PENGALAMAN GAIB

Tulisan ini sengaja saya paparkan, tanpa niat dan maksud sedikit pun untuk unjuk diri dan wujud kesombongan. Semata-mata sekedar untuk berbagi pengalaman kepada saudara-saudara yang budiman. Barangkalai ada suatu pelajaran yang dapat kita petik. Kejujuran apa adanya disampaikan,  walaupun akibatnya pahit, lebih baik daripada kita membuat semua orang senang, tetapi berpijak pada kebohongan dan kemunafikan belaka. Saya yakin di antara para pembaca pasti ada yang memiliki pengalaman spiritual berbeda dan lebih mendalam lagi. Karena Tuhan Maha Pemurah, Maha Adil, Maha Bijak, pasti melimpahkan segala rahmat, petunjuk, kemurahan, dan mukjizat, dalam wujud yang berbeda-beda kepada seluruh umat manusia makhluk ciptaanNya. Tanpa kecuali, dan tanpa membedakan apapun suku, bangsa, agama dan sistem kepercayaan anda. Pastilah anda memiliki dan pernah merasakan “sentuhan” Tuhan di mana Kekuasan dan Mukjizat Tuhan terasa begitu dekat dengan diri anda.

 

TENTANG RUH

 

Kisah ini kualami pada saat aku masih usia 5-8 tahun. Waktu itu orang tuaku bingung dan sedih karena 3 kali dalam seminggu aku mengalami kejadian misterius. Ortu ku menuturkan, tiba-tiba aku tampak seperti orang pingsan selama 1-2 jam lamanya. Anehnya ke mana saja berobat, dokter selalu menghasilkan diagnosis yang berbeda-beda.

Pada saat diriku dianggap “pingsan” itu, apa yang sebenarnya alami sangat berbeda. Peristiwa selalu terjadi sore hari, awalnya aku mulai merasakan gejala aneh, mendengar suara teman-temanku yang sedang bermain seolah terdengar suara dalam dua dimensi. Di satu sisi aku mendengar suara mereka secara jelas di telingaku, tetapi di sisi lain aku mendengar suara-suara misterius seperti nun jauh di “sana”, yang sulit aku deskripsikan. Perasaanku semakin ketakutan, lantas pulang ke rumah. Sampai di rumah aku merasa tiba-tiba pandangan gelap gulita lalu muncul ada titik sinar putih, lama-kelamaan semakin besar seperti lorong. Hanyut diriku menyusuri lorong secara cepat, kemudian tiba-tiba masuk ke dalam ruang yang maha luas, terang benderang, ibarat seperti di atas awan putih yang menghampar di langit. Di sana aku bertemu sosok laki-laki maupun perempuan yang rata-rata berusia setengah baya, dan ada tak pernah kukenal sebelumnya. Mereka mengajarkan sesuatu kepadaku, tentang berbagai “ilmu linuwih” maupun pengetahuan tentang sejatinya Tuhan. Anehnya, selama menyampaikan ajaran-ajaran mereka tanpa pernah menyebut dalil salah satu agama apapun sebagaimana sering dilakukan oleh penceramah agama.

 

Siapakah orang-orang itu ?

 

            Kesadaranku tiba-tiba pulih, bersamaan dengan perasaan seolah diantar pulang kembali oleh orang-orang itu. Setelah sadar aku berfikir siapakah mereka ? dan pada saat peristiwa itu kembali terjadi pada diriku, aku sempat bertanya (A), ”Panjenengan sinten to…?

Mereka menjawab

(M); “Aku eyang-eyangmu dewe ngger…ojo wedi, kene kene..siro dak paringi “sipat kandel” supoyo uripmu mbesok manggih kabegjan lan antuk kamulyan sejatining urip. 

A ; “Njih..sendiko eyang…dalem ngesto’aken dawuh !

M ; “Iki eyang buyutmu, aku eyang canggahmu, lan kae kabeh poro leluhurmu kang nurunake sliramu ngger…!

 

Dalam setiap “pertemuan” di alam “sana” beliau selalu berpesan,”Tansah-o manembah marang Gusti Ingkang Akaryo Jagad..tansah eling lan waspodo, terusno lakumu ngger…wis becik..eyang-eyangmu kabeh tansah paring donga lan pengestu marang sliramu ngger ! Ojo parang tumuleh, lakumu tansah dak jangkung lan dak jampangi.

 

Kemudian aku dengar beliau menyebut satu persatu nama-nama mereka, persis seperti nama-nama leluhur kami (yang sudah lama wafat) yang tersimpan dalam catatan silsilah (pohon famili) yang masih disimpan rapi oleh kedua orang tua ku.

 

Mengapa Mereka Tidak dalam Siksaan Tuhan ?

 

Konon menurut cerita orang tua kami, leluhur-leluhurku yang namanya tersebut dalam silsilah, dan pernah aku temui di dalam dimensi gaib itu, ada yang beragama Islam, ada yang non Islam. Eyang canggahku bahkan penganut kuat ajaran Kejawen. Aku mulai berfikir dan bertanya, mengapa beliau masih bisa kutemui dalam keadaan baik-baik semua ? Jika agama di dunia ini yang benar hanya satu, mengapa beliau semua tetap dalam kondisi baik. Sebab waktu itu bayanganku sebagai “anak kemarin sore” yang masih awam, jika si A tidak memeluk agama ini, itu … berarti salah dan menjadi orang tersesat, maka mereka tak akan diterima di sisi Tuhan. Tetapi kenyataannya kok demikian adanya ? Mengapa mereka yang selain agama Islam kok tidak dalam siksaan Tuhan ?

 

Pada saat peristiwa itu semakin sering terulang, kesadaranku juga semakin meningkat walaupun berada dalam dimensi “lain”, tetap tak ada bedanya  sebagaimana bercengkerama dengan kawan-kawan bermainku yang masih hidup. Aku dapat bertanya apa saja tentang yang gaib. Semua jawaban beliau-beliau amat sangat gamblang, jelas, tegas, sangat memuaskan dahaga spiritualku.

 

Lalu pada suatu waktu, sampailah saatnya “dibukakan” mata hatiku akan  rahasia besar, tentang Kebesaran Tuhan, tentang Keadilan Tuhan, tentang Kebijaksanaan Tuhan. Namun dengan berat hati saya belum bisa memaparkan bagaimana rahasia besar tersebut secara rinci dan detail. Tidak bijaksana kiranya saya mengungkap rahasia besar Dzat Ilahi  pada media ini, karena dapat menimbulkan fitnah. Saya terdorong untuk bersikap bijak, bisa “ngemong” bagi saudara-saudara kita yang belum cukup bekal landasan ilmu untuk memahami dengan arif dan bijaksana akan rahasia besar alam gaib. Namun demikian, ada yang ingin saya bagi pada para pembaca yang budiman, secara garis besar ada yang dapat saya simpulkan dari peristiwa yang saya alami sebagai berikut;

 

Betapa Tuhan itu :

 

LEBIH DARI MAHA ADIL

LEBIH DARI MAHA BIJAKSANA

LEBIH DARI MAHA BESAR

LEBIH DARI MAHA KUASA

LEBIH DARI MAHA KASIH DAN PENYAYANG

LEBIH DARI MAHA LEMBUT

LEBIH DARI MAHA PEMURAH

 

Akhirnya, sampailah saya pada pemahaman:

 

ALANGKAH DAMAINYA DUNIA INI

JIKA SEMUA ORANG MENGALAMI SAMA DENGAN APA YANG PERNAH SAYA ALAMI

JIKA TUHAN MEMBERI KESEMPATAN KEPADA SELURUH MANUSIA

UNTUK MELIHAT RAHASIA KEKUASAAN“NYA”

PASTI LAH TAK KAN ADA LAGI PERANG ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI DEBAT KUSIR SIAPA SEJATINYA TUHAN

TAK KAN ADA LAGI RASA KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI SALING CURIGA DI ANTARA UMAT

 

SAYA TELAH MENDAPATKAN PEMAHAMAN YANG AMAT SANGAT BERHARGA,

BETAPA TUHAN ITU LEBIH DARI MAHA SEGALANYA

DARI SEMUA WUJUD KE-MAHA-AN TUHAN

YANG TERTULIS DI DALAM KITAB SUCI DAN AGAMA MANA PUN

 

Sasmita Gaib

 

Peristiwa gaib itu lantas berhenti sejak aku berusia 8 tahun. Pada saat remaja kehidupanku sangat berbeda dengan teman-teman. Orang tuanku guru SD, enam bersaudara semua sekolah. Maklum jika kemudian orang tua gajinya minus, sekalipun sudah bekerja sambilan freeland, sebagai petani. Kubantu orang tua bekerja keras di sawah hingga aku beranjak kuliah di UGM. Dengan susah payah kuselesaikan S1 walaupun aku harus menanam pohon pisang banyak-banyak di tanah kering pinggir sungai agar supaya bisa ku jual setiap seminggu satu tandan pisang untuk beaya kuliah. Ternyata belum mencukupi kebutuhan kuliahku juga, sehingga aku tetap harus makan sekali sehari selama 7 tahun sejak kelas 2 SMA.

 

Sejak 5 tahun yang lalu, peristiwa itu menghampiriku kembali beberapa kali, tetapi kali ini aku diajarkan tentang ilmu meraga sukma atau lolos sukma. Bagi orang Jawa ilmu ini sudah tak asing lagi. Sebuah ilmu untuk memisahkan badan halus kita dengan badan kasar. Badan halus kita keluar dari badan kasar, selanjutnya dapat melanglang jagad raya menembus dimensi gaib. Aku semakin dapat membuktikan sendiri apa yang pernah diajarkan oleh leluhurku di alam “sana”. Kutemukan ternyata adalah perbedaan dimensi gaibnya para setan, demit, jin priprayangan, siluman yang suasananya serba bau tak sedap, anyir, gelap remang-remang, lembab, basah, licin dan terdapat aneka ragam rupa bentuk mahluk Tuhan yang menyeramkan. Kudapatkan pula ternyata dimensi gaibnya para leluhur berbeda dengan dimensi gaibnya setan, demit brekasakan.

Sungguh berbanding terbalik, ruh para leluhur berada dalam dimensi yang serba indah, menyenangkan dan nyaman serasa aku tak ingin kembali lagi ke dalam badan kasarku lagi. Para ruh berkelompok-kelompok dalam keluarga besar, menempati “rumah-rumah” yang indah, ada yang besar ada yang sedang, ada yang kecil, bentuknya benar-benar tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Adalah sebuah rahasia, bahwa semua jenis mahluk halus sebangsa jin jahat, setan, demit, siluman dsb ternyata tidak dapat masuk ke dalam dimensi ruh yang suci. Sehingga di dalam dimensi gaibnya ruh tak ditemukan satupun adanya mahluk halus jenis demit, jin, setan, siluman dsb.

 

Jenis makhluk halus tersebut berada dalam dimensi gaib-nya (metafisik) bumi, yang lebih dekat dengan dimensi fisik manusia. Tetapi, badan halus yang tak lain adalah ruh kita, guru sejati kita, dapat merasuk ke dalam dimensi gaib-nya jin setan, atau dimensi gaibnya para leluhur, tergantung mana yang kita kehendaki.

Aku pernah bertemu dengan beberapa leluhur agung masa lampau, mereka berkisah tentang sejarah bumi nusantara yang sebenarnya. Dalam alam ruh tak kutemukan kebohongan, kepalsuan, angkara, yang ada hanyalah kejujuran dan semua kebaikan. Tersibaklah kepalsuan dan kebohongan duniawi secara lugas (tanpa tedeng aling-aling). Untuk membuktikan semua ini pernah kulakukan kroscek kepada seseorang (yang masih hidup) tentang apa yang dia alami waktu kecil, ajaran apa yang menjadi pegangan hidup sewaktu dewasa, falsafah apa yang dia kuasai, dan ternyata tepat sekali kejadiannya. Padahal yang bersangkutan sebelumnya tak pernah bercerita apa-apa tentang hal itu.

 

Untuk bertemu ruh leluhur yang diinginkan kadang dengan mudah dapat segera bertemu. Kadang sulit sekali bertemu. Aku sadari bahwa semua ini atas berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa, terasa semakin kecil kedirian ini ketika dihadapkan pada Kebesaran Tuhan yang sungguh dahsyat. Aku pernah mencoba untuk bertemu dengan tokoh dalam “dunia hitam” era tahun 1980-1990an yang telah mati. Namun sulit untuk dapat bertemu, karena ia telah berada di alam pembalasan.  Ada ruh yang semasa hidupnya saya kenal dengan baik, ia memiliki tabiat mulia, dan berbudi luhur, ia sedikit bercerita bagaimana ia pernah menjalani hukuman di alam pembalasan kurang lebih jika dikonversi dengan waktu bumi adalah 11 tahun lamanya.

 

Bimbingan dan Wejangan Gaib

 

Tepatnya lima tahun yang lalu, sejak aku mengenal berbagai ruang atau dimensi gaib, mata telanjangku sepertinya menjadi semakin awas melihat yang gaib tanpa harus melakukan “lolos sukma”. Pandanganku pada obyek gaib semakin nampak jelas. Tampak secara jelas siapa leluhur yang sedang rawuh. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan YME, karena telah memberiku anugerah hakikat pengetahuan sejati. Aku semakin intens “bertemu” secara langsung dengan para leluhur agung, ada yang bekas pemimpin, ada yang ratu gung binatoro, bahkan Kanjeng Ratu Kidul yang biasa dipahami secara negatif, beliau bukanlah dari bangsa jin, setan, siluman. Tetapi dari entitas bidadari sehingga ajarannya begitu luhur, dia sungguh sebagai sosok ratu “gaib” yang arif bijaksana, dan sangat religius, melebihi kadar religiusitas kebanyakan manusia. Para leluhur itu, banyak memberikan wejangan dan bimbingan spiritual tanpa pernah mempersoalkan apa agamaku. Lebih dahsyat lagi, pernah bertemu dengan para leluhur yang semuanya dalam kondisi sangat baik, padahal beliau memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda seperti yang ada di nusantara ini. Pesan dari para leluhur, yang kiranya etis aku sampaikan di ruang publik ini, adalah sebagai berikut;

 

Untuk meraih kemuliaan sejati (kamulyan sejati/syurga);

1.   harus selalu ingat dan tunduk kepada Tuhan

2.   tak boleh menyakiti hati dan mencelakai orang lain

3.   hati tak boleh kotor dengan rasa iri dan kebencian

4.   ringan menolong orang susah, tanpa pamrih dan jangan takabur (tapa ngrame)

5.   sedekahlah (donodriyah) ; yang paling tinggi nilainya di hadapan Tuhan adalah sedekah materi, kedua sedekah tenaga, ketiga sedekah tutur-kata yang baik, keempat yang paling rendah nilainya adalah sedekah doa.

6.   ikhlas setinggi-tingginya, yakni keikhlasan yang dapat diumpamakan dengan orang buang hajad besar

7.   jangan ikuti “air bah” yang suka menerjang aturan dan hakekat kemanusiaan, tetapi ikutilah “aliran air sungai” atau tapa ngeli (mengikuti kehendak Tuhan) agar mencapai pada muara keberuntungan kemudian masuk ke dalam lautan kemuliaan hidup.

8.   jika kamu berbuat baik pada orang lain, jangan harapkan balasannya, sekalipun kamu dibalas dengan kejahatan. Sebaliknya bertransaksilah dengan Tuhan, jangan dengan orang itu, sebab transaksi dengan Tuhan akan mendatangkan kebaikan yang berlipat ganda untuk diri kita sendiri melalui banyak orang disekitarmu. Intinya, jangan sekali-kali kamu membangkit atau mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah kamu lakukan pada orang lain, tetapi kuburlah kebaikan dalam-dalam hingga kamu lupa (tapa mendhem)

9.   anugerah agung itu tak ada yang gratis, semua memakai “uang tebusan” berupa keprihatinan, dan penderitaan. Penderitaan dan keprihatinan yang kamu jalani dengan ikhlas dan legowo itu sesungguhnya akan menjadi tabungan “uang tebusan” yang akan ditukar dengan anugrah. Semakin besar penderitaan, semakin besar anugrah yang telah disiapkan Tuhan untuk mu. Maka dalam penderitaan kamu jangan suka grenengan, grundelan, karena tindakan itu hanya akan menghapus tabungan “uang tebusan” mu. Penderitaan yang telah kamu jalani sekian lama hanya menjadi sia-sia, kamu tak kan memperoleh apa-apa darinya kecuali penderitaan itu saja. (tapa mbisu)

 

Semua perbuatan itu yang baik maupun yang jahat, pasti akan berbalik berlipat kepada diri kita sendiri. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan menjadi “pagar” yang mengelilingi diri kita sendiri. Sehingga kita tak bisa dicelakai orang lain, sebaliknya akan mendapat keselamatan, serta meraih ilmu kabegjan (keberuntungan). Jika diungkapkan dalam perumpamaan, kita akan menjadi seperti bola, semakin kuat dibanting maka semakin tinggi pantulan ke atasnya.

 

Demikianlah sepotong pengalaman gaib yang pernah saya alami, semoga dapat menjadikan wahana komparasi, tanpa harus mengedepankan emosi dan nalar yang dangkal. Marilah kita kaji bersama, berangkat dari sikap netral, kejernihan hati dan kebeningan jiwa.

 

Bersambung….

66 Comments

  1. mbahbarjo said,

    Tutuge endi mbah,nuwun

    • hermanjs said,

      Saya punya pengalaman yang perlu minta klarifikasi Mas Sabda Langit atau siapa saja bagi yang mengetahui kisah singkatnya sbb. :

      Suatu sore menjelang gelap karena mobil2 mulai menyalakan lampu, saya stir mobil dgn isteri dan dua orang anak yang baru dijemput habis
      kuliah, sampai dikawasan elite Pondok Indah (Jkt) saya merasa jalan yang saya
      lalui benar karena ada beberapa mobil melintas diperempatan jalan dgn jelas karena sorot lampunya dan ini juga dilihat oleh isteri dan salah seorang anak saya karena kebetulan ikut memperhatikan jalan. Karena mau buru2 saya tekan gas dan sambil nyalakan lampu besar/panjang, tapi aneh bin ajaib yang saya kira tadi ada jalan ternyata kalau diteruskan nabrak rumah orang sehingga saya rem dan banting stir kekanan karena rupanya jalannya keliling rumah2/viaduct
      dan terpaksa mutar keluar karena jalan buntu, lalu kemana mobil2 yang saling
      berpapasan tadi ? Kalau lihat sendiri mungkin bisa salah pandang tapi kalau bertiga apa iya ? Fenomena apa ya nyuwun tulung dikupas.Nuwun2.
      jalan dgn satu dua mobil jalan bersimpangan ternyata yang saya jumpai jalan
      buntu

  2. ki gebang said,

    mas, panjenengan niku asline namine sinten tur rumiyin kuliah dhateng fakultas menopo di ugm jogja?. Mbok bilih rencang kulo dhateng fakultas filsafat. Nuwun…

    m. wildan
    fils 90

  3. prawoto said,

    ass….

  4. rumputliarharusbebas said,

    waduh kulo kok ngat-ingat lupa…….sinten nggih??? terus terang kulo sampun pikun sehingga lali sembarangipun hehehe…..
    hayo sinten kakangmas….
    ampun damel penasaran kulo to??????
    sing jelas, NEZAR PATRIA TEMPO ketua angkatan 90 saklawase lan sak meniko putrane sampun 3. JEMEK sampun dadi selebritis, FAJAR WH sakmeniko putrane sampun 1, PAK DAMARDJATI sakmeniko sampun pensiun, lha panjenengan putrane pinten kakang mas??? MAIMUN sakmeniko sampun kromo putrane 1.
    wislah ayo buka-bukaan wae//…. ora usah nganggo ETIKA. Mengko nek salah malah diseneni pad CHARIS sing senengane nggodho cewek hehehehe…

    salam
    wildan

  5. rumputliarharusbebas said,

    lan sejatosipun mas sabda, ingkang gadhah blog alang-alang kumitir meniko rencang kerjo kulo, naminipun mas ali, dhewehe pancen tiyang ingkang ruwetipun ngungkuli gunung krakatau sing mbledhos utawi gempa bumi jogja… hehehe

    kapan2 monggo rawuh ing sidoarjo ketemu kulo lan sami-sami kempal wong-wong sing gak jelas, absud, gak masuk akal, miring, gendeng tur gendeng temenan nggolek kawicaksanan …. amin 20000 X

    wildan
    081331541609
    rumputliar@yahoo.com

  6. Ngabehi K.M said,

    Wah penjenangan punika pikantuk kanugrahan ingkang ageng saking Gusti Allah lumantar para leluhur penjengan ingkang tansah olah sucining budi lan batos. Nuwun sewu nggih Ki Raka nderek sinau wonten ing blog penjenengan

    salam

  7. hina kelana said,

    Alhamdulillah sebuah pengalaman dan nasehat yang mencerahkan hati….dan jiwa..

  8. departa said,

    Sebuah pengalaman yang sangat luar biasa, semoga damai yang sejati itu ada di jagat nusantara ini, saya senang bisa menemukan blog dan tulisan seperti ini. salam hormat :D

  9. sabdalangit said,

    Kembali salam..Mrs/mr Departalahne
    Semoga anugrah kedamaian selalu menaungi negeri ini….
    Kembali menemukan kejayaannya seperti di masa silam
    Wilujeng Rahayu

  10. Khoirul said,

    @ Pesan dari para leluhur pada point no. 7 ( mengkitu kehendak tuhan = tapa ngeli).

    Akhir-akhir ini saya memohon kepada Alloh dengan segenap kelemahan dan tiada dayanya saya tentang lelakon ini agar mampu mengikuti kehendak-Nya dan janganlah dijadikan sebagai orang-orang yang selalu memaksakan kehendak diri.

    Semoga saya dan kita semua selalu dalam rahmat dan ridhonya. Amiin

  11. Sabdalangit said,

    Amin 3
    sama2 kita saling doa Mas. Dan selalu berserah diri pada kehendak Tuhan (tapa ngeli) menghanyutkan diri pd kehendakNYA. Tapi hrs selalu eling dan waspada, agar tdk salah pilih mengikuti “Air Bah” yg menerjang wewaler, kaidah, kodrat Tuhan.

  12. sukolaras said,

    Kang Mas kula salut sanget, pengalaman meniko mratandakaken bilih Kang Mas pikantuk kinurmatan saha kanugrahan ingkang luar biasa saking Gusti. Boten sembarang tiang ingkang saget pikantuk pengalaman gaib kados panjenengan meniko.
    Mangga sami-sami numindakaken kabecikan dateng sinten kemawon, tapa ngrame, tapa mendhem ugi tapa bisu

    Salam Taklim
    Suko

  13. limanaji said,

    kula nuwun . kawilujengan saha rahmating gusti ingakng maha suci mugia kajiwa kasarira dhateng panjenengan sedaya.
    den mas Sabdalangit tumut memuji awit rahmat ingkang kaparingaken Gusti ingkang hakarya jagad dhumateng penjenengan mugia tansah lumeber dhateng sok sintena .
    Mas saya prihatin dengan pemahaman kebanyakan orang saat ini terhadap tuntunan agama. Ajaran agama yang juga ajaran Tuhan yang disampaikan kepada leluhur, para Nabi, Ahli Kitab dan orang orang suci merupakan ajaran suci, ajaran kebenaran untuk mencapai rahmat Tuhan di dunia dan diakherat, dalam perjalananya ajaran yang merupakan rahmatan lil alamin menjadi laknatan lil alamin sehingga disana sini kita saksikan perampokan, pemerkosaan, perkelaian , percekcokan, penghujatan, peperangan, diskriminasi, penindasan dan lain sebagainya yang menimbulkan ketidak tentraman, kekacauan, dan kegundah-gulanaan. Ajaran Tuhan yang diturunkan untuk mewujudkan surga ardi dan surga samawi belum mampu mewududkan Kehendak sang Pencipta Jagad besar dan jagad alit.
    Pengalaman Ghaib Mas Sabdalangit merupakan rahmat laduni yang jarang diterima manusia. ilmu sejati yang dirahmatkan itu saya yakin betul sebagai jalan yang lurus jalanya orang orang yang mendapatkan nikmat dari Allah yang Maha suci.
    Meskipun saya pribadi belum mampu menggapai dimensi ghaib seperti yang mas sabdalangit alami dalam wujud ruhaniah tetapi kurang bijaksana apabila saya banyak menulis komentar di sini . nyuwun pangapunten kalau dikeparengake saya mau mampir di Mail mas Sabdo.
    nyuwun pangapunten sedaya lepat kula limanaji@yahoo.com. nuwun

  14. sabdalangit said,

    Matur sembah nuwun Mas Limanaji, doa ingkang tulus yektos dados donga ingkang sumrambah dumateng kita sedoyo. Doa panjenengan punika taneman ingkang sae, samangke woh ipun badhe kaunduh dumateng kita lan panjenengan sekaluargo, ugi sumrambah dumateng putra wayah.

    Sumonggo bilih panjenengan bade kontak via email sampun kula serat wonten FORUM MEDIA TANYA JAWAB”. Kanthi renaning tyas bilih kersa ngraketaken pasederekan punika.
    Matur sembah nuwun
    salam sejati
    Rahayu

  15. sabdalangit said,

    Matur sembah nuwun Mas Skolaras, soho Ma Limanaji, doa ingkang tulus yektos dados donga ingkang sumrambah dumateng kita sedoyo. Doa panjenengan punika taneman ingkang sae, samangke woh ipun badhe kaunduh dumateng kita lan panjenengan sekaluargo, ugi sumrambah dumateng putra wayah.

    Sumonggo bilih panjenengan bade kontak via email sampun kula serat wonten FORUM MEDIA TANYA JAWAB”. Kanthi renaning tyas bilih kersa ngraketaken pasederekan punika.
    Matur sembah nuwun
    salam sejati
    Rahayu

  16. jaka said,

    salut dan bangga. Tetap tegakkan “KEJUJURAN & KEBENARAN SEJATI” mas. MERDEKA !!!!! (mf mboten saget boso jawa alus) matur nuwun.

  17. KAWIT WONG ALIT said,

    Sugeng rahayu
    pitepangan…kulo rumaos begja kepanggih situs kados mbah sabdolangit lan alang2 kumitir meniko. kulo lare alit lan kopong saged sinau kawruh sejati urip ten mriki. mugi sedoyo tansah ginanjar wilujeng. kulo nembe nandang perkawis batin ingkang lebet, saged tinarbuka ing manah…nuwun,nuwun…nuwun

  18. sabdalangit said,

    Terimakasih Mas Jaka atas saran yg luhur..

    Kawit Wong Alit Yth
    Terimakasih, panjenengan sudah pinarak ke gubug reyot kami. Bila ada yg ingin di share dgn saya secara privasi silahkan via email saya, ada di media tanya jawab.

    Salam sejati
    rahayu

  19. yang kung said,

    SEMOGA BERKAH DAN KASIH TUHAN SELALU BERSAMA KITA.
    Dalam kehidupan sehari-hari rasanya bagi kami sepertinya ada yg menuntun,bagaimana unt selalu berbuat yg terbaik.
    Roh Kudus ini selalu mendampingi dan menguatkan hati kami.
    Roh Kudus pulalah yg mengajar kita berdoa,mengajar kita berbicara bijaksana,menjiwai seluruh hidup kita.
    Diwaktu hening,yg kami lihat sepertinya bagai cahaya terang dan malaikat surga yg membawa kedamaian bagi kita.
    Apakah peristiwa ini mirip dng pengalaman gaib panjenengan njih ?? Matur nuwun.

  20. sabdalangit said,

    Yang Kung Ingkang dahat luhuring budi

    ROH SUCI/RUH AL QUDS/GURU SEJATI/SUKMA SEJATI

    Roh Kudus atau Roh Suci dlam spiritual jawa adalah pengejawantah dari sukma sejati atau GURU SEJATI kita masing2 orang memiliki. Jika dipersonifikasikan; Guru sejati jika boleh diumpamakan seperti bayangan sinar bulan dalam baskom berisi air, sedangkan Tuhan adalah Rembulannya. Guru sejati atau roh kudus di bawah purbawasesa rahsa sejati. Dalam terminologi Islam namanya Ruhul kudus, atau ruh al quds.
    Oleh karena itu dinamakan guru sejati krn menasehatnya tidak pernah salah, krn mengerti sejatinya realitas wadag dan realitas gaib. Bagi spiritual jawa, tataran tinggi spiritualitasnya dapat ditandai dgn bertemunya badan wadag dengan badan halus (guru sejati) yg mirip 100% dgn diri kita. Kita dapat melakukan dialog dan mendengarkan nasehatnya. Bagi yg belum bisa bertemu guru sejati, dapat melatih diri mencermati apa kata NURANI. Guru sejati telah mengirim getaran dalam hati sebagai sinyal akan sesuatu yg terbaik.

    Ruh al quds/roh suci/ruhul kudus/guru sejati esensinya bukan lagi jasad yg rentan terkena polusi nafsu. Guru sejati tidak akan terkena polusi nafsu duniawi. Esensi roh kudus/guru sejati adalah cahaya sejati dalam terminologi Jawa disebut cahyo sejati, atau istilah Islam nur/nurullah.

    Cahaya yang bukan sekedar cahaya, karena cahaya yang dihidupkan oleh atma sejati(kayu/kayun), yang menjadi pelita bagi rahsa/rasa sejati (sir/sirulah). Sir atau rahsa sejati melebur ke dalam sukma sejati/guru sejati/roh suci. Oleh karena itu roh kudus/guru sejati/sukma sejati MEMPUNYAI; cahaya, rahsa, dan hidup. itulah esensi “Tuhan” dalam diri manusia, sebagaimana yg dimaksud pula oleh Syeh Siti Jenar; aku adalah Aku, dan Aku adalah aku.

    Tapi banyak org yg terbiasa berfikir “wantahan” hanya mentah2 tanpa dicerna dgn mata batin yg tajam maka menjadi salah paham dan dangkal pikir dalam memahami makna.

    MALAIKAT=NUR, IBLIS=NAR
    Sedangkan malaekat adalah esensi cahyo sejati. cahaya atau NUR, sudah merdeka dari penjajahan NAR atau api/nafsu negatif/ke-aku-an. Nar memerlukan bahan bakar berupa nafsu. Nar atau Ke-aku-an adalah iblis. Jika ke-aku-an kita muncul menguasai jiwa, itulah penguasaan iblis atas diri kita. Jadi siapa iblis itu, tdk lain hawa nafsu negatif kita sendiri (yg lebih dekat dengan urat nadi kita).

    Dalam spiritual Jawa, leluhur yg mencapai kamulyan sejati, esensinya akan menjadi cahyo sejati, yg berada dalam alam kelanggengan. alam yg suci. Bila Zat tertinggi memperkenankan mereka boleh njangkung dan njampangi anak turunnya.

    di dalam AWANG UWUNG, di ruang sajaratulmakrifat, segala yg beragam, akan menjadi entitas yang sama. Tuhan Yang Maha Tunggal, Mahaluas tiada batas. Sayangnya manusia cenderung bertengkar rebutan kulit.

    salam sejati
    rahayu

  21. Rajaka said,

    wah penuturan Mas Sabdalangit sungguh mencerahkan … dari berbagai sudut pandang …..

    kulo nyinau ting mriki.
    maturnuwun

  22. mujahidahwanita said,

    Pecinta sejati tak mengenal agama, sebab cinta itu sendiri adalah agamanya. Cinta tidak mengenal status, sebab tidak ada posisi yang lebih tinggi dari pada cinta itu sendiri.”

    Seseorang harus di bakar dulu dalam api Cinta untuk berhak memandang Kekasih Abadi. Nama dan kedudukan sama sekali tak berarti dalam ajaran Cinta. Sebelum ia bisa memandang Kebenaran, debu eksistensi harus dibersihkan dari cermin jiwa. Sesudah itu, barulah ia bisa melihat pantulan Kekasih Abadi dalam cermin jiwa itu”.

    Salam

  23. sabdalangit said,

    Puja dan Puji keagungan, Mungging Gusti Ingkang Maha Wicaksana.
    Berkenan membuka pintu sajaratul makrifat, tepat di hadapan saudaraku Mujahidah Wanita. Salam Taklim untuk suami, saudaraku Pengembara Jiwa.

    Kebahagiaan anda berdua merupakan kebahagiaan kami di sini.

    Teruskan pengembaraan Jiwa, berkelanalah ke alam awang uwung tempat rahasia besar ilmu Tuhan. Dan semakin mengenali kesejatian diri, di situlah jedela terbuka, untuk menatap sang Hyang Widhi. Percayalah kepada mukjizat Ilahi. Maka sang mursyid sejati akan membimbingmu. Tiada mursyid yg sejati, kecuali Gusti Ingkang Murbeng Dumadi.

    salam sejati
    rahayu, kerta raharja

  24. gambuh said,

    dumateng bapa sabdalangit kula nderek ngudi kawruh nggih

  25. Ardianto Bahtiar said,

    Cahaya di atas cahaya
    Tuhan akan menunjukkan jalan kepada Cahayanya itu bagi siapa yang dikehendaki (menghendaki?????)

    alhamdulillah
    salam kenal (atau mungkin ruh kita pernah berkenalan?)

  26. bahtiarian said,

    izin menautkan blog sabdalangit.
    Matur sembah nuwun

    • sabdalangit said,

      Silahkan Mas Bahtiar. Kondor sami sembah nuwun.

  27. Ki ageng piji said,

    wah elok tnan pglman gaibe mas sabdo,.luarbiasa menurut ak,.kula ta numpang crita mas,.niki kjadian sktr 2-3bln yll,.wkt it -+ jam 12.30an..mata ini mw tidur,tp hati ni kok ky ad rs glisah gtu,stiap mw pjamkan mata,hati sll blg ‘jgn tidur’ n ky gtu mpe bxx dlm mlm it,.hgga ak ptskan tuk wirid n konsentrasi,.g lama kmdian dlm rasa batin ak ad sosok yg dtg,dy ud tua/kakek2 pakeanya sgt sdrhana n bw tongkat,.trz ak ucapkan salam sm kakek td,.
    ============
    saat saya berinteraksi dgn leluhur pemandangannya juga semacam itu Ki, hanya ditambah dgn dialog. Kalau didayaupayakan akan bisa terjadi interaksi lebih intens Ki. nanti sy forward email sy mengenai hal itu,

  28. Ki ageng piji said,

    kakek td pun jg blz salamku,.lalu ak tanya (tp dlm bhs jawa alus )apa,syapa n ad ap kakek ksni,.kakek td njawab ‘aku dudu sopo2 kok le,ak muk wong biasa ciptane gusti alah,ak muk lewat wae,.jenengku slamet mangkunegara ning aku di utus tumenggung klaten yen kw kon poso urip’ trz ak tnya ‘lha ad hub.ap ak am bliau (ak ndiri br dgr nama tumenggung klaten dr kakek td)..
    ====================
    Bagus, sdh ada interaksi, sudah dijalani dawuhnya ? sy barusan email penjenengan, coba dibuka.

  29. Ki ageng piji said,

    kakek td kmudian blg ‘y podo2 golek ilmune gusti allah lan poso urip y golekana dewe’ kmdian kakek td pun hilang stlh pamit,..nah bwt mas sabdo,.sy pernah baca ttg macam2 tapa,.tmasuk tapa urip,.ap mkstnya hampir sama ap emg sama,.n it pglaman ak sblm ak tau web,blognya mas sabdo,.ap emg ad or syapa sbenarnya yg dmaksud kakek it td ttg tumenggung klaten..mohon pndptnya..makasi mas
    ============
    Nuwun sewu, saya ngga begitu paham dgn tumenggung Klaten yg dimaksud, apa mungkin sesepuh leluhur Klaten? Atau siapa kurang tahu, mungkin juga leluhur panjenengan yg urutan ke berapa belas atau puluh. Apapun, beliaulah leluhur yg musti di cari dan dinanti. Sedangkan tapa urip, bisa jadi kiasan yg hrs diterjemahkan. Pasa itu sarana melatih diri mengendalikan diri. Pasaning ngaurip mungkin hidup harus menjalani “laku” prihatin. Dalam menempuh “laku” prihatin mencakup beberapa tapa; tapa brata, puja brata, semedi, puasa ramadhan, mutih, nglowong, ngeli, mendem, dsb.
    Rahayu

  30. ki gendun pamungkas said,

    Kulonuwun mas sabdo.
    Kulo nderek ngangsu kaweruh kaliyan nek dipuntrami kulo inggig pingin kekadangan.
    Mas sabdo kulo inggih nate blajar laku, milo kulo inggih pingin share mugi anggen kulo laku tansah leres ugi mboten nyimpang. milo kulo nek kepareng bade kirim email dumateng panjenengan. nuwun

  31. sabdalangit said,

    Sumonggo Ki Gendum Pamungkas ingkang kinurmatan. Kanthi renaning manah kula rumaos mongkok bilih panjenengan kersa mbangun kekadangan dumateng kula sagung paramaos ingkang dahat luhuring budi. Dalah kula saestu nagntu-antu murih panjenengan kersa mbagi seserepan dateng kula, mugi ndadosaken tansaya jangkep pambabaring ngelmu gesang kita sedaya.
    Rahayu Ingkang samya pinanggih
    nuwun

  32. dinda'kk said,

    Mas …
    sy suka bingung dan berusaha menganggap lumrah.
    curhat, seolah cuma sisakan rasa tdk menentu.
    semula berniat tuturkan di blog
    tapi baru terungkap sedikit, telah temui hambatan dan ’sinis’.
    sejujurnya penuturan tsb mengandung maksud samar.
    membutuhkan uluran tangan seseorang yg memahami ada apa di sebalik-nya.

    sering sekali alami kejadian tak masuk di akal sejak kecil.
    dari penampakan kejadian alam ‘mendatang’, kejadian ‘mendatang’ pada orang tak dikenal, peringatan, penampakan maklhuk, aktivitas benda tanpa ujud penggeraknya, dll.
    kadang merasa ‘ketakutan’, ada gelinya juga karena seolah dipermainkan ‘mereka’ kadang kesal tapi tdk bisa berbuat apa2.
    sy tdk berilmu pada apapun selain percaya adanya Allah.

    bila ada izin Allah sy ingin berbincang dengan mas, suatu ketika. salamku

  33. sabdalangit said,

    MBak Dinda’kk Yth
    Kita harus maklum dengan saudara-saudara kita yg belum pernah merasakan dan mengalami hal-hal gaib, terkadang belum bisa menerima dan memahami apa yg ada di dalam ruang gaib. Namanya saja gaib, sangat tersembunyi dan rahasia, hanya sebagian orang saja mengalami dan menyaksikan secara langsung. Eksistensi gaib berada di luar diri, terutama di luar badan jasad yg terdiri akal/rasio/nalar dan nafsu. Sehingga eksistensi gaib sulit diterima melalui pemahaman akal/rasio dan nafsu. Kegaiban harus dipahami dengan indera ke-enam, rahsa sejati yang ada di luar unsur jasad. Untuk memahami alam gaib dibutuhkan kesadaran tinggi (higher consciousness), kesadaran yg bertumpu pada indera batin, dan diolah dengan rahsa sejati. Barulah org dapat memahami noumena gaib. Singkatnya, “matikan” jasad (nafsu) sehingga sensitifitas rahsa sejati akan hidup. Ada banyak cara bisa ditempuh misalnya olah semedi, tafakur, zikir, manekung, yoga, maladihening, meper hawa nafsu dst.

    salam sejati

  34. broto wiryono said,

    Dimas Sabda Langit

    Keparenga njlentrehaken tatacara japa mantra (lafalipun) kadospundi menawi semedi, yoga, dzikir. lsp.

    Ingkang kaping kalih kadospundi cara masrahaken dumateng Pangeran (nyuwun pengadilan) awit manah sampun kalangkung pingget ing manah.
    Awit wonten tetembungan ‘wis trima digawe lara/serik ati; nanging sing momong sing ora trima’

    Matur nuwun

    • sabdalangit said,

      Kakang Broto Wiryono ingkang dahat kinurmatan.
      Punika kula serat salah setunggilipun japa mantra pinangka niat maneges dumateng ngarseng Gusti Murbeng Dumadi lan kagem olah semedi.
      1. Kakang kawah adi ari-ari kadhangku kang lair nunggal sedino lan kadhangku kang lair nunggal sewengi, sedulurku papat keblat lima pancer ewang-ewangana aku saperlu…..
      2. Sangkun Dzat sukma, sukma kang ana sajabaning wayangan.
      Ni endang sukma, kang mider ana sajeroning wayangan
      sira aja ngaling-alingi, aku arep ketemu kadhangku kang sejati
      kang langgeng ora owah gingsir
      saperlu ana gawe…..

      Menawi kagem masrahaken dateng Gusti nyuwun pengadilan, ing nginggil sampun cekap; tak terimakke nanging sing momong ora trima.

      Nanging yektos menawi sampun pasrah dumateng Gusti pramila bebendu saking Gusti estu saklangkung awrat nemahi tiyang ingkang tumindak piawon wau. Menawi kita dipun sakiti manah, lajeng rumaos lega-lila ikhlas lan paring pangapura najan mboten kewetu ing lathi dateng tiyang sawau, estu bebendu awrat badhe numusi dumateng tiyang ingkang durjana dateng panjenengan wau. Menawi panjenengan ingkang males, ingkang momong mboten males, lan kosok balenipun.

      Nanging sedaya punika tergantung dumateng kita pribadi, menawi kita disakiti manah ing ngasanes, namung pinangka kagem “nebus dosa” (nyaur utang) temtu mboten saget numusi. Namung..jalmi punika sadermi nglampahi kemawon, sedayanipun dipun pasrahaken dumateng Guasti ingkang Maha Wikan. Wanci saestu angel menawi badhe “nggayuh kawicaksananing Gusti”.

      Dipun cilakani lan sakiti manah tiyang sanes wanci ndamel “musibah”, nanging sampun dados tugas jalmi kedah “merubah musibah dados anugrah agung” injih kanthi legawa, budya tulus, ikhlas, lan paring pangapura. Najan ta musibah pinangka ukuman dateng kita, nanging menawi dipun lampahi kanthi tulus mboten grenengan temtu dados celengan ingkang samangke kagem “nebus” anugrah agung. Sebab anugrah punika mboten wonten ingkang “gratis”, kedah mawi “laku” prihatos.

      Mugi tansah wilujeng rahayu karaharjan dumateng panjenengan sakulawarga.

  35. broto wiryono said,

    Kawulo namung saged ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpo upami.
    Sakedik malih (nyuwun pangapunten “ngenyang”) kagem semedi saged ngrapal ingkang no 1 utawi no 2, lajeng ingkang angka kapisan : larikan ngandhap piyambak ….ewang-ewangomo sakperlu …… (titik-titik diisi ?), angka kalih larikan ngandhap: saperlu ana gawe….. (titik-titik dipun isi?).

    Manawi dipun keparengaken nyuwun alamat email utawi alamat padepokanipun awit wonten bab ingkang bade kula aturaken nanging asipat “sangat privacy sekali bwt saya (under record)” menopo kepareng?
    Balesan ndalem tengga wonten email kawulo, Nuwun.

    • sabdalangit said,

      Kakang broto Yth
      Ingkang no 2 kagem olah pasamaden, ingkang no 1 saget kagem manges punapa kemawon menawi panjenengan kagungan pangajab.
      sumangga menawi badhe via email sabdalangit@gmail.com
      matur sembah nuwun

      salam karahayon

  36. Daryono said,

    Mas sabda trimakasih atas lafad doa japa mantra yg mas sabda sampaikan untuk no 2 untuk pasamaden titik titik nya di isi apa mas ? Contohnya ‘(khusus olah semedi) soalnya makna mantranya saya belum paham semua mas nwn. salam sedjati

  37. lare bantul said,

    atur wilujeng kagem eyang sabdo langit,nuwun agungipun pangaputen menawi abdi mangke mboten ngagem kromo inggil,saya hanya anak muda yang ingin belajar dan senang dengan ajaran leluruh,membaca isi web eyang saya merasa bertambah pengetahuan saya yang masi kecil sekali. . .baru beberapa hal yang saya tau tapi belum mengert. . .banyak kata yang masuk tapi belum semua masuk dalam jiwa saya. . .keinginan untuk menambah wawasan itu sangat besar sekali,dasar saya Tuhan itu SATU,tanpa embel2 agama,karena agama sebagai agemaman laku utuk dekat dengan Tuhan,mohon bantuan dari eyang untuk menambah warna kehidupan saya yang tak tentu ini,matur nuwun nuwun agunipun pangaputen menawi katah kalepan kulo.ELING KUAT SLAMET .apriyanto

    • sabdalangit said,

      @Daryono Yth
      Titik-titik diisi dengan tujuan dan harapan yang melakukan maladihening mas.

      @Lare Bantul YTh
      Sugeng pitepangan para sanak kadhang ing tlatah Bantul projo tamansari. Sekarang Bantul sudah diambang keberhasilan sebagai Projo Tamansari berkat terjadinya musibah gempa. Gempa menjadikan masyarakat gentur “laku” prihatin sehingga berhasil merubah MUSIBAH menjadi ANUGRAH. Kita saksikan betapa sekarang dinamika dan perkembangan ekonomi masyarakat Bantul justru sangat bagus, di banding sebelum gempa. Seolah lahir semangat baru dan kesempatan usaha yang baru. Termasuk mayoritas rumah-rumah di Bantul semuanya baru. Tradisi dan budaya semakin diuri-uri dan dihayati. Ini merupakan pintu gerbang menuju hidup yg lebih mulia lagi, karena masyarakat tidak lagi TERCERABUT dari AKARNYA. Itulah ANUGRAH TEKTONIK yg harus disukuri setiap saat dalam bentuk “laku” perbuatan NYATA.
      Bila ada pertanyaan privasi silahkan ke email saya yg ada di media tanya jawab.

      Rahayu, karaharjan, sentosa, widodo nir ing rubeda kalis ing sambekala.

  38. puang cahaya dewa said,

    salam dari bandung

    saya tertarik membaca pengalaman hidup anda, bisa bertahan selama 7 tahun hanya makan sekali, apakah itu namanya hidup prihatin, banyak artikel yang kubaca hidup prihatin memudahkan orang melihat alam ghaib, wahyu/petunjuk.

    saya tertarik belajar memanggil roh leluhur-ku, apakah ada buku panduannya, mohon penjelasannya ini emailku.. puangcahaya@ymail.com

    http://puangcahaya.dagdigdug.com/

    • sabdalangit said,

      Silahkan Kang…
      Untuk merintis agar terjalin interaksi dan komunkasi dengan leluhur silahkan klik di sini.

      semoga bermanfaat
      salam asah asih asuh

  39. hmt said,

    mugi-mugi sadaya manungsa saged nggadhahi pangrasa kados Panjenengan, supados ndunyo niki tentrem.

  40. celetukan segar said,

    Apa perbedaan antara pluralisme keagamaan dengan sinkretisme?

    Salam Brrrrr
    MSP – SBY – JK
    (Memang Suka Posting – Si Blogger Yahud – Juga Keren)

  41. akoesbandono said,

    Kangmas Sabda ingkang kinormatan,

    pengalaman saya mungkin tidak selengkap yang panjenengan alami, kejadiannya sewaktu saya kelas 3 SD, kebetulan saya sakit dan harus dioperasi, pada saat itu saya dalam kondisi tidak sadar (mungkin ini bahasa umumnya mati suri ya mas)..saya diagndeng dan diajak oleh sesepuh kakung yang berjubah putih dengan jenggot panjang berjalan pada suatu tempat yang begitu terang benderang baik di kanan kiri atas bawah saya…serasa jauh sekali dan tidak tampak pemandangan lain kecuali hanya sinar terang benderang…hingga akhirnya beliau ngendikan “wis ngger wis cukup mlakumu…muliho lan ati-ati” tanpa saya mampu bertanya siapa dan ada apa…begitu sadar saya sudah kembali ke ‘dunia nyata’ mohon penjelasannya kangmas, matur nuwun sanget

    NB. kepareng nyuwun pirso lenggahipun penjenengan kangmas? keleresan kulo wonten ing tlatah ngayogyakarta, nuwun

    • sabdalangit said,

      Mas Akoesbandono Yth
      Panjenengan sekota dgn saya, namun saya mondar mandir Jkt, krn sy cari makan di Jkt. Bila berkenan silahkan bersilaturahmi ke gubuk saya, nanti silahkan menghub dan No HP via email. Jika saya kebetulan pas “mudik” saya akan hub panjenengan.

      Mengenai kejadian di atas orang bilang mati suri, atau mungkin memang dalam keadaan badan sakit berat, sukma mudah sekali diajak “berkelana”. Saya yakin yg bersama anda tdk lain leluhur anda sendiri. Tujuan semua itu untuk membuka “jalan” agar mudah mendapatkan ilmu kajaten, memiliki daya spiritual yg lebih cermat dan awas. Sehingga mudah menerima dan memilah mana yg baik dan benar, mana yg buruk dan keliru.

      salam sejati

  42. moses said,

    salam kangen tresna asih kagem ki sabdo,.
    =============
    salam sihkatresnan kembali Mas Moses

  43. susanto eko s said,

    semua anggota padepokan pencak silat siteki teratai seindonesia baik kelas beladiri murni, penafasan, husada prana, sanggar pamujan, senam bina aura club 77 bergabunglah di blog kamajaya kamaratih. mas eko atu sen eko tunggu.ok

  44. Herry Saptono said,

    Salam sejahtera Mas Sabdolangit,
    Menarik sekali tulisan2 dan pencerahan anda, saya mau nanya – dulu-dulu ketika mau tidur, selalu ada diskusi di diri saya, gak tau di panca indra atau dimana, kadang2 kayak baca tulisan, kadang kayak liat sinetron, kadang-kadang diskusi – itu tadi apa ya? tapi akhir-akhir ini kok gak muncul lagi diusiaku yang hampir 1/2 abad. Suwun
    ===============
    Mas Herry Yth
    Kita dapat berbicara dgn Guru sejati melalui banyak cara. Misalnya bertemu langsung. Melalui mimpi, maupun dalam kondisi sedang trance, termasuk saat setengah sadar bila keadaan menjelang tidur. Mungkin waktu itu pola pikir (mind set) masih polos, belum terkontaminasi berbagai ilusi dan imajinasi, sehingga mata (indera) batin panjenengan dapat bekerja secara efektif.

    Rahyu

    • Herry Saptono said,

      Terima kasih, tapi kok materi yang tampil waktu itu sama sekali tidak berhubungan dengan hidup sehari-hari – o iya, kalau saya ingin mengetahui/mencari canggah, wareng, udhek2, gantung siwur, dan grepak senthe gimana ya, saya baru tau leluhur sampai buyut aja, nuwun. Sekalian kalau diperkenankan, saya pingin tahu dimana petilasan Eyang AJI SOKO, sejatinya beliau itu siapa dan dimana. Suwun

  45. santoso said,

    nuwun….
    Mbah kalo belah nanya, apakah Mbah adalah murid Ilmuj Sejati Madiun ? masalahnya kalo saya baca kok sama persis dengan ajaran yang dari Romo Guru Ilmu Sejati RS. Prawirosoedarso

  46. santoso said,

    nuwun….
    Mbah kalo boleh nanya, apakah Mbah adalah murid Ilmuj Sejati Madiun ? masalahnya kalo saya baca kok sama persis dengan ajaran yang dari Romo Guru Ilmu Sejati RS. Prawirosoedarso

  47. qarrobin said,

    sungguh sebuah pencerahan

    hatur tengkiu

  48. nugraha said,

    rahayu

    terimakasih pencerahannya.
    saya tunggu sambungannya . semoga Mas Sabdo selalu dalam lindunganNya amin

    salam

  49. ari said,

    Thanks berbagi pengalamannya, banyak pertanyaan yg selama ini sudah terjawab dg pengalaman mas ini, cepat ya mas sambungan ceritanya.

  50. Wolo Wolo Kuwato said,

    mas sabdalangit Yth
    saya ada pertanyaan. begini ceritanya kedua teman saya pulang dari semarang menuju jogja pada waktu magrib dengan sepeda motor, diperjalanan di sekitar ambarawa mereka mencium bau wangi yang menyengat, dimana bau itu sering hilang dan muncul lagi. dan bau wangi itu baru hilang di sekitar terminal magelang.
    mohon penjelasan dari mas sabda dari kejadian teman saya tersebut.
    terimakasih

    • SABDå said,

      Mas Wolo Yth
      Bau wangi biasanya arwah leluhur. Mungkin leluhur teman panjenengan yg mengiringi perjalanan itu, mungkin leluhur tahu akan ada bahaya yg akan dihadapi teman panjenengan dalam perjalanan antara ambarawa – magelang. Setelah aman atau melewati daerah bahaya barulah “dibiarkan” lagi dari kawalannya.

      salam karaharjan

  51. Wolo Wolo Kuwato said,

    jadi bau wangi tersebut bukan peri? atau makhlik halus perempuan?

    • SABDå said,

      Kalau peri, bau wanginya sudah jelas, yakni bau bunga arum ndalu atau bunga pohon kemuning. Peri juga tdk akan mengawal, biasanya hanya sebentar karena sedang berpapasan saja. Atau kebetulan dekat tempat tinggal si peri. Peri makhluk yg begitu cantik dan menarik dan bisa diperistri. Tapi yg sdh punya istri peri dijamin tak akan mau lagi menikahi wanita. Selain sdh ketagihan, juga si peri tidak akan mau dimadu… ;)
      Begitulah mas Wolo, kahanan njaban rangkah yg ada di sekeliling kita.

      salam sih katresnan

  52. Wolo Wolo Kuwato said,

    apakah Bau wangi tersebut bukan kata orang jawa “ketempelan”?
    ada informasi tambahan bahwa salah satu teman saya tersebut baru sembuh dari pengaruh ilmu pelet dari temanggung dan ini merupakan perjalanan pertama dia ke semarang – jogja (dekat temanggung) setelah sembuh dari pelet.
    =============
    Kalau ilmu karang/hitam/pelet dst baunya tidak akan wangi mas. Biasanya baunya amis, bacin, banger, busuk, comberan, atau bau bangkai. Mungkin sosok “bau wangi” itu yg ikut andil dalam membebaskan teman panjenengan sehingga bebas dari bahaya dan pengaruh pelet. Kalau pas berlangusng kejadian bisa sy saksikan tentu bisa langsung tau siapa yg berbau wangi tsb.

  53. tommy said,

    Nuwun sewu….

    Wah ternyata panjenengan sampun pinilih awit tesih alit nggih mas. lan sesepuh / leluhure panjenengan nggih tiyang” pinilih. Lha kulo dereng pernah ketemu kaliyan leluhur, namung mbah mawon wektu 40 hari sedo pikantuk impen.
    nggih sekeco mas wonten ingkang mbimbing….Anugrah saking Gusti.
    Mugi para leluhur lan keturunan kulo saget dumugi ing alam ingkang sae lan sekeco sanes alam siksa.
    Kulo nggih dereng ngertos nopo wonten leluhur kulo ingkang sampun wonten ing alam kamulyan, dereng pernah ketemu / mimpi sekalipun.
    Pengen sanget kados menika Mas, supoyo saged mbimbing keturunan kulo umpami kulo sampun sedo.
    Angelipun nggoleki sejatining Roso… Ngaji lan sinau Agama nggih dereng saged nemu Nopo ingkang kulo goleki….
    nggih mulai 1-2thn Niki kulo nemoke sing pengen tak goleki.
    Mugi dereng telat…. ojo nganti nyesel sak wise mati…

    Mas sabda, yen umpami kulo dibantu mbukak pintu batin lan ngresiki pikiran lan jiwa saged Mas…?
    Supoyo cepet saged Suyud lan manunggal marang Gusti.
    Sinau dewe soale kok nggih mboten nyantol – nyantol. punopo kulo mboten bakat utawa tesih katah mikirke duniawi nggih?
    nggih mungkin kulo dareng saget pasrah lan sumeleh sarto sabar nggih?

    Umpami saged biantu kulo kagem mbukak pintu batin supados peka sarto eling lan waspada pripun mas carane… utawi semacam transfer energy ngoten…

    matur suwun…

  54. ian said,

    Reen sanget mawi saged kepanggih malih kaliyan para leluhur.

    Pengalaman gaib kawulo namung ngganda arum melati wonten sak pinggiring laut kidul.

  55. jemiyo said,

    salam hormat kagem kangmas sabdo.
    nyuwun pangapunten, kawulo nderek dedepe wonten blog/omah ingkang sanget adem – ayem puniko(kados griyo tempo doloe alias omah joglo) estu sanget ayem rasane.
    nderek tepangaken kawulo saking tlatah jogja ugi namung kawulo kirang saget boso jowo kanthi alus lan sae, njih awit cublukipun seserepan kawulo babagan boso.

    Ki Sabdo ingkang kinurmatan.
    Kulo nyuwun katerangan babagan ngimpi kawulo rumiyen, duk rikolo simbah kawulo ingkang biasa dipun sebut Mbah Arjo Mukini(Harjo Sumarto) lan piyambakipun sampun sedo.
    Kirang langkung saksampunipun 40 dino piyambakke sedo, kawulo dipun panggihi dening simbah.lajeng kawulo rangkul, kuwulo ugi sadar bilih piyambakke sampun sedo.Simbah lajeng menehi sego gurih ( nyo iki nggo kowe………).lah…kulo ugi bingung lan wedi, sebab nate mireng tiyang ngendiko: yen kulo nderek maem sego puniko saget nderek mati.
    Namung kulo tampi mawon mboten kulo napak-napakke.
    Mekaten caritanipun.
    Mbok bilih ki sabdo kerso mbabar menggah ngimpi kawulo puniko kawulo aturaken agunging panuwun. Ing mbok bilih kirang mranani ing penggalih kawulo nyuwun pangapunten.saget dipun babar ing email kawulo.
    Matur nuwun.

  56. ades said,

    assalamualaikum..
    ikut nimbrung…siapa tahu ada yang baik hati mengurangi beban yang terasa berat didada..menghantam jiwa….
    aku terlahir di desa pagerwangi bandung.
    ortuku asli bandung..kakekku bisa dibilang orang yang suka menolong orang….kayanya tidak aneh kalau mendengar nama SILIWANGI….
    dulu aku gak ngerti siapa sih dia?????
    dari sd hingga saat ini aku hijrah ke cirebon kota wali.
    dalam perjalananku saat menginjak smu…bhatin semakin hebat menggelora membara mencari sesuatu yang aku sendiri dak mengerti..aku ini cari apa…???
    aku masih ingat…emosiku tinggi jika ada orang yang ngobrol tentang pangaweruh ini dan itu..tapi mereka sendiri seperti membodohi diri sendiri tidak sama dengan apa yang di ucapkan…
    minum/mabok hampir tiap hari/berantem…pokoke ruwed hidupku saat itu.
    sekolahpun hingga 3 sekolahan waktu smu…
    namun sekitar thn 1998..puncak kegalauan yang tak kumengerti apa sebabnya terjadi..
    saat itu kurobek lafad ALLOH dan MUHAMMAD yang tergantung didepan pintu sekolahan….tidak ada perasaan bersalah/pahamku..mana Allah..ah muhammad hanya cerita saja…..
    terus berganti..dan sering terjadi kejadian yang diluar akal sehat..pernah terjadi perkelahian tak seimbang aku melawan 13 orang..aku suruh berhenti berhenti semua..kayanya kecil-kecil kelihatannya……
    suara mendengus seperti macan mendengkur sudah tak asing bagiku..
    ah..aku gak ambil pusing ..walau kutahu kakekku yang dibandung memang ngejalurnya ilmu siliwangi….
    hingga akhirnya dalam kepenatan yang tak terhingga …aku bersimpuh didalam kamar, kugelapi kamarku..kutaruh al qur’an didepanku..lalu aku berdoa….
    ” ya allah ..ampunilah aku..aku gak bisa seperti ini terus..jika apa yang akan aku lakukan adalah dosa tak terampuni ..ambillah nyawaku…tapi jika engkau memang kasihan..tolonglah aku ” lantas aku langkahi alqur’an….7x.
    aku terdiam..aku menunggu ..apa yang akan terjadi…eh ga ada apa-apa….
    kakekku menwarkan aku untuk puasa ini dan itu sampe puasa saepi cipta ( menurut kakek saepi ada 7 bukan 4: bimu,banyu,angin,geni )..aku tak tertarik…aneh….
    semakin hari semakin kacau diriku..hingga masuk kuliah……STMIK cirebon…
    aku lelah..aku lelah..gumanku..aku gak ngerti apa-apa..tapi aku merasakan sesuatu kekuatan besar mengelilingi tubuhku…….
    …di satu malam hujan rintik..aku terkulai lemas didepan teras…aku menangis…aduh gusti ampun….mengapa kacau begini diriku ( sudah kemana-mana gak ketemu ujungnya..tanya kyai ini kyai itu…hasilnya gak masuk diotak dan dihati….malahan mereka jadi pada taku sendiri,,…ada apa gerangan )
    kalau orang lihat kayanyanya..aku ini setengah kumpleng..tapi waras……
    disaat terkulai lemas…aku menangis memikirkan ..MATI..BUAT APA AKU HIDUP..UNTUK APA AKU HIDUP…..ruwed kayanya…
    berjalan waktu berjalan…thn 2000…aku diberi mimpi sesuatu yang aneh tapi itulah awal akal sehatku mulai berjalan…
    ” aku bermmimpi berjumpa dengan nabiyulloh adam as…disuatu lapang yang luas..
    beliau hanya mengatakan..duduklah,akupun duduk dengan beliau….bacakan LAILLAHAILLALLAH……perasaan didepan..ada api sangat besar…keluarlah aneka jin setan bertandu….saling tertawa…namun seketika langsung lenyap dengan api-apinya..saat aku berdzikir LAILLAHAILLALLAH….
    aku terbangun..merasakan kedamaian..
    aku akhirnya mencari bertanya kemana-mana..keorangtua,kesesepuh,kekyiai..apa sih makna LAILLAHAILLALLAH….
    akhirnya kutemukan…sejatinya doa yang paling sempurna adalah sholat, amalan yang tertinggi adalah mendzikirkan LAILLAHAILLALLAH..
    akhirnya kucoba..ngajipun belum bisa sama sekali..sholat boro-boro…
    aku mencoba sholat..lalu terus berdzikir LAILLAHAILLALLAH..setiap waktu,…hingga aku merasakan setiap…kata LAILLAHAILLALLAH..terasa tembus kelangit…aku yakin lafad LAILLAHAILLALLAH menjadi bata-bata indah yang tersusun sebagai rumahku nanti……….terasa menembus dengan cepat dan dasyat….
    hari terus berganti..hingga aku pernah merasakan di hisab..dalam antrian..aku maju kedepan…penjaga malaikat berbaris setiap sisi…manusia antri menunggu jalur mana nantinya dia akan masuk…aku kedepan..lalu kutanya malaikat pembawa buku yang besar…ya malaikat…aku mati amsih lama ga…dia menjawab..sebentar,dia buka-buka buku sambil bertanya siapa namamu…ade sutrisna katakau…akhirnya ketemu..kamu mati 3,entah 3 hari ,3 bulan 3tahun yang pasti 3 tahun sudah lewat..selamat bro…dia bilang..pulanglah kedunia..gunakan sebaik-baiknya waktumu..dirikan sholat dengan benar..beramallahh..terima kasih aku katakan…..
    sering sekali aku bermimpi..datang bertubi-tubi..sampai syurgapun aku sering memimpikannya…disyurga adalah lapang luas yang sejuk..langit sungguh indah..bintang bertaburan..bulan kuhitung paling sedikit ada 9 berjejer..hingga jika aku bermimpi begitu aku langsung tahu..waduh aku disyurga….
    aku masih bodo..ngaji yassinpun ga becus..namun terus kucoba…belajar sebisa bisa…
    di tahun 2000 ada satu mimpi yang aneh..aku berada diatas ka’bah…disekelilingku pada berputar mengelilingi ka’bah sambil mengucapkan ALLOH HUAKHBAR..bukan labaik allohuma labaik ta apaya namanya kalau orang naik haji….
    …ah, aku berpikir..dlogdog sekali aku berada di atas ka’bah…
    ga kupikirkan mimpi itu…
    tahun terus berganti..kepalaku semakin pecah…ternyata dorongan siliwangi semakin menghantam jiwaku..hasrat mendalami islampun semakin hebat…
    kok perasaan ga cocok…dasar masih gblog waktu itu…kok di islam kalau mati ya mati tinggal amal,ilmu yang manfaat sama doa anak soleh..tapi dalam ilmu/dunia siliwangi..kok ada mati sampai 7 kali..ada ngahiyang…dan lain sebagainya..hingga serasa pecah kepalaku..
    namun aku terus berusaha yang tadinya sholat kadang-kadang…aku paksa aku coba pahami dan terus berusaha sehingga sholat benar baik dari makna maupun manfaatnya…
    tahun 2005 aku dikagetkan kembali dengan mimpi yang sama di tahun 2000..
    aku berada diatas ka’bah lagi…..tapi aneh aku merasa sadar…kok ada diatas ka’bah lagi..dlogdog pisan gumanku…namun saat itu seketika aku srut masuk kedalam ka’bah…didalam ka’bah ada seseorang berjubah beludru berwibawa..membelakangiku..dia ga ngomong apa-apa..cuma ngasih minum air..aku terima ..rasa airnya walau dalam mimpi terasa sekali..
    akupun bangun..merasakan keganjilan itu..aneh sekali…hingga aku berjumpa 3 kali dengan rosullillah..sungguh mimpi yang indah..padalah aku masih goblog..blum ngerti apa-apa..
    kalau kutanya pada orang-orang katanya kalau bermumpi berjumpa dengan rosul itu bagus..jarang loh katanya..ah aku ga ambil pusing….
    aku pelajari alqur’an..hari terus berganti…dan siliwangipun semakin hebat menghantam jiwa..
    karena sering terasa..akhirnya kucoba menahan diri..padahal saat itu kalau aku bilang jatuh..jatuhlah…ketabrak..ketbraklah jadinya..aneh..ga ngerti perasaan ilmu itu ada sendiri….
    terus aku pelajari hingga di tahun 2007….saat gunung merapi simarijan meletus….aku memaksakan diri kebandung..menanyakan sejatinya siliwangi itu siapa..kepada kakaknya kakek..yang ga mati-mati padahal adik-adiknya sudah pada meninggal……….
    saat itu alhamdullilah sholatku rada bener..pemahamanku mengatakan…bahwa sesunggugnya TIDAK ADA YANG PERLU DIRAGUKAN SEDIKITPUN SEMUA ISI DALAM ALQUR’AN..Allah menunjukkan…inilah jalan yang benar-inilah jalan yang benar………….alloh huakbar….alhamdullilah…
    saat dibandung terjadi percakapan super serius dengan kakak kakekku..aku merasa aku harus tahu apa sebenarnya yang terjadi..dan siapa siliwangi…….aku gak bisa terus digelayuti sesuatu hal yang aku sendiri ga ngerti…
    aku tanya :
    aku : kek, siapa gerangan eyang siliwangi lalu tempat apakah buniwangi itu,
    kakek : siliwangi adalah ratu/raja padjadjaran…kalau buniwangi adalah pesanggrahan eyang surawisesa putra prabu siliwangi..kita ini turunan menak harus berbahasa yang penuh etika..eyang surawisesa karuhun kita , kita turunan dia,
    aku : emang kerajaan pajajaran masih ada ?
    kakek : ada , di gede pangrango..kita turunan bisa kesana….sampai sekarang masih ada …..
    aku: bisa minta apa saja
    kakek: bisa..apalagi kita turunan, mau minta apasaja tinggal minta….
    aku: kalau emas boleh ga..kan bisa langsung dijual
    kakek : yah memang emas bisa dijual..tapi perasaan baru dengar ada yang minta gitu..coba saja..mudah2mudahan

    ………………pikirku kerajaan pasti banyak hartanya ..aku mau minta ah….bercanda bro^#^#$%#%$
    lalu aku disarankan untuk sowan atau ziarah ke buniwangi….
    jam 4 sore aku ziaroh..kesana..cuma sebentar..
    lalu aku pulang kecirebon..sampai dicirebon aku nonoton rcti mau lihat berita mbah marijan gunung merapi meletus….eh diseling satu berita yang membuatku kaget….
    diberitakan tadi jam 4 sore terjadi fenomena monyet-monyet dan binatang pada turun gunung di gunung gede pangrango..seperti akan terjadi fenomena gunung meletus…kaget aku…weleh seperti ada kontak…………
    bersambung…………..

Post a Comment