Negeri Penuh Teka-teki
HASIL QUICK COUNT PILEG 2009
PERINGKAT 10 BESAR
9 April Jam 23.00 WIB
1. DEMOKRAT 20,31%
2. GOLKAR 14,86 %
3. PDIP 14, 06 %
4. PKS 7,80 %
5. PAN 6,05 %
6. PPP 5,26 %
7. PKB 5,18 %
8. GERINDRA 4,17 %
9. HANURA 3,48 %
10. PBB 1,65 %
(diambil dari berbagai sumber media elektronika, hasil akan masih berubah)
Inilah wajah paling wajar geopolitik nusantara 2009. Yang tadinya nampak sangat lantang perkasa, terbukti bagaimana? Yang tadinya terkesan lemah, dihina kini seperti apa ? Yang tadinya bagaikan PAHLAWAN KESUCIAN nasibnya seperti apa ? Yang tadinya berkoar penegak MORAL, kini terpuruk seperti apa ? Rakyat terlalu pandai untuk dibohongi, terlalu kuat untuk dizolimi, terlalu arif untuk dikibuli. Sebuah keluguan bukan pada kenaifan dan kejujuran, namun LUGU dalam KECULASAN. Dan itu bukan terjadi pada rakyat kecil yang naif, namun justru dilakukan sebagian “pembela rakyat” yang berlagak pintar. Semua partai berlomba memperbaiki bangsa. Berlomba menjadi jawara, memimpin menjadi yang terdepan. Namun semua itu, siapapun yang menang dan kalah bukanlah hal penting. Ada yang lebih utama mengatasi semua kepentingan golongan, kepentigan partai, kepentingan kelas sosial, kepentingan suku dan agama, bukan juga kepentingan mayoritas. Bukan lain yakni kepentingan bangsa, kepentingan nasional terletak di atas semua kepentingan tersebut di atas. Bangsa adalah seluruh rakyat meliputi semua agama, kepercayaan, budaya, suku, golongan, kelompok. Namun bangsa itu tetap satu, yakni Bangsa Indonesia.
JANGAN JADIKAN POLITIK sebagai PANGLIMA !!
JANGAN PULA PERALAT AGAMA sebagai SENJATA !!
Jika keduanya tetap dilakukan, niscaya kerja keras dan perjuangan semua akan sia-sia menjadi malapetaka besar menimpa bangsa tercinta.
NEGERI PENUH MISTERI
IMPERIALISME TELAH MENJAJAH SELURUH LINI
IMPERIALISME EKONOMI, IMPERIALISME IDEOLOGI
DAN IMPERIALISME RELIGI
TELAH MENANCAPKAN CAKARNYA KE TUBUH BUMI PERTIWI
LAHIRLAH IDEOLOGI YANG TERLALU “KANAN” DAN “KIRI”
“KANAN” DAN “KIRI” BUKANLAH IDEOLOGI ASLI BUMI PERTIWI
NAMUN IDEOLOGI IMPOR LUAR NEGERI
NAMUN
SANG PUSAKA MERAH PUTIH
NASIONALISME
PANCASILA
BHINEKA TUNGGAL IKKA
MENJADI PUSAKA “GAIB” YANG SAKTI
SEBAGAI ROH BAGI BUMI PERTIWI
NAFAS HIDUP DAN JIWA YANG ABADI
TIDAK HANYA MENDARAH DAGING
NAMUN SUDAH MERASUK
KE DALAM TULANG & SUNGSUM
SEBUAH PEMBELAJARAN
BERULANG-KALI TERJADI
SIAPA YANG TERLALU “KANAN”
ATAUPUN TERLALU “KIRI”
PASTI AKAN RUNTUH, HANCUR MELEBUR
MENJADI BUKTI YANG TAK BISA KITA PUNGKIRI
DAN TAK AKAN TERGOYAHKAN
DARI DULU, KINI, DAN MUNGKIN…SELAMANYA
BIARKAN ORANG TERIAK LANTANG BAGAIKAN PAHLAWAN KESIANGAN
INGIN MERUBAH INDONESIA MENJADI TERLALU “HIJAU” DAN “KANAN”
YANG LAIN INGIN MERUBAH INDONESIA MENJADI TERLALU “KIRI”
BELUM JUGA MEREKA MENYADARI,
JIKA AKAN TERJUNGKIR PASTI
OLEH KEKUATAN PUSAKA PENUH MISTERI
PELAN NAMUN PASTI
NUSANTARA KEMBALI KEPANGKUAN
IBU PERTIWI
POLUSI ASING AKAN TERREDUKSI
ANASIR BURUK AKAN TERPURUK
SEGELINTIR ORANG SOK SUCI AKAN MATI
“KUNTUL YANG BERKUCIR” AKAN NGACIR
SEBUAH LAKU PRIHATIN YANG TERAMAT PANJANG BUMI PERTIWI
HINGGA SUATU SAAT NANTI KEJAYAANNYA PASTI AKAN KEMBALI
DIPUNDAK PARA GENERASI
YANG PEDULI PADA BUMI YANG DICINTAI
SEMUA SUDAH MENJADI KODRAT ILAHI
TAK LAGI BISA DIHINDARI
SEMUA INI TERJADI
KARENA RUMUS TUHAN TELAH TERGELAR
DI JAGAD NUSANTARA YANG GUMELAR
KESADARAN NALAR TAK CUKUP MENJADI DASAR
UNTUK MEMBANGUN BANGSA YANG BESAR
DIPERLUKAN MEMAHAMI HAKEKAT DAN ESENSI
MELALUI KESADARAN TINGGI
YANG ADA DALAM RAHSA SEJATI
***















48 tanggapan kepada “Negeri Penuh Teka-teki”
henriks1819
April 10th, 2009 pada 06:55
Yth Kangmas Sabdalangit,
pemaparan mas membuat sy melompat lompat, tiba2 seperti terjadi lompatan quantum kesadaran, sebelum pemilu sempat memprediksi partai yg “kanan baget” ato “bersih banget” ini bakal menyodok …tapi ternyata benar,paham “kanan” ato “kiri” itu bukan asli bumi pertiwi…
wasalam
=============
Ya Mas Henriks…agama apapun tidak akan laku “dijual” utk meraih suara. Memang agama menjadi salah satu landasan moral, namun seyogyanya agama jangan dijadikan alat dan senjata politik. Sudah terbukti sejak dari zaman orla dan orba bahkan lebih terbukti di saat orde reformasi, siapa yg memperalat agama akan ngunduh wohing pakarti.
Rahayu
Daryono
April 10th, 2009 pada 10:50
Salam
Mas sabda apa yang mas sampaikan diatas benar adanya seharus hal ini meyadarkan para elit partai bahwa sesungguhnya rakyak tidak butuh partai yang banyak, hasil Quick count meruntuhkan kesombongan mereka, mereka yang menjatukan terbukti jatuh ,yang berkoar atas nama moral malah terkapar,hukum repositas sedang berjalan Mas,betapa carut marutnya pelakasanaan pemilu kali ini paling tidak harus menyadarkan kita bahwa rakyat terlalu pandai untuk di bohongi,kedepan kita berharap dapat terpilih pemimpin yang dapat melidungi nilai nilai luhur,tau asal asul,menghargai jasa leluhur, agar tumbuh generasi yang peduli pada IBU PERTIWI bukan Brahmana yang BUTA MATA BUTA HATI Semoga !!!!!
Untuk Mas Sabdalangit Salam sedjati
Kadar yono
Agung
April 10th, 2009 pada 14:44
Bandul pendulumnya nuswantara ini adalah PANCASILA, tidak bisa dibawa ke kanan maupun ke kiri atau bandulnya diganti dengan itu dan ini. Siapapun dan darimanapun tidak akan pernah bisa menggantikan bandulnya nuswantara ini yang dijaga oleh kekuatan gaib (kekuatan pusaka penuh misteri).
Ideologi Pancasila adalah produk asli nuswantara, hasil tirakat leluhur kita yang telah banyak berkorban untuk negara ini. Generasi saat ini hanya perlu turut menjaga, melestarikan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar apa yang dicita-citakan oleh para leluhur nuswantara bisa tercapai yaitu negara yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja sagung warga negari.
Salam sejati untuk mas sabdalangit dan saudara-2ku semua sebangsa dan setanah air.
Agung
sapto
April 11th, 2009 pada 20:15
Mas Sabda
Dari kemarin-kemarin yg menang pemilu juga bukan partai kanan lho mas. Selama orba selalu golkar, orde reformasi yg menang pdip, golkar terus demokrat.
Lalu apa yg salah Mas?
Kalaulah partai kanan teriak bersih, suci dll, mereka bukan di pemegang kekuasaan lho Mas, karena juga belum pernah menang pemilu dan sbg pemimpin kekuasaan.
Tahun 1965 sampai 2009 ini pemenang pemilu partai tengah, artinya 44 tahun pengemudi negara adalah partai tengah.
Realitas yg terjadi ???
Kita salah satunya juga menjadi salah satu negara korupsi yg hebat.
Artinya….
Tidaklah pas kalau seakan-akan kondisi negara yg seperti ini, kesalahan ditimpakan pada partai kanan yg belum terbukti berkuasa.
Mungkin permasalahannya bukan tengah atau kanan Mas, barangkali masalah mentalitas bangsa kita sendiri….
Maaf lho Mas Sabda…..
kalau sudut pandang saya agak beda…..
====================
Mas Sapto saya kira salah memahami tulisan saya mas, coba panjenengan ulang menelaah tulisan saya di atas. Saya ulang sekali lagi; “TERLALU KANAN” dan ‘TERLALU KIRI’ dan itu merupakan paham/aliran. Saya juga tidak menghubungkan kondisi moralitas bangsa sekarang dengan kedua paham tersebut maupun paham tengah ataupun partai yg berkuasa. Intinya, masyarakat pobhia dan trauma dengan peristiwa masa lalu terhadap kedua kutub yg ekstrim. Yang terlalu kanan, dikhawatirkan merubah menjadi negara agama tertentu (bisa agama apapun), dan yg terlalu kiri dikhawatirkan bangkit menjadikan negara komunis yg anti demokratis dan anti Pancasilais. Keduanya tdk cocok dgn bangsa kita yg multi etnis, multi kultur, multi agama. Diakui atau tidak kedua paham tersebut bukanlah asli bumi pertiwi.
rahayu
sapto
April 11th, 2009 pada 22:21
Yesss…..Mas
Barangkali saya terfokus prolognya. Di situ diawali hasil quick count pemilu dg susunan urutan partai tengah diikuti partai KANAN. Tidak ada partai yg terlalu kanan. Partai kanan yg bicara tentang kebersihan, tetapi tdk begitu menarik simpati.
Selepas prolog, dibahas paham terlalu kanan dan terlalu kiri.
Sehingga sepertinya ada dua pembahasan yg berbeda.
Seandainya diprolog ditampilkan bahasan DI/TII dan Komunis, barangkali ada korelasi dg analisa dibawahnya, karena mewakili paham terlalu kanan dan terlalu kiri.
Nyuwun pangapunten
Salam Hormat
===========
Lagi mas, partai yg mengatasnamakan buruh mencapai perolehan kurang dari 1 %. Mungkin krn buruh diidentikan dgn partai komunis. Sedangkan PBB masih lebih beruntung dapat kurang dari 2 %. Saya berfikir apakah karena sewaktu beberapa kali debat di TV ONE memproklamirkan akan mengisi dan menegakkan syariat islam di negara ini. Orang malah jadi pobhia. Seperti waktu dialog interaktif Metro TV, beberapa penelpon dari kalangan islam sendiri takut mencontreng partai politik “islam” karena alasannya pobhia itu tadi. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa dalam politik yg ada hanyalah KEPENTINGAN SEJATI, dan jangan bawa-bawa agama ke dalam kancah politik. Agama-agama yg ada di indonesia itu seharusnya cukup memayungi MORALITAS bangsa saja. Yang menjadi begawan ya tetap begawan, yg menjadi negarawan ya negarawan, yg menjadi politisi ya politisi. Nah sekarang sudah sulit membedakannya, ya begawan ya politisi, ya ulama ya umaro, ya negarawan ya pemrotes. Spiritual bangsa pun sudah dicakup dalam PANCASILA yg secara bijak mencakup seluruh agama yg ada di tanah air.
o ya, jadi ke Yogya mas ? sy lagi di Jogja sampai tgl 17, ditunggu mas.
Rahayu.
Salam Sejati
sapto
April 12th, 2009 pada 11:45
ya Mas, kalo saya sowan minggu habis luhur tindakan enggak ya Mas?
tomy
April 14th, 2009 pada 12:15
KEMLADEYAN NGGREPAK TUNGGAK
Berbicara tentang revolusi di negeri tercinta ini seperti berbicara tentang menghancurkan gunung batu dengan modal sebuah sekop.
Bangsa ini telah terjajah jiwanya dengan sedemikian parah, jiwa yang tergadaikan demi iming-iming kapling di Surga.
Betapa hebatnya ideologi yang ditanamkan di otak kita yang telah meracuni seluruh keberadaan hidup kita.
Kesadaran adalah remote control yang dikendalikan oleh para pemegang kekuasaan.
Kesadaran bersifat manipulatif.
Ideologi hegemonik, mengutip Karl Marx, adalah kesadaran palsu yang mengacu pada nilai-nilai moral tinggi dengan sekaligus menutup kenyataan bahwa di belakang nilai-nilai luhur itu tersembunyi kepentingan egois kelas yang berkuaasa.
Namun revolusi adalah keniscayaan, yang harus dimulai dari penyadaran dan pemberdayaan.
Perlu dilakukan kerja di bidang ideologi untuk melawan ideologi hegemonik tersebut.
Ideologi harus bersifat dialektis, yang mengakar kuat dalam kultur manusia
Bersifat dialektis berarti sanggup menyesuaikan perkembangan jaman, bebas dari belengggu ideologis yang akan disalahgunakan oleh kekuasaan sebagai dasar legitimasi dari produk-produk kekuasaan.
Mengakar kuat dalam kultur manusia berarti membangkitkan penyadaran sejati akan hakekat manusia.
Bahwa sesungguhnya manusia berasal dari unsur yang sama, berasal dari hidup yang sama. Namun tidak membuatnya terjebak dalam humanisme yang hanya akan mengkerdilkan arti kemanusiaan.
Mengakar kuat juga memiliki arti sebagai roh yang memberi kekuatan dan orientasi pada tiap gerak hidup manusia, roh yang membuat jiwa tidak dimutasi oleh status dan keadaan sosialnya.
Jangan bicara bangsa sebelum mengerti tentang manusia
sabdalangit
April 14th, 2009 pada 12:44
Ya, ideologi, politik, konstituante semua membicarakan nasib bangsa. Yang menjadi permasalahan adalah ketika ideologi, politik, konstitusi hanyalah produk dari kesadaran semu, atau kesadaran palsu.
Kesadaran palsu akan menghasilkan MIND SET yang salah kaprah. Mind set yg salah kaprah akan memproduksi kebijakan yang tidak pas/tidak matching. Hal ini diperparah dengan implementasinya yang tidak konsisten. Yang inkonsisten pun terhindar dari konsekuensi hukum. Maka yang paling urgent saat ini adalah bagaimana kita menumbuhkan KESADARAN SEJATI, yang tidak semu, dan tidak palsu. Sehingga tidak terjebak pada ideologi UTOPIS. Namun sy percaya, PANCASILA merupakan kesadaran sejati dan tertinggi milik bangsa ini. Masalahnya ada pada mind set individu-individu yg sedang berkuasa, dan yang sedang menjadi representasi rakyat. Yakni, tanpa sadar POLITIK dan KEKUASAAN sudah menjadi TUJUAN UTAMA. POLITIK sebagai PANGLIMA. Lebih berbahaya, manakala AGAMA dirubah menjadi SENJATA. Senjata untuk mewujudkan KEPENTINGAN pribadi dan golongan, dan senjata utk mengalahkan LAWAN. Kepentingan kelompok diklaim sebagai SUARA TUHAN. Agama dijual utk meraup suara banyak, dengan tampil bagai pahlawan pembela TUHAN. Padahal…TUHAN TERAMAT MAHA KUASA, tak butuh PEMBELAAN secuilpun dari MANUSIA yang lemah segalanya.
tomy
April 14th, 2009 pada 13:11
Agama & Budaya adalah senjata yang paling amouh bagi Sang Jendral
ditangannya Iman menjadi tipu muslihat bagi kesadaran
dan seni memainkan perannya membangun imajinasi bentuk2 mental
Yang-Tak-Terbayangkan dikonstruksi dalam pahatan
Yang-Tak-Termaknai menjadi baris2 puisi
Yang Maha Misteri disiasati dalam simbol2 fasis
“You have the potential to dominate, rule & subdue the whole earth”, kotbah pendeta di seminar para pengusaha
“Berbahagialah orang miskin karena merekalah empunya Kerajaan Allah”, saat di mimbar kampung, jemaat buruh & kuli panggul
Jadi sudahkah agama membebaskan?
penerimaan takdir bagi yang satu
sedang bagi yang lain legalisasi nafsu
……..atau memang itu arti ‘Pembebasan’?………
tomy
April 14th, 2009 pada 13:15
komoditi adalah produk kerja sosial yang dipersiapkan untuk pertukaran oleh produsennya dan tidak untuk dikonsumsi oleh produsen.
Pengertian ini telah berkembang jauh ketika ‘nilai lebih’ diambil dari tenaga kerja manusia.
Manusia telah menjadi komoditi
Menjadi asset yang sangat berharga dan karenanya harus diperebutkan.
Lahirlah dongeng tentang asa dan damba
Sebuah maha karya sastra bernama ‘Surga”
Seorang pendeta yang juga konsultan pengembangan SDM berkata kepadaku
“Janganlah kau bekerja hanya untuk menumpuk kekayaan di dunia saja. Bekerjalah juga demi Kerajaan Surga. Tumpuklah hartamu disana”
“ah…borjuasi,” sergahku, “ sampai ke akhiratpun terus mencari riba”
Tak aneh akhirnya ketika ‘Santa Maria’ jadi penyulut meriam dan ‘Allahu Akbar’ meluluhlantakkan kemanusiaan
Lho…lalu aku ini budak kepentingan siapa?
Dear All
April 14th, 2009 pada 13:59
Allah jadikan kekasihNya karena datang dengan Cinta
Allah jadikan hambaNya karena datang dengan Pengabdian
Allah jadikan budakNya karena datang denga ketakutan
herjuno76
April 14th, 2009 pada 15:42
YANG JELAS SAYA KOK RADA CUWO, ABIS MANUK RAJAWALIKU CUMA DAPAT 4% NAN, TAPI MUDAH MUDAHAN PAS PILPRES ADA KEAJAIBAN
herjuno76
April 14th, 2009 pada 15:44
Mas sabda mbotohi sopo?
Mas Tomy mbotohi spo?
Ayoooo ditulis ben rada gayeng…:D
sabdalangit
April 14th, 2009 pada 15:57
Hehe..panjenengan rada gelo ya Ki jagone nggak menang. Btw semua ini baru permulaan kok, semua masih ada kesempatan. Cuman kesannya saat ini elit politik dan elit partai pada bersikap latah. Anut grubyuk. Dan terkesan seperti barisan kecewa. Hal itu bisa menjadi boomerang, dan yg beruntung nantinya SBY lagi. Siapa nabur angin akan menuai badai. Harusnya NGONO YO NGONO NING OJO NGONO. Kalau mau mengalahkan SBY bukan melalui jalan dikonfrontir, menyerang, tapi melalui jalan “dipangku”. Krn SBY itu sudah dapat modal KABEGJAN, selama ia memimpin mendapat musibah beruntun menimpa negeri ini. Namun musibah itu menjadi berkah. Karena apa ? SBY lebih banyak diam saja setiap dihujat orang atau lawan politiknya. Pokoke ditrimak-trimakke gitu. Kalau diri kita trima lha sing momong ra trima.
Semakin dijepit banyak pemain politik dan elit parpol, SBY malah akan mulus menapaki kursi presiden.
Silahkan ditunggu buktinya…
broto wiryono
Mei 29th, 2009 pada 09:28
Sedulur…., sedulurku kabeh….
Ora bintang biru, ora garuda, ora moncong putih, ora ringin kuning, srengenge abang/biru lsp. kabeh kui mung mburu kepentingane dewe-dewe, tangeh lamun yen bakal eling marang kawula alit…., buktine nalika moncong putih kasil menduduki RI SATU apa ana upayane menguak tabis misteri PRASTAWA 27 JULI?
====
Kula namung nengga COKRO MANGGILINGAN, Dimas. Tidak selamanya roda berputar itu di atas, ada kalanya di bawah.
Kurang bejane ora nganti rampung periode 2009-2014 ana lan akeh rubeda, amarga tambah akeh kalangan madya – sudra papa, tambah rekasa. Kamangka manawa kui ana kaitane urusan bab weteng luwe, sanadyan pati ora wedi……. Nah iki sing bakal nggegilani…..
Sing eling lan waspada wae ngger…..
Pamuji Rahaju, andum slamet, widada kalis ing sambekolo.
kangBoed
April 14th, 2009 pada 17:51
hehehe…. Kang Mas Sabda Langit yang baik… terpancing yayaya sama ki Ngabehi hehehe… akhirnya dibuka rahasia alam ghaib…. tapi sekarang agak sedikit kondor eeeeeh kendor maaas….. katanya beliau entu ada sedikit melanggar hehehe…. harusnya diamnya berkelanjutan….. weleh weleeeeeeh ngomong apaan yaaaa dasaaaar ngawuuuuur….. hehehe…. pokonya siapa saja ya biarin aja dah… karena memang masih akan sulit dan lebih sulit lagi….. ampuuun daaaah…
Salam Sayang poro sedulurku
sabdalangit
April 14th, 2009 pada 20:36
Iyaa..hehe gara-gara Ki Ngabehi nih, sy jadi terpancing ngomong.
Btw dimas Boed hayangna mah nyontreng eta…nu..di jalan martadinata tea. AMTA atau sekretaris & manajemen nyak, di na payeun kejaksaan geuning ? ti handap mah sa teu acanna FO heritage belah kanan. ..hehe
kangBoed
April 14th, 2009 pada 23:35
weleh weleeeeh…. tahu saja barang bagus yaaaa… kualitas eksport… hahahaha….. masa lalu atuh ieu mah… hehehe…
Salam Sayang Kang Mas Sabda Langit
Wolo Wolo Kuwato
April 15th, 2009 pada 02:23
KENAPA kita selalu mempertentangkan partai politik, kiri,kanan, nasionalis. kenapa kita selalu mempertentangkan paham politik demokrasi,komunis, sosialis dll. bahkan banyak yg mengagung-agungkan demokrasi untuk menyelesikan permasalahan bangsa ini, tapi bagimana hasilnya? indonesia dikatakan sebagai salah satu negara demokrasi terbesar tapi apakah ini membawa kesejahteraan bagi rakyat. kalo dilihat dari sejarah demokrasi berasal dari barat. nenek moyang kita ngak kenal paham demokrasi. tetapi kita bisa melihat kejayaannya seperti kerjaan majapahit,sriwijaya, mataram dll. kenapa kita tidak kembali ke paham lama tentang kekuasaan seperti DOKTRIN “KEAGUNGBINATARAAN” yang terbukti manjur.bahwa kekuasaan merupakan ungkapan kekuatan rohani(gaib) yg ada di belakang kejadian indrawi. sumber dasar, adikodrati, ilahi,alam semesta.penguasa, seorang raja, berhasil menyedot sebagian kekuatan itu.maka ia diliputi suasana adiduniawi,angker,barangkali sakti. ia melebihi manusia biasa, punya keunggulan,karena kekuatan dan kekuasaannya adalah kekuatan dan kekuasaan alam semesta.
sabdalangit
April 15th, 2009 pada 03:50
wah belum tidur Mas Wolo…
Sepertinya menarik ya kalau ingat kejayaan waktu lampau. Sepertinya kelak negeri ini akan adil makmur seiring dgn kembalinya fungsi kearifan lokal, tradisi, budaya setempat, dan banyak kerajaan-kerajaan di seantero negeri akan hidup lagi buat menjalankan fungsi cagar budaya, cagar local wisdom, dan cagar moralitas bangsa. Sehingga akan memperkuat akar kebangsaan. Apapun partainya asal memiliki komitmen nasionalisme kebangsaan, populis, tidak primordial dan cerdas.
tomy
April 15th, 2009 pada 08:08
Hehehe saya kok sama dengan Mas Herjuno mbotohi Garudha. sayang perolehannya sedikit.
Bukan apa2 hanya tertarik sama visi misinya.


Sekedar OOT saat ritualan di pesisir Demak dari tengah laut muncul gambaran Garudha & dapat dawuh untuk mencari Widodo yaitu orang yang memiliki Garudha di dada. Boleh jadi ini hanya sekedar bahasa kias, tapi kebetulan visi misi partai Garudha kok cocok sama saya *tidak ada hubungannya dengan ritual tsb*.
Tentang SBY saya punya catatan sendiri yang berbeda dengan Mas Sabda *ngapunten nggih Mas*
Saya pernah bertemu dengan spiritualis tim sukses SBY, para spiritualis saat itu ikut menyukseskan SBY jadi presiden asal dengan beberapa syarat yang salah satunya tidak boleh menerima bantuan dari Amerika. Syarat yang lain tidak berani saya angkat disini karena nanti jadi fitnah
Bila syarat 2 tsb tidak dipenuhi dalam hitungan bulan pemerintahan SBY akan terjadi bencana besar yang melanda negeri. Itu semua katanya kaum spiritualis tsb
Yang pasti dalam Pilpres nanti saya masih bingung mau milih siapa karena dari ketokohannya para Balon kok belum ada yang pas. Penilaian saya subyektif kalo Mega Sultan akan mengulang sejarah Bung Karno dengan HB IX atau jaman Tribuana Tunggadewi, Kalo Prabowo visi misinya kuat & punya ketegasan mengulang Bung Karno atau Pak Harto, kalo SBY … nggak deh
Nuwun sewu ini sekali lagi hanya penilaian subyektif tidak saya suluh pakai trawangan
Ngabehi
April 15th, 2009 pada 08:15
Ki, entah kenapa Mas Bowo selalu menarik hati saya, dan doa restu saya sudah terlanjur buat beliau he he he. Beliau itu sasmitaning alam Ki, wong lola, tanpa kadang tanpo rowang, bocah yatim. Pergi ke TPS sendirian, sering menangis kalu pas menyendiri dan merenung di pembaringan, persis nusantara ini yang kebingungan seperti bocah lola.
pengembarajiwa
April 15th, 2009 pada 08:19
Hmm……. Begitulah Hidup ini.
Entah kenapa…???
Sepertinya ada sesuatu yang selalu muncul pada Memory Internal di diri saya, bahwa pada waktu kemudian Hari setelah Pemilu Tahun ini, tidak akan ada lagi Pemilu dan terganti kepada System yang saya sendiri masih belum mengerti….
Entahlah……..
Semuanya Rahasia Allah semata.
wong alus
April 15th, 2009 pada 09:35
Partai Pemilu pemenang pemilu? Ideologi kiri kanan atas bawah? Negeri ini penuh misteri? Hmmmm… Eman, umur entek gawe mikir tuhan eh hantu2 palsu gitu hehehe
Sabdalangit
April 15th, 2009 pada 10:22
Pemilu Legislatif kali ini sudah makan tumbal 2 org Caleg gagal wafat krn stress. Beberapa sdh gila dan hampir 300 org akan menyusul menghuni RSJ.
Mdh2n tdk tjd pd capress yg gagal. Amin
djakalinglung
April 15th, 2009 pada 12:41
Assalamu’alaikum Wr wb,
Semoga semua dalam berkah-Nya, Mas Sabda terlepas dari semua kegiatan dan hasil pemilu, Kayaknya yg jelas utang negara ini makinan bengkak apakah orang-orang itu pada mikirin bayarnya ?, Trus seumpama rakyat hasil pemilu tetep ndak puas dan bisa mungkin terjadi revolusi terbentuknya negara baru, apa ya utangnya negara yg dulu lunas ya??…
Makasih
Wassalammu’alaikum Wr, Wb
=============
Mas Djaka, utang Indonesia yg sedemikian besar, kalau dipukul rata kita semua seluruh WNI sama saja menanggung utang Rp. 15.000.000 per kepala. Bahkan bayi lahir procot sdh dibebani utang 15 juta rupiah.
Seureum euy
Dear All
April 15th, 2009 pada 14:45
hehehe…
yang mengatakan pemilu kmaren adalah yang terburuk kan nyang perolehan suaranya sedikit. dan masih kekanakan.. main ‘jothakan’ ala koalisi.
heraaan deh! dah pada bangkotan gitu masih saja kerdil jiwanya.
nama partai di masyarakat makin tidak populer karena petingkahnya elit partai seperti anak-anak badung… hehehe panas emang suasananya.
banyak yang ‘ngoceh’ sana-sini sampai nggak sadar kalo tingkahnya seperti ‘badut’, sedangkan badut sendiri pandai memanfaatkan ketololannya untuk menyenangkan orang lain buat cari uang.
Tunggu saja kapan sadarnya si badut-badut… kalau dah nyadar kalo dah jadi badut.. bukanlah badut lagi.
Kita tunggu saja siapa capres dan gak usah tergantung dari partai mana atau independent yang muncul nanti sambil nonton polah tingkah timplak timplung bocah-bocah gajah nan lucu menjijikkan hihihi… toh lama-lama juga kagak dianggep orang penting ma rakyat karna yang dikerjakan juga bukan hal yang penting-penting.
kalau elit silit partai emang gak bisa saling kerjasama untuk memajukan bangsa dan negara ya.. bukan orang yang berguna bagi rakyatnya. kasih saja makan secukupnya dan kerja sepantasnya saja atas nama kemanusiaan.
kata hati jangan dipaksa yah! kalo nggak suka ya.. gak usah milih OC?
sabdalangit
April 15th, 2009 pada 16:24
Kita nonton barisan gela-gelo :
siji loro siji loro
barisan gela-gelo
Lah yaiku barisane wong sing pada gela….
rame-rame koalisi…jarene demi bumi pertiwi
wong-wong tuwa jarene mbelani negara
apa merga jalaran saka kuciwa ???
Muga-muga raga jiwane ora lara
isih kelingan rakyat sing pada nelangsa
aja mbujung ngejar kursi kuwasa !
Padha elinga karo sing Maha Kuwasa
yen ra manut ben kualat disembur ula !
mbuh lah
sapto
April 15th, 2009 pada 20:27
Waduuuh….:-)
Siapa tho yang nggak koalisi…???
Yang menang pun njalin koalisi.
Yang kalah njalin koalisi.
Karena kemenangan yg ada masihlah semu.
Karena kekalahan yg ada juga masihlah semu.
Yahh…..
koalisi yg berseberangan adalah bagus.
Karena disitu akan terjadi tarik ulur.
Akan terjadi kesetimbangan.
Semoga…
Kutub koalisi yg dianggap kalah tetap bisa jernih menyuarakan keseimbangan.
Kutub koalisi yg menang juga jernih dalam menyuarakan yg benar.
Tidak karena khawatir, tidak dapat jatah kue di pemerintahan.
Salam guyub rukun
hadi wirojati
April 15th, 2009 pada 21:11
hehehe…. rame rame membahas dagelan praja… ya kangmas lan para sedulur…, embuh jarene kanggo mbela negara lan bangsa.. nanging sakjeroning niat yo gur mbela kuwasa dhewe mumpung … sebab sedela maneh bakal robah sakabehing tatanan… dengan datangnya sang semburat brang wetan…(SP) sing bakal madangi jagad nuswantara….,guyup rukun saiyeg saekapraya mbangun nuswantara warisan leluhur kang luhur kukuse dhawa kuncarane padhang jagade mangambar ambar ganda arume mbledek saindenging bawana… ngamin.
rahayu..
salam sejati
Edy
April 16th, 2009 pada 01:46
nek wis pancen lakone negoro lagi ribet, yo ribet wae, awake dhewe sing kelingan mung iso ngelingke sing ra kelingan, sing mesake sing nonton, ono sing melu-melu ndadi melu-melu ra kelingan, koyo nonton dangdutan ^_^
tomy
April 16th, 2009 pada 08:21
wus angancik arga sad indriya
nandhang duhkita Risang Sungkawa (ibu Pertiwi)
amulat sakehing punggawa praja
dalasan para pandhita
tan bisa bangkit pinilih kinarya tuladha
OBAR-ABIR CLERET
broto wiryono
Mei 29th, 2009 pada 09:03
Rakyat sudah jenuh ini terlukiskan pileg kemaren ada contoh konkrit di sekitar saya Dimas Sabda, demikian:
1. Ada 2 caleg dari salah satu partai yang mencalonkan diri untuk DPR Tk II, masing2 memberi bantuan untuk pengerasan jalan. Warga berembug akhirnya suara dibagi untuk 2 caleg atas kesepakatan kampung.
2. Ada lagi kampung lain yang lebih unik: untuk DPR TK II suara diberikan untuk parta A dengan nyontreng caleg no sekian; untuk DPR TK I suara diberikan partai B dengan nyontreng caleg no sekian; dan untuk DPR RI dengan nyontreng caleg no sekian; untuk DPD nihil berarti warga bebas memilih. Walhasil kas kampung bertambah dari ketiga Caleg tersebut.
Itulah yang terjadi, sehingga setelah terpilih merekapun tdk memikirkan rakyat melainkan “golek balen ragad” kemaren ketika njago.
Negeri semakin carut marut tak pernah lagi terdengar apa itu Pancasila dan UUD 45. Setelah Bung Karno DILENGSERKAN, beralih ke pem Orba, Pancasila hanyalah sebagai mesin penggilas lawan politiknya; stelah orde reformasi UUD 45 di amandemen, Pancasila tak pernah ada gaungnya.
Semestinya ada Dekrit Presiden lagi, dan Pancasila benar2 dihayati, direfleksikan dalam kehidupan bernegara.
Kepada rekan-rekan yang masih peduli dengan nasionalisme silahkan bergabung di pergerakan kebangsaan (www.pergerakankebangsaan.org)
Pamuji Rahayu !!!
gagak seta
Juni 23rd, 2009 pada 12:21
Negara indonesia telah memiliki dasar pandangan hidup yang telah tertanam dalam sanubari tiap rakyat. Hanya perlu kembali membangkitkan apa yang telah dimulai oleh para pejuang kemerdekaan. Kobarkan kembali semangat perjuangan dengan dasar nilai pandangan hidup bangsa. Dengan mengembalikan tujuan pemerintah kembali untuk rakyat demi rakyat bagi rakyat tanpa ada penyimpangan ideologi. Bila semua tujuan pemerintah dikembalikan dan disatukan untuk kesejahteraan rakyat maka takkan ada ‘penyimpangan’yang dilakukan pemerintah. Rakyat mengerti siapa yang benar2 memihak dan siapa yang berkedok
memahami kembali indonesia sebagai negara yang majemuk. membangkitkan semangat nasionalisme dengan memahami nilai dasar negara. mari kita satukan tekad demi mencapai kejayaan nusantara.
salam hormat
salam sejati
Aji Saka
Maret 30th, 2010 pada 20:16
STRATEGI BINTANG – AJARAN SEJATI PERTIWI – DESAIN AGUNG BANGSA INDONESIA YANG AMAT-AMAT SANGAT FUNDAMENTAL http://www.facebook.com/pages/STRATEGI-BINTANG-AJARAN-SEJATI-PERTIWI/107932735896706?ref=ts
murid
Mei 12th, 2010 pada 15:41
mau komentari beberapa partai….
PKS… dari bergaul dgn mereka, PKS tidak bertujuan menjadikan Indonesia negara Islam, tapi negara yg Islami (berakhlak baik). Mungkin banyak yg belum tau bahwa PKS terbuka non muslim (dlm artian menjadi pengurus). tidak tergantung pada figur alias sistem kepartaian berjalan dgn baik. loyalitas tinggi, memang kaku dalam beragama tapi tidak keras, berbeda dgn hizbut tahrir yg memang tujuan utamanya mendirikan kekhalifahan dan keras.
PAN…. dari partainya mahasiswa (termasuk saya) di tahun 99 sampai sekarang menjadi partainya para artis…..& kehilangan jati diri…
Gerindra…. nice vision dari sang bos, tapi heran jg kenapa perolehannya tidak banyak. berbeda dgn demokrat, gerindra masih terlalu lekat dgn sosok prabowo. mudah2an kedepan visi dr prabowo benar2 terlaksana.
tapi ….. sebaik2nya partai tetap saja isinya politikus dimana yg ada hanya “kepentingan”.
jadi….. golput deh, sampai ada partai yg penggerak2nya benar2 negarawan sejati seperti bung hatta.
SantriGendeng
Mei 12th, 2010 pada 21:27
Yth mas sabda.
dan saudara semua yg saya hormati.
setengah jam seblm saya nulis ini, ada pelajaran yg amat berharga bg diri saya pribadi dan itu kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri.
utk kuambil hikmah dr semua peristiwa itu.
kebetulan td saya berhenti di pom bensin ,utk mengisi bensin.
di depan saya ada laki -laki berjenggot panjang dgn pakaian congkrang. berdebat dgn pegawai pom bensin.
kata ; org berjenggot, haram kamu nginang [ tembakau yg di kunyah dgn air gamping, tp tanpa suroh]
lalu terjdilah perdebatan sengit,
lalu sayapun pulang, sampai rumah saya lihat di tembok. ada tulisan ;
BISMILLAHHIRROHMANNIRROHIM, lalu , sejenak ku fahami ,apa makna dr MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG, ternyata ;
hal ini meliputi seluruh mahluk cipta,annya tak terkecuali dr GAJAH sampai ULAR dan SEMUT,
MAHA BESAR TUHAN TANPA BATAS. atas kasih dan sayangnya tuk segala mahluk cipta,annya, meski kadang di pakai MAHLUKnya sendiri utk membenci sesama, dgn cara menghakimi mahluk lain.[ BAK TUHAN]
mudah 2han bangsa indonesia tercinta dgn penduduk 270 juta jiwa mungkin lebih, yg mayoritas mengaku muslim, bisa dan mampu mengemban d menjaga persatuan dan kesatuan antar umat , baik yg se agama / yg lain agama , sehingga terciptalah kedamaian di bumi pertiwi yg amat kita cintai ini. mengingat kebesaran TUHAN YG MAHA PENGASIH LAGI PENYAYANG bg setiap insan,
kita singkirkan penyakit hati kita, yaitu pendektean oleh dogma -dogma agama, yg bukan surga kita dpt tpi jahanam yg menunggu, karna permusuhan .
mudah-mudahan kita jd bangsa yg DEWASA yg di sertai ILING dan WASPADA.
jika ada kata 2 saya yg kurang berkenan di hati saudara 2,semua mohon ma,af yg sebesar -besarnya.
salam rahayu.
otoyyy nu-life
Mei 17th, 2010 pada 14:37
maaf mas catatannya saya copy di catatan profil facebook saya, heheheeeeee .
thank
Azis
Agustus 4th, 2010 pada 14:49
Ma’af Mas,..kenapa Tulisanya,..dbentuk seperti keris??
Kang Sukma
November 16th, 2010 pada 10:24
Luar biasa , saya suka dengan artikel yang kaya akan data-data penunjang dan sarat akan pesan . Kerja keras dan terus maju Gan ! Bravo !
Masif
Januari 6th, 2011 pada 08:58
sabar…sabar….sabar…
nek wis tiba mangsane
ora ana kang bisa mungkir saka janjine
sapa lugu di pangku ibu pertiwi
kayoman omah glugu ruyung
nuju sampurnane jagat nusantara
kawiwitan awake dewe
gusti ora sare
gusti eman, gumantung emane marang awake dewe
Samuel
Januari 29th, 2011 pada 17:47
keren brow…….dapet inspirasi darimana…???
darmogandul gondalgandul anune !?
April 26th, 2011 pada 17:58
Dari zaman Orba sampai hari ini(Reformasi) siapapun partai yang menang yang kuasa tetap negeri berOtak Otak Maling ! rakyat tetap sengsara/ditipu melulu
Mau partai kanan/kiri/tengah/embel2 agama, penyelenggara negara berOtakMaling !
Ya politikus,polisi,jaksa,hakim,pengacara,eksekutif nya Maling!
Ber Tuhan apabila sedang berdoa, kalau pas ga berdoa kembali jadi Otak Maling !
Pantas dihantam azab bencana terus menerus !!
rizal
Oktober 20th, 2011 pada 04:02
Bagus sekali Mas,mohon ijin apakah bisa di copy di blog saya:
mangerot.multiply.com
sebuah renungan yang sangat bagus
saya sedih membaca tulisan ini
mempunyai pemimpin dan pejabat yang korup yang tidak peduli rakyat kecil
terimakasih,semoga tidak berkeberatan.
salam kenal
Jagad SJ
Februari 14th, 2012 pada 23:44
sudah menjelang… sedulur..
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 11th, 2012 pada 21:07
“Khalifah al Mahdi dan Nabi Isa as atau Yesus Kristus. Jadi orangnya ada 3. Hanya saja urutan kemunculannya adalah sebagai berikut Khalifah al Mahdi dari tanah Jawa di Nusantara, disusul Imam Mahdi dari Jazirah Arabia.”
Tanggapan:
Anda bermaksud mengatakan bahwa diri anda adalah pemuda bani tamim. Jadi ada tiga orang yaitu Pemuda bani tamim, Nabi Isa, dan Imam Mahdi. Ya, memang betul ada tiga orang, tapi Anda tidak ada dalam satupun dari ketiga orang itu.
Pemuda bani tamim: Dicirikan dari keturunan suku keturunan israel yang diusir arab, berarti suku pathan afganistan, yang dulu disebut khurasan. juga memakai jubah qutwani, yang memang pakaian mereka. (referensi: hadist nabi)
Nabi Isa: Dicirikan dari lahir di pertemuan tiga arus laut, dan itu bukanlah indonesia tapi cuma satu pojok wilayah yaitu Semenanjung Melayu. (referensi: nostradamus, uga wangsit siliwangi, jangka jayabaya wijil, dan jangka jayabaya yogya)
Imam Mahdi: Berciri sama dengan pemuda bani tamim, karena berasal dari daerah sama, cuma bedanya Imam Mahdi berasal dari Ar-Raiyn, yaitu Iran sekarang. (referensi: hadist nabi).
“Yesus Kristus atau Nabi Isa as yang kemudian akan membunuh Dajjal si rajanya Yahudi.”
Tanggapan:
Jesus dan Dajjal tak akan saling perang seperti pandangan Islam. Karena Dajjal adalah isi luar Jesus, sedang isi dalam Jesus adalah Shiva (itu sebabnya Jesus didampingi Batara Manikmaya dan Batara Narada). Dajjal disebut Bhairava yaitu kendaraan Jesus untuk menguasai dunia.
“Dajjal bisa pergi kemana-mana kecuali Mekkah dan Madinah.”
Tanggapan: Memangnya siapa yang mau kesana? Tujuan kami cuma Jerusalem, pusat Israel.
“Bani Israel bangsa yang dilebihkan atas segala umat tapi dikutuk Tuhan.”
Tanggapan:
Tidak ada yang mengutuk Israel kecuali umat muslim itu sendiri. Israel memang dilebihkan Tuhan karena ia membawa kode genetik Atlantis, dimana suku Israel adalah nenekmoyang orang Jawa. Menjadi seorang Israel bukan berarti menjadi seorang Yahudi, karena Yahudi cuma agama lama peninggalan Nabi Musa, yang kelak tak akan ada lagi karena berganti dengan Kristen. TUHAN YANG SEBENARNYA SANGAT KASIH TERHADAP SUKU ISRAEL SEHINGGA BUKANNYA DIMUSNAHKAN, JUSTRU DIKIRIM NABI BERKALI-KALI, BAHKAN DIBERI WILAYAH BESAR DI NUSANTARA.
“Khalifah al Mahdi atau Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu atau Satrio Piningit ke 7 Ronggowarsito akan menggantikan Satrio Boyong Pambukaning Gapura yaitu Presiden RI saat ini tidak melalui pemilu, tetapi melalui proses goro-goro.”
Tanggapan:
Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, berarti satria yang memegang wahyu ya, tapi darimana wahyu Anda, sedangkan wanita Anda memberi seluruh wahyu pada saya. Mau naik dengan cara apa? Bisa dikatakan Anda sudah kalah. Saya rasa setelah bumi kacaubalau, anda cuma ngumpet dirumah Anda, karena itu yang saya lihat.
“Tuduhan karena adanya orang melarang merayakan Natal di Aceh menjadi penyebab terjadinya gempa dan tsunami di Aceh pada Minggu 26 Desember 2004 yang lalu jelas ngawur dan tidak berdasar. Pergerakan yang cepat dari dasar laut yang panjangnya sekitar 1200 km di jalur tumbukan ini seperti pisau yang sedang membelah sesuatu. Helicopter di amerika jatuh saat sedang memasang pohon natal, jika anda perhatikan ekornya tampak seperti digergaji.”
Tanggapan:
Video heli jatuh menunjukkan heli jatuh karena belitan kabel baru kemudan ekor itu patah.
Ada banyak faktor terjadinya gempa aceh, konyol jika cuma karena alasan natal. Yang jelas saat itu umat kristen yang dilarang merayakan natal itu lalu naik ke bukit dan merayakannya diatas bukit, sehingga mereka menjadi selamat dibandingkan seluruh melaboh yang menjadi lautan.
Seperti halnya tidak ada pisau raksasa yang menggergaji ekor heli, begitupula tidak ada pisau yang menghujam bumi sehingga tumbukan lempeng menjadi mirip tusukan pisau. berhentilah berkhayal.
Khalifah cuma ada di afganistan, bukan di indonesia. indonesia akan menjadi kebangkitan jesus. sedang kebangkitan imam mahdi terjadi di afganistan (khurasan).
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 11th, 2012 pada 21:10
Berikut ini saya tuturkan ilmu-ilmu yang dikuasai para capres gadungan dan seorang capres asli saat ini:
Ilmu tak berwujud membawa karakter kosong dari kehendak nafsu, lalu diisi kehendak dewa, lalu digunakan untuk meniru ilmu yang menjadi target.
Kelebihan: Cepat dan praktis.
Kekurangan: Lebih lemah dari ilmu asli yang ditirunya.
Ilmu Raja khodam, dikuasai banyak pendekar diantaranya Ratu Adil. Ratu Adil menguasai Raja Ulat, Raja Harimau, dan raja ilmu yaitu Nabi Khidir. Ilmu raja asmak nabi khidir bisa mengalahkan ilmu mahaguru khodam manapun, bahkan ilmu yang lebih tinggi dari ilmu mahaguru khodam seperti Ilmu Ravirontek. Salahsatu pemberian Nabi Khidir pada Ratu Adil adalah ilmu Kelelawar Sakti.
Ilmu Raja Khodam Harimau diterima Ratu Adil dari Prabu Siliwangi III. Saat itu Ratu Adil sedang tidur lalu terdengar suara, “malam ini kamu kuwariskan seluruhnya Ilmu Harimau Putih”, lalu Ratu Adil pun terkejut dan bangun mendapati tubuhnya seperti mendapat alur energy baru.
Terakhirkalinya Ratu Adil diberi oleh Raja Ulat satu ilmu yang bernama Ilmu Ulat Sutra. Saat itu Ratu Adil sedang tidur lalu tangannya dipegang oleh suatu tangan yang lembut tapi berambut keras dan jarang seperti ulat. Raja Ulat berbaikan dengan Ratu Adil dan Ratu Adil pun diberi ilmunya.
Ilmu Mahaguru khodam Arab menggunakan jin-jin dari Negeri Arab dan Irak, umumnya Irak. Lalu digunakan untuk merangkai berbagai ilmu yang sudah ada sebelumnya dari daerah lain. Ilmu ini lebih berkembang di nusantara daripada Arab dikarenakan akulturasi antara Islam dan budaya lokal.
Kelebihan: Tampak mengerikan bagi lawan karena selalu membawa banyak prewangan, sehingga mendatangkan energy bagi si pengguna ilmu.
Kekurangan: Lemah dalam menghadapi ilmu yang sudah menetap pada diri seseorang yang tak menggunakan jin.
Ilmu Mahaguru khodam Nusantara menarik seluruh daya dan ilmu yang tersedia oleh satu sosok yang disebut Batara Karang, atau lainnya sejenis beliau. Saya ketemunya Batara Karang maka beliaulah yang menjadi guru saya. Untungnya saya belajar buddhism sehingga efek membatu tidak terkena pada saya.
Ilmu Satujuta Gatotkaca dikuasai satu orang saja didunia ini, yaitu Ratu Adil. Ilmu ini tak sama dengan ilmu bolosewu yang memakai prewangan halus. Ilmu Satujuta Gatotkaca merupakan barisan dewa-dewi surga itu sendiri yang mengikuti Shiva yang sedang berperan sebagai Ratu Adil di dunia.
Jadi bisa dikatakan bolosewu itu isinya adalah pemimpin-pemimpin jin, sedang Satujuta Gatotkaca adalah para dewa-dewi yang jumlahnya jutaan itu mampu ditampung seluruhnya dalam tubuh Ratu Adil yang berwawasan kosmos.
10.000.000 Buddha Menghadap Shakyamunibuddha adalah level terakhir dari Kungfu Tapak Buddha Es Api. Saya tak akan bercerita tentang ilmu ini karena akan menghadirkan angan-angan yang tidak perlu.
Ilmu Satujuta Gatotkaca itu meski tak dipanggil tapi ia selalu ada dan menjelma. Tiba-tiba pernah saya berubah menjadi sosok yang tak pernah saya jalani dengan kekuatan yang hebat. Saya pun terkaget-kaget, “wah kok bisa begini ya.” Setelah sekali itu lama-lama saya pun jadi hafal jenis-jenis dewa yang muncul, dan saya jadi terlatih dalam memanggilnya.
Ki Agung Gledek Sayuto
Mei 11th, 2012 pada 21:11
Hancurkan semua musuh-musuh kafir. Saya pemimpinmu ada disini.