WARNING DALAM RAMALAN (PREDIKSI)

Warning dari Ramalan !

Dari Futurolog & Pujangga Besar Bumi Nusantara

Untuk generasi penerus bangsa

 

 

Walau kini sudah cukup terlambat melakukan refleksi dan otokritik. Namun demikian akan lebih baik daripada tidak pernah melakukan otokritik sama sekali. Sebagaimana pada abad 18 pernah diperingatkan oleh Pujangga Besar sekaligus Raja di Kraton Mangkunegaran Solo, KGPAA Sri Mangkunegoro IV bahwa suatu saat nanti (masa kini) akan terjadi kecenderungan gejolak para kawula muda generasi penerus bangsa yang sudah hilang penghayatan akan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang bangsa. Dan memungkinkan terjadi carut-marut dalam tatanan religi yang mewarnai nusantara.

 

Nilai luhur sungguh tidak bisa dipandang dari mana asalnya. Di muka bumi ini tergelar sedemikian banyaknya bahasa alam, sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan, dan di dalamnya terdapat manifestasi “bahasa Tuhan. Tanda-tanda tersebut, menjadi bahasa  Tuhan yang dapat diserap manusia menggunakan indera batin rahsa sejati. Tidak tergantung dari mana asal negaranya, bangsanya, suku, budaya, ajaran, maupun agamanya. Karena Tuhan tidaklah picik, tidak pula terbatas. Sebaliknya Tuhan Maha Luas Takterbatas, anugrah Tuhan meliputi semua suku, ras, negara dan bangsa manapun. Tuhan bukanlah Zat yang primordial, rasis (membedakan warna kulit), etnosentris (mengagungkan suatu budaya tertentu). Hakekat perbedaan adalah nikmat dan anugrah bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Sebagaimana perbedaan telah digelar Tuhan di muka bumi ini, agar supaya manusia menemukan keindahan dan manfaat dari perbedaan itu. Kita sadari bahwa kesuksesan dan keberhasilan berawal dari perbedaan. Kebahagiaan dan ketrentaman juga berawal dari perbedaan. Bahkan manusia lahir di muka bumi merupakan hasil dari perbedaan pula. Sehingga segala sesuatu akan bergulir dalam perubahan yang dinamis dan selaras sesuai kodrat alam semesta yang telah menjadi rumus Tuhan. Berawal dari adanya tesis, lalu terdapat perbedaan berupa antitesis, hasilnya ditemukan hal baru sebagai sintesis. Itulah rumus dialektika alam semesta.

 

Tipe Ramalan atau Prediksi

Ramalan, prediksi, pra-kiraan, merupakan hasil karya manusia menjabarkan kemungkinan-kemungkinan tertentu yang akan terjadi di masa depan (futuristik) dalam jangka waktu tertentu, bisa beberapa tahun, puluhan bahkan ratusan tahun yang akan datang. Dilihat dari metode pendekatannya, terdapat tiga tipe ramalan atau prediksi.  Pertama, ramalan ilmiah yang diperoleh melalui metode ilmiah biasa disebut prediksi, melibatkan data-data kualitatif, kuantitatif, dan kegiatan analiasa serta penyimpulan. Prediksi tipe ini bersifat ilmiah, cukup melibatkan kemampuan jasad yakni akal-budi atau nalar manusia. Prediksi ini tak pernah dikonotasikan secara negatif oleh agama. Kedua, ramalan kawaskitan atau prediksi yang diperoleh melalui metode olah batin (rohani) atau kebatinan (kerohanian), hasilnya disebut sebagai jongko, lazim juga disebut ramalan. Prediksi atau ramalan jenis ini melibatkan  ketajaman intuisi dalam olah batin. Namun demikian, prediksi tipe ini terkadang tidak dapat direncanakan, artinya terjadi secara spontanitas di luar kehendak seseorang yang memperoleh pralambang berupa apa yang akan terjadi. Biasanya ramalan kawaskitan ini tidak berkaitan dengan nasib pribadi seseorang namun cenderung melihat pada skala global. Tipe prediksi kedua ini sering dikonotasikan secara negatif. Ketiga, ramalan menggunakan ilmu magic, ilmu karang, ilmu ketrampilan memainkan media, ramalan dengan melihat ciri fisik, gurat tangan dst. Ramalan jenis ini lebih cenderung digunakan untuk melihat nasib seseorang. Nah, ramalan tipe ketiga ini yang lebih sensitif berbenturan dengan moralitas agama.

 

Mengapa Isi Ramalan Kawaskitan Dikiaskan ?

Terlepas dari berbagai tuduhan dan konotasi negatif sebagian masyarakat, ramalan apapun namanya, terutama yang bersifat kabar buruk, hendaknya dimanfaatkan sebagai peringatan dini agar supaya kita selalu eling dan waspadha. Jangan enggan melakukan otokritik, koreksi diri atau mawas diri agar selalu teguh dalam upaya meningkatkan kesadaran sejati (high consciuousness) kita. Agar supaya kita lebih cermat mengevaluasi diri sendiri, dan tampak di mana titik lemah kita, apa saja yang telah kita lakukan, dan sejauh mana kita mempunyai perilaku yang destruktif. Bila prediksi berupa kabar baik, hendaknya kita selalu terjaga jangan sampai berpangku tangan dan lengah lantas tak berbuat apa-apa dengan hanya menunggu ramalan yang baik datang dengan sendirinya. Kita musti selalu sadar jika berubahnya nasib tergantung diri kita sendiri.

 

Itulah mengapa sebuah ramalan yang berhubungan dengan nasib suatu bangsa. Masyarakat, atau seseorang, biasanya dikemukakan berupa kiasan-kiasan yang multi tafsir, mengandung bias dan sulit dimengerti secara pasti apa maknanya. Pembaca dibiarkan melakukan penafsiran secara bebas, sesuai dengan kemampuan nalar dan batin masing-masing. Tak ada paksaan untuk mematuhi satu pemaknaan saja. Alasannya jelas, bila prediksi atau ramalan mengenai nasib seseorang, masyarakat atau suatu bangsa dideskripsikan secara gamblang bahkan vulgar maka akan membuat orang terlena dan akan mempengaruhi proses menuju ke arah yang baik. Lain halnya ramalan yang bersifat kabar buruk biasanya dikemukakan secara jelas agar supaya menjadi warning bagi generasi penerus untuk lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan. Karena kejadian buruk yang kelak menimpa bisa jadi merupakan akibat dari situasi dan kondisi sebelumnya. Maka kebijaksanaan orang-orang zaman dulu selalu wanti-wanti, agar jangan menceritakan ramalan baik yang akan dialami seseorang karena dianggap ora ilok (sunda; pamali) mengko mundak kamanungsan, tidak seyogyanya menceritakan ramalan baik, karena akan membuat kamanungsan, yakni tercemar oleh nafsu/kecenderungan negatif manusia yang berakibat akan mempengaruhi proses.

 

Berikut ini adalah contoh prediksi di masa lalu yang umurnya kurang lebih sudah 170 tahun. Marilah kita cermati saat ini apakah prediksi tersebut cocok sudah terjadi, belum terjadi atau malah meleset.

 

 

Tembang Pucung

 

Nafsu negatif harus dipocong (dimatikan)

Pucung (mati) sajroning ngaurip

Agar supaya urip sajroning pucung (pati)

 

Padha kaping 33

Ngèlmu iku

Kalakoné kanthi laku

Lêkasé lawan kas

Tegesé kas nyantosani

Setyå budåyå pangekesé dúr angkårå

 

Ilmu (hakekat) itu diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan,

dimulai dengan kemauan

kemauan membangun kesejahteraan terhadap sesama,

Teguh pada budi pekerti luhur

Sembari menaklukkan semua bafsu angkara

 

Padha kaping 34

Angkara gung

Nèng ånggå anggúng gumulúng

Gegolonganirå

Trilokå lekeri kongsi

Yèn dèn umbar ambabar dadi rubédå.

 

Nafsu angkara yang besar

ada di dalam diri kita sendiri, yang kuat menggumpal

golonganmu hingga tiga zaman,

jika dibiarkan berkembang akan berubah menjadi gangguan besar.

 

Padha kaping 35

Bédå lamun kang wus sengsem

Rèh ngasamun

Semuné ngaksåmå

Sasamané bångså sisip

Sarwå sareh saking mardi martåtåmå

 

Berbeda dengan yang sudah menjiwai,

Watak dan perilaku yang memaafkan

Menghargai perbedaan

selalu sabar berusaha menyejukkan suasana,

 

Padha kaping 36

Taman limut

Durgamèng tyas kang wèh limput

Karem ing karamat

Karana karoban ing sih

Sihing sukmå ngrebdå saardi pengirå

 

Dalam kegelapan

angkara dalam hati yang menghalangi,

semua dapat larut dalam kesakralan hidup yang suci,

tenggelam dalam samodra cinta kasih,

cinta kasih sejati dari sang sukma (sejati)

tumbuh berkembang bagai gunung yang besar

 

Padha kaping 37

Yèku patut tinulat tulat tinurut

Sapituduhirå,

Åjå kåyå jaman mangkin

Kèh prå mudhå mundhi diri rapal maknå

 

Itulah yang pantas diteladani, contoh yang patut diikuti

seperti semua nasehatku

Jangan seperti zaman nanti !!

Akan banyak anak muda yang menyombongkan diri

dengan hafalan-hafalan ayat

 

Padha kaping 38

Durung becus kesusu selak besus

Amaknani rapal

Kåyå sayid weton mesir

Pendhak pendhak angendhak

Gunaning jalmå

 

Belum mumpuni sudah berlagak pintar

Mengartikan ayat bagai sayid dari mesir

Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain

 

Padha kaping 39

Kang kadyéku kalebu wong ngaku aku

akalé alangkå

élok Jawané dènmohi

Pakså langkah ngangkah met

Kawruh ing mekah

 

Yang seperti itu termasuk orang gemar mengklaim (budaya luar)

padahal kemampuan nalarnya dangkal

Keindahan ilmu Jawa (kearifan lokal) malah ditolak

Sebaliknya memaksa diri mengejar ilmu di mekah,

 

Padha kaping 40

Nora weruh

rosing råså kang rinuruh

lumeketing ånggå

anggeré pådhå marsudi

kånå kéné kahanané nora bédå

 

Tidak menemukan hakekat ilmu yang dicari,

padahal ilmu sejati berada di dalam jati diri.

Asal mau berusaha

Di sana maupun di sini (hakekatnya) tidak berbeda,

 

Padha kaping 41

Uger lugu

Dèn tå mrih pralebdeng kalbu

Yèn kabul kabukå

Ing drajat kajating urip

Kåyå kang wus winåhyå sekar srinåtå

 

Asal tidak banyak bertingkah mengumbar nafsu,

agar ilmu merasuk ke dalam sanubari

Bila berhasil, terbukalah derajat kemuliaan hidup yang sejatinya

Seperti yang telah tersirat dalam tembang sinom (di atas)

 

Padha kaping 42

Båså ngèlmu

Mupakaté lan panemuné pasahé lan tåpå

Yèn satriyå tanah Jawi

Kunå kunå kang ginilut tripakarå

 

Yang namanya ilmu hakekat,

Titik temu dan ketemunya dapat digapai dengan meredam nafsu

(jangan cari menangnya sendiri, benernya sendiri, dan butuhnya sendiri)

Dan dicapai dengan usaha yang gigih

Bagi satria tanah Jawa,

dahulu yang menjadi pegangan adalah tiga perkara yakni;

 

Padha kaping 43

Lilå lamun kelangan nora gegetun

Trimå yèn ketaman

Sakserik samèng dumadi

Tri legawa

nalangsa srah ing Bathara

 

Pertama, ikhlas bila kehilangan tanpa menyesal,

Kedua, sabar jika disakiti hatinya oleh sesama,

Ketiga, lapang dada sambil berserah diri pada Tuhan

 

Padha kaping 44

Bathårå gung

inguger graning jajantung

Jenèk Hyang wiséså

sånå pasenedan suci

Nora kåyå si mudhå mudhar angkårå

 

Tuhan Maha Agung

Menjiwai dalam setiap hela nafas

hidup menyatu dengan Yang Mahakuasa

teguh mensucikan diri

Tidak seperti yang muda,

Yang mengumbar nafsu angkara

 

Padha kaping 45

Nora uwus karemé anguwus uwus

Uwosé tan ånå

Mung janjiné muring muring

Kåyå butå buteng betah anganiåyå

 

Tidak henti-hentinya gemar mencaci maki

Tanpa ada isinya, kerjaannya marah-marah

seperti sifat raksasa; bodoh, mudah marah dan suka menganiaya sesama

 

Padha kaping 46

Sakèh luput

ing ånggå tansah linimput

Linimpet ing sabdå

narkå tan ånå udani

Lumuh ålå ardane ginåwå gådå

 

Semua kesalahan dalam diri selalu tertutupi,

Dibalut kata-kata yang indah

namun ia mengira tak ada yang mengetahuinya,

Bilangnya enggan berbuat jahat,

padahal tabiat buruknya membawa kehancuran

 

Padha kaping 47

Durung punjul ing kawruh kaselak jujul

Kaseselan håwå cupet

kapepetan pamrih

tangèh nedyå anggambuh mring Hyang Wiséså

 

Belum cakap ilmu sudah keburu ingin dianggap pintar

Terselip hawa nafsu selalu merasa kurang,

tertutup oleh pamrih (cari menangnya sendiri, butuhnya sendiri, dan benernya sendiri)

Maka mustahil manunggal dengan Tuhan Yang Mahakuasa

 

 

Kemampuan melakukan prediski atau meramal tipe kedua melalui ketajaman intuisi batiniah menjadi salah satu barometer untuk mengukur tataran laku spiritual seseorang. Semakin jauh rentang waktu dan ketepatan ramalan semakin tinggi pula kewaskitaan seseorang. Ramalan hanyalah upaya manusia membaca bahasa alam yang di dalamnya banyak terdapat tanda-tanda akan keagungan Tuhan. Percaya atau tidak bukanlah masalah, itu hak setiap orang dan manfaatnya ada pada diri masing-masing orang pula. Bagi yang percaya ramalan berguna agar supaya manusia selalu eling dan waspada dengan meningkatkan sikap hati-hati, setiti, teliti agar mendapat keselamatan lahir-batin. Bagi yang tidak percaya biarkan semua berlangsung sebagaimana adanya tanpa perlu mengerti dan menyaksikan prosesnya. Ramalan bukanlah mendahului kehendak Tuhan, melainkan hanya membaca apa yang menjadi kehendak Tuhan. Apakah kita tahu bila kehendak tuhan telah ada dalam rencana sejak jutaan tahun lalu, jauh sebelum manusia mampu meramal ? atau sebaliknya Tuhan tak pernah bikin rencana semua berjalan tiba-tiba dan sangat mendadak ? Asumsi yang mengatakan ramalan mendahului kehendak Tuhan, terkesan seolah Tuhan menentukan segala sesuatu dengan cara mendadak tanpa rencana. Terasa pula penilaian under-estimate akan kemampuan manusia untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Terlepas dari adanya anggapan negatif tersebut marilah kita cermati berbagai kewaskitaan leluhur Nusantara di masa lalu sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi Serat Wedhatama berikut ini. Yang berisi nasehat bijaksana sebagai pepeling atau peringatan pada generasi bangsa di masa sekarang agar supaya eling dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gambaran situasi dan kondisi zaman kini sebagaimana tersirat dalam prediksi di atas.

By ; https://sabdalangit.wordpress.com

 

 

Kinanthi

 

Untuk meraih kemuliaan hidup

bekalnya kanthining tumuwuh

yeku kanthi eling lan waspada

berupayalah selalu

 menajamkan kalbu dan batin

 

Padha Kaping 83

Mångkå kanthining tumuwuh,

Salami mung awas éling,

Éling lukitaning alam,

Dadi wiryaning dumadi,

Supadi nir ing sangsåyå,

Yèku pangreksaning urip.

 

Padahal bekalnya kehidupan, selalu waspada dan ingat,

Ingat akan tanda-tanda yang ada di alam semesta,

Menjadi kekuatannya asal-usul,

supaya lepas dari sengsara.

Begitulah memelihara hidup.

 

Padha Kaping 84

Marmå dèn taberi kulup,

Anglung lantiping ati,

Rinå wengi dèn anedya,

Pandak panduking pambudi,

Bèngkas kahardaning driyå,

Supåyå dadyå utami.`

 

Maka rajinlah anak-anakku,

Belajar menajamkan hati, siang malam berusaha,

merasuk ke dalam sanubari, melenyapkan nafsu pribadi,

Agar menjadi (manusia) utama.

 

Padha Kaping 85

Pangasahé sepi samun,

Aywå ésah ing salami,

Samångså wis kawistårå,

Lalandhepé mingis mingis,

Pasah wukir reksåmukå,

Kekes srabédaning budi.

 

Mengasahnya di alam sepi (semedi),

Jangan berhenti selamanya,

Apabila sudah kelihatan, tajamnya luar biasa,

mampu mengiris gunung penghalang,

Lenyap semua penghalang budi.

 

Padha Kaping 86

Déné awas tegesipun,

Weruh warananing urip,

Miwah wisésaning tunggal,

Kang atunggil rinå wengi,

Kang mukitan ing sakarså,

Gumelar ngalam sakalir.

 

Awas itu artinya, tahu penghalang kehidupan,

serta kekuasaan yang tunggal, yang bersatu siang malam,

Yang mengabulkan segala kehendak,

terhampar alam semesta.

 

Padha Kaping 87

Aywå sembrånå ing kalbu,

Wawasen wuwus sirèki,

Ing kono yekti karåså,

Dudu ucapé pribadi,

Marmå dèn sembadèng sedyå,

Wèwèsen praptaning uwis.

 

Hati jangan lengah, waspadailah kata-katamu,

Di situ tentu terasa, bukan ucapan pribadi,

Maka tanggungjawablah,

perhatikan semuanya sampai  tuntas.

By ; https://sabdalangit.wordpress.com

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Maret 15, 2009, in Warning Dalam Ramalan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 32 Komentar.

  1. Nderek nitip ramalan nggih mas Sabda:

    Ing ri kalenggahan puniki
    Nusa jawi taksih kalimput pedhut lelimengan
    Awit ulahing jalmo kang anilar toto sujarah
    Lali marang sangkan paraning titah
    Tan eling marang pituwah leluhur jawi
    Kang wonten mung jawi jawan

    Panggrahitaning sang pujangga mudho
    Kang prapto soko telenging pandulu
    Bakal ono dahuru projo
    Ono kukus kumendheng ananging dudu kukusing hardi
    Semut sami anjarah ruyah gulo sakthemlik
    Dene sami kathah reraton sato gereng ginereng
    Nuso jawi soyo gonjang ganjing

    Pituture sang pujonggo marang sesami
    Lamun pengen kalis gesangiro lan sumramabahing keluarga
    Ojo pegat marang kawaspadan lan kaprayitnan
    Gegondelan teken kang sejati
    Yoiku Tatag tangguh tumanggon
    Orang keno darbe melik meri meliking liyan
    Patrapno moto siji yoiku mung bener kang pener

    Sopo wae kang gesangipun
    Demen cidro tumrap jagad lan sesami
    Mesthi yekti bakal nemahi
    Awit saka ciptane sang pujonggo
    Meniko kang sinebat jaman cokro manggilingan
    Mebenging cokro tan kendhat kinendhat
    Amargo wus dadi kersaning bethoro
    Sopo nandhur mesthi bakal ngundhuh patrape

    by:memayu hayu ningrat

    • ngiklan dukun mas??……mosok jd manusia ngandelin idup dr togel ma nyolok nomer….
      pengen sugih ki ya kerjo……

      • assalamualaikum wr wb
        pertama2 saya mohon maaf!!!
        memang ramalan yang saya tulis di atas adalah ramalan togel!tpi berkat ramalan itu saya jadi tau tentang ajaran2 leluhur!
        critanya begini
        beberapa tahun yang lalu,kurang lebih 5/6 tahun yang lalu.saya pernah bermimpi di beri keris oleh orang yang buat ramalan itu.saya pernah mendengar bahwa mimpi senjata/pusaka perlambangan dari ilmu!ahirnya saya coba mencari2 arti setiap kata,bahkan saya terjun ke dunia pertogelan.dalam perjalanan saya itu,saya menjumpai berbagai hal.termasuk ilmu2 warisan leluhur dan salah satunya blog/situs ki sabda ini.di situ saya mulai mengerti,ini perlambang pusaka yang diberikan pada saya.saya mencoba mencari2 lebih dalam lg pesan yang terkandung dalam ramalan itu,dg bertanya pada ki sabda ato semua pengunjung dalam blog ini.
        saya mohon maaf jika saya salah dalam menyampaikan maksud dan tujuan saya.
        serta mohon bimbingannya.
        salam hormat

  2. @Ki Ngabehi Yth
    Matur sembah nuwun KI
    Punika pralampita ingkang saklangkung wingit, sing sapa dora cidra ngumbar hardaning karep bakal nemahi ketaman sangsara pakempra sindung riwut.
    tansah rahayu, eling lan waspadha

  3. Mas Sabda langit,

    Terima kasih atas tulisannya, memang tidak mudah menjalani nasihat para leluhur…setidaknya berusaha dan berusaha.

    Alhamdulillah, Allah mempertemukan kita walau di dunia maya. setidaknya tulisan2x mas sabda langit berarti untuk saya pribadi.

  4. nuwun sewu Kangmas, brantaning Ibu Kunthi nagih janji baline praja Ngastina myang para Pandhawa
    nanging kedah wonten ingkang madeg dados Prabu Matswapati saking Wiratha
    sami donga dinonga supados ing pemilihan umum menika wonten putra bangsa ingkang saged dipilih lan pinilih dados Prabu Matswapati

  5. Mas sabdalangit,
    sepengatahuan saya, kalau ramalan itu memang ada mekanismenya yang harus dijalani oleh seseorang yang waskita. Salah satunya adalah melalui cahaya Imam Mahdi dan Nabi Isa. Ini sumbernya akhirnya bersumber kepada Nur sejati, yaitu Nur Muhammad, karena pengetahuan sejati sumbernya dari Nur Muhammad. Sedangkan Imam Mahdi adalah Wali terakhir Ummat nabi Muhammad dan Nabi Isa adalah wali terakhir Ummat selain Ummat Nabi Muhammad. Isi dari ramalan juga tercakup dalam kitab suci dan kitab yang tersimpan (kitab lauh mahfuz). Dari sini akan turun sebagai predikisi, ramalan, penerawangan, Inspirasi, visi, clairvoyance. Demikian sedikit pengetahuan saya. Mohon tanggapannya.

    Wassalam,

  6. Hakekat cahaya itu memang ada, yakni cahya sejati, cahya yg suci, dlm agama dilambangkan malaikat. Malaikat tak ada nafsu seperti manusia. Krn hakekat malaikat ya cahaya yg bersih dari api atau nar (nafsu).
    Karena Tuhan Maha Luas Tak terbatas tentu saja banyak sekali ilmu yg tergelar di jagad raya ini. Manusia hanya tinggal mau memilih dari sudut pandang yg mana sbg entri pointnya.

  7. Mas Sabdalangit Yth,
    Dari salah satu tembang pucung diatas:
    IKLAS, SABAR dan LAPANG DADA
    Menurut saya benar2 pelajaran yang Sangat Dalam Maknanya dan Tidak Mudah untuk dapat kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari.
    IKLAS jika kehilangan tanpa menyesal.
    Sebagai manusia pada umumnya jika kita kehilangan barang yang ki
    ta sayangi aja merasa tidak terima, langsung mengumpat/marah2,
    apalagi kehilangan orang yang kita sayangi? Bisa2 kita langsung me
    nyalahkan Yang Kuasa, karena ke egoan kita, karena kita sebenar
    nya kurang Eling, kurang Mawas Diri dalam hidup Sehari-hari.

    SABAR jika kita disakiti hatinya oleh sesama
    Kesabaran ini pada jaman sekarang yang serba ruwet, jalanan ma-
    cet, pekerjaan bikin mumet, boro-boro untuk bisa sabar?
    Apalagi jika kita dibikin sakit hati, pasti kita akan berusaha memba-
    lasnya.

    LAPANG DADA sambil berserah diri pada Tuhan
    Ini juga tidak gampang karena pada dasarnya manusia hanya ingat
    pada Yang Kuasa pada saat sedang mengalami kesulitan saja.
    Kesadaran kita selalu datang terlambat, yang seharusnya kita harus
    Sadar Diri setiap hari.

    Ajaran leleuhur dari dulu sudah mengajarkan kita untuk dapat menjalani hidup dgn perilaku yang benar. Tapi kita manusia mudah lupa.

    Rahayu

  8. Mas Wong Gunung Yth
    Ajaran Jawa itu seolah tampak sederhana dalam kata, tapi jika didalami dan dihayati sungguh sangat berat. Seperti ketiga hal di atas.
    1. Sabar, pelajaran yg tak kunjung selesai sepanjang masa hingga ajal tiba. Saat ini kita bisa bersabar, namun nanti malam belum tentu bisa sabar lagi, walaupun menghadapi hal yg sama. Maka kita harus belajar bersabar setiap saat, saban harinya dan dalam setiap kasus yg berbeda.
    2. Tulus/ikhlas; sangat sulit dilakukan. Sekalipun iklas dalam menyembah Tuhan kadang masih ada harapan agar mendapatkan upah/pahala dari Tuhan, ini pun saya masih sangsi apakah tdk mencemari keikhlasan..? Katanya sembahyang itu manusia yg butuh, namun mengapa kita sendiri yg butuh kok masih mengaharap imbalan kepada yg dibutuhkan ? Aneh kan logika semacam itu. Sedangkan menurut saya pribadi, tulus/iklas yg sempurna itu bagaikan kita buang hajad besar, walaupun yg kita keluarkan/berikan sesuatu yg sangat berharga.
    3. Lapang dada atau legowo. Ini juga sangat sulit karena legowo/lapang dada yg ideal itu bilamana manusia sudah merasa ; DUWE RASA, ORA DUWE RASA DUWE. Punya rasa, tidak punya rasa punya. Nah…

    rahayu

  9. Yth mas Sabdalangit,
    Memang ajaran leluhur terlihat sederhana dalam kata tapi sulit dalam pelaksanaannya. Jadi untuk bisa membina diri menjadi manusia utama darimana memulai belajarnya?
    Rahayu

  10. Jalan untuk menjadi baik, sebagaimana jalan menuju Tuhan. Jalan itu ada banyak sekali jumlahnya. Ibarat peta menuju satu titik yang sama, yakni Tuhan sebagai Zat tertinggi (Causa Prima). Manusia bebas memilih jalan mana yang akan digunakan. Karena masing-masing jalan itu sudah dirintas oleh para pendahulu kita. Hanya saja ada jalan yang melingkar terlalu jauh, ada yg muter-muter, ada yang terjal namun singkat, ada yang jauh sekali namun halus dan rata, ada yang menanjak turun naik dan muter muter, namun ada juga yang seperti jalan tol. Falsafah hidup Jawa merupakan salah satu di antara banyak jalan itu.

    salam sejati

  11. boleh nambahi kakang sabdalangit tuk mas wong gunung….

    memang ajaran leluhur keliatan sederhana agar mudah dimengerti melalui intinya tujuan yang diharapkan dan seharusnya dilaksanakan…. walaupun itu tidak mudah.

    tetapi untuk menjalaninya yang terpenting pertama kali (menurut pendapat saya) adalah jujur kepada diri sendiri dulu….. dengarkanlah kata hati…. untuk mengasah kepekaan kangmas dan komparasikan itu dengan lingkungan sekeliling, secara wajar dan kondisi hening/tenang (kalo bisa)……
    Gunakanlah kalimat Astaghfirullah (bagi Islam) untuk membantu penenangan jiwa… untuk yang lainnya saya kurang paham….

    Dari situ timbulah kata hati, dimana merupakan jawaban atau jalan keluar dari permasalahan yang ada…. tetap gunakan akal sebagai alat komparasi…. bila memang sesuai dan wajar… lakukanlah…. dan itu sebagai penuntun untuk hidup….

    Lakukan dengan secara wajar dan sederhana (gak neko-neko) dengan tetap menjaga hati supaya nafsu tidak masuk (kemanungsan)….

    Dan itu dilakukan terus menerus untuk meniti langkah kita di dalam menjalani jalan hidup yang telah digariskan oleh Gusti kepada kita.

    Sebelumnya minta maaf kalo ada yang salah, karena itu berdasarkan pemahaman saya, mungkin mas sabda langit atau yang lain mau menambahi. Silahkan.

  12. Aturan dibuat untuk dilanggar, artinya selam aturan itu menjadi bagian luar dari diri kita maka pelanggaran adalah sudah wajar… tetapi jika kita bisa tumbuh menjadi aturan itu sendiri maka walaupun kita sepertinya tidak tahu aturan tapi tetap kita berjalan sesuai aturan dengan otomatis… itu semua hanya ada dalam hidup yang khusuk yaitu dalam ketenangan jiwa… Jiwa yang tenang… Jiwa Mutmainah… sehingga dalam keislaman jiwa yang tenang ini harus bisa dicapai untuk yang mo pulang kembali… jiwa yang tenang adalah fitrah diri kita.. bermodalkan TULUS IKHLAS. SABAR. TAWAKAL. RIDA DAN SYUKUR….. saya jadi ingat sedikit petuah Hirup teh keudah Peurih jeung Narimo Ngaji diri Nahan Nafsu….. yayaya itu semua adalah modal kita untuk meniti shirattal mustakim atw jalan yang lurus untuk kembali kepadaNYA… hancurkan tembok.. temukan ketenangan jiwa… itulah modal segala modal dalam melangkah baik lahir dan batin….
    Salam Sayang Kang Mas Sabda Langit

  13. Matur nuwun buat mas Sabda dan Someone.

    “Manungso Urip Mung Numpang Ngombe”
    “Mengapa Gusti Allah menciptakan manusia toh akhirnya mati?
    Mohon penerangan mas.

    =================
    Mas Wong Gunung Yth
    “Manungso Urip Mung Numpang Ngombe”
    Jawab ;
    Hidup di planet bumi adalah kehidupan yang sangat singkat/ sekejap. Namun dalam kesekejapan ini sangat menentukan nasib kita dalam kehidupan yg sejati kelak setelah ajal tiba. Sekedar mampir kan sekejap saja, namun keperluan mampir untuk ngombe atau minum, sesuatu kebutuhan yg sangat vital.

    “Mengapa Gusti Allah menciptakan manusia toh akhirnya mati?
    jawab;
    Mati itu kan sekedar istilah bahasa manusia. Mungkin “bahasa” Tuhan berarti lain. Saya lebih sreg memaknai kematian sebagai “KELAHIRAN” manusia ke dalam kehidupan yg abadi (alam kelanggengan), yakni kehidupan yg sejati. Alam kelanggengan mempunyai dua “wajah” yg berbeda; Jika kita jahat pada sesama manusia dan alam di planet bumi, akan menemukan kelanggengan dalam kesengsaraan. Jika amal perbuatan baik pada sesama cukup banyak, kita akan menemukan kelanggengan dalam kemuliaan (kamulyan sejati).

    semoga dapat bermanfaat
    Rahayu

  14. Haegh..haegh..mbegegeg ugeg ..ee niki kula Semar ingkeng sowan Penembahan..

    Hrag..a..a whuehh..niki jagad kadewatan sajake dha seneng, bungah sumringah ..! Dene..nadyaaan..yen digagas kahanan jagad gumelar ngercopodo niku pancenna nembe ketaman reridhu, pangertenne sami tumpang suh..silih uuungkih boten kantenan, podho lumban kaprawiran ngongasake kebecikan..ning emanne dereng tumus ing pakarti keng sayekti.. Lha kok niki teng ngriki jebul enten rompok pacabrakan, ndika jumeneng suliyaningndriya minangka wikudibya ..hregh sajake akeh sing podho nyantrik..Hegmm kula melok bombong lha.. jebul iseh ana kang tansah agawe rum-ruming panembah wening dhumateng Gusti Keng Akarya Jagad. Hreeigh.. Dewane podho seneng Penembahan.. kula nggih remen..Mila kula titip supaya sekehing momongan kula nggih anak-anak Pendawa Nuswantara sageda kagulawenthah Penembahan..!!
    http://mpgwarudju.ning.com

  15. Mas kula badhe ndherek kintun kawigatosan ing dinten Malem Jumat Kliwon kepengker.
    sedaya kawontenan nggegirisi ingkang sinandhang bangsa niki menika pacoban menapa kutukan.
    nyuwun pirsa sanget mas saking pamawasipun Kangmas
    nyuwun pangapunten menawi wonten lepating atur kula mugi panjenengan saged nampi kanthi renaning penggalih

  16. Ndherek Urun rembug inggih, kagem sedaya kemawon ingkang sampun paring dhawuh sakderengipun wonten ing rubrik menika.

    Konjuk Pudya Syukur jumurung sekethti dhumateng Gusti Kang Murba Dumadi. Kita sedaya taksih pinaringan karahayon sarta wekdal keng mirunggan ngawontenaken bawa raos ing rubrik ipun Ki Sabda Langit menika. Mugi saklajengipun Gusti tansah Angijabahi. Amien.

    Menawi saged kepareng kula gerba sedaya seserepan wiwit ingkang kaserat wonten ing artikel, serat sekaran, sarta sagung pra pamigati kalau mekaten :

    Kesimpulan mendasarnya :

    Hidup yang baik adalah tatkala mampu mengoperasikan sensor kebijaksanaan (Kawicaksanan).
    Bijak (wicaksana) tidak akan mungkin dapat dipegang menjadi busana yang menyatu dalam kedirian seseorang bila tidak disertai oleh pemahaman/pengertian yang harus didapat dari Ilmu pengetahuan (mila kedah Ngelmu/i). Ilmu pengetahuan didapat dari Laku (ngelmu iku kelakone amung laku). Laku itu = tarakbrata (prihatin, belajar dan berlatih = berjuang mendapatkan nilai kepekaan, kesadaran dan pemahaman). Syarat menempuh itu semua adalah sabar, ikhlas, hati-hati,jernih dalam motivasi (kemauan) = tatag, tanggon jayeng palugon , yang berarti juga berjaya oleh karena kejujuran. Tanpa kejujuran pemahaman/pengertian itu artifisial (semu) semuanya. Jika semu ilmu pemahamannya maka kebijaksanaannya juga palsu. Buah Kebijaksanaan tentu adalah kewibawaan dan pengaruh untuk mrenahke atau menata (harmony). Itulah buah dari tekun berlandaskan teken maka sampailah ia pada tujuan (tekan).
    Orang yang berhasil menata berarti orang yang berhasil mengistall konstruksi harmony, dan yang dipancangkan dan ditebarkan adalah unsur-unsur cinta kasih yang merupakan penetrasi sifat inti dari Tuhan Yang Maha Esa.
    Cinta kasih tentu memuat aspek pengurbanan (ikhlas dan tulus serta sabar).

    Menyambung apa yang digelisahkan oleh kadangmas Tomy :

    Apakah musibah atau bencana yang mengerikan itu merupakan cobaan ataupun bahkan kutukan Tuhan ?

    Semoga penuturan ini ada persentuhannya :

    Sifat Tuhan yang Lain namun juga masih dalam rangka Cinta Kasih adalah penerapan reward and punishment = ganjaran dan hukuman (termasuk di dalamnya nilai-nilai peringatan dan penyadaran, juga peluang untuk repair = taubat.
    Ganjaran dan hukuman sifat sejatinya adalah cobaan yaitu semacam tolok ukur /uji kesetiaan manusia dalam moralitas eksistensinya sebagai sang Abadun (pengabdi/hambaNYA). Jadi dari sanalah soal dan jawaban dapat diuraikan.

    Sifat Tuhan Yang Kuasa dan Cinta Kasih terkandung didalamnya yaitu reward dan punishment. Jadi sebagai hamba yang baik konon harus sedemikian rupa menebarkan sifat -sifat Tuhan. Benar, bahkan manusia diberi kemampuan untuk menjalankan ‘kekuasaan’ tersebut termasuk reward dan punishment, akan tetapi tentu kekuasaan yang diijinkan OlehNya kepada manusia sangat terbatas dalam segala hal. Manusia tentu tidak akan mampu menyamai Tuhan yang selalu terlambari dengan potensi hakiki adalah Cinta Kasih. Maka manusia juga musti hati-hati dalam menjalankannya, jika sudah lulus maka ialah manusia yang wicaksana ing kawruh, lebda ing pambudi , benar-benar bijak dalam pemahaman serta terwujud nilainya dalam setiap tindakan. Manusia masih sering tidak cermat dalam mewaspadai dirinya apakah kebijaksanaan dan kawruhnya itu sudah terlandasi oleh Cinta Kasih, jika belum agar tidak terjerembab, lebih baik memilih Cinta Kasih sebagai agenda mata kuliah sehari-hari, yang musti dicermati, diwaspadai dielaborasi dan ditingkatkan nilai potensinya dalam menyokong konstruksi harmony. Demikian semoga kiranya kita terampuni selalu dengan segala petunjuk agar terhindar sebagai kaum yang merugi.
    Depok, Ahad Pon 27 September 2009
    MPG

  17. BUAT MAS SABDO YANG ARIF….Setelah saya membaca topik di atas dan memahaminya dengan renungan yang dalam saya menyimpulkan sungguh indah sekali nasehat2 yang di wariskan para leluhur kita dahulu kepada generasi muda sekarang namun sayang sekali generasi saat ini justru tidak mau mempelajari warisan budaya leluhur sendiri yang sangat berharga.Kasihan deh anak muda! buat mas sabdo terima kasih banyak karena mau mengajarkan kami nilai2 positif dari nenek moyang saya tercinta.

    • Nufailsyah Yth
      ya, ..memang, syarat membaca semua tulisan di sini supaya lebih mudah memahami apa maksud dan hakekatnya apabila kita membacanya sambil menggunakan batin yg jernih, pikiran netral, hati bersih (tidak su’udhon).

      salam sejati

  18. ngintip roomnya pak sabda?
    lama gak gabung nih?
    kangen?
    salam buat keluarga njenegan ya…pak?

  19. sebenarnya sifat ramalan itu kan tidak pasti, karena menyangkut masa depan ghaib yang belum terjadi, karena belum terjadi secara kemampuan dasar alamiah manusia, tidak ada manusia pun yang bisa tahu masa depan…ya namanya belum kejadian bagaimana bisa memastikan…
    namun bagi Tuhan sendiri, karena hakekatnya Tuhan adalah pencipta segalanya, Tuhan tidak terikat waktu ciptaanNya, maka Tuhan pasti maha tahu apa yang terjadi besok, atau masa depan dari manusia..
    jadi kalau ada manusia yang bisa tahu masa depan tentu pastilah ada pemberitahuan khusus dari Tuhan itu kepada manusia itu dengan ijinNya…
    misal yang terjadi pada para nabi dengan sebutan nubuwwah, mukjizat ramalan para nabi..
    selain itu bisa saja barangkali ada selain nabi yang diberi tahu oleh Tuhan, tapi tentu saja atas kehendakNya,….
    mengenai media yang digunakan Tuhan untuk memberi tahu kepada seseorang tentu hanya Tuhan sendiri yang tahu persis caranya, kalau para nabi adalah dengan media wahyu…kalau manusia biasa barangkali dengan ilham atau firasat atau mimpi benar…
    dalam hadits nabi aja disebutkan mimpi orang mukmin adalah mimpi nyata…

    kalau saya sih berpikir pada kerangka kepastian atau keraguan, kalau suatu ramalan yang bersumber dari sesuatu yang masih meyakinkan misalnya ramalan para nabi yang didukung wahyu, maka ramalan itu pasti benarnya…

    sebaliknya juga kalau ramalan itu masih belum jelas, ya sikap saya sendiri ramalan itu tidak boleh diimani dan diyakini seratus persen, bisa jadi ada benarnya namun masalah kepastiannya saya serahkan kepada Tuhan sendiri, sampai nanti terjadi yang sebenarnya…inilah makna sabar menunggu hehe….

  20. coba para pemimpin kita punya jiwa seperti ini,……
    apa mungkin,..??????

  21. tuhan itu adil ya?
    alam yg begitu….ck..ck..ck uindah sekali
    ilmu yg begitu dalam, halus lagi
    lha kok menungsane podo akeh sing “idiot “….. lho… piye iki

    contoh :
    lha wong system nya saja sudah error, lha kok kalo ada masalah
    ngomongnya, ” kita serahkan semuanya pada system yg ada ”

    NB : yg tidak idiot pasti tidak tersinggung….tapi
    maklumlah kalo MASIH ada yg tersinggung..

    aku salut karo njenengan mas sabda
    maju terus, ojo klalen mandi sehari 2 kali, makan 3 kali

    aku do’akan semoga tuhan bisa mengurangi keadilannya untuk indonesia…
    biar orang orang ” idiot ” nya agak berkurang….

    PADA MUDENG APA ORAAA…. AKU NGOMONG YA?

  22. Matur nuwun wulangipun.Mas.

  23. Suwun Sanget Ki,
    Ajaran leluhur memang benar-benar luhur, saya baru menyadari, ternyata ilmu para leluhur memang benar-benar luar biasa. Dari nasehat yang diberikan, hingga teropong ke masa depan, lalu memberikan peringatan dan wejangan untuk anak cucunya kelak, untuk keturunannya kelak. Ini sudah bisa dilihat, dangan pertanyaan dalam benak saya; “bagaimana bisa para leluhur mendeskripsikan keadaan yang hampir sama dengan sekarang ini”. Tentu, bukan hanya dari ilmu yang sebatas kulit saja, bahkan jauh dari itu.

    Berbagai penjelasan, falsafah dan ajaran sudah diberikan oleh mereka, untuk kita semua. Dengan bahasa yang berulang dan dipertegas, para leluhur memberikan peringatan. Ini menandakan mereka sangat peduli terhadap anak cucu dan keturunannya kelak. Benar-benar arif dan bijaksana. Padahal mungkin saja jaman kerajaan pada waktu itu tentram ayem sentosa, akan tetapi vision mereka jauh melihat kedepan.

    Lalu, jika dilihat dari tingkatan ilmu yang dimiliki pun, sebelumnya saya hanya menduga, dan ternyata jelas beliau-beliau ini benar-benar mencapai maqom tertinggi di tatanan jagad. Dahulu saya hanya menduga dan mengira saja, tapi setelah penjabaran waskita yang sudah dituliskan dari leluhur ini, jelas sudah penjabaran dan tingkat spiritual para leluhur.

    Berbagai naskah kuno yang berisi ajaran kehidupan, peringatan serta nasehat, sengaja mereka tuliskan, bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk anak cucunya kelak. Terima kasih yang mendalam ki beserta para sinisepuh yang telah mengangkat berbagai sastra dan naskah kuno kepada kita semua. Dari kita dan untuk kita.

    Salam sejahtera, selamat sentosa ki, semoga diberikan berkah dan rohmat yang melimpah dari Gusti Yang Maha Suci dan Maha Memberi.

  24. apakah yang dimaksud kiamat itu kehancuran alam?nabi musa bilang di taurat kiamat sudah dekat,nabi isa bilang di injil kiamat sudah dekat,nabi muhamad bilang di alquran kiamat sudah dekat.jadi apakah yang dimaksud kiamat itu?kenapa semua rosul bilang kiamat sudah dekat tapi belum juga hancur2 juga alamnya.jadi kita harus berfikir ulang lagi bahwa ternyata kiamat itu bukanlah kehancuran alam ini.yang dimaksud kiamat ialah kehancuran sistem kehidupan ini yang dari bathil kepada kebenaran.dengan bukti musa setelah dia bilang kiamat sudah dekat dia dapat menegakan sistem kehidupan yang benar,begitu juga isa dan muhamad,karena itulah yang diperintahkan oleh tuan semesta alam kepada sang pembawa kebenaran.PERTANYAANYA APAKAH SISTEM KEBENARAN ITU AKAN DATANG KEMBALI?SIAPAKAH YANG MEMBAWA DAN KAPANKAH SISTEM ITU DATANG KEMBALI?pada bagian yang mana kita berada?yang membela sistem kebenaran itu apakah kita berada disistem yang bhatil?dan apabila ada orang yang yang mengaku dirinya pembawa kebenaran/satrio sinisihan wahyu dia harus berani mengakui dirinya di depan umum,bahwa dirinya ialah rosul/sinisihan wahyu!!!!!!!!!!!karena rosul2 melakukan itu sampai rosul2 dicacimaki dan hinaan dari kaumnya.salam hormat saya NICOLAS ABDI sang pengabdi tuan semesta alam

  25. assalamualaikum wr.wb
    saya ahmad
    di kota saya ada sebuah prediksi atau ramalan!
    saat saya mencari2 jawaban dari ramalan tersebut ,saya menjumpai banyak sekali ilmu warisan leluhur.dimana saya termasuk orang jawa yang tau jawane(kalo tidak salah itu perumpamaannya).tapi tidak semua jawaban bisa saya temukan.
    ini salah satu contoh ramalannya:
    GONDO.MONO.SAYEMBORO
    mimpi:NYUNDUKI KEMBANG KENONGO
    saya mau tanya
    apakah ada kitab atau yang mempelajari semua falsafah jawa?
    kalo boleh tanya apa isi atau maksud ramalan tadi?
    apa ada hubungannya dengan sesuatu yang akan terjadi di kota saya?
    terima kasih sebelumnya ata perhatian dan jawabannya!
    assalamualaikum wr wb

  26. Ngapunten nderek rembagan kemawon.

    ” nyunduki kembang kenongo ”

    Sejatinipun nelisik, mempelajari dengan teliti pada kenangan masa lalu adalah kembang action seseorang.
    :
    Kita generasi sekarang wajib mengenang kakek nenek kita masa lalu yg sekarang tinggal kenangan
    Dengan mempelajari teliti akan tahu benar keagungan tuntunan hidup leluhur negeri sendiri
    Saat kita menjalani tuntunan leluhur sendiri, tanah air dan leluhur meridhoi bangs adan negeri ini
    Nota bene negeri ini adalah karya beliau
    Mulailah kejayaan negeri akan berproses

    Kita sekarang kemarinterlalu memuja manusia dan ajaran negeri lain

    Kembali ke jati diri negeri sendiri
    Pasti berjaya bangsa dan negeri kita Indonesia tercinta

  27. You are ready now
    xi xi xi

  28. LUAR BIASA KI SABDA ! TERUTAMA DI TEMBANG PUCUNG ! YA MEMANG SEKARANG INI SEDANG TERJADI ! ORANG SEKARANG PANDAINYA MENDALIL ? SEMUA YANG TIDAK SESUAI DENGAN DALIL YANG DI PEGANGNYA DI ANGGAP SESAT ? PADAHAL BAIK DARI JAWA MAUPUN DARI MEKAH HAKEKATNYA SAMA ? MEMANG LUAR BIASA KI PARA LELUHUR DULU ! BISA MEMBERI PENCERAHAN KEPADA ANAK CUCUNYA , PADAHAL SAMPAI BEBERAPA GENERASI SESUDAH NYA ! MATUR SEMBAH NUWUN KI SABDA LANGIT ! MANGGA DI PUN LAJENGAKEN !……. KAWULA NDHEREK WONTEN WINGKING/ TUT WURI !……

  29. Assalamu alaikum wr wb
    Izinkan saya berkomentar, disini saya temukan, kawih, isinya melampaui batas, budaya saya hormati sebagai warisan leluhur, dan budaya yang lebih luhur itu tak akan melampaui sebelum adam dilahirkan.
    Sudah dan mungkin lebih dari ribuan tahun. Peradaban budaya dimulai sejak kapal nabi Nuh berlabuh, dan berketurunan kembali. dengan banjir yang setinggi gunung melenyapkan manusia yang mengingkari Tuhannya.
    Manusia diwarisi bumi, sampai kelahiran nabi Daud dan anaknya nabi Sulaiman, beliaulah Raja Dunia dan Raja Bangsa Jin.
    Termasuk pula negri ini.
    Sebagai pertimbangan saya belum temukan riwayat asli candi Borobudur yang tertimbun, itulah peradaban yg dibuat bangsa Jin.
    Sulaiman adalah pewaris Tabut, isinya Taurat dari nabi Musa dan Zabur dari ayah nabi Daud. Teory ini dikemukakan oleh KH Fahmi Basya. Tentang Borobudur. Berita terakhir isi Tabut ini dibawa kembali oleh Malaikat. Konon Zabut isinya diantaranya berupa syair atau kawih, disinilah mungkin manusia ada yang mengarang zendiri, dan menyebutkan ini dari Tuhan.

    Nabi Sulaiman pun wafat, dalam keadaaan duduk di singgasananya

    Ada sebuah Naskah kuno lainnya yang isinya kebangkitan kedua dari Sang Raja, Jika sebuah Negri mempunyai kekuasaan atas Pembagian wilayah oleh nabi Sulaiman apakah tidak mungkin?,

    Jaman terus berlalu, sampailah manusia menjadi syirik, menggunakan ilmu sihir, dan inilah yang menyebabkan laknat dari Tuhan terjadi lagi, yaitu Banjir dan menghancurkan negri mengurangi sedikit demi sedikit, akibat banjir ini pula lah yang menimbun Borobudur,
    Jawa Bagian Barat adalah negri yang sehancur-hancurnya.
    Coba lihat peradaban di gunung padang cianjur, bukankah dari kediri meriwayatkannya?

    Manusia yang selamat meneruskan kembali kekuasaan negri ini. Peradaban negri ini dimulai kapan? Jika sekitar abad ke 7 ajaran dari mekah sudah datang, saya tak akan heran, Baru sekitar abad ke 11 dewan Wali baru datang, setelah kekuasaan Turki mencapai kejayaannya, Raja-Raja di negri jawa berubah menjadi kerajaan Islam. Sekitar abad 17. Datanglah penganut Portugis dan Belanda, mereka dalam misi GOLD GLORY GOSPEL. Perdagangan dikuasai kompeni, dan bangsa ini mudah diadu domba. Sekitar abad 19 Barulah perhimpunan dimulai sampai kemerdekaan, tapi sekarang, seperti inilah nusantara. Budaya Yang Tinggi dinegri ini, tapi kenapa menginkari perintah Raja Manusia?
    Pewaris bumi masih sanggupkah mengemban amanat ini?
    Maaf saya telah menentang kidung ini, dan maaf jika ada kesalahan informasi yang saya tulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: