SEJATINYA GURU SEJATI

Guru Sejati, dan Sedulur Papat Lima Pancer

 

HAKEKAT GURU SEJATI

Kembali pada pembahasan Guru Sejati. Melalui 3 langkahnya (Triwikrama) Dewa Wishnu (Yang Hidup), mengarungi empat macam zaman (kertayuga, tirtayuga, kaliyuga, dwaparayuga), lalu lahirlah manusia dengan konstruksi terdiri dari fisik dan metafisik di dunia (zaman mercapada). Fisik berupa jasad atau raga, sedangkan metafisiknya adalah roh beserta unsur-unsur yang lebih rumit lagi. Ilmu Jawa melihat bahwa roh manusia  memiliki pamomong (pembimbing) yang disebut pancer atau guru sejati. Pamomong atau Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan pembimbing roh atau sukma. Roh atau sukma di siram “air suci” oleh guru sejati, sehingga sukma menjadi sukma sejati. Di sini tampak Guru sejati memiliki fungsi sebagai resources atau sumber “pelita”  kehidupan. Guru Sejati layak dipercaya sebagai “guru” karena ia bersifat teguh dan  memiliki hakekat “sifat-sifat” Tuhan (frekuensi kebaikan) yang abadi konsisten  tidak berubah-ubah (kang langgeng tan owah gingsir). Guru Sejati adalah proyeksi dari rahsa/rasa/sirr yang merupakan rahsa/sirr yang sumbernya adalah kehendak Tuhan; terminologi Jawa menyebutnya sebagai Rasa Sejati. Dengan kata lain rasa sejati sebagai proyeksi atas “rahsaning” Tuhan (sirrullah). Sehingga tak diragukan lagi bila peranan Guru Sejati akan “mewarnai” energi hidup atau roh menjadi energi suci (roh suci/ruhul kuddus). Roh kudus/roh al quds/sukma sejati, telah mendapat “petunjuk” Tuhan –dalam konteks ini hakikat rasa sejati– maka peranan roh tersebut tidak lain sebagai “utusan Tuhan”. Jiwa, hawa atau nafs yang telah diperkuat dengan sukma sejati atau dalam terminologi Arab disebut ruh al quds. Disebut juga sebagai an-nafs an-natiqah, dalam terminologi Arab juga disebut sebagai an-nafs al-muthmainah, adalah sebagai “penasihat spiritual” bagi jiwa/nafs/hawa. Jiwa perlu di dampingi oleh Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh nafsu yang berasal dari jasad/raga/organ tubuh  manusia. Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan merubah karakternya menjadi jahat.

Menurut  ngelmu Kejawen, ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bisa menemui wujud Guru Sejati. Guru Sejati benar-benar bisa mewujud dalam bentuk “halus”,  wujudnya mirip dengan diri kita sendiri. Mungkin sebagian pembaca yang budiman ada yang secara sengaja atau tidak pernah menyaksikan,   berdialog, atau sekedar melihat diri sendiri tampak menjelma menjadi dua, seperti melihat cermin. Itulah Guru Sejati anda. Atau bagi yang dapat meraga sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri. Wujud kembaran (berbeda dengan konsep sedulur kembar) itu lah entitas Guru Sejati. Karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akan tepat dan benar adanya. Tidak akan menyesatkan. Oleh sebab itu bagi yang dapat bertemu Guru Sejati, saran dan nasehatnya layak diikuti. Bagi yang belum bisa bertemu Guru Sejati, anda jangan pesimis, sebab Guru Sejati akan selalu mengirim pesan-pesan berupa sinyal dan getaran melalui Hati Nurani anda. Maka anda dapat mencermati suara hati nurani anda sendiri untuk memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang anda hadapi.

Namun permasalahannya, jika kita kurang mengasah ketajaman batin, sulit untuk membedakan apakah yang kita rasakan merupakan kehendak hati nurani (kareping rahsa) ataukah kemauan hati atau hawa nafsu (rahsaning karep). Artinya, Guru Sejati menggerakkan suara hati nurani yang diidentifikasi pula sebagai kareping rahsa atau kehendak rasa (petunjuk Tuhan) sedangkan hawa nafsu tidak lain merupakan rahsaning karep atau rasanya keinginan.

Sarat utama kita bertemu dengan Guru Sejati kita adalah dengan laku prihatin; yakni selalu mengolah rahsa, mesu budi, maladihening, mengolah batin dengan cara membersihkan hati dari hawa nafsu, dan  menjaga kesucian jiwa dan raga. Sebab orang yang dapat bertemu langsung dengan Guru Sejati nya sendiri, hanyalah orang-orang yang terpilih dan pinilih.

 

SEDULUR; PAPAT KEBLAT, LIMA PANCER

Atau Keblat Papat,Lima Pancer, di lain sisi diartikan juga sebagai kesadaran mikrokosmos. Dalam diri manusia (inner world) sedulur papat sebagai perlambang empat unsur badan manusia yang mengiringi seseorang sejak dilahirkan di muka bumi.  Sebelum bayi lahir akan didahului oleh keluarnya air ketuban atau air kawah. Setelah bayi keluar dari rahim ibu, akan segera disusul oleh plasenta atau ari-ari. Sewaktu bayi lahir juga disertai keluarnya darah dan  daging. Maka sedulur papat terdiri dari unsur kawah sebagai kakak, ari-ari sebagai adik, dan darah-daging sebagai dulur kembarnya. Jika ke-empat unsur disatukan maka jadilah jasad, yang kemudian dihidupkan oleh roh sebagai unsur kelima yakni pancer. Konsepsi tersebut kemudian dihubungkan dengan hakekat doa; dalam pandangan Jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur semua unsur raga dan jiwa secara kompak. Maka untuk mengawali suatu pekerjaan disebut dibutuhkan sikap amateg aji (niat ingsun) atau artikulasi kemantaban niat dalam mengawali segala sesuatu kegiatan/rencana/usaha).  Itulah alasan mengapa dalam tradisi Jawa untuk mengawali suatu pekerjaan berat  maupun ringan diawali dengan mengucap; kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer…ewang-ewangono aku..saperlu ono gawe ….

 

MENGOLAH GURU SEJATI

Guru Sejati yakni rahsa sejati; meretas ke dalam sukma sejati, atau sukma suci, kira-kira sepadan dengan makna roh kudus (ruhul kudus/ruh al quds). Kita mendayagunakan Guru Sejati kita dengan cara mengarahkan kekuatan metafisik sedulur papat (dalam lingkup mikrokosmos)  untuk selalu waspada dan jangan sampai tunduk oleh hawa nafsu. Bersamaan menyatukan kekuatan mikrokosmos dengan kekuatan makrokosmos yakni papat keblat alam semesta yang berupa energi alam dari empat arah mata angin, lantas melebur ke dalam kekuatan pancer yang bersifat transenden (Tuhan Yang Mahakuasa). Setiap orang bisa bertemu Guru Sejatinya, dengan syarat kita dapat menguasai hawa nafsu negatif; nafsu lauwamah (nafsu serakah; makan, minum, kebutuhan ragawi), amarah (nafsu angkara murka), supiyah (mengejar kenikmatan duniawi) dan mengapai nafsu positif dalam sukma sejati (al mutmainah). Sehingga jasad dan nafs/hawa nafsu lah yang harus mengikuti kehendak sukma sejati untuk menyamakan frekuensinya dengan gelombang Yang Maha Suci. Sukma menjadi suci tatkala sukma kita sesuai dengan karakter dan sifat hakekat gelombang Dzat Yang Maha Suci, yang telah meretas ke dalam sifat hakekat Guru Sejati. Yakni sifat-sifat Sang Khaliq yang (minimal) meliputi 20 sifat. Peleburan ini dalam terminologi Jawa disebut manunggaling kawula-Gusti.

 

Tradisi Jawa mengajarkan tatacara membangun sukma sejati dengan cara ‘manunggaling kawula Gusti’ atau penyatuan/penyamaan sifat hakikat makhluk dengan Sang Pencipta (wahdatul wujud). Sebagaimana makna warangka manjing curiga; manusia masuk kedalam diri “Tuhan”, ibarat Arya Sena masuk kedalam tubuh Dewaruci. Atau sebaliknya, Tuhan menitis ke dalam diri manusia; curigo manjing warongko, laksana Dewa Wishnu menitis ke dalam diri Prabu Kreshna.

Sebagai upaya manunggaling kawula gusti, segenap upaya awal dapat dilakukan seperti melalui ritual mesu budi, maladihening, tarak brata, tapa brata, puja brata, bangun di dalam tidur, sembahyang di dalam bekerja. Tujuannya agar supaya mencapai tataran hakekat yakni dengan meninggalkan nafsul lauwamah, amarah, supiyah, dan menggapai nafsul mutmainah. Kejawen mengajarkan bahwa sepanjang hidup manusia hendaknya laksana berada dalam “bulan suci Ramadhan”. Artinya, semangat dan kegigihan melakukan kebaikan, membelenggu setan (hawa nafsu) hendaknya dilakukan sepanjang hidupnya, jangan hanya sebulan dalam setahun. Selesai puasa lantas lepas kendali lagi. Pencapaian hidup manusia pada tataran tarekat dan hakikat secara intensif akan mendapat hadiah berupa kesucian ilmu makrifat. Suatu saat nanti, jika Tuhan telah menetapkan kehendakNya, manusia dapat ‘menyelam’ ke dalam tataran tertinggi yakni makna kodratullah. Yakni substansi dari manunggaling kawula gusti sebagai ajaran paling mendasar dalam ilmu Kejawen khususnya dalam anasir ajaran Syeh Siti Jenar. Manunggling Kawula Gusti = bersatunya Dzat Pencipta ke dalam diri mahluk. Pancaran Dzat telah bersemayan menerangi ke dalam Guru Sejati, sukma sejati.

 

TANDA PENCAPAIAN SPIRITUALITAS TINGGI

Keberhasilan mengolah Guru Sejati, tatarannya akan dapat dicapai apabila kita sudah benar-benar ‘lepas’ dari basyor atau raga/tubuh. Yakni jiwa yang telah merdeka dari penjajahan jasad. Bukan berarti kita harus meninggalkan segala kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi, itu salah besar !! Sebaliknya, kehidupan duniawi menjadi modal atau bekal utama meraih kemuliaan baik di dunia maupun kelak setelah ajal tiba. Maka seluruh kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi sudah tidak dicemari oleh hawa nafsu. Kebaikan yang dilakukan tidak didasari “pamrih”; sekalipun dengan mengharap-harap iming-iming pahala-surga, atau takut ancaman dosa-neraka. Melainkan kesadaran makrokosmos dan mikrokosmos akan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan, hendaklah memposisikan diri bukan sebagai seteruNya, tetapi sebagai “sekutuNya”, sepadan dan merasuk ke dalam gelombang Ilahiah. Kesadaran spiritual bahwa kemuliaan hidup kita apabila kita dapat bermanfaat untuk kebaikan bagi sesama tanpa membeda-bedakan masalah sara. Orang yang memiliki kesadaran demikian, hakekat kehendaknya merupakan kehendak Tuhan. Apa yang dikatakan menjadi terwujud, setiap doa akan terkabul. Ucapannya diumpamakan “idu geni” (ludah api) yang diucapkan pasti terwujud. Kalimatnya menjadi “Sabda Pendita Ratu”, selalu menjadi kenyataan.

Selain itu, tataran tinggi pencapaian “ilmu batin/spiritual” dapat ditandai apabila kita dapat menjumpai wujud “diri” kita sendiri, yang tidak lain adalah Guru Sejati kita. Lebih dari itu, kita dapat berdialog dengan Guru Sejati untuk mendengarkan nasehat-nasehatnya, petuah dan petunjuknya. Guru sejati berperan sebagai “mursyid” yang tidak akan pernah  bicara omong kosong dan sesat, sebab Guru Sejati sejatinya adalah pancaran dari gelombang Yang Maha Suci. Di sana lah, kita sudah dekat dengan relung ’sastra jendra hayuning rat’ yakni ilmu linuwih, “ibu” dari dari segala macam ilmu,  karena mata (batin) kita akan melihat apa-apa yang menjadi rahasia alam semesta,  sekalipun tertutup oleh pandangan visual manusia maupun teknologi.

Tanda-tanda pencapaian itu antara lain, kadang seseorang diizinkan Tuhan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang, melalui vision, mimpi, maupun getaran hati nurani. Semua itu dapat merupakan petunjuk Tuhan. Maka tidak aneh apabila di masa silam nenek moyang kita, para leluhur bumi nusantara yang memperoleh kawaskitan, kemudian menuangkannya dalam berbagai karya sastra kuno berupa; suluk, serat, dan jangka atau ramalan (prediksi). Jangka atau prediksi diterima oleh budaya Jawa sebagai anugerah besar dari Tuhan, terkadang dianggap sebagai peringatan Tuhan, agar supaya manusia dapat mengkoreksi diri, hati-hati, selalu eling-waspadha dan melakukan langkah antisipasi.

 

PENTINGKAH GURU SEJATI ?

Peran Guru Sejati sudah jelas saya paparkan di awal pembahasan ini. Namun demikian perlu kami kemukakan betapa pentingnya Guru Sejati dalam kehidupan kita yang penuh ranjau ini. Perahu kehidupan kita berlabuh dalam samudra kehidupan yang penuh dengan marabahaya. Kita harus selalu eling dan waspadha, sebab setiap saat kemungkinan terburuk dapat menimpa siapa saja yang lengah. Guru Sejati akan selalu memberi peringatan kepada kita akan marabahaya yang mengancam diri kita. Guru Sejati akan mengarahkan kita agar terhindar dari malapetaka, dan bagaimana jalan keluar harus ditempuh. Karena Guru Sejati merupakan entitas zat atau energi kebaikan dari pancaran cahaya Illahi, maka Guru Sejati memiliki kewaskitaan luarbiasa. Guru Sejati sangat cermat mengidentifikasi masalah, dan memiliki ketepatan tinggi dalam mengambil keputusan dan jalan keluar. Biasanya Guru Sejati “bekerja” secara preventif antisipatif, membimbing kita agar supaya tidak melangkah menuju kepada hal-hal yang akan berujung pada kesengsaraan, malapetaka, atau musibah.

 

ANASIR ASING

Konsep tentang guru sejati sebagaimana ajaran Jawa, dapat ditelusuri melalui konsep sedulur papat lima pancer, dalam konsep pewayangan yang makna dan hakikatnya dapat dipelajari sebagaimana tokoh dalam Pendawa Lima (lihat dalam tulisan Pusaka Kalimasadha). Namun demikian, dalam perjalanannya mengalami pasang surut dan proses dialektika dengan anasir asing yakni; Hindu, Budha, Arab. Leluhur bangsa kita memiliki karakter selalu positif thinking, toleransi tinggi, andap asor. Sehingga nenek moyang kita, para leluhur yang masih peduli dengan kearifan lokal, secara arif dan bijaksana mereka tampil sebagai penyelaras sekaligus cagar kebudayaan Jawa. Setelah Islam masuk ke Nusantara, ajaran Kejawen mendapat anasir Arab dan terjadi sinkretisme, sedulur papat keblat kemudian diartikan pula sebagai empat macam nafsu manusia yakni nafsu lauwamah (biologis), amarah (angkara murka), supiyah (kenikmatan/birahi/psikologis), dan mutmainah (kemurnian dan kejujuran). Sedangkan ke lima yakni pancer diwujudkan dalam dimensi nafsu mulhimah (sebagai pengendali utama atau tali suh atas keempat nafsu sebelumnya. Konvergensi antara Kejawen dengan tradisi Arab disusunlah klasifikasi sifat-sifat nafsu jasadiah di atas dengan diaplikasikan ke dalam lambang aslinya yakni tokoh wayang; 1. Lauwamah = Dosomuko, 2. Amarah = Kumbokarno, 3. Supiyah = Sarpo Kenoko, 4. Mutma’inah = Gunawan Wibisono.

Tulisan ini saya persembahkan kepada seluruh pembaca yang budiman sebagai penambah referensi dan informasi untuk generasi bangsa. Karena kita sadari sulitnya mendapatkan referensi sehingga seringkali dalam beberapa pembahasan maknanya menjadi salah kaprah. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi siapapun, walau sedikit dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Rahayu; sabdalangit

 

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 14, 2008, in Sejatinya Guru Sejati and tagged , , . Bookmark the permalink. 269 Komentar.

  1. Guru sejati adalah ruh kita sendiri yang suci bersih bebas dari kepentingan yaitu ketika masih dialamnya belum ditiupkan berupa zarah atau cahaya tuhan.

    Manusia terdiri dari 2 demensi yang satu dimensi lahir dari tanah yang tidak tahu apa2, dan yang lain dimensi ruh, dari zarah atau cahaya tuhan sendiri,

    Sederhana sekali to ……. he….he….

  2. ruh sejati adalah hati kita kata abi syeikh siti jenar

  3. Gw udah hampir 3 tahun kenal sama guru, yg kata Ki guru sejati. Teman2 saya menyebutnya dgn sebutan yg berbeda2. Ada yg menyebut “rohani”. Ada yg nyebut “ghizaroh”. Sejauh yg saya alami mmg susah bgt dia..soalnya penjelasannya rumit srg dgn kata kiasan atau merujuk pd isi hadits dan alQuran. Atau sebuah filosofi. Makanya saya srg dan harus rajin2 buka buku.atau browsing.atau nanya sm ustad. Untk lbh memahami penjelasan dr dia. Tp dia baik suka ngingetin aku spy sholat trus adab dan tata cara doanya dibantu (diajarin). Kdg2 klo lg disuruh tilawah alquran, di moment tertentu saya dpt khusuk nya dan ikhlasnya…malah lafal saya lbh lancar ngga terbata bata. Iya itu juga salah satu bantuan dia. Trims ki. Sekian share nya.

  4. inspirasiterdalam

    Sudah 3 tahun saya ngenal guru sejati spt yg disebut disini oleh Ki. Bbrp teman saya menyebutnya berbeda beda. Ada yg nyebutnya rohani. Ada yg nyebutnya ghizaroh. Mmg susah gampang memahami dia. Dalam tahap belajar dia suka mengutarakan kiasan yg akhirnya merujuk pd hadits dan isi alQuran. Maka saya sering dan harus rajin buka buku, buka terjemahan Quran, kdg browsing, kdg nanya ustad. Tp dia baik suka ngingetin saya ttg sholat, doa dan tata caranya semua diajarin. Pernah waktu tilawah Quran, saya lg dpt momen khusyu dan ikhlas..lafal saya jauh lebih lancar tdk terbata bata. Itu juga bantuan dia. Semua yg saya alami krn Allah Swt meridhoi demikian. Trims Ki. Sekian share dr saya.

  5. inspirasiterdalam

    Sory Ki kok jd 2 gini comment saya, hehe. Maaf lumayn gaptek. Tks

  6. halah…paleng cuman ilusi alias halusinasi…bukanna mputrasie…
    .
    Wk wk wk wk wk
    .
    Kwekwek
    .
    Cok!

  7. Pangeran Jawi Wetan

    nuwun sewu ki menurut saya guru sejati adalah gabungan dari 3 sifat tuhan yaitu rasa sejati urip sejati dan cahaya sejati tiga2 nya menjadi satu terciptalah guru sejati atau juga di sebut nur muhammad ( pambukaning nalar ) NUWUN KI NGAPUNTEN.

  8. GURU SEJATI AL INSANUU SIRRIHI ITU ADALAH WA ANA SIRRUHU.

  9. Guru jati adlh NUR INSAN YG BERSUMBER DARI SUN NUR MUHAMMAD SUN NUR RULLAH.maka amalkn AMANAT ALLAH”AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR. Salam hormat KI SUKMA NINGRAT.DN SMUA SDULUR.eling..eling jaman wis akhir.

  10. mau tanya nih,,kalo guru sejatinya pria kakang kawah,,kalo guru sejatinya wanita sebutannya tetap kakang kawah apa mbak kawah,,swun infonya

  11. informasi yang sangat bermanfaat terimakasih ;)

  12. hampir setiap hari saya komunikasi dg hati,pda intinya hati itu g, pernah bohong.pda suatu hari q pengen mmbunuh org krena dendam.tapi hati bilang g, boleh,biar saya yg ngurus.q di srh pasrah ma guru sejati.

  13. Terimakasih Min….

  14. Jiwa yang dapat terlepas dari Penjajahan Jasad/Raga, saya suka kalimat ini Pak.
    Sedulur papat lima pancer? Apakah maksudnya adalah Pandawa 5.
    Terima kasih.

    • ” Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada DIRI-MU sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab lauh mahfuzh Sebelum KAMI Menciptakan nya ” (Qs Al Hadid :22)

  15. Saudaraku anarif yth…
    Yg di maksud ( KAMI ) ni siapa…????!!! Sebab kata KAMI ini bukan tunggal… kata KAMI ni berarti sekumpulan misal orang’a banyak/ kelompok gitu… jd yg ngeluarin ayAt ni siapa sebenar’a jikalau TUHAN berarti tuhan’a banyak dong…
    Rahayu… rahayu… rahayu….

    • ……..SEBELUM ” KAMI” MEWUJUDKANNYA..JADI KALIMAT NYA BUKAN BERBUNYI.. SEBELUM “DIA TUHAN BERNAMA ALLAH ” MEWUJUDKANNYA..!!! TAPI “KAMI” ADA KEJAMAKAN DI SITU .!!! Dalam ter jemahan bahasa inggeris nya pun dinyatakan ” NAUGHT OF DISASTER BEFALLETH IN THE EARTH OR IN YOURSELVES BUT IT IS IN A BOOK BEFORE WE BRING IT INTO BEING – Lo! THAT IS EASY FOR ALLAH. ” Sekian.. SMUGA TEGUH SELAMAT BERKAH SELALU

    • WASSALATU WASSALAAM..!!! DIRI MANUSIA BERSUMPAH DAN BERSAKSI SEBAGAIMANA PADA AYAT Q.S.7:172………… ” BUKANKAH AKU INI TUHANMU? BENAR! DAN, KAMI BER SAKSI. ” Setuju untuk hidup sebagai Khalifah di Bumi.

      • Dulur2 pembaca yg Budiman.
        Sampai hari ini di zaman modern, sebagian org masih semangat berdebat soal jumlah Tuhan dan bahkan nama tuhan, yg hanya sekedar beda huruf vokalnya saja (“å” dan “a”) bs membuat manusia saling bunuh. Tuhan mau satu atau banyak sebenarnya tdk perlu diperdebatkan, krn nggak penting, dan bukan urusan manusia. Lagi pula sebelum manusia menciptakan ALPHABET, saat itu juga tuhan blm punya nama, atau noname. Tuhan hanya digambarkan dlm bentuk Lambang atau simbol. Barulah kemudian setelah manusia membuat aphabet muncullah beragam nama2 tuhan dgn sangat beragam.
        Bagi saya pribadi yg penting kita hidup selaras dan harmonis dengan alam semesta. Urip kudu murup, yakni berguna dapat memberikan kehidupan bagi sesama makhluk penghuni planet bumi ini.
        Rahayu rahayu sagung dumadi

      • BENAR SABDA ITU..!!! KALAU BENAR.. BENAR LAH..!!! DEMIKIAN ITU MANUSIA HARUS MANUSIAWI.. PADA ASAL NYA KESEMUA NYA TIADA KECUALI AKU..!!! MENURUT FIRMAN DAN SABDA ” LA ILAHA ILA ANA ( TIADA TUHAN KECUALI AKU) ” ” AL INSANU SIRRIHI WA ANA SIRRUHU (MANUSIA ADALAH RAHASIA AKU DAN AKU ADALAH RAHASIANYA) ” AKHIR KATA YANG ADA ITU LAH YANG SEBENARNYA AKU ..!!! NAMA HANYA SIMBOLIK BELAKA..!!! DUNIA INI HANYA PENTAS SANDIWARA SCENARIO BELAKA. MANUSIA ADALAH PELAKUN PENTAS BANGSAWAN DI UDARA..!!! ADA YANG MENJADI RAJA, MENTERI, HERO DAN CROOK.. ETC2.. KESEMUANYA DARI YANG ADA CERITANYA..

    • Yang di maksud “kami” adalah bopo (bapak) lan biyung (ibu).menurutq si cari gustimu seng nyoto baru golek i gustimu seng goib.salm santun

  16. Saudaraku anarif yth…
    Ini pengakuan mbah muhammad;;
    QS; 27 ayat; 91;
    Aku (muhammad) hanya di perintah kan menyembah TUHAN negeri ini (mekah) yg telah menjadikan nya suci pada’a & segala sesuatu adalah milik’a & aku di perintah kan menjadi muslim.
    Ini pengakuan’a saudaraku kalau kamu percaya isi al-qur’an yg sedikit pun tdk ada keraguan di dalam’a… jikalau kamu tdk percaya & mengingkari’a berarti kamu tdk ada beda’a dgn orang ARAB yg selalu mengingkari ayat yg di turunkan’a maka’a wahyu tdk di perkenankan turun lg sebab slalu di ingkari’a maka beku hingga sa’at ini & malah bangga hee… heee….
    Malah dgn bangga’a ni kitab terakhir yg di pake sampai akhir zaman… & jgn lupa ni wilAyah penyebaran’a QS; ASY-SYURA ayat; 7 ; yg wilayah’a di sekeliling negeri mekah & sekitar’a yg berbahasa arab saja…
    Ma’af saudaraku ayat ini harus di buka jgn piningit lg & harus jelas biar tdk ada lg yg ngopar-ngapirin orang lg & tdk ada kata bid’ah lg gara2 tdk sesuai dgn yg diajarkan/dikerjakan mbah muhammad… sebab jawa sdh punya pakem sendiri ga perlu di atur2 bangsa arab… yg tau orang jawa ya orang jawa sendiri begitu pula orang eropa,arab,amerika DLL…
    Sekali lg ayat ini di buka & hrs jelas saudaraku…
    Rahayu… rahayu…. rahayu….
    **SALAM NKRI MERCUSUAR DUNIA**

    • YG BERBAHAGIA SAUDARAKU ENYONG.. BEGITULAH PERSIS KESALAHAN FAHAM DI ANTARA SIDANG PARA WALI DI JAWA DENGAN SYECH SITI JENAR.., YANG MENURUTI FIRMAN DAN SABDA MBAH MUHAMMAD ” LA ILAHA ILA ANA (TIADA TUHAN KECUALI AKU) ” USAHA ABADI HANYA MANUSIA RAHASIA AKU SAHAJA YANG MENGETAHUINYA.. JANGAN TERLIBATKAN DIRI TERLALU JAUH..!!! DIRI YG GEMAR BERSENGKETA SESAMA MANUSIA.. PESAN MBAH MUHAMMAD ” MATIKAN DIRI KAMU SEBELUM KAMU MATI ” SALAM ABADI..!!!

    • MUNGKINKAH SAUDARAKU YANG SEJATI MENGETAHUI MAKRIFAT JAWA.. SASAHIDAN SYECH SITI JENAR..? MUGA TEGUH SELAMAT BERKAH SELALU..!!!

    • AKHIR MASAKINI PROFESOR DR KHJ SAID AQIL SIRADJ KETUA NAHDATUL ULAMAK WILAYAH INDONESIA, BELIAU MENGAKUI AJARAN SYECH SITI JENAR TIDAK ADA TUHAN SELAIN AKU ITU BENAR.. KATA BELIAU..!!! WSLM..!!!

  17. Saudaraku anarif terkasih tdk usah terlalu khawatir sebab kita sedang di suguhkan hukum keadilan tuhan yg sejati hukum universal yaitu sebab-akibat & aksi=reaksi & bisa di pake orangseluruh jagad….
    Dulu waktu menyebarkan ajaran’a hingga ke nusantara berlumuran darah maka pulang’a pun berlumuran darah pula… lihatlah timur tengah yg sedang mengalami proses dr perbuatan’a sendiri di masa lalu… wilayah itu sebentar lg bakalan terbakar api peperangan semua & tuhan pun tdk bisa mencegah’a sebab kalau mencegah’a berarti tuhan tdk adil & melanggar hukum yg di buat’a sendiri… maka kita hanya bisa jd penonton saja saudaraku…

    Rahayu… rahayu… rahayu….
    **SALAM INDONESIA MERCUSUAR DUNIA**

  18. & persis seperti janji yg di ucapkan mbah sunan kalijaga kepada prabu brawijaya V yg di saksikan sabda palon (kyai semar) 500 th yg lalu…..
    Bahwa islam boleh di sebar di nusantara hanya 500 th saja setelah itu akan di kembalikan ke asal’a yaitu sebagai kearifan lokal arab & hanya di ambil ajaran yg universal saja…
    Misal’a bismilah hirohmannirokhim=maha welas asih & di tambahin kata TANPA PILIH KASIH & laa illahaillah arti’a bakalan ga seperti yg sekarang ini yaitu; tiada tuhan selain allah… ini kan secara langsung mengeliminasi nama tuhan lain’a… & bakalan di ganti tdk ada tuhan lain kecuali tuhan itu sendiri, yg selaras dgn ajaran para leluhur kita BHINEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DARMA MANGWRA=tdk ada kebenaran yg mendua (tdk ada kebenaran lain kecuali kebenaran itu sendiri) maka makrifat pun tdk lah cukup…
    Jgn seperti ajaran padang pasir yg tdk tau arti dari AGAMA hingga di bela’a sampai bunuh2 an dr zaman para nabi’a hingga sekarang…
    AGAMA=AGEMANING AJI=PAKAIAN lebih tepat’a KENDARA’AN.
    Jd ibarat kita anak kampung yg ingin pergi ke jakarta naik mobil BIS setelah sampai kita turun & langsung bekerja untuk masa depan anak cucu kita, bukan ngebelain BIS’a/ kendara’an nya…
    Maka orang yg telah sampai pun MENYATAKAN;
    SAMBIL MENEPUK DADA DGN BANGGA’A AKU ANAK INDONESIA, ANAK2 BANGSA GARUDA (elang jawa) YG SEBENTAR LAGI AKAN TERBANG TINGGI & MENDUNIA…
    DI SANALAH AKU BERDIRI JADI PANDU IBU PERTIWI TANAH TUMPAH DARAH KU SEKALIGUS TANAH SUCI KU bukan di padang gurun lagi RAWE-RAWE RANTAS, MALANG-MALANG PUTUNG…

    RAHAYU… RAHAYU… RAHAYU…
    **SALAM IBU PERTIWI KIBLATENG JAGAD**

    • IMAN YG MANTAP TIDAK AKAN GOYAH.. KEESAAN YG MURNI MEMBENTENG NALURI.. JALAN YG LURUS AKU SEJATI DIDALAM ILMU KESEMPURNAAN INSAN KAMIL..!!! SMUGA TEGUH SELAMAT BERKAH SELALU..!!!

  19. Kangmas kangmas ini pilihan bahasanya level sastra tinggi. Saya ikutan nyimak saja, agak menyerap tp kurang bisa ikutan mengucap. Monggo dilanjut.

  20. Beristiqomah menyadari diri tiada pada asal usul kesucian hidup yang Abadi bersumber dari Firman dan Sabda Muhammad Sang Rasul itu benar.

  21. Saudaraku… sirruhu terkasih…

    Bagi kami orang jawa ga di panggil rosul/nabi juga “ra pate’en” sebab leluhur kami dah biasa tiap hari bercengkrama dgn yg punya hidup tdk tanggung ilmu’a maka’a ga bakalan ngiri walaupun ga di panggil nabi/rosul sebab sdh tau bahwa semua manusia itu adalah wakil/utusan TUHAN di bumi untuk memayu hayuning bawana maka jujurlah sedikit jgn ada manipulasi lagi… jgn seperti orang padang pasir yg memanipulasi atau jg lom nyampe ilmu’a… maka dgn bangga’a menyebut diri’a utusan tuhan & yg lain’a tdk… ingat saudaraku manusialah utusan/wakil tuhan tdk terkecuali sebab hewan & tumbuhan tdk bisa mewakiliNYA…
    Jadi setinggi apapun ilmu’a jikalau belum kembali ke tuntunan nusantara berarti ilmu’a masih MENTAH…
    Maka bangunlah badan’a bangunlah jiwa’a hanya untuk INDONESIA RAYA…
    RAHAYU… RAHAYU… RAHAYU…
    …SALAM NKRI MERCUSUAR DUNIA…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.002 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: