Ratu Adil semakin dekat

Eyang Sabdapalon-Eyang Noyogenggong,

Satria Piningit, Ratu Adil

Prakata

Saya salut terhadap segenap upaya generasi bangsa saat ini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan bumi Nusantara meraih kejayaannya. Tampak geliat semangat ada pada para generasi muda bangsa yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bumi putra bangsa besar ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi Nusantara jika kita buta dan tidak mau peduli apa yang terjadi di zaman dulu, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah bangsa Indonesia mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi pengrusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu bangsa. Jika jati diri suatu bangsa menjadi lemah dan tidak jelas, tentu bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena selalu minder tak ada sesuatu nilai orisinil bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Bagaimana ‘jiwa dan raga’ bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Berkali-kali saya pribadi melihat suatu kebenaran sejarah yang membuktikan keagungan penduduk asli Nusantara dalam spiritualitas, seni, budaya, politik dan ekonomi, tetapi sengaja maupun tidak justru ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, bahkan dengan dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal. Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Di mata masyarakat, tindakannya hanya mengesankan sebagai wujud tindakan jahiliah/bodoh dengan disertai wajahnya yang menyiratkan nafsu angkara murka.

Ironis sekali. Jika tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik. Untuk itu budaya adiluhung sendiri harus dihina-hina dan dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebagian penduduk lokal justru lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Lebih suka ngemut kerikil dari pada ngemut gula Jawa.

Meskipun demikian berbagai tindakan intimidasi dan provokasi tidak pernah membuat orang menjadi bergidik untuk kembali menelaah nilai-nilai kearifan lokal atau nilai luhur budaya Jawa, Tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.

Sudah menjadi rumus-rumus yang tercantum di dalam hukum alam, (baca : kehendak Tuhan), bahwa kebenaran tak pernah bisa dikalah oleh kejahiliahan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kebodohan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami berbagai macam kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, –atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis–, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi senjata canggih penghancur rumus-rumus Tuhan dan tatanan keselarasan dan sistem keseimbangan di planet bumi ini. Orang jaman sekarang tampak kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Orang tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja asal muasal sumbernya. Tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam yang tersirat dalam gerak-gerik seluruh mahluk penghuninya. Sayangnya, sebagian orang lebih sering menafikkan atau mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca yang budiman tidak termasuk tipikal manusia tersebut. Agar tidak bodoh dan hidup sesat, maka dalam khasanah spiritual Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).

Wirayat Gaib

Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri,  KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yang mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.

Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau berdua entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau adalah sosok pamomong, pembimbing para Raja besar Nusantara, perannya sebagai penasehat, pelindung sekaligus guru spiritual para Raja-raja besar di Nusantara. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yang amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Kehadiran mereka dikiaskan sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.

Ratu Adil Berbeda figur dan person maupun konsep dibanding Sabdopalon-Noyogenggong. Ratu Adil juga memiliki konsep sendiri yang jelas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil paramarta, hambeg lakutama, bèrbudhi bawaleksana, dikenal sebagai senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil artinya puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang.

Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 bait, maksudnya sewindu atau 8 tahun) untuk menggenapi tapa brata-nya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari “tanah arab” (kebetulan KTP Islam) yang menegakkan ‘gama budi’.  Gama-budi bukan berarti secara harfiah adalah agama Budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti luhur. (lihat; Betal Jemur Quraisin Adammakna/kitab Betal Jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ mercusuar dunia. Pada saatnya nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai kearifan lokal (local wisdom) dan membuat hidup lagi budaya warisan leluhur bumi Nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bersama-bersatu di atas ragam perbedaan, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.

Ciri-ciri Ratu Adil

  1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan,  ketenteraman dan kebahagiaan.
  2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
  3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirulah/sir sejati atau (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
  4. Di bawah payung kuning; payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal.
  5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati. Untuk diimplementasikan di bumi (Nusantara. agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap hipokrit. Minimal di bumi nusantara.
  7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg  wajahnya tampan rupawan  sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
  8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.

Sejak masih di dalam kandungan rahim ibu, badan halus dan sukmanya, sudah digembleng oleh para leluhur Ratugung Binatara, eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus  keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula hakikat dari semua agama yang ada di bumi Nusantara. Sukma calon Ratu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.

PREDIKSI; mata batin RAHSA SEJATI

Untuk meminimalisir terjadinya berbagai kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Saya mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.

Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh  manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.

Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang  yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler,  maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.

Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.

PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT

Jangkajayabaya; Sabda Gaib

Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta

Sinom

Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.

(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.

Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.

(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)

Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.

(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.

Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.

Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan

ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

gegerboyo

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.

(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.

Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.

Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.

Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,

kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.

(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.

Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,

**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.

Saat ini sudah terjadi.

Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.

(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.

Jangka Jayabaya ; Catursabda

Pethikan seratan tangan

Kangge sambetan jangka triwikrama

Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.

Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.

(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)

Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,

lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Gusti, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,

(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)

nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.

(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.

(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)

Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana  gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,

(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)

mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,

(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).

Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.

…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.

(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) “dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Hyang Jagadnata. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Jangka Jayabaya

Salebare Raja Kuning

Babon asli kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryawijaya

ing Ngayugyakarta

padha kaping 16

Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,

(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)

ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,

(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).

ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,

(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)

ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.

(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan  terlihat jahatnya)

Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.

(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)

pada kaping 17

nuli ana ratu kembaran atismak bathok,

(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)

dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,

(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)

nagara dadi siji, pinilih endi kang asih

(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)

pada kaping 19

ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.

(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)

Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,

Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.

pada kaping 20

Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,

luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,

temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Gusti Kang Akarya Jagad wus cedak titimangsane,

arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.

Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,

kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,

sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.

Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,

saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.

Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.

Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!

Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat  tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;

Jangka Jayabaya

Sabda Gaib

KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

SINOM

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Gusti Sang Jagadnata wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Gusti Sang Jagadnata.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Gusti mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’

Babon asli Kagungan Dalem

Bandara Pangeran Harya Suryanegara

ing Ngayugyakarta

Sinom

pada kaping 5

…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar

(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)

pada kaping 6

ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.

(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)

Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.

Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

merapi4

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira

dadi kali Tanggung nami

merapi5

Jangka Jayabaya,

Pethikan Serat Tangan

Pangkur

1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami

(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.

2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi

3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.

(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)

Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.

4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg

5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma

(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,

6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.

(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)

7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti

8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.

(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,

9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis

10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti

11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.

(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.

12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.

(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.

13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.

Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,

Piweling (Peringatan)

Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.

…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.

Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.

Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.

Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.

Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.

Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.

…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …

…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.

……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Hyang Widhi bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.

…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.

…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.

…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.

Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.

Wirayat Gaib;

Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq.  Sastrajendra adalah Makrifat dari Tuhan yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.

Jika Gusti Sang Jagadnata sudah menghendaki, kelak akan lahir pada pertengahan atau akhir tahun tinarbuka, pada saat Nusantara dipimpin oleh seorang Satria Pambukaning Gapura), bila mana adalah seorang ibu yang rambutnya telah beruban tetapi melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan. Bayi perempuan lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi pusaraning adil uga kamukten (mukti). Ibunya dari keturunan raja-raja besar sakti mandraguna, dan ayahnya tan kena kinira, tak ubahnya wong cilik. Calon RA akan lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berada di sekitar wilayah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kelak pada saat kelahiran calon RA akan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi Nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) mengejutan masyarakat dengan aktivitas-anehnya mengeluarkan semburan dari dalam bumi, berbarengan dengan peristiwa itu danau bernama Rawapening di pinggiran kota Ambarawa mengejutkan publik dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar mengiringi kelahiran calon RA. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Segera setelah itu, langit tampak byar padhang sumilak. Semua itu merupakan perilaku alam dalam menyambut anugrah Sang Jagadnata bagi bumi Nusantara.

Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;

jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.

Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.

Keterangan;

Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Keterangan:

Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).

Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh

Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).

Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.

Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)

Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 11, 2008, in Ratu Adil Semakin Dekat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4.555 Komentar.

  1. amieen………….
    tatabeuhan tigunung halimun geus kadenge…loba nu era
    raja di saruaken jeung munding
    sakeudeung deui LURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
    ribut tikampung jadi sadesa jadi sanagara…..
    rame Lurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  2. ckckckck

    Sahrudin !

    tired deh…….

  3. hmmm …

  4. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    maret adalag GENAP
    peralihan sewindu 8 tahun
    peralihan mangsa..maret
    datangnya goro-goro….

    • hmmm……………..ramalan umum

    • amiiiien……….

      tatabeuhan ti kota geus kokotak, tong kosong nyaring bunyi nya…..
      tatabeuhan ti kampung geus nga hiung, air beriak tanda tak dalam

      ngaku raja …..jalma biasa, ngaku pandita taya kabisa,
      raja pandita teu walakaya
      ngaku ratu… ..taya nu metu’, ngaku adil padahal degil,
      ratu adil teu boga dalil
      ngaku imam.. teu boga rakyat, ngaku al mahdi tapi teu uni,
      imam almahdi tara ngajadi

      siga-siga jalma nu aya, babatok eusina daging.
      caritana taya nu mercaya, kolotok di na beuheung munding

      loba carita taya paedah, padahal taya kanyaho
      jalma lieur loba ngabudah, budak bolon nongtot leho

      ngaku-ngaku jalma linuwih, loba gelar ukur papaes,
      padahal taya nu leuwih, ngan ukur loba he-es.

      mangkade sakabeh jalmi, ulah kabawa sa kaba-kaba
      kudu awas kudu taliti, loba nu ngaku raja pandita.

  5. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    ujang nono…..dasar budak pendek..koplok siah

    SAYA KABARKAN KESEMUA ORANG DISINI
    KALIAN SEMUA PERCUMA NYARI NGEBAHAS SATRIA PININGIT
    CAH ANGON, KISABDA SEMUANYA..MASA KALIAN GAK PAHAM APA SILOKA UGA WANGSIT SILIWANGI DAN MUSARA JAYABAYA..BACA JUGA SANGKURIANG NAGIH JANJI..
    jangan bersilat lidah pura pura merendah…
    saya kasih tau/……AKULAH RATU ADIL RAJA PHANDITA
    sudah saatnya satria piningit membuka diri…bukan piningit lagi???
    sampai mencretpun gak bakalan ketemu..kalau aku belum membuka diri,belum saatnya..
    tinggal sampaian pada lebih bertawakal..
    KARENA AKAN AKU HANTAM SETIAP JIWA..YANG PLINTER KEBLINGER
    JAYA NUSWANTARA
    hasil posting?????????????????????????
    KRONOLOGIS BARANG-BARANG AMANAH SOEKARNO:

    1). Pd Awal Abad 17 ASET HARTA Raja2 & Kesultanan Nusantara (Cirebon, G.Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Makasar, Bone, Goa, Luwut,Ternate, dLL,) Dalam Nilai Ratusan Trilyun USD (dalam bentuk emas,logam mulia,berlian,dsb) diSimpan di Bank Zuchrigh – Jerman (karena pada saat itu Jerman adalah negara makmur & menguasai DUNIA. Serta bank tersebut adalah salah satu bank yg tertua di dunia)

    2). Pd Thn 1620 Nusantara di JAJAH BELANDA selama 3,5’Abd. Bgi Kesultanan / Raja2 Nusantara yg Melawan Belanda, DATA Administrasi HARTA di Bumi Hanguskan, Hanya bagi Kerajaan Amangkurat I tetap memiliki DATA UTUH, Krn PnJiLat Blanda.
    NOTTE:
    Salah satu bukti Amangkurat I sbg penjilat Belanda : Pangeran Girilaya – Raja Cirebon II selaku menantu dari Raja Amangkurat I, atas tipuan �Undangan Makan� ternyata Raja Cirebon II beserta kedua putranya yg berumur 11 & 9 thn ditahan selama 10 thn, hingga wafatnya Raja Cirebon II yg dimakamkan di Girilaya. Atas wafatnya Raja Cirebon II, Sultan TRUNUJOYO diutus untuk menjemput kedua putra mahkota tsb untuk menggantikan tahta Kerajaan Cirebon. Dgn melalui peperangan, akhirnya Trunojoya berhasil membawa Putra Mahkota yg kedua/adiknya. Sedangkan Putra Mahkota yg pertama/kakaknya,diamankan oleh paman dr Ibunya ke Gn.Lawu. Hingga akhirnya berdiri Kerajaan Cirebon mnjadi dua kesultanan,yaitu; KANOMAN & KASEPUHAN.

    3). Pd Th 1939, AS Setting “Bung Karno” untuk Menata ASET Raja2 Nusantara dan Pngalihan HAK atas nama Pribadi SOEKARNO.
    NOTTE:
    a].PENYERAHAN HIBAH REKAYASA dilakukan oleh Raja SoLo & Yogya yg Mengatasnamakan Raja2 Nusantara. Selanjutnya Aset Ke 2 RAJA Tsb UTUH/TDK DI HIBAHKAN.
    b].HAK AHLIWARIS RajaNusantara, SPESERPUN NIHIL (tdk menerima hak waris).

    4). Th.1944 Berdirilah BANK DUNIA atas DASAR COLETRAL ASET RajaNusantara!! Bank Dunia mulai memberikan pinjaman kepada 40 Negara. Maka semenjak itu AS semakin KUAT utk CETAK UANG & SUSUN STRATEGI PERSENJATAAN utk menguasai dunia.

    5). Th.1945 ‘PD.-II. JEPANG MNYERAH, Mbri Kmerdekaan.
    Beberapa fakta :
    a]. Bung Karno dlam salah satu pidatonya pernah berkata “..kalau Jepang tidak memberikan kemerdekaan kepada kita,maka saya akan minta AS utk mem-bom Jepang..”
    b]. Bung Karno diangkat Jdi KETUA PBB, Bukankah pada Waktu itu org Asing Banyak yg Lebih Pintar dr Bung Karno? “TDK ANEH LGI”. Krn Brdirinya Bank Dunia berasal dr Aset RAJA NUSANTARA. Smp saat ini,tidak ada jabatan Ketua PBB selain Bung Karno,yang ada hanyalah SEKJEN.
    NOTTE:
    Th.45’ utk Bngun NEGARA Klau Bung Karno JUJUR & BENAR (TDK AMBISIUS), Hrsnya Kumpulkn Sultan2 Nusntara Utk diberi tahu Klau Buyutnya (Raja Nusantara) pd Abd.17’SimpnHrta di Bank Juchrigh-Jerman. Knpa Bung Karno BUNGKAM�.?

    6). Antara thn �50 � �53,Bung Karno memberikan PELIMPAHAN COLETERAL kepada Kolega & Keluarganya,yg berasal dari ASET RAJA2 NUSANTARA yg dihibahkan atas nama pribadi Bung Karno. Skrg sdh pd Balik Nama.

    7). Th.54, sebagian sisa Dana Koleteral tsb dibagi2kan dalam bentuk AMANAH kpd 73 org Tkoh Negara & Ulama, Krn Ada Kpentingan POLITIK PRAKTIS. Th.55 Pmilu Pertama, Bung Karno diangkat Presiden “SEUMUR HIDUP”
    NOTTE:
    a]. Penerima PELIMPAHAN COLETERAL mendapatkan Royalti, namun pemegang AMANAH tdk mendapatkan Royalti. Siapakah yg Nikmati Royalti atas Dana Coleteral dr Bank Dunia? Siapa Lagi Kalau Bukan Colega & KLrgnya.
    b]. Perlu Pndirian “LEVARN” / Lembaga Executive Verifiksi AsetRaja Nusantra
    c]. MKSD+TJUAN: AtsTrsimpannya Aset Raja Nusantra, baik Milik Rja/Ksultanan: Cerbon, G.Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Mksar, Bone, Goa, Luwut,Trnate, dLL, yg disimpn pd Awal Abd.17diBank Zuchrigh – Jerman dg Nilai RatusnTrliyun USD yg telah diHibahkan ke Pribadi Ir.Soekarno (Rekyasa JO. AS), Utk MODAL AWAL Pmbentukan BANK DUNIA, kini sdh pd Balik nama bgi a/n Kelrga & Coleganya (di_Luar AMANAH). Hrs Di VERIFIKASI/ Tata Juridis FormiL Utk Ktetapn HAK bgi Ahli WARIS & NEGARA.
    d]. Dlm Prtemuan Para Sultan SeIndonesia diBali pd thn lalu. Selaku Ahliwaris Mengharapkan KEADILAN HAK, atas HartaYg di Gelapkan. Smg Para AMANAH dLL, Mnyadari ats Kganjilan Hibah tsb.

    8). Mngapa BK Keluar dr PBB & Pidatonya antara Th 1959 s/d 1963, Ber-API2 ANTI IMPERIALIS, ANTI NEKOLIM..! Krn ColetraLnya TERNYATA TDK BS DICAIRKAN & DIGUNAKAN UTK PEMBANGUNAN NKRI sesuai dgn REPELITA yg telah diprogram. Alias dipersulit oleh AS

    9). AS berkepentingan untuk membungkam Bung Karno,selain krn alas an Dana Coleteral tsb, juga krn Bung Karno membentuk POROS SEGITIGA Peking-Jakarta-Pyongyang. Selanjutnya melalui KONSPIRASI & tipu daya,AS bertindak sebagai DALANG atas lengsernya Bung Karno.

    10). Tiga org Jendral (yg terlibat dlm gerakan BAWAH TANAH buatan AS) datang & menodongkan senjata kepada Bung Karno untuk Menandatangani SUPERSEMAR.
    NOTTE:
    Kemudian isi Supersemar di-UBAH (dipalsukan) & diserahkan kpd Soeharto. Soeharto tdk mengetahui ttg PEMALSUAN Supersemar tsb & menjalankan Supersemar dng baik. Soeharto baru mengetahui hal tsb skitar thn �80an. Namun sdh terlambat & SEJARAH sdh terlanjur dituliskan�.

    11). Soekarno lengser & Soeharto menjabat sebagai Presiden RI.

    12). Skitar Th. 1995, 7 orang pemegang SURAT AMANAH dr Soekarno, menghadap Soeharto agar Pemerintah dapat menggunakan Dana Coletral tsb utk pembangunan RI.
    NOTTE:
    Dana Coletral tsb (yg ada di Bank Dunia) tdk dpt dicairkan,namun dapat digunakan untuk Jaminan Cetak Uang. Soeharto mengajukan ijin utk pencetakan IDR atas Jaminan Dana Coletral tsb.

    13). Dilakukan Sidang Moneter Internasional,dng salah satu agenda utk membahas rencana pencetakan IDR oleh pemerintah RI. 10-negara menolak utk memberikan ijin (termasuk AS & sekutunya),sisanya mengijinkan. Atas dasar voting,maka pemerintah RI diijinkan utk mencetak uang sebesar “Rp. 20.000 trilyun” dng jaminan 5 Coletral (Salah satu Coletral tsb adalah milik Kerajaan Cirebon sebesar 13.000 trilyun)
    NOTTE:
    AS tdk memberikan ijin,krn khawatir Soeharto akan membangkitkan DUNIA ISLAM. Krn thn 1987 Yayasan AmalBaktiMuslimPancasila sdh mulai merintis & menggalakkan bantuan utk pembangunan masjid di sluruh Ind. Mbak Tutut sdh mulai memakai kerudung & dianggap sbg simbol kebangkitan dunia Islam.

    14). Pencetakan uang dilakukan di Jerman & Israel (pemenang tender adalah Australia). Disisi lain AS & sekutunya mulai melakukan KONSPIRASI utk merusak stabilitas Ekonomi Internasional.

    15). Maret 1997, secara bertahap IDR sdh mulai masuk ke Ind (masih berstatus atas nama Amanah yg ditempatkan di luar gudang BI). Baru sekitar 9% IDR tsb yg diregristasi oleh BI,terjadilah KRISIS MONETER krn George Soros melakukan transaksi PEMBELIAN RUPIAH secara besar2an yg dibayar dgn USD. IDR dicetak dalam cetakan uang plastik pecahan Rp.100.000,- thn cetakan 1997.
    NOTTE:
    Pak HArto berencana dlm periode 1998 � 2003, TrySutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden. Thn 2000 Pak Harto membuat pondasi sbg landasan kuat dlm pembanguna tinggal landas utk take off menuju ADIL & MAKMUR. Thn 2002 Pak Harto berencana utk mengundurkan diri & dilanjutkan oleh wakilnya Try Sutrisno sbg presiden.

    16). AS semakin gencar melakukan konspirasi,sadar ataupun tdk sadar byk unsur masyarakat yg sdh masuk dalam TIPU DAYA & skenario AS.
    NOTTE:
    a].Byk mahasiswa, rakyat yg merasa idealis & menuntut lengsernya Soeharto. Namun sesungguhnya mrk tidak sadar bhwa ini semua adalah skenario AS utk menurunkan Soeharto.
    b].Bberapa Tokoh Boneka Politik bentukan AS, yaitu 4 org yg dikenal dgn sebutan “SMAG”
    c].Terjadinya KERUSUHAN MEI,yg dikoordinir oleh seorang tokoh pemuda atas cetakan SMAG.

    17). Soeharto lengser & BJ Habibie menjabat sbg presiden RI.

    18). Smua IDR pada akhirnya smp di Indonesia, Pak Harto memerintahkan 49org JENDERAL (7org Jenderal Bintang-4 & 42org Jenderal Bintang-2) utk mengamankan gudang2 IDR yg masih bersatus atas nama Amanah.

    19). BJ Habibie dipolitisir oleh AS utk realisasi Referendum di TimTim, dng janji apabila terlaksana dng ‘JUJUR & ADIL’ maka Habibie akan didukung utk menjabat sbg Presiden RI utk selanjutnya.
    NOTTE:
    Habibie diTIPU MENTAH2 oleh AS & sekutunya. Hasil jajak pendapat diMANIPULASI (yg dihitung di Gd.Putih-AS,tdk dihitung di lapangan) & berujung pada lepasnya TimorTimur dr NKRI. Itulah jatuhnya Habibie dampak tertipu politik praktis. Karena Habibie sejatinya bukan org misi AS, melainkan Habibie adalah Jerman-isme.

    20). Rapuhnya Pemerintahan RI & sebagian besar Tokoh2 Negara terlibat dlam dosa “KERUSUHAN MEI”. AS PEGANG KARTU Tokoh2 Negara tsb, lalu leluasa utk MENDIKTE pemerintah. Boleh dikata,semenjak itu PEMERINTAHAN hanya menjadi boneka AS & tdk mampu utk lepas dr cengkraman AS.

    21). ..PENTING..
    a]. Kebenaran ini dituliskan bukan utk menyudutkan PIHAK2 TERTENTU, namun utk MENEGAKKAN SEBUAH KEBENARAN.
    b]. Bangsa Indonesia sngat beruntung telah memiliki 2 org PUTRA TERBAIKNYA yaitu SOEKARNO & SOEHARTO.
    c]. Rapatkan barisan,jgn mudah teradu domba oleh KONSPIRASI AS & sekutunya. Tumbuhkan jiwa PATRIOTIK kita,karena bisa jadi..melalui KONSPIRASI AS, perang AFGHANISTAN & IRAK dapat terjadi di TanahAir yg qta Cintai ini..
    d]. Atas Cronologis Harta SOEKARNO tsb. Pd Prinsipnya KITA, para PEMEGANG AMANAH & penerimaPELIMPAHA COLETERAL, perlu utk Menyadari Bahwa Pelaksanaan HIBAH ASET RAJA NUSANTARA, Kpd Pribadi Bung Karno adalah “CACAD HUKUM”
    e]. Brg_Amanh BK’ Bkn urusan Qt,melainkan Urusan KARUHUN,

    dana amanah nunggu satria piningit????????????????
    TANPA DANA COLETERAL BANK JURIG,SWISS…..
    AKU SUDAH MEMILIKI HARTA YANG AKAN MEMBUAT NEGARA NUSWANTARA JAYA
    RAKYATKU ADALAH RAKYAT YANG JUJUR
    RAKYATKU ADALAH RAKYAT YANG SALING MEMILIKI SATU ANTARA LAIN MENGHORMATI SATU ANTARA LAIN,MENGHARGAI SATU ANTARA LAIN, DAN BERBAKTI PADA IBU PERTIWI,RAJAPHANDITA,TUHAN YME…
    BAGIKU DIANTARA KALIAN ADA YANG TIDAK SETUJU TIDAK MENERIMA URAIAN INI..GITU AJA REPOT..
    AKU TAU MANA YANG PASTI
    AKU TAU APA TUGAS DAN TUJUANKU
    BERAT DAN TAK TAMPAK OLEH KESYAFAN MATA LAHIR MAUPUN BHATIN KALIAN
    KARENA ADA RAHASIA ALLOH YANG TIDAK SETIAP MAHLUKNYA MENGETAHUI..
    WASSALAM

    • ..saya kasih tau/……AKULAH RATU ADIL RAJA PHANDITA

      bla
      bla
      bla
      bla

      AKU SUDAH MEMILIKI HARTA YANG AKAN MEMBUAT NEGARA NUSWANTARA JAYA…
      ———————————————————————————————————————–
      iye, ane percaya dech, wong itu nickname paduka
      sekarang, bagi-bagi duonks harta ne, kirim ke ane duonks pake jasa ghoib express
      dgn harta itu ane kan bisa belajar, biar pinter IT kaya om roy suryo. 😀

  6. entah mau berapa lagi orang yang akan mengaku sebagai Raja pandita atau satria pinandito, hmmmmm
    tapi makin banyak malah makin rame ding, asal berlombanya pada sportif aja.
    Mangga Sri paduka……

  7. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    huachimmmmmmmmm

    • Tong bersin wae atuh, anggur mah geura buka lawang sigotaka
      Sok atuh kang ade, bijilkeun dongeng nu rada aneh

      Lain bahela teh Eyang Prabu masihan pepeling ka rahayatna, anu rek ka wetan, ka kulon, ka kaler jeung ka kidul teh kumaha tah, teras eta piwarang milarian budak angon anu imahna di gubuk sisi walungan, sha eta teh. ?

      Sugan weh Kang Ade tiasa mamparinan gambaran yeuh keur urang parahiangan.
      Sumangga kang Ade di guar bae dongeng na.

  8. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    mencari satria piningit dari 3 wacana
    1. uga wangsit siliwangi
    2. musara jongko joyoboyo
    3. sangkuriang nagih janji

    ke-3 wacana diatas jika didalami memiliki arti yang saling melengkapi………
    satria piningit adalah sang RATU ADIL/ RAJA YANG ADIL..
    mengapa disebut satria piningit, bukan hanya berarti dipingit/dilindungi kekuatan ghaib,atau keberadaannya disembunyikan, tetapi dipingit dalam arti dilingkari kekuatan ghaib seluruh sesepuh tanah nuswantara secara ghaib dan di aping oleh seluruh nabi dan rosul
    memang tidak sembarangan orang bisa menebak menerka ataupun menembus sejatinya satria piningit, karena maqom yang meliputi satria pinigit ada sebagian yang masih bisa ditalar para mukasyaf/pandhita/ahli ghaib..ada yang tak mampu ditembus oleh siapapun ,baik manusia,jin hingga malaikat..ADA RAHASIA YANG DIMILIKI SATRIA PININGIT YANG DIANUGRAHKAN OLEH ALLOH TUHAN YANG MAHA ESA YANG HANYA ALLOH SENDIRI SANG MAHA PENCIPTA YANG MENGETAHUI…
    SATRIA SESOSOK LELAKI , PININGIT ADA NAMUN SEDANG DISEMBUNYIKAN SECARA GHAIB KEKUATANNYA…
    satria piningit adalah trah turunan pewaris tahta kerajaan padjajaran yang ke-7 terhitung dari eyang suryakancana….
    beliau yang akan menggunakan mahkota kerajaan padjajaran yang dahulu di titipkan kekerajaan sumedang geusan ulun…
    satria piningit telah dinobatkan berabad lalu..semenjak ngahiyangnya para sesepuh pajajaran sudah terlihat dan telah ditetapkan semenjak dahulu..
    tinggal menunggu mangsa saat dilantik..
    yang akan ditandai oleh hal yang tersirat dan tersurat dalam 3 wacana diatas..
    uga wangsit siliwangi, sangkuriang nagih janji dan musara jangka jaya baya…
    bersambung……….

  9. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    huachiiiiiiiiiiiiim
    asiiiiiiiin

  10. Banyak orang sengsara (sandal jepit) disebabkan oleh iming2 harta/barang amanah Soekarno. Bukan hanya orang perorangan yg sengsara, tetapi juga negara menjadi sengsara, lihat keterangan sdr RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI on Februari 20, 2010 at 11:44 am pada pada nomor 11) s/d 15) ….. nyetak uang dengan jaminan collateral obligasinya bodong, yg menyebabkan nilai uang rupiah lemah, hutang menumpuk.
    Banyak teman2 yg sy yg terserang virus menular harta amanah, dgn harapan bisa kaya mendadak, yg pada akhirnya hidupnya sengsara, jatuh miskin, uang habis, rumah ludes keluarga berantakan, ditipu oleh antara mereka yg mengaku punya barang dan dokumen.

    Mencari harta peninggalan leluhur, hendaklah berpijak dengan dasar karya sastra adilihung pujangga nusantara spt : Serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri, KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI, tidak akan tersesat dan hasilnya akurat.
    Dalam teks karya sastra peninggalan pujangga nusantara jarang disebut ttg harta amanah Soekarno.
    Satrio Piningit itu kaya harta, juga kaya hati.
    Harta-harta nusantara tersimpan di tempat2 tertentu spt : bumi, air (dlm danau), candi2.
    Kuncinya adalah pusaka nusantara tertentu, makanya didalam kitab Musarar Jayabaya sering disebut kata “Braja” (besi), ” …. golekono gegamane kongsi ketemu ….” (carilah senjatanya sampai ketemu). Sebagai pewarisnya adalah SP yg diasuh oleh SP.

  11. RAJA PHANDITA RATU ADIL IMAM AL MAHDI

    i miyar 1 jiwa…??
    nuswantara jaya….sebentar lagi
    saat bumi gelap bukan karena matahari tak bersinar
    langit memerah bukan ada darah yang memancar dari galaxy……

    • eeeeeeeehhhhhhhhhh, kirain teh udah pergi !! ??
      Katanya pamitan ?……….
      betah ya disini, hayang ngomong teruuuuussssss ?

    • Kelak jika udah waktunya tiba aku setujui ……. 1 milyar 1 orang
      Dengan syarat setelah kiamat subro (kiamat kecil) reda, puncaknya di th 2012
      Kiamat subro sbg ajang penyaringan manusia ………..
      Nusantara Jaya …………

    • dah ganti nih ID nya jadi …….. Rden Kuswanto alias si sades

      ngomong nya jangan blepotan dong !….
      Kiamat kecil itu artinya kiamat…….. “SYUGHRO”
      bukan kiamat SUBRO………………ngak ada kata seperti itu………ibro !!

  12. ……@#%$*&&**+#$@…… puyenk….. gak ngerti yg dibilang akang raja pndhita ratu…..

  13. ada kutipan saudara ADNAN buyung nasution, master hukum RI..
    dengan rambut putih , didepan kwik kien gieke dan juragan kabareskrim susno diuji…metro tv.
    agan buyung mengatakan..
    negara ini serba salah, sistem parlemen seperti orde lama gak konsisten , presidentil malah lebih parah..
    negara besar ini memang perlu sistem baru..bisa juga menggabungkan kedua sistem diatas,seperti perancis..ada presidennya ada perdana menterinya,tdk seperti inggris / belanda….
    inilah percikan percikan sistem negara akan benar benar berubah..
    yang nyaman dan insya alloh negara ini akan benar benar jaya adalah kembali ke sistem negara kerajaan…
    mengapa tidak,. karena sebelum republik terwujud,nuswantara adalah negara besar dengan kerajaan yang buanyaak sekali….walaupun belum menyatu secara keseluruhan seperti dari sabang sampai merauke, namun patut diyakini bahwa kerajaan-kerajaan nuswantara akan tetap satu dalam panji nuswantara.
    setiap wilayah seperti jakarta, bogor , jabar, jateng, jatim / propinsi menjadi negara bagian saja..
    supaya otonomi daerah benar-benar dinikmati wilayahnya masing-masing..
    sistem tetap terpusat namun kendali penuh tetap berada pada wilayah hukum daerah masing-masing…
    papua akan bebas mengendalikan wilayahnya, memakmurkan rakyatnya begitupun irian jaya, kekayaan alam irian yang besar benar-benar 80 % untuk kemakmuran irian jaya…
    yang 20 , 10 % pajak pusat, 10 % oleh pusat dibagikan rata ke seluruh wilayah lainnya ..rata…
    negara gak perlu SERAKAH…..negara cukup mengendalikan seluruh wilayah nusantara
    toh pajak dari wilayah lain masih banyak, …
    negara tetap memiliki hukum terbesar, pengendali terbesar , namun tidak boleh mengendalikan suatu wilayah dengan doktrin yang sama, karena setiap wilayah benar benar berbeda, baik sistem adat, geografis , ekonomi dll, hanya penduduk wilayah itu sendiri yang tau apa kekurangan dan kelebihan wilayahnya..
    negara ibarat orang tua……..
    bersambung…….

    • ngomong apaan nih…. si SADES……….?,
      akh……? …..sok banyak ngatur……!,
      omean diri sendiri jangan ngurusin nagara , urusin dan pimpin diri sendiri dijalan yg lempeng…Ok

  14. uing ujang……
    ades meni sombong, kaciri polontona..ulah sok nyear nyear teu puguh ari teu ngarti..
    goblog luh sades………

    • si sades nyarekan sorangan………/

    • Sang Kuru Hiyang

      Ratu adil itu ga ada,
      jadi ga perlu di ada-adakan..
      begitupula satriyo piningit itu ga ada,
      jikalau ada dia itu sudah MATI!.
      Jadi ga usah banyak omong kosonglah….. ngegonggong aja bisanya!.

      KERJA!!!!.

    • KERJA!!!!.
      —————–
      gak mau ah capek 😛
      abisnya bangun subuh trus pagi berangkat keluyuran, gerakin badan ma fikiran biar dapet duit
      magrib mpe malem hang-out, trus bobo disertai mimpi buruk 👿
      😯 subuh beker gangguin, biar bangun,…dst
      tak lupa setiap ada kesempatan dibalik kesempitan sikit2 onlain – onlain :mrgreen
      tak lupa juga buka FB, eh gak denk, haram FB mah 😮
      haram kalo bukanya gak pake BB 😛

  15. he.he..he sujang,sujang
    sujang bigung, ternyata nama ujang bukan 1..eh raden kuswanto disangka ades..
    wahhh kumaha atuh ,…..lieur jang?????????????????????????
    sujang sujang….
    nih KIAMAT ITU ada 2:2… SUGRO 2: KUBRO 2
    anehnya…..pengen tahu,eh..tau………

  16. @ Sang Kuru Hiyang said :
    Ratu adil itu ga ada, jadi ga perlu di ada-adakan.., begitupula satriyo piningit itu ga ada, jikalau ada dia itu sudah MATI!. , Jadi ga usah banyak omong kosonglah….. ngegonggong aja bisanya!.

    KERJA!!!!.
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    KERJA ???……………..
    apanya yg dikerjakan.??? ……….
    kerja apaan………..??
    akh gak jelas banget………..postingan nya !!

    Emangsih sih gak ada, ratu adil dan satria pininingit ……..
    dan memang gak pelu di ada-adakan, ….
    atau memang gak tahu ???…………….

    Tapi jangan risau bagi yang mengharapkan Ratu Adil dan Satria Piningit………..
    sebenarnya dia sudah datang ………………..!!!, dan ada di sekitar kita…..
    sebagai hiburan pengganti nya sudah ada yang NGAKU-NGAKU Ratu Adil & Satria Piningit Versi Internet. !!

    Wah huebat banget …bahwa Sng Ratu Adil dan Satria Piningit udah bisa main internet dan membuat postingan pengakuan diri. Tapi sayang……untuk yang versi internet orang nya pemarah dan agak kacau, karena ingin dipuji dan di akui saja, tanpa punya kemampuan alias satria bodong.

    Jaman sudah kebalik, yang bodoh ngaku pinter, yang pinter tersembunyi.
    Ngaku-ngaku raja yang mandhita, tapi berkeliaran sampai internet,
    apa arti mandhita ?…………..

    bukankah Mandeg Phandito, adalah bertapa menghindari keramaian dunia untuk dapatkan petunjuk dari Hyang Widi, ? ….bukan meng-iklankan diri untuk pamer dan ujub takabur,

    Sebab sang Raja dan Ratu maupun Satrio hanya diketahui oleh orang-orang yang bersih hati nuraninya melalui tanda-tanda alam kehidupan, bukan atas dasar pengakuan diri dan iklan-iklan menyesatkan seperti DAJJAL

    INGAT …!!!
    Dajjal selalu mengiklankan diri atas nama Tuhan, mengaku-ngaku anpa bukti, pemarah dan pemaksa, dengan kepribadian yang tak tentu, membawa-bawa berita kosong dan bohong untuk mendapatkan pengikut.

    Sayang nya bagi orang yang bersih hati nurani nya tak akan terpengaruh dengan segala macam pengakuan diri dan iklan-iklan menyesatkan, karena bukan berfikir dengan otak, tapi berfikir dengan hati, dan hati nurani tak dapat dipaksa dan didustai untuk mengikuti Raja Ratu dan Satrio Palsu.

    Thq.

  17. Huaduuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh ramenya yg pada komentar gak jelas mana yg benar mana yg salah……..
    Udah mendingan pada bebenah diri aja,jadikanlah diri kita ini SATRIO PININGIT dihadapan ALLAH SWT dan satu lagi harta karun bangsa Indonesia ini ya segala kekayaan alam yg terkandung di bumi persada ini berupa hutan,hasil tambang,kekayaan laut sampai tanah yang subur. Itulah kekayaan kita…….Maka jadilah manusia yg Amanah saat kita ini mendapat Amanat dari para pendahulu kita,begono……………

    • Di hadapan Allah mana ada satria piningit mbak/mas he he he he .satria piningit itu kerjanya nyata tapi sembunyi sembunyi den. besok kalau sudah muncul tanyakan saja kerjanya untuk bangsa ini apa saja. Salam rahayu semuanya.

  18. HUAHmmmm…….udahan yah ceritanya….kalo gitu bobok lagi ah…..siapa tahu pas bangun udah ada orangnya yg diramein….

  19. begono apanya yang begono sekar??
    ini blog punya judul satria piningit..
    saya liat kalian semua bego, bukan ngebahas siapa kapan munculnya satria piningit ataukah memang dia itu hanya sebagai simbol semata..
    satria piningit bisa dilihat dari ramalan uga wangsit siliwangi dan musara jongko joyoboyo atau sangkuriang nagih janji..
    ……
    ujang,coba anda tafsirkan apa makna dari uga wangsit siliwangi dan musara joyoboyo tentang RA/SP..
    kalau gak becus…sabar tar gue terangin…
    aneh…anehhhhhhhhhhhh
    kalian semua aneh…

    • dah bosen ngebahas uga wangsit mah ……….. ,juga musara joyoboyo
      gak pelu repot-repot diterangin bosen denger nya,
      itumah cerita lama dongeng kuno.

      yg penting mah tanda-tanda nya dah lengkap ada di blog ini,
      tinggal kita kembangkan wawasan kedepan sesuai ciri-ciri nya.

      dan gak usah ngaku-ngaku diri sebagai ratu raja ataupun satrio,
      sebab yg ngaku-ngkau mah bohong wungkul……………….
      gak pelu sabar untuk denger keterangan………………………
      yang pelu sabar mah nuggu datang nya sesuai ciri-ciri nya……..OK. ?

      gak usah repot-repot……….karena gak ada yang aneh,
      yang aneh mah nu sok aku-akuan…………..anehhhhhhhhhhhhh pissssan eta jalma.

      lain rek pamitan indit ???…………..kalahkah betah nya didieu ???
      diiluar mah da taya nu ngawaro, bubuhan weh didieu soteh loba nu ngamaklum hi…hi…hi..hi.

      • Kang Ujang dan Raden Kuswanto Yth
        Memang benar Kang Ujang, SP/RA/Herucakra merupakan legitimasi yg datang dari masyarakat luas. Legitimasi itu datang manakala masyarakat melihat dengan matakepala sendiri apa yg dilakukan RA/SP tersebut untuk bangsa dan negara. Jadi, datangnya legitimasi bukan secara subyektif dari dalam diri sendiri, tetapi merupakan penilaian yg obyektif oleh masyarakat. Siapapun yg merasa sebagai calon SP/RA hendaknya lebih giat membangun bangsa dan negara ini secara nyata. Dan yg paling penting TIDAK MENGULANG KESALAHAN-KESALAHAN yg pernah terjadi di negeri ini. Terutama soal pemahaman agama, pandangan kebangsaan, dan komitmen kepentingannya. Perlu diingat, SP/RA bukanlah pembela agama, tetapi ia merupakan pembela kejujuran. Siapapun yg merasa calon SP/RA tetapi jika masih diselimuti oleh RASA FANATISME agama, golongan, mazab, aliran, PASTI lah bukan SP.
        Carilah senjatanya sampai ketemu !
        Hal ini mensiratkan kita harus mencari senjata sang calon SP. Yakni sirulah (pedang katresnan). Dan trisula wedha, sebagai kiasan dari 3 langkah utama kebaikan. Pedang katresnan adalah kasih sayang kepada seluruh mahluk dengan tidak pilih kasih, welas tanpo alis, kasih sayang tanpa pamrih. Pamrihnya sekedar menjalani semua itu sebagai kewajaran menjadi mahluk tuhan yg hidup di planet bumi, yg harus saling asah asih asuh.

        salam sih katresnan

      • Para Kadang yg ada di blog ini ytc.

        krn kitab musarar jayabaya, wangsit siliwangi dan kitab2 kuno yg lain
        adlh milik kita bersama dan bukan menjadi rahasia umum lagi,
        maka agar tidak menjadi bahan fitnah, maka sy coba bocorkan sedikit.

        penelitian sy sdh masuk bab II untuk mncapai gelar sarjana SP (Sarjana Pembohongi), mk untuk bab III judulnya “bagaimana cara kerjanya?”
        sehingga bisa lahir asset untuk sarana untuk mensejahterakan nusantara, gemah ripah lohjinawi, murah sandang pangan?
        he he he ….. mimpi kali ya?
        Harapan sy jgn sy dicemooh tp dibantu dong kan hasilnya untuk bersama ya kan?

        Referensi yg lalu sdh dibahas,
        alat2nya semua baru aja ngumpul berupa Besi/pusaka keris dll?
        semua alat2 tsb mengandung informasi asset lho spt PIN, bentuk aset spt emas dll lho.
        pertanyaannya adalah apakah alat tsb asli atau tidak?
        Kerjanya malam jum’at kliwon.
        Yg kerja istri beliau dari tanah sundah 5555 eta cirina
        Kemudian dimana letaknya aset dan kapan pelaksanaannya?
        yg jelas nunggu 2012 s/d 2013 “SEREM DEH!?
        pesan sy pada eling lan waspada agar slamet rahayu ….

        Jangka Jayabaya/catursabda,
        Pethikan Seratan Tangan Kangge Sambetan Jangka Triwikrama :

        ”.. Kulup ingsun mangsit marang sira …
        Lah ing kono kulup, ORA SUWE BAKAL KATON ALAT-ALATE kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil Panetep Panata Agama Kalipatullah”
        ”…. mung GEGAMANE bae golekana kongsi katemu ”.

        Kitab Musarar Jayabaya bait 10:
        Ecis wesi Udharati, Ing tembe ana Molana, Pan cucu Rasul jatine, Alunga mring Tanah Jawa, Nggawa ecis punika, Kinarya dhuwung puniku, Dadi pundhen bekel Jawa.

        Bait 160
        “Sadurunge ana tetenger
        lintang kemu KUS lawa ngalu-alu
        tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi,
        perak esuk bener ilange BATARA SURYA njumedhul
        iku tandane putra Batara Indra wus katon tumeka ing arcapada …. “

        (Sebelumnya ada pertanda Lintang Kemu kus panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-karut)

        Banyak yg tidak tahu kalau Batara Indra nama lain dari raja Majapahit kelima, dan Batara Surya adalah anaknya yg menitis entah menitis kesiapa aku nggak tahu.
        Banyak yg gak tahu juga, kalau Batara Surya itu selain pemegang kunci kekuasaan Majapahit, juga berhasil mencuri kunci kekuasaan Pajajaran. coba aja di cek ama orang yg gentur tapanya pasti bener deh.

        Bait 164
        ”Putra kinasih swargi Sunan Lawu,
        ya Kyai Brajamusthi ya Kresna ya Herumurti,
        mumpuni sakehing laku,
        nugel tanah Jawa kaping pindho,
        ngerahake jin, setan, kumara, prewangan,
        para lelembut ke bawah perintah saeko proyo
        kinen abebantu manungso Jawa,
        padha asenjata Trisula Weda,
        landhepe triniji suci, bener, jejeg, jujur
        didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong”

        Bait 168
        ”Mula den udia satriya iki, wus tan abapa, tan bibi, lola wus aputus wedha Jawa, mula ngandelake Trisula Wedha, landepe Trisula pucuk arupa gegawe sirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”

        (Oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak beranak saudara sudah lulus weda Jawa hanya berpedoman trisula, tajamnya trisula pucuk sangat tajam membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan).
        Untuk sementera masalah alat-alatnya dulu, selang waktu kita bahas yg lain.

        Wassalam

      • Wangsit Siliwangi
        Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi.

        Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
        “Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

        Dengarkan!
        Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke SELATAN! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke UTARA!
        Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur!
        Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke BARAT!

        Dengarkan!
        jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi.
        Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya.
        Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.

        Tapi ratu siapa?
        darimana asalnya sang ratu?
        Nanti juga kalian akan tahu.

        Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.
        Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!

      • BOLEH BACA..NDAK PERLU KOMENTAR…..
        SATRIA TIDAK DIPINGIT LAGI……?

        CIWENE adalah lebah dekat cawan, seperti mangkok besar, jika anda berada di lembah BUNIWANGI lihatlah kota bandung, dikelilingi gunung,seperti mangkok besar…
        lebak ciwene adalah nama lain dari lebakna awewe/perempuan..
        Buniwangi merupakan pesanggrahan ibu ratu nyimayang sunda kentring manik ken buniwangi, bersemayam eyang SURAWISESA putra mahkota mayangsunda+sribaduga….
        sangkuriang nagih janji, telah menitis ke satria piningit, akan kembali jaya pajajaran saat pelantikan nanti…
        yang dilantik adalah trah ke-7 suryakancana…
        karena kerajaan siliwangi berhenti saat eyang suryakancana bertahta..kemudian moksa dilembah suryakancana gede pangrango
        mahkotanya dititipka kekerajaan taji malela/geusan ulun sumedang larang, hingga sekarang masih disimpan di museum geusan ulun alun2 sumedang..
        3 beringin, adalah 3 kekuatan besar, pajajran, kutai kertanegara dan mataram kuno sanjaya harisdarma…segitiga : 3 beringin.
        budak angon : nya AING
        budak janggotan : NABIYULLOH ISA ALMASIH BINTI MARYAM…
        geus mulang ka lebak cawene, balik mulang kampung ka bandung dibawah tangkuban perahu..
        yang namanya HALIMUN bukan gunung HALIMUN BOGOR..tapi gunung tangkuban perahu SAMA DENGAN GUNUNG HALIMUN.
        mataknage, ngalawan bari SEURI..masih teu ngarti keneh wae..mangkana ulah bener ceuk sorangan tanya WAYANG JANOKO, HABIB MUHAMMAD MUBAROK TI KALIMANTAN TURUNAN BANI HASYIM wayang janoko ti jawa datang ka kutai kertanegara di TARAKAN KALTIM..
        ngobrol cing bener..tanya kisabda pasti nyaho nomerna
        KISABDALANGIT,ALANG-ALANG KUMITIR, NGABEHI,WAYANG JANOKO..TAH JALMA-JALMA NU BARALEG,NU PANTES DI AJAK BENER ANU BENER-BENER PINTER HENTEU BENER JEUNG PINTER..tapi KABALINGER..
        mangkana gunung GEDE bitu…
        antara gede pangrango..kawas adi jeung lanceuk….
        antara buniwangi jeeung pangrango kawas anak jeung inung…
        tangkuban parahu BAPANA……………………………..
        hua ha ha ha ha ……………………………………………………………………

      • Sy salut dgn kang Ujang
        yg ternyata pandai menganalisa wangsit siliwangi …

        Sy juga salut dgn Ki Sabdalangit yg punya rumah ini
        begitu bijaksana dalam mensikapi masukan/komentar teman2 ….
        jgn2 beliau ini juga Budak Angon?

        Sy juga makin percaya dgn Raja Phandita
        beliau ini adalah Budak Angon yg asli?
        merupakan trah ke-7 Suryakencana.
        Mungkin walaupun keras perangenya spt sdr-nya Kresna yaitu Prabu Baladewa ttp hatinya baik dalam membela kebenaran.

        Kalau sy sendiri merasa sbg Budak Angon yg palsu
        krn kuliahnya dari th 2008 sd skrg baru nyampai bab III,
        sementara teman2 yg lain puluhan bahkan ratusan, udah pd punya gelar SP/Budak Angon?
        sy jadi males nglanjutin!
        aku permisi pergi aja, naha kuring nukapeto jalma bodo katotoloyo
        sementara Hak nu geus tangtu teu bisa diaku batur
        apes lg, sy kena tegoran dari dosen kyai ti alam ghaib, ktnya aku bocorin pelajaran kuliah ke temen2.
        aku pergi cuma bawa warisan eyg ku Sri Aji Jayabaya, berupa pena bentuknya keris,
        rumahnya spt Raden Gatotkaca atau spt Lebak Cewene (spt barang perempuan kt Raja Phandita), perak (peraknya ada stempel kerajaan) lan/dan gunung perahu (spt gunung perahu terbalik), pintunya setinggi batu.
        Waduh aku makin bingung nih?

        kata eyg ku pesannya spt ini :
        bait 10.

        Ecis wesi Udharati
        Ing tembe ana Molana
        Pan cucu Rasul jatine
        Alunga mring Tanah Jawa
        Nggawa ecis punika
        Kinarya dhuwung puniku
        Dadi pundhen bekel Jawa

        Ki Sabdalangit aku pamitan, mundur dari kontes Budak Angon, merasa gak mampu.
        aku kalah polling sms terbanyak, salam rahayu …..
        sing ati2 ya temen2ku di jaman kala bebendu
        doaku agar kita semua selamat rahayu

        Wasalam

      • He…he…..he,
        Jangan pergi dulu Sobat …………!!.
        ID anda memang “Budak Angon”,
        tapi jangan kecl hati, semua itu bukan menyinggung anda……..!

        Mari…. ngayuh kweruh, ………
        Mangga ngolah kabisa…….

        Saya ID si “Ujang” hanya mencoba menggali sambil mawas diri……..
        tidak ada yang perlu tersinggung dan pergi……..
        Karena semua akan kembali kedalam diri sendiri………

        Siapapun kita akan menjadi satrio maupun ratu adil
        dalam lingkungan sesuai kemampuan diri

        apakah kita akan menjadi Satrio dan RA :
        di batur sa kasur ………(dalam keluarga)
        di batur sa sumur…… ..(dilingkngan hidup kita berada)
        di batur sa lembur ( di kampung, dan desa)
        di batur sa gubernur ( di lingkungan kota dan pemerintahan elit politik)

        dimana saja baik orang sunda jawa bersaudara dalam Nusantara
        sesuai janji pinilih gusti nu maha suci……………………

        Apalagi bila anda telah dapatkan wangsit pituduh
        tak akan salah kaprah dalam petunjuk
        setiap Satrio dan RA dilengkapi benteng dan gaman
        sebagai pegangan hirup dan hurip nya.

        Salam,salam, salam
        kahatur ID Budak Angon

      • kang ujang, aku jgn disinggung lagi …..
        Kang Ujang ketawanya sampai kyk gitu sih :
        Hua Ha Ha Ha Ha Ha..Ha..Ha….Ha………………… spt ketawanya raksasa

        kan aku udah bilang, udah tersisih dari babak kualifikasi kontes budak angon!
        aku udah masa bodo! situasinya msh jaman edan
        jaman kewalik2, jujur tersisih, jahat kepakai

        Aku mau pergi ama istriku
        Istri kalahiran tanah Sunda 5555 eta cirina
        kang, itu istriku yg dimaksud cirinya 5555? itu tanda jmlh tAhi LA2T 5 biji yg letaknya rhs.
        aku bener2 mimiti dibere beja, reuwas kabina-bina, hrs bgmn?
        hiji awak dua jiwa, neruskeun lalakon baheula, mugi kenging ridho Allah

        wassalam

      • Untuk Kang Budak Angon …!!!!
        Amiin .,,,,amiin ……..amiiiiin,

        Ridaho Alloh akan menyertai bagi hambanya yang rela kepada Allah, jangan risau jangan gundah, jalani saja kehidupan anda, pakah itu titisan atau inkarnasi, iikti kehidupan tsb, sebab bukan kita yang mau, tapi Hyang Widi yang punya kehendak.

        Kalau Kang Budak Angon ingin lebih jelas,……..bisa tanya kan ke Ki Sabda yg punya Blog ini dalam sesi postingan tanya jawab, agar fikiran salira bisa tahu dan memahami siapa salira sebenarnya.

        Tentang ketawa saya seperti raksasa,
        itu ketawa yang saya tujukan kepada si “sade” yang ID nya “raja phandita”,
        dia kan yang ngaku Budak Angon dalam Uga Wangsit Silihwangi,
        katanya dia akan segera dilantik kelak menjadi satrio piningit dan ratu adil imam almahdi ( ka te nyee……. ). Maka kita buktikan saja omongannya.

        Emang nya yang menjadi tuturus Silihwangi Dia saja…………..?
        Buanyak sekali dijawa barat ini keturunan Silihwangi…………….!!
        Memangnya yang akan jadi Satrio…….dia wungkul …?
        yang jadi Ratu Adil dia wungkul…………?
        yang jadi Imam Almahdi dia wungkul………..?
        Tidak.kan……….. ????

        Menurut pandangan orang awam Sekarang ini menurut berbagai petunjuk,
        AKAN turunya SATRIO PININGIT SISISIHAN WAHYU,
        dimana sartrio-satrio lainnya sebagai pemimpin Nusantara telah dilalui pada masa lalu.
        Satrio Piningit sebagai Ratu Adil akan melengkapi inisial NOTONOGORO, sedang kan sesuai perjalanannya Satrio Piningit Nusantara baru sampai pada NOTONO. Satrio selanjutnya akan turun dengan inisial GO dan RO, ……….maka siapakah DIA….????

        Itulah menurut gambaran ornag-orang awam seperti kita, sedang yang mampu melihat secara jelas hanyalah orang-orang linuwih yang mempunyai tingkat ilmu kebathinan yang sangat tinggi.

        Sesuai dengan petunjuk inisial nama GO dan RO …!!!
        Apakah memang kelak yang akan jadi Satrio adalah si .ADE…………???
        semuanya nggak ada yang tahu……………kecuali SI ADE dengan ID RAJA PHANDITA, namanya diganti jadi ADE AGOGO atau jadi ADE SUDIRO……….he…he…he..

        kalau memang inisial akhirnya harus NOTONOGORO, maka menurut bukti yang ada sudah terjadi , yakni SUKARNO, SUHARTO, YUDHOYONO, yakni pemimpin yanng berdasarkan pilihan langit dan rakyat, sedang HABIBIE, MEGAWATI dan GUDUR adalah pimpinan masa transisi.

        Sehingga kita tinggal tunggu saja Pemimpin Nusantara yang ber inisial akhir “GO” dan “RO”, sebagai SATRIO PININGIT SINISIHAN WAHYU………..
        Nah sekarang persoalannya adakah TOKOH dan para pemimpin yang mempunyai inisial seperti itu….???….

        Apakah dia adalah si ADE………….????,
        yang selama ini mengaku ngaku sebagai Beliau………..????……he…he…he…
        Kita tunggu tanggal mainnya, GORO-GORO sedang berputar mengitari jaman di NUSANTARA.

        salam, salam, salam

        NB:
        Untuk ADE RAJA PHANDITA tong kasinggung nya………….?
        da……. sim kuring mah …….ukur catur jeung bukurna
        ukur nyarita anu nyata, tina bewara anu geus aya.

        Ceuk ngaing oge SADE….?, nyaneh geura midang ka gunung Tkb Parahu.
        tong ngajak-ngajak batur make nomer HP.
        Sabab Satrio Piningit dan Ratu Adil mah nggak butuh Nomor HP.
        Beliau mah Ilmunya sangat tinggi……….
        Beliau bisa komunikasi lewat apapun
        tanpa harus punya Nomer HP,…………….OK ……..???

      • Kang Budak Angon Yth
        Pemikiran, analisa, dan petuah anda begitu terasa getarannya. Kami di sini butuh sekali ular-ular panjenengan. Banyak pelajaran berharga yg bisa kami petik dari setiap kalimat yg panjenengan sampaikan di sini. Saya pribadi ikut belajar banyak. Terutama kelegaan hati, sikap tenag, dan kesabaran yg selalu menyertai setiap ungkapan. Walau di tengah panasnya bara “api” yg bergolak, anda tetap menjadi air jernih yg dingin menyejukkan hati. Itulah salah satu makna hidup yg sungguh amat ideal kita terapkan dalam kehidupan sehari2 yg kian panas. Sebagaimana yg diajarkan oleh sedulur SANTRI GENDENG. Mungkin saya perlu garis-bawahi, mari jadikan diri kita bagaikan oasis yg tetap dipenuhi air yg menyejukkan dan menyegarkan dari segala macam dahaga (terutama dahaga spiritual), biarpun berada di tengah gurun yg panas oleh teriknya jilatan api matarahi. Kami masih selalu tunggu ungkapan penuh makna dari untaian kalimat anda.

        salam sih katresnan

      • kasihan amat y Budak Angon jd pergi ….. ngambek!
        krn goro2, terlempar di babak penyisihan kontes Budak Angon seluruh dunia
        mungkin gaya ciri khas rambutnya yg nyleneh yg menyebabkan ia tersisih.
        pemenangnya kontes diraih oleh raja phandita …
        sy dukung perjuangan raja phandita semoga sukses …. lewati ujian dari bunyi gagak yg hinggap di pohon yg mati

        Budak Angon pamitan ke sy
        mau istirahat plg ke rmhnya di Lebak Cewene/Raden Gatotkaca, pintunya setinggi batu
        dia kecapaian, mandi dulu biar wangi … krn kalau dia muncul waaangi lama gak ilang2
        dia klangenannya makan sate, sayur mentereng, pentil timun, buah apel, duduk sambil merokok tembakonya warasih ….
        Budak Angon …. eh Cepot eh copot eh Cepot
        sy jd inget ama dalang wyg golek Kang Asep Sunarya ama si Kang Komeng
        … lucu kalau lagi guyon
        itu gambaran setelah GORO2 selesai. rakyat tersenyum, murah sandang pangan
        Cepot/Semar/Sabdopalon begitu ramah, bijaksana, ngemong rakyat kecil juga raja yg diasuhnya.

      • analisa yg tlh sy sampaikan sdh smpai ke arah alat2 SP.
        namun mhn maaf, sy tdk akan membeberkan bentuk alat2 tsb,
        untuk apa alat2 tsb?
        yg jelas alat tsb mempunyai kekuatan yg dasyat spt yg digambarkan dlm Al-Qur’an
        surah Al-Hadid (besi) 24, 25, 26
        alat ini kelak akan dipakai untk bekerja agar spy yg hilang/tersembunyi (ghaib) bs muncul/ kelihatan (dhohir/wujud), hasilnya bs kt nikmati untk kemakmuran nusantara (mercusuar dunia).
        asset tsb digunakan untuk apa?
        untuk membenahi kerusakan bencana kemanusiaan, akhlak manusia dll.
        ini sebuah tekateki, apakah mungkin?

        tahap kedua adalah siapa sosok yg dimaksud?
        ini sangat riskan untuk dibahas.
        yg jelas sosok ini adalah pewaris asset nusantara yg hilang

        tahap selanjutnya,
        insyaallah jk ada waktu akan sy jelaskan dimana asset2 tsb disimpan?
        berdasarkan hadist nabi dan juga informasi dari gaman/pusaka.
        keberadaan asset ini agak berbeda dgn teorinya Raja Phandita yg pernah dikupas diatas atas.
        apa yg diceritakan oleh Raja Phandita menurut sy juga ada benarnya, ttp tetap tdk akan bs dinikmati hasilnya krn setelah muncul akan hilang kembali, kecuali jika pewaris asset tsb yg selama ini ditunggu2 tlh muncul, mk aset tsb akan muncul.
        penggalian asset dulu pernah dilakukan oleh Menteri agama pd jaman presiden bu Mega, situs digali? hasilnya merusak situs. Hasil yg didapat juga tidak maksimal.
        cara yg praktis untuk mengangkat barang2 adalah dgn alat2 yg dimaksud oleh kitab musarar jayabaya, ghaib kita ambil melalui ghaib, krn alat2 tsb merupakan pasangan mur dgn baut.

        selamat berlibur panjang dari jum’at s/d minggu tgl 2 s/d 4 April 2010.
        dlm hal spt ini terus terang sy masih belajar, jadi marilah kita saling sharing
        agar perjuangan ini bisa dicapai.
        ibadah pokokna
        sabar modalnya
        iman dan takwa itu kuncinya

        Hiji awak dua jiwa
        Neruskeun lalakon baheula
        Mugi kenging ridho Allah
        Ngeuyeuk nagara nu geus karancang
        Sangkan tata tentrem gemah ripah lohjinawi
        Bru di juru, bro di panto,
        ngalayah di tengah imah (maksudnya assetnya berantakan di tengah rmh sy)
        Amin, ya Robal Alamin

        Wassalam

      • supaya terang benderang
        menurut habib mubarrok:
        sebelum turun aji saka ribuan tahun silam ada raja pertama bernama JOYOWIJOYO/ROMO
        kalau kata wayang janoko aji Rama Wijaya titisan batara wisnu..yaitu asam sejati
        menurut haji asef yang saya hormati,menurut beliau asma sejati adalah asmaul husna adzom yang akan mampu menembus latif NUR TAJJALI ALLOH….
        menurut habib tabarok ada 5 orang dikalimantan salah satunya anak kecil usia 9 tahun yang terpilih memiliki kitab,yang turun hanya saat ROSULLILAH..anak tersebut menjadi ulama besar…
        ada yang bisa menjelaskan seterang BENDERANG…
        kunci raja raja nuswantara adalah joyowijoyo?…
        dan mengenai ALMAHDI..adalah manusia yang telah dirajah badannya dan jiwanya oleh leluhur dan para NABI…..memiliki panji almahdi ?
        wassalam

      • kang sabdopalon & sdr2ku setanah air, aku mau cerita lagi
        tp sebelumnya mohon maaf jika menyinggung perasaan atau kurang berkenan di hati
        pembahasan yg lalu mungkin agak membingungkan, jujur aja sy aja bingung …. tapi anggap aja ini hiburan hidup di dunia ini.
        sy akan bercerita ttg sinepa/siloka, bayi triplek kembar 3 (tiga) yg lahir mbok rondo yg udah beruban, yg menjadi aset nusantara.
        Kemudian bayi kembar itulah yg momong sp/ra dlm setiap langkahnya.
        3 (tiga) bayi kembar itu, satu perempuan, dua laki-laki, tetapi wajahnya sama yg membedakan penampilannya.
        bayi yg perempuan bernama ambu suti ragen badranaya, tapi kalau aku lebih senang memanggilnya ibu ratu siti nuragen (cahaya yg meliputi jagad raya)
        2 (dua) laki-laki mempunyai nama semar kuncung badranaya (ciri2nya tidak ada jenggotnya, sy lebih senang memanggilnya bocah angon (budak angon))
        yg satunya lagi ata badranaya atau si cepot badranaya (ciri2nya berjenggot dan sy lebih senang memanggil dgn nama pemuda jenggotan (budan janggutan))
        sebenarnya 3 (tiga) bayi triplek tsb namanya banyak …………

        selepas gng merapi meletus ia mencari momongannya, dan momongannya telah berhasil ia temukan. Spt apa momongannya itu?
        cirinya lahir di bawah pohon beringin, ini sanepa lagi.
        namanya Jaka Suryo Wong Pangawitan……
        bagi yg gentur tapanya, monggo ditrawang jangan sampai kedaluarsa
        beliau ini menitis kpd anak yg mempunyai ciri pohon beringin yg melambangkan majapahit dan pajajaran, yg pada akhirnya kedua kerajaan tsb berpisah.

        dunia sudah tua, hukum sebab akibat menyebabkan bencana alam
        goro-goro, perang besar antara kebenaran melawan kebatilan
        pd puncaknya dajjal akan muncul
        sanepa dari dajjal berada di jagad kecil dan jagad besar.
        manusia sbg jagad kecil, keberadaan dajjal berada di pusatnya nafsu yg bersemayam di diri manusia berupa kekufuran, kemungkaran dan kezaliman itu sudah terbuka (menganga) keluar dari sarangnya …………
        sdgkan jagad besar, lapisan asmosfir sudah BERLUBANG (menganga) itu akibat sebab akibat ulah manusia, dajjal akan masuk menghujam ke bumi …….. ribuan gempuran meteor akan menghancurkan, bumi luluh lantah, ditambah panas matahari yg juga menghujam bumi…………….
        waktu terus berjalan, semakin dekat, semakin dekat …………
        tapi untuk ada Raja Phandita yg udah dirajah dan akan dilantik jadi Al-Mahdi …….
        siapa tahu dia mampu bekerjasama dgn nabi isa as
        kita doakan aja ….. amin ya robal alamin

        pertanyaan sy yg bingung ini, apa peran dari 3 bocah kembar tadi?
        dan juga bocah2 yg lainnya? kita tonton aja wayangnya ..

      • sy sangat paham dgn semangat Raja Phandita
        dan juga raja2 phandita yg lainnya, ratusan bahkan ribuah penjuru dunia!
        yg mengclaim dirinya sbg putra raja (khalifah).

        peristiwa goro-goro terjadi, memang salah satunya tandanya itu
        pertikaian2 antar anak raja (khalifah) memperebutkan hata ghoninah
        menurut hadist nabi, mrk yg bertikai adalah anak2 raja.
        contohnya Raja Phandita yg mengaku keturunan ke-7 Surya Kencana, dan ada lagi dibelahan sana mengaku keturunan kerajaan Sumedang Larang dan lain-lain….. yg ikut meramaikan pertikaian tsb.
        mrk berebut harta ghoninah/harta simpanan berupa emas, perak dll
        yg jumlahnya luar biasa buaaanyak ..
        di dlm ka’bah juga ada, bahkan sungai efrat akan memunculkan harta berupa emas …
        & yg tdk kalah menarik perhatian, di wilayah nusantara juga tdpt harta simpanan lebih banyak lagi dari yg tdp disana!
        kanjeng nabi Muhammad menyebutnya dengan “KANZIKUM” atau harta milik kamu ….

        dari pertikaian antara kebenaran dan kebatilan, akan dimenangkan oleh kebenaran
        untunglah para leluhur kita telah meninggalkan petuah2 yg sangat berharga
        berupa karya sastra, tempat peribadatan, candi-candi, pusaka dll yg meriwayatkan tentang kejadian ini kelak di kemudian hari
        dgn petuah tsb, kita generasi skrg bisa belajar mensikapi kejadian spt ini.
        Dalam alang-alang kumitir, Semar (budak angon dan budak janggotan) dgn bala tentaranya akan bergerak tan kasat mata ikut berperang dgn “pasukan panji-panji hitam”nya
        bersenjatakan pedang katresnan, kendaraannya jaran nafas (dzikru)
        itulah janjinya kakang Semar & Antabaga kpd Sri Aji Jayabaya
        untuk membimbing & melindungi sana nata momongannya.

      • kangmas sabdolangit aku njaluk pangapura, sering salah ngetik
        nama panjenengan dgn nama sabdopalon
        salam kagem kang Ujang
        kemana aja ini pasarnya kok sepi sih? aku ditinggal sendirian.

        budak angon & budak janggotan kini telah pergi
        pergi membuka lahan baru di lebak cewene …………
        pamit undur semoga rahayu

        salam

      • Hei.Kang Budak Angon ………!
        eeeeeh……………….kemana nih…!
        kok pamit mundur segala sih…….., tunggu-tunggu.

        saya sedang menyimak terus,
        sambil nunggu hasil nya si “raja pandita”
        katanya dia di raja pandita mau pergi menekung di tangkuban perahu,
        untuk mencari wangsit bahwa siapa tahu dirinya adalah satrio & ratu adil,
        tapi malah muncul lagi,….mana hasil nya ya……..???
        he…he…he…beleweh maneh raja….!

        Yah…………..budak angon dan budak janggotan nya memang harus masuk ke lahan baru di lebak cawene, bagaikan petani yang bersemnangat menggarap lahannya.
        Dan datangilah lahan lebek cawene itu dari arah mana saja, kelak dari sana akan muncul satrio dan ratu adil yang diharapkan……

        @ sayang nya tanggal postingan komen tidak ber urutan…..
        jadi agak pusing nih lihat urutan posting nya
        mungkin system wordpress nya ikut panas juga…….he…he…

      • Budak Angon : ” weleh weleh …. saudaraku budak janggutan
        gmn ini? kita mau pergi kok gak boleh sih!
        sarung ku ini sampai robek ditarik2 kang Ujang yg asalnya
        dari Lembah Godog Suci, Sunan Rochmat Prabu Kean Santang …..!
        Apa Lembah Godog Suci ini sama dengan glagah wangi ?
        tugas kita ini momong membela pendawa
        yaitu org2 yg selalu membela kebaikan, yg baik hatinya,
        lurus, jujur, melawan keangkara murkaan bangsa kurawa
        yg sudah keterlaluan menyiksa rakyatnya,
        coba lihat ulahnya penguasa kurawa …..
        pejabatnya gak peduli dgn rakyatnya, serakah apa saja dimakan
        aspal dimakan, kayu dimakan, hutan digunduli dikeruk dimakan,
        tanah dibor jadi luapan lumpur lapindo,
        nangis aku ……………….!”

        Budak Janggotan : “ah cengeng bener sih!
        ya udah jangan nangis, entar sarungmu yg robek, hitam kumal enter tak jahit ya
        gak usah beli yg baru, uangnya buat nolong mereka yg susah
        membantu org kecil yg terkena bencana alam,
        kelak buat pembangunan negara Indonesia agar menjadi mercusuar dunia
        yg gemah ripah lohjinawi, murah sandang pangan,
        tapi entar jika pendawa sudah mendapatkan haknya”

        Kedua abdi kinasih tsb pergi dengan membawa momongannya
        mereka disepanjang jalan terus bercanda di iringi
        musik gamelan dan nyanyian sinden gosip
        para penonton begitu serius menonton sampai lupa ngantuknya ………….

        Salam

      • Budak Angon : “sdrku sebentar istirahat dulu,
        aduh aku kecapaian ….. ”
        Budak Janggotan : ” aku mau tanya kang, penonton di blog ini masih bingung,
        apa itu Satria Piningit? tolong jelaskan!”

        Budak Angon :” aku ini kan budak angon palsu, mknya tersisih dari
        kontes pemilihan budak angon sedunia, mungkin penyebabnya
        para juri & pengirim sms pd jaman ini juga masih bingung
        siapa budak angon & budak janggotan itu, terutama ttg rumahnya dsb,
        apalagi ttg Satria Piningit itu!
        wajar, pengarang buku kitab musarar jayabaya dan wangsit siliwangi
        bikin bingung pembaca, pake sanepo segala sih.
        Satrio Piningit menurut aku itu adalah sebuah konsep abstrak & nyata.
        @Abstrak tdk bisa dilihat krn memang samar, tersembunyi, tersimpan pd diri manusia
        @nyata krn memang ada namanya, lah ini wilayah yg sangat sensitif
        krn bisa membuat sentimentil para penonton
        Gambaran tentang Sp bisa dilihat pd candi Borobudur.
        yg pd setiap stupa di dalamnya tdpt manusia yg dikurung disitu.
        manusia yg didalam kurungan tsb itulah gambaran yg dimaksud sbg sp-nya?”
        ibaratnya satu raga dua jiwa, gitu.”

        Budak Janggotan : “wah penonton tambah makin bingung kang …?”
        Budak Angon : “aku aja bingung gmn caranya memaparkan ttg sp hrs gmn?
        kita jgn salah momongan, bisa berabeh, kasihan, ini waktunya udah mepet, ayu
        kita cari si raja phandita, siapa tahu dia itu yg asli …?!
        Budak Janggotan :”ini kakang Semar bikin bingung aja,
        katanya sp itu tdk menunjuk sebuah nama yg di luar,
        tp menunjuk nama yg ada di dalam diri manusia, ini malah teorinya berubah2?

        Budak Angon : “aku kan udah nyebut sebuah nama yg ada di dalam kurungan,
        coba lihat tulisan yg udah2, dasar pelupa!
        ayo jalan lagi, capeku udah ilang ….. “

      • SEPERTI YG KAU MINTA
        Chrisye

        Maafkan aku tak bisa
        memahami maksud amarahmu
        membaca dan mengerti isi hatimu

        ampuni aku yg telah
        memasuki kehidupan kalian
        mencoba mencari celah dalam hatimu

        aku tahu ku takan bisa
        menjadi seperti yg engkau minta
        namun selama nafas berhembus
        aku akan mencoba
        menjadi seperti yg kau minta

        ampuni aku yg telah
        memasuki kehidupan kalian
        mencoba mencari celah dalam hatimu

        aku tahu ku takan bisa
        jadi seperti yg engkau minta
        namun selama nafas berhembus
        aku kan mencoba

        aku tahu Dia yg bisa
        jadi seperti yang kau pinta
        namun selama aku bernyawa
        aku akan mencoba
        menjadi seperti yg engkau pinta

      • sayang..aku belum kebuniwangi,karena disitulah gerbang dibuka…
        yah..gak muncul muncul dong yang diharapkan kalian semua…
        kumaha nih..bingung yah…

      • naha atuh, kuneon paduka ta’ can angkat
        sok geura ka ditu, ngarah gerbang aya nu mang mukakeun,
        ganti shift, geus tarunduhun nu tadi jaga.

      • Ha…ha…ha..
        ada calon SP dan Ratu Adil kok BINGUNG….?
        maka nya jangan banyak meng hayal………bro..!

        wangsit itu bukan hasil rekyasa aqal fikiran…..tahu…!
        tapi datang nya dari Sang Hyang Jagad
        Baik Jagad Besar maupun Jagad Alit
        yang ada pada QOLBU yang paling dalam.

        wah calon SP kok payah gitu…..
        siapa rakyat yang mau dpimpin oleh SB(Satrio Bingung)..hi..hi..hi.

      • he he he
        saya gak kenal sama sang hyang jagat..
        saya kenalnya sama ALLOH SWT…
        maqom ku tidak mungkin akan tercapai oleh kalian…
        sepertinya ngebahas uga wangsit siliwangi sama musara joyoboyo aja pada NGARANG…
        sok pinter, sok bijaksana,ngoreksi aku yang dianggap gak bener padahal sampean sampean sendiri malah kelihatannya sangat benci..
        khususnya UJANG…HARAMJADAH SIA..AING TEU AYA URUSAN JEUNG SIA..
        URUS DIRI SENDIRI..NAFSI NAFSI KEHED
        kalau ente merasa sok alim sok pintar sok pintur dina wiwitan sambel..
        coba aing nangtang
        jelasken
        1. siliwangi siapa yang membuat uga wangsit siliwangi ..apakah sri baduga atau siapa..yang jelas..
        terus kawetan,kakulon,kakidul jeung ka kaler itu kamana,apakah ka sancang ka godog..atau kamana..jangan HANYA MENTRANSLIT DARI TATA BAHASA SUNDA MENJADI INDONESIA….SARUA JEUNG BOHONG PLOK
        2. BUDAK ANGON ITU SIAPA/DIMANA DIA,ALAMATNYA DIMANA…ENTE TAU GA SUJANG
        3.BUDAK JANGGOTAN JUGA SAMA..DIMANA DIA ALAMATNYA DIMANA…ENTE TAU GA SUJANG
        4. menurut ente dimana ciwene: yang jelas alamatnya…..apakah tempat itu ghoib atau nyata..kalau nyata dimana itu,hayu urang kaditu..atau ajak semua yang nimbrung di blog ini untuk kelokasi itu..supaya tidak jadi misteri..jangan hanya ngurus we AING KOPLOK URUS WE DIRI SORANGAN.
        5. TRISULA jelaskan ku ente apakah memang sebuah pusaka atau siloka,kalau pusaka ada dimana? coba jelaskan brur…jangan asal
        6. MENURUT SI JOYOBOYO SIRULLOH..APA MAKSUDNYA,jangan ngarang brur jelasken
        7. NAON BEDANA BUDAK ANGON , BUDAK JANGGOTAN, RATU ADIL JEUNG IMAM AL MAHDI…jangan ngarang,………
        8. APA HUBUNGAN KUTAI KERTANEGARA,MATARAM,SAMA PAJAJARAN..
        9 maksudna gunung GEDE JEUNG TUJUH GUNUNG BITU NAON MAKNANA..ULAH NGARANG BRUR

        itu saja khusus untuk sujang, coba ente jawab,saya tanya karena saya tidak mengerti, jangan mengelak, JAWAB JANGAN MALAH BALIK KOMENTARI,
        jangan mundur kebelakang..maju kedepan..
        SUPAYA TERANG BENDERANG..TENTANG SATRIA PININGIT
        SUPAYA TERANG BENDERANG ……SAMPAI DIMANA LEVEL ANDA UJANG??????????

        SUPAYA TERANG BENDERANG..SEMUA PEMIRSA TIDAK NGANTUK kata bloonmah nya…
        negbahas SP laing NGEBAHAS AING …ok,ok
        GITU AJA KOK REPOT
        WASSALAMMMMMMMMMMMMMM

      • KOSKWENSI YANG SOK NGAKU_NGAKU SEORANG SP…….!!!
        HANYA SATU KATA…….. …..BUKTIKAN DI LAPANGAN……. !!!
        RAKYAT BUTUH PERTOLONGAN………!!!

        Langkah kongkrit seorang SP bukanlah banyak mem bahas diri sendiri tanpa bukti,
        tapi terjun ke lapangan untuk benahi Negara yang carut marut……..
        tidak perlu banyak mem bahas siapa diri sendiri
        buktikan saja turun gunung…..!!

        wahai…SADE si raja pandita ……! ,
        jangan banyak ngabudah di internet………..
        rakyat kecil tidak kenal SP di internet……………
        rakyat kecil butuh peran aktif nyata dilapangan, …………
        ngarti teu …….di lapangan itu …….???,
        bukan di lapangan bola kehed…!
        di masyarakat di pemerintahan, benahi nagara…….tahu…?
        tunjukan Level anda di lapangan, bukan di internet………
        BERANI NGGAK…!!! ….he..he…he

        Kalau hanya ngaku-ngaku turunan SILIHWANGI, semua orang juga bisa.
        jangan cuma ngaku-ngaku turunan anu, …turunan itu…..turunan ieu……..!!
        ngaku-ngaku turunan itu sangatlah pantang bagi trah SILIHWANGI……!!
        trah SILIHWANGI harus mampu buktikan langkah nyata, seperti yg sudah-sudah.

        JANGAN BANYAK NGANCAM_NGANCAM SEPRTRI PENJAHAT…..!!!!
        Tong loba CATUR tanpa BUKUR……………..
        Tong loba nyarita teu paedah ukur ngabudah…………….
        Tong ngaku-ngaku SILIHWANGI tanpa bukti………………

        SILIH WANGI, ber arti :
        SALING MENGHARUMKAN ANTAR SESAMA DLM KEWHIDUPAN
        sedang anda cuma banyak nomong kasar, goreng adat…….
        ngaku-ngaku RAJA PHANDITA……..tak pernah MANDHITA
        Figur PHANDITA bukanlah seperti anda SADE…!!

        Figur Pandhita adalah arif tur bijaksana, …………………
        Hade basa jeung carita, matak loba nu kabita…………
        Ucap tekad lampah laku nu jadi nyata……………
        Pantang ria ujub jeung takabur…….
        hirup hurip walatra sadudulur………

        Jangan memalukan Trah Silihwangi, dengan omongan kasar
        Sesungguhnya kamu SADE ……….ngak ada apa-apa nya…!!

        Trah silihwangi pasti akan mampu mengenal seluruh turunan nya
        dari sejak Gelar PRABU SILIHWANGI yang pertama (R. Pamanah Rasa)
        Hingga PRABU SILIHWANGI terakhir…….

        Anda hanya berkutat di sejarah Buniwangi…saja
        Anda tak kenal saudara trah sendiri, ……….
        Jangan sok ngaku-ngaku Trah SIlihwangi, tanpa bukti……

        Anda hanya mengenal ISLAM sebagai agama baru di tanah pajajaran.
        Anda tak kenal ISLAM ANU SAJATI
        Anda tak kenal Agama Leluhur SILIHWANGI

        Kalau anda tak kenal SANG HYANG JAGAD
        Anda hanya kenal Nama ALLAH saja
        Tapi tak kenal Yang Punya Nama ALLAH……..(lucu….he…he..he)

        Sedang kan Trah SILIHWAMGI adalah NGA-HYANG….!!!!!
        Anda tak kenal bagai mana korelasi ISLAM MAKRIFAT dan NGAHIYANG….???
        Yang bersumber darti ISLAM BUHUN SANGHYANG SYITA.
        Anda tak kenal SIapa “Sangyang Nurcahya” dan ” Sanghyang Nurrasa”

        Anda hanya menyombongkan ajaran ISLAM dengan wirid-wirid bacaan
        dimana nama Tuhan hanya mampu dipanggil-panggil tanpa RAHSA.
        Bukan begitu sesungguhnya ajaran SILIHWANGI………!!!

        Nggak ada ceritanya SILIHWANGI beragama ISLAM yang baru datang
        ISLAM SIlihwangi bukan lah sekedar NAMA agama ……….?
        tapi konsp nyata dalam diri sebagai AGEMAN menyatu dengan ALAM
        Sehingga Eyang Prabu menolak masuk islam yang dibawa cucunya,
        karena sesungguhnya dirinya telah ISLAM sebelum kalian ISLAM

        Kalau mengaku turunan SILIHWANGI tentu anda pasti kenal
        Yaitu TOKOH KARUHUN SUNDA di jawa barat ini yang sudah tak asing lagi. Beliau yang mendapatkan ajaran AGEMAN BUMI (Nur Rahsa) dan AGEMAN LANGIT (Nur Cahya). Beliau yang lengkap bersatu dalam ajaran langit dan bumi sebagai ISLAM yang SEJATI., yakni agama Leluhur dan agama para Nabi,
        sepertihalnya berbagai artikel yang dibahas di BLOG nya Ki Sabdalangit, disini.

        Tapi sesungguhnya anda SADE raja pandhita……!!!!
        anda hanya pandai mengejek-dan menghina orang lain dan merasa paling benar
        dengan berita-berita khayalan dan halusinasi…………..
        DIMANA LEVEL ANDA………he…he..he.

        Anda telah hina dan campakan semua orang dan artikel-artikel di BLOG ini,
        yang sesungguhnya telah menguak ajaran ISLAM yang sesungguhnya.
        Anda masih di level SYARIAT kulit ISLAM…….
        yang hanya mampu membanggakan Nama Tuhan ALLAH….
        Tapi tak kenal SIAPA yang Punya NAMA ALLAH………..??

        Sesungguhnya orang macam inilah penghancur kehidupan…!!!
        Hanya mampu membangga-banggakan agama nya
        tapi tak mampu membuat kemaslahatan dalam kehidupan
        sehingga kerjaanya cuma berdebat dengan segala aturan yang rujit
        mengancam-ancam, meng hukum-hukumi dengan kata-kata, merusak, mengebom
        tak pernah sedikitpun mem-bukti-kan bahwa ISLAM itu membuat kedamaian
        kecuali hanya bertengkar dalam LEVEL kulit, seperti anak keciul rebutan mainan
        Memperebutkan KEBENARAN yang hanya KATANYA……!!!..

        Temukan TUHAN DALAM DIRI SENDIRI……..
        Awalu dini makrifatullahi taála….
        Man árofa nafsahu, faqod ‘arofa Rabbahu….
        Man árofa Robbahu, faqod jahilan nafsahu…….

        Salam For ALL

        NB:
        Untuk raja pandhita, tolong anda belajar lagi……..
        Jangan banyak omong ngaco…..olo lehooo
        Level anda tidak ada di BLOG ini………
        Silakan keluar, dan tapa lagi di BUNIWANGI….
        Jangan muncul sebelum menjadi orang Arif Bijaksana
        Jangan sok ngaku-ngaku SP, Ratu dan All Imam
        Kalau itu tak sesuai dengan LEVEL anda

        SP / RA / ALL IMAM, bukanlah pengakuan diri….!
        Tapi wewarah SANG HYANG JAGAD Gusti Ingkang Murbeng Dumadi.
        Itu lebih pass dalam benak dan sanubari
        Dari pada Nama Allah dalam ke-butaan diri.

      • Yth. mas Sabdalangit

        Dgn kerendahan hati sy minta petunjuk & saran Mas Sabdalangit ……..
        kra sy bukan lah SP/RA atau budak angon/budak janggotan
        krn scr kebetulanh aja dikarunia petunjuk & barang2 brp “Ecis Wesi Udharati”
        & gaman2 yg lain yg ada kaitan dgn sejarah Majapahit & Pajajaran,
        awalnya hanya dikaruniai gaman Oumyang Jembe, gaman tsb tdpt lambang2 yg menceritakan sejarah Majapahit-Pajajaran, selepas perang bubad pusaka tsb dilarung
        ke laut oleh pembuatnya yaitu Mpu Tantular.

        krn gaman tsb ditangan, akhirnya barang2 pd berdatangan, org2 misterius
        memberikan : Gada Wesi Kuning pusaka andalan Majapahit pd jaman Eygku Minakjinggo (huruf hanacaraka tertulis R Wijoyo), kemudian gaman luk tiga merupakan senjata andalan prabu siliwangi sbg tongkat komando beliau (ada stempel kerajaan di warangkanya), kemudian 3 (tiga) bh pusaka Semar pamor puser bumi, kemudian gaman luk sebelas pamor puser bumi sbg kunci untuk angkat harta yg tersimpan di sumur tiga (3 buah sumur yg letaknya utara, selatan, barat) yg ada di dalam rumah sy, dll.

        smua brg2 tsb diwariskan leluhur nusantara kpd sy a/n JAKA SURYO WONG PANGAWITAN, anak ke-5 putranya Ibu Ratu Mayangsari/Bhre Lasem Sang Alemu dari suaminya Prabu Bhre Wirabumi/Urubisma.
        Jika tdk percaya ……………. bagi yg punya pusaka yg mengandung informasi asset
        sebut saja nama itu pada pusakanya, maka akan mengeluarkan listrik/bergetar hebat. Malah bisa2 petir menyambar2 …….!
        itu semua bukan scr kebetulan, ttp leluhur tlh mrancang spt itu? walahualam bish shawab
        shg sy bs crita ttg sejarah bdasarkan keterangan yg ada di dalam pusaka tsb.

        jujur saja sy baru melek masalah tosan aji, sy cuma bingung aja, sy org bodo
        menurut keterangan eyangku P. Diponegoro dan BPA Buminata Mandiraja putra mahkota Amangkurat ke-3 (beliau ini shrsnya penerus sah kerajaan mataram yg pergi dari kraton karena pemberontakan Pangeran Puger bekerjasama dgn belanda, yg akhirnya P. Puger mendapat kekuasaan bergelar PB I) referensi mengenai tosan besi aji ada di Al-Qur’an Surah Al-Hadid (besi) 24, 25 & 26.

        sebetulnya terlalu riskan jika di ruang terbuka ini
        berbicara masalah harta/aset yg ada kaitannya dgn tosan besi aji tsb
        Menurut eyg P. Diponegoro, dulu pd jamannya, pusaka ini dicari2 tp tdk ketemu,
        kalau seandainya dulu ditemukan/ditangan beliau, Belanda udah lari kocar kacir.
        Perang Diponegoro adalah perang yg paling lama dan membutuhkan biaya banyak, beliau cerita kpd sy, dana yg dipakai untuk perjuangan adalah juga menggunakan pusaka keris, sdgkan nama panglima beliau yg bekerja mendhohirkan asset untuk perjuangan dgn menggunakan gaman adalah KYAI SATRIO JAGAD / SALIBAN JAFARUDDIN BIN SOFANI.

        sehub dgn hal tsb di atas, dgn kerendahan hati
        sy mampir di situs web nya mas sabdalangit dlm rangka ingin berguru
        kpd mursyid yg khusus …. agar sy bisa menemukan yg hilang
        untuk bangsa & negaraku Indonesia tercinta.

        Di ibaratkan pusaka gaman=komputer
        maka tidak semua komputer terdapat program yg kita maksud
        walaupun kita punya komputer kalau kt tidak bisa menggunakan juga percuma
        akan jadi barang rongsokan?

        Sy tunggu jawaban mas Sabdolangit, matur nuwun.

        Wasalam

      • Kang Budak angon yth
        Nyuwun gung ing samudra pangaksami. Saya mungkin kurang berkompeten utk mengungkap tabir rahasia yg panjenengan peroleh seperti dalam berbagai perlambang pusaka dalam bentuk tosan aji tsb di atas. Sebab panjenengan yg nampi, jadi jgn khawatir, sedikit demi sedikit, panjenengan akan dibimbing menemukan jawabannya. Ibarat software komputer, panjenengan akan diajarkan teknik/juklaknya sedikit demi sedikit, melalui praktek dalam wujud nyata kehidupan sehari-hari.
        Jika saya kumalungkung mengungkap rahasia dari para leluhur yg maringken pusaka-pusaka tsb kpd panjenengan org yg berhak, saya akan menjadi org yg lancang melanggar hak, dan berani nggege mongso.
        Saran saya kpd kang Budak Angon yg budiman…jalani semua itu dgn mengalir saja, nanti jawabannya akan ketemu dgn sendirinya satu persatu, seiring berjalanan waktu.
        Hanya saja, bila dirasa belum ada perkembangan dalam mengungkap tabir, saya mungkin baru bisa (sifatnya hanya membantu) mengungkap tabir itu. Patokannya nanti bila antara sept-nov 2010 ada pertanda gempa besar (dan tsunami) di sumatra bagian barat. Di situlah sebagian akan terungkap. Peristiwa yg kedua, rahasia besar akan terungkap manakala seorang figur “satrio pambukaning gapura” dari nuswantara “bagian Tengah” menggantikan RI 2 saat ini. Rahasia lebih besar lagi akan panjenengan ketahui, pada saat RI 1 benar2 lengser pada 2012. Sedoyo kedah panjenengan lampahi, kanthi sabar drono, lan “sing kenceng anggenipun gocekan “waton” ing samangke panjenengan bakal mangertosi piyambak punapa sejatosipun wadi ingkang kasisip ing salebetipun.

        salam sih katresnan

      • ada apa lagi ini, kalo ga kenal sama sang hyang jagad juga gak apa -apa gak ada yg maksa kok.
        kalopun cuman kenal dgn ALLAH jg gak jd mas,alah tp jgn membikin mas,alah.
        semoga ALLAH jg kenal kamu,

        maqomku tidak mungkin tercapai oleh kamu,
        bersukurlah padaNYA berbuatlah seperti yg di perintahkanNYA,karna paduka RAJA gak cubluk kaya saya.

        sepertinya ngebahas uga wangsit siliwangi sama musarar joyo boyo aja pada NGARANG…
        tolong kang ADES jelaskan biar kami yg msih cubluk ini tau bgaimana yg semestinya,

        sok pinter,sokbijaksana, ngoreksi aku yg di anggap gak bener, padahal sampean sampean sendiri kelihatannya sangat benci..
        mohon ma,af yang sebesar -besarnya kang ADES, dan juga terimakasih yg teramat sangat dgn omongan kang ADES ini saya akan mengoreksi diri [intropeksi] sebaik mungkin.
        kang ADES yg saya hormati maksud hati bukan utk menyalahkan panjenengan,
        makanya panjenengan ingat kata 2 pepatah.
        BAHWA; seorg kesatria harus mendengarkan kesatria juga.[ harus legowo ]
        kami smua gak membenci kang ADES, jika sama binatang aja kita di suruh utk saling mengasihi apa lagi sama kang ADES. jangan berkecil hati ya PADUKA.
        justru mengingatkan itu sebagai tanda sayang , sayang itukan ga harus sefaham, karna perbeda,an merupakan rahmat bagi kita semua, asal kita masih saling memegang tali persatuan.
        sekali lagi mohon ma,af yg sebesar -besarnya buat kang ADES juga sedulur semua.
        salam seh katresnan.
        rahayu.

      • aku menangis sendiri…
        airmataku tak keluar..bhatinku yang senantiasa menemaniku,memilukan hanya aku yang merasakan..
        setiap hari semakin menghujam,sungguh aku pasrah ….entah apa yang diinginkan tuhan
        aku tau dulu aku tak ada
        aku gak merasakan saat perihnya ibu memilukan melahirkanku..
        tiada aku sadar sedikitpun saat aku dilahirkan
        lelah aku,menjalani hidup ini

        sungguh lelah..setiap yang kutemui,akan menatapku sadis..seperti mereka mau memukulku
        padahal tiada alasan mereka membenciku..aku merasakan itu dalam bhatinku..
        terkadang aku berpikir sungguh jika aku tak mengerti arti tatapan mereka..alangkah damainya hati dan hidup ini…
        terkadang mereka tersenyum,dan keringat mengucur deras,saat mengerlingkan mata saat menatapku..seperti aneh,dan menahan beban yang…sungguh berat
        mereka mencoba membebaskan hatinya dengan mengatakan….
        anda akan diberi kepercayaan besar,berkenaan dengan 3 hal,umat,tasbih dan juru damai..
        dengan tersipu menatapku tajam..mereka menyadari siapa yang mereka ajak bicara
        mereka mencoba memberikan pandangan,yang dengan ikhlas ingin menenangkan hatiku

        tak kupingkiri..mataku menatap mereka,dan mereka mengatakan..tajam sekali mata anda..
        ah….aku menatap mereka biasa saja, aku hanya bertanya didalam mata….sesungguhnya apa yang mereka katakan..

        aku terbaring sendiri,menangis dalam bhatin, memeluk diri sendiri…
        sungguh aku tersenyum syahdu..walaupun aku sendiri,sepi,aku tetap memiliki…..
        memiliki tuhan..ALLOH ..tuhanku aku memiliki TUHAN….

        ya alloh sungguh , aku berterima kasih atas kesempatan hidup yang telah engkau berikan..
        kudengar hiruk pikuk..banyak yang menangis…menurut mereka pantas menangis..seperti kejam manusia,tak menghiraukan manusia..

        aku tatap susno duaji..yang sedang diuji dan mengharuskan menjalani kodratnya..
        dengan lantang dia maju,dengan tatapan mata yang pasrah,dan meyakini apa yang dia lakukan adalah benar…

        hiruk pikuk bukan hanya manusia,binatang…
        alampun ikut menggeliat…seperti harus menggeliat,banyak kata menafsirkan makna peristiwa…….

        saat berdiam memakai dasi dengan deposito yang wuahhhh
        saat berjalan dengan gemulai menampilkan aura diri
        saat berkhotbah dengan anpa sadar duduk dikursi sendiri didepan manusia yang sama dan tak menyadari bahwa dia tak lebih baik dari mereka yang duduk terpaku….menatapnya yang mulutnya sama satu, yang matanya sama dua…

        galau seiring matahari semakin panas,perubahan musim yang membiin aneh sebagian manusia….
        apakah gerangan, jika kota hujan pindah ke cirebon…

        aku sendiri….
        aku tak ingin melangkahkan kaki, tapi hatiku diberi sejuta rahasia.yang ingin kusampaikan entah pada siapa…

        saat aku bertanya lewat hati, duhai tuhan dimanakah belahan jiwaku..aku terpana
        saat tak kuduga nampak entah darimana sesosok wajah dengan kalimat :
        SETELAH SEKIAN LAMA AKU MENCARIMU
        DENGAN MENGGUNAKAN KEKUATAN ALAM SEMESTA
        AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU
        AKU AKAN SELALU MEMPERHATIKANMU
        AKU AKAN MENYAYANGIMU UNTUK SELAMANYA
        WALAUPUN DIRIMU TAK MENGENALKU
        AKU TETAP AKAN SELALU MENYAYANGIMU

        darimana datangnya dia,dengan senyum cantik menebar pesona ditepi pantai berrambut indah…

        wahai tuhan..Alloh ku yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang…
        MAAFKANLAH HAMBA,AMPUNILAH HAMBA….
        LAA ILLA HAILLALLAH MUHAMAD ROSULLULLOH

        hamba lelah
        hamba lelah berjalan walau selangkah,karena hati selalu ingin pergi
        entah kemana arahku tak juga aku mengerti

        duhai ALLOH TUHANKU……MAAFKANLAH AKU

        LAILLA HAILLALLOH MUHAMMAD ROULLULLOH
        LAILLA HAILLALLAH HUWAL AWWALU,WAL AKHIRU WADDOHIRU WAL BHATIN WAHUWA BIKULLI SYAIIN ALYIM
        HUWALLOHU LADZI,LAILLA HAILLA HUWA ALIMUL GHOIBI WASSAHADATI HUWARROHMANNURROHIM
        HUWALLOHU LADZI LAILLA HAILLA HUWAL MALIKUL KHUDDUS,SALLAMUL,MUKMINUL,MUHAYMINUL,AZZIZUL,ZABBARRUL,MUTAKHOBBIR,SUBHANALLOHI AMMA YUSRIKHUN
        HUWALLOHU KHOLIKUL ,BARRIUL MUSAWWIRULLAHUL ASMAUL HUSNA
        YUSABBIHU LAHU MAFISSAMAWATI WAL’ARD WAHUWAL ADZIZUL HAKIM…

        kumendengar dan kupandangi kakekku saat mengatakan ” ENGKE MUN TENGAH PEUTING KADENGE TATABEUHAN TIBEULAH KULON TAH ETA WAKTUNA”…
        kurasakan hangatnya pelukkan,dengan berkata” DUH CUCU….” sambil menangis kakekku memelukku seperti membahagiakan hidupku,saat niat dan hati akan melangkah menuju sepuh gunung ciremai,seperti kakek tercinta memberikan gembira…
        diantara tanda tanya, sepuh itu berkata
        KANG ADE MUHUN,ANJEUN LERES TRAH TI SILIWANGI
        PARA SEPUH SADAYA DARONGKAP MEPELINGAN
        YEN ANJEUN ANU KAPILIH NGAGEM AMANAH PARA SEPUH
        AAMANAH ANU TOS DITETEPKEUN KU SADAYA PARA SEPUH
        NU TEU TIASA DI OBAH DEUI
        LERES..PARA SEPUH KARUNYA..NINGAL KAAYAAN KANG ADE
        NANGING KEDAH KUMAHA DEUI KANG ADE KUDU SABAR
        AMANAH AGEUNG..NGENAAN UMMAT
        KANG ADE TOS DINOBATKEUN ….
        TINGGAL DILANTIK
        SALERESNA AYA SEPUH NUNGIRINGAN AKANG..KAMANA MANA
        NYAETA..NABIYULLOH ISA AL MASIH
        SANES BULAN,ANING TOS LAMI,
        KANG ADE HIRUP DI 2 ALAM,ALAM DIEU SARENG ALAM SUKMA
        ENGKE MUN TOS WAKTUNA,PASTI NGAHIJI PHANDITA SARENG BADAN SALIRA
        MOAL ITUNG TAUN
        AYEUNA MANGGA LAJENGKEUN HIRUP SAPERTOS BIHARA BIHARI..
        SING SABAR, ..
        INGET ULAH LEPAT,ULAH PERCANTEN TEUING KA JALMI-JALMI NU TEU PATI NGARTI
        SAESTUNA,KANG ADE GADUH KAKUATAN..ANU MAHA…..
        SEUEUR JALMI ANU BADE MANGPAATKEUN AKANG,DALIH DALIH MAKSA MUKA KONCI
        KONCI HARTA ANU SANES BAGIAN MARANEHANANA
        PADUKA JALMINA ADIL
        SAUR PADUKA,HARTA SANES KANGGE BALA PUTRANA
        NANGING GAGADUHAN RAKYAT…..

        IEU ABDI TOS LEUWIH TEUING NGABUKA RAHASIA
        SALERESNA AMPUN ,MENDING DITINGANG KUKAI BALOK DARIPADA DITAMPILING KUPARA SEPUH..HAMPURA ABDI….

        kudengar,tak kudalami,kuingat tak ku hiraukan…sampai akhirnya datanglah habib
        entah habib yang mengaku dari kalimantan selatan
        mengisahkan berlian sebesar jantung,yang harus minta izin kepada bunda bilqis
        namun tetap diserahkan ke induk kerajaan di bogor
        antara yogya ada romo,yang akan membawa prasasti ke kutai kertanegara
        antara cirebon akan berkumpul dibawah sang khutub syarif hidayatulloh

        tak membingungkan….hatiku tetap lelah..
        maafkanlah aku kepada kalian semua..
        semoga lekas datang sang satria piningit yang masih dipingit dan tersembunyi
        yang diharapkan membuka harta nuswantara
        yang akan meratakan harkat dan martabat seluruh rakyat nuswantara
        apakah dari ini,akan muncul kembali kerajaan,dengan hadirnya ratu adil
        itu menggelayut menjadi penafsiran dan pertanyaan setiap manusia
        manusia yang mencari sejatinya rahasia,ingin menembus dengan segala akal dan kemampuan…yangterkadang tidak disadari..rahasia Alloh sungguh luas sekalai
        semoga sumatra tak lagi menangis,
        semoga aceh tak lagi meringis,didamaikan angin,dihantarkan berkah kepada mereka semua…
        semoga panasnya sulawesi dengan rintihan bumi terkadang memberi tanda….
        semoga damai sejahtera nuswantara…

        jangan kau terlalu terburu-buru wahai engkau krakatau,menggeliat boleh saja..
        namun tahanlah dirimu,karena kerabatu air yang menjadi pesimpangan wajah sumatra dan jawa,menatapmu..semoga tidak terlalu mengibaskan badanmu..
        aku doakan semoga damai adapadamu wahai krakatau..
        lihatlah saudara tuamau..gede pangrango selalu menunggu dengan damai
        ciremai slamet senantiasa berjabat tangan….
        hentakan itu pasti datang…namun bersabarlah….

        bergeserlah sumatra kesebelah barat dan kebarat lagi
        seperti papua ke timur sejengkal demi sejengkal…..
        namun tiada yang berharap goncangan mengagetkan bulu dan hati manusia….

        salam sejahtera pada saudara semua
        itulah bahasa manusia….HARAP MAKLUM DIHATI

        duhai tuhan…
        terimakasih

      • Hua Ha Ha Ha Ha Ha..Ha..Ha….Ha…………………………………
        Ngaing anu rek komentar, ……..denge keun ku jejebir……………!!!!

        tong loba cocot maricot…………maneh teh sade…………………………
        ku ngaing di dukung lamun bener nyaneh Budak Angon…………
        montong loba catur tanpa bukur,……………………………………………….
        anu matak jadi batur di liang kubur……………………………………………

        gera midang ka lebak, alam ca’ang padang panjang………………
        nanjeurken elmu pangaweruh anu satuhu sangkan metu………..
        elmu panunggal nu kahontal lantaran bukti nu katingal…………….
        ngawujudkeun pajajaran nu tinggal ukur ngaran……………………….
        sangkan rahayat walatra ku pangaboga…………………………………….

        prak geura migawe,……………….. montong keok memeh di pacok
        ceuk Ngaing ulah ngalieuk ka tukang………!, eta nu matak bocok
        lain ngewa teu sawawa, …………………………kudu sarua nu dibawa
        Tekad, Ucap, lampah, ………………………….kudu bukti jadi sumpah

        maung pundung datang muyung………..gajah meta datang depa
        lain sihung adiluhung……………………………..raja hurip pangawasa
        lain maung lain tung-tung, ………….tujuh undak leuweung kaboa
        pakidulan sancang ngahiang, cunduk waktu ninggang mangsa
        ngadeg nalendra di pakuan………………… Pajajaran Sundaswara
        bibit awit Salangkanagara……………tunggul metu Tarumanagara

        Satria nu leungit pinanggih ku pamingit…………….
        Ciri wanci nu sajati….bukti kalawan metu………….
        Mandhita jadi Raja titisan dewa langit……………….
        Adil Paramarta pangawasa nu jadi Ratu…………..

        Bray siang alam padang narawangan, tatapakan pangapungan
        Alam ieu anu kula, Mata heulang raga sukma…………………………….

        Surya medal, kula datang, Surya surup, kula mulang………………..
        Datang ti dieu, mulang ka dieu,……………………………………………………
        Kula Sunda ti Ki Sunda, Kula Sunda keur Ki Sunda……………………

        Ieu kuring putra Sunda, Putra Sunda nu sawawa……………………..
        Nu nyaah kana dirina, Jeung budaya karuhunna……………………….

        Ahliwaris Guruminda Mundinglaya, ……………………………………………
        Purbasari, Dayang Sumbi, Sangkuriang……………………………………
        sakabeh Putra Sunda, Putra Sunda nu sawawa ……………………..
        Nu bela kana dirina, Jeung budaya karuhunna ……………………….
        Geura teang Guruminda Mundinglaya………………………………………
        Purbasari, Dayangsumbi, Sangkuriang ……………………………………

        HUA…..HA.,…HA….HA…..HA……………………………………………….
        HUA…..HA.,…HA….HA…..HA……………………………………………….

      • Hua Ha Ha Ha Ha Ha..Ha..Ha….Ha…………………………………

        Ngaing anu rek komentar, ……………………………………………………….
        denge keun ku jejebir nyaneh SADE…….!!!!

      • mas sabda Yth.
        dan semua saudara 2ku sebangsa setanah air yg ku hormati.
        yth.kang ades;, terserah apa kata paduka, klpun betul km SP.alangkah bijak jika mampu mengerem nafsu, tidak memfonis / memandang rendah saudara yg lain,dan buktikan kalau seorg SP mampu mengayomi smua unsur masyarakt, bkn memandang rendah, gunakan ETIKA.
        karna SP sendiri gak butuh pengakuan dr org lain tp di akui oleh halayak umum.
        org yg arif bijak [sp] selalu menciptakan kedamaian d ketentraman,bukan pingin menang sendiri.
        setelh ku baca brbgai komentr panjenengan jd teringt,
        ma habib ali alhab.
        begini beliau menasehati pada org yg brada di dektnya;
        jika kmu pingin menguji kesabaranmu hiduplah di pesisir pantai atau di tempt yg temperatur udaranya sangat panas, dgn penduduknya yg kasar dan ganas, di situ kmu mampu menemukan jati dirimu dan makin mendekatkanmu pada ilahi. jika tidak mampu mka km akn sprti penduduk setmpt dgn perangai ygkasar d kejam itu berarti km belum berhasil menguji kesabaran dan mendektkn diri pd ilahi.
        lewat teguran/ nasihah ini mengartikan betapa sangat – sangat pentingnya kesabaran itu.
        dlm menghadapi perjalanan hidup yg serba aneh namun nyata.
        kang ades yg terhormat.
        sayapun menghaturkn banyak terimkasih ats komen km, paling tidak sangat bermanfa,at sekali bagi saya untuk intropeksi diri. agr dgn bertambahnya usia ini mkin bisa untuk bersikap dewasa dlm segala hal.
        kata org jawa; nuwakke pikir iku gampang tapi dewasa dlm berfikir itu sangt 2lah susah.
        kembali ke SP lg.
        menurut saya pribadi ,SP itu ga prlu di gembar gemborkan apa lg pembaiatan. dia hanya menjalankan perintah dari TUHAN YME.jd ga membutuhkn pengakuan dr org lain tp di akui oleh org banyak. dia sendiri[ SP] ga tau kalau dirinya SP.dia hanya tahu menjalankan perintah dari TUHANNYA. SP sendiri adalh gelar yg di berikan oleh halayak umum trhadapnya.
        begitu menurut pandangan saya yg masih gendeng ini , kurang lebihnya mohon ma,af.
        o,ya kang ades sampaikn salam buat beliau habib. dari kyai gendeng dan santri gendeng.
        rahayu.

  20. Nyumbang kajian tentang Satrio Piningit …
    Misteri Satrio Piningit tak pernah pupus dari benak dan relung hati anak cucu leluhur nusantara. Fenomena sejak masa kewalian, pasca kehancuran Majapahit, ini sangat lekat terutama bagi anak cucu Jawa – Bali Dwipa.
    Menurut kitab Musarar Jayabaya era sekarang masuk jaman Kalabendu (jaman sengsara), disebut kalabendu (kutukan bumi) disebabkan dari pengaruh hawa kutukan bumi, biasnya perilaku manusia menjadi edan (gila) dan hidupnya sengsara “hidup di jaman edan kalau tidak edan tidak kebagian”. Berdasarkan lambang-lambang yang terdapat pada pusaka pengayom nusantara, penyebab jaman edan ini terjadi, diawali sejak peristiwa tragedi “Bubad” pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Jaman dahulu peristiwa tersebut sangat menyakitkan hati masyarakat Sunda/Pajajaran. Dibalik peristiwa ini, ada semacam tabir tersembunyi penyebab kutukan bumi, yaitu perjanjian rahasia antara Raden Wijaya pendiri Majapahit dengan kakeknya “kelak jika Raden Wijaya telah menjadi raja besar janganlah sekali-kali menyerang Sunda/Pajajaran karena masih saudaranya sendiri”. Nasi sudah menjadi bubur dan sudah menjadi takdir.
    Konon katanya, kebencian masyarakat Sunda/Pajajaran terhadap Majapahit terlihat di antaranya di wilayah Sunda/Pajajaran sampai saat sekarang tidak pernah terlihat nama Majapahit atau nama tokohnya dipakai sebagai nama jalan raya. Mudah-mudahan era sekarang telah berubah, tolonglah dibuatkan nama jalan dengan nama Majapahit atau nama tokoh Raja Hayam Wuruk di Jawa Barat (Bandung) dan juga sebaliknya di Jawa Timur menggunakan nama Sunda/Pajajaran dengan nama jalan dengan nama Prabu Maharaja Linggabuana atau Dyah Pitaloka, dan saya sangat berterima kasih atas kebaikannya.
    Pada masa-masa sulit di jaman edan (jaman kalabendu) ini, masyarakat nusantara mendambakan datangnya jaman kalisuba (jaman kemakmuran) yang ditandai datangnya sosok Satrio Piningit dan Ratu Adil sebagaimana yang ditulis pada bait-bait syair terakhir kitab Musarar Jayabaya, Uga Wangsit Siliwangi dan Ramalan Ronggowarsito.
    Setelah saya membaca dan berusaha memahami bait-bait peninggalan pujangga leluhur kita dengan segala renungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/periode yang jauh berselang, namun di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda.
    Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. Tidak ada yang melarang. Bebas-bebas saja. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Inilah tabir misteri menurut saya. Kebenaran sejati adanya didalam nurani yang suci dan bersih.

    Wangsit Siliwangi :
    “Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa.
    tapi memang titisan raja. Titisan raja baheula
    jeung biangna hiji putri pulo Dewata.
    da puguh titisan raja; raja anyar hese apes ku rogahala”

    (“Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata, karena jelas keturunan raja penguasa baru susah dianiaya”).

    Inilah Soekarno, Presiden pertama NKRI, ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Namun dari penelusuran secara spiritual, ayahanda Soekarno sebenarnya adalah Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. Beliau termasuk “anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. (Silahkan buktikan …)

    Kitab Musarar Jayabaya, dalam Sinom bait 18 :
    “Dene jejuluke nata, Lung gadung rara nglikasi,
    Nuli salin gajah meta, Semune tengu lelaki,
    Sewidak warsa nuli, Ana dhawuhing bebendu, Kerem negaranira,
    Kuwur tataning negari, Duk semana pametune wong ing ndesa”

    (“Nama rajanya Lung Gadung Rara Nglikasi kemudian berganti Gajah Meta Semune Tengu Lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajak rakyat adalah …..”)
    Lung Gadung Rara Nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan mudah tergoda wanita. Perlambang ini menunjuk kepada Presiden pertama RI, Soekarno. Sedangkan Gajah Meta Semune Tengu Lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti, namun akhirnya terhina atau nista. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI, Soeharto. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa Negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum.
    Dalam bait 20 dikatakan :
    “Bejade ingkang Negara, Narendra pisah lan abdi.
    Prabupati sowang-sowang, Samana ngalih nagari,
    Jaman Kutila genti, Kara murka ratunipun, Semana linambangan,
    Dene Maolana Ngali, Panji loro semune Pajang Mataram”

    (“Negara rusak, Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram”)

    Bait ini menggambarkan situasi Negara yang kacau. Pemimpin jauh dari rakyat, dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila). Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Perlambang Panji Loro Semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru, yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir), dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono), hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati.
    Pada bait 22, dikatakan :
    “Tan kober paes sarira, Sinjang kemben tan tinolih,Lajengipun sinung lambang,
    Dene Maolana Ngali, Samsujen Sang-a Yogi, Tekane Sang Kala Bendu,
    Ing Semarang Tembayat, Poma den samya ngrawuhi,
    Sasmitane lambang kang kocap punika”

    (“Tan Kober Paes Sarira, Sinjang Kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu, Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut”)

    Perlambang Tan Kober Paes Sarira, Sinjang Kemben tan Tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah, ini menunjuk kepada Presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
    Perlambang Semarang-Tembayat merupakan tempat dimana seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi. Jawaban & solusi mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di “Semarang Tembayat” yang telah diungkap oleh Prabu Jayabaya guna membantu memecahkan misteri ini.
    Prediksi saya mengenai Semarang Tembayat. Hasil penelusuran, Raja Ghaib Barat Katiga (namanya dirahasiakan) sebagai penguasa/raja di wilayah Semarang Tembayat. Menurut keterangan beliau mengenai “Semarang Tembayat” telah dibenarkan, beliaulah salah satu pemegang asset nusantara. Jika sudah saatnya tiba, masalah ini juga akan terbuka. Menurut Raja Ghaib Barat Katiga Semarang Tembayat, salah satu kunci untuk membuka gudang asset tersebut juga terletak pada lambang Segi Tiga, lambang Segi Tiga juga bisa bermakna Allah, Jibril, Nabi Musa AS. Pertanyaan saya tentang teka-teki Segi Tiga yang disampaikan ini, kenapa Musa?).
    Selain itu, berdasarkan informasi yang lain yang belum tentu kebenarannya, rahasia “Semarang Tembayat” adalah merujuk sebuah tempat/lokasi dilakukan sebuah Perjanjian Tiga Serangkai ”Segi Tiga” dibuat/ditandatangani dan disimpan oleh dua orang, yang satunya sebagai saksi, berupa secarik kertas rahasia berisi tulisan tentang asset yang banyak diperbincangkan orang.

    Kemudian bait 27 berbunyi :
    “Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung Putih, Semune Pudhak Kasungsang, Bumi Mekah dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mengku. Juluk Ratu Amisan. Sirep musibating bumi, Wong nakoda milu manjing ing samuwan”

    (“Kemudian kelak akan datang Tanjung Putih Semune Pudak Kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan”)

    Perlambang Tanjung Putih Semune Pudak Kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama Ratu Adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusiaan dan bencana alam. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi.

    Bait 28 tertulis :
    “Prabu tusing Waliyullah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan Gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih,
    Iya iku ratu rinenggeng sajagad”

    (“Raja utusan waliyullah. berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan Gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia”)

    Prediksi saya tentang bait ini, yang dimaksud dengan hasil didikan/tempaan seorang waliyullah (aulia) yang juga selalu tersembunyi berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa adalah 2 (dua) waliyullah tersembunyi (menitis) di dalam dirinya (“sawiji”); yang satu seorang aulia dari Mekah dan yang satunya lagi seorang raja Jawa. Orang yang dimaksud merupakan Islam sejati, sudah makom Ma’rifat Mukasyafah, serta berciri khusus terdapat andheng-andheng (tahi lalat) segi tiga yang jelas sangat kelihatan (“dingklik”) “sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik”. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin nusantara ini dengan baik, adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat, serta menjadikan nusantara sebagai “barometer dunia” (istilah Bung Karno : “Negara mercusuar”).

    Saya mencoba menelusuri alat-alatnya yang menandai datangnya Sang Ratu Adil pada serat Jangka Jayabaya/catursabda, Pethikan Seratan Tangan Kangge Sambetan Jangka Triwikrama :

    ”.. Kulup ingsun mangsit marang sira … sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik. Lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil Panetep Panata Agama Kalipatullah”
    ”…. mung gegamane bae golekana kongsi katemu ”.

    Kemudian kita simak serat Paweling (Peringatan), sebagai berikut :
    ”Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane..”,

    Pada syair tersebut, Jangka Jayabaya memberikan pesan/paweling, agar kita selalu waspada dan ingat kepada Tuhannya, tegakan iman, jadilah pengikut Ratu Adil Panetep Panata gama, dan kita diminta untuk mencari ”senjatanya” sampai ketemu.

    Kitab Musarar Jayabaya, Bait 159
    “Se lelet-lelete yen mbesuk ngancik tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu, bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa, apasuryan padha Bethara Kresna, awewatak Baladewa, agegaman Trisula Wedha. Jinejer wolak-waliking jaman, wong nyilih mbalekake, wong utang mbayar, utang nyawa bayar nyawa, utang wirang nyaur wirang”

    (Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup “sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu”, akan ada dewa tampil berbadan manusia, berparas seperti Bathara Kresna berwatak seperti Baladewa, bersenjatakan trisula wedha, tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar, hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu dibayar malu)

    Bait 160
    “Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa ngalu-alu tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi, perak esuk bener ilange Bathara Surya njumedhul …… iku tandane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada …. “

    (Sebelumnya ada pertanda Lintang Kemukus panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-karut)

    Bait 161
    “Dununge ana sikile redi Lawu sisih Wetan, Wetane bengawan banyu, andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon Dara tundha tiga, kaya manungsa angleledha”.

    (Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur, sebelah Timurnya bengawan, berumah seperti Raden Gatutkaca, berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda)

    Memahami bait 159 s/d 161 dapat kita cermati sinungkalan dewa wolu (8), ngasta (2) manggalaning (9) ratu (1) mungkin maksudnya tahun Jawa 1928 atau 2006 Masehi (dalam perkiraan yang tepat 2008) akan dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Bhatara Kresna berwatak bagaikan Baladewa bersenjata Trisula Wedha, adalah tanda-tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam harus mengembalikan orang berhutang wajib membayar.
    Prediksi saya tahun 2008 telah hadir ngejawantah di bumi nusantara berupa senjata Trisula Wedha atau Dewa/Putra Bathara Indra, munculnya di daerah Banyuwangi, sesuai dengan bait 161 “ bengawan banyu”). Tempat munculnya di Banyuwangi bukan secara kebetulan, karena daerah tsb dahulu adalah tempat pertemuan & perpisahan Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu) dgn Sabdopalon & Noyogenggong, disaksikan Sunan Kalijaga (ref. naskah Darmogandul).
    Darmogandhul (Jawa) :
    “Sang Prabu karsane arep ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong, nanging wong loro mau banjur musna. Sang Prabu ngungun serta nenggak waspa, wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk Negara Blambangan salina jenenge Negara Banyuwangi, dadiya tenger Sabdapalon enggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane”.”
    Berdasarkan kutipan serat Dharmogandul, tempat tersebut (Banyuwangi) menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong akan datang lagi ke tanah Jawa “nanti jika ada orang Jawa bersenjatakan kaweruh, yaitu yang akan diasuh Sabdopalon, orang Jawan akan diberi petunjuk tentang bener salah”. Sebagai tanda tempat tsb, oleh sang Prabu Brawijaya dgn disaksikan Sunan Kalijaga, daerah Blambangan dirubah namanya menjadi Banyuwangi menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong pulang kembali ke tanah Jawa membawa momongannya.
    Seperti apakah wujud Trisula Wedha atau Dewa/Putra Bathara Indra yang dimaksud oleh kitab Musarar Jayabaya?
    Untuk memecahkan misteri ini, bait 161 telah memberikan kata kunci “rumahnya seperti Raden Gatotkaca” (bait 161 “andhedukuh pindha Raden Gatotkaca”). Artinya kita, diminta untuk berpikir dan menelusuri, siapakah sosok Raden Gatotkaca sehingga dikatakan sebagai rumah?
    Untuk menjawab teka-teki tersebut, agar menyimak cerita wayang tentang masa kecil dan gugurnya Raden Gatotkaca. Diceritakan sewaktu Raden Gatutkaca masih bayi, pusernya tidak mempan dipotong dengan senjata apapun, maka Raden Arjuna diminta untuk pinjam pusaka Kunta kepada Dewa, tetapi hanya mendapatkan warangka/sarungnya pusaka saja, karena bilah pusaka telah terlebih dahulu diambil oleh Adipati Karna. Akhirnya pusernya Raden Gatutkaca dapat dipotong menggunakan warangka tersebut, tetapi naas warangkanya masuk kedalam puser. Kemudian pada waktu terjadinya perang Barathayuda antara Astina dengan Pandawa, Raden Gatutkaca mendapatkan lawan tangguh yaitu Adipati Karna. Diceritakan, senjata Kunta milik Adipati Karna digunakan untuk melawan Raden Gatotkaca, walaupun Raden Gatutkaca terbang menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit ketujuh, tetap saja senjata Kunta mengejarnya!, dan Raden Gatotkaca tidak bisa menghindar. Hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah rumah/sarangnya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarungnya).
    Diperoleh jawaban sementara misteri teka-teki ini, bahwa Dewa/Putra Bathara Indra itu rumahnya seperti Raden Gatutkaca, dimaksud adalah Warangka.
    Gambaran sementara, yang dimaksud sbg Dewa/Putra Bathara Indra yang sudah ngejawantah atau di temukan di Banyuwangi sebagai pasangan dari Warangka tersebut adalah bilah Pusaka Keris.?!
    Sepertinya indikasi tentang Satrio Piningit lebih mengarah kepada gegaman/pusaka, kita simak :

    Bait 164
    ”Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi ya Kresna ya Herumurti, mumpuni sakehing laku, nugel tanah Jawa kaping pindho, ngerahake jin, setan, kumara, prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen abebantu manungso Jawa, padha asenjata Trisula Weda, landhepe triniji suci, bener, jejeg, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong”

    (Putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu, yaitu Kyai Brajamusthi, ya Kresna, ya Herumurti, menguasai seluruh ajaran (ngelmu), memotong tanah Jawa kedua kali, mengerahkan jin dan setan seluruh makluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula wedha, tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong).

    Bait 168
    ”Mula den udia satriya iki, wus tan abapa, tan bibi, lola wus aputus wedha Jawa, mula ngandelake Trisula Wedha, landepe Trisula pucuk arupa gegawe sirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”

    (Oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak beranak saudara sudah lulus weda Jawa hanya berpedoman trisula, tajamnya trisula pucuk sangat tajam membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan).

    Prediksi saya pada bait 164 dan 168 menggambarkan bahwa gaman/pusaka yang sebelum ditemukan memang yatim piatu, pusaka tersebut memang merupakan gaman/pusaka klangenan/ageman/putra kesayangan almarhum Sunan Lawu. Keistimewaan pusaka tersebut bersemayam 3 nur/dewa yaitu Kyai Brajamusthi, Kresna, Herumurti (asal kata Dewa adalah dari kata Div yang artinya cahaya), mampu mengerahkan jin, setan, kumara, prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo membantu orang Jawa/bangsa Indonesia.
    Ciri-ciri fisik, pucuknya sangat tajam membawa maut, tengahnya pantang merugikan orang lain, dan pinggir-pinggirnya menolak pencurian dan kejahatan; Tajamnya tri tunggal nan suci; benar, lurus, jujur dan didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong (di pangkal pusaka tersebut terdapat 2 bocah kembar yang digambarkan diiringi Sambdopalon dan Noyogenggong. 2 bocah kembar ini lahir di bawah pohon beringin (lambang/pamor pohon beringin).
    Untuk membuka misteri tentang gaman/pusaka tersebut telah kroscek dengan melakukan dialog batin dengan Sunan Lawu. Diakui oleh beliau bahwa pusaka tersebut memang merupakan putra kinasih (klangenan) beliau, bait 159 disebutkan seperti manusia, “ana dewa ngejawantah apengawak manungsa”) bukankah di diri masing-masing manusia terdapat 4 nur hitam, merah, kuning dan putih yang merupakan nafsu-nafsunya manusia.
    Hasil deteksi, ciri-ciri pusaka terssbut telah sesuai sebagaimana digambarkan dalam kitab Musarar Jayabaya yakni bersemayam didalam pusaka 3 warna nur/cahaya yaitu Merah, Biru dan Hijau, yaitu Kyai Brajamusthi, Kresna dan Herumurthi (bait 164 ”Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi ya Kresna ya Herumurti”), mempunyai sifat yang suci, bener, jejeg/lurus, jujur (“landhepe triniji suci, bener, jejeg, jujur”).
    Spesifikasi yang lain diterangkan pada bait 164, di pangkal pusaka, tepatnya dibawah gambar pohon Beringin, terdapat 2 (dua) bocah kembar sebagai Sabdopalon & Noyogenggong (bait 164 “didampingi Sabdopalon & Noyogenggong”), dipisahkan oleh pamor/gambar, seperti rumah Merpati susun tiga (bait 161 “arupa pagupon Dara tundha tiga”).
    Bagi penghayat pusaka di tanah air pasti mengenal jenis pusaka ini, Oumyang Jembe. Jumlah jenis pusaka tersebut (hasil dialog dgn Pangeran Diponegoro) ada 27 buah (1 peti), tetapi hanya satu ini yang baru muncul dan terdapat 3 (tiga) nur dan yang dicari-cari oleh orang yang mengerti tentang sejarahnya pusaka ini. Pusaka ini andalan kerajaan besar yang mempunyai wilayah terluas Sriwijaya & Majapahit, pusaka ini sebagai Satrio Piningit.
    Salah satu faktor pusaka ini dikatakan sebagai pusaka (putra) kesayangan (kinasih) Sunan Lawu adalah karena mengandung makna filosofis, sejarah & daya tuah yang luar biasa serta dipahat dalam lambang-lambang/pamor timbul. Salah satu pamor timbul/lambang pohon Beringin yang terdapat pada pusaka tersebut, menurut Sunan Lawu menggambarkan menanam pohon bersama (Majapahit & Pajajaran yang diibaratkan sebagai satu pohon) yang akhirnya berpisah. Sedangkan Majapahit & Pajajaran dipahatkan dengan lambang 2 (dua) bocah kembar terletak di kiri–kanan, kitab Musarar Jayabaya menyebutnya sebagai diiringi Sabdopalon &Noyogenggong atau 2 (dua) bocah kembar yang lahir di bawah pohon cemara.
    Sabdopalon sebagai sebuah petuah orang tua kepada anak keturunannya Raden Wijaya pendiri Majapahit (yang juga keturunan darah Sunda) mendapat wejangan dan disumpah, kelak jika nanti negaranya menjadi negara besar & luas wilayahnya, janganlah sekali-sekali menyerang Sunda/Pajajaran karena masih saudara sendiri. Dan janji /sumpah tersebut telah dipenuhi oleh Raden Wijaya.
    Waktu pun terus berjalan, Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk mencapai puncak jaman keemasan dengan wilayah jangkauan kekuasaan Majapahit sangat luas. Didorong oleh ambisi Maha Patih Gajahmada mepersatukan nusantara, menganggap belum lengkap jika Sunda belum ditaklukan, maka terjadilah peristiwa perang Bubad. Atas peristiwa tersebut berarti Raden Wijaya dan keturunannya telah melanggar sumpah dan nasehat kakeknya.
    Akibat pelanggaran tersebut, setelah wafatnya raja Hayam Wuruk, sinar kejayaan Majapahit berangsur-angsur memudar, sampai pada generasi Prabu Brawijaya V kerajaan Majapahit sirna ditelan bumi. Begitu juga (berdasarkan babad sunda) kerajaan Pajajaran/sunda juga sama sirna ditelan bumi, tidak berbekas (tan kasat mata). Sejak peristiwa tersebut jaman Kalajaya (jaman hunggul) telah berubah menjadi jaman kalabendu (jaman sengsara dan angkara murka), fitrah manusia sejati yang mengedepankan budi pakartai akhlak mulia/luhur (bener, lurus/eling dan jujur) telah luntur/rusak akibat pengaruh prabawa kutukan bumi jawa (kalabendu jawa).
    Gejalanya dimulai jaman Kalabendu ini, menurut Serat Darmogandul ditandai datangnya orang-orang sebrang seperti dari Arab, kerbau bulai (eropa) ke bumi nusantara dan sejak saat itu burung kuntul ada kuncirnya. Dahulu sebelum jaman Kalabendu jawa terjadi belum tumbuh kuncirnya. Maknanya, melambangkan manusia jawa telah berubah sifat-sifat asli sebagai orang jawa yang sejati, seperti, hilangnya budi pakarti manusia jawa yang luhur, tidak tahu balas budi baik orang lain, jika ditolong ia membalas kejelekan dari belakang ia menohok, suka berbohong, suka memfitnah. Menghalalkan segala cara.
    Diceritakan sejak Wafatnya Raden Hayam Wuruk, maka sinar kejayaan Majapahit mulai memudar. Pusaka tersebut oleh Mpu pembuatnya yaitu Mpu Gedeng Supo nama lain dari Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha di larung ke laut. Dengan harapan kelak akan ditemukan kembali dan dipegang oleh orang yang ditakdirkan untuk memegang pusaka ini. Dengan diketemukan kembali pusaka ini itulah tanda jaman kalabendu akan segera berakhir dan menuju jaman kalisuba (jaman kemakmuran). Sunda/Pajajaran memaafkan, Majapahit dan Pajajaran bersatu kembali, nusa jaya lagi.

    Sebagaimana kita ketahui Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha adalah penyusun Kakawin Sutasoma yang didalamnya tercantum Bhineka Tunggal Ika adalah salah satu penasehat Raja Hayam Wuruk, sedangkan cucunya yaitu Mpu Dwijendra/Dang Hyang Nirartha/Penanda Sakti Wuwu Rawuh/Tuan Semeru adalah salah satu penasehat Prabu Brawijaya V atau Sunan Lawu. Keduanya mempunyai keterkaitan dengan masalah rahasia pusaka tersebut.
    Pusaka pengayom nusantara yang dilarung ke laut tersebut oleh Mpu pembuatnya, oleh orang yang mengerti rahasia, pusaka ini dicari-cari dan bahkan konon PB X juga ikut mencari pusaka ini dengan mengadakan sayembara, barang siapa menemukan pusaka ini akan diberi hadiah serta dijadikan abdi dalem kraton, karena beliau merasa tidak kuat ketempatan pusaka ini akibat gawatnya prabawa pusaka. Pernah ada seorang nelayan yang menemukan pusaka ini tetapi nelayan tersebut dicari-cari tidak ditemukan menghilang di laut.
    Sebagaimana harapan Mpu Tantular, kelak pusaka ini ditemukan dan orang yang ketempatan pusaka ini tentunya pasti seorang yang waskita dalam pandangan spiritual dan tajam mata bhatinnya serta mampu memahami makna pusaka ini. Secara filosifis tahu dan mampu tatacara menyatukan kembali Majapahit dan Pajajaran melalui pusaka ini.
    Pemahaman saya tentang gaman/pusaka memang belumlah sempurna, karena belum lama mengerti tentang pusaka, saya mendapatkan referensi dari Al-Qur’an yang bisa merujuk kepada pusaka/keris pada Surah Al-Hadid 25 yang artinya :
    “dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang sangat dan berbagai manfaat bagi manusia. Dan Allah hendak mengetahui siapa yang menolongnya dan rasul-rasul-Nya biarpun tidak kelihatan”.

    Penelurusan tentang tokoh Mpu Tantular/Dang Hyang Angsokanatha penasehat Raja Hayam Wuruk menguasai wilayah Timur dan Tengah diibaratkan sebagai ilmunya, sedangkan Mpu Dwijendra/Dang Hyang Nirartha/Penanda Sakti Wuwu Rawuh/Tuan Semeru penasehat Sunan Lawu menguasai Barat, diibaratkan menguasai asset, atau diibaratkan Majapahit sebagai ilmunya sedangkan Sunda/Pajajaran sebagai pemilik assetnya. Mungkin disinilah letaknya, jika Majapahit (Raja Hayam Wuruk) meminang Sunda/Pajajaran (Dyah Pitaloka) yang diartikan perempuan indentik dengan harta, artinya setelah Majapahit kehilangan Sunda/Pajajaran sama saja ia kehilangan asset, ini yang tidak disadari oleh pejabat Majapahit karena sesungguhnya ada hubungan bhatin yang sangat kuat diantara keduanya. Sebagai contoh lambang/logo kemakmuran berbentuk “padi & kapas” yang terdapat di logam emas adalah milik Sunda/Pajajaran, dan lambang padi kapas juga tergambar jelas di pucuk/ujungnya gaman/pusaka yang dibuat Mpu Tantular atau bahkan pada lambang negara Burung Garuda. Hubungan bhatin terlihat dari wajah polos raja Sunda/Pajajaran yang tidak terpikir akan terjadi insiden di jalan. Demikian juga Raja Hayam Wuruk juga sangat terpukul setelah peristiwa tersebut, ia sakit dan wafat. Periswita tersebut juga membuat Mpu Tantular juga ikut terpukul, maka sebagai konsekwensinya pusaka buatannya dilarung/dibuang ke laut.
    Cobalah simak Wangsit Siliwangi :
    “Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong, dan bahkan berlebihan kalau bicara.”

    Pada uraian di atas pernah saya kupas mengenai sejarahnya jaman Kalabendu sebagai akibat dari penghianatan Majapahit kepada Sunda/Pajajaran yaitu pada peristiwa Bubad. Hal ini terjadi karena generasi penerus utamanya para pejabat Majapahit tidak memahami sejarah dari leluhur terdahulunya. Karena dalam pikiran pejabat Majapahit tinggal Sunda yang belum di pangkuan Majapahit. Akhirnya terjadilah peristiwa yang menyakitkan hati masyarakat Sunda/Majapahit yang sesungguhnya kedua kerajaan adalah memang saudara sehidup dan semati.
    Namun pada akhirnya kelak Sunda/Pajajaran akan memaafkan segala kekhilafan Majapahit itu terlihat dari kalimat “Orang Sunda dipanggil-panggil, orang Sunda memaafkan Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi …..” kita simak di bawah ini.

    Wangsit Siliwangi :
    “Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus. Disusul tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang Sunda dipanggil-panggil, orang Sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil ratu adil yang sejati”.
    “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala”.

    Disamping cerita tentang Majapahit dan Pajajaran, saya juga teringat juga akan sejarah Bandung Bandawasa. Cerita ini hampir mirip dengan cerita Majapahit dan Pajajaran, sebuah cerita tentang cinta yang tak tergapai, yang juga diagendakan dalam sebuah Pusaka/gaman namanya pusaka Kumalasari. Gaman/pusaka ini juga tak kalah handalnya dengan pusaka yang menceritakan tentang Majapahit dan Pajajaran. Gaman/pusaka tersebut juga merupakan pusaka kutukan, sama nasibnya dengan gaman/pusaka buatan Mpu Tantular yang baru ditemukan.
    Bandung Bandawasa setelah mengalahkan/menewaskan Ratu Baka, dalam cerita yang umum diceritakan Bandung Bandawasa tertarik dengan putrinya yang cantik tinggi semampai untuk menjadi istrinya. Roro Jonggrang bersedia menjadi istrinya asal dibuatkan 100 patung dalam semalam, dan oleh Bandung Bandawasa disanggupi.
    Kedua orang tersebut mengadu kemampuan masing-masing, Bandung Bandawasa dengan kemampuannya mengerahkan pasukan lelembut para jin untuk membantunya membuat 100 patun sedangkan Roro Jonggrang berusaha menghalang-halangi supaya Bandung Bandawasa gagal membuat patung dengan mengarahkan para abdinya membunyikan lesung (di Jawa lesung adalah tempat untuk menumbuk padi) menjelang sebelum fajar menyingsing yang pada akhirnya ayam berkokok tanda fajar akan menyingsing yang pada akhirnya para jin yang membantu mengira sudah fajar dan sang Surya akan segera terbit. Akhirnya Bandung Bandawasa hanya bisa membuat 99 buah patung dan kurang satu. Karena kesal Bandung Bandawasa walaupun sebenarnya tidak ada niat untuk mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, maka keluarlah kata-kata kutukan “maka yang satu kamu”. Roro Jonggrang akhirnya menjadi mematung.
    Menurut teman saya ada riwayat rahasia tentang sejarah ini, kelak menjelang jaman akhir (mungkin jaman kalisuba?) keduanya menyatu dan lahir darinya sebagai sosok yang ditunggu-tunggu sebagai orang yang dimaksud oleh syair-syair leluhur.
    Selain legenda Bandung Bandawasa juga ada cerita lagi tentang sebuah kutukan yaitu cerita Gunung Tangkuban Perahu, dari generasi Priangan/Sangkuriang. Konon katanya juga generasi Sangkuriang akan menyatu dengan generasi Bandung Bandawasa? (Walahualam Bisawab hanya Tuhanlah yang tahu). Sepertinya mungkin hanya dongeng belaka, tetapi nyata ada barang bukti diantaranya patung Rorojonggrang dengan pusakanya, demikian juga cerita tentang Majapahit dan Pajajaran yang hampir dilupakan orang juga ada barang bukti peninggalannya, serta cerita tentang Gunung Tangkuban Prahu.
    Kita beralih kepada syair Wangsit Siliwangi, jika Sunda telah memaafkan maka tandanya adalah Gunung Gede meletus disusul oleh 7 (tujuh) gunung. Yang menjadikan pertanyaan apakah Gunung Gede benar-benar meletus? Atau hanya sebuah siloka (lambang)?
    Prediksi saya, kalimat tersebut hanya siloka dari pada mengarah kepada bencana alam yang banyak menelan korban dan tidak ada korelasi (kaitannya) antara bencana alam gunung meletus dengan negara bersatu kembali, nusa jaya lagi? Atau kah memang sungguh-sungguh gunung tersebut memang meletus?
    Konon katanya penguasa Gunung Gede adalah Eyang Surya Kencana, beliau juga salah satu penghuni Gua, akan memberikan warisan kepada orang yang dikehendaki/terpilih jika sudah waktunya tentunya untuk kemakmuran nusantara. Hal ini juga akan diikuti oleh 7 (tujuh) gunung yang lain. Tapi nanti setelah terjadinya penyaringan manusia, sebagaimana yang telah diterangkan di atas.
    Sebelumnya akan banyak sekali bencana-bencana yang akan berlangsung, seperti halnya gunung meletus, air meluap, kecelakaan, penyakit, sekarang sakit besok meninggal, ini berlangsung sejak bulan Suro tahun lalu dan akan terus berjalan bagaikan air mengalir. Pemahaman ini tentunya juga bagi yang percaya. Kuncinya agar kita selamat banyak-banyaklah bertobat dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq (Sang Pencipta).

    Jangka Jayabaya Selebare Raja Kuning Babon Asli Kagungan Dalem Bandara Pangeran Harya Suryawijaya ing Ngayugyakarta, menerangkan bahwa Ratu Adil adalah seorang yang bersifat rendah hati tidak memiliki pamrih, bersedia mengeluarkan hartanya.
    Rahasia menyangkut lokasi yang dimaksud oleh para leluhur dikatakan sebagai Lebak Cewene oleh Prabu Siliwangi adalah juga Gunung Perahu menurut Jayabaya, dan tempatnya di Semarang-Tembayat seperti juga telah diungkapkan oleh Jayabaya.
    Dengan ciri-ciri terdapat 2 sumber air besar, 3 pohon beringin dan keberadaan watu gilang. Hampir semua gunung yang mengandung rahasia mempunyai ciri-ciri khusus ini dari ujung kulon sampai ke timur.

    Jika merujuk Babad Caringin di Banten Lama juga ada lokasi yang bercirikan Watu Gilang, 3 pohon beringin dan 2 sumber mata air. Simak sejarah berakhirnya kerajaan Pajajaran berdasarkan naskah-naskah babad seperti Prasasti Batu Tulis-Bogor, Prasasti Sanghyang Tapak-Sukabumi, Prasasti Kawali-Ciamis, Tugu Perjanjian Portugis (Padrao) Kampung Tugu-Jakarta dan Taman Perburuan-Kebun Raya Bogor. Diceritakan berakhirnya jaman Pajajaran akibat serangan Kasultanan Banten th 1579M, Watu Gilang “Palangka Sriman Sriwicana” (tempat duduk penobatan tahta berukuran 200×160×20 cm) di boyong dari istana Pakuan ke istana Surosowan Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Watu Gilang tersebut juga diprediksikan sebagai kunci asset dinasti peninggalan Pajajaran tertulis dalam bahasa Sansekerta “Wikranto yen wanipateh Prabu ….. “.
    Konon katanya disamping asset-asset dinasti nusantara adalah tentang keberadaan Sang Saka Bendera Merah Putih yang original pada jaman Majapahit/Pajajaran yang sampai sekarang masih tersimpan di tempat salah satu tempat (di gua) yang dirahasiakan nantinya akan di ambil oleh seseorang sebagaimana yang maksud dalam karya-karya leluhur. Dan konon katanya bendera yang sekarang disimpan di istana negara adalah hasil jahitan Ibu Fatmawati mencontoh bendera yang masih tersimpan ditempat itu. Berkibarnya sang saka bendera merah putih yang masih tersimpan tersebut, maka Indonesia itulah saatnya Indonesia menjadi negara mercusuar dunia?.
    Mengenai penelusuran asset-asset nusantara yang penulis ketahui dari cerita-cerita sesepuh itu terdiri dari asset ampera, dinasti (kerajaan) dan asset-asset yang lain (amanah). Asset Ampera konon katanya dipegang oleh para pinisepuh berdasarkan Surat Keterangan Presiden R.I. No. 002/PBTAPRI/SKR/III/’48 tentang Harta Ampera, Surat Wasiat Presiden R.I. tanggal 12 Januari 1960 dan Surat Keterangan Waliamanah Penerima Wasiat dari Presiden R.I. tanggal 17 Nopember 1960, saya juga tidak tahu apakah referensi ini palsu atau asli serta diarsipkan di arsip nasional. Jika benar, alangkah bodohnya kita kenapa tidak ada penelusuran lebih lanjut? Satu lagi jika benar adanya betapa para pinisepuh penjaga gudang asset berupa logam dan kertas berharga (seperti Emas lantakan, platinium, berlian, giok dan juga kertas berharga), kini usianya mereka sudah tua, tidak ada penghargaan buat mereka dari pemerintah. Sedangkan asset dinasti/kerajaan keberadaannya masih menunggu waktu jika sudah waktunya pasti akan muncul.
    Dengan adanya asset Ampera yang kemungkinan bisa digunakan untuk membantu bangsa Indonesia lepas dari krisis berkepanjangan maka penulis telah merencanakan akan mengumpulkan lebih dari 500 orang sesepuh yang tersebar di seluruh nusantara yang rencananya akan diselenggarakan melalui acara Temu Silaturahmi para Pemegang Asset Amanah seluruh nusantara pada bulan Oktober 2008 tetapi gagal. Sementara surat dukungan sudah disampaikan kepada bapak Presiden RI dan instansi-instansi terkait tetapi gagal karena tidak ada dananya. Fenomena perjuangan ini saya jadi ingat akan syair-syair Wangsit Siliwangi sebagai berikut :

    “… selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong dan bahkan berkelebihan bicara”
    “Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutup pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau, bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satunya datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah, setiap waktu akan berulang, itu dan itu lagi.”
    Mungkin arahan leluhur di atas benar adanya, kami hanya menemukan sejarah dan sejarah dalam setiap kejadian. Disamping itu banyak ditemui ranting daun kering dan potongan pohon (maksudnya sesepuh dan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh banyak yang tidak benar). Ada yang sesepuh yang benar tetapi takut menunjukan dirinya.

    Kita kembali kepada Kitab Musarar Jayabaya untuk melihat bentuk perilaku manusia pada jaman kalabendu jawa (jaman sengsara) bentuk penyimpangan perilaku yang terjadi di masyarakat :
    1.Sungguh zaman gonjang-ganjing menyaksikan zaman gila tidak ikut gila tidak dapat bagian, yang sehat pada olah pikir, para petani dibelenggu, para pembohong bersuka ria (bait 142).
    2.Raja tidak menempati janji, orang makan sesamanya, kayu gelondongan dan besi juga dimakan katanya enak rasa kue bolu, malam hari semua tak bisa tidur (bait 143).
    3.Yang gila dapat berdandan, yang membangkang semua dapat membangun rumah, gedung-gedung megah (bait 144).
    4.Orang berdagang barang makin laris, tapi hartanya makin habis, banyak orang mati kelaparan disamping makanan, banyak orang berharta namun hidupnya sengsara (bait 145).
    5.Orang waras & adil hidupnya memprihatinkan & terkucil, yg tidak dapat mencuri dibenci, yg pintar curang jadi teman, orang jujur semakin tak berkutik, orang salah makin pongah, banyak harta musnah tak jelas larinya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab (bait 146).
    6.Bumi semakin lama semakin sempit, sejengkal tanah kena pajak, wanita memakai pakaian laki-laki (bait 147).

    Akibat dari perilaku tersebut diatas mempengaruhi keseimbangan alam seperti :
    1.Banjir bandang dimana-mana, gunung meletus tidak dinyana-nyana (bait 141).
    2.Datangnya jaman penuh bencana di nusantara seperti tanah pecah merekah, gempa 7 kali sehari, dan bencana macam-macam.
    3.Hujan salah musim.

    Jaman edan akan berakhir, Sabdopalon yang termasyur dan menanggung malu, akan tampil kembali untuk membantu nusantara agar bermoral benar, lurus dan jujur (trisula weda) dengan ditandai munculnya putra kinasih swargi Sunan Lawu atau Putra Bathara Indra yang sulung.
    Jika nanti jaman sudah berubah, barang siapa melanggar Sabdopalon maka konsekwensinya :
    1.Banyak orang digigit nyamuk mati, digigit semut mati, banyak suara aneh tapan rupa, pasukan makluk halus sama-sama berbaris berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin putra Bathara Indra, bersenjatakan trisula weda, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa aji-aji (bait 162).
    2.Yang membantah pasti mati (bait 166).

    Jika jaman sudah berubah menjadi jaman berakhlak trisula weda yang telah diwejang Sabdopalon maka akan terwujud jaman kemakmuran dan Indonesia akan segera menjadi negara mercusuar dunia, harta berlimpah muncul dimana-mana.
    Prediksi saya perubahan jaman (wolak-waliknya jaman) dari jaman Kalabendu ke jaman Kalisuba dimulai awal bulan Suro tahun ini, yang hampir bertepatan bersamaan tahun baru Masehi, dapat disimak pada Bait 165 Pendhak Suro sambutlah kumara, yang sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa (“Pendhak Sura nguntapa kumara kang wus katon nimbus dosane kadhepake ngarsaning sang kuasa……”).

    Disamping mengandung cerita sejarah, pusaka kesayangan Sunan Lawu ini juga :
    1.Menguasai seluruh ajaran (ngelmu) bait 164
    2.Mampu memberi perintah & mengerahkan jin, setan, kumara, prewangan dan para lelembut untuk bersatu padu membantu masyarakat Indoensia (bait 164).
    3.Bergelar pangeran perang, dapat mengatasi keruwetan orang banyak (bait 163)
    4.Setiap bulan Sura nguntapake kumara (bait 165)
    5.Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti) yang membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama (bait 166)
    6.Pandai meramal seperti dewa, dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengerti garis hidup setiap umat, tidak khawatir tertelan zaman (bait 167).
    7.Sudah lulus weda Jawa (bait 168).

    Untuk sdr. Ujang, jika ada kalimat yg blepotan, minta tolong di benerin ya
    Terima kasih

  21. Salam kenal buat buat MAs Sabdalangit,Mas R. Kuswanto dan Mr. Ujang. sy ketinggalan nih tp coba lebih baik dari ngga sama sekali utuk nimbrung. Sy terkesan dg tulisan Mas Kus dan Mas Sabda jg cukup membuat sy tersenyum dgn tanggapan Mr.Ujang, Saya termasuk yg juga percaya kelak akan ada SP/RA bahkan sy pernah dengar juga ada yg mengatakan akan terjadi semacam Ikrar/Pengangkatan Seseorang oleh 40 Pemuda dr berbagai Dunia (Islam) di Mekkah, dan mengangkatnya sbg Pemimpin Dunia, Wawlahu Alam., Lebih lagi akan menggeliatnya Pejajaran/Majapahit dari masa tilemnya, mudah2an apa yg Mas Kuswanto urai mendekati kebenaran, Dunia ini memang misteri,kadang kita hrs meninggalkan dunia nyata (logika) utk mengerti yg lalu dan yg akan dtng, krn sifat Ghoib hanya dgn ghoib pula memasukinya, dunia astral yg sulit manusia fahami untuk bisa mengerti apa itu mati,moksa dan lainnya,sy cuma percaya Ghoib itu ada termasuk Buhun,Sesepuh,para Aulia , Dan mereka masih eksis didunia dengan caranya (tentu atas izin Allah jua adanya). Kalau kita sudah membicarakan hal seperti ini kita tidak luput dari sejarah kehidupan Sepuh/Sultan/Aulia/Prabu/Resi tererdahulu dimana tokoh2 ternama dengan kesaktiannya dengan kemarifatannya memungkinkan membentuk “Power” yg tersimpan untuk masa kedepan demi cucunya, dengan prediksinya yg mungkin telah dpt menggambarkan zaman seperti sekarang ini (dekadensi moral), mudah2an “Power” yg tersimpan itu dapat diketemukan dan dibuka oleh “keturunan”2nya, dan dapat membantu “merapihkan” kembali corat marit dunia Nusantara khususnya , menuju bumi Nusantara Sejahtera, Tidak ada lagi “tikus” dalam lumbung Rakyat,tidak ada lagi monyet menduduki kursi terhormat,tidak ada lagi Anjing yg cuma ikut perintah, tidak ada lagi Kerbau yg dicucuk hidungnya,tidak adalagi Harimau yang mengaum dlm kandang, tidak ada lagi bunga menempel digula,tidak ada lagi bunga bertabur dibangkai dst dstnya,
    Buat Mr Ujang lumayan juga itu pantunnya cukup bikin sy tertegun dan tersenyum, mudah2an jalma sunda heunte kitu2 teuing ,mudah2 pantunna ngajideken “Toroktok ngageing nu kerkotok kitu wae atuh”, Salam buat Bocah Angon, begitu hebat “sebutan” anda siapakah “BOCAH ANGON” dalam siloka?. tahukah anda siapa Beliau yang kesebut “BOCAH ANGON” dengan No pin 101?
    Mohon maaf bila tulisan ini teu paruguh, wayahna wae abdi tegaduh

  22. Salam kenal buat buat MAs Sabdalangit,Mas R. Kuswanto dan Mr. Ujang. sy ketinggalan nih tp coba lebih baik dari ngga sama sekali utuk nimbrung. Sy terkesan dg tulisan Mas Kus dan Mas Sabda jg cukup membuat sy tersenyum dgn tanggapan Mr.Ujang, Saya termasuk yg juga percaya kelak akan ada SP/RA bahkan sy pernah dengar juga ada yg mengatakan akan terjadi semacam Ikrar/Pengangkatan Seseorang oleh 40 Pemuda dr berbagai Dunia (Islam) di Mekkah, dan mengangkatnya sbg Pemimpin Dunia, Wawlahu Alam., Lebih lagi akan menggeliatnya Pejajaran/Majapahit dari masa tilemnya, mudah2an apa yg Mas Kuswanto urai mendekati kebenaran, Dunia ini memang misteri,kadang kita hrs meninggalkan dunia nyata (logika) utk mengerti yg lalu dan yg akan dtng, krn sifat Ghoib hanya dgn ghoib pula memasukinya, dunia astral yg sulit manusia fahami untuk bisa mengerti apa itu mati,moksa dan lainnya,sy cuma percaya Ghoib itu ada termasuk Buhun,Sesepuh,para Aulia , Dan mereka masih eksis didunia dengan caranya (tentu atas izin Allah jua adanya). Kalau kita sudah membicarakan hal seperti ini kita tidak luput dari sejarah kehidupan Sepuh/Sultan/Aulia/Prabu/Resi tererdahulu dimana tokoh2 ternama dengan kesaktiannya dengan kemarifatannya memungkinkan membentuk “Power” yg tersimpan untuk masa kedepan demi cucunya, dengan prediksinya yg mungkin telah dpt menggambarkan zaman seperti sekarang ini (dekadensi moral), mudah2an “Power” yg tersimpan itu dapat diketemukan dan dibuka oleh “keturunan”2nya, dan dapat membantu “merapihkan” kembali corat marit dunia Nusantara khususnya , menuju bumi Nusantara Sejahtera, Tidak ada lagi “tikus” dalam lumbung Rakyat,tidak ada lagi monyet menduduki kursi terhormat,tidak ada lagi Anjing yg cuma ikut perintah, tidak ada lagi Kerbau yg dicucuk hidungnya,tidak adalagi Harimau yang mengaum dlm kandang, tidak ada lagi bunga menempel digula,tidak ada lagi bunga bertabur dibangkai dst dstnya,
    Buat Mr Ujang lumayan juga itu pantunnya cukup bikin sy tertegun dan tersenyum, mudah2an jalma sunda heunte kitu2 teuing ,mudah2 pantunna ngajideken “Toroktok ngageing nu kerkotok kitu wae atuh”, Salam buat Bocah Angon, begitu hebat “sebutan” anda siapakah “BOCAH ANGON” dalam siloka?. tahukah anda siapa Beliau yang kesebut “BOCAH ANGON” dengan No pin 101?
    Mohon maaf bila tulisan ini teu paruguh, wayahna wae abdi tegaduh pangarti.

  23. BLOG YANG SANGAT BAGUS, TERDIRI DARI BEBERAPA KUMPULAN DATA YANG SANGAT ASYIK UNTUK DIBACA…. SEMOGA BERMANFAAT.

    OH IYA,…NUWUN SEWU YA MAS..

    NUMPANG PASANG IKLAN NI…..

    SALAM SEMUANYA

    BAGI YANG BERMINAT DAN MENCARI BARANG-BARANG ELEKTRONIK, MOTOR, LAPTOP SECOND DAN BARANG UNIK LAINNYA, DAPAT MELIHAT BLOG KAMI DI :

    http://jualbeli80.wordpress.com

    Terima Kasih
    Balas

  24. Yth wayang janoko-bambang wijatmoko
    tadi malam jumat
    berjumpa dgn seorang habib dari kalimantan tengah..
    singkat cerita dia memiliki 2 misi ke cirebon..
    mencari partner tentang batubara, beliau dikasih lahan setelah menjalin kerabat dengan salah satu suku dayak disana, gubernur kaltengpun memberikan izn seluas luasnya….
    yang kedua dia mencari sesosok ratu adil , calon pemimpin nuswantara…
    dalam perjalanannya,dari silsilah nabu nuh ke sulaiman , ke isa al masih….
    seluruh sesepuh sudah kumpul semua dikalimantan,menunggu pelantikan sang ratu adil pemimpin nuswantara…
    memang masih RAHASIA….namun sudah dipertemukan dengan RA
    ada sisi lain dari kerajaan kutai kertanegara, pajajaran mataram dan majapahit menyangkut jalur ini..
    seluruh sesepuh dari 25 nabi , raja2 jawa , para sunan dan lainnya menunggu time yg tepat…
    tidak bisa di halangi , tidak bisa dikurangi dan di majukan waktunya..
    genap sebentar lagi….
    yang melantik adalah rosullillah langsung…
    kalimantan..kalimantan…
    TRISULA itu adalah RASA ke DAYA menjadi SABDA KUN..KUN FAYAKUN..itulah LIDAH API SACIDUH METU SAUCAP NYATA..dengan mengambil saepi 7.
    dari SIRRULLOH seperti mustika malakut ghoib sulaiman bin daud dari nur malaikat
    tunduklah jin, manusia , khewan , dan seluruh komponen alam
    lahirlah KUN FAYAKUN..dengan memegang amanah
    TASBIH , JURU DAMAI DAN UMMAT……
    UGA WANGSIT SILIWANGI…SANGKURIANG NAGIH JANJI…..MUSARA JAYABAYA..
    dari duolooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo…
    wayang kuning..kita pasti ketemu dikalimantan..kalau memang ada jodoh…
    wassalam

  25. sudah saatnya

    TRISULA adalah RASA DAN MENJADI CIPTA..
    sabda phandita..sabda KUN…lidah api saciduh metu saucap nyata dalam lingkaran saepi 7
    dengan sirrulloh adalah nur malaikat seperti cipratan nur mustika malakut ghaib sulaiman as bin daud
    yang menundukkan seluruh jin ,manusia,khewan dan unsur 4 alam seperti AVATAR.

    4 unsur bumi,api, angin dan air : malakut jibril mikail , isrofil ijroil
    dari biang uga wangsit siliwangi jatuh ke sangkuriang nagih janji diperkuat musara joyoboyo
    semua sudah kumpul dikalimantan,
    sudah dinobatkan tinggal dilantik,yg melantik djeng rosullillah langsung…..
    kaitan kalimantan tanah borneo kutai kertanegara,pajajaran dan majapahit
    sampai jumpa wayang kuning , bambamg wijatmoko..KALIMANTAN
    wassalam

  26. Jadi kesimpulannya…….sudah ditemukan apa belum orangnya? kan itu inti permasalahannya…..kalo belum yah, monggo dilanjut diskusinya sampe ketemu orangnya. 😀

  27. Nun injih Ki , mangga kita tengga sesarengan sinambi anambut kardi.
    suwun

  28. hehehe..kocak juga komen noname diatas..dan itu benar sekali yg penting orgnya dah muncul belum..hahaha. kembali serius dlm pendpt sy kita hrs tunggu tgn 2012 mas noname..krn itu tahun matahari akan terbit dr barat dimana sesuai hadist nabi itu adalah ciri2 kiamat besar dan kemunculan almahdi mmg menjelang kiamat. dia hanya memerintah selama 7 thn tp dunia akan begitu sejahtera,damai dan rukun sentosa pokoknya sikon yg sanagt positif yg sangat berbalik dgn kondisi jaman sekrg yg penuh angkara murka..untung ada blog bung sabda shg kita semua pecinta spiritual ada wadah utk menghibur hati pikiran yg dongkol dgn sikon dunia skrg. dan sy ingat komen mas olads ttg sabar..mmg itu jurus yg plg ampuh menghadapi sikon skrg..demikian semoga pembaca sepakat..

    • Mas faqir dan Noname Yth
      Memang kesabaran itulah salah satu kunci menghadapi situasi seperti saat ini Mas. Lebih ideal lagi diracik dengan ilmu tulus. jadilah sabar dan tulus. Akan tetapi keduanya merupakan pelajaran yg tak pernah usai sepanjang kita hidup. Maka prinsip saya, BILA SUDAH SABAR HARUS LEBIH SABAR LAGI, BILA SUDAH TULUS, HARUS LEBIH TULUS LAGI. karena tak ada orang yg bisa sabar dan tulus secara konstan sepanjang waktu. Bisa jadi saat ini kita bisa sabar dan tulus menghadapi bromocorah, tapi nanti 1 jam lagi saat perut lapar, saat ketemu jalanan macet, banjir, hujan deres, nah…belum tentu kita memiliki kadar kesabaran dan ketulusan yg sama. Mari kita saling asah asih asuh, pastilah akan memperoleh hasil lebih baik dari kemarin.

      Buat Kang ades, bangsa ini menunggu langkah konkrit RA/SP, jadi segeralah berbuat sesuatu yg bermanfaat utk negeri ini, karena masyarakat sudah terlalu jengah dan menderita oleh keadaan yg carut marut.

      Buat Jualbeli80 ; silahkan mas, mudah2an rejeki menjadi lebih gangsar dan lancar, banyak hasil dan mberkahi utk keluarga serta org banyak.

      salam karaharjan

  29. Mas Faqir : apa beneran mas thn 2012 matahari terbit dari barat….bukannya itu sudah tanda2 kiamat kubro…..

    Ki SABDå : setuju ki……..kata org sih, jadi org yg penting jujur….kalo ketemu masalah, kuncinya cuman sabar dan sholat…..

  30. insyaAllah benar mas. spt pernah sy bilang dukun2 yahudi jg sdh tau tapi mereka sadar bhw ini tdk bs dilawan krn skenario langit yg hrs terjadi makanya mereka sengaja buat film kiamat 2012 utk tipu dunia. perlu anda ketahui dukun2 yahudi itu spiritualnya tinggi dan mereka sangat berperan dlm mengatur dunia skrg melalui amerika, israel serta perusahaan2 global mereka. dan scr ilmiah mmg matahari dan bumi akan berada pd satu garis shg terjadi matahari terbit di barat. cuma sayangnya jika itu sdh terjadi maka pintu tobat sdh tertutup..makanya bagi kita para spiritualis mari pertebal iman kita dan berbuat amal kebaikan sebanyak2nya seperti yg dilakukan beliau bung sabda yth melalui blog ini..

    • @faqir : matahari dan bumi akan berada pd satu garis
      ==========================================

      Mas Faqir anda dapat prediksi dari mana……….???
      Kok sama dengan yang saya dapat kan….?,

      pada th 2012 prakiraan badai matahari, bahwa posisi MATAHARI AKAN SATU GARIS / POROS dengan bumi, bahkan seluruh jalur komunikasi akan berubah total bergeser frequensinya, sehingga alat-alat komunikasi, berbagai media elektronik akan mati total, demikian pula keadaan bumi pun kemungkinan banak terjadi bencana.

      info ini sy dapatkan dari prediksi teman sy yang indigo, dia melihat dengan jelas beberapa kejadian yg akan datang pd tahun 2012, dan dia menasihatkan agar kita mengadakan segala persiapan dan perbekalan.

      Yang belum sy fahami bahwa bumi satu poros dengan mata hari itu bagai mana kedudukannya, kalau menurut teman saya bahwa katanya bumi akan berubah posisi sehingga manusia pada nungging (maklum teman saya yg indigo sangat polos menerangkannya), dan pada kondisi satu poros tsb katanya suhu bumi akan panas sekali.

      Kalau kita perhatikan saat ini poros bumi selalu bergerak tidak tetap terus menerus pada siklus 6 bulan, maka yang terjadi adalah seperti keadaan sekarang bahwa di benua antartika siang dan malam masing-masing dengan waktu 6 bulan(malam 6 bulan dan siang 6 bulan).

      pada keadaan kita di wilayah tropis dapat diketahui bahwa setiap enambulan sekali posisi terbit matahari berpindah dari utara ke selatan, pergerakan poros tsb berjalan terus menerus selama 6 bulan dan kembali lagi bolak balik.

      Mengenai kiamat mungkin pendapat saya hanya kiamat teknologi, yang akan merubah seluruh tatanan budaya kehidupan manusia, kedatangan RA/SP dan IM memang perlu dicermati, karena mereka akan meluruskan kehidupan umat manusia yang telah mati hatinya, karena duniawi atapun meluruskan dan membuka pikiran dan hati manusia yang ber agama tanpa esensi, dan kembali kepada fitrah manusia yang berketuhanan.

      Fenomena spt ini memang telah diwangsitkan dan di oleh mereka leluhur kita, dimana kehidupan mereka adalah manusia spiritualis sejati baik dunia dan akhirat, mereka manusia linuwih atas dasar bukti nyata yang dirasakan oleh manusia jaman dulu dan manusia sesudahnya yang linuwih dan spiritualis pula.

      Tentu karya nyata atas perbuatan mereka yang menjadikan kedudukan mereka manusia yang tinggi ilmu nya bukan hanya kata nya dan pengakuan diri, tapi penilaian orang lainlah atas karya nyatanya.
      Maka tidak aneh atas fenomena tsb, kalau jaman sekarang diikuti pula oleh manusia-manusia yang kagetan, dan sok ngaku-ngaku sebagai pemimpin masa depan sebagai RA/SP dan IM ataupun semacam nya, sebagai penyongsong, dan meramaikan kehidupan hingga nanar dan nyasar.

      Keadaan seperti ini adalah ujian kecermatan bagi spiritualis sejati, agar legowo, sabar, dan berbuat suatu karya nyata yang timbul dari daya cipta karsa masing-masing, melalu ketajaman rahsa, hingga menemukan kebenaran yang sejati, dan jauh dari ketertipuan dari berbagai merk, gelar, agama, atau apapun yang membingungkan.

      Sehingga walaopun hanya sekedar karya dalam tulisan pun , adalah merupakan sesuatu yang berharga, karena kebenaran itu membutuhkan konsep yang akurat, baik secara akal logika dan keyakinan, tanpa itu semua maka manusia akan selalu rugi dalam memaknai kehidupan. Karena seberapa hebatnya dan tinggi sesuatu, baik gelar, harta, ilmu, tradisi, budaya, agama, bila itu tanpa tanpa konsep yang jelas ,hanya akan menjadi sesuatu yang kosong tiada esensi.

      Kita bisa belajar mencermati berbagai artikel makalah dan tulisan ataupun komentar yang ada disini, dengan cara menggunakan aqal fikiran & perasaan, maka kita bisa ukur dan rasakan, bobot dari itu semua, apakah ada kejujuran, keikhlasan, yang natural dan alamiah, ……atau hanya sekedar tulisan saja, bahkan ke ujuban, ke riaan, kesombongan…………….., semua itu bisa dicermati dengan kesadaran dana kejujuran pula.

      thq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: