Arwah Beramanat
Kejadian ini saya alami tahun 2007. Pada saat itu saya tinggal di Jakarta, –sekalipun saya bukan nasrani, tetapi karena sikap saya yang menghargai sesama tanpa membedakan agama–, saya mendapat undangan hadir dalam acara selamatan 40 hari yang diisi dengan doa missa arwah dari keluarga rekan yang beragama Katolik. Tepatnya di daerah Ciputat, Kab Tangerang. Yang meninggal sebut saja namanya Bapak P dan saya belum pernah kenal dan bertemu sebelumnya dengan beliau. Acara dimulai pukul 19.00 sampai 21.00 saya berangkat dari rumah jam 19 malam. Pada saat itu saya melintasi jalan potong di daerah Bintaro sektor 3, tiba-tiba dari dalam mobil saya bersama istri melihat ada sosok laki-laki. Saya tahu persis bahwa laki-laki setengah baya itu adalah arwah seseorang. Ia mengikuti di samping mobil yang saya kendarai. Saya bertanya,”anda siapa dan mau ke mana ? Jawab arwah laki-laki itu,”Saya (pak) P, saya akan menunjukkan jalan menuju ke rumah saya. Rupanya arwah Pak P tahu jika saya diundang ntuk missa arwah dirinya dan saya juga belum pernah berkunjung ke rumahnya. Sehingga harus nanya-nanya jalan menuju alamat rumahnya. Lantas saya ikuti arwah saja Pak P ke mana dia arahnya. Selanjutnya saya mengikuti di belakangnya menyusuri Jalan Deplu, terus melintas perempatan Jln Fatmawati ke timur arah kompleks Pndok Indah. Sesampainya di perempatan bunderan kecil saya belok ke selatan atau ke kiri terus ke timur. Saya pikir kenapa tidak melewati jalan besar saja melewati depan RS Pondok Indah ? Belum selesai saya bertanya-tanya dalam batin, tiba-tiba pak P berhenti sambil menunjukkan sesuatu. Tepatnya di sebelah barat lapangan tenis ada pertigaan terdapat pohon besar tepat di depan kios kaki lima. Saya melihat di dekat pohon itu ada sosok makhluk berbulu pendek seperti lumut hijau baunya anyir dan busuk sekali, makhluk itu di daerah Jawa biasanya disebut “Buto Ijo” yakni sejenis siluman yang dipiara orang untuk mencari jalan pintas meraih kekayaan harta benda. Pak P menjelaskan secara singkat bahwa dia meninggal tepat di dekat pohon itu sewaktu akan berangkat ke kantor kira-kira jan 09.00 sampailah pak P di lokasi ini, tiba-tiba lehernya dicekik makhluk itu hingga menemui ajal.
Langkah pertama, saya turun dari mobil dan berusaha untuk “melenyapkan” makhluk itu sebisa yang saya lakukan, tidak dengan doa melainkan harus dengan “cara khusus” barulah makhluk itu dapat diatasi. Doa itu untuk memohon sesuatu kepada Tuhan, dan Tuhan tidak serta merta melenyapkan makhluk itu, namun tetap butuh usaha kita sendiri yakni perlu tindakan konkrit untuk menaklukkan. Jika saya berhasil menundukkan, hal itu tidak lepas dari anugrah Tuhan yang telah berikan kepadaku. Ini sama halnya dengan aksi menangkap koruptor, tidak bisa dengan berdoa saja, tetapi butuh tindakan konkrit berupa penyergapan atau penyadapan suara si koruptor itu sewaktu menjalankan aksi jahatnya.
Perjalanan menuju rumah pak P saya lanjutkan, karena atas petunjuk pak P saya segera sampai rumahnya tanpa harus tanya-tanya alamat di jalan. Pukul 21.00 acara missa arwah selesai. Saya bertemu dengan istri pak P dan menanyakan untuk kroscek dengan kejadian tadi, “apakah suami ibu meninggalnya di dalam mobil dan di daerah kompleks Pondok Indah dekat pohon besar ? dan meninggal dengan posisi ke dua tangan memegang lehernya sendiri seperti orang sesak nafas ? Ibu P membenarkan semua. Agar supaya tidak banyak tanda tanya, saya mengaku sudah mendapat cerita dari teman yang lain sebelumnya. Saya melihat foto almarhum pak P ternyata persis seperti yang saya temui sepanjang perjalanan tadi. Hanya saja wujud arwah atau ruh ternyata selalu tampak lebih muda, lebih segar bugar, lebih ganteng ketimbang raganya sewaktu hidup.
Sepulang dari undangan, sesampai saya di rumah, pak P ternyata menyusul saya. Kira-kira selama 2 jam arwah pak P berkunjung di rumah saya dari jam 23.00 hingga 01.00 wib. Pak P banyak menceritakan kisahnya sewaktu beliau masih hidup dari A sampai Z. Arwah pak P menitipkan pesan kepada saya agar disampaikan kepada istrinya yang masih hidup. Pesan-pesannya sbb; pertama, mohon disampaikan maaf kepada istrinya karena dulu pak P mempunyai WIL dan istrinya tak pernah tahu. Pak P merasa sangat menyesal karena telah membagi “jatah” tidak secara adil kepada keluarga, istri dan anak-anak. Kedua, pak P memberi tahu bahwa dia punya rekening di salah satu bank di Jakarta, sedangkan keluarganya tidak ada yang mengetahui rekening pak P tersebut. Pak P minta supaya istri dan anak-anaknya diberitahu soal rekening dan jumlah tabungannya agar supaya dimanfaatkan untuk melanjutkan hidup keluarga yang ditinggalkan. Ketiga, pak P memberitahukan bahwa dia punya kerjasama bisnis dengan menyebut nama seseorang, dan pak P belum pernah menerima jatah dari pembagian hasilnya. Pak P minta supaya disampaikan kepada istri dan anak-anaknya agar supaya dapat diurus hak-haknya dalam kerjasama dengan rekannya tersebut. Semua pesan itu saya catat satu persatu (kecuali soal WIL pak P) di atas kertas agar tidak lupa, dan paginya saya serahkan kepada istri dan anak-anak yang ditinggalkan. Alangkah terkejutnya istri dan anak-anak pak P karena selama ini tak pernah mengetahui hal itu. Saya merahasiakan kejadian semalam di depan bu P agar tidak menjadi panjang lebar dan penuh tanda-tanya. Saya bilang bahwa kemarin sepulang dari rumah ibu saya bertemu seseorang yang tidaksaya kenal, orang itu memberikan secarik kertas catatan yang berisi pesan-pesan tadi.
Besok paginya bu P dan anak-anak melakukan pengecekan di bank dan melacak rekanan yang namanya saya catat di kertas. Sangat mengejutkan ternyata semua benar adanya, baik nomer rekening, jumlah uang yang ditabung, maupun nama seseorang tercantum dalam kerjasama dengan almarhum pak P.
Seminggu setelah peristiwa itu, arwah pak P kembali datang ke rumah saya, kali ini pak P hanya mengucapkan,”…terimakasih atas segala bantuannya, Tuhan yang akan membalas kebaikan anda ! pak P juga berpamitan bahwa dia akan melanjutkan “perjalanan”nya setelah 40 hari kematiannya itu. Selamat jalan pak P, terusno lakumu, ojo parang tumuleh, lepaso parane, jembaro kubure, semoga amal kebaikanmu diterima disisinya, dan segala kesalahan diampuni Tuhan.















Bayu said,
October 29, 2008 at 12:51 am
Salam mas Sabdalangit, nderek tepang
Pengalaman yang menarik sekali bagi saya yang awam ini, numpang tanya mas tentang makluk bau anyir alias “buto ijo” itu. Pemahaman awam saya bahwa sejelek/sejahat apapun makluk itukan ciptaan Tuhan setidak-tidaknya ada Dzat Tuhan didalam diri makluk tersebut ( kalau salah mohon koreksi ), mengapa mas serta merta “melenyapkan” ? apa tidak mungkin kita menggunakan welas asih dan menasehati dia ? dan apa ada hak kita sebagai sesama titah untuk saling “melenyapkan” ? dan makluk itu juga energy, kalau dilenyapkan terus kemana dia mas ?
Tentang bapak P, menarik sekali, nuwun sewu mas, sejujurnya saya ini sangat tertarik dan berterima kasih dengan tulisan-tulisan panjenengan, kami bisa belajar banyak, mudah-mudahan mas tidak keberatan paring pitedah sebenarnya perjalanan kematian itu gimana sih mas ? maksudnya si mati itu setelah oncat dari raganya kemana dan bagaimana sebenarnya ? versi Jowo saja mas.
Satu lagi mas, tentang petung dino yang panjenengan posting di alangalangkumitir mohon dilanjutkan yang lebih detail dan komplit,dalem tenggo nggih mas !
Matur sembah nuwun
sabdalangit said,
October 29, 2008 at 1:43 pm
Salam kenal kembali, terimakasih sekali atas partisipasi mas Bayu yang turut membeberkan ranah gib secara kritis, tanpa meninggalkan hati nurani yg bersih.
Melenyapkan, yang saya maksud bukan membunuh, tetapi lebih tepat menyingkirkan, dan membuat jera sehingga tidak kembali mengganggu lagi. menyingkirnya ke mana saya juga belum mengetahui secara gamblang. memusnahkan yang saya maksud adalah; musnah dari pandangan mata, dan tak pernah kembali untuk mengganggu manusia lagi.
saya tidak bisa membunuh makhluk halus secara langsung, karena saya sebagai manusia yg masih memiliki badan wadag, begitulah kira-kira rumus Tuhan. saya masih meraba-raba, apakah rumus penciptaan manusia berbeda dengan makhluk halus semacam siluman buto ijo? saya baru mendapatkan secercah tabir misteri itu. sebelum melangkah lebih lanjut memasuki ruang pemahaman gaib mengenai asal muasal dedemit, makhluk halus jahat, dan sejenisnya, kita perlu memahami lebih dahulu tentang konsep reinkarnasi. tetapi jika kita menolak adanya rumus reinkarnasi, maka jawabannya tidak akan pernah ketemu.
begitulah tentang gaib yg saya pahami, saya tidak akan berani menceritakan apa yg belum pernah saya alami atau saya saksikan sendiri. mudah-mudahan dapat mas Bayu pahami secara arif. tentang petungan jowo saya akan memaparkan lebih rinci, agar supaya dapat dipahami dan bermanfaat untuk sesama yg memerlukan. saya mohon waktu sejenak untuk menyusunnya.
matur nuwun
Bayu said,
October 29, 2008 at 2:41 pm
Matur nuwun mas Sabdalangit, lego tenan atiku mendapat penjelasan yang lugas, jujur dan menyejukkan, samangkih menawi sampun pikantuk pemahamam yang lebih dalam jangan lupa dibagi-bagi, tak tunggu loh mas.
Tentang konsep reinkarnasi, sepindah malih saya awam tetapi dengan pemahamam yang minim saya percaya dan yakin 110 % itu ada, percaya lebih dari 100% loh mas.
Sekedar ngingetin mas, panjenengan punya hutang loh tentang pemaparan petung dino, bakal tak sinau tenanan mas.
Matur sembah nuwun
Ngabehi K.M said,
November 9, 2008 at 12:30 pm
Mas sabda, apa hubungannya pak P dan Buto Ijo itu, kok dia bisa dicekik, bukankah rumus sebab akibat harus ada mas, mohon pencerahannya.
tk
sabdalangit said,
November 9, 2008 at 1:12 pm
Rahayu
Matur nuwun mas Ngabehi sampun kerso pinarak wonten gubuk kawulo.
Saya juga tanda tanya mengapa pak P yg jadi korban?
saya sempat kontemplasi ; apakah krn faktor WIL itu yg menjadi penyebab muculnya sukerta-sengkala pada pak P, dan hari naas itu merupakan hari apesnya pak P, sehingga terjadi peristiwa itu.
atau ada faktor lain yg tdk saya ketahui sebelumnya.
naun saya dapat pelajaran bahwa hidup ini penuh dengan “ranjau” shg kita hrs selalu eling waspada terhadap semua perbuatan kita, jangan sampai melakukan perbuatan (dosa) yg menimbulkan sengkala sukerta. bagi org Jawa yg mengenal hari apesnya sendiri, biasanya menjalani hari itu dgn penuh kewaspadaan disertai doa tak putus kpd Tuhan, dengan satu permohona yakni KAWILUJENGAN LAN KARAHAYON.
nuwun
kweklina said,
November 9, 2008 at 7:40 pm
Salam kenal mas Sabdalangit…
maaf baru berkunjung…kemarin diluar kota…
wah…pengalaman yang sangat menarik…tapi kalau saya takut juga hal-hal demikian.
Kalau saya…hal-hal yang berhubungan dengan orang mati sering diberitahu dalam mimpi…seperti kakek saya meninggal saya diberitahu rumah kami banyak orang…aneh kok mesti lewat kuburan…serta kehidupan kakek saya diakhirat saya diberitahu dari dalam mimpi…
Beberapa bulan kakek saya meninggal saya bermimipi…seekor kucing mati terkapar disebelah kuburan kakek saya…dengan leher dan kepala berlumuran darah…beberapa hari kemudian adik sepupu saya mati naik sepeda motor nabrak tiang beton dengan kepala leher yang kira-kira retak…dan darah seperti yang terlihat dimimpi saya itu…
banyak hal-hal yang sebelum kejadian saya diberitahu dalam mimpi…yang jalan ceritanya mirip-mirip dengan yang terjadi didunia nyata.
Saya ngak tahu apakah ini semua adalah kebetulan…atau apa? saya sendiri kurang paham…
Blog yang sangat menarik!
Tohar said,
November 26, 2008 at 4:28 pm
pengalaman yang sangat menarik mas. perjalanan spiritual yang jarang dialami oleh orang lain. semoga apa yang mas miliki bermanfaat buat sesama dan yang terpenting, itu tidak mempengaruhi akidah mas.
Tohar said,
November 26, 2008 at 4:41 pm
ini terjadi di bulan Agustus 2008 lalu. selama 3 hari saya seperti dihantui sesuatu, hal yang tidak saya ketahui tapi membuat saya sangat gelisah. ketika itu saya ada di jakarta mengikuti pameran. ketika sampai di rumah, hari selasa, saya di bel kalau kakak saya sedang kritis dan saya lalu menuju rumah sakit. kakak saya sudah tidak bisa ngomong. memang sudah hampir 1 tahun dia sakit parah, kena kanker getah bening. hari kamisnya, kondisinya semakin parah dan sudah dalam keadaan tidak sadar. sehabis dhuhur, sambil berdzikir,saya duduk didekat ranjang kakakku sambil minta petunjuk tentang kondisi kakak saya itu, dan lalu sekilas terlihat ada bayangan orang membuang sesuatu dari dalam kamar. saya bingung apa artinya ini. magribnya, malam jumat, ketika akan sholat maghrib, baru saya takbiratul ihram, muncul bayangan lagi, seseorang menyimpang barang di dalam loker. karena kaget, akhirnya saya batal takbir nya dan lalu takbir lagi. setelah salam, terlihat lagi bayangan kakak saya itu dibonceng orang naik vespa. saya sendiri bingung apa maksudnya. jam 12. 15 malam, akhirnya kakakku dipanggil oleh Allah. bayangan itu sampai sekarang masih terbayang jelas. malam sabtunya, setelah tahlil, saya duduk didepan rumah sama teman, teman saya melihat kakak saya duduk di depan pintu dan tahu-tahu sekilas terlihat kakak saya tertidur dalam kuburnya. apa yang saya alami ini sangat membekas, tetapi tidak tahu bagaimana cara menggulo wentahnya biar bisa menembus dimensi alam itu. mohon pencerahan.
sabdalangit said,
November 27, 2008 at 2:51 am
Terimakasih Mas Tohar sudah kersa sharing kpd para pembaca yg budiman. Semoga semua pengalaman gaib ini justru menambah tingkat akidah akhlak budi pekerti kita. sebab Tuhan telah memberi kemurahan kepada kita suatu pelajaran berharga yg tdk dialami setiap orang.
Yang penting, jangan sampai kita berprasangka buruk, bayangan2 spt itu menyesatkan, sebaliknya kita syukuri sbg anugrah Tuhan. semakin kita mensyukurinya, biasanya kita dibukakan “rahasia” yg lebih dahsyat lagi. semua itu semata2 agar kita mempu mengupas kebenaran sejati.
itulah yg disebut mengintip rahasia langit.
Dalam kondisi koma, tak sadarkan diri, seseorang sudah tdk merasakan sakitnya lagi, sukma seseorang biasanya sdh keluar dari badan, kadang berkelana, atau melakukan aktivitas layaknya masih sehat. ini juga dpt menjelaskan tentang mati suri. jika Tuhan memiberikan anugrah pada kita, pada saat2 seseorang mengalami sakaratul maut kita dapat melihat para leluhur datang berkerumun menjemputnya.
gambaran kakak anda bonceng vespa, itu semacam perlambang sebagai isyarat/petunjuk bahwa kakak Mas Tohar sdh akan “pergi”. kadang juga tergambar naik kuda, lalu melambaikan tangan sambil menjauh meninggalkan kita. atau bisa juga gambaran lain lagi tapi maknanya sama. gambaran itu bisa terjadi antara 30-1 hari menjelang “kepergian” seseorang.
Teman yg melihat bayangan kakak anda duduk dkt pintu rumah itu benar adanya. karena arwah almarhum tetap tinggal di rumah selama 40 hari, setelah 40 hari kemudian meninggalkan rumah untuk meneruskan “perjalanannya. selama 40 hari itu arwah tetap merasa layaknya org hidup biasa, hanya saja anda dan keluarga tdk bisa melihatnya atau berkomunikasi. bahkan beberapa saat setelah meninggal, biasanya seseorang belum sadar bahwa dirinya telah meninggal dunia, terkadang mengira dirinya sembuh total dari sakit yg dideritanya lalu boleh pulang dari rmh sakit. ini pernah terjadi juga pada kakak saya. 1 jam setelah meninggaldunia ia bilang merasa sdh sembuh, tapi kenapa kok di rumah ada banyak orang, dan semua cuek tdk ada yg menyapanya. saya bilang kamu sudah meninggal mas, oo jadi aku sudah mati, berarti aku sudah tidak bisa memeluk anak istriku ? saya bilang, tetap bisa hanya saja anak istrimu tidak bisa merasa dan tdk melihat kamu mas. pada selamatan 7 hari dan 40 harinya kakak saya terlihat ikut duduk bersama keluarga sambil turut berdoa. badannya tampak lebih segar, bersih, sehingga terkesan menjadi lebih muda.
Kakak saya minta supaya saya menanggung seluruh beaya selamatan, lalu dia bilang akan menggantinya dgn sepeda motor baru…wah, saya pikir nonsense dan mengada-ada almarhum kakak saya ini. tapi bener, 3 bulan kemudian saya mendapatkan hadiah undian sepeda motor suzuki spin dari toko swalayan tempat saya dulu belanja buat selamatan. wah, bener kamu mas hahaha…nuwun yo !
lare dusun said,
November 27, 2008 at 8:24 am
Rahayu…
Kangmas sabda langit, kulo tenggo lho alkisah babagan ‘tumimbal lahir’…
sampun dados punopo dereng ???
yande said,
November 28, 2008 at 9:42 am
wah… seru, saya juga pernah mas, anak saya yang diganggu. Sudah saya salami dan peringatkan dengan halus (meminta klo lebih tepatnya) agar anak saya jangan diganggu, tidak digubris, peringatan kedua tetep saja cuek, kelamaan yang ketiga saya eksekusi saja sekalian.
Walaupun saya tahu yang datang itu tidaklah memiliki nia buruk dia hanya ingin ikut ngemong istilahnya, tapi mungkin karena dia belum “bersih-bersih” anak saya yang masih bayi jadi ngga suka (asli mas, wong pk acara mukul-mukul kayak gelut segala padahal masih bayi hehehe…)
sepengertian saya (karena saya belum tahu jadi ya.. perngertian saja) arwah, roh itupun memiliki tingkatan/kasta yang diukur dari pembawaan hawanya, ada yang kasar, ada yang halus, ada yang lembut, ada juga yang menusuk, bagaimana menurut mas sabdalangit?
manusia tercipta sebagai mahluk yang memiliki derajat yang tertinggi dan sempurna diantara ciptaanNya yang lain, karena itu sedikit dari setiap sifattullah ada dalam diri kita meski kita tak pernah menyadari hanya saat kita mengerti siapa AKU dan siapa KAMI yang ada hanyalah kun fa ya kun (btw saya agama Hindu mas hehe… jadi maap klo ada penulisan yang salah)
*aduh mas, nama link blog saya, tinggi sekali artinya, padahal saya masih belum apa-apa dibanding sampeyan”
sabdalangit said,
November 28, 2008 at 12:56 pm
Rahayu
Untk Mas yande
Senang mendengar pengalaman anda. Tidak jarang anak kecil yg diemong gaib. ada dua kemungkinan, bisa jin bisa juga ruh. kalau sudah terbiasa melihat, keduanya sangat berbeda, baik dari aura, baunya, wjudnya, maupun getaran energinya. tetapi, rahsa (sir/sirullah) kita tak akan keliru, dari rasa, mengirim sinyal ke jiwa kita, meneruskannya kepada hati nurani. nah, hati nurani kita akan mendeteksi apakah itu jin atau ruh manusia. susah ya dibayangkan, tapi jika sudah dialami akan sangat mudah membedakan antara ruh dgn jin.
efek dari adanya pemomong gaib, jika ruh biasanya ya leluhur kita sendiri jadi nggak apa2 malah banyak membimbing kita pada kebaikan. tetapi jika yg momong adalah jin kadang pengaruhnya buruk, sebab sosialisasi jin pada anak berbeda dgn cara manusia/ortu sendiri. saya pernah melihat anak gejala autis, tetapi kok ada gejala lain yg tidak lazim, setelah diamati ternyata ada dua jin yg momong. nah, kita usahakan memutus hub gaib yg seperti ini. sebab jika tdk diputus hub gaibnya, suatu saat si anak bisa saja bener2 diajak pulang kampung dan diambil sbg anak asuh (masuk ke alam jin) akibatnya bisa meninggal dgn cara yg seolah2 misalnya kecelakaan atau main di sungai lalu hanyut. coba saja di segera bikinkan bancakan weton sesuai adat/tradisi setempat, agar pemomong asli (dulur kembar) dan guru sejati yg akan selalu mendampinginya. dan supaya para leluhur selalu njangkung dan njampangi. memang bener Tuhan sebagai tempat berlindung dan kepadaNya kita memohon. tapi kita tdk bisa oportunis, egois, hanya cari enaknya saja, hanya berdoa siang malam, tanpa ada usaha riil, lantas berharap-harap Tuhan langsung melindungi. jika begini apa artinya kita hidup jika segalanya cukup diselesaikan dengan doa tanpa berusaha/ikhtiyar. tapi saya tau Mas Yande tdk demikian. kita tak akan mencari duit, periuk nasi, menjaga sehat, mencari selamat, hanya dgn doa saja. hidup harus berusaha secara nyata, dan harus disertai dgn doa pula.
maaf jika tdk berkenan, banyak kekurangan ada pada saya
Rahayu
yande said,
November 28, 2008 at 4:41 pm
Naaa… ini dia mas, ups, kulo nuwun.. hehe sampe lupa sopan santun
Saya ngga mengerti bagaimana seorang manusia bisa masuk alam gaib, memang saat kita telah mengerti ghoibnya manusia, saya pun jadi merinding saat mengerti betapa kecilnya kita dihadapanNya.
Jelas sepertinya bagi saya hawa kita manusia berbeda 180 derajat dgn mereka, selama ini memang saya hanya merasakan kehadiran, pun bila ditunjukan bukan lewat penglihatan mata telanjang namun seperti… apa ya bukan di otak tapi di hati ada sesosok gambaran (biasanya klo membayangkan kan di otak ya mas) yang nampak.
Memang saat-saat tertentu atau kondisi tertentu hawa kita bahkan hampir menyamai hawa gaib tersebut tapi itupun bila terjadi biasanya hanya sebentar sekali, na… di Bali ada cerita bila ada yang sampe menikah dg mahluk gaib dan orangnya juga masih hidup, makanya saya jadi ngga ngerti.
sabdalangit said,
November 28, 2008 at 6:04 pm
orang bisa masuk ke alam gaib itu tdk membawa fisiknya, tapi hanya ruh nya (badan alus), dan dikawal oleh sang guru sejati.
Pelan2 dan sabar, awalnya dari mata hati, kemudian mata batin, lama2 mas yande akan melihat dgn mata wadag. kuncinya ikhlas, sabar, pasrah. ini berguna untuk mengekang fikiran supaya tdk berimajinasi. nantinya mata batin yg akan keluar dgn sendirinya melihat realitas yg ada. dikatakan makhluk gaib itu bisa menipu pandangan kita, itu salah besar. yg bener penipunya adalah fikran kita sendiri yg berimajinasi. maka disebut juga MEMEDI,singkatan dari “memet ing budi”. imajinasi itukan “rasaning karep” atau nafsu/tdk pasrah. sedangkan melihat gaib harus dgn “kareping rasa”. rasaning karep itu suci, pasrah !
org menikah dgn peri, atau jin, di jawa juga banyak kok, jd sdh tdk aneh lagi. semakin banyak pengalaman gaib, maka akal budi kita akan mampu menyentuh ruang gaib, sehingga segala yg gaib jadi masuk akal.
manusia akan sempurna jika menggunakan akalnya utk kebaikan, jika sebaliknya, malah menjadi paling hina, lebih hina ketimbang binatang bahkan demit.
Rahayu
gisrun said,
December 11, 2008 at 6:45 pm
nuwun sewu, nderek midangetne nggih?
menawi kepareng kulo badhe nyuwun tulung medaraken ung-uneg kulo. rumiyen pas kulo taksih sinau ing jogja(th 2000an) kulo natos ngimpi aneh, kulo ngimpi menawi wonten tiyang estri nekani kulo lan matur menawi piyambake badhe tumut kulo, lajeng kulo takoni sinten, tirose tiyang menika sampun sedha(nuwun sewu, sedhanipun kendat/gantung) ing kamar mandi kost”an ingang kulo panggeni. banjur tiyang kolowau sajar sampun crita dateng sinten”, sakbanjure dinten-dinten kulo biasa mawon nanging anehipun menawi kulo dereng shalat(agami kulo islam) 5 waktu wonten mawon ingkang ngelingaken arupi wewujudan ingkang medeni(menawi taksih turu) nopo wonten alangan nopo kemawon(menawi mboten turu).lajeng kulo nglanggar kanti crita kaliyan rencang kulo, milai niku shalat mboten shalat mboten wonten ingkang ngelingaken lan tiyang wau mboten natos malih dateng ing impen kulo dumugi sakmeniko.
ingkang badhe kulo tangkletaken, tiyang menika(ing impen kulo)sejatosipun arwah/jin/mahkluk menapa?
sakserengipun kulo namung saged matur suwun menawi panjenengan lilo legawa medharaken impen kulo meniko
nuwun
sabdalangit said,
December 11, 2008 at 8:41 pm
Matur nuwu mas Gisrun sampun kersa pinarak mriki. kula bahasa Indonesia njih supados saget dipun mangertosi ing ngakathah.
Orang bunuh diri, pasti ada penyebabnya. biasanya tidak kuat mengalami penderitaan hidup. matinya menjadi tidak tenang karena meninggalkan PR besar sewaktu hidup di dunia. PR itu menjadi ganjalan, sehingga arwah selalu ingin kembali ke dunia untuk menyelesaikan PR tersebut. Tapi kenyataan raganya sudah rusak (mati) si arwah tidak bisa lagi kembali ke dunia nyata. biasanya arwah meminjam raga orang lain (kesurupan) untuk menyampaiakan pesan atau keinginannya supaya ada yg mau menolong si arwah menyelesaikan PR di dunia dan mau menolong untuk menyempurnakan arwahnya.
Anda terpilih dan dipilih oleg arwah itu karena Mas Gisrun punya talenta melihat gaib dan mungkin bisa komunikasi batin. maka si arwah pun tidak perlu merasuk ke raga orang lain.
Tapi ada yg misteri mengapa tidak mau banyak orang mengetahui keberadaannya ? apakah takut diusir. saya tidak tahu karena tidak berhub langsung dgn si arwah. Nah, karena permohonannya untuk merahasiakan tidak anda penuhi, si arwah memutus komunikasi dengan anda. dia tidak menganggu, karena bukan jenis jahat. mungkin sewaktu ia hidup termasuk org yg pernah melakukan banyak amal kebaikan, hanya saja ia mengakhiri hidupnya secara mengenaskan.
yg menemui anda termasuk kategori arwah “penasaran”. semoga penjelasan ini dapat mengobati rasa penasaran Mas Gisrun.
Nuwuun
Rahayu
ARTANTO IGFA said,
February 21, 2009 at 12:22 pm
sugeng siang…..
salam sejahtera dan sehat selalu
sungkem hormat kaliyan ki sabdo kaliyan penduduk ingkang wonten mriki
dan semoga slalu di beri ketenangan lahir batin dari sang pencipta untuk kita semua.
amin….
saya sangat tertarik dengan blog ini tulisan2 dan pengalaman yang mantabh!
saya juga pingin posting di sini ttg pengalaman saya mendapatkan sebuah keris kecil.
antara penasaran dan ingin tau siapa atau apa yang membuat aq mendapatkan itu
pada hari itu di rumah, saya dan teman2 kumpul seperti biasanya membahas ini dan itu tentang kegiatan kami (BAND)
dan keputusan kami waktu itu dalam 2 hari ini harus ada yang ter record paling tidak record sendiri
dan akhhirnya 2 hari berikutnya kami melaksanakan home track /recording di rumah sendiri dengan peralatan dan perangkat kami seadanya……
3 hari proses itu berlangsung. tapi ga seperti basanya saya waktu itu tidak bisa tidur jadi selama 3 hari itu saya tidak tidur. pada akhirnya record selesai juga di hari ke 3 sekitar -+ pukul 2 dini hari. lalu tak selang lama teman2 pada pamit pulang. yah sendirian saya di rumah…………belum bisa tidur juga akghirnya saya iseng mixing2 sendiri materi kami….sekitar -+jam 4 pagi kaya saya ngrasa aneh. perasaan rasanya bingung ga tentu.anggap saya ah mungkin karena saya tidak tidur jadi perasaan jadi begini…tak selang lama kaya ada seperti ada yang ketok2 pintu, lalu saya buka tidak ada siapapun, habis itu kaya ada orang di ruangan sebelah yg biasa buat kamu kumpul. saya lihat juga ga ada…..sering spt itu pd wktu pagi itu. kaya ada yang lewat di depan pintu kamar yang buat record tadi…….aktu itu saya sedang konsen mixing dan saa menggunakan HEADPHONE/hetset tap yang besar. harusnya saya tidak mendengar suara2 dari luar krn musik pd wktu itu sgt keras do telinga. pd waktu itu saya ngrasa ah itu mungkin karena saya tidak tidur selama itu.dan saya terus dengerin pakai headphone, lalu sekitar jam 5 pagi lebih dikit kaya ada perasaan suruh saya membuka jendela kamar itu dan jendela itu kebetulan berhimpitan dengan tembok tetangga tapi antara tembok kami kaya semacam lorong yang terhobung dengan kebon belakang rumah saya. lalu saya buka jendela itu….hm dingin juga terasa pagi itu…..lalu saya buat secangkir kopi untuk nemani saya. pas masuk kamar lagi dan saya memakai headphone lagi dan melanjutkan kegiatanku dengan secangkir kopi. selang sebentar perasaan ga tentu itu muncul lagi tp saya berusaha untuk tetep cuek. dan pada akirnya saya kaya antara sadar dan tidak seperti ada yang menggerakkan mata dan kepalaku untuk melihat kearah luar jendela lalu saya beranjak (kaya ada yang memaksa) menuju arah jendela
dan subhana ternyata ada sebilah keris kecil dan lalu saya ambil dan keris itu terasa dingin dan berbau harum……dan anehnya keris kecil itu gagangnya menyatu dengan bilahnya dan gagangnya itu bentuknya kaya orang dengan tangan bersedakep.dan juga hampir di ujung bilah ada kaya seperti sidik jari yang “ngecap” langsung di bilah keris tersebut. saya bertanya2 apa orang yang ngecapkan sidik jarinya itu dulu ga kepanasan ya?????subhanallah
setelah itu karena penasaran saya langsung telpon temen saya ang dulu pernah ngaji bareng di pondok. temensaya langsung datang dan memegang keris itu (seperti meremehkan) serta langsung di korek2 pangkal kerisnya ternyata di balik warna hitam dan agak kotornya keris itu ternyata warnanya kuning kaya kuningan. dan tidak selang lama teman saya “sambat mumet” pusing dan tiduran di tempat tidur saya. dan 2 hari temen saya itu panas badanya. lalu keris itu ku taroh di atas CPU komputer saya dan saya biarkan aja.
selang 3-4 harian tidak ada temen saya satupun yang datang ke rumah saya. tapi tiap hari ada pacar saya dateng biasa bantuin bersihkan rumah……
dan sekitar 4 hari setelah saya temukan keris kecil itu pacar saya bersihkan kamar saya dan menemukan skertas terlipat di deket keris itu lalu saya di tanya “mas kertas ini penting tidak?” kalau tidak saya buang ya??kata dia”
lalu saya bilang kertas apa??? lalu saya lihat ternyata ada tulisan di kertas itu (tulisanya tidak bagus tapi bisa terbaca) ternyata isi tulisanya tentang keris itu…pan pakai bahasa jawa.
isi TULISAN ITU SBB =
DUWE KELANGENAN ASMO KAKI SLOYOMANDU
WUJUDE SATO SINGO ASALE SONGKO LELUHUR 9 TURUNAN KAPING LIMO
KERIS LOYANG ASMO KYAI KREPYAK WONONJALI
DASARE NEKO ORA SOKO WIRIDE NING SOKO WATAK, PERBOWO LAN DINO SING NGLAKONI (WAYAHE)
GUNANE : OPO WAE SING BECIK WONG ASALE SOKO GOLONGAN SUFI
CORO NGERTENI ISINE (coro jowo)
DELEH DUWUR SIRAH TURU “NIATKU BUKAKNO WADINE KERIS LOYANG LUK 7 IKI”
CORO ISLAM : NDEREK MAWON
WANTI WANTI : ORA KENO KANGGO SEMBRANAN NGEMU TEGES BILAI!
itulah isi dari tilisan di kertas tsb TIDAK ada sedikitpun yang saya rubah
tapi waktu saya pengen tau isi dari keris tsb dengan cara yg dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun
sampai sekarang saya bertanya2 siapa yang naroh kertas itu ???sudah saya tanyakan ke teman2 saya yang biasa kerumahku tapi jawab mereka semua pada ga tau. dan kunci rumah slalu saya bawa ke mana2 kalau bepergian.
dan pacarku juga tidak tau bahasa jawa yang gituan. jadi ga mungkin pacarku yang nulis itu………….
hmmmm…….sebuah misteri yang sampai detik ini saya belum tau jawabnya……….
keris dan kertas itu masih tersimpan sampai sekarang.
sekian dulu tulisan karena rasa penasaran saya…….
sebenarnya ada beberapa pengalaman lainya yang tidak masuk akal… tapi tangan saya capek ngetiknya. insya allah lain waktu…
+++++++++++++++
Bila tak keberatan coba nanti dibawa sekalian selagi ketemu ya.
salam sejati
ARTANTO IGFA said,
February 22, 2009 at 3:34 pm
ralat
dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun
maaf maksud saya ta
dituliskan itu kok ga ketemu/ TAU isinya ya???? jadi binun
gendewa_geni said,
April 30, 2009 at 3:04 pm
nuwun..
pengalaman yg sangat menarik, sangat jarang punya kelebihan dan pengalaman yg sepertiitu..
mas mbok di tuliskan hari apes menurut hari/weton kelahirane..
ditunggu mas
matursuwun
Lovemedoka said,
May 23, 2009 at 1:57 pm
Sugeng pepanggihan…
Nuwun sewu, setelah membaca pengalaman poro kadang, saya memberanikan diri untuk ikut bercerita pengalaman pribadi. Kertika itu umur saya kurang lebih 10 tahun ( kelas 3 ata 4 SD). Seperti biasa jika malam sudah tiba dan bulan bersinar kami anak-anak kampung sering bermain bersama. Demikian pula pada sore itu kami bersenda gurau bermain anak laki dan perempuan. Hingar bingar riuh renyah gelak tawa anak-anak. Namun seitar pk 20 teman-temanku sudah mulai dipanggil orang tuannya. Akhirnya tinggal aku sendiri tanpa siapapun. Lalu aku berjalan pulang. Untuk sampai kerumahku, aku harus melewati lorong antara rumahku dan rumah tetanggaku. Pas ditengah-tengah lorong tersebut, aku mendengar suara riuh ramai surak surai persis seperti suara temanku yang tadi. Hanya letaknya berubah keramaian itu ada disebal depan kiri rumahku. Sedangkan aku ada dilorong sebelah kanan rumahku. Bersamaan dengan suara gegap gempita teman-temanku tersebut, terlihat 2 orang anak perempuan membawa selendang diata kepala mereka. Anak yang depan memegang selendang tersebut dengan tangan kanan dan memegangnya bagian bawah selendang bagian depan, anak perempuan yang satu memegang selendang dengan tangan kanan diangkat diatas kepala dan memegang selendang bagian belakang. Jadi kedua anak perempuan tersebut berlari depan belakang. Saya sangat senang melihat mereka, keramaian ternyata masih ada. Segera saya berlari keujung lorong didepan saya. Begitu sampai diujung lorong, ternyata 2 anak yang membawa selendang dan saya kenal betul siapa mereka, ternyata hilang… suara keramian teman-teman saya hilang seketika. Yang ada sunyi, sepi, tiada siapapun. Saya sempat berfikir cara 2 anak perempuan tadi memegang selendang. Selendang itu dipegang bagian bawah oleh ke dua-duanya (depan belakang). Namun anehnya… kok dbagian atasnya melambai-lambai… jadi bisa berdiri seperti sena/plat yang berkibar-kibar.
Kenyataan yang saya alami ini saya simpan tidak saya ceritakan kepada teman-teman saya. Hingga saya dewasa baru saya rasakan bahwa hal itu aneh…tapi nyata.
Mohon penjelasan ….apakah gerangan?
Nuwun, salam buat semuannya.
Febri Harsanto said,
July 11, 2009 at 12:01 am
Salam Mas Sabdalangit.
Menarik sekali uraian Mas di atas, walau saya rasa Mas juga mempunyai cerita yang lain pastinya. Sampai saya merinding menulis ini, diawasi di belakang saya
. Untuk istilah arwah beramanah, mungkin saya masih sulit untuk mendengar, karena takut dan rasa selalu ingin mengusir. Apa benar, ketika seseorang mau meninggal kadang meninggalkan pesan/pamit? Soalnya, kira-kira hampir 2 tahun lalu, ketika sholat maghrib saya melihat bayangan hitam masuk kamar saya (kost/kontrak), sehingga mengganggu sholat saya, akhirnya sehabis sholat maghrib saya berusaha mengusirnya. Tetapi tidak berapa lama mendapati kabar kalau sebelah saya meninggal dunia. Akhirnya saya mikir, apa bayangan tadi itu orang sebelah saya mau mati mau pamit? Tetapi kenapa tampak hitam? Esoknya, karena saya sering merokok diluar kamar, dan selalu risih jika tampak tetangga yang sudah meninggal tersebut, akhirnya saya bilangin ya sudah mau kemana sih? Tak coba antar ke arab saja ya?? Akhirnya saya coba kerjakan sebisa saya menaruh di Makkah Masjidil Haram (saya sendiri belum pernah kesana), karena saya melihat/merasa teman/tetangga ini seperti orang bingung/diam saja. Malamnya saya bermimpi seolah saya melihat pandosa/keranda disamparin/ditendangin orang kesana-kemari di area seperti masjidil haram. Apa mimpi tersebut menandakan bahwa usaha saya menyebabkan teman/tetangga yg sudah mati ini tidak diterima disana, ataukah bagaimana? Kenapa bisa begitu? Terus apa bau orang/arwah yang habis mati itu kadang2 wangi seperti kembang boreh yang biasa buat nyekar, ataukah kadang-kadang busuk?? Maaf Mas, kalau nulisnya seperti orang bingung, maklum menulis beginian kadang bingung ceritanya gimana, dan takut diketawain pembaca yang lain..
Wilujeng
SABDå said,
July 11, 2009 at 2:28 am
Mas Febri Yth
Yang paling sulit adl memisahkan antara imajinasi bawah sadar dengan kenyataan gaib. Imajinasi bawah sadar sebelum berangkat tidur akan bisa kebawa hingga ke alam tidur menjadi bunga tidur alias mimpi yang melanjutkan harapan dan keinginan sebelum terjadi tidur.
Arab ataupun masjidil haram adalah tempat yg masih berada di dalam dimensi fisik/wadag bumi. Dan bukanlah tempat tujuan para arwah. Tujuan arwah adalah alam kesejatian “hidup” diistilahkan pula “alam kubur”, alam barzah, alam kajaten, alam baka, alam gaib, alam pangrantosan, alam kelanggengan, alam kamulyan dsb. Itupun sudah menjadi rumus/hukum alam semesta yg bergerak linier dan menjadi urusan Gusti Hyang Mahawisesa, manusia tak akan bisa menentukan kemana arwah harus pergi. Jika ada penyempurnaan arwah, hal itu hanyalah sebatas mendoakan, atau “mensupport” agar arwah tidak lagi terganjal PR urusan duniawi yg belum terselesaikan.
Bayangan hitam itu sukma tetangga atau bukan sulit diketahui karena harus melihat langsung. Bayangan hitam, disebabkan penglihatan mata wadag kadang terdistorsi, hal itu tidak ada kaitannya dgn tingkat kemuliaan arwah. Soal bau wangi memang ada kemungkinan, krn bau roh sangat beragam, misalnya bau wangi, bau dupa, ratus, kemenyan, sirih, atau bau khas seperti saat ia masih hidup. Sedangkan bau makhluk halus (siluman, dedemit, setan gentayangan dll) baunya seperti bangkai, jengkol, petai, bau gosong, bau kotoran, anyir/amis, bacin, seperti comberan/jamban, bau selokan busuk dan semacamnya.
Semoga menjadi bahan refleksi. Maaf bila ada kalimat yg kurang berkenan.
salam sih katresnan
batjoe said,
September 5, 2009 at 12:33 am
ass..
merinding juga saya mendengar cerita ini mas ..
ngeri juga bila saya yang ketemu mungkinlari kali hehehhee
wah ilmunya mas sabdo luar biasa
batjoe said,
September 5, 2009 at 12:37 am
oya mas sabdo mohon maaf saya blogroll ya dan mohon maaf baru minta ijinnya sekarang karena saya suka artikel2nya mas
makasih mas atas pengertiannya
SABDå said,
September 5, 2009 at 3:24 am
Mas Batjoe Yth
Monggo mas apabila dirasa ada manfaat silahkan di link. Matur nuwun. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan saya. Saya biasa-biasa saja dan merasa tidak memegang ilmu apa-apa kecuali hanya menyadari diri ini masih bodoh dan mentah memahami kehidupan yang maha agung dan luas ini. Jika kita tahu no rekening dan jumlah uang di dalamnya, itu bukanlah keajaiban apalagi luar biasa. Bukankah yang memberi informasi tetap yang bersangkutan kan. Hanya saja bedanya, kadang saya diberi informasi mengenai suatu hal oleh teman saya yang masih hidup. Di lain urusan saya berinteraksi dengan orang juga, tetapi sudah di dalam kehidupan yang hakiki dan sejati, yakni alam kelanggengan. Kadang mereka juga menyampaikan informasi suatu hal penting oleh sahabat saya yang sudah meninggal alias “hidup” langgeng di alam kajaten. Itu saja mas, cuma sederhana kan..
salam sih katresnan
Pharme816 said,
September 21, 2009 at 8:42 am
Very nice site!
Gama said,
October 7, 2009 at 4:01 pm
Ass WW,
Cerita2 yang sangat menarik…..yang mengingatkan kita bahwa “hidup ini tidaklah mudah”, dan yang harus kita pikirkan….”kemana kita akan pulang nantinya ?”.
……..apalagi kalau kita belum kenal kepada yang akan kita tuju nantinya.
Wass
Lily said,
November 22, 2009 at 11:55 pm
Mas Sabda,
Saya mau tanya mengenai orang yang kena santet. Ini pengalaman pribadi saya. Kejadiannya sudah lama tapi masih membekas. Ada rasa ingin tahu mengapa saat saya tidur, saya terbangun tengah malam hingga pagi pagi buta dan ketakutan. Seperti saya melihat sesuatu yang tidak terlihat, tapi sangat menakutkan. Padahal saya bukan jenis yang penakut. Itu terjadi satu bulan lamanya sampai saya mendapat mimpi seorang wanita tua yang memberi tahu saya bahwa ada orang yang tidak suka pada saya. Bahkan namanya juga diberikan. Saya juga melihat kitab suci agama Budha yang memang saya simpan di lemari dalam mimpi saya. Itu yang menahan iblis yang dikirm oleh penyantet.
Pertanyaan saya, saat terbangun dan ketakutan, apakah saya sedang diselamatkan? Karena menurut yang saya dengar, kalau saya tidak terbangun, saya bisa celoko (celaka). Mohon penjelasannya.
Terima kasih.
SABDå said,
November 23, 2009 at 10:23 am
Mbak/Ibu Lily Yth
Kekuatan santet lebih tepatnya tenung, biasanya tidak dikirim dengan energi si dukun tenung. Melainkan memerintah “pesuruhnya” berupa makhluk halus sejenis siluman, jin, lelembut yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan. Nah, yang berkeliaran di saat Mbak/ibu Lily tidur itulah makhluk suruhan si dukun. Yang diserang ya badan fisik, tetapi saat tidur badan halus bisa bersentuhan/berinteraksi dengan makhluk “pesuruh” tsb. Saat bangun, maka kesadaran menjadi terjaga, otomatis kekuatan mental segera turn on. Kekuatan mental akan membangun kekuatan batin pula. Semakin kuat kekuatan batin yg kita miliki, dapat mereduksi kekuatan negatif yang akan menyerang. Maka, doa dalam hal ini berfungsi sebagai penguat mental kejiwaan (soul) dan batin (spirit). Kitab suci akan memiliki kekuatan seperti halnya benda pusaka bertuah apabila dijangkung oleh para leluhur. Tanpa peranan itu, kitab suci tak lebih sebagai buku pelajaran biasa. Karena Tuhan memberikan ruang bagi manusia untuk berusaha/berikhtiar tidak hanya terbatas pada dimensi kehidupan bumi (mercapada) melainkan sampai ke alam luhur (kehidupan sejati). Hanya saja, tidak mengurusi nasibnya sendiri, melainkan nasib anak turunnya. Kalau nasibnya sendiri sudah tak bisa dirubah, karena kehidupan kita di dunia-lah yang mutlak menentukan nasib kita di alam kehidupan sejati, apakah akan mulia, mulia sejati, atau sengsara.
Rahayu manuksma
Lily said,
November 23, 2009 at 11:43 pm
Terima kasih atas penjelasan Pinisepuh.
Apa Pinisepuh memiliki pedepokan atau paguyuban atau rekan di daerah Bali?
Menggali dunia niskala merupakan sesuatu yang sangat saya minati, terutama setelah mengalami santet / tenung beberapa tahun yang lalu.
Matur suksma,
Lily
SABDå said,
November 24, 2009 at 7:01 am
Lily Yth
Saya ada banyak sahabat di dan dari Bali. Suatu waktu saya akan mengunjungi para sahabat di Bali untuk mempererat tali persahabatan. Jika sudah mendapat waktunya, saya akan kabarkan kepada rekan2 semua.
Rahajeng