Arwah Beramanat
Kejadian ini saya alami tahun 2007. Pada saat itu saya tinggal di Jakarta, –sekalipun saya bukan nasrani, tetapi karena sikap saya yang menghargai sesama tanpa membedakan agama–, saya mendapat undangan hadir dalam acara selamatan 40 hari yang diisi dengan doa missa arwah dari keluarga rekan yang beragama Katolik. Tepatnya di daerah Ciputat, Kab Tangerang. Yang meninggal sebut saja namanya Bapak P dan saya belum pernah kenal dan bertemu sebelumnya dengan beliau. Acara dimulai pukul 19.00 sampai 21.00 saya berangkat dari rumah jam 19 malam. Pada saat itu saya melintasi jalan potong di daerah Bintaro sektor 3, tiba-tiba dari dalam mobil saya bersama istri melihat ada sosok laki-laki. Saya tahu persis bahwa laki-laki setengah baya itu adalah arwah seseorang. Ia mengikuti di samping mobil yang saya kendarai. Saya bertanya,”anda siapa dan mau ke mana ? Jawab arwah laki-laki itu,”Saya (pak) P, saya akan menunjukkan jalan menuju ke rumah saya. Rupanya arwah Pak P tahu jika saya diundang ntuk missa arwah dirinya dan saya juga belum pernah berkunjung ke rumahnya. Sehingga harus nanya-nanya jalan menuju alamat rumahnya. Lantas saya ikuti arwah saja Pak P ke mana dia arahnya. Selanjutnya saya mengikuti di belakangnya menyusuri Jalan Deplu, terus melintas perempatan Jln Fatmawati ke timur arah kompleks Pndok Indah. Sesampainya di perempatan bunderan kecil saya belok ke selatan atau ke kiri terus ke timur. Saya pikir kenapa tidak melewati jalan besar saja melewati depan RS Pondok Indah ? Belum selesai saya bertanya-tanya dalam batin, tiba-tiba pak P berhenti sambil menunjukkan sesuatu. Tepatnya di sebelah barat lapangan tenis ada pertigaan terdapat pohon besar tepat di depan kios kaki lima. Saya melihat di dekat pohon itu ada sosok makhluk berbulu pendek seperti lumut hijau baunya anyir dan busuk sekali, makhluk itu di daerah Jawa biasanya disebut “Buto Ijo” yakni sejenis siluman yang dipiara orang untuk mencari jalan pintas meraih kekayaan harta benda. Pak P menjelaskan secara singkat bahwa dia meninggal tepat di dekat pohon itu sewaktu akan berangkat ke kantor kira-kira jan 09.00 sampailah pak P di lokasi ini, tiba-tiba lehernya dicekik makhluk itu hingga menemui ajal.
Langkah pertama, saya turun dari mobil dan berusaha untuk “melenyapkan” makhluk itu sebisa yang saya lakukan, tidak dengan doa melainkan harus dengan “cara khusus” barulah makhluk itu dapat diatasi. Doa itu untuk memohon sesuatu kepada Tuhan, dan Tuhan tidak serta merta melenyapkan makhluk itu, namun tetap butuh usaha kita sendiri yakni perlu tindakan konkrit untuk menaklukkan. Jika saya berhasil menundukkan, hal itu tidak lepas dari anugrah Tuhan yang telah berikan kepadaku. Ini sama halnya dengan aksi menangkap koruptor, tidak bisa dengan berdoa saja, tetapi butuh tindakan konkrit berupa penyergapan atau penyadapan suara si koruptor itu sewaktu menjalankan aksi jahatnya.
Perjalanan menuju rumah pak P saya lanjutkan, karena atas petunjuk pak P saya segera sampai rumahnya tanpa harus tanya-tanya alamat di jalan. Pukul 21.00 acara missa arwah selesai. Saya bertemu dengan istri pak P dan menanyakan untuk kroscek dengan kejadian tadi, “apakah suami ibu meninggalnya di dalam mobil dan di daerah kompleks Pondok Indah dekat pohon besar ? dan meninggal dengan posisi ke dua tangan memegang lehernya sendiri seperti orang sesak nafas ? Ibu P membenarkan semua. Agar supaya tidak banyak tanda tanya, saya mengaku sudah mendapat cerita dari teman yang lain sebelumnya. Saya melihat foto almarhum pak P ternyata persis seperti yang saya temui sepanjang perjalanan tadi. Hanya saja wujud arwah atau ruh ternyata selalu tampak lebih muda, lebih segar bugar, lebih ganteng ketimbang raganya sewaktu hidup.
Sepulang dari undangan, sesampai saya di rumah, pak P ternyata menyusul saya. Kira-kira selama 2 jam arwah pak P berkunjung di rumah saya dari jam 23.00 hingga 01.00 wib. Pak P banyak menceritakan kisahnya sewaktu beliau masih hidup dari A sampai Z. Arwah pak P menitipkan pesan kepada saya agar disampaikan kepada istrinya yang masih hidup. Pesan-pesannya sbb; pertama, mohon disampaikan maaf kepada istrinya karena dulu pak P mempunyai WIL dan istrinya tak pernah tahu. Pak P merasa sangat menyesal karena telah membagi “jatah” tidak secara adil kepada keluarga, istri dan anak-anak. Kedua, pak P memberi tahu bahwa dia punya rekening di salah satu bank di Jakarta, sedangkan keluarganya tidak ada yang mengetahui rekening pak P tersebut. Pak P minta supaya istri dan anak-anaknya diberitahu soal rekening dan jumlah tabungannya agar supaya dimanfaatkan untuk melanjutkan hidup keluarga yang ditinggalkan. Ketiga, pak P memberitahukan bahwa dia punya kerjasama bisnis dengan menyebut nama seseorang, dan pak P belum pernah menerima jatah dari pembagian hasilnya. Pak P minta supaya disampaikan kepada istri dan anak-anaknya agar supaya dapat diurus hak-haknya dalam kerjasama dengan rekannya tersebut. Semua pesan itu saya catat satu persatu (kecuali soal WIL pak P) di atas kertas agar tidak lupa, dan paginya saya serahkan kepada istri dan anak-anak yang ditinggalkan. Alangkah terkejutnya istri dan anak-anak pak P karena selama ini tak pernah mengetahui hal itu. Saya merahasiakan kejadian semalam di depan bu P agar tidak menjadi panjang lebar dan penuh tanda-tanya. Saya bilang bahwa kemarin sepulang dari rumah ibu saya bertemu seseorang yang tidaksaya kenal, orang itu memberikan secarik kertas catatan yang berisi pesan-pesan tadi.
Besok paginya bu P dan anak-anak melakukan pengecekan di bank dan melacak rekanan yang namanya saya catat di kertas. Sangat mengejutkan ternyata semua benar adanya, baik nomer rekening, jumlah uang yang ditabung, maupun nama seseorang tercantum dalam kerjasama dengan almarhum pak P.
Seminggu setelah peristiwa itu, arwah pak P kembali datang ke rumah saya, kali ini pak P hanya mengucapkan,”…terimakasih atas segala bantuannya, Tuhan yang akan membalas kebaikan anda ! pak P juga berpamitan bahwa dia akan melanjutkan “perjalanan”nya setelah 40 hari kematiannya itu. Selamat jalan pak P, terusno lakumu, ojo parang tumuleh, lepaso parane, jembaro kubure, semoga amal kebaikanmu diterima disisinya, dan segala kesalahan diampuni Tuhan.















70 tanggapan kepada “Arwah Beramanat”
Bayu
Oktober 29th, 2008 pada 00:51
Salam mas Sabdalangit, nderek tepang
Pengalaman yang menarik sekali bagi saya yang awam ini, numpang tanya mas tentang makluk bau anyir alias “buto ijo” itu. Pemahaman awam saya bahwa sejelek/sejahat apapun makluk itukan ciptaan Tuhan setidak-tidaknya ada Dzat Tuhan didalam diri makluk tersebut ( kalau salah mohon koreksi ), mengapa mas serta merta “melenyapkan” ? apa tidak mungkin kita menggunakan welas asih dan menasehati dia ? dan apa ada hak kita sebagai sesama titah untuk saling “melenyapkan” ? dan makluk itu juga energy, kalau dilenyapkan terus kemana dia mas ?
Tentang bapak P, menarik sekali, nuwun sewu mas, sejujurnya saya ini sangat tertarik dan berterima kasih dengan tulisan-tulisan panjenengan, kami bisa belajar banyak, mudah-mudahan mas tidak keberatan paring pitedah sebenarnya perjalanan kematian itu gimana sih mas ? maksudnya si mati itu setelah oncat dari raganya kemana dan bagaimana sebenarnya ? versi Jowo saja mas.
Satu lagi mas, tentang petung dino yang panjenengan posting di alangalangkumitir mohon dilanjutkan yang lebih detail dan komplit,dalem tenggo nggih mas !
Matur sembah nuwun
sabdalangit
Oktober 29th, 2008 pada 13:43
Salam kenal kembali, terimakasih sekali atas partisipasi mas Bayu yang turut membeberkan ranah gib secara kritis, tanpa meninggalkan hati nurani yg bersih.
Melenyapkan, yang saya maksud bukan membunuh, tetapi lebih tepat menyingkirkan, dan membuat jera sehingga tidak kembali mengganggu lagi. menyingkirnya ke mana saya juga belum mengetahui secara gamblang. memusnahkan yang saya maksud adalah; musnah dari pandangan mata, dan tak pernah kembali untuk mengganggu manusia lagi.
saya tidak bisa membunuh makhluk halus secara langsung, karena saya sebagai manusia yg masih memiliki badan wadag, begitulah kira-kira rumus Tuhan. saya masih meraba-raba, apakah rumus penciptaan manusia berbeda dengan makhluk halus semacam siluman buto ijo? saya baru mendapatkan secercah tabir misteri itu. sebelum melangkah lebih lanjut memasuki ruang pemahaman gaib mengenai asal muasal dedemit, makhluk halus jahat, dan sejenisnya, kita perlu memahami lebih dahulu tentang konsep reinkarnasi. tetapi jika kita menolak adanya rumus reinkarnasi, maka jawabannya tidak akan pernah ketemu.
begitulah tentang gaib yg saya pahami, saya tidak akan berani menceritakan apa yg belum pernah saya alami atau saya saksikan sendiri. mudah-mudahan dapat mas Bayu pahami secara arif. tentang petungan jowo saya akan memaparkan lebih rinci, agar supaya dapat dipahami dan bermanfaat untuk sesama yg memerlukan. saya mohon waktu sejenak untuk menyusunnya.
matur nuwun
Bayu
Oktober 29th, 2008 pada 14:41
Matur nuwun mas Sabdalangit, lego tenan atiku mendapat penjelasan yang lugas, jujur dan menyejukkan, samangkih menawi sampun pikantuk pemahamam yang lebih dalam jangan lupa dibagi-bagi, tak tunggu loh mas.
Tentang konsep reinkarnasi, sepindah malih saya awam tetapi dengan pemahamam yang minim saya percaya dan yakin 110 % itu ada, percaya lebih dari 100% loh mas.
Sekedar ngingetin mas, panjenengan punya hutang loh tentang pemaparan petung dino, bakal tak sinau tenanan mas.
Matur sembah nuwun
Ngabehi K.M
November 9th, 2008 pada 12:30
Mas sabda, apa hubungannya pak P dan Buto Ijo itu, kok dia bisa dicekik, bukankah rumus sebab akibat harus ada mas, mohon pencerahannya.
tk
sabdalangit
November 9th, 2008 pada 13:12
Rahayu
Matur nuwun mas Ngabehi sampun kerso pinarak wonten gubuk kawulo.
Saya juga tanda tanya mengapa pak P yg jadi korban?
saya sempat kontemplasi ; apakah krn faktor WIL itu yg menjadi penyebab muculnya sukerta-sengkala pada pak P, dan hari naas itu merupakan hari apesnya pak P, sehingga terjadi peristiwa itu.
atau ada faktor lain yg tdk saya ketahui sebelumnya.
naun saya dapat pelajaran bahwa hidup ini penuh dengan “ranjau” shg kita hrs selalu eling waspada terhadap semua perbuatan kita, jangan sampai melakukan perbuatan (dosa) yg menimbulkan sengkala sukerta. bagi org Jawa yg mengenal hari apesnya sendiri, biasanya menjalani hari itu dgn penuh kewaspadaan disertai doa tak putus kpd Tuhan, dengan satu permohona yakni KAWILUJENGAN LAN KARAHAYON.
nuwun
kweklina
November 9th, 2008 pada 19:40
Salam kenal mas Sabdalangit…
maaf baru berkunjung…kemarin diluar kota…
wah…pengalaman yang sangat menarik…tapi kalau saya takut juga hal-hal demikian.
Kalau saya…hal-hal yang berhubungan dengan orang mati sering diberitahu dalam mimpi…seperti kakek saya meninggal saya diberitahu rumah kami banyak orang…aneh kok mesti lewat kuburan…serta kehidupan kakek saya diakhirat saya diberitahu dari dalam mimpi…
Beberapa bulan kakek saya meninggal saya bermimipi…seekor kucing mati terkapar disebelah kuburan kakek saya…dengan leher dan kepala berlumuran darah…beberapa hari kemudian adik sepupu saya mati naik sepeda motor nabrak tiang beton dengan kepala leher yang kira-kira retak…dan darah seperti yang terlihat dimimpi saya itu…
banyak hal-hal yang sebelum kejadian saya diberitahu dalam mimpi…yang jalan ceritanya mirip-mirip dengan yang terjadi didunia nyata.
Saya ngak tahu apakah ini semua adalah kebetulan…atau apa? saya sendiri kurang paham…
Blog yang sangat menarik!
Tohar
November 26th, 2008 pada 16:28
pengalaman yang sangat menarik mas. perjalanan spiritual yang jarang dialami oleh orang lain. semoga apa yang mas miliki bermanfaat buat sesama dan yang terpenting, itu tidak mempengaruhi akidah mas.
Tohar
November 26th, 2008 pada 16:41
ini terjadi di bulan Agustus 2008 lalu. selama 3 hari saya seperti dihantui sesuatu, hal yang tidak saya ketahui tapi membuat saya sangat gelisah. ketika itu saya ada di jakarta mengikuti pameran. ketika sampai di rumah, hari selasa, saya di bel kalau kakak saya sedang kritis dan saya lalu menuju rumah sakit. kakak saya sudah tidak bisa ngomong. memang sudah hampir 1 tahun dia sakit parah, kena kanker getah bening. hari kamisnya, kondisinya semakin parah dan sudah dalam keadaan tidak sadar. sehabis dhuhur, sambil berdzikir,saya duduk didekat ranjang kakakku sambil minta petunjuk tentang kondisi kakak saya itu, dan lalu sekilas terlihat ada bayangan orang membuang sesuatu dari dalam kamar. saya bingung apa artinya ini. magribnya, malam jumat, ketika akan sholat maghrib, baru saya takbiratul ihram, muncul bayangan lagi, seseorang menyimpang barang di dalam loker. karena kaget, akhirnya saya batal takbir nya dan lalu takbir lagi. setelah salam, terlihat lagi bayangan kakak saya itu dibonceng orang naik vespa. saya sendiri bingung apa maksudnya. jam 12. 15 malam, akhirnya kakakku dipanggil oleh Allah. bayangan itu sampai sekarang masih terbayang jelas. malam sabtunya, setelah tahlil, saya duduk didepan rumah sama teman, teman saya melihat kakak saya duduk di depan pintu dan tahu-tahu sekilas terlihat kakak saya tertidur dalam kuburnya. apa yang saya alami ini sangat membekas, tetapi tidak tahu bagaimana cara menggulo wentahnya biar bisa menembus dimensi alam itu. mohon pencerahan.
sabdalangit
November 27th, 2008 pada 02:51
Terimakasih Mas Tohar sudah kersa sharing kpd para pembaca yg budiman. Semoga semua pengalaman gaib ini justru menambah tingkat akidah akhlak budi pekerti kita. sebab Tuhan telah memberi kemurahan kepada kita suatu pelajaran berharga yg tdk dialami setiap orang.
Yang penting, jangan sampai kita berprasangka buruk, bayangan2 spt itu menyesatkan, sebaliknya kita syukuri sbg anugrah Tuhan. semakin kita mensyukurinya, biasanya kita dibukakan “rahasia” yg lebih dahsyat lagi. semua itu semata2 agar kita mempu mengupas kebenaran sejati.
itulah yg disebut mengintip rahasia langit.
Dalam kondisi koma, tak sadarkan diri, seseorang sudah tdk merasakan sakitnya lagi, sukma seseorang biasanya sdh keluar dari badan, kadang berkelana, atau melakukan aktivitas layaknya masih sehat. ini juga dpt menjelaskan tentang mati suri. jika Tuhan memiberikan anugrah pada kita, pada saat2 seseorang mengalami sakaratul maut kita dapat melihat para leluhur datang berkerumun menjemputnya.
gambaran kakak anda bonceng vespa, itu semacam perlambang sebagai isyarat/petunjuk bahwa kakak Mas Tohar sdh akan “pergi”. kadang juga tergambar naik kuda, lalu melambaikan tangan sambil menjauh meninggalkan kita. atau bisa juga gambaran lain lagi tapi maknanya sama. gambaran itu bisa terjadi antara 30-1 hari menjelang “kepergian” seseorang.
Teman yg melihat bayangan kakak anda duduk dkt pintu rumah itu benar adanya. karena arwah almarhum tetap tinggal di rumah selama 40 hari, setelah 40 hari kemudian meninggalkan rumah untuk meneruskan “perjalanannya. selama 40 hari itu arwah tetap merasa layaknya org hidup biasa, hanya saja anda dan keluarga tdk bisa melihatnya atau berkomunikasi. bahkan beberapa saat setelah meninggal, biasanya seseorang belum sadar bahwa dirinya telah meninggal dunia, terkadang mengira dirinya sembuh total dari sakit yg dideritanya lalu boleh pulang dari rmh sakit. ini pernah terjadi juga pada kakak saya. 1 jam setelah meninggaldunia ia bilang merasa sdh sembuh, tapi kenapa kok di rumah ada banyak orang, dan semua cuek tdk ada yg menyapanya. saya bilang kamu sudah meninggal mas, oo jadi aku sudah mati, berarti aku sudah tidak bisa memeluk anak istriku ? saya bilang, tetap bisa hanya saja anak istrimu tidak bisa merasa dan tdk melihat kamu mas. pada selamatan 7 hari dan 40 harinya kakak saya terlihat ikut duduk bersama keluarga sambil turut berdoa. badannya tampak lebih segar, bersih, sehingga terkesan menjadi lebih muda.
Kakak saya minta supaya saya menanggung seluruh beaya selamatan, lalu dia bilang akan menggantinya dgn sepeda motor baru…wah, saya pikir nonsense dan mengada-ada almarhum kakak saya ini. tapi bener, 3 bulan kemudian saya mendapatkan hadiah undian sepeda motor suzuki spin dari toko swalayan tempat saya dulu belanja buat selamatan. wah, bener kamu mas hahaha…nuwun yo !
lare dusun
November 27th, 2008 pada 08:24
Rahayu…
Kangmas sabda langit, kulo tenggo lho alkisah babagan ‘tumimbal lahir’…
sampun dados punopo dereng ???
yande
November 28th, 2008 pada 09:42
wah… seru, saya juga pernah mas, anak saya yang diganggu. Sudah saya salami dan peringatkan dengan halus (meminta klo lebih tepatnya) agar anak saya jangan diganggu, tidak digubris, peringatan kedua tetep saja cuek, kelamaan yang ketiga saya eksekusi saja sekalian.
Walaupun saya tahu yang datang itu tidaklah memiliki nia buruk dia hanya ingin ikut ngemong istilahnya, tapi mungkin karena dia belum “bersih-bersih” anak saya yang masih bayi jadi ngga suka (asli mas, wong pk acara mukul-mukul kayak gelut segala padahal masih bayi hehehe…)
sepengertian saya (karena saya belum tahu jadi ya.. perngertian saja) arwah, roh itupun memiliki tingkatan/kasta yang diukur dari pembawaan hawanya, ada yang kasar, ada yang halus, ada yang lembut, ada juga yang menusuk, bagaimana menurut mas sabdalangit?
manusia tercipta sebagai mahluk yang memiliki derajat yang tertinggi dan sempurna diantara ciptaanNya yang lain, karena itu sedikit dari setiap sifattullah ada dalam diri kita meski kita tak pernah menyadari hanya saat kita mengerti siapa AKU dan siapa KAMI yang ada hanyalah kun fa ya kun (btw saya agama Hindu mas hehe… jadi maap klo ada penulisan yang salah)
*aduh mas, nama link blog saya, tinggi sekali artinya, padahal saya masih belum apa-apa dibanding sampeyan”
sabdalangit
November 28th, 2008 pada 12:56
Rahayu
Untk Mas yande
Senang mendengar pengalaman anda. Tidak jarang anak kecil yg diemong gaib. ada dua kemungkinan, bisa jin bisa juga ruh. kalau sudah terbiasa melihat, keduanya sangat berbeda, baik dari aura, baunya, wjudnya, maupun getaran energinya. tetapi, rahsa (sir/sirullah) kita tak akan keliru, dari rasa, mengirim sinyal ke jiwa kita, meneruskannya kepada hati nurani. nah, hati nurani kita akan mendeteksi apakah itu jin atau ruh manusia. susah ya dibayangkan, tapi jika sudah dialami akan sangat mudah membedakan antara ruh dgn jin.
efek dari adanya pemomong gaib, jika ruh biasanya ya leluhur kita sendiri jadi nggak apa2 malah banyak membimbing kita pada kebaikan. tetapi jika yg momong adalah jin kadang pengaruhnya buruk, sebab sosialisasi jin pada anak berbeda dgn cara manusia/ortu sendiri. saya pernah melihat anak gejala autis, tetapi kok ada gejala lain yg tidak lazim, setelah diamati ternyata ada dua jin yg momong. nah, kita usahakan memutus hub gaib yg seperti ini. sebab jika tdk diputus hub gaibnya, suatu saat si anak bisa saja bener2 diajak pulang kampung dan diambil sbg anak asuh (masuk ke alam jin) akibatnya bisa meninggal dgn cara yg seolah2 misalnya kecelakaan atau main di sungai lalu hanyut. coba saja di segera bikinkan bancakan weton sesuai adat/tradisi setempat, agar pemomong asli (dulur kembar) dan guru sejati yg akan selalu mendampinginya. dan supaya para leluhur selalu njangkung dan njampangi. memang bener Tuhan sebagai tempat berlindung dan kepadaNya kita memohon. tapi kita tdk bisa oportunis, egois, hanya cari enaknya saja, hanya berdoa siang malam, tanpa ada usaha riil, lantas berharap-harap Tuhan langsung melindungi. jika begini apa artinya kita hidup jika segalanya cukup diselesaikan dengan doa tanpa berusaha/ikhtiyar. tapi saya tau Mas Yande tdk demikian. kita tak akan mencari duit, periuk nasi, menjaga sehat, mencari selamat, hanya dgn doa saja. hidup harus berusaha secara nyata, dan harus disertai dgn doa pula.
maaf jika tdk berkenan, banyak kekurangan ada pada saya
Rahayu
yande
November 28th, 2008 pada 16:41
Naaa… ini dia mas, ups, kulo nuwun.. hehe sampe lupa sopan santun
Saya ngga mengerti bagaimana seorang manusia bisa masuk alam gaib, memang saat kita telah mengerti ghoibnya manusia, saya pun jadi merinding saat mengerti betapa kecilnya kita dihadapanNya.
Jelas sepertinya bagi saya hawa kita manusia berbeda 180 derajat dgn mereka, selama ini memang saya hanya merasakan kehadiran, pun bila ditunjukan bukan lewat penglihatan mata telanjang namun seperti… apa ya bukan di otak tapi di hati ada sesosok gambaran (biasanya klo membayangkan kan di otak ya mas) yang nampak.
Memang saat-saat tertentu atau kondisi tertentu hawa kita bahkan hampir menyamai hawa gaib tersebut tapi itupun bila terjadi biasanya hanya sebentar sekali, na… di Bali ada cerita bila ada yang sampe menikah dg mahluk gaib dan orangnya juga masih hidup, makanya saya jadi ngga ngerti.
sabdalangit
November 28th, 2008 pada 18:04
orang bisa masuk ke alam gaib itu tdk membawa fisiknya, tapi hanya ruh nya (badan alus), dan dikawal oleh sang guru sejati.
Pelan2 dan sabar, awalnya dari mata hati, kemudian mata batin, lama2 mas yande akan melihat dgn mata wadag. kuncinya ikhlas, sabar, pasrah. ini berguna untuk mengekang fikiran supaya tdk berimajinasi. nantinya mata batin yg akan keluar dgn sendirinya melihat realitas yg ada. dikatakan makhluk gaib itu bisa menipu pandangan kita, itu salah besar. yg bener penipunya adalah fikran kita sendiri yg berimajinasi. maka disebut juga MEMEDI,singkatan dari “memet ing budi”. imajinasi itukan “rasaning karep” atau nafsu/tdk pasrah. sedangkan melihat gaib harus dgn “kareping rasa”. rasaning karep itu suci, pasrah !
org menikah dgn peri, atau jin, di jawa juga banyak kok, jd sdh tdk aneh lagi. semakin banyak pengalaman gaib, maka akal budi kita akan mampu menyentuh ruang gaib, sehingga segala yg gaib jadi masuk akal.
manusia akan sempurna jika menggunakan akalnya utk kebaikan, jika sebaliknya, malah menjadi paling hina, lebih hina ketimbang binatang bahkan demit.
Rahayu
gisrun
Desember 11th, 2008 pada 18:45
nuwun sewu, nderek midangetne nggih?
menawi kepareng kulo badhe nyuwun tulung medaraken ung-uneg kulo. rumiyen pas kulo taksih sinau ing jogja(th 2000an) kulo natos ngimpi aneh, kulo ngimpi menawi wonten tiyang estri nekani kulo lan matur menawi piyambake badhe tumut kulo, lajeng kulo takoni sinten, tirose tiyang menika sampun sedha(nuwun sewu, sedhanipun kendat/gantung) ing kamar mandi kost”an ingang kulo panggeni. banjur tiyang kolowau sajar sampun crita dateng sinten”, sakbanjure dinten-dinten kulo biasa mawon nanging anehipun menawi kulo dereng shalat(agami kulo islam) 5 waktu wonten mawon ingkang ngelingaken arupi wewujudan ingkang medeni(menawi taksih turu) nopo wonten alangan nopo kemawon(menawi mboten turu).lajeng kulo nglanggar kanti crita kaliyan rencang kulo, milai niku shalat mboten shalat mboten wonten ingkang ngelingaken lan tiyang wau mboten natos malih dateng ing impen kulo dumugi sakmeniko.
ingkang badhe kulo tangkletaken, tiyang menika(ing impen kulo)sejatosipun arwah/jin/mahkluk menapa?
sakserengipun kulo namung saged matur suwun menawi panjenengan lilo legawa medharaken impen kulo meniko
nuwun
sabdalangit
Desember 11th, 2008 pada 20:41
Matur nuwu mas Gisrun sampun kersa pinarak mriki. kula bahasa Indonesia njih supados saget dipun mangertosi ing ngakathah.
Orang bunuh diri, pasti ada penyebabnya. biasanya tidak kuat mengalami penderitaan hidup. matinya menjadi tidak tenang karena meninggalkan PR besar sewaktu hidup di dunia. PR itu menjadi ganjalan, sehingga arwah selalu ingin kembali ke dunia untuk menyelesaikan PR tersebut. Tapi kenyataan raganya sudah rusak (mati) si arwah tidak bisa lagi kembali ke dunia nyata. biasanya arwah meminjam raga orang lain (kesurupan) untuk menyampaiakan pesan atau keinginannya supaya ada yg mau menolong si arwah menyelesaikan PR di dunia dan mau menolong untuk menyempurnakan arwahnya.
Anda terpilih dan dipilih oleg arwah itu karena Mas Gisrun punya talenta melihat gaib dan mungkin bisa komunikasi batin. maka si arwah pun tidak perlu merasuk ke raga orang lain.
Tapi ada yg misteri mengapa tidak mau banyak orang mengetahui keberadaannya ? apakah takut diusir. saya tidak tahu karena tidak berhub langsung dgn si arwah. Nah, karena permohonannya untuk merahasiakan tidak anda penuhi, si arwah memutus komunikasi dengan anda. dia tidak menganggu, karena bukan jenis jahat. mungkin sewaktu ia hidup termasuk org yg pernah melakukan banyak amal kebaikan, hanya saja ia mengakhiri hidupnya secara mengenaskan.
yg menemui anda termasuk kategori arwah “penasaran”. semoga penjelasan ini dapat mengobati rasa penasaran Mas Gisrun.
Nuwuun
Rahayu
ARTANTO IGFA
Februari 21st, 2009 pada 12:22
sugeng siang…..
salam sejahtera dan sehat selalu
sungkem hormat kaliyan ki sabdo kaliyan penduduk ingkang wonten mriki
dan semoga slalu di beri ketenangan lahir batin dari sang pencipta untuk kita semua.
amin….
saya sangat tertarik dengan blog ini tulisan2 dan pengalaman yang mantabh!
saya juga pingin posting di sini ttg pengalaman saya mendapatkan sebuah keris kecil.
antara penasaran dan ingin tau siapa atau apa yang membuat aq mendapatkan itu
pada hari itu di rumah, saya dan teman2 kumpul seperti biasanya membahas ini dan itu tentang kegiatan kami (BAND)
dan keputusan kami waktu itu dalam 2 hari ini harus ada yang ter record paling tidak record sendiri
dan akhhirnya 2 hari berikutnya kami melaksanakan home track /recording di rumah sendiri dengan peralatan dan perangkat kami seadanya……
3 hari proses itu berlangsung. tapi ga seperti basanya saya waktu itu tidak bisa tidur jadi selama 3 hari itu saya tidak tidur. pada akhirnya record selesai juga di hari ke 3 sekitar -+ pukul 2 dini hari. lalu tak selang lama teman2 pada pamit pulang. yah sendirian saya di rumah…………belum bisa tidur juga akghirnya saya iseng mixing2 sendiri materi kami….sekitar -+jam 4 pagi kaya saya ngrasa aneh. perasaan rasanya bingung ga tentu.anggap saya ah mungkin karena saya tidak tidur jadi perasaan jadi begini…tak selang lama kaya ada seperti ada yang ketok2 pintu, lalu saya buka tidak ada siapapun, habis itu kaya ada orang di ruangan sebelah yg biasa buat kamu kumpul. saya lihat juga ga ada…..sering spt itu pd wktu pagi itu. kaya ada yang lewat di depan pintu kamar yang buat record tadi…….aktu itu saya sedang konsen mixing dan saa menggunakan HEADPHONE/hetset tap yang besar. harusnya saya tidak mendengar suara2 dari luar krn musik pd wktu itu sgt keras do telinga. pd waktu itu saya ngrasa ah itu mungkin karena saya tidak tidur selama itu.dan saya terus dengerin pakai headphone, lalu sekitar jam 5 pagi lebih dikit kaya ada perasaan suruh saya membuka jendela kamar itu dan jendela itu kebetulan berhimpitan dengan tembok tetangga tapi antara tembok kami kaya semacam lorong yang terhobung dengan kebon belakang rumah saya. lalu saya buka jendela itu….hm dingin juga terasa pagi itu…..lalu saya buat secangkir kopi untuk nemani saya. pas masuk kamar lagi dan saya memakai headphone lagi dan melanjutkan kegiatanku dengan secangkir kopi. selang sebentar perasaan ga tentu itu muncul lagi tp saya berusaha untuk tetep cuek. dan pada akirnya saya kaya antara sadar dan tidak seperti ada yang menggerakkan mata dan kepalaku untuk melihat kearah luar jendela lalu saya beranjak (kaya ada yang memaksa) menuju arah jendela
dan subhana ternyata ada sebilah keris kecil dan lalu saya ambil dan keris itu terasa dingin dan berbau harum……dan anehnya keris kecil itu gagangnya menyatu dengan bilahnya dan gagangnya itu bentuknya kaya orang dengan tangan bersedakep.dan juga hampir di ujung bilah ada kaya seperti sidik jari yang “ngecap” langsung di bilah keris tersebut. saya bertanya2 apa orang yang ngecapkan sidik jarinya itu dulu ga kepanasan ya?????subhanallah
setelah itu karena penasaran saya langsung telpon temen saya ang dulu pernah ngaji bareng di pondok. temensaya langsung datang dan memegang keris itu (seperti meremehkan) serta langsung di korek2 pangkal kerisnya ternyata di balik warna hitam dan agak kotornya keris itu ternyata warnanya kuning kaya kuningan. dan tidak selang lama teman saya “sambat mumet” pusing dan tiduran di tempat tidur saya. dan 2 hari temen saya itu panas badanya. lalu keris itu ku taroh di atas CPU komputer saya dan saya biarkan aja.
selang 3-4 harian tidak ada temen saya satupun yang datang ke rumah saya. tapi tiap hari ada pacar saya dateng biasa bantuin bersihkan rumah……
dan sekitar 4 hari setelah saya temukan keris kecil itu pacar saya bersihkan kamar saya dan menemukan skertas terlipat di deket keris itu lalu saya di tanya “mas kertas ini penting tidak?” kalau tidak saya buang ya??kata dia”
lalu saya bilang kertas apa??? lalu saya lihat ternyata ada tulisan di kertas itu (tulisanya tidak bagus tapi bisa terbaca) ternyata isi tulisanya tentang keris itu…pan pakai bahasa jawa.
isi TULISAN ITU SBB =
DUWE KELANGENAN ASMO KAKI SLOYOMANDU
WUJUDE SATO SINGO ASALE SONGKO LELUHUR 9 TURUNAN KAPING LIMO
KERIS LOYANG ASMO KYAI KREPYAK WONONJALI
DASARE NEKO ORA SOKO WIRIDE NING SOKO WATAK, PERBOWO LAN DINO SING NGLAKONI (WAYAHE)
GUNANE : OPO WAE SING BECIK WONG ASALE SOKO GOLONGAN SUFI
CORO NGERTENI ISINE (coro jowo)
DELEH DUWUR SIRAH TURU “NIATKU BUKAKNO WADINE KERIS LOYANG LUK 7 IKI”
CORO ISLAM : NDEREK MAWON
WANTI WANTI : ORA KENO KANGGO SEMBRANAN NGEMU TEGES BILAI!
itulah isi dari tilisan di kertas tsb TIDAK ada sedikitpun yang saya rubah
tapi waktu saya pengen tau isi dari keris tsb dengan cara yg dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun
sampai sekarang saya bertanya2 siapa yang naroh kertas itu ???sudah saya tanyakan ke teman2 saya yang biasa kerumahku tapi jawab mereka semua pada ga tau. dan kunci rumah slalu saya bawa ke mana2 kalau bepergian.
dan pacarku juga tidak tau bahasa jawa yang gituan. jadi ga mungkin pacarku yang nulis itu………….
hmmmm…….sebuah misteri yang sampai detik ini saya belum tau jawabnya……….
keris dan kertas itu masih tersimpan sampai sekarang.
sekian dulu tulisan karena rasa penasaran saya…….
sebenarnya ada beberapa pengalaman lainya yang tidak masuk akal… tapi tangan saya capek ngetiknya. insya allah lain waktu…
+++++++++++++++
Bila tak keberatan coba nanti dibawa sekalian selagi ketemu ya.
salam sejati
ARTANTO IGFA
Februari 22nd, 2009 pada 15:34
ralat
dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun
maaf maksud saya ta
dituliskan itu kok ga ketemu/ TAU isinya ya???? jadi binun
gendewa_geni
April 30th, 2009 pada 15:04
nuwun..
pengalaman yg sangat menarik, sangat jarang punya kelebihan dan pengalaman yg sepertiitu..
mas mbok di tuliskan hari apes menurut hari/weton kelahirane..
ditunggu mas
matursuwun
Lovemedoka
Mei 23rd, 2009 pada 13:57
Sugeng pepanggihan…
Nuwun sewu, setelah membaca pengalaman poro kadang, saya memberanikan diri untuk ikut bercerita pengalaman pribadi. Kertika itu umur saya kurang lebih 10 tahun ( kelas 3 ata 4 SD). Seperti biasa jika malam sudah tiba dan bulan bersinar kami anak-anak kampung sering bermain bersama. Demikian pula pada sore itu kami bersenda gurau bermain anak laki dan perempuan. Hingar bingar riuh renyah gelak tawa anak-anak. Namun seitar pk 20 teman-temanku sudah mulai dipanggil orang tuannya. Akhirnya tinggal aku sendiri tanpa siapapun. Lalu aku berjalan pulang. Untuk sampai kerumahku, aku harus melewati lorong antara rumahku dan rumah tetanggaku. Pas ditengah-tengah lorong tersebut, aku mendengar suara riuh ramai surak surai persis seperti suara temanku yang tadi. Hanya letaknya berubah keramaian itu ada disebal depan kiri rumahku. Sedangkan aku ada dilorong sebelah kanan rumahku. Bersamaan dengan suara gegap gempita teman-temanku tersebut, terlihat 2 orang anak perempuan membawa selendang diata kepala mereka. Anak yang depan memegang selendang tersebut dengan tangan kanan dan memegangnya bagian bawah selendang bagian depan, anak perempuan yang satu memegang selendang dengan tangan kanan diangkat diatas kepala dan memegang selendang bagian belakang. Jadi kedua anak perempuan tersebut berlari depan belakang. Saya sangat senang melihat mereka, keramaian ternyata masih ada. Segera saya berlari keujung lorong didepan saya. Begitu sampai diujung lorong, ternyata 2 anak yang membawa selendang dan saya kenal betul siapa mereka, ternyata hilang… suara keramian teman-teman saya hilang seketika. Yang ada sunyi, sepi, tiada siapapun. Saya sempat berfikir cara 2 anak perempuan tadi memegang selendang. Selendang itu dipegang bagian bawah oleh ke dua-duanya (depan belakang). Namun anehnya… kok dbagian atasnya melambai-lambai… jadi bisa berdiri seperti sena/plat yang berkibar-kibar.
Kenyataan yang saya alami ini saya simpan tidak saya ceritakan kepada teman-teman saya. Hingga saya dewasa baru saya rasakan bahwa hal itu aneh…tapi nyata.
Mohon penjelasan ….apakah gerangan?
Nuwun, salam buat semuannya.
Febri Harsanto
Juli 11th, 2009 pada 00:01
Salam Mas Sabdalangit.
Menarik sekali uraian Mas di atas, walau saya rasa Mas juga mempunyai cerita yang lain pastinya. Sampai saya merinding menulis ini, diawasi di belakang saya
. Untuk istilah arwah beramanah, mungkin saya masih sulit untuk mendengar, karena takut dan rasa selalu ingin mengusir. Apa benar, ketika seseorang mau meninggal kadang meninggalkan pesan/pamit? Soalnya, kira-kira hampir 2 tahun lalu, ketika sholat maghrib saya melihat bayangan hitam masuk kamar saya (kost/kontrak), sehingga mengganggu sholat saya, akhirnya sehabis sholat maghrib saya berusaha mengusirnya. Tetapi tidak berapa lama mendapati kabar kalau sebelah saya meninggal dunia. Akhirnya saya mikir, apa bayangan tadi itu orang sebelah saya mau mati mau pamit? Tetapi kenapa tampak hitam? Esoknya, karena saya sering merokok diluar kamar, dan selalu risih jika tampak tetangga yang sudah meninggal tersebut, akhirnya saya bilangin ya sudah mau kemana sih? Tak coba antar ke arab saja ya?? Akhirnya saya coba kerjakan sebisa saya menaruh di Makkah Masjidil Haram (saya sendiri belum pernah kesana), karena saya melihat/merasa teman/tetangga ini seperti orang bingung/diam saja. Malamnya saya bermimpi seolah saya melihat pandosa/keranda disamparin/ditendangin orang kesana-kemari di area seperti masjidil haram. Apa mimpi tersebut menandakan bahwa usaha saya menyebabkan teman/tetangga yg sudah mati ini tidak diterima disana, ataukah bagaimana? Kenapa bisa begitu? Terus apa bau orang/arwah yang habis mati itu kadang2 wangi seperti kembang boreh yang biasa buat nyekar, ataukah kadang-kadang busuk?? Maaf Mas, kalau nulisnya seperti orang bingung, maklum menulis beginian kadang bingung ceritanya gimana, dan takut diketawain pembaca yang lain..
Wilujeng
SABDå
Juli 11th, 2009 pada 02:28
Mas Febri Yth
Yang paling sulit adl memisahkan antara imajinasi bawah sadar dengan kenyataan gaib. Imajinasi bawah sadar sebelum berangkat tidur akan bisa kebawa hingga ke alam tidur menjadi bunga tidur alias mimpi yang melanjutkan harapan dan keinginan sebelum terjadi tidur.
Arab ataupun masjidil haram adalah tempat yg masih berada di dalam dimensi fisik/wadag bumi. Dan bukanlah tempat tujuan para arwah. Tujuan arwah adalah alam kesejatian “hidup” diistilahkan pula “alam kubur”, alam barzah, alam kajaten, alam baka, alam gaib, alam pangrantosan, alam kelanggengan, alam kamulyan dsb. Itupun sudah menjadi rumus/hukum alam semesta yg bergerak linier dan menjadi urusan Gusti Hyang Mahawisesa, manusia tak akan bisa menentukan kemana arwah harus pergi. Jika ada penyempurnaan arwah, hal itu hanyalah sebatas mendoakan, atau “mensupport” agar arwah tidak lagi terganjal PR urusan duniawi yg belum terselesaikan.
Bayangan hitam itu sukma tetangga atau bukan sulit diketahui karena harus melihat langsung. Bayangan hitam, disebabkan penglihatan mata wadag kadang terdistorsi, hal itu tidak ada kaitannya dgn tingkat kemuliaan arwah. Soal bau wangi memang ada kemungkinan, krn bau roh sangat beragam, misalnya bau wangi, bau dupa, ratus, kemenyan, sirih, atau bau khas seperti saat ia masih hidup. Sedangkan bau makhluk halus (siluman, dedemit, setan gentayangan dll) baunya seperti bangkai, jengkol, petai, bau gosong, bau kotoran, anyir/amis, bacin, seperti comberan/jamban, bau selokan busuk dan semacamnya.
Semoga menjadi bahan refleksi. Maaf bila ada kalimat yg kurang berkenan.
salam sih katresnan
batjoe
September 5th, 2009 pada 00:33
ass..
merinding juga saya mendengar cerita ini mas ..
ngeri juga bila saya yang ketemu mungkinlari kali hehehhee
wah ilmunya mas sabdo luar biasa
batjoe
September 5th, 2009 pada 00:37
oya mas sabdo mohon maaf saya blogroll ya dan mohon maaf baru minta ijinnya sekarang karena saya suka artikel2nya mas
makasih mas atas pengertiannya
SABDå
September 5th, 2009 pada 03:24
Mas Batjoe Yth
Monggo mas apabila dirasa ada manfaat silahkan di link. Matur nuwun. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan saya. Saya biasa-biasa saja dan merasa tidak memegang ilmu apa-apa kecuali hanya menyadari diri ini masih bodoh dan mentah memahami kehidupan yang maha agung dan luas ini. Jika kita tahu no rekening dan jumlah uang di dalamnya, itu bukanlah keajaiban apalagi luar biasa. Bukankah yang memberi informasi tetap yang bersangkutan kan. Hanya saja bedanya, kadang saya diberi informasi mengenai suatu hal oleh teman saya yang masih hidup. Di lain urusan saya berinteraksi dengan orang juga, tetapi sudah di dalam kehidupan yang hakiki dan sejati, yakni alam kelanggengan. Kadang mereka juga menyampaikan informasi suatu hal penting oleh sahabat saya yang sudah meninggal alias “hidup” langgeng di alam kajaten. Itu saja mas, cuma sederhana kan..
salam sih katresnan
Pharme816
September 21st, 2009 pada 08:42
Very nice site!
Gama
Oktober 7th, 2009 pada 16:01
Ass WW,
Cerita2 yang sangat menarik…..yang mengingatkan kita bahwa “hidup ini tidaklah mudah”, dan yang harus kita pikirkan….”kemana kita akan pulang nantinya ?”.
……..apalagi kalau kita belum kenal kepada yang akan kita tuju nantinya.
Wass
Lily
November 22nd, 2009 pada 23:55
Mas Sabda,
Saya mau tanya mengenai orang yang kena santet. Ini pengalaman pribadi saya. Kejadiannya sudah lama tapi masih membekas. Ada rasa ingin tahu mengapa saat saya tidur, saya terbangun tengah malam hingga pagi pagi buta dan ketakutan. Seperti saya melihat sesuatu yang tidak terlihat, tapi sangat menakutkan. Padahal saya bukan jenis yang penakut. Itu terjadi satu bulan lamanya sampai saya mendapat mimpi seorang wanita tua yang memberi tahu saya bahwa ada orang yang tidak suka pada saya. Bahkan namanya juga diberikan. Saya juga melihat kitab suci agama Budha yang memang saya simpan di lemari dalam mimpi saya. Itu yang menahan iblis yang dikirm oleh penyantet.
Pertanyaan saya, saat terbangun dan ketakutan, apakah saya sedang diselamatkan? Karena menurut yang saya dengar, kalau saya tidak terbangun, saya bisa celoko (celaka). Mohon penjelasannya.
Terima kasih.
SABDå
November 23rd, 2009 pada 10:23
Mbak/Ibu Lily Yth
Kekuatan santet lebih tepatnya tenung, biasanya tidak dikirim dengan energi si dukun tenung. Melainkan memerintah “pesuruhnya” berupa makhluk halus sejenis siluman, jin, lelembut yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan. Nah, yang berkeliaran di saat Mbak/ibu Lily tidur itulah makhluk suruhan si dukun. Yang diserang ya badan fisik, tetapi saat tidur badan halus bisa bersentuhan/berinteraksi dengan makhluk “pesuruh” tsb. Saat bangun, maka kesadaran menjadi terjaga, otomatis kekuatan mental segera turn on. Kekuatan mental akan membangun kekuatan batin pula. Semakin kuat kekuatan batin yg kita miliki, dapat mereduksi kekuatan negatif yang akan menyerang. Maka, doa dalam hal ini berfungsi sebagai penguat mental kejiwaan (soul) dan batin (spirit). Kitab suci akan memiliki kekuatan seperti halnya benda pusaka bertuah apabila dijangkung oleh para leluhur. Tanpa peranan itu, kitab suci tak lebih sebagai buku pelajaran biasa. Karena Tuhan memberikan ruang bagi manusia untuk berusaha/berikhtiar tidak hanya terbatas pada dimensi kehidupan bumi (mercapada) melainkan sampai ke alam luhur (kehidupan sejati). Hanya saja, tidak mengurusi nasibnya sendiri, melainkan nasib anak turunnya. Kalau nasibnya sendiri sudah tak bisa dirubah, karena kehidupan kita di dunia-lah yang mutlak menentukan nasib kita di alam kehidupan sejati, apakah akan mulia, mulia sejati, atau sengsara.
Rahayu manuksma
Lily
November 23rd, 2009 pada 23:43
Terima kasih atas penjelasan Pinisepuh.
Apa Pinisepuh memiliki pedepokan atau paguyuban atau rekan di daerah Bali?
Menggali dunia niskala merupakan sesuatu yang sangat saya minati, terutama setelah mengalami santet / tenung beberapa tahun yang lalu.
Matur suksma,
Lily
SABDå
November 24th, 2009 pada 07:01
Lily Yth
Saya ada banyak sahabat di dan dari Bali. Suatu waktu saya akan mengunjungi para sahabat di Bali untuk mempererat tali persahabatan. Jika sudah mendapat waktunya, saya akan kabarkan kepada rekan2 semua.
Rahajeng
Parto Sahid
Desember 29th, 2009 pada 00:59
Yth.
Mas Sabdo,
Pada tahun 2007 saya mengalami kejadian aneh, pada suatu malam, kalau gak salah malam Jum”at Kliwon saya dan istri sedang asyik nanton TV, kira-kira jam 11 malam kami mendengar suara anak laki-laki memanggil …ibu….ibu…ibu, waktu itu perasaan saya tidak enak lalu saya lihat keluar rumah, tidak ada siapa-siapa tapi bulu kudukku meremang dan tengkuk ini berat sekali rasanya. Waktu itu saya sudah memperkirakan bahwa yang memanggmanggil itu merupakan arwah yang ingin cari jalan pulang. Keesokan harinya secara tidak sengaja saya mendengar kejadian tabrakan yang jadi korban seorang pelajar sebuah SMP di Gunungkidul yang tertabrak truk dan langsung meninggal dijalan dekat rumahku. Hal ini saya hubungkan dengan kejadian semalam, yang saya tanyakan benarkah yang memanggil-manggil itu adalah arwah anak tersebut? … oh ya tak berselang lama dari suara memanggil ibu itu ada lagi suara orang dewasa kulo nuwun dirumah kami , ketika saya lihat keluar rumah juga tidak ada siapa-siapa
edwin
November 15th, 2010 pada 10:21
mas sabda langit,,,, gmna crae menbuka mata batin ???????
Ruslan ibrahim
Desember 7th, 2010 pada 22:39
Maturnuwun .semua keterangan/tulisan membuka pikiran dan pemahaman saya .walau saya masih memerlukan keterangan keterangan yg mendukung apa yg sedang saya alami sebagai perjalan spirituil saya …..karena itu saya belum bisa sejara jelas menerangkan pemahaman yg sedang saya pelajari ini ….suwun.
Priyono
Maret 1st, 2011 pada 11:52
luar biasa…
r.lilik sintawati
Maret 1st, 2011 pada 18:07
bpk dukun ya??????????????
kuntil anak
Maret 1st, 2011 pada 18:57
Kata “Dukun” itu memang berasal dari Indonesia yang merupakan singkatan dari “Duduk yang tekun” dalam artian duduklah yang tekun menghadap Tuhan mu agar apa yang kamu minta dapat diberikan dengan iringan zikir, tahlil dan tahmid yang kamu ucapkan melalui mulut / bibirmu dan kau hayati di dalam hati sanubari yang dalam.
Cuma kata “Dukun” ini sekarang terdengarnya mengerikan dan membuat sebagian orang trauma karena ulah orang-orang yang mencari materi dengan jalan pintas.
Ghea Lastri
Juni 21st, 2011 pada 23:29
AsSalamualaikum, wR wB, selamat malam, salam sejahtera..
saya mau berbagi lebih tepatnya curhat sama mbah, mudah2n ada sedikit pencerahan..
Entah sudah brp bulan saya menyimak tulisan2 mbah sabdo diblog ini, ada yg dimengerti, banyak jg yg tdk
Saya perempuan usia saya tahun 2011 ini agustus nanti mungkin 30 tahun, tapi belum juga menikah. sebenarnya tahun 2007 sudah khitbah& berniat 2008 menikah resmi..tapi konon karena ada yg jahat secara mistis, kami terpisah. Bathin saya terpuruk, tapi saya alihkan dengan menyibukkan diri salah satunya menjadi caleg.
Lalu, saya temui guru spritual untuk mendapat wejangan, beliau meminta saya konsentrasi berzikir &ketika saya menatapnya, saya melihat wajah Soekarno-Hatta dlm wadag/tubuh dukun (guru spiritual) secara bergantian wajah mereka menggantikan bpk itu.Keluar dari rumah tersebut, kami melihat pelangi mengelilingi atap rumah, padahal sudah malam, tidak hujan, dan hanya rumah bapak itu.kejadian itu tahun 2009.
Saya jadi teringat, dengan bapak penunggu mushola dipinggir laut, tahun 2001-2002 pernah celoteh panjang lebar tentang sesuatu yang saya belum/tidak mengerti, waktu itu saya masih kuliah, lagi KKN, dalam misi mendamaikan dua desa yang bertikai..Seiring berjalan dengan waktu, semua yang beliau paparkan perlahan terjadi, seperti hp ada kameranya..Maka ditahun yang sama 2009, saya kembali temui bapak itu..subhanaAlloh bapak itu masih gagah padahal usianya dulu saja sudah 70 tahun, 8-9 tahun tidak jumpa berarti tahun 2009 usianya sekitar 78-79, tapi masih mengendarai motor besar. Beliau bilang ” kamu masih punya amanat, belum saatnya menikah” kurang lebihnya begitu..beliau menggunakan bahasa sunda asli, yang kadang saya fahami kadang tidak.
Ditahun yang sama 2009..saya ditelp orang yang mengaku indigo , mengaku kalau bapak angkatnya adalah jin dari Baghdat sementara ibu angkatnya adalah Ibunda ratu Nyi Roro Kidul, yang sudah insaf & jd pembantu nabi Khidir, saking saktinya dia mengaku bisa kirim mimpi tapi untuk tujuan baik, misal untuk suami yang lupa sama anak istrinya maka dia kirimkan mimpi untuk mengingatkan..ternyata infonya berharga ketika tahun 2010 saya berdebat dengan ahli kitab, lalu mereka kirim mimpi injil&salib. (catatan, saya tidak fanatik, saya pluralis, tetapi mengakui/bersikukuh bahwa Tuhan itu Esa/tunggal, dalam apapun penyebutannya: Alloh, shang yang widhi, gusti pangeran, dsb)
si Indigo ini masih muda, laki2, dan karena seringnya berkomunikasi dengan saya, dia lalu jatuh hati, karena takut, saya ganti semua no hp saya.
Tapi dari dia, saya dapat informasi ttg cerita nawang wulan & jaka tarub..versi dia, bahwa katanya Jaka tarub itu sebenarnya maulana (laki2 pilihan) sementara Nawang wulan adalah entitas bidadari yg benar2 ada, jodoh yang Alloh janjikan utk hambaNya yg sholeh, turun kebumi untuk membantu perjuangan suami mereka, didunia ini ada 7 (3 di Arab, 1 diChina, 1 diIndia, 1 diKanada, dan 1 diIndonesia). katanya yg diIndonesia itu adalah leluhur saya..
Sebelum dia bilang itu, saya sudah pernah dengar tahun 2001-2002 dari bapak penunggu mushola jg sumur wali pinggir laut. juga beberapa penjelasan samar dari orang2 yang saya temui secara tidak sengaja..termasuk ibu saya, tapi saya belum percaya,
Sampai saat saya mimpi didatangi perempuan berbaju putih, seperti seorang putri, dia tuliskan nama “Ghea Lastri” lalu saya tanya orang2 siapa nama itu? ada kawan menjawab kalau dalam pewayangan itu adalah watak baladewa..saya gunakan nama itu utk twitter, tapi lupa paswordnya
berharap jika benar, saya bisa berjumpa dengan, ke-6 titisan yang lain..makin ngawur ya ki, hehehe.. anggap saja itu apa ya ki? entah saya juga binun..
Belum lama, saya temui lagi bapak yg dipinggir laut itu, dengan tegas saya bilang, saya tidak tahu apa amanah/misi saya sebenarnya, saya cuma minta ditangguhkan, karena saya teramat ingin menikah..saya sudah punya calon ki, belum pernah saya lihat raganya langsung, tapi saya begitu yakin kalau dia sehati dengan saya..kebetulan nama depannya ada Radennya, yang saya tahu kuliah S1&S2 nya diJogja, saya pikir dia mungkin majapahit..sementara saya cicit siliwangi, entah apa para leluhur merestui mengingat sejarah perang bubad..tapi menurut penuturan mbah yang dipinggir laut itu, kami bersaudara, Sunda-Jawa itu saudara..
Sudah 1 bulan dia tidak ada kabarnya ki..saya tau beritanya hanya dari sepupunya, pesannya cuma ” Tetap percaya & jaga hati”.
Maaf ki, kalau pemaparan saya ngalor ngidul..kebelet kawin campur bingung, jadi ya gini, ehehehe..maklum ki, rata2 kawan2 saya sudah menikah, punya anak..sementara saya suami belum ada, rumah juga belum punya, ibu juga sudah sepuh, tapi alhamdulillah saya direktur usaha sendiri, staf saya mahasiswa S1-S2, client saya juga pejabat dari Sabang-Merauke. tapi kan harta ga dibawa mati ki, yang penting keturunan, saya mau punya anak, mau menikah..tapi apa amanat arwah sebenarnya untuk saya? saya tidak faham..dulu si waktu kecil saya bisa melihat & berdialog dengan mereka, tapi sekarang tidak lagi, kalau toh terjadi mungkin saya langsung lari
apa saja yang harus saya lakukan untuk bs segera kawin sm dia? yang saya khawatirkan adalh keyakinan ibu saya terhadap kekuatan doa&kemurahanNya ” berdoa terus tapi ko..” ujarnya, saya jd mrasa bersalah..Apa emang ada amanat arwah utk saya? maaf kalau ada penuturan yang kurang santun, sifat saya emang ceplas ceplos..
Mohon petunjuk dari aki..dan bantu doa biar saya bisa cepet kawin
Maaf juga untuk pembaca yg lain, nulis kebanyakan..malah pengennya cerita semua uneg-uneg sm aki.
Ghea Lastri
Juni 21st, 2011 pada 23:54
Nambah ahh..
Maaf saya kadang panggil mbah kadang panggil aki..
Kelopak mata saya yg sebelah kanan bbrp hari ini kedut2n ki..ada apa ya? mudah2n mau ketemu jodoh ya, bkn mau liat yg aneh2..
Ada relasi client sy yg tawarkan dana tidak terbatas, sejak thn 2009 tp smpe skrg belum terealisasi..rncn sy jika itu diberikn, ptama yg mau sy bangun adlh RS, mengingat gizi buruk, kematian ibu saat melahirkan & mahalnya biaya RS.. tp benarkah dana itu ada? kalau benar ada, knp lama? knp jg pke sebut2 ada andil satria piningit..emang siapa satrio piningit itu?
Saya kadang bpikir satria piningit/ratu adil/ al mahdi..itu skenario yg sengaja diciptakan, biar kita2 nunggu pahlawan penyelamat..seolah semua beban itu tanggung jwb dia..
WasSalam (maaf td ini ketinggalan, ehehehe)
dewi
Juni 22nd, 2011 pada 15:19
@ Ghea lastri,
Salam kenal mbak, kelopak mata kanan kedutan artinya bagus : akan mendapatkan keuntungan.
Saya tahu artinya karena habis baca buku primbon, habisnya, saya nggak hafal… he he he…, dan saya sarankan mbaknya punya koleksi primbon dirumah, murah kok mbak,primbon kecil di pasar tradisional harganya Cuma 2 rb rupiah.
rupanya mbaknya penasaran juga sama sosok satrio piningit ya, coba mbaknya ke draft/ruang sebelah, judulnya ‘ratu adil semakin’ dan ruang ‘goro-goro wahyu keprabon’, ntar habis baca2 tulisan Ki sabda yang lainya, jangan lupa kommentarnya ya mbak, biar blog sabdalangit semakin ramai dan seru… he he he…
ok, Semoga mbaknya lekas mendapatkan jodoh yang di nanti2 kan.
Salam manis,
dewi
Jubilee
Juni 22nd, 2011 pada 15:45
–ok, Semoga mbaknya lekas mendapatkan jodoh yang di nanti2 kan.
wah..ini jeruk doain jeruk, hi hi hi
bocah bajang
Juni 23rd, 2011 pada 20:34
bukan jerus makan jeruk
tapi keduanya wanita jadi-jadian ………..?
Milang Kori
Juni 23rd, 2011 pada 20:36
hehe mbak Dewi trnyata Ki Sabdo sendiri tho
kabayan nyasar
Juni 22nd, 2011 pada 15:55
salam………
jeruk doain jeruk……
_________
….????? #@%$^%…(si-gua lagi pura-pura mikir) hi…hi…hi…
Ghea Lastri
Juni 23rd, 2011 pada 20:05
@Dewi & @Jubilee : tQ utk doa & supportnya, Hayang kawiiiiiin euy
B-aok D-asep
Juni 23rd, 2011 pada 20:49
salam………
sok atuh geura….
Aisitheru Ikam
September 5th, 2011 pada 14:41
mas sabdo langit,kulo nyuwun tulung panjenengen paringi ramalan kajenge kulo niki enggal angsal jodoh….soalnya umur saya sudah 37 tahun tp belum jg dapat jodoh…matur nuwun sakderengipun
dewi
September 5th, 2011 pada 16:27
@ Aisitheru Ikam,
Salam kenal, semoga mas/ mbak aishitheru ikam lekas mendapatkan jodoh, orang bilang hidup ini di awali pada umur 40 an, 50 an dst….
@ Ki Sabda,
Mungkin bagus kiranya, kalau draftnya di tambah satu ruang lagi, yaitu ‘kontak jodoh’ beserta ramalan2nya, bukan apa2 sih, masak mencari jodoh di ruang ‘arwah beramanat’… kesannya angker dan ntar kalau dapatnya arwah gimana ki?… hi hi hi… (ngapunten ki, Cuma humor).
Salam jodoh,
Dewi
RW
September 5th, 2011 pada 22:52
selamat buat neng dewi akhirnya mendapat jodoh..sapa tuchhhh
dewi
September 6th, 2011 pada 10:05
@ RW,
Terima kasih Pak RW ( Raja Whandita?) atas do`a dan perhatianya, bicara ‘jodoh’ tentu tak lepas dari hal yang namanya ‘cinta’, berikut adalah kata2 bijak dalam cinta, silahkan di cerna dan di nikmati…
http://safruddin.wordpress.com/2007/06/16/kata-kata-bijak-tentang-cinta/
salam cinta,
dewi
Aisitheru Ikam
September 6th, 2011 pada 11:58
@DEWI… thank’s….bagus banget artikel kamu salam kenal,
aisitheru ikam
Roni
Oktober 11th, 2011 pada 13:25
Luar biasa Blog ini… terutama Ki sabda..
ingin rasanya punya kemampuan seperti itu… tapi gak tau caranya juga saya gak tau saya punya ‘bakat’ nya juga..
Mohon Petunjuk…
indra
November 6th, 2011 pada 06:51
ternyata mati itu enak dong..msih bisa jalan2…gk msuk logika..yg psti2 ajj dech…..oya roh itu apa ya..?dimana jga saya bsa brtmu..pnasaran low emank ada knapa mreka mski smbunyi..jgan2 malu kali ya…he..he.. sory sya hnya prcya dgn yg nyata2 sjj..orng mati gk bsa hdup lgi..busuk jdi tanah.
BAYANGAN
November 6th, 2011 pada 10:45
knapa mreka mski smbunyi..jgan2 malu kali ya…he..he.. sory sya hnya prcya dgn yg nyata2 sjj..orng mati gk bsa hdup lgi..busuk jdi tanah.
——————————————————————————-
ya memang hrs begitu….. jasadnya jadi busuk, trus di makan tanah. rohnya jalan**…. ndak percaya…??? sini tak bunuh, ben tau rasanya mati. trus lahir lagi, cerita lagi. hehehehehehehe
BAYANGAN
November 6th, 2011 pada 15:51
salam poro sederek……..
ada keinginan untuk terus berbagi, tetapi keadaan yg memaksa untuk menarik diri…
salam perpisahan q untuk semua…..
salam dari GETUR, GOBLOK plus CONGOK, BUNSU, BAYANGAN…..
salam untukmu semua…… jaga diri,………….
BAYANGAN
November 6th, 2011 pada 16:20
Salam terkhusus buat Kang SABDA, Jeng DEWI, Kakang TEMBAYAT, JS, RD, Kakang CAH PATI dan rekan** yg lain yg telah memberikan tambahan pembelajaran buat Adimu
( TERIMA KASIH, SEKALI LAGI ADIMU UCAPKAN TERIMA KASIH )
JS
November 6th, 2011 pada 19:58
Salam dan hormat saya.untuk Mas Bayangan / Getur……
Kenapa harus undur diri ??…………blog ini tanpa para Dewa atau Pinisepuh Kasepuhan seperti Njenengan bisa menjadi sepi…kurang gregetnya….musik discotik kurang gegap gempita……
Jjaga diri juga kagem Mas Bayangan……salam rahayu….
dewi
November 7th, 2011 pada 00:51
@ JS,
Sonten pakpo, senang rasanya pakpo juga bisa hadir lagi di SDLB (sekolah diskotik luar biasa)ini. Beberapa hari tanpa JS, rasanya kurang daya magnetnya, lha pakpo ini kan juga bergelar dewa di sini, ‘dewa kebo’ (yang masih suka nyusu gudel)… he he he… kik kuk.
@ GETUR, GOBLOK plus CONGOK, BUNGSU, BAYANGAN…..
Lho mau pergi kemana mas?… kalau nggak ada masnya rasanya nggak seru, ini tak kasih bunga tanda persahabatan kita semua di sini serta ku kirimkan lagu ini, semoga masnya bisa meresapi, betapa berat jika harus berpisah dengan masnya … so, jangan pergi please….
@ Baok,
Jangan ngintip aja di jendela, masuk dong, hibur teman kita mas BAYANGAN ini, supaya kita semua di sini bisa saling asah, asih, asuh…
Salam manis,
Dewi
Tisning
November 7th, 2011 pada 09:29
kang,bayangan,Bukan perpisahan yang kutangisi,tapi pertemuan kita yg kusesali,kenapa ??????
Karena,saya belum menjawab pertanyaan akang ! bukannya tdk mau,tapi ada dua kemungkinan ada yg nge-hack atau ada moderasi dari dari pemiliki blok ,tapi rasanya Kang Sabdo tak mungkin melakukan itu,jadi kemungkinan lain ada moderasi dari kasepuhan.Mungkin pernyataan saya dianggap akan mengungkap sesuatu yg belum “wancine”,walaupun bukan begitu maksud saya.
Kang,diskusi belum apa-apa itu baru kulit arinya saja belum,baru kulit luar pun baru terkopek dikit,tapi kalau jodoh kita bisa bertemu lagi,tapi kalau bukan jodoh ya kita berada di jalan masing-masing selamat jalan ,semoga akang tansah pinayungan dening Gusti Ingkang Akaryo Jagad.
BAYANGAN
November 7th, 2011 pada 10:27
Kang JS, Jeng DEWI, Mas TISNING, Kang BAOK, Kakang CAH PATI, Kakang SABDA, RD, dan sederek pemegang WENING…..
bila kau melihat malam dengan warna kuning sedikit hijau menyebar di angkasa, kunang** resah, burung** berbisik, ayam** berkukuk dengan lirih……
Di sekitarmu aku berada, karena saat itulah diri sedang bercengkrama dengan pekatnya malam……
salam q… jaga diri, jaga keluarga. Q tidak bisa berjanji apapun. Semua sudah terlanjur di ucapkan…. tidak mungkin di tarik lagi… ( BAJANG TELAH DI KELUARKAN DARI KANDANGNYA )….. DO’A Q BERSAMA KALIAN
baok
November 7th, 2011 pada 15:05
salam…
ibu dewi bisa aja…ktauan dah lagi ngint..ip. jadi pengen isin…
AIR MATA
disini kita bicara….dengan hati telanjang…
lepaslah belenggu….sesungguhnya lepaslah…
sesuatu yang hilang…sudah kita temukan…..
….
….
bla.bla.bla…
biar ga pada sedih biar ga pada tegang…tersenyumlah walaupun terasa kecut…
air mata (kantata takwa) lagunya mantabb…lagu yang mendayu-dayu syahdu…enak banget.. bisa nambah nih…si-kami biasanya habis tiga…
lagu yang digarap sangat apik oleh profesor-profesor bidang musik negri ini…syair-nya dahsyat..lagu dan musik juga dahsyat… philharmonik,quin,pink floyd…putus…lewat.
kalo lagi putus cinta atau pacar kabur dengan selingkuhannya jangan coba-coba dengerin lagu ini…karena si-kami tau anda akan termehek-mehek…perih dan luka hati anda bisa tambah menganga…sakiiiiiit jendral….sakit.pikiran anda akan meng-awang-awang kemana-mana,hidup terasa ketir..sempit…sumpek…bisa-bisa anda mewek 3 hari 3malam…dan rasa-rasanya bunuh diri adalah jalan terbaik…hi.hi.hi…gubrakk.
ga percaya.??? coba aja…
badan anda akan letih…lesu…mata anda akan ranyayy berkunang-kunang…bodi anda jadi ceking seperti kebanyakan ngisap candu…kurus kering…
untuk itu berhati-hatilah…
HUBUNGI SEGERA DOKTER TERDEKAT….
…..NYERI-NYERI TEUING…HEUNTEU BISA DI UBARAN….
sebenarnya lagu air mata di album yang sama (kanta-takwa) sudah ada jawabannya langsung yaitu….
SANG PETUALANG
laut biru begitu tenang..dan gelombang menghalau bosan.
petualang bergerak tenang..melihat diri untuk pergi lagi.
ya sejenak..hanya sejenak….ia membelai..semua luka.
ya sekejap..hanya sekejap….
ia merintih pada samudra…
SEBEBAS CAMAR ENGKAU BERTERIAAK
SETABAH NELAYAN MENEMBUS BADAI
SEIKLAS KARANG MENUNGGU OMBAK
SEPERTI LAUTAN ENGKAU BERSIKAP…
petualang merasa sunyi…sendiri di hitam hari.
petualang jatuh terkapar…namun smangat mu masih berkobar
….
….
dst…dst…dst
udehan ah cepek…pegel tau
.
@kang bayangan…nuhun lagunya.
pileuleuyan…pileuleuyan…sapu nyere peugat simpai.
cag heula…
SABDå
November 10th, 2011 pada 00:01
Dulur Bayangan Ingkang dahat luhur ing budi
Beberapa komentar panjenengan ada yg masuk ke inbox saya pribadi. Saya baru berhasil mengeluarkan ke publik setelah beberapa saat maneges. Ada makna yg begitu mendalam dibalik “kejadian langka” ini. Sumonggo sedaya para pembaca yg budiman, dapat menikmati kmbl tulisan tulisan dulur Bayangan yg penuh dengan nilai kehidupan.
salam sih katresnan
Kaget
November 10th, 2011 pada 00:59
bila kau melihat malam dengan warna kuning sedikit hijau menyebar di angkasa, kunang** resah, burung** berbisik, ayam** berkukuk dengan lirih……
Di sekitarmu aku berada, karena saat itulah diri sedang bercengkrama dengan pekatnya malam……
kuning hijau…hitam… hmmm… tau juga ya
islam_ktp
November 7th, 2011 pada 10:47
kang bayangan,
presiden israel simon, sudah bersiap menyerang iran.. sekarang iran, habis itu, indonesia (penduduk mayoritas islam terbesar di dunia)– info dari PS.– arek2 jawa/majapahit/kutai/pajajaran/mataram kudu bersiap. saat wamil sudah semakin dekat.. salam
Kaget
November 10th, 2011 pada 00:52
Sapa Wamil??
ngarep…
Tisning
November 7th, 2011 pada 11:25
Baik,kang BAYANGAN akan ku ingat hal itu dan kalau ingin tahu saya,kalau ada waktu mampirlah di Bukit Cokrokembang eyangku disana ! Atau ,akang bisa mampir di Pajimatan.
Dalbo
November 7th, 2011 pada 15:35
Nuwunsewu..
@ sdr Baok..
satu lagi yg lebih sadis liriknya dr Swami yg berjudul Cinta
ORANG BICARA CINTA, ATAS NAMA TUHANYA..
SAMBIL MENYIKSA MEMBUNUH BERDASRKAN KEYAKINAN MEREKA…
DO’A DO’A BERGEMA..MATA MENETES DARAH…
SATU LAGI KORBAN JATUH.. TRADISI LENYEP DI HISAP…MARAH..
dst…
reff:
TUHAN… YA.. TUHAN NAMAMU DI SEBUTKAN.
DISAAT HIDUP WAKTU SENGSARA DI PINTU MATI…
TUHAN… YA ..TUHAN..TUHAN ..YA… TUHAN..CINTA..
CAINTA …YA.. CINTA NAMAMU DI AGUNGKAN..
DISAAT HIDUP WAKTU SENGSARA DI PINTU MATI..
CINTA… YA… CINTA CINTA… YA… CINTA TUHAN…
Asah asih asuh
Dalbo with flesh back memory…hhhmmmmm
baok
November 7th, 2011 pada 16:58
@kang dalbo.
CINTA… rada-rada serem juga ya….
waktu itu masih rada-rada beda kedengerannya di kuping sebab era itu masih jaya-jayanya lagu rinto….obi mesak…bruri…rafika duri…pance…dian dan dedi dukun, mus mujiono dkk….
punten kang…cinta syairnya ditulis oleh siapa saya lupa-lupa inget…maklum dah lama awal 90an…harus buka contekan lagi.he.he.he..
mungkin syairnya di tulis oleh sawung jabo atau nanil atau nanu atau inisisri atau iwan fals sendiri atau mereka bareng-bareng…
salam…
Diah
Juni 1st, 2012 pada 20:58
Semakin di baca… Semakin bingung… ***garuk jidat***
ndableg
Juni 1st, 2012 pada 21:08
he..he..he….,ikuti kata hatimu, lakukan apa yang kau anggap baik dan benar.