Reinkarnasi Atau Hukuman Tuhan ?
Peristiwa ini kami alami pada bulan Februari tahun 2006 menjelang perayaan hari raya Iedul Adha. Kami pulang kampung untuk menyembelih hewan korban. Kami putuskan membeli wedhus sebagai hewan kurban. Dua hari menjelang hari raya aku berkeliling bersama istri mencari wedhus, pikir ku dapat wedhus yg gedhe dgn duit pas-pasan. Aku berhenti di “toko swalayan” khusus menjajakan wedhus di pinggir jalan. Ku tawar seekor kambing merk benggala warna putih yang amat besar. Tawar menawar berlangsung alot akhirnya tidak putus karena waktu itu budgetku pas-pasan. Sewaktu aku pamit undur dan meminta maaf karena tidak jadi beli. Aku putuskan cari kambing di tempat lain saja; tiba-tiba nggak ada sebab apa-apa si kambing yang tadi ku tawar ngamuk. Nyeruduk sana sini ditundukkan oleh yang jaga malah semakin ngamuk. Hingga akhirnya talinya putus. Kambingnya lari mengejarku, yg sedang menghidupkan mobil pik up bosok kesayangan. Sampai dekat pintu mobil, kambing tiba-tiba berhenti, lalu diam dan tenang. Kambing mengembik lirih, tapi kulihat matanya berkaca-kaca mengeluarkan air, saat itu istriku berkata lirih;
“maaf ya dhus…duitku nggak cukup buat membelimu, mudah-mudahan kamu dibeli orang lain dan hidupmu bermanfaat untuk manusia. Dengan cara itu, mudah-mudahan kamu dapat pengampunan hukuman dari Tuhan. Dagingmu akan bermanfaat buat makan orang-orang yang hidupnya kekurangan. Jangan ngamuk ya, pasti ada orang lain yang akan menyempurnakan hidupmu”.
Aneh, kambing itu diam dan sepertinya memperhatikan ucapan istriku. Aku berfikir, mata kambing itu sepertinya bukan mata binatang, tapi memancarkan aura mata manusia. Tanpa ditarik lagi oleh yang punya kambing itu berbalik arah menuju kandang penampungan di tepi jalan.
Aku dan istri melanjutkan keliling, menuju ke desa-desa, ketemu seorang penggembala yang memiliki banyak domba. Ku pilih salah satu yang paling besar, gemuk dan memenuhi syarat. Sesampai di rumah desa, domba kuberi makan dedaunan, rumput dan kusediakan air mentah untuk minum. Sehari berlalu, hingga tengah malam si domba kok tidak mau makan rumput, maupun dedaunan dan tidak mau minum juga. Perutnya tampak sampai lengket. Aku khawatir kalau-kalau domba itu sakit. Padahal besok paginya akan disembelih. Malam kian larut, waktu itu aku ketiduran sekitar jam 24.00. Kira-kira jam 02.00 aku terbangun oleh suara sayup-sayup tangisan seseorang. Arahnya dari tempat domba yang kutaruh di samping rumah. Istriku bilang coba cermati, sesungguhnya itu suara domba kita. Aku keluar rumah, lalu duduk di teras sambil mengamati si domba. Domba itu menatapku tajam, diam. Karena sejak kemarin domba itu tidak aku ikat dan kubiarkan saja bebas berkeliaran, lalu si domba melangkah menghampiriku yang duduk mengamatinya di teras depan rumah. Si domba berhenti melangkah namun matanya menatap mataku, penuh iba, lagi-lagi tampak keluar air mata hingga meleleh air mata si domba. Wah..benar-benar menangis domba ini. Tapi apa maksudnya, aku coba mencerna. Aku cermati rumput, dedaunan, air semuanya utuh tak ada yang berkurang. Berarti domba ini bener-bener mogok makan, pikirku. Aku meninggalkan domba itu lalu kembali masuk ke rumah lalu tidur lagi. Jam 04.30 aku terbangun, lagi-lagi mendengar suara tangisan yang asalnya mengarah pada domba di samping rumah. Istriku menyuruh keponakan untuk memberi makan kambing dengan nasi putih. Kebetulan di rumah ada sisa martabak, digunakan sebagai lauknya. Nasi dengan lauknya martabak menjadi secobek besar penuh. Di tambah satu panci rantang teh hangat manis. Semua menu makanan diberikan ke si domba. Ponakanku kaget, “loh..ternyata si domba doyan makan nasi dengan lauk dua potong martabak. Nasi segitu banyaknya dilalap sebentar langsung habis tak bersisa. Berikut teh manis serantang juga langsung disruput sampai habis. Aku suruh ponakan membuatkan kopi pake panci rantang pula. Lalu diberikan lagi ke si domba. Benar saja kopi manis itu diminum juga hingga tinggal sisa kurang dari 1/4 rantang. Paginya setelah shalat ied, tukang jagal datang ke rumah untuk memotong hewan korban. Tepat jam 09.00 si domba sudah dipotong lalu daging dibagi-bagi ke tetangga kiri-kanan. Selesai.
SOSOK MISTERIUS
Malam harinya, ketika itu kami ada di kamar bersama istri sedang bersantai sambil nonton tv, kira-kira jam 18.30 wib. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu jendela kamar. Tok..tok..tok..! Siapa ya ? Hening…nggak ada jawaban. Istriku minta supaya jendelanya dibuka saja, karena ada seseorang yang datang. Aku langsung buka jendela kamar..kaget sekali ! Aku lihat sosok laki-laki misterius. Suasana agak remang, dalam penglihatanku hanya wujud bayangan tubuh seorang lelaki seperti siluet. Kira-kira tingginya 155 cm badannya agak kurus, mengenakan pakaian zaman dahulu. Ia mengenakan ikat kepala warna hitam. “Kamu siapa, ada apa datang kemari ?” tanyaku kepada sosok misterius itu. Lho..ternyata ia bisa menjawab dalam bahasa Jawa yang biasa digunakan kira-kira dua abad yang lalu,”..saya terimakasih sekali, akhirnya mendapat pengurangan siksa (Tuhan), saya mau melanjutkan “perjalanan”. Kamu siapa ? sosok misterius itu menjawab,”saya yang sudah disembelih tadi pagi, saya anaknya ….(sosok misterius itu menyebutkan nama laki-laki dan perempuan, mungkin orang tuanya). Aku agak kaget, ia menyebutkan nama orang tuanya dengan nama-nama yang sudah tidak lazim dipakai untuk orang zaman sekarang. Aku tanya sekali lagi,” rumahmu dulu di mana ?”, ia tak menjawab, hanya menggelengkan kepala. Sosok misterius itu lalu menundukkan badan sebagai bahasa isyarat untuk mohon pamit dan terimakasih. Plass…hilang ! Ya Tuhan, ampunilah dosanya. Lepaso parane jembaro kubure. Aja parang tumuleh terusna lampahmu !
REINKARNASI (Hukuman Tuhan) ?
Aku berfikir..apakah ini yang dinamakan reinkarnasi ? ataukah bukan termasuk reinkarnasi, melainkan bentuk siksaan Tuhan atas dosa dan kesalahannya sewaktu hidup di dunia dulu ? Ataukah reinkarnasi itu juga merupakan salah satu bentuk hukuman Tuhan ? Tapi ada satu hal yang saya ingat dengan apa yang dulu diceritakan eyang-eyang ku, bahwa orang yang mengalami reinkarnasi, yang diingat hanya siapa orang tuanya, dan apa saja dosa-dosanya dulu waktu masih hidup di dunia hingga sekarang mendapat hukuman seperti itu. Ataukah ini juga yang disebut siksa kubur, atau kah ini maksudnya bangkit dari kubur dengan rupa-rupa “wajah” atau wujud sesuai perbuatannya dulu.
Saya jadi teringat, tetangga saya 5 tahun yang lalu pernah memiliki seekor anjing yang tiap senin dan kamis berpuasa. Mungkinkah anjing itu berpuasa senin-kamis sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Tuhan ? Eyang saya dulu punya burung perkutut yang berpuasa setiap hari kamis kliwon dan sabtu pahing. Usia perkututnya sampai 60 tahun turun temurun 3 generasi. Waktu itu tahun 1992 eyang dari Solo maringke perkutut kepada kami. Kami heran, karena eyang bilang kalau burung perkutut itu tidak usah repot diambil ke Solo. Biar burungnya saja yang pergi sendiri ke Jogja. Aneh tenan…masak manuk iso mabur dewe teka omahku ? Saya tertawa terpingkal karena…eyang bilang besok hari Jumat Legi perkutut yang ku paringke kamu, mau berangkat ke Jogja sendiri. Kami hanya diminta menyiapkan sangkarnya saja, dan pintu sangkarnya agar dibuka. Eh..tau-tau Jumat Legi malam hari si perkutut itu sudah datang hinggap di ranting taman belakang rumah, lalu hinggap dan masuk sendiri ke dalam sangkar. Nyai..nyai Beja !
KU SAKSIKAN DENGAN MATA KEPALA SENDIRI,
KEBESARAN TUHAN BEGITU DEKAT DI DEPAN MATA
Dari kisah di atas, kami berfikir dan bisa merasakan langsung BETAPA rahasia ilmu Tuhan itu benar-benar Mahaluas. Kami mersa sebagai manusia amat kecil bak butiran debu yang tiada artinya. Jasad ku, kemampuanku, kebisaanku, pengetahuanku, sungguh kerdil, bak pungguk yang berjalan ngesot. Hanyalah amal kebaikan kita saja yang dapat memenuhi jagad bumi ini. Itupun masih belum ada setets air laut dibanding Ilmu Tuhan Mahabesar ! Duh Gusti…ampunilah hamba Mu ini. Tiada kata-kata yang pantas terucap, kecuali ucapan rasa syukur atas segala anugrah dan rahmatMu ya Tuhan. Tiada perbuatan yang layak kulakukan lagi, kecuali harus beramal kebaikan pada sesama sebagai wujud syukur ku yang paling nyata kepadaMu, Gusti Ingkang Akarya Jagad. Semakin ku kagumi Engkau, semakin merasa kecil dan bodoh aku, lalu semakin kutakuti pula Engkau.















294 tanggapan kepada “Reinkarnasi Atau Hukuman Tuhan ?”
JAPEMETHE
Juli 4th, 2010 pada 12:38
nBah Sabda ijin gabung..
rahsa aulia
November 11th, 2011 pada 10:57
reinkarnasi pasti terjadi klo melihat kondisi manusia sekakrang ini mungkin sedikit aja manusia yang bs manunggal alias kasuwargan ( tanpa harus terlahir kedunia lagi ), bs kesana kmari tanpa beban.
alangkah baiknya kita lebih menyayangi sesama makluk baik hewan, tummbuhan, apalagi sesama manusia, bukan malah membunuh.dan perlu diketahi juga bahwa tuhan tidak pernah menghukum hambanya miskipun seburuk apapun prilakunya,
kalopun mereka sakit ato tersiksa itu karena perbuatannya sendiri.
prmono
Juli 24th, 2010 pada 12:22
Pak Dhe membaca hal di atas ada yang ingin kutanyakan…
bisakah kita menghindari “re-inkarnasi”??, kalau bisa…SIKAP dan TINGKAH LAKU kita saat masih ada di dunia sebaiknya seperti apa??
nuwun
Andum slamet
giwo
Desember 13th, 2010 pada 23:53
semuanya itu diatur oleh allah.tergantung amal dn perbuatan kita .
bagong
April 14th, 2012 pada 21:20
ternyata surga dan neraka tidak usah ditunggu ato mbesok2 lagi, sekarang itu udah ada surga neraka tersebut, tp manusia tidak banyak yang tau. menungso lak jek kelakuane kewan yow mbesok dadine kewan alias reinkarnasine ndk kewan. utowo bingung golek’i umahe besok lak muleh.
panji
Agustus 17th, 2010 pada 11:13
itu kenyatatan yang benar ada dan hanyaa bisa dirasakan oleh orang yang masih punya nurani mkanya hidup didunia gak usah neko-neko.
unexpected69
Agustus 25th, 2010 pada 12:50
Permisi Mas… Saya tertarik dengan artikel yang membahasa tentang reinkarnasi. Di agama Islam, katanya tidak ada namanya reinkarnasi. Tapi, kalau membaca cerita yang mas tulis ini aku jadi ragu dan bingung. Apa benar reinkarnasi itu ada. Aku juga punya teman yang masih 50 : 50 antara percaya dan tidak tentang reinkarnasi. Dia pernah berdoa dan minta ditunjukkan oleh Yang Maha Kuasa apa benar reinkarnasi itu ada atau tidak. Dan dia akhirnya mimpi dan diperlihatkan gambaran kehidupan orang yang dia gak kenal.
Katanya, di dalam mimpinya itu dia berada di tempat yang serba putih dan hanay mendengar suara yang berkata bahwa gambar yang dia lihat di mimpinya itu adalah kehidupan teman saya itu dulu. Di gambar itu diceritakan ada seorang jenderal perang di daerah Romawi yang sedang berperang. Temen saya jadi berpikir, “Kalau memang jenderal itu gw, pantas aja gw suka berantem mulu”. Begitu katanya.
Saya akhirnya juga berdoa pada Yang Maha Kuasa apa benar reinkarnasi itu ada dan minta
ditunjukkan apa reinkarnasi saya. Selama 2 hari berturut2 saya mimpi berada di suatu istana di wilayah China. Mimpi pertama, saya melihat seorang jenderal menorobos masuk ke istana bertempur dengan beribu2 prajurit. Mimpi kedua, kali ini saya ikut berperan. Yang di mimpi kedua, saya mimpi berdiri di halaman istana seorang diri dengan pakaian khas kerajaan china zaman dulu dan bertemu seorang ratu yang akhirnya bunuh diri di depan mata saya.
Kira2 menurut mas, mimpi saya itu apa bentuk petunjuk dari Yang Di Atas tentang reinkarnasi atau bukan? Sampai saat ini saya masih kepikiran soal itu. Mksh sebelumnya.
SABDå
Agustus 25th, 2010 pada 13:15
unexpected69 Yth
Sebelum mengulas soal re-inkarnasi. Coba penjenengan buka lagi posting saya mengenai FAQ; MANITIS, JANGKUNG, PAMOMONG, GURU SEJATI, MOKSA, NGAHIANG. Semoga tulisan tersebut dpt menghantarkan panjenengan dalam pemahaman ttg re-inkarnasi secara lebih mendalam.
salam karaharjan
satrio ilang
Agustus 28th, 2010 pada 22:24
memang ada hadits yg mengatakan bahwa jika seseorg meninggal, maka semua perbuatannya dianggap putus kecuali 3 hal yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yg bermanfaat dan anak sholeh yg mendoakan… menurut pandangan saya, hadis ini bukanlah hadits yg berdiri sendiri secara mutlak, namun ada kaitannya dg dorongan untuk berilmu, bersedekah dan mendidik anak, karena 3 hal ini adalah kunci keberlangsungan kosmos..
dalam al_qur’an dikatakan: “wa laa tahsabannal ladzina qutilu fi sabilillahi amwat, bal ahya’un walakin la tasy’urun” dan janganlah kamu menyangka bahwa org yg terbunuh di jalan Alloh itu mati, mereka masih hidup tetapi kamu tidak merasakannya.
itulah gambaran yg bisa saya share, sehingga mengimbangi tafsiran Islam yg didominasi oleh org yg tidak percaya tentang spiritual..
wahyu
September 8th, 2011 pada 21:32
yang mati itu hanya badan kasarnya saja mas….. allah yang ada di diri manusia itu tidak mati. allah yang ada di diri manusia itulah yang harus bisa kembali ke tempat allah yang sebenarnya ( arasy ). kalau tidak bisa kembali maka akan menjadi arwah gentayangan karena bingung gak bisa pulang. kalau tidak pervcaya adanya reinkarnasi dalam al qur`an, coba anda buka di surat albaqarah ayat 259
TEMANNYA BIMA
September 8th, 2011 pada 23:31
@Wahyu…
yang mati itu hanya badan kasarnya saja mas….. allah yang ada di diri manusia itu tidak mati. allah yang ada di diri manusia itulah yang harus bisa kembali ke tempat allah yang sebenarnya ( arasy ). kalau tidak bisa kembali maka akan menjadi arwah gentayangan karena bingung gak bisa pulang. kalau tidak pervcaya adanya reinkarnasi dalam al qur`an, coba anda buka di surat albaqarah ayat 259
——————————————————————————————–
Bilang aja mas kalau mau belajar. Maksud anda ayat yang berikut ini kan:
aw kaalladzii marra ‘alaa qaryatin wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruusyihaa qaala annaa yuhyii haadzihi allaahu ba’da mawtihaa fa-amaatahu allaahu mi-ata ‘aamin tsumma ba’atsahu qaala kam labitsta qaala labitstu yawman aw ba’dha yawmin qaala bal labitsta mi-ata ‘aamin faunzhur ilaa tha’aamika wasyaraabika lam yatasannah waunzhur ilaa himaarika walinaj’alaka aayatan lilnnaasi waunzhur ilaa al’izhaami kayfa nunsyizuhaa tsumma naksuuhaa lahman falammaa tabayyana lahu qaala a’lamu anna allaaha ‘alaa kulli syay-in qadiirun
[2:259] Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Biar ga dituntun terus…pahami dulu yang ini:
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS As Sajdah 32:5)
Yang anda pertanyakan itu bukan masalah ‘reinkarnasi’, melainkan adalah tentang
‘waktu’ yang berada di sisi-Nya.
Oleh karena itu sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh kang TS:
laa ikraaha fii alddiini qad tabayyana alrrusydu mina alghayyi faman yakfur bialththaaghuuti wayu/min biallaahi faqadi istamsaka bial’urwati alwutsqaa laa infishaama lahaa waallaahu samii’un ‘aliimun
[2:256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut(162) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
widodo
Agustus 25th, 2010 pada 19:00
kang mas sabda
saya lahir setelah di kandung oleh ibu selama 11 bulan 2 minggu
apakah yg pernah saya alami merupakan bagian dari reinkarnasi ?
di usia 0-2 tahun saya lumpuh bahkan seluruh tubuh menderita penyakit koreng dan bahkan menjadi buta,hingga pada suatu hari saya mati dan bahkan seluruh warga kampung sekitar sudah bersiap memandikan saya ( menurut cerita nenek dan orang tua saya )
namun pada saat seluruuh keluarga bersiap untuk memndikan saya,,ternyata saya bangun kembali dan seluruh penyakit saya berangsur membaik,bisa di katakan saya normal alhamduliallah,,
dan kemudian orang tua mengganti nama saya dari widodo suryo hadi prayitno menjadi agus widodo waluyo..
mohon pencerahan dari cerita yg pernah saya alami di waktu kecil ini..
terimakasih
Yohanes Luhur Budiono
Agustus 30th, 2010 pada 12:59
Ki Sabdo saya sangat teredukasi dan termotivasi dengan tulisannya.Bagaimana caranya untuk lebih banyak mengetahui tulisan Ki Sabdo?Terutama mengenai masalah spiritual!
Nanang
Oktober 13th, 2010 pada 16:08
Assalamu’alaikum wr.wb.
Ketika diskusi/pertukaran pikiran dari suatu perbedaan dilakukan dengan santun tanpa adanya tendensi untuk menghujat, merendahkan, dll. Maka itu diskusi itu akan menjadi sesuatu yang “nyaman” (saya bingung mau milih kata apa yang bisa menggambarkan rasa ini) untuk dibaca dan disimak. dan itulah yang saya rasakan ketika membaca blog ini (meski ada beberapa komen yang membuat saya merasa kurang nyaman).
Semoga blog ini bisa mempertahankan kenyamanan bagi yang membacanya.
Mohon maaf bila ada komen saya yang menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi yang membaca.
Wassalamu’alaikum wr.wb
sugeng
November 9th, 2010 pada 13:30
tumut gabung ki.maturnuwun
eko cah cubluk
November 18th, 2010 pada 19:08
salam karaharjan,
kawulo namung anderek midangetaken kemawon…..
awit taksih cubluk lan dereng saget anggulowentah roso pangroso.
suwun.
Mursal Munir
November 23rd, 2010 pada 11:27
Nabi Isa as kata Allah dalam firmanNya dalam Al-Qur’anul karim masih hidup, dan akan kembali menjadi seorang Pemimpin Umat.
Lalu dimanakah Beliau sekarang???.
Sejalan dengan cerita sampean masalah Reingkarnasi, silahkan cari buku yang berjudul “REINGKARNASI DALAM AL-QURAN” karya Habib. Husein, sampean akan mendapatkan tambahan informasi yang berarti perihal “Reingkarnasi”.
“Aku” siapakah sebenarnya aku itu??? yang akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan kita dihadapan Allah ???
Untuk itu para Sohib yang budiman, “JAGA DAN PELIHARALAH SI AKU dalam diri kita, si AKU yang selalu hidup guna mempertanggung jawabkan amal perbuatan.
BERBUAT BAIKLAH!!! JAGALAH HATI DARI PENYAKITNYA!!! NISCAYA ANDA AKAN SELAMAT DI DUNIA, DI ALM KUBUR, DAN DI AKHERAT
Wass. wr.wb
Mursal. Munir
Anak Baru
November 25th, 2010 pada 18:31
Setelah membaca artikel di atas dan membaca comment saudara sebangsa sekalian. Saya menemukan banyak kebingungan tentang reinkarnasi, cara menghindarinya, apa reinkarnasi sebenarnya, dll. Jikalau berkenan silahkan baca Bhagavad Gita (kebenaran sejati). Semua pasti ada jawabannya. Silahkan kunjungi http://ngarayana.web.ugm.ac.id, silahkan juga baca artikel-artikelnya. Semoga bermanfaat.
Untuk saudara yang kurang berkenan saya mohon maaf.
bagongsuragong
November 25th, 2010 pada 22:43
rahayu…….
aku melu mas
giwo
Desember 14th, 2010 pada 00:27
sedikit mau numpang cerita.ketika mlam saya solat tahajud,selepas sembahyang tahajud aku ketiduran,mimpi tapi sepertinya ga mimpi.karna aku melihat jsadku sendiri,waktu aku di bawa terbang oleh seseorang yg mengenakan jubah putih,saya dibawa masuk ke mesjid,situ saya suruh sembahyang,semuanya ada 5 orang.mamum semua,anehnya yg sembahyang itu saya semua.cuma yg membedakan warna,di sebelah kanan saya warnanya kuning dn putih.yng di sebelah kiri,hitam nd merah.setelah sembahyang di bawa lagi sepertinya terbang.lalu saya melihat kebawah,tepat dirumah saya melihat jasad saya sedang tidur.dengan begitu cepatnya eperti kilat saya masuk ke jasad saya sendiri,lalu saya bngun sambil menghela napas sarasa cape sekali.
Agung
Agustus 9th, 2011 pada 12:00
Pa, Sebelum ibu Saya Hamil, Ibu saya mimpi didatangi oleh Kakek saya dan Nenek saya dari Bapak, Kakek saya dalam mimpinya mengakatakan “Wati.(ibu saya)…aku kesini ya…ikut tinggal disini” Taklama kemudian diketahui bahwa ibu saya hamil dan lahirlah saya. Mimpi ini diceritakan ke ayah saya dan keluarga besar saya.
Ketika Saya lahir saya diangkat anak dan diminta tinggal di rumah Bude dari sisi Ayah. Bude saya ketika pertama kali melihat saya langsung berkata “Oh ini Bapakku Lahir lagi, aku kangen sama Bapak”. Jadi Keluarga besar tingkatan Ayah saya, Pakde dan Bude menganggap saya titisan orang tua mereka.
Keluarga kami, keluarga Islam Jawa, dan mengikuti Syariat Islam dengan Baik. Namun disisi lain mereka juga percaya bahwa saya titisan kakek saya. Namun Banyak kesaktian, kedigjayaan, kharisma dan ilmu kakek saya yang belum menitis kepada saya….atau memang belum muncul. Sebagai Catatan kakek saya adalah Glondong / sekelas Camat atau koordinator beberapa kepala desa di Jawa Tengah pada jaman Belanda. Tentunya dia memiliki kelebihan daripada orang semasanya.
Pertanyaan saya….apakah realitas seperti ini bisa terjadi ? Bagaimana penjelasan Bapak ?
Trims
sastro genter
Mei 2nd, 2012 pada 09:43
menurut saya sebenarnya yg ikut anda itu bukan roh kakek anda,tapi nafsu atau sifat dari kakek anda yg ingin menjaga anda.makanya anda tdk mendapatkan ilmu2 kakek anda wong yg ikut anda cuma nafsunya atau sifatmya saja.
anfal
Agustus 20th, 2011 pada 21:35
bener,,bener tenan opo kandamu,,smoga masih banyak orang yg seperti sampeyan…atiku dadi adem,campur nrinding moco tulisan iki
dongengbudaya
Agustus 28th, 2011 pada 18:35
Ceritanya mengharukan., mengajrakan saya untuk lebih menghargai binatang. Aktivitas makan adalah juga sama mulianya dengan sembahyang.
indra
September 9th, 2011 pada 13:35
reinakranasi..adalah ajaran keberanan dari hindu, budha dan beberapa ajaran lain..
memang reinkarnasi itu ada penjelasannya.untuk rekan-2 monggo diskusi dgn rekan2 yg memeluk agama-agama tersebut..
monggo
salam
matur suwun
Dongeng Budaya
September 9th, 2011 pada 21:33
Konsep Reinkarnasi tidak mengenal istilah hukuman Tuhan ataupun kutukan ataupun Takdir. Kebetulan saya dibesarkan dalam budaya kepercayaan yang percaya reinkarnasi sehingga sedikit tahu tentang konsep reinkarnasi.
salam dan terima kasih untuk pemilik blog yang sangat informatif ini.
Dika Ketut
Oktober 2nd, 2011 pada 16:07
Semoga semuanya kebenaran dapat terbuka dan diketehui oleh semua manusia
Dan dapat mengalaminya atau tahu dari sekitarnya semoga alam memberkahi pada
semua orang dan mempunyai kesadaran yang sejati
Bedhi Yacha
Oktober 2nd, 2011 pada 16:12
Disamping itu juga semoga semuanya mengetahui rahasia kehidupan
dengan ini secara otomatis tumbuh kesadaran manusia itu dengan sendirinya
dan semoga slalu ada kedamaian
sigto
November 5th, 2011 pada 17:32
semua…itu hanya tuhan yg tau,gue disini memandang lbh ini sbg pencerahan aja atas blok ini..
Cinta damai
November 7th, 2011 pada 02:59
Bgus
RD
November 7th, 2011 pada 11:01
nuwun sewu..
hari raya idul adha kemarin ada bebrapa peristiwa menarik, berkaitan dengan soal reinkarnasi..kambing dan manusia…
sebelum hari ied, saat saya makan dipinggir jalan, bersama istri, ada seekor kambing berteriak keras sekali.. tolong..! tolong..! tolong..!
weleh2.. ini unik.. kambing kok, ngomong kayak orang?? apa dia minta dibeli buat korban?? apa belum ada yang mau beli dia??
sepertinya begitu… karena pas malam hari iedul adha, seekor kambing putih dengan tanduk putih.. datang menemui saya..
sang kambing berkata: “Terima kasih.. sudah membebaskan saya..”
Rahayu
indra
November 25th, 2011 pada 21:59
Jika takdir telah ditentukan mengapa harus ada 7x kehidupan?
Jika akhir menjadi hewan yang hukumnya terbebas dari hisab, bagaimana pribadi kita ketika mendapatkan catatan kehidupan ketika berada pada saat menghadapi pengadilan Tuhan kelak? wujud pribadi manakah yang akan kita gunakan nantinya?
===========
Kang Indra Yth
Yang lbh aneh, pada saat tuhan mau mencipta manusia, jika tuhan sdh mengetahui kelak ciptaanNya akan msk neraka, kenapa tuhan tetap nekat saja melanjutkan bikin manusia tsb. Apalagi katanya jml manusia yg masuk neraka di dunia ini jauh lbh banyak drpada yg masuk surga. Jika merujuk referensi yg ada (dari 75 gol hanya 1 gol yg selamat=1,3% probabilitasnya) blm lagi jika ditambah semua org di luar gol tsb probabilitasnya turun mjd 0,07%…jika penduduk bumi ini ada 7 milyar, paling2 yg masuk surga cuma 25juta org. Penduduk negara arab saja sdh mencapai 26jt, melebihi quota. Jd pesimis sekali
barangkali mindset-nya manusia yg harus direkonstruksi kembali.
Salam karaharjan
Uc Herawati
Desember 19th, 2011 pada 12:42
Ceritanya nyentuh banget..
Sedikit seram, haru, iba dan jd ingat sang pencipta..
satria manggala
Desember 28th, 2011 pada 14:25
Nuwun sewu, poro sederek,,,
Dalam salah satu kaweruh kejawen yang saya pelajari,ada empat macam kematian,yaitu:
1.Sampurna,
2.Kayu wutu,
3.Nitis,
4.dan yang terakhir terlahir kembali menjadi hewan.
putri asyifa
Desember 29th, 2011 pada 09:08
reinkarnasi itu tidak ada,,
jk sdh mati,, dia dikubur dan jasad halusnya disiksa atas dosa2nya,,,
reingkarnasi itu hanya ajaran budha,,,
baca al quran sebelum mempercayai artikel apapun,,,
salah tafsir,, maka akan salah pun imanmu melangkah,,
“hanya orang2 yg berilmu lah yg dpt mengetahui”
astagfirullah
BUNGSU
Desember 29th, 2011 pada 10:34
yiiiheaaa……
plekenuuuttt……..
Bratayuda
Desember 29th, 2011 pada 20:41
Reinkarnasi itu Ada…!!, dan banyak bukti terjadi di dunia ini…..
Ya memang yang tahu reinkarnasi di dalam alqur’an pun hanya orang-orang ber-ilmu saja. Reinkarnasi bukan “AJARAN” , tapi proses kehidupan secara alamiah yang berlaku bagi seluruh manusia tanpa dibatasi oleh suku, agama, dan keyakinan apapun.
Reinkarnasi itu kehidupan Jiwa yang berulang kembali dengan jasad/raga yang berlainan, sedang jiwa manusia itu hakikat nya hanya satu dari keturunan Adam (diambil dari tulang sulbi ket. Adam…dst),baca Alqur’an dengan ilmu yang benar.
Bukankah terbentuk nya manusia secara normalpun merupakan proses reinkarnasi dari berbagai bentuk makhluq hidup yang ada di bumi. Sebelum terjadinya nuftah, bukankah kita berasal dari sperma yang bersumber dari tulang sulbi & ovum indung telur bersal dari tulang dada perempuan..?.
Kemudian sperma dan indung telur masing-masing nya berasal dari sari-sari makanan yang mengandung syahwat. Sari makanan dari kalori berbagai binatang dan tumbuhan bumi, yang semuanya terdiri dari makhluk empat unsur kehidupan bumi yaitu tanah, air, udara dan panas.
Mungkin asal kita sebelum menjadi nuftah segumpal dari sperma dan ovum dulunya adalah sebagai tumbuhan dan binatang, cacing, ulat, kalori ,protein dll yang hidup di bumi…?
—————
baca al quran secara benar dan ilmiah sebelum mengomentari artikel apapun, agar tak salah tafsir dan salah baca, maka akan salahpun imanmu melangkah,,
“hanya orang2 yg berilmu lah yg dpt mengetahui”
astagfirullah,,,,,,laaaa dha laaah……..
Adimulya
Januari 3rd, 2012 pada 15:09
postingan paling okeeeeey baguuus……
perbawa
Januari 18th, 2012 pada 09:50
ya Allah yang Maha Mengetahui, terbukalah tabir yang menutupi hari pembalasan atas kehendak-Mu sebagaimana yang telah tersirat dalam Al-Quran begi orang-orang yang berfikir… ya Allah apalah artinya kami dihadapan-Mu dengan seluruh kekuasaan-Mu? Engkau yang Maha Kuat sedangkan aku yang lemah berada ditengah-Mu… Aku berserah diri ya Allah, sesungguhnya selama dunia ini dianugrahkan padaku, selama itu pula kebodohan menjerumuskanku dalam dosa… tetapi aku tahu Engkau Maha Bijaksana, maka ampunilah dosaku ini yang telah menumpuk sampai ke langit-Mu… tidaklah kemulyaan itu milik makhluk, tetapi kemulyaan itu hanya milik Engkau Yang Maha Mulia… ku serahkan diriku kepada-Mu bukan karena aku mengharap surga juga aku tak takut pada neraka karena sungguh karena itu diciptakan maka terlahirlah darinya kebinasaan… sungguh surga yang tertinggi itu adalah kefanaanku ya Allah maka aku lebih suka itu…
Muhh Age
Januari 19th, 2012 pada 15:12
Sesuatu yang fundamental dalam agama maka disebut sebagai doktrin. Suatu doktrin bersifat afirmatif, pasti dan dirancang agar semua orang dengan semua tingkat/kemampuan dapat segera memahaminya. Misal doktrin Trinitas; tiga oknum dalam satu pribadi, walau membingungkan tapi ia bersifat pernyataan dan menjadi penanda ajaran pokok Kristen. Dalam Islam juga begitu; Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan, semuanya gamblang tanpa perlu penafsiran kembali. Betapa besarnya pengertian konsep Reinkarnasi (jika bisa dibuktikan) tapi mengapa ia bukanlah sebuah doktrin dalam Islam?.
Kita tidak bisa berasumsi bahwa ini demi menjaga proses transformasi Islam yang masih rentan pada waktu itu karena tingkat kemampuan memahami bangsa Arab pada saat itu sangat rendah maka konsep inkarnasi ini disamarkan. Pendapat ini terlalu dibuat-buat dan mudah sekali dipatahkan dengan fakta lain bahkan pada dua tiga generasi sesudahnya dimana peradaban Islam sudah maju konsep reinkarnasi tidak juga dikonsensuskan sebagai sebuah doktrin Islam. Tidak juga oleh jenius-jenius Muslim seperti Al Gazali dan Ibnu Sina. Dan tuduhan pendukung teori reinkarnasi bahwa tasawuf memiliki misi pengajaran reinkarnasi ini dengan konsep “hulul”nya juga terlalu dipaksakan mengingat inkarnasi yang dimaksudkan – misal Ibnu Araby dan Jalaluddin Rumi – adalah pada kesadaran ruhaniah dalam durasi kehidupan yang sama bukan pada tubuh yang baru kelak setelah matinya seseorang. Saya kira bagi yang belajar pendekatan hermeneutika memahami maksud saya ketika mempelajari teks dari Rumi dan Ibnu Arabi.
Mereka berpendapat bahwa Reinkarnasi adalah seperti hukum kausalitas seperti halnya hukum Gravitasi. Tanpa hukum inkarnasi maka keadilan Tuhan menjadi hilang seketika, alasannya (salah satunya) banyak manusia yang berbahagia karena lahir dari keluarga yang kaya, dia juga selalu beruntung dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada pula manusia yang sejak lahir menderita dan apa saja yang diupayakannya selalu gagal. Susah senang di kehidupan “kini” adalah buah dari amal perbuatan kita di kehidupan “sebelumnya”, inilah yang mereka sebut dengan Karma Phala. Jika tidak betapa kejamnya Tuhan karena menempatkan yang satu dalam lembah penderitaan dan yang satu lagi dalam lembah kebahagiaan padahal Dia bersifat maha Adil dan Maha Welas Asih. Demikian gambaran umum dari konsepsi Reinkarnasi. Susah senang, bahagia menderita, mereka artikan dalam skema yang sesungguhnya sangat materialistik dan menisbikan sebab-sebab rasional mengapa orang bisa bahagia atau sebaliknya. Bagi mereka kehidupan bukanlah suatu pembelajaran dan perjuangan tapi penerimaan total atas ‘takdir’. Apakah Abraham Lincoln hanya menjalani takdir inkarnasinya sehingga menjadi Presiden, padahal jika kita buka sejarah beliau isinya justru kegagalan-kegagalan yang banyak sebelum beliau menjadi Presiden. Saya yakin jika beliau penganut konsep inkarnasi maka beliau justru menyerah pada kegagalan2nya karena menyalahkan dirinya di kehidupan sebelumnya.
Hal yang paling menarik dari pergerakan para pendukung teori reinkarnasi modern adalah dibeberkannya serentetan fakta-fakta ilmiah yang ditemukan oleh sarjana-sarjana Barat atas orang-orang yang secara gamblang dan akurat membuktikan realitas siklus kelahiran berulang-ulang dirinya. Siapa saja yang menyimak fakta-fakta ini lewat buku-buku atau lewat internet pasti akan terhenyak dan mulai membuka diri dengan konsep ini. Tentu saja wacana inkarnasi akhirnya semakin bertambah menarik karena sudah ditangani oleh sains. Kasus-kasus inkarnasi ini ada yang terungkap secara apa adanya dimana subyek-subyek menunjukkan sendiri bukti2 keberadaannya sebagai seseorang yang lain pada kehidupan sebelumnya, ada juga yang karena media hipnotis mampu membuka memori ke kehidupan dia selanjutnya. Sebagian lagi menyatakan metode meditasi yang benar dapat difungsikan untuk melacak perjalanan siklus kelahiran berulang-ulang diri sendiri, persis seperti kisah kaca benggala yang dapat melihat masa lalu, kini dan akan datang.
Pertanyaan saya; apakah anda percaya? Apakah hipnotisme dalam niat menelusuri eksistensi seseorang pada masa sebelumnya bisa diterapkan pada semua orang? Bisakah kita menerima bukti-bukti ini sebagaimana kita menerima bukti bahwa bumi itu benar-benar bulat? Apakah beberapa pengalaman psikologi yang tidak umum ini dapat membuat sebuah teori yang bisa dibuktikan oleh semua orang seperti teori membuat pesawat terbang?. Tentu saja tidak. Bolehkah kita mencurigai fakta-fakta ini sebagai suatu rekayasa dari pihak-pihak tertentu? Tentu saja boleh tapi bagaimana pula membuktikan keterlibatan pihak-pihak itu dan siapakah mereka? Ini juga sama sulitnya! Tapi akhirnya kita sadar bahwa reinkarnasi bagaimana pun juga ada di wilayah “primordial” dan sangat subyektif. Tidak untuk dibenarkan tidak pula untuk disalahkan karena ia adalah sebuah bentuk perjalanan kesadaran seseorang. Namun ketika suatu kesadaran primordial coba dipaksakan ke dalam kesadaran umum suatu masyarakat dan terlebih-lebih lagi ke dalam suatu ajaran yang mapan maka itu adalah sebuah spekulasi yang teramat genit, agitatif dan beresiko sangat tinggi.
Dan mengenai tafsir-tafsir reinkarnasi terhadap ayat-ayat khusus dari Alquran (mutasyabihat), seperti pada surah Yasin; “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan hidupnya niscaya Kami kembalikan pada kejadiannya. Apakah mereka itu tidak memikirkannya?”. Coba perhatikan kata ‘barangsiapa’, artinya itu bersifat khusus tidak umum, ada yang dipanjangkan ada yang tidak, padahal reinkarnasi dipercaya berlaku pada segenap makhluk hidup, seharusnya ayat itu dimulai dengan kalimat “semua orang akan kami panjangkan hidupnya”, secara tidak langsung mereka menyatakan bahwa reinkarnasi terjadi secara khusus kepada orang tertentu saja. Ini kesalahan pertama mereka dalam menafsir ayat ini. Kemudian “Kami kembalikan pada”, kembalikan berarti diputar ulang, seperti deret ukur (linear) 1,2,3,4,5,6,7,8,9 maka pengertian dikembalikan adalah dari 9 ke 1 kembali. Ini skema arus bolak balik dan dalam ruang yang sama bukan melingkar spiral seperti dalam skema reinkarnasi. Artinya peristiwa dikembalikannya seseorang oleh Allah pada kejadiannya adalah dalam satu ruang & waktu yang sama bukan ruang & waktu yang lain setelahnya. Ini kesalahan kedua mereka.
Lantas apa maksud dari kata “kejadiannya”, itulah angka 1 tadi yakni sang bayi. Maksudnya bukan secara harafiah menjadi bayi kembali, tapi pada sifatnya; lemah & lebih membutuhkan orang lain. Memang banyak kasus mereka yang berusia lanjut namun tetap aktif dalam aktifitas duniawinya bahkan ada yang menjabat sebagai presiden dalam usia 70-an. Di sinilah peran teori relatifitas diperlukan, jangankan umur 70-an masih aktif bahkan ada yang berumur 60-an sudah lemah dan pikun. Jadi definisi usia lanjut itu berlaku relatif atau tidak serentak pada setiap manusia. Tapi yang pasti kualitas tubuh dan pikiran manusia lanjut usia jauh lebih rendah dibandingkan usia muda dan proses pelemahan itu terus terjadi hingga menyamai kualitas seorang bayi. Oleh sebab itulah ada doa yang diajarkan agar tidak menjadi tua + pikun maksudnya sebelum pikun itu lebih baik mati agar tidak merepotkan. Ini perlambang saja, kehidupan dan kematian itu seperti dua sisi koin, awal kehidupan dan diambang kematian dua sisi ini tampak sama. Ini kesalahan ketiga mereka.
Dan terakhir dari ayat ini “Apakah mereka tidak memikirkannya”, menurut anda kepada siapakah kalimat ini ditujukan?
ANTI KAFIR
Januari 19th, 2012 pada 17:37
yah….lumayan lah….baru ‘satu statement ku yg anda uraikan.
tapi anda belum menyentuh substansi yg sesungguhnya……….sip.
Kalau anda lebih je’li mas……baca berita ya:
“Rumah berbentuk limasan tersebut tertimpa pohon kelapa.”
Masya Allah.
tu’ sabda dan mas dewi….buat dunk thread ‘baru nya……h h h
tapi maaf…waktu ku terbatas yoooooo…….
ga sempet buat blog sendiri………..h h h
Muhh Age
Januari 19th, 2012 pada 23:33
kadang suatu ungkapan sederhana bisa meruntuhkan ribuan kata.
Jika karma phala itu adalah “realitas” maka bagaimana seekor kodok yang dulunya seorang sarjana mengupayakan perbaikan karmanya? dan apakah ia kodok dalam otentisitasnya sebagai hewan atau manusia yang berjubah kodok?
ANTI KAFIR
Januari 20th, 2012 pada 00:55
seperti suara yg dapat berwujud, dan wujud yg dapat bersuara,
atau kah cahaya yg menyelimutinya?! terikat dalam dirinya yg terlepas.
bagaimana anda meng-andai-kannya?
ma'mu by hawa
Januari 21st, 2012 pada 00:26
mas dewi…..maen donk dimari!
Bima
raja sela
Januari 21st, 2012 pada 00:28
pan kita seangkatan!…….haha
raja sela
Januari 21st, 2012 pada 00:48
piye mas dewi……?!
mau ‘diturunkan level pertanyaan na?
petruk, gareng, ba’gong…maju!……..ki semar mesem2…….hehe hehe
raja sela
Januari 21st, 2012 pada 01:10
ok lah kalo begeto….sadulur sepuh sadayana…..hehe….
kerana mas dewi dan ki sabda……masih mengintip2 dan enggan tu’ muncul!
ini baru ‘setengah level pemahaman dari ’2 kalimat di atas yoooooo….hehe…
silahkan sadulur sadayana googling…..
“Misteri Gong Nekara”
ono wong ‘gajah, ono bebek ngendus (onta arab paling demen haha).
ono ‘himalaya (asal kejawen mu tuh….ga usah disebut2 impor yooo….).
ono sing nyebut kaitan dg kisah nabi2. dst……
diartikan sendiri2 yoooo….awas jgn nyimpang……haha
ok mas dewi, leluhur darimana mas dewi……………….haha.
Sudah lah kalian dah bisa memungkirinya.
oya….sabda…..
ane pan dah ‘bilang, buat thread baru….ente ngeyel sih…..hehe
Salam
ANTI KAFIR
Januari 21st, 2012 pada 01:12
ih……raja sela…..kuwi ngeduluin uwong……..haha haha….
jgn melongo ya………..lebih baek buat blog baru………….sip.
salam
Menyan Arab
Februari 12th, 2012 pada 20:48
Trus elo bin Blog sendiri kapan…………?
gak punya makalah, atau taukut di tentang…konsep mu……
huah……….sekali pengecut tetap pecundang
tipikal orang paling slamet …………..katenye….he,he…teory donag otak dangkal
Muhh Age
Januari 21st, 2012 pada 09:06
“seperti suara yg dapat berwujud, dan wujud yg dapat bersuara,
atau kah cahaya yg menyelimutinya?! terikat dalam dirinya yg terlepas”.
bagaimana anda meng-andai-kannya?
apa gunanya kata & pengandaian dalam “penglihatan” tapi kebanyakan manusia hanya menduga dan suka tampil…
Muhh Age
Januari 21st, 2012 pada 21:35
Bung Ati Kafir; saya tidak bermaksud menyinggung wibawa anda yg sedang anda bangun di sini. Saya cukup menyenangi tembung2 intelektual anda. Toh yang kita cari semua di sini adalah pelajaran. Mengapa? karena issue Reinkarnasi begitu banyak meresahkan saudara2 kita yang muslim dan mereka butuh suatu sudut pandang yang lain.
Misal tentang metode hipnotis pastlife regression yang diklaim sebagai cara efektif untuk mengetahui kehidupan kita di ruang waktu sebelumnya juga bisa dilawan dengan konsep quantum energy. Dalam konsep ini, dikatakan bahwa pikiran manusia semuanya saling terhubung melalui alam semesta sehingga memungkinkan untuk melakukan telepati (mirip hubungan kanal internet). Dan servernya adalah alam semesta. Semua pikiran/memori seluruh manusia baik yang masih hidup maupun yang telah mati tidak hilang begitu saja tapi tersimpan di server tersebut.
Dalam kondisi pastlife regression, ada sebuah kemungkinan saat kita memasuki kesadaran terdalam kita terhubung dengan server tersebut. Sehingga kemungkinan besar seseorang — ketika itu — sedang memasuki memori orang lain baik yang masih hidup bahkan dengan yang mati ribuan tahun yang lalu. Laa hawla wala quata illa billahi masya Allah
Lantas bagaimana dengan cerita penjelmaan roh manusia dalam wujud kambing di atas? Jika saya mengatakan kemungkinan bahwa bisa jadi ada campur tangan anasir iblis dalam peristiwa itu mungkin anda akan mentertawakan saya karena ini hanya bisa dipahami secara dogmatis. Atau menyelidikinya lewat metode mukasyafah tapi ini pun dengan syarat kita berada dalam peristiwa itu. Artinya tidak ada paksaan menerima begitu saja cerita di atas.
Tapi sekali lagi saya minta maaf jika seolah-olah saya sedang mengganggu wibawa anda. Saya hanya ingin berbagi sudut pandang. Semoga ini bermanfaat buat saudara yang lain di sini. Wassalam
ANTI KAFIR
Januari 22nd, 2012 pada 00:05
Sambil menunggu Sdr. Muhh Age yg mungkin sedang mencari definisi ‘reinkarnasi’ dalam ‘servernya….hehe….
Bung Ati Kafir; saya tidak bermaksud menyinggung wibawa anda yg sedang anda bangun di sini. Saya cukup menyenangi tembung2 intelektual anda. Toh yang kita cari semua di sini adalah pelajaran. Mengapa? karena issue Reinkarnasi begitu banyak meresahkan saudara2 kita yang muslim dan mereka butuh suatu sudut pandang yang lain.
— Ada baiknya kita belajar lebih dalam lagi tentang apa yang disebut sebagai dogma dan aksioma.
Misal tentang metode hipnotis pastlife regression yang diklaim sebagai cara efektif untuk mengetahui kehidupan kita di ruang waktu sebelumnya juga bisa dilawan dengan konsep quantum energy. Dalam konsep ini, dikatakan bahwa pikiran manusia semuanya saling terhubung melalui alam semesta sehingga memungkinkan untuk melakukan telepati (mirip hubungan kanal internet). Dan servernya adalah alam semesta. Semua pikiran/memori seluruh manusia baik yang masih hidup maupun yang telah mati tidak hilang begitu saja tapi tersimpan di server tersebut.
— kalau bicara komputer, ‘tiap-tiap’ unit cpu tercanggih tentu memiliki hardware dan software yang lengkap pada masing2 cpunya. ada main board, processor, math/co processor, ram, hd, ‘gerbang port I/O, layar (memancarkan), digicam (merekam), audio recorder, sound system, dst.
— Mereka memang bisa terkoneksi dan inter koneksi, tapi bukan berarti pindah mainboard, atau pindah processor antar cpu bukan? Apa mungkin memori/hd bisa berpindah2 antar cpu??? kalau lah Memori/harddisk berpindah cpu, tentu harus ada ‘processor yang sejenis juga berpindah. Padahal tiap2 processor dibuat unik oleh ‘sang pemiliknya. Mungkin anda mempunyai pandangan khusus tentang hal ini. Siapa tahu anda dapat menemukan teknologi baru yang dapat memenuhi semua ‘kondisi tersebut??? Atau kah kita sedang dipengaruhi oleh dunia ‘cangkok/kloning, hacker dan cracker?! hehe…..how wish I know.
— Kondisi yg anda sebut di atas, sebenarnya sederhana saja, yakni yg kita kenal sebagai ‘Komunikasi Data’. Komunikasi data, bukan berarti hardware nya yang berpindah tempat. Ada cpu yang kecil, begitu juga ada cpu yang besar (sbg server yg kita kenal), masing2 mempunyai ‘karakteristik dan perilaku yang ‘unik. Komunikasi dapat terjadi antara cpu kecil dengan cpu kecil, atau cpu kecil dengan cpu besar (server). Itu menurut saya looooo.
Kalau cpu rusak??????? hehe
Dalam kondisi pastlife regression, ada sebuah kemungkinan saat kita memasuki kesadaran terdalam kita terhubung dengan server tersebut. Sehingga kemungkinan besar seseorang — ketika itu — sedang memasuki memori orang lain baik yang masih hidup bahkan dengan yang mati ribuan tahun yang lalu. Laa hawla wala quata illa billahi masya Allah
— Pada zaman era modern ini dan mungkin for the next generation, cpu kecil bahkan bisa ‘lebih canggih’ dari cpu besar (server). Kalau koneksi/komunikasi data antar mereka tentu itu dapat terjadi, tapi kalau pindah hardware atau pindah ‘bios’???
Yang dimaksud mungkin hanya sekedar ‘tukar informasi’…..yang kita sebut sebagai ‘data informasi’ (ref. ‘pengetahuan’….dari manusia pertama/sebelumnya).
Lantas bagaimana dengan cerita penjelmaan roh manusia dalam wujud kambing di atas? Jika saya mengatakan kemungkinan bahwa bisa jadi ada campur tangan anasir iblis dalam peristiwa itu mungkin anda akan mentertawakan saya karena ini hanya bisa dipahami secara dogmatis. Atau menyelidikinya lewat metode mukasyafah tapi ini pun dengan syarat kita berada dalam peristiwa itu. Artinya tidak ada paksaan menerima begitu saja cerita di atas.
— Karena kita ‘membatasi diri dengan pengandaian sbg ‘jaringan komputer network enterprise, tentu sudah selayaknya, misalnya anda ‘berlaku sebagai ‘sutradara projek, anda sudah se’jogjanya mendata rinci dan mempunyai daftar yang akurat tentang ‘serial hardware’ dan ‘serial fabrikan’ dari tiap2 cpu yang anda produksi dan pergunakan. Dan sudah tentu anda ‘tidak menghendaki untuk ‘tertukar satu dengan lainnya. Bahkan anda tentu sudah ‘tau dan sudah ‘siap, untuk menempatkan cpu yang ‘baru guna menggantikan cpu lain yang ‘rusak dalam jaringan enterprise itu, krn jelas akan lebih efisien dan efektif (dengan asumsi ‘tidak ada variabel ‘upah di sini).
Tapi sekali lagi saya minta maaf jika seolah-olah saya sedang mengganggu wibawa anda. Saya hanya ingin berbagi sudut pandang. Semoga ini bermanfaat buat saudara yang lain di sini. Wassalam
— Si sy juga hehe….minta maaf jikalau pengetahuan saya di atas ‘terbatas dan sulit diterima ‘akal. Wallahu a’lam bishshowab.
Salam.
maaf….kalau definisi ‘reinkarnasi’ nya sudah ketemu.
Muhh Age
Januari 21st, 2012 pada 23:41
1. Tidak ada istilah/definisi/terminologi Reinkarnasi dalam islam. Jika kita telusuri sejarah dasar-dasar dogma dalam agama Islam tidak ada itu pengertian reinkarnasi.
2. Masalah saya dengan anda bukan pada definisi Reinkarnasi (umum) tapi pada “realitas” reinkarnasi yang anda yakini itu, padahal kalau saya tidak salah anda adalah seorang Muslim.
3. Atau anda sedang berbicara konsep “hulul” dalam terminologi tasawuf? Atau anda punya pengertian lain, monggo mas kita beragumentasi sesuai kaedah keilmuan.
4. Atau anda punya pengalaman langsung dengan reinkarnasi? tentu akan sangat menggairahkan bagi kami di sini menyimak pengalaman anda itu.
5. Atau saya salah memahami ungkapan2 puitis anda padahal anda sedang berbicara ‘subyek’ lain? tolong saya diluruskan.
(point2 pendapat ini sengaja saya kasih penanda urutan angka agar anda menjawabnya juga secara urut). Sembah suwun.
ANTI KAFIR
Januari 22nd, 2012 pada 00:33
1. Tidak ada istilah/definisi/terminologi Reinkarnasi dalam islam. Jika kita telusuri sejarah dasar-dasar dogma dalam agama Islam tidak ada itu pengertian reinkarnasi.
— Betul dalam Islam memang tidak ada. Justru yang saya tanyakan menurut ‘keyakinan anda’ (bukan menurut Islam). Anda yang bertanya lebih dulu tentang ‘reinkarnasi’ itu, tentu sudah se-jogjanya anda dapat mengemukakan definisinya. Atau kah memang anda belum mengetahui sama sekali tentang definisinya?! Menurut ‘hemat saya tidak sebanding dengan artikel2 anda yang ‘canggiih itu dengan aksioma regresi maupun quantum energynya.
2. Masalah saya dengan anda bukan pada definisi Reinkarnasi (umum) tapi pada “realitas” reinkarnasi yang anda yakini itu, padahal kalau saya tidak salah anda adalah seorang Muslim.
Membahas real maupun unreal, tentu lebih baik adanya definisi terlebih dahulu secara umum, karena saya tidak mengetahui apa keyakinan atau agama anda?! Tolong ‘dipertegas dan diperjelas!
Point 1 anda menyebut “….dalam agama Islam tidak ada itu pengertian reinkarnasi.”
Point 2 anda mengetahui saya muslim, tapi anda menuduh saya meyakini ‘reinkarnasi’.
kelihatannya anda bingung ‘sendiri dalam menyusun kalimat anda ‘sendiri,
dipermudah aja mas:
Anda bertanya reinkarnasi, tentu anda sudah ‘mengantongi ‘definisi dari ‘reinkarnasi yang dipertanyakan oleh anda itu, baik secara umum maupun secara khusus. Kalau anda sudah mengetahui bahwa reinkarnasi itu tdk ada dalam Islam, lantas untuk apalagi anda pertanyakan definisinya?!
3. Atau anda sedang berbicara konsep “hulul” dalam terminologi tasawuf? Atau anda punya pengertian lain, monggo mas kita beragumentasi sesuai kaedah keilmuan.
Reinkarnasi, belum anda uraikan definisinya (krn anda yang bertanya), sebaiknya diskusi dilakukan secara urut dan tun’tas. Sebaiknya jangan ‘melompat2, melompat dan melompat, krn akan membiaskan pembahasan yang utama (‘pokok).
4. Atau anda punya pengalaman langsung dengan reinkarnasi? tentu akan sangat menggairahkan bagi kami di sini menyimak pengalaman anda itu.
Menurut anda bagaimana, apakah ‘pengetahuan’ misteri gong neraka…eh gong nekara itu, hendak anda lompati dan ajukan sebagai ‘reinkarnasi’?!
5. Atau saya salah memahami ungkapan2 puitis anda padahal anda sedang berbicara ‘subyek’ lain? tolong saya diluruskan.
Pengetahuan, sekali lagi pengetahuan. Allah memberi Pengetahuan yang sedikit itu kepada siapa Yang Dikehendaki-Nya. Insya Allah.
Saya maklumi atas rahsa ‘penasaran anda. Mudah2an diskusi ini makin meluruskan yang seharusnya berhak.
(point2 pendapat ini sengaja saya kasih penanda urutan angka agar anda menjawabnya juga secara urut). Sembah suwun.
Matur nuwun sanget, anda telah berkenan membuka ‘cakrawala lebih ‘luas lagi dengan ‘melompat dan menyebrang ke dunia lain.
Muhh Age
Januari 21st, 2012 pada 23:47
1. Tidak ada istilah/definisi/terminologi Reinkarnasi dalam islam. Jika kita telusuri sejarah dasar-dasar dogma dalam agama Islam tidak ada itu pengertian reinkarnasi.
2. Masalah saya dengan anda bukan pada definisi Reinkarnasi (umum) tapi pada “realitas” reinkarnasi yang anda yakini itu, padahal kalau saya tidak salah anda adalah seorang Muslim.
3. Atau anda sedang berbicara konsep “hulul” dalam terminologi tasawuf? Atau anda punya pengertian lain, monggo mas kita beragumentasi sesuai kaedah keilmuan.
4. Atau anda punya pengalaman langsung dengan reinkarnasi? tentu akan sangat menggairahkan bagi kami di sini menyimak pengalaman anda itu.
5. Atau saya salah memahami ungkapan2 puitis anda padahal anda sedang berbicara ‘subyek’ lain? tolong saya diluruskan.
(point2 pendapat ini sengaja saya kasih penanda urutan angka agar anda menjawabnya juga secara urut). Sembah suwun.
Orang biasa
Februari 8th, 2012 pada 20:29
Jangan banyak berdebat!…khusus yg Islam agamanya mohon dgn sungguh2 kpd Allah agar dipertemukan dgn Nabi SAW {hanya rupa Nabi SAW yg tdk bs ditiru}…tanyalah langsung kepada beliau ya?…saya sudah tahu jawabannya {berkat seorang anak Indigo yg diberi ilmu oleh Allah semata-mata karena kehendak-NYA} dan cukup mengagetkan tapi setelah ditilik-tilik kok nyambung ya? Maha Benar Allah yang telah mengutus banyak utusan-NYA dengan segala perkara plus hukum syariat ditiap-tiap masa, semata-mata untuk membimbing hamba-hamba-NYA agar menjadi makhluk yang paripurna…jangan kaget kalo setelah tahu banyak hal dari Nabi SAW, kelakuannya terhadap sesama {non muslim sekalipun} akan jauh berbeda, melihat dan bertindak bukan dgn kacamata taqlid buta tapi kacamata Tauhid dan Rahmatan lil Alamin, Insya Allah.
Orang biasa
Februari 8th, 2012 pada 21:20
Dizaman modern ini kita ummat sering kali lupa bahwa Allah memberikan pedoman dalam menjalankan hidup.
Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Hanya berbekal ijazah SD/SMP/SMA serta aneka titel sarjana, ilmu dan keyakinan yang kita miliki sudah dapat dijadikan hujah untuk menilai suatu kebenaran.
Shalat dan sabar, meskipun para sahabat senantiasa mendapatkan ilmu langsung dari Nabi, kedua pedoman tersebut tetaplah dilaksanakan.
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita ; ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan istikharah kepada kami dalam (segala) urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur’an. Beliau bersabda.
“Jika salah seorang di antara kalian berkeinginan keras untuk melakukan sesuatu, maka hendaklah dia mengerjakan shalat dua rakaat di luar shalat wajib, dan hendaklah dia mengucapkan : (‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon ketetapan dengan kekuasan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang sangat agung, karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak kuasa sama sekali, Engkau mengetahui sedang aku tidak, dan Engkau Mahamengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian menyebutkan langsung urusan yang dimaksud) lebih baik bagi diriku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku” –atau mengucapkan : “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka tetapkanlah ia bagiku dan mudahkanlah ia untukku. Kemudian berikan berkah kepadaku dalam menjalankannya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku” –atau mengucapkan: “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha dengan ketetapan tersebut), Beliau bersabda : “Hendaklah dia menyebutkan keperluannya” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [1].
Saran saya sebelumnya tentang mimpi boleh jadi akan menjadi bahan tertawaan manusia bertitel dizaman sekarang, namun ingatlah:
Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Mimpi seorang mukmin adalah termasuk satu dari empat puluh enam bagian kenabian. (Shahih Muslim No.4201)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku. (Shahih Muslim No.4206)
Hadis riwayat Abu Qatadah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar (hak). (Shahih Muslim No.4208)
Hadis riwayat Samurah bin Jundub ra., ia berkata:
Nabi saw. setiap kali selesai mengerjakan salat Subuh menghadapkan wajahnya kepada para sahabat dan bertanya: Apakah tadi malam ada salah seorang di antara kalian yang bermimpi. (Shahih Muslim No.4220)
Kaum yang anti Hadits pun akan tetap mentertawakan pedoman diatas, jika su’udzhon yang dijadikan landasan.
Hujatan Terhadap Hadist Abu Hurairah r.a.
Kenalilah apabila ada tulisan atau pembicaraan yang mendiskreditkan Abu Hurairah para muhaddis lainnya sebagai propaganda dari kalangan inkarus sunnah yang tujuannya menghancurkan Islam dengan memanfaatkan keawaman umat Islam.
Abu Hurairah adalah tokoh besar ilmu hadits yang menduduki urutan pertama yang paling berjasa. Kalau level Abu Hurairah bisa dilecehkan seperti itu, apatah lagi para shahabat lainnya lainnya.
Umumnya hujatan mereka berkisar pada banyaknya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, padahal masuk Islamnya termasuk belakangan. Seharusnya, menurut logika mereka, para shahabat yang lebih dahulu masuk Islam di Mekkah lebih banyak hadits riwayatnya.
Tapi mereka lupa satu hal, yaitu bila kita perhatikan isi hadits Abu Hurairah, kebanyakan merupakan merupakan rekaman hal-hal yang sangat teknis dan kecil-kecil dari sosok Rasulullah SAW. Abu Hurairah memang tidak pernah lepas dari sisi Rasulullah SAW sejak masuk Islamnya.
Berbeda dengan para shahabat lainya yang banyak diberi amanah oleh Rasulullah SAW untuk berdakwah kesana kemari, bahkan ada yang dijadikan pejabat dan tinggal di mancanegara. Abu Hurairah tidakpernah diberi amanat yang menuntutnya berjauhan jarak dari Rasulullah SAW, karena itu dengan leluasa beliau bisa `merekam’ semua gerak gerik Rasulullah SAW 24 sehari. Apalagi beliau tinggal di masjid Nabawi yang letaknya menempel dengan rumah Rasulullah SAW. Karena itu wajarlah bila hadits riwayat beliau lebih banyak dan lebih menyangkut hal-hal yang kecil tentang perbuatan, perkataan dan taqrir Rasulullah SAW.
Selain Abu Hurairah juga ada Az-Zuhri yang sering pula dilecehkan oleh kaki tangan ingkarus sunnah. Sebagaimana Abu Hurairah, Az-Zuhri pun merupakan tokoh kunci dalam ilmu hadits. Kalau selevel Az-Zuhri sampai dilecehkan, apatah lagi yang lainnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Imam Al-Bukhori yang sering dilecehkan oleh para mungkirus sunnah. Intinya, tebanglah pohon dari pangkalnya, bukan ranting atau cabangnya. Bila kampanye dan penghujatan kepada tiga tokoh ini berhasil, maka semua tokoh hadits yang pernah ada di muka bumi ini menjadi tidak ada lagi artinya.
Karena tiga tokoh itu merupakan inti dan pondasi ilmu hadits yang disepakati oleh jumhur ulama dan umat Islam sepanjang masa. Tidak ada yang menhujat dan melecehkan mereka kecuali tokoh zindiq. Dan melecehkan dan menghujat mereka tidak lain adalah penghujatan kepada Islam itu sendiri. Karena hampir semua isi agama dan syariat Islam yang kita kenal ini, sebagian besar sumber pengambilan dalilnya dari hadits-hadits yang mereka riwayatkan. Kalau sampai mereka dihujat dan dikatakan pembohong, artinya semua isi syariat Islam ini bohong semua dan Islam pasti hilang dari muka bumi.
Balik ke cerita reinkarnasi…baiklah tak beberin intinya saja dari penjelasan Nabi SAW, bahwa:
1.Qur’an itu syariat untuk orang hidup itu sebabnya reinkarnasi tidak dijelaskan {kurang berfaedah untuk kondisi ummat} sedang reinkarnasi itu perkara nanti
2.Bahwa ada 5 tingkat di alam barzah, alam ke 1 siksa yg keras, alam ke 2 siksa yg lebih ringan {meski tetap menyeramkan}, alam ke 3 biasa saja, alam ke 4 alam ruh para wali tidak dikenal, alam ke 5 alam ruh para wali yg terkenal {banyak jasa dan amal kepada sesama}
3.Bahwa Tawasul dari keluarga itu sangat bermanfaat bagi ruh sedangkan Tawasul dari tetangga {bukan muhrim} ibarat mempercepat jalur sampainya Tawasul tersebut {bersifat suportif}
4.Bahwa ada dua jenis reinkarnasi/menitis, reinkarnasi itu hanya powernya {bakat/ilmunya} yang turun, namun menitis itu sekalian jasadnya.
5.Bahwa tidak semua manusia reinkarnasi/menitis, dan tidak pula mudah prosesnya, bisa memakan ratusan tahun setelah kematian awal, karena untuk reinkarnasi/menitis butuh idzin dari Allah, dimana ada perjanjian baru bahwa sipemohon {dialam barzah} berjanji kelak akan lebih baik lagi amalnya didunia.
6.Bahwa semakin sedikit ruh manusia yang mau reinkarnasi/menitis karena takut kelak semakin berbuat dosa didunia.
7.Bahwa Syeikh Abdul Qadir Jailani Qs pun meski telah melihat proses ini namun beliau sendiri belum pernah reinkarnasi/menitis.
8.Bahwa ada banyak alasan mereka reinkarnasi/menitis, karena ingin memperbaiki kesalahan {ini kasus orang biasa} dan karena ingin beramal kepada sesama lagi {ini kasus orang sholeh}
9.Bahwa soal kiamat itu murni rahasia Allah…kaget saya, karena taunya hidup-meninggal-barzah-kiamat…ternyata penantian sangat panjang bo! kiamat pasti ada cuma lama banget, boleh jadi kita sudah berulang-ulang minta kesempatan reinkarnasi/menitis…eits! jangan sampe kefikiran Allah bingung menilai seluruh amal kehidupan kita lho? gak bakal alpa…Allah Maha Pandai lagi Maha Bijaksana.
0.Bahwa yang dimaknai Jihad itu adalah segala perbuatan yang bermanfaat bagi si pelaku dan bagi seluruh makhluk {gak pilih kasih}, bukan bombardir orang ok? makanya para teroris yang kemarin2 koit eh adanya di alam ke 2…disiksa bo! disini kita seolah diingatkan beliau bahwa ajaran Islam yang sesungguhnya Rahmatan Lil Alamin…inget Rasul SAW itu baru perang ketika diusir serta diperangi dan mau dibunuh kaum kafir Qurays dan kelompok Yahudi yang makar terhadap beliau, bukannya bunuh non muslim yang gak ngapa2in seperti di Bali itu okeh?…so basically perang itu bersifat defensif bukan sebaliknya…berbagi ilmu bermanfaat & menolong sesama itulah makna Jihad yang sebenarnya….ah jadi inget ayat ini…
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”
{Terjemahan Al Qur’an Surat Al Maaidah [5]:32}
1) surat Al An’aam ayat 151
“… dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan ALLOH (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar…”
{Terjemahan Al Qur’an Surat Al An’aam [6]:151}
Ayat diatas memang ada kata-kata Bani Israil, tapi itu keadaan namun ajarannya tetaplah universal…disinilah indahnya ajaran Allah Yang Maha Adil lagi menyukai keadilan.
Masih banyak lagi tapi segitu dululah…gak percaya? silahkan, toh sahabat Nabi saja sudah bilang…
Dari Abu Hurairah r.a. katanya,
“Saya hafal dua karung hadits dari Rasulullah. Yang satu karung telah saya sampaikan, yang satu karung lagi kalau saya siarkan niscaya dipotong orang leherku.” (Bukhari)
Bratayuda
Februari 12th, 2012 pada 16:46
Mengenai Reinkarnasi mungkin beberapa penjelasan di bawah ini dapat di jadikan referensi untuk pembahasan lebih detail :
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan
(manusia) dari permulaannya kemudian mengulanginya kembali. Sesungguhnya
yang demikian adalah mudah bagi Allah. (Q.S Al Ankabuut (29) : 19)
Katakanlah, “Berjalanlah di muka bumi, perhatikanlah bagaimana Allah
menciptakan manusia pada mulanya, kemudian Allah menciptakannya pada kali
kali. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menciptakan segala sesuatu
(Q.S Al Ankabuut (29) : -20)
Kami telah menentukan kematian diantara kamu dan sekali-kali tidak dapat
dikalahkan. Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang seperti kamu dan
menciptakan kamu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
(Q.S Al Waaqi’ah (56) : 60-61)
Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya , niscaya kami kembalikan
dia pada kejadiannya (khalq/penciptaan awal). Apakah mereka tidak memikirkan?
(Q.S Yaasin (36) : 68)
Demi Tuhan yang jiwaku dalam genggaman-Nya, seandainya seseorang gugur di
jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi lalu gugur lagi, kemudian dihidupkan lagi
lalu gugur lagi, niscaya ia tidak dapat masuk surga sebelum melunasi hutangnya.
(H.R. Nasai)
Insya-Allah kita sama-sama detailkan
salam baik,…………
Wongsorejo
Februari 13th, 2012 pada 02:29
tidak semua ilmu diberitahukan kepada muhammad, contohnya ruh: apabila ditanyakan kepadamu tentang ruh, katakan he muhammad kamu tidak diberitahu apa-apa “tentang ruh” itu, ruh adalah (ilmu yang di) rahasia (kan oleh) allahmu, padahal reikarnasi kan sangat erat berhubungan “tentang ruh”, sampai kapan pun orang islam tidak akan tahu apakah reinkarnasi itu, karena dirahasiakan oleh allahnya, ternyata tidak semua ilmu orang islam boleh tahu…. hanya yang tertulis saja, kalau mau tahu ya harus baca kitab lain, atau membuka diri ………….. itulah bukti bahwa kitabnya tidak lengkap
ceritanya ada seorang yahudi nge test dan tanya: apakah ruh itu wahai muhammad? ya besok saya jawab ! sambil berlalu, sampai seminggu muhammad menunggu wahyu jawabannya nya nggak turun2, sampai muhammad selalu sembunyi kalau ketemu pada yahudi itu, malu ceritanya, baru setelah seminggu wahyu jawaban seperti di atas turun, usut punya usut kenapa jawabannya begitu lama , ternyata jibril ngambek karena muhammad lupa bilang insya allah….. ada2 saja…..
L
Februari 15th, 2012 pada 14:05
dunia ini terlalu luas dan penuh dengan misteri ,janganlah mengngkapkan suatu yang luas dan misteri hanya dengan keegoisan diri dan nafsu,,,,,
musuh utama manusia adalah ada pada manusia itu sendiri bukan lainnya yaitu nafsu,,apabila nafsu terkendali maka kesadaran pun akan ada ,bisa menerima sesuatu walau itu bertentangan dengan pendapat kita karena sesuatu yang kita anggab benar belum tentu itu benar oleh tuhan…,tuhan itu satu(esa) dan memiliki arti yang sangat luas dan orang suci menyebutnya dengan banyak nama ,,brahman,allah,alllah bapa,yahweh dan sebagainya,,ketahuilah fakta yang sebenarnya yang banyak bukan tuhan tapi namanya ,,,,.itu konsep dasar ketuhanan.
ajaran ajaran yang diberikan pun sama yang berbeda hanya bahasa dan pengaruh dari daerah asal sehingga cara memuja pun berbeda,ketahuilah tuhan itu adil dan memberikan semua ajarannya kepada semua mahluk ciptaannya,,,entah bagaimana pun cara seseorang dalam memuja beliau(tuhan) asalkan itu tertuju kepadaNya beliau terima,,karena tuhan tahu segalanya,,,,,,
baik sedikit membahas reinkarnasi
reinkarnasi adalah proses untuk mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan yang maha kuasa,,ketahuilah kenapa seseorang tidak bisa mengingat kehidupan masa lalunya ,,berpikirlah sejenak jangankan kehidupan masa lalu saat kita masih SD hari ini tanggal in jam ini apakah kita masih bisa mengingat secara detail peristiwa itu terlebih proses kehidupan kita bukan hanya 2kali atau 3 kali tapi beribu ribu kali sampai kita bisa memutuskan rantai reinkarnasi itu,dan hanya orang yang tertentu yang bisa melihat masa lalunya,,kini tehnologi dan kemampuan seseorang maju kita bisa melihat masa lalu kita dengan masuk keruang bawah sadar kita,,,reinkarnasi sudah diberikan oleh tuhan yang maha pemurah kepada semua mahluk hidup dari yang modern sampai yang tinggal dipemukiman dengan bahasa yang berbeda dan pemahaman yang sama,,,tujuan semua umat adalah lepas dari rantai penderitaan reinkarnasi ketempat alam yang penuh dengan kebahagiaan…..,
ONO
Februari 18th, 2012 pada 04:04
TU – HAN = HAN – TU
TU => TUNGGAL => ESA => 1
HAN => HAWA NING => HAWA BENING => SUCI => 0
>>> sifat TU – HAN = ESA & SUCI
________________________________________________________________________
TUHAN tidak bisa di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak,,, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!
>>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan MANUSIA.
________________________________________________________________________
1 => ISI => materi & cahaya => ENERGI
0 => KOSONG => ruang & waktu => HUKUM UNIVERSAL
1-0 => ENERGI – HUKUM UNIVERSAL dadi JAGAD RAYA – SAISINE
ENERGI – tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan – HUKUM UNIVERSAL
1 ————————————————————————– 0
MAN ————————————————————————- USIA
>>>>>>>>>>>>>>> to be continued >>>>>>>>>>>
nufika
Februari 24th, 2012 pada 23:27
askum….
setahu sy orang yg sdah meninggal kebanyakan tiada yg ingat kalo dia dulu pernah hidup didunia ini om… apalagi dia ingat dulu melakukan dosa dan skarang menerima hukumanya, kalo benar begitu di dunia ini pasti tdk ada kejahatan…
kenapa kita harus berkorban (penyembelihan hewan) apa kita tidak menyakiti hewan itu….?? padahal bacaan basmallah itu kan artinya DGN MENYEBUT NAMA ALLAH MAHA KASIH DAN MAHA PENYAYANG jelas2 itu kasih dan penyayang, kenapa dibuat untuk membunuh??
tentang reinkarnasi saya pribadi percaya… alasannya saya melihat kehidupan didunia ini berbeda2 ada yg miskin, kaya, cacat seperti buta atau tdk mempunyai kaki, tangan dsb… dan ada juga yg tubuhnya sempurna dan kaya..
kalau kita hidupnya 1x dan kita dilahirkan langsung cacat berarti tuhan tdk adil… padahal tuhan itu maha adil ya kan om…
rere
Februari 25th, 2012 pada 03:15
iya yah…………
apa memang setiap perbuatan manusia itu pembunuhan semua ya….he…he
dari mulai sapi, ayam, domba, semuanya dibunuh lalu di masak dan makan
terus tanaman padi, sayuran, buah-buahan, semuanya di bunuh utk di makan
belum lagi tikus, nyamuk, kecoa, virus bakteri, semuanya di musnahkan
apa memang manusia itu tak punya kasih sayang,……….?
coba biarkan semua itu tumbuh dan hidup, jangan di apa-apakan saa sekali.
manusia gak usah makan, kalau sakit ya biar saja penyakit itu tumbuh di dalam tubuh karena kasih sayang,………..
hmmm,
SABDå
Februari 25th, 2012 pada 11:26
Rere yang budiman
Kita perlu memahami hukum keselarasan dan keseimbangan alam secara lebih mendalam. Apakah harimau membunuh dan menyantap babi hutan merupakan tindak kejahatan? Tentu saja tidak. Jika manusia banyak2 membunuh rusa, membakar ladang savana, banyak2 membunuh harimau, hal itu merupakan perbuatan melawan kodrat atau hukum keseimbangan dan keselarasan jagad raya. Dalam falsafah jawa ada kalimat : ngono yo ngono ning aja ngono.
Salam karaharjan
rere
Februari 25th, 2012 pada 20:37
Trimakasih Mas Sabda ,….detail penjelasa nya,
memang hukum alam ternyata berlaku spt itu..
Saya cuma geli saja he…he
bahwa ritual qurban disebut menyakiti hewan dan membuhuh,
lalu semua itu dihubungkan degan Maha kasih dan Maha penyayang nya Tuhan…?,
smoga umat yang menjalankan ritus kurban, niyat nya memang ibadah sesuai keyakinann nya, dan bukan nya membunuh,….he…he.
rere
Februari 25th, 2012 pada 03:24
tuhan maha adil……..?
apa sih adil itu……..?,…………….sama rata….?
bukankah adil itu menempatkan sesuatu sesuai porsi nya…?(proporsional)
kalau anak cacat, emang nya tiak adil……..?,………akh masak sih…?
ber arti anak yang otak dan akal nya lemah karena tuhan tak adil juga,…?
trus orang miskin juga karea tuhan tak adil….?
lalu adil dalam versi manusia itu gimana ya…?
dan adil dalam versi tuhan bagai mana juga…?
akh bingung juga aye.. he he he
apakah yang bingung juga akibat ketidak adilan….?
Novie
Maret 10th, 2012 pada 08:51
Subbanallah…
Harus brsyukur mas sabdalangit diberi anugerah terindah ini.
Sayapun masih sekucil debu. Hatiku msh blm bisa membuka
SBY
Maret 19th, 2012 pada 07:19
Bila dangkal keimanan kita, namun merasa diri telah dalam mengkaji agama, maka manusia akan sombong dan merasa sok paham pada fenomena tuhan, padahal orang-orang beginilah yang mudah sesat dan disesatkan.
Sejak awal pola pikir dan pemahaman anda dan istri sudah sesat, pikiran anda sudah terbentuk bahwa kambing kurban (Idul Adha) yg akan anda beli itu adalah untuk menyempurnakan hidup sang kambing …. Semoga Alloh mengampuni anda.
Kejadian demikian. berkomuniikasi dengan hal-hal goib yang mengaku dari para moyang bukan hal baru yang dilkakukan jin dan setan.
Tapi hal demikian tidaklah mempan bagi orang-orang yang berilmu dan beriman.
Bila haluan pikir sudah sesat makan akan lebih mudah bagi setan untuk menjadikan anda sesat dan celakanya anda kira itu petunjuk Alloh.
Lalu anda menulisnya dengan gegap gempita menyempurnakan kesesatan anda.
Perlu anda kaji lagi, bahwa Islam tidak mengenal Reinkarnasi.
Dewi
Maret 19th, 2012 pada 14:02
@ SBY,
Surat terbuka untuk pak SBY… maaf kalo saya mengkritik kebijakan kabinet bersatu anda, terutama soal BBM…
Indonesia adalah negri terkaya dalam hal persediaan sumber hayati di dunia, mengapa rakyatnya masih banyak yang hidup di bawah standar?… masak kalah sama negara kecil Norwegia tapi ia bisa di bilang negara terkaya, termakmur dan paling sejahterah di dunia, mereka sangat mandiri dan tidak ikut dalam kancah ekonomi ‘euro’, karena mereka lebih bangga memiliki mata uang sendiri yaitu ‘krunu’, karena negaranya sudah sangat kuat perekonomiannya. Negaranya hanya memiliki sumber daya alam berupa cadangan minyak bumi, mineral, makanan laut, air segar , yang sangat kecil jika di bandingkan dengan kekayaan nusantara, tetapi ia bisa menghasilkan minyak dan gas alam per kapita terbesar di eropa atau di luar timur tengah. Kalau negara itu tidak di dukung oleh orang2 pemerintahan yang kompeten dan profesionalisme serta berdedikasi tinggi, mereka tak akan bisa sebesar dan sekuat ini.
Lalu Bagaimana anda bisa membahas masalah ‘reinkarnasi’ dengan bijak, kalau masalah keduniawian seperti bbm saja, anda tidak bisa mengentaskan permasalahannya?… atau mungkin kebijakan bbm ini sekali lagi hanya menguntungkan para wakil rakyat yang menyambi menjadi antek tengkulak minyak arab, bangsanya di bikin selalu tergantung dengan hal2 berbau arab tak terkecuali masalah reinkarnasi yang di tolak mentah2 dan di anggap sesat hanya karena di kitab mereka tak ada yang menyatakan kebenaran reinkarnasi.
Maaf, saya tidak puas dengan kinerja anda, seperti halnya seorang white moore yang mengkritisi kebijakan presidennya goerge bush yang menyerang iraq dengan sebutan ‘stupid white man’, maka saya bisa menyatakan hal yang sama, bahwa anda adalah ‘stupid java man’… bahkan manusia jawa purba lebih cangggih dalam hal ber-evolusi dari pada cara berdiplomasi anda.
Salam protes,
Dewi
Dewi
Maret 19th, 2012 pada 20:45
@ All,
Untuk yang ke sekian kalinya, dan Berita hari ini : 5 orang yang ‘di duga’ teroris tewas dalam penggrebekan densus anty teror… (??????????)…
Sudah terlalu banyak kejadian serupa, mereka orang yang di duga teroris selalu ‘tewas’ sebelum sampai ke tempat persidangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, atau mungkin tidak ada yang harus di pertanggung jawabkan karena mereka yang di duga teroris ternyata bukan teroris yang hanya di curigai sebagai teroris saja?… jika selalu ada rakyat yang di korbankan di setiap triwulan sekali, maka wacana undang2 anty teroris itu perlu di pertanyakan keabsahannya, sejauh mana ia sangat bermanfaat bagi warga sipilnya…
Bahwa memang secara nasional harus ada Undang-Undang yang mengatur soal Terorisme, tapi dengan definisi yang jelas, tidak boleh justru melawan Hak Asasi Manusia. Melawan Terorisme harus ditujukan bagi perlindungan Hak Asasi Manusia, bukan sebaliknya membatasi dan melawan Hak Asasi Manusia. Dan yang penting juga bagaimana ia tidak memberi ruang bagi legitimasi penyalahgunaan kekuasaan…
@ SBY,
Anda mengetahui ada banyak pelanggaran HAM di bumi peritiwi ini dan anda mendiamkan saja selama ini?????…. kesalahan fatal yang di lakukan anak buah anda kali ini, mereka melakukan ‘pembunuhan’ itu di pulau dewata, dan itu sama saja menodai kesuciannya. apakah anda pura2 tidak mengetahui, bahwa pulau ini masih wingit, bahwa pulau yang terkenal hura2 surganya dunia ini ternyata masih memegang teguh hukum karmanya : siapa yang berbuat ia yang akan menuai…
Sebelum terlambat, Segeralah intropeksi diri, betapa nestapanya bumi pertiwi yang sudah sangat anyir oleh pertumpahan darah anak bangsanya, hentikan kekerasan di nusantara ini… HENTIKAN!!!…
Salam prihatin,
Dewi
Bratayuda
Maret 20th, 2012 pada 01:31
dangkal keimanan….???
kenyataan terjadinya reinkarnasi demikan banyak dimuka bumi….
lalu keimanan mana yang dangkal…?
dan terjadinya reinkarnasi itu memang kehendak saiapa…?
islam tak kenal reinkarnasi…..?, atau umat nya tak kenal ..?
kehidupan demikian luas dan universal, tak bisa hanya di batasi oleh alasan klasik mengkambing hitamkan “Jin dan Setan”.
Pada kenyataan nya bisa juga terbalik “manusia dan Setan”, atau “manusia setan” itu sendiri yang menolak bukti kebenaran, untuk mendukung argumentasi logika yang tak mampu membuktikan kebenaran reinkarnasi, yang tidak dibatasi oleh dogma-2 agama dalam pembenaran individu. Bukankah justru pola fikir seperti ini yang disebut dangkal keimanan….?. Karena luasnya fenomena dimensi kehidupan alam semesta jagat raya, ter-korup oleh dangkalnya pemikiran, sempitnya hati, dan miskin nya pengethuan, juga melaratnya pengalaman spiritual. Sehingga sifat Tuhan yang dalam indera manusia ,( ja’alalakum musam’a wal abshoro wal af idah) lumpuh dan tak mampu meneteksi pengalaman seseorang, dan alam kehidupan.
semoga jiwa yang terpenjara oleh dogma penyesatan logika pembenaran bisa segera terbebaskan, dari pada sekedar mengharap ampunan Tuhan yang tak pernah di fahami…..
Mengaji lagi lebih utama dari pada sekedar membaca.
Dewi
Maret 20th, 2012 pada 09:13
@ Sederek Sedoyo,
Mohon maaf, ngapunten kritikan saya di atas seharusnya tertuju pada ‘Presiden SBY’ bukan ‘Mas SBY’…
@ SBY,
Monggo di teruskan diskusinya mas, semoga betah ngangsu kaweruh di blog kahyangan ini…
Salam karaharjan,
Dewi
defita
Maret 28th, 2012 pada 00:02
tolong saya siapa saja,,tolong jelaskan siapa diriku,knpa ak merasa tidak sendiri dlm raga ini…
gagah suasawan
April 15th, 2012 pada 11:30
rahayu…ngaturaken pamuji dumateng Gusti kang akarya jagad..,panjenengan saged kepanggih kang para kadhang padosi kasunyatanipun.pramila sedaya punika perkawis kang sinengker kang sampun mataun2 kados kasilep bawana. matur suwun sanget seratan panjenengan saged tinarbuka kagem kula saha para kadhang….,nuwun..nuwun..nuwun…
skyzofrenic
April 22nd, 2012 pada 22:01
Simak dan renungkan ayat berikut :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan)…” (Q.S Al Hujaraat (49) : 11)
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mau mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan bangkai daging saudaranya sendiri ?” (Q.S Al Hujaraat (49) : 12)
“Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dengan terkunci mati pendengaran dan hatinya dan tertutup atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?” (Q.S Al Jaatsyiah (45) : 23)
Oke, sekarang ke topik reinkarnasi. Dalil dalil yang akan dijelaskan dibawah ini termasuk ayat mutasyabihat, yakni ayat yang memerlukan penelitian atau pengkajian lebih mendalam oleh karena maknanya tersembunyi. Dalam suatu Hadist, Nabi mengatakan : Al Quran disampaikan dalam tujuh dialek, dan dalam setiap dialek ada makna luar dan ada makna dalamnya.
Nah, makna dalam (yang tersembunyi) inilah yang sesungguhnya harus diteliti oleh manusia. Bagi kebanyakan umat Islam, ayat mutasyabihat dilewatkan begitu saja padahal Al Quran menganjurkan manusia untuk menggunakan akalnya dalam memahami ayat yang maknanya tersembunyi agar bisa ditemukan maksud yang sebenarnya.
Perhatikan ayat berikut ini :
“Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal”.(Q.S Ali Imran (3) : 7)
“Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahaminya”. (Q.S Ar-Ruum (30) : 58-59)
Dibawah ini ada tiga ayat Al Quran yang berbicara tentang reinkarnasi, mari kita simak ayatnya ! :
1. “Dan Allah telah menciptakan kamu semua, kemudian Dia mewafatkan kamu semua. Dan diantaramu ada yang dikembalikan pada umur yang paling lemah sehingga tidak mengetahui sesuatu apapun apa-apa yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa”. (Q.S An Nahl (16) : 70)
2. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dan keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Kemudian, Allah menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”. (Q.S An Nahl (16) : 78)
3. “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya kami kembalikan dia pada kejadiannya (penciptaan awal). Apakah mereka tidak memikirkan ?” (Q.S Yaasin (36) : 68)
Pada ayat pertama Allah menjelaskan bahwa manusia sesungguhnya diciptakan oleh Allah kemudian yang mematikan juga Allah. Dan diantara manusia itu ada yang “dikembalikan kepada umur yang paling lemah”. Kalimat ini seringkali diartikan oleh para penafsir Al Quran sebagai orang yang tua renta. Sedangkan kata “sehingga tidak mengetahui sesuatu apapun apa-apa yang pernah diketahuinya” ditafsirkan sebagai pikun.
Tafsiran tersebut sesungguhnya tidak tepat !. Dan sepertinya si penerjemah tidak belajar ilmu biologi tentang proses pertumbuhan manusia. Kelirunya dimana ? Coba kita pikir bagaimana mungkin dikembalikan kepada umur yang lemah adalah menjadi tua renta ? memangnya orang tua renta itu sudah pasti lemah fisik dan ingatan ? Kata-kata “dikembalikan” pada ayat diatas sudah tentu maknanya kembali ke waktu sebelumnya yaitu awal penciptaan fisik manusia alias bayi berumur 0 tahun ! inilah umur yang paling lemah !
Loh jangan-jangan bayi yang dimaksud adalah sifatnya yang seperti bayi ? Ya jelas bukan ! Tidak ada orang tua renta berkelakuan seperti bayi. Banyak diantara mereka meski sudah tua renta masih aktif diberbagai kegiatan politik, ekonomi, bisnis dan lain sebagainya. Dan yang pikun pun belum tentu orang tua renta. Orang yang masih berusia muda pun banyak yang sudah pikun dan lemah fisiknya.
Kalau umur yang paling lemah itu sudah pasti orang tua renta, lah kuatan mana orang tua renta atau bayi ? Ya tentu saja orang tua renta lebih kuat !. Bayi sudah pasti tidak bisa menggendong orang tua renta tapi orang tua renta masih bisa menggendong bayi. Lagipula orang tua renta belum tentu lemah secara fisik. Banyak kejadian orang tua renta yang masih kuat menikah dan punya anak meski umurnya hampir 100 tahun ! Jadi jelas bahwa makna “umur yang paling lemah” adalah umur 0 tahun (bayi) dan bukan orang tua renta.
Kemudian kata-kata “tidak mengetahui sesuatu apapun apa-apa yang pernah diketahuinya” juga sering diartikan pikun. Padahal, bahasa Arabnya pikun adalah kharif jadi jelas tidak cocok dengan terjemahan ayat tersebut. Untuk menafsirkan kata “tidak mengetahui sesuatu apapun”, kita harus mencari ke ayat Quran yang lain. Inilah cara menafsirkan yang terbaik, yakni menafsirkan ayat Al Quran dengan ayat Al Quran yang lain.
Kita melompat tujuh ayat berikutnya yaitu di Q.S An Nahl (16) : 78 : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun”. Nah kini jelaslah sudah bahwa “tidak mengetahui suatu apapun” adalah bayi !. Kalau makna “tidak mengetahui sesuatu pun” diartikan pikun, lah mosok bayi dilahirkan dalam keadaan pikun? Pikun adalah sering lupa dan bukan tidak mengetahui sesuatu apapun sama sekali. Justru yang tidak mengetahui suatu apapun adalah bayi !. Apa yang pernah dialami bayi itu pada kehidupan sebelumnya akan terlupakan. Ingatan tersebut tersimpan di alam bawah sadarnya. Di ayat ketiga, (Q.S Yaasin (36) : 68) disebutkan : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya kami kembalikan dia pada kejadiannya (khalq)”.
Apakah mereka tidak memikirkan?
Ayat ketiga ini juga sering ditafsirkan : manusia yang dipanjangkan umurnya akan menjadi lemah dan kurang akal (menjadi tua renta dan pikun). Tafsir ini biasanya terdapat pada catatan kaki kitab suci Al Quran. Tapi lagi-lagi ayat ini ditafsirkan secara keliru mungkin karena minimnya wawasan. Pada ayat tersebut ada kata dalam bahasa Arab yakni “khalq” yang artinya penciptaan. Dengan demikian, dikembalikan kepada kejadiannya adalah dikembalikan pada penciptaan fisik awal yaitu bayi ! Jadi maksud dipanjangkan umurnya adalah ia hidup atau terlahir kembali menjadi bayi. Umur ruhaninya diperpanjang melalui jasad atau fisik yang baru.
Ayat ini pun ditutup dengan kalimat “Apakah mereka tidak memikirkannya?”. Nah, apanya yang perlu dipikirkan jika makna dipanjangkan umurnya sudah pasti pikun dan tua renta? Sesuatu yang sudah jelas tentu tidak perlu dipikirkan lagi. Ini jelas menantang manusia untuk memikirkan makna sesungguhnya yang tersembunyi. Nah kalau ada orang yang meninggal dan beberapa waktu kemudian lahir kembali menjadi bayi maka tentu ini memerlukan pemikiran ! perlu adanya penyelidikan ! Sebenarnya, jika kita ingin mencari ayat yang menceritakan proses pertumbuhan fisik manusia dari bayi sampai dengan tua, maka kita tidak perlu melakukan tafsir yang terkesan “dipaksakan” seperti yang dilakukan para penerjemah pada ayat-ayat diatas.
Ternyata, ada ayat Al Quran yang telah sangat jelas menceritakan pertumbuhan fisik mulai dari bayi, dewasa hingga tua. Mari simak ayat dibawah ini :
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah (bayi, pen), kemudian Dia menjadikan sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat (dewasa, pen) kemudian Dia menjadikan sesudah kuat itu lemah dan beruban (tua, pen). Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”.
(Q.S Ar Ruum (30 : 54)
Perhatikan surah Ar Ruum : 54 tersebut !, pada kata “khalq” bermakna “menciptakan” fisik manusia, yakni bayi. Kemudian dari bayi, Allah “menjadikan” manusia hingga dewasa dan setelah itu “menjadi” tua. Pada ayat ini, ada dua kata yakni “menciptakan” dan “menjadikan”. ”Menciptakan” adalah awal dari sebuah kehidupan fisik manusia yakni bayi sedangkan “menjadikan” merupakan proses lanjutan fisik manusia. Jadi ayat diatas memberikan gambaran secara berkelanjutan mengenai proses pertumbuhan fisik manusia mulai dari bayi, dewasa sampai tua. Dan makna tua tersebut menjadi sangat jelas karena ditambahkan kata “beruban”.
Nah, karena ayat ini sudah sangat jelas, maka surah Ar Ruum ini tidak ditutup dengan kata-kata “Apakah mereka tidak memikirkannya?” sebagaimana surah Yaasin (36) : 68.
Tiga dalil pertama yang telah disebut diatas sebenarnya sudah cukup untuk membuka wawasan kita tentang kebenaran reinkarnasi sebagai keniscayaan. Namun agar wawasan kita bertambah, mari kita lanjutkan dengan dalil yang lain :
Kami telah menentukan kematian diantara kamu dan sekali-kali tidak dapat dikalahkan. Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang seperti kamu dan menciptakan kamu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. (Q.S Al Waaqi’ah (56) : 60-61)
Pada ayat diatas dijelaskan bahwa kematian yang terjadi pada diri kita itu adalah untuk menggantikan orang-orang yang seperti kita dalam keadaan yang tidak kita ketahui. Kata “menciptakan kamu kelak” juga sering ditafsirkan bahwa Allah membangkitkan/menciptakan manusia lagi kelak setelah kiamat.
Tafsiran tersebut terlalu dangkal, sebab kata lanjutannya adalah “dalam keadaan yang tidak kamu ketahui”. Logikanya adalah apa pedulinya manusia terhadap keadaan fisik mereka sendiri setelah dibangkitkan pada hari kiamat ? Tidak mungkin mereka peduli lagi dengan wujud/fisik mereka oleh karena mereka pasti grogi, panik menghadapi hisab. Tapi mengapa ada penambahan kata-kata “dalam keadaan yang tidak kamu ketahui” ? Apa pentingnya penambahan kata tersebut ? Nah ternyata maksud kata-kata tersebut adalah, diri kita yang telah mati akan terlahir kembali dalam bentuk fisik lain atau rupa yang kita tidak ketahui. Ini artinya kita bisa dilahirkan kembali ke bumi dengan wajah rupawan ataupun buruk rupa. Bisa sehat, bisa juga cacat. Bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan dst. Jadi sebenarnya Tuhan itu adil. Kita pernah terlahir menjadi laki-laki dan pernah pula terlahir menjadi perempuan. Oleh karena itu, sebenarnya kita tidak perlu ribut-ribut masalah kesetaraan gender ! karena semua manusia, laki atau perempuan, sama dihadapan Allah. Yang membedakan adalah ketakwaannya
(Q.S 49:13)
Loh bukankah di Al Quran (An Nisaa (4) : 34) disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin wanita ? Nah, ayat ini hendaknya jangan diartikan harfiah saja sebab ayat diatas turun karena “berkompromi” dengan budaya Arab pra Islam dimana pada masa itu kaum pria memang mendominasi kaum wanita. Ayat diatas harus ditafsirkan ulang dengan penafsiran yang lebih dalam dan cocok dengan peradaban manusia sekarang.
Makna yang sesungguhnya dari kata “laki-laki memimpin wanita” adalah ruh manusia (laki-laki) hendaknya memimpin jasad (wanita). Ruh disimbolkan oleh laki-laki. Jasad disimbolkan oleh wanita. Orang yang memimpin dengan jasad berarti ia memimpin dengan menggunakan hawa nafsunya sehingga segala keputusan yang diambil hanya menguntungkan diri sendiri atau kepentingan dunia saja (sesaat). Lain halnya jika seseorang mampu memimpin dengan ruhnya. Ia akan selalu mengambil keputusan dengan melihat dimensi akherat. Salah satu makna kata “akherat” adalah “kehidupan yang akan datang”. Jadi seseorang yang memimpin dengan ruh akan senantiasa memiliki visi ke depan. Ia tidak mengambil keputusan yang hanya menguntungkan dirinya saja (vested interest) atau untuk kepentingan sesaat. Jika menebang pohon maka ia juga akan menanam pohon baru (reboisasi). Pemimpin seperti ini senantiasa menjauhi kemungkaran : tidak pernah korupsi, kolusi, nepotisme dan hidupnya pun selalu di isi dengan kebajikan. Menebar salam. Menegakkan perdamaian. Jadi siapapun yang memimpin suatu organisasi atau negara -laki-laki atau perempuan- janganlah dipermasalahkan apalagi sampai perang dalil. Kita hendaknya memilih pemimpin yang mampu memberdayakan ruhnya yakni pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual !
Kembali ke topik reinkarnasi, kali ini kita lanjutkan dengan dalil reinkarnasi pada surah Al Ankabuut :
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya kemudian mengulanginya kembali. Sesungguhnya yang demikian adalah mudah bagi Allah”.
(Q.S Al Ankabuut (29) : 19)
Katakanlah, Berjalanlah di muka bumi, perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia pada mulanya, kemudian Allah menciptakannya pada kali lain. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menciptakan segala sesuatu (Q.S Al Ankabuut (29) : 20)
Pada ayat 19 dan 20 diatas kita disuruh memperhatikan penciptaan manusia yang diciptakan pada awalnya dan kemudian Allah menciptakannya lagi pada waktu yang lain. Tafsiran banyak ulama mengenai “penciptaan ulang” atau “penciptaan pada kali lain” adalah manusia dibangkitkan lagi oleh Allah setelah kiamat terjadi.
Loh..loh bagaimana ini ? kalau disuruh memikirkan penciptaan awal manusia sih mudah yaitu bertemunya sperma dan sel telur yang kemudian berproses menjadi bayi, tapi kalau disuruh memperhatikan penciptaan manusia setelah kiamat, lantas bagaimana caranya? Lah.. kalau begitu apa ya mungkin Tuhan salah perintah ?
Tuhan tentu saja tidak mungkin salah perintah ! Tapi manusialah yang salah menafsirkan. Mungkin karena terburu-buru, kurang wawasan atau pusing tujuh keliling jika harus menafsirkan Al Quran yang maknanya tersembunyi. Ingat ! Al Quran itu adalah petunjuk untuk orang yang masih hidup. Lah kalau orang yang masih hidup disuruh memperhatikan penciptaan manusia setelah kiamat atau hancur leburnya alam semesta, caranya bagaimana ? jelas tidak mungkin. Mustahal bin mustahil.
Untuk memahami ayat 19 ini, coba baca ayat lanjutannya yaitu ayat 20. Nah ternyata pada ayat 20 tersebut, Allah menyuruh kita berjalan di muka bumi ? Loh apa nggak pegel ? bukan gitu maksudnya kita harus menjelajahi bumi, mempelajari pengetahuan dari belahan bumi yang lain. Nabi SAW sendiri pernah bersabda “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Kalau nuntut ilmu di Arab terus bagaimana mau berkembang pengetahuan manusia? Memangnya Allah cuma menurunkan ilmu- Nya di negeri Arab? Nah, ternyata di dunia timur ada pengetahuan reinkarnasi yang tidak diajarkan secara terang-terangan di Arab.
Kalau sudah demikian, berarti kita bisa lebih memahami dengan seksama ayat diatas. Ternyata kata “penciptaan kali lain” atau “penciptaan ulang” manusia pada ayat tersebut bermakna penciptaan (kelahiran) kembali manusia yang terjadi di tempat lain.
Misal, pada penciptaan awal kita lahir di Indonesia maka pada penciptaan kali lainnya kita bisa terlahir di negara Cina, Belanda, Nigeria dan lain sebagainya. Itulah sebabnya kita disuruh menjelajah bumi untuk memperhatikan penciptaan manusia yang berulang dari satu tempat ke tempat yang lain. Subhanallah ! sungguh ayat yang luar biasa !!
Mudah-mudahan penjelasan ayat diatas bisa lebih membukakan hati dan pikiran kita memahami reinkarnasi. Awalnya memang agak sulit hati dan pikiran kita menerima teori ini. Apalagi sebagian ulama ada yang berpendapat reinkarnasi adalah teori yang sesat karena tidak diajarkan oleh Nabi SAW. Nah, ulama yang seperti inilah yang membuat kebekuan berpikir dan kemunduran bagi umat Islam.
Loh apakah salah jika mengikuti pendapat ulama ? Bukankah ulama itu ahli waris nabi yang harus ditaati ? Sabar.. sabar.. jangan emosi dulu. Pendapat ulama tentu perlu untuk dipelajari, agar bisa dijadikan referensi untuk mendekati kebenaran. Tapi cukup mendekati saja, sebab hakekat kebenaran hanya pada Tuhan semata dan kita sendirilah yang harus menemukan kebenaran itu dengan petunjuk dari-Nya. Justru kalau ada ayat yang aneh harus dikejar agar tahu makna rahasia yang terkandung didalamnya. Kalau hanya menggantungkan pendapat ulama apalagi ulama yang cuma bisanya meributkan fiqih maka kita justru akan menjadi umat yang semakin tertinggal.
Masih mau lanjut ? baiklah sekarang kita akan membahas dalil berikutnya yang berasal dari Hadist Nabi SAW :
“Demi Tuhan yang jiwaku dalam genggaman-Nya, seandainya seseorang gugur di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi lalu gugur lagi, kemudian dihidupkan lagi lalu gugur lagi, niscaya ia tidak dapat masuk surga sebelum melunasi hutangnya”. (H.R. Nasai)
“Orang yang berhutang itu dibelenggu dalam kuburnya, tiada yang dapat melepaskannya selain ia membayar hutangnya”. (H.R. Dailami)
“Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak dapat ditutupi oleh sholat, puasa, haji dan umrah. Yang dapat menutupinya hanyalah duka-cita (kesulitan) dalam hidup mencari rezeki”. (H.R. Ibnu Asakir)
Dua Hadist awal menyebutkan bawah manusia masih akan terbelenggu untuk masuk surga sebelum hutangnya lunas. Apa yang dimaksud dengan “hutang” diatas ? hutang harta bendakah ? Hadist ini sama sekali tidak menyebut hutang harta benda. Dan kalaupun benar hutang harta benda maka tidak ada penjelasan di Hadist tersebut bahwa yang harus melunasi hutangnya adalah keluarganya (ahli warisnya).
Jika yang melunasi hutang harus keluarganya lalu bagaimana dengan mereka yang tidak punya keluarga (ahli waris) alias hidup sebatang kara ? bagaimana cara melunasi hutangnya ? Disinilah kita harus memahami bahwa hutang yang dimaksud adalah hutang perbuatan sedangkan hutang harta benda sudah menjadi bagian dari hutang perbuatan.
ANTI KAFIR
Januari 21st, 2012 pada 22:07
Sebelum saya tanggapi pendapat anda,
Silahkan anda jabarkan definisi dari ‘reinkarnasi’ tersebut terlebih dahulu.
Tentu untuk membahas suatu ‘istilah’ dalam keyakinan, harus dikemukakan dan diketahui terlebih dahulu, hal yang mendasar (definisi) dari reinkarnasi itu sendiri.
Bagaimana Sdr. Muhh Age? Apakah anda setuju?!
Silahkan anda copas atau uraikan menurut yang anda ketahui!
note:
Apakah reinkarnasi (menurut keyakinan anda) itu berhubungan atau ada kaitannya dengan ruh?
Bambang Sidharta
Februari 13th, 2012 pada 01:30
dalam Islam, tidak begitu dijelaskan perbedaan jiwa dan ruh..tapi kata2 ini selalu ada tersendiri, dalam artian jiwa sebenarnya berbeda dengan ruh..Yg berinkarnasi ini sebenarnya dalah jiwa..karena ruh akan kembali ke Sisi TuhanNya (alam ruh)..sedang jiwa bisa saja terhambat perjalanannya, ada yg masih ‘terikat’ di bumi dan tempat2 tertentu bahkan di alam2 ghaib, misal yg pesugihan)..maka banyak cerita akan munculnya jiwa2 penasaran di lokasi kematian tragis seseorang..itu adalah jiwa2 mereka yg belum menemukan ‘jalan pulang’..bukan jin seperti yg sering dilontarkan kaum agama yg sok tahu..mengenai beda jiwa dan ruh akan tahu jika sudah mengalaminya..sama2 wujud ghaib diri kita sendiri yg kadang menyerupai diri kita sendiri..secara sains, sifat2 kita diturunkan melalui gen/DNA, disini kadang2 sifat2 dan keahlian leluhur kita diturunkan kembali..yg nenek moyang kita di masa lalu bisa jadi malah diri kita sendiri..ada ayat di S.Yasin juga perihal inkarnasi ini, lupa ayat berapa..”Dan kamu pada awalnya mati, lalu kami hidupkan kembali, lalu kami matikan kembali dan kami hidupkan kembali..maka kenapa kamu tidak beriman?..disebut awalnya kita mati (bukan tidak ada), sebelum mati tentu kita pernah hidup dulu..proses hidup-mati ini berulang2 kali..bukan hidup di alam akhirat atau di hari kiamat..di versi Sufi, hal2 sperti ini disamarkan, karena takut dicap sesat itu saja..baha’i dicap sesat gara2 mengakui inkarnasi..
nufika
Februari 25th, 2012 pada 00:09
setahu sy ada kaitanya…
roh suci/jiwa murni kita dibungkus oleh 3 pembungkus yaitu kausal, astral, dan tubuh ini/raga kita ini…
selama kita belum bisa melepaskan ketiga pembungkus tadi dan kita masih terikat kpada dunia ini kita tdk bisa kembali ke kehadirat tuhan dan hanya manusialah yg beruntung punya kesempatan untuk kembali ke kehadirat tuhan, karna hanya ditubuh manusia yg ada pintu menuju kekerajaan allah dgn bantuan guru yg sempurna dan masih hidup…
Bratayuda
Februari 13th, 2012 pada 05:16
Tepat nya memang kalau bisa mengalami sendiri, sehingga kesadaran kita mampu menilai dan menggambarkan reinkarnasi tsb.
kalau hanya dibahas mungkin kita mencari pendekatan kebenaran melalui dogma-dogma kayakinan. Selebih nya yang menolak adanya reinkarnasi, merupakan perbedaan pendapat dalam menyikapi bukti-bukti reinkarnasi, dan dogma-dogma atas keyakinan tsb.
@ Mas Bambang
Qur’an pun lebih banyak menjelaskan tentang jiwa (nafs), dari pada ruh yang menjadi urusan Tuhan, dan manusia tidak diberi pengtahuan tentang ruh kecuali sedikit. Sedikit yang dijelaskan qur’an mungkin sudah cukup untuk memahami nya, selebih nya yang menjadi urusan manusia adalah tanggung jawab terhadap jiwa, atas akal nya. Jiwa merupakan jauhar yang berdiri sendiri, sangat berbeda dengan jasad yang hidup karena adanya ruh jasmani (nyawa).
Sehingga ketika ruh jasmani lepas dari jasad, maka jiwa(jauhar akhir) yang berdiri sendiri melakukan perjalanan nya untuk kembali. Qur’an menjelaskan bahwa ketika jiwa diambil dari tulang sulbi keturunan adam(sperma), diambil persaksian nya kepada Tuhan nya (alastu birobbikum/ apakah Aku Tuhanmu..?), maka jiwa bersaksi pada Tuhan nya, selanjutnya bersatu dengan Ovum(indung telur) menjadi nutfah alam rahim yang kemudian menjadi segumpal darah( alaq ), pada usia kandungan 40 hari s/d 100 hari.
Selanjutnya jiwa(kauhar akhir) melakukan perjalanan untuk kembali ke kondisi semula(jauhar awal). Perjalanan tsb memakan waktu selama 7 generasi hingga mencapai insaan kamil, melalui reinkarnasi nya. Bila telah melewati 7 generasi jiwa itu belum mencapai sempurna(kamilah), bagai mana nasib jiwa tsb karena tak mampu kembali pada wal nya, apakah turun lagi pada genarasi tahap 7 berikutnya menjadi generasi tahap satu s/d tujuh…?.
Adakah Mas Bambang bisa berbagi.., atau punya sedikit penjelasan..?,
atau cerita pengalaman lain yang berhubungan ttg hal tsb …..?.
mungkin bisa menjadi perbandingan, dengan pengalaman teman saya yang mengalami hal tsb, ia bisa menyadari keadaan nya pada dua tahap generasi sebelum nya. Dan ia mengatakan, bahwa saat ini ia berada pada tahap akhir( ke-7). Bila ia tak dapat menyelesaikan pada tahap nafs kamilah, maka ia menjelaskan bahwa akan mengalami kembali pada 7 tahap berikut nya yang di mulai lagi dari 1-7 generasi .
Dia dapat jelas mengetahui hal tsb pada diri nya, setelah melalui proses spiritual pemurnian diri kultivasi ruhani( level avatar). Dimana level tingkatan ruh ini sebagaimana dalam islam yang di bahas oleh teory Gazali.
sekian dulu,…. maaf kalau ada salah kata….
salam baik……
O'on
Februari 13th, 2012 pada 09:25
..banyak cerita akan munculnya jiwa2 penasaran di lokasi kematian tragis seseorang..itu adalah jiwa2 mereka yg belum menemukan ‘jalan pulang’..
————————————————-
si sy kirain memang cuma cerita doank Om,
namun fyi si sy sering juga liat dan denger begituan langsung/live di TKP..(bukan cerita dr orang lain)
tapi yah cuma skdr kayak nongton doank (non interaktif)..oleh kerana hanya skali saja livenya yg begituan..di lain waktu jadi kagak bisa si sy tongton lagi tayangan yg persis sama dgn sebelumnya
..bukan jin seperti yg sering dilontarkan kaum agama yg sok tahu..
———————
kaum agama mungkin saja tahunya scr istilah jin…
kalo si sy tahunya bahwa penampakan gituan kayak jejak historis atau konten via signal radio/EM yg masih bisa tertangkap indera dan diolah ‘otak udang’ si sy
dan sebagaian orang yg mo meninggal (walopun scr ndak tragis) biasanya tubuhnya spt mem-boost signal/auranya utk terakhir kalinya.
eniwey toh prinsip reflektor pd antena parabola setara sebagai ‘booster’ agar signal radio/EM dapat lebih mudah ditangkap indera/feeder/horn antenanya
jiwa2 penasaran
—————-
jadi pelajaran apa yg bisa sy peroleh: kalo mo mampus jangan penasaran/binun/Harap2 Cemas takut masuk neraka atau pengen banget masuk surga di alam setelah kematian…krn jika demikian (H2C) sama aja kayak bikin dulu reflektor utk upstream..kan malu dong ach..kalo ada tukang intif (downstreamer) kayak si sy. ^_^
siapakah balon H2C itu…setahu si sy sih yg (maaf) kagak bisa dan ndak mau bersyukur selama hidupnya (ya termasuk si sy ini).
tembayat
Februari 13th, 2012 pada 13:37
ada juga yg mengatakan ruh itu masuk ke dalam jiwa,jadi jiwa itu tubuh ruh atau pakaian/baju,kalau namanya baju bisa gonta ganti mau dicuci dulu atau diloundry dulu lalu pakai baju yg lain,kata rumput yg bergoyang karma/dosa melekat pada tubuh jiwa,sedang ruh tetap murni.Jadi saat ruh berganti wadah jiwa dilokasi/temapt dan waktu berbeda itulah disebut lahir kembali inkarnasi hanya tugas dan perannya berbeda.Ketika Ruh kembali ke asal dan harus mengambil wadah baru sebenarnya sdh dikasih tugas dari sananya…namun dalam perjalanannya kemauan jiwa lebih kuat apalagi diperparah ditambah kemauan raga badaniah maka tak pelah ruh terpksa ngikut dan tak bisa berbuat apa2 alias kecemplung dalam lumpur karma/dosa.Walau demikian yg mempertangungjawabkan adalah tubuh jiwanya,ruh tetpa murni karena Ruh berasal dari percikan Maha CahayaNya.
gagah suasawan
April 15th, 2012 pada 11:41
benar tidak salah..
3 Trackbacks / Pingbacks
REINKARNASI MENURUT ISLAM « Membongkar Hakikat Tenaga Dalam, Ilmu Metafisika dan Ilmu Hikmah Februari 5th, 2010 pada 15:15
[...] http://sabdalangit.wordpress.com/pengalaman-gaib/reinkarnasi-atau-hukuman-tuhan/comment-page-2/#comm… [...]
Mengenal Konsep Reinkarnasi | Dongeng Budaya Oktober 7th, 2011 pada 12:48
[...] Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Kosmologi_Hindu http://sabdalangit.wordpress.com/pengalaman-gaib/reinkarnasi-atau-hukuman-tuhan/ [...]
Memahami Kepercayaan Reinkarnasi | Dongeng Budaya Oktober 18th, 2011 pada 13:50
[...] Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Kosmologi_Hindu http://sabdalangit.wordpress.com/pengalaman-gaib/reinkarnasi-atau-hukuman-tuhan/ [...]