kang RD,sebenarnya siapkah Dewi Tara itu,saya belum pernah mengenalnya ?

    suwun

    • @kang Tembayat
      jangan sedih kang..ilmu sejati memang musti di tebus dengan air mata..

      Dewi Tara adalah nama puteri Sri Dharmasetu dari Wangsa Soma…(http://id.wikipedia.org/wiki/Dewi_Tara)

      (http://id.wikipedia.org/wiki/Samaratungga)
      Sri Maharaja Samarottungga, atau kadang ditulis Samaratungga, adalah raja Sriwijaya dari Wangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis, pada masa pemerintahannya, Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya. Pada tahun 825, dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu, SAMARATUNGGA MENIKAHI Dewi TARA, putri Dharmasetu. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta, Balaputradewa, dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan, putra Sri Maharaja Rakai Garung, raja kelima Kerajaan Medang.[1]

      Informasi dari Sanghyang Tunggal/Sanghyang Wisnu..

      Dewa Wisnu (Dewa Bumi) berpasangan sejati dengan Dewi Pertiwi (Dewi Bumi) dan Dewi Sri..(Dewi Pangan), Sri Kresna berpasangan dengan Setya Boma, Radha, Laksmi, Rukmini

      DEWI TARA..adalah PUTRI BATARA INDRA…
      JODOH SEJATI SAMARA TUNGGA.(kang TEMBAYAT)..

      DEWI TARA adalah BIDADARI KAHYANGAN INDRA LOKA….cantik kan?

      saya nulis nya bergetar……mantab kang…saya ingat firman Allah SWT.

      Fabima Rohmatim minallahi Fal yafrohuuu..
      dan DENGAN RAHMAT dan KARUNIA- NYA itulah hendaknya MEREKA BERGEMBIRA..

      Rahayu

    • menantu = putra..(anak adan menantu sama saja bagi orang Jawa)

      menantu batara Indra = putra batara Indra ??

      jadi akang yg dimaksud di serat Jayabaya?

      Putra Batara Indra akan datang membantu orang Jawa..?

      kalo Batara Wisnu itu..sohib -nya Batara Indra ..

      • kalo kalu hhh ….. bener ya kali2 bener
        ini cerita emang cerita bahela, tapi cerita kembalinya Majapahit, bukan Sriwijaya ….hhh …. namanya juga kalo benar, benar kalo ….
        jadi gini ya tak critain ini juga kalau benar, batara itu artinya raja
        telusuri aja nama raja2 Majapahit ….. yg nanti bakal balik deui sejarahnya hhh ….
        Kalau menelusuri nama raja2 Majapahit juga gak gampang, butuh energy ekstra cape, tahunya sejarah raja2 Majapahit ya yg biasa kita baca di buku2, tapi kadang satu orang aja namanya banyak …..
        Siapa putra Bathara Indra? (yg raja majapahit?) kalau pingin tahu rokoknua Djie Sam Soe atau Sampurna hhh …… gak bisa rokok gudang garam apa lagi Jarum.
        Kita mulai dari raja majapahit :
        1. Prabu Bhratama, R. Wijaya/Jaka Susuruh
        2. Prabu Bhrakumara (nama dalam kraton RADEN TIENG SABIT)
        3. Prabu Brawijaya I/arya adiwijaya (nama dalam kraton RADEN KINANTI)
        4. Prabu Brawijaya II/hayam wuruk (nama dalam kraton RADEN BIMA BINAR SINGALA)
        5. Prabu Brawijaya III/arya lembu amisani (nama dalam kraton RADEN SIMA KUWARA)
        6. Prabu Brawijaya IV / bhra tanjung (ini bukan keturunan dari B. III)
        7. Prabu Brawijaya V/angka wijaya (nama dlm kraton RADEN BATHARA INDRA)
        8. …….. ini yg dimaksud PUTRA BATARA INDRA KANG PAMBAYUN alias SATRIA PININGIT (ya emang namanya SATRIA PININGIT).

        Sudah diramal, kelak dari keturunan hayam wuruk yg laki-laki yaitu Bhre Wirabhumi lah yg akan meneruskan, meneruskan apa ya lupa hhh ….

      • angka wijaya (asli?)

        @Uce
        saya balik lagi kang..udah 7 hari nih.

        saya disebut-disebut…saya SP ? asyik… please vote me dong..?

  21. @Raja Dewa
    Memang cantik sih…,memang dalam kesedihan ada kegembiraan,dalam musibah ada anugerah tergantung bagaimana kita mengupasnya dan menerimannya .
    Kayaknya sebagian kecil apa yg sy terima sdh jelas benang merahnya,kedepan kayaknya bnyal hal yg akan sy ungkap,memang karena waktu terbatas kalau sabtu minggu dan malam memang sy males buka PC.(untuk yg lain).
    satu lagi untuk hari ini,ketika sy membangun rumah th 2006,sehabis gempa indramayu pada tengah malam sy dkasih blu print rumah,sekaligus dieri mahkota yg bersinar kuning putih.dibalik mahkota itu tiba2 muncul cahaya putih keperakan sehingga sy silau dan menunduk,lalu muncullah suara :” Terimalah Mahkota Rama,karena ini adlah hakmu”.Hingga kini say blm tahu cahaya tadi cahaya siapa dan mahkota tadi mahkota apa ?
    suwun

    • @kang Tembayat
      mahkota kuning putih perak..setahu saya adalah mahkota Arjuna..soalnya Arjuna juga kecipratan mahkota Rama..cuma EMAS nya di Sri Kresna..PERAK nya di Arjuna..

      rahayu

    • tembayat, anda pengen jadi raja ya?

      lantas kenapa anda menatap matahari…..hehehe….

      aku adalah bagian dari children of the sun.,,,,bangsa Jepang menyebut diri mereka adalah children of the sun, putera2 matahari…

      hak saya adalah menyebut saya putera matahari, karena saya keturunan kaisar Jepang kuno hahaha…

      darah samurai mengalir kuat dalam nadi saya, tidak akan pernah hilang…
      dan tentu saja, darah hiperseks juga sama kuatnya hehehe…

      • @rina aizawa
        darah samurai mengalir kuat dalam nadi saya, tidak akan pernah hilang…
        ———
        anda sudah menguasai JIWA PEDANG ??

        dan tentu saja, darah hiperseks juga sama kuatnya hehehe…
        ———
        kalo hyper biasanya kebanyakan minum extra joss!

  22. Dalam salah satu cerita Sastra Jendra, Dewi Tara adalah pertapa di kahyangan yang menjadi kesayangan Sanghiyang Tunggal. Di penghujung zaman, Batara Guru diperintahkan turun ke bumi untuk membawa cupu manik dan menghancurkan Mahesa Sura (=Dajjal/angkara murka). Batara Guru meminta kepada Sanghiyang Tunggal untuk membawa serta Dewi Tara dalam menghadapi Mahesa Sura.
    Dewi Tara mewakili kesucian wanita, nur fatimiah, sumber feminisme, kasih sayang nan tulus.
    Mahsesa Sura sebenarnya telah berhasil dibinasakan oleh kesaktisan Subali & Sugriwa, akan tetapi malah bermunculan Mahesa Sura baru dengan jumlah dan kesaktian yang berlipat ganda.
    Turunnya Dewi Tara membuat Mahesa Sura terpikat akan tetapi dia tidak mampu memilikinya. Dst..dst..
    Intinya cerita itu menggabarkan cerita akhir zaman ini….. Untuk mengalahkan Dajjal/Angkara Murka tiidak bisa hanya dengan kesaktian, butuh kasih sayang tulus..kasih sayang yang berasal langsung dari Al-Izzati…

    • kok sempet-sempatnya dewa ikut2an urusan wayang manusia sih?
      Batara Guru itu diamnya di alam cahaya, jgn ikut2an ah ….
      kalau Semar yg ngemong SP marah bisa2 dikentutin bisa bubar itu kayangan, termasuk juga yg lg di depan monitor …..

      lah ini kok bau kentut? hanyo siapa yg buang kentut, ngaku !
      bisa2nya ngrumpi sambil kentut brutttttt ……. bau tahu!

  23. makasih kang sabda, tulisanku masuk kota horeee …… biar gak dibaca

    @ angka wijaya

    kalau baca tulisan uce jgn buru2, seneng banget sih kayak dapet lotre hhh …..
    angka wijaya/bathara indra itu bukan SP, tapi anaknya beliau yg jadi SP … tapi gak apa lah nyenengin temen hhh …………

    jadi kalau menurut wayang nih ya, setelah goro-goro/perang bharata yuda, maka Abimanyu alias angka wijaya bin Janaka nanti kan tewas di arena baratayuda krn masalah perempuan dia kena karma (rasain loh ID angka wijaya) lah anaknya nanti sbg pewaris pendawa yaitu PARIKESIT ya SP itu hhh ……………

    • jd yg uce maksud ….. SP itu putranya Batara Indra kang pembayun.
      ya anak uce hhh ………. yg lg kuliah di bawah pohon cemara pethak
      uce cuma apa ya? pembuka gerbang aja kali, ini juga kali kali bener, bener kali ….

    • ohh..kirain saya SP..taunya ketiwasan juga? pantesan masuk kotak ..hhh

      • Critain dong …. apa bener AW main perempuan? siapa tuh cwknya?
        untung ada Gatut kaca yg nylametin ketika kepergok lagi ehm ….

        jangan2 AW ini yg dimaksud nur sbg yp?

      • angka wijaya itu pemuda jujur..walopun sering nglantur

        si nur itu siapa juga kurang ngeh..si yp itu siapa juga boten ngartos..
        dalam ati mah; jaka sembung naik ojek..nggk nyambung jek..

        tp kasian si nur cari2 yp trus…siapa sih yp? jangan2 uce ato dona..?

    • uce pikir si nur ya lunamaya krn dunia maya dan Aw ya ariel wow
      tp gak tahulah kang Dhony bikin pusing aza

    • kalau kangen aja balikan aja, saya rasa uci keplek-keplek akan seneneg melihatnya

  24. ini kan hari jum’at, uce mau ke mesjid …. mau sidang jum’at
    gak ada itu shalat jum’at adanya sidang jum’at, artinya berbagai aliran apa aja pada kumpul ….. kalau udah selesai diceramahi (yg ceramah di mimbar sebetulnya ilmunya dikit, kenapa ya dia gak malu nyeramahi yg udah kelas tinggi, ya krn mereka gak tahu, tp biari aja lah).
    Coba tanya kpd yg pd dengerin kotbah, selesai kotbah mrk disuruh apa?
    ya disuru “urip” bahasa arabnya dzikru, tapi dasar dengerinnya sambil ngantuk aja juga yg bercanda dan juga ada yg tidur ………. pulang bawa pulang sendal yg bagus, krn ketika ceramah salah tangkap spt id rama wijaya, kata yg ceramah “agar sifat yg jelek dibuang, ambil yang bagus “, pulangnya bawa sendal yg bagus, yg jelek punya sendiri di tinggal …. asik deh hhhh ……

    • @uce
      leres kang, saya liat pas khotbah..
      mungkin kebanyakan udah pada urip ya? rata2 pada rogoh sukmo..alias bs..hhh

      • Uce mumet deh……
        jangan2 lehe podho nangkep tulisan ku do ga ngerti ?
        kata temen uce, jadi guru itu sulit, apa lagi murid TK, lari sana – lari sini …
        mesti kudi duwe ilmu pandegogi ….. nek gak punya ilmu iku angel, lah ilmu yg diajarkan lah gak bakal mlebu2 alias meresap, rugi loh itu murid2 sing do sekolah …. bener juga temen uci lehe omong hhh …..
        sing jenengane “urip” kiwe ya “nguripake roso jatine huuuuuuuuuu” bukan ngrogo sukmo”, kalau ma’rifat itu juga bukan spt itu ….
        jadi beda apa yg dimaksud “urip”, kemudian ma’rifatullah, kemudian ilmu ngraga sukma …. itu beda !
        Ma’rifat itu kita melihat ghaib asidiq (ghaibnya diri sendiri), tapi ya hampir mirip dikit gutu lho …. tapi ya bukan itu huh
        Kalau ngrogo sukmo itu ilmu, agar bisa pergi jalan-jalan, ilmu rogo sukmo ini ada yg bisa pergi tanpa raga, tapi ada juga yg dgn raga contohnya nb Muhammad saw ktk isro miroj atau nb Idris as/Sang Budha Gautama.
        lah kalau nb Idris itu critanya aneh …. ketika dia jalan-jalan di langit level-4 kalau bahasa yg lain surga ke4 dia merasa enak, dalam bhatin enak juga ya tinggal di langit level 4 dia krasan tinggal di sana gak mau balik lagi ke dunia ini.
        Ini menurut jin Sofian Badrad jinnya nb Khidir as katanya ilmu rogo sukmo itu ada 7 tingkat sbb :
        1. yang paling tinggi namanya Ngrogoh Jagad Saraya
        2. ….
        3. …
        4 …
        5. Ngrogoh kali allah
        6. Ngrogoh khofitalu
        7. Ngrogoh sukmo

        uce lupa ketika wawancara nama-namanya, lagian waktu itu juga karena lagi seneng hal2 yg aneh2, tapi itu dulu kalau sekarang mah udah lupa … makanya jangan ditanya ya ttg ini ….. pusing uh

        Ngrogoh sukmo tingkat yg ke-7 ini yg banyak orang2 pakai dgn macem2 teknik tergantung keilmuan masing-masing ….
        ah ini cuman bicara sendiri, takut salah menangkap tulisan uce aja jadi malah gak ngerti2 apa itu urip, apa itu ma’rifatulllah, apa itu raga sukma, apa itu tidur, apa itu mati ….. jgn ditanya ya pusing uh

  25. Rina Aizawa ke sini dong …. main yuk, main pentak umpet yuk hhh …..
    ternyata SP kalahnya ama perempuan
    kalau gak diberi SP bisa uring-uringan …

    • ternyata SP kalahnya ama perempuan
      kalau gak diberi SP bisa uring-uringan …

      kata siapa uci kelepek kelepek?? btw gimana cerita waktu bersemedhi kemaren. sudahkan dapat petujuk tentang siapa aq??

  26. @Raja Dewa
    Selamat pagi kang RD,semoga hari ini online,
    Setelah saya renungkan,dan menengok jauh kebelakang saya sdh mendapat benang merahnya selama ini serta hikmat yang bisa diambil guna mempersiapkan diri menghadapai masa depan dan persiapan untuk pulang.Suatu ketika ada sahabt sy mengatakan” bapak sudah rindu ingin pulang”.Meski sudah ada jalan,kendaraan,sim,bekal dan ticket namun ,saya masih ada tugas lain yaitu mempersiapkan kedua momongan saya untuk bisa lulus hingga tuntas dan saya harus babat alas.

    Waktu 24 th yg kang RD sampaikan memang benar,12 th saya harus mengembara dan ngenger ke kerabat dan masa itu masa2 yg penuh derita dan hinaan ,namun saya berusaha tabah dan menerima dg iklas,walau kadang harus sering menangis.Hal ini pula yang dialami Pandawa selama kurang lebih 12 th dalam pembuangan dan penyamaran.

    Waktu berikutnya adalah 12 th waktu untuk membangun gubug/rumah pesanggrahan/istana(gubugku ya istanaku) dan waktu itu kini sdh genap 24 th(2010).Maka entah dari mana ada dorongan untuk berdialog dg kang RD.

    Sebagaimana hikmah kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir,maka kesabaranlah cara untuk meyelami hikmat kehidupan selama saya ‘dicemplungkan dalam kitap kehidupan”.Tidak mudah memang,teori mudah semudah membalikkan telapak tangan,tapi untuk menerimanya sampai tataran iklhas,sungguh berat luar biasa.Kalau saya bisa bertahan selama ini ” karena rahmat dan kasihnya SEMATA”.Ibadah saya yang ribuan tahun tidak akan cukup untuk mengapus dosa2 yg terjadi.
    Semoga dg berakhirnya masa 24 th ini akan membawa kedamaian jiwa2 para leluhur,walau selama waktu itu masih jauh dari sempurna,maka saya masih harus menjalani tugas untuk pengawalan.

    Semoga ,keluarga saya dan kang RD tansah pinaringan widodo,teguh,rahayu,slamet nir ing sambikolo nir ing sekoro-koro.Suro diro jayaningrat lebur dening pangastututi,sageto mahanani katentreman ing Nusantoro.

    amin

    • @kang tembayat
      menjawab pertanyaan akang kemarin..terus terang baru ada jawabannya pas tengah malam atau sekitar jam 1 malam… memang kalo kita cermati dari sejarah para nabi & rasul semuanya mengalami kepahitan lebih dahulu..misal:
      – nabi Adam dibuang dari surga..
      – nabi Ibrahim di buang ke hutan..
      – nabi Yusuf dibuang ke sumur dan dipenjara..
      – nabi Musa dibuang ke sungai Nil..
      – nabi Yunus dibuang ke laut (perut ikan Nun)
      – nabi Isa diusir kaum yahudi dan prajurit romawi
      – nabi Muhammad diusir kaum Quraisy

      jadi semua sejarah yg ada di dalam al-Quran akan berulang untuk pribadi2 pilihan Allah..
      Mengenai jumlah angka 12 itu ada persamaan sejarah:
      – 12 mata air yg dibuat nabi Musa untuk bani Israil
      – 12 rasi bintang di alam semesta
      – 12 rabiul awal (kelahiran kanjeng Rasul)

      Adalah mimpi di “siang bolong” kalau kita mengaku mendapat “Nur Ilahi” (Nur para Nabi) tanpa melewati “kopi pahit” nya ujian nabi yang bersangkutan..

      bal Quwwata Lillahi Jamiia (Sungguh ..Semua Kekuatan itu milik Allah..)

      semoga kita sekeluarga di kuat kan dengan kekuatan-Nya..dan diberi kesabaran seperti kesabaran-Nya.. sesudah kesulitan ada kemudahan..habis gelap terbitlah terang..

      salam rahayu

      • kalau anda sih cukup tenang, namun anda harus bisa memandang lebih jernih lagi, kalau anda bisa memandang lebih jernih niscaya anda akan menangis lagi namun tangisan yang berbeda dari kemarin….
        bukan sebuah tangis haru tapi tangis disertai ketundukan….

        hehehe…..

  27. PAYUNG AGUNG SUNDA LUHUNG
    Parahyangan yang sekarang lebih dikenal sebagai Priangan, tidak hanya sebatas wilayah Bandung saja, melainkan meliputi wilayah laiinnya di Tatar Sunda, khususnya bagi wilayah tempat lahirnya Salaka Domas dan Salaka Nagara, yaitu tepatnya disekitar Gunung Agung (Gunung Tangkuban Parahu). Dari situ dikenal daerah ‘Lamba Hyang’ atau Lembah Hyang atau Lembang.

    Tempat tersebut diyakini merupakan cikal bakal lahirnya konsep berkebangsaan dan ketatanegaraan diseluruh dunia yang di awali oleh Sang Hyang Watugunung Ratu Agung Manik Maya dengan misi ‘Mula Sarwa Stiwa Dani Kaya’ yang terletak di sekitar Gunung Batu daerah Buka Nagara atau Mula Nagara, Lembang. Kemudian dilanjutkan oleh Maharaja Resi Prabhu Sindhu-Lah-Yang (Sang Hyang Tamblegmeneng) yang membangun Padepokan Jambudwipa. Kelak konsep ini dilanjutkan oleh Da-Hyang Su-Umbi (Galuh Kandiawati) dan Mulawarman atau Si Tumang (Resi Taruma Hyang), mereka mendirikan Taruma Nagara Desa. Pernikahan antara Da-Hyang Su-Umbi dengan Taruma Hyang melahirkan Panca Putra Dewa (Pandawa Putra) yang membawa misi Ajaran Dwipa (Dwipayana) maka terbentuklah: Jawa-dwipa, Swarna-dwipa, Simhala-dwipa, Waruna-dwipa, dan seterusnya hingga ke India.
    Puncak Pertala di Buana Nyungcung Gunung Sunda dijadikan Mandala Hyang, begitu juga dengan gelar Ba-Ta-Ra Guru yang menggantikan petilasan atau tempat yang sudah menghilang. Pada masa ini kehidupan wangsa menunjukan kemajuan yang luar biasa. Perkembangan budaya serta aplikasinya mencapai tahap yang luar biasa. Pada masa itu dicapai berbagai penemuan teknologi darat dan laut. Kemudian daerah ini terkenal dengan sebutan ‘Buana A-ta’ atau buana yang kokoh dan tidak bergeming. Oleh bangsa luar dikenal dengan sebutan ‘Atalan’ (mungkin maksudnya Ata-Land). Kemajuan disegala bidang tersebut terhenti kembali, saat Gunung Sunda meletus (Gunung Ka-Ra-Ka-Twa). Daratan terbagi menjadi dua (Sumatra dan Jawa).

    Semua bukti kemajuan jaman wangsa tersebut hilang, tenggelam tidak bersisa, yang tersisa hanyalah sebuah bentuk Ajaran Surayana. Persis kejadian di Batara Guru (Gunung Toba) yang wilayahnya meliputi Pa-Da-Hyang, begtu uga dengan Batara Guru (Sunda) yang wilayahnya meliputi Pa-Ra-Hyang. Ajaran tersebut kemudian dilanjutkan oleh Prabu Sindhu (Sang Hyang Tamblegmeneng, putra Sang Hyang Watugunung Ratu Agung Manikmaya) menjadi Ajaran Sundayana (Sindu Sandi Sunda) yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Perjalanan Prabu Sindu di wilayah Jepang membuat ajarannya diberi nama Shinto yang memuja kepada Sang Hyang Manon (Dewa Matahari atau Na-Ra) bahkan lambang dari ajaran tersebut kemudian dijadikan Bende-Ra bangsa tersebut.

    Ajaran Prabu Sindu yang selanjutnya disebut agama Hindu asalnya merupakan ajaran Surayana-Sundayan ( masih tersisa di daerah Bali sekarang)….

    • semoga rina aizawa baca tulisan raja pendeta … sehingga menjadi teringat kembali sejarah masalalu versi raja pendeta tentang ajaran shinto :

      “Ajaran tersebut kemudian dilanjutkan oleh Prabu Sindhu (Sang Hyang Tamblegmeneng, putra Sang Hyang Watugunung Ratu Agung Manikmaya) menjadi Ajaran Sundayana (Sindu Sandi Sunda) yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Perjalanan Prabu Sindu di wilayah Jepang membuat ajarannya diberi nama Shinto yang memuja kepada Sang Hyang Manon (Dewa Matahari atau Na-Ra) bahkan lambang dari ajaran tersebut kemudian dijadikan Bende-Ra bangsa tersebut.”

      ehm ….. ngopi dulu ah, sruput .

      • jadi Shinto itu pecahan Sunda ya.. HOREE !!!

        siapa yg SAUDARA TUA ya?? hmmmm..

      • ” RP… sini letop yg rusak, aku benerin ya, biar tambah rusak? gratis!
        ya iyalah malah rusak, uce kan gak pinter2 amat, bukan tambah bener malah tambah rusak hhh ….

        “RP ini kadang2 bikin jengkel…., tapi kali ini bikin seneng uce, sebaliknya bikin jengkel ibu Rina Aizawa …. hhh …
        kalau udah begini, RP mau apalah misalnya mau jilatin kakinya ibu Rina Aizawa juga silahkan, mau pergi ke Jepang ikut dia ya silahkan, artinya uce udah gak butuh RP lagi hhh …. sorry ini bagian dari politik ya emang sadis ….. malu di balas malu ….

        ehm …. sruput

  28. menelusurinya melalui bahasa “Sang Saka Kerta” yang ditulis dalam aksara Palawa kata Parahyangan itu akan mengandung arti sebagai berikut. “Pa” artinya adalah tempat, sedangkan “Ra” adalah sinar dan kata “Hyang” mengandung arti “pemimpin yang agung”. Maka bila diartikan secara bebas arti kata Pa-Ra-Hyang itu adalah “Tempat-Sinar-Pemimpin yang Agung” atau “Tempat Pemimpin Agung yang Bersinar”.
    sandi :
    -buniwangi-gunungbatu-bukanagara-jayagiri-parahyangan
    -mangkunagara-notonegoro
    -padjajaran kuna-anyar
    -sabdopalon nunoyogenggong semar kuncung ismaya

  29. @Raja Dewa
    Betul sekali,saya sdh diberi penjelasan bahwa apa yg sy alami sperti yg dialami para pendahulu,agar Tuhan Yang Maha Kuasa punya alasan untuk memberikan rahmat pada makluknya.Walau rahmat diberikan kepada semua makluk,tapi kasihNya hanya untuk yang dikasihiNya.

    Sebelum dialog kita lanjutkan ke timur tengah dan jawa dan sementara waktu India kita tinggalkan dilanjutkan lain kali,saya ada tambahan mengenai India,dua minggu yg lalu sy kedatangan tamu 3 orang,ada yang mengaku masih garis Samber Nyawa dan Jaya Dewata,mereka melihat dibelakang saya ada cahaya kuning keemasan yang berasal dari Hyang Wisnu ,apa ini betul menurut akang ?
    Mereka juga melihat kereta perang yang asli dari India,sy jadi teringat ketika saya ke jaksel saya ditegur seseorang begini:”Cu,kenapa engkau diam saja,tanyalah kepada para sepuh tentang dirimu ! Dan juga tolong perhatikan kakekmu itu,tanda kehadirannya saat engkau gelisah.Kakek saya itu siapa? Kakekmu itu Rajanya Pandawa,saat ini sedang langlang jagad karena banyak tugas yg harus diselesaikan !
    kang RD siapakah yg dimaksud Rajanya Pandawa ,Bharata atau Yudistira atau Kresna ?
    Suwun

    • anda pengen jadi raja?

      hehehe…..

      • @rina aizawa
        Mbak Rina yang tersayang,siapa yg ingin jadi raja,yang bilang kan Mbak Rina sendiri(kayaknya kalau lagi marah pipinya merah manis deh).Dan itu adlah pengalaman saya waktu SD .Disni sudah banyak raja,saya ingin jadi diri sendiri,bukan jadi jadian.Bagaimana kalau saya raja,mbak Rina Ratunya ?

  30. @Raja Dewa
    Sekarang kita bergeser ke timur,
    Pada waktu,itu saya dibawa ke padang pasir,di sana saya memegang pedang emas yg sangat besar(1m),kemudian disana dijelaskan bahwa pedang itu adlah Pedang Egypte.
    Apakah pedang tersebut simbol yg berkaitan dg Nabi Yusuf ?

    Perjalann dilanjutkan saya menuruni lembah disana sya ketmu seorang gadis ditepian sumur menggembalakan domba,lalu saya menimba air,tapi sungguh aneh ketika ember sya naikkan seluruh air dalam sumur juga ikut naik dan berubah jadi susu,lalu sya minum dan ternyata manis rasanya ?
    Lambang apakah ini ?

    Lalu sy berada di sebuah gunung dan lerengnya ada jalan menlingkar,pintu pertama ada penjaganya dan ia mengtakan jarang manusia yg bisa kembali dengan selamat.Tapi saya sdh bertekat bulat masuk,lalu sya ketemu orang yg bersujud terus-menerus ketika sy datang,lanjutkan perjalan namun2 hati saat ini padang rumput,tak lama saya sudah berada di padang rumput hijau yg amat luas tak terbatas dan dipintu masuk ada dua orang yang mengatakan untuk berdoa disana harus mandi air suci dulu,tapi sudah kepalang tanggung setelah ditengah tiba2 hamparan rumput hijau bergerak naik turun menelan bneda yg ada diatasnya.Walau dalam hati saya mampu melampaui,tapi saya merasa blm waktunya lalu balik,tapi gerakan rumput makin cepat semakin cepar berlalri,makin cepat pula dan tiba sy di sebuah lorong gelap,sesudah itu ternyata saya berada di atas samudra tak terbatas,lalu sy diajarkan sistimpernafasan yg benar,dg cara meniru gerakan seekor naga yg sdg berenang di atas samudra.Setelah selesai tiba2sy ditepian pantai dan ditengah ada sosok yg penuh wibawa berdiri.
    Diantara sy dan dia lalu muncul layar berlapis 4 keatas,lalu ada cahaya putih keemasan naik memenuhi layar tadi namun saat mau memenuhi keempat cahaya berhenti.Dan sosok yg berdiri tadi mengatakan bahwa maqom/tingkatanmu sekarang sudah disitu.Setelah kuucapkan terimakasih dan saya tanya siapkah engkau ? Dia hanya tersenyum lalu hilang .
    Kang RD ,gambaran apa ini dan apa betul sosok tadi salah satu dari Satria jawa ?

    suwun

    • anda harus belajar mengalahkan diri anda sendiri andai anda ingin jadi raja…
      kalau anda tidak bisa mengalahkan diri anda sendiri anda tidak akan bisa jadi raja…

      salah satu cara mengalahkan diri anda sendiri anda harus belajar melihat orang lain lebih jernih….
      dan untuk bisa melihat orang lain lebih jernih anda harus punya jiwa berani…..dan berani maju tanpa rasa takut dan berani memberi kemudian menerima….

      itu saja yang saya sampaikan tentang pengalaman ghaib anda…

      hehehe….

      • bagaimana kalau saya sebut bahwa anda tidak layak jadi raja di Indonesia….
        pertama, anda tidak punya sifat berani

        kedua, anda kurang jujur kepada hati anda sendiri

        ketiga, anda kurang bisa menghargai orang lain yang telah menolong dan memberi kebaikan kepada anda, maka maqam anda cuma sampai di situ saja, anda berada di lapis cahaya yang indah, tapi mata anda dipaksa untuk menatap cahaya lain yang lebih tinggi maqamnya daripada anda..

        keempat, anda punya sifat tertentu dalam diri anda untuk mendoakan keburukan keapda orang lain tanpa anda tahu dasar ilmunya

        kelima, anda tidak punya pengendlian rasa dan pengendalian diri yang sempurna, ini menjadi penghalang bagi anda untuk bisa mengendalikan api,,,

        keenam, anda kurang sabar….

        itu sajalah….tafsir dari pengalaman ghaib anda….semoga anda ga kapok lagi balik ke sini hehehe……

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 926 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: