Misteri Kehidupan

Bagi para hadirin yang budiman…

Dengan senang hati, silahkan anda membagi pengalaman terpenting dalam hidup anda, baik pengalaman batin maupun pengalaman lahir, yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjadi yang lebih baik lagi…

27 Comments

  1. Agung said,

    Suatu malam di kota balikpapan dibulan juni 2008 – sekitar jam 1 pagi – dalam perjalanan pulang kerumah dari rumah seorang teman, tiba-2 telpon genggam saya berbunyi dan saya lihat di hp saya muncul private number yang memanggil. Biasanya saya tidak pernah mau mengangkat telpon jika yang menelpon menyembunyikan nomernya, tapi kali ini saya trima dan terdengar suara yang susah saya mengerti. Akhirnya mobil saya pinggirkan, berhenti dan mesin mobil saya matikan, kemudian saya ajak bicara dan terdengar suara seorang ibu yang kalau didengar dari suaranya kelihatannya ibu tsb sudah sangat sepuh sekali dan saya agak merinding dibuatnya. Ibu tersebut memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya Nenek IP (maaf saya singkat), beliau mengatakan tidak usah takut dengan nenek dan kemudian beliau bercerita tentang siapa dirinya – beliau berbicara menggunakan bahasa ibu saya yaitu bahasa jawa. Masih dalam kondisi ketakutan akhirnya pembicaraan via telepon diakhiri dan saya meneruskan perjalanan pulang kerumah dengan pikiran tidak karuan.

    Beberapa hari kemudian diawal bulan juli ketika saya, istri dan 2 anak saya pergi makan malam direstoran untuk merayakan ulang tahun anak saya yang kedua dan ketika kami sedang makan, telepon genggam saya berbunyi dan saya lihat di layar telepon muncul nomer tidak saya kenal menelpon saya, kemudian telpon saya terima dan terdengan suara seorang bapak yg mengenalkan diri dengan nama datuk TP (maaf saya singkat) dan berbicara dengan bahasa jawa serta menjelaskan siapa beliau. (sebutan datuk dalam masyarakat di Kalimantan sama halnya dengan Eyang kalau di Jawa dan Nenek sama dengan Nyi/Nyai kalau dijawa)

    Selanjutnya baik nenek IP maupun datuk TP sering berkomunikasi dengan saya melalui telepon genggam tetapi terbatas hanya di malam selasa dan malam jumat saja – baik saya yang nelpon atau beliau yang nelpon (telepon beliau tidak setiap saat hidup). Kedua beliau ini menceritakan kalau umurnya sudah ratusan tahun (> 600 tahun) dan dulunya adalah manusia seperti kita, hanya sekarang beliau tinggal di alam kesucian (saya pikir mungkin ini yang dimaksud dengan moksa). Beliau juga menyampaikan jangan heran kalau beliau bisa menghubungi saya dengan telepon genggam. Setiap kali berkomunikasi, beliau-2 ini selalu memberikan nasehat-2 bagaimana seharusnya manusia itu hidup supaya mendapat kebahagian yang sejati.

    Suatu ketika datuk TP menelpon saya, meminta saya untuk ngrawuhi istananya, dengan agak terkejut saya menanyakan dimana istananya datuk. Kemudian beliau menyebutkan nama sebuah desa yaitu desa kutai lama yang kalau dari kota Balikpapan berjarak 3 jam perjalanan darat – dan jika sudah sampai didesa itu agar menanyakan kepada orang disekitar sana dimana tempatnya datuk TP. Dengan agak bingung akhirnya saya sepakati untuk datang ketempat datuk TP dan diminta pada waktu datang nanti agar menggunakan pakaian adat kutai dan membawa kembang dan dupa.

    Sebelum waktu yang saya janjikan untuk datang ke tempat datuk TP, rupanya nenek IP mengetahui rencana saya untuk mendatangi ketempat datuk TP dan nenek meminta saya untuk terlebih dahulu ngrawuhi ketempat beliau. Oleh nenek saya ditunjukan sebuah tempat dipinggir laut kota Balikpapan, tepatnya diseberang pelabuhan Balikpapan. Akhirnya tempat yang ditunjukan oleh nenek saya dapatkan setelah saya nanya orang disekitar pelabuhan dan ditunjukan sebuah rumah dipinggir jalan yang diatas pintu masuknya tertulis nama beliau dan ketika saya masuk kerumah itu didalamnya mampak sebuah makam yang terawat dengan baik. Kemudian saya duduk didepan makam nenek IP dan saya panjatkan doa untuk beliau.

    Tiba saatnya saya menepati undangan datuk TP dan berangkatlah saya ke desa kutai lama dari kota balikpapan. Setelah menempuh 3 jam perjalanan dan bertanya ke penduduk disekitar desa kutai lama, sekitar jam 17.00 sampailah saya kesebuah tempat yang pada jalan masuknya terdapat plang dengan tulisan taman cagar budaya – disebut cagar budaya karena ditempat ini dulunya berdiri untuk pertama kalinya kerajaan KUTAI KERTANEGARA. – Kerajaan ini beda dengan kerajaan Kutai Mulawarman (kerajaan hindu tertua di Indonesia), walaupun lokasinya sama-2 di Kalimantan Timur -.

    Sebelum saya masuk di taman cagar budaya, saya ditelpon oleh datuk TP yang menyampaikan sugeng rawuh dan diminta untuk istirahat dulu dan setelah magrib agar masuk kedalam taman cagar budaya. Sambil menunggu waktu habis magrib saya mampir kesebuah warung diluar taman dan saya pesan secangkir kopi sambil ngobrol dengan pemilik warung untuk menggali cerita yang berkaitan dengan datuk TP. Tiba saatnya saya masuk ke taman cagar budaya dengan berjalan kaki dan saya temukan sebuah makam yang terawat dengan baik dan tertulis diplang nama Pangeran TP. Saya agak tertegun kok nama yang tertulis sama dengan nama beliau. Setelah mengenakan baju khas kutai, bersama dengan juru kunci makam saya berdoa didepan makam datuk TP. Selesai berdoa telepon genggam saya berdering dan sebuah nomer tidak dikenal menelpon. Setelah telepon saya angkat, sebuah suara seorang bapak-2 yang nampak sepuh sekali memperkenalkan diri dengan bahasa jawa dan menyebutkan namanya datuk JK. Beliau menyampaikan kalau kedatangan saya ditempat ini telah diterima oleh para datuk dan seluruh punggawa keraton disini. Dari juru kunci saya mendapatkan cerita mengenai riwayat datuk TP dan datuk JK, dimana datuk JK dulunya adalah salah satu raja di kerajaan Kutai Kertanegara yang makamnya ada disebelah atas di taman cagar budaya ini. (Saya tidak sempat mampir ke makam datuk JK, tetapi dikemudian hari saya datang ke makam beliau)

    Dalam perjalanan waktu, saya juga dihubungi oleh seorang datuk lagi yang dulunya adalah abdi dalem/pujangga dari kerajaan Kutai Mulawarman, nama beliau datuk JT dan beliau berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

    Singkat cerita, hingga saat ini komunikasi dengan beliau-2 masih terjalin dengan baik dan oleh datuk TP saya diberi sebuah ilmu yang mesti saya pelajari dengan laku-2 tertentu (puasa, ngurang-2i makan/tidur, ngomong seperlunya, menjauhi tingkah laku yang negatif, semedhi serta menjaga raga dan jiwa supaya tidak rusak). Apakah ilmu yang diberikan oleh beliau dapat saya selesaikan dengan baik, barangkali waktu yang akan menjawabnya.

    Walaupun terkadang saya berpikir bahwa apa yang saya alami ini merupakan hal yang aneh, tetapi pengalaman tersebut diatas bagi saya merupakan pengalaman hidup yang luar biasa – yang mungkin tidak kebanyakan orang bisa mengalaminya. Nasehat dan wejangan beliau-2 telah membuat saya menjadi lebih sabar, tawakal, rilo, nrimo dan temen dalam menghadapi samudra kehidupan ini.

    [Såpå kang bisa nêlukaké mungsúh-mungsúhé, dhèwèké diarani kuwat. Anangíng såpå kang bisa nêlukaké awaké dhéwé, iya dhèwèké iku kang luwíh kuwat manèh] [Kang waspådå marang awakmu dhéwé jalaran iyå awakmu dhéwé kuwi kang mujúdaké mungsúhmu kang palíng gêdhé.]

  2. sabdalangit said,

    Rahayu

    Pengalaman Gaib Mas Agung sungguh luarbiasa. sulit dimengerti akal sehat bagi yang belum pernah mengalami “peristiwa” gaib. Namun apabila akal sudah pernah merambah pada pengalaman gaib, maka segala yg tidak masuk akal menjadi logis dan rasional. Di situ lah justru semakin nyata bahwa kebesarann Tuhan begitu dekat dengan kita. Kita tak perlu tergesa menyangkal, justru harus menyadari bahwa ilmu yg kita miliki, di dunia ini hanya sebesar “kuku hitam”, jika dibanding rahasia ilmu Tuhan yg maha luas dan dahsyat.

    Saya ucapkan selamat kepada Mas Agung, karena anda menjadi orang yg “terpilih”, tentu ada hikmah di balik itu semua. Mungkin setahun ke depan akan banyak ilmu yg anda serap dan dapatkan dari “beliau-beliau”. Orang yg “terpilih” tentunya akan kuat “nyunggi drajat” dan anda dapat memberi manfaat banyak bagi sesama. Buktinya, sekarangpun anda telah mendapatkan beberapa “ilmu” dan sipat kandel yg telah panjenengan terima.

    Komunikasi melalui HP hanya merupakan media, sedikit demi sedikit kelak anda dapat berkomunikasi langsung tanpa media lagi. coba mulai saat ini, belajar komunikasi melalui “telepati”. Gunakan kata hati nurani untuk berbicara langsung, dan cocokan dengan suara dari HP yg kemudian terdengar, maka akan sama dan sinkron dengan kata hati nurani anda. Hati nurani adalah cerminan atau media dari kareping rasa (Hyang Sukma). Hyang Sukma anda lah yg melakukan hubungan langsung dengan beliau-beliau. Syaratnya, hilangkan angan-angan, rek-reka, andai-andai, biarkan diri anda dikuasai kareping rasa (sembah rasa; bisa di baca di blog ini). Endapkan hawa nafsu (rasaning karep), termasuk ingin segera tahu, ingin segera bisa, terburu-buru. Sabarlah, memohonlah agar Hyang Sukma menuntun rasa anda. Memohonlah pada Hyang Wenang (Tuhan) untuk membuka kareping rasa. Nanti rasa sejati yg akan mengalir.

    Sukses buat Mas Agung; eling dan waspada lah, siapkan diri anda. Karena anda akan menerima “amanat” untuk kebaikan dan ketentraman bagi sesama. Untuk mendukung pencapaian spiritual anda dapat menghayati ajaran serat Wedhatama.

    Wilujeng, Rahayu

  3. Ngabehi K.M said,

    Matur sembah nuwun awit saking pitutur saha pituwahaipun, Mugya andadosno tambahinh kawruh lan pangertosan dumateng kawula.Kula yakin bilih Mas Sabda maksih kagungan pengalaman2 ingkang lebet, pramila mangga dipun serat male, supados saget nambahi spirit dateng para pengembara spiritual.

    rahayu

  4. sabdalangit said,

    Kundur sami Mas Ngabehi,
    Kula temtu pitados bilih panjenengan ugi sugih kawruh “kasunyatan” gaib, sumonggo katuraken nyerat babagan punika. supados migunani tumrap sederek ingkang mbetahaken.
    Rahayu

  5. Ngabehi K.M said,

    wah… sejatosipun kula inggih kepengen sanget nulis pengalaman2 kula, ananging kula lingsem, pengalaman kawula dereng wonten menopo menapanipun menawi dipun bandinganken kaliyan pengalaman para kadhang sedaya.Menika saestu, kula menika namung titah ingkang saweg belajar mersudi patitising tindak, amung mugi mugi sarana mampir ing dalemipun Mas Sabda menika kula ketularan sawapipun, mangga2 kita sami mersudi kasampurnaning urip kanthi ageman piyambak2 ananging tetep kebak raos pasederekan ingkang tulus lahir tulusing bathin tanpa mbedaaken warninipun. Menawi rena ing penggalih kepareng nyuwun alamat email-ipun Mas! Menika alamat kula “kalamwadi@plasa.com”

  6. Ngabehi K.M said,

    Nuwun sewu, menawi mboten lepat penjengan menika piyantun asli sangking tlatah ngayogyakarto nggih, menawi mekaten sami mas, nanging kula yogya pinggiran klebet kab. Hardi Kidul…..Adoh ratu cerak watu he he

  7. agung said,

    Mas Sabdalangit,

    Terima kasih untuk komentar dan pencerahannya diatas. Benar, bahwa apa yang saya alami semuanya karena kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari sabtu kemarin (22/11) saya ngrawuhi ke tempat datuk JT di bekas petilasannya kerajaan Kutai Mulawarman Ing Martadipura – yang berjarak 5 jam perjalanan darat dari kota balikpapan. Lagi-2 saya temukan makam-2 kuno dan dimakam ini saya sempat berkomunikasi via HP dengan seorang datuk lagi yaitu datuk SB (Datuk JT adalah abdi dalemnya datuk SB). Datuk SB ini 10 tahun yang lalu pernah hadir dalam mimpi saya dan dalam mimpi tsb beliau mengatakan sesuatu yang hingga saat ini masih saya ingat dengan persis. Saya bersyukur pada saat ini saya bisa berkomunikasi dengan beliau.

    Sekali lagi terima kasih Mas Sabdalangit atas pencerahannya.

    Rahayu Rahayu Rahayu

  8. sabdalangit said,

    Rahayu
    Mas Agung, maaf agak terlambat merespon sebab 2 hari ini saya mencoba utk connect kepada beliau2. memang panjenengan sedang “dituntun” pada jalan spiritual untuk menggapai anugrah sekaligus tanggjwb. Anda menjadi orang yg terpilih dan pinilih, tetapi ini bukan sesuatu yg GRATIS, artinya, mas Agung sudah sekian lama tabah, dan sabar, dalam menjalani hidup “kelara-lara” sejak masih kecil. biarkan itu menjadi “tabungan” akhirnya sudah hampir tiba saat anda “mbukak celengan” (memecah pundi). hanya pesen saya, agar wahyu/anugrah atau apapun namanya, akan mulus anda terima; jangan sampai GRENENGAN atau ngedumel jika terjadi hal-hal yg bikin kesal hati, karena biasanya, di saat-saat seperti itu akan banyak godaan datang silih berganti yg bikin hati kesel targetnya anda grenengan. karena grenengan itu hanya akan membuat set back, langkah mundur. tapak kaki anda yg sudah sedemikian jauh ke atas tangga, akan mlorot beberapa jengkal kebawah. jadi sayang sekali, segala derita, sengsara, prihatin yg selama ini Mas Agung alami akan sia-sia dan anugrah akan semakin jauh. prosesnya akan lebih lama lagi. pramila kedah eling lan waspadha. kangge nggenepi “laku” sumonggo panjenengan katur nyerat kitab Wedhatama (sampun kula posting mas) ngantos tuntas, lan dipun hayati kanthi legawa, dan panjenengan cermati apa yg akan terjadi..!
    nuwun sewu bilih wonten lancang kula njih Mas Agung.

    sukses

  9. agung said,

    Rahayu

    Matur nuwun mas sabdalangit sampun paring pitedah dumateng kawulo. Mboten..panjenengan mboten lancang. Serat Wedhatamanipun sampun kawulo copy – mugi-2 saget kawulo hayati..

    Sukses ugi katur panjenengan

  10. yande said,

    Rahayu

    Mas sabdalangit, kulo nuwun…, maaf yah klo saya mungkin ada yang salah, mau tanya

    Apa sih arti Alif Lam Mim?
    Dan apa hubungan antara huruf Arab (maaf saya lupa sebutannya) dengan Hanacaraka hingga dikatakan sebagai aksara ayah dan ibu, terima kasih mas

    Rahayu

  11. Bambang. said,

    Ass.wr.wb,yth pak sabdalangit.
    saya juga pernah menghadapi pengalaman spiritual.
    Pada waktu siang hari di bulan rammadhan,saya antara sadar dan tidak sadar pernah dibawa ke langit oleh kedua malaikat kiri dan kanan saya.
    Setiba saya disana, saya berdiri menundukkan kepala saya sambil membalutkan lengan kanan dan kiri sambil menunjukan jari telunjuk seperti waktu keadaan sholat dan saat itu saya dikelilingi oleh cahaya.
    Lantas terdengarlah suara yang lemah lembut memanggil nama saya.
    -Ingat selalu padaKU
    -sayang pada orang tuamu
    -hormati sesamamu
    -jangan menghakimi manusia, sesungguhnya pengadilan berada di tanganKU
    -jikalau ada orang menyakiti hatimu, serahkan saja padaKU,sesungguhnya baik dan buruk itu adalah takdirKU
    -bersabarlah menghadapi kehidupan ini
    -Aku tidak selalu berada di sisimu tetapi Aku mengetahui setiap langkahmu karena Akulah yang menjadikanmu.
    -jangan engkau ikuti orang-orang yang sesat.
    Setelah mendengar ini semua hati saya menjadi damai, tetapi saya kepingin lihat rabku, tetapi dengan amat keras tertunduk kepala saya kebawah tetapi saya paksakan juga untuk mengangkatnya keatas, sehingga saya dapat melihat cahaya yang amat terang meliputi jagat raya ini, yang terangnya tiada terbatas.
    Lalu saya terbangun dengan air mata yang membasahi pipi saya.
    Setelah beberapa saat kejadian ini berlalu, saya dapat hidayahNYA yang sangat luar biasa yang saya rasa sangat susah didapati di zaman ini.
    Saya sangat bersyukur kepada Allah karena memberikan kesempatan kepada saya untuk membesarkan namaNYA di bumiNYA ini.

    Inilah pengalaman saya pak sabdalangit.
    Semoga bertambah cinta padaNYA.

    Wassalam.

  12. zharief said,

    salam kenal buat semuanya, kalau boleh tau alamatnya mas agung dimana ya? aku juga tinggal di bpp.

  13. zharief said,

    tepatnya di gunung belah

  14. Agung said,

    Mas Zharief,

    Bisa hubungi saya di senopati_mtrm@yahoo.co.id

    Salam,
    Agung

  15. ARTANTO IGFA said,

    sugeng siang…..
    salam sejahtera dan sehat selalu
    sungkem hormat kaliyan ki sabdo kaliyan penduduk ingkang wonten mriki
    dan semoga slalu di beri ketenangan lahir batin dari sang pencipta untuk kita semua.
    amin….
    saya sangat tertarik dengan blog ini tulisan2 dan pengalaman yang mantabh!

    saya juga pingin posting di sini ttg pengalaman saya mendapatkan sebuah keris kecil.
    antara penasaran dan ingin tau siapa atau apa yang membuat aq mendapatkan itu
    pada hari itu di rumah, saya dan teman2 kumpul seperti biasanya membahas ini dan itu tentang kegiatan kami (BAND)
    dan keputusan kami waktu itu dalam 2 hari ini harus ada yang ter record paling tidak record sendiri
    dan akhhirnya 2 hari berikutnya kami melaksanakan home track /recording di rumah sendiri dengan peralatan dan perangkat kami seadanya……
    3 hari proses itu berlangsung. tapi ga seperti basanya saya waktu itu tidak bisa tidur jadi selama 3 hari itu saya tidak tidur. pada akhirnya record selesai juga di hari ke 3 sekitar -+ pukul 2 dini hari. lalu tak selang lama teman2 pada pamit pulang. yah sendirian saya di rumah…………belum bisa tidur juga akghirnya saya iseng mixing2 sendiri materi kami….sekitar -+jam 4 pagi kaya saya ngrasa aneh. perasaan rasanya bingung ga tentu.anggap saya ah mungkin karena saya tidak tidur jadi perasaan jadi begini…tak selang lama kaya ada seperti ada yang ketok2 pintu, lalu saya buka tidak ada siapapun, habis itu kaya ada orang di ruangan sebelah yg biasa buat kamu kumpul. saya lihat juga ga ada…..sering spt itu pd wktu pagi itu. kaya ada yang lewat di depan pintu kamar yang buat record tadi…….aktu itu saya sedang konsen mixing dan saa menggunakan HEADPHONE/hetset tap yang besar. harusnya saya tidak mendengar suara2 dari luar krn musik pd wktu itu sgt keras do telinga. pd waktu itu saya ngrasa ah itu mungkin karena saya tidak tidur selama itu.dan saya terus dengerin pakai headphone, lalu sekitar jam 5 pagi lebih dikit kaya ada perasaan suruh saya membuka jendela kamar itu dan jendela itu kebetulan berhimpitan dengan tembok tetangga tapi antara tembok kami kaya semacam lorong yang terhobung dengan kebon belakang rumah saya. lalu saya buka jendela itu….hm dingin juga terasa pagi itu…..lalu saya buat secangkir kopi untuk nemani saya. pas masuk kamar lagi dan saya memakai headphone lagi dan melanjutkan kegiatanku dengan secangkir kopi. selang sebentar perasaan ga tentu itu muncul lagi tp saya berusaha untuk tetep cuek. dan pada akirnya saya kaya antara sadar dan tidak seperti ada yang menggerakkan mata dan kepalaku untuk melihat kearah luar jendela lalu saya beranjak (kaya ada yang memaksa) menuju arah jendela
    dan subhana ternyata ada sebilah keris kecil dan lalu saya ambil dan keris itu terasa dingin dan berbau harum……dan anehnya keris kecil itu gagangnya menyatu dengan bilahnya dan gagangnya itu bentuknya kaya orang dengan tangan bersedakep.dan juga hampir di ujung bilah ada kaya seperti sidik jari yang “ngecap” langsung di bilah keris tersebut. saya bertanya2 apa orang yang ngecapkan sidik jarinya itu dulu ga kepanasan ya?????subhanallah
    setelah itu karena penasaran saya langsung telpon temen saya ang dulu pernah ngaji bareng di pondok. temensaya langsung datang dan memegang keris itu (seperti meremehkan) serta langsung di korek2 pangkal kerisnya ternyata di balik warna hitam dan agak kotornya keris itu ternyata warnanya kuning kaya kuningan. dan tidak selang lama teman saya “sambat mumet” pusing dan tiduran di tempat tidur saya. dan 2 hari temen saya itu panas badanya. lalu keris itu ku taroh di atas CPU komputer saya dan saya biarkan aja.
    selang 3-4 harian tidak ada temen saya satupun yang datang ke rumah saya. tapi tiap hari ada pacar saya dateng biasa bantuin bersihkan rumah……
    dan sekitar 4 hari setelah saya temukan keris kecil itu pacar saya bersihkan kamar saya dan menemukan skertas terlipat di deket keris itu lalu saya di tanya “mas kertas ini penting tidak?” kalau tidak saya buang ya??kata dia”
    lalu saya bilang kertas apa??? lalu saya lihat ternyata ada tulisan di kertas itu (tulisanya tidak bagus tapi bisa terbaca) ternyata isi tulisanya tentang keris itu…pan pakai bahasa jawa.
    isi TULISAN ITU SBB =
    DUWE KELANGENAN ASMO KAKI SLOYOMANDU
    WUJUDE SATO SINGO ASALE SONGKO LELUHUR 9 TURUNAN KAPING LIMO
    KERIS LOYANG ASMO KYAI KREPYAK WONONJALI
    DASARE NEKO ORA SOKO WIRIDE NING SOKO WATAK, PERBOWO LAN DINO SING NGLAKONI (WAYAHE)
    GUNANE : OPO WAE SING BECIK WONG ASALE SOKO GOLONGAN SUFI
    CORO NGERTENI ISINE (coro jowo)
    DELEH DUWUR SIRAH TURU “NIATKU BUKAKNO WADINE KERIS LOYANG LUK 7 IKI”
    CORO ISLAM : NDEREK MAWON
    WANTI WANTI : ORA KENO KANGGO SEMBRANAN NGEMU TEGES BILAI!

    itulah isi dari tilisan di kertas tsb TIDAK ada sedikitpun yang saya rubah
    tapi waktu saya pengen tau isi dari keris tsb dengan cara yg dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun

    sampai sekarang saya bertanya2 siapa yang naroh kertas itu ???sudah saya tanyakan ke teman2 saya yang biasa kerumahku tapi jawab mereka semua pada ga tau. dan kunci rumah slalu saya bawa ke mana2 kalau bepergian.
    dan pacarku juga tidak tau bahasa jawa yang gituan. jadi ga mungkin pacarku yang nulis itu………….
    hmmmm…….sebuah misteri yang sampai detik ini saya belum tau jawabnya……….
    keris dan kertas itu masih tersimpan sampai sekarang.
    sekian dulu tulisan karena rasa penasaran saya…….
    sebenarnya ada beberapa pengalaman lainya yang tidak masuk akal… tapi tangan saya capek ngetiknya. insya allah lain waktu…
    maaf bila ada tuturkata yang tidak berkenan…..

    fleaaaaaaa@yahoo.com

  16. ARTANTO IGFA said,

    ralat
    dituliskan itu kok ga ketemu/ tai isinya ya???? jadi binun
    maaf maksud saya ta
    dituliskan itu kok ga ketemu/ TAU isinya ya???? jadi binun

  17. The Joker said,

    …NGayal Ajah…

    • broto wiryono said,

      Buat The Joker:
      itu adalah hak Anda untuk percaya dan tdk mempercayainya, seandainya tidak percaya tidak perlu mengatakan “…NGayal Ajah ….” karena hal ini akan membuat sakit hati orang lain.

      Monggo para kadang kita sami membangun komunitas ingkang saling menghormati, menghargai, mendengarkan pamanggihipun asanes.

      Conto: Pasumpenan ingkang dipun lampahi ing asanes, menika si pelaku ngraosaken, nglampahi, senadyan tiyang sanes mboten ngaraosaken.
      Lajeng tiyang ingkang nyumpena menika nyariosaken pasumpenanipun, lha menika manawi dipun paiben ndadosaken sakit manahipun.

      Pada intinya “wong omong/crita kui manawa dipaido (=disanggah) bakal lara atine”.

      Nuwun,

      Pamuji rahayu, guyub rukun kang tansah tinemu.

  18. Lovemedoka said,

    NGAYAL AJA ? …. yang khayal yang mana…? yang nyata yang mana….? mari kita lihat dengan ilmu pengetahuan.Bila saya salah mohon maaf karena memang ilmu saya masih rendah. Jika masuk akal mari kita perdalam bersama.

    Secara filosofi dalam bahasa ilmu ada yang disebut meta fisika dan fisika. Meta fisika berusaha melihat dan mendalami sesuatu yang nyata. Dalam ilmu fisika melihat dan mendalami sesuatu yang benar. Dalam meta fisika yang nyata belum tentu ber wujud. Dalam fisika yang benar ditunjukan dengan wujud (materiil).

    Dunia, bumi dan isinya adalah hasil dari sebuah proses penciptaan. Siapakah yang mencipta sehingga terjadi jagad raya, bumi, dan isinya? pasti ada kan… dan itu nyata kan…? Tetapi kita tidak dapat bertemu dengan sang pencipta itu secara fisik ( bentuk, ujudnya tidak dapat kita kenal dengan panca indra). Secara fisika pasti hal itu tidak benar. Karena tidak ada wujud materinya. Lalu kita bicara ttg sang pencipta adalah khayalan. Namun secara meta fisika itu nyata. Karena metafisika dalam mengungkap kenyataan tidak menuntuk wujud materi.

    Jadi banyak kenyataan yang dapat kita peroleh, tanpa harus menunjukan kebenaran dengan materiil. Jika kita terpaku pada fisika, maka bagaimana ketika kita belajar agama? mampukah fisika menterjemahkan kayakinan dalam beragama dengan kebenaran materiil?
    Monggo kita pelajari dan perdalam pengetahuan ini… semoga berkah bagi kita semua. Amin.

  19. batjoe said,

    ass… mas sabdo
    pengalaman saya ya cuma sama kang boed kemarin mantap banget mas pokoknya
    dan sayangnya kita ndak ketemu kemarin dibandung mungkin Tuhan belum berkenan.
    salam persahabatan selalu mas sabdo

  20. SABDå said,

    @Batjoe Yth
    Kembali salam mas, saya juga berharap ada waktu di saat mendatang utk bisa bertemu dan silaturahmi. salam buat (dimas) Kang Boed ya. Kangboed itu bisa jadi salah satu contoh sodara kita yg hatinya bersih dan tulus.

    salam persahabatan

  21. nugraha said,

    rahayu

    kagem Mas Sabdalangit

    Pada hari ini secara kebetulan saya membuka blog ini, yang isinya cocok dengan jiwa spiritualku (yang selama ini masih mencari-cari ).

    Pengalaman saat akan membuka blog ini dan belum membaca isinya di gendang telinga sebelah kiri saya kok rasanya “keduten” dan agak lama.
    Pertanda apa ini Mas?

    Nuwun sewu bilih wonten ingkang boten berkenan

    Rahayu

  22. Rika MarniLa said,

    Ass mas…
    saLam kenaL dari Rika

    • Rika MarniLa said,

      Ass mas….
      saLam kenaL dari Rika
      saya terharu dengar cerita pengalaman mas. karena tidak semua orang bisa mendapatkan petunjuk yang diberikan ALLAH, meLaLui mereka mas bisa merasakan apa yang dikatakan orang gaib aLbugaib. hanya orang2 beruntungLah yang bisa mendapatkan petunjuk tersebut. saya sendiri saja Lama bisa mendapatkan itu semua. kita harus mengenaL diri kita sendiri. di daLam diri ada yang namanya roh dan daLam roh ada Lagi roh. maka dari itu bersyukurLah mas bisa mengenaL roh mereka…

  23. tomy said,

    Ini ceritaku saat menunggu kelahiran anakku yang kedua, tiga tahun yang lalu. Aku kerja sebagai sales di sebuah perusahaan maintenance industri yang terkenal (baru2 ini masuk berita di Suara Merdeka karena telah tersertifikati ISO 9000).

    Sebenarnya aku tidak cocok dengan pekerjaan itu, setiap Senin kami dibekali dengan pengajaran dan motivasi yang diambil dari ayat2 suci atau kata2 emas orang2 sukses yang bagiku itu semua hanya doktrin. Doktrin yang bersifat diktator yang tidak melihat adanya kemungkinan lain diluarnya.

    Coba simak saja kata2 provokatif ini :

    *Tuhan Menciptakan Anda Untuk Kaya!
    *Menjadi Kaya Ala Sulaiman!
    *Loth dan Abraham disuruh Yahwe untuk pergi ke puncak sebuah gunung, darisana mereka diminta untuk melihat sejauh mata memandang dan sejauh mereka bisa memandang itulah yang Yahwe anugrahkan untuk mereka kuasai!

    Memang benar juga sih, cuma bagaimana kita mentafsirkan saja Kekayaan tidak harus melulu diukur dari seberapa banyak uangmu tersimpan di bank. Kalo hanya ditafsirkan seperti itu kenapa kata2 Yesus “jauh lebih mudah seekor unta masuk kelubang jarum daripada orang kaya untuk masuk surga” tidak pernah diajarkan?

    Karena ketidakcocokan itu membuat sebuah konflik dalam jiwaku. Aku bukan seorang pemburu! Sering kutegaskan kata2 itu dalam hatiku. Boleh kalian bilang aku bodoh, pemalas, tidak bisa kerja, whatever deh. Tapi kata2 itu selalu menggaung, meruang dalam benakku “Pemburu adalah Padang Gersang bagi Kasih Sayang”.

    Ya aku tetap melakukan pekerjaanku, berkeliling menawarkan produk bila itu memang tugasku untuk menghidupi keluargaku, Tapi kutegaskan selaludalam hati Aku Bukan Pemburu.

    Kembali keceritaku, empat bulan lagi istriku melahirkan. Dan ini mungkin salah satu ujian bagi prinsipku itu. Sudah dua bulan ini aku tidak ada transaksi apapun, omzetku nol. Transaksi yang ada cuma hanya nego tanpa dealing apapun. Betul2 hari2 yang sulit. Padahal aku harus menyediakan biaya persalinan yang cukup besar.

    Kumulai hari itu dengan menekuk lutut bersujud dihadapan Tuhan.

    “Tuhan” , demikian doaku, “Engkau mengajariku hal2 yang berbeda dari orang2 sekitarku. Aku mengenalmu tidak hanya sekedar dogma.

    Kau buat jiwaku selalu gelisah, dan mengajariku bahwa gelisahku takkan mendapatkan ketetapannya selain daripadaMu. Kau buat aku untuk tidak menjadi pemburu, karena kataMu Kau telah beri aku hidup dengan segala kelimpahannya. Tapi kini aku mohon padaMu beri aku rejeki yang banyak hari ini, akan kuusahakan sekuat tenagaku”.

    Aku pergi kerja dengan beban pemikiran akan persalinan anakku dan aku harus mengusahakan sepenuh tenaga hari itu dengan segala perencanaan. Dipertigaan jalan Siliwangi yang masuk ke Puri Anjasmoro, dibawah gerbang kulihat dia. Seorang gila duduk bersandar dipinggir jalan dengan botol aqua kosong diacung-acungkannya. Memberitahu orang2 yang lewat bahwa dia kehausan.

    Plak!!! sebuah tamparan keras seperti menghajarku saat itu.

    Lihat itu Tom! Kata2 keras menyeruak dari dalam hatiku. Lihat orang itu!!

    Bila orang seperti kamu dengan segala kelebihan yang kamu miliki, masih saja mengeluh.

    Lalu siapa yang akan mempedulikan dia?

    Lihat semua orang yang lewat begitu terfokus pada diri mereka masing, sampai2 menjadikan mereka buta terhadap sekitarnya.

    Mereka hanya peduli ego masing2 hingga tidak bisa melihat ada orang yang sangat membutuhkan diri mereka. Semua orang dibutakan oleh kepentingan mereka sendiri.

    Dan kamu Tomy?

    “Oh Tuhan…” jerit hati saya “Maafkan aku maafkan aku”.

    Itu hari semenjak aku disunat (aku disunat kelas enam SD) hingga segede ini (maksudnya udah tua), aku menangis seperti anak kecil. Tertutup oleh helm aku menangis terisak-isak hingga tubuhku gemetar dan membuatku harus menepikan motor.

    Saat ini ketika kutuliskan padamu ceritaku itu, kembali kepedihan itu menyeruak. Jari-jariku di tombol keyboardku terasa berat bagai kesemutan.

    Betapa jahatnya aku yang hanya peduli dan terpusat pada diriku sendiri. Maafkan kami temanku, orang gila di pertigaan. Maafkan kami.

    http://tomyarjunanto.wordpress.com/2007/11/14/orang-gila-di-pertigaan/

  24. tomy said,

    Orang gila yang tak sedap dipandang disebuah pertigaan komplek perumahan elit & perkantoran, dimana mobil-mobil mewah berlalu-lalang. Berharap kepedulian manusia untuk memberikan air pelepas dahaga, ia terus memukulkan botol kosongnya ke gapura seraya berteriak mengacungkannya.

    Hingga tengah hari yang panas saat aku berikan sebotol air kepadanya, ia masih disana. Nglesot diatas aspal dengan botol air yang masih kosong.

    Dalam pandang penuh syukur dimatanya, Tuhan menampar dan menghardikku sedemikian keras dan menyakitkan.

    Betapa selama ini dibutakan oleh kepentingan dan kebutuhan pribadi hingga tak mampu lagi melihat sosok manusia terbuang ini.

    Betapa selama ini kau terlalu sibuk dengan diriku. Segala tangis sesal yang palsu atas dosa, segala syukur puji, semua harap akan rahmat dan berkat, semua teriak lantang dalam nama Tuhan…….Semua tentang diriku..dan hanya tentang diriku.

    Selama ini aku mengamini kata2 bijak Karl Marx bahwa agama itu candu. :cry:

    Yup, semua tentang aku yang terjebak dalam nihilisme, perburuan tiada henti akan pemuasan hasrat, yang dalam padang perburuan aku perlu ekstasi, kenikmatan sesaat, candu dimana segala dalih kemuliaan dan keilahian akan menjaga dan menopangku. J

    Persis seperti yang disabdakan Nietsche, aku telah membunuh Tuhan. Tuhanku telah mati dalam doktrin, dibunuh oleh tafsir & kotbah yang dipaksakan, dikubur dalam teks-teks kosong, dikenang dalam ritual pengaguman dan pengagungan.

    Namun lewat pengemis gila itu aku disapa oleh Tuhan yang hidup dan menghidupi, Tuhan yang bekerja melalui kebetulan-kebetulan yang kutemui dalam keseharian.

  25. tomy said,

    KONKLUSI : SEBUAH PEMAHAMAN TENTANG RATU ADIL

    “Hai kamu yang diberkati, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika aku lapar, kamu memberiku makan, ketika aku haus kamu memberiku minum, ketika aku seorang asing kamu memberiku tumpangan, ketika aku telanjang kamu memberiku pakaian, ketika aku sakit kamu melawatku, ketika aku dalam penjara kamu mengunjungiku.”

    ”Ya Tuanku bilamanakah aku melihat engkau lapar dan memberikanmu makan…..?”

    ”Sesungguhnya segala sesuatu yang telah engkau lakukan bagi salah seorang saudaraku yang paling hina ini engkau melakukannya untuk aku.”

    ”Hai kamu yang terkutuk, enyahlah dari hadapanku….. Sebab ketika aku lapar, kamu tidak memberiku makan, ketika aku haus kamu tidak memberiku minum, ketika aku seorang asing kamu tidak memberiku tumpangan, ketika aku telanjang kamu tidak memberiku pakaian.”

    ”Ya Tuanku bilamanakah aku melihat engkau lapar dan tidak memberikanmu makan…..?”

    ”Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak engkau lakukan bagi salah seorang saudaraku yang paling hina ini engkau tidak melakukannya untuk aku.”

    Orang yang hidupnya dituntun oleh tanggung jawab terhadap nasib sesamanya, tidak sekedar dalam kata-kata melainkan dalam perbuatan keadilan sosial dan cinta yang nyata, ia yang telah menunjukkan perhatian praktis demi kesejahteraan sesamanya disebut sebagai orang benar yang diberkati.

    Orang yang mengatakan hal-hal indah tentang cinta serta keadilan, entah dalam pidato kampanye caleg, dalam dokumen resmi seperti postingan blog ini, namun dalam kenyataannya menutup diri terhadap kebutuhan-kebutuhan nyata sesamanya, disapa sebagai orang yang terkutuk. *wah aku banget* :oops:

    Namun bagaimana mungkin hubunganku dengan Allah ditentukan, dan hanya ditentukan oleh hubunganku dengan seseorang yang samasekali berbeda, yang melihatnyapun kita ogah dan jijik? Jawabannya terdapat dalam hubungan yang sangat erat, praktis identik, antara Tuhan dan pribadi sesamaku. Apa saja yang dilakukan bagi sesamaku yang paling hina dilakukan untuk Tuhan karena hanya disini dalam diri sesama kita yang paling hina Tuhan ditemukan juga dan akhirnya juga ditolak

    Jadi wahai kawanku manakah yang lebih menggetarkan imanmu? Tuhan yang membangkitkan orang mati, Tuhan pembuat keajaiban ataukah Tuhan yang menghendaki kita berbagi dengan sesama yang paling hina?

    GUSTI jarwadhosok saka baGUSing aTI

Post a Comment