Reinkarnasi Atau Hukuman Tuhan ?
Peristiwa ini kami alami pada bulan Februari tahun 2006 menjelang perayaan hari raya Iedul Adha. Kami pulang kampung untuk menyembelih hewan korban. Kami putuskan membeli wedhus sebagai hewan kurban. Dua hari menjelang hari raya aku berkeliling bersama istri mencari wedhus, pikir ku dapat wedhus yg gedhe dgn duit pas-pasan. Aku berhenti di “toko swalayan” khusus menjajakan wedhus di pinggir jalan. Ku tawar seekor kambing merk benggala warna putih yang amat besar. Tawar menawar berlangsung alot akhirnya tidak putus karena waktu itu budgetku pas-pasan. Sewaktu aku pamit undur dan meminta maaf karena tidak jadi beli. Aku putuskan cari kambing di tempat lain saja; tiba-tiba nggak ada sebab apa-apa si kambing yang tadi ku tawar ngamuk. Nyeruduk sana sini ditundukkan oleh yang jaga malah semakin ngamuk. Hingga akhirnya talinya putus. Kambingnya lari mengejarku, yg sedang menghidupkan mobil pik up bosok kesayangan. Sampai dekat pintu mobil, kambing tiba-tiba berhenti, lalu diam dan tenang. Kambing mengembik lirih, tapi kulihat matanya berkaca-kaca mengeluarkan air, saat itu istriku berkata lirih;
“maaf ya dhus…duitku nggak cukup buat membelimu, mudah-mudahan kamu dibeli orang lain dan hidupmu bermanfaat untuk manusia. Dengan cara itu, mudah-mudahan kamu dapat pengampunan hukuman dari Tuhan. Dagingmu akan bermanfaat buat makan orang-orang yang hidupnya kekurangan. Jangan ngamuk ya, pasti ada orang lain yang akan menyempurnakan hidupmu”.
Aneh, kambing itu diam dan sepertinya memperhatikan ucapan istriku. Aku berfikir, mata kambing itu sepertinya bukan mata binatang, tapi memancarkan aura mata manusia. Tanpa ditarik lagi oleh yang punya kambing itu berbalik arah menuju kandang penampungan di tepi jalan.
Aku dan istri melanjutkan keliling, menuju ke desa-desa, ketemu seorang penggembala yang memiliki banyak domba. Ku pilih salah satu yang paling besar, gemuk dan memenuhi syarat. Sesampai di rumah desa, domba kuberi makan dedaunan, rumput dan kusediakan air mentah untuk minum. Sehari berlalu, hingga tengah malam si domba kok tidak mau makan rumput, maupun dedaunan dan tidak mau minum juga. Perutnya tampak sampai lengket. Aku khawatir kalau-kalau domba itu sakit. Padahal besok paginya akan disembelih. Malam kian larut, waktu itu aku ketiduran sekitar jam 24.00. Kira-kira jam 02.00 aku terbangun oleh suara sayup-sayup tangisan seseorang. Arahnya dari tempat domba yang kutaruh di samping rumah. Istriku bilang coba cermati, sesungguhnya itu suara domba kita. Aku keluar rumah, lalu duduk di teras sambil mengamati si domba. Domba itu menatapku tajam, diam. Karena sejak kemarin domba itu tidak aku ikat dan kubiarkan saja bebas berkeliaran, lalu si domba melangkah menghampiriku yang duduk mengamatinya di teras depan rumah. Si domba berhenti melangkah namun matanya menatap mataku, penuh iba, lagi-lagi tampak keluar air mata hingga meleleh air mata si domba. Wah..benar-benar menangis domba ini. Tapi apa maksudnya, aku coba mencerna. Aku cermati rumput, dedaunan, air semuanya utuh tak ada yang berkurang. Berarti domba ini bener-bener mogok makan, pikirku. Aku meninggalkan domba itu lalu kembali masuk ke rumah lalu tidur lagi. Jam 04.30 aku terbangun, lagi-lagi mendengar suara tangisan yang asalnya mengarah pada domba di samping rumah. Istriku menyuruh keponakan untuk memberi makan kambing dengan nasi putih. Kebetulan di rumah ada sisa martabak, digunakan sebagai lauknya. Nasi dengan lauknya martabak menjadi secobek besar penuh. Di tambah satu panci rantang teh hangat manis. Semua menu makanan diberikan ke si domba. Ponakanku kaget, “loh..ternyata si domba doyan makan nasi dengan lauk dua potong martabak. Nasi segitu banyaknya dilalap sebentar langsung habis tak bersisa. Berikut teh manis serantang juga langsung disruput sampai habis. Aku suruh ponakan membuatkan kopi pake panci rantang pula. Lalu diberikan lagi ke si domba. Benar saja kopi manis itu diminum juga hingga tinggal sisa kurang dari 1/4 rantang. Paginya setelah shalat ied, tukang jagal datang ke rumah untuk memotong hewan korban. Tepat jam 09.00 si domba sudah dipotong lalu daging dibagi-bagi ke tetangga kiri-kanan. Selesai.
SOSOK MISTERIUS
Malam harinya, ketika itu kami ada di kamar bersama istri sedang bersantai sambil nonton tv, kira-kira jam 18.30 wib. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu jendela kamar. Tok..tok..tok..! Siapa ya ? Hening…nggak ada jawaban. Istriku minta supaya jendelanya dibuka saja, karena ada seseorang yang datang. Aku langsung buka jendela kamar..kaget sekali ! Aku lihat sosok laki-laki misterius. Suasana agak remang, dalam penglihatanku hanya wujud bayangan tubuh seorang lelaki seperti siluet. Kira-kira tingginya 155 cm badannya agak kurus, mengenakan pakaian zaman dahulu. Ia mengenakan ikat kepala warna hitam. “Kamu siapa, ada apa datang kemari ?” tanyaku kepada sosok misterius itu. Lho..ternyata ia bisa menjawab dalam bahasa Jawa yang biasa digunakan kira-kira dua abad yang lalu,”..saya terimakasih sekali, akhirnya mendapat pengurangan siksa (Tuhan), saya mau melanjutkan “perjalanan”. Kamu siapa ? sosok misterius itu menjawab,”saya yang sudah disembelih tadi pagi, saya anaknya ….(sosok misterius itu menyebutkan nama laki-laki dan perempuan, mungkin orang tuanya). Aku agak kaget, ia menyebutkan nama orang tuanya dengan nama-nama yang sudah tidak lazim dipakai untuk orang zaman sekarang. Aku tanya sekali lagi,” rumahmu dulu di mana ?”, ia tak menjawab, hanya menggelengkan kepala. Sosok misterius itu lalu menundukkan badan sebagai bahasa isyarat untuk mohon pamit dan terimakasih. Plass…hilang ! Ya Tuhan, ampunilah dosanya. Lepaso parane jembaro kubure. Aja parang tumuleh terusna lampahmu !
REINKARNASI (Hukuman Tuhan) ?
Aku berfikir..apakah ini yang dinamakan reinkarnasi ? ataukah bukan termasuk reinkarnasi, melainkan bentuk siksaan Tuhan atas dosa dan kesalahannya sewaktu hidup di dunia dulu ? Ataukah reinkarnasi itu juga merupakan salah satu bentuk hukuman Tuhan ? Tapi ada satu hal yang saya ingat dengan apa yang dulu diceritakan eyang-eyang ku, bahwa orang yang mengalami reinkarnasi, yang diingat hanya siapa orang tuanya, dan apa saja dosa-dosanya dulu waktu masih hidup di dunia hingga sekarang mendapat hukuman seperti itu. Ataukah ini juga yang disebut siksa kubur, atau kah ini maksudnya bangkit dari kubur dengan rupa-rupa “wajah” atau wujud sesuai perbuatannya dulu.
Saya jadi teringat, tetangga saya 5 tahun yang lalu pernah memiliki seekor anjing yang tiap senin dan kamis berpuasa. Mungkinkah anjing itu berpuasa senin-kamis sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Tuhan ? Eyang saya dulu punya burung perkutut yang berpuasa setiap hari kamis kliwon dan sabtu pahing. Usia perkututnya sampai 60 tahun turun temurun 3 generasi. Waktu itu tahun 1992 eyang dari Solo maringke perkutut kepada kami. Kami heran, karena eyang bilang kalau burung perkutut itu tidak usah repot diambil ke Solo. Biar burungnya saja yang pergi sendiri ke Jogja. Aneh tenan…masak manuk iso mabur dewe teka omahku ? Saya tertawa terpingkal karena…eyang bilang besok hari Jumat Legi perkutut yang ku paringke kamu, mau berangkat ke Jogja sendiri. Kami hanya diminta menyiapkan sangkarnya saja, dan pintu sangkarnya agar dibuka. Eh..tau-tau Jumat Legi malam hari si perkutut itu sudah datang hinggap di ranting taman belakang rumah, lalu hinggap dan masuk sendiri ke dalam sangkar. Nyai..nyai Beja !
KU SAKSIKAN DENGAN MATA KEPALA SENDIRI,
KEBESARAN TUHAN BEGITU DEKAT DI DEPAN MATA
Dari kisah di atas, kami berfikir dan bisa merasakan langsung BETAPA rahasia ilmu Tuhan itu benar-benar Mahaluas. Kami mersa sebagai manusia amat kecil bak butiran debu yang tiada artinya. Jasad ku, kemampuanku, kebisaanku, pengetahuanku, sungguh kerdil, bak pungguk yang berjalan ngesot. Hanyalah amal kebaikan kita saja yang dapat memenuhi jagad bumi ini. Itupun masih belum ada setets air laut dibanding Ilmu Tuhan Mahabesar ! Duh Gusti…ampunilah hamba Mu ini. Tiada kata-kata yang pantas terucap, kecuali ucapan rasa syukur atas segala anugrah dan rahmatMu ya Tuhan. Tiada perbuatan yang layak kulakukan lagi, kecuali harus beramal kebaikan pada sesama sebagai wujud syukur ku yang paling nyata kepadaMu, Gusti Ingkang Akarya Jagad. Semakin ku kagumi Engkau, semakin merasa kecil dan bodoh aku, lalu semakin kutakuti pula Engkau.















Ngabehi said,
December 17, 2008 at 10:19 am
Nuwun sewu mas Sabda ingkang waskitha, masalah tumimbal lahir, menitis, reinkarnasi, saya juga percaya ada. Tapi menurut saya kok sangat rumit banget, bisa cuma batin yang masih tertinggal(penasaran), kesifatan (Gen yang bersifat biologis ataupun yang berdimensi kehalusan) atau roh itu sendiri, sungguh sangat rumit sekali untuk diurai.Mungkin hanya orang2 yang telah terbuka mata ruhaninya yang bisa melihat secara gamblang, maaf kalu dalam tasawuf mungkin dengan memperdayakan salah satu sifat 20 itu kali.Kalu saya sendiri kadang ngelihat orang dari jarak 100 m aja suka samar2 apalagi mau menyaksikan hal beginian, wah masih jauh banget. Mangga dilanjut….
Oiya saya ada sedikit cerita, saya mempunyai seorang sahabat sekaligus tak anggap juga sebagai guru. Beliau ini bisa bercakap2 dengan binatang, bahkan saya pernah menyaksikan sendiri beliau menasehati seekor anjing besar yang suka keluyuran dan kadang suka mengganggu.Pas dinasehati anjing itu diam saja dan ketika disuruh pergi dia juga ngeloyor pergi seperti layaknya manusia.
Nah …suatu hari beliau ini kedatangan anjing yang badannya kurus kering, anjing ini dari pagi duduk didepan rumah beliau.Setelah dikasih makan anjing ini bilang bahwa dia lagi puasa, dan nanti sore akan balik lagi untuk berbuka puasa. Ternyata benar sore itu sang anjing kembali kerumah sahabat saya ini dan setelah diberi makan ternyata dia menyantap makanan tersebut dengan lahap.Setelah kenyang sianjing ini bercerita bahwa diberpuasa untuk tujuan mencari kesaktian karena sebentar lagi dia akan bertarung dengan anjing yang lain demi untuk memperebutkan kekasih hatinya.Benar saja beberapa minggu kemudian. sianjing kurus itu kedapatan sedang bertarung melawan anjing yang badannya dua kali lebih besar ketimbang tubuhnya, dan anehnya sang anjing kurus kering ini keluar sebagai pemenang tanpa sedikitpun luka ditubuhnya. Wah ternyata dunia ini memang penuh misteri.
Rahayu
Wassalam
departa said,
December 26, 2008 at 9:22 am
Saya yakin reinkarnasi itu ada, berhubungan erat denga karma kita.
limanaji said,
January 9, 2009 at 10:33 pm
Den Sabdolangit nuwun sewu, reinkarnasi saya percaya ada.
Malah kira kira taun 2005 saya punya pengalaman pribadi di jogja . suatu ketika sy lagi jagongan sama temen di lante atas rumah teman yang terbuka tiba tiba ada yang rawuh , singkat kata ikut di temanku hingga beberapa hari . teman sy merasa berat ternyata yang rawuh itu ingin manunggal dengan sy . sampai ketika sy ketemu teman sy di rumahnya sempat sy tanyakan namanya , jawabnya sasmitaning urip. sy diajak salaman terus berucap gandheng nyawa .
dari pengalaman itu lebih menebalkan kepercayaan sy kalau reinkarnasi itu memang benar. belum lagi pengalaman pribadi yang terjadi sebelumnya.
maaf bagi pengalaman sj semoga bermanfaat nggih den.
pekik said,
January 11, 2009 at 8:25 am
reinkarnasi, misterius banget ya……….
ManusiaBodoh said,
January 29, 2009 at 10:08 pm
AllahuAllam bi washab
Achmad said,
February 17, 2009 at 10:32 pm
assalamu’alaiku.wr.wb!!! Saudaraku yang seiman! saya adalah salah satu murid tarekat syattariyah, saya memang mendapatkan materi tentang reinkarnasi, dilihat dari kenyataan(hakekat) memang begitu adanya. tapi, dilihat secara syariat, kenapa kelihatan sangat kontradiksi? terus, bagaimana dengan hari kiamat yang digambarkan dalam hadist Rasululloh SAW? tentang kedatangan imam mahdi, dajjal, surga, neraka, bidadari? apakah semua itu adalah kebohongan belaka? atau ada makna yang tersimpan didalam sabda Rasul SAW?atau hanya menakut-nakuti belaka? tolong mas sabdalangit, buat saya menjadi yakin, dan supaya tak tergoyahkan. tolong kirimkan jawaban panjenengan di email saya di handono1986@gmail.com atau di achmad_pazta@yahoo.com. matur nuwun.
igung said,
March 5, 2009 at 3:49 pm
Dari segi keyakinan Hindu saya coba jelaskan begini :
Reinkarnasi adalah rahasia Tuhan, hanya bathin2 yg bersih bisa memahaminya. Paling mudah adalah dengan melihatnya tidak sepotong2, karena reinkarnasi ada dalam 1 paket dalam konsep Panca Sradha (Tuhan – Roh/Atman – Karmapala – Reinkarnasi – Moksah).
Dalam konsep ini :
- Tuhan/Brahman adalah sumber dari segalanya.
- Roh / atman bersifat kekal, dia lah Sang Diri sejati, adalah percikan dari Tuhan, adalah dzat Tuhan itu sendiri.
- Karmapala berupa hukum sebab akibat.
- Reinkarnasi adalah pengembaraan suci Sang Roh.
- Moksah, bersatunya Atman dengan Brahman/Tuhan.
Atman bersumber dari Brahman/Tuhan, dalam pengembaraannya akan terikat hukum karmapala sehingga perlu kelahiran berulang untuk mencapai kesuciannya kembali. Moksah akan tercapai ketika sang Atman lepas dari keterikatan duniawi, bersatu kembali dengan Brahman.
Moksah adalah tujuan akhir umat Hindu, bukan surga neraka yang tidak kekal itu. Demikian, semoga semua makhluk berbahagia.
m4stono said,
May 26, 2009 at 10:11 pm
wah saya buka2 blog kangmas jadi pingin nimbrung nih
mungkin hanya sebatas khayalan atau memang benar2 pengalaman masa lampau, saya merasa pernah hidup di india, juga di amerika latin tapi itu samar2 bgt. sampai sekarang pun reinkarnasi itu masih tanda tanya ada atau tidak… memang secara terang2an agama samawi keknya tidak mengenal reinkarnasi, tapi dari jalur india/tiongkok jelas reinkarnasi itu ada. tapi menurut kangmas sendiri itu ada atau tidak?
wasalam
hmt said,
June 2, 2009 at 2:03 pm
sejatose panjenengan kaliyan garwa niku sinten, menawai mboten ndadosaken manah sageda kulo diparingi pirsa, maturnuwun.
sabdalangit said,
June 2, 2009 at 2:18 pm
@hmt Yth
Kula kalian simah, namung sakdermi nglampahi dados tiyang alit, tiyang biasa ingkang rumaos nampi kagebjan lan kemirahan ageng saking Gusti Ingkang Mahawisesa, sebab pikantuk mangertosi kahanan ing ngalam kajaten namung mboten kedah lampus rumiyin.
salam asah asih asuh
Putut Gunung Bunder said,
June 3, 2009 at 4:03 pm
Reinkarnasi hanyalah ajang pembelajaran jiwa,yang udah lulus ya moksa balik ke Allah,yang belum lulus ya reinkarnasi lagi,belajar lagi.
Hehehe asal..jangan jd bolot terus…masak sih kita mau nitis terus….kan cape hehehe
Salam
PGB
Yudhistira Ardy Pratama Putra said,
June 4, 2009 at 7:58 am
REINKARNASI & AKHIRAT (mana yang sesuai dengan Al-Baqoroh:28)
“Mengapa kamu kafir kpd Allah? Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan & dihidupkanNya kembali, kmudian kpdaNyalah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al Baqarah:28)
Beberapa abad yang lalu bangsa China mempopulerkan prinsip Reinkarnasi, dan sekitar 6 abad yang lalu pula Surat Al-Baqoroh:28 ini turun.
Entah darimana datangnya, tiba-tiba sebuah jawaban terlintas begitu saja dalam kepalaku, dalam kepala seorang Yudhistira. Yang semoga saja atas ijin Allah jawaban itu berasal dariNya, dan bukan dari syetan yang terkutuk. Amin.
A. Sesuai yang dijelaskan selintas dalam kepalaku…makna dari surat Al-Baqoroh:28 tersebut adalah seperti ini:
“Mengapa kamu kafir kpd Allah?” = >Allah bertanya kepada manusia mengapa mereka ingkar dan mengingkari Allah, padahal mereka tahu dan yakin bahwa mereka itu tidak akan pernah ada dengan sendirinya, dalam kata lain ada yang Menciptakan,bahkan ilmu-ilmu kontemporer sekarang pun mengakui bahwa Penciptaan itu benar adanya dan selalu berlangsung sampai sekarang.
“Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu” => Allah menerangkan untuk menjelaskan kepada mereka bahwa sebenarnya mereka itu berasal dari ketiadaan, bukan “apa-apa”, yang tidak memiliki rasa dan daya, kemudian Allah menciptakan mereka dengan Kun Fayakun Nya. Hingga akhirnya mereka dapat hidup dan memiliki rasa. Bahkan Allah membubuhkan “tanda tangan”Nya dalam diri makhluk-makhlukNya agar mereka selalu ingat kepadaNya (seperti seorang pelukis yang membubuhkan tanda tangannya di lukisannya) (silahkan baca tulisan saya di http://www.ankuperduk.co.cc/TKAVAB.htm )
“kemudian kamu dimatikan & dihidupkanNya kembal” => Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Allah sendiri, semua yang hidup pasti akan mati suatu saat nanti. & dihidupkanNya kembali berarti telah jelas disini bahwa akhirat itu nyata adanya sebagai tempat pembalasan atas semua amal perbuatan kita.
B. Reinkarnasi
Jawaban tentang hal ini pun datangnya tepat bersamaan dengan jawaban yang di atas.
Reinkarnasi menurut agama yang meyakininya adalah kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu.
tapi menurut jawaban yang datang kepadaku adalah sepert ini:
“Sesuai dengan ilmu fisika modern, bahwa sebenarnya seluruh yang ada dalam jagad raya ini memiliki bentuk fisik yang terdiri dari kumpulan atom, dan atom itu sendiri pun masih memiliki bagian terkecil lagi yang disebut quark, dan apa bagian terkecil dari quark, yaitu energi. Sesuai dengan Hukum Kekekalan Energi maka energi itu tidak hilang, tapi berubah sesuai perpindahannya. Contohnya, saat sebuah bola sedang diam, maka yang bekerja adalah energi potensial, dan saat bola ditendang maka yang bekerja adalah energi kinetik dan gravitasi.
Sama halnya dalam Biologi, darimana manusia mendapatkan energi, dari makanan yang dia makan, baik dari hewan atau tumbuhan, dimana tumbuhan juga mendapat energinya dari menyerap sari-sari makanan yangterdapat dalam tanah, baik berupa bangkai-bangkai hewan yang membusuk atau dari tanaman lainnya yang membusuk.
Dan satu lagi, bahwa karena kita hanyalah kumpulan energi, jadi apa yang kita lihat, rasakan, dengar, dengan panca indera kita sebenarnya hanyalah suatu gelombang energi yang diterjemahkan oleh otak kita sebagai apa yang kita lihat dan rasakan dan dengar. dan setiap energi menyimpan pesan di dalamnya, semua hal yang dilewati oleh energi itu akan tersimpan rapi dalam energi tersebut yang akan diteruskan ke energi lain saat energi tersebut berubah bentuk.(Harun Yahya)
Sebuah pertanyaan retoris, apakah api itu memang panas?
Berkaitan dengan reinkarnasi, menurut hemat saya, (ini dia jawabannya) Seluruh makhluk baik yang hidup ataupun yang mati semua saling berhubungan karena semua makhluk pada dasarnya adalah sebuah kumpulan energi yangterus berkesinambungan dan saling mempengaruhi satu sama lain, jadi satu gerakan akan mempengaruhi yang lain.
Reinkarnasi atau kelahiran kembali sebenarnya adalah suatu efek dari energi di masa lampau yang mempengaruhi energi di masa sekarang.
Misal di masa lalu si A pernah hidup, semua informasi tentang hidupnya tersimpan rapi dalam bagian terkecil tubuhnya itu yaitu energi, dan saat ia mati, tubuhnya akan hancur, membusuk, setiap sel di tubuhnya pun akan hancur hingga menyisakan energinya saja yang akan berpindah tempat, sebagian akan terserap oleh tanaman dan sebagian akan tersebar di udara. Kemudian bertahun-tahun atau berabad kemudian si B hidup, ia makan, dan minum, ia mendapat energi juga, secara tidak langsung ia akan memiliki informasi atau pesan dari energi yang dia dapatkan. Dan secara tidak langsung semua makhluk di dunia ini sebenarnya selalu berhubungan dan saling berhubungan.
Jadi jika seseorang mengatakan bahwa ia adalah reinkarnasi dari seseorang di masa lampau, sebenarnya yang terjadi adalah ia hanya “mewarisi” informasi kehidupan orang yang di masa lalu tersebut, bukan berarti dia lahir kembali.
Dan kebanyakan, yang mampu merasakan hal tersebut adalah orang-orang yang memiliki “perasaan” dan tingkat “spritiualitas” yang tinggi, Indigo & Crystal Indigo. Hanya saja “beberapa” dari mereka tersesat dalam pemikiran mereka sehingga menyangka hal tersebut adalah reinkarnasi.
Wallahu ‘alam
(YAPP 85’)
ratanakumaro said,
June 4, 2009 at 1:44 pm
@ Yudhistira Ardy Pratama Putra ;
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mas, saya ajukan koreksi ya
Reinkarnasi, diperkenalkan oleh kaum Brahmana sejak ribuan tahun sebelum Masehi.
Kemudian, kurang lebih 600 tahunan Sebelum Masehi / Before Christ, pemahaman reinkarnasi ditembus oleh Sang Buddha, dan dirombak oleh Beliau. Jika tadinya dinyatakan ada ROH KEKAL yang MENITIS, terlahir berkali-kali dengan tubuh yang berbeda-beda, oleh Sang Buddha dinyatakan, BUKAN ROH KEKAL, tetapi hanya sebuah FLUKS BATIN yang bersifat CONTINUUM DYNAMIC (berkesinambungan, berubah-ubah, tidak-kekal). Oleh Sang Buddha ini disebut PUNNABHAVA ( PUNARBHAWA ), atau bahasa Indonesianya berarti : TUMIMBAL-LAHIR. Dan ini berbeda pengertian dengan REINKARNASI.
Nah, ajaran Sang Buddha kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, masuk ke Mesir, masuk ke Jalur Sutra, Afghanistan, hingga ke Asia, ke Cina, dan ke tanah Jawa ( untuk hal ini bisa anda cari sendiri informasinya mengenai peninggalan-peninggalan situs2 Buddha, vihara2 di berbagai daerah tersebut ).
Itulah sebabnya, mengapa, termasuk bangsa China, kemudian juga mempunyai pengetahuan mengenai TUMIMBAL-LAHIR tersebut. Sebagaimana kita ketahui, dahulu kala mayoritas bangsa China menganut ajaran Buddha, sehingga pengetahuan dan pemahaman TUMIMBAL-LAHIR (PUNNABHAVA) ini berkembang juga di dataran China.
Demikian mas Yudhistira, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan anda.
Sempatkan maen2 ke blog saya, mas Yudhis, jika anda ingin mengerti Buddhism
Peace & Love, mas Yuddhistira
Dalbo said,
June 12, 2009 at 7:51 am
Om…kalu begitu bukankah “ruh, jiwa raga, jasad,emosi, angan2,” itu Energi juga?
b5pbx said,
September 30, 2009 at 5:05 pm
Para pemburu kebenaran,
Kalau seandainya di Jakarta kita bikin sarasehan dg tema spiritualitas demi kebangkitan nusantara menopo panjenengan setuju?
Menawi setuju mangke dalem konsep acaranipun
Suwun
================
Sudah pernah mas di Tangerang. Tapi usulan dan pendapat anda bagus mas, semoga dapat terlaksana di jakarta. Mungkin panjenengan bisa menjadi pemrakarsanya..?!!
sabdalangit said,
June 4, 2009 at 2:12 pm
Matur nuwun, matur nuwun Mas Yidhistira, dan Mas Ratana, inilah yg saya harapkan banyak sumbang sih dari saudara-saudara kita semua. Agar makna kebenaran semakin bisa dijabarkan, dionceki, diterang jelaskan melalui berbagai perspektif. Karena betapa beratnya mengungkap rahasia ilmu dan rumus-rumus (ayat) Tuhan di jagad bumi yg tergelar ini. Apalagi di alam dimensi gaib. Dan sungguh bijak kiranya kita bisa share dgn cara yg bening, adem, ayem, tentrem seperti beliau-beliau di atas. Bukankah seumpama ngelmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
salam sejahtera
salam hangat
salam asah asih asuh
Yudhistira Ardy Pratama Putra said,
June 5, 2009 at 7:28 am
hahaha…..^_^ terimakasih mas ratana atas ralatnya…..
memang selama saya berpendapat dan menyampaikannya saya tidak pernah membaca sejarah ataupun buku-buku yang berkaitan dengan sejarah apapun, saya hanya menyampaikan informasi yang saya dapatkan dari alam…
untuk mas ratana dan sabdolangit saya juga mengajak anda berdua bergabung di grup kami di http://www.facebook.com/group.php?gid=70682774043
kita bisa share dan bertukar pendapat tentang semua hal kehidupan….grup kami bukanlah merupakan suatu sekte atau kepercayaan baru, tapu lebih merupakan komunitas yang lahir dari alam yang membawa amanat alam untuk memperbaiki keadaan dunia yang telah rusak ini….sumbangsih saran anda semua juga sangat kami butuhkan untuk pengembangan diri kami….
terima kasih…..
salam damai
INDIGO BOY (Astro Indigo)
Sabdalangit said,
June 5, 2009 at 10:10 am
Baik mas Yudhistira sy lgs meluncur ke TKP dan add gabung.
Maturnuwun
akoesbandono said,
June 7, 2009 at 9:44 am
Ass Wr Wb,
kepareng nderek caos atur poro sedherek,
Saya baru saja membuka scr tdk sengaja blog ini & membaca sekaligus beberapa bahasannya.
Saya ingin sekali urun rembug tapi takut salah, jadi pada sesi ini ijinkan saya berbagi cerita pengalaman saya pribadi, mohon untuk memberikan tanggapan bila diperlukan.
Saya adalah salah seorang yang begitu mengakui bahwa Guru yang Paling Sejati adalah Guru Roso Sejati, yang selalu memberikan kaweruh mana yang bener dan pener.
Sekian tahun mencoba menjalani dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada suatu waktu saat saya sedang merenung, ada kaweruh yang saya terima : “wis diparingi talingan, paningal, pamikir…pangucap kudu ditoto sg becik ben ora bebayani leliyane”….sejak itu secara berkelanjutan sy menerima ajaran, seperti “Siro lan manungsa liyane kudu IKHLAS nampa titah ana ing siti gesang, kudu SABAR nglampahi titah gesang, kudu ELING amarga kabeh iki seka kersane Gusti, lan kudu BUNGAH amarga wis pinaringan”
hingga ajaran yang paling akhir “Sinau lan mangertosi sejatose punopo ingkang kasebut RUKUN IMAN lan RUKUN ISLAM iku”…setelah tiga hari saya memperoleh jawabannya berdasarkan ‘dialog’ dengan Guru Sejati bahwa untuk memahami RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM, pelajari dan pahami secara terbalik…yaitu rukun ke 5..4..3..2..1 untuk RUKUN ISLAM, kemudian Rukun ke 6..5..4..3..2..1 untuk RUKUN IMAN…
Demikian, jembar pangaksami menawi wonten ingkang kirang aturipu…
Nuwun
Wass Wr Wb
akoesbandono said,
June 7, 2009 at 9:45 am
Ass Wr Wb,
kepareng nderek caos atur poro sedherek,
Saya baru saja membuka scr tdk sengaja blog ini & membaca sekaligus beberapa bahasannya.
Saya ingin sekali urun rembug tapi takut salah, jadi pada sesi ini ijinkan saya berbagi cerita pengalaman saya pribadi, mohon untuk memberikan tanggapan bila diperlukan.
Saya adalah salah seorang yang begitu mengakui bahwa Guru yang Paling Sejati adalah Guru Roso Sejati, yang selalu memberikan kaweruh mana yang bener dan pener.
Sekian tahun mencoba menjalani dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada suatu waktu saat saya sedang merenung, ada kaweruh yang saya terima : “wis diparingi talingan, paningal, pamikir…pangucap kudu ditoto sg becik ben ora bebayani leliyane”….sejak itu secara berkelanjutan sy menerima ajaran, seperti “Siro lan manungsa liyane kudu IKHLAS nampa titah ana ing siti gesang, kudu SABAR nglampahi titah gesang, kudu ELING amarga kabeh iki seka kersane Gusti, lan kudu BUNGAH amarga wis pinaringan”
hingga ajaran yang paling akhir “Sinau lan mangertosi sejatose punopo ingkang kasebut RUKUN IMAN lan RUKUN ISLAM iku”…setelah tiga hari saya memperoleh jawabannya berdasarkan ‘dialog’ dengan Guru Sejati bahwa untuk memahami RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM, pelajari dan pahami secara terbalik…yaitu rukun ke 5..4..3..2..1 untuk RUKUN ISLAM, kemudian Rukun ke 6..5..4..3..2..1 untuk RUKUN IMAN…
Demikian, jembar pangaksami menawi wonten ingkang kirang aturipun…
Nuwun
Wass Wr Wb
Sabdalangit said,
June 7, 2009 at 12:53 pm
Pak Akoesbandono yth
matur sembah nuwun atas sharing ngelmunipun. Benar bahwa guru sejati mampu membedakan mana benar dan mana yg salah. Guru sejati sebagai pancaran Zat Tuhan tidak bisa ditipu oleh imajinasi, halusinasi dan ilusi, serta tdk bisa terkena polusi nafsu negatif. Rukun Islam dan rukun iman harus dikupas tuntas makna hakekatnya apa. Barulah nanti akan ketemu nilai universalitas kebaikan yg bisa diterima seluruh makhluk dan alam semesta mjd rahmatan lil alamin. Jika tdk dikupas kulitnya hingga ketemu hakekatnya, kejadiannya akan seperti saat ini terus, mudah terjadi konflik antar umat krn rebutan “kulit”. Sumangga Pak Akoesbandono, mbokbilih sampun dados jejibahan panjenengan ngonceki kulit supados manggih kajatening agesang lan ndamel pepadanging ngasanes.
Salam asih asah asuh
Rahayu
sapto said,
June 7, 2009 at 3:55 pm
Nyuwun pirso Mas Sabda
Dalam pemahaman reinkarnasi, mungkin nggak kondisi seperti ini terjadi :
Katakanlah ada seseorang A yang memulyakan leluhurnya(misal 3 generasi di atasnya), Ternyata leluhur tersebut telah berreinkarnasi dan hidup pada waktu yang sama dengan A?
Sampai nggak komunikasi antara A dengan leluhur tersebut?
Nyuwun pangapunten kalau pertanyaannya neko-neko?
Salam hormat
sabdalangit said,
June 8, 2009 at 11:52 am
Waduh pertanyaannya sulit sekali mas Sapto..
Hal itu masih menjadi rahasia besar (kebijaksanaan Tuhan YME). Sejauh yg pernah saya saksikan sendiri, jika reinkarnasi terjadi, siklusnya tidak secepat itu Mas Sapto. Saya belum pernah “bertemu” dan menyaksikan sendiri. Karena setelah manusia mati, masih ada alam pangrantosan ( pembalasan) dan wujud “binatang” di atas, merupakan bagian dari proses panjang, dan ternyata masih belum selesai, ia akan berporses lagi dalam alam pembalasan (mungkin yg lebih ringan dari sebelumnya seiring dgn pengampunan demi pengampunan Tuhan). Celakanya..jika dihitung waktu bumi..berapa ribu tahun ia akan mengalami derita. Lebih baik jangan ambil resiko
salam sejati
akoesbandono said,
June 7, 2009 at 7:36 pm
mas sabda lan mas sapto,
Kepareng nderek ngangsu kaweruh bab reinkarnasi,
Sejauh pemahaman saya, reinkarnasi merupakan sebuah PERJANJIAN antara GUSTI dengan SEJATOS kita..bahwa SEJATOS kita memiliki amanah atau janji yang harus dilaksanakan bila kita turun nglampahi titah gesang..bagaimana kita mengetahui atau memahami janji itu adalah melalui guru sejati kita, yang akan membimbing kita ‘tanpa kita (sebagai wagad kasar) sadari bahwa kita dituntun pada suatu situasi, ruang, dan waktu yang SANGAT memungkinkan untuk saling bertemu dan saling berkomunikasi…dengan orang-orang yang pernah dekat dengan kita..atau yang kita mulyakan…dan hal yang paling SULIT menurut saya adalah bagaimana kita bisa saling menerima dan memahami dalam situasi dan kondisi saat ini yang PASTI BERBEDA dengan situasi dan kondisi kita di waktu sebelumnya..
Mekaten poro sedulur, pangapunten menawi kirang aturipun..
nuwun
igung said,
June 8, 2009 at 11:54 am
Ki Sabdo Yth..
Menurut saya, reinkarnasi bukan hukuman Tuhan, tetapi adalah kesempatan bagi diri sejati / sang Roh untuk mencapai kesucian, kejernihan dan bebas dari keterikatan lahir melalui kelahiran berulang. Betapa Hyang Widhi memberikan kesempatan sang Roh untuk kembali kepada-Nya. Tentu dengan sifat2 yang sudah ‘layak’ untuk bisa bersatu.
Seperti koment saya di atas, reinkarnasi tidak bisa dipahami sepotong-sepotong karena harus ada link antara Tuhan/Brahman – Atman/Roh – Karmaphala – Reinkarnasi dan Moksa. Satu saja dari kelima hal tsb tidak dipahami maka berdiskusi tentang reinkarnasi tidak ada gunanya.
Matur nuwun.
sabdalangit said,
June 8, 2009 at 1:10 pm
Mas Igung Yth
Kebetulan sekali saya itu rada gagap mengenai definisi reinkarnasi, manitis, cakra manggilingan dsb. Karena saya menyaksikan beberapa kejadian yang sangat kompleks di alam “sana”. Namun saya agak ragu mengidentifikasi masing2 kejadian secara tepat masuk dalam katagori atau difinisi yg mana. Bila berkenan mohon sekiranya dijabarkan di sini, krn akan sangat bermanfaat untuk pengetahuan dan referensi bagi saudara2 semua di sini.
Untuk soal ini saya baru dapat gambaran (berkat dari pengalaman spiritual pribadi) tentang “titisan”. Walau raganya bisa berbeda, Titisan ibaratnya kloning, atau roh berprinsip CLONE, yakni rohnya adalah roh baru, sehingga seperti “peremajaan” kembali, namun sifat karakter mengikuti orang atau roh yg menitiskan, bahkan kemampuannya bisa lebih karena merangkum intisari dari kemampuan beberapa leluhurnya. Dalam hal spiritual ini, saya merasa diri teramat bodoh dibanding anak saya yg masih balita.
Sementara itu ada pula roh orang yg sdh mati, namun setelah sekian ratus bahkan ribu tahun kok menjelma dalam “roh” binatang. Sehingga binatang tsb bisa “bicara” dengan bahasa batin dan bahasa binatang.
Ada pula yg setalah mati, roh menjadi demit yg jahat, misalnya selama hidupnya dulu miara pesugihan setalah mati gantian menjadi budak si makhluk halus yg dulu dijadikan piaraan untuk pesugihannya.
Ada pula bekas manusia super jahat setelah mati menjadi semacam hantu penghuni tempat2 angker, tempat yg basah dan kotor dst. Belum lagi kisah jenglot yg saya paparkan di sini, malah belum sempat (bisa) mati, karena terkena hukuman setelah dulu gegulangan “ngelmu karang” (shg disebut juga bethara karang). Ternyata kejadian di alam gaib amat sangat kompleks ketimbang kehidupan wadag di planet bumi ini. Tuhan amat sangat Maha Besar !
sebelumnya matur sembah nuwun atas kebaikan panjenengan.
Rahayu
igung said,
June 8, 2009 at 2:23 pm
Ki Sabdo Yth…
Sri Khrisna berkata : “Pada waktu kematian, badan mati tapi jiwa tidak pernah mati. Jiwa pergi dari satu badan ke badan lain seperti badan berganti baju. Jiwa terus memasuki berbagai badan lain, sampai jiwa menghabiskan karma-karma yang melekat padanya. Proses ini dikenal sebagai reinkarnasi” (Bhagawad Gita 2:22).
Orang-orang suci Hindu menemukan bahwa hidup kita bukanlah suatu kecelakaan atau kebetulan. Tuhan juga tidak bertanggungjawab atas ketidaksamaan diantara kita. Dalam Hindu, hidup adalah suatu siklus, suatu aliran tanpa henti, tanpa awal tanpa akhir. Segala sesuatu adalah tak terpisahkan dari keberadaan ini. Segalanya ada dari satu kehidupan kepada kehidupan lain, sampai ia mencapai pengetahuan yang benar mengenai dirinya sendiri atau sampai terjadi persatuan antara jiwa individu dengan Tuhan. Masing2 dari kita mempunyai banyak kesempatan untuk mewujudkan jati diri kita yang sebenarnya.
Doktrin reinkarnasi memberikan harapan kepada semua orang, tiada seorang pun yang dihukum secara abadi. Yang terbaik dari kita akan mencapai moksa dengan satu kali kehidupan, yang terburuk diantara kita akan mencapai moksa melalui kelahiran berulangkali. Bila jiwa individu (Jiwatman) telah menghabiskan semua karmanya, lepas dari keterikatan duniawi, bersatu dengan Tuhan (Paramaatman/Brahman) maka jiwa individu itu dikatakan telah mencapai pembebasan (moksa).
“Aku akan menjadikan manusia2 kejam dan jahat lahir berkali-kali sebagai binatang buas” (Bhag. Gita 16:19). Seorang manusia yang rakus mungkin akan terlahir kembali sebagai seekor babi atau binatang yang lebih rendah. Veda berbicara tentang 8,5 miliar species kehidupan, sejak dari amuba sampai manusia. Jiwa manusia dapat mengambil salah satu dari bentuk2 kehidupan itu, namun jiwa juga bisa berada dalam keadaan tidak berobah atau diam dalam periode waktu tertentu tanpa mengambil badan atau bentuk tertentu. Tapi jiwa tetap harus mengambil badan untuk bebas dari karma dan mencapai kebebasan. Jiwa diharuskan untuk bereinkarnasi.
Demikian sharing saya, semoga hal2 baik datang dari segala penjuru.
sabdalangit said,
June 8, 2009 at 3:32 pm
Mas Igung Yth
Terimakasih anda telah bermurah hati share di sini. ada beberapa penjelasan yg membuat pemahaman saya semakin terbuka lebar. apalagi belum lama ini saya berdiskusi dengan para sahabat, saudara kita yg Budhis, saya bertambah wawasan lagi saat ini. Ibaratnya, saya telah berkelana di suatu “kota”, dan saya menyaksikan sendiri berbagai macam “kisah hidup”, namun saya tidak mengenal istilah-istilah yg digunakan di dalamnya. Saya juga tdk mengetahui apa “nama jalan” yg terdapat suatu “pengalaman” dan “kisah” yg sensasional itu. Dengan demikian kini saya semakin mengetahui, ternyata kejadian/kisah yg terjadi di suatu “kota” asing tersebut, diistilahkan oleh saudara-saudara yg Hindu sebagai istilah tertentu, oleh rekan Budhis dinamakan lainnya, oleh saudara yg Nasrani beda lagi istilahnya, sementara bagi saudara-saudara yg Muslim, mungkin apa yg dinamakan “manusia akan dibangkitkan dari kubur” dengan wajah, wujud dan rupa yg berbeda-beda sesuai dengan perilaku dan perbuatannya sewaktu hidup.
Saya sedang berusaha sekuat dan semampu saya mengupas beragamnya “kulit” agar saya mendapatkan biji yang kini semakin saya rasakan memiliki rahsa yg sama (rahsa sejati).
Bila ada keterangan lainnya lagi, mohon sekiranya berkenan untuk sharing lagi Mas Igung.
salam asih asah asuh
moses said,
June 8, 2009 at 7:54 pm
wah ttg khdpuan stlh kmatian raga sy kok msh ‘blenk’ cm tau dr ‘katany’ ..versi alquran+hadist bgini,versi jawa yg sy bc tumimbal balik yg dkatakan kanjeng sunan kalijaga begitu,.
y tuhan berilah hamba kemampuan tuk menyibaknya,.
brg x ki sabdo bersedia menjadi pemandu,pembimbing sy ?
salam sjati
oia ki,.mas sujiatmoko lum blz imel kula..
nuwun
Dalbo said,
June 8, 2009 at 8:55 pm
wah.. susah juga mencari bukti2 yg nyata soal reinkarnasi, kecuali mengalami sendiri dg kesadaran penuh, tapi bukankah manusia, hewan, binatang dll ini satu kesatuan dari alam. Manusia khususnya diciptakan atau prosesnya dari alam, sperma Bapak dan sel telur ibu bahan bakunya dari alam, pada prinsipnya ada empat unsur utama Air ,api angin tanah kalau manusia mati kan kembali ke padaNya, yd dr air kembali ke air, yg dr tanah kembali ke tanah, kembali ke udara, kembali ke api terus berproses lagi dg alam balik lagi terus menerus ber recycling, nah soal alam setelah kita mati seperti yg di certakan oleh ayat2 itu ya…siapa yg bisa membuk tikan orang yg ber khotbah sendiri saja juga dapat ilmunya dari katanya. alias belum pernah mengalami sendiri. karena keyakinan/ keimanan itu menurutku berbeda sekali dengan kasunyatan/kenytaaan contohnya Negara kita yg 100% penduduknya yakin atou di yakin2kan tentang Tuhan toh kenyataanya sangat bertolak belakang dengan yg di yakininya, yuh lihat bahkan sekarang lagi meraja lela kelompok yg namanya Front Pembela Iblis.
sorry ya om… ayo sama2 ber buat kebaikan di muka bumi ini
sapto said,
June 8, 2009 at 9:01 pm
Matur nuwun Mas Sabda Penjelasannya……….
Ngoyak maleh nggih Mas pertanyaannya, hehehe
Dalam fase alam pangrantosan ini yang melakukan tugas Tuhan untuk itu siapa, apa Malaikat(sudut pandang Islam), atau hukum sebab akibat dari Tuhan itu sendiri, yang barangkali juga berlaku di alam gaib?
@Mas akoesbandono
Nderek tetepangan lan ngangsu kawruh nggih Mas…..
Salam hormat
sabdalangit said,
June 9, 2009 at 1:50 am
@Moses Yth
Awal dari kesadaran dan kemuliaan adalah merasa kebingungan dan merasa ada yg salah dalam diri. Mas Moses telah melangkah ke dalam gerbang memasuki jalan setapak menuju kerajaan batin dan kehidupan yg sejati. Semoga tulisan di sini ada manfaat positif untuk Mas Moses. Dan pintu saya selalu terbuka untuk siapa saja.
@Dalbo Yth
Analogi yg disodorkan Mas Dalbo cermat sekali. Dan keyakinan memang berbeda jika kita merasakan atau menyaksikan langsung melalui mata batin kita. Perubahan pola pikir akan terjadi, dari sekedar haqul yakin menjadi TAHU, mengenali, menyaksikan, dan PAHAM. Dari sekedar keyakinan mutlak menjadi sesuatu yg PASTI. Hidup dengan kepastian menjadi indah dan menentramkan sekali, Melebihi ketentraman saat kesadaran masih berada dalam keadaan haqul yakin. Hidup menjadi lebih hidup, dan menjadi lebih indah dan menentramkan. Rasa takut, resah, gundah tak ada lagi. Tinggalah rasa ayem, tentrem, suka, lila, legawa, sumeleh.
@Mas Sapto Yth
Membayangkan Tuhan sebagaimana prinsip organisasi, ada asisten, pembantu, ada pula musuh Tuhan dst, secara tidak langsung terjadi pemberhalaan Tuhan. Saya lebih tenteram memahami Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, jumeneng pribadi, tanpa sanak kadhang, tanpa rewang. Tuhan tidak memerlukan pembantu, Tuhan menjalankan segala rumus yg ada dengan kekuasaanNya yang tunggal.
Semua akan berjalan sebagaimana mestinya, layaknya orbit tatasurya. Semua sudah terangkum dalam rumus-rumus (ayat) Tuhan. Semua dalam rangkum hukum sebab akibat. Bukankah konsep surga dan neraka pun termasuk dalam rangkum hukum sebab akibat ? Jika baik maka surga, jika buruk dapatlah neraka. Kelahiran manusia merupakan hukum sebab akibat pula. Orang lapar, haus, marah dan efek/akibatnya, kebaikan dan hasilnya, semua adalah hukum sebab akibat. Pengingkaran terhadap hukum sebab akibat adalah MENEGASIKAN KEMAHA-ADILAN TUHAN. Satu-satunya yang TIDAK MEMEILIKI SEBAB hanyalah Tuhan Yang Mahakuasa sebagai sang CAUSA PRIMA. Tanpa awal tanpa akhir.
salam asah asih asuh
akoesbandono said,
June 10, 2009 at 8:21 am
pro sedherek ingkang kinormatan,
mas sapto,
nderek tepang ugi, kulo sakdermo nampi punopo ingkang diparingaken lan kedah kula tampi kanthi ikhlas, matur nuwun sanget menawi panjenengan ugi kerso maringi.
kangmas sabda,
sungguh merupakan suatu hal yang tidak mudah (meskipun juga tidak sulit) untuk menerima reinkarnasi diri kita ya kangmas…? he he he
seperti yang saya alami sendiri (dengan disaksikan oleh sedulur lainnya) bahwa saya pernah dikejar untuk mengakui bahwa yang didepan saya adalah orang yang pernah menjadi kinasih saya..saya tahu dan akui di depan saya adalah orang yang pernah sangat saya kinasihi tetapi menjadi tidak mudah karena mempertimbangkan kahanan yang sudah pasti berbeda..kemudian menerima bahwa masing-masing memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang berbeda..”biyen aku pancen duwekmu nanging saiki aku wis dadi duweke liyane…tomponen kanthi ikhlas” dari sini saya belajar (dengan bertanya tentunya) bahwa ternyata bukan hanya sukma sejati yang mengendalikan tetapi wadag juga berperan mengendalikan…mohon pencerahannya mas, nuwun
m4stono said,
June 9, 2009 at 8:12 am
wah menarik nih diskusinya…..ngomong2 soal rinkarnasi saya juga sependapat dengan mas sabdo, masalah “klone” roh ,dari dulu waktu saya kecil hingga sekarang memang tidak pernah sekalipun diajari sama orang tua maupun guru ngaji saya apa itu reinkarnasi…yg jadi kebingungan saya adalah ketika hari yaumil mizan atau hari pembalasan ketika itu amalan kita ditimbang, lha amalan dari kehidupan mana yg ditimbang..dari kehidupan awal atau akhir..?
disisi lain saya juga berpendapat bahwa reinkarnasi itu benar2 ada dan nyata…ketika dulu saya nonton film di TVRI yg menceritakan tentang kesultanan moghul india…sepertinya saya pernah hidup pada jaman itu dan disitu menjadi anggota kerajaan tapi itu masih samar2 dan tidak jelas..mungkin kalau saya dalami akan lebih jelas…tapi saya lebih baik tidak mendalaminya karena bagi saya hidup itu adalah masa depan… masa lalu dijadikan pelajaran dan hikmah jadi biarlah berlalu….
memang agak sulit menyimpulkan bahwa reinkarnasi itu apa dan ada atau tidak bagi saya seorang muslim akan menjadi sebuah “pertentangan” ideologi…o ya saya pernah baca bukunya irmansyah effendi master kundalini/reiki bahwa utk mengetahui kehidupan masa lalu kita maka melalui kundalini dan dialirkan ke cakra mahkota hingga ke atas hingga ke cakra di atas ubun2 kita yaitu cakra ke 8……mohon maaf bila ada salah2 kata cuman mau sharing aja….
nuwun
==============
Oh ya M4stono, ada sedikit yang perlu saya ulang mengenai prinsip kloning (cloning) yg saya ketahui ada pada peristiwa MENITIS atau titisan.
Maturnuwun
ratanakumaro said,
June 9, 2009 at 9:54 am
Dear Mas Sabdalangit ,
Mas Sabdalangit yang Saya Hormati,
Terimakasih atas ajakan diskusi panjenengan di blog saya.
Saya sudah memberikan jawaban/tanggapan atas pertanyaan panjenengan.
Sangat bijaksana, apa yang panjenengan lakukan sangat bijaksana, yaitu dengan sebuah ajakan diskusi “Dhamma”, sebab, Dhamma ini memang harus didiskusikan, bila kita telah merasa “mengerti”, maka justru kita akan rugi sendiri, karena Dhamma tidak mudah dipahami kecuali diresapi, dihayati, ditembus.
Sumangga mas Sabdalangit, dan juga rekan-rekan yang lain, saya mengundang mas panjenengan semuanya [ terutama tentunya adalah mas Sabdalangit ] untuk mendiskusikan hal tersebut, menghayati, meresapi, dan menembus “Dhamma”.
Silakan mas Sabdalangit [juga para sadherek yang lain] Klik link ini =
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/05/26/nafsu-indriya-penghalang-yang-harus-dilenyapkan/#comment-978
Maturnuwun sanget mas Sabdalangit,
Salam Hormat dari Saya,
Ratana Kumaro
==========
Baik Mas Ratana, merupakan suatu kehormatan bagi saya, terimakasih banyak atas segala perhatian dan kepedulian panjenengan selama ini. Saya akan mempelajari dan mencoba berimpati apa yang telah panjenengan jabarkan dalam “pagelaran ngelmu luhur”, langsung menuju TKP.
salam asah asih asuh
Dalbo said,
June 9, 2009 at 5:07 pm
Matur nuwun ya Pak De, balesanya, aku setuju sekali sama hukum sebab akibat, menabur angin menuai badai, wong urip ngunduh wohing pakerti kalau Eyang Albert Enstein menerjemahkan E=Mc2 mekaten to Pak De?
Alam Rasa said,
June 10, 2009 at 5:59 am
Salam kenal Mas Sabda Langit
Tentang reinkarnasi ini “believe or not” tapi ini benar-benar nyata. Semula saya juga tidak percaya, tapi setelah menyaksikan sendiri.. ini benar-benar nyata.
Dengan demikian apa yang tertulis dalam Al qur’an:
“Mengapa kamu kafir kpd Allah? Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan & dihidupkanNya kembali, kmudian kpdaNyalah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al Baqarah:28)
adalah benar bukan kata kiasan. Perhatikanlah kata dihidupkan kembali.
Bagi orang-orang yang telah mencapai kesadaran jiwa akan dapat mengingat kembali perilaku kehidupan kita di masa kehidupan terdahulu. Karena jiwa kita merekam setiap detail apa yang pernah kita alami baik dalam kehidupan ini maupun beberapa kehidupan kita sebelumnya. Sama halnya dengan rekaman video kamera yang tersimpan dalam memory atau hard disk komputer. Kita dapat mengingat bahkan secara detail, baju yang kita pakai, nama-nama orang yang kita kenal, siapakah orang tua kita, anak kita, teman kita dalam kehidupan terdahulu.
Pada beberapa kasus yang saya temui, ada yang dalam kehidupan sekarang dia sebagai suami istri, pada kehidupan lalunya si istri menjadi neneknya dan si suami menjadi cucunya. Pada kehidupan sebelumnya lagi menjadi adik-kakak. Pada kehidupan sebelumnya lagi menjadi guru dan murid, dst.
Sungguh menarik, dari sini kita bisa menarik hikmah bahwa sebenarnya proses reinkarnasi ini ditujukan sebagai proses pembelajaran bagi diri kita (jiwa dan roh) untuk lebih mengenal, mendekatkan diri dan kembali seutuhnya kepada Allah swt. Inilah makna dari “Innalillahi wa innalillahi rojiun”.
Untuk kasus kambing ini, kita harus memperluas lagi konsep reinkarnasi itu sendiri, dimana sebenarnya seluruh makhluk diciptakan dalam suatu proses evolusi dari yang Maha Esa untuk kembali kepada Yang Maha Esa. Diawali dalam bentuk kehidupan yang paling rendah, yakni alam mineral, meningkat menjadi tumbuhan, meningkat lagi menjadi hewan, meningkat lagi menjadi manusia, meningkat lagi mecapai taraf ma’rifat dan menjadi alat dan pelayan Tuhan di dunia, ditinggikan lagi hingga dapat lepas dari siklus roda reinkarnasi, ditingikan lagi menjadi makhluk agung, dan terus ditinggikan lagi derajatnya sampai pada hal yang tidak terbayangkan. Karena begitu luasnya dan begitu besarnya kuasa kerajaan Tuhan.
Seperti yang kita ketahui bumi ini hanyalah satu planet yang ada di alam semesta, bumi termasuk dalam tata surya, tata surya adalah bagian dari galaksi bima sakti, galaksi bima sakti adalah bagian dari gugus bintang Great Bear, dst. yang belum kita ketahui seberapa luas alam semesta ini. Semuanya dikendalikan oleh kuasa Tuhan.
Kembali kepada konsep reinkarnasi, kita sering mendengar bagaimana para waliyullah berperilaku begitu kasih pada semua makhluk. Pada suatu kisah seorang waliyullah menangis, hanya karena tidak sengaja tangannya mencabut rumput. Ini karena beliau sadar, bahwa sebagai manusia dia telah ditinggikan derajatnya oleh Allah, seharusnya dia menjadi pelindung dan pembimbing dari makhluk yang lebih rendah derajatnya (tumbuhan dan hewan). Ini dapat dijadikan suri tauladan bagi kita semua.
Demikian, semoga Allah swt. memberikan hidayah kepada kita semua. Amien.
sabdalangit said,
June 17, 2009 at 3:17 am
Salam kenal kembali Mas Alam Rasa
Kesadaran Anda memang benar-benar sudah di alam “rasa-pangrasa”.
Terimakasih sudah berkenan berbagi ilmu di sini.
salam asah asih asuh
raden mas susanto eko s spd said,
June 12, 2009 at 12:40 am
semua anggota padepokan pencak silat siteki teratai dimanapun berada, bergabunglah di blog kamajaya kamaratih. kita akan kumpul bersama diluar blog siteki teratai.ok. sen eko
kiki soebiyanto said,
June 14, 2009 at 1:15 am
Salam hormat & salam kenal…..
Semakin kita tahu….semakin kita tidak tahu….
Mas mas…muncul pertanyaan….di kepala saya..
Kalau 1 roh menitis ke 1 orang…maka jumlah penduduk di bumi ini tetep donk….sejumlah produksi awal…..
Masalahnya…jumlah penduduk ini setiap tahun berlipat ganda jumlahnya….apakah artinya ada roh yang Fresh one, second hand, third hand….? mohon di bantu kepalaku ini mas mas…
Matur nuwun….
Alam Rasa said,
June 17, 2009 at 3:07 am
Salam hormat Mas Kiki
Roh adalah berbeda dengan Jiwa Mas Kiki. Yang bereinkarnasi adalah Jiwa bukan Roh. Roh itu berada di alam Roh, baik ketika kita hidup maupun setelah kita mati. Roh disebut juga sebagai Diri Sejati kita, karena dalam Roh terdapat inti dari Roh, yang disebut juga sebagai “hati nurani” atau percikan dari Zat Sang Pencipta, atau Guru Sejati yang selalu mengetahui kebenaran sejati, dan tidak dapat dipengaruhi oleh apapun (termasuk Iblis/syaithan) .
Reinkarnasi adalah suatu proses evolusi dari Yang Maha Esa untuk kembali ke Yang Maha Esa (lihat komentarku sebelumnya). Tentu saja hasil dari proses evolusi tersebut akan menghasilkan jumlah jiwa dengan kesadaran yang lebih tinggi, dalam hal ini manusia akan bertambah banyak sejalan waktu. Karena produksi jiwa manusia baru (reinkarnasi dari jiwa hewan) lebih besar dari jumlah jiwa manusia yang mengalami pencerahan (terbebas dari roda reinkarnasi).
Demikian, semoga bermanfaat.
sikapsamin said,
June 18, 2009 at 9:42 am
Ada DHARMA dan KARMA…
Ada REINKARNASI…
Ada HIDUP HANYA SEKALI…
Ada SING NANDUR BAKALE NGUNDHUH…
Lha saiki…ORA PERLU NANDUR NANGING MELU PANEN…
Whahh…bingung tenan aku
Lha wong aku mung salah sawijine ORANG-BUTA YANG IKUT2AN MERABA GAJAH…
Pangapunten mas Sabda lan para sedulur sadaya…
Wong wuta ndherek langkung…..
raden mas susanto eko s spd said,
July 1, 2009 at 11:14 pm
hukum kekekalan energi adalah hukum nyata bagi manusia yang menjadikan kita akan waspada akan hidup. karma tetap ada. kita memang selalu harus melunasinya dengan penuh rasa tanggung jawab. anak-anakku siteki teratai. jayalah engkau selalu.
Ki jepra said,
July 4, 2009 at 10:14 pm
itu akibat kita tidak bisa memenuhi apa yang di sebut inalilahi wa inaillahi roji’un. asal dari Alloh kembali ke alloh Kenapa demikian kalau kita bisa mengetahui jalan pulang niscaya kita tidak akan tersesat ketika malaikat mejemput nyawa kita berhuung kita tidak tahu akibatnya ketika kita meninggal roh kira tersasar masuk ke binatang,pohon atau rumah kosong yang tidak di tinggali .karena orang sekarang selalu berharap selalu tinggi dan lebih cenderung percaya kebohongan dari pada apa yang seharusnya kita tahu.karena kalau bicara agama bagi muslim sangat lah sensitif.padahal kalau kita saling bicara dan kalau saling berbagi untuk lebih mengisi tentang ajaran yang di anut masing masing.
contoh kecil, orang lebih tahu tentang rukun islam dan rukun iman, tapi banyak orang yang tidak tahu rukun agama. padahal kalau kita mendapat petunjuk ketika berzikir selalu dikatan petunjuk setan atau jin yang selalu di persalahkan tapi mereka tidak tahu. ada ayat yang tersurat dan ada ayat yang tersirat.
gde said,
August 1, 2009 at 7:29 pm
saya umpamakan seperti pohon kelapa yang berbuah,menurut anda mana yg lebih rasional pohon kelapa yang sudah tumbang dan sudah membusuk dalam kurun waktu tertentu akan kembali berdiri tegak seperti sedia kala atau pohon kelapa yang tumbang dan semua bagian dari kelapa akan membusuk tetapi akan ada tumbuh dari tunas buah kelapa menjadi pohon kelapa.pernyataan kedua menyatakan reingkarnasi mohon maaf jika ada yang salah.
raden mas susanto eko s spd said,
August 1, 2009 at 10:46 pm
pumpun bambu akan tumbuh rumpun bambu yang lainnya jika tumbang. pohon pisangpun demikian.buah kelapa pasti akan bertunas jika jatuh ketanah walau tidak semua. namun dimana air mengalir disitulah hilir membawa kelapa tumbuh baru. selamat berjuan wahai siteki teratai dimanapun kau berada.
Bagus Samiaji said,
August 4, 2009 at 3:07 pm
Den Mas Sabdolamgit, setelah menelaah dari judul paling awal dan diskusi lanjutan sampai akhir, saya jadi penasaran dengan Shirotolmustaqim, kaitanya dengan reinkaenasi ini. Dimana menurut ajaran yang saya dengar tentang shirotolmustaqim, orang yang ringan timbangan dosanya bisa melalui jembatan ini bagaikan kilat, ada yang merangkak ada yang glayudan dan tidak jarang yang kejebur api neraka.
Mungkin ini hanya sekedar analogi saya yang cubluk, dimana saya mencoba menarik benang merah dari pengertian reinkarnasi yang mungkin agak dekat dengan saudara kita Hindu dengan Shirotolmustaqim yang dari muslim. Mungkinkah orang yang menitis berulang-ulang sampai habis atau bersih jiwanya baru bisa moksa dan menyatu kepada Tuhanya, adalah orang masuk kedalam neraka, dimana dari keterangan Ki Sabda Langit Reinkarnasi sebagai siksaan, dan yang bersih jiwanya secepat kilat melaluinya menyatu dengan Tuhannya. Dan sedikit lagi dari semua uraian yang saya baca diatas, tentang moksanya saudara kita dari penganut Hindu agak paralel dengan pemahaman muslim dari Adam kembali ke Adam, dan dari Allah pulang ke Allah cuma ada semacam penebusan dosa dari kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan didunia ini, dengan menjalani siksaan terlebih dahulu. Maaf mas Sabdolangit mohon penjelasanya dan kalau salah tolong diluruskan
Lare asemtirang said,
August 4, 2009 at 4:21 pm
Yth mas sabda yang ciamik,baik,pu..inter.sebelumnya saya mohon maaf, karena ada ganjalan dlm hati mengenai wedaran bab sukmo/roh.menurut pemahaman saya,(yang masih o,on ples cublok,e ngaudubilah). sukma itu sudah di siapke untuk si ponang jabang bayi dan sifatnya selalu benar, tanya?1. apakah sukma bisa terkontaminasi dgn sifat manusia.2.bedanya reinkarnasi dgn manitis.3.siapa yang bertanggung jawab ulah manusia ketika masih hidup. Semanten dari sy mohon pencerahan dan piwulangnya. Salam hormat karaharjan.
SABDå said,
August 5, 2009 at 1:59 am
@Bagus Samiaji Yth
Mas Bagus, Siratalmustaqim, bagi saya lebih mudah memahaminya dalam makna kias. Artinya “jembatan” itu dilalui manusia semenjak manusia menjalani kehidupan di dunia ini. “Neraka” dan “surga” pun sudah dapat kita rasakan sejak hidup di bumi ini. Garis besarnya, hawa nafsu ibarat “jembatan” yg begitu sempit dan tipis, mudah sekali membuat manusia tergelincir karena kurang eling dan waspada. Untuk mencapai pemahaman yg lebih mendalam tentang SEJATINYA kehidupan di dunia maupun setelah ajal tiba, kiranya kita perlu memahami terlebih dulu apa arti agama, dogma, spiritual, ajaran, tradisi, budaya, dan ilmu pengetahuan. Banyak sekali ajaran agama yang masih berbentuk KIASAN, namun diartikan orang sebagai makna LUGAS. Banyak sekali nilai agama yg masih pada level “kulit” dimaknai sebagai level hakekat/esensial. Atau malah sebaliknya, makna hakekat diartikan sebagai makna lugas (misalnya; aku di dalam Tuhan, dan Tuhan dalam diriku). Hal ini menajadi salah satu penyebab terjadinya konflik, perang agama, dst. Semua bermula dari POLA PIKIR manusia yg picik, kaku, LETERLEK, TEKSBOOK, ditambah dgn RACUN KESADARAN yakni; sikap FANATISME, primordialisme, rasisme, etnosentrisme.
@Lare Asem Tirang Yth
Untuk dapat memahami lebih detil maksud dan jawaban pertanyaan tersebut kiranya perlu pemahaman akan JATI DIRI lebih mendalam lagi. Monggo silahkan dibuka dulu thread berikut Mengenal Jati Diri. Dan beberapa tulisan yg lainnya di sini, silahkan dibuka-buka dulu.
salam sih katresnan
Rahayu
Bagus Samiaji said,
August 5, 2009 at 10:20 am
Sembah nuwun kagem mas Sabda, jadi kelingan warisan Yang Kalijaga Lir Ilir, ternyata kita sendirilah cah angon itu. Yang dingon nafsu kita jangan sampai kita kesifatan sifat hewani.
Sembahnuwun kagem MAs Sabdo!!!!!!!!
sigit purwanto said,
August 7, 2009 at 10:38 pm
nuwun duko menawi kawulo lancang. manusia itu terdiri tiga bagian (roh,jiwa dan tubuh). tubuh kita sudah tahu, jiwa tergantung apa yang diisikannya kalau jiwa diisi dengan tehnik maka keluarlah ilmuwan dibidang tehnik, kalau jiwa diisi klenik maka jadilah dia paranormal dst..dstnya. dan tentang roh inilah yang menghubungkan antara alam nyata dengan alam roh (alam yang tidak bisa dilihat oleh panca indera kita walaupun itu kenyataannya ada didalam alamnya sediri contoh TUHAN dengan para malaekatNya dan iblis dengan anak buahnya. kesimpulan saya tubuh dikubur dan menjadi tanah jiwa ditinggal sebagai predikat sesuai dengan perbuatannya waktu hidup dan roh kembali kepada yang Empunya. jadi kalau anda milik ALLAH pastikan anda kebali kepada ALLAH kalau anda takluk kepada iblis pastilah anda tidak ketemu saya di surga silahkan anda memilih jalan anda. ALLAH mengasihi anda.
igung said,
September 30, 2009 at 12:11 pm
Ki Sabdo, Yth.
Keyakinan tentang reinkarnasi sudah menjadi bagian hidup kami di Bali. Libur Idul Fitri kemarin saya gunakan untuk mudik dan menanyakan kepada cenayang / chaneling di kampung sebelah tentang siapa sih yang tumurun sebagai anak saya yang saat ini berumur 5 bulan dan kebetulan saya tinggalkan di Kalimantan. Begitu cenayang bisa terhubung dengan sukma si bayi, dia langsung memanggil saya kakak. Dia kenal semua keluarga yang ikut menyertai saya, juga kejadian2 di keluarga, kondisi lingkungan keluarga, dll. Ini tentu membuat kami bingung siapa dia, tapi segera setelah diberi bayangan/ancer-ancer, akhirnya kami tahu bahwa sepupu saya yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas 27 tahun lalu di Sulawesi Selatan kembali numitis menjadi anak saya atas seijin Bhatara Guru.
Itu sedikit sharing pengalaman yang luar biasa bagi saya, tetapi sesuatu yang lumrah di Bali. Matur nuwun, Ki.
=========================
Mas Igung Yth
Terimakasih sudah berkenan untuk share pengalaman di sini, mudah-mudahan panjenengan selalu diberkahi Gusti Ingkang akaryo Jagad. Saya pribadi sudah beberpa kali menyaksikan sendiri tentang kejadian manitis kembali seperti yg panjenengan utarakan di atas. Sehingga saat panjenengan kisahkan, saya dapat memahami semuanya. Sekali lagi, matur nuwun mas
rahayu
Tiya said,
October 19, 2009 at 11:42 pm
Kesasar di blok ini juga, jadi ingin ikut nimbrung. Aku sendiri masih bingung dengan reinkarnasi, apakah emang ada atau tdk. saya memiliki beberapa pengalaman , dimana saya melihat sesuatu yg samar akan diri saya 5 th yg lalu , dimana saya bertemu dengan seseorang, dan 5 th kemudian apa yg saya lihat menjadi nyata, ataupun ketika saya berhenti disebuah toko, saya berujar suatu hari nanti saya akan bekerja disini, dan 1 th kemudian saya bekerja di toko itu, lalu yg terkahhir saya melihat saya bekerja di prs asing dan bergaul dengan orang2 latin yang saya suka,dan beberapa bulan kemudian saya diterima kerja persis dengan apa yg saya lihat. Saya seolah berhayal tapi hayalan itu menjadi nyata, saya seperti menulis sebuah cerita dengan pikiran saya dan akhirnya cerita itu menjadi nyata. sebenarnya apa yg tjd dengan diri saya. apakah itu semua hanya kebetulan saja ?
SABDå said,
October 20, 2009 at 3:00 am
Mbak Tiya Yth
Tak ada yg kebetulan di dunia ini. Jika terasa sebagai kebetulan hal ini hanya krn belum mampu memahami “alur ceritanya” sebagai hubungan sebab akibat (hukum causalitas). Apa yg anda rasakan sebagai bentuk “kabar” yg dibawa oleh getaran NURANI. Getaran Nurani merupakan “artikulasi bahasa” yg berasal dari sukma sejati (guru sejati) atau disebut juga ruh al kuds/roh kudus/roh suci. Guru sejati, dilimput oleh rasasejati (sir). Nah, rasasejati inilah yg disebut pancaran tuhan dalam diri makhluk (manusia). Itulah sebabnya NURANI tak pernah salah. Jika ada yg salah, hal itu bukan krn nuraninya yg salah, namun cara kita membedakan apakah yg bergetar nurani (kareping rahsa) atau nafsu (rahsaning karep).
salam asah asih asuh
brahmono sisno jibril said,
October 30, 2009 at 2:36 pm
cerita kambing di atas sama dgn yg terjadi dialami kakung,masalah reinkarnasi ternyata benar kakung saya ketika akan meninggal beberapa hari kemudian cerita klo pulang akan kembali kedunia menjadi bayi,tak lama kemudian pakde yaitu kaka tertua ibu mempunyai anak laki dgn ciri2 tai lalat sama dgn almarhum kakung saya
willis said,
November 3, 2009 at 8:43 pm
asalamualaikum wbr…
mas sungguh suatu pengalaman yg menarik…mohon ijin untuk mengcopy nya dan tentu saja dengan menyebutkan sumbernya…
terima akasih…
SABDå said,
November 3, 2009 at 9:48 pm
Mas Willis Yth
Silahkan mas, semoga menjadi pelajaran yg bermanfaat untuk kita semua.
salam sih katresnan
zorlax-JogJakarta said,
November 4, 2009 at 10:18 pm
Asssalamu’alaikum muslimin dan apa kabar semua? hopes always fine.. saya dah baca artikel2 yg ada di blog sabda langit… kebanyakan opini dr orang2 yg awam masalah pengetahuan agama bahkan tidak sedikut dr non muslim(hindu,budha n christian)… dan jika bicara hal2 prinsip yaa gak bisa dan gak boleh dong dgn begitu saja di akur-akurin/dicocok-cocokin or bahkan menjurus disama-samakan… itu bahaya sudah ngaco n bisa sesat semuanya masing2 atas ajarannya masing2 nantinya…
ya skrg antum hati2 lah dlm hal pandangan2 yg berjudul sufi ,tasawuf dlsbgnya…
skrg lurusnya itu kita diperintahkan mengikuti suritauladan nabi Muhammad SAW dalam segala hal dr dalam kandungan(bahkan dr awal pembenihan ada aturannya!!!) sampai masuk kuburan juga ada tatacara baik lahiriah maupun ruhiyah!!! klo ada ajaran2 yg mulai mengarah ke ganjilan, lihat lah aktifitas nabi sehari2 dari bangun tidur sampai tidur lagi… krn insyaALLAH dah TIDAK ADA MANUSIA YG LEBIH BENAR dari nabi Muhammad SAW sang penghulu para nabi!!! krn dia langsung di tuntun malaikat trpercaya yaitu Jibril as. yg akan langsung mengoreksi dan memberikan pelajaran pada setiap garak-geriknya 24/7 atas perintah ALLAH SWT…
ustad2, kiai2,wali2,sufi2,dll bukan utk di ikuti apalagi bertaklid… yg di ikuti itu ya cuma seorang aja… itu perintah ALLAH SWT!!! ikuti semampu kita bagaimna nabi Muhammad SAW ber-activities 24/7 nonstop… beribadah,berakhlak,berjalan,duduk,tudur,makan,memandang,berbicara,berbisnis,berpolitik,memimpin,bermiliter,bercanda gurau, berinteraksi, buang dan bersihkan kotoran, ber..ber..ber..semuanya ada tuntunannya!! bukan menghindari dunia begitu saja tetapi ya tundukkan dunia kendalikan agar mulia jaya selamat Dunia-Akhirat.
ALLAHu’alam…!!!
masalah reingkarnasi, jawaban Yudhistira sudah dianggap benar… utk melengkapi,
dalam Islam, hal2 ghaib yg ber hubungan dengan hidup mati itu MUTLAK!!! tdk ada reingkarnasi bahkan ditunta atw dipercepat sedetik-pun tanpa kehendak ALLAH!!! di dunia hanya hidup sekali lalu mati dan menunggu hari perhitungan, setiap ruh bertanggung jawab atas jasadnya masing2!!! krna yg jasad&ruh masing itu sendirilah yg menerima balasan Siksa Neraka atw Nikmat Surga!!! tidak ada evolusi krn semua diciptakan berpasang2an(tidak mutlak 1:1, bisa jg 1:>1) dalam system genetical yg masing2 berbeda… apalagi evolusi manusia MUTLAK tidak ada, karena secara genetical justru manusia informasi Gen terdekat yaitu babi dan tikus bukan dengan monyet.. !!! makanya babi sebagai “biorector” yg jika virus binatang selain mamalia bisa menyerang babi maka 90% akan bisa menyerang manusia…
===================================
Zorlax Yth
Kenapa ya, kok sepertinya agama samawi terlalu khawatir dengan adanya teori evolusi dan reinkarnasi. Biasa-biasa saja.., toh kalau evolusi dan reinkarnasi itu memang ada, semua itu bukankah bukti kekuasaan Tuhan pula !!
Monyet yg anda sebut adalah kelompok primata. Dan Primata pun merupakan Ordo dan bukan Family (keluarga..) manusia.
Primata itu terdiri dari lemur, lorisid, galago, tarsier, monyet dan ape.
(Bahasa Indonesia tadinya tidak mengikuti pembedaan antara monkey dan ape, berbeda dari bahasa Inggeris – yang diikuti oleh biolog dengan beberapa koreksi)..
Sebagai contoh :
Apes terdiri dari Great Apes dan Lesser Apes (seperti siamang, . .
Dan homo sapiens sapiens seperti juga orang utan, gorilla, chimpanze dan bonobo termasuk kealame keluarga Great Apes
Semua ini, bagusnya, bisa dilihat di Wikipedia.
Hingga sekarang fossil species yang menunjukkan perpisahan antara primata yang terus menurunkan homo sapiens sapiens dan primata yang menurunkan primata lain belum ditemukan. Lalu muncul kritik dengan argumen bahwa teori evolusi terdapat missing link.
Setelah agamawan dikejutkan oleh REALITAS di luar para kitab suci, dengan ditemukannya metode CLONING, beberapa bulan yang lalu dunia paleontologi digegerkan dengan diumumkannya “Ida” yang dikabarkan oleh media sebagai species pemisah antara cabang yang menurunkan manusia dan cabang primata lain. Tapi diskusi masih belum selesai.
http://news.nationalgeographic.com/news/2009/05/090519-missing-link-found.html
http://www.newscientist.com/article/dn18007-missing-link-ida-lacks-evolutionary-insights.html
Saya memakai istilah “semacam kera” untuk mengatakan bahwa homo sapiens itu tidak turun dari kera yang ada sekarang, seperti sering disalah pahami banyak orang..
Persoalannya, apakah manusianya yg gagal memahami kitab, ataukah dulu kala pada saat penyusunan kitab, ternyata banyak hal yang terlewatkan atau sengaja dilewatkan ?
Bukankah ilmu pengetahuan sudah berkembang sejak 1500 SM saat agama samawi belum ada. Dan kemudian perjalanan agama samawi dikhatamkan setelah akhir abad ke 7 saat kitab suci terakhir rampung dibukukan. Seperti halnya kalimat,”kenalilah dirimu maka akan kau kenali tuhanmu” merupakan ungkapan Pak Socrates dan Plato org Yunani yang sudah lahir ke bumi pada 500 SM. Sayangnya mereka tdk mengkliam dan diklaim sebagai nabi. Mari kita buka realitas obyektif baru untuk menuju kesadaran lebih tinggi akan keMahaBesaran Ilahi yang tdk sesempit dalam bayangan/mind set kebanyakan orang saat ini. Agar kita bisa lolos dari kesadaran palsu, dan kejahiliahan terselubung.
salam karaharjan
zorlax-JogJakarta said,
November 4, 2009 at 10:56 pm
Islam mengajarkan mnghormati ajaran2 agama lain.. makanya diajarkan dlm ISLAM, agamaku adalah agamaku, aku sembah apa yg aku sembah dan agamamu ya agamamu dan menyembah apa yg kamu sembah…
Jangan di campur2 namanya tidak menghormati ajaran kita agama masing2 jangan salah kaprah…
masalah Islam kejawen, itu karena tugas para wali dalam berdakwah terutama tauhid yg belum selesai bersih dari syirik, namun waktu blum cukup sudah dipanggil ALLAH SWT nah sekarang giliran kita generasi penerus berusaha dengan “BENAR & BAIK” perlahan,tenang dan selamat meneruskan meluruskan ajaran2 Islam kejawen kepada Islam yg murni dr ajaran para nabi… dr nabi Adam AS sampai Muhammad SAW adalah Islam namun Islam disempurnakan pada ajaran nabi terakhir Muhammad SAW…
Kenapa para wali bukan ulama2 biasa seperti daerah2 lain di dunia yg di utus utk mentauhidkan daratan P.Jawa khususnya, karena daratan P. Jawa ini org yg kemusyrikannya paling menyatu dalam kehidupan sehari dan sulit dilepas bahkan sampai detik ini hal2 musyrik itu dah jadi makanan shari2…
klo urusan gaib/ jin2 an… klo mau mengikuti ajaran Islam yg sesuai alQuran, Setulusnya, “orang beriman diLARANG berhubungan apalagi minta tolong kpd jin, begitu jg Jin mukmin dilarang berkontak2 ria dg manusia!!!” jd jika ada jin2 yg mengaku muslim tp masih kontak dg manusia berarti dia jin pembohong atw at least jin Islam KTP doang seperti kebanyakan manusia Islam KTP !!!
jin sangat senang mengaku leluhur kakek or ortu kita karena itu adalah pekerjaannya bermuslihat-ria… dia sangat tahu tentang leluhur kita, ortu dll krn sebagian mereka adalah jin pendamping/qorin dr orang2 trsbt… dan ingat… jin pendamping itu bukan muslim, karena Islam memberi tahukan bahwa Iblis memerintahkan para jin2 pengikutnya utk mendampingi setiap anak cucu AdamAS mulai dr lahir sampai matinya… krn jin berumur lebih panjang dr manusia… dlm hadist shoheh, hanya nabi muhammad sajalah yg jin pendampingnya di masukkan Islam oleh ALLAH jd tdk mau mengutak-atik kehidupan nabi MuhammadSAW…. dan diberi kuasa dr ALLAH tdk ada 1 jin pun yg bisa menyerupai nabi muhammadSAW krn akan langsung hancur terbakar… jadi siapa saja yg bermimpi ketemu NabiMuhammadSAW maka itu benar mimpi dr ALLAH SWT bukan dr jin… tp mimpi brtemu orang yg sudah mati itu sangat dimungkinkan adalah dr jin pendamping orang yg sudah mati trsebut yg ingin menyampailan pesan… tp jika bertemu bukan dlm mimpi, maka itu diPASTIKAN adalah jin… bukan ruh dr orang tsb yg bergentayangan… karena dlm alQuran yg tiada keraguan mengatakan bahwa setiap manusia yg mati maka ruhnya dalam genggamanKU kata ALLAH…!!!! mutlak bukan kata siapa2 lagi… hrs dipahami hal ini…
alrite bro’s n sist’s… maaf ya, plz…. I apologize for anything inconvenient to all of you…
r3dr4gon@yahoo.com
zorlax-JogJakarta said,
November 4, 2009 at 11:06 pm
Ingat ketika nabi Musa AS memberitahukan sseorang yg bertanya bagaimana hari berbangkit itu… maka ia mencontohkan dg seekor burung yg di sembelih lalu di potong2 beberapa bagia, lalu tiap bagian di kubur di beberapa tempat berbeda…
kemudian nabi Musa AS memberi aba2 memanggil burung tsb, maka atas kehendak ALLAH SWT, maka bagian2 burung2 itu keluar dr timbunan tanah dan berkumpul lalu menyatu dalam bentuk yg utuh semula… itulah hari berbangkit… manusia akan terkumpul dr tiap saripati yg terpisah dulu dan menyatu semula… dan ber baris-baris di padang masyar sesuai dg penampilan sebagaimana mreka masing2 hidup di dunia…
jika ada yg mengaku2 reingkarnasi atau akan hidup lagi sebagai budi, joko,bradpit,cloony,dll.. Demi ALLAH Azzawajalla itu dipastikan adalah Tipu Daya syetan…!!!!! karena dinyatakan Syetan adalah musuh yg nyata bagi umat manusia.. karena syeta adalah sifat penentang dr golongan jin dan manusia…
SABDå said,
November 5, 2009 at 9:08 am
Zorlax-Jogjakarta Yth
Anda bebas mengemukakan opini di sini. Hanya saja, utk membaca semua tulisan di sini dibutuhkan kebersihan hati, pikiran yg merdeka dari dogma-dogma hipokrit. Butuh kebeningan jiwa utk memahami semua makna dan hakekat kehidupan. Jika tidak, tataran kesadaran spiritualnya masih semu dan palsu. Hal itu disebabkan pemahaman yg baru berada pada tataran “kulit”. Anda mungkin masih dalam proses awal perjalanan spiritual. Saat saya masih usia 7-8 tahun saya sdh kenyang pelajaran seperti itu. Tetapi karena perjalanan spiritual saya yg sangat panjang dan tdk ringan membuat diri saya harus melakukan “resetting” pola pikir agar lebih bijak memahami HAKEKAT kehidupan di alam semesta dan seluruh isinya ini. Kuncinya, jika mau membuka hati dan pikiran, membeningkan batin, tentu akan mudah meraih tataran hakekat. Kita akan terkejut betapa Gusti Allah itu tidak sesempit yg dipahami pola pikir manusia, tetapi kenyataannya Tuhan Mahaluas tiada batas, LEBIH DARI sekedar MAHA ADIL, lebih dari sekedar MAHA WELAS ASIH, lebih dari MAHA BESAR dari apa yg anda bayangkan selama ini. Bukankah Gusti Allah itu TIDAK PRIMORDIAL, tidak pula etnosentris, dan rasis. Jika masih ada Tuhan yg primordial, akan menjadi tanda tanya besar bagi nurani terdalam. Belumlah Tuhan yg sejati, tetapi Tuhan yg ada dalam pola pikir manusia. Hampir semua orang menganut salah satu agama hanya karena faktor keturunan dan kebetulan saja (bukan pilihan), tetapi mengapa manusia merasa diri seolah paling benar ?. Bahkan Tuhan menciptakan manusia bukan untuk “boneka percobaan”, tetapi sungguh dengan Belas Kasih Tuhan yg tiada batasannya. Itulah hakekat yg dalam dari Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Baru bisa dipahami jika telah berani masuk ke dalam ruang tasawuf, utk menyaksikan dan merasakan sajaratul makrifat. Tetapi sebagian generasi muda saat ini memang masih ada yg TIDAK SADAR bahwa dirinya sedang TIDAK SADAR. Tetapi dirinya justru merasa PALING BENAR, merasa paling soleh, dan paling suci. Sayang sekali… kesadaran sejati itu baru datang pada saat yg sudah sangat terlambat, yakni saat sudah mati. Dan semuanya sudah menjadi terlanjur, tak dapat memperbaiki keadaan lagi. Bukankah kaum sufisme sendiri berkata : kebenaran sejati bagaikan cermin yg pecah berantakan, agama, ajaran, ilmu pengetahuan, budaya masing-masing memungut satu di antara pecahan itu. Jadi tak bijak bila kita hanya memungut satu keping pecahan saja, lantas sudah merasa diri paling benar. Panjenengan piyantun Ngayogya, Sumonggo dipun wedar kanthi terwaca, permana, lan tansah mulat sarira. Kados dene “ngelmu pari”. Mila kula ngaturaken nyuwun sih samodra pangaksami, bilih kathah tembung ingkang kirang rena ing manah. Gusti tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa.
salam sih katresnan
Kosim said,
November 7, 2009 at 1:50 am
Assalamu ‘alaykum,
Kawulo saking Purbalingga, Jawa Tengah, nanging sakmenika manggen wonten Condong Catur, Ngayogyokarto. Kulo agami Muslim, lan kawulo pitados bilih piwulang Islam nggih ugi ngamot babagan ngengingi ‘reinkarnasi’, sanadyan benten ukara2nipun; lha Islam piyambak remen kalih tiyang ingkang sengkud anggenipun sinau lan sedya nampi perkawis ingkang leres/sae saking pundi kemawon wiwite.
Matur nuwun kulo aturaken kagem mas/bapak Sabda ingkang sampun kersa mbabar wawasan wonten blog menika. Kawula dados tambah mantep anggenipun ndherek sinau babagan gesang lan sakpiturutipun. Mugi gusti Alloh ingkang Rahman lan Rahim tansah males kesaenan panjenengan.
Nyuwun pangapunten bilih kathah lintu lepatipun kulo.
Wassalamu ‘alaykum
zorlax-JogJakarta said,
November 10, 2009 at 6:32 am
Wa’alaikumsalam WrWb…
Trimakasih pak Sabda atas tanggapannya… kebetulan sy ada sedikit kesibukan jd tdk bs lgsg membaca dan menanggapi kembali(reply)…
Bukan sy tdk mnghormati apalagi mencari musuh… sehingga tdk bosan sy minta maaf atas sgl kata2 yg kurang berkenan kpd smua krn bukan maksud utk negatif.
ukan maksud utk menggurui tp sy hanya coba mengingatkan… apalagi saat ini adalah saat yg “sudah dekat”… sungguh ALLAHualam sudah dekat masanya bagi ALLAH utk merubah system di dunia ini kpd tegaknya kalimat tauhid dlm 1 komando dr Imam mahdi insyaALLAH… namun sebelumnya … akan ada “pencucian umat”… krn hanya ALLAH saja yg bisa membersihkan tauhid pd umat manusia…
Sepertinya pa Sabda agak emosi dalam menanggapi 3tulisan sy diatas… itu sangat wajar… krn bukan sekali sy berbicara dg orang berpaham seperti bapak… dan orang2 yg dr kejawen tulen, kejawen Islam dan sampai dgn yg akhirnya benar2 berusaha membersihkan tauhidnya dlm berIslam… seperti halnya saya juga berusaha insyaALLAH selalu berusaha mprbaiki tauhid sy slalu… amin…
sy memang keturunan tulen dr Yogya, almarhum bpk saya masih krbt ksultanan mataram Yogya dan almarhum ibu saya msh kturunan k-7 dr pangeran Diponegoro yg jg masih klrg kesultanan Mataram… sy jg banyak mengalami hal2 yg di luar nalar pd umumnya sejak sy kecil… sjk kecil itulah sy slalu brusaha mncari apa itu kebenaran hidup… apakah anda pernah minta untuk hidup…? tidak ada 1 mahluk-pun yg pernah minta utk hidup/diciptakan… lalu utk apa?lalu bagaimana??… bisa menjelaskan?!(menurut yg anda pahami)
sy bukan kenal Islam dr ortu begitu saja yg spt anda katakan… justru sy pernah belajar kelima agama yg ada di Indonesia ini… hindu, budha, beberapa aliran kristen dan paham atheis dan yg trakhir saya blajar Islam kembali… oleh krn itu sy berpesan diawal, spy jangan campur2kan ajaran agama itu demi kehormatan masing2 agama… dan saya di Indonesia sudah mlintang dr Indonesia Timur hingga Indonesia barat… sekarang tinggal di luar Indonesia… sy juga coba mmahami bgm tipu daya iblis baik alam gaib dan alam nyata.. trnyata memang tiap daerah atw benua itu system nya beda2… tp yg termasuk paling komplex/complicated itu di tanah jawa (dr Jawa timur smp Banten).. tp yg paling berat level Humanity Destructive di Western dan sebagian jazira Arabia…
Jangan salah… anda mengatakan bhw saya masih belajar dilevel kulit… dan masih berpaham hipokrit/munafik… sepintas jelas itu adalah kata2 yg condong sombong dan merendahkan, tp sy tak ambil pusing… tp apakah anda tau apa itu “kulit” dan apa itu “munafik” ?!?! dr dasar(paham) apa anda mengartikan? pahamkebanyakan manusia atw paham dr Than, kalau tuhan saya ALLAH, makan menurut saya atas dasar paham ALLAH lah kata “kulit dan munafik” itu berlaku dlm paham kehidupan sy… hati2 dg kata2 munafik, krn munafik yg sebenarnya adalah yg paling berat siksanya (di neraka yg paling rendah/berattt) just intermezzo.
Ada beberapa kata yg melemahkan anda yg bs sy baca… salah 1nya adlh anda mengatakan “sudah kenyang dg pelajaran spt itu”.. sungguh itu adalah kata2 cenderung sombong yg kurang panntas diucapkan oleh org yg sidah banyak belajar sprti anda dan brlawanan dg apa yg slalu anda katakan brsikap “spt padi”…iyakan…
Pak Sabda diatas secara tdk langsung mengatakan klo tdk bersufi itu masih rendah tingkat kepemahamannya… apakah anda mengetahui adakah nabi Muhammad itu bersufi.?!?!?! dan apakah sahabat2 terdekatnya yg dijamin masuk surga itu mreka bersufi?!?! mreka ber dakwah menegakkan tauhid dengan Cinta dan segala pengorbanan… karena surga itu dibeli dengan Cinta dan pengorbanan trsebut sehingga ada level2nya sesuai apa yg diusahakan didunia…
ikuti lah Nabi MuhammadSAW mencontohlah semampu diri kita masing bgm sang nabi berkehidupan sehari2… tahukah anda bahwa “seluruh nabi itu diturunkan utamanya untuk BERTAUHID”dan selebihnya utk beberapa hal lainnya…
kalau anda mengatakan saya masih dilevel kulit, dan apa yg anda ungkapkan sebagian besar sudah saya dalami sblmnya diwaktu lalu, bukankah berarti kita masih sama2 di level kulit.. sampai dimana level kulit kita cuma ALLAH yg tau…
1 lagi secara singkat sy sdikit mengingatkan.. tolong jgn trsinggung (watawa shobil haq watawa shobil shobr=saling mengingatkan dlm kesabaran dan dm Kebenaran).
anda selalu menulis welas asih, asah asih asuh dan maha Pengasih Penyayang…
ALLAH benar MAHA PENGASIH dan PENYAYANG… tp tentu anda juga tau kan, banyak maha2 yg lainnya.. diantaranya ALLAH itu maha MURKA dan maha KERAS SIKSANYA… ingat, zaman/waktu sebelum umat nabi Muhamad, umat yg ingkar kpd nabinya langsung ALLAH azab/musnahkan didunia… umat nabi Luth kaumnya homosex di bakar dan di tiban guning oleh ALLAH, umat nabi Musa AS firaun dkk lgsung di tenggelamkan di laut, kaum Aad(konon Antlatis) ditenggelamkan hilang, kaum Tsamud umat nabi Soleh di sambar halilintar smuanya mati, umat nabi nuh AS di tenggelamkan dlm banjir bumi…dll…
tapi umat nabi Muhamad SAW nabinya para nabi… terus berdakwah dengan Cinta kesabaran, darah dan air mata… hingga saat Beliau berdakwah di lempari kotoran hewan&manusia lalu di pukuli sampai pingsan 3 hari dan tubuh penuh luka2…
lalu sang malaikat dahsyat terKuat Jibril AS mendekati sang nabi dgn amarah yg melangit meminta izin untuk mengangkat guning dan menibani mreka yg telah melakukan demikian.. tp nabi mengatakan.. “jangan”, umatku adalah umatku bukan umat sebelumku… mereka hanya belum paham… insyaALLAH, ALLAH SWT akan segera memberikan hidayah kepada mereka…. ALLAHu alam, sejak itu lah ALLAH tidak langsung mengazab umat nabi Muhamad serta merta di bumu.. walaupun kejahatan dr zaman nabi Adam AS hingga nabi Isa AS semua telah dilakukan oleh umat akhir zaman ini… tp ALLAH hanya mengingatkan AWAS, AZABKU AMAT PEDIH!!!
ALLAH murka kpd umat terdahulu maha Murka sehingga tdk ada sesuatupun yg dpt menahannya… dan nanti ALLAH maha Berat siksanya tdk ada yg sanggup menanggungnya… Setiap nabi bertanggung jawab atas umatnya di zamannya masing2 dan setiap jiwa brtanggung jawab atas dirinya masing2… tdk ada 1 jiwa menanggung lebih dr 1 diri.. tdk ada reingkarnasi sayang… tipu daya Iblis meliputi alam nyata dan gaib… Demi ALLAH reingkarnasi itu tidak ada… jangan salah mengartikan kehidupan akibat tipu daya iblis laknatuLLAH…
bapak2 ibu2 sekalian disini adalah orang2 baik… krn itu saya ingin mencoba mengingatkan semampu saya… walau pasti banyak kekurangan itu drpd saya dan segala kebenaran adalah dr ALLAH azza wajalla…
ALLAH maha Kasih memberi mengasihi kepada seluruh umat manusia,
tp maha Sayang menCintai hanya kpd hamba2 yg sayang dan mencintaiNYA saja…
….
kenapa orang jahat harus dihukum karena ALLAh sayang kepada orang yg tidak jahat dan yg terkena jahat trsebut… mengertikan maksud saya…
Terimakasih matur nuwun..
saya tdk berbahasa jawa walaw wong jowo seperti anda sendiri katakan ALLAH tdk etnosentris dan rasialis… tp anda selalu berbahasa jawa bagus tp tanpa arti jd ya hanya wong jowo saja yg memahaminya…
AstaghfiruLLAH halazim… SubhanaALLAHu wa ta’ala amma yusrikun Robbi al A’la wabil Azhimi wabilHamdi walla illa ha ILla ALLAH ALLAHuAKBAR…
Ampuni kami ya ALLAH… Maha Suci ALLAH dr sgala yg mreka sekutukan Tuhan yg maha tinggi maha Mulia dan segala Puji miliknya dan tiada tuhan selain ALLAH ALLAH maha Besar…
Wassalam WrWb…
r3dr4gon
SABDå said,
November 10, 2009 at 11:32 am
Maaf saya kutib sedikit tulisan panjenengan berikut ;
saya dah baca artikel2 yg ada di blog sabda langit… …kebanyakan opini dr orang2 yg awam masalah pengetahuan agama bahkan tidak sedikut dr non muslim (hindu,budha n christian)…
… itu bahaya sudah ngaco n bisa sesat semuanya masing2 atas ajarannya masing2 nantinya…
… daratan P. Jawa ini org yg kemusyrikannya paling menyatu dalam kehidupan sehari dan sulit dilepas bahkan sampai detik ini hal2 musyrik itu dah jadi makanan shari2…
dan saya di Indonesia sudah mlintang dr Indonesia Timur hingga Indonesia barat… sekarang tinggal di luar Indonesia…
Zorlax-Jogjakarta Yth
Dari tulisan panjenengan terbaca panjenengan mmg org yg sudah mumpuni, banyak pengalaman di berbagai wilayah di atas bumi ini, dan mungkin agak geram melihat kecenderungan zaman sekarang. Maaf bila banyak kalimat yg menyinggung diri anda, dan membuat nafas agak sesak. Tetapi jelas saya tdk menuduh pribadi panjenengan yg hipokrit. Ketika ajaran agama dikemas dalam bentuk doktrin, maka doktrin itulah berubah menjadi hipokrit. Karena indoktrinasi selalu berubah menjadi “ideologi” dan cara pandang yg anti kritik. Sementara itu, jika kita yakin seyakinnya bahwa ajaran agama datang dari Tuhan, sudah seharusnya kita tak perlu khawatirkan hanya karena adanya kritik dan argumentasi manusia. Itupun DITUJUKAN kepada bentuk POLA PIKIRAN umatnya. Bukankah Tuhan Mahakuasa pasti bisa menjaganya sendiri?!. Apakah panjenengan menciba menjatuhkan “vonis” kesombongan pada sesama, atas suatu hal yg tanpa sadar sedang panjenengan lakoni sendiri..? Tak apalah, karena Panjenengan bebas menilai rekan2 di sini dari kacamata, perspektif dan pendekatan, ataupun mind set yang anda gunakan. Jika perbedaan pola pikir itu akan menimbulkan apriori besar, hal itu saya anggap masih wajar-wajar saja. Hanya saja, ada satu prinsip yg saya pegang setelah mengalami rangkaian peristiwa dan pengalaman spirit yg panjang, hingga pada akhirnya saya membuat generalisasi, di mana keberhasilan pencapaian spiritual, justru manakala seseorang tidak lagi mempersoalkan ” warna kulit” sehingga terhindar dari fanatisme sempit. Adalah satu perbedaan mendasar, di mana pemahaman panjenengan berprinsip jalan menuju Tuhan hanya ada satu (yg diakui Tuhan). Dulu sewaktu saya masih remaja, pernah mengira hal demikian pula. Namun kejadiaan, pengalaman demi pengalaman termasuk saat2 bertemu dengan Eyang leluhur Panjenengan HB I dan Sentot Prawirodirjdo, dan yg lainnya HB II, HB 7, HB IX, MN IV, PB I, Kj Sultan Agung, Kjg Ratu Batang dll banyak sekali wejangan saya dapatkan dari beliau. Tentu saja saya tidak akan menganggap beliau2 sebagai jelmaan setan, karena sungguh sangat adoh sungsate. Saya pun lebih mempercayai org2 yg raganya sudah mati, karena mereka sudah merdeka dari belenggu jasad yg penuh intrik, yg penuh kotoran, polusi nafsu. Org yg sudah bebas merdeka dari nafsu yg bersumber dari jasad, beliaulah yg sudah ada dalam alam kajaten, alam kelanggengan, yg tak lagi tertutupi apapun dalam melihat kebenaran sejati. Tentu saja, bagi yg sengsara, alias “neraka” tak akan bisa bertemu dengan anak turunnya. Banyak wejangan dan pemgalaman langsung sehingga membuka mata hati saya akan arti kebenaran, akan makna dari agama, dan apa yg ada dan terjadi pada kehidupan sejati yang harus ditempuh. Saya sukuri hal ini, karena saya tidak harus mati lebih dulu untuk mengetahui kehidupan sejati, sementara banyak org barulah tahu dan menyaksikan setelah datangnya ajal, dan hal itu sudah sangat terlambat. Di Jawa, terdapat ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki pengalaman yg jauh lebih lengkap dan luas ketimbang apa yg saya alami. Termasuk para leluhur panjenengan, beliau termasuk org yang berhasil mencapai tataran kamulyan sejati (“syurga”).
Banyak sekali wejangan dan pengalaman pribadi, termasuk soal reinkarnasi, maupun hukum sebab akibat (karma) yg ditolak agama Samawi/Abrahamisme, sementara itu sunatullah dan hari pembalasan merupakan salah satu konteks hukum karma juga. Siapapun yg belum pernah menyaksikan apa yg terjadi dalam “ruang” rijalul gaib, pastilah masih sulit memerdekakan nurani dari belenggu dogma. Yah, inilah yg saya sebut sebagai permainan “kulit”, yg kenyataannya menciptakaan jurang pemisah antar manusia yg seharusnya saling welas asih dengan tidak membeda-bedakan berdasarkan apa agamanya. Doktrinasi yg menciptakan sikap fanatisme, fanatisme menjadi salah satu bahan bakar untuk perang dan pertumpahan darah di planet bumi ini. Tak heran mengapa agama-agama di bumi ini sering terjebak oleh pertumpahan darah yg justru dirasa “membanggakan”…astaghfirullahal aziim. Padahal Tuhan tidaklah rasis, primordialis, dan etnosentris, jadi ketika saya menggunakan bahasa Jawa pun tak masalah, saya yakin Tuhan tetap memahaminya. Karena, soal bahasa bukanlah ciptaan Tuhan, melainkan ciptaan manusia, bagian dari peradaban dan kebudayaan.
Umat manusia di akhir zaman, semakin banyak yg tidak tahu bahwa dirinya sedang tidak tahu. Lantas apa yg pantas untuk menyebutnya ? saya masih berprinsip tak ada orang jahat, yg ada hanyalah orang yg belum tahu dan belum memahami. Saya kira seluruh umat beragama, sangat yakin, percaya, dan merasakan bahwa Tuhan Mahawelas asih, mahapemurah, Maha besar. Tetapi masih ada pula umat yg tidak memahami hakekat sifat2 ketuhanan tersebut, dengan TIDAK meniru sifat2 ketuhanan, sehingga perilakunya sangat kasar, kejam, tega membunuh, semua dikatakan demi membela jalan Tuhan. Luar biasa, bukankah MANUSIA MAHALEMAH, sudah berlagak heroik sebagai pembela TUHAN yg MAHAKUASA ?! Tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, bukan terletak pada PEMAKSAAN (apalagi dengan pertumpahan darah) agar supaya orang lain menganut apa yg kita pikirkan dan yakini. Tetapi bagaimana kita mendermakan hidup ini untuk kemakmuran, kesejahteraan, ketenangan, kebahagiaan, kelestarian bagi umat manusia, kpd orang lain, kepada seluruh makhluk yg tampak dan tak tampak, kepada binatang dan lingkungan alam. Itulah khalifah sejati di muka bumi. Yah, sebenarnya telah diisyaratkan sejak masa silam dalam prediksi-prediski nenek moyang yg menurunkan kita, untuk dijadikan pepeling, bahwa akan banyak orang Jawa kajawan (hilang jawane) dan bersikap rib-iriban. Toh Tuhan Mahakuasa, kita serahkan saja, kalau memang Tuhan menghendaki, 5 milyar lebih umat di seluruh bumi ini akan disebdo menjadi satu agama saja. Jika Islam merasa memiliki musuh, musuh itu bukanlah berada di luar diri, tetapi ada dalam diri. Tak heran seiring berjalannya waktu lahirlah ribuan mazab, aliran, gerakan, organisasi, bahkan di antara masing2 saling berbenturan prinsip dan saling menghabisi. Bukankah hal ini juga ditegaskan dalam sebuah Hadits. Maka dari itu, saya pribadi lebih memilih beranjak ke dalam esensinya, menemukan nilai2 universal Keislaman. Hidup menjadi lebih adem, ayem tentrem dan bahagia. Karena masing2 agama ternyata memiliki nilai universal yg sama. Kita berdamai, bersaudara, saling menolong, memberi antar umat beragama apapun tanpa diliput rasa curiga yg melelahkan jiwa dan raga. TUHAN LEBIH DARI MAHA AGUNG, LEBIH DARI MAHA KASIH, LEBIH DARI MAHA KUASA, LEBIH DARI MAHA PENYAYANG. Dihadapan Tuhan, di dalam tata ruang jagad raya diri ini teramat lemah dan tak lebih besar dari debu, sekalipun debu itu di bagi lagi menjadi 100 bagian. Oleh karenanya tulisan di sini sekedar ungkapan rasa sukur saya, dan pepeling buat saya pribadi, sukur-sukur kalau dianggap berguna buat org lain. Apabila dirasa tak berguna buat panjenengan, tak apa lah, tinggalkan saja. Karena perkembangan spiritual masing2 org tak ada yg sama, dan tak bijak kita memaksakan kehendak utk mengikuti apa yg kita rasakan dan alami. Dalam perjalanan spiritual Jawa, atau falsafah hidup jawa. tak cukup hanya dengan dasar yakin saja. Jawa=jiwa kang kajawa/kajawi. Jiwa kita harus NGAJAWA/NGAJAWI merasakan dan menyaksikan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Dengan syarat hidup kita harus ada manfaatnya bagi sesama, orang lain, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Barulah akan sungguh2 merasakan kebesaran Tuhan dalam jalan spiritual yg konkrit. Ngapunten njih Mas/Mbak bilih kathah madubasa ingkang kirang trapsila tuwin ndamel kirang rena ing penggalih panjenengan. Nuwun Peacefully
salam asah asih asuh
suprayitno said,
November 10, 2009 at 4:56 pm
Mas Sabda, ijinkanlah saya ikut nimbrung dalam percakapan ini,
Memang ada beberapa jenis atau kelompok manusia dalam memahami dan meyakini, siapa Tuhan atau Allah itu.
Satu kelompok adalah orang yang TERIKAT sangat kuat (fanatik buta) dengan apa yang diajarkan oleh pemimpinnya atau Nabinya. Bagi kelompok ini TAK ADA AJARAN LAIN YANG BENAR, selain apa yang telah diperintahkan oleh Allah melalui Nabinya.
Satu kelompok yang lain adalah orang-orang yang MERDEKA dalam menggunakan akal budinya. Orang-orang merdeka ini akhirnya ada yang menjadi kafir (menutup diri) terhadap seluruh ajaran (kepercayaan) dari agama-agama, dan sebagian yang lain ada yang memilih menjadi nabi bagi dirinya sendiri (free spiritualism).
Bagi golongan kafir berpandangan bahwa TUHAN HANYALAH SEKADAR ALAT POLITIK UNTUK MENCAPAI KEKUASAAN. Kafirisme sangat tidak percaya terhadap konsep TUHAN MAHA KUASA , TUHAN MAHA PENCIPTA dan maha-maha yang lainnya. Bagi golongan kafir, Tuhan telah disulap menjadi CANDU/SABU-SABU yang membuat KLIYENG-KLIYENG bagi para penikmatnya.
Oleh para nabi, tuhan “dikonstruksi” untuk mewakili pemikiran nabi pembawanya masing-masing. Misal, jika nabinya senang dengan peperangan, ya otomatis wahyu-wahyu-Nya penuh dengan “kekerasan perang”.Jika nabinya senang wedokan (sex maniak), otomatis wahyu-wahyu-Nya juga banyak memberikan informasi atau aturan-aturan hubungan sex. Dan tuhan jenis ini biasanya justru membuat aturan yang macem-macem tentang bagaimana perempuan itu harus berpakaian dan bagaimana posisi perempuan dalam sistem hirarki sosial-politik.
Jika nabinya pikirannya sempit, tuhan yang “dilahirkan” juga tuhan yang picik (anti demokrasi). Misal tuhan disulap menjadi “BERHALA/DIKTATOR” yang maha menakutkan, Dia sering mengancam, sering murka terhadap orang-orang yang tidak mau menuruti kehendak/perintah-Nya. Nah, yang dimaksud kehendak-Nya, tidak lain tidak bukan ya, kehendak “bawah sadar” dari NABI ITU SENDIRI.
Jika para nabi bisa dan boleh “mengkonstruksi pikiran Tuhan” mengapa kita-kita ini tidak memiliki hak yang sama dengan Yesus, muhammad, Buddha, Musa dan masih banyak lainnya? Mereka juga sama dengan kita, yakni sama-sama manusia, yang bisa MATI, yang bisa merasa lapar, merasa haus, marah, senang, susah dan nafsu-nafsu lainnya.
Yang menjadi persoalan kan tinggal Anda atau sampeyan-sampeyan mau percaya apa tidak, jika misalnya si Polan mengaku mendapt wahyu dari Tuhan yang mengatakan bahwa TERNYATA NABI TERAKHIR ITU BUKAN MUHAMMAD, dan agama yang paling bener juga bukan Islam, melainkan AGAMA SAMIN (ini misalnya lho!!!!).
Nah, risikonya adalah bagi yang merasa MEMILIKI dan MEYAKINI BAHWA ISLAM YANG PALING BENER dan muhammad adalah nabi terakhir, pasti akan MEMBANTAI bahkan tidak tertutup kemungkinan akan MEMBUNUH si Polan tadi.
Apalagi jika umat islam jumlahnya satu juta sedangkan umat Polan cuma seratus, yah pasti DIJAMIN AKAN DILINDAS BAIK OLEH NEGARA (dengan dalih meresahkan masyarakat) maupun oleh persatuan umat mayoritas.
Ini yang namanya CANDU AGAMA TELAH MENGUASAI TUBUH DAN PIKIRAN seseorang. Melawan orang-orang yang telah KECANDUAN AGAMA jauh lebih sulit dari pada menaklukkan orang yang MABOK ALKOHOL.
Orang yang mabok alkohol, bila pengaruh alkohol di syarafnya telah habis, maka dengan sendirinya dia akan sadar kembali. Lha kalau MABOK AGAMA gimana menyadarkannya?
Apa ciri-ciri seseorang telah mabok agama? sangat mudah dikenali, yakni PENGLIHATANNYA selalu menggunakan KACA MATA KUDA, gak mau dikasih kacamata lainnya, biasanya selalu menggunakan kata-kata POKOKNYA……..!!
Nah, orang-orang yang merdeka, tidak mau begitu saja percaya dengan mantra sakti INI WAHYU ALLOH. Bagi orang-orang merdeka, Alloh adalah milik masing-masing individu yang TIDAK BISA DIPERJUAL-BELIKAN. Karena Tuhan jelas bukan komoditas. Dan tuhan yang telah diperjualbelikan di pasar bebas dengan lebel agama, adalah tuhan yang sesungguhnya SANGAT LEMAH dan BODOH.
Ciri-cirinya, Dia (tuhan itu) minta selalu (mewajibkan umat-Nya) untuk senantiasa memuji, menyembah, dan takut kepada-Nya. Jika tidak menyembah-Nya (mempersekutukan tuhan dengan yang lain), maka tuhan jenis ini serta merta akan kalap dan MURKA dengan mengancam “Wahai orang-orang kafir, kelak jika kamu mati maka kalian akan Kami bakar (hidup-didup. padahal jelas sudah mati) di tungku neraka, yang tak pernah padam apinya” begitu hardik tuhan yang maha lemah dan tolol ini.
Bagi orang-orang yang merdeka spiritualitasnya, justru akan mengolok-olok tuhan jenis ini sebagai PREMAN, karena sukanya mengancam, tetapi sekaligus sebagai PREMAN YANG SANGAT LEMAH, karena beraninya hanya dengan orang yang telah mati. Tuhan seperti ini gemar banget membuat “hukum” tetapi pada saat posisi pemimpinnya (nabinya) sudah diback up oleh kekutan umat yang riil.
Pada saat masih permulaan berkarier sebagai nabi, biasanya ayat-ayat-Nya atau wahyu-Nya juga relatif lebih persuasif, lemah lembut tanpa KEKERASAN. Lha coba kalau permulaan saja (belum didukung oleh kekuatan umat yang riil), sudah berani main larang ini, larang itu, hukum dengan cara ini atau hukum dengan cara itu) maka sang nabi itu pun pasti akan dibunuh oleh golongan status quo.
Sebenarnya sama dengan kondisi saat ini, jika kita ingin berkarier jadi Nabi, ya untuk pertama-tama mesti harus pinter-pinter mengakomodasi berbagai keyakinan yang telah mapan. Nah, setelah umatnya mencapai puluhan juta baru mulai bergerak menjadi kekuatan politis untuk mewujudkan ambisinya.
Ya, ambisi dari Nabi tersebut apa? apa kepingin istri yang banyak? kan mudah saja bilang saja sama tuhan, ya tuhan aku pengin punya banyak istri, tolong dong di buat aturan dan juklaknya. Yaaaah……….ujung-ujungnya juga dia sendiri (nabi itu) yang membuat kan? emang tuhan apaan yang ngurusi sex? wah itu mah TUHAN yang terbalik alias HANTU.
Demikian mas sabdo, mohon maaf bila tidak berkenan, ini hanyalah pemikiran bebas.
salam
Bau Tanah said,
November 10, 2009 at 5:08 pm
SALAM UNTUK KITA SEMUA.
LA IQRO HA FIDDIN = TIDAK ADA PAKSAAN DALAM KEYAKINAN DAN BERAGAMA !
SILAKAN JALANI SESUAI BACK GROUND PENGETAHUAN MASING – MASING, SEMOGA DAPAT DITERIMA DIMANA-MANA DENGAN PENUH PENGHARAPAN SEHINGGA DITERIMAN DISISI-NYA.
KARENA DIMANA-MANA SELALU ADA DAN ITU BAGIAN DARI KEBESARANYA.
TINGGAL TUNGGU DAN LIAT SKOR TERAKHIRNYA, APAKAH BISA MENJADI RAHMATAL LIL ALAMIN ATAU LAKNATUL LIL ALAMIN.
SALAM, DENGAN SEPENUH ARTI SALAM YANG SESUNGGUHNYA UNTUK KITA SEMUA.
suprayitno said,
November 10, 2009 at 6:28 pm
SEJARAH AGAMA
Banyak cara yang ditempuh oleh umat manusia untuk sampai pada pemahaman yang utuh kepada Khaliknya. Perjalanan panjang telah ditempuh oleh Sang Buddha Gautama, Nabi Muhammad, Yesus Kristus, para nabi lainnya juga para sufi, hingga akhirnya mereka menemukan Tuhannya dalam persepsi masing-masing. Kemudian mereka membuat sistem keimanan atau ritual berdasarkan pengalaman transendental pribadinya, pengenalan dan penghayatan empiris untuk selanjutnya diajarkan kepada para pengikut.
Hal ini telah mendorongku pada satu pertanyaan, apa yang menyebabkan kelahiran agama-agama itu? Di luar pengalaman Sang Buddha, ternyata hampir semua agama merambat dari bawah (golongan proletariat). Para pelahir agama adalah sosok yang memiliki tingkat kepedulian terhadap nasib wong cilik yang senantiasa dijadikan objek penindasan dan pemerasan melalui sistem perbudakan, juga sebagai bentuk resistensi terhadap sistem religiositas nenek moyang mereka yang masih memuja berhala (paganis/animisme-dinamisme).
Dengan demikian agama sebenarnya merupakan ideologi politis vertikal yang mengambil “Tuhan” sebagai sumber kebenaran absolut bagi terciptanya masyarakat (atau Negara) yang sejahtera, adil, makmur di dunia dan akherat (ideology theosentris). Sedangkan ideologi horisontal, adalah sebuah cita-cita yang mengambil “rakyat” sebagai sumber inspirasi bagi terwujudnya masyarakat adil dan makmur (ideology antrophosentris).
Tujuan mereka sebenarnya sama, sebab muaranya “demi rakyat”. Hanya saja, di dalam ideologi agama selalu mengatasnamakan Tuhan sebagai pemberi wahyu kebenaran sedangkan ideologi sekuler mengatasnamakan “rakyat”. Pengertian ideologi sendiri menurut saya, sebenarnya hanyalah sebuah “gegayuhan” atau cita-cita yang dilembagakan.
Ideologi agama cenderung statis sebab tidak mengenal dialektika “sumber adanya” (raison d’etre) berasal dari “alam ghaib” , sedangkan ideologi sekuler selalu tumbuh dinamis karena berasal dari, oleh dan untuk rakyat. Ideologi agama bersifat “top down” sedangkan ideologi sekuler bisa top down bisa pula bottom up, tergantung bentuk pemerintahannya apakah demokratis atau diktator/otoriter.
Pada awal sejarah kelahirannya, agama merambat dari bawah (bottom). Jarang agama yang dilahirkan dari rahim pemikiran para aristokrat/bangsawan. Sebab, hanya orang-orang yang susah dan penuh penderitaan yang cenderung lebih dekat dengan Tuhan. Biasanya golongan borjuis jarang yang dekat dengan tuhan, yang mereka “dekati” cuma uang/harta, tahta, sex dan kenikmatan dunia lainnya.
Namun anehnya, setelah suatu agama semakin besar dan menggurita justru berbalik menjadi “top down”, nggrojog dari atas ke bawah sehingga “grojogannya” sering mengempaskan masyarakat yang lemah. Intinya, agama mayoritas akan cenderung menekan/menindas golongan minoritas, atau kekuatan agama pada akhirnya akan bersetubuh dengan politik kekuasaan. Atau melalui agama itu sendiri, negara itu mengabdi.
Dari sini, saya berpendapat bahwa sesungguhnya tidak ada yang SAKRAL dengan wahyu tuhan, sebab proses kelahiran “tuhan/agama” selalu berbarengan dengan kondisi negara atau sistem kekuasaan yang despotis (menindas).
Lihat saja sejarah agama-agama, bagaimana sang Buddha berjuang demi rakyatnya yang tertindas, bagaimana Yesus dalam membela hak-hak rakyat yang terpinggirkan, dan bagaimana Muhammad yang berontak dengan sistem perbudakan.
Surga-Neraka hanyalah bentuk reward bagi orang-orang yang mau menemani atau mau menjadi pengikut dalam perjuangan PARA NABI ITU. Tak lebih, maka bagi yang tak mau menemani dan malah menentang nabi, akhirnya dibenturkan dengan “MELAWAN TUHAN”.
Nah, sesederhan itu kan?oleh karena aku tak mengharapkan SURGA maka tentu saja aku MEMILIH menjadi bagian yang menentang konsep wahyu alloh dan kebenaran absolut dari sebuah agama (apapun).
AGAMA BAGI SAYA ADALAH CANDU.
Ahmad said,
November 11, 2009 at 7:46 am
Candu baik untuk di gunakan oleh mereka2 yg sakit dan terkurung,tetapi bagi mereka2 yg merasa sehat dan berani hidup merdeka,BUANG!!.
suprayitno said,
November 10, 2009 at 9:16 pm
@Zorlax-Jogjakarta berkata :
… tdk ada reingkarnasi sayang… tipu daya Iblis meliputi alam nyata dan gaib… Demi ALLAH reingkarnasi itu tidak ada… jangan salah mengartikan kehidupan akibat tipu daya iblis laknatuLLAH…
Mas Sabda yth,
Ranah “keyakinan” memang sangat berbeda dengan “pengetahuan”.
Jadi ungkapan atau keyakinan Zorlax seperti saya kutip di atas, TIDAK SALAH. Sebab, memang kan tidak ada KEYAKINAN YANG BISA DISALAHKAN. Keyakinan itu baru bisa disalahkan apa bila ternyata keyakinan tersebut TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN.
Saya kira Mas Sabda juga sah dan BENAR jika umpamanya berkata “Demi Allah, sesungguhnya muhammad tak pernah berjumpa dengan jibril yang katanya suka menyampaikan wahyu dari tuhan itu. Jibril hanyalah proyeksi yang dibuat oleh muhmmad sendiri, karena beliau sedang depresi”.
Nah, bisakah (sekali lagi umpamanya) keyakinan Mas Sabda tersebut disalahkan? Tentu saja tidak bisa disalahkan. Tetapi sebaliknya, yang yakin bahwa “Demi Allah sungguh benar bahwa muhammad telah bertemu malaikat Jibril dan telah menyampaikan wahyu-Nya. Muhammad itu sekali-kali tidak penah berbohong”, keyakinan seperti ini juga BENAR adanya.
JIka ada lain orang yang BERKEYAKINAN “Aku yakin bahwa Tuhan itu sesungguhnya tidak ada, apalagi yang namanya iblis”, gimana coba, bisakah orang-orang yang beriman menyalahkan keyakinan itu? Tidak bisa kan?
Keyakinan lain misalnya, jika ada seseorang yang dengan amat sungguh-sungguh bercerita kepada kita”Semalam, aku telah berjumpa dengan Nyi Roro Kidul, oh betapa cantiknya beliau, tubuhnya yang dibalut kain ketat, tampak sekali lekuk tubuhnya yang sangat sexy. Sebab, Nyi Roro Kidul tidak mau menutupi keindahan dan kecantikan tubuhnya dengan jilbab”.
Orang yang beriman pasti akan langsung mengatakan “Ah itu bohong besar, itu namanya musyrik”. Tapi bagaimana dengan cerita isro miroj nabi, yang katanya pergi “kelangit ketujuh” itu? Ah sama saja dia juga sedang bohong besar!! bagaimana kalau ada yang menyanggah demikian? bisakah disalahkan?
Akhirnya saling NGEYEL mempertahankan keyakinan dan “kebenaran” masing-masing.
Masing-masing saling klaim keunggulan tokoh/nabi yang di anutnya. Mereka seperti sedang berebut PEPESAN KOSONG.
Pandangan saya, jika ingin mempertahankan “keyakinan” menjadi sebuah “pengetahuan/kebenaran” maka mau tidak mau kedua keyakinan yang berlawanan tersebut harus BISA DIBUKTIKAN KEBENARANNYA.
Nah jika keyakinan tentang surga-neraka ingin dibuktikan kebenarannya, maka dengan cara bagaimana kita mengujinya? Apakah harus mati dulu? pasti tidak mungkin kan, orang mati kok disuruh membuktikan, yang harus membuktikan tentu yang masih hidup.
Sebab, mana ada kesaksian dari orang mati yang bisa dipercaya sebagai “pengetahuan”?
Paling-paling hanya merupakan cerita mistis yang tidak setiap orang bisa ikut menyaksikannya. Lagi-lagi nanti yang muncul klaim sepihak (subyektif).
Nah, saya justru sangat heran ketika ada seseorang yang begitu fanatiknya mengklaim “Agamakulah yang paling benar”. Sekarang saya tanya, apa yang dijadikan sebagai alat bukti klaim kebenaran tersebut? Bisakah lembaran-lembaran kitab purbakala itu dijadikan bukti materiil atas sebuah klaim kebenaran?
Gak bisa kan? wong kitab itu kan hanya berupa tulisan-tulisan yang penuh dengan KATANYA. Yaaah………, katanya tuhan itu maha adil, katanya tuhan itu maha kuasa, katanya di alam akherat ada kawasan yang bernama surga dan ada juga neraka.
Semua full dengan KATANYA, tetapi anehnya dengan senjata KATANYA ini sudah bisa membuat banyak orang yang beriman, menjadi ROBOT-ROBOT yang berbahaya.
Terus terang Mas Sabda, saya tidak puas hanya dengan KATANYA. Artinya, bagi saya yang disebut kitab suci itu hanyalah seperti “buku harian” yang kadang berisi cerita. Cerita apa saja, tentang keindahan surga, tentang seramnya neraka, tentang setan, iblis, malaikat dan segala macam. Cocok untuk dongeng anak kecil yang bercita-cita kepingin menjadi ulama, atau kepingin menjadi teroris.
Begitu tambahannya Mas Sabda.
salam
lorMuria said,
November 11, 2009 at 3:57 am
@all
yang jadi pertanyaan:
ketika kita tidak puas dengan KATANYA, dan harus perlu membuktikannya…Sementara akal / ilmu / pengetahuan / teknologi / dll perangkat manusia dan alam BELUM bisa membuktikan suatu KATANYA / KEYAKINAN sampai kita mati, apakah kita masih BELUM PERCAYA ??????????????
Sementara ada beberapa orang yang sudah bisa membuktikan KATANYA / KEYAKINAN itu, sehingga dia percaya dan menjadi YAKIN…..
Apakah kita mau seperti golongan I atau II???
atau golongan yang lain?? misalkan golongan yang FRUSTASI karena tidak bisa membuktikan KATANYA / KEYAKINAN?????
atau menjadi ROBOT-ROBOT akal kita..????
atau menjadi ROBOT-ROBOT nafsu kita..????
Semua terserah pada Diri masing2…
Lakum diinukum waliyadin
Tuhanku adalah Tuhan seluruh alam semesta, Tuhannya orang Islam, Kristen, Hindu, Buda, Yahudi, dll. tetapi Tuhan mereka Bukanlah Tuhanku.
Monggo dilanjuuuuut..
Damai di Hati Damai di Bumi Damai di Alam Semesta
suprayitno said,
November 11, 2009 at 8:14 am
Tuhan……………….
Tiap hari orang yang beriman menyebut nama-Nya, tetapi tahukah kita, dimana tuhan itu berada?
Di Arab Saudikah (Ka’bah), di Yerusalemkah, di aliran sungai Ganggakah?
Oh NO!!! “keyakinan” orang-orang yang beriman menyebutkan bahwa tuhan itu berada di mana-mana.
Tetapi sesungguhnya tanpa akal – budi tak pernah ADA tuhan. Orang yang tidak berakal alias “gila/edan” tak mungkin mampu melahirkan tuhan. Orang gila itu, bahkan untuk mengenal jati dirinya pun tak akan mampu.
Jadi, tuhan sesungguhnya hanyalah “akal-akalannya” manusia yang “waras”. Apakah akal-akalan ini sesuatu yang “buruk”?
Jawabannya tegas BUKAN BURUK, tetapi bisa juga JELEK. Tergantung, Tuhan yang akan kita lahirkan atau persepsikan itu tuhan yang kayak apa?
Tuhan yang suka marahkah, suka menghardikkah, suka mengancamkah, suka MURKAKAH, suka membuat hukum pidanakah? Tuhan itu seperti “boneka”, disebut apa pun dia tidak akan pernah berontak/protes. Disanjung sebagai MAHA ADIL dia juga diam saja, tetapi sebaliknya dikecam TIDAK ADIL juga diam saja,
Yang suka marah dan murka itu kan MANUSIANYA yakni manusia yang telah mengonstruksikan tuhan sesuai dengan pikiran-pikirannya. Ketika tuhan hasil konstruksinya dihina atau dilecehkan, maka serta merta dia akan meradang.
Jika tuhan yang kita lahirkan tuhan yang “cool” , maka pembawaan kita pasti akan cool juga, tidak suka berperang dan tidak suka mengecam.
Nah, hari ini tuhan seperti apakah yang kalian “lahirkan”? apa pun tuhan anda, dia akan mewarnai karakter anda. Tidak peraya??? silakan masing-masing membuktikan sendiri.
salam
lorMuria said,
November 11, 2009 at 2:00 pm
hehehe….Siiiiiiiiiiiiiiiip..!!!!!
sapto said,
November 11, 2009 at 6:15 pm
Kematangan spiritual barangkali berbanding lurus dengan hikmah kebijaksanaan. Sehingga akan memandang hal-hal yang dianggap mentah bahkan salah dengan sikap asah asih dan asuh. Seorang mahasiswa barangkali akan menganggap lucu pandangan-pandangan anak SD, tetapi apakah harus ditertawakan bahkan direndahkan. Seandainya kebodohan anak SD( saya kayaknya masih di level ini hehehe) disikapi secara demikian maka akan menjadi lucu, aneh kalau matang tidak bijaksana,
Memang tidak mudah “nyekel iwak tanpo mbuthekke banyune”
Nyuwun pangapunten menawi lepat lan mboten kanten-kantenan ukaranipun.
Btw…….
Kapan ada di Jogja Mas Sabda………..
Salam hormat
Oleng said,
November 11, 2009 at 9:22 pm
Asyiiikkk… akhirnya KangMas SaptoWS yang suka bandemi Adi nganggo sarung methungul juga… khabare kepripun KangMas… Nak yo apik-apik wae to… Kangen Aku…
sapto said,
November 14, 2009 at 1:19 am
@Mas Oleng
Menopo kulo radi mirip-mirip Mas SaptaWS Mas:-)
Salam hormat lan pitepangan kagem panjenengan, ugi kagem Mas SaptaWS……..
Oleng said,
November 14, 2009 at 9:27 am
@ KangMas SaptoWS
Walah… nek dudu yo ndak apapa paling Adi Kisinan… lha wong cuman asal nebak kok… tapi kalo di lihat dan diamati dari gambar/gravatarnya dan nama kok mirip dengan KangMas SaptoWS hi…hi…hi… paling KangMas SaptoWS mau ngerjain Adi Atau ngajak guyon kayak di edyycorret.wordpress.com waktu itu :d… walah malah Ge… Er… masalae Adi kangen tenan sama kang SaptoWS udah lama nggak Ngobrol… (padahal ketumu Fisik dengan Orang Yang Namanya KangMas SaptoWS aja belum pernah Alias ketemunya ya di eddycorret.wordpress.com lha terus di blognya kang Sabdo tapi saya sengaja ndak ngomentari dulu… hehehe) Nah baru Akhir-akhir ini saya ngomentari hehehe…
bukti KangMas SaptoWS kalo mau ngerjain adi sekarang gravatar KangMas SaptoWS di eddycorret.wordpress.com sudah berubah… soalnya beberapa waktu yang lalu saya sempat lihat-lihat tulisan dan komentar Kadhang-Kadhang di eddycorret.wordpress.com dan gravatar KangMas SaptoWS di eddycorret.wordpress.com masih seperti dengan gravatar yang di pake di sabdalangit.wordpress.com… yang seperti diatas itu maksude… tapi barusan Saya cek di eddycorret.wordpress.com udah berubah gravatarnya jadi Ijo… hehehe…
Ayo ngaku… ngerjain ya… nek masalah bahasa memang ada perubahan kalo dulu kangMas SaptoWS itu senengane komentar sambil guyon lhakok sekarang jadi serius…
waduh… berubah niye…
sapto said,
December 16, 2009 at 12:20 am
Wadhuuh Mas Oleng, lha kulo malah jadi binuun ki……
Apa perlu digelitik biar beliaunya muncul, hehehe
Nyuwun pangapunten kalo lama ngrespon komentnya….
Kagem Mas Sabda dan semuanya, mohon maaf karena OOT, hehehe
Salam hormat
SetyaTuhu said,
December 2, 2009 at 2:21 am
Salam kenal mas-mas sedaya,
Kalau membaca perbincangan disini kok asik dan dan gayeng. Kalau boleh saya nimbrung. Melihat tanggapan2 mas-mas di forum ini sepertinya susah mengartikan Tuhan. Jadi bingung saya disini. Saya punya pendapat bagaimana kalau tuhan kita sebut Sing Gawe Urip (Yang Buat Hidup). Kita hidup dan lahir di bumi ini pasti ada yang mengingini dan yang membuat. Siapa dia yaitu Sing Gawe Urip tadi. Tugas kita adalah melangsungkan kehidupan tadi dengan apa dengan melakukan kehendak Sing Gawe Urip. Bagaimana kita tahu kehendak Sing Gawe Urip?
Saya pernah bertanya: Para nabi dalam kitab suci atau para pelaku spiritual jaman dulu bagaimana mereka tahu bahwa mereka mendengar suara Sing Gawe Urip? Pasti mereka tidak serta merta mendengar suara dari langit: Hei Musa kamu harus begini ……. ! Pasti sebelumnya mereka telah mengasah spiritual mereka, sehingga mereka dapat membedakan suara siapa yang berkata. Maka saat sekarangpun masih relevan Sing Gawe Urip berkata kepada kita. Karena saya kira Dia yang berkata kepada Musa sama dengan Sing Gawe Urip yang membuat saya. Musa manusia saya juga manusia. Dan Ki Sabdalangit salah satu yang telah mengasah spiritual sedemikian rupa sehingga semua ciptaan di bumi ini dapat untuk media bicara dengan Sing Gawe Urip. Saya memahami Gusti Sing Gawe Urip itu demikian. Karena Dia telah memberi hidup maka saya harus buat hidup ini indah dan selaras.
Selaras beda dengan seimbang. Seimbang itu sama kiri dan kanan, tapi selaras bisa sama bisa berbeda. Dalam musik ada suara gitar, piano dan lain-lain itu selaras dan indah. Walaupun pengetahuan agama kita tinggi tapi lihat sesuatu yang indah dan selaras malah dirusak…gimana yahh
Maaf ya Ki Sabda kalau menggurui,
Jayalah Nusantara, Jayalah Negeriku Nuwun
suprayitno said,
December 14, 2009 at 8:19 am
Sapa sing sabenere gawe urip? menurut saya sing gawe urip itu bukan FAKTOR TUNGGAL melainkan sangat rumit dan sangat kompleks DIANTARANYA (jadi bukan faktor satu-satunya) adalah makanan, minuman, oksigen, dan cahaya.
Tetapi tanpa didukung sistem tubuh yang bisa bekerja secara SEHAT dan baik (normal) maka ke tiga faktor tersebut diatas yakni makanan, minuman, cahaya dan oksigen TIDAK BISA MEMBUAT KITA HIDUP.
Jadi kedua faktor tersebut terlibat secara AKTIF, saling terkait, saling mempengaruhi.
HIDUP itu bukan diberikan oleh ALAM secara GRATIS. Contohnya, dengan seluruh organ yang sehat, baik dan normal tetapi jika tidak ada OKSIGEN dan makanan dan minuman yang bisa kita telan/hidup, ya PASTI KITA AKAN MATI.
Oksigen, Cahaya, makanan dan minuman TIDAK TERGANTUNG pada KEHIDUPAN.
Artinya, mau ada orang hidup atau tidak, mereka tetap ada.
Itu adalah FAKTA dan BISA LANGSUNG DIBUKTIKAN oleh kita semua baik bagi oranG kafir maupun orang yang beriman. Wong ora bisa ambegan (bernafas) yo mesti MATI, padahal syarat MUTLAK untuk tetap bisa bernafas, ya kondisi tubuh dan seluruh organ vital termasuk paru-paru, jantung, ginjal, liver dan otak mesti harus berfungsi secara baik, nah kemudian ditunjang oleh prasarana dan sarana dari luar yang berupa oksigen dan energi lainnya. BARU AKAN TERJADI KEHIDUPAN.
Jadi kesimpulannya, menurut “keyakinan” saya , sing gawe urip iku dudu faktor tunggal, seperti dikatakan sebagai ALLOH umpamanya, Namun, HIDUP itu adalah akibat dari suatu PROSES ALAM YANG MAHA RUMIT, SALING MEMPENGARUHI, SALING TERKAIT dan SALING AKTIF.
Saya kira jika TIDAK ADA ALLOH pun kehidupan ini akan tetap berjalan sesuai hukum sebab-akibat. Makanya manusia memiliki tugas dan tanggungjawab yang sangat berat untuk menjaga KETERSEDIAAN (supply) oksigen yang bersih, makanan dan minuman/air yang tidak tercemar, lapisan atmosfir agar tidak bocor (efek rumah kaca) sehingga cahaya matahari tidak meradiasi bumi dengan ulravioletnya.
Monggo terserah panjenengan, percaya kepada saya silakan, jika tidak percaya juga silakan. Sing penting kan kenyataane dudu keyakinane.
olads said,
December 13, 2009 at 11:33 pm
Nuwun sewu ….@Mas Ssabda ……..turut nibrung !
==============================
@ zorlax-JogJakarta said :
apakah anda pernah minta untuk hidup…? tidak ada 1 mahluk-pun yg pernah minta utk hidup/diciptakan… lalu utk apa?lalu bagaimana??… bisa menjelaskan?!(menurut yg anda pahami)
—————————————————–
#)Ya…..Jelas ada….!, ketika Allah mengambil perjanjian kepada JIWA yang akan turun kedalam rahim (QS 7: 172-173).
Secara logika :
Kalau anda tidak sanggup untuk hidup, tentu anda sudah gugur sejak dalam kandungan, atau lahir langsung mati.
Mengapa anda di hidupkan hingga sekarang, karena Allah tahu bahwa anda punya kemauan untuk hidup, dan ternyata anda sangat menikmati hidup ini.
kalau anda tidak ada kemauan untuk hidup dan diciptakan, saya kira sekarang juga anda akan minta mati kepada Allah.
==============================
@Zorlax-Jogjakarta berkata :
… tdk ada reingkarnasi sayang… tipu daya Iblis meliputi alam nyata dan gaib… Demi ALLAH reingkarnasi itu tidak ada… jangan salah mengartikan kehidupan akibat tipu daya iblis laknatuLLAH…
#)Tolong jelaskan,…….. bagai mana cara nya iblis berberan.
Dengan sumpah itu apakah memang anda telah bertemu Allah, bahwa menurut Allah tidak ada reinkarnasi ?, atau hanya berdasarkan perikiraan fikiran ???.
=================================
Q.S. Al Baqarah:28 :
Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan & dihidupkanNya kembali, kmudian kpdaNyalah kamu dikembalikan.”
Manusia yang lahir dihidupkan dalam keadaan FITRAH, kemudian setelah mati dihidupkan kembali sesuai dengan amal perbuatannya, dimanapun tempat dan keadaannya, apakah di alam kubur, apakah memang mampu hingga ke barzakh ?
Menurut saya
Reinkarnasi bukanlah jiwa manusia saja, tapi prilaku manusia baik maupun buruk.
Dari sejak manusia diciptakan kebaikan dan keburukan sama esensinya seperti itu, tapi corak dan warna nya sesuai keadaan jaman.
Kalaupun tidak ada Reinkarnasi, Alqur’an dan hadits tidak pernah mnyatakan hal itu tidak ada.
Monggo di lanjut………………..salam.
cah angon said,
December 14, 2009 at 2:03 am
Nuwun sewu mas sabda lan mas olads,kulo sementara tak dadi penonton kemawon,kalian mlampah-mlampah,monggo dilanjut…
==============
Sumonggo Mas…nderekaken sugeng mugi berkahing Gusti tansah kajiwo kasarira dumateng kula panjenengan sedaya. Sugeng ngenggar-enggar penggalih, dipun tenggo oleh-oleh seserepan ipun, mugya tansah sukeng tyas, rahayu ingkang sami pinanggih.
olads said,
December 14, 2009 at 2:32 am
Monggo .ndereaken………..@cah angon
suprayitno said,
December 14, 2009 at 8:32 am
Ada pertanyaan anak TK, yang barangkali bisa kita jawab dengan mudah atau justru kita tidak tahu harus menjawab apa.
Pertanyaan adalah, “Apa yang menyebabkan mobil bisa berlalu lalang (bergerak) di jalanan??”
Saya pikir, bagaimana pun jawaban Anda, akan ada sanggahannya. Monggo berpikir dari hal yang tampaknya amat, sangat sederhana ini tetapi ini fakta.
Tk.
igung said,
December 14, 2009 at 11:00 am
Saya setuju dengan adanya “keyakinan” dan “pengetahuan” dalam obrolan ini. Silakan poro kadang, mengukur diri apakah masih dalam tahap yakin atau sudah belajar untuk menjadi tahu…..
Dulu orang yakin matahari mengitari bumi, dan kemudian tahu bahwa bumi-lah yang mengitari matahari. Ternyata bumi bulat, tidak datar seperti tikar….
suprayitno said,
December 14, 2009 at 4:29 pm
he….he………..he……..he,
Mas Igung Yth,
saya juga masih terus dalam tahap belajar untuk TAHU lebih banyak, dengan tahu lebih banyak rasanya kita bukan semakin “merasa pinter” malah semakin kelihatan bodohnya.
dulu yang saya “KIRA BENAR” ternyata “SALAH”. ah…jadi malu rasanya.
kalau saya ibaratkan diri sendiri, maka selama ini saya telah kecemplung sumur yang dalam dan gelap dari sejak kecil sampai dengan dewasa.
Untungnya orang-orang seperti Parmenides, Sokrates, Plato, Aristoteles, Epikurus, Hegel, Karl Marx, Nietzsche, Kierkiegaard, Sartre, Albert Camus, Machiavelli, Descartes, Hobbes, Locke, Darwin, Tan Malaka dan ilmuwan Islam lainnya seperti Bernard Lewis, W.Montgomery Watt, Al- Kindi, Al- Razi, Al-Farabi, Ibnu Miskawaih, Ibnu Sina dan dari Jawa juga ada Romo Suryo Mentaram (Kawruh Jiwo) yang terkenal dengan mulur mungkretnya, dengan Romo Narto (Paguyuban Ngesti Tunggal=Pangestu) yang terkenal dengan “sakjane ora ana apa-apa, sing ana kuwi dudu”. Ada juga Bung Karno yang terkenal dengan Pancasilanya, Bung Hatta dengan Koperasinya dan ajaran demokrasi dan masih terlalu banyak yang lainnya termasuk para pemulung yang tanpa kenal menyerah dalam menghadapi pahit dan getirnya hidup ini.
Mereka semua saya anggap orang-orang yang BIJAKSANA dan baik hati, sehingga walaupun ibarat kata saya ini masih “nglesot” di emperannya, tetapi syukurlah sedikit demi sedikit kebodohan saya bisa ditelanjanginya. Dan setelah “telanjang” saya mencoba mencari pakaian yang pas untuk jiwa-raga saya. Pakaian itu, saya sendirilah yang menentukan dengan pola-pola atau model yang telah mereka sodorkan.
Andai saya bisa menyerap ilmunya 50 persen saja mungkin saya bisa menulis lebih baik lagi. Maklumlah, saya baru sedikit bisa mempelajarinya. Jadi yah seperti dikatakan oleh @Cah Angon saya ini masih besar rasa keakuannya (egonya).
Walau sejujurnya saya katakan, tak pernah sedikit pun terbesit di pikiranku, bahwa aku lebih benar dari yang lain. Bagiku, benar dan salah biarlah yang mengadili “alam semesta” dengan hukum sebab-akibatnya.
Cuma dalam penyampaiannya, mungkin bahasa yang aku gunakan kadang terkesan “apa adanya” tanpa tedeng aling-aling, tanpa basa-basi, tanpa tata-krama, langsung gebuk!! pikiranku cuma satu yakni, kalau mau mati ya silakan mati, kalau mau hidup ya silakan bangkit.
nah, ini mungkin yang membuat para pembaca yang budiman, menganggap saya ini terlalu egois.
yah, harap maklumlah, ibarat tokoh wayang saya ini mungkin kelasnya baru Citraksi atau Citrakso, bahkan mungkin buto Cakil, tetapi biarpun sekadar pelengkap penderita,namun pertun jukan agung sebuah perhelatan WAYANG tak akan bisa terlaksana tanpa peran citraksi. citrakso, cakil dan yang kecil-kecil lainnya.
Bila dalam permainan catur maka saya ini ibarat PION . Langkah pion itu (taruhlah saya ini) hanya mengenal satu kata MAJU, beda kan dengan langkah MENTERI (umum menyebutnya Star/ster) yang bisa menghunjam ke kanan, kekiri, maju, mundur secara atraktif dan kontemplatif.
Bobot menteri dalam hal ini yah mungkin seperti Ki Sabda Langit, mudah-mudahan betul ya Ki??
ades said,
December 14, 2009 at 5:50 pm
Alloh itu hanya dikenal oleh orang islam..
Alloh tidak akan pernah terlihat oleh mata…namun jiwa..
pengalaman berjumpa dengan Alloh..hanya terekan oleh jiwa…
Alloh itu Nurnya segala Nur..
tiada mampu untuk dilukiskan..karena tiada dapat disamakan dengan mahluknya…
Alloh itu bukan hanya sekedar lebih dekat dari urat nadi..
namun seluruh lahir dan bhatin kita adalah milikNya..
sungguh…telah terang dan jelas bahwa seluruh rahasia alam , mahluknya hingga DIA ada tersurat dan tersirat dalam Al Qur’an….amat sangat bodohlah insan..yang menghakimi secara terang-terangan al qur’an itu ini dan itu..apalagi sengaja mengkritisi dengan pemahaman yang sangat dangkal..
al qur’an adalah sempurnanya petunjuk…namun akan menjadi sangat tersesat bagi yang mempelajari dengan mengandalkan memaksakan IQ manusia dengan rasa Aku ….
al qur’an merupakan pedoman yang didalamnya diterangkan dengan jelas dan kadang diberikan suatu perumpamaan….untuk dipelajari baik makna dan isinya…
lapis pertama al qur’an adalah panduan hidup yang paten dan sangat memudahkan
lapis kedua al qur’an adalah mutiara ilmu…apapun bentuk , sari ilmu sudah termaktub terkandung dalam al qur’an..baik ilmu pasti,ghoib etc…
tiada yang perlu di ragukan lagi….sempurnanya al qur’an…
jangan pernah menyangkal satu ayatpun..apalagi memberikan kritik yang BODOH ..
sungguh jika sudah ditutup MATA HATI kita……NAUDZUBILLAHHI MINDZALIK…
LAILLA HAILLALLAH MUHAMAD ROSULLULLOH
HUWAL AWWALU WAL AKHIRU,WADDOHIRU,WALBHATIN WAHUWA BIKULLI SYAIIN ALYM
HUWALLOHU LADZI LAA ILLA HAILLA HUWA ALLIMUL GHOIBI WASSAHADATI HUWARROHMAN NURROHIM
HUWALLOHU LADZI LAA ILLA HAILLA HUWAL MALIKUL KHUDDUS,SALLAMUL,MUKMINUL,MUHAYMINUL,AZIZUL,ZABBARUL,MUTKHAKOBBIR, SUBHANNALLOHI AMMA YUSRIKHUN
HUWALLOHU KHOLIKHUL BARRIYUL , MUSSAWWIRUL LAHUL ASMAUL HUSNA,
YUSABBIHUL LAHHU MAA FISSAMAWATI WAL ARD, WAHUWAL AZIZIUL HAKIM
………………………….
Alloh tak dapat dilihat oleh mata..namun Alloh bisa melihat setiap pandangan mata…
blog ini hanya akan menjadi perbincangan yang mubazir…jika hanya mengandalkan pemahaman diluar al qur’an…
siapapun dan dari mana asal pemahaman sempurnanya adalah pengkajian al qur’an…
saya yakin tidak akan tersesat…jangan sampai nantinya semakin dalam.
diantara penulis ada yang mengaku al mahdi/cah angon/janggotan..dan gelar lain yang lucu-lucu..makanya saya sengaja beri nama suangat panjang dan mentog…
khususnya kepada saudara mas sabda….makna ayat ini…
KULLAW BANJRKANAL BAHRU MIDADAL LIKALLIMATI ROBBI, LANAFIDAL BAHRU KHOBLA ANTAN FADA KALLIMATU ROBBI, WALAW ZI’NA BIMISLIHI MADADAN…
sungguhpun dalam pemahaman anda dan tingginya kebijaksanaan anda..
jika anda seorang MUSLIM..
lepaskan pemahaman kejawen, sunda buhun etc…
lebih alangkah bermakna..mengkaji semua ini bedasar dan berakar dari al qur’an…
supaya lebih bermakna dan tak mubazir..
memang islam bukan satu-satunya pemahaman dan keyakinan..
bagaimana dengan nasrani , budha serta penyembah dewa-dewa..
TUHAN ITU ESA..
BERANIKAH ANDA MENYATAKAN BAHWA TUHAN YANG ESA ITU YA HANYA ALLOH.SWT..
terlepas dari mereka semua sama menuju Tuhan namun caranya berbeda-beda..
beranikah anda menyatakan..TUHAN YANG ASLI YANG MANA….?
bagi pembaca,.. tugas seorang satria paningit, ratu adil / imam al mahdi..
tidak semudah yang anda bayangkan…
menyatukan seluruh manusia dalam panji LAILLAHAILLALLH MUHAMAD ROSULLULLOH….
mengapa dan kenapa ? kan TUHAN KATANYA HARUS ESA…….
jika kalian menyadari bahwa itu tugas sangat berat..baguslah..
segeralah..siapkan lahir dan bhatin…
karena hantaman jiwa akan terasa..jika sang ratu adil atau imam al mahdi datang..
tidak ada kata….sebentar…nanti dulu…
saran saya,pahami,dalami dan hayati ayat ini..khusus yang muslim saja…
LAILLA HAILLALLAH MUHAMAD ROSULLULLOH
HUWAL AWWALU WAL AKHIRU,WADDOHIRU,WALBHATIN WAHUWA BIKULLI SYAIIN ALYM
HUWALLOHU LADZI LAA ILLA HAILLA HUWA ALLIMUL GHOIBI WASSAHADATI HUWARROHMAN NURROHIM
HUWALLOHU LADZI LAA ILLA HAILLA HUWAL MALIKUL KHUDDUS,SALLAMUL,MUKMINUL,MUHAYMINUL,AZIZUL,ZABBARUL,MUTKHAKOBBIR, SUBHANNALLOHI AMMA YUSRIKHUN
HUWALLOHU KHOLIKHUL BARRIYUL , MUSSAWWIRUL LAHUL ASMAUL HUSNA,
YUSABBIHUL LAHHU MAA FISSAMAWATI WAL ARD, WAHUWAL AZIZIUL HAKIM
………………………….
tidak tertutup untuk yang memiliki kepercayaan diluar islam…
jika terang cahaya dimalam hari..yang menampakkan sesuatu yang tadinya tak terlihat dimalam hari..
diiringi lantunan asmaulhusna azzam menggema…
retak bumi belah menjadi dua,muncul patahan diantara keduanya..
surutnya laut,kering namun tak terjadi tsunami..
angin berbising..dan menggelegar getaran gunung…
maka sudah waktunya….saat HANTAMAN JIWA menghantam setiap nyawa yang masih hidup,hingga berkeringat semua jiwa yang telah tertidur…..
tidak ada waktu untuk menyesali……
jika bahasa saya terlalu rancu..seperi mimpi,menghayalan…dalami maknanya sedalam ilmu yang terdalam anda miliki…
akan menjadi sesuatu yang tak berguna tulisan diatas bagi yang sia-sia dalam bahasa..
namun akan terasa menghantam jiwa..bagi yang telah bijaksana dalam menghayati makna …
LAILLA HAILLALLAH MUHAMAD ROSULLULLOH
HUWAL AWWALU WAL AKHIRU,WADDOHIRU,WALBHATIN WAHUWA BIKULLI SYAIIN ALYM
anda tanya pada sesepuh tertua di gunung lawu..adakah benar bahasa ini..
anda tanya pada guru termursyid yang sangat kasyaff..benarkah bahasa ini…
anda kontak semua wali senusantara..syeikh dari ujung dunia,hingga ke syekh muhyidin sulton waliyulloh hadratus syekh abdul khodir al zaelani..
kalau sanggup..berbincang jiwalah dengan hadratus nabiyulloh khidir as balya ibnu mulkon….
BEBAS BERBICARA..BEBAS MENYANGKAL..
SANGKALAH BAHASA SAYA..SEDALAM DAN SETAJAM LIDAH DAN HATI SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN..
lebih baik saya gila..jika memikirkan ini,sebagai manusia biasa……ndak mungkin!!!!!!
wassalam
SABDå said,
December 14, 2009 at 9:01 pm
Kang Ades Yth
Jika membaca kronologi pengalaman anda yg panjang sekali, hingga terbentuk sikap unik seperti sekarang ini , tampaknya kang ades sedang mengalami derita sindrom megalomania dan narsisme religiusitas. Itu semua saya kira akibat dari DOKTRIN AGAMA yg berubah menjadi racun bagi nalar dan kesadaran anda, ditambah bertemu dengan para dukun kurang awas yang anda temui, turut memperparah kondisi psikhis anda. Secara medis, gejala tersebut sudah sangat dekat dengan paranoia akut (termasuk masalah kejiwaan). Celakanya, gejala masalah kejiwaan seperti ini sulit sekali DISADARI oleh si penderita. Malah, bagi si penderita, semua orang (yg normal-normal saja) dianggap gila. Distorsi perspektif subyektif ini membuat anda semakin jauh dari kemungkinan recovery. Jika tidak segera ditangani oleh psikolog dan ahli medis, ujung-ujungnya depresi mental yang parah.
kang ades ; bagi pembaca,.. tugas seorang satria paningit, ratu adil / imam al mahdi..
tidak semudah yang anda bayangkan…
Jawab : Ya…tugas anda sangat berat, terutama mengendalikan NAR yang ada di dalam diri anda sendiri. NAR yg berpenampilan palsu seolah bagaikan NUR.
kang ades ; diiringi lantunan asmaulhusna azzam menggema…
retak bumi belah menjadi dua,muncul patahan diantara keduanya..
surutnya laut,kering namun tak terjadi tsunami..
angin berbising..dan menggelegar getaran gunung…
maka sudah waktunya….saat HANTAMAN JIWA menghantam setiap nyawa yang masih hidup,hingga berkeringat semua jiwa yang telah tertidur…..
tidak ada waktu untuk menyesali……
jawab : Hmm..Jangan-jangan gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, kekeringan, rob air laut pasang, banjir, puting beliung, wabah penyakit, semua itu merupakan akibat ulah kang ades yang terus menerus dengan geramnya melafal asmaul khusna azam…?? Apakah hati anda setega itu terhadap sesama manusia ?
kang ades ; khususnya kepada saudara mas sabda….makna ayat ini…
KULLAW BANJRKANAL BAHRU MIDADAL LIKALLIMATI ROBBI, LANAFIDAL BAHRU KHOBLA ANTAN FADA KALLIMATU ROBBI, WALAW ZI’NA BIMISLIHI MADADAN…
sungguhpun dalam pemahaman anda dan tingginya kebijaksanaan anda..
jika anda seorang MUSLIM..
lepaskan pemahaman kejawen, sunda buhun etc…
Jawab : Nah, kalimat kang ades di atas contoh tulisan yang keluar dari org yg tidak termasuk dalam kriteria mursyid sejati…
kang ades : SANGKALAH BAHASA SAYA..SEDALAM DAN SETAJAM LIDAH DAN HATI SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN..
lebih baik saya gila..jika memikirkan ini,sebagai manusia biasa……ndak mungkin!!!!!!
Jawab : kang ades mbok ya hati-hati kalau bertutur kata, misalnya,”lebih baik saya (kang ades) gila..
kata-kata itu bisa numusi ke diri panjenengan sendiri lho. Sebagai sesama manusia, sesama makhluk, saya tetap sayang, welas asih pada anda. Tak ada kebencian sedikitpun pada kang ades. Bagi saya tak ada orang yg benar-benar jahat, yg ada hanyalah org yg belum tahu saja.
Kalaupun ada tutur kata saya yg keras dan kadang lugas, tidak lain sebagai studi kasus, agar saya lebih memahami sejauh mana kesabaran dan lapang dada anda dan sebesar apa ketulusan yg anda persiapkan untuk jumeneng SATRIAPININGITRAJAPANDHITA. Siapa tahu, calon ratu adil imam mahdi itu ternyata memang anda sendiri. Wah..saya merasa beruntung sekali kang bisa bertemu anda.
salam sih katresnan
suprayitno said,
December 14, 2009 at 9:47 pm
Wah saya jadi tanda tanya, sampeyan ini orang “arab” atau orang islam ya? saya banyak ketemu dengan orang islam kok beda banget cara berpikirnya dengan anda??
Anda berkata : Alloh itu hanya dikenal oleh orang islam..
Coba deh tanya sama gurumu, ini pendapatmu pribadi atau mewakili orang Islam??
kalau seluruh pengikut Islam (muslim) kayak sampeyan, saya kira budaya dan negara Indonesia bakal punah.
Nasib oh nasib………., apakah bangsa kita akan selamanya dijajah? dulu dijajah belanda, lalu jepang. sekarang dijajah SPIRITUALISMENYA nya OLEH BANGSA ARAB.
Aku sungguh tak rela. Hanya bangsa yang lemah, bodoh, tak punya kepribadian yang mudah dijajah, baik dijajah politiknya, ekonominya maupun spiritualismenya.
Mari bangsaku kita bangkit, kita ciptakan AGAMA ASLI made in Indonesia, yang lebih pas, lebih ramah, lebih humanis dan cocok dengan latar belakang budaya kita.
Masa urusan agama saja mesti tergantung pada bangsa asing. Bangsa ini sudah keterlaluan dalam ketergantungan pada seluruh aspek kehidupan.
Dan yang paling parah adalah dalam hal beragama/spiritualism, bagaimana mungkin cara menyembah dan BERTUHAN saja mesti harus diajari oleh bangsa arab atau bangsa israel, yahudi, india atau china?? Memang mereka lebih paham apa soal Tuhan?? lalu bangsa kita dianggap kambing congek atau para monyet, atau kaum jahiliyah yang mesti harus dikasih tahu dan diberi pencerahan bagaimana cara bertuhan?? Justru merekalah yang mestinya harus kita kasih tahu, bagaimana hidup yang selaras dengan alam.
Sebelum bangsa Indonesia kemasukan ideologi agama macam-macam, saya kira Indonesia dan rakyatnya adalah merupakan negara yang tentrem ayem, gemah ripah lohjinawi, tak pernah ada kosa kata “jihad”, yang ada hanyalah saling tepo seliro (toleransi). Lha kok sekarang muncul para teroris yang kelayaban sambil menenteng bom yang siap diledakkan?? Saya sungguh-sungguh tidak rela, jika negeri ini akan dijadikan arabisasi. Silakan anda beragama Islam, tetapi islam yang akan “menggusur” jati diri bangsa dan mengganggu ketentraman negara harus kita lawan.
Tuhan-tuhan mereka yang diimpor ke Indonesia hanya membuat bangsa ini terpecahbelah, terutama jika semakin banyak orang-orang “mabok agama” yang menjadi pemimpin negeri ini.
Quo vadis Indonesia????????????????????????? ini sungguh masalah serius.
olads said,
December 14, 2009 at 9:54 pm
@ades said :
BERANIKAH ANDA MENYATAKAN BAHWA TUHAN YANG ESA ITU YA HANYA ALLOH.SWT..
terlepas dari mereka semua sama menuju Tuhan namun caranya berbeda-beda..
beranikah anda menyatakan..TUHAN YANG ASLI YANG MANA….?
==============================
Yth. Kang Ade :
Nabi Musa memanggil nya ELLOHIM ….YEHOVA……….YEHWA
Nabi ISA memanggil Nya E L I…….E L I
Masayarakat arab penyembah berhala sebelum islam(Muhammad), mereka menyimpan berhala di KA’BAH Makkah, dan memanggil Tuhan nya “ALLAH”, melalui perantara patung Latta- Uza.
Tuhan yang Asli tidak punya Nama, tidak berupa, tidak berwarna, tidak bertempat, tidak bisa diumpamakan dengan sesuatu apapun (Dzat laisya Kamitslihi).
Tuhan yang asli bukan datang dari Arab dan timur tengah, Tuhan yang asli mensifati seluruh jagat raya dan seisinya.
Adapun yang dikenal dengan Nama “ALLAH”, adalah FORMULA” dalam Lafadz yaitu “Alif=Dzat, Lam=Sifat, Lam=Asma,Ha= Af’al(perbuatan)”.
AL = Alif & Lam =isim makrifat (kata benda yang mempunyai pengertian dan pemahaman luas)
LAH= lam & HA=dibaca “ilah”, artinya Tuhan
Sifat adalah karakter dari Dzat, Nama(Asma) atau panggilan disebut setelah ada perbuatan Dzat(A’fal) atas sifat Nya.
Melalui ilmu “nahwu sharaf” lafadz Allah adalah symbol, dibaca “ALLAH”,
jadi esensi nya yang dibaca “ALLAH” itu apa, siapa dan bagai mana.
Yang punya panggilan Nama symbol ALLAH itu apa dan siapa DIA itu.
DIA itu, sifat nya, Nama Nya, dan perbuatannya, sudah berada dan mensifati hidup manusia, coba saja rasakan !.
Firma Nya : Kami lebih dekat dari urat leher manusia.(QS.50:16)
Jadi kalau memang menurut anda demikian ya silakan, jangan memaksakan prinsip anda pada orang lain. Penjelasan yang anda sampaikan itu umum sekali bahasannya, belum dan tidak menyentuh ESENSI Tuhan, sehingga komentar anda muter-muter disitu tidak berkembang.
Dan ISLAM ITU TIDAK ADA PAKSAAN !!!.
Salam Tholabul ‘ilmi
olads said,
December 15, 2009 at 3:16 am
@ ades said :
BEBAS BERBICARA..BEBAS MENYANGKAL..
SANGKALAH BAHASA SAYA..SEDALAM DAN SETAJAM LIDAH DAN HATI SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN..
==========================
Ades…. !, gelar mu kemana kok dilepas, ?………
lepas sendiri ya…..?….., atau ketinggalan… ?, ……..
ternyata ID mu gak ada apa-apa nya… bung !
buktinya …., dimanampun berada apapun momentnya cuma bikin iklan,
bisa nya cuma itu-itu saja,………
kalo nggak laku,…..jangan marah dong….!.
masak ilmu tinggi kok di obral…..?, …..maksa lagi……..!.
saran saya masuk aja ke ikllan Online,
gini tulis nya :
” Menerima jasa traveling ke alloh, dengan kalimat buatan ku, segala resiko yang terjadi di tanggung peserta”
mau cari jam’ah… ya…..?, ………….emang belum punya pengikut………..??
kacian ci @ades, ….korban fenomna akhir jaman.
olads said,
December 15, 2009 at 4:07 am
Mas SABDå Yth.
Saya setuju dengan prinsip anda, walaupun saya belum mempu seperti anda, saya sadari bahwa kelamahan saya sebenar nya agak temperamen, dan ini menjadi PR saya 2 tahun keblakang, sisanya masih terasa sampai sekarang, kadang masih menyeruak ingin ambil peran.
Saya memang banyak referensi dari berbagai sumber bacaan, dan dari teman dekat sahabat dan siaudara-2 saya dalam hal seperti ini, namun saya orang nya malesan, sedikit sekali pengalaman pribadi saya, namun dengan modal yang sedikit itu menjadi dorongan untuk keyakinan, apalagi di rumah Mas Sabda, seakan rumah saya sendiri.
Saya sangat terkesan dengan cerita pengalaman nyata Mas Sabda, bahwa dibalik alam nyata ini terdapat alam yang lebih luas tak berbatas dengan berbagai fenomena, sehingga apa yang saya dapatkan disini adalah sebagai referensi aqal fikiran saya dalam memahami sesuatu.
Tentang Reinkarnasi :,
Saya pernah debat dengan teman saya, bahwa di Alqur’an tidak terapat hal tsb, tapi saya yakin kejadian seperti ini adalah ayat-ayat Allah yang tersirat, hal itu sudah merupakan bukti yang cukup nyata untuk bisa diyakini, cuma saja banyak orang yang terkecoh bila Alqur’an di transalte saja.
Dikeluarga sayapun terdapat kejadian seperti ini, yaitu anak paman saya, itupun saya tahu dari bapak nya yang memang Islam kejawen di Jember. Bahwa Mbah putri saya turut dalam kehidupan adik saya tsb. Juga terjadi pada misanan nya Mbah Kakung saya di Blora, kata Paman saya Beliau sejak lahir sudah demikian fahamnya sebagi kejawen sejati, menurut Paman saya Beliau adalah titisan. Kalau ada orang lewat sepulang jum’atan, maka di marahi habis-habisan.
Disini saya mendapatkan berbagai pengetahuan yang banyak, seolah melengkapi aqal fikiran saya dalam pencarian, dan tentu orang seperti saya pasti sangat menantikan cerita pengalaman pribadi Mas Sabda, yang secara langsung di didapatkan, maupun yang didapatkan dengan laku spiritual, terutama tentang Misteri 2012, sangat saya nantikan.
Dan kemarin saya dapatkan informasi tentang Misteri 2012, dari teman saya yang Indigo, dia mengatakan bahwa poros bumi akan sejajar. Prediksi saya entah itu tegak, sehingga tidak terdapat kemiringan tiap 6 buan sekali ?, atau sejajar dengan matahari ???, wallahualam. Saya tunggu lanjutan nya dari Mas Sabda.
Sekian Mas curhat saya, mohon doa nya, agar saya mampu melewati hidup ini dengan penuh makna, rasanya sudah tak sabar untuk memahami dibalik kenyataan ini, apalagi menuju Tuhan………., wah…….seperti nya baru belajar berdiri, masih jauh untuk melangkah.
Wassalam.
m.suud.h said,
December 15, 2009 at 2:02 pm
Mohon ampun atas semuanya.
kami datang dari yg terdahulu untuk sekarang, sekarang untuk yg akan datang.
kami berterima kasih atas isi yg ada diwebsite ini. menambah wawasan dan pengetahuan kami dalam merubah kehidupan ini menjadi lebih baik sesuai yg diharapkan oleh para leluhur kita yg terdahulu.
Terima kasih atas semuanya.
igung said,
December 16, 2009 at 11:59 am
Mas Sabdo, Yth…
Mohon ijin untuk ikut komentar. Bahwa reinkarnasi adalah pengalaman perjalanan suci sang Atman (roh). Hanya jiwa bersih dan pikiran merdeka yang mampu memahaminya.
Perkenankan saya mengutip kitab yang tidak mungkin selesai saya pelajari dalam satu siklus hidup : Bhadawad Gita V-16 : “Tetapi mereka yang ketidaktahuannya dilenyapkan oleh pengetahuan tentang Atman, sesungguhnya pengetahuan itu bercahaya bagaikan matahari memperlihatkan Yang Maha Tinggi.”
Salam rahajeng….
SABDå said,
December 14, 2009 at 11:12 pm
Mas Suprayitno Yth
supaya saya bisa nambal sulam kekurangan saya.
Saya ini lebih suka menjadi murid selamanya. Kalaupun saya menulis, hanyalah sekedar sharing saja kepada rekan-rekan yg peduli baca. Tak ada maksud lebih dari itu, misalnya utk menjadi guru apalagi menggurui. Wah…saya tidak berani sama sekali. Ilmu saya ini apa sih mas. Saya ini miskin referensi. Jadi kalau berkisah ya hanyalah apa yang saya sudah betul-betul tahu menurut apa yg saya pribadi ketahui. Saya ini kalau diumpamakan dalam permainan catur, sekedar menjadi papan caturnya, atau malah hanya sekedar menjadi penontonnya saja
Terus terang saya kagum pada tulisan mas Prayit, Mas Olads, Mas Tono, Mas Tomy dan para sahabat lainnya. Diam-diam saya selalu menjadi penonton yg mencatat setiap gerak gerik anggota catur..
Hanya saja kebiasaan saya menilai dengan cara yg UNIK. Siapa yg penyabar, tulus, tidak emosian jika beda pendapat, tidak suka mengumpat temannya, terbuka hati dan pikirannya, tidak anti kritik, toleran, tidak sentimen agama, merekalah “jalma linuwih tan kena kinira, jalma limpat seprapat tamat”.
salam karaharjan
tomy arjunanto said,
December 15, 2009 at 10:45 am
kalau hal ini saya banyak belajar dari panjenengan Mas Sabda
dulu pertama mengenal dunia dalam sekotak monitor ini saya masih diliputi idealism yang menyala-nyala hingga kata-kta & bahasa sepertinya menyerang kenyamanan pemahaman seseorang
namun dalam interaksi lebih jauh saya menyadari subyektivitas itu
maka saya mencoba untuk memahami…
& ‘kebenaran’ ternyata adalah sebuah kejadian, perjumpan dengan ‘Liyan’
Sedang ‘Pengetahuan’ hanyalah cara mengulangi & menyusun kembali kejadian tersebut