Rahasia Di Balik 40 Hari

RAHASIA DI BALIK 40 HARI

 

Dalam khasanah Kejawen angka 40 memiliki makna penting sekali (keramat). Karena di dalamnya terkandung sebuah rahasia kehidupan sebagai mana dimaksud dalam ungkapan “kakangne lembarep, adine wuragil” atau kakaknya sulung, adiknya bungsu (Lihat posting; Pintu Pembuka Rahasia Spiritual Raja-Raja Mataram/Wirit Maklumat Jati/Wirit Saloka Jati). Ungkapan itu bermakna bahwa kelahiran kita di dunia ini sebagai sebuah akhir proses “triwikrama” sekaligus awal kehidupan manusia di “mercapada”. Selanjutnya kematian merupakan akhir dari kehidupan semu (duniawi), sekaligus merupakan awal dari kehidupan yang sejati.

 

Angka 40 di awal dan 40 di akhir kehidupan.

Banyak terjadi kesimpang-siuran pemahaman kapan bayi dalam kandungan telah memiliki nyawa. Banyak pula orang menyangka setelah usia kandungan menginjak bulan keempat barulah bayi ditiupkan nyawa. Tapi tidak sedikit pula yang lebih percaya bilamana usia bayi dalam kandungan ibu akan ditiupkan nyawa tepat pada hari ke 40. Mana yang benar ?  Pemahaman yang berbeda-beda itu disebabkan tidak terdapat keterangan secara tegas di dalam kitab suci kapan waktunya si jabang bayi dalam rahim ibu mulai ditiupkan nyawa. Walaupun demikian, ada beberapa keterangan dalam bentuk samar yang kemudian dijadikan dasar penafsiran masing-masing.

 

2.3 Juta Aborsi Per Tahun !!

Tulisan ini terpaksa saya paparkan di sini mengingat betapa di era modern ini semakin banyak kasus-kasus pengguguran bayi yang dilakukan oleh orang tua si jabang bayi sendiri dengan alasan medis maupun alasan klasik kehamilan yang tidak dikehendaki. Bayangkan saja dalam setiap tahun terjadi rata-rata 2,3 juta kasus aborsi di negeri ini, dengan jumlah korban sebanyak 200 wanita meninggal dunia dalam setiap harinya akibat kasus aborsi ini. Bahkan pelaksana aborsi tidak jarang dilakukan oleh seorang dokter yang telah disumpah untuk mempertanggungjawabkan ilmunya di depan organisasi IDI dan di hadapan Tuhan. Para pelaku pengguguran biasanya tidak merasa bersalah, karena menganggap jika si jabang bayi yang malang belumlah memiliki nyawa. Dalam kasus tertentu, seseroang terkadang asal meyakini saja bahwa si jabang bayi baru bernyawa setelah usia kandungan menginjak bulan ke 4. Bisa saja asumsi ini dipilih sebagai alasan penghibur yang dicari-cari saja, untuk menghalalkan pengguguran si jabang bayi, dan masih diperbolehkan karena usia kandungannya belumlah genap 4 bulan.

 

Nyawa di hari ke 40

Mungkin di antara pembaca ada yang lebih percaya jika di usia 4 bulan kandungan si jabang bayi baru memiliki nyawa. Tapi sekali lagi, tak ada patokan yang jelas untuk memihak yang mana. Saya dulu pernah mengalami keraguan mana yang dapat dipercayai, apakah usia 40 hari ataukah 4 bulan. Hingga akhirnya pada bulan Maret tahun 2005 yang lalu terkuaklah satu misteri kehidupan ini, sehingga membuat saya pribadi tiada keraguan lagi bahwa pada saat usia kandungan genap 40 hari jabang bayi mulai bernyawa. Di samping suatu “pengalaman gaib” yang sangat berharga, bila dikaitkan dengan kepercayaan bahwa setelah seseorang meninggal dunia hingga hari ke 40 setelah wafat rohnya tetap tinggal di rumahnya sendiri. Rumus 40 hari pra kelahiran dan 40 hari pasca kematian menjadi sinkron.

 

Kisah Gaib Sebagai Pembuktian

 

Kisah ini terjadi tahun 2005 di saat kakak dari seorang teman saya, sebut saja Pak T yang barusan selesai membangun rumah pondokan di wilayah Jaktim. Selama membangun  sampai selesai tidak terjadi gejala apapun. Nah giliran pada waktu  kamar pondokan telah laku disewa  seseorang, mulailah terjadi hal-hal yang aneh. Beberapa alat rumah tangga sering berpindah tempat tanpa ada yang merasa memindah. Beberapa kali si penghuni mengalami kesurupan “hantu” perempuan. Yang paling mengganggu adalah munculnya bau bangkai yang sangat menyengat tanpa dapat diketahui dari mana sumber bau bangkai itu. Pak T lantas minta tolong seorang Kyai untuk mengatasi bau bangkai tersebut. Beserta para santrinya, Pak Kyai lantas mengadakan berbagai upacara, doa-doa, wirid pengusiran makhluk halus pengganggu. Namun demikian langkah itu belum menampakkan hasil yang diharapkan. Kembali esok malamnya, para santri menggali bagian lantai di bawah tangga yang diduga menjadi sumber bau bangkai. Lantai keramik digali, selanjutnya ditanam bunga setaman dan para santri berdoa mengelilingi lobang galian tersebut. Selesai upacara ritual itu para santri menutup kembali lantai yang berlubang. Al hasil, esok harinya bau bangkai tetap menyengat. Malah terasa semakin kuat menyengat baunya.

 

Selang dua minggu kemudian teman saya menceritakan kejadian itu. Malamnya kami sempatkan datang ke rumah Pak T. Begitu kami menginjak di halaman rumah pondokan itu, tampak sosok perempuan sekitar usia 30 tahun menyambut kami bersama istri. Berikut ini saya catat komunikasi yang terjadi waktu itu;

 

P = perempuan misterius

 

S            : Anda siapa ?

P            : saya tidak punya nama. Saya dulu digugurkan orang tuaku sewaktu umur 41 hari dalam perut ibuku. Jasad saya dulu dikubur di pekarangan ini.

S            : (hati kecil saya iba sekali mengetahui kronologi kisah arwah perempuan itu) Baiklah, kalau gitu apa yang bisa saya lakukan untuk membantumu ?

P            : aku minta tolong disempurnakan, agar tidak ada lagi ganjalan dalam meneruskan “perjalananku”.

S            : rumahmu di mana ?

P            : dia hanya menunjuk arah ke rumah pondokan Pak T.

S            : ya, besok malam saya akan ke sini lagi. Oh ya apa agamamu ?

P            : diam hanya menggelengkan kepala.

S            : oh ya maaf, aku tahu kamu belum sempat lahir sehingga belum pernah mempunyai agama. Dan di dalam dimensi mu sekarang, tentunya sudah tak diperlukan lagi agama.

 

Malam besoknya seperti sudah kami janjikan, sepulang dari ngurus pekerjaan kantor,  saya langsung mampir ke rumah pondokan Pak T. Sebelumnya saya suruh seseorang menyiapkan piranti upacara penyempurnaan arwah a la tradisi Jawa berupa “tumpeng pungkur” komplit. Ubo rampe ku bawa masuk ke rumah pondokan Pak T, dan arwah perempuan membimbing saya menunjukkan lokasi di mana dulu ia dikuburkan. Arwah perempuan itu masuk salah satu kamar yang sudah laku di sewa orang. Saya dipersilahkan masuk oleh orang yang menempati kamar itu. Ternyata arwah perempuan itu menunjuk lantai tepat di bawah kolong tempat tidur. Itulah tempat di mana ia dikubur. Setelah upacara selesai kami laksanakan, lalu saya minta tolong penghuni kamar yang kebetulan seorang muslim, untuk membaca Surat Al Fatekah, dan Al Mulk (doa supaya ditempatkan di dalam kemuliaan alam luhur). Kami sendiri sibuk melakukan prosesi “penyempurnaan” arwah. Setelah selesai prosesi, arwah itu tampak mengucapkan terimakasih dan pamit akan melanjutkan “perjalanan”. Karena telah tidak ada ganjalan lagi dengan masalah dunia. Ia hanya berpesan menyebut nama Pak H dan Bu N sebagai nama kedua orang tuanya. Si arwah minta tolong supaya kami mendatangi orang tuanya untuk menyampaikan pesan supaya membuatkan kuburan agar menjadi “monumen” bagi si arwah.. Serta berpesan agar ortunya membuatkan nama untuk si arwah perempuan tadi. Singkat cerita, Pak H ternyata si pemilik tanah yang kemudian dibeli oleh seseorang, lalu seseorang itu menjual lagi kepada Pak T.  Setelah ketemu dengan ortu si arwah, ternyata hanya pak H saja yang dapat saya temui karena Bu N sudah tinggalnya jauh dan bersuami orang lain.

 

Saya sampaikan apa adanya amanat si arwah kepada Pak H. Ia terkejut kok bisa-bisanya anda tahu kejadian yang sudah berlangsung sekitar 29 tahun lamanya. Saya geli, dalam hati bergumam,” mana saya bisa tahu, saya kan cuma diceritain anak bapak. Jadi  wajarkan, anak Pak H itu kan tetap hidup, hanya saja tidak punya jasad. Hanya saja sulit dilihat dengan mata wadag.

 

PELAJARAN

 

Dari kisah gaib di atas, dapat diambil hikmah:

  1. Pada waktu kandungan berusia usia 40 hari, si jabang bayi telah memiliki ruh.
  2. Ruh mengalami pertumbuhan. Bila di usia kanak-kanak atau belum sempat lahir seseorang telah meninggal dunia, maka ruhnya tetap mengalami pertumbuhan menjadi dewasa.
  3. Terkadang perjalanan ruh manusia ke dimensi alam ruh terganggu oleh urusan dunia yang tidak terselesaikan.  Sehingga ruh masih berada di dalam dimensi bumi. Ruh inilah yang sering merasuk ke dalam tubuh orang lain, karena kebingungan untuk menyampaikan pesan kepada orang yang masih hidup. Sadar akan jasadnya yang telah rusak, maka ruh meminjam jasad orang lain. Terjadilah apa yang dinamakan sebagai peristiwa kesurupan. Oleh sebab itu seyogyanya kita lebih arif dan bijak, jangan buru-buru bertindak ikut-ikutan (ela-elu) menganggap kesurupan itu hanyalah ulah setan penggoda iman. Penyimpulan tergesa-gesa ini sungguh dangkal, jauh dari kearifan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita bila mengetahui anggapan setan itu menimpa para almarhum saudara atau keluarga kita sendiri.

 

40 Hari Setelah Kematian

 

Apa yang terjadi 40 hari setelah kematian seseorang ? Tak ada sumber otentik dalam kitab suci yang menjelaskan secara tegas. Mungkin rahasia itu dibiarkan tetap menjadi rahasia. Dan menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang selalu haus akan dahaga spiritual. Namun bagi ajaran Kejawen, telah dijelaskan dengan gamblang bila roh manusia akan melanjutkan “perjalanannya” ke alam baka bila telah melewati hari ke 40 terhitung sejak hari kematiannya. Selama 40 hari itu roh akan tetap tinggal di rumah-tinggalnya sendiri. Hanya bagi orang-orang tertentu saja yang “pinilih” dan terpilih tidak perlu melewati masa “tenggang” 40 hari.

 

Kisah Gaib Sebagai Pembuktian

 

Saat itu saya menghadiri undangan acara selamatan “patangpuluh dina” (40 hari) setelah wafatnya almarhum kerabat sebut saja namanya almarhum Pak W. Saat itu acara doa tahlilan diikuti sekitar 80 orang selesai jam 8 malam, kemudian acara dilanjutkan makan bersama dan membagi kenduri selamatan.  Pada saat acara makan bersama, munculah sosok badan halus perempuan tua kira-kira usia 75 tahun. Ternyata “bayangan” embah itu ibunya almarhum pak W yang sedang diselamati 40 harinya. Saat saya melihat foto almarhum ibunya pak W yang terpampang di dinding ternyata wajahnya mirip dengan sosok bayangan itu. Pastilah ini almarhum ibunya pak W yang telah meninggal dunia tahun  1986 lalu. Seketika saya mencoba mohon izin mengambil gambarnya agar saya mendapatkan bukti, sebab seringkali apa yang saya lihat dianggap mengada-ada saja. Al hasil, karena menggunakan kamera HP maka hasilnya langsung terlihat. Saya terkejut sendiri ternyata gambarnya bisa tertangkap kamera. Entah kebetulan atau karena memang atas ijin almarhum embah itu. Yang paling penting saya sudah berhasil mendapatkan gambar “beliau”.

 

Setalah acara usai, hasil tangkapan kamera HP saya tunjukkan ke keluarganya dan  mereka terkejut serta membenarkan bahwa itu memang gambar ibunya, termasuk pakaiannya itu juga yang dulu paling sering dikenakan almarhum. Bahkan saya ditunjukkan sarung kesukaannya warna kotak-kotak yang mirip dengan yang ada di dalam kamera. Selang tidak berapa lama, saya melihat lagi sosok bayangan almarhum ibu itu tapi tidak sejelas tadi. Roh ibu itu tampak menggandeng anaknya almarhum Pak W sambil tersenyum melambaikan tangannya, samar-samar terdengar suara pak W, ”saya melanjutkan perjalanan ya nak” sambil melambaikan tangannya. Saya berfikir pastilah ibu itu hadir di sini karena ingin menjemput anaknya, tepat di hari ke 40 setelah wafatnya almarhum pak W.

 

 

 

Perhatikan Gambar berikut,

sosok perempuan tua posisi berdiri

mengenakan sarung motif kotak

Beliaulah almarhum ibunya almarhum Pak W

arwah

  

Adanya tulisan ini jauh dari niat eksploitasi kisah horor, namun dengan harapan semoga ada hikmah yang dapat diambil para pembaca yang budiman, walau hanya sebesar biji sawi.

 

  1. Salam hormat
    @Mas aji @Mas Watu Wadas
    Sebagai tamu yang baik yang katanya arief lan wicaksana mengapa harus menghujat yang lainnya dengan kata kata penuh kebencian, apalagi tolong sekali lagi tolong dengan sangat hormat hormatilah sesama yang lainnya bagaimana kah didalam kejawen bukan hanya kaweruh saja tetapi ada pambudi dan kasampurnan, maka sebagai yang mengaku para pini sepuh kang langkung linuwih berilah contoh yang baik dengan kata kata yang manis dan adem sebagai sarana kami belajar, alangkah langkung saenya kalau mau berbagi pambudi dan kasampurnan sajati ya saudaraku.
    Salam Hormat
    Botol kosong Oon
    +++++++++++++++++++

    Hmmm…KangBoed Yth,
    mewakili anak muda yg memiliki kematangan berfikir dan bertindak.

  2. Para sesepuh hati hatilah dengan telunjuk, ketika kita pakai nunjuk satu menunjuk kedepan yang lainnya malah nunjuk kita hahahahahahahahahahaha
    mendingan kita pake ilmu jempol hati senang semua senang dan kitapun bisa ngisepin jempol oooooooooaaaaaaaa oooaaaaa oooaaa ooaa
    Salam sejati

  3. …………..
    :D :D :D :D :D :D

    Buat mas watu wadhas………
    smoga bisa lebih arif dan bijaksana untuk menyikapi sesuatu
    dan bisa untuk legowo dan di ambil mana yang bermanfaat dan buang yang tidak bermanfaat.
    salam hormat

  4. saya bisa memahami apa yang di sampaikan mas watu wadas,… memang marah manakala pencerahan pikir dianggap gigitan semut belaka… padahal korban penjajahan spiritual udah begitu rupa… spesial penjajahan tipe ini memang yang di jajah menikmati dan tidak merasa di jajah…seperti korban candu,rokok dsb….orang orang egois dengan teori kepercayaan khayal kayak mas pj mungkin lebih mengutamakan diri sendiri daripada bicara bangsa atau masa depan generasi…saya yakin sekecil apapun tulisan kita memancing perubahan,semoga… kata kata mungkin tidak bisa sempurna mewakili keadaan tetapi kata kata bisa menyadarkan bahwa kita adalah manusia… yang punya tanggung jawab terhadap Alam,Generasi dan mahluk hidup lain… silahkan kontak saya di “aji-jawa@yahoo.com”

  5. @Mas Aji yang memiliki Keperibadian yang Sangat halus sekali…..

    Anda sungguh luar biasa…!!!!!

    Salam

    Pengembara Jiwa

    Kontak Email : pengembarajiwa313@yahoo.co.id
    Kontak YM : pengembarajiwa313

  6. Pak Aji
    saya amati kalimat anda dari awal hingga akhir adanya kok cuma prasangka buruk terus ya. Yg pembohongan, penipuan kek. Pemikirannya selalu negatif thinking, Sedangkan anda mendengungkan hukum alam sebagai panutan hidup.Hukum alam apa yg selalu prasangka buruk. setahu saya hkum alam itu ada yg begini: dusta-lara, papa-cintraka, hina-cilaka. Lalu seberapa banyak kah hukum alam di dunia ini yg anda bisa pahami sehingga rasanya semua orang anda anggap salah, dan terkesan anda sendiri tll percaya diri anggap diri yg paling benar. Itu mah megalomania, atau malah post power sindrom. dan sama saja spt mereka yg ortodok. Bagaimana sih paradigma fikir anda, kok yg tampak disini hanya peradigma destruktif. Justru semakin menelanjangi anda sendiri sejauh mana pengetahuan anda. Sy ragu-ragu, krn anda terkesan bukan seorang penghayat. Sebaliknya terkesan ada pemaksaan kehendak nafsu pribadi. Ini jelas sangat gegabah menilai org. Terkesan anda mengalami sindrom narsis dan kebingungan.

  7. Nuwun sewu,
    Untung namanya “watu wadas” bukan yang lain……
    Terimakasih Mas Aji dan Mas Ngglosor , jadi sedikit tahu kejawen yang murni, ditengah derasnya arus “agama dan kepercayaan impor” anda tetap bertahan.

    Apa yang diinginkan oleh Mas Aji kalau saya melihat hampir sama dengan apa yang diinginkan oleh MUI dengan fatwa haramnya, Muhamadiyah, dll. Mas Aji menginginkan kejawen murni tanpa ada perkawinan dengan “agama atau kepercayaan impor” demikian pula mereka pun menginginkan Islam murni versi mereka dengan membuat pagar. Sehingga mereka yang diluar pagar bisa dianggap sesat , kafir, halal darahnya, murtad dsb.

    Kalau orang Islam melakukan yoga pake mantra, mengucapkan selamat natal dan melakukan sesuatu diluar konteks “agama impor” pasti sudah dicap sesat , kafir dan lain sebagainya.
    Nah , kalau seorang kejawen melakukan sesuatu diluar pakem kejawen akan di cap apa ? Misalkan, orang tersebut ketika berdoa meminta ? Atau ketika manembah membaca Al Fatihah atau Bapa Kami ?
    Apakah orang tersebut salah ? Sesat ? Apakah akan dipersangkakan dengan pasal penghinaan agama dan kepercayaan sesuai dengan KUHP pasal ….. ? Kalau orang ini disebut, kejawen bukan islam bukan ateis bukan . Lha terus disebut apa ?

    Bagaimana dengan orang – orang yang dengan berani menabrak pagar-pagar yang ada dan membuka tempurungnya ? Apakah orang – orang ini tidak kreatif atau sudah keblinger ? Atau sesat ? Atau bagaimana ?

    Buat yang ngerti kejawen “murni” tolong ditunjukkan mana yang racun, mana yang bohong, mana yang tipu-tipu , mana yang bener atau mana yang madu biar kita makin ngerti.

    Matur nuwun, mohon maaf kalau ada kesalahan.
    Salam Sejahtera

    Percaya Sukur nggak Percaya ya ………..

  8. Saudara…
    Sebangsa Dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Satu Bahasa Indonesia. Ijinkanlah saya Setitik air di samudra masyarakat, memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat ikut mendinginkan Otak Anak Bangsa dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.

    Saudara…. Sprirtual/pemahaman keyakinan kepada Tuhan YME/berAgama merupakan tonggak/fundament Bangkitnya Indonesia. Tapi…..

    INGAT :
    1+1 BUKAN 2
    1-1 BUKAN 0
    Akan tetapi 1+1 maupun 1-1 tetap 1.

    Yah… Hanya Satu TUHAN dengan berbagai macam sebutan.

    Saudara berbicara masalah Spirituil atau ajaran kepercayaan
    kepada TUHAN YME yang disebut juga AGAMA kalo kita mau memahami dan jujur didalam HATI NURANI kita masing-masing INTINYA adalah SAMA dan dalam membahas-nya hal ini jangalah kita fanatik akan keyakian yang kita anut tapi marilah kita berbicara dengan menggunakan HATI NURANI kita masing-masing dan JANTUNG kita sebagai pusat dari apa yang ada dalam raga kita dan OTAK sebagai penyeimbang,

    “A-KAMA><A-GAMA=AGAMA”
    A= Setitik
    KAMA= air KAMA

    A= setitik air KAMA.
    GAMA= Sinar Sakti Tuhan bisa di sebut juga dengan RUH.

    AGAMA= ATURAN TUHAN

    Jadi AGAMA= Aturan Tuhan yang diturunkan untuk mengatur PRILAKU daripada manusia dalam menjalani hidup supaya tidak
    lepas kontrol, terlepas dari apa kepercayaan yang dianut.

    Tapi Saudara di Era kekinian dan dengan banyaknya peraturan yang di buat oleh OTAK manusia guna kepentingan segelintir kelompok/golongan dan kekuasaan tanpa mempertimbangkan Efek Domino yang akan timbul sama saja membuat masyarakat bak hidup didalam BOTOL… maka jawaban dari Nyai Sinden ”Ngono Salah… Ngene Salah…. REWELLL…!!!!

    Nyai disini bukan mahluk halus lhoo seperti yang dimaksud… karena saya yakin individu yang di maksud suka mojok dengan dengan Nyai sudah lama tidak oll, tenggelam entah kemana… ehh tau-tau disini ada lakon Brandal Loka Jaya :)…. mungkin saudara yang ada di sini ada yang lebih tau… keberadaanya sekarang….

    Kembali ke topik …
    Saudara…
    Pemahaman Spirituil/berkeTuhanan Yang Maha Esa memang sudah saatnya di tumbuh kembangkan tanpa memandang ”SARA” akan tetapi kemana arah dan tujuan dari perkembangan spiritual ini…???

    Saudara… yakinilah keyakinanmu dalam berketuhanan Tapi Ingat jangan sekali-kali ada hal yang di namakan “PAKSA dan HASUT” karena apapun sebutanya dan arahnya yang di namakan “PAKSA dan HASUT” sudah merupakan hal yang tidak baik dan tentunya akan mengundang Raeaksi dari Setitik air yang lain bahkan alam ini akan bergoncang.

    Saudara… ada pertanyaan yang mendasar yang harus kita jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Untuk arah dari pekembangan spritual ini akan berlabuh.


    1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
    2. KAMU HIDUP DIMANA ?
    3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
    4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
    5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?

    PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU DI INDONESIA.

    Saudara… sesungguhnya ada hal yang tak kalah penting bahkan bisa dikatakan lebih penting dari pada mengenai pemahaman serta pelaksanaan spritual ini dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
    Saudara sekalian, jika Saudara yakin bahwa Saudara juga merupakan Setitik Air di Samudra Masyarakat..
    Marilah Saudara…., Bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa memamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.

    Akhir kata “Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur
    Nusantara malu”.

    Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.

    Nuwun

  9. itu akibat kalo terlalu serius ma angen-angen… nah loh cuma pada saling ngukur-ukur kepala kan!
    bawaan masing-masing kagak ada yang berubah en dah merasa menemukan sesuatu yah?
    keluarin aja dah uneg-uneg ma teriakan masing-masing, kagak ngaruh mustinya pujian dan hinaan orang, kalo yang suka muji-muji bisa di blog salafyitb, toh ngeblog bukan kerjaan penting yang menghasilkan uang buat makan.. mending maen aja sesukanya yah terserah mo ambil karakter yang mana aja. kagak ada yang istimewa lah…
    ‘ojo kagetan lan gumunan’ bagus juga tuh, terlalu ngeblank kayak PJ juga lumayan.

  10. Salam Sejati, Kadhang Sedoyo …
    Utk Kang Mas Satria ….
    Menurut saya tidak ada yang salah dengan uraian penjenengan. Karena kita disini tidak mencari benar atau salah … semua orang berhak memberikan pendapatnya seperti bebasnya kita menghirup udara …

    Menjadi masukan yang baik ataupun menjadi masukan yang buruk hanyalah penilaian mind set kita.
    apakah uraiannya sesuai dengan kehendak kita atau tidak…
    Kalau sesuai, berarti uraiannya baik …
    kalau tidak sesuai, berarti uraiannya tidak baik …

    Oleh karenanya dan kalau boleh saya saran, jangan terlalu cepat memutuskan sesuatu baik atau tidak baik jika pikiran kita sedang tidak mood… lebih baik menggunakan nurani dan keheningan jiwa ketika kita memutuskan sesuatu itu baik atau tidak.

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

  11. podo-podo munine, cetho opo orane anggepen cangkem karo silit ora ono bedane yoh… grrrrrrrrrrrr

    On Januari 5, 2008 at 1:09 pm SASMITA ABAB eh ENTUT Said:
    coba deloken, kowe klebu wong opo?
    1. wong ORA JUJUR, nek ngentut terus nyalahke wong liyo
    2. wong GOBLOG, sing ngampet ngentut nganti jam-jaman
    3. wong sing jembar WAWASAN-e, ngerti kapan kudu ngentut
    4. wong SENGSORO, sing pengin banget ngentut nanging ora iso ngentut
    5. wong “MISTERIUS”, sing nek ngentut, wong liyo ora ono sing ngerti
    6. wong GUGUPAN, sing ujug-ujug nyetop entute nek pas lagi ngentut
    7. wong sing PERCOYO awake dewe, sing ngiro nek entute dhewe ambune wangi
    8. wong KEJEM (sadis), sing nek ngentut nang amben terus ngibaske spreine nang ambene koncone
    9. wong ISINAN, sing nek ngentut ora muni ning terus rumangsa isin
    10. wong STRATEGIS, sing nylamurke entute kanthi nguyu cekakakan
    11. wong BODHO, sing nek bar ngentut terus ngunjal ambegan dienggo ngganti entute sing metu
    12. wong CETHIL, sing nyandhangke entute (nek ngentut diencret thithik-thithik)
    13. wong SOMBONG, sing seneng ngambu entute dhewe
    14. wong RAMAH, sing seneng ngambu entute wong liyo
    15. wong ORA SENENG SRAWUNG, sing nek ngentut ndelik
    16. wong “AKUATIK”, sing senenge ngentut nang njero banyu ben-e muni “blekuthuk-blekuthuk”
    17. wong “ATLETIS”, sing nek ngentut karo ngeden
    18. wong JUJUR, sing ngakoni nek bar ngentut
    19. wong PINTER, sing niteni ambune entut tonggone
    20. wong SIAL, sing nek ngentut mesthi katutan AMPASE

    ++++++++++++++++++
    Mas BTN Yth :) :)
    terimakasih tambahan ilmunya, ini menjadi salah satu refensi yg begitu kreatif, jenaka namun sangat reflektif. Jujur saja saya baru menemukan “sasmita” dari panjenengan yg mendalam di balik kesederhanaan seperti ini.
    Tambahan Mas:
    WONG DERMAWAN; yen ngentut golek-golek kancane kon melu ngrungokake suarane ln ngambu nggundenge.
    WONG BERJIWA SOSIAL; seneng lan bisa kentut yen kiwa tengen kebak uwong… :)
    salam sejati
    rahayu

  12. BUAT SAPA AJAH MAN
    MO TAU CURANGNYA NYANG NGAKU2 KEJAWEN ? HA ?
    PERTAMANYE EMANG NETRAL DOA PAKE BASA JAWA
    LANJUTANNYE ? AJARANNYE ?
    LANJUTANNYE SOLAT MAAANNN…. PADA KAGAK NGARTIIN KALO NYANG DI DALEMNYA BUKAN CUMAN KAUM MUSLIM DOANG….
    YEEE… KALO MO KEJAWEN MAAAH NYANG NETRAL MAAAN….
    NYEMBAH NYANG NETRAL KAGAK MIRING KE SATU AGAMA
    EMANG GW MURTAD DARI AGAMA ASLI GW DARI LAIR
    GW AJAH SEKARANG KAGAK ADE AGAMA
    GW KECEWA NGLIAT AGAMA GW NGIJININ BOKAP GW MRINTAH2 NYOKAP SEENAKNYE.. GW KESIAN MA NYOKAP…
    SUBYEKTIP ? KAGAAAAK MAAAN… ADA DI ATURAN AGAMA GW
    EMANG ORANG BOLEH MILIH APA KAGAK PERATURAN ITU
    TAPI BUAT NYANG MILIH ITU PAN SAH MAAAAN
    SAH BUAT NINDAS BININYA KENDIRI
    MANGKANYE GW NYARI KEJAWEN
    DI BETAWI KAGAK ADA NOOOH NYANG KAYAK KEJAWEN
    ADANYE CUMAN GOLOK !
    MANGKANYE GW NYARI2
    EEEEHHH… DI JOKAW SAMA JUGAAK MAAANN
    PERTAMANYE AJE BASA JAWA
    GW KEPAKSA BELAJAR NOOH
    EEEEHHH BUNTUTNYA BALIK KE AGAMA GW LAGEEEE…
    GEDEG GW NGEMBANG… KAGAK MIKIR APA NEEE PADE SAMA NYANG MELUK LAEN AGAMA ?
    MALAH ADA BEBERAPA NYANG LAEN AGAMA KESEDOT MASUP JADI PINDAH AGAMA TAPI BUKAN PINDAH KE KEJAWEN
    LO TAU KAN PADEEE SI KALIJAGA ?
    NAAAAH GETO LAGUNYE BEGAYA KEJAWEN TAPI TAU2 NYEDOOOOT
    GW LOM PRUSTASI MAAAN MANGKANYE GW TERUS2AN NYARI TERMASUP NYARI2 LITERATUR
    SI NGGLOSOR NOH GW KENAL ASLINYE
    GW PROTES MA DOI GW DAH LAMA KAGAK DITRIMA2
    TU JANGAN2 DOI OMBES DOANG NGOMONGIN SEGALA PENYELARASAN LAH APA LAH ITU LAH NONTON TIPI LAAAHH
    JANGANJANGAN DOI PENIPU NOOH…
    HAHAHAHAHAHAHA
    BIARIN SI NGGLOSOR TAU TULISAN GW NEEH
    GW MAH CUEK AJAH
    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
    TAU RASAAAA LOOOOO
    NI TULISAN AKIR GW DESENE
    GW KAGAK BAKAL URUN REMBUG LAGEEEE
    CAPEK MAAAAN
    OMONGANNYE PADE KAYAK PANTAT LO SEMUA
    BELAGA ALIM SABAR BIJAK KAYAK PANTAT MULUS
    TAPI KELUAR ASLINYE CROT PEDES BAU KAYAK MENCRET ABIS MAKAN CABE KLO DAH PADA TAU ARTINYE
    GW KASAR YEE ??
    EMANG !! KEBO HARUS DICAMBUK BIAR NGARTI !!
    NYAMAIN LO SEMUA AMA KEBO ??
    EMANG LO KEBO SEMUA !!!
    HAHAHAHAHA
    GW GA AKAN MINTA MAAP KE LO LO SEMUA
    CABS AAAAGH…….

  13. aih kasihan… dah sampe padang mahsyar tapi cuman sendirian en telanjang lagi hahahaha culun man!
    kecewa berat yah ma doi… aih aiiih… cinteee..

  14. Teruntuk semua saudara-saudaraku setanah air yang budiman.

    Semua agama dan ajaran di muka bumi ini sebenarnya mengandung nilai-nilai kebaikan. Namun mengapa justru konflik dan perang-perang besar di muka bumi ini justru banyak pula yg diretas oleh eksistensi agama pula ? Fenomena ini sangatlah sarkastis. Dan malah kontradiksi dengan misi masing2 agama itu sendiri.

    Kesalahan terbesar umat manusia adalah:
    Manakala Nilai kebaikan Agama ditafsirkan secara subyektif dan sesuai kepetingan kelompoknya sendiri. Apalagi jika agama sudah dicampur aduk dengan ekonomi, politik dan pertahanan kekuasaan. Sangat berbahaya; karena manusia secara tak sadar akan mendisposisikan diri seolah sebagai Tuhan. Dalam kancah politik sebagai mana disinyalir oleh E Kant: Le estat ces moi …! katanya. Negara adalah saya….! (untuk ilmu filsafat ini saya harus berguru pada Mas Wildan di http://RumputLiarHarusBebas.wordpress.com dan Mas Babalicious) mohon dikoreksi jika banyak kesalahan !

    Dalam kancah agama: manusia sering mengambil peran kekuasaan yg melampaui batas2 kemanusiaan alias berlebihan, sehingga peran kekuasaannya sebagaimana KITAB SUCI BARU yg berjalan. Jika hal ini terjadi di waktu lampau tdk menutup kemungkinan juga, akan menjadi sebuah agama baru. Dalam ilmu sosiologi dan psikologi gejala itu dapat bersumber dari orang-orang yg berpenyakit jiwa seperti “megalomania” atau merasa diri sebagai org besar, dan narsisme ekstrim, yg terlalu membanggakan diri sendiri diluar batas kewajaran. Dilihat dari sisi spiritual, gejala itu sumbernya adalah ke-aku-an atau api atau ngiblis laknat yakni nafsu yg ada dalam diri kita sendiri. Inilah salah satu alasan mengapa para leluhur kita selalu mengingatkan agar setiap saat “eling dan waspadha”.

    Begitulah kepercayaan dan agama jika ditafsirkan secara subyektif, “berguna” (disalahguna) utk mengejar kepentingan pribadi, materi, kekuasaan, dan pembenaran perbuatan atau perilaku buruk. Dalam konteks ini agama menjadi alat legitimasi keburukan, dengan cara manipulasi nilai. Alias agama menjadi alat penindas. Nah hasil dari penindasan itu adalah kekecewaan yg teramat sangat sebagaimana dialami Mas WATUWADHAS. Dia adalah orang baik yg masih dalam pencarian dan perlu katup pengaman (safety valve) dengan memuntahkan segala uneg2, kekecewaan dan kegeramannya akan kondisi bangsa dan negeri ini.
    Tapi kita di sini harus punya hati yg “NYEGARA” yg menjadi tempat buangan segala macam air, dari yg paling jernih dan bersih hingga yg paling kotor. Jangan pernah ada rasa kebencian dengan org2 seperti WatuWadhas, karena kita harus mengingat piweling para leluhur bangsa ini supaya punya ati nyegoro, dan mampu TAPA GENIORA” untuk tdk terbakar emosi. Dan penting sekali kita menghayatidan mengamalkan pesan2 leluhur sebagaimana diingatkan oleh Mas BOCAH TUA NAKAL dan MAS SATRIA WUDA TATA. Karena di dalam pesan tersebut terkandung makna KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM).

    Ribuan Agama dan ajaran2 di muka bumi punya misi untuk memerdekakan manusia, bukan untuk menindas orang2 di luar kelompok atau lain paham. Kesalahan terbesar manusia (Indonesia dan dunia) adalah masing2 umat menganggap diri YANG PALING. Padahal rahasia kebenaran sejati itu ibarat CERMIN YANG PECAH BERANTAKAN, dan masing2 agama, ajaran,ilmu pengetahuan, budaya seumpama satu pecahan cermin itu. Sekli lagi mari kita merangkai pecahan cermin itu agar supaya kita temukan nilai kebaikan yg lebih banyak lagi. Karena di jagad raya ini TERDAPAT MILYARAN ATAU TRILYUNAN NILAI KEBAIKAN yang terefleksikan di dalam kodrat Tuhan yg tampak pada gejala alam, tanda-tanda alam, hukum sebab-akibat, yang meliputi LAHIR & BATIN. Yang wadag dan yang gaib.
    Namun hanya sangat sedikit yg manusia bisa tangkap dan pahami, sekalipun melibatkan kemampuan seluruh umat manusia di dunia ini yg berjumlah milyaran. Apalah arti satu individu dibanding pengetahuan yg terkumpul dari banyak orang.

    “Jalan setapak” berjumlah milyaran, tapi semuanya menuju pada satu titik yang sama !!

    salam sejati
    rahayu

  15. Tamparan bisa menyadarkan lamunan atau khayalan….mas watu wadas benar memahami orang tidak paham memang sulit… mungkin kata-kata saya terbatas untuk bisa di pahami…itulah sulitnya ketika di beri tahu sesuatu yang baru dan berbeda merasa sakit,merasa di pinteri,di sombongi….karena dalam alam pikiran panjenengan semua merasa hebat,..semua pujian pada orang lain hanya lips servis tidak tulus..sesungguhnya merasa hebat adalah penyakit dan maaf.. bisa menjadi kejahatan manakala tidak mau mengakui ketidakterbatasan sebagai manusia…karena ego demikian korbanya adalah opini manusia banyak….mas muji yth…dipelajari sendiri tentunya njanangan tahu,…syaratnya jujur !!!

  16. @Pak Aji berkata;
    ….memahami orang yang tidak paham memang sulit…..

    Muji
    Ya ! memang sulit memahami org yg tdk paham, sesulit saya memahami anda. Kecuali sikap anda menilai org lain secara gegabah.

    Pak Aji berkata;
    …..bisa menjadi kejahatan manakala tidak mau mengakui ketidakterbatasan sebagai manusia….

    Muji
    Ok berarti anda pasti mengakui bahwa kemampuan manusia itu tdk terbatas atau sangat tinggi kemampuannya ?
    tapi mengapa anda tdk mengakui kemampuan orang lain dan menganggap kemampuan org lain sbg kebohongan ?
    Sikap anda itu sama halnya anda tidak mau mengakui ketidakterbatasan orang. Pak Aji secara jelas menyangkal perkataan Pak Aji sendiri. Apakah anda memakai standar ganda ?
    Sampai di sini anda tdk konsisten dan rancu pemikirannya. Tampak sekali anda mengalami ambiguitas kepribadian.
    salam

  17. Tamparan bisa menyadarkan lamunan atau khayalan….mas watu wadas benar memahami orang tidak paham memang sulit… mungkin kata-kata saya terbatas untuk bisa di pahami…itulah sulitnya ketika di beri tahu sesuatu yang baru dan berbeda merasa sakit,merasa di pinteri,di sombongi….karena dalam alam pikiran panjenengan semua merasa hebat,..semua pujian pada orang lain hanya lips servis tidak tulus..sesungguhnya merasa hebat adalah penyakit dan maaf.. bisa menjadi kejahatan manakala tidak mau mengakui ketidakterbatasan sebagai manusia…karena ego demikian korbanya adalah opini manusia banyak….mas muji yth…dipelajari sendiri tentunya njanangan tahu,…syaratnya jujur !!!
    ===============================================
    ya saya setuju pendapat anda ini banyak benarnya juga, akan tetapi kalu sampeyan memang wis jalmo punjuling apapak ngapain juga sih ngurusin yang beginian. Seorang spritualis sejati biasanya lebih suka diam, bahkan kadang hanya orang 2 tertentu yang bisa mengendus keberadaannya.Biasanya mereka membagi atau menurunkan pengetahuannya ke masyarakat dengan hati hati dan sangat alus, sehingga orang yang di tulari ilmu itu baru nyadar belakang hari. Mas aji, kadang secara tidak langsung anda itu juga minta pengakuan lho, supaya anda itu diakui paling hebat, fahamnya paling bener, paling pinter dll.Memang kebijakan itu harus selalu ditanamkan.

    Lamun sira wus waskita kaki
    becik meneng lungguh kang titis
    Menawa ndika maksih remen
    ngandar andar wara wara
    iku tandane yekti durung titis
    ngibarat kali tirtane nggronjal
    tanda yekti yen lepen cethek

    wis yo jebeng kabeh putuku..,
    sing dho prayitna lumakumu
    ojo kaya botjah tjilik
    bangsamu wus arep kerem
    gumregah tumuli tangi
    ojo padha kedangon ketungkul
    Rebut balung tanpo isi…

    hooong ilaheng hong hong……

  18. dari kacamata hukum alam benar apa bohong peristiwa sbb..
    1.naik ke langit ketemu Tuhan dlm semalam tanpa saksi
    2.tongkat untuk mbelah laut
    3.tongkat dilempar jadi ular
    4.anak di sembelih dan cling tiba-tiba jadi kambing
    5.dipukul pake gada kalau tdk bisa jawab kuis di alam kubur
    6.bertahun tahun tidur di goa dll.
    lainya
    1. karna lahir dari kuping kunthi
    2. dewa suka sesaji
    lainya
    1.orang mati lahir kembali jadi hewan
    2 orang mati hidup mati hidup berulang ulang
    lainnya
    1.tuhan beranak
    2.hamil tanpa bapak
    3.jasad lenyap.dll
    lainya banyak… hampir semua melawan hukum tuhan yaitu hukum alam…. ngapunten ini kepercayaan kami,…para agama tamu jangan tersinggung cari saja pembenarannya yang bagus biar tidak pada kembali ke agama kejawen

    namun demikian tidak ada satupun agama yang mengajarkan berbuat jahat,… apalagi membunuh orang lain yang tidak percaya agama sendiri…

  19. mbah sadewo … kami prihatin dengan nasib generasi kami… walau kami tampak jelek.. blak blakan, tidak soal termasuk ngurusi yang ginian… kami tulus untuk kepentingan perubahan tanpa pamrih… sehingga virus penyebab kemunduran minimal tidak berkembang luas

  20. jalmo punjuling apapak,jadi orang diam dsb.. adalah orang mementingkan diri pribadi… ingat bahwa blog ini juga berpengaruh pada opini orang lain… kalau yang muncul cuma ego pribadi-pribadi hebat tanpa rasa memiliki tanggung jawab terhadap alam,generasi dan mahluk hidup lain.. apa sampean membiarkan juga….

  21. oaaa oaaa oooaaaaaaaa oooaaaaaaa
    kudengar tangis anak pertamaku wah lega hatiku
    kuperhatikan wajahnya begitu polosnya
    kulihat dan kulihat lagi senyumannya serasa dingin hatiku

    Tak sadar ku terduduk melamun teringat akan masa kecilku dulu
    masa yang indah dan tak mungkin kembali ya ya tak mungkin
    tertawa riang gembira menangis menjerit jerit kesakitan
    hidup yang lepas bebas tanpa pikiran apapun

    Wah indahnya persahabatan dan pertemanan tanpa pikir
    hanya berteman berdasarkan kesamaan hati dan rasa
    bertengkar berbaikan menangis tertawa tanpa dendam apalagi menyerang
    Sungguh hati hati yang polos tak tercemar pikiran kotor

    Tertawa lepas terbahak bahak berguling gulingan
    Menangis menjerit jerit meraung raung
    Tak pernah dihantui sedikitpun takut dan khawatir
    lepas bebas dalam menjalani permainan hidup

    Saat ini ku telah dewasa banyak kehilangan sesuatu tanpa terasa
    ya setelah pikiran, logika, angan angan kuhidup mengembara jauh
    membuatku menjadi seorang yang tak mengenali diriku sendiri
    Dalam cermin lamunan kutatap diriku kah ini ???

    senyumku tinggal segaris
    tangisku tinggal setitik air mata
    hidupku penuh kepalsuan berbalut kepalsuan
    pikiranku melayang berdasarkan angan angan tak terkendali

    sungguh kurindu, kurindukan saat itu
    fitrah diri woow sungguh indah dalam tangis ooooooooaaaaa
    hanya jempol ya isapan jempol yang kusuka
    andai andai masa itu dapat kembali ya ya ya

    Akhirnya kucoba persatukan diri
    demi mencapai fitrah diri
    dengan berbekal ilmu isap jempol
    yang membuatku menangis dan tertawa terbahak bahak dalam melihat kepalsuan hahahaha

    Salam Sejati Buat Kang Mas Sabda Langit dan para sedulur kabeh yah mari mari kita mencari fitrah diri, biarlah untuk bekal sang diri kita masing masing.

    Adhimas Botol Kosong oooooon dongo

  22. Para kadang kejawen ingkang kinasih, rumaos dalem sasampunipun maca sakeblatan mawon mbok manawi dalem namung unjuk atur cekak aos.
    “Pranata basa ingkang kaserat wonten ing blog punika mbok bilih dalem saged aturaken, dereng ngatingalaken pribadi kejawen ingkang mangertos basa tulisan jawi ingkang baken. Wonten ing “huruf” jawi mangga kita sadaya migatosaken :
    HA NA CA RAKA
    DA TA SA WA LA
    PA DHA JA YA NYA
    MA GA BA THA NGA

    Saengga manawi badhe nyerat mbok bilih wonten ing renaning panggalih, sageda migatosaken “huruf” A (terang) lan huruf a (kawaos kados o). Seratan basa jawi baken boten tepang “huruf vokal” sanesipun a. “Huruf vokal” e, i, u, lan o badhe katingal manawi “huruf a” dipun paringi sandhangan. Semanten ugi “huruf” D terang (DHA) lan “huruf” d (DA).

    Sumangga dipun penggalih lan manawi wonten ing dhanganing penggalih mbok bilih ngaken “priyayi Jawi asli” lan ngaken kagungan kawruh Kajawen ingkang inggil, sumangga dipun gatosaken seratan Jawi ingkang sae lan leres. Saderengipun sinau kawruh Kejawen lan gadhah blog ingkan linuhur kados Sabdalangit, sinau rumiyin basa Jawi ingkang leres.
    Matur nuwun
    ++++++++++++++++++
    Maturnuwun Mas Bejo yg lantip.
    Maaf yg benar Mas Bejo atau Beja, Mas.
    Memang bahasa Jawa seharusnya menggunakan huruf Jawa asli baru akan representatif, namun kurang komunkatif, mungkin suatu saat nanti bisa seperti di Thailand.
    Kadang ada yg membingungkan misalnya ingin menulis :
    Migatosaken : harusnya migatasaken, tapi sudah terlanjr enak pakai O.
    Kados : seharusnya yg benar adalah kadhas, tapi akan rancu dengan penyakit kadas.
    Ini semua menjadi sulit karena tulisan di web menggunakan standar huruf latin sehingga tak ada kemudahan menggunakan huruf a, dgn titik dua dan pepet di atasnya.
    Matur sembah nuwun saranipun.
    rahayu

  23. whe lah si topi miring eh botol kosong maneh… jan tlanyakan wae nang ngendi-ngendi hahahaha…

    mulane podo crito wae lelakone dewe-dewe… ora ono sing menggak.
    olehe podo duwe kapinteran kuwi dudu bab omongan ujar kanda kandani kandane kae yen dudu saka lelakune dewe yo ora duwe crito… ngono…
    yen umpamane sinau saka buku titeni sing nulis buku
    yen sinau saka laku titeni kedadeyan sing wis ketemu

  24. Ngglosor Madhep Wetan

    Poro sedulur lan Poro Pinisepuh Yth.

    mohon maaf saya haturkan kepada Yth. khalayak semua karena teman saya (yg menggunakan nama WatuWadas) berbicara tidak senonoh di forum ini.
    saya cukup kaget ketika mas Sabda menyangka WW ini adalah saya, tapi saya paham karena IP address sy yg terbaca di panel wordpress mas Sabda.
    penjelasannya begini, rencana saya pergi seminggu ke luar jakarta karena pekerjaan. namun ternyata pekerjaan sy bisa terhandel dan sy delegasikan ke project manager di lokasi sehingga saya bisa pulang cepat.
    modem broadband sy, karena nganggur, dipinjam oleh WW ini (nama asli sy rahasiakan, maaf) yg katanya buat nyari literatur jawa & kejawen.
    nah, ketika njajal di rmh WW, sy buka blognya mas Sabda & sempet comment di situ.
    sy ndak tau di belakang waktu ternyata WW masuk ke blog ini & berujar kurang pantas.
    mohon maaf atas keluputan ini.
    sekarang modem saya sudah berada di kandangnya.
    WW bersikeras tidak mau minta maaf kepada khalayak di blog ini atas kata2 kasarnya. mohon dimaklumi ya poro sedulur lan poro pinisepuh.
    sekaligus saya mohon diri untuk meninggalkan blog ini karena saya lumayan ndak tahan dengan rasa malu yg saya tanggung karena IP saya sempat terpakai oleh WW.
    salam untuk semua, dan moga2 bisa mendapat pencerahan sejati yg bukan ilusi, sugesti & halusinasi.
    mas Ngabehi, nyuwun ngapunten karena mungkin saya ndak bisa memenuhi harapan mas, karena rasa malu saya ini.
    terima kasih untuk mas Sabda yg dengan terbuka menerima saya di sini
    salam buat mas Aji, tetap semangat di jalur njenengan
    salam untuk semua….

    nuwun
    +++++++++++++++++
    Sepurane Mas kanthi weninging tyas Mboten menopo.
    Para sederek ing tlatah mriki namung sami-sami kagem pados pasederekan. Mboten pados satru. Pramila tansah kinarya kanthi karyenak ing tyas sesami.
    salam sejati
    rahayu

  25. @ mas aji

    mbah sadewo … kami prihatin dengan nasib generasi kami… walau kami tampak jelek.. blak blakan, tidak soal termasuk ngurusi yang ginian… kami tulus untuk kepentingan perubahan tanpa pamrih… sehingga virus penyebab kemunduran minimal tidak berkembang luas..

    sepertinya Anda perlu membikin blog sendiri. dari situ bisa mulai menyampaikan kebenaran yg Anda yakini tersebut. masalah blog ini memengaruhi opini orang lain, komentar-komentar Anda juga bisa memengaruhi. saya kira yg perlu diperhatikan apakah mas sabda dan sedulur lainnya menganggap opini mereka sebagai kebenaran mutlak, istilahnya dijadikan menara gading, atau “pokoknya saya benar”.

    menurut saya opini “orang paling bodoh” pun hanyalah opini, pendapat, atau apa yg telah diketahui serta dipahami (dan mungkin pernah dialami) orang yg menyatakan opini tersebut. jadi, sah saja untuk disampaikan. setahu saya hal macam ini disebut “panemu” atau apa yg telah ditemukan, serpihan kebenaran mungkin, walau saya gak tahu pasti apakah pandang itu hasil impor atau bukan. kalau pun ada yg tidak setuju, ya tinggal memberi opini berbeda (ini pendapat saja). masalah diterima atau tidak tentunya tergantung banyak faktor…

    mungkin perlu Anda jabarkan dulu Jawa Asli itu seperti apa. atau sekalian dibabar pula arti serta makna kata “Jawa” itu. boleh jadi menambah wawasan bagi kita semua.

    @ mas sabda
    numpang nimbrung, mas.

  26. @Mas Ngglongsor
    wah biasa mas dalam diskusi udrek udrekan kaya gini memang lazim terjadi. kata orang seperti biji padi yang ditumbuk, mereka saling bergesekkan antara yang satu dengan yang lainnya sehingga terkelupaslah kulitnya dan yang kelihatan isinya yang putih bersih.pokonya sampeyan duwe utang mbek aku.

    @Kang Jenang
    saya stuju banget pendapat sampeyan, sebetulnya saya mau nulis seperti itu hari ini tapisudah keduluan njenengan, rapopo podo wae.

  27. mas aji luar biasa… saya baca ,sebenarnya mereka terhenyak dengan argumen anda…tapi ya … mereka gak mau ngakui,…karena mengira nanti anda lebih hebat dari dirinya… karena disini kayaknya orang sombong dan ningrat semua…sok pinter lah gitu…padahal cuma orang mabuk !!!!
    ++++++++
    Estu Matur Sembah Nuwun,
    kita-kita yg rakyat jelata dan pidak pedarakan dianggap ningrat. Mudah2 selalu “wening ing rat”.

  28. mas aji… saya sepakat tulisan sampeyan..

    4.Tuhan tidak mempunyai agen,simbol simbol lain karena setiap manusia adalah putera-putera Tuhan hanya derajat,kemampuan,kecerdasan,otot dll berbeda beda.maka agama kejawen tidak ada nabi atau utusan khusus Tuhan

    mohon ijin semua komentar mas aji saya copy buat literatur saya…
    +++++++++++
    Yes…two thumb up !!

  29. omong omong soal ningrat, ningrat itu kan asal kata dari ing – rat, artinya berada di bumi. Memang di sini adalah tempatnya orang orang yang membumi, yaitu berusaha untuk membumikan pengetahuan atau ajaran yang dimiliki atau yang diperoleh dengan terus belajar, ya di sini memang tempatnya kaum ningrat.

    ngomong2 soal mabuk, ya benar sekali disini memang tempatnya orang orang yang mabuk akan ilmu dan pengetahuan.mabuk selalu ingin mengerti tentang sebetulnya” opo seh visi misine wong urip neng alam ndonya iki””.

    kalu bicara sombong mungkin ini relatif ya, tergantung dari sisi mana memandangnya.lha wong saya ini hobby pakai pakaian tradional jawa saja, dikira menyombongkan diri supaya kelihatan seperti orang keramat kok.memang urip harus belajar sabar kok mas…
    +++++++++++++++++++++++
    Ki Ngabehi yth
    saya kemarin habis ngomong ke orang ; kesabaran itu pelajaran yg tak pernah selesai sampai kita mati. Artinya kita berhasil sabar pagi ini, belum tentu nanti sore juga akan berhasil sabar dalam menghadapi masalah yg sama.

    Menurut pemahaman saya pribadi, setiap omongan kita pada orang lain itu akan selalu berbalik pada diri kita sendiri. kalau baik, akan kembali baik, kalau jahat akan kembali berupa celaka. Maka jangan sampai kita ngomong/menuduh jelek pada orang lain.

    Bahkan saya rasakan rumus di atas berlaku pula untuk hal2 yg tdk jelek misalnya:
    Baru selesai saya berkata pada org lain soal kesabaran, besok paginya saya langsung harus mempraktekan apa yg saya omongkan pada org lain kemarin. Ini semakin membuktikan tesis bahwa kita itu harus BELAJAR SABAR SETIAP DETIK, SELAMA HIDUP.
    Jika ada org yg bilang, SAYA SUDAH BISA/BERHASIL SABAR !! yah, keberhasilan itu hanya berlaku untuk satu hal dan pada waktu dia nyatakan saja.
    Jika ada orang bilang, SAYA SUDAH SABAR, tetapi dia kok nggak ngerti2 !!. Yah, itu artinya kita harus LEBIH SABAR LAGI !

    salam sejati
    rahayu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 940 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: