NPWP !!! Mudah & Gratis
Apabila anda berencana ke Luar Negeri, hati-hati jangan sampai tidak memiliki NPWP. Apabila anda tidak memiliki NPWP siap-siap membayar fiskal Rp. 2,5 juta per orang. Nah, bandingkan apabila anda memiliki NPWP, kewajiban fiskal anda menjadi Rp. 0,- . Oleh karena perbandingannya menurut logika saya sangat signifikan untuk penghematan duit bagi yg belum memiliki sebaiknya anda saat ini mengurus NPWP, cukup NPWP PRIBADI. Toh sebentar lagi NPWP harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Karena ID keWNIan akan menjadi satu ID yang disertai NPWP. Apalagi dalam program pemutihan NPWP ini tidak diperlukan memiliki Akte Badan Usaha , bahkan tidak perlu punya HO dan SIUP terlebih dulu. Kali ini caranya sangat mudah, sebagai berikut ini;
1. Jika KTP anda status pekerjaan WIRASWASTA dapat mengajukan permohonan NPWP badan usaha. Jika tidak, berarti masuk NPWP perseorangan/pribadi. Ini tidak masalah ! Yang penting punya NPWP.
2. Siapkan copy KTP anda cukup 1 lembar, bawa ke kantor pajak di mana anda berdomisili.
3. Sebelum datang ke kantor pajak hendaknya telpon dulu ke kantor pajak tersebut, tanyakan apakah mengeluarkan kartu elektrik (semacam kartu ATM) atau tidak. Perhatikan dengan benar, karena tidak semua kantor pajak mengeluarkan atau dapat melayani pemutihan NPWP ini.
4. Jika anda mendaftar NPWP di mal-mal, NPWP anda tidak bisa langsung on line. Alias anda harus kerja dua kali, pergi ke kantor pajak melakukan VALIDASI/aktivasi. Jadi musti ngantri lagi.
5. Perhatikan; mengurus NPWP saat ini gratis 100%. Di proses dalam waktu CUKUP 24 jam. Tapi bisa saja hanya perlu waktu antara 30 menit - 2 jam sudah beres. Tergantung banyaknya masyarakat yg mengajukan aplikasi. Tapi jangan salah, 24 jam adalah hitungan waktu kerja, alias 3 hari :)
6. Oh ya, bagi yang mengisi aplikasi NPWP untuk jenis badan usaha, jangan lupa menyiapkan materai Rp. 6000,-. Bagi yg mengaplikasi NPWP pribadi tidak perlu meterai
Monggo segera manfaatkan kesempatan mudah mendapat NPWP dalam program pemutihan NPWP; karena di tahun 2009 ke depan NPWP sangat bermanfaat sekali bukan untuk negara saja, tetapi untuk semua warga karena antara lain bermanfaat mempermudah segala urusan fiskal anda.
Semoga bermanfaat
sabdalangit’s web















9 tanggapan kepada “NPWP !!! Mudah & Gratis”
yang kung
Januari 23rd, 2009 pada 21:13
Matur nuwun Kang Mas,sangat jelas infonya.
Mugi pasederekan kita tetep langgeng,teguh rahayu & sehat.
Salam kangen selalu.
AAs
Mei 23rd, 2010 pada 11:06
Thank mas atas infonya ? smoga Allah membalas kebaikan mas Sabdo Langit. Amin
carikanboys
November 7th, 2010 pada 04:50
matur nuwun mas
imam kasiyadi
Januari 10th, 2011 pada 21:35
Terhitung mulai 1 Januari 2011, pergi keluar negeri….. Bebas Viskal.
begitu yang saya baca di Bandara Sukarno Hatta angga 3 Januari 2011
dewi
Juni 16th, 2011 pada 18:12
@ Ki sabda dan kepada semuanya,
Menarik sekali NPWP bisa gratis tis tis…., walaupun saya belum pernah berpergian keluar negri sekalipun. Tapi ikut senang dengan khabar ini karena bisa memudahkan jalannya teman2 yang mau lancong/berpariwisata keluar negri.
Saya Cuma mau kasih info, yang saya dapatkan dari seorang teman saya, dia adalah turis ‘backpacker’, maaf istilahnya : turis kere/miskin (duit pas2 an) yang penting bisa keliling dunia. Kadang dia booking tiket yang murah (biasanya lewat air asia), dan untuk akomodasi dsb bisa super irit. Kebetulan dia juga bergabung di komunitas pelancong seluruh dunia di dunia maya, jadi dia bisa mendapatkan teman hanya untuk shelter/ tempat tinggal untuk nginap selama beberapa hari. Lumayan kan?!
Untuk keterangan lebih lanjut bisa di klik di http://www.couchsurfing.org
Couchsurfing ini istilahnya seperti facebook tapi facebook khusus bagi dan untuk para traveller.
Misal : anda yang ingin jalan2 ke amerika tapi disana tidak punya teman/saudara sementara biaya untuk nginap di hotel bisa super mahal. Solusinya pertama bisa gabung (register) di couchsurfing, trus disitu kita bisa cari teman dari seluruh dunia, pilih yang di amerika, kita bisa tulis surat, berkenalan dan selanjutnya menanyakan/meminta izin apa si dia mau rumahnya kita tempati untuk tidur (shelter) selama liburan. Kalau dia setuju anda bisa ketempatnya. Tapi kalau nggak mau ya cari lagi yang lainya sampai dapat teman yang pas/cocok atau sampai ada kesepakatan bersama. biasanya mereka hanya menyediakan tempat untuk tidur, sedang untuk makan dan jalan2 mereka tak mau menanggung.
Begitupun sebaliknya, kita yang tergabung didalamnya (komunitas traveler seluruh dunia), juga bisa meng- host people atau menerima teman kita untuk menginap dirumah kita. Tapi kalau kita nggak mau juga nggak pa2 kok. Sekali lagi nggak ada paksaan tapi murni spirit persahabatan secara universal dengan segala kebaikan nilai positifnya.
Sedang nilai negatifnya hampir tidak ada, namun biasanya kita juga perlu hati2 menerima kehadiran teman baru (baik cewek atau cowok) ,misal kita bisa baca profilnya terlebih dahulu dan berkenalan via email beberapa kali sampai kita menemukan kesepakatan, bahwa mereka boleh atau tidak tinggal dirumah kita untuk beberapa hari saja.
Sensasi ini sekaligus untuk menambah wawasan dan pengalaman kita dalam menjamu (meng host) teman baru kita yang sama sekali berbeda suku bangsa , adat istiadat serta budaya mereka.
“CouchSurfing is just an amazing way of traveling on a budget, sharing a bit of what you have, making new friends, learning, passing around good energy and showing others that there is still a lot of goodwill and trustworthy people in this world! It helps me to “be the change I want to see in the world” and to contribute to the world becoming a smaller and better place.”
It`s a small world isn`t it?!… lama semakin lama dunia memang tak selebar daun kelor… he he he…
Salam manis,
Dewi
dewi
Juni 17th, 2011 pada 14:40
@ sederek sedoyo,
Maaf, kemarin saya hanya bercanda bahwa turis bacpacker adalah turis miskin yang suka ngirit dan duitnya pas2an… he he he…!!
Tentu saja untuk bergabung di komunitas couchsurfing semuanya bisa ikut apapun latar belakang ekonominya, mau si miskin si kaya serta tak memandang bulu : ras,suku bangsa,agama dsb. Semuanya bisa ikutan.
Bahkan orang yang nggak suka travelingpun juga bisa bergabung, sehingga bisa mendapatkan teman koresponden dari seluruh dunia dan bisa mendapatkan info/pengalaman cerita2 seru dan menarik dari mereka.
Semoga ini juga mengispirasikan rekan2 se-nusantara pada umumnya serta ki sabda sebagai pengelolah blog ini pada khususnya, kita bisa kreatif, bikin website khusus untuk traveling/ musafir/ pengelana dsb versi NKRI atau versi kejawen (?). Sehingga kita bisa saling berkenalan dan bisa saling mengunjungi satu sama lainya.
Tujuannya adalah mempererat tali persaudaraan se- nusantara dan atau se-dunia (universal).
Salam persahabatan universal,
Dewi
marmoru
Maret 20th, 2012 pada 08:26
sampean ki aneh ki sabdo…wong membayar fiskal kok tdk mau, fiskal itu arti katanya adlh “pajak”. masak sbg warga negara yg baik g mau membayar pajak. trus ber NPWP dgn tujuan agar tdk membayar pajak alias pajak nya Rp 0,-. sampean harus pelajari dulu, NPWP itu fungsinya adalah sbg ID kantor pajak utk mempermudah peng administrasian warga negara yg sudah rela dan iklas mau membayar pajak/mendaftarkan diri sbg wajib pajak di ktr pajak. nah nanti yg sudah ber NPWP, penghasilan org tsb akan dikenakan pajak. jd bukan krn sudah ber NPWP trus pajak kita Rp 0,-. Dr dahulu kala, daftar NPWP itu mudah dan gratis. ATi2 kalo memposting sesuatu, harus tahu ilmunya dulu. trim
SABDå
Maret 20th, 2012 pada 19:45
Bung Marmoru yg pandai
Maaf bila tulisan sy sulit njenengan pahami. Bebas fiskal keluar negri tendensinya sbg “hadiah” bagi wni yg dikategorikan mampu namun bersedia utk bersikap transparan dgn cara mendatakan dirinya sbg wajib pajak kpd depkeu. Ada yg lebih aneh ketimbang saya bung, yakni pegawai pajak, kelak hasil pengumpulan pajak dari rakyat jelata pun ditilep para penjahat yg menjadi pegawai pajak…
Makin aneh lagi pajak kendaraan pun tdk semua dialokasikan utk membuat dan memperbaiki jalan rusak.
Mari semakin giat mmbayar pajak itung2 beramal kpd gayus dan dana.
Salam karaharjan
gus sinyo
Mei 25th, 2012 pada 15:10
sah-sah saja ki sabdo pengen fiskal gratis, krn itu memang fasilitas… tp ki sabdo mgkn belum mengerti alur pembayaran pajak… bayar pajak itu ke bank atau kantor pos, setelah anda bayar baru dilaporkan di kantor pajak.. jadi kantor pajak hanya menerima surat setoran pajak dan surat pemberitahuan, yang menerima uangnya itu bank atau kantor pos.. jadi salah besar kalau dibilang pegawai pajak nilep uang pajak.. klu gayus atau dhana itu kan mereka menerima uang suap dari wajib pajak untuk mengecilkan perhitungan pajak perusahaan mereka, diantaranya group Bakrie, tp aneh kan yang dihukum cuma gayus, bakrinya harusnya kan dipenjara juga..