Halimun

Lokasi jatuhnya pesawat Lion JT 610 itu mengindikasikan bahwa pesawat dalam keadaan hancur berkeping-keping karena terdapat serpihan-serpihan badan pesawat di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat.

Pagi-pagi jam 6.30 wib Dimas Danurdoro pamit katanya hendak pergi diajak bersama Ki Ageng Mangir untuk mencari pesawat yang hilang. Saya belum sadar apa yang terjadi dan yang dimaksudkan pesawat hilang. Setelah menghidupkan televisi ternyata ada berita pesawat Lion Air JT 610 kehilangan kontak dengan ATC. Berita masih simpang siur, bahkan ada kabar katanya pesawat sudah balik ke bandara Halim Perdanakusuma atau Soetta di Cengkareng.
Read the rest of this entry

Setelah Ratusan Tahun Menjadi Misteri, Kini Saatnya Mulai Terungkap

Terungkapnya asal usul nama Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah selama ratusan tahun menjadi teka-teki yang tak terjawab secara pasti.

___________________________________

Membahas tentang asal-usul nama kota Yogyakarta, terdapat beberapa hipotesa dari para ahli sastra Jawa tentang asal-usul nama Yogyakarta. Artikel Prof. Dr. Peter Carey yang dimuat dalam jurnal ilmiah berbahasa Perancis yang berisi kajian tentang Jawa dan Indonesia, Archipel.

Kemudian artikel Dr. Jacobus (Koos) Noorduyn pada jurnal yang sama, serta tanggapan atas kedua artikel di atas dari Prof. Dr. M.C Rickfles yang pernah diterbitkan oleh Komunitas Bambu tahun 2015.

Meskipun demikian, hingga menginjak usia 262 tahun belum juga ditemukan bukti sejarah eksplisit yang dapat menjelaskan asal-usul dan arti nama Yogyakarta dalam peninggalan tertulis di era yang sejaman dengan pendirian kota Yogyakarta yaitu pertengahan abad ke-18.

Saya pribadi sependapat dengan Sejarawan Darmosugito, dalam buku “Sedjarah Kota Jogjakarta” yang diterbitkan tahun 1956. Ia berpendapat bahwa asal-usul nama kota ini masih diselimuti misteri.

Meskipun etimologi kata Yogya masih simpang siur dan belum bisa dipastikan kronologis sejarahnya, setidaknya dalam bahasa Jawa baru dan bahasa Indonesia kata ‘Yogya’ sudah mendapatkan terjemahannya yaitu yang “sesuai, layak, pantas, pas’.
Barangkali tidak lah berlebihan jika sementara ini kita sepakat mengartikan Yogyakarta sebagai ‘kota yang penuh kedamaian, kenyamanan, dan sejahtera bagi warga masyarakat yang tinggal di kota ini.

Sosok Mesterius Kyai Yoja
Sejarah yang masih penuh dengan misteri. Justru hal itu lah yang membuat kami penasaran. Kami berusaha mendapatkan semua referensi tentang asal-usul nama kota Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat. Semua referensi yang ada ternyata masih simpang siur dan penuh penafsiran.

Read the rest of this entry

Malam Satu Sura 2018

Sura Pinunjul

Pada Rabu Kliwon 12 September 2018 akan memasuki fase Sura Pinunjul. Punjul artinya lebih, pinunjul artinya banyak kelebihannya. Tapi jatuhnya pada hari Rabu (7) Kliwon (8) dengan jumlah Neptu 15 yang berarti tibo pati. Sejauh yang bisa saya lihat, tahun 2018-2019 akan diwarnai pertaruhan dan pertarungan antara hidup dan mati, pada aras kehidupan pribadi orang per orang maupun dunia politik. Ada dua pilihan, mau memilih mukti atau memilih mati. Mukti memiliki makna sebagai suatu kehormatan, kemuliaan, kesuksesan, keselamatan dan kesejahteraan. Mati sebagai bentuk kiasan dari nasib buruk, kegagalan, celaka, kesengsaraan, bahkan benar-benar kematian secara fisik.

Read the rest of this entry

Dewi Rinjani (Dewi Anjani)

Saat sedang mengamati video seorang remaja kesurupan yang mengaku sebagai Dewi Anjani, tiba-tiba Eyang Dewi Anjani hadir, tampaknya beliau mengetahui isi hati dan pikiran saya, mengenai peristiwa kesurupan yang menimpa banyak orang mulai dari usia remaja hingga ibu-ibu dan sejauh yang saya tahu mereka semua yang kesurupan adalah wanita. Melihat cara mereka kerasukan, ada yang histeris, teriak sambil menangis, ada yang terbaring lemas sambil mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang intinya hampir sama, mereka mengaku sebagai Dewi Anjani, supernatural power yang menjaga atau bersemayam di Gunung Rinjani.

Cara Membedakan Leluhur Besar & Bukan

Walaupun saya belum pernah menjumpai mereka yang kerasukan secara langsung, saya merasa ragu karena secara logika, seorang Dewi Anjani yang agung dan suci tentu tidak akan menunjukkan perilaku demikian rupa. Saya hanya menduga kira, mungkin mereka kesambet bangsa jim pri perayangan atau makhluk halus bekasakan yakni sejenis makhluk halus level bawah misalnya bangsa dedemit dan sejenisnya. Karena sejauh yang saya ketahui, makhluk halus semacam itu karakternya ganas atau temperamental dan perilaku serta tutur katanya kasar. Bisa saja mereka mengklaim sebagai (utusan) Dewi Anjani. Tentu bagi orang yang tidak bisa melihat obyek metafisika akan kebingungan. Bahkan bisa menimbulkan stigma buruk kepada sosok Dewi Anjani sendiri. Kejadian itu menimbulkan kesan seolah-olah Dewi Anjani karakternya kasar seperti mereka yang kerasukan itu ? Bagi Anda yang percaya keberadaan Dewi Anjani jangan khawatir. Ada satu prinsip sederhana paling tidak bisa menjadi pedoman dan rambu-rambu untuk membedakan mana makhluk halus bekasakan mana pula entitas supernatural power yang mempunyai tingkat kesucian dan keagungan tinggi. Anda cukup memahami apa yang saya pikirkan di atas. Sikap dan tutur kata seorang leluhur besar tidak akan kasar dan tampak histeris. Para leluhur besar selalu menunjukkan sikap tenang, halus, santun, berbicara seperlunya dengan tutur kata yang ringkas padat, berisi serta penuh wibawa dan terasa sekali energi welas asihnya memancar. Dan ada satu prinsip paling penting harus Anda ketahui, bahwa leluhur besar tidak akan lenggah di badan sembarang orang. Alasannya, tidak setiap orang akan kuat tubuhnya ketika kelenggahan leluhur besar. Biasanya leluhur besar hanya akan lenggah ke dalam diri seseorang yang terpilih karena masih ada hubungan darah, atau seseorang yang benar-benar kuat dan suci lahir batinnya. Serta orang itu mempunyai kesadaran spiritual yang tinggi sehingga bisa memahami sejatinya kehidupan ini, baik yang wadak maupun gaib. Leluhur tidak akan menyentuh orang yang tidak percaya apalagi yang suka menghina dan menghujat entitas gaib. Karena orang semacam itu kadar kesadaran spiritualnya sangat rendah.

Read the rest of this entry

Mengungkap Teka-Teki Sedah Mirah

Asal Usul Eyang BRAy Adipati Sedah Mirah & Petilasan Kraton Surakarta

Amangkurat II tidak mau menempati keraton Mataram yang berada di Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta karena menurut kepercayaan Jawa, Kerajaan yang sudah pernah diduduki oleh musuh berarti telah ternoda. Sunan Amangkurat II kemudian memerintahkan Senopati Urawan untuk membangun Kraton baru di kawasan Pajang. Perintah ini dilaksanakan dan akhirnya Senopati Urawan dibantu oleh Nerang Kusuma berama rakyat berhasil mendirikan Keraton yang terletak di sebelah barat Pajang, yang kemudian dinamakan Keraton Wanakerta. Itulah asal usul situs Kraton (lama) Kartasura Hadiningrat. Keraton di Wanakerta secara resmi mulai ditempati pada tahun 1680 oleh Sunan Amangkurat II.

Read the rest of this entry